KIMIA ANALISIS BAHAN MAKANAN ANALISIS SUSU DAN KACANG-KACANGAN

KELOMPOK II

1. NURSABTRIA 2. RAHMA SEPTIANA SN DJABAT 3. SISKA NERI 4. YESSY ANITA 5. TRY SUTRISNO WIBOWO

(0810412052) (0810412060) (0810413062) (0810413082) (0810413084)

DOSEN PEMBIMBING : INDRAWATI, MS

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PADANG 2011

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim, Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin serta limpahan rahmat, karunia dan ridho-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Analisis Susu dan Kacang-kacangan. Makalah ini disusun berkat bantuan dari berbagai pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ibuk Indrawati, MS sebagai pembimbing yang telah memberikan arahan dan bimbingan kepada penulis. 2. Kedua Orang Tua yang telah memberikan semangat dan doanya kepada penulis. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis menerima saran dan kritikan dari pembaca. Semoga makalah ini bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya di bidang kimia.

Padang, Oktober 2011

Penulis

Semua zat makanan yang terkandung didalam air susu dapat diserap oleh darah dan dimanfaatkan oleh tubuh. mineral dan vitamin yang tinggi. Air susu mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh. Selain susu yang mempunyai komposisi zat pembangun yang kompleks.BAB I PENDAHULUAN 1. Cl. susu juga mengandung mineral penting seperti Mg. Susu termasuk jenis bahan pangan hewani. Ca. Dengan adanya teknologi pengolahan/pengawetan bahan makanan. susu kering (susu bubuk) dan berbagai macam hasil olahan susu lainnya dikenal sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi karena susu mempunyai komposisi zat gizi yang sangat lengkap untuk mencukupi kebutuhan proses metabolisme dalam tubuh. Oleh karena itu. Susu hewan yang dikonsumsi ialah susu sapi.1 Susu Susu merupakan salah satu minuman yang menyehatkan karena kelezatan dan kandungan gizinya yang lengkap. Di dalam kehidupan sehari-hari.istilah susu dalam menu sehari-hari biasanya ditujukan pada susu sapi. dan mineral-mineral lain seperti Fe. menjadikan susu sebagai sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat diatur kadar lemaknya. Tetapi. berupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diperoleh dengan cara pemerahan. sehingga dapat memenuhi keinginan dan selera konsumen. susu yang diuapkan (evaporated milk). Zn dan Mn. Susu dan dan produk-produk susu seperti susu skim dan susu krim. mentega. Komposisinya yang mudah dicerna dengan kandungan protein. susu mempuyai aroma yang enak dan disukai orang. maka hal tersebut dapat diatasi. tidak mengandung spora mikrobia pathogen. es krim. dan susu kuda. yogurt. bersih yaitu tidak mengandung debu atau . Hal ini disebabkan karena tidak terbiasa mencuim aroma susu segar (mentah). susu kambing. Susu yang baik apabila mengandung jumlah bakteri sedikit. susu kental manis. tidak semua oranf suka meminum susu yang belum diolah. K. Air susu sendiri didefenisikan sebagai cairan yang dihasilkan oleh kelenjer mammae hewan betina.

kedelai. seperti beras dan gandum. Komoditi ini juga ternyata potensial sebagai sumber zat gizi lain selain protein. sate. Kandungan energi adalah 65 kkal.kotoran lainnya. enzim.10%). rujak. snack food dan lainlain) dan akibat yang dapat ditimbulkannya apabila telah dicemari oleh Aspergillus flavus. maka peranan para Teknolog Pasca Panen sangat diharapkan untuk menyelamatkan hasil-hasil pertanian pangan kita dari bahaya aflatoxin.20%). Mengingat kacang tanah merupakan bahan pangan semua golongan masyarakat di Indonesia (antara lain digunakan untuk membuat pecel. 1. Lemak (3. beras. cantel. yaitu mineral. dan tidak dipalsukan. kopi. kacang oven. maka kacang-kacangan juga dapat dijadikan sumber serat. coklat. Karena kandungan seratnya tinggi.8 persen. dan pH susu adalah 6. gas (0. kopra. kacang atom.45%). gado-gado. Kasein(2. Albumin(0. Kandungan protein susu berkisar antara 3 . Biji kacang tanah selama dalam penyimpanan dapat terserang oleh kapang. Serangannya dapat menurunkan .60%). karbohidrat kompleks dan serat makanan. meskipun kapang ini dapat pula tumbuh pada jagung. Bahan Kering Laktosa (4. bumbu pecel. vitamin B. Komponen-komponen susu yang terpenting adalah protein dan lemak. Bahan kering (12.50%). Di Indonesia banyak produk olahan yang bahan bakunya kacang tanah (Aruchis hypogaeu). Vitamin.5 persen sedangkan kandungan lemak berkisar antara 3 .90%). Kacang-kacangan dapat menyumbang banyak protein dan zat gizi lain bagi masyarakat di negara maju dan negara berkembang. disamping dapatnya kapang tersebut tumbuh pada berbagai bahan pangan lainnya. Protein (3. mempunyai cita rasa (flavour) yang baik. dan enting-enting gepuk. Penelitian mengenai efek kesehatan serat dari kacang-kacangan sebagian besar masih terbatas pada kacang kedelai. jamu dan lain-lain. di antaranya ialah kacang garing.85 %). tembakau. Komposisi air susu rata-rata adalah sebagai berikut : Air (87. Selain mengandung protein.7.2 Kacang-kacangan Kacang-kacangan telah lama dikenal sebagai sumber protein yang saling melengkapi dengan biji-bijian.70%). kacang merupakan bahan pangan yang paling mudah dicemari oleh kapang Aspergillus flavus penghasil aflatoxin. peanut butter. gaplek.

menurunkan kandungan nutrisi. . 2. Faktor pendukungpertumbuhan kapang ialah antara lain kadar air dan kualitas fisik biji-bijian yang dipengaruhi oleh cara pemanenan dan penanganan pascapanen. 3. G2 dan G2. Untuk menentukan kandungan kalsium pada susu. Biji kacang tanah kaya akan nutrisi sehingga menjadikannya substrat yang baik bagi pertumbuhan kapang.3 Tujuan Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah : 1. menyebabkan keapakan. produk Aflatoksin yang umum terdapat pada bahan pangan dan merupakan olahamya ialah jenis B1. 1. dan menghasilkan mikotoksin. Untuk menentukan aflatoxin pada kacang-kacangan dan bungkil. yangpaling berbahaya. Aflatoksin merupakan mikotoksin yang dihasilkan oleh Aspergillusflavus. Untuk menentukan kandungan fosfor pada susu. mengubah warna biji. dan jenis B1. B2.kualitas fisik biji.

syarat kesehatan dan kebersihan. Untuk menangani masalah tersebut. laktosa 4. susu juga mengandung mineral penting seperti Mg. kandungan gizinya lengkap dengan sifat gizi yang mudah dicerna dan diserap oleh tubuh.4 %. 1991). yang dapat dimakan atau dapat digunakan sebagai bahan makanan. Dipandang dari segi gizinya. mentega. pakan. Susu sebagian besar digunakan sebagai produk pangan. dan beberapa vitamin yang larut dalam lemak susu yaitu vitamin A.kerbau.9 %. Secara alamiah yang dimaksud dengan susu adalah hasil pemerahan sapi atau hewan menyusui lainnya. susu yang diuapkan (evaporated milk). protein 3. Komponen ± komponen penting dalam air susu adalah protein. dan K.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Susu juga mudah pecah dan rusak bila penanganannya kurang baik. yang aman dan sehat serta tidak dikurangi komponen- . karena susu merupakan media yang paling baik bagi pertumbuhan mikroba. E. Komposisi susu sangat beragam. dan umur sapi. karena mengandung hampir semua zat gizi yang dibutuhkan tubuh. bergantung pada beberapa faktor. abu 0. kuda dan kambing. K. Susu diperoleh dari hasil pemerahan hewan seperti sapi.8%. antara lain bangsa sapi. yogurt. laktosa serta enzim dan beberapa mikroba.D. susu harus memenuhi syarat. susu kering (susu bubuk) dan berbagai macam hasil olahan susu lainnya dikenal sebagai bahan makanan yang bergizi tinggi karena susu mempunyai komposisi zat gizi yang sangat lengkap untuk mencukupi kebutuhan proses metabolisme dalam tubuh. susu merupakan makanan yang hampir sempurna. es krim.1 Susu Susu merupakan bahan makanan bernilai gizi tinggi. Cl. maka langkah yang paling tepat adalah dengan mengawetkan susu untuk memperpanjang masa simpannya. dan mineral-mineral lain seperti Fe. mineral. lemak. susu kental manis. Susu dan produk-produk susu seperti susu skim dan susu krim. Umumnya susu mengandung air 87. serta masa simpannya relatif singkat. Selain susu yang mempunyai komposisi zat pembangun yang kompleks. Ca. suhu.72%. lemak 3. vitamin.1 %. interval pemerahan. Zn dan Mn (Soeparno.

99% berada didalam jaringan keras. Vitamin B dan Riboflavin yang tinggi.3 Kalsium Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh. Sedangkan 1% sisanya ada didalam tubuh . Dari jumlah ini. Sebagai bahan makanan/minuman susu mempunyai nilai gizi yang tinggi. mineral dan vitamin yang tinggi. mempunyai cita rasa (flavour) yang baik. Vitamin A. yaitu mineral. . 2.5 ± 2 % dari berat badan orang dewasa atau sekitar 1 kg. Menurut ketentuan pelabelan internasional. maka dapat dinyatakan sebagai bahan atau produk pangan yang tinggi akan zat gizi tersebut. yaitu tulang dan gigi terutama dalam bentuk hidroksiapatit [(3Ca3 (PO4)2. karena mengandung unsur-unsur kimia yang dibutuhkan oleh tubuh seperti Kalsium. Kandungan protein susu berkisar antara 3 . Komposisinya yang mudah dicerna dengan kandungan protein. Kandungan energi adalah 65 kkal. Jika kita mengkonsumsi kacang-kacangan sebanyak 100 gram. dan pH susu adalah 6. jika suatu bahan/ produk pangan dapat menyumbang lebih dari 20% dari kebutuhan suatu zat gizi per hari.2 Kacang-kacangan Kacang ± kacangan telah lama dikenal sebagai sumber protein yang saling melengkapi dengan biji-bijian. bersih yaitu tidak mengandung debu atau kotoran lainnya. Komponen-komponen susu yang terpenting adalah protein dan lemak. Susu yang baik apabila mengandung jumlah bakteri sedikit.komponennya atau ditambah bahan-bahan lain. 2. Susu termasuk jenis bahan pangan hewani.5 persen sedangkan kandungan lemak berkisar antara 3 . Phosphor. maka jumlah itu akan mencukupi sekitar 20% kebutuhan protein dan 20% kebutuhan serat per hari.8 persen. Kacang-kacangan memberikan sekitar 135 kkal per 100 gram bagian yang dapat dimakan. sehingga dapat memenuhi keinginan dan selera konsumen. yaitu 1. menjadikan susu sebagai sumber bahan makanan yang fleksibel yang dapat diatur kadar lemaknya.CaOH)2 ]. tidak mengandung spora mikrobia pathogen. vitamin B. dan tidak dipalsukan. seperti beras dan gandum. Komoditas ini juga ternyata potensial sebagai sumber zat gizi lain seperti protein. berupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diperoleh dengan cara pemerahan. karbohidrat kompleks dan serat makanan.7.

dan sayuran hijau merupakan kandungan sumber kalsium yang baik juga. unggas. Ikan yang dimakan dengan tulang. Sebagai . Sebagian besar fosfor diserap tubuh dalam bentuk anorganik. Fosfor merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh. penyimpanan dan pengeluaran energi (perubahan antara ATP dengan ADP). separuhnya di dalam otot dan di dalam cairan ekstraseluler. sumber kalsium utama adalah susu dan hasil susu seperti keju. Bila tubuh kekurangan kalsium. Kurang lebih 85% fosfor di dalam tubuh terdapat sebagai garam kalsium fosfat. Biji-bijian terutama bagian lembaganya dan biji-bijian yang utuh (pecah kulit) juga banyak mengandung fosfor. yaitu 1% dari berat badan. Hidroksipatit memberi kekuatan dan kekakuan pada tulang. Kebutuhan kalsium akan terpenuhi bila kita makan makanan yang seimbang tiap hari. yaitu bagian dari kristal hidroksiapatit di dalam tulang dan gigi yang tidak dapat larut. Pada umumnya jumlah fosfor yang dianjurkan untuk dikonsumsi sebanyak 0. dan telur.kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi pada masa pertumbuhan. fosfor terdapat dalam berbagai bahan organik dan anorganik. DNA dan RNA terdiri dari fosfor dalam bentuk fosfat.4 Fosfor Peranan fosfor adalah untuk pembentukan tulang dan gigi. termasuk ikan kering merupakan sumber kalsium yang baik. ikan.7 g per orang dewasa per hari. 2. khususnya di bagian atas duodenum yang bersifat kurang alkalis 70% yang dicerna akan diserap. tetapi bahan makanan ini mengandung banyak zat yang menghambat penyerapan kalsium seperti serat dan oksalat. Sumber fosfor yang utama adalah bahan makanan dengan kadar protein tinggi seperti daging. demikian juga membran sel yang membantu menjaga permeabilitas sel. Fosfor di dalam tulang berada dalam perbandingan 1:2 dengan kalsium. Fosfor selebihnya terdapat di dalam semua sel tubuh. tahu dan tempe. Bahan pangan yang kaya protein dan kalsium biasanya juga kaya akan fosfor. tulang dapat menjadi rapuh dan mudah patah. Enzim dalam saluran pencernaan membebaskan fosfor yang anorganik dari ikatannya dengan bahan organik. Kacang-kacangan. kira-kira sama dengan kalsium. Fosfor merupakan bagian dari asam nukleat DNA dan RNA yang terdapat dalam tiap inti sel dan sitoplasma tiap sel hidup. Dalam bahan pangan. tubuh akan mengambil dari tulang dan bila terjadi terus menerus.

Dampak negatif aflatoksin pada kesehatan tubuh adalah cukup signifikan. dan A. yaitu B1 dan B2 (yang memberikan warna biru) serta G1 dan G2. batasan maksimum untuk cemaran aflatoksin pada kacang tanah dan produk olahannya untuk AFB1 adalah 15 ppb sedang AF total adalah 20 ppb. Regulasi yang mengatur tentang cemaran aflatoksin. makan aflatoksin B. nomius yang banyak dijumpai di daerah tropis. fosfor memegang peranan penting dalam reaksi yang berkaitan dengan penyimpanan atau pelepasan energi dalam bentuk Adenin Trifosfat (ATP). maka batasan maksimum di 2009 adalah lebih ketat. tertuang dalam SK Kepala BPOM tertanggal 9 September 2004. fosfor merupakan komponen struktural dinding sel. SNI 7385-2009 tentang mikotoksin pada bahan pangan juga telah dikeluarkan tahun ini. Aflatoksin terutama dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus. apabila aflatoksin B dikonsumsi oleh sapi atau hewan ruminansia yang lain. seperti terlihat dari Gambar 1. Dibandingkan dengan batasan cemaran aflatoksin yang diatur melalui SK Kepala BPOM 5 tahun yang lalu. Eropa merupakan negara yang memiliki batasan maksimum cemaran aflatoksin paling ketat dibanding negara-negara lain. 2. parasiticus. yang memberikan warna hijau. berbagai laporan menyebutkan bahwa aflatoksin bersifat karsinogenik dan teratogenik. Paling tidak ada 4 jenis aflatoksin didasarkan pada fouresensinya dengan sinar UV. yaitu untuk AFB1 adalah 5 ppb. Namun demikian. dan konsumsi pangan yang terkontaminasi aflatoksin konsentrasi rendah secara terusmenerus dapat merusak hati serta menurunkan sistem kekebalan pada tubuh. akan dikonversi menjadi aflatoksin M1 dan M2 yang tingkat bahayanya lebih rendah dibanding bentuk awalnya. . Sebagai fosfat organik. A.5 Aflatoxin Aflatoksin adalah salah satu jenis mikotoksin yang banyak dijumpai di kacang tanah dan jagung. yang menyebutkan bahwa batas maksimum pada kacang tanah dan produk pangan adalah 20 ppb untuk AFB1 dan 35 ppb untuk total aflatoksin.fosfolipid.

Pemeriksaan kuantitatif Penentuan liniearitas kurva kalibrasi larutan baku kalsium Larutan standar kalsium (1000mcg/ml) dipipet sebanyak 1 ml dimasukan kedalam labu terukur 100 ml lalu doitamahkan 10ml HNO3 5N.20. Hasil pembilasan dimasukan kedalam labu terukur lalu dicukupkan dengan aquadest sampai garis tanda dan dihomogenkan. Larutan baku 10 mcg/ml dipipet masing-masing 15.42 dan dibuang 10 % filtrat pertama. 30. Larutan ini digunakan untuk uji kuantitatif. dihomogenkan. Larutan ini digunakan untuk uji kuantitatif . 40 ml. direndam dalam sampel selama satu malam selanjutnya didestruksi dengan 12 ml HNO3 5N pada suhu dibawah 100 C selama 30 menit dengan menggunakan hot plate dan didinginkan. Filtrat yang diperoleh dimasukan kedalam labu ukur 100ml .BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. lalu dimasukan dalam labu terukur 50 ml residu dibilas dengfan aquadest sebanyak 3 kali. Lalu filtrat dipanaskan pada hotplate selama 15 menit. residu dibilas dengan aquadest sebanyak kali. selanjutnya didinginkan . Pembuatan Larutan Sampel Abu yang telah dingin dilarutkan dengan 10 ml HNO3 5 N. dimasukan . Disaring dengan kertas saring whatman no 42 dan dibuang 10 % filtrat pertama. Hasil pembilasan dimaukan kedalam labu ukur lalu dicukupkan dengan aquadest sampai garis tanda. Disaring dengan kertas whatman no. 35. dicukupkan dengan aquades sampait garis tanda.1 Penentuan Kadar kalsium Proses destruksi basah utuk susu sapi Sebanyak 8 ml sampel susu dimasukan kedalam cawan porselen.

 Keterangan : C = konsentrasi (mcg/ml) V = volume larutan sampel (ml) Fp= Faktor pengenceran Bs= berat samel (g) 3.methanol:air (8:2) .7 nm.7 nm.kedalam labu terukur 100ml .ZnSO4 50 g phosphotungstic acid dilarutkan dalam 1 liter air suling . ditambahkan 10 ml HNO3 5N.cleanup solution (150 gram) . Nilai absorbansi yang dip[eroleh berada dalam nilai absorbansi kurva kalibrasi larutan baku sehingga konsentrasi kalsium dapat di hitung dengan menggunakan persamaan garis regresi nya dalam sampel. dicukupkan dengan aquadest sampai garis tanda dan diukur pada panjang gelombang 422. Penentuan kadar kalsium dalam sampel Larutan yang telah didestruksi diukur absorbsinya dengan AAS dengan panjang gelombang 422.benzene .metanol     .larutan hexan:aseton (8:2) .2 Penentuan kadar aflatoxim pada kacang Penetapan Kualitatif Pereaksi : .

kocok. vakum masih terus dijalankan 2 menit lagi (supaya kolom kering) Angkat dan amati UV cabinet.25.1.75.5. masukan 5 ml larutan hexan:aseton. sambil divakum. 2. 0. 1.0 ml Penetapan kuantitatif Pereaksi : Aseton-air(212. menunjukan aflatoxin positif( skurang-kurangnya 4 ppb) y Catatan : Larutan benzene mulai dari 0.Prosedur penetapan Kualitatif Blender 100 gram sampl dengan 200 ml methanol air Saring dngan kertas saring lebar (15cm). 1.25. setelah larutan semuanya keluar/turun.0. kedalam Erlenmeyer Masukan 15 ml saringan kedalam tabung reaksi bertutup Tambah 15 ml cleanup solution. tutup kocok 5-6 x Saring dan tamping dalam Erlenmeyer Masukan 15 ml saringan kedalam tabung reaksi lain Tambah 3 ml benzene. biarkan terpisah Pipet 1 ml larutan benzn dan masukan kedalam minikolom aflatoxim yang dihubungkan dengan vakum* Setlah larutan benzene turun. 1. Adanya fluoresen biru pada pertemuan florisil-lumina.5 air) Pb-asetat 20 % Celite Kloroform Petroleum eter Kloroform aseton (9:1) v/v Prosedur ekstraksi Masukan 50 ml ekstrak kedalam labu ukur 100 ml Tambah 10 ml Pb acetat 20 % atau clean up solution . 0.75. 0.5 aseton+ 37.

dan saring dengan kertas saring kedalam Erlenmeyer - Masukan 80 ml saringan kedalam corong pemisah Untuk yang kandungan lemak nya tinggi. PRINSIP : y ekstraksi sebagian sampel dengan CHCL3. kocok.3 Penentuan Kadar Aflatoxin pada Bungkil Metoda ini digunakan untuk menentukan kadar aflatoxim B1 bungkil kopra secara kromatografi lapis tipis berdasarkan ISO 6651 ± 1983. lemaknya diekstrak dengan petroleum eter (25 ml). .- Tempatkan sampai anda garis dengan air kock Pemindahan kedalam erlnmeyr Tambahkan kurang lebih 2 gram celite. kemudian petroleum eter dibuang dengan disedot dengan pipet (tidak semuanya diambil) Ekstrak 2 kali dengan 10 ml kloroform (2x 10 ml) Ekstrak kloroform ditampung dalam erlenmeyr 100 ml melalui BUTT TUBE (kolom Na2SO4 ± alumina ± Na2SO4 ) Uapkan ekstrak kloroform dalam rotary evaporator pada 50 -60 C Residu diencerkan dengan 500 atau 1000 um kloroform Spot pada TLC bersama standar Bandingkan intensitas flouresensi dengan standar : ’’„       Perhitungan Vs = untuk 1 standar Cs = ppm standar SD = pengenceran sampel Vx = untuk 1 sampel W = berat contoh dalam ekstrak akhir (8 gram) 3. penyaringan dan pencucian larutan ekstrak pada kolom silica gel.

cuci dengan air sampaibebas asam dan keringkan pada suhu 130 ÛC (##)    natrium sulfat kering gas nitrogen N2 Aflatixin B1 CHCL3atau benzene +CH3CN(***)  Aflatoxin B1.  Bahan kimia :  Kloroform CHCL (*)     n-heksana dietil eter kering.0 % etanol Larutan standar mengandung 0. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.1 µg/ml aflatoxin B1 dan B2 didalam . CH3CN (98+2)(**) silica gel untuk pengisi kolom kromatografi. dan B2. 3 distabilkan dengan 0.5 % sampai 1. bbas peroksida benzene+ asetonitril.05 mm sampai 0. y y Kromatografi lapis tipis larutan satu arah Penentuan kadar aflatoxim B1 secara visual melalui pemeriksaan bercak dibawah sinar lampu UV atau densitometer atau kromatografi cair kinerja tinggi. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai sampel sebesar 500 gram sampel kemudian disegel dan diberi label. Sampel. ukuran partikel 0.sampel tersbut diaduk atau dicampur sehingga merata.  Cara pengambilan sampel Sampel diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung dengan maksimum 30 karung tiap partai barang.20 mm  silika gel G-HR atau sejenisnya untuk kromatografi lapis tipis tanpa indicator fluoresensi  tanah diatomae(celite) didihkan dalam larutan HCL 6 mol/liter.y Penguapan larutan eluen dan pelarutan residu dalam sejumlah CHCL3 atau campuran benzene + CH3CN. kemudian tiap karung diambil sebagai sampel maksimum 500 gram.

Tabung kolom kromatografi (Terbuat dari gelas (diameter bagian dalam 22 mm. Cara membuat 5 buah palt 200 mm x 200 mm : Timbang 30 gram silika gel kedalam erlenmeyer 500 ml bertutup basah. atau benzena + CH3CN (****).1 ug/ml aflatoxin B1. simpan dalam desikator berisi zat pengering.5) CHCL3+ metanol (94+6) CHCL3+ metanol (97+3) Peralatan     Alat peng giling mekanik. Plat kaca 200 mm x 200 mm siap pakai (MerckArt. Alat pengocok labu. piper kapiler atau mikro siring. ukuran lubang 1. Larutan pengembang       CHCL3+ aseton (90+10) Dietileter+metanol+air (96+3+1) Dietileter+metanol+air (94+4. mengandung 0. Art572l) atau dibuat sesuai ketentuan. alat penyemprot H2SO4.  Peralatan untuk kromatografi lapis tipis seperti alat pembuat plat berlapis. 5631. Keringkan plat berlapis pada suhu kamar (kira-kira l0 menit).25 mm. Tambahkan 60 ml air destilasi. Bila akan digunakan. dilengkapi labu alas bundar 500 ml.5+1.0 mm. bejana. dilengkapi kran)  Alat pemisah larutan (rotary vacuum evaporator). keringkan plat dalam oven pada suhu l00o C selama 1 jam. . tutup dan kocok perlahanlahan I menit.  Plat kaca kromatografi lapis tipis. Tebarkan merata suspensi pada plat dengan tebal lapisan 0. dan B2 didalam CHCI3.panjang 300 mm). Saringan.Iarutan untuk uji kualitatif.

Ekstraksi 100 g sample dengan petroleum benzena t. berjarak 10 cm dari lampu.    Densitometer atau kromatografr cair kinerja tinggi. Diamkan kolom selama 15 menit. dilengkapi penutup gelar asah.0 mm. labu erlenmeyer kapasitas 500 ml. kapasitas 10.Saring langsung dengan kertas dan tampung 10 ml pertama lalu buang. Aduk perlahan-lahan setelah penambahan dan untuk menghilangkan gelembung udara.0 mg aflatoxin B. Neraca analitik. Tutup labu. dan 250 ml CHCI. tuangkan kedalam labu pemisah  Ekstraksi. Tambahkan kedalam labu pemisah (#) berisi sample uji.harus diekstraksi dengan petroleum benzena sebelum digiling. Labu pemisah. sehingga dapat lolos saringan ukuran 1. Timbang 50 gram sample bebas minyak. 25 gram tanah diatomae (##). kemudian dicampur aduk merata.60oC dalam ekstraktor soxhlet selama 4 jam. Pastikan bahwa permukaan lapisan Natrium sulfat rjatar. Lampu UV. kemudian tambahkan sedikit demi sedikit l0 gram silika gel.   Cara kerja. .  Bila sampel mengandung minyak lebih dari pada 5%. Kekuatan cahaya lampu UV dapat menimbulkan bercak 1. berikutnya tampung 50 ml saringan ekstrak.d.  Pengujian. dan kocok dengan pengocok mekanik atau tangan selama 30 menit. Persiapan kolom. panjang gelombang 365 mm.25 ml air. kapasitas 50 ml.0 ml dilengkapi penutup. tampak jelas pada plat. Persiapan sample untuk pengujian. 40o . Isilah 2/3 tabung kolom kromatografl dengan CHCI3 dan tambahkan 5 gram Natrium sulfat kering.(#)  Giling sample untuk dianalisa. - Pipet gelas. Labu ukur atau botol gelas.  Pencucian kolom.

dan dibantu tekanan pompa vacum. Pindahkan dengan pipet gelas 50 ml filtrat ke dalam labu pemisah 500 ml dan tambahkan 100 ml n-Heksana. Ikuti cara kerja dibawah ini untuk pengembangan.Totolkan 25 ul larutan standar pada plat dalam laruran pengembang yang berbeda. bilas labu dengan n-Heksana. Dua bercak berwarna biru akan dihasilkan oleh larutan pengembang yang sesuai. pemeriksaan dibawah sinar lampu UV. Larutan diuapkan kembali. temperatur penangas air tidak lebih dari 50o C. kran ditutup. Pilihlah larruran pengemban g yang sudah dipersiapkan dapat memisahkan aflatoxin B1 dan B2 secara baik. Elusi dengan 150 ml campuran CHcl. Pindahkan residu liecara kuantitatif. diatas penangas air (40o. Uapkan larutan sampai agak kering pada "rotary vacuum evaporator" . Larutkan kembali 2.Dan kemudian tambahkan dengan hati-hati l0 gram. atau setelah diangkat dari alat sisa ekstrak dihembus aliran gas N2. buka larutan dalam kolom dan kemudian tuangkan l00ml dietileter kedalam kolom. Buka kran dan alirkan larutan mengalir pada kecepatan alir pada 8 ml sampai 12 ml/menit. Larutan pengembang.0 ml dengan larutan (*) atau (**) Kromatografi lapis tipis. pastikan bahwa kolom tidak kering. sampai larutan diatas permukaan lapisan Natrium sulfat. Metoda I : kromatografi lapis tipis saru arah.  Pemurnian. biarkan larutan mengalir sampai berada di atas permukaan. penguapan. . Bukakran. Buka kran lagi dan biarkan larutan sampai diatas permukaan Natrium sultat selama pro:ies ini. Tutupkran. + MeoH (97 + 3) dan rampung eluate kedalam 500 ml labu alas bundar .50o C) atau dihawah hembusan gas N2 sampai hampir kering. gunakan CHCL3 atau campuran benzena + asetonitril kedalam labu ukur arau botol gelas . Kocok dan pindahkan secara kuantitatif larutan campuran kedalam kolom.

Teknik perbandingan standar secara visual. Identifikasi aflatoxin.4.ana berisi salah satu larutan (larutan pengembang). Totolkan pada plat (garis tengah totolan kurang dari 5 mm). Encerkan larutan ekstrak (pemurnian) 5 atau l0 kali dengan larutan (*) atau larutan campuran (**) Lakukan ulangan dari pemgerjaan pada KLT. dan jarak penotolan 2 cm. Angkat dan keringkan plat dalam ruang asam selama 5 menit. l0 ul larutan ekstrak (hasil pemurnian). dan pada titik yang sama totolkan 4 ul larutan standar aflatoxin B1 (***). m = Berat contoh yang sebanding dengan volume ekstrak yang dipipet (50 ml ekstrak= 10. masing-masing : 2. Cara menyatakan hasil perhitungan.0 g) dan dituangkan pada kolom. Amati plat l0 cm dibawah lampu UV 365 mm. Bila aflatoxin B1 terdapat dalam ekstrak. 5. l0 dan 20 ul larutan standar aflatoxin B1 (***).1 ug/ml. Kadar aflatoxin B. dalam µg/kg :       Dimana : C  µ = Konsentrasi larutan standar aflatoxin B1 (ug/ml) (***) kira-kira 0. . l0 ul dan 20 ul laruran eksrrak (hasil pemurnian) kembangkan plat dalam be.  Bandingkan tiap intensitas cahaya aflatoxin B. Pada plat berlapis diberi tanda garis dengan pensil 2 cm dari bawah plat. maka intensitas cahaya bercak campuran antara 10 ul (hasil pemurnian) dan4 ul (standar) akan tampak lebih terang dibandingkan hanya 4 ul Bila intensitas cahaya bercak ekstrak 10 ul lebih kuat dari pada bercak standar 20 ul. dalam bercak ekstrak dengan bercak standar.  Perhitungan secara visual. Kembangkan plat dalam 200 ml laruran terpilih (larutan pengembang ) sampai mencapai tanda batas atas (14 cm) dari pinggiran bawah.Cara kerja.

dan C=konsentrasi sampel (Holme and Peck. Ab=serapan baku. Cb=konsentrasi baku. V2 dan V3 = Jumlah mikro liter larutan ekstrak dan larutan standar aflatoxin B1 (****) yang ditotolkan pada plat mempunyai intensitas cahaya biru yang sama. kemudian diplot menghasilkan suatu kurva kalibrasi.1983). Metode Regresi Analisis kuantitatif dengan metode regresi dengan menggunakan persamaan garis regresi yang didasarkan pada harga serapan dan konsentrasi baku yang dibuat dalam beberapa konsentrasi. Metode Pendekatan Analisis kuantitatif dengan cara ini dilakukan dengan membandingkan serapan baku yang konsentrasinya diketahui dengan serapan sampel.V1 = Jumlah laruran ekstrak (µl) siap ditotolkan (larutan ekstrak). . 1983).Cb/Ab dimana As= serapan sampel. paling sedikit menggunakan lima konsentrasi yang meningkat yang dapat memberikan serapan linier. 2.4 Penentuan kadar fosfor Analisis kuantitatif secara spektrofotmetri dapat dilakukan dengan metode regresi dan pendekatan. Konsentrasi sampel dapat dihitung melalui rumus perbandingan C = As. 1. 3. Konsentrasi suatu sampel dapat dihitung berdasarkan kurva tersebut (Holme and Peck.

Dari data kalibrasi kalsium diperoleh kurva kalibrasi yang dapat dilihat pada kurva di bawah ini. Berdasarkan kurva kalibrasi kalsium pada gambar.978 % data yang memiliki hubungan yang linear.7 nm.1 diperoleh adanya hubungan yang linear antara absorbansi dengan konsentrasi dengan persamaan garis regresi yaitu : Y = 0.1 Kandungan kalsium pada susu sapi dan susu kemasan Kurva kalibrasi kalsium diperoleh dengan cara mengukur absorbansi dari larutan standar kalsium dengan berbagai konsentrasi pada panjang gelombang 422.99978 sehingga dengan meningkatnya konsentrasi maka absorbansi juga akan meningkat. Hal ini berarti terdapat 99. Konsentrasi kalsium dalam susu sapi dan susu kemasan ditentukan berdasarkan persamaan garis regresi linear kurva kalibrasi kalsium yaitu Y = 0.06127x + 0.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Dari data tersebut diperoleh kadar rata-rata kalsium yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini : Sampel Susu sapi Kadar rata-rata kalsium (mg/100 mL bahan) 121.01131 dan nilai koefisien relasi (r) sebesar 0. Dari hasil pengukuran absorbansi larutan sampel maka dapat dihitung kadar sampel yang diperoleh.75 2.25 .99978.01131 dan nilai koefisien(r) sebesar 0.06127x + 0.

protein. mineral pada susu sapi kemasan.50 Berdasarkan data yang diperoleh diatas dapat dilihat bahwa kadar kalsium yang terdapat pada susu sapi dan susu sapi kemasan mempunyai perbedaan yang signifikan. Perbedaan kadar kalisum susu sapi dan susu sapi kemasan muncul dikarenakan pengaruh sumber susu sapi yaitu kandungan kalsium berbeda-beda dari sapi yang berbeda pula. tetapi juga komponen gizi yang lain. Penyebab lainnya yaitu dikarenakan adanya penambahan vitamin.Susu sapi kemasan 107. kadar kalsium pada susu sapi yang diperoleh dari hasil pemeriksaan kadar tidak mencukupi asupan kalsium dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat harus memenuhi dari sumber yang lain. salah satunya adalah kalsium. Pada susu kemasan. Hal ini dikarenakan pakan ternak yang dikonsumsi oleh sapi dapat mempengaruhi komposisi susu sapi.28 0. Pada kenyataanya. masyarakat bukan hanya memebutuhkan kalsium. seperti vitamin-vitamin dan mineral. .

1 Kesimpulan Jadi penentuan kadar kalsium pada susu bisa dilakukan analisa secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan metoda AAS. 4. Fosfor dapat dianalisa menggunakan dua metoda yaitu metoda regresi dan metoda pendekatan dengan menggunakan spektrofotometer UV-VIS.2 Saran Kami menyadari makalah kami masih banyak kurangnya. Penentuan aflatoxin pada kacang bisa dilakukan dengan menggunakan metoda ekstraksi secara kuantitatif dan secara kualitatif pengamatan melalui lampu UV seedangkan penentuan aflatoxin pada bungkil dapat ditentukan dengan metoda kromatografi lapis tipis dan teknik perbandingan standar secara visual. disarankan untuk pemakalah selanjutnya agar mencari literatur yang lebih banyak lagi dan mencari penentuan kadar kandungan susu untuk logam-logam lain agar kita mengetahui .BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 4.

.kandungan-kandungan susu ataupun kandungan kacang maupun bungkil semestinya yang layak untuk dikonsumsi.