Permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar antara lain adalah

:

1.

2. 3. 4. 5. 6.

7. 8.

9.

Terbentuknya opini di masyarakat bahwa nilai ujian nasional seolah-olah menggambarkan prestasi belajar secara utuh. Demikian pula kemenangan dalam olimpiade, kontes idol, atau perlombaan olahraga dipandang sebagai cermin prestasi belajar yang utuh. Apakah ukuranukuran ini valid dan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi karakter, budaya dan kemajuan bangsa serta memberikan bekal bagi anak-anak kita untuk menghadapi kehidupan di masa depan? Belajar yang terpisah-pisah baik antarmata pelajaran maupun antara satu kompetensi dengan kompetensi lainnya. Proses belajar-mengajar tidak berpusat pada peserta didik. Proses belajar-mengajar yang belum mampu mendorong timbulnya kreativitas peserta didik. Terbatasnya sumber daya yang tersedia. Banyak peserta didik berasal dari keluarga atau orang tua yang masih menunjukkan rendahnya kesadaran mengenai pentingnya pendidikan, sehingga dukungan pada peserta didik masih terbatas. Banyak guru belum terlatih secara baik dalam melaksanakan belajar aktif. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) peserta didik di SD dan MI umumnya masih lemah, demikian pula keterampilan berbahasa peserta didik pada jenjang pendidikan menengah tampaknya juga masih banyak masalah. Banyak peserta didik yang watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian serta sistem berpikirnya belum sejalan dengan moral dan norma keindonesiaan.

Guna menanggulangi permasalahan tersebut, salah satunya perlu diterapkan pendekatan belajar aktif. Melalui pendekatan ini diharapkan peserta didik memiliki bekal kemampuan kreatif dan inovatif serta berbudaya yang pada gilirannya menggambarkan karakter bangsa. Melalui upaya ini, kita berusaha menciptakan citra baru tentang satuan pendidikan berprestasi sebagai sekolah yang mampu membuat para peserta didiknya kreatif dan inovatif, berbudaya serta mampu menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan yang kesemuanya itu merupakan pengembangan karakter bangsa yang diinginkan bersama. Guna meningkatkan kemampaun profesional guru, pengawas, dan para pembina pendidikan di semua lini diperlukan pelatihan secara berkesinambungan agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugasnya. Khusus bagi guru, pelatihan seperti ini diharapkan mampu mengembangkan beragam kegiatan belajar di masing-masing satuan pendidikannya yang mengaktifkan dan membuat peserta didik kreatif dan inovatif. Pentingnya Belajar Aktif Penerapan pendekatan belajar aktif yang ditunjang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah memiliki dasar hukum yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perundang-undangan ini selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan berikut ini. 1. Proses belajar-mengajar pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Pasal 19, Ayat 1). Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. (Pasal 49, butir 1).

2.

Pendekatan belajar aktif dewasa ini amat dominan dilaksanakan di berbagai negara maju dan juga diikuti oleh banyak negara berkembang. Anutan pendekatan ini pada dasarnya dipengaruhi oleh aliran konstruktivisme dalam teori belajar. Perkembangan teori belajar berdasarkan riset selama hampir 100 tahun secara bertahap mengubah paradigma tentang bagaimana seharusnya guru mengajar dan/atau peserta didik belajar. Rentangan riset itu terutama dimulai dari eksperimen Ivan Pavlov (1849 ± 1936) dengan air liur anjing yang diberi stimulus. Kemudian, Jean Piaget (1896 ± 1980) mencapai µpuncak¶ riset melalui temuannya tentang perkembangan kemampuan kognitif manusia. Temuan Piaget kemudian diperkaya dengan gagasan Lev Vygotsky (1896 ± 1936) tentang perkembangan kognitif anak dalam hubungannya dengan bahasa dalam konteks historis, kultural, dan sosial tempat anak hidup. Temuan teori yang dewasa ini amat populer dan berdampak luas pada skala internasional adalah teori

Menyesuaikan aplikasi teori dengan cara kerja otak seperti yang dilaporkan oleh temuan riset neurosains. Teori konstruktivisme pada dasarnya: 1. Temuan teori lanjutan dan hasil uji coba penerapan dalam proses belajar-mengajar tampil dengan beragam istilah.belajar konstruktivisme. Penerapan teori belajar konstruktivisme secara kumulatif tampil dalam istilah active learning (belajar aktif). Puskur Balitbang Kemendiknas 2010. dan quantum learning. Menyelaraskan aplikasi nilai-nilai dan pandangan historis. teori belajar informal dan post-modern. Penerapannya sebenarnya hanya menekankan salah satu aspek. 3. teologi agama. baik dari hasil riset ilmuilmu sosial maupun dari segi konsepsi filsafat. seperti brain-based learning. Mengadopsi hasil riset biologi tentang cara kerja tubuh. multiple intelligences learning approach. Ini adalah paradigma yang mempengaruhi beragam inovasi pendidikan yang dilakukan di berbagai penjuru dunia sejak awal tahun 1970 hingga sekarang. teori rekonstruktivisme. terutama melalui bahasa. dalam penerapan belajar aktif. Mengadaptasi temuan dan praksis yang relevan dari dunia kerja. . contextual teaching and learning. dan teori-teori belajar yang lain. Mengadopsi temuan riset fisika tentang alam semesta yang bersinergi sebagai satu sistem. unsur. pendekatan belajar aktif yang dikembangkan menurut teori rekonstruktivisme mengadopsi gagasan-gagasan yang relevan dengan tuntutan dan prasyarat pendekatan belajar aktif ini. sumber : Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif. dan sosial. 4. dan humaniora. cooperative learning. 2. kultural. Teori-teori belajar yang ditemukan pada akhirnya berkulminasi pada teori konstruktivisme. 5. atau bidang khusus belajar aktif. yaitu teori behaviorisme. Ada 5 teori belajar yang berkembang. teori kognitivisme. Dari teori behaviorisme dan teori kognitivisme. Konstruktivisme memantapkan teori-teori belajar sebelumnya dan memberikan pencerahan bagi peralihan dari konsep belajar yang berpusat pada guru (teacher-centred learning) ke arah konsep belajar yang berpusat pada peserta didik(student-centred learning). Hampir semuanya bernaung di bawah paradigma belajar aktif. Orientasi yang berpusat kepada peserta didik pada akhirnya diwujudkan dalam pendekatan belajar aktif (active learning approach).

profesionalisme. tutor.Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. meringankan penderitaan sesama dan sebagainya. instruktur. Jadi dalam suatu profesi. adanya tingkat otonomi yang tinggi dan adanya tanggungjawab dari anggotanya. yaitu profesi. Ada beberapa istilah yang bertautan dengan kata profesional. yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/latihan pra-jabatan) maupun setelah menjalani profesi (in-service-training). Budiningsih mengemukakan (2005) suatu profesi bukanlah sekedar mata pencaharian atau bidang pekerjaan. profesionalitas dan profesionalisasi. 1991:38) mendefinisikan profesi sebagai suatu pekerjaan yang memiliki karakteristik adanya praktek yang ditunjang oleh teori. independen judgment berperanan dalam mengambil keputusan. 2. adanya kode etik yang mengatur perilaku. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan guru yang berkualitas adalah guru yang profesional. Menurut Sanusi. Pekerjaan itu mempunyai fungsi dan signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. bukan sekadar menjalankan tugas. jauh lebih penting dari pengakuan pemerintah. kebenaran. Hoyle (Dean. dinyatakan bahwa: ´Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa ³Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. dosen. widyaiswara. 3. Artinya. tetapi juga mengandung pengertian pengabdian kepada sesuatu seperti keadilan. Di pihak lain. pengakuan masyarakat merupakan syarat mutlak bagi suatu profesi. menilai hasil pembelajaran. melainkan bersifat pemecahan masalah. pamong belajar. Seseorang yang menyadari akan profesinya tahu betul pengabdian apa yang akan diberikan kepada masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Keahlian diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi. bukan sekadar serpihan atau hanya common sense. adanya pelatihan yang lama. serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. melakukan pembimbingan dan pelatihan. Untuk dapat memperjelas satu sama lain. . fasilitator. Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu (a systematic body of knowledge). Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang µlama¶ dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan (accountable). Proses pemerolehan keterampilan itu bukan hanya rutin. konselor. dkk (1991:19) profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya. Merujuk pada Undang-undang Sisdiknas No. mari kita lihat terminologi kata-kata tersebut.´. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi´. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Dengan paparan di atas dengan jelas dapat dikemukakan ciri-ciri pokok profesi seperti yang diungkapkan oleh Supriadi (1998: 96-97) berikut ini: 1.

Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. Alasan konseptual mengemukakan bahwa guru memerlukan keterlibatan pemikiran kompleks yang efektif dalam pekerjaannya. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. cara bicara dan lain-lain. Kedua. serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. Pengawasan terhadap ditegakannya kode etik dilakukan oleh organisasi profesi. 3. Pertama. Menurut Sanusi. Bagi guru. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. 5. dan belajar dari pengalamannya. profesional harus memiliki otonomi untuk membuat keputusan yang menggabungkan antara keterampilan dan pengetahuannya. ia harus tahu mana yang benar dan salah. Pada tingkat tinggi. Artinya. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. ketiga. maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial atau materil. Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran kode etik. . tertulis maupun tidak tertulis mengenai perilaku.4. 2. pakaian. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. pertama orang yang menyandang suatu profesi. Secara luas kata profesional menunjukkan pada seseorang yang ahli atau terampil dalam seni dan atau aktivitas tertentu. keragaman siswa memerlukan guru yang dapat mempertimbangkan cara mengajar yang sesuai supaya materi dapat disampaikan kepada siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan. Educational Leadership dalam Supriadi (1998:98) menulis bahwa untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: 1. Seorang profesional melakukan suatu aktivitas untuk menerima bayaran atas apa yang ia kerjakan yang biasanya menurut keahlian dan keahlian itu dianggap penting secara sosial dan kebiasaannya. profesional harus menggunakan keilmuannya untuk mendukung pekerjaannya. Guru bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta mengajarkannya kepada siswa. Untuk bisa belajar dari pengalaman. Melakukan sesuatu secara profesional berarti menunjuk bahwa aktivitas seseorang itu mengikuti aturan-aturan khusus. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar. Misalnya. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. et al (Webb: 2002: 47-61). seorang profesional harus memiliki tingkat bakat dan keterampilan yang tinggi. Kedua. 4. Menurut Goodlad. ada tiga gagasan yang diterima secara umum dalam literatur pendidikan tentang guru yang profesional.

tetapi sekaligus menjadi buah kecemasan dan penantian yang belum pasti bagi pendidik atau guru. Tidak jarang pula orang yang berlatar belakang pendidikan sama dan bekerja pada tempat yang sama menampilkan kinerja profesional yang berbeda. seiring dengan terbitnya UU No. yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis. penelitian dan pengembangan. Kegiatan belajar mandiri. dan sebagainya. Meskipun di dalamnya ada harapan baru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan guru. Profesionalisme berarti sifat yang ditampilkan dalam perbuatan. secepat seseorang telah menyatakan dirinya sebagai warga suatu profesi. pasal 28. et al (1991:20). Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan professional (professional development). Profesionalisme (professionalism) berarti sifat profesional. B. yakni (PP RI No. Jadi profesionalisme berarti suatu komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya. Ia harus menguasai keterampilan metodologis. Guru harus berkualitas menurut standar tertentu. 19 Tahun 2005. Menurut Sanusi. Oleh karena itu. Ukuran Guru yang Berkualitas Tantangan baru yang muncul kemudian dalam rangka pelaksanaan tugas keprofesionalan seorang guru atau pendidik. Ada dua kriteria utama yang menjadi syarat untuk sampai kepada maksud tersebut. profesionalisasi merupakan proses yang life-long dan never-ending. 19 tahun 2005 adalah tantangan normatif berupa sertifikasi guru sebagai jaminan lulus uji kompetensi sebagai guru profesional. dan lain-lain menjadi bagian integral upaya profesionalisasi itu. 1991:38) berbicara profesionalitas sebagai suatu sikap terhadap praktik profesional suatu pekerjaan dan tingkat keterampilan serta pengetahuan dalam pekerjaan tersebut. studi banding. Pemerolehan sertifikat sebagai guru profesional harus melalui dan lulus uji kompetensi guru. mengikuti pelatihan.Kesimpulannya ialah seorang guru dikatakan profesional jika ia seorang ilmuwan yang dibekali dengan kemampuan dan keterampilan untuk menjadi guru. Sedangkan Hoyle (Dean. membaca karya akademik kekinian. karena menurut Budiningsih (2005). Bukti kualitas menurut standar tertentu yang menjamin seseorang dapat dikatakan sebagai guru profesional adalah selembar sertifikat. serta berbeda pula pengakuan masyarakat kepada mereka. baik dilakukan melalui pendidikan/ latihan µprajabatan¶ maupun µdalam jabatan¶. Profesionalitas mengandung dua dimensi utama. Aksentasinya dapat dilakukan melalui penelitian. keterampilan metodologis inilah yang menjadi ciri khas yang membedakan guru dengan profesi lainnya. observasi praktikal. Profesionalisasi merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya itu. diskusi antar rekan se profesi. Menurut Danim (2002:23) orang yang profesional memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama. bukan yang dikemas dalam kata-kata yang diklaim oleh pelaku secara individual. profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya. ayat 1 ± 3): (1) Memenuhi kualifikasi akademik pendidikan formal . 14 Tahun 2005 dan PP No.

serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. Dengan demikian. dan Kompetensi Inti Organisasi. pasal 28. kompetensi guru merupakan karakteristik dasar yang ditunjukkan oleh guru dalam bentuk pernyataan. profesional. (PP No. Pasal 6: Pendidik pada SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat memiliki: (a). ayat 10. (PP RI No. 19 Tahun 2005. Kompetensi individu adalah kombinasi pengetahuan. Kualifikasi akademik. Kompetensi Kelompok. yakni: Kompetensi Individu. (UU RI No. Penjelasan konsep selanjutnya berkaitan dengan sertifikasi guru adalah kompetensi pendidik atau guru atau dosen. Kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Meskipun pengertian kompetensi secara umum telah dijelaskan di atas. (b) Latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Kompetensi menurut Basuki Wibawa (2005). kepribadian. sehat jasmani dan rohani. Kompetensi inti organisasi adalah keunggulan-unggulan sinergis yang dimiliki oleh suatu organisasi atau lembaga pendidikan sehingga mampu mencapai tujuannya dan menjawab permasalahan dan tantangan implementasi program kerja yang dihadapi. UU RI No. menyatakan bahwa kompetensi merupakan kombinasi yang kompleks antara pengetahuan. 19 tahun 2005. Sertifikasi profesi guru untuk SMK/MAK. ayat 2). pasal 28. pasal 28. kemampuan/keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang. 14 tahun 2005.minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). keterampilan. Basuki Wibawa (2005). ayat 1). 19 Tahun 2005. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. dan (2) Memenuhi standar kompetensi sebagai agen pembelajaran. Sementara itu. dan perilaku yang harus dimiliki. ayat 3). Lulus uji kompetensi sebagai syarat untuk memperoleh sertifikasi profesi yang menandai layak tidaknya seorang pendidik menyandang sebutan pendidik profesional berimplikasi pada meningkatnya penghasilan pendidik. termasuk guru SMK sehingga ia mampu melaksanakan pekerjaan yang telah dirancang bagi dirinya (sebagai pendidik) baik untuk saat ini maupun di masa mendatang. sikap dan tindakan yang membentuk kepribadiannya yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain dengan performansi tinggi atau rendah dalam melaksanakan tugasnya di bidang pekerjaan tertentu dalam lembaga pendidikan. Sementara itu. dan (c). tetapi secara rinci yang mengindikasikan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran meliputi: Kompetensi pedagogik. Kompetensi organisasi biasanya dibangun melalui proses pertumbuhan pembelajaran yang melibatkan berbagai elemen organisasi dan sering kali menyita waktu yang panjang dan menyerap sumberdaya yang besar. 14 2005. sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. kompetensi kelompok adalah perpaduan kompetensi individu yang bersinergi untuk membentuk kompetensi inti organisasi. menegaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. pasal 10 ayat 1. Pendidik yang menyandang sebutan profesional berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokoknya. dan PP RI No. dan Sosial. Pendapatan yang bertambah akan berimplikasi pula pada meningkatnya perhatian pendidik pada tugas pokoknya dan akan . Pasal 1. menggolongkan kompetensi menjadi tiga bagian. keterampilan dan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam konteks pelaksanaan tugas. sikap.

sebagai ³instructional leader´ guru harus memiliki 10 kompetensi. (9) Kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. (7) Menyelenggarakan program bimbingan. (2) pemahaman wawasan. Pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan pada umumnya. Selanjutnya. Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. yaitu kompetensi pedagogik. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah ³kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik´. keguruan dan pembelajaran siswa. Menurut Danim. Kemampuan Profesional. (6) Menilai hasil dan proses belajar-mengajar. Kedua. 2. dilihat dari tingkatan pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untuk jenjang sekolah tempat dia menjadi guru. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. Menurut Undang-undang No. (Sudarwan Danim. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. dan (3) penguasaan bahan kajian akademik. Pertama. Hal itu berdampak positif pada kualitas pengelolaan PBM yang dikelolanya. melakukan tugas-tugas bimbingan. (5) Melaksanakan program pengajaran. Kemampuan Pedagogik. (4) Menyusun program pengajaran. 2002) : (1) Mengembangkan kepribadian. (2) Menguasai landasan kependidikan. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. dapat dilihat dari dua perspektif. (8) Menyelenggarakan administrasi sekolah. dan kemampuan melakukan penilaian. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. kompetensi profesional adalah ³kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam´. 2002). (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan.mengurangi porsi waktunya untuk bekerja ³di luar´ jam tugas pokoknya. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. dapat diharapkan kualitas peserta didiknya meningkat pula. kompetensi professional. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan ³kompetensi pengelolaan pembelajaran. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui . Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi: (1) pengembangan profesi. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. Perspektif ini merujuk pada konsep yang dianut di lingkungan Depdiknas. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. Dalam Undang-undang No. (2002) untuk melihat apakah guru dikatakan profesional atau tidak. dan lain-lain. yakni (Sudarwan Danim. mengelola proses pembelajaran. mengelola siswa. penguasaan guru terhadap materi bahan ajar. (10) Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut. (3) Menguasai bahan pengajaran. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar.

(10) menemukan teknologi tepat guna. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. Kemampuan Pribadi. pegawai tata usaha. Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. (8) menulis karya ilmiah. (6) menulis buku pelajaran. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik. bahkan dengan anggota masyarakat. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. orangtua/wali peserta didik. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. Kemampuan Sosial. dan masyarakat sekitar´. Berdasarkan uraian di atas. Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. Dalam kaitan ini. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research). (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa. (3) kemampuan pengembangan profesi. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 3. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. kepala sekolah. Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam . Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar. Zakiah Darajat dalam Syah (2000: 225226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. Berdasarkan uraian di atas. Selain itu. sesama guru. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah. (13) mengikuti pelatihan terakreditasi. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut ³digugu´ (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan ³ditiru´ (di contoh sikap dan perilakunya). sesama guru. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. 4. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. (11) membuat alat peraga/media. dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru meliputi (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru meliputi (1) interaksi guru dengan siswa. (4) menulis makalah. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. (12) menciptakan karya seni. (3) interaksi guru dengan rekan kerja. (7) menulis modul. (4) memahami fungsi sekolah. (2) menguasai substansi materi.berbagai kegiatan ilmiah. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah ³kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. (2) interaksi guru dengan kepala sekolah.

penerimaan diri. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. 2004. Faktor-faktor tersebut saat ini belum terwujud sepenuhnya dalam lingkungan kehidupan guru dan belum mendapat perhatian yang cukup oleh pemerintah dalam program profesionalisasinya.pengamatan dan pengenalan. (4) lingkungan kerja dan (5) kesempatan untuk pengembangan dan peningkatan diri. Administrasi Pendidikan. kondisi kerja. 2002. Philadelphia: Ohio University Press Dedi Supriadi. rasa aman dalam menjalankan tugas. kesejahteraan guru juga meliputi kelancaran dalam kenaikan pangkat. 2002. Tingkat kesejahteraan guru tergolong rendah. Bandung: Alfabeta Pendidikan dan Manajemen Biaya Dean. dan hubungan antar pribadi. dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Gaji merupakan aspek utama dan paling pokok dalam kesejahteraan guru. pengarahan diri. arif. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Guru Mohamad Surya (2002) mengatakan bahwa faktor±faktor yang mempengaruhi kinerja profesional guru adalah ³kepuasan kerja´ Kepuasan kerja ini dilatarbelakangi oleh faktor-faktor: (1) imbalan jasa. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & UHAMKA Pres. status sosial profesi keguruan. Daftar Bacaan Anwar. Kesejahteraan guru yang rendah berdampak tidak menguntungkan terhadap motivasi guru. dan patut diteladani oleh siswa. 1991 Professional Development in School. BPPN tahun 1999 menyatakan bahwa kesejahteraan guru merupakan aspek palingcrucial dalam dunia pendidikan. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. dan perwujudan diri. Joan. Profesi dan Standar Evaluasi. (3) hubungan antar pribadi. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik´. tidak setara dengan pengabdian yang diberikannya. (2) rasa aman. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Suara Pembaruan. C. Bandung: CV Pustaka Setia Wirawan. bahkan amat rendah. 1 Mei 2007. Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah ³kemampuan kepribadian yang mantap. Berdasarkan uraian di atas. Menurut Sudhita (2006) keempat kompetensi yang dipaparkan di atas sebetulnya sudah menjadi kewajiban guru. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru meliputi (1) sikap. kepastian karier sebagai guru. 1998 Mengangkat Citra dan Martabat Guru. berakhlak mulia. Pendidikan yang Melahirkan Pengangguran Intelektual. guru harus melakukannya secara tulus. Selain gaji. . Moch.. diminta maupun tidak diminta. Jakarta Sudarwan Danim. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Idochi. dan (2) keteladanan.

Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. dan isu lainnya. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. 5. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas. 7. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum. rapat. twitter. . 6. 2. tetapi kadang-kadang diabaikan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. 9. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standarstandar lainnya. 3. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. email dan sekarang. 4. disiplin. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas. bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. 10. 8. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif.1. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standarstandar itu. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.

php . jadilah member dari forum yg akan banyak membahas pendidikan karakter dan semua hal seputar guru dan pendidikan.thinking-art.Disarikan dari situs Apple for the teacher Rekan guru dimana saja berada. Bergabunglah sekarang di http://forum.id/forum.co.