P. 1
Resume Supervisi

Resume Supervisi

|Views: 9,314|Likes:
Published by Erman Suhendri

More info:

Published by: Erman Suhendri on Jan 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2013

pdf

text

original

Sections

  • LAPORAN BUKU SUPERVISI
  • ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN
  • OLEH KELOMPOK 5:
  • MUKHTAR ABDUL RASYID
  • BENNY YULIZAR
  • SUKRI RAMADHANI
  • RENI SEBRINA
  • ADMINISTRASI PENDIDIKAN
  • FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
  • UNIVERSITAS NEGERI PADANG
  • BAB 1
  • PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL)
  • A. Pendahuluan
  • B. Pembaharuan pendidikan
  • C. Paradigm pendidikan
  • D. Supervise pembaharuan sekolah
  • BAB II
  • SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH
  • B. Konsep visi dan misi sekolah
  • C. Mengapa harus ada visi dan misi
  • D. Bagaimana menyusun visi misi sekolah
  • BAB III
  • SUPERVISI BIROKRAS, INSTITUSI, KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN
  • A. birokrsi lembaga pendidikan
  • B. Supervise institusi/ lembaga pendidikan
  • C. Supervise kebijakan sekolah
  • D. Supervise sistem pendidikan
  • BAB IV
  • KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN
  • B. Pengertian supervise pendidikan
  • C. Fungsi supervise
  • D. Peranan supervise pendidikan
  • E. Ruang lingkup supervise sekolah
  • BAB V
  • SUPERVISI PEMBELAJARAN
  • B. Supervisi Pembelajaran
  • C. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran
  • D. Program Supervisi Pembelajaran
  • BAB VI
  • SUPERVISI KLINIS
  • B. Pengertian Supervisi Klinis
  • C. Karakteristik Supervisi Klinis
  • D. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis
  • E. Tujuan Supervisi Klinis
  • F. Prosedur Supervisi Klinis
  • G. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru
  • H. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis
  • I. Peran dan Kualifikasi Supervisor
  • J. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran
  • K. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis
  • BAB VII
  • SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH
  • B. Pengertian Kepemimpinan
  • C. Factor Pendukung Kepemimpinan
  • D. Kepemimpinan Kepala Sekolah
  • E. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah )
  • BAB VIII
  • SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH /
  • MADRASAH
  • B. Standar Kepala Sekolah
  • C. Seleksi Kepala Sekolah
  • D. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah
  • Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas
  • a. Kualifikasi
  • 1. Tingkat Pendidikan dan Keahlian
  • 2. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja
  • b. Persyaratan Administratif
  • c. Seleksi Rekrutmen
  • d. Seleksi Calon Pengawas
  • Seleksi Tahap I:
  • Seleksi Tahap II
  • BAB IX
  • SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN
  • B. Profesi dan Kompetensi Keguruan
  • C. Guru Sebagai Profesi
  • D. Mengapa Guru Harus Profesional
  • E. Kompetensi Keguruan
  • F. Konsepsi Tentang kinerja
  • BAB XV
  • SUPERVISI PEMBERDAYAAN
  • MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN
  • B. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan
  • C. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat
  • D. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan
  • BAB XVI
  • EVALUASI PENDIDIKAN DAN
  • PEMBELAJARAN
  • A. Evaluasi Pendidikan
  • B. Evaluasi Pembelajaran
  • C. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran
  • D. Fungsi Evaluasi Pembelajaran
  • E. Prinsip- prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran
  • F. Penilaian Kelas
  • G. Kriteria Penilaian Kelas
  • H. Penilaian Kelas sebuah Keharusan
  • I. Pelaksanaan Penilaian Kelas
  • J. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas
  • K. Manfaat Penilaian Kelas
  • L. Penetapan Jenis Penilaian
  • M. Standar Penilaian Pendidikan
  • BAB XVII
  • SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH
  • B. Konsep Administrasi Sekolah
  • C. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah
  • BAB XVIII
  • SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN
  • AKUNTABILITAS
  • B. Responsibilitas Guru
  • C. Akuntabilitas Kepala Sekolah
  • BAB XIX
  • SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH
  • B. Iklim Sekolah
  • C. Budaya Sekolah
  • D. Perencanaan Perubahan Sekolah
  • E. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja

LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

Otonomi. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. irama. 9. Pelatihan dan pengembangan. 5. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. 7. motivasi. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. 8.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah. Menciptakan suasana kekeluargaan 6. 6. Place(penempatan). Keselamatan kerja. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. intensitas dan penuh perhatian. 4. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan. Peerencaan.4. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. percobaab.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. Pereannan menyeluruh. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Kompensasi.

caranya: a. penyuluhan. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. tes penjurusan. Kelanjutan (pension). Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension.10. Partisipasi f. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Motivasi positif. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Motivasi negative. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan.

maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. . Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD.lainnya. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai.LSM. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal. dunia usaha. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.

Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah. Merujuk pada UU no.pengalaman. Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.dan internasional 3.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. keterampilan.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. regional.sikap. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu.

4. yang antara lain meliputi criteria. 2. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.mendorong kreativitas. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya.Terkait dengan visi misi di atas. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi.reformasi pendidikan meliputi: 1. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. memotivasi. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan . 3. mendidik.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional.pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya.

yang meliputi aspek jangka pendek. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. D.rencan.B.program. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. dan berbasis demandriven C. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Time Bound (batas waktu).tepat futuristic. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART. yaitu: . Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik.menengah dan jangka panjang. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. yaitu Spesifik.

Sekolah memiliki RPS 4. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5. program semester dan penyusunan RPP 8. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Sekolah melaksankan SPM 9. Muddah untuk di komunikasikan 3.EQ.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5.1. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. Dll Tujuan sekolah: 1. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Mudah di ingat 2. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Sekolah memiliki RAPBS 6. cerdas dalam hal IQ. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5.

peningkatan SDM 6. pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. optimalisasi proses pembelajaran 4. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. dll . penggalian potensi da prestasi belajar 8. wira usaha sekolah 10. optimalisasi pelayana pendidikan 5. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7.10. perencanaan strategis sekolah 2.

tetapi karena adanya sentralisasi ini. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.BAB III SUPERVISI BIROKRAS.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. INSTITUSI. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan.

Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6.garis besar program pengajaran (GBPP). missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. dll. propinsi. Penyelenggaraan museum. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala. 4. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. suaka peninggalan sejarah. Kewenangannya yaitu: 1. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. proses. kompetensi lulusan. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. kenaikan pangkat dengan uang pelican. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan.dll . tenaga kependidikan. saran prasarana.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. terbelakang dan atau tidak mampu 2.

karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. yaitu: 1. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan. non formal. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan. 2.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan.

Menyusun tindakan.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. B. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Menilai masing. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya.masing tindakan alternative 5.1. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan. kepala sekolah yang memiliki visi misi. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. jumlah dan latar tenaga guru yang professional. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan.

yaitu altrnatif. Peliputan. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. maka kebijakan sekolah harus benar. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. Evaluasi. yaitu: 1. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. Perumusan masalah.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . Secara umum.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri.aspek ini. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. C.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. Rekomendasi.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. yaitu alternative. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. yaitu informasi mengenai kemungkinan. Peramalan. dunn. sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah.

tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. dan nilai.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. Keseluruhan adalah hal yang utama.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah.peranan yang makin berdiferensiasi 9. hokum. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. informal dalam suatu system pendidikan nasional.sama dengan system lainnya. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia. non formal. sedangkan bagian.hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. . dan informal. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. Masukan bukan hanya yang bersifat material. sejalan dengan hal itu. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. ide. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. non formal. norma. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. pengetahuan. system itu di rancang. gagasan. Untuk hidup terus.ubah.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. system harus bergerak melawan proses entropi 6. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. baik structural formal.cirri system trbuka yaitu: 1.

lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. nilai. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. Pengetahuan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya.pendidik. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.peseerta didik. ekonomi.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas.alatatau metode pendidikan dan lingkungan.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .nilai dan cita. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. hokum.pada supervise system ini.bagiandari model input output mengambarkan bagian.

3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai. . Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.

terasa sulit untuk mempertemukan keduanya. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. pengawasan atau penilaian. namun belum terlaksana dengan efektif. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. .di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. yaitu kepala sekolah dan pengawas. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. pemeriksaan. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat.

dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. dll. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah. terutama dalam dunia pendidikan. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. Bersama. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.dalam memperbaiki pengajaran.petugas sekolah dalam memimpin guru. merivisi tujuan pendidikan.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas. mencari dan menggunakan metode.peraturan dari atasan. 4. . Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. murid dan pegawai sekolah. 3.B. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik.guru.guru. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas.sama berusaha mengembangkan. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan.guru dan petugas pendidikan lainnya. missal dengan mengadakan seminar. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.

yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. 2. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut.Menurut sergiovani daalam made pirdata.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. . Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4. Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. memperbaiki. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Meningkatkan moral kelas. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Menciptakan.aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. bakat dan kemampuanya secara maksimal.

Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. tugas anggota stafnya 2.administrasi personil. pada saat mengembangkan kurikulum. pembinaan proses kelompok. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. Sebagai pemimpin kelompok .guru secara bersama. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1. Berdasarkan uraian diatas. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. dan bidang evaluasi. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya.C. hubungan kemanusiaan. Berdasarkan pengertian di atas. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. D. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3. secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut.

. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum.ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat.citanya. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1. Supervise bidang keuangan 6. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Supervise bidang kurikulum 2. Supervise bidang kepegawaian 4. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. Supervise bidang humas 7. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. masyarakat yang tidak mau membantu. dan realitas dirinya. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. 4. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. cita. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. Hal ini berarti guru. E. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.kiat dalam bekerja untuk kelompok.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru.ide. Supervise di bidang saran prasarana 5. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. Supervise bidang kesiswaan 3. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima.

pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran.guru. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . dan lain sebagainya. Pengembangan personel. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. 2.guru untuk meningkatkan kinerja. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah.keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). loka karya dan sejenisnya. percobaan suatu merode mengajar. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya. tugas belajar. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Hal.

y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.gaji. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah . Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d.

Buku pekerjaan siswa g. j. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. Penggunaan rencana pembelajaran c.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru. Buku analisis hasil evaluasi i. . Buku daftar nilai h. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Penyusunan rencana harian d. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Penggunaan program semester b. diantaranya: a. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Kumpulan soal f.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f.

kesejahteraan. terjadi perubahan yang berbeda. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa.kurikulum. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi. Dengan adanya desentralisasi. jumlah murid. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Oleh karena itu. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). buku pelajaran. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. pemahaman. . Tanggung jawab kepala sekolah .membangun visi dan misi.BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan.

Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. . (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. yaitu : 1. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. B. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. Menurut Alton. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu.

Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. 5. material. Karenanya. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. Relevansi. Ilmiah. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. 3. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1.C. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Fungsional. yaitu : 1. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. . Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. 2. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran.serta personil.terprogram dan berkesinambungan. 4. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10.

Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. perlengkapan. Konstruktif dan kreatif. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. b. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. dengan melakukan : a. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. b. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. 8. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. 7. d. Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. c. Demokrasi. merumuskan tujuan pembelajaran. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. c. Mempelajari alat pengajaran. D. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). dengan melakukan : . Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. 6. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan.5. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. Kooperatif. Objektif.

Memperbaiki alat pembelajaran. dan sebagainya. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. tukar menukar informasi. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. baik itu bersifat individu maupun kelompok. metode yang digunakan. Demonstrasi mengajar. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. 3. memilih buku pelajaran. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Kunjungan kelas. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. alat yang dipakai. 2. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. 4. d.a. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. Penasehat ahli dan resource person. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Diskusi kelompok. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. 3. Pembicaraan individual. c. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. b. 4. . Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya.

5. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. mempertemukan ide-ide. . 6. mendiskusikan masalah-masalah bersama. Lokakarya. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing. Kunjungan kelas antar guru.

sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. 3. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Akan tetapi meskipun demikian. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi. Pengawasannya lebih bersifat administratif.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Supervisi disamakan dengan evaluasi. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. 4. Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. . Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor.. Mereka sebenarnya ³benci´. Supervisi dilakukan secara tradisional. bukan terhadap supervisi itu sendiri. 2.

observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi.kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. B. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. 1. 3. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. . Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. 5. Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 6. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Observasi secara cermat. 4. Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. 2. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 5. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. 4. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. 3. 2. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan.

Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. 3. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. dan d. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. bukan dari supervisor. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. c. C. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. Keterampilan dalam mengajar. 5. . serta percobaannya. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. b. 2. D. Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. 4. 6. 7.Jadi. pelaksanaan.

Tahap pertemuan pendahuluan.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . F. 3. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas.2. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. Prosedur Supervisi Klinis 1. 2. E. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. 3. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. 5. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. tentunya yang mereka alami. 4. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. 4. 5. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1.

Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. g. f. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. . Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. 3. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. e. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. b. c.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. 2. d. Tahap pengamatan mengajar. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. b. c. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Tahap pertemuan balikan. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. e. yaitu: a. d. Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. Bersama menginterpretasikan data rekaman. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan.

Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. 2. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. mengobservasi. c. 3. tidak ³mengancam´ dan menakuti. 4. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. menasehati. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. 2. G. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. H. Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Kesadaran dan kepercayaan diri. b. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. 5. menanggapi. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar. Kriteria dan teknik observasi. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya.h.

c. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. b. Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat.a. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Kriteria adan teknik balikan. i. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. b. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. dan sebagainya. Pola mengajar. Membuat guru tidak merasa gelisah. . baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. d. h. Fokus. d. f. f. bukan menilai penampilan guru. e. kepada hal yang akan diamati. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. c. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Tepat waktunya. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. e. Bersifat spesifik. g. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. 3. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru.

seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. b. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. yaitu: a. b. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya.j. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. 2. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. I. c. . Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka. d. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. strategi. Keyakinan. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1.

Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. g. observasi mengajar. d.c. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. 6. mengobservasi. f. 2. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. 3. dan pertemuan balikan. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. 4. Keterampilan dalam berkomunikasi. J. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. h. i. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. 7. Pengenalan lebih lanjut. e. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. dihargai dan maju. . Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. 5.

mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. 8. jurusan. 9. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. Ketenagaan yang meliputi jumlah. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. guru pamong. 4. 11. Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. . Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. Mekanisme kerja antara fakultas. 3. K. 7. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. 10. 5. 6. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. 2. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. institut. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1.

yang telah disusun terpaksa . ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 4. 5. Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. 6. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 7. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan.2. 3. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru. serta perlengkapan lainnya.

Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. Pengorganisasian 3. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. 2. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Pengawasan. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. A. 3. Perencanaan 2. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1.wewenang dan tanggung jawabnya. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. Pengarahan 4. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini. Meliputi : 1. 4.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal. Dari segi kepemimpinan.

Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus. 4. Memiliki visi kedepan. B. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. 3.baik mengenai tujuan. 2. tidak jelas. 7. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial.5. Arthur G.baik mengenai struktur sosial . James M. dan output system sosial tersebut. dan tidak menentu. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. C. 6. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus.

Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. . Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. Seperti Gandhi. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´.energy. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. C. dan sebagainya.percaya pada diri sendiri. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses.dominasi. yang kemudian melahirkan teori sifat. 2. Lincoln.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

di antaranya : 1. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. serta kompeten. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. 2. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. . Meremehkan bawahan. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. 3. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. maka rasa percaya dirinya akan luntur.Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan.

c. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan. Menganakemaskan seorang karyawan. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Memperhatikan diri sendiri. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. 9. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. 5. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. 7. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. karena bisa merusak moral karyawan lain.4. 6. mereka akan sangat termotivasi. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . 8. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi.

e. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. 3. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. E. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. sehingga memperoleh kepuasan. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. Mengingat di sekolah . Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. termasuk sekolah yaitu : 1. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. 2. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi.

yaitu unsure manusianya. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. 2. 4. 3. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik.pengembangan program pendidikan dan supervise. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan.

Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. 5. . kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai. yang mendefenisikan. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. dan memperkuat. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting.

4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. Manajer. B. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. bertanggung jawab. Supervisor. Administrator. Merencanakan pengembangan. Membina kesiswaan 3. 6. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. dan / masyarakat. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Satandar kualifikasi.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. meliputi : a. Standar Kepala Sekolah 1. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. orang tua. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah.

f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal.b. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. c. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. . b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal.

l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. b. p) Melakukan monitoring. sumber belajar. dan [embiayaan sekolah/madrasah. c. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. transparan dan efisien. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. d. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. . n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. serta merencanakan tindak lanjut. e. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. evaluasi. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat.

b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. . Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a. C. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. d. Menjadi guru teladan/berprestasi b. b. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. Daftar riwayat hidup c. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Seleksi Kepala Sekolah 1. e. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Ijazah yang dipersyaratkan. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. f. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru.

koordinasi. Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. monitoring. pelaporan. 2. supervise manajerial sekolah. e. kepemimpinan. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. kepribadian. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. 2. psikologi perkembangan dan organisasi. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. c.c. pengembangan SDM sekolah efektif. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. c. b. Paparan makalah D. Seleksi Tahap II a. dan implementasi kebijakan pendidikan. nasihat. pengelolaan sekolah efektif. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. penelitian. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. dan pengemabangan pendidikan. Kompetensi Profesional a. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. sosiologi dan andragogi d. Penilaian. . Kompetensi Pedagogik a. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b.

diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. diskusi dan sejenisnya. Kompetensi personal a. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru.3. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . b. d. c. a. Kompetensi Sosial a. guna mendapatkan pengawas yang professional. Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. seminar. e. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. f. d. e. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. 4. b. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium.

Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4.ini Depdiknas. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13.

Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. . Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah. Kualifikasi 1. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. pendiidakn biologi. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah.5 tahun. Teknologi Pendidikan. pendidikan Bahasa Indonesia. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. dan pendidikan bidang lainnya. 3.

kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. Persyaratan Administratif 1. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. 2. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. c. Seleksi Rekrutmen 1. 5. 4. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. . SLB. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan.b. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. 4. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 8. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. 3. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. 3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. 6. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah.

Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. Seleksi Tahap II 1. d. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. 8. pangkat dan golongan. Tes tertulis meliputi: a. prestasi yang pernah dicapai. pengalaman kerja. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. 6. pekerjaan sekarang. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. 7. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 3. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. Tes potensi akademik . tingkat pendidikan. usia. 2.5.

Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Tes kecerdasan emosi c. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan. numerical. Tes kepribadian 3. inisiatif. penalaran dan persepsi ruang). Tes kreatifitas 4.b. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. motivasi. kerjasama. 2. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara. Kepribadian yang meliputi : sikap. dan kreatifitas. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. Potensi akademik (kemampuan verbal. . pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3.

yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Arif dan bijaksana e. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. Pemahaman terhadap peserta didik c. Stabil c. 2. Kompetensi pedagogic. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Perencanaan pembelajaran e. Evaluasi hasil belajar. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Berakhlak mulia g. Mantap b. Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Pengembanagn kurikulum atau silabus d. Dewasa d. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. dan dialogis f. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. dan g. Berwibawa f.

Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. b. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. Ahli dalam ilmunya. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. Konsep. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. struktur. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c. Paradigma profesionalitas Guru a. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. 4. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. sesame pendidik. b. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. orang tua/wali peserta didik d. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. B. tenaga kependidikan.c. b. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. terampil dalam berbuat atau menerapkannya. 2. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c.

Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. 2) Tenaga seni professional. pelaksanaan. maupun pengendalian pengajaran. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e..c. penilaian. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. . 3. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. penilaian. g. Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. yang telah berwenang mengajar secara mandiri. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. baik dalam perencanaan. pelaksanaan. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. Memiliki kode etik C. Mementingkan kepentingan orang lain. Memiliki sertifikat kualifikasi d.

Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. penilaian. antara lain: a. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Dapat bekerja sama dengan BP3 . Memahami kelebihan dan kekurangan diri. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. 2. E. f. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Tenggang Rasa dan toleran d. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. 2. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. j. D.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Bersikap terbuka dan demokratis e. 3. Kompetensi Keguruan 1. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. Kompetensi Kepribadian. beriman. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. Mengapa Guru Harus Profesional 1. Bersikap simpatik c. kompetensi Sosial Guru. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Mampu menjalin hubungan insane i. Memahami tujuan pendidikan h. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi.

j. 3. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Menguasai metode berfikir i. Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Penguasaan landasan-landasan kependidikan f. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. bidang studi yang dibinanya. Pengelolaan belajar mengajar c. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k.d. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Pengelolaan kelas d. h. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Berani mengambil keputusan q. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan.

kinerja pegawai. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. maka kita juga mengenal tiga macam kinerja.4. . Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . dapat diamati dan dapat diukur. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. F. Berkenaan dengan kinerja dalam A. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. 3. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. produktivitas tinggi. laporan tepat waktu. perilaku ini mungkin meningkat. kinerja unit. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. tujuan unit dan tujuan pegawai. yakni kinerja organisasi. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. 2. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan.

yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. B. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat. Apabila dihubungkan dengan kualitas. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. . Pandangan yang sama mengartikan. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman.Dalam kondisi seperti ini. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya.

peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. d. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran. e. Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b.C. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. Mengembangkan kreativitas. f. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. . Peningkatan kemampuan manajemen. Mengembangkan kualitas guru.

Sementara itu. dan tunjangan sosial. dana pensiun. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut.BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. 2. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. cetak/ kopi. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Dana dari donatur 4. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. lembur dll b. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Belanja pegawai. berupa gaji. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. c. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. bea siswa. Anggaran rutin.

pada saat iplementasi. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Aspek analisis. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. serta pengadaan media dan bahan ajar. penambahan ruang. 2. 2. administrasi. 4.2. b. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3.

Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. 4. Dengan pembiayaan tersebut. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1.sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. Analisis keefektifan biaya 2. Analisis kemenfaatan biaya 3. Analisis kefisibilitas biaya B. 5. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. proses pendidikan tidak dapat berjalan. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. sehingga dapat dikatakan biaya. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. . untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. 6. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja.

Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. keluarga.Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. B. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. dan kemampuan untuk berkembang. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan . kelompok. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. kemauan. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. C. organisasi profesi.

Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. 3. tanggung jawab. BP3. 2. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Komite Sekolah. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. 3. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. 4. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 3. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. antara lain : 1. mengawasi. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. Dewan Sekolah. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. dan mengembangkan sekolah Memantau. menengah dan tinggi. . Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. jenis dan jalur pendidikan. kemitraan. 4. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. meningkatkan.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. 2. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. 2. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya.

2. di antaranya : 1. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. 2. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. yaitu : 1. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . khususnya dengan dunia kerja. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. C. dunia usaha. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Dengan kata lain .5. yaitu : 1. 3. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. 4. atau dunia industri. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh.

keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . 3. atau mengundang narasumber ke sekolah. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama.namun jika ada satu lowongan. Di Sekolah Menengah Umum. 3. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. 2. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. 4.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut. 2. Di Sekolah Dasar. . Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. karena dalam kenyataannya. Secara Makro. Di Sekolah Menengah Kejuruan. pada setiap jenjang. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. penyusunan kurikulum. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada.

3. Di Perguruan Tinggi. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . 5. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. jaringan kerja dan jalinan kerja. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. baik secara individual maupun lembaga. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1. 1. Oleh karena itu. D.penyelenggaraan pendidikan magang. 4. 5. Hubungan sekolah dengan masyarakat. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. serta pemasaran lulusan.sekolah dengan orang tua siswa. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. evaluasi program dan hasil. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. 6. bantuan. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. Pusat kegiatan masyarakat. 2. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan.

Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. b.a. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. a. . olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 2. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. Adanya kesamaan tujuan. b. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. 3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. Adanya kesamaan tanggung jawab. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya.

Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . produksi. dalam mencari sesuatu tersebut. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A. . juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. prosedur.

1. d. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. (Hanafi & . Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas. 1984 :16). f. Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. e. bertanggung jawab dan berkelanjutan. Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. evaluasi. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. efektivitas. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. supervisi. 1994 : 34). dan akuntabilitas pengelolaan. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. a. atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. c. penambahan. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. b. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah.

Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. b. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan. evaluasi. supervisi. i.g. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). a. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. k. setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. . h. 2. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. l. m. secara terus menerus. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. j.

Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. 5. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. c. b. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. d. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. c. serta perubahan sistem pendidikan. . dan alumni. b. b.c. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. pada akhir semester akademik .dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik. c. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. pemakai lulusan. 3. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . komite sekolah/ madrasah. maupun perubahan sosial. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. keseimbangan beban kerja. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. 4.

Dengan penilaian. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. hubungan sosial. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. (4) analisis data. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai.B. Kalau materi pelajaran . 4. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi.(2) pelaksanaan. intelegensi. C. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari. 2. (1) perencanaan. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. minat. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. evaluasi memiliki beberapa tujuan. (3) pengolahan atau verifikasi data. Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. bakat khusus. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. antara lain sebagai berikut : 1. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. 3. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. pengumpulan data. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan.

sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. 3. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. D. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. 2. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. dan diagnostik. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. 2. dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. penempatan . Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. 1. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1.1989).´ .

Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. 2. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. paket atau tingkat. . karena dia dilaksanakan terakhir. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar. umpamanya di akhir semester. Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran. yaitu : a. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. Artinya dengan hasil tes yang ada. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. program .prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran. E. Prinsip. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri.1. dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi. 3. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran.

b. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik. Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. 3. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. 2. 6. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. 5. sesuai dengan alokasi waktu. F. c. 4. dan penyusunan silabus telah memadai? .

3. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. guru menilai proyek. 3. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. Mendidik . Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. 2. sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. 4. Misalnya. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. 2. G. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. Disamping itu. kemajuan dan kemampuannya. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian.

8. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 5. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. 4. Bermakna . Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. sikap. berkesinambungan. 6. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa. Dengan berpijak pada kompetensi ini. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. 9. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif. terencana. 7.

Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas.Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. perkembangan dan perubahan siswa. kinerja/ penampilan (performence). Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. 2. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. H. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Karenanya. penugasan (proyek). Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. melainkan juga : 1. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. I. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). dan tes tertulis (paper and pencil). yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. hasil karya (produk).

Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya. 2. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu. kuesioner. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. J. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. sebagai alat evaluasi hasil belajar. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. angket. skala sikap dan catatan anekdot. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. wawancara.harus diikuti dengan langkah bimbingan. yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. tes minimal mempunyai dua fungsi . Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . Dalam kaitan dengan rumusan tersebut.

g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda.Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu. antara lain : 1) Pensekoran mudah. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian . mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. 3. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini.

Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. Misalnya. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. . 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. b. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya.

6. prinsip atau teorema. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Tugas Individu. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . Pertanyaan Lisan. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. 2. sampai sintesis dan evaluasi. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. 5. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Proyek Akhir. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. 3. analisis. 4. prosedur. L. makalah atau tugas presentasi individu. 7. Ujian Praktik. M. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Kuis. Ulangan Harian/Blok. Tugas Kelompok.

dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. adat istiadat. 9. Beracuan criteria. budaya. Penilaian oleh pendidik a. suku. 5.1. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. dan gender. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. pengamatan. Adil. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. criteria penilaian. 3. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. Sahih. c. b. 7. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Terpadu. prosedur. berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. berarti prosedur penilaian. baik dari segi teknik. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Sistematis. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. . berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. d. Objektif. 4. status social ekonomi. maupun hasilnya. Menyeluruh dan berkesinambungan. 8. Terbuka. Akuntabel. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. 6. Melaksanakan tes.

Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . h.e. h. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. g. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. i. e. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. b. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Penilaian oleh satuan pendidikan a. g. i. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. f. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. f. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. d. 2. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. c.

Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. b. Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. c. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. d. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. jujur dan adil. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. f. . pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. e. Penilaian oleh pemerintah a. Kepala sekolah. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut.j. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. 3.

. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. B. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. 2. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. atau ³mengarahkan´. yang berarti ³melayani´. tidak sebagai pengkotakan kerja. ³membantu´. 3. yaitu : 1. 4.kurikulum. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia.

f. Administrasi perlengkapan/ barang . Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. yaitu : 1. Asas pemisahan tugas (otorisator. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. teratur dan benar. terdapat beberapa jenis kegiatan. 5. ordonator dan bendaharawan) b. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. Pengawasan e. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Didalamnya dibahas antara lain : a. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Ketata usahaan sekolah d. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. dengan memodifikasi data mengenai siswa. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis. 3. yaitu awal tahun pelajaran.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. 4.

. social. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. seperti : gedung. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. faksimil. telegram. surat laporan. kecerdasan intelektual. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan. surat bersampul. surat perintah. Menurut wujudnya. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. b.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. meja. surat pesanan. surat edaran. surat perjanjian. kursi. surat peringatan. khususnya proses belajar mengajar. c. emosional dan kejiwaan peserta didik. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. warkat pos. terdiri dari : kartu pos. e. d. serta alat-alat dan media pengajaran. 6. terdiri dari : surat sangat rahasia. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. dan surat pengumuman. Menurut jaminan dan keamanan isinya. Menurut sasarannya. surat pribadi dan surat niaga. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. surat keputusan. surat penawaran. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. surat pengantar dan surat lamaran kerja. surat permohonan. Menurut isi dan asalnya. ruang kelas. surat rahasia. surat panggilan. terdiri dari : surat biasa. b. dan teleks.

C. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. surat penting dan surat sangat rahasia.f. Pendahuluan . terdiri dari : surat biasa. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Menurut cara penyampaiannya. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. surat kilat dan surat kilat khusus. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. 4. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. g. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Menurut urgensinya. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. terdiri dari : surat biasa. 2. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. mengorganisasikan. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A. 3. seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. mengarahkan.

Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. B. atau guru bidang studi total. praktek system ganda. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. penelitian. study report. magang. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. observasi. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar. Sedangkan dalam tataran praktis. . kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. sulit untuk diwujudkan manakala. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. Dalam tataran birokratis. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi.

cepat. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. Mengutip pendapat Slamet PH. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. Memiliki visi. Dalam hal ini.Dengan demikian. misi dan strategi. C. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. 3. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. . Dari ketangguhan kepala sekolah ini. 2. Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan. artinya secara tepat. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. 2. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 3. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. cekat dan akurat.

program. 15. lingkungan dan keterampilan personal. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. 9. administrator. standard an nilai-nilai. 10. Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. 13. pencipta iklim kerja. penyedia. serta menumbuhkan solidaritas. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. kecurigaan. pemimpin. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. wirausahawan. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. pembaharuan dan pembangkit motivasi. 16. Menggunakan input manajemen. 12. Dengan demikian. prestasi. pertanggungjawaban. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. 17. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah. Menerapkan manajemen berbasis sekolah. 6.arogansi. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah.4. Memahami. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. 14. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. 8. pendidik. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. pemborosan. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. 11. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. 7. proses. imitasi. . kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. mediokrasi. yaitu merumuskan sasaran. tidak membuat keputusan. yaitu ketidakpedulian. 5. Menjalankan empat hal. rencana.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

lingkungan belajar yang kondusif. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. social maupun ekonomi. termasuk penyusunan tingkat tujuan. prosedur-prosedur. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. Iklim Sekolah 1. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. kebijakan-kebijakan. b. Tanggung jawab. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. penekanan pada pembelajaran B. Kecocokan. prioritas. c. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas.A. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. baik dari segi budaya. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya. . Standar-standar.

hingga tidak membingungkan dan meragukan. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. Tujuan yang focus.d. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. c. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. 2. Kehangatan dan dorongan. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. Ganjaran. Kejelasan organisasi. Kekuatan persamaan yang optimal. f. e. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. e. g. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. b. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. . Kepaduan yang kuat. d. Dalam organisasi yang sehat. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. Kepemimpinan. Komunikasi yang lancer. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan.

dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. tekanan. h. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok. kepercayaan. Dalam organisasi yang sehat. g. Pemecahan masalah yang memadai. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil.f. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. 3. Otonomi yang membebaskan. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. i. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Keinovasian yang dinamis. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. j.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. Semangat juang. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. C.

Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. berbagai prioritas nilai. Nilai berbagai aktivitas. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. c. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. Analisa nilai. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. d. 2. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Budaya pada tingkat asumsi. Budaya pada tingkat nilai. Analisa sejarah sekolah. serta perilaku masyarakat dalam kerja. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? .sekolah yang bebas. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. nilai tindakan. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Budaya pada tingkat artifak. Analisa kepercayaan. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. b.

iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. E.d. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. merupakan inti dari tugas supervisor. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. Analisa norma-norma dan standar-standar. dan perubahan kedua individual. adanya masa depan yang jelas. perubahan hubungan dengan orang lain. maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru. adanya interaksi social yang baik. Melalui analisa tersebut. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . supervisor dan manajer ? e. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. Analisa bentuk perilaku. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. serta adanya control kerja yang jelas. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. D. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor. produktivitas sekolah. .penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->