P. 1
Silsilah 25 Nabi

Silsilah 25 Nabi

|Views: 1,921|Likes:
Published by bariahfitriani483

More info:

Published by: bariahfitriani483 on Jan 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

Kisah Para Nabi dan Rasul dalam Al-Quran

DAFTAR ISI

» Pendahuluan

» Ringkasan Kisah Nabi Yunus

» Bangsa Assyria

» Nabi Yunus dalam Al-Qur'an

Referensi

Pendahuluan

Nama

Yunus (Yunan) bin Matta binti Abumatta, Matta adalah

nama Ibunya (catatan : Tidak ada dari para nabi yang

dinasabkan ke Ibunya, kecuali Yunus dan Isa)

Garis Keturunan

Adam as Syits Anusy Qainan Mahlail Yarid

Idris as Mutawasylah Lamak Nuh as Sam

Arfakhsyadz Syalih Abir Falij Ra'u Saruj

Nahur Azar Ibrahim as Ishaq as Ya'qub as

Yusuf as Bunyamin Abumatta Matta Yunus as

Usia

70 tahun

Periode sejarah

820 - 750 SM

Tempat diutus (lokasi)

Ninawa, Irak

Jumlah keturunannya (anak)

-

Tempat wafat

Ninawa, Irak

Sebutan kaumnya

Bangsa Asyiria, di utara Irak

di Al-Quran namanya disebutkan sebanyak 5 kali

Ringkasan Kisah Nabi Yunus

Ninawa (Nineveh) adalah pusat pemerintahan Kerajaan Assyria yang berada di utara Irak pada

masa Nabi Yunus. Ninawa merupakan kota terbesar dan terkaya di bagian timur dunia saat itu.

Namun, kelapangan rezeki dan kekayaan yang luar biasa itu justru membuat penduduknya

berbuat maksiat, sesat, dan dosa-dosa besar. Selain itu, mereka juga menyembah berhala dan

tidak beriman kepada Allah. Seandainya bukan karena rahmat-Nya, Allah pasti telah

menghancurkan mereka. Dengan kasih sayang-Nya, Allah mengutus Nabi Yunus kepada

penduduk Ninawa untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan perbuatan syirik.

Nabi Yunus memulai dakwahnya seperti dakwah para nabi dan rasul lainnya. Dia mengaku

sebagai utusan Rabbnya dan menjelaskan bahwa jalan keselamatan hanyalah dengan kembali ke

jalan Allah serta bertaubat kepada-Nya. Dia kemudian memaparkan berbagai dalil dan bukti

tentang dakwahnya itu.

Namun, mereka mendustakan Yunus dan justru menjawab dengan jawaban orang-orang bodoh

fanatik yang akal mereka tidak bias lepas dari keyakinan paganisme. Mereka berkata, "Kamu

hanyalah manusia biasa seperti kami dan kami tidak akan beriman padamu juga pada ajaran

yang kau bawa."

Nabi Yunus lantas pergi meninggalkan mereka karena rasa kecewa dengan perilaku kaumnya.

Atas kehendak Allah, Nabi Yunus kemudian sampai di tepi pantai dan ikut naik sebuah perahu.

Di tengah perjalanan, diadakan undian untuk meringankan beban muatan kapal dengan cara

membuang salah satu diantara para penumpang. Pengundian itu lalu jatuh pada Nabi Yunus.

Mereka kemudian membuangnya ke laut hingga ditelan ikan paus. Allah berfirman, "(Ingatlah

kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami

tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat

gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah

termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan do'anya dan

menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang

beriman." (QS. Al-Anbiya` [21]: 87-88).

Setelah kepergian Nabi Yunus, kaumnya melihat tanda-tanda adzab. Mereka juga meyakini

bahwa adzab tersebut akan datang. Allah kemudian memunculkan rasa taubat dan penyesalan di

hati mereka. Mereka pun menyesali perbuatannya, mengenakan kain mori yang kasar, bertaubat,

dan memohon ampunan kepada Allah. Selain itu, mereka juga mengembalikan barang-barang

yang mereka ambil secara zalim kepada pemiliknya. Di saat genting itu, Allah mengangkat

adzab tersebut dengan rahmat-Nya.

Pada saat yang sama, Nabi Yunus keluar dari perut ikan dalam keadaan sakit dan letih. Allah

kemudian menumbuhkan pohon sejenis labu di dekatnya untuk dapat melindungi dia dari

teriknya matahari hingga kesehatannya membaik, sakitnya hilang, dan rasa takut di hatinya sirna.

Allah lalu memerintahkan Yunus kembali kepada penduduk Ninawa yang telah dia tinggalkan.

Dia lantas mengajak mereka beriman kepada Allah dan menyampaikan risalah-Nya. Dengan

demikian, Allah memberikan kehidupan dan kenikmatan yang baik kepada mereka. Allah

berfirman, "Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke

kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah

dalam undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya

dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di

perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus,

sedang ia dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami

anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (QS. Ash-Shaffat

[37]: 139-148).

Bangsa Assyria

Bangsa Assyria merupakan salah satu kabilah Semit. Kabilah Semit tinggal di utara Sungai

Tigris setelah dua kali pindah dari wilayah yang berdekatan. Pertama, perpindahan kabilah Semit

dari wilayah Babylon pada masa kekuasaan bangsa Akadia. Kedua, migrasi bangsa Arami dari

Suriah, dan mereka merupakan golongan Semit yang berhijrah ke wilayah ini. Karena bangsa

Semit bersosialisasi dengan kaum lain maka mereka memiliki hubungan bangsa yang berbeda,

seperti bangsa Hittites dan Kurdi.

Nabi Yunus dalam Al-Qur'an

Di dalam Al-Quran, nama Yunus as, disebutkan sebanyak 5 kali, seperti berikut ini.

Pada Surat Al-Anbiyaa' (Al-Anbiya') [21] : ayat 87-88, Firman Allah SWT :

(Ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka

bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan

yang sangat gelap: "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya

aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami telah memperkenankan do'anya dan

menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang

beriman.

Pada Surat Ash-Shaaffaat (As-Saffat) [37] : ayat 139-148, Firman Allah SWT :

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul, (ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang

penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam

undian. Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak

termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan

itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia

dalam keadaan sakit. Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami

utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami

anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.

Pada Surat Yuunus (Yunus) [10] : ayat 98, Firman Allah SWT :

Mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat

kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari

mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada

mereka sampai kepada waktu yang tertentu.

Pada Surat An-Nisaa' (An-Nisa') [4] : ayat 163, Firman Allah SWT :

Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan

wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula)

kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan

Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.

Pada Surat Al-An'aam (Al-An'am) [6] : ayat 86, Firman Allah SWT :

Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di

masanya).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->