P. 1
Silsilah 25 Nabi

Silsilah 25 Nabi

|Views: 1,928|Likes:
Published by bariahfitriani483

More info:

Published by: bariahfitriani483 on Jan 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Al-Quran

DAFTAR ISI

» Pendahuluan

» Kisah Nabi Daud

» Tafsir QS. Shad [38]:20

» Penaklukan Kota Yabus (Yerusalem)

» Asal Kota Yabus (Yerusalem)

» Nabi Daud dalam Al-Qur'an

» Referensi

Pendahuluan

Nama

Daud (Dawud, David) bin Isya

Garis Keturunan

Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid

Idris as Mutawasylah Lamak Nuh as Sam

Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra'u Saruj

Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Yahudza

Farish Hashrun Aram Aminadab Hasyun

Salmun Bu'az Uwaibid Isya Daud as

Usia

100 tahun

Periode sejarah

1063 - 963 SM

Tempat diutus (lokasi)

Palestina (dan Israil)

Keturunannya (anaknya)

Sulaiman (Sulaeman)

Tempat wafat

Baitul Maqdis (Yerusalem)

Sebutan kaumnya

Bani Israil

di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak 18 kali

Daud (Dawud, Davíd, Dawit) adalah nabi sekaligus raja dalam kerajaan Israel (Bani Israil). Daud

merupakan keturunan Yahudza bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim al-Khalil.

Nabi Daud adalah ayah dari Nabi Sulaiman, dan moyang dari Nabi Zakaria, Nabi Yahya, dan

Nabi Isa.

Ketika masih muda, Daud menyertai tentara Bani Israil di bawah pimpinan Thalut melawan

pasukan bangsa Palestina yang dipimpin Jalut (Goliath). Daudlah yang berhasil membunuh Jalut,

sehingga dipuji sebagai pahlawan perang. Setelah Raja Thalut meninggal, Daud

menggantikannya sebagai raja. Allah mengangkat Daud sebagai nabi dan rasul-Nya.

Kepadanyalah diturunkan kitab Zabur. Beliau memiliki sejumlah mukjizat, kecerdasan akal,

mengerti bahasa burung, dan melembutkan besi hanya dengan menggunakan tangan kosong.

Perawakan Nabi Daud tidak terlalu tinggi, bermata biru, berambut tidak lebat, berhati suci dan

bersih.

Dia sangat dicintai oleh bani Israil. Allah menganugerahi nabi Daud dengan kerajaan dan

kenabian: kebaikan dunia dan akhirat. Kerajaan itu istimewa, begitu juga dengan kenabian. Dan,

keduanya disatukan pada diri Daud. Allah berfirman, "Sungguh, telah Kami berikan kepada

Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Hai gunung-gunung dan burung-burung,

bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya," (QS.

Saba' [34]: 10).

Allah memberikannya suara yang merdu: suara yang tidak diberikan kepada siapa pun selain dia.

Sehingga, ketika dia sedang melantunkan Zabur, burung-burung turut berhenti di udara untuk

mengagungkan Allah. Begitu juga dengan gunung, ia menjawab dan ikut bertasbih bersamanya

pada pagi dan sore hari. Allah juga memberinya kemampuan untuk memutuskan perkara dengan

adil diantara manusia. Dia mampu menengahi dan menyelesaikan pertengkaran dan perselisihan

yang terjadi pada masyarakatnya. Hal itu membuat bani Israil lebih menghormati, menghargai,

dan memuliakannya.

Daud yang mulai pembangunan Bait Suci yaitu Baitul Muqaddis yang kemudian diselesaikan

oleh anaknya Nabi Sulaiman, yang sekarang menjadi tempat Masjid Al-Aqsa. Daud meninggal

dalam usia 100 tahun dan dikebumikan di Baitul Muqaddis/Maqdis (Yerusalem).

Kisah Nabi Daud

Setelah wafat Nabi Yusya' bin Nun wafat, krisis dan kekacauan kian parah melanda bani Israel di

Palestina. Banyak di antara mereka berpaling dari agama Yahudi kepada penyembahan berhala

(paganisme) yang telah menjalar di kalangan masyarakat Kan'an. Karena itu, sekelompok

pimpinan setempat bangkit memerangi keyakinan sesat tersebut. Mereka adalah para hakim yang

bebreapa periode sejarah Yahudi dinamakan dengan nama mereka.

Pada pertengahan era itu, bangsa Palestina menyerang bani Israil untuk merampas Tabut, kitab

perjanjian. Hal ini juga dilakukan oleh bangsa Madyan, Ammonoid, Moabite, dan Aram

(Aramic) dan dipicu oleh konflik internal berupa perpecahan yang terjadi di kalangan bani Israil.

Kekacauan tersebut berlangsung sampai datangnya Nabi Samuel, nabi kaum Yahudi pada abad

11 SM. Dialah yang telah berhasil mengumpulkan perwakilan berbagai suku dari utara dan

selatan dalam satu majelis. Selain itu, dia juga mencalonkan Thalut sebagai raja dari seluruh bani

Israil hingga mereka membaiatnya di Jaljal, (lihat Dakwah Nabi Musa). Allah berfirman, "Nabi

mereka mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi

rajamu.' Mereka menjawab, 'Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak

mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup

banyak?, Nabi (mereka) berkata,' Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan

menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkas,' Allah memberikan pemerintahan

kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha

Mengetahui," (QS. Al-Baqarah [2]: 247).

Raja Thalut kemudian meminta bantuan kepada orang yang kuat dan ahli berperang dari

keturunan Yahudza yaitu Daud. Dia adalah laki-laki yang rajin beribadah dan berserah diri

kepada Allah. Allah menjadikan gunung-gunung ikut bertasbih bersamanya pagi dan petang.

Allah juga menganugerahinya suara yang indah dan merdu. Dengan suara merdunya itu, dia

melantunkan kitab Zabur yang Allah turunkan kepadanya.

Popularitas dan nama baik Daud pun semakin meningkat ketika terjadi perang antara pasukan

Thalut dan Jalut, raja bangsa Kan'an di daerah Yabus, sebagaimana dikisahkan dalam firman

Allah, "Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan

tentaranya) berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah

pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." Mereka (tentara Thalut)

mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh

Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah

meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya

Allah tidak menolak (keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti

rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam. "

(QS. Al-Baqarah [2]: 250-251).

Ketika Thalut melihat keberanian dan ketangkasan Daud, Thalut lantas mendekati dan

menikahkan Daud dengan putrinya. Namun, setalah merasakan bahwa masyarakatnya cenderung

mengikuti Daud, Thalut mencoba untuk berkhianat, tetapi gagal. Thalut kemudian menyesali

perbuatan buruknya tersebut dengan bertaubat dan meninggalkan kerajaan hingga kematian

menjemputnya. Itu terjadi saat bangsa Ibrani berkumpul di sekitar Daud. Allah berfirman, "Dan

Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan hikmah kepadanya serta kebijaksanaan dalam

memutuskan perkara," (QS. Shad [38]:20).

Daud kemudian mulai berjuang menegakkan dan menyebarkan agama Allah di bumi Palestina di

antara bangsa Kan'an dan bani Israil. Setelah berhasil menguasai kota al-Quds dan mengingat

kembali Tabut (Kitab Perjanjian), negeri itu menjadi kerajaan yang kuat. Pemerintahannya

menjadi semakin kuat saat dia berhasil menguasai dan menyatukan kota-kota bangsa Kan'an ke

dalam kekuasaannya.

Nabi Daud terus memperluas kekuasaannya hingga berhasil menaklukkan daerah Mu'ab, Edom,

dan bagian timur Jordania. Setelah itu, dia menuju kota Aram dan terus ke arah Damaskus serta

menaklukkannya sampai ke wilayah Hama.

Tafsir QS. Shad [38]:20

Allah berfirman, "Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan

kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan." (QS. Shad [38]: 20).

Mengenai ayat tersebut, Ibnu Katsir menafsirkan bahwa Allah menganugerahi Daud dengan

kerajaan yang sempurna dari segala kebutuhan kerajaaan. Ibnu Abu Najh meriwayatkan dari

Mujahid bahwa Daud adalah penduduk dunia yang memiliki kekuasaan paling kuat. As-Suddi

berkata, "Kerajaannya setiap hari dijaga oleh 4000 pasukan."

Sebagian ulama salaf berpendapat, "Telah sampai kepadaku barita bahwa kerajaan Daud setiap

malam dijaga oleh 33 ribu pasukan." Tidak ada kenabian yang dijaga sedemikian rupa

setelahnya.

Ulama lain berpendapat, "Kerajaan Daud dijaga oleh 40 ribu pasukan yang dilengkapi senjata".

Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim menyebutkan dari riwayat Ulba' bin Ahmar, dari Ikrimah, dari

Ibnu Abbas bahwa ada dua orang dari bani Israil datang menemui Nabi Daud. Salah satunya

melapor kepada Nabi Daud bahwa sapinya telah dirampas orang disebelahnya, sedangkan orang

yang digugat menyangkalnya. Si penggugatpun tidak memiliki bukti. Nabi Daud kemudian

menganugerahkan perkara mereka. Pada saat tidur malam, di dalam mimpinya dia diperintahkan

untuk membunuh orang yang menggugat. Ketika siang datang, Nabi Daud memerintahkan untuk

membunuh si penggugat.

Si penggugat pun berkata, "Wahai Nabi Allah, kenapa engkau justru akan membunuhku padahal

orang lain telah merampas sapiku?"

Nabi Daud menjawab, "Sungguh, Allah memerintahku untuk membunuhmu dan aku pasti akan

membunuhmu." Penggugat tersebut berkata, "Demi Allah, wahai Nabi, Allah tidak

memerintahkanmu untuk membunuhku karena perkara ini; aku berkata jujur bahwa sapiku telah

dirampasnya. Akan tetapi, perintah Allah untuk membunuhku itu karena aku telah membunuh

ayahnya tanpa sepengetahuan seorang pun." Nabi Daud lalu memerintahkan untuk

membunuhnya. Ibnu Abbas melanjutkan bahwa setelah kejadian itu kedudukan Nabi Daud

semakin kukuh dikalangan bani Israil. (Ibnu Katsir, Tafsir al-Qur'an al-'Azhim, jilid IV, hlm. 33).

Penaklukan Kota Yabus (Yerusalem)

Pada awalnya, Yabus (Yerusalem) adalah pusat pemerintahan suku Yabus, salah satu keturunan

bangsa Kan'an. Bani Israil mengalami kesulitan untuk menaklukkannya. Mereka kemudian

memohon kepada Nabi mereka agar mengutus seorang panglima sehingga mereka dapat

berperang di bawah komandonya. Dan, Nabi Daudlah yang mampu menduduki dan

menaklukkannya, sebagaimana firman Allah, "Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara

Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah

memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut) dan

mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak

(keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi

Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam." (QS. Al-Baqarah [2]: 251).

Nabi Daud menetap di ibu kota kerajaannya, Yerusalem dan setelah itu dia mulai menaklukkan

berbagai suku serta kota yang berada di sekeliling ibu kotanya.

Asal Kota Yabus (Yerusalem)

Kota al-Quds dinamakan Yabus karena dinisbahkan kepada suku Yabus. Mereka adalah salah

satu keturunan bangsa Kan'an : Salah satu putra Kan'an. Kota ini juga disebut dengan nama

bahasa Kan'an, yaitu Ur Salem (Yerusalem) yang berarti kota keselamatan. Nama Yabus tetap

menjadi symbol kota ini hingga dikuasai oleh Nabi Daud. Nama al-Quds telah dikenal sebagai

kota tersebut sejak awal berdirinya berbagai tempat ibadah. Sementara itu, kota ini dinamakan

Baitul Maqdis dimulai sejak pertama kami Islam berkuasa. Oleh karena itu, kota al-Quds

dinamakan Yerusalem karena pada dasarnya dari nama Ur Salem, bahasa Arami.

Nabi Daud dalam Al-Qur'an

Di dalam Al-Quran, nama Daud as, disebutkan sebanyak 18 kali, seperti berikut ini.

Pada Surat Al-Baqarah [2] : ayat 250-251, Firman Allah SWT :

Tatkala Jalut dan tentaranya telah nampak oleh mereka, merekapun (Thalut dan tentaranya)

berdoa: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian

kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir." Mereka (tentara Thalut) mengalahkan

tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian

Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah (sesudah meninggalnya Thalut)

dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak

(keganasan) sebagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi

Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.

Pada Surat Al-Israa' (Al-Isra') [17] : ayat 55, Firman Allah SWT :

Dan Tuhan-mu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi. Dan sesungguhnya

telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur

kepada Daud.

Pada Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 78-80, Firman Allah SWT :

Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai

tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah

Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, maka Kami telah memberikan

pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing

mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan

burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. Dan telah

Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam

peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah).

Pada Surat An-Naml [27] : ayat 15-16, Firman Allah SWT :

Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya

mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-

hambanya yang beriman". Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia,

kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu.

Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".

Pada Surat Sabaa' (Saba') [34]: ayat 10-11 dan 13, Firman Allah SWT :

[34:10,11] Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami

berfirman): "Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama

Daud", dan Kami telah melunakkan besi untuknya, (yaitu) buatlah baju besi yang besar-besar

dan ukurlah anyamannya; dan kerjakanlah amalan yang saleh. Sesungguhnya Aku melihat apa

yang kamu kerjakan. [34:13] Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya

dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti

kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk

bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Pada Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 17-25, Firman Allah SWT :

Bersabarlah atas segala apa yang mereka katakan; dan ingatlah hamba Kami Daud yang

mempunyai kekuatan; sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhan). Sesungguhnya Kami

menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Daud) di waktu petang dan pagi,

dan (Kami tundukkan pula) burung-burung dalam keadaan terkumpul. Masing-masingnya amat

taat kepada Allah. Dan Kami kuatkan kerajaannya dan Kami berikan kepadanya hikmah dan

kebijaksanaan dalam menyelesaikan perselisihan. Dan adakah sampai kepadamu berita orang-

orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud

lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut;

(kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada

yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang

dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Sesungguhnya saudaraku ini

mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja.

Maka dia berkata : "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam

perdebatan". Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta

kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari

orang-orang yang berserikat itu sebagian mereka berbuat zalim kepada sebagian yang lain,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah

mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada

Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu.

Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang

baik.

Pada Surat Shaad (Sad) [38] : ayat 26 dan 30, Firman Allah SWT :

[38:26] Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi,

maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti

hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang

yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari

perhitungan.

[38:30] Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba.

Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya),

Pada Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163, Firman Allah SWT :

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan

wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula)

kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan

Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Pada Surat Al-Maaidah (Al-Maidah) [5] : ayat 78, Firman Allah SWT :

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan 'Isa putera Maryam.

Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Pada Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 84, Firman Allah SWT :

Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yakub kepadanya. Kepada keduanya masing-

masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk,

dan kepada sebagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan

Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->