FAUNA ZONA PERALIHAN Babi Rusa (Babyrousa babirussa

)

Habitat: Babirusa (Babyrousa babirussa) hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan Maluku. Penyebaran Ciri-ciri : Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. : Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya. Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

Anoa dataran rendah dapat hidup hingga mencapai usia 30 tahun yang matang secara seksual pada umur 2-3 tahun. Penyebaran Ciri-ciri : Anoa adalah satwa endemik pulau Sulawesi. Panjang tubuhnya sekitar 150 cm dengan tinggi sekitar 85 cm. . Habitat: Anoa dataran rendah hidup dihabitat mulai dari hutan pantai sampai dengan hutan dataran tinggi dengan ketinggian 1000 mdpl. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. : Anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis) mempunyai ukuran tubuh yang relatif lebih gemuk dibandingkan saudara dekatnya anoa pegunungan (Bubalus quarlesi). Tanduk anoa dataran rendah panjangnya 40 cm. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia.Anoa (Bubalus quarlesi dan Bubalus depressicornis) Ada dua spesies anoa yaitu: Anoa Pegunungan (Bubalus quarlesi) dan Anoa Dataran Rendah (Bubalus depressicornis). Anoa betina melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan. Masa kehamilannya sendiri sekitar 9-10 bulan. Indonesia. Anoa menyukai daerah hutan ditepi sungai atau danau mengingat satwa langka yang dilindungi ini selain membutuhkan air untuk minum juga gemar berendam ketika sinar matahari menyengat. Anoa pegunungan berhabitat di hutan dataran tinggi hingga mencapai ketinggian 3000 mdpl meskipun terkadang anoa jenis ini terlihat turun ke pantai untuk mencari garam mineral yang diperlukan dalam proses metabolismenya. Sedangkan berat tubuh anoa dataran rendah mencapai 300 kg.

Anoa sering berlindung di bawah pohon-pohon besar. anoa pegunungan mengeluarkan suara “moo” . Anoa pegunungan berusia antara 20-25 tahun yang matang secara seksual saat berusia 2-3 tahun. Anoa pegunungan cenderung lebih aktif pada pagi hari. bagian ujung yang tajam menusuk ke atas digunakan dalam upaya untuk melukai lawan. di bawah batu menjorok. Seperti anoa dataran rendah. Ketika bersemangat. anoa ini hanya melahirkan satu bayi dalam setiap masa kehamilan yang berkisar 9-10 bulan. sedangkan pada saat perkelahian.Anoa pegunungan mempunyai ukuran tubuh yang lebih ramping dibandingkan anoa datarn rendah. Tanduk anoa digunakan untuk menyibak semak-semak atau menggali tanah Benjolan permukaan depan tanduk digunakan untuk menunjukkan dominasi. Panjang tanduk anoa pegunungan sekitar 27 cm dengan berat tubuh dewasa sekitar 150 kg. Panjang tubuhnya sekitar 122-153 cm dengan tinggi sekitar 75 cm. dan beristirahat saat tengah hari. Anak anoa akan mengikuti induknya hingga berusia dewasa meskipun telah disapih saat umur 9-10 bulan. Sehingga tidak jarang satu induk terlihat bersama dengan 2 anak anoa yang berbeda usia. dan dalam ruang di bawah akar pohon atau berkubang di lumpur dan kolam.

Komodo memiliki ekor yang sama panjang dengan tubuhnya. sabana dan hutan tropis pada ketinggian rendah. di pulauKomodo.[11] Komodo dapat menemukan mangsanya dengan menggunakan penciumannya yang tajam. [4] penelitian menunjukkan bahwa mereka juga berburu mangsa hidup dengan cara mengendap-endap diikuti dengan serangan tiba-tiba terhadap korbannya. termasuk berat makanan yang belum dicerna di dalam perutnya. hewan ini segera menyerangnya pada sisi bawah tubuh atau tenggorokan.[10] Air liur komodo sering kali bercampur sedikit darah karena giginya hampir seluruhnya dilapisi jaringan gingiva dan jaringan ini tercabik selama makan. Walaupun mereka kebanyakan makan daging bangkai. Rinca. [7] namun komodo yang dipelihara di penangkaran sering memiliki bobot tubuh yang lebih besar. dan Gili Ciri-ciri : Di alam bebas.[11] Kondisi ini menciptakan lingkungan pertumbuhan yang ideal untuk bakteri mematikan yang hidup di mulut mereka. biawak ini menyukai tempat panas dan kering ini.[11] . Komodo adalah hewan karnivora. dan sekitar 60 buah gigi yang bergerigi tajam sepanjang sekitar 2.13 meter dan berat sekitar 166 kilogram. Penyebaran : Hidup Dasami di Nusa Tenggara. Gili Motang.5 cm. Ketika mangsa itu tiba di dekat tempat sembunyi komodo. yang kerap diganti.5 kilometer. Flores. yang dapat menemukan binatang mati atau sekarat pada jarak hingga 9. komodo dewasa biasanya memiliki berat sekitar 70 kilogram. Spesimen liar terbesar yang pernah ada memiliki panjang sebesar 3.Komodo (Varanus komodoensis) Habitat : Hidup di padang rumput kering terbuka.

dengan jari ketiga kira-kira sama panjang debngan lengan atas. Siau. kadal dan kelelawar. namun kaki belakangnya hampir dua kali panjang ini. Panjang kepala dan tubuhnya 10 sampai 15 cm. cokelat muda atau kuning-jingga muda. Jari-jari mereka juga memanjang. Saat melompat dari satu pohon ke pohon lain. Di banyak ujung jarinya ada kuku namun pada jari kedua dan ketiga dari kaki belakang berupa cakar yang mereka pakai untuk merawat tubuh. tarsius bahkan dapat menangkap burung yang sedang bergerak. Tarsius muda lahir berbulu dan dengan mata terbuka serta mampu memanjat dalam waktu sehari setelah kelahiran. dan menangkap serangga dengan melompat pada serangga itu. kemudian tarsius melahirkan seekor anak. 7 jenis terdapat di Sulawesi Indonesia : Tarsius bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar. Bulu tarsius sangat lembut dan mirip beludru yang bisanya berwarna cokelat abu-abu. ular. Sangihe dan Peleng. Tulang tarsus di kakinya sangat panjang dan dari tulang tarsus inilah tarsius mendapatkan nama. Penyebaran Ciri-ciri : 2 jenis berada di Filipina sedangkan sisanya. juga di pulau-pulau sekitar Sulawesi seperti Suwu. Selayar.Tarsius Habitat: Habitatnya adalah di hutan-hutan Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan. mereka juga punya ekor yang ramping sepanjang 20 hingga 25 cm. Mereka mencapai . tiap bola matanya berdiameter sekitar 16 mm dan berukuran sebesar keseluruhan otaknya. Kaki belakangnya juga sangat panjang. Tarsius merupakan satwa insektivora. Mereka juga diketahui memangsa vertebrata kecil seperti burung. Kehamilan berlangsung enam bulan.

Tarsius dewasa hidup berpasangan dengan jangkauan tempat tinggal sekitar satu hektar.masa dewasa setelah satu tahun. .

Iris mata berwarna lebih gelap dan dan ekor yang lebih pendek dibandingkan Gagak Hutan. : Burung Gagak Banggai (Corvus unicolor) merupakan burung endemik yang hanya ditemukan di kepulauan Banggai (Kabupaten Banggai Kepulauan. : Gagak Banggai sekilas mirip dengan Gagak Hutan (Corvus enca) dengan ukuran panjang tubuh sekitar 39 cm dan bulunya yang hitam. Penyebaran Ciri-ciri . Gagak Hutan.Gagak banggai (Corvus unicolor) Habitat : hanya bisa dijumpai di bagian barat dan tengah pulau Peleng. Habitat burung langka ini adalah hutan dengan ketinggian hingga 900 meter dpl. Sulawesi Tengah). Suara burung ini diperkirakan lebih tinggi dan cepat nadanya dibandingkan saudara dekatnya.340 km² yang merupakan salah satu di Kepulauan Banggai. pulau dengan luas 2. Perilaku burung endemik Sulawesi Tengah yang sangat langka ini belum banyak yang diketahui.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful