Permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar-mengajar antara lain adalah

:

1.

2. 3. 4. 5. 6.

7. 8.

9.

Terbentuknya opini di masyarakat bahwa nilai ujian nasional seolah-olah menggambarkan prestasi belajar secara utuh. Demikian pula kemenangan dalam olimpiade, kontes idol, atau perlombaan olahraga dipandang sebagai cermin prestasi belajar yang utuh. Apakah ukuranukuran ini valid dan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi karakter, budaya dan kemajuan bangsa serta memberikan bekal bagi anak-anak kita untuk menghadapi kehidupan di masa depan? Belajar yang terpisah-pisah baik antarmata pelajaran maupun antara satu kompetensi dengan kompetensi lainnya. Proses belajar-mengajar tidak berpusat pada peserta didik. Proses belajar-mengajar yang belum mampu mendorong timbulnya kreativitas peserta didik. Terbatasnya sumber daya yang tersedia. Banyak peserta didik berasal dari keluarga atau orang tua yang masih menunjukkan rendahnya kesadaran mengenai pentingnya pendidikan, sehingga dukungan pada peserta didik masih terbatas. Banyak guru belum terlatih secara baik dalam melaksanakan belajar aktif. Kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) peserta didik di SD dan MI umumnya masih lemah, demikian pula keterampilan berbahasa peserta didik pada jenjang pendidikan menengah tampaknya juga masih banyak masalah. Banyak peserta didik yang watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian serta sistem berpikirnya belum sejalan dengan moral dan norma keindonesiaan.

Guna menanggulangi permasalahan tersebut, salah satunya perlu diterapkan pendekatan belajar aktif. Melalui pendekatan ini diharapkan peserta didik memiliki bekal kemampuan kreatif dan inovatif serta berbudaya yang pada gilirannya menggambarkan karakter bangsa. Melalui upaya ini, kita berusaha menciptakan citra baru tentang satuan pendidikan berprestasi sebagai sekolah yang mampu membuat para peserta didiknya kreatif dan inovatif, berbudaya serta mampu menumbuh kembangkan jiwa kewirausahaan yang kesemuanya itu merupakan pengembangan karakter bangsa yang diinginkan bersama. Guna meningkatkan kemampaun profesional guru, pengawas, dan para pembina pendidikan di semua lini diperlukan pelatihan secara berkesinambungan agar mereka lebih kreatif dan inovatif dalam melaksanakan tugasnya. Khusus bagi guru, pelatihan seperti ini diharapkan mampu mengembangkan beragam kegiatan belajar di masing-masing satuan pendidikannya yang mengaktifkan dan membuat peserta didik kreatif dan inovatif. Pentingnya Belajar Aktif Penerapan pendekatan belajar aktif yang ditunjang pelaksanaan manajemen berbasis sekolah memiliki dasar hukum yang bersumber dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Perundang-undangan ini selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan berikut ini. 1. Proses belajar-mengajar pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan minat, bakat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. (Pasal 19, Ayat 1). Pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. (Pasal 49, butir 1).

2.

Pendekatan belajar aktif dewasa ini amat dominan dilaksanakan di berbagai negara maju dan juga diikuti oleh banyak negara berkembang. Anutan pendekatan ini pada dasarnya dipengaruhi oleh aliran konstruktivisme dalam teori belajar. Perkembangan teori belajar berdasarkan riset selama hampir 100 tahun secara bertahap mengubah paradigma tentang bagaimana seharusnya guru mengajar dan/atau peserta didik belajar. Rentangan riset itu terutama dimulai dari eksperimen Ivan Pavlov (1849 ± 1936) dengan air liur anjing yang diberi stimulus. Kemudian, Jean Piaget (1896 ± 1980) mencapai µpuncak¶ riset melalui temuannya tentang perkembangan kemampuan kognitif manusia. Temuan Piaget kemudian diperkaya dengan gagasan Lev Vygotsky (1896 ± 1936) tentang perkembangan kognitif anak dalam hubungannya dengan bahasa dalam konteks historis, kultural, dan sosial tempat anak hidup. Temuan teori yang dewasa ini amat populer dan berdampak luas pada skala internasional adalah teori

Teori konstruktivisme pada dasarnya: 1. 5.belajar konstruktivisme. dan humaniora. teori belajar informal dan post-modern. pendekatan belajar aktif yang dikembangkan menurut teori rekonstruktivisme mengadopsi gagasan-gagasan yang relevan dengan tuntutan dan prasyarat pendekatan belajar aktif ini. baik dari hasil riset ilmuilmu sosial maupun dari segi konsepsi filsafat. Menyelaraskan aplikasi nilai-nilai dan pandangan historis. dan sosial. Mengadopsi temuan riset fisika tentang alam semesta yang bersinergi sebagai satu sistem. kultural. atau bidang khusus belajar aktif. Penerapan teori belajar konstruktivisme secara kumulatif tampil dalam istilah active learning (belajar aktif). Menyesuaikan aplikasi teori dengan cara kerja otak seperti yang dilaporkan oleh temuan riset neurosains. 2. Temuan teori lanjutan dan hasil uji coba penerapan dalam proses belajar-mengajar tampil dengan beragam istilah. Dari teori behaviorisme dan teori kognitivisme. cooperative learning. Ini adalah paradigma yang mempengaruhi beragam inovasi pendidikan yang dilakukan di berbagai penjuru dunia sejak awal tahun 1970 hingga sekarang. yaitu teori behaviorisme. Mengadopsi hasil riset biologi tentang cara kerja tubuh. teori rekonstruktivisme. Konstruktivisme memantapkan teori-teori belajar sebelumnya dan memberikan pencerahan bagi peralihan dari konsep belajar yang berpusat pada guru (teacher-centred learning) ke arah konsep belajar yang berpusat pada peserta didik(student-centred learning). Puskur Balitbang Kemendiknas 2010. Mengadaptasi temuan dan praksis yang relevan dari dunia kerja. unsur. Teori-teori belajar yang ditemukan pada akhirnya berkulminasi pada teori konstruktivisme. seperti brain-based learning. dan quantum learning. terutama melalui bahasa. Hampir semuanya bernaung di bawah paradigma belajar aktif. Orientasi yang berpusat kepada peserta didik pada akhirnya diwujudkan dalam pendekatan belajar aktif (active learning approach). Penerapannya sebenarnya hanya menekankan salah satu aspek. contextual teaching and learning. teori kognitivisme. dalam penerapan belajar aktif. multiple intelligences learning approach. dan teori-teori belajar yang lain. Ada 5 teori belajar yang berkembang. . 3. teologi agama. sumber : Panduan Pengembangan Pendekatan Belajar Aktif. 4.

melainkan bersifat pemecahan masalah. Artinya. bukan sekadar menjalankan tugas. Menurut Sanusi. adanya pelatihan yang lama. Di pihak lain. dosen. independen judgment berperanan dalam mengambil keputusan. Pekerjaan itu mempunyai fungsi dan signifikansi sosial karena diperlukan mengabdi kepada masyarakat. Hoyle (Dean. adanya tingkat otonomi yang tinggi dan adanya tanggungjawab dari anggotanya.Guru atau pendidik dalam Pasal 1 Ayat 6 Undang-undang No. Merujuk pada Undang-undang Sisdiknas No. fasilitator. melakukan pembimbingan dan pelatihan. instruktur. . mari kita lihat terminologi kata-kata tersebut. Budiningsih mengemukakan (2005) suatu profesi bukanlah sekedar mata pencaharian atau bidang pekerjaan. meringankan penderitaan sesama dan sebagainya. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dinyatakan bahwa ³Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru. pengakuan masyarakat merupakan syarat mutlak bagi suatu profesi. 2. tutor. dkk (1991:19) profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) dari para anggotanya. tetapi juga mengandung pengertian pengabdian kepada sesuatu seperti keadilan. adanya kode etik yang mengatur perilaku. menilai hasil pembelajaran. Jadi dalam suatu profesi. 3. serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ada beberapa istilah yang bertautan dengan kata profesional. Dengan paparan di atas dengan jelas dapat dikemukakan ciri-ciri pokok profesi seperti yang diungkapkan oleh Supriadi (1998: 96-97) berikut ini: 1. dinyatakan bahwa: ´Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan pembelajaran. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan guru yang berkualitas adalah guru yang profesional. pamong belajar. profesionalisme. Proses pemerolehan keterampilan itu bukan hanya rutin. widyaiswara. bukan sekadar serpihan atau hanya common sense. kebenaran. 1991:38) mendefinisikan profesi sebagai suatu pekerjaan yang memiliki karakteristik adanya praktek yang ditunjang oleh teori. yaitu profesi. dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya. Seseorang yang menyadari akan profesinya tahu betul pengabdian apa yang akan diberikan kepada masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya. terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi´. Profesi menuntut keterampilan tertentu yang diperoleh lewat pendidikan dan latihan yang µlama¶ dan intensif serta dilakukan dalam lembaga tertentu yang secara sosial dapat dipertanggungjawabkan (accountable). Untuk dapat memperjelas satu sama lain. pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Keahlian diperoleh melalui apa yang disebut profesionalisasi.´. jauh lebih penting dari pengakuan pemerintah. profesionalitas dan profesionalisasi. Selanjutnya pada Pasal 39 ayat 2. konselor. yang dilakukan baik sebelum seseorang menjalani profesi itu (pendidikan/latihan pra-jabatan) maupun setelah menjalani profesi (in-service-training). serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Profesi didukung oleh suatu disiplin ilmu (a systematic body of knowledge).

profesional harus memiliki otonomi untuk membuat keputusan yang menggabungkan antara keterampilan dan pengetahuannya. 4. Guru bertanggungjawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi. Pertama. pertama orang yang menyandang suatu profesi. Kedua. Orang yang profesional biasanya melakukan pekerjaan secara otonom dan mengabdikan diri pada pengguna jasa dengan disertai rasa tanggung jawab atas kemampuan profesionalnya itu. ia harus tahu mana yang benar dan salah. . tertulis maupun tidak tertulis mengenai perilaku. serta baik dan buruk dampaknya pada proses belajar siswa. cara bicara dan lain-lain. Sebagai konsekuensi dari layanan yang diberikan kepada masyarakat. seorang profesional harus memiliki tingkat bakat dan keterampilan yang tinggi. 2. Ada kode etik yang menjadi pedoman perilaku anggotanya beserta sangsi yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran kode etik. maka anggota profesi secara perorangan ataupun kelompok memperoleh imbalan finansial atau materil. kinerja itu dimuati unsur-unsur kiat atau seni yang menjadi ciri tampilan profesional seorang penyandang profesi. 5. Pengawasan terhadap ditegakannya kode etik dilakukan oleh organisasi profesi. Misalnya. pakaian. Secara luas kata profesional menunjukkan pada seseorang yang ahli atau terampil dalam seni dan atau aktivitas tertentu. Guru seyogyanya merupakan bagian dari masyarakat belajar dalam lingkungan profesinya. Guru mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya. Kedua. Artinya. dan belajar dari pengalamannya. Pada tingkat tinggi. Guru menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta mengajarkannya kepada siswa. et al (Webb: 2002: 47-61). ketiga. kinerja seseorang dalam melakukan pekerjaan yang sesuai dengan profesinya. Menurut Goodlad. Ini berarti bahwa komitmen tertinggi guru adalah kepada kepentingan siswanya. hal ini merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bagi guru. 3.4. harus selalu ada waktu untuk guru guna mengadakan refleksi dan koreksi terhadap apa yang telah dilakukannya. Guru mampu berfikir sistematis tentang apa yang dilakukannya. Melakukan sesuatu secara profesional berarti menunjuk bahwa aktivitas seseorang itu mengikuti aturan-aturan khusus. et al (1991:20) dan Danim (2002: 22) professional menunjuk pada dua hal. profesional harus menggunakan keilmuannya untuk mendukung pekerjaannya. Menurut Sanusi. keragaman siswa memerlukan guru yang dapat mempertimbangkan cara mengajar yang sesuai supaya materi dapat disampaikan kepada siswa dengan berbagai latar belakang kemampuan. Seorang profesional melakukan suatu aktivitas untuk menerima bayaran atas apa yang ia kerjakan yang biasanya menurut keahlian dan keahlian itu dianggap penting secara sosial dan kebiasaannya. ada tiga gagasan yang diterima secara umum dalam literatur pendidikan tentang guru yang profesional. Untuk bisa belajar dari pengalaman. Alasan konseptual mengemukakan bahwa guru memerlukan keterlibatan pemikiran kompleks yang efektif dalam pekerjaannya. Educational Leadership dalam Supriadi (1998:98) menulis bahwa untuk menjadi profesional seorang guru dituntut untuk memiliki lima hal: 1. mulai cara pengamatan dalam perilaku siswa sampai tes hasil belajar.

Kesimpulannya ialah seorang guru dikatakan profesional jika ia seorang ilmuwan yang dibekali dengan kemampuan dan keterampilan untuk menjadi guru. Ada dua kriteria utama yang menjadi syarat untuk sampai kepada maksud tersebut. studi banding. secepat seseorang telah menyatakan dirinya sebagai warga suatu profesi. bukan yang dikemas dalam kata-kata yang diklaim oleh pelaku secara individual. Pemerolehan sertifikat sebagai guru profesional harus melalui dan lulus uji kompetensi guru. Guru harus berkualitas menurut standar tertentu. Menurut Sanusi. Meskipun di dalamnya ada harapan baru berkaitan dengan tingkat kesejahteraan guru. B. profesionalitas mengacu kepada sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya. Profesionalisme berarti sifat yang ditampilkan dalam perbuatan. 14 Tahun 2005 dan PP No. diskusi antar rekan se profesi. Tidak jarang pula orang yang berlatar belakang pendidikan sama dan bekerja pada tempat yang sama menampilkan kinerja profesional yang berbeda. Profesionalisme (professionalism) berarti sifat profesional. Bukti kualitas menurut standar tertentu yang menjamin seseorang dapat dikatakan sebagai guru profesional adalah selembar sertifikat. Kegiatan belajar mandiri. et al (1991:20). serta berbeda pula pengakuan masyarakat kepada mereka. keterampilan metodologis inilah yang menjadi ciri khas yang membedakan guru dengan profesi lainnya. 1991:38) berbicara profesionalitas sebagai suatu sikap terhadap praktik profesional suatu pekerjaan dan tingkat keterampilan serta pengetahuan dalam pekerjaan tersebut. Menurut Danim (2002:23) orang yang profesional memiliki sikap-sikap yang berbeda dengan orang yang tidak profesional meskipun dalam pekerjaan yang sama. tetapi sekaligus menjadi buah kecemasan dan penantian yang belum pasti bagi pendidik atau guru. membaca karya akademik kekinian. yaitu peningkatan status dan peningkatan kemampuan praktis. penelitian dan pengembangan. baik dilakukan melalui pendidikan/ latihan µprajabatan¶ maupun µdalam jabatan¶. 19 Tahun 2005. ayat 1 ± 3): (1) Memenuhi kualifikasi akademik pendidikan formal . Oleh karena itu. Profesionalisasi pada dasarnya merupakan serangkaian proses pengembangan professional (professional development). yakni (PP RI No. profesionalisasi merupakan proses yang life-long dan never-ending. seiring dengan terbitnya UU No. Ia harus menguasai keterampilan metodologis. Profesionalitas mengandung dua dimensi utama. mengikuti pelatihan. Aksentasinya dapat dilakukan melalui penelitian. dan lain-lain menjadi bagian integral upaya profesionalisasi itu. observasi praktikal. karena menurut Budiningsih (2005). Profesionalisasi merupakan proses peningkatan kualifikasi atau kemampuan para anggota penyandang suatu profesi untuk mencapai standar ideal dari penampilan atau perbuatan yang diinginkan oleh profesinya itu. pasal 28. Sedangkan Hoyle (Dean. 19 tahun 2005 adalah tantangan normatif berupa sertifikasi guru sebagai jaminan lulus uji kompetensi sebagai guru profesional. dan sebagainya. Ukuran Guru yang Berkualitas Tantangan baru yang muncul kemudian dalam rangka pelaksanaan tugas keprofesionalan seorang guru atau pendidik. Jadi profesionalisme berarti suatu komitmen para anggota suatu profesi untuk meningkatkan kemampuan strategi-strategi yang digunakannya dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya.

Kualifikasi akademik. sikap dan tindakan yang membentuk kepribadiannya yang mampu membedakan dirinya dengan orang lain dengan performansi tinggi atau rendah dalam melaksanakan tugasnya di bidang pekerjaan tertentu dalam lembaga pendidikan. ayat 1). 19 Tahun 2005. kompetensi kelompok adalah perpaduan kompetensi individu yang bersinergi untuk membentuk kompetensi inti organisasi. Kompetensi inti organisasi adalah keunggulan-unggulan sinergis yang dimiliki oleh suatu organisasi atau lembaga pendidikan sehingga mampu mencapai tujuannya dan menjawab permasalahan dan tantangan implementasi program kerja yang dihadapi. dan (c). menegaskan bahwa kompetensi adalah seperangkat pengetahuan. 19 tahun 2005. Meskipun pengertian kompetensi secara umum telah dijelaskan di atas. menggolongkan kompetensi menjadi tiga bagian. UU RI No. keterampilan. Lulus uji kompetensi sebagai syarat untuk memperoleh sertifikasi profesi yang menandai layak tidaknya seorang pendidik menyandang sebutan pendidik profesional berimplikasi pada meningkatnya penghasilan pendidik. Kompetensi Kelompok. sikap. Penjelasan konsep selanjutnya berkaitan dengan sertifikasi guru adalah kompetensi pendidik atau guru atau dosen. menyatakan bahwa kompetensi merupakan kombinasi yang kompleks antara pengetahuan. ayat 2). sehat jasmani dan rohani. Kompetensi organisasi biasanya dibangun melalui proses pertumbuhan pembelajaran yang melibatkan berbagai elemen organisasi dan sering kali menyita waktu yang panjang dan menyerap sumberdaya yang besar. yakni: Kompetensi Individu. dan Sosial. keterampilan dan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam konteks pelaksanaan tugas. kompetensi guru merupakan karakteristik dasar yang ditunjukkan oleh guru dalam bentuk pernyataan. Kompetensi individu adalah kombinasi pengetahuan. (PP RI No. dan Kompetensi Inti Organisasi. dan perilaku yang harus dimiliki. sebagaimana yang dimaksudkan pada ayat (1) adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seseorang yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kompetensi menurut Basuki Wibawa (2005). Kualifikasi akademik pendidikan minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). kemampuan/keterampilan dan sikap yang dimiliki seseorang. 14 tahun 2005. termasuk guru SMK sehingga ia mampu melaksanakan pekerjaan yang telah dirancang bagi dirinya (sebagai pendidik) baik untuk saat ini maupun di masa mendatang. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran. Basuki Wibawa (2005). kepribadian. Dengan demikian. ayat 3). 14 2005. Pendapatan yang bertambah akan berimplikasi pula pada meningkatnya perhatian pendidik pada tugas pokoknya dan akan . pasal 28. Sertifikasi profesi guru untuk SMK/MAK. Pasal 6: Pendidik pada SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat memiliki: (a). pasal 28. Sementara itu. Pasal 1. profesional. (b) Latar belakang pendidikan tinggi dengan program pendidikan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Sementara itu. (UU RI No. dihayati dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. tetapi secara rinci yang mengindikasikan kompetensi guru sebagai agen pembelajaran meliputi: Kompetensi pedagogik.minimum diploma empat (D-IV) atau sarjana (S1). (PP No. serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan Nasional. pasal 10 ayat 1. dan PP RI No. pasal 28. dan (2) Memenuhi standar kompetensi sebagai agen pembelajaran. Pendidik yang menyandang sebutan profesional berhak memperoleh tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokoknya. ayat 10. 19 Tahun 2005.

Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan ³kompetensi pengelolaan pembelajaran.mengurangi porsi waktunya untuk bekerja ³di luar´ jam tugas pokoknya. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi profesional adalah berbagai kemampuan yang diperlukan agar dapat mewujudkan dirinya sebagai guru profesional. (4) Menyusun program pengajaran. disebutkan bahwa guru yang berkualitas harus memiliki empat kompetensi. dan (3) penguasaan bahan kajian akademik. maupun memilih metode yang tepat dan mampu menggunakannya dalam proses belajar mengajar. (6) Menilai hasil dan proses belajar-mengajar. Johnson sebagaimana dikutip Anwar (2004:63) mengemukakan kemampuan profesional mencakup (1) penguasaan pelajaran yang terkini atas penguasaan bahan yang harus diajarkan. dilihat dari tingkatan pendidikan minimal dari latar belakang pendidikan untuk jenjang sekolah tempat dia menjadi guru. Selanjutnya. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi profesional mengharuskan guru memiliki pengetahuan yang luas dan dalam tentang subject matter (bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi yaitu menguasai konsep teoretik. (3) Menguasai bahan pengajaran. Dalam Undang-undang No. rasa tanggung jawab akan tugasnya dan rasa kebersamaan dengan sejawat guru lainnya. (2) penguasaan dan penghayatan atas landasan dan wawasan kependidikan dan keguruan. Kompetensi profesional meliputi kepakaran atau keahlian dalam bidangnya yaitu penguasaan bahan yang harus diajarkannya beserta metodenya. (10) Menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran. Menurut Undang-undang No. Hal itu berdampak positif pada kualitas pengelolaan PBM yang dikelolanya. Pengembangan profesi meliputi (1) mengikuti informasi perkembangan iptek yang mendukung profesi melalui . keguruan dan pembelajaran siswa. kompetensi profesional adalah ³kemampuan penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam´. penguasaan guru terhadap materi bahan ajar. kemampuan melaksanakan interaksi atau mengelola proses belajar mengajar. dan konsep-konsep dasar keilmuan bahan yang diajarkan tersebut. Sementara dalam Undang-undang No 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 10 dan Peraturan Pemerintah No. Perspektif ini merujuk pada konsep yang dianut di lingkungan Depdiknas. (8) Menyelenggarakan administrasi sekolah. Kemampuan Pedagogik. dapat diharapkan kualitas peserta didiknya meningkat pula. (9) Kerjasama dengan sejawat dan masyarakat. dan kemampuan melakukan penilaian. (5) Melaksanakan program pengajaran. sebagai ³instructional leader´ guru harus memiliki 10 kompetensi. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi pedagogik adalah ³kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik´. dan lain-lain. melakukan tugas-tugas bimbingan. Pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan pada umumnya. yaitu kompetensi pedagogik. (Sudarwan Danim. (2002) untuk melihat apakah guru dikatakan profesional atau tidak. 2. 2002). Keempat kompetensi yang dimaksud diterangkan berikut ini: 1. (3) penguasaan proses-proses kependidikan. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan merencanakan program belajar mengajar. kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. dapat dilihat dari dua perspektif. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. yakni (Sudarwan Danim. Pertama. (7) Menyelenggarakan program bimbingan. mengelola siswa. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28. Kemampuan Profesional. Kedua. Depdiknas (2004:9) mengemukakan kompetensi profesional meliputi: (1) pengembangan profesi. mengelola proses pembelajaran. Menurut Danim. 2002) : (1) Mengembangkan kepribadian. (2) Menguasai landasan kependidikan. (2) pemahaman wawasan. kompetensi professional.

Penguasaan bahan kajian akademik meliputi (1) memahami struktur pengetahuan. kepala sekolah. dan (15) mengikuti kegiatan pengembangan kurikulum. Berdasarkan uraian di atas. (3) mengembangkan berbagai model pembelajaran. Selain itu. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi sosial mengharuskan guru memiliki kemampuan komunikasi sosial baik dengan peserta didik. dan (4) pemahaman terhadap wawasan dan landasan pendidikan 3. Mengajar di depan kelas merupakan perwujudan interaksi dalam proses komunikasi. sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang patut ³digugu´ (ditaati nasehat/ucapan/perintahnya) dan ³ditiru´ (di contoh sikap dan perilakunya). (7) menulis modul. (6) membangun sistem yang menunjukkan keterkaitan pendidikan dan luar sekolah. Kepribadian yang mantap dari sosok seorang guru akan memberikan teladan yang baik terhadap anak didik maupun masyarakatnya. (8) menulis karya ilmiah. (2) kemampuan penelitian dan penyusunan karya ilmiah. (12) menciptakan karya seni. 4. Menurut Undang-undang Guru dan Dosen kompetensi sosial adalah ³kemampuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan efisien dengan peserta didik. ia memiliki resistensi atau daya tahan terhadap ketertutupan ranah cipta yang prematur dalam . Karakteristik kepribadian yang berkaitan dengan keberhasilan guru dalam menggeluti profesinya adalah meliputi fleksibilitas kognitif dan keterbukaan psikologis. (3) kemampuan pengembangan profesi. Dalam kompetensi sosial ini termasuk keterampilan dalam interaksi sosial dan melaksanakan tanggung jawab sosial. Pemahaman wawasan meliputi (1) memahami visi dan misi. sesama guru. bahkan dengan anggota masyarakat. (5) mengidentifikasi permasalahan umum pendidikan dalam hal proses dan hasil belajar. (9) melakukan penelitian ilmiah (action research).berbagai kegiatan ilmiah. Guru yang efektif adalah guru yang mampu membawa siswanya dengan berhasil mencapai tujuan pengajaran. orangtua/wali peserta didik. (4) menulis makalah. (14) mengikuti pendidikan kualifikasi. (5) menulis/menyusun diktat pelajaran. (2) interaksi guru dengan kepala sekolah. Kemampuan Pribadi. Surya (2003:138) mengemukakan kompetensi sosial adalah kemampuan yang diperlukan oleh seseorang agar berhasil dalam berhubungan dengan orang lain. dapat disimpulkan bahwa kompetensi sosial guru meliputi (1) interaksi guru dengan siswa. (13) mengikuti pelatihan terakreditasi. Kemampuan Sosial. ataukah akan menjadi perusak atau penghancur bagi masa depan anak didiknya terutama bagi anak didik yang masih kecil (tingkat dasar) dan mereka yang sedang mengalami kegoncangan jiwa (tingkat menengah). pegawai tata usaha. (3) memahami konsep pendidikan dasar dan menengah. dan (5) interaksi guru dengan masyarakat. Guru yang fleksibel pada umumnya ditandai dengan adanya keterbukaan berpikir dan beradaptasi. Guru sebagai tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar. dan masyarakat sekitar´. (11) membuat alat peraga/media. (2) mengalihbahasakan buku pelajaran/karya ilmiah. Zakiah Darajat dalam Syah (2000: 225226) menegaskan bahwa kepribadian itulah yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik dan pembina yang baik bagi anak didiknya. (2) memahami hubungan pendidikan dengan pengajaran. (4) interaksi guru dengan orang tua siswa. (6) menulis buku pelajaran. (3) menguasai substansi kekuasaan sesuai dengan jenis pelayanan yang dibutuhkan siswa. memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengembangan sumber daya manusia. Dalam kaitan ini. sesama guru. (2) menguasai substansi materi. dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru meliputi (1) kemampuan penguasaan materi pelajaran. (3) interaksi guru dengan rekan kerja. Berdasarkan uraian di atas. (10) menemukan teknologi tepat guna. Fleksibilitas kognitif atau keluwesan ranah cipta merupakan kemampuan berpikir yang diikuti dengan tindakan secara simultan dan memadai dalam situasi tertentu. (4) memahami fungsi sekolah. Kepribadian guru merupakan faktor terpenting bagi keberhasilan belajar anak didik.

dan hubungan antar pribadi. Daftar Bacaan Anwar. Selain gaji. Kompetensi personal ini mencakup kemampuan pribadi yang berkenaan dengan pemahaman diri. kepastian karier sebagai guru. bahkan amat rendah. dan berwibawa serta menjadi teladan peserta didik´. berakhlak mulia. (3) hubungan antar pribadi. Bandung: CV Pustaka Setia Wirawan. Idochi. 2004. C. Berdasarkan uraian di atas. 1 Mei 2007. (2) rasa aman. Jakarta: Yayasan Bangun Indonesia & UHAMKA Pres. . 1991 Professional Development in School. tidak setara dengan pengabdian yang diberikannya. Dalam Undang-undang Guru dan Dosen dikemukakan kompetensi kepribadian adalah ³kemampuan kepribadian yang mantap. Kesejahteraan guru yang rendah berdampak tidak menguntungkan terhadap motivasi guru. yaitu kemampuan pribadi seorang guru yang diperlukan agar dapat menjadi guru yang baik. 2002. dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepribadian guru meliputi (1) sikap. Arikunto (1993:239) mengemukakan kompetensi personal mengharuskan guru memiliki kepribadian yang mantap sehingga menjadi sumber inspirasi bagi subyek didik. Gaji merupakan aspek utama dan paling pokok dalam kesejahteraan guru. diminta maupun tidak diminta. kesejahteraan guru juga meliputi kelancaran dalam kenaikan pangkat. Philadelphia: Ohio University Press Dedi Supriadi. Bandung: Alfabeta Pendidikan dan Manajemen Biaya Dean. Pendidikan yang Melahirkan Pengangguran Intelektual. Menurut Sudhita (2006) keempat kompetensi yang dipaparkan di atas sebetulnya sudah menjadi kewajiban guru. guru harus melakukannya secara tulus. dan dunia pendidikan secara keseluruhan. penerimaan diri. Joan. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Guru Mohamad Surya (2002) mengatakan bahwa faktor±faktor yang mempengaruhi kinerja profesional guru adalah ³kepuasan kerja´ Kepuasan kerja ini dilatarbelakangi oleh faktor-faktor: (1) imbalan jasa. Surya (2003:138) menyebut kompetensi kepribadian ini sebagai kompetensi personal.pengamatan dan pengenalan. Administrasi Pendidikan. pengarahan diri. kondisi kerja. BPPN tahun 1999 menyatakan bahwa kesejahteraan guru merupakan aspek palingcrucial dalam dunia pendidikan. status sosial profesi keguruan. Profesi dan Standar Evaluasi. Tingkat kesejahteraan guru tergolong rendah. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. (4) lingkungan kerja dan (5) kesempatan untuk pengembangan dan peningkatan diri. Jakarta Sudarwan Danim.. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa Suara Pembaruan. 2002. dan perwujudan diri. 1998 Mengangkat Citra dan Martabat Guru. arif. dan patut diteladani oleh siswa. rasa aman dalam menjalankan tugas. dan (2) keteladanan. Moch. Faktor-faktor tersebut saat ini belum terwujud sepenuhnya dalam lingkungan kehidupan guru dan belum mendapat perhatian yang cukup oleh pemerintah dalam program profesionalisasinya.

email dan sekarang. Pengetahuan tentang Kurikulum Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standarstandar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standarstandar itu. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon. tetapi kadang-kadang diabaikan. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan Hal ini mungkin sudah jelas. 7. rapat. disiplin. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik. saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa. 5.1. 2. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas. sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa. Selalu punya energi untuk siswanya Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. 10. 6. twitter. 8. 9. 4. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama. membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas. dan isu lainnya. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. 3. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum. . Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.

Bergabunglah sekarang di http://forum.id/forum.thinking-art. jadilah member dari forum yg akan banyak membahas pendidikan karakter dan semua hal seputar guru dan pendidikan.Disarikan dari situs Apple for the teacher Rekan guru dimana saja berada.php .co.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful