P. 1
Hubungan Bimbingan Orang Tua Dan Media Informasi Terhadap Pengetahuan Seksual Pada Remaja

Hubungan Bimbingan Orang Tua Dan Media Informasi Terhadap Pengetahuan Seksual Pada Remaja

|Views: 137|Likes:
Published by Djamnur Agnessia

More info:

Published by: Djamnur Agnessia on Jan 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/29/2012

pdf

text

original

HUBUNGAN BIMBINGAN ORANG TUA DAN MEDIA INFORMASI TERHADAP PENGETAHUAN SEKSUAL PADA REMAJA

Remaja adalah periode peralihan ke masa dewasa, termasuk dalam aspek seksualitasnya. Tahap remaja merupakan masa transisi antara masa anak dan dewasa (Soetjiningsih, 2004). Perkembangan remaja perlu mendapat perhatian dalam pembangunan nasional di Indonesia. Sebab Cara pandang remaja terhadap seksualitas memberikan dampak negatif bagi generasi muda yang sering terjebak dengan mitos-mitos seputar permasalahan seks. Sebagai kelompok umur terbesar di Indonesia, remaja menjadi fokus perhatian dan intervensi yang strategis bagi pembangunan bangsa. Diharapkan pada generasi muda mampu berperan serta membangun bangsa dan melanjutkan apa yang telah diperjuangkan generasi sebelumnya. Tetapi, globalisasi ternyata memberikan pengaruh yang cukup nyata dalam masyarakat. Terutama dikalangan remaja. Nilai-nilai yang ada dalam masyarakat perlahan-lahan mulai tampak kabur. Selain itu, dengan globalisasi, informasi dari segala penjuru dunia dapat diakses dengan cepat dan mudah. Di sisi lain penyebaran informasi yang sedemikian cepat dan ditambah keingin tahuan remaja tentang masalah seks yang begitu besar sering mengakibatkan remaja mengalami perubahan pola pikir. Perubahan itu memperngaruhi cara pandang remaja terhadap seksualitas dan membentuk perilaku seksual tersendiri. Harus dipahami bahwa pada masa itu, remaja akan mengalami pertumbuhan fisik yang berlangsung sangat cepat dan mulai tampak matang, termasuk kemampuan u ntuk bereproduksibiasanya disebut dengan fase pubertas. Fase pubertas merupakan bagian yang sangat penting dalam perkembangan seksualitas seseorang. Sebab, pada fase itulah, secara seksual, ia mulai berfungsi secara sepenuhnya. World Health Organization (WHO) pernah mengungkapkan bahwa pada 1.000 wanita di seluruh dunia yang berusia 15-19 tahun terjadi kehamilan, 61 diantaranya dilahirkan, 36 diaborsi dan 15 diketahui nadibnya. Selain itu, terdapat peningkatan perilaku aborsi tidak aman, yaitu diperkirakan 4,4 juta aborsi dilakukan remaja setiap tahun dan sebagian besar adalah aborsi yang

500 dari mereka. CDC (Centers for Disease Control) merilis sebuah laporan baru mengenai "Perilaku Seksual. yang mengungkapkan fakta seperti jumlah remaja laki-laki yang aktif secara seksual secara dramatis meningkatkan antara usia 14 dan 17. Dan karena pengetahuan yang kurang. Itulah sebabnya hal itu dicatat bahwa pantang tampaknya semakin meningkat antara Amerika dalam rentang usia. Banyak remaja yang melakukan hubungan seksual sebelum menikah ternyata banyak tidak didasari oleh pengetahuan yang cukup berkaitan dengan perilakunya. persepsi terhadap risiko perilaku seksual pada remaja sangatlah rendah. sebagian besar remaja berfikir bahwa mereka atau pasangan mereka tidaklah mungkin hamil atau tidak mungkin menularkan penyakit seksual.yaitu. Menurut CDC. kenyataan yang menyedihkan sekali ketika banyak remaja justru tidak mengetahui apa dan bagaimana cara mereka mendapatkan pelajaran dan pengetahuan tentang masalah seks. yaitu kasus-kasus penyakit menulas seksual terbesar terjadi pada remaja kelompok umur 15-24 tahun. Misalnya. diterbitkan tahun lalu dalam Journal of Sexual Medicine (dan disponsori oleh pembuat kondom Trojan). disusun antara tahun 2006 dan 2008." yang tampak pada aktivitas seksual pada anak muda Amerika dimana beberapa 13. separuh dari keseluruhan pengidap HIV positif baru berada pada kelompok umur tersebut. Pusat memperkirakan ada sekitar 19 juta kasus baru IMS di AS setiap tahun .lebih dari setengah dari yang terjadi antara orang-orang usia 15 sampai 24. Studi baru (yang juga terlihat pada "tren" tarik seksual di antara 18-44-year-olds) datang pada akhir dari studi terbesar yang pernah kesehatan seks.tidak aman. Bill Albert. Di antara sangat besar. misalnya minum jamu-jamuan dan aborsi yang dilakukan tanpa konsultasi kepada dokter terlebih dahulu. program kepala untuk Kampanye Nasional untuk Mencegah Kehamilan Remaja dan terencana. mengatakan kepada US News and World Report . Tercatat pula meningkatnya penyakit di kalangan remaja justru di kalangan remaja. Tetapi. harus membuktikan sangat berguna bagi para peneliti kesehatan masyarakat yang ingin lebih memahami dan target populasi yang berisiko tinggi untuk tertular infeksi menular seksual . usia 15 sampai 44. data baru. Pantangnya sampai di kalangan remaja dan 20 tahun keatas yang bisa memiliki implikasi bagi negara infeksi menular seksual (IMS) di AS. remaja. objek wisata Seksual dan Identitas Seksual di AS.

Dalam pidatonya tanggal 8 november 2011 di Jakarta. akibat minimnya pendidikan seks. Menyampaikan data dan fakta. menyangkut kehidupan remaja. yang menunjukkan keprihatinan. Satu IMS seperti yang dapat menyebar melalui seks oral adalah HPV. Kepala BKKBN DR. dan hanya 35 persen perempuan di kawasan Asia Timur menikah dengan kesehatan reproduksi yang baik. virus yang dapat menyebabkan kutil kelamin dan kanker baik pada pria maupun wanita. seorang ilmuwan kesehatan dengan Pusat Nasional untuk Statistik Kesehatan. MPA. Sebanyak 21 juta perempuan di dunia melakukan aborsi tidak aman. Remaja perlu diberi akses yang mudah untuk mendapatkan informasi dan konseling kesehatan reproduksi bagi dirinya.bahwa ia didorong oleh berita bahwa remaja lebih dan 20-somethings yang abstain. berkaitan dengan kesehatan reproduksi. melakukan hubungan seksual karena dipaksa. terus meningkat. satu dari lima orang di Asia Pasifik adalah remaja berusia kurang dari 15 tahun. Dr. khususnya soal kesehatan reproduksi. jika mereka terlibat dalam seks oral . Banyak remaja usia di bawah 15 tahun tersebut.yang temuan-temuan menunjukkan banyak dari mereka mereka masih beresiko untuk IMS. remaja perlu dibekali pengetahuan yang memadai. diantaranya disebabkan karena remaja tidak dipersiapkan pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan. Dia mengatakan bahwa pandangan umum di kalangan orang dewasa adalah bahwa remaja melakukan hubungan seks lebih dan lebih. Berdasarkan Population Reference Bureau (PRB). Dengan berpantang dari hubungan seks vagina. remaja banyak yang berpikir bahwa mereka sedang aman dan mereka pasti menghilangkan risiko kehamilan yang tidak direncanakan. Masalah remaja menyangkut aspek fisik biologis dan mental sosial. jumlah perempuan di Asia Pasifik yang harus menanggung malu dan beban mental. mengatakan kepada CNN bahwa ia memiliki pandangan sedikit berbeda pada informasi baru. Berbagai masalah remaja. yang membantu menyusun laporan hari ini. data lain dari International Planned Parenthood Federation (IPPF) menyatakan. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan . Namun. Anjani Chandra. Chandra mengatakan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa HPV telah menginfeksi 50 persen pria di AS Ilmuwan saat ini bekerja pada tes yang dapat membantu mendeteksi virus dalam tahap awal. Hal ini menunjukkan. Sugiri Syarief. tetapi data baru tampaknya bertentangan itu. dari masa anak ke dewasa. sehingga remaja dapat mengindari perlakuan dari orang lain yang merugikan dirinya. Sementara itu.

Mereka menganggap. berpelukan dan berciuman. untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan reproduksi tersebut perlu sinergitas berbagai kementerian/ lembaga. Jamu (43%) dianggap menjadi cara utama untuk melakukan aborsi. berpacaran hanya mengobrol termasuk ketinggalan zaman. merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius. 11% remaja putri mengaku pernah hamil. Jakarta) Penelitian terbaru yang dilakukan Hotline pendidikan dengan tajuk ³Perilaku Berpacaran Pelajar SMP Surabaya´ dengan hampir 700 siswa sebagai responden dari bulan September hingga Desember 2011.com. disusul oleh teman sebaya sebanyak 42%. termasuk kehamilan remaja. Sebanyak 462 responden menjawab sudah pernah melakukan hubungan seks. menunjukkan 45% siswa SMP menganggap hubungan layaknya suamiistri saat pacaran adalah hal wajar. PMS. Koran/majalah dan radio. Demikian menurut hasil survey perilaku seksual remaja di Indonesia dengan metode wawancara langsung terhadap 663 responden di 5 kota besar di Indonesia yang berusia 15-25 tahun. Temuan lain yang menarik adalah 31% kaum muda yang berhubungan seksual adalah mahasiswa dan 6 persen merupakan siswa SMP. swasta. (Kompas. yaitu: hubungan seks pranikah. narkotika. dan hotel (68%).endoktrin/hormonal yang sangat dramatik. karena tumbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. HIV/AIDS. Oleh karena itu. dengan segala konsekuensinya. dll. Sementara itu pada kelompok responden yang pernah berhubungan seks. handphone. Tempat mereka berhubungan seks pertama kali adalah di rumah (72%). Dalam survey ini juga tercatat 80% responden menjawab memakai kondom untuk mencegah kehamilan dan 29% memilih melakukan senggama terputus. 14% lainnya telah melakukan hubungan seksual dan 41% responden setuju (bahkan sangat setuju) apabila pasangan remaja yang berpacaran hanya duduk dan mengobrol tanpa diselingi berpegangan tangan. Dari penelitian tersebut juga didapatkan data 52% televisi merupakan sumber informasi yang mempengaruhi mereka. Dri hasil penelitian tersebut televisi membawa pengaruh besar . Kemudian 17% responden mengakui pernah melakukan aborsi. tempat kos (74%). aborsi. untuk bersama-sama melakukan KIE KKB kepada remaja. disusul dengan klinik serta dukun bayi. dan seluruh elemen bangsa yang lain. Usia rata-rata remaja Indonesia pertama kali berhubungan seksual adalah 19 tahun. 2011. dan sisanya sumber lain seperti internet. LSOM.

apalagi saat ini banyak acara televise yang tidak mendidik dan tidak bermutu.terhadappergaulan dan gaya berpacaran mereka. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->