Alkali Tanah DEFINISI ALKALI TANAH

Logam alkali tanah terdiri dari 6 unsur yang terdapat di golongan IIA. Yang termasuk ke dalam golongan II A yaitu : Berilium (Be), Magnesium (Mg), Calcium (Ca), Stronsium (Sr), Barium (Ba), dan Radium (Ra). Di sebut logam karena memiliki sifat sifat seperti logam. Disebut alkali karena mempunyai sifat alkalin atau basa jika direaksikan dengan air. Dan istilah tanah karena oksidasinya sukar larut dalam air, dan banyak ditemukan dalam bebatuan di kerk bumi. Oleh sebab itu, istilah ³alkali tanah´ biasa digunakan untuk menggambarkan kelompok unsur golongan II A. Tiap logam memiliki kofigurasi elektron sama seperti gas mulia atau golongan VIII A, setelah di tambah 2 elektron pada lapisan kulit S paling luar. Contohnya konfigurasi elektron pada Magnesium (Mg) yaitu : 1s22s22p63s2 atau (Ne) 3s2. Ikatan yang dimiliki kebanyakan senyawa logam alkali tanah adalah ikatan ionik. Karena, elektron paling luarnya telah siap untuk di lepaskan, agar mencapai kestabilan. Unsur alkali tanah memiliki reaktifitas tinggi, sehingga tidak ditemukan dalam bentuk monoatomik , unsur ini mudah bereaksi dengan oksigen, dan logam murni yang ada di udara, membentuk lapisan luar pada oksigen. SIFAT-SIFAT PERIODIK UNSUR Jari-Jari Atom adalah jarak dari inti atom sampai ke elektron di kulit terluar. Besarnya jari-jari atom dipengaruhi oleh besarnya nomor atom unsur tersebut. Semakin besar nomor atom unsur-unsur segolongan, semakin banyak pula jumlah kulit elektronnya, sehingga semakin besar pula jari-jari atomnya. Jadi, dalam satu golongan (dari atas ke bawah), jari-jari atomnya semakin besar. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), nomor atomnya bertambah yang berarti semakin bertambahnya muatan inti, sedangkan jumlah kulit elektronnya tetap. Akibatnya tarikan inti terhadap elektron terluar makin besar, sehingga menyebabkan semakin kecilnya jari-jari atom. Jari-Jari Ion. Ion mempunyai jari-jari yang berbeda secara nyata jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Ion bermuatan positif (kation) mempunyai jari-jari yang lebih kecil, sedangkan ion bermuatan negatif (anion) mempunyai jari-jari yang lebih besar jika dibandingkan dengan jari-jari atom normalnya. Energi Ionisasi (EI) adalah energi yang diperlukan atom dalam untuk melepaskan satu elektron sehingga membentuk ion bermuatan +1. Jika atom tersebut melepaskan elektronnya yang ke-2 maka akan diperlukan energi yang lebih besar, begitu juga pada pelepasan elektron yang ke-3 dan seterusnya. Maka EI 1< EI 2 < EI 3. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), EI semakin kecil karena jari-jari atom bertambah sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin kecil. Akibatnya elektron terluar semakin mudah untuk dilepaskan. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan), EI semakin besar karena jari-jari atom semakin kecil sehingga gaya tarik inti terhadap elektron terluar semakin besar. Akibatnya elektron terluar semakin sulit untuk dilepaskan. Afinitas Elektron adalah energi yang dilepaskan oleh atom apabila menerima sebuah elektron untuk membentuk ion negatif.. Semakin negatif harga afinitas elektron, semakin mudah atom tersebut menerima elektron dan unsurnya akan semakin reaktif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga afinitas elektronnya semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga afinitas elektronnya semakin besar. Unsur golongan utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif, kecuali golongan IIA dan VIIIA. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh golongan VIIA. Keelektronegatifan adalah kemampuan suatu unsur untuk menarik elektron dalam molekul suatu senyawa. Harga keelektronegatifan ini diukur dengan menggunakan skala Pauling yang besarnya antara 0,7 sampai 4. Unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan besar, cenderung menerima elektron dan akan membentuk ion negatif. Sedangkan unsur yang mempunyai harga keelektronegatifan kecil, cenderung melepaskan elektron dan akan membentuk ion positif. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah), harga keelektronegatifan semakin kecil. Dan dalam satu periode (dari kiri ke kanan), harga keelektronegatifan semakin besar.

Unsur golongan ini bersifat basa. makin sulit bagi atom untuk melepaskan elektron dan makin berkurang sifat logamnya. Semua logam alkali tanah merupakan logam yang tergolong reaktif. Oleh karena itu senyawanya mempunyai bilangan oksidasi +2. Hal ini ditunjukkan oleh kemampuan bereaksi dengan air yang semakin meningkat dari Berilium ke Barium. Dalam satu golongan (dari atas ke bawah). Unsur-unsur yang terletak pada daerah peralihan antara unsur logam dengan non logam disebut unsur metaloid. kecuali Berilium. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan).Sifat Logam dan Non Logam. Kereaktifan bergantung pada kecenderungan unsur untuk melepas atau menarik elektron. yaitu kecenderungan atom untuk melepaskan elektron membentuk kation. Logam alkali tanah bersifat pereduksi kuat. namun Berilium adalah satu-satunya unsur alkali tanah yang kurang reaktif. Nitrogen. Selain itu semua logam alkali tanah juga mempunyai kecenderungan teratur mengenai keelektronegatifan yang semakin kecil dan daya reduksi yang semakin kuat dari Berilium ke Barium. sama seperti unsur golongan alkali. Artinya bisa bersifat asam atau pun basa. Be. Kemiripan sifat logam alkali tanah disebabkan oleh kecenderungan melepaskan dua elektron valensi. nomor atom dan jari-jari atom semakin besar. Senyawa Be(OH)2 bersifat amfoter. mula-mula kereaktifan menurun. dan Halogen Reaksi-Reaksi Logam Alkali Tanah Reaksi secara umum Keterangan 2M(s) + O2(g) à 2MO(s) Reaksi selain Be dan Mg tak perlu Pemanasan M(s) + O2(g) à MO2 (s) Ba mudah. Sifat non logam berhubungan dengan keelektronegatifan. Makin besar harga EI. Sifat logam berhubungan dengan keelektropositifan. sehingga logam alkali tanah diletakkan pada golongan II A. Dalam satu periode (dari kiri ke kanan). namun tingkat kebasaannya lebih lemah. Sedangkan unsur Ra bersifat Radioaktif. Semakin ke bawah. Mg. Logam ini juga memiliki kilapan logam. tidak terjadi M(s) + X2(g) à MX2 (s) . Alkali tanah juga memiliki sifat relatif lunak dan dapat menghantarkan panas dan listrik dengan baik. Sifat logam bergantung pada besarnya energi ionisasi (EI). sifat logam bertambah sedangkan sifat non logam berkurang. sifat pereduksi ini semakin kuat. tapi akan semakin bertambah hingga golongan alkali tanah (VIIA). Unsur logam terletak pada bagian kiri-bawah dalam sistem periodik unsur. Logam alkali tanah memiliki jari-jari atom yang besar dan harga ionisasi yang kecil. Alkali tanah termasuk logam yang reaktif. Selain dengan air unsur logam alkali tanah juga bisa bereaksi dengan Oksigen. sedangkan unsur non logam terletak pada bagian kanan-atas. Dari Berilium ke Barium. bahkan tidak bereaksi dengan air. Sr dengan tekanan tinggi. dan Ca. meskipun kurang reaktif dibandingkan dengan unsur alkali. yaitu kecenderungan atom untuk menarik elektron. Kereaktifan. Metalloid adalah unsur yang mempunyai sifat logam dan non logam. sifat logam berkurang sedangkan sifat non logam bertambah.

X: F. Br. dan I M(s) + S(s) à MS (s) M(s) + 2H2O (l) à M(OH)2 (aq) + H2 (g) Be tidak dapat. Be dan Mg tidak dapat berlangsung Reaksi Logam Alkali Tanah dengan Air Berilium tidak bereaksi dengan air. Oksida Berilium dan Magnesium yang terbentuk akan menjadi lapisan pelindung pada permukaan logam. Stronsium. dan Radium bereaksi sangat cepat dan dapat bereaksi dengan air dingin. Contoh reaksi logam alkali tanah dan air berlangsung sebagai berikut. Berilium dan Magnesium dapat bereaksi dengan oksigen.Barium dapat membentuk senyawa peroksida (BaO2) 2Mg(s) + O2 (g) 2MgO(s) BaO2(s) Ba(s) + O2(g) (berlebihan) Pembakaran Magnesium di udara dengan Oksigen terbatas pada suhu tinggi akan dapat menghasilkan Magnesium Nitrida (Mg3N2) 4Mg(s) + ½ O2(g) + N2 (g) MgO(s) + Mg3N2(s) Bila Mg3N2 direaksikan dengan air maka akan didapatkan gas NH3 Mg3N2(s) + 6H2O(l) 3Mg(OH)2(s) + 2NH3(g) .Ca(s) + 2H2O(l) Ca(OH)2(aq) + H2(g) Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Oksigen Dengan pemanasan. Barium. Cl. sedangkan logam Magnesium bereaksi sangat lambat dan hanya dapat bereaksi dengan air panas. Logam Kalsium. Be tidak dapat berlangsung M(s) + 2H+(aq) à M2+(aq) + H2 (g) Reaksi cepat berlangsung M(s) + H2 (g) à MH2 (s) Perlu pemanasan. Mg perlu pemanasan 3M(s) + N2 (g) à M3N2 (s) Reaksi berlangsung pada suhu tinggi.

maka BeCl2 berikatan kovalen. CaCO3(S) + 2 H2O(l) + CO2(g) Ca(HCO3)2 Air Sadah Tetap. penyebab kesadahan juga bisa merupakan ion logam lain maupun garam-garam bikarbonat dan sulfat. Air sadah ini adalah air yang mengandung kadar mineral yang sangat tinggi. seperti garam sulfat (CaSO4. KESADAHAN AIR Kesadahan air adalah kandungan mineral-mineral yang terdapat di dalam air umumnya mengandung ion Ca2+ dan Mg2+. Air Sadah Sementara. 3Mg(s) + N2(g) Mg3N2(s) Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Halogen Semua logam Alkali Tanah bereaksi dengan halogen dengan cepat membentuk garam Halida. MgCl2). Sedangkan alkali tanah yang lain berikatan ion. Air Sadah (hard water) Jika busa sabun yang dihasilkan pada air itu sangat sedikit atau bahkan tidak menghasilkan sabun sama sekali maka air tersebut merupakan air sadah. karena sebenarnya air sadah sendiri adalah air biasa yang sering digunakan sehari-hari. Biasanya secara fisik terlihat air tampak keruh. yaitu air yang mengandung garam hidrogen karbonat (Ca(HCO3)2 dan Mg(HCO3)2). kecuali Berilium. Contoh. Senyawa Kalsium Karbonat dan Magnesium Karbonat dari batu kapur dan dolomite dapat larut menjadi senyawa Bikarbonat karena adanya gas karbondioksida di udara. Air sadah tetap tidak dapat dihilangkan dengan pemanasan.. Contoh. Kesadahan air total dinyatakan dalam satuan ppm berat per volume (w/v) dari CaCO3. yaitu air sadah sementara dan air sadah tetap. Selain ion kalsium dan magnesium. Ca(s) + Cl2(g) CaCl2(s) III. berdasarkan jenis anion yang diikat oleh kation (Ca2+ atau Mg2+). MgSO4) dan garam klorida (CaCl2. Air sadah digolongkan menjadi dua jenis. Air lunak adalah air yang mengandung kadar mineral yang rendah. yaitu air yang mengandung garam selain garam hidrogen karbonat. Dari air tersebut kita akan menemukan dua jenis air: Air Lunak Jika busa sabun yang dihasilkan pada air itu cukup banyak maka air tersebut termasuk air lunak. Kesadahan air ini dapat dilihat pada air ketika sedang mencuci. Oleh karena daya polarisasi ion Be2+ terhadap pasangan elektron Halogen kecuali F-. tetapi harus ditambahkan Natrium Karbonat (soda) MgCl2(aq) + Na2CO3(aq) MgCO3(s) + 2NaCl(aq) . Penentuan air ini dilihat dari jumlah busa sabun yang dihasilkan.Reaksi Logam Alkali Tanah Dengan Nitrogen Logam alkali tanah yang terbakar di udara akan membentuk senyawa oksida dan senyawa Nitrida dengan demikian Nitrogen yang ada di udara bereaksi juga dengan Alkali Tanah. Air sadah yang bercampur sabun dapat membentuk gumpalan (scum) yang sukar dihilangkan.

Pemanasan dapat menghilangkan kesadahan sementara. 2NaC17H35COO(aq) + Ca2+ Ca(C17H35COO)2 (s) + 2Na+(aq) Walaupun tidak berbahaya.10H2O yang ditambahkan dalam air sadah dapat mengendapkan ion Ca2+ menjadi endapan CaCO3. sabun hanya sedikit membuih dan daya pembersih sabun berkurang. garam hidrogen karbonat Ca(HCO3)2 akan terutarai. Pada suhu tinggi. Ekstraksi Berilium (Be) .Air sadah kurang baik apabila digunakan untuk mencuci dengan menggunakan sabun (NaC17H35COO). Resin berfungsi mengikat semua kation atau anion yang ada di dalam air sadah. Hal ini disebabkan karena ion Ca2+ atau Mg2+ dalam air sadah dapat mengendapkan sabun sehingga membentuk endapan berminyak yang terapung dipermukaan air. * Residu Kesadahan Air dapat melapisi elemen pemanas dan menurunkan efisiensi panas. Soda (NaCO3). Logam alkali tanah dapat di ekstraksi dari senyawanya. Kedua ion ini akan diubah menjadi ion kompleks yang mudah larut. * Kesadahan Air dapat menciptakan biuh logam pada kamar mandi shower dan bathtubs. Dengan demikian. diantaranya : * Kesadahan Air dapat menurunkan efisiensi dari deterjen dan sabun. Menghilangkan Kesadahan Pemanasan. Untuk mengekstraksinya kita dapat menggunakan dua cara. Na2CO3.10H2O(s) + CaCl2 à 2NaCl + CaCO3 + 10H2O Menggunakan zat pelunak air. * Kesadahan Air dapat menyebabkan noda pada bahan pecah belah dan bahan flat. Natrium Heksametafosfat [Na2(Na4(PO3))] dapat digunakan untuk menghilangkan air sadah yang mengandung ion Ca2+ dan Mg2+.+ 10H2O CaCl2 à Ca2+(aq) + 2Cl-(aq) Na2CO3. IV. sehingga tidak dapat bergabung dengan ion dari sabun. air sadah dapat menimbulkan kerugian.10H2O(s) à 2Na+(aq) + CO32. PROSES EKSTRAKSI LOGAM ALKALI TANAH Ekstraksi adalah pemisahan suatu unsur dari suatu senyawa. * Mineral Kesadahan Air dapat menyumbat semburan pembilas dan saluran air. yaitu metode reduksi dan metode elektrolisis. * Kesadahan Air dapat menyebabkan bahan linen berubah pucat. sehingga ion Ca2+ akan mengendap sebagai CaCO3 Ca(HCO3)2(aq) à CaCO3(s) + CO2(g) + H2O(l) Penambahan ion karbonat. Na2[Na4(PO3)6](s) à 2Na+(aq) + [Na4(PO3)6]2-(aq) CaCl2 à Ca2+ + 2ClNa2[Na4(PO3)6] + CaCl2 à 2NaCl + Ca[Na4(PO3)6] Menggunakan resin penukar ion.

à Cl2 + 2eEkstraksi Magnesium (Mg) Metode Reduksi Untuk mendapatkan magnesium kita dapat mengekstraksinya dari dolomit [MgCa(CO3)2] karena dolomite merupakan salah satu sumber yang dapat menhasilkan magnesium.CaO. Reaksi yang terjadi adalah : Katoda : Be2+ + 2e. Sebelum mendapatkan BeF2. 2[ MgO. Reaksi yang terjadi : CaO + H2O à Ca2+ + 2OHMg2+ + 2OH. kita harus memanaskan beril [Be3Al2(SiO6)3] dengan Na2SiF 6 hingga 700 0C.à Be Anode : 2Cl. Karena beril adalah sumber utama berilium. Dolomite dipanaskan sehingga terbentuk MgO. sehingga ditambahkan NaCl. lalu MgO.CaO.à Cl2 + 2e- Ekstraksi Kalsium (Ca) Metode Elektrolisis . dipanaskan dengan FeSi sehingga menhasilkan Mg.CaO] + FeSi à 2Mg + Ca2SiO4 + Fe Metode Elektrolisis Selain dengan ekstraksi dolomite magnesium juga bisa didapatkan dengan mereaksikan air alut dengan CaO.à Mg Anode : 2Cl.Metode reduksi Untuk mendapatkan Berilium. Karena BeCl 2 tidak dapat mengahantarkan listrik dengan baik.à Mg(OH)2 Selanjutnya Mg(OH)2 direaksikan dengan HCl Untuk membentuk MgCl2 Mg(OH)2 + 2HCl à MgCl2 + 2H2O Setelah mendapatkan lelehan MgCl2 kita dapat mengelektrolisisnya untuk mendapatkan magnesium Katode : Mg2+ + 2e. BeF 2 + Mg à MgF2 + Be Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan berilium juga kita dapat mengekstraksi dari lelehan BeCl2 yang telah ditambah NaCl. bisa didapatkan dengan mereduksi BeF2.

Sr2+ +2e. Reaksi yang terjadi : 6BaO + 2Al à 3Ba + Ba3Al2O6. Lelehan SrCl2 bisa didapatkan dari senyawa selesit [SrSO4].à Cl2 + 2eMetode Reduksi Selain dengan elektrolisis. . Ba2+ +2e.à Cl2 + 2eEkstraksi Barium (Ba) Metode Elektrolisis Barit (BaSO4) adalah sumber utama untuk memperoleh Barium (Ba). kita dapat mereaksikan CaCO3 dengan HCl agar terbentuk senyawa CaCl2. Reduksi CaO oleh Al 6CaO + 2Al à 3 Ca + Ca3Al2O6 Reduksi CaCl2 oleh Na CaCl2 + 2 Na à Ca + 2NaCl Ekstraksi Strontium (Sr) Metode Elektrolisis Untuk mendapatkan Strontium (Sr). Reaksi yang terjadi : Katoda .Batu kapur (CaCO3) adalah sumber utama untuk mendapatkan kalsium (Ca). katode .à Sr anoda . Setelah diproses menjadi BaCl2 barium bisa diperoleh dari elektrolisis lelehan BaCl2.à Ca Anoda . 2Cl.à Cl2 + 2eMetode Reduksi Logam kalsium (Ca) juga dapat dihasilkan dengan mereduksi CaO oleh Al atau dengan mereduksi CaCl2 oleh Na. Karena Senyawa selesit merupakan sumber utama Strontium (Sr). 2Cl. Kita bisa mendapatkannya dengan elektrolisis lelehan SrCl2 . Reaksi yang terjadi :CaCO3 + 2HCl à CaCl2 + H2O + CO2 Setelah mendapatkan CaCl2. barium bisa kita peroleh dengan mereduksi BaO oleh Al.à Ba anoda . Ca2+ + 2e. Reaksi yang terjadi . kita dapat mengelektrolisisnya agar mendapatkan kalsium (Ca). Reaksi yang terjadi : katode . 2Cl. Untuk mendapatkan kalsium.

2.03%.4% keberadaanya. dan Senyawa Epsomit [MgSO4. Barium berada di kerak bumi sebanyak 0. Senyawa Mg(OH)2 digunakan dalam pasta gigi untuk mengurangi asam yang terdapat di mulut dan mencagah terjadinnya kerusakan gigi. Senyawa Fourida [CaF] Stronsium. Kalsium digunakan pada obat obatan. Berilium digunakan untuk memadukan logam agar lebih kuat.7H2O] Kalsium. akan tetapi bermasa lebih ringan. Stronsium berada di kerak bumi dengan jumlah 0. Campuran berilium dan tembaga banyak dipakai pada alat listrik. Di alam strontium dapat membuntuk senyawa Mineral Selesit [SrSO4]. bahkan hampir bisa dikatakan tidak ada. Dolomit [MgCa(CO3)2]. sekaligus sebagai pencegah maag 4. maka Berilium sangat penting sebagai komponen televisi. Magnesium (Mg) 1. Senyawa Sulfat [CaSO4]. . dengan 3. Magnesium berperingkat nomor 7 terbanyak yang terdapat di kerak bumi. Senyawa Karbonat [MgCO3]. 3. Magnesium digunakan untuk memberi warna putih terang pada kembang api dan pada lampu Blitz. Di alam barium dapat membentuk senyawa : Mineral Baritin [BaSO4]. dan Mineral Witerit [BaCO3] VI. karena senyawa MgO memiliki titik leleh yang tinggi. APLIKASI LOGAM ALKALI TANAH Berilium (Be) 1. Berilium tidak begitu banyak terdapat di kerak bumi. dan Krisoberil [Al2BeO4]. Berikut keberadaan senyawa yang mengandung logam alkali : Berilium.04%. Di alam kalsium dapat membentuk senyawa karbonat [CaCO3]. Di alam magnesium bisa bersenyawa menjadi Magnesium Klorida [MgCl2]. Senyawa Fospat [CaPO4]. dengan 1. 3. Kalsium adalah logam alkali yang paling banyak terdapat di kerak bumi. Biasanya paduan ini digunakan pada kemudi pesawat Zet. Magnesium. dan Strontianit Barium. Sedangkan di alam berilium dapat bersenyawa menjadi Mineral beril [Be3Al2(SiO 6)3]. bubuk pengembang kue dan plastik.V. Mirip dengan Berilium yang membuat campuran logam semakin kuat dan ringan sehingga biasa digunakan pada alat alat rumah tangga. KEBERADAAN DI ALAM Logam alkali tanah memilii sifat yang reaktif sehingga di alam hanya ditemukan dalam bentuk senyawanya. Bahkan kalsium menjadi nomor 5 terbanyak yang terdapat di kerak bumi. Kalsium (Ca) 1. Berilium digunakan untuk mengontrol reaksi fisi pada reaktor nuklir 4. 2. Berilium digunakan pada kaca dari sinar X.9% keberadaannya. Senyawa MgO dapat digunakan untuk melapisi tungku.

Ca(OH)2 digunakan sebagai pengatur pH air limbah dan juga sebagai sumber basa yang harganya relatif murah 6. 3. 3. Senyawa CaCO3 biasa digunakan untuk bahan bangunan seperti komponen semen dan cat tembok. Stronsium dalam senyawa Sr(no3)2 memberikan warna merah apabila digunakan untuk bahan kembang api.2. Stronsium (Sr) 1. 5. BaSO4 digunakan untuk memeriksa saluran pencernaan karena mampu menyerap sinar X meskipun beracun. Logam IA dan IIA Logam IA : adalah logam sangat reaktif bereaksi dengan H2O 2Na(s) + 2H2O menghasilkan 2 NaOH(aq) + H2(g) Dalam satu golongan.dapat juga mengeringkan gas dan mengikat Karbondioksida pada cerobong asap. 2. Kalsium banyak terdapat pada susu dan ikan teri yang berfungsi sebagai pembentuk tulang dan gigi.. 3. 2.Selain itu digunakan untuk membuat kapur tulis dan gelas. Kalsium Karbida (CaC2) disaebut juga batu karbit merupakan bahan untuk pembuatan gas asetilena (C2H2) yang digunakan untuk pengelasan. Barium (Ba) 1. 7. 4. Untuk pengoperasian mercusuar yang mengubah energi panas menjadi listrik dalam baterai nuklir RTG (Radiisotop Thermoelectric Generator). Kalsium Oksida (CaO) dapat mengikat air pada Etanol karena bersifat dehidrator. semakin kebawah akan semakin kuat (reaktif). Ba(NO3)2 digunakan untuk memberikan warna hijau pada kembang api. Logam IIA : . BaSO4 digunakan sebagai pewarna pada plastic karena memiliki kerapatan yang tinggi dan warna terang. Stronsium sebagai senyawa karbonat biasa digunakan dalam pembuatan kaca televisi berwarna dan komputer. Senyawa CaSO4 digunakan untuk membuat Gips yang berfungsi untuk membalut tulang yang patah.

dan barium Unsur-unsur ini dapat bereaksi dengan air dingin dengan pengadukan kuat menghasilkan logam hidroksida dan hidrogen. Ra. Ba. yaitu berilium. Sebagai catatan. Strontium dan barium memiliki reaktivitas mirip dengan litium di Golongan I. karena peningkatan kelarutan logam hidroksida tadi. Kalsium. strontium. Jika bereaksi dengan air dingin. Reaksi di atas lekas terhenti karena terbentuknya magnesium hidroksida yang tidak larut dalam air dan membentuk rintangan bagi magnesium untuk bereaksi lebih lanjut. dan barium dengan air (atau uap air). bereaksi lambat dengan air · Mg kurang reaktif (tidak bereaksi dengan air). jika logam bereaksi dengan uap air. . dihasilkan logam hidroksida. magnesium. tetapi kelarutannya meningkat ke bawah golongan. strontium. kalsium. Magnesium murni memiliki kemampuan bereaksi yang kecil terhadap air dingin. dan lebih sedikit lagi untuk reaksi barium. Sr.· Kurang reaktif dibandingkan IA (karena Energi Ionisasinya lebih besar untuk melpaskan 2 elektron terluar) · Ca. karena dilapisi oleh oksigen pada permukaannya · Be lebih kurang reaktif dibanding MgReaksi unsur-unsur golongan II dengan air Pada halaman ini akan dijelaskan reaksi unsur-unsur golongan II. terbentuk logam oksida. Magnesium Magnesium bereaksi dengan uap air menghasilkan magnesium oksida dan hidrogen. Kalsium hidroksida yang terbentuk sebagian besar berupa endapan putih (sebagian kecil larut). Persamaan reaksi unsur-unsur ini adalah : Logam hidroksida yang dihasilkan bersifat tidak larut air. Fakta-fakta Berilium Berilium tidak bereaksi dengan air atau uap air meskipun dalam suhu tinggi. Untuk reaksi strontium akan dihasilkan endapan yang lebih sedikit.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful