P. 1
Pelajaran Bahasa Inggris

Pelajaran Bahasa Inggris

|Views: 792|Likes:
Published by Aviv Noviyantoro

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Aviv Noviyantoro on Jan 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/16/2013

pdf

text

original

Sections

Introduction

May 18th, 2009Inggris, yaitu: 1. Simple present tense 2. Present continuous tense 3. Simple past tense 4. Past continuous tense 5. Present perfect tense 6. Present perfect continuous tense 7. Past perfect tense 8. Past perfect continuous tense 9. Simple future tense 10. Future continuous tense 11. Future perfect tense 12. Future perfect continuous tense 13. Past future tense 14. Past future continuous tense 15. Past future perfect tense 16. Past future perfect continuous tense

Simple Present Tense
May 18th, 2009 Formula untuk Simple Present Tense adalah: Subject + Verb1 + Object + Modifier Note: jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan be is/am/are. Be is digunakan jika subject-nya he, she, atau it; Be am jika subject-nya I; Sedangkan, be are jika subject-nya you, they, atau we. Contoh: 1. Farmers in Jati Bali grow rice crops twice a year. (Petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi dua kali setahun). 2. Some students usually conduct research on vegetative plant propagations. (Beberapa siswa biasanya melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif). 3. Transpiration starts to increase at 8 a.m. (Transpirasi mulai meningkat jam 8 pagi). Note: Pada contoh 1 dan 2 digunakan plural verb karena subject-nya plural, sedangkan pada contoh yang ketiga digunakan singular verb [verb1 + (s atau es)] karena didahului oleh singular subject. Kapan verb1 ditambahkan huruf s dan kapan ditambahkan huruf es sehingga menjadi singular verb yang benar? Hampir semua singular verb dibentuk dengan menambahkan huruf s diakhir verb1 (i.e. Verb1 + s ). Namun, mengingat jumlah verb sangat banyak, maka yang perlu dipahami/dihafal sekarang adalah kapan kita harus menambahkan es. Ketentuannya adalah jika verb1 berakhiran dengan huruf “o, x, ch, y, th, s, dan sh” maka Verb1 + es. Contoh: Verb1 go do box watch pinch punch Verb1 + es goes does boxes watches pinches punches Meaning pergi melakukan/mengerjakan bertinju menonton mencubit memukul

study cry fly try press pass smash brush bath sooth wash Note:
• •

studies cries flies tries presses passes smashes brushes bathes soothes washes

belajar menagis terbang mencoba menekan, tindis lulus, meloloskan memukul menyikat mandi menenangkan mencuci

Huruf ‘y’ yang didahului oleh konsonan berubah menjadi ‘i’ (Lihat: studies, tries, cries). Verb have (mempunyai) berubah secara tidak beraturan menjadi has.

Pertanyaan berikutnya adalah kapan simple present tense digunakan? Simple present tense digunakan: 1. untuk menyatakan kejadian-kejadian yang terjadi secara reguler (regular happening). Contoh: 1. The sun rises in the east and sets in the west. (Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat). 2. The full moon comes every 30 days. (Purnama datang tiap 30 hari). 3. The planet earth takes 365 days to rotate the sun. (Planet bumi butuh 365 hari untuk mengelilingi matahari). 2. untuk menyatakan kebiasan-kebiasaan yang dilakukan oleh subject kalimat (habitual action); Kebiasaan-kebiasaan tersebut masih berlangsung sampai sekarang dan (mungkin) akan terus berlanjut ke masa yang akan datang (future). Contoh: 1. My son always goes to school on foot. (Putra saya selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki). 2. Mr. Bain usually plays badminton every Sunday morning but he did not show up last Sunday. (Mr Bain biasanya main bulutangkis tiap minggu pagi tetapi dia tidak muncul (tidak main) hari Minggu yang lalu). 3. Mr. Budi always drives a car to the office. (Mr. Budi selalu mengendarai mobil ke kantor).

3. Untuk menyatakan argumen atau teori yang sudah diakui kebenarannya. Contoh: 1. The prices of goods always increase when the good availabilities drop in market. (Harga-harga barang selalu naik ketika ketersedianya di pasar menurun). 2. Solar radiation is required during photosynthesis. (Radisai surya dibutuhkan selama proses fotosintesis). 3. Twenty-five devided by five is equal to five. (25 dibagi 5 sama dengan 5). 4. Untuk menyatakan/mengekspresikan keadaan atau kondisi seseorang atau sesuatu pada saat sekarang (pada saat diekspresikan). Verbs untuk mengekspresikan seseorang atau sesuatu ini terkait dengan proses/keadaan di dalam otak, terkait dengan perasaan, terkait dengan panca indera, dan terkait dengan kepemilikan. Verbs seperti ini secara kolektif disebut Stative Verbs. Verbs ini sering kita gunakan atau dengar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, perhatikan dan hafalkan verbs dalam tabel berikut! know (tahu) believe (percaya) understand (mengerti/paham) imagine (membayangkan) think (berfikir/mengira/kira) recognize (mengenali) hate (benci) love (cinta) hear (mendengar) see (melihat) smell (mencium/tercium) appear (muncul) have (mempunyai) own (mempunyai) Terkait dengan proses/keadaan di dalam otak doubt (meragukan) need (memerlukan/butuh) prefer (lebih suka) mean (berarti) forget (melupakan/lupa) remember (mengingat/ingat) Terkait dengan perasaan like (suka) want (menginginkan/ingin) Terkait dengan panca indera sound (terdengar) look (melihat/tampak) seem (tampak) taste (merasakan/terasa) Terkait dengan kepemilikan possess (mempunyai) belong (milik)

Note: Stative verbs sangat jarang digunakan dalam bentuk continuous. Contoh: 1. I think I know him. (Saya kira/rasa saya tahu dia). 2. I understand English better now. (Saya paham bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang). 3. I love you very much. (Saya sangat mencintai kamu).

4. The song sounds good but I cannot catch every single word in it. (Lagu itu terdengar manis tapi saya tidak dapat menangkap satu kata pun dari lagu itu). 5. The snack tastes so delicious. (Camilan itu terasa begitu lezat). 6. I believe you. (Saya percaya kamu). 7. The tragic accident suddenly appears in my mind. (Kecelakaan tragis itu tiba-tiba muncul di benak saya). 8. She has two dogs and one cat. (Dia punya dua anjing dan satu kucing), etc. 5. Untuk menyatakan fakta yang ada sekarang. Penekanannya lebih pada adanya fakta bukan pada proses terjadinya fakta.Verb yang sering digunakan di sini antara lain: consist of, contain, include, exist, cost, be (i.e: is, am, dan are, atau be jika mengikuti modal auxiliary). Contoh: 1. She weighs more than 100 kg. She is very fat. (Dia beratnya lebih dari 100 kg. Dia sangat gemuk). 2. I want to buy these shoes. How much do they cost? (Saya mau beli sepatu ini. Berapa harganya?). 3. Cigarettes contain a lot of nicotine and other harmful substances. (Rokok-rokok mengandung banyak nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya). 6. Untuk membuat request (permintaan/minta tolong) dan command (perintah). Contoh: 1. May I borrow your pen, please? (Boleh saya pinjam pulpenmu?). 2. Make teams that consist of 5 people each! (Buatlah tim yang masing-masing terdiri dari 5 orang). Note: Dalam simple present tense, sering digunakan adverb seperti: always (selalu), often (sering), usually (biasanya), sometimes (kadang-kadang), seldom (jarang), never (tidak pernah). Adverbs ini biasanya ditempatkan diantara subject dan verb. Tetapi jika kalimat menggunakan be, adverb ditempatkan setelah be (Lihat contoh 4). Walaupun disisipi adverb, bentuk verb tidak berubah. Artinya, jika subject-nya singular (orang ketiga tunggal), verbnya tetap singular (Lihat contoh 5). Selain adverbs, simple present tense juga sering disisipi modal auxilliary seperti can (dapat), may (boleh, mungkin), dan must (harus). (Lihat contoh 6). Dan ingat, gunakan plural verb setelah modal auxilliary. Singular verb tidak pernah digunakan setelah modal auxiliary (Lihat contoh 7). Penggunaan modal auxilliary akan dibahas secara khusus pada posting berikutnya. Contoh :

1. I usually watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya biasanya nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggris saya). 2. They always arrive on time. (Mereka selalu tiba tepat waktu). 3. My children sometimes go to Kuta Beach to practice their English. (Anak-anak saya kadang-kadang pergi ke pantai Kuta untuk melatih bahasa Ingggrisnya). 4. He is never late. (Dia tak pernah telat). 5. Because he seldom studies hard, he seldom gets good results. (Karena dia jarang belajar keras, dia jarang dapat nilai bagus). 6. Can I go now? No, you can’t. You must stay here until we finish doing our homework. (Dapat saya pergi sekarang? Tidak. Kamu harus tetap di sini sampai kita selesai mengerjakan PR kita). 7. He must go to see a doctor now. (Dia harus pergi ke dokter sekarang). Negative Form Bentuk negatif dari kalimat dalam Simple Present Tense dibuat dengan menambahkan kata bantu ‘do’ atau ‘does’ (tergantung dari subject kalimat) dan not, seperti terlihat dalam formula berikut, Subject + (does/do) + not + Verb1 + Object + Modifier Note: a) Jika kalimat positifnya menggunakan singular verb (i.e. verb1 + s/es), gunakan kata bantu does sebelum not dan jangan lupa untuk merubah singgular verb tersebut menjadi verb1. Does not dapat disingkat doesn’t dan do not dapat disingkat don’t. b) Jika kalimat positifnya menggunakan be (i.e. is, am atau are), kata bantu do atau does tidak diperlukan. Yang perlu dilakukan di sini hanyalah menyisipkan not setelah be, yang masing-masing dapat disingkat menjadi isn’t/ aren’t. Kontraksi am + not adalah ain’t, tetapi jangan gunakan kontraksi ini dalam tulisan/percakapan formal karena sangat tidak formal. Contoh: 1. The sun does not rise in the west and does not set in the east. (Matahari tidak terbit di barat dan tidak tenggelam di timur). 2. The full moon does not come every 15 days. (Purnama tidak datang tiap 15 hari). 3. The planet earth does not take 400 days to rotate the sun. (Planet bumi tidak butuh 400 hari untuk mengelilingi matahari). 4. My son does not always go to school on foot. (Putraku tidak selalu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki).

5. Mr. Bain does not always play badminton every Sunday morning. (Mr Bain tidak selalu main bulutangkis tiap minggu pagi). 6. Mr. Budi does not always drive a car to the office. (Mr. Budi tidak selalu naik mobil ke kantor). 7. I do not believe you. (Saya tidak percaya kamu). 8. I do not understand English better now. (Saya tidak memahami bahasa Inggris dengan lebih baik sekarang). 9. The song does not sound good but I can catch every single word in it. (Lagu itu tidak terdengar manis tapi saya dapat menangkap setiap kata di lagu itu). 10. The snack does not taste good. (Camilan itu tidak terasa lezat). 11. I do not love you very much. (Saya tidak sangat cinta kamu). 12. I do not always watch Hollywood movies to maintain my English proficiency. (Saya tidak selalu nonton film-film Hollywood untuk mempertahankan kemampuan bahasa Inggrisku). 13. My children do not always practice their English every Saturday night. (Anakanakku tidak selalu melatih bahasa Ingggrisnya setiap sabtu malam). 14. He is never late. (Dia tak pernah telat). 15. Although he does not always study hard, he always gets good results. (Walaupun dia tidak selalu belajar keras, dia selalu memperoleh nilai bagus). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Simple Present Tense dibuat dengan menempatkan kata bantu does/do atau be is/am/are sebelum subject. Perhatikan formula berikut: Does/Do + Subject + Verb1 + Object + Modifier? Contoh: 1. Do farmers in Jati Bali grow rice crops twice a year? (Apakah petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi dua kali setahun?). 2. Do some students usually conduct research on vegetative plant propagations? (Apakah beberapa siswa biasanya melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif?). 3. Does transpiration start to increase at 8 a.m? (Apakah transpirasi mulai meningkat jam 8 pagi?). Pola di atas khusus untuk positive yes/no questions. Cara membuat negative yes/no questions, questions tag, information questions, dan embedded questions dibahas pada How to Address Questions.

Present Continuous Tense
May 18th, 2009 Formula dari Present Continuous Tense atau Present Progressive Tense adalah: Subject + (is/am/are) + (Verb1+ing) + Object + Modifier 1. Farmers in Jati Bali are growing rice crops now. (Petani-petani di Jati Bali sedang bercock tanam padi sekarang). 2. Some students are conducting research on vegetative plant propagations. (Beberapa siswa sedang melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif). 3. Transpiration is starting to increase now. (Transpirasi sedang mulai meningkat sekarang). Penggunaan Present Continuous Tense 1. Present Continuous Tense digunakan untuk menyatakan bahwa subject kalimat sedang melakukan suatu kegiatan. Contoh: 1. We are studying English now. (Kita sedang belajar bahasa Inggris sekarang). 2. She is listening to the music now. (Dia sedang mendengarkan musik itu sekarang). 3. I am discussing English with my colleagues now. (Saya sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kerja saya sekarang).

4. They are playing football now. (Mereka sedang main sepakbola sekarang). 5. James, the gardener, is watering plants now. (James, si tukang kebun, sedang menyirami tanaman sekarang). 2. Present Continuous Tense juga digunakan untuk menyatakan kegiatan yang akan dilakukan (in future time). Contoh: 1. We are studying English tomorrow. (Kita akan belajar bahasa Inggris besok). 2. I am leaving for Bali next month. (Saya akan pergi ke Bali bulan depan). 3. I am discussing English with my colleagues tomorrow. (Saya akan mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kerjaku besok). 4. They are playing for a tournament next week. (Mereka akan bertanding minggu depan). 5. She is coming home next Monday. (Dia akan pulang Senin depan). Note: Pengunaan simple present continuos tense yang kedua ini akan dibahas lagi pada simple future tense. 3. Modifier of time (keterangan waktu) yang digunakan adalah now, untuk menyatakan bahwa kegiatan sedang berlangsung, atau ‘tomorrow, next month, next week, etc’, untuk menyatakan kegiatan di masa mendatang (future time), seperti yang telah diberikan pada contoh-contoh di atas. Contoh-contoh yang lain: 1. Be quite, please! I am studying in here. (Tolong, jangan ribut. Saya sedang belajar di sini.). 2. Yeyes is watching TV. (Yeyes sedang menonton TV). 3. I am listening to some pop songs from my CD player. (Saya sedang mendengarkan beberapa lagu pop dari CD player-ku). 4. Don’t eject the diskette from CPU if the diskette indicator is still on. It means that the program is still writting onto the diskette. (Jangan keluarkan disket dari CPU jika lampu indikator disket masih menyala. Itu berarti program masih sedang menulis ke dalam disket). 5. The phone is ringing. Pick it up, please! (Telephon sedang berdering. Tolong angkat teleponnya!). 6. I am writting this note while my wife is washing clothes. (Saya sedang menulis catatan ini, sementara istri saya sedang mencuci pakaian).

7. What are you looking at? (Apa yang sedang kamu perhatikan/pandangi?). Negative Form Bentuk negatif dari kalimat dalam Present Continuous Tense dibuat dengan menambahkan not di belakang be, seperti yang terlihat dalam formula berikut: Subject + (is/ am/are) + not + (Verb1+ ing) + Object + Modifier Contoh: 1. We are not studying English now. (Kita tidak sedang belajar bahasa Inggris sekarang). 2. She is not listening to the music now. (Dia tidak sedang mendengarkan musik sekarang). 3. I am not discussing English with my colleagues now. (Saya tidak sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kerjaku sekarang). 4. They are not playing football now. (Mereka tidak sedang main bola sekarang). 5. James, the gardener, is not watering the plants now. (James, si tukang kebun, tidak sedang menyirami tanaman sekarang). 6. We are not studying English tomorrow. (Kita tidak akan belajar bahasa Inggris besok). 7. I am not leaving for Bali next month. (Saya tidak akan pergi ke Bali bulan depan). 8. They are not playing for a tournament next week. (Mereka tidak akan bertanding minggu depan). 9. She is not coming home next Monday. (Dia tidak akan pulang Senin depan). 10. I am not writing this note while my wife is not washing clothes. (Saya tidak sedang menulis catatan ini, sementara istri saya sedang mencuci pakaian). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Present Continuous Tense adalah sebagai berikut: (Is/Am/Are) + Subject + (Verb1+ ing) + Object + Modifier 1. Are we studying English now? (Apakah kita akan belajar bahasa Inggris sekarang?). 2. Is she listening to the music now? (Apakah dia sedang mendengarkan musik sekarang?).

3. Am I discussing English with my colleagues now? (Apakah saya sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kerja saya sekarang?). 4. Are they not playing football now? (Apakah mereka tidak sedang main bola sekarang). 5. Is James, the gardener, not watering the plants now. (Apakah James, si tukang kebun, tidak sedang menyirami tanaman sekarang?). 6. Are we studying English again tomorrow? (Apakah kita akan belajar bahasa Inggris lagi besok?). 7. Are you leaving for Bali next month? (Apakah kamu akan pergi ke Bali bulan depan). 8. Are they playing for a tournament next week? (Apakah mereka akan bertanding minggu depan?). 9. Is she not coming home next Monday? (Dia tidak akan pulang Senin depan?).

Simple Past Tense
May 18th, 2009 Formula dari Simple Past Tense adalah: Subject + Verb2 + Object + Modifier Note: jika subject diikuti oleh adjective atau noun, gunakan verb be was jika subject-nya I, he, she, it atau gunakan were jika subject-nya you, they, we. Contoh: 1. Farmers in Jati Bali grew rice crops 6 months ago. (Petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi 6 bulan yang lalu). 2. Some students conducted research on vegetative plant propagations last year. (Beberapa siswa melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif tahun lalu).

3. Transpiration started to increase 3 hours ago. (Transpirasi mulai meningkat 3 jam yang lalu). Penggunaan Simple Past Tense 1. Simple Past Tense digunakan untuk menyatakan kejadian-kejadian yang telah berakhir (completed action), yang terjadi pada waktu yang spesifik di masa lampau. Contoh: 1. I went to Kuta beach yesterday. (Saya pergi ke pantai Kuta kemarin). 2. He was my boyfriend. (Dia (dulu) adalah pacar saya). 3. The tsunami swept Banda Aceh and more than a hundred thousand people died. (Tsunami menyapu Banda Aceh dan lebih dari seratus ribu orang meninggal dunia). 4. This plant was 1 meter tall last month and it is almost 2 meters now. (Tanaman ini setinggi 1 meter sebulan yang lalu dan tingginya hampir 2 m sekarang). 5. I was a very bad badminton player a year ago but I kick everybody’s ass now. (Saya (adalah) seorang pemain bulutangkis yang sangat jelek satu tahun yang lalu tetapi saya mengalahkan semua orang sekarang). 2. Untuk membuat sub-clause dari unreal conditional sentences tipe kedua, yaitu jika faktanya dalam simple present tense. Contoh: 1. If I had a pair of wings, I would fly as high as I could. (Jika saya punya sepasang sayap, saya akan terbang setingi saya bisa). 2. If he were here now, he could help us solve this math problem. (Jika dia di sini sekarang, dia dapat membantu kita memecahkan soal matematika ini). 3. If my English were very good, I wouldn’t need to read this. (Jika bahasa Inggris saya sangat bagus, saya tidak perlu membaca (tulisan) ini). Note: Dalam unreal conditional sentence, be yang digunakan selalu “were“. Hal ini dibahas secara lebih detail dalam conditional sentences (part 2). 3. Untuk membuat kalimat tidak langsung (indirect speech) jika kalimat langsungnya (direct speech) menggunakan simple present tense. Contoh: 1. He said that he was tired. (Dia berkata bahwa dia lelah). 2. She said that she couldn’t find her book. (Dia berkata bahwa dia tidak dapat menemukan bukunya).

3. He said that he missed his girlfriend. (Dia bilang bahwa dia rindu pacarnya). 4. Keterangan waktu yang sering digunakan dalam Simple Past Tense, antara lain:
• • •

yesterday (kemarin), ago (yang lalu). Misalnya: a minute ago, two days ago, a week ago, three months ago, two years ago, etc. last (yang lalu). Misalnya: last week, last year, last two days, last Monday, last December, etc.

Note: Walaupun artinya sama, perhatikan letak ago dan last. Negative Form Bentuk negatif dari kalimat dalam Past Tense dibuat dengan cara sebagai berikut: 1. Tambahkan kata bantu did setelah subject. 2. Tambahkan not setelah kata bantu did. 3. Rubah verb2 menjadi verb1. Jadi, setelah ketiga tahapan dilakukan, kalimat negatifnya akan mengikuti pola sebagai berikut: Subject + (did) + not + Verb1 + Object + Modifier Note: Jika kalimat positifnya menggunakan verb be (i.e. was atau were), kata bantu did tidak diperlukan. Yang perlu dilakukan di sini hanyalah menyisipkan not setelah verb be. Contoh: 1. I did not go to Kuta beach yesterday. (Saya tidak pergi ke pantai Kuta kemarin). 2. The tsunami did not sweep Medan. (Tsunami tidak menyapu Medan). 3. This plant was not 2 meter tall last month. (Tanaman ini tidak setinggi 2 meter sebulan yang lalu). 4. I was not a very good badminton player a year ago. (Saya tidak seorang pemain bulutangkis yang sangat bagus satu tahun yang lalu tetapi saya mengalahkan semua orang sekarang). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Simple Past Tense adalah sebagai berikut: Did + Subject + Verb1 + Object + Modifier?

Note: Jika kalimat positifnya menggunakan verb be (i.e. was atau were), tempatkan verb be sebelum subject. Contoh: 1. Did farmers in Jati Bali grow rice crops 6 months ago? (Apakah petani-petani di Jati Bali bercocok tanam padi 6 bulan yang lalu?). 2. Did some students conduct research on vegetative plant propagations last year? (Apakah beberapa siswa melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif tahun lalu?). 3. Did transpiration start to increase 3 hours ago? (Apakah transpirasi mulai meningkat 3 jam yang lalu?).

Past Continuous Tense
May 18th, 2009 Formula dari Past Continuous atau Past Progressive Tense adalah: Subject + (Was/Were) + (Verb1+ing) + Object + Modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali were growing rice crops at 9 a.m yesterday. (Petani-petani di Jati Bali sedang menanam padi jam 9 pagi kemarin). 2. Some students were conducting research on vegetative plant propagations when I went to the agronomy laboratory two days ago. (Beberapa siswa sedang melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif ketika saya pergi ke lab. agronmy dua hari lalu).

3. Transpiration was starting to increase at 8 a.m. this morning. (Transpirasi sedang mulai meningkat jam 8 pagi tadi). Penggunaan Past Continuos Tense 1. Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kejadian yang sedang terjadi pada waktu yang spesifik di masa lampau. Spesifikasi waktu biasanya dinyatakan dengan jam (i.e. jam berapa kejadian itu berlangsung). Contoh: 1. My daughter was watching TV at eight o’clock last night. (Anak saya sedang nonton TV jam 8 tadi malam). 2. She was copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi). 3. I was discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore hari Jumat yang lalu). 4. I was being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya sedang sibuk jam 8 pagi kemarin). 5. They were being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu). 2. Past Continuous Tense digunakan untuk menyatakan kegiatan yang sedang terjadi/berlangusng di masa lampau, yang terinterupsi oleh kejadian yang lain. Dalam hal ini, formulanya adalah sebagai berikut: When + subject1 + simple past tense, subject2 + past continuous Subject1 + past continuous + when + subject2 + simple past tense Note: Kejadian/aktivitas yang menginterupsi dinyatakan dalam past tense dan berfungsi sebagai keterangan waktu.Jika ditempatkan di awal kalimat, sisipkan tanda koma sebelum main clause. Contoh: 1. When I came home, my daughter was watching TV. (Ketika saya pulang, putri saya sedang nonton TV). 2. When I called him last night, he was playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia tadi malam, dia sedang main kartu dengan teman-temannya). 3. When she screamed for help, we were chitchatting. (Ketika dia berteriak minta tolong, kami sedang ngobrol).

4. Someone broke into our house when we were sleeping. masuk/mencuri ke dalam rumah kami ketika kami sedang tidur).

(Seseorang

5. I held my breath when somebody was behaving suspiciously in my backyard. (Saya menahan nafas saya ketika seseorang bertingkah laku mencurigakan di belakang rumah saya). 3. Past Continuous Tense juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang terjadi pada saat bersamaan di masa lampau. Dalam hal ini, formula berikut biasanya digunakan. While + subject1 + past continuous, subject2 + past continuous Subject1 + past continuous + while + subject2 + past continuous Contoh: 1. While I was typing this note, my family was watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan ini, keluarga saya sedang nonton TV di ruang keluarga). 2. While the president was giving his speech, the audience was listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato, pemirsa/hadirin sedang mendengarkannya dengan seksama). 3. Male students were playing around while female ones were chitchatting. (Muridmurid laki-laki sedang bermain-main sementara murid-murid wanita sedang ngobrol). 4. My roommate was snoring loudly while I was studying. (Teman sekamar saya sedang mendengkur keras sementara saya sedang belajar). 5. We were smoking while we were drinking. (Kami sedang merokok sementara kami sedang minum). Negative Form Bentuk negatif dari kalimat dalam Past Continuous Tense dibuat dengan menambahkan ‘not’ setelah be were/was, seperti yang terlihat dalam formula berikut: Subject + (was/were) + not + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. My daughter was not watching TV at eight o’clock last night. (Anak saya tidak sedang nonton TV jam 8 tadi malam). 2. She was not copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia tidak sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi).

3. I was not discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya tidak sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore hari Jumat yang lalu). 4. I was not being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya sedang tidak sibuk jam 8 pagi kemarin). 5. They were not being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka sedang tidak sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu). 6. When I came home, my daughter was not watching TV. (Ketika saya pulang, putri saya tidak sedang nonton TV). 7. When I called him last night, he was not playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia tadi malam, dia tidak sedang main kartu dengan teman-temannya). 8. When she screamed for help, we were not chitchatting. (Ketika dia berteriak minta tolong, kami sedang ngobrol). 9. Someone broke into our house when we were not sleeping. (Seseorang masuk/mencuri ke dalam rumah kami ketika kami tidak sedang tidur). 10. I breathed well when somebody was not behaving suspiciously in my backyard. (Saya bernafas lega ketika seseorang tidak sedang bertingkah laku mencurigakan di belakang rumah saya). 11. While I was not typing this note, we were watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan ini, kami sedang nonton TV di ruang keluarga). 12. While the president was giving his speech, the audience was not listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato, pemirsa/hadirin tidak sedang mendengarkannya dengan seksama). 13. Male students were not playing around while female ones were chitchatting. (Murid-murid laki-laki tidak sedang bermain-main sementara murid-murid wanita sedang ngobrol). 14. My roommate was not snoring loudly while I was studying. (Teman sekamar saya sedang tidak mendengkur keras sementara saya sedang belajar). 15. We were not smoking while we were not drinking. (Kami sedang tidak sedang merokok sementara kami tidak sedang minum). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Past Continuous Tense adalah sebagai berikut: (Was/were) +subject + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh:

1. Was your daughter watching TV at eight o’clock last night? (Apakah putrid kamu sedang nonton TV jam 8 tadi malam?). 2. Was she copying the materials at 10 o’clock this morning? (Apakah dia sedang memfotokopi materi jam 10 tadi pagi?). 3. Were you discussing English with your classmates at 2 p.m. last Friday? (Apakah kamu sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelasmu jam 2 sore hari Jumat yang lalu?). 4. Were you being busy at 8 o’clock yesterday morning? (Apakah kamu sedang sibuk jam 8 pagi kemarin?). 5. Were they being very happy at 9 o’clock last Saturday night? (Apakah mereka sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu?). Dan seterusnya.

Present Perfect Tense

May 18th, 2009 Formula dari Present Perfect Tense adalah: Subject + (has/have) + verb3 + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali have grown rice crops since 1970. (Petani-petani di Jati Bali telah menanam padi sejak tahun 1970). 2. Some students have conducted research on vegetative plant propagations for two months. (Beberapa siswa telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 2 bulan). 3. Transpiration has started to increase since three hours ago. (Transpirasi telah mulai meningkat sejak tiga jam yang lalu). Penggunaan Present Perfect Tense Present Perfect Tense digunakan: 1. Untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas sudah terjadi/dilakukan pada waktu yang tidak spesifik (unspecified/indefinite time) di masa lampau. Contoh: 1. John has traveled around the world. (John telah bertamasya ke seluruh dunia). 2. She has read the entire book. (Dia telah membaca buku itu secara keseluruhan). 3. I have eaten. (Saya telah makan). 4. Someone has stolen my book. (Seseorang telah mencuri buku saya). 5. They have gone. (Mereka telah pergi). Note: Pada contoh di atas, kita tidak tahu kapan John bertamasya ke seluruh dunia, kapan dia membaca buku, kapan saya makan, kapan seseorang mencuri buku saya, kapan mereka pergi. Yang menjadi penekanan adalah kejadian/aktivitas tersebut telah terjadi/dilakukan sebelum NOW. 2. Untuk menyatakan kekerapan (berapa kali) kejadian/aktivitas terjadi/dilakukan pada waktu yang tidak spesifik (unspecified/indefinite time) di masa lampau. Contoh: 1. I have seen the Titanic three times. (Saya telah nonton Titanic tiga kali). 2. She has fallen in love ten times. (Dia telah jatuh cinta 10 kali). 3. They have failed the exam twice. (Mereka telah gagal ujian 2 kali).

4. My car has broken down five times. (Mobil saya telah mogok 5 kali minggu ini). 5. Our dean has punished that very rebellious student three times. (Dekan kita telah menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali). Note: Pada contoh di atas, kita tidak tahu kapan saya nonton Titanic, kapan dia jatuh cinta, kapan mereka gagal ujian, kapan mobil saya rusak, kapan dekan menghukum mahasiswa pembangkang itu. Yang menjadi penekanan adalah berapa kali kejadian/aktivitas tersebut telah terjadi/dilakukan sebelum NOW; apakah once (sekali), twice/two times (dua kali), trice/three times (tiga kali), ten times (sepuluh kali), dan seterusnya. 3. Untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas terus terjadi/dilakukan mulai dari waktu tertentu di masa lampau sampai sekarang (now). Contoh: 1. I have lived in this house for nine years. (Saya telah tinggal di rumah ini selama 9 tahun). 2. We have studied English since a month ago. (Kita telah belajar bahasa Inggris sejak 1 bulan yang lalu). 3. He has married her for nineteen years. (Dia telah mengawininya selama 19 tahun). 4. Mr. Johnson has worked in the same place since 1980. (Pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama sejak tahun 1980). 5. She had waited for her boyfriend for an hour. (Dia telah menunggu pacarnya selama satu jam). Note: Semua kejadian/aktivitas pada kelima contoh di atas masih berlangsung sampai saat diungkapkan (now). Kejadian/aktivitas seperti ini juga dapat dinyatakan dengan present perfect continuous tense dengan tanpa merubah makna kalimat. Penggunaan For dan Since Khusus untuk penggunaan present perfect tense yang ketiga ini, waktu kejadian/aktivitas yang dilakukan oleh subject dinyatakan dengan menggunakan for dan since. For (berarti selama) diikuti oleh durasi atau lamanya waktu kejadian. Misalnya: for thirty years (selama 30 tahun), for ten minutes (selama 10 menit), for a week (selama seminggu), etc. Sedangkan, since (berarti sejak) diikuti oleh kapan kejadian/aktivitas itu dimulai. Misalnya: since 1985 (sejak tahun 1985), since January (sejak bulan Januari), since 2 o’clock (sejak jam 2), etc. Perhatikan kelima contoh di atas. Jika for diganti dengan since, atau sebaliknya, maka kalimat di atas menjadi:

1. I have lived in this house since 2000. (Saya telah tinggal di rumah ini sejak tahun 2000). 2. We have studied English for a month. (Kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan). 3. He has married her since 1990. (Dia telah mengawininya sejak tahun 1990). 4. Mr. Johnson has worked in the same place for twenty-nine years. (Pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun). 5. She has waited for her boyfriend since an hour ago. (Dia telah menunggu pacarnya sejak sejam yang lalu). Negative Form Bentuk negatif kalimat dalam Present Perfect Tense dibuat dengan menambahkan not setelah auxilary has/have, seperti yang terlihat dalam formula berikut, Subject + (has/have) + not + verb3 + object + modifier Note: (has not) dapat disingkat menjadi hasn’t, sedangkan (have not) dapat disingkat menjadi haven’t. Contoh: 1. John has not traveled around the world. (John belum bertamasya ke seluruh dunia). 2. She has not read the entire book. (Dia belum membaca buku itu secara keseluruhan). 3. I have not eaten. (Saya belum makan). 4. Someone has not stolen my book. (Seseorang belum mencuri buku saya). 5. They have not gone. (Mereka belum pergi). 6. I have not seen the Titanic three times. (Saya belum nonton Titanic tiga kali). 7. She has not fallen in love ten times. (Dia belum jatuh cinta 10 kali). 8. They have not passed the exam two times. (Mereka belum lulus ujian 2 kali). 9. My car has not broken down five times. (Mobil saya belum mogok 5 kali). 10. Our dean has not punished that very rebellious student three times. (Dekan kita belum menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali). 11. I have not lived in this house for nine years. (Saya belum tinggal di rumah ini selama 9 tahun).

12. We have not studied English for a month. (Kita belum belajar bahasa Inggris selama sebulan). 13. He has not married her for nineteen years. (Dia belum mengawininya selama 19tahun). 14. Mr. Johnson has not worked in the same place for twenty-nine years. (Mr Johnson belum bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun). 15. She has not waited for her boyfriend for an hour. (Dia belum menunggu pacarnya selama satu jam). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Present Perfect Tense adalah sebagai berikut: (Has/have) + subject + verb3+ object + modifier? Contoh: 1. Has John traveled around the world? (Apakah John telah bertamasya ke seluruh dunia?). 2. Has she read the entire book? (Apakah dia telah membaca buku itu secara keseluruhan?). 3. Have you eaten? (Apakah kamu telah makan?). 4. Has someone stolen your book? (Apakah seseorang telah mencuri buku kamu?). 5. Have they gone? (Apakah mereka telah pergi?). 6. Have you seen the Titanic three times? (Apakah kamu telah nonton film Titanic tiga kali?). 7. Has she fallen in love ten times? (Apakah dia telah jatuh cinta 10 kali?). 8. Have they failed the exam twice? (Apakah mereka telah gagal ujian 2 kali?). 9. Has your car broken down five times? (Apakah mobil kamu telah mogok 5 kali?). 10. Has our dean punished that very rebellious student three times? (Apakah dekan kita telah menghukum mahasiswa yang sangat membangkang itu 3 kali?). 11. Have you lived in this house for nine years? (Apakah kamu telah tinggal di rumah ini selama 9 tahun?). 12. Have we studied English for a month? (Apakah kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan?).

13. Has he married her for nineteen years? (Apakah dia telah mengawininya selama 19 tahun?). 14. Has Mr. Johnson worked in the same place since 1980? (Apakah pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama sejak tahun 1980?). 15. Has she waited for her boyfriend for an hour? (Apakah dia telah menunggu pacarnya selama satu jam?). Penggunaan already dan yet a. Adverb already digunakan untuk mempertegas pernyatakan bahwa sesuatu telah atau belum terjadi pada waktu yang tidak spesifik (unspecified time) di masa lampau. Already (telah/sudah) digunakan pada kalimat positif, sedangkan yet (belum) digunakan pada kalimat negatif dan kalimat tanya. Already biasanya diletakkan di antara auxiliary (has/have) dan verb3, tetapi bisa juga diletakkan diakhir kalimat tanpa merubah arti kalimat, seperti terlihat dalam formula berikut:. Subject + (has/have) + already + verb3 + object + modifier Atau Subject + (has/have) + Verb3 + object + modifier + already Contoh: 1. John has already traveled around the world. Atau, John has traveled around the world already. 2. She has already read the entire book. Atau, She has read the entire book already. 3. I have already eaten. Atau, I have eaten already. 4. Someone has already stolen my book. Atau, Someone has stolen my book already. 5. They have already gone. Atau, They have gone already. 6. I have already seen the Titanic three times. Atau, I have seen the Titanic three times already. 7. She has already fallen in love ten times. Atau, She has fallen in love ten times already. 8. They have already failed the exam twice. Atau, They have failed the exam twice already.

9. My car has already broken down five times. Atau, My car has broken down five times already. 10. Our dean has already punished that very rebellious student three times. Atau, Our dean has punished that very rebellious student three times already. b. Adverb yet digunakan pada negative form (kalimat negative) dan interogative form (kalimat tanya), yang biasanya ditempatkan di akhir kalimat, seperti pada formula berikut ini: Subject + (has/have) + not + verb3 + object + modifier + yet Selain itu, yet juga bisa juga ditempatkan di tengah kalimat yaitu setelah has/have, dengan formula sebagai berikut: Subject + (has/have) + yet + (to + Verb1) + object + modifier Note: verb3 berubah menjadi to + verb1. Dan, walaupun tidak ada not, kalimat ini bermakna negatif. Perhatikan contoh 3 dan 4 di bawah ini. Contoh: 1. John has not traveled around the world yet. Atau, John has yet to travel around the world. 2. She has not read the entire book yet. Atau, She has yet to read the entire book. 3. I have not eaten yet. Atau, I have yet to eat. 4. Someone has not stolen my book yet. Atau, Someone has yet to steal my book 5. They haven’t gone yet. Atau, They have yet to go. 6. I have not seen the Titanic three times yet. Atau, I have yet to see the Titanic three times. 7. She hasn’t fallen in love ten times yet. Atau, She has yet to fall in love ten times. 8. They haven’t passed the exam twice yet. Atau, They have yet to pass the exam twice. 9. My car hasn’t broken down five times yet. Atau, My car has yet to break down five times. 10. Our dean hasn’t punished that very rebellious student three times yet. Atau, Our dean has yet to punish that very rebellious student three times. Dalam kalimat tanya, yet umumnya ditempatkan diakhir kalimat. Contoh: 1. Has John traveled around the world yet?

2. Has she read the entire book yet? 3. Have you eaten yet? 4. Has someone stolen your book yet? 5. Have they gone yet? etc.

Present Perfect Continuous Tense
May 18th, 2009 Formula dari Present Perfect Continuous Tense adalah: Subject + (has/have) + been + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali have been growing rice crops since 1970. (Petani-petani di Jati Bali telah menanam padi sejak tahun 1970). 2. Some students have been conducting research on vegetative plant propagations for two months. (Beberapa siswa telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 2 bulan). 3. Transpiration has been starting to increase since three hours ago. (Transpirasi telah mulai meningkat sejak tiga jam yang lalu). Penggunaan Present Perfect Continuous Tense

Present perfect continuous tense digunakan untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas terus terjadi/dilakukan mulai dari waktu tertentu di masa lampau sampai sekarang (now). Note:
• •

Penggunaannya sama dengan penggunaan Present Perfect Tense yang ketiga. Makna kalimatnya sama walaupun dinyatakan dalam dua tensis yang berbeda.

Contoh: Pada Past Perfect Tense diberikan contoh kalimat sebagai berikut: 1. I have lived in this house for nine years. 2. We have studied English since a month ago. 3. He has married her for nineteen years. 4. Mr. Johnson has worked in the same place since 1980. 5. She had waited for her boyfriend for an hour. Dalam Present Perfect Continuous Tense, kelima contoh di atas berubah menjadi: 1. I have been living in this house for nine years. 2. We have been studying English since a month ago. 3. He has been marrying her for nineteen years. 4. Mr. Johnson has been working in the same place since 1980. 5. She had been waiting for her boyfriend for an hour. Penggunaan For dan Since Penggunaan for dan since pada tensis ini sama dengan pada Present Perfect Tense. Kelima contoh di atas, jika for diganti dengan since, atau sebaliknya, menjadi: 1. I have been living in this house since 2000. (Saya telah tinggal di rumah ini sejak tahun 2000). 2. We have been studying English for a month. (Kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan). 3. He has been marrying her since 1990. (Dia telah mengawininya sejak tahun 1990).

4. Mr. Johnson has been working in the same place for twenty-nine years. (Pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun). 5. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. (Dia telah menunggu pacarnya sejak sejam yang lalu). Negative Form Bentuk negatif kalimat dalam Present Perfect Tense dibuat dengan menambahkan not setelah auxilary has/have, seperti yang terlihat dalam formula berikut, Subject + (has/have) + not + been + (verb1+ing) + object + modifier Note: (has not) dapat disingkat menjadi hasn’t, sedangkan (have not) dapat disingkat menjadi haven’t. Contoh: 1. I have not been living in this house for nine years. (Saya belum tinggal di rumah ini selama 9 tahun). 2. We have not been studying English for a month. (Kita belum belajar bahasa Inggris selama sebulan). 3. He has not been marrying her for nineteen years. (Dia belum mengawininya selama 19tahun). 4. Mr. Johnson has not been working in the same place for twenty-nine years. (Mr Johnson belum bekerja di tempat yang sama selama 29 tahun). 5. She has not been waiting for her boyfriend for an hour. (Dia belum menunggu pacarnya selama satu jam). Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Present Perfect Tense adalah sebagai berikut: (Has/have) + subject + not + been + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh: 1. Have you been living in this house for nine years? (Apakah kamu telah tinggal di rumah ini selama 9 tahun?). 2. Have we been studying English for a month? (Apakah kita telah belajar bahasa Inggris selama 1 bulan?). 3. Has he been marrying her for nineteen years? (Apakah dia telah mengawininya selama 19 tahun?).

4. Has Mr. Johnson been working in the same place since 1980? (Apakah pak Johnson telah bekerja di tempat yang sama sejak tahun 1980?). 5. Has she been waiting for her boyfriend for an hour? (Apakah dia telah menunggu pacarnya selama satu jam?). Penggunaan already dan yet Penggunaan adverb already dan yet pada tensis ini pada prinsipnya sama dengan pada Present Perfect Tense. a. Adverb already dan yet digunakan untuk mempertegas pernyatakan bahwa sesuatu telah atau belum terjadi pada waktu yang tidak spesifik (unspecified time) di masa lampau. Already (telah/sudah) digunakan pada kalimat positif, sedangkan yet (belum) digunakan pada kalimat negatif dan kalimat tanya. Already biasanya diletakkan di antara auxiliary (has/have) dan verb3, tetapi bisa juga diletakkan diakhir kalimat tanpa merubah arti kalimat, seperti terlihat dalam formula berikut:. Subject + (has/have) + already + been + (verb1+ing) + object + modifier Atau Subject + (has/have) + been + (verb1+ing) + object + modifier + already Contoh: 1. I have already been living in this house for nine years. 2. We have been studying English since a month ago already. 3. He has already been marrying her for nineteen years. 4. Mr. Johnson has been working in the same place since 1980 already. 5. She had been waiting for her boyfriend for an hour already. b. Adverb yet digunakan pada negative form (kalimat negative) dan interogative form (kalimat tanya), yang biasanya ditempatkan di akhir kalimat, seperti pada formula berikut ini: Subject + (has/have) + not + been + (verb1+ing) + object + modifier + yet Contoh: 1. I have not been living in this house for nine years yet. 2. We have not been studying English for a month yet. 3. He has not been marrying her for nineteen years yet.

4. Mr. Johnson has not been working in the same place for twenty-nine years yet. 5. She has not been waiting for her boyfriend for an hour yet.

Simple Future Tense
May 18th, 2009 Simple future tense dapat dinyatakan dengan menggunakan 3 pola berikut: Subject + will + verb1+ object + modifier Subject + [(is/am/are/) going to] + verb1+ object + modifier Subject + (is/am/are/) + (verb1+ing )+ object + modifier Note:

Auxiliary shall (i.e. sepupunya will) sudah jarang digunakan.

Pola yang ketiga ini sama dengan present continuous tense. Penggunaannya khusus untuk menyatakan aktivitas yang direncanakan akan dilakukan. (Lihat penggunaan simple future tense yang kedua).

Contoh: 1. Farmers in Jati Bali will grow rice crops next month. (Petani-petani di Jati Bali akan bercocok tanam padi bulan depan). 2. Some students are going to conduct research on vegetative plant propagations next semester. (Beberapa siswa akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan). 3. Transpiration will start to increase tomorrow morning. (Transpirasi akan mulai meningkat besok pagi). Penggunaan Simple Future Tense Simple Future Tense digunakan untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang akan terjadi/dilakukan di waktu yang akan datang, apakah 10 menit atau 1 jam yang akan datang, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, tahun depan, dan seterusnya. Jika past tense menyatakan kejadian/aktivitas setelah now (past time), simple future tense menyatakan kejadian/aktivitas sebelum now (future time). Berikut adalah 5 kategori dalam menggunakan Simple Future Tense, yaitu: 1. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang diprediksi akan terjadi/dilakukan. Contoh: 1. According to the weather forecast, it will rain tomorrow. (Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan). 2. None of us have done the homework the teacher told us to do. He will be very disappointed when he finds out. 3. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, will come too. 4. I will probably see Janet at the cafeteria at lunch 5. The damage we do to our forest today will result in severe catastrophes sooner or later in the future. Kelima contoh di atas juga dapat dinyatakan dengan pola yang kedua menjadi: 1. According to the weather forecast, it is going to rain tomorrow. (Menurut ramalan cuaca, besok akan hujan). 2. None of us did the homework the teacher had told us to do. He is going to be very disappointed when he finds out.

3. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, is going to come too. 4. I am probably going to see Janet at the cafeteria at lunch. 5. The damage we do to our forest today is going to result in severe catastrophes sooner or later in the future. 2. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang direncanakan akan terjadi/dilakukan. Jika aktivitas yang akan dilakukan telah direncanakan/diniatkan sebelumnya, gunakan pola yang kedua atau ketiga. Contoh: 1. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. 2. He has an appointment. He is going to meet his business partner at noon. 3. I am going to go to the shopping mall. Do you want to go with me? 4. The next world cup championship is going to be held in South Africa in 2010. 5. He is going to leave for Bali tomorrow morning. Kelima contoh di atas juga dapat dinyatakan dengan pola yang ketiga menjadi: 1. Ronny is coming to my house at 7 o’clock tonight. 2. He has an appointment. He is meeting his business partner at noon. 3. I am going to the shopping mall Do you want to go with me? 4. The next world cup championship is being held in South Africa in 2010. 5. He is leaving for Bali tomorrow morning. 3. Untuk menyatakan kesudian/kesanggupan melakukan sesuatu. Untuk kategori ini, gunakan pola yang pertama. 1. Why don’t you ask John? He will happily help you do your homework. 2. She will voluntarily teach us how to write in English well. 3. Let’s go to the canteen. I will treat you. (Saya akan traktir kamu). 4. You look thirsty. I will get a glass of water for you. 5. I will open the door for you.

4. Untuk membuat main clause pengandaian yang bersifat hipotesa (hypothetical conditional); Artinya, apa yang akan terjadi pada main clause, tergantung pada apa yang terjadi pada anak kalimat (sub-clause) dari kalimat pengandaian tersebut. Contoh: 1. If she comes tonight, I will not go out. (Jika dia datang malam ini, saya tidak akan keluar rumah). Sebaliknya, jika dia tidak datang, saya akan keluar rumah. 2. If you study hard, your English will steadily improve. (Jika kamu belajar keras, bahasa Inggris kamu akan terus meningkat). 3. If we succeed, our parents will be very proud of us. (Jika kita sukses, orang-orang tua kita akan sangat bangga dengan kita). 4. If you apply fertilizers optimally, the crop yields will increase. (Jika kamu mengaplikasikan pupuk secara optimal, hasil-hasil tanaman akan meningkat). 5. If pests are controlled properly, there will be no failure in crop production. (Jika hama-hama dikendalikan secara tepat, tidak akan ada kegagalan dalam produksi tanaman). 5. Untuk membuat request dan command lebih formal atau lebih sopan. Contoh: 1. Will you take care of my plants while I am gone, please! (Tolong rawat tanamantanaman saya selama saya pergi!). 2. Will you return my book tomorrow, please! I need to study it for the exam. (Tolong kembalikan buku saya besok. Saya perlu mempelajari untuk (mempersiapkan diri) ujian). 3. Will you give me some sugar, please! (Tolong beri saya sedikit gula). 4. Will you pick up the phone, please! (Tolong angkat telponnya). 5. Will you go out with me tonight, please! (Pergilah kencan dengan saya malam ini). Note: Simple Present tense juga dapat digunakan untuk menyatakan future time, khusus untuk kejadian/aktivitas yang sudah terjadwal. Hanya ada beberapa verbs yang bisa digunakan di sini, antara lain: open close Contoh: 1. I have to transfer money now but it’s already 2 o’clock. Don’t worry. You still have time. The bank closes at 4 o’clock. begin end start finish arrive leave come return

2. Classes begin next week. 3. The train arrives at 11 p.m. tonight. 4. The first flight leaves at 6 a.m. tomorrow. 5. The ceremony starts at 11. It’s about in half an hour. (Upacaranya mulai jam 11. Kurang lebih setengah jam lagi). Modifier of time yang umum digunakan pada Simple Future Tense dapat berupa: 1. singgle word : tomorrow (besok), soon (segera), tonight (sebentar malam). Note: Tonight bermakna future time jika pada saat mengekspresikan suatu kejadian/aktivitas belum malam (i.e. baru jam 5 sore, 2 sore, atau masih 10 pagi ect). Tetapi jika misalnya pada jam 8 malam anda sedang berduaan dengan pacar, tonight berarti malam ini (i.e. bermakna now). I am with my boy-/girlfriend tonight. I am so happy. Tonight is one of my greatest nights in my whole life. 2. phrase : next week (minggu depan), next month (bulan depan), next year (tahun depan), etc. 3. clause : when she arrives, if the rain falls tomorrow, etc. Remember: clause (i.e. adverbial clause) untuk simple future tense selalu dalam present tense. Jangan dinyatakan dalam future tense. INCORRECT jika when she will arrive; if the rain will fall tomorrow. Negative Form Bentuk negatif Simple Future Tense adalah dengan menambahkan not setelah will atau setelah be. Perhatikan pola berikut: Subject + will + not + verb1+ object + modifier Subject + [(is/am/are/) + not + going to] + verb1+ object + modifier Subject + (is/am/are/) + not + (verb1+ing )+ object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali will not grow rice crops next month (Petani-petani di Jati Bali tidak akan bercocok tanam padi bulan depan). 2. Some students are not going to conduct research on vegetative plant propagations next semester (Beberapa siswa tidak akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan). 3. Transpiration will not start to increase tonight. (Transpirasi tidak akan mulai meningkat malam ini). 4. According to the weather forecast, it will not rain tomorrow. 5. He will not be very happy when he finds out. 6. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, will not come.

7. I will not probably see Janet at the cafeteria at lunch 8. Ronny is not going to come to my house at 7 o’clock tonight 9. He is not going to meet his business partner at noon. 10. I am not going to go to the shopping mall. 11. He is not going to leave for Bali tomorrow morning. etc. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Simple Future Tense adalah dengan menempatkan will atau be di awal kalimat (sebelum subject): Will + subject + verb1+ object + modifier? (Is/Am/Are/) + subject + [going to] + verb1+ object + modifier? (Is/Am/Are/) + subject + (verb1+ing )+ object + modifier? Contoh: 1. Will farmers in Jati Bali grow rice crops next month? (Apakah petani-petani di Jati Bali akan bercocok tanam padi bulan depan?). 2. Are some students going to conduct research on vegetative plant propagations next semester? (Apakah beberapa siswa akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester depan?). 3. Will transpiration start to increase tomorrow morning? (Apakah transpirasi akan mulai meningkat besok pagi?). 4. According to the weather forecast, will it rain tomorrow? 5. Will he be very happy when he finds out? 6. Will Jeny, Ronny’s girlfriend, come too? 7. Will I probably see Janet at the cafeteria at lunch? 8. Is Ronny going to come to my house at 7 o’clock tonight? 9. Is he going to meet his business partner at noon? 10. Are you going to go to the shopping mall? 11. Is he going to leave for Bali tomorrow morning? etc. Note: Bentuk negatif dan interogatif dari future time yang menggunakan pola present continous tense dan simple present tense mengikuti ketentuan pada present continous tense dan simple present tense.

Future Continuous Tense
May 18th, 2009 Formula dari Future Continuous atau Progressive Tense adalah: Subject + will + be +( verb1+ing) + object + modifier Subject + [(is/am/are/) going to] + be + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali will be growing rice crops at 9 a.m. tomorrow. (Petani-petani di Jati Bali akan sedang menanam padi jam 9 pagi besok). 2. Some students are going to be conducting research on vegetative plant propagations when I go to the agronomy laboratory next week. (Beberapa siswa akan sedang melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif ketika saya pergi ke lab. agronmy dua hari depan). 3. Transpiration will be starting to increase at 8 a.m. tomorrow. (Transpirasi akan sedang mulai meningkat jam 8 besok pagi). Penggunaan Future Continuous Tense Penggunaan future continuous tense pada prinsipnya sama dengan past continuous tense. Yang membedakan adalah jika past continuous tense menyatakan kejadian/aktivitas yang sedang berlangsung in the past, future continuous tense menyatakan kejadian/aktivitas yang sedang berlangsung in the future. Pembicara tahu bahwa suatu kejadian/aktivitas akan sedang berlangsung karena kejadian/aktivitas tersebut telah direncanakan (bukan karena prediksi) atau karena merupakan regular happening/habitual action. Untuk lebih memahami perbedaan antara kedua tensis ini, tulisan ini dibuat dengan menggunakan konsep dan contoh-contoh pada past continuous tense. Dan tentu saja, keterangan waktunya telah digeser dari past time menjadi future time. Future Continuous Tense digunakan 1. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang akan sedang terjadi pada waktu yang spesifik di masa depan. Spesifikasi waktu biasanya dinyatakan dengan jam (i.e. jam berapa kejadian itu berlangsung).

Contoh: 1. My daughter will be watching TV at eight o’clock tonight. (Putri saya akan sedang nonton TV jam 8 malam ini). 2. She will be copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini). Asumsi, sekarang belum jam 10 pagi. 3. I will be discussing English with my classmates at 2 p.m. next Friday. (Saya akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore Jumat depan). 4. I will be being busy at 8 o’clock tomorrow morning. (Saya akan sedang sibuk jam 8 pagi besok). 5. They will be being very happy at 9 o’clock next Saturday night. (Mereka akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu depan). Asumsi, mereka baru jadian (pacaran). 6. This time next year, she will be studying Economics at the University of Toronto. (Bulan ini tahun depan, dia akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto). 7. They will be taking an English exam at 10 a.m. tomorrow. (Mereka akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 besok pagi). 8. We will be watching a football game at 11 p.m. tonight (Kami akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 malam ini). 2. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang sedang terjadi/berlangsung di masa depan, yang terinterupsi oleh kejadian yang lain. Dalam hal ini, formulanya adalah sebagai berikut: When + subject1 + simple present tense, subject2 + future continuous Subject1 + future continuous + when + subject2 + simple present tense Note: Kejadian/aktivitas yang menginterupsi dinyatakan dalam simple present tense dan berfungsi sebagai keterangan waktu; Sisipkan tanda koma, jika letaknya mendahului future continuous. Koma tidak diperlukan jika ditempatkan setelah future continuous. Contoh: 1. When I arrive home, my daughter will be watching TV. (Ketika saya tiba di rumah, putri saya akan sedang nonton TV). My daughter punya habit nonton TV. 2. When I call him tonight, he will be playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia malam ini, dia sedang main kartu dengan teman-temannya). He punya habit main kartu sama teman-temannya tiap malam. 3. I will be waiting for you outside the class when you finish your exam. (Saya akan sedang menunggu di luar kelas ketika kamu selesai ujian).

4. He will still be studying at the library tonight, so he will not see his mother when she arrives home. (Dia akan masih sedang belajar di perpustakaan malam ini, jadi dia tidak akan melihat ibunya ketika ibunya tiba di rumah). 5. When I go to her house on Saturday night, she will be being with her boyfriend. (Jika saya pergi ke rumahnya malam minggu ini, dia akan sedang bersama dengan pacarnya). 3. Juga digunakan untuk menyatakan dua kejadian yang terjadi pada saat bersamaan di masa depan. Dalam hal ini, gunakan formula berikut: While + subject1 + future continuous, subject2 + future continuous Subject1 + future continuous + while + subject2 + future continuous Contoh: 1. While I will be typing another note tonight, my family will be watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan yang lain, keluarga saya akan sedang nonton TV di ruang keluarga). 2. While the president will be giving his speech, the audience will be listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato, pemirsa/hadirin akan sedang mendengarkannya dengan seksama). 3. Male students will be playing around while the female ones will be chitchatting. (Murid laki-laki akan sedang bermain-main sementara murid-murid wanita akan sedang ngobrol). Kapan mereka belajar ya? 4. My roommate will be snoring loudly while I will be studying. (Teman sekamar saya sedang mendengkur keras sementara saya sedang belajar). 5. We will be smoking while others will be drinking. (Kami akan sedang merokok sementara yang lain akan sedang minum). 6. John will be washing dishes while Jane will be making dinner. (John akan sedang mencuci piring sedangkan Jane akan sedang masak untuk makan malam). 7. Sorry, we can’t practice our band in my house tonight. My dad will be having his colleagues over and my brother will be studying for his final exam. (Maaf, kita tidak bisa latihan band di rumah saya malam ini. Bapak saya akan sedang menjamu kolega-koleganya di rumah dan kakak saya akan sedang belajar untuk ujian akhirnya. 4. Untuk menyatakan suatu hal atau kejadian yang diyakini/benar-benar akan segera terjadi. Contoh: 1. I think the sun will be shining soon. (Saya kira matahari akan segera sedang bersinar).

2. Oh no! The clouds are very dark and thick. It will be raining soon. (Oh tidak! Awan sangat gelap dan tebal. Akan segera sedang turun hujan). Negative Form Bentuk negatif dari kalimat dalam Future Continuous Tense dibuat dengan menambahkan ‘not’ setelah auxilliary will, atau setelah is/am/are, seperti yang terlihat dalam formula berikut: Subject + will + not + be + (verb1+ing) + object + modifier Subject + [(is/am/are/) + not + going to] + be +(verb1+ing) + object + modifier Note: Will not dapat dikontraksi menjadi won’t. Contoh: 1. My daughter will not be watching TV at eight o’clock tonight. (Putri saya tidak akan sedang nonton TV jam 8 malam ini). 2. She will not be copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia tidak akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini). 3. I will not be discussing English with my classmates at 2 p.m. next Friday. (Saya tidak akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore Jumat depan). 4. I will not be being busy at 8 o’clock tomorrow morning. (Saya tidak akan sedang sibuk jam 8 pagi besok). 5. They will not be being very happy at 9 o’clock next Saturday night. (Mereka tidak akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu depan). Mereka baru saja bubaran. 6. This time next year, she won’t be studying Economics at the University of Toronto. (Bulan ini tahun depan, dia tidak akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto). 7. They won’t be taking an English exam at 10 a.m. tomorrow. (Mereka tidak akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 besok pagi). 8. We won’t be watching a football game at 11 p.m. tonight (Kami tidak akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 malam ini). Dan seterusnya. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Future Continuous Tense adalah sebagai berikut: Will + subject + (verb1+ing) + object + modifier? (Is/Am/Are/) + subject + [going to] + be + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh:

1. Will your daughter be watching TV at eight o’clock tonight? (Apakah putri anda akan sedang nonton TV jam 8 malam ini?). 2. Will she be copying the materials at 10 o’clock this morning? (Apakah dia akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini?). 3. Will you be discussing English with my classmates at 2 p.m. next Friday? (Apakah saya akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore Jumat depan?). 4. Will I be being busy at 8 o’clock tomorrow morning? Yes, I will. (Apakah saya akan sedang sibuk jam 8 pagi besok?). 5. Will they be being very happy at 9 o’clock next Saturday night? (Apakah mereka akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu depan?). 6. Will she be studying Economics at the University of Toronto this time next year? (Apakah dia akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto pada bulan ini tahun depan?). 7. Will they be taking an English exam at 10 a.m. tomorrow? (Apakah mereka akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 besok pagi?). 8. Will we be watching a football game at 11 p.m. tonight? (Apakah kami akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 malam ini?). Dan seterusnya. Note: Pola yang kedua dari future continuous tense hampir tidak diberikan contoh di sini. Silakan kamu latihan dengan mengganti semua will dengan (is/am/are) going to. Contoh:

My daughter will be watching TV at 8 o’clock tonight.

Kalimat ini menjadi:
• • •

My daughter is going to be watching TV at 8 o’clock tonight. (affirmative). My daughter isn’t going to be watching TV at 8 o’clock tonight. (negative). Is my daughter going to be watching TV at 8 o’clock tonight? (interrogative).

Future Perfect Tense
May 18th, 2009 Pola Future Perfect Tense adalah sebagai berikut: Subject + will + have + verb3 + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali will have grown rice crops by the end of next month. (Petani-petani di Jati Bali akan telah bercocok tanam padi sebelum akhir bulan depan). 2. Some students will have conducted research on vegetative plant propagations for one year when the next semester starts next month. (Beberapa siswa akan telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 1 tahun ketika semester berikutnya dimulai bulan depan). 3. Transpiration will have started to increase before we measure it at 9 a.m. tomorrow. (Transpirasi akan telah mulai meningkat sebelum kita mengukurnya jam 9 pagi besok). Penggunaan Future Perfect Tense Perhatikan pola dan ketiga contoh di atas! What’s the difference from the present perfect tense? Perbedaannya tidak banyak. Konsep penggunaannya hampir sama dengan present perfect tense. Cuma, batas akhir dari kejadian/aktivitas untuk tensis ini adalah future time, sedangkan batas akhir untuk present perfect tense adalah now. Penggunaan future perfect tense yaitu: 1. Untuk menyatakan prediksi bahwa kejadian/aktivitas akan sudah terjadi/sudah selesai dilakukan sebelum atau hingga batas waktu tertentu di masa mendatang.

Note: Jika menggunakan time clause, nyatakan dalam simple present tense. Misalnya: when the first half is over (pada contoh 2), by the time we get to the airport (pada contoh 3), etc. Contoh: 1. By 3 o’clock this afternoon, I will have finished reading this book. (Sebelum jam 3 sore ini, saya akan sudah selesai membaca buku ini). 2. I think Barcelona will have scored three goals when the first half is over. (Saya kira Barcelona akan telah cetak 3 goal ketika babak pertama berakhir). 3. This traffic is terrible. We’re going to be late. By the time we get to the air port, dad’s plane will have already arrived. 4. My dad is in the USA now but he will have been home when my mom gives birth next month. (Papa di USA sekarang tetapi dia akan sudah berada di rumah sebelum mama melahirkan bulan depan). 5. Joni will arrive home around midnight. By the time he gets home, I will have already fallen asleep. 2. Untuk menyatakan prediksi bahwa kegiatan/aktivitas akan sudah terjadi/ sudah selesai dilakukan sebelum kejadian/aktivitas yang lain di masa mendatang. Note: Dalam kategori ini, kedua aktivitas dilakukan oleh subject yang sama. Contoh: 1. John will have traveled around the world before he gets married next year. 2. She will have read the entire book before she goes to campus this afternoon. 3. I will have eaten before I go to play badminton tonight. 4. He will have bought a gift before he goes to his girlfriend’s birthday party tonight. 5. He had already got married 5 times before he got married again last week. And, he is still 25 years old. If he keeps getting married, he will have had more than 50 wives before he dies. 3. Untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas akan terus terjadi/dilakukan sampai batas waktu tertentu di masa mendatang. 1. I arrived at school at 7 a.m. When my dad picks me up at 1 p.m., I will have been at school for 6 hours. (Pada saat papa menjemput satu jam 1 sore, saya akan sudah berada di sekolah selama 6 jam). 2. It’s May 20 now. I have lived in this house for nine years or so. On August 17, I will have lived in this house for 10 years sharp. (Saya sudah tinggal di rumah ini

selama 9 tahun lebih. Tanggal 17 Agustus, saya akan sudah tinggal di rumah ini tepat selama 10 tahun) 3. It’s 9 p.m. I am going to bed now and get up at 5 a.m. When I get up, I will have slept for 8 hours. 4. When Mr. Dodi retires next month, he will have worked for this company for forty-five years. (Pada saat Pak Dodi pensiun bulan depan, dia akan sudah bekerja pada perusahaan ini selama 45 tahun). 5. It’s 7 p.m now. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. He just called her that he will arrive at 8 p.m. When he arrives, she will have waited for 2 hours. Negative Form Bentuk negatif kalimat Future Perfect Tense dibuat dengan menambahkan not setelah auxilary will, seperti terlihat pada pola berikut: Subject + will + not + have + verb3 + object + modifier Contoh: 1. Because the book is very thick, I will not have finished reading this book by 3 o’clock this afternoon. (Karena bukunya sangat tebal, saya akan belum selesai membaca buku ini sebelum jam 3 sore ini). 2. I think Barcelona will not have scored three goals when the first haft is over. Its opponent is a good team too. (Saya kira Barcelona akan belum cetak 3 goal ketika babak pertama berakhir. Lawannya tangguh juga). 3. We still have a lot of time. By the time we get to the air port, dad’s plane will not have arrived yet. (Kita masih punya banyak waktu. Ketika kita tiba di airport, pesawat (yang ditumpangi) papa akan belum tiba). 4. Due to an immigration documentation problem, my dad will not have been home when my mom gives birth next month. (Karena ada masalah dokumen keimigrasian, papa saya akan belum di rumah ketika mama melahirkan). 5. When Joni arrives home around midnight, I will not have fallen asleep yet. 6. John will not have traveled around the world yet when he gets married next year. Soalnya, dia belum sempat kunjungi South Africaand south America. 7. Because it’s not enough time, she will not have read the entire book yet before she goes to campus this afternoon. 8. I will not have eaten yet when I go to play badminton tonight. 9. He will not have bought a gift when he goes to his girlfriend’s birthday party tonight.

10. Although he has already got married 6 times and still young, he will not have had more than 50 wives yet before he dies. 11. When my dad picks me up at 1 p.m., I will not have been at school for 10 hours yet. 12. I have lived in this house for nine years or so. In the next July, I will not have lived in this house for 10 years yet. (Belum cukup 10 tahun Juli depan. 13. It’s 9 p.m. I am going to bed now and get up at 5 a.m. When I get up, I will not have slept for 10 hours yet. 14. When Mr. Dodi retires next month, he will not have worked for this company for fifty years yet. 15. It’s 7 p.m. now. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. He just called her that he will arrive at 8 p.m. When he arrives, she will not have waited for 3 hours yet. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Future Perfect Tense adalah sebagai berikut: Will + subject + have + verb3+ object + modifier? Contoh: 1. Will you have finished reading this book by 3 o’clock this afternoon? (Apakah kamu akan sudah selesai baca buku ini sebelum jam 3 sore ini?). 2. Will Barcelona have scored three goals when the first haft is over? 3. Will dad’s plane have arrived yet by the time we get to the air port? 4. Due to an immigration documentation problem, will your dad have been home when your mom gives birth next month? 5. When Joni arrives home around midnight, will you have fallen asleep yet? 6. Will John have traveled around the world yet when he gets married next year? 7. Because it’s not enough time, will she have read the entire book yet before she goes to campus this afternoon? 8. Will you have eaten yet before you go to play badminton tonight? 9. Will he have bought a gift before he goes to his girlfriend’s birthday party tonight? 10. Will he have had more than 50 wives before he dies? 11. When your dad picks you up at 1 p.m., will you have been at school for 10 hours?

12. Will you have lived in this house for 10 years yet next July? 13. When I get up, will I have slept for 10 hours yet? 14. When Mr. Dodi retires next month, will he have worked for this company for fifty years yet? 15. Will she have waited for 3 hours yet when he arrives?

Future Perfect Continuous Tense
May 18th, 2009 Pola Future Perfect Continuous Tense adalah sebagai berikut: Subject + will + have + been + ( verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali will have been growing rice crops for 40 years by the end of this year. (Petani-petani di Jati Bali akan telah bercocok tanam padi selama 40 tahun sebelum tahun ini berakhir).

2. Some students will have been conducting research on vegetative plant propagations for one year when the next semester starts next month. (Beberapa siswa akan telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 1 tahun ketika semester berikutnya dimulai bulan depan). 3. Transpiration will have been starting to increase for more than an hour when we measure it at 9 a.m. tomorrow. (Transpirasi akan telah mulai meningkat selama lebih dari 1 jam ketika kita mengukurnya jam 9 pagi besok). Penggunaan Future Perfect Continuous Tense Penggunaan future perfect continuous tense sama dengan penggunaan future perfect tense kategori yang ketiga, yaitu: untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas akan terus terjadi/dilakukan sampai batas waktu tertentu di masa mendatang. Perhatikan contoh pada future perfect tense kategori ketiga, berikut: 1. I arrived at school at 7 a.m. When my dad picks me up at 1 p.m., I will have been at school for 6 hours. 2. I have lived in this house for nine years or so. On August 17, I will have lived in this house for 10 years sharp. 3. It’s 9 p.m. I am going to bed now and get up at 5 a.m. When I get up, I will have slept for 8 hours. 4. When Mr. Dodi retires next month, he will have worked for this company fortyfive years. 5. It’s 7 p.m. now. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. He just called her that he will arrive at 8 p.m. When he arrives, she will have waited for 2 hours. Dalam future perfect continuous tense, kelima kalimat ini menjadi: 1. I arrived at school at 7 a.m. When my dad picks me up at 1 p.m., I will have been being at school for 6 hours. 2. I have lived in this house for nine years or so. On August 17, I will have been living in this house for 10 years sharp. 3. It’s 9 p.m. I am going to bed now and get up at 5 a.m. When I get up, I will have been sleeping for 8 hours. 4. When Mr. Dodi retires next month, he will have been working for this company forty-five years. 5. It’s 7 p.m. now. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. He just called her that he will arrive at 8 p.m. When he arrives, she will have been waiting for 2 hours.

Negative Form Bentuk negatif kalimat Future Perfect Continuous Tense dibuat dengan menambahkan not setelah auxilary will, seperti terlihat pada pola berikut, Subject + will + not + have + been + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. When my dad picks me up at 1 p.m., I will not have been being at school for 10 hours yet. 2. I have lived in this house for nine years or so. In the next July, I will not have been living in this house for 10 years yet. (belum cukup 10 tahun Juli depan) 3. It’s 9 p.m. I am going to bed now and get up at 5 a.m. When I get up, I will not have been sleeping for 10 hours yet. 4. When Mr. Dodi retires next month, he will not have been working for this company for fifty years yet. 5. It’s 7 p.m. now. She has been waiting for her boyfriend since an hour ago. He just called her that he will arrive at 8 p.m. When he arrives, she will not have been waiting for 3 hours yet. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Future Perfect Continuous Tense adalah sebagai berikut: Will + subject + have + been + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh: 1. When your dad picks you up at 1 p.m., will you have been being at school for 10 hours? 2. Will you have been living in this house for 10 years yet next July? 3. When I get up, will I have been sleeping for 10 hours yet? 4. When Mr. Dodi retires next month, will he have been working for this company for fifty years yet? 5. Will she have been waiting for 3 hours yet when he arrives? Note:
• •

Walaupun polanya berbeda, makna kalimat sama dengan future perfect tense kategori yang ketiga. Jika modifier of time berupa clause, time clause ini dinyatakan dalam simple present tense.

Past Future Tense
May 18th, 2009 Pola untuk Past Future Tense adalah sebagai berikut: Subject + would + verb1+ object + modifier Subject + [(was/were) going to] + verb1+ object + modifier Contoh:

1. Farmers in Jati Bali would grow rice crops last month. (Petani-petani di Jati Bali akan bercocok tanam padi bulan lalu). 2. Some students would conduct research on vegetative plant propagations last semester. (Beberapa siswa akan melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif semester lalu). 3. Transpiration would start to increase at 8 a.m. this morning. (Transpirasi akan mulai meningkat jam 8 tadi pagi). Penggunaan Past Future Tense Pada prinsipnya, past future tense mirip dengan simple future tense dan ketentuanketentuan yang berlaku pada simple future tense umumnya juga berlaku pada past future tense. Tetapi, karena bergulirnya waktu, simple future tense bergeser dari future time ke past time menjadi past future tense. Untuk menjelaskan ini, di sini akan digunakan konsep dan contoh-contoh pada future tense. Past Future Tense, seperti halnya simple future tense, dapat digunakan dalam 5 kategori, yaitu: 1. Untuk menyatakan kembali kejadian/aktivitas yang pernah diprediksi akan terjadi/dilakukan pada saat tertentu di masa lampau. Berikut adalah contoh kalimat yang diberikan pada simple future tense: 1. According to the weather forecast, it will rain tomorrow. (Menurut ramalam cuaca, hujan akan turun besok). 2. None of us have done the homework the teacher told us to do. He will be very disappointed when he finds out. 3. Ronny was going to come to my house at 7 o’clock tonight. I think Jeny, Ronny’s girlfriend, will come too. 4. I will probably see Janet at the cafeteria at lunch. 5. The damage we do to our forest today will result in severe catastrophes sooner or later in the future. Perhatikan contoh 1 di atas dan anggap saja sekarang adalah tanggal 2 Mei!

According to the weather forecast, it will rain tomorrow. (Menurut ramalam cuaca, hujan akan turun besok).

Dalam bahasa Indonesia, kalimat ini juga berarti:

Menurut ramalan cuaca, hujan akan turun tanggal 3 Mei.

Kemudian, karena waktu terus bergulir, anggap sekarang sudah tanggal 4 Mei. Berarti, yang diprediksi tadi (i.e. hujan akan turun) sudah dalam past time, yaitu “kemarin”. Jadi prediksi tadi harus dinyatakan dalam past future tense menjadi: 1. According to the weather forecast, it would rain yesterday. Atau, According to the weather forecast, it was going to rain yesterday. Dan begitu juga dengan kalimat-kalimat berikutnya, yang berturut-turut menjadi: 2. We thought that he would be very disappointed when we didn’t do the homework two days ago. Atau, We thought that he was going to be very disappointed when we didn’t do the homework two days ago. 3. Ronny came to my house at 7 p.m. two days ago. I thought Jeny, Ronny’s girlfriend, would come too but she didn’t. Atau, I thought Jeny, Ronny’s girlfriend, was going to come too but she didn’t. 4. I would probably see Janet at the cafeteria at lunch. Atau, I was probably going to see Janet at the cafeteria at lunch. 5. The damage we do to our forest today will result in severe catastrophes sooner or later in the future. Note: Jika yang diprediksi pada saat pengungkapan kembali masih in future time, (dalam analogi di atas, masih belum tanggal 4 Mei), tetap gunakan simple future tense. (Lihat contoh 5 di atas dan contoh 4 di bawah). 2. Untuk menyatakan kembali kejadian/aktivitas terjadi/dilakukan pada saat tertentu di masa lampau. yang direncanakan akan

Dengan menggunakan analogi pada kategori 1, kalimat dalam simple future tense berikut: 1. Ronny is going to come to my house at 7 o’clock tonight. 2. He has an appointment. He is going to meet his business partner at noon. 3. I am going to go to the shopping. Do you want to go with me? 4. The next world cup championship is going to be held in South Africa in 2010. 5. He is going to leave for Bali tomorrow morning. dalam past future tense menjadi: 1. Ronny was going to come to my house at 7 p.m. two days ago but he couldn’t come because of the pouring rain. Atau, Ronny would come to my house at 7 p.m. two days ago but he couldn’t come because of the pouring rain. 2. He was going to meet his business partner at noon two days ago but he suddenly got sick just half an hour before the meeting. Atau, He would meet his business partner at noon two days ago but he suddenly got sick just half an hour before the meeting.

3. I was going to go to the shopping mall when I asked whether you wanted to go with me two days ago. Atau, I would go to the shopping mall when I asked whether you wanted to go with me two days ago. 4. The next world cup championship is going to be held in South Africa in 2010. Kalimat ini tidak berubah karena aktivitas dari yang direncanakan masih akan dilakukan tahun depan. 5. He was going to leave for Bali yesterday morning but the flight was cancelled. Atau, He would leave for Bali yesterday morning but the flight was cancelled. Note: a). Dalam past future tense, pola yang pertama juga bisa digunakan untuk menyatakan rencana. b). Jika yang direncanakan itu terjadi/dilakukan, maknanya sudah berubah menjadi kejadian/aktivitas yang terjadi in the past (past tense) atau sedang berlangsung in the past (past continuous tense), tergantung keterangan waktunya. 1. Ronny was being at my house at 7 p.m. two days ago. (Ronny sedang di rumah saya jam 7 malam 2 hari lalu). 2. He was meeting his business partner at noon two days ago. (Dia sedang meeting dengan rekan bisnisnya jam 12 siang dua hari lalu). 3. I went to the shopping mall two days ago. (Saya pergi ke shopping mall 2 hari lalu). 4. He left for Bali yesterday morning. (Dia berangkat ke Bali kemarin pagi). 3. Untuk membuat main clause ureal conditionals tipe 1, yaitu conditional yang faktanya dalam simple present tense atau simple future tense. 1. If I were you, I would study harder. (Jika saya adalah kamu, saya akan belajar lebih giat). 2. The crops would not fail to produce if the rain fell. (Tanaman-tanaman tidak akan gagal berproduksi jika hujan turun). 3. They would not need to lime the soil if it were not acidic. (Mereka tidak akan perlu mengapur tanah jika tanah tersebut tidak masam). 4. Untuk membuat kalimat tak langsung (indirect speech), jika kalimat langsungnya menggunakan simple future tense. Contoh: 1. My boyfriend told me that he would marry me. (Pacar saya berkata kepada saya bahwa dia akan mengawini saya). 2. An agronomist said that the soil would be more productive if we fertilized it. (Seorang ahli agronomi bilang bahwa tanah akan lebih produktif jika kita memupuknya).

3. Dean made an announcement that the final exams would be started in two weeks. (Dekan mengumumkan bahwa ujian-ujian akhir akan dimulai dua minggu mendatang). 5. Untuk membuat request atau command menjadi lebih formal atau lebih sopan. Note: would lebih formal/sopan dibandingkan will. Contoh: 1. Would you turn down the TV volume, please! It’s too loud. (Tolong kecilkan volume TV. Volumenya terlalu keras). 2. I didn’t go to school yesterday, so would you please lend me your note? (Saya tidak sekolah kemarin. Tolong pinjami saya catatan kamu?). 3. If you’re free, would you go to see a movie with me tonight? (Jika kamu tidak sibuk, maukah kamu nonton film dengan saya malam ini?). Negative Form Bentuk negatif Past Future Tense mengikuti pola sebagai berikut: Subject + would + not + verb1+ object + modifier Subject + [(was/were) + not + going to] + verb1+ object + modifier Contoh: 1. According to the weather forecast, it would not rain yesterday. 2. We thought that he wouldn’t be very happy when we didn’t do the homework. 3. Ronny came to my house at 7 p.m. two days ago. I thought Jeny, Ronny’s girlfriend, wouldn’t come but she did. 4. I wouldn’t probably see Janet at the cafeteria at lunch. 5. Ronny wasn’t going to come to my house at 7 p.m. two days ago. 6. He wasn’t going to meet his business partner at noon two days ago. 7. I wasn’t going to go to the shopping when I met you two days ago. 8. He wasn’t going to leave for Bali yesterday morning Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Past Future Tense adalah sebagai berikut: Would + subject + verb1+ object + modifier? (Was/Were) + subject + going to + verb1+ object + modifier? Contoh:

1. According to the weather forecast, would it rain yesterday? atau According to the weather forecast, was it going to rain yesterday?. 2. Would Jeny, Ronny’s girlfriend, come too? 3. Would you probably see Janet at the cafeteria at lunch two days ago? 4. Was Ronny not going to come to your house at 7 p.m. two days ago? 5. Was he going to meet his business partner at noon two days ago? 6. Were you going to go to the shopping when you asked whether I wanted to go with you two days ago? 7. Was he going to leave for Bali yesterday morning?

Past Future Continuous Tense
May 18th, 2009 Pola dari Past Future Continuous atau Progressive Tense adalah: Subject + would + be +( verb1+ing) + object + modifier Subject + [(was/were) going to] + be + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali would be growing rice crops at 9 a.m. yesterday. (Petanipetani di Jati Bali akan sedang menanam padi jam 9 pagi kemarin). 2. Some students were going to be conducting research on vegetative plant propagations when I go to the agronomy laboratory last week. (Beberapa siswa akan sedang melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif ketika saya pergi ke lab. agronmy dua hari depan). 3. Transpiration would be starting to increase at 8 a.m. this morning. (Transpirasi akan sedang mulai meningkat jam 8 pagi ini). Penggunaan Past Future Continuous Tense Penggunaan past future continuous tense pada prinsipnya sama dengan future continuous tense. Yang membedakan adalah jika future continuous tense menyatakan kejadian/aktivitas yang akan sedang berlangsung in the future, past future continuous tense menyatakan kejadian/aktivitas yang akan sedang berlangsung in the past. Dengan kata lain, past future continuous tense adalah mengungkapkan kembali prediksi atau rencana yang akan sedang terjadi/dilakukan, dan prediksi/rencana tersebut sekarang sudah bergeser dari future time ke past time. Untuk lebih memahami perbedaan antara kedua tensis ini, silakan gunakan kembali analogi yang digunakan pada past future tense. Tulisan ini juga dibuat dengan menggunakan konsep dan contoh-contoh pada future continuous tense. Perhatikan dan bandingkan perbedaan waktunya. Past Future Continuous Tense digunakan: 1. Untuk menyatakan kembali kejadian/aktivitas yang diprediksi/direncanakan akan sedang terjadi/dilakukan pada waktu yang spesifik di masa lampau. Note: Spesifikasi waktu biasanya dinyatakan dengan menyatakan jam (i.e. jam berapa kejadian/aktivitas itu diprediksi/direncanakan akan berlangsung/dilakukan) dan time clause. Contoh: 1. My daughter would be watching TV at eight o’clock last night. (Putri saya akan sedang nonton TV jam 8 tadi malam).

2. She would be copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini). Asumsi, sekarang sudah lewat jam 10 pagi. 3. I would be discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore Jumat lalu). 4. I would be being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya akan sedang sibuk jam 8 pagi kemarin). 5. They would be being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu). 6. This time last year, she would be studying Economics at the University of Toronto. (Bulan ini tahun lalu, dia akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto). 7. They would be taking an English exam at 10 a.m. yesterday. (Mereka akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 pagi kemarin). 8. We would be watching a football game at 11 p.m. last night. (Kami akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 tadi malam). 2. Untuk menyatakan kejadian/aktivitas yang sedang terjadi/berlangsung di masa lampau, yang terinterupsi oleh kejadian yang lain. Dalam hal ini, formulanya adalah sebagai berikut: When + subject1 + simple past, subject2 + past future continuous Subject1 + past future continuous + when + subject2 + simple present Note: Kejadian/aktivitas yang menginterupsi dinyatakan dalam simple past tense dan berfungsi sebagai keterangan waktu; Sisipkan tanda koma, jika letaknya sebelum past future continuous. Namun, koma tidak diperlukan jika ditempatkan setelah past future continuous. Contoh: 1. When I arrived home last night, my daughter would be watching TV. (Ketika saya tiba di rumah tadi malam, putri saya akan sedang nonton TV). 2. When I called him last night, he would be playing card with his friends. (Ketika saya telpon dia tadi malam, dia sedang main kartu dengan teman-temannya). 3. I would be waiting for you outside the class when you finished your exam. (Saya akan sedang menunggu di luar kelas ketika kamu selesai ujian). 4. He would still be studying at the library tonight, so he would not see his mother when she arrived home. (Dia akan masih sedang belajar di perpustakaan malam ini, jadi dia tidak akan melihat ibunya ketika ibunya tiba di rumah).

5. When I went to her house on last Saturday night, she would be being with her boyfriend. (Jika saya pergi ke rumahnya malam minggu lalu, dia akan sedang bersama dengan pacarnya). 3. Untuk menyatakan dua kejadian/aktivitas yang diprediksi atau direncanakan akan sedang terjadi/dilakukan pada saat bersamaan di masa lampau. Dalam hal ini, gunakan formula berikut: While + subject1 + past future continuous, subject2 + past future continuous Subject1 + future continuous + while + subject2 + future continuous Contoh: 1. While I would be typing another note last night, my family would be watching TV in the family room. (Sementara saya sedang mengetik catatan yang lain tadi malam, keluarga saya akan sedang nonton TV di ruang keluarga). 2. While the president would be giving his speech last Monday, the audience would be listening to him carefully. (Sementara presiden sedang berpidato Senin lalu, pemirsa/hadirin akan sedang mendengarkannya dengan seksama). 3. Male students would be playing around while the female ones would be chitchatting. 4. My roommate would be snoring loudly while I would be studying. (Teman sekamar saya sedang mendengkur keras sementara saya sedang belajar). 5. We would be smoking while others would be drinking. (Kami akan sedang merokok sementara yang lain akan sedang minum). 6. John would be washing dishes while Jane would be making dinner. (John akan sedang mencuci piring sedangkan Jane akan sedang masak untuk makan malam). 7. My dad would be having his colleagues over while my brother would be studying for his final exam last Sunday. Bapak saya akan sedang menjamu kolega-koleganya di rumah sementara kakak saya akan sedang belajar untuk ujian akhirnya. 4. Untuk menyatakan kembali suatu hal atau kejadian/aktivitas yang diyakini/benarbenar akan segera terjadi di masa lampau. Contoh: 1. I thought the sun would be shining soon. (Saya kira matahari akan segera sedang bersinar). 2. Because the clouds were very dark and thick yesterday, we believed it would be raining soon. (Karena awannya sangat gelap dan tebal, kita yakin huja akan segera turun). Negative Form

Bentuk negatif dari kalimat dalam past future continuous tense dibuat dengan menambahkan ‘not’ setelah auxilliary would, atau setelah be was/were, seperti yang terlihat dalam pola berikut: Subject + would + not + be + (verb1+ing) + object + modifier Subject + [(was/were) + not + going to] + be +(verb1+ing) + object + modifier Note: Would not dapat dikontraksi menjadi wouldn’t. Contoh: 1. My daughter would not be watching TV at eight o’clock last night. (Putri saya tidak akan sedang nonton TV jam 8 tadi malam). 2. She would not be copying the materials at 10 o’clock this morning. (Dia tidak akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini). Asumsi, sekarang sudah lewat jam 10 pagi. 3. I would not be discussing English with my classmates at 2 p.m. last Friday. (Saya tidak akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelas saya jam 2 sore Jumat lalu). 4. I would not be being busy at 8 o’clock yesterday morning. (Saya tidak akan sedang sibuk jam 8 pagi kemarin). 5. They would not be being very happy at 9 o’clock last Saturday night. (Mereka tidak akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu). Mereka baru saja bubaran sehari sebelumnya. 6. This time last year, she wouldn’t be studying Economics at the University of Toronto. (Bulan ini tahun lalu, dia tidak akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto). 7. They wouldn’t be taking an English exam at 10 a.m. yesterday. (Mereka tidak akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 pagi kemarin). 8. We wouldn’t be watching a football game at 11 p.m. last night (Kami tidak akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 tadi malam). Dan seterusnya. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Future Continuous Tense adalah sebagai berikut: Would + subject + be + (verb1+ing) + object + modifier? (Was/Were) + subject + [going to] + be + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh: 1. Would your daughter be watching TV at eight o’clock last night? (Apakah putri anda akan sedang nonton TV jam 8 tadi malam?).

2. Would she be copying the materials at 10 o’clock this morning? (Apakah dia akan sedang memfotokopi materi jam 10 pagi ini?). Asumsi, sekarang sudah lewat jam 10 pagi. 3. Would you be discussing English with your classmates at 2 p.m. last Friday? (Apakah kamu akan sedang mendiskusikan bahasa Inggris dengan teman-teman kelasmu jam 2 sore Jumat lalu?). 4. Would I be being busy at 8 o’clock yesterday morning? Yes, I would. (Apakah saya akan sedang sibuk jam 8 pagi kemarin?). 5. Would they be being very happy at 9 o’clock last Saturday night? (Apakah mereka akan sedang sangat bahagia jam 9 malam minggu lalu?). 6. Would she be studying Economics at the University of Toronto this time last year? (Apakah dia akan sedang belajar/kuliah Ekonomi di Universitas Toronto pada bulan ini tahun depan?). 7. Would they be taking an English exam at 10 a.m. yesterday? (Apakah mereka akan sedang mengikuti ujian bahasa Inggris jam 10 pagi kemarin?). 8. Would we be watching a football game at 11 p.m. last night? (Apakah kami akan sedang nonton pertandingan sepak bola jam 11 tadi malam?). Dan seterusnya. Note: Pola yang kedua dari future continuous tense hampir tidak diberikan contoh di sini. Silakan kamu latihan dengan mengganti semua would dengan (was/were) going to. Contoh:

My daughter would be watching TV at 8 o’clock last night.

Kalimat ini menjadi:
• • •

My daughter was going to be watching TV at 8 o’clock last night. My daughter isn’t going to be watching TV at 8 o’clock last night. Was my daughter going to be watching TV at 8 o’clock last night?

Sekarang timbul pertanyaan, kenapa tidak dinyatakan dalam past continuous tense saja, karena kejadian/aktivitas dalam kalimat di atas sedang terjadi/dilakukan in the past? Silakan leave a comment!

Past Future Perfect Tense
May 18th, 2009 Past Future Perfect Tense mengikuti pola berikut: Subject + would + have + verb3 + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali would have grown rice crops by the end of last month. (Petani-petani di Jati Bali akan telah bercocok tanam padi sebelum akhir bulan lalu). 2. Some students would have conducted research on vegetative plant propagations for one year when the semester started last month. (Beberapa siswa akan telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 1 tahun ketika semester berikutnya dimulai bulan lalu). 3. Transpiration would have started to increase before we measured it at 9 a.m. yesterday. (Transpirasi akan telah mulai meningkat sebelum kita mengukurnya jam 9 pagi kemarin). Penggunaan Past Future Perfect Tense Past future perfect tense pada prinsipnya adalah pengungkapan kembali kejadian/aktivitas yang dinyatakan dengan future perfect tense, yang keterangan waktunya telah bergeser dari future time ke past time. Karena kedua tensis ini mirip, posting ini menggunakan konsep dan contoh-contoh kalimat pada future perfect tense. Perhatikan dan bandingkan perubahan predikat dan keterangan waktunya. Gunakan analogi pada past future tense jika masih bingung. Are you ready? Let’s get started. Past Future Perfect Tense digunakan: 1. Untuk menyatakan kembali kejadian/aktivitas yang pernah diprediksi atau direncanakan akan sudah terjadi/sudah selesai dilakukan sebelum atau hingga batas waktu tertentu di masa lampau.

Note: Pada umumnya, tensis ini diawali oleh clause yang mengandung makna prediksi, ekspektasi atau rencana. Verbs yang digunakan antara lain: think, hope, expect, plan, intend, assume, etc. Contoh: 1. I predicted that by 3 p.m. yesterday, I would have finished reading this book. (Saya berharap bahwa sebelum jam 3 sore kemarin, saya akan sudah selesai membaca buku ini). 2. I thought Barcelona would have scored three goals when the first half was over. Because its opponent was tough, however, it didn’t score even a single goal. (Saya kira Barcelona akan telah cetak 3 goal ketika babak pertama berakhir. Namun karena lawannya tangguh, Barcelona bahkan tidak cetak goal sama sekali). 3. Because of the terrible traffic we knew that dad’s plane would have already arrived by the time we got to the airport yesterday. 4. My dad planned that he would have been home when my mom gave birth last month. He didn’t make it though because he had an immigration documentation problem. 5. I thought I would have already fallen asleep by the time Joni got home last night. I don’t know why I was still awake when he did. Note: Jika pada future perfect tense, time clause dinyatakan dalam simple present tense, pada tensis ini dinyatakan dengan simple past tense. Misalnya: when the first half was over (pada contoh 2), by the time we got to the airport (pada contoh 3), etc. 2. Untuk menyatakan kembali kegiatan/aktivitas yang pernah diprediksi atau direncanakan akan sudah terjadi/sudah selesai dilakukan sebelum kejadian/aktivitas yang lain di masa lampau. Note: Dalam kategori ini, kedua aktivitas dilakukan oleh subject yang sama. Coba bandingkan dengan past perfect tense kategori kedua! Contoh: 1. I assumed that John would have traveled around the world before he got married last year. 2. She thought that she would have read the entire book before she went to campus yesterday afternoon. 3. I predicted that I would already have had enough time to eat before I played badminton last night. 4. They thought he would have already bought a gift before he went to his girlfriend’s birthday party last night.

5. I once predicted that he would have had more than 50 wives before he died. I was wrong. He turned out to be a very loving husband long time before he died last week. Note: already bisa ditempatkan setelah would atau setelah have. 3. Untuk menyatakan kembali bahwa kejadian/aktivitas akan terus terjadi/dilakukan sampai batas waktu tertentu di masa lampau. Contoh: 1. I thought I would have been at school only for 6 hours yesterday. In fact, I had to wait for another hour because my dad’s car broke down on the way to the school. 2. I was completely sure that on August 17, I would have lived in this house for 10 years sharp. 3. I expected that I would have slept for 8 hours last night but I was awoken by my neighbor’s long big fight at 1 a.m. It was very loud and I couldn’t fall asleep till morning. 4. It was predicted that when Mr. Dodi retired last month, he would have worked for this company for forty-five years. 5. She never expected that she would have waited for her boyfriend for 2 hours last night. 4. Untuk membuat main clause unreal conditionals tipe 2, yaitu jika faktanya dalam past future tense atau simple past tense. Contoh: 1. If you had told me about the today’s exam, I would have studied hard last night. (Jika kamu kasi tahu saya bahwa akan ada ujian hari ini, saya akan telah belajar keras tadi malam). 2. If you had not passed the English I, you would not have been allowed to take the English II. (Jika kamu belum lulus bahasa Inggris I, kamu tidak akan diijinkan untuk mengambil matakulian bahasa Inggris II ini). 3. He wouldn’t have got an accident, if he had not driven fast. (Dia tidak akan telah mengalami kecelakaan, jika dia tidak ngebut). 4. If my parents hadn’t got divorced, I would’ve been much happier. (Jika orang tua saya tidak bercerai, saya akan jauh lebih bahagia). 5. If I hadn’t got a scholarship, I wouldn’t have been able to afford the school expenses. (Jika saya tidak dapat beasiswa, saya tidak akan mampu membayar biaya-biaya sekolah). Negative Form

Bentuk negatif Past Future Perfect Tense mengikuti pola berikut: Subject + would + not + have + verb3 + object + modifier Contoh: 1. Because of its thickness, I knew that I would not have finished reading it by 3 p.m. yesterday. 2. I never thought that Barcelona wouldn’t have scored even a single goal when the first half was over. 3. We expected that dad’s plane wouldn’t have arrived yet by the time we got to the air port yesterday. But we were late because the traffic was so terrible. 4. Because of an immigration documentation problem, my dad knew that he wouldn’t have been home when my mom gave birth last month. 5. I hoped that when Joni arrived home last night, I would not have fallen asleep yet. 6. I assumed that John wouldn’t have traveled around the world before he got married last year. 7. She thought that she wouldn’t have read the entire book before she went to campus yesterday afternoon. 8. I predicted that I wouldn’t have had enough time to eat before I played badminton last night. 9. They thought he wouldn’t have bought a gift before he went to his girlfriend’s birthday party last night. 10. I once predicted that he wouldn’t have had more than 50 wives before he died. 11. I thought I wouldn’t have been at school for 7 hours yesterday. 12. I was completely sure that on August 17, I wouldn’t have lived in this house for 10 years yet. 13. I expected that I wouldn’t have slept for 4 hours last night. 14. It was predicted that when Mr. Dodi retired last month, he wouldn’t have worked for this company for fifty years. 15. She expected that she wouldn’t have waited for her boyfriend for 2 hours last night. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Past Future Perfect Tense adalah sebagai berikut: Would + subject + have + verb3 + object + modifier?

Contoh: 1. If I had told you about the today’s exam, would you have studied hard last night? (Jika saya telah beri tahu kamu bahwa ada ujian hari ini, apakah kamu akan telah belajar keras tadi malam?) 2. Would you have been allowed to take the English II if you had not passed the English I? 3. Would he have got an accident if he had not driven fast? 4. If your parents hadn’t got divorced, would you have been much happier? 5. If you hadn’t got a scholarship, would you have been able to afford the school expenses? 6. Would you have finished reading this book by 3 p.m. yesterday if it were thinner? 7. Would Barcelona have scored three goals when the first half was over if its opponent had been Indonesian team? 8. If the traffic hadn’t been terrible, would dad’s plane have arrived after you got to the airport? 9. Would he have been home when your mom gave birth last month if he hadn’t had an immigration documentation problem? 10. Would you have fallen asleep by the time Joni got home last night if you had taken a sleeping pill? Dan seterusnya. Note: Kalimat tanya dari tensis ini pada umumnya berupa conditional sentence seperti terlihat pada contoh-contoh di atas. Sekarang, coba bandingkan dengan cara berikut: 1. Did you assume that John would have traveled around the world before he got married last year? 2. Did you predict that she would have read the entire book before she went to campus yesterday afternoon? 3. Did I predict that I wouldn’t have had enough time to eat before I played badminton last night? 4. Did they think that he would have bought a gift before he went to his girlfriend’s birthday party last night? 5. Did you predict that he would have had more than 50 wives before he died?

Past Future Perfect Continuous Tense
May 18th, 2009 Pola Past Future Perfect Continuous Tense adalah sebagai berikut: Subject + would + have + been + ( verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. Farmers in Jati Bali would have been growing rice crops for 40 years by the end of last month. (Petani-petani di Jati Bali akan telah bercocok tanam padi selama 40 tahun sebelum akhir bulan lalu). 2. Some students would have been conducting research on vegetative plant propagations for one year when the semester started last month. (Beberapa siswa akan telah melakukan penelitian pada perbanyakan tanaman vegetatif selama 1 tahun ketika semester dimulai bulan lalu). 3. Transpiration would have been starting to increase for more than an hour when we measured it at 9 a.m. yesterday. (Transpirasi akan telah mulai meningkat selama lebih dari 1 jam ketika kita mengukurnya jam 9 pagi kemarin).

Penggunaan Past Future Perfect Continuous Tense Penggunaan past future perfect continuous tense sama dengan penggunaan past future perfect tense kategori yang ketiga, yaitu untuk menyatakan bahwa kejadian/aktivitas akan terus terjadi/dilakukan sampai batas waktu tertentu di masa lampau. Perhatikan contoh pada past future perfect tense kategori ketiga berikut: 1. I thought I would have been at school only for 6 hours yesterday. In fact, I had to wait for another hour because my dad’s car broke down on the way to the school. 2. I was completely sure that on August 17, I would have lived in this house for 10 years sharp. 3. I expected that I would have slept for 8 hours last night but I was awoken by my neighbor’s long big fight at 1 a.m. It was very loud and I couldn’t fall asleep till morning. 4. It was predicted that when Mr. Dodi retired last month, he would have worked for this company for forty-five years. 5. She never expected that she would have waited for her boyfriend for 2 hours last night. Dalam past future perfect continuous tense, kelima kalimat ini menjadi: 1. I thought I would have been being at school only for 6 hours yesterday. In fact, I had to wait for another hour because my dad’s car broke down on the way to the school. 2. I was completely sure that on August 17, I would have been living in this house for 10 years sharp. 3. I expected that I would have been sleeping for 8 hours last night but I was awoken by my neighbor’s long big fight at 1 a.m. It was very loud and I couldn’t fall asleep till morning. 4. It was predicted that when Mr. Dodi retired last month, he would have been working for this company for forty-five years. 5. She never expected that she would have been waiting for her boyfriend for 2 hours last night. Negative Form Bentuk negatif Past Future Perfect Continuous Tense mengikuti pola berikut: Subject + would + not + have + been + (verb1+ing) + object + modifier Contoh: 1. I thought I wouldn’t have been being at school for 7 hours yesterday.

2. I was completely sure that on August 17, I wouldn’t have been living in this house for 10 years yet. 3. I expected that I wouldn’t have been sleeping for 4 hours last night. 4. It was predicted that when Mr. Dodi retired last month, he wouldn’t have been working for this company for fifty years. 5. She expected that she wouldn’t have been waiting for her boyfriend for 2 hours last night. Yes/No Questions Yes/No Questions untuk Past Future Perfect Continuous Tense adalah sebagai berikut: Would + subject + not + have + been + (verb1+ing) + object + modifier? Contoh: 1. Would you have been being at school for 7 hours yesterday if your dad’s car hadn’t broken down on the way to the school? 2. Would you have been living in this house for 10 years on August 17 if the house rent had been raised by the landlord?. 3. If your neighbor hadn’t had a long big fight last night, would you have been sleeping for 4 hours last night? 4. If Mr. Dodi were still strong, would he have been working for this company for more than fifty years? 5. Did she expect that she would have been waiting for her boyfriend for 2 hours last night?

Subject Kalimat
May 19th, 2009 Subject kalimat adalah orang atau sesuatu yang melakukan suatu kegiatan. Subject kalimat biasanya terletak sebelum verb. Setiap kalimat dalam bahasa Inggris harus memiliki subject, kecuali dalam kalimat perintah (command). Dalam kalimat perintah, subject kalimat biasanya dihilangkan (tidak ditulis atau tidak disebutkan) karena telah dimengerti oleh pembaca atau lawan bicara. Subject kalimat dapat berupa: 1. Subject pronouns, yaitu kata ganti (pronoun) yang khusus digunakan sebagai subject kalimat, seperti I, you, he, she, it, we, dan they. Contoh: 1. I am reading this article now. (Saya sedang membaca artikel ini). 2. You have been very helpful to me. (Kamu telah sangat membantu saya). 3. He told us to stay out of troubles. (Dia memberitahu kita untuk jangan mencari masalah).

4. She was in my dream last night. (Dia ada dalam mimpi saya tadi malam). 5. It is growing well even though I never take care of it. (Dia sedang tumbuh dengan baik walaupun saya tidak pernah merawatnya). 6. We, students, must study hard to accomplish what we want to be. (Kita, murid, harus belajar keras untuk mencapai apa yang kita cita-citakan). 7. They felt bad because their cousin had got an accident. ((Mereka merasa sedih karena sepupunya telah mendapat kecelakaan). 2. Single nouns, yaitu noun (kata benda) yang terdiri dari satu kata. Contoh: 1. Coffee is delicious. (Kopi adalah enak). 2. Milk contains a lot of calcium. (Susu mengandung banyak kalsium). 3. Soekarno is the first president of the Republic of Indonesia. (Soekarno adalah presiden pertama RI). 4. Plants need water and fertilizers to grow well. (Tanaman-tanaman butuh air dan pupuk untuk tumbuh dengan baik). 5. Books are more and more expensive now. Buku-buku semakin mahal sekarang). 3. Noun phrases, yaitu sekelompok kata yang diakhiri oleh noun. Contoh: 1. The book is on the table. (Buku itu ada di atas meja). 2. That new, red car is John’s. (Mobil baru yang berwarna merah itu adalah mobilnya John). 3. The English teacher cancelled class today. (Guru Bahasa Inggris menunda pelajaran (bahasa Inggris) hari ini). 4. The dead body that was found last night has been brought home by the family. (Mayat yang ditemukan tadi malam telah dibawa pulang oleh keluarganya). 5. The fish, which never survives without water, must be kept under water all the time. (Ikan itu, yang tidak (akan) pernah hidup tanpa air, harus selalu ditempatkan dalam air). 4.Noun clauses adalah clause (i.e. subject dan verb) yang diawali oleh single question words (i.e. when, how, what, ect.), question words + (determiners/ nouns/ adjectives/ infinitive/ adverbs), question words + infinitives, conjunction (i.e. whether dan if), dan that/the fact that. Contoh:

1. Where she is now is still unknown. (Dimana dia sekarang masih belum diketahui). 2. Whoever can melt her feeling is a very lucky guy. (Siapa saja yang dapat memuluhkan hatinya adalah pria yang sangat beruntung). Be careful: guy (dibaca gae)= laki-laki, sedangkan gay (dibaca gei) = fag = homo. 3. How much your English skill will improve is determined by how hard you practice it. (Berapa banyak bahasa Inggrismu akan meningkat ditentukan oleh seberapa keras kamu melatihnya). 4. That it is going to rain soon is very obvious. (Bahwa akan segera turun hujan adalah (tampak) sangat jelas) 5. The fact that the world is round is well known. (Fakta bahwa bumi bundar (adalah sudah) diketahui banyak orang). Note: Pembahasan secara detail tentang topik ini dapat dilihat pada noun clauses. 5. Gerunds (i.e. verb1+ing). Jika gerund digunakan sebagai subject kalimat, verb-nya selalu dalam bentuk singular. Tapi, jika dua gerund atau lebih dihubungkan oleh kata sambung “and“, maka digunakan plural verb (lihat contoh 5 di bawah). Contoh: 1. Gardening is very exciting. (Berkebun (bunga) sangat mengasyikkan). 2. Reading this material will help you increase your English skill. (Membaca materi ini akan membantu kamu meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrismu). 3. Hunting wild pigs has been done by Balinese farmers for years. (Berburu babi hutan telah dilakukan oleh petani-petani Bali selama bertahun-tahun). 4. Knowing English well has made Ryan have great experiences in Canada (Mengetahui bahasa Inggris dengan baik telah membuat Ryan punya pengalamanpengalaman indah di Kanada). 5. Writing and speaking English make me happy. (Menulis dan berbicara dalam Bahasa Inggris membuat saya senang). 6. Infinitives (i.e. to + verb1). Infinitives sebagai subject kalimat pada umumnya dalam bentuk infinitive clause. Contoh: 1. To play kites when it’s very cloudy is very dangerous. (Bermain layang-layang ketika mendung tebal sangat berbahaya).

2. To study the grammar is a must if you want to improve your English. (Belajar grammar merupakan keharusan jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu). 3. To play football when drizzling is very joyful. (Bermain sepakbola ketika hujan rintik-rintik sangat menyenangkan). 4. To be able to be your boyfriend is my fantasy. (Dapat menjadi pacarmu adalah fantasi saya). 5. To pass the exam is my main intention. (Lulus ujian adalah tujuan utama saya). 7. Pseudo-subjects. Sebuah kalimat kadang-kadang tidak memiliki subject dalam arti yang sebenarnya. Kalimat-kalimat seperti ini menggunakan pseudo-subject it dan there. Note: dalam hal ini, it bukan subject pronoun. Selain itu, this/that/these/those jika langsung diikuti oleh be, juga termasuk pseudo-subject. Contoh: 1. It was a nice day yesterday but it isn’t now. ((Adalah) sebuah hari yang indah kemarin tetapi tidak indah hari ini). 2. There were 9 casualties on the Australian Embassy bombing. (Ada 9 korban pada pengeboman di Kedutaan Australia). 3. It has been a long day. I’m so tired. (adalah) hari yang sangat melelahkan. Saya begitu lelah). 4. There are so many people. It is very crowded. (Ada begitu banyak orang. (adalah) sangat penuh sesak). 5. This is the book that I have been looking for for days. (Inilah buku yang saya telah cari-cari selama berhari-hari). Perhatikan: digunakan dua preposition for di sini; yang satu merupakan bagian dari verb look (i.e. look for = mencari), sedang yang satunya lagi berfungsi untuk menyatakan modifier of time (keterangan waktu). 6. That is my cousin’s house. (Itu adalah rumah sepupu saya).

PREDIKAT May 19th, 2009 Dalam kalimat, predicate terletak setelah subject kalimat. Pada umumnya, predicate adalah mengungkapkan aktivitas yang dilakukan oleh subject kalimat, sehingga mayoritas dari predicate itu adalah verb, baik itu single verb (contoh 1 dan 2) atau verb phrase yaitu sekelompok kata yang diakhiri oleh sebuah verb (contoh 3-6 berikut): Contoh :

1. John drives too fast. (John mengendarai (mobil) dengan terlalu cepat). 2. They hate spinach. (Mereka benci (sangat tidak suka) bayam). 3. He will fertilize the soil next week. (Dia akan memupuk tanah itu minggu depan). 4. It was raining at six o’clock last night. ((Adalah) sedang hujan pada jam 6 tadi malam). 5. The farmers are spreading out seeds. (Petani-petani sedang menghambur benih). 6. My father has gone to the rice field. (Ayah saya telah pergi ke sawah). Jika kalimat tidak menggunakan kata kerja, atau jika subject kalimat diikuti oleh adjective (kata sifat) atau oleh noun (kata benda), maka dalam bahasa Inggris digunakan “to be”, yaitu: “is, am, are” (untuk present tense) atau ‘was, were’ (untuk past tense) atau ‘been‘ (untuk perfect tense). To be ini berfungsi sebagai kata kerja. Contoh: 1. This soil is fertile (Tanah ini subur). 2. That plant was wilted yesterday but it is fresh now (tanaman itu layu kemarin tetapi tanaman itu segar sekarang). 3. Yellow-red Podzolic soil is usually acidic (Tanah polsolic merah kuning (adalah) biasanya masam). 4. They are deligent farmers (Mereka adalah petani-petani rajin). 5. The organic matter-rich soils are usually black in color (Tanah yang kaya bahan organik biasanya berwarna hitam).

Object kalimat atau complement berfungsi untuk melengkapi predicate atau verb. Letak object kalimat adalah setelah kata kerja. Object kalimat adalah menjawab pertanyaan ‘what’ (apa) dan ‘whom’ (siapa). Hampir semua yang dapat digunakan sebagai subject kalimat, juga dapat digunakan sebagai object kalimat. Perkecualianya hanya pada bentuk

pronoun (i.e. dari subject pronoun menjadi objeck pronoun atau reciprocal pronoun), dan kata there. Jika kata there berada setelah verb, there berfungsi sebagai modifier. Jadi, pada umumnya object kalimat dapat berupa: 1. Single nouns (contoh 1-3) 2. Noun phrases (contoh 4-6) 3. Noun clauses (contoh 7-9) 4. Object pronouns (contoh 10-12) 5. Reciprocal pronouns (contoh (13-15) 6. Infinitives (contoh 16-18) 7. Gerunds (contoh 19-21) Berikut hanya diberikan 3 contoh untuk tiap elemen kalimat yang dapat digunakan sebagai object kalimat. Untuk melihat cara penggunaan dan contohnya lebih detail dari element kalimat tersebut, silakan click linknya masing-masing. Contoh: 1. We need lime to reduce soil acidity. (Kita butuh kapur untuk mengurangi kemasaman tanah). Note: lime juga berarti jeruk nipis. I usually add lime on my meat ball soup. (Meat ball soup = bakso). 2. Plants absorb water and nutrients from soil (Tanaman-tanaman mengabsorbsi/ menyerap air dan hara dari tanah). 3. She saw John at the movie last night. (Dia melihat John di gedung bioskop tadi malam). 4. My father drives an old car. (Ayah saya mengendari sebuah mobil tua). 5. He wants to drink some water. (Dia ingin minum sedikit/sejumlah air). 6. John bought a new laptop yesterday. (John membeli sebuah laptop baru kemarin). 7. I still don’t know how to make her fall in love with me. (Saya masih belum tahu cara membuat dia jatuh cinta kepada saya). Gunakan preposition with jika mengikuti ekspresi fall in love, bukan to. 8. It seems that she is studying hard. (Tampak bahwa dia sedang belajar keras). 9. They haven’t decided what they should do. (Mereka belum memutuskan apa yang mereka seharusnya lakukan). 10. Do you love her?

11. He sent me his pictures. (Dia mengirimi saya foto-fotonya). 12. We will invite them. 13. My sister cut herself. (Saudara perempuan saya terluka (misalnya oleh pisau) karena keteledorannya sendiri). Kurang hati-hati pakai piasu. 14. That arrogant man is very proud of himself. ( 15. You all take care of yourselves. Note: Gunakan yourselves jika you plural. 16. The doctors have decided to operate the patient. 17. We need to go out to buy some food. 18. Marini began to write a poem. (poem = puisi) 19. The boy hasn’t admitted stealing my calculator. (steal = mencuri) 20. My cousin regretted not coming here. (cousin = sepupu; regret = menyesal). 21. We are looking forward to your coming back to this blog soon. (look forward to = sangat mengharapkan/menantikan) Note: Contoh 2 mengandung object majemuk, yaitu water dan nutrients. Sebaliknya, contoh 8 mengandung dua object, yaitu object tidak langsung atau indirect object (i.e. me) dan object langsung atau direct object (i.e. his pictures). Cara penggunaan direct dan indirect object akan segera dibahas dalam posting berikutnya. Please stay tuned. Apakah semua kalimat membutuhkan atau punya object kalimat? Jawabannya adalah NO. Hal ini dapat ditemui pada kalimat intransitif, seperti pada contoh berikut ini: 1. The price of fertilizers is sharply increasing. (Harga pupuk sedang meningkat dengan tajam). Kalimat ini hanya mengandung: S + V + adverb, but no object. 2. Photosynthesis takes place in chloroplasts. (Fotosinthesis berlangsung di dalam kloroplas). Kalimat ini hanya mengandung: S + V + modifier of place (i.e. in choroplasts). Bedakan dengan: Photosynthesis requires chloroplasts to take place. 3. Dani, Yeyes and I did not go to a restaurant last night. (Dani, Yeyes dan saya tidak pergi ke sebuah restoran tadi malam). Bedakan dengan: Many artists have built restaurants to cover their expenses when they are no longer being artists. 4. The bank closes at 2 o’clock. (Bank itu tutup jam 2). 5. The sun always rises in the east. (Matahari selalu terbit di timur). Terkait dengan kalimat intransitive dan transitive, ada 3 pasang verbs yang paling membingungkan dan paling sering dijadikan bahan ujian (termasuk dalam test TOEFL). Verbs yang dimaksud adalah: raise vs rise, lay vs lie, dan set vs sit. Ketiga pasang verbs ini dibahas pada transitive/intransitive verbs.

Modifier (Keterangan)
May 19th, 2009 Modifier berfungsi untuk menerangkan waktu (modifier of time), menerangkan tempat (modifier of place), atau menerangkan cara dalam melakukan kegiatan (modifier of manner). Modifier pada umumnya berupa prepositional phrase (yaitu sekelompok kata yang dimulai oleh kata depan dan diakhiri oleh noun). Misalnya: in the morning (pada pagi hari), on the table (di atas meja), at the university (di universitas). Selain itu, modifier dapat juga berupa single adverb (misalnya: yesterday (kemarin), outdoors (luar gedung), hurriedly (dengan buru-buru) atau adverbial phrase (misalnya: last night (tadi malam), next year (tahun depan). Modifier adalah menjawab pertanyaan ‘when’, where, dan ‘how’. Contoh : 1. John bought a book at the bookstore (John membeli sebuah buku di toko buku) 2. Yeyes was swimming in the swimming pool at 4 pm. yesterday. (Yeyes sedang berenang di kolam renang jam 4 sore kemarin) 3. My father is driving very fast. (Ayahku sedang mengendarai (mobil) dengan sangat cepat) 4. The milk is in the refrigerator. (Susunya ada di dalam kulkas) 5. We usually eat dinner at 7 pm. (Kami biasanya makan malam jam 7). Perhatikan: 1. Modifier of time biasanya diungkapkan paling akhir jika kalimat tersebut memiliki lebih dari satu modifier. 2. Tidak semua kalimat membutuhkan modifier.

Compound-Complex Sentences
May 22nd, 2009 Pada tulisan sebelumnya anda sebenarnya sudah banyak melihat contoh-contoh kalimat sederhana, kalimat majemuk, dan kalimat kompleks. Tulisan ini hanya mereview sedikit apa perbedaan antara ketiga jenis kalimat tersebut. Jika anda butuh contoh kalimat tambahan, silakan link ke topik conjunctions. Ready? Let’s start from simple sentences. Simple sentences Simple sentence (kalimat sederhana), juga disebut independent clause, adalah kalimat yang memiliki satu subject dan satu verb (predicate), dan sudah dapat mengekspresikan suatu kejadian/aktivitas secara utuh. Kalimat yang menggunakan subject majemuk (seperti pada contoh 2) atau verb majemuk (seperti pada contoh 3) juga dikatagorikan sebagai kalimat sederhana. Contoh: 1. I am going to study Japanese next year. 2. Jenny and Joni went to the shopping mall last night. 3. Ronny goes to the library and reads everyday. Note: Contoh 2 memiliki subject majemuk yaitu Jenny dan Joni, sedangkan Contoh 3 memiliki verb majemuk yaitu goes dan reads. Compound sentences Compound sentence (kalimat majemuk) adalah kalimat yang mengandung sekurangkurangnya dua independent clause yang dihubungkan oleh coordinating conjunctions, correlative conjunctions, atau semicolon (i.e. ; ). Contoh: 1. Some of the campers went into the woods to find dry tree branches for cooking, and the others built the tents.

2. Rini and Rere are chitchatting by the door, John is reading his book, Dodo is flattering Angelina on the class corner, but Didit is sleeping on his desk. (chitchat = ngobrol, flatter = merayu). 3. I had nothing to do last night, so I went out to see a movie by myself. (by myself = alone = sendirian, tanpa teman). 4. Neither my parents nor I heard of my cousin’s accident. (Baik orang tua saya maupun saya tidak mendengar tentang kecelakaan (yang dialami) sepupu saya). 5. My parents went to Puncak for their vacation; my brother and I went to Bali for ours. Note: Kalimat ini mengandung dua independent clause yang dihubungkan oleh semicolon. Penggunaan semicolon merupakan alternatif untuk menggabungkan independent clause tanpa menggunakan conjunction. Kalimat ini juga dapat ditulis menjadi: My parents went to Puncak for their vacation, and my brother and I went to Bali for ours. (i.e. semicolon diganti dengan tanda koma dan coordinating conjunction but). Complex sentences Complex sentence (kalimat kompleks) adalah kalimat yang memiliki satu main clause/independent clause dan sekurang-kurangnya satu anak kalimat/dependent clause (subordinating clause). Anak kalimat biasanya berupa adverbial clause (i.e. clause yang diawali oleh subordinating conjunction (i.e. although, because, ect.) atau berupa adjective clause (i.e. clause yang diawali oleh relative pronoun (i.e. who, that, which, ect.). Pada kalimat kompleks, jika kalimat pokoknya (main clause) dihilangkan, anak kalimat akan memiliki makna yang belum lengkap. Contoh: 1. Because I didn’t go to school last week, I didn’t know (that) there would be an exam today. 2. I was studying English when my friend came. (Saya sedang belajar bahasa Inggris ketika temanku datang). 3. I seldom get good grades although I always study hard. (Saya jarang dapat nilai bagus walaupun saya selalu belajar dengan keras). 4. Besides we have to study grammar, we also must know how to speak fluently. (Selain kita harus belajar tatabahasa, kita juga harus tahu bagaimana cara berbicara dengan fasih). 5. I have received the letter that you sent me last week. (Saya telah menerima surat yang kamu kirim minggu lalu). 6. My dad bought this book, which is a hundred pages long, in Jakarta. (Papa saya membeli buku ini, yang tebalnya 100 halaman, di Jakarta).

7. The person whom you met yesterday is my sister. (Orang yang kamu temui kemarin adalah adik (perempuan) saya). 8. Because she is a nice person, she has many friends who are willing to help her. (Karena dia orang yang baik, dia punya banyak teman yang sudi menolongnya). 9. My dad bought this book, which is a hundred pages long, when he was in Jakarta. 10. Even though he is a good looking person, I will never be attracted to him because the girl whom he just dumped is my sister. (dump = campakkan). Note: a) Contoh 1-4 adalah adverbial clause, contoh 5-7 adalah adjective clause. Contoh 8 -10 masing-masing mengandung 2 anak kalimat. Coba tentukan mana adverbial clause dan mana adjective clausenya. b). Gunakan relative pronoun which jika adjective clausenya hanya merupakan informasi tambahan yang tidak begitu penting (i.e. jika dihilangkan tidak merubah makna kalimat) dan, ingat, tanda koma dibutuhkan sebelum dan sesudah adjective clause tersebut. Compound-complex sentences Jika sebuah kalimat mengandung sekurang-kurangnya dua independent clause dan sekurang-kurangnya satu dependent clause, kalimat tersebut disebut compound-complex sentence. Please try to make at least 3 compound-complex sentences!

Nouns (Part 1)
May 22nd, 2009 Noun (kata benda) adalah kata-kata yang menyatakan materi-materi yang ada di alam semesta baik mahluk hidup maupun benda mati, baik nyata maupun abstrak. Pada tabel berikut diberikan beberapa contoh noun. Untuk menambah vocabulary, silakan buat tabel dan setiap kali kamu menemukan kata baru, tambahkan kata baru tersebut pada tabel. Dan akan lebih baik jika setiap kata baru tesebut dibuatkan contoh kalimatnya masing-masing. 1. Living things (mahluk hidup).
• • • • • • • •

dog (anjing) cat (kucing) tiger (harimau) bat (kelelawar) spider (laba-laba) snake (ular) mosquito (nyamuk) mouse (tikus)

• • • • • • • •

cockroach (kecoak) ant (semut) cock (ayam jantan) tree (tumbuhan) plant (tanaman) mango (mangga) rambutan (rambutan) rose (mawar)

• • • • • • • •

Rice crop (tanaman padi) cocconut (kelapa) jasmine (melati) grass (rumput) lion (singa) monkey (monyet) bee (lebah) ant (semut), dst. pillow (bantal) plate (piring) sand (pasir) sofa (sofa) soil (tanah) spoon (sendok) table (meja)

2. Non-living things (benda mati)
• • • • • •

bedroom (kamar tidur) book (buku) broom (sapu) chair (kursi) clay (tanah liat) cup (cangkir)

• • • • • • •

fork (garpu) glass (gelas) house (rumah) kitchen (dapur) lime (kapur) mirror (cermin) nutrient (hara)

• • • • • • •

• • • •

door (pintu) eraser (penghapus) fertilizer (pupuk) floor (lantai)

• • •

pen (pulpen) pencil (pensil) paper (kertas)

• • •

tile (tegel) water (air) window (jendela), dst.

3. Kata benda yang dibentuk melalui perubahan kata. Kata benda dapat dibentuk dari kata sifat (adjective) dan kata kerja (verb). a. Dari kata sifat (adjective) 1. Dengan menambahkan “ness” diakhir kata sifat. Contoh:
• • •

sad (sedih) — sadness (kesedihan) happy (bahagia) — happiness (kebahagiaan) !!! ‘ y ‘ — ‘ i ‘ mad (gila) — madness (kegilaan)

2. Dengan menghilangkan akhiran “ful” pada kata sifat. Contoh:
• •

beautiful (cantik) — beauty (kecantikan).!!! huruf ‘ i ‘ — ‘ y ‘ sorrowful (menderita) — sorrow (penderitaan)

b. Dari kata kerja (verb) 1. Dengan menambahkan akhiran “ment” pada kata kerja. Contoh:
• • •

develop (mengembangkan) – development (perkembangan) state (menyatakan) — statement (pernyataan) move (bergerak) — movement (pergerakan)

2. Dengan menambahkan akhiran “ion” pada kata-kata kerja yang berakhiran“ate“. Sebelum disisipkan akhiran -ion, huruf ‘ e ‘ terakhir dari kata kerja tersebut dihilangkan. Contoh :
• • •

transmigrate (pindah ke pulau lain) — transmigration (trasmigrasi) initiate (memulai) — initiation (permulaan) demonstrate (mendemonstraskan) — demonstration (demonstrasi)

3. Dengan menambahkan “ing” diakhir kata kerja.

Contoh :
• • •

act (berperan di depan kamera) — acting (aksi di depan kamera, lagak) swim (berenang) — swimming (berenang) write (menulis) – writing (tulisan).

4. Disamping itu, banyak kata kerja lainnya yang juga berfungsi sebagai kata benda tanpa melalui perubahan bentuk. Contoh:
• • • • •

act (undang-undang) call (panggilan telepon) copy (salinan) cut (potong) rest (istirahat)

• • • •

sleep (tidur) study (pembelajaran, penelitian) supplement (tambahan) view (pemandangan)

Nouns (Part 2) : Countable
May 22nd, 2009 Pada umumnya, benda dapat dinyatakan kuantitasnya dengan ’satu’ untuk singular nouns, dan ‘dua’, ‘tiga’, ‘empat’, ’seribu’, dan seterusnya untuk plural nouns. Karena dapat dihitung jumlahnya, maka disebut countable nouns. Misalnya: book, desk, ball, pencil, dll. Contoh: 1. There are many books and pencils on the library desks. (Ada begitu banyak buku dan pensil di atas meja perpustakaan). 2. I have two volley balls. (Saya punya dua bola volley). 3. I need a pen. Please, lend me one of yours. (Saya butuh sebuah pulpen. Tolong pinjami saya salah satu dari pulpenmu). A. Singular and Plural Noun Benda tunggal disebut singular noun (misalnya: a book, a pencil, an hour, an ox, etc), sedangkan benda jamak (jumlahnya lebih dari satu) disebut plural noun (misalnya: two books, two pencils, three hours, ten oxen, etc). Kalau diperhatikan, article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ digunakan sebelum singular noun, sedangkan suffix (akhiran) ‘ s ‘ atau ‘ es‘ ditambahkan pada plural noun.

1. Penggunaan article ‘ a ‘ dan ‘ an‘
Article ‘a’ dan ‘an‘ digunakan untuk menyatakan bahwa jumlah benda adalah satu (singular). Kapan kita gunakan article ‘ a ‘ dan kapan kita gunakan ‘ an ‘ ? a. Article ‘ a ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi konsonan (tak hidup), sedangkan article ‘ an ‘ digunakan jika noun yang mengikutinya berbunyi vokal (hidup).

!!! ingat. Penggunaan kedua article ini tergantung pada pelafalan (pronounciation) di bagian awal dari noun tersebut, bukan tergantung pada tulisannya. Ini dimaksudkan agar dalam speaking, lidah lebih nyaman (tidak kelu) dalam mengucapkannya. Contoh :
• • • • • • • • • • •

a cat a tree a house a door a knife a flower a bookshelf a leaf a box a uniform (huruf u dibaca ‘yu’) a university (huruf u dibaca ‘yu’)

• • • • • • • • • •

a union (huruf u dibaca ‘yu’) an uncle an umbrella an heir (h tidak dilafalkan) an hour (h tidak dilafalkan) an honor (h tidak dilafalkan) an orange an apple an egg an elephant

b. Jika merupakan noun phrase, penggunaan article ‘ a ‘ atau ‘ an ‘ tergantung pada pelafalan kata pertama dari noun phrase tersebut. Gunakan ‘ an ‘ jika berbunyi vokal, dan ‘ a ‘ jika berbunyi konsonan.
• • • • • •

an orange an hour a sharp big knife an orange flower an old bookshelf a beautiful house

• • • • • •

a sour orange a boring hour an orange sharp big knife a fragrant orange flower a cheap old bookshelf an expensive beautiful house

c. Ketika mengeja sebuah huruf, gunakan article an pada huruf-huruf berikut: a, e, f, h, l, m, n, o, r , s, dan x. Begitu juga ketika menyatakan sebuah singkatan, yang perlu diperhatikan adalah pelafalan huruf pertama dari singkatan tersebut. (Lihat contoh 1-3). Contoh: 1. He is a Federal Bureau of Investigation agent. atau He is an FBI agent.

2. A landslide just destroyed a whole village last night. “What is tanah longsor in English ?” tanya seorang guru TK. Karena tidak ada yang menjawab, she then gave a clue. “The word starts with an l”. Oh, saya tahu bu guru, landslide. 3. I just got an SMS from someone I don’t know. 4. A sweet cat is climbing a tall tree. (Seekor kucing yang manis sedang memanjat sebuah pohon tinggi). 5. There are a sour orange, a cheap apple, and a rotten egg in the fridge. (Ada satu jeruk kecut, satu apel murah, dan satu telur busuk di dalam kulkas). 6. I wish I lived in an expensive house. (Saya berharap, saya tinggal di sebuah rumah yang mahal). 7. My mother and Yeyes are going to go to the market to buy an umbrella, a knife, some potatoes and tomatoes. (Ibuku dan Yeyes akan pergi ke pasar untuk membeli sebuah payung, sebuah pisau, beberapa kentang dan tomat).

2. Penggunaan ‘ s ‘ dan ‘ es ‘
Plural noun dinyatakan dengan menambahkan huruf ‘ s ‘ atau ‘ es ‘ di belakang plural noun tersebut. a. Penambahan huruf ‘ s ‘ dilakukan pada hampir semua noun. Contoh :
• • • • • • • • • • •

apples cats clues doors eggs elephants floors flowers stones bags lamps

• • • • • • • • • • •

honors hours houses oranges shoes trees plants windows pens wallets teachers, etc

Karena plural noun dengan menambahkan huruf ‘ s ‘ jumlahnya sangat banyak, maka yang perlu kamu hafalkan adalah plural noun yang dibahas berikut ini.

b. Penambahan ‘ es ‘ dilakukan jika noun berakhiran dengan huruf ‘ o ‘, ‘ x ‘, ‘ th ‘, ‘ y ‘, ‘ s ‘, ‘ sh ‘, ‘ ch ‘. (Note: Rule ini juga berlaku untuk verb). Contoh:
• • • • • • • •

potatoes tomatoes boxes foxes taxes clothes lilies flies

• • • • • • • •

classes glasses bosses blouses buses bushes brushes watches, etc

c. Jika noun berakhir dengan huruf ‘ f‘ ‘ atau ‘ fe ‘, maka huruf ‘f’ berubah menjadi ‘v‘, kemudian ditambahkan ‘ s ‘ atau ‘ es ‘. Contoh:
• • • • •

a knife a leaf a thief a bookshelf yourself

• • • • •

two knives en leaves two thieves three bookshelves yourselves, dst

3. Irregular Plural Nouns
Tidak semua countable nouns bentuk plural-nya dengan menambahkan ’s’ atau ‘es’. Beberapa noun memiliki bentuk plural yang sangat berbeda dengan bentuk singular-nya sehinga disebut irregular plural nouns. Hafalkan bentuk plural dari irregular countable noun berikut!.
• • • • •

a child (anak-anak) a foot (kaki) a goose (angsa) a man (pria) a woman (wanita)

• • • • •

two children two feet ten geese a thousand of men three women

• • • •

ox (sapi) person (orang) tooth (gigi) a mouse (tikus)

• • • •

a pair of oxen three people (atau three persons) 32 teeth a lot of mice, dst

4. Nouns yang selalu dalam bentuk plural
Berikut adalah noun yang selalu dalam bentuk plural. Penulisannya juga selalu ditambahkan suffix ‘ s ‘ atau ‘ es ‘. Contoh:
• • • • •

scissors (gunting) trousers (celana panjang) shorts (celana pendek) glasses (kacamata) pants (celana)

• • • • •

pliers (tang) jeans (celana jean) tongs (sejenis tang) tweezers (sejenis tang) shoes (sepatu)

Noun di atas selalu dalam bentuk plural karena merupakan unit-unit yang masing-masing terdiri dari dua bagian yang berpasangan (sepasang). Untuk menyatakannya dalam bentuk singular, kita dapat gunakan phrase : ‘a pair of‘ (yang artinya: sepasang) di depan noun tersebut. Jika phrase ini digunakan, verb yang mengikutinya berubah menjadi singular. Kata ganti juga berubah dari they/them menjadi it. Contoh: 1. The scissors are in the drawer. I need them. (Guntingnya ada di dalam laci. Saya membutuhkannya) 2. A pair of scissors is in the drawer. (Sepasang gunting ada di dalam laci). 3. A pair of pliers is on the table. I need it to pull some nails out of the board. (Sepasang tang ada di atas meja. Saya membutuhkan sepasang gunting itu untuk mencabut beberapa paku dari papan). 4. Where are my jeans? I have to wear them soon. (Dimana jean saya? Saya harus mengenakannya segera). Perhatikan penggunaan to be ‘are’ dan ‘is’ dan penggunaan object pronoun it dan them pada contoh di atas.

Nouns (Part 3): Uncountable
May 22nd, 2009 Selain countable nouns, ada benda-benda yang tidak dapat atau sangat sulit dihitung. Kata-kata-benda yang tergolong ke dalam kategori ini disebut uncountable nouns. Jumlah uncountable nouns cukup banyak, yang dapat dikelompokkan ke dalam benda berbentuk cair, padat (bermakna massa), gas, partikel, benda yang terbuat dari materi-materi sejenis, abstrak, bahasa, bidang ilmu, aktivitas yang dinyatakan dengan gerund,

permainan/games, dan nama penyakit. Tabel berikut menyajikan contoh uncountable nouns berdasarkan kategori yang disebutkan di atas.

1. Contoh uncountable nouns
Berbentuk Cair juice (jus) tea (teh) water (air) blood (darah), soap (sabun) bread (roti) butter (mentega) cheese (keju) meat (daging) steam (uap panas) air (udara) oxygen (oksigen) hair (rambut) rice (nasi, beras) corn (jagung) wheat (gandum) flour (tepung) furniture (furnitur) food (makanan) fruit (buah) money (uang) cash (uang cash) mail (surat) time (waktu) beauty (kecantikan) confidence (keyakinan) courage (keberanian) education (pendidikan) enjoyment (kesukacitaan) fun (kesenangan) health (kesehatan) help (bantuan) honesty (kejujuran) hospitality (keramahan) importance (pentingnya) ink (tinta) beer (bir) soup (sup) oil (minyak) milk (susu) kerosene (minyak tanah) coffee (kopi (bensin), etc Berbentuk Padat gold (emas) paper (kertas) iron (besi) wood (kayu) silver (perak) cotton (kapas) steel (baja) wool (wol) glass (kaca) ice (es), etc Berbentuk Gas nitrogen (nitrogen) smog (kabut asap) helium pollution (polusi) smoke (asap) etc Berbentuk Partikel dirt (lumpur) pepper (merica/lada) grass (rumput) salt (garam) dust (debu) sand (pasir) powder (bedak) sugar (gula) chalk (kapur) Benda yang terbuat dari materi-materi sejenis baggage (bagasi) equipment (peralatan) luggage (bagasi) jewelry (perhiasan) garbage (sampah) junk (rongsokan) hardware (piranti keras) scenery (pemandangan) clothing (pakaian) traffic (lalulintas) makeup (makeup) machinery (permesinan) Abstrak advice (nasihat) space (ruang angkasa) information energy (energi) news (kabar/berita) homework (PR) evidence (bukti) work (pekerjaan) proof (bukti) grammar (tata bahasa) knowledge (pengetahuan) slang (bahasa gaul) luck (keberuntungan) vocabulary laughter (tawa) sleep (tidur) music truth (kebenaran) patience (kesabaran) significance (signifikansi) piece (kedamaian) violence (kekerasan) pride (rasa bangga) wealth (kekayaan)

intelligence (kecerdasan) justice (keadilan) English Indonesian Javanese (bahasa Jawa) mathematics economics football soccer (sepakbola) badminton advertising (pengiklanan) driving swimming weather (cuaca) wind (angin) dew (embun) fog (kabut) rain hail (hujan es) mumps (gondok) measles (gondok)

progress (kemajuan) sadness (kesedihan) recreation (rekreasi) dislike (antipati), etc. Bahasa Japanese (bahasa Jepang) Spanish (bahasa Spanyol) German Arabic Chinese etc. Bidang ilmu physics (fisika) literature chemistry (kimia) psychology, ect Permainan/games basketball bridge tennis poker chess (catur) etc, Aktivitas yang dinyatakan dengan gerund shopping sleeping studying traveling fishing marketing, etc Fenomena alam heat (panas) light humidity (kelembaban) sunshine lightning (halilintar) electricity snow (salju) fire thunder (guntur) gravity darkness etc Nama penyakit (disease) flu cancer cold (flu) appendicitis (radang usus bunt

2. Penggunaan uncountable nouns
General rules penggunaan uncountable nouns adalah sebagai berikut: a. Uncountable nouns tidak dapat dipluralkan dengan menambahkan suffix s atau es. INCORRECT jika: 1. The teacher gave us a lot of homeworks. 2. My mom has put too much salts on the soup. It’s so salty. b. Jika uncountable noun berfungsi sebagai subject kalimat, verb yang mengikutinya harus dalam bentuk singular. Perlu diperhatikan bahwa beberapa uncountable nouns pada tabel di atas diakhiri dengan huruf s. Uncountable nouns tersebut perlu dihafalkan, agar (misalnya kalau ujian) anda tidak salah karena mengira plural noun. Contoh: 1. Homework has to be done regularly. (PR harus dikerjakan secara reguler).

2. Blood is important for transporting oxygen into each cell in our body. (Darah penting untuk mentransport O2 ke dalam tiap sel di dalam tubuh kita). 3. News from Jakarta about the increased gasoline price has increased people dislike to the government. (Berita dari Jakarta tentang harga bensin yang dinaikkan telah meningkatkan ketidaksukaan masyarakat kepada pemerintah). 4. Physics is studied by all high school students. (Fisika dipelajari oleh semua murid sekolah lanjutan). c. Determiners yang digunakan untuk menerangkan uncountable nouns antara lain: some, a lot of, any, much, amount of, a little of, less, more, etc. Walaupun diawali dengan determiners, jika uncountable nouns berfungsi sebagai subject kalimat, verbs yang mengikutinya tetap dalam bentuk singular. Contoh: 1. Much more money is needed to reduce poverty in Indonesia. (Jauh lebih banyak uang dibutuhkan untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia). 2. Some new evidence has been discovered. (Beberapa bukti baru telah ditemukan). 3. Heavy traffic during rush hours always makes me stressful. (Lalu lintas yang padat selama jam-jam sibuk selalu membuat saya stress). d. Uncountable nouns dapat dikuantitatifkan dengan menggunakan takaran atau container tertentu. Contoh: 1. I am so thirsty. I need three big glasses of water. (Saya begitu haus. Saya butuh 3 gelas besar air). 2. Because Didit is so small, he needs to eat ten plates of rice every day. (Karena Didit begitu kecil (badannya), dia perlu makan 10 piring nasi tiap hari). 3. Milk is very important for our health. We must drink at least three glasses of milk every day. (Susu adalah sangat penting bagi kesehatan kita. Kita mesti minum paling sedikit 3 gelas susu setiap hari). Note: Yang dipluralkan adalah penakarnya. Pada contoh di atas, kata glass dan plate mengalami pluralisasi, sedangkan uncountable noun-nya tidak berubah. e. Jika takaran atau containernya plural (lebih dari satu), dan dalam kalimat berfungsi sebagai subject, maka verb atau to be yang mengikutinya juga dalam bentuk plural. Contoh: 1. Three big glasses of water are needed to reduce my thirst. (Tiga gelas besar air dibutuhkan untuk mengurangi rasa haus saya).

2. Four glasses of milk were drunk by my brother this morning. (Empat gelas susu diminum oleh kakak saya pagi ini). 3. Two plates of rice are not enough for me. (Dua piring nasi tidak cukup buat saya). 4. Two trucks of paper have been stolen from the warehouse. (Dua truk kertas telah dicuri dari gudang). 5. Two portions of meal always make my breath short. (Dua porsi makanan selalu membuat nafas saya sesak).

3. Perkecualian
a. Uncountable nouns terdiri dari beberapa noun sejenis. Misalnya, fried rice, pizza, spaghetti, etc adalah tergolong dalam food, sedangkan apples, durians, mangoes, etc. tergolong fruit, dan begitu juga untuk uncountable noun lainnya. Untuk menyatakan/menekankan tipe atau perbedaan tipe nouns yang tergolong dalam uncountable noun tertentu, maka uncountable noun tersebut dapat digunakan sebagai countable noun. Contoh: 1. Fried rice is one of my favorite foods. (Nasi goreng adalah salah satu makanan favorit saya). 2. For his thesis, he studied meats such as beef, pork, and chicken. (beef = daging sapi, pork = daging babi, chicken = daging ayam). 3. Indonesia produces many different fruits, including apples, durians, mangoes, mangosteens, jackfruits, rambutans, and so on. (mangosteen = manggis, jackfruit = nangka). b. Advertising/advertisement, clothing/cloth Advertising dan clothing adalah uncountable nouns, sedangkan advertisement dan cloth adalah countable nouns. Jika ingin menyatakan tipe iklan atau tipe pakaian, gunakan advertisement atau cloth. Contoh: 1. Advertising is what he does for living. (Periklanan adalah apa yang dia lakukan untuk hidup/periklanan adalah pekerjaannya). 2. Cigarette advertisements are almost everywhere. (Iklan-iklan rokok hampir ada di setiap tempat). 3. Clothing is one of the basic needs of human being. (Pakaian adalah salah satu kebutuhan dasar manusia).

4. Mr. Warjo, a homeless, doesn’t have enough clothes to wear. (Pak Warjo, seorang tuna wisma, tidak punya cukup pakaian untuk dipakai). c. Time/times Kata time dapat uncountable noun dan countable noun. Jika berarti waktu maka kata time adalah uncountable noun. Tetapi jika berarti kali, maka kata time adalah countable noun. Contoh: 1. Although we have spent so much time on this homework, we’re still unable to finish it. (Walaupun kita telah habiskan begitu banyak waktu pada (untuk mengerjakan) PR ini, kita masih belum bisa menyelesaikannya). 2. We have already gone to Bali five times. (Kami telah pergi ke Bali 5 kali).

Nouns (Part 4): Indefinite Quantity
May 22nd, 2009 Jika kuantitas suatu noun dinyatakan dengan angka atau bilangan (seperti 1, 2, 3, seribu, dst.) maka disebut definite quantity. Namun, jika kuantitas noun dinyatakan dengan katakata seperti: sedikit, banyak, cukup, dst, maka ini disebut indefinite quantity. Ini karena kuantitas noun yang dimaksudkan tidak begitu jelas, tidak terukur secara pasti atau tidak

berlaku secara universal. Sebagai contoh, jika seorang pegemis punya uang Rp 100.000, maka dia akan berkata, ” Saya punya banyak uang”. Tapi orang kaya akan mengatakan, “Saya punya sedikit uang”. Berikut adalah List untuk menyatakan Indefinite Quantity untuk countable dan uncountable nouns. Perhatikan: beberapa indefinite quantity bisa digunakan baik untuk countable maupun uncountable nouns. Indefinite quantity yang tidak bisa digunakan untuk keduanya harus dihafal, jangan sampai tertukar. Diikuti oleh Countable Noun a few fewer ….than more …than a lot of (too) many a (large) number of some any enough Diikuti oleh Uncountable Noun a little less …. than more …than a lot of (too) much a large amount of some any enough Meanings sedikit lebih lebih banyak (terlalu) sejumlah beberapa/sedikit beberapa/sedikit cukup

se ba

ba (b

Note: Some digunakan untuk kalimat positif. Untuk kalimat negatif dan tanya, gunakan any. Contoh : 1. He doesn’t have much money. (Dia tidak punya banyak uang). 2. I would like a little salt on my soup. (Saya suka sedikit garam dalam sup saya). 3. There are fewer students in this room than in the next room. (Lebih sedikit siswa di kelas ini dibandingkan dengan di kelas sebelah). 4. There was too much bad news on TV last night. (Terlalu banyak berita buruk di TV tadi malam). Note: news adalah uncountable noun. Karena berakhiran dengan huruf s, kata ini sering dikira sebagai plural noun. 5. A few people left early. (Beberapa orang pergi duluan). 6. A large number of students marched to the legislative building. (Banyak siswa berarak-arakan ke gedung DPR). 7. The policemen hadn’t had any information about how the accident took place, so they asked many people to get some information. (Polisi-polisi itu belum punya informasi tentang bagaimana kecelakaan itu terjadi, oleh karena itu mereka bertanya kepada banyak orang untuk mendapatkan beberapa informasi).

This, That, These, and Those
May 22nd, 2009 Penggunaan kata this (ini), that (itu), these (ini), dan those (itu) mengikuti ketentuanketentuan berikut: 1. Kata ‘this’ dan ‘that’ dapat diikuti baik oleh singular nouns maupun oleh uncountable nouns.

2. Pada simple present tense, ‘this’ dan ‘that’ diikuti oleh to be ‘is’ atau oleh singular verb ( Verb1+ ['s' atau 'es']). 3. Pada simple past tense, ‘this’ dan ‘that’ diikuti oleh to be ‘was’ 4. Kata ‘these’ and ‘those’ hanya boleh diikuti oleh plural countable nouns, tetapi tidak boleh diikuti oleh uncountable nouns. 5. To be yang mengikuti ‘these’ and ‘those’ adalah ‘are’ (untuk simple present tense), were (untuk simple past tense), sedangkan verb yang mengikutinya adalah plural verb. Contoh: 1. Although this is an old car, this car runs very fast. (Walaupun mobil ini sebuah mobil tua, mobil ini lari dengan sangat cepat). 2. That is a mango tree. That mango tree produces many mango fruits. (Itu adalah pohom mangga. Pohon mangga itu menghasilkan banyak buah mangga). 3. This is a glass of coffee. This coffee tastes very good. (Ini adalah segelas kopi. Kopi ini rasanya enak). 4. That was my book. He stole it from me. (Itu (dulu) adalah buku saya. Dia mencurinya dari saya). 5. These grapes belong to her, while those belong to you. (Buah-buah anggur ini miliknya, sedangkan buah-buah anggur itu milikmu). 6. Can I say “these coffee and those soap belong to me”? No, you can’t, because the words ‘these’ and ‘those’ cannot be directly followed by uncountable nouns. (Dapatkah saya mengatakan “kopi ini dan sabun itu milik saya” ? Tidak, kamu tidak bisa mengatakan demikian sebab kata “these” dan “those” tidak dapat langsung diikuti oleh uncountable nouns). Sekarang bandingkan dengan kalimat berikut: These cups of coffee are for all of you, while those are for them (Kopi dalam cangkir-cangkir ini (adalah) untuk kamu semua, sedangkan cangkir-cangkir itu untuk mereka). 7. She bought those cards last night. (Dia membeli kartu-kartu itu tadi malam). 8. Those apples were bought by my boyfriend last night. (Buah-buah apel itu dibeli oleh pacar saya tadi malam).

Verbs
May 22nd, 2009

Verb (kata kerja) digunakan untuk mengungkapkan aktivitas dari sesuatu atau sekelompok nouns. Dalam kalimat, kata kerja berfungsi sebagai predikat. Kata kerja pada umumnya memerlukan objek (disebut kata kerja transitif), tetapi ada juga beberapa kata kerja yang tidak memerlukan objek (disebut kata kerja intransitif). Perhatikan contoh di bawah ini: 1. I run every morning. (Saya lari setiap pagi). 2. She always sleeps well. (Dia selalu tidur dengan nyenyak). 3. Didit always cries. (Didit selalu menangis). 4. My mother is cooking five different meals for our special guests. (Ibu saya sedang memasak 5 jenis masakan yang berbeda untuk tamu istimewa kami). 5. I study English every Saturday night. (Saya belajar English setiap Sabtu malam). 6. My father is dividing the mango fruit into five. (Ayahku sedang membagi buah mangga itu menjadi 5 bagian). Kalimat 1 sampai 3 adalah kalimat intransitif karena tidak diikuti oleh object kalimat, sedangkan kalimat 4 sampai 6 adalah kalimat transitif karena diikuti oleh object kalimat (yaitu: five different meals, English, dan mango fruit). Berikut adalah beberapa verb yang umum digunakan: run (lari) play (bermain) sleep (tidur) study (belajar) do (melakukan) clean (membersihkan) grow (menumbuhkan) kick (menendang) smoke (merokok) erase (menghapus) wash (mencuci) dig (menggali) Note: 1. Penggunakan verb dalam kalimat (kapan kita gunakan verb1, verb2, verb3, (verb1+ing), ect) selalu berdasarkan tense (waktu dan proses berlangsungnya kejadian atau aktivitas yang dilakukan oleh subject kalimat). 2. Verb sangat banyak jumlahnya. Dengan sering membaca tulisan berbahasa Inggris, mencatat setiap verb baru, dan membuat kalimat dengan menggunakan verb baru tersebut, maka vocab kamu akan cepat bertambah dan tidak akan mudah dilupa. Ingat: Practice makes perfect! write (menulis) memorize (menghafal) think (berfikir) calculate (menghitung) multiply (mengalikan) subtract (mengurangi) devide (membagi) read (membaca) see (melihat) watch (menonton) hear (mendengar) listen (mendengarkan) ride (menunggangi) drive (menyetir) help (membantu) borrow (meminjam) lend (meminjamkan) cry (menangis) smile (tersenyum) laugh (tertawa) teach (mengajar) walk (berjalan) jump (melompat) go (pergi)

Infinitive
May 22nd, 2009

Infinitive adalah “to + verb1. Misalnya: to run. to play, to sleep, to study, to do, to clean, to grow, to kick, to smoke, ect. Infinitives pada umumnya digunakan sebagai object kalimat. Selain itu, infinitives juga kadang-kadang digunakan sebagai subject kalimat. A. Infinitives as Subjects Sebagai subject kalimat, infinitive pada umumnya dalam bentuk infinitive clause. Contoh: 1. To play kites when it’s very cloudy is very dangerous. ( Bermain layang-layang ketika mendung tebal sangat berbahaya). 2. To study the grammar is a must if you want to improve your English. (Belajar grammar merupakan keharusan jika kamu ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggrismu). 3. To play football when drizzling is very joyful. (Bermain sepakbola ketika hujan rintik-rintik sangat menyenangkan). Dengan tidak merubah makna, ketiga kalimat di atas berturut-turut dapat diekspresikan sebagai berikut: 1. It is very dangerous to play kites when it’s very cloudy. 2. It is a must to study the grammar if you want to improve your English. 3. It is very joyful to play football when drizzling. B. Infinitives as Objects Sering kita harus menggunakan verbs setelah verbs lainnya. Jika verb diikuti oleh verb yang lain, maka verb yang mengikuti tersebut berfungsi sebagai object kalimat. Verbs yang mengikuti tersebut dapat berbentuk infinitive atau dapat juga berbentuk gerund, tergantung pada verb yang diikutinya. Verbs pada table berikut diikuti oleh infinitives. agree (menyetujui) appear (tampak) attempt (berusaha) claim (mengklaim) decide (memutuskan) demand (menuntut) desire (berkeinginan) expect (berharap) fail (gagal) begin (mulai) can’t bear (tidak tahan) can’t stand (tidak tahan) hesitate (ragu-ragu) hope (berharap) intend (bermaksud) learn (belajar) need (membutuhkan) offer (menawarkan) plan (merencanakan) prepare (mempersiapkan) pretend (pura-pura) dislike (tidak suka) dread (takut) hate (benci) promise (berjanji) refuse (menolak) seem (tampak) strive (berusaha keras) tend (cenderung) try (mencoba) want (ingin) wish (berharap) would like (ingin/mau) love (cinta) prefer (lebih suka) start (mulai)

continue (melanjutkan) stop (berhenti) Note :
• •

like (suka) remember (ingat)

forget (lupa)

Verbs pada baris pertama selalu diikuti oleh infinitives (tidak pernah diikuti oleh gerund). Verbs pada baris kedua selain diikuti oleh infinitives juga dapat diikuti oleh gerunds dengan makna yang sama dengan bentuk infinitive-nya. (Lihat contoh 13-17). Verbs pada baris ketiga juga dapat diikuti oleh gerunds, tetapi maknanya berbeda dengan bentuk infinitive-nya. Lihat contah 18,-20 dan bandingkan perbedaan maknanya dengan contoh pada pembahasan tentang gerund).

Contoh: 1. Everybody has agreed to meet again next week. (Tiap orang telah setuju untuk bertemu kembali minggu depan). 2. Look! The newly born calf is attempting to stand on his own feet. (Lihat!. Anak sapi yang baru saja lahir itu sedang mencoba untuk berdiri di atas kakinya sendiri). 3. He claimed to have returned my book but I am a hundred percent sure that he hasn’t. (Dia mengklaim telah mengembalikan buku saya tetapi saya 100% yakin dia belum mengembalikannya). 4. Our government decided to lower the gas price. (Pemerintah kita memutuskan untuk menurunkan harga bensin). Note: gas = gasoline 5. The laborers of that company are demanding to get better salaries. (Pekerjapekerja di perusahaan itu menuntut untuk mendapatkan gaji yang lebih baik). 6. If I make a mistake, please don’t hesitate to correct me. (Jika saya membuat kesalahan, jangan ragu-ragu untuk memperbaiki saya/jangan ragu-ragu memberitahu saya bahwa itu salah). 7. I was pretending to study hard when my mom entered my room last night. (Saya sedang berpura-pura untuk belajar keras ketika mama saya memasuki kamar saya tadi malam). 8. I am so sorry. I didn’t intend to hurt your feeling. (Saya sangat menyesal. Saya tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu). 9. She refused to accept my help. (Dia menolak untuk menerima bantuan saya). 10. If you don’t strive to learn English, your English will not improve steadily. (Jika kamu tidak berjuang keras untuk belajar bahasa Inggris, bahasa Inggris kamu tidak akan terus meningkat).

11. I want to write down all of the English patterns on this blog. (Saya ingin menulis semua pola bahasa Inggris di blog ini). 12. He needs to borrow some money. (Dia perlu meminjam sejumlah uang). 13. I like to study English = I like studying English. (Saya suka belajar bahasa Inggris). 14. They just began to study math last night = They just began studying math last night. (Mereka mulai saja mulai untuk belajar matematika tadi malam). Note: math disingkat dari mathematics. 15. My grandmother couldn’t bear to hear the loud noise coming from the construction site = My grandmother couldn’t bear hearing the loud noise coming from the construction site. (Nenek saya tidak tahan mendengar suara keras yang datang dari lokasi pembangunan (i.e. gedung) tersebut. 16. They prefer to play football than (to) study = They prefer playing football to studying. (Mereka lebih suka main sepakbola daripada belajar). Note: Kedua kalimat maknanya sama, tetapi grammarnya sedikit berbeda. Perhatikan dimana letak perbedaanya. 17. We started to try to study English last month = We started trying to study English last month. (Kami mulai mencoba untuk belajar bahasa Inggris bulan lalu). 18. I wants to stop to smoke. (Saya ingin berhenti untuk merokok). Dalam kalimat ini, subject I ingin berhenti melakukan sesuatu agar dapat merokok. Bedakan artinya jika verb smoke dalam bentuk gerund. 19. My brother remembered to lock his car. (Kakak saya ingat untuk mengunci mobilnya). Dalam kalimat ini, subject my brother teringat dulu, baru kemudian dia melakukan aktivitas mengunci mobil). Note: Gunakan infinitive jika aktivitas dari verb yang mengikutinya akan dilakukan setelah action dari verb remember). Ini juga berlaku utuk verb forget. 20. My brother didn’t forget to lock his car. (Kakak saya tidak lupa untuk mengunci mobilnya). 2. Setelah object pronoun atau noun Berbeda dengan verbs di atas, verbs pada tabel berikut umumnya membutuhkan object pronoun (i.e. me, you, him, her, it, them, us) atau noun sebelum diikuti oleh infinitive. advise (menasehati) allow (mengijinkan) ask (menyuruh) encourage (mendorong) expect (mengharapkan) force (memaksa) invite (mengundang) need (membutuhkan) order (memerintah) permit (mengijinkan) remind (mengingatkan) require (membutuhkan) tell (memberi tahu) want (menginginkan) warn (memperingatkan) would like (mau)

Contoh: 1. The teacher advised us to study harder. (Guru itu menasehati kita untuk belajar lebih giat). 2. Have your parents allowed you to have a boyfriend yet? (Apakah orang tua kamu telah mengijinkan kamu punya pacar?) 3. My mom asked me to help my younger brother (to) do his homework. (Mama saya meminta saya untuk membantu adik saya mengerjakan PRnya). Note: verb help dapat diikuti oleh infinitive atau verb1. Tetapi, verb1 lebih sering digunakan. 4. Ronny begged Rini to marry him. (Ronny memohon Rini untuk kawin dengannya). 5. The eruption of mount Merapi forced the villagers to flee their villages. (Meletusnya gunung Merapi memaksa penduduk-penduduk desa untuk meninggalkan desa mereka). 6. A success story can encourage people to be successful. (Sebuah kisah tentang kesuksesan dapat mendorong orang untuk sukses). 3. Setelah adjectives Pada umumnya adjective dapat diikuti baik oleh infinitive maupun oleh gerund dengan tanpa merubah makna kalimat. Tetapi, ada beberapa adjective yang hanya diikuti oleh infinitive dan tidak pernah diikuti oleh gerund. Adjectives yang dimaksud disajikan pada table berikut. able (dapat) anxious (cemas, antusias) boring (bosan) common (umum) dangerous (berbahaya) difficult (sulit) eager (antusias) easy (mudah) good (baik) hard (sulit) pleased (senang) prepared (siap) ready (siap) strange (aneh) usual (biasa)

Note: able dan capable memiliki arti yang sama (i.e. bisa/mampu), tetapi grammarnyasangat berbeda; able diikuti oleh infinitive, sedangkan capable diikuti oleh of + gerund (Lihat contohnya pada pembahasan tentang gerund). Contoh: 1. Will you be able to finish your work by noon tomorrow? (Apakah kamu (akan) bisa menyelesaikan pekerjaanmu sebelum jam 12 siang besok?). 2. Yeyes is very eager to wear her new cloth. (Yeyes sangat antusias untuk mengenakan/memakai pakaian barunya). 3. I am lazy to go to study English. (Saya malas pergi belajar bahasa Inggris). 4. She is happy to give you this present. (Dia bahagia memberimu hadiah ini).

5. My father’s car is dirty enough to be washed. I am ready to wash it now. (Mobil ayahku cukup kotor untuk dicuci. Saya siap mencucinya sekarang). 6. We have to be strong to accept this bad news. (Kita harus kuat untuk menerima berita buruk ini). 4. Setelah nouns Contoh: 1. I will go to a shopping mall to buy a new bag. (Saya akan pergi ke mall untuk membeli sebuah tas baru). 2. He is looking for a knife to peel the mango. (Dia sedang mencari sebuah pisau untuk mengupas mangga itu). 3. He climbed that tall tree to get his kite. (Dia memanjat pohon yang tinggi itu untuk mendapatkan layang-layangnya). 4. My father usually puts on his sunglasses to protect his eyes from the sun ray. (Ayah saya biasanya memakai kacamatanya untuk melindungi matanya dari sinar matahari). 5. Every driver has to push the brake to stop the car. (Setiap pengemudi harus menginjak rem untuk menghentikan mobil). Negation Infinitive dibuat negative dengan menempatkan particle (kata bantu) NOT di depan infinitive tersebut. Contoh: 1. Everybody has agreed not to meet again. (Tiap orang telah setuju untuk tidak bertemu kembali). 2. Do you prefer not to study? (Apakah kamu lebih suka untuk tidak belajar?) 3. We have decided not to tell her the truth about what her boyfriend did last night. (Kita telah memutuskan untuk tidak memberitahu dia yang sebenarnya tentang apa yang pacarnya lakukan tadi malam). 4. Today is a holiday. I am glad not to go to school today. 5. The laborers of that company are demanding not to get laid off. (Pekerja-pekerja di perusahaan itu sedang menuntut untuk tidak diberhentikan /dirumahkan).

Subject-Verb Agreement (Part 1)
May 22nd, 2009 Perlu diperhatikan bahwa antara subject dengan verb harus in agreement; Artinya, jika subject-nya singular (i.e. he/she/it atau nouns yang dapat digantikan dengan subject pronoun: he’she/it) maka verb-nya juga harus singular. Sebaliknya, jika subject-nya plural maka verb-nya juga harus plural. Contoh: 1. The elevator works very well. (Lift itu berfungsi dengan baik) 2. The elevators work very well. (Lift-lift itu berfungsi dengan baik). Note: Pada contoh 1 digunakan singular verb (yaitu, works) karena subject-nya singular (yaitu, elevator). Sebaliknya, pada contoh 2 digunakan plural verb (yaitu, work) karena subject-nya plural (yaitu, elevators). Subject terpisah dengan verb Jika antara subject dengan verb dipisahkan oleh prepositional phrase, prepositional phrase ini tidak berpengaruh terhadap verb. Yang perlu diperhatikan adalah apa subject kalimatnya. Singular subject + (prepositional phrase) + singular verb Plural subject + (prepositional phrase) + plural verb Contoh: 1. The study of languages is very interesting. (singular subject) (Mempelajari bahasa sangat menarik) 2. Several theories on this subject have been debated. (plural subject) (Beberapa teori tentang subyek ini telah diperdebatkan). 3. The view of these disciplines varies from time to time. (singular subject) (Kajian tentang disiplin ilmu ini berubah-ubah dari waktu ke waktu) 4. The danger of forest fires is not to be taken seriously. (singular subject) (Bahaya kebakaran hutan tidak ditangani secara serius)

5. The effects of that crime are likely to be devastating. (plural subject) (Pengaruh kejahatan mungkin menghawatirkan) 6. The fear of rape and robbery has caused many people to flee the cities. (singular subject). (Ketakutan terhadap pemerkosaan dan perampokan telah menyebabkan banyak orang meninggalkan kota-kota besar). 7. The boys in the room are studying (plural subject). (Anak-anak di dalam kamar sedang belajar). Selain prepositional phrase di atas, ekspresi-ekspresi berikut juga tidak berpengaruh terhadap verb. together with along with accompanied by as well as Contoh: 1. The actress, along with her manager and some friends, is going to a party tonight. (Artis itu, bersama-sama dengan manager dan beberapa temannya, akan pergi ke pesta malam ini). 2. Mr. Julianto, accompanied by his wife and children, is arriving tonight. (Pak Julianto, ditemani oleh istri dan anak-anaknya, akan tiba malam ini). 3. My wife as well as I is a volleyball player. (Istri saya begitu juga saya adalah seorang pemain bola volley). Note: Jika conjunction ‘and’ digunakan untuk menggantikan ekspresi-ekspresi di atas, maka verb-nya menjadi plural. Contoh: 1. The actress and her manager are going to a party tonight. 2. Mr. Julinto and his wife and children are arriving tonight. 3. My wife and I are volleyball players. (Istri saya dan saya adalah pemain-pemain bola volley). (bersama-sama dengan) (bersama sama dengan) (ditemani oleh) (begitu juga, dan)

Words Always Followed by Singular Verbs
May 22nd, 2009 Beberapa kata terlihat seperti plural, tetapi dalam formal written English kata-kata ini harus diikuti oleh singular verbs. Kata-kata yang dimaksud antara lain: any+singular noun anybody anyone anything Contoh: 1. Everybody who has not purchased a ticket should be in this line. (Tiap orang yang belum membeli tiket harus di antrian ini). 2. Something was under the house. (Ada) sesuatu di bawah rumah). 3. If either of you takes a vacation now, we will not be able to finish the work. (Jika salah satu dari kamu pergi berlibur sekarang, kita tidak akan dapat menyelesaikan pekerjaan itu). 4. Someone has found the missing child. (Seseorang telah telah menemukan anak yang hilang itu). 5. No problem is harder to solve than this one. (Tidak ada soal/masalah yang lebih sulit dari soal ini). 6. Nobody works harder than John does. (Tak ada orang yang bekerja lebih giat dari John). 7. Neither of you is handsome enough to be my boyfriend. (Tidak ada dari kamu yang cukup ganteng untuk jadi pacar saya). no + singular noun nobody no one nothing some +singular noun every somebody everybody someone everyone something everything each either* neither*

Either/Neither
May 22nd, 2009 Either (salah satu) dan neither (= not either) diikuti oleh singular verbs jika tidak digunakan bersamaan dengan or dan nor. (Baca kembali topik words always followed by singular verbs). Tetapi, jika either dan neither digunakan bersamaan dengan or dan nor, verbnya akan plural jika setelah or atau nor diikuti oleh plural nouns, dan sebaliknya akan singular jika or atau nor diikuti oleh singular nouns. Untuk lebih jelasnya, perhatikan pola berikut: Either Neither Atau Either Neither Contoh: 1. Either my wife or I am a volleyball player. (Baik istri saya maupun saya adalah seorang pemain bola volley). Tetapi jika subjectnya dibalik, menjadi: Either I or my wife is a volleyball player. (Baik saya maupun istri saya adalah seorang pemain bola volley). 2. Neither my wife nor I am a volley player.(Baik istri saya maupun saya bukan seorang pemain bola volley). Neither Inor my wife is a volleyball player.(Baik istri saya maupun saya bukan seorang pemain bola volley). 3. Neither Yayat nor his friends are attending the class now. (Baik Yayat maupun teman-temannya sedang tidak menghadiri kelas (tidak kuliah) sekarang). 4. Neither his friends nor Yayat is attending the class now. (Baik mereka maupun Yayat sedang tidak menghadiri kelas (tidak kuliah) sekarang). 5. Either you or Jeni has seen Ayat-Ayat Cinta but neither I nor my daughter has. (Baik kamu maupun Jeni telah nonton Ayat-Ayat Cinta tetapi baik saya maupun anak perempuan saya belum). 6. Neither I nor Eti likes this subject. (Baik saya mupun Eti tidak suka mata pelajaran ini). + noun + or nor + singural noun + singural verb + noun + or nor + plural noun + plural verb

Perhatikan: 1. Selalu gunakan subject pronoun setelah or atau nor. 2. Either tidak boleh digunakan bersamaan dengan nor, dan neither tidak boleh digunakan bersamaan dengan or. 3. Perhatikan perubahan arti ketika digunakan neither… nor.

None
May 22nd, 2009 None (tidak ada) dapat diikuti oleh singular atau plural verb tergantung noun yang mengikutinya. Jika diikuti oleh uncoutable noun, maka formula berikut yang berlaku: None + of the + uncountable noun + singular verb Tetapi, jika diikuti oleh pluran noun, maka formula berikut yang berlaku: None + of the + plural count noun + plural verb Contoh: 1. None of the counterfeit money has been found. (Tak ada uang palsu yang telah ditemukan). 2. None of the students have finished the exam yet. (Tak ada siswa-siswa yang telah selesai ujian). 3. None of the food tastes good (tak ada makanan yang rasanya enak). 4. None of the workers are happy (tak ada pekeja-pekerja itu yang bahagia).

No
May 22nd, 2009
• • •

Do you get bored reading articles on this blog? (Apakah kamu bosan membaca artikel-artikel di blog ini? No, I don’t. Good! I am glad to hear you say so (Saya senang dengar kamu bilang begitu).

Penggunaan kata No di atas adalah sangat berbeda dengan penggunaan kata No berikut ini. Yang akan dibahas berikut adalah No yang langsung diikuti oleh nouns (tidak diikuti tanda koma seperti pada contoh conversation di atas). Jika demikian, bentuk verb apa yang harus digunakan? No dapat diikuti baik oleh singular verb maupun plural verb, tergantung dari nouns yang mengikuti No tersebut. Perhatikan formula berikut, No + singular noun + singular verb No + uncountable noun + singular verb Tetapi, jika diikuti oleh plural noun, maka: No + plural noun + plural verb Contoh: 1. No example is relevant to this case. (Tak ada contoh yang relevan dengan kasus ini). Tetapi, to be yang digunakan adalah are, jika kata bendanya plural (yaitu, examples), seperti pada contoh 2 berikut): 2. No examples are relevant to this case. (Tak ada contoh-contoh yang relevan dengan kasus ini). 3. No good methods have been found to improve one’s English skill except by
keeping learning and practicing. (Tidak ada metode-metode baik lainnya yang telah ditemukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris seseorang kecuali dengan belajar dan berlatih secara terus menerus). .

4. No water here is safe to drink without being boiled first. (Tak ada air di sini yang aman diminum tanpa dididihkan terlebih dulu).

A Number of/The Number of
May 22nd, 2009 A number of (sejumlah atau beberapa) diikuti oleh plural verb, sedangkan the number of (jumlah) diikuti oleh singular verb. Perhatikan formula berikut, A number of + plural noun + plural verb The number of + plural noun + singural verb Perhatikan: nouns yang mengikuti A number of dan The number of selalu dalam bentuk plural (jamak). Contoh: 1. A number of students are going to do some research in Bali (Sejumlah/beberapa siswa akan melakukan beberapa penelitian di Bali). 2. The number of people who didn’t vote last general election was a lot. (Jumlah orang yang tidak mencontreng pada pemilu terakhir adalah banyak). 3. The number of days in a week is seven (Jumlah hari dalam seminggu adalah 7). 4. A number of research results have been used to solve the problem (Sejumlah/beberapa hasil penelitian telah digunakan untuk memecahkan masalah itu).

There is/There are
May 27th, 2009 Jika kalimat diawali oleh there, sebenarnya yang menjadi subject kalimat adalah kata setelah verb. Perhatikan formula berikut: There is There was + There has been Atau There are There were + Plural subject There have been Contoh: 1. There is a big dog coming (Ada seekor anjing besar mendekat). 2. There has been a huge forest fire in the USA (Telah ada sebuah kebakaran hutan yang sangat besar di USA). 3. There were 3 people killed during the chaos (Ada 3 orang terbunuh ketika terjadi huru hara). 4. There were only I and my dog, Robby, at home last night (Hanya ada saya dan anjing saya, (namanya) Robby, di rumah tadi malam). Di sini digunakan subject pronoun ” I “, bukan object pronoun ” me “. Note: Dalam membuat tulisan formal (dalam ujian, test TOEFL, etc.), selalu gunakan subject pronoun setelah verb atau setelah be (Lihat contoh 4), walaupun object pronoun sering digunakan dalam informal conversation. Singular subject (atau) Uncountable noun

Adjectives (Part 1)
May 27th, 2009 A. Penggunaan Adjectives Adjectives (kata sifat ) adalah kata yang berfungsi untuk menerangkan single noun atau noun prhase, dan untuk menerangkan pronoun. Berikut adalah beberapa contoh adjectives yang sering digunakan: acid (masam) aerobic (beroksigen) anaerobic (tanpa O2) arrogant (sombong) bad (jelek) beautiful (cantik) big (besar) black (hitam) blue (biru) bright (terang,pintar) busy (sibuk) clean (bersih) cold (dingin) dark (gelap) diligent (rajin) dirty (kotor) dry (kering) empty (kosong) fast (cepat ) fat (gemuk) fertile (subur) flat (datar) full (penuh,kenyang) good (baik) handsome (tampan) high (tinggi) hot (panas) humble (rendah hati) hungry (lapar) infertile (tidak subur) intelligent (pintar) lazy (malas) low (rendah) new (baru) noisy (ribut) old (lama, tua) red (merah) short (pendek) slow (lambat) small (kecil) steep (terjal,curam) strong (kuat ) stupid (bodoh) thin (kurus) ugly (buruk rupa) weak (lemah) white (putih) young (muda)

Nouns diterangkan oleh adjectives melalui 2 cara, yaitu: a. Dengan menempatkan adjectives di depan nouns. Hal ini karena Bahasa Inggris mengikuti aturan atau pola MD (menerangkan diterangkan). Dan tentu saja kamu sudah tahu bahwa Indonesia adalah sebaliknya, yaitu mengikuti pola DM (diterangkan menerangkan). a bad attitude (prilaku buruk) a fragrant rose (sekuntum mawar harum) a high mountain (1 gunung tinggi) a red sweater (sebuah sweater merah) cold water (air dingin) gorgeous girls (wanita-wanita cantik) three big houses (3 rumah besar) a dark room (sebuah ruang gelap) a good person (seorang yang baik) a pair of new shoes (sepasang sepatu baru) an old car (sebuah sedan tua) dirty floor (lantai kotor) ten stupid students (10 siswa bodoh) two young cocconuts (dua kelapa muda)

Adjectives pada tabel di atas, misalnya: red menerangkan sweater, new menerangkan shoes, old menerangkan car, young menerangkan cocconut, dst. Contoh: 1. My father has an old car (Ayah saya mempunyai sebuah mobil tua)

2. I like young coconut fruits. (Saya suka buah-buah kelapa muda) 3. All criminals have bad attitudes (Semua penjahat mempunyai peri laku yang buruk) 4. Lazy students usually get bad results. (Murid-murid yang malas biasanya mendapatkan nilai/hasil yang jelek). 5. He is a fast runner (Dia (adalah) seorang pelari yang cepat) b. Dengan menggunakan linking verb di antara nouns dan adjectives. Contoh: 1. This sweater is small. (Sweater ini kecil). Kalimat ini sama maknanya dengan: This is a small sweater. 2. Mary felt disappointed. (Mary merasa kecewa). 3. The floor is dirty. (Lantainya kotor). 4. The shoes are new. (Sepatu itu baru). 5. That girl is so gorgeous. (Gadis itu begitu menawan). 6. This house is big. (Rumah ini besar). 7. The water is cold. (Airnya dingin).

Adjectives (Part 2)
May 27th, 2009

B. Penggunaan Verb sebagai Adjective Selain adjective murni seperti disajikan pada contoh sebelumnya, adjectives juga dapat dibentuk dengan menggunakan verb dan menempatkannya di depan nouns. Caranya ada 2, yaitu dengan menggunakan gerund (verb1+ing) dan verb3 (i.e. verb yang digunakan untuk perfect tense) 1. (Verb1+ing) + noun 2. Verb3 + noun Contoh : 1. I am bored because he is a boring teacher. (Saya bosan karena dia adalah guru yang membosankan). Sekarang coba perhatikan kalimat berikut: 2. I am boring, that’s why, my friends get bored so easily when we get together. (Saya membosankan, itulah sebabnya, teman-teman saya (menjadi) cepat/mudah bosan ketika kami berkumpul). 3. The government has increased the gas price. Many people are unhappy because of the increased gas price. (Pemerintah telah menaikkan harga bensin. Banyak orang tidak senang karena harga bensin yang dinaikkan tersebut). 4. He has a very frightening face. I am so frightened of him. (Dia punya wajah yang sangat menakutkan. Saya sangat takut pada dia). 5. We all have tried hard to calm down the frightened boy. (Kami semua telah berusaha keras menenangkan anak yang ketakutan itu). 6. The watered plant is growing well now (Tanaman yang telah disiram itu sedang tumbuh dengan baik sekarang) Note: Kita kadang-kadang sulit menentukan kapan kita harus gunakan (verb+ing) dan kapan harus gunakan verb3 . Dengan membaca arti dari kalimat-kalimat di atas, seharusnya kamu sudah memiliki feeling tentang perbedaan penggunaannya. Tapi, jika kamu masih belum yakin benar, please post a question or leave a comment here.

Adjectives (Part 3)

May 27th, 2009 Noun juga dapat digunakan sebagai adjective. Jika dua noun diletakkan secara berurutan, noun yang pertama menerangkan noun yang kedua. Jadi noun yang pertama berfungsi sebagai adjective. Noun yang berfungsi sebagai adjective ini selalu dalam bentuk singular (Lihat contoh 3 – 5 di bawah). Contoh: 1. I studied Economics at Udayana University. (Saya kuliah Ekonomi di Universitas Udayana). 2. He just bought a gold watch for his beloved girl friend. (Dia baru saja membeli jam emas untuk pacarnya yang tercinta). 3. We have to write a report that is ten pages long. The ten-page report must be submitted next week. (Kami harus menulis laporan yang panjangnya 10 halaman. Laporan yang panjangnya 10 halaman tersebut harus disetor minggu depan). Perhatikan: huruf s pada kalimat kedua dihilangkan. Dan, dibubuhkan tanda ‘ - ‘ . 4. My neighbor has a five-story house. (Tetangga saya punya sebuah rumah berlantai lima). 5. These are one million-rupiah sunglasses. (Ini adalah kacamata yang harganya 1 juta). Sebagai adjective, noun juga dapat diletakkan setelah noun yang diterangkannya, tetapi perlu menambahkan preposition of setelah noun tersebut. Kelima contoh di atas dapat ditulis menjadi: 1. I studied Economics at the University of Udayana. (Saya kuliah Ekonomi di Universitas Udayana). 2. He just bought a watch of gold for his beloved girl friend. (Dia baru saja membeli jam emas untuk pacarnya yang tercinta). 3. We have to write a report that is 10 pages long. The report of ten pages long must be submitted next week. (Kami harus menulis laporan yang panjangnya 10 halaman. Laporan yang panjangnya 10 halaman tersebut harus disetor minggu depan). 4. My neighbor has a house of five stories. (Tetangga saya punya sebuah rumah berlantai lima). 5. These are sunglasses of one million rupiahs. (Ini adalah kacamata yang harganya 1 juta rupiah).

Pronouns
May 27th, 2009 Tabel berikut menyajikan 5 jenis pronoun (kata ganti), yang berturut-turut berfungsi sebagai subject (Subject Pronouns), sebagai object (object pronoun), sebagai adjective (possessive adjectives), untuk menyatakan kepunyaan (possessive pronouns), dan untuk menyatakan refleksi diri (reflexive pronouns). Subject Pronouns I You (singular) You (plural) We They He She It A. Subject pronoun. Subject pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai subject.

Object Pronouns me you you us them him her it

Possessive Adjectives my your your our their his her its

Possessive Pronouns mine yours yours ours theirs his hers its

Recipro

m y yo ou the h h

I, you, we, they, he, dan she digunakan untuk mengganti orang. Selain itu, “they ” juga digunakan untuk menggantikan plural nouns. He dan she juga dapat digunakan untuk menggantikan hewan, khususnya hewan peliharaan. Dan khusus untuk “she ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan kapal laut. “It ” untuk menggantikan benda mati dan tumbuhan tunggal. He, she dan it adalah singular nouns yang selalu diikuti oleh singular verb.

• •

Penggunaan subject pronoun a. Pada umumnya subject pronoun diletakkan sebelum verb. Contoh: 1. I love you. 2. He is my brother. 3. She likes writing a poem. (Dia suka menulis puisi). 4. Two cars were reported stolen last night. They haven’t been found yet. (Dua mobil dilaporkan dicuri tadi malam. Mereka (kedua mobil itu) belum ditemukan). 5. You have to buy a good English dictionary. (Kamu harus membeli sebuah kamus bahasa Inggris yang baik).

6. We planted a rose plant last month. It is growing well now. (Kami menanam sebuah tanaman mawar sebulan yang lalu. Dia (tanaman mawar itu) sedang tumbuh dengan baik sekarang). b. (it/that/this/these/those/there) + (to be) + subject pronoun Contoh: 1. It is I who broke the mirror (adalah saya (sayalah) yang memecahkan cermin itu) 2. There is he here now. You should come here quickly if you want to meet him (Ada dia di sini sekarang. Kamu harus datang ke sini dengan cepat jika kamu ingin bertemu dia). c. Setelah as dalam kalimat equal comparison. Contoh: 1. He is as smart as she (Dia (cowok) sama pintarnya dengan dia (cewek). 2. Maria has the same preference as they (Maria punya kesukaan yang sama dengan mereka). c. Setelah than dalam kalimat unequal comparison. Contoh: 1. I am smarter than he. (Saya lebih pintar dari dia) 2. They study harder than she. (Mereka belajar lebih giat dari dia) d. Setelah different from. 1. We are different from they. (Kita beda dengan mereka) 2. Although they are twins, she is different from he. (Walaupun mereka kembar, dia (cewek) beda dengan dia) B. Object pronoun Object pronoun adalah kata ganti yang berfungsi sebagai object dan diletakkan setelah verb. Contoh: 1. Yeyes gave me a piece of cake (Yeyes memberi saya sepotong kue) 2. Yeyes gave you a piece of cake, too (Yeyes memberi kamu sepotong kue juga) 3. Yeyes did not give him a piece of cake. (Yeyes tidak memberi dia sepotong kue). 4. I like her (Saya suka dia)

5. Do you like your new bicycle? Yes, I like it very much. (Apakah kamu suka sepeda barumu? Ya, saya menyukainya dengan sangat) 6. Koko helped us clean the house. (Koko membantu kami membersihkan rumah) 7. Yeyes taught him to do his homework. (Yeyes mengajarinya mengerjakan PR). 8. Didit saw us on the football field. (Didit melihat kita di lapangan sepakbola) 9. She hates me because I am very, very naughty. (Dia membenciku karena saya sangat,sangat jahil) C. Possessive adjective Pronoun ini berfungsi sebagai kata sifat, yaitu untuk menerangkan kepemilikan terhadap nouns. (The nouns belong to whom? = nouns itu milik siapa?) Contoh: 1. This is my house (Ini adalah rumahku) 2. That is his house 3. This is your dictionary (Ini adalah kamusmu) 4. We all like our teacher 5. Didit and Yeyes are saving some of their money to buy a birthday gift 6. That is your book. 7. This is their clean class. 8. That is our television. 9. This is my new bag. 10. That is her big house. D. Possessive pronoun Kata ganti ini juga menyatakan kepemilikan sesuatu benda. Perbedaannya dengan possessive adjectives adalah terletak pada kata bendanya yang tidak disebutkan lagi karena sudah tersirat di dalam kata ganti ini. Contoh: 1. This house is mine (rumah ini adalah rumahku) 2. That house is his (rumah itu adalah rumahnya) 3. This dictionary is yours (kamus ini adalah kamusmu)

4. I like your shoes but I don’t like mine. (Saya suka spatumu, tapi saya tidak suka sepatuku) 5. Those books are his now. (Buku-buku itu adalah buku-bukunya sekarang) 6. This new bag is mine (Tas baru ini adalah tasku) 7. That television is ours. (TV itu adalah TV kami) 8. These beautiful cars are theirs (Mobil-mobil cantik ini adalah mobil-mobil mereka) 9. That pencil is yours (Pensil itu adalah pensilmu) 10. This dictionary is his. (Kamus ini adalah kamusnya) Note: Dalam conversation, noun setelah ” this, that, these dan those” sering dihilangkan. Lawan bicara sudah paham maksudnya karena noun-nya biasanya sudah diacu sebelumnya, plus adanya body language. Contoh-contoh di atas dapat dinyatakan dengan: 1. This is mine 2. That’s yours 3. Those are his now, dan seterusnya. E. Reflexive pronoun Pronoun ini digunakan untuk merefleksikan diri dan mengeraskan arti terhadap object pronoun. Contoh: 1. I hate myself. (Saya benci diriku sendiri) 2. You only love yourself. (Kamu hanya cinta dirimu sendiri) 3. You all have to help yourselves. (Kamu semua harus membantu diri kamu sendiri) 4. We have to discipline ourselves. (Kita harus mendisiplinkan diri kita sendiri) 5. She must be angry to herself. (Dia harus marah pada dirinya sendiri) 6. He gives himself a little more time to rest. (Dia memberi dirinya sendiri sedikit lebih banyak waktu untuk beristirahat) 7. They are proud of themselves. (Mereka bangga pada diri mereka sendiri)

Soal: Coba terjemahkan kalimat berikut: “Saya akan meminjamimu sepedaku“

Jawab: Kata ‘meminjami’ adalah sebuah kata kerja (aktivitas yang akan dilakukan oleh subject ‘Saya’). Jadi ‘mu’ di sini bukanlah mengganti kepunyaan, melainkan kependekan dari prounoun ‘kamu’, yang berfungsi sebagai object kalimat, sehingga dalam bahasa Inggris menjadi “you”. Sedangkan pronoun ‘ku’ di kalimat ini adalah sebuah possessive adjective, yang menerangkan who (siapa) yang memiliki ’sepeda’. Maka pronoun yang tepat untuk ‘ku’ adalah ‘my’. Jadi, kalimat di atas dapat dituliskan dalam bahasa Inggris sebagai berikut: “I will lend you my bicycle’ atau “I will lend my bike to you” F. Indefinite pronoun: One and Ones Selain kelima jenis pronoun di atas, ‘One ‘ dan ‘ones ‘ juga dapat digunakan untuk menggantikan nouns yang dalam kalimat atau conversation sudah pernah disebutkan sebelumnya. ” One ” untuk menggantikan singular nouns, sedangkan ” ones ‘ untuk menggantikan plural nouns. Contoh: 1. There are two dogs in my house. They are brown and white in colour. The brown one is big, tall and a little fierceful, while the white one is smaller, shorter, and calmer. (Ada 2 anjing di rumahku. Mereka berwarna coklat dan putih. Anjing yang berwarna coklat adalah besar, tinggi, dan sedikit galak, sedangkan anjing yang berwarna putih adalah lebih kecil, lebih pendek, dan lebih jinak). 2. I have two new red pens on my right hand and five used blue pens on my left one. Which ones do you want? (Saya punya 2 pulpen merah baru di tangan kanan saya dan 5 pulpen biru yang telah pernah dipakai di tangan kiri saya. Pulpen-pulpen yang manakah yang kamu inginkan?) Note: ‘One ‘ atau ‘ones ‘ hanya menggantikan noun-nya saja, sedangkan adjective-nya harus tetap diungkapkan baik dalam kalimat maupun dalam conversation agar pembaca atau lawan bicara mengerti ‘one’ atau ‘ones’ tersebut mengacu kepada apa atau kepada siapa.

Active and Passive Voice
May 27th, 2009 Kalimat aktif (active voice) adalah kalimat dimana subject-nya melakukan pekerjaan, sebaliknya, kalimat pasif (passive voice) adalah kalimat dimana subject-nya dikenai pekerjaan oleh object kalimat. Active voice lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dibandingkan dengan passive voice. Namun demikian, sering kita temukan passive voice di surat-surat kabar, artikel-artikel di majalah-majalah dan tulisan-tulisan ilmiah. Passive voice ini digunakan karena penulis atau pembicara ingin menempatkan informasi yang dia anggap paling penting (atau lebih penting) di awal kalimat. Contoh :
• •

Active : We fertilize the soil every 6 months Passive: The soil is fertilized by us every 6 months

Dari contoh ini dapat kita dilihat bahwa: 1. Object dari active voice (the soil) menjadi subject dari passive voice 2. Subject dari active voice (we) menjadi object dari passive voice. Perhatikan pula bahwa terjadi perubahan yaitu dari subject pronoun ‘we’ menjadi object pronoun ‘us’. 3. Verb1 (fertilize) pada active voice menjadi verb3 (fertilized) pada passive voice. 4. Ditambahkannya be ‘is’ di depan verb3. Be yang digunakan adalah tergantung pada subject passive voice dan tenses yang digunakan. (Perhatikan pola-pola passive voice di bawah).

5. Ditambahkannya kata ‘by’ di belakang verb3. Namun, jika object dari passive voice dianggap tidak penting atau tidak diketahui, maka object biasanya tidak dikemukakan dan begitu pula kata ‘by’. 6. Khusus untuk kalimat-kalimat progressive (present, past, past perfect, future, past future, dan past future perfect continuous, perlu menambahkan ‘being’ di depan verb3, seperti pada contoh-contoh di bawah.

Berdasarkan keenam poin di atas maka passive voice mengikuti pola sebagai berikut: Subject + be + Verb3 + by + Object + modifier Dengan catatan bahwa, a. Jika active voice dalam present tense, maka ‘be’-nya adalah is, am atau are Contoh:
• • • •

Active

: He meets them everyday

Passive : They are met by him everyday Active : She waters this plant every two days

Passive : This plant is watered by her every two days

b. Jika active voice dalam past tense, maka ‘be’-nya adalah was atau were Contoh:
• • • •

Active

: He met them yesterday

Passive : They were met by him yesterday Active : She watered this plant this morning

Passive : This plant was watered by her this morning

c. Jika active voice dalam present perfect, maka ‘be’-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary has atau have, sehingga menjadi ‘has been’ atau ‘have been’ Contoh:
• • • •

Active

: He has met them

Passive : They have been met by him Active : She has watered this plant for 5 minutes.

Passive : This plant has been watered by her for 5 minutes.

d. Jika active voice dalam past perfet, maka ‘be’-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary had, sehingga menjadi had been Contoh:
• • • •

Active

: He had met them before I came.

Passive : They had been met by him before I came. Active : She had watered this plant for 5 minutes when I got here

Passive : This plant had been watered by her for 5 minutes when I got here

e. Jika active voice dalam future tense, maka ‘be’-nya adalah be Contoh:
• • • • • •

Active

: He will meet them tomorrow.

Passive : They will be met by him tomorrow. Active : She will water this plant this afternoon.

Passive : This plant will be watered by her this afternoon. Active : The farmers are going to harvest the crops next week

Passive : The crops are going to be harvested by the farmers next week.

f. Jika active voice dalam future perfect tense, maka ‘be’-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary will have, sehingga menjadi ‘will have been’ Contoh:
• • • •

Active

: He will have met them before I get there tomorrow.

Passive : They will have been met by him before I get there tomorrow. Active : She will have watered this plant before I get here this afternoon. Passive : This plant will have been watered by her before I get here this afternoon.

g. Jika active voice dalam past future perfect tense, maka ‘be’-nya adalah been yang diletakkan setelah auxiliary would have, sehingga menjadi ‘would have been’. Contoh:
• •

Active

: He would have met them.

Passive : They would have been met by him.

• •

Active

: She would have watered this plant.

Passive : This plant would have been watered by her.

h. Jika active voice dalam present continuous tense, maka ‘be’-nya adalah (is, am atau are) + being. Contoh:
• • • •

Active

: He is meeting them now.

Passive : They are being met by him now. Active : She is watering this plant now.

Passive : This plant is being watered by her now.

i. Jika active voice dalam past continuous tense, maka ‘be’-nya adalah (was atau were) + being. Contoh:
• • • •

Active

: He was meeting them.

Passive : They were being met by him. Active : She was watering this plant.

Passive : This plant was being watered by her.

j. Jika active voice dalam perfect continuous tense, maka ‘be’-nya adalah (has/have) been + being. Contoh:
• • • •

Active

: He has been meeting them.

Passive : They have been being met by him. Active : She has been watering this plant.

Passive : This plant has been being watered by her.

k. Jika active voice dalam past perfect continuous tense, maka ‘be’-nya adalah had been + being. Contoh:
• •

Active

: He had been meeting them.

Passive : They had been being met by him.

• •

Active

: She had been watering this plant.

Passive : This plant had been being watered by her.

l. Jika active voice dalam future continuous tense, maka ‘be’-nya adalah will be + being. Contoh:
• • • •

Active

: He will be meeting them.

Passive : They will be being met by him. Active : She will be watering this plant.

Passive : This plant will be being watered by her.

m. Jika active voice dalam past future continuous tense, maka ‘be’-nya adalah would be + being. Contoh:
• • • •

Active

: He would be meeting them.

Passive : They would be being met by him. Active : She would be watering this plant.

Passive : This plant would be being watered by her.

n. Jika active voice dalam future perfect continuous tense, maka ‘be’-nya adalah will have been + being. Contoh:
• • • •

Active

: He will have been meeting them.

Passive : They will have been being met by him. Active : She will have been watering this plant.

Passive : This plant will have been being watered by her.

o. Jika active voice dalam past future perfect continuous tense, maka ‘be’-nya adalah would have been + being. Contoh:
• • •

Active

: He would be meeting them.

Passive : They would be being met by him. Active : She would be watering this plant.

Passive : This plant would be being watered by her.

Contoh-contoh yang lain: 1. Koko’s nose is bleeding. He was punched by his friend right on his nose. (Hidung Koko sedang berdarah. Dia dipukul oleh temannya tepat di hidungnya). 2. Indonesian football team was beaten by Saudi Arabian team. (Team sepakbola Indonesia dikalahkan oleh team arab Saudi). 3. These plants were watered by my sister a few minutes ago. (Tanaman-tanaman ini disirami oleh adikku beberapa menit yang lalu). 4. There is no meal left. All has been devoured by Yeyes. (Tidak ada makan yang tersisa. Semuanya telah dilahap habis oleh Yeyes). 5. English is studied by all high school students. (Bahasa Inggris dipelajari oleh semua murid sekolah menengah lanjutan (SMP dan SMA).

Conditional Sentences (Part 1)
May 28th, 2009 Dalam kehidupan sehari-hari, sering kita berandai-andai. Misalnya, seandainya atau jika kamu mau jadi pacar saya, saya akan buat kamu orang paling bahagia di dunia. Seandainya saya kaya, saya akan bangun hotel bintang 5 di pantai Kuta. Seandainya saya punya sayap, saya akan terbang petikkan bintang untukmu. Dan seterusnya. Kalimatkalimat seperti ini disebut kalimat pengandaian atau dalam bahasa Inggris disebut conditional sentences. Dalam bahasa Inggris, conditional sentences memiliki ciri-ciri sebagai berikut: a. digunakannya kata if dalam anak kalimat (subordinate clause), b. digunakannya modal auxiliary, seperti will, can, may, must, would, could, might, etc. pada pokok kalimat (main clause). Conditional sentences dikelompokkan menjadi 2 tipe, yaitu: real condition dan unreal/contrary to fact. Mari kita bahas kedua tipe conditional sentences ini satu per satu. 1. Real conditions (factual / habitual / hipothetical / future possible) Kalimat pengandaian tipe ini digunakan untuk mengekpresikan situasi atau aktivitas yang biasanya terjadi atau akan terjadi jika situasi pada anak kalimat (sub-clause) terpenuhi.

Sebagai contoh, ketika seorang teman mengajak saya, apakah malam ini saya mau nonton atau tidak, saya mungkin katakan:

If I have the time, I will go. (Jika saya punya waktu, saya akan pergi).

Kalimat ini secara implisit juga berarti,

If I don’t have the time, I will not go. (Jika saya tidak punya waktu, saya tidak akan pergi).

Penggunaan kalimat pengandaian real condition Kalimat pengandaian tipe ini dapat digunakan untuk menyatakan: a. Future time will can If + S + present tense, S + may must

+ Verb1

Note: Sub-clause bisa diletakkan di depan kalimat (seperti formula di atas), bisa juga diletakkan di belakang setelah main clause. Ini tidak merubah arti kalimat. Contoh: 1. If I have the money, I will give it to you. (Jika saya punya uangnya, saya akan memberikannya kepada kamu). 2. If you keep driving on this speed, we may arrive at home before 10 p.m. (Jika kamu terus nyetir mobil pada kecepatan ini, kita mungkin tiba di rumah sebelum jam 10 malam). 3. I can pass this subject, if I study hard. (Saya dapat lulus mata kuliah ini, jika saya belajar giat). 4. You must bring an umbrella, if I you don’t want to get wet. (Kamu harus membawa payung, jika kamu tidak ingin basah (kehujanan). b. Habitual (kebiasaan/habit) If + S + verb1, S + verb1 Note: Dalam formula ini, modal auxiliary tidak digunakan. Contoh: 1. If Budi has enough time, he usually walks to campus. (Jika Budi punya cukup waktu, dia biasanya jalan kaki ke kampus).

2. I usually wacth football on TV every Saturday night, if I do not fall asleep. (Saya biasanya nonton sepakbola di TV tiap Sabtu malam, jika saya tidak tertidur). 3. If he has money, he always treats us. (Jika dia punya uang, dia selalu mentraktir kita). c. Command (perintah) If + S + verb1, S + verb1 Contoh: 1. If you finish with your work, please help me. (Jika kamu selesai dengan pekerjaanmu, tolong bantu saya). 2. Please give me a cigarette, if you don’t mind. (Tolong beri saya sepuntung rokok, jika kamu tidak keberatan). 3. If you have time, please meet me in my office. (Jika kamu punya waktu, tolong temui saya di kantor saya).

Conditional Sentences (Part 2)
May 28th, 2009 Unreal atau Contrary to fact Conditional tipe ini selalu bertolak belakang dengan kenyataan (fakta). Artinya, jika faktanya dalam kalimat positif (affirmative), conditionalnya harus dalam kalimat negatif, begitu pula sebaliknya. a. Jika faktanya dalam simple present tense atau future tense, maka conditionalnya mengikuti pola berikut: If + S + verb2, S + Contoh: 1. If the teacher didn’t speak quickly, I could understand better what he is teaching about. (jika guru itu tidak berbicara dengan cepat, saya dapat memahami dengan lebih baik apa yang dia sedang ajarkan). Fakta dari kalimat ini adalah: the teacher speaks quickly, so that, I can’t understand well what he is teaching about. 2. He could hug me, if he were here. (dia boleh memeluk saya, jika dia di sini). Faktanya: he cann’t hug me, because, he is not here. 3. If I had a pair of wings, I would fly high. (jika saya punya sepasang sayap, saya mungkin terbang tinggi). Faktanya: I don’t have a pair of wings, I cannot fly high. Perhatikan: 1. Selalu gunakan be “were”; Be “Was” tidak pernah digunakan dalam unreal conditional (lihat contoh 2). would could might + Verb1

2. Jika main clause dan subordinate clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat positif (affirmative), faktanya pasti merupakan kalimat negatif. Sebaliknya, jika main clause dan subordinate clause dalam kalimat pengandaian merupakan kalimat negatif, maka faktanya pasti kalimat positif. b. Jika faktanya dalam simple past tense atau past future tense, maka conditionalnya mengikuti formula berikut: If + S + had +verb3, S + Contoh: 1. If Robby had not gone to a movie last night, he would not have met Susan (jika Robby tidak pergi nonton film (di bioskop) tadi malam, dia tidak akan berjumpa dengan Susan). Fakta dari kalimat ini adalah: Robby went to a movie last night, then, he met Susan. 2. If the German football team had played well, it could have beaten Spanish team (jika team sepak bola Jerman bermain bagus, team itu dapat mengalahkan team Spanyol). Faktanya: German foot ball team didn’t play well, it couldn’t beat the Spanish team. 3. You could have answered the questions well If you had studied well last night (kamu dapat menjawab soal-soal dengan baik, jika kamu belajar dengan baik tadi malam). Faktanya adalah: you couldn’t answer the questions well, because, you didn’t study well last night. Perhatikan: Unreal condition yang kedua ini juga dapat diekspresikan dengan menempatkan auxiliary had di awal kalimat. Arti kalimat tidak berubah. Dalam hal ini, kata if tidak digunakan. Jika formula berikut yang digunakan, main clause selalu ditempatkan setelah sub-clause. Had + S + verb3, S + Contoh: 1. Had Robby not gone to a movie last night, he would not have met Susan. 2. Had the German football team played well, it could have beaten Spanish team. 3. Had you studied well last night, you could have answered the questions well. As if/as though Conjunction as if atau as though (artinya: seolah-olah) juga dapat digunakan untuk mengekspresikan situasi yang bertolak belakang dengan kenyataan. Untuk tujuan ini, would could might + have +Verb3 would could might + have +Verb3

verb yang mengikuti conjunction ini harus dalam bentuk past tense (verb2) atau past perfect tense (had + verb3). S + verb1 + as if/as though + S + verb2 Contoh: 1. Norman behaves as if he were a president. (Norman berperilaku seolah-olah dia seorang presiden). Faktanya, he is not a president. 2. You look as though you saw a ghost (you tampak seolah-olah kamu melihat setan). Faktanya, you don’t see a ghost. 3. The plant grows fast as if it were 5 years old (tanaman itu tumbuh cepat seolaholah tanaman itu berumur 5 tahun). Faktanya, the plant is 1 years old. S + verb2 + (as if/as though) + S + had + verb3 Contoh: 1. Ali talked about the contest as if he had won the grand prize. (Ali bercerita tentang kontes itu seolah-olah dia telah memenangkan hadiah utama). Faktanya, he didn’t win the grand prize. 2. He spoke as though he had not stolen the money. (Dia berkata seolah-olah dia tidak mencuri uang itu). Faktanya, he stole the money. 3. She cried as though she had not been happy at all. (Dia menangis seolah-olah dia tidak bahagia sama sekali) Faktanya, she was happy at all (itu tangis kebahagiaan kali!). Wish/ hope Verb wish dan hope sama-sama berarti berharap, tetapi penggunaannya dalam kalimat berbeda. Hope digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang mungkin terjadi atau akan mungkin terjadi. Sebaliknya, wish digunakan untuk menyatakan sesuatu yang pasti tidak terjadi atau tidak akan mungkin terjadi. Hope dapat diikuti oleh verb dalam sembarang tensis. Verb wish tidak dapat diikuti oleh verb dalam present tense atau modal auxiliary present tense. Perhatikan perbedaan penggunaan wish dan hope pada contoh-contoh di bawah ini: 1. We hope that they can come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Dalam kalimat ini subject we tidak tahu apakah they bisa datang atau tidak. Tetapi, ada kemungkinan bahwa they bisa datang. 2. We wish that they could come. (kita berharap bahwa mereka bisa datang). Di sini, we sudah tahu bahwa they tidak bisa datang. 3. I hope that they came yesterday. (saya berharap kamu datang kemarin). Di sini, I tidak tahu apakah they datang atau tidak kemarin.

4. I wish that they had come yesterday. (saya berharap bahwa mereka datang kemarin). Di sini, I sudah tahu bahwa they didn’t come yesterday. Jadi, verb wish sangat mirip dengan unreal condition. Perhatikan lagi contoh-contoh berikut: 1. If I were rich, I would be very happy. 2. I wish I were rich. 3. I wish you had been here last night. 4. I wish my TOEFL score were over 650 now. Sekarang perhatikan pola-pola berikut. Penggunaan kata “that” adalah optional (bisa digunakan, bisa juga tidak): a. Future wish S + wish + (that) + S + Contoh: 1. I wish my friend would visit me this afternoon. (Saya berharap teman saya akan mengunjungi saya sore ini). Faktanya, my friend will not come this afternoon. 2. They wish that you could come to the party tonight. (Mereka berharap bahwa kamu bisa datang sebentar malam). Faktanya, you can’t come. 3. Bobby wishes he were coming with Angelia. (Bobby berharap dia datang dengan Angelia). Faktanya, Bobby is not coming with Angelia. b. Present wish S + wish + (that) + S + verb2 Contoh: 1. I wish I had enough time to finish my work. (Saya berharap saya punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan saya). Faktanya, I don’t have enough time to finish my work. 2. John wishes that Ririn were old enough to be his girl friend. (John berharap bahwa Ririn cukup umur untuk menjadi pacarnya). Faktanya, Ririn is not old enough to be John’s girl friend. 3. I wish I didn’t have to come to class today. (Saya berharap saya tidak harus pergi kuliah hari ini). Faktanya, I have to go to class today. c. Past wish could + verb1 would +verb1 were + verb-ing

S + wish + (that) + S + Contoh:

had + verb3 could + had + verb3

1. I wish I had washed my clothes yesterday. (Saya berharap saya telah cuci pakaian-pakaian saya kemarin). Faktanya, I didn’t wash my clothes yesterday. 2. Irwan wishes that he had answered the questions well. (Irwan berharap bahwa dia telah menjawab soal-soal dengan baik). Faktanya, Irwan didn’t answer the questions well. 3. Christian Ronaldo wishes that his team could have beaten German team. (Christian Ronaldo berharap bahwa teamnya dapat mengalahkan team Jerman). Faktanya, Christian Ronaldo’s team couldn’t beat the German team.

Comparisons (Part 1)
May 28th, 2009 Comparison (perbandingan) mengekspresikan tingkat perbedaan antara dua hal atau lebih. Comparison pada umumnya dibuat dengan menggunakan adjective (kata sifat) atau adverb (kata keterangan) dan kadang-kadang dengan menggunakan noun. A. Equal comparison Equal comparison menyatakan bahwa hal yang dibandingkan adalah sama (tidak berbeda). Polanya adalah sebagai berikut: S + verb + as + Contoh: 1. Dadang is as tall as I. (Dadang sama tingginya dengan saya). 2. Is a rose as fragrant as a jasmine? (Apakah sekuntum mawar sama harumnya dengan sekuntuk melati?). 3. Dedi sings as well as his wife. (Dedi bernyanyi sama baiknya dengan istrinya) 4. Does Michael Schumacher drive as fast as Valentino Rossi? (Apakah Michael Schumacher mengendarai (mobil) sama cepatnya dengan Valentino Rossi?). Note: a. Bentuk pronoun yang digunakan setelah as adalah subject pronoun (yaitu: I, you, they, we, he, she, it). Walaupun dalam conversation, object pronoun sering digunakan, tetapi dalam standard written English, object pronoun (yaitu: me, them, us, him, her) tidak boleh digunakan. Contoh: 1. Joni is as clever as she. (Joni sama pintarnya dengan dia). INCORRECT jika, Joni is as clever as her. adjective adverb + as + noun pronoun

2. My brother is as naughty as they. (Kakak saya sama jahilnya dengan mereka). INCORRECT jika, My brother is as naughty as them. 3. You study as frequently as he. (Kamu belajar sama seringnya dengan dia). INCORRECT jika, You study as frequently as him. b. Dalam kalimat negatif, so juga dapat digunakan sebelum adjective atau pronoun; Dalam hal ini, so menggantikan as yang di awal. Contoh: 1. Joni is not as clever as she = Joni is not so clever as she. (Joni tidak sepintar dia). 2. My brother is not as naughty as they = My brother is not so naughty as they. (Kakak saya tidak sejahil mereka). 3. You don’t study as frequently as he = You don’t study so frequently as he. (Kamu belajar tidak sesering dia). Selain pola di atas, equal comparison juga dapat dinyatakan dengan menggunakan pola berikut: S + verb + the same + noun + as + noun pronoun

Untuk mengaplikasikan pola ini, nouns harus sinkron dengan adjectivenya. Hafalkan adjectives dan nouns-nya pada tabel berikut: Adjective heavy, light (berat, ringan) wide, narrow (lebar, sempit) deep, shallow (dalam, dangkal) long, short (panjang, pendek) big, small (besar, kecil) High/tall, short (tinggi, pendek) Contoh: 1. Budi is the same weight as she = Budi is as heavy as she. (Budi sama beratnya dengan dia. 2. My teacher is the same height as my brother = My teacher is as tall as my brother. (Guru saya setinggi kakak saya). 3. Your well is the same depth as yours = Your well is as deep as yours. (Sumurmu sedalam sumur saya). 4. My father’s land is the same width as your father’s = My father’s land is as wide as your father’s. (Lahan bapak saya seluas lahan bapakmu). 5. These trees are the same as those. (Pohon-pohon ini sama dengan pohon-pohon itu). Noun Weight (berat) Width (luas) Depth (kedalaman) Length (panjang) Size (ukuran) Height (tinggi)

6. Canadian speaks the same language as American does. (Orang Kanada berbicara bahasa yang sama dengan orang Amerika). Note: Untuk menyatakan tidak sama dengan (kebalikan dari the same as), gunakan different from. INCORRECT jika menggunakan different than. Contoh: 1. These trees are different from those. (Pohon-pohon ini berbeda dengan pohonpohon itu). 2. Indonesian speaks different language from American does. (Orang Indonesia berbicara bahasa yang berbeda dengan orang Amerika).

Comparisons (Part 2)
May 28th, 2009 B. Unequal Comparison Unequal comparison digunakan jika 2 hal yang dibandingkan tersebut tidak sama. Dalam membuat unequal comparison, perhatikan ketentuan-ketentuan berikut: a. Tambahkan -er di akhir adjective jika adjective tersebut hanya memiliki 1 atau 2 suku kata. Contoh: sooner (lebih awal), quieter (lebih sunyi), thicker (lebih tebal), dll. b. Gunakan more + adjective jika adjective tersebut memiliki 3 suku kata atau lebih. Contoh: more beautiful (lebih cantik), more important (lebih penting), more believable (lebih dapat dipercaya), dll. c. Gunakan more + adjective jika adjective tersebut memiliki akhiran -ful, -ish, -ous. Contoh: more successful (lebih sukses), more foolish (lebih bodoh), more cautious (lebih hati-hati), dll. d. Gunakan more + adjective jika verb3 atau gerund digunakan sebagai adjective. Contoh: more bored (lebih bosan), more tired (lebih lelah), more interested (lebih tertarik), more interesting (lebih menarik), more challenging (lebih menantang), dll. e. Untuk adjective yang memiliki 1 suku kata, jika diakhiri dengan satu konsonan (kecuali x, y, dan z) dan konsonan tersebut diawali dengan satu vowel (huruf hidup), gandakan konsonan terakhir kemudian tambahkan er. Contoh: hot – hotter (lebih panas), red – redder (lebih merah), big -bigger (lebih besar), dll. f. Jika adjective diakhiri dengan konsonan y, ganti y dengan i kemudian tambahkan er. Contoh: happy – happier (lebih bahagia), dry – drier (lebih kering), pretty – prettier (lebih cantik). g. Hafalkan irregular comparative dan superlative berikut: Adjective good (baik) well (dengan baik) bad (jelek) badly (dengan jelek) Comparative better (lebih baik) better (dengan lebih baik) worse (lebih jelek) worse (dengan lebih jelek) Superlative best (terbaik) best (dengan terbaik) worst (terjelek) worst (dengan terjelek)

far (jauh) far (jauh) many (banyak) much (banyak)

farther (lebih jauh) further (lebih jauh) more (lebih banyak) more (lebih banyak)

farthest (terjauh) furthest (terjauh) most (terbanyak) most (terbanyak)

Note: Akhiran -er memiliki arti yang sama dengan more; Keduanya tidak boleh digunakan secara bersamaan. INCORRECT jika menuliskan: more better, more prettier, more hotter, etc. Pola untuk unequal comparison adalah sebagai berikut: S + verb/be Note: a. Hanya ada beberapa adverb yang bisa ditambahkan -er, yaitu: fast – faster (dengan lebih cepat), soon – sooner (dengan lebih awal), hard – harder (dengan lebih keras/giat), late – later (lebih belakangan). b. Pada umumnya adverb dibuat dengan menambahkan -ly pada adjective (i.e. adjective+ly). Dalam hal ini, gunakan more + adverb. Contoh: more carefully (dengan lebih hati-hati), more loudly (dengan lebih nyaring), more cunningly (dengan lebih cekatan), etc. c. Gunakan subject pronoun setelah than. Contoh: 1. Your grade is higher than mine. (Nilai kamu lebih tinggi dari nilai saya). 2. Today is hotter than yesterday. (Hari ini lebih panas dari kemarin). 3. This sofa is more comfortable than the other one. (Sofa ini lebih nyaman dengan sofa yang satunya lagi). 4. He speaks English more fluently than I. (Dia berbicara bahasa Inggris lebih fasih dari saya). 5. Nowadays, being a good person is less important than being a rich man. (Belakangan ini, menjadi orang baik kalah penting daripada menjadi orang kaya). 6. Your idea is more interesting than mine. (Ide kamu lebih menarik dibandingkan dengan ide saya). 7. She was more interested in studying speaking than learning grammar. (Dia dulu lebih tertarik belajar speaking dibanding belajar tata bahasa). Tingkat perbandingan dalam unequal comparison dapat dipertegas dengan menambahkan far atau much, seperti pada pola berikut: adjective + er) (adverb + er) (more + adjective/adverb) (less + adjective/adverb) than

Noun Subject Prono

S + verb

far much

(adjective + er) (adverb + er) (more + adjective) (more + adverb) (less + adjective) (less + adverb)

than

Noun Subject Pronoun

Contoh: 1. Toni’s car is far more expensive than mine. (Mobil Toni jauh lebih mahal dibandingkan dengan mobil saya) 2. Today is far hotter than yesterday. (Hari ini jauh lebih panas dibandingkan dengan kemarin) 3. This sofa is far more comfortable than the other. (Sofa ini jauh lebih nyaman dengan sofa satunya lagi). 4. He speaks English far more fluently than I. (Dia berbicara bahasa Inggris jauh lebih fasih dibandingkan dengan saya) 5. A tiger runs much faster than a rabbit. (Seekor harimau lari jauh lebih cepat dibandingkan dengan seekor kelinci). Noun juga dapat digunakan dalam comparison. Determiners yang digunakan tergantung pada apakah nouns dapat dihitung atau tidak. Gunakan many atau few jika diikuti oleh countable nouns, dan gunakan much atau little jika diikuti oleh uncountable noun. S + verb + as Atau S + verb Contoh: 1. I have more books than you. (Saya punya lebih banyak buku dari kamu). 2. February has fewer days than March. (Bulan Februari punya lebih sedikit hari dibandingkan dengan bulan Maret). 3. She earns as much money as her husband. (Dia menghasilkan uang sebanyak suaminya). Money adalah uncountable noun. 4. I usually eat less rice than he. (Saya biasanya makan nasi lebih sedikit dari dia). Rice adalah uncountable noun more fewer less fe noun + than Noun Subject Pronoun many much little few noun + as Noun Subject Pronoun

Multiple number comparison Perbandingan dengan menggunakan multiple number, seperti a half (separuh), twice atau two times (dua kali), trice atau three times (tiga kali), five times (5 kali), dst, mengikuti pola berikut: S + verb + multiple number + as much many noun + as

Noun Subject Pronou

Ingat: much diikuti oleh non-countable noun, sedangkan many diikuti oleh countable noun. Contoh: 1. Taufik Higayat has won three times as many champioships as Sony Dwi Kuncoro. (Taufik Hidayat telah memenangkan kejuaraan 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan Sony Dwi Kuncoro). 2. My friend has a half as many CDs as I. (Jumlah CD yang dimiliki teman saya adalah setengah dari jumlah CD yang saya punya). 3. Canada has a thousand times as much fresh water as Indonesia. (Canada punya air tawar 1000 kali lebih banyak dibandingkan dengan Indonesia). Double comparison Dalam double comparison, baik main clause (pokok kalimat) maupun subordinate clause (anak kalimat) menggunakan comparative (unequal comparison). Perhatikan pola berikut: (adjective+er) (adverb + er) (more + adjective) (more + adverb) (less + adjective) (less +adverb) (adjective+er) (adverb + er) (more + adjective) (more + adverb) (less + adjective) (less +adverb)

The

S +verb, the

S+

Contoh: 1. The longer the durian tree grows, the better it produces. (Semakin lama pohon durian itu tumbuh, semakin baik dia berproduksi). 2. The higher the oil price is, the more miserable the Indonesian people are. (Semakin tinggi harga minyak, semakin menderita penduduk Indonesia). 3. The more frequently we study, the higher our grades will be. (Semakin sering kita belajar, akan semakin tinggi nilai kita). Dalam unequal comparison, kata than dapat diganti dengan phrase of the two, dengan mengikuti pola berikut: S + verb + the (adjective+er) (adverb + er) of the two + (plural noun)

(more + adjective) (more + adverb) (less + adjective) (less +adverb) Note: Phrase of the two + (plural noun) juga dapat diletakan sebelum main clause, tetapi jangan lupa menyisipkan tanda koma. setelah phrase tersebut. Plural noun bersifat optional (bisa ada bisa juga tidak ada). Plural noun biasanya dihilangkan jika pembaca atau lawan bicara sudah tahu apa yang dibandingkan. Contoh: 1. Robby is the bigger of the two dogs. (Robby lebih besar dari kedua anjing tersebut). Karena yang dibandingkan sudah diketahui oleh lawan bicara, kata dogs setelah phrase of the two dapat dihilangkan, sehinga kalimatnya menjadi : Robby is the bigger of the two. 2. Of the two students, Rommy is the smarter. (Dari kedua siswa tersebut, Rommy lebih pintar). = Of the two, Rommy is the smarter. 3. Of the two, this book is the easier to study. (Dari kedua (buku), buku ini lebih gampang dipelajari).

Comparisons (Part 3)
May 28th, 2009 Superlative Comparison Dalam kalimat perbandingan tingkat superlative, ada 3 hal atau lebih yang dibandingkan. Dari yang dibandingkan tersebut, ada satu yang paling superior (terbagus, tertinggi, ect.) atau ada satu yang paling inferior (terjelek, terpendek, ect.). Pola untuk menyatakan bahwa satu hal paling superior atau paling inferior adalah sebagai berikut: S + be + the + S + verb + the + (adjective+est) (most+adjective) (least+adjective) (adverb+est) (most+adverb) (least+adverb) (singular noun) + in + singular noun of the + plural noun in + singular noun of the + plural noun

Note: 1). Noun setelah superlative adalah optional (bisa ada, bisa juga tidak ada, tergantung konteks). 2). Gunakan singular noun untuk mengikuti preposisition in, dan plural noun untuk mengikuti of the. 3) Jika digunakan possesive adjectives (seperti: your, my, his, her, their, our, its), article the tidak digunakan (Lihat contoh 10 dan 11). Contoh: 1. Robby is the biggest dog in our neighborhood. (Robby adalah anjing terbesar di lingkungan kami). 2. My car is the oldest of the three cars. (Mobil saya adalah tertua dari ketiga mobil itu). 3. I am the least motivated person in this class in learning English. Please, help me get motivated. (Saya anak yang paling tidak termotivasi di kelas ini dalam belajar bahasa Inggris). 4. Who is the most attractive girl in your class? (Siapa cewek yang paling atraktif di kelas kamu?). 5. Is Inul Daratista the sexiest dangdut singer? 6. I wish I were the richest person in the world. 7. I am sad because I am not the most interesting person in her eyes. 8. Yeyes danced the most beautifully of the three Balinese dancers. (Yeyes menari dengan paling indah dari ketiga penari Bali itu).

9. Valentino Rossi raced the fastest during the last month grand prix. 10. Take me as your boyfriend, please. I can be your most caring person on this planet. (Jadilah pacar saya. Saya bisa jadi orang yang paling menyayangimu di planet ini). 11. Tonight is my most beautiful night in my whole life. (Malam ini adalah malam terindah dalam hidup saya). Kadang kita ingin mengekspresikan bahwa seseorang atau sesuatu merupakan salah satu yang paling superior (terbaik, terpintar, tercepat, ect.) atau salah satu yang paling inferior (terjelek, terbodoh, terbelakang, ect). Dalam hal ini, gunakan phrase one of the atau preposition among, dengan mengikuti pola sebagai berikut: S + be one of the among the (adjective+est) (most+adjective) (least+adjective) plural noun

in + singular noun of the + plural noun

Note: Kalau pada pola sebelumnya digunakan singular noun setelah superlative, di sini digunakan plural noun. Contoh: 1. Robby is one of the biggest dogs in our neighborhood. (Robby adalah salah satu anjing terbesar di lingkungan kami). 2. My car is among the oldest cars in this smal city. (Mobil saya adalah salah satu mobil yang tertua di kota kecil ini). 3. I am one of the least motivated students in this class in learning English. (Saya adalah salah satu murid yang paling tidak termotivasi di kelas ini dalam belajar bahasa Inggris). 4. Bali is one of the most beautiful islands in the world. (Bali merupakan salah satu pulau terindah di dunia). 5. The Indonesian football team was one of the most frightened teams in Asia years ago, but it is among the worst ones now. (Team sepakbola Indonesia adalah salah satu team yang paling ditakuti di Asia bertahun-tahun yang lalu, tetapi merupakan salah satu team yang paling jelek sekarang).

Prepositions (Part 1)
May 31st, 2009

Introduction
Dalam bahasa Indonesia sering kita gunakan kata-kata seperti ke, dari, di atas, di bawah, di dalam, di antara dan seterusnya. Dalam bahasa Inggris kata-kata tersebut menjadi to, from, on, under, in, between, dan seterusnya. Kata-kata seperti ini disebut kata depan atau dalam bahasa Inggris disebut prepositions. Sama halnya dalam bahasa Indonesia, prepositions juga ditempatkan sebelum noun (baik single noun maupun noun phrase) atau sebelum pronoun. Penggunaan kata depan tertentu ada yang sangat sederhana. Dalam hal ini, kamu hanya perlu mengetahui arti dari kata depan tersebut. Gambar di samping mengilustrasikan posisi dan arah suatu aktivitas (ditunjukkan oleh tanda panah) dari kata depan tertentu terhadap kotak hijau. Kata depan yang dimaksud antara lain, above, over ( di atas), on (di atas/ pada permukaan sesuatu), in (di dalam), out ( di luar), through (melalui), below, under, underneath (di bawah), beside (di samping), by, near (di dekat. Khusus untuk by juga bisa berarti melewati), to (ke), from (dari), into (masuk ke), out of (keluar dari). Dengan menggunakan ilustrasi di samping, perhatikan contoh berikut: 1. Two big spiders are hanging above the green box (Dua laba-laba besar sedang bergantungan di atas kotak hijau itu). 2. Don’t sit on that green box. It’s very fragile. (Jangan duduk di atas kotak hijau itu. Kotaknya sangat mudah pecah). 3. What is it in the green box? (Apakah di dalam kotak hijau itu?). 4. I don’t know. It’s probably sugar in it because there are so many ants marching to the box. (Saya tidak tahu. Mungkin gula di dalamnya. karena ada begitu banyak semut sedang berarak-arakan ke/menuju kotak tersebut). 5. Let’s have a closer look. Wow, apparently they have gone into and out of the box through that big hole. (Mari kita lihat lebih dekat. Woo, tampaknya mereka/semut-semut itu telah masuk dan keluar kotak melalui lubang besar itu). 6. Sugar is scattering on the floor out the box. (Gula berserakan di lantai di luar kotak tersebut).

7. Let’s clean the floor, then we put another box beside the green one and the other box by the window. (Mari kita bersihkan lantainya, kemudian kita taruh satu kotak lagi di samping kotak berwarna hijau itu dan satu kotak lainnya di dekat jendela). 8. What is it under the box? (Apakah dibawah kotak itu?) Tetapi penggunaan kata depan tidak selalu seperti yang digambarkan di atas. Dalam hal ini, setiap definisi kata depan selalu memiliki perkecualian. Noun yang mengikutinya dan ekspresi-ekspresi yang ingin dikemukakan menentukan kata depan yang harus digunakan. Sebagai contoh,
• • • •

The project will start in March. (Proyek itu akan dimulai pada bulan Maret). The project will start on March, 2010. (Proyek itu akan dimulai pada bulan Maret tahun 2010). She lives on Jalan Sudirman. (Dia tinggal di jalan Sudirman). She lives at 10 Jalan Sudirman. (Dia tinggal di jalan Sudirman no. 10).

Pada contoh di atas, mungkin timbul pertanyaan “Kenapa digunakan in March dan on March, 2010 sedangkan dalam bahasa Indonesia sama-sama bisa menggunakan kata depan pada?” Dan “Kenapa digunakan on Jalan Sudirman dan at 10 Jalan Sudirman sedangkan dalam bahasa Indonesia sama-sama menggunakan kata depan di?” Saya sarankan kamu tidak perlu mencari alasannya (nanti kamu bingung), karena seperti yang telah disebutkan di atas, “setiap definisi kata depan selalu memiliki perkecualian”. Yang perlu dicatat adalah kapan kata depan tertentu digunakan (diikuti oleh noun apa dan untuk menyatakan ekspresi apa). Hafalkan dan bandingkan penggunaan dari tiap kata depan dengan kata depan lainnya. Pada posting berikut, kita akan bahas penggunaan setiap kata depan mulai dari yang sederhana (the easy part) sampai yang kompleks (the hard part).

Prepositions (Part 2)
June 2nd, 2009 Dalam Prepositions (Part 2) ini akan dibahas about, above, across, after, along, among/amongst, around, behind, below, beside, besides, beyond, between dan during. Perhatikan dan bandingkan penggunaannya, khususnya prepositions yang telah di-link. 1. About a. About berarti tentang jika mengikuti verbs, seperti talk, think, discuss, worry, hear, etc. Contoh: 1. Let’s talk about our relationship now. (Mari kita bicarakan tentang hubungan kita sekarang). 2. Don’t you think about studying abroad? (Tidakkah kamu berfikir tentang kuliah/belajar di luar negeri?). 3. You missed the class yesterday. We discussed about the usage of prepositions. (Kamu tidak masuk kelas kemarin. Kami mendiskusikan tentang penggunaan kata depan). 4. Where have you been? We were all worried about you. (Dari mana saja kamu? Kami semua cemas tentang kamu).< ![endif]-->< ![endif]--> < ! /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; msotstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; msostyle-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; msopara-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:10.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:#0400; mso-fareastlanguage:#0400; mso-bidi-language:#0400;} --> 5. We have heard about your success. (Kami telah mendengar tentang keberhasilan kamu). Note: Pada verbs di atas, preposition about juga bisa diganti dengan preposition of. Arti tidak berubah dan tingkat formalitasnya juga sama. b. About berarti kira-kira atau kurang lebih (artinya sama dengan around. Lihat 7.b). Contoh: 1. How tall is he? I am not sure but I think he is about 175 cm tall. (Berapa tingginya dia? Saya tidak yakin tapi dia kira-kira 175 cm tingginya).

c. About berarti akan segera (i.e. melakukan aktivitas) jika diikuti oleh gerund atau infinitive. Contoh: 1. DR. Stewart is about leaving his office now (Dr. Stewart akan segera meninggalkan kantornya sekarang). 2. It’s about to rain now. (Akan segera turun hujan sekarang). 2. Above Above berarti di atas. Kata depan ini digunakan untuk menyatakan bahwa suatu noun (misalnya seagulls) berada di atas noun lainnya (misalnya sea water), tetapi noun yang di atasnya tidak melekat atau bersentuhan dengan noun di bawahnya. Bandingkan dengan penggunaan preposition on. 1. Many seagulls fly above the sea water every afternoon. (Banyak burung camar terbang di atas air laut itu setiap sore). 2. A big aircraft can fly more than 3,000 feet above the sea level. (Sebuah pesawat terbang besar dapat terbang lebih dari 3 ribu kaki di atas permukaan laut). 3. Across Across berarti melintasi/menyeberangi. 1. He wouldn’t have been hit by a car if he had walked across the pedestrian bridge. (Dia tidak akan tertabrak sebuah mobil jika dia telah berjalan melintasi/menyebrangi/melalui jembatan khusus untuk pejalan kaki). 2. The Indonesian government keeps hunting the fugitives even though they have fled across the Indonesian border. (Pemerintah Indonesia terus memburu para buron walaupun mereka telah melarikan diri menyeberangi perbatasan wilayah Indonesia). 3. Till now, some students in remote villages still have to swim across a river to go to school. (Sampai sekarang, beberapa siswa masih harus berenang menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah). 4. After a. After berarti setelah. 1. I always go to school after breakfast. (Saya selalu pergi ke sekolah setelah sarapan). 2. What will you do after school? (Apa yang akan kamu lakukan setelah sekolah?). Note: Selain sebagai preposition, after juga dapat digunakan sebagai conjunction tetapi grammar-nya beda. Jika sebagai preposition, after langsung diikuti oleh noun, sedangkan

jika digunakan sebagai conjunction, after harus diikuti oleh clause (i.e. S + V). Perhatikan kalimat berikut:

They played football after they had finished doing their homework.

b. After sering digunakan untuk mengikuti verb look, name, etc. Contoh: 1. My grandparents had looked after me before I went to elementary school. (Kakek dan nenek saya telah merawat saya sebelum saya sekolah di SD). 1. He was named after his late grandfather. (Dia diberi nama seperti nama almarhum kakeknya). 5. Along Along berarti di sepanjang. Contoh: 1. The rescuers had tried hard to find all the casualties of Adam Air crash along the west coast of Sulawesi but they found none. (Para regu penyelamat telah berusaha keras menemukan para korban jatuhnya pesawat Adam Air di sepanjang pantai barat Sulawesi tetapi mereka tidak menemukan seorang korban pun). 2. He drove along the road. (Dia mengendari (mobilnya) di sepanjang jalan). 6. Among/amongst Among atau amongst dapat berarti: a. diantara Contoh: 1. They have to share the work among themselves. (Mereka harus membagi tugas diantara diri mereka). 2. Among them, Jody is the cleverest. (Diantara mereka, Jody lah yang terpintar). Note: Gunakan among jika nounnya lebih dari dua. Tapi gunakan between jika nounnya hanya dua. Lihat betwen b. di tengah-tengah/dikelilingi oleh Contoh: 1. The legislator candidate was standing among his followers. (Calong anggota DPR sedang berdiri diantara pengikut-pengikutnya).

2. It doesn’t feel good to live among rich people. (Rasanya tidak enak hidup di tengah-tengah orang kaya). c. one of (salah satu) Contoh: 1. Canada is among the biggest countries in the world. (Kanada adalah salah satu negara paling besar di dunia). 2. Indonesia is among the most populated countries in the world. (Indonesia adalah salah satu negara yang paling padat penduduknya di dunia) 7. Around Around dapat berarti: a. mengitari/mengelilingi Contoh: 1. The moon takes 30 days to travel around the earth. (Bulan butuh 30 hari untuk (bergerak) mengelilingi bumi). 2. Many people walk around the park at the weekend. (Banyak orang berjalan mengelilingi taman pada akhir pekan). b. sekitar (= about. Lihat 1.b). Contoh: 1. My father will be home around 7 o’clock. 2. The criminal is black and around 180 cm tall. (Penjahat itu (berkulit) hitam dan tingginya sekitar 180 cm). 8. Behind Behind berarti di belakang atau di balik Contoh: 1. Although the thieves had hidden themselves behind the hidden wall, the police succeeded in arresting them. 2. The man walked slowly towards his girlfriend and then gently hugged her from behind. 3. The runner sprinted and left all of his opponents far behind. (Pelari itu berlari cepat dan meninggalkan lawan-lawannya jauh di belakang). 4. Don’t put anything behind the door. (Jangan taruh apa pun di balik pintu).

9. Below Below dapat berarti: a. di bawah. Umumnya untuk menyatakan bahwa suatu noun yang berada di atas permukaan/tanah/lantai, berada di bawah noun lainya. Contoh: 1. What is it below that plane? (Apakah di bawah pesawat terbang itu?). 2. Fish live below the water surface (Ikan hidup di bawah permukaan air). b. Lebih rendah dari (=lower than=less than) Contoh: 1. Water freezes when its temperature drops below zero degree centigrade. (Air membeku jika suhunya turun di bawah 0 oC). 2. Your grade is below mine. (Nilai kamu lebih rendah dari nilai saya). 10. Beside Beside = next to yang berarti di samping. Contoh: 1. Is there anybody beside you either on your left or your right now? (Adakah orang di samping kamu baik di sisi kiri maupun sisi kanan kamu?). 2. If you are not a smoker, it’s harmfull for you to stand beside someone who is smoking. (Jika kamu bukan perokok, (adalah) berbahaya bagi kamu untuk berdiri di samping orang yang sedang merokok). 11. Besides Besides = as well as yang berarti disamping/selain. Contoh: 1. What instrument do you play besides the guitar? (Alat musik apa yang kamu mainkan selain gitar?). 2. Besides grammar, you have to learn how to speak English well. (Selain (belajar) tata bahasa, kamu harus belajar bagaimana berbicara bahasa Inggris dengan baik). 12. Beyond (melampaui/diluar batas) Beyond berarti melampaui/melewati/ di luar batas. Contoh:

1. At the crime scene, we are not allowed to enter beyond the police line. (Pada temapt terjadinya kejahatan, kita tidak diijinkan masuk melewati garis/pita pembatas yang dipasang polisi). 2. Sorry, I can’t fix it. This laptop is beyond repair. (Maaf, saya tidak dapat memperbaikinya. Laptop ini sudah tidak dapat diperbaiki/sudah melewati batas untuk dapat diperbaiki). 13. Between a. Between berarti diantara (dua ruang/noun/waktu yang berbeda). Contoh: 1. Between the school and the hospital is a field where I usually play football between 3 p.m. and dusk. (Di antara sekolah dan rumah sakit ada sebuah lapangan dimana saya biasanya main sepakbola antara jam 3 sore dan magrib). Bedakan maknanya antara jam 3 sore dan magrib dengan from 3 p.m. to dusk (dari jam 3 sore sampai magrib). Penggunaan from … to akan dibahas pada Prepositions (Part 3) 2. Joni sat between Rini and Nani. (Joni duduk diantara Rini dan Nani). Note: Gunakan conjunction and untuk menemani penggunaan between. Note: Bandingkan penggunaannya dengan among, 6.a). b. Between juga digunakan untuk membuat comparison. Contoh: 1. What is the difference between the American football and the football that we call sepak bola? (Apakah bedanya antara American football dengan football yang kita sebut sepak bola?). 14. During During bearti selama; digunakan untuk menyatakan durasi suatu kejadian/aktivitas. Contoh: 1. During our vacation, we visited many different beautiful places. (Selama liburan kami, kami mengunjungi banyak tempat-tempat indah yang berbeda). 2. During the exam, we were not allowed to open a book. (Selama ujian, kita tidak diijinkan membuka buku). 3. If you are in Canada, you must wear a winter jacket during the winter. Otherwise, you will get frozen to death. (Jika kamu di Kanada, kamu harus mengenakan jaket musim dingin selama musim dingin. Jika tidak, kamu akan mati kedinginan/membeku).

Note: for yang digunakan untuk menyatakan keterangan waktu pada perfect tense juga berarti selama, tetapi noun yang mengikutinya berbeda (i.e. for + hour/day/ week/months/year, etc.).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->