P. 1
Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

|Views: 6,036|Likes:
Published by chierasain
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:

More info:

Published by: chierasain on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Kegiatan pendahuluan (introduction) pada dasarnya merupakan

kegiatan awal yang harus ditempuh guru dan peserta didik pada setiap kali

pelaksanaan pembelajaran. Fungsinya terutama untuk menciptakan suasana

awal pembelajaran yang efektif yang memungkinkan peserta didik dapat

mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Efisiensi waktu dalam kegiatan

pendahuluan pembelajaran ini perlu diperhatikan, karena waktu yang

tersedia untuk kegiatan tersebut relatif singkat, berkisar antara 5-10 menit.

Dengan waktu yang relatif singkat tersebut diharapkan guru dapat

menciptakan kondisi awal pembelajaran dengan baik, sehingga dalam

kegiatan inti pembelajaran peserta didik sudah siap untuk mengikuti

pelajaran dengan seksama.

Kegiatan utama yang dilaksanakan dalam pendahuluan pembelajaran

ini di antaranya untuk menciptakan kondisi-kondisi awal pembelajaran yang

kondusif, melaksanakan kegiatan apersepsi (apperception), dan

penilaian awal (pre-test). Penciptaan kondisi awal pembelajaran dilakukan

dengan cara: mengecek atau memeriksa kehadiran peserta didik

(presence, attendance), menumbuhkan kesiapan belajar peserta didik

(readiness), menciptakan suasana belajar yang demokratis,

membangkitkan motivasi belajar peserta didik, dan membangkitkan

perhatian peserta didik. Melaksanakan apersepsi (apperception) dilakukan

dengan cara: mengajukan pertanyaan tentang bahan pelajaran yang sudah

dipelajari sebelumnya dan memberikan komentar terhadap jawaban peserta

didik, dilanjutkan dengan mengulas materi pelajaran yang akan dibahas.

Melaksanakan penilaian awal dapat dilakukan dengan cara lisan atau

tulisan berupa kuis singkat pada beberapa peserta didik yang dianggap

mewakili seluruh peserta didik, bisa juga penilaian awal ini dalam prosesnya

diintegrasikan melalui apersepsi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->