1

Bab 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah umat manusia masalah akhlak selalu menjadi pokok persoalan. Karena pada dasarnya, pembicaraan tentang akhlak selalu berhubungan dengan persoalan perilaku manusia dan menjadi permasalahan utama manusia terutama dalam rangka pembentukan peradaban. Perilaku manusia secara langsung ataupun tidak langsung masib menjadi tolok ukur untuk mengetahui perbuatan atau sikap mereka. Wajar kiranya persoalan akhlak selalu dikaitkan dengan persoalan sosial masyarakat, karena akhlak menjadi simbol bagi peradaban suatu bangsa. Fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang diabadikan dalam alQur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, Madyan dan Saba’ maupun yang terdapat dalam bukubuku sejarah menunjukkan bahwa “suatu bangsa yang kokoh akan runtuh apabila akhlaknya rusak” (Suwito 1995, hlm. 1). Dalam sejarah dunia mencatat misalnya pada masa kaum ‘Ad, Madyan dan Saba’ dicatat oleh al-Qur’an sebagai kaum yang memiliki kualitas akhlak yang rendah. Al-Qur’an senantiasa merujuk kaum ini untuk menunjukkan rendahnya kualitas akhlak manusia di beberapa bagian dekade sejarah. Pada dekade selanjutnya, akumulasi simbol kebobrokan akhlak adalah kaum Fir’aun dan Namrud yang hidup pada masa nabi Musa dan Ibrahim. Simbol selanjutnya yang disebut oleh al-Qur’an adalah Abu Jahal dan kaumnya yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Pada awal abad ke-20 yakni setelah Perang Dunia I simbol itu dialamatkan kepada Mustafa Kemal Attatruk (Ihsan Kasim 2003, hlm. 42). Dalam konteks

2 dunia Barat simbol-simbol lain itu bisa dialamatkan kepada Sigmud Freud, Nietzsche, Lenin, Kalr Marx, dan Hitler. Bahkan tatanan yang lebih serius adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh negara Adi Daya seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. Pengaruh meraka berada pada tataran pemikiran yang secara langsung ataupun tidak langsung dalam merusak akidah, yang berarti dapat merusak akhlak manusia dalam bertuhan. Mereka yang menjadi simbol ini memiliki peranan penting dalam bidang pemikiran dan kelompok-kelompok sosial. Sehingga, muncul tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi secara halus merasuk ke dalam alam pemikiran para pemikir-pemikir muslim. Pengaruh tersebut sangat penting dalam membangun “persepsi” manusia dalam memahami sesuatu. Misalnya Sigmud Freud “menyebut ide-ide agama tentang Tuhan dan alam gaib sebagai ilusi karena konsep-konsep tersebut muncul dari keinginan manusia (human wishes) dan bukan dari realitas” (Lihat Erich 1950, hlm.12). Sebenarnya Allah Swt menciptakan manusia hanyalah bertujuan supaya manusia itu beribadah kepada-Nya semata, yakni menjadi manusia pengabdi (Al-Dzariat : 56). Titik tekan pengabdian adalah akhlak Islam yang sangat menekankan kepada penganut-penganutnya untuk berakhlak mulia. Dalam hadis disebutkan “inama bu’istu li utammima markim al-akhlak” (Sesungguhnya Aku diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak). Penjelasan hadis ini berartinya bahwa diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul untuk menyampaikan risalah Allah sejak awal abad ke-7 Masehi secara tegas adalah tugas pokoknya sebagai penyempurna akhlak manusia. Akhlak dalam Islam bertitik tolak dari pengabdian seorang kepada Allah Swt dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw yang menjadi teladan pribadi terbaik. Semua sifat dari perilaku, pikir dan sikap yang bertentangan dengan

3 akhlak Nabi Muhammad Saw dianggap tidak berakhlak. Siti Aisyah r.a bila ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Saw beliau berkata : “Akhlak Rasulullah itu adalah alQur’an”. Allah Swt berfirman : “Wa innaka la’ala khuluq ‘azhim" (“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang paling mulia”) (QS. al-Qalam : 4). Karena itu, ia patut dijadikan contoh “laqad kana lakum fi rasulullah uswatun hasanah...” (“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu surf tauladan yang baik bagimu...”) (QS al-Ahzab : 21). Bukti-bukti kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw di atas adalah nyata. Bahkan menurut seorang non muslim Michael H. Hart dalam bukunya berjudul The 1000 a ranking of the Most influential Persons in History memberikan pengakuan bahwa “Nabi Muhammad Saw memperoleh pengakuan sebagai tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah” (Suwito 1995, hlm. 3). Kebesaran Nabi Muhammad harus diakui disebabkan oleh ketinggian dan kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan pendidikan akhlak Islam pun pada hakekatnya diarahkan kepada terciptanya manusia yang berakhlak agung dan mulia seperti Nabi Muhammad Saw. Namun setiap orang memiliki pemahaman dan cara berbeda untuk mencapai akhlak agung dan mulia sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad tersebut. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad dalam sejarah membuktikan bahwa umat Islam dalam binaan Nabi Muhammad Saw pernah mengalami masa keemasan yang mencapai 1300 tahun lamanya. Masa keemasan ini adalah masa periode Madinah yakni pada masa Nabi Muhammad sendiri sampai wafatnya. Masa ini yang paling monumental adalah dirumuskannya “Piagam Madinah” yang memuat perjanjian antara golongangolongan Muhajirin, Ansar dan Yahudi serta sekutunya yang mengandung prinsip-prinsip

4 atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan mereka bersama dalam kehidupan sosial politik (Suyuthi 1993, hlm. 22). Kenyataan dalam sejarah bahwa pada periode ini benar-benar tercipta sebuah peradaban gemilang. Pasca wafatnya Nabi Muhammad tahap selanjutnya melahirkan 4 (empat) khalifah yang benar – khulqfaurrasyiddin – Abu Bakar As Sidhiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sebuah tahap revitalisasi ajaran dan penguatan akidah serta meneruskan proses yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Integritas para sahabat penerus Nabi ini sangat diakui dalam berbagai perspektif. Seperti ditegaskan oleh C.E.Bosworth bahwa “Periode empat khalifah dipandang sebagai zaman emas, suatu zaman ketika kebijakan-kebijakan Islam yang murni berkembang pesat, dan karena itulah gelar ‘yang mendapatkan bimbingan di jalan lurus’ diberikan kepada mereka” (C.E. Bosworth 1993, h1m. 24). Tahapan selanjutnya adalah masa klasik yang pesat perkembangan terjadi periode 650-1250 M, masa ini oleh para ahli sejarah disebut masa klasik dalam sejarah perkembangan Islam. Umat Islam pada periode ini disebut “super power” yang berkuasa di sebagian besar negara-negara di tiga benua : Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah kekuasaanya mencapai Spanyol di sebelah Barat dan India di sebelah Timur, daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia tenggara (Murodi dkk 1995, h1m. 33). Masa ini merupakan masa kemajuan pertama yang dimulai dari tahun (5501000 M, dan sekaligus mengalami masa disintegrasi kekuatan Islam yang terjadi sejak tahun 1000-1250 M. Zaman keemasan Islam terjadi dalam berbagai aspeknya yakni masa

Ibn Miskawaih. Abu Yazid al Busthami. Tokoh-tokoh ini menjadi simpul sejarah dunia Islam yang secara komprehensif bergerak dalam bidang dakwah Islam dan kehidupan nyata secara totalitas. Ibn Hanbal. Pada kedua periode ini menghasilkan para ahli bidang ilmu yang sangat berpengaruh antara lain : Washil ibn Atha’.5 kekuasaan Dinasti Abbasiyah lahir 750 M. al Razi. pada masa ini tidak banyak diketemukan lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti masa sebelumnya yang memiliki akhlak tinggi. Tokoh-tokoh ini benar-benar signifikan terutama membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spritualitas. al Maturidi dan Ibn Sina. juga kuat di bidang rasa. Hasan al Bana dan Bediuzzaman Said Nursi1. Imam Malik. Ibn Bajjah.1250 M. namun untuk tempat khusus dalam judul besar atau pada sub judul maka masih akan digunakan kata tersebut. 1 . Imam Al Ghazali. al Asyari. Timur Tengah dan India muncul pemikir-pemikir pembaharuan seperti Jamaluddin Afghani. Namun sesudah masa ini. Muhammad Abduh. banyak wilayah dunia Islam seperti benua Afrika. mereka yang Demi konsistensi dalam penulisan penelitian ini peneliti selanjutnya menggunakan kata “Said Nursi” yang merujuk kepada Bediuzzaman Said Nursi (1887-1960) sepanjang pembahasan penelitian ini. umat Islam dilanda perpecahan dan kejumudan membawa kemunduran. Walau setelah masa ini. Ibnu Tufail. Abu Hanifah. sempat memunculkan ide-ide kebangkitan dan tokohtokoh pembaharu yang membawa persatuan umat pada masa tiga Dinasti Besar (Disnati Turki Usmani. Beriringan dengan itu. Tokoh-tokoh ini selain kuat dalam bidang pemikiran. Ibnu Rusyd. wibawa dan kemakmuran tiga dinasti Islam tersebut berangsur menurun dan mundur. sehingga tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka juga tergolong orang yang memiliki akhlak yang tinggi. al Kindi. Memang kebangkitan itu begitu sulit dicapai karena sampai sekarang diakui langsung atau tidak langsung. Safawi dan Mughol). Imam Syafii. namun pada awal abad ke-19 kekuasaan. Zunnun al-Mishri. al Farabi. Kondisi ini disebabkan selain daerah-daerah yang tadinya berada ditangan umat Islam menjadi jajahan Barat.

Ahmad dan Al-Makki (1998. Said Nursi hadir untuk menjadikan umat ini beriman dan berakhlak mulia dan kembali berjaya sebagaimana jayanya umat Islam dahulu dan dapat mengamalkan agama sebagaimana para sahabat. Muslim). Imam Malik mengatakan: "Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang terdahulu. Bukhari. hlm. masanya sekitar 50-220 tahun.735). Said Nursi muncul sebagai pembaharu yang ingin mengadakan perbaikan untuk “menyelamatkan iman dan Islam”. telah timbul mulai abad ke 11 H / 17 M dengan kekalahankekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. pemahaman al-Qur’an. 1990. 2 Salah seorang tokoh yang konsisten terhadap permasalahan umat di atas adalah Said Nursi dari Turki salah satu tokoh penting pada akhir abad ke-19. bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah pada abadku (sahabat) kemudian setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi'ut tabi'in)" (HR. yakni cara yang dibuat oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para sahabat" (Hasan 2004. hari akhir dan integralitas keilmuan. hlm. Disamping gagasan pembaharuan. 2 . 12-14). Said Nursi memiliki karakter pemikiran yang memihak kepada keimanan. Kemudian orang-orang setelahnya. Said Nursi adalah sosok pemberani dan gigih memperjuangkan umat Islam di Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini. yaitu masa setelah sahabat adalah tabi'in masanya sekitar 70-80 tahun. Sebagaimana Rasulullah SAW. hlm. para tokoh ini secara konsisten menjelaskan mengenai “hari akhir” dan penguatan akidah islamiah.6 berusaha keluar dari dominasi Barat masih menemui kesulitan yang sangat mendalam (Bandingkan uraian Harun. 38) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masa sahabat adalah kurang lebih 120 tahun setelah bi'tsah atau wafatnya sahabat terakhir yaitu Abi Thufan ra. Kemudian orang-orang setelah tabi'in adalah pengikut tabi'in.

7 Turki pada masa akhir kerajaan Turki Usmani yang mencetuskan gagasan pembelaan terhadap agama dan kehidupan sosial-kemasyarakatan. dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai rangkaian proses pendidikan akhlak. Said Nursi adalah salah satu tokoh yang mampu bertahan dari berbagai upaya Barat “menghancurkan” umat Islam dan akhlak umat. tapi Said Nursi tetap melakukan usaha menumbuhsuburkan ajaran Islam dan perbaikan dalam bidang pendidikan Islam. Said Nursi merupakan salah satu orang besar yang berani menghadapi dan menyelamatkan umat manusia dari berbagai peristiwa berdarah dan penyimpangan terhadap fitrah manusia. Walaupun otoritas negara yang kuat dan mekanisme pendidikan Islam yang ada di Turki saat itu dipengaruhi oleh sekulerisme yang disosialisasikan oleh Mustafa Kemal Atatruk. 2005). yang waktu itu sudah mulai dirusak oleh Mustafa Kemal Attaruk (Wawancara Fatih. Said Nursi juga menghalangi manusia agar tidak terjatuh ke dalam atmosfir kehancuran dalam kebudayaan mereka (Ihsan Kasim 2003. v). Said Nursi menginginkan adanya pembaharuan di Turki pada bidang pendidikan dan moralitas umat. Said Nursi dalam berbagai tekanan tersebut tidak kenal menyerah dengan tantangan dan penderitaan yang dialaminya dari penjara ke penjara. Bahkan sampai muncul Republik Turki. terutama upaya membumikan nilai-nilai akhlak di Turki. berbagai musuh menghadang. Media Said Nursi dalam berdakwah adalah Risale-i Nur dan mengelola pengajianpengajian. Sebab bagi Said Nursi meminjam istilah Syafii Anwar penyebaran Risale-i Nur . Said Nursi tampil dengan model sufi modern yang memadukan antara rasionalitas dan spritualitas. hlm. Karena itu. ia tetap konsisten berjuang menentang sekuleriasasi di Turki hingga menghasilkan sebuah karya “Risale-i Nur” yakni tulisan setebal 6000 halaman yang memuat pemikiran-pemikiran tentang esensi keimanan dan nilai-nilai akhlak di abad ini.

Dalam kerangka pembinaan generasi muda Said Nursi merealisasikan ide pendidikan akhlak melalui Dershane yang dilakukan oleh Nur Jamaah3. diagnosa awal dapat dikatakan bahwa penyakit umat terlalu kompleks dan beragam. "Halaqah" dalam bahasa Turki berasal dari kata “ders” yang artinya belajar sedangkan “hane” dalam bahasa Turki menunjukkan “tempat”. Menyebarluaskan ajaran Risale-i Nur kepada masyarakat. Sebagaimana yang dijelaskan di atas bahwa periode kemunduran menyebabkan para pemikir untuk tampil mencarikan pemecahannya secara mendalam. ilmi com. secara khusus. Perkumpulan ini memuat beberapa garis besar kegiatan sebagai berikut : 1. Jika istilah di atas diartikan dalam bahasa Indonesianya “Murid Nur”. Sedangkan yang dimaksud dengan istilah dershane atau "The Nurcu Movement". kaya dalam amal. Said Nursi berkeyakinan bahwa penyebaran Risale-i Nur merupakan realisasi menyeluruh bagi umat manusia dalam rangka membentuk kepribadian manusia yang seimbang rasionalitas. Namun pada akhirnya. maka dershane dapat diartikan “tempat belajar” yang di kenal di Turki. 3. Mengkaji konsep interaksi kemodernan dan relegius. hlm. Karenanya. Pada kondisi ini tampillah Said Nursi yang menjawab seluruh permasalahan umat. 5. Berniat menegakkan kembali keruntuhan kerajaan Usmani dengan kembali kepada tradisi keilmuwan yang integralistik. Nurculuk atau Thalabun-Nur yang menunjukkan pengikut Said Nursi yang berada di Turki.). 3 Istilah Nur Jamaah dalam bahasa Turki sering digunakan dalam istilah yang berbeda seperti : “Nur Telebesi” atau Nur Teleba”. dan reading (membaca) tulisan Risale-i Nur. Penulis menggunakan istilah Nur Jamaah atas pertimbangan bahwa istilah ini mudah dipahami dalam bahasa Indonesia.8 merupakan “realisasi menyeluruh bagi para pemikir dan praktisi pendidikan yang handal yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual. Mendirikan asrama yang menjadi pusat pendidikan. namun Nur Jamaah ini sudah menyebar hampir ke beberapa negara. (Hakan. Mengadakan kegiatan conversation (perbincangan). khususnya pendidikan akhlak yang merupakan inti dari proses pendidikan. 4. spritualitas dan kaya akan amal. 153-154). serta anggun dalam moral dan kebijakan” (Syafii 1995. . Pendidikan merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. 2.

khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pendidikan akhlak untuk menyongsong kebangkitan Islam di era persaingan global saat ini3. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemikirannya dalam bidang akhlak. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karakter. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). alamiah dan bertolak dari watak. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda. Peneliti berasumsi bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi ada. kegiatan ini memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan akhlak generasi muda yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. walau harus diakui bahwa pemikirannya tersebut tidak dirumuskan secara sistematis yang dapat dilihat dan dianalisis dari kitab tafsirnya Risale-i Nur. Dan juga bertujuan untuk mengetahui beberapa alternatif yang ditawarkan dalam membangun kerangka pemikiran pendidikan akhlak dan implementasinya yang menjadi “obat penawar” bagi penyakit yang diderita oleh umat Islam sampai saat ini. Kedua. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). tercipta melalui kebiasaan dan latihan. 3 . maka kami mencoba mempelajari pemikiran Said Nursi yang hidup abad ke-20 yang juga dipandang sebagai pendidik bagi generasi penerus yakni Said Nursi.9 Secara garis besar kutipan di atas. Pertama. maka pembaharuan di bidang pendidikan mutlak untuk diadakan karena maju mundurnya suatu negara diukur dari pendidikan dan out putnya. maka dirumuskan 5 (lima) faktor yang melatarbelakanginya yakni : Menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Harus diakui bahwa pendidikan akhlak sebagai salah satu inti dari proses pendidikan dan bagi kemajuan suatu bangsa. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. pendapat. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Dalam kajian ini muncul pertanyaan mendasar yakni apakah ada prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi ?. Berdasarkan pemahaman di atas. Untuk memperkuat asumsi ini.

tapi patut dijelaskan keunikan bahasa dalam Risala-i Nur melibatkan banyak bahasa. Secara mistik ilmu yang didapat tidak sekedar dengan akal tapi dengan intuisi yang dalam epistimologi Islam dan Aristotelian merupakan bagian dari metode ilmiah (Lihat Mulyadhi 2003. Mantik dikatakan sebagai ilmu adalah ilmu logika yakni rumusan-rumusan atau patokanpatokan agar orang mendapatkan petunjuk di dalam ia berpikir. Jerman. Baik dalam alur pikir maupun sikap sehari-harinya. hlm. Maka dapat dikatakan berdasarkan faktor personal bahwa Risale-i Nur ditulis karena Said Nusri adalah seorang moralis dan rasionalis. teliti. Selain bahasa Turki. Maka sesuai dengan kajian mengenai pendidikan akhlak. bahasa dalam Risala-i Nur di antaranya.63). yang berubah secara drastis. b) Faktor mantik atau analogi4. Sebuah karya tidak akan terlepas dari penulisnya. bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki yang dipengaruhi oleh kondisi kenegaraan. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki Modern Mustafa Kemal Attatruk.10 Pertama. diasumsikan bahwa penulisnya senantiasa mempraktekkan akhlak mulia dan juga diasumsikan beliau menerapkan kedua konsep tersebut sekaligus yakni rasional dan mistik. Mantik disini bisa diartikan secara filosofis dan hikmah. Secara personal menurut peneliti dalam Risale-i Nur tak terlepas dari nilai-nilai akhlak yang akan ditegaskan dalam defenisi operasional. ketika “kekhalifahan Turki Usmani” dinyatakan runtuh. faktor personal. faktor tekstual. Arab dan khususnya bahasa Ottoman (bahasa pada masa Turki Usmani). bahasa Persia. Secara rasional dapat dipahami kedalaman ilmu penulisnya ketika peneliti membaca Risale-i Nur secara. Kedua. Prancis. Ilmu mantiq ialah undang-undang yang menjaga hati dari 4 . Pada penelitian pertama dapat dijelaskan bahwa keunikan Risale-i Nur terlelak pada : a) Faktor bahasa. Berdasarkan kategori dalam aliran pendidikan akhlak yakni pendidikan akhlak rasional dan mistik. supaya selamat dari kesalahan-kesalahan dan terhindar pengertiannya dari kekeliruan. Inggris. Kurdi. diasumsikan bahwa ditulisnya Risale-i Nur tidak terlepas dari pengalaman pribadi penulisnya dan pergulatan pemikirannya.

Ketiga. Hal ini mengindikasikan kesucian diri penulisnya dan paham ketuhanan yang dalam. liberalis. Penulisan Risala-i Nur ada sebagian dimulai dengan bismihi subhanahu wan inminsyain illah yusabbihu bihamdihi kalimat yang mengawali bab dalam Risala-i Nur dan mengakhirinya dengan subhanaka laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim. dan terkadang paling akhir ditulikan al-Baqi Huwalbaqi. nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan kelompok sosial atau individu. Jalan yang ditempuh adalah “kembali ke al- kekeliruan dalam berpikir.11 Dalam Risale-i Nur banyak terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat mantik yang memiliki banyak penafsiran. Muin Ilmu mantik dapat pula dinamakan ilmu logika. . Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. sistematika penulisan yang sangat mengandung makna terhadap realitas sejarah umat manusia. Taib Thahir Abd. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan Dengan demikian. 5 Imam Cahyono mengutip pendapat Frans Magnis Suseno ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir. hlm. 1980. sekuleris. Ramadhani. Solo. Menurut M. ideologi memiliki fungsi mempolakan. faktor ideologis 5 ditulisnya Risale-i Nur adalah untuk melawan ideologi modernisme yang digusung oleh Barat yang membawa umat manusia kepada materialis. komunis bahkan ateis. c) Faktor sistematika penulisan. 1-2). 1991. (Dja’far Amir. Di samping itu. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial. Ilmu Mantiq. sehingga peneliti harus memiliki pemahaman terhadap bahasa mantik. hlm 230). (Franz Magnis Suseno. Faktor ideologis inilah yang mendorong Said Nursi menulis Risela-i Nur.

Abdul Wahhab mengecam kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan orang-orang suci dan saleh (wali-wali sufi) dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. Kelima. Ia membuka pintu ijtihad yang telah dinyatakan tertutup oleh ulama-ulama terdahulu. Pemikiran pembaharuan berdasarkan atas kenyakinan bahwa “Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa. penutupan madrasah. pelarangan jilbab. Jamaluddin al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun 1897. melarang penggunaan peci. penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. faktor politis. penggunaan Pendiri Wahhabi yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab untuk memurnikan ajaran agama Islam. Inggris dan khususnya banyak mengadopsi hukum-hukum sekuler Swiss. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Harun Nasution. dia mengecam taklid kepada pendapat ulama dan menyeru umat agar menyelaraskan nalar dan hati nurani dengan al-Qur’an dan sunnah bukan kepada penafsiran-penafsiran tradisional. pelarangan sorban (sarek). yang pada saat itu telah tercemar dan direkayasa oleh umat Islam dengan memasukkan unsur-unsur mistis dan tata cara ibadah yang telah menyimpang dari ajaran Islam murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah. (Harun Nasution.23-26). faktor sosial-kultural. 7 Jamaluddin al-Afgani adalah seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara Islam ke negara Islam lain. 1990. 71). pelarangan azan (harus dengan bahasa Turki). modernisasi cara berpakaian khususnya perempuan. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). Dia bertekad menghilangkan semua ketakhayulan dan mengembalikannya kepada kemurnian salaf. Dampaknya adalah secara sosialkultural terjadi revolusi sosial besar-besar di Turki. munculnya Risale-i Nur untuk menyelamatkan masyarakat Turki yang muslim dengan menentang revolusi sosial yang berasal dari revolusi politik oleh Mustafa Kemal Attaruk. Keempat. hlm.12 Qur’an dan as-Sunah” tapi tidak seperti aliran wahabi6 ataupun pan islamisme yang didengungkan oleh Jamaluddin al-Afgani7. yang mengadopsi kebebasan di Barat). 6 . Revolusi sosial itu sangat tampak misalnya : memberikan keluasan posisi perempuan di antara laki-laki (fenimisme. maka untuk interpretasi itu diperlukan ijtihad dan pintu ijtihad baginya terbuka. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah “menjauhi politik” (Said Nursi 2003b. Jakarta. Bulan Bintang. pelarangan jubah. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi yang dibawa perubahan zaman dan perubahan kondisi. semua zaman dan semua keadaan”. dan untuk itu ia menentang ulamaulama yang telah mapan. ditulisnya Risale-i Nur adalah dalam konteks masyarakat Turki yang Islam untuk menentang pemerintahan sekuler yang dibentuk oleh Inggris yakni sebuah revolusi politik dari sistem kekhalifahan diubah menjadi sistem demokrasi republik yang menerapkan hukum-hukum Prancis. hlm.

Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir al-Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan al-Qur’an dengan jalan ikhlas. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan . mengadaptasi kalender internasional (kalender Masehi) dan mengadopsi hukum-hukum sekuler. Bahkan yang paling tragis adalah “pembantaian 100 ribuan ulama dan alimin”. Tidak ketinggalan juga perubahan bahasa Arab ke bahasa Turki. Persoalan ini akan terkait secara langsung dengan persoalan politik dan sosial-kultur Said Nursi dalam membentuk pandangan dasar yang menjadi gagasan dasar atau ideologi menjelma menjadi doktrin-doktrin dari Risale-i Nur.13 nickname (lakap atau gelar). masalah etika secara khusus dibahas pada Simposium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. berakhlak mulia. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah mempertahankan prinsip-prisip dasar ajaran Islam dari trend materialistik dan ateistik. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Kelima alasan di atas inilah yang menjadi dasar penelitian ini. yakni pembicaraan mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda Said Nursi dalam membentuk manusia yang mulia. takwa dan sedekah. teoritik dan praktek di masa sekarang dan masa depan. Kedua. Pembahasan ini juga berupaya menjelaskan relevansinya dengan pembinaan akhlak generasi muda yang dapat diterapkan secara.

Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. Maka. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Ketiga. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi. komunikasi dan informasi. hlm. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. 2004. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma’rifatullah dalam perspektif yang luas. hal-hal . Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat-sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. perkembangan ilmu dan teknologi. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya.14 diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. tasawuf dan akhlak dalam realitas kehidupan. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung bermuatan materialistik dan intelektualistik semata. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. teknologi. (Faris. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. 8-10). Keempat. Akibatnya.

Rumusan Masalah Sesuai latar belakang masalah sebagaimana di atas. Dengan demikian. Bagaimana relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan akhlak generasi muda ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. maka tujuan dari penelitian ini adalah : . teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. tanda-tanda akhir zaman. Karena persoalan “krisis moral” merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari “melupakan” Tuhan. Kelima.15 yang bersifat spritualistik cenderung diabaikan. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. dikaji dan diungkap. Apa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi? 2. Berdasarkan pertimbangan beberapa pemikiran dan urgensi penelitian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Said Nursi layak untuk dibahas. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman.

16 1. Secara teoritis. untuk memberikan informasi kepada peneliti tokoh Said Nursi lanjutan dalam mengkaji dan mengetahui tentang konsep pendidikan akhlak yang pernah dihasilkan oleh Said Nursi sebagai tokoh filosof sufi modern yakni sebagai upaya pengungkapan khazanah intelektual muslim abad ke-20an yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi munculnya kejayaan Islam kembali. mahasiswa. Penelitian ini juga berguna sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua disiplin bidang pendidikan. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi. Secara praktis. maka ilmu pendidikan akhlak dapat memberikan manfaat untuk memberikan motivasi bagi pembahaspembahas lanjutan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Untuk mengetahui relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan generasi muda. Kemudian dalam kaitannya dengan ilmu pendidikan akhlak upaya penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan motivasi bagi diadakannya pembahasanpembahasan lebih lanjut tentang akhlak Islam secara filosofis untuk menemukan teori baru di bidang pendidikan akhlak. . Kegunaan Penelitian Setidaknya ada 2 (dua) kegunaan dari penelitian ini yaitu secara teoritis dan praktis. 2. dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. terkhusus bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi. pelajar dan lain sebagainya.

asas adalah jamak dari prinsip. 788). namun istilah pendidikan akhlak menunjukkan adanya proses pembentukan seorang manusia agar memiliki akhlak. hukum-hukum sebab akibat. maka ada beberapa istilah yang perlu diuraikan sebagai defenisi operasional di antaranya : Istilah “Prinsip-prinsip” berasal dari bahasa Inggris principle secara leksikal berarti : 1) Dasar kebenaran.. 2) tuntunan peraturan untuk tingkah laku moral (Hornby 1974. bertindak dan sebagainya)” (Departemen P dan K 1991. hlm. asas (kebenaran yang menjadi dasar berpikir.17 Penelitian ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu dan pendidikan. Istilah “Pendidikan Akhlak” terdiri dari 2 (dua) kata yaitu pendidikan dan akhlak. hlm. maka perlu memahami terlebih dahulu kata “Pendidikan”. Definisi Operasional Guna mencapai pemahaman arah dari penelitian ini. Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. Prinsip adalah suatu komitmen yang mendalam terhadap sesuatu yang diyakini kebenarannya. . 336). Secara filosofis kata itu mengandung arti kebenaran-kebenaran yang fundamental dari suatu kandungan doktrin atau dasar apa saja yang berkaitan dengan tingkah laku manusia (Hasting t. Pengulangan istilah prinsip dalam judul yaitu prinsip-prinsip dalam bahasa Inggris principles (dalam bentuk jamak) mengandung arti ada beberapa dasar. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. 664).th. Untuk memahami istilah ini.

memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (Al . 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. pemerintahan. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. siyasat diartikan siasat. ta’lim. mawa’izh. politik atau pengaturan. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. antara lain tarbiyah. ta'dib. dan Burhan al-Islam al-Zarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. tahzib. Ta'lim diartikan pengajaran. siyasat. kandungan. Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. 'ada ta'awwud dan tadrib. dan penerima. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. 35). Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam tahzibul akhlak. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan.18 Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. yaitu proses. hlm. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. Pada dasarnya para ahli tidak mempersoalkan penggunaan istilah ini. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al Attas 1994. Sedangkan untuk istilah tarbiyah.

watak (at-thab ). hlm.19 Attas 1994. etika. . Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). 667). Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. hlm. Istilah "Generasi Muda" secara etimologi berasal dari dua kata. tabi'at (at-jiyyat). Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah “Pendidikan Akhlak” dalam penelitian ini adalah “suatu proses menuju arah tertentu yang dikehendaki sesuai dengan landasan akhlak yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang (seperti Nabi) dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya”. Kata "generasi" berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. watak. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. Jadi dapat dipahami bahwa akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Sedangkan kata “akhlak” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. budi pekerti. 309). perangi. moral. hlm. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. 36). tanpa pemikiran atau pemaksaan. yaitu generasi dan muda. dan agama (al-din). perangai dan kesusilaan. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. adab atau sopan santun (al-muru’at). Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. dan kata "muda" yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. tingkah laku.

Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. 2). hlm. hlm. hlm. tempat dan tahun dapat dilihat di CD Bediuzzaman Said Nursi Risale-i Nur. Dalam bentuk kajian tesis terdapat sekitar 8 negara yang membahas mengenai Said Nursi. nama penulis. Nesil Foudantion. golongan. Tinjauan Pustaka Berdasarkan kajian dan pemeriksaan kepustakaan yang ada tentang Said Nursi. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup sebelum mereka. Dari beberapa defenisi operasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian judul tesis ini adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". angkatan. Istanbul. 166). asal perguruan tinggi. Menurut Suraiya. 11 . diakui bahwa ada beberapa peneliti yang telah menulis dan mengkaji sebagian pemikiran Said Nursi. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. judul karya. 11 Terkait penelitian ini peneliti akan meninjau beberapa pustaka sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya mengenai karya akademik yang memuat asal negara.20 Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. bahwa generasi muda adalah kelompok. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. Turki. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. khususnya dalam berbagai aspek. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). 201).

dan Observational Method (External Observation and Inward Observation). dalam makalahmya yang berjudul. 2. 404-412). “Egitimde Bediuzzaman Modeli”. baik dalam kegiatan pendidikan informal. te la h memperkenalkan karya tentang Bediuzzaman Said Nursi berjudul . Ertugrul membuat suatu kesimpulan. The Active Learning Method. Makalah ini dipersentasikan pada seminar Simposium ke II tentang Bediuzzaman Said Nursi pada 27-29 September 1992 di Istambul. K a ji an " Mo de l. Suatu catatan penting dari makalah ini memuat tentang 13 tawaran Said Nursi untuk dijadikan basis epistemologis penegakkan sistem pengajaran. “The Risale-i Nur in The Context of Educational Principles and Methods”. Walaupun dua karya tersebut cukup signifikan untuk melengkapi data penulisan tesis ini. Sementara Sakir Gozutok (2000. yaitu The Direct Lecturing Method. dan pemahaman. menemukan beberapa metode pendidikan yang dipakai Said Nursi dalam Risale-i Nur. namun sisi kelemahannya mungkin terletak pada titik tekan Said Nursi dalam membentuk berkepribadian berakhlak mulia tidak dilakukan oleh para peugkajipengkaji Said Nursi secara detail. maupun dalam . 1992 dalam sebuah makalah yang berjudul : “Badiuzzanian Education Method”. 3. The Question and Answer Method. hal. menggunakan metode pengulangan.m od el Pe nd id ik an Be di uz z a m a n " o le h H a li t Er tu g r u l (1 99 4) . yaitu penekanan terhadap aspek akidah. Keutamaan model pendidikan Said Nursi adalah terletak pada kemampuan ia menggunakan argumentasi rasional untuk menunjukkan hakikat kebenaran. bahwa Said Nursi meliliki model tersendiri dalam pendidikan Islam. pendalaman.21 1 . Tulisan karya Adem Tatli. Dalam karya berbahasa Turki ini.

Penelitian sebelumnya pada umumnya membahas masalah mosel-model pendidikan. dan aktifitas pergerakan siswa. dapat penulis tegaskan bahwa sejauh pengamatan kami pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi belum ada. Semua kajian di atas. metodologi pendidikan. atau pengkajian tentang akhlak belum dilakukan secara mendalam. akhlak dan ibadah yang menjadi fokus dari kajian penulis dalam membangun prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara teologis. Perbedaan penelitian dan karya ilmiyah tersebut dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah pada materi pembahasannya. siswa. . sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan adalah mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. Dari beberapa literatur dan tulisan mengenai pemikiran Said Nursi di atas. penelitian kepustakaan yang akan kami lakukan ini adalah suatu usaha untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tersebut. realisasi nilai-nilai tersebut belum dilakukan secara maksimal. Sedangkan pada tahap konseptualisasi nilai-nilai akhlak. kurikulum. pengelolaan kelas. Penelitian dan karya ilmiyah yang dikemukakan diatas tidak sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan. meliputi landasan filosofis. metode. dimaksudkan ingin melihat penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung dan diharapkan menjelaskan posisi penulis dalam mengambil fokus kajian penulis. jika diteliti secara langsung atau tidak langsung menyinggung persoalan keimanan. Karena itu.22 bentuk formal. Pemetaan kajian di atas. guru. Ertugrul dan Tatli masih dalam tataran umum mengkaji pola pendidikan dihubungkan dengan basis penegakan sistem pengajaran. dan prinsip metode pendidikan.

hlm. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. hlm. jika dikaji secara teoritis. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Pertama. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. maka dalam penelitian ini secara spesifik peneliti mengemukakan teori-teori yang berhubungan dengan pendidikan akhlak sebagai berikut : “Teori pendidikan akhlak” secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama. 77-79). (Lihat Wan Daud 2003. Kedua. Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. alamiah dan bertolak dari watak. sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. Selain itu. khususnya yang berkaitan dengan “prinsip-prinsip pendidikan akhlak”. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah” (Bakry 1993.23 Kerangka Teori Dalam rangka memperjelas arah dari penelitian ini. 13-14). Tokoh lain yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Syed Muhammad Nauquib al-Attas dengan menggunakan kata adab atau ta'dib. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry. bangsa dan negara. tercipta melalui kebiasaan dan . menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa.

Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). him. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan daya-daya akal. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Oleh sebab itulah. Pembedaan pendidikan akhlak kepada mistik dan rasional bukannya tidak memiliki konsekuensi. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. hlm.24 latihan. 56-57). yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar.10). pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. Sebagaimana dalam teologi rasional. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa . sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995.

sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa pendidikan akhlak dalam penelitian ini ditinjau melalui 2 (dua) aliran. dalam kajian penelitian ini justru keduanya dipadukan untuk melengkapi satu dengan yang lainnya. Pendidikan akhlak mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Namun. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan terhadap perlaku manusia. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa . Dengan demikian. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. yakni unsur rasio dan rasa. Akhlak termasuk unsur immaterial. Karena itu. hlm. Oleh sebab itulah. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. Namun.25 pada diri manusia. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. 125). maka konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. yakni rasional dan mistik (Abdullah 1997.

dokumendolumen. Penelitian ini dari segi objek dan tujuannya adalah deskriptif kualitatif. Sumber Data . Disebut penelitian lapangan karena objeknya adalah pengamatan secara langsung aktivitas keagamaan generasi muda Turki yang mengarah kepada model kajian generasi muda. Disebut deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam buku-buku dan dokumen-dokumen. Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan.26 pendapat Amin Abdullah menjadi landasan kajian ini dalam memadukan aspek-aspek akhlak dalam diri manusia. maka langkahlangkah yang perlu dijelaskan terkait dengan hal-hal teknis dalam metodologi penelitian ini. mengolah dan menganalisis data. menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. sebagai berikut : Jenis Penelitian Penelitian ini dari segi objeknya adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). arsip-arsip. Disebut kualitatif adalah karena di dalam penjelasan dan uraianuraiannya tidak menggunakan angka statistik tetapi dengan fakta dan argumentasi. jurnal dan majalah ilmiah. Disebut penelitian pustaka karena objeknya adalah pemikiran yang tertuang dalam bahan-bahan pustaka berupa buku-buku.

tentang kabar ghaib dari ayat al-Quran. yaitu pengkajian kitab Risale-i Nur sejumlah lebih kurang 6000 halaman. mengenai kemukjizatan Rasulullah. Buku ini mengandung 33 cahaya. pembahasan tentang akhlak. mukjizat Rasulullah SAW. minhaj as-Sunnah. membahas peristiwa yang menimpa para Nabi Allah SWT. 2003a). Berisi ajakan untuk merasakan tetesan cahaya Ilahi yang memantul di setiap aspek kehidupan baik yang profan maupun yang sakral. Islam tentang isu-isu teologis. b. mengapa harus ada mukjizat dan lain sebagainya. entah itu anugerah atau bencana yang mana hikmah tersebut akan menyempurnakan kehidupan (spiritual) manusia. 2003b). keutamaan munajat (doa). rahmat dalam kematian dan kemalangan. Penelitian ini mengambil sumber asli yakni dalam bahasa Turki dan Arab. Buku ini memuat tentang tingkat kehidupan. dan lain-lainnya. Kedua karya tersebut : a. dan kehidupan spiritual yang mana dijelaskan dengan penjelasan yang sangat argumentatif dengan dalil yang menguatkan (Said Nursi. ma'rifat terhadap Allah dan Rasulullah. .27 Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. hikmah penciptaan setan. makna mimpi. Adapun sumber pemikiran Said Nursi yang dijadikan rujukan adalah 2 (dua) karya dari kumpulan Risale-i Nur. “Lemaalar” (kumpulan cahaya) memuat sebanyak 33 kumpulan cahaya. Adapun data primer adalah data yang langsung dari sumber pertamanya. “Mektubat” (kumpulan surat-surat) merupakan kumpulan surat-surat 1928- 1932 memuat jawaban dan penjelasannya seputar isu-isu penting dalam. Asma Allah SWT. (Said Nursi. lahir maupun bathin dan menerangkan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa.

dan bila dipandang perlu dilakukan penafsiran untuk mendukung analisa dan pemahaman yang lebih mendalam. karena dalam tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil dalam menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan- . jurnal ilmiah. Sirozi dan kawan-kawan (Edisi Revisi) Pedoman Penulisan Tesis. Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. majalah. Fokusnya kedua kitab ini. Kedua kitab di atas adalah bagian dan koleksi Risale-i Nur merupakan tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh Said Nursi dalam bahasa Turki dan Arab. koran. CD-ROM atau internet) yang berhubungan dengan penelitian ini sebagai data pendukung fokus penelitian ini. makalah-makalah hasil simposium Internasional dan seminar Internasional hasil-hasil penelitian dan media elektronik (program komputer. 2005. Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. Adapun yang dapat digunakan sebagai sumber sekundernya berupa buku.28 Penyajian buku ini menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dengan dalil naqli dan argumentasi serta pendekatan analogi yang aktual dan relevan. monograf. enseklopedia. selanjutnya data tersebut dianalisa. Teknik Penulisan Teknis penulisan tesis ini berpedoman pada buku tuntutan PPS IAIN Raden Fatah Palembang yang ditulis oleh M. Analisa merupakan tahap yang penting dan menentukan. Selain itu. walau nanti juga akan diikuti dengan 12 kitab lainnya dalam pembahasan kajian penelitian ini. yang dapat dijadikan sumber sekunder adalah tulisan-tulisan yang membicarakannya tentang pendidikan akhlak. sebagai sumber sekunder digunakan sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an dalam kajian ini. Di samping Risale-i Nur.

Keterbatasan Penelitian . mengevaluasi. Apakah data-data tersebut termasuk sumber primer atau sumber sekunder. verifikasi. menganalisa apa-apa saja pemikiran Said Nursi. Setelah datadata terkumpul maka data diteliti untuk mencari fakta yang relevan mengenai pendidikan akhlak menurut Said Nursi. – yang dalam penelitian ini diposisikan data sekunder – hal ini dimaksudkan untuk mempermudah verifikasl dan menarik konklusi. serta menganalisa buktibukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Adapun teknis penulisan tesis ini melalui langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan datanya dimulai dengan proses pengumpulan kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan Risale-i Nur dalam konteks pendidikan akhlak. maka perlu dijelaskan secara teknis penganalisaan bahan-bahan dilakukan dengan cara komperasi bahasa yakni digunakan kombinasi Risale-i Nur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. dengan cara mengumpulkan. Selanjutnya membaca data-data tersebut sebagai langkah identifikasi konsep-konsep dasar dari pemikiran pendidikan akhlak Said Nursi. Sebagaimana dalam disebutkan bahwa data primer penelitian ini adalah Risale-i Nur orisinil adalah bahasa Turki dan Arab. Data kemudian dikelola secara mendalam.29 persoalan dalam penelitian. pengelolaan analisa ini dimaksudkan untuk menganalisa secara mendalam pemikiran-pemikiran Said Nursi tentang konsep pendidikan akhlak. Arab dan Inggris. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif Dalam penelitian ini data yang sudah dikumpulkan diolah untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya. Kemudian pemikiran Said Nursi yang dijadikan objek direkonstruksi secara sistematis dan objektif.

Untuk itu. Keterbatasan penelitian ini perlu dijelaskan untuk menghindari faktor-faktor yang mungkin mengancam objektivitas atau validitas penelitian dan generalisasinya. Arab dan Inggris. Namun. waktu satu tahun yang digunakan tidaklah mencukupi. Defenisi Operasional. Tinjauan Pustaka. dan Sistematika Penulisan. karena banyak waktu yang digunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh The IstanbuFoundation for Sciance and Culture. faktor ini juga menyebabkan kesulitan dalam penelitian ini karena jumlah halaman mencapai 6000 halaman yang terdiri dari 14 jilid. Kegunaan Penelitian. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan tesis ini terdiri dari beberapa bab. Rumusan Masalah. keterbatasan waktu studi ini lebih disebabkan adanya keinginan mengkaji risalah nur ini dari bahasa aslinya. bab ini merupakan bab pendahuluan. keterbatasan penelitian ini ada faktor bahasa dari segi teks Risale-i Nur. penelitian ini hanya menggunakan sebagian dari Risale-i Nur yakni 2 kitab saja. maka untuk mengetahui masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut : Bab Pertama. Metodologi Penelitian. karena Risalei Nur orisinil adalah bahasa Turki. yakni bahasa Turki. dari tiap-tiap bab juga terdiri dari beberapa kerangka-kerangka pembahasan. Faktor Tebalnya Risale-i Nur. yang terdiri dari Latar belakang. . Hal ini juga disebabkan faktor keterbatasan waktu studi. Tujuan Penelitian.30 Sebagal kajian pustaka penelitian ini tetap memiliki keterbatasan yang patut disampaikan di sini. situasi itu pun tidaklah dapat dilakukan secara optimal. Kerangka Teori. Sehingga pembahasan penelitian ini digunakan kombinasi Risale-i Nur sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Karena 6 bulan pertama digunakan untuk belajar bahasa Turki dan 6 bulan mulai merancang penelitian dan penulisan.

saran-saran. memahami alam semesta. bab ini membahas mengenai biografi singkat Said Nursi. dan signifikansinya. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . Bagian selanjutnya difokuskan bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. tujuan hidup. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. memahami hakekat penciptaan manusia. tingkah laku. meyakini hari kiamat. meneladani Nabi Muhammad Saw. Bab Keempat. karakteristik. Bab Kelima. dinamika kehidupan. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup .31 Bab Kedua. implikasi dan rekomendasi. pengertian dan tujuan. pengertian dan batasan. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. ibadah. Bab Ketiga. lingkungan. dan menanamkan ikhlas. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. ruang lingkup. Bab 2 TINJAUAN TEORITIS PENDIDIKAN AKHLAK DAN GENERASI MUDA . situasi kejiwaan. berpegang teguh pada al-Qur'an. Adapun kajiannya tentang pendidikan akhlak mencakup . takwa dan sedekah. bab ini membahas mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda.. relevansi dengan akidah. menguatkan keimanan. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. pandangan hidup. selanjutan kegiatan keagamaan. membahas penutupan berisikan kesimpulan. bab ini membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . memahami asma' al-husna.

Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . dinamika kehidupan. jika ditinjau dari berbagai perspektif kajian. namun para ahli . Pengertian dan Tujuan Pendidikan Akhlak Pengertian Pendidikan Akhlak Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. siyasat. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. 'ada ta'awwud dan tadrib. ta’lim. Ta'lim diartikan pengajaran. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. tahzib. dan signifikansinya. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. ta'dib. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. antara lain tarbiyah. pengertian dan tujuan.32 Kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) fokus yaitu mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang memiliki cakupan yang luas. ruang lingkup. politik atau pengaturan. Walau terjadi berbagai perbedaan. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. pengertian dan batasan. Namun pada kajian tentang pendidikan akhlak mencakup . mawa’izh. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. karakteristik. pemerintahan. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam bukunya berjudul tahzibul akhlak. siyasat diartikan siasat. dan Burhan al-Islam alZarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum.

bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih baik. segala dicakupnya". . Karena. 3-4).33 tidak mempersoalkan penggunaan istilah di atas. pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam suatu kesimpulan awal. artinya pendidikan secara umum memuat sebuah usaha dan cara-cara yang dipersiapkan oleh pelaku pendidikan (Baca . guru. perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada “penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran clan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian” (Azra 2000. karena itu. Memang secara fakta bahwa istilah “pendidikan” telah menempati banyak tempat dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pakar. Mengambil makna dari pandangan Azra di atas. perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis. Kalau pengajaran dapat dikatakan sebagai "suatu proses transfer ilmu belaka". namun pendidikan merupakan dengan "transformasi aspek nilai yang dan pembentukan Dengan kepribadian demikian. pendidik) dengan persiapan yang matang dan penekanan-penekanan menuju ke arah proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian yang sesungguhnya tidak mudah dilaksanakan. hlm. yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. Para pakar sependapat bahwa Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran. pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan "tukang-tukang" atau para spesialis yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang sempit. Artinya.

dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al-Attas 1994. memberi motivasi dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu. kafir. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah. telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian sekarang. lemah lembut dan hormat pada orang lain. memberi contoh. Sehingga jelaslah kegigihan tersebut mencerminkan upaya menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia (Arifin 1993.34 Jika kita melihat sejarah. mukmin. lalu tingkah laku mereka berubah menjadi menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa. membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. muslim. Orang Arab Mekkah yang tadinya menyembah berhala. yaitu potensi untuk selalu cenderung kepada kebaikan dan ridha Allah SWT sebagai jalan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang dicita-citakan oleh ajaran Islam dengan itu berarti Nabi telah mendidik. ix). seperti yang lazim dipahami sekarang belum dikenal pada zaman Nabi. “pendidikan” secara istilah. 35). melatih keterampilan berbuat. . kasar dan sombong maka dengan usaha dan kegiatan Nabi mengislamkan mereka. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. hlm. menyampaikan ajaran. Dari kegigihan usaha Rasulullah SAW tersebut. musyrik. hlm.

budi pekerti. tingkah laku. kebiasaan. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. . perangai dan kesusilaan. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat. Sedangkan kata "Akhlak" dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. adab atau sopan santun (al-muru’at). Ayat tersebut dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul: "Sesungguhnya engkau [Muhammad] berada di atas budi pekerti yang agung" (QS. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (AlAttas 1994. perangai. kandungan. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. watak. tabi'at (at-jiyyat). dan agama (al-din). watak (at-thab). Al-Qalam [68]: 4). Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. 35-36). bahkan agama). namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. dan salah satunya yang paling populer adalah : “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. dan penerima. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat: 4. Bukhari dan Muslim). moral. kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. yaitu proses. etika. hlm. perangi. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW.35 Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan.

akhlak. Hanya bedanya "etika" dari bahasa Yunani dan "moral" dari bahasa Latin.36 Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas. Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut. dalam al-Qur'an : “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam” (QS. serta dari objeknya. kebiasaan. Sedangkan kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat beragam. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adat kebiasaan (Bertens. Jika dari asal usulnya. Jadi menurut Bertens kata "etika" sama dengan etimologi "moral". Etiket juga berarti secarik kertas yang ditempelkan pada botol atau kemasan barang. Etiket berarti sopan santun. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaaan. yakni kepada siapa kelakuan itu ditujukan. Etika dalam bahasa Inggris adalah ethics sedangkan etika adalah etiquette. Dari segi . Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti. yakni akhlak sebagai kelakuan. antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan buruk. him. perasaan. tempat tinggal yang biasa. watak. Kata moral berasal dari bahasa Latin mos dan jamaknya mores yang berarti kebiasaan atau adat. Kata yang dekat dengan etika adalah moral. sikap. Etika disini berati moral. Terkait masalah istilah dalam bahasa Indonesia dikenal istilah "etika dan etiket”. padang rumput. adat. dan cara berpikir. kandang. 4). dan bahwa firman Allah berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keanekaragaman tersebut. Al-Lail [92]: 4). kedua istilah ini tidak ada hubungannya. 2004. Dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia kata etika dan moral sangat berdekatan dengan istilah akhlak dari bahasa Arab. Kedua istilah ini memiki persamaan dan perbedaan.

hlm. Pertama. Asmaran (1994). Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti 1) Ilmu tentang yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama” (Mahyuddin 1996. Menurut para ahli masa lalu (al-qudama). sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif. Akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku atau perangai ('ilm al-suluk).37 persamaan. Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan dan cara memperolehnya. Kedua. 4). 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. mendefinisikan "akhlak itu adalah sifat-sifat yang dibawah manusia sejak lahir. tanpa pemikiran atau pemaksaan. agar jiwa bersih dan pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. atau tahzib alakhlaq (falsafat akhlak) atau al hikmah al-amaliyat atau al hikmat al khuluqiyyat. Sedangkan Asmaran cenderung melihat akhlak merupakan bawahan sejak lahir yang tertanam di dalam jiwa manusia. sama-sama menyangkut perilaku manusia. 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. yang tertanam di dalam jiwanya dan . Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk.

Kedua. akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan. 9. Dari pengertian di atas. maupun terhadap lingkungan sekitarnya. baik yang berhubungan dengan diri sendiri. artinya menghormati tamu Al-Hilmu. pada hakikatnya akhlak menurut al-Ghazali harus mencakup dua syarat. Perbuatannya yang baik disebut akhlak mulia.23). artinya bersifat adil Al-Hifafah. tindakan. yaitu: Pertama. Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksi dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran yaitu bukan karena adanya tekanan-tekanan atau paksaan dan pengaruh dari orang lain. artinya memelihara kesucian Ar-Rahman.1). artinya tidak melakukan maksiat Al-Adli. disebut akhlaqul mazmumah (Barmawie 2001. Akhlaqul mahmudah juga terbagi lagi beberapa macam. 3.38 selalu ada pada dirinya. Jadi .22). dan akhlak yang tercela. akhlak terhadap Allah Swt. dan perbuatan yang buruk disebut akhlak yang buruk atau tercela. Kemudian dilihat dari segi sasarannya. Al-Amanah. hlm. hlm. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa akhlak merupakan suatu cerminan atau tolak ukur terhadap setiap sikap. hlm. artinya jujur Al-Afwu. disebut akhlaqul mahmudah. 5. 6. yakni akhlak yang baik. Sifat itu dapat dilihat dari perbuatannya. Ditinjau dari segi sifatnya. 7. akhlak terbagi dua macam. Baik atau buruknya suatu akhlak tergantung pda pembinaannya" (Asmaran 1994. artinya bersifat belas kasih At-Ta’awun. artinya pema’af Al-khusu’. terhadap sesama manusia. diantaranya adalah: 1. 4. artinya suka menolong (Barmawie 2001. 2. artinya memelihara kesucian Al-Hifafah. 8. Perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali (kontinu) dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang meresap dalam jiwa. cara berbicara atau pola tingkah laku seseorang itu baik atau buruk.

Penjelasan di atas menggiring pemahaman bahwa istilah pendidikan akhlak dimaksud dalam penelitian ini adalah "suatu kegiatan pendidikan yang disengaja untuk perilaku lahir dan batin manusia menuju arah tertentu yang dikehendaki". Demikian pula Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah identik dengan tujuan hidup setiap Muslim.48-49).39 akhlak merupakan fondasi atau dasar yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Karena. hlm. Berdasarkan penjelasan di atas dalam penelitian ini arti kata akhlak bisa disamakan dengan kata etika. bertingkah laku dan berperangai yang baik sesuai dengan ajaran Islam. yaitu untuk menjadi hamba Allah yakni hamba yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan memeluk Islam (Marimba 1980. 15). . agar setiap umat Islam mempunyai budi pekerti yang baik (berakhlak mulia). itu dalam penelitian ini. akhlak yang dimaksud adalah "pengetahuan menyangkut perilaku lahir dan batin manusia". moral dan etiket. Tujuan Pendidikan Akhlak Berbicara masalah tujuan pendidikan akhlak sama dengan berbicara tentang pembentukan akhlak. Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (alAbrasyi 1974. Namun hanya kata akhlak dan etika yang mempunyai maksud sama ketika menyangkut perilaku lahir dan batin manusia. karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. hlm.

Dengan pandangan seperti ini. hlm. Kelompok yang mendukung pendapat yang kedua ini umumnya datang dari ulama-ulama Islam yang cenderung kepada akhlak. Orang yang bakatnya pendek tidak dapat dengan sendirinya meninggikan dirinya. Ini menunjukkan bahwa akhlak memang peril dibina dan pembinaan ini . 54).. Ibnu Sina.t.40 Akan tetapi. demikian pula sebaliknya (Al Ghazali t. Imam al-Ghazali misalnya mengatakan bahwa: “Seandainya akhlak itu tidak dapat menerima perubahan. al-Ghazali dan lain-lain termasuk pada kelompok yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil usaha (muktasabah). hlm. Pada kenyataannya di lapangan usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. Perbuatan lahir ini tidak akan sanggup mengubah perbuatan bathin. pembinaan. 54).. walaupun tanpa dibentuk atau diusahakan. Ibnu Maskawaih.t. maka batallah fungsi wasiat. Bagi golongan ini bahwa masalah akhlak adalah pembawaan dari manusia sendiri. maka akhlak akan tumbuh dengan sendirinya. dan perjuangan keras dan sungguh-sungguh (Al Ghazali t. sebelum kita lanjutkan tentang tujuan pendidikan akhlak ada masalah yang perlu kita jawab terlebih dahulu dengan seksama.. Menurut sebagian ahli mengatakan bahwa akhlak itu tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah instinct (Gharizah) yang dibawa manusia sejak lahir (Mansyur 1961.t. Selanjutnya ada pula pendapat yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan. nasihat dan pendidikan. Dan tidak ada pula fungsinya hadits nabi yang mengatakan “perbaikilah akhlak kamu sekalian” (Al Ghazali t. latihan. Kelompok ini lebih lanjut menduga bahwa akhlak adalah gambaran bathin sebagaimana terpantul dalam perbuatan lahir. 90). dan dapat juga berupa kata hati atau intuisi yang selalu cenderung kepada kebenaran. hlm. hlm. 91). yaitu apakah akhlak itu dapat dibentuk atau tidak?.

baik itu berupa yang baik atau pun yang buruk. buku-buku. internet. dan seterusnya. taat kepada Allah dan Rasul-NYa.41 ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. tidaklah mungkin dengan penjelasan pengertian saja. Jadi untuk membina agar anak mempunyai sifat-sifat terpuji. mengganggu masyarakat. Demikian pula dengan obat-obat terlarang. karena adanya alat telekomunikasi. terntaya menjadi anak-anak yang nakal. hormat kepada ibu bapak. Akan tetapi keadaan sebaliknya juga menyatakan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan. . dan pendidikan. melakukan berbagai perbuatan tercela. tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan adegan maksiat jujga banyak. arahan. faximile. Ini semua menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina agar akhlak generasi penerus kedepan menjadi lebih baik dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan. Semua itu jelas membutuhkan pembinaan akhlak (Nata 2002). dan seterusnya. saying kepada makhluk Tuhan dan seterusnya. Keadaan pembinaan ini semakin terasa diperlukan terutama pada saat dimana semakin banyak tantangan dan godaan sebagai sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Kebiasaan latihan itulah yang membuat ia cenderung kepada melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. akan tetapi memerlukan membiasakannya melakukan perbuatan yang baik. dan pola hidup materialistic dan hedonistik semakin menggejola. Film. Peristiwa yang baik atau yang buruk dengan mudah dapat dilihat melalui pesawat televis. dan diharakan nantinya dia mempunyai sifat-sifat tersebut dan menjauhi sifat-sifat tercela. minuman keras. Saat ini misalnya orang akan dengan mudah berkomunikasi dengan apapun yang ada di dunia ini.

maka dengan sendirinya orang tersebut akan menjadi baik. Menurut aliran nativisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecenderungan kepada yang baik.42 Pembinaan moral. harus dibiasakan sejak kecil. kemudian disempurnakan atau diperbaiki oleh guru di sekolah. sembahyang berjamaah di sekolah. yaitu aliran nativisme. akan merupakan unsur pentingdalam pribadinya. Aliran nativisme ini nampaknya begitu yakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia dan aliran ini erat kaitannya dengan aliran intuisme dalam penentuan baik dan buruk sebagaimana telah diuraikan di atas. membaca al-quran. Latihan-latihan keagamaan yang menyangkut ibadah seperti sembahyang. Sikap anak terhadap agamanya dibentuk pertama kali oleh orang tuanya. masjid atau langgar. dan aliran konvergensi (Abudin Nata. yang menyangkut akhlak dan ibadah sosial atau hubungan dengan sesama manusia sesuai dengan ajaran agama jauh lebih penting daripada hanya sekedar kata-kata. Semua pengalaman yang dilalui anak sewaktu kecilnya. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pada khususnya dan pendidikan pada umumnya. Selanjutnya menurut aliran empirisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor dari luar. Latihan keagamaan. ada 3 (tiga) aliran yang sangat popular. pembentukan sikap dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil. Aliran ini tampak kurang menghargai atau kurang memperhitungkan peran pembinaan dan pendidikan. kemudian guru. Pendidik atau Pembina pertama adalah orang tua. aliran empirisme. doa. 2002). sehingga akan tumbuh rasa senang melakukanibadah tersebut. yaitu lingkungan social .

. Sementara aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal. hlm. Demikian juga sebaliknya. maka baiklah anak itu. sebagaimana tersebut dalam firman Allah yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya di waktu ia memberika pelajaran kepadanya. atau melalui berbagai metode (Arifin 1991. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap anak-anaknya. Aliran ketiga ini sesuai dengan ajaran Islam. pendengaran. juga berisi materi pelajaran yang utama diantaranya adalah pendidikan tauhid atau keimanan. penglihatan. Ayat tersebut selain menggambarkan tentang pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Lukman Hakim. Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang berbunyi: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik. sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan akhlak. dan hati agar kamu bersyukur”. yaitu penglihatan. bersyukurlah kepadaKU dan kepada kedua ibu bapakmu. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. yaitu factor pembawaan anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus. `hai anakku. dan Dia memberikan kamu pendengaran. hanya kepada-KUlah kembalimu (QS : Luqman :13-14). 13).43 termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. dan hati sanubari. Jika pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu baik. Aliran ini tampak lebih percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pembentukan akhlak anak didik adalah faktor internal dan faktor eksternal. pada dasarnya tujuan pendidikan akhlak sejalan dengan tujuan pendidikan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an yaitu membina manusia baik secara pribadi kelompok agar mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba Allah. maka aspek kognitif (pengetahuan). tempat atau lingkungan di mana manusia berada. dan psikomotorik (pengalaman) ajaran yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak. Faktor internal yaitu potensi fisik. apektif (penghayatan). Dari berbagai penjelasan di atas. penerima tugas (manusia). karena . Melalui kerja sama yang baik antara 3 lembaga pendidikan tersebut. juga sejalan dengan hadits Nabi yang berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah (rasa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenaran). maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi. Tugas khalifah sendiri harus memenuhi empat sisi yang saling berkaitan yaitu pemberi tugas (Allah). yakni tempat berlangsung kegiatan pendidikan. tokoh-tokoh masyarakat. intelektual dan hati (rohaniah) yang dibawa anak dari sejak lahir. itulah sebabnya sering terjadi perbedaan dan tujuan pendidikan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Itulah sebabnya orang tua terutaman ibu mendapat gelar sebagai madrasah. Bukhari) Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah kedua orang tua. dan materi-materi penugasan yang harus mereka laksanakan.44 Kesesuaian teori konvergensi di atas. nasrani atau majusi” (HR. guru di sekolah. Dan keempat hal ini saling berkaitan. sementara faktor eksternal yang dalam hal ini adalah dipengaruhi kedua orang tua.

45 mereka harus memperhatikan faktor lingkungan di mana manusia itu berada (Mahmudah, tt., hlm. 56). Berdasarkan penjelasan di atas, wajar kiranya Omar Muhammad al-Toumy alSyaibany menyatakan bahwa dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadits, pemikiran yang serupa juga dianut oleh para pemikir pendidikan Islam, atas dasar pemikiran tersebut maka para ahli pendidikan dan pemuka pendidikan Muslim mengembangkan pemikiran mengenai pendidikan Islam dengan merujuk kedua sumber utama ini (Jalaluddin 2001, hlm. 8). Secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry, menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah" (Bakry 1993, hlm. 13-14). Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama, bangsa dan negara. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Tokoh akhlak lain yang menganggap Muhammad pentingnya pendidikan dengan

adalah

Syed

Nauquib

al-Attas

menggunakan kata adab atau ta'dib. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan

46 sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003, hlm. 77-79). Penjelasan al-Attas ini menggambarkan bahwa potensi akhlak berada pada Realitas Tertinggi yang merupakan titik sentral dalam kehidupan manusia. Berdasarkan kepentingan akhlak dalam kehidupan manusia itulah, maka mengatakan Ibn Miskawaih bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan atau bernilai baik (Badawi 1963, hlm. 478). , sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh sa'adat (kebahagiaan sejati/kebahagiaan yang sempurna). Pendapatan ini beralasan bahwa kebaikan itu merupakan tujuan setiap orang, factor anugerah Allah yang dapat mencapai kebaikan, disamping adanya kesungguhan berusaha dan

berkelakuan baik (Miskawaih 1982, hlm. 41-45). Seperti yang disimpulkan oleh Suwito bahwa tujuan pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibn Miskawaih adalah terciptanya manusia berperilaku ketuhanan. Perilaku seperti ini muncul dari akal ketuhanan yang ada dalam diri manusia secara spontan (Suwito 1992, hlm. 157). Rumusan tujuan pendidikan akhlak seperti ini hakekatnya dapat dilakukan melalui membangun motivasi pribadi dan orang lain untuk mencontoh akhlak Nabi. Artinya, bahwa berbagai aktivitas kehidupannya selalu melakukan sesuatu dengan mengikuti akhlak nabi, baik dalam rangka pembentukan sebagai seorang pribadi maupun terhadap orang lain. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah

47 terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi".

Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak Pembicaraan tentang pendidikan akhlak harus diakui banyak sekali persoalan yang akan muncul ketika masalah ini diangkat dan dikaji. Karena memang banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pendidikan akhlak. Diantaranya adalah menyangkut jumlah dan nama sumber karya tulis mengenai pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi akan sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang situasi sosial pada saat Risale-i Nur ditulis. Juga akan sangat berbeda kalau konsep itu berdasarkan kontekstualisasi pemahaman nilai-nilai keimanan atau ketauhidan yang menjadi filosofi dalam membentuk karekteristik insan manusia secara intergratif, universal dan kekinian. Kemudian perbedaan juga akan muncul bila pendidikan akhlak ditinjau dari segi pelaksanaannya, seperti efektifitas pendidikan akhlak yang dilakukan dengan pendekatan monolitik (diajarkan sebagai suatu bidang studi tersendiri) dengan pendekatan integratif (terintegrasi dengan bidang studi) pada lembaga pendidikan. Jika pendekatan integratif, maka masih ada pertanyaan yakni bidang studi

manakah yang sesuai dengan pengintegrasian?. Di samping itu, yang dapat berpengaruh pada konsep pendidikan akhlak adalah cara mengevaluasi pendidikan akhlak, dari kurikulumnya, alat dan atau media yang digunakan. Faktor lain seperti lingkungan, jenis kelamin,

48 tingkat kecerdasan anak didik, teologi pendidik, dan sebagainya, dapat pula berpengaruh terhadap hasil penelusuran konsep

seseorang mengenai pendidikan akhlak. Beberapa identifikasi di atas merupakan berbagai persoalan yang akan muncul dalam dinamika pemikiran mengenai prinsipprinsip pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini selain tujuan teknis yang diarahkan menjawab persoalan pokok maka dirumuskan tujuan pendidikan akhlak menurut pandangan Said Nursi yang dapat dipahami dari Risale-i Nur bahwa tujuan pendidikan akhlak diarahkan terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi. Maka dapat dipahami bahwa pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik yang harus menjadi mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Akhlak dalam dasar-dasar pendidikan selalu berawal dari upaya prinsip menguatkan iman dan mengkokohkan akidah secara integratif yang pembahasannya akan mempengaruhi terbentuknya doktin-doktrin akhlak secara aplikatif. Selain itu, menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa karakter

.10). akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. Sebagaimana teologi rasional. Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan dayadaya akal. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. hlm. Pembedaan bukannya pendidikan tidak akhlak kepada mistik dan rasional dalam memiliki konsekuensi.49 dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. hlm. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. 56-57).

Signifikansi Pendidikan Akhlak . Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Dengan demikian. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas.50 Oleh sebab itulah. Jadi pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan akhlak yang dimaksud pada penelitian ini yaitu . Namun. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan.

Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. 8-10). Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir a]Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan alQur'an dengan jalan ikhlas. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. 2004. Ketiga. (Faris. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. takwa dan sedekah. him. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat- . Kedua.51 Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. masalah etika secara khusus dibahas pads Simpusium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur.

hal-hal bersifat spritualistik cenderung diabaikan. Dengan demikian. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. komunikasi dan informasi. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma'rifatullah dalam perspektif yang luas. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. Kelima. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda . Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. Keempat. tanda-tanda akhir zaman. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung semata. teknologi. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. bermuatan materialistik yang dan intelektualistik Akibatnya.52 sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. perkembangan ilmu dan teknologi. Maka. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi dan realitas kehidupan.

hlm. hlm. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. 166). Menurut Suraiya. hlm. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. golongan.309). tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). hlm. dan muda yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. bahwa generasi muda adalah kelompok. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. Karena persoalan "krisis moral" merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari "melupakan" Tuhan. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup . angkatan. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. 2). kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu.53 akhir zaman.667). Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. yaitu generasi yang berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. 201). hlm. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. Pendidikan Akhlak Generasi Muda Pengertian Generasi Muda Generasi muda secara etimologi berasal dari dua kata.

0-40. hlm. 13).54 sebelum mereka. apalagi jika usia itu relatif dan tidak menjadi ukuran baku bagi generasi muda. Generasi muda identik dengan kaum muda. di sini hanya dikemukakan tiga pendapat mengenai batasan usia generasi muda. Di masyarakat sering kita lihat orang muda yang berusia antara 15-30 tahun yang seharusnya giat bekerja tetapi hidup bermalas-malasan.0 (wanita) (Sujanto 1996. tetapi pada realitanya anakanak belum sepenuhnya dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan. tetapi orang tua yang umurnya di atas 50 tahun masih aktif bekerja. namun hal itu tidak perlu dijadikan hambatan kita untuk memahami aspek usia generasi muda. 3. Hal ini jika didasarkan kepada potensi kemanusiaannya tentu beralasan. 2. usia generasi muda ialah berkisar dar dari 0–30 tahun (Suraiya 1985. giat bekerja atau tidak. Batasan Generasi Muda Walaupun beberapa pakar sering berselisih pendapat mengenai perbedaan tentang batasan usia generasi muda. Menurut Suraiya. Menurut Ruslan Abdul Gani. Ini berarti umur tidak menjadi jaminan mutlak bagi suatu generasi. Dapat dipahami pula bahwa generasi muda sesungguhnya menjadi tumpuhan harapan masyarakat dalam merealisasikan idiologi dan tujuan pembangunan. dapat dibatasi usia antara 23. 160). Di antara sekian banyak pakar. baik material. Hanya . maupun spiritual. 5).0 (pria) dan 17. hlm. Menurut Sujanto generasi muda. yaitu: Pengertian pertama nampaknya memasukkan golongan anak-anak sebagai generasi muda.0-45. produktif atau tidak. usia generasi muda (kaum muda) berkisar antara 1525 tahun (Ghufron 1986. hlm. Dari ketiga pengertian di atas nampaknya memiliki perbedaan. yaitu: 1.

bahwa usia generasi muda tidak bisa ditentukan dalam batas yang mutlak. Mengingat penjelasan tersebut begitu luas. intelektual. berdasarkan pendapat fakar. psikis. Untuk menjelaskan generasi muda secara lengkap perlu dilihat dari berbagai aspek. soaial. dan moralnya. Dalam penelitian ini generasi muda dibatasi umur 15-40 tahun. salah satu ciri dari generasi muda pada masa awalnya (memasuki usia remaja) adalah meraka sedang mengalami masa pubertas . Dari tiga pendapat di atas dapat disimpulkan. yaitu: 1. di sini akan dijelaskan karakteristik generasi muda secara globalnya saja. hlm. emosional. pada hal kenyataannya banyak organisasi pemuda yang dimotori oleh angkatan usia ratarata 45 tahun ke atas. Berdasarkan pendapat Andi Mappiare. Pengertian ketiga menjelaskan bahwa generasi muda sebagian terdiri dari kelompok orang dewasa yang berumur 17-40 tahun. Karakteristik Generasi Muda Karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri khusus (Dep P dan K 1999. 445). dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa usia generasi muda dapat dibatasi antara 15-40 tahun.55 orang yang lebih tua dari mereka yang mampu mengemban tugas tersebut. Sebagaimana telah kita pahami bahwa generasi muda adalah angkatan kaum muda yang hidup dalam masa tertentu. Ciri atau indikator berfungsi untuk menjelaskan secara detil tentang makna sesuatu. artinya generasi muda itu sangat luas cakupan maknanya dan tentu memiliki karakteristik tertentu yang perlu dijelaskan agar kita bener-benar memahami siapa generasi muda sesungguhnya. Artinya usia generasi muda relatif dan dapat ditinjau secara berlainan sesuai dengan sudut pandang kita melihatnya. Jadi. mengingat di usia tersebut kehidupan generasi muda dalam kondisi stabil. Pengertian kedua nampaknya membatasi usia generasi muda rendah (hanya sampai usia 25 tahun). seperti aspek fisikal.

yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya hlm. 2. penuh tantangan. 4. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. masa pemuda adalah masa ujian. Pada masa ini pemuda dapat menentukan masa tuanya dan kedewasaannya untuk banyak berkarya (Sujanto 1996. bahwa generasi muda mempunyai karakteristik yang meliputi banyak hal. dan masa bergelora yang harus diselami. hlm. Berdasarkan Halem Lubis. 161-162). 149-150).184).33 dan hlm. Menurut Kartini Kartono.. 3. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. Menurut Agus Sujanto. 5. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. 15). generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa remaja. Menurut Sudarsono. yaitu pada masa remaja generasi muda (Kartono 1990. dianggap sanggup berdiri sendiri. hlm. dan menemukan indentifikasi dengan obyekobyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama.56 yaitu perubahan yang cepat secara fisik (organ-organ tubuhnya) dan perubahan sikap serta sifat ke arah kedewasaan (Sudarsono 1993. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. hlm. dkk. hlm. Berdasarkan ciri psikologis di atas dapat disimpulkan. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. . 12-13).

Pada karakteristik psikologis ini sesungguhnya genaerasi muda perlu memahami bahwa kematangan pikiran. bahwa generasi muda yang tergolong kelompok manusia yang beriman diharapkan memiliki ciri mutlak yang ditentukan oleh Allah. secara psikologis beban yang diemban generasi muda tidak lain untuk memberdayakan potensi diri mereka dan masyarakat. Generasi muda akan selalu berusaha mandiri dalam mengatasi semua kebutuhan hidupnya. walaupun usaha itu dalam pelaksanaannya belum berhasil. masyarakat. dan beragama. pemikiran. dan agama. Di samping itu generasi muda di masa dewasanya memiliki beban psikologis dan tanggung jawab dalam segala perilaku dan perbuatan mereka. mereka harus mampu mengenal dan memahami hakikat dan kedudukan generasi muda sebagai wujud dari mengenal diri dan peran-perannya dalam kehidupan keluarga. 51 : 56). Melihat karakteristik generasi muda di atas. Dari ayat di atas juga dapat disimpulkan. yaitu suatu tugas yang diparduhkan oleh agama. keluarga. negara. dan tindakan semata-mata dikembangkan kemaslahatan ummat. dengan iktikad pengabdian yang telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Tidak aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”. Pada karakter ini generasi muda perlu berhati-hati dalam menyikapi masa perubahan yang terjadi agar mereka dapat berkembang secara wajar dan terarah sesuai dengan tujuannya. yaitu memiliki naluri sebagai hamba (pengabdi) kepada Allah dan mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan pribadinya. sebagai pengabdian diri kepada Allah. ciri-ciri yang demikian harus melekat dalam diri generasi muda. dan emosional. (Alqur’an. bermasyarakat.57 akan mengalami perkembangan fisik dan kejiwaan menuju kedewasaan seperti perkembangan tubuh. . pola sikap.

informatika. bahkan terkadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. Namun tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya. dan media cetak. globalisasi bukanlah momok dan tak perlu kita takuti. lintas suku. perkembangan ilmu pengetahuan. Harapan kita sesungguhnya generasi muda dapat mengambil yang baik-baik dan meniggalkan yang buruknya. Tantangan masa depan. dan menuntut perhatian bersama. Tantangan itu. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sisi negatif yang merupakan dampak dari kemajuan teknologi dan komunikasi. teknologi. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. seperti .58 Dinamika Kehidupan Generasi Muda Globalisasi saat ini benar-benar menjadi tanpa batas. dan agamanya. karena globalisasi merupakan kenyataan dunia kekinian. budaya. bangsa dan agama. komunikasi dan juga seni telah memberikan warna baru terhadap pembentukan generasi muda. telah membuat kehidupan generasi muda menjadi kasus yang sering dipermasalahkan dan banyak mengundang perhatian. tetapi juga sebagai pengendali arus globalisasi yang secara gencar mempengaruhi. dan sebagainya. Peradaban global memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan. tidak hanya timbul dalam kaitannya dengan pengembangan potensi dan aktualisasi diri sumberdaya manusia. Dari kehadiran kemajuan ilmu dan teknologi itu cukup banyak membuat generasi muda berhasil untuk meniti jejak karir dan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. penggunaan obat-obat terlarang. informasi. khususnya bagi bangsa Indonesia berbagai aspek kehidupan. bangsa. Namun. maka pengaruh budaya mereka menjadi lebih dominan dan hampir dapat dikatakan merusak budaya secara Islam. Namun kita menyadari karena banyak sekali produk-produk tersebut berasal dari Barat. dan bukan pula hanya sebagai pendukung globalisasi. misalnya pemerkosaan. seperti dari media elektronika.

tertib. Generasi muda sekarang ini telah merosot moralnya. tak perduli di kota mau pun di desa-desa. sehingga budaya-budaya yang menyesatkan mudah mempengaruhi jalan hidup mereka. Maka itu perlu dibatasi tontonan atau bacaan yang bernada kekejaman atau pun kekerasan.59 lebih banyak generasi muda yang tertarik dengan gaya serta cara yang kurang baik. apalagi tontonan atau bacaan itu disebarkan diseluruh wilayah. Kedudukan Akhlak dalam Kehidupan Generasi Muda . Sebaliknya generasi muda ini belum punya filter untuk menangkal kedua arus tersebut. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang dari semula telah mengarahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari perkembangan budaya kecerdasan. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya nilai-nilai agama di kalangan kehidupan generasi muda. Gejala-gejala semacam ini mulai timbul akibat dari perubahan arus informasi dan arus globalisasi budaya yang datangnya dari luar yang diserap oleh generasi muda melalui berbagai media massa. karenanya hampir seluruh remaja Indonesia banyak yang terpengaruh. Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia menjadi makhluk individual yang bertanggungjawab dan makhluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai. sehingga mereka seringkali melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. baik di kota maupun di desa banyak kita jumpai berbagai permasalahan yang dilakukan oleh generasi muda. tentram. sehingga seringkali meresahkan lingkungan masyarakat sekitarnya. maju dan kasih sayang lahir dan batin yang dapat dinikmati bersama secara merata dalam kehidupan ini. Didalam kehidupan sekarang ini.

karena kebohongan esensinya buruk. Dalam konteks ini. baik secara individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. Allah dan Alam yang memahami prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. kita melihat bahwa tidak pernah suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual.60 Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting. Sebab jatuh bangunnya. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan ulama. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq). masyarakat dan negara tergantung bagaimana keadaan akhlaknya. jaya hancurnya. Rasulullah Saw juga memerintahkan umatnya agar berusaha sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk meneladani Allah Swt dalam semua sifat-sifatnyaNya. maka al-Qur’anlah yang menjadi tuntunan kita. sejahtera-rusaknya suatu bangsa. bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah. Demikian pula sebaliknya. tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik. Dia mempunyai Sifat-sifat yang terpuji (al-Asma’ Al-Husna (Q.S. Dalam kaitan ini pula. Di sisi lain. adalah al-Qur’an…”. Perlu ditambahkan. bahkan Dia memiliki segala sifat yang terpuji. yang diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan . Penjelasan berikut meliputi pembahasan aplikasi akhlak pada manusia. tetapi suatu bangsa jatuh karena krisis akhlak. tiada Tuhan selain Dia. Pertama. Thaha (20): 8). maka prinsip asma’ al-husna semaksimal mungkin dapat ditanamkan dalam diri manusia. pasti baik dalam esensinya. Untuk mencontoh akhlak Rasulullah tersebut. Tolak ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. Allah selalu memperagakan kebaikan. Al-Qur’an yang suci menegaskan bahwa (Dialah) Allah. Allah adalah pencipta alam beserta isinya termasuk manusia. mengingat akhlak Rasulullah adalah al-Quran “…Budi pekerti Nabi SAW.

61 berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya. Allah berfirman dalam surat At-Tiin ayat 4. Menyakini kehidupan sosial merupakan bagian dari yang fana. akhlak terhadap diri sendiri. terhadap orang tua. Dengan demikian manusia harus wajib atau wajib beriman. Ketiga. perdebatan dan pola hidupnya harus mencerminkan dan berlandaskan prinsip tauhid ma’rifatullah. akhlak terhadap tetangga dan akhlak terhadap guru. maka menuju kekekalan hidup adalah prinsip akan adanya hari kiamat. menyadari sepenuhnya asma’ al-husna dan prinsip eskatologis. Manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada-Nya serta ikhlas menerima segala keputusan.S. akhlak dengan sesama manusia. dengan selalu berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya. maka manusia yang menggunakan akalnya selalu berusaha sesuai dengan kemampuan guna memperoleh ridha Allah dan selalu berserah diri kepadaNya karena segala sesuatu merupakan kehendak Allah. Prinsip ma’rifatullah harus ditanamkan untuk menghindari pengingkara terhadap Sang Pencipta. manusia tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkaan bantuan orang lain. At-Tiin: 4). Kedua. Akhlak itu antara lain adalah akhlak terhadap teman sebaya. Prinsip eskatologi ini merupakan akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. dan bertaqwa serta tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang dijadikan landasan prinsip ma’rifatullah dengan asma’ al-husna. sebagai makhluk sosial. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q. prinsip ma’rifatullah dengan cara menyucikan diri dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah menggambarkan bahwa dalam diri . karena itu manusia harus berbuat baik dan mempunyai akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. Sementara dengan menyakini asmaasam Allah dengan akal. cara berbicara. dan lainnya baik yang berhubungan dengan sikap.

yaitu dengan berjalan bersuci atau dengan bertaubat. Karena pada dasarnya tujuan atau sasaran dalam pembentukan kepribadian adalah terciptanya akhlak yang mulia. . hidup sederhana dan memperbanyak amal saleh. tumbuh-tumbuhan. memakan makanan yang diharamkan. maka itu semua adalah atas izin Allah…(QS. karena semua itu demi kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. Salah satu contoh akhlak terhadap diri pribadi adalah dengan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agama seperti minuman alkohol. Lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. dijaga dan dipelihara. yaitu dengan jalan menghindari hal-hal yang dapat merusak jasmani dan rohani. Sesuai dengan sabda Nabi bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya (Jalaluddin dan Usman. akhlak terhadap alam. harus dibersihkan dari segala kotoran baik itu jasmani dan ruhani. baik binatang. maupun benda-benda tak bernyawa. khususnya pendidikan baik pendidikan keluarga dan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. keyakinan selain akhlak di atas juga akhlak terhadap alam atau lingkungan. untuk mencapai kepribadian yang sempurna dan utuh hanya mungkin dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan. Oleh karena itulah. Dalam proses menumbuh kembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. Keempat. berdiri di atas pokoknya. prinsip akhlak terhadap diri sendiri sangatlah penting sekali bagi manusia.62 pribadi manusia memiliki hak untuk diperlukan dengan baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. sebagaimana dalam al-Quran: Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. terlibat narkoba dan perbuatan tercela lainnya. 1994).

Quraish Syihab menafsirkan ayat tersebut.63 Al-Hasyr [59]: 5). Bab 3 BIOGRAFI SINGKAT BEDIUZZAMAN SAID NURSI Sebelum mengkaji mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. tetapi lebih dari itu. kecuali kalau terpaksa. sedapat mungkin kita mampu berakhlak dengan alam semesta ini. tetapi itu pun harus seizin Allah SWT. 259-270). Dari penjelasan tersebut di atas jelaslah bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi merupakan salah satu materi sekaligus tujuan pendidikan Islam yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. jangankan terhadap manusia dan binatang. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar (Quraish 1998. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. baik secara teoritis berdasarkan al-Qur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. M. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak ini perlu dipahami dan diaplikasikan secara komprehensif (luas) dan tidak sebatas berakhlak terhadap Khaliq dan manusia saja. Maka dari itu. kajian berikut berfokus pada penjelasan tentang . maka perlu dikaji terlebih dahulu mengenai tokoh yang diteliti.

tipe intelektual dan sebagainya. Untuk mencapai pemahaman teori ini dapat ditinjau melalui pendapat M. Misalnya orang gemuk itu peramah. perkembangan dan pendidikan seumur hidup (M. Maka manusia digolongkan dalam tipe-tipe tertentu misalnya. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. teori penyifatan disusun dengan cara berusaha memahami dan menggambarkan manusia apa adanya. teori aksiologi disusun untuk mengangkat kualitas kepribadian manusia dalam suatu sistem nilai dan norma berdasarkan konsep ketuhanan yakni melalui agama. Masa Kecil dan Pendidikannya Menurut Sukanto teori kepribadian manusia disusun setidaknya dalam empat teori yakni berdasarkan pemikiran spekulatif. Arifin 2000. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. tipologis. teori tipologis disusun para ahli dengan cara menemukan komponen dasar yang bisa dipahami orangnya. integrasi (kesatuan). hlm. selanjutan kegiatan keagamaan. 1996. penyifatan dan aksiologi. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigma Psikologi Islami (Fuad NAsliori. Kedua. analisis sifat jasmaniah merupakan aspek pokok dan kepribadian. orang hitam itu setia dan sebagainya. Penerbit SIPRESS. Yogyakarta.2 Menurutnya berdasarkan Penjelasan keempat teori di atas sebagai berikut : Pertama. hlm. Keempat. (Sukanto 1996. asas menyeluruh yaitu asas yang menempatkan semua jenis manusia ciptaan Allah tersusun dari bagian-bagian bermakna dalam 1 . 51-53). 38-39). 1 Berdasarkan keempat teori ini kajian tentang Said Nursi dalam pembahasan ini berangkat dari teori pemikiran spekulatif dan aksiologi. Editor). 2 Penjelasan mengenai keempat asas tersebut sebagai berikut : Pertama. hlm. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . Melalui keyakinan kepada tuhan menurut teori ini manusia dalam dunia absurd dan tidak memahami makna hidup (Lihat Sukanto MM. 37-38). tipe emosional. Arifin melalui empat asas yakni asas menyeluruh. orang jangkung itu pemalu.64 biografi singkat Said Nursi. teori pemikiran spekulatif disusun ahli filsafat berdasarkan data empirik dan eksperimen yang melahirkan manusia yang beragam sesuai dengan alur spekulatif pemikirannya dalam memahami penciptaan manusia. Ketiga.

65 keempat asas tersebut proses kepribadian manusia dapat terbentuk. Pembentukan kepribadian sebagai individu menurut Abdullah Nasih Ulwan merupakan tanggung jawab yang paling menonjol dalam Islam. (Nasih Ulwan 1995, h1m. xxxiii). Menurut Abdullah Nashih Ulwan manusia sebagai individu berhak memperoleh pengarahan, pengajaran dan pendidikan baik melalui bapak, ibu, pendidik, pengajar maupun pekerja sosial. Artinya, proses kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan sejarah hidup seseorang. Proses tersebut dilalui manusia melalui keluarga, sekolah dan lingkungan (Nasih Ulwan, 1995, hlm. xxxiii). Berdasarkan pendapat ini dapat dipahami bahwa pengetahuan mengenai tokoh yang diteliti ini, setidaknya perlu ditinjau dan ketiga aspek tersebut terutama untuk menjelaskan latar belakang keluarga dan pendidikannya.

Latar Belakang Keluarga Nama Said Nursi sebenarnya adalah Said, karena ia anak Mirza, maka nama sebenarnya dapat juga kita sebut sebagai Said bin Mirza. (Zaidin 2001, hlm. 7). Sedangkan nama Said Nursi, Bediuzzaman Said Nursi, Molla Said (Mulla Said), suatu keseluruhan. Kedua, asas integrasi (kesatuan) yaitu asas yang memandang bahwa segala yang diciptakan Allah dalam kehidupan alam, semua makhluk ciptaan-Nya senantiasa ada dalam suatu sistem integral antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan yang bersifat menggerakkan dan saling memperkokoh sebagai satu kesatuan hidup yang bermakna. Ketiga, asas perkembangan yaitu asas yang menetapkan pandangan bahwa Allah dalam menciptakan alam dan isinya melalui tahap demi tahap menuju ke arah kesempurnaan, baik alam makro (alam raya) maupun alam mikro (alam manusia). Keempat, asas pendidikan seumur hidup (long life education) yaitu asas yang berdasarkan pandangan Islam dari Nabi Muhammad Saw “Tuntutlah Ilmu sejak mulai di ayunan sampai liang lahat” (M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 51-53).

66 Said Masyhur dan Said Kurdi adalah gelar yang sempat tersemat selama masa kehidupannya yang pada dasarnya merujuk kepada tanah kelahiran, kejeniusan dan garis keturunannya.3 Said Nursi dilahirkan menjelang fajar musim semi pada tahun 1294 H / 1877 M4 di desa kecil Nurs. Desa Nurs terletak di daerah Khizan di propinsi Bitlis wilayah Turki Timur.5 Daerah tempat kelahirannya ini terdapat lereng dan lembah gunung Taurus, daerah danau Van (Vahide 2000, hlm. 3).

Said bin Mirza dikenal Said al Said Nursi atau Said Nursi adalah merujuk kepada tempat kelahirannya. Said Nursi diambil dari nama tempat kelahirannya yakni Nurs. Sedangkan untuk gelar Bediuzzaman Said Nursi atau cukup dengan gelar Bediuzzaman diberikan ketika beliau berguru dengan Syeikh Fethullah, hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat, diskusi, dan pengajaran bagi masyarakat bawah di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu, Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman) atau (keindahan zaman). Kemudian gelar Molla Said atau Mulla Said diberikan pada saat beliau belajar di Madrasah Bayazid dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Al Jalah, beliau mempelajari ilmu Al Quran dan Nahwu Sharaf. Belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said. Sedangkan Said Masyhur diberikan gelar ketika beliau dengan berbagai gelarnya sudah dikenal hampir ke seluruh wilayah Turki, gelar ini diberikan oleh ulama, karena beliau mampu menjawab dalam diskusi ilmiah para ulama yang silih berganti berupaya menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan. Terakhir adalah Said Kurdi berasal dari keturuan dan memang beliau adalah keturunan suku Kurdi. (Lihat Omer Faruk Paksu (Ed.), 7. Bediazzaman Senipozyumuna Dogru, Istanbul ilmi ve Kultur Vakfi, Istanbul, 2004, hlm. 5 dan Lihat Zaidin, Ibid, him. 7, hlm. 13-23).

3

Mengenai tahun kelahiran Said Nursi terdapat perbedaan pendapat di kalangan penulis, peneliti, penerjemah dan ilmuwan lain. Penulis yang dipercaya yakni Sukran Vahide menulis 1877 (1294), Mohammad Zaidin bin Mat menulis kelahirannya 1877 (1294) mengikuti Sukran Vahide, sedangkan Ihsan Kasim Salih menulisnya 1876 (1293). Namun berdasarkan sumber yang valid yakni berdasarkan hAsli penelitian Mohammad Zaidin tahun yang disepakati adalah 1294 berdasarkan kalender Rurni yang dipakai secara resmi ketika Turki Usmani. Menurutnya, tahun 1877 (1294) adalah tahun yang banyak dipergunakan oleh para penulis mengenai Said Nursi. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119). 5 Wilayah Timur Turki adalah bagian Turki yang paling mundur, kondisi ini disebabkan keadaan cuacanya yang terlalu sejuk dan bentuk muka buminya yang berbukit-bukit. Namun begitu, bagian ini terkenal dengan keindahan dan ketenangan alamnya. Penduduk di wilayah ini kebanyakan terdiri dari golongan peladang yang sangat menitikberatkan soal pendidikan agama. Bagian Timur Turki terkenal dengan pendidikan bercorak tradisional. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119) dan (Lihat juga Sarwat Saulat, Said Nursi, Internasional Islamic Publisher, Pakistan, 1980, hlm. 3).
4

67 Said Nursi dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari pasangan Mirza 6 dan Nuriye (Nuriyyah). 7 Berdasarkan sumber Sham al-Haq al-Azzim yang dikutip oleh Mohammad Zaidin bin Mat bahwa kedua orang tuanya dan nenek moyang Said Nursi berasal dari suku Kurdi dan dari daerah dari Isbartah (Isparta) (Zaidin 2001, hlm. 7-8) dan mereka memiliki silsilah keturunan Ahl alBayt yakni Nabi Muhammad Saw melalui cucunya Hasan dari Mirza dan Husen dari Nuriyah.8 (Urkhan 1995, hlm. 8). Said Nursi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, yaitu Durriyyah, 9 Khanim, 10 Abdullah, 11 Said (Said Nursi), Muhammad, 12 Abd al Majid 13 Mirza adalah seorang sufi yang sangat war’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja. Mirza berasal dari kawasan Sungai Tigris dan meninggal dunia dalam tahun 1920-an dan dikebumikan di Nurs (lihat Vahide 2000, hlm. 3). Mirza adalah keturunan Hasan Bin Ali Abi Thalib. (Lihat Ali Urkhan Muhammad Ali, Said Nursi al qadr fi hayat ummah, Sharikat al-Nasl li al-Tiba'ah, Istanbul, 1995, hlm. 8)
6

Nuriyyah juga berasal dari keturunan Husain (Lihat Urkhan Muhmmad Ali, Said al-Said Nursi Raj'al al-qadr fi hayal ummah. Sharikat al-Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1995, hlm. 8). Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Lihat Ihsan Kasim 2003, hlm. 8). Nurriyah berasal dari Semenanjung Balkan dan meninggal dunia pada semasa tercetusnya Perang Dunia I, kemudian dikebumikan di Nurs (Lihat Said Nursi, hlm.3).

7

Dijelaskan oleh Urkhan Muhammad Ali bahwa Mirza adalah keturunan Hasan bin Ali dan Nuriyyah keturunan dari Husain bin Ali (Urkhan 1995, hlm. 8) dan (Lihat pula Mohammad Zaidin 2001, hlm. 119). Namun pada dasarnya mengenai silsilah ini tidak didapatkan penjelasan mendetail mengenai silsdah ini, namun menurut keterangan Ihsan Kasim Salih bahwa Said Nursi tidak mau seluruh biografinya diungkapkan walau memang pada dasarnva ia berasal dari Ahl al Bayt (Wawancara penulis dengan Ihsan
8

Kasim Salih di Istanbul Foundationfor Science and Culture, 19 Agustus 2005). 9 Durriyah ialah ibu kepada Ubayd. Beliau meninggal mati lemas dalam sungai Nurs sebelum terjadi Perang Dunia I (Lihat Said Nursi, Ihsan Qasim (Penerjemah), Sirah Zatiyyah, hlm. 36) 10 Khanim adalah seorang wanita alim. Beliau hijrah ke Syam bersama-sama suaminya pada tahun 1919. Di Syam ia menjadi guru selama lima belas tahun. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak 7 (tujuh) kali, Beliau meninggal dunia sewaktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1944. (Lihat Al Said Nursi, Al Shu’aat Terjh. Ihsan Kasim al-Salihi, Sharikat al Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1993, hlm. 322, Sarwat, hlm. 7). 11 Abdullah meninggal dunia pada tahun 1914. Beliau adalah ayah dari Abdul Rahman, murid dan anak angkat Said Nursi (Lihat Said Nursi, Sirah Zatiyyah, hlm. 34). 12 Meninggal dunia pada tahun 1951 (Said Nursi, Sirah Zatiyyah Ibid. hlm. 36). 13 Abdul Majid (1884-1967) adalah yang paling terkenal di antara adik beradik setelah Said Nursi. Beliau menjadi guru bahasa Arab di sekolah tentara di Diyarbakr. Setelah itu, dilantik menjadi mufti di Urgup

68 dan Marian 14 (Zaidin 2001, hlm. 8). Said Nursi lahir pada masa pemeritahan Sultan Abdul Hamid II, pada masa akhir dari pemerintahan Daulat Turki Usman. Pada masa ini musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya, selama tiga puluh tahun Sultan Abdul Hamid II berkuasa dan memerintah negara Turki dengan segala daya dan upaya yang dilakukannya untuk memelihara integritas kekuasaan negara yang sangat luas, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam tubuh negara (Ihsan Kasim 1996, hlm. 3-4). Said Nursi meninggal tahun 23 Maret 1960. Awalnya sekitar tanggal 18 Maret 1960, Said Nursi sakit yakni demam panas. Setelah beberapa kali tidak sadarkan diri, Said Nursi kemudian pingsan. Namun setelah sadar, beliau sudah kelihatan sehat. Setelah menunaikan shalat subuh, beliau memanggil muridmuridnya sambil menangis, Said Nursi berkata, “Selamat berpisah, aku akan pergi” (Sukran Vaheda 2000e, hlm. 25). Dalam kondisi sakit beliau yang tidak parah beliau wafat kira-kira pada pukul 03.00 pagi, 23 Maret 1960, bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1379 H.15 Ketika itu, berat bobot tubuhnya hanya 40 kilogram dan beliau hanya
untuk beberapa tahun. Beliau menghabiskan tahun-tahun akhirnya sebagai guru Undang-undang Islam di sekolah Imam Khatib Qunya (konya). Beliau adalah penerjemah karya-karya Said Nursi berjudul alMathanawi al-Arabi al Nuri dan Isharat al I’jaz dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Lihat Sarwat, Ibid. hlm.7). 14 Marjan adalah anak bungsu dalam keluarga Mirza. (Said Nursi, Sirah zatiyyah, Ibid, hlm. 36).

Murid Said Nursi yang ikut perjalanan ke Urfah menjelang meninggalnya Said Nursi adalah Husni Bayram, Bayram Yuksal dan Zubayr Gundulzalp yang membawanya ke Urfah dengan sebuah kereta. Mereka sempat menginap di hotel Ipek Palace dan didesak oleh pemerintah Urfah agar kembali ke Isparta. Untuk memeriksa kesehatan Said Nursi didatangkan seorang dokter yang memberi izin agar Said Nursi tidak boleh dibawa kemana-mana karena suhu badannya meningkat 40°C, sampai keesokan malamnya kira-kira jam 03.00 pagi Said Nursi tidak berucap sepatah kata pun kecuali kelihatan mulutnya yang bergerak-gerak seperti sedang berdo’a. (Said Nursi. Ibid. hlm.
15

342-343). . (wawancara Fatih Yazlik. jubah. padahal sudah hampir lima bulan mayat itu terkubur. dan dua puluh lira uang. Wajahnya pun kelihatan tersenyum. Beliau dikebumikan di perkuburan Ulu Jami’ pada hari kamis. 287) 16 Adik Said Nursi tanggal 12 Juli 1960 dipaksa untuk menandatangani surat pembongkaran kuburan Said Nursi di Urfah. 24 Maret setelah sholat Asliar (Sukran Vaheda 2005. di suasana transisi khalifah di akhir kekhalifahan Turki Usmani. 2005). Said Nursi memiliki garis keturunan seorang ulama terkemuka dari bangsa Kurdi. Akan tetapi. Juli. h1m. Said Nursi dikuburkan di Urfah dan kemudian jenazahnya tidak diketahui secara jelas tempat penguburannya. sampai saat ini belum diperoleh kejelasan tempat dikuburkan Said Nursi. hlm. Sampai saat ini jenazah itu tidak diketahui jelas berada di mana. karena memang tidak pernah dijelaskan. Kemudian. sekitar 12 Juli 1960 kuburan itu dibongkar oleh pemerintah sekuler (golongan anti Islam) dan jenazah Said Nursi dipindahkan ke sebuah tempat rahasia di Isparta. Riwayat Pendidikan 481dan Urkhan. Beribu-ribu orang dari berbagai pelosok Turki hadir untuk menziarahi dan mendirikan sholat jenazah untuknya. Yang menakjubkan adalah jasad tersebut masih segar. Toko-toko dan pasar di Urfah pada hari itu ditutup. Berita kematian beliau disiarkan di dalam halaman harian (koran-majalah) di Istanbul dan Ankara.16 Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Said Nursi dilahirkan dan hidup.69 meninggalkan seutas jam tangan. sebab tidak ada tempat bagi masyarakat Turki untuk menziarahi kuburannya. tentara pemerintah anti Islam memasuki Urfah disaksikan Abdul Madjid kuburan Said Nursi dibongkar dan mayatnya dimasukkan ke keranda dan diterbangkan dengan pesawat terbang ke Isparta. Berdasarkan keterangan yang dipaparkan di atas Said Nursi memiliki jalur keturunan sampai ke Imam Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad Saw.

di mana pelembagaan pendidikan seperti ini terdiri dari pendidikan informal. hlm.pembagian pelembagaan ini bermula peradaban Barat . Pembentukan kepribadian ini tidak pernah terlepas dari peran keluarga. Dalam hal ini asas perkembangan dan asas pendidikan seumur hidup yang dikemukan oleh M. yaitu pandangan hidup. bahasan berikut ini mencakup pendidikan informal.di era sekarang dikategorikan sebagai kelembagaan pendidikan sosial .di mana maksud dari pelembagaan adalah sebagai suatu upaya untuk memantapkan landasan nilai pada kegiatan pendidikan sebagai realisasi tujuan pendidikan maupun keterkaitan ilmu. emosional dan intelektual yang padu dalam diri. sains dan teknologi pada kepentingan dan kebutuhan manusia. 19). sikap hidup dan keterampilan hidup (Ma’shumah 2001. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dan keluarga antar bangsa (Faisal 1995. Pendapat ini memiliki makna bahwa pendidikan adalah serangkaian proses yang membentuk seseorang secara spritual. Pendidikan dalam konsep ini adalah pendidikan secara menyeluruh. sekolah dan masyarakat . Berdasarkan pendapat ini maka. Arifin senada dengan pendapat Lift Anis Ma’shumah yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan. yakni pendidikan seumur hidup.70 Pendidikan menjadi faktor penting dalam melihat sosok manusia. hlm. pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang melingkupi . 214). formal dan nonformal .

Menurut Wahyu keluarga adalah “suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi. hlm. Pendidikan informal Said Nursi adalah pendidikan keluarganya. ibu dan anak” (Wahyu 1986. berkembang. Syahminan Zaini menyatakan bahwa keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan . hingga tercipta dalam keluarga mereka suasana religius. Dan inti keluarga adalah ayah. Sebagai pendidikan pertama dan utama secara kelembagaan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga orang tua memegang posisi sangat penting dalam menyampaikan materi atau informasi pendidikan untuk diterima oleh anak. Karenanya. 41). Melalui proses pendidikan ini diharapkan dapat dipahami sosok Said Nursi terutama mengenai yang pandangan merupakan hidup. hlm. Materi pendidikan agama menjadi basis semua kegiatan pendidikan yang ingin diselenggarakan dalam kehidupan keluarga. h1m.71 secara menyeluruh dalam satu kesatuan pengalaman hidup Said Nursi. hati dan praktek kehidupannya secara langsung. pendidikan agama baginya dan saudarasaudarinya begitu diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. 57). Sebagaimana yang dialami oleh Said Nursi. merawat dan sebagainya. menurut Zakiah Drajat keluarga sebagai wadah utama pendidikan (Zakiah 1994. 214). 1) Pendidikan Informal : Pendidikan Keluarga Pertama dan Utama Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan (Jalaluddin 2002. sebuah sikap hidup dan keterampilan hidup proses integrasi keilmuan dalam akal. mendidik. melindungi.

1995. Dalam waktu yang relatif singkat ketiga pendidikan tersebut diperolehan oleh Said Nursi yang menjadi dasar pribadi. 8-9). Sosok Mirza sangat baik untuk diteladani oleh anak-anak mereka. berikut permasalahan-permasalahan di seputar pengajaran agama. 152). 17 . Said Nursi beruntung memiliki keluarga yang peduli terhadap ni1ai iman. akhlak dan intelektual. h1m. tanggung jawab pendidikan akhlak (moral tanggung jawab pendidikan fisik. tanggung jawab pendidikan intelektual (rasio atau akal). Mirza mengajarkan kepada anak-anaknya tentang agama. Penerbit Pustaka Amani. Dalam proses ini orang tua dan kakak Said Nursi berperan dalam pendidikan awal Said Nursi. rukun Islam dan dasar-dasar syariah. akhlak (moral) dan intelektual (rasio atau akal). yakni siap mengarungi lautan kehidupan. tanggung jawab pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual. pendidikan iman. 3). hlm. tentang iman Menurut Abdullah Nasih Ulwan kebanyakan para pendidikan berpendapat bahwa tanggung jawab yang terpenting adalah tanggung jawab pendidikan iman. termasuk Said Nursi. sikap dan intelektualnya. Waktu delapan tahun merupakan waktu yang cukup penting bagi sejarah hidup Said Nursi. Pertama. di mana orang tua adalah pendidik kodrati (Syahminan Zaini tt. hlm.72 pendidiknya adalah kedua orang tua. bermuatan ilmu.) Pendidikan Anak dalam Islam. seperti ilmu-ilmu agama. Jamaluddin Miri (Penerj.17 Selama delapan tahun. Pendidikan akhlak atau moral adalah pendidikan tentang prinsip moral dan keutamaan sikap serta watak (tabiat) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang mukallaf. kebudayaan dan sebagainya (Abdullah NAslii Ulwan. tanggung jawab pendidikan psikhis. 151-281). hlm. Pendidikan rasio atau intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat. (Pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. Said Nursi berada dalam didikan orang tuanya sebelum merantau menuntut ilmu (Zaidin 2001. sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. Proses pendidikan keluarga sebagai tanggungjawab terhadap anak sedikitnya mencakup 3 (tiga) pendidikan yakni iman. Karena fondasi iman. Jakarta. kebudayaan dan peradaban hingga pikiran anak menjadi matang. akhlak dan intelektual sudah dirasakannya selama bersama keluarganya. Mirza ayahnya adalah seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja (Lihat Vahide 2000e.

Ini sudah tentu sangat besar manfaatnya. 8). Akhlak seperti ini menjadi teladan dalam perilaku Said Nursi. Betapa akhlak untuk memberi makan anak dalam keadaan baik. kematian. hlm. terutamanya dalam menyuburkan sifat analisis. 8). Kedua orang tuanya sangat menekankan kepada pendidikan agama dengan mengedepankan sifat-sifat baik mereka sebagai panutan atau uswah. dan kemasyarakatan. Pada masa kecilnya Said Nursi telah menunjukkan perwatakan yang menarik. pendidikan akhlak. Ketiga. (Zaidin 2001. Said Nursi juga sering menghadiri majelis perbincangan antar ulama di kampungnya (Zaidin 2001. yakni suka bertanya dan mencoba mencari jawabannya sendiri. juga belajar ilmu al-Quran.73 dan tauhid. hlm. (Zaidin 2001. pendidikan intelektual. Kedua. Masalah keimanan dan tauhid menjadi persoalan inti yang diajarkan oleh orang tua Said Nursi kepadanya. Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Ihsan Kasim 2003. hlm. hlm. terlebih lagi akhir pekan Said Nursi selalu menerima pelajaran dari kakaknya itu. majelis perbincangan antara ulama sekampungnya sering diadakan di rumah ayahnya. Pendidikan intelektual didapatkan oleh Said Nursi dalam keluarga dengan cara belajar kepada kakaknya Abdullah – saudara ke-3 dalam keluarga Said Nursi dan memiliki ilmu pengetahuan yang banyak – yang setiap waktu libur. Lebih-lebih lagi. hlm. memikirkan persoalan kehidupan. Kejeniusan Said Nursi kecil ini semakin nyata ketika ia mampu menghafal al Quran dalam usia 12 tahun. kritis serta minatnya kepada dialog dan perdebatan (Zaidin 2001. Misalnya. 8). Pendidikan agama melalui keteladanan atau uswah benar-benar ditekankan oleh orang tua Said Nursi. suci dan halal. 8). 8). .

karenanya ia mulai berusaha keras mempelajari berbagai macam i1mu-i1mu keislaman tradisional dan i1mu-ilmu umum yang juga berkaitan dengan sains modern18 di luar pendidikan keluarga melalui lembaga yang dapat dikatakan sebagai pendidikan formal atau pendidikan sekolah. 15). Kegiatan belajar Said Nursi di desa Thag ini hanya berlangsung sebentar saja. Pendidikan yang pertama kali diterima oleh Said Nursi adalah belajar di kuttab (madrasah) pimpinan Muhammad Amin Afandi di desa Thag (Ta) pada tahun 1882. Desa Thag (Ta) berada bersebelahan dengan desa kelahiran Said Nursi. Terutama iman. Adapun pendidikan formal yang pernah dialami Said Nursi mencakup : 1) Madrasah Muhammad Amin Afandi Tagh (Ta) Said Nursi mulai merantau ketika berumur 9 (sembilan) tahun. karena aktivitas belajarnya pindah 18 Dalam konteks zamannya ilmu tradisional ia belajar dibeberapa tempat. akhlak dan intelektualnya sudah menjadi akar yang kokoh dalam sikap hidupnya. pendidikan formal juga berperan sangat penting dalam terbentuknya kepribadian dan akhlaknya. Namun.74 Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pendidikan informal yang diperoleh Said Nursi dari masa kecil sampai menuju kematangan berpikir dan bersikap sangat dipengaruhi oleh keluarga. Said Nursi menyadari perlu menjadi orang yang berpengetahuan. . hlm. Ibid. karena tidak ada satu pun institusi pendidikan Islam yang lengkap menyelenggarakan pengajaran tersebut Said Nursi selalu berpindah-pindah untuk menyempurkan pemahamannya (Lihat Zaidin. 2) Pendidikan Formal : Pendidikan Madrasah Belajar Ilmu Agama dan Ilmu Umum Penjelasan di atas mengemukakan bahwa latar belakang keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama sangat mempengaruhi Said Nursi.

910). Di Bitlis Said Nursi pernah tinggal serumah bersama Walikota Bitlis dan beliau berkesempatan untuk menela’ah sejumlah besar buku ilmiah dan menghapal sebagian dari padanya. Said Nursi melanjutkan belajar di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. h1m. kemudian memutuskan untak sekolah ke Birmis. tafsir. hadits. hlm. 33). nahwu. Begitu juga beliau pun berkesempatan menelaah sejumlah besar kitab tentang ilmu kalam. Proses ini hanya . mantiq (logika). hlm. 10-13). Bersamaan dengan itu Said Nursi belajar dengan kakaknya dan ulama terkenal di desanya.75 dan dilanjutkan di madrasah desa Birmis (Ihsan Kasim 2003. 2) Madrasah Muhammad Nur di Birmis Pada tahun 1883 Said Nursi pergi ke Bitlis dan mendaftarkan diri di sekolah Syaikh Muhammad Nur. 10). Kemudian lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihapal (Ihsan Kasim 2003. 3) Madrasah Muhammad Amin Afandi di Arwas Bitlis Pada tahun 1891 (1308). (Zaidin 2001. sebab syaikh tersebut menolak untuk mengajarnya dengan alasan faktor usia yang belum memadai. dan fiqh. 4) Madrasah Mir Hasan Wali di Muks (Mukus) Said Nursi merasa tidak puas dengan ilmu yang diperoleh dari tiga orang gurunya tersebut. Said Nursi meminta izin orang tuanya untuk belajar dan pergi ke Arwas di Bitlis dan berguru dengan Syekh Muhammad Amin Afandin (Rajah 1995. Tetapi ia belajar di sekolah tersebut hanya sebentar. hlm.

fisika. suatu daerah yang termasuk dalam wilayah Agra. 11). . sejarah. ia bersama seorang temannya berangkat menuju madrasah di Beyazid. Di Madrasah Beyazid di bawah bimbingan Syaikh Muhammad alJalali. ilmu falak. 8-15). hlm. Di sinilah Said Nursi mempelajari ilmu-ilmu agama dasar. hlm. 11). Selama itu. hlm. kimia. satu daerah di Turki Timur. Dalam waktu relatif singkat sekali beliau mampu menguasai matematika. Said Nursi belajar dengan segala kesungguhan dan keuletannya secara intensif dalam jangka waktu yang singkat selama tiga bulan beliau dapat membaca seluruh buku yang umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama serta ia mendapatkan ijazah dari Syaikh Muhammad Jalalin (Zaidin 2001. Pelajaran yang diambilnya seputar ilmu al-Quran dan Nahwu Sharaf Sebagai apresiasi dari kerja keras belajarnya. Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said (Zaidin 2001. filsafat. (Ihsan Kasim 2003. 10-11). geografi. 5) Madrasah Muhammad Jalali di Beyazid Pada tahun 1889. geologi. dan lain-lain (Ihsan Kasim 2003. beliau berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama. Beliau belajar dengan segala kesungguhan dan secara intensif untuk jangka waktu tiga bulan lamanya. hlm. karena sebelum ia hanya belajar Nahwu dan Sharaf saja.76 berjalan satu bulan setelah itu kemudian ia bersama temannya berangkat menuju salah satu sekolah di Bayazid.

kimia. dan pengajaran bagi masyarakat bawah. diskusi. syeikh. seperti Syeikh Fethullah. Ketika berada di sini. Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman). misalnya . fisika. atau guru yang handal. astronomi. jami’ihi fii jum’atin” (Sungguh seluruh kitab jam’ul Jawami’ telah mampu dihapal hanya dalam satu minggu) (Ihsan Kasim 2003. matematika. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu.77 6) Madrasah Fathullah Afandi di Si’ird Di bawah bimbingan Syaikh Fathullah Afandi secara intensif Said Nursi mempelajari kitab Jam'ul Jawami (kitab tentang ushul fiqhi) karya Ibn as-Subki. geografi. Akhirnya dengan inisiatifnya sendiri dan dalam masa yang singkat beliau telah berhasil menguasai ilmu-ilmu modern seperti sejarah. untuk menguras habis keilmuan mereka. jam’aljawami. filsafat modern. 12). hlm. sehingga Syaikh Fathullah Afandi menulis catatan pada sampul kitab tersebut dengan kata-kata : “Laqad Jama'a fii hifzihihi’. Dalam waktu yang cukup singkat ia menghapalnya. Selanjutnya. Said Nursi menjelajahi secara terus menerus kemungkinan masih tersisa ulama. Said Nursi telah bertemu dan berdialog dengan beberapa orang guru dalam bidang ilmu-ilmu modern. ilmu hayat dan ilmu bumi. hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat. Said Nursi juga pernah menulis beberapa buku dalam bidang yang berkaitan. Kelemahan beliau dalam bidang tersebut telah mendorongnya membaca dan mempelajari buku-buku sains modern yang terdapat dalam perpustakaan Talur BAslia.

17). diskusi dan debat ilmiah. hanyalah sebagai contoh mengenai pendidikan di luar pendidikan resminya. dapat dikatakan bahwa pendidikan formal yang diperoleh Said Nursi mengokohkan sebagai orang yang rasional dan bermoral. atau pendidikan keluarga dan sekolah. hlm. Dari penjelasan di atas. . Misalnya dalam perjalanan Said Nursi dari kota Bitlis menuju kota Syirwan dan belajar dengan kakaknya Abdullah. karena dilakukan di masyarakat dan di luar pendidikan informal dan formal. Malangnya. Berwawasan luas dan berakhlak mulia. orang-orang terdekat dan ulama terkenal. kemudian ia melanjutkan penjalanan ke Si’rad untuk belajar pada seorang ulama terkenal yakni Fathullah Afandi. Pendidikan non formal yang dialami oleh Said Nursi dapat dilihat melalui beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kegiatan pendidikan non formal mencakup: 1) Bersama Kakaknya Abdullah dan Fathullah Afandi Pengalaman Said Nursi bersama kakaknya. Orang yang cerdas secara intelektual juga spritual. 3) Pendidikan Non Formal : Lingkungan dan Perolehan Ilham (Ilmu Laduni) Pendidikan non formal ini adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. Ulama ini melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya : Ada berita engkau telah selesai membaca as-Suyuthi – kitab syarah alfiyah karya Ibnu Malik (pen.78 berkenaan algebra. kehidupan bersama-sama. Banyak yang dilakukan oleh Said Nursi yang dapat dikategorikan sebagai proses pendidikan non formal.) – pada tahun yang lalu.) – pada tahun in i?. Kegiatan perjalanan. Perolehan jenis pendidikan ini berlangsung alami. buku tersebut telah musnah dalam satu kebakaran besar yang terjadi di Van (Zaidin 2001. tapi apakah engkau juga telah selesai mempelajari kitab al-Jami’ – kitab nahwu popular (pen.

sehingga ia berkata lagi : Sungguh perpaduan antara otak jenius yang luar biasa dengan daya hapal yang luar biasa seperti engkau miliki merupakan kejadian yang sangat jarang (Ihsan Kasim 2003. 451) memberikan pengertian motivasi adalah kekuatan yang menggerakkan perilaku. Semuanya merupakan implikasi dari perjalanan secara menyatu dalam diri Said Nursi baik dalam pendidikan informal. Namun demikian. 3) Motivasi Melalui Mimpi dan Ilham Bartol dan Martin (1991. Peristiwa ini telah membuat Syaikh Fathullah Afandi geleng kepala dan sangat kagum dan akhirnya ia berkata : Baik…sungguh engkau ini seorang yang dikaruniai kejeniusan yang luar biasa. 2) Pengalaman Berdiskusi. Said Nursi dengan penguasaannya dalam bidang agama dan sains modern menjadi perhatian banyak orang. Said Nursi pun meraihnya lalu membaca tulisan yang termaktub dalam halaman pertama dan hanya dibaca satu kali saja. Dalam perdebatan ilmiah. Apakah engkau bersedia membaca beberapa baris dari kitab ini dua kali lalu menghapalnya ?. beliau mampu menghapalnya. memberi arah pada . Kemudian ia memberikan kitab Maqaamat al-Hariri. biarkan kami untuk mengetahui daya hapalanmu. hlm. Ternyata hanya satu kali saja membaca. Berdebat bersama Tokoh Intelektual dan Ulama Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. saya telah membacanya secara keseluruhan. hlm. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa efek dari ketekunan Said Nursi dalam lingkungan masyarakat beliau diilhami keilmuan yang dalam dan luas. formal maupun non formal yang dijalani Said Nursi dalam satu kesatuan diri.79 Kemudian di jawab : Ya. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan beberapa permasalahan dan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab semua dengan tepat oleh Said Nursi. Tentu saja apa yang terjadi membuat Syaikh Fathullah Afandi semakin kagum. 10-13). 45). popularitas beliau segera tersebar dan diberi gelar Bediuzzaman (keindahan Zaman) (Said Nursi Tarihi Hajat 1999e. hlm.

80 perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut. hlm. Dengan demikian bergegaslah Said Nursi menuju ke sana dan di sana ia menunggu Rasulullah Saw. Kemudian Rasulullah Saw yang dinanti-nanti pun lewat padanya. Ketika itu dirinya adalah seorang Said Nursi yang masih kecil yang sedang berada dihadapan beliau sambil menciumi kedua tangannya. di manakah dirinya dapat menjumpai beliau dalam keadaan berdesakdesakan seperti ini?. atas kehendak . Karena Rasulullah Saw pun pAsli akan melintasi jembatan tersebut. ia memohon dan beliau agar diberi ilmu lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya : “Engkau akan diberi ilmu al-Qur’an dengan syarat engkau tidak boleh meminta-minta kepada siapapun dari kalangan umatku”. Melintasinya. lalu tangan mereka dijabat dan dicium. para Nabi melewatinya. Pada waktu dirinya sedang berpikir demikian dalam keadaan sedang berada di tengah kerumunan orang banyak. perasaan ingin melihat Rasulullah Saw begitu menggebu-gebu. Pada fase berikutnya. Dalam mimpi tersebut beliau melihat seolaholah kiamat telah terjadi dengan segala kejadian yang sangat mengerikan dan seluruh manusia dihimpun. Peristiwa tersebut selalu diingat sampai akhir hayatnya. Said Nursi memiliki gerakan perilaku melalui mimpi bahwa dirinya melihat Rasulullah Saw. (Ihsan Kasim 2003. terlintaslah dalam benak pikirannya untuk pergi ke Shiratal Mustaqim (jembatan menuju Surga). Ketika itu. selama dalam penantian ini. 15-16). Setelah itu. tapi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi.

dan ilmu lainnya. hlm. kritis serta senang kepada dialog dan perdebatan. Cahaya hati dan keyakinannya yang mendalam kepada Allah menyebabkan ia mampu menembus alam ghaib. terutama dalam menyuburkan sifat analisis. fiqh. perilaku. tetapi tidak boleh disamakan dengan sifat kemanusiaan yang utuh. sehingga ia dapat berdiskusi dan berdialog langsung dengan Nabi Muhammad (Said Nursi Mektubat 2003b. 102103). intuisi adalah semacam perasaan yang bergerak di dalam batin manusia. Sistematika proses pendidikan Said Nursi yang integratif menggambarkan kompetensi Said Nursi .81 Allah Swt menjadikan beliau begitu cepat menguasai berbagai ilmu keagamaan. 4) Kecerdasan Hati atau Intuisi Memperoleh Ilmu Laduni Salyidain menyatakan bahwa intuisi menurut Iqbal adalah isyq atau cinta atau kadang-kadang disebut “pengamatan kalbu” yang memungkinkan kita secara langsung menangkap dan mengamat serta bertautan dengan kenyataan secara keseluruhan (Salyidain tt. hlm.275). Artinya. Dari pembahasan di atas diketahui bahwa riwayat pendidikan Said Nursi baik informal. termasuk ilmu al-Quran. formal maupun pendidikan non formal telah mempengaruhi pemikiran. hadits. yang merupakan suatu mata batin yang tajam. Perolehan ilmu laduni adalah implikasi proses pendidikan yang didapatkan oleh Said Nursi langsung melalui Allah melalui ilham illahi. Pendidikan ini secara intensif diperolehnya ketika ia menulis Risale-i Nur. sikap dan ruhnya dalam segenap kehidupannya.

Tercatat. sampailah Badiuzzaman di ibu kota Istanbul. Ini merupakan pernyataan asing dan menarik perhatian yang membuat popularitas Said Nursi semakin luas yang sebelumnya juga sudah terkenal di ibu kota Istanbul dan membuat orang-orang ingin melihatnya secara langsung (Salih 2003. Mengajar Umat Gratis Pada tahun 1907 M. sudah mulai nampak sejak kecil.82 sebagai i1muwan dan ulama dalam kajian keagamaan dan terdapat praktik antara penguasaan ilmu dan perilaku akhlak mulia. bahwa hotel ini merupakan tempat tinggal sejumlah para pemikir dan pujangga. Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan kegiatan keagamaan Said Nursi. ulama dan guru bagi seluruh masyarakat Turki. 15-16) . 1. juga seorang guru bahasa kenamaan yang bernama Jalal dan lain-lain. Di sana beliau tinggal di khan asy-Syakrizi yang terletak di wilayah Fatih. seperti penyair kenamaan yang bernama Muhammad ‘Akif dan kepala intelejen yang bernama Fatih. Kegiatan Keagamaan Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan oleh Said Nursi untuk menyebarkan dakwah Islam di Turki. Selama berada di ibu kota Istanbul beliau telah menggantungkan sebuah papan di depan pintu kamarnya yang bertuliskan: “Gratis”!!! Di sini akan terjawab setiap pertanyaan dan setiap problema pasti akan terpecahkan”. Proses pendidikan dan kompetensi ini memperkuat bahwa Said Nursi adalah filosof-sufi. Tanda-tanda Said Nursi sebagai tokoh. hlm.

. hlm. dengan pertimbangan karena dirinya juga sebagai seorang yang menyarakan dan menyerukan kebebasan dan prinsip musyawarah secara Islami. ia pun berkata: “Kalian ternyata memusuhi agama dan berpaling dari syari’at” (Salih 2003. ini artinya bahwa di seluruh muka planet bumi ini tidak seorang pun ada yang berakal sehat” (Salih 2003. juga sangat dicekam oleh kediktatoran. karena ia tetap pada prinsip pemikiran dan kepribadiannya. Di sana ia mendapat sambutan hangat dari para pemimpin al-Ittihad Wa at-Taraqi. mereka tidak berhasil mengajaknya untuk menjadi pengikut mereka. kepada dokter ini beliau menyampaikan apa yang terlintas dalam benak sang dokter. dan para intel dai kalangan istana Yaldaz. Kejadian I telah mendorongnya mebuat keterangan : “Jika memang terdapat sedikit saja kegilaan pada Said Nursi. 19-20). Tetapi usulan ini hanya membuat orang-orang dekat Sultan yang hakikatnya tidak mencerminkan pemikiran Sultan membawa beliau ke beberapa dokter untuk diperiksa dan diteliti daya nalar otaknya. Langkah ini ditempuh. Ketika salah seorang dokter hadir untuk memeriksa daya nalar otak Said Nursi. Kasus ini terjadi. hlm. karena penduduknya sangat didominasi oleh kebodohan dan kemiskinan.83 Di ibu kota Istanbul Said Nursi menyampaiikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar didirikan sebuah madrasah bernama Madrasah Az-Zahrah yang ilmu agama dan ilmu sains diajarkan secara bersama di Turki Timur. Kemudian saat dirasakan bahwa sebagian di antara mereka ada yang goyah pendiriannya dan bersikap memusuhi agama (Islam). Kemudian Said Nursi berangkat menuju Salonika dan di sana beliau berkenalan dengan para tokoh al-Ittihad Wa at-Taaraqqi (Perpaduan dan Kemajuan). Usulan ini disampaikan. sistem keamanan. Kemudian para dokter berketetapan untuk menempatkannya di RS Jiwa Topbasyi. Namun demikian. 17-18).

34-36). Aku melihat ada berbagai jalan. aku membaca kitab Maktubat . Pada periode ini pemerintah telah menganggarkan gaji untuknya. tulisan Syaih Abdul Qadir Jailani. mencari jalan keluar dan panduan. 3. sementara sayalah yang secara rohani sakit lebih parah daripada yang lain. ia pernah mengalami transformasi spiritual sebagai berikut: Sadar diriku berada di dalam ‘rawa’ aku mencari bantuan. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). Tercatat bahwa para anggota Darul Hikmah ini hanya merupakan ulama terkemuka saja. dan aku harus mengobati diriku sendiri sebagai pasien. Menjadi Anggota Darul Hikmah al-Islamiyah Di ibu kota Istanbul Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyah tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya (13 Agustus 1918 M).Transformasi Spritual Perubahan dalam diri Said Nursi adalah ketika dia merasa perubahan dalam dirinya. Anehnya. Mustafa Shabri (syaikul Islam). aku memang anggota Darul Hikam (lembaga para ilmuwan tersebut). Setelah itu. Tetapi ia hanya mengambil sekedar untuk memenuhi hajat hidup pokok saja. dan saat ragu jalan mana yang harus ikuti. Muncul kalimat berikut di hadapanku: Kamu berada di Darul Hikam (Rumah Kebijaksanaan). Ketika itu para anggotanya terdiri dari: Muhammad ‘Akif (penyair kondang). aku mencari penjelasan pada kitab Futuh al-Gaib. mencari dokter (rohani) yang akan menyembuhkan hatimu. Sedangkan sisanya dibelanjakan untuk biaya mencetak sebagian dari karya ilmiahnya yang dihimpun dalam Rasal an-Nur yang kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin (Salih 2003. Aku dianggap sebagai ‘dokter’. seorang pembimbing rohani. Hamdi Almalali (mufassir terkenal). ketika Ia berada di lembaga Darul Hikmah al-Islamiyah. yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit rohani umat Islam. hlm.84 2. Sa’duddin Pasya. dan lain-lain.

85 (Surat-surat) karya Imam Rabbani. Menentang Inggris Diantara serentetan rencana jahat yang dilakukan Inggris terhadap Islam melalaui gereja Anglikan adalah enam pertanyaan yang disampaikan kepada para ulama Islam agar dijawab dengan enam ratus kata. Kegiatan Politik Secara bersamaan dalam kehidupanya Said Nursi jelas berkaitan erat dengan kegaitan politik. Pada masa-masa ini dan ketika Inggris berhasil menduduki Istanbul (16 Maret 1920). Badiuzzaman berhasil menyelesaikan buku karangannya yang berjudul al-Khuthuwat as-Sitta (Enam Langkah ) yang diterbitkan secra sembunyi-sembunyi dengan bantuan para murid dan teman-temannya… Buku ini berisi serangan Badiuzzaman kepada Inggris yang disampaikan dengan nada keras dan berupa klarifikasi tentang berbagai syubhat yang santer menjadi buah bibir masyarakat luas dengan disertai sejumlah dalil argumetatif. ‘Menyatukan arah yang akan engkau tuju. Kajian berikut akan menjelaskan fokus kepada kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh Said Nursi semasa hidupnya. Kemudian pertanyaan ini oleh para ulama disampaikan kepada Badiuzzaman dan dijawab: “Sesunguhnya jawaban enam pertanyaan ini tidak harus .’ Tetapi. sumber dari semua saluran tersebut. yang bisa menyatukan semua arah (Said Nursi 2003. Karena setiap jalan memiliki daya tarik sendiri-sendiri. Saat aku dalam kebingungan. Imam Rabbani juga dengan tandas memberikan nasihatnya dibanyak surat yang lain. Transformasi spiritual inilah yang menjadi penyebab perubahan Said Qadim ke Said Jadid. nasihat beliau yang paling penting ini tidak sesuai dengan watak dan perangaiku. Buku tersebut juga berisi ajakan kaum muslimin tetap optimis dan memerangi sikap pesimis yang selama ini tampaknya menguasai masyarakat. sebagai berikut : 1.’ yakni ‘ambil satu saja pemimpin atau satu jalan ke arah kebenaran. serta berisi seruan agar mereka berbakal tekad kuat. ‘matahari yang dikelilingi oleh semua ‘planet’ tersebut. dan mempelajarinya dengan niat yang suci. 487-488). Kadang-kadang pikiranku tidak bisa memutuskan mana yang harus diikuti. hlm. tak lain adalah alQur’an yang penuh hikmah. dengan Kasih Sayang Allah SWT aku menjadi tahu bahwa ujung semua jalan tersebut. maka sulit bagiku untuk menyenangi salah satu jalan dan mengikutinya.

” (Salih 2003. Said Nursi Masa Pergolakan Said Nursi di zaman pergolakan ini terjadi pada 1908-1912. sehingga dia berkata: “Lelaki ajaib ini hampir-hampir menyebabkan aku memeluk Islam dengan kata-katanya” (Zaidin 2001. Syaikhul Islam Abdullah Afandi pun di bawah tekanan pemerintahan kolonial Inggris mengeluarkan fatwa menentang gerakan dan para pelaku aksi ini. ketika itu ia berjuang keras demi untuk menegakkan satu sistem kelembagaan yang berteraskan Syariat Islam. seorang yang Yahudi berkebangsaan Itali. 39-40). hlm. para pimpinan gerakan ini mencoba membujuk dan mempengaruhinya menyertai gerakan mereka. Tetapi apa yang berlaku adalah sebaliknya.melainkan cukup dengan ludah yang disemburkan Inggris terkutuk. kepada muka orang-orang 2. hlm. satu pemberontakan telah meletus Revolusi Turki Muda (The Young Turk Revolution) yang didalangi oleh Pertubuhan Perpaduan dan Kemajuan telah berhasil memaksa Sultan mengaktifkan semua kelembagaan. Memandang pengaruh Said Nursi serta ketokohannya. 32). Tetapi segera fatwa ini dibantah lagi dan dinyatakan batal oleh fatwa yang dikeluarkan oleh tujuh puluh enam ulama bersama tiga puluh enam ilmuwan dan sebelas anggota DPR (anggota parlemen). Gerakan anti pendudukan asing di Anatolia mulai beraksi. tetapi Revolusi Turki Muda tidak disetujuinya. juga tidak harus dengan satu kata…. Ini jelas dari sikap Said Nursi yang berpegang kepada prinsip . Antara mereka yang datang menemuinya ialah Emanuel Carasso. Dalam tahun 1908.86 denggan enam ratus kata dan tidak pula dengan enam kata…. Walaupun Said Nursi menyokong usaha untuk mengembalikan kelembagaan dalam negara.

hlm. Aktifitas perniagaan dan perdagangan di Istanbul mulai terhambat (Zaidin 2001. Said Nursi terus menyampaikan idenya kepada masyarakat tanpa dapat dipengaruhi oleh mana-mana pihak. 34): “Berhati-hatilah saudara-saudaraku.” Pada 5 Oktober 1908 (9 Ramadan 1326 H). Suatu hari. Keadaan ini berimbas juga pada kehidupan hampir dua puluh ribu masyarakat buruh dari bangsa Kurdi. Akhirnya mereka melancarkan mogok dan tidak lagi mematuhi arahan ketua-ketua mereka.87 kesederhanaan (menolak kekerasan) dalam menuntut sesuatu keadilan atau kebaikan. jangan kamu hancurkan kebebasan ini dengan kematian kali kedua dengan tindakantindakan yang bodoh dan pengabaian dalam urusan agama. kerajaan telah menyatakan memboikot semua barang Austria dan gedung-gedung jualannya. Pertumbuhan Perpaduan dan Kemajuan yang menjadi penggerak utama ke arah tercetusnya revolusi tersebut bergerak di atas teras perjuangan yang menyimpang dari ajaran Islam (Zaidin 2001. 33). tipu daya syaetan dan penyelewengan yang hina. Austria telah mengumumkan kemasukan Bosnia dan Hersegovina ke dalam negara tersebut. hlm. hal. Lebih-lebih lagi. seperti dikutip Zaidin (2001. Said Nursi yang mendengar berita tersebut terus bergegas ke sana dan memberikan nasihat kepada mereka. 37). Sebagai tindak balasan. kumpulan buruh yang berada di Khan Ashirah mulai bertindak liar. akhlak buruk. Sesungguhnya Undang-Undang Asas yang berfraksikan kepada Undang-Undang Islam (Syariat) adalah malaikat maut yang akan menyentap semua ruh isme-isme yang merusakkan. Ini jelas dari pidato yang disampaikannya di Salanik selepas pengisytiharan kelembagaan tersebut. Di antara ucapannya. Antara lain kata-katanya ialah: . Beliau melihat hanya dengan Perlembagaan Islam yang mampu mengembalikan kekuatan dan kemakmuran dakwah.

karena mereka sudah tidak percaya kerajaan yang sudah membaikot barang Austria. karena perseturuan dan permusuhan justeru akan membinasakan kita sendiri. hlm. fatrah ini menyaksikan bagaimana Said Nursi menggunakan segala ruang yang ada untuk menyedarkan umat Islam dan membangkitkan semangat mereka supaya berjihad menentang penjajah: Pada 5 April 1909. Said Nursi dan Inggris (1918-1923). Pertumbuhan politik Islam ini secara umumnya adalah tindak balas masyarakat Islam yang merasa bimbang dengan perkembangan yang berlaku dalam negara di bawah pemerintahan Parti Perpaduan dan Kemajuan. Kita sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk bermusuhan (sesama sendiri)… (Said Nursi dalam Zaidin 2001. Corak perjuangannya yang sederhana (tanpa senjata dan kekerasan) telah diubah kepada perjuangan bersenjata apabila berhadapan dengan musuhmusuh luar (bukan Islam). Said Nursi secara tegas mengatakan musuh kita bukan orang-orang Turki. Sungguh luar biasa pengorbanan Said Nursi yang telah berani meredamkan amarah buruh bangsa Kurdi yang sudah menggunung. Antara kesan daripada protes mereka terhadap kerajaan ialah berlakunya penutupan kedai . keperluan dan perselisihan.…mereka telah menyadarkan kita dari kealpaan dan mendorong kita dari ke arah ketamadunan. Ya. Akhirnya. Oleh itu kita perlu bantu membantu dan berganding bahu dengan orang-orang Turki. 38). kita akan bersatu dengan mereka (orang Turki) dan mereka yang berjiran dengan kita kerana permusuhan dan perseteruan adalah kebinasaan. Parti al-Ittihad al-Muhammadi telah ditubuhkan di Istanbul. Mereka adalah saudara kita. Ikut Perang Dunia I (1918-1923) Bagian ini akan memaparkan keterlibatan Said Nursi dalam Perang Dunia I menentang tentara Rusia dan Armenia.88 Musuh kita adalah kejahilan. tapi musuh kita kejahilan dan perselisihan. Mereka menuntut supaya Syariat Islam ditegakkan semula dalam negara. Ia diasaskan oleh Darwish Wihdati. pengetahuan dan penyatuan. Kita akan memerangi ketiga-tiga musuh ini dengan senjata kemajuan. Orang Turki adalah saudara sendiri bukan musuh. mereka semua menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan mendemo kerajaan kekeliruan yang harus dibenahi. 3.

Setelah sampai ke Wan. Ini terbukti apabila sebagian kritikannya juga ditujukan kepada golongan pengarang.89 minuman keras dan pusat teater. turut sama memberi sumbangan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat melalui akhbar Volkan yang merupakan lidah rasmi pertumbuhan tersebut. al-Misbah dan lain-lain lagi (Zaidin 2001. Said Nursi yang menyertai pertumbuhan politik ini. Surbasti. Said Nursi meninggalkan Istanbul dan kembali ke Wan melalui Batum (Batum). sokongan ini sedikitpun tidak menyekat beliau dari menyatakan kebenaran. Di samping Volkan. Bahkan Said Nursi sendiri telah berucap sewaktu pertubuhan ini diasaskan. Mereka juga menuntut supaya kerajaan membuat sekatan ke atas Gerakan Kebebasan Wanita (Zaidin 2001. Dalam tahun 1910. Dalam perjalanan. Antara kritikannya. Said Nursi mulai menyampaikan kuliah-kuliah agama kepada masyarakat. Karangan dalam bahasa Turki ini kemudiannya diterjemahkan kedalam bahasa . terutamanya dengan adab-adab Islam supaya (kekuatan) agama itu dapat menjadi pengawal dalam bidang penulisan. Said Nursi juga menulis di dalam akhbar-akhbar lain seperti al-Aqbah. “Sasterawan seharusnya beradab. Mizan. hal. yang tidak memperlihatkan adab-adab penulisan yang Islamik. Said Nursi singgah di Tiflis (Tiflis) untuk melihat suasana bandaraya tersebut. 38). Said Nursi pun mendaki Bukit Shaykh Sanan dan untuk seketika Said Nursi memandang ke arah bumi yang berada di bawah jajahan Rusia. Meskipun Said Nursi menyokong Parti al-Ittihad al-Muhammadi. 32). hlm. Himpunan soalan serta jawaban yang diberikan dalam kuliah itu dimasukkan oleh Said Nursi dalam kitabnya alMunazarat. termasuklah Darwish Wihdati sendiri. maupun mengkritik manamana pihak yang dilihatnya tidak bertindak sewajarnya. Seorang pegawai polis Rusia datang menghampirinya. Untuk itu.

Setelah 2 tahun Said Nursi pulang ke Istanbul pada tahun 1918. 25-29). Ini terjasi pada 1912. Said Nursi telah dilantik memimpin pasukan Sukarelawan dari selatan anadul (Anatolia). Dalam pertempuran ini Said Nursi bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi tentara Rusia. Dengan menaiki kapal selam Jerman. hlm. Ia pergi ke Damaskus untuk menyampaikan khutbah di Masjid Umayyah tentang kondisi umat Muslim dan cara mengatasi masalahmasalahnya. Dalam tesis Zaidin (2001. Ketika terjadi pemberontakan besar 31 Maret pada tahun 1909. Said Nursi dan pasukannya berangkat ke sana. hlm. dalam minggu-minggu pertama tercetusnya Perang Balkan. Kerajaan telah membuat keputusan untuk menyebarkan Fatwa Jihad keseluruh dunia Islam. 49) dituliskan pula tentang penugasan Said Nursi untuk memimpin perang. Said Nursi pun tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan dibawa ke salah satu markas tawanan militer di Qustarma yang terletak di Timur Rusia (Salih 2003. Badiuzzaman menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kakasia dan Turki Timur. Isyarat al-I’jaz Fi Mazhan al-Ijaz. Dalam perang dunia I. Beliau telah ditugaskan melaksanakan misi tersebut ke Libya (Afrika Utara). Misinya ini adalah untuk menghubungi Sayyid Muhammad Idris al-Sanusi yang ketika itu sedang berjuang menentang tentara Itali. ia telah coba mententeramkan keadaan. 44-46). dalam bahasa Arab. Kemudian Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah – Lembaga ilmiah milik para ulama Turki Usmani – tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya.90 Arab judul Rajtat al-awwam. Said Nursi kemudiannya di saat-saat hampir tercetusnya Perang Dunia I diberi kepercayaan untuk menganggotai al-Tashkilat al-Makhsusah. Kitab ini telah dicetak di Istanbul dalam tahun 1913 (Zaidin 2001. Pada tahun 1911. . Kemudian selama terlibat dalam pertempuran tersebut ia pun berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. hlm.

Sesungguhnya orang yang tidak menjalankan shalat adalah pengkhianat. Seraya memberi isyarat dengan telunjuknya. Kemudian pernyataan ini dibagiikan kepada para anggota dewan yang dipimpin oleh Jenderal Kazhim Qurah Bakar (Panglima Besar Gerakan Kemerdekaan). sebelum Hari Raya Qurban tahun itu. Tetapi langkah pertama yang Anda sampaikan kepada kami ternyata urusan shalat yang membuat di antara sesama anggota majelis di sini terpecah. terjadilah pembicaraan seru di antara keduanya. dan kedatangannya ini telah disambut dengan meriah. sedangkan . Untuk itu kami sengaja mengundang Anda ke sini agar kami bisa mengambil manfaat dari pendapat-pendapat Anda yang sangat berharga. bahwa kami sangat membutuhkan orang seperti Anda. sehingga ia berangkat juga ke sana pada tahun 1922. Dengan demikian. beliau berketetapan utuk mencetak pernyataan pada tanggal 19/1/1923 M. Menentang Mustafa Kemal Attatruk Said Nursi berulang kali diundang ke Ankara oleh Mustafa Kamal. Buah dari langkah tersebut telah berhasil menyadarkan kira-kira enam puluh di antara mereka menjadi orang-orang taat beragama dan aktif menjalankan shalat. Di antara kata-kata yang disampaikan oleh Mustafa Kamal saat itu: Sejujurnya. Sayangnya beliau tidak betah di Ankara karena melihat kebanyakan di antara para anggota dewan tidak aktif shalat. Badiuzzaman menjawab pernyataan Mustafa Kamal : Pasya…Pasya… Sesungguhnya hakikat yang paling menonjol sesudah iman adalah shalat. Mustafa Kamal rupanya tidak senang dengan pernyataan ini dan oleh karena itu dia memanggil Said Nursi. yang membuat sepuluh materi yang dialamatkan kepada para anggota dewan. sebagai nasihat dan peringatan Islami.91 4. Kemudian. sebagaimana perilaku Mustafa Kamal pun tampak berlawanan dengan Islam suatu hal yang membuat ia sangat sedih. sehingga masjid yang ada di sana tidak mampu menampung jamaah dan akhirnya dipindahkan ke ruangan yang lebih besar.

Said Nursi mengambil kesempatan ini dengan menjelaskan kepada Sultan dan beberapa orang pemimpin Partai Perpaduan dan Kemajuan tentang betapa perlunya dibina sebuah universitas di Timur . hlm. maka Said Nursi pun pergi meninggalkan kota ini. yang juga merupakan ibukota Qusuwa (Kosovo). 48). Said Nursi pergi ke Bayrut (Beirut) dan kemudiannya kembali ke Istanbul melalui jalan laut pada Jun. Pada 11 Juni 1911. 43-45). hlm.Mendengar jawaban ini Mustafa Kamal berpikir hendak menjauhkannya dari Ankara. ibadah. Ia pergi dari sana dengan hati yang sedih dan membuat dirinya banyak melakukan tahajjud. sebuah kawasan Eropa di bawah kekuasaan Turki. Tetapi Said Nursi menolak tawaran ini (Salih 2003. 1911. rombongan tersebut sampai ke Uskup (Skopje). Dalam perjalanan ini. Di sanalah beliau i’tikaf dan mengheningkan cipta. Ia pergi menuju kota Wan dan tinggal di sebuah rumah kumuh yan tidak berpenghuni yang terletak di gunung Ark. 5. 41-43). Setelah merasakan adanya niat buruk yang dialamatkan kepada Islam dari sejumlah pihak pemerintah di Ankara. dan pengaduan kepada Allah atas keadaan yang terjadi menimpa kaum mulimin. Pada ketika itu. Perjuangan Menuju Rumayli (Rumelia) Selepas berada di Sham. seolah-olah bahwa Allah sedang mmpersiapkan dirinya untuk tampil menghadapi tugas berat dan bahaya yang hendak menghancurkan Islam ( Salih 2003. Rombongan Di-Raja ini berangkat dengan menaiki kapal perang Barbarossa dan mereka sampai ke Salanik pada 7 Juni 1911.92 kepemimpinan seorang pengkhianaat di mata hukum adalah tidak diterima…. Said Nursi telah dipilih sebagai wakil dari Timur Turki untuk mengiringi Sultan Rashad dalam satu lawatan ke Rumayli. hlm. sebuah bandaraya bersejarah. sebuah universitas sedang dibina di Qusuwa. dua orang pengikut Sultan yang berpendidikan sekolah modern berbual dengan Said Nursi (Zaidin 2001. beliau ditawari jabatan sebagai penasihat umum wilayah timur dengan gaji yang menggiurkan. Untuk itu.. Di sanlah untuk sekian lama waktunya dihabiskan dengan mengasingkan diri dari keramaian.

Rencana tersebut telah disambut baik oleh Sultan. Dia ditahan selama 11 bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah” (Salih 2003. baik dia maupun para santrinya (dari Kastamonu dan daerah-daerah lain) terus-menerus mendapatkan tekanan dari pemerintah. Setelah Qusuwa jatuh ketangan Rusia dalam Perang Balkan. Dia menetap di Kastamonu selama tujuh tahun. hlm. dia dipaksa tinggal di Kastamonu. Said Nursi terus meletakkan batu pertama pendirian universitas tersebut di Irtamit (Edremit). peruntukan sejumlah 19. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. Meskipun tuduhan itu . 48-49). hlm. Setelah kembali ke Wan. Selama masa ini. Kendati proyek terebut tidak membuahkan hasil yang membanggakan disebabkan meletusnya Perang Dunia I. Setelah dibebaskan. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat.93 Turki. berhampiran dengan Tasik Wan (Zaidin 2001. Semula dia tinggal di lantai teratas kantor polisi itu. dia menjawab : “Biografi saya yang kalian pegang itu membuktikan bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. kemudian dipindahkan ke sebelah rumah tepat dia seberangnya. Ketika dalam persidangan dia ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. 66). dan selalu menandaskan bahwa hak-hak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat.000 lira yang disediakan bagi penubuhan universitas di Timur Turki atas permintaan Said Nursi sendiri. dan berpuncak dengan penangkapan besarbesaran dan pengadilan serta pemenjaraan di Denizli pada tahun 1943-1944. Dia dituduh membentuk tariqah Sufi dan mengorganisir masyarakat politis. dan beberapa bagian penting dari Risalah An-Nur ditulisnya disana. Meskipun sepanjang hidupnya dia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat.

Pada saat wafatnya di Urfah. Tetapi kemungkinan ini tidak berarti sebagai biang segala tindakan kriminal. gelap dan pengap dalam kondisi yang sangat menyedihkan sampai ia dibebaskan pada tahun 1944: Setelah dibebaskan. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. dan uang dua puluh lira (Salih 2003. izinkan saya untuk menyampaikan pernyataan kepada Bapak-bapak sekalian: Dampak suatu perbuatan tidak bisa dituduh sebagai faktor penyebab suatu kasus sampai terjadi dan tidak dapat dituduh sebagai biang keladinya. kali ini dengan tuduhan menerbitkan A Guide for Youth (Petunjuk bagi Para Pemuda). Said Nursi di depan pengadilan pernah menyampaikan pembelaan yang sangat terkenal. penyelenggara pemakaman menemukan peninggalannya berupa sehelai surban. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding. dan kembali dinyatakan tidak bersalah. Pada kesempatan ini. Isparta. jauh bumi dari langit untuk dipergunakan selain dari itu. Setelah itu dia berpindah-pindah tempat tinggal seperti ke Emirdag. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan sebanyak sekitar 2000 kali hingga sekarang. dan Said Nursi besrta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah. 23 Maret 1960. Tetapi seorang pun tidak akan ada yang masuk ke sana tanpa iman (Salih 2003. Sebagai akhir perjuangannya Said Nursi memberikan peniggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. Aktivitasku yang hanya terfokus menggeluti ilmu-ilmu keislaman hanya dijadikan sarana untuk memperoleh ridha Allah. Afyon. dan . Memang. Bapak-bapak telah betanya: Apakah saya termasuk orang-orang yang aktif dalam kegiatan seperti yang dilakukan para pengikut thariqah sufisme? Pertanyaan ini saya jawab: Sesungguhnya era kita sekarang adalah era memelihara iman bukan era mempertahankan thariqah sufisme. bisa jadi batang korek api dapat membakar rumah. hlm.94 akhirnya gugur. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot 40 kilogram. 67). Propinsi Afyon agar menetap disana. Kelak di akhirat pasti akan banyak masuk syurga tanpa melalui thariqah sufisme. Said Nursi dikirim ke kota Emirdag. 67). hlm. yang mungkin bertepatan dengan Lailatul Qadar. sepotong pakaian. Berikut ini akan kita kutip sebagian daripadanya: Bapak-bapak hakim yang terhormat: Saya telah dihadapkan ke persidangan ini dengan tuduhan bahwa saya seorang yang telah menjadikan agama sebagai jalan untuk membuat kekacauan dan merusak keamanan umum. Pada tahun 1953 dia diadili sekali lagi. adalah Kumpulan Risale-i Nur setebal 6000 halaman. dan Istanbul. tetapi Said Nursi dikurung selama 9 bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. Pengadilan memvonis dia dengan semena-semena.

Said Nursi juga memiliki karya-karya lain. hlm.95 prinsip-prinsip mulianya yang merupakan dimensi yang tidak akan bisa dicatat dalam catatan penyelenggara jenazah (Said Nursi 2003b. selain itu terdapat pula karyakarya Said Nursi yang lain yang ditulis pada masa Said Lama dan Said Ketiga. XV-XVI). Berikut ini akan disebutkan bagian Risale-1 Nur karya tulis Said Nursi selengkapnya adalah : Tabel 1 Kumpulan Tulisan 14 Jilid Risale-i Nur Bahasa Yang Digunaka n 1926-1929 Turki Tahun Perbitan No. Adapun yang dimaksud Risale-i Nur adalah kumpulan tulisan Said Nursi berjumlah 14 jilid. selain Kuliyatul Rasailin Nur. Judul Buku Keterangan Asli dan Masih Terbit 1. Kumpulan tulisan 14 jilid inilah yang disebut Risale-i Nur. Sozler . Risale-i Nur adalah karya monumental Said Nursi yang ditulisnya dengan tulisan tangan bersama muridnya yang tebalnya berjumlah kurang lebih 6000 halaman. Karya Tulis Sebelum mengenal karya tulis Said Nursi perlu diketahui bahwa karya tulis Said Nursi banyak sekali. Risale-i Nur Rilale-i Nur sekarang lebih dikenal "Kuliyatul Rasailin Nur" adalah kumpulan kitab tafsir yang ditulis oleh Said Nursi yang diberi nama "Risale-i Nur".

29 Surat (al Maktubat)dalam buku Menjawab Yang Tak Terjawab.96 1929-1932 Turki 1921-1932. penguatan aspek ibadah. Secara global isi pokok dalam karya tersebut mengupas tentang aqidah dan keimanan yang diindikasikan dengan ma’rifat Allah. dan 12 Risalah (ar-Risalah) terdapat dalam buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya (Epitomes of Light). Iman ve Kufur 1948-1950 Turki 13. Tarihce 1948-1950 Turki 11. Kitab-kitab Lain . ada yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat 33 Cahaya (al-lama'at) dalam buku Menikmati Takdir Langit. manhaj as-Sunnah. 5. 3. ma’rifat Rasulullah. Asyari Musa Turki 12. 6.Turki 1934 1936-1940 Turki 1916-1918 Turki 1922-1923 Arab dan Turki 7. Barla Lakihasi 1925-1930 Turki 8. Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan. Muhakamet 1911 Qaibi Turki Turki 2. Munavazeleri Sikke-i Tadikff 1948-1950 14. Mektubat Lema’alar Su’alar Isyaratul Ijaz Mesnavi Nuriye Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih dan Masih Terbit dan Masih Terbit Terbit dan Masih Asli Asli dan Masih Terbit Terbit Demikian keempat belas kitab Risale-i Nur yang merupakan master peice dari kitab-kitab Risale-i Nur. 4. dan akhlak atau adab-adab Islami dan lain-lain. Di antara kitab-kitab Said Nursi di atas. Ermidag Lakihasi 1944-1949 Turki 9 Kastamonu 1936-19 Turki LakihasiHayati 10.

Tahun Penulisa Bahasa Yang Digunakan Arab Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Keterangan Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit 10 bush. Hutbei Saniye 10 Nutqah min . 13 Geclik Rehberi . 1. Isarat 4. Sunuat Nubuwuyat 9.97 Dalam konteks ini. 15 Konsferan Ankara . 14 Konsferan Ankara . lserat 8. Talikat (mantik) 2. 1950Ucucu Soz 16 Yirni .Orfi 6. pidato) 12 Hair Risalasi . Sunuhat 7. Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit . 18 Nur Alemini . 24 Hastalar Risalesi . 27 Zahretin Nur . Munazarat 5. Divani Harbi. Kull Icaz (mantik) 3. 23 Haftimlar Rehberi . Latief Nukteler 26 Risalesi . Uhuwet 19 AnahtariRisalesi . adapun kitab-kitab lain yang ditulis oleh Said Nursi diklasifikasi : Tabel 2 Karya-karya Said Nursi No Judul Buku dan Makalah . 20 Ramazan Iktire . 22 Tabiat Risalesi . Was Risafeleri 21 Risaleler . Ma’rifatillah 11 Jalla Jalahu Nutuk (Khutbah. . maka keberadaan Risale-Nur merupakan sumber dari pembahasan karya-karya Said Nursi yang ditulisnya menjadi kitab-kitab lain tersebut. 25 Sunnet Seniyye . 17 Otuz Ucu Pencere .

41 Runifiz . . 32 Iman Hakikatleri . 31 Hakekat Nurlar . 43 Riale-I Nur . kecerdasan dan otoritas keilmuannya memiliki potensi sebagai seorang filosof sufi. 33 Miftahul Iman . 40 Tuluit . Risalesi Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam sejarah kehidupannya Said Nursi berdasarkan riwayat pendidikan. 35 Tilsinflar Mecmuast . 37 Encebi Filozoflarin .98 28 Ayat-i Kubra 29 Meyve Risalesi . 42 Tiryak . Menguatkan iman dan memperkokoh akidah adalah jalan hidup di dunia modern. Kulliyatindan Fihrist . 36 Ecnebi Filozoflarm . 38 Adfikar Mecmuasi 39 Nur Gegmesl . aktifitas. Said Nursi percaya bahwa kebahagiaan dan kemakmuran di dalam dunia ini adalah berdiri di atas ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban zaman. Adapun kunci utamanya menurut Said Nursi adalah akidah (keimanan) dan selalu merujuk pedoman hidup yakni al-Quran. 34 Siracin Nur . Sehadtleri . Said Nursi telah menulis karya-karya yang memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. 30 El Huccetuz Zahra .

takwa dan sedekah. meyakini hari kiamat. berpegang teguh pada alQur'an. meneladani Nabi Muhammad Saw. dan menanamkan ikhlas. ibadah. tingkah laku.. Bagian pertama dibahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . memahami alam semesta. memahami asma' al-husna. . Bagian kedua. lingkungan. memahami hakekat penciptaan manusia. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda.99 Risale-i Nur sebagai karya besar abad ke-20 itu adalah otentik dalam konteks isi kandungannya melalui tinjauan politik dan sosial kultur yang memiliki bidang kajian yang berbeda-beda jika dibahas. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. kemudian data tersebut dikomperasikan untuk melihat relevansinya dengan pembinaan generasi muda. pandangan hidup. fokus bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . tujuan hidup. situasi kejiwaan. Bab 4 ANALISIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT BEDIUZZAMAN SAID NURSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBINAAN GENERASI MUDA Pembahasan berikut ini terdiri dari 2 (dua) bagian merupakan analisis dari data yang diperoleh terutama mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. menguatkan keimanan. relevansi dengan akidah.

sebagai berikut : Menguatkan Keimanan Iman bagi manusia sangat penting. sehingga menjadi komitmen mendasar baginya. Adapun berdasarkan data yang ada. hlm. "Prinsip menguatkan keimanan" ini benar-benar menjadi dasar bagi setiap orang. Dalam konteks tauhid ini Ismail Raji’ Al-Faruqi menyatakan bahwa “esensi pengamalan keagamaan dalam Islam adalah tauhid yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (La illaha illa Allah)” (Al Faruqi 1982. komitmen dasar yang dalam hal ini disebut sebagai prinsip hidup atau prinsip pembinaan atau proses pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Said Nursi dapat dirumuskan menjadi 9 (sembilan) prinsip. Hal ini berarti bahwa Said Nursi memiliki pemahaman tentang komitmen-komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah yang diinginkan yaitu berperilaku seperti Nabi. keimanan dapat dipahami sebagai akidah atau tauhid. Said Nursi memperhatikan secara intensif mengenai keimanan ini.100 Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Menurut Bediuzzaman Said Nursi Berdasarkan refleksi dari defenisi operasional judul tesis ini yang dimaksud prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". yang sangat bermanfaat bagi generasi muda. 30). Pendapat ini menguatkan bahwa sebagian pengalaman hidup adalah pengalaman keagaman. . Dengan kata lain.

Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah akidah adalah suatu hal yang asasi sekali dalam kehidupan seorang muslim. 7-12). maka keimanan mendalam meyakini secara penuh adanya Allah Swt. dan qadha dan qadhar. 465-466) 19 . Said Nursi menekankan bahwa pernyataan tauhid Laa ilaaha Ilaallaahu tidak dipisahkan terhadap pengakuan Muhammaddur Rasulullah (Muhammad Rasul Allah) yang merupakan satu kesatuan tauhid.101 Dimana pengalaman keagamaan cenderung semakin meningkatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. tingkah laku dan segala yang dikerjakannya. hari kiamat. itulah tujuan ciptaan tertinggi manusia. Segala sesuatu mempunyai dua aspek : aspek pertama mengacu kepada Rukun iman terdiri dari iman kepada Allah. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. juga dalam realisasi amaliah kehidupan. malaikat-malaikat-Nya.19 Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. rasulrasul-Nya. Jakarta. Rukun iman ini adalah akidah atau keimanan yang sudah panjang diperdebatkan. (Syaikh Muhammad Shaleh al-‘Utsaimin. kitab-kitab-Nya. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah sangat mendukung doktrin rukun iman ini. Op. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. hlm. Nur (cahaya) atau pasti tidak benar-benar mengenali Allah” (Said Nursi 2003b. 1995. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. Aqidah Ahulus sunah wal Jama’ah. Argumentasi Said Nursi menyatakan bahwa “Siapapun yang menyangkal Nabi Muhammad Saw yang merupakan kebanggaan semua makhluk dan kehormatan umat manusia karena mu’jizat-mu’jizatnya dan prestasi-prestasinya pasti tidak mungkin dapat menerima. Yayasan al-Sofwa. Cit. Mengenai ini Said Nursi menganggap bahwa “segala sesuatu selain Allah tidaklah berasal dari sesuatu itu sendiri tetapi berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. Namur. Dalam konteks ajaran agama Islam. h1m. Karena akidahlah yang mendasari sikap. Menganggap alam semesta berasal dari alam semesta itu sendiri atau kuasa-kuasa material itu adalah suatu kesalahan. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman.

hlm. Eksistensi dan ketunggalan Tuhan.102 Pencipta sedangkan aspek yang kedua mengacu kepada ciptaan” (Said Nursi 2003. kitab suci. kerasulan takdir Ilahi dan keadilan dalam hidup manusia. Pada prinsipnya. bahkan ateisme. naturalisme. dan posisi serta kewajiban manusia di antara makhluk-makhluk lainnya. Said Nursi yakin bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam 2 (dua) tahap. pernyataan di atas menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Sebagai seorang yang beriman maka kita harus meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan diluar Allah itu adalah Ciptaan. justru ungkapan kalimat La Ilaha Illah ini terdapat hikmah mendalam yaitu Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di jagad ini bagaikan rangkaian kepingan-kepingan bermakna yang memantulkan keesaan Allah rabb al-‘alamin. Kalimat tauhid yang dipedomani Said Nursi bukan tanpa hikmah. 333) dan lain-lain” telah melahirkan materialisme. dan alam itu terjadi tuntutan alam (Said Nursi 2003a. . hari kiamat. Pencipta dan Ciptaan. alam bukanlah terjadi dengan sendirinya. 92). alam terbentuk dengan sendirinya. demikian pula segala sesuatu bukanlah terjadi tanpa campur tangan Sang Pengusa. komunisme. Sebagaimana kita ketahui bahwa para ateis dan naturalis mempunyai pendapat yang menyimpang dari manifestasi keesaan Allah Swt pada alam semesta dan manusia. hlm. Keyakinan pada kausalitas para ateis dan naturalis melahirkan pernyataan-pernyataan seperti : “Alam itu terwujud oleh sebab.

tetapi bagaimana dunia itu menurut pikiran mereka. xxvii). ketuhanan. suatu indeks yang ingin menceritakan Pemiliknya (Said Nursi 2003c. hlm. keberlangsungan dan keagungan dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah kepada benda-benda ciptaan itu melainkan pada realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu (Said Nursi 2003a. Akhlak yang baik terdorong dari keimanan seseorang karena . keadilan dan kemurahan. atau bagaimana dunia itu tampak. keindahan dan kesimbangan. hlm. dan peristiwa-peristiwa lainnya yang berada di bawah kendali Zat Yang Maha Mengendalikan. dan bukan atas kehendak imajinasinya. akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa (al-qalb mir-u al’amal). Penjelasan di atas menegaskan setiap orang yang benar-benar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. Dalam pandangan Islam. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. Said Nursi justru melalui Risale-i Nur menunjukkan hakikat kejadian alam. pasti akhirnya sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illah Allah. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. 334). Maka dapat diyakini bahwa sebenarnya keimanan menjadi komitmen dasar dalam berakhlak.103 Said Nursi dalam kitab tafsir Risale-i Nur menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dan membongkar mitos kausalitas ini dan menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti keyakinan ini sebenarnya tidak melihat dunia sebagaimana mestinya. manusia.

Keyakinan tauhid yang terangkum dalam rukun iman seharusnya menjiwai dalam kehidupan manusia. Sehingga wajar sekali Said Nursi mengutip pendapat Imam Rabbani – pemimpin yang berpengaruh dan murshid terkemuka dari aliran nakshabandiah – mengatakan dalam suratnya.81). menguatkan keimanan berupaya menegaskan bahwa tingkat keimanan yang pokok melalui pengalaman langsung dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami Islam secara integral. hlm. manusia dan Tuhan. Singkatnya. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. "Aku lebih suka perkara keimanan diketahui dengan cara yang mudah dimengerti daripada mencapai ribuan kenikmatan dan pencapaian rohani. ataupun melakukan keajaiban-keajaiban ". Jadi. juga harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari (Ali Anwar Yusuf 2005. Adapun tingkat keimanan yang lain adalah kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan kebenaran-kebenaran keimanan. . tugas pertama.104 sesungguhnya iman selain diyakini dalam hati. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Pendapat ini menguatkan bahwa kunci dari akhlak adalah keimanan. baik alam semesta. Orang yang telah menguasai tingkatan keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini.

sekalipun akan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (Syafi’i 2003. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an Al-Qur'an berperan sebagai pedoman dan petunjuk menuju kebenaran Allah Swt.Qur’an menjadi sangat penting dalam mengenal Allahh ?. Menurut Harun Nasution “wahyu berfungsi sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban . 53). Berpegang teguh pada al-Qur'an berarti manusia dituntut untuk mencapai kesempurnaan menuju Allah Swt. Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau kalam Allah. Sedikitnya ada 3 (tiga) pertanyaan untuk memperkuat argument ini : Apa sebenarnya al-Qur’an ? Mengapa al-Qur’an menjadi pedoman ? Mengapa al. Ketiga pertanyaan ini sangat penting dijawab.105 Hal ini juga berarti bahwa secara tersirat dan tersurat Said Nursi meyakinkan kepada seluruh manusia bahwa prinsip "menguatkan keimanan" harus dilakukan oleh setiap manusia secara keseluruhan di akhir abad ini secara bertahap dan istiqomah dan keimanan mengajarkan untuk mengobati penyakit hati nurani. hlm. karena secara faktual tanpa ada al-Qur’an maka manusia tidak akan mengenal Allah sebagai Penciptanya. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an menjadi komitmen dasar bagi Said Nursi. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang agung dan bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja.

kemudian Usman meminta kepada Habsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk segera mengumpulkan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. setelah selesai dari penulisannya naskah itu diserahkan kepada Habsah istri Nabi Muhammad Saw yang pandai membaca dan menulis. Pada masa Khalifah Usman bin Affan al-Qur’an disalin ke beberapa naskah dan dibukukuan atas usulan Khuzaifah. dan kunci semua kebenaran yang berada di bawah garis kejadian-kejadian. Jadi. Pada masa Umar mushaf itu diperintahkan untuk disalin ke dalam lembaran (shafiafah) dan tidak menggandakannya. al-Qur’an pada awalnya kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang kemudian disusun menjadi sebuah kitab ketika masa khalifa’urrasyiddin. hlm. Al-Qur’an adalah landasan rancangan dan matahari bagi 20 Ketika Abu Bakar memimpin beliau menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. Peperangan itu dikenal dengan perang Yamamah. karena itu beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkanya untuk memerangi orang-orang yang murtad. harta karun Tutur ilahi yang abadi dan pertolongan yang baka dari Sang Maha Pengasih.20 Menurut Said Nursi al-Qur’an berasal dari Pencipta langit beserta benda-benda langit dan bumi serta seluruh penghuninya.106 manusia terhadap Tuhan” (Harun 2002. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an. hlm 44) . hlm. Said bin al-Ash. (Al-Brayary. Jakarta. Untuk melakukan tugas pembukuan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari : Zaid bin Tsabit. perang itu terjadi pada tahun 12 Hijriyah. dan Abdul al-Rahman bin Harits. 81). Al-Qur'an adalah penyingkap rahasia khazanah Nama-nama Allah yang tersembunyi pada ‘lembaran-lembaran’ langit dan bumi. semula Abu Bakar merasa ragu-ragu namun akhirnya menerima usulan dari Umar bin Khatab. penerjemah abadi ‘bahasabahasa’ yang menjelaskan tanda-tanda alami dari Allah dan penafsir buku alam semesta. Umar bin Khatab merasa khawatir dengan kondisi ini lalu beliau mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. Said Nursi menuliskan : Al-Qur’an adalah terjemahan abadi dari alam semesta. 1988. ciri penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar seluruh ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan ditulis didalam sebuah Mushaf Lalu dilanjutkan penyusunannya oleh Umar bin Khatab menggantikannya. Abdullah bin Zubair. Al-Qur’an yang membuat kita mengenal Tuhan semua alam (Said Nursi 2003a. Al-Qur’an adalah lidah dunia gaib dalam dunia material yang kasat mata. RajaGrafindo persada. Dalam peperangan tersebut sekitar 70 orang penghafal at-Qur’an gugur. 4142).

Selain menjadi kitab peribadatan dan penghambaan kepada Allah. nama dan perbuatan Allah. hlm. al-Qur'an juga merupakan kitab perenungan. landasan. Selain menjadi kitab tentang senian. dan penerjemah yang lancar dari semua esensi. orang-orang terkemuka. 42). Menurut pandangan Said Nursi berdasarkan kutipan di atas. tetapi memuat banyak kitab untuk semua kebutuhan umat manusia.107 dunia intelektual dan spritual Islam dan peta bagi alam akherat. penjelas. Al- . al-Qur’an juga berisikan perintah dan ajakan. tunggal dan sinar. setidaknya terdapat 6 (enam) pemahaman mengenai al-Qur’an yakni Sebagai penerjemah. bukti yang fasih. Al-Qur'an menyinari setiap cara ini dan menjawab kebutuhan para pengikut mereka yang memiliki selera dan temperamen yang berbeda-beda (Said Nursi 2003a. al-Qur’an juga merupakan kitab kebijaksanaan bagi mereka. pendidik dan pelatih dalam dunia manusia dan merupakan air bagi umat manusia dan pembimbing sejati yang mengantarkan mereka kepada yang menciptakannya. dan semua cendekiawan yang mulia dan suci hati serta para pemikir dengan beragam pendekatan dan sikapnya mengambil cara-cara yang khas satu dengan yang lain. Al-Qur'an memang sebuah kitab tunggal. Selain menjadi kitab hukum bagi umat manusia. AlQur’an adalah penjelas. lidah. Ia bagaikan perpustakaan suci berisikan buku-buku dan risalah-risalah yang berdasarkannya semua aulia. penafsir yang jernih. sifat.

penjelas. dan dia seperti perpustakaan suci yang . dan peta alam Akhirat . dan kebijaksanaannya yang benar. Keenam pemahaman mengenai al-Qur’an di atas menegaskan al-Qur’an menjadi pedoman penting bagi kehidupan manusia. Sifat-sifat dan tindakan Ilahi. Sebagai sinar hati bagi manusia dalam menjalankan peran-peran kehidupannya. terutama dalam rangka pedoman berakhlak mulia. Al-Qur’an adalah kitab yang berisi kitab-kitab bagi semua kebutuhan rohani manusia. Sebagai sesuatu yang tunggal untuk menjadi petunjuk dan penuntun manusia. penafsir yang jelas. serta kitab perintah dan himbauan. dan kitab seruan dan ilmu Allah. merupakan penerjemah abadi dari Kitab besar Alam Semesta .108 Qur’an sebagal penerjemah bagi kehidupan manusia secara rnenyeluruh. Sebagai lisan Allah yang selalu berbicara melalui kitab alQur’an. Al-Qur’an yang bijaksana. kunci kebenaran yang berada dibalik rangkaian peristiwa . bukti yang terang. dan kitab do’a dan ibadah. pemimpin. pembuka khasanah nama-nama Allah yang tersembunyi dalam halaman-halaman bumi dan langit . matahari alam rohani dan akal budi Islam serta pondasi dan rancangannya. penerjemah yang jelas dari esensi. Sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Sebagai penjelasan bagi umat manusia tentang hakekat kehidupan. yang membuat kita mengetahui Tuhan kita. pendidik dan pelatih dunia manusia serta pembimbing. AlQur'an adalah kitab kebijaksanaan maupun hukum. khasanah karunia dari Yang Maha Pengasih dan tempat-tempat abadi yang datang dari alam Ghaib dibalik tabir alam yang kasat mata ini .

109 menawarkan kitab-kitab dari semua wali dan manusia yang sangat terpercaya dan semua ulama yang suci dan teliti dengan berbagai tabiat telah memperoleh jalan khas bagi diri mereka masing-masing. dalam konteks berbeda. manfaat yang banyak. dan fondasi dunia Islam. Senyatanya. hlm. pengulangan itu tampak nyata. untuk mencapai tujuan. sehingga diperlukan pengulangan di dalam konteks yang berbeda untuk membuat pikiran dan kalbu manusia terkesan dalam aspek-aspeknya. Sebaliknya. makna. kata dan ayat tertulis dengan cara yang berbeda. karena al-Qur'an dimaksudkan untuk membimbing manusia (Said Nursi 2003. hal ini adalah cahaya kemukjizatan yang lain. Hal ini tidak bisa menjadi sasaran kritik. Di dalam masingmasing tempat. Al-Qur’an menyebutkan masalah kosmologis tertentu dengan cara yang ringkas dan sulit dipahami. dan manfaat yang berbeda. serta banyak aspek dan tingkatan. Al-Qur’an juga merupakan pendiri : ia adalah dasar dari agama yang nyata. kata mempunyai berbagai lapis makna. Dalam al-Qur’an penuh dengan pengetahuan dan kebenaran yang mutlak sebagaimana menurut Said Nursi sebagai berikut : . Apapun yang terjadi. dan bukan suatu kesalahan seperti yang dibayangkan oleh orangorang ateis. Kemudian alQur’an berbicara tentang hal-hal penting itu dan kebenaran-kebenaran yang sulit dipahami. 272-273). Ia datang untuk mengubah kehidupan sosial manusia dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dari kelas-kelas sosial yang berbeda.

keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. Imam al-Ghazali misalnya dalam buku Ihya ‘Ulum Al-Din. hlm. juga pada pemikiran yang terus menerus terhadap tanda-tanda Allah di alam semesta. Kutipan di atas menjelaskan bahwa keimanan merupakan keyakinan awal bagi manusia memahami kehidupan. seluruh ilmu tercakup di dalam kaya-kaya dan sifat-sifat Allah.110 Sesungguhnya. sekarang. selayaknya dia merenungkan al-Qur’an”. yang berasal dari sifat firman Ilahiah. sifat-sifat. Keimanan harus terjadi atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. alam semesta dan manusia adalah tiga jenis manipestasi dari satu kebenaran. yang akan menjadi zaman pengetahuan. Oleh karena itu. pada fenomena. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. historis dan psikologis. dan juga kelak. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak Ilahiah. “alam”. bisa dianggap sebagai al-Qur'an yang diciptakan. dari sudut pandang ini. bisa dianggap sebagai alam semesta. keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu (Said Nursi 2003c. Pandangan yang menganggap al-Qur’an adalah sebagai sumber segala pengetahuan itu bukanlah hal yang baru. dan Al-Qur’an adalah penjelas esensi. yang tidak akan bertentangan dengan Islam. sosial. . Selanjutnya beliau menambahkan : “Ringkasnya. Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taglid yang membuta. saat sains berjaya. xx). Jadi. Al-Qur'an. beliau mengutip kata-kata Ibnu Mas’ud : “Jika modern. al-Qur'an.

hlm. sambil memegang sebuah mushaf al-Qur'an dan berkata . Oleh karena itu kita perlu jauhkan al-Qur'an dari mereka". Hal yang paling prinsip bagi Said Nursi dalam berpegang teguh kepada al-Qur'an. Melalui al-Qur’an muncul keyakinan atau keimanan secara mendalam kepada Sang Pencipta yang dengan memahami alam semesta dan mengerti proses penciptaan manusia adalah upaya untuk meningkatkan keimanan itu sendiri. Keimanan tidak dapat dipisahkan dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam al-Qur'an. " (Said Nursi 1999e. 137). yakni ketika Tahir Basha telah memberitahukan kepadanya ucapan Gladestone (menteri Tanah Jajahan Britain) dalam satu perhimpunan resmi kerajaan Britain. 47).. (Mahdi 2001. kita tidak akan mampu mengusai mereka. hlm. yahut muslumanlari kur'andan sogutmaliyiz diye hitabed bulunmus. Maksud perkataan tersebut : "Selagi al-Qur'an ini berada di tangan orang-orang Islam (menjadi pegangan mereka). ketika Said Nursi masih menetap di Wan. beliau telah mendengar satu peristiwa yang telah meninggalkan kesan yang cukup mendalam pada dirinya. selagi itulah. Ne yapip yapmaliyiz. Ingiliz meclis-i meb'usani’nda mustenitekal naziri. Setelah mendengar berita tersebut Said Nursi tentu bangkit dan berkata : "Bediuzzaman'in bu havadis uzerine: . bu kur'ani onlarin elinden kaldirmaliyiz. elinde Kur'an-i kerim gostererek Soyledigi bir nutukla: "Bu kur'an islamlarin elinde bulundukca biz onlara hakim olamayiz.111 clan perbuatan-Nya”..

yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak ilahiyah. karena menceritakan dan mendeskripsikan secara implisit tentang proses penciptaan manusia dan proses penciptaan alam semesta. Said Nursi berkata : "Akan aku buktikan kepada. 47-48). bahwa al-Qur'an adalah mentari maknawi yang tidak akan luntur sinarnya dan tidak akan dapat dipadamkan cahayanya. jenis manifestasi dari satu kebenaran. pedoman dan sumber kehidupan bagi berakhlak mulia. informasi al-Qur’an sebagai dan sumber rujukan bagi akhlak untuk membentuk pribadi yang berakhlak." Demikian. hlm.112 kur'anin sonmez ve sondurumez manevi bir gunes hukmunde oldugunu ben dunyaya ispat edecegim ve gosterecegin! Diye bir niyet ruhunda uyanir ve bu saikle calisir" (Said Nursi 1999e. dianggap sebagai al-Qur'an yang . sebagai alam semesta yang ditulis atau disusun. jalan. al-Qur'an. Sesungguhnya.Qur’an merupakan informasi yang menjelaskan tentang pentingnya tauhid atau keimanan sebagai rangkaian mengkokohkan keyakinan. pentingnya al-Qur’an sebagai kalam Allah. sedangkan alam semesta. dianggap. yang memperkuat pemahaman mengenai manusia. Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ini berarti al. Al-Qur'an. Pentingnya. alam semesta dan manusia adalah tiga. bisa. alam dan Tuhan. yang berasal dari firman Tuhan (ilahiah). melalui al-Qur’an manusia memperoleh petunjuk. Kemudian. dunia. Sebab. yang mendasari komitmen Said Nursi dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan menjaganya dari kejahatan musuh Islam. bisa.

Tegasnya. Allah SWT di alam semesta. xiv). keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. tanda-tanda. dari sudut pandang ini. 17). Pentingnya Memahami Hakekat Penciptaan Manusia Prinsip pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia senantiasa berkaitan dengan memahami makna hidup dalam konteks ajaran Said Nursi. yang tidak akan pernah bertentangan dengan Islam. Oleh karena itu. hlm. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. Bahkan hampir sepanjang hidupnya manusia harus belajar keberadaan dirinya (Said Nursi 2004.113 diciptakan. saat sains berjaya. sekarang. Kehadiran manusia di muka bumi ini memiliki beragam pertanyaan. juga pada pemikiran yang terusmenerus terhadap. Keyakinan ini ditimbulkan melalui akal atau penalaran dan hati nurani yang menyumbangkan peranan penting terhadap pemahaman manusia. Memahami hakekat penciptaan manusia harus diiringi dengan iman. Baik mengenai manusia sebagai mikrokosmos maupun alam sebagai makrokosmos. Iman adalah kunci keyakinan mendalam terhadap penciptaan manusia dan alam semesta. yang akan menjadi zaman pengetahuan. historis. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. . Jadi. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. alam. dan juga. hlm. dan psikologis (Said Nursi 2003b. sosial. pada fenomena. kelak. Karena dengan prinsip ini manusia mengerti keberadaan dirinya di muka bumi ini. Keimanan rnenggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu.

. yaitu tubuh dan ruh jasad)”. Ia belajar sejarah dari Abu bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadi. sedangkan ruh yang mencari sebuah cinta abadi juga meratap dan berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang seperti itu. Ibn Miskawaih sepenuhnya hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaih (320-450H/ 1932-1062M) yang para pemukanya berpaham Syi’ah. hlm. pustakawan. al-Muqaddimah dalam Tahzib al-akhlaq wa Tharir dalam artikelnya yang bejudul Fi al-'aql wa al-Ma'qul. Aku tidak menginginkan. dan jasad sebagai wawasan materialnya bermula dari alam materi. diedit oleh Muhammad Arkoun dalam Arabica XI (1964). Ibn Misakwaih juga banyak bergaul dengan para ilmuwan seperti Abu Hayyan al Tauhidi. Pelajaran filsafat dari Ibn al-Khammar dan kimia dari Abu Thayyib. penyair dan ahli bahasa. (Lihat antara lain Hasan Tamim. Hancurkan dari dalam Ibn Miskawaih lahir di Rayy dan meninggal di Isfahan. hlm. hlm.114 Dalam konteks manusia sebagai mikrokosmos Ibrahim Hamzah (2001. kekekalan lahir dari kefanaan. Dan ia juga dikenal sebagai dokter. Yahya ibn Adi dan Ibn Sina.. perpisahan dan aku tidak dapat menjalaninya”. 85-87). Pekerjaan utamanya adalah bendaharawan. sekretaris. Apabila kalian menginginkan kekekalan di dunia fana ini. (Ibn Miskawaih 1979. Said Nursi juga berpendapat bahwa manusia itu memiliki unsur “ruhani dan jasad”. pendidik anak para pemuka dinasti Buwaih. Menulis buku dan artikel sebanyak 41 buah. Intinya. 9) menyatakan bahwa “manusia itu terdiri dari atas 2 (dua) unsur. 327). Pendapat ini sama seperti pendapat Ibn Miskawaih21 bahwa hakekat manusia memiliki dua unsur yakni jiwa yang diketahui sebagai wawasan spiritual berasal dari Allah. Tahun kelahirannya diperkirakan 320H/932M dan wafat 9 Shafar 421716 Februari 1030. Said Nursi secara implisit menyatakan bahwa manusia tersusun dalam dua unsur pokok yakni jasad sebagai material dan jiwa sebagai spritual. aku tidak menghendaki. 21 . Pernyataan Said Nursi mengenai manusia terdiri dari 2 (dua) unsur yakni : Jiwa yang terobesesi dengan penampilan meratap dengan putus asa ketika menyaksikan rusaknya sesuatu yang dipuja-puja ketika terjadi bencana alam.

Korbankan harta benda dan kekayaan kalian di jalan Allah. sehingga kalian dapat mencapai kekekalan. Dalam pembahasan ini tidak diselidiki lebih jauh mengenai penghubung antara ruh dan jasad yang berupa akal menurut istilah lbn Miskawaih dan hayat menurut istilah Harun Nasution. kata ke-17). hlm. 188). Jalan setapak dari dunia ini menuju kekekalan melintas melalui kehancuran-diri. Apabila ruh dapat mengendalikan Perlu ditegaskan disini bahwa istilah jiwa akan disamakan dengan istilah ruh. yang merupakan dasar pemujaan duniawi. Apabila nafsu dan keinginan duniawi mendominasinya. yang menandai kepunahan. Bebaskan diri kalian dari moral-moral yang buruk. jiwa yang diperintahkan setan. 22 . Namun. (Said Nursi. ruh dibatasi di dalam “penjara” jasad. 105) (Said Nursi. maka dapat dikatakan bahwa manusia jasad 2 terdiri dari jiwa dan jad manusia adalah “small creation” atau sebagai “microcosmos”. dan wujudkan penghancuran hal-hal buruk dalam diri. karena jiwa dalam bahasa al-Qur’an adalah ruh. dalam pembabasan penulis akan digunakan akal sebagai petunjuk perannya sebagai penggerak otak yang bekerja di pusat kepala.115 diri kalian tanpa harus menghancurkan jasmani kalian. Sozler. sebenarnya di dunia ini... 2003 hlm. Penyataan di atas memberikan gambaran bahwa Said Nursi menyakini bahwa manusia itu memiliki unsur jasad dan unsur ruhani. Jasad akan berinteraksi dengan ruh karena manusia sebagai bentuk makhluk ciptaan yang bisa dipahami melalui gerak fisik. Tapi.22 Jasad adalah sebuah alat ruh yang memerintah dan mengendalikan semua anggota sel dan partikel-partikel kecilnya (Ali 2002. maka ruh tersebut pasti tidak berharga dan orang tersebut binasa. Lihat akhir suatu wujud. 2000a.

116 nafsu melalui iman. Karena itu. dan perbuatan baik serta membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan keinginan duniawi. ibadah.. hlm.) Riwayat Bukhari dan Muslim. selanjutnya selama itu pula gumpalan daging..23 Di mana jasad janin manusia sudah tumbuh dan berkembang karena natur materinya sendiri sebelum ar-ruh ditiupkan Allah. Dalam konteks penjelasan mengenai unsur ruhani Ibn Miskawaih agaknya memberikan pemahaman dua segi. Jiwa ini – dalam bahasa al-Qur'an disebut al-ruh – yang ditiupkan oleh Allah Swt ketika janin sudah ada dalam rahim selama empat bulan. Pergerakan jasad manusia bukanlah jiwa melainkan natur materi itu sendiri. 3) Surat Shad (38) ayat 71-74. Jiwa atau ruh sebagai penciptaan tertinggi.A1-Arbain a1-Nawawiyyat oleh al-Imam al Nawawi (Cirebon. Nabi Muhammad Saw memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini antara lain sebagai berikut : (Kamu diciptakan dalan kandungan ibu selama empat puluh hari berupa nuthfah. maka ruh tersebut menjadi murni dan mencapai kesucian dan kemuliaan. Sedangkan materi (al-ajsam) atau jasad penciptaan terendah. 2) Surat al-Sajadat (32) ayat 7-9. 193). tt. unsur ruhani yang Lihat beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan persoalan ini misalnya 1) Surat al-Hijr (15) ayat 28-31. Lihat hadis keempat dari kitab . Namun demikian. Jiwa dan jasad memiliki tingkatan sendiri dalam penciptaannya. hlm. gerak jasad manusia bukanlah gerak melingkar tetapi berupa gerakan materi. Pertama. 16-17). kemudian dikirimlah malaikat dan ia hembuskan ruh ke dalamnya . dan kedua. 23 . Jiwa berpikir ini hakekatnya adalah ruh yang memanifestasikan pemahaman nama-nama Allah. Mathba’at Indonesia. selama itu pula berupa gumpalan darah. pada diri manusia terdapat jiwa yang tertinggi yakni alnathiqat (berpikir). unsur ruhani yang memang sudah ada pada natur jasad sebagai daya gerak dan berfungsi bagi tumbuh dan berkembangnya badan. Ini akan membawa kebahagiaan baginya di dalam dua dunia (Ali 2002.. Adapun sabda.

287). 62.57 H. Sebagaimana umumnya para filosof menyebutkan ada 3 (tiga) daya jiwa yang ada dalam diri manusia. hlm. Sedangkan Al Kindi menggunakan istilah al-quwwat al-syahwaniyyat untuk daya nafsu. hlm. UI Press. Sedangkan al-nafs nathiqat (daya pikir) tidak akan mengalami kehancuran (AlGhazali 1957. diedit Hasan Tamim. Mushthafa al-Babi al-Halabi. 2) Daya berani (al-nafs al sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan. 13. Jakarta.24 Ketiga daya ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda. Bairut. Pertama. 24 . Orang yang memiliki kecenderungan Ketiga istilah di atas digunakan oleh Ibn Miskawaih Lihat Ibn Miskawaih. Menurut keterangan Ibn Miskawaih bahwa unsur al-nafs albahimiyyat (daya nafsu) dan al-nafs al-sabu’iyyat (daya berani) berasal dari unsur materi akan hancur bersama hancurnya badan. hlm. Pemahaman ini menegaskan terhadap daya yang ada dalam diri manusia. Lihat al-Najah. 1398 H. Mesir. Lihat Harun Nasution. Sedangkan Ibn Sina menggunakan al-nafs/al-quwwat al-nabatiyat. 158. al-nafs al-quwwat al-hayawaniyat. Tahzib alAkhlaq. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. unsur jiwa al-nafs al-bahimiyyat (daya nafsu) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa dan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang bersifat sosial dan cenderung bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Akal dan Wahyu dalam Islam. Sesuai dengan pemahaman ini Said Nursi mengapresiasi daya-daya itu dalam sifat-sifat mulia manusia yang menjadi doktrin-doktrin utamanya. dan al-nafs al-insaniyyat. Dayadaya tersebut adalah : 1) Daya bernafsu (al-nafs al bahimiyyat) sebagai daya terendah.117 berasal dari Tuhan yang datang setelah janin berumur empat bulan dalam kandungan ibu. 9. yang tentunya tampak serasi dengan sifat ash-shadaqah (sedekah). al-quwwat al-ghadabiyyat untuk daya berani dan al-quwwat al-nathiqat /al-‘aqilat untuk daya berpikir. 1983 hlm. dan 3) Daya berpikir (al-nafs al-nathiqat) sebagai daya tertinggi.

118 sedekah ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa dermawan dan akan menjadi manusia dermawan. Ketiga. Kedua. unsur jiwa al-nafs nathiqat (daya pikir) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa kepasrahan terhadap Allah dan ciptaan-Nya dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat teologis. yang tentunya tampak serasi dengan sifat at-taqwa (takwa). daya nalar bekerja untuk memadukan keikhlasan dalam hidup. Orang yang memiliki kecenderungan keberanian ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa takwa dan akan menjadi manusia ulil albab. Pertanyaan ini sekaligus menjelaskan kalau Said Nursi . Orang yang memiliki kecenderungan ikhlas seperti ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa ikhlas dan akan menjadi manusia sufi. Pentingnya Memahami Alam Semesta Said Nursi dalam Risale-i Nur mengatakan “mengapa al-Qur’an tidak membahas alam semesta seperti yang dibahas dalam filsafat dan sains modern?”. unsur jiwa al-nafs al-sabui'iyyat (daya berani) dalam diri manusia akan mempenganihi gerak jiwa dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat mencapai kondisi jiwa suci dalam pandangan Alalh dan meningkatkan kinerja dengan ibadah untuk memperoleh sesuatu.

Dapat dikatakan jika alam yang menjadi sandaran kaum naturalis itu memiliki wujud hakiki yang tampak secara lahiriah. Ditegaskan Said Nursi bahwa kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Agung itulah yang telah menciptakannya. 333). Jalan tersebut adalah jalan menuju keesaan Sang Pencipta yang bersifat pasti tanpa ada keraguan di dalamnya“. pandangan di atas Said Nursi mengatakan “Jika secara tegas terbukti bahwa tiga jalan yang pertama mustahil. (Said Nursi 2003a. maka -sesungguhnya wujud tersebut hanyalah ciptaan Sang Pencipta. terbentuk dengan sendirinya. ungkapan terwujud oleh sebab. Ketiga. jalan keempatlah yang benar. maka dengan sangat nyata dan gamblang. hlm. hlm. Menurutnya ada 3 (tiga) ungkapan yang mengkhawatirkan bagi kaum beriman : Pertama. batil dan tidak mungkin. 334).119 meyakini bahwa alam semesta merupakan manifestasi dari nama-nama Allah yang harus dijadikan komitmen mendasar dalam membina diri menuju kesempurnaan menuju Allah. tuntutan alam yakni sesuatu yang bersifat alami. sesuatu terbentuk dengan sendirinya serta mewujudkan dirinya sendiri. bukan . Alamlah yang mewujudkan dan menentukan keberadaanya (Said Nursi 2003a. Said Nursi sangat yakin bahwa penciptaan alam semesta adalah bukti keesaan. Kedua. kebesaran asma Allah. sehingga menjadi seperti apa adanya. Ketiga pandangan pendapat di atas ini adalah refleksi dari Dalam kesimpulan menyikapi yang selama masih bergulat. “karena sebab itulah yang menjadikan entitas tertentu itu ada”.

349). Ia hanyalah objek bukan pelaku. di kitab tafsir Risale-i Nur kalau dicermati secara mendalam dibahas oleh Said Nursi hampir di semua kitabnya secara terintegrasi. Ia hanyalah syariat fitriah. hlm.120 Pencipta. Ia hanyalah kumpulan aturan. menurut Said . Ia hanyalah kumpulan hukum. Pemahaman terhadap alam ini bagian dalam upaya. bukan Zat yang berkuasa. Kita tahu bahwa dalam. Ditegaskan lagi oleh Said Nursi bahwa “alam itu merupakan kumpulan konsep bukan yang menentukan konsep” (Said Nursi 2003b. Serta ia hanyalah goresan bukan sumber. secara khusus Said Nursi menjelaskan asma’ al-husna dalam kitab Lem'alar pada “Cahaya Ketiga Puluh berjudul Asma’ al-husna”. Ketika kita mengetahui. Pentingnya Memahami Asma’ al-husna Prinsip pentingnya memahami asma’ al-husna menjadi komitmen mendasar bagi Said Nursi karena. bukan si pembuat syariat. Ia hanyalah tirai yang tercipta. pandangan ulama asma' al-husna berjumlah 99 nama-nama Allah. sikap dan cara berpikir kita dan mendorong jiwa untuk beriman secara istiqomah dan totalitas kepada Allah. Ia hanyalah ukiran. meningkatkan untuk pembinaan akhlak. Namun. Tapi. bukan si pembuat hukum. maka ketika melihat alam semesta akan berpengaruh dalam tingkah laku. bukan si pencipta. mengerti dan memahami bahwa Allah sebagai Pencipta alam. Jelaslah bahwa alam semesta sebagal makrokosmos “big creation” adalah bukti kebesaran asma Allah. bukan si Pengukir.

Ia terdiri 6 (enam) nama. Said Nursi menyimpulkan bahwa dari balik nama al-Qayyum memberikan sifat tetap dan permanen. ia hanya satu yakni alQayyum. Dapat disaksikan bahwa manifestasi al-hayy telah menjadikan seluruh makhluk hidup itu bersinar lewat tampilannya yang cemerlang. Menurut Imam Rabbani (Ahmed al-Faruq as-Sirhindi) ra. al-Fard. al-Hakim. Said Nursi mengibaratkan bahwa cahaya suci yang berasal dari perpaduan enam cahaya nama Tuhan sebagaimana. al-Hai. Misalnya menurut Imam Ali ra. al-Adl. al-Hay dan al-Qayyum. 695). hlm.121 Nursi dalam "Cahaya Ketiga Puluh" menjelaskan bahwa Allah memiliki al-Ismu al-Azhom (nama-nama Allah yang paling agung). dan alQayyum. alFard. Ia telah membuat seluruh entitas bercahaya lewat cahanyaNya yang berkilau sehingga gemerlap cahaya kehidupan dapat terlihat pada seluruh makhluk hidup yang ada (Said Nursi 2003a. . Demikian seterusnya. Adapun menurut Abu Hanifah an-Nu’man ra. al-Adl. para ulama besar dan istimewa lainnya mengarah pada nama Tuhan yang berbeda. Ia terdiri atas 2 (dua) nama yakni Hakam dan Adl. al-Hakam. keenam nama tersebut adalah al-Quddus. perpaduan tujuh warna sinar mentari. Begitu pula Said Nursi menurutnya asma' al-husna yang dapat dikategorikan sebagai al-ismu al-azhom dalam Risale-i Nur difokuskan kepada keenam nama tersebut adalah alQuddus. Al-ismu al-A'zhom tidaklah sama dalam pandangan setiap orang. Sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilam ia hanya satu yakni : Ya Hayyu.

sebuah keteraturan penuh hikmah yang sesuai dengannya.122 Kemudian manifestasi agung dari nama al fard dari batik nama al-hayy. Engkau akan melihat bagaimana nama tersebut mencakup seluruh entitas dari daerah yang paling luas hingga yang paling kecil. Ia mencetak bagian depan setiap entitas dengan stempel keesaan sehingga segala sesuatu menginfomasikan manifestasiNya lewat aneka lisan yang tak terhingga jumlahnya. serta keselarasan berguna yang tepat baginta. Nama al-Hakam telah menghiasi seluruh entitas dengan manifetasinya yang cemerlang. ukurannya yang cermat. dan timbangannya yang adil di mana ia menjadikan seluruh akal tercengang sekaligus kagum. baik yang global maupun yang parsial – mulai dari bintang hingga atom. . Ia memberikan kepada setiap entitas sebuah tatanan efektif yang layak untuknya. Seandainya semua bintang kehilangan keseimbangan selama satu detik saja atau terputus dari manifestasi nama al-Adl niscaya seluruh bintang yang ada akan bertubrukan dan hal itu tentu saja akan menyebabkan kiamat. Nama agung al-Adl menguasai seluruh entitas dalam perbuatan Tuhan yang terus menerus lewat neracanya yang akurat. Dari balik nama al-Fard terdapat manifestasi nama al-Hakam. Nama tersebut mencakup seluruh entitas alam berikut ragam jenis dan bagiannya serta melingkupinya dalam satu kesatuan. Lalu dari balik manifestasi nama al-Hakam perhatikanlah manifestasi agung dari nama al-adl.

serta oleh beragam hiasan yang paling mengagumkan. menutupi seluruh entitas.123 Dari balik manifestasi nama al-adl. dan indah. namun dari segi metode penerapan pandangan terjadi perbedaan. Pentingnya Mengetahui Tanda-tanda Akhir Zaman . Dari keseluruhan mengenai prinsip asma' al-husna di atas dapat dipahami bahwa asma' al-husna Said Nursi memiliki kecenderungan sama dengan ulama masa lalu yang meyakini 99 nama-nama Allah. Said Nursi cenderung memandang ada 6 (enam) nama-nama Allah yang dikategorisasikan sebagai asma'ul adzam (Nama yang agung) dan Said Nursi yakin sifatsifat Allah adalah bentuk manifestasi dari asma' alhusna. Manifestasi pemahaman asma' al-husna penting dalam pembentukan manusia yang berakhlak dan asma' al-husna menjadi landasan diri berkepribadian akhlak mulia. Dan uraian ini dapat disimpulkan bahwa enam nama dan cahaya agung telah meliputi seluruh alam. murni. perhatikanlah manifestasi nama Allah alQuddus yang telah membuat seluruh entitas begitu bersih. serta membungkusnya dengan tirai yang dihiasi dan diwarnai oleh beragam warna yang paling cemerlang oleh beragam goresan yang paling indah. suci. Ia telah mengubahnya menjadi semacam cermin indah bersinar yang layak untuk memperhatikan keindahanNya yang mutlak serta pantas untuk menampakkan berbagai manifestasi namanama-Nya yang mulia.

dan yang lebih penting untuk diperhatikan menurut Nabi Muhammad adalah Dajjal yang muncul tidak lama sebelum hari kiamat adalah yang paling berhahaya dan merusak. walaupun pada dasarnya tidak banyak menyebutkan orang-orang mereka (atau siapa sebenarnya Dajjal). tapi lebih cenderung kepada kekuatan pengaruh. yaitu : 1) Munculnya Dajjal dan Sufyan Salah satu akan tibanya hari kiamat munculnya Dajjal (AntiKristus) dan Sufyan25. 86). karena manusia sekarang sudah memasuki fase penghabisan dari panjangannya zaman yang sudah lama berlalu. tapi bagi kalangan filosuf. Sumber-sumber Islam menyebutkan dari Nabi Muhammad bahwa lebih dari 30 Dajjal akan muncul sesudah dia.124 Prinsip pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman menjadi bagian yang mendorong peningkatan keimanan bagi Said Nursi. hlm. 25 . Dia mendewakan diri sendiri karena kepemimpinannya yang zalim. Surga palsu yang diciptakan Dajal adalah daya pikat peradaban modern (Said Nursi 2003b. penipu. iblis tolol yang melupakan Allah. Maksudnya adalah cerita-cerita sejenis ini perlu ditekankan. Dajjal atau Anti-Kristus akan muncul dalam dunia non-muslim dan Sufyan yang akan muncul dalam dunia Muslim. kemegahan kelaliman yang nyata. namun pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tanda-tanda hari kiamat yang patut diketahui oleh manusia. Kebesaran Dajal bukan secara fisik. Adapun tanda-tanda akhir zaman ini banyak sekali. pembohong. Dajal berasal dari kata dajal artinya tertutup oleh sesuatu. Keduanya adalah Dajjal dan Sufyan terbesar yang akan muncul di dunia setelah Nabi Muhammad. Said Nursi menjelaskan bahwa dajal adalah manusia seperti manusia lain. Sedangkan yang dimaksud Sufyan adalah seorang muslim yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuasaan. Tetapi tren ateisme yang dia tampilkan sangat besar mengacu kepada tren ini. Dia adalah seorang konspirator.

menurut Said Nursi bahwa tangan-tangan Sufyan akan mencengkram yang berarti Sufyan akan menjadi banyak dan membangkitkan pemborosan dan kekejian. "menolak kebangkitan khalifah". Yang berarti semasa Dan ini terdapat beberapa indikasi yang menjadi tanda-tanda. masyarakat dan sistem yang akan mereka bangun dalam semua aspek kehidupan.125 pemikir dan kaum mistik atau sufitik yang mampu menangkap pertanda ini. Beberapa isyarat yang ditulis oleh Said Nursi mengenai Dajjal dan Sufyan sebagai berikut : Pertama. mengenai Sufyan.27 Kedua. 26 . Karena interpretasinya berwujud ideologi. Nabi Muhammad bersabda Seorang yang mengerikan akan muncul menjelang kiamat dan ketika dia bangun di pagi hari. Pada kenyataan masyarakat Turki yang Muslim telah kehilangan nilai moral. Nabi bersabda para diktator yang akan muncul sebelum menjelang hari kiamat termasuk khususnya Dajjal dan Sufyan akan mendapatkan surga dan neraka semu. 27 Dengan bahasa yang isyarat Said Nursi berpendapat bahwa Mustafa Kemal Attaruk adalah Sufyan. Said Nursi untuk mengkokohkan akidah umat disamping tesisnya yang menyatakan bahwa "pasca runtuhnya kerajaan Turki Ustmani dan ketika terjadi kekacauan global — tepatnya 1920-1940 — adalah awal dari pertanda akhir zaman".26 Sedangkan yang paling nyata adalah kejadian di Turki ketika Mustafa Kemal Attaruk yang Muslim menjadi imitasi Inggris yang kafir untuk menciptakan surga di dunia. mengenai Dajjal. Yang berarti Sufyan akan menjadi seorang pembelot dan imitasi dari orang kafir dia akan memaksa manusia untuk berpakaian seperti dunia non-Muslim. misalnya di Indonesia ada Jaringan Islam Liberal (JIL) silahkan simak tema-tema yang dikembangkan oleh JIL yakni "perempuan menjadi imam". dia dapati bahwa di keningnya tertulis kafir. walau belum bisa digeneralisasi secara umum. "terusmenerus mempersoalkan teks al-Qur'an" dan sebagainya dengan sangat bombastik yang mengarahkan ke dalam kerusakan akidah. "menolak formalisasi jilbab". sampai sekarang semakian marak di Turki pola kehidupan “liberalisasi seks dan liberalisasi berpikir”. akhlak dan syariat.

Patung-patung mereka akan dibuat manusia akan dipaksa untuk menunduk di depan mereka sebagai cara pemujaan.28 Kelima. Orangorang ini akan mendapat kekuatan mereka sebagian besar dari trend ateistik dan materialistik dan menganggap diri mereka sendiri memiliki kekuatan Tuhan. Nabi bersabda kekejaman dan peperangan yang akan muncul sebelum kiamat akan sangat menyebar luas dan berkuasa Kejadian ini jelas ketika di Turki Mustafa Kemal Attaruk yang patungnya di mana-mana dibuat dan kepala dipaksa untuk tunduk dibawah tekanan aturan dan militer dan memang nyata di kaji dari sejarah-sejarah kerutuhan Turki Usmani yang disebabkan ambisi Barat menguasai dunia. Nabi bersabda Menjelang kiamat tidak akan ada seorang pun yang menyembah Allah dan menyebut Nama-Nya sebagai manifestasi ibadah. Ketiga.126 mereka manusia akan dicekoki dengan kesenangankesenangan dan kenikmatan duniawi dan perbedaan-perbedaan di antara kelas-kelas sosial akan meningkat dengan konsekuensi akan terjadi pemberontakanpemberontakan terhadap pemerintah. Keempat. Sesat menjelang kehancuran dunia Allah akan mencabut nyawa orang-orang beriman dan dunia akan dibinasakan di atas kepala orang kafir. Oleh karena itu tempat-tempat kesenangan dan kenikmatan serta penjara dan tempat-tempat siksaan yang serupa akan berdiri berdampingan. Ini berarti bahwa tempat-tempat di mana Allah disembah dan Namanya disebut akan ditutup dan jumlah orang-orang yang taat beribadah akan menurut secara drastis. 28 . Nabi bersabda orang-orang mengerikan tertentu yang akan muncul sebelum kiamat seperti Dajjal mengklaim bahwa dirinya Tuhan dan membuat orang-orang sujud di hadapan mereka.

Ini berarti mekipun tanpa alat kekuasan dan ketergantungan semacam kerajaan.30 Pada masa Islam kepercayaan Tuhan masih d1yakini juga ketika terjadi henelisasi ilmu kemudian kristenisasi ilmu kemudian islamisasi ilmu dan yang menghancurkan ketika terjadi westernisasi ilmu yang tidak menyakin adanya Tuhan. Tapi mengenai yang gaib hanya Allah yang tahu). di dunia Islam terjadi sekulerisasi ilmu yang sangat hebat. suku.29 Keenam. Di Turki misalnya 30 . karena memang saat ini modernisasi yang materilistik-konsumeris telah tidak terkendali.127 sehingga tidak ada seorang pun dapat mengendalikan tiubuh mereka untuk melawan mereka. Ini dikarenakan oleh dimensi-dimensi kekejian dan kesenangan mengerikan yang akan muncul sebelum hari kiamat atas permintaan Nabi hampir semua Muslim telah berlindung kepada Allah selama 14 abad dari kekejian yang akan ditimbulkan oleh Dajal. Sebagian besar karena kenikmatan hidup. Nabi bersabda Sufyan akan menjadi seseorang yang berpengetahuan luas dan memukau banyak ilmuwan. Sekarang menurut beberapa ilmu terjadi naturalisasi ilmu yang terjadi tidak hanya di dunia Islam tapi juga Kristen dan Yahudi. 29 Mengenai Sufyan ini dapat dipahami misalnya dapat dilihat di Rusia pengaruh Lenin begitu dahsat. dan akhir-akhir ini kesadaran umat Islam mulai muncul sejak dicetuskannya pan islamisme oleh Jamaluddin Al Afgani menjelang akhir abad ke-19 diteruskan oleh ilmuwan muslim lainnya yang muncul kemudian sebuah fenomena kebangkitan Islam global. kekayaan dan keberanian. Sufyan akan mencapai kekuasaan karena memiliki kapasitas yang merangsang dan kecerdasan politik. Dia mengekang pendidikan agama. Adam Smith dengan menggusur kapitalisme. Bahwa kehidupan keji akan menggoda banyak orang yang akan menurutinya begitu saja. banyak ilmuwan dan pendidik agama mendukung dia dan rezimnya. Karl Marx dengan komunismenya dan Hitler dengan fasismenya juga mewarnai penyesatan dan melenakan umat manusia. Karena fenomena materialisme dan perangkatnya melalaikan manusia.

kenabian dan sebagainya. malaikat. Pada prinsipnya Islam membolehkan pengkajian pada bidang-bidang yang sangat luas mulai dari fisika. Seharusnya hasil sains modern dapat diterima sebagai sarana yang baik untuk lebih mengenal kebesaran Tuhan. Di Indonesia perdebatan mengenai UU Sisdiknas selalu dengan perbedaan pendapat berdasarkan kepentingan agama yang diciptakan dunia Barat ketika menjajah bangsa Indonesia. sekali lagi sejauh tidak secara langsung bertabrakan dengan prinsip-prinsip fundamental keyakinan agama. Dunia Barat tidak demikian. Perlu ditegaskan bahwa saat ini adalah akhir zaman. hari akhir. seperti terhadap penolakan terhadap eksistensi Tuhan. Miskawaih dan khususnya Jalaluddin Ar-Rumi berdampingan dengan teori-teori kreasionis. Newton dan fisikawan muncul Mustafa Kemal Attaruk yang menjajahkan ide sekulernya berdasarkan "perintah" Inggris. matematika bahkan metafisika. Kenyataan di Turki seluruh madrasah ditutup dan pelarangan menggunaan jilbab. . Sebenarnya Islam sebagai agama tidak bisa menoleransinya karena hal itu telah dipandang sebagai penyimpangan prinsip etos keilmuan Islam yang sejati.128 Untuk kejelasan ilmiahnya bahwa adalah metode ilmiah yang dirumuskan ilmuwan muslim yang meminjam teori Aristoteles yang masih memposisikan Tuhan sebagai Pencipta Pertama. Sedangkan teori yang di Barat telah menimbulkan begitu banyak reaksi dari kalangan umat Kristen. Namun sangat disayangkan teori-teori mereka secara terus terang melanggar dan menentang prinsip-prinsip ajaran pokok agama. seperti teori evolusi sebenarnya juga telah dikembangkan dengan baik oleh para pemikir terkenal seperti Al-Jahizh. dalam konteks ini pengkajian terhadap ciptaan Tuhan berarti pengakajian terhadap karya kreatif Tuhan sehingga dengan itu diharapkan seorang ilmuwan muslim akan bertambah keyakinan dan ketakwaan kepada Allah.

sebagaimana Perire Laplace yang menyatakan peran Tuhan sebagai pengatur dan pemelihara alam telah digantikan hukum mekanik. Ketujuh. dunia Islam bertikai dalam keluarga besarnya. Sedangkan Sufyan-sufyan dalam dunia Islam muncul dengan usahausaha mensektilerisasikan baik pemikiran maupun pola hidup. namun oleh pemikir muslim seperti Ibnu Sina dan Al Farabi gaya alami itu memiliki sumbernya pada entitas-entitas supernal. Sebagaimana diketahui di tempat- . seperti akal aktif yang merupakan utusan Tuhan untuk mengurusi dunia bawah-bulan. titik tolaknya ketika terjadi keruntuhan Turki Usmana pada tahun 1920-an diikuti oleh sekulerisasi oleh Mustafa Kemal Attaruk.129 modern misalnya gravitasi dianggap sebagai gaya-gaya yang independen bersama dengan gaya elektromagnektik. termasuk memberikan bentuk pada benda-benda di bawah bulan atau jiwa benda-benda angkasa lainnya yang memancar dari Tuhan lewat emanasi. Darwin misalnya menyatakan evolusi bersifat independen atau otonom seperti seleksi alam yang dipandang sebagai hukum independen dan bertanggungjawab pada evolusi organik termasuk penciptaan spesies-spesies. Nabi Bersabda hari pertama Dajjal adalah sama dengan satu tahun sedangkan hari keduanya sema dengan satu bulan hari ketiganya sama dengan satu minggu dan hari keempatnya adalah satu hari. gelombang nuklir lemah dan kuat. Hadis yang menakjubkan ini berarti bahwa Dajjal akan muncul di utara dan bergerak menuju selatan. Dan masih banyak lagi contoh mengenai mungkin Dajal-dajal yang muncul berupa ilmuwan yang menyesatkan.

periode pertama. Mereka akan memiliki sebuah kendaraan atau tunggangan yang luar biasa dan mengelilingi dunia dalam 40 hari. Menurut sumber-sumber Islam yang terpercaya dia adalah . Semakin ke selatan terdapat terdapat tempat-tempat di mana satu hari berlangsung 3 bulan dan satu bulan dan satu minggu secara berturut-turut. masing-masing berlangsung selama 6 bulan. Kedelapan. Pengertian lain adalah Dajjal maupun Sufyan akan memiliki 4 periode peraturan. mereka akan menyebabkan kerusakan besar dalam jangka waktu satu tahun yang normalnya dapat dilakukan dalam jangka waktu 300 tahun. 2) Munculnya Messiah atau Mahdi Mengenai mahdi atau messiah. Kerusakan yang akan mereka timbulkan dalam jangka waktu pada satu tahun periode kedua mereka akan sama dengan kerusakan yang dilakukan oleh yang lainnya selama 30 tahun dan pada satu tahun periode ketiga mereka akan membuat 7 tahun kerusakan. Ini berarti bahwa Dajjal akan muncul ketika komunikasi dan transformasi berkembang pesat peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia akan terdengar di belahan bumi lain dan berkeliling ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 40 hari adalah hal yang mungkin.130 tempat di dekat kutub Utara satu tahun terdiri dari satu siang dan malam. Nabi bersabda Ketika Dajjal muncul setiap orang akan mendengarnya. Periode keempat mereka akan normal. baik Yahudi maupun Kristen mengharapkan Messiah datang menjelang hari kiamat dan menganggap kedatangannya sebagai tanda akhir kernenangan besar untuk Yahudi dan Kristen.

mengahiri kekuasaan Dajjal dan Sufyan.131 Imam kedua belas dan terakhir dari sederetan Imam yang di mulai Ali bin Abi Talib. melainkan sebuah nama "kebangkitan global". Mandi memiliki tiga periode masing-masing akan dipresentasikan oleh satu orang dan kelompoknya. Periode ketiga yang berkemungkinan akan mengikuti invansi Gog dan Magog yang akan menggangu periode kedua. Mahdi akan mempertahankan dan menggugah prinsip-prinsip kehidupan Islam dari Dia trend akan materialistik keagamaan. Bersama dengan Messiah. Agama Kristen menurut sumber Islam yang relevan akan terbebas peminjaman agama- . Pemimpinya akan memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu-ilmu agama. Periode mengalami akan rnenghalal kebangkitan kehidupan keagamaan secara global. mengetahui kondisi sosial. memiliki standar moral tertinggi. Menurut para pemikir dan ilmuwan kontemporer termasuk Said Nursi. Bersama-sama pengikutnya pemimpin periode pertama akan mempertahankan prinsip-prinsip Islam dari trend materialistik dan menunjukkan mereka dalam jalan yang benar. sepupu Nabi dan khalifah keempat. politik dan ekonomi pada masanya dan memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. Pada periode kedua prinsipprinsip Islam yang sudah dibangkitkan akan mencapai pengaruh penting di beberapa belahan dunia dan kehidupan Islam akan mengalami sebuah kebangkitan yang signifikan. Mandi lenyap ketika dia berusia 74 tahun dan akan muncul ketika dunia penuh dengan ketidakadilan untuk menyelamatkan keadilan. Mandi bukanlah satu orang saja.

Menurut ramalan lingkaran raksasa ini akan dipusatkan di daerah Damaskus. Saat ini di Jerman. termasuk di agama-agama lain yang memiliki sumber yang sama. hari kehidupan setiap orang akan ditampilkan kembali.31 c) Mengenai Terbentuknya Padang Mahsar Allah berfirman Katakanlah sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah (67 : 26). Rusia. Alamat ini memang bisa ditanggap orang yang berpikir dan berhati. Pada hari pengadilan. Italia dan Belanda dan beberapa negara maju semangat menuju nilai-nilai kebenaran sudah mulai tampak. Pergerakan bumi menarik sebuah lingkaran raksasa di luar keliling bumi dan bumi terus menerus memindahkan semua peristiwa yang terjadi di atasnya ke kelingkaran luar tersebut. Bukan hanya dengan kepala yang berupaya menentang dahulu baru mencari. Dia akan kembali dan kemudian mengikuti dan sepenuhnya mendukung Mahdi.132 agama dan filsafat tertentu dan lebih mendekat pada Islam. Kota-kota akan dibangun di atas langit dan akan mudah melakukan perjalanan ke sana. menunjukkan bahwa kendali modernisasi dan globalisasi sulit terkendali. seperti slogan "cogito ergo sum" atau "god is dead" dan sebagainya. Bahwa pergerakan bumi bukanlah tidak bertujuan. Hasil dari semua penstiwa-peristiwa di bumi Mungkin cukup di sini penjelasan mengenai ini memang harus melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah kita. Semua ini juga disebabkan kejadian 11 September 2001 dan invasi Amerika ke Irak dan pergulatan dunia yang tak pernah usai seperti di Palestina-Israel. 31 . Inggris. tetapi dalam bentuk yang luas dan disesuaikan dengan dimensi-dimensi Hari Akhir. Amerika. menurut Nabi Muhammad. Mereka akan berkerjasama untuk menangkis serangan Gog dan Magog dan membebaskan dunia dari invasi mereka. I1mu pengetahuan akan mengalami perkembangan puncak. Messiah yang dijanjikan adalah Yesus Kristus. Mungkin sebagai dampak kemajuan genetika satu buah delima akan cukup sebanyak 20 orang dan kulit buahnya akan dapat menaungi mereka. Misi orang Messiah yang ditujukan untuk Yesus Kristus. Sebab metodologi semacam ini memang berasal dari "nurani Dajjal".

pemahaman tentang hari kiamat banyak dirujuk sebagai bagian pembentukan karakter bagi Said Nursi. hari kiamat menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri Said Nursi dan salah satu cara upaya pembentukan akhlak mulia. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Karena itu. Penjelasan mengenai tanda-tanda akan tibanya hari kiamat di atas memberikan keyakinan yang kokoh terhadap paham keagamaan dengan keimanan yang sudah ada sebagai dasar beragama. 165). Seiring dengan itu. Padang tersebut masih berada di balik "kerudung" Yang Maha Tidak Terlihat. menurut Said Nursi melalui sifat dan kemampuan jiwa kita menunjukkan bahwa kita diciptakan untuk Dalam bahasa al-Qur'annya hari kiamat adalah Qiyamah adalah hari kebangkitan orangorang mati dan kuburan mereka masing-masing sesudah hancurnya alam semesta. Al Ikhlas. Ruh mereka dikembalikan ke dalam tubuhnya agar kemudian mereka mempertanggungjawabkan semua amal mereka dikala hidup yang selanjutnya mereka ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga atau neraka. Para pemikir Islam dulu baik yang sezaman dengan Said Nursi maupun sebelumnya belum menafsirkan secara mendalam mengenai ayat-ayat dan hadis-hadis mengenai hari kiamat. Surabaya. Saat ini. hari kiamat menjadi prinsip yang dapat mendorong terciptanya akhlak mulia yang menekankan sisi-sisi kejiwaan manusia. Pentingnya Meyakini Hari Kiamat Serangkaian upaya pembentukan manusia yang berakhlak mulia.32 Hari kiamat menjadi landasan fundamental dalam pemikiran Said Nursi. Penekanan sisi kejiwaan. 1980. hlm. Bagaimana pun juga kita akan melihatnya pada saat kita telah menjalani bentuk-bentuk spesifik hari akhir. tablet-tablet Padang Mahsyar. (Hussein Bahreisj. 32 . untuk kemudian mereka digiring ke alam mahsyar dan alam barzakh.133 terus menerus ditransfer ke dalam daftar atau.

Engkau bisa memilih salah satu pilihan itu.134 beribadah kepada Allah Swt. dan menjadi tamu-Nya yang terhormat dan disayangi di dunia ini. kita kalah bersaing dengan burung pipit yang paling lemah. dan menganggap dunia ini sebagai ladang tempat menaburkan benih. 52). engkau akan menjadi seperti burung pipit yang paling lemah. dan memohon serta beribadah. yang diperlukan untuk kehidupan rohani dan kehidupan akhirat. Tetapi jika engkau menganggap akhirat adalah tujuan akhirmu. Mengenai kekuatan dan kemampuan kita untuk tinggal di sini. Lanjut Said Nursi: Hai jiwaku ! Jika engkau menganggap dunia ini adalah tujuan utama kehidupanmu dan engkau bekerja dan senantiasa bekeda untuk kepentingan dunia. Jadi mintalah petunjuk dan keberhasilan dari jalan-Nya dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Said Nursi 2003d. dan bertindak dengan semestinya. hamba yang memohon kepada Allah Yang Maha Perkasa. Tetapi dalam hal ilmu. kita adalah raja dan komandan dari semua makhluk hidup. hlm. Kutipan di atas menggambarkan secara tegas bahwa Said Nursi sangat yakin akan adanya hari kiamat yang dunia ini bukan tujuan akhir. engkau menjadi penguasa agung kerajaan binatang. Perjalanan manusia akan diteruskan ketika hari kiamat tiba dan membuka ruang-ruang baru bagi manusia yang baru dibangkitkan dari . memahami kebutuhan kita. sebuah persiapan bagi akhirat.

Hal ini memiliki tempat yang penting baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadis. kenabian. norma-kosmos dan mikro-kosmos. kebangkitan Jasmani dan ketaatan terhadap Allah dan keadilan. yakni alam semesta. Hal ini memberikan contohcontoh tindakan-tindakan besar Allah di dalam alam semesta yang luas (makro-kosmos) dan kadang kala menunjukkan pembuangan menyeluruh-Nya terhadap makro-kosmos. . dan untuk universal menyentuh hati manusia mengenai kehebatan yang akan dilakukan Yang Kuasa pada hari akhir dan untuk mempersiapkan jiwa manusia untuk dapat menerima dan memahaminya. AlQur'an adalah Kitab Suci yang terakhir dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Al-Qur'an menyajikan kehebatan yang Dia lakukan di sini untuk mempersiapkan kita terhadap hal itu.135 kubur. Said Nursi sangat menekankan agar manusia meyakini secara mendalam mengenai hari kiamat. Sebenarnya Al-Qur'an mengajarkan 4 (empat) tujuan utama yakni untuk membuka dan membangun pada jiwa dan hati manusia eksistensi dan keesaan Allah. Al-Qur'an menyebutkan peristiwa-peristiwa bersejarah tertentu khususnya yang akan terjadi sebelum hari kiamat. Karena itu. Argumen tindakan Al-Qur'an mengenai hari mengacu pada hari kiamat yakni tindakankebangkitan. Manifestasinya melalui Asma dan Sifat-Nya dan keteraturan serta harmoni sempurna yang sangat indah dalam eksistensi. umat manusia dan atom.

kedua (53:47). Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Iman kepada akhirat merupakan dasar kehidupan manusia sebagai masyarakat maupun sebagai individu. apabila kita berbuat menurut keyakinan bahwa kita harus menjalankan perhitungan amal perbuatan. supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuham-mu (13:2). Keimanan ini merupakan dasar untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang. maka iman kepada hari kebangkitan berperan dalam melindungi sebuah tata sosial yang damai. Tetapi. mengapa kita diharuskan menjalani hidup jujur dan benar. karena setelah iman kepada Allah. Apabila kita tidak percaya bahwa kita akan dipanggil untuk memperhitungkan amal perbuatan kita. mengajak kita untuk memiliki keyakinan tentang pertemuan kita dengan Dia di akhirat : "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat. "Penciptaan pertama alam semesta dan umat manusia menunjukkan "penciptaan kedua". . untuk membuktikan adanya Hari Kebangkitan. kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy dan menundukkan matahari dan bulan. kita akan hidup dengan taat dan benar. Al-Qur'an menyajikan fenomena penciptaan alam semesta ini yang didefenisikan sebagai penciptaan pertama (56:62). Allah mengatur urusan makhluk-Nya.136 Contohnya ayat al-Qur'an berikut menekankan Kekuasaan Allah dan menyebutkan sebagai fakta. sedangkan penjelasan tentang kebangkitan yang telah mati didefenisikan sebagai penciptaan. menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya.

Kiamat pasti dating. Keyakinan secara mendalam akan adanya hari kiamat seolah merupakan obat dari penyakit yang tidak terobati. Iman kepada hari kiamat juga merupakan sumber hiburan bagi mereka yang sedang generasi tua termasuk mereka yang sakit. Allah Yang Maha Pemurah yang mengirim kamu ke dunia. Hanya kabar baik seperti ini sangat bermanfaat dan benar-benar dapat menjadi penghibur generasi tua dan membuat mereka menyongsong kematian dengan senyum.137 Pada suatu kesempatan Said Nursi menulis : "Jangan takut terhadap hanyalah kematian. tetapi perubahan dunia. Said Nursi menjadikan hal yang sangat prinsip dalam meyakini hari kiamat ini. pembebasan dari tugas-tugas kehidupan duniawi yang berat. Dia akan memberimu karunia surga". Meneladani Nabi Muhammad Saw Prinsip menedalani Nabi Muhammad Saw menjadi komitmen dasar Said Nursi dalam merealisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai . tidak akan meninggalkanmu dalam kegelapan ruang kuburmu ke haribaan-Nya dan menjamin kamu menuju kehidupan abadi yang selalu bahagia. dan menjaga kamu tetap hidup di dalamnya untuk beberapa lama. suatu Kematian bukanlah kepunahan abadi. Keyakinan ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus yakin keberadaan hari kiamat. dan sebuah tiket menuju dunia abadi tempat semua jenis keindahan dan rahmat sedang menantimu.

Doktrin ini menjadi sangat penting dalam praktek kehidupan manusia. apabila seseorang menyatakan diri sebagai muslim. Pada dasarnya. 39-53) menceritakan bahwa Said Nursi adalah seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pengajian keagamaan dengan sekuat tenaga telah berusaha menghidupkan kembali suatu usaha yang dulu di bawa oleh Nabi Muhammad Saw.138 kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. yaitu suatu model pengajian ia sebut dengan istilah dershane (Tempat belajar). "Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang" (Qs. hendaknya ia harus mengikuti cara atau metode dan jalan hidup yang telah dibuat oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam seluruh aspek kehidupan. Mengenai prinsip meneladani Nabi Muhammad ini Allah berfirman "Katakan. Pada prinsipnya bahwa mengamalkan sunnahsunnah Nabi Muhammad Saw dengan sepenuhnya merupakan cerminan dari keseriusan mentaati perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dengan mengikuti al-Quran dan keimanan mendalam akan keesaan Allah. hlm. Dengan prinsipnya ini. maka ia harus mewujudkan keislamannya itu dalam bentuk mengikuti sunnah Nabi tersebut secara sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan. Praktek amaliah ibadah dengan cara meneladani nilai-nilai yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Jika kalian benar-benar mencintai Allah. ikutilah aku. Al Imran : 31). niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Said Nursi hendak menegaskan bahwa bila seseorang yang telah berikrar bahwa dirinya adalah pengikut Muhammad Rasul-Allah Saw. Menerapakan atau meneladani Nabi Muhammad Saw menjadi kekuatan amaliah ibadah secara aplikatif. Di dalam ayat ini terdapat bentuk simplikasi redaksi yang . Zaidin (1999.

Hal itu berarti kalian harus meneladani pribadi yang Dia cintai. bahkan diakui oleh para sarjana Barat. Tentu saja kalian mencintai Allah agar juga dicintai oleh-Nya (Said Nursi. ini adalah : Jika kalian beriman kepada Allah. 2003. Selama kalian mencintai-Nya. Menurut Islam. Perilaku Nabi Muhammad Saw disebut sunnah. Allah akan cinta kepada kalian. Allah menegaskan : "Akhlak Nabi adalah al-Qur'an". (Qs. Jika kalian mengikutinya. Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang . Akhlak Nabi Saw merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. pasti kalian beramal sesuai dengan apa yang dicintaiNya. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". al Ahzab : 21). Makna yang begitu banyak dirangkum hanya oleh tiga kalimat. sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an.139 mengagumkan. pasti kalian mencintai-Nya. Keseharian dan perilaku Rasulullah. Dan tidak ada satu pun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. Adapun penjelasan Said Nursi mengenal ayat. hlm. merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah Swt. 114). Pada ayat lain. Dan ia bisa terwujud dengan cara kalian mengikuti pribadi tersebut. Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu" (Qs. Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad).

Sikap semacam ini mengharuskan kita mengikuti Nabi Muhammad Saw. Muhammad Said Nursi Saw dan mengaplikasikan sunnahnya mengatakan sesungguhnya kecintaan kepada Allah harus diikuti dengan sikap mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw. Sebab dalam doktrin ini Said Nursi mengatakan bahwa "kecintaan kepada Allah baru terwujud dengan melakukan perbuatan yang diridhoi olehNya. mentaati segala perintah-Nya dan berbuat sesuai dengan ridlio-Nya. Sebab pemimpin yang paling sempurna dengan teladan yang paling utama dalam urusan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw. beliau layak dicintai karena Allah ta'ala. 2003.140 mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. Sejak pagi hingga malam hari. Untuk mencapai kepribadian mulia adalah dengan mengikuti orang yang dikasihi Allah yakni yang Nabi suci. 117). mencintai pribadi Nabi Muhammad Saw. Menurut Said Nursi meneladani pribadi beliau yang penuh berkah itu bisa terwujud dengan 2 (dua) hal : Pertama. Penjelasan di atas mendorong pentingnya praktek keteladanan kepada Nabi Muhammad Saw (Sunnatun Tsaniyah) dalam kehidupan seseorang untuk membentuk kepribadian yang barakhlak mulia. hlm. mencintai Allah. Kedua. 117). . hlm. ridhonya yang paling utama tampak pada pribadi Muhammad Saw" (Said Nursi. Sebab beliau merupakan perantara yang paling utama agar manusia bisa mendapatkan kebaikan ilahi. Karena itu. (Said Nursi 2003. Sementara itu.

Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah . 119). (Said Nursi 2003.141 Said Nursi mengatakan secara fitrah ketika kita mengarahkan perhatian pada sosok yang kita cintai kekasih Allah haruslah berupaya meneladani dan mencontoh beliau dengan cara mengikuti semua sunnahnya yang mulia. melaksanakan as-Sunnah yang bersifat wajib tersebut. 117-1 18). Tiga sumber ini juga terbagi lagi menjadi tiga. diberi beban untuk. Orang yang meninggalkan dan mengabaikan as-Sunah tersebut akan mendapat siksa dan hukuman. Oleh karena itu. Dikatakannya pula. Said Nursi menuliskan bahwa "Tindakan yang mengikuti sunnah rasul beliau akan mengubah adab dan kebiasaan menjadi bernilai ibadah". yaitu : wajib. Orang yang bahagia dan beruntung adalah yang paling inters mengikuti sunnah nabi Muhammad Saw sementara orang yang tidak mengikuti Sunnah akan benar-benar merugi jika sikap untuk tidak mengikuti sunnah Nabi. Begitu pentingnya masalah mengikuti Sunnah Rasul ini menurut Said Nursi mengikuti Sunnah Rasul berasal dari 3 (tiga) sumber yaitu perkataan. mengikuti sunnah rasul Muhammad Saw merupakan tujuan termulia sekaligus merupakan tugas terpenting manusia (Said Nursi 2003. sunnah dan ada yang merupakan kebiasaan beliau. Hal yang wajib tentu saja harus diikuti. Semuanya. hlm. Seorang mukmin diharuskan mengikutinya sebagal konsekuensi dari keimanan yang ada pada dirinya. perbuatan clan keadaan. hlm. bagi seorang Muslim. tanpa terkecuali. mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu "kebebasan memilih".

al-Nisaa' : 80 ). sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untukmu. Beliau merupakan pribadi sempurna bahkan teladan dan pembimbing paling utuh dengan melihat pada ribuan mukjizat yang ada kesaksian dunia Islam clan kesempurnaan pribadinya yang didukung oleh hakekat al-Qur'an yang sampai padanya. AlQur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup. maka terimalah ia. al-Hasyr : 7). sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. bahkan justru membuat . Belau merupakan sosok pilihan di antara seluruh anak manusia selain sebagai pribadi paling dikenal semua orang. maka ia taat kepada Allah" (Qs. Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan al-Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. Beliau memiliki akhlak paling mulia. seperti yang dikatakan baik oleh para wali maupun musuh Islam. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya. Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi. Hal ini dinyatakan dalam al-Qur'an. maka juhilah" (Qs.142 kewajiban yang harus ditaati. dan apa yang ia larang bagimu. "Siapa yang taat kepada Rasul.

hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran al-Qur'an.adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)" (Tafsir Ibnu Katsir). kemudian menjalam paginya bersama bimbingan Nabi Muhammad Saw. Pengabdian hidup seperti Nabi untuk kejayaan Islam kita amalkan. Selanjutnya. hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna. penuh hikmah dan indah. dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki dapat kita contoh dan teladani. dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari dapat kita ikuti. Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia kita jaga. Takwa dan Sedekah . Dalam setiap hendak memulai perkerjaan. Menanamkan Ikhlas. Rasulullah bersabda :"Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yakni : Bismillahirrahmanirrahim . Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. Keikhlasan Nabi dalam beramal dapat kita praktekkan. Maka. kita akan menjadi orang mulia.143 Allah semakin menyukai dan meridhoinya. baik di mata Allah atau di mata manusia. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi. Dengan begitu.

Menjelma dalam relung-relung kalbu pribadi yang mulia. 1) Ikhlas Menjadikan Manusia Filosof-sufi Ikhlas adalah ciri muslim sejati. Setiap orang harus menjadikan sikap atau perilaku ikhlas sebagai bagian kepribadian mulia dirinya. Said Nursi sangat yakin keikhlasan. Ikhlas cenderung kepada amal keteladanan.144 Said Nursi sangat menekankan kepada murid-muridnya untuk senantiasa ikhlas. Dengan cara . Sampai disini ia akan menjadi manusia sempurna dan memperoleh kebabagiaan. Dalam tafakurnya. Manusia seperti ini umumnya tanggap dalam melihat sesuatu pada esensinya melalui tafakur yang mendalam. Ikhlas diri dibawa Kekuasaan Allah sehingga menghasilkan daya pikir yang cemerlang dan hati yang suci. Ikhlas kunci kemenangan. ikhlas beramal ibadah hanya karena Allah semata. ketakwaan dan sedekah dapat membentuk karakter pribadi manusia. takwa dan sedekah. Orang yang terbina keikhlasan dalam diri akan dalam meluluhkan dan membuat orang lain turut menjadi orang ikhlas. ketinggian derajat dan kemuliaan hati. Misalnya. Kajian berikut menjelaskan secara mendalam bahwa ketiga hal ini menjadi dasar hidup dalam pembentukan manusia ideal dalam pandangan Said Nursi yang diisyaratkan secara implisit dalam Risale-i Nur untuk membentuk manusia ideal yang berakhlak mulia. Anjuran membaca Risale-i Nur adalah aktivitas untuk mencapai manusia sempurna. ia dapat menyentuh kondisi di luar dirinya.

145 beramal ikhlas. begitu tenang dan menyenangkan. Orang yang ikhlas dengan sendirinya akan bermanfaat bagi lingkungannya. akan terbangun peradaban dunia yang maju. 5. Ciri-ciri orang ikhlas diisyaratkan dalam Risale-i Nur. perbuatan tidak menyenangkan hatinya pun ia balas dengan senyuman dan sapaan mulia. karena mereka mengetahui nilai ikhlas bagi kehidupan mereka akan mendatangkan kebajikan. 3. Ikhlas beriman Ikhlas beribadah Ikhlas beramal Ikhlas mengingat mati Ikhlas mengingat hari kiamat Lebih menyukai jiwa mukmin lain daripada jiwanya sendiri Tafakur imani Tidak merasa benar sendiri Bergabung dengan temannya dalam menuju kebenaran yang ada dihadapannya . 7. 2. Ia selalu memberi tanpa meminta balasan. Bahkan jika setiap elemen masyarakat mempunyai rasa ikhlas yang kuatnya melebihi keempat elemen di atas. sebagai berikut : 1. akan tercipta sebuah tatanan masyarakat yang kokoh dan maju. Sifat ikhlas inilah yang akan memacu dan memicu lahirnya generasi unggulan yang siap bersaing di tatanan dunia global. tanpa dia meminta atau mengharapkan. 9. Perilaku ikhlas banyak sekali ditemui seantero dunia ini. 6. hanya pribadi yang ikhlaslah yang sebenarnya paling berhak untuk mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari masyarakat. Karena. Ia mengulurkan bantuan tanpa diminta. Hatinya. 8. 4. berjiwa ikhlas. Bahkan.

Al-Imran : 185) “Sesesungguhnya kamu akan mati dan mereka pun akan mati” (QS. Pertama. maka Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni maut. Mereka selalu membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. Hadis ini diriwayatkan oleb Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadis hasan. Menurut Ibn Hibban dan al-Hakim hadis ini sahih. Mengingat mati memberikan manfaat yang luas. 5 . Mengingat mati bisa membersihkan orang tersebut dari nafsu yang memerintahkan kepadanya kepada keburukan” (Said Nursi. “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menolong segala kenikmatan”. Sarana mencapai keikhlasan menurut Said Nursi ada 2 (dua) yakni rabithatul maut (selalu mengingat mati) dan merenungi makhluk. 2003a. Berpegang kepada nilai-nilai kejujuran dan pencarian kebenaran yang ditetapkan oleh para ulama (Said Nursi 2003a. dijelaskan Said Nursi bahwa “mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan. sufi. 308).5 Berdasarkan hadis ini. hlm. selalu mengingat mati. Hadis ini juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. Dengan mengingat mati mereka tidak akan berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal panjang angan-angan. Said Nursi mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. Dijelaskan Said Nursi bahwa para ahli Sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sebagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang mereka ketahui : “Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian” (QS. Az-Zumar :30).146 10.b). Said Nursi menegaskan bahwa jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat.

2004. karena didominasi jiwa ikhlas maka perilaku yang selalu muncul adalah rasa syukur. Untuk dapat sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk.i Nur adalah manusia ikhlas.147 kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan hayalan. 3). Namun. Kebesaran Allah yang telah menciptakan kehidupan dan manusia ini. 2) Takwa Menjadikan Manusia Ulil Albab Tingkatan takwa selalu diletakkan sebagai tempat yang mulia. Ketakwaan menjadi sangat . Dari berbagai keterangan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal dalam Risale. Namun. Karena dominasi jiwa dalam ketakwaan adalah jiwa berani dan nafsu. Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah Swt dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. dalam pandangan Said Nursi ketakwaan dibawa orang ikhlas. Manusia ikhlas inilah yang banyak melahirkan orang-orang suci dalam berbagai ciri dan karakternya. Yang memiliki karakter seperti Nabi. Kategori orang semacam inilah yang bisa dikategorikan sebagai seorang filosof-sufi. Kedua. hlm. Merenungi proses kehidupan manusia yang senantiasa mengalami berbagai perubahan. yang tidak cukup diartikan dengan takut saja (Al-Qur’an Depag RI. Rasa syukur menjadi utama bagi mereka yang berhati suci dan ikhlas. merenungi makhluk. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia filosof-sufi.

Manusia ulil albab memiliki sikap hidup sabar. . Orang sabar dalam mencari ridha Allah 2. Ar Rad ayat 20) 3. Manusia ideal vang diharapkan dari ketakwaan adalah manusia yang memiliki karakteristik ulil albab. hlm Dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya menurut Said Nursi adalah manusia ulil albab (manusia berakal). Mereka inilah orang yang takwa. Dalam pengabdian dan khalifah di muka bumi inilah perpaduan selanjutnya dari jiwa berani dan nafsu melakukan peranannya. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. dan menafkahkan sebagian rezki kepada orang lain. Menafkahkan sebagian harta (Said Nursi 2003b. 3) Sedekah Menjadikan Manusia Dermawan Penciptaan manusia ke muka bumi ini tidak terlepas dari dua hal penting yakni sebagai pengabdi dan khalifah. Selalu menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian (Qs. Sikap hidup yang takwa dalam jiwanya selalu dominan sabar. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia ulil albab yang memiliki karakter seperti Nabi. Takut kepada Allah 4. Mendirikan shalat 6.148 penting dalam pembentukan muslim yang hakiki. Takut kepada hisab Allah 5. Kesabaran utamanya adalah dalam mencari keridhaan Allah. mendirikan shalat. Untuk selalu menjalin ukhuwah Islamiyah. Ciri-ciri orang takwa diisyaratkan dalam Risale-i Nur : 1.

pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. Manusia dermawan memiliki sikap hidup sedekah. mendirikan shalat. yaitu : 1. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia dermawan yang memiliki karakter sepeti Nabi. Senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah Dari berbagai penjelasan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya Risale-i Nur adalah manusia dermawan. Menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain 2. pentingnya meyakini hari kiamat. Mereka inilah orang yang takwa. Senantiasi menjalin tali silaturahmi 3. dan menafkahkan sebagian rezeki kepada orang lain. Ciri-ciri orang sedekah diisyaratkan dalam Risale-i Nur. berpegang teguh pada al-Qur'an. Rangkaian penjelasan dan pembahasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi yang mengikat dalam satu kesatuan hidup. pentingnya memahami alam semesta. meneladani nabi Muhammad . Sedekah adalah dalam mencari keridhaan Allah.149 Karena. baik secara sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. kedermawanan sangat dekat sekali dengan saling menolong atas sesama manusia. pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman. Sikap hidup orang yang suka bersedekah dalam jiwanya selalu dominan jiwa ukhuwah. termasuk di dalamnya dapat prinsip pendidikan akhlak bagi generasi muda diketahui meliputi : menguatkan iman. pentingnya memahami asma' al-husna.

takwa dan sedekah. puasa Ramadhan bahkan zakat masih ditinggalkan. berikut ini adalah bagian analisis terhadap prinsip-prinsip tersebut di atas. lingkungan dan tahap perkembangan kepribadian generasi muda. Artinya mereka beragama Islam dan mengaku beriman. secara fakta aspek akidah generasi belum dapat dipastikan. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan dalam jiwanya dan sifatnya tidak dapat dipisahpisahkan. ibadah. Fenomena seperti ini masih sangat nampak di tengah-tengah masyarakat.150 Saw dan menanamkan ikhlas. Relevansi dengan Akidah Generasi Muda Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa generasi muda yang dimaksud pada penelitian ini adalah generasi yang berumur 15-40 tahun yang beragama Islam. pandangan hidup. Walau bagaimana pun. maka prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi Said Nursi yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. pola sikap dan pola lakunya. tingkah laku. Tentu saja. sebab banyak di antara mereka yang dapat disebut “Islam Phobia" atau "Islam KTP”. Relevansi Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak dengan Pembinaan Generasi Muda Setelah dikemukakan mengenai prinsi-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut pemikiran Said Nursi. Prinsipprinsip pendidikan akhlak Said Nursi ini dapat dikatakan sebagai prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda. Pada bagian ini penulis mencoba untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak tersebut dengan pembinaan generasi muda secara deskriptif-komperatif untuk melihat aspek akidah. Apakah aspek keimanan yang mereka pegang benar-benar sesuai dengan hakikat yang diajarkan Islam. Baik dalam pola pikir. tujuan hidup. namun masih ada yang tidak mau shalat. . karena sifatnya filosofis dalam diri manusia.

Rukun iman . Said Nursi sangat menekankan keimanan bagi generasi muda. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna.151 Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima generasi muda dari masa kanakkanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. Karena itu. dan Young menunjukkan bahwa 85 % generasi muda Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya dan 40 % generasi muda Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya (Jalaluddin 2002. bahwa agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para generasi muda untuk tetap taat pada ajaran agamanya. hlm. ekonomi. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Hasil penelitian Allport. Walau sulit mengukur tingkat keimanan bagi generasi muda. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental generasi muda mempengaruhi sikap keagamaan mereka. Dari hasil ini dinyatakan selanjutnya. Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para generasi muda sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman yaitu . Gillesphy. namun kekuatan iman akan sangat nampak dari tingkah laku dan peribadahan yang dilakukan. 74). dan norma-norma kehidupan lainnya. pemahaman dengan menguatkan keimanan harus senantiasa dilakukan untuk menuju kesempurnaan. Namun. sosial. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama.

152 terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan qadha dan qadhar. Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah dan untuk membuktikan keimanan mereka dapat dilihat amal dan ibadah mereka seharihari. Artinya, sesungguhnya generasi muda yang beragama Islam tentu tergolong kepada generasi muda yang beriman, walaupun tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana tingkat keimanan mereka, sebab keimanan tidak bisa dilihat dan menyangkut soal hati. Keimanan generasi muda jika didasarkan dengan prinsip ajaran Islam adalah tidak cukup dengan pembenaran hati dan pengakuan dengan kata-kata, tetapi diikuti oleh amal perbuatan. Pembentukan nilai keimanan inilah yang diusahakan oleh Nabi Muhammad Saw, yang selama 13 tahun di kota Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Iman yang tidak pernah dipisahkan dari pasangannya, yaitu amal shalih (ibadah, mu'amalah, mu'asyarah dan akhlaq). Berkenaan dengan iman, sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS.Ibrahim/14:24-25) : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musimdengaseizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Dalam Alquran dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi dinjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat tauhid (kalimat iman), yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran serta berbuat yang baik. Yang dimaksud kalimat tauhid adalah kalimat "Laa

153 ilaa ha ill-Allah" (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Buah dari sebatang pohon yang akarnya kuat adalah perumpamaan terhadap akhlak mulia. Akhlak adalah sebagai buah atau hasil dari suatu proses pendidikan yang didasari oleh penanaman nilai keimanan. Keimananlah yang menjadi fondasi dasar terwujudnya akhlaq al-karimah. Akhlak mulia membentuk generasi yang kuat iman dan menjadi insane saleh sampai bertemu dengan Allah Swt. Insan shaleh adalah manusia yang mendekati kesempurnaan. Yang dimaksud pembentukan insan yang shaleh dan beriman kepada Allah tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku (Q.S.51:56) manusia yang penuh keimanan dan takwa, berhubung dengan Allah memelihara dan menghadap keada-Nya dalam segala perbuatan yang dikerjakan dan segalah tingkah laku yang dilakukannya, segala pikiran yang tergores dihatinya dan segala perasaan yang berdetak dijantungnya ia adalah manusia yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad Saw dalam pikiran dan perbuatannya. Insan shaleh beriman dengan mendalam bahwa ia adalah khalifah di bumi (Q.S.2:30). Ia mempunyai risalah ketuhanan yang harus dilaksanakannya, oleh sebab itu selalu menuju kesempurnaan akhlak yang mulia, sebab Rasulullah SAW. diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Di antara akhlak insan yang shaleh dalam Islam adalah harga diri, prikemanusiaan, kesucian, kasih sayang, kecintaan, kekuatan jasmani dan rohani, menguasai diri, dinamisme dan tanggung jawab. Ia memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar. Ia juga bersifat benar, jujur ikhlas memiliki rasa keindahan dan memiliki keseimbangan dan berperilaku seperti Nabi Muhammad Saw. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip keimanan yang ditanamkan Said Nursi dalam dirinya dan murid-muridnya sangat relevan untuk selalu

154 direalisasikan oleh generasi muda yang beriman, walaupun tidak diketahui secara tepat tingkat keimanan generasi muda tersebut. Namun, diyakini bahwa dengan senantiasa menguatkan keimanan akan tercapai keinginan menjadi insane shaleh.

Relevansi dengan Pandangan Hidup Generasi Muda Kemunduran dan kelemahan umat Islam dalam bidang ekonomi dan politik, khususnya ketika berada di bawah kekuasaan kolonial Barat pada abad ke-18, telah merangsang para elite politik Muslim untuk menyuarakan pentingnya perubahan-perubahan internal dalam upaya memperkecil jurang pemisah antara umat Islam dan orang-oraug Barat. Perkembangan dunia modern Barat telah menyumbangkan banyak sekali landasan yang menjadi dasar pendidikan. Khususnya terjadi perubahan besar dalam pandangan dan pemahaman keagamaan umat yang semakin lama semakin bingung dan lemah. (Wan Daud, 2003 hlm. 7). Dalam konteks umat secara luas, generasi muda berada di tengah-tengah arus perubahan tersebut yang tidak dapat dibantah keberadaan. Untuk ukuran generasi muda dari 15-40 tahun sudah dalam mengenal apa itu pandangan hidup. Generasi muda memiliki pandangan hidup yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, bahkan prinsip-prinsip mulia ditinggalkan. Pengaruh arus globalisasi dan maraknya pandangan dunia yang mampu merubah perilaku generasi muda patut menjadi perhatian bersama. Pandangan hidup dalam konteks ini adalah pandangan Barat yang merusak generasi muda muslim. Dalam kajian filsafat di antara pandangan hidup tersebut adalah sekulerisme, materialisme, komunisme dan ateisme. Said Nursi secara nyata-nyata menentang semua pandangan dunia yang membawa generasi muda berada di posisi yang tidak jelas menentukan arah hidup

155 Pertama, Pandangan Sekulerisme. Dalam berbagai perdebatan

persoalan sekulerisme senantiasa menjadi topik penting dalam diskusi dunia saat ini. Menurut Mulyadi sekuler adalah lawan dari sakral. Kata sekuler dari bahasa Latin "sculum" berarti “bersifat duniawi (worldly)” sebagai lawan dari "spiritual" atau "relegius". Sekuler yakni pandangan yang hanya mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan yang ukhrawi dan dari sudut ontologis mementingkan yang bersifat materiil, mengabaikan yang spiritual. (Mulyadhi 2004, hlm. 120). Kedua, Materialisme. Pandangan materialisme klasik sampai perkembangan pengetahuan di abad ke-18 menurut Sadulloh mengutip Power (1982) terdapat implikasi pendidikan positivisme behaviorisme yang bersumber pada filsafat materalialisme yang mengarahkan pandangan ini kepada tujuan pendidikan yakni "perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks" (Sadulloh, 2003, hlm. 118). Pendapat ini berarti bahwa titik tekan pandangan ini berada pada manusia dengan kapasitas pribadinya yang kompleks yang dapat merubah sikap dan penlaku seseorang. Ketiga, Komunisme dan Ateisme. Hasil dari pandangan sekulerisme dan matenalisme berimplikasi kepada pandangan hidup yang mengarah komunisme dan ateisme. Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-unasing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai dengan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).

156 Pandangan dasar manusia sebagai makhluk yang berkerja menjiwa dalam masyarakat komunis (Adelbert Snijders 2004, h1m. 77). Dalam aplikasinya sistem perekonomian komunis didasarkan atas "sistem perintah", di mana segala sesuatunya serba dikomandoi. Harus diakui bahwa komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Begitu juga karena dalam sistem komunisme negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering juga, disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter" atau "sistem sosialis ekstrem", menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pads asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa partai komunis. Sampai disini kekuatan komunisme berada pada asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga yang dipercaya, namun disini justru letak pangkal paradoks ekonomi komunisme. Pada titik yang lain masyarakat komunis berubah menjadi ateis, sehingga hakekat makhluk hidup dimaknai kebebasan yang sebebasbebasnya untuk bekerja dan bekerja. Harus diakui bahwa pandangan sekulerisme ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang senantiasa menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akherat. Sebagai makhluk duniawi, Said Nursi mengajak generasi muda mengesakan Allah Swt. Namun sebaliknya pandangan sekuler Barat yang bercorak rasionalistikpositivistik indrawi menempatkan manusia hanya sebagai makhluk fisik-kimia yang tidak peduli nilai-nilai spiritual. Pandangan ini menyingkirkan Tuhan sebagai Pencipta. Seluruh proses alam dipandang “hanya kebetulan, tak ada campur tangan Tuhan”. Dalam bangunan filsafatnya, Decrates menekankan akal itu sebagai sumber

157 ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai tujuan akhir. Segala hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dipikirkan secara logika bukanlah ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman bahwa yang dijadikan landasan bagi dunia pendidikan modern adalah filsafat yang mengarahkan kepada pandangan materialisme. Kecenderungan ini menipakan akibat dari mengagungkan akal sebagai landasan berpikir. Dapatlah ditegaskan bahwa keempat aliran pemikiran filsafat dan landasan di atas yang berkembang menjadi pemikiran ekonomi ini berangkat dari kepentingan (internst) dan mengabaikan etika, itulah kuncinya. Baik sekulerisme, materialisme, komunisme maupun ateisme pada titik kebutuhan hakiki manusia sebenarnyalah dapat dikatakan "gagal" karena tidak mencapai tujuan hakiki perlunya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Kegagalan keempat aliran sebagai landasan pendidikan dan kehidupan tersebut terbukti dari manusia modem yang mengalami dilema hidup yang sangat memprihatinkan. Marxisme yang telah mencengkram Uni Sovyet kemudian hancur berantakan. Bukan hanya teori perjuangan kelasnya yang gagal, tetapi komunisme yang antiagama itu telah menyebabkan sebagian besar rakyatnya tidak bahagia. Sedangkan cita-cita dari pandangan hidup Said Nursi dalam konteks pendidikan akhlak adalah manusia ideal dalam sebagaimana Risale-i Nur adalah manusia yang dekat dengan Allah dan berperilaku seperti Nabi Muhammad. Tentu saja memiliki pandangan hidup yang jelas yakni mengesakan Allah, melalui asma' al-husna. Asma’ al-Husna yang terbuka di semesta alam ini adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. Kunci keluar dari dunia yang semakian materialistik ini adalah dengan cara iman dan mengamati asma Allah

158 yang terbentang di alam semesta ini, dan lebih khusus lagi menanamkan keimanan kepada hari akhir. Atau istilah yang sering digunakan Said Nursi adalah “Hizmetul iman wa al-Quran”, menurutnya sekarang ini adalah akhir zaman dan menyadarkan umat dari paham duniawi ke ukhrawi. Prinsip menguatkan keimanan diperlukan bagi generasi muda untuk melawan pandangan-pandangan hidup yang dapat merusak akidah generasi muda. Said Nursi meyakinkan generasi muda dengan mengatakan : "Zat yang menggenggam kendali semua unsur di alam ini pastilah juga memegang kendali semua unsurnya" (Said Nursi 2003a, hlm. 635). Generasi muda harus yakin bahwa kendali dalam kehidupan ini diciptakan Sang Pencipta yaitu Allah Swt dan sekaligus memegang secara penuh kendali kehidupan ini.

Relevansi dengan Tujuan Hidup Generasi Muda Salah satu ciri generasi muda adalah perubahan sikap serta sifat mengarah kedewasaan (Sudarsono 1993, hlm. 12-13). Generasi muda seperti ini mengalami perubahan dalam berusaha memahami kehidupan, terutama tujuan kehidupan. Jika dikaji dalam konteks kekinian, maka saat ini adalah masa di mana manusia telah memasuki era global atau milenium ketiga. Suatu zaman yang ditandai oleh era informasi yang merupakan revolusi teknologi yang menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Pengalaman sekarang menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya Barat ke dalam budaya Islam daripada sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan dominasi kultural yang tidak seimbang (Nata 2001, hlm.144-145) dan berdampak buruk bagi nilai-nilai moral dan etika yang

159 diajarkan dalam Islam. Generasi muda pun sudah ikut-ikutan mengadopsi pola kehidupan yang datang dari Barat tersebut. Kehadiran milenium ketiga yang ciri-cirinya disebutkan di atas, pada akhirnya akan menjadi tantangan yang serius bagi dunia pendidikan khusunya pendidikan akhlak. Tantangan tersebut antara lain, mampukah pendidikan akhlak menjadi pemeran utamanya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang hanya memenuhi aspek kognitif belaka, tetapi juga dalam aspek afektif yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan kedalam hati peserta didik yang pada akhirnya dalam aspek psikomotorik yang dapat diaktualisasikan kedalam bentuk amal-amal shalih dan akhlak yang mulia?. Mengapa tidak mungkin, Nabi Muhammad Saw dalam waktu hanya 23 tahun, atas pertolongan Allah telah dapat merubah seluruh tatanan kehidupan bangsa Arab Jahiliyah menjadi Bangsa yang beriman dan berakhlak mulia. Ternyata di tengah situasi sebagaimana di atas, prinsip pentingnya memahami hakekat hidup ini sangat berperan bagi generasi yang sedang menuju kedewasaan. Said Nursi mengarahkan tujuan seorang manusia itu kepada terciptanya manusia yang beriman dan memahami makna kehidupan yang seimbang. Seirama dengan itu tujuan yang mendasar dari pendidikan Islam mulai dari turunnya Islam itu sendiri hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman tetap tidak berubah, yakni untuk menjadikan manusia seorang yang berakhlak mulia. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda yang mafhumnya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menjadikan manusia berakhlak mulia" (HR. Al-Bazzaar). Pada saat ini bangsa kita telah mengalami kemerosotan dan kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Untuk meyelesaikan persoalan tersebut adalah upaya bagaimana untuk menanamkan keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. Upaya untuk

generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa generasi muda. keinginan untuk mendapatkan tanggapan (respons) dan keinginan untuk dikenal (recognation). 149-150). Melalui pengalaman-pengalaman yang diterimanya dari lingkungan itu kemudian terbentuklah rasa keagamaan (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim di tengah-tengah menjalankan ibdah kepada Allah.160 menanamkan hakikat keimanan dan memang teguh al-Qur'an serta memahami hakekat penciptaan manusia. hlm. yaitu : adanya keinginan untuk mendapatkan perlindungan (security). (new experience). dkk.. 32-33). Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: . keinginan untuk mendapatkan pengalam baru. Baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat generasi muda muslim diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah Swt. Relevansi dengan Ibadah Generasi Muda Menurut Halem Lubis. kebutuhan nilai spiritual juga meningkat. Menurut Thomas sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Ramayulis bahwa kebutuhan terhadap agama dimungkinkan karena adanya empat kebutuhan manusia. Berdasarkan pendapat ini secara agama orang yang sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindaknya berarti sudah balig. hlm. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001.

dan proses pemikiran (Robert 1972. berpegang teguh pada al-Qur'an. hlm. baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat untuk mengabdi kepada Allah SWT. Mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. Lebih jauh Robert H. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. memahami hakekat penciptaan manusia dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad Saw. khususnya pendidikan. hlm. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah. Thouless mengklasifikasikan faktor-faktor yang dapat membentuk sikap keagamaan menjadi empat faktor utama. 187). maupun masyarakat pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. Pada intinya ketujuh point di atas ingin menegaskan bahwa sejalan dengan prinsip keimanan. 43).161 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Senantiasa beriman kepada Allah. kebutuhan. berbagai pengalaman. menyucikan diri. Relevansi dengan Lingkungan Generasi Muda Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan. yaitu : pengaruh-pengaruh sosial. Berdoa kepada Allah. keluarga. . Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. Bertaqwa kepada-Nya. masyarakat. Pencapaian tingkat akhlak yang mulia merupakan tujuan pembentukan kepribadian muslim. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya.

sekolah dan . baik pengalaman yang berkaitan dengan tatanan alami atau moral maupun pengalaman batin emosional. Terkait dengan lingkungan Islam melarang tegas umat manusia melakukan kerusakan di bumf.162 Pengaruh sosial atau dapat disebut faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan di antaranya pendidikan dari orang tua. aspek hubungan keluarga. Akan tetapi seperti yang pernah disinggung bahwa pembentukan kepribadian jugs terkait dengan lingkungan pendidikan. Faktor pengalaman merupakan suatu faktor yang diakui dapat membantu tumbuhnya sikap keagamaan. Dimana setiap pribadi merasakan bahwa kesempurnaan diri akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. Sementara pengalaman emosional berhubungan dengan pengalaman mistik emosional keagamaan atau faktor afektif. kondisi sedemikian ini akan tercipta situasi saling mencintai. dan kebaikan dari faktor alam. Setiap individu menempati posisi sebagai salah sate anggota dari seluruh anggota badan. Lingkungan pendidikan Yang biasanya dikenal adalah lingkungan keluarga. Faktor lingkungan ini mencakup tiga aspek penting yang tarot pula mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia. yang berarti tidak dapat dilakukan secara sendiri tetapi hares bersama atas dasar saling tolong menolong. dan tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu. Pengalaman alami atau moral misalnya mengenai keindahan. tradisi-tradisi sosial. Karena itu. dan konflik moral. tumbuh-tumbuhan maupun bends tak bemyawa. h1m. keselarasan. 128). baik binatang. Jika tidak maka tidak tedadl kesempumaan dalam diri seseorang. Ekologi diartikan sebagai lingkungan yakni sebagai segala sesuatu yang ads di sekitar manusia. Pertama. baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan diri sendiri (Ali Anwar dkk 2005.

aspek hubungan sosial. Keluarga orang kaya dengan orang miskin. aspek hubungan formal. Hubungan ini sebenarnya memiliki juga pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan akhlak. keluarga yang beranggota sedikit dengan yang banyak dan sebagainya. penjelasan mengenai hubungan pendidik dan peserta didik sebagai mana di atas setidaknya telah cukup membenkan gambaran untuk itu. kerabat. tidak disebutkan tapi. Said Nursi memang tidak secara khusus membicarakan ini. Kemudian lingkungan sekolah. Ini pun dianggap sebagai peninggalan yang bersifat tradisional. keturunan. Tetapi. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berbuat baik dari saudara atau anak. Kalau lingkungan keluarga dibahas tentu perlu pertimbangan ciri khas yang berkaitan tentang lingkungan tersebut. Artinya bahwa situasi lingkungan akan dapat tercipta bilamana situasi politik pemerintah mengizinkan. Ungkungan masyarakat dikaji oleh Said . Ketiga. Salah satu tabiat manusia adalah memelihara diri sendiri. namun pada prinsipnya aspek ini termasuk dalam prinsipnya dalam membina diri meneladani Nabi Muhammad. Kedua. artinya kondisi yang baik dapat didukung oleh pengambil kebijakan politik negara tersebut.163 masyarakat. ketiga aspek uraian di atas setidak dapat memberikan gambaran bahwa Said Nursi cenderung secara lebih khusus membicarakan lingkungan pendidikan di dershane. rekanan. Manusia sebagai makhluk sosial bahwa manusia di alam ini memerlukan kondisi yang balk dari luar dirinya. Karena diakui atau tidak kondisi yang berada di masyarakat sangat dipengaruhi kebijakan politik pemerintah. Keluarga perdesaan dan perkotaan pun sudah berbeda dari cars dan pola kehidupannya. tetangga dan teman.

berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya.184). Relevansi dengan Situasi Kejiwaan Generasi Muda Menurut Kartini Kartono. berlaku adil dalam segala hal.33 dan hlm. 54) . secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. guru agama. hlm. hlm. orang-orang dan masyarakat umumnya supaya semuanya itu berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang halus. berkasih sayang antara satu dengan lainnya…(Zainuddin 2001. Bagi Said Nursi pemuda adalah sebagai penerus generasi di masa depan. dan pemimpin Islam adalah mendidik anak-anak. Kondisi lingkungan terdekat sampai kondisi lingkungan yang paling jauh di dalam strata sosial masyarakat yang menekankan prinsip ketelandanan.164 Nursi secara lugs karena proses politik dan lingkungan social semasa penuligan Risale-i Nur dan berbagai persidangan mendeskripsikan tersendiri dari situasi lingkungan masyarakat. pemuda-pemuda. putra-putri. dan menemukan indentifikasi dengan obyek-obyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. karena hidup bermasyarakat adalah tolong menolong. Secara umum dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan akhlak Said Nursi sangat luas. Menurut pendapatnya Mahmud Yunus seperti yang dikutip Zainuddin dkk. Said Nursi tidak membatasi tanggung jawab pendidikan akhlak hanya tanggung jawab orang tua dan guru. dianggap sanggup berdiri sendiri. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. berlaku jujur dan peramah. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas hidupnya (Kartono 1990. mengemukakan bahwa : Tugas yang utama dan terutama yang terpikul atas pundak alim ulama’.

Menurut Sudarsono. para generasi muda diharapkan tidak sombong dan bermegah-megah terhadap kawankawannya dengan harus yang dimiliki orang tuanya. dan hormat pada orang lain . Karenanya. Suka berkata benar. melalui pembinaan yang mengetahui tingkat kejiwaan bagi generasi muda perlu dilakukan. tetapi tidak terlalu kenyang dan juga tidak terlalu lapar. Pembicaraan yang kotor supaya dihindarkan. prinsip-prinsip pendidikan akhlak misalnya menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat bias merubah situasi kejiwaan yang tidak stabil dan emosional dalam menentukan jalan hidup dan mencapai cita-cita hidup. guru agama dan masyarakat dan pendidik lainnya adalah sangat berat karena ditangan merekalah akhlak anak akan dibentuk. bukan untuk kenikmatan. takwa dan sadakah harus terbangun dalam jiwa anak muda. jujur. Ajaran Islam selalu membimbing dan mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia karena dengan itulah mereka akan hidup selamat di dunia dan di akhirat. Demikian juga dalam hal cara berpakaian juga sangat penting diperhatikan. Kemudian. agak lapar justru akan lebih baik. Maka. Prinsip meneladani nabi Muhammada Saw juga bagian integral yang tidak dapat dipisah-pisah misalnya .165 Kutipan menjelaskan bahwa tugas orang tua. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. 15). Cara lain bagi generasi muda tidak membiasakan diri makan dan minum yang memabukkan. hlm. Untuk itu sifat ikhlas. melatih cara makan dan minum yang dapat menyehatkan tubuh. generasi muda harus aktif di dalam pembentukan akhlaknya. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. Karena itu.

Pertama. dan lainnya perlu diperhatikan. Said Nursi memberikan perhatian utama kepada situasi kejiwaan generasi muda dengan nilai-nilai akidah dan iman bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sejak dini ketangguhan mereka untuk memperlemah sumber penyakit jiwa. etis dan estesis mendorong generasi muda untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul . Sehingga. Dalam tahap perkembangan pribadiannya ini generasi muda tergantung dengan situasi sosialnya. misalnya marah. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat kearah hidup yang religius pula. suka berkata benar. muda lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual negatif. ketika pada masanya para generasi muda itu sudah benar-benar siap dalam menghadapai kehidupan yang luas ini. takut mati dan kesedihan. Hal ini merujuk dari berbagai perasaan telah berkembang pada masa muda. walau pada masa muda. Relevansi dengan Tahapan Perkembangan Kepribadian Generasi Muda Dalam tahapan ini generasi muda dirumuskan dalam 2 (dua) tahapan yaitu tahap perkembangan dan tahap pembentukan. Paham keagamaan generasi muda akan ditandai oleh adanya pertimbangan sosial. tidak hanya suci menjelang ajal. Masa muda merupakan masa kematangan seksual. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super. Sebaliknya bagi muda yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual. Gerak tubuh seperti berjalan. berkendaraan. Perasaan sosial.166 juga ditekankan. tahap perkembangan sosial. Diharapkan seorang pemuda dapat menjadi orang yang suci.

Submissive. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi. Kedua. perkembangan moral para generasi muda bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Generasi muda sangat bingung menentukan pilihan itu. Sedangkan masalah akhirat dan keagamaan hanya sekitar 3. 76). dan Deviant. tindakan dan perilaku.6 %. taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi.8 %(Jalaluddin 2002. Sehingga. kebahagiaan. mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik. masalah sosial 5. Unadjusted. kehormatan diri dan masalah kesenangan pribadi lainnya. . tahap perkembangan moral. Hasil penyelidikan Ernest Harms terhadap 1789 generasi muda Amerika antara usia 18 – 29 tahun menunjukkan bahwa 70 % pemikiran generasi muda ditujukan bagi kepentingan: keuangan. kesejahteraan. hlm. menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat (Jalaluddin 2002. merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama. perkembangan jiwa dalam konteks sosial tidak berpandangan materialis dan asosial tapi justru mendapat dorongan yang mulia untuk mengembangkan jiwa-jiwa sosial dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Adaptive. hlm. Berdasarkan pertimbangan di atas. maka dalam perkembangan sosial generasi mudah untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan berprinsip menguatkan iman serta meyakini diri akan hari kiamat yang diaplikasikan lewat sikap. maka para generasi muda lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. 75). belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral.167 konflik antara pertimbangan moral dan material. Tipe moral yang juga terlihat pada para generasi muda juga mencakupi : self-directive.

Dan perlu diketahui pada masa ini. Maka perlu mencari cara-cara yang lebih tepat digunakan untuk mendidika anak tersebut. kebiasaannya berpikir berdasarkan pengalaman-pengalamannya. dan bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya. generasi muda sudah memiliki kamatangan seksual yang bisa saja disalahgunakan bila pendidik kurang teliti mengawasinya. pendidiklah yang lebih dahulu mengatasinya. Karena itu. Pada masa generasi muda berkisar antara umu 13-18 tahun.168 Dalam tahapan-tahapan perkembangan diri manusia. guru. tetapi justeru berasal dari teman-temannya yang rusak akhlaknya. Pertanyaan tentang Tuhan dan hal-hal yang ghaib sangat menarik bagi si anak. . karena sifat keterbukaannya kepada temannya lebih banyak daripada kepada pendidiknya. bukan orang lain. Sebaliknya. Penanaman pengetahuan dan pemahaman tentang agama pada masa ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan rasa keagamaannya pada jiwa manusia. antara lain: a) Harus mendidiknya agar selalu tekun menjalankan perintah agama b) Menanamkan kebiasaan yang selalu ingin berbuat baik kepada orang tua. teman-temannya. pengawasan pendidikannya tidak hanya sebatas ketika anak berada di sekitarnya. tetapi ia harus tanggap dan teliti terhadap pergaulan anak didiknya ketika bermain dengan temannya di luar jam pelajaran. Padahal kalau ia mendapatkan kesulitan. Karena anak tersebut punya cenderungan ingin bebas dari pengawasan pendidiknya. Bahkan lebih aneh lagi. maka dikhawatirkan pengalaman yang pernah dialaminya bukan bersumber dari sekolahnya. Masa yang rentan dan pertumbuhan yang kuat dalam hal ini hingga mencapai umur 12 tahun (masa anak-anak). kegagalan penanaman rasa keagamaan akan membuat kelabilan jiwa dan menumbuhkan sikap yang anti agama. Dalam rentang usia ini keingintahuan anak terhadap agama sangat tinggi. munculnya rasa keagamaan dimulai dari sejak lahir.

Cara-cara yang harus dilakukan dalam pendidikan akhlak anak tersebut. yaitu faktor hereditas. dan faktor lingkungan (Zakiah 1996. hlm. tidak sulit asalkan jiwanya sudah terisi nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan. Hanya yang sulit jika ia tidak pernah tersentuh oleh akhlak sejak ia masih kecil sampai terjerumus ke dalam lembah kerusakan moral. Masa dewasa. anak sudah dapat menghayati pengalaman-pengalaman hidup yang pernah dialaminya sejak kecil hingga dewasa. hlm. faktor hereditas yang berkaitan erat dengan kedua orang tua (ibu-bapak). 35-37) Pertama.169 c) Selalu mengawasi pergaulan dengan anak yang buruk akhlaknya. bentuk wajah. 1997. antara lain: a) Pendidik harus memberi keterangan kepadanya tentang tujuan akhlak baik dan kemudhoratan akhlak buruk b) Harus selalu mengontrol segala tingkah lakunya dan menasehatinya bila ternyata ia melakukan penyelewengan agama atau norma-norma sosial. kemudian ia menemukan arti dan nilai-nilai tertentu yang bermanfaat terhadap pembentukan sikap dan perilaku yang baik baginya. . faktor pembawaan. Adapun yang diwariskan orang tua kepada anak berbentuk sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu pada bentuk fisik. dan mengarahkannya agar bergaul dengan anak yang baik d) Selalu menasehati bila ia hendak keluar rumah dan mengingatkannya agar selalu berhatihati ketika ia berbuat dan bergaul dengan teman-temannya. Karena sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada anak dikatakan keturunan jika hal tersebut diwariskan atau diterima dengan sel benih dari generasi lain (Purwanto. 64). Berarti pada masa ini. gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh dan juga sebagian kecil sifat emosi. Perkembangan sikap keagamaan pada manusia dipengaruhi tiga faktor utama. e) Selalu menjaganya agar tidak membaca buku-buku porno dan film-film cabul. dimaksudkan adalah umur 19 tahun ke atas. Sebenarnya mendidik akhlak anak yang sudah dewasa. dimana ia sudah memasuki jenjang pendidikan tinggi. c) Pendidik harus mendesak untuk menerapkan pendidikan akhlak (etika) yang pernah di dapatkannya di sekolah maupun di tempat lain. Keemua diterima anak dari sel benih kedua orang tuanya.

Diharapkan dengan melaksanakan prinsip atau konsep ini. Al-Qur’an tidak memisahkan unsur jasmani dan rohani. Potensi tersebut misalnya. Kedua memahami nilai-nilai masyarakat sekitar. karena daya ini dapat lahir dari penyajian materi secara rasional serta rangsangan pertanyaan melalui diskusi. bukan hanya kesucian jiwa yang diperoleh tetapi juga pengetahuan yang merangsang daya cipta. disertai sentuhan-sentuhan kepada kalbu. pertama peserta didik harus dihadapi secara totalitas unsur-unsurnya. Jika nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan sumber daya manusia. hlm. Karena itu. maka kualitasnya akan sangat baik demikian juga sebaliknya (Rohmalina. 92). Hasan Langgulung red). hlm. seringkali ditemukan uraian-uraian yang disajikan dengan argumentasi logis. kemampuan berjalan. 2002. dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di .115). tahap pembentukan kepribadian muslim. Dengan demikian peningkatan sumber daya manusia berarti peningkatan pendidikan dan pengetahuan. Ketiga. tetapi pembinaan jiwa dan pembinaan akal sekaligus tanpa mengabaikan unsur jasmaninya. Potensi-potensi di atas merupakan pembawaan bagi setiap anak yang dilahirkan.170 Selanjutnya faktor pembawaan adalah seluruh potensi yang terdapat pada individu dan pada masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (Mudjakir dan Sutrisno 1997. berbicara. dan lain-lain yang nanti potensi ini memang benar-benar terbukti meskipun tetap tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa bagi pendidikan Islam prinsip utama dalam pengembangan sumber daya manusia. Kualitas kreativitas seseorang dalam masyarakat tidak saja tergantung pada hasil pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga oleh nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakatnya (peradaban.

Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: a) Senantiasa beriman kepada Allah b) Bertaqwa kepada-Nya a. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu.171 lingkungan rumah tangga. 2002. Menanamkan dasardasar nilai tersebut dimulai sejak. membiasakan untuk memenuhi dan kewajiban antara sesama kerabat (Rohmalina. Berdoa kepada Allah. c.115) Jadi yang harus ditanamkan di dalam lingkungan keluarga selaku unsur terkecil dari masyarakat adalah dasar-dasar aqidah yang benar dan akhlak mulia. baik sebagai individu maupun sebagai ummah untuk mengabdi kepada Allah SWT. mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. pada garis besarnya merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam komponen pembentukan akhlak . hlm. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Semuanya berjalan dalam proses yang panjang dan berkesimanbungan. keluarga. Cerminan dari ciri-ciri kepribadian muslim seperti yang dikemukankan tersebut. Pembentukan kepribadian pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman. Baik sebagai individu maupun sebagi ummah. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya. mupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah. menyucikan diri. membiasakan untuk menghargai peraturan-peraturan dalam rumah tangga. tentunya tidak terjadi secara spontan. memelihara anak dengan kasih saying. Perubahan sikap. masyarakat. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya b. sehingga ketika dewasa anak menjadi terbiasa. memberi tuntunan akhlak kepada keluarga.

Sikap tersebut meliputi: (1) Memperlakukan binatang dengan baik dan (2) Menjaga dan memelihara kelestarian alam (Jalaluddin dan Usman 1996. 82). hlm. maupun denga makhluk Tuhan (hablimminal `alam). Berakhlak mulia. Untuk . Cinta dan penuh harap kepada Allah Swt (Jalaluddin dan Usman 1996. Ikhlas menerima keputusan Allah Swt 6. hlm. Hubungan baik inilah merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian muslim secara individu. Dalam Islam juga mengajarkan faktor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian muslim. Bersyukur hanya kepada Allah Swt 5. Berserah diri kepada ketentuan Allah Swt 4. dan hubungan baik antara sesama manusia (hablumminannas). 61-61). Penuh harap kepada Allah Swt 7. menambahkan bahwa akhlak kepada sesama manusia. hlm. dan menghargai status manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia (Jalaluddin dan Usman 1996. Saling menghargai. Selanjutnya Jalaluddin dan Usman Said. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah Swt 3. Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menunjukkan sikap yang serasi terhadap lingkungan sekitar. Menurut Jalaluddin dan Usman Said bahwa akhlak terhadap Allah meliputi: 1. Takut akan siksa Allah Swt 9. Takut akan kehilangan rahmat Allah Swt 10. Jadi pada dasarnya pembentukan kepribadian muslim merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Mohon pertolongan kepada Allah Swt 11. Takut kehilangan rasa patuh kepada Allah Swt 8. Memenuhi janji dan pandai berterima kasih.172 yang mulia dari sumber ajaran al-Quran. Begitu juga akhlak terhadap lingkungan sekitar kita (alam). Mengabdi kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya 2. secara garis besarnya meliputi sikap yang baik seperti: Menghormati dan menghargai perasaan kemanusiaan.84-85). memuat pengertian mampu menjalani hubungan yang baik antara hamba dengan Allah (hablumminallah).

Media yang digunakan adalah Risale-i Nur yang merupakan karya monumental Said Nursi. sejak lahir hingga akhir hayat. sebagai suatu rangkaian upaya menuntut ilmu dan nilai-nilai keislaman. sejak dari buayan hingga ke liang lahat.173 itu setiap muslim dianjurkan untuk belajar seumur hidup. . Dalam konteks pendidikan akhlak Said Nursi adalah salah satu tokoh dalam bidang akhlak yang konsisten terhadap pembinaan generasi muda. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dengan mudah diidentifikasi prinsip yang ada yakni ikhlas. Risale-i Nur telah memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. takwa dan sedekah. Pendidikan di keluarga dan masyarakat yang mendorong Said Nursi untuk aktif mendidik masyarakat dan menyebarkan dakwah Islam. Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh. menyeluruh. Pembentukan kepribadian melalui pendidikan tanpa henti (long life education). Bab 5 PENUTUP Kesimpulan Dari rangkaian diskusi dan beberapa uraian di atas. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. dan berimbang. terarah. Dan senantiasa menjalankan sunah Nabi Muhammad dalam rangka membentuk kepribadian muslim yang diharapkan.

Dasar keimanan adalah kalimat kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. pentingnya meyakini hari kiamat. dan menanamkan ikhlas. Prinsip menguatkan iman sangat relevansi bagi sikap akidah generasi muda. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. pentingnya memahami alam semesta.174 2. Said Nursi meyakini bahwa iman pokok dalam menjalani kehidupan. alam semesta dan Allah. Tugas pokok dari pendidikan akhlak adalah memperkokoh prinsip-prinsip yang dimiliki oleh manusia untuk mencapai tingkatan manusia seperti Nabi yang harmonis dan seimbang secara positif yang melahirkan sikap hidup mulia dengan akhlak karimah. Akidah generasi muda cenderung tidak . 3. meneladani nabi Muhammad Saw. Hal yang paling prinsip dalam memperkuat pemahamannya adalah interpretasinya tentang manusia. 4. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. Iman yang dimaksud adalah iman yang tercukup dalam rukun iman. berpegang pada al-Qur'an. Untuk mencapai manusia seperti Nabi yang seimbang atau harmonis Said Nursi dengan interpretasi terhadap manusia. pentingnya memahami asma' al-Husna. alam semesta dan Allah melahirkan prinsip-prinsip dalam pendidikan menguatkan akhlak menurut pandangan teguh Said Nursi yaitu keimanan. takwa dan sedekah. Pendidikan akhlak Said Nursi didasari atas pemahamannya terhadap al-Qur’an dan ilham dari Allah Swt.

berpegang teguh pada al-Qur'an. Said Nursi menekankan ikhlas karena keikhlasan akan membimbing manusia menjadi suci dan mulia. Padangan berdasarkan akal inilah yang lebih diminati. sehigga melahirkan pandangan sekulerisme. memahami penciptaan manusia. memahami alam semesta. materialisme. 6. takwa dan sedekah sangat relevan dengan ibadah generasi muda. Untuk itu. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an dan prinsip memahami hakekat penciptaan manusia.175 didasari keyakinan yang kokoh. terkait dengan generasi muda cenderung senang pada gagasan-gagasan segar yang memainkan akal. memahami asma' al-husnah. dengan ketakwaan . karena itu Said Nursi menekankan agar menguatkan iman. mengetahui tanda-tanda hari kiamat dan meyakini hari kiamat. Said Nursi meyakinkan generasi muda agar sepegang teguh pada al-Qur'an dan memahami hakekat penciptaan manusia sebagai pedoman sekaligus pandangan hidup. 7. komunisme dan ateisme yang merusak pemikiran generasi muda. Prinsip-prinsip ini sangat menopong terbentuknya manusia yang bertujuan hidup yang jelas. Prinsip meneladani Nabi Muhammad dan menanamkan ikhlas. suatu tujuan hidup terombangambing tidak jelas arahnya. mencapai tujuan hidup Said Nursi agar generasi muda berprinsip menguatkan iman. 5. Mengenai tujuan hidup generasi muda pada masa mudah cenderung hedonis dan duniawi.

Generasi muda harus senantiasa meneladani dan menanamkan nilai-nilai ikhlas. 8. pentingnya memahami alam semesta.176 menjadi manusia yang berakal dan tenang. pentingnya meyakini hari kiamat. dan menanamkan ikhlas. memahami hakekat penciptaan manusia. Dalam konteks situasi kejiwaan generasi muda diharapkan selalu mampu melakukan perubahan jiwa dengan prinsip keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat dengan keyakinan dan pengamalan hidup yang mendalam. baik secara teoritis berdasarkan alQur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. takwa dan sedekah secara integratif. 10. takwa dan sedekah. 9. pentingnya memahami asma' al-Husna. Saran-saran . sedangkan dengan sedekah menjadi manusia yang dermawan dan berjiwa sosial. maka kehidupan generasi muda akan menjadi lebih baik lagi. Said Nursi sangat yakin melalui tahapan pembentukan akhlak yang akrab dengan lingkungan. Selanjutnya dapat ditegaskan disini bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi sangat bermanfaat sekali bagi generasi muda yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Nabi Muhamamd Saw. Dalam tahapan perkembangan dan lingkungan yang di dalamnya terdapat generasi muda. teguh pada al-Qur'an. meneladani nabi Muhammad Saw. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. maka generasi muda berprinsip menguatkan keimanan.

mencerdaskan dan menambah wawasan masyarakat. . penyajian bahasa dalam Risale-i Nur yang banyak mengandung analogi yang kadangkala sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat awam. namun hendaknya menyentuh kebutuhan masyarakat kelas bawah seperti di desa-desa . salah satunya yakni meneliti aspek-aspek ulama besar Turki ini. ada beberapa hal dari hasil penelitian ini yang patut untuk dijadikan saransaran sebagai berikut : Pertama.177 Perlu diketahui bahwa sekarang di Indonesia nama Bediuzzaman Said Nursi sudah mulai populer menyemarakkan sederetan tokoh pemikir Islam kontemporer lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kaum akademisi sudah tentu menjadi sebuah khazanah keislaman yang perlu direspons secara positif melalui kegiatan-kegiatan ilmiah. berikut pula karya tafsir Risale-i Nur. Melihat kajian-kajian Risale-i Nur selama ini berkutat seputar penguatan akidah (bukan fiqh dan khilafiyah). lembaga. maka perbaikan cara mensosialisasikannya sangat relevan. Karenanya. perguruan pendidikan mengadakan dan di kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah. Kedua. yaitu ringkasan-ringkasan tematik (bentuk tulisan) dalam bahasa yang lugas dan singkat serta suguhan contoh yang rill sesuai dengan kodisi masyarakat dan metode diskusi (seperti pola dershane). tinggi. perlu disederhanakan melalui dua cara. Islam informal memperoleh pemahaman utuh dari Risale-i Nur tersebut melalui kajian-kajian rutin. lainnya agar ilmiah serta dapat di di kampus. Untuk itu.bukan hanya kelas menengah ke atas saja (melalui kajian-kajian atau majelis ta'lim).

Semua ini bertujuan berangkat dari pemahaman pandangan dasar hidupnya tentang ketuhanan dengan mengokohkan akidah dan menggairahkan ibadah. 3. kesimpulan di atas membawa beberapa implikasi ke luar dari pokok pembahasan penelitian. Pendidikan akhlak yang berfungsi untuk memperkokoh daya- daya positif yang natural di dalam diri manusia mengharuskan ada sistem pendidikan akhlak yang didasarkan pada perkembangan jiwa manusia secara integral. 1. 4. Dari aspek pendidikan akhlak Said Nursi menginginkan realisasi prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara unversal dalam diri manusia. Implikasi Penelitian Pada taraf yang lebih operasional. Dari pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi di atas penulis menemukan beberapa implikasi positif dan implikasi negatif terutama untuk menjawab relevensi dengan kebutuhan bagi generasi muda. mengembangkan pola pendidikan dershane bagi peserta didik dan masyarakat umum secara terpadu. Secara implisit diketemukan semangat penanaman prinsip-prinsip pendidikan akhlak yang berkiblat kepada satu arah yakni Risale-i Nur dan al-Qur'an. sehingga terwujud suatu kondisi di mana tradisi "pengajaran" dan "pendidikan" yang integral bisa diterapkan secara nyata. Ternyata usaha mentransformasikan nilai-nilai dan membina kepribadian umat Islam ditinjau dari sudut pendidikan .178 Ketiga. 2.

6.179 walaupun relatif sukses. . namun tiada tawaran secara kongkrit dan solusi yang jelas dan tepat dalam menghadapi dan menangkal tantangan peradaban Barat yang menurut beliau sudah sesat karena menuruti hanya hawa nafsu belaka dan menurut beliau peradaban Islam yang ditegakkan atas ajaran al-Qur'an dan al-Hadits lebih baik dari peradaban Barat. 5. khususnya para pencinta ilmu. Dalam proses pengajaran Said Nursi dengan menggunakan metode dershane atau semacam ataupun halaqah dengan yang mempelajari ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu berkaitan dengan pengetahuan umum. karya yang Said Nursi wariskan ini hendaknya dikembangkan dalam bentuk riset lanjutan dengan membahas tema-tema lain yang banyak dikandung dalam Risale-i Nur. namun memerlukan tindak lanjut atau kontribusi dari berbagai kalangan. disini kita dapat melihat kekurangan dari metode pengajaran Said Nursi yang mana tidak adanya adanya kejelasan dari disiplin ilmu yang diajarkan sesuai dengan disiplin keilmuwan yang secara khusus diajarkan tersendiri dan tidak tersusunnya materi pelajaran yang diajarkan kepada siswanya. Oleh karena itu. Secara rasional mempelajari Risale-i Nur juga berarti mempersiapkan generasi muda untuk menangkal dalil-dalil yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun dalam hal modernisasi menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi hanyalah sebatas penjelasan-penjelasan dan argumentatif.

dapat dikatakan bahwa implikasi dari prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tidak hanya memberikan kemungkinan kepada para ilmuwan.180 7. Adapun berdasarkan persoalan akhlak yang penulis . Dalam proses pembelajaran aspek yang dikedepankan adalah bagaimana audiensnya dapat lebih menambah wawasan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam dan menambah ketaatan beragama dengan tidak mengabaikan disiplin ilmu lain. proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Said Nursi kalau kita cermati lebih mengutamakan untuk perbaikan diri dan hubungannya dengan iman dan kesalehan diri. namun tidak melupakan modernisasi walaupun itu hanya sebatas pengetahuan yang tidak mendalam. tetapi memiliki kemampuan "meneladankan" nilai-nilai positif kepada peserta didik. Rekomendasi Beberapa implikasi sebagaimana di atas mengisyaratkan adanya upaya upaya penelitian lebih lanjut. pendidik untuk dapat menguasai materi belaka. guru atau pendidik memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan yang benar dan dengan jalan yang benar pula. namun disini terjadi suatu ketidakjelasan arah pendidikan yang ditawarkan oleh Sadi Nursi siswanya akan diarahkan kemana ?. Sehubungan dengan implikasi di atas. Kemudian. guru. seperti ilmu pengetahuan umum. Disamping itu. baik ilmuwan.

Kriteria murid yang ideal dalam pandangan Said Nursi. Etika belajar-mengajar dalam proses pendidikan Islam dalam pandangan Said Nursi. 9. Prinsip-prinsip filosofis dalam pendidikan Islam dan Akhlak dalam kandungan Risale-i Nur . Rancangan kurikulum pendidikan Islam dalam proposal Medreset at-Zehra. Guru yang profesional dalam pandangan Said Nursi. Konsep pendidikan dershane Said Nursi dalam meningkatkan akhlak. masalah-masalah secara spesifik yang selanjutnya perlu kiranya untuk dikaji lebih lanjut antara lain : 1. 4. Strategi pengembangan jiwa. Dasar-dasar epistemologi penerapan akhlak menurut Said Nursi. dan masyarakat dalam interaksi paedagogis Said Nursi dalam proses pembentukan akhlak mulia 6. 2. 10. 8. Konsep metafisika Said Nursi sebagai landasan mencapai tujuan hakiki dan proses pendidikan dan kehidupan.181 kemukakan. 7. 3. 11. 5. REFERENSI . Peranan para orang tua. ruh dan emosi menuju akhlak mulia dalam pandangan Said Nursi. murid. Analisis politik kebijakan pendidikan pemerintah Turki terhadap gagasan Risale-i Nur dalam upaya pembentukan masyarakat madani.

“Bediuzzaman Said Nursi : The Kalam Scholar of the Modem Age”. Istanbul Turki. Yogyakarta. USA A]-Attas. Ibrahim M (Ed) 2003. Penerjemah : Atik Fikri Ilyas. Global Pustaka. Urkhan Muhammad 1995. dalam Third International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi 24-28 th September 1995. Al-Ghazali. Jakarta. . Tahzib al-Akhlak wa Thahhir al-Araq. ________1995. Yogyakarta. Sintesis Kreatif (Pembahanian Kurikulum Pendidikan Islam Ismail Raji' al Faruqi). Ibn Miskawaih (Penulis). Abu-Rabi. Omar Mohammad Al-Thourny 1979. Sozler Publication. RajaGrafindo Persada. Sharikat al-Nast li alTiba’ah. Al-Syaibany.182 Abdurrahmansyah 2002. Turki. Pengenalan Sejaruh AI-Our’an. Ramadhani. Al-Balali. Sundari. Islam dan Filsafat Sains (diterjemahkan oleh Saiful Muzani. Bandung.fi hayat ummah. Muhsin 1999. Syed Muhammad Naquib 1995. Siti Taurat. Islam at the Crossroads On the Life and Thought of Bediuzzaman Said Nursi. Al-Brayary 1988. Dar Maktabat al-Hayat. Aly. Istanbul. Said Nursi al qadr . Al-Khathib. Pengatar Etika Islam. Ibn (Ed) 1398 H. Risminawati 1990. Abu Hamid 2003. Gema Insani. Ali. Tahfut al-Falasifah (diterjemahkan oleh Ahmad Maimun). Islamika. Jakarta. Mizan. Abdul Hamid 2003. Bulan Bintang. Sharikat al-Nast li al Tiba’ah. Falsafah Pendidikan Islam. Madrasah Pendidikan Jiwa. Jakarta. Al-hamid. Said al-Nursi Raj 'al al-qadr fi hayat ummah. Beirut.Istanbul Turki. Solo. Sunny Press.

Al Khudhairi. Jakarta. ________. Nuansa. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Bahan Sosialisasi). 1996. Mizan. 2000. Jakarta. Bakhtiar. Ilmu Pendidikan Islam. Zakiah 1992. Metodologi Pengqjaran Agama Islam. Jakarta. Qisthi Press. Jakarta. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Ilmu Mantiq.183 Aly. Laleh 2001. Bumi Aksara. Naquib Al-Atlas. Balitbang Depdiknas 2003. Logos. Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner). Filsafah dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Jakarta. . Khalil Ibn Ibrahim 2005. Surabaya. Arifin. Bandung. Azra. Perjalanan Menuju Tuhan dari Maqam-maqam Hingga Karya Besar Dania Sufi. Ramadhani. Hery Noer 1999. Jakarta. Muhammad bin Abdul 2001. Jakarta. Azyumardi 2000. Dja’far 1980. 1lmu Pendidikan Islam. ___________. Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru). Bandung. Al Ikhlas. Bumi Aksara. Logos Wacana I1mu. Muzayin 1991. Daud. Wan Mohd Wan 1999. Aziz. Hussein 1980. Bumi Aksara. Daradjat. Sabar (diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman). Bahreisj. Ilmu Pendidikan Islam. Solo. Jakarta. Keajaiban Penciptaan Makhluk Sebuah Telaah Ibnul Qayyim. Amir. Jakarta. Bumi Aksara. Depdiknas. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta. Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). ________1996. Amin.

Raja Grafindo Persada. Kamus Besar Bahasa Indonesi. Jakarta. 1974. Jundi. Stategi Belajar Mengajar. The Macmillan Press. Jakarta. Kanisius.184 Departemen Agama RI dan Mesir 1997. Sains Menurut Al-Quran (diterjemahkan oleh Agus Efendi). Mahdi 2001. Anwar 1992. Madinah Al Munawwarah. Jakarta. 1986. Educational Principles and Methods (The Paper Presented in The Fifth International Symposium On Badiuzzatnan SaidNursi). Istanbul. Tertulis. Mizan. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Jakarta. Djajadisastra. Physco-analysis and Religion. M. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Philip K. Studi Islam: Al-Qur’an dan As-Sunnah. Fethullah 2002. Islam Setelah Komunis (diterjemahkan oleh Ibnu . Jusuf. Yale University Press. Istanbul. Erich 1995. Yeni Asya Yayinlari. Yogyakarta. kgilimade Bednizz-aman Alfodeli. Balai Pustaka. Syalful Bahri dan Zain. AI-Quran dan Tejemahnya. Rineka Cipta. Jakarta Fromm. Aswan 1996. Proyek Pusat Pengembangan Penataran Guru Djamarah. Bandung. New Haven. Hardono 1994. M. MQS Press. Hadi. Ertugrul. Hitty. Hasan. Bandung. Ali 2000. London. Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Mushraf Asyarifah. History of the Arabs. RajaGrafindo Persada. Halit 1994. Abdullah 2000. Gymnasitiar. dkk. The Risale-i Nur In The Context of. Evy Saifullah (Ed). P. Sozler Publication. Ghulsyani. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Sakir 2002. Gozutok. Ma’rifatullah (Ilmu Mengenal Allah). Gulen.

Religion and Social Change in Modern Turkey : The Case of Bedfuzzanian Said Nursi. Juni 2003. 2003. Ahmad D 1976. Karakteristik. E. Bairut. Jakarta. 2002. Markban. Abu A’la. Marimba. Jakarta. Metodologi Penelitian Pendidikan. Hasan Tamirn (Ed). Bumi Aksara. 1989. ________. Logos Wacana Ilmu. Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam). Solo. Yogyakarta. Ibn 1398. Sejarah Kebudayaan Islam. 1995. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep. Anwar Jundi. _________2003. Moyo Segoro Agung. Rineka Cipta." Nomor 1 volume III. Al-Mawardi Prima. Mastuhu 1999. Wawasan Al-Quran tentang Keseimbangan dan Pelestarian Alam) dalam Islam Humanis. USA. Eugene A. Fajar Pustaka Baru. Membangun Paradigma Psikologi Islami . Menembus Cakrawala Islam. CV Toha Putra. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Tuwah dkk (Ed). Maududi. ”Pendidikan Islam dalam Masyarakat Demokrasi”. Yogyakarta. Jakarta. Myers. Semarang Muchtar. Jakarta. Huru-hara Akhir Zaman : Penjelasan Terakhir Untuk Umat Islam (diterjemahkan oleh Abu Adam Aqwam). Murodi dkk. Amin Muhammad 2003. Ahmad Syafi’i 2000. dan Implementasi. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 Century). Ramadhani. Albany. Krisis dalam Pendidikan Islam.185 Muhammad dan Fakhruddin Nursyam). 1989. Hasan 1992. Langgulung. Yogyakarta. SIPRESS. Solo. Filsafat Pendidikan Islam. Margono 1997. M. Gema Insam Press. Asas-Asas Pendidikan Islam. Tahzib al-Akhlaq. 2001. Jamaludin. (diterjemahkan oleh Su’du Su’ud. Aflatun dkk. . Zaman Keemasan Islam (Para Imuwan Muslim Pengaruhnya terhadap Dunia Barat). Ashgate Publishing Company. Ian dan Ibrahim Ozdemir 2005. Maarif. Burlington USA. Globalization Ethics and Islam (The Case od Bediuzzaman Said Nursi). Fuad (Ed) 1996. Pustaka Al-Husna. Serif. PT Remaja Rosda Karya. MSI UII dan Safiria Press. Jakarta. Mulyasa. Mardin. Jakarta. Miskawaih. Jakarta. Kartasura. Jakarta. Nashori.

Jakarta.S. Sozler Nesriyat A.S. S. Matba’at Suzlar. S 1983. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). ________ 1999c. (diterjemahkan oleh Anwar Fakhri Omar. Harun. Sozler Nesriyat A. Istanbul. Isyarat al-Ijaz. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Logos Wacana Ilmu. Turki. Bulan Bintang. Istanbul. Jakarta. Jakarta. Sozler Yayinevi. 1998. Istanbul. ________ 1999a. Sirah Zatiyyah (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). ________ 1983. Istanbul. Kuala Terengganu. ________ 2000a. _________ 1999c. Shiqak al-Islam. 1990. Ciputat. ________ 2001. The Words (On The Nature and Purpose of Man Life. Bediuzzaman Said. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Nursi. Malaysia ________ 1999d. Istanbul. Filsalat Pendidikan Islam I. Nasution. Abuddin 1997. Bediuzzaman Said Nursi (Tarihce-i Hayat). Matsnawi al-Arabi an-Nuriy.S. Universitas Indonesia Press. Istanbul. Raja Grafindo Persada. Percetakan Yavasan Islam Trengganu Sdn Bhd. Istanbul. . Jakarta. _________2002. Universitas Indonesia Press. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Sozler Nesriyat A.S. Jakarta. and All Things) (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Nesriyat A. Nata. ________ 2000b. Pembahasan 'Ana' (Aku) dan Zarah. Sozler Nesriyat A.vu dalam Islam. The Letters 1928-1932 (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). ________ 1999b. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Akal dan Wah. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Bina Aksara.186 Nasution. Jakarta. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih).

Persoalan Tauhid dan Tasbih (diterjemahkan oleh Maheram binti Ahmad). ________ 2000f. Risalah An-Nur. 2003c. ________ 2000g. ___________ . Sugeng Sugeng .S. Sozler Nesriyat A. Istanbul. The Shore Hl ordv.S. Sozler Nesriyat A. 2003d. Sozler Publication. Prenada Media. Jakarta _______________. Murai Kencana. Murai Kencana. Risalah An-Nur. _________ 2003b. Sozler Nesriyat A. Jakarta. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Sinar yang Mengungkap Sang Cahaya. Istanbul. Istanbul. Jakarta. _________ 2003a. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). The Rays Collection. Thirty-Three Windows. Menjelaskan yang Tak Terjelaskan. Epitomes Of Light). __________2000d. Istanbul. Sozler Publication. Alegori Kebenaran Ilahi. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menjawab yang Tak Terjawab. Istanbul. Bediuzzaman Said Nursi. _____________. PrenadaMedia. Sozler Nesriyat A. The Flashes Collection. ________ 2002a.187 __________2000c. Dimensi Abadi kehidupan (diterjemahkan oleh Hariyanto). Risalah An-Nur : Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menikmati Takdir Langit : Lama'ar).S.S. Istanbul. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). ________ 2002b. Man and Universe. Making Known The Creator. Jakarta. Sozler Nesriyat A. Murai Kencana. Penerjemah : Sukran Vahide. Istanbul. Jakarta. 2003d. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide).S. 2000e. (diterjemahkan oleh Hariyanto).

Wahyu Press. Bandung. Jakarta. 2003i. New Jersey. Robbani Press. Jakarta. 2004b. Jakarta. Jakarta. 1978. from the Wisdom of the Qura'an in Said Nursi Work's dalam buku Islam at the Crossroad on the Life and thought of Bediuzzaman Said Nursi (Ibrahim Abu Rabi’. Iman Kunci Kesempurnaan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Editor). The Separation of Human Philosophy . Mengokohkan Akidah Menggairahkan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Salih. Prenada Media. . Jakarta. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Rahman. (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). William R. Taha ‘Abdel 2003. Pustaka. Ottal. Jakarta. Said Nursi Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 . Pustaka. Robbani Press. Islam Musuh Bagi Sosialisme dan Kapitalisme. Syamsuddin 2003. Prenada Media. 2003e Dari Balik Lembaran Suci (diterjemahkan oleh Hariyanto). Prenada Media. Bandung. Jakarta. Lawrence Erlbaum Associates. Murai Kencana. Rahman. the Psychobiclo~U of Mind. Jakarta. 2003j. _________1985.188 __________. __________. Ihsan Kasim 2003. Prenada Media. Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkilan dan Penghisaban Sugeng (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto dan Fathor Rasyid). Islam dan Modernitas: Tentang Trancfbrmasi Intelektual. 2003k. Fazlur 1984. Prenada Media. Jakarta I 2004a. Ramadhan. Dari Cermin Kekuasaan Allah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Penerbit Suny Press. Amerika Serikat. Al-Ahad Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). 2003g. Episode Metafisis Kehidupan Rasulullah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). 2003h. Ibadah. Islam.

Penerbit Prenada Media. Suryabrata. 1996. LkiS. "Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih". Sunanto. Rajawali Pers. Remaja Rosdakarya. Inu Kencana. Yogyakarta. Bandung. Syafiie. Suwito 1995. Herdi.al 1995. 1980. dan Estetika Islam.Badi'al-zaman Said Nursi nazrah 'animah an hayatihi wa atharihi. 1980. Franz Magnis. Suseno. . Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Saulat. Metode dan Pendekatan Pendidikan Islam dalam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi. Tarsito. Nietzsche. Al Magrib. 1991. Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Ahmad et. Bandung: Remaja Rosdakarya _______Tafsir. Penerbit SIPRESS. Murai Kencana. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigms Psikologi Islami (Fuad Nashori. Jakarta. Yogyakarta. Musyrifah. Bandung. Jakarta. Jakarta. _________1999. Sandra 2005. Sarwat. Pertja. Pengantar Interaksi Mengajar (Belajar Dasar dan Teknik Melodologi Mengqjar). Tesis pada Pps IAIN Raden Fatah Palembang. Sarwat. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam). Winarno 1990. Islam Sosialisme dan Kapitalisme. Pakistan. Internasional Islamic Publisher. Jakarta. Internasional Islamic Publisher. ST. 1998. Madani Press. 2000. Sunardi. Sahrasad. Jakarta. Jakarta. Editor). Sumadi 1997. Ahmad 2003. 1999.189 (Membebaskan Agama dari Dogmatisme dan Sekularisme. Surahmad. Said Nursi. Saulat. 2004. Metodologi Penelitian. Said Nursi. Kanitsus. Logika. Pakistan. Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana (Pps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Elika. Tafsir. Jakarta Sukanto MM. Matba'at Al Najah al Jadidah.

2005. AL 1979. Remaja Rosdakarya. 27-29 September 2000). Adem 1992. Raja Grafindo Persada. Yunus. Luzac and Company LTD. Bandung. Toto 1999. Dajal dan Simbol Setan. International Symposium Bediuzzaman Said Nursi. Great Russell Street Ulwan. Istanbul: Sozler Publication Tibawi. USA. Mahmud 1995. Bediuzzaman Said Nursi. Ali Anwar. Metode Pendidikan Islam. Gema Insani Pers. Oxford University Press. Yusuf. M. ___________ 1998. Yavuz. Tema-Tema Pokok Isi Al-Quran. Tayar dan Syaiful Anwar 1995. Vahide. Sozler Publication. Istanbul. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. dalam Makalah yang disajikan dalam Diskusi Panel Kependidikan tanggal 21 Mei 2002 di Palembang. Isanbul: Sozler Publication Yusuf. 1995.190 Thalib. Yildiz Ilhan 2002. Jakarta. 2003. Badri 1995. Sozler Publication. Islamic Political Identity in Turkey. Bandung. A Comfeniporary Approach to Understanding The Qur'an: The Example of The Resale-i Nur. "Kurikulum Sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". M. London: WCIB 3PE. Istanbul: Waspodo 2002. . Pusataka Imam. Raja Grafindo Persada. Abdullah Nasih. The Search in The Traditional Period (1924-1950) for a Religious Education Model (The paper presented at the fifth ineniationalsymposium on Bediuzzaman Said Nursi. 45. Jakarta. Gema Insani. Kelompok Tafakur Humaniora. Sejarah Peradaban Islam. Afeksi Islam (Menjelajahi Nilai-Rasa Transendental Bersama Al-Qur'an. Islamic Education: Its Traditions and Modernization into the Arab National Systems. Tatli. Jakarta. Tasmara. Pendidikan Anak dalam Islam I dan 2. Badiuzzaman Education Methot (The Paper Presented in The Second International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi: The Reconstuction of Islamic Thought In The 7Wentieth Century and Bediuzzaman Said Nursi. (diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri). 1996. Jakarta. Hakan. 24-26 September 2000). Sukran 1992. Jakarta. Yatim.

Zuhairini 1983. Bumi Aksara. Isim nl/news letter 16/featwes 2001 . Bediuzzaman Said Nursi: Sejarah Perjuangan dan Pemikiran. Selangor Darul Ehsan: Malita Jaya Publisher Zein. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Surabaya. Yogyakarta: AK Group dan India Buana. Usaha Nasional. Methodologi Pengajaran qjaran Agama. Jakarta. Malaysia. Mohammad 2001. Filsqfat Pendidikan Islam.191 Zaidin. Muhammad 1995. __________1995.

SD Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 2.192 BIODATA PENULIS Nama Tempat Tgl. Ngabar Ponorogo. 1326 Rt. 21 Rw. Jawa Timur tamat tahun 1997 AFRIANTONI Palembang. Sukarela Lrg. Pondok Pesantren Wali Songo. Batu Jajar No. Lahir Pekerjaan Alamat HP Kontak Riwayat Pendidikan 1. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang 0813-73508957 . 03 April 1978 Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang An. SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 3.

Beasiwa keda tahun 1999 Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 c. tahun 2002 e. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Beasiswa a. Dalam Bidang Resensi Buku a. Jawa Timur. tahun 2004 3. tahun 1999 b. tahun 1999. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) a. tahun 2000 c. Juara If LKTI "Paradigms Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya.193 4. Beasiswa dari . tahun 2002 2. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. tahun 1999 b.The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. Turk] selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. Juara Harapan II LKTI "Refomasi Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. Pengalaman Organisasi a. I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. d. S2 Program Pascasar ana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan 11mu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tahun 2003-sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi "Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur" 5. tahun 2002 d. Juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Juara If "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang d. tahun 2000 c. Juara.

Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. Buku (Editor/Penulis) : 1. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). Banyuasin. 2006 (Salah seorang penulis. 2004) 5. Sosial-Politik dan 1 . 2006) 8. (Tabloid Desa. tahun 1999 b. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. S. 2005 (Editor. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 e. (Majalah Lumbung Edisi 2. Tabloid dan Majalah (Opini) : L Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. Memahanyi Perkenibangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi- . 2004) 6. 2002) 3. tahun 2002 d. Afriantoni. Penerbit Intens.I) 2.Pd. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post.194 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. 2006) 7. 2004) 4. konomi). Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 f Dan lain sebagainya Karya Tuns Yang Pernah Terbit a. Dan lain sebagainya b. Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Afriantoni) 3. tahun 2001 c. 2007) Dan lain sebagainya Jurnal 11miah 1. 2002) 2. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. Guru Profesional Guru Serlifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Koran. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Paradigms Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam.

Ibda'Bi-nafs1ka : BIODATA PENULIS Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat : AFRIANTONI : Palembang : 03 April 1978 : Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang : Jalan Sukarela Lrg. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang Sumatera Selatan HP Kontak : 0813-73508957 Fleksi : 0711. (Jurnal Ekonomi Syariah.195 historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. 2005) 3. S2 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Ilmu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tamat tahun 2007 dengan judul tesis “Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda Menurut Bediuzzaman Said Nursi” Riwayat Pekerjaan 1. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur).u Jajar (Samping Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Palembang) No. Cek Mid atau Lrg. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). December. IAIN Raden Fatah Palembang. 4. Asisten Dosen Prgram Khusus Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab IAIN Raden Fatah . Desembar 2005) Motto Jalani Hid-tip Jangan Dipikirkan Saja. Rumah : 0711-814975 Riwayat Pendidikan 1. Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 Pondok Pesantren Wali Songo. Semoga Suk-ses Selalu. 2. 21 Rw. Guru Mts Walisongo Ngabar Ponorogo. 1326 Rt. 2. 3. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. Jawa Timur tamat tahun 1997 S1 IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi “Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur” 5. 2004). tahun 1998 3. tahun 1996 2.7766098 Tlpn. Ngabar Ponorogo. Guru SD 47 di 35 Ilir Tangga Buntung Palembang.

tahun 2002 h. Dosen Luar Biasa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.196 Palembang. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . tahun 2004 3. Pengalaman Organisasi f. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. tahun 2001 i. Beasiswa b. Juara I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 e. tahun 2006 10. Juara II "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1999-2001 4. Guru SMA plus Militer Taruna Bangsa Palembang. tahun 2002 2. tahun 1999 f. tahun 1999. Beasiwa kerja tahun 1999 c. Palembang. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) f. tahun 2000 g. tahun 1999 g. Asisten Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab dan Terjamah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Guru PAI SMU Pembina. Juara II LKTI "Paradigma Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Lemabang Palembang. tahun 2006 sampai sekarang 11. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sriwijaya Inderalaya Sumatera Selatan. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. tahun 2002 5. Turki selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. tahun 2007 12. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara II Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Dosen Luar Biasa Akademi Maritim Bina Bahari Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. f. Juara Harapan II LKTI “Refomasi Pendidikan Islam” di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Filsafat Umum Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Dalam Bidang Resensi Buku e. tahun 2002 j. tahun 2004 7. Juara II Lomba Menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. tahun 2007 sampai sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. Guru Privat Bahasa Indonesia Untuk Sebagian Kaum Muda Turki di Turki. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. tahun 2005 sampai sekarang 9. Jawa Timur. Beasiswa dari The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. tahun 2005 8. tahun 2003 6. tahun 2000 h.

Jakarta. tahun 2000 3. tahun 2002-2005. 7. Sekretaris Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orwil Sumatera Selatan periode 20072010 p. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001. 21 Maret dan 4. tahun 1999 g. 6. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional Universitas Pasudan (Unpas) di Lembang. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 j. 7. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 n. Staf Bidang Pendidikan KAHMI Pengurus Wilayah Sumatera Selatan periode 2006-2010 o. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMTM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 k. Bendahara Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Sumatera Selatan. Pelatihan Penelitian Ilmiah (PPI) UKM Studi Ilmiah IAIN Raden Fatah Palembang. 14. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pejurdas) LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. 10 April tahun 1999 2. Bandung. Pelatihan Penulisan Fiksi Populer diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional di Palembang pada tanggal 26-31 Juli 2004 11. tahun 2001 h. m. Dan Lain Sebagainya Pengalaman Menjadi Pembicara Tingkat Nasional 1. Tambang Batubara Bukit Asam. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Balai Bahasa Palembang Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional di IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 17-18 Maret 2004 10. 5. Persentasi Karya Tulis Ilmiah “Kampus Islami (Fungsionalisasi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Sivitas Akademika). Fasilitator Depertemen Agama RI di Hotel Setia Budi . Pelatihan Kader Penyuluhan Narkoba oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) bekerjasama dengan PT. tahun 1999 6. tahun 2002 i. Pelatihan Jurnalistik Islam Nasional (Panjinas) Universitas Indonesia (UI) di Pusat Studi Jepang. 4. Penggagas Center for Strategic and Language Motivation (CSLM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1998. Pelatihan Training For Trainer Internet Jurnalistik se-kota Palembang.197 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 l. tahun 2000 8. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Sekretaris Eksekutif Institute for Strategic and Information Studies (Intens) Sumatera Selatan. Dan lain sebagainya Pelatihan Yang Pernah Diikuti 1. pada tanggal 18 Januari 2003 9.

tahun 2000-2002 3. Democracy and Human Right. Peserta International Nurculuk Community Focus Disscusion in Ankara Turkey. Pembicara rutin pada Kelompok Studi Komunitas Lima (KSKL) IAIN Raden Fatah Palembang. 2002 in Academic Center Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Nesil Foundation. Pembicara pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. October 1 st 2002. Persentasi Makalah "Kritisisme Nilai Keislaman HMI' pada acara Latihan Kader II HMI Cabang Palembang. di Universitas PGRI. Pembicara rutin pada Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2006 4. Turkey. e. Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang dengan tema : Terbinanya Guru Profesional Sebagai Pelaksana KBK : Upaya Menjadikan Pendidikan yang Mampu Menjawab Tantangan Global” pada tanggal 22-24 Juli 2004 9. Pembicara pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. a. held on July. 2000-2003 6. Peserta International Symposium Religion. Tingkat Internasional Participant in Seminar “The Evolution Deceit” at Taman Budaya Building. . Peserta International Conference on Modern Islamic Thought : Exploring the Thought of Bediuzzaman Said Nursi of Turkey and His Counterparts in Indonesia. Palembang. dari tahun 2000 sekarang 2. Jambi pada acara Seminar Nasional “Jihad dan Perdamaian Menurut Bediuzzaman Said Nursi. Instruktur dalam Kegiatan Pelatihan Metodologi Dakwah Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 22-27 Oktober 2001 7. Presentasi Makalah “Konsep Jihad Dalam Persefektif Bediuzzaman Said Nursi” fasilitator STAIN Kerinci. Dan Lain Sebagainya Kegiatan Ilmiah Yang Pernah diikuti 1. Palembang. tahun 2007. tahun 2001 Persentasi Makalah “Otonomisasi Pendidikan” fasilitator BEM IAIN Imam Bonjol dan STAIN Bukit Tinggi Padang dalam Rangka Studi Komperatif BEM IAIN Raden Fatah Palembang di Padang dan Bukit Tinggi. held on January 11-12. Team Instruktur pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) oleh Badan Penelitian. 2000-2003 4. Pembicara pada Lingkar Studi Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. 2004 in BNI 46 Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Istanbul Foundation for Science and Culrture. held on August 23rd. 2004 in Palembang Indonesia by Adab Faculty of the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah Palembang in cooperation International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta. b. Instruktur pada Kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi) fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 13-14 September 2002 8. d. c.198 Jakarta. Peace and Globalization : Some Inspiration from Risale-i Nur. 2000-2003 5. Participant in Seminar on Islam and Global Challenges : Radicalism. 2. Tingkal Lokal 1. Turkey. tahun 2001 3.

2006 Arya Duta Hotel Pekan Baru – Indonesia h. Peserta dan Panitia International Seminar tentang “Arah Pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Merespon Peluang dan Tantangan Global" di Academic Center IAIN Raden Fatah Palembang. Seminar Nasional dan Temu Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Se-Indonesia oleh Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Walisongo Yogyakarta (IKAWY) di Yogyakarta pada tanggal 21-23 Januari 1995 c. Istanbul Turkey and Postgraduate Program of IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Seminar Nasional “Akselerasi Strategis Daerah Membangun Pada Era Otonomi Dearah Mneuju Masyarakat Madani” oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Palembang-Sumatera Selatan. Pembangunan Rel Kereta dari Inderalaya ke Pelabuhan Tanjung Siapi-Api.199 tahun 2005 f. July 24. Tingkat Lokal Peserta Seminar “Urgensi Kajian Sejarah Hidup Nabi dan Literatur Keislaman Klasik Bagi Pengembangan Studi Keislaman dan Pengembangan Masyarakat”. . Jembatan Musi III. 9 September 2006 d. e. Seminar Nasional dengan tema “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Manajemen Otonomi Daerah di Sumatera Selatan” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magester Manajemen Universitas Tridinanti Palembang pada tanggal 22 Februari 2003 f. 21 Juni 2004 g. Indonesia “Media Watch” bekerjasama dengan DPW YPBNI Provinsi Sumatera Selatan. Lembaga Pengawas Pers. tanggal 10-11 Septermber 2007 2. Seminar Nasional tentang “Tinjauan Terhadap Sistem Peraturan Perundangundangan di Indonesia” kerjasama Sekretariat Jenderal dan Kepeniteraan Mahkamah Konstitusi RI dengan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya Palembang. 22. Dan Lain Sebagainya a. di Ball Room Hotel Swarnadwipa Palembang. 2006 g. Peserta Seminar Nasional “Universal Jurisdiction dan Perenapannya di Indonesia” oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pusat Kajian HAM dan Terorisme Fakultas Hukum Unsri dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada hari Senin. Balai Keratun. Peserta Seminar Nasional Memperingati Hari Pers Reformasi Nasional dengan tema : ”Partisipasi Publik dengan Pengembangan Media Watch dan Peran dan Fungsi Dewan Pers Mendukung Program Kerja Gubernur Sumsel dalam Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. Peserta International Conference on Social on Social Development : Said Nursi's View on Revitalizing Ummah a joint cooperation between The Istanbul Foundation for Science and Culture. Islamic Center. July. 3. Pengembangan Tambang Batubara (energi Bahan Bakar masal\k pengganti BBM) yang diselenggarakan DPW Solidaritas Masyarakat Pers. Tingkat Nasional Seminar Nasional Sehari dengan tema “Potret Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Persepektif” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Riyadlotul Mujahiddin Ngabar Ponorogo Jawa Timur pada 24 September 1996 b. pada tanggal 27 Mei 2006 di Hotel Selatan Indah h. 4 September 2006. a. Reformasi Indonesia (SOMPRI) dan Jaringan Rawan Informasi. Bandar Lampung. Peserta the international Conference and Academic Forum On Sociaety Development on Topic “Bediuzzaman Said Nursi’s View on Modernity” by organizer Institute foe Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) of UIN Suska Riau and Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey.

Seminar Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup dengan tema :Menyikapi hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan Keterpaduan Ekonomi. Peserta Seminar Pendidikan Menjadi Manusia Pembelajar “Belajar dengan Membunuh Sekolah” diselenggarakan oleh STT Musi Palembang bekerjasama dengan Yayasan Xaverius Pusat dan Palembang School of Life dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2002 Sabtu. 16 September 2004 h. . e. Diskusi Panel “Reorientasi Pemikiran Pendidikan dan Pengajaran Sebagai Langkah Awal Membangun Sekolah Bermutu” yang diselenggarakan oleh Yayasan Fajar Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 2002 di Hotel Paradis Palembang l. di Gedung Akademik Center IAIN Raden Fatah Palembang Rabu. 11 Oktober 2004 di Hotel Swarnadwipa Palembang j. pada hari Senin. b. 11 Mei 2002 di Aula STT Musi Palembang i. Muhammad Sirozi. Dan Lain Sebagainya 4. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Jufri Suyuthi Pulungan dengan tema “Menyingkap Sistem Politik dan Bentuk Pemerintahan Islam” oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 24 Oktober 1998 d. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Drs. Jalaluddin berjudul “Teologi Pendidikan” oleh Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 21 Mei 2001. Muhammad Ari. II Palembang. Peserta Lokakarya Regional “Konversi IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”. Sosial dan Pelindungan Lingkungan di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jum’at. di Ruang Seminar Hotel Paradis Lt. Peserta Seminar Sehari dengan tema “Integritas Penegak Hukum di Indonesia” diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Peserta Temu Ilmiah Arkeologi dan Filologi Bagi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 7 Agustus 1999 c. pada tanggal 26 Oktober 2002 k. Peserta Seminar Pendidikan “ Cara Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Kreatif”. Peserta Seminar Bahasa dan Sastra dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2004 Balai Bahasa Palembang dengan tema “Peran Keterempilan Berbahasa dalam Dunia Kerja”. 2 Agustus 2006 di Palembang d.Pd dengan judul buku Masyarakat Tionghoa Palembang (Tinjauan Sejarah Sosial 1823-1945) di gedung Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 25 Novermber 2002 e.200 diselenggarakan oleh IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 26 Agustus 1997 b. oleh MAPENDA Departemen Agama Sumseldan BP3I Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta Talk Show meyikapi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi” oleh Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Raden Fatah Palembang. 9 Agustus 2004 c. MA Ph. Rabu. Dan Lain Sebagainya a. 23 Juli 2003. S. 02 Desember 2006.D berjudul Agenda Strategis Pendidikan Islam”. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Kms. 24 Januari 2003 di Hotel Swarna Dwipa Palembang m. Kegiatan Bedah Buku Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Prof. 4 Mei 2002 g. f. Dr. tema : Berubah Untuk Semakin Berkualitas”. dalam Rangka Lustrum II STT Musi Palembang tahun 2002. Peserta Diskusi Panel dengan tema “Sosialisasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional”. Kamis. Peserta Seminar Nokia Certified Training Center di SMIK MDP Palembang. H.

h. 16-19 Juli 2007 f. 17 Juni 2002 di gedung BAAK lantai II. Dan lain sebagainya Karya Tulis Yang Pernah Terbit a. Afriantoni) d. Afriantoni) c. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. Forum Kajian Strategis (Forkais) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta Nokia Certified Training Center yang diselenggarakan oleh STMIK MDP Palembang bekerjasama dengan Nokia Certified Training Center dan In Touch pada tanggal 2 Desember 2006 g. e. (Majalah Lumbung Edisi 2. Peserta Workshop Perbankan Syariah dalam rangka Milad Forsi ke-4 senin. 2004) 12.2. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. 27-29 Desember 2005 b. sebagai Sekretaris Stering Committee 25 Mei 2007 j.3). Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Se-Sumatera Bagian selatan dalam Rangka Dies Natalis IX STT Musi Palembang tahun 2001 dengan tema : Industrialisasi Dalam Era Otonomi Daerah”. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Sumsel Sejahtera. 2004) 13.I) b. Kegiatan Lokakarya. Paradigma Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. Peserta Serasehan Forum Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan dengan Tema “Pelestarian Khazanah Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Daerah” oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang di Hotel Bumi Asih Palembang. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). (Tabloid Desa. Tabloid dan Majalah (Opini) : 1. Fiqh Antikorupsi. S. Peserta Program Development Workshop for Other UIN/IAIN/STAIN : Community Development Follow Up Workshop IAIN Raden Fatah Palembang (720.Pd. Workshop Rekonstruksi Sains dan Teknologi Islam. Kongres Desa I Sumatera Selatan. Penerbit Ganeda. Afriantoni. 23-24 Agustus 2006 d. Workshop dan sejenisnya Peserta Semi Lokakarya Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang tema “Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Kompetitif di Era Globalisasi” oleh Unit Peningkatan Mutu Akademik (UPMA) IAIN Raden Fatah Palembang. 1. Penerbit Intens.201 5. sebagai pakar pada tanggal 15 September 2006 c. Dan lain sebagainya 2. 2005 (Editor. 24 Maret 2007 i. Buku (Editor/Penulis) : a. 2006 (Salah seorang penulis. 2002) 10. di Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. 2002) 9. Koran. 2006 (Salah seorang penulis. Banyuasin. SosialPolitik dan Ekonomi). Peserta Urun Rembuk Pakar “Prospek dan Peluang Pembukaan Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang”. 2006) . 2004) 11. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres.

Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). Desembar 2005) 7. AFRIANTONI . Guru Profesional Guru Sertifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Memahami Perkembangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi-historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). 2004). Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. Dekonstruksi Penyakit Kronis Pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah 4. December. IAIN Raden Fatah Palembang. 16. Jurnal Mimbar Akademik Pusat Penelitian. 2006) Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan.202 14. Semoga Sukses Selalu. (Jurnal Ekonomi Syariah. Ibda’ Binafsika Palembang. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. 5. 15. (Tabloid Desa. 2007) Dan lain sebagainya 3. 2005) 6. 2007. 17 Apri 2007 Penulis. Subhanaka Laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Motto : Jalani Hidup Jangan Dipikirkan Saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful