Suap (Risywah) Dalam Perspektif Islam

:

.

.

:

Hadirin sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah Alhamdulillah, limpahan nikmat yang Allah karuniakan kepada kita tak henti-hentinya kita rasakan, nikmat iman, nikmat sehat, nikmat keamanan, nikmat persaudaraan, nikmat kecukupan dan nikmat usia yang sampai hari ini Allah masih menghimpun kita bersama untuk melkasanakan ibadah sholat jumat, untuk itu marilah kita senantiasa memacu diri untuk menjaga kondisi keimanan kita, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah dengan penuh kesungguhan, terlebih di tengah kehidupan dan kondisi bangsa dan negara kita yang mengalami tantangan yang berat, yang membutuhkan pribadi-pribadi yang kokoh dan mampu bertahan dengan beratnya ujian akan sebuah kejujuran, sifat amanah dan bertanggung jawab terhadap pencipta-Nya dan masyarakat. Semoga Allah meneguhkan hati kita dalam keimanan, menjaga diri dan keluarga kita dari kerusakan dan bencana. Amiin ya rabbal 'alamiin. Sholawat dan salam marilah kita sampaikan kepada baginda Rosulullah tercinta, Allahumma sholli wa sallim wa baarik 'ala Muhammadin wa 'ala ali Muhammad kamaa shollaita wa sallamta wa baarakta 'alaa Ibrahim wa 'alaa aali Ibrahim fil 'aalamina innaka hamidun majiid. Semoga syafaat beliau dapat kita raih di akhirat kelak, amiin ya rabbal alamin. Hadirin yang jamaah sholat jumat yang dirahmati Allah Kita tentunya banyak dan sering mengikuti perkembangan bangsa kita Indonesia, baik dari media cetak maupun elektonik, berita-berita di televisi, radio dan internet yang tak pernah sepi dari membahas permasalahan-permasalahan bangsa yang tak kunjung selesai sampai saat ini, permasalahan berupa kasus korupsi, suap, menyalahgunakan wewenang menjadi topik hangat yang sering didiskusikan, dibahas dan diberitakan; larinya tahanan dan para koruptor keluar dari penjara dengan menikmati hiburan bahkan jalan-jalan keluar negeri dengan menyuap pejabat yang berwenang tampaknya suatu hal yang biasa dan ringan. Apakah suap atau risywah dalam istilah Islam adalah suatu hal yang kecil ataukah sebaliknya, yaitu termasuk dosa besar dan pelakunya mendapatkan siksa yang berat di akhirat kelak?. Hadirin yang dimuliakan Allah Dalam kesempatan jumat kali ini, khatib akan membahas tema penting, untuk kembali menyegarkan pemahaman kita tentang risywah atau suap di dalam Islam. Kata Risywah menurut bahasa dalam kamus Al-Mishbahul Munir dan Kitab Al-Muhalla ibnu Hazm yaitu: "pemberian yang diberikan seseorang kepada hakim atau lainnya untuk memenangkan perkaranya dengan cara yang tidak dibenarkan atau untuk mendapatkan sesuatu yang sesuai dengan kehendaknya." Atau pengertian risywah menurut Kitab Lisanul 'Arab dan Mu'jamul Washith yaitu: "pemberian yang diberikan kepada seseorang agar mendapatkan kepentingan tertentu".

apa barang haram yang di maksud itu .Tafsir Al-Quthubi.HR. Ibnu Mas'ud berkata: "Perbuatan Shuht adalah seseorang menyelesaikan hajat saudaranya maka orang tersebut memberikan hadiah kepadanya lalu dia menerimanya. : :" ". mencari keberpihakan yang tidak dibenarkan (almahsubiyah bighoiri haq) . banyak memakan yang haram) "QS. Allah Swt berfirman: "Dan janganlah kamu memakan harta sebagian dari kamu dengan jalan yang batil. nerakalah yang paling layak untuknya. Di dalam hadits disebutkan: : Dari Abdullah bin Umar ra berkata" . Al-Khamsah dishohihkan oleh at-Tirmidzi( : : : " . bahkan termasuk dosa besar."? Rosulullah bersabda" :Suap dalam perkara hukum) ". Al-Maidah(42 . serta bertujuan untuk membatalkan yang benar (Ibtholul haq).QS. Hadirin sidang sholat jumat yang berbahagia Bagaimanakah hukum risywah dalam Islam? Beberapa nash di dalam Al-Quran dan Sabda Rosulullah mengisyaratkan bahkan menegaskan bahwa Risywah suatu yang diharamkan di dalam syariat. Al-Baqoroh(188 : Kemudian firman Allah: "Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong. " "Setiap daging yang tumbuh dari barang yang haram (ashuht). suatu yang dinamakan risywah adalah jika mengandung unsur pemberian atau athiyah. Iman Al-Hasan dan Said bin Jubair mengomentari ayat ini dengan mengatakan bahwa ma'na "akkaluuna lisshuht" yaitu risywah. padahal kamu mengetahui) .Rosulullah melaknat bagi penyuap dan yang menerima suap) ".Maka berdasarkan definisi tersebut. Sahabat bertanya" :Wahai Rosulullah. merealisasikan kebathilan (ihqoqul bathil)." . karena risywah identik dengan memakan harta yang diharamkan Allah. mendapat kepentingan yang bukan menjadi haknya (al hushul 'alal manafi') dan memenangkan perkaranya atau al hukmu lahu. tafsir surat Al-Maidah ayat(42 : Umar bin Khatthab berkata: menyuap hakim adalah dari perkara shuht. supaya kamu dapat memakan sebagian daripada harta benda orang lain dengan (jalan berbuat) dosa. ada niat untuk menarik simpati orang lain atau istimalah. dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim.

karena dia dalam kondisi yang benar dan mencegah kezholiman terhadap orang lain. karena hal itu adalah sudah menjadi tugas seorang hakim dan kewajibannya.Hadirin sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah Dari uraian ayat-ayat dan hadits di atas.dari kitab Mau'shuah Fiqhiyah dan Tafsir ayat ahkam Lil Jashosh( Kaum muslimin yang dirahmati Allah Maka bila dilihat dari sisi esensi risywah yaitu pemberian (athiyyah). jelaslah bahwa suap merupakan perkara yang diharamkan oleh Islam. Al-Hasan mengomentari sabda Nabi yang berbunyi. yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang sebagai penghargaan atau ala sabilil ikram. Tapi Ibnu Mas'ud dan Masyruq lebih cenderung bahwa pemberian tersebut termasuk juga suap yang dilarang. jika risywah diberikan dengan tujuan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. karena orang tersebut memang harus membantunya agar tidak terzholimi. Dalam permasalahan ini Imam Abu Hanifah membagi pengertian risywah ini ke dalam 4 hal: Pertama. (Hal ini dapat dilihat lebih mendalam dalam kitab Kasyful Qina' 6/304) Nihayatul Muhtaj 8/ 243. memberikan sesuatu agar mendapat perlakuan yang sama di hadapan penguasa dengan tujuan mencegah kemudharatan dan meraih kemaslahatan. Matholib ulin Nuha. dan janganlah tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. walaupun keputusan tersebut adalah benar. baik memberi ataupun menerimanya sama-sama diharamkan di dalam syariat. Al-Muhalla 8/118. AlQurthubi 6/183. di antara hal tersebut adalah: Pertama: Hadiah. dalam babbab yang membahas tentang suap dan memakan harta haram). baik pemberi dan penerima. memberikan sesuatu kepada seseorang yang tidak bertugas di pengadilan atau instansi tertentu agar bisa menolongnya dalam mendapatkan haknya di pengadilan atau pada instansi tersebut. sesungguhnya Allah maha berat siksanya) ". sedangkan hadiah diberikan dengan tulus sebagai penghargaan dan rasa kasih sayang. maka hukumnya halal bagi keduanya. hukumnya adalah haram bagi penyuap dan yang disuap. memberikan sesuatu untuk mendapatkan pangkat dan kedudukan ataupun jabatan. "jika ditujukan untuk membenarkan yang salah dan menyelahkan yang benar. Rasulullah melaknat orang yang menyuap dan disuap" dengan berkata. mendorong kamu berbuat aniaya (kepada mereka). Ketiga. memberikan sesuatu kepada hakim agar bisa memenagkan perkaranya. Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebaikan dan ketakwaan. Namun ada pengecualian yang menurut mayoritas ulama memperbolehkan penyuapan yang dilakukan oleh sesorang untuk mendapatkan haknya. . dalam hal ini dosanya tetap ditanggung oleh yang menerima suap. maka hukumnya adalah haram bagi pemberi maupun penerima. hukumnya haram bagi yang dsuap saja. karena hal tersebut sebagai upah atas tenaga dan potensi yang dikeluarkan nya. Kedua. Dan bertakwalah kepada Allah. Keempat. maka ada beberapa istilah dalam Islam yang memiliki keserupaan dengannya. Perbedaannya dengan risywah adalah. sebagaimana firman Allah: "Dan janganlah sekali-kali karena kebencianmu kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram. Adapun jika seseorang memberikan hartanya selama untuk melindungi kehormatannya maka hal itu tidak apa-apa".

Perbedaannya dengan risywah adalah bahwa Ar-Raasyi yaitu pemberi suap memberikan sesuatu karena ada tujuan dan kepentingan tertentu. Lalu bagaimanakan jika pemberian hadiah atau hibah tersebut diberikan oleh seseorang kepada pejabat pemerintah atau penguasa.HR. setiap perolehan apa saja di luar gaji dan dana resmi dan legal yang terkait dengan jabatan atau pekerjaan merupakan harta ghulul atau korupsi yang hukumnya tidak halal meskipun itu atas nama 'hadiah' dan tanda 'terima kasih' akan tetapi dalam konteks dan perspektif syariat Islam bukan merupakan hadiah tetapi dikategorikan sebagai 'risywah' atau syibhu risywah yaitu semi suap. ia berkata: Ini untuk anda dan ini dihadiahkan untuk saya. kemudian Rosulullah mengangkat tangannya sampai kelihatan ketiaknya lantas bersabda. Bukhori( Hadirin sidang sholat jumat yang berbahagia Risywah hukumnya tetap haram walaupun menggunakan istilah hadiah. atau dikembalikan kepada negara jika itu dari uang negara dalam hal ini adalah uang rakyat. Sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah terkait dengan orang yang bertaubat setelah mengambil harta orang lain secara tidak benar. tatkala ia datang kepada Rosulullah. jika tidak diketahui maka diserahkan untuk kepentingan umat islam. maka dalam hal ini Imam Bukhori meriwayatkan hadits dari Abu Humaid As-saidi dalam hadits yang masyhur dengan istilah Hadits Ibnul Utbiyah sebagai berikut: Dari Abi Humaid As Sa'idi ra berkta Nabi saw mengangkat seseorang dari suku Azdy bernama Ibnu Al-Utbiyyah untuk mengurusi zakat. sungguh telah aku sampaikan. Perbedaannya dengan risywah adalah bahwa seseorang yang bersedekah ia memberikan sesuatu hanya karena mengharapkan pahala dan keridhoaan Allah semata tanpa unsur keduniawian yang dia harapkan dari pemberian tersebut. Rosulullah bersabda " . yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang karena mengharapkan keridhoaan dan pahala dari Allah Swt. kalau unta atau sapi atau kambing semua akan bersuara dengan suaranya. sebagaiamna ungkapannya: "jika pemiliknya diketahui maka diserahkan kepada pemiliknya. Ya Allah tidaklah kecuali telah aku sampaikan. atau digunakan untuk kepentingan umum. yaitu pemberian yang diberikan kepada seseorang dengan tanpa mengharapkan imbalan dan tujuan tertentu.Kedua: Hibah. sungguh telah aku sampaikan) . sebagaimana hadits di atas. Ketiga: Shadaqoh. Demi Zat yang jiwaku berada ditangan-Nya tidaklah seseorang mengambilnya darinya sesuatupun kecuali ia datang pada hari kiamat dengan memikulnya di lehernya. lantas melihat apakah ia akan diberi hadiah atau tidak. Seperti halnya zakat ataupun infaq.Kenapa ia tidak duduk saja di rumah ayahnya aatau ibunya. Para ulama berpendapat. sedangkan AlWaahib atau pemberi hibah memberikan sesuatu tanpa tujuan dan kepentingan tertentu. atau juga risywah masturoh yaitu suap terselubung dan sebagainya." . jika pemiliknya tidak diketahui maka harus dikembalikan kepada baitul maal. Oleh karena itu. atau kepada ahli warisnya jika pemiliknya sudah meninggal. hibah atau tanda terima kasih dan lain-lain. ataupun hakim. bahwa segala sesuatu yang dihasilkan dengan cara yang tidak halal seperti risywah maka harus dikembalikan kepada pemiliknya jika pemiliknya diketahui.

Rosulullah bersabda: : ! : ! ) ( : : "Wahai manusia. dan berdebu menengadakan keduabelah tangannya ke langit sambil berdoa. sesungguhnya Allah azza wajalla adalah Dzat yang Baik dan tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. jembatan dll. rambutnya kusut. sedangkan makanannnya haram. Namun hendaklah harta tersebut dipergunakan untuk keperluan sosial dan kepentingan sarana umum. minumannya haram. dan Allah memerintahkan kaum muslimin sebagaimana memerintakan kepada para nabi. "Wahai orang-orang yang beriman makanlah dari yang baik-baik yang kami rezekikan kepadamu. wahai Rabb. . Amiin. maka bagaimana mungkin dikabulkan doanya. . "Wahai Rosul-rosul makanlah dari yang baik-baik" dan firman-Nya. wahai Tuhan. seperti jalan raya. Muslim) Semoga Allah melindungi kita dan menjaga keluarga kita dari perbuatan dan harta-harta yang diharamkan oleh-Nya. Jika terpaksa dan telah menerimanya serta tidak dapat mengelak darinya maka hendaklah harta tersebut tidak dipergunakan untuk keperluan pribadi dan keluarganya khususnya terkait dengan kebutuhan makanan. tidak menerima dan tidak memakannya." Kemudian Rosulullah menyebutkan bahwa sesorang yang melakukan perjalanan panjang. pakaiannya haram dan diberi makan dari yang haram. amiin ya rabbal 'alamiin.Seorang muslim yang baik dan sholih harus berusaha untuk menjauhkan diri dari harta yang haram. (HR.

KHUTBAH I KEUTAMAAN ILMU Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum¶at rahimakumullah Pada kesempatan yang berbahagia ini. Jauh lebih banyak nikmat yang telah kita terima dibandingkan kesadaran dan kesanggupan kita untuk bersyukur. untuk senantiasa meningkatkan taqwa kepada Alloh. apabila dikatakan kepadamu. amien ya rabbal µaalaamien. niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Sebagaimana telah Allah firmankan dalam QS Ibrahim: 34: Selanjutnya khatib mengajak jamaah sekalian untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar melimpahkan setinggi-tingginya penghargaan dan penghormatan. Jama¶ah jum¶ah yang dimuliakan Allah Allah berfirman dalam Surat Al-Mujadalah ayat 11: ³Hai orang-orang yang beriman. maka lapangkanlah. niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di . teladan kita bersama« imamul muttaqin pemimpin orang-orang bertaqwa dan qaa-idil mujahidin panglima para mujahid yang sebenar-benarnya nabiyullah Muhammad Sallalahu µalaihi wa sallam. para shohabatnya dan para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. maka berdirilah¶. semoga kita yang hadir di tempat yang baik ini dipandang Allah layak dihimpun bersama mereka dalam kafilah panjang yang penuh berkah. µBerlapang-lapanglah dalam majelis¶. Amien. dan apabila dikatakan. Kemudian marilah kita senantiasa mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT semata. dengan sebenar-benarnya takwa yaitu ikhlas menjalankan apa yang telah diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang telah dilarang. Dan kita berdo¶a kepada Allah. yang biasa kita kenal dengan istilah sholawat dan salam-sejahtera kepada pemimpin kita bersama. Allah telah melimpahkan kepada kita sedemikian banyak nikmat. khatib mengingatkan utamanya kepada diri saya pribadi dan juga kepada jama¶ah pada umumnya. µBerdirilah kamu. keluarganya.

2. hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim. membaca ayat-ayat Allah. Ini adalah teori terakhir tentang terciptanya alam . 6. 8. Kaum muslimin sidang Jum¶at yang berbahagia. sedangkan pemilik harta dimintai pertanggungjawabannya. sedangkan harta adalah warisan dari Fir¶aun. baik ayat yang tertulis maupun yang tercipta yaitu segala sesuatu yang diciptakan Allah misalnya langit. 10. sedangkan harta bila disimpan akan usang dan lapuk. akan tetapi sejauh mana pun kita mencari ilmu tidak akan pernah ada istilah merugi. sedangkan harta selalu dijaga dari kejahatan. Khalifah Ali bin Abi Thalib mengatakan bahwa ada sepuluh kelebihan ilmu dibanding harta. galaksi. melemparkan semua material ke segala arah dan terciptalah suatu sistem alam semesta ini yang terdiri dari bumi. sedangkan harta dijaga oleh orang yang mempunyainya. Oleh karenanya Allah menyuruh manusia berpikir menggali ilmu pengetahuan. Karena sangat kecilnya titik ini. Nasihat yang disampaikan Ali tersebut menegaskan kepada kita bahwa ilmu lebih mulia dari pada harta. Ilmu apabila disimpan tidak akan habis. semakin dalam ilmu yang kita gali maka akan semakin bertambah pula keimanan kita. Sebuah penemuan besar di abad XX bahwa seluruh alam raya ini yang terdiri dari langit. Ilmu apabila diberikan kepada orang lain akan bertambah sedangkan harta bila diberikan akan berkurang. Kemudian para ilmuwan meyakini bahwa titik tunggal ini meledak. dan lain-lain. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. bintang. bumi. 9. ulama. dan lain-lain.´ Menurut ayat tersebut. Sedangkan hartawan sering dipanggil bakhil. Ilmu akan menyinari hati hingga menjadi terang dan tenteram. bumi. sedangkan orang yang berharta mempunyai banyak lawan. dan lain-lain. Ilmu tidak usah dijaga dari kejahatan. Ilmu adalah warisan para nabi. dalam mencari harta kita boleh jadi merugi. 5. Iqra¶ bismirobbikalladzii khalaq. baik itu ilmu agama atau pun ilmu pengetahuan. Ilmu selalu menjaga orang yang mempunyainya. 3. ilmu pengetahuan menggambarkannya dengan konsep ketiadaan. membentuk majelis ta¶lim. dll. memerintahkan kita untuk mencari ilmu. Ilmu juga akan menambah keimanan kita. yaitu: 1. Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan beberapa tingkat. 7. bintang dan seluruh galaksi. 4. sedangkan harta akan mengeraskan hati. gunung. (bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan). Saudara-saudara kaum muslimin sidang Jum¶at rahimakumullah. sementara harta memerlukan tempat. Ilmu tidak memerlukan tempat. Orang yang berilmu banyak mempunyai teman. bintang. kikir. Pemilik ilmu akan menerima syafaat pada hari kiamat. Qarun. surat Al-µAlaq ayat 1 memerintahkan kepada kita untuk membaca ayat-ayat Allah. semuanya diciptakan Allah dari suatu titik tunggal yang sangat kecil tetapi mempunyai kepadatan tak terbatas. Ilmuwan sering dipanggil alim.antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

µTidak sia-sia Engkau ciptakan ini ya Allah. dan langit sebagai ruang kosong di antaranya. bumi. Kemudian Allah memisahkan antara keduanya (yaitu langit dan bumi). maksudnya dipisahkannya masing-masing bagian dari suatu yang padu ini oleh suatu ledakan dahsyat melemparkan material-material menjadi bintang. maka insya Allah dia termasuk salah seorang ahli dzikir. maka ia termasuk sebagai seorang yang amanah. ³(Orang yang berpikir itu) selalu ingat kepada Allah di kala mereka berdiri. dan iman kepada takdir insya Allah akan bertambah. Dan dari air. padu di sini artinya adalah satu titik tunggal yang telah diyakini sebagai asal muasal alam semesta. teori yang diyakini ini telah disebutkan Allah di dalam Al-Qur¶an surat Al-Anbiya ayat 30: ³Dan apakah orang-orang kafir itu tidak mengetahui bahwa langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu. Kaum muslimin sidang Jum¶at yang berbahagia. lalu mereka berkata. belajar matematika. insya Allah akan menjadi pahlawan bagi peradaban manusia masa depan. iman kepada Malaikat. dan lindungilah kami dari api neraka. Seorang petani jika ia selalu tekun menggarap sawah dan ladangnya semata-mata ikhlas karena Allah sehingga kebutuhan . kepada ayat-ayat Al-Qur¶an. Allah berfirman dalam surat Ali-Imran 191. Seorang pegawai negeri jika ia senantiasa selalu belajar untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan nama Allah. Al-Anbiya: 30) Dalam ayat ini disebutkan bahwa awal-mulanya langit dan bumi adalah dari sesuatu yang padu. kepada para Rasul. kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. kepada hari akhir. Dan sebenarnya.¶´ KHUTBAH II Saudara-saudara kaum muslimin rahimakumullah. dan berbaring. duduk. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?´ (QS. seraya memikirkan kejadian langit dan bumi. Seorang pelajar atau mahasiswa jika ia berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan ilmu di sekolah dan kampus. Orang tua yang selalu mendidik dan mengasuh anak-anaknya untuk menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan selalu berserah diri kepada Allah.semesta yang diyakini oleh para ilmuwan. Maha Suci Engkau. Apa yang baru saja saya sampaikan dalam Khutbah yang pertama adalah sebuah contoh bahwa dengan mencari ilmu maka keimanan kita kepada Allah. ilmu pengetahuan alam maupun ilmu sosial dengan sungguh-sungguh.

Ilmu yang membawa kepada keluhuran akhlak kami. Rabbana atina fiddunya hasanah. sediakanlah untuk kami sebagian dari rahmat-Mu yang luas. ³Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda. Allahumma shalli wasallim¶ala sayyidina muhammad. Hari dimana Engkau gantikan segala kegelapan dengan cahaya di hati kami. Dan sudah tentu jika kita semua selalu menghidupkan majelis-majelis ta¶lim maka insya Allah akan tercatatlah kita sebagai calon-calon penghuni surga sebagaimana sabda Rasulullah SAW.bahan pangan masyarakat menjadi terpenuhi. hiasilah diri kami dengan ilmu yang bermanfaat. Wa¶ala alihi waasbihi ajma¶in.¶´ Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa bersama-sama. Jangan pula Engkau hiasi kami dengan ilmu yang membawa permusuhan di antara kami. Ya Allah. Ya Allah. Merenungi Sejenak Perjalanan Abadi Manusia . Ya Allah. Bismillahirrahmanirrahim. Subhanarobbika robbil µizzati µamma yasifun. µBarangsiapa yang menempuh suatu jalan bepergian mencari ilmu. Dari Abu Hurairah RA. waqina µadza bannar. wassalamun¶alal mursalin. Berikanlah kami petunjuk kepada ajaran-ajaran-Mu yang terang. jadikanlah hari ini menjadi hari ampunan bagi segala dosa kami. niscaya Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. Alhamdulillahirabbil µalamin. Walhamdulillahirobbil¶alamin. maka ia termasuk salah satu pilar bagi tegaknya kehidupan masyarakat dan bangsa. wafilakhirati hasanah. Janganlah Engkau hiasi kami dengan ilmu yang membuat kami angkuh di bumi ini.

seiring itu juga khutbah demi khutbah kita perdengarkan dan menyirami sejenak hati yang penuh ketundukan dan mengharapkan keridhoaan Allah. Mereka memahami bahwa mereka sedang melalui perjalanan menuju kepada kehidupan yang kekal abadi. kesiapan diri. Namun kadangkala dengan rutinitas yang kembali mengisi hari-hari kita kesadaran itu kembali tumpul bahkan luntur. Oleh sebab itulah melalui mimbar jumat ini khotib kembali mengajak marilah kita berupaya secara sungguh-sungguh memperbaharui keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah. Setiap orang yang berimanpun amat menyadari bahwa mereka tidak mungkin selamanya tinggal di dunia ini. "ya. yang kecil maupun yang besar. pernahkah engkau melalui jalan yang di penuhi duri?´ Umar menjawab. saya pernah melaluinya. ibadatku. jumat demi jumat berlalu. agar tak terkena duri itu´. Tuhan semesta alam. dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah termasuk orang orang yang menyerahkan diri. memperbaharui kembali komitmen kita kepada Allah yang sering kita ulang-ulang namun jarang diresapi. Lalu Ubayberkata: ³Itulah takwa´. Kesadaran kemudian muncul dengan tekad untuk menjadi hamba yang Allah yang taat. ia akan hidup dalam batas waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh penciptanya. Usia manusia berbeda satu sama lainnya. kehati-hatian agar tidak terkena duri syahwat dan duri syubhat di tengah perjalanan menuju Allah. menghindari perbuatan syirik. Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jumat yang berbahagia Imam Ibnu Katsir menyebutkan dalam Tafsirnya bahwa: Suatu ketika Umar bin Khathab ra bertanya kepada seorang sahabat bernama Ubay Ibnu Ka¶ab ra tentang taqwa walau hal itu merupakan suatu yang hal yang sangat mereka ketahui. sebuah komitmen yang mestinya menyertai setiap langkah kita: Sesungguhnya sholatku. Kemudian Ubay bertanya lagi: ³Apa yang akan engkau lakukan saat itu?´. Umar menjawab: ³Saya akan berjalan dengan sangat berhati-hati. begitu juga amal dan bekalnya. Allah berfirman: . namun bertanya satu sama lainnya di antara mereka dalam rangka mendalaminya adalah hal yang sangat mereka sukai. meninggalkan perbuatan maksiat dan dosa. Serta berusaha sekuat tenaga mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah dengan hati yang tunduk dan ikhlas. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. rasa takut kepada Allah. Dari riwayat ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran penting. Kemudian Ubay balik bertanya: ³Wahai Umar.: Kaum Muslimin Jamaah Sholat Jumat yang dirahmati Allah Di tengah kehidupan yang senantiasa bergulir. Allah SWT. Tiada sekutu bagiNya. Hadirin Jama¶ah sholat jumat rahimakuullah Setiap orang beriman pasti akan menyadari bahwa ketika ia hidup di dunia ini. . Sungguh sangat berbeda dan berlawanan sekali dengan kehidupan orang-orang yang tidak beriman. bahwa takwa adalah kewaspadaan.

Al Qashash. prinsip mengutamakan kebahagiaan kehidupan akherat. Namun perlu dipahami.(77 : Hadirin yang dimuliakan Allah Dari ayat ini kita dapat mengambil pelajaran penting. Prinsip ini menghendaki agar dalam melaksanakan kehidupan di dunia. ucapan hikmah para ulama. diuji dengan hawa nafsu. satu persamaan yang didapat dari para ulama tersebut. namun juga mempunyai nilai manfaat luar biasa bagi generasi berikutnya. yang secara berjamaah. hari ini. Marilah kita renungi firman Allah berikut: ´Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu dari (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi. Sehingga kita tetap berada pada jalan yang benar. kesadaran ini seringkali terlupakan oleh diri kita sendiri. Hadirin Jama¶ah Sholat Jumat yang dimuliakan Allah Jika kita membuka kembali lembaran kisah salafus shalih. mengutamakan kebahagiaan akherat bukan berarti dalam mewujudkan kebahagiaan duniawi diabaikan begitu saja. niscaya ia akan banyak memberikan hikmah dalam kehidupan dunia. membuat kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah manusia yang selalu membutuhkan siraman-siraman suci berupa Al-Quran. kemalasan bahkan lupa. fiqih. perjalanan itu harus kita lalui. Namun. Pertama. Dengan shalat yang benar akan dapat . Jiwa manusia yang selalu digoda oleh setan. esok. dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. Umpamanya sholat. seorang yang melaksanakan shalat dengan tekun dan disiplin bukanlah semata-mata sebagai amal akherat yang tidak berdampak duniawi. bukan tidak mungkin. bahkan saling menasehati dengan penuh keikhlasan sesama saudara seiman. kita akan menemukan karakteristik amal yang berbeda satu dengan yang lainnya. sebab amal akherat tidak berdiri sendiri dan terlepas dari amal duniawi. mutiara-mutiara sabda Rosulullah. bahkan dengan sangat tiba-tiba. kita senantiasa mengutamakan pertimbangan nilai akherat. kemudian menjadi lemah semangat dalam mengumpulkan bekal dan beribadah. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.´ (QS. Al-A¶la Sayangnya. (QS. tentang beberapa prinsip yang perlu kita sadari bersama akan keberadaan kita di dunia ini.Tetapi kamu (orang-orang kafir) lebih memilih kehidupan duniawi" (17-16 :adalah lebih baik dan lebih kekal. atau berbagai macam ilmu pengetahuan lainnya. yaitu kesungguhan mereka beramal demi memberikan kontribusi terbaik bagi sesama. sebab bila shalat itu dilaksanakan menurut tuntutan Allah dan rasulNya. istiqomah melalui sebuah proses perjalanan menuju Allah SWT. pembersihan jiwa dan akhlak. dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi. atau lusa. Sungguh amat banyak amalan akherat yang berhubungan erat dalam mewujudkan kebahagian duniawi. Ada diantara mereka yang konsent pada bidang tafsir. Sebuah karya yang tidak hanya bersifat pengabdian diri seorang hamba kepada Penciptanya saja. hadits. Padahal.Sedang kehidupan akhirat .

yakni melengkapi upayanya berbuat baik dengan upaya menghindari perbuatan yang merusak. Maka akan selalu tampillah kebaikan demi kebaikan. Perjalanan di dunia memerlukan bekal. kerusakan dalam tatanan kehidupan masyarakat sering kali terjadi karena sudah hilangnya kesadaran akan tujuan hidup yang sesungguhnya. akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang belum tentu terjadi. Bila seseorang menanamkan prinsip ini dalam dirinya. yakni perjalanan di dunia dan perjalanan dari dunia. Kedua prinsip µahsin¶ yaitu senantiasa menghendaki kebaikan. kendaraaan dan sebagainya. Bila prinsip ini dipegang teguh. harta. kerusakan moral. baik berbentuk makanan. maka dengan hartanya tersebut dapat memberikan manfaat bagi kehidupan orang lain yang membutuhkan. Firman Allah SWT di atas juga memiliki makna tersirat bahwa manusia memiliki dua bentuk perjalanan.mencegah seseorang dari berbuat keji dan munkar. Ia akan senantiasa berprasangka baik kepada orang lain. Begitu juga dengan infak dan shodaqoh. seorang yang beramal dengan niatan mulia untuk mendapatkan ganjaran berupa pahala dari Allah di akherat. Ketiga adalah prinsip walaa tabghil fasada fil ardh¶ yaitu prinsip untuk tidak berbuat kerusakan. Al-Baqoroh(197 : Walaupun ayat di atas menjelaskan tentang bekal penting dalam perjalanan ibadah haji. Dengan demikian manusia akan terhindarnya dari perbuatan yang dapat merugikan orang lain. bahwa ia akan mempertanggung jawabkan segala perbuatannya ketika ia menghadap Allah di akherat kelak. akan menyelamatkan kita dari penderitaan yang pasti terjadi. Hadirin sidang sholat jumat yang dimuliakan Allah Allah swt mengingatkan kita dengan firmannya: ´Berbekallah. sehingga terciptalah ketenteraman hidup bersama di dunia ini. dan meninggalkan sebuah kebaikan yang akan selalu dapat dikenang oleh orang banyak walaupun ia sudah pergi terlebih dahulu menuju kehidupan yang abadi.QS. seseorang akan lebih melengkapi prinsip yang kedua. Tapi perbekalan untuk perjalanan dari dunia. minuman. niscaya ia akan menunjukkan diri sebagai orang yang pada dasarnya selalu menghendaki kebaikan. . Imam Fachrurrozi dalam dalam tafsirnya menyebutkan ada lima perbandingan antara keduanya: Pertama. namun sesungguhnya ia merupakan gambaran ketika manusia akan menghadap Allah di padang mahsyar kelak. Namun perbekalan yang kedua yaitu perbekalan perjalanan dari dunia menuju akhirat. ibadah haji merupakan miniatur gambaran manusia yang akan dikumpulkan di padang mahsyar nanti sebagaimana halnya mereka berkumpul di padang arafah. perbekalan dalam perjalanan di dunia. sehingga seorang lupa bahwa sesungguhnya ia tidak dibiarkan begitu saja. Maka bekalan utama yang dapat menyelamatkan itu adalah taqwa. Sementara perjalanan dari dunia juga memerlukan bekal. mempersembahkan sebuah karya terbaiknya untuk kemanfaatan masyarakat disekitarnya. selalu berusaha berbuat baik dan berkata baik dalam pergaulan di kehidupan sehari-hari. Terjadinya kerusakan alam. lebih penting dari perbekalan dalam perjalanan pertama yakni perjalanan di dunia. peduli akan kemaslahatan umum. dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa) ³.

Pemberi rezeki. kepadaNya sajalah tempat bergantung. . tetapi perbekalan untuk perjalanan dari dunia. Meyakini dengan sebenarnya. bahwa Allah adalah tuhan yang Esa. Keempat. setidaknya akan menyelamatkan kita dari kesulitan sementara. Jika kita anggap bekalan itu masih kurang. aqidah yang bersih dan suci dari unsurunsur kesyirikan. Sementara perbekalan untuk perjalanan dari dunia akan semakin membawa kita pada kesucian dan kemuliaan karena itulah sebaik-baik bekal. keletihan dan kepayahan. kita akan lebih banyak menerima dan semakin lebih dekat dengan tujuan. memiliki karakter. kemudian memurnikan ibadah kepada-Nya. : : Hadirin siding sholat Jumat yang dimuliakan Allah Lalu apa yang perlu menjadi bahan perhatian kita dalam mempersiapkan bekalan untuk melalui perjalan dari dunia ini menuju ke kehidupan yang abadi di akherat? Untuk itu minimal ada tiga hal yang perlu menjadi bahan perhatian kita bersama. Pengatur alam semesta. Ia adalah Pencipta. Semua kita pasti tahu bekalan yang sudah kita siapkan masing-masing. Ketiga. Sementara perbekalan untuk perjalanan dari dunia. Allah berfirman: )110( . tentu kita tidak akan rela seandainya tidak lama lagi ternyata kita harus segera menempuh perjalanan menuju akhirat itu. perbekalan dalam perjalanan di dunia akan mengantarkan kita pada kepuasan syahwat dan hawa nafsu. . perbekalan dalam perjalanan di dunia memiliki karakter bahwa kita akan melepaskan dan meninggalkan sesuatu dalam perjalanan. perbekalan dalam perjalanan di dunia. akan menyelamatkan kita dari kesulitan yang tiada tara dan tiada habis-habisnya.Kedua. dan masih banyak bekal yang perlu disiapkan. . . Kelima. ikhlas dalam melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah Ia perintahkan oleh Allah. bekal berupa keimanan yang benar dan kokoh. Sementara perbekalan untuk perjalanan dari dunia menuju akhirat. akan membuat kita terlepas dari marabahaya apapun dan terlindung dari kebinasaan yang sia-sia. (Tafsir Ar-Raazi 5/168) Sesungguhnya perjalanan itu cukup berat. Khutbah Kedua . Pertama. perbekalan dalam perjalanan di dunia akan menghantarkan kita pada kenikmatan dan pada saat yang sama mungkin saja kita juga mengalami rasa sakit.

bahkan tersesat dan kebingungan. (QS. Ketiga dan terakhir. sedang hisab telah menunggu. dan jarang terjadi. Hanya saja. masih ada kesempatan untuk dicari kembali. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw suatu ketika bertanya kepada para sahabat: ³Tahukah kalian siapakah orang yang rugi?´ Maka para sahabat menjawab: ³orang yang rugi di antara kami adalah orang yang tidak mempunyai uang dan harta. maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya. namun pasti akan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh (berjihad). namun jika hilangnya bekal itu di akhirat bagaimana mungkin untuk mengumpulkannya kembali. pasti datang. jika tidak disertai dengan kesungguhan dalam mengatur waktu dan mempersiapkan segala sesuatunya. namun dengan amalan itu ternyata dapat mengantarkan dirinya ke surga. kesungguhan dalam amal sholeh dan dalam menangkap segala peluang kebajikan. meski amal itu sederhana dan tidak datang setiap waktu. ³bukan itu. Sesungguhnya apa yang dilakukan seseorang adalah berpulang untuk dirinya sendiri. Meski terkesan sederhana. perlu kejelian dan kesungguhan hati dalam mengenalinya. Mahasuci Allah. akan tetapi orang yang rugi dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) sholat. Seperti halnya perjalanan jauh yang akan dilalui. Inilah kerugian yang besar. memakan harta si fulan. Allah berfirman: . lantaran sikap kita terhadap orang lain. puasa dan zakatnya. Maka Rasulullah saw menjawab. Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah. menuduh si fulan. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Al-Ankabut: 5-6) Hadirin sidang jumat yang berbahagia Kemudian penting halnya juga untuk menangkap setiap peluang amal di sekitar kita. namun berefek dapat menghapuskan dosa pelakunya. jika hilangnya bekal di dunia." (QS Al-Kahfi: 110) Kedua. maka boleh jadi ia akan tertinggal. namun dahulu di dunianya dia telah mencela si fulan."Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa. padahal ia sendiri sedang dahaga luar biasa. menumpahkan darah si fulan dan . kesempatan seperti ini memang tidak datang dua kali." Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya. mewaspadai akan hilangnya bekal yang telah dikumpulkan. maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu. maka sesungguhnya kesungguhan itu (jihadnya) adalah untuk dirinya sendiri. Cukuplah menjadi pelajaran kita bersama tentang kisah seorang pelacur yang rela mengambilkan minum untuk seekor anjing yang kehausan.

Kerugian lain adalah kerugian karena memikul dosa yang berat. (HR. mereka berkata: "Alangkah besarnya penyesalan kami. kebersihan ucapan.QS. Maryam(95 : Maka seharusnya setiap orang yang beriman benar-benar memberikan perhatian besar dalam mempersiapkan diri dan mengumpulkan bekal untuk menghadapi hari yang kekal dan abadi itu. maka apabila kebaikannya sudah habis sebelum dia melunasi segala dosanya. Maka tidakkah kamu memahaminya?´ (QS. kemudian dia dilemparkan ke api neraka. ³Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan. Karena pada hakikatnya. terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!".(24: Dalam ayat yang lain Allah mengingatkan: ´Dan tiap-tiap mereka orang akan datang kepada Allah pada hari qiyamat dengan sendirisendiri) ³. hari inilah masa depan manusia yang sesungguhnya. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. tidak dapat menolongnya sama sekali. Al-An¶am: 31-32) Begitulah juga ungkapan penyesalan yang disampaikan di dalam Al-Quran: ´Duhai. maka diberikan pahala kebaikannya kepada orang tersebut. sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba. berbaik sangka kepada sesama orang beriman harus selalu ditanamkan di dalam hati masing-masing. Dan tiadalah kehidupan dunia ini. dan kepada si fulan yang lain diberikan pula pahala kebaikannya yang lain. Begitulah bagi mereka orangorang yang mendustakan bertemu dengan penciptanya karena terlena dengan kenikmatan dunia. Maka kebersihan hati. Ingatlah. kebersihan sikap. alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini ³. Bekalan yang sudah disiapkan semasa di dunia. selain dari main-main dan senda gurau belaka. maka kesalahan si fulan yang dizalimi di dunia itu dibebankan kepadanya. amat buruklah apa yang mereka pikul itu. )QS Al-Fajr. Muslim) Sungguh inilah kerugian yang besar dan amat menyedihkan. Allah berfirman: . Allah berfirman: . agar setiap kebaikan yang telah dilakukan tidak hilang sia-sia.telah memukul orang lain dengan tanpa hak.

. An-Nahl(31-30 : . . . . mengalir di bawahnya sungaisungai. (QS. . di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. (yaitu) syurga' Adn yang mereka masuk ke dalamnya. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan´ (QS.´Hai orang-orang yang beriman.(18: Dan yang terakhir khatib tutup khutbah ini dengan firman Allah: (30) Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. dan bertakwalah kepada Allah. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa. . bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkannya untuk hari esok (akhirat). Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. . . Al-Hasyr. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful