LAPORAN BUKU SUPERVISI ORIENTASI BARU SUPERVISI PENDIDIKAN (PROF. Dr.H.MUKHTAR,M.Pd. dan Dr.

ISKANDAR,M,Pd)

OLEH KELOMPOK 5: MUKHTAR ABDUL RASYID BENNY YULIZAR SUKRI RAMADHANI RENI SEBRINA

ADMINISTRASI PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI PADANG 2011

BAB 1 PEMBAHARUAN SEKOLAH (SCHOOL RENEWAL) A. Pendahuluan Krisis multi dimensi yang di alami bangsa Indonesia belum sepenuhnya teratasi sehingga memberikan dampak negative terhadap dunia pendidikan dengan memunculkan keseimbangan baru pendidikan.pendidikan merupakan hal yang fundamental dalam totalitas kehidupan, hanya dengan pendidkan yang baik seseorang dapat mengetahui hak dan kewajibannya sebagai individu. Pendidikan kita dewasa ini menghadapi berbagai tantangan dan berbagai persoalan dia nataranya: y Bertambahnya jumlah pendudk yang sangat cepat dan bertambahnya keinginan masyarakat akan pendidikan y Berkembangnya ilmu pengetahuan yang modrn yang menghendaki dasardasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. y Berkembangnya teknologi yang memudah kan pekerjaan manusia.

Pendidikan hal yang utama dalam pembentukan pribadi seseorang, untuk itu pemerintah sangat serius menangani pendidikan, sebab dengan system pendidikan yang baik di harapkan akan menghasilkan generasi bangsa yang baik pula. Pembaharuan pendidikan pada dasarnya mempunyai tujuan agar pendidikan dapat berjalan dengan efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Dalam mewujudkan semua itu yang dapat di lakukan yaitu dengan cara mengidentifikasi masalah atau hal yang dapat menghambat pelaksanaan pendidikan di Negara ini. Kata kunci pembaharuan kembali (renewal) pendidikan, yaitu merupakan proses yang menjadikan sesuatu/situasi yang berbeda dengan yang sudah ada, ini bertujuan yang sifatnya penyesuaian pendidikan atau sekolah dengan lingkungan masyarakat agar sesuai dengan apa yang di harapkan.

B. Pembaharuan pendidikan Merupakan keharusan dan keperluan di dunia pendidikan baik pada pendidikan formal/ non formal. Dengan adanya pembaharuan maka pendidikan akan mengalami dua hal yaitu kemajuan atau kemunduran. Pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan ayng baru yang sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan. Pembaharuan pendidikan terbagi dua tingkat yaitu makro dan mikro. Tingkat makro yaitu pada pendidikannya sedangkan tingkat mikro khusus pada sekolahnya.sekolah bisa dikatakan juga sebagai suatu system karena ada inpu dan outputnya yang merupakan satu kesatuan dalam pendidikan. Tingat makro yang berkenaan dengan inovasi manajemen dan organisasi dan juga tingkat mikro yang berkenaan dengan kurikulum fasilitas dll. Tingkat makro Inovasi manajemen y y Inovasi dalam system pengelolaan pendidikan Fungsi- fungsi manajemen di jalankan dengan baik( planning, organizing, actuating, controlling) Inovasi organisasi y y y Inovasi dalam tata kelola secara kelebagaan Ramping struktur, kaya fungsi Pengembangan setiap fungsi yang ada dalam struktur, secara skematik.

Tingkat mikro (sekolah) y y Inovasi dalam kerangka pengelolaan sekolah Bidang garapan dalam sekolah (kurikulum, siswa, biaya, fasilitas, tenaga)

Adapun skematik inovasi sekolah bermakna, sebagai berikut: y Inovasi harus berlangsung di sekolah guna memperoleh hasil yang terbaik dalam mendidik siswa y Ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah adalah guru

y

Oleh karena itu guru harus mampu menjadi seorang yang inovatif guna menemukan strategi atau metode yang efektif untuk mendidik

y

Inovasi yang dilakukan guru pada intinya berada dalam tatanan pembelajaran yang dilakukan di kelas

y

Kunci utama yang harus di pegang guru adalah bahwa setiap proses atau produk inovatif yang di lakukan dan di hasilkannya harus mengacu kepada kepentingan siswa.

Inti dari inovasi sekolah adalah melakukan adaptif dan adptatif, dengan melakukan penyesuaian sekolah sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat. C. Paradigm pendidikan. Pendidikan sebagai bagian integral dalam proses pembangunan bangsa hendaknya dibangun atas paradikma pendidikan yang memiliki empat pilar yaitu 1)pendidikan untuk semua warga masyarakat tujuannya untuk membangun masyarakat madani Indonesia, oleh karrena itu paradikma baru pendidikan nasional diarahkan kepada terbentuknya masyarakat madani Indonesia tersebut yang bisa di arahkan kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga pendidikan berperan dalam membangun masyarakat madani tersebut. 2)pendidikan demokratis, pendidikan yang dapat mengembangkan masyarakat madani adalah proses pendidikan yang mampu mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Pendidikan demokratis merupakan model pendidikan yang mengembangkan prinsip- prinsip demokratis yakni pendidikan yang mampu menghargai perbedaan pendapat. 3)pendidikan yang bertumpu pada budaya local. Bangsa Indonesia saat ini terancam disintegrasi bangsa. Hal ini sebagai akibat dari system pendidikan yang bersifat sentralistik yang telah lama di terapkan. Yang mana kurang mengakomodasi adanya kebuadayaan kebhinekaan bangsa kita. Tugas pendidikan nasional bukan sekedar menghayati dan mengembangkan unsure-unsur kebudayaan local dan nasional, tetapi ikut membangun kebudayaan nasional tersebut. 4) pendidikan yang seimbang antara imtaq dan iptek.pendidikan harus di konsepsikan sebagai aktualisasi sifat- sifat Allah manusia dan di susun sebagai suatu proses sepanjang hayat dan harus meliputi pengalamanpengalaman yang berguna dari berbagai sumber. Dan harus dapat membentuk

keseimbangan dalam pribadi seseorang dan harus berdasarkan pengetahuan yakni ilmu wahyu (al-qur¶an). Dengan demikian setiap orang yang terlibat dalam proses pendidikan pada dasarnya tidak hanya dalam kegiatan pendidikan secara professional saja, akan tetapi juga terlibat dalam kegiatan administrasi. Jelaslah bahwa antara kegiatan administrasi pendidikan, manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, evaluasi dan supervise pendidikan pada dasarnya saling berkaitan, sebagai upaya dalam menunjang profesionalitas para petugas pendidikanunutk mewujudkan tujuan dilingkungan lembaga pendidikan masing- masing.

D. Supervise pembaharuan sekolah Supervise pembaharuan sekolah merupakan pengawasan yang di lakukan untuk memberikan berbagai pencerahan, dukungan, pengembangan, inovasi dan pemberdayaan menuju pembaharuan sekolah baik secara internal maupun eksternal. Adapun fungsi supervise pembaharuan sekolah yaitu: 1. Menciptakan, memberikan bantuan dan dukungan, kepada para guru agar terlibat dalam pembaharuan utama bagi diri mereka sendiri. 2. Member bantuan dan dukungan efektif kepada kepala sekolah dan seluruh unsure sekolah menuju inovasi atau perbaikan. Untuk menciptakan produktivitas sekolah yang tinggi, maka di perlukan kinerja tenaga kependidikan yang berkualitas dan memadai. Kinerja tenaga kependidikan dapat di upayakan peningkatan dengan melakukan sejumlah tindakan yang tepat dan bermanfaat. Secara garis besar. Prinsip pemberdayaan kinerja tenaga kependidikan adalah: 1. Mementukan priorotas Pengembangan kineerja tenaga kependidikan merupakan suatu yang penting, sekolah tentu tidak maiu keyinggalan dari sekolah lain baik mengenai bahan ajar dan car mengejarkannya. 2. Melibatkan diri secara aktif. Kelemahan lain apbila kepala sekolah tidak hadir dalam suatu kegiatan, walaupun ia tidak membaca hasil laporan penyelenggaraan kegitan

namun ia perlu menghadiri untuk menunjukan perhatian kuat terhadap permasalhan yang di bacakan 3. Merencanakan bersama tim. Dalam hal ini semua bentuk permasalahan yang di musyawarahkan, untuk pengambilan keputusan perlu di bicarakan bersama- sama kinerja tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

Salah satu factor yang berpengaruh adalah keterampilan kepala sekolah dalam memimpin sekolah, selanjutnya sebagai syrat keefektifan, pemimpin harus memiliki pengembangan filosofi kehidupan dan harus sangat berhati- hati untuk mengembangkan organisasi/ sekolah. Spambauer (1992) memberikan model kepemimpinan unutk memberdayakan kinerja tenaga kerja: 1. Melibatka seluruh gur dan staf TU dalam mengembil sebuah keptusan 2. Bertanya tentang pendapat mereka mengenai sekolah kedapannya agar lebih maju 3. Sering bertukar informasi manajemen sedapat mungkin untuk meningkatkan komitmen mereka 4. Bertanya kepada mereka system dan prosedur yang man yang tepat untuk di lakukan 5. Memhami bahwa manajemen yang bersifat dari atas bahwa tidak cocok dalam mendorong peningkatan profesionalisasi guru 6. Meremajakan pertumbuhan professional awalnya tanggung jawab dan control dari kepala sekolah menjadi langsung dari mereka 7. Menerapkan komunikasi sistematis dan terus menerus sekolah.

Peter dan uastin (1986) memberikan atribut sebagai kepemimpinan pendidikan yang melakukan supervise sebagai berikut: 1. Visi dan symbol: kepalasekolah harus mengkomunikasikan nila- nilai sekolah kepada seluruh warga sekolah dan masyarakat luas. 2. Management by walking about(MBWA): gaya kepemimpinan ini di butuhkan oleh setiap sekolah 3. Untuk anak- anak (for the kiddy): pendiidkan sama dengan akrab dengan pelanggan utama sekolah, yaitu siswa- siswanya

salah satu mereka yang meningkatkan prestasi kerja. adalh suatu cara untuk mencoba menetapkan keperluan tenaga kerja kependidikan untuk satu periode 2. dan memnafaaatkankesalahan: kepala sekolah harus bernai mendorong inovasi guru dan staf TU nya untuk belajar dari kesalahan sehingga memilliki inovasi yang lebih baik 5. Seleksi pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang di lakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang di terima adalah yang dianggap paling tepat. Pengembangan karir untuk meningkatkan profesionalitas. hal ini adlah mutu personal mendasar yang di butuhkan oleh pemimpin pendidikan.kemauan besar untuk mencapai tujuan sekolah. penempatan dilakukan untuk melakukan penyesuaian antara kebutuhan denga spesifikasi keahlian masing. Place(penempatan). Kompensasi. penampilan standar adalah penampilan kerja yang memenuihi standar buku penetapan kualifikasi guru yang telah di buat oleh sekolah.4. 8. 4. guru di tuntut untuk selalu mengembangkan karirnya secara personal dan kelompok . Menciptakan suasana kekeluargaan 6. Penampilan kerja sangat di butuhkan oleh gur dalam menjalankan tugasnya. 5. 9. intensitas dan penuh perhatian. irama.banyaknya calon tenaga kependidikan yang sesuai dengan lowongan kerja 3. 7. motivasi. Rekrutmen merupakan suatu kegiatan untuk mencari sebanyak. kepuasan kerja para tenaga kerja kependidikan adalah suati yang di terima guru sebagai jasa untuk kerja mereka. Pelatihan dan pengembangan. Keselamatan kerja. percobaab. program untuk meningkatkan kinerja guru dan staf TU yang diap memangku jabatan tertentu di masa yang akan datnang. perlu di bina agar meningkatkan kualitas keselamatan kerja guru. Peerencaan.masing tenaga kependidikan yang di terima di sekolah tersebut. 6. Langkah ± langkah yang di lakukan kepala sekolah dalam supervise menejemn SDM adalah : 1. Pereannan menyeluruh. Otonomi.

caranya: a. ialah proses untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan apa yang kita inginkan. Partisipasi f. Uang (untuk memuaskan kebutuhan yang bersifat fisiologis) 2. Motivasi negative. perubahan ini tidak akan tercapai jika tidak di iringi dengan perubahan iklim dan budaya sekolah. Kelanjutan (pension). Pemberia perhatian yang tulus kepada karyawan sebagai seorang individu d. penyuluhan. namun mendapat kompensasi dari pemerintah sebagai hasil kerjanya dalam engabdi di institusi pendidikan Selain itu motivasi juga merupakan bagian terpenting dalam menciptakan produktivitas sekolah. Agenda pembaharuan dalam profesionalisme guru dapat di lakasanakan melalui tes intelegensi. Pada aspek manajemen misalnya di upayakan adanya perubahan bagi guru yang mengarahkan kepada profesionalitas. teknik dasar yang sering di gunakan melalui kekuatan dan ketakutan. Informasi(mengapa suatu tinfakan atau perintah harus dilakukan) c. akhir karir seorang guru adalah memasuki masa pension. Motivasi pendidikan dapat di bedakan kepada: 1. Persaiangan (memberikan hadiah bagi yang menang) e. bantuan teknis da berbagai penunjang profesionalitas . tes penjurusan. Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam induvidu untuk melakukan suatu tindakan dengan cara tertentu untuk mencapai suatu tujuan. Memberikan oenghargaan dari hasil kerjanya b. Kebanggaan (keberhasilan mengalahkan tantangan menimbulkan rasa puas) g. di mana kondisi tenaga kependidkan yang tidak bekerja lagi. Jika iklim dan budaya yang oenuh korupsi (KKN) suadah dapat dipastikan bahwa agenda sekolah tidak akan berjalan dengan baik dan tujuan yang ingin di capai tidak akan pernah tercapai. Motivasi positif. yaitu proses mempengaruhi seseorang dengan baik/ positif agar ia mau melakukan sesuatu yang kita inginkan. Tuntutan pendidikan kita dewasa ini memperlihatkan adanaya upaya perubahan untuk melakukan perubahan sekolah secara global di berbagai aspeknya.10.

dunia usaha. Dengan demikian perubahan iklim dan budaya dalam perubahan sekolah secara menyeluruh merupakan sebuah kemestian yang tidak dapat di tawar. Upaya melakukan perubahan atau pembaharuan dalam dunia pendidikan.nilai yang lainya) Upaya di atas selanjutnya dapat pula di sokong dengan membentuk iklim dan budaya sekolah yang penuh kedewasaan antara berbagai pihak kependidikan termasuk DPRD. dan menanamkan nilai-nilai yang baik yang mengarahkan semua pihak sekolah untuk menghindari perbuatan yang tidak baik (menanamkan nilai-nilai agama dan nilai.dinas diknas LPTK dan lain sebagainya untuk membawa pembaharuan profesionalitas guru dan dapat di capai. maka prasyaratyang harus terlebih dahulu di bentuk adalah adanya perubahan iklim dan budaya yang menunjang upaya perubahan. .LSM.lainnya. Tanpa perubahan iklim dan budaya yang menunjang bagi perubahan maka upaya perubahan yang seharusnya di gagas dan dilakukan oleh supervisor dengan bekerja sama dengan berbagai pihak yang gagal.

regional.pengalaman. sedangkan misi menyangkut sesuatu yang akan di lakukan oleh sekolah untuk memenuhi keinginankeinginan yang terdapat pada misi. Selain itu juga di sebutkan misi pendidikan nasional yaitu: 1. Meningkatkan mut oendidikan nasional yang memiliki tingkat saing nasional. Mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara kesatuan republic Indonesia . Mengupayakan perluasan dan pemerataan pendidikan yang bernutu bagi seluruh rakyat Indonesia 2. Visi dan misi penedidikan merupakan bagian integral dari usaha mewujudkan pendidikan nasional sekaligus strategi dalam meningkatkan mutu. Membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar 5. Merujuk pada UU no. keterampilan.dan internasional 3. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas prosses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral 6.BAB II SUPERVISE VISI DAN MISI SEKOLAH A. Meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat 4.dan nilaiberdasarkan standar yang bersifat nasional dan global 7. Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan. Pendahuluan Visi yaitu menyangkut sesuatu yang di ingin kan sekolah.sikap.20 th 2003 tentang system pendidikan nasional departemen pendidikan nasional menetapkan visi pendidikan nasional ³terwujudnya system pendidikan sebagai pranata social yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

mendidik.Terkait dengan visi misi di atas. 4.criteria ini meliputi y y Pendidikan yang berisi muatan yang seimbang da holistic Proses pembelajaran yang demokratis. Adanya perubahan pandangan tentang peran manusia dari paradigm manusia sebagaisubjek pembangunan secara utuh. di mana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik.reformasi pendidikan meliputi: 1. Adanya pandangan terhadap keberadaan peserta didik yang terintregrasi dengan lingkkungan sosialkulturalnya dan pada gilirannya akan menumbuhkan individu sebagai pribadi dan anggota masyarakat mandiri yang berbudaya. yang berkenaan dengan pemahaman dirinya dan lingkungan kulturalnya. di perlukan suatu acuan dasar( benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan. 2. Penyelengaraan pendidikan di nyatakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. samapai tahapan yang paling rumit dan bersifat internal.dan dialogis y y y Hasil pendidikan yang bermutu dan terukur Berkembangnya profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan Tersedianya sarana prasarana yang cukup yang memungkinkan berkembangnya potensi peserta didik y Berkembangnya pengelolaan pendidikan yang memberdayakan satuan pendidikan y Terlaksananya evaluasi. 3. akreditasi dan sertifikasi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan .pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya yang di gambarkan sebagai manusia yang memiliki karakteristik personal yang memahami dinamika psikososial dan lingkungan kulturalnya. yang antara lain meliputi criteria. Dalam rangka mewujudkan visi dan menjalnkan misi pendidikan nasional. memotivasi.mendorong kreativitas.emosional peserta didik berjalan dari tahap yang paling sedrhana dan bersifat eksternal.

Yang mana dari visi misi sekolah mencerminkan konsep diri sekolah dan mengindikasikan produk atau jasa utama sekolah serta kebutuhan utama pelanggan yang akan di penuhi sekolah. yaitu Spesifik.menengah dan jangka panjang. Misi sekolah adalah pernyataan atau rumusan umum yang luas dan bersifat tahan lama dimana merupakan maksud dari sekolah. dan visi misi merupakan alat ukur sejauh mana kinerja yang telah di program tercapai. Bagaimana menyusun visi misi sekolah Tujuan sekolah adalah segala sesuatu yang harus di capai organisasi dalam melaksanakan misinya.kita akan melihat beberapa syarat rancangan misi sekolah yang baik.rencan. Misi adalah pernyataan yang berhubungan dengan visi. Misi yang telah dijabarkan akan menjadi dasar rujukan dalam menyusun dan mengembangkan rencana program kegiatan yang memilki indicator SMART.program. visi harus singkat dan padat serta mudah diingat. dan kegiatan sekolah yang disusun secara cermat. Hal yang terpenting yang diperhatikan dalam misi harus didukung dengan strategi kualitas jangka panjang yang baik dan tujuan dari institusi tersebut harus dapat di sampaikan dengan jelas. yaitu: .tepat futuristic. Measurable (dapat diukur) Achivable(dapat dicapai). dan berbasis demandriven C. Semua ini di lakukan agar sekolah mempunyai prioritas sekolah yang baik. Konsep visi dan misi sekolah Secara harfiah visi dapat diartikan sebagai ³what we want?´ sedangkan misi adalah ³what we do?´ Visi adalah tujuan dari intuisi dari didirikannya intuisi tersebut.B. Apabila visi menyatakan dasar tujuan dari intuisi maka misi adalah operasionalisasi dari misi. D. yang meliputi aspek jangka pendek. Time Bound (batas waktu). Misi harus dapat direalisasikan melalui kebijakan. Mengapa harus ada visi dan misi Tujuan dasar yang membedakan satu lembaga dengan yang lain yang sejenis dan yang menjelaskan cakupan operasinya dalam bentuk output/outcome di defenisikan dan dijabarkan dalam misi sekolah.

Muddah untuk di komunikasikan 3. Terciptanya suasana pembelajaran yang kondusif 5. Sekolah memiliki rencana pengembangan SDM 5. Pernyataan tujuan jangka panjang dari sekolah harus ada 6. program semester dan penyusunan RPP 8. Mudah di ingat 2. Komitmen keberhasilan dan kualitas sekolahharus di ungkap dengan jelas 5.EQ. Terintregrasinya budi pekertidalam proses pembelajaran 3. Sekolah memiliki RPS 4. Keteladanan dan pembinaan keagamaan yang mampu menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agama sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak 2.1. Latar belakang usaha yang harus jelas 4. cerdas dalam hal IQ. Sekolah melaksankan SPM 9. Memberdayakan potensi kecerdasan peserta didik dalam IPTEKS dan IMTAQ 4. Dll Tujuan sekolah: 1.SQ agar mampu bersaing secara global´ Misi sekolah: 1. Sekolah memiliki perangkat pembelajaran yang terdiri dari program tahunan. Sekolah memiliki jadwal pelajaran . Sekolah memiliki RAPBS 6. Memiliki t5im pengembangan kurikulum 2. Pokus pada pelanggan dan fleksibel Contoh visi sekolah ³mewujudkan insane yang beeraklhak mulia. Profesionalisme dalam pelayanan 6. Sekolah memiliki program kerja tahunan 3. Sekolah memilikibuku panduan kurikulum untuk semua mata pelajaran 7.

wira usaha sekolah 10. optimalisasi pelayana pendidikan 5. perencanaan strategis sekolah 2. Dll Sasaran dan program: untuk mencapai sasaran. penggalian potensi da prestasi belajar 8. Sekolah memiliki administrasi kelas ssesuai kurikulum yang berlaku 11.10. di rencanakan beberapa program kegiatan diantaranya: 1. dll . pembinaan aklhak mulia dan budi pekerti 3. reorintasi evaluasi pembelajaran 9. peningkatan SDM 6. penghijauan dan kebersiha sekolah 11. optimalisasi saarana prasarana pembelajaran 7. optimalisasi proses pembelajaran 4.

dan kurang dapat mengantisipasi dan memenuhi kebuthan masyarakat yang ingin serba cepat.BAB III SUPERVISI BIROKRAS. maka hal tersebut tidak mungkin terjadi.Max weber menganggap birokrasisebagai cirri repenting dalam masyarakat modrn. yaitu dengan adanya metode organisasi dengan spesialisasi tugas dan kekuasaaan. INSTITUSI. tetapi karena adanya sentralisasi ini.dan akibatnya pelayanan pendidikan pun akan menjadi lamban. Dapat dikatakan budaya yang paling lemah dalam lembaga pendidikan Indonesia adalah budaya academis. KEBIJAKAN DAN SYSTEM PENDIDIKAN A. Struktur birokrasi dari suatu organisasi merupakan kendala terhadap relevansi pendidikan yang di ciptakan oleh para pembuat keputusan. artinya menjadikan birokrasi perguruan tinggi secara umum sebagai salah satu tema dalam analisanya mengenai ilmu dan keserjanaan sebagai panggilan hidup. birokrsi lembaga pendidikan menurut martin albrow birokrasi berasal dari kata biro yang berarti meja tulis yang diartikan sebagai tempat para pejabat bekerja. birokrasi adalah wewenang atau kekuasaan yang berbagai departemen memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesame warga Negara. Birokrasi pendidikan juga mengacu pada model birokrasi Indonesia yang merupakan tatanan pelaksanaan kebijakan dan program ± program pemerintah Indonesia di bidang pendidikan. Sekalipuun keputusan yang seharusnya dapat di putuskan ditingkat daerah. tidak terkecuali bidang pendidikan di semua jenis yang di selenggarakan menurut budaya birokrasi administrasi. pengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan. Sekolah merupakan salah satu lembaga birokrasi pendidikan masih tidak steril terhadap . Oleh karena itu birokrasi diartikan sebagai kekuasaan. Sehingga dapat di katakan bahwa birokrasi dapat dikatakn sebagai suatu masalah dalam administrasi pendidikan. sedangkan budaya kekuasaan birokrasi sangat dominan dan hamper menguasai semua persoalam. Walau demikian istilah birokrasi sering di konotasikan sebagai suatu hambatan dalam pelaksaan penyelenggaraan satuan dan kegiatan pemerintahan.

Pertimbangan pembukaan dan penutupan perguruan tionggi 5. kompetensi lulusan. Dalam PP no 25 th 2000 pasal 2 ayat 11 bidang pendidikan menyatakan bahwa pemerintah mempunyai kewenangna meneetapkan standar kompetensi siswa dan warga belajar serta pengaturan kurikulum nasional dan penilain hasil belajar secara nasional serta pedoman pelaksanaannya. Kebijakn standarisasi ini khususnya berkaitan dengan kurikulum dalam bentuk garis. dll. penyediaan bantuan untuk oengadaan buku. 4.buku sekolah di setiap jenjang pendidikan 3. Kewenangannya yaitu: 1. kenaikan pangkat dengan uang pelican. Penyelenggaraan asekolah luar biasa dan balai pelatihan 6.dll . missal masih adanyagaji guru yang dipotongdi beberapa daerah. proses. mendukung dsn membantu penyelenggaraan pendidikan tinggi selain pengaturan kurikulum. propinsi. Sementara di sisi lain guru harus menunjukan kinerja yang baik walaupun kesejahtraanya tidak di perhatikan. akreditasi dan pengangkatan tenaga akademis. Hal ini sejalan dengan UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas stndar isi. terbelakang dan atau tidak mampu 2. saran prasarana. tenaga kependidikan.penyelewengan yang di lakukan oleh pejabat pendidikan.garis besar program pengajaran (GBPP). suaka peninggalan sejarah. PP no 25 tahun 2000 pasal 3 ayat 1 menyatakan bahwa kewenangan prov sebagai daerah otonom mencakup kewenangan dalam bidang pemeerintahan yang bersifat lintas kabupaten/kota serta kewenangan dalam bidang tertentu lainnya. Penyelenggaraan museum.undang system pendidikan nasional no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 2 menyatakan pemerintah menentukan kebijakan nasional dan standar nasional pendidikan untuk menjamin mutu pendidikan nasional. penetapan kebijakan penerimaan siswa dan mahasiswa dari masyarakat minoritas. Birokrasi departemen pendidikan nasional atas nama pemerintah pusat mempunayi tugas pokok menetapkan dan mengelola standar pendidikan senagaimana yang di tegaskan dalam undang. pengelolaan dan pembiayaan dan penilain pendidikan yang harus di tingkatkan secara berencana dan berkala.

Dalam hal ini dapat dibayangkan bahwa apabila birokrasi di sekolah sama ketatnya dengan birokrasi lembaga lainya. karena segala sesuatu harus menunggu keputusan dari pusat. hal ini di sebabkan adanya sifat egosentris dari masing. pengembengan tenaga kependidikan dan penyediaan fasilitas penyelenggaraan pendidikan lintas daerah kabupaten/kota untuk tingkat pendidikan dasar dan menengah. Pengambilan keputusan terpusat Artinya masih sangat sedikit pendelegasian kewenangan dan kekuasaan untuk pengambilan keputusan yang di serahkan ke peda daerah. yaitu untuk emilih suatu tindakan yang tepat dari beberapa alternative yang di anggap tepat untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang di hadapi. maka akan terasa hambar suasana ilmiah yang ada di sekolah. akibatnya tentu saja segala urusan akan terlambat sehingga tidak dapat memuaskan masyarakat 3. non formal. Hal ini dilakukan melalui serangkaian prosedur. Birokrasi sekolah tentunya juga mempengaruhi proses pembuatan kebijakan. Dalam pelaksanaan birokrasi lembaga pendidikan di Indonesia masih ada beberapa hambaatan yang menyebabkan birokrasi terkesan menjadi sangat menyulitkan.masing unit kerja yang terkait ysng merasa memilki wewenagn tersendiri.Kebijakan prov ini diperkuat oleh UUSPN no 20 tahun 2003 pasal 50 ayat 3 menyatakan pemerintah prov melakukan koordinasi atas penyelenggaraan pendidikan. dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. 2. Satuan pendidikan menurut UUSPN no 20 tahun 2003 adalah kelompok pelayanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal. sesuatu yang di harapkan dapat berjalan dengan lancer justru menjadi lambat. Secara umum pembuatan kebijakan atau keputusan dalam suatu sekolah meliputi: . Koordinasi Koordinasi sangat di rasakan sebagai suatu hambatan yang utama. yaitu: 1. Adanya kebijakan yang terpusat Adanya sentralisasi akan memberikan dampak terhadap kelancara proses pendidikan.

meskipun tidak semua ssekolah memilki perpustakaan yang memadai termasuk juga dalam pemanfaatannya. Perincian tujuan dalam pola atau kelompok operasional 3. Menyusun tindakan. kepala sekolah yang memiliki visi misi. Memilih tindakan yang terbaik untuk sementara 6. Menetapkan keputusan semnetara menjadi keputusan terakhir dengan menyusun rencana pelaksanaan. dll Supervise yang dilakukan terhadp guru merupakan cermin dari efektif atau tidaknya sekolah dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pendidikan.tindakan altrnatif yang akan di pilih untuk mewujudkan tujuan yang telah di tetapkan 4. Perpustakaan sebagai gudang ilmu penetahuan merupakan saran lain yang sangat penting bagi kebutuhan pendidikann sekolah.masing tindakan alternative 5. Menilai masing. Karena itu aktivitas dan penyediaan saran olah raga di perlukan dalam memenuhi tuntutan itu. Luasnya aspek ± aspek yang harus di perhatikan pihak sekolah menghadapkan sekolah pada tidak terpenuhinya aspek- . jumlah dan latar tenaga guru yang professional. B. Untuk itu kegiatan supervise institusi hendaknya menyentuh aspek perpustakaan ini. Penetapan sasaran dan tujuan yang akan di capai 2. Menginvetarisasikan akibat ± akibat sampingan yang tidak baik dari keputusan sementara tersebut 7. sebagai suatu upaya mempelancar aktivitas pendidikan atau pembelajaran. Karena itu kepsek di bekali dengan sejumlah persiapan dan pengembangan keterampilan kepemimpinan. Supervise yang di lakukan terhadap kepala sekolah memungkinkan kepala sekolah meliki kemampuan dalam memimpin satuan atau unit pendidikan akala mikro. Sarana olah raga merupakan bagian penting dalam menumbuhkan kesehatan jasmani dan rohani bagi peserta didik di sekolah. Supervise institusi/ lembaga pendidikan Supervise kelembagaan merupakan supervise yang di lakukan secara menyeluruh mengenai aspek seperti kelayakan.1.

Peramalan.bagian yang mempunnyai hubungan fungsional dalam mengubah masukan menjadi hasil yang di harapkan . sebagaimana yang di kemukakan oleh William n. Supervise kebijakan ini juga dapat di pahami sebagai suatu bentuk analisis kebijakan.alternative yang memungkinkan seseorang menghasilkan informasi mengenai sebab akibat dari kebijakan pada masa yang telah lalu 3. Secaara sederhana system dapat siartikansuatu keseluruhan yang terbentuk dari bagian. proses analisis kebijakan ini menempuh lima jenjang metode. Perumusan masalah.aspek ini.benar menukik kepada persoalan yang sedang di hadapi oleh pendidikan itu sendiri. yang juga berfungsi sebagai tempat pengatur seluruh proses analisis kebijakan 2. Karena peran supervise dapat menjadi penyelaras tumbuhnya inovasi dan kegairahan kerja ddi ssekolah. yaitu informasi mengenai kemungkinan. Evaluasi.akibaat dari kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang 4. yaitu alternative. maka kebijakan sekolah harus benar. yaitu: 1. Supervise kebijakan sekolah Kebijakan sekolah menjadi kata kunci dalam merumuskan tujuan umum dan spesifik sekolah. dunn. yaitu menyedari adanya masalah dan memiliki potensi pemecahan masalah yang timbul tersebut. Supervise sistem pendidikan Pendidikan merupakan suatu system.hal yang ada dalam proses kebijakan tersebut. maksudnya suatu proses yang di lakukan untuk menghasilkan pengetahuan mengenai proses kebijakan dan hal. yaitu altrnatif.alternative yang memungkinkan seseorang manghasilkan informasi mengenai akibat. Peliputan.kemungkinan arah tindakan kebijakan yang akan di ambil pada masa yang akan datang sehingga dapat berdaya guna dan berhasil guna D. yaitu pemberian informasi mengenai hasil kebijakan yang telah di ambil pada masa lalu dan masa yang akan datang 5. maka apakah yang dimaksud dengan system itu. Rekomendasi. Secara umum. C.

hokum dan hubungan antara masukan dengan hasil yang dapat di ramalkan secara ilmiah. dan nilai. hokum. Kerena itu system yang memproduk pendidikan yang merupakan yang bekerja berdasarkan hokum. kehidupan bangsa merupakan lingkungan pendidikan dan supra system dari system pendidikan yang bekerja bersama.cirri system trbuka yaitu: 1. Masukan bukan hanya yang bersifat material.bagian seperti jenjang dan jenis pendidikan membentuk sebuah keseluruhan yang tak dapat di pisahkan. sejalan dengan hal itu.Berkaitan dengan system pendidikan nasional tersebut menurut UUSPN no 20 tahun 2003 satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelengarakan pendidikan pada jalur formal. System dapat mencapai keadaan akhir yang sama dengan kondisi awal yang berbeda dengan cara ± cara pencapaian yang tidak sama. non formal. norma. gagasan. Dalam system terdapat dalam keadaan statis dan keseimbangan intrn(homostatis) yang dinamis 8. informal dalam suatu system pendidikan nasional. System bergerak menuju kepada melakukan peranan. pengetahuan. . Untuk hidup terus. dan informal.sama dengan system lainnya. baik structural formal. system itu di rancang. tapi juga berupa informasi yang pengambilannya bersifat selektif dan balikannya merupakan balikan yang negetif 7. di laksanakan dan di kendalikan oleh manusia dengan hasil yang di atur oleh manusia.peranan yang makin berdiferensiasi 9. Keseluruhan adalah hal yang utama. Dengan demikian pendidikan adalah suatu keseluruhan usaha mentransformasi ilmu. Memberikan hasil kepada lingkungan 4. Selanjutnya di jelaskan bahwa cirri. sedangkan bagian. System meerupakan rangkaian peristiwa atau kejadian yang terus berlangsung 5.nilai kepada orang lain dengan cara tertentu. Mengtranformasikan energy yang tersedia 3. dalam usaha dapat mencapai kapasitas optimalnya. Jadi system terbuka tersebut menggambarkan struktur bagian. ide.bagiannya terus menyesuaikan diri dengan masukan dari lingkungan yang trus menerus berubah. non formal.ubah. Mengambil energy (masukan) dari lingkungan 2. system harus bergerak melawan proses entropi 6.

Kemudian output dimaknai beberapa masukan dip roses dan menghasilkan suatu yang mempunyai klasifikasi atau yang diharapkan sebagai output terbaik input system output feedback struktur bagian. Kesemua factor ini harus memperoleh layanan supervise pandidikan yang merata. nilai. Supervise system sebenarnya merupakan tindak lanjut dari supervise kebijakan. Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di sekolah. Tiga macam masukan pendidikan terdiri dari: 1.bagiandari model input output mengambarkan bagian.bagian yang bersifat lentur dan bentuk operasinya dinamis.segala system yang masuk dalam system yang berperan dalam proses pendidikan di sebut masukan pendidikan. Hal yang sangat mempengaruhi input output pendidikan tersebut adalah system social social buadaya.peseerta didik. Tentunya system yang di maksud di sini tidak terlepas dari lima factor pendidikan yaitu tujuan pendidikan. titik tekan sasaran yang ingin di capai adalah bagaimana pendidikan yang di kelola memberikan informasi dengna jujr dan tegas. ekonomi.nilai dan cita. politik dan sebagainya baik yang berkaitan dengan masukan dan hasil pendidikan yang dip roses dalam suatu system pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Pengetahuan. karena bagian ± bagian dalam system dapat berubah karakteristiknya dan posisinya.pada supervise system ini. lugas dan trasparan dari system yang di bangun sekolah.pendidik. sehingga pendidikan yang dilakukan dapat berhasil secara efektif dan efesien. Penduduk dan persediaan tenaga kerja yang memenuhi persyaratan .alatatau metode pendidikan dan lingkungan.cita yang terdapat di ddalam masyarakat 2.Dengan demikian pengambilan keptusan didasarkan kepada aturan permainan yang brlaku. system persekolahan atau pendidikan formal mempunyai aturan atau permainan tersediri yang lebih tersirat dan lengkap dibandingkan dengan system pendidikan keluarga ataupun system pendidikan masyarakat. hokum.

. Hasil produksi dan penghasilan Supervise system pendidikan menjadi bagian tersendiri dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.3.program supervise ini henddaknya dapat di manfaatkan secara maksimal sehingga kemajuan dalam proses pendidikan dapat tercapai.

terasa sulit untuk mempertemukan keduanya.adapun alas an utama bertumpu pada dua hal yaitu: y y Beban kerja pengawas dan kepala sekolah terlalu berat Latar belakang pendidikan mereka kurang sesuai dengan bidang study yang di supervise. Pendahuluan Supervise memiliki kedudukan sentral dalam upaya pembinaan ddan pengembangan kegiatan kerja sama dalam suatu organisasi. pengawasan atau penilaian. Oleh karena itu perlu di carikan alternative yang lebih tepat bagi kondisi lapangan. Secara teoritik sudah ada pihak yang di harapkan dapat melakukan supervise terhadap guru. baik langsung maupun yang mengarah pada pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal. Istilah supervise dahuulu banyak di gunakan unutk kegiatan yang serupa dengan inspeksi. Mengingat banyaknya bidang studi yang di ajarkan oleh guruguru. dan itu berarti dapat meningkatkan lulusan sekolah. pemeriksaan. yaitu kepala sekolah dan pengawas. namun belum terlaksana dengan efektif. serta sulitnya para lulusan untuk memperoleh lapangan pekerjaan di sebabkan karena tidak bisa memenuhi tuntutan kuslifiksdi dunis udshs dsn industri. dampaknya telah lama di rasakan oleh masyarakat antara lain mutu hasil pendidikan yang semakin menurun. Sebagai dampak meningkatnya kualitas pembelajaran tentu dapat meningkatkan kualitas prestasi siswa. .di sekolah supervise merupakan bagian dari proses administrasi. Di sector pendidikan belum terpenuhnya tuntutan standar pendidik dan tenaga kependidikan.BAB IV KONSEP DASAR DAN TEKNIK SUPERVISE PENDIDIKAN A. Kegiatan pokok supervisi adalah melakukan pembinaan kepada sekolah pada umumnya dan guru khususny agar kualitas pembelajaran meningkat.

B. Membina kerja sama yang harmonis antara guru. mengoordinir dan membimbing secara kontiniu pertumbuhan guru. mencari dan menggunakan metode. missal dengan mengadakan seminar. adapun tujuan dan manfaat dilaksankannya supervise pendidikan antaralain: 1. termasuk memperkembangkan pertumbuhan guru.sama berusaha mengembangkan.petugas sekolah dalam memimpin guru. bahan pengajaran dan metode mengajar dan penilaianpengajaran.peraturan dari atasan. merivisi tujuan pendidikan. Supervise adalah pembinaan yang di berikan kepada seluruh staf sekolah agar mereka dapat menignkatkan kemmpuan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih baik. Supervise barasal dari kata SUPER artinya LEBIH atau ATAS. Membangkitkan semangat baru guru dan pegawai administrasi sekolah untuk menjalankan tugas dengan baik 2. Namun pengertian ini membawa implikasi bahwa seolah.olah supervise disamakan dengan pengawasan atau inspeksi yang umum berlaku. dll.guru dan petugas pendidikan lainnya. Supervise di asumsikan sebagai kegiatan yang mendeteksi kesalahan dari bawahan dalam melaksanakan tugas serta peraturan. dan VISION artinya MELIHAT atau MENINJAU. terutama dalam dunia pendidikan. Agar guru dan pegawai pendidikan mampu melengkapi kekurangnya macam dalam media penyelenggaraan termasuk bermacam- ionstruksional yang di perlukan bagi kelancaran jalannya proses pendidikan.dalam memperbaiki pengajaran. 3. Supervise dapat pula diartikan sebagai suatu usaha menstimulir.guru.metode baru dalam kemajuan proses belajar mengajar yang baik. Pengertian supervise pendidikan Secara umum istilah supervise adalah mengamati. . 4.guru. murid dan pegawai sekolah. Supervise atau oengawasan mempunyai pengertian yang luas.kegiatan yagn di lakukan oleh orang lain degnan maksud untuk mengadakn perbaikan. mengawasi atau membimbing dan menstimulir kegiatan. Dikatakan pula oleh good carter dalam bukunya dictionary of education bahwa supervise adalah segala usaha dari petugas. Bersama.

aspek tujaun sekolah yang bergantung secara langsung kepada personalia yang lain untuk menolong mereka menyelesaikan tujjuan sekolah. Nilai supervisisi ini terletak pada perkembangan dan perbaikan situasi belajar mengajar.orang untuk mengejar tujuan ± tujuan sekolah. . Sebetulnya apabila di cermati kegiatan supervise sesuai degnan konsep pengertiannya dapat di bedakan menjadi dua: 1. memperbaiki.aspek administrasi yang berfungsi sebagai pendukung terlaksananya pembelajaran. Supervise administrasi yang menitik beratkan pengamatan pada aspek. Supervise akademik yaitu supervise yang menitik beratkan pengamatan pada masa akademik yang langsung berada dalam lingkup kegiatan pembelajaran yang di lakukan oleh guru untuk membantu siswa ketika sedang dalam proses belajar 2. Sebab itu dikatakan supervise merupakan suatu prilaku bekerja melalui orang. Meningkatkan moral kelas.personalia tertentu untuk menolong personalia yang lain mencari tujuan pendidikan. dan berhubungan erat dengan pengelolaan kelas ialah salah satu usaha untuk : 1. bakat dan kemampuanya secara maksimal. ini berate supervise merupakan aspek organissi mausiawi di sekolah tersebut. yang di bedakan dengan administrasi sebagai aspek organisasi yang non manuisiawi. dan memelihara organisasi kelas agar para siswa dapat mengembangkan minat. Proses tersebut terjadi di sekolah yagn di kelola oleh personalia. Menyeleksi fasilitas belajar yang tepat dengan problem dan situasi kelas 3. Menciptakan. supervise adalah suatu proses yang di gunkan personalia sekolah yang bertanggungjawab terhadap aspek. 2. Pernyataan diatas dapat di kaji bahwa supervise itu bukan peranan tetapimerupakan suatu proses.Menurut sergiovani daalam made pirdata. Mengkoordinasi kemauan siswa mencapai tujuan pendidikan 4.

selain itu supervise juga memantau guru dalam melihat secara lebih jelas dalam memahami keadaan dankebutuhan siswanya. pembinaan proses kelompok. Sebagai pemimpin kelompok . secara tidak langsung siswa akan terkena langsung dampaknya yaitu dapat terangkat prestasi belajarnya. hal ini penting karena guru memang harus mampu dan memenuhi kebuthan siswanya. Sebagai kegiatan memimpin dan membimbing Dengan demikian supervisipendidikan merupakan keharus untuk di trapkan bagi sebuah lembaga pendidikan sekolah sebagai wujud pencerahan dan perbaikan secara terus menerus di dalam mendukung suksesnya program lembaga pendidikan tersebut. Supervise bertujuan untuk membantu guru dalam memahami tujuan pendidikan dan apa peran sekolah dalam mencapai tujuan tersebut. penulis dapat mempertegas bahwa dengan supervise yang di lakukan secara insentif kepada guru. D. materi pelajaran dan kebutuhan personal guru. Fungsi supervise Fungsi supervise menyangkut dalam bidang kepemimpinan. maka setidaknyaada tiga fungsi supervise pendidikan yaitu: a. Sebagai konsultan Ia dapat member bantuan bersama mengkonsultasikan masalah yang di alami guru baik secara individual maupun secara kelompok 3.C. tugas anggota stafnya 2.administrasi personil. Sebagai pemicu atau penggerak terjadinya perubahan pada unsure. Sebagai pemimpin kelompok Ia dapat memimpin sejumlah staf guru dalam mengembangkan potensi kelompok. pada saat mengembangkan kurikulum. Berdasarkan pengertian di atas.unsure yang terkait dengan pendidikan c. Sebagai suatu kegiatan untuk meningkatkan mutu pendidikan b. hubungan kemanusiaan. Berdasarkan uraian diatas. dan bidang evaluasi. Sebagai coordinator Ia dapat mengkoordinasi program belajar mengajar. Peranan supervise pendidikan Peranan itu Nampak dalam kinerja supervisor yang melaksanakan peranannya yaitu sebagai: 1.guru secara bersama.

Supervise bidang kurikulum 2.guru senantiasa harus berusaha mengembangkan kreativitasnya agar daya upaya pendidikan berdasarkan kurikulum dapat terlaksana dengan baik. dapatmenilai kurikulum yang sedang di kembangkan. ia di bantu dalam merefleksi dirinya sendiri yaitu konsep dirinya. Misalnya di akhir semester ia dapat mengadakan evaluasi diri sendiri dengan memperoleh umpan balik dari setiap peserta didik yang dapat di pakai ssebagai bahan untuk memperbaiki dan meningkatkan dirinya.ide. Supervise bidang ketatausahaan Ada dua hal yang mendasari pentingnya proses supervise dalam proses pendidikan: 1.citanya. .ia dapat mengembangkan keterampilan dan kiat. 4. Perkembangan kurikulum merupakan gejala kemajuan pendidikan. Supervise bidang keuangan 6. dan realitas dirinya. masyarakat yang tidak mau membantu. bekerja dengan kelompok dan bekerja melalui kelompok. cita. perkembangan tersebut sering menimbulkan perubahan struktur meupun fungsi kurikulum. Supervise di bidang saran prasarana 5. ia juga belajar menatap dirinya sendiri. Supervise bidang humas 7. Hal ini berarti guru. Namun demikian upaya tersebut tidak selamanya berjalan mulus. Banyak hal sering menghambat yaitu tidak lengkapnya informasi yang di terima. E.kiat dalam bekerja untuk kelompok. Supervise bidang kepegawaian 4.guru dalam menilai hasil dan proses belajar. Supervise bidang kesiswaan 3. Sebagai evaluator Ia dapat membantu guru. keadaan sekolah yang tidak sesuai dengan tuntutan kurikulum. Ruang lingkup supervise sekolah Pada dasarnya meliputi: 1. pelaksanaan kurikulum tersebut memerlukan penyesuaian yang terus menerus dengan keadaan nyata di lapangan.

keterampilan menerapkan metode yang masih harus di tingkatkan dan bahkan proses memecahkan masalah belum terkuasai. Pengembangan personal dapat di laksankan secara formal dan informal. APKG 2 (untuk pembelajaran) 2. Supervise yang di lakukan oleh kepala sekolah kepada guru. APKG terdiri atas APKG 1 ( unutk menilai rencan pembelajaran yang di buat guru). dan lain sebagainya. Hal. pegaawai atau karyawan senantiasa merupakan upaya yang terus menerus dalam suatu organisasi. diantaranya administrasi sekolah meliputi: a. percobaan suatu merode mengajar. tugas belajar. secara rutin dan terjadwal kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervise kepada guru. Pengembangnan formal menjadi tanggung jawab lembaga yang bersangkutan melului penataran. Secara umum ada dua kegiatan yang termasuk dalam kategori supervise pengajaran yakni: 1. kegiatan supervise ini di lakukan oleh pengawas sekolah yang bertugas di suatu gugus sekolah. Sedagkan pengembangan informal merupakan tanggungjaawab pegawai sendiri dan di laksanakan secaramandiri atau bersama dengan rekan kerjanya.guru untuk meningkatkan kinerja. Pengembangan personel. loka karya dan sejenisnya.guru dengan harapan agar guru mampu memperbaiki proses pembelajaran yang di laksanakan.guru.hal yang diamati pengawas sekolah ketika melakukan kegiatan supervise untuk memantau kinerja kepala sekolah. melalui berbagai kegiatan seperti kegiatan ilmiah. Bidang akademik y y y Menyusun program tahunan dan semester Mengatur jadwal pelajaran Mengatur pelaksanaan penyusun model satuan pembelajaran menilai pelaksanaan proses . 2. Supervise yang di lakukan oleh pengawas sekolah kepada kepala sekolah dan guru. Dalam prosesnya kepala sekolah memantau secara langsung ketika guru sedang mengajar. Kepala sekolah menggunakan lembar observasi yang sudah di lakukan yakni alat penilaian kemampuan guru (APKG). guru mendesain kegiatan pembelajaran dalam bentuk rencan pembelajaran kemudian kepala sekolah mengamati proses pembelajaran secara langsung.

dan mutasi guru Mengatur program kesejahtraan guru Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran guru Mencatat masalah guru d. Bidang kesiswaan y Mengatur pelaksanaan penerimaan siswa baru berdasarkan peraturan penerimaan siswa baru y y y Mengelola layanan bimbingan konseling Mencatat kehadiran dan ketidakhadiran siswa Mengatur dan mengelola kegiatan ekstrakulikuler c. Bidang saran prasarana y y y y Penyediaan dan seleksibuku pegangan guru Layanan per[ustakaan dan laboratorium Penggunaan alat peraga Kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah .gaji. Bidang keuangan y y y y y Menyiapkan anggaran dan belanja sekolah Mencari sumber dana untuk kegiatan sekolah Mengalokasikan dan untuk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan dana untk kegiatan sekolah Mempertanggungjawabkan keuangan sesuai dengan peraturan yagn berlaku e. Bidang personalia y y y y y Mengatur pembagian tugas guru Mengajukan kenaikan pangkat.y y y y y y Menentukan norma kenaikan kelas Menentukan norma penilaian Mengatur pelaksanaan evaluasi belajar Meningkatkan perbaikan mengajar Mengatur kegiatan kelas jila guru tidak masuk kelas Mengatur disiplin dan tata tertib kelas b.

Buku daftar nilai h. Program dan pelaksanaan evaluasi e. Penggunaan program semester b. hal ± hal yang dipantau pengawas juga terkait dengan administrasi pembelajaran yang harus di kerjakan guru. Buku pelaksanaan kegiatan ekstrakulikuler. Buku analisis hasil evaluasi i.lembaga terkait Kerja sama sekolah dengan masyarakat sekitar Sedangkan ketika mensupervisi guru.y y Keindahan dan kebersihan kelas Perbaikan kelengkapan kelas f. Buku pekerjaan siswa g. Buku program perbaikan dan pengayaan Buku program bimbingan dan konseling k. j. Kumpulan soal f. Penyusunan rencana harian d. Penggunaan rencana pembelajaran c. Bidang hubungan masyarakat y y y y Kerja sama sekolah dengan orang tua siswa Kerja sama sekolah dengan komite sekolah Kerja sama sekolah dengan lembaga. diantaranya: a. .

BAB V SUPERVISI PEMBELAJARAN ³Pembelajaran tidak harus di awasi setiap saat. pemahaman.cara belajar mengajar dan sebagainya ditetapkan dan diselenggarakan oleh pemerintah secara sentral. Pendahuluan Dengan berubahnya system pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. penyelenggaraan pendidikan di sekolah (otonomi sekolah) menjadi titik sentral. Tugas kepala sekolah dan gurusekarang mengatur jalannya sekolah dan dapat bekerjasama dan berhubungan erat dengan masyarakat. mmengembangkan dan melaksanakan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). buku pelajaran. jumlah murid. guru dan stakeholder semakin banyak dan luas. . Dengan adanya desentralisasi.membangun visi dan misi. dan pengalaman yang lebih dari guru berkaitan dengan tugas pendidikan dan pengajaran. Tanggung jawab kepala sekolah . kesejahteraan. Guru merupakan titik sentral yang langsung berhubungan dengan peserta didik. Kualitas guru sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa. Kewajiban kepala sekolah dan guru-guru sebagian besar hanyalah menjalankan apa yang telah ditetapkan dan diinstruksikan. guru membutuhkan orang lain yang mempunyai pengetahuan. Kepala sekolah wajib membangkitkan semangat staff guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja dengan baik. hubungan dengan pegawai sekolah dan murid. Oleh karena itu. yang lebih penting adalah bagaimana setiap individu melakukan pengawasan setiap saat ³ A.kurikulum. pada penyelenggaraan pendidikan masyarakat juga diikutsertakan dan turut serta dalam usaha-uasah pendidikan. dengan melaksanakan manajemen berbasis sekolah (MBS). Profesi selalu tumbuh dan berkembang yang memerlukan pelayanan. Pada masa sentralisasi segala sesuatu berupa bangunan. terjadi perubahan yang berbeda. Supervise merupakan keharusanyang diperlukan dan bertolak dari dasar tersebur bahwa guru merupakan profesi.

Supervise pembalajaran harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan prilaku guru dalam prosopembelajaran 2. supervise mengandung konsep umum yang sama namun disesuaikan dengan aktivitas-aktivitas pembelajaran. (c)tujuan supervise pembelajaran adalah guru makin mampu menjadi fasilitator dalam belajar bagi siswanya. B. Potensi sumber daya guru perlu terus menerus dikembangkan agar guru dapat melakukan fungsinya secara professional. Supervise merupkansalah satu upayapeningkatan kualitas guru yang merupakan komponen sumber daya manusia yang harus dibina dan dikembangkan secar komprenhensif dan kotinyu. . Supervisi pembelajaran merupakan bagian dari supervisi pendidikan. jelas kapan mulai dan kapan mengakhiri program pengembangan tersebut. Supervisi pembelajaran diartikan sebagai serangkaian kegiatan pembantu guru untuk menegmbangkan kemampuan mengola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran . Prilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus disesain secara official. Supervisi Pembelajaran Dalam bidang pendidikan. Pengaruh perubahan secara cepat mendorong untuk terusmenerus belajar menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi serta mobilitas masyarakat. Menurut Alton. Frish dan Neville ada 3 konsep pokok dalam pengertian supervise pembelajaran. (b) prilaku supervisor dalam membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya harus didesain dengan jelas. Supervise pembelajaran mempunyai 3 prisnsip yaitu (a) supervise pembelajaran langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola prose belajar mengajar.Salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai dan Pembina guru agar bekerja dengan betul dalam prosespembelajaran siswanya. Tujuan dari supervise pembelajaran adalah peningkatan mutu pembelajaran melalui perbaikan mutu dan pembinaan terhadapprofesionalisme gu. Pembentukan profesi guru dilaksanakan melalui program pendidikan prajabtan (preservice education) maupun program dalam jabatan (inservice education). yaitu : 1.

ia merupakan jasa yang bersifat kooperatif dan mengikutsertakan. Efektivita program supervise hendaknya dinilai secara priodik oleh para pesrta. 5. para guru hendak dilibatkan secara lebih leluasa dalam mengembangkan program supervise 2. Prinsip-Prinsip Supervisi Pembelajaran Dalam supevisi pembelajaran ada beberapa prinsip pokok yang dapat dijadikan pedoman dalam menyempurnakan aktivitas pembelajaran. 4. Supervise hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah 4. Sipervisi hendaknya membantun menerapkan dan menjelaskan dalam praktek penemuan penelitian pendidikan yang mutakhir 10. yaitu sebagai sumber informasi bagi pengembangan manajemen pendidikan melalui peningkatan proses pembelajaran. Membantu perbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolaj. Tidak ada perbaikan yang bias terjadi jika tidak bias ditentukan apa yang dicapai 9. Tanggungjwab bagi pengembanga supervise berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan penilik / pengawas bagi sekolah-sekolah yang berada diwilayahnya 7. Supervise merupakan bagian integral dari programpendidikan. dan hendak menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran itu. agar supervise pembelajaran dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan supervise 3. Supervise hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran pendidikan. yaitu pelaksanaan supervisi hendaknya sesuai dengan dan menunjang pelaksanaan proses pembelajaran yang berlangsung. Karenanya. Ilmiah. yaitu : 1. yaitu supervise dilakukan secara sistematis. Harus ada dana yang memadai bagi program-program kegiatan sipervisi dalam anggaran tahunan. Relevansi. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan 8. 2. . Fungsional. Supervise semakin bertambah diangkat dari situai tertentu daripada dipaksakandari atas Senada dengan hal diatas.serta personil. material.C. Praktis yaitu dapat dikerjakan sesuai situasi dan kondisi yang ada.terprogram dan berkesinambungan. dan hendaknya membantu dalam pengembangan hubungan sekolah dengan masyarakat secara baik 6. maka perlu diperhatikan prinsip-prinsip dibawah ini yaitu: 1. 3.

Tiga hal yang haris dilakukan dalam supervise pembelajaran : 1) Menilai hasil pelajaran. Objektif. menyusun berbagai pengalaman belajar dan keaktifan belajar. yaitu menggunakan prosedur dan instrument yang valid (tepat) dan reliable (dapat dipercaya). Factor-faktor yang terdapat pada peserta didik. Seleksi dan penerapan cara-cara penilaian. Dalam rangka menganalisis kurikulum yang ditetapkan di sekolah. dengan melakukan : . yaitu pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah mencapai mufakat. Mempelajari factor-faktor yang berhubungan dengan pembelajaran yang berhubungan dengan guru. dan lingkungan social fisik dari belajar dan pertumbuhan. 3) Memperbaiki situasi pembelajaran. D. Konstruktif dan kreatif. 2) Mempelajari situasi pembelajaran untuk menetapkan factor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi siswa. Demokrasi. 6. Kooperatif. Kemampuan itu meliputi kemampuan guru dalam memahami strategi pembelajaran. 8. c. dilakuhan dengan hal-hal berikut : a. Penentuan dan analisis tujuan-tujuan dengan kritis secara kooperatif. perlengkapan. Program Supervisi Pembelajaran Salah satu tugas supervisor adalah membantu guru-guru memperbaiki situasi pembelajaran dalam arti luas. dengan melakukan : a. Mempelajari alat pengajaran.5. maka kepala sekolah selaku supervisor membantu para guru dalam meningkatkan profesi mengajar. yaitu berusaha memperbaiki kelemahan atau kekurangan serta secara kreatif berusaha meningkatkan proses kerjanya. serta meningkatkan keterampilan dasar mengajar yang dimiliki oleh guru tersebut. 7. b. yaitu adanya semangat kerja sama antara supervisor dengan guru. b. Analisis data untuk menentukan kekuatan dan kelemahan pada hasil pendidikan. c. merumuskan tujuan pembelajaran. Mempelajari pedoman pembelajaran bidang studi dan kurikulum dalam pelaksanaan. d.

buku pelengkap dan bahan pelengkap lainnya. Memperbaiki alat pembelajaran.a. Demonstrasi mengajar. metode yang digunakan. Diskusi kelompok. yaitu suatu kegiatan kelompok dalam situasi tatap muka. termasuk menyusun kerangka mata pelajaran. yaitu teknik supervise yang digunakan untuk mengamati proses kerja. Teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan personil sekolah : 1. tukar menukar informasi. Agar kegiatan supervisi pendidikan secara umum dan khusus dapat berjalan secara lancer. alat yang dipakai. 2. atau untuk memutuskan suatu keputusan mengenai masalah tertentu. Memperbaiki faktor ± faktor yang terdapat pada pelajar yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasinya. 4. yaitu teknik supervisi untuk member kesempatan seluas-luasnya kepada supervisor untuk membicarakan langsung dengan guru mengenai masalahyang berkaitan dengan personil pribadi mereka. Buletin pendidikan dan buletin sekolah. . Penasehat ahli dan resource person. Pembicaraan individual. maka seorang supervisor dapat menggunakan alat bantu. perlengkapan dan lingkungan sosoi-fisik dari belajar dan pertumbuhan. yaitu yang sebelumnya harus menyusun rencana demonstrasi terlebih dahulu dengan mengutamakan penekanan terhadap hal-hal yang di anggap penting. Perpustakaan professional dan perpustakaan sekolah 2. Memperbaiki perbuatan (performance) guru dengan menggunakan teknik-teknik supervise yang sesuai. Kunjungan kelas. Buku kurikulum atau rencana pelajaran dan buku pegangan guru. 3. memilih buku pelajaran. 4. d. baik itu bersifat individu maupun kelompok. Alat bantuitu bermakksuk untuk meningkatkan pertumbuhan dan kecakapan serta perkembangan penguasaan pengetahuan oleh guru-guru sesuai ilmu pengetahuan secara umum dan ilmu pendidikan khususnya. Memperbaiki pedoman pengajaran bidang-bidang studi dan pengembangan bahan instruksional. b. dan sebagainya. c. Alat-alat bantu itu antara lain : 1. 3.

. mempertemukan ide-ide. mendiskusikan masalah-masalah bersama. Lokakarya. atau meningkatkan kemampuan pribadi guru dalam bidang masing-masing.5. 6. yaitu kesempatan untuk bekerja sama. yaitu yang hasilnya dapat digunakan untuk menilai aktifitas sendiri. Kunjungan kelas antar guru.

Pendahuluan Tugas guru pada umumnya kompleks sehingga baik pada prajabatan maupun selama berada dalam pekerjaannya. namun dalam pelaksanaannya di lapangan membantu guru jmemperbaiki cara mengajarnya tidak dijadikan perhatian utama oleh inspektur tersebut. Mereka mengawasi / menginspeksi sekolah dan guru untuk menilai sarana sekolah serta kemajuan belajar para siswa. 3.BAB VI SUPERVISI KLINIS ³Sesulit apapun pembelajaran. Pada umumnya guru secara diam-diam menentamg supervisi dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak banyak membantu. Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi.. Akan tetapi meskipun demikian. Sebagian dari alasan-alasan tersebut menyebabkan peranan supervisi dalam lembaga pendidikan khususnya di sekolah menjadi sangat lemah. bukan terhadap supervisi itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut: 1. padahal dalam kenyataan dia masih memerlukan pertolongan. sedangkan keterampilan mendiagnosis untuk menganalisis cara mengajar kurang mendapat perhatian. ada solusinya dengan pembelajaran´ A. Pengawasannya lebih bersifat administratif. 4. bersifat sangat subjektif dan tidak terukur. Supervisi dilakukan secara tradisional. melainkan terhadap gaya supervisi yang mereka terima. 2. Supervisi dilakukan untuk menjalankan bukan karena atas dasar kebutuhan. sehingga cenderung monoton dan tidka sistematis. Kegiatan memberikan bantuan kepada guru dalam pertumbuhan jabatan sebagai guru disebut supervise dan orang yang memberi bantuannya itu disebut supervisor. Supervisi disamakan dengan evaluasi. Dalam sejarah perkembangan mula-mula tugas supervise dibebankan kepada orang awam yang tidak begitu paham dengan tugas dan fungsi supervise itu sendiri melainkan bertindak sebagai pengawas. Mereka sebenarnya ³benci´. untuk itu dituntut sejumlah pengetahuan dan perangkat keterampilan yang berkaitan dengan jabatan dan profesinya. . Tugas guru di kelas khususnya dalam kegiatan pembelajaran dikerjakan sendiri bertahun-tahun tampa mendapatkan koreksi serta pembinaan yang tepat dan wajar dari siapapun juga.

Pengorganisasian program supervisi klinis dalam hubungan dengan latihan pengajaran mikro perlu disempurnakan terutama dalam rangka praktek kependidikan bagi calon guru. Supervisi klinin pada prinsipny dilaksanakan bersama dengan pengajaran mikro dan terdiri dari kegiatan pokok yaitu: pertemuan pendahuluan (pre-conference). Program supervisi klinis hendaknya terus dapat dilaksanakan di lembaga-lembaga pendidikan tenaga kependidikan guna meningkatkan kemampuan profesional guru. Dalam kaitan inilah konsep supervisi klinis muncul dengan penekanan tujuan pada usaha membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka. Supervisi klinis merupakan suatu keperluan mutlak bagi guru maupun supervisor untuk memperoleh pengetahuan. .kegiatan supervisi berangsur-angsur mulai mendekati fungsinya. B. Supervisor dan guru secara bersam-sama menilai penampilan. Superfvisi klinin merupakan bantuan bagi guru dalam memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajarnya dan dapat dilaksanakan untuk kepentingan calon guru dalam pendidikan pra-jabatan maupun latihan dalam jabatan. 4. kesadaran dan menilai tingkah laku dalam profesinya sendiri. 2. 4. 1. Fokus pada tingkah laku yang sebenarnyadari guru di dalam kelas. Istilah klinis dalam definisi ini menunjuk kepada unsur-unsur khusus sebagai berikut: 1. 5. pengamatan dan analisis yang intensif terhadap penampilan pembelajarannya dengan tujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Fokus observasi sesuai dengan kebutuhan dan penampilan guru. 5. 2. Pengertian Supervisi Klinis Supervisi klinis adalah supervisi yang difokuskan pada perbaikan pembelajaran melalui siklus yang sistematis mulai dari tahap perencanaan. observasi mengajr dan pertemuan balikan (post-Conference). Supervisor dan guru secara bersama-sama menilai penampilan guru. 3. 6. Adanya hubungan tatap muka antara supervisor dan guru di dalam proses supervisi. Pendekatan yang dilakukan dalam proses supervisi klinis adalah pendekatan profesional dan humanistis. 3. Observasi secara cermat.

Balikan (feedback) yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya obyektif. fokus supervisi klinis adalah pada penampilan guru secara nyata di kelas. 6. Karakteristik Supervisi Klinis Dari pengertian supervisi klinis tersebut diatas. Fokus supervisi klinis adalah pada perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah keperibadian guru. Keterampilan dalam mengajar. termasuk pula guru sebagai peserta atau partisipasi ktif dalam proses supervisi tersebut. perilaku supervisor harus demikian teknis sehingga guru-guru terdorong untuk berusaha meminta bantuan dari supervisor. Dalam percakapan balik seharusnya datang terlebih dahulu dari guru. 4. Perbaikan dlm mengajar mengharuskan guru memperbaiki ketermpilan intelektual dan bertingkah laku yang spesifik. D. serta percobaannya. C. Keterampilna dalam pembaharuan kurikulum. Fokus supervisi klinis dalam perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar yang didasarkan atas bukti-bukti pengamatan. Supervisi klinis yang dilakukan harus berdasarkan inisiatif dari para guru. c. pelaksanaan. Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis. Fungsi utama supervisor adalah mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru atau calon guru yaitu: a. b. dapat diuraikan beberapa karakteristik supervisi klinis sebagai berikut: 1. Instrumen yang disusun atas dasar kesepakatan antara supervisor dengan guru. 2. bukan dari supervisor. dan d. Prinsip-prinsip Supervisi Klinis 1. 7.Jadi. 3. 5. . Keterampilan menganlisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat.

5. 3. Supervisor berusaha dapat menjawab dan menemukan solusinya atas apa yang diharapkan guru. Obyek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil. Ciptakan suasana bebas di mana setiap orang bebas dan berani mengemukakan apa yang dialaminya. 5. Mendiagnosis dan membantu memecahkan masalah-masalah mengajar. Sebagai dasar untuk menilai guru dalam kemajuan pendidikan. 3. Adapun tujuan khususnya sebagai berikut: 1. F. 4. promosi jabatan atau pekerjaan mereka. Dalam tahap ini supervisor dan guru bersama-sama membicarakan rencana keterampilan yang akan diobservasi dan dicatat. Ciptakan Hubungan Yang Bersifat Manusiawi Yang Bersifat Interaktif Dan Rasa Kesejawatan. tentunya yang mereka alami.2. Pembentukan profesional guru yang bertujuan untuk menunjang perbaikan kualitas pendidikan harus dimulai dengan adanya perbaikan dalam cara mengajar guru di kelas.pada tahap ini hal yang dilakukan adalah mengidentifikasi perhatian utama guru kemudian . Tujuan Supervisi Klinis Adapun tujuan supervisi klinis secara umum adalah merupakan pokok-pokok pikiran yang terkandung dlam konsep supervisi klinis memberikan tekanan pada proses tekanan pada proses pembentukan dan pengembangan profesional guru dengan maksud memberi respon terhadap perhatian utama serta kebutuhan guru yang berhubungan dengan tugasnya. E. Membantu guru mengembangkan sikap positif terhadap penmgembangan diri secara terus menerus dalam karir dan profesi mereka secara mandiri. Perhatian dipusatkan pada unsur-unsur yang spesifik yang harus diangkat untuk diperbaiki. 2. Tahap pertemuan pendahuluan. 4. Menyediakan bagi guru suatu feedback (balikan) yang obyektif dari kegiatan mengajar guru yang baru saja dijalankan. Prosedur Supervisi Klinis 1. Membantu guru mengembangkan keterampilan dalam menggunakan strategi-strategi mengajar.

Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya. Mereview komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati. e. b. d. Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai. Tahap pertemuan balikan. Menunjukkan data hasil rekaman dan memberikan kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut. Supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara obyektif. Secara teknis diperlukan lima langkah utama bagi terlaksananya pertemun pendahuluan yang baik. yaitu: a.menterjemahknnya ke dalam bentuk tingkah laku yang dapat diamati. c. Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut. Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan dalam mereview tujuan pelajaran. . Memilih atau mengembangkan suatu instrumen observasi yang akan dipakai untuk merekam tingkah laku guru yang menjadi perhatian utamanya. c. Langkah-langkah utama dalam tahap ini adalah: a. Bersama menginterpretasikan data rekaman. Tahap pengamatan mengajar. dibicarakan bersama antara guru dan supervisor. g. b. Kegiatan dimana supervisor berusaha menganalisa dan menginterpretasikan tentang data hasil rekaman tentang tingkah laku guru waktu mengajar. f. Supervisor dapat juga mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi siswa dan guru. e. d. yaitu tahap evaluasi tingkah laku guru untuk di analisis dan diinterpretasikan dari supervisor kepada guru. 3. 2. Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru sebelum langkah-langkah selanjutnya dibicarakan. Instrumen observasi yang dipilih atau dikembangkan. berdasarkan keterampilan yang diminta oleh guru untuk direkam. Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran. lengkap dan apa adanya dari tingkah laku guru ketika mengajar. Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru. pada tahap ini guru melatih tingkah laku mengajr berdasarkan komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pedahuluan.

Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan. fungsi observasi adalah berusaha ³menagkap´ apa yang terjadi selama pelajaran berlangsung secara lengkap agar supervisor dan guru dapat secara tepat mengadakan analisis yang obyektif. 4. menasehati. 5. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar.h. Perhatian Utama dari Kebutuhan Guru Pada waktu guru mempersiapkan dirinya untuk mengajar. Menentukan bersama segi yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi. G. c. mengobservasi. 2. H. Keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas. Keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar. b. menanggapi. Oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari orang lain untuk memahami. sedang mengajar maupun setelah mengajar. Mereka perlu mengetahui kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan mereka. Kriteria dan Teknik Supervisi Klinis 1. 2. Keterampilan-keterampilan dasar ini perlu dikuasai oleh guru dan justru inilah sebenarnya yang merupakan kebutuhan mereka di dalam menunjang tugas mereka di kelas. Kesadaran dan kepercayaan diri. ada dua hal yang menjadi perhatian utama maupun kebutuhannya yaitu: 1. Kriteria dan teknik pertemuan pendahuluan a. 3. Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya. Keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulus. menganalisa kelebihan dan kelemahannya. Jika ada supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat segisegi atau sub keterampilan yang akan diperbaiki atau disempurnakan. Hal-hal yang diperhatikan kegiatan observasi adalah: . memberikan dan menanamkan kepercayaan pada dirinya serta membantu mengembangkan keterampilannya. Kriteria dan teknik observasi. tidak ³mengancam´ dan menakuti.

Hendaknya dimulai dulu dengan menunjukkan keunggulan-keunggulan atau segi-segi yang kuat. Untuk mencapai maksud tersebut maka balikan harus memenuhi syarat-syarat seebagai berikut: a. Mencatat komentar sewaktu guru memberikan komentar dalam proses pelajaran berlangsung. Tepat waktunya. baru kemudian mendiskusikan segi-segi yang menimbulkan masalah baginya. i. 3. d. kepada hal yang akan diamati. d. Bersifat spesifik. Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru. Fungsi balikan hubungannya dalam supervisi klinis dalah untuk menolong guru mempertimbangkan perubahan atau lebih tepat peningkatan tingkah laku dalam mengajar. f. . c. e. bukan menilai penampilan guru. Letih bersifat deskriptif daripada evaluatif karena fungsinya adalah member gambaran yang terperinci tentang penampilan guru selama mengajar. Harus dapat menolong guru memperhatikan kelebihan-kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri. Fokus. Isi balikan merupakan permintaan guru dan bukan yang diada-adakan oleh supervisor. Pola mengajar. b. Memenuhi kebutuhan baik bagi supervisor maupun guru. Balikan akan lebih bermanfaat apabila segera diberikan sesudah pelaksanaan mengajar. Ditujukan kepada/untuk tingkah laku guru yang dapat dikendalikannya. Adalah sangat bermanfaat untuk mencatat pola tingkah laku mengajar tertentu dan guru. dan sebagainya. e. Kriteria adan teknik balikan.a. misalnya dalam suatu pelajaran tertentu adalah baik untuk memfokuskan observasi tersebut pada reaksi siswa terhadap pertanyaan guru. Kelengkapan catatan yang nantinya sangat berguna dalam menganalisa apa yang telah terjadi selama pelajaran berlangsung. Harus terkomunikasikan secara jelas kepada guru. Balikan merupakan suatu informasi kepada guru tentang bagaimana guru mempengaruhi siswanya dalam kegiatan belajar-mengajar. Membuat guru tidak merasa gelisah. f. g. c. b. h.

I. seperti kartu status pasien bagi seorang dokter yang sewaktu-waktu dapat digunakan bila diperlukan. Peran dan Kualifikasi Supervisor 1.j. 2. c. . Mempunyai kebebasan untuk memilih dan bertindak mencapai tujuan yang diinginkanya. serta menyediakan sumber-sumber baik itu material maupun sumber manusia untuk mencapai tujuan. strategi. b. Memberi motivasi Membantu guru menciptakan dan menjaga suasana kerja sama bagi kepentingan kedua belah pihak. Merencanakan Membantu guru merencanakan tujuan dan sasaran berdasarkan pengalaman yang dimiliknya. Data balikan dalam bentuk instrumen observasi harus disimpan dengan baik oleh supervisor dan merupakan catatan mengenai perkembangan keterampilan mengajar guru. Kualifikasi Supervisor Syarat supervisor yang baik. Peranan Supervisor Peranan utama seorang supervisor adalah menciptakan kerja sama yang memungkinkan pertumbuhan keahlian dan kepribadian orang yang diajaknya bekerja sama. d. yaitu: a. Seorang supervisor diharapkan mampui melaksanakan fungsi-fungsi sebagai berikut: a. Mendiagnosis dan menilai Dalam hal ini supervisor membantu guru mendiagnosis dan manilai kebutuhankebutuhan dan kekurangan yang dirasakan. b. memiliki kemampuan memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan dirinya. Keyakinan. Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan Menyimpan dan menyediakan data kemajuan guru kemudian memberikan penguatan / penghargaan serta memberitahukan kemajuan mereka.

pengahayatan dan latihan penerapan dengan teman dalam bidang studi tertentu. 7. Komitmen untuk mengembangkan diri sendiri serta berkeinginan keras untuk dapat terus memperdalam bidang supervisi. Melihat dan membicarakan hasil rekaman baik video maupun audio dari model-model pengajaran yang sudah ada. Antusiasme dan keyakinan akan supervisi sebagai proses kegiatan terus menerus untuk melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru. dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar. 6. d. Pengenalan lebih lanjut. Mengadakan latihan mengajar ulang dalam bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu. observasi mengajar. Kemampuan untuk mendengarkan serta keinginan untuk memanfatkan pengalamanpengalaman guru agar membuatnya berusaha mencapai tujuan. dihargai dan maju. Memiliki kemauan dan kemampuan untuk dapat membina hubungan yang akrab tanpa memandang bulu. Implementasi mengajar mikro dengan proses supervisi klinis yaitu pertemuan pendahuluan. Mengadakan prencanaan pengajaran mikro yang dibantu oleh supervisor padahal guru hanya memusatkan perencanaan latihannya pada suatu keterampilan tertentu. dan pertemuan balikan. 5. Keterampilan dalam berkomunikasi. 3. Mempelajari teori-teori dan hasil-hasil penelitian tentang berbagai keterampilan mengajar. i. g.c. Menggunakan keterpilan tersebut dalam praktek mengajar di sekolah. f. 2. 4. Penerapan Supervisi Klinis dalam Proses Pembelajaran Untuk menunjang pengalaman lapangan maka proses kegiatan calon guru adalah: 1. Komitmen dan kemauan membuat diri guru merasa penting. mengobservasi. Kemampuan menanyakan pada orang lain dan dirinya sendiri tentang asumsi dasar serta keykinan akan dirinya. Calon guru mengevaluasi penampilan sendiri dengan bantuan supervisor yang mana sarana yang dapat digunkan calon guru berupa data apa adanya dalam bentuk suara atau menggunakan lembar observasi. J. e. h. .

Mengadakan serta mendayagunakan sarana dan dana. 10. 3. Perimbangan yang memadai antara jumlah supervisor dengan jumlah calon guru yang melakukan latihan. Ketenagaan yang meliputi jumlah.Proses berikutnya mengadakan diskusi dengan supervisor. guru pamong. Penataran serta latihan jabatan untuk supervisor mengenai supervisi klinis. Waktu-waktu pertemuan antara supervisor dengan guru. Hal-hal yang perlu medapat perhatian dalam pengorganisasian adalah mengadakan perencanaan yang matang menyangkut hal-hal berikut: 1. . kualifikasi deskripsi tugas dan tata hubungan kerja. kepala sekolah maupun pengawas dari Kakanwil. 11. 4. tenaga kependidikan secara efektif dan efisien dengan memperhitungkan kendala yang ada serta fasilitas yang tersedia. 6. 7. institut. 8. jurusan. Proses kegiatan mulai dari penerimaan input sampai output. Faktor-faktor Pelaksanaan Supervisi Klinis Kendala yang dirasakan dalam pelaksanaan supervisi klinis pada program pengajaran mikro dilapangan dapat diidentifikasi sebagai berikut: 1. lembaga praktek kependidikan pusat sumber belajar dengan sekolah tempat latihan. 5. Kurangnya lembaga pembimbing di lembaga pendidikan tenaga pendidikan dan di sekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. K. Kelembagaan yaitu struktur dan fungsinya. Kegiatan ini ditujukan baik untuk dosen pembimbing. 9. Jenis dan jumlah keterampilan maupun sub keterampilan dasar mengajar yang perlu dikuasai calon guru. Dalam rangka pengorganisasian maka perlu diadakan koordinasi kerja diantara komponen dalam lembaga pendidikan. Sistem kurikulum yang menunjang pelaksanaan kegiatan tersebut. mempelajari literatur keterampilan mengajar yang lain sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan-keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Jumlah calon guru yang harus melalui proses mikro. Mekanisme kerja antara fakultas.

Angka perbandingan atau rasio yang tinggi antara calon guru dan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat ³sambil lalu´. serta perlengkapan lainnya. Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus menerus diperlakukan. Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara perangkat keras seperti kamera film. Keadaan ini ditambah pula dengan beban tugas guru yang sudah cukup berat. bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan di sekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan. ataupun jika ada pemanfaatannya belum teratur. 6. 7. Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro. 4. 5. Labilnya sistem organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum saat ini. 3. dengan akibat suatu perencanaan dihentikan karena sudah ada sistem yang baru.2. yang telah disusun terpaksa .

Pengarahan 4.BAB VII SUPERVISI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH ³Pemimpin yang professional adalah pemimpin yang cerdas dalam ilmu. sehingga kepala sekolah mampu berperan sesuai dengan tugas. seorang kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional. Pengorganisasian 3. Kepala sekolah harus bertindak sebagai manajer dan pemimpin yang efektif. Hal ini dapat dilakukan jika kepala sekolah dapat melakukan fungsi-fungsi manajemen dengan baik. Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan (Pembaharuan) Memiliki sifat pemberani Mempercayai orang lain Bertindak atas dasar system nilai (bukan atas dasar kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya) . Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan pendidikan berhasil dengan baik. 4. Pendahuluan Dalam era desentralisasi seperti saat ini.wewenang dan tanggung jawabnya. dimana-mana sector pendidikan juga di kelola secara otonom oleh pemerintah daerah. 3. Pemberdayaan berarti peningkatan kemampuan secara fungsional. agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Ciri-ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan gaya kepemimpinan transformasional adalah : 1. dalam arti relevansi bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional. Sebagai manajer ia harus mampu mengatur agar semua potensi sekolah dapat berfungsi secara optimal.terampil dalam bertindak santun dalam bersikap´. 2. Dari segi kepemimpinan. praksis pendidikan harus di tingkatkan ke-arah yang lebih baik. kepemimpinan kepala sekolah perlu diberdayakan. A. Perencanaan 2. Meliputi : 1. Pengawasan.

Sebagai suatu property kepemimpinan adalah seperangkat karakteristik yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin untuk mencapai suatu kesuksesan dalam mempengaruhi anggota groupnya. 7. Proses mempengaruhi itu tentunya tidak dengan paksaan. 2. James M. Memiliki visi kedepan. Arthur G. Turney mendefenisikan kepemimpinan sebagai suatu group proses yang di lakukan seseorang dalam mengelola dan menginspirasikan sejumlah pekerjaan untuk mencapai tujuan organisasi melalui aplikasi teknik-teknik manajemen. Pengertian Kepemimpinan Defenisi kepemimpinan yang cukup representative di antaranya : 1. B. Lipham mendefenisikan kepemimpinan sebagai perilaku seseorang yang menginisiatifkan suatu struktur baru dalam berinteraksi pada suatu system sosial. 4.baik mengenai struktur sosial . dan tidak menentu. 3. Jago dalam Griffin mendefenisikan bahwa kepemimpinan dapat didefenisikan sebagai suatu proses dan property. Memiliki kemampuan untuk mengahadapi situasi yang rumut. C. Sebagai suatu Proses kepemimpinan adalah mempengaruhi anggota grup tanpa paksaan untuk mengarahkan dan mengkoordinir aktivitas-aktivitas dalam rangka pencapaian tujuan. Steven Altman mendefenisikan kepemimpinan sebagai proses mempengaruhi orang untuk mengarahkan usaha-usahanya kea rah pencapaian beberapa tujuan-tujuan khusus.baik mengenai tujuan. dan output system sosial tersebut. tetapi bagaimana seorang pemimpin itu mampu berinteraksi dan menginspirasikan tugas kepada bawahannya dengan menerapkan teknik-teknik tertentu . 6.5. Dari pendapat di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi yang dilakukan oleh seseorang dalam mengelola anggota kelompoknya untuk mencapai tujuan organisasi. tidak jelas. Meningkatkan kemampuan secara terus menerus.

Lincoln.sesuai dengan situasi dan kondisi tertentu sehingga apa yang dituju dapat tercapai dengan sukses. dan sebagainya. Karena penelitian ini belum menemukan hasil yang konsisten dan belum memuaskan kamudian mereka menggunakan pendekatan prilaku dalam penelitiannya yang melahirkan ´Teori Prilaku´. Pendekatan prilaku ini bertujuan untuk membedakan perilaku-perilaku yang dirhubungan dengan kepemimpinan yang efektif. Para peneliti mengasumsikan bahwa efektif atau tidaknya perilaku pemimpin tergantung bagaimana seorang pemimpin menerapkan pola-pola kepemimpinannya sesuai situasi.aktivitas dan pengetahuan yang berhubungan dengan tugas. Yang mana isi dari teori tersebut menggunakan beberapa pendekatan : 1.energy. Pada mulanya para peneliti mencoba menggunakan pendekatan sifat atau karakteristik pemimpin. yang kemudian melahirkan teori sifat. Pendekatan sifat Penelitian kepemimpinan pada tahap awal didominasi dengan pendekatan sifat para para pemimpin. . Banyak orang yang telah melakukan penelitian tentang kepemimpinan. Factor Pendukung Kepemimpinan Factor penentu keberhasilan seorang pemimpin diantanya adalah ³Teknik Kepemimpinan´ yaitu bagaimana seorang pimpinan mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang di pimpinnya timbul kesadaran untuk melaksanakan apa yang dikehendaki oleh seorang pimpinan itu mampu berinteraksi dan menginspirasi tugas kepada bawahan dengan menerapkan teknik-teknik tertentu sesuai dengan situasi dan kondisi dalam organisasi tersebut. Pendekatan prilaku Pada akhir tahun ¶90-an. C. Adapun sifat-sifat pemimpin itu meliputi Intelegensi. Seperti Gandhi. Kepemimpinan yang berhasil memerlukan prilaku yang menyatukan dan merangsang pengikutnya mencapai tujuan yang di tetapkan dalam situasi tertentu.dominasi. 2.percaya pada diri sendiri. beberapa peneliti mulai memandang kepemimpinan sebagai suatu proses atau aktivitas yang dapat di amati. Para peneliti berusaha mengidentifikasi sifat-sifat penting para pemimpin yaitu dengan cara menguji sifat-sifat penting para pimpinan.

,Menurut hasil penelitian, ada dua dimensi kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang beorientasi pada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan antar manusia.kedua dimensi tersebut kalau berdiri sendiri akan menyebabkan kemunduran organisasi. Oleh karena itu kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu mengintegrasikan orientasi tugas dengan orientasi hubungan antar manusia.

D. Kepemimpinan Kepala Sekolah Di era desentralisasi saat ini, dimana sector pendidikan juga dikelola secara otonom oleh pemerintah daerah, praktis pendidikan harus ditingkatkan ke arah yang lebih baik dalam arti relevansinya bagi kepentingan daerah maupun kepentingan nasional.maka dari itu sekolah saat ini cenderung kea rah manajemen berbasis sekolah (MBS). Dalam konteks MBS sekolah harus meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam pengelolaan dalam rangka meningkatkan kualitas dan efisiensinya, meskipun demikian otonomi pendidikan dalam konteks MBS harus dengan selalu mengacu pada akuntabilitas terhadap masyarakat,orang tua,siswa maupun pemerintah pusat dan daerah. Agar desentralisasi dan otonomi pendidikan berhasil dengan baik, kepemimpinan kepala sekolah perlu diperdayakan secara fungsional dengan cara mampu berperan sesuai dengan tugas,wewenang dan tanggung jawabnya. Dari segi kepemimpinan kepala sekolah perlu mengadopsi gaya kepemimpinan transformasional agar semua potensi yang ada di sekolah dapat berfungsi secara optimal. Kepemimpinan transformal dapat didefenisikan sebagai gaya kepemimpinan yang mengutamakan pemberian kesempatan dan mendorong semua unsure yang ada dalam sekolah untuk bekerja atas dasar system nilai yang luhur sehingga semua unsure yang ada di sekolah bersedia tampa paksaan berpartisipasi secara optimal dalam mencapai tujuan ideal sekolah. Ciri seseorang yang telah berhasil menerapkan kepemimpinan transformal adalah: a) Mengidentifikasi dirinya sebagai agen perubahan b) Memiliki sifat pemberani c) Mempercayai orang lain d) Bertindak atas dasar system nilai, bukan terhadap kepentingan individu atau atas dasar kepentingan dan desakan kroninya.

e) Meningkatkan kemampuan secara terus menerus f) Memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi yang rumit,tidak jelas,dan tidak menentu g) Memiliki visi ke depan.

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan suatu inovasi dalam system pengelolaan sekolah yang diadopsi dari konsep ³School Based Management´. Dalam konsep MBS sekolah memiliki wewenang luas untuk menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya sesuai dengan prioritas kebutuhan aktual sekolah. Factor penting dalam mendukung MBS adalah : a) Praktik kepemimpinan demokratis dan pengambilan keputusan teknis yang partisipatif di sekolah. b) Pemberdayaan fasilitas pendidikan yang efektif dalam mendukung program pembelajaran. c) Pengembangan kinerja professional dalam budaya kerja ³teamwork´ antara pimpinan sekolah dan guru. d) Partisipasi masyarakat dan orang tua yang tinggi serta intensif. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas,2006) ada 7 peran utama dari kepala sekolah,yaitu : 1) Educator (pendidik) 2) Manejer 3) Administrator 4) Supervisor (penyedia) 5) Leader (pemimpin) 6) Pencipta iklim kerja 7) Kewirausahawan Dari 7 peran di atas, ada hubungan antara peran kepala sekolah dengan peningkatan kompetensi guru : 1) Kepala sekolah sebagai educator Kegiatan belajar mengajar merupakan inti dariproses pendidikan dan guru merupakan pelaksana dan pengembang utama kurikulum di sekolah. Kepala sekolah

menunjukkan komitmen tinggi dan focus terhadap pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar disekolahnya tentu saja akan sangat memperhatikan tingkat kompetensi yang dimiliki gurunya, sekaligus juga akan senantiasa berusaha memfasilitasi dan mendorong agar para guru dapat secara terus menerus meningkatkan kompetensinya, sehingga kegiatan belajar menajar dapat berjalan secara efektif dan efisien. 2) Kepala sekolah sebagai manajer Dalam mengelola tenaga kependidikan, salah satu tugas yang harus dilakukan kepala sekolah adalah melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan pengembangan profesi para guru. Dalam hal ini kepala sekolah dapat memfasilitasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada guru untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan. 3) Kepala sekolah sebagai administrator Dalam pengelolaan keuangan, bahwa untuk tercapainya peningkatan kompetensi guru tidak lepas dari factor biaya. Seberapa besar sekolah dapat mengalokasikan anggaran peningkatan kompetensi guru tentunya akan mempengaruhi terhadap tingkat kompetensi para gurunya. Oleh karena itu kepala sekolah dapat dapat mengelokasikan anggaran yang memadai bagi upaya peningkatan kompetensi guru. 4) Kepala sekolah sebagai supervisor Untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervise, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dari hhasil supervise ini dapat diketahui kelemahan sekaligus keunggulan guru dalam melaksanakan pembelajaran, tingkat penguasaan kompetensi guruyang bersangkutan, selanjutnya diupayakan solusi, pembinaan dan tindak lanjut tertentu sehingga guru dapat mmemperbaiki kekurangan yang ada sekaligus mempertahankan keunggulan dalam melaksanakan pembelajaran. 5) Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin)

Dalam kepemimpinan kita mengenal adanya dua pendekatan gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan yang berorientasipada tugas dan kepemimpinan yang berorientasi pada manusia. Tindakan ini bisa membunuh rasa percaya diri dan inisiatif bawahan. disesuaikan kedengan kondisi dan kebutuhan yang ada. mampu memberikan inspirasi dan motivasi. Mulyasa mengungkapkan kepemimpinan seseorang sangat berkaitan dengan kepribadian dan kepribadian kepala sekolah sebagai pemimpin akan tercermin dalam sifat-sifat sebagai berikut : a) Jujur b) Percaya diri c) Bertanggung jawab d) Berani mengembil resiko dan keputusan e) Berjiwa besar f) Emosi yang stabil g) Teladan Pemimpin adalah manusia. Kepala sekolah adalah sosok manusia yang idealnya memiliki visi. 3. Melakukan tindakan-tindakan efektif dalam memotivasi bawahan adalah sebuah keharusan. 2. Meremehkan bawahan. tetapi tidak semua manusia adalah pemimpin. MM Feinberg Memberikan sebuah Lampu Merah bagi seorang kepala sekolah untuk menghindari tindakan-tindakan berikut yang mampu menjatuhkan otivasi kerja bawahan. Mengkritik karyawan di depan karyawan lain. maka rasa percaya dirinya akan luntur. . Memberi perhatian setengah-setengah atau tidak memperhatikan karyawan. Kalau seorang pemimpin tidak memperdulikan karyawannya. di antaranya : 1. serta kompeten. Dlam peningkatan kompetensi guru kepala sekolah harus dapat menerapkan kedua gaya kepemimpinan tersebut secara cepat dan flexible. sebaliknya melakukan tindakan-tindakan kontraproduktif yang dapat menjatuhkan motivasi bawahan adalah tindakan yang harus dihindari. Tindakan inipun bisa merusak hubungan yang sudah terbina baik.

7. Informasikan kesempatan yang ada dan jangan pernah mengekang minat karyawan. Atasan yang ragu-ragu dalam mengambil keputusan akan mengakibatkan kebimbangan diseluruh organisasi. Memberikan hadiah lebih baik dari hukuman. 6) Kepala sekolah sebagai pencipta iklim kerja Budaya dan iklim kerja yang kondusif akan memungkinkan setiap guru lebih termotifasi untuk menunjukkan kinerjanya secara unggul. Seorang pemimpin memang wajib menolerir ketidakmampuan karyawannya. Pemimpin seperti ini dianggap egois dan hanya memanipulasi karyawan untuk kepentingannya sendiri. 8. yang disertai usaha untuk meningkatkan kompetensinya. Oleh karena itu dalam upaya menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif. Menganakemaskan seorang karyawan. namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan . c. Apa yang nampaknya kecil bagi anda mungkin saja sangat penting bagi bagi karyawan. Tidak memperdulikan hal-hal kecil. Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. mereka akan sangat termotivasi. 9. karena bisa merusak moral karyawan lain. Memperhatikan diri sendiri. kepala sekolah hendaknya memperhatikan prinsip-prinsi sebagai berikut : a. Tidak mendorong karyawan untuk berkembang. serta para guru harus dilibatkan dalam penyusunan tujuan tersebut. Merendahkan karyawan yang kurang terampil. Tindakan ini sebaiknya juga tidak dilakukan.4. 5. namun hatihati dalam menangani permasalahan yang ditimbulkan agar tidak sampai mempermalukan karyawannya. Para guru akan bekerja lebih giat apabila kegiatan yang dilakukannya menarik dan menyenangkan b. Para guru harus selau diberitahu tentang tujuan dari setiap pekerjaannya d. 6. Kalau karyawan merasa bahwa bos juga ikut berjuang bersama. Tujuan kegiatan perlu disusun dengan jelas dan di informasikan kepada guru sehingga dia mengetahui tujuan dia bekerja.

Tipe demokratis Dapat dikatakan bahwa tipe kepemimpinan demikratis ini adalah tipe kepemimpinan yang diharapkan dalam sebuah organisasi. 2. dan bawahan dalam hal ini mempunyai peluang besar untuk membuat keputusan. termasuk sekolah yaitu : 1. dan keputusan hanya di buat sendiri oleh pimpinan. Tipe Kepemimpinan Pendidikan ( Sekolah ) Secara umum ada 3 tipe kepemimpinan dlam kehidupan suatu organisasi. Tipe laissez-faire Tipe kepemimpinan seperti ini seolah-plah tidak muncul. 3. sehingga memperoleh kepuasan. Tipe otoriter Dalam tipe kepemimpinan otoriter ini. Mengingat di sekolah . E.e. maka kepala sekolah dapat menciptakan pembaharuan. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan sosio-psiko-fisik guru. seorang pemimpin lebih bersifat ingin berkuasa dan akibatnya suasana sekolah selalu tegang. 7) Kepala sekolah sebagai wirausahawan Dalam menerapkan prinsip kewirausahaan dihubungkan dengan peningkatan kompetensi guru. yang dapat nantinya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi guru yang pada gilirannya dapat membawa effek terhadap peningkatan mutu pendidikan disekolah. Sejauh mana kepala sekolah dapat mewujudkan peran-peran tersebut secara langsung mmaupun tidak langsung. karena pemimpin memberikan kebebasan yang penuh kepada para anggotanya dalam melaksanakan tugas. keunggulan komparatif serta memanfaatkan berbagai peluang. termasuk perubahan dengan hal yang berhubungan dengan proses pembelajaran siswa serta kompetensi gurunya. Pemimpin sama sekali tidak member kebebasan kepada bawahan untuk turut ambil bagian dalam memutuskan suatu persoalan. Kepala sekolah dengan sikap kewirausahaan yang kuat dan berani melakukan perubahan-perubahan yang inovatif di sekolahnya. Dalam hal ini pemimpin selalu mendikte tentang apa yang harus dikerjakan oleh karyawan.

yaitu unsure manusianya. teori-teori kontingensi kepemimpinan dan struktur-struktur organisasi. sehingga para bawahanpun akan turut serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan program di sekolah tersebut. Kekuatan pendidikan Kekuatan kepemimpinan merupakan kekuatan kepemimpinan yang berasal dari pengetahuan mengenai masalah-masalah pendidikan dan kegiatan persekolahan. Kekuatan teknikal Kekuatan teknikal ini berasal dari teknik-teknik manajemen. dan berhubungan dengan aspek-aspek teknis kepemimpinan. Kekuatan simbolik Kekuatan simbolik kepemimpinan ini berasal dari pemusatan perhatian pada masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan persekolahan. Suatu kegiatan persekolahan dapat terlaksana dengan baik dengan adanya kekuatan manusia dalam kepemimpinannya. 4. Kekuatan ini sangat penting karena akan menjamin terselenggaranya peraturan kegiatan persekolahan dengan baik. Kekuatan ini berhubungan dengan aspek simbolik kepemimpinan. Disamping itu kekuatan manusia ini juga berhubungan dengan aspek-aspek kemanusiaan suatu kepemimpinan. Pemimpin akan menghargai pendapat dan kreatifitas para karyawan yang ada dilingkungan sekolah. Kekuatan simbolik kepemimpinan terutama berasal dari kebutuhan seseorang yang memegang posisi . Kekuatan ini berhubungan dengan aspek-aspek suatu kepeminpinan prinsip kekuatan kepemimpinan ini mengandung unsure pengajaran. 2. 3.pengembangan program pendidikan dan supervise.seorang pemimpin selalu mengikutsertakan seluruh bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Ada lima kekuatan kepemimpinan yang merupakan hal-hal yang sangat mempengaruhi kegiatan persekolahan. sebagaimana yang dikemukakan Suharsimi Arikunto yaitu : 1. Prinsip-prinsip kekuatan teknikal ini dapat dikatakan sama dengan prinsip perencanaan manajemen yaitu meliputi konsep-konsep perencanaan dan manajemen. Kekuatan manusia Kekuatan manusia ini berasal dari pemanfaatan potensi social dan antar pribadi suatu sekoalah.

dan kebutuhan untuk memberikan tanda menegenai apa yang berharga bagi organisasi. mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan memanfaatkan peluang yang terbuka bagi pencapaian tujuan sekolah. . Kekuatan budaya Kekuatan budaya adalah kekuatan kepemimpinan yang berasal dari suatu kebudayaan sekolah yang unik dan berhubungan dengan aspek-aspek kebudayaan suatu sekolah. 2) Tingkat efisiensi dan efektifitas yang dapat dicapai dalam gerak organisasi sekolah yang dipimpinnya. dan memperkuat. budaya serta yang mengartikulasikan kepercayaan. Yaitu keberanian melakukan sesuatu yang baru. Dengan demikian keberhasilan seorang kepala sekolah dalam mengelola sekolah ditentikan oleh dua factor yaitu : 1) Kemampuan inovasi. yang mendefenisikan. segi-segi memberikan identitas yang unik pada sekolahnya. Ketika menunjukkan kekuatan budaya ini.formal dalam suatu organisasi akan perasaan mengenai apa yang penting. 5. kepala sekolah bertindak ssebagai seorang nilai-nilai.

dan / masyarakat. meliputi : a. Supervisor. bertanggung jawab. Membina kesiswaan 3. Manajer. orang tua. 3) Pengalaman mengajar minimal 5 tahun menurut jenjang sekolahnya. Merencanakan pengembangan. Kualifikasi 1) Pendidikan minimum S-1 atau D-IV 2) Berusia setinggi-tingginya 56 tahun saat diangkat sebagai Kepala Sekolah. pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana. Melaksanakanakan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya 4. Satandar kualifikasi. Kepala Sekolah dalam jabatannyanya itu berfungsi sebagai Edukator. Administrator. Menyelenggarakan administrasi sekolah 5. Seorang kepala sekolah mempunyai beberapa tugas yaitu : 1. Standar Kepala Sekolah 1.BAB VIII SUPERVISI STANDAR KEPALA SEKOLAH DAN PENGAWAS SEKOLAH / MADRASAH ³menempatkan orang yang amanat. Pendahuluan Dengan diberlakukannya Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007 tentang standar Kepala Sekolah dan Permendiknas Nomor 12 Tahun 2007 tentang standar pengawas sekolah / madrasah. Melaksanakan hubungan sekolah dengan lingkungan. 4) Pangkat minimal III/c bagi PNS . Tugas supervise kepala sekolah meliputi tugas merencanakan program supervise akademik dalam rangka profesionalitas guru. B. Menyelengggarakan kegiatan pendidikan 2. 6. melaksanakan supervise akademik terhadaap guru dengan menggunakan pendekatan dan tejnik supervise yang tepat serta menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. dapat dicontoh dan sensitive terhadap kemajuan adalah kunci lahirnya pemimpin yang tangguh´ A.

c. 2) Dimensi kompetensi Manajerial a) Menyusun perencanaan. Standar Kompetensi 1) Dimensi Kompetensi Kepribadian a) Berakhlak mulia. c) Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan didi sebagai kepala sekolah/madrasah.b. d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah/madrasah menuju organisasi pembelajaran yang efektif e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah/madrasah yang kondsif dan inovatif bagi pembelajaran peserta didik. kalau Kepala SMA berate harus guru SMA. dan menjadi teladan akhlak mulia bagi komunitas di sekolah/madrasah. 3) mempunyai sertifikat kepala sekolah sesuia jenjangnya yang diterbitkan oleh lembaga yang ditetapkan Pemerintah. c) Memimpin sekolah/madarasah dalam rangka pendayagunaan perencanaan sekolah/madrasah untuk berbagai tingkatan sekolah/madrasah secara optimal. d) Bersikap terbuka dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi. b) Mengembangkan organisasi sekolah/madarasah sesuai dengan kebutuhan. mengembangkan budaya dan tradisi akhlak mulia. . g) Mengelola sarana dan prasaran sekolah/madrasah dalam rangka pendayagunaan fasilitas secara optimal. 2) Mempunyai sertifikat pendiidk sebagai guru sesuai jenjangnya. e) Memiliki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan. Kualifikasi khusus menyangkut : 1) Berstatus sebagai guru sesuai jenjang mana akan menjadi Kepala Sekolah. f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal. b) Memiliki integritas kepribadian sebagai pemimpin.

Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajaran yang efektif. sumber belajar. p) Melakukan monitoring. d. evaluasi. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah seagai sumber belajar peserta didik. dan [embiayaan sekolah/madrasah. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam memecahkan masalah/kendala yang dihadapi oleh sekolah/madrasah. m) Mengelola unit layanan khusus sekolah/madrasah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta didik di sekolah/madrasah. serta merencanakan tindak lanjut. . b. k) Mengelola keuangan sekolah/madrasah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel. e. l) Mengelola ketatausahaan sekolah/madrasah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah/madrasah. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembanagn sekolah/madrasah. j) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan arah tujuan pendidikan nasional. 3) Dimensi Kompetensi Kewirausahaan a. dan pelaporan pelaksanaan program sekolah/madrasah dengan prosedur yang tepat.h) Mengelola hubungan sekolah/madrasah dengan masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide/gagasan. c. transparan dan efisien. n) Mengelola sistem informasi sekolah/madrasah dalam mendukung penyusunan dan pengambilan keputusan o) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah/madrasah. dan penempatan sertapengembangan peserta didik. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. i) Mengelola peserta didik dalam rangka penerimaan peserta didik baru.

menjadi ketua musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) atau sejenis. f. . b. Seleksi Kepala Sekolah 1. d. b) Melaksanakan program supervise akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervise yang tepat. Surat keterangan dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. Seleksi Tahap I Seleksi tahap pertama dilakukan untuk meneliti kelengkapan administrasi berupa: a. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang lain atau kelompok lain. Menjadi guru inti atau instruktur peningkatan mutu guru. Surat keterangan aktif mengajar dan/atau membimbing. Menjadi guru teladan/berprestasi b. e. Daftar riwayat hidup c. 3) Perkembangan IPTEK 4) Kreatifitas dan inovasi dalam mengajukan sekolah 5) Manajemen berbasi sekolah 6) Sekolah sebagai lembaga pendidikan dan / atau pusat pembudayaan Selain kelengkapan administrasi. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan : 1) Pengelolaan sekolah yang efektif dan efisien 2) Kurikulum sekolah yang akan dipimpinnya. c) Menindak lanjuti hasil supervise akademik terhadap guru dalam rangka peningkatan professional guru. C. Bekerja sama dengan pihak lain untuk kepentingan sekolah/madrasah b.4) Dimensi Kompetensi Supervisi a) Merencanakan program supervise akademik dalam rangka peningkatan professional guru. Ijazah yang dipersyaratkan. Daftar penilaian pekerjaan pegawai (DP3) dua than terakhir. kepala sekloah dapat menyertakan bukti prestasi seperti : a. 5) Dimensi Kompetensi Supervisi a.

supervise manajerial sekolah. Pembinaan/pengembanagan profesi kepengawasan. Berhasil memimpin suatu unit kerja atau pernah / sedang menajdi wakil kepala sekolah. Seleksi Tahap II a. Standar Kompetensi Pengawas Sekolah/Madrasah 1. Kompetensi Profesional a. Kompetensi Pedagogik a. Penilaian. Pembinaan/pengembangan kurikulum dan pembelajaran b. e. Mampu menciptakan dan mengembangkan pendekatan/metode/teknik/cara-cara baru dalam pengawasan. kepribadian. psikologi perkembangan dan organisasi. penelitian. pengembangan SDM sekolah efektif. sosiologi dan andragogi d. b. 2. dan pengemabangan pendidikan. Mampu menganalisis permasalahan pendidikan dari kajian : filsafat manusia dan pendidikan. pelaporan. Tes tertulis 1) Potensi akademik 2) Kepemimpinan yang meliputi integritas. 2. Paparan makalah D. Memahami masalah yang menyangkut tugas-tugas kepengawasan dalam berbagai konteks/perspektif. Mampu memperhitungkan implikasi jangka pendek maupun jangka panjang atas tindakan pedagogic yang dilakukan. monitoring. c. pengelolaan sekolah efektif.c. perilaku dan hubungan sosial 3) Kecerdasan emosi b. kepemimpinan. nasihat. . Menguasai prosedur dan teknik supervise akademik. c. koordinasi. dan implementasi kebijakan pendidikan.

Mampu menunjukkan kepemimpinannya dalam mengendalikan situasi sosial yang kurang menguntungkan bagi pendidikan c. Memiliki kebebasan dalam berfikir dan bertindak dengan tetap mempertimbangkan lingkungan/konteks pekerjaan. seminar. Kompetensi personal a. f.3. e. Memiliki kesadaran diri akan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengawas sekolahn berdasarkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME. d. Mampu mengelola konflik dan mencari solusi untuk mengatasinya. Standar Sertifikasi Pengawas sekolah adalah jabatan professional oleh sebab itu jabatan pengawas sekolah harus melalui program pendidikan profesi pengawas sekolah. 4. Memiliki kesadaran akan pentingnya motivasi kerja baik bagi dirinya maupun bagi stakeholder sekolah. diperlukan pendidikan profesi yang secara khusus menyiapkan mereka menjadi pengawas satuan pendidikan/sekolah. Memiliki kesadaran akan pentingnya bekerja sama dengan penyelesaian masalah terutama masalah pendidikan. Pendidikan profesi pengawas dilaksanakan di LPTK Negeri atau yang ditunjuk oleh pemerintah dalam hal . b. Memiliki kreatifitas dan imajinasi yang tinggi tentang prospek perbaikan mutu pendiidkan melalui peranannya sebagai pengawas. a. e. Berprakarsa dalam kegiatan-kegiatan ilmiah seperti symposium. Kompetensi Sosial a. Memiliki kemampuan antisipatif terhadap hal-hal positif dan yang negative dalam kehidupan bermasyarakat. b. diskusi dan sejenisnya. Mampu bekerjasama dengan profesi lain dalam mengembangkan tugas profesinya. Terbuka dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal yang baru. guna mendapatkan pengawas yang professional. c. d.

Pendidikan profesi pengawas hanya diberlakukan pada calon-calon pengawas. Studi kasus kepengawasan (45 jam) . Perencanaan pendidikan(3 SKS) 2. Studi kasus dan praktikum kepengawasan (4 SKS) b. Evaluasi pendiidkan ( 3 SKS) 4. kurikulum pendidikan profesi pengawas minimal berisi pengetahuan dan kemampuan keahlian sebagai berikut : 1. Monitoring dan Evaluasi Pendidikan (30 jam) 2. Pengembangan Profesi Pengawas (2 SKS) 11. Sistem informasi manajemen pendidikan (2SKS) 8. Inovasi dan kebijakan pendidikan (3SKS) 10. Kurikulum DIKLAT ini meliputi : 1. Inovasi dan kebijakan pendidikan (30 jam) 7. Penjaminan mutu pendidikan (30 jam) 6. Supervise pendidikan (3 SKS) 6. Kajian/Studi/Penelitian Kepengawasan (45 jam) 3. Penelitian pendidikan (3 SKS) 5. Teknologi pembelajaran dan bimbingan (3 SKS) 13. Diklat dilaksanakan selama satu bulan dengan jumlah alokasi waktu 300 jam setara dengan 20 SKS. Pengembangan kurikulum dan pembelajaran (45 jam) 8. Pengembangan teknologi informasi kepengawasan (45 jam) 5. Pengembangan program dan profesi kepengawasan (30 jam) 4. Sistem Penjaminan Mutu pendidikan (2 SKS) 9.ini Depdiknas. Administrasi dan manajemen sekolah (3 SKS) 3. Sertifikasi yang Telah Menjadi Pengawas Bagi yang telah menjadi pengawas juga diberikan sertifikat pengawas apabila telah mengikuti diklat profesi pengawas dan lulus uji kompetensi pengawas. Program pengembangan Kepengawasan (2SKS) 7. Pembinaan dan pengembangan kurikulum (3 SKS) 12.

3. b) pengalaman kerja 8 tahun bagi yang sedang menjadi guru dan 4 tahun bagi yang sedang menjadi kepala sekolah.Kualifikasi Rekrutmen Dan Seleksi Pengawas a. b) usia sekurang-kurangnya 35 tahun dan setinggi-tingginya sekitar 45 tahun. Kualifikasi 1.5 tahun. . pendiidakn biologi. Jabatan/Pangkat dan Pengalaman Kerja a) pernah menjadi guru dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah berstatus jabatan fungsional dengan pangkat serendah-rendahnya III/b untuk guru dan III/d untuk kepala sekolah/Wakil kepala sekolah. b) Kualifikasi untuk pengawas SLB 1) berpendidikan minimal S-1 kependidikan 2) pendidikan luar biasa 3) diutamakan S-2 Pendidikan atau Psikologi c) Kualifikasi untuk pengawas rumpun mata pelajaran 1) berpendidikan minimla S-1 kependidikan dan non kependidikan dalam rumpun ilmu yang relevan 2. pendidikan Bahasa Indonesia. dan pendidikan bidang ilmu seperti pendidikan matematika. Tingkat Pendidikan dan Keahlian a) Kualifikasi untuk pengawas TK/SD 1) Latar Belakang pendiidakn minimal S-1 atau D-IV lebih diutamakan S-2 2) Kependidiakn Administrasi Pendidikan. dan pendidikan bidang lainnya. Teknologi Pendidikan. Usia a) pengalamankerja sebagai PNS sekitar 26 tahun dan masa kerja sebagai pengawas sekitar rata-rata 6.

LPMP melakukan verifikasi data hasil pemeriksaan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan melakukan seleksi administrative calon pengawas. menyatakan secara tertulis bersedia ditempatkan dimana saja dalam wilayah atau kabupaten/kota/provinsi tempat sekolah yang akan dibinanya. . Persyaratan Administratif 1. 5. 3. rumpun mata pelajaran/mata pelajaran dan pengawas bimbingan dan konseling disertai kualifikasi dan persyaratannya 2. c. memiliki sertifikat pendidikan profesi pengawas dari LPTK Negeri. Sehat jasmani dan rohani dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit yang ditunjuk. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kotamemeriksa dan menyeleksi kelengkapan berkas pendaftaran yang terdiri atas persyaratan administrative dan lampiran=lampiran untuk menetapkan calon yang memenuhi persyaratan. 6. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menyampaikan informasi kepada setiap UPTD dan setiap sekolah tentang adanya rekruitmen calon pengawas TK/SD. 4. 3. Diusulkan oleh Kepala Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan mendapat rekomendaasi dari kepala sekolah. setelah melalui proses pemilihan di sekolah yang bersangkutan. menyatakan secara tertulis bersedia berpartisipatif aktif dalam organisasi profesi pengawas (missal APSI) 9. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota menerima berkas pendaftaran calon pengawas dari setiap UPTD atau sekolah. 2. SLB. tidak sedang terkena hukuman pelanggaran disiplin kategori sedang atau berat. berpengalaman sebagai guru minimal 8 tahun. 4.b. menyatakan secara tertulis bersedia mengikuti pendidikan dan pelatihan pengawas Tipe A (Orientasi Pekerjaan Pengawas Sekolah) 7. pangkat atau golongan sekurang-kurangnya golongan III/b yang dibuktikan dengan SK Kepangkatan. kepala sekolah / wakil kepala sekolah 4 tahun. Seleksi Rekrutmen 1. 8.

Tes potensi akademik . Seleksi Calon Pengawas Seleksi Tahap I: 1. prestasi yang pernah dicapai. usia. Kepala calon yang memenuhi semua persyaratan administrative direktorat tenaga kependidikan mengirim surat pemberitahuan yang menyatakan calon berhak mengikuti seleksi calon pengawas serta diminta membuat karya tulis tentang kepengawasan dan menyerahkan kepada Direktorat Tenaga Kependidikan paling lama satu bulan setelah menerima pemberitahuan. Seleksi calon pengawas dilaksanakan oleh Direktorat tenaga kependidikan bekerja sama dengan LPMP yang pelaksanaannya bisa diselenggarakan di tingkat provinsi atau LPMP. b) Pengembangan kurikulum sekolah yang akan dibinanya c) Strategi pengembangan sekolah yang berbasis IPTEK d) Inovasi dalam meningkatkan kinerja sekolah. pekerjaan sekarang. pangkat dan golongan. 2. e) Manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah. Seleksi Tahap II 1. pengalaman kerja.5. Direktorat Tenaga Kependidikan mengajukan pengangkatan calon pengawas yang telah lulus seleksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. 8. 7. Fotokopi ijazah yang telah dilegalisir sesuai dengan kualifikasi 6. Daftar riwayat hidup yang memuat identitas diri. Tes tertulis meliputi: a. Surat keterangan dari dokter yang menyatakan sehat jasmani dan rohani. tingkat pendidikan. d. Daftar penilaian pekerjaan pengawai (DP3) dua tahun terakhir 5. Surat keterangan aktif mengajar atau membimbing dari atasan langsung 4. Penetapan calon yang lulus seleksi sepenuhnya menjadi kewenangan direktorat tenga kependidikan. Makalah atau karya tulis yang berkaitan dengan kepengawasan dari slaha satu tema (boleh dipilh) di bawah ini: a) Pengelolaan kepengawasan sekolah yang efektif dan efisien. 3. 6.

Tes kepribadian 3. . numerical. inisiatif. Tes kreatifitas 4. penguasaan kompetensi pengawas yang mencakup semua dimensi dan indikatornya. 2. kerjasama. dengan bidang kepengawasannya (TK/SD Rumpun mata pelajara/mata pelajaran. penalaran dan persepsi ruang). Tes kecerdasan emosi c. Presentasi karya ilmiah dengan dilengkapi dengan wawancara.b. dan kreatifitas. pendidikan luar biasa dan bimbingan konseling) 3. materi dasar yang dijadikan criteria seleksi terdiri dari: 1. motivasi. Kepribadian yang meliputi : sikap. Tes penguasaan subtansi kepengawasan (kompetensi) 2. Potensi akademik (kemampuan verbal. Penguasaan ilmu dalam bidang yang relevan.

yaitu merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik yang meliputi: a. 2. Pendahuluan Empat jenis kompetensi guru sebagaiman tercantum dalam penjelasan peraturan pemerintah no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik. Stabil c. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Pemahaman terhadap peserta didik c. Menggunakan teknologi komunikai dan informasi secara fungsional . Pengembanagn peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliknya. Mantap b. Mengevaluasi kinerja sendiri dan i. dan dialogis f. Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Arif dan bijaksana e. Kompetensi Kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang : a. Dewasa d. Berwibawa f. Mengembangkan diri secara berkelanjutan 3. Menjadi teladan bagi peserta diidk dan masyarakat h. dan g. kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk: a. pasal 28 ayat 3 yaitu: 1. Kompetensi pedagogic. Pengembanagn kurikulum atau silabus d.BAB IX SUPERVISI PROFESI DAN KOMPETENSI KEGURUAN A. Berakhlak mulia g. Perencanaan pembelajaran e. Evaluasi hasil belajar.

Jabatan yang menentukan standarnya sendiri g. b. sesame pendidik. Profesi dan Kompetensi Keguruan 1. tenaga kependidikan. Jabatan yang memerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan e. yang tujuannya memberikan pelayanan dengan terampil kepada orang lain dengan medapat imbalan tertentu. Konsep. Paradigma profesionalitas Guru a. Alumni dari sebuah lembaga yang legal / formal . Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Kompetisi secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional. cirri-ciri jabatan profesi adalah sebagai berikut: a. b. Hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. Jabatan yang mempunyai organisasi professional yang kuat dan terjalin erat. struktur. konsepsi dan Ciri-ciri profesi Profesi merupakan suatu pekerjaan yang didasarkan pada pendidikan intelektual khusus. B. Jabatan yang memerlukan persiapan professional yang lama (dibandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka) d. Kompetensi professional merupakan kemmapuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi: a. Ahli dalam ilmunya. orang tua/wali peserta didik d. 4. dan metoda keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar. Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari dan e. Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Jabatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus c.c. Jabatan yang menjanjikan karier hidup dan keanggotaan yang permanen f. b. Bergaul secara efekti dengan perserta didik. 2. terampil dalam berbuat atau menerapkannya.

Memiliki kapasitas pengorganisasian kerja secara mandiri f. maupun pengendalian pengajaran. . penilaian. g. Guru Sebagai Profesi Dilihat dari sudtu pandang hirarki profesi tenaga kependiidkan dapat dijelaskan bahwa: 1) Tenaga Profesional yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan sekurang-kurangnya berpendidikan S1 atau yang setara dan memiliki wewenang penuh dalam perencanaan.c. Memiliki pengetahuan praktis yang dapat digunakan langsung oleh orang lain atau klien d. tetapi masih harus melakukan konsultasi dengan tenaga kependidikan yang berkualifikasi kependidikan yang lebih tinggi jenjang profesionalnya. Profesi guru sebagai sumber kehidupannya e. pelaksanaan. pelaksanaan. 3. penilaian. Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan akademik b. Memiliki kode etik C. Memiliki sertifikat kualifikasi d. Memiliki teknis kerja yang dapat dikomunikasikan e. Mengetahui pengetahuan spesialisasi c. Mementingkan kepentingan orang lain. Konsep dan cirri-ciri Kompetensi Keguruan Hasil studi beberapa para ahli mengenai sifat atau karakteristik profesi itu sebagai berikut: a. dan pengendalian pendidikan pengajaran dan berwenang membina tenaga kependidikan yang lebih rendah jenjang profesinya.. yaitu tenaga kependidikan yang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D3 atau yang setara. baik dalam perencanaan. Menjalankan profesinya dengan ikhlas dan sepenuh hati. 2) Tenaga seni professional. yang telah berwenang mengajar secara mandiri.

Memahami kelebihan dan kekurangan diri. dan pengendalian pendidikan dan pengajaran. Kompetensi Kepribadian. bertakwa dan berilmu pengetahuan serta memahami teknologi. 2. merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri kepada tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. j. Karena guru bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup suatu bangsa. Tenggang Rasa dan toleran d. Mampu menjalin hubungan insane i. Sabar dalam menjalani profesi keguruannya. E. Mengembangkan diri bagi kemajuan profesinya g. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME b. Beberapa kometensi kepribadian guru antara lain: a. Karena guru bertanggungjawab atas keberlangsungan budaya dan peradaban suatu generasi. 2. Karena guru bertanggungjawab menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. beriman. Percaya Kepada Diri Sendiri c. Beberapa kompetensi sosial yang perlu dimiliki guru.3) Tenaga professional yaitu tenaga kependidikanyang berkualifikasi pendidikan tenaga kependidikan D2 kebawah yang memerlukan pembinaan dalam perencanaan. Terampil berkomunikasi dengan peserta didik dan orang tua peseerta didik b. Memahami tujuan pendidikan h. Bersikap simpatik c. merupakan sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kemampuan pribadi denagn segala karakteristik yang mendukung terhadap pelaksanaan tugas guru. Bersikap terbuka dan demokratis e. D. Kompetensi Keguruan 1. antara lain: a. Kreatif dan inovatif dalam berkarya. kompetensi Sosial Guru. Mengapa Guru Harus Profesional 1. 3. Dapat bekerja sama dengan BP3 . f. penilaian.

Meningkatkan kemampuan dan menjalankan misi professional Memberikan bantuan dan bimbingan kepada perserta didik k. h. Pengelolaan dan penggunaan media serta sumber belajar e.d. Mampu memahami karakteristik peserta didik n. Berani mengambil keputusan q. bidang studi yang dibinanya. j. Memiliki wawasan tenatang inovasi pendidikan p. Menguasai metode berfikir i. Mampu bekerja berebcana dan terprogram s. siklus yang tepat tentang lingkungan PBM dan mempunyai keterampilan dalam tekinik mengajar. Memiliki wawasan tentang penelitian pendidikan l. Kemampuan menilai prestasi belajar mengajar g. Beberapa komponen kompetensi professional guru adalah: a. Penguasaan bahan pelajaran beserta konsep-konsep b. Pandai bergaul dengan kawan sekerja dan Mitra Pendidikan e. Pengelolaan belajar mengajar c. Kompetensi Profesional dan Komponen-Komponen Kompetensi professional guru adalah sejumlah kompetensi yang berhubungan dengan kompetensi yang menuntut berbagai keahlian di bidang pendidiakn dan keguruan. Memahami kurikulum dan perkembangannya r. Mampu menggunakan waktu secara tepat . Mampu menyelenggarakan administrasi sekolah o. Memahami prinsip-prinsip pengelolaan lembaga dan program pendidikan di sekolah. 3. Kompetensi professional merupakan kemampuan dasar guru dalam pengetahuan tenatang belajar dan tingkah laku manusia. Pengelolaan kelas d. Mampu menyelenggarakan penelitian sederhana untuk keperluan pengajaran m. Memahami Dunia sekitarnya (Lingkungan). Penguasaan landasan-landasan kependidikan f.

bila manajemen menghargai perilku-perilaku tertentu seperti pekerjaan berkualitas tinggi. 2. Berkenaan dengan kinerja dalam A.4. semakin dalam penguasaan seorang guru dalam materi/bahan ajar. agar dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan tersebut. Teori Harapan : Teori ini berpegang pada prinsip yang mengatakan : ³terdapa thubungan yang erat antara pengertian seseoarang mengenai suatu tingkah laku. dalam teori ini kebutuhan diartikan sebagai kekuatan atau tenaga yang menghasilkan dorongan bagi individu untuk melakukan kegiatan. perilaku ini mungkin meningkat. Hubungan antara Penguasaan Materi dan Kemampuan Mengajar Kemampuan penguasaan materi mempunyai kaitan yang ersat dengan kemampuan mengajar guru . maka kita juga mengenal tiga macam kinerja. Konsepsi Tentang kinerja Kinerja adalah hasil kerja yang bersifat konkret. Teori Dorongan : Teori ini menunjukkan bahwa perilaku dipengaruhi oleh insentif perilaku. Dengan demikian berarti juga harapan merupakan energy penggerak untuk melakukan suatu kegiatan. dengan hasil yang diperolehnya sebagai harapan´. yang karena terarah untuk mencapai sesuatu yang diinginkan disebut ³usaha´. dapat diamati dan dapat diukur. Dale Timpe dijelaskan tiga teori yang berkenaan dengan kinerja yaitu : 1. maka dalam mengajar akan lebih berhasil jika ditopang oleh kemampuannya dalam menggunakan metode mengajar. yakni kinerja organisasi. . kinerja unit. Jika kita mengenal tiga macam tujuan yaitu tujuan organsisasi. F. tujuan unit dan tujuan pegawai. produktivitas tinggi. laporan tepat waktu. 3. Teori Kebutuhan dari Maslow : Setiap manusia memiliki kebutuhan dalam hidupnya. kinerja pegawai.

sehingga pengimplementasiannya akan membawa perubahan langsung pada manajemen yang baik dan benar yang berarti juga merupakan masalah serius. bukan berfikir untuk menceritakan masalah tersebut sebagai suatu kesalahan yang justru membuat semakin efektif. Pendahuluan Profesinalisme bukanlah suatu konsep yang sederhana sebab merupakan bagian dari hubungan dengan masyarakat. profesionalitas menanamkan prioritas pada pola kerja tim. haruslah diupaya terus menerus untuk melakukan upaya-upaya dalam tuntutan keilmuan seorang guru terhadap perubahan zaman. Apabila dihubungkan dengan kualitas. sebab harus:a) handal mengatur strategi pengendalian risiko di antara teman seprofesi b) memiliki kreativitas yang tinggi dan fleksibel menghadapi setiap manusia yang berbeda c) memiliki kreadibilitas komitmen terhadap pekerjaan walaupun sangat sulit d) konsisten pada setiap orang yang berprilaku e) mengembangkan norma kolaborasi f) saling mendorong dan memberikan bantuan g) cakap melihat prablem sebagai masalah bersama. Olh karena itu upaya profesionalisasi harus terus diperhatikan oleh guru dalam rangka menuju profesi yang sebanarnya.BAB X SUPERVISI PROFESINALITAS SEKOLAH A. Peningkatan kwalitas guru harus senantiasa dilaksanakan untuk menyesuaikan dirinya dengan perkembangan dan perubahan zaman. Pandangan yang sama mengartikan. B. mencari memecahkan masalah 5) cukup mengajar 6) atur rancana 7) mengumpulkan dan menganalisis data sekaligus meningkatkan kecakapan pribadi untuk menangani dan bukan sekedar mengikuti standar prosedur pemecahan masalah yang dipraktekan dalam masyarakat. profesinalitas adalah kemampuan untuk: 1) bekerja sama 2) saling percaya 3) terbuka menerima pemikiran lain 4) melihat.Dalam kondisi seperti ini. Guru secara profesional merupakan profesi/jabatan atau pekerjaan yang mempunyai keahlian khusus karena jenis profesi atau pekerjaan ini tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang yang posisinya berada diluar bidang pendidikan meskipun kenyataannya meski dilakukan oleh orang-orang diluar pendidikan. . yang dihadapi oleh seorang guru sebagai seorang yang profesional. Profesionalitas guru Profesi guru merupakan suatu pekerjaan yang elastis yang harus disesuaikan dengan perubahan dengan perkembangan zaman. kelihatan bahwa sebenarnya profesi guru sebagai profesional. maka harus dibangun budaya masyarakat lokal yang kuat.

Melaksanakan pembaharuan kurikulum dalam kontek ini dimaksudkan untuk menyelaraskan dengan kondisi yang akan dihadapi oleh masyarakat secara luas b. Mengembangkan kreativitas. maka kebijakan kelembagaan diarahkan pada: a. Profesionalitas sekolah Dalam upaya profesionalisasi sekolah ini. Menyempurnaan desain penataan dan pemanfaatan fasilitas. Hal ini perlu juga untuk dilakukan mengingat bahwa dalam konteks sekarang. Mengembangkan kualitas guru. d. minat dan bakat siswa yang dimaksudkan dengan memberikan pelayanan yang maksimal kepada siswa agar mampu mengembangkan dirinya secara maksimal dan mapu mengendali potensi dirinya. dimaksudkan sebagai langkah-langkah antisipatif dalam mengendalikan dan memberdayakan jalannya organisasi sekolah c.C. e. peralatan dan teknologi pendidikan hal ini dimaksudkan untuk mendukung potensi dan sumber daya yang dimiliki untuk memaksimalkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat termasuk dalam hal ini terhadap siswa. . f. Meningkatkan kredibilitas kepemimpinan dan kerja sama. Peningkatan kemampuan manajemen. mengingat bahwa guru merupakan titik tumpuan proses pembelajaran.

BAB XI SUPERVISI PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A. Sementara itu. berupa gaji. Pendahuluan Pendidikan yang berkwalitas merupakan suatu investasi yang mahal. yaitu biaya yang dikeluarkan setiap bulan yang meliputi a. Kesadaran masyakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan sutatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan. pembiayaan pendidikan yang cukup besar dalam msyarakat industri modern berasal dari orang tua masyarakat dan industri. Dana dari lembaga penyelenggaraan pendidikan atau pemerintah 3. Untuk mendukung kelancaran kegiatan sekolah tersebut. Belanja pegawai. Dana dari unit pendanaan sekolah Dalam pembiayaan sekolah ini ada dua jenis anggaran yang harus dipersiapkan yaitu: 1. cetak/ kopi. 2. ada beberapa sumber pembiayaan sekolah 1. c. dana pensiun. rumah tangga berupa pembiayaan listrik dll . dan tunjangan sosial. Anggaran rutin. Masyarakat industri modern yang menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. Orang tua akan bertanggung jawab dalam biaya pendidikan (SPP) yang lebih riil sedangkan dari sektor pemerintah kemungkinaan melalui pajak pendidikan. Dana masyarakat yang tergabung dalam badan pembantu dalam penyelenggaraan pendidikan (BP3) yang anggotanya terdiri dari para arang tua wali sekolah tersebut. dengan demikian pendidikan sebagai produksi yang menghasilkan lulusan yang berhasil dapat ditentukan oleh jumlah pendaftar dan input dalam suatu sistem pendidikan. Dana dari donatur 4. lembur dll b. Namun demikian pada sektor ekonomi mikro dan tingkat keluarga atau suatu lembaga pendidikan tidak terdapat hubungan fungsional antara biaya bagi produsen dengan biaya bagi konsumen. Operasinal kantor yang meliputi alat tulis kantor. Tunjangan-tunjangan berupa suaransi kesehatan. bea siswa.

Biaya pengembangan sarana dan prasarana yang meliputi penambahan inventaris kantor. Annggaran tidak rutin yaitu dikeluarkan pada awal caw/semester atau tahunan yang meliputi: a. Pemeliharaan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah . Aspek data dan informasi yaitu data yang ada sebelum. 2. serta pengadaan media dan bahan ajar. Pengeluaran untuk tata usaha sekolah Pengeluaran sekolah yang menyangkut surat menyurat. biaya pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah Pengalokasian dana harus dibuat sedemikian rupa sehingga dan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien. Aspek kontrol yaitu pedoman bagi pelaksana pendidikan dalam melaksanakan tugasnya dalam menggunakan uang sebagai alat pemimpin untuk mengontrol penggunaan dana oleh bawahan. b. yaitu untuk mengetahui tingkat efektifitas biaya pada setiap tugas melalui alternatif untuk menyelesaikan masalah tugas tersebut 3. maupun sesudahnya yang perlu dipelajari oelh perencanaan anggaran sebelum mengalokasikan biaya Dalam hal ini belanja sekolah sangatlah ditentukan oleh besarnya anggaran pendapatan atau penerimaan sekolah yang diterima dari berbagai sumber baik secara langsung/tidak. Biaya penyelenggaraan pendidikan yaitu berkaitan langsung dengan kegiatan pembelajaran. Pengeluaran sekolah tersebut dapat dikategorikan kedalam beberapa hal yaitu: 1.aspek-aspek yang harus diperhatikan yaitu: 1. tanpa didukung oleh perangakat pendukung baik berupa perangkat keras (hard ware) dan perengkat lunak ( soft ware) jelas membutuhkan biaya untuk hal tersebut. 2. administrasi. Aspek analisis.2. dll diperlukan anggaran khusus untuk pembiayaan sekolah (RAPBS) 3. 4. Pengerluaran untuk pelaksanaan pembelajaran Pelaksanaan pembelajaran tidak dapat berlangsung secara baik. penambahan ruang. pada saat iplementasi. yang meliputi biaya pengadaan alat dan bahan praktek. Aspek struktur yaitu dimulai dengan mengidentifikasi kelompok program dan elemenelemannya agar memperoleh tujuan yang diinginkan.

sarana dan fasilitas sekolah merupakan komponen penting yang secara langsuang mempengaruhi dan mendukung aktivitas dan proses pembelajaran di sekolah dengan sarana dan fasilitas sekolah dan juga mutlak harus ada. tetapi juga menggunakan dana yangefisien. Analisis kemenfaatan biaya 3. Ini merupakan secara langsung berhubungan dengan siswa. Hampir tidak ada upaya yang mengabaikan perannan biaya. 5. Analisis keefektifan biaya 2. untuk itu tenaga kependidikan atau guru dalam hal ini harus terus diupayakan untuk membekalinya dengan pengetahuan pengetahuan baru atau metodologis 7. 4. . Pembiayaan tenaga kependidikan Pembiayaan tenaga kependidikan adalah bentuk imbal jasa yang diberikan kepada sekolah. Biaya pendidikan merupakan salah satu masukan intrumental yang sangat penting bagi penyelenggaraan pendidikan. Kesejahteraan pegawai (guru) Kesejahteraan juga menjadi kata kunci untuk mewujudkan sekolah yang berprestasi. Pendataan Sekolah dalam melakukan fungsi dan perannya sebagai lembaga pendidikan tentu memerlukan pendataan dalam bentuk pelaporan-pelaporan Dalam membuat anggaran pendapatan dan belanja sekolah ini harus membuat beberapa analisis terlebih dahulu yaitu sbb: 1. Dengan pembiayaan tersebut. guru jugalah yang mengarahkan potensi kurikulum secara maksimal kepada siswa. 6. Adaministrasi Alokasi biaya untuk tujuan administrasi sangat diperlukan untuk tujuan mendesak yang menyangkut anggaran rutin untuk keperluan sekolah sehari-hari atau juga anggaran tidak rutin untuk persiapan yang tidak terduga. Pembiayaan pendidikan tidak hanya menyangkut analisis sumber saja. sehingga dapat dikatakan biaya. Konsep dasar pembiayaan pendidikan Pembiayaan pendidikan adalah sebagai nilai rupiah dari seluruh sumber daya (input) yang digunakan untuk suatu kegiatan pendidikan pembiayaan adalah kemampuan interval sistem pendidikan untuk mengelola dana-dana pendidikan secara efisien. Analisis kefisibilitas biaya B. diharapkan tenaga kependidikan mampu melaksanaan fungsinya secara profesinal pula. proses pendidikan tidak dapat berjalan.

B. Peran serta masyarakat dalam pendidikan meliputi peran serta perseorangan. Budget merupakan rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman untuk pedoman dalam melaksanaakan kegiatan-kegiatan dalam waktu tertentu. dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu pendidikan. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pendidikan .Pendidikan yang bermutu merupakan suatu intervensi yang mahal masyarakat industri modern menyadari hal ini akan menanamkan investasi yang besar untuk industri pendidikan. kemauan. Pemberdayaan masyarakat di sini mengandung makna untuk membangun kekuatan masyarakat agar mereka sanggup bersaing dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan yang dialami dalam kehidupannya. BAB XV SUPERVISI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. sehingga masyarakat harus mampu memutuskan apa yang menjadi kepentingan masyarakat tersebut. keluarga. dan kemampuan untuk berkembang. C. organisasi profesi. kelompok. Sekolah yang berbasis masyarakat ini harus dilaksanakan dengan alasan bahwa pada dasarnya masyarakat memiliki kebutuhan. Menysun anggaran pembiayaan pendidikan Manajemen keuangan selalu berpaatokan pada sistem penganggaran. pengusaha dan organisasi kemasyarakatan. sedangkan penganggaran merupakan kegiatan pendidikan atau penyusunan anggaran. Pendahuluan Masyarakat adalah kelompok warga negara indonesia non pemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan. Kesadaran masyarakat untuk menanggung biaya pendidikan pada hakekatnya memberikan suatu kekuatan kepada masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap pembiayaan pendidikan.

3. 3. Menstimulasi perubahan sikap dan persepsi masyarakat terhadap rasa kepemilikan sekolah. toleransi dan kesediaan menerima perbedaan sosial dan budaya.Untuk meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu sehingga dapat mewujudkan sekolah yang berkualitas. Membantu kelancaran penyelenggaraan pendidikan di sekolah Memelihara. Mendukung peranan masyarakat untuk mengembangkan inovasi kelembagaan untuk melengkapi. peningkatan efisiensi pendidikan dasar untuk pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. 2. Sulitnya memperoleh persamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas. 4. pelaksanaan dan evaluasi pendidikan di semua jenjang. Menurunnya angka partisipasi dan jumlah siswa di sekolah. meningkatkan. antara lain : 1. maka di setiap sekolah dibentuk organisasi Badan Peran serta Masyarakat (BPM). Pencapaian tujuan ini sangat urgen mengingat banyaknya masalah yang menimpa sekolah disebabkan oleh adanya krisis ekonomi. dan mengembangkan sekolah Memantau. Komite Sekolah. Membantu pemerintah dalam memobilisasi sumber daya setempat untuk kepentingan pendidikan serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengambil andil yang lebih besar dalam perencanaan. atau organisasi lain yang memiliki tujuan untuk : 1. tujuan utama pendidikan berbasis masyarakat adalah : 1. 3. . Sumber-sumber dari pemerintah tidak mampu memenuhi kebutuhan para siswa dan sekolah. Dewan Sekolah. 2. 2. BP3. mengawasi. kemitraan. Lembaga-lembaga pendidikan tampaknya tidak mampu mengatasi masalah pendidikan secara tuntas tanpa keterlibatan dan partisipasi dari masyarakat setempat. dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan di sekolah Dengan demikian. menengah dan tinggi. meningkatkan dan menganti peran sekolah dan untuk meningkatkan mutu dan relevansi pembukaan kesempatan yang lebih besar. jenis dan jalur pendidikan. khususnya orang tua dan masyarakat melalui kebijakan desentralisasi. 4. Mendukung inisiatif pemerintah dalam meningkatkan dukungan masyarakat terhadap sekolah. tanggung jawab.

Hal ini mungkin disebabkan oleh kurang tersedianya peluang . Ada beberapa fakta yang memperkuat perlunya usaha ke arah menciptakan link and match antara pendidikan dan pembangunan. di antaranya : 1. khususnya dengan dunia kerja. dunia usaha. C. Tingkat balikan (rate of return) pendidikan di Indonesia pada setiap jenjang masih belum begitu tinggi. Dengan kata lain .5. Perencanaan program pendidikan oleh sekolah itu sendiri tidak dapat berjalan karena adanya keterbatasan yang dimiliki oleh sekolah untuk menggerakkan sumber daya yang ada. Kecenderungan umum dalam dunia pendidikan menunjukkan adanya perubahan cara berfikir yang memandang bahwa pendidikan semestinya menyiapkan peserta didik secara utuh. Perubahan struktur dan persyaratan dunia kerja yang semakin kompetitif dan mengandalkan keahlian dalam bidang tertentu. sehingga keberhasilan pendidikan ditakar dengan menggunakan parameter-parameter yang terukur dan operasional. 2. Apabila penyelenggaraan sisteem pendidikan hanya semata-mata menanamkan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis. 2. ada dua dasar kebijakan program prioritas keterkaitan dan kesepadanan ini. Hubungan Pendidikan dengan Kebutuhan Masyarakat Ada beberapa kecenderungan yang menyebabkan semakin dirasakan perlunya keterkaitan dan kesepadanan antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat. atau dunia industri. 4. maka lama-kelamaan akan terjadi keidakserasian antara lulusan sistem pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. yaitu : 1. baik dalam arti kualitas maupun kuantitas. Sistem pendidikan akan dianggap baik apabila mutu lulusannya dapat menyumbangkan atau sesuai dengan tuntutan kebutuhan pembangunan. Semakin tingginya tuntutan dunia kerja yang sejalan dengan tuntutan pembangunan. Pendidikan dipandang sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. 3. baik secara kuantitatif maupun kualitatif. yaitu : 1. tanpa mengabaikan wawasan dan pengetahuan secara interdisipliner.

maka yang melamar kira-kira sepuluh orang. misalnya dengan membawa peserta didik untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu di daerahnya. Melaksanakan kebijakan link and match terutama dilakukan melaui pengisian muatan lokal. Di Sekolah Menengah Umum. penyusunan kurikulum. Keterlibatan ini meliputi perencanaan program. masyarakat dilibatkan dalam mengisi muatan lokal mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan.namun tidak seorang pun yang memenuhi syarat yang diminta oleh dunia kerja tersebut.namun jika ada satu lowongan. Di Sekolah Menengah Kejuruan. keterlibatan masyarakat juga terutama dalam mengisi muatan lokal . pada setiap jenjang. keunggulan dan kepentingan lokal/wilayah tempat sekolah berada. 2. masyarakat juga dilibatkan dalam mengisi muatan lokal dengan lebih menekankan kepada kegiatan yang dapat membekali peserta didik dalam mengenal potensi dan peluang yang tersedia. karena dalam kenyataannya. 4.kerja dalam masyarakat sehingga lulusan pendidikan belum secara fungsional dapat menggunakan kemampuan yang dimilikinya dalam kehidupan. Adanya informasi dari beberapa daerah bahwa di daerah tersebut cukup tersedia peluang kerja. 3. 3. Di Sekolah Dasar. yang pada intinya dimaksudkan untuk menumbuhkan potensi. data arus peserta didik mulai tingkat SD sampai perguruan tinggi masih menunjukkan ketimpangan yang tidak sesuai dengan kecenderungan perubahan yang terjadi dalam dunia kerja. Di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama. 2. Link and match antara pendidikan (sekolah) dan pembangunan perlu mendapatkan tekanan. jenis dan jalur pendidikan terdapat dimensi tujuan yang mengandung pesan perlunya keterkaitan dan kesesuaian tersebut. Pelibatan masyarakat untuk setiap jenjang pendidikan dapat dilakukan sebagai berikut : 1. para siswa dimungkinkan pula untuk mengadakan praktek lapangan sesuai dengan minat kebutuhannya. Secara Makro. . Keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match dilakukan lebih nyata lagi sesuai dengan tujuan instruksionalnya. atau mengundang narasumber ke sekolah.

3. evaluasi program dan hasil. Pada jalur pendidikan Luar Sekolah. D. yang dirintis melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat Departemen Pendidikan Nasional. dan kemudahan dalam mendapatkan izin. Pengembangan rumah ibadah sebagai lembaga pendidikan seumur hidup dan pusat pemberdayaan masyarakat setempat. 2. Pengembangan peranan pesantren agar penyelenggaraan pendidikan dasar lebih responsif dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dengan lebih menitikberatkan pada komponen keterampilan dan muatan lokal. Hubungan sekolah dengan masyarakat.penyelenggaraan pendidikan magang. Hubungan Sekolah dengan Orang tua siswa Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara: . jaringan kerja dan jalinan kerja. Kelompok kerja sekolah dan kelompok kerja madrasah. Masyarakat berbasis Pengetahuan Sebagai Jalur Pertumbuhan Pertumbuhan dan peningkatan berbasis pengetahuan terhadap masyarakat adalah nilai-nilai yang didasarkan kepada hasil kerja pengkajian dan pengembangan. 5. yang diarahkan untuk menghilangkan dikotomi antar sekolah negeri dan sekolah swasta. 4. Oleh karena itu. hasil kerja ini menghasilkan pertumbuhan dan perubahan kerja individual maupun perubahan kelembagaan. 1. bantuan. keterlibatan masyarakat dilakukan melalui kerja sama riset dan pengembangan dibidang ekonomi maupun industtri. Penataan dan pemanfaatan lembaga-lembaga pendidikan yang sudah mengakar di masyarakat yang dikembangkan sendiri oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. keterlibatan masyarakat dalam menciptakan link and match ini adalah memperkuat dan mengarahkan apa yang telah ada melalui bimbingan. baik secara individual maupun lembaga. Pusat kegiatan masyarakat. serta pemasaran lulusan. baik di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama. Di Perguruan Tinggi.sekolah dengan orang tua siswa. 5. 6. Sejumlah institusi utama dari pengembangan pendidikan berbasis masyarakat ini antara lain : 1.

3) Menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat. a. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 2. Hubungan sekolah dan masyarakat merupakan bentuk komunikasi eksternal yang dilakukan atas dasar kesamaan tanggung jawab dan tujuan. b. 4) Memperoleh bantuan dan dukungan dari masyarakat. tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah : 1) Memelihara kelangsungan hidup sekolah. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik. Berdasarkan dimensi kepentingan masyarakat. Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain dengan lewat bidang pendidikan kesenian. olahraga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan. 4) Memperoleh kembali anggota masyarakat yang terampil dan makin meningkat kemampuannya. sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan. 2) Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. b.a. Adanya kesamaan tujuan. melatih dan membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan. Tujuan hubungan antara sekolah dengan masyarakat Berdasarkan dimensi kepentingan sekolah. 2) Memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. 3) Memperlancar kegiatan belajar mengajar. Adanya kesamaan tanggung jawab. .

. produksi. dalam mencari sesuatu tersebut. Evaluasi Pendidikan Evaluasi adalah kegiatan mencari sesuatu yang berharga tentang sesuatu . prosedur. juga termasuk mencari informasi yang bermanfaat dalam menilai keberadaan suatu program. setiap alternatif strategi yang diajukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan.BAB XVI EVALUASI PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN A.

Penyusunan program pengawasan di sekolah/ madrasah didasarkan pada Standar Nasional Pendidikan. a. kaitannya dengan evaluasi pendidikan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan atau proses penilaian terhadap kinerja institusi atau lembaga yang bergerak dalam bidang pendidikan yaitu sekolah maupun perguruan tinggi sebagai bahan pertimbangan untuk perbaikan. Supervisi pengelolaan akademik dilakukan secara teratur dan berkelanjutan oleh kepala sekolah/ madrasah dan pengawas sekolah/ madrasah. c. (Hanafi & . Guru melaporkan hasil evaluasi dan penilaian sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah dan orang tua/ wali peserta didik. 1994 : 34). atau pengembangan diri ke arah yang lebih efektif dan efisien serta berhasil guna. Dalam kaitannya dengan suatu program biasanya evaluasi dilakukan dalam rangka mengukur efek suatu program dalam mencapai tujuan yang ditetapkan Guntur. efektivitas. Berdasarkan beberapa pengertian di atas.Evaluasi pada dasarnya adalah suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan hasil yang diperoleh dengan tujuan atau target yang ditentukan (Darwin. pelaporan dan tindak lanjut hasil pengawasan. penambahan. d. Evaluasi merupakan penilaian terhadap suatu persoalan yang umumnya menunjuk baik buruknya persoalan tersebut. evaluasi. e. Program Sekolah Sekolah/ Madrasah menyusun program pengawasan secara obyektif. Pemantauan pengelolaan sekolah/ madrasah dilakukan oleh komite sekolah/ madrasah atau bentuk lain dari lembaga perwakilan pihak-pihak yang berkepentingan secara teratur dan berkelanjutan untuk menilai efisiensi. Pengawasan pengelolaan sekolah/ madrasah meliputi pemantauan. 1984 :16). Program pengawasan disosialisasikan ke seluruh pendidik dan tenaga kependidikan. bertanggung jawab dan berkelanjutan. supervisi. dan akuntabilitas pengelolaan. f. 1. b.

setelah dikonfirmasikan pada sekolah terkait. k. menilai kinerja dan melakukan perbaikan dalam rangka pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Kepala sekolah/ madrasah melaporka hasil evaluasi kepada komite sekolah/ madrasah dan pihak-pihak lain yang berkepentingan sekurang-kurangnya setiap akhir semester. Demikian terus menerus sebagai proses yang berkelanjutan. m. i. j. Sekolah/ madrasah melakukan evaluasi diri terhadap kinerja sekolah/ madrasah. h. a. Tenaga kependidikan melaporkan pelaksanaan teknis dari tugas masing-masing sekurang-kurangnya setiap akhir semester yang ditujukan kepada kepala sekolah/ madrasah. Melakukan pengawasan pelaksanaan tugas tenaga kependidikan. secara terus menerus. supervisi. Evaluasi Diri Dalam evaluasi diri untuk menganalisa kekuatan dan kelemahan sekolah. dan pelaporan serta cataan tindak lanjut untuk memperbaiki kinerja sekolah/ madrasah. evaluasi.g. Sekolah/ madrasah menetapkan prioritas indikator untuk mengukur. Hasil evaluasi (proses dan output) selanjutnya dapat dapat dipergunakan sebagai masukan untuk perencanaan/ penyusunan program sekolah di masa mendatang (tahun berikutnya). Sekolah/ madrasah mendokumentasikan dan menggunakan hasil pemantauan. Pengawas sekolah melaporkan hasil pengawasan di sekolah kepada bupati/ walikota melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan sekolah yang bersangkutan. setelah dikonfirmasikan pada madrasah terkait. 2. dalam pengelolaan pembelajaran dan pengelolaan secara keseluruhan. . b. l. Setiap pihak yang menerima laporan hasil pengawasan menindaklanjuti laporan hasil pengawasan tersebut dalam rangka meningkatkan mutu sekolah/ madrasah. Pengawas madrasah melaporkan hasil pengawasan di madrasah kepada Kantor Departemen Agama Kabupaten/ Kota dan pada madrasah yang bersangkutan. termasuk memberikan sanksi atas penyimpangan yang ditemukan.

4. Akreditasi Sekolah/ Madrasah a. (3) Evaluasi diri sekolah/ madrasah dilakukan secara periodik berdasar pada data dan informasi yang sahih. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan direncanakan secara komprehensif pada setiap akhir semester dengan mengacu pada Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. c. (2) Evaluasi program kerja tahunan secara periodik sekurangkurangnya satu kali dalam setahun. Evaluasi pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi kesesuaian penugasan dengan keahlian. pada akhir semester akademik .c. komite sekolah/ madrasah. b. . c. d. Menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak meliputi : dewan pendidik. Sekolah/ madrasah meningkatkan status akreditasi. dan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas. keseimbangan beban kerja. sekurang-kurangnya dua kali dalam setahun. Evaluasi Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan a. b. pada akhir tahun anggaran sekolah/ madrasah . maupun perubahan sosial. Sekolah/ madrasah melaksanakan : (1) Evaluasi proses pembelajaran secara periodik.dengan menggunakan lembaga akreditasi eksternal yang memiliki legitimasi. 5. pemakai lulusan. b. Evaluasi kinerja pendidik harus memperhatikan pencapaian prestasi dan perubahan-perubahan peserta didik. c. 3. Integratif dan monolitik sejalan dengan perubahan tingkat mata pelajaran. serta perubahan sistem pendidikan. Evaluasi dan Pengembangan KTSP Proses evaluasi dan pengembangan KTSP dilaksanakan secara : a. dan alumni. Sekolah/ madrasah harus terus meningkatkan kualitas kelembagaannya secara holistik dengan menindaklanjuti saran-saran hasil akreditasi. Komprehensif dan fleksibel dalam mengadaptasi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mutakhir. Sekolah/ madrasah menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk mengikuti akreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berkala untuk merespon perubahan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.

dan 3) tujuan kurikulum dengan evaluasi. intelegensi. Evaluasi merupakan salah satu kegiatan utama yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam kegiatan pembelajaran. dan (5) kesimpulan atau interpretasi data. antara lain sebagai berikut : 1. guru akan mengetahui perkembangan hasil belajar. Untuk mengetahui kedudukan siswa dalam kelompoknya. minat. Evaluasi pembelajaran adalah proses penentuan apakah materi dan metode pembelajaran telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan. (1) perencanaan. (3) pengolahan atau verifikasi data. 4. 2.(2) pelaksanaan. evaluasi memiliki beberapa tujuan. hubungan sosial. Namun secara umum orang hanya mengidentikkan kegiatan evaluasi sama dengan menilai. Dengan penilaian. Tujuan Evaluasi Dalam Pembelajaran Dalam konteks pelaksanaan pendidikan. bakat khusus. Jadi evaluasi itu harus merujuk kepada kurikulum dan bahan pelajaran adalah sebuah hubungan yang saling kontrol. Untuk memperoleh masukan atau umpan balik bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan. sedangkan menilai lebih bersifat kualitatif. Adapun langkah-langkah pokok dalam penilaian secara umum terdiri dari.B. (4) analisis data. Penentuannya bisa dilakukan salah satunya dengan cara pemberian tes kepada pembelajar. Mengukur lebih bersifat kuantitatif. Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran merupakan kegiatan mengukur dan menilai. karena aktifitas mengukur sudah termasuk didalamnya. Arikunto (1989) menyatakan bahwa harus ada hubungan yang erat antara : 1) tujuan kurikulum dengan bahan pelajaran. 2) bahan pelajaran dengan evaluasi. Sedangkan asesmen adalah kegiatan mengukur dan mengadakan estimasi terhadap hasil pengukuran atau membanding-bandingkan dan tidak sampai ke taraf pengambilan keputusan. pengumpulan data. Untuk mengetahui efektivitas metode pembelajaran. 3. Kalau materi pelajaran . Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. sikap dan kepribadian siswa atau peserta didik. C.

seorang pengajar dapat merancang sebuah tes yang benar-benar valid. guna mengetahui keberhasilan suatu proses dan hasil pembelajaran. Fungsi Penempatan Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan penempatan agar setiap orang (peserta pendidikan) mengikuti pendidikan pada jenis dan/atau jenjang pendidikan yang sesuai dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. yaitu menyeleksi calon peserta suatu lembaga pendidika/ kursus berdasarkan kriteria tertentu. Fungsi Seleksi Evaluasi berfungsi atau dilaksanakan untuk keperluan seleksi. sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapainya.1989). dan menetapkan cara mengatasi kesulitan belajar tersebut. penempatan . menyebutkan ³Trios grands fonctions deel evaluation.sudah relevan dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum. D. maka evaluasi yang berhubungan dengan materi akan secara otomatis berhubungan dengan kurikulum. Evaluasi dilaksanakan selama berlangsungnya proses pembelajaran. Fungsi Evaluasi Pembelajaran Evaluasi pembelajaran dapat berfungsi sebagai alat seleksi. 2.´ . Hal-hal yang dapat dilakukan untuk merespon dua prinsip itu adalah : pertama. Konsep fungsi diagnostik menurut Tagliante (1996) adalah sebagai berikut : 1. Valid itu maksudnya adalah mengukur apa yang hendak diukur (Arikunto. 3. Fungsi Diagnostik Evaluasi diagnostik berfungsi atau dilaksanakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami peserta didik. Terdapat tiga fungsi evaluasi dalam proses pembelajaran. yang selanjutnya akan diberikan perlakuan yang cepat. Evaluasi bertujuan untuk menemukan kesulitan pembelajaran dalam mengikuti pelajaran. dan diagnostik. Validitas benar-benar berorientasi kepada hasil tes. 1. menentukan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesulitan belajar. untuk menemukan kesulitan pembelajar dalam mencapai tujuan pembelajaran. 2.

Hal ini dapat bersifat subjektif dan merugikan. Tujuannya hanya menyatakan status dan mendapatkan laporan hasil belajar atau sertifikat. yaitu evaluasi yang menganalisis kemampuan pembelajar pada saat berlangsungnya proses pembelajaran. Artinya dengan hasil tes yang ada. paket atau tingkat.Guru tidak boleh menyusun bahan evaluasi terhadap materi pengajaran yang belum pernah dipelajari oleh peserta didik. E. yaitu : a. Fungsi Pronostik Fungsi pronostik yaitu tes awal proses pembelajaran untuk mengetahui kondisi objektif dari pembelajar. umpamanya di akhir semester. Evaluasi ini berlangsung sepanjang proses pembelajaran . dapat direncanakan kompetensi apa yang dapat dikuasai pada tahap berikutnya. Fokusnya adalah membantu mereka bagaimana supaya mampu memiliki kompetensi sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi saat ini berguna untuk menyatakan kedudukan atau peringkat seseorang dalam sebuah pembelajaran. Fungsi diagnostik Fungsi diagnostik. Evaluasi dilaksanakan di akhir sebuah periode pembelajaran.Fungsi sertifikasi dalam evaluasi pembelajaran sama sekali tidak menggiring pembelajar untuk meningkatkan kemampuan akademisnya. Prinsip. Fungsi pronostik juga berguna untuk memprediksi kompetensi lanjutan yang mungkin dapat dicapai oleh pembelajar. 3. misalnya apakah dia termasuk pemula dalam sebuah materi atau dia sudah pantas menerima kelanjutan materi tersebut dalam pembelajaran yang akan dilaksanakan. Objektivitas Objektivitas dalam evaluasi pembelajaran harus dilakukan oleh guru dengan melakukan perencanaan alat evaluasi secara objektif dala arti benar-benar ingin mengetahui apa yang perlu diketahuinya. karena dia dilaksanakan terakhir. program . Hasil yang diperoleh digunakan untuk menentukan dimana posisi pembelajar.1. Tujuan utamanya adalah membantu pencapaian tujuan pembelajaran itu sendiri. 2. . Fungsi Sertifikasi Fungsi sertifikasi.prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan guru dalam merencanakan evaluasi pembelajaran.

2. Apakah siswa telah mencapai kompetensi seperti yang telah ditetapkan? Apakah siswa telah memenuhi syarat untuk maju ke tingkat lebih lanjut? Apakah siswa harus mengulang bagian-bagian tertentu? Apakah siswa perlu memperoleh cara lain sebagai pendalaman (remedial)? Apakah siswa perlu menerima pengayaan (enrichment) ? Apakah perbaikan dan pendalaman program atau kegiatan pembelajaran. c. 5. menganalisis dan menginterpretasi informasi tentang hasil belajar siswa untuk membuat keputusan-keputusan. pemilihan bahan ajar atau buku ajar. Guru juga harus bersikap adil dalam memberikan jumlah soal atau pertanyaan yang akan dijawab peserta didik.b. 3. Bila informasi tentang hasil belajar siswa telah terkumpul dalam jumlah yang memadai. 6. F. dan penyusunan silabus telah memadai? . Ia juga harus berusaha menilai segi-segi lain yang berkaitan dengan interaksi belajar mengajar. Jadi penilaian kelas merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Keputusan tersebut berhubungan dengan sudah dan belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. dalam arti hanya mengukur kemajuan atau kegagalan peserta didik. Penilaian Kelas Penilaian kelas merupakan suatu kegiatan guru yang terkait dengan pengambilan keputusan tentang pencapaian kompetensi atau hasil belajar peserta didik yang mengikuti proses pembelajaran tertentu. Penilaian berbasis kelas adalah suatu proses sistematis yang terkait dengan pengumpulan informasi. maka guru membuat keputusan terhadap prestasi siswa : 1. sesuai dengan alokasi waktu. Informasi yang dikumpul dapat berbentuk angka melalui tes dan atau deskripsi verbal melaui observasi. Menyeluruh Dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan guru jangan bersifat sepihak. 4. Kegunaan dan Relevansi Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru harus ditetapkan alat evaluasi yang betul-betul absah (valid) untuk mengukur kemajuan belajar maupun program pengajaran.

4. guru menilai proyek. Mendidik . Kriteria Penilaian Kelas Dalam pelaksanaan penilaian berbasis kelas harus memperhatikan kriteria-kriteria berikut : 1. walaupun dengan kecepatan belajar yang berbeda-beda antara masing-masing individu. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar siswa. sehingga memungkinkan dilakukannya pengayaan dan remediasi untuk memenuhi kebutuhan siswa sesuai dengan perkembangan. Misalnya. 3. 2.Penilaian kelas yang dilaksanakan oleh guru. G. Memungkinkan siswa mencapai kompetensi yang telah ditentukan. Artinya adanya kesesuaian antara alat ukur dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi hasil penilaian. Memberikan masukan kepada guru untuk memperbaiki program pembelajarannya di kelas apabila terjadi hambatan dalam proses pembelajaran. kemajuan dan kemampuannya. 3. penilaian akan reliable jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. harus memberikan makna signifikan bagi orang tua dan masyarakat pada umumnya. Memberikan umpan balik bagi siswa mengenai kemampuan dan kekurangannya. Memberikan informasi yang lebih komunikatif kepada masyarakat tentang efektivitas pendanaan. Validitas Validitas dalam penilaian kelas merupakan penilaian yang dilakukan dengan menilai apa yang harus dinilai dan menggunakan alat penilaian yang sesuai dengan apa yang akan dicapai denga tepat atau sahih(valid). sehingga menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki prestasi belajar pada waktu berikutnya. sehingga mereka dapat meningkatkan partisipasinya di bidang pendidikan secara serius dan konsekuen. dan bagi siswa secara individu pada khususnya. dengan dilaksanakannya PBK diharapkan dapat : 1. agar perkembangan prestasi siswa dari waktu ke waktu dapat diamati dan terukur. 2. Disamping itu. Penilaian yang reliable memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi.

berkesinambungan. untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan siswa. 8. Bermakna . 7. 4. 9. dan keterampilan/ nilai yang terefleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. 6. sehingga keputusan tentang keberhasilan siswa jelas bagi pihak-pihak yang berkepentingan. terencana. menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh peserta didik dan membuat kriteria yang jelas dalam pembuatan keputusan atau pemberian skor (nilai) kepada peserta didik. Dengan berpijak pada kompetensi ini. sehingga kegiatan dan unjuk kerja siswa dapat dipantau melalui penilaian. Berorientasi pada Kompetensi Penilaian kompetensi siswa di kelas yang meliputi seperangkat pengetahuan. Berkesinambungan Penilaian Kelas harus dilakukakan secara terus-menerus atau berkesinambungan dari waktu ke waktu. 5. sikap. afektif dan psikomotor serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian dengan berbagai bukti hasil belajar siswa yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua siswa.Penilaian kelas harus memberikan sumbangan positif pada proses pembelajaran artinya penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. Objektif Penilaian Berbasis Kelas harus dilakukan secara objektif dengan cara mempertimbangkan rasa keadilan. maka ukuran-ukuran keberhasilan pembelajaran akan dapat diketahui secara jelas dab terarah. tanpa ada rekayasa atau sembunyi-sembunyi yang dapat merugikan semua pihak. Terbuka Penilaian Berbasis Kelas hendaknya dilakukan secara terbuka bagi berbagai kalangan baik langsung maupun tidak langsung. Keseluruhan/ Komprehensif Penilaian berbasis kelas secara keseluruhan atau komprehensif artinya penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik yang mencakup aspek kognitif.

oleh karena itu disebut penilaian berbasis kelas (PBK). Karenanya. minat dan tingkat penguasaan siswa dalam pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif tetapi juga mencakup ranah psikomotor dan afektif. melainkan juga : 1. Penilaian Kelas merupakan salah satu komponen dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. perkembangan dan perubahan siswa. Pelaksanaan Penilaian Kelas Hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah prinsip kontinuitas. Pengamatan ketika siswa berada di ruang kelas. berbicara dan bersikap pada waktu belajar atau berkomunikasi dengan guru dan sesama teman. Penilaiannya tidak saja merupakan kegiatan tes formal. PBK dapat dikatakan sebagai bentuk penilaian yang paling komprehensif. H. Dengan sistem ini diharapkan penilaian dapat dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. di tempat ibadah dan ketika mereka bermain. yaitu guru secara terus menerus mengikuti pertumbuhan. Guru menilai kompetensi dan hasil belajar siswa berdasarkan level pencapaian prestasi siswa. Perhatian terhadap siswa ketika duduk. PBK dilakukan dengan pengumpulan kerja siswa (portofolio). penugasan (proyek). hasil karya (produk). Hasil penilaian hendaknya mencerminkan gambaran yang utuh tentang prestasi siswa yang mengandung informasi keunggulan dan kelemahan. Penilaian Kelas sebuah Keharusan Penilaian kelas merupakan keharusan yang dilakukan oleh semua guru untuk menerapkan sistem penilaian berbasis kompetensi. Penilaian ini dilaksanakan oleh guru secara variatif dan terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. I. Dari perhatian dan pengamatan itu ada yang perlu dicatat secara tertulis terutama tentang perilaku yang ekstrem/ menonjol atau kelainan pertumbuhan yang kemudian . dan tes tertulis (paper and pencil). 2. kinerja/ penampilan (performence).Penilaian Berbasis Kelas diharapkan mempunyai makna yang signifikan bagi semua pihak.

yaitu : a) Untuk mengukur tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi atau tingkat pencapaian terhadap seperangkat tujuan tertentu. Tes menurut Tujuannya Dilihat dari segi tujuannya dalam bidang pendidikan. b) Tes Kemampuan (power test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes dalam mengungkapkan kemampuannya dengan tidak dibatasi secara ketat oleh waktu yang disediakan. c) Tes Hasil Belajar (Achievement test) . Dalam kaitan dengan rumusan tersebut. Teknik Penilaian Proses dan Hasil Belajar di Kelas 1. dan tes keterampilan bongkar pasang suatu alat. sebagai alat evaluasi hasil belajar. baik yang bersifat spontanitas maupun hafalan dan pemahaman dalam mata pelajaran yang telah dipelajarinya.harus diikuti dengan langkah bimbingan. Penilaian terhadap pengamatan dapat digunakan observasi. tes minimal mempunyai dua fungsi . Tes yang termasuk kategori tes kecepatan misalnya tes intelegensi. angket. tes dapat dibagi menjadi: a) Tes Kecepatan (Speed Test) Tes ini bertujuan untuk mengevaluasi peserta tes (testing) dalam hal kecepatan berfikir atau keterampilan. b) Untuk menentukan kedudukan atau perangkat siswa dalam kelompok. J. kuesioner. Prestasi atau tingkah laku tersebut dapat menunjukkan tingkat pencapaian tujuan instruksional pembelajaran atau tingkat penguasaan terhadap seperangkat materi yang telah diberikan dalam proses pembelajaran. 2. skala sikap dan catatan anekdot. Kemampuan yang dievaluasi bisa berupa kognitif maupun psikomotorik. Teknik Tes Tes adalah suatu cara atau alat untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh siswa atau sekelompok siswa sehingga menghasilkan nilai tentang tingkah laku atau prestasi siswa tersebut. wawancara. tentang penguasaan materi atau pencapaian tujuan pembelajaran tertentu.dan dapat pula menunjukkan kedudukan siswa yang bersangkutan dalam kelompoknya.

d) Tes Kemajuan Belajar (gains/Achievement Test) Tes kemajuan belajar disebut juga dengan tes perolehan adalah tes untuk mengetahui kondisi awal testing sebelum pembelajaran dan kondisi akhir testi setelah pembelajaran. Bentuk Tes a) Bentuk soal pilihan ganda Keunggulan dari bentuk soal pilihan ganda ini. f) Tes Formatif Tes formatif adalah penggunaan tes hasil belajar untuk mengetahui sejauh mana kemajuan belajar yang telah dicapai oleh siswa dalam suatu program pembelajaran tertentu. e) Tes Diagnostik ( Diagnostic Test) Tes diagnostic adalah tes yang dilaksanakan untuk mendiagnosis atau mengidentifikasi kesukaran-kesukaran dalam belajar. cepat serta objektif 2) Dapat mencakup ruang lingkup bahan/materi yang luas 3) Mampu mengungkap tingkat kognitif rendah sampai tinggi Kelemahan dari bentuk soal pilihan ganda. g) Tes Sumatif Tes sumatif berarti tes yang ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa dalam sekumpulan materi pelajaran yang telah dipelajari. 3. antara lain : 1) Pensekoran mudah. mendeteksi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesukaran belajar dan menetapkan cara mengatasi kesukaran atau kesulitan belajar tersebut. sebagai berikut : 1) Menuliskan soalnya relatif lebih sulit dan lama 2) Member peluang siswa untuk menebak jawaban 3) Kurang mampu meningkatkan daya nalar siswa b) Bentuk soal uraian .Tes hasil belajar baik itu tes harian maupun tes akhir semester bertujuan untuk mengevaluasi hasil belajar setelah mengikuti kegiatan pembelajaran dalam suatu kurun waktu tertentu.

guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk menberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. b. Misalnya. atau gur harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran dan memperbaiki program pembelajarannya.Soal uraian dapat digunakan dalam penilaian berbasis kelas. Kriteria penilaian karya peserta didik dapat dibahas guru dan peserta didik sebelum karya itu dikerjakan sehingga mereka mengetahui patokan penilaian yang akan digunakan. 3 Bagi kepala sekolah Hasil penilaian dapat digunakan kepala sekolah untuk menilai kinerja guru dan tingkat keberhasilan siswa. . Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam proses pencapaian kompetensi sehingga dia termotivasi untuk meningkatkan dan memperbaiki proses dan hasil belajarnya. soal uraian memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan dari bentuk soal uraian ini. Manfaat Penilaian Kelas 1 Bagi peserta didik a. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan remedial dan pengayaan. 2 Bagi guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. Adapun keunggulan soal uraian sebagai berikut : 1) Dapat mengukur kemampuan mengorganisasikan pikiran 2) Menganalisis masalah dan mengemukakan gagasan secara rinci 3) Relative mudah dan cepat menuliskan soalnya 4) Mengurangi faktor menebak dalam menjawab Kelemahan soal uraian sebagai berikut : 1) Jumlah materi yang dapat diungkapakan sangat terbatas 2) Pengoreksian/ scoring lebih sukar dan subjektif 3) Tingkat reliabilitas soal relative rendah K.

Pertanyaan Lisan. Standar Penilaian Pendidikan Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme. Ulangan Harian/Blok. Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut : . M. Tugas Kelompok. Materi yang ditanyakan berupa pemahaman terhadap konsep. prinsip atau teorema. Tagihan ini dapat dilakukan apabila kita ingin agar peserta didik menerapkan kompetensi yang telah dicapai dalam sebuah karya akhir. 7. Tugas Individu. 5. Bentuk ini dipakai untuk materi yang ada kegiatan pratikumnya. 2. Tugas kelompok digunakan untuk menilai kompetensi kerja kelompok. Tingkat berfikir yang terlibat sebaiknya aplikasi. Proyek Akhir. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. dan instrument penilaian hasil belajar peserta didik. Tugas individu dapat diberikan pada waktu-waktu tertentu dalam bentuk pembuatan klipping. 3. prosedur. Bentuknya berupa soal uraian yang lengkap dari apa yang telah mereka pahami sehingga dapat diketahui kemampuan seorang siswa. 6. sampai sintesis dan evaluasi.4 Bagi orang tua dan stakeholders Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektifitas pendidikan sehingga partisipasi orang tua dan komite sekolah dapat ditingkatkan. Kuis. analisis. Ujian Praktik. L. makalah atau tugas presentasi individu. Ujian praktik bias dilakukan di awal prakti atau setelah melakukan praktik. Penetapan Jenis Penilaian Penilaian adalah proses untuk mengetahui apakah peserta didik sudah menguasai suatu kompetensi atau belum. Bentuknya berupa isian singkat dan menanyakan hal-hal yang prinsip. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. Tingkat berfikir yang terlibat adalah pengetahuan dan pemahaman. 4. Adapun jenis tagihan yang dapat digunakan antara lain sebagai berikut : 1.

Menyeluruh dan berkesinambungan. d. dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan. Adil. b. Melaksanakan tes. Terbuka. berarti penilaian didasrkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur 2. pengamatan. Mengembangkan indicator pencapaian kompetensi dasar dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran. berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran. Akuntabel. baik dari segi teknik. criteria penilaian. maupun hasilnya. adat istiadat. Penilaian oleh pendidik a. tidak dipengaruhi subjektivitas penilaian. berarti prosedur penilaian. Terpadu. 4. suku. 8. 5. untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik. berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan. berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama. berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku. 3. berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan criteria penilaian pada awal semester. 9. 7. 6. prosedur. status social ekonomi. Beracuan criteria.1. budaya. dan gender. c. . berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan. berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan criteria yang jelas. Mengembangkan instrument dan pedomen penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih. Objektif. penugasan dan/atau bentuk lain yang diperlukan. Adapun kegiatan penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah terdiri atas : 1. Sahih. Sistematis.

h. Melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru pendidikan kewarganegaraan sebagai informasi untuk menetuka nilai akhir semester akhlak dan keperibadian peserta didik. olahraga dan kesehatan melalui rapat dewan pendidik dengan mempertimbangkan hasil penilaian oleh pendidik. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota. kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani. h.e. 2. Menentukan kriteria ketuntasan minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik peserta didik. f. g. Menyelenggarakan ujian sekolah/madrasah dan menetukan kelulusan peserta didik. Menentukan kriteria kenaikan kelas bagi satuan pendidikan yang menggunakan system paket melalui rapat dewan pendidik. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran. Menetuka criteria kenaikan program pembelajaran bagi satuan pendidikan yang menggunakan system kredit semester melalui rapat dewan pendidik. Menerbitkan surat keterangan hasil ujian nasional setiap peserta didik yang mengikuti ujian nasional bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional . ulangan akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan. b. f. i. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/ komentar yang mendidik. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik. Menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika. e. Mengkoordinasikan ulangan tengah semester. Menetukan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik sesuai dengan criteria. c. d. g. karakteristik mata pelajaran dan kondisi satuan pendidikan melalui rapat dewan pendidik. i. Penilaian oleh satuan pendidikan a.

Kepala sekolah. e. c. f.j. . Hasil UN digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam menetukan kelulusannya peserta didik pada seleksi masuk jenjang pendidikan selanjutnya. Menerbitkan ijaza h setiap peserta didik yang lulus dari satuan pendidikan bagi satuan pendidikan penyelenggara ujian nasional. Penilaian hasil belajar oleh pemerintah dilakukan dalam bentuk UN yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan. guru dan tata usaha di sekolah dalam melakukan tugasnya perlu didasarkan pada data-data akurat agar tugas tersebut dapat dilakukan sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. b. Hasil Ujian Nasioanal menjadi salah satu pertimbangan dalam pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Hasil UN digunakan sebagai salah satu penentu kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan yang criteria kelulusannya ditetapkan setiap tahun oleh menteri berdasarkan rekomendasi BSNP. Dalam rangka penggunaan hasil UN untuk pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan. Sekolah sebagai salah satu lembaga pendidikan formal menjadi sumber data kependidikan yang sangat diperlukan oleh para pelaku pendidikan untuk melakukan tugas dan profesinya. Pendahuluan Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting dalam lembaga pendidikan tersebut. Penilaian oleh pemerintah a. Ujian nasional didukung oleh suatu system yang menjamin mutu dan kerahasiaan soal serta pelaksanaan yang aman. pemerintah menganalisis dan membuat peta daya serap berdasarkan hasil UN dan menyampaikan kepihak yang berkepentingan. d. jujur dan adil. 3. BAB XVII SUPERVISI ADMINISTRASI SEKOLAH A.

Administrasi merupakan proses berupa kegiatan-kegiatan atau rangkaian kegiatan/ perbuatan atau kejadian-kejadian yang kompleks. . Kerja sama untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan melalui pembagian tugas atau pekerjaan. 2. Rangkaian kegiatan itu berupa usaha kerja sama sekelompok manusia atau sejumlah personal. atau ³mengarahkan´. Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak macam dan jenisnya. sarana dan sebagainya untuk pengelolaan sekolah sehari-hari. B. yaitu : 1. Karena berlangsung dalam interaksi antar sejumlah manusia. Kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa administrasi merupakan serangkaian kegiatan sebagai proses pengendalian usaha kerja sama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan bersama yang telah ditetapkan sebelumnya. Dari berbagai rumusan mengenai pengertian administrasi yang telah dikemukakan adanya persamaan mengenai unsure-unsur yang harus ada dalam suatu definisi administrasi. yang berarti ³ke´ atau ³kepada´. Administrasi merupakan kegiatan manusia atau sebagai gejala social. agar pencatatan data lebih akurat dan benar sesuai dengan yang diharapkan diperlukan tenaga administrasi yang terampil dan mengetahui apa yang menjadi tugasnya. Dan ministrare sama artinya dengan kata to serve atau to conduct. akan tetapi sebagai satu kesatuan kerja. Untuk mendapatkan gambaran perubahan data dari waktu ke waktu perlu dilakukan pencatatan yang teratur dan berkelanjutan dengan menggunakan system yang berlaku. tidak sebagai pengkotakan kerja. ³membantu´. Konsep Administrasi Sekolah Kata administrasi berasal dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare. yang berarti ³melayani´. 4. 3.kurikulum. yang semuanya terarah pada pencapaian tujuan.Kepala sekolah dan guru sekolah sangat memerlukan data-data tentang siswa. Ada yang bersifat relative tetap dan ada yang selalu berubah.

4. 3. Administrasi program pengajaran Sebagai kelengkapan administrasi pengajaran di sekolah dasar diperlukan 17 format yang harus diisi oleh kepala sekolah maupun guru secara rutin. Asas pemisahan tugas (otorisator. Format ini dapat digunakan untuk semua jenjang pendidikan. Sebagai perlengkapan tata laksana kepegawaian disediakan format-format untuk menata pelaksanaan kegiatan tertentu yang diperlukan sesuai dengan prinsip tata laksana kepegawaian sekolah yang menyeluruh dan berkelangsungan. Administrasi perlengkapan/ barang . selama tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran.Data pendidikan yang terdapat di sekolah khususnya tingkat menengah sangat banyak macam dan jenisnya. Administrasi kepegawaian Buku pedoman administrasi kepegawaian menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan kepegawaian. yaitu : 1. Didalamnya dibahas antara lain : a. Ketata usahaan sekolah d. yaitu awal tahun pelajaran. Untuk itu disediakan format serta petunjuk pengisiannya 2. Perencanaan anggaran tahunan sekolah (RAPBS) c. f. Untuk itu satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahapan waktu. Administrasi keuangan Didalam buku pedoman dijelaskan dasar atau/dan pengertian administrasi dalam pengelolaan keuangan di suatu sekolah. Pengawasan e. terdapat beberapa jenis kegiatan. tugas dan tanggung jawab pengelolaan satuan pendidikan dan peningkatan tata usaha kepegawaian di sekolah. Contoh-contoh mengenai ketata usahaan keuangan sekolah dan format pelaporan. teratur dan benar. Administrasi kesiswaan Dalam buku pedoman administrasi kesiswaan selama satu tahun pelajaran dibagi dalam tiga tahap waktu. Jadwal kegiatan pelaksanaan administrasi keuangan sekolah. dengan memodifikasi data mengenai siswa. 5. ordonator dan bendaharawan) b. Agar pencatatan data lebih mudah dan sederhana sehingga memperlancar kegiatan administrasi data yang banyak jeninya dan kelompoknya itu dapat dikelompokkan menjadi 6 jenis.

b. b. surat keputusan. Menurut isi dan asalnya. terdiri dari : surat biasa. surat panggilan. kursi. serta alat-alat dan media pengajaran. surat pesanan. surat rahasia. e. . c.Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan. surat edaran. seperti : gedung. Ketentuan mengenai sarana dan prasarana pendidikan pada semua satuan pendidikan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. Dalam undang-undang system pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 menyatakan dalam pasal 45 bahwa sarana prasarana pendidikan yaitu : a. surat permohonan. Adapun jenis surat dibedakan menurut : a. Menurut sasarannya. faksimil. dan teleks. Persuratan Persuratan merupakan sarana komunikasi tertulis atau alat untuk mengadakan hubungan dengan orang lain yang menggunakan kertas dan tulisan sebagai medianya. surat perjanjian. surat pengantar dan surat lamaran kerja. social. terdiri dari : surat resmi atau surat dinas. warkat pos. terdiri dari : surat sangat rahasia. telegram. dan surat pengumuman. surat laporan. surat konfidensil (terbatas) dan surat biasa. khususnya proses belajar mengajar. surat bersampul. Berarti surat adalah alat komunikasi tertulis untuk mengadakan hubungan dengan pihak lain. Menurut jaminan dan keamanan isinya. meja. terdiri dari : kartu pos. emosional dan kejiwaan peserta didik. surat pribadi dan surat niaga. kecerdasan intelektual. surat penawaran. Menurut wujudnya. surat peringatan. 6. Setiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik. surat perintah. d. ruang kelas. Menurut maksud dan tujuannya terdiri dari : surat pemberitahuan.

seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. 3.f. yaitu memperhatikan hubungan antara manusia. Prinsip efisiensi : administrator sekolah akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber tenaga. g. surat kilat dan surat kilat khusus. pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. terdiri dari : surat biasa. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif. dan melakukan pemeriksaan (pengontrolan). surat penting dan surat sangat rahasia. Prinsip dan peranan Administrasi Sekolah Dalam melaksanakan tugasnya seorang administrator perlu memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang harus dipenuhi agar dapat mencapai sukses dalam tugasnya. mengarahkan. 2. Prinsip pengelolaan : administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan manajemen yang baik yakni merencanakan. mutu dan perluasan pada kinerja di dunia pendidikan tersebut. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi kepala sekolah dan guru-guru di sekolah. terdiri dari : surat biasa. C. dana dan fasilitas yang ada secara efisien. Menurut urgensinya. mengorganisasikan. yaitu makin meningkatkan efisiensi. Prinsip mengutamakan tugas pengelolaan : bila diharuskan untuk memilih pekerjaan memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama. Menurut cara penyampaiannya. Prinsip kepemimpinan yang efektif : seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila memilih gaya kepemimpina yang efektif. prinsip-prinsip tersebut antara lain : 1. Pendahuluan . 4. BAB XVIII SUPERVISI RESPONSIBILITAS DAN AKUNTABILITAS A.

. Responsibilitas Guru Responsibilitas merupakan unsure penting untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas. atau guru bidang studi total. akan tetapi hasilnya tersebut dipertanggungjawabkan sendiri. sekolah hanya mengandalkan dan menggunakan guru-guru yang ada saja. dapat dijadikan sebagai faktor utama untuk mewujudkan sekolah yang unggul dan kompetitif. Dalam tataran birokratis. study report. dalam mendukung kebijakan penerapan kurikulum yang ditawarkan kepada siswa melalui pembelajaran yang beragam dan mungkin dalam lokasi yang berbeda. maka pelaksana hasil kerjasama tersebut dilakukan oleh pihak guru. sulit untuk diwujudkan manakala. atau dalam bentuk permohonan untuk menjadi guru pendamping dari guru bidang studi yang ada. Pendistribusian atau pelimpahan wewenang dan tanggung jawab mengajar seorang guru ini dapat saja dilakukan oleh pihak lain. observasi. penelitian. ditambah dengan keterbatasan kondisi guru. magang. yakni sejauh mana pelaksanaan tugas yang diberikan kepada guru dapat dilaksanakan secara maksimal. maupun pendekatan ke bawah dengan melakukan perundingan-perundingan pencarian alternative pilihan yang terbaik dalam penerapan dan pengambilan kebijakan terhadap sekolah. Sedangkan dalam tataran praktis. B. Bentuk kerjasama tersebut bias berwujud pendanaan. praktek system ganda. atasan atau masyarakat terhadap seorang guru. diperlukan adanya kerjasama dengan pihak-pihak luar.Pertanggungjawaban pada dasarnya adalah bagaimana menjawab atau melakukan tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan. dengan berbagai pendekatan-pendekatan baik ke atas maupun ke bawah yakni pendekatan dengan pihak perusahaan dengan melakukan negoisasi. sehingga dengan demikian hubungan antara sekolah dengan pihak lain luar tersebut. Tuntutan untuk mewujudkan sekolah yang berkualitas yang berhadapan pada guru tersebut. kerjasama sekolah dengan pihak luar seperti dengan pihak perusahaan dan lain sebagainya perlu dilakukan oleh kepala sekolah. Untuk memenuhi tuntutan profesionalitas guru dalam mewujudkan sekolah yang berkualitas tersebut.

Kinerja yang cocok dan meminta pertimbangan atau penjelasan. sesuai dengan kewenangan dan hak asasi. misi dan strategi.Dengan demikian. yaitu bagaimana seorang pemimpin mampu menciptakan situasi sehingga menyebabkan orang yang dipimpinnya timbul kesadaranya untuk melaksanakan apa yang dihendaki oleh seorang pemimpin. ia menyatakan ada tujuh belas karakteristik kepala sekolah yang tangguh. 3. sebenarnya makna yang terkandung dari responsibilitas seorang guru tersebut. Pertanggungjawaban dapat pula diartikan sebagai suatu bentuk kekuasaan. 2. baik secara personal atau terhadap bawahan yang telah didelegasikan oleh pimpinan dan menjadi kewajiban organisasi/ sekolah bahwa ia diberhentikan atau diberi kewenangan untuk melakukan tugas. 3. cepat. artinya secara tepat. cekat dan akurat. Dari ketangguhan kepala sekolah ini. Adapun karakteristik kepala sekolah yang tangguh tersebut adalah kepala sekolah yang : 1. Akuntabilitas Kepala Sekolah Akuntabilitas merupakan suatu pertanggungjawaban. 2. Memiliki kemampuan mengambil keputusan secara terampil. . C. Menjelaskan dan mempertimbangkan kepada orang lain tentang keputusan dan tindakan yang diambilnya. Dalam hal ini. Memiliki visi. maka diharapkan mampu menciptakan sekolah yang berprestasi. Memiliki kemampuan mengkoordinasikan dan menyerasikan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Mengutip pendapat Slamet PH. paling tidak ada tiga hal yaitu : 1. faktor penentu keberhasilan seseorang pemimpin diantaranya adalah ³teknik kepemimpinan´. Kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam menunjang keberhasilan sekolah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Cocok atau sesuai dengan peranan yang diharapkan.

Mampu dan sanggup memberdayakan sekolah. 9. standard an nilai-nilai. pemborosan. penyedia. baik berupa responsibilitas guru maupun akuntabilitas kepala sekolah tidak dapat terwujud tanpa adanya pelaksanaan tata pemerintahan yang baik. 5. dengan indicator adanya kelengkapan dan kejelasan dalam tugas. ketentuan-ketentuan dan pengendaliannya. 7. administrator. melakukan analisis SWOT dan mengupayakan langkah-langkah untuk meniadakan persoalan. . 11. 12. mediokrasi. pertanggungjawaban. Menggunakan input manajemen. pembaharuan dan pembangkit motivasi. Menggunakan pendekatan system sebagai pola berfikir. Mengalang teamwork yang cerdas dan kompak. menghayati dan menjalankan perannya sebagai manajer. Dengan demikian. kecurigaan. Memusatkan perhatian pada pengelolaan proses pembelajaran. proses. Melaksanakan dimensi-dimensi tugas. wirausahawan. pendidik. Mendorong terciptanya situasi dan kegiatan yang dapat menumbuhkan kreativitas. prestasi. Memiliki toleransi terhadap perbedaan pada setiap orang. program. 16. Mampu memobilisasi sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. yaitu manajemen yang diarahkan pada optimalisasi sekolah. pencipta iklim kerja. pemimpin. rencana. Memerangi musuh-musuh kepala sekolah. 10. kaku dan bermuka dua dalam bersikap dan bertindak. mengelola dan menganalisis kehidupan sekolah. memilih fungsi-fungsi yang diperlukan untuk mencapai sasaran. Memahami. yaitu ketidakpedulian. Menciptakan sekolah sebagai tipikal sekolah yang ideal. tetapi tidak toleran terhadap orang-orang yang meremehkan kualitas. lingkungan dan keterampilan personal. tidak membuat keputusan. Menerapkan manajemen berbasis sekolah.4. serta menumbuhkan solidaritas. 14. 13. 8. 6. kerja sama dan kolaborasi sehingga tercipata iklim kebersamaan yang dapat menjamin output sekolah. 17. 15. serta menciptakan keterikatan antar fungsi dan warga sekolah.arogansi. yaitu merumuskan sasaran. Menjalankan empat hal. imitasi.

BAB XIX SUPERVISI BUDAYA SEKOLAH .

b. yaitu keadaan ketika tiap anggota organisasi diberi tanggung jawab individual untuk turut mencapai sebagian tujuan organisasi. Iklim Sekolah 1. yaitu perasaan dimana para anggota merasakan bahwa aturan-aturan. Standar-standar. . termasuk penyusunan tingkat tujuan. Keharusan sekolah untuk menumbuhkan dan mengembangkan budaya yang kondusif bagi peningkatan efektivitas sekolah pada umumnya dan efektivitas pembelajaran pada khususnya.A. Tanggung jawab. kebijakan-kebijakan. Sekolah menjadi suatu organisasi yang dirancang untuk dapat memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat luas. c. prioritas. Kecocokan. lingkungan belajar yang kondusif. Pendahuluan Sekolah merupakan suatu wadah untuk menciptakan sosok manusia yang berpendidikan tanpa melihat latar belakang siswa yang terlibat didalamnya. baik dari segi budaya. Ketujuh kategori iklim sekolah yang sarat dengan dimensi social psikologis adalah : a. social maupun ekonomi. yang berpusat pada pengembangan peserta didik. prosedur-prosedur. pengertian iklim sekolah Iklim sekolah memiliki tujuh kategori yang memiliki dimensi social psikologis yang menentukan apakah ia menjadi pendorong atau penghalang dalam kegiatan belajar mengajar. penekanan pada pembelajaran B. bentuk komunikasi dan tingkat komitmen pada anggota. dan aktivitas-aktivitas yang dirancang sekolah cocok bagi mereka dan memungkinkan mereka untuk melaksanakan tugas atau kerja mereka dengan baik. yaitu tekanan organisasi pada berbagai kualitas kinerja dan produk yang menonjol.

System organisasi yang sehat akan mengenal baik anggotanya. d. dikritik atau dihakimi ketika melakukan kesalahan. walaupun konflik integrup tidak dapat dihindari. b. Kepemimpinan. f. e. memang benar orang akan dipekerjakan dengan keras. namun mereka tidak akan merasa tersiksa. hingga tidak membingungkan dan meragukan.d. Kepaduan yang kuat. Tujuan harus memiliki alasan yang jelas bagi anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dan dapat diterima oleh semua anggota dalam system selwin itu tujuan juga harus dapat dicapai melalui sumber daya yang ada dan memiliki kecocokan dengan lingkungan. e. yaitu keadaan dimana para anggota merasa diakui dan diganjar ketika melakukan pekerjaan dengan baik dan tidak diabaikan. Komunikasi yang lancer. . Sumber-sumber dipergunakan dengan baik. Para anggota sendiri merasa tertarik dalam keanggotaan organisasi. diman kekuatan integrup tidak akan dikurangi. karena tingkat pekerjaan selalu disesuaikan dengan antara tuntutan diri dan permintaan. saling percaya dan saling mendukung satu sama lain. Komunikasi dalam sekolah yang sehat menunjukkan tidak adanya distorsi komunikasi secara vertical dan horizontal dari luar dan juga dari lingkunag sekitar. yaitu keadaan organisasi yang penuh persahabatan. Ganjaran. Kejelasan organisasi. kesehatan sekolah Ada 10 dimensi yang dijadikan sebagai indikator kesehatan sekolah adalah : a. Dalam organisasi yang sehat distribusi pengaruh relative wajar. Dalam organisasi yang sehat. c. Tujuan yang focus. yaitu keinginan dan kesediaan anggota organisasi untuk menerima kepemimpinan dan perintah bagi para anggota organisasi. Kehangatan dan dorongan. g. Kekuatan persamaan yang optimal. keadaan dimana tujuan dan segala hal dalam organisasi terorganisir dan terdefinisi dengan baik. 2.

Semangat juang ini penting dalam memotivasi para anggota dalam keadaan rasa. dan berbagai hal yang menunjukkan kemajuan sepanjang waktu.satu kenyataan penting bahwa guru dan administrator merupakan pihak yang menentukan dimensi pembelajaran siswa. Budaya sekolah diisyaratkan harus mencerminkan pola kehidupan . Akhirnya dalam organisasi yang sehat pun pasti ada masalah. tekanan. Sebuah system yang sehat akan selalu menunjukkan prosedur baru. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berpengaruh pada pembelajaran namun juga berpengaruh bagi kepuasan dan peningkatan kinerja guru. Ketika tuntutan lingkungan dan sumber organisasi tidak cocok.namun mereka juga akan melihat sebentuk independensi dari lingkunan sekitarnya. 3. Budaya Sekolah Sekolah sebagai sebuah system memiliki tiga aspek pokok yang sangat erat dengan mutu sekolah. baik ketika mereka puas dengan hasil kerja ataupun ketika mereka meras tidak puas atau gagal dengan hasil kerja. Pemecahan masalah yang memadai. Hal di atas merupakan bentuk dari iklim sekolah yang dapat menunjukkan kehidupan kerja interpersonal sekolah yang dapat mempengaruhi guru. C. Dalam organisasi yang sehat. Otonomi yang membebaskan. administrator dan supervisor dan juga para siswa. Adaptasi yang terus meningkat dan stabil. g.f. Tujuan-tujuan baru cara produksi baru. j. maka sebuah pemecahan masalah dan restrukturisasi diperlukan untuk menjembatani ketidakcocokan antara lingkunag dan organisasi. i. dan kesulitan dimana organisasi dan orang dalam organisasi selalu terlihat dalam masalah tersebut. komunikasi dan dorongan yang ditunjukkan oleh guru. kepercayaan. Keinovasian yang dinamis. tidak aka nada respon pasif atas permintaan dan walaupun mereka terpengarruh oleh lingkungan. h. iklim dan belajar Kualitas kerjasama memiliki hubungan erat dengan kemampuan improvisasi sekolah. Semangat juang. Dalam hal ini kualitas diartikan sebagai tingkat keterbukaan.

berbagai prioritas nilai. serta perilaku masyarakat dalam kerja. yaitu manifestasi dari apa yang dikatakan oleh masyarakat. Budaya pada tingkat perspektif masyarakat. Budaya pada tingkat artifak. Budaya pada tingkat asumsi. Tingkatan-tingkatan Budaya Budaya sekolah dapat dibagi dalam empat tingkatan yaitu sebagai berikut : a. Budaya ditingkat artifak ini dapat dibagi lagi dalam sebuah artifak verbal dan budaya artifak prilaku. tenang dan dapat direfleksikan secara baik dalam benak tiap anggota masyarakat sekolah 1. Nilai berbagai aktivitas. Dalam analisa ini yang digali adalah masalah tentang apa asumsi dan pengertian yang diberikan guru dan lainnya ? bagaimana cara penyampaiannya secara jelas ataupun eksplisit ? c.sekolah yang bebas. Analisa nilai. merupakan nilai dasar yang merupakan nilai kesediaan bagi masyarakat untuk mengevaluasi situasi yang mereka hadapi. Identifikasi budaya sekolah Budaya sekolah dapat diidentifikasi dengan menggunakan beberapa analisa yaitu : a. Bagaimnan masyarakat berprilaku dan bagaimana sustu dilihat. b. Analisa kepercayaan. dalam analisa ini yang ingin diketahui adalah bagaimana sejarah sekolah masa lalu ? Apa tradisi yang dibawa ? cerita apasaja yang dikatakan dan tidak dikatakan? b. bagaimana masyarakat mendefinisikan situasi yang dihadapi dan berbagai batasan perilaku yang diterima dan ditolak. menunjukkan pada aturan dan norma bersama. Kebiasaan yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah yang serupa. nilai tindakan. 2. Analisa sejarah sekolah. Asumsi ini sekaligus menentukan dalam watak organisasi yang ditempati anggota masyarakat. kapan gur dan tenaga kerja lainnya berbicara tentang sekolah ? . d. merupakan tingkatan budaya yang paling abstrak dan yang lainnya. Budaya pada tingkat nilai. Analisa ini diarahkan untuk mencari tentang apa saja yang dihargai oleh sekolah ? kemudian. c.

maka kebutuhan-kebutuhan dasar guru harus dipenuhi terlebih dahulu yaitu adanya harapan yang jelas. Dalam analisa ini yang ingin diteliti adalah tentang caracara apa yang dapat diterima dan diulang-ulang dalam melakukan sesuatu dan bagaimana bentuk perilakunya ? f. supervisor dan manajer ? e. adanya masa depan yang jelas. Supervisor Sebagai Upaya Peningkatan Kinerja Peningkatan kinerja sekolah dengan membantu guru dapat merefleksikan praktik pengajaran mereka. demikian pula budaya sekolah berbentuk lain akan melahirkan iklim yang lain pula. D. Supervisor dalam upaya perubahan tesebut perlu mengidentifikasi peluang dan tantangan melalui konsep terkuat seorang terhadap suatu perubahan. Namun demikian agar terjadi usaha perubahan yang berkelanjutan. Dalam hal ini ada tiga kategori perubahan fundamental dalam iklim dan budaya bagi guru yang ingin dilakukan melalui pengetahuan pengantar tersebut yaitu perubahan individual.d. Iklim sekolah boleh dikatakan ditentukan oleh budaya sekolah. diharapakan bahwa budaya sekolah dapat diidentifikasi apakah telah memiliki budaya yang baik ataukah belum. merupakan inti dari tugas supervisor. Perencanaan Perubahan Sekolah Pengetahuan tentang aspek psikologis dan aspek simbolik sebenarnya merupakan pengetahuan pengantar untuk dapat melakukan perubahan berarti di sekolah. dan perubahan kedua individual. Belajar lebih banyak tentang apa yang harus dilakukan dan mengapa dan berupaya keras dalam peningkatan diri. Analisa bentuk perilaku. perubahan hubungan dengan orang lain. Melalui analisa tersebut. adanya interaksi social yang baik. serta adanya control kerja yang jelas. E. Analisa norma-norma dan standar-standar. Untuk melakukan perubahan tersebut jelas peran supervise diperlukan. iklim sekolah yang humanistic dapat dipastikan berasala dari budaya sekolah yang humanistic pula. Untuk mencapai tugas tersebut terkadang supervisor juga harus memfokuskan diri pada upaya . Analisa ini mencari tahu tentang apa yang harus dilakukan dan tidak dilakukan dalam membangun perilaku guru.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa iklim dan budaya sekolah merupakan prasyarat terpenting dalam upaya perubahan sekolah yang dilakukan oleh supervisor.penyediaan staf pengembang pendekatan dan bagaimana memberikan bantuan yang menyenangkan dan bermanfaat bagi guru. produktivitas sekolah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful