P. 1
Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

|Views: 6,038|Likes:
Published by chierasain
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:

More info:

Published by: chierasain on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Perkembangan taksonomi kecerdasan dapat digambarkan bahwa

kecerdasan atau inteligensi bukanlah bersifat kebendaan, melainkan suatu

kondisi mental psikologis yang menggambarkan kemampuan intelektual

individu. Ada berbagai pengertian mengenai inteligensi, di antaranya C.P.

Chaplin (1975) yang mengartikan inteligensi sebagai kemampuan

menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan

efektif. Pengertian lain dikemukakan oleh Woolfolk (1995), bahwa

inteligensi memiliki 3 pengertian, yaitu: (1) kemampuan untuk belajar, (2)

keseluruhan pengetahuan yang diperoleh, dan (3) kemampuan untuk

melakukan adaptasi secara berhasil dengan situasi baru atau lingkungan

pada umumnya. Selanjutnya Binet dalam Suryabrata, 1984, menyatakan

bahwa hakikat inteligensi ada 3 macam, yaitu: (1) kecerdasan untuk

menetapkan dan mempertahankan tujuan, (2) kemampuan untuk melakukan

penyesuaian dalam rangka mencapai tujuan, dan (3) kemampuan untuk

melakukan otokritik, kemampuan untuk belajar dari kesalahan yang

telah dibuatnya.

Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh 3 ahli tersebut dapat

disimpulkan, bahwa inteligensi atau kecerdasan adalah kemampuan individu

yang berkaitan dengan pengetahuan, kemampuan dalam menentukan

tujuan, mencapai dan memperbaikinya, serta beradaptasi dengan situasi

baru dan lingkungannya.

Karena inteligensi berkait dengan pengetahuan, maka kecerdasan

individu sangat bergantung pada informasi atau pengetahuan yang

diperolehnya. Disinilah pentingnya pendidikan dalam meningkatkan

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

35

inteligensi individu. Dalam kaitan ini, maka para guru harus memahami

benar hakikat inteligensi, terutama yang berkait dengan struktur inteligensi

manusia. Sehingga guru sebagai pendidik mampu mengembangkan

inteligensi para peserta didik secara optimal.

Untuk itu, kita perlu memahami teori inteligensi yang berkembang.

Pada awalnya teori inteligensi dikemukakan oleh Spearman pada tahun

1904 (Semiawan, 1997; Yusuf, 2004) yang memandang inteligensi sebagai

kemampuan yang terdiri atas dua faktor, yaitu: (1) kemampuan umum

(general faktors), dan (2) kemampuan khusus (specific faktors).

Kemudian berkembang teori baru yang dikemukakan oleh Thurstone

pada tahun 1938 (Semiawan, 1997; Yusuf, 2004) dengan teorinya

Multiple Faktors. Thurstone menyatakan bahwa inteligensi merupakan

penjelmaan dari kemampuan primer yang terdiri atas: (1) kemampuan

berbahasa: verbal comprehension, (2) kemampuan mengingat: memory, (3)

kemampuan nalar atau berpikir logis: reasoning, (4) kemampuan ruang:

spatial, (5) kemampuan menggunakan kata-kata: word fluency, dan (6)

kemampuan menanggapi dengan cepat: perceptual speed.

Perluasan teori multiple faktors secara komprehensif dilakukan oleh JP

Guilford (Semiawan, 1997) pada 1982 dengan teorinya "struktur intelek".

Guilford menyatakan bahwa struktur kemampuan intelek dapat dilihat

dari tiga parameter atau yang disebut faces of intellect, yaitu: (1) operasi

mental: proses berpikir, (2) konten: isi yang dipikirkan, dan (3) produk:

hasil berpikir. Dari ketiga parameter yang masing-masing terdiri atas

beberapa unsur diperoleh struktur kemampuan intelek manusia yang

berjumlah 120 kemampuan dan kemudian bertambah menjadi 150

kemampuan, setelah memisahkan konten figural dari dimensi auditoris.

Dalam perkembangannya, kini muncul teori mutakhir tentang

inteligensi yang disebut Multiple Intelligence. Teori ini dikemukakan

oleh Howard Gardner (Semiawan, 1999; Yusuf, 2004) yang menyatakan

bahwa inteligensi manusia memiliki dimensi yang banyak. Pada awalnya

ada tujuh dimensi, kemudian bertambah menjadi delapan dan kini

bertambah lagi menjadi 10. Tujuh dimensi yang dimaksud pada awalnya

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

36

adalah: (1) logicalmathematical, (2) linguistic, (3) musical, (4) spatial, (5)

bodily kinesthetic, (6) interpersonal, dan (7) intrapersonal. Tambahannya

adalah (8) natural, dan kemudian bertambah dua lagi, yaitu: (9) spiritual,

(10) eksistensial. Untuk memperjelas kemampuan apa saja yang tercakup

dalam teori inteligensi ganda yang dikemukakan Gardner di bawah ini

disajikan tabel penjelasanny :

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->