BAB I

I. PENDAHULUAN Pengertian Kelenjar adrenal adalah kelenjar yang penting untuk kelangsungan hidup. Tanpa adanya hormone kortisol dan aldosteron yang dihasilkan korteks adrenal, proses metabolic tubuh tidak bias memberi respons yang adekuat terhadap stressor fisik atau emosional walaupun yang minimal, misalnya perubahan suhu tubuh, gerakan tubuh, dan peningkatan emosional ringan. Stressor yang lebih berat bias mengakibatkan syok dan kematian, misalnya infeksi berat, pembedahan, dan kecemasan berat. Medulla adrenal mengeluarkan hormone yang juga dikeluarkan oleh system saraf simpatis, yaitu katekolamin.

Kelainan Kelenjar Adrenal Terdapat 2 kelenjar adrenal, yang masing-masing terletak diatas ginjal dan menghasilkan sejumlah hormon: Bagian dalam (medula) menghasilkan epinefrin dan norepinefrin, yang

bertanggungjawab pada reaksi fight-or-flight terhadap keadaan bahaya dan stres emosiona Bagian luar (korteks) menghasilkan: - aldosteron yang mengatur keseimbangan garam dalam tubuh - kortisol, penting untuk mengolah protein, lemak dan karbohidrat - androgen (hormon seksual pria).

PENYEBAB Pada kelainan kelenjar adrenal tertentu, tidak dihasilkan hormon kortisol dan aldosteron karena tubuh tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk pembentukan kedua hormon tersebut. Hipotalamus mendeteksi kadar hormon yang rendah ini dan merangsang kelenjar hipofisa untuk merangsang kelenjar adrenal agar menghasilkan kortisol dan aldosteron dalam jumlah yang memadai.

bisa menyebabkan gagal adrenal yang dapat berakibat fatal dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu setelah bayi lahir. Kadar androgen yang tinggi biasanya tidak berpengaruh terhadap janin laki-laki. Kekurangan aldosteron menyebabkan terlalu banyak natrium yang dibuang melalui air kemih sehingga tekanan darah menjadi rendah dan kadar kalium dalam darah menjadi tinggi. maka kelenjar adrenal membesar sampai 10-20 kali beratnya yang normal. GEJALA Kekurangan hormon adrenal menyebabkan sejumlah gejala. denyut jantung yang cepat dan kelainan fungsi berbagai organ. tetapi tetap tidak mampu menghasilkan hormon kortisol dan aldosteron. . ketika lahir tampak normal tetapi nantinya dia tidak akan mengalami masa puber atau menstruasi. disertai dengan tekanan darah rendah. Indung telur. Kekurangan kortisol yang sangat berat (terutama jika pembentukan aldosteron juga terhambat).Karena perangsangan terus menerus dari hipotalamus dan kelenjar hipofisa. Anak perempuan yang mengalami kekurangan hormon adrenal. alat kelamin luar mengalami maskulinisasi (pseudohermafroditisme wanita) Pada saat usia kehamilan kurang dari 12 minggu menyebabkan labia (bibir kemaluan) kiri dan kanan menyatu dan hanya terbentuk 1 lubang untuk uretra dan vagina Setelah usia kehamilan melewati 12 minggu. Pemaparan androgen kadar tinggi pada janin perempuan: Pada awal kehamilan menyebabkan alat kelamin berkembang secara abnormal. akan terjadi pembesaran klitoris sehingga menyerupai penis. Kelebihan hormon adrenal juga menyebabkan berbagai gejala. seperti androgen. tergantung kepada jenis hormon yang berkurang. rahim dan alat reproduksi dalam lainnya terbentuk secara normal. Kekurangan androgen ketika masih berada dalam kandungan bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan kelamin pada janin laki-laki yang disebut pseudohermafroditisme (lubang uretra abnormal. Tetapi kelenjar adrenal menghasilkan sejumlah besar hormon lainnya. sehingga terjadi maskulinisasi. penis dan buah zakar kecil).

kadar androgen yang tinggi akan mempercepat laju pertumbuhan. maka pada akhirnya tinggi badan lebih pendek dari normal. Lengan dan kaki kurus dengan atrofi otot 8. BAB II MATERI Sindrom Cushing Kadar glukortikoid yang terlalu banyak akan mengakibatkan sekumpulan tanda dan gejala yang disebut sindrom cushing. ekimosis dan [penyembuhan luka sulit 9. Kulit cepat memar.Pada anak laki-laki yang masih kecil. Rambut kepala menjadi tipis 2. Moon Face 4. Berjerawat dan pipi kemerahan 3. Striae kemerahan pada abdomen dan pendolus abdomen 7. Cirri ² cirri sindrom Cushing 1. Tetapi karena pematangan tulang terjadi lebih cepat daripada normal dan pertumbuhan terlalu cepat terhenti. Bulu halus banyak pada wajah dan seluruh tubuh 6. Berat badan bertambah . Buffalo hump 5.

terlalu banyak produksi kortisol yang diakibatkan oleh adenoma atau karsionoma adrenal 2. c. Keluarnya ACTH yang berasal dari ektopik non-hipofisis (produksi hormon diluar hipofisis) meningkat. sulit naik tangga. Terlalu banyak produksi ACTH dapat diakibatkan oleh : a. Berkuarangnya protein matriks dari tulang yang mengakibatkan osteoporosis. cepat timbul memar. Factor patofisiologis yang dikaitkan dengan kartisol yang berlebihan adalah akibat pengaruh glukortikoid yang berlebihan. serta nyeri tulang dan punggung .Penyebab sindrom Cushing 1. 1. adenoma bronchial. Hilangnya kolagen penyokong dari kulit yang mengakibatkan kulit menjadi tipis. Perubahan metabolisme protein. Luka sulit sembuh . d. fraktur patologis. terutama pada ekstremitas yang mengakibatkan lengan dan kaki kelihatan kurus. b. sulit berdiri dari posisi duduk. misalnya pada karsinoma bronkogenik. Pada sindrom Cushing iatrogenic. dan karsinoma pancreas 3. terlalu banyak produksi kortisol yang diakibatkan oleh hiperlasia adrenal karena banyak sekali ACTH. Pada sindrom Cushing sekunder. serta keletihan dan kelelahan. kadar kartisol yang sangat tinggi sebagai akibat terapi glukokortikoid yang berlangsung lama. Hipofisis mengeluarkan terlalu banyak ACTH karena gangguan hipofisis atau hipotalamus b. ekimosis dan sriae kemerahan pada abdomen. Atrofi otot. Berikut rincian patofisiologi kortikosteroid yang berlebihan. Katabolisme protein yang berlebihan mengatifkan berkurangnya massa otot dengan tanda ² tanda : a. Pada sindrom Cushing primer.

Peningkatan ekskresi kalium dan klorida melalui urine (hipokalemia dan hipokloremia) yang bisa mengakibatkan alkalosis metabolic d. gangguan metabolsme karbohidrat akan memperberat tanda ² tanda DM. serta konsentrasi dan ingatan menurun. Tanda awal infeksi seperti demam bias tidak tampak. terutama limfosit-T. 7. walaupun aldesteron normal. Perubahan hematologist (eritrosit. 3. Perubahan pada stabilitas pada stabilitas emosi. misalnya cepat marah. Tiga perubahan ini akan membuat pasien sangat rawan terhadap infeksi viral dan infeksi fungal. 5. 4. depesi ringan. Banyak lemak pada wajah (mengakibatkan moon face). 6. Retensi natrium dan air yang bisa mengakibatkan berat badan meningkat dan edema. hematokrit bisa meningkat) . b. Berat badan meningkat. dan gangguan kegiatan antibody. Tanda dan gejala nya : a. hemoglobin.2. cemas. Perubahan metabolisme lemak mengakibatkan obesitas dan distribusi jaringan lemak tidak normal. Perubahan respons imun dan respons inflamasi akibat berkurangnya limfosit. Peningkatan resorpsi kalium dari tulang dan batu ginjal akibat hiperkloria. Pasien yang sudah ada DM. Perubahan metabolisme lemak. meningkatnya neutrofil. Hipertensi sebagai akibat peningkatan volume cairan dan peningkatan sensivitas ateriol terhadap katekolamin c. Penyembuhan luka juga sulit. Ada peningkatan glukogeogenesis hepatic dan ketidakmampuan memakai insulin yang mengakibatkan hiperglikemia postprandial dan diabetes mellitus (DM). Perubahan metabolisme karbohidrat. dan pada mesenterium (truncal obesity). Hal ini bisa berkembang menjadi depresi berat dan psikosis. pada daerah intrakapular (buffalo hump). Gangguan metabolisme air dan mineral Kortisol itu sendiri mempunyai aktivitas mineralokortikoid sehingga kelebihan kortisol mengakibatkan tanda dan gejala peningkatan mineralokortikoid.

8. adrenal.Striae . Paling banyak adalah hiperplasia adrenal bilateral.Osteoporosis . Tumor non endokrin dan obat.Mudah lelah Glukosuria .Tumor Hipofisis . Kegiatan androgen meningkat : Hirsutisme (banyak bulu tubuh pada wajah dan seluruh tubuh). jerawat.Edema .Hipertensi .Amenore . gangguan siklus menstruasi (dari oligomenorea sampai amenorea) dan perubahan libido.Sekunder ( akibat tumor yang memproduksi ACTH ) .Tumor non endokrin ( Karsinoma bronkus. 1932 ) ETIOLOGI Faktor yang menyebabkan kenaikan sekresi kortisol antara lain misalnya kelainan hipotalamus. Sindrom cushing terjadi akibat aktivitas / sekresi glukokoetikoid ( kortisol ) yang berlebihan ( melebihi batas normal ). thymoma.Obesitas . adenoma broncus ) . karsinoma pankreas.Hirsutisme ‡ Sindrom cushing dilakukan pemberian kortikosteroid / ACTH yang berlebih / akibat hiperplasia korteks adrenal.Sekunder ( akibat kelainan hipotalamus ) . ‡ Sindrom cushing adalah causa primer tidak terletak di hipofisis akan tetapi di supraren sebagai suatu adenoma / karsinoma ( Harvey Cushing. hipofisis. berupa : . Penyebab Sindrom Cushing : 1) Hiperplasi Adrenal . rambut kepala rontok.

PATOFISIOLOGI Sindrom cushing dapat disebabkan oleh beberapa mekanisme yang mencakup tumor kelenjar hipofisis yang menghasilkan ACTH dan menstimulasi kortex adrenal untuk meningkatkan selaresi hormonnya meskipun hormon tersebut telah diproduksidengan jumlahyang adekuat. Penyebab lain sindrom custing yang jarang dijumpai adalah produksi ektopik ACTH oleh malignitas.Hiperplasi primer kelenjar adrenal dalam keadaan tanpa adanya humor hipofisis (jarang terjadi). Sindrom cushing yang kongenital selalu disebabkan oleh hiperplasi supraren yang bilateral. Bila gejala dimulai semasa pre ² pubertas. Pada orang dewasa terdapat sebagai Causa ± 60 % adalah suatu hiperplasi bilateral. Pemberian kortikosteroid / ACTH dapat pula menimbulkan sindrom custing.Karsinoma 4) Faktor Eksogen ‡ Pengobatan Glukokortikoid dan ACTH ( jangka panjang ) Manifestasi sindroma cushing disebabkan oleh produksi yang berlebihan dari 11 ² 17 Oxygenated kortikoid. ± 30% disebabkan oleh suatu tumor di supraren dan ± 10% menunjukkan jaringan supraren yang sama sekali normal. maka paling sering disebabkan oleh suatu tumor maligna dari supraren.Adenoma . Tanda & gejala sindrom custing terutama terjadi sebagai akibat dari selaresi glukokortikoid & androgen (hormon) yang berlebihan. Tanpa tergantung dari penyebabnya. meskipun sekress mineralokortikoid juga dapat terpengaruh. . mekanisme umpan balik normal untuk mengendalikan fungsi kortex adrenal menjadi tidak efektif & pola sekresi di urnal kortisol yang normal akan menghilang. Jika terdapat supraren yang normal / hiperplastik berarti causa primer terletak di hipofisis. karsinoma bronkogenik merupakan tipe malignitas yang paling sering ditemukan.2) Hiperplasi adrenal noduler 3) Neoplasi adrenal .

oligomenore. Ekimosis (memar) akibat trauma ringan. Kulit menjadi tipis. Pelisutan otot dan osteoporosis. Depresi. rapuh & mudah luka. psikosis Frekuensi terjadinya sindrom cushing lebih besar pada wanita karena terjadi virilisasi akibat dari produksi androgen yang berlebihan.Hipertensi .MANIFESTASI KLINIS Gambaran klinis sindrom custing pada orang dewasa berapa : 1) Obesitas tipe sentral / truncal obesity : Punuk kerbau (buffalo hump) pada bagian posterior leher serta daerah ² daerah posterior supraklavikuler. Badan yang besar. Virilisasi di tandai : . Extremitas relatif kurus. 2) Gejala Hifosis : Nyeri punggung (fraktur kompresi vertebra dapat muncul) 3) Retensi Na dan Air (akibat peningkatan aktivitas mineralokortikoid) yang dapat menimbulkan : . Striae. 4) Gambaran wajah seoerti bulan ( moon face ) 5) Kulit tampak lebih berminyak 6) Tumbuh jerawat / acne. Keluhan lemah dan mudah lelah (kelemahan otot). misalnya : faktor herediter ) 9) BB naik 10) Luka ² tuka ringan sulit sembuh 11) Gejala memar 12) Iritabilitas. Insomnia (akibat perubahan sekresi di urnal kortisol).Gagal jantung kongestik. amenore 7) Rentan terhadap infeksi 8) Hiperglikemia / diabetes ( penderita yang memiliki potensi. hirsutisme.

Peningkatan kerentanan terhadap infeksi 5. 7.Ketidakteraturan siklus haid .Osteoporosis .Keseimbangan ² Impotensi nitrogen yang negativ .Akalosis metabolic .Supresi adrenal . 9.Penurunan respon inflamasi . 8.Moon face .laki dan wanita)Ø Gangguan penglihatan ( akibat penekanan kiasma optikum oleh tumor yang tumbuh). 10.Hiperglikemia . Endokrin / Metabolik . Jika sindrom cushing akibat dari tumor hipofisisa ‡ Manifestasi klinis sindrom cushing 1. 6. 3. Oftalmik Katarak Glaukoma 2.Buffalo hump .1. 5. Fungsi Imun . 4.Obesitas trunkus . Skeletal .Gangguan kesembuhan luka .Hipokalemia . Timbul ciri ² ciri maskulin Hilangnya ciri ² ciri feminim Terjadi pertumbuhan bulu2 wajah yang berlebihan ( hirsutisme) Atrofi payudara Haid yang berhenti Klitoris membesar Suara lebih dalam Libido menghilang ( pada laki .Perubahan metabolisme Ca 4.Retensi natrium . 2. Kardiovaskuler Hipertensi Gagal jantung kongestf ( CHF ) 3.

Dermatologik .Nekrosis aseptik femur .Kelemahan otot 8. Gastrointestinal .Acne 9.Ekimosis . Hormon / Metabolik b. urine) 17 ² Ketosteroid (17-KS) (Plasma.Perubahan emosi . Glukosa 17 ² Hidroksikortikoid (17 ² OHCS) (plasma. Pemeriksaan Laboratorium Pemeriksaan laboratorium Yang Diperiksa Hasil a.Petekie . Muskuler .Pankreatitis 7.Strie . Sel darah c. Psikiatrik .Penipisan kulit .Psikosis PEMERISAAN DIAGNOSTIK 1.Fraktur spontan . urine) Eosinofil Neutrofil Darah .Miopati .Ulkus peptikum ..Fraktur kompresi vertebra 6.

Pemeriksaan penunjang Pemeriksaan penunjang Hasil a. vertebra f. Ultrasonografi Osteoporosis terutama pelvis. Scanning e. kosta. Foto Rontgen tulang b. Kranium. Foto Rontgen Kranium Pembesaran adrenal (Karsinoma) Lokalisasi tumor adrenal Tumor Hiperplasi Tumor Hiperplasi Tumor Hipofisis . Arteriografi d.NaikØ Urine Ø Naik Turun Naik Naik Positif 2. ‡ Pielografi ‡ Laminografi c.

aminoglutethimide. Bebas dalam urine 24 jam. Sampel darah. 5) Preparat penyekat enzim adrenal (metyrapon. Stimulasi CRF ( Corticotropin ² Releasing Faktor). untuk membedakan tumor hipofisis dengan tempat-tempat ektopik produksi ACTH. Pemeriksaan Radioimunoassay ACTH plasma. biasanya penyebabnya adalah tumor hipofisis. ketokonazol) untuk mengurangi hiperadrenalisme jika penyebabnya adalh tumor yang tidak dapat dihilangkan secara tuntas. 2) 3) Radiasi Adrenalektomi kelenjar biasanya hipofisis. Pada sindrom cushing kadar metabolit & kadar kortisol plasma akan meningkat. 3. Variasi ini biasanya tidak terdapat pada gangguan fungsi adrenal. Deksametason diberikan pada pukul 11 malam dan kadar kortisol plasma diukur pada pukul 8 pagi berikutnya. USG atau MRI. pas untuk dengan mengendalikan hipertrofi adrenal gejala primer untuk 4) Jika dilakukan adrenolektomi bilateral (keduanya diangkat) tetapi pergantian dengan hormon ² hormon kortex adrenal seumur hidup. untuk mengenali penyebab sindrom cushing 6. Untuk menentukan lokasi jaringan adrenal & mendeteksi tumor pada kelenjar adrenal PENATALAKSANAAN 1) Operasi pengangkatan tumor melalui hipokisektomi transfenoidalis.Pemeriksaan Diagnostik yang lain : 1. Pemindai CT. 2. 5. 6) Therapi penggantian temporer dengan hidrokortison selama beberapa bulan sampai kelenjar adrenal mulai memperlihatkan respon yang normal. 4. untuk menentukan adanya variasi di urnal yang normal pada kadar kartisol plasma. untuk memeriksakadar 17hidroksikortikosteroid serta 17-ketosteroid yang merupakan metabolit kortisol & androgen dalam urine. . Test supresi deksametason. mitotone. untuk menegakkan diagnosis penyebab sindrom cushing apakah dari hipofisis / adrenal. Pengukuran kadar kortisol.

iritabilitas & depresi . kesadaran akan lingkungan & tingkat depresi.KONSEP KEPERAWATAN 1. Kondisi kulit pasien harus diperiksa dan dikaji untuk menemukan trauma. a. c. DIAGNOSA KEPERAWATAN Diagnosa yang muncul pada pasien dengan sindrom cushing : a. gangguan fungsi sexual. fisura. 2. Riwayat penyakit mencakup informasi tentang tingkat aktivitas pasien dan kemampuannya untuk melaksanakan kegiatan rutin serta perawatan mandiri. Gangguan citra tubuh b/d perubahan penampilan fisik. Resiko cidera & infeksi b/d kelemahan & perubahan metabolisme protein serta respon inflamasi b. atrofi otot & perubahan pola tidur c. Kurang perawatan diri b/d kelemahan. infeksi. Gangguan integritas kulit b/d edema. Gangguan proses berfikir b/d fluktuasi emosi. Perubahan fisik harus dicatat termasuk respon pasien terhadap perubahan tersebut. gangguan kesembuhan & kulit yang tipis serta rapuh d. PENGKAJIAN Riwayat kesehatan berfokus pada efek yang ditimbulkan oleh konsentrasi hormon kortex adrenal yang tinggi dan ketidakmampuan kortex adrenaluntuk bereaksi terhadap perubahan kadar kortisol serta aldosteron. dan penurunan tingkat aktivitas e. Fungsi mental pasien dikaji yang mencakup keadaan emosi. perasaan mudah lelah. respon terhadap pertanyaan. memar serta edema b.

Rencanakan aktivitas dan latihan untuk memungkinkan perubahan periode istirahat dan aktivitas. staf atau pasien yang menderita infeksi. Atur aktivitas menjadi tahap-tahap yang sederhana dan berikan dorongan klien untuk melakukanya untuk mencegah komplikasi imobilitas. Kelemahan. 3. Kaji klien atau penilaian kondisi pasien harus sering dilakukan untuk mendeteksi tanda-tanda infeksi yang tidak jelas.3. Klien yang sangat lemah membutuhkan bantuan saat ambulasi dalam mobilisasi untuk mencegah jatuh atau terbentur pada tepi perabot yang tajam. Menciptakan lingkungan yang protektif untuk mencegah jatuh. Klien bebas dari komplikasi imobilitas. . Meningkatkan keikutsertaan dalam aktivitas perawatan diri. Hindari pertemuan dengan pengunjung. b. Tujuan : 1. 3. Berikan diet tinggi Protein. 3. Klien tidak mengalami kenaikan suhu tubuh. kemerahan. 2. Resiko cidera & infeksi b/d kelemahan & perubahan metabolisme protein serta respon inflamasi Tujuan : 1.Kurang perawatan diri berhubungan dengan kelemahan. perasaan mudah lelah atrofi otot. fraktur dan cidera lainnya pada tulang dan jaringan lunak. Ca dan Vitamin D untuk mengurangi kemungkinan pelisutan otot dan osteoporosis. Klien bebas dari area ekimotik. Klien bebas dari cidera jaringan lunak / fraktur 2. Klien melaporkan mengalami peningkatan kesejahteraan. Intervensi Keperawatan : 1. nyeri / tanda-tanda infeksi & inflamasi lainnya Intervensi keperawatan : 1. INTERVENSI KEPERAWATAN a. 2. keletihan & penipisan massa otot membuat klien dengan sindrom cushing mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas normal. dan perubahan pola tidur. 5. 4. 3. 2.

c. dan rendah natrium. Kilen memiliki kulit yang utuh dan tidak rapuh. fungsi sexual dan tingkat aktivitas.Kenaikan BB dan edema yang terlihat pada sindrom cushing dapat dimodifikasi melalui diit rendah karbohidrat. Tujuan : 1. 3. 2.Gangguan citra tubuh berhubungan dengan perubahan penampilan fisik. Jika penyebab sindrom cushing dapat diatasi dengan baik. 3. Intervensi Keperawatan : 1. gangguan keseimbangan dan kulit yang tipis serta rapuh. iritabilitas dan depresi.Hindari penggunaan pleater karena dapat menimbulkan iritasikulit dan luka pada kulit yang rapuh.Gangguan proses berfikir berhubungan dengan fluktuasi emosi. perubahan fisik yang lain juga akan menghilang pada saatnya dan sangat membantu apabila pasien diberi penjelasan tentang dampak yang ditimbulkan perubahan tersebut terhadap konsep diri dan hubunganya dengan orang lain. e.Anjurkan dan bantu pasien untuk mengubah posisi sehingga kerusakan kulit dapat dicegah.Gangguan integritas kulit berhubungan dengan edema. Jelaskan bahwa perubahan fisik terjadi sebagai akibat kelebihan kortikosteroid.4. gangguan fungsi sexual dan penurunan tingkat aktivitas.Daerah tonjolan tulang dan kulit harus sering diperiksa. d. . Intervensi Keperawatan : 1. Berkurangya edema pada klien.Ciptakan lingkungan yang tenang dan aman untuk meningkatkan istirahat dan tidur.Klien akan mengungkapkan perasaan tentang perubahan penampilan. 2. Tujuan : 1. 2.

Hipotensi.Denyut nadi yang cepat dan lemah.Efek yang merugikan pada aktivitas kortex adrenal. 3. 2. dan mengantuk). Pada sindrom cushing terjadi komplikasi potensial : 1.Berikan penjelasan kepada klien dan anggota keluarga mengenai penyebab ketidakstabilan emosional dalam mengatasi fluktuasi.Tujuan : 1. kesulitan berkomunikasi. tidak ada perhatian.Kelemaha yang ekstrim.Bebas fraktur atau cidera jaringan. .Dorong pasien dan anggota keluarga untuk mengungkapkan perasaannya jika terjadi perilaku psikotik.Pucat. d. EVALUASI Hasil yang diharapkan : a. c. Berikan pendidikan kesehatan dan pengobatan. iritabilitas. . . Ajarkan perawatan kulit secara teratur. 4. .Observasi dan catat tanda gangguan proses berfikir yang berat (seperti letorki. Bantu pasien untuk melakukan mobilisasi.Krisis Addison ( karena stress seperti trauma / operasi darurat ) sehingga terdapatnya supresi janga panjang kortex adrenal oleh karena itu harus dipantau dengan ketat untuk mendeteksi : . Menurunkan resiko cedera dan infeksi. b. . 2. Intervensi Keperawatan : 1. serta depresi. emosi.Bebas daerah ² daerah ekimosis.Memperbaiki proses berfikir pasien supaya kembali ke tingkat yang optimal. IMPLEMENTASI a. gangguan memori.RR cepat. . 5. Libatkan keluarga untuk berperan aktif dalam perawatan. .

blogspot. Memperlihatkan perbaikan fungsi mental.Bebas komplikasi imobilitas. rasa nyeri ataupun tanda ² tanda lain infeksi serta inflamasi. .com/2010/03/askep-klien-gawat-darurat-gadar-dengan.Menunjukan berkurangya edema pada ekstremitas dan badan.Mengutarakan perasaan tentang perubahan penampilan. . fungsi sexual dan tingkat aktivitas .Mengidentifikasi tanda serta gejala hipofungsi kortex adrenal yang harus dilaporkan dan menyatakan tindakan yang akan diambil pada keadaan sakit serta stress yang berat. Meningkatkan partisipasi dalam aktifitas perawatan mandiri. Mencapai perbaikan citra tubuh. .Mematuhi anjuran dan pemeriksaan tindak lanjut. e. b. Read more: http://sely-biru.com/2010/03/askep-klien-gawat-darurat-gadardengan.blogspot.html#ixzz1kr73S5qL http://sely-biru.Merencanakan aktivitas dan latihan untuk memungkinkan periode istirahat. Tidak adanya komplikasi.Mengidentifikasi strategi untuk memperkecil komplikasi sindrom cuhing.. d. . .Memperlihatkan TTV dan berat badan normal dan bebas dari gejala krisis addisonia.html . . . c.Mengungkapkan kesadaran bahwa perubahan fisik merupakan akibat dari pemberian kortikosteroid yang berlebihan.Tidak mengalami kenaikan suhu. f. .Melaporkan perbaikan perasaan sehat. . Mencapai atau mempertahankan integritas kulit. kemerahan.Mengubah posisi dengan sering dan memeriksa bagian tulang yang menonjol setiap hari. .memiliki kulit yang utuh tanpa bukti adanya luka atau infeksi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful