P. 1
Alkali Tanah

Alkali Tanah

|Views: 41|Likes:
Published by Azmi Syiarulloh

More info:

Published by: Azmi Syiarulloh on Jan 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2012

pdf

text

original

Alkali Tanah DEFINISI ALKALI TANAH

Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena memiliki sifat sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerk bumi. Oleh sebab itu, istilah ³alkali tanah´ biasa digunakan untuk menggambarkan kelompok unsur golongan II A. Tiap logam memiliki kofigurasi elektron sama seperti gas mulia atau golongan VIII A, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit S paling luar. Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s22s22p63s2 atau (Ne) 3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik. Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di lepaskan, agar mencapai kestabilan. Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR Jari-Jari Atom adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar. Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut. Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Jadi, dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. Jari-Jari Ion. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Energi Ionisasi (EI) adalah energi yang diperlukan atom dalam untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1. Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar, begitu juga pada pelepasan elektron yang ke-3 dan seterusnya. Maka EI 1< EI 2 < EI 3. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan. Afinitas Elektron adalah energi yang dilepaskan oleh atom apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.. Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima elektron dan unsurnya akan semakin reaktif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan VIIA. Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa. Harga keelektronegatifan ini diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 sampai 4. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Sedangkan unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

sama seperti unsur golongan alkali. tidak terjadi M(s) + X2(g) à MX2 (s) . tapi akan semakin bertambah hingga golongan alkali tanah (VIIA). Dari Berilium ke Barium. sehingga logam alkali tanah diletakkan pada golongan II A. sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang semakin meningkat dari Berilium ke Barium. Sifat non logam berhubungan dengan keelektronegatifan. makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya. Sifat logam berhubungan dengan keelektropositifan. Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur. Artinya bisa bersifat asam atau pun basa. Mg. kecuali Berilium. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). Selain itu semua logam alkali tanah juga mempunyai kecenderungan teratur mengenai keelektronegatifan yang semakin kecil dan daya reduksi yang semakin kuat dari Berilium ke Barium. Alkali tanah juga memiliki sifat relatif lunak dan dapat menghantarkan panas dan listrik dengan baik.Sifat Logam dan Non Logam. Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur metaloid. Nitrogen. namun tingkat kebasaannya lebih lemah. dan Ca. Senyawa Be(OH)2 bersifat amfoter. Logam ini juga memiliki kilapan logam. Selain dengan air unsur logam alkali tanah juga bisa bereaksi dengan Oksigen. Makin besar harga EI. nomor atom dan jari-jari atom semakin besar. Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan harga ionisasi yang kecil. meskipun kurang reaktif dibandingkan dengan unsur alkali. Sedangkan unsur Ra bersifat Radioaktif. Unsur golongan ini bersifat basa. Oleh karena itu senyawanya mempunyai bilangan oksidasi +2. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). namun Berilium adalah satu-satunya unsur alkali tanah yang kurang reaktif. Be. Kereaktifan. Semakin ke bawah. mula-mula kereaktifan menurun. sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah. Sr dengan tekanan tinggi. Logam alkali tanah bersifat pereduksi kuat. dan Halogen Reaksi-Reaksi Logam Alkali Tanah Reaksi secara umum Keterangan 2M(s) + O2(g) à 2MO(s) Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan M(s) + O2(g) à MO2 (s) Ba mudah. sifat pereduksi ini semakin kuat. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). Semua logam alkali tanah merupakan logam yang tergolong reaktif. sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang. Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi (EI). bahkan tidak bereaksi dengan air. Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron. Metalloid adalah unsur yang mempunyai sifat logam dan non logam. yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation. yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron. Kemiripan sifat logam alkali tanah disebabkan oleh kecenderungan melepaskan dua elektron valensi. Alkali tanah termasuk logam yang reaktif.

X: F.Barium dapat membentuk senyawa peroksida (BaO2) 2Mg(s) + O2 (g) 2MgO(s) BaO2(s) Ba(s) + O2(g) (berlebihan) Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2) 4Mg(s) + ½ O2(g) + N2 (g) MgO(s) + Mg3N2(s) Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH3 Mg3N2(s) + 6H2O(l) 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g) . Stronsium. Br. Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan oksigen.Ca(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g) Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Oksigen Dengan pemanasan. Logam Kalsium. Cl. Be dan Mg tidak dapat berlangsung Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air Berilium tidak bereaksi dengan air. sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Barium. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam. Be tidak dapat berlangsung M(s) + 2H+(aq) à M2+(aq) + H2 (g) Reaksi cepat berlangsung M(s) + H2 (g) à MH2 (s) Perlu pemanasan. dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut. dan I M(s) + S(s) à MS (s) M(s) + 2H2O (l) à M(OH)2 (aq) + H2 (g) Be tidak dapat. Mg perlu pemanasan 3M(s) + N2 (g) à M3N2 (s) Reaksi berlangsung pada suhu tinggi.

. Oleh karena daya polarisasi ion Be2+ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-. Air sadah digolongkan menjadi dua jenis. Air lunak adalah air yang mengandung kadar mineral yang rendah. berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+). MgCl2). Air Sadah (hard water) Jika busa sabun yang dihasilkan pada air itu sangat sedikit atau bahkan tidak menghasilkan sabun sama sekali maka air tersebut merupakan air sadah. Air sadah ini adalah air yang mengandung kadar mineral yang sangat tinggi. karena sebenarnya air sadah sendiri adalah air biasa yang sering digunakan sehari-hari. Penentuan air ini dilihat dari jumlah busa sabun yang dihasilkan. seperti garam sulfat (CaSO4. yaitu air yang mengandung garam selain garam hidrogen karbonat. Contoh. KESADAHAN AIR Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral yang terdapat di dalam air umumnya mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. tetapi harus ditambahkan Natrium Karbonat (soda) MgCl2(aq) + Na2CO3(aq) MgCO3(s) + 2NaCl(aq) . Ca(s) + Cl2(g) CaCl2(s) III. Kesadahan air ini dapat dilihat pada air ketika sedang mencuci. Air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan (scum) yang sukar dihilangkan. Biasanya secara fisik terlihat air tampak keruh. Dari air tersebut kita akan menemukan dua jenis air: Air Lunak Jika busa sabun yang dihasilkan pada air itu cukup banyak maka air tersebut termasuk air lunak. Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion. Air sadah tetap tidak dapat dihilangkan dengan pemanasan. penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. 3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s) Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Halogen Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida. Contoh. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3. Air Sadah Sementara. kecuali Berilium. maka BeCl2 berikatan kovalen.Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Nitrogen Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan Alkali Tanah. Senyawa Kalsium Karbonat dan Magnesium Karbonat dari batu kapur dan dolomite dapat larut menjadi senyawa Bikarbonat karena adanya gas karbondioksida di udara. Selain ion kalsium dan magnesium. yaitu air yang mengandung garam hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2). CaCO3(S) + 2 H2O(l) + CO2(g) Ca(HCO3)2 Air Sadah Tetap. yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap. MgSO4) dan garam klorida (CaCl2.

10H2O(s) à 2Na+(aq) + CO32. IV. * Kesadahan Air dapat menyebabkan bahan linen berubah pucat. * Kesadahan Air dapat menciptakan biuh logam pada kamar mandi shower dan bathtubs. Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya.10H2O yang ditambahkan dalam air sadah dapat mengendapkan ion Ca2+ menjadi endapan CaCO3. * Mineral Kesadahan Air dapat menyumbat semburan pembilas dan saluran air. 2NaC17H35COO(aq) + Ca2+ Ca(C17H35COO)2 (s) + 2Na+(aq) Walaupun tidak berbahaya. yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis. sehingga tidak dapat bergabung dengan ion dari sabun. PROSES EKSTRAKSI LOGAM ALKALI TANAH Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. Menghilangkan Kesadahan Pemanasan. Na2[Na4(PO3)6](s) à 2Na+(aq) + [Na4(PO3)6]2-(aq) CaCl2 à Ca2+ + 2ClNa2[Na4(PO3)6] + CaCl2 à 2NaCl + Ca[Na4(PO3)6] Menggunakan resin penukar ion. Ekstraksi Berilium (Be) . Soda (NaCO3). Pada suhu tinggi. * Kesadahan Air dapat menyebabkan noda pada bahan pecah belah dan bahan flat. Hal ini disebabkan karena ion Ca2+ atau Mg2+ dalam air sadah dapat mengendapkan sabun sehingga membentuk endapan berminyak yang terapung dipermukaan air. Pemanasan dapat menghilangkan kesadahan sementara. Na2CO3. air sadah dapat menimbulkan kerugian. Resin berfungsi mengikat semua kation atau anion yang ada di dalam air sadah. Natrium Heksametafosfat [Na2(Na4(PO3))] dapat digunakan untuk menghilangkan air sadah yang mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. diantaranya : * Kesadahan Air dapat menurunkan efisiensi dari deterjen dan sabun. Dengan demikian.+ 10H2O CaCl2 à Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) Na2CO3. Kedua ion ini akan diubah menjadi ion kompleks yang mudah larut. sehingga ion Ca2+ akan mengendap sebagai CaCO3 Ca(HCO3)2(aq) à CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) Penambahan ion karbonat. garam hidrogen karbonat Ca(HCO3)2 akan terutarai.10H2O(s) + CaCl2 à 2NaCl + CaCO3 + 10H2O Menggunakan zat pelunak air. sabun hanya sedikit membuih dan daya pembersih sabun berkurang. * Residu Kesadahan Air dapat melapisi elemen pemanas dan menurunkan efisiensi panas.Air sadah kurang baik apabila digunakan untuk mencuci dengan menggunakan sabun (NaC17H35COO). Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara.

à Mg(OH)2 Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2 Mg(OH)2 + 2HCl à MgCl2 + 2H2O Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium Katode : Mg2+ + 2e.à Cl2 + 2eEkstraksi Magnesium (Mg) Metode Reduksi Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium.à Cl2 + 2e- Ekstraksi Kalsium (Ca) Metode Elektrolisis . 2[ MgO. BeF 2 + Mg à MgF2 + Be Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. Karena BeCl 2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik.CaO] + FeSi à 2Mg + Ca2SiO4 + Fe Metode Elektrolisis Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO. sehingga ditambahkan NaCl.Metode reduksi Untuk mendapatkan Berilium.à Be Anode : 2Cl.CaO. dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg. lalu MgO. Reaksi yang terjadi : CaO + H2O à Ca2+ + 2OHMg2+ + 2OH. Sebelum mendapatkan BeF2. kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF 6 hingga 700 0C. Reaksi yang terjadi adalah : Katoda : Be2+ + 2e. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO.CaO. Karena beril adalah sumber utama berilium.à Mg Anode : 2Cl. bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2.

2Cl.à Sr anoda . barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al. Reaksi yang terjadi : 6BaO + 2Al à 3Ba + Ba3Al2O6. Reaksi yang terjadi : Katoda . Kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2 . Ba2+ +2e. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). 2Cl.à Ca Anoda .à Cl2 + 2eMetode Reduksi Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na. katode . Reaksi yang terjadi : katode .à Cl2 + 2eEkstraksi Barium (Ba) Metode Elektrolisis Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). Reaksi yang terjadi :CaCO3 + 2HCl à CaCl2 + H2O + CO2 Setelah mendapatkan CaCl2. Reaksi yang terjadi . 2Cl. Ca2+ + 2e. kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2.à Ba anoda . Untuk mendapatkan kalsium. Sr2+ +2e. Reduksi CaO oleh Al 6CaO + 2Al à 3 Ca + Ca3Al2O6 Reduksi CaCl2 oleh Na CaCl2 + 2 Na à Ca + 2NaCl Ekstraksi Strontium (Sr) Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan Strontium (Sr). Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2. . kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca).à Cl2 + 2eMetode Reduksi Selain dengan elektrolisis. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4].Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca).

Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi.03%. Senyawa Sulfat [CaSO4]. Senyawa Fourida [CaF] Stronsium. dan Krisoberil [Al2BeO4]. Magnesium (Mg) 1. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik. dan Mineral Witerit [BaCO3] VI. dan Senyawa Epsomit [MgSO4. Barium berada di kerak bumi sebanyak 0. sekaligus sebagai pencegah maag 4.04%.V. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir 4.7H2O] Kalsium. Magnesium. APLIKASI LOGAM ALKALI TANAH Berilium (Be) 1. Senyawa Fospat [CaPO4].9% keberadaannya. dengan 3. dengan 1. Kalsium digunakan pada obat obatan. 2. Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi. maka Berilium sangat penting sebagai komponen televisi. 3. 3. bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Berikut keberadaan senyawa yang mengandung logam alkali : Berilium. Di alam barium dapat membentuk senyawa : Mineral Baritin [BaSO4]. KEBERADAAN DI ALAM Logam alkali tanah memilii sifat yang reaktif sehingga di alam hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya. Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Dolomit [MgCa(CO3)2]. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa menjadi Mineral beril [Be3Al2(SiO 6)3]. . bubuk pengembang kue dan plastik. karena senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi. 2.4% keberadaanya. Di alam strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4]. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X. Kalsium (Ca) 1. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat dan ringan sehingga biasa digunakan pada alat alat rumah tangga. Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada lampu Blitz. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat di mulut dan mencagah terjadinnya kerusakan gigi. dan Strontianit Barium. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2]. akan tetapi bermasa lebih ringan. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO3]. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat Zet. Senyawa Karbonat [MgCO3].

Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator). Stronsium (Sr) 1. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat Gips yang berfungsi untuk membalut tulang yang patah. 5. 3. 4. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan cat tembok.2. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi. semakin kebawah akan semakin kuat (reaktif). 3. BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastic karena memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang. Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api.dapat juga mengeringkan gas dan mengikat Karbondioksida pada cerobong asap. 7. 2. Logam IIA : . 2. Logam IA dan IIA Logam IA : adalah logam sangat reaktif bereaksi dengan H2O 2Na(s) + 2H2O menghasilkan 2 NaOH(aq) + H2(g) Dalam satu golongan.. Stronsium dalam senyawa Sr(no3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api. Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber basa yang harganya relatif murah 6.Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer. Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat dehidrator. 3. Barium (Ba) 1. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar X meskipun beracun.

Persamaan reaksi unsur-unsur ini adalah : Logam hidroksida yang dihasilkan bersifat tidak larut air. bereaksi lambat dengan air · Mg kurang reaktif (tidak bereaksi dengan air). . tetapi kelarutannya meningkat ke bawah golongan. Sebagai catatan. Ba. strontium. dan lebih sedikit lagi untuk reaksi barium. Jika bereaksi dengan air dingin. Untuk reaksi strontium akan dihasilkan endapan yang lebih sedikit. strontium. dihasilkan logam hidroksida. Strontium dan barium memiliki reaktivitas mirip dengan litium di Golongan I. Ra. karena peningkatan kelarutan logam hidroksida tadi. jika logam bereaksi dengan uap air. dan barium dengan air (atau uap air). Sr. Magnesium murni memiliki kemampuan bereaksi yang kecil terhadap air dingin. Magnesium Magnesium bereaksi dengan uap air menghasilkan magnesium oksida dan hidrogen. Fakta-fakta Berilium Berilium tidak bereaksi dengan air atau uap air meskipun dalam suhu tinggi. Kalsium.· Kurang reaktif dibandingkan IA (karena Energi Ionisasinya lebih besar untuk melpaskan 2 elektron terluar) · Ca. karena dilapisi oleh oksigen pada permukaannya · Be lebih kurang reaktif dibanding MgReaksi unsur-unsur golongan II dengan air Pada halaman ini akan dijelaskan reaksi unsur-unsur golongan II. kalsium. terbentuk logam oksida. Kalsium hidroksida yang terbentuk sebagian besar berupa endapan putih (sebagian kecil larut). magnesium. Reaksi di atas lekas terhenti karena terbentuknya magnesium hidroksida yang tidak larut dalam air dan membentuk rintangan bagi magnesium untuk bereaksi lebih lanjut. dan barium Unsur-unsur ini dapat bereaksi dengan air dingin dengan pengadukan kuat menghasilkan logam hidroksida dan hidrogen. yaitu berilium.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->