P. 1
ISI TINJAUAN PUSTAKA

ISI TINJAUAN PUSTAKA

3.0

|Views: 1,802|Likes:
Published by Rieke Varianti

More info:

Published by: Rieke Varianti on Jan 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

BAB I PE N D A H U L U A N

Prurigo ialah erupsi opular kronik dan rekurens. Terdapat berbagai macam prurigo, yang tersering terlihat ialah prurigo Hebra. Disusul oleh prurigo nodularis. Sedangkan yang lain jarang dijumpai. Istilah prurigo menunjuk pada suatu lesi kulit sangat gatal yang sampai kini belum diketahui penyebab pastinya. Penyakit ini biasanya dianggap sebagai salah satu penyakit kulit yang paling gatal dan lesinya dapat diikuti dengan timbulnya penebalan dan hiperpigmentasi pada kulit tersebut. KOCSARD pada tahun 1962 mendefinisikan prurigo papul sebagai papul yang berbentuk kubah dengan vesikel pada puncaknya. Vesikel hanya terdapat dalam waktu yang singkat saja, karena segera menghilang akibat garukan, sehingga yang tertinggal hanya papul yang berkrusta. Papul berkrusta lebih sering terlihat dibandingkan papul primer dengan puncak vesikel. Likenifikasi hanya terjadi sekunder akibat proses kronik. La membagi prurigo menjadi 2 kelompok: yaitu prurigo simplex dan dermatosis pruriginosa. Namun terdapat juga bentuk prurigo lain yang juga terdeteksi secara klinis, yaitu prurigo nodularis (tergolong dalam neurodermatitis), prurigo pigmentosa, dan prurigo aktinik.

Dalam referat ini akan dibahas mengenai beberapa jenis prurigo yang terdapat di masyarakat, yaitu Prurigo Simpleks, Prurigo Pigmentosa, Dermatosis Pruriginosa Prurigo Hebra, dan Prurigo Nodularis.

1

Lesi biasanya muncul dalam kelompok-kelompok. Tampak terdistribusi simetris. Predileksi Tempat yang sering terkena ialah badan dan bagian ekstensor ekstremitas. dapat disebut prurigo pigmentosa. Epidemiologi Prurigo simpleks bisa mengenai anak-anak maupun dewasa. Gatal yang parah dapat membuat pasien terus menggaruk sehingga memberikan gambaran papul yang ekskoriasi disertai likenifikasi atau penebalan pada kulit. terbanyak pada tungkai dan bokong.BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. dan terlihat sebagai papul beratap seperti kubah dan kadang terdapat lepuh. Jika warnanya lebih gelap. kecil. gatal yang terus menerus. sehingga papul-papul. Muka dan bagian kepala yang berambut juga dapat terkena tersendiri atau bersama-sama dengan tempat lainnya. PRURIGO SIMPLEKS Sinonim Nama lain dari prurigo simpleks adalah Prurogo Mitis. vesikel-vesikel dan jaringan-jaringan parut sebagai tingkat perkembangan penyakit terakhir dapat terlihat pada saat yang bersamaan. Prurigo papul tampak dalam macam-macam tingkat perkembangan dan ditemukan paling sering pada orang dengan usia pertengahan. Manifestasi Klinis Gambaran klinis dapat bervariasi. Prurigo melanotik Pierini dan Borda terjadi pada wanita usia pertengahan berupa pruritus bersamaan dengan sirosis biliaris primer. 2 . Dapat menyebabkan stres karena rasa sangat gatal hingga sering membuat sulit tidur Beberapa variasi prurigo pemah dilaporkan.

Terdapat penelitian pada kasus prurigo simpleks subakut diterapi dengan ‘foil bath PUVA’ pada konsentrasi 0.1 Lesi juga berespon terhadap pemberian kortikosteroid topikal. likenifikasi dan eksematisasi. sering dijumpai pada bayi dan anak-anak. prurigo kronik multiformis Lutz. baik sistemik (sedativa) maupun topikal. diberikan obat untuk mengurangi gatal seperti antihistamin.Lesi berupa hiperpigmentasi retikular. liken urtikatus dan strofulus pruriginosis. DERMATOSIS PRURIGINOSA Pada kelompok penyakit ini prurigo papul terdapat bersama-sama dengan urtika. Terapi tersebut dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik untuk prurigo simpleks subakut. ialah : strofulus. Papul-papul kecil yang gatal tersebar di lengan dan tungkai. Prurigo kulit kepala yang berambut dapat terjadi secara sendiri atau bersama-sama dengan lesi prurigo di tempat lain. sangat gatal. Prurigo Simpleks Pengobatannya simtomatik. infeksi piogenik. dan terapi UVA dan UVB untuk kasus tertentu. Termasuk dalam kelompok penyakit ini antara lain. Strofulus Penyakit ini juga dikenal sebagai urtikaria papular. dan prurigo Hebra. B.5 mg 8-methoxypsoralen/l. tanda-tanda bekas garukan. terutama mengenai badan. a. terutama mengenai bagian ekstensor. Lesi muia-mula 3 .

terutama fleas (cat & dog fleas. serta kutu busuk. Tempat-tempat tidur binatang peliharaan harus disemprot dengan insektisida. Pengobatan mencakup pemberantasan serangga yang mungkin dapat mengenai anak. permadani dan perkakas rumah tangga disemprot dengan semprotan insektisida dua kali seminggu. akibat garukan menjadi ekskoriasi dan mengalami infeksi sekunder atau likenifikasi Lesi-lesi muncul kembali dalam kelompok. Di samping itu penderita juga mengalami pembesaran kelenjar getah bening (limfadenitis dermatopatik) dan eosinofilia. Juga lemari-lemari. Secara topikal penderita diberikan losio antipruritus. 4 . biasanya pada malam hari. PRURIGO HEBRA Di antara berbagai bentuk. Biasanya tidak disertai pembesaran kelenjar getah bening maupun gejala konstitusi. Gambaran histopatologiknya menyerupai reaksi gigitan artropod. Antihistamin per oral dapat menghilangkan rasa gatal. dan kuman fleas).berupa urticated papules yang kecil. Krim kortikosteroid dapat dipakai. Prurigo kronik multiformis Lute Kelainan kulitnya berupa papul prurigo. b. prurigo Hebra merupakan bentuk yang tersering terdapat. Semua tingkatan perkembangan dan regresi papul-papul dapat dilihat pada saat yang bersamaan. C. disertai likenifikasi dan eksematisasi. sela-sela rumah. Terdapat sebukan infiltrat perivaskular yang superfisial dan dalam. histiosit dan eosinofil. gnats **). Urtikaria papular merupakan reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan fleas *). nyamuk. Pengobatan bersifat simtomatik. kutu dan yang tersering ialah kepinding. yang terdiri atas limfosit. Serangan dapat berlangsung bulanan sampai tahunan. Tetapi lesi dapat bertahan sampai 12 hari.

misalnya nyamuk. alergi makanan. Jika telah kronik tampak kulit yang sakit lebih gelap kecotdatan dan berlikenifikasi. Garukan yang terus menerus menimbulkan erosi. Kelainan yang khas ialah adanya papul-papul miliar tidak berwarna. antara lain : suhu. Di samping itu juga terdapat beberapa faktor yang berperan. lebih mudah diraba daripada dilihat. krusta. Di Jakarta penderita wanita lebih banyak daripada laki-laki. Pendapat lain mengatakan penyakit ini didasari faktor atopi. EPIDEM IOLOGI Penyakit ini sering terdapat pada keadaan sosial-ekonomi dan higiene yang rendah. Juga infeksi fokal.DEFINISI Prurigo Hebra ialah penyakit kulit kronik dimulai sejak bayi atau anak. ekskoriasi. misalnya tonsil atau saiuran cerna. Di Eropa dan Amerika Serikat penyakit ini jarang. Sering pula terjadi infeksi sekunder. investasi parasit (misalnya Ascaris atau Oxyruris). Kelainan kulit terdiri atas papul-papul miliar berbentuk kubah sangat gatal. 5 . Sebagian para ahli berpendapat bahwa kulit penderita peka terhadap gigitan serangga. hiperpigmentasi dan likenifikasi. Mungkin antigen atau toksin yang ada dalam ludah serangga menyebabkan alergi. berbentuk kubah. ETIOLOGI DAN PATOGENESIS Penyebabnya yang pasti belum diketahui. GEJALA KLINIS Mulainya penyakit sering pada anak berumur di atas satu tahun. karena itu ada yang menganggap penyakit ini herediter. Umumnya terdapat pada anak. Umumnya ada saudara yang juga menderita penyakit ini. terutama di daerah ekstremitas bagian ekstensor. endo-krin. lebih mudah diraba daripada dilihat.

bila berat disebut prurigo feroks (agria). Keadaan umum penderita biasanya pemurung atau pemarah akibat kurang tidur. Kelenjar getah bening regional biasanya membesar. pada perabaan teraba lebih lunak. muka dapat pula terkena. Sebaliknya prurigo feroks. kadang-kadang nafsu makan berkurang sehingga timbul anemia dan malnutrisi. jika ringan. dapat meluas ke bokong dan perut. Biasanya bagian distal lengan dan tungkai lebih parah dibandingkan bagian proksimal. tidak nyeri. Prurigo mitis hanya terbatas di ekstremitas bagian ekstensor serta sembuh sebelum akil balik. lokasi lesi lebih luas dan berlanjut sampai dewasa. meskipun tidak disertai infeksi. Prurigo Hebra HISTOPATOLOGI 6 .Tempat predileksi di ekstremitas bagian ekstensor dan simetrik. tidak bersupurasi. Pembesaran tersebut disebut bubo prurigo. Demikian pula umumnya tungkai lebih parah daripada lengan. Untuk menyatakan berat-ringannya penyakit dipakai istilah prurigo mitis.

sering ditemukan akantosis.Gambaran histopatologik tidak khas. berbentuk kubah terutama terdapat di ekstremitas bagian ekstensor. memperbaiki higiene perseorangan maupun lingkungan.3%. edema pada epidermis bagian bawah. Pada penyakit tersebut gatal terutama pada malam hari. Penatalaksanaannya ialah menghindari hal-hal yang ada kaitannya dengan prurigo. Pengobatan berupa simtomatik. infiltrasi ringan sel radang seki-tar papul dan dermis bagian atas. Sebagai diagnosis banding ialah skabies. hiperkeratosis. PROGNOSIS 7 . Untuk mengurangi gatalnya dapat diberikan mentol 0. Bila terdapat infeksi sekunder diobati. biasanya pada anak. Kelainan kulit berupa banyak vesikel dan papul pada lipatan-lipatan kulit. PENGOBATAN Karena penyebab prurigo belum diketahui. dan dermis bagian atas.25 1% atau kamper 2 . mencari dan mengobati infeksi fokal. Bila terdapat infeksi sekunder diberikan antibiotik topikal. Keluhannya ialah sangat gatai. Bila telah kronik infiltrat kronis ditemukan di sekitar pembuluh darah serta deposit pigmen di bagian basal. Kadang.kadang dapat diberikan steroid topikal untuk menekan inflamasi bila kelainan tidak begitu luas. orang-orang yang berdekatan juga terkena. Contoh pengobatan topikal ialah sulfur 5-10% dapat diberikan dalam bentuk bedak kocok atau salap. Pada papul yang masih baru terdapat pelebaran pembuluh darah. DIAGNOSIS BANDING Diagnosis prurigo Hebra terutama berdasarkan gambaran klinis ialah adanya papul-papul miliar. yakni mengurangi gatal dengan pemberian sedativa. maka tidak ada pengobatan yang tepat. yakni menghindari gigitan nyamuk atau serangga.

uremia. atau memiliki keluarga yang memiliki kondisi tersebut. SEJARAH Pada 1909. ETIOLOGI Kausa penyakit ini belum diketahui. ditandai oleh adanya nodus kutan yang sangat gatal. Liken Simpleks Kronis. memiliki kondisi alergi seperti asma. anemia. DEFINISI Prurigo nodularis merupakan penyakit kulit inflamasi kronik. Kondisi tersebut meliputi HIV (berhubungan dengan jumlah CD4 yang rendah) 10 dan penyakit imunodefisiensi lain. Liken Corneus Obtusus. penyakit tiroid. dermatitis. penyakit hati. gigitan serangga. . dan penyakit psikiatri (serangan-serangan gatal timbul bila terdapat atau mengalami 8 .PRURIGO NODULARIS SINONIM Hyde prurigo nodularis. atau demam hay. keganasan. Nodul Picker. pada orang dewasa. walaupun kondisi lain dapat menginduksi Prurigo Nodularis. gagal ginjal. polisitemia rubra vera.Sebagian besar akan sembuh spontan pada usia akil balik D. penyakit Hodgkin. Hyde dan Montgomery pertama kali menggambarkan prurigo nodularis sebagai nodul yang gatal di permukaan ekstensor ekstremitas bawah pada wanita usia pertengahan. terutama terdapat di ekstermitas bagian ekstensor (lengan atau tungkai). kolestasis. Neurodermatitis Sirkumskripta Bentuk Nodular Atipik.

dan dermatitis herpetiformis. Prurigo nodularis bersifat jinak dan tidak meningkatkan angka kematian. Dalam dokumentasi. EPIDEMIOLOGI Kondisi ini muncul pada pasien yang memiliki kondisi-kondisi tertentu sebagai pemicu. Mucobacteria. Torchia et al mengubungkannya dengan penyakit yang berkaitan dengan IgA. dan Sonkoly et al menghubungkannya dengan sel T. 10. Beberapa kondisi yang dihubungkan dengan prurigo nodularis dapat menyebabkan kematian. atau demam fever (prevalensi hanya 25 % pada populasi umum ). Prurigo Nodularis dapat muncul pada populasi 9 . Sumber lain menyatakan faktor pemicu Prurigo Nodularis dapat berasal dari penyakit kulit lain. Sumber lain mengatakan kaitan terjadinya Prurigo Nodularis dengan Hepatitis C. namun belum ada survei terhadap prevalensi pada populasi umum. Helicobacter pylori . Dapat ditemukan pada semua ras.15 Lockshin et al menghubungkan Prurigo Nodularis dengan Nevus Becker. Terutama pada usia pertengahan dan oarang yang lebih tua walaupun dapat terjadi pada semua usia. pemfigoid bulosa.dan Strongyloides stercoralis. meski beberapa penelitian terkini menyangkal psikiatri sebagai penyebab dari Prurigo Nodularis.ketegangan emosional). kondisi autoimun. namun angka kesakitan yang parah dapat terjadi jika tidak diobati dengan baik dan bahkan untuk yang sudah diobati sekalipun. Gatal yang sangat parah pada permukaan tubuh menyebabkan pasien tidak dapat bekerja secara maksimal dalam aktivitas sehariharinya. asma. Ditemukan dalam jumlah besar pada wanita dibandingkan dengan pria. Sekitar 80 % pasien memiliki riwayat personal/keluarga terhadap dermatitis atopi. walau belum ada dokumentasi mengenai hal tersebut. seperti eksim.

namun produk granula protein (seperti protein dasar besar. protein kation eosinofilik. namun yang terbanyak muncul pada ekstermitas bagian ekstensor (lengan atau tungkai). dan dapat pula timbul pada batang tubuh. Neuropeptida ini akan memediasi inflamasi meurogenik kutaneus dan pruritus. Jika tidak ditangani dengan baik. dan penyentuhan yang berulang menghasilkan plak atau likenifikasi nodular dan hiperkeratosis hingga perubahan pigmen (hiperpigmentasi). seperti punggung. namun produk degranulasi tidak meningkat. PREDILEKSI Dapat muncul di seluruh bagian tubuh. PATOFISIOLOGI Trauma mekanis kronis terhadap kulit menyebabkan penebalan pada kulit. dan neurotoxin derivat eosinofil) secara signifikan mengalami peningkatan jumlah. krusta. penggosokan. pada permukaan anterior paha. dada. Beberapa ditemukan dengan keganasan internal dan gangguan fungsi ginjal yang parah. a sel T-derivat sitokin yang menyebabkan pruritus berat dan dermatitis juga mengalami peningkatan. Interleukin 31. Ini merupakan reseptor neural terhadap rangsang sentuhan. dan gatal. 10 . Nervus papilar dermal dan sel Merkel merupakan nervus sensoris yang ditemukan pada dermis dan epidermis. akan terjadi lesi ekskoriasi yang berskuama. Gen kalsitonin—berhubungan dengan peptida dan nervus imunoreaktif substansi P dinyatakan meningkat pada kulit dengan prurigo nodularis dibandingkan dengan kulit normal. Penggarukan. atau membentuk keropeng. keduanya mengalami peningkatan jumlah pada Prurigo Nodularis. bokong. nyeri. temperatur.HIVatau kondisi imunokompromais lain. Penjelasan dari rasa gatal masih belum diketahui. Sel mast dan netrofil ditemukan lebih banyak dibandingkan nilai normal. dan bahu. Eosinofil tidak meningkat.

bersisik. dan keras Dapat tunggal atau multiple Lebih besar dari 0. luka. maka lesi tersebut akan berubah menjadi verukosa atau mengalami fisurasi. nodus terbentuk sebelum rasa gatal muncul kemudian menjadi sangat gatal Rasa gatal dapat membuat sulit tidur saat maalam dan menganggu aktivitas saat siang Dapat berdarah. hiperpigmentasi atau purpura. dan terinfeksi jika terus menerus digaruk • • • • • • • • 11 . ukurannya menetap. mencekung. atau terdapat krusta diatasnya Bila perkembangannya sudah lengkap. Nodus awalnya dapat muncul di folikel rambut Pola nodus dapat berbentuk folikular Pada Prurigo Nodularis. jarang membesar atau mengecil. dan tidak spontan berubah Jumlahnya semakin bertambah. bisa mencapai ratusan Lesi ekskoriasi biasanya datar.5 cm dan kurang dari 2 cm (3-20 mm 15).Prurigo Nodularis GEJALA KLINIS • • • • Lesi berupa nodus atau papul Biasanya simetris.

Penebalan epidermis. dan glukosa) untuk membantu deteksi adanya penyakit penyerta pada ginjal. sehingga tampak hiperkeratosis. U&Es. akantosis yang tak teratur atau disebut juga sebagai hiperplasi psoriasiformis yang tak teratur. mentol dapat ditambahkan 12 . Penebalan stratum papilaris dermis. serum kalsium. hipergranulosis. CRP. 2. Biopsi juga akan memperlihatkan peningkatan jumlah eosinofil untuk Prurigo Nodularis • • Kultur pada lesi akan mengeksklusi infeksi staphylococcus Tes patch untuk tes sensitivitas PENGOBATAN Sebagian besar pengobatan tunggal memiliki hasil mengecewakan. infeksi mikrobakterial. 3. karsinoma sel skuamosa. Sel-sel tersebut terutama terdiri atas limfosit dan histiosit. Sebukan sel-sel radang sekitar pembuluh darah yang melebar di dermis bagian atas. iron. sehingga dibutuhkan kombinasi terapi. yang arahnya tegak lurus terhadap permukaan kulit (disebut sebagai collagen in vertical streaks). PEMERIKSAAN PENUNJANG • Pemeriksaan penyaring darah (seperti FBC. dan limfoma kutaneus. infeksi jamur. TFTs. yang ter-diri atas kumpulan serat kolagen kasar. atau penyakit metabolik dan infeksi yang berhubungan • Biopsi lesi disarankan untuk eksklusi penyakit lain seperti. LFTs. Pengobatan lokal meliputi : • Emolien – penggunaan secara berkala untuk mendinginkan dan menyejukkan kulit yang gatal. hepar.HISTOPATOLOGI 1 Gambaran histologik akan memperlihatkan: 1..

terbukti efektif mengatasi gatal 13 . Dosisnya 0.5. Amitrityline biasanya digunakan sebagai antidepresan namun juga memiliki efek antihistamin. Pramoxine Steroid digunakan untuk meringankan inflamasi dan gatal. Antihistamin standar biasanya tidak cukup membantu untuk kondisi ini. • • • • Oinment coal tar kadang digunakan sebagai alternatif dari steroid Oinment calcipotriol terkadang lebih efektif dibandingkan dengan steroid topikal Krim capsaicin dapat menghentikan gatal. biasanya topikal. tapi kadangn pengobatan dengan amitriptyline dapat nermanfaat. • • Steroid oral seperti prednisolone Thalidomide terbukti cukup efektif untuk beberapa kasus berat namun dapat menyebabkan teratogenik dan resiko neuropatik perifer ○ Dosisnya 2 x 100 mg per hari dan pengobatan dilanjutkan sampai 3 bulan • Opiat – reseptor antagonis. Pemberian diulang 4 – 6 kali per hari Krioterapi. Biasanya dipakai suspensi triamsinolon asetonid 2. ○ Lesi kulit memberikan respons cepat terhadap penyuntikan kortikosteroid intralesi. dan untuk melembutkan nodus.• • Krim antihistamin. seperti Zonalon.5 sampai 12. seperti naltrexone. Responnya bervariasi. namun dapat diberikan intralesi atau oral.5 mg per ml. membekukan luka dengan cairan nitrogen dapat menyusutkan nodus dan mengurangi gatal Laser denyut dapat mengurangi vaskularitas lesi Menutup dengan plester untuk mengurangi frekuensi menggaruk • • Terapi Sistemik meliputi : • Antihistamin untuk mengkontrol rasa gatal. sampai 1 ml per cm2 dengan maksimum 5 ml untuk sekali pengobatan.

dalam beberapa kasus dapat menyebabkan gangguan fungsional dan kesakitan pada yang tidak ditangani dengan baik. Ada beberapa jenis obat yang memberikan respon baik pada manifestasi klinis berat. tranilast • • • • Gabapentin dapat digunakan namun bersifat sedatif bagi pasien Pada kasus yang ditemukan infeksi staphylococcus. selama beberapa minggu Terapi sinar UVB Dilakukan 2 – 3 kali dalam seminggu selama beberapa minggu. dapat menyusutkan nodus dan mengurangi gatal Terapi sinar UVA dengan psoralen (PUVA) Terapi dilakukan 2 kali seminggu. seperti makrolid.Beberapa lesi dapat menjadi hiperpigmentasi yang permanen dan meninggalkan jaringan parut. KOMPLIKASI Prurigo Nodularis bersifat jinak. Namun. seperti acitretin. dikombinasikan dengan antifibroblas. DIFERENSIAL DIAGNOSIS • • • Sarkoidosis Pemfigoid bulosa Scabies 14 . roxithromycin.• • Retinoid sistemik. Horiuchi et al melaporkan perbaikan signifikan pada Prurogo Nodularis dengan terapi antibiotik. Keparahan mungkin dapat berkurang dengan terapi namun cenderung menetap untuk beberapa waktu. pemberian antibiotik terbukti efektif. PROGNOSIS Lesi tidak dapat membaik secara spontan. Penyakit ini bersifat kronis dan setelah sembuh dengan pengobatan biasanya residif.

Prurigo pigmentosa adalah prurigo simpleks atau prurigo mitis dengan warna yang lebih gelap Sejarah Ruam pada kulit yang jarang ditemukan ini pertama kali digambarkan di Jepang oleh seorang Ahli Dermatologi bernama Nagashima. Dilaporkan sebuah kasus dari prurigo pigmentosa yang diinduksi oleh kontak alergi terhadap bahan krom pada detergen. Beberapa penulis menduga bahwa kontak beberapa alergen dapat menjadi patogen atau faktor pemicu.• • • • • • • • • Amyloidosis Kutaneus Dermatitis Artefacta Mycosis Fungoides (Limfoma Sel-T Kutaneus) Actinic Keratosa Atipical Fibroxanthoma Gigitan serangga Keratoacanthoma Molluskum Contangiosum Infeksi kulit Mycobacterium Marinum E. PRURIGO PIGMENTOSA Definisi Prurigo pigmentosa adalah penyakit kulit inflamasi berulang yang langka dengan penyebab yang belum diketahui. yang mendukung kesimpulan bahwa kontak alergi seperti krom memiliki peranan dalam menginduksi terjadinya prurigo pigmentosa Epidemiologi 15 . Etiologi Penyebabnya masih belum diketahui. namun hampir semua percobaan untuk mengidentifikasi alergen belum berhasil.

Biasanya muncul saat musim semi dan musim panas. Di Jepang. leher. vesikel. Di luar Jepang. Ditemukan pada populasi Turki dan Sisilia. hanya 7 kasus yang diketahui. dan papulovesikel dengan pola retikuler berwarna kemerahan yang sangat gatal. terdapat pula kasus eksaserbasi diabetes mellitus yang diduga memiliki korelasi dengan timbulnya prurigo pigmentosa berupa pembentukan sejumlah vesikel dan bula pada pasien tersebut. tanpa adanya vesikel atau bula. dan normalnya dalam beberapa hari akan berubah menjadi hiperpigmentasi retikular dan akan sembuh sendiri. Selanjutnya erupsi mereda saat glukosa urin dan nilai keton terkontrol oleh pemberian glibenklamid Predileksi Lesi terdistribusi simetris dan biasanya muncul di punggung. Dilaporkan beberapa kasus dihubungkan dengan anorexia nervosa. Tercatat juga kasus serupa terjadi di Cina. Penemuan ini dibuktikan dengan produksi ketosis yang terjadi pada anorexia nervosa dapat mengkontribusi terjadinya patogenesis dari prurigo pigmentosa. Dalam kasus yang berat dapat berbentuk edema plak infiltrat. Kesemua dari mereka sebelumnya pernah didiagnosis memiliki berbagai tipe berbeda dari dermatitis.dan regio clavicula. Dapat teerjadi eksaserbasi dan rekurensi. Di Jepang telah dilaporkan sekitar 200 kasus penderita Prurigo Pigmentosa. Penulis lain menyebutkan ditemukan sekitar 20 kasus di luar Jepang dan lainnya menyebutkan berjumlah 28 pasien. 16 . Prevalensi lebih banyak ditemukan pada orang Asia. Manifestasi Klinis Wujudnya dapat berupa papul.

Penelitian secara imunofluoresens menunjukkan hasil negatif. netrofil meyebar dalam papila dermis dan kemudian menjalar dengan cepat melalui epidermis dan terbentuk spongiosis. seperti Dapson. eosinofil dan limfosit datang mendominasi netrofil dalam infiltrat dermis yang membentuk pola seperti bentuk liken tidak sempurna (Pinkus). namun kondisinya secara signifikan mengalami perbaikan setelah 1 bulan mendapat terpai diaminodiphenylsulfone (DDS) 100 mg/hari. Selanjutnya. Pada pasien ke-3 tidak terdapat perubahan setelah 2 bulan terapi. 17 .Prurigo Pigmentosa Histopatologi Prurigo pigmentosa diawali dengan infiltrat perivaskular superfisial pada netrofil. Sejalan dengan epidermis yang menjadi hiperplastik. Vesikel intradermal yang mengikuti spongiosis dan penggembungan. Pengobatan Beberapa terapi medikamentosa terbukti efektif mengatasi keluhan. vesikel subepidermal pada batas vakuola di pertemuan dermisepidermis. Sebuah penelitian terhadap pemberian Minosiklin dengan dosis 100 mg/hari selama 1 bulan menginduksi hilangnya erupsi papul dan gatal pada 2 pasien dengan perbaikan pada pembentukan hiperpigmentasi retikular. terkadang. abses dapat terbentuk di dalam permukaan epitel. Dalam perjalanannya. parakeratosis. dan keratosis nekrosis. Minosiklin dan Doksisiklin. Dapson dan Minosiklin dapt menghambat migrasi dan/atau fungsi dari netrofil. Dalam waktu cepat. melofag mulai muncul di dermis. penggembungan. dan sedikit hiperpigmentasi.

18 . Penemuan ini memberikan kemungkinan bahwa produksi OIs oleh sel-sel infiltrat terlibat dalam proses inflamasi dari prurigo pigmentosa dan penggunaan sulfonamide sebagai anti-inflamasi berefek pada pembentukan Ois dimana hasilnya berupa proteksi melawan reaksi jaringan seperti bentuk liken. Efek dari sulfamethoxazole pada produksi dari Oxygen Intermediates (Ois) dalam sistem mediasi sel dan sistem oksidase xanthine-xanthine. dkk. Jakarta. (Ed. DAFTAR PUSTAKA Wiryadi.2007: 272-275. salah satu oksidan terkuat yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Prurigo. Ditemukan bahwa dosis terapeutik secara signifikan dapat menurunkan level hidroksil radikal. Benny.Pemberian sulfamethoxazole disebutkan juga memberikan respon baik.). Djuanda A.

com 19 .scribd.www.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->