HAK ASASI MANUSIA DAN RULE OF LAW

Minggu, 30 Januari 2011
Diposkan oleh Aristha Serenade di 06:27 A. HAK ASASI MANUSIA

1.

Pengertian HAM Hak asasi manusia adalah hak-hak dasar yang dimiliki manusia, sesuai dengan kodratnya.Menurut ketetapan MPR Nomor XVII/MPR/1988 bahwa hak asasi manusia adalah hak dasar yang melekat pada diri manusia secara kodrati, universal, dan abadi sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Sejarah singkat timbulnya HAM

a.

Inggris Magna Charta (1215) : terlahir karena protes keras kalangan bangsawan atas pemerintahan John Lackland (1199-1216),seorang raja inggris yang pada waktu itu bertindak sewenang-wenang.

Petition Of Right (1628) : perselisihan raja Charles 1 dengan parlemen yang terdiri dari utusan rakyat (The House Of Common).

Bill Of Right (1689) : ditandatangani oleh raja Willem III sebagai hasil dari The Glorious Revolution.

Perancis Trias Politica : disusun oleh Montesque yang berisi tentang pemisahan kekuasaan antara legislatif. Amerika Serikat The Four Freedom : Freedom of Speech : kebebasan berbicara Freedom of Religion : kebebasan beragama Freedom of Fear Freedom of Want : kebebasan dari rasa takut : kebebasan dari kemlaratan . Declaration des Droits de¶L Home et du Citoyen : pernyataan HAM dan warga negara. eksekutif. dan yudikatif.b. diumumkan pada tanggal 27 Agustus 1789. c.

seperti bangsa. hukum. Deklarasi ini merupakan pelaksanaan umum yang baku bagi semua bangsa dan negara agar menjamin pengakuan dan pelaksanaan hak-hak kebebasan secara umum dan efektif. dan keselamatan orang).Mereka dikaruniai akal dan budi dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan). Ketentuan pasal-pasal tenteng HAM dalam Deklarasi Universal antara lain sebagai berikut : 1) Pasal 1 (Semua orang dilahirkanmerdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. atau wilayah dari mana mereka berasal). Pasal 5 (Berisi larangan menganiaya atau memperlakukan seseorang dengan kejam tanpa mengingat kemanusiaan) 6) Pasal 6 (Setiap orang berhak atas pengakuan sebagai manusia pribadi di hadapan UU dimannapun ia berada) 7) Pasal 7 (Semua orang sama dihadapan UU dan berhak atas perlindungan yang sama) 8) Pasal 8 (Setiap orang berhak atas pengadilan yang efektif oleh hakim-hakim nasional yang berkuasa mengadili) . 3) Pasal 3 (Setiap orang berhak atas kehidupan.serta tidak adanya perbedaaan status politik. 2) Pasal 2 (Berisi atas kebebasan semua hak. agama. ras. warna kulit dll. kemerdekaan.Universal Declaration of Human Right (pernyataan sedunia tntang hak asasi manusia) dideklarasikan pada tanggal 10 desember 1948 oleh PBB. 4) 5) Pasal 4 (Berisi larangan memperbudak atau memperhambakan seseorang).

Periode 17 agustus 1950 sampai tahun 1959 berlaku UUDS 1950. 2. antara lain : 1. di Indonesia telah berlaku 3 UUD dalam 4 periode. C. Periode 27 desember 1949 sampai 17 agustus 1950 berlaku konstitusi Republik Indonesia Serikat. atau dibuang secara sewenang-wenang) Serta masih banyak lagi pasal-pasal yang menjelaskan tentang hak asasi manusia. Periode 18 agustus 1945 sampai 27 desember 1949 berlaku UUD 1945. HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA Sejak kemerdekaan tahun 1945 sampai sekarang. Pada awal reformasi itu diselenggarakan pula sidang istimewa MPR (1998) yang salah satu ketetapannya berisi piagam HAM. Tugas untuk melengkapi HAM ini ditangani oleh panitia MPRS yang kemudian menyusun rancangan piagam hak asasi manusia serta hak dan kewajiban warga negara yang dibahas dalam sidang MPRS tahun 1968. Sementara konstitusi RIS 1945 dan UUDS 1950 hampir bulat-bulat mencantumkan isi deklarasi HAM dari PBB. ditahan. RULE OF LAW . 4. Periode 5 juli 1959 sampai sekarang berlaku UUD 1945. salah satu tujuan pemerintah adalah melaksanakan hak asasi manusia yang tercantum dalam UUD 1945 serta berusaha untuk melengkapinya. Pada awal orde baru. Dalam UUD 1945 butir-buti hak asasi manusia hanya tercantum beberapa saja. 3. B.9) Pasal 9 (Tidak seorangpun boleh ditangkap.

Rule of law lahir dengan semangat yang tinggi.Rule of law merupakan suatu doktrin dalam hukum yang mulai muncul pada abad ke 19 bersamaan dengan kelahiran negara konstitusi dan demokrasi. prajurit dan kerajaan.1982). Pengertian hakiki (ideological sense) erat hubungannya dengan µmenegakkan rule of law¶ karena menyangkut ukuran-ukuran tentang hukum yang baik & buruk. Dalam penelitian historis komparatifnya di Inggris. Sunarjati Hartono: .1959) dibedakan antara : 1. bersama-sama dengan demokrasi. Belanda dan AS tentang Rule of Law. khususnya keadilan sosial (Sunarjati Hartono. kemudian mengambil alih dominasi dari golongan-golongan gereja. ningrat. Namun diakui bahwa sulit untuk memberikan pengertian Rule of law. Rule of law (Fried Man. kehadirannya boleh disebut dengan reaksi dan koreksi terhadap negara absolut. Keadilan harus berlaku untuk setiap orang. Pengertian formal (in the formal sence) yaitu µorganized public power¶ atau kekuasaan umum yang terorganisasikan. 2. oleh karena itu lahirlah doktrin ³Rule Of Law´. bahwa Rule of law harus menjamin apa yang oleh masyarakat/bangsa yang bersangkutan dipandang sebagai keadilan.Rule of law merupakan doktrin dengan semangat dan idealisme keadilan yang tinggi. parlemen dan lain-lain. tapi pada intinya tetap sama.

Prinsipprinsip Rule of Law Secara Formal (UUD 1945) 1. Rule Of Law sebagai suatu institusi sosia yang memiliki struktur sosial sendiri dan memperakar budaya sendiri (Satjipto Raharjo . Pelaksanaan rule of law & terjaminnya negara hukum (inggris). Rule Of Law adalah suatu legalisme literal (bahwa keadilan dapat dilayani melalui pembuatan sistem peraturan dan prosedur yang sengaja bersifat obyektif. 2. suatu aliran hukum yang didalamnya terkandung wawasan sosial. Rule Of Law tumbuh dan berkembang ratusan tahun seiring dengan pertumbuhan masyarakat Eropa. Faham rule of law di Inggris diletakkan pada hubungan antara hukum & keadilan di Amerika pada HAM & di Belanda lahir dari faham kedaulatan negara. jaminan. Rule Of Law adalah suatu legalisme. sehingga memperakar sosial dan budaya eropa.1. khususnya keadilan sosial. perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan sama di hadapan hukum (pasal 28 D:1) . Negara Indonesia adalah negara hukum (pasal 1: 3) Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu tanpa kecuali (pasal 27:1) 3. 4. Penegakan rule of law tidak dg sendirinya mengakibatkan tegaknya negara hukum. bukan institusi netral. dan otonom). 2. Setiap bangsa memiliki faham rule of law yang berbeda-beda. 2003). Penegakan rule of law harus diartikan secara hakiki (materiil) yaitu pelaksanaan dari just law agar terciptanya negara hukum yg membawa keadilan bagi seluruh rakyatnya. Inti dari Rule Of Law adalah jaminan adanya keadilan bagi masyarakatnya. Setiap orang berhak atas pengakuan. melainkan pemerintahannya juga sebagai µuntergeordnet¶ pada hukumnya. tidak memihak. 3. tidak saja warga negaranya yg tunduk pada hukum. 5. Prinsip-prinsip secara formal (in the formal sense) Rule Of Law tertera dalam UUD 1945 dan pasal-pasal UUD negara RI tahun 1945.

2003). Lahir dari kandungan ³negara konstitusi´ yang kemudian memunculkan ³doktrin egalitarian´ 2. 1982) c. Rule of Law adalah suatu institusi sosial. Setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja ( pasal 28 D: 2) Prinsip-prinsip Rule of Law secara Materiil/ Hakiki : a. gagasan tentang hubungan antarmanusia. Ciri Utama Rule of Law 1. Rule of law mempunyai akar sosial dan akar budaya Eropa (Satdjipto Rahardjo. Keberhasilan the enforcement of the rue of law tergantung pada sejarah dan corak masyarakat hukum dan pada kepribadian masing-masing bangsa. Keberhasilan the enforcement of the rule of law tergantung pada kepribadian nasional masing-masing bangsa (Sunarjati Hartono.4. mengandung wawasan sosial. memiliki struktur sosiologis dan akar budaya sendiri . masyarakat dan negara. e. aliran pemikiran hukum. Berkaitan erat dengan the enforcement of the Rule of Law b. Rule of law merupakan suatu legalisme liberal (Satdjipto Rahardjo. 2003) d. 2. Rule of law juga merupakan suatu legalisme. Menjadi doktrin dengan semangat dan idealisme yang tinggi seperti ³supremasi hukum´ dan ³kesamaan semua orang di hadapan hukum´ Pelaksanaan Rule of Law di Indonesia seharusnya mempertimbangkan halhal 1.