Me, Netizen, & Blogosphere

Main menu
Skip to content
y y y y y y

Blog About Sitemap Guest Book Download PCMAV Download SMADAV

Uji Lipid
Lipid atau trigliserida merupakan bahan bakar utama hampir semua organisme disamping karbohidrat. Trigliserida adalah triester yang terbentuk dari gliserol dan asam-asam lemak.

Gambar 1. Struktur Asam Lemak Asam-asam lemak jenuh ataupun tidak jenuh yang dijumpai pada trigliserida, umumnya merupakan rantai tidak bercabang dan jumlah atom karbonnya selalu genap. Ada dua macam trigliserida, yaitu trigliserida sederhana dan trigliserida campuran. Trigliserida sederhana mengandung asam-asam lemak yang sama sebagai penyusunnya, sedangkan trigliserida campuran mengandung dua atau tiga jenis asam lemak yang berbeda. Pada umumnya, trigliserida yang mengandung asam lemak tidak jenuh bersifat cairan pada suhu kamar, disebut minyak, sedangkan trigliserida yang mengandung asam lemak jenuh bersifat padat yang sering disebut lemak. Trigliserida bersifat tidak larut dalam air, namun mudah larut dalam pelarut nonpolar seperti kloroform, benzena, atau eter. Trigliserida akan terhidrolisis jika dididihkan dengan asam atau basa. Hidrolisis trigliserida oleh basa kuat (KOH atau NaOH) akan menghasilkan suatu

Prosedur Percobaan Percobaan uji kelarutan. pipet mohr. asam stearat. mentega. kemudian ditambahkan 3-4 tetes bahan percobaan. Trigliserida dengan bagian utama asam lemak tidak jenuh dapat diubah secara kimia menjadi lemak padat oleh proses hidrogenasi sebagian ikatan gandanya. trigliserida yang mengandung asam lemak tidak jenuh cenderung mengalami autooksidasi. kristal KHSO4. pengaduk. kloroform. Bahan dan Alat Alat yang dipakai yaitu tabung reaksi. Hal ini menyebabkan minyak mengalami ketengikan. erlenmeyer dan sumbat karet. Tujuan Percobaan Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap golongan lipid. Kelas lipida yang lain adalah steroid dan terpen. lemak hewan. alkohol panas. Selanjutnya dipanaskan diatas api kecil lalu api diperbesar. HCl pekat.campuran sabun K+ atau Na+ dan gliserol. gliserol. gliserol. asam encer. margarin. Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa. pipet tetes. Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol. pereaksi iod Hubl. Kolesterol dan senyawa turunan esternya. Percobaan uji akrolein. alkohol dingin. kolesterol. Hidrolisis trigliserida dengan asam akan menghasilkan gliserol dan asam-asam lemak penyusunnya. dan kolesterol. bunsen. serbuk CaCO3. sebanyak 2 ml pereaksi atau pelarut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang bersih. minyak kelapa. asam asetat anhidrat dan floroglusinol. Bahan yang dipakai pada percobaan yaitu akuades. lalu ditambahkan kloroform sama banyak. kloroform. Kolesterol adalah sterol utama pada jaringan hewan. minyak. Jika terkena udara bebas. kloroform anhidrat. eter. diperhatikan bau akrolein yang terbentuk dibandingkan bau SO2 yang berasal dari karbohidrat. asam palmitat dan asam stearat. alkali. lemak hewan. asam palmitat. Molekul oksigen dalam udara dapat bereaksi dengan asam lemak. dengan asam lemaknya yang berantai panjang adalah komponen penting dari plasma lipoprotein. Percobaan uji ketidakjenuhan. alkali dan asam encer. eter. kemudian dibubuhkan sedikit bahan percobaan lalu dikocok kuat-kuat dan diamati kelarutannya. Steroid merupakan molekul kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung. Pelarut yang digunakan yaitu akuades. asam sulfat pekat. yaitu lemak. alkohol. sebanyak 1 ml bahan percobaan dimasukkan dalam tabung bersih. kristal KHSO4 dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Kemudian ditambahkan beberapa tetes pereaksi iod Hubl sambil dikocok dan diamati perubahan yang . minyak kelapa tengik. dikocok sampai semua bahan larut. sehingga memutuskan ikatan gandanya menjadi ikatan tunggal. asam oleat. kertas saring.

Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa tengik. diamati warna pada lapisan tersebut. Tabel 2. ditambahkan 5 ml HCl pekat. Data dan Hasil Pengamatan Tabel 1. Percobaan uji Salkowski untuk kolesterol. Percobaan uji ketengikan.terjadi. Hasil uji akrolein pada sampel. margarin. beberapa miligram kolesterol dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi 3 ml kloroform anhidrat. minyak kelapa. minyak kelapa. tabung dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan lapisan cairan terpisah. dan dicampurkan hati-hati. lemak hewan dan mentega. . Uji kelarutan lipid pada berbagai pelarut. mentega. Percobaan uji Lieberman Buchard. Lakukan uji ini terhadap minyak kelapa tengik. Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat dengan volume yang sama. Selanjutnya dimasukkan serbuk CaCO3 dan segera ditutup dengan sumbat karet yang dijepitkan kertas floroglusinol sehingga kertasnya tergantung dan dibiarkan selama 10-20 menit. Kemudian warna yang timbul diamati pada kertas tersebut dan bila kertas berwarna merah muda berarti bahan tersebut tengik. asam oleat. asam palmitat. kemudian dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan beberapa menit. lemak hewan. larutan kolesterol dan kloroform dari percobaan Salkowski ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrat dan 2 tetes asam sulfat pekat. erlenmeyer 100 ml diisi dengan 5 ml bahan percobaan.

Data pengamatan uji ketidakjenuhan.Tabel 3. Tabel 4. Tabel 5. Pembahasan . Data pengamatan uji Salkowski dan Lieberman-Buchard. Data pengamatan pada uji ketengikan.

namun larut dalam pelarut non polar sepertio kloroform. Minyak atau lemak yang tengik dapat dideteksi denga perubahan warna kertas . terbentuk cincin coklat yang menunjukkan terjadinya reaksi antara kolesterol dengan asam sulfat pekat. Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang diperoleh. hanya gliserol dalam bentuk bebas atau yang terikat berupa senyawa yang akan membentuk akrolein. asam oleat menunjukkan hasil negatif. Dari hasil uji ketidakjenuhan. yaitu tidak adanya ikatan rangkap pada molekulnya. Warna merah muda dihasilkan dari reaksi antara floroglusinol dengan molekul oksigen yang mengoksidasi lemak/minyak tersebut. Ketengikan pada kebanyakan lemak atau minyak menunjukkan bahwa kebanyakan golongan trigliserida tersebut telah teroksidasi oleh oksigen dalam udara bebas. atau eter tetapi tidak larut dalam air. Pada uji salkowski. Dalam percobaan ini asam lemak seperti asam oleat dan stearat memberikan hasil uji positif untuk akrolein. Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. Warna merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble. pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal.Pada uji kelarutan lipid. yaitu lemak dan minyak tidak larut dalam pelarut polar seperti air. yaitu bahwa ia mempunya uikatan rangkap pada molekulnya. gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam lemak/minyak akan mengalami dehidrasi membentuk aldehid akrilat atau akrolein. warna merah muda menunjukkan bahwa bahan tersebut tengik. Pada hasil uji akrolein. Lemak hewan dan minyak kelapa tengik dapat terdispersi menjadi misel yang megubah asam-asam lemak penyusunnya menjadi sabun. Hal-hal yang mempengaruhi ketengikan ini adalah proses penyimpanan bahan uji yang cukup lama dan kurang tertutup. Penyebab kesalahan ini adalah kesalahan praktikan dalam mengidentifikasi bau akrolein. Kedua uji tersebut diatas dapat digunakan untuk mengukur kadar kolesterol secara kalorimetri. lipid larut dalam pelarut organik seperti kloroform. Senyawa pendehidrasi dalam uji ini adalah KHSO4 yang menarik molekul air dari gliserol. eter. Uji salkowski dan lieberman-buchard digunakan untuk mengidentifikasi adanya kolesterol. Pada teorinya. Hasil uji akrolein menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji memberikan bau yang tajam yang diidentifikasi oleh praktikan sebagai bau akrolein. hampir semua jenis lipid. sedangkan asam-asam lemak tidak. sehingga berinteraksi dengan udara bebas yang menyebabkannya menjadi tengik. sedangkan bahan lain yang diujikan menunjukkan hasil positif. dan benzena. Pada uji ketidakjenuhan bahan yang jenuh memberikan perubahan warna menjadi merah muda sedangkan yang tidak jenuh tetap pada warna asalnya. Pada uji ketidakjenuhan. Warna hijau pada uji lieberman-buchard menunjukkan reaksi antara kolesterol dengan asam asetat anhidrat. Pada uji akrololein semua bahan mengandung gliserol yang membedakannya hanya intensitas bau yang ditimbulkan. hanya minyak kelapa dan margarin yang tidak tengik. Hasil percobaan menunjukkan. Hal ini disebabkan karena pada gliserol dan asam oleat mempunyai kepala polar berupa gugus -OH yang dapat berikatan hidrogen dengan molekul air ataupun alkohol. Asam oleat dan gliserol larut dalam air maupun alkohol. Pada uji ketengikan. dari semua bahan yang diuji.

Lehninger. A. 1986. Daftar Pustaka Girindra. 1988. Jakarta . Gramedia. Biokimia I. Jakarta. Kolesterol diuji secara kualitatif dengan uji Salkowski dan Lieberman Buchard. .menjadi merah muda. Erlangga. Dasar-dasar Biokimia. Terjemahan Maggy Thenawidjaya. A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful