I.

PENDAHULUAN
Xanthelasma merupakan bentuk xanthoma yang paling sering dijumpai. Bentuk lainnya adalah xanthelasma palpebrarum, tuberosum, tendinosum, noduler, eruptif, planum dan plantar. Xantelasma berasal dari kata xanthos (yellow) dan elasma (a beaten-metal plate). Xantelasma tersusun atas sel-sel xanthoma. Sel-sel ini merupakan histiosit dengan deposit lemak intraseluler terutama dalam retikuler dermis atas. Biasanya muncul berbentuk plak yang berwarna kuning di kelopak mata atas dekat canthus, dengan diameter yang bervariasi dari 1-30 mm. Biasanya soft, semi solid dan calcareous.1,2,3,4 Xanthoma biasanya berhubungan dengan gangguan metabolisme lemak. Keadaan ini disertai dengan hiperlipoproteinemia. Tetapi dapat juga ditemukan pada keadaan di mana kadar lemak plasma dalam batas-batas normal. Hiperlipoproteinemia ini dapat terjadi primer yaitu hiperlipoproteinemia akibat gangguan metabolise lemak dan bersifat genetik (familial) dan juga dapat terjadi secara sekunder di mana timbul akibat penyakit lain yang menyebabkan hiperlipoproteneinemia.1,5,6,7,8 Prevalensi pada perempuan lebih besar dibandingkan pada laki-laki, dan perkembangannya seiring dengan pertambahan usia. Timbulnya xantelasma merupakan salah satu dari indikasi peningkatan kadar kolesterol terutamanya di kalangan golongan muda. Karena itu, pemeriksaan darah akan dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol meningkat atau pada batas normal.1 Gejala klinis xantelasma biasanya khas. Lesi permulaan berupa papula kemudian secara bertahap membesar membentuk plak berwarna kuning. Pada perabaan konsistensinya lunak. Terletak pada kelopak mata bagian atas dekat kantus, akan tetapi dapat juga dijumpai pada kelopak mata bagian bawah. Xantelasma cenderung untuk berkembang, koalesen dan permanen.1,8,9 Penggunaan chloracetic acid efektif untuk menghilangkan xantelasma. Agen ini mengendapkan dan mengkoagulasikan protein dan lipid larut. Monochloroacetic acid, dichloroacetic acid, dan trichloroacetic acid juga dilaporkan memberi hasil yang baik dengan hasil akhir yang sempurna dan skor minimal.1,10

II. EPIDEMIOLOGI
Xanthelasma Palpebrum merupakan xantomas yang paling sering ditemui, bersifat asimptomatik ditandai dengan bentuk simetri, soft serta kekuningan di daerah sekitar kelopak mata.9,11 Xantelasma merupakan kasus yang jarang ditemui pada 1

Tipe IV: Prebetalipoprotein (VLDL) meningkat. Tipe I : Kelebihan chylomicron b. limfoma. Tipe III: Lipoprotein intermedia meningkat. hipotiroid (miksedema). gagal ginjal kronik. Marcelo pula mengatakan bahwa insiden xantelasma sama banyak pada pria dan wanita. xantelasma biasanya terjadi pada golongan tua yang berusia lebih dari 50 tahun. Berdasarkan studi yang dijalankan di India. pancreatitis. mayoritas pasien adalah berusia dalam lingkungan 31-50 tahun. Terjadi akibat gangguan metabolisme lemak dan bersifat genetik.9 III. Ini disebabkan wanita lebih memperhatikan perubahan dirinya dari sudut kosmetik. f. Variable incidence yang dilaporkan pada negara di bagian Barat menunjukkan hanya 0. Menurut Marcelo. Chhetri melaporkan bahwa pada pria insiden xanthelasma lebih banyak.9 Jumlah insiden yang terjadi pada pria dan wanita yang didiagnosa xantelasma masih diperdebatkan.populasi umum. 2 . a.56%-1. Onset timbulnya xantelasma berkisar antara 15 – 73 tahun dengan puncak tertinggi pada dekade 40-an dan 50-an. sindrom nefrotik. Gangopadhya dan penulis lain mengatakan bahwa kasus ini lebih sering terjadi pada wanita. hiperlipoproteinemia diklasifikasikan berdasarkan pola electrophoretic yaitu : 1.1 • Sekunder Hiperlipoproteinemia sekunder timbul akibat penyakit seperti diabetes mellitus. e. berdasarkan jumlah pasien pria yang datang ke klinik rumah sakit luar. d. Hiperlipoproteinemia1 • Primer hiperlipoproteinemia Menurut Fredeickson & Lees.9 Xantomas dapat terjadi pada berbagai tingkat umur.3. Tipe IIa: Kelebihan betalipoprotein (LDL) c. hemokromatosis. Tipe V: Prebetalipoprotein (VLDL) dan chylomicron meningkat. Walaupun begitu. ETIOLOGI Pada umumnya penyebab xantelasma sama dengan penyebab xantoma yaitu:1 1. sirosis bilier. Tipe IIb: Kelebihan betalipoprotein (LDL) disertai VLDL sedikit meningkat.5 %. multipelmieloma.

prednisone. Lipoproteinemia normal Konsentrasi lemak plasma normal (200mg/dl).2 Meskipun telah diteliti mengenai hubungan antara xanthelasma dan hyperlipidemia.6 Pada xantelasma terjadinya akumulasi kolesterol yang berawal dari darah. phytostrerolemia. isotretinoin dan etretinat. cerebrotendinous xanthomatosis. Partikel ini bersifat larut air untuk memfasilitasi transport pada jaringan perifer. Normalnya LDL mempunyai nilai kebocoran kapiler yang lambat. misalnya estrogen.1 IV. 1 Panas lokal meningkatkan nilai kebocoran. Hyperlipoproteinemia sekunder muncul sebagai akibat dari penyakit lain yang dapat memunculkan gejala. Kondisi primer ditentukan secara genetik dan dikelompokkan oleh Fredrickson menjadi lima atau enam komponen berdasarkan peningkatan lipoprotein spesifik. Keadaan ini dijumpai pada xantoma diseminata. perubahan lipoprotein.1 2. dan highdensity lipoproteins (HDL). Dapat dilihat secara eksperimen bahwa nilai kebocoran kapiler dari LDL itu dua kali lebih besar pada daerah yang 3 . verruciform xanthoma. partikel yang terbuat dari kombinasi cholesterol dan triglycerides. hanya sekitar setengah pasien yang memperlihatkan adanya peningkatan lipid serum. Apolipoproteins berfungsi sebagai kofaktor untuk enzim plasma dan berinteraksi dengan reseptor permukaan sel. Pada penelitian oleh Gangopadhya didapatkan hanya 52. Oleh polar phospholipids dan 12 protein spesifik yang berbeda yang dinamakan apolipoproteins. yaitu chylomicrons. dan xanthomas yang dapat menyerupai sindrom primer. PATOGENESIS Hepar mensekresi lipoprotein. low-density lipoproteins (LDL). Dikatakan bahwa trauma dan inflamasi itu dapat merubah permeabilitas vaskuler sehingga lipoprotein dapat masuk ke dalam kulit dan kemudian di fagositosis oleh sel dermal. xantoma generalisata. di mana jumlah kolesterol yang paling banyak berasal dari LDL yang masuk melalui dinding vaskuler. very low-density lipoproteins (VLDL).5% pasien xanthelasma yang mempunyai profil lipid abnormal. intermediate-density lipoproteins (IDL).obat-obat yang menginduksi hiperlipoproteinemia. Lipoprotein dibagi menjadi lima komponen. Dyslipoproteinemia dikategorikan sebagai primer atau sekunder.

lebih sering terekspose oleh gerakan fisik atau gesekan.1 Gambar 1 * Pasien xanthelasma biasanya datang karena pertimbangan kosmetik. dan hal ini mungkin alasan mengapa xantelasma berkembang pada daerah ini. atau dideteksi pada pemeriksaan rutin mata. xanthelasma yang berukuran besar dapat mengganggu fungsi kelopak mata. semisolid atau kalsifikasi. Lesi ini tidak menyebabkan peradangan maupun nyeri. meskipun dapat juga terlihat pada kelopak mata bagian bawah. meskipun lesi ini cenderung untuk membesar namun tidak terdapat kecenderungan malignansi. Seringkali pada canthus medial kelopak mata bagian atas.1 V.Inspeksi dan palpasi memperlihatkan tekstur yang lunak. dan juga biasanya bersifat bilateral. menyebabkan ptosis atau lagophthalmus. GAMBARAN KLINIS Xanthelasma secara klinis terlihat sebagai plak kekuningan berbentuk oval yang berlokasi pada regio periorbital. dibandingkan daerah pada kulit yang immobilisasi. Pada kasus yang sangat jarang. Kelopak mata lebih sering mengalami pergerakan yang konstan dan gesekan.7 *Dikutip dari kepustakakan 10 4 .

dengan banyak inti sel. Plasma banyak mengandung banyak lemak.Gambar 2* VI. Pada dermis dan subkutan terlihat banyak sel xanthoma(foam cell) yaitu histiosit dengan plasma banyak mengandung partikel lemak. Sel raksasa (giant cell touton) histiosit yang membesar dengan inti yang tersusun melingkar.13 3.1 Gambar 3** *Dikutip dari kepustakaan 12 **Dikutip dari kepustakaan 13 VII. GAMBARAN HISTOLOGIS 1. PEMERIKSAAN PENUNJANG 5 . Proliferasi fibroblast di sekitar pembuluh darah dermis dan subkutan. 2.

muka. Syringomas mungkin suatu penyakit keturunan.2 VIII. papul jelas dan biasanya terjadi pada wanita pada masa awal puberitas. DIAGNOSIS BANDING 1) Syringomas (hidradenomas) terletak pada kelopak mata bagian bawah lebih kecil. Tetapi pembesaran jinak dari sebaceous lobule di sekitar follicular infundibulum. datar. dan dapat pula terdapat pada kelopak mata. dan warnanya lebih putih. maka disarankan untuk pemeriksaan plasma lipid juga HDL dan LDL. aksila. Sering multiple daripada soliter pada periorbital bawah. simetris.5 *Dikutip dari kepustakaan 11 6 . umbilicus.Karena 50% pasien dengan xantelasma mempunyai gangguan lipid. Ukurannya 1-2 mm warnanya sperti warna kulit atau agak kekuningan. dan vulva.1 Syringomas adalah adenoma jinak pada kelenjar ekrin. disertai papul yang telengiektasis pada tengah atau bagian bawah dari wajah dan kadang juga pada badan bagian atas. dada. Pengamatan yang lebih lanjut bahwa pasien dengan normal cholesterol dan trigliserida sering dtemukan peningkatan LDL dan VLDL serta penurunan HDL.14 Xantelasma biasanya dapat didiagnosa dengan jelas secara klinis dan jarang kelainan lain memberi gambaran klinis sama.11 Gambar 4* 2) Sebaceous hyperplasia Sebaceous hyperplasia tidak digambarkan dengan suatu neoplasma.9. Biasanya ditunjukkan dengan kekuningan yang soliter maupun multiple.

Gambar 5* 3) Necrobiotic xanthogranuloma Necrobiotic xanthogranuloma (NXG) adalah sebuah kelainan langka yang ditandai dengan kulit dan subkutan xanthomatous histopatologi lesi dengan khas. nyeri belakang. uveitis. Gejala sistemik dapat berupa nausea. Pada badan terdapat nodul subkutan dan plak xanthoma dengan atropi dan ulserasi. lemah. Pada mata biasa mengakibatkan kojungtivitis. dan biasanya terkait paraproteinemia. Pada xanthogranuloma yang tidak khas redapat juga tumor soliter pada kulitnya. iritis dan proptosis. epistaksis. 14 Karakteristik klinik adalah adanya nodul periorbital dan lesi ulserasi yang berwarna kuning kemerahan. vomiting.14 Gambar 6** *Dikutip dari kepustakaan 11 **Dikutip dari kepustakaan 14 7 . keratitis. Kebutaan juga pernah dilaporkan.

X. Terapi yang dini adalah dietetik. Apabila tidak ada riwayat keluarga yang menderita xantelasmata maka biasanya mengindikasikan jumlah kolesterol yang tinggi dalam darah dan mungkin berhubungan dengan resiko timbulnya atherosclerosis. Obat ini baik diberikan pada hipertrigliserida. Jika diet dibatasi dan pengurangan berat badan tidak efektif ditambahkan dengan terapi medikamentosa.2 1) Dietetik Pada primer hiperlipoprotein manipulasi diet sering lebih efektif untuk menurunkan lipoprotein darah. total lemak diet dikurangi sampai 35% jumlah kalori. Jika diet dibatasi dan pengurangan berat badan tidak efektif ditambahkan dengan terapi medikamentosa. fluvastatin. Kolestiramin: dosis 12-24 gram/hari. Xantelasma dapat dihilangkan dengan pengelupas trichloroacetic acid (TCA).agar penimbunan kolesterol berkurang. simvastatin. b. Apabila trigliserida tinggi dikurangi total kalori. Sering memberikan efek samping pada saluran cerna. Pada primer hiperlipoprotein manipulasi diet sering lebih efektif untuk menurunkan lipoprotein darah. 8 . Sebaiknya diusahakan mencapai BMI yang normal yaitu 20-25. protein meningkat sampai 20%. Klofibrat: dosis 2 x 500 mg/hari.1 Terapi yang paling sering digunakan di Amerika Serikat adalan golongan statin sperti lovastatin. tetapi tidak jika menggunakan trichloroacetic acid (TCA). tetapi mungkin bisa kambuh. 1 Xantelasma dapat dibedah apabila mengganggu. Gaya hidup serta pola makan diubah. mengindikasikan tingginya kolesterol dalam darah atau bisa juga tidak. Hypertriglyceridemia memberikan respon yang baik kepada golongan fibrat dan nicotinic acid. 1 a. Penatalaksaan xantelasma diberikan sesuai dengan etiologi dan perkembangan penyakit yang dihadapi. pravastatin dan atorvastatin.13 Komponen herediter yang diturunkan menyebabkan timbulnya xanthelasma ini. PENATALAKSANAAN Tujuan utama terapi adalah untuk mengontrol kelainan yang mendasari untuk mengurangi perkembangan xantelasma dan xantoma. bedah. laser atau cryoterapi. Jika kadar kolesterol tinggi. kecuali pada hiperkolesterol genetik. dan karbohidrat harus meningkat 40-50% dari diet. Penghilangan xantelasma dapat menyebabkan timbulnya skar dan perubahan pigmen.15 2) Medikamentosa.

5 gram/hari.1 • Chemical cauterisation: Gambar7* Dengan menggunakan trichloroacetic acid (TCA) lebih efektif menghilangkan xantelasma. pasien menjalani operasi. Keadaan ini tidak memerlukan biaya yang mahal. Setelah beberapa jam. dan resikonya kecil mengenai mata yang dapat menggangu penglihatan. TCA dioleskan pada daerah kelopak mata yang terdapat xantelasma setelah diberikan anestesi lokal pada bagian mata dan petrolatum pada bagian sekitar xantelasma.10. Keuntungannya yaitu jarang terjadi rekurensi.4.16 Laser CO2 juga merupakan terapi yang lebih bijaksana pada kasus xanthelasma.1 3) Operatif • Bedah eksisi: dilakukan bila lesinya kecil. merupakan pengobatan pilihan. Pasien akan merasakan hangat setelah dioleskan TCA dan permukaan kulit beransur berwarna putih dan kelihatan seperti mencair. Nicotinic acid: dosis 3.12 9 . lesi berwarna gelap dan berbentuk skar kemudian akan mengelupas untuk memberikan warna kulit yang normal. Dengan cara ini kemungkinan kambuh jarang sekali dan hasil pengobatannya juga baik.1.c. Setelah kontrol klinis dislipidemia. 16 Tetapi terapi dengan trichloroacetic acid ini memiliki kekurangan pada lesi yang dalam dan juga beresiko rusaknya konjungtiva atau sclera jika terkena. 10. Cryotherapy dapat menyebabkan skar dan hipopigmentasi.13 • Electrodesiccation dan cryotherapy dapat menghancurkan xantelasma yang ada di superficial tetapi memerlukan pengobatan yang berulang.

laser CO2. Xantelasma bisa dihubungkan dengan hiperkolesterolemia familial. Bila penyakit dasarnya dapat diobati maka prognosis xantelasma pada keadaan ini baik.*Dikutip dari kepustakaan 10 XI. Xanthelasma tersusun atas sel-sel xanthoma. Sebagian pasien xantelasma mempunyai kelainan lipid. Gejala klinis yang muncul adalah timbul plak irregular di kulit. Mekasnisme patofisiologi yang pernah disarankan adalah adanya peningkatan kadar peroksidase lipid plasma (yang diperoleh dari oksidasi LDL) bisa memicu akumulasi kolesterol dan sel busa pada makrofag.1 XII. munculnya xanthelasma dapat mengganggu penampilan. Obat sistemik akan diberikan sesuai keadaan pasien. Meskipun tidak berbahaya dan tidak menimbulkan nyeri. terutama yang berdekatan dengan hidung. warna kekuningan sering kali disekitar mata. Apabila disertai hiperlipidemia sekunder perlu diobati penyakit dasarnya terlebih dahulu. Ukuran xantelasma bervariasi berkisar antara 2 – 30 mm. kauterisasi kimia. elektrodesikasi dan krioterapi. 10 . Penanganan xantelasma dapat dilakukan dengan eksisi. type IIA atau IIB tetapi 50% dari pasien memiliki nilai kolesterol normal. Saran awal yang diberikan adalah pembatasan makanan yang berlemak dan kolesterol tinggi. PROGNOSIS Tergantung kepada penyebabnya. Xanthelasma dapat terjadi pada bagian atas kelopak mata atau pada bagian bawah kelopak mata atau pada kedua-dua bagian. adakalanya simetris dan cenderung bersifat permanen. Sel-sel ini merupakan histiosit dengan deposit lemak intraseluler terutama dalam retikuler dermis atas. Sedangkan hiperproteinemia familier prognosisnya kurang baik kerana sering timbul kekambuhan. Apabila kadar lipid normal bila dilakukan eksisi prognosisnya baik. KESIMPULAN Xanthelasma adalah kumpulan kolesterol di bawah kulit dengan batas tegas berwarna kekuningan biasanya terdapat di sekitar mata.

In: Clinical Dermatology: A Color Guide to Diagnosis and Therapy.S: Mosby.64-68. U. Cox N. 9. Wolff K. Hongkong. Metabolic.optometry. 5. Johnson RA. Xanthelasma Palpebrarum-Clinical and Biochemical Profile in a Tertiary Care Hospital of Delhi. 2004. Goyal P. Et al.1-6. [cited 2010 May 18]: [36-7]. Fitzpatrick’s Color Atlas and Synopsis of Clinical Dermatology. 7. emedicine. 2004. 1447-54. and Genetic Disease. 2007/22(2)151-3. Jain A. In: Wolff K.dan Miliaria. Gilchrest BA. 2003.a Surgical Solution: Case Report. 6. 2.S: Mosby. U. p. Skorin L. Jorizzo JL. Gangopadhyay DN. Indian J Dermatol. Dey SK. Breathnach S. Arq. et all. Makassar: Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Siregar RS. [online]. Kekuranagn gizi. 2003. 437-438. 902-3. Gangguan Metabolisme. editor. Burns T. Chanda M.co.of Clinical Biochemistry. Dianawaty A. 4. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran. Bra. Blackwell Publishing. 11 . [cited 2010 juny 1]: [1-2]. Bolognia JL. Rapini RP. Paller AS. Velasco AA. 2003. FKUH. Nutritional. Dalam: Amiruddin MD. Dermatology Volume Two. 2001. 2003. Oftalmol. Habif TP.[online] 2008. Extensive Xanthelasma . Xanthelasma. Pereira FJ. p. Katz SI.57. Available from URL: http://www. Sharma RC.com. Bras. Autoimun.DAFTAR PUSTAKA 1. 8. Guimarães HP. p. Griffiths C. Xanthoma and Abnormalities of Lipid Metabolism Storage. Treating Eyelid Lesions with Chemical Cauterization. Ind J . In: Rook’s Textbook of Dermatology.S: McGrawHill.medscape. 1998. Endocrine. 3. 10. U. Serum lipid profile in Xanthelasma palpebrarum. Nigram PK. 2008:7. 11. Available from URL: http://www. Dalam: Saripati Penyakit Kulit. Xanthoma and Dislipoproteinemia. Xantelasma dam Milia. Roy H. Tumor dan Bedah Kulit.uk. Leffell DJ. p. Gurbaksh H. 43(2):53-7. Adam AM. Goldsmith LA.

16:116-9. Matthias P. Histiocytoses. Treatment of Eyelid Xantelasma with 70% Trichloroacetic Acid. Textbook of Dermatology. 15. Blackwell Publishing. et al. Available from URL: http://www. [cited 2010 May 18]: 1-6.nlm.52. Dogra A. Available from URL: http://www. [cited 2010 May 18]: [280-3]. et al. Ncbi. 13. 2006.com. Burns T. Nahas.12. Cox N. Werner S. Griffiths C. Normolipemic Papular Xanthoma with Xanthelasma. Mashayekhi A. 2005. Pakistan J dermatol. Breathnach S.nih. et all. 27.ncbi. Sood N. [online].nlm. Rizkallah T. p. 89:639-40. 12 . Hongkong. Dua A. 2009. In: Rook’s 14. Raulin C. et all. 2009. 16. Xanthelasma Palpebrarum: Treatment With the Ultrapulsed CO2 Laser.. 2004. Disappearance of Eyelid Xanthelasma Following Oral Simvastatin (Zocor).26Shields CL. Br J Ophthalmol.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful