P. 1
se_53_pb_2004

se_53_pb_2004

|Views: 469|Likes:
Published by Ahmad Abdul Haq

More info:

Published by: Ahmad Abdul Haq on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/12/2012

pdf

text

original

- !

='" ""
i' \ \.... ~ ....
\-.. . . .
DIREKTORATJENDERALPERBENDAHARAAN
DEPARTEMEN KEUANGAN
DAN
DIREKTORAT JENDERAL PERENCANAAN SISTEM PERTAHANAN
OEPARTEMEN PERTAHANAN
Jakarta, 31 Desember 2004
Sifat
Lampiran
Hal
Yth :
: Segera
: Satu berkas
: Tata cara Pelaksanaan Pembayaran
8elanja Pegawai di lingkungan Departemen
Pertahanan dan Tentara Nasionallndonesia.
1. Kapusku Dephan
2. Kapusku TNI
3. Dirku/Kadisku Angkatan/Kabagku Roum Setjen Dephan
4. Para Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan
5. Para Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara
Dasar
SURAT EDARAN BERSAMA
Nomor
Nomor
SE- 53 IPB/2004
SEI 44 IXI I 12004/DJ RENS
1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok
Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1999 Nomor 169) sebagaimana telah
diubah dan diperbaiki dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran
Negara Tahun 1999 Nomer 169, Tambahan Lembaran Negara Nemer 3890).
2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara.
3. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan
Negara.
4. Undang-undang Republik Indonesia Nemor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan
Pengelelaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara.
5. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara
Nasienallndenesia.
6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 96 tahun 2000 tentang Wewenang
Pengangkatan, Pemindahan dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.
7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan
Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
I 8. Peraturan .....
, ,
Y.
.J •
,.,.
... . ,
2
8. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 1990 tentang Admiriistrasi
Prajurit Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
9. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan
Gaji Pegawai Negeri Sipil sebagaimana tetah beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2003.
10. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2001 tentang Peraturan
Gaji Tentara Nasional Indonesia (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 51)
sebagaimana tetah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Republik
Indonesia Nomor 13 Tahun 2003.
11. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1983 tentang Pokok-
pokok dan Susunan Organisasi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.
12. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 165 Tahun 2000 tentang
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.
13. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2000 tentang Tunjangan
Tenaga Kesehatan
14. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
15. Keputusan Menteri Pertahanan Nomar : Kep/19/M/XII/2000 tanggal 20 Desember
2000 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Pertahanan.
16. Keputusan PangJima Angkatan Bersenjata Namor : Kep/06/Xl1991 tanggal 5
Oktober 1991 tentang Petunjuk Pembinaan Prajurit Angkatan Bersenjata Republik
Indonesia.
17. Surat Keputusan Panglima TNI Nomar : Skep/665/XI1I2002 tanggal 30 Desember
2002 tentang Naskah sementara Petunjuk Induk Pembinaan Persanil Pegawai
Neger; Sipil di lingkungan TNI.
18. Surat Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menter; Pertahanan Namar : 'r
630/KMK.06/2004 dan Namor : MOU/04/MIXII/2004 tanggal 31 Desember 2004
tentang Tata Cara Pelaksanaan Pembayaran Befanja Pegawai, Belanja Barang,
Belanja Modal dan Belanja Lain-lain di lingkungan Departemen Pertahanan dan
Tentara Nasionallndonesia.
Maksud dan Tujuan
1. Surat Edaran Bersama (SEB) ini disusun dengan maksud sebagai tindak lanjut
pelaksanaan ketentuan Pasal 56 ayat (2) Keputusan Presiden Republik Indonesia
Namor 42 Tahun 2002 tentang Pedaman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara, dan Keputusan Bersama Menteri Keuangan dan Menteri
Pertahanan Republik Indonesia Namar : 630/KMK.06/2004 dan Namar :
MOU/04/M/XII/2004 tanggal 31 Desember 2004.
/2. Tujuan .....
\,' ...
\ ..
3
2. Tujuan SE8 ini sebagai petunjuklpedoman bagi Ditjen Perbendaharaan Depkeu dan
Ditjen Rensishan Dephan, dalam proses pelaksanaan pembayaran 8elanja Pegawai
bagi Prajurit TNt dan PNS di lingkungan Oephan dan TNI, agar dapat tersetenggara
dengan lancar, tertib sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
Pengertian
1. Bendahara Pengeluaran adalah personel yang diangkat oleh Menteri Pertahanan
(Menhan)/Kepala Unit Organisasi (Ka UO)/Pejabat berwenang, yang mempunyai
tugas/fungsi menerima, menyimpan, membayar atau menyerahkan, menata
usahakan, dan mempertanggungjawabkan uang dan surat berharga yang berada
dalam pengelolaannya.
2. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) adalah kantor vertikal
Direktorat Jenderal Perbendaharaan Oepkeu yang salah satu tugasnya
melaksanakan pembayaran atas tagihan kepada Negara berdasarkan ketentuan
yang berlaku.
3. Bank Operasional II (80 II) adalah Bank Pemerintah/BUMN yang menjadi mitra
,-- kerja KPPN dalam penyaluran gaji.
(
4. Satuan Kerja (Satker) adalah Unit/satuan terendah di bawah Kotama/Balakpus
yang merupakan satuan terendah pengguna dana yang diberi tugas, kewajiban dan
wewenang melaksanakan tugas pokok dan fungsi Dephan dan TNI di lingkungan
Oephan dan TN I.
5. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) adalah suatu dokumen pelaksanaan
anggaran yang dibuat oleh Menteri/Pimpinan Lembaga serta disahkan oleh Direktur
Jenderal Perbendaharaan atas nama Menteri Keuangan dan berfungsi sebagai
dokumen pelaksanaan pembiayaan kegiatan serta dokumen pendukung kegiatan
akuntansi pemerintah.
6. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) 8elanja Pegawai adalah Surat Permintaan
Pembayaran Belanja Pegawai Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS di lingkungan
Dephan dan TNI yang dilampiri dengan Daftar Pembayaran Penghasilan (DPP).
(,. 7. Surat Perintah Membayar (SPM) 8eJanja Pegawai adalah dokumen yang
digunakan atau diterbitkan oleh Pengguna Anggaran 1 Kuasa Pengguna Anggaran
untuk mencairkan alokasi dana yang sumber dananya dari DIPA dan ditanda tangani
oleh Dan/Kasatker sesuai dengan kedudukan Pekas.
8. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) adalah surat perintah pencairan dana yang
diterbitkan oleh KPPN berdasarkan SPM, yang dijadikan dasar bagi bank untuk
melakukan pemindahbukuan.
9. Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran (SKPP) adalah Surat Keterangan
yang diterbitkan oleh Bendahara Pengeluaran/Pekas kepada KPPN bagi Prajurit TNI
dan 'Pegawai Negeri Sipil yang berubah status dan digunakan sebagai salah satu
bahan dalam pengajuan pembayaran gaji lanjutannya.
110. Pegawai .....
4
10. Pegawai Negeri Sipil Departemen Pertahanan (PNS Dephan) adalah Pegawai
Negeri Sipil yang bekerja di lingkungan Dephan dan ditugaskan di lingkungan Mabes
TNI serta Mabes Angkatan (TN I-AD , TNI-AL dan TN I-AU) yang pengangkatan,
pemindahan dan pemberhentiannya merupakan wewenang Menteri Pertahananl
Pejabat yang diberi wewenang/kuasa.
11 . Pembuat Daftar Gaji (PDG) adalah Juru Bayar yang ditugasi berdasarkan Surat
Perintah Komando/Kesatuan yang bersangkutan, yang dalam batas-batas tertentu
membantu Bendahara Pengeluaran untuk melayani pembayaran gaji pada
Komando/Kesatuan tersebut.
Ketentuan Umum
1. Penyediaan dan Pembayaran Belanja Pegawai.
a. Belanja Pegawai bagi Pegawailcalon Pegawai disediakan dalam Daftar Isian
Pelaksanaan Anggaran (DIPA ).
b. Dana yang disediakan dalam DIPA untuk gaji PNS (MAK 51111), tunjangan PNS
(MAK 51112 dan MAK 51113) , Gaj i TNI (MAK 51121), tunjangan TNI (MAK
51122 dan MAK 51123) merupakan pagu. Demikian pula pula ·untuk lain-lain
belanja pegawai (MAK 51211, MAK 51221 , MAK 51231 dan MAK 51241)
merupakan pagu yang tidak dapat dilampaui.
c. Penyaluran belanja pegawai yang disediakan dalam DIPA dilaksanakan oleh
KPPN atas dasar SPM yang diajukan oleh Pengguna Anggaran/Kuasa
Pengguna Anggaran, sedangkan penyaluran dana untuk lain-lain belanja
pegawai disalurkan melalui Pusku Dephan.
2. Hak-hak Prajurit TNI , PNS dan Calon PNS :
a. Penghasilan Teratur.
1) Gaji Pokok, sesuai dengan skala gajl Prajurit TNI dan PNS yang berlaku
berdasarkan Peraturan Pemerintah.
2) Tunjangan Isteri/Suami , sebesar 10 % dari gaji pokok.
3) Tunjangan Anak, sebesar 2 % dari gaji pokok.
4) Tunjangan Peralihan.
5) Tunjangan Jabatan Struktural/Fungsional.
6) Tunjangan Khusus Propinsi Papua.
7) Tunjangan Pengabdian Wilayah Terpencil.
8) Tunjangan Khusus Kowan TNI.
19) Tunjangan .....
\.
\ ..
".-'.
I
5
9) Tunjangan Babinsa.
10) Tunjangan Kompensasi Kerja Persandian.
11) Tunjangan Tenaga Kesehatan.
12) Tunjangan 8ahaya Radiasi.
13) Tunjangan Pranata Komputer.
14) Tunjangan Pustakawan .
. 15) Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).
16) Tunjangan beras sebanyak 10 Kg/jiwa, khusus untuk Prajurit TNI sebanyak
18 Kg/jiwa diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
17) Pembulatan.
18) Tunjangan Pajak Penghasilan (PPh) ditanggung Pemerintah dihitung sesua;
ketentuan yang berlaku.
19) Tunjangan Uang Lauk Pauk, hanya diberikan bagi Prajurit TNt (tidak
termasuk anggota ketuarga), sebesar indeks sesuai ketentuan yang berlaku
dikalikan jumlah hari dalam bulan tersebut.
20) Tunjangan lain-lain yang diatur oleh pemerintah.
b. Penghasilan Tidak Teratur :
1) Tunjangan DDA.
2) Tunjangan lain-lain yang diatur oleh pemerintah.
c. Potongan terdiri dari :
1) Potongan Pihak Ketiga (PPK) luran Wajib Pegawai (IWP) sebesar 10 % (gaji
pokok + tunjangan isteri/suami + tunjangan anak).
2) PPh Pasal 21.
3) Lain-lain sesuai ketentuan yang berlaku.
3. PDG, Bendahara Pengeluaran, Atasan Langsung Bendaharawan, Penerbit SPM dan
Spesimen.
a. .PDG ditetapkan dengan Surat Perintah Komandan (Oan)/Kepala (Ka) Satker.
b. Bendahara Pengeluaran/Pekas diangkat dengan Surat Keputusan Menhan/Kas
Angkatan/Pejabat yang berwenang.
I c. Atasan .....
6
c. Atasan Langsung Bendahara Pengeluaran/Pekas adafah Oan/Ka Satker dimana
pekas yang bersangkutan berkedudukan.
d. Penerbit SPM adalah Dan/Kasatker atau pejabat yang ditunjuk berdasarkan SK
Menteri Pertahanan/Kas Angkatan/Pejabat yang berwenang.
e. Spesimen (contoh) tanda tangan dan paraf bagi PDG, Bendahara Pengeluaran,
Dan/Ka Satker dan pejabat penerbit SPM disampaikan kepada KPPN yang
diperbaharui setiap awal tahun anggaran atau apabila t e ~ a d i pergantian pejabat.
4. Rekening Bank/Pos.
a. Gaji Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS oleh KPPN disalurkan melalui Bank
Operasional II (80 II) atau Kantor POSe
b. Penyaluran/Pembayaran gaji Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS ·oleh KPPN
dilakukan melalui rekening Bendahara Pengeluaran yang pelaksanaannya
diatur sebagai berikut :
1) Bendahara Pengeluaran membuka rekening pada Bank Pemerintah yang
bersatatus BUMN/Kantor Pes yang berada di wilayahnya.
2) Nomor Rekening dimaksud disampaikan kepada KPPN, dernikian pula bila
terjadi perubahan nornor rekening.
5. Daftar Keluarga (KP4/Model DA.01.04/KU-1).
Dan/Ka Satker mengirimkan KP4/modei DA.01.04/KU-1 kepada KPPN sebagai
berikut:
a. Pada setiap awal tahun takwin, bag; Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS.
b. Setiap ada perubahan susunan keluarga karena menikah, bercerai, anak
dewasa/menikah, kelahiran anak, kematian dan lain-lain sejenisnya dengan
melampirkan dokumen pendukung dari pejabat yang berwenang.
6. Pengangkatan Pertama Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS di lingkungan Oephan dan
TNI.
a. Pengangkatan Perwira TNI oleh Presiden.
b. Pengangkatan Bintara dan Tamtama TNI eleh Kepala Staf Angkatan/pejabat
yang berwenang.
c. Pengangkatan PNS/Calon PNS oleh KBKN/Pejabat yang diberi wewenangl
kuasa.
7. Perubahan pangkat, perubahan gaji dan pindah tugas/jabatan oleh Ka UO atau
pejabat yang berwenang.
I Tata .....
0'
'. '
. .
. .
..
7
Tata Cara Pelaksanaan Pembayarari Belanja Pegawai.
1. Pembuatan Daftar dan SPP Gaji.
2.
a. PDG membuat Daftar Gaji untuk Satkernya, terdiri dari Daftar Gaji untuk Prajurit
TNI , PNS dan Calon PNS dibuat secara tersendiri/terpisah rangkap 5 (lima) yang
ditandatangani oleh PDG dan Dan/Ka Satker.
b. Bendahara Pengeluaran membuat Rekapitulasi Pembayaran Penghasilan/Gaji
yang ditandatangani oleh PDG, Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker.
c. Bendahara Pengeluaran membuat SPP Gaji yang dibuat secara
tersendiri/terpisah antara SPP gaji PNS dan Calon PNS dengan SPP gaji
Prajurit TNI, dilampiri Daftar Gaji dan Rekapitulasi Pembayaran Penghasilanl Gaji
Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS serta bukti pengeluaran yang sah dan
disampaikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran untuk diterbitkan SPM.
Penerbitan SPM belanja pegawai.
Segera setelah menerima SPP, pejabat penerbit SPM melakukan pengujian sebagai
berikut :
a. Memeriksa secara rinci keabsahan dokumen pendukung SPP sesuai dengan
ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
b. Memeriksa kebenaran formal dan material atas hak tagih.
3. Pengajuan SPM Belanja Pegawai kepada KPPN.
a. SPM Gaji diajukan rangkap 2 (dua).
b. SPM Gaji Induk/Gaji Bulanan harus sudah diterima oleh KPPN selambat-
lambatnya tanggal 15 sebelum bulan pembayaran gaj i.
C. SPM Non Gaji Induk/Gaji Bulanan dapat diajukan ke KPPN setiap hari kerja.
4. Persyaratan/Kelengkapan Dokumen Pengaj uan SPM Belanja Pegawai .
a. Gaji Induk/Gaji Bulanan.
1) Daftar Gaji yang telah ditandatangani oleh PDG dan Dan/Ka Satker disertai
Daftar Rekapitulasi Gaji rangkap 4 (empat).
2) Salinan Surat Keputusan Pengangkatan Pertama sebagai Prajurit TNIIPNS
dan Surat Perintah yang dipersamakan dengan Surat Pernyataan
melaksanakan tugas dalam hal terdapat penambahan Prajurit TNIICalon
PNS.
13) KP4 .....
8
3) KP4/modei DA.01.04/KU-1, dalam hal terdapat Prajurit TNt, PNS dan Calon
PNS yang mengalami perubahan susunan keluarga harus disertai dokumen
pendukungnya, berupa :
a) Salinan/foto copy Surat Nikah/Cerai/Kematian yang telah dilegalisir oleh
Dan/Ka Satker untuk perubahan karena menikah/cerai/meninggal dunia.
b) Salinan/fotocopy Akte/S u rat Kelahiran/Pengangkatan Anak dari
Pengadilan Negerilkematian yang telah dilegalisir oleh Dan/Ka Satker
untuk perubahan karena penambahan/pengurangan anak.
c) Surat Keterangan Kuliah/Sekolah bagi anak yang berumur di atas 21
tahun s.d 25 tahun yang masih kuliah/sekolah dan belum b e k e ~ a ,
belum/tidak pernah menikah, tidak mempunyai penghasilan sendiri dan
menjadi tanggungan Prajurit TN I, PNS dan Calon PNS yang
bersangkutan.
d) Surat Keterangan Cacat bagi anak yang berumur di atas 21 tahun dan
tidak dapat mencari penghasilan sendiri yang dikeluarkan oleh pejabat
"
'. '
yang berwenang/Dokter Pemerintah. I '\
4) Dalam hal terdapat pembayaran gaji Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS yang
pindah, dilengkapi dengan :
a) SKPP lembar asli yang dibuat oleh Bendahara Pengeluaran dan
disahkan oleh KPPN.
b) Salinan/foto copy Surat Perintah Pindah dari pejabat yang berwenang
dan telah dilegalisir.
c) Surat Perintah Pelaksanaan yang dipersamakan dengan pernyataan
pelantikan atau surat keterangan/perintah serah terima jabatan (untuk
jabatan struktural) dan surat keterangan menduduki jabatan (untuk
jabatan fungsional) serta surat keterangan telah melaksanakan tugas
dari Dan/Ka Satker.
5) Dokumen mutasi kepegawaian lainnya seperti salinan SK kenaikan pangkat,
kenaikan gaji berkala dan lain sejenisnya.
6) Daftar potongan hutang kepada negara (seperti sewa rumah dinas, ganti
rugi, pengembalian persekot gaji dan lain-lain).
b. Non Gaji Induk.
1) Gaji Susulan.
I a) Daftar .....
9
a) Daftar Gaji Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS yang talah ditandatangani
olah PDG dan Dan/Ka Satker rangkap 4 (empat).
b) Salinan/foto copy Surat Perintah pengangkatan/pindah dari pejabat yang
berwenang yang telah dilegalisir.
c) Surat Perintah Pelaksanaan yang dipersamakan dengan Surat
Pernyataan Pelantikan atau Surat Keterangan/Perintah Serah Terima
Jabatan (untuk jabatan struktural) dan Surat Keterangan menduduki
jabatan (untuk jabatan fungsional) serta Surat Keterangan telah
melaksanakan tugas dari Dan/Ka Satker.
d) SKPP Gaji yang dikeluarkan oleh Bendahara Pengeluaran disahkan oleh
KPPN.
c. Kekurangan Gaji (Rapel Gaji) dan Tunjangan-tunjangan.
1) Daftar Perhitungan Kekurangan Gaji yang telah ditandatangani oleh PDG,
Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker rangkap 4 (empat).
2) Salinan/foto copy surat Kenaikan Gaji Berkala (KGB) yang telah dilegalisir
oleh Dan/Ka Satker.
3) Salinan/foto copy Surat Perintah kenaikan pangkat yang telah dilegalisir oleh
Dan/Ka Satker.
4) 8alinan/foto copy Surat Perintah Pelaksanaan Jabatan yang telah dilegalisir
oleh Dan/Ka Satker.
5) 8alinan/foto copy Surat Nikah, Akte Kelahiran/Keterangan Lahir yang
dilegalisir oleh Dan/Ka Satker
d. Uang Muka/Persekot Gaji.
1) Daftar Perhitungan Uang Muka/Persekot Gaji yang telah ditandatangani o\eh
PDG, Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker rangkap 4 (empat).
2) Salinan/foto copy Surat Perintah mutasi/pindah dari pejabat yang berwenang
yang telah dilegalisir Dan/Ka Satker.
3) 8esarnya Uang Muka/Persekot Gaji adalah :
a) Satu bulan gaji diluar tunjangan jabatan, tunjangan beras dan tunjangan
uang lauk pauk (Gaji Pokok) bagi Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS
yang tidak kawin. Pengembaliannya diangsur setiap bulan sebesar
seperdelapan dari jumlah Uang Muka/Persekot Gaji.
Ib) Dua .....
10
b) Dua bulan gaji diluar tunjangan jabatan, tunjangan beras dan tunjangan
uang lauk pauk (Gaji Pokok + Tunjangan Keluarga) bagi Prajurit TNI,
PNS dan Calon PNS yang berkeluarga (kawin). Pengembaliannya
diangsur setiap bulan sebesar seperduapuluh dari jumlah Uang
Muka/Persekot GajL
e. Uang Duka Wafat.
1) Daftar Perhitungan Uang Duka Wafat yang telah ditandatangani oleh PDG,
Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker rangkap 4 (empat).
2) Surat Keterangan Kematian dari pejabat yang berwenang serendah-
rendahnya Lurah/Kepala Desa, Dan/Ka Satker.
3) Uang Duka Wafat diberikan sebesar (tiga) kali penghasilan terakniV
(termasuk tunjangan uang lauk pauk) ketentuan yang berlaku ..
f. Uang Duka Tewas/Gugur.
1) Daftar Perhitungan Uang Duka Tewas/Gugur yang telah ditandatangani oleh
Juru Bayar (PDG) Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker rangkap 4
(empat).
2) Surat Keterangan Kematian dari pejabat yang berwenang serendah-
rendahnya Lurah/Kepala Desa,Dan/Ka Satker.
3) Surat Keputusan dari pejabat yang berwenang yang menyatakan Prajurit
TNI/PNS bersangkutan tewas/gugur, yang telah mendapat persetujuan dari
Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk PNS Oephan dan dari Panglima
TNIIPang Katama untuk Prajurit TN!.
4) Uang duka Tewas/Gugur diberikan sebesarUnam) kali penghasilan
terakhir bagi PNS dan Prajurit TNI (termasuk tunjangan ULP). . /'
5) Uang duka bagi awak pesawat terbang yang tewas gugur dalam melakukan
pekerjaan dan jabatannya di udara dengan pesawat udara diberikan uang
duka sebesar\ kali penghasilan terakhir bagi PNS dan Prajurit TNI
termasuk tunjan"Q!n ULP.
g. Pembayaran gaji terusan dengan melampirkan :
1) Daftar Perhitungan Gaji Terusan yang telah ditandatangani oleh PDG,
Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker rangkap 4 (empat). Dibawah
nama Prajurit TNI dan PNS bersangkutan dicantumkan tanggal meninggal
dunia.
12) Surat .....
"
'" '

I
: .
11
2) Surat Keterangan' Kematian dari pejabat yang berwenang serendah-
rendahnya Lurah/Kepala Desa,Dan/Ka Satker.
3) 8esarnya Gaji Terusan adalah sebesar penghasilan terakhir yang diterima
almarhum/almarhumah (termasuk tunjangan uang lauk pauk) dan diberikan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
4) . Gaji Terusan diberikan kepada :
a) Anggota TNt.
(1) Selama 6 (enam) bulan apabila meninggal dunia biasa.
(2) Selama 12 (dua belas) bulan apabila gugur/tewas/meninggal dunia
di dalam dan atau karena dinas.
(3) Selama 12 (dua belas) bulan apabila meninggal dunia dalam
melaksanakan tugas/mempunyai bintang Nararia.
(4) Selama 18 (delapan belas) bulan apabila meninggal dunia karena
gugurlsebagai pahlawan dengan Keputusan Presiden.
(5) luran Wajib untuk Dana luran Pensiun (DIP) sebesar 4,75 % dan
Tunjangan Hari Tua (THT) sebesar 3,25 % tidak dipotong,
sedangkan Dana Pemeliharaan Kesehatan (DPK) sebesar 2 010 tetap
dipotong.
b) PNS di lingkungan Oephan dan TNI.
(1) Selama 4 (empat) bulan apabila meninggal dunia biasa.
(2) Selama 6 (enam) bulan apabila meninggal dunia/gugur/tewas di
dalam dan atau karena dinas.
(3) Selama 12 (dua belas) bulan apabila meninggal dunia dalam
melaksanakan tugas/mempunyai bintang Nararia.
(4) Selama 18 (delapan belas) bulan apabila meninggal dunia karena
gugurlsebagai Pahlawan dengan Keputusan Presiden.
(5) luran Wajib untuk Dana luran Pensiun (DIP) sebesar 4,75 % dan
Tunjangan Hari Tua (THT) sebesar 3,25 % tidak dipotong,
sedangkan Dana Pemeliharaan Kesehatan (DPK) sebesar 2 010 tetap
dipotong.
I 5. Penerbitan .....
12
5. Penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) oleh KPPN.
a. Berdasarkan SPM Gaji InduklGaji Bulanan, KPPN melaksanakan pengujian
kemudian menerbitkan SP2D selambat-Iambatnya 5 hari kerja sebelum awal
bulan pembayaran gaji dengan jatuh tempo tanggal 1 bulan pembayaran gajL
Apabila tanggal 1 adalah hari minggu/libur, maka pembayaran gaji dilaksanakan
pada hari kerja berikutnya.
b. KPPN mencatat pembayaran gaji Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS pada Kartu
Pegawai (model DA 01.02), dan membuat dosir Prajurit TNI, PNS dan Calon
PNS dengan tata urutannya sama dengan daftar gajL
c. Berdasarkan SPM Non Gaji InduklGaji Bulanan, KPPN menerbitkan SP2D
selambat-Iambatnya 6 (enam) hari k e ~ a sejak SPM diterima. Apabila SPM
dim.aksud tidak memenuhi persyaratan dikembalikan dengan surat penolakan
yang memuat penjelasan/alasan penolakan. Pengembalian SPM dilakukan
selambat-Iambatnya 1 (hari) kerja berikutnya sejak diterimanya SPM yang
bersangkutan.
d. SP2D diterbitkan rangkap 3 (tiga) yang disampaikan kepada :
1) Lembar 1
2) Lembar 2
3) Lembar 3
kepada Bank Operasional
kepada Penerbit SPM dengan dilampiri SPM yang
dilampiri cap "Telah diterbitkan SP2D tang gal
Nomor ... "
. Pertinggal KPPN (Seksi Verifikasi dan Akuntansi)
6. Pertanggungjawaban Keuangan (PJK/Wabku).
a. Bendahara Pengeluaran berkewajiban menyampaikan Pertanggungjawaban
Keuangan yang telah ditandatangani Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS kepada
KPPN sebagai laporan pertanggungjawaban pembayaran gajL
b. Pertanggunjawaban Keuangan telah diterima oleh KPPN dan Baku II paling
lambat T +10 bulan berikutnya.
C. Dalam hal Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS tidak dapat menerima sendiri
gajinya, pembayaran gaji dapat dilakukan atas dasar Surat Kuasa Prajurit TNI.
PNS dan Calon PNS yang diketahui oleh Dan/Ka Satker.
d. KPPN melakukan pemeriksaan/penelitian atas laporan pembayaran gaji, dan
memberitahukan kepada Bendahara Pengeluaran apabila Pertanggungjawaban
Keuangan yang disampaikan ternyata tidak lengkap.
I e. Pertanggungjawaban .....
., '
. .'
, ')
" '
, ,
13
e, Pertanggungjawaban Keuangan yang telah diteliti/diperiksa, oleh KPPN
disampaikan kepada Bendahara Pengeluaran selambat-Iambatnya T + 40,
7. Potongan PPK luran Wajib 10 % bagi prajurit TNI, PNS dan Calon PNS
penyalurannya dilakukan oleh Dirjen Perbendaharaan Depkeu yai!u :
a. Dana Pemeliharaan Kesehatan sebesar 2 %, Dana Pensiun sebesar 4,75 % dan
Dana Tunjangan Hari Tua (THT) sebesar 3,25 % disalurkan kepada Dephan cq,
Pusku Dephan.
b. Penerimaan PPK luran Wajib 10 % dibukukan pada kode MAP 811114,
sedangkan Penerimaan PPK 2 % (DPK) pembayaran gaji terusan personel
dibukukan pada Kode MAP 811214.
Lain-lain.
1. Bendahara Pengeluaran adalah Pemegang Kas (Pekas) yang melaksanakan pem-
bayaran gaji, sedangkan Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran adalah
Dan/Ka Satker.
2, Juru Bayar dapat berfungsi sebagai PDG.
3, KPPN dapat melakukan pembayaran atas dasar Surat Perintah (Sprin) berupa Surat
Telegram (STR) yang diterbitkan oleh pejabat yang berwenang, yang memuat gaji
bulan terakhir dibayarkan kepada Prajurit TNI , PNS dan Calon PNS bersangkutan,
sebelum Surat Keputusan Kepegawaian yang definitif diterima,
4, Dana lain-lain Belanja Pegawai yang disediakan dalam DIPA disalurkan oleh KPPN
kepada Ka Pusku Dephan setiap bulan sebesar 1/12 dari pagu,
5. Pengesahan SKPP oleh KPPN selambat-Iambatnya dalam waktu 3 (tiga) hari.
6, Dalam hal Daftar Gaji belum diterima oleh Satker sampai dengan tanggal 15
sebelum bulan pembayaran gaji , maka Bendahara Pengeluaran dapat mengajukan
SPM Gaji IndukiBulanan dengan dilampiri Rekapitulasi Daftar Gaji yang
ditandatangai oleh Bendahara Pengeluaran dan Dan/Ka Satker. Sural Pernyataan
akan melengkapi Daftar Gaji Induk/Bulanan serta dokumen pendukung lain
selambat-Iambatnya tanggal 25 sebelum bulan pembayaran gaji , serta pernyalaan
kesanggupan mengembalikan dan menyetorkan ke rekening Kas Negara apabila
ada kelebihan pembayaran,
7, Rapel kekurangan Tunjangan Keluarga dapat dibayarkan dengan SPP tersendiri
(terpisah dari SPM IndukiBulanan).
18, Dalam .. ...
, .

14
8. Dalam rangka pengajuan SPM Gaji. apabila lembar kedua SKPP belurn diterima.
maka KPPN dapat melaksanakan pembayaran gaji berdasarkan :
a) Faksimili SKPP lembar ke-2 dari Bendahara Pengeluaran Satker asal, setelah
dilakukan konfirmasi keabsahannya.
b) Foto copy lembar KU-11 (Buku Pembayaran Gaji) khusus data penghasilan
terakhir Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS yang diserahkan oleh
Bendahara Pengeluaran dan telah dilegaliSir.
9. Segala ketentuan yang berkaitan dengan Belanja Pegawai yang berlaku bagi PNS
juga berlaku bagi Prajurit TN I dan ketentuan lain mengenai pembayaran Belanja
Pegawai Prajurit TNI, PNS dan Calon PNS masih tetap berlaku sepanjang tidak
bertentangan dengan Surat Edaran Bersama ini.
10. Hal-hal yang belum diatur dalam Surat Edaran Bersama ini atau yang bersifat khusus
akan diatur lebih lanjut secara bersama-sama atau sendiri-sendiri sesuai dengan
bidang tugasnya oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan Depkeu dan Direktur
Jenderal Rensishan Oephan.
11. Surat Edaran Bersama ini mulai berlaku tanggal 1 Januari 2005,
DIREKTUR JENDERAL
_' ___ PERBENDAHARAAN
,_ .... _-....... ,."

. '. - ..
Tembusan Yth :
:' iJR .• NASUTION
• , ., Co ,0, '" t.: il J\ I. ; it
060046519
',',0,. ..;-:-,,/
.
• ..... t:·,OtRAL "-;'
..
1. Menhan.
2. Menkeu.
3. Pang lima TN I.
4. Kas Angkatan.
5. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan.
6. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara.
7. Kasum TNI.
8. Kepala Badan Kepegawaian Negara.
9, Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan.
10. Sekretaris Jenderal Departemen Pertahanan.
11. Inspektur Jenderal Departemen Keuangan.
12. Inspektur Jenderal Departemen Pertahanan.
13. Inspektur Jenderal TNI
0' I
• I

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->