LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Pereannan menyeluruh. Kompensasi. 5. Otonomi. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. Pelatihan dan pengembangan. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. percobaab.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. 9.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. Keselamatan kerja. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. 6. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. intensitas dan penuh perhatian.4. Place(penempatan). perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. irama. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Peerencaan. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. 7. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. 4. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. 8. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Menciptakan suasana kekeluargaan 6. motivasi.

Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. Kelanjutan (pension). yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Partisipasi f. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Motivasi negative. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. caranya: a. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. penyuluhan. tes penjurusan.10. Motivasi positif.

Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. .nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai.lainnya. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan. dunia usaha.LSM.

Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.pengalaman. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.sikap. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7.dan internasional 3. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. Merujuk pada UU no.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. keterampilan. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. regional. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1.

pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. memotivasi. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya.mendorong kreativitas. 3. 4. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan.Terkait dengan visi misi di atas.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.reformasi pendidikan meliputi: 1.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal. yang antara lain meliputi criteria.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. 2. mendidik. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.

dan berbasis demandriven C. yaitu Spesifik. D. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.menengah dan jangka panjang. yaitu: . Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah.rencan. Time Bound (batas waktu). Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi.program. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai.B. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. yang meliputi aspek jangka pendek.tepat futuristic. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik.

Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Sekolah memiliki RAPBS 6. Sekolah memiliki RPS 4. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Sekolah melaksankan SPM 9. program semester dan penyusunan RPP 8. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. cerdas dalam hal IQ. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Muddah untuk di komunikasikan 3. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Dll Tujuan sekolah: 1. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7.1. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5.EQ. Mudah di ingat 2.

reorintasi evaluasi pembelajaran 9. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. peningkatan SDM 6. dll . Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. optimalisasi pelayana pendidikan 5. wira usaha sekolah 10. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7.10. perencanaan strategis sekolah 2. penggalian potensi da prestasi belajar 8. optimalisasi proses pembelajaran 4.

maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. tetapi karena adanya sentralisasi ini. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. INSTITUSI.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan.

Penyelenggaraan museum. suaka peninggalan sejarah.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan.dll . terbelakang dan atau tidak mampu 2. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. kenaikan pangkat dengan uang pelican.garis besar program pengajaran (GBPP). missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. propinsi. saran prasarana. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. Kewenangannya yaitu: 1. tenaga kependidikan.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. proses. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. kompetensi lulusan. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. 4. dll.

yaitu: 1. non formal. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. 2. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu.masing tindakan alternative 5. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Menyusun tindakan. B.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran.1. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Menilai masing. kepala sekolah yang memiliki visi misi. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro.

kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri.aspek ini. Secara umum. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. Peramalan. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. yaitu altrnatif.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system. Perumusan masalah. Peliputan.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. dunn.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. maka kebijakan sekolah harus benar. yaitu informasi mengenai kemungkinan. C. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. yaitu alternative. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. Rekomendasi. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. Evaluasi.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. yaitu: 1.

kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. pengetahuan.sama dengan system lainnya. non formal.peranan yang makin berdiferensiasi 9. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. gagasan. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. baik structural formal. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. Masukan bukan hanya yang bersifat material. Untuk hidup terus. system itu di rancang.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. dan informal. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. .bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. non formal. informal dalam suatu system pendidikan nasional.cirri system trbuka yaitu: 1. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. hokum.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. System bergerak menuju kepada melakukan peranan.ubah. Keseluruhan adalah hal yang utama. norma. dan nilai.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. sejalan dengan hal itu. ide. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. sedangkan bagian. system harus bergerak melawan proses entropi 6.

Pengetahuan. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan . titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. nilai.nilai dan cita. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.bagiandari model input output mengambarkan bagian. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. hokum. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.alatatau metode pendidikan dan lingkungan. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.pada supervise system ini.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan.peseerta didik.pendidik. ekonomi. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah.

Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. .

serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. . yaitu kepala sekolah dan pengawas. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat.di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. pengawasan atau penilaian. pemeriksaan. terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. namun belum terlaksana dengan efektif.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise.

guru. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.peraturan dari atasan. Bersama.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. dll.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik.guru.dalam memperbaiki pengajaran. 4. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. murid dan pegawai sekolah.petugas sekolah dalam memimpin guru.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. mencari dan menggunakan metode. . 3. missal dengan mengadakan seminar.guru dan petugas pendidikan lainnya. merivisi tujuan pendidikan.B. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. terutama dalam dunia pendidikan. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas.sama berusaha mengembangkan.

Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. . Menciptakan. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. memperbaiki.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. bakat dan kemampuanya secara maksimal. 2. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Meningkatkan moral kelas. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2.

pada saat mengembangkan kurikulum. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Berdasarkan pengertian di atas. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar.guru secara bersama. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.administrasi personil. pembinaan proses kelompok. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. D. hubungan kemanusiaan. dan bidang evaluasi. Berdasarkan uraian diatas. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Sebagai pemimpin kelompok . materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. tugas anggota stafnya 2. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure.C. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya.

Hal ini berarti guru.ide. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. Supervise bidang kesiswaan 3. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. cita. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. . masyarakat yang tidak mau membantu. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. Supervise bidang kepegawaian 4. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. Supervise bidang keuangan 6. 4. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. Supervise bidang kurikulum 2. Supervise di bidang saran prasarana 5.kiat dalam bekerja untuk kelompok.citanya.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Supervise bidang humas 7. E. dan realitas dirinya. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik.

Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. percobaan suatu merode mengajar. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. Hal. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah.guru. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Pengembangan personel. tugas belajar. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. loka karya dan sejenisnya. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran.guru untuk meningkatkan kinerja.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. dan lain sebagainya.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. 2.

Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.gaji. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah .y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b.

y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku analisis hasil evaluasi i. diantaranya: a. Buku daftar nilai h. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Penggunaan rencana pembelajaran c. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Penggunaan program semester b. j. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. . Penyusunan rencana harian d. Kumpulan soal f.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Buku pekerjaan siswa g.

dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu. buku pelajaran. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. . hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. pemahaman.kurikulum. terjadi perubahan yang berbeda. kesejahteraan. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Tanggung jawab kepala sekolah .membangun visi dan misi. jumlah murid. Dengan adanya desentralisasi.

(c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. B. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Menurut Alton. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. yaitu : 1. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. . Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan.

ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran.serta personil. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. 5. 3. . Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj.C. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Karenanya. material. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung.terprogram dan berkesinambungan. Relevansi. 4. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. Ilmiah. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. yaitu : 1. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Fungsional. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. 2.

dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. Mempelajari alat pengajaran. d. perlengkapan. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar.5. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. 6. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. b. c. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. dengan melakukan : a. Kooperatif. 8. dengan melakukan : . Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. 7. D. c. Objektif. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. Konstruktif dan kreatif. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. merumuskan tujuan pembelajaran. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). Demokrasi. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. b.

Alat-alat bantu itu antara lain : 1. 4. c. Penasehat ahli dan resource person. alat yang dipakai. 3. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. d. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. Diskusi kelompok. Demonstrasi mengajar. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Kunjungan kelas. tukar menukar informasi. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. . memilih buku pelajaran. 4. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. dan sebagainya. 2. 3. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Pembicaraan individual.a. baik itu bersifat individu maupun kelompok. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. b. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. metode yang digunakan. Memperbaiki alat pembelajaran. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya.

mempertemukan ide-ide. 6. mendiskusikan masalah-masalah bersama.5. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. Kunjungan kelas antar guru. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. . Lokakarya.

4. . namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut.. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. Supervisi dilakukan secara tradisional. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. 2. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. Mereka sebenarnya ³benci´. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. bukan terhadap supervisi itu sendiri. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. 3. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Pengawasannya lebih bersifat administratif. Akan tetapi meskipun demikian. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya.

Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. Observasi secara cermat. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. 4. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. . 4. 5. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. 6. 5. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. 2. 2. B. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. 3. 3. 1.

5. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. 7. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. C. c. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru.Jadi. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. bukan dari supervisor. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. 4. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. 2. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. 3. . Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. dan d. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. b. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. 6. pelaksanaan. D. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Keterampilan dalam mengajar. serta percobaannya.

Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . 4. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. 3. 5. E. Prosedur Supervisi Klinis 1. F. Tahap pertemuan pendahuluan. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. tentunya yang mereka alami. 5. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. 2. 3. 4. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. promosi jabatan atau pekerjaan mereka.2.

d. b. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. c. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. g. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. . Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Tahap pertemuan balikan. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Tahap pengamatan mengajar. yaitu: a. c. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. b. 2. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. f. e. 3. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan. e. d.

3. b. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. H. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. 4. Kesadaran dan kepercayaan diri. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya.h. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. 2. Kriteria dan teknik observasi. 2. G. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. menanggapi. tidak ³mengancam´ dan menakuti. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. menasehati. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. mengobservasi. c. 5. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar.

. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Kriteria adan teknik balikan. bukan menilai penampilan guru. d. Membuat guru tidak merasa gelisah. b. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru.a. e. h. kepada hal yang akan diamati. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. d. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. 3. Tepat waktunya. c. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Fokus. dan sebagainya. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. b. g. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. e. f. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. c. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. i. f. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Bersifat spesifik. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. Pola mengajar.

memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. 2. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. b. Keyakinan. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. I. yaitu: a. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. . b. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. c. d. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. strategi. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik.j. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka.

Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. 5. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. e. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. . Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. Pengenalan lebih lanjut. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. Keterampilan dalam berkomunikasi. g. f. 6. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. 2. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. dan pertemuan balikan. 4. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. dihargai dan maju. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan.c. observasi mengajar. i. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. h. 7. mengobservasi. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. d. J. 3.

Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. 5. Ketenagaan yang meliputi jumlah. 2.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. 9. . Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. 8. 4. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. institut. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. 11. jurusan. guru pamong. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. 3. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. 10. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. 7. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. 6. Mekanisme kerja antara fakultas. K.

3. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. serta perlengkapan lainnya. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. 4. 5. 6.2. yang telah disusun terpaksa . 7.

dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. 4. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. A. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Perencanaan 2. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Pengawasan. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas.wewenang dan tanggung jawabnya. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Dari segi kepemimpinan. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. 3. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. Pengarahan 4. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. 2. Pengorganisasian 3.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Meliputi : 1.

Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. tidak jelas. 6. 3. B.baik mengenai tujuan. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus. Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . C. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan.5.baik mengenai struktur sosial . Memiliki visi kedepan. 2. dan tidak menentu. dan output system sosial tersebut. 7. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. James M. 4. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Arthur G.

Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif.percaya pada diri sendiri. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. yang kemudian melahirkan teori sifat. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´.energy. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Seperti Gandhi. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. .aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Lincoln. C. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. dan sebagainya. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses.dominasi. 2.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Meremehkan bawahan. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. 2. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. . serta kompeten. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. 3. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. maka rasa percaya dirinya akan luntur. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. di antaranya : 1. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia.

c. 6. 9. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Memperhatikan diri sendiri. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. mereka akan sangat termotivasi. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. 8. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. 5. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. 7. Menganakemaskan seorang karyawan. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. karena bisa merusak moral karyawan lain. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan.4.

maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. Mengingat di sekolah . E. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. 2. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. 3. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. sehingga memperoleh kepuasan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. termasuk sekolah yaitu : 1. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan.e. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas.

teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi .pengembangan program pendidikan dan supervise. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. 4. yaitu unsure manusianya. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. 2. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. 3.

formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. . 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. yang mendefenisikan. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. dan memperkuat. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini. 5. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah.

Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Satandar kualifikasi. dan / masyarakat. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. meliputi : a. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. B. bertanggung jawab. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. orang tua. Supervisor. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Membina kesiswaan 3. Standar Kepala Sekolah 1. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. Merencanakan pengembangan. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. 6. Administrator. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Manajer. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A.

kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. c. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya.b. . f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah.

3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. . dan [embiayaan sekolah/madrasah. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. d. transparan dan efisien. c.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. e. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. serta merencanakan tindak lanjut. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. evaluasi. p) Melakukan monitoring. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. sumber belajar. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik.

Menjadi guru teladan/berprestasi b. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. b. Daftar riwayat hidup c. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Ijazah yang dipersyaratkan. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. Seleksi Kepala Sekolah 1. d.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. . Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. C. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. f. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. e.

c. b. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Penilaian. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. Kompetensi Pedagogik a. dan implementasi kebijakan pendidikan. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. psikologi perkembangan dan organisasi. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. koordinasi. Paparan makalah D. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. penelitian. 2. kepribadian. c. kepemimpinan. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. pelaporan. monitoring. . sosiologi dan andragogi d. nasihat. c. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. e. pengembangan SDM sekolah efektif. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. supervise manajerial sekolah. dan pengemabangan pendidikan. Seleksi Tahap II a. pengelolaan sekolah efektif. 2. Kompetensi Profesional a.

Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. c. f. seminar. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. e. b. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . 4. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. d. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. b. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Kompetensi Sosial a. diskusi dan sejenisnya. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. Kompetensi personal a. e. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. d.3. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. a. guna mendapatkan pengawas yang professional. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium.

Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4.ini Depdiknas. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7.

. dan pendidikan bidang lainnya.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. pendiidakn biologi. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. Kualifikasi 1. 3. pendidikan Bahasa Indonesia. Teknologi Pendidikan. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah.5 tahun. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6.

Seleksi Rekrutmen 1. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 6. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. 3. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun.b. Persyaratan Administratif 1. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. 5. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. . Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. 4. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. SLB. c. 3. 2. 8. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. 4.

Seleksi Tahap II 1. pangkat dan golongan. tingkat pendidikan. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. pengalaman kerja. usia. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. 8. Tes tertulis meliputi: a. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. d. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. 2. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. 7. pekerjaan sekarang. prestasi yang pernah dicapai. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku.5. Tes potensi akademik . Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. 6. 3.

b. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. 2. Kepribadian yang meliputi : sikap. Potensi akademik (kemampuan verbal. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. . Tes kreatifitas 4. penalaran dan persepsi ruang). dan kreatifitas. numerical. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Tes kecerdasan emosi c. inisiatif. Tes kepribadian 3. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. motivasi. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. kerjasama.

Pengembanagn kurikulum atau silabus d.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Evaluasi hasil belajar. dan g. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Arif dan bijaksana e. Kompetensi pedagogic. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Stabil c. 2. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mantap b. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Berwibawa f. Berakhlak mulia g. Perencanaan pembelajaran e. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Pemahaman terhadap peserta didik c. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. Dewasa d. dan dialogis f. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b.

Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. sesame pendidik. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . struktur. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Ahli dalam ilmunya. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. b. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. orang tua/wali peserta didik d.c. 2. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. tenaga kependidikan. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. B. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. Konsep. b. b. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. Paradigma profesionalitas Guru a. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 4.

maupun pengendalian pengajaran. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. Memiliki kode etik C. Mementingkan kepentingan orang lain. penilaian. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. pelaksanaan. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. penilaian. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. baik dalam perencanaan. 3..c. g. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. 2) Tenaga seni professional. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Memiliki sertifikat kualifikasi d. pelaksanaan. . tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya.

Dapat bekerja sama dengan BP3 . Mampu menjalin hubungan insane i. Memahami tujuan pendidikan h. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. Kompetensi Kepribadian. 2. Bersikap simpatik c. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Kompetensi Keguruan 1. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. antara lain: a. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. D. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. 2. Tenggang Rasa dan toleran d. Bersikap terbuka dan demokratis e. E.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. kompetensi Sosial Guru. 3. Memahami kelebihan dan kekurangan diri. beriman. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. f. j. penilaian. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran.

Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Menguasai metode berfikir i. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Pengelolaan kelas d. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. h. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). 3. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m.d. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Memahami kurikulum dan perkembangannya r. bidang studi yang dibinanya. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. Pengelolaan belajar mengajar c. j. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Berani mengambil keputusan q.

Berkenaan dengan kinerja dalam A. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. . Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . 3. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. produktivitas tinggi. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. laporan tepat waktu. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. kinerja pegawai. yakni kinerja organisasi. 2. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. F. kinerja unit. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan.4. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. dapat diamati dan dapat diukur. tujuan unit dan tujuan pegawai. perilaku ini mungkin meningkat.

sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. . Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. B. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Apabila dihubungkan dengan kualitas. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. Pandangan yang sama mengartikan.Dalam kondisi seperti ini.

Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. d. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. Mengembangkan kualitas guru. Peningkatan kemampuan manajemen. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran.C. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. Mengembangkan kreativitas. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. e. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. f. .

Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. berupa gaji. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. c. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. 2. Anggaran rutin. dana pensiun. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Belanja pegawai. Sementara itu.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. cetak/ kopi. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. bea siswa. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . dan tunjangan sosial. Dana dari donatur 4. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. lembur dll b. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut.

Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. pada saat iplementasi. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. administrasi. serta pengadaan media dan bahan ajar.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. 2. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. b. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.2. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. Aspek analisis. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. penambahan ruang. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. 4. 2. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran.

Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. 4. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. Analisis kemenfaatan biaya 3. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. Analisis kefisibilitas biaya B. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. 6. Analisis keefektifan biaya 2. . guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Dengan pembiayaan tersebut. proses pendidikan tidak dapat berjalan. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. sehingga dapat dikatakan biaya. 5.

Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. B. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. dan kemampuan untuk berkembang. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. C. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . kemauan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. kelompok. organisasi profesi. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. keluarga.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan.

Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. meningkatkan. 3. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. antara lain : 1. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 3. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. jenis dan jalur pendidikan. Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. 4. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya. tanggung jawab. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. Komite Sekolah. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. BP3. dan mengembangkan sekolah Memantau. 2. mengawasi. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. 2. Dewan Sekolah. 4. kemitraan. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. 3. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. . menengah dan tinggi. 2. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM).

atau dunia industri. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. 2. yaitu : 1. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan.5. dunia usaha. 4. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. C. Dengan kata lain . di antaranya : 1. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. khususnya dengan dunia kerja. 3. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. 2. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. yaitu : 1.

Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. atau mengundang narasumber ke sekolah. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. Di Sekolah Dasar. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. Di Sekolah Menengah Kejuruan. 3. . 4. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. karena dalam kenyataannya. 2. 3.namun jika ada satu lowongan. pada setiap jenjang. Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. Di Sekolah Menengah Umum. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. penyusunan kurikulum. 2. Secara Makro.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal.

D. 6. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. evaluasi program dan hasil. serta pemasaran lulusan. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. 1. Pusat kegiatan masyarakat. 3. baik secara individual maupun lembaga. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. jaringan kerja dan jalinan kerja. Oleh karena itu. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. 2. 5. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama.penyelenggaraan pendidikan magang. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. 4. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. 5. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. Hubungan sekolah dengan masyarakat. bantuan.sekolah dengan orang tua siswa. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. Di Perguruan Tinggi.

4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya.a. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. b. b. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. a. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. Adanya kesamaan tanggung jawab. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. . Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. Adanya kesamaan tujuan. 2.

produksi. prosedur. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. . juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . dalam mencari sesuatu tersebut.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A.

Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. f. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. evaluasi. e. 1. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. dan akuntabilitas pengelolaan. 1984 :16).Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. bertanggung jawab dan berkelanjutan. efektivitas. supervisi. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. b. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. c. a. penambahan. d. 1994 : 34). Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. (Hanafi & . Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan.

Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. i. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. . dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah.g. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. h. 2. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. a. k. supervisi. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. b. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. m. j. l. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. evaluasi. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. secara terus menerus. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya).

. pada akhir semester akademik . Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. c. c. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir.c. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. d. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. b. 3. 5. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. komite sekolah/ madrasah.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. 4. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . b. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. keseimbangan beban kerja. maupun perubahan sosial. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. serta perubahan sistem pendidikan. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. c. pemakai lulusan. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. dan alumni.

Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. 3. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. evaluasi memiliki beberapa tujuan. intelegensi. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik.B. C. minat. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. 4. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. (3) pengolahan atau verifikasi data. antara lain sebagai berikut : 1. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. hubungan sosial. pengumpulan data. bakat khusus. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. 2. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Dengan penilaian. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Kalau materi pelajaran . (1) perencanaan.(2) pelaksanaan. (4) analisis data.

Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. 1. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation.´ . Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. D. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. 2. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. dan diagnostik. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. penempatan . Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. 3.1989). menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1.

Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. E. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. umpamanya di akhir semester. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. program . Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. . Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. yaitu : a. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya.1. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . paket atau tingkat. 2. Prinsip. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. karena dia dilaksanakan terakhir. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. 3. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Artinya dengan hasil tes yang ada.

Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. c. 6. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik.b. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. 2. 5. sesuai dengan alokasi waktu. 3. F. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. dan penyusunan silabus telah memadai? . 4. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi.

2. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). 4. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. Disamping itu. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. 2. kemajuan dan kemampuannya. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. Misalnya. 3. G. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Mendidik . Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. 3. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. guru menilai proyek. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran.

Dengan berpijak pada kompetensi ini. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 8. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. 6. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. Bermakna . Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. 7. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. berkesinambungan. sikap. terencana. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. 4. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 5. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. 9.

perkembangan dan perubahan siswa. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. dan tes tertulis (paper and pencil).Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. 2. oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Karenanya. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. H. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. penugasan (proyek). Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. melainkan juga : 1. hasil karya (produk). Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . I. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. kinerja/ penampilan (performence). PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan.

kuesioner. 2.harus diikuti dengan langkah bimbingan. Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. J. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. skala sikap dan catatan anekdot. Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. wawancara. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. angket. tes minimal mempunyai dua fungsi . yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu.

cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. antara lain : 1) Pensekoran mudah. 3. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran.

Misalnya. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. .Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. b. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya.

Ujian Praktik. 4. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. analisis. 6. 3. Tugas Kelompok. Pertanyaan Lisan. prosedur. Ulangan Harian/Blok. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. L. prinsip atau teorema. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. makalah atau tugas presentasi individu. 5. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Kuis. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Tugas Individu. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. sampai sintesis dan evaluasi. 7. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. M. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. 2. Proyek Akhir. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum.

berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. 8. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. 4. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. baik dari segi teknik. Menyeluruh dan berkesinambungan. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester.1. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. Akuntabel. prosedur. Terpadu. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 9. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. 6. berarti prosedur penilaian. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. Melaksanakan tes. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. 3. Adil. Terbuka. criteria penilaian. pengamatan. Sahih. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. dan gender. c. status social ekonomi. 7. Objektif. . 5. maupun hasilnya. Beracuan criteria. d. Penilaian oleh pendidik a. Sistematis. adat istiadat. b. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. budaya. suku.

i.e. Penilaian oleh satuan pendidikan a. h. b. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. d. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. f. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. g. g. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. h. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. 2. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. f. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. e. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. i. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. c.

Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan.j. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. f. c. Kepala sekolah. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. d. . pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. e. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. b. jujur dan adil. Penilaian oleh pemerintah a. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. 3.

Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. . agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. 2. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. 3. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. ³membantu´. yaitu : 1. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. yang berarti ³melayani´. atau ³mengarahkan´. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. 4. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari.kurikulum. tidak sebagai pengkotakan kerja. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. B. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks.

3. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. teratur dan benar. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Ketata usahaan sekolah d. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. ordonator dan bendaharawan) b. Asas pemisahan tugas (otorisator. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. 4. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. Pengawasan e. 5. terdapat beberapa jenis kegiatan. Administrasi perlengkapan/ barang . dengan memodifikasi data mengenai siswa. yaitu : 1. Didalamnya dibahas antara lain : a. f. yaitu awal tahun pelajaran. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2.

Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. kecerdasan intelektual. kursi. faksimil. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. Menurut jaminan dan keamanan isinya. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. meja. surat perjanjian. Menurut wujudnya. dan teleks. seperti : gedung. surat edaran. terdiri dari : kartu pos. surat penawaran. surat pribadi dan surat niaga. telegram. ruang kelas. d. c. emosional dan kejiwaan peserta didik. surat permohonan. khususnya proses belajar mengajar. surat perintah. dan surat pengumuman. Menurut isi dan asalnya. serta alat-alat dan media pengajaran. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. . b. surat laporan. surat peringatan. surat bersampul. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. surat rahasia. b. surat keputusan. surat pengantar dan surat lamaran kerja. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. social. terdiri dari : surat sangat rahasia. surat panggilan. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. surat pesanan. warkat pos. Menurut sasarannya. terdiri dari : surat biasa. e. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. 6.

seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. 4. yaitu makin meningkatkan efisiensi. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Menurut cara penyampaiannya. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. surat penting dan surat sangat rahasia. Pendahuluan . Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. C. Menurut urgensinya. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. mengarahkan. terdiri dari : surat biasa. surat kilat dan surat kilat khusus.f. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. g. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. 2. terdiri dari : surat biasa. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. 3. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. mengorganisasikan.

akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. sulit untuk diwujudkan manakala.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. Sedangkan dalam tataran praktis. Dalam tataran birokratis. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. . diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. praktek system ganda. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. penelitian. B. atau guru bidang studi total. observasi. magang. study report.

cekat dan akurat. misi dan strategi. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. cepat. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. 2. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. 3. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. Memiliki visi. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. . Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin.Dengan demikian. C. Mengutip pendapat Slamet PH. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. 2. Dalam hal ini. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. artinya secara tepat. 3.

serta menumbuhkan solidaritas. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. 13. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. 17. Menjalankan empat hal.arogansi. 15. wirausahawan. 10. yaitu ketidakpedulian. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. Memahami. 16. kecurigaan. imitasi. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. proses. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. rencana. standard an nilai-nilai. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. Menggunakan input manajemen. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. 8. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. Dengan demikian. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. 14. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. mediokrasi. 9. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. 7. pendidik. penyedia. pembaharuan dan pembangkit motivasi. lingkungan dan keterampilan personal. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. pencipta iklim kerja. . Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. 12. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. pemimpin. 11. tidak membuat keputusan. 5. administrator. pertanggungjawaban. program. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. prestasi. pemborosan. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. 6. yaitu merumuskan sasaran.4.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

baik dari segi budaya. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. . prosedur-prosedur. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. b. kebijakan-kebijakan. termasuk penyusunan tingkat tujuan. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. Iklim Sekolah 1. penekanan pada pembelajaran B. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. Standar-standar. social maupun ekonomi. lingkungan belajar yang kondusif. prioritas. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.A. Kecocokan. Tanggung jawab. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. c. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a.

kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. e. Kepaduan yang kuat. g. Dalam organisasi yang sehat. . yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. e. hingga tidak membingungkan dan meragukan. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. Komunikasi yang lancer. d. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. Kekuatan persamaan yang optimal. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. b. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. c. 2. Kehangatan dan dorongan.d. f. Kepemimpinan. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. Ganjaran. Tujuan yang focus. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. Kejelasan organisasi. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi.

administrator dan supervisor dan juga para siswa. Semangat juang. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. Otonomi yang membebaskan. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. kepercayaan. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Dalam organisasi yang sehat.f. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Pemecahan masalah yang memadai. i. tekanan. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan .namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. h. Keinovasian yang dinamis. 3. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. C. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. g. j.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok.

c. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. Analisa kepercayaan. 2. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . d. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Nilai berbagai aktivitas. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. nilai tindakan. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. Budaya pada tingkat artifak. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Analisa nilai. Budaya pada tingkat nilai. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Budaya pada tingkat asumsi. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c.sekolah yang bebas. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. serta perilaku masyarakat dalam kerja. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. Analisa sejarah sekolah. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. berbagai prioritas nilai. b.

diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Analisa norma-norma dan standar-standar. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. supervisor dan manajer ? e. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. merupakan inti dari tugas supervisor. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa bentuk perilaku. dan perubahan kedua individual. D. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Melalui analisa tersebut. serta adanya control kerja yang jelas. perubahan hubungan dengan orang lain. adanya masa depan yang jelas. E.d. adanya interaksi social yang baik. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor. .penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. produktivitas sekolah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful