BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3.

Landasan Teori

2.1.1. Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility CSR) Kumalahadi (2000: 59) menyatakan pertanggungjawaban sosial bukan merupakan fenomena yang baru, tetapi merupakan akibat dari semakin meningkatnya isu lingkungan di akhir tahun 1980-an. Pertanggungjawaban sosial merupakan manisfestasi kepedulian terhadap tanggung jawab sosial dari perusahaan. Sejarah telah mencatat perkembangan hubungan organisasi dengan masyarakat yang merupakan dasar pemikiran akuntansi untuk pertanggungjawaban sosial. Pada sisi lain ikatan profesi belum menetapkan standar-standar yang berkaitan dengan akuntansi pertanggungjawaban sosial. Namun demikian, akuntansi untuk

pertanggungjawaban sosial telah mengarah pada proses komunikasi pengaruh sosial dan lingkungan kegiatan ekonomi organisasi kepada kelompok kepentingan tertentu dalam masyarakat dan kepada masyarakat luas (Gray, et al dalam Kumalahadi, 2000: 59). Akuntansi untuk pertanggungjawaban sosial merupakan perluasan

pertanggungjawaban organisasi (perusahaan) di luar batas-batas akuntansi keuangan tradisional, yaitu menyediakan laporan keuangan tidak hanya kepada pemilik modal khususnya pemegang saham. Perluasan ini didasarkan pada anggapan bahwa

pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms, if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Get yours now!

yang melebihi tanggung jawab organisasi di bidang hukum. if you can print from a windows application you can use pdfMachine.1. tetapi tidak dengan sendirinya perusahaan dibenarkan untuk mencapai keuntungan itu dengan mengorbankan kepentingan pihak-pihak lain. Menurut Darwin (2004) dalam Hasibuan (2001) pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility (CSR)) adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders. dalam Hasibuan (2001) Gambar 2. Dauman dan Hargreaves (1992) dalam Hasibuan (2001) membagi areal tanggung jawab perusahaan dalam tiga level yang digambarkan sebagai berikut: Basic Responsibility Organizational Responsibility Societal Responses Sumber: Dauman dan Hargreaves (1992. Dengan konsep ini. kendati secara moral tujuan perusahaan untuk mengejar keuntungan adalah sesuatu yang baik. Tingkat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Get yours now! . Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms.perusahaan memiliki tanggung jawab yang yang lebih luas dan tidak sekedar mencari uang untuk para pemegang saham.

Basic Responsibility Level ini menghubungkan tanggung jawab awal dari suatu perusahaan yang muncul karena keberadaan perusahaan tersebut. Get yours now! . memenuhi standar pekerjaan dan memuaskan pemegang saham. 2. Societal Responses Level ini menjelaskan tahap ketika interaksi antara bisnis dan kekuatan lain dalam masyarakat yang demikian kuat sehingga perusahaan dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan. Bila pada level ini tanggung jawab tidak terpenuhi maka akan timbul dampak yang sangat serius. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. pemegang saham dan masyarakat sekitar. c. seperti: membayar pajak. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. b. pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents.a. Akuntansi memungkinkan terjadi komunikasi antara pihakpihak yang berkepentingan dalam entitas tersebut.1. terlibat dengan apa yang terjadi dalam lingkungannya secara keseluruhan. Organizational Responsibility Level ini menunjukkan tanggung jawab perusahaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan stakeholder seperti pekerja. Pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) menggunakan laporan akuntansi sebagai sumber informasi utama untuk pengambilan keputusan karena pihak-pihak yang berkepentingan juga menggunakan informasi lain untuk pengambilan keputusan mengenai perusahaan.3. Akuntansi Pertanggungjawaban Sosial Akuntansi adalah bahasa bisnis karena akuntansi memberikan informasi mengenai suatu entitas. konsumen. mematuhi hukum.

informasi tentang kejadian setelah tanggal laporan.1. Jadi jelaslah bahwa dunia bisnis merupakan lingkungan sosial yang membentuk akuntansi. Pengungkapan 2. dan laporan keuangan pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. dan akuntansi tersebut dibentuk dan tergantung pada lingkungan sosialnya dari sebagian berinteraksi sebagai faktor dan pembentukan lingkungan sosial yang berdampak dari kegiatannya terhadap lingkungan sosial dan orang lain (Hidayat. 2002).3. 2. analisis manajemen atas operasi perusahaan yang akan datang.Dari uraian di atas jelaslah bahwa dunia bisnis mempunyai hubungan erat dengan akuntansi. Bahkan dalam penggunaan istilah pun belum ada keseragaman. prakiraan keuangan dan operasi pada tahun yang akan datang. Tidak ada kesepakatan di antara para ahli mengenai definisi yang tepat untuk menggambarkan akuntansi pertanggungjawaban sosial. Sebagian menyebut akuntansi pertanggungjawaban sosial dan sebagian lagi menggunakan istilah akuntansi sosial. Definisi pengungkapan Menurut Hendriksen (1996) dalam Zuhroh dan Pande (2003) pengungkapan (disclosure) didefinisikan sebagai penyediaan sejumlah informasi yang dibutuhkan untuk pengoperasian secara optimal pasar modal efisien. if you can print from a windows application you can use pdfMachine.1. yang berupa laporan keuangan.4. Wolk dan Tearney (1980) dalam Marwata (2000: 7) menyatakan ungkapan mencakup penyediaan informasi yang diwajibkan oleh badan berwenang maupun yang secara sukarela dilakukan perusahaan. sedangkan akuntansi mempunyai hubungan erat dengan lingkungannya yang dapat menyebabkan nilai positif atau nilai negatif tergantung pada individunya bagaimana cara menggunakan akuntansi tersebut. Get yours now! .5.

Luas pengungkapan Keluasan pengungkapan adalah salah satu bentuk kualitas pengungkapan.tambahan yang mencakup ungkapan menurut segmen dan informasi lainnya di luar harga perolehan. Ada tiga konsep mengenai luas pengungkapan yaitu adequate.1. Untuk membantu investor dalam menetapkan return dan investasinya. 2.7. 6. 2. pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Konsep yang paling sering dipraktekkan adalah pengungkapan yang cukup (adequate disclosure). Untuk menyediakan informasi mengenai aliran kas masuk dan keluar di masa mendatang. Untuk menyediakan informasi untuk membantu investor dan kreditor dalam menentukan resiko dan item-item yang potensial untuk diakui dan yang belum diakui. 2. 4. fair dan full disclosure. 5. 3.3. Untuk menjelaskan item-item yang belum diakui dan untuk menyediakan ukuran yang bermanfaat bagi item-item tersebut. Hendriksen (1997: 204) menyatakan bahwa tingginya kualitas informasi akuntansi sangat berkaitan dengan tingkat kelengkapan pengungkapan. Untuk menyediakan informasi penting yang dapat digunakan oleh pengguna laporan keuangan untuk membandingkan antarperusahaan dan antartahun.6. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. selain ukuran dalam laporan keuangan. Untuk menjelaskan item-item yang diakui dan untuk menyediakan ukuran yang relevan bagi item-item tersebut. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms.3. Tujuan pengungkapan Tujuan pengungkapan menurut Belkaoui (2000: 219) adalah: 1.1. Get yours now! .

3. energi. Menurut Hackston dan Milne (1996) dalam Sembiring (2003) kategori pengungkapan pertanggungjawaban sosial dibagi menjadi tujuh kategori yang meliputi lingkungan. yaitu pengungkapan informasi yang diharuskan oleh peraturan yang berlaku. Kedua adalah pengungkapan sukarela (voluntary disclosure). 2. masyarakat. Kategori pengungkapan Kategori pengungkapan yang dikembangkan dalam wacana akuntansi pertanggungjawaban sosial adalah kategori yang terkait dengan stakeholders. Roberts dan Gray (1950) dalam Suripto (1998) ada dua jenis pengungkapan dalam hubungannya dengan persyaratan yang ditetapkan oleh standar. Pertama adalah pengungkapan wajib (mandatory disclosure).1.8. Pengungkapan yang fair (fair disclosure) mengandung sasaran etis dengan menyediakan informasi yang layak terhadap pembaca (investor) potensial. Get yours now! . Pengungkapan penuh (full disclosure) merupakan pengungkapan atas semua informasi yang relevan. Ketujuh kategori pada awalnya ini terdiri dari 90 item pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Jika perusahaan tidak bersedia untuk mengungkap informasi secara sukarela. merupakan pilihan bebas manajemen perusahaan untuk memberikan informasi akuntansi dan informasi lainnya yang dipandang relevan untuk pembuatan keputusan oleh pemakai laporan tahunannya. produk/konsumen. pengungkapan wajib akan memaksa perusahaan untuk mengungkapkannya. Menurut Meek. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. di mana pada tingkat pengungkapan ini investor dapat menginterpretasikan angka-angka dalam laporan keuangan dengan benar. lainlain tenaga kerja dan umum.yaitu pengungkapan minimum yang disyaratkan oleh peraturan yang berlaku. kesehatan dan keselamatan tenaga kerja. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms.

1. perusahaan merasa keberadaan dan aktivitasnya terlegitimasi. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Banyak teori yang menjelaskan mengapa perusahaan cenderung untuk mengungkapkan informasi yang berkaitan dengan aktivitasnya dan dampak yang ditimbulkan oleh perusahaan tersebut. Ada tiga teori yang mendukung pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. yaitu teori agensi. Setelah melakukan penyesuaian dengan kondisi di Indonesia. dan salah satu pekerjaan mereka adalah memberikan informasi yang terkait dengan usaha yang dijalankan. Legitimacy Theory (Teori Legitimasi). Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. Namun pengertian principal tersebut meluas menjadi seluruh interest group perusahaan yang bersangkutan. a. 12 item dihapuskan sehingga tersisa 78 item pengungkapan. Teori ini menjelaskan agen (manajemen) bekerja untuk stakeholder. dan melegitimasi kontribusi perusahaan dari sisi ekonomi dan politis. Get yours now! . teori legitimasi dan teori stakeholder (Sembiring. Dalam perspektif ini. dan pada umumnya principal diartikan sebagai pemegang saham atau traditional users lain. menganalogikan manajemen sebagai agen dari suatu principal. perusahaan akan menghindarkan adanya peregulasian suatu pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. 2. dengan melakukan social disclosure.pengungkapan (sub kategori). 2003: 2). b. Agency Theory (Teori Agensi). Pengungkapan Pertanggungjawaban Sosial Perusahaan Guthrie dan Parker (1990) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan pengungkapan informasi CSR dalam laporan tahunan merupakan salah satu cara perusahaan untuk membangun.8. mempertahankan.

Get yours now! . untuk melegitimasi tindakan perusahaan. 2.1. Semakin kuat posisi stakeholders. Keluasan tersebut menyebabkan terjadinya keragaman dalam kualitas pengungkapan di antara perusahaan publik. semakin besar pula kecendrungan perusahaan mengadaptasi diri terhadap keinginan para stakeholdersnya. Stakeholders Theory (Teori Stakeholder). Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Deegan dan Blomquist (2001) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan berbagai alasan perusahaan dalam melakukan pengungkapan informasi CSR secara sukarela. untuk memenuhi ketentuan kontrak pinjaman dan untuk memenuhi ekspektasi masyarakat. dan untuk menarik investor (Marwata. mengasumsikan bahwa eksistensi perusahaan ditentukan oleh para stakeholders. Perusahaan berusaha mencari pembenaran dari para stakeholders dalam menjalankan operasi perusahaannya. Koefisien Respon Laba (Earning Response Coefficient (ERC)) Lev (1989) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan laba diyakini sebagai informasi utama yang disajikan dalam laporan keuangan perusahaan.9. Palupi pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents.aspek. diantaranya adalah karena untuk menaati peraturan yang ada. 1999) pengungkapan sosial yang diungkapkan perusahaan merupakan informasi yang sifatnya sukarela. c. untuk memperoleh keunggulan kompetitif melalui penerapan CSR. yang dirasakan akan lebih berat dari sisi cost karena mereka melakukan secara sukarela. karenanya perusahaan memiliki kebebasan untuk mengungkapkan informasi yang tidak diharuskan oleh badan penyelenggara pasar modal.

yang merupakan besarnya koefisien slope dalam regresi yang menghubungkan laba sebagai salah satu variabel bebas dan return saham sebagai variabel terikat.ERC). earning itu sendiri memiliki keterbatasan yang mungkin dipengaruhi oleh asumsi perhitungan dan juga kemungkinan manipulasi yang dilakukan oleh manajemen perusahaan. Get yours now! . Widiastuti. laba merupakan salah satu bagian dari laporan keuangan yang mendapat banyak perhatian dan banyak penelitian yang membuktikan adanya hubungan yang sangat erat antara laba dengan tingkat return saham perusahaan. sehingga dibutuhkan informasi lain selain laba untuk memprediksi return saham perusahaan. Penman (1992) dalam Palupi (2007) mendeskripsikan koefisien respon laba sebagai koefisien respon laba dalam regresi return terhadap laba. (2007) Earning Response Coefficient (ERC) merupakan koefisien yang mengukur respon abnormal returns sekuritas terhadap unexpected accounting earnings perusahaan-perusahaan yang menerbitkan sekuritas.(2007) menyatakan. Menurut Scott (2007) dalam Sayekti dan Wondabio. Menurut Cho dan Jung (1991) dalam Suaryana (2005) ERC mengukur pengaruh dari satu dolar laba kejutan terhadap return saham. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. 2007) menyatakan berbagai penelitian telah menguji perbedaan Earning Response pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Lev (1989) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan banyak model equity valuation yang hanya menggunakan expected earnings sebagai variabel eksplanatori. Namun demikian. 2006 (dalam Sayekti dan Wondabio. dan diukur sebagai slope dalam regresi return abnormal saham dan unexpected earnings. Besaran yang menunjukkan hubungan antara laba dan return saham ini yang disebut dengan koefisien respon laba (Earning Response Coefficient. if you can print from a windows application you can use pdfMachine.

1. risiko nilai tukar dan risiko pasar. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Jenis-jenis resiko pada umumnya hanya dibagi menjadi dua yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis (Tandelilin. beta. Risiko sistematis biasanya terkait dengan kondisi yang terjadi dengan kondisi yang terjadi di pasar secara umum. dan informasi harga (informativeness of price). risiko inflasi. yaitu persistensi laba. Menurut Suharli (2005) beta dapat pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Get yours now! . Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. peluang pertumbuhan (growth opportunities). struktur permodalan perusahaan. Dengan kata lain risiko yang pasti terjadi pada semua portofolio.Coefficient (ERC) terhadap pengumuman laba dengan didasarkan pada premis bahwa tingkat keinformasian laba (informativenes of earnings) akan semakin besar ketika terdapat ketidakpastian mengenai prospek perusahaan di masa datang. risiko tingkat bunga. kualitas laba. Beta adalah parameter yang digunakan dalam mengukur risiko sistematis. misalnya perubahan dalam perekonomian secara makro. Scott (2000) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan beberapa hal yang menyebabkan respon pasar yang berbeda-beda terhadap laba. Menurut Jogiyanto (2003: 266) “Risiko merupakan penyimpangan yang terjadi antara actual return dari yang telah diperkirakan sebelumnya yaitu imbal hasil yang diharapkan sebelumnya (expected return).10. BETA Sebelum melakukan investasi seorang investor pasti akan menghitung dahulu tingkat pengembalian yang akan diterima berdasarkan tingkat risiko yang ada dalam investasi tersebut. Setiap orang mempunyai definisi untuk risiko menurut pengertian masing-masing. risiko politik. 2003). Risiko sistematis adalah risiko yang tidak bisa dihilangkan. 2.

Price to Book Value adalah rasio yang menunjukkan apakah harga saham (harga pasarnya) diperdagangkan di atas atau di bawah nilai buku saham tersebut. Price to Book Value Darmadji (2001: 141) Price to Book Value atau PBV menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Makin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek perusahaan tersebut. pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. maka Earning Response Coefficient (ERC) akan semakin rendah. 2. Palupi (2007) menyatakan investor akan mengurangi tingkat risiko yang diterimanya dengan mempertimbangkan risiko spesifik suatu perusahaan dalam keputusan investasinya. maka reaksi investor terhadap unexpected earnings perusahaan juga semakin rendah. Sensivitas investor terhadap informasi mengenai perusahaan beresiko kecil akan lebih besar karena perusahaan dengan risiko kecil lebih dipercaya. Sedangkan menurut Tandelilin (2001: 102) beta merupakan indeks risiko sistematis suatu aktiva atau suatu portofolio aktiva.disimpulkan sebagai pengukur volatilitas suatu risiko sistematis pada sekuritas. Menurut Scott (2000) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) investor akan menilai laba sekarang untuk memprediksi laba dan return di masa yang akan datang. Istilah teknisnya apakah saham tersebut overvalued atau undervalued. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. Jika future return tersebut semakin berisiko. Dengan kata lain jika beta semakin tinggi. Dalam penelitian ini Price to Book Value digunakan untuk memproksi growth opportunities (kesempatan bertumbuh).1. Get yours now! .11. Penelitian Collins dan Kothari (1989) dalam Palupi (2007) menunjukkan bahwa risiko berhubungan secara negatif dengan koefisien respon laba.

Koefisien respon laba dipengaruhi oleh resiko sistematik dan persistensi laba berpengaruh positif. Scott (2000) dalam Sayekti dan Wondabio (2007) menyatakan ERC akan lebih tinggi untuk perusahaan yang memiliki growth opportunities. Hal ini menunjukkan bahwa investor yang melakukan investasi pada perusahaan yang bertumbuh mendapatkan return lebih besar. Berbagai penelitian yang melihat faktor-faktor yang mempengaruhi ERC dapat kita lihat dalam review terhadap penelitian-penelitian terdahulu berikut. Pemegang saham akan memberi respon yang lebih besar kepada perusahaan dengan kemungkinan bertumbuh lebih tinggi. Get yours now! .Penelitian Collins dan Kothari (1989) dalam Palupi (2007) menyimpulkan bahwa terdapat korelasi yang positif antara kesempatan bertumbuh dan koefisien respon laba. Hal ini terjadi karena perusahaan yang mempunyai kemungkinan bertumbuh lebih tinggi akan memberikan manfaat yang lebih tinggi di masa depan investor. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. Palupi. Dalam penelitian yang dilakukan Palupi (2007).4. Foster (1986) dalam Setiati (2004) menyatakan. Review Peneliti Terdahulu Penelitian terdahulu mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi ERC perusahaan sangat banyak dilakukan. 2. (2007) menyatakan penilaian pasar (investor/pemegang saham) terhadap kemungkinan bertumbuh suatu perusahaan nampak dari harga saham yang akan diperolehnya. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. perusahaan bertumbuh mempunyai aliran laba atau kas masa depan yang dinilai sekarang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang tidak bertumbuh. pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents.

Sedangkan prediksi laba. kesempatan bertumbuh. ukuran perusahaan dan resiko kegagalan memberikan pengaruh negatif. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda. Get yours now! . Dalam penelitian yang dilakukan Suryana (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran kantor akuntan publik berpengaruh terhadap koefisien respon laba di mana kantor akuntan publik besar memberikan keyakinan lebih kepada investor. Nilai koefisien respon laba perusahaan yang diaudit kantor akuntan publik besar tidak berbeda secara signifikan dengan nilai koefisien respon laba perusahaan yang diaudit oleh kantor akuntan publik kecil. Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms. Dalam penelitian yang dilakukan Riyanto (2007). peneliti mengukur apakah ukuran kantor akuntan publik sebagai proxy kualitas audit berpengaruh terhadap koefisien respon laba. Penelitian yang dilakukan Suryana (2008) berikutnya coba melihat apakah perusahaan yang menerapkan prinsip akuntansi konservatif memiliki daya prediksi laba dan ERC yang lebih rendah dari pada perusahaan yang tidak menerapkan prinsip pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. perbedaan koefisien respon laba perusahaan yang membentuk komite audit dan perusahaan yang tidak membentuk komite audit. Pengujian yang dilakukan menggunakan metode FSCM dan CRSM menunjukkan hasil yang sama bahwa koefisien respon laba perusahaan yang membentuk komite audit secara statistik lebih besar daripada perusahaan yang tidak membentuk komite audit. Penelitian ini menggunakan metode uji beda dengan model regresi pooled cross-section model (CRSM).

Penelitian yang akan dilakukan mereplikasi penelitian ini dengan menggunakan data dari tahun yang berbeda dan variabel BETA dan Price to Book Value sebagai variabel moderating. menuliskan bahwa CSR disclosure berpengaruh negatif terhadap ERC. Penelitian ini menggunakan metode regresi berganda dena uji beda. Get yours now! .akuntansi konservatif. Dan hasil penelitian mendukung hipotesis penelitian tersebut. Penelitian ini menggunakan model regresi ordinary least square (OLS) cross sectional dengan memasukkan varibel control untuk mengontrol variabel pencemar yakni BETA dan Price to Book Value. if you can print from a windows application you can use pdfMachine. pdfMachine Is a pdf writer that produces quality PDF files with ease! Produce quality PDF files in seconds and preserve the integrity of your original documents. Penelitian terakhir yang menjadi acuan dalam penelitian ini ditulis oleh Sayekti dan Wondobio (2007). Compatible across Universitas Sumatera Utara nearly all Windows platforms.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful