P. 1
Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

|Views: 6,035|Likes:
Published by chierasain
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:
Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bagian atau usaha salah satu tujuan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Social Science Education) yaitu yang bahan pendidikannya diorganisir secara terpadu (integrated) dari berbagai disiplin ilmu-ilmu sosial, humaniora, dokumen negara, terutama Pancasila, UUD 1945, dan perundangan negara, dengan bahan pendidikan pada hubungan warga negara dan negara. PKn merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara dengan warga negara dan warga negara dengan negara serta pendidikan pendahuluan bela negara agar menjadi warga negara yang dapat diandalkan oleh bangsa dan negara. Seperti dikemukakan pula oleh (Somantri, 2001: 159) antara lain sebagai berikut:

More info:

Published by: chierasain on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

menurut PP Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Isi meliputi aspek-aspek

sebagai berikut:

a. Persatuan dan Kesatuan Bangsa, meliputi: hidup rukun dalam perbedaan,
cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, sumpah
pemuda, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, partisipasi
dalam pembelaan negara, sikap positif terhadap Negara Kesatuan
Republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.
b. Norma, Hukum, dan Peraturan, meliputi: tertib dalam kehidupan
keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat,
peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara, sistem hukum dan peradilan nasional, hukum
dan peradilan internasional.
c. Hak Asasi Manusia, meliputi: hak dan kewajiban anak, hak dan
kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional
HAM, pemajuan, pengamatan dan perlindungan HAM.
d. Kebutuhan Warga Negara, meliputi: hidup gotong royong, harga diri
sebagai warga masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan
mengeluarkan pendapat, menghargai keputusan bersama, prestasi diri,
persamaan kedudukan warga negara.
e. Konstitusi Negara, meliputi: proklamasi kemerdekaan dan konstitusi
yang pertama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia,
hubungan dasar negara dengan konstitusi.
f. Kekuasaan dan Politik, meliputi: pemerintahan desa dan kecamatan,
pemerintahan daerah dan otonomi, pemerintahan pusat, demokrasi
dan sistem politik, budaya politik, budaya demokrasi menuju
masyarakat madani, sistem pemerintahan, pers dalam masyarakat
demokrasi.
g. Pancasila, meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan
ideologi negara, proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara,
pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila
sebagai ideologi terbuka.
h. Globalisasi, meliputi: globalisasi di lingkungannya, politik luar negeri
Indonesia di era globalisasi, dampak globalisasi, hubungan internasional
dan organisasi internasional, dan mengevaluasi globalisasi.

Materi yang dibahas dengan menggunakan pembelajaran kontekstual

ini adalah materi kelas XI semester genap, Standar Kompetensi (SK) 4

yaitu "Menganalisis Hubungan Internasional dan Organisasi Internasional".

Berdasarkan hal tersebut, materi PKn tidak hanya terbatas pada sumber

formal saja, melainkan sumber informal pun dapat dijadikan sebagai sumber

belajar, asalkan sumber belajar tersebut memiliki kualifikasi untuk

Strategi Pembelajaran Pendidikan PKn

14

dijadikan bahan ajar. Materi pelajaran PKn dalam konteks pembelajaran

kontekstual lebih menekankan kepada sumber belajar yang berasal dari

pengalaman siswa itu sendiri, yang masih sesuai dengan kurikulum. Jadi

tidak hanya terpaku pada materi yang ada dalam buku secara teoritis.

Materi PKn dengan pembelajaran kotekstual akan mengaitkan materi

pelajaran dengan suatu keadaan nyata yang ada disekitar siswa itu sendiri.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->