LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. 8. intensitas dan penuh perhatian. motivasi. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. Otonomi. Peerencaan. Kompensasi. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Pelatihan dan pengembangan. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. 9. 4. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. 5.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. Pereannan menyeluruh.4.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. 6. percobaab. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. Place(penempatan). irama. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Keselamatan kerja. 7. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka.

Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Motivasi negative. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Kelanjutan (pension).10. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. penyuluhan. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. tes penjurusan. Partisipasi f. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Motivasi positif. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. caranya: a.

dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. dunia usaha. .nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.lainnya.LSM. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan.

Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2. keterampilan. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . regional. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Merujuk pada UU no.pengalaman. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.sikap.dan internasional 3. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A.

pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. memotivasi. mendidik. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.mendorong kreativitas. 2. 4.Terkait dengan visi misi di atas. yang antara lain meliputi criteria.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. 3. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi.reformasi pendidikan meliputi: 1.

Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.menengah dan jangka panjang. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. yaitu Spesifik. yang meliputi aspek jangka pendek. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik.rencan. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. yaitu: . Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan.program. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah.B. D. Time Bound (batas waktu). visi harus singkat dan padat serta mudah diingat.tepat futuristic. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. dan berbasis demandriven C. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART.

Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Muddah untuk di komunikasikan 3. Sekolah memiliki RPS 4. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Dll Tujuan sekolah: 1. Mudah di ingat 2. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah melaksankan SPM 9. program semester dan penyusunan RPP 8.1. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. cerdas dalam hal IQ.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Sekolah memiliki RAPBS 6.EQ. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5.

perencanaan strategis sekolah 2. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. optimalisasi proses pembelajaran 4. penggalian potensi da prestasi belajar 8.10. wira usaha sekolah 10. optimalisasi pelayana pendidikan 5. dll . penghijauan dan kebersiha sekolah 11. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. peningkatan SDM 6.

Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. tetapi karena adanya sentralisasi ini. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. INSTITUSI. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara.

Penyelenggaraan museum. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. proses. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. suaka peninggalan sejarah.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3.dll . kenaikan pangkat dengan uang pelican. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. 4. tenaga kependidikan. saran prasarana. terbelakang dan atau tidak mampu 2. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis.garis besar program pengajaran (GBPP). dll. kompetensi lulusan. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. propinsi. Kewenangannya yaitu: 1.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala.

maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. 2. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. yaitu: 1. non formal. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan.

Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Menilai masing. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. kepala sekolah yang memiliki visi misi. B. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah.1. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. Menyusun tindakan.masing tindakan alternative 5. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu.

Rekomendasi. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. maka kebijakan sekolah harus benar. C.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. yaitu: 1. dunn. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. Secara umum. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Peramalan.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. yaitu altrnatif. Evaluasi. yaitu alternative.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Peliputan. yaitu informasi mengenai kemungkinan. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah.aspek ini. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. Perumusan masalah.

. system harus bergerak melawan proses entropi 6. informal dalam suatu system pendidikan nasional. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. sedangkan bagian. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. non formal. pengetahuan. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. gagasan. norma. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. ide.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. baik structural formal.cirri system trbuka yaitu: 1. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Memberikan hasil kepada lingkungan 4.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. hokum. System bergerak menuju kepada melakukan peranan.ubah. Masukan bukan hanya yang bersifat material.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. dan informal. Keseluruhan adalah hal yang utama. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. sejalan dengan hal itu. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. system itu di rancang.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. dan nilai. non formal. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya.sama dengan system lainnya. Untuk hidup terus.

ekonomi. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis.bagiandari model input output mengambarkan bagian. Pengetahuan. nilai. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.peseerta didik.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.pendidik. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan . Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan.pada supervise system ini. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. hokum.alatatau metode pendidikan dan lingkungan.nilai dan cita. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.

3. .program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. yaitu kepala sekolah dan pengawas. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. . namun belum terlaksana dengan efektif. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. pengawasan atau penilaian. pemeriksaan. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru.

Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.peraturan dari atasan. 3. terutama dalam dunia pendidikan.B. Bersama. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. merivisi tujuan pendidikan. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. dll. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. mencari dan menggunakan metode. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. 4. missal dengan mengadakan seminar.sama berusaha mengembangkan.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir.guru. .guru dan petugas pendidikan lainnya.dalam memperbaiki pengajaran.petugas sekolah dalam memimpin guru. murid dan pegawai sekolah. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.guru.

orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Menciptakan.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. bakat dan kemampuanya secara maksimal.Menurut sergiovani daalam made pirdata. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. memperbaiki. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. Meningkatkan moral kelas. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. 2.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. .

Berdasarkan pengertian di atas. pada saat mengembangkan kurikulum. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. Sebagai pemimpin kelompok . selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Berdasarkan uraian diatas.C. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. D. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. pembinaan proses kelompok.guru secara bersama. hubungan kemanusiaan. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. dan bidang evaluasi. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. tugas anggota stafnya 2.administrasi personil. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure.

masyarakat yang tidak mau membantu. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. cita. Supervise bidang kesiswaan 3. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Supervise di bidang saran prasarana 5. dan realitas dirinya. Supervise bidang humas 7.kiat dalam bekerja untuk kelompok. . Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya.citanya. ia juga belajar menatap dirinya sendiri.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. 4. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok.ide. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. E. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1.guru dalam menilai hasil dan proses belajar.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Supervise bidang kurikulum 2. Supervise bidang keuangan 6. Supervise bidang kepegawaian 4. Hal ini berarti guru.

APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Pengembangan personel. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Hal. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. loka karya dan sejenisnya. percobaan suatu merode mengajar. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. 2.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai.guru untuk meningkatkan kinerja. dan lain sebagainya.guru. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). tugas belajar. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan.

Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.gaji.

Buku daftar nilai h. j. Program dan pelaksanaan evaluasi e.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. diantaranya: a. Kumpulan soal f. Penyusunan rencana harian d. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Penggunaan program semester b. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. . Buku analisis hasil evaluasi i. Buku pekerjaan siswa g. Penggunaan rencana pembelajaran c.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru.

Tanggung jawab kepala sekolah . Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. pemahaman. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. kesejahteraan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. Dengan adanya desentralisasi. jumlah murid. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan.kurikulum.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. Oleh karena itu. terjadi perubahan yang berbeda. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. buku pelajaran.membangun visi dan misi. .

(b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. .Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Menurut Alton. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . yaitu : 1. B. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran.

dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8.serta personil. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. 3. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. Relevansi. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. 2. Fungsional. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Karenanya. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Ilmiah. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. 5. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. yaitu : 1. 4. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. .C. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. material.terprogram dan berkesinambungan. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung.

menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. 7. c. 8. Mempelajari alat pengajaran. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. D. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. merumuskan tujuan pembelajaran. c. dengan melakukan : . Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). Kooperatif. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. b. b.5. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. d. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. 6. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Konstruktif dan kreatif. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. perlengkapan. dengan melakukan : a. Demokrasi. Objektif.

yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. 3. c. d. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. tukar menukar informasi. Pembicaraan individual. Demonstrasi mengajar. metode yang digunakan. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. Memperbaiki alat pembelajaran. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Penasehat ahli dan resource person. 4. Diskusi kelompok. 3.a. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. alat yang dipakai. b. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. 2. . dan sebagainya. Kunjungan kelas. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. 4. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. memilih buku pelajaran. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. baik itu bersifat individu maupun kelompok. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka.

mendiskusikan masalah-masalah bersama. Lokakarya.5. 6. . mempertemukan ide-ide. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. Kunjungan kelas antar guru. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri.

Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah.. 4. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Akan tetapi meskipun demikian. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Supervisi dilakukan secara tradisional. Mereka sebenarnya ³benci´. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. Pengawasannya lebih bersifat administratif.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. bukan terhadap supervisi itu sendiri. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. 3. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. 2. .

Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). 4.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. 4. 2. 1. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 6. 3. Observasi secara cermat. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. B. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. . Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. 2. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. 5. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. 5. 3. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan.

dan d. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. 4. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. C. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. serta percobaannya. bukan dari supervisor. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. . 3.Jadi. 6. Keterampilan dalam mengajar. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. pelaksanaan. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. 5. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. 2. 7. D. c. b. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor.

4. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Tahap pertemuan pendahuluan. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. 5. E. tentunya yang mereka alami.2. Prosedur Supervisi Klinis 1. F. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. 4. 3. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. 5. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. 3.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. 2. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar.

b. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. g. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. d. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. d. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Tahap pertemuan balikan. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. e. 2. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. yaitu: a. f. e. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. 3. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. c. . pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. c. Tahap pengamatan mengajar. b.

3. 2. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas.h. 2. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. 4. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. b. 5. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. Kesadaran dan kepercayaan diri. H. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. c. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. tidak ³mengancam´ dan menakuti. menasehati. Kriteria dan teknik observasi. menanggapi. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. mengobservasi. G. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1.

Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Membuat guru tidak merasa gelisah. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. dan sebagainya. i. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. c. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. b. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. b. e. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. e. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Bersifat spesifik. f. Tepat waktunya. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. . Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. 3. d.a. Fokus. Pola mengajar. f. bukan menilai penampilan guru. Kriteria adan teknik balikan. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. h. g. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. kepada hal yang akan diamati. d. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. c.

2. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. Keyakinan. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. yaitu: a. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. I. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. c. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya.j. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. b. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. b. . d. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. strategi.

dan pertemuan balikan. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. dihargai dan maju. 6. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. 5. J. Keterampilan dalam berkomunikasi. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada.c. Pengenalan lebih lanjut. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. d. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. g. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. observasi mengajar. h. 4. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. 3. e. 7. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. f. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. . 2. mengobservasi. i. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi.

2. 11. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. K. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. 8. guru pamong. 7. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. jurusan. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. institut.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 4. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. 10. 3. . Mekanisme kerja antara fakultas. 9. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. Ketenagaan yang meliputi jumlah. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 5. 6. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1.

yang telah disusun terpaksa . 6. 3. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru.2. 7. 5. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. 4. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. serta perlengkapan lainnya. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur.

Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Pengawasan. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. 2.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pengorganisasian 3.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´.wewenang dan tanggung jawabnya. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. 4. Perencanaan 2. 3. Meliputi : 1. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. A. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Pengarahan 4. Dari segi kepemimpinan. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional.

4. 3. 7.baik mengenai tujuan. B. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. dan tidak menentu. Arthur G. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. Memiliki visi kedepan. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. C. 6. 2. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. tidak jelas. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu .5. dan output system sosial tersebut. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. James M.baik mengenai struktur sosial .

aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. . dan sebagainya.energy. yang kemudian melahirkan teori sifat.dominasi. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Lincoln. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. C. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Seperti Gandhi. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. 2. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan.percaya pada diri sendiri. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

mampu memberikan inspirasi dan motivasi. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. . Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. Meremehkan bawahan. 3. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. serta kompeten. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. 2. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. maka rasa percaya dirinya akan luntur. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. di antaranya : 1. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik.

Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Memperhatikan diri sendiri. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. 8. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Tidak memperdulikan hal-hal kecil.4. 6. karena bisa merusak moral karyawan lain. mereka akan sangat termotivasi. 5. 9. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . c. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. 7. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Menganakemaskan seorang karyawan.

yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. 2. termasuk sekolah yaitu : 1. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan.e. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. Mengingat di sekolah . Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. 3. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. sehingga memperoleh kepuasan. E. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya.

sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah.pengembangan program pendidikan dan supervise. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi .seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. 4. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. 2. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. 3. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. yaitu unsure manusianya.

yang mendefenisikan. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. 5. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. dan memperkuat. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. . kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan.

pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Administrator. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. 6. dan / masyarakat. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Supervisor. Satandar kualifikasi. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Membina kesiswaan 3. B. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Merencanakan pengembangan. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. orang tua. Manajer. meliputi : a. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. Standar Kepala Sekolah 1.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. bertanggung jawab.

c. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. . Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia.b.

Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. transparan dan efisien. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. dan [embiayaan sekolah/madrasah. p) Melakukan monitoring. sumber belajar. c. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. b. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. e. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. . j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. serta merencanakan tindak lanjut. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. evaluasi. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik.

kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. b. d. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. f.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. C. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Seleksi Kepala Sekolah 1. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Ijazah yang dipersyaratkan. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. . Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. e. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Daftar riwayat hidup c.

. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. Seleksi Tahap II a. b. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. supervise manajerial sekolah. 2. c. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. c. Kompetensi Profesional a. koordinasi. dan implementasi kebijakan pendidikan. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. e. 2. pengembangan SDM sekolah efektif. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. psikologi perkembangan dan organisasi. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. dan pengemabangan pendidikan. Penilaian.c. kepemimpinan. kepribadian. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. pengelolaan sekolah efektif. pelaporan. Paparan makalah D. monitoring. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. sosiologi dan andragogi d. nasihat. penelitian. Kompetensi Pedagogik a. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan.

c. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. b. guna mendapatkan pengawas yang professional. e. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. a. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. seminar. Kompetensi Sosial a. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. d. e. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. f. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . 4. d. b. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Kompetensi personal a. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium.3. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan.

Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3.ini Depdiknas. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1.

Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. 3. Teknologi Pendidikan. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. dan pendidikan bidang lainnya.5 tahun. pendidikan Bahasa Indonesia. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. pendiidakn biologi. .Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. Kualifikasi 1. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika.

SLB. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. 5. 8. 3. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. 3. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 2. Seleksi Rekrutmen 1. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. c. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. .b. 6. 4. 4. Persyaratan Administratif 1.

Seleksi Tahap II 1. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. Tes tertulis meliputi: a. pangkat dan golongan. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. prestasi yang pernah dicapai. usia. 7. Tes potensi akademik . d. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. pekerjaan sekarang. pengalaman kerja. 2. 8. tingkat pendidikan. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. 3. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. 6.5. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan.

Tes kreatifitas 4. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Kepribadian yang meliputi : sikap. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. dan kreatifitas. penalaran dan persepsi ruang). penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. . 2. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. Tes kepribadian 3. numerical. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. kerjasama. Potensi akademik (kemampuan verbal. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. inisiatif. Tes kecerdasan emosi c. motivasi.b.

dan dialogis f. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. 2. Evaluasi hasil belajar. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Stabil c. Berakhlak mulia g. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Dewasa d. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Mantap b. dan g. Kompetensi pedagogic. Arif dan bijaksana e. Berwibawa f. Perencanaan pembelajaran e. Pemahaman terhadap peserta didik c.

dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Ahli dalam ilmunya. B. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. b. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. tenaga kependidikan. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. sesame pendidik. struktur. 2. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Paradigma profesionalitas Guru a. b. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. b. Konsep. 4. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e.c. orang tua/wali peserta didik d. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e.

yang telah berwenang mengajar secara mandiri.. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. 2) Tenaga seni professional. penilaian. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. baik dalam perencanaan. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Memiliki sertifikat kualifikasi d. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. penilaian.c. g. . 3. Memiliki kode etik C. pelaksanaan. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. pelaksanaan. maupun pengendalian pengajaran. Mementingkan kepentingan orang lain.

D. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. antara lain: a. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Mampu menjalin hubungan insane i. E. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. kompetensi Sosial Guru. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Bersikap terbuka dan demokratis e. f. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. 3. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Dapat bekerja sama dengan BP3 . merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. penilaian. 2. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Kompetensi Kepribadian. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. j.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. beriman. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Kompetensi Keguruan 1. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. Memahami tujuan pendidikan h. Bersikap simpatik c. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Tenggang Rasa dan toleran d. 2.

Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Berani mengambil keputusan q. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Pengelolaan kelas d. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). 3. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. j. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Menguasai metode berfikir i. bidang studi yang dibinanya. Pengelolaan belajar mengajar c. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e.d. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. h.

dapat diamati dan dapat diukur. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . yakni kinerja organisasi. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. laporan tepat waktu. Berkenaan dengan kinerja dalam A. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar.4. perilaku ini mungkin meningkat. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. kinerja unit. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. . Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. tujuan unit dan tujuan pegawai. F. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. kinerja pegawai. produktivitas tinggi. 3. 2. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja.

profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. Apabila dihubungkan dengan kualitas. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. B. Pandangan yang sama mengartikan. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat.Dalam kondisi seperti ini. . sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat.

Mengembangkan kreativitas. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. . d. e. Peningkatan kemampuan manajemen. Mengembangkan kualitas guru. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c.C. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. f.

Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. c. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. 2. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. lembur dll b. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Anggaran rutin. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. cetak/ kopi. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. berupa gaji. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. bea siswa. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Sementara itu. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. dan tunjangan sosial. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . dana pensiun. Dana dari donatur 4. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Belanja pegawai. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan.

tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. 4. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek.2. b. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. Aspek analisis. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. penambahan ruang. serta pengadaan media dan bahan ajar. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. 2. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. pada saat iplementasi. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. 2. administrasi. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak.

Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. sehingga dapat dikatakan biaya. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. proses pendidikan tidak dapat berjalan. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. 4. Analisis kemenfaatan biaya 3. Analisis keefektifan biaya 2. Dengan pembiayaan tersebut. 5. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. Analisis kefisibilitas biaya B. . Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. 6. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada.

keluarga. organisasi profesi. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. dan kemampuan untuk berkembang. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . kemauan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. B. C. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. kelompok. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan.

pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. tanggung jawab. 2. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 2. jenis dan jalur pendidikan.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. 2. 3. 4. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. 4. dan mengembangkan sekolah Memantau. kemitraan. 3. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. Komite Sekolah. menengah dan tinggi. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. . mengawasi. antara lain : 1. meningkatkan. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. 3. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. BP3. Dewan Sekolah. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM).

Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. 2. 2. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. yaitu : 1. 4. atau dunia industri. Dengan kata lain . Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. dunia usaha. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. yaitu : 1.5. khususnya dengan dunia kerja. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. C. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . di antaranya : 1. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. 3. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan.

kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. karena dalam kenyataannya. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. Di Sekolah Menengah Kejuruan. atau mengundang narasumber ke sekolah. 3. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. pada setiap jenjang. Secara Makro. 4. 2. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. Di Sekolah Menengah Umum. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. penyusunan kurikulum. 2. 3. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. . maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. Di Sekolah Dasar.namun jika ada satu lowongan. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya.

hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. 5. D. Oleh karena itu. Pusat kegiatan masyarakat. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. 3. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. 4. bantuan. 1. jaringan kerja dan jalinan kerja. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. 2. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. serta pemasaran lulusan.penyelenggaraan pendidikan magang. baik secara individual maupun lembaga. Di Perguruan Tinggi. evaluasi program dan hasil. 6. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. 5. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal.sekolah dengan orang tua siswa. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.a. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. b. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 2. . Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. Adanya kesamaan tanggung jawab. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. a. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. b. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. Adanya kesamaan tujuan. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian.

dalam mencari sesuatu tersebut. produksi. prosedur. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. .BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A.

f. dan akuntabilitas pengelolaan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. a. b. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. (Hanafi & . e. supervisi. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. evaluasi. c. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. efektivitas. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. 1994 : 34). Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. d. 1. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. penambahan. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. 1984 :16). Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur.

Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. h. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. secara terus menerus. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. m. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. . j. b. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. supervisi. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. k. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. a. evaluasi. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan.g. 2. l. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. i. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester.

pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . c. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. b. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. c. serta perubahan sistem pendidikan. dan alumni. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. .dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi.c. b. 3. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. pada akhir semester akademik . Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. komite sekolah/ madrasah. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. d. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. maupun perubahan sosial. b. c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. keseimbangan beban kerja. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. 4. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. pemakai lulusan.

Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. (3) pengolahan atau verifikasi data. Dengan penilaian. minat. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. (4) analisis data. evaluasi memiliki beberapa tujuan. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. antara lain sebagai berikut : 1. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. intelegensi. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. 2. bakat khusus. 3.(2) pelaksanaan. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi.B. Kalau materi pelajaran . sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. hubungan sosial. 4. C. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. pengumpulan data. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. (1) perencanaan. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan.

maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. dan diagnostik. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. D. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. 1. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. 2. 2. penempatan . Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. 3. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid.1989). Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik.´ . Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut.

prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. E. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. paket atau tingkat. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. . Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Prinsip. yaitu : a.1. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. karena dia dilaksanakan terakhir. umpamanya di akhir semester. 2. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. 3. Artinya dengan hasil tes yang ada. program . Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar.

Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. sesuai dengan alokasi waktu. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. 5. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1.b. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. dan penyusunan silabus telah memadai? . 3. 2. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. 4. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. c. 6. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. F.

Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. G. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. Misalnya. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Mendidik . Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. 3. 4. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. 2.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). kemajuan dan kemampuannya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. Disamping itu. guru menilai proyek. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. 2. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. 3.

dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. 4. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 9. sikap. Dengan berpijak pada kompetensi ini. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. berkesinambungan. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. 5. 6. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Bermakna . Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. terencana. 8. 7.

PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. dan tes tertulis (paper and pencil). Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . 2. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. hasil karya (produk). H. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. perkembangan dan perubahan siswa. penugasan (proyek). Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Karenanya. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. kinerja/ penampilan (performence). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Perhatian terhadap siswa ketika duduk. melainkan juga : 1. I. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan.

b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. kuesioner.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut.harus diikuti dengan langkah bimbingan. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . 2. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. skala sikap dan catatan anekdot. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. wawancara. tes minimal mempunyai dua fungsi . J. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. angket. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.

cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. 3. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. antara lain : 1) Pensekoran mudah.

Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. b. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. . guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Misalnya.

2. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Proyek Akhir. L. Kuis.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Tugas Individu. makalah atau tugas presentasi individu. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . 5. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. sampai sintesis dan evaluasi. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. 3. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. prinsip atau teorema. M. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. 4. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Tugas Kelompok. prosedur. 7. Ujian Praktik. 6. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Ulangan Harian/Blok. Pertanyaan Lisan. analisis. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa.

dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. dan gender. Akuntabel. Beracuan criteria. berarti prosedur penilaian. Terpadu. maupun hasilnya. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. prosedur. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Adil. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama.1. Terbuka. pengamatan. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. 4. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 7. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 3. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. status social ekonomi. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. baik dari segi teknik. b. Objektif. criteria penilaian. Menyeluruh dan berkesinambungan. 9. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. Sistematis. . adat istiadat. 8. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. suku. Penilaian oleh pendidik a. c. Sahih. 6. budaya. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. Melaksanakan tes. 5. d.

g. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. g. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. 2. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. f. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. i. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. h. f. i. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. b. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Penilaian oleh satuan pendidikan a. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. d. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. h. c. e.e. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik.

d. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. jujur dan adil. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Penilaian oleh pemerintah a. 3. c. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. b. e. . Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan.j. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. f. Kepala sekolah. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A.

2. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. B. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. tidak sebagai pengkotakan kerja. ³membantu´.kurikulum. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. atau ³mengarahkan´. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. . sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. 3. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. 4. yaitu : 1. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. yang berarti ³melayani´.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris.

Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. terdapat beberapa jenis kegiatan. f. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Didalamnya dibahas antara lain : a. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Administrasi perlengkapan/ barang . ordonator dan bendaharawan) b. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. yaitu : 1. teratur dan benar. dengan memodifikasi data mengenai siswa. yaitu awal tahun pelajaran. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. 5. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Asas pemisahan tugas (otorisator. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. 4. Ketata usahaan sekolah d. Pengawasan e. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. 3. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah.

serta alat-alat dan media pengajaran. surat edaran. b. Menurut wujudnya. 6. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. surat rahasia. Menurut jaminan dan keamanan isinya. dan teleks. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat keputusan. surat pribadi dan surat niaga. khususnya proses belajar mengajar.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. surat bersampul. surat perjanjian. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. surat permohonan. Menurut isi dan asalnya. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. telegram. e. seperti : gedung. kursi. warkat pos. surat laporan. ruang kelas. social. Menurut sasarannya. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat penawaran. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. surat panggilan. d. faksimil. kecerdasan intelektual. surat peringatan. meja. terdiri dari : kartu pos. . emosional dan kejiwaan peserta didik. surat pesanan. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. surat perintah. terdiri dari : surat biasa. b. c. dan surat pengumuman.

Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif.f. Pendahuluan . Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. Menurut cara penyampaiannya. 3. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. mengarahkan. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. terdiri dari : surat biasa. C. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. 2. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. terdiri dari : surat biasa. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. mengorganisasikan. surat penting dan surat sangat rahasia. 4. g. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. yaitu makin meningkatkan efisiensi. surat kilat dan surat kilat khusus. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. Menurut urgensinya.

. study report. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. praktek system ganda. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. observasi. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. atau guru bidang studi total. sulit untuk diwujudkan manakala. Dalam tataran birokratis. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. Sedangkan dalam tataran praktis. B. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. magang. penelitian. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas.

ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. Dalam hal ini. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. C. 2. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. cepat. 3. 2. misi dan strategi. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. Memiliki visi. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. cekat dan akurat. . baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 3.Dengan demikian. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. artinya secara tepat. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Mengutip pendapat Slamet PH. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya.

kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. 14. pencipta iklim kerja. 13. . 12. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. program. yaitu merumuskan sasaran. mediokrasi. 5. 11. prestasi. tidak membuat keputusan. pendidik. Memahami. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah.4. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak.arogansi. 7. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. imitasi. 8. serta menumbuhkan solidaritas. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. pembaharuan dan pembangkit motivasi. 17. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. 16. penyedia. 10. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. rencana. lingkungan dan keterampilan personal. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. pemborosan. Menjalankan empat hal. 15. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. administrator. standard an nilai-nilai. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. kecurigaan. pemimpin. 9. Dengan demikian. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. proses. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. pertanggungjawaban. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. wirausahawan. yaitu ketidakpedulian. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. Menggunakan input manajemen. 6.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

lingkungan belajar yang kondusif. prosedur-prosedur. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Kecocokan. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Standar-standar. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. kebijakan-kebijakan. . Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. termasuk penyusunan tingkat tujuan. prioritas. c. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya.A. penekanan pada pembelajaran B. Iklim Sekolah 1. social maupun ekonomi. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. Tanggung jawab. baik dari segi budaya. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. b. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar.

karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. b. Tujuan yang focus. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. Kejelasan organisasi. hingga tidak membingungkan dan meragukan. g. c. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Kepemimpinan. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Kehangatan dan dorongan. d. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. . dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Kepaduan yang kuat. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari.d. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. Ganjaran. Dalam organisasi yang sehat. f. e. 2. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Kekuatan persamaan yang optimal. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. e. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Komunikasi yang lancer.

f. Dalam organisasi yang sehat. 3. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. tekanan. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. Otonomi yang membebaskan. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. C. h. kepercayaan. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Semangat juang. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. g. Keinovasian yang dinamis. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. j. administrator dan supervisor dan juga para siswa.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. Pemecahan masalah yang memadai. i.

tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Budaya pada tingkat artifak. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. Analisa kepercayaan. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. d. nilai tindakan. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak.sekolah yang bebas. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. c. 2. b. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. berbagai prioritas nilai. Nilai berbagai aktivitas. Budaya pada tingkat asumsi. Budaya pada tingkat nilai. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Analisa nilai. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Analisa sejarah sekolah. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? .

Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. adanya interaksi social yang baik. E.d. Analisa bentuk perilaku. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. serta adanya control kerja yang jelas. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. perubahan hubungan dengan orang lain. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . adanya masa depan yang jelas. Analisa norma-norma dan standar-standar. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. supervisor dan manajer ? e. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. merupakan inti dari tugas supervisor. Melalui analisa tersebut. dan perubahan kedua individual. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. D. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas.

penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. produktivitas sekolah. . Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful