P. 1
limbah 2

limbah 2

|Views: 378|Likes:
Published by FARODISI

More info:

Published by: FARODISI on Jan 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/19/2014

pdf

text

original

`PEDOMAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT/CAIR RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA, 2011

RESPONSIBLE SMILE BRILLIANT DINAMIS HUMANITY

RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA Jl. Kendung 115-117 Benowo Surabaya 60198

Telp. (031) 7409135 (hunting ) Fax : (031) 7409135 BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Derajat Kesehatan Masyarakat tergantung pada kondisi

lingkungan. Oleh sebab itu, apabila ada perubahan - perubahan terjadi pada lingkungan disekitar manusia, akan terjadi pula perubahan – perubahan pada kondisi kesehatan masyarakat dalam lingkungan masyarakat tersebut. Dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di rumah sakit, maka pengelolaan limbah rumah sakit yang merupakan bagian dari upaya penyehatan lingkungan hendaklah mendapat perhatian dalam penyelenggaraan kegiatan rumah sakit. Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari seluruh kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat, cair dan gas yang mempunyai karakteristik khusus (infeksius dan radioaktif) sehingga memerlukan tatalaksana dan teknologi pengolahan yang khusus agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan dan menimbulkan dampak bagi kesehatan masyarakat. Sumber limbah rumah sakit antara lain berasal dari pelayanan medis (Rawat Inap, Rawat Jalan/Poliklinik, Rawat Intensif, Rawat Darurat, Haemodialisa, Kamar Jenazah dan Kamar Operasi), penunjang medis, dan dari perkantoran serta fasilitas sosial dan lain-lain. Mengacu pada keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 86 tahun 2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor

1204 tahun 2004 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, dan atas dasar pemikiran dan latar belakang diatas, maka dipandang perlu penyusunan suatu pedoman dalam penatalaksanaan pengelolaan limbah padat dan cair di RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA. 1.2 Tujuan 1) Tujuan Umum Sebagai pedoman dalam penatalaksanaan pengelolaan limbah padat dan cair di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. 2) Tujuan Khusus 1. Menjadi pedoman petugas sanitasi dalam pengelolaan limbah padat dan cair di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya 2. Dapat meningkatkan kemampuan bagi petugas sanitasi tentang teknologi pengolahan limbah padat dan cair serta pemeliharaan sarana dan prasarana yang digunakan di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya. 3. Dapat meningkatkan wawasan bagi pihak manajemen RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dalam memperhatikan masalah kesehatan lingkungan. 4. Dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas pengelola limbah 1.3 Manfaat Pedoman penatalaksanaan limbah padat dan cair ini dibuat sebagai tuntunan petugas RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya dalam mengelola limbah padat medis dan cair, dan digunakan sebagai acuan untuk melaksanaan tugas berkaitan dengan lingkup kerja dalam rangka upaya peningkatan mutu pelayanan yang aman bagi manusia dan lingkungan.

limbah radioaktif. 4. limbah benda tajam. dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.5 Pengertian 1. limbah patologi. 1. Limbah padat medis adalah limbah padat yang terdiri dari limbah infeksius. limbah farmasi. Limbah cair adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme.4 Ruang Lingkup Lingkup pedoman pengelolaan limbah padat dan cair RSUD Bhakti padat Dharma dan cair Husada karena Surabaya meliputi sangat teknologi. 3. potensial pemeliharaan. cair dan gas. taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan kembali apabila ada teknologinya. perkantoran. yang berbahaya bagi kesehatan. 5. Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit dalam bentuk padat. 2.1. Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat sebagai akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah padat medis dan non medis. limbah kantainer bertekanan. . limbah kimiawi. bahan kimia beracun dan radioaktif serta darah. limbah sitotoksis. Limbah padat non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit di luar medis yang berasal dari dapur. pengawasan dan tatalaksana pengolahan limbah limbah tersebut menimbulkan pencemaran.

6 Dasar Hukum 1. No. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4161) 8. Peraturan 7.6. 1. 74 82 Tahun Tahun 2001 2001 Tentang Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air ( Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 153. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan 2. 7. Pembuatan LDKB dimaksudkan sebagai informasi acuan bagi para pekerja dan supervisor yang menangani langsung dan mengelola bahan kimia berbahaya. MSDS (Material Safety Data Sheet) atau LDKB (Lembar Data Keselamatan Bahan) merupakan kumpulan data keselamatan dan petunjuk dalam penggunaan bahan-bahan kimi berbahaya. Peraturan 4. Peraturan Pemerintah Pemerintah No. Peraturan Pemerintah Pemerintah Nomor Nomor 40/1991 jo tentang Peraturan penanggulangan penyakit Menular 18/1999 Pemerintah Nomor 85 v Tahun 1999 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun 5.Kes/SK/VII/2001 Tentang Penyusunan Upaya dan beracun bagi kesehatan manusia dan . Undang-undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup 3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 875/Men.27 Tahun 1999 Tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Nomor 59 Tahun1999. Tambahan Lembaran Negara Nomor 3838) 6. Limbah B3 adalah limbah yang mengandung bahan berbahaya lingkungan. Peraturan Pemerintah No.

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 Lingkungan Rumah Sakit 11. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 876/Men.Kes/SK/VIII/2001 Tentang Pedoman Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan 10. Limbah CairKeputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45/ Men. SK Gubernur Jatim Nomor 61 tahun 1999 tentang Baku Mutu Limbah Rumah Sakit 13.pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Kegiatan Bidang Kesehatan) 9. Keputusan Pengelolaan Menteri Negara Lingkungan dan Hidup Nomor 86/Men.LH/10/2002 Tentang Pedoman Pelaksanaan Upaya Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup 12. Tentang Persyaratan Kesehatan .LH/4/2005 Tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Sitotoksis : dr bhn yg terkontaminasi dr persiapan & pemberian obat sitotoksis untuk kemoterapi kanker yg mampu membunuh /menghambat pertumbuhan sel hidup.  Non Medis : limbah padat dari dapur. kimia keg. mengandung : semua beracun & radioaktif yg berbahaya bagi kesehatan. Limbah Padat kimiawi. : kontainer bertekanan. Limbah Gas : semua air buangan (tinja dr. anastesi & pembuatan obat citotoksik) B. sitotoksis. patologi. 2. perlengkapan generator. 3. Limbah Cair kemungkinan 3.BAB II JENIS & KARAKTERISTIK LIMBAH DI RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA A. radioaktif. otopsi. perkantoran. RS) yg mikroorganisme. Sangat Infeksius : dr pembiakan & stock bhn sangat infeksius. farmasi. untuk menularkan penyakit. keg. pembakaran di RS (insinerator. taman. terinfeksi/ kontak dg bhn yg sangat infeksius. & limbah dg  Medis : infeksius. benda tajam. Jenis Limbah : 1. limbah bentuk bahan gas dr. organ binatang perc. pd manusia . kandungan logam berat yg tinggi. Infeksius : yg terkontaminasi organisme patogen dlm jumlah & virulensi yg cukup rentan 2. dapur. Karakteristik Limbah 1. & bhn lain yg tlh diinokulasi. & halaman yg dpt dimanfaatkan kembali apabila ada teknologinya.

veterinari. laboratorium. dan pemusnahan harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang. Kimia : dr tindakan medis. )3 Harus dilakukan pengelolaan stok bahan kimia dan farmasi )4 Setiap peralatan yang digunakan dalam pengelolaan limbah medis. pengangkutan. Minimisasi limbah )1 Harus diupayakan melakukan reduksi limbah dimulai dari sumber. . Radioaktif : berbentuk Padat dan Cair dihasilkan dari tindakan foto rontgen dari unit radiologi. mulai dari pengumpulan. proses sterilisasi & hasil riset 5. Limbah Padat Medis a.4. PERSYARATAN PENGELOLAAN LIMBAH PADAT/CAIR 1. )2 pengawasan Harus dalam dilakukan penggunaan pengelolaan bahan kimia dan yang berbahaya dan beracun. BAB III PERSYARATAN TATALAKSANA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT/CAIR BERDASARKAN KEPMENKES NOMOR 1204/MENKES/SK/X/2004 A.

Pemilahan. 4) Limbah padat medis yang akan dimanfaatkan kembali harus melalui proses sterilisasi sesuai tabel 1. 2)Limbah yang akan dimanfaatkan kembali harus dipisahkan dari limbah yang tidak dimanfaatkan kembali. Pewadahan. Untuk menguju efektifitas sterilisasi panas harus dilakukan tes Bacillus stearothermophilus dan untuk sterilisasi kimia harus dilakukan tes Bacillus subtilis.b. tidak Wadah tersebut harus anti bocor. 3) Limbah benda tajam harus dikumpulkan dalam satu wadah tanpa mudah memperhatikan untuk terkontaminasi sehingga atau tidaknya. Tabel 1. Pemanfaatan Kembali dan Daur Ulang 1) Pemilahan limbah harus dilakukan mulai dari sumber yang menghasilkan limbah. Jarum dan syringe harus dipisahkan sehingga tidak dapat digunakan kembali. Metode sterilisasi untuk limbah yang dimanfaatkan kembali Metode sterilisasi • Sterilisasi dengan panas o Sterili sasi kering dalam oven ”Poupinel” o Sterili sasi basah dalam autoklaf Sterilisasi 160 0C 170 0C 121 0C 120 menit 60 menit 30 menit Suhu Waktu Kontak 50 -60 0 C 3-8 jam 30 • . ati tusuk dan tidak dibuka orang berkepentingan tidak dpat membukanya.

dengan autoklaf o o Ethyl ene oxide (gas) Gluta raldehyde (cair) 5) Limbah jarum hipodermik tidak dianjurkan untuk dimanfaatkan kembali. atau kontainer yang dapat disterilisasi dengan autoklaf Plastik kuat dan anti bocor atau kontainer Ungu Coklat Kontainer plastik kuat dan anti bocor Kantong plastik kontainer atau 7) Daur ulang tidak bisa dilakukan kecuali untuk pemulihan perak yang dihasilkan dari proses film sinar X. 8) Limbah sitotoksis dikumpulkan dalam wadah yang kuat. Jenis wadah dan label limbah padat medis sesuai kategorinya N o 1 2 Radioaktif Sangat infeksius Kategori Warna kontainer / kantong Merah Kuning Lambang Keterangan Kantong boks dengan radioaktif timbal simbol 3 4 5 Limbah infeksius dan patologi anatomi Sitoksis Limbah kimia dan farmasi Kuning Kantong plastik kuat. anti bocor. anti bocor. Tabel 2. . 6) Pewadahan limbah padat medis harus memenuhi ketentuan sesuai tabel 2. dan diberi label bertuliskan ”Limbah Sitotoksis”.

2) Pengangkutan ke luar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus. Limbah cair Limbah cair menurut sumber atau kegiatan yang menghasilkan limbah cair dapat dibagi menjadi 3 kelompok. e. yaitu pada musim hujan paling lama 48 jam. Pengumpulan. Pengumpulan. yaitu: Pelayanan medis Penunjang medis Administrasi dan fasilitas sosial . dan pada musim kemarau paling lama 24 jam d. Pengolahan dan pemusnahan 1)Limbah padat medis tidak diperbolehkan dibuang langsung ke tempat pembuangan akhir limbah domestik sebelum aman bagi kesehtan. 2)Cara dan teknologi pengolahan limbah padat medis sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Royal Progress International Hospital. 2. pengangkutan. pengemasan dan pengangkutan ke luar rumah sakit 1) Pengelola harus limbah menggunakan troli khusus yang mengumpulkan dan mengemas pada tempat yang kuat. 2) Penyimpanan limbah padat medis harus sesuai iklim. dan penyimpanan limbah padat medis di lingkungan rumah sakit 1) Pengumpulan limbah padat medis dari setiap ruangan penghasil tertutup.c.

Minimisasi limbah 1) Pilih bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum pembelian. seperti dalam kegiatan perawatan dan kebersihan. 4) Cegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah. Limbah padat medis a. B. 3) Utamakan metode pembersihan secara fisik daripada kimiawi. TATALAKSANA PENGELOLAAN LIMBAH PADAT/CAIR 1. 2) Gunakan sedikit mungkin bahan kimia.Adapun parameter limbah yang perlu direduksi dalam proses pengolahan adalah: • • • TSS • • • • NH3 Bebas Suhu pH PO4 BOD COD Kualitas limbah (efluen) yang akan dibuang ke badan air atau lingkungan harus memenuhi persyaratan baku mutu efluen sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Momor Kep58/MENLH/12/1995 dan SK Gubernur JATIM Nomor 61 Tahun 1999. .

limbah kontainer bertekanan dan limbah dengan kandungan logam berat tinggi. yang Terbuat dari bahan yang kuat. limbah radioaktif. 6) Pesan bahan-bahan sesuai dengan kebutuhan. kedap air. misalnya tahan karat. cukup ringan. pewadahan. 7) Gunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari kadaluarsa. limbah. dan mempunyai permukaan fiberglass. limbah farmasi. limbah kimiawi. Kantong plastik diangkat setiap hari atau kurang dari dari sehari apabila 2/3 bagian telah terisi . 2) Tempat pewadahan limbah padat medis : a. halus pada bagian dalamnya. 8) Habiskan bahan dari setiap kemasan (isi kemasan harus habis digunakan sebelum kemasannya dibuang). b. pemanfaatan kembali dan daur ulang 1) Lakukan pemilahan jenis limbah padat medis mulai dari sumber yang terdiri dari limbah infeksius. b.5) Monitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah bahan berbahaya dan beracun. 9) Cek tanggal kadaluarsa bahan-bahan pada saat penerimaan. medis Pada setiap sumber penghasil limbah padat harus tersedia tempat pewadahan yang terpisah dengan limbah padat non medis. Pemilahan. limbah patologi. limbah benda tajam. c. limbah sititoksis.

syringe. atau seeds. limbah farmasi. yaitu: Limbah radioaktif. 4) Alat-alat lain yang dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui sterilisasi adalah radionukleida yang telah diatur tahan lama untuk radioterapi seperti pins. botol gelas. Tempat penampungan sementara TPS Limbah B3 digunakan untuk menyimpan sementara abu sisa pembakaran sebelum dibuang ke sanitary landfill dan limbah medis lain. Transportasi . Limbah padat medis yang belum dibakar sementara ditampung di incinerator dan setelah mencukupi volumenya 50-70 Kg baru kemudian di dibakar. 3) Bahan atau alat yang dapat dimanfaatkan kembali setelah melalui sterilisasi meliputi pisau bedah (scalpel). d. c. Untuk benda-benda tajam ditampung pada tempat khusus (safety box) seperti botol atau karton yang aman. tersebut sedangkan tidak boleh untukkantong plastik yang telah dipakai dan kontak dengan digunakan kembali. dan kontainer. jarum hipodermik. oli bekas dan Limbah kaleng bertekanan.d. e. Tempat pewadahan limpah padat infeksius dan sititoksik yang tidak langsung konta dengan limbah harus segera dibersihkan dengan larutan disinfektan apabila langsung akan digunakan limbah kembali. incinerator Limbah dengan padat suhu 24 medis 10000C jam dimusnahkan Pemusnahan dilakukan selambat-lambatnya apabila disimpan pada suhu ruang. needle.

1) Kantong limbah padat medis sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup. Pengolahan. Pelindung kaki/sepatu boot. dan g) Sarung tangan khusus (disposable glove atau heavy duty gloves) e. 2) Kantong limbah medis padat harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang. Masker. 2) Limbah benda tajam harus diolah diincenerator suhu tinggi maksimal 12000C 3) Untuk limbah farmasi . 3) Petugas harus menggunakan alat pelindung diri (APD) yang terdiri dari : Topi/helm. obat sitotoksik serta limbah bahan kimia harus dibuang ke sanitary landfill yang telah . pemusnahan dan pembuangan akhir limbah padat 1) Limbah sangat Infeksius seperti biakan dan persediaan agen infeksius dari laboratorium harus disterilisasi dengan pengolahan panas dan basah seperti dalam autoclave. Pakaian panjang (coverall) Apron untuk industri. Untuk limbah infeksius yang lain cukup dengan didesinfeksi. Pelindung mata.

c) d) e) Perlu dipasang alat pengukur debit limbah cair untuk mengetahui debit harian limbah yang dihasilkan. 2. atau terkena sesuai zat dengan radioaktif. Limbah cair medis Limbah cair harus dikumpulkan dalam kontainer yang sesuai dengan karakteristik. petunjuk dilakukan . Air limbah dari dapur harus dilengkapi grease trap atau saringan penangkap lemak. kedap air dan limbah harus mengalir dengan lancar serta terpisah dengan saluran air hujan. a) Saluran pembuangan limbah harus menggunakan sistem saluran tertutup.mendapat ijin dari pemerintah pusat atau dengan mengembalikan kedistributornya. b) Rumah sakit harus memiliki IPAL tersendiri atau bersama-sama kolektif dengan bangunan disekitarnya yang memenuhi persyaratan teknis. f) Rumah sakit yang menghasilkan limbah cair yang mengandung pengelolaannya BATAN. Frekwensi pemeriksaan kualitas air limbah cair terolah ( Effluent) dilakukan setiap bulan sekali untuk swapantau dan minimal 3 bulan sekali untuk uji petik sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Volume dan prosedur penangan dan penyimpanannya.

IGD. PEMILAHAN Dari sumber limbah. pisau bedah. 2. kita lakukan pemilahan dengan membedakan tempat sampah sebagai berikut: a. Kamar Operasi. dan benda tajam lainnya. b. Tempat Sampah Botol berlapis plastik berwarna kuning sebagai tempat limbah medis botol yang meliputi: botol infus. SUMBER LIMBAH Limbah medis B3 berasal dari Ruang IRJA. botol vial dan ampul serta spuit. Proses Pengolahan Limbah Padat Medis 1. .BAB IV PENGOLAHAN LIMBAH DI RSUD BHAKTI DHARMA HUSADA SURABAYA A. Safety Box berwarna kuning berlapis plastik berwarna kuning dengan tanda Biohazard sebagai tempat limbah medis tajam yang meliputi semua jarum. Rawat Inap dan Farmasi. Laboratorium. Radiologi.

d. Limbah farmasi dalam jumlah besar harus dikembalikan ke distributor. 4. Untuk pemusnahan limbah farmasi dengan jumlah kurang dari 50 KG dibuatkan berita acara pemusnahan dengan diketahui pejabat setempat setelah itu bisa dibakar di incinerator dengan suhu 10000C selama 1 jam c. Untuk limbah medis Dilakukan pembakaran di Incinerator dengan suhu 1000o C selama 1 Jam. b. PENYIMPANAN SEMENTARA Dilakukan penyimpanan sementara limbah medis dan limbah benda tajam di dalam tungku incinerator sambil menunggu kapasitas limbah mencukupi untuk dibakar yakni 50 Kg dalam sekali pembakaran. kapas. 3. 7. Untuk limbah sitotoksik dianjurkan untuk dikembalikan ke distributor. PENIMBANGAN Dilakukan penimbangan untuk tiap jenis limbah. kateter. kantong darah. PENGUMPULAN Dilakukan pengumpulan setiap hari oleh petugas sanitasi dengan menggunakan trolly tertutup. 6. PEMBAKARAN a. DESINFEKSI Dilakukan desinfeksi untuk limbah botol direndam dengan larutan kaporit selama 6 jam untuk kemudian disimpan didalam trolly tertutup selanjutnya akan dilakukan penghancuran dengan mesin needle destroyer. selang infus dll. Tempat Sampah Medis berlapis plastik berwarna kuning sebagai tempat limbah medis yang meliputi : kasa. masker. perban.c. . 5. sarung tangan.

Abu sisa pembakaran dikumpulkan dalam kontainer tertutup untuk selanjutnya dikirim ke sanitary landfill atu ke TPA Benowo. . Jika keluarga setuju untuk dimusnahkan. bahan kimia beracun serta darah yang berbahaya bagi kesehatan. Limbah kemudian dimasukkan ke incinerator untuk dimusnahkan. 9. Keluarga Jika pasien sebelumnya membawa menandatangani pulang limbah inform consent yang telah dibuat oleh petugas kamar operasi. dan keluarga pasien wajib mendapat petunjuk yang benar dalam penanganan limbah tersebut dari f. PENANGANAN LIMBAH PATOLOGI (Potongan Tubuh) a. untuk identifikasi dan pada saat pemilahan. b. c. keluarga ingin patologi maka keluarga pasien menandatangani inform consent yang sudah disiapkan instalasi sanitasi. e.8. mengambil dengan menggunakan trolly khusus limbah medis untuk dibawa B. perawat kamar operasi segera konfirmasi dengan instalasi sanitasi Limbah patologi diberi sanitasi dimasukkan label kedalam kantong mempermudah limbah patologi plastik merah dan dibungkus kardus Kemudian Petugas ke TPS limbah B3 g. PENANGANAN ABU SISA PEMBAKARAN Setelah selesai proses pembakaran. d. Proses Pengolahan Limbah cair 1. Limbah Cair Limbah Cair rumah sakit adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikro-organisme.

58/MENLH/12/1995 dan SK Gubernur JATIM Nomor 61/tahun 1999. sesuai dengan persyaratan Baku Mutu Limbah Cair bagi kegiatan Rumah Sakit. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No : Kep. Reaktor ini banyak dipergunakan karena mempunyai banyak kelebihan dibanding reaktor yang tidak menggunakan media (suspended growth) Kelebihan utama dari sistem ini ialah mikroorganisme yang menempel pada media tidak tergusur/terbuang akibat beban hidraulik yang terlalu tinggi. PH dan PO4. SUMPIT / SEPTIC TANK . COD. NH3 bebas. Proses Pengolahan Limbah Cair RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya Proses pengolahan limbah cair yang di gunakan oleh RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya adalah mengggunakan proses aerob dengan sistem biofilm BIOCAPS. administrasi dan fasilitas sosial.2. 4. suhu. menghasilkan kelompok. TSS. dibagi pelayanan medik. Tujuan Pengolahan Prinsip dasar pengolahan limbah cair adalah menghilangkan atau mengurangi kontaminan yang terdapat didalam limbah cair sehingga hasil olahan limbah dapat dimanfaatkan kembali atau tidak mengganggu lingkungan apabila dibuang ke tanah atau ke badan air penerima. Adapun parameter limbah cair yang perlu diolah adalah BOD. Sumber Limbah Cair Limbah cair rumah limbah yaitu: sakit cair menurut dapat sumber/kegiatan menjadi penunjang 3 yang (tiga) medik. 3. sehingga pemeliharaannya menjadi mudah.

radiologi. sehingga sistem dapat berjalan dengan efisien tinggi dan optimal. dan laundry masuk kedalam .Limbah cair dari seluruh ruangan yaitu kamar mandi. Dengan adanya bak Balancing beban air limbah dapat dihomogenasikan (disetarakan) baik secara kualitas maupun kuantitas. SCREEN PIT Dari sumpit. CSSD. Didalam bak aerasi ini digunakan juga media sarang tawon agar massa bakteri bisa tumbuh. wastafel maupun spool hook ditampung dalam sumpit atau saptic tank. limbah dipompa menuju ke bak penyaring atau Screen pit yang bertujuan untuk menyaring partikel tersuspensi kasar/kotoran yang besar (lebih besar dari 1 cm) yang terbawa dalam air limbah agar tidak masuk menuju ke IPAL. akan mengalir : Laboratorium. Dan dalam waktu tertentu lumpur yang dihasilkan akan disedot dengan mobil tinja. massa bakteri yang mati akan mengendap. BAK AERASI Di bak aerasi diharapkan berkembang biak massa bakteri yang cukup guna menurunkan tingkat pencemaran air limbah. Bakteri yang dipakai adalah bakteri yang memiliki sifat aerob yang membutuhkan udara dalam perkembangbiakannya. Untuk limbah cair dari ruangan khusus pretreatment dahulu sebelum masuk ke screen pit. Air bersih yang sudah diolah. Untuk mendapat supplay oksigen yang cukup. SEDIMENTASI TANK Pada bak ini. digunakan blower. BAK BALANCING TANK Air limbah kemudian dialirkan ke dalam bak Balancing Tank untuk dilakukan netralisasi yakni pH analyzer akan secara otomatis memerintahkan bahan kimia NaOH (Caustic Soda) dan HCL (Asam Chlorida) dengan menggunakan dosing pump.

Air hasil keluaran ini perlu ditest/diuji parameternya ke instansi yang berwenang seperti BBTKL atau Balai LABKES Surabaya. maka air limbah dapat dibuang ke badan air atau untuk menyiram tanaman. Air yang keluar dari klorinasi Tank sudah memenuhi syarat yang ditentukan oleh pihak BLH Kota surabaya seperti parameter BOD. limbahnya tidak dibuang ke IPAL RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya tapi limbahnya dikirim ke instansi pengolahan limbah B3 yakni kerjasama dengan CV. TSS. Untuk limbah cair hasil proses pencucian film di unit Radiologi mengandung bahan kimia berbahaya dan beracun (Fixer & Developer). Air hasil ini sudah layak/dapat dibuang kesaluran umum. limbah tersebut sementara ditampung kedalam derigent dan diberi label. Rukun Bersama Mojokerto. Setelah air limbah melewati bak klorinasi. Sebelum limbah diangkut oleh petugas. COD. .secara overflow (tumpah) melewati gutter kemudian mengalir ke bak klorinasi. KLORINASI TANK Pembubuhan kaporit dapat dilakukan di bak klorinasi dan diharapkan terdapat waktu tinggal 30 menit.dll.

dengan cara meletakkan posisi Selector Swich pada kontrol panel di posisi OFF. Setelah selesai. DAN ALAT KONTROL a. Bersihkan saringan semprotan air sampai bersih. c. PENGOPERASIAN.BAB V PERALATAN. Cara mengangkat atau membersihkan kotoran: a. dan jangan lupa kedua Selector Swich untuk Pompa Sump Pit dikembalikan pada posisi AUTO. kembalikan ke posisi semula. Berfungsi untuk menyaring lemak dari dapur sebelum masuk ke sumpit. b. Matikan pompa Sump Pit. . Buka penutup grease trap kemudian angkat saringan dan masukkan padatan ke dalam kantung plastik yang telah disediakan.Grease Trap Grease trap (saringan) terbuat dari bahan stainless steel dengan jarak kerenggangan saringan ± 1 cm.

-Sumpit 2 menampung area Pediatrik. Irna 3A. Radiologi -Sumpit 5 menampung area Bangsal. IPS. -Sumpit 3 menampung area UGD dan Security -Sumpit 4 menampung area ICU.b. Sumpit Sumpit adalah bak penampung awal yang terbuat dari beton dengan volume 2m3. sisa makanan. Screen pit Bak yang berfungsi untuk menyaring benda padat Sampah-sampah sisa-sisa kotoran. Di RSUD Bhakti Dharma Husada terdapat 7 sumpit yang tersebar diseluruh area rumah sakit. Bak Screen pit yang terbuat dari besi stainless ukuran lobang 5 mm/0. kamar operasi dan seluruh poliklinik. Bak Equalisasi /balancing tank Bak equalisasi dilengkapi dengan 2 buah mesin blower yang menyala bergantian tiap 1 jam sekali yang berfungsi . CSSD Laundry dan kamar jenazah Sumpit dilengkapi dengan panel otomatis untuk menyalakan pompa submersible pada level air tertentu untuk dialirkan ke bak equalisasi melalu screen pit. c. plastik. Irna 2. Lab. kertas tissue dll. sisa pembungkus. VK. Dilengkapi dengan pompa submersible. VIP -Sumpit 6 menampung Gizi Ruang isolasi -Sumpit 7 menampung area Sanitasi. irna 1. yakni: -Sumpit 1 menampung area Manajemen dan lobby.5 Cm d.

f.5 m3 Bak equalisasi dilengkapi dengan 2 buah pompa submersible yang menyala bergantian tiap 1 jam sekali pada level air tertentu berfungsi untuk mengalirkan air limbah yang sudah homogen ke bak aerasi e. Bak Sedimentasi Bak pengendapan lumpur yang dilengkapi dengan pompa submersible untuk menguras lumpur tahun sekali. biologi dan fisik.5 Kg perhari h. Bak khlorinasi Bak yang digunakan untuk desinfeksi air limbah dengan pembubuhan kaporit melalui pompa dosing dengan dosis kaporit 0. i. baik inlet maupun out let secara rutin 1 bulan sekali di BBTKL Surabaya (Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan ) ke mobil tinja satu . Bak Indikator Bak yang digunakan untuk mengetahui effisiensi pengolahan limbah sebelum keluar ke badan air dengan indikator ikan lele. Bioreaktor /bak aerasi Bioreaktor /bak aerasi dilengkapi dengan sarang tawon yakni media untuk perkembang biakan bakteri aerob dengan kapasitas Tabung berdiameter 2.untuk menghomogenkan air limbah baik kualitas maupun kuantitas Bak equalisasi mempunyai Volume: 37.25m panjang 9 M dengan waktu detensi 1 hari untuk selanjutnya air limbah mengalir secara overflow ke bak sedimentasi. Pengujian laboratorium Dilakukan uji secara kimia. g.

Blower. Basa dan Kaporit AC Didalam kotak panel terdapat lampu indikator untuk mengetahui effisiensi mesin (Pompa submersible. Dosing bekerja. Panel Kontrol Didalam ruang panel terdapat: Kotak panel listrik Mesin Blower Pompa Dosing pH Control Tabung Asam. Jika ada lampu indikator yang mati menandakan ada salah satu komponen mesin yang tidak . Pomp).j.

dengan melihat pressur yang ada di mesin blower -Pengecekan oli. B.Pengecekan Pompa Submersible (Celup) Dilakukan pengecekan pompa submersible pada bak-bak sumpit dan bak equalisasi yang bertujuan untuk mengetahui apakah pompa bekerja atau tidak dengan cara : -Hidupkan pompa pada posisi manual -Cek aliran air yang keluar dari pipa .Jika air mengalir lancar berarti pompa bekerja dengan maksimal.Pengecekan Blower Pengecekan meliputi: -Pengecekan visual yatu untuk mengetahui blower bekerja dengan maksimal atau tidak -Pengecekan tekanan udara yang dihasilkan. yaitu dilihat dari indikator oli. jika mencapai dibawah level berarti harus dilakukan pengisian oli yang baru. .BAB VI PENGECEKAN AWAL SEBELUM PENGOPERASIAN A.

maka pompa bekerja dengan baik. dan jalankan pompa secara manual. a)Sarung Tangan  Bersih  Steril • PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Pilih ukuran sesuai dg tangan  Pasang sehingga menutup pergelangan gaun .C. Jika air dapat dialirkan.Pengecekan Pompa Dosing Lakukan pengisian air pada sisi inlet pompa dengan mengisi selang dengan air sampai penuh. BAB VII KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PETUGAS PENGELOLA LIMBAH A. CUCI TANGAN Kebersihan Tangan àindikator kualitas Patient Safety Tangan :media transmisi patogen tersering di RS Larutan anti septic yang digunakan:100 ml alkohol 70% +1-2 ml gliserin 10% 2.Kesehatan Kerja Petugas Sanitasi 1.

Keselamatan Kerja Petugas sanitasi 1.cegah baju terkontaminasi mencegah kontaminasi dari pasien à petugas d)Penutup kakiàlindungi dr tumpahan /percikan bahan infeksius 3.Pengecekan dan perbaikan hanya dilakukan oleh teknisi yang Berpengalaman d. percikan / semprotan darah/cairan selama prosedur tindakan/perawatan pasien dari tubuh B. Aliran listrik pada panel kontrol harus selalu dimatikan selama pekerjaan dilakukan peralatan listrik lakukan . pelindung wajah Melindungi mukosa membran mata.mulut kemungkinan c) Gaun/apron Bersih.KESEHATAN PETUGAS  Vaksinasi Hepatitis  MCU teratur terutama petugas yg menangani kasus dengan penularan melalui airborne  Penanganan paska pajanan yang memadai (ada alur pajanan. hidung.berapa lama diliburkan? Batasi kontak langsung dengan pasien sebelum 4 jam sudah ditentukan penata laksanaan) àpetugas yang dihubungi? Pem Lab. goggle.Peralatan listrik Setiap pengecekan atau perbaikan prosedur sebagai berikut: . ke?  Petugas sakit . melindungi kulit.laporan petugas àpasien.b) Masker.

Listrik hanya boleh dinyalakan kembali oleh teknisi yang bersangkutan 2. Lakukan pengetesan tegangan listrik dengan testpen untuk menyakinkan sebelum pekerjaan dimulai k. tang. Memasang kembali semua tutup pelindung .e. n. Dalam hal ini sebaiknya kabel sumber daya peralatan yang akan dikerjakan dilepaskan dari panel kontrol agar panel kontrol dapat dinyalakan kembali o. Jangan dinyalakan”. Menggunakan peralatan (obeng. l. Karena semua peralatan mekanik menggunakan listrik sebagai sumber m. dll) yang berlapis karet atau plastik j. Bila perlu ruang panel dikunci f. Kunci panel kontrol dan tempelkan catatan ”Sedang dalam perbaikan.Peralatan Mekanik Peralatan mekanik yang dapat membahayakan adalah blower dan pompa.Harus menggunakan baju lengan panjang dan celana panjang. Tidak bersandar dan tangan tidak menyentuh apapun selain bagian yang dikerjakan i. Harus menggunakan sarung tangan karet dan sepatu yang bersol karet dan tidak berpaku (sebagai isolator) dan semuanya harus selalu dalam keadaan kering h. Ujung baju dan celana harus dikancingkan / diikat sehingga tidak ada bagian dari pakaian yang menjulur keluar g. daya maka seluruh prosedur pada ”PERALATAN LISTRIK” harus dipenuhi Menggunakan kacamata pelindung pada saat bekerja Bila pekerjaan diperkirakan akan memakan waktu cukup dekat bagian yang berputar lama maka harus dipertimbangkan akan terjadinya banjir karena pompa-pompa tidak bekerja.

c. Jumlah pemakaian bahan bakar solar untuk proses pembakaran limbah padat medis dilaporkan tiap bulan kepada Kasubbag Umum dan kepegawaian. instalasi sanitasi melakukan monitoring dan evaluasi harian maupun bulanan yang meliputi: a. b. Monitoring effisiensi mesin incinerator dilakukan setiap awal dan akhir proses pembakaran dan dicatat dalam formulir pemantauan mesin incinerator. Jumlah total dan jumlah limbah padat medis terpilah yang terkumpul secara harian dan dilaporkan tiap bulan kepada kepala seksi penunjang diagnostik. d. MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN PENGOLAHAN LIMBAH PADAT MEDIS Dalam pelaksanaan kegiatan pengolahan limbah padat medis.BAB VIII MONITORING DAN EVALUASI I. Monitoring keberhasilan proses pembakaran dengan dilakukan uji abu residu dan uji emisi incinerator di BBTKL Surabaya (Balai .

pompa submersible yang dilakukan setiap hari untuk dilaporkan tiap bulan kepada kepala seksi penunjang diagnostik. e. MONITORING LIMBAH CAIR DAN EVALUASI KEGIATAN PENGOLAHAN Dalam pelaksanaan pengolahan limbah cair. Monitoring ketersediaan oli blower setiap bulan sekali. Monitoring hasil pengolahan limbah dengan melakukan uji laboratorium pemeriksaan limbah cair setiap bulan sekali. Monitoring kesehatan petugas sanitasi dengan dilakukan medical cek setiap 6 bulan sekali. Monitoring ketersediaan cairan asam. basa dan kaporit untuk netralisasai limbah setiap hari. Monitoring debit. . e. pH. II. instalasi sanitasi melakukan monitoring dan evaluasi harian maupun bulanan yang meliputi: a. f. c. Monitoring kesehatan petugas sanitasi dengan dilakukan medical cek setiap 6 bulan sekali. Monitoring keberadaan lumpur di bak sedimentasi untuk dialirkan ke bak pengumpul sludge sementara sebelum akhirnya penuh dan dibuang di mobil tinja dilakukan 3 hari sekali. d. b.Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Surabaya) dianggarkan 6 bulan sekali.

Demikian pedoman limbah ini dibuat atas kerjasama dan perhatiannya disampaikan terimakasih.BAB IX PENUTUP Limbah medis adalah masalah kritis yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara intensif guna menjaga kualitas lingkungan dalam manjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Saran dan kritik yang membangun sangat dibutuhkan guna memperbaiki pedoman maupun kinerja instalasi sanitasi. di luar rumah sakit dalam “ SEHAT UNTUK KITA mewujudkan RSUD Bhakti Dharma Husada . semua instalasi di rumah sakit maupun instansi SEMUA”. petugas penjaga itu diperlukan lingkungan yang sangat membutuhkan instalasi yang lain dalam Untuk kerjasama yang baik dari semua pihak terutama managemen. Instalasi sanitasi dalam hal ini adalah melaksanakan tugas dan kewajibannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->