Stanta F. M. H.

/ X-A / 32

Kisah Dewi Padi
Pada suatu zaman, tersebutlah sebuah taman indah nan damai yaitu ³Taman Sorga Loka´. Ditempat tersebut berdiam seseorang yang bernama ³Sunan Ibu´ yang sedang menunggu kehadiran ³Dewi Sri Pohaci Long Kancana´. Dewi Sri melaporkan bahwa di di suatu tempat di muka bumi yang bernama ³Buana Panca Tengah´ belum terdapat ³Cihaya´ berupa sesuatu kebutuhan hidup umat manusia. Mendengar hal tersebut, Sunan Ibu memerintahkan agar Dewi Sri berangkat ke Buana Panca Tengah. Dewi Sri tidaklah berkeberatan untuk berangkat ke Buana Panca Tengah asalkan kepergiannya ditemani ³Eyang Prabu Guruminda´. Permohonan Dewi Sri pun dikabulkan oleh Sunan Ibu.Sebelum berangkat meninggalkan Sorga Loka, Eyang Prabu Guruminda duduk bersemedi memohon petunjuk Hiang Dewanata. Setelah selesai semedi dan memperoleh petunjuk, dengan kesaktiannya yang hanya dalam waktu sekejap, wujud Dewi Sri berubah bentuk menjadi sebuah telur. Setelah semua persiapannya selesai, maka berangkatlah Eyang Guruminda mengiring Dewi Sri dengan tujuan Negara Buana Panca Tengah. Dewi Sri yang berwujud sebagai telur, disimpan dalam sebuah kotak bernama ³Cupu Gilang Kencana´. Prabu Guruminda setelah beberapa lama terbang ke setiap penjuru utara-selatan-barat-timur yang pada akhirnya pada suatu ketika Cupu Gilang Kencana terbuka dan ³telur´ di dalamnya pun terjatuhlah. Sudah menjadi kehendak yang maha kuasa, telur tersebut jatuh di suatu tempat yang mana tempat itu dihuni oleh ³Dewa Anta´. Dewa Anta yang mengetahui di tempat bersemayamnya ada telur, maka telur itu pun dipelihara nya. Setelah beberapa waktu lamanya, telur tersebut menetas dan lahirlah seorang putri yang sangat cantik yang tiada lain adalah Dewi Sri. Dalam kedewasaannya dengan paras yang sangat cantik, maka tersiar berita ke seluruh negri akan kecantikan dan sang putri, dan berdatanganlah raja-raja kerajaan dengan maksud akan meminangnya sang putri untuk dijadikan permaisuri. Dewi Sri memperoleh pinangan dari para raja, tetapi Dewi Sri tidak merasa senang karena bila ia menerima pinangan berarti ia telah mengingkari tugas dibebankan kepadanya. Kepada setiap raja pun telah dijelaskan bahwa maksud kelahirannya itu bukan semata-mata untuk mencari bakal suami, namun untuk melaksanakan tugas dari Sunan Ibu di Taman Sorga Loka yaitu untuk menganugerahkan ³CIHAYA´ kepada negara gelar Buana Panca Tengah. Namun, walaupun penjelasan telah disampaikan, pinangan terus-menerus berdatangan dan oleh karenanya pada akhirnya Dewi Sri menderita tekanan bathin dan jatuh sakit. Semakin lama, sakit yang di derita Dewi Sri semakin parah dan tibalah suatu saat Sang Putri menyampaikan amanat terakhir ³Bila tiba saat aku meninggal dan bila kelak aku sudah disemayamkan, akan terdapat suatu keanehan-keanehan pada pusaraku´. Dan akhirnya dengan kehendak yang Maha Kuasa, Dewi Sri pun meninggal dunia. Benarlah apa yang diamanatkan oleh Sang putri akhirnya menjadi kenyataan. Dikisahkan pada

Lagi pula apa yang mereka miliki belum tahu apa dan buah apa gerangan terlebih namanya pun belum ada. Dari asal buah setangkai. Karenanya orang-orang selalu menyebut Dewi Padi adalah Dewi Sri. karena kakek dan nenek dalam kebingungan bahkan belum mendapat keputusan untuk memberinya nama. maka disebutlah buah itu dengan nama ³Pare´ (padi). Kakek dan nenek menyiapkan dupa beserta apinya untuk membakar kemenyan untuk memohon izin kepada ³Hiang Widi´. Demikian lah akhir cerita ini. Demikian dari hari ke hari minggu ke minggu dengan penuh kesabaran dan ketekunan tumbuhan itu dipeliharanya. Dengan penuh kesabaran dan keyakinan lagi pula ingin mengetahui sampai di mana dan apa sebenarnya tumbuhan yang aneh itu. Tak terasa waktu berjalan terus hingga menjelang bulan ke 5. ditebaslah tumbuhan yang dimaksud dan alangkah terkejutnya kakek dan nenek itu karena pada tangkai yang dipotong tadi mengeluarkan cairan bening serta harum. memperoleh hasil sangat berlimpah dalam waktu sekejap. pada bagian kaki tumbuh pohon ubi. . yang dalam bahasa Sunda disebut ³paparelean´. Setelah keduanya termenung maka timbullah niat untuk memetiknya. dan baru kali ini melihatnya. dan butir-butir buah tadi ditanamnya kembali sekitar pusara Dewi Sri. Hingga sekarang di tatar Sunda yang dimaksud sebagai Nagara Buana Panca Tengah. Sehingga tiba-tiba nenek mengusulkan bahwa berhubung kakek dan nenek selalu bingung tidak bisa ada keputusan dan sukar untuk memilih. pada bagian tangan tumbuh pohon buah-buahan. sedangkan pada bagian tubuhnya tumbuh pohon aren (enau=gula) dan suatu tumbuhan yang sangat aneh dan belum pernah selama ini kakek dan nenek menemukannya. Namun timbul kemudian niatnya untuk menanamnya kembali. Adalah serangkai tumbuhan berdaunan bagus berbuah masih hijau berbulu bagus pula. Maka muncul niat kakek-nenek untuk memelihara tumbuhan aneh tersebut dan dibersihkannya pusara dan sekitar tumbuhan tersebut. ada kakek-nenek yang sedang mencari kayu bakar dan sekedar mencari bahan makanan untuk bekal hidupnya berdua. yang merupakan cita-cita Dewi Sri Pohaci Long Kancana untuk kelengkapan hidup yang disebut ³CIHAYA´. Suatu ketika kakek dan nenek mendapatkan sebuah pusara yang telah ditumbuhi oleh tumbuhtumbuhan yang belum pernah ditemui dan dilihatnya selama ini. Atas kejadian ini kakek dan nenek menjadi bingung karenanya. buah yang hijau tadi telah penuh berisi. namun bagi kakek dan nenek tidaklah menjadi penyesalan karena disadarinya bahwa kejadian ini sudah menjadi kehendak yang kuasa.suatu hari. Kakek dan nenek langsung menebasnya dan seketika itu pulalah ditaburkannya butir-butir kuning itu demikian terus kejadian itu terulang sehingga terkumpullah ikatan butir-butir buah kuning banyak sekali. Sebelum dipetik buah tadi dicicip terlebih dahulu dan ternyata isinya putih dan terasa manis. sehingga buah yang setangkai itu merunduk karena beratnya. Keajaibannya pun terjadi kembali karena dengan seketika itu pula butir-butir tadi tumbuh dan sudah berbuah kuning pula. Pada bagian kepala tumbuh pohon kelapa. hingga kini tumbuhan serta buahnya yang dimaksud disebut ³PARE´. Demikian. Selesai upacara membakar kemenyan. Setelah beberapa lama menjelang bulan ke 6 ditengoknya kembali tumbuhan tersebut dan ternyata butir-butir buah tadi berubah menjadi menguning dan sangat indah nampaknya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful