TUBERCULOSIS

Kalau ada cairan dirongga pleura (pembungkus paru-paru). biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam. suara nafas melemah yang disertai sesak. maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya. adanya penurunan kesadaran dan kejang-kejang. pada muara ini akan keluar cairan nanah. Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak).Gejala sistemik/umum: Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah) Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama. lemah Gejala khusus: Tergantung dari organ tubuh mana yang terkena. akan menimbulkan suara mengi . gejalanya adalah demam tinggi. bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar. . Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul Penurunan nafsu makan dan berat badan Perasaan tidak enak (malaise). dapat disertai dengan keluhan sakit dada. Bila mengenai tulang.

Gambaran secara klinis tidak terlalu khas terutama pada kasus baru. Gejala-gejala umum : ‡ Demam tidak terlalu tinggi. ‡ Badan lemah . dapat disertai dengan keluarnya darah dari paru-paru penderita. ‡ Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu. berlangsung lama. sehingga cukup sulit untuk menegakkan diagnosa secara klinik. ‡ Terjadi penurunan nafsu makan dan berat badan. umumnya dirasakan pada malam hari disertai keringat malam.Gejala Penyakit TBC Gejala Penyakit TBC dibedakan menjadi 2 bagian yaitu gejala umum dan gejala khusus tergantung dari organ mana yang terinfeksi.

suara nafas melemah dan sesak nafas. pada muara ini akan keluar cairan nanah. . adanya penurunan kesadaran dan kejangkejang. ‡ Pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak). maka akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya. gejalanya adalah demam tinggi. Gejala khusus ‡ Timbul bunyi mengi/bengek . Ini terjadi sebagai akibat terjadinya sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar ‡ Keluhan sakit dada dikarenakan terdapatnya cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru) ‡ Bila mengenai tulang.

Ada banyak factor penyebab yang mempengaruhi keberhasilan pengobatan penyakit TBC ini antara lain : ‡ Sifat bakteri ‡ Daya tahan tubuh ‡ Kepatuhan Penderita . daya tahan tubuh dan factor social ekonomi penderita.PENGOBATAN PENYAKIT TBC ‡ Pengobatan TBC merupakan masalah yang rumit mencakup waktu penyembuhan yang lama. kepatuhan disiplin penderita dalam menjalani pengobatan.

.‡ Sifat bakteri Mycobacterium tuberculosis merupakan bakteri penyebab yang memperlihatkan kecepatan tumbuh yang lambat dan relative lebih resisten terhadap antibiotic bila dibandingkan dengan mikroorganisme lainnya Sifatnya yang persisten mengakibatkan waktu pengobatan yang lama.

Kemungkinan yang terjadi adalah mekanisme metabolic dalam tubuh dapat merusak imunitas.‡ Daya tahan tubuh ‡ Penelitian terhadap hewan percobaan memperlihatkan terdapat antibody yang spesifik terhadap bakteri ini. Penderita yang pernah terinfeksi seharusnya memiliki antibody dalam tubuhnya. sehingga bakteri yang sudah lama tidur (dormant) dapat bangkit kembali . namun sebagian penderita dapat terinfeksi kembali beberapa tahun setelah terjadinya infeksi primer.

.‡ Kepatuhan Penderita ‡ Pemberian obat TBC menimbulkan kesembuhan klinis yang lebih cepat dari kesembuhan bakteriologik dan keadaan ini menyebabkan penderita mengabaikan penyakit dan pengobatannya. apalagi bila selama pengobatan timbul efek samping. Pengobatan yang memerlukan waktu lama dapat menyebabkan penderita menghentikan pengobatannya sebelum sembuh. Faktor pendidikan dan ekonomi serta sarana pelayanan kesehatan yang jauh dapat menyebabkan ketidak patuhan penderita akan pengobatan penyakitnya.

baik pada suasana asam maupun suasana basa ‡ Sanggup membunuh basil yang aktif.‡ Obat Anti Tuberkulosis yang ideal harus memenuhi persyaratan : ‡ Non toksik ‡ Mudah diserap dan diberikan secara oral ‡ Meresap ke semua jaringan menembus sarang tuberkulosis ‡ Aktif terhadap basil yang berada di dalam dan di luar sel. maupun yang tidak aktif (dormant) .

OAT sekunder ini selain kurang efektif juga lebih toksik. OAT Utama (first-line Antituberculosis Drugs). ethionamid. pirazinamid dan streptomisin. yaitu etambutol. terdiri dari Para-aminosalicylic Acid (PAS). OAT sekunder (second Antituberculosis Drugs). kanamisin dan kapreomisin. ± Bakteriostatik. sikloserin. sehingga kurang dipakai lagi. rifampisin. yang dibagi menjadi dua (dua) jenis berdasarkan sifatnya yaitu : ± Bakterisidal. Kelima obat tersebut di atas termasuk OAT utama 2. termasuk dalam golongan ini adalah INH. .Ada 2 (dua) kategori Obat Anti Tuberkulosa (OAT) : 1.

anggota keluarga penderita atau anggota LSM pemerhati penyakit TBC. PMO bisa berasal dari petugas kesehatan.‡ Dalam program nasional dikenal ada petugas Pengawas Menelan Obat (PMO) yang bertugas untuk memastikan pemakaian OAT dengan benar. .

penyediaan obat anti tuberkulosis yang tertata dengan baik.‡ Pemerintah Indonesia melalui Departemen Kesehatan RI menerapkan Strategi Direct Observe Treatment. Short-Cource (DOTS) yaitu suatu metode penanganan TB yang direkomendasikan WHO. Selanjutnya setiap penderita harus diawasi (observed) dalam meminum obatnya yaitu obat diminum didepan seorang pengawas. termasuk pemberian regimen OAT yang adekuat yakni melalui pengobatan jangka pendek (short cource) sesuai dengan klasifikasi dan tipe masing-masing kasus. baik sebagai kasus per individu maupun dalam bentuk pelayanan bagi masyarakat banyak dalam program nasional. Secara umum DOTS lebih mengarah ke suatu program yang bersifat nasional. dan inilah yang dikenal sebagai Directly Observed Therapy (DOT). Harus disertai sistem evaluasi yang dapat menilai hasil-hasil pengobatan kasus per kasus maupun penampilan program secara keseluruhan. yaitu dalam bentuk pencatatan dan pelaporan yang baku dan seragam. utamanya melalui pemeriksaan mikroskopik. Penderita juga harus menerima pengobatan (treatment) dalam sistem pengelolaan. Strategi ini sudah teruji keampuhannya di berbagai negara dalam mendeteksi dan menyembuhkan penderita TBC. . namun bila disimak dari uraian kata DOTS itu sendiri. pengertian DOTS dapat diterapkan dalam kasus per kasus yaitu dimulai dari memfokuskan perhatian (direct attention) dalam usaha menemukan/mendiagnosis penderita secara baik dan akurat.

Pengobatan penyakit TBC sekarang ini tidak terpisahkan dari program penanganan tuberkulosa nasional terutama dengan strategi DOTSnya. minum obat secara teratur dan kembali kontrol untuk menilai hasil pengobatan. maka tujuan pengobatan yang sesungguhnya dapat terpenuhi.‡ Dalam strategi DOTS diupayakan agar penderita yang telah menerima obat / resep obat agar tetap dapat membeli / mendapatkan obat tanpa terputus. Dengan strategi DOTS. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful