Higiene dan Sanitasi Makanan

Posted on Desember 27, 2008 by Prabu

116 Votes Makanan adalah kebutuhan pokok manusia yang dibutuhkan setiap saat dan memerlukan pengelolaan yang baik dan benar agar bermanfaat bagi tubuh. Menurut WHO, yang dimaksud makanan adalah : ³Food include all substances, whether in a natural state or in a manufactured or preparedform, wich are part of human diet.´ Batasan makanan tersebut tidak termasuk air, obat-obatan dan substansi-substansi yang diperlukan untuk tujuan pengobatan.

Makanan yang dikonsumsi hendaknya memenuhi kriteria bahwa makanan tersebut layak untuk dimakan dan tidak menimbulkan penyakit, diantaranya :

1. Berada dalam derajat kematangan yang dikehendaki

2. Bebas dari pencemaran di setiap tahap produksi dan penanganan selanjutnya.

3. Bebas dari perubahan fisik, kimia yang tidak dikehendaki, sebagai akibat dari pengaruh enzym, aktifitas mikroba, hewan pengerat, serangga, parasit dan kerusakan-kerusakan karena tekanan, pemasakan dan pengeringan.

4. Bebas dari mikroorganisme dan parasit yang menimbulkan penyakit yang dihantarkan oleh makanan (food borne illness).

Higiene dan Sanitasi

mengurangi kerusakan / pemborosan makanan. cuci piring untuk melindungi kebersihan piring. sampai pada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen. mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli. Sanitasi makanan ini bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan. Dalam pengelolaan makanan ada 6 prinsip yang harus di perhatikan yaitu: Keadaan bahan makanan Semua jeis bahan makanan perlu mendapat perhatian secara fisik serta kesegarannya terjamin. . Misalnya mencuci tangan untuk melindungi kebersihan tangan. penyimpanan. pengangkutan. terutama bahan-bahan makanan yang mudah membusuk atau rusak seperti daging. mencegah konsumen dari penyakit. mulai dari sebelum makanan diproduksi. membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. sela ma dalam proses pengolahan.Pengertian higiene menurut Depkes adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu subyeknya. Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat menganggu atau memasak kesehatan.

ikan. Baham makanan yang baik kadang kala tidak mudah kita temui. buah. Cara penyimpanan yang memenuhi syarat hgiene sanitasi makanan adalah sebagai berikut: .Barang-barang agar disusun dengan baik sehingga mudah diambil. makanan dalam kaleng.Penyimpanan harus dilakukan ditempat khusus (gudang) yang bersih dan memenuhi syarat . Bahan makanan yang tidak segera diolah terutama untuk katering dan penyelenggaraan makanan RS perlu penyimpanan yang baik. karena jaringan perjalanan makanan yang begirtu panjangdan melalui jarngan perdagangan yang begitu luas. susu. Dapur mempunyai peranan yang penting dalam . sehingga kualitasnya dapat terjaga. tidak memberi kesempatan serangga atau tikus untuk bersarang. Salah satu upaya mendapatkan bahan makanan yang baika dalah menghindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber tidak jelas (liar) karena kurang dapat dipertanggung jawabkan secara kualitasnya. Tempat pengolahan makanan Tempat pengolahan makanan adalah suatu tempat dimana makanan diolah. klik disini) Proses pengolahan Pada proses / cara pengolahan makanan ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian Yaitu: 1. (lebih lengkap. dsb. mengingat sifat bahan makanan yang berbeda-beda dan dapat membusuk. Cara penyimpanan bahan makanan Tidak semua bahan makanan yang tersedia langsung dikonsumsi oleh masyarakat. terhindar dari lalat/tikus dan untuk produk yang mudah busuk atau rusak agar disimpan pada suhu yang dingin. telor. tempat pengolahan ini sering disebut dapur.

Cara pengolahan makanan Cara pengolahan yang baik adalah tidak terjadinya kerusakan-kerusakan makanan sebagai akibat cara pengolahan yang salah dan mengikui kaidah atau prinsip-prinsip higiene dan sanitasi yang baik atau disebut GMP (good manufacturing practice). Wadah yang dipergunakan harus utuh. pengolahan pengangkutan sampai penyajian. Oleh sebab itu penjamah makanan harus selalu dalam keadan sehat dan terampil. Salmonella dapat ditularkan melalui kulit. Dalam proses pengolahan makanan. Dapur yang baik harus memenuhi persyaratan sanitasi. debu maupun bakteri. peran dari penjamah makanan sangatlah besar peranannya. Banyak infeksi yang ditularkan melalui penjamah makanan. kuman Clostridium perfringens. pembersihan. Streptococcus. Tenaga pengolah makanan / Penjamah Makanan Penjamah makanan menurut Depkes RI (2006) adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan. 3. Pengangkutan untuk waktu yang lama harus diatur shunya dalam keadaan panas 60 C atau tetap dingi 4 C. karena itu kebersihan dapur dan lingkungan sekitarnya harus selalu terjaga dan diperhatikan. Cara pengangkutan makanan yang telah masak Pengangkutan makan dari tempat pengolahan ke tempat penyajian atau penyimpanan perlu mendapat perhatian agar tidak terjadi kontaminasi baik dari serangga. (lebih lengkap. 2.proses pengolahan makanan. klik disini) . Penjamah makanan ini mempunyai peluang untuk menularkan penyakit. kuat dan tidak berkarat atau bocor. antara lain Staphylococcus aureus ditularkan melalui hidung dan tenggorokan.

Makanan yang mudah membusuk sebaiknya disimpan pada suhu dingin yaitu < 40C. peralatan yang digunakan dalam kondisi baik dan bersih. disimpan dalam suhu -5 s/d -10C.Cara penyimpanan makanan masak Penyimpanan makanan masak dapat digolongkan menjadi dua. (lebih lengkap. klik disini) . Untuk makanan yang disajikan lebih dari 6 jam. petugas yang menyajikan harus sopan serta senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan pakaiannya. yaitu tempat penyimpanan makanan pada suhu biasa dan tempat penyimpanan pada suhu dingin. (lebih lengkap. klik disini) Cara penyajian makanan masak Saat penyajian makanan yang perlu diperhatikan adalah agar makanan tersebut terhindar dari pencemaran.