LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Keselamatan kerja. 7. 6. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. Pelatihan dan pengembangan. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. motivasi. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Place(penempatan). 5. intensitas dan penuh perhatian. irama. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. 8. Pereannan menyeluruh. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. Otonomi. Peerencaan.4. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Kompensasi. percobaab.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. 9. 4.

perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. Motivasi positif. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Kelanjutan (pension). Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. penyuluhan. Partisipasi f. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e.10. caranya: a. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. tes penjurusan. Motivasi negative.

Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. .lainnya.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. dunia usaha.LSM. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai.

keterampilan. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Merujuk pada UU no. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.dan internasional 3. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.pengalaman. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional.sikap. regional. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia .

dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.Terkait dengan visi misi di atas. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. memotivasi. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. yang antara lain meliputi criteria. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. 4. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. 3. mendidik.reformasi pendidikan meliputi: 1.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. 2.mendorong kreativitas.

Time Bound (batas waktu).rencan. yaitu Spesifik. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. yaitu: . Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. dan berbasis demandriven C. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. yang meliputi aspek jangka pendek. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.B. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai).tepat futuristic.program. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. D. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah.menengah dan jangka panjang.

Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Dll Tujuan sekolah: 1. Sekolah melaksankan SPM 9. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Mudah di ingat 2. Sekolah memiliki RPS 4. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Muddah untuk di komunikasikan 3. cerdas dalam hal IQ.1.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. program semester dan penyusunan RPP 8.EQ. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Sekolah memiliki RAPBS 6. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Profesionalisme dalam pelayanan 6.

peningkatan SDM 6. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. perencanaan strategis sekolah 2.10. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. dll . optimalisasi proses pembelajaran 4. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. penggalian potensi da prestasi belajar 8. optimalisasi pelayana pendidikan 5. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. wira usaha sekolah 10. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1.

Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. tetapi karena adanya sentralisasi ini. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. INSTITUSI. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah.

saran prasarana. proses. 4. propinsi. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Penyelenggaraan museum. suaka peninggalan sejarah. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Kewenangannya yaitu: 1. tenaga kependidikan. missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. kenaikan pangkat dengan uang pelican. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. kompetensi lulusan.dll .buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3.garis besar program pengajaran (GBPP). PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. dll. terbelakang dan atau tidak mampu 2. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan.

pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. non formal. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. 2.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. yaitu: 1. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing.

Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Menilai masing.1. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. B.masing tindakan alternative 5. kepala sekolah yang memiliki visi misi. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. Menyusun tindakan. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.

yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. Peramalan.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.aspek ini. dunn. yaitu informasi mengenai kemungkinan. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. maka kebijakan sekolah harus benar. Peliputan. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Perumusan masalah. Rekomendasi. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. yaitu altrnatif. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. C. yaitu alternative. Secara umum. Evaluasi. yaitu: 1.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D.

bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah.sama dengan system lainnya. system itu di rancang. norma. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. informal dalam suatu system pendidikan nasional. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. .ubah. Masukan bukan hanya yang bersifat material. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. sedangkan bagian. hokum. gagasan. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. Keseluruhan adalah hal yang utama. system harus bergerak melawan proses entropi 6. Untuk hidup terus. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. dan nilai. pengetahuan. sejalan dengan hal itu. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. dan informal. ide.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. baik structural formal.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. non formal.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah.cirri system trbuka yaitu: 1. non formal.

hokum. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan . Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian.bagiandari model input output mengambarkan bagian.pendidik. nilai. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku.peseerta didik. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. ekonomi.pada supervise system ini. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. Pengetahuan.nilai dan cita.

program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. .3.

di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. namun belum terlaksana dengan efektif. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. pengawasan atau penilaian.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat. . Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. yaitu kepala sekolah dan pengawas. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. pemeriksaan.

Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. .petugas sekolah dalam memimpin guru. terutama dalam dunia pendidikan. mencari dan menggunakan metode.guru.sama berusaha mengembangkan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan.guru dan petugas pendidikan lainnya. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.guru. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. dll. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. merivisi tujuan pendidikan. missal dengan mengadakan seminar. Bersama.dalam memperbaiki pengajaran.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah.B. murid dan pegawai sekolah. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. 3. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.peraturan dari atasan. 4. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1.

Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. bakat dan kemampuanya secara maksimal. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. 2.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. .aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Meningkatkan moral kelas.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Menciptakan.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. memperbaiki. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.

administrasi personil. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. hubungan kemanusiaan. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok.C. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. Berdasarkan pengertian di atas. tugas anggota stafnya 2. D. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Sebagai pemimpin kelompok . dan bidang evaluasi. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. pembinaan proses kelompok.guru secara bersama. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. pada saat mengembangkan kurikulum. Berdasarkan uraian diatas. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.

Supervise bidang humas 7. Supervise bidang kurikulum 2. 4. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. dan realitas dirinya. masyarakat yang tidak mau membantu. cita.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.citanya.kiat dalam bekerja untuk kelompok.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Supervise bidang kepegawaian 4.ide. E. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Supervise bidang keuangan 6. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. . Supervise di bidang saran prasarana 5. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. Supervise bidang kesiswaan 3. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. Hal ini berarti guru.

secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya.guru untuk meningkatkan kinerja. dan lain sebagainya. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. 2. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Hal. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Pengembangan personel. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi.guru. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. loka karya dan sejenisnya. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). tugas belajar. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. percobaan suatu merode mengajar.

gaji. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c.

j. Buku pekerjaan siswa g. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. diantaranya: a.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Penyusunan rencana harian d.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Program dan pelaksanaan evaluasi e. . Penggunaan rencana pembelajaran c. Buku analisis hasil evaluasi i. Kumpulan soal f. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Buku daftar nilai h. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Penggunaan program semester b. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga.

penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. kesejahteraan. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid.kurikulum. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. Oleh karena itu. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. jumlah murid. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. pemahaman.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat.membangun visi dan misi. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. . Tanggung jawab kepala sekolah . Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). Dengan adanya desentralisasi. buku pelajaran. terjadi perubahan yang berbeda.

jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. B. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. . (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). yaitu : 1. Menurut Alton. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran .

dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. 4. material. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2.C. Relevansi. Fungsional. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1.terprogram dan berkesinambungan.serta personil. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Ilmiah. 2. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. . Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Karenanya. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. yaitu : 1. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. 3. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. 5. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7.

yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. c. 6. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. b. Kooperatif. dengan melakukan : a. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. d. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. dengan melakukan : . D. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. 7. Mempelajari alat pengajaran. Konstruktif dan kreatif. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. b. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru.5. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. 8. perlengkapan. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. c. Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. Objektif. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. Demokrasi. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. merumuskan tujuan pembelajaran.

Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. Memperbaiki alat pembelajaran. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Demonstrasi mengajar. 4. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. 3. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. . yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. 3. Kunjungan kelas. baik itu bersifat individu maupun kelompok. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. d. 2.a. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. Pembicaraan individual. b. metode yang digunakan. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. memilih buku pelajaran. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Diskusi kelompok. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. dan sebagainya. c. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. 4. Penasehat ahli dan resource person. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. tukar menukar informasi. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. alat yang dipakai.

6. Lokakarya. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. mendiskusikan masalah-masalah bersama.5. Kunjungan kelas antar guru. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. . mempertemukan ide-ide. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing.

ada solusinya dengan pembelajaran´ A. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. . Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. bukan terhadap supervisi itu sendiri. 4. 2. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1.. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Mereka sebenarnya ³benci´. Supervisi dilakukan secara tradisional. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Supervisi disamakan dengan evaluasi. 3. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Akan tetapi meskipun demikian.

6. 3. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 4. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. 3. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. B. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). 2. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. 5. 1. 4. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. 2. 5. Observasi secara cermat. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. . Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka.

5. 6. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. pelaksanaan. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. b. c. 3. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. D. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. 7. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. 4. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Keterampilan dalam mengajar. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. 2. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. C. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. serta percobaannya.Jadi. . dan d. bukan dari supervisor. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif.

Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. E. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. 4. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. F. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. 4. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. 3. 5.2. 2. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Tahap pertemuan pendahuluan. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. tentunya yang mereka alami. 5. 3. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . Prosedur Supervisi Klinis 1. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1.

b. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. e. Tahap pengamatan mengajar. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. Tahap pertemuan balikan. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. f. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. 3. Bersama menginterpretasikan data rekaman. g. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. . pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. d. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. b. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. 2. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. yaitu: a. c. c. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. d. e. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar.

Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . Kesadaran dan kepercayaan diri. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. menasehati. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. G. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. mengobservasi. tidak ³mengancam´ dan menakuti. 3. 4. c.h. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. 5. 2. menanggapi. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. b. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. H. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. 2. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Kriteria dan teknik observasi. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya.

kepada hal yang akan diamati. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. c. dan sebagainya. Tepat waktunya. . f. d. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. bukan menilai penampilan guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Bersifat spesifik. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. e. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Pola mengajar. h. d. Membuat guru tidak merasa gelisah. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. i. 3. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. g. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. f. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru.a. e. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Kriteria adan teknik balikan. Fokus. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. b. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. b. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. c.

yaitu: a. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. d.j. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Keyakinan. b. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. c. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. strategi. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. . b. 2. I.

dihargai dan maju. d. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada.c. 2. 5. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. i. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. 6. . Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. mengobservasi. J. Keterampilan dalam berkomunikasi. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. Pengenalan lebih lanjut. 3. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. observasi mengajar. h. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 7. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. f. e. g. dan pertemuan balikan. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. 4. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu.

K. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. institut. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. guru pamong. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. 9. 5. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. 4. 8. 7. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. 11. 3. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. . Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. jurusan. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. 6. 10.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 2. Mekanisme kerja antara fakultas. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Ketenagaan yang meliputi jumlah. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya.

Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 4. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. serta perlengkapan lainnya. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur.2. 5. 6. 7. yang telah disusun terpaksa . 3.

agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. 2.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. A. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Dari segi kepemimpinan. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional.wewenang dan tanggung jawabnya. Pengawasan. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. 3. Pengarahan 4. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Pengorganisasian 3. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. 4. Meliputi : 1. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. Perencanaan 2. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu.

dan output system sosial tersebut. dan tidak menentu. 4. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1.baik mengenai tujuan.5. C. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus.baik mengenai struktur sosial . tidak jelas. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. 3. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Memiliki visi kedepan. 2. B. 7. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. 6. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. James M. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Arthur G. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya.

Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Seperti Gandhi. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. dan sebagainya. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. yang kemudian melahirkan teori sifat. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Lincoln. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses.energy.dominasi. 2. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. . C.percaya pada diri sendiri. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

maka rasa percaya dirinya akan luntur. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. di antaranya : 1.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. . 3. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. Meremehkan bawahan. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. 2. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. serta kompeten. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan.

namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Menganakemaskan seorang karyawan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. 7. mereka akan sangat termotivasi. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. 5.4. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. Memperhatikan diri sendiri. 6. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. karena bisa merusak moral karyawan lain. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. c. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. 9. 8.

3. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. sehingga memperoleh kepuasan. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. E. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. termasuk sekolah yaitu : 1. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. Mengingat di sekolah . Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. 2. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan.e. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya.

Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. 2. yaitu unsure manusianya. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. 4.pengembangan program pendidikan dan supervise. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. 3.

2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. . dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. dan memperkuat. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. yang mendefenisikan. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. 5.

dan / masyarakat. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. B. Merencanakan pengembangan. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. orang tua. 6. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. Satandar kualifikasi. Manajer. Membina kesiswaan 3. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. bertanggung jawab.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Administrator. Standar Kepala Sekolah 1. Supervisor. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. meliputi : a.

b. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. . c. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.

evaluasi. e. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. . sumber belajar. serta merencanakan tindak lanjut. b. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. d. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. transparan dan efisien. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. c. p) Melakukan monitoring. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. dan [embiayaan sekolah/madrasah.

Seleksi Kepala Sekolah 1. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. d. e. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. C. . b. Ijazah yang dipersyaratkan. Menjadi guru teladan/berprestasi b. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. f. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Daftar riwayat hidup c. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a.

Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. e. supervise manajerial sekolah.c. c. Seleksi Tahap II a. dan pengemabangan pendidikan. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. pelaporan. pengembangan SDM sekolah efektif. penelitian. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. pengelolaan sekolah efektif. kepemimpinan. 2. b. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. dan implementasi kebijakan pendidikan. kepribadian. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. Kompetensi Profesional a. Kompetensi Pedagogik a. nasihat. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. Paparan makalah D. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. . c. 2. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. monitoring. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. psikologi perkembangan dan organisasi. koordinasi. Penilaian. sosiologi dan andragogi d.

4. diskusi dan sejenisnya. a. b. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . d. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Kompetensi personal a. f. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. Kompetensi Sosial a. c. e. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. d. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. b. guna mendapatkan pengawas yang professional. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. e.3. seminar. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c.

Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas.ini Depdiknas. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3.

3. Teknologi Pendidikan. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. pendidikan Bahasa Indonesia. . Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. Kualifikasi 1. pendiidakn biologi.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. dan pendidikan bidang lainnya. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun.5 tahun. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. . SLB. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. 3. c. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. Persyaratan Administratif 1. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. 8.b. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. 6. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. 3. 5. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. Seleksi Rekrutmen 1. 4. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 4. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. 2.

Tes potensi akademik . Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. 6. 7. Tes tertulis meliputi: a. 3. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. pangkat dan golongan. usia. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. pekerjaan sekarang. 2. d. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. Seleksi Tahap II 1. prestasi yang pernah dicapai.5. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. pengalaman kerja. tingkat pendidikan. 8.

Tes kepribadian 3. penalaran dan persepsi ruang). materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. kerjasama. Potensi akademik (kemampuan verbal. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3.b. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. Tes kecerdasan emosi c. inisiatif. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. 2. Kepribadian yang meliputi : sikap. . motivasi. numerical. dan kreatifitas. Tes kreatifitas 4.

Stabil c.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Berwibawa f. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. 2. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Pemahaman terhadap peserta didik c. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Berakhlak mulia g. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . dan dialogis f. Perencanaan pembelajaran e. Kompetensi pedagogic. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. dan g. Arif dan bijaksana e. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Dewasa d. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mantap b. Evaluasi hasil belajar. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3.

Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. B. b. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. orang tua/wali peserta didik d. b. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Paradigma profesionalitas Guru a. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c.c. sesame pendidik. Konsep. b. Ahli dalam ilmunya. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. tenaga kependidikan. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. 2. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. 4. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. struktur. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1.

maupun pengendalian pengajaran. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan.c. g. . Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. Memiliki kode etik C. penilaian. Mementingkan kepentingan orang lain. penilaian. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. pelaksanaan. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara.. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. 3. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. baik dalam perencanaan. 2) Tenaga seni professional. pelaksanaan. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. Memiliki sertifikat kualifikasi d.

Memahami tujuan pendidikan h. E. Dapat bekerja sama dengan BP3 . dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. j. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. antara lain: a. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. D. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. 2. Percaya Kepada Diri Sendiri c. 3. kompetensi Sosial Guru. Bersikap terbuka dan demokratis e. f. 2. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Kompetensi Keguruan 1. Mampu menjalin hubungan insane i. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. Kompetensi Kepribadian. beriman. Bersikap simpatik c. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Tenggang Rasa dan toleran d. penilaian. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru.

Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Pengelolaan kelas d. Berani mengambil keputusan q. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. bidang studi yang dibinanya. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e.d. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. 3. j. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Pengelolaan belajar mengajar c. Menguasai metode berfikir i. h. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a.

Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. Berkenaan dengan kinerja dalam A. kinerja unit. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. F. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. perilaku ini mungkin meningkat. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. dapat diamati dan dapat diukur. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. 3. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. produktivitas tinggi. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. kinerja pegawai. 2. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´.4. . Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. yakni kinerja organisasi. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. tujuan unit dan tujuan pegawai. laporan tepat waktu.

Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat.Dalam kondisi seperti ini. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. B. Pandangan yang sama mengartikan. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. Apabila dihubungkan dengan kualitas. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. .

Mengembangkan kreativitas. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. f. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. . e. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. d. Peningkatan kemampuan manajemen. Mengembangkan kualitas guru. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini.C. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya.

cetak/ kopi. 2. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. bea siswa. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. dan tunjangan sosial. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. c. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. Dana dari donatur 4. Belanja pegawai. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . Sementara itu. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. dana pensiun. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. berupa gaji. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. lembur dll b. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Anggaran rutin.

Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. 2. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. administrasi. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. penambahan ruang. serta pengadaan media dan bahan ajar. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1.2. 2. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Aspek analisis. 4. pada saat iplementasi. b. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.

. 5. Analisis keefektifan biaya 2. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Dengan pembiayaan tersebut. Analisis kemenfaatan biaya 3. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. proses pendidikan tidak dapat berjalan. 4. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. 6. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. sehingga dapat dikatakan biaya. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Analisis kefisibilitas biaya B.

C. kelompok. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. organisasi profesi. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. kemauan. keluarga.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. dan kemampuan untuk berkembang. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. B. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan.

tanggung jawab. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. 4. Komite Sekolah. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. 4. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. menengah dan tinggi. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. jenis dan jalur pendidikan. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. mengawasi. antara lain : 1. Dewan Sekolah. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. 2. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 3. 2. meningkatkan. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. dan mengembangkan sekolah Memantau. 3. . dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. BP3. 3.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. 2. kemitraan.

yaitu : 1. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. khususnya dengan dunia kerja. yaitu : 1. 4. di antaranya : 1. C. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. atau dunia industri.5. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. 2. Dengan kata lain . Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. 3. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . dunia usaha. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. 2. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Di Sekolah Menengah Umum. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. 2. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. 3. atau mengundang narasumber ke sekolah. 2. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Di Sekolah Menengah Kejuruan. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Di Sekolah Dasar. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. . penyusunan kurikulum. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. Secara Makro. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. 4. 3. pada setiap jenjang. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut.namun jika ada satu lowongan. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. karena dalam kenyataannya. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya.

3. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. 1. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah.penyelenggaraan pendidikan magang. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. Di Perguruan Tinggi. 5. bantuan. baik secara individual maupun lembaga. evaluasi program dan hasil. serta pemasaran lulusan. Pusat kegiatan masyarakat. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. 5. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Oleh karena itu. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. 4. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. 6. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. D. jaringan kerja dan jalinan kerja. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan.sekolah dengan orang tua siswa. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . 2.

tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat.a. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. Adanya kesamaan tujuan. 2. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. b. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. b. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. a. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. . Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan.

produksi.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. dalam mencari sesuatu tersebut. prosedur. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . .

bertanggung jawab dan berkelanjutan. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. (Hanafi & . 1994 : 34). evaluasi. dan akuntabilitas pengelolaan. penambahan. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. 1. supervisi. d. a. b. c. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. f. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. e. efektivitas. 1984 :16).

Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. k. l. 2. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. j. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan.g. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). b. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. evaluasi. h. . Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. a. i. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. secara terus menerus. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. supervisi. m. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah.

Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. d.c. . komite sekolah/ madrasah. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. b. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. 4. pemakai lulusan. maupun perubahan sosial. c. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. serta perubahan sistem pendidikan. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. 3. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. c. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. c. dan alumni. b. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 5. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. keseimbangan beban kerja. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pada akhir semester akademik . b.

intelegensi. pengumpulan data. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. antara lain sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. (4) analisis data. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi.B. (1) perencanaan. bakat khusus. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. 3. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. hubungan sosial. (3) pengolahan atau verifikasi data. 4. 2. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. minat. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. C. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Dengan penilaian.(2) pelaksanaan. evaluasi memiliki beberapa tujuan. Kalau materi pelajaran . dan (5) kesimpulan atau interpretasi data.

2. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. D. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. 1. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. dan diagnostik. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. 3. 2.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama.1989). guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. penempatan . yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat.´ .

paket atau tingkat. karena dia dilaksanakan terakhir.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan.1. program . Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. 3. . Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. yaitu : a. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. umpamanya di akhir semester. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Prinsip. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. 2. Artinya dengan hasil tes yang ada. E. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri.

Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. 3. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. F. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. 4.b. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. c. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. 2. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. 5. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. dan penyusunan silabus telah memadai? . 6. sesuai dengan alokasi waktu.

Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. 2. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. 3. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. 3. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Disamping itu. Mendidik . 4. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. Misalnya. kemajuan dan kemampuannya. G. guru menilai proyek. 2. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru.

Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Bermakna . sikap. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. terencana. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. 4. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. 9. berkesinambungan. 6.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Dengan berpijak pada kompetensi ini. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 7. 8. 5. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa.

penugasan (proyek). Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. melainkan juga : 1.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. hasil karya (produk). dan tes tertulis (paper and pencil). Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. perkembangan dan perubahan siswa. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). H. 2. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. I. kinerja/ penampilan (performence). Karenanya.

dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. kuesioner. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. wawancara. tes minimal mempunyai dua fungsi . Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. 2. angket. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. skala sikap dan catatan anekdot. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut.harus diikuti dengan langkah bimbingan. J. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.

e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. antara lain : 1) Pensekoran mudah. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. 3. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu.

atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. . Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. b. Misalnya. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K.

makalah atau tugas presentasi individu. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Kuis. 3. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. M. prosedur. Tugas Individu. 4. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. L. Ulangan Harian/Blok. Pertanyaan Lisan. Tugas Kelompok. 7.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Ujian Praktik. sampai sintesis dan evaluasi. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Proyek Akhir. 2. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. 6. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. prinsip atau teorema. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. analisis. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. 5. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya.

Melaksanakan tes. 6. Sistematis. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. baik dari segi teknik. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. 8. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. Penilaian oleh pendidik a. d. 3. Terpadu. 9. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.1. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. c. 5. . berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. berarti prosedur penilaian. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Menyeluruh dan berkesinambungan. b. status social ekonomi. dan gender. 7. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Akuntabel. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. prosedur. 4. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. Objektif. pengamatan. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. adat istiadat. Adil. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. suku. criteria penilaian. Terbuka. Sahih. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. maupun hasilnya. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. budaya. Beracuan criteria.

Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. 2. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Penilaian oleh satuan pendidikan a. b. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik.e. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. f. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. g. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. d. g. h. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. c. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. i. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. e. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . f. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. h. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. i.

d. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan.j. e. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Kepala sekolah. 3. b. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. c. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. . Penilaian oleh pemerintah a. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. jujur dan adil. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. f. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan.

Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks.kurikulum. tidak sebagai pengkotakan kerja. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. ³membantu´. yaitu : 1. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. B. atau ³mengarahkan´. 2. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. yang berarti ³melayani´. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. 4. . Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi.

Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. yaitu awal tahun pelajaran. ordonator dan bendaharawan) b. Ketata usahaan sekolah d. yaitu : 1. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Administrasi perlengkapan/ barang . 5.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. dengan memodifikasi data mengenai siswa. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. teratur dan benar. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. f. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. terdapat beberapa jenis kegiatan. 4. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Asas pemisahan tugas (otorisator. Didalamnya dibahas antara lain : a. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Pengawasan e. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. 3.

terdiri dari : surat biasa. surat pribadi dan surat niaga. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat panggilan. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. b. surat perjanjian. surat penawaran. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. Menurut jaminan dan keamanan isinya. surat pengantar dan surat lamaran kerja. social. khususnya proses belajar mengajar. terdiri dari : kartu pos. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. meja. surat perintah. dan surat pengumuman. surat rahasia. c. warkat pos. emosional dan kejiwaan peserta didik. kursi. kecerdasan intelektual.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. 6. Menurut sasarannya. telegram. surat laporan. e. d. dan teleks. Menurut wujudnya. faksimil. surat bersampul. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. . surat pesanan. ruang kelas. surat permohonan. surat edaran. serta alat-alat dan media pengajaran. b. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. seperti : gedung. surat peringatan. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. surat keputusan. Menurut isi dan asalnya.

2. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. C. terdiri dari : surat biasa. yaitu makin meningkatkan efisiensi. surat kilat dan surat kilat khusus. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Pendahuluan . mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. terdiri dari : surat biasa. 3. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya.f. 4. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. mengorganisasikan. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Menurut cara penyampaiannya. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). g. surat penting dan surat sangat rahasia. mengarahkan. Menurut urgensinya. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif.

observasi. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. B. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. . diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. magang. praktek system ganda. sulit untuk diwujudkan manakala. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. Dalam tataran birokratis. penelitian. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. atau guru bidang studi total. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. Sedangkan dalam tataran praktis. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. study report.

baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. cepat. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. artinya secara tepat. C.Dengan demikian. Mengutip pendapat Slamet PH. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. . sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Memiliki visi. misi dan strategi. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. cekat dan akurat. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. 2. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Dalam hal ini. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. 3. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 3. 2. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya.

7. prestasi. serta menumbuhkan solidaritas.arogansi. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. 10. 11. yaitu merumuskan sasaran. proses. 13. 9. rencana. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. Menjalankan empat hal. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. standard an nilai-nilai. pendidik. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. pemborosan. 5. wirausahawan. 17. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. 15. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. pembaharuan dan pembangkit motivasi. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. imitasi. 8. kecurigaan.4. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. Memahami. tidak membuat keputusan. pencipta iklim kerja. mediokrasi. 16. yaitu ketidakpedulian. . lingkungan dan keterampilan personal. 14. pemimpin. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. 6. Dengan demikian. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. Menggunakan input manajemen. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. program. pertanggungjawaban. penyedia. administrator. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. 12.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

Iklim Sekolah 1. kebijakan-kebijakan. . Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. prosedur-prosedur. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. Standar-standar. Tanggung jawab. baik dari segi budaya. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Kecocokan. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. social maupun ekonomi. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. lingkungan belajar yang kondusif. penekanan pada pembelajaran B. c.A. b. prioritas. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. termasuk penyusunan tingkat tujuan. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota.

saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. Kepaduan yang kuat. Kekuatan persamaan yang optimal. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Tujuan yang focus. c. hingga tidak membingungkan dan meragukan. b. . Dalam organisasi yang sehat. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. Komunikasi yang lancer. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. Kejelasan organisasi. Kehangatan dan dorongan. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari.d. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. Ganjaran. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. f. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. 2. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. e. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. g. d. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. Kepemimpinan. e.

dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Keinovasian yang dinamis. Semangat juang. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Pemecahan masalah yang memadai. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. kepercayaan. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. 3.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Otonomi yang membebaskan. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah.f. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. C. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. i. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Dalam organisasi yang sehat.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. h. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. j. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. g. tekanan. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja.

Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. nilai tindakan. c. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. 2. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat.sekolah yang bebas. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Nilai berbagai aktivitas. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Budaya pada tingkat artifak. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . Analisa nilai. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Budaya pada tingkat nilai. Analisa kepercayaan. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. b. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Budaya pada tingkat asumsi. Analisa sejarah sekolah. berbagai prioritas nilai. d. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa.

diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Analisa bentuk perilaku. E. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa norma-norma dan standar-standar. serta adanya control kerja yang jelas. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. perubahan hubungan dengan orang lain. dan perubahan kedua individual. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. merupakan inti dari tugas supervisor. adanya masa depan yang jelas. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru.d. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. adanya interaksi social yang baik. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Melalui analisa tersebut. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. supervisor dan manajer ? e. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. D.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor. produktivitas sekolah.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. .