LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

intensitas dan penuh perhatian. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. Pereannan menyeluruh.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. irama. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. Otonomi. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. 8.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. percobaab. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 7. 9. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah.4. motivasi. Keselamatan kerja. 4. 6. Place(penempatan). Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Pelatihan dan pengembangan. Kompensasi. 5. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Peerencaan.

yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. tes penjurusan. Partisipasi f. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. caranya: a. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. Motivasi positif. Motivasi negative. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. penyuluhan.10. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Kelanjutan (pension). Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi.

LSM. dunia usaha. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. . Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal.lainnya.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD.

sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. regional. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Merujuk pada UU no. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6.sikap. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.dan internasional 3. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2.pengalaman. keterampilan.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7.

akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. mendidik.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.reformasi pendidikan meliputi: 1. yang antara lain meliputi criteria. 4. 2. memotivasi.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. 3. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.mendorong kreativitas.Terkait dengan visi misi di atas.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi.

Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Time Bound (batas waktu). yaitu Spesifik. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. yang meliputi aspek jangka pendek. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi.B. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah.tepat futuristic. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat.menengah dan jangka panjang.program. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai).rencan. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. yaitu: . Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. dan berbasis demandriven C. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. D. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan.

Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Sekolah memiliki jadwal pelajaran .EQ. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. cerdas dalam hal IQ. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Sekolah melaksankan SPM 9. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki RPS 4. program semester dan penyusunan RPP 8. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah memiliki RAPBS 6. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Muddah untuk di komunikasikan 3. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Dll Tujuan sekolah: 1. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Mudah di ingat 2.1. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4.

perencanaan strategis sekolah 2. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. peningkatan SDM 6. optimalisasi proses pembelajaran 4. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. penggalian potensi da prestasi belajar 8.10. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. optimalisasi pelayana pendidikan 5. wira usaha sekolah 10. dll .

Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. tetapi karena adanya sentralisasi ini. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. INSTITUSI.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi.

terbelakang dan atau tidak mampu 2.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. proses. 4. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. propinsi. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. kompetensi lulusan. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. dll. suaka peninggalan sejarah. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas.dll . Penyelenggaraan museum. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. tenaga kependidikan. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis.garis besar program pengajaran (GBPP). Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. saran prasarana.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. Kewenangannya yaitu: 1. kenaikan pangkat dengan uang pelican.

Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . 2.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. yaitu: 1. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. non formal. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah.

Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. B. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. Menyusun tindakan. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan.masing tindakan alternative 5.1. kepala sekolah yang memiliki visi misi. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Menilai masing. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7.

Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. yaitu alternative. yaitu informasi mengenai kemungkinan.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. maka apakah yang dimaksud dengan system itu.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. C. yaitu: 1. Peliputan. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. Evaluasi. dunn. Secara umum. Perumusan masalah. Peramalan.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Rekomendasi.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5.aspek ini. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. maka kebijakan sekolah harus benar. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. yaitu altrnatif.

. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. baik structural formal. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. system itu di rancang. sedangkan bagian. system harus bergerak melawan proses entropi 6. norma. non formal.sama dengan system lainnya. Untuk hidup terus. gagasan.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah.ubah. dan nilai.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. ide. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. Keseluruhan adalah hal yang utama. dan informal. hokum. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. pengetahuan.cirri system trbuka yaitu: 1. non formal.peranan yang makin berdiferensiasi 9. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. sejalan dengan hal itu. Masukan bukan hanya yang bersifat material. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. informal dalam suatu system pendidikan nasional. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia.

Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.peseerta didik. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. nilai. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. ekonomi. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.nilai dan cita. Pengetahuan. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya.pada supervise system ini. hokum.pendidik. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis.bagiandari model input output mengambarkan bagian. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan.

program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. . Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.3.

dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. pemeriksaan.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. namun belum terlaksana dengan efektif. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. . Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. yaitu kepala sekolah dan pengawas. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. pengawasan atau penilaian. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya.

sama berusaha mengembangkan.dalam memperbaiki pengajaran. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir.guru.peraturan dari atasan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. . bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. missal dengan mengadakan seminar. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan.guru dan petugas pendidikan lainnya. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. 3. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. terutama dalam dunia pendidikan. Membina kerja sama yang harmonis antara guru.guru. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. mencari dan menggunakan metode.B. dll. merivisi tujuan pendidikan. 4.petugas sekolah dalam memimpin guru.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru. Bersama. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. murid dan pegawai sekolah.

. Meningkatkan moral kelas.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. memperbaiki.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. 2. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. bakat dan kemampuanya secara maksimal.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Menciptakan.

administrasi personil. dan bidang evaluasi.C. hubungan kemanusiaan. pembinaan proses kelompok. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b.unsure yang terkait dengan pendidikan c. D. Berdasarkan pengertian di atas. Berdasarkan uraian diatas. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. pada saat mengembangkan kurikulum. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. tugas anggota stafnya 2. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1.guru secara bersama. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. Sebagai pemimpin kelompok .

ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat.kiat dalam bekerja untuk kelompok. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan.ide. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. E. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. Hal ini berarti guru. Supervise bidang kurikulum 2. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. dan realitas dirinya. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. Supervise bidang keuangan 6. Supervise bidang humas 7. . Supervise bidang kepegawaian 4. 4. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.citanya.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. cita. Supervise di bidang saran prasarana 5. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Supervise bidang kesiswaan 3. masyarakat yang tidak mau membantu.

APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). 2. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru.guru. Hal. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. percobaan suatu merode mengajar.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. tugas belajar. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. loka karya dan sejenisnya. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. dan lain sebagainya. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. Pengembangan personel. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran.guru untuk meningkatkan kinerja. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses .

y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.gaji. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah .

Penyusunan rencana harian d. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. j. Buku analisis hasil evaluasi i. Buku daftar nilai h. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. diantaranya: a. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Kumpulan soal f. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. .y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku pekerjaan siswa g.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Penggunaan rencana pembelajaran c. Penggunaan program semester b.

jumlah murid. buku pelajaran. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. . Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. kesejahteraan. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS).membangun visi dan misi. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Dengan adanya desentralisasi. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. terjadi perubahan yang berbeda. Tanggung jawab kepala sekolah . mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. pemahaman. Oleh karena itu.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat.kurikulum. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi.

Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. B. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. yaitu : 1. Menurut Alton. .Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu.

dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan.serta personil. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. yaitu : 1. 3. 4. material. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. 5.terprogram dan berkesinambungan. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Ilmiah. 2. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. . yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung.C. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. Fungsional. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Karenanya. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. Relevansi. yaitu supervise dilakukan secara sistematis.

Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Objektif. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. merumuskan tujuan pembelajaran. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. dengan melakukan : . 8. Demokrasi. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. D. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. c. 6. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. Konstruktif dan kreatif. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. b. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Mempelajari alat pengajaran. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. 7. c. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. Kooperatif. dengan melakukan : a.5. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. b. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. d. perlengkapan. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat.

Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Diskusi kelompok. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. 3. baik itu bersifat individu maupun kelompok. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. d. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. dan sebagainya. alat yang dipakai. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. 3. 4. Penasehat ahli dan resource person. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. Memperbaiki alat pembelajaran. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Kunjungan kelas. Pembicaraan individual. tukar menukar informasi. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. . 2. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. 4. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya.a. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. c. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. metode yang digunakan. Demonstrasi mengajar. memilih buku pelajaran. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. b.

6. mempertemukan ide-ide.5. mendiskusikan masalah-masalah bersama. . yaitu kesempatan untuk bekerja sama. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. Lokakarya. Kunjungan kelas antar guru. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri.

Supervisi disamakan dengan evaluasi. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Mereka sebenarnya ³benci´. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Supervisi dilakukan secara tradisional. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Akan tetapi meskipun demikian. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur.. 4. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. 3. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. .BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. 2.

kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. B. . Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). 1. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. 3. 5. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. 6. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). 3. Observasi secara cermat. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 4. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. 2. 5. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. 4. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. 2. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis.

6. serta percobaannya. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. c. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. 7. 2. b.Jadi. pelaksanaan. Keterampilan dalam mengajar. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. 3. bukan dari supervisor. 4. . Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. C. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. D. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. dan d. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. 5. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor.

2. Prosedur Supervisi Klinis 1. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. 5. 4. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Tahap pertemuan pendahuluan. 5. F. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. 3.2. E. tentunya yang mereka alami. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. 4.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . 3. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar.

e. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. d. e. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. d. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. b. g. c. Tahap pengamatan mengajar. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. . c. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. f. 3.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Tahap pertemuan balikan. 2. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Bersama menginterpretasikan data rekaman. b. yaitu: a.

ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Kesadaran dan kepercayaan diri. G. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. mengobservasi. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . menganalisa kelebihan dan kelemahannya. 2. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. menanggapi. menasehati. Kriteria dan teknik observasi. sedang mengajar maupun setelah mengajar. 4. b. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. 2. c.h. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. H. tidak ³mengancam´ dan menakuti. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. 3. 5. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka.

b. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. i. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. Fokus. bukan menilai penampilan guru. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. c. e. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. d. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. 3. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Kriteria adan teknik balikan. Membuat guru tidak merasa gelisah. kepada hal yang akan diamati. f. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Bersifat spesifik. c. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. g. Pola mengajar. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. d. dan sebagainya. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. f. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar.a. e. Tepat waktunya. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. h. b. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. .

d. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. b. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. . b. I. yaitu: a. 2. c. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Keyakinan. strategi. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka.j.

pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. dan pertemuan balikan. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. 7. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. .c. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. 4. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. d. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. 3. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. Keterampilan dalam berkomunikasi. 5. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. i. J. 6. f. 2. h. observasi mengajar. Pengenalan lebih lanjut. e. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. g. mengobservasi. dihargai dan maju.

mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. 9. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. K. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. 8. Mekanisme kerja antara fakultas. Ketenagaan yang meliputi jumlah. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. 4. 2. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. 10. 5. institut. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. . 7. 11. guru pamong. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. jurusan. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. 6.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 3. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing.

Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´.2. serta perlengkapan lainnya. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 4. yang telah disusun terpaksa . Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. 5. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. 3. 6. 7. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur.

Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Pengawasan. Perencanaan 2. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. Pengarahan 4. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Meliputi : 1. 4. Dari segi kepemimpinan. A. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. 3. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik.wewenang dan tanggung jawabnya. 2. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Pengorganisasian 3.

Arthur G. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Memiliki visi kedepan. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. 3. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. B. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. 6. C. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. 7. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. 2. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. dan tidak menentu. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. James M. 4. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . tidak jelas.baik mengenai struktur sosial .baik mengenai tujuan. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. dan output system sosial tersebut.5.

dominasi. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Lincoln. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. 2. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. C. yang kemudian melahirkan teori sifat.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. dan sebagainya.energy.percaya pada diri sendiri. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. . Seperti Gandhi.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. di antaranya : 1.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. . 3. maka rasa percaya dirinya akan luntur. 2. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. Meremehkan bawahan. serta kompeten. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain.

serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Menganakemaskan seorang karyawan. 7. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. 8. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. 6. karena bisa merusak moral karyawan lain. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif.4. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. c. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. 9. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Memperhatikan diri sendiri. mereka akan sangat termotivasi. 5. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b.

E. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. 2. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. 3. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. Mengingat di sekolah . dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan.e. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. sehingga memperoleh kepuasan. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. termasuk sekolah yaitu : 1. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang.

Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. yaitu unsure manusianya. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. 4. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. 2.pengembangan program pendidikan dan supervise. 3. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi .

5. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. yang mendefenisikan. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. . Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. dan memperkuat.

melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. B.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. orang tua. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. meliputi : a. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. Membina kesiswaan 3. dan / masyarakat. Merencanakan pengembangan. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Manajer. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. bertanggung jawab. 6. Supervisor. Standar Kepala Sekolah 1. Administrator. Satandar kualifikasi. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana.

c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.b. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. c. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. . Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah.

d. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. dan [embiayaan sekolah/madrasah. . dan penempatan sertapengembangan peserta didik. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. c. b. p) Melakukan monitoring. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. sumber belajar. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. serta merencanakan tindak lanjut. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. e. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. transparan dan efisien. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. evaluasi.

Menjadi guru teladan/berprestasi b. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Seleksi Kepala Sekolah 1. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. . Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. b. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. d. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. e. f. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Ijazah yang dipersyaratkan. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. C. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Daftar riwayat hidup c.

Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. pengelolaan sekolah efektif. monitoring. Kompetensi Pedagogik a. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. dan implementasi kebijakan pendidikan. Seleksi Tahap II a. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. supervise manajerial sekolah. dan pengemabangan pendidikan. c. koordinasi. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. 2. kepribadian. sosiologi dan andragogi d. pengembangan SDM sekolah efektif. psikologi perkembangan dan organisasi. Kompetensi Profesional a. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. e. pelaporan. b. nasihat. kepemimpinan. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. Penilaian.c. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. penelitian. 2. . c. Paparan makalah D. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b.

Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. d. b. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. 4. seminar. Kompetensi Sosial a. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. d. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. e. diskusi dan sejenisnya. guna mendapatkan pengawas yang professional. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. c. e. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. b.3. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. Kompetensi personal a. a. f.

Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4.ini Depdiknas. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11.

b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. dan pendidikan bidang lainnya. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. pendiidakn biologi. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a.5 tahun. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. Teknologi Pendidikan. Kualifikasi 1. pendidikan Bahasa Indonesia. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. 3. .

tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. 6. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. 2. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Seleksi Rekrutmen 1. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 4. Persyaratan Administratif 1. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. 3. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. SLB. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. c. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 5. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. . Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. 8. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2.b. 4. 3.

Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Tes potensi akademik . d. pengalaman kerja. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. pekerjaan sekarang. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. usia. 8. 3. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. tingkat pendidikan. Tes tertulis meliputi: a. 6. 7. 2.5. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. pangkat dan golongan. Seleksi Tahap II 1. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. prestasi yang pernah dicapai.

2. inisiatif. motivasi. Tes kecerdasan emosi c. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. . numerical. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan.b. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. penalaran dan persepsi ruang). Tes kepribadian 3. kerjasama. dan kreatifitas. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Potensi akademik (kemampuan verbal. Tes kreatifitas 4. Kepribadian yang meliputi : sikap.

BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. Arif dan bijaksana e. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. 2. Pemahaman terhadap peserta didik c. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Kompetensi pedagogic. dan g. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Dewasa d. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mantap b. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Stabil c. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Berakhlak mulia g. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. dan dialogis f. Perencanaan pembelajaran e. Evaluasi hasil belajar. Berwibawa f.

dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. b. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. b. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. orang tua/wali peserta didik d. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. B. 2. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Konsep. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d.c. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. tenaga kependidikan. Paradigma profesionalitas Guru a. b. struktur. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. 4. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. Ahli dalam ilmunya. sesame pendidik. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a.

dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. . 3. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. penilaian. Memiliki sertifikat kualifikasi d. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. pelaksanaan. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. 2) Tenaga seni professional.. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Memiliki kode etik C. pelaksanaan. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. Mementingkan kepentingan orang lain. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. penilaian.c. baik dalam perencanaan. g. maupun pengendalian pengajaran. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b.

Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Bersikap terbuka dan demokratis e. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Mengapa Guru Harus Profesional 1. beriman. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. kompetensi Sosial Guru. Kompetensi Keguruan 1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. 3. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. Kompetensi Kepribadian. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. antara lain: a. penilaian. 2. Bersikap simpatik c. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. j. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Tenggang Rasa dan toleran d. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. f. Mampu menjalin hubungan insane i. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. E. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Memahami tujuan pendidikan h. 2. Dapat bekerja sama dengan BP3 .3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. D.

Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Pengelolaan belajar mengajar c. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Berani mengambil keputusan q. Menguasai metode berfikir i. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. bidang studi yang dibinanya. 3. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Pengelolaan kelas d. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. j. h.d. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k.

F. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. 3. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. perilaku ini mungkin meningkat. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. tujuan unit dan tujuan pegawai. produktivitas tinggi. . yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku.4. 2. kinerja pegawai. yakni kinerja organisasi. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. kinerja unit. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. dapat diamati dan dapat diukur. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. laporan tepat waktu. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Berkenaan dengan kinerja dalam A.

kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. B. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. . profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Apabila dihubungkan dengan kualitas.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A.Dalam kondisi seperti ini. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. Pandangan yang sama mengartikan. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman.

Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran.C. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. f. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. Peningkatan kemampuan manajemen. e. Mengembangkan kualitas guru. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. d. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. Mengembangkan kreativitas. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. . Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa.

lembur dll b. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Anggaran rutin. dana pensiun. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. c. bea siswa. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . Belanja pegawai. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. 2. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. cetak/ kopi. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. dan tunjangan sosial. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Sementara itu. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Dana dari donatur 4. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. berupa gaji. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut.

Aspek analisis. b.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. pada saat iplementasi. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. 2. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. 4. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. administrasi. penambahan ruang. 2. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . serta pengadaan media dan bahan ajar.2. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3.

tetapi juga menggunakan dana yangefisien. sehingga dapat dikatakan biaya. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Dengan pembiayaan tersebut. 6. Analisis keefektifan biaya 2. 4. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. 5. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Analisis kefisibilitas biaya B. Analisis kemenfaatan biaya 3. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. .

B. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. keluarga. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. dan kemampuan untuk berkembang. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . kelompok. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. C. kemauan. organisasi profesi. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan.

toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). . mengawasi. Dewan Sekolah. tanggung jawab. menengah dan tinggi. jenis dan jalur pendidikan. 3. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. 4. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. BP3. Komite Sekolah. 4. 3. 2. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. meningkatkan. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 2. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. dan mengembangkan sekolah Memantau. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. 3. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. kemitraan. antara lain : 1. 2.

Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. 4. atau dunia industri. yaitu : 1. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. C. Dengan kata lain . 2. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. 2. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. khususnya dengan dunia kerja.5. yaitu : 1. 3. di antaranya : 1. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . dunia usaha. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini.

Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. 4.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Di Sekolah Dasar. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. penyusunan kurikulum. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya.namun jika ada satu lowongan. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Di Sekolah Menengah Kejuruan. 3. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. karena dalam kenyataannya. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. . Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. pada setiap jenjang. Secara Makro. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. atau mengundang narasumber ke sekolah. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. 2. 3. 2. Di Sekolah Menengah Umum.

Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. jaringan kerja dan jalinan kerja. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. 2. Hubungan sekolah dengan masyarakat. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. baik secara individual maupun lembaga. 4. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. 6. 3. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . evaluasi program dan hasil.penyelenggaraan pendidikan magang. Di Perguruan Tinggi. 5. bantuan. 1. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. dan kemudahan dalam mendapatkan izin.sekolah dengan orang tua siswa. Oleh karena itu. Pusat kegiatan masyarakat. D. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. serta pemasaran lulusan. 5. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal.

. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat.a. b. a. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. Adanya kesamaan tanggung jawab. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. b. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. Adanya kesamaan tujuan. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah.

Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . dalam mencari sesuatu tersebut. prosedur. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. . produksi.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program.

e. d. 1. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. 1994 : 34). penambahan.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. efektivitas. bertanggung jawab dan berkelanjutan. f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. dan akuntabilitas pengelolaan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. a. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. (Hanafi & . atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. c. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. evaluasi. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. b. 1984 :16). Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. supervisi. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan.

Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. m. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. j. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. supervisi. i. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. k. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. secara terus menerus. evaluasi. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. 2. l. a. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). .g. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. b. h. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah.

d. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . b. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. serta perubahan sistem pendidikan.c. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. dan alumni. pemakai lulusan. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. .dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. 5. 3. komite sekolah/ madrasah. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. b. keseimbangan beban kerja. c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. c. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. c. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. pada akhir semester akademik . 4. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. maupun perubahan sosial. b.

Kalau materi pelajaran . guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. hubungan sosial. intelegensi. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. 3. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. 4. bakat khusus. minat. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. (4) analisis data. (1) perencanaan. (3) pengolahan atau verifikasi data.(2) pelaksanaan. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. pengumpulan data. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. evaluasi memiliki beberapa tujuan. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. C. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. antara lain sebagai berikut : 1. 2. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.B. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. Dengan penilaian.

penempatan . Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. 2. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. D. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. 1.´ . yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. dan diagnostik. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. 2. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. 3.1989). dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar.

karena dia dilaksanakan terakhir. Prinsip. yaitu : a.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. program . Artinya dengan hasil tes yang ada. . paket atau tingkat. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. 2. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. umpamanya di akhir semester.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. E. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. 3.1. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.

Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. 5. dan penyusunan silabus telah memadai? . Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. 6. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. 2. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. sesuai dengan alokasi waktu. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi.b. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. 4. F. 3. c.

sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. G. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. Disamping itu. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Mendidik . penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. 2. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. kemajuan dan kemampuannya. 3. guru menilai proyek. Misalnya. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. 2. 4. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. 3. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya.

4. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 5. Dengan berpijak pada kompetensi ini. 8. 7. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. berkesinambungan. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. terencana. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Bermakna . maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. sikap.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. 6. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. 9. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak.

Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. I. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. perkembangan dan perubahan siswa. dan tes tertulis (paper and pencil). oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). hasil karya (produk). di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Karenanya. kinerja/ penampilan (performence). H. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. 2. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. melainkan juga : 1. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. penugasan (proyek).

dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . wawancara.harus diikuti dengan langkah bimbingan. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. kuesioner. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. angket. 2. skala sikap dan catatan anekdot. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. J. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. tes minimal mempunyai dua fungsi . sebagai alat evaluasi hasil belajar. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu.

g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. 3. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . antara lain : 1) Pensekoran mudah. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran.

b. Misalnya. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. . atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K.

Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. 3.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. sampai sintesis dan evaluasi. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. prosedur. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Pertanyaan Lisan. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. 6. Tugas Kelompok. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Ujian Praktik. prinsip atau teorema. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. M. Proyek Akhir. analisis. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. 5. Tugas Individu. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. 7. L. Kuis. makalah atau tugas presentasi individu. 2. 4. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Ulangan Harian/Blok.

Penilaian oleh pendidik a. Terbuka. . untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. criteria penilaian. Akuntabel. pengamatan. Adil. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. Sistematis. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan.1. Terpadu. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Objektif. prosedur. 5. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. status social ekonomi. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. Menyeluruh dan berkesinambungan. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. Beracuan criteria. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. b. 8. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. berarti prosedur penilaian. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. budaya. 9. dan gender. maupun hasilnya. 4. 7. d. adat istiadat. Melaksanakan tes. c. 3. 6. suku. Sahih. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. baik dari segi teknik.

Penilaian oleh satuan pendidikan a. f. c. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. h. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. e. i. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. b.e. g. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. h. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. d. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. f. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. g. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. 2. i.

3. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. e. d. f. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. Kepala sekolah. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. . jujur dan adil. b. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. Penilaian oleh pemerintah a. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. c.j. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan.

. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. tidak sebagai pengkotakan kerja. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. B. 2. ³membantu´. 3. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. 4. atau ³mengarahkan´. yang berarti ³melayani´. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris.kurikulum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. yaitu : 1. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social.

yaitu awal tahun pelajaran. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. terdapat beberapa jenis kegiatan. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Didalamnya dibahas antara lain : a. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. 4. Administrasi perlengkapan/ barang . yaitu : 1. Ketata usahaan sekolah d. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. ordonator dan bendaharawan) b. f. 3. Pengawasan e. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. 5.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. teratur dan benar. Asas pemisahan tugas (otorisator. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan.

terdiri dari : kartu pos. surat penawaran. terdiri dari : surat biasa. social. emosional dan kejiwaan peserta didik. surat perjanjian. surat peringatan.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat pengantar dan surat lamaran kerja. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. khususnya proses belajar mengajar. surat rahasia. dan teleks. surat bersampul. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. dan surat pengumuman. surat edaran. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. b. Menurut wujudnya. seperti : gedung. kecerdasan intelektual. kursi. meja. . Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. surat pribadi dan surat niaga. ruang kelas. Menurut sasarannya. telegram. surat pesanan. surat panggilan. 6. warkat pos. Menurut isi dan asalnya. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. serta alat-alat dan media pengajaran. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat keputusan. d. surat laporan. Menurut jaminan dan keamanan isinya. surat permohonan. e. surat perintah. c. faksimil. b.

surat kilat dan surat kilat khusus. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. 2. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Pendahuluan .f. mengarahkan. mengorganisasikan. C. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. surat penting dan surat sangat rahasia. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. 3. g. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. terdiri dari : surat biasa. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Menurut cara penyampaiannya. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. Menurut urgensinya. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). terdiri dari : surat biasa. 4.

study report. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. praktek system ganda. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Sedangkan dalam tataran praktis. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. penelitian. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. . observasi. atau guru bidang studi total. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. B. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. magang. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. sulit untuk diwujudkan manakala. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. Dalam tataran birokratis.

sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas.Dengan demikian. 3. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. 2. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. C. artinya secara tepat. cekat dan akurat. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. 2. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. Memiliki visi. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. cepat. . Mengutip pendapat Slamet PH. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. Dalam hal ini. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. 3. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. misi dan strategi.

menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. program. Dengan demikian. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. Menjalankan empat hal. administrator. lingkungan dan keterampilan personal.4. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. 6. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas.arogansi. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. tidak membuat keputusan. 17. rencana. 10. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. wirausahawan. pendidik. yaitu ketidakpedulian. . Menggunakan input manajemen. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. 13. mediokrasi. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. pemborosan. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. 16. yaitu merumuskan sasaran. prestasi. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. 11. 15. 8. proses. Memahami. pertanggungjawaban. 14. 7. 9. kecurigaan. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. 12. pemimpin. pencipta iklim kerja. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. serta menumbuhkan solidaritas. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. standard an nilai-nilai. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. 5. imitasi. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. pembaharuan dan pembangkit motivasi. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. penyedia.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

termasuk penyusunan tingkat tujuan. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. Kecocokan. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan.A. prosedur-prosedur. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. kebijakan-kebijakan. baik dari segi budaya. b. Standar-standar. Iklim Sekolah 1. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. penekanan pada pembelajaran B. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. lingkungan belajar yang kondusif. Tanggung jawab. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. prioritas. c. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. social maupun ekonomi. .

Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Kekuatan persamaan yang optimal.d. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. e. Kepemimpinan. e. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. d. Kehangatan dan dorongan. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. 2. g. hingga tidak membingungkan dan meragukan. Ganjaran. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Kejelasan organisasi. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. c. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Kepaduan yang kuat. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. . b. Komunikasi yang lancer. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. f. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. Tujuan yang focus. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Dalam organisasi yang sehat. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan.

i. Dalam organisasi yang sehat. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Semangat juang. administrator dan supervisor dan juga para siswa.f. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. h. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. tekanan. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . 3. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Otonomi yang membebaskan. kepercayaan. C. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Keinovasian yang dinamis. Pemecahan masalah yang memadai. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. j.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. g. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah.

d. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Analisa kepercayaan. b. Analisa nilai. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . serta perilaku masyarakat dalam kerja. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. Nilai berbagai aktivitas. berbagai prioritas nilai.sekolah yang bebas. Budaya pada tingkat artifak. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. nilai tindakan. c. Analisa sejarah sekolah. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Budaya pada tingkat asumsi. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Budaya pada tingkat nilai. 2. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a.

Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. serta adanya control kerja yang jelas. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. E. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. adanya masa depan yang jelas. Melalui analisa tersebut. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. adanya interaksi social yang baik. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. dan perubahan kedua individual. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. merupakan inti dari tugas supervisor. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas.d. D. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa norma-norma dan standar-standar. supervisor dan manajer ? e. perubahan hubungan dengan orang lain. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. Analisa bentuk perilaku. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan.

produktivitas sekolah.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful