1

Bab 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah umat manusia masalah akhlak selalu menjadi pokok persoalan. Karena pada dasarnya, pembicaraan tentang akhlak selalu berhubungan dengan persoalan perilaku manusia dan menjadi permasalahan utama manusia terutama dalam rangka pembentukan peradaban. Perilaku manusia secara langsung ataupun tidak langsung masib menjadi tolok ukur untuk mengetahui perbuatan atau sikap mereka. Wajar kiranya persoalan akhlak selalu dikaitkan dengan persoalan sosial masyarakat, karena akhlak menjadi simbol bagi peradaban suatu bangsa. Fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang diabadikan dalam alQur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, Madyan dan Saba’ maupun yang terdapat dalam bukubuku sejarah menunjukkan bahwa “suatu bangsa yang kokoh akan runtuh apabila akhlaknya rusak” (Suwito 1995, hlm. 1). Dalam sejarah dunia mencatat misalnya pada masa kaum ‘Ad, Madyan dan Saba’ dicatat oleh al-Qur’an sebagai kaum yang memiliki kualitas akhlak yang rendah. Al-Qur’an senantiasa merujuk kaum ini untuk menunjukkan rendahnya kualitas akhlak manusia di beberapa bagian dekade sejarah. Pada dekade selanjutnya, akumulasi simbol kebobrokan akhlak adalah kaum Fir’aun dan Namrud yang hidup pada masa nabi Musa dan Ibrahim. Simbol selanjutnya yang disebut oleh al-Qur’an adalah Abu Jahal dan kaumnya yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Pada awal abad ke-20 yakni setelah Perang Dunia I simbol itu dialamatkan kepada Mustafa Kemal Attatruk (Ihsan Kasim 2003, hlm. 42). Dalam konteks

2 dunia Barat simbol-simbol lain itu bisa dialamatkan kepada Sigmud Freud, Nietzsche, Lenin, Kalr Marx, dan Hitler. Bahkan tatanan yang lebih serius adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh negara Adi Daya seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. Pengaruh meraka berada pada tataran pemikiran yang secara langsung ataupun tidak langsung dalam merusak akidah, yang berarti dapat merusak akhlak manusia dalam bertuhan. Mereka yang menjadi simbol ini memiliki peranan penting dalam bidang pemikiran dan kelompok-kelompok sosial. Sehingga, muncul tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi secara halus merasuk ke dalam alam pemikiran para pemikir-pemikir muslim. Pengaruh tersebut sangat penting dalam membangun “persepsi” manusia dalam memahami sesuatu. Misalnya Sigmud Freud “menyebut ide-ide agama tentang Tuhan dan alam gaib sebagai ilusi karena konsep-konsep tersebut muncul dari keinginan manusia (human wishes) dan bukan dari realitas” (Lihat Erich 1950, hlm.12). Sebenarnya Allah Swt menciptakan manusia hanyalah bertujuan supaya manusia itu beribadah kepada-Nya semata, yakni menjadi manusia pengabdi (Al-Dzariat : 56). Titik tekan pengabdian adalah akhlak Islam yang sangat menekankan kepada penganut-penganutnya untuk berakhlak mulia. Dalam hadis disebutkan “inama bu’istu li utammima markim al-akhlak” (Sesungguhnya Aku diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak). Penjelasan hadis ini berartinya bahwa diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul untuk menyampaikan risalah Allah sejak awal abad ke-7 Masehi secara tegas adalah tugas pokoknya sebagai penyempurna akhlak manusia. Akhlak dalam Islam bertitik tolak dari pengabdian seorang kepada Allah Swt dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw yang menjadi teladan pribadi terbaik. Semua sifat dari perilaku, pikir dan sikap yang bertentangan dengan

3 akhlak Nabi Muhammad Saw dianggap tidak berakhlak. Siti Aisyah r.a bila ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Saw beliau berkata : “Akhlak Rasulullah itu adalah alQur’an”. Allah Swt berfirman : “Wa innaka la’ala khuluq ‘azhim" (“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang paling mulia”) (QS. al-Qalam : 4). Karena itu, ia patut dijadikan contoh “laqad kana lakum fi rasulullah uswatun hasanah...” (“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu surf tauladan yang baik bagimu...”) (QS al-Ahzab : 21). Bukti-bukti kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw di atas adalah nyata. Bahkan menurut seorang non muslim Michael H. Hart dalam bukunya berjudul The 1000 a ranking of the Most influential Persons in History memberikan pengakuan bahwa “Nabi Muhammad Saw memperoleh pengakuan sebagai tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah” (Suwito 1995, hlm. 3). Kebesaran Nabi Muhammad harus diakui disebabkan oleh ketinggian dan kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan pendidikan akhlak Islam pun pada hakekatnya diarahkan kepada terciptanya manusia yang berakhlak agung dan mulia seperti Nabi Muhammad Saw. Namun setiap orang memiliki pemahaman dan cara berbeda untuk mencapai akhlak agung dan mulia sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad tersebut. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad dalam sejarah membuktikan bahwa umat Islam dalam binaan Nabi Muhammad Saw pernah mengalami masa keemasan yang mencapai 1300 tahun lamanya. Masa keemasan ini adalah masa periode Madinah yakni pada masa Nabi Muhammad sendiri sampai wafatnya. Masa ini yang paling monumental adalah dirumuskannya “Piagam Madinah” yang memuat perjanjian antara golongangolongan Muhajirin, Ansar dan Yahudi serta sekutunya yang mengandung prinsip-prinsip

4 atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan mereka bersama dalam kehidupan sosial politik (Suyuthi 1993, hlm. 22). Kenyataan dalam sejarah bahwa pada periode ini benar-benar tercipta sebuah peradaban gemilang. Pasca wafatnya Nabi Muhammad tahap selanjutnya melahirkan 4 (empat) khalifah yang benar – khulqfaurrasyiddin – Abu Bakar As Sidhiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sebuah tahap revitalisasi ajaran dan penguatan akidah serta meneruskan proses yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Integritas para sahabat penerus Nabi ini sangat diakui dalam berbagai perspektif. Seperti ditegaskan oleh C.E.Bosworth bahwa “Periode empat khalifah dipandang sebagai zaman emas, suatu zaman ketika kebijakan-kebijakan Islam yang murni berkembang pesat, dan karena itulah gelar ‘yang mendapatkan bimbingan di jalan lurus’ diberikan kepada mereka” (C.E. Bosworth 1993, h1m. 24). Tahapan selanjutnya adalah masa klasik yang pesat perkembangan terjadi periode 650-1250 M, masa ini oleh para ahli sejarah disebut masa klasik dalam sejarah perkembangan Islam. Umat Islam pada periode ini disebut “super power” yang berkuasa di sebagian besar negara-negara di tiga benua : Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah kekuasaanya mencapai Spanyol di sebelah Barat dan India di sebelah Timur, daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia tenggara (Murodi dkk 1995, h1m. 33). Masa ini merupakan masa kemajuan pertama yang dimulai dari tahun (5501000 M, dan sekaligus mengalami masa disintegrasi kekuatan Islam yang terjadi sejak tahun 1000-1250 M. Zaman keemasan Islam terjadi dalam berbagai aspeknya yakni masa

Kondisi ini disebabkan selain daerah-daerah yang tadinya berada ditangan umat Islam menjadi jajahan Barat. al Kindi. Ibn Bajjah. Ibn Miskawaih. Hasan al Bana dan Bediuzzaman Said Nursi1. Imam Al Ghazali. Ibnu Rusyd. umat Islam dilanda perpecahan dan kejumudan membawa kemunduran. namun untuk tempat khusus dalam judul besar atau pada sub judul maka masih akan digunakan kata tersebut. Tokoh-tokoh ini benar-benar signifikan terutama membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spritualitas. al Maturidi dan Ibn Sina. Walau setelah masa ini. Abu Yazid al Busthami. 1 . Tokoh-tokoh ini menjadi simpul sejarah dunia Islam yang secara komprehensif bergerak dalam bidang dakwah Islam dan kehidupan nyata secara totalitas. juga kuat di bidang rasa. Tokoh-tokoh ini selain kuat dalam bidang pemikiran. Memang kebangkitan itu begitu sulit dicapai karena sampai sekarang diakui langsung atau tidak langsung. sempat memunculkan ide-ide kebangkitan dan tokohtokoh pembaharu yang membawa persatuan umat pada masa tiga Dinasti Besar (Disnati Turki Usmani. pada masa ini tidak banyak diketemukan lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti masa sebelumnya yang memiliki akhlak tinggi. Pada kedua periode ini menghasilkan para ahli bidang ilmu yang sangat berpengaruh antara lain : Washil ibn Atha’. Imam Syafii. wibawa dan kemakmuran tiga dinasti Islam tersebut berangsur menurun dan mundur. Beriringan dengan itu. Abu Hanifah. Timur Tengah dan India muncul pemikir-pemikir pembaharuan seperti Jamaluddin Afghani. al Razi.1250 M. Safawi dan Mughol).5 kekuasaan Dinasti Abbasiyah lahir 750 M. Zunnun al-Mishri. al Farabi. namun pada awal abad ke-19 kekuasaan. Namun sesudah masa ini. al Asyari. Imam Malik. Ibnu Tufail. Ibn Hanbal. banyak wilayah dunia Islam seperti benua Afrika. mereka yang Demi konsistensi dalam penulisan penelitian ini peneliti selanjutnya menggunakan kata “Said Nursi” yang merujuk kepada Bediuzzaman Said Nursi (1887-1960) sepanjang pembahasan penelitian ini. sehingga tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka juga tergolong orang yang memiliki akhlak yang tinggi. Muhammad Abduh.

Sebagaimana Rasulullah SAW. yaitu masa setelah sahabat adalah tabi'in masanya sekitar 70-80 tahun. Ahmad dan Al-Makki (1998.735). Said Nursi muncul sebagai pembaharu yang ingin mengadakan perbaikan untuk “menyelamatkan iman dan Islam”. hlm. hari akhir dan integralitas keilmuan. bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah pada abadku (sahabat) kemudian setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi'ut tabi'in)" (HR. 38) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masa sahabat adalah kurang lebih 120 tahun setelah bi'tsah atau wafatnya sahabat terakhir yaitu Abi Thufan ra. Said Nursi memiliki karakter pemikiran yang memihak kepada keimanan. Said Nursi hadir untuk menjadikan umat ini beriman dan berakhlak mulia dan kembali berjaya sebagaimana jayanya umat Islam dahulu dan dapat mengamalkan agama sebagaimana para sahabat. Kemudian orang-orang setelahnya. Imam Malik mengatakan: "Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang terdahulu. Kemudian orang-orang setelah tabi'in adalah pengikut tabi'in. hlm. para tokoh ini secara konsisten menjelaskan mengenai “hari akhir” dan penguatan akidah islamiah.6 berusaha keluar dari dominasi Barat masih menemui kesulitan yang sangat mendalam (Bandingkan uraian Harun. 12-14). Disamping gagasan pembaharuan. Said Nursi adalah sosok pemberani dan gigih memperjuangkan umat Islam di Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini. masanya sekitar 50-220 tahun. Bukhari. yakni cara yang dibuat oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para sahabat" (Hasan 2004. 1990. telah timbul mulai abad ke 11 H / 17 M dengan kekalahankekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. 2 Salah seorang tokoh yang konsisten terhadap permasalahan umat di atas adalah Said Nursi dari Turki salah satu tokoh penting pada akhir abad ke-19. Muslim). pemahaman al-Qur’an. 2 . hlm.

hlm. Said Nursi merupakan salah satu orang besar yang berani menghadapi dan menyelamatkan umat manusia dari berbagai peristiwa berdarah dan penyimpangan terhadap fitrah manusia. Said Nursi tampil dengan model sufi modern yang memadukan antara rasionalitas dan spritualitas. Said Nursi menginginkan adanya pembaharuan di Turki pada bidang pendidikan dan moralitas umat. Said Nursi dalam berbagai tekanan tersebut tidak kenal menyerah dengan tantangan dan penderitaan yang dialaminya dari penjara ke penjara. v). 2005). yang waktu itu sudah mulai dirusak oleh Mustafa Kemal Attaruk (Wawancara Fatih. berbagai musuh menghadang. Karena itu. Sebab bagi Said Nursi meminjam istilah Syafii Anwar penyebaran Risale-i Nur . ia tetap konsisten berjuang menentang sekuleriasasi di Turki hingga menghasilkan sebuah karya “Risale-i Nur” yakni tulisan setebal 6000 halaman yang memuat pemikiran-pemikiran tentang esensi keimanan dan nilai-nilai akhlak di abad ini. Media Said Nursi dalam berdakwah adalah Risale-i Nur dan mengelola pengajianpengajian. dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai rangkaian proses pendidikan akhlak. Said Nursi adalah salah satu tokoh yang mampu bertahan dari berbagai upaya Barat “menghancurkan” umat Islam dan akhlak umat. Bahkan sampai muncul Republik Turki. Said Nursi juga menghalangi manusia agar tidak terjatuh ke dalam atmosfir kehancuran dalam kebudayaan mereka (Ihsan Kasim 2003. tapi Said Nursi tetap melakukan usaha menumbuhsuburkan ajaran Islam dan perbaikan dalam bidang pendidikan Islam. Walaupun otoritas negara yang kuat dan mekanisme pendidikan Islam yang ada di Turki saat itu dipengaruhi oleh sekulerisme yang disosialisasikan oleh Mustafa Kemal Atatruk. terutama upaya membumikan nilai-nilai akhlak di Turki.7 Turki pada masa akhir kerajaan Turki Usmani yang mencetuskan gagasan pembelaan terhadap agama dan kehidupan sosial-kemasyarakatan.

dan reading (membaca) tulisan Risale-i Nur. Perkumpulan ini memuat beberapa garis besar kegiatan sebagai berikut : 1. Dalam kerangka pembinaan generasi muda Said Nursi merealisasikan ide pendidikan akhlak melalui Dershane yang dilakukan oleh Nur Jamaah3. (Hakan. diagnosa awal dapat dikatakan bahwa penyakit umat terlalu kompleks dan beragam. 2. namun Nur Jamaah ini sudah menyebar hampir ke beberapa negara. khususnya pendidikan akhlak yang merupakan inti dari proses pendidikan. Berniat menegakkan kembali keruntuhan kerajaan Usmani dengan kembali kepada tradisi keilmuwan yang integralistik. 5. Sebagaimana yang dijelaskan di atas bahwa periode kemunduran menyebabkan para pemikir untuk tampil mencarikan pemecahannya secara mendalam. kaya dalam amal. Karenanya. Mendirikan asrama yang menjadi pusat pendidikan. Menyebarluaskan ajaran Risale-i Nur kepada masyarakat. Pada kondisi ini tampillah Said Nursi yang menjawab seluruh permasalahan umat. Said Nursi berkeyakinan bahwa penyebaran Risale-i Nur merupakan realisasi menyeluruh bagi umat manusia dalam rangka membentuk kepribadian manusia yang seimbang rasionalitas. serta anggun dalam moral dan kebijakan” (Syafii 1995.). Jika istilah di atas diartikan dalam bahasa Indonesianya “Murid Nur”. Namun pada akhirnya. secara khusus. Nurculuk atau Thalabun-Nur yang menunjukkan pengikut Said Nursi yang berada di Turki. spritualitas dan kaya akan amal. Mengkaji konsep interaksi kemodernan dan relegius. hlm. 4. Penulis menggunakan istilah Nur Jamaah atas pertimbangan bahwa istilah ini mudah dipahami dalam bahasa Indonesia.8 merupakan “realisasi menyeluruh bagi para pemikir dan praktisi pendidikan yang handal yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual. Pendidikan merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. Mengadakan kegiatan conversation (perbincangan). maka dershane dapat diartikan “tempat belajar” yang di kenal di Turki. Sedangkan yang dimaksud dengan istilah dershane atau "The Nurcu Movement". . "Halaqah" dalam bahasa Turki berasal dari kata “ders” yang artinya belajar sedangkan “hane” dalam bahasa Turki menunjukkan “tempat”. 3. 3 Istilah Nur Jamaah dalam bahasa Turki sering digunakan dalam istilah yang berbeda seperti : “Nur Telebesi” atau Nur Teleba”. ilmi com. 153-154).

kegiatan ini memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan akhlak generasi muda yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Peneliti berasumsi bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi ada. tercipta melalui kebiasaan dan latihan. walau harus diakui bahwa pemikirannya tersebut tidak dirumuskan secara sistematis yang dapat dilihat dan dianalisis dari kitab tafsirnya Risale-i Nur. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemikirannya dalam bidang akhlak. Pertama. Dan juga bertujuan untuk mengetahui beberapa alternatif yang ditawarkan dalam membangun kerangka pemikiran pendidikan akhlak dan implementasinya yang menjadi “obat penawar” bagi penyakit yang diderita oleh umat Islam sampai saat ini. 3 . Kedua. maka pembaharuan di bidang pendidikan mutlak untuk diadakan karena maju mundurnya suatu negara diukur dari pendidikan dan out putnya. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. maka dirumuskan 5 (lima) faktor yang melatarbelakanginya yakni : Menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa.9 Secara garis besar kutipan di atas. Dalam kajian ini muncul pertanyaan mendasar yakni apakah ada prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi ?. pendapat. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda. Harus diakui bahwa pendidikan akhlak sebagai salah satu inti dari proses pendidikan dan bagi kemajuan suatu bangsa. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karakter. khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pendidikan akhlak untuk menyongsong kebangkitan Islam di era persaingan global saat ini3. Berdasarkan pemahaman di atas. alamiah dan bertolak dari watak. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Untuk memperkuat asumsi ini. maka kami mencoba mempelajari pemikiran Said Nursi yang hidup abad ke-20 yang juga dipandang sebagai pendidik bagi generasi penerus yakni Said Nursi.

teliti. Pada penelitian pertama dapat dijelaskan bahwa keunikan Risale-i Nur terlelak pada : a) Faktor bahasa. Secara mistik ilmu yang didapat tidak sekedar dengan akal tapi dengan intuisi yang dalam epistimologi Islam dan Aristotelian merupakan bagian dari metode ilmiah (Lihat Mulyadhi 2003. yang berubah secara drastis.63). Secara personal menurut peneliti dalam Risale-i Nur tak terlepas dari nilai-nilai akhlak yang akan ditegaskan dalam defenisi operasional. b) Faktor mantik atau analogi4. hlm. Secara rasional dapat dipahami kedalaman ilmu penulisnya ketika peneliti membaca Risale-i Nur secara. Mantik dikatakan sebagai ilmu adalah ilmu logika yakni rumusan-rumusan atau patokanpatokan agar orang mendapatkan petunjuk di dalam ia berpikir. Maka sesuai dengan kajian mengenai pendidikan akhlak. Arab dan khususnya bahasa Ottoman (bahasa pada masa Turki Usmani). Ilmu mantiq ialah undang-undang yang menjaga hati dari 4 . Maka dapat dikatakan berdasarkan faktor personal bahwa Risale-i Nur ditulis karena Said Nusri adalah seorang moralis dan rasionalis. faktor personal. Kurdi. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki Modern Mustafa Kemal Attatruk. faktor tekstual. Jerman. bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki yang dipengaruhi oleh kondisi kenegaraan. supaya selamat dari kesalahan-kesalahan dan terhindar pengertiannya dari kekeliruan. Sebuah karya tidak akan terlepas dari penulisnya. tapi patut dijelaskan keunikan bahasa dalam Risala-i Nur melibatkan banyak bahasa. Selain bahasa Turki.10 Pertama. Inggris. Baik dalam alur pikir maupun sikap sehari-harinya. Berdasarkan kategori dalam aliran pendidikan akhlak yakni pendidikan akhlak rasional dan mistik. bahasa Persia. ketika “kekhalifahan Turki Usmani” dinyatakan runtuh. bahasa dalam Risala-i Nur di antaranya. Prancis. Kedua. diasumsikan bahwa ditulisnya Risale-i Nur tidak terlepas dari pengalaman pribadi penulisnya dan pergulatan pemikirannya. Mantik disini bisa diartikan secara filosofis dan hikmah. diasumsikan bahwa penulisnya senantiasa mempraktekkan akhlak mulia dan juga diasumsikan beliau menerapkan kedua konsep tersebut sekaligus yakni rasional dan mistik.

c) Faktor sistematika penulisan. Penulisan Risala-i Nur ada sebagian dimulai dengan bismihi subhanahu wan inminsyain illah yusabbihu bihamdihi kalimat yang mengawali bab dalam Risala-i Nur dan mengakhirinya dengan subhanaka laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim. 1980. sistematika penulisan yang sangat mengandung makna terhadap realitas sejarah umat manusia. . Di samping itu. 1991. sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan Dengan demikian. sekuleris. dan terkadang paling akhir ditulikan al-Baqi Huwalbaqi. sehingga peneliti harus memiliki pemahaman terhadap bahasa mantik. Taib Thahir Abd. Hal ini mengindikasikan kesucian diri penulisnya dan paham ketuhanan yang dalam. Menurut M. faktor ideologis 5 ditulisnya Risale-i Nur adalah untuk melawan ideologi modernisme yang digusung oleh Barat yang membawa umat manusia kepada materialis. (Dja’far Amir. Faktor ideologis inilah yang mendorong Said Nursi menulis Risela-i Nur. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Jalan yang ditempuh adalah “kembali ke al- kekeliruan dalam berpikir. 5 Imam Cahyono mengutip pendapat Frans Magnis Suseno ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir. 1-2). Solo. (Franz Magnis Suseno. nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan kelompok sosial atau individu. Muin Ilmu mantik dapat pula dinamakan ilmu logika. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial. Ramadhani. Ketiga. mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. hlm 230). hlm. ideologi memiliki fungsi mempolakan. Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. Ilmu Mantiq. komunis bahkan ateis.11 Dalam Risale-i Nur banyak terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat mantik yang memiliki banyak penafsiran. liberalis.

Kelima. Revolusi sosial itu sangat tampak misalnya : memberikan keluasan posisi perempuan di antara laki-laki (fenimisme.23-26). maka untuk interpretasi itu diperlukan ijtihad dan pintu ijtihad baginya terbuka. (Harun Nasution. melarang penggunaan peci. hlm. penggunaan Pendiri Wahhabi yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab untuk memurnikan ajaran agama Islam.12 Qur’an dan as-Sunah” tapi tidak seperti aliran wahabi6 ataupun pan islamisme yang didengungkan oleh Jamaluddin al-Afgani7. 71). Bulan Bintang. faktor politis. faktor sosial-kultural. Ia membuka pintu ijtihad yang telah dinyatakan tertutup oleh ulama-ulama terdahulu. semua zaman dan semua keadaan”. Keempat. pelarangan sorban (sarek). dia mengecam taklid kepada pendapat ulama dan menyeru umat agar menyelaraskan nalar dan hati nurani dengan al-Qur’an dan sunnah bukan kepada penafsiran-penafsiran tradisional. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). munculnya Risale-i Nur untuk menyelamatkan masyarakat Turki yang muslim dengan menentang revolusi sosial yang berasal dari revolusi politik oleh Mustafa Kemal Attaruk. 6 . dan untuk itu ia menentang ulamaulama yang telah mapan. yang pada saat itu telah tercemar dan direkayasa oleh umat Islam dengan memasukkan unsur-unsur mistis dan tata cara ibadah yang telah menyimpang dari ajaran Islam murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah. pelarangan jilbab. hlm. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah “menjauhi politik” (Said Nursi 2003b. 7 Jamaluddin al-Afgani adalah seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara Islam ke negara Islam lain. modernisasi cara berpakaian khususnya perempuan. Jamaluddin al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun 1897. Abdul Wahhab mengecam kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan orang-orang suci dan saleh (wali-wali sufi) dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. yang mengadopsi kebebasan di Barat). Dia bertekad menghilangkan semua ketakhayulan dan mengembalikannya kepada kemurnian salaf. 1990. penutupan madrasah. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Harun Nasution. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi yang dibawa perubahan zaman dan perubahan kondisi. penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. Dampaknya adalah secara sosialkultural terjadi revolusi sosial besar-besar di Turki. Pemikiran pembaharuan berdasarkan atas kenyakinan bahwa “Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa. Jakarta. pelarangan jubah. pelarangan azan (harus dengan bahasa Turki). ditulisnya Risale-i Nur adalah dalam konteks masyarakat Turki yang Islam untuk menentang pemerintahan sekuler yang dibentuk oleh Inggris yakni sebuah revolusi politik dari sistem kekhalifahan diubah menjadi sistem demokrasi republik yang menerapkan hukum-hukum Prancis. Inggris dan khususnya banyak mengadopsi hukum-hukum sekuler Swiss.

Kedua. yakni pembicaraan mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda Said Nursi dalam membentuk manusia yang mulia. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah mempertahankan prinsip-prisip dasar ajaran Islam dari trend materialistik dan ateistik. mengadaptasi kalender internasional (kalender Masehi) dan mengadopsi hukum-hukum sekuler. Persoalan ini akan terkait secara langsung dengan persoalan politik dan sosial-kultur Said Nursi dalam membentuk pandangan dasar yang menjadi gagasan dasar atau ideologi menjelma menjadi doktrin-doktrin dari Risale-i Nur. berakhlak mulia. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir al-Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan al-Qur’an dengan jalan ikhlas. masalah etika secara khusus dibahas pada Simposium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Tidak ketinggalan juga perubahan bahasa Arab ke bahasa Turki. takwa dan sedekah. Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Kelima alasan di atas inilah yang menjadi dasar penelitian ini.13 nickname (lakap atau gelar). Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan . Pembahasan ini juga berupaya menjelaskan relevansinya dengan pembinaan akhlak generasi muda yang dapat diterapkan secara. teoritik dan praktek di masa sekarang dan masa depan. Bahkan yang paling tragis adalah “pembantaian 100 ribuan ulama dan alimin”.

Ketiga. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma’rifatullah dalam perspektif yang luas. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung bermuatan materialistik dan intelektualistik semata. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat-sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi. hal-hal . 2004. perkembangan ilmu dan teknologi. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Maka. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. (Faris. Akibatnya. komunikasi dan informasi. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. 8-10). diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. teknologi. hlm. tasawuf dan akhlak dalam realitas kehidupan.14 diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. Keempat. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur.

Bagaimana relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan akhlak generasi muda ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. tanda-tanda akhir zaman. Berdasarkan pertimbangan beberapa pemikiran dan urgensi penelitian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Said Nursi layak untuk dibahas. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. Kelima. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. maka tujuan dari penelitian ini adalah : . Apa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi? 2. Karena persoalan “krisis moral” merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari “melupakan” Tuhan. Dengan demikian. dikaji dan diungkap.15 yang bersifat spritualistik cenderung diabaikan. Rumusan Masalah Sesuai latar belakang masalah sebagaimana di atas. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1.

terkhusus bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi. Untuk mengetahui relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan generasi muda. . 2. dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Penelitian ini juga berguna sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua disiplin bidang pendidikan. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi. mahasiswa. untuk memberikan informasi kepada peneliti tokoh Said Nursi lanjutan dalam mengkaji dan mengetahui tentang konsep pendidikan akhlak yang pernah dihasilkan oleh Said Nursi sebagai tokoh filosof sufi modern yakni sebagai upaya pengungkapan khazanah intelektual muslim abad ke-20an yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi munculnya kejayaan Islam kembali. Secara teoritis. pelajar dan lain sebagainya. Kemudian dalam kaitannya dengan ilmu pendidikan akhlak upaya penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan motivasi bagi diadakannya pembahasanpembahasan lebih lanjut tentang akhlak Islam secara filosofis untuk menemukan teori baru di bidang pendidikan akhlak. Kegunaan Penelitian Setidaknya ada 2 (dua) kegunaan dari penelitian ini yaitu secara teoritis dan praktis.16 1. maka ilmu pendidikan akhlak dapat memberikan manfaat untuk memberikan motivasi bagi pembahaspembahas lanjutan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Secara praktis.

. maka ada beberapa istilah yang perlu diuraikan sebagai defenisi operasional di antaranya : Istilah “Prinsip-prinsip” berasal dari bahasa Inggris principle secara leksikal berarti : 1) Dasar kebenaran. . bertindak dan sebagainya)” (Departemen P dan K 1991. hlm. hukum-hukum sebab akibat. Definisi Operasional Guna mencapai pemahaman arah dari penelitian ini.17 Penelitian ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu dan pendidikan. Secara filosofis kata itu mengandung arti kebenaran-kebenaran yang fundamental dari suatu kandungan doktrin atau dasar apa saja yang berkaitan dengan tingkah laku manusia (Hasting t. 2) tuntunan peraturan untuk tingkah laku moral (Hornby 1974. namun istilah pendidikan akhlak menunjukkan adanya proses pembentukan seorang manusia agar memiliki akhlak. Untuk memahami istilah ini. Prinsip adalah suatu komitmen yang mendalam terhadap sesuatu yang diyakini kebenarannya. maka perlu memahami terlebih dahulu kata “Pendidikan”. 664). hlm. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. 336).th. Pengulangan istilah prinsip dalam judul yaitu prinsip-prinsip dalam bahasa Inggris principles (dalam bentuk jamak) mengandung arti ada beberapa dasar. 788). asas (kebenaran yang menjadi dasar berpikir. Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. Istilah “Pendidikan Akhlak” terdiri dari 2 (dua) kata yaitu pendidikan dan akhlak. asas adalah jamak dari prinsip.

ta'dib. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. siyasat. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam tahzibul akhlak. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al Attas 1994. yaitu proses. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. kandungan. mawa’izh. antara lain tarbiyah. dan penerima. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas.18 Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. 'ada ta'awwud dan tadrib. 35). memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (Al . dan Burhan al-Islam al-Zarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. pemerintahan. Pada dasarnya para ahli tidak mempersoalkan penggunaan istilah ini. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. siyasat diartikan siasat. hlm. Ta'lim diartikan pengajaran. politik atau pengaturan. tahzib. ta’lim.

Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. 36). dan kata "muda" yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. watak. moral. Jadi dapat dipahami bahwa akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan.19 Attas 1994. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. perangai dan kesusilaan. 667). 309). adab atau sopan santun (al-muru’at). watak (at-thab ). Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. Istilah "Generasi Muda" secara etimologi berasal dari dua kata. Kata "generasi" berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. hlm. tingkah laku. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). tabi'at (at-jiyyat). tanpa pemikiran atau pemaksaan. etika. . budi pekerti. yaitu generasi dan muda. hlm. perangi. Sedangkan kata “akhlak” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah “Pendidikan Akhlak” dalam penelitian ini adalah “suatu proses menuju arah tertentu yang dikehendaki sesuai dengan landasan akhlak yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang (seperti Nabi) dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya”. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. dan agama (al-din). hlm.

bahwa generasi muda adalah kelompok. Dalam bentuk kajian tesis terdapat sekitar 8 negara yang membahas mengenai Said Nursi. hlm. 11 Terkait penelitian ini peneliti akan meninjau beberapa pustaka sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya mengenai karya akademik yang memuat asal negara. 166). nama penulis. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. diakui bahwa ada beberapa peneliti yang telah menulis dan mengkaji sebagian pemikiran Said Nursi. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup sebelum mereka. hlm. angkatan. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. asal perguruan tinggi. Menurut Suraiya. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). Istanbul.20 Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. 2). Dari beberapa defenisi operasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian judul tesis ini adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". judul karya. tempat dan tahun dapat dilihat di CD Bediuzzaman Said Nursi Risale-i Nur. hlm. Nesil Foudantion. 201). Turki. Tinjauan Pustaka Berdasarkan kajian dan pemeriksaan kepustakaan yang ada tentang Said Nursi. khususnya dalam berbagai aspek. 11 . golongan.

Ertugrul membuat suatu kesimpulan. bahwa Said Nursi meliliki model tersendiri dalam pendidikan Islam. 404-412). dan pemahaman. maupun dalam .21 1 . namun sisi kelemahannya mungkin terletak pada titik tekan Said Nursi dalam membentuk berkepribadian berakhlak mulia tidak dilakukan oleh para peugkajipengkaji Said Nursi secara detail. Walaupun dua karya tersebut cukup signifikan untuk melengkapi data penulisan tesis ini. Tulisan karya Adem Tatli. baik dalam kegiatan pendidikan informal. Suatu catatan penting dari makalah ini memuat tentang 13 tawaran Said Nursi untuk dijadikan basis epistemologis penegakkan sistem pengajaran. K a ji an " Mo de l. yaitu The Direct Lecturing Method. dalam makalahmya yang berjudul. hal. Dalam karya berbahasa Turki ini. menemukan beberapa metode pendidikan yang dipakai Said Nursi dalam Risale-i Nur.m od el Pe nd id ik an Be di uz z a m a n " o le h H a li t Er tu g r u l (1 99 4) . Makalah ini dipersentasikan pada seminar Simposium ke II tentang Bediuzzaman Said Nursi pada 27-29 September 1992 di Istambul. te la h memperkenalkan karya tentang Bediuzzaman Said Nursi berjudul . dan Observational Method (External Observation and Inward Observation). pendalaman. Keutamaan model pendidikan Said Nursi adalah terletak pada kemampuan ia menggunakan argumentasi rasional untuk menunjukkan hakikat kebenaran. “The Risale-i Nur in The Context of Educational Principles and Methods”. menggunakan metode pengulangan. 1992 dalam sebuah makalah yang berjudul : “Badiuzzanian Education Method”. Sementara Sakir Gozutok (2000. yaitu penekanan terhadap aspek akidah. 3. 2. “Egitimde Bediuzzaman Modeli”. The Question and Answer Method. The Active Learning Method.

sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan adalah mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. akhlak dan ibadah yang menjadi fokus dari kajian penulis dalam membangun prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara teologis. Ertugrul dan Tatli masih dalam tataran umum mengkaji pola pendidikan dihubungkan dengan basis penegakan sistem pengajaran. realisasi nilai-nilai tersebut belum dilakukan secara maksimal. siswa. dan aktifitas pergerakan siswa. pengelolaan kelas. dapat penulis tegaskan bahwa sejauh pengamatan kami pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi belum ada. metodologi pendidikan. penelitian kepustakaan yang akan kami lakukan ini adalah suatu usaha untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tersebut. dan prinsip metode pendidikan. Pemetaan kajian di atas. Penelitian dan karya ilmiyah yang dikemukakan diatas tidak sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan. . Perbedaan penelitian dan karya ilmiyah tersebut dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah pada materi pembahasannya. kurikulum. metode. Dari beberapa literatur dan tulisan mengenai pemikiran Said Nursi di atas. dimaksudkan ingin melihat penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung dan diharapkan menjelaskan posisi penulis dalam mengambil fokus kajian penulis. meliputi landasan filosofis. atau pengkajian tentang akhlak belum dilakukan secara mendalam. jika diteliti secara langsung atau tidak langsung menyinggung persoalan keimanan. guru. Sedangkan pada tahap konseptualisasi nilai-nilai akhlak. Semua kajian di atas. Penelitian sebelumnya pada umumnya membahas masalah mosel-model pendidikan. Karena itu.22 bentuk formal.

Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. khususnya yang berkaitan dengan “prinsip-prinsip pendidikan akhlak”. menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa.23 Kerangka Teori Dalam rangka memperjelas arah dari penelitian ini. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. tercipta melalui kebiasaan dan . alamiah dan bertolak dari watak. bangsa dan negara. 77-79). Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Tokoh lain yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Syed Muhammad Nauquib al-Attas dengan menggunakan kata adab atau ta'dib. maka dalam penelitian ini secara spesifik peneliti mengemukakan teori-teori yang berhubungan dengan pendidikan akhlak sebagai berikut : “Teori pendidikan akhlak” secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. hlm. menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. hlm. Pertama. (Lihat Wan Daud 2003. jika dikaji secara teoritis. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama. 13-14). Kedua. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah” (Bakry 1993. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry. Selain itu.

sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa . yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. Oleh sebab itulah.24 latihan. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Sebagaimana dalam teologi rasional. him. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). hlm. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan daya-daya akal.10). Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. Pembedaan pendidikan akhlak kepada mistik dan rasional bukannya tidak memiliki konsekuensi. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. 56-57). tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif.

Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Dengan demikian. dalam kajian penelitian ini justru keduanya dipadukan untuk melengkapi satu dengan yang lainnya.25 pada diri manusia. yakni unsur rasio dan rasa. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan terhadap perlaku manusia. 125). maka konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. Akhlak termasuk unsur immaterial. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Namun. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. Namun. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa pendidikan akhlak dalam penelitian ini ditinjau melalui 2 (dua) aliran. hlm. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Oleh sebab itulah. Karena itu. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa . sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. yakni rasional dan mistik (Abdullah 1997. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Pendidikan akhlak mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya.

Disebut kualitatif adalah karena di dalam penjelasan dan uraianuraiannya tidak menggunakan angka statistik tetapi dengan fakta dan argumentasi. Sumber Data . sebagai berikut : Jenis Penelitian Penelitian ini dari segi objeknya adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research).26 pendapat Amin Abdullah menjadi landasan kajian ini dalam memadukan aspek-aspek akhlak dalam diri manusia. Disebut penelitian lapangan karena objeknya adalah pengamatan secara langsung aktivitas keagamaan generasi muda Turki yang mengarah kepada model kajian generasi muda. Penelitian ini dari segi objek dan tujuannya adalah deskriptif kualitatif. arsip-arsip. mengolah dan menganalisis data. dokumendolumen. maka langkahlangkah yang perlu dijelaskan terkait dengan hal-hal teknis dalam metodologi penelitian ini. Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan. Disebut penelitian pustaka karena objeknya adalah pemikiran yang tertuang dalam bahan-bahan pustaka berupa buku-buku. jurnal dan majalah ilmiah. Disebut deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam buku-buku dan dokumen-dokumen. menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis.

Kedua karya tersebut : a. Asma Allah SWT. ma'rifat terhadap Allah dan Rasulullah. mukjizat Rasulullah SAW. makna mimpi. yaitu pengkajian kitab Risale-i Nur sejumlah lebih kurang 6000 halaman. minhaj as-Sunnah. entah itu anugerah atau bencana yang mana hikmah tersebut akan menyempurnakan kehidupan (spiritual) manusia. “Mektubat” (kumpulan surat-surat) merupakan kumpulan surat-surat 1928- 1932 memuat jawaban dan penjelasannya seputar isu-isu penting dalam. tentang kabar ghaib dari ayat al-Quran. lahir maupun bathin dan menerangkan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa. 2003a). b. dan kehidupan spiritual yang mana dijelaskan dengan penjelasan yang sangat argumentatif dengan dalil yang menguatkan (Said Nursi. Buku ini memuat tentang tingkat kehidupan. Adapun data primer adalah data yang langsung dari sumber pertamanya. (Said Nursi. mengapa harus ada mukjizat dan lain sebagainya. hikmah penciptaan setan. pembahasan tentang akhlak. Penelitian ini mengambil sumber asli yakni dalam bahasa Turki dan Arab. dan lain-lainnya. Adapun sumber pemikiran Said Nursi yang dijadikan rujukan adalah 2 (dua) karya dari kumpulan Risale-i Nur. mengenai kemukjizatan Rasulullah. membahas peristiwa yang menimpa para Nabi Allah SWT. rahmat dalam kematian dan kemalangan. . Berisi ajakan untuk merasakan tetesan cahaya Ilahi yang memantul di setiap aspek kehidupan baik yang profan maupun yang sakral. Islam tentang isu-isu teologis. keutamaan munajat (doa). “Lemaalar” (kumpulan cahaya) memuat sebanyak 33 kumpulan cahaya.27 Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Buku ini mengandung 33 cahaya. 2003b).

makalah-makalah hasil simposium Internasional dan seminar Internasional hasil-hasil penelitian dan media elektronik (program komputer. Sirozi dan kawan-kawan (Edisi Revisi) Pedoman Penulisan Tesis. Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. karena dalam tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil dalam menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan- . Analisa merupakan tahap yang penting dan menentukan.28 Penyajian buku ini menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dengan dalil naqli dan argumentasi serta pendekatan analogi yang aktual dan relevan. Teknik Penulisan Teknis penulisan tesis ini berpedoman pada buku tuntutan PPS IAIN Raden Fatah Palembang yang ditulis oleh M. Selain itu. Fokusnya kedua kitab ini. CD-ROM atau internet) yang berhubungan dengan penelitian ini sebagai data pendukung fokus penelitian ini. enseklopedia. monograf. selanjutnya data tersebut dianalisa. koran. Kedua kitab di atas adalah bagian dan koleksi Risale-i Nur merupakan tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh Said Nursi dalam bahasa Turki dan Arab. jurnal ilmiah. majalah. Di samping Risale-i Nur. 2005. dan bila dipandang perlu dilakukan penafsiran untuk mendukung analisa dan pemahaman yang lebih mendalam. Adapun yang dapat digunakan sebagai sumber sekundernya berupa buku. Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. yang dapat dijadikan sumber sekunder adalah tulisan-tulisan yang membicarakannya tentang pendidikan akhlak. walau nanti juga akan diikuti dengan 12 kitab lainnya dalam pembahasan kajian penelitian ini. sebagai sumber sekunder digunakan sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an dalam kajian ini.

maka perlu dijelaskan secara teknis penganalisaan bahan-bahan dilakukan dengan cara komperasi bahasa yakni digunakan kombinasi Risale-i Nur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagaimana dalam disebutkan bahwa data primer penelitian ini adalah Risale-i Nur orisinil adalah bahasa Turki dan Arab. Kemudian pemikiran Said Nursi yang dijadikan objek direkonstruksi secara sistematis dan objektif. serta menganalisa buktibukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. pengelolaan analisa ini dimaksudkan untuk menganalisa secara mendalam pemikiran-pemikiran Said Nursi tentang konsep pendidikan akhlak. verifikasi. menganalisa apa-apa saja pemikiran Said Nursi. Data kemudian dikelola secara mendalam.29 persoalan dalam penelitian. Keterbatasan Penelitian . Apakah data-data tersebut termasuk sumber primer atau sumber sekunder. – yang dalam penelitian ini diposisikan data sekunder – hal ini dimaksudkan untuk mempermudah verifikasl dan menarik konklusi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif Dalam penelitian ini data yang sudah dikumpulkan diolah untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya. dengan cara mengumpulkan. Setelah datadata terkumpul maka data diteliti untuk mencari fakta yang relevan mengenai pendidikan akhlak menurut Said Nursi. Selanjutnya membaca data-data tersebut sebagai langkah identifikasi konsep-konsep dasar dari pemikiran pendidikan akhlak Said Nursi. mengevaluasi. Arab dan Inggris. Adapun teknis penulisan tesis ini melalui langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan datanya dimulai dengan proses pengumpulan kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan Risale-i Nur dalam konteks pendidikan akhlak.

Metodologi Penelitian. Untuk itu. maka untuk mengetahui masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut : Bab Pertama. Keterbatasan penelitian ini perlu dijelaskan untuk menghindari faktor-faktor yang mungkin mengancam objektivitas atau validitas penelitian dan generalisasinya. Defenisi Operasional. . karena banyak waktu yang digunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh The IstanbuFoundation for Sciance and Culture. Kerangka Teori. Faktor Tebalnya Risale-i Nur. waktu satu tahun yang digunakan tidaklah mencukupi. bab ini merupakan bab pendahuluan. dari tiap-tiap bab juga terdiri dari beberapa kerangka-kerangka pembahasan. yakni bahasa Turki. Karena 6 bulan pertama digunakan untuk belajar bahasa Turki dan 6 bulan mulai merancang penelitian dan penulisan.30 Sebagal kajian pustaka penelitian ini tetap memiliki keterbatasan yang patut disampaikan di sini. dan Sistematika Penulisan. karena Risalei Nur orisinil adalah bahasa Turki. Rumusan Masalah. keterbatasan waktu studi ini lebih disebabkan adanya keinginan mengkaji risalah nur ini dari bahasa aslinya. faktor ini juga menyebabkan kesulitan dalam penelitian ini karena jumlah halaman mencapai 6000 halaman yang terdiri dari 14 jilid. Tujuan Penelitian. Namun. keterbatasan penelitian ini ada faktor bahasa dari segi teks Risale-i Nur. yang terdiri dari Latar belakang. Kegunaan Penelitian. penelitian ini hanya menggunakan sebagian dari Risale-i Nur yakni 2 kitab saja. Arab dan Inggris. Tinjauan Pustaka. Hal ini juga disebabkan faktor keterbatasan waktu studi. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan tesis ini terdiri dari beberapa bab. Sehingga pembahasan penelitian ini digunakan kombinasi Risale-i Nur sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. situasi itu pun tidaklah dapat dilakukan secara optimal.

Bab 2 TINJAUAN TEORITIS PENDIDIKAN AKHLAK DAN GENERASI MUDA . latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. ibadah. dan signifikansinya. dan menanamkan ikhlas. mengetahui tanda-tanda hari kiamat.31 Bab Kedua. karakteristik. bab ini membahas mengenai biografi singkat Said Nursi. tujuan hidup. lingkungan. memahami asma' al-husna. meyakini hari kiamat. situasi kejiwaan. bab ini membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. takwa dan sedekah. Bab Kelima. Bab Keempat. berpegang teguh pada al-Qur'an. tingkah laku. Bab Ketiga. bab ini membahas mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda. selanjutan kegiatan keagamaan. ruang lingkup. pengertian dan tujuan. membahas penutupan berisikan kesimpulan. meneladani Nabi Muhammad Saw. pandangan hidup. relevansi dengan akidah.. dinamika kehidupan. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. memahami hakekat penciptaan manusia. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . menguatkan keimanan. Bagian selanjutnya difokuskan bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . pengertian dan batasan. memahami alam semesta. implikasi dan rekomendasi. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. Adapun kajiannya tentang pendidikan akhlak mencakup . saran-saran. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup .

Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . dan Burhan al-Islam alZarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. dinamika kehidupan. pengertian dan tujuan. jika ditinjau dari berbagai perspektif kajian. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. pengertian dan batasan. namun para ahli . Ta'lim diartikan pengajaran. ta'dib. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. siyasat. Walau terjadi berbagai perbedaan. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Akhlak Pengertian Pendidikan Akhlak Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. antara lain tarbiyah. karakteristik. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam bukunya berjudul tahzibul akhlak. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. pemerintahan. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. ruang lingkup. politik atau pengaturan. siyasat diartikan siasat. dan signifikansinya.32 Kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) fokus yaitu mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang memiliki cakupan yang luas. Namun pada kajian tentang pendidikan akhlak mencakup . tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. mawa’izh. tahzib. ta’lim. 'ada ta'awwud dan tadrib. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum.

bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih baik. pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam suatu kesimpulan awal. perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis. . Artinya. Karena. yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. Para pakar sependapat bahwa Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran. pendidik) dengan persiapan yang matang dan penekanan-penekanan menuju ke arah proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian yang sesungguhnya tidak mudah dilaksanakan. segala dicakupnya". Kalau pengajaran dapat dikatakan sebagai "suatu proses transfer ilmu belaka". perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada “penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran clan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian” (Azra 2000. Mengambil makna dari pandangan Azra di atas. 3-4). hlm.33 tidak mempersoalkan penggunaan istilah di atas. pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan "tukang-tukang" atau para spesialis yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang sempit. karena itu. guru. Memang secara fakta bahwa istilah “pendidikan” telah menempati banyak tempat dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pakar. artinya pendidikan secara umum memuat sebuah usaha dan cara-cara yang dipersiapkan oleh pelaku pendidikan (Baca . namun pendidikan merupakan dengan "transformasi aspek nilai yang dan pembentukan Dengan kepribadian demikian.

Dari kegigihan usaha Rasulullah SAW tersebut. kasar dan sombong maka dengan usaha dan kegiatan Nabi mengislamkan mereka. hlm. ix). Orang Arab Mekkah yang tadinya menyembah berhala. menyampaikan ajaran. memberi contoh. musyrik. mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang dicita-citakan oleh ajaran Islam dengan itu berarti Nabi telah mendidik. yaitu potensi untuk selalu cenderung kepada kebaikan dan ridha Allah SWT sebagai jalan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian sekarang.34 Jika kita melihat sejarah. melatih keterampilan berbuat. mukmin. seperti yang lazim dipahami sekarang belum dikenal pada zaman Nabi. kafir. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah. lemah lembut dan hormat pada orang lain. 35). dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al-Attas 1994. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. “pendidikan” secara istilah. lalu tingkah laku mereka berubah menjadi menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa. memberi motivasi dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu. muslim. membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. hlm. Sehingga jelaslah kegigihan tersebut mencerminkan upaya menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia (Arifin 1993. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. .

Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. hlm. etika. bahkan agama). dan agama (al-din). perangai. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. moral. dan penerima. Sedangkan kata "Akhlak" dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. . kandungan. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat: 4. perangi. kebiasaan. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW. Ayat tersebut dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul: "Sesungguhnya engkau [Muhammad] berada di atas budi pekerti yang agung" (QS. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (AlAttas 1994. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. watak.35 Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. 35-36). watak (at-thab). Bukhari dan Muslim). adab atau sopan santun (al-muru’at). kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat. yaitu proses. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. tabi'at (at-jiyyat). budi pekerti. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. Al-Qalam [68]: 4). tingkah laku. dan salah satunya yang paling populer adalah : “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. perangai dan kesusilaan.

Terkait masalah istilah dalam bahasa Indonesia dikenal istilah "etika dan etiket”. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaaan. Etika dalam bahasa Inggris adalah ethics sedangkan etika adalah etiquette. tempat tinggal yang biasa. dalam al-Qur'an : “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam” (QS. yakni akhlak sebagai kelakuan. padang rumput. Al-Lail [92]: 4). 2004. kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat beragam. dan cara berpikir. Kata yang dekat dengan etika adalah moral. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti. dan bahwa firman Allah berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keanekaragaman tersebut. yakni kepada siapa kelakuan itu ditujukan. Sedangkan kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno.36 Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas. serta dari objeknya. Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut. adat. akhlak. kandang. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adat kebiasaan (Bertens. Jika dari asal usulnya. antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan buruk. Etika disini berati moral. perasaan. Etiket berarti sopan santun. Dari segi . 4). Etiket juga berarti secarik kertas yang ditempelkan pada botol atau kemasan barang. Kata moral berasal dari bahasa Latin mos dan jamaknya mores yang berarti kebiasaan atau adat. Jadi menurut Bertens kata "etika" sama dengan etimologi "moral". Hanya bedanya "etika" dari bahasa Yunani dan "moral" dari bahasa Latin. Dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia kata etika dan moral sangat berdekatan dengan istilah akhlak dari bahasa Arab. kebiasaan. sikap. Kedua istilah ini memiki persamaan dan perbedaan. watak. kedua istilah ini tidak ada hubungannya. him.

Menurut para ahli masa lalu (al-qudama). atau tahzib alakhlaq (falsafat akhlak) atau al hikmah al-amaliyat atau al hikmat al khuluqiyyat. Asmaran (1994). Akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. tanpa pemikiran atau pemaksaan. Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku atau perangai ('ilm al-suluk). 4). mendefinisikan "akhlak itu adalah sifat-sifat yang dibawah manusia sejak lahir.37 persamaan. Pertama. hlm. 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Kedua. Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama” (Mahyuddin 1996. sama-sama menyangkut perilaku manusia. yang tertanam di dalam jiwanya dan . agar jiwa bersih dan pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif. Sedangkan Asmaran cenderung melihat akhlak merupakan bawahan sejak lahir yang tertanam di dalam jiwa manusia. 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan dan cara memperolehnya. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti 1) Ilmu tentang yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

38 selalu ada pada dirinya. hlm. hlm. 9. cara berbicara atau pola tingkah laku seseorang itu baik atau buruk. baik yang berhubungan dengan diri sendiri. artinya bersifat adil Al-Hifafah. disebut akhlaqul mahmudah. artinya suka menolong (Barmawie 2001. Perbuatannya yang baik disebut akhlak mulia. 4. Kedua. yakni akhlak yang baik. 2. Baik atau buruknya suatu akhlak tergantung pda pembinaannya" (Asmaran 1994. akhlak terhadap Allah Swt. artinya jujur Al-Afwu. artinya memelihara kesucian Al-Hifafah. 8. artinya bersifat belas kasih At-Ta’awun. diantaranya adalah: 1. Jadi . artinya menghormati tamu Al-Hilmu. 6. artinya tidak melakukan maksiat Al-Adli. Dari pengertian di atas. akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan. Sifat itu dapat dilihat dari perbuatannya. 5. tindakan. akhlak terbagi dua macam. Al-Amanah. 3. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa akhlak merupakan suatu cerminan atau tolak ukur terhadap setiap sikap. Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksi dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran yaitu bukan karena adanya tekanan-tekanan atau paksaan dan pengaruh dari orang lain.1). dan perbuatan yang buruk disebut akhlak yang buruk atau tercela. terhadap sesama manusia. 7. Kemudian dilihat dari segi sasarannya. Ditinjau dari segi sifatnya. Perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali (kontinu) dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang meresap dalam jiwa. yaitu: Pertama. dan akhlak yang tercela.22). disebut akhlaqul mazmumah (Barmawie 2001. artinya pema’af Al-khusu’. hlm. Akhlaqul mahmudah juga terbagi lagi beberapa macam. pada hakikatnya akhlak menurut al-Ghazali harus mencakup dua syarat.23). artinya memelihara kesucian Ar-Rahman. maupun terhadap lingkungan sekitarnya.

bertingkah laku dan berperangai yang baik sesuai dengan ajaran Islam. hlm. Namun hanya kata akhlak dan etika yang mempunyai maksud sama ketika menyangkut perilaku lahir dan batin manusia. Demikian pula Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah identik dengan tujuan hidup setiap Muslim. hlm. moral dan etiket. . itu dalam penelitian ini. agar setiap umat Islam mempunyai budi pekerti yang baik (berakhlak mulia). Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (alAbrasyi 1974. Tujuan Pendidikan Akhlak Berbicara masalah tujuan pendidikan akhlak sama dengan berbicara tentang pembentukan akhlak. 15). Karena. akhlak yang dimaksud adalah "pengetahuan menyangkut perilaku lahir dan batin manusia".48-49). karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. yaitu untuk menjadi hamba Allah yakni hamba yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan memeluk Islam (Marimba 1980.39 akhlak merupakan fondasi atau dasar yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Berdasarkan penjelasan di atas dalam penelitian ini arti kata akhlak bisa disamakan dengan kata etika. Penjelasan di atas menggiring pemahaman bahwa istilah pendidikan akhlak dimaksud dalam penelitian ini adalah "suatu kegiatan pendidikan yang disengaja untuk perilaku lahir dan batin manusia menuju arah tertentu yang dikehendaki".

walaupun tanpa dibentuk atau diusahakan. Ibnu Sina. Perbuatan lahir ini tidak akan sanggup mengubah perbuatan bathin. yaitu apakah akhlak itu dapat dibentuk atau tidak?. hlm.t. Imam al-Ghazali misalnya mengatakan bahwa: “Seandainya akhlak itu tidak dapat menerima perubahan. al-Ghazali dan lain-lain termasuk pada kelompok yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil usaha (muktasabah).t.t. hlm. Dengan pandangan seperti ini. Kelompok ini lebih lanjut menduga bahwa akhlak adalah gambaran bathin sebagaimana terpantul dalam perbuatan lahir. 54). sebelum kita lanjutkan tentang tujuan pendidikan akhlak ada masalah yang perlu kita jawab terlebih dahulu dengan seksama. nasihat dan pendidikan. latihan. 54). maka batallah fungsi wasiat. dan perjuangan keras dan sungguh-sungguh (Al Ghazali t. demikian pula sebaliknya (Al Ghazali t. maka akhlak akan tumbuh dengan sendirinya. hlm. Ini menunjukkan bahwa akhlak memang peril dibina dan pembinaan ini . Bagi golongan ini bahwa masalah akhlak adalah pembawaan dari manusia sendiri. hlm. Orang yang bakatnya pendek tidak dapat dengan sendirinya meninggikan dirinya. 90).. dan dapat juga berupa kata hati atau intuisi yang selalu cenderung kepada kebenaran. Kelompok yang mendukung pendapat yang kedua ini umumnya datang dari ulama-ulama Islam yang cenderung kepada akhlak. 91). pembinaan. Pada kenyataannya di lapangan usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. Ibnu Maskawaih.. Menurut sebagian ahli mengatakan bahwa akhlak itu tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah instinct (Gharizah) yang dibawa manusia sejak lahir (Mansyur 1961. Dan tidak ada pula fungsinya hadits nabi yang mengatakan “perbaikilah akhlak kamu sekalian” (Al Ghazali t.40 Akan tetapi.. Selanjutnya ada pula pendapat yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan.

dan seterusnya. buku-buku. tidaklah mungkin dengan penjelasan pengertian saja. Saat ini misalnya orang akan dengan mudah berkomunikasi dengan apapun yang ada di dunia ini. melakukan berbagai perbuatan tercela. dan seterusnya. taat kepada Allah dan Rasul-NYa. karena adanya alat telekomunikasi. Akan tetapi keadaan sebaliknya juga menyatakan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan. arahan. Peristiwa yang baik atau yang buruk dengan mudah dapat dilihat melalui pesawat televis. saying kepada makhluk Tuhan dan seterusnya. mengganggu masyarakat. faximile. Semua itu jelas membutuhkan pembinaan akhlak (Nata 2002). tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan adegan maksiat jujga banyak. . dan diharakan nantinya dia mempunyai sifat-sifat tersebut dan menjauhi sifat-sifat tercela. Keadaan pembinaan ini semakin terasa diperlukan terutama pada saat dimana semakin banyak tantangan dan godaan sebagai sebagai dampak dari kemajuan teknologi. hormat kepada ibu bapak.41 ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. Kebiasaan latihan itulah yang membuat ia cenderung kepada melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. internet. dan pendidikan. Ini semua menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina agar akhlak generasi penerus kedepan menjadi lebih baik dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan. Film. baik itu berupa yang baik atau pun yang buruk. Jadi untuk membina agar anak mempunyai sifat-sifat terpuji. Demikian pula dengan obat-obat terlarang. terntaya menjadi anak-anak yang nakal. dan pola hidup materialistic dan hedonistik semakin menggejola. akan tetapi memerlukan membiasakannya melakukan perbuatan yang baik. minuman keras.

kemudian disempurnakan atau diperbaiki oleh guru di sekolah. masjid atau langgar. Pendidik atau Pembina pertama adalah orang tua. Selanjutnya menurut aliran empirisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor dari luar. Sikap anak terhadap agamanya dibentuk pertama kali oleh orang tuanya. akan merupakan unsur pentingdalam pribadinya. membaca al-quran. maka dengan sendirinya orang tersebut akan menjadi baik. yang menyangkut akhlak dan ibadah sosial atau hubungan dengan sesama manusia sesuai dengan ajaran agama jauh lebih penting daripada hanya sekedar kata-kata. harus dibiasakan sejak kecil. 2002). sembahyang berjamaah di sekolah. kemudian guru. Aliran ini tampak kurang menghargai atau kurang memperhitungkan peran pembinaan dan pendidikan. dan aliran konvergensi (Abudin Nata. yaitu aliran nativisme. Latihan keagamaan. Semua pengalaman yang dilalui anak sewaktu kecilnya. Latihan-latihan keagamaan yang menyangkut ibadah seperti sembahyang. ada 3 (tiga) aliran yang sangat popular. aliran empirisme. Menurut aliran nativisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecenderungan kepada yang baik. yaitu lingkungan social . pembentukan sikap dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil. doa. sehingga akan tumbuh rasa senang melakukanibadah tersebut. Aliran nativisme ini nampaknya begitu yakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia dan aliran ini erat kaitannya dengan aliran intuisme dalam penentuan baik dan buruk sebagaimana telah diuraikan di atas.42 Pembinaan moral. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pada khususnya dan pendidikan pada umumnya.

Aliran ini tampak lebih percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran. Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang berbunyi: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Sementara aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal. juga berisi materi pelajaran yang utama diantaranya adalah pendidikan tauhid atau keimanan. dan hati agar kamu bersyukur”. yaitu factor pembawaan anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus. Aliran ketiga ini sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap anak-anaknya. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Demikian juga sebaliknya. . 13). Jika pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu baik. sebagaimana tersebut dalam firman Allah yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya di waktu ia memberika pelajaran kepadanya. atau melalui berbagai metode (Arifin 1991. hanya kepada-KUlah kembalimu (QS : Luqman :13-14). `hai anakku. penglihatan. hlm. dan Dia memberikan kamu pendengaran. Ayat tersebut selain menggambarkan tentang pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Lukman Hakim. Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik. karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan akhlak. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan.43 termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. pendengaran. dan hati sanubari. maka baiklah anak itu. yaitu penglihatan. bersyukurlah kepadaKU dan kepada kedua ibu bapakmu. sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.

Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pembentukan akhlak anak didik adalah faktor internal dan faktor eksternal. juga sejalan dengan hadits Nabi yang berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah (rasa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenaran).44 Kesesuaian teori konvergensi di atas. nasrani atau majusi” (HR. Tugas khalifah sendiri harus memenuhi empat sisi yang saling berkaitan yaitu pemberi tugas (Allah). maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi. dan materi-materi penugasan yang harus mereka laksanakan. sementara faktor eksternal yang dalam hal ini adalah dipengaruhi kedua orang tua. apektif (penghayatan). Dan keempat hal ini saling berkaitan. itulah sebabnya sering terjadi perbedaan dan tujuan pendidikan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Bukhari) Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah kedua orang tua. Dari berbagai penjelasan di atas. guru di sekolah. Faktor internal yaitu potensi fisik. karena . Melalui kerja sama yang baik antara 3 lembaga pendidikan tersebut. dan psikomotorik (pengalaman) ajaran yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak. intelektual dan hati (rohaniah) yang dibawa anak dari sejak lahir. Itulah sebabnya orang tua terutaman ibu mendapat gelar sebagai madrasah. yakni tempat berlangsung kegiatan pendidikan. tokoh-tokoh masyarakat. pada dasarnya tujuan pendidikan akhlak sejalan dengan tujuan pendidikan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an yaitu membina manusia baik secara pribadi kelompok agar mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba Allah. tempat atau lingkungan di mana manusia berada. penerima tugas (manusia). maka aspek kognitif (pengetahuan).

45 mereka harus memperhatikan faktor lingkungan di mana manusia itu berada (Mahmudah, tt., hlm. 56). Berdasarkan penjelasan di atas, wajar kiranya Omar Muhammad al-Toumy alSyaibany menyatakan bahwa dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadits, pemikiran yang serupa juga dianut oleh para pemikir pendidikan Islam, atas dasar pemikiran tersebut maka para ahli pendidikan dan pemuka pendidikan Muslim mengembangkan pemikiran mengenai pendidikan Islam dengan merujuk kedua sumber utama ini (Jalaluddin 2001, hlm. 8). Secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry, menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah" (Bakry 1993, hlm. 13-14). Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama, bangsa dan negara. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Tokoh akhlak lain yang menganggap Muhammad pentingnya pendidikan dengan

adalah

Syed

Nauquib

al-Attas

menggunakan kata adab atau ta'dib. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan

46 sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003, hlm. 77-79). Penjelasan al-Attas ini menggambarkan bahwa potensi akhlak berada pada Realitas Tertinggi yang merupakan titik sentral dalam kehidupan manusia. Berdasarkan kepentingan akhlak dalam kehidupan manusia itulah, maka mengatakan Ibn Miskawaih bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan atau bernilai baik (Badawi 1963, hlm. 478). , sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh sa'adat (kebahagiaan sejati/kebahagiaan yang sempurna). Pendapatan ini beralasan bahwa kebaikan itu merupakan tujuan setiap orang, factor anugerah Allah yang dapat mencapai kebaikan, disamping adanya kesungguhan berusaha dan

berkelakuan baik (Miskawaih 1982, hlm. 41-45). Seperti yang disimpulkan oleh Suwito bahwa tujuan pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibn Miskawaih adalah terciptanya manusia berperilaku ketuhanan. Perilaku seperti ini muncul dari akal ketuhanan yang ada dalam diri manusia secara spontan (Suwito 1992, hlm. 157). Rumusan tujuan pendidikan akhlak seperti ini hakekatnya dapat dilakukan melalui membangun motivasi pribadi dan orang lain untuk mencontoh akhlak Nabi. Artinya, bahwa berbagai aktivitas kehidupannya selalu melakukan sesuatu dengan mengikuti akhlak nabi, baik dalam rangka pembentukan sebagai seorang pribadi maupun terhadap orang lain. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah

47 terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi".

Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak Pembicaraan tentang pendidikan akhlak harus diakui banyak sekali persoalan yang akan muncul ketika masalah ini diangkat dan dikaji. Karena memang banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pendidikan akhlak. Diantaranya adalah menyangkut jumlah dan nama sumber karya tulis mengenai pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi akan sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang situasi sosial pada saat Risale-i Nur ditulis. Juga akan sangat berbeda kalau konsep itu berdasarkan kontekstualisasi pemahaman nilai-nilai keimanan atau ketauhidan yang menjadi filosofi dalam membentuk karekteristik insan manusia secara intergratif, universal dan kekinian. Kemudian perbedaan juga akan muncul bila pendidikan akhlak ditinjau dari segi pelaksanaannya, seperti efektifitas pendidikan akhlak yang dilakukan dengan pendekatan monolitik (diajarkan sebagai suatu bidang studi tersendiri) dengan pendekatan integratif (terintegrasi dengan bidang studi) pada lembaga pendidikan. Jika pendekatan integratif, maka masih ada pertanyaan yakni bidang studi

manakah yang sesuai dengan pengintegrasian?. Di samping itu, yang dapat berpengaruh pada konsep pendidikan akhlak adalah cara mengevaluasi pendidikan akhlak, dari kurikulumnya, alat dan atau media yang digunakan. Faktor lain seperti lingkungan, jenis kelamin,

48 tingkat kecerdasan anak didik, teologi pendidik, dan sebagainya, dapat pula berpengaruh terhadap hasil penelusuran konsep

seseorang mengenai pendidikan akhlak. Beberapa identifikasi di atas merupakan berbagai persoalan yang akan muncul dalam dinamika pemikiran mengenai prinsipprinsip pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini selain tujuan teknis yang diarahkan menjawab persoalan pokok maka dirumuskan tujuan pendidikan akhlak menurut pandangan Said Nursi yang dapat dipahami dari Risale-i Nur bahwa tujuan pendidikan akhlak diarahkan terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi. Maka dapat dipahami bahwa pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik yang harus menjadi mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Akhlak dalam dasar-dasar pendidikan selalu berawal dari upaya prinsip menguatkan iman dan mengkokohkan akidah secara integratif yang pembahasannya akan mempengaruhi terbentuknya doktin-doktrin akhlak secara aplikatif. Selain itu, menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa karakter

pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. 56-57). Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan dayadaya akal. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. hlm. hlm. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak.10). Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. Sebagaimana teologi rasional.49 dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). . Pembedaan bukannya pendidikan tidak akhlak kepada mistik dan rasional dalam memiliki konsekuensi. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995.

Jadi pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan akhlak yang dimaksud pada penelitian ini yaitu . Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Namun. mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. Signifikansi Pendidikan Akhlak . Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis.50 Oleh sebab itulah. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Dengan demikian. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia.

him. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat- . Kedua. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya.51 Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. takwa dan sedekah. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. 2004. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Ketiga. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir a]Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan alQur'an dengan jalan ikhlas. masalah etika secara khusus dibahas pads Simpusium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. (Faris. 8-10).

Selain berdampak positif juga berdampak negatif. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. komunikasi dan informasi. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Maka. Dengan demikian. hal-hal bersifat spritualistik cenderung diabaikan. teknologi. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Kelima. bermuatan materialistik yang dan intelektualistik Akibatnya. Keempat. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda .52 sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung semata. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma'rifatullah dalam perspektif yang luas. tanda-tanda akhir zaman. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi dan realitas kehidupan. perkembangan ilmu dan teknologi. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal.

di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup . hlm. Menurut Suraiya. Karena persoalan "krisis moral" merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari "melupakan" Tuhan. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. 2).667). hlm. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. 201).309). angkatan.53 akhir zaman. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. hlm. golongan. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. bahwa generasi muda adalah kelompok. Pendidikan Akhlak Generasi Muda Pengertian Generasi Muda Generasi muda secara etimologi berasal dari dua kata. Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. hlm. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. 166). yaitu generasi yang berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. dan muda yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. hlm.

Generasi muda identik dengan kaum muda. Hanya . hlm. Dapat dipahami pula bahwa generasi muda sesungguhnya menjadi tumpuhan harapan masyarakat dalam merealisasikan idiologi dan tujuan pembangunan. apalagi jika usia itu relatif dan tidak menjadi ukuran baku bagi generasi muda. 13). 2. Ini berarti umur tidak menjadi jaminan mutlak bagi suatu generasi. Di antara sekian banyak pakar.0-45. usia generasi muda (kaum muda) berkisar antara 1525 tahun (Ghufron 1986. Menurut Sujanto generasi muda. giat bekerja atau tidak. Di masyarakat sering kita lihat orang muda yang berusia antara 15-30 tahun yang seharusnya giat bekerja tetapi hidup bermalas-malasan. 160). tetapi pada realitanya anakanak belum sepenuhnya dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan. baik material. tetapi orang tua yang umurnya di atas 50 tahun masih aktif bekerja.0 (wanita) (Sujanto 1996.0 (pria) dan 17. hlm. Batasan Generasi Muda Walaupun beberapa pakar sering berselisih pendapat mengenai perbedaan tentang batasan usia generasi muda. Menurut Suraiya. hlm. namun hal itu tidak perlu dijadikan hambatan kita untuk memahami aspek usia generasi muda. usia generasi muda ialah berkisar dar dari 0–30 tahun (Suraiya 1985. maupun spiritual.54 sebelum mereka. 3. yaitu: 1.0-40. Menurut Ruslan Abdul Gani. di sini hanya dikemukakan tiga pendapat mengenai batasan usia generasi muda. Hal ini jika didasarkan kepada potensi kemanusiaannya tentu beralasan. Dari ketiga pengertian di atas nampaknya memiliki perbedaan. yaitu: Pengertian pertama nampaknya memasukkan golongan anak-anak sebagai generasi muda. dapat dibatasi usia antara 23. produktif atau tidak. 5).

emosional. Untuk menjelaskan generasi muda secara lengkap perlu dilihat dari berbagai aspek. hlm. pada hal kenyataannya banyak organisasi pemuda yang dimotori oleh angkatan usia ratarata 45 tahun ke atas. Berdasarkan pendapat Andi Mappiare. artinya generasi muda itu sangat luas cakupan maknanya dan tentu memiliki karakteristik tertentu yang perlu dijelaskan agar kita bener-benar memahami siapa generasi muda sesungguhnya. berdasarkan pendapat fakar. soaial. Dari tiga pendapat di atas dapat disimpulkan. Pengertian kedua nampaknya membatasi usia generasi muda rendah (hanya sampai usia 25 tahun). mengingat di usia tersebut kehidupan generasi muda dalam kondisi stabil. dan moralnya. Karakteristik Generasi Muda Karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri khusus (Dep P dan K 1999. Mengingat penjelasan tersebut begitu luas. intelektual. Dalam penelitian ini generasi muda dibatasi umur 15-40 tahun. dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa usia generasi muda dapat dibatasi antara 15-40 tahun. Sebagaimana telah kita pahami bahwa generasi muda adalah angkatan kaum muda yang hidup dalam masa tertentu. 445). yaitu: 1. Ciri atau indikator berfungsi untuk menjelaskan secara detil tentang makna sesuatu. Jadi. bahwa usia generasi muda tidak bisa ditentukan dalam batas yang mutlak. di sini akan dijelaskan karakteristik generasi muda secara globalnya saja. seperti aspek fisikal.55 orang yang lebih tua dari mereka yang mampu mengemban tugas tersebut. Artinya usia generasi muda relatif dan dapat ditinjau secara berlainan sesuai dengan sudut pandang kita melihatnya. psikis. Pengertian ketiga menjelaskan bahwa generasi muda sebagian terdiri dari kelompok orang dewasa yang berumur 17-40 tahun. salah satu ciri dari generasi muda pada masa awalnya (memasuki usia remaja) adalah meraka sedang mengalami masa pubertas .

dkk. yaitu pada masa remaja generasi muda (Kartono 1990. 5. Menurut Kartini Kartono. 149-150). suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. 2. Pada masa ini pemuda dapat menentukan masa tuanya dan kedewasaannya untuk banyak berkarya (Sujanto 1996.184). Berdasarkan Halem Lubis. dianggap sanggup berdiri sendiri. . hlm. Menurut Agus Sujanto. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. 4. generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa remaja. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. dan masa bergelora yang harus diselami. Berdasarkan ciri psikologis di atas dapat disimpulkan. penuh tantangan. masa pemuda adalah masa ujian. 15). hlm. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya hlm. hlm. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru.. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. 161-162). Menurut Sudarsono. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya.56 yaitu perubahan yang cepat secara fisik (organ-organ tubuhnya) dan perubahan sikap serta sifat ke arah kedewasaan (Sudarsono 1993.33 dan hlm. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. dan menemukan indentifikasi dengan obyekobyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. bahwa generasi muda mempunyai karakteristik yang meliputi banyak hal. 12-13). hlm. 3.

pola sikap. Pada karakteristik psikologis ini sesungguhnya genaerasi muda perlu memahami bahwa kematangan pikiran. mereka harus mampu mengenal dan memahami hakikat dan kedudukan generasi muda sebagai wujud dari mengenal diri dan peran-perannya dalam kehidupan keluarga. (Alqur’an. dan emosional. yaitu memiliki naluri sebagai hamba (pengabdi) kepada Allah dan mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan pribadinya. Di samping itu generasi muda di masa dewasanya memiliki beban psikologis dan tanggung jawab dalam segala perilaku dan perbuatan mereka. Dari ayat di atas juga dapat disimpulkan. negara. Melihat karakteristik generasi muda di atas. ciri-ciri yang demikian harus melekat dalam diri generasi muda.57 akan mengalami perkembangan fisik dan kejiwaan menuju kedewasaan seperti perkembangan tubuh. dan beragama. walaupun usaha itu dalam pelaksanaannya belum berhasil. masyarakat. Pada karakter ini generasi muda perlu berhati-hati dalam menyikapi masa perubahan yang terjadi agar mereka dapat berkembang secara wajar dan terarah sesuai dengan tujuannya. dan agama. 51 : 56). sebagai pengabdian diri kepada Allah. bahwa generasi muda yang tergolong kelompok manusia yang beriman diharapkan memiliki ciri mutlak yang ditentukan oleh Allah. . Generasi muda akan selalu berusaha mandiri dalam mengatasi semua kebutuhan hidupnya. keluarga. bermasyarakat. yaitu suatu tugas yang diparduhkan oleh agama. secara psikologis beban yang diemban generasi muda tidak lain untuk memberdayakan potensi diri mereka dan masyarakat. pemikiran. dengan iktikad pengabdian yang telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Tidak aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”. dan tindakan semata-mata dikembangkan kemaslahatan ummat.

Harapan kita sesungguhnya generasi muda dapat mengambil yang baik-baik dan meniggalkan yang buruknya. dan menuntut perhatian bersama. bangsa dan agama. telah membuat kehidupan generasi muda menjadi kasus yang sering dipermasalahkan dan banyak mengundang perhatian. maka pengaruh budaya mereka menjadi lebih dominan dan hampir dapat dikatakan merusak budaya secara Islam. Namun kita menyadari karena banyak sekali produk-produk tersebut berasal dari Barat. Dari kehadiran kemajuan ilmu dan teknologi itu cukup banyak membuat generasi muda berhasil untuk meniti jejak karir dan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. budaya. misalnya pemerkosaan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sisi negatif yang merupakan dampak dari kemajuan teknologi dan komunikasi. bangsa. perkembangan ilmu pengetahuan. tetapi juga sebagai pengendali arus globalisasi yang secara gencar mempengaruhi. seperti . dan media cetak. bahkan terkadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. Tantangan itu. Tantangan masa depan. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. karena globalisasi merupakan kenyataan dunia kekinian. Peradaban global memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan. Namun tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya.58 Dinamika Kehidupan Generasi Muda Globalisasi saat ini benar-benar menjadi tanpa batas. informasi. dan bukan pula hanya sebagai pendukung globalisasi. dan agamanya. dan sebagainya. tidak hanya timbul dalam kaitannya dengan pengembangan potensi dan aktualisasi diri sumberdaya manusia. lintas suku. khususnya bagi bangsa Indonesia berbagai aspek kehidupan. penggunaan obat-obat terlarang. teknologi. komunikasi dan juga seni telah memberikan warna baru terhadap pembentukan generasi muda. seperti dari media elektronika. Namun. globalisasi bukanlah momok dan tak perlu kita takuti. informatika.

Gejala-gejala semacam ini mulai timbul akibat dari perubahan arus informasi dan arus globalisasi budaya yang datangnya dari luar yang diserap oleh generasi muda melalui berbagai media massa. Kedudukan Akhlak dalam Kehidupan Generasi Muda . maju dan kasih sayang lahir dan batin yang dapat dinikmati bersama secara merata dalam kehidupan ini. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang dari semula telah mengarahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari perkembangan budaya kecerdasan. sehingga seringkali meresahkan lingkungan masyarakat sekitarnya. sehingga budaya-budaya yang menyesatkan mudah mempengaruhi jalan hidup mereka. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya nilai-nilai agama di kalangan kehidupan generasi muda. tertib. Sebaliknya generasi muda ini belum punya filter untuk menangkal kedua arus tersebut. tak perduli di kota mau pun di desa-desa. karenanya hampir seluruh remaja Indonesia banyak yang terpengaruh. Maka itu perlu dibatasi tontonan atau bacaan yang bernada kekejaman atau pun kekerasan. baik di kota maupun di desa banyak kita jumpai berbagai permasalahan yang dilakukan oleh generasi muda. sehingga mereka seringkali melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Didalam kehidupan sekarang ini. apalagi tontonan atau bacaan itu disebarkan diseluruh wilayah. tentram. Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia menjadi makhluk individual yang bertanggungjawab dan makhluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Generasi muda sekarang ini telah merosot moralnya.59 lebih banyak generasi muda yang tertarik dengan gaya serta cara yang kurang baik.

60 Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting.S. Dalam kaitan ini pula. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan ulama. Dia mempunyai Sifat-sifat yang terpuji (al-Asma’ Al-Husna (Q. Allah dan Alam yang memahami prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah. tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik. Pertama. baik secara individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. masyarakat dan negara tergantung bagaimana keadaan akhlaknya. maka prinsip asma’ al-husna semaksimal mungkin dapat ditanamkan dalam diri manusia. Di sisi lain. Untuk mencontoh akhlak Rasulullah tersebut. pasti baik dalam esensinya. tiada Tuhan selain Dia. mengingat akhlak Rasulullah adalah al-Quran “…Budi pekerti Nabi SAW. karena kebohongan esensinya buruk. bahkan Dia memiliki segala sifat yang terpuji. yang diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan . Sebab jatuh bangunnya. Tolak ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq). Al-Qur’an yang suci menegaskan bahwa (Dialah) Allah. Allah selalu memperagakan kebaikan. adalah al-Qur’an…”. Thaha (20): 8). kita melihat bahwa tidak pernah suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual. jaya hancurnya. Demikian pula sebaliknya. Penjelasan berikut meliputi pembahasan aplikasi akhlak pada manusia. sejahtera-rusaknya suatu bangsa. Perlu ditambahkan. Rasulullah Saw juga memerintahkan umatnya agar berusaha sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk meneladani Allah Swt dalam semua sifat-sifatnyaNya. maka al-Qur’anlah yang menjadi tuntunan kita. Allah adalah pencipta alam beserta isinya termasuk manusia. tetapi suatu bangsa jatuh karena krisis akhlak. Dalam konteks ini.

Sementara dengan menyakini asmaasam Allah dengan akal. Kedua. maka manusia yang menggunakan akalnya selalu berusaha sesuai dengan kemampuan guna memperoleh ridha Allah dan selalu berserah diri kepadaNya karena segala sesuatu merupakan kehendak Allah. akhlak dengan sesama manusia. Prinsip eskatologi ini merupakan akhlak yang tinggi terhadap sesamanya.61 berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya.S. prinsip ma’rifatullah dengan cara menyucikan diri dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah menggambarkan bahwa dalam diri . maka menuju kekekalan hidup adalah prinsip akan adanya hari kiamat. karena itu manusia harus berbuat baik dan mempunyai akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. dan lainnya baik yang berhubungan dengan sikap. Akhlak itu antara lain adalah akhlak terhadap teman sebaya. Allah berfirman dalam surat At-Tiin ayat 4. Prinsip ma’rifatullah harus ditanamkan untuk menghindari pengingkara terhadap Sang Pencipta. dan bertaqwa serta tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang dijadikan landasan prinsip ma’rifatullah dengan asma’ al-husna. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q. perdebatan dan pola hidupnya harus mencerminkan dan berlandaskan prinsip tauhid ma’rifatullah. sebagai makhluk sosial. Ketiga. At-Tiin: 4). Dengan demikian manusia harus wajib atau wajib beriman. cara berbicara. menyadari sepenuhnya asma’ al-husna dan prinsip eskatologis. terhadap orang tua. Manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada-Nya serta ikhlas menerima segala keputusan. dengan selalu berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya. manusia tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkaan bantuan orang lain. akhlak terhadap tetangga dan akhlak terhadap guru. Menyakini kehidupan sosial merupakan bagian dari yang fana. akhlak terhadap diri sendiri.

akhlak terhadap alam. maupun benda-benda tak bernyawa. maka itu semua adalah atas izin Allah…(QS. Karena pada dasarnya tujuan atau sasaran dalam pembentukan kepribadian adalah terciptanya akhlak yang mulia. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. khususnya pendidikan baik pendidikan keluarga dan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. karena semua itu demi kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. dijaga dan dipelihara. keyakinan selain akhlak di atas juga akhlak terhadap alam atau lingkungan. memakan makanan yang diharamkan. baik binatang. terlibat narkoba dan perbuatan tercela lainnya. Sesuai dengan sabda Nabi bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya (Jalaluddin dan Usman. yaitu dengan berjalan bersuci atau dengan bertaubat. prinsip akhlak terhadap diri sendiri sangatlah penting sekali bagi manusia. Oleh karena itulah. Keempat. hidup sederhana dan memperbanyak amal saleh. yaitu dengan jalan menghindari hal-hal yang dapat merusak jasmani dan rohani.62 pribadi manusia memiliki hak untuk diperlukan dengan baik. 1994). Dalam proses menumbuh kembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. Salah satu contoh akhlak terhadap diri pribadi adalah dengan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agama seperti minuman alkohol. tumbuh-tumbuhan. harus dibersihkan dari segala kotoran baik itu jasmani dan ruhani. berdiri di atas pokoknya. untuk mencapai kepribadian yang sempurna dan utuh hanya mungkin dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan. Lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. sebagaimana dalam al-Quran: Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. .

maka perlu dikaji terlebih dahulu mengenai tokoh yang diteliti. tetapi itu pun harus seizin Allah SWT. Bab 3 BIOGRAFI SINGKAT BEDIUZZAMAN SAID NURSI Sebelum mengkaji mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. tetapi lebih dari itu. kajian berikut berfokus pada penjelasan tentang . bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. jangankan terhadap manusia dan binatang. Quraish Syihab menafsirkan ayat tersebut.63 Al-Hasyr [59]: 5). Prinsip-prinsip pendidikan akhlak ini perlu dipahami dan diaplikasikan secara komprehensif (luas) dan tidak sebatas berakhlak terhadap Khaliq dan manusia saja. baik secara teoritis berdasarkan al-Qur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. Maka dari itu. M. 259-270). Dari penjelasan tersebut di atas jelaslah bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi merupakan salah satu materi sekaligus tujuan pendidikan Islam yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. sedapat mungkin kita mampu berakhlak dengan alam semesta ini. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar (Quraish 1998. kecuali kalau terpaksa.

Melalui keyakinan kepada tuhan menurut teori ini manusia dalam dunia absurd dan tidak memahami makna hidup (Lihat Sukanto MM. penyifatan dan aksiologi. tipe emosional. Keempat. Yogyakarta. Editor). 2 Penjelasan mengenai keempat asas tersebut sebagai berikut : Pertama. Kedua. teori penyifatan disusun dengan cara berusaha memahami dan menggambarkan manusia apa adanya. Masa Kecil dan Pendidikannya Menurut Sukanto teori kepribadian manusia disusun setidaknya dalam empat teori yakni berdasarkan pemikiran spekulatif. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . (Sukanto 1996. Maka manusia digolongkan dalam tipe-tipe tertentu misalnya. tipologis. 1996. teori pemikiran spekulatif disusun ahli filsafat berdasarkan data empirik dan eksperimen yang melahirkan manusia yang beragam sesuai dengan alur spekulatif pemikirannya dalam memahami penciptaan manusia.64 biografi singkat Said Nursi. 38-39). Penerbit SIPRESS. 37-38). Misalnya orang gemuk itu peramah. tipe intelektual dan sebagainya. Ketiga. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigma Psikologi Islami (Fuad NAsliori. hlm. 1 Berdasarkan keempat teori ini kajian tentang Said Nursi dalam pembahasan ini berangkat dari teori pemikiran spekulatif dan aksiologi. Arifin 2000. analisis sifat jasmaniah merupakan aspek pokok dan kepribadian. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. teori tipologis disusun para ahli dengan cara menemukan komponen dasar yang bisa dipahami orangnya. orang hitam itu setia dan sebagainya. perkembangan dan pendidikan seumur hidup (M. Arifin melalui empat asas yakni asas menyeluruh. Untuk mencapai pemahaman teori ini dapat ditinjau melalui pendapat M. hlm. hlm. teori aksiologi disusun untuk mengangkat kualitas kepribadian manusia dalam suatu sistem nilai dan norma berdasarkan konsep ketuhanan yakni melalui agama. 51-53). orang jangkung itu pemalu.2 Menurutnya berdasarkan Penjelasan keempat teori di atas sebagai berikut : Pertama. integrasi (kesatuan). asas menyeluruh yaitu asas yang menempatkan semua jenis manusia ciptaan Allah tersusun dari bagian-bagian bermakna dalam 1 . selanjutan kegiatan keagamaan.

65 keempat asas tersebut proses kepribadian manusia dapat terbentuk. Pembentukan kepribadian sebagai individu menurut Abdullah Nasih Ulwan merupakan tanggung jawab yang paling menonjol dalam Islam. (Nasih Ulwan 1995, h1m. xxxiii). Menurut Abdullah Nashih Ulwan manusia sebagai individu berhak memperoleh pengarahan, pengajaran dan pendidikan baik melalui bapak, ibu, pendidik, pengajar maupun pekerja sosial. Artinya, proses kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan sejarah hidup seseorang. Proses tersebut dilalui manusia melalui keluarga, sekolah dan lingkungan (Nasih Ulwan, 1995, hlm. xxxiii). Berdasarkan pendapat ini dapat dipahami bahwa pengetahuan mengenai tokoh yang diteliti ini, setidaknya perlu ditinjau dan ketiga aspek tersebut terutama untuk menjelaskan latar belakang keluarga dan pendidikannya.

Latar Belakang Keluarga Nama Said Nursi sebenarnya adalah Said, karena ia anak Mirza, maka nama sebenarnya dapat juga kita sebut sebagai Said bin Mirza. (Zaidin 2001, hlm. 7). Sedangkan nama Said Nursi, Bediuzzaman Said Nursi, Molla Said (Mulla Said), suatu keseluruhan. Kedua, asas integrasi (kesatuan) yaitu asas yang memandang bahwa segala yang diciptakan Allah dalam kehidupan alam, semua makhluk ciptaan-Nya senantiasa ada dalam suatu sistem integral antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan yang bersifat menggerakkan dan saling memperkokoh sebagai satu kesatuan hidup yang bermakna. Ketiga, asas perkembangan yaitu asas yang menetapkan pandangan bahwa Allah dalam menciptakan alam dan isinya melalui tahap demi tahap menuju ke arah kesempurnaan, baik alam makro (alam raya) maupun alam mikro (alam manusia). Keempat, asas pendidikan seumur hidup (long life education) yaitu asas yang berdasarkan pandangan Islam dari Nabi Muhammad Saw “Tuntutlah Ilmu sejak mulai di ayunan sampai liang lahat” (M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 51-53).

66 Said Masyhur dan Said Kurdi adalah gelar yang sempat tersemat selama masa kehidupannya yang pada dasarnya merujuk kepada tanah kelahiran, kejeniusan dan garis keturunannya.3 Said Nursi dilahirkan menjelang fajar musim semi pada tahun 1294 H / 1877 M4 di desa kecil Nurs. Desa Nurs terletak di daerah Khizan di propinsi Bitlis wilayah Turki Timur.5 Daerah tempat kelahirannya ini terdapat lereng dan lembah gunung Taurus, daerah danau Van (Vahide 2000, hlm. 3).

Said bin Mirza dikenal Said al Said Nursi atau Said Nursi adalah merujuk kepada tempat kelahirannya. Said Nursi diambil dari nama tempat kelahirannya yakni Nurs. Sedangkan untuk gelar Bediuzzaman Said Nursi atau cukup dengan gelar Bediuzzaman diberikan ketika beliau berguru dengan Syeikh Fethullah, hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat, diskusi, dan pengajaran bagi masyarakat bawah di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu, Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman) atau (keindahan zaman). Kemudian gelar Molla Said atau Mulla Said diberikan pada saat beliau belajar di Madrasah Bayazid dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Al Jalah, beliau mempelajari ilmu Al Quran dan Nahwu Sharaf. Belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said. Sedangkan Said Masyhur diberikan gelar ketika beliau dengan berbagai gelarnya sudah dikenal hampir ke seluruh wilayah Turki, gelar ini diberikan oleh ulama, karena beliau mampu menjawab dalam diskusi ilmiah para ulama yang silih berganti berupaya menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan. Terakhir adalah Said Kurdi berasal dari keturuan dan memang beliau adalah keturunan suku Kurdi. (Lihat Omer Faruk Paksu (Ed.), 7. Bediazzaman Senipozyumuna Dogru, Istanbul ilmi ve Kultur Vakfi, Istanbul, 2004, hlm. 5 dan Lihat Zaidin, Ibid, him. 7, hlm. 13-23).

3

Mengenai tahun kelahiran Said Nursi terdapat perbedaan pendapat di kalangan penulis, peneliti, penerjemah dan ilmuwan lain. Penulis yang dipercaya yakni Sukran Vahide menulis 1877 (1294), Mohammad Zaidin bin Mat menulis kelahirannya 1877 (1294) mengikuti Sukran Vahide, sedangkan Ihsan Kasim Salih menulisnya 1876 (1293). Namun berdasarkan sumber yang valid yakni berdasarkan hAsli penelitian Mohammad Zaidin tahun yang disepakati adalah 1294 berdasarkan kalender Rurni yang dipakai secara resmi ketika Turki Usmani. Menurutnya, tahun 1877 (1294) adalah tahun yang banyak dipergunakan oleh para penulis mengenai Said Nursi. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119). 5 Wilayah Timur Turki adalah bagian Turki yang paling mundur, kondisi ini disebabkan keadaan cuacanya yang terlalu sejuk dan bentuk muka buminya yang berbukit-bukit. Namun begitu, bagian ini terkenal dengan keindahan dan ketenangan alamnya. Penduduk di wilayah ini kebanyakan terdiri dari golongan peladang yang sangat menitikberatkan soal pendidikan agama. Bagian Timur Turki terkenal dengan pendidikan bercorak tradisional. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119) dan (Lihat juga Sarwat Saulat, Said Nursi, Internasional Islamic Publisher, Pakistan, 1980, hlm. 3).
4

67 Said Nursi dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari pasangan Mirza 6 dan Nuriye (Nuriyyah). 7 Berdasarkan sumber Sham al-Haq al-Azzim yang dikutip oleh Mohammad Zaidin bin Mat bahwa kedua orang tuanya dan nenek moyang Said Nursi berasal dari suku Kurdi dan dari daerah dari Isbartah (Isparta) (Zaidin 2001, hlm. 7-8) dan mereka memiliki silsilah keturunan Ahl alBayt yakni Nabi Muhammad Saw melalui cucunya Hasan dari Mirza dan Husen dari Nuriyah.8 (Urkhan 1995, hlm. 8). Said Nursi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, yaitu Durriyyah, 9 Khanim, 10 Abdullah, 11 Said (Said Nursi), Muhammad, 12 Abd al Majid 13 Mirza adalah seorang sufi yang sangat war’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja. Mirza berasal dari kawasan Sungai Tigris dan meninggal dunia dalam tahun 1920-an dan dikebumikan di Nurs (lihat Vahide 2000, hlm. 3). Mirza adalah keturunan Hasan Bin Ali Abi Thalib. (Lihat Ali Urkhan Muhammad Ali, Said Nursi al qadr fi hayat ummah, Sharikat al-Nasl li al-Tiba'ah, Istanbul, 1995, hlm. 8)
6

Nuriyyah juga berasal dari keturunan Husain (Lihat Urkhan Muhmmad Ali, Said al-Said Nursi Raj'al al-qadr fi hayal ummah. Sharikat al-Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1995, hlm. 8). Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Lihat Ihsan Kasim 2003, hlm. 8). Nurriyah berasal dari Semenanjung Balkan dan meninggal dunia pada semasa tercetusnya Perang Dunia I, kemudian dikebumikan di Nurs (Lihat Said Nursi, hlm.3).

7

Dijelaskan oleh Urkhan Muhammad Ali bahwa Mirza adalah keturunan Hasan bin Ali dan Nuriyyah keturunan dari Husain bin Ali (Urkhan 1995, hlm. 8) dan (Lihat pula Mohammad Zaidin 2001, hlm. 119). Namun pada dasarnya mengenai silsilah ini tidak didapatkan penjelasan mendetail mengenai silsdah ini, namun menurut keterangan Ihsan Kasim Salih bahwa Said Nursi tidak mau seluruh biografinya diungkapkan walau memang pada dasarnva ia berasal dari Ahl al Bayt (Wawancara penulis dengan Ihsan
8

Kasim Salih di Istanbul Foundationfor Science and Culture, 19 Agustus 2005). 9 Durriyah ialah ibu kepada Ubayd. Beliau meninggal mati lemas dalam sungai Nurs sebelum terjadi Perang Dunia I (Lihat Said Nursi, Ihsan Qasim (Penerjemah), Sirah Zatiyyah, hlm. 36) 10 Khanim adalah seorang wanita alim. Beliau hijrah ke Syam bersama-sama suaminya pada tahun 1919. Di Syam ia menjadi guru selama lima belas tahun. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak 7 (tujuh) kali, Beliau meninggal dunia sewaktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1944. (Lihat Al Said Nursi, Al Shu’aat Terjh. Ihsan Kasim al-Salihi, Sharikat al Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1993, hlm. 322, Sarwat, hlm. 7). 11 Abdullah meninggal dunia pada tahun 1914. Beliau adalah ayah dari Abdul Rahman, murid dan anak angkat Said Nursi (Lihat Said Nursi, Sirah Zatiyyah, hlm. 34). 12 Meninggal dunia pada tahun 1951 (Said Nursi, Sirah Zatiyyah Ibid. hlm. 36). 13 Abdul Majid (1884-1967) adalah yang paling terkenal di antara adik beradik setelah Said Nursi. Beliau menjadi guru bahasa Arab di sekolah tentara di Diyarbakr. Setelah itu, dilantik menjadi mufti di Urgup

68 dan Marian 14 (Zaidin 2001, hlm. 8). Said Nursi lahir pada masa pemeritahan Sultan Abdul Hamid II, pada masa akhir dari pemerintahan Daulat Turki Usman. Pada masa ini musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya, selama tiga puluh tahun Sultan Abdul Hamid II berkuasa dan memerintah negara Turki dengan segala daya dan upaya yang dilakukannya untuk memelihara integritas kekuasaan negara yang sangat luas, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam tubuh negara (Ihsan Kasim 1996, hlm. 3-4). Said Nursi meninggal tahun 23 Maret 1960. Awalnya sekitar tanggal 18 Maret 1960, Said Nursi sakit yakni demam panas. Setelah beberapa kali tidak sadarkan diri, Said Nursi kemudian pingsan. Namun setelah sadar, beliau sudah kelihatan sehat. Setelah menunaikan shalat subuh, beliau memanggil muridmuridnya sambil menangis, Said Nursi berkata, “Selamat berpisah, aku akan pergi” (Sukran Vaheda 2000e, hlm. 25). Dalam kondisi sakit beliau yang tidak parah beliau wafat kira-kira pada pukul 03.00 pagi, 23 Maret 1960, bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1379 H.15 Ketika itu, berat bobot tubuhnya hanya 40 kilogram dan beliau hanya
untuk beberapa tahun. Beliau menghabiskan tahun-tahun akhirnya sebagai guru Undang-undang Islam di sekolah Imam Khatib Qunya (konya). Beliau adalah penerjemah karya-karya Said Nursi berjudul alMathanawi al-Arabi al Nuri dan Isharat al I’jaz dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Lihat Sarwat, Ibid. hlm.7). 14 Marjan adalah anak bungsu dalam keluarga Mirza. (Said Nursi, Sirah zatiyyah, Ibid, hlm. 36).

Murid Said Nursi yang ikut perjalanan ke Urfah menjelang meninggalnya Said Nursi adalah Husni Bayram, Bayram Yuksal dan Zubayr Gundulzalp yang membawanya ke Urfah dengan sebuah kereta. Mereka sempat menginap di hotel Ipek Palace dan didesak oleh pemerintah Urfah agar kembali ke Isparta. Untuk memeriksa kesehatan Said Nursi didatangkan seorang dokter yang memberi izin agar Said Nursi tidak boleh dibawa kemana-mana karena suhu badannya meningkat 40°C, sampai keesokan malamnya kira-kira jam 03.00 pagi Said Nursi tidak berucap sepatah kata pun kecuali kelihatan mulutnya yang bergerak-gerak seperti sedang berdo’a. (Said Nursi. Ibid. hlm.
15

karena memang tidak pernah dijelaskan. Riwayat Pendidikan 481dan Urkhan. Juli. Wajahnya pun kelihatan tersenyum. 2005). dan dua puluh lira uang. Toko-toko dan pasar di Urfah pada hari itu ditutup. Beribu-ribu orang dari berbagai pelosok Turki hadir untuk menziarahi dan mendirikan sholat jenazah untuknya. sampai saat ini belum diperoleh kejelasan tempat dikuburkan Said Nursi. Sampai saat ini jenazah itu tidak diketahui jelas berada di mana.16 Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Said Nursi dilahirkan dan hidup. Yang menakjubkan adalah jasad tersebut masih segar. Said Nursi memiliki garis keturunan seorang ulama terkemuka dari bangsa Kurdi. 24 Maret setelah sholat Asliar (Sukran Vaheda 2005. di suasana transisi khalifah di akhir kekhalifahan Turki Usmani. hlm. 342-343). sebab tidak ada tempat bagi masyarakat Turki untuk menziarahi kuburannya. h1m. Akan tetapi.69 meninggalkan seutas jam tangan. (wawancara Fatih Yazlik. sekitar 12 Juli 1960 kuburan itu dibongkar oleh pemerintah sekuler (golongan anti Islam) dan jenazah Said Nursi dipindahkan ke sebuah tempat rahasia di Isparta. 287) 16 Adik Said Nursi tanggal 12 Juli 1960 dipaksa untuk menandatangani surat pembongkaran kuburan Said Nursi di Urfah. Beliau dikebumikan di perkuburan Ulu Jami’ pada hari kamis. jubah. Berita kematian beliau disiarkan di dalam halaman harian (koran-majalah) di Istanbul dan Ankara. Said Nursi dikuburkan di Urfah dan kemudian jenazahnya tidak diketahui secara jelas tempat penguburannya. Kemudian. . Berdasarkan keterangan yang dipaparkan di atas Said Nursi memiliki jalur keturunan sampai ke Imam Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad Saw. padahal sudah hampir lima bulan mayat itu terkubur. tentara pemerintah anti Islam memasuki Urfah disaksikan Abdul Madjid kuburan Said Nursi dibongkar dan mayatnya dimasukkan ke keranda dan diterbangkan dengan pesawat terbang ke Isparta.

214). Pembentukan kepribadian ini tidak pernah terlepas dari peran keluarga.70 Pendidikan menjadi faktor penting dalam melihat sosok manusia.pembagian pelembagaan ini bermula peradaban Barat .di era sekarang dikategorikan sebagai kelembagaan pendidikan sosial . 19). sekolah dan masyarakat .di mana pelembagaan pendidikan seperti ini terdiri dari pendidikan informal. hlm. Arifin senada dengan pendapat Lift Anis Ma’shumah yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan. hlm. sains dan teknologi pada kepentingan dan kebutuhan manusia. Pendapat ini memiliki makna bahwa pendidikan adalah serangkaian proses yang membentuk seseorang secara spritual. bahasan berikut ini mencakup pendidikan informal. yakni pendidikan seumur hidup. emosional dan intelektual yang padu dalam diri. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dan keluarga antar bangsa (Faisal 1995. Berdasarkan pendapat ini maka. pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang melingkupi . Dalam hal ini asas perkembangan dan asas pendidikan seumur hidup yang dikemukan oleh M.di mana maksud dari pelembagaan adalah sebagai suatu upaya untuk memantapkan landasan nilai pada kegiatan pendidikan sebagai realisasi tujuan pendidikan maupun keterkaitan ilmu. sikap hidup dan keterampilan hidup (Ma’shumah 2001. formal dan nonformal . Pendidikan dalam konsep ini adalah pendidikan secara menyeluruh. yaitu pandangan hidup.

h1m. Karenanya. pendidikan agama baginya dan saudarasaudarinya begitu diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. hati dan praktek kehidupannya secara langsung.71 secara menyeluruh dalam satu kesatuan pengalaman hidup Said Nursi. Melalui proses pendidikan ini diharapkan dapat dipahami sosok Said Nursi terutama mengenai yang pandangan merupakan hidup. Pendidikan informal Said Nursi adalah pendidikan keluarganya. 57). 1) Pendidikan Informal : Pendidikan Keluarga Pertama dan Utama Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan (Jalaluddin 2002. mendidik. Sebagaimana yang dialami oleh Said Nursi. Sebagai pendidikan pertama dan utama secara kelembagaan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga orang tua memegang posisi sangat penting dalam menyampaikan materi atau informasi pendidikan untuk diterima oleh anak. Materi pendidikan agama menjadi basis semua kegiatan pendidikan yang ingin diselenggarakan dalam kehidupan keluarga. berkembang. menurut Zakiah Drajat keluarga sebagai wadah utama pendidikan (Zakiah 1994. merawat dan sebagainya. hlm. 41). Menurut Wahyu keluarga adalah “suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi. hingga tercipta dalam keluarga mereka suasana religius. Dan inti keluarga adalah ayah. hlm. melindungi. sebuah sikap hidup dan keterampilan hidup proses integrasi keilmuan dalam akal. Syahminan Zaini menyatakan bahwa keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan . 214). ibu dan anak” (Wahyu 1986.

Jamaluddin Miri (Penerj. 8-9). Dalam proses ini orang tua dan kakak Said Nursi berperan dalam pendidikan awal Said Nursi. seperti ilmu-ilmu agama. Karena fondasi iman. Penerbit Pustaka Amani. Proses pendidikan keluarga sebagai tanggungjawab terhadap anak sedikitnya mencakup 3 (tiga) pendidikan yakni iman. akhlak dan intelektual sudah dirasakannya selama bersama keluarganya. Mirza ayahnya adalah seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja (Lihat Vahide 2000e. rukun Islam dan dasar-dasar syariah. h1m. yakni siap mengarungi lautan kehidupan. Dalam waktu yang relatif singkat ketiga pendidikan tersebut diperolehan oleh Said Nursi yang menjadi dasar pribadi. sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. tanggung jawab pendidikan psikhis. 1995. 3). Pendidikan akhlak atau moral adalah pendidikan tentang prinsip moral dan keutamaan sikap serta watak (tabiat) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang mukallaf. sikap dan intelektualnya. hlm. 17 . tentang iman Menurut Abdullah Nasih Ulwan kebanyakan para pendidikan berpendapat bahwa tanggung jawab yang terpenting adalah tanggung jawab pendidikan iman. akhlak dan intelektual. 152). termasuk Said Nursi. Sosok Mirza sangat baik untuk diteladani oleh anak-anak mereka. Mirza mengajarkan kepada anak-anaknya tentang agama. tanggung jawab pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual. hlm. hlm.72 pendidiknya adalah kedua orang tua.17 Selama delapan tahun. kebudayaan dan sebagainya (Abdullah NAslii Ulwan. akhlak (moral) dan intelektual (rasio atau akal). Jakarta.) Pendidikan Anak dalam Islam. di mana orang tua adalah pendidik kodrati (Syahminan Zaini tt. Pendidikan rasio atau intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat. berikut permasalahan-permasalahan di seputar pengajaran agama. pendidikan iman. Pertama. 151-281). kebudayaan dan peradaban hingga pikiran anak menjadi matang. Said Nursi berada dalam didikan orang tuanya sebelum merantau menuntut ilmu (Zaidin 2001. Said Nursi beruntung memiliki keluarga yang peduli terhadap ni1ai iman. bermuatan ilmu. tanggung jawab pendidikan intelektual (rasio atau akal). tanggung jawab pendidikan akhlak (moral tanggung jawab pendidikan fisik. (Pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. Waktu delapan tahun merupakan waktu yang cukup penting bagi sejarah hidup Said Nursi.

memikirkan persoalan kehidupan. dan kemasyarakatan. (Zaidin 2001. Akhlak seperti ini menjadi teladan dalam perilaku Said Nursi. Pendidikan agama melalui keteladanan atau uswah benar-benar ditekankan oleh orang tua Said Nursi. hlm. terutamanya dalam menyuburkan sifat analisis. 8). hlm. 8). (Zaidin 2001. hlm. Pendidikan intelektual didapatkan oleh Said Nursi dalam keluarga dengan cara belajar kepada kakaknya Abdullah – saudara ke-3 dalam keluarga Said Nursi dan memiliki ilmu pengetahuan yang banyak – yang setiap waktu libur.73 dan tauhid. Ini sudah tentu sangat besar manfaatnya. kematian. Ketiga. 8). Kedua. Misalnya. Kejeniusan Said Nursi kecil ini semakin nyata ketika ia mampu menghafal al Quran dalam usia 12 tahun. hlm. . majelis perbincangan antara ulama sekampungnya sering diadakan di rumah ayahnya. Masalah keimanan dan tauhid menjadi persoalan inti yang diajarkan oleh orang tua Said Nursi kepadanya. Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Ihsan Kasim 2003. kritis serta minatnya kepada dialog dan perdebatan (Zaidin 2001. suci dan halal. Betapa akhlak untuk memberi makan anak dalam keadaan baik. hlm. 8). Kedua orang tuanya sangat menekankan kepada pendidikan agama dengan mengedepankan sifat-sifat baik mereka sebagai panutan atau uswah. terlebih lagi akhir pekan Said Nursi selalu menerima pelajaran dari kakaknya itu. 8). Lebih-lebih lagi. pendidikan intelektual. pendidikan akhlak. yakni suka bertanya dan mencoba mencari jawabannya sendiri. Pada masa kecilnya Said Nursi telah menunjukkan perwatakan yang menarik. Said Nursi juga sering menghadiri majelis perbincangan antar ulama di kampungnya (Zaidin 2001. juga belajar ilmu al-Quran.

15). Ibid. pendidikan formal juga berperan sangat penting dalam terbentuknya kepribadian dan akhlaknya. akhlak dan intelektualnya sudah menjadi akar yang kokoh dalam sikap hidupnya. karena tidak ada satu pun institusi pendidikan Islam yang lengkap menyelenggarakan pengajaran tersebut Said Nursi selalu berpindah-pindah untuk menyempurkan pemahamannya (Lihat Zaidin. Said Nursi menyadari perlu menjadi orang yang berpengetahuan. Kegiatan belajar Said Nursi di desa Thag ini hanya berlangsung sebentar saja. Namun. 2) Pendidikan Formal : Pendidikan Madrasah Belajar Ilmu Agama dan Ilmu Umum Penjelasan di atas mengemukakan bahwa latar belakang keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama sangat mempengaruhi Said Nursi. hlm. . karenanya ia mulai berusaha keras mempelajari berbagai macam i1mu-i1mu keislaman tradisional dan i1mu-ilmu umum yang juga berkaitan dengan sains modern18 di luar pendidikan keluarga melalui lembaga yang dapat dikatakan sebagai pendidikan formal atau pendidikan sekolah. Terutama iman. Desa Thag (Ta) berada bersebelahan dengan desa kelahiran Said Nursi. Pendidikan yang pertama kali diterima oleh Said Nursi adalah belajar di kuttab (madrasah) pimpinan Muhammad Amin Afandi di desa Thag (Ta) pada tahun 1882. Adapun pendidikan formal yang pernah dialami Said Nursi mencakup : 1) Madrasah Muhammad Amin Afandi Tagh (Ta) Said Nursi mulai merantau ketika berumur 9 (sembilan) tahun. karena aktivitas belajarnya pindah 18 Dalam konteks zamannya ilmu tradisional ia belajar dibeberapa tempat.74 Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pendidikan informal yang diperoleh Said Nursi dari masa kecil sampai menuju kematangan berpikir dan bersikap sangat dipengaruhi oleh keluarga.

kemudian memutuskan untak sekolah ke Birmis. mantiq (logika). hadits. (Zaidin 2001. Di Bitlis Said Nursi pernah tinggal serumah bersama Walikota Bitlis dan beliau berkesempatan untuk menela’ah sejumlah besar buku ilmiah dan menghapal sebagian dari padanya. Kemudian lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihapal (Ihsan Kasim 2003. Said Nursi meminta izin orang tuanya untuk belajar dan pergi ke Arwas di Bitlis dan berguru dengan Syekh Muhammad Amin Afandin (Rajah 1995. 2) Madrasah Muhammad Nur di Birmis Pada tahun 1883 Said Nursi pergi ke Bitlis dan mendaftarkan diri di sekolah Syaikh Muhammad Nur. 33). tafsir. hlm. h1m. nahwu. 10-13). dan fiqh. sebab syaikh tersebut menolak untuk mengajarnya dengan alasan faktor usia yang belum memadai. Tetapi ia belajar di sekolah tersebut hanya sebentar. 10). Begitu juga beliau pun berkesempatan menelaah sejumlah besar kitab tentang ilmu kalam. hlm. 3) Madrasah Muhammad Amin Afandi di Arwas Bitlis Pada tahun 1891 (1308).75 dan dilanjutkan di madrasah desa Birmis (Ihsan Kasim 2003. 910). 4) Madrasah Mir Hasan Wali di Muks (Mukus) Said Nursi merasa tidak puas dengan ilmu yang diperoleh dari tiga orang gurunya tersebut. Bersamaan dengan itu Said Nursi belajar dengan kakaknya dan ulama terkenal di desanya. Proses ini hanya . hlm. Said Nursi melanjutkan belajar di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks.

76 berjalan satu bulan setelah itu kemudian ia bersama temannya berangkat menuju salah satu sekolah di Bayazid. Di Madrasah Beyazid di bawah bimbingan Syaikh Muhammad alJalali. 11). (Ihsan Kasim 2003. 11). Selama itu. Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said (Zaidin 2001. geologi. fisika. 8-15). 5) Madrasah Muhammad Jalali di Beyazid Pada tahun 1889. hlm. 10-11). suatu daerah yang termasuk dalam wilayah Agra. beliau berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama. Beliau belajar dengan segala kesungguhan dan secara intensif untuk jangka waktu tiga bulan lamanya. kimia. sejarah. Pelajaran yang diambilnya seputar ilmu al-Quran dan Nahwu Sharaf Sebagai apresiasi dari kerja keras belajarnya. hlm. karena sebelum ia hanya belajar Nahwu dan Sharaf saja. hlm. Said Nursi belajar dengan segala kesungguhan dan keuletannya secara intensif dalam jangka waktu yang singkat selama tiga bulan beliau dapat membaca seluruh buku yang umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama serta ia mendapatkan ijazah dari Syaikh Muhammad Jalalin (Zaidin 2001. satu daerah di Turki Timur. dan lain-lain (Ihsan Kasim 2003. Dalam waktu relatif singkat sekali beliau mampu menguasai matematika. ia bersama seorang temannya berangkat menuju madrasah di Beyazid. . filsafat. ilmu falak. geografi. hlm. Di sinilah Said Nursi mempelajari ilmu-ilmu agama dasar.

diskusi.77 6) Madrasah Fathullah Afandi di Si’ird Di bawah bimbingan Syaikh Fathullah Afandi secara intensif Said Nursi mempelajari kitab Jam'ul Jawami (kitab tentang ushul fiqhi) karya Ibn as-Subki. jam’aljawami. syeikh. Said Nursi juga pernah menulis beberapa buku dalam bidang yang berkaitan. Dalam waktu yang cukup singkat ia menghapalnya. Kelemahan beliau dalam bidang tersebut telah mendorongnya membaca dan mempelajari buku-buku sains modern yang terdapat dalam perpustakaan Talur BAslia. atau guru yang handal. jami’ihi fii jum’atin” (Sungguh seluruh kitab jam’ul Jawami’ telah mampu dihapal hanya dalam satu minggu) (Ihsan Kasim 2003. Said Nursi telah bertemu dan berdialog dengan beberapa orang guru dalam bidang ilmu-ilmu modern. seperti Syeikh Fethullah. Ketika berada di sini. Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman). sehingga Syaikh Fathullah Afandi menulis catatan pada sampul kitab tersebut dengan kata-kata : “Laqad Jama'a fii hifzihihi’. matematika. untuk menguras habis keilmuan mereka. ilmu hayat dan ilmu bumi. 12). Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu. hlm. filsafat modern. hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat. Akhirnya dengan inisiatifnya sendiri dan dalam masa yang singkat beliau telah berhasil menguasai ilmu-ilmu modern seperti sejarah. Selanjutnya. fisika. Said Nursi menjelajahi secara terus menerus kemungkinan masih tersisa ulama. misalnya . astronomi. kimia. geografi. dan pengajaran bagi masyarakat bawah.

kehidupan bersama-sama. . buku tersebut telah musnah dalam satu kebakaran besar yang terjadi di Van (Zaidin 2001. Malangnya. Misalnya dalam perjalanan Said Nursi dari kota Bitlis menuju kota Syirwan dan belajar dengan kakaknya Abdullah. Pendidikan non formal yang dialami oleh Said Nursi dapat dilihat melalui beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kegiatan pendidikan non formal mencakup: 1) Bersama Kakaknya Abdullah dan Fathullah Afandi Pengalaman Said Nursi bersama kakaknya. orang-orang terdekat dan ulama terkenal. Perolehan jenis pendidikan ini berlangsung alami. Dari penjelasan di atas.) – pada tahun yang lalu. Kegiatan perjalanan.) – pada tahun in i?. hlm.78 berkenaan algebra. 17). Berwawasan luas dan berakhlak mulia. Ulama ini melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya : Ada berita engkau telah selesai membaca as-Suyuthi – kitab syarah alfiyah karya Ibnu Malik (pen. Banyak yang dilakukan oleh Said Nursi yang dapat dikategorikan sebagai proses pendidikan non formal. Orang yang cerdas secara intelektual juga spritual. 3) Pendidikan Non Formal : Lingkungan dan Perolehan Ilham (Ilmu Laduni) Pendidikan non formal ini adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. tapi apakah engkau juga telah selesai mempelajari kitab al-Jami’ – kitab nahwu popular (pen. atau pendidikan keluarga dan sekolah. kemudian ia melanjutkan penjalanan ke Si’rad untuk belajar pada seorang ulama terkenal yakni Fathullah Afandi. hanyalah sebagai contoh mengenai pendidikan di luar pendidikan resminya. diskusi dan debat ilmiah. karena dilakukan di masyarakat dan di luar pendidikan informal dan formal. dapat dikatakan bahwa pendidikan formal yang diperoleh Said Nursi mengokohkan sebagai orang yang rasional dan bermoral.

hlm. 451) memberikan pengertian motivasi adalah kekuatan yang menggerakkan perilaku. 3) Motivasi Melalui Mimpi dan Ilham Bartol dan Martin (1991. memberi arah pada . 10-13). 2) Pengalaman Berdiskusi. sehingga ia berkata lagi : Sungguh perpaduan antara otak jenius yang luar biasa dengan daya hapal yang luar biasa seperti engkau miliki merupakan kejadian yang sangat jarang (Ihsan Kasim 2003. Dalam perdebatan ilmiah.79 Kemudian di jawab : Ya. Ternyata hanya satu kali saja membaca. Apakah engkau bersedia membaca beberapa baris dari kitab ini dua kali lalu menghapalnya ?. hlm. beliau mampu menghapalnya. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa efek dari ketekunan Said Nursi dalam lingkungan masyarakat beliau diilhami keilmuan yang dalam dan luas. 45). Namun demikian. biarkan kami untuk mengetahui daya hapalanmu. formal maupun non formal yang dijalani Said Nursi dalam satu kesatuan diri. Tentu saja apa yang terjadi membuat Syaikh Fathullah Afandi semakin kagum. Kemudian ia memberikan kitab Maqaamat al-Hariri. Said Nursi pun meraihnya lalu membaca tulisan yang termaktub dalam halaman pertama dan hanya dibaca satu kali saja. popularitas beliau segera tersebar dan diberi gelar Bediuzzaman (keindahan Zaman) (Said Nursi Tarihi Hajat 1999e. Semuanya merupakan implikasi dari perjalanan secara menyatu dalam diri Said Nursi baik dalam pendidikan informal. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan beberapa permasalahan dan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab semua dengan tepat oleh Said Nursi. saya telah membacanya secara keseluruhan. hlm. Berdebat bersama Tokoh Intelektual dan Ulama Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. Peristiwa ini telah membuat Syaikh Fathullah Afandi geleng kepala dan sangat kagum dan akhirnya ia berkata : Baik…sungguh engkau ini seorang yang dikaruniai kejeniusan yang luar biasa. Said Nursi dengan penguasaannya dalam bidang agama dan sains modern menjadi perhatian banyak orang.

Ketika itu. perasaan ingin melihat Rasulullah Saw begitu menggebu-gebu. Dengan demikian bergegaslah Said Nursi menuju ke sana dan di sana ia menunggu Rasulullah Saw. Kemudian Rasulullah Saw yang dinanti-nanti pun lewat padanya. atas kehendak . Ketika itu dirinya adalah seorang Said Nursi yang masih kecil yang sedang berada dihadapan beliau sambil menciumi kedua tangannya.80 perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut. hlm. Setelah itu. Karena Rasulullah Saw pun pAsli akan melintasi jembatan tersebut. terlintaslah dalam benak pikirannya untuk pergi ke Shiratal Mustaqim (jembatan menuju Surga). di manakah dirinya dapat menjumpai beliau dalam keadaan berdesakdesakan seperti ini?. lalu tangan mereka dijabat dan dicium. tapi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. Dalam mimpi tersebut beliau melihat seolaholah kiamat telah terjadi dengan segala kejadian yang sangat mengerikan dan seluruh manusia dihimpun. para Nabi melewatinya. selama dalam penantian ini. Said Nursi memiliki gerakan perilaku melalui mimpi bahwa dirinya melihat Rasulullah Saw. Melintasinya. Pada waktu dirinya sedang berpikir demikian dalam keadaan sedang berada di tengah kerumunan orang banyak. 15-16). Pada fase berikutnya. Peristiwa tersebut selalu diingat sampai akhir hayatnya. (Ihsan Kasim 2003. ia memohon dan beliau agar diberi ilmu lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya : “Engkau akan diberi ilmu al-Qur’an dengan syarat engkau tidak boleh meminta-minta kepada siapapun dari kalangan umatku”.

Dari pembahasan di atas diketahui bahwa riwayat pendidikan Said Nursi baik informal. terutama dalam menyuburkan sifat analisis. Cahaya hati dan keyakinannya yang mendalam kepada Allah menyebabkan ia mampu menembus alam ghaib. sehingga ia dapat berdiskusi dan berdialog langsung dengan Nabi Muhammad (Said Nursi Mektubat 2003b. tetapi tidak boleh disamakan dengan sifat kemanusiaan yang utuh. formal maupun pendidikan non formal telah mempengaruhi pemikiran. Perolehan ilmu laduni adalah implikasi proses pendidikan yang didapatkan oleh Said Nursi langsung melalui Allah melalui ilham illahi. yang merupakan suatu mata batin yang tajam. hadits. Artinya. 102103). intuisi adalah semacam perasaan yang bergerak di dalam batin manusia. Sistematika proses pendidikan Said Nursi yang integratif menggambarkan kompetensi Said Nursi .81 Allah Swt menjadikan beliau begitu cepat menguasai berbagai ilmu keagamaan. hlm. perilaku. 4) Kecerdasan Hati atau Intuisi Memperoleh Ilmu Laduni Salyidain menyatakan bahwa intuisi menurut Iqbal adalah isyq atau cinta atau kadang-kadang disebut “pengamatan kalbu” yang memungkinkan kita secara langsung menangkap dan mengamat serta bertautan dengan kenyataan secara keseluruhan (Salyidain tt. hlm. dan ilmu lainnya. fiqh. termasuk ilmu al-Quran. sikap dan ruhnya dalam segenap kehidupannya.275). Pendidikan ini secara intensif diperolehnya ketika ia menulis Risale-i Nur. kritis serta senang kepada dialog dan perdebatan.

Selama berada di ibu kota Istanbul beliau telah menggantungkan sebuah papan di depan pintu kamarnya yang bertuliskan: “Gratis”!!! Di sini akan terjawab setiap pertanyaan dan setiap problema pasti akan terpecahkan”. hlm. Di sana beliau tinggal di khan asy-Syakrizi yang terletak di wilayah Fatih. ulama dan guru bagi seluruh masyarakat Turki. 1. Mengajar Umat Gratis Pada tahun 1907 M. 15-16) . juga seorang guru bahasa kenamaan yang bernama Jalal dan lain-lain. Ini merupakan pernyataan asing dan menarik perhatian yang membuat popularitas Said Nursi semakin luas yang sebelumnya juga sudah terkenal di ibu kota Istanbul dan membuat orang-orang ingin melihatnya secara langsung (Salih 2003. seperti penyair kenamaan yang bernama Muhammad ‘Akif dan kepala intelejen yang bernama Fatih. bahwa hotel ini merupakan tempat tinggal sejumlah para pemikir dan pujangga.82 sebagai i1muwan dan ulama dalam kajian keagamaan dan terdapat praktik antara penguasaan ilmu dan perilaku akhlak mulia. Kegiatan Keagamaan Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan oleh Said Nursi untuk menyebarkan dakwah Islam di Turki. Proses pendidikan dan kompetensi ini memperkuat bahwa Said Nursi adalah filosof-sufi. sampailah Badiuzzaman di ibu kota Istanbul. sudah mulai nampak sejak kecil. Tanda-tanda Said Nursi sebagai tokoh. Tercatat. Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan kegiatan keagamaan Said Nursi.

Usulan ini disampaikan. 17-18). ini artinya bahwa di seluruh muka planet bumi ini tidak seorang pun ada yang berakal sehat” (Salih 2003. dan para intel dai kalangan istana Yaldaz. Langkah ini ditempuh. 19-20). karena ia tetap pada prinsip pemikiran dan kepribadiannya. Kejadian I telah mendorongnya mebuat keterangan : “Jika memang terdapat sedikit saja kegilaan pada Said Nursi. mereka tidak berhasil mengajaknya untuk menjadi pengikut mereka. . dengan pertimbangan karena dirinya juga sebagai seorang yang menyarakan dan menyerukan kebebasan dan prinsip musyawarah secara Islami. karena penduduknya sangat didominasi oleh kebodohan dan kemiskinan. Tetapi usulan ini hanya membuat orang-orang dekat Sultan yang hakikatnya tidak mencerminkan pemikiran Sultan membawa beliau ke beberapa dokter untuk diperiksa dan diteliti daya nalar otaknya. Kasus ini terjadi. hlm. Ketika salah seorang dokter hadir untuk memeriksa daya nalar otak Said Nursi. Kemudian para dokter berketetapan untuk menempatkannya di RS Jiwa Topbasyi. sistem keamanan.83 Di ibu kota Istanbul Said Nursi menyampaiikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar didirikan sebuah madrasah bernama Madrasah Az-Zahrah yang ilmu agama dan ilmu sains diajarkan secara bersama di Turki Timur. Kemudian saat dirasakan bahwa sebagian di antara mereka ada yang goyah pendiriannya dan bersikap memusuhi agama (Islam). kepada dokter ini beliau menyampaikan apa yang terlintas dalam benak sang dokter. Namun demikian. juga sangat dicekam oleh kediktatoran. Kemudian Said Nursi berangkat menuju Salonika dan di sana beliau berkenalan dengan para tokoh al-Ittihad Wa at-Taaraqqi (Perpaduan dan Kemajuan). hlm. Di sana ia mendapat sambutan hangat dari para pemimpin al-Ittihad Wa at-Taraqi. ia pun berkata: “Kalian ternyata memusuhi agama dan berpaling dari syari’at” (Salih 2003.

seorang pembimbing rohani. dan saat ragu jalan mana yang harus ikuti. ketika Ia berada di lembaga Darul Hikmah al-Islamiyah. mencari dokter (rohani) yang akan menyembuhkan hatimu. Sa’duddin Pasya. ia pernah mengalami transformasi spiritual sebagai berikut: Sadar diriku berada di dalam ‘rawa’ aku mencari bantuan. dan lain-lain. Tetapi ia hanya mengambil sekedar untuk memenuhi hajat hidup pokok saja. mencari jalan keluar dan panduan. Tercatat bahwa para anggota Darul Hikmah ini hanya merupakan ulama terkemuka saja. Ketika itu para anggotanya terdiri dari: Muhammad ‘Akif (penyair kondang). Pada periode ini pemerintah telah menganggarkan gaji untuknya. sementara sayalah yang secara rohani sakit lebih parah daripada yang lain. yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit rohani umat Islam.84 2. 3. aku memang anggota Darul Hikam (lembaga para ilmuwan tersebut).Transformasi Spritual Perubahan dalam diri Said Nursi adalah ketika dia merasa perubahan dalam dirinya. Sedangkan sisanya dibelanjakan untuk biaya mencetak sebagian dari karya ilmiahnya yang dihimpun dalam Rasal an-Nur yang kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin (Salih 2003. Aku melihat ada berbagai jalan. 34-36). Menjadi Anggota Darul Hikmah al-Islamiyah Di ibu kota Istanbul Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyah tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya (13 Agustus 1918 M). Mustafa Shabri (syaikul Islam). Muncul kalimat berikut di hadapanku: Kamu berada di Darul Hikam (Rumah Kebijaksanaan). aku membaca kitab Maktubat . Aku dianggap sebagai ‘dokter’. tulisan Syaih Abdul Qadir Jailani. Anehnya. Setelah itu. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). hlm. aku mencari penjelasan pada kitab Futuh al-Gaib. dan aku harus mengobati diriku sendiri sebagai pasien. Hamdi Almalali (mufassir terkenal).

Transformasi spiritual inilah yang menjadi penyebab perubahan Said Qadim ke Said Jadid. Saat aku dalam kebingungan. Karena setiap jalan memiliki daya tarik sendiri-sendiri. dan mempelajarinya dengan niat yang suci. Buku tersebut juga berisi ajakan kaum muslimin tetap optimis dan memerangi sikap pesimis yang selama ini tampaknya menguasai masyarakat. hlm. ‘Menyatukan arah yang akan engkau tuju.85 (Surat-surat) karya Imam Rabbani. Badiuzzaman berhasil menyelesaikan buku karangannya yang berjudul al-Khuthuwat as-Sitta (Enam Langkah ) yang diterbitkan secra sembunyi-sembunyi dengan bantuan para murid dan teman-temannya… Buku ini berisi serangan Badiuzzaman kepada Inggris yang disampaikan dengan nada keras dan berupa klarifikasi tentang berbagai syubhat yang santer menjadi buah bibir masyarakat luas dengan disertai sejumlah dalil argumetatif. serta berisi seruan agar mereka berbakal tekad kuat. Kadang-kadang pikiranku tidak bisa memutuskan mana yang harus diikuti. Menentang Inggris Diantara serentetan rencana jahat yang dilakukan Inggris terhadap Islam melalaui gereja Anglikan adalah enam pertanyaan yang disampaikan kepada para ulama Islam agar dijawab dengan enam ratus kata. sebagai berikut : 1. nasihat beliau yang paling penting ini tidak sesuai dengan watak dan perangaiku. Kajian berikut akan menjelaskan fokus kepada kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh Said Nursi semasa hidupnya. Kemudian pertanyaan ini oleh para ulama disampaikan kepada Badiuzzaman dan dijawab: “Sesunguhnya jawaban enam pertanyaan ini tidak harus . tak lain adalah alQur’an yang penuh hikmah. sumber dari semua saluran tersebut. ‘matahari yang dikelilingi oleh semua ‘planet’ tersebut.’ yakni ‘ambil satu saja pemimpin atau satu jalan ke arah kebenaran. 487-488). Kegiatan Politik Secara bersamaan dalam kehidupanya Said Nursi jelas berkaitan erat dengan kegaitan politik. Pada masa-masa ini dan ketika Inggris berhasil menduduki Istanbul (16 Maret 1920). yang bisa menyatukan semua arah (Said Nursi 2003. Imam Rabbani juga dengan tandas memberikan nasihatnya dibanyak surat yang lain.’ Tetapi. maka sulit bagiku untuk menyenangi salah satu jalan dan mengikutinya. dengan Kasih Sayang Allah SWT aku menjadi tahu bahwa ujung semua jalan tersebut.

juga tidak harus dengan satu kata…. Memandang pengaruh Said Nursi serta ketokohannya. Syaikhul Islam Abdullah Afandi pun di bawah tekanan pemerintahan kolonial Inggris mengeluarkan fatwa menentang gerakan dan para pelaku aksi ini. ketika itu ia berjuang keras demi untuk menegakkan satu sistem kelembagaan yang berteraskan Syariat Islam. hlm. Walaupun Said Nursi menyokong usaha untuk mengembalikan kelembagaan dalam negara. Gerakan anti pendudukan asing di Anatolia mulai beraksi.” (Salih 2003. hlm.melainkan cukup dengan ludah yang disemburkan Inggris terkutuk. para pimpinan gerakan ini mencoba membujuk dan mempengaruhinya menyertai gerakan mereka. Ini jelas dari sikap Said Nursi yang berpegang kepada prinsip . 32). Said Nursi Masa Pergolakan Said Nursi di zaman pergolakan ini terjadi pada 1908-1912. tetapi Revolusi Turki Muda tidak disetujuinya. seorang yang Yahudi berkebangsaan Itali.86 denggan enam ratus kata dan tidak pula dengan enam kata…. Antara mereka yang datang menemuinya ialah Emanuel Carasso. Tetapi segera fatwa ini dibantah lagi dan dinyatakan batal oleh fatwa yang dikeluarkan oleh tujuh puluh enam ulama bersama tiga puluh enam ilmuwan dan sebelas anggota DPR (anggota parlemen). Tetapi apa yang berlaku adalah sebaliknya. 39-40). satu pemberontakan telah meletus Revolusi Turki Muda (The Young Turk Revolution) yang didalangi oleh Pertubuhan Perpaduan dan Kemajuan telah berhasil memaksa Sultan mengaktifkan semua kelembagaan. Dalam tahun 1908. sehingga dia berkata: “Lelaki ajaib ini hampir-hampir menyebabkan aku memeluk Islam dengan kata-katanya” (Zaidin 2001. kepada muka orang-orang 2.

seperti dikutip Zaidin (2001. Suatu hari. Di antara ucapannya. akhlak buruk.” Pada 5 Oktober 1908 (9 Ramadan 1326 H). Sesungguhnya Undang-Undang Asas yang berfraksikan kepada Undang-Undang Islam (Syariat) adalah malaikat maut yang akan menyentap semua ruh isme-isme yang merusakkan. Keadaan ini berimbas juga pada kehidupan hampir dua puluh ribu masyarakat buruh dari bangsa Kurdi. Austria telah mengumumkan kemasukan Bosnia dan Hersegovina ke dalam negara tersebut. Antara lain kata-katanya ialah: . kerajaan telah menyatakan memboikot semua barang Austria dan gedung-gedung jualannya. jangan kamu hancurkan kebebasan ini dengan kematian kali kedua dengan tindakantindakan yang bodoh dan pengabaian dalam urusan agama. Aktifitas perniagaan dan perdagangan di Istanbul mulai terhambat (Zaidin 2001. Lebih-lebih lagi. Ini jelas dari pidato yang disampaikannya di Salanik selepas pengisytiharan kelembagaan tersebut. Pertumbuhan Perpaduan dan Kemajuan yang menjadi penggerak utama ke arah tercetusnya revolusi tersebut bergerak di atas teras perjuangan yang menyimpang dari ajaran Islam (Zaidin 2001. 34): “Berhati-hatilah saudara-saudaraku. Said Nursi yang mendengar berita tersebut terus bergegas ke sana dan memberikan nasihat kepada mereka. tipu daya syaetan dan penyelewengan yang hina. 37). kumpulan buruh yang berada di Khan Ashirah mulai bertindak liar. 33). hlm. Said Nursi terus menyampaikan idenya kepada masyarakat tanpa dapat dipengaruhi oleh mana-mana pihak. Akhirnya mereka melancarkan mogok dan tidak lagi mematuhi arahan ketua-ketua mereka. hlm. hal. Beliau melihat hanya dengan Perlembagaan Islam yang mampu mengembalikan kekuatan dan kemakmuran dakwah.87 kesederhanaan (menolak kekerasan) dalam menuntut sesuatu keadilan atau kebaikan. Sebagai tindak balasan.

Antara kesan daripada protes mereka terhadap kerajaan ialah berlakunya penutupan kedai . Sungguh luar biasa pengorbanan Said Nursi yang telah berani meredamkan amarah buruh bangsa Kurdi yang sudah menggunung. mereka semua menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan mendemo kerajaan kekeliruan yang harus dibenahi. Said Nursi dan Inggris (1918-1923). Parti al-Ittihad al-Muhammadi telah ditubuhkan di Istanbul.…mereka telah menyadarkan kita dari kealpaan dan mendorong kita dari ke arah ketamadunan. pengetahuan dan penyatuan. 3. tapi musuh kita kejahilan dan perselisihan.88 Musuh kita adalah kejahilan. Mereka menuntut supaya Syariat Islam ditegakkan semula dalam negara. 38). Ya. Said Nursi secara tegas mengatakan musuh kita bukan orang-orang Turki. Kita akan memerangi ketiga-tiga musuh ini dengan senjata kemajuan. fatrah ini menyaksikan bagaimana Said Nursi menggunakan segala ruang yang ada untuk menyedarkan umat Islam dan membangkitkan semangat mereka supaya berjihad menentang penjajah: Pada 5 April 1909. Pertumbuhan politik Islam ini secara umumnya adalah tindak balas masyarakat Islam yang merasa bimbang dengan perkembangan yang berlaku dalam negara di bawah pemerintahan Parti Perpaduan dan Kemajuan. keperluan dan perselisihan. hlm. Corak perjuangannya yang sederhana (tanpa senjata dan kekerasan) telah diubah kepada perjuangan bersenjata apabila berhadapan dengan musuhmusuh luar (bukan Islam). Orang Turki adalah saudara sendiri bukan musuh. Mereka adalah saudara kita. kita akan bersatu dengan mereka (orang Turki) dan mereka yang berjiran dengan kita kerana permusuhan dan perseteruan adalah kebinasaan. karena mereka sudah tidak percaya kerajaan yang sudah membaikot barang Austria. Oleh itu kita perlu bantu membantu dan berganding bahu dengan orang-orang Turki. Ikut Perang Dunia I (1918-1923) Bagian ini akan memaparkan keterlibatan Said Nursi dalam Perang Dunia I menentang tentara Rusia dan Armenia. Kita sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk bermusuhan (sesama sendiri)… (Said Nursi dalam Zaidin 2001. Akhirnya. karena perseturuan dan permusuhan justeru akan membinasakan kita sendiri. Ia diasaskan oleh Darwish Wihdati.

Said Nursi pun mendaki Bukit Shaykh Sanan dan untuk seketika Said Nursi memandang ke arah bumi yang berada di bawah jajahan Rusia. 32). Said Nursi mulai menyampaikan kuliah-kuliah agama kepada masyarakat. Bahkan Said Nursi sendiri telah berucap sewaktu pertubuhan ini diasaskan. sokongan ini sedikitpun tidak menyekat beliau dari menyatakan kebenaran. hlm. Said Nursi singgah di Tiflis (Tiflis) untuk melihat suasana bandaraya tersebut. 38). Surbasti. Karangan dalam bahasa Turki ini kemudiannya diterjemahkan kedalam bahasa . terutamanya dengan adab-adab Islam supaya (kekuatan) agama itu dapat menjadi pengawal dalam bidang penulisan. Meskipun Said Nursi menyokong Parti al-Ittihad al-Muhammadi. Antara kritikannya. Seorang pegawai polis Rusia datang menghampirinya. turut sama memberi sumbangan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat melalui akhbar Volkan yang merupakan lidah rasmi pertumbuhan tersebut. termasuklah Darwish Wihdati sendiri. al-Misbah dan lain-lain lagi (Zaidin 2001. “Sasterawan seharusnya beradab. Said Nursi yang menyertai pertumbuhan politik ini. Mizan. Mereka juga menuntut supaya kerajaan membuat sekatan ke atas Gerakan Kebebasan Wanita (Zaidin 2001. Setelah sampai ke Wan. Said Nursi juga menulis di dalam akhbar-akhbar lain seperti al-Aqbah.89 minuman keras dan pusat teater. Ini terbukti apabila sebagian kritikannya juga ditujukan kepada golongan pengarang. Dalam tahun 1910. Himpunan soalan serta jawaban yang diberikan dalam kuliah itu dimasukkan oleh Said Nursi dalam kitabnya alMunazarat. hal. Dalam perjalanan. maupun mengkritik manamana pihak yang dilihatnya tidak bertindak sewajarnya. Said Nursi meninggalkan Istanbul dan kembali ke Wan melalui Batum (Batum). Untuk itu. yang tidak memperlihatkan adab-adab penulisan yang Islamik. Di samping Volkan.

Pada tahun 1911. Said Nursi telah dilantik memimpin pasukan Sukarelawan dari selatan anadul (Anatolia). dalam bahasa Arab. Dalam perang dunia I. Said Nursi dan pasukannya berangkat ke sana. 49) dituliskan pula tentang penugasan Said Nursi untuk memimpin perang. Kerajaan telah membuat keputusan untuk menyebarkan Fatwa Jihad keseluruh dunia Islam. Badiuzzaman menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kakasia dan Turki Timur. Kemudian Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah – Lembaga ilmiah milik para ulama Turki Usmani – tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya. Ia pergi ke Damaskus untuk menyampaikan khutbah di Masjid Umayyah tentang kondisi umat Muslim dan cara mengatasi masalahmasalahnya. Kitab ini telah dicetak di Istanbul dalam tahun 1913 (Zaidin 2001. Kemudian selama terlibat dalam pertempuran tersebut ia pun berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga.90 Arab judul Rajtat al-awwam. Dengan menaiki kapal selam Jerman. Isyarat al-I’jaz Fi Mazhan al-Ijaz. . Setelah 2 tahun Said Nursi pulang ke Istanbul pada tahun 1918. dalam minggu-minggu pertama tercetusnya Perang Balkan. 25-29). hlm. Dalam tesis Zaidin (2001. hlm. 44-46). hlm. Ketika terjadi pemberontakan besar 31 Maret pada tahun 1909. Said Nursi kemudiannya di saat-saat hampir tercetusnya Perang Dunia I diberi kepercayaan untuk menganggotai al-Tashkilat al-Makhsusah. Dalam pertempuran ini Said Nursi bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi tentara Rusia. Misinya ini adalah untuk menghubungi Sayyid Muhammad Idris al-Sanusi yang ketika itu sedang berjuang menentang tentara Itali. ia telah coba mententeramkan keadaan. Ini terjasi pada 1912. Said Nursi pun tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan dibawa ke salah satu markas tawanan militer di Qustarma yang terletak di Timur Rusia (Salih 2003. Beliau telah ditugaskan melaksanakan misi tersebut ke Libya (Afrika Utara).

Dengan demikian. Tetapi langkah pertama yang Anda sampaikan kepada kami ternyata urusan shalat yang membuat di antara sesama anggota majelis di sini terpecah. Sesungguhnya orang yang tidak menjalankan shalat adalah pengkhianat. Di antara kata-kata yang disampaikan oleh Mustafa Kamal saat itu: Sejujurnya. Badiuzzaman menjawab pernyataan Mustafa Kamal : Pasya…Pasya… Sesungguhnya hakikat yang paling menonjol sesudah iman adalah shalat. sebagaimana perilaku Mustafa Kamal pun tampak berlawanan dengan Islam suatu hal yang membuat ia sangat sedih. terjadilah pembicaraan seru di antara keduanya. Untuk itu kami sengaja mengundang Anda ke sini agar kami bisa mengambil manfaat dari pendapat-pendapat Anda yang sangat berharga. sehingga masjid yang ada di sana tidak mampu menampung jamaah dan akhirnya dipindahkan ke ruangan yang lebih besar. yang membuat sepuluh materi yang dialamatkan kepada para anggota dewan. Mustafa Kamal rupanya tidak senang dengan pernyataan ini dan oleh karena itu dia memanggil Said Nursi. Buah dari langkah tersebut telah berhasil menyadarkan kira-kira enam puluh di antara mereka menjadi orang-orang taat beragama dan aktif menjalankan shalat. Sayangnya beliau tidak betah di Ankara karena melihat kebanyakan di antara para anggota dewan tidak aktif shalat. Kemudian pernyataan ini dibagiikan kepada para anggota dewan yang dipimpin oleh Jenderal Kazhim Qurah Bakar (Panglima Besar Gerakan Kemerdekaan). Seraya memberi isyarat dengan telunjuknya. beliau berketetapan utuk mencetak pernyataan pada tanggal 19/1/1923 M. sebagai nasihat dan peringatan Islami. dan kedatangannya ini telah disambut dengan meriah. Menentang Mustafa Kemal Attatruk Said Nursi berulang kali diundang ke Ankara oleh Mustafa Kamal. sedangkan . Kemudian. bahwa kami sangat membutuhkan orang seperti Anda.91 4. sehingga ia berangkat juga ke sana pada tahun 1922. sebelum Hari Raya Qurban tahun itu.

Ia pergi menuju kota Wan dan tinggal di sebuah rumah kumuh yan tidak berpenghuni yang terletak di gunung Ark. hlm. 41-43).. rombongan tersebut sampai ke Uskup (Skopje). yang juga merupakan ibukota Qusuwa (Kosovo). Pada ketika itu. ibadah. hlm. 48). 1911. Perjuangan Menuju Rumayli (Rumelia) Selepas berada di Sham.Mendengar jawaban ini Mustafa Kamal berpikir hendak menjauhkannya dari Ankara. seolah-olah bahwa Allah sedang mmpersiapkan dirinya untuk tampil menghadapi tugas berat dan bahaya yang hendak menghancurkan Islam ( Salih 2003. Ia pergi dari sana dengan hati yang sedih dan membuat dirinya banyak melakukan tahajjud. sebuah universitas sedang dibina di Qusuwa. Said Nursi mengambil kesempatan ini dengan menjelaskan kepada Sultan dan beberapa orang pemimpin Partai Perpaduan dan Kemajuan tentang betapa perlunya dibina sebuah universitas di Timur . dan pengaduan kepada Allah atas keadaan yang terjadi menimpa kaum mulimin. hlm. Pada 11 Juni 1911. Said Nursi telah dipilih sebagai wakil dari Timur Turki untuk mengiringi Sultan Rashad dalam satu lawatan ke Rumayli. Setelah merasakan adanya niat buruk yang dialamatkan kepada Islam dari sejumlah pihak pemerintah di Ankara. sebuah bandaraya bersejarah. Di sanalah beliau i’tikaf dan mengheningkan cipta. Untuk itu. 5. Rombongan Di-Raja ini berangkat dengan menaiki kapal perang Barbarossa dan mereka sampai ke Salanik pada 7 Juni 1911. Said Nursi pergi ke Bayrut (Beirut) dan kemudiannya kembali ke Istanbul melalui jalan laut pada Jun. beliau ditawari jabatan sebagai penasihat umum wilayah timur dengan gaji yang menggiurkan. maka Said Nursi pun pergi meninggalkan kota ini. Dalam perjalanan ini. 43-45).92 kepemimpinan seorang pengkhianaat di mata hukum adalah tidak diterima…. dua orang pengikut Sultan yang berpendidikan sekolah modern berbual dengan Said Nursi (Zaidin 2001. sebuah kawasan Eropa di bawah kekuasaan Turki. Di sanlah untuk sekian lama waktunya dihabiskan dengan mengasingkan diri dari keramaian. Tetapi Said Nursi menolak tawaran ini (Salih 2003.

dia dipaksa tinggal di Kastamonu. hlm. Dia ditahan selama 11 bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah” (Salih 2003. kemudian dipindahkan ke sebelah rumah tepat dia seberangnya. peruntukan sejumlah 19. Kendati proyek terebut tidak membuahkan hasil yang membanggakan disebabkan meletusnya Perang Dunia I. berhampiran dengan Tasik Wan (Zaidin 2001. Setelah Qusuwa jatuh ketangan Rusia dalam Perang Balkan. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat.000 lira yang disediakan bagi penubuhan universitas di Timur Turki atas permintaan Said Nursi sendiri. Dia menetap di Kastamonu selama tujuh tahun. dan selalu menandaskan bahwa hak-hak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. baik dia maupun para santrinya (dari Kastamonu dan daerah-daerah lain) terus-menerus mendapatkan tekanan dari pemerintah. hlm. Said Nursi terus meletakkan batu pertama pendirian universitas tersebut di Irtamit (Edremit).93 Turki. Semula dia tinggal di lantai teratas kantor polisi itu. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. Meskipun sepanjang hidupnya dia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat. Dia dituduh membentuk tariqah Sufi dan mengorganisir masyarakat politis. Rencana tersebut telah disambut baik oleh Sultan. Meskipun tuduhan itu . dan beberapa bagian penting dari Risalah An-Nur ditulisnya disana. dan berpuncak dengan penangkapan besarbesaran dan pengadilan serta pemenjaraan di Denizli pada tahun 1943-1944. 66). Setelah kembali ke Wan. 48-49). Ketika dalam persidangan dia ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. Selama masa ini. Setelah dibebaskan. dia menjawab : “Biografi saya yang kalian pegang itu membuktikan bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia.

sepotong pakaian. Tetapi kemungkinan ini tidak berarti sebagai biang segala tindakan kriminal. 67). dan Said Nursi besrta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah. Pada kesempatan ini. kali ini dengan tuduhan menerbitkan A Guide for Youth (Petunjuk bagi Para Pemuda). yang pada saat meninggalnya hanya berbobot 40 kilogram. Said Nursi dikirim ke kota Emirdag. Afyon. izinkan saya untuk menyampaikan pernyataan kepada Bapak-bapak sekalian: Dampak suatu perbuatan tidak bisa dituduh sebagai faktor penyebab suatu kasus sampai terjadi dan tidak dapat dituduh sebagai biang keladinya. jauh bumi dari langit untuk dipergunakan selain dari itu. gelap dan pengap dalam kondisi yang sangat menyedihkan sampai ia dibebaskan pada tahun 1944: Setelah dibebaskan. dan . penyelenggara pemakaman menemukan peninggalannya berupa sehelai surban. Propinsi Afyon agar menetap disana. hlm. dan Istanbul. Memang. Pengadilan memvonis dia dengan semena-semena. Berikut ini akan kita kutip sebagian daripadanya: Bapak-bapak hakim yang terhormat: Saya telah dihadapkan ke persidangan ini dengan tuduhan bahwa saya seorang yang telah menjadikan agama sebagai jalan untuk membuat kekacauan dan merusak keamanan umum. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. Pada saat wafatnya di Urfah. adalah Kumpulan Risale-i Nur setebal 6000 halaman. yang mungkin bertepatan dengan Lailatul Qadar. dan kembali dinyatakan tidak bersalah. Setelah itu dia berpindah-pindah tempat tinggal seperti ke Emirdag. Bapak-bapak telah betanya: Apakah saya termasuk orang-orang yang aktif dalam kegiatan seperti yang dilakukan para pengikut thariqah sufisme? Pertanyaan ini saya jawab: Sesungguhnya era kita sekarang adalah era memelihara iman bukan era mempertahankan thariqah sufisme. 23 Maret 1960. hlm. dan uang dua puluh lira (Salih 2003. Tetapi seorang pun tidak akan ada yang masuk ke sana tanpa iman (Salih 2003. Kelak di akhirat pasti akan banyak masuk syurga tanpa melalui thariqah sufisme. 67). Said Nursi di depan pengadilan pernah menyampaikan pembelaan yang sangat terkenal. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan sebanyak sekitar 2000 kali hingga sekarang. Isparta. Pada tahun 1953 dia diadili sekali lagi. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding. tetapi Said Nursi dikurung selama 9 bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. bisa jadi batang korek api dapat membakar rumah. Sebagai akhir perjuangannya Said Nursi memberikan peniggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini.94 akhirnya gugur. Aktivitasku yang hanya terfokus menggeluti ilmu-ilmu keislaman hanya dijadikan sarana untuk memperoleh ridha Allah.

Judul Buku Keterangan Asli dan Masih Terbit 1. Kumpulan tulisan 14 jilid inilah yang disebut Risale-i Nur. Risale-i Nur adalah karya monumental Said Nursi yang ditulisnya dengan tulisan tangan bersama muridnya yang tebalnya berjumlah kurang lebih 6000 halaman. Karya Tulis Sebelum mengenal karya tulis Said Nursi perlu diketahui bahwa karya tulis Said Nursi banyak sekali. Adapun yang dimaksud Risale-i Nur adalah kumpulan tulisan Said Nursi berjumlah 14 jilid.95 prinsip-prinsip mulianya yang merupakan dimensi yang tidak akan bisa dicatat dalam catatan penyelenggara jenazah (Said Nursi 2003b. Sozler . selain itu terdapat pula karyakarya Said Nursi yang lain yang ditulis pada masa Said Lama dan Said Ketiga. hlm. Risale-i Nur Rilale-i Nur sekarang lebih dikenal "Kuliyatul Rasailin Nur" adalah kumpulan kitab tafsir yang ditulis oleh Said Nursi yang diberi nama "Risale-i Nur". XV-XVI). Said Nursi juga memiliki karya-karya lain. Berikut ini akan disebutkan bagian Risale-1 Nur karya tulis Said Nursi selengkapnya adalah : Tabel 1 Kumpulan Tulisan 14 Jilid Risale-i Nur Bahasa Yang Digunaka n 1926-1929 Turki Tahun Perbitan No. selain Kuliyatul Rasailin Nur.

Ermidag Lakihasi 1944-1949 Turki 9 Kastamonu 1936-19 Turki LakihasiHayati 10. 29 Surat (al Maktubat)dalam buku Menjawab Yang Tak Terjawab. dan 12 Risalah (ar-Risalah) terdapat dalam buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya (Epitomes of Light). 5. Munavazeleri Sikke-i Tadikff 1948-1950 14. Iman ve Kufur 1948-1950 Turki 13. 6. Asyari Musa Turki 12. ada yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat 33 Cahaya (al-lama'at) dalam buku Menikmati Takdir Langit. penguatan aspek ibadah. Muhakamet 1911 Qaibi Turki Turki 2. Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan. Tarihce 1948-1950 Turki 11. Secara global isi pokok dalam karya tersebut mengupas tentang aqidah dan keimanan yang diindikasikan dengan ma’rifat Allah. manhaj as-Sunnah. ma’rifat Rasulullah. Kitab-kitab Lain .96 1929-1932 Turki 1921-1932. 3. dan akhlak atau adab-adab Islami dan lain-lain. Barla Lakihasi 1925-1930 Turki 8. 4. Mektubat Lema’alar Su’alar Isyaratul Ijaz Mesnavi Nuriye Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih dan Masih Terbit dan Masih Terbit Terbit dan Masih Asli Asli dan Masih Terbit Terbit Demikian keempat belas kitab Risale-i Nur yang merupakan master peice dari kitab-kitab Risale-i Nur.Turki 1934 1936-1940 Turki 1916-1918 Turki 1922-1923 Arab dan Turki 7. Di antara kitab-kitab Said Nursi di atas.

27 Zahretin Nur . Latief Nukteler 26 Risalesi . 18 Nur Alemini . 25 Sunnet Seniyye . Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit . Hutbei Saniye 10 Nutqah min . 22 Tabiat Risalesi . Munazarat 5. 17 Otuz Ucu Pencere . Was Risafeleri 21 Risaleler .97 Dalam konteks ini.Orfi 6. Divani Harbi. 24 Hastalar Risalesi . Isarat 4. pidato) 12 Hair Risalasi . Kull Icaz (mantik) 3. Tahun Penulisa Bahasa Yang Digunakan Arab Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Keterangan Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit 10 bush. Uhuwet 19 AnahtariRisalesi . 1. 20 Ramazan Iktire . 23 Haftimlar Rehberi . 1950Ucucu Soz 16 Yirni . maka keberadaan Risale-Nur merupakan sumber dari pembahasan karya-karya Said Nursi yang ditulisnya menjadi kitab-kitab lain tersebut. 15 Konsferan Ankara . 14 Konsferan Ankara . Sunuat Nubuwuyat 9. adapun kitab-kitab lain yang ditulis oleh Said Nursi diklasifikasi : Tabel 2 Karya-karya Said Nursi No Judul Buku dan Makalah . 13 Geclik Rehberi . Sunuhat 7. Talikat (mantik) 2. . lserat 8. Ma’rifatillah 11 Jalla Jalahu Nutuk (Khutbah.

32 Iman Hakikatleri . 38 Adfikar Mecmuasi 39 Nur Gegmesl . Menguatkan iman dan memperkokoh akidah adalah jalan hidup di dunia modern. kecerdasan dan otoritas keilmuannya memiliki potensi sebagai seorang filosof sufi. 34 Siracin Nur .98 28 Ayat-i Kubra 29 Meyve Risalesi . Risalesi Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam sejarah kehidupannya Said Nursi berdasarkan riwayat pendidikan. 33 Miftahul Iman . Kulliyatindan Fihrist . 36 Ecnebi Filozoflarm . Sehadtleri . 42 Tiryak . 31 Hakekat Nurlar . Said Nursi percaya bahwa kebahagiaan dan kemakmuran di dalam dunia ini adalah berdiri di atas ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban zaman. 41 Runifiz . 35 Tilsinflar Mecmuast . Adapun kunci utamanya menurut Said Nursi adalah akidah (keimanan) dan selalu merujuk pedoman hidup yakni al-Quran. 43 Riale-I Nur . aktifitas. Said Nursi telah menulis karya-karya yang memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. 37 Encebi Filozoflarin . 30 El Huccetuz Zahra . 40 Tuluit . .

mengetahui tanda-tanda hari kiamat. Bagian pertama dibahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . memahami hakekat penciptaan manusia. memahami asma' al-husna. kemudian data tersebut dikomperasikan untuk melihat relevansinya dengan pembinaan generasi muda.. Bab 4 ANALISIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT BEDIUZZAMAN SAID NURSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBINAAN GENERASI MUDA Pembahasan berikut ini terdiri dari 2 (dua) bagian merupakan analisis dari data yang diperoleh terutama mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. berpegang teguh pada alQur'an. meyakini hari kiamat. meneladani Nabi Muhammad Saw. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. Bagian kedua. lingkungan. tingkah laku. takwa dan sedekah. fokus bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . situasi kejiwaan. memahami alam semesta. menguatkan keimanan. dan menanamkan ikhlas.99 Risale-i Nur sebagai karya besar abad ke-20 itu adalah otentik dalam konteks isi kandungannya melalui tinjauan politik dan sosial kultur yang memiliki bidang kajian yang berbeda-beda jika dibahas. tujuan hidup. ibadah. pandangan hidup. relevansi dengan akidah. .

Said Nursi memperhatikan secara intensif mengenai keimanan ini. Adapun berdasarkan data yang ada. sehingga menjadi komitmen mendasar baginya. hlm.100 Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Menurut Bediuzzaman Said Nursi Berdasarkan refleksi dari defenisi operasional judul tesis ini yang dimaksud prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". Pendapat ini menguatkan bahwa sebagian pengalaman hidup adalah pengalaman keagaman. sebagai berikut : Menguatkan Keimanan Iman bagi manusia sangat penting. . yang sangat bermanfaat bagi generasi muda. "Prinsip menguatkan keimanan" ini benar-benar menjadi dasar bagi setiap orang. Dalam konteks tauhid ini Ismail Raji’ Al-Faruqi menyatakan bahwa “esensi pengamalan keagamaan dalam Islam adalah tauhid yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (La illaha illa Allah)” (Al Faruqi 1982. 30). keimanan dapat dipahami sebagai akidah atau tauhid. Hal ini berarti bahwa Said Nursi memiliki pemahaman tentang komitmen-komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah yang diinginkan yaitu berperilaku seperti Nabi. komitmen dasar yang dalam hal ini disebut sebagai prinsip hidup atau prinsip pembinaan atau proses pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Said Nursi dapat dirumuskan menjadi 9 (sembilan) prinsip. Dengan kata lain.

Karena akidahlah yang mendasari sikap. 7-12). maka keimanan mendalam meyakini secara penuh adanya Allah Swt. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman.19 Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. Aqidah Ahulus sunah wal Jama’ah. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah akidah adalah suatu hal yang asasi sekali dalam kehidupan seorang muslim. Op. kitab-kitab-Nya.101 Dimana pengalaman keagamaan cenderung semakin meningkatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Dalam konteks ajaran agama Islam. hlm. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah sangat mendukung doktrin rukun iman ini. tingkah laku dan segala yang dikerjakannya. Jakarta. malaikat-malaikat-Nya. 465-466) 19 . Mengenai ini Said Nursi menganggap bahwa “segala sesuatu selain Allah tidaklah berasal dari sesuatu itu sendiri tetapi berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. (Syaikh Muhammad Shaleh al-‘Utsaimin. Nur (cahaya) atau pasti tidak benar-benar mengenali Allah” (Said Nursi 2003b. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. dan qadha dan qadhar. 1995. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. juga dalam realisasi amaliah kehidupan. Yayasan al-Sofwa. Namur. Cit. Rukun iman ini adalah akidah atau keimanan yang sudah panjang diperdebatkan. h1m. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. rasulrasul-Nya. Argumentasi Said Nursi menyatakan bahwa “Siapapun yang menyangkal Nabi Muhammad Saw yang merupakan kebanggaan semua makhluk dan kehormatan umat manusia karena mu’jizat-mu’jizatnya dan prestasi-prestasinya pasti tidak mungkin dapat menerima. itulah tujuan ciptaan tertinggi manusia. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. Segala sesuatu mempunyai dua aspek : aspek pertama mengacu kepada Rukun iman terdiri dari iman kepada Allah. Menganggap alam semesta berasal dari alam semesta itu sendiri atau kuasa-kuasa material itu adalah suatu kesalahan. hari kiamat. Said Nursi menekankan bahwa pernyataan tauhid Laa ilaaha Ilaallaahu tidak dipisahkan terhadap pengakuan Muhammaddur Rasulullah (Muhammad Rasul Allah) yang merupakan satu kesatuan tauhid.

Sebagaimana kita ketahui bahwa para ateis dan naturalis mempunyai pendapat yang menyimpang dari manifestasi keesaan Allah Swt pada alam semesta dan manusia. Pada prinsipnya. Pencipta dan Ciptaan. 333) dan lain-lain” telah melahirkan materialisme. . alam terbentuk dengan sendirinya. Eksistensi dan ketunggalan Tuhan. 92). kerasulan takdir Ilahi dan keadilan dalam hidup manusia. dan alam itu terjadi tuntutan alam (Said Nursi 2003a. kitab suci.102 Pencipta sedangkan aspek yang kedua mengacu kepada ciptaan” (Said Nursi 2003. Sebagai seorang yang beriman maka kita harus meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan diluar Allah itu adalah Ciptaan. dan posisi serta kewajiban manusia di antara makhluk-makhluk lainnya. hlm. pernyataan di atas menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. naturalisme. bahkan ateisme. justru ungkapan kalimat La Ilaha Illah ini terdapat hikmah mendalam yaitu Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di jagad ini bagaikan rangkaian kepingan-kepingan bermakna yang memantulkan keesaan Allah rabb al-‘alamin. Said Nursi yakin bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam 2 (dua) tahap. demikian pula segala sesuatu bukanlah terjadi tanpa campur tangan Sang Pengusa. Keyakinan pada kausalitas para ateis dan naturalis melahirkan pernyataan-pernyataan seperti : “Alam itu terwujud oleh sebab. Kalimat tauhid yang dipedomani Said Nursi bukan tanpa hikmah. alam bukanlah terjadi dengan sendirinya. hari kiamat. hlm. komunisme.

Penjelasan di atas menegaskan setiap orang yang benar-benar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. 334). hlm. Said Nursi justru melalui Risale-i Nur menunjukkan hakikat kejadian alam. suatu indeks yang ingin menceritakan Pemiliknya (Said Nursi 2003c. dan peristiwa-peristiwa lainnya yang berada di bawah kendali Zat Yang Maha Mengendalikan. Maka dapat diyakini bahwa sebenarnya keimanan menjadi komitmen dasar dalam berakhlak. hlm. Akhlak yang baik terdorong dari keimanan seseorang karena . pasti akhirnya sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illah Allah. keindahan dan kesimbangan. Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu (Said Nursi 2003a. ketuhanan. tetapi bagaimana dunia itu menurut pikiran mereka.103 Said Nursi dalam kitab tafsir Risale-i Nur menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dan membongkar mitos kausalitas ini dan menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti keyakinan ini sebenarnya tidak melihat dunia sebagaimana mestinya. xxvii). keadilan dan kemurahan. Dalam pandangan Islam. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. manusia. atau bagaimana dunia itu tampak. keberlangsungan dan keagungan dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah kepada benda-benda ciptaan itu melainkan pada realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. dan bukan atas kehendak imajinasinya. akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa (al-qalb mir-u al’amal).

terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. . menguatkan keimanan berupaya menegaskan bahwa tingkat keimanan yang pokok melalui pengalaman langsung dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami Islam secara integral. Singkatnya. "Aku lebih suka perkara keimanan diketahui dengan cara yang mudah dimengerti daripada mencapai ribuan kenikmatan dan pencapaian rohani.104 sesungguhnya iman selain diyakini dalam hati. tugas pertama. ataupun melakukan keajaiban-keajaiban ". Keyakinan tauhid yang terangkum dalam rukun iman seharusnya menjiwai dalam kehidupan manusia. Pendapat ini menguatkan bahwa kunci dari akhlak adalah keimanan. hlm. Sehingga wajar sekali Said Nursi mengutip pendapat Imam Rabbani – pemimpin yang berpengaruh dan murshid terkemuka dari aliran nakshabandiah – mengatakan dalam suratnya. manusia dan Tuhan. baik alam semesta.81). Orang yang telah menguasai tingkatan keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. Jadi. juga harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari (Ali Anwar Yusuf 2005. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. Adapun tingkat keimanan yang lain adalah kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan kebenaran-kebenaran keimanan.

hlm. 53). Ketiga pertanyaan ini sangat penting dijawab. Sedikitnya ada 3 (tiga) pertanyaan untuk memperkuat argument ini : Apa sebenarnya al-Qur’an ? Mengapa al-Qur’an menjadi pedoman ? Mengapa al.105 Hal ini juga berarti bahwa secara tersirat dan tersurat Said Nursi meyakinkan kepada seluruh manusia bahwa prinsip "menguatkan keimanan" harus dilakukan oleh setiap manusia secara keseluruhan di akhir abad ini secara bertahap dan istiqomah dan keimanan mengajarkan untuk mengobati penyakit hati nurani. Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau kalam Allah. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang agung dan bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an menjadi komitmen dasar bagi Said Nursi.Qur’an menjadi sangat penting dalam mengenal Allahh ?. Berpegang teguh pada al-Qur'an berarti manusia dituntut untuk mencapai kesempurnaan menuju Allah Swt. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an Al-Qur'an berperan sebagai pedoman dan petunjuk menuju kebenaran Allah Swt. karena secara faktual tanpa ada al-Qur’an maka manusia tidak akan mengenal Allah sebagai Penciptanya. sekalipun akan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (Syafi’i 2003. Menurut Harun Nasution “wahyu berfungsi sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban .

Jadi. 1988. Peperangan itu dikenal dengan perang Yamamah. kemudian Usman meminta kepada Habsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Al-Qur’an adalah lidah dunia gaib dalam dunia material yang kasat mata. 81). Al-Qur’an yang membuat kita mengenal Tuhan semua alam (Said Nursi 2003a. Dalam peperangan tersebut sekitar 70 orang penghafal at-Qur’an gugur.106 manusia terhadap Tuhan” (Harun 2002. harta karun Tutur ilahi yang abadi dan pertolongan yang baka dari Sang Maha Pengasih. 4142). semula Abu Bakar merasa ragu-ragu namun akhirnya menerima usulan dari Umar bin Khatab. Al-Qur’an adalah landasan rancangan dan matahari bagi 20 Ketika Abu Bakar memimpin beliau menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. ciri penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar seluruh ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan ditulis didalam sebuah Mushaf Lalu dilanjutkan penyusunannya oleh Umar bin Khatab menggantikannya.20 Menurut Said Nursi al-Qur’an berasal dari Pencipta langit beserta benda-benda langit dan bumi serta seluruh penghuninya. hlm. hlm 44) . dan kunci semua kebenaran yang berada di bawah garis kejadian-kejadian. Al-Qur'an adalah penyingkap rahasia khazanah Nama-nama Allah yang tersembunyi pada ‘lembaran-lembaran’ langit dan bumi. Pada masa Khalifah Usman bin Affan al-Qur’an disalin ke beberapa naskah dan dibukukuan atas usulan Khuzaifah. Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk segera mengumpulkan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. penerjemah abadi ‘bahasabahasa’ yang menjelaskan tanda-tanda alami dari Allah dan penafsir buku alam semesta. Abdullah bin Zubair. setelah selesai dari penulisannya naskah itu diserahkan kepada Habsah istri Nabi Muhammad Saw yang pandai membaca dan menulis. Untuk melakukan tugas pembukuan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari : Zaid bin Tsabit. Umar bin Khatab merasa khawatir dengan kondisi ini lalu beliau mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. karena itu beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkanya untuk memerangi orang-orang yang murtad. (Al-Brayary. al-Qur’an pada awalnya kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang kemudian disusun menjadi sebuah kitab ketika masa khalifa’urrasyiddin. perang itu terjadi pada tahun 12 Hijriyah. hlm. RajaGrafindo persada. Jakarta. Said Nursi menuliskan : Al-Qur’an adalah terjemahan abadi dari alam semesta. Said bin al-Ash. Pada masa Umar mushaf itu diperintahkan untuk disalin ke dalam lembaran (shafiafah) dan tidak menggandakannya. dan Abdul al-Rahman bin Harits. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an.

al-Qur’an juga berisikan perintah dan ajakan. dan semua cendekiawan yang mulia dan suci hati serta para pemikir dengan beragam pendekatan dan sikapnya mengambil cara-cara yang khas satu dengan yang lain. Ia bagaikan perpustakaan suci berisikan buku-buku dan risalah-risalah yang berdasarkannya semua aulia. penjelas. bukti yang fasih. hlm. al-Qur'an juga merupakan kitab perenungan. Al- . tunggal dan sinar. orang-orang terkemuka. lidah. Menurut pandangan Said Nursi berdasarkan kutipan di atas. setidaknya terdapat 6 (enam) pemahaman mengenai al-Qur’an yakni Sebagai penerjemah. tetapi memuat banyak kitab untuk semua kebutuhan umat manusia. pendidik dan pelatih dalam dunia manusia dan merupakan air bagi umat manusia dan pembimbing sejati yang mengantarkan mereka kepada yang menciptakannya. Al-Qur'an menyinari setiap cara ini dan menjawab kebutuhan para pengikut mereka yang memiliki selera dan temperamen yang berbeda-beda (Said Nursi 2003a. dan penerjemah yang lancar dari semua esensi. Al-Qur'an memang sebuah kitab tunggal. nama dan perbuatan Allah. sifat. al-Qur’an juga merupakan kitab kebijaksanaan bagi mereka. Selain menjadi kitab peribadatan dan penghambaan kepada Allah. Selain menjadi kitab tentang senian. landasan.107 dunia intelektual dan spritual Islam dan peta bagi alam akherat. Selain menjadi kitab hukum bagi umat manusia. penafsir yang jernih. AlQur’an adalah penjelas. 42).

Sifat-sifat dan tindakan Ilahi. pendidik dan pelatih dunia manusia serta pembimbing. dan peta alam Akhirat . yang membuat kita mengetahui Tuhan kita. khasanah karunia dari Yang Maha Pengasih dan tempat-tempat abadi yang datang dari alam Ghaib dibalik tabir alam yang kasat mata ini . matahari alam rohani dan akal budi Islam serta pondasi dan rancangannya. dan kebijaksanaannya yang benar. dan kitab do’a dan ibadah. Sebagai penjelasan bagi umat manusia tentang hakekat kehidupan. penjelas. terutama dalam rangka pedoman berakhlak mulia. penerjemah yang jelas dari esensi. pembuka khasanah nama-nama Allah yang tersembunyi dalam halaman-halaman bumi dan langit . dan dia seperti perpustakaan suci yang . merupakan penerjemah abadi dari Kitab besar Alam Semesta . dan kitab seruan dan ilmu Allah. bukti yang terang. Sebagai lisan Allah yang selalu berbicara melalui kitab alQur’an.108 Qur’an sebagal penerjemah bagi kehidupan manusia secara rnenyeluruh. Al-Qur’an yang bijaksana. Keenam pemahaman mengenai al-Qur’an di atas menegaskan al-Qur’an menjadi pedoman penting bagi kehidupan manusia. Sebagai sinar hati bagi manusia dalam menjalankan peran-peran kehidupannya. pemimpin. penafsir yang jelas. serta kitab perintah dan himbauan. AlQur'an adalah kitab kebijaksanaan maupun hukum. Sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Al-Qur’an adalah kitab yang berisi kitab-kitab bagi semua kebutuhan rohani manusia. Sebagai sesuatu yang tunggal untuk menjadi petunjuk dan penuntun manusia. kunci kebenaran yang berada dibalik rangkaian peristiwa .

kata mempunyai berbagai lapis makna. Di dalam masingmasing tempat. pengulangan itu tampak nyata. serta banyak aspek dan tingkatan.109 menawarkan kitab-kitab dari semua wali dan manusia yang sangat terpercaya dan semua ulama yang suci dan teliti dengan berbagai tabiat telah memperoleh jalan khas bagi diri mereka masing-masing. dalam konteks berbeda. karena al-Qur'an dimaksudkan untuk membimbing manusia (Said Nursi 2003. dan fondasi dunia Islam. Hal ini tidak bisa menjadi sasaran kritik. Al-Qur’an menyebutkan masalah kosmologis tertentu dengan cara yang ringkas dan sulit dipahami. kata dan ayat tertulis dengan cara yang berbeda. dan manfaat yang berbeda. hal ini adalah cahaya kemukjizatan yang lain. Sebaliknya. untuk mencapai tujuan. Dalam al-Qur’an penuh dengan pengetahuan dan kebenaran yang mutlak sebagaimana menurut Said Nursi sebagai berikut : . 272-273). Al-Qur’an juga merupakan pendiri : ia adalah dasar dari agama yang nyata. hlm. manfaat yang banyak. Kemudian alQur’an berbicara tentang hal-hal penting itu dan kebenaran-kebenaran yang sulit dipahami. Senyatanya. dan bukan suatu kesalahan seperti yang dibayangkan oleh orangorang ateis. Ia datang untuk mengubah kehidupan sosial manusia dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dari kelas-kelas sosial yang berbeda. makna. sehingga diperlukan pengulangan di dalam konteks yang berbeda untuk membuat pikiran dan kalbu manusia terkesan dalam aspek-aspeknya. Apapun yang terjadi.

. Jadi. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak Ilahiah. al-Qur'an. yang berasal dari sifat firman Ilahiah. “alam”. Al-Qur'an. beliau mengutip kata-kata Ibnu Mas’ud : “Jika modern. pada fenomena. Imam al-Ghazali misalnya dalam buku Ihya ‘Ulum Al-Din. Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taglid yang membuta. sosial. Selanjutnya beliau menambahkan : “Ringkasnya. bisa dianggap sebagai alam semesta. Oleh karena itu. Keimanan harus terjadi atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. dan juga kelak. seluruh ilmu tercakup di dalam kaya-kaya dan sifat-sifat Allah. sifat-sifat. alam semesta dan manusia adalah tiga jenis manipestasi dari satu kebenaran. Pandangan yang menganggap al-Qur’an adalah sebagai sumber segala pengetahuan itu bukanlah hal yang baru. saat sains berjaya. juga pada pemikiran yang terus menerus terhadap tanda-tanda Allah di alam semesta. sekarang. dan Al-Qur’an adalah penjelas esensi. yang tidak akan bertentangan dengan Islam. historis dan psikologis. Kutipan di atas menjelaskan bahwa keimanan merupakan keyakinan awal bagi manusia memahami kehidupan. selayaknya dia merenungkan al-Qur’an”. bisa dianggap sebagai al-Qur'an yang diciptakan. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu (Said Nursi 2003c.110 Sesungguhnya. dari sudut pandang ini. yang akan menjadi zaman pengetahuan. hlm. xx).

yahut muslumanlari kur'andan sogutmaliyiz diye hitabed bulunmus. beliau telah mendengar satu peristiwa yang telah meninggalkan kesan yang cukup mendalam pada dirinya. " (Said Nursi 1999e.. elinde Kur'an-i kerim gostererek Soyledigi bir nutukla: "Bu kur'an islamlarin elinde bulundukca biz onlara hakim olamayiz. hlm. Keimanan tidak dapat dipisahkan dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam al-Qur'an. Melalui al-Qur’an muncul keyakinan atau keimanan secara mendalam kepada Sang Pencipta yang dengan memahami alam semesta dan mengerti proses penciptaan manusia adalah upaya untuk meningkatkan keimanan itu sendiri. Ingiliz meclis-i meb'usani’nda mustenitekal naziri. kita tidak akan mampu mengusai mereka. Maksud perkataan tersebut : "Selagi al-Qur'an ini berada di tangan orang-orang Islam (menjadi pegangan mereka).111 clan perbuatan-Nya”. (Mahdi 2001. Hal yang paling prinsip bagi Said Nursi dalam berpegang teguh kepada al-Qur'an. 47). yakni ketika Tahir Basha telah memberitahukan kepadanya ucapan Gladestone (menteri Tanah Jajahan Britain) dalam satu perhimpunan resmi kerajaan Britain. bu kur'ani onlarin elinden kaldirmaliyiz.. selagi itulah. Oleh karena itu kita perlu jauhkan al-Qur'an dari mereka". ketika Said Nursi masih menetap di Wan. 137). hlm. Ne yapip yapmaliyiz. sambil memegang sebuah mushaf al-Qur'an dan berkata . Setelah mendengar berita tersebut Said Nursi tentu bangkit dan berkata : "Bediuzzaman'in bu havadis uzerine: .

al-Qur'an. jalan. karena menceritakan dan mendeskripsikan secara implisit tentang proses penciptaan manusia dan proses penciptaan alam semesta. yang memperkuat pemahaman mengenai manusia. dianggap. dianggap sebagai al-Qur'an yang . pentingnya al-Qur’an sebagai kalam Allah. alam dan Tuhan. yang mendasari komitmen Said Nursi dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan menjaganya dari kejahatan musuh Islam. informasi al-Qur’an sebagai dan sumber rujukan bagi akhlak untuk membentuk pribadi yang berakhlak. 47-48). bahwa al-Qur'an adalah mentari maknawi yang tidak akan luntur sinarnya dan tidak akan dapat dipadamkan cahayanya. Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ini berarti al. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak ilahiyah. Said Nursi berkata : "Akan aku buktikan kepada.112 kur'anin sonmez ve sondurumez manevi bir gunes hukmunde oldugunu ben dunyaya ispat edecegim ve gosterecegin! Diye bir niyet ruhunda uyanir ve bu saikle calisir" (Said Nursi 1999e. sedangkan alam semesta. bisa. Sesungguhnya. yang berasal dari firman Tuhan (ilahiah). alam semesta dan manusia adalah tiga. hlm. bisa. Al-Qur'an." Demikian. melalui al-Qur’an manusia memperoleh petunjuk. Pentingnya. dunia. jenis manifestasi dari satu kebenaran. pedoman dan sumber kehidupan bagi berakhlak mulia.Qur’an merupakan informasi yang menjelaskan tentang pentingnya tauhid atau keimanan sebagai rangkaian mengkokohkan keyakinan. Kemudian. Sebab. sebagai alam semesta yang ditulis atau disusun.

Pentingnya Memahami Hakekat Penciptaan Manusia Prinsip pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia senantiasa berkaitan dengan memahami makna hidup dalam konteks ajaran Said Nursi. 17). Tegasnya. saat sains berjaya. historis. yang akan menjadi zaman pengetahuan. Baik mengenai manusia sebagai mikrokosmos maupun alam sebagai makrokosmos. dari sudut pandang ini. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. Kehadiran manusia di muka bumi ini memiliki beragam pertanyaan. Jadi. pada fenomena. Oleh karena itu. dan juga. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan.113 diciptakan. dan psikologis (Said Nursi 2003b. alam. . Iman adalah kunci keyakinan mendalam terhadap penciptaan manusia dan alam semesta. Allah SWT di alam semesta. sosial. Memahami hakekat penciptaan manusia harus diiringi dengan iman. Bahkan hampir sepanjang hidupnya manusia harus belajar keberadaan dirinya (Said Nursi 2004. keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. Keyakinan ini ditimbulkan melalui akal atau penalaran dan hati nurani yang menyumbangkan peranan penting terhadap pemahaman manusia. kelak. xiv). Karena dengan prinsip ini manusia mengerti keberadaan dirinya di muka bumi ini. Keimanan rnenggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. sekarang. hlm. yang tidak akan pernah bertentangan dengan Islam. juga pada pemikiran yang terusmenerus terhadap. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. hlm. tanda-tanda.

sedangkan ruh yang mencari sebuah cinta abadi juga meratap dan berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang seperti itu. Ia belajar sejarah dari Abu bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadi. Said Nursi juga berpendapat bahwa manusia itu memiliki unsur “ruhani dan jasad”. hlm. Pelajaran filsafat dari Ibn al-Khammar dan kimia dari Abu Thayyib. Pekerjaan utamanya adalah bendaharawan. al-Muqaddimah dalam Tahzib al-akhlaq wa Tharir dalam artikelnya yang bejudul Fi al-'aql wa al-Ma'qul.114 Dalam konteks manusia sebagai mikrokosmos Ibrahim Hamzah (2001. (Lihat antara lain Hasan Tamim. Dan ia juga dikenal sebagai dokter. 21 . Yahya ibn Adi dan Ibn Sina. Hancurkan dari dalam Ibn Miskawaih lahir di Rayy dan meninggal di Isfahan. Ibn Miskawaih sepenuhnya hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaih (320-450H/ 1932-1062M) yang para pemukanya berpaham Syi’ah. 327). sekretaris. yaitu tubuh dan ruh jasad)”. Menulis buku dan artikel sebanyak 41 buah. hlm. kekekalan lahir dari kefanaan.. diedit oleh Muhammad Arkoun dalam Arabica XI (1964). Aku tidak menginginkan. Pernyataan Said Nursi mengenai manusia terdiri dari 2 (dua) unsur yakni : Jiwa yang terobesesi dengan penampilan meratap dengan putus asa ketika menyaksikan rusaknya sesuatu yang dipuja-puja ketika terjadi bencana alam. Said Nursi secara implisit menyatakan bahwa manusia tersusun dalam dua unsur pokok yakni jasad sebagai material dan jiwa sebagai spritual. dan jasad sebagai wawasan materialnya bermula dari alam materi. pustakawan. 85-87). 9) menyatakan bahwa “manusia itu terdiri dari atas 2 (dua) unsur. Ibn Misakwaih juga banyak bergaul dengan para ilmuwan seperti Abu Hayyan al Tauhidi. aku tidak menghendaki. penyair dan ahli bahasa. Pendapat ini sama seperti pendapat Ibn Miskawaih21 bahwa hakekat manusia memiliki dua unsur yakni jiwa yang diketahui sebagai wawasan spiritual berasal dari Allah.. Intinya. (Ibn Miskawaih 1979. pendidik anak para pemuka dinasti Buwaih. hlm. Tahun kelahirannya diperkirakan 320H/932M dan wafat 9 Shafar 421716 Februari 1030. perpisahan dan aku tidak dapat menjalaninya”. Apabila kalian menginginkan kekekalan di dunia fana ini.

Penyataan di atas memberikan gambaran bahwa Said Nursi menyakini bahwa manusia itu memiliki unsur jasad dan unsur ruhani. Tapi.. Bebaskan diri kalian dari moral-moral yang buruk. Namun. Lihat akhir suatu wujud. Korbankan harta benda dan kekayaan kalian di jalan Allah. Dalam pembahasan ini tidak diselidiki lebih jauh mengenai penghubung antara ruh dan jasad yang berupa akal menurut istilah lbn Miskawaih dan hayat menurut istilah Harun Nasution. dan wujudkan penghancuran hal-hal buruk dalam diri. sehingga kalian dapat mencapai kekekalan. ruh dibatasi di dalam “penjara” jasad. maka ruh tersebut pasti tidak berharga dan orang tersebut binasa. kata ke-17).115 diri kalian tanpa harus menghancurkan jasmani kalian. 2000a. Apabila nafsu dan keinginan duniawi mendominasinya. 105) (Said Nursi. 2003 hlm. yang menandai kepunahan. hlm. Jalan setapak dari dunia ini menuju kekekalan melintas melalui kehancuran-diri.22 Jasad adalah sebuah alat ruh yang memerintah dan mengendalikan semua anggota sel dan partikel-partikel kecilnya (Ali 2002. yang merupakan dasar pemujaan duniawi. maka dapat dikatakan bahwa manusia jasad 2 terdiri dari jiwa dan jad manusia adalah “small creation” atau sebagai “microcosmos”. Jasad akan berinteraksi dengan ruh karena manusia sebagai bentuk makhluk ciptaan yang bisa dipahami melalui gerak fisik. Apabila ruh dapat mengendalikan Perlu ditegaskan disini bahwa istilah jiwa akan disamakan dengan istilah ruh. karena jiwa dalam bahasa al-Qur’an adalah ruh.. 22 . sebenarnya di dunia ini. Sozler. dalam pembabasan penulis akan digunakan akal sebagai petunjuk perannya sebagai penggerak otak yang bekerja di pusat kepala. 188). jiwa yang diperintahkan setan. (Said Nursi.

Jiwa berpikir ini hakekatnya adalah ruh yang memanifestasikan pemahaman nama-nama Allah. 16-17). Lihat hadis keempat dari kitab . unsur ruhani yang memang sudah ada pada natur jasad sebagai daya gerak dan berfungsi bagi tumbuh dan berkembangnya badan. maka ruh tersebut menjadi murni dan mencapai kesucian dan kemuliaan. dan kedua.. 2) Surat al-Sajadat (32) ayat 7-9. Karena itu. ibadah. gerak jasad manusia bukanlah gerak melingkar tetapi berupa gerakan materi. unsur ruhani yang Lihat beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan persoalan ini misalnya 1) Surat al-Hijr (15) ayat 28-31. 23 . pada diri manusia terdapat jiwa yang tertinggi yakni alnathiqat (berpikir). dan perbuatan baik serta membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan keinginan duniawi.. kemudian dikirimlah malaikat dan ia hembuskan ruh ke dalamnya ..23 Di mana jasad janin manusia sudah tumbuh dan berkembang karena natur materinya sendiri sebelum ar-ruh ditiupkan Allah. hlm. Sedangkan materi (al-ajsam) atau jasad penciptaan terendah. Ini akan membawa kebahagiaan baginya di dalam dua dunia (Ali 2002. Pergerakan jasad manusia bukanlah jiwa melainkan natur materi itu sendiri. Pertama. Mathba’at Indonesia. Nabi Muhammad Saw memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini antara lain sebagai berikut : (Kamu diciptakan dalan kandungan ibu selama empat puluh hari berupa nuthfah.A1-Arbain a1-Nawawiyyat oleh al-Imam al Nawawi (Cirebon. Jiwa dan jasad memiliki tingkatan sendiri dalam penciptaannya. selanjutnya selama itu pula gumpalan daging. tt. Namun demikian. Jiwa ini – dalam bahasa al-Qur'an disebut al-ruh – yang ditiupkan oleh Allah Swt ketika janin sudah ada dalam rahim selama empat bulan. Adapun sabda. hlm. Dalam konteks penjelasan mengenai unsur ruhani Ibn Miskawaih agaknya memberikan pemahaman dua segi. selama itu pula berupa gumpalan darah.) Riwayat Bukhari dan Muslim. 3) Surat Shad (38) ayat 71-74.116 nafsu melalui iman. Jiwa atau ruh sebagai penciptaan tertinggi. 193).

Sedangkan al-nafs nathiqat (daya pikir) tidak akan mengalami kehancuran (AlGhazali 1957. dan al-nafs al-insaniyyat. UI Press. hlm. 13. 24 . Akal dan Wahyu dalam Islam. Bairut. diedit Hasan Tamim. 9. unsur jiwa al-nafs al-bahimiyyat (daya nafsu) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa dan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang bersifat sosial dan cenderung bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Mushthafa al-Babi al-Halabi. Sebagaimana umumnya para filosof menyebutkan ada 3 (tiga) daya jiwa yang ada dalam diri manusia. al-quwwat al-ghadabiyyat untuk daya berani dan al-quwwat al-nathiqat /al-‘aqilat untuk daya berpikir. dan 3) Daya berpikir (al-nafs al-nathiqat) sebagai daya tertinggi. Pemahaman ini menegaskan terhadap daya yang ada dalam diri manusia. Sedangkan Ibn Sina menggunakan al-nafs/al-quwwat al-nabatiyat. Dayadaya tersebut adalah : 1) Daya bernafsu (al-nafs al bahimiyyat) sebagai daya terendah. Lihat Harun Nasution. 62. 1398 H. Tahzib alAkhlaq.24 Ketiga daya ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda. Pertama. al-nafs al-quwwat al-hayawaniyat. 287). hlm.57 H. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Sesuai dengan pemahaman ini Said Nursi mengapresiasi daya-daya itu dalam sifat-sifat mulia manusia yang menjadi doktrin-doktrin utamanya. 1983 hlm. Orang yang memiliki kecenderungan Ketiga istilah di atas digunakan oleh Ibn Miskawaih Lihat Ibn Miskawaih. Mesir. Lihat al-Najah. Menurut keterangan Ibn Miskawaih bahwa unsur al-nafs albahimiyyat (daya nafsu) dan al-nafs al-sabu’iyyat (daya berani) berasal dari unsur materi akan hancur bersama hancurnya badan. yang tentunya tampak serasi dengan sifat ash-shadaqah (sedekah).117 berasal dari Tuhan yang datang setelah janin berumur empat bulan dalam kandungan ibu. 2) Daya berani (al-nafs al sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan. hlm. Jakarta. Sedangkan Al Kindi menggunakan istilah al-quwwat al-syahwaniyyat untuk daya nafsu. 158.

Orang yang memiliki kecenderungan keberanian ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa takwa dan akan menjadi manusia ulil albab. Ketiga. unsur jiwa al-nafs nathiqat (daya pikir) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa kepasrahan terhadap Allah dan ciptaan-Nya dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat teologis. Pertanyaan ini sekaligus menjelaskan kalau Said Nursi .118 sedekah ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa dermawan dan akan menjadi manusia dermawan. daya nalar bekerja untuk memadukan keikhlasan dalam hidup. unsur jiwa al-nafs al-sabui'iyyat (daya berani) dalam diri manusia akan mempenganihi gerak jiwa dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat mencapai kondisi jiwa suci dalam pandangan Alalh dan meningkatkan kinerja dengan ibadah untuk memperoleh sesuatu. Pentingnya Memahami Alam Semesta Said Nursi dalam Risale-i Nur mengatakan “mengapa al-Qur’an tidak membahas alam semesta seperti yang dibahas dalam filsafat dan sains modern?”. Orang yang memiliki kecenderungan ikhlas seperti ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa ikhlas dan akan menjadi manusia sufi. Kedua. yang tentunya tampak serasi dengan sifat at-taqwa (takwa).

Ketiga pandangan pendapat di atas ini adalah refleksi dari Dalam kesimpulan menyikapi yang selama masih bergulat. 333). ungkapan terwujud oleh sebab. Ditegaskan Said Nursi bahwa kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Agung itulah yang telah menciptakannya.119 meyakini bahwa alam semesta merupakan manifestasi dari nama-nama Allah yang harus dijadikan komitmen mendasar dalam membina diri menuju kesempurnaan menuju Allah. terbentuk dengan sendirinya. hlm. kebesaran asma Allah. tuntutan alam yakni sesuatu yang bersifat alami. Jalan tersebut adalah jalan menuju keesaan Sang Pencipta yang bersifat pasti tanpa ada keraguan di dalamnya“. Menurutnya ada 3 (tiga) ungkapan yang mengkhawatirkan bagi kaum beriman : Pertama. batil dan tidak mungkin. (Said Nursi 2003a. bukan . maka -sesungguhnya wujud tersebut hanyalah ciptaan Sang Pencipta. Kedua. pandangan di atas Said Nursi mengatakan “Jika secara tegas terbukti bahwa tiga jalan yang pertama mustahil. 334). Dapat dikatakan jika alam yang menjadi sandaran kaum naturalis itu memiliki wujud hakiki yang tampak secara lahiriah. maka dengan sangat nyata dan gamblang. jalan keempatlah yang benar. hlm. “karena sebab itulah yang menjadikan entitas tertentu itu ada”. Alamlah yang mewujudkan dan menentukan keberadaanya (Said Nursi 2003a. sesuatu terbentuk dengan sendirinya serta mewujudkan dirinya sendiri. sehingga menjadi seperti apa adanya. Ketiga. Said Nursi sangat yakin bahwa penciptaan alam semesta adalah bukti keesaan.

hlm. bukan si pembuat syariat. maka ketika melihat alam semesta akan berpengaruh dalam tingkah laku. Kita tahu bahwa dalam. Serta ia hanyalah goresan bukan sumber. 349). Ia hanyalah tirai yang tercipta. Jelaslah bahwa alam semesta sebagal makrokosmos “big creation” adalah bukti kebesaran asma Allah. menurut Said . bukan si pencipta. Ketika kita mengetahui. sikap dan cara berpikir kita dan mendorong jiwa untuk beriman secara istiqomah dan totalitas kepada Allah. secara khusus Said Nursi menjelaskan asma’ al-husna dalam kitab Lem'alar pada “Cahaya Ketiga Puluh berjudul Asma’ al-husna”. Pentingnya Memahami Asma’ al-husna Prinsip pentingnya memahami asma’ al-husna menjadi komitmen mendasar bagi Said Nursi karena. meningkatkan untuk pembinaan akhlak. bukan Zat yang berkuasa. Pemahaman terhadap alam ini bagian dalam upaya. Ia hanyalah objek bukan pelaku. Ia hanyalah kumpulan hukum. Ditegaskan lagi oleh Said Nursi bahwa “alam itu merupakan kumpulan konsep bukan yang menentukan konsep” (Said Nursi 2003b. Namun. Ia hanyalah syariat fitriah. Ia hanyalah kumpulan aturan. bukan si pembuat hukum. pandangan ulama asma' al-husna berjumlah 99 nama-nama Allah. bukan si Pengukir. Tapi. Ia hanyalah ukiran. di kitab tafsir Risale-i Nur kalau dicermati secara mendalam dibahas oleh Said Nursi hampir di semua kitabnya secara terintegrasi. mengerti dan memahami bahwa Allah sebagai Pencipta alam.120 Pencipta.

Dapat disaksikan bahwa manifestasi al-hayy telah menjadikan seluruh makhluk hidup itu bersinar lewat tampilannya yang cemerlang. al-Hai.121 Nursi dalam "Cahaya Ketiga Puluh" menjelaskan bahwa Allah memiliki al-Ismu al-Azhom (nama-nama Allah yang paling agung). 695). hlm. Al-ismu al-A'zhom tidaklah sama dalam pandangan setiap orang. Demikian seterusnya. al-Hakam. Said Nursi mengibaratkan bahwa cahaya suci yang berasal dari perpaduan enam cahaya nama Tuhan sebagaimana. Said Nursi menyimpulkan bahwa dari balik nama al-Qayyum memberikan sifat tetap dan permanen. . al-Adl. al-Hay dan al-Qayyum. Ia terdiri atas 2 (dua) nama yakni Hakam dan Adl. ia hanya satu yakni alQayyum. para ulama besar dan istimewa lainnya mengarah pada nama Tuhan yang berbeda. Menurut Imam Rabbani (Ahmed al-Faruq as-Sirhindi) ra. Ia terdiri 6 (enam) nama. keenam nama tersebut adalah al-Quddus. Sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilam ia hanya satu yakni : Ya Hayyu. Ia telah membuat seluruh entitas bercahaya lewat cahanyaNya yang berkilau sehingga gemerlap cahaya kehidupan dapat terlihat pada seluruh makhluk hidup yang ada (Said Nursi 2003a. alFard. Misalnya menurut Imam Ali ra. al-Fard. Adapun menurut Abu Hanifah an-Nu’man ra. perpaduan tujuh warna sinar mentari. dan alQayyum. al-Hakim. al-Adl. Begitu pula Said Nursi menurutnya asma' al-husna yang dapat dikategorikan sebagai al-ismu al-azhom dalam Risale-i Nur difokuskan kepada keenam nama tersebut adalah alQuddus.

Nama al-Hakam telah menghiasi seluruh entitas dengan manifetasinya yang cemerlang. Dari balik nama al-Fard terdapat manifestasi nama al-Hakam. . Nama agung al-Adl menguasai seluruh entitas dalam perbuatan Tuhan yang terus menerus lewat neracanya yang akurat. sebuah keteraturan penuh hikmah yang sesuai dengannya. Ia memberikan kepada setiap entitas sebuah tatanan efektif yang layak untuknya. Engkau akan melihat bagaimana nama tersebut mencakup seluruh entitas dari daerah yang paling luas hingga yang paling kecil.122 Kemudian manifestasi agung dari nama al fard dari batik nama al-hayy. Lalu dari balik manifestasi nama al-Hakam perhatikanlah manifestasi agung dari nama al-adl. Seandainya semua bintang kehilangan keseimbangan selama satu detik saja atau terputus dari manifestasi nama al-Adl niscaya seluruh bintang yang ada akan bertubrukan dan hal itu tentu saja akan menyebabkan kiamat. baik yang global maupun yang parsial – mulai dari bintang hingga atom. Nama tersebut mencakup seluruh entitas alam berikut ragam jenis dan bagiannya serta melingkupinya dalam satu kesatuan. serta keselarasan berguna yang tepat baginta. dan timbangannya yang adil di mana ia menjadikan seluruh akal tercengang sekaligus kagum. Ia mencetak bagian depan setiap entitas dengan stempel keesaan sehingga segala sesuatu menginfomasikan manifestasiNya lewat aneka lisan yang tak terhingga jumlahnya. ukurannya yang cermat.

123 Dari balik manifestasi nama al-adl. perhatikanlah manifestasi nama Allah alQuddus yang telah membuat seluruh entitas begitu bersih. Pentingnya Mengetahui Tanda-tanda Akhir Zaman . murni. menutupi seluruh entitas. Ia telah mengubahnya menjadi semacam cermin indah bersinar yang layak untuk memperhatikan keindahanNya yang mutlak serta pantas untuk menampakkan berbagai manifestasi namanama-Nya yang mulia. serta oleh beragam hiasan yang paling mengagumkan. namun dari segi metode penerapan pandangan terjadi perbedaan. Manifestasi pemahaman asma' al-husna penting dalam pembentukan manusia yang berakhlak dan asma' al-husna menjadi landasan diri berkepribadian akhlak mulia. dan indah. Said Nursi cenderung memandang ada 6 (enam) nama-nama Allah yang dikategorisasikan sebagai asma'ul adzam (Nama yang agung) dan Said Nursi yakin sifatsifat Allah adalah bentuk manifestasi dari asma' alhusna. Dari keseluruhan mengenai prinsip asma' al-husna di atas dapat dipahami bahwa asma' al-husna Said Nursi memiliki kecenderungan sama dengan ulama masa lalu yang meyakini 99 nama-nama Allah. serta membungkusnya dengan tirai yang dihiasi dan diwarnai oleh beragam warna yang paling cemerlang oleh beragam goresan yang paling indah. Dan uraian ini dapat disimpulkan bahwa enam nama dan cahaya agung telah meliputi seluruh alam. suci.

Said Nursi menjelaskan bahwa dajal adalah manusia seperti manusia lain. Maksudnya adalah cerita-cerita sejenis ini perlu ditekankan. walaupun pada dasarnya tidak banyak menyebutkan orang-orang mereka (atau siapa sebenarnya Dajjal). 86). Adapun tanda-tanda akhir zaman ini banyak sekali. namun pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tanda-tanda hari kiamat yang patut diketahui oleh manusia. Sumber-sumber Islam menyebutkan dari Nabi Muhammad bahwa lebih dari 30 Dajjal akan muncul sesudah dia. pembohong. tapi lebih cenderung kepada kekuatan pengaruh. Sedangkan yang dimaksud Sufyan adalah seorang muslim yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuasaan.124 Prinsip pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman menjadi bagian yang mendorong peningkatan keimanan bagi Said Nursi. Dia mendewakan diri sendiri karena kepemimpinannya yang zalim. Kebesaran Dajal bukan secara fisik. Keduanya adalah Dajjal dan Sufyan terbesar yang akan muncul di dunia setelah Nabi Muhammad. iblis tolol yang melupakan Allah. tapi bagi kalangan filosuf. kemegahan kelaliman yang nyata. dan yang lebih penting untuk diperhatikan menurut Nabi Muhammad adalah Dajjal yang muncul tidak lama sebelum hari kiamat adalah yang paling berhahaya dan merusak. Dia adalah seorang konspirator. Dajjal atau Anti-Kristus akan muncul dalam dunia non-muslim dan Sufyan yang akan muncul dalam dunia Muslim. penipu. 25 . Surga palsu yang diciptakan Dajal adalah daya pikat peradaban modern (Said Nursi 2003b. hlm. Dajal berasal dari kata dajal artinya tertutup oleh sesuatu. yaitu : 1) Munculnya Dajjal dan Sufyan Salah satu akan tibanya hari kiamat munculnya Dajjal (AntiKristus) dan Sufyan25. karena manusia sekarang sudah memasuki fase penghabisan dari panjangannya zaman yang sudah lama berlalu. Tetapi tren ateisme yang dia tampilkan sangat besar mengacu kepada tren ini.

mengenai Sufyan. walau belum bisa digeneralisasi secara umum. misalnya di Indonesia ada Jaringan Islam Liberal (JIL) silahkan simak tema-tema yang dikembangkan oleh JIL yakni "perempuan menjadi imam". akhlak dan syariat.26 Sedangkan yang paling nyata adalah kejadian di Turki ketika Mustafa Kemal Attaruk yang Muslim menjadi imitasi Inggris yang kafir untuk menciptakan surga di dunia. 27 Dengan bahasa yang isyarat Said Nursi berpendapat bahwa Mustafa Kemal Attaruk adalah Sufyan. "terusmenerus mempersoalkan teks al-Qur'an" dan sebagainya dengan sangat bombastik yang mengarahkan ke dalam kerusakan akidah. 26 . masyarakat dan sistem yang akan mereka bangun dalam semua aspek kehidupan. mengenai Dajjal. "menolak formalisasi jilbab". Pada kenyataan masyarakat Turki yang Muslim telah kehilangan nilai moral. dia dapati bahwa di keningnya tertulis kafir. Yang berarti Sufyan akan menjadi seorang pembelot dan imitasi dari orang kafir dia akan memaksa manusia untuk berpakaian seperti dunia non-Muslim. "menolak kebangkitan khalifah". Nabi Muhammad bersabda Seorang yang mengerikan akan muncul menjelang kiamat dan ketika dia bangun di pagi hari. Nabi bersabda para diktator yang akan muncul sebelum menjelang hari kiamat termasuk khususnya Dajjal dan Sufyan akan mendapatkan surga dan neraka semu. menurut Said Nursi bahwa tangan-tangan Sufyan akan mencengkram yang berarti Sufyan akan menjadi banyak dan membangkitkan pemborosan dan kekejian. Said Nursi untuk mengkokohkan akidah umat disamping tesisnya yang menyatakan bahwa "pasca runtuhnya kerajaan Turki Ustmani dan ketika terjadi kekacauan global — tepatnya 1920-1940 — adalah awal dari pertanda akhir zaman". Yang berarti semasa Dan ini terdapat beberapa indikasi yang menjadi tanda-tanda. Beberapa isyarat yang ditulis oleh Said Nursi mengenai Dajjal dan Sufyan sebagai berikut : Pertama.27 Kedua. Karena interpretasinya berwujud ideologi.125 pemikir dan kaum mistik atau sufitik yang mampu menangkap pertanda ini. sampai sekarang semakian marak di Turki pola kehidupan “liberalisasi seks dan liberalisasi berpikir”.

Nabi bersabda kekejaman dan peperangan yang akan muncul sebelum kiamat akan sangat menyebar luas dan berkuasa Kejadian ini jelas ketika di Turki Mustafa Kemal Attaruk yang patungnya di mana-mana dibuat dan kepala dipaksa untuk tunduk dibawah tekanan aturan dan militer dan memang nyata di kaji dari sejarah-sejarah kerutuhan Turki Usmani yang disebabkan ambisi Barat menguasai dunia. Sesat menjelang kehancuran dunia Allah akan mencabut nyawa orang-orang beriman dan dunia akan dibinasakan di atas kepala orang kafir. Ketiga.28 Kelima. Oleh karena itu tempat-tempat kesenangan dan kenikmatan serta penjara dan tempat-tempat siksaan yang serupa akan berdiri berdampingan. 28 . Orangorang ini akan mendapat kekuatan mereka sebagian besar dari trend ateistik dan materialistik dan menganggap diri mereka sendiri memiliki kekuatan Tuhan. Nabi bersabda orang-orang mengerikan tertentu yang akan muncul sebelum kiamat seperti Dajjal mengklaim bahwa dirinya Tuhan dan membuat orang-orang sujud di hadapan mereka. Nabi bersabda Menjelang kiamat tidak akan ada seorang pun yang menyembah Allah dan menyebut Nama-Nya sebagai manifestasi ibadah. Patung-patung mereka akan dibuat manusia akan dipaksa untuk menunduk di depan mereka sebagai cara pemujaan.126 mereka manusia akan dicekoki dengan kesenangankesenangan dan kenikmatan duniawi dan perbedaan-perbedaan di antara kelas-kelas sosial akan meningkat dengan konsekuensi akan terjadi pemberontakanpemberontakan terhadap pemerintah. Ini berarti bahwa tempat-tempat di mana Allah disembah dan Namanya disebut akan ditutup dan jumlah orang-orang yang taat beribadah akan menurut secara drastis. Keempat.

127 sehingga tidak ada seorang pun dapat mengendalikan tiubuh mereka untuk melawan mereka.29 Keenam. Nabi bersabda Sufyan akan menjadi seseorang yang berpengetahuan luas dan memukau banyak ilmuwan. Sufyan akan mencapai kekuasaan karena memiliki kapasitas yang merangsang dan kecerdasan politik. Sekarang menurut beberapa ilmu terjadi naturalisasi ilmu yang terjadi tidak hanya di dunia Islam tapi juga Kristen dan Yahudi. Bahwa kehidupan keji akan menggoda banyak orang yang akan menurutinya begitu saja. 29 Mengenai Sufyan ini dapat dipahami misalnya dapat dilihat di Rusia pengaruh Lenin begitu dahsat. Karl Marx dengan komunismenya dan Hitler dengan fasismenya juga mewarnai penyesatan dan melenakan umat manusia. Karena fenomena materialisme dan perangkatnya melalaikan manusia. kekayaan dan keberanian. Ini dikarenakan oleh dimensi-dimensi kekejian dan kesenangan mengerikan yang akan muncul sebelum hari kiamat atas permintaan Nabi hampir semua Muslim telah berlindung kepada Allah selama 14 abad dari kekejian yang akan ditimbulkan oleh Dajal. suku. Di Turki misalnya 30 .30 Pada masa Islam kepercayaan Tuhan masih d1yakini juga ketika terjadi henelisasi ilmu kemudian kristenisasi ilmu kemudian islamisasi ilmu dan yang menghancurkan ketika terjadi westernisasi ilmu yang tidak menyakin adanya Tuhan. Sebagian besar karena kenikmatan hidup. Dia mengekang pendidikan agama. di dunia Islam terjadi sekulerisasi ilmu yang sangat hebat. Tapi mengenai yang gaib hanya Allah yang tahu). Adam Smith dengan menggusur kapitalisme. Ini berarti mekipun tanpa alat kekuasan dan ketergantungan semacam kerajaan. banyak ilmuwan dan pendidik agama mendukung dia dan rezimnya. dan akhir-akhir ini kesadaran umat Islam mulai muncul sejak dicetuskannya pan islamisme oleh Jamaluddin Al Afgani menjelang akhir abad ke-19 diteruskan oleh ilmuwan muslim lainnya yang muncul kemudian sebuah fenomena kebangkitan Islam global. karena memang saat ini modernisasi yang materilistik-konsumeris telah tidak terkendali.

hari akhir. Sebenarnya Islam sebagai agama tidak bisa menoleransinya karena hal itu telah dipandang sebagai penyimpangan prinsip etos keilmuan Islam yang sejati. Miskawaih dan khususnya Jalaluddin Ar-Rumi berdampingan dengan teori-teori kreasionis. Sedangkan teori yang di Barat telah menimbulkan begitu banyak reaksi dari kalangan umat Kristen.128 Untuk kejelasan ilmiahnya bahwa adalah metode ilmiah yang dirumuskan ilmuwan muslim yang meminjam teori Aristoteles yang masih memposisikan Tuhan sebagai Pencipta Pertama. . malaikat. seperti teori evolusi sebenarnya juga telah dikembangkan dengan baik oleh para pemikir terkenal seperti Al-Jahizh. Pada prinsipnya Islam membolehkan pengkajian pada bidang-bidang yang sangat luas mulai dari fisika. sekali lagi sejauh tidak secara langsung bertabrakan dengan prinsip-prinsip fundamental keyakinan agama. seperti terhadap penolakan terhadap eksistensi Tuhan. Dunia Barat tidak demikian. Kenyataan di Turki seluruh madrasah ditutup dan pelarangan menggunaan jilbab. matematika bahkan metafisika. Perlu ditegaskan bahwa saat ini adalah akhir zaman. Newton dan fisikawan muncul Mustafa Kemal Attaruk yang menjajahkan ide sekulernya berdasarkan "perintah" Inggris. kenabian dan sebagainya. Namun sangat disayangkan teori-teori mereka secara terus terang melanggar dan menentang prinsip-prinsip ajaran pokok agama. Di Indonesia perdebatan mengenai UU Sisdiknas selalu dengan perbedaan pendapat berdasarkan kepentingan agama yang diciptakan dunia Barat ketika menjajah bangsa Indonesia. dalam konteks ini pengkajian terhadap ciptaan Tuhan berarti pengakajian terhadap karya kreatif Tuhan sehingga dengan itu diharapkan seorang ilmuwan muslim akan bertambah keyakinan dan ketakwaan kepada Allah. Seharusnya hasil sains modern dapat diterima sebagai sarana yang baik untuk lebih mengenal kebesaran Tuhan.

Ketujuh. namun oleh pemikir muslim seperti Ibnu Sina dan Al Farabi gaya alami itu memiliki sumbernya pada entitas-entitas supernal. Dan masih banyak lagi contoh mengenai mungkin Dajal-dajal yang muncul berupa ilmuwan yang menyesatkan. Darwin misalnya menyatakan evolusi bersifat independen atau otonom seperti seleksi alam yang dipandang sebagai hukum independen dan bertanggungjawab pada evolusi organik termasuk penciptaan spesies-spesies. sebagaimana Perire Laplace yang menyatakan peran Tuhan sebagai pengatur dan pemelihara alam telah digantikan hukum mekanik. Nabi Bersabda hari pertama Dajjal adalah sama dengan satu tahun sedangkan hari keduanya sema dengan satu bulan hari ketiganya sama dengan satu minggu dan hari keempatnya adalah satu hari. Sebagaimana diketahui di tempat- . titik tolaknya ketika terjadi keruntuhan Turki Usmana pada tahun 1920-an diikuti oleh sekulerisasi oleh Mustafa Kemal Attaruk. seperti akal aktif yang merupakan utusan Tuhan untuk mengurusi dunia bawah-bulan. gelombang nuklir lemah dan kuat. Hadis yang menakjubkan ini berarti bahwa Dajjal akan muncul di utara dan bergerak menuju selatan.129 modern misalnya gravitasi dianggap sebagai gaya-gaya yang independen bersama dengan gaya elektromagnektik. dunia Islam bertikai dalam keluarga besarnya. Sedangkan Sufyan-sufyan dalam dunia Islam muncul dengan usahausaha mensektilerisasikan baik pemikiran maupun pola hidup. termasuk memberikan bentuk pada benda-benda di bawah bulan atau jiwa benda-benda angkasa lainnya yang memancar dari Tuhan lewat emanasi.

Menurut sumber-sumber Islam yang terpercaya dia adalah . Mereka akan memiliki sebuah kendaraan atau tunggangan yang luar biasa dan mengelilingi dunia dalam 40 hari.130 tempat di dekat kutub Utara satu tahun terdiri dari satu siang dan malam. baik Yahudi maupun Kristen mengharapkan Messiah datang menjelang hari kiamat dan menganggap kedatangannya sebagai tanda akhir kernenangan besar untuk Yahudi dan Kristen. mereka akan menyebabkan kerusakan besar dalam jangka waktu satu tahun yang normalnya dapat dilakukan dalam jangka waktu 300 tahun. Semakin ke selatan terdapat terdapat tempat-tempat di mana satu hari berlangsung 3 bulan dan satu bulan dan satu minggu secara berturut-turut. Nabi bersabda Ketika Dajjal muncul setiap orang akan mendengarnya. Ini berarti bahwa Dajjal akan muncul ketika komunikasi dan transformasi berkembang pesat peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia akan terdengar di belahan bumi lain dan berkeliling ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 40 hari adalah hal yang mungkin. Pengertian lain adalah Dajjal maupun Sufyan akan memiliki 4 periode peraturan. periode pertama. masing-masing berlangsung selama 6 bulan. Kedelapan. 2) Munculnya Messiah atau Mahdi Mengenai mahdi atau messiah. Periode keempat mereka akan normal. Kerusakan yang akan mereka timbulkan dalam jangka waktu pada satu tahun periode kedua mereka akan sama dengan kerusakan yang dilakukan oleh yang lainnya selama 30 tahun dan pada satu tahun periode ketiga mereka akan membuat 7 tahun kerusakan.

Mandi bukanlah satu orang saja. mengetahui kondisi sosial. mengahiri kekuasaan Dajjal dan Sufyan. Bersama-sama pengikutnya pemimpin periode pertama akan mempertahankan prinsip-prinsip Islam dari trend materialistik dan menunjukkan mereka dalam jalan yang benar.131 Imam kedua belas dan terakhir dari sederetan Imam yang di mulai Ali bin Abi Talib. melainkan sebuah nama "kebangkitan global". Bersama dengan Messiah. sepupu Nabi dan khalifah keempat. Periode ketiga yang berkemungkinan akan mengikuti invansi Gog dan Magog yang akan menggangu periode kedua. politik dan ekonomi pada masanya dan memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. Agama Kristen menurut sumber Islam yang relevan akan terbebas peminjaman agama- . memiliki standar moral tertinggi. Periode mengalami akan rnenghalal kebangkitan kehidupan keagamaan secara global. Pada periode kedua prinsipprinsip Islam yang sudah dibangkitkan akan mencapai pengaruh penting di beberapa belahan dunia dan kehidupan Islam akan mengalami sebuah kebangkitan yang signifikan. Menurut para pemikir dan ilmuwan kontemporer termasuk Said Nursi. Mahdi akan mempertahankan dan menggugah prinsip-prinsip kehidupan Islam dari Dia trend akan materialistik keagamaan. Mandi memiliki tiga periode masing-masing akan dipresentasikan oleh satu orang dan kelompoknya. Mandi lenyap ketika dia berusia 74 tahun dan akan muncul ketika dunia penuh dengan ketidakadilan untuk menyelamatkan keadilan. Pemimpinya akan memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu-ilmu agama.

Pergerakan bumi menarik sebuah lingkaran raksasa di luar keliling bumi dan bumi terus menerus memindahkan semua peristiwa yang terjadi di atasnya ke kelingkaran luar tersebut. termasuk di agama-agama lain yang memiliki sumber yang sama. 31 . Menurut ramalan lingkaran raksasa ini akan dipusatkan di daerah Damaskus.31 c) Mengenai Terbentuknya Padang Mahsar Allah berfirman Katakanlah sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah (67 : 26). Hasil dari semua penstiwa-peristiwa di bumi Mungkin cukup di sini penjelasan mengenai ini memang harus melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah kita. hari kehidupan setiap orang akan ditampilkan kembali. Mereka akan berkerjasama untuk menangkis serangan Gog dan Magog dan membebaskan dunia dari invasi mereka. tetapi dalam bentuk yang luas dan disesuaikan dengan dimensi-dimensi Hari Akhir. I1mu pengetahuan akan mengalami perkembangan puncak. Semua ini juga disebabkan kejadian 11 September 2001 dan invasi Amerika ke Irak dan pergulatan dunia yang tak pernah usai seperti di Palestina-Israel. seperti slogan "cogito ergo sum" atau "god is dead" dan sebagainya. Saat ini di Jerman. Pada hari pengadilan. Messiah yang dijanjikan adalah Yesus Kristus. Bahwa pergerakan bumi bukanlah tidak bertujuan. Dia akan kembali dan kemudian mengikuti dan sepenuhnya mendukung Mahdi. menunjukkan bahwa kendali modernisasi dan globalisasi sulit terkendali. Bukan hanya dengan kepala yang berupaya menentang dahulu baru mencari. Alamat ini memang bisa ditanggap orang yang berpikir dan berhati. Mungkin sebagai dampak kemajuan genetika satu buah delima akan cukup sebanyak 20 orang dan kulit buahnya akan dapat menaungi mereka. Kota-kota akan dibangun di atas langit dan akan mudah melakukan perjalanan ke sana. Misi orang Messiah yang ditujukan untuk Yesus Kristus. Rusia. Amerika.132 agama dan filsafat tertentu dan lebih mendekat pada Islam. Italia dan Belanda dan beberapa negara maju semangat menuju nilai-nilai kebenaran sudah mulai tampak. Inggris. menurut Nabi Muhammad. Sebab metodologi semacam ini memang berasal dari "nurani Dajjal".

Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Penekanan sisi kejiwaan. hlm. hari kiamat menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri Said Nursi dan salah satu cara upaya pembentukan akhlak mulia. hari kiamat menjadi prinsip yang dapat mendorong terciptanya akhlak mulia yang menekankan sisi-sisi kejiwaan manusia. Pentingnya Meyakini Hari Kiamat Serangkaian upaya pembentukan manusia yang berakhlak mulia. Padang tersebut masih berada di balik "kerudung" Yang Maha Tidak Terlihat. Surabaya. Ruh mereka dikembalikan ke dalam tubuhnya agar kemudian mereka mempertanggungjawabkan semua amal mereka dikala hidup yang selanjutnya mereka ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga atau neraka. Bagaimana pun juga kita akan melihatnya pada saat kita telah menjalani bentuk-bentuk spesifik hari akhir. tablet-tablet Padang Mahsyar. untuk kemudian mereka digiring ke alam mahsyar dan alam barzakh. Seiring dengan itu.32 Hari kiamat menjadi landasan fundamental dalam pemikiran Said Nursi. Al Ikhlas. Karena itu. 1980. Penjelasan mengenai tanda-tanda akan tibanya hari kiamat di atas memberikan keyakinan yang kokoh terhadap paham keagamaan dengan keimanan yang sudah ada sebagai dasar beragama. Saat ini.133 terus menerus ditransfer ke dalam daftar atau. menurut Said Nursi melalui sifat dan kemampuan jiwa kita menunjukkan bahwa kita diciptakan untuk Dalam bahasa al-Qur'annya hari kiamat adalah Qiyamah adalah hari kebangkitan orangorang mati dan kuburan mereka masing-masing sesudah hancurnya alam semesta. Para pemikir Islam dulu baik yang sezaman dengan Said Nursi maupun sebelumnya belum menafsirkan secara mendalam mengenai ayat-ayat dan hadis-hadis mengenai hari kiamat. pemahaman tentang hari kiamat banyak dirujuk sebagai bagian pembentukan karakter bagi Said Nursi. 32 . 165). (Hussein Bahreisj.

Lanjut Said Nursi: Hai jiwaku ! Jika engkau menganggap dunia ini adalah tujuan utama kehidupanmu dan engkau bekerja dan senantiasa bekeda untuk kepentingan dunia. Kutipan di atas menggambarkan secara tegas bahwa Said Nursi sangat yakin akan adanya hari kiamat yang dunia ini bukan tujuan akhir. Engkau bisa memilih salah satu pilihan itu. kita adalah raja dan komandan dari semua makhluk hidup. yang diperlukan untuk kehidupan rohani dan kehidupan akhirat. hamba yang memohon kepada Allah Yang Maha Perkasa. Mengenai kekuatan dan kemampuan kita untuk tinggal di sini. engkau menjadi penguasa agung kerajaan binatang. dan memohon serta beribadah. Jadi mintalah petunjuk dan keberhasilan dari jalan-Nya dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Said Nursi 2003d. Perjalanan manusia akan diteruskan ketika hari kiamat tiba dan membuka ruang-ruang baru bagi manusia yang baru dibangkitkan dari . hlm. Tetapi dalam hal ilmu. dan menganggap dunia ini sebagai ladang tempat menaburkan benih. dan bertindak dengan semestinya. Tetapi jika engkau menganggap akhirat adalah tujuan akhirmu. engkau akan menjadi seperti burung pipit yang paling lemah. dan menjadi tamu-Nya yang terhormat dan disayangi di dunia ini. memahami kebutuhan kita. 52). kita kalah bersaing dengan burung pipit yang paling lemah.134 beribadah kepada Allah Swt. sebuah persiapan bagi akhirat.

kebangkitan Jasmani dan ketaatan terhadap Allah dan keadilan. . yakni alam semesta.135 kubur. norma-kosmos dan mikro-kosmos. Hal ini memberikan contohcontoh tindakan-tindakan besar Allah di dalam alam semesta yang luas (makro-kosmos) dan kadang kala menunjukkan pembuangan menyeluruh-Nya terhadap makro-kosmos. Said Nursi sangat menekankan agar manusia meyakini secara mendalam mengenai hari kiamat. Hal ini memiliki tempat yang penting baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadis. Al-Qur'an menyajikan kehebatan yang Dia lakukan di sini untuk mempersiapkan kita terhadap hal itu. Karena itu. dan untuk universal menyentuh hati manusia mengenai kehebatan yang akan dilakukan Yang Kuasa pada hari akhir dan untuk mempersiapkan jiwa manusia untuk dapat menerima dan memahaminya. umat manusia dan atom. Sebenarnya Al-Qur'an mengajarkan 4 (empat) tujuan utama yakni untuk membuka dan membangun pada jiwa dan hati manusia eksistensi dan keesaan Allah. kenabian. Manifestasinya melalui Asma dan Sifat-Nya dan keteraturan serta harmoni sempurna yang sangat indah dalam eksistensi. Al-Qur'an menyebutkan peristiwa-peristiwa bersejarah tertentu khususnya yang akan terjadi sebelum hari kiamat. AlQur'an adalah Kitab Suci yang terakhir dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Argumen tindakan Al-Qur'an mengenai hari mengacu pada hari kiamat yakni tindakankebangkitan.

menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya. kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy dan menundukkan matahari dan bulan. Al-Qur'an menyajikan fenomena penciptaan alam semesta ini yang didefenisikan sebagai penciptaan pertama (56:62). untuk membuktikan adanya Hari Kebangkitan. Keimanan ini merupakan dasar untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang.136 Contohnya ayat al-Qur'an berikut menekankan Kekuasaan Allah dan menyebutkan sebagai fakta. Apabila kita tidak percaya bahwa kita akan dipanggil untuk memperhitungkan amal perbuatan kita. supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuham-mu (13:2). Iman kepada akhirat merupakan dasar kehidupan manusia sebagai masyarakat maupun sebagai individu. karena setelah iman kepada Allah. . kita akan hidup dengan taat dan benar. sedangkan penjelasan tentang kebangkitan yang telah mati didefenisikan sebagai penciptaan. apabila kita berbuat menurut keyakinan bahwa kita harus menjalankan perhitungan amal perbuatan. mengapa kita diharuskan menjalani hidup jujur dan benar. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. "Penciptaan pertama alam semesta dan umat manusia menunjukkan "penciptaan kedua". maka iman kepada hari kebangkitan berperan dalam melindungi sebuah tata sosial yang damai. Tetapi. kedua (53:47). mengajak kita untuk memiliki keyakinan tentang pertemuan kita dengan Dia di akhirat : "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat. Allah mengatur urusan makhluk-Nya.

dan sebuah tiket menuju dunia abadi tempat semua jenis keindahan dan rahmat sedang menantimu. pembebasan dari tugas-tugas kehidupan duniawi yang berat. Iman kepada hari kiamat juga merupakan sumber hiburan bagi mereka yang sedang generasi tua termasuk mereka yang sakit. Meneladani Nabi Muhammad Saw Prinsip menedalani Nabi Muhammad Saw menjadi komitmen dasar Said Nursi dalam merealisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai . tetapi perubahan dunia. suatu Kematian bukanlah kepunahan abadi. dan menjaga kamu tetap hidup di dalamnya untuk beberapa lama. Keyakinan secara mendalam akan adanya hari kiamat seolah merupakan obat dari penyakit yang tidak terobati. Allah Yang Maha Pemurah yang mengirim kamu ke dunia. Hanya kabar baik seperti ini sangat bermanfaat dan benar-benar dapat menjadi penghibur generasi tua dan membuat mereka menyongsong kematian dengan senyum. Dia akan memberimu karunia surga". tidak akan meninggalkanmu dalam kegelapan ruang kuburmu ke haribaan-Nya dan menjamin kamu menuju kehidupan abadi yang selalu bahagia. Said Nursi menjadikan hal yang sangat prinsip dalam meyakini hari kiamat ini. Keyakinan ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus yakin keberadaan hari kiamat. Kiamat pasti dating.137 Pada suatu kesempatan Said Nursi menulis : "Jangan takut terhadap hanyalah kematian.

Pada dasarnya. Mengenai prinsip meneladani Nabi Muhammad ini Allah berfirman "Katakan. Said Nursi hendak menegaskan bahwa bila seseorang yang telah berikrar bahwa dirinya adalah pengikut Muhammad Rasul-Allah Saw. "Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang" (Qs. Pada prinsipnya bahwa mengamalkan sunnahsunnah Nabi Muhammad Saw dengan sepenuhnya merupakan cerminan dari keseriusan mentaati perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dengan mengikuti al-Quran dan keimanan mendalam akan keesaan Allah. Al Imran : 31). Zaidin (1999. Dengan prinsipnya ini. Praktek amaliah ibadah dengan cara meneladani nilai-nilai yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Doktrin ini menjadi sangat penting dalam praktek kehidupan manusia.138 kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. hlm. apabila seseorang menyatakan diri sebagai muslim. 39-53) menceritakan bahwa Said Nursi adalah seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pengajian keagamaan dengan sekuat tenaga telah berusaha menghidupkan kembali suatu usaha yang dulu di bawa oleh Nabi Muhammad Saw. maka ia harus mewujudkan keislamannya itu dalam bentuk mengikuti sunnah Nabi tersebut secara sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan. ikutilah aku. Jika kalian benar-benar mencintai Allah. hendaknya ia harus mengikuti cara atau metode dan jalan hidup yang telah dibuat oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam seluruh aspek kehidupan. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Di dalam ayat ini terdapat bentuk simplikasi redaksi yang . yaitu suatu model pengajian ia sebut dengan istilah dershane (Tempat belajar). Menerapakan atau meneladani Nabi Muhammad Saw menjadi kekuatan amaliah ibadah secara aplikatif.

Jika kalian mengikutinya. bahkan diakui oleh para sarjana Barat. (Qs. Menurut Islam. Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad).139 mengagumkan. merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Makna yang begitu banyak dirangkum hanya oleh tiga kalimat. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah Swt. pasti kalian beramal sesuai dengan apa yang dicintaiNya. Allah akan cinta kepada kalian. ini adalah : Jika kalian beriman kepada Allah. Dan tidak ada satu pun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. al Ahzab : 21). pasti kalian mencintai-Nya. Adapun penjelasan Said Nursi mengenal ayat. Akhlak Nabi Saw merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. 2003. 114). melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an. Pada ayat lain. Allah menegaskan : "Akhlak Nabi adalah al-Qur'an". Tentu saja kalian mencintai Allah agar juga dicintai oleh-Nya (Said Nursi. Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu" (Qs. hlm. Keseharian dan perilaku Rasulullah. Dan ia bisa terwujud dengan cara kalian mengikuti pribadi tersebut. Perilaku Nabi Muhammad Saw disebut sunnah. Hal itu berarti kalian harus meneladani pribadi yang Dia cintai. Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang . Selama kalian mencintai-Nya.

Sementara itu. mencintai Allah. ridhonya yang paling utama tampak pada pribadi Muhammad Saw" (Said Nursi. beliau layak dicintai karena Allah ta'ala. Untuk mencapai kepribadian mulia adalah dengan mengikuti orang yang dikasihi Allah yakni yang Nabi suci. hlm. Sejak pagi hingga malam hari. Sebab dalam doktrin ini Said Nursi mengatakan bahwa "kecintaan kepada Allah baru terwujud dengan melakukan perbuatan yang diridhoi olehNya. Menurut Said Nursi meneladani pribadi beliau yang penuh berkah itu bisa terwujud dengan 2 (dua) hal : Pertama. Karena itu. Sebab pemimpin yang paling sempurna dengan teladan yang paling utama dalam urusan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw. Penjelasan di atas mendorong pentingnya praktek keteladanan kepada Nabi Muhammad Saw (Sunnatun Tsaniyah) dalam kehidupan seseorang untuk membentuk kepribadian yang barakhlak mulia. mencintai pribadi Nabi Muhammad Saw. Muhammad Said Nursi Saw dan mengaplikasikan sunnahnya mengatakan sesungguhnya kecintaan kepada Allah harus diikuti dengan sikap mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw. Sebab beliau merupakan perantara yang paling utama agar manusia bisa mendapatkan kebaikan ilahi. mentaati segala perintah-Nya dan berbuat sesuai dengan ridlio-Nya. Sikap semacam ini mengharuskan kita mengikuti Nabi Muhammad Saw.140 mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. (Said Nursi 2003. hlm. Kedua. 117). . 117). 2003.

Orang yang meninggalkan dan mengabaikan as-Sunah tersebut akan mendapat siksa dan hukuman. perbuatan clan keadaan. tanpa terkecuali. Hal yang wajib tentu saja harus diikuti.141 Said Nursi mengatakan secara fitrah ketika kita mengarahkan perhatian pada sosok yang kita cintai kekasih Allah haruslah berupaya meneladani dan mencontoh beliau dengan cara mengikuti semua sunnahnya yang mulia. hlm. hlm. bagi seorang Muslim. Orang yang bahagia dan beruntung adalah yang paling inters mengikuti sunnah nabi Muhammad Saw sementara orang yang tidak mengikuti Sunnah akan benar-benar merugi jika sikap untuk tidak mengikuti sunnah Nabi. Oleh karena itu. yaitu : wajib. Dikatakannya pula. Begitu pentingnya masalah mengikuti Sunnah Rasul ini menurut Said Nursi mengikuti Sunnah Rasul berasal dari 3 (tiga) sumber yaitu perkataan. (Said Nursi 2003. mengikuti sunnah rasul Muhammad Saw merupakan tujuan termulia sekaligus merupakan tugas terpenting manusia (Said Nursi 2003. sunnah dan ada yang merupakan kebiasaan beliau. 119). mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu "kebebasan memilih". Tiga sumber ini juga terbagi lagi menjadi tiga. Said Nursi menuliskan bahwa "Tindakan yang mengikuti sunnah rasul beliau akan mengubah adab dan kebiasaan menjadi bernilai ibadah". Semuanya. 117-1 18). diberi beban untuk. Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah . melaksanakan as-Sunnah yang bersifat wajib tersebut. Seorang mukmin diharuskan mengikutinya sebagal konsekuensi dari keimanan yang ada pada dirinya.

seperti yang dikatakan baik oleh para wali maupun musuh Islam. "Siapa yang taat kepada Rasul. al-Nisaa' : 80 ). sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untukmu. al-Hasyr : 7). Hal ini dinyatakan dalam al-Qur'an. maka terimalah ia. Beliau memiliki akhlak paling mulia. maka ia taat kepada Allah" (Qs. Belau merupakan sosok pilihan di antara seluruh anak manusia selain sebagai pribadi paling dikenal semua orang. Beliau merupakan pribadi sempurna bahkan teladan dan pembimbing paling utuh dengan melihat pada ribuan mukjizat yang ada kesaksian dunia Islam clan kesempurnaan pribadinya yang didukung oleh hakekat al-Qur'an yang sampai padanya. maka juhilah" (Qs. bahkan justru membuat . AlQur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup. Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan al-Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya. Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi.142 kewajiban yang harus ditaati. dan apa yang ia larang bagimu.

kemudian menjalam paginya bersama bimbingan Nabi Muhammad Saw. penuh hikmah dan indah. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki dapat kita contoh dan teladani. Rasulullah bersabda :"Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yakni : Bismillahirrahmanirrahim . Menanamkan Ikhlas. dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya.adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)" (Tafsir Ibnu Katsir). Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia kita jaga.143 Allah semakin menyukai dan meridhoinya. hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna. Dengan begitu. hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran al-Qur'an. Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Maka. Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi. Keikhlasan Nabi dalam beramal dapat kita praktekkan. baik di mata Allah atau di mata manusia. Dalam setiap hendak memulai perkerjaan. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari dapat kita ikuti. kita akan menjadi orang mulia. dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Selanjutnya. Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. Takwa dan Sedekah . Pengabdian hidup seperti Nabi untuk kejayaan Islam kita amalkan.

Sampai disini ia akan menjadi manusia sempurna dan memperoleh kebabagiaan. Menjelma dalam relung-relung kalbu pribadi yang mulia. ketinggian derajat dan kemuliaan hati. Dalam tafakurnya. ketakwaan dan sedekah dapat membentuk karakter pribadi manusia. Manusia seperti ini umumnya tanggap dalam melihat sesuatu pada esensinya melalui tafakur yang mendalam. Anjuran membaca Risale-i Nur adalah aktivitas untuk mencapai manusia sempurna. Ikhlas kunci kemenangan. Dengan cara . ia dapat menyentuh kondisi di luar dirinya. takwa dan sedekah. 1) Ikhlas Menjadikan Manusia Filosof-sufi Ikhlas adalah ciri muslim sejati. ikhlas beramal ibadah hanya karena Allah semata.144 Said Nursi sangat menekankan kepada murid-muridnya untuk senantiasa ikhlas. Orang yang terbina keikhlasan dalam diri akan dalam meluluhkan dan membuat orang lain turut menjadi orang ikhlas. Setiap orang harus menjadikan sikap atau perilaku ikhlas sebagai bagian kepribadian mulia dirinya. Ikhlas cenderung kepada amal keteladanan. Ikhlas diri dibawa Kekuasaan Allah sehingga menghasilkan daya pikir yang cemerlang dan hati yang suci. Said Nursi sangat yakin keikhlasan. Misalnya. Kajian berikut menjelaskan secara mendalam bahwa ketiga hal ini menjadi dasar hidup dalam pembentukan manusia ideal dalam pandangan Said Nursi yang diisyaratkan secara implisit dalam Risale-i Nur untuk membentuk manusia ideal yang berakhlak mulia.

Ia mengulurkan bantuan tanpa diminta. Orang yang ikhlas dengan sendirinya akan bermanfaat bagi lingkungannya. 4. 5. akan tercipta sebuah tatanan masyarakat yang kokoh dan maju. 9. Ciri-ciri orang ikhlas diisyaratkan dalam Risale-i Nur. Bahkan jika setiap elemen masyarakat mempunyai rasa ikhlas yang kuatnya melebihi keempat elemen di atas. begitu tenang dan menyenangkan. sebagai berikut : 1. Ia selalu memberi tanpa meminta balasan. berjiwa ikhlas. Perilaku ikhlas banyak sekali ditemui seantero dunia ini. Hatinya. karena mereka mengetahui nilai ikhlas bagi kehidupan mereka akan mendatangkan kebajikan. 3. 8. Sifat ikhlas inilah yang akan memacu dan memicu lahirnya generasi unggulan yang siap bersaing di tatanan dunia global. Ikhlas beriman Ikhlas beribadah Ikhlas beramal Ikhlas mengingat mati Ikhlas mengingat hari kiamat Lebih menyukai jiwa mukmin lain daripada jiwanya sendiri Tafakur imani Tidak merasa benar sendiri Bergabung dengan temannya dalam menuju kebenaran yang ada dihadapannya . 7. 2. Bahkan. 6. hanya pribadi yang ikhlaslah yang sebenarnya paling berhak untuk mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari masyarakat. tanpa dia meminta atau mengharapkan. perbuatan tidak menyenangkan hatinya pun ia balas dengan senyuman dan sapaan mulia. Karena.145 beramal ikhlas. akan terbangun peradaban dunia yang maju.

Dengan mengingat mati mereka tidak akan berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal panjang angan-angan. maka Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni maut. Said Nursi mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. Al-Imran : 185) “Sesesungguhnya kamu akan mati dan mereka pun akan mati” (QS. Hadis ini diriwayatkan oleb Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadis hasan. 5 . Mereka selalu membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menolong segala kenikmatan”. Pertama. 308). Hadis ini juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. Mengingat mati bisa membersihkan orang tersebut dari nafsu yang memerintahkan kepadanya kepada keburukan” (Said Nursi. selalu mengingat mati. sufi. Az-Zumar :30).b). Sarana mencapai keikhlasan menurut Said Nursi ada 2 (dua) yakni rabithatul maut (selalu mengingat mati) dan merenungi makhluk. Berpegang kepada nilai-nilai kejujuran dan pencarian kebenaran yang ditetapkan oleh para ulama (Said Nursi 2003a. hlm. Mengingat mati memberikan manfaat yang luas. Said Nursi menegaskan bahwa jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat. dijelaskan Said Nursi bahwa “mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan.146 10.5 Berdasarkan hadis ini. Dijelaskan Said Nursi bahwa para ahli Sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sebagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang mereka ketahui : “Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian” (QS. 2003a. Menurut Ibn Hibban dan al-Hakim hadis ini sahih.

Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah Swt dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. karena didominasi jiwa ikhlas maka perilaku yang selalu muncul adalah rasa syukur. hlm. Ketakwaan menjadi sangat . Yang memiliki karakter seperti Nabi. 2) Takwa Menjadikan Manusia Ulil Albab Tingkatan takwa selalu diletakkan sebagai tempat yang mulia. Kebesaran Allah yang telah menciptakan kehidupan dan manusia ini. 2004. Merenungi proses kehidupan manusia yang senantiasa mengalami berbagai perubahan.147 kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan hayalan.i Nur adalah manusia ikhlas. yang tidak cukup diartikan dengan takut saja (Al-Qur’an Depag RI. Dari berbagai keterangan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal dalam Risale. Namun. Namun. 3). Karena dominasi jiwa dalam ketakwaan adalah jiwa berani dan nafsu. Manusia ikhlas inilah yang banyak melahirkan orang-orang suci dalam berbagai ciri dan karakternya. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia filosof-sufi. Rasa syukur menjadi utama bagi mereka yang berhati suci dan ikhlas. Kedua. Untuk dapat sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk. merenungi makhluk. dalam pandangan Said Nursi ketakwaan dibawa orang ikhlas. Kategori orang semacam inilah yang bisa dikategorikan sebagai seorang filosof-sufi.

Ciri-ciri orang takwa diisyaratkan dalam Risale-i Nur : 1. Mereka inilah orang yang takwa. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia ulil albab yang memiliki karakter seperti Nabi. Ar Rad ayat 20) 3. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. dan menafkahkan sebagian rezki kepada orang lain. Orang sabar dalam mencari ridha Allah 2. Takut kepada Allah 4. Menafkahkan sebagian harta (Said Nursi 2003b. Kesabaran utamanya adalah dalam mencari keridhaan Allah. Manusia ulil albab memiliki sikap hidup sabar. . Dalam pengabdian dan khalifah di muka bumi inilah perpaduan selanjutnya dari jiwa berani dan nafsu melakukan peranannya.148 penting dalam pembentukan muslim yang hakiki. Manusia ideal vang diharapkan dari ketakwaan adalah manusia yang memiliki karakteristik ulil albab. mendirikan shalat. 3) Sedekah Menjadikan Manusia Dermawan Penciptaan manusia ke muka bumi ini tidak terlepas dari dua hal penting yakni sebagai pengabdi dan khalifah. Selalu menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian (Qs. Mendirikan shalat 6. Takut kepada hisab Allah 5. hlm Dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya menurut Said Nursi adalah manusia ulil albab (manusia berakal). Sikap hidup yang takwa dalam jiwanya selalu dominan sabar. Untuk selalu menjalin ukhuwah Islamiyah.

Manusia dermawan memiliki sikap hidup sedekah. dan menafkahkan sebagian rezeki kepada orang lain. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia dermawan yang memiliki karakter sepeti Nabi. termasuk di dalamnya dapat prinsip pendidikan akhlak bagi generasi muda diketahui meliputi : menguatkan iman. pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman. Senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah Dari berbagai penjelasan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya Risale-i Nur adalah manusia dermawan. kedermawanan sangat dekat sekali dengan saling menolong atas sesama manusia. Menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain 2. mendirikan shalat. Mereka inilah orang yang takwa. pentingnya memahami asma' al-husna. Sedekah adalah dalam mencari keridhaan Allah. Sikap hidup orang yang suka bersedekah dalam jiwanya selalu dominan jiwa ukhuwah. Senantiasi menjalin tali silaturahmi 3. Ciri-ciri orang sedekah diisyaratkan dalam Risale-i Nur.149 Karena. pentingnya meyakini hari kiamat. Rangkaian penjelasan dan pembahasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi yang mengikat dalam satu kesatuan hidup. berpegang teguh pada al-Qur'an. pentingnya memahami alam semesta. meneladani nabi Muhammad . pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. baik secara sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. yaitu : 1.

pola sikap dan pola lakunya. Artinya mereka beragama Islam dan mengaku beriman. Fenomena seperti ini masih sangat nampak di tengah-tengah masyarakat. Relevansi dengan Akidah Generasi Muda Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa generasi muda yang dimaksud pada penelitian ini adalah generasi yang berumur 15-40 tahun yang beragama Islam.150 Saw dan menanamkan ikhlas. Pada bagian ini penulis mencoba untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak tersebut dengan pembinaan generasi muda secara deskriptif-komperatif untuk melihat aspek akidah. lingkungan dan tahap perkembangan kepribadian generasi muda. pandangan hidup. Relevansi Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak dengan Pembinaan Generasi Muda Setelah dikemukakan mengenai prinsi-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut pemikiran Said Nursi. secara fakta aspek akidah generasi belum dapat dipastikan. Apakah aspek keimanan yang mereka pegang benar-benar sesuai dengan hakikat yang diajarkan Islam. Baik dalam pola pikir. Walau bagaimana pun. ibadah. sebab banyak di antara mereka yang dapat disebut “Islam Phobia" atau "Islam KTP”. puasa Ramadhan bahkan zakat masih ditinggalkan. namun masih ada yang tidak mau shalat. Tentu saja. tingkah laku. Prinsipprinsip pendidikan akhlak Said Nursi ini dapat dikatakan sebagai prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda. berikut ini adalah bagian analisis terhadap prinsip-prinsip tersebut di atas. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan dalam jiwanya dan sifatnya tidak dapat dipisahpisahkan. karena sifatnya filosofis dalam diri manusia. . takwa dan sedekah. maka prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi Said Nursi yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. tujuan hidup.

Said Nursi sangat menekankan keimanan bagi generasi muda. hlm. ekonomi. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Gillesphy. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan.151 Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima generasi muda dari masa kanakkanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. dan Young menunjukkan bahwa 85 % generasi muda Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya dan 40 % generasi muda Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya (Jalaluddin 2002. sosial. namun kekuatan iman akan sangat nampak dari tingkah laku dan peribadahan yang dilakukan. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental generasi muda mempengaruhi sikap keagamaan mereka. dan norma-norma kehidupan lainnya. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. Karena itu. Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para generasi muda sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya. 74). Walau sulit mengukur tingkat keimanan bagi generasi muda. Rukun iman . pemahaman dengan menguatkan keimanan harus senantiasa dilakukan untuk menuju kesempurnaan. bahwa agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para generasi muda untuk tetap taat pada ajaran agamanya. Namun. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. Hasil penelitian Allport. Dari hasil ini dinyatakan selanjutnya. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman yaitu .

152 terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan qadha dan qadhar. Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah dan untuk membuktikan keimanan mereka dapat dilihat amal dan ibadah mereka seharihari. Artinya, sesungguhnya generasi muda yang beragama Islam tentu tergolong kepada generasi muda yang beriman, walaupun tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana tingkat keimanan mereka, sebab keimanan tidak bisa dilihat dan menyangkut soal hati. Keimanan generasi muda jika didasarkan dengan prinsip ajaran Islam adalah tidak cukup dengan pembenaran hati dan pengakuan dengan kata-kata, tetapi diikuti oleh amal perbuatan. Pembentukan nilai keimanan inilah yang diusahakan oleh Nabi Muhammad Saw, yang selama 13 tahun di kota Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Iman yang tidak pernah dipisahkan dari pasangannya, yaitu amal shalih (ibadah, mu'amalah, mu'asyarah dan akhlaq). Berkenaan dengan iman, sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS.Ibrahim/14:24-25) : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musimdengaseizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Dalam Alquran dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi dinjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat tauhid (kalimat iman), yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran serta berbuat yang baik. Yang dimaksud kalimat tauhid adalah kalimat "Laa

153 ilaa ha ill-Allah" (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Buah dari sebatang pohon yang akarnya kuat adalah perumpamaan terhadap akhlak mulia. Akhlak adalah sebagai buah atau hasil dari suatu proses pendidikan yang didasari oleh penanaman nilai keimanan. Keimananlah yang menjadi fondasi dasar terwujudnya akhlaq al-karimah. Akhlak mulia membentuk generasi yang kuat iman dan menjadi insane saleh sampai bertemu dengan Allah Swt. Insan shaleh adalah manusia yang mendekati kesempurnaan. Yang dimaksud pembentukan insan yang shaleh dan beriman kepada Allah tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku (Q.S.51:56) manusia yang penuh keimanan dan takwa, berhubung dengan Allah memelihara dan menghadap keada-Nya dalam segala perbuatan yang dikerjakan dan segalah tingkah laku yang dilakukannya, segala pikiran yang tergores dihatinya dan segala perasaan yang berdetak dijantungnya ia adalah manusia yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad Saw dalam pikiran dan perbuatannya. Insan shaleh beriman dengan mendalam bahwa ia adalah khalifah di bumi (Q.S.2:30). Ia mempunyai risalah ketuhanan yang harus dilaksanakannya, oleh sebab itu selalu menuju kesempurnaan akhlak yang mulia, sebab Rasulullah SAW. diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Di antara akhlak insan yang shaleh dalam Islam adalah harga diri, prikemanusiaan, kesucian, kasih sayang, kecintaan, kekuatan jasmani dan rohani, menguasai diri, dinamisme dan tanggung jawab. Ia memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar. Ia juga bersifat benar, jujur ikhlas memiliki rasa keindahan dan memiliki keseimbangan dan berperilaku seperti Nabi Muhammad Saw. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip keimanan yang ditanamkan Said Nursi dalam dirinya dan murid-muridnya sangat relevan untuk selalu

154 direalisasikan oleh generasi muda yang beriman, walaupun tidak diketahui secara tepat tingkat keimanan generasi muda tersebut. Namun, diyakini bahwa dengan senantiasa menguatkan keimanan akan tercapai keinginan menjadi insane shaleh.

Relevansi dengan Pandangan Hidup Generasi Muda Kemunduran dan kelemahan umat Islam dalam bidang ekonomi dan politik, khususnya ketika berada di bawah kekuasaan kolonial Barat pada abad ke-18, telah merangsang para elite politik Muslim untuk menyuarakan pentingnya perubahan-perubahan internal dalam upaya memperkecil jurang pemisah antara umat Islam dan orang-oraug Barat. Perkembangan dunia modern Barat telah menyumbangkan banyak sekali landasan yang menjadi dasar pendidikan. Khususnya terjadi perubahan besar dalam pandangan dan pemahaman keagamaan umat yang semakin lama semakin bingung dan lemah. (Wan Daud, 2003 hlm. 7). Dalam konteks umat secara luas, generasi muda berada di tengah-tengah arus perubahan tersebut yang tidak dapat dibantah keberadaan. Untuk ukuran generasi muda dari 15-40 tahun sudah dalam mengenal apa itu pandangan hidup. Generasi muda memiliki pandangan hidup yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, bahkan prinsip-prinsip mulia ditinggalkan. Pengaruh arus globalisasi dan maraknya pandangan dunia yang mampu merubah perilaku generasi muda patut menjadi perhatian bersama. Pandangan hidup dalam konteks ini adalah pandangan Barat yang merusak generasi muda muslim. Dalam kajian filsafat di antara pandangan hidup tersebut adalah sekulerisme, materialisme, komunisme dan ateisme. Said Nursi secara nyata-nyata menentang semua pandangan dunia yang membawa generasi muda berada di posisi yang tidak jelas menentukan arah hidup

155 Pertama, Pandangan Sekulerisme. Dalam berbagai perdebatan

persoalan sekulerisme senantiasa menjadi topik penting dalam diskusi dunia saat ini. Menurut Mulyadi sekuler adalah lawan dari sakral. Kata sekuler dari bahasa Latin "sculum" berarti “bersifat duniawi (worldly)” sebagai lawan dari "spiritual" atau "relegius". Sekuler yakni pandangan yang hanya mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan yang ukhrawi dan dari sudut ontologis mementingkan yang bersifat materiil, mengabaikan yang spiritual. (Mulyadhi 2004, hlm. 120). Kedua, Materialisme. Pandangan materialisme klasik sampai perkembangan pengetahuan di abad ke-18 menurut Sadulloh mengutip Power (1982) terdapat implikasi pendidikan positivisme behaviorisme yang bersumber pada filsafat materalialisme yang mengarahkan pandangan ini kepada tujuan pendidikan yakni "perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks" (Sadulloh, 2003, hlm. 118). Pendapat ini berarti bahwa titik tekan pandangan ini berada pada manusia dengan kapasitas pribadinya yang kompleks yang dapat merubah sikap dan penlaku seseorang. Ketiga, Komunisme dan Ateisme. Hasil dari pandangan sekulerisme dan matenalisme berimplikasi kepada pandangan hidup yang mengarah komunisme dan ateisme. Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-unasing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai dengan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).

156 Pandangan dasar manusia sebagai makhluk yang berkerja menjiwa dalam masyarakat komunis (Adelbert Snijders 2004, h1m. 77). Dalam aplikasinya sistem perekonomian komunis didasarkan atas "sistem perintah", di mana segala sesuatunya serba dikomandoi. Harus diakui bahwa komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Begitu juga karena dalam sistem komunisme negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering juga, disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter" atau "sistem sosialis ekstrem", menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pads asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa partai komunis. Sampai disini kekuatan komunisme berada pada asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga yang dipercaya, namun disini justru letak pangkal paradoks ekonomi komunisme. Pada titik yang lain masyarakat komunis berubah menjadi ateis, sehingga hakekat makhluk hidup dimaknai kebebasan yang sebebasbebasnya untuk bekerja dan bekerja. Harus diakui bahwa pandangan sekulerisme ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang senantiasa menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akherat. Sebagai makhluk duniawi, Said Nursi mengajak generasi muda mengesakan Allah Swt. Namun sebaliknya pandangan sekuler Barat yang bercorak rasionalistikpositivistik indrawi menempatkan manusia hanya sebagai makhluk fisik-kimia yang tidak peduli nilai-nilai spiritual. Pandangan ini menyingkirkan Tuhan sebagai Pencipta. Seluruh proses alam dipandang “hanya kebetulan, tak ada campur tangan Tuhan”. Dalam bangunan filsafatnya, Decrates menekankan akal itu sebagai sumber

157 ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai tujuan akhir. Segala hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dipikirkan secara logika bukanlah ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman bahwa yang dijadikan landasan bagi dunia pendidikan modern adalah filsafat yang mengarahkan kepada pandangan materialisme. Kecenderungan ini menipakan akibat dari mengagungkan akal sebagai landasan berpikir. Dapatlah ditegaskan bahwa keempat aliran pemikiran filsafat dan landasan di atas yang berkembang menjadi pemikiran ekonomi ini berangkat dari kepentingan (internst) dan mengabaikan etika, itulah kuncinya. Baik sekulerisme, materialisme, komunisme maupun ateisme pada titik kebutuhan hakiki manusia sebenarnyalah dapat dikatakan "gagal" karena tidak mencapai tujuan hakiki perlunya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Kegagalan keempat aliran sebagai landasan pendidikan dan kehidupan tersebut terbukti dari manusia modem yang mengalami dilema hidup yang sangat memprihatinkan. Marxisme yang telah mencengkram Uni Sovyet kemudian hancur berantakan. Bukan hanya teori perjuangan kelasnya yang gagal, tetapi komunisme yang antiagama itu telah menyebabkan sebagian besar rakyatnya tidak bahagia. Sedangkan cita-cita dari pandangan hidup Said Nursi dalam konteks pendidikan akhlak adalah manusia ideal dalam sebagaimana Risale-i Nur adalah manusia yang dekat dengan Allah dan berperilaku seperti Nabi Muhammad. Tentu saja memiliki pandangan hidup yang jelas yakni mengesakan Allah, melalui asma' al-husna. Asma’ al-Husna yang terbuka di semesta alam ini adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. Kunci keluar dari dunia yang semakian materialistik ini adalah dengan cara iman dan mengamati asma Allah

158 yang terbentang di alam semesta ini, dan lebih khusus lagi menanamkan keimanan kepada hari akhir. Atau istilah yang sering digunakan Said Nursi adalah “Hizmetul iman wa al-Quran”, menurutnya sekarang ini adalah akhir zaman dan menyadarkan umat dari paham duniawi ke ukhrawi. Prinsip menguatkan keimanan diperlukan bagi generasi muda untuk melawan pandangan-pandangan hidup yang dapat merusak akidah generasi muda. Said Nursi meyakinkan generasi muda dengan mengatakan : "Zat yang menggenggam kendali semua unsur di alam ini pastilah juga memegang kendali semua unsurnya" (Said Nursi 2003a, hlm. 635). Generasi muda harus yakin bahwa kendali dalam kehidupan ini diciptakan Sang Pencipta yaitu Allah Swt dan sekaligus memegang secara penuh kendali kehidupan ini.

Relevansi dengan Tujuan Hidup Generasi Muda Salah satu ciri generasi muda adalah perubahan sikap serta sifat mengarah kedewasaan (Sudarsono 1993, hlm. 12-13). Generasi muda seperti ini mengalami perubahan dalam berusaha memahami kehidupan, terutama tujuan kehidupan. Jika dikaji dalam konteks kekinian, maka saat ini adalah masa di mana manusia telah memasuki era global atau milenium ketiga. Suatu zaman yang ditandai oleh era informasi yang merupakan revolusi teknologi yang menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Pengalaman sekarang menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya Barat ke dalam budaya Islam daripada sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan dominasi kultural yang tidak seimbang (Nata 2001, hlm.144-145) dan berdampak buruk bagi nilai-nilai moral dan etika yang

159 diajarkan dalam Islam. Generasi muda pun sudah ikut-ikutan mengadopsi pola kehidupan yang datang dari Barat tersebut. Kehadiran milenium ketiga yang ciri-cirinya disebutkan di atas, pada akhirnya akan menjadi tantangan yang serius bagi dunia pendidikan khusunya pendidikan akhlak. Tantangan tersebut antara lain, mampukah pendidikan akhlak menjadi pemeran utamanya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang hanya memenuhi aspek kognitif belaka, tetapi juga dalam aspek afektif yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan kedalam hati peserta didik yang pada akhirnya dalam aspek psikomotorik yang dapat diaktualisasikan kedalam bentuk amal-amal shalih dan akhlak yang mulia?. Mengapa tidak mungkin, Nabi Muhammad Saw dalam waktu hanya 23 tahun, atas pertolongan Allah telah dapat merubah seluruh tatanan kehidupan bangsa Arab Jahiliyah menjadi Bangsa yang beriman dan berakhlak mulia. Ternyata di tengah situasi sebagaimana di atas, prinsip pentingnya memahami hakekat hidup ini sangat berperan bagi generasi yang sedang menuju kedewasaan. Said Nursi mengarahkan tujuan seorang manusia itu kepada terciptanya manusia yang beriman dan memahami makna kehidupan yang seimbang. Seirama dengan itu tujuan yang mendasar dari pendidikan Islam mulai dari turunnya Islam itu sendiri hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman tetap tidak berubah, yakni untuk menjadikan manusia seorang yang berakhlak mulia. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda yang mafhumnya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menjadikan manusia berakhlak mulia" (HR. Al-Bazzaar). Pada saat ini bangsa kita telah mengalami kemerosotan dan kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Untuk meyelesaikan persoalan tersebut adalah upaya bagaimana untuk menanamkan keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. Upaya untuk

dkk. hlm. Relevansi dengan Ibadah Generasi Muda Menurut Halem Lubis. Berdasarkan pendapat ini secara agama orang yang sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindaknya berarti sudah balig. 149-150).160 menanamkan hakikat keimanan dan memang teguh al-Qur'an serta memahami hakekat penciptaan manusia. Menurut Thomas sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Ramayulis bahwa kebutuhan terhadap agama dimungkinkan karena adanya empat kebutuhan manusia. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: . keinginan untuk mendapatkan pengalam baru. (new experience). generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa generasi muda. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim di tengah-tengah menjalankan ibdah kepada Allah. keinginan untuk mendapatkan tanggapan (respons) dan keinginan untuk dikenal (recognation). yaitu : adanya keinginan untuk mendapatkan perlindungan (security). Baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat generasi muda muslim diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah Swt. 32-33). hlm.. Melalui pengalaman-pengalaman yang diterimanya dari lingkungan itu kemudian terbentuklah rasa keagamaan (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. kebutuhan nilai spiritual juga meningkat.

Lebih jauh Robert H. Bertaqwa kepada-Nya. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Pada intinya ketujuh point di atas ingin menegaskan bahwa sejalan dengan prinsip keimanan. dan proses pemikiran (Robert 1972. masyarakat. maupun masyarakat pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. yaitu : pengaruh-pengaruh sosial. Mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. berbagai pengalaman. Pencapaian tingkat akhlak yang mulia merupakan tujuan pembentukan kepribadian muslim. berpegang teguh pada al-Qur'an. . menyucikan diri. 187). baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat untuk mengabdi kepada Allah SWT. Berdoa kepada Allah. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah. Tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. 43). Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. khususnya pendidikan. keluarga. Thouless mengklasifikasikan faktor-faktor yang dapat membentuk sikap keagamaan menjadi empat faktor utama. hlm. memahami hakekat penciptaan manusia dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad Saw. kebutuhan.161 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Senantiasa beriman kepada Allah. hlm. Relevansi dengan Lingkungan Generasi Muda Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya (Jalaluddin dan Ramanulis 1998.

Akan tetapi seperti yang pernah disinggung bahwa pembentukan kepribadian jugs terkait dengan lingkungan pendidikan. 128). Pengalaman alami atau moral misalnya mengenai keindahan. baik binatang. dan konflik moral. Sementara pengalaman emosional berhubungan dengan pengalaman mistik emosional keagamaan atau faktor afektif. kondisi sedemikian ini akan tercipta situasi saling mencintai. Faktor pengalaman merupakan suatu faktor yang diakui dapat membantu tumbuhnya sikap keagamaan. Dimana setiap pribadi merasakan bahwa kesempurnaan diri akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. aspek hubungan keluarga. Setiap individu menempati posisi sebagai salah sate anggota dari seluruh anggota badan. keselarasan. Ekologi diartikan sebagai lingkungan yakni sebagai segala sesuatu yang ads di sekitar manusia. baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan diri sendiri (Ali Anwar dkk 2005. baik pengalaman yang berkaitan dengan tatanan alami atau moral maupun pengalaman batin emosional. Karena itu. Faktor lingkungan ini mencakup tiga aspek penting yang tarot pula mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia. Lingkungan pendidikan Yang biasanya dikenal adalah lingkungan keluarga. Pertama. yang berarti tidak dapat dilakukan secara sendiri tetapi hares bersama atas dasar saling tolong menolong. dan kebaikan dari faktor alam.162 Pengaruh sosial atau dapat disebut faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan di antaranya pendidikan dari orang tua. Terkait dengan lingkungan Islam melarang tegas umat manusia melakukan kerusakan di bumf. tumbuh-tumbuhan maupun bends tak bemyawa. sekolah dan . Jika tidak maka tidak tedadl kesempumaan dalam diri seseorang. h1m. tradisi-tradisi sosial. dan tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu.

aspek hubungan formal. tidak disebutkan tapi. Manusia sebagai makhluk sosial bahwa manusia di alam ini memerlukan kondisi yang balk dari luar dirinya. Artinya bahwa situasi lingkungan akan dapat tercipta bilamana situasi politik pemerintah mengizinkan. Tetapi. Kalau lingkungan keluarga dibahas tentu perlu pertimbangan ciri khas yang berkaitan tentang lingkungan tersebut. Kemudian lingkungan sekolah. Salah satu tabiat manusia adalah memelihara diri sendiri. Ini pun dianggap sebagai peninggalan yang bersifat tradisional. Kedua. tetangga dan teman. penjelasan mengenai hubungan pendidik dan peserta didik sebagai mana di atas setidaknya telah cukup membenkan gambaran untuk itu. rekanan. keturunan. artinya kondisi yang baik dapat didukung oleh pengambil kebijakan politik negara tersebut. ketiga aspek uraian di atas setidak dapat memberikan gambaran bahwa Said Nursi cenderung secara lebih khusus membicarakan lingkungan pendidikan di dershane. Keluarga orang kaya dengan orang miskin. Karena diakui atau tidak kondisi yang berada di masyarakat sangat dipengaruhi kebijakan politik pemerintah. Keluarga perdesaan dan perkotaan pun sudah berbeda dari cars dan pola kehidupannya. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berbuat baik dari saudara atau anak. Said Nursi memang tidak secara khusus membicarakan ini. namun pada prinsipnya aspek ini termasuk dalam prinsipnya dalam membina diri meneladani Nabi Muhammad.163 masyarakat. Hubungan ini sebenarnya memiliki juga pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan akhlak. aspek hubungan sosial. Ketiga. Ungkungan masyarakat dikaji oleh Said . keluarga yang beranggota sedikit dengan yang banyak dan sebagainya. kerabat.

secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. berkasih sayang antara satu dengan lainnya…(Zainuddin 2001. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas hidupnya (Kartono 1990. berlaku adil dalam segala hal. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. hlm.184). Menurut pendapatnya Mahmud Yunus seperti yang dikutip Zainuddin dkk.33 dan hlm. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. putra-putri. 54) . Said Nursi tidak membatasi tanggung jawab pendidikan akhlak hanya tanggung jawab orang tua dan guru. guru agama.164 Nursi secara lugs karena proses politik dan lingkungan social semasa penuligan Risale-i Nur dan berbagai persidangan mendeskripsikan tersendiri dari situasi lingkungan masyarakat. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. dan pemimpin Islam adalah mendidik anak-anak. dianggap sanggup berdiri sendiri. Relevansi dengan Situasi Kejiwaan Generasi Muda Menurut Kartini Kartono. mengemukakan bahwa : Tugas yang utama dan terutama yang terpikul atas pundak alim ulama’. berlaku jujur dan peramah. Bagi Said Nursi pemuda adalah sebagai penerus generasi di masa depan. pemuda-pemuda. orang-orang dan masyarakat umumnya supaya semuanya itu berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang halus. Secara umum dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan akhlak Said Nursi sangat luas. hlm. karena hidup bermasyarakat adalah tolong menolong. dan menemukan indentifikasi dengan obyek-obyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. Kondisi lingkungan terdekat sampai kondisi lingkungan yang paling jauh di dalam strata sosial masyarakat yang menekankan prinsip ketelandanan.

takwa dan sadakah harus terbangun dalam jiwa anak muda. Untuk itu sifat ikhlas. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. Kemudian. Karenanya. agak lapar justru akan lebih baik. Prinsip meneladani nabi Muhammada Saw juga bagian integral yang tidak dapat dipisah-pisah misalnya . 15). hlm. Ajaran Islam selalu membimbing dan mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia karena dengan itulah mereka akan hidup selamat di dunia dan di akhirat. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. generasi muda harus aktif di dalam pembentukan akhlaknya. jujur. Suka berkata benar. dan hormat pada orang lain . Karena itu. prinsip-prinsip pendidikan akhlak misalnya menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat bias merubah situasi kejiwaan yang tidak stabil dan emosional dalam menentukan jalan hidup dan mencapai cita-cita hidup.165 Kutipan menjelaskan bahwa tugas orang tua. Cara lain bagi generasi muda tidak membiasakan diri makan dan minum yang memabukkan. Demikian juga dalam hal cara berpakaian juga sangat penting diperhatikan. Maka. melalui pembinaan yang mengetahui tingkat kejiwaan bagi generasi muda perlu dilakukan. bukan untuk kenikmatan. para generasi muda diharapkan tidak sombong dan bermegah-megah terhadap kawankawannya dengan harus yang dimiliki orang tuanya. melatih cara makan dan minum yang dapat menyehatkan tubuh. Menurut Sudarsono. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. tetapi tidak terlalu kenyang dan juga tidak terlalu lapar. guru agama dan masyarakat dan pendidik lainnya adalah sangat berat karena ditangan merekalah akhlak anak akan dibentuk. Pembicaraan yang kotor supaya dihindarkan.

Paham keagamaan generasi muda akan ditandai oleh adanya pertimbangan sosial. Masa muda merupakan masa kematangan seksual. Pertama. berkendaraan. Perasaan sosial. Gerak tubuh seperti berjalan. Sebaliknya bagi muda yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual. Diharapkan seorang pemuda dapat menjadi orang yang suci. dan lainnya perlu diperhatikan. takut mati dan kesedihan. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat kearah hidup yang religius pula. Sehingga.166 juga ditekankan. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul . etis dan estesis mendorong generasi muda untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super. walau pada masa muda. Dalam tahap perkembangan pribadiannya ini generasi muda tergantung dengan situasi sosialnya. tidak hanya suci menjelang ajal. Relevansi dengan Tahapan Perkembangan Kepribadian Generasi Muda Dalam tahapan ini generasi muda dirumuskan dalam 2 (dua) tahapan yaitu tahap perkembangan dan tahap pembentukan. ketika pada masanya para generasi muda itu sudah benar-benar siap dalam menghadapai kehidupan yang luas ini. suka berkata benar. misalnya marah. tahap perkembangan sosial. muda lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual negatif. Hal ini merujuk dari berbagai perasaan telah berkembang pada masa muda. Said Nursi memberikan perhatian utama kepada situasi kejiwaan generasi muda dengan nilai-nilai akidah dan iman bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sejak dini ketangguhan mereka untuk memperlemah sumber penyakit jiwa.

perkembangan jiwa dalam konteks sosial tidak berpandangan materialis dan asosial tapi justru mendapat dorongan yang mulia untuk mengembangkan jiwa-jiwa sosial dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang. maka para generasi muda lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama. Unadjusted. Tipe moral yang juga terlihat pada para generasi muda juga mencakupi : self-directive. Adaptive. dan Deviant. Sehingga.6 %. belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral. Sedangkan masalah akhirat dan keagamaan hanya sekitar 3. 76). hlm. kesejahteraan. maka dalam perkembangan sosial generasi mudah untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan berprinsip menguatkan iman serta meyakini diri akan hari kiamat yang diaplikasikan lewat sikap. Hasil penyelidikan Ernest Harms terhadap 1789 generasi muda Amerika antara usia 18 – 29 tahun menunjukkan bahwa 70 % pemikiran generasi muda ditujukan bagi kepentingan: keuangan.167 konflik antara pertimbangan moral dan material. hlm. kehormatan diri dan masalah kesenangan pribadi lainnya. kebahagiaan. masalah sosial 5. Kedua. mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik. taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi. Generasi muda sangat bingung menentukan pilihan itu. 75). Submissive. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi.8 %(Jalaluddin 2002. menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat (Jalaluddin 2002. Berdasarkan pertimbangan di atas. . tahap perkembangan moral. tindakan dan perilaku. perkembangan moral para generasi muda bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi.

Dalam rentang usia ini keingintahuan anak terhadap agama sangat tinggi. . kebiasaannya berpikir berdasarkan pengalaman-pengalamannya. karena sifat keterbukaannya kepada temannya lebih banyak daripada kepada pendidiknya. generasi muda sudah memiliki kamatangan seksual yang bisa saja disalahgunakan bila pendidik kurang teliti mengawasinya. Dan perlu diketahui pada masa ini. maka dikhawatirkan pengalaman yang pernah dialaminya bukan bersumber dari sekolahnya. Maka perlu mencari cara-cara yang lebih tepat digunakan untuk mendidika anak tersebut. munculnya rasa keagamaan dimulai dari sejak lahir. Pertanyaan tentang Tuhan dan hal-hal yang ghaib sangat menarik bagi si anak. Penanaman pengetahuan dan pemahaman tentang agama pada masa ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan rasa keagamaannya pada jiwa manusia. Karena itu. teman-temannya. Masa yang rentan dan pertumbuhan yang kuat dalam hal ini hingga mencapai umur 12 tahun (masa anak-anak). pengawasan pendidikannya tidak hanya sebatas ketika anak berada di sekitarnya. Bahkan lebih aneh lagi. dan bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya. tetapi justeru berasal dari teman-temannya yang rusak akhlaknya. Padahal kalau ia mendapatkan kesulitan.168 Dalam tahapan-tahapan perkembangan diri manusia. antara lain: a) Harus mendidiknya agar selalu tekun menjalankan perintah agama b) Menanamkan kebiasaan yang selalu ingin berbuat baik kepada orang tua. Karena anak tersebut punya cenderungan ingin bebas dari pengawasan pendidiknya. kegagalan penanaman rasa keagamaan akan membuat kelabilan jiwa dan menumbuhkan sikap yang anti agama. pendidiklah yang lebih dahulu mengatasinya. Sebaliknya. tetapi ia harus tanggap dan teliti terhadap pergaulan anak didiknya ketika bermain dengan temannya di luar jam pelajaran. Pada masa generasi muda berkisar antara umu 13-18 tahun. bukan orang lain. guru.

dimana ia sudah memasuki jenjang pendidikan tinggi. dan faktor lingkungan (Zakiah 1996. faktor hereditas yang berkaitan erat dengan kedua orang tua (ibu-bapak).169 c) Selalu mengawasi pergaulan dengan anak yang buruk akhlaknya. Adapun yang diwariskan orang tua kepada anak berbentuk sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu pada bentuk fisik. gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh dan juga sebagian kecil sifat emosi. e) Selalu menjaganya agar tidak membaca buku-buku porno dan film-film cabul. . bentuk wajah. kemudian ia menemukan arti dan nilai-nilai tertentu yang bermanfaat terhadap pembentukan sikap dan perilaku yang baik baginya. yaitu faktor hereditas. Cara-cara yang harus dilakukan dalam pendidikan akhlak anak tersebut. Perkembangan sikap keagamaan pada manusia dipengaruhi tiga faktor utama. faktor pembawaan. c) Pendidik harus mendesak untuk menerapkan pendidikan akhlak (etika) yang pernah di dapatkannya di sekolah maupun di tempat lain. dan mengarahkannya agar bergaul dengan anak yang baik d) Selalu menasehati bila ia hendak keluar rumah dan mengingatkannya agar selalu berhatihati ketika ia berbuat dan bergaul dengan teman-temannya. 1997. hlm. Hanya yang sulit jika ia tidak pernah tersentuh oleh akhlak sejak ia masih kecil sampai terjerumus ke dalam lembah kerusakan moral. antara lain: a) Pendidik harus memberi keterangan kepadanya tentang tujuan akhlak baik dan kemudhoratan akhlak buruk b) Harus selalu mengontrol segala tingkah lakunya dan menasehatinya bila ternyata ia melakukan penyelewengan agama atau norma-norma sosial. Masa dewasa. hlm. Sebenarnya mendidik akhlak anak yang sudah dewasa. tidak sulit asalkan jiwanya sudah terisi nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan. dimaksudkan adalah umur 19 tahun ke atas. Berarti pada masa ini. anak sudah dapat menghayati pengalaman-pengalaman hidup yang pernah dialaminya sejak kecil hingga dewasa. 35-37) Pertama. 64). Karena sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada anak dikatakan keturunan jika hal tersebut diwariskan atau diterima dengan sel benih dari generasi lain (Purwanto. Keemua diterima anak dari sel benih kedua orang tuanya.

seringkali ditemukan uraian-uraian yang disajikan dengan argumentasi logis.170 Selanjutnya faktor pembawaan adalah seluruh potensi yang terdapat pada individu dan pada masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (Mudjakir dan Sutrisno 1997. tahap pembentukan kepribadian muslim. Potensi-potensi di atas merupakan pembawaan bagi setiap anak yang dilahirkan. kemampuan berjalan. dan lain-lain yang nanti potensi ini memang benar-benar terbukti meskipun tetap tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri.115). 2002. Jika nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan sumber daya manusia. Kedua memahami nilai-nilai masyarakat sekitar. karena daya ini dapat lahir dari penyajian materi secara rasional serta rangsangan pertanyaan melalui diskusi. berbicara. Potensi tersebut misalnya. Kualitas kreativitas seseorang dalam masyarakat tidak saja tergantung pada hasil pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga oleh nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakatnya (peradaban. Ketiga. tetapi pembinaan jiwa dan pembinaan akal sekaligus tanpa mengabaikan unsur jasmaninya. Al-Qur’an tidak memisahkan unsur jasmani dan rohani. maka kualitasnya akan sangat baik demikian juga sebaliknya (Rohmalina. 92). disertai sentuhan-sentuhan kepada kalbu. Hasan Langgulung red). hlm. bukan hanya kesucian jiwa yang diperoleh tetapi juga pengetahuan yang merangsang daya cipta. hlm. Diharapkan dengan melaksanakan prinsip atau konsep ini. Dengan demikian peningkatan sumber daya manusia berarti peningkatan pendidikan dan pengetahuan. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa bagi pendidikan Islam prinsip utama dalam pengembangan sumber daya manusia. dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di . Karena itu. pertama peserta didik harus dihadapi secara totalitas unsur-unsurnya.

membiasakan untuk memenuhi dan kewajiban antara sesama kerabat (Rohmalina. Semuanya berjalan dalam proses yang panjang dan berkesimanbungan. Perubahan sikap. membiasakan untuk menghargai peraturan-peraturan dalam rumah tangga. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah.171 lingkungan rumah tangga. Berdoa kepada Allah. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya. keluarga. Cerminan dari ciri-ciri kepribadian muslim seperti yang dikemukankan tersebut. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya b.115) Jadi yang harus ditanamkan di dalam lingkungan keluarga selaku unsur terkecil dari masyarakat adalah dasar-dasar aqidah yang benar dan akhlak mulia. Baik sebagai individu maupun sebagi ummah. sehingga ketika dewasa anak menjadi terbiasa. menyucikan diri. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT. baik sebagai individu maupun sebagai ummah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. mupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. 2002. Pembentukan kepribadian pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. masyarakat. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. memelihara anak dengan kasih saying. pada garis besarnya merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam komponen pembentukan akhlak . c. tentunya tidak terjadi secara spontan. mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. memberi tuntunan akhlak kepada keluarga. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: a) Senantiasa beriman kepada Allah b) Bertaqwa kepada-Nya a. Menanamkan dasardasar nilai tersebut dimulai sejak. hlm.

Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menunjukkan sikap yang serasi terhadap lingkungan sekitar. dan menghargai status manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia (Jalaluddin dan Usman 1996. menambahkan bahwa akhlak kepada sesama manusia. Jadi pada dasarnya pembentukan kepribadian muslim merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Berserah diri kepada ketentuan Allah Swt 4. Dalam Islam juga mengajarkan faktor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian muslim. Ikhlas menerima keputusan Allah Swt 6. Cinta dan penuh harap kepada Allah Swt (Jalaluddin dan Usman 1996. dan hubungan baik antara sesama manusia (hablumminannas). Begitu juga akhlak terhadap lingkungan sekitar kita (alam). Memenuhi janji dan pandai berterima kasih.84-85). hlm. Mengabdi kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya 2. Mohon pertolongan kepada Allah Swt 11.172 yang mulia dari sumber ajaran al-Quran. Menurut Jalaluddin dan Usman Said bahwa akhlak terhadap Allah meliputi: 1. Sikap tersebut meliputi: (1) Memperlakukan binatang dengan baik dan (2) Menjaga dan memelihara kelestarian alam (Jalaluddin dan Usman 1996. hlm. Takut akan kehilangan rahmat Allah Swt 10. Saling menghargai. secara garis besarnya meliputi sikap yang baik seperti: Menghormati dan menghargai perasaan kemanusiaan. Hubungan baik inilah merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian muslim secara individu. Takut akan siksa Allah Swt 9. Selanjutnya Jalaluddin dan Usman Said. Penuh harap kepada Allah Swt 7. maupun denga makhluk Tuhan (hablimminal `alam). memuat pengertian mampu menjalani hubungan yang baik antara hamba dengan Allah (hablumminallah). Berakhlak mulia. Takut kehilangan rasa patuh kepada Allah Swt 8. hlm. Untuk . 82). Bersyukur hanya kepada Allah Swt 5. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah Swt 3. 61-61).

dan berimbang. Bab 5 PENUTUP Kesimpulan Dari rangkaian diskusi dan beberapa uraian di atas. menyeluruh. terarah. sejak dari buayan hingga ke liang lahat. Risale-i Nur telah memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. sejak lahir hingga akhir hayat. Dalam konteks pendidikan akhlak Said Nursi adalah salah satu tokoh dalam bidang akhlak yang konsisten terhadap pembinaan generasi muda. Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh. Pendidikan di keluarga dan masyarakat yang mendorong Said Nursi untuk aktif mendidik masyarakat dan menyebarkan dakwah Islam. takwa dan sedekah. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dengan mudah diidentifikasi prinsip yang ada yakni ikhlas. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. sebagai suatu rangkaian upaya menuntut ilmu dan nilai-nilai keislaman. Media yang digunakan adalah Risale-i Nur yang merupakan karya monumental Said Nursi. Dan senantiasa menjalankan sunah Nabi Muhammad dalam rangka membentuk kepribadian muslim yang diharapkan. Pembentukan kepribadian melalui pendidikan tanpa henti (long life education). .173 itu setiap muslim dianjurkan untuk belajar seumur hidup.

pentingnya memahami alam semesta. takwa dan sedekah. Iman yang dimaksud adalah iman yang tercukup dalam rukun iman. pentingnya meyakini hari kiamat. 3. Pendidikan akhlak Said Nursi didasari atas pemahamannya terhadap al-Qur’an dan ilham dari Allah Swt. alam semesta dan Allah melahirkan prinsip-prinsip dalam pendidikan menguatkan akhlak menurut pandangan teguh Said Nursi yaitu keimanan. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. Prinsip menguatkan iman sangat relevansi bagi sikap akidah generasi muda. berpegang pada al-Qur'an. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. Said Nursi meyakini bahwa iman pokok dalam menjalani kehidupan. meneladani nabi Muhammad Saw. Tugas pokok dari pendidikan akhlak adalah memperkokoh prinsip-prinsip yang dimiliki oleh manusia untuk mencapai tingkatan manusia seperti Nabi yang harmonis dan seimbang secara positif yang melahirkan sikap hidup mulia dengan akhlak karimah.174 2. Untuk mencapai manusia seperti Nabi yang seimbang atau harmonis Said Nursi dengan interpretasi terhadap manusia. Akidah generasi muda cenderung tidak . pentingnya memahami asma' al-Husna. alam semesta dan Allah. Dasar keimanan adalah kalimat kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. dan menanamkan ikhlas. Hal yang paling prinsip dalam memperkuat pemahamannya adalah interpretasinya tentang manusia. 4.

mencapai tujuan hidup Said Nursi agar generasi muda berprinsip menguatkan iman. dengan ketakwaan . sehigga melahirkan pandangan sekulerisme. memahami alam semesta. terkait dengan generasi muda cenderung senang pada gagasan-gagasan segar yang memainkan akal. memahami penciptaan manusia. materialisme. 6. mengetahui tanda-tanda hari kiamat dan meyakini hari kiamat. 7. berpegang teguh pada al-Qur'an. takwa dan sedekah sangat relevan dengan ibadah generasi muda. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an dan prinsip memahami hakekat penciptaan manusia. Said Nursi menekankan ikhlas karena keikhlasan akan membimbing manusia menjadi suci dan mulia. Untuk itu. komunisme dan ateisme yang merusak pemikiran generasi muda. Mengenai tujuan hidup generasi muda pada masa mudah cenderung hedonis dan duniawi. Said Nursi meyakinkan generasi muda agar sepegang teguh pada al-Qur'an dan memahami hakekat penciptaan manusia sebagai pedoman sekaligus pandangan hidup. Prinsip meneladani Nabi Muhammad dan menanamkan ikhlas. memahami asma' al-husnah. Prinsip-prinsip ini sangat menopong terbentuknya manusia yang bertujuan hidup yang jelas. karena itu Said Nursi menekankan agar menguatkan iman. suatu tujuan hidup terombangambing tidak jelas arahnya.175 didasari keyakinan yang kokoh. 5. Padangan berdasarkan akal inilah yang lebih diminati.

Dalam tahapan perkembangan dan lingkungan yang di dalamnya terdapat generasi muda. dan menanamkan ikhlas. sedangkan dengan sedekah menjadi manusia yang dermawan dan berjiwa sosial. pentingnya meyakini hari kiamat. takwa dan sedekah. Dalam konteks situasi kejiwaan generasi muda diharapkan selalu mampu melakukan perubahan jiwa dengan prinsip keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat dengan keyakinan dan pengamalan hidup yang mendalam. 10. memahami hakekat penciptaan manusia. Saran-saran .176 menjadi manusia yang berakal dan tenang. pentingnya memahami asma' al-Husna. 8. takwa dan sedekah secara integratif. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. baik secara teoritis berdasarkan alQur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. meneladani nabi Muhammad Saw. Said Nursi sangat yakin melalui tahapan pembentukan akhlak yang akrab dengan lingkungan. 9. Selanjutnya dapat ditegaskan disini bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi sangat bermanfaat sekali bagi generasi muda yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Nabi Muhamamd Saw. maka kehidupan generasi muda akan menjadi lebih baik lagi. teguh pada al-Qur'an. Generasi muda harus senantiasa meneladani dan menanamkan nilai-nilai ikhlas. pentingnya memahami alam semesta. maka generasi muda berprinsip menguatkan keimanan.

ada beberapa hal dari hasil penelitian ini yang patut untuk dijadikan saransaran sebagai berikut : Pertama.177 Perlu diketahui bahwa sekarang di Indonesia nama Bediuzzaman Said Nursi sudah mulai populer menyemarakkan sederetan tokoh pemikir Islam kontemporer lainnya. maka perbaikan cara mensosialisasikannya sangat relevan. lembaga. mencerdaskan dan menambah wawasan masyarakat. . Karenanya.bukan hanya kelas menengah ke atas saja (melalui kajian-kajian atau majelis ta'lim). perlu disederhanakan melalui dua cara. yaitu ringkasan-ringkasan tematik (bentuk tulisan) dalam bahasa yang lugas dan singkat serta suguhan contoh yang rill sesuai dengan kodisi masyarakat dan metode diskusi (seperti pola dershane). berikut pula karya tafsir Risale-i Nur. perguruan pendidikan mengadakan dan di kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah. Islam informal memperoleh pemahaman utuh dari Risale-i Nur tersebut melalui kajian-kajian rutin. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kaum akademisi sudah tentu menjadi sebuah khazanah keislaman yang perlu direspons secara positif melalui kegiatan-kegiatan ilmiah. tinggi. Kedua. salah satunya yakni meneliti aspek-aspek ulama besar Turki ini. penyajian bahasa dalam Risale-i Nur yang banyak mengandung analogi yang kadangkala sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat awam. Melihat kajian-kajian Risale-i Nur selama ini berkutat seputar penguatan akidah (bukan fiqh dan khilafiyah). lainnya agar ilmiah serta dapat di di kampus. Untuk itu. namun hendaknya menyentuh kebutuhan masyarakat kelas bawah seperti di desa-desa .

Ternyata usaha mentransformasikan nilai-nilai dan membina kepribadian umat Islam ditinjau dari sudut pendidikan . Semua ini bertujuan berangkat dari pemahaman pandangan dasar hidupnya tentang ketuhanan dengan mengokohkan akidah dan menggairahkan ibadah. Secara implisit diketemukan semangat penanaman prinsip-prinsip pendidikan akhlak yang berkiblat kepada satu arah yakni Risale-i Nur dan al-Qur'an. 4.178 Ketiga. 2. kesimpulan di atas membawa beberapa implikasi ke luar dari pokok pembahasan penelitian. Dari pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi di atas penulis menemukan beberapa implikasi positif dan implikasi negatif terutama untuk menjawab relevensi dengan kebutuhan bagi generasi muda. Dari aspek pendidikan akhlak Said Nursi menginginkan realisasi prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara unversal dalam diri manusia. Pendidikan akhlak yang berfungsi untuk memperkokoh daya- daya positif yang natural di dalam diri manusia mengharuskan ada sistem pendidikan akhlak yang didasarkan pada perkembangan jiwa manusia secara integral. mengembangkan pola pendidikan dershane bagi peserta didik dan masyarakat umum secara terpadu. Implikasi Penelitian Pada taraf yang lebih operasional. sehingga terwujud suatu kondisi di mana tradisi "pengajaran" dan "pendidikan" yang integral bisa diterapkan secara nyata. 1. 3.

Oleh karena itu. 6. Secara rasional mempelajari Risale-i Nur juga berarti mempersiapkan generasi muda untuk menangkal dalil-dalil yang bertentangan dengan ajaran Islam. Namun dalam hal modernisasi menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi hanyalah sebatas penjelasan-penjelasan dan argumentatif.179 walaupun relatif sukses. namun tiada tawaran secara kongkrit dan solusi yang jelas dan tepat dalam menghadapi dan menangkal tantangan peradaban Barat yang menurut beliau sudah sesat karena menuruti hanya hawa nafsu belaka dan menurut beliau peradaban Islam yang ditegakkan atas ajaran al-Qur'an dan al-Hadits lebih baik dari peradaban Barat. namun memerlukan tindak lanjut atau kontribusi dari berbagai kalangan. 5. . khususnya para pencinta ilmu. Dalam proses pengajaran Said Nursi dengan menggunakan metode dershane atau semacam ataupun halaqah dengan yang mempelajari ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu berkaitan dengan pengetahuan umum. karya yang Said Nursi wariskan ini hendaknya dikembangkan dalam bentuk riset lanjutan dengan membahas tema-tema lain yang banyak dikandung dalam Risale-i Nur. disini kita dapat melihat kekurangan dari metode pengajaran Said Nursi yang mana tidak adanya adanya kejelasan dari disiplin ilmu yang diajarkan sesuai dengan disiplin keilmuwan yang secara khusus diajarkan tersendiri dan tidak tersusunnya materi pelajaran yang diajarkan kepada siswanya.

Dalam proses pembelajaran aspek yang dikedepankan adalah bagaimana audiensnya dapat lebih menambah wawasan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam dan menambah ketaatan beragama dengan tidak mengabaikan disiplin ilmu lain. namun tidak melupakan modernisasi walaupun itu hanya sebatas pengetahuan yang tidak mendalam. Kemudian. Adapun berdasarkan persoalan akhlak yang penulis . tetapi memiliki kemampuan "meneladankan" nilai-nilai positif kepada peserta didik. guru. Sehubungan dengan implikasi di atas. Rekomendasi Beberapa implikasi sebagaimana di atas mengisyaratkan adanya upaya upaya penelitian lebih lanjut. seperti ilmu pengetahuan umum.180 7. dapat dikatakan bahwa implikasi dari prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tidak hanya memberikan kemungkinan kepada para ilmuwan. pendidik untuk dapat menguasai materi belaka. baik ilmuwan. namun disini terjadi suatu ketidakjelasan arah pendidikan yang ditawarkan oleh Sadi Nursi siswanya akan diarahkan kemana ?. Disamping itu. proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Said Nursi kalau kita cermati lebih mengutamakan untuk perbaikan diri dan hubungannya dengan iman dan kesalehan diri. guru atau pendidik memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan yang benar dan dengan jalan yang benar pula.

Analisis politik kebijakan pendidikan pemerintah Turki terhadap gagasan Risale-i Nur dalam upaya pembentukan masyarakat madani.181 kemukakan. Dasar-dasar epistemologi penerapan akhlak menurut Said Nursi. Guru yang profesional dalam pandangan Said Nursi. dan masyarakat dalam interaksi paedagogis Said Nursi dalam proses pembentukan akhlak mulia 6. murid. 2. Peranan para orang tua. 3. Strategi pengembangan jiwa. ruh dan emosi menuju akhlak mulia dalam pandangan Said Nursi. REFERENSI . Etika belajar-mengajar dalam proses pendidikan Islam dalam pandangan Said Nursi. 4. 8. 11. Kriteria murid yang ideal dalam pandangan Said Nursi. Prinsip-prinsip filosofis dalam pendidikan Islam dan Akhlak dalam kandungan Risale-i Nur . Konsep pendidikan dershane Said Nursi dalam meningkatkan akhlak. 9. Konsep metafisika Said Nursi sebagai landasan mencapai tujuan hakiki dan proses pendidikan dan kehidupan. 5. 10. masalah-masalah secara spesifik yang selanjutnya perlu kiranya untuk dikaji lebih lanjut antara lain : 1. Rancangan kurikulum pendidikan Islam dalam proposal Medreset at-Zehra. 7.

Jakarta. Sharikat al-Nast li al Tiba’ah. Gema Insani. Al-Syaibany. Islam at the Crossroads On the Life and Thought of Bediuzzaman Said Nursi. Syed Muhammad Naquib 1995. . Penerjemah : Atik Fikri Ilyas. Abdul Hamid 2003. Sharikat al-Nast li alTiba’ah. Sunny Press. RajaGrafindo Persada. USA A]-Attas. Ramadhani. Ali. Istanbul.Istanbul Turki. Madrasah Pendidikan Jiwa. Mizan. Al-Balali. Urkhan Muhammad 1995. dalam Third International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi 24-28 th September 1995. Sintesis Kreatif (Pembahanian Kurikulum Pendidikan Islam Ismail Raji' al Faruqi). Jakarta. Global Pustaka. Abu-Rabi.fi hayat ummah. Pengatar Etika Islam. Islam dan Filsafat Sains (diterjemahkan oleh Saiful Muzani. Sundari. Omar Mohammad Al-Thourny 1979. Islamika. Al-Khathib. Istanbul Turki. Said al-Nursi Raj 'al al-qadr fi hayat ummah. Muhsin 1999. Abu Hamid 2003. Jakarta. Bandung. Pengenalan Sejaruh AI-Our’an. Tahfut al-Falasifah (diterjemahkan oleh Ahmad Maimun). Tahzib al-Akhlak wa Thahhir al-Araq. Al-Brayary 1988. Ibn Miskawaih (Penulis). Turki. Yogyakarta. Yogyakarta. Dar Maktabat al-Hayat. Solo. Beirut. Aly. Risminawati 1990.182 Abdurrahmansyah 2002. Al-hamid. Bulan Bintang. Sozler Publication. Ibrahim M (Ed) 2003. Siti Taurat. Said Nursi al qadr . Al-Ghazali. ________1995. “Bediuzzaman Said Nursi : The Kalam Scholar of the Modem Age”. Ibn (Ed) 1398 H. Falsafah Pendidikan Islam.

Solo. Perjalanan Menuju Tuhan dari Maqam-maqam Hingga Karya Besar Dania Sufi. ________. Nuansa. Bumi Aksara. Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru). Metodologi Pengqjaran Agama Islam. Amin. Ilmu Pendidikan Islam. Hery Noer 1999. Bumi Aksara. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Sabar (diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman). Bumi Aksara. Mizan. Daud. Jakarta. Naquib Al-Atlas. Amir. Jakarta. Bandung. Filsafah dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Hussein 1980. Jakarta. Keajaiban Penciptaan Makhluk Sebuah Telaah Ibnul Qayyim. Al Khudhairi. ___________. Daradjat. Bahreisj. Surabaya. Penerbit Bumi Aksara. Azra. Aziz. Muzayin 1991. ________1996. Logos. Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner). Jakarta. 1996. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Muhammad bin Abdul 2001. Bakhtiar. Azyumardi 2000. Ramadhani. Khalil Ibn Ibrahim 2005. Laleh 2001. Bumi Aksara. Depdiknas. Ilmu Mantiq. Jakarta. Wan Mohd Wan 1999. 2000. Zakiah 1992. Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). Balitbang Depdiknas 2003. Al Ikhlas. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Bandung. 1lmu Pendidikan Islam. Logos Wacana I1mu. Dja’far 1980.183 Aly. Qisthi Press. . Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Bahan Sosialisasi). Arifin.

Kamus Besar Bahasa Indonesi. RajaGrafindo Persada. The Macmillan Press. Stategi Belajar Mengajar. Abdullah 2000. Syalful Bahri dan Zain. Halit 1994. Erich 1995. Ertugrul. Balai Pustaka. Islam Setelah Komunis (diterjemahkan oleh Ibnu . Fethullah 2002. Jusuf. AI-Quran dan Tejemahnya. History of the Arabs. Bandung. Jundi. Sakir 2002. Yogyakarta. Hitty. Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Istanbul. Kanisius. 1974. Djajadisastra. New Haven. kgilimade Bednizz-aman Alfodeli. Istanbul. Jakarta. Hadi. Tertulis. Rineka Cipta. M. Mizan. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Educational Principles and Methods (The Paper Presented in The Fifth International Symposium On Badiuzzatnan SaidNursi). Gulen. Proyek Pusat Pengembangan Penataran Guru Djamarah. Aswan 1996. Gozutok. Studi Islam: Al-Qur’an dan As-Sunnah. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. dkk. M. Raja Grafindo Persada. Jakarta. Jakarta.184 Departemen Agama RI dan Mesir 1997. Sozler Publication. Ali 2000. MQS Press. Evy Saifullah (Ed). Hardono 1994. Bandung. The Risale-i Nur In The Context of. Madinah Al Munawwarah. Sains Menurut Al-Quran (diterjemahkan oleh Agus Efendi). 1986. Jakarta Fromm. Yeni Asya Yayinlari. Hasan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Yale University Press. P. Anwar 1992. Physco-analysis and Religion. Mushraf Asyarifah. Jakarta. London. Mahdi 2001. Philip K. Ghulsyani. Ma’rifatullah (Ilmu Mengenal Allah). Gymnasitiar.

Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Hasan Tamirn (Ed). 1989. . M.185 Muhammad dan Fakhruddin Nursyam). Bumi Aksara. PT Remaja Rosda Karya. Pustaka Al-Husna. Aflatun dkk. Jakarta. Mardin. dan Implementasi. Huru-hara Akhir Zaman : Penjelasan Terakhir Untuk Umat Islam (diterjemahkan oleh Abu Adam Aqwam). 1989. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Krisis dalam Pendidikan Islam. Jakarta. Mastuhu 1999. 2003. Al-Mawardi Prima. Nashori. _________2003. Markban. Fuad (Ed) 1996. Abu A’la. Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam). Religion and Social Change in Modern Turkey : The Case of Bedfuzzanian Said Nursi. Kartasura. E. Murodi dkk. Burlington USA. Margono 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Logos Wacana Ilmu. 2002. Tuwah dkk (Ed). Yogyakarta. Yogyakarta. Fajar Pustaka Baru. Juni 2003. Jakarta. Jakarta. Karakteristik. Jakarta. Anwar Jundi. Solo. ”Pendidikan Islam dalam Masyarakat Demokrasi”. Ramadhani. Hasan 1992. Globalization Ethics and Islam (The Case od Bediuzzaman Said Nursi). MSI UII dan Safiria Press. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep. Jakarta. Serif. Menembus Cakrawala Islam. CV Toha Putra. Filsafat Pendidikan Islam. Yogyakarta. Asas-Asas Pendidikan Islam. Jakarta. Solo. Bairut. Ahmad D 1976." Nomor 1 volume III. Miskawaih. Langgulung. Ashgate Publishing Company. SIPRESS. Ibn 1398. (diterjemahkan oleh Su’du Su’ud. Marimba. Albany. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 Century). Amin Muhammad 2003. Eugene A. USA. Myers. Membangun Paradigma Psikologi Islami . Rineka Cipta. Ahmad Syafi’i 2000. Gema Insam Press. Wawasan Al-Quran tentang Keseimbangan dan Pelestarian Alam) dalam Islam Humanis. Jakarta. Mulyasa. ________. Maududi. Moyo Segoro Agung. Jamaludin. Tahzib al-Akhlaq. Maarif. Sejarah Kebudayaan Islam. Zaman Keemasan Islam (Para Imuwan Muslim Pengaruhnya terhadap Dunia Barat). Ian dan Ibrahim Ozdemir 2005. Semarang Muchtar. 1995. 2001.

S. Bediuzzaman Said. Sirah Zatiyyah (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta. The Letters 1928-1932 (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Nursi. Istanbul. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). _________ 1999c. Sozler Nesriyat A. Jakarta. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. 1998. Sozler Nesriyat A. S 1983. Istanbul. Ciputat. Isyarat al-Ijaz. Matba’at Suzlar. Kuala Terengganu. Nata. Turki. Jakarta. Istanbul. Jakarta. Logos Wacana Ilmu. ________ 1999a. Filsalat Pendidikan Islam I. ________ 1999c. Bina Aksara. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). S. The Words (On The Nature and Purpose of Man Life. Jakarta. . Istanbul. Universitas Indonesia Press. Pembahasan 'Ana' (Aku) dan Zarah.S. 1990. Akal dan Wah. Sozler Nesriyat A. Sozler Yayinevi. Jakarta. Istanbul. Malaysia ________ 1999d. Percetakan Yavasan Islam Trengganu Sdn Bhd. ________ 1999b. _________2002. Matsnawi al-Arabi an-Nuriy. ________ 2000a. Istanbul. Sozler Nesriyat A. ________ 1983. Bulan Bintang.S. Sozler Nesriyat A. ________ 2001. ________ 2000b. Harun. and All Things) (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Shiqak al-Islam. Nasution. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan.186 Nasution. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Abuddin 1997. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). (diterjemahkan oleh Anwar Fakhri Omar.S. Universitas Indonesia Press.vu dalam Islam. Istanbul. Bediuzzaman Said Nursi (Tarihce-i Hayat). Raja Grafindo Persada.

Prenada Media. Bediuzzaman Said Nursi. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Risalah An-Nur.S. Risalah An-Nur : Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menikmati Takdir Langit : Lama'ar). Jakarta _______________. The Shore Hl ordv. Penerjemah : Sukran Vahide. Sozler Nesriyat A. Istanbul. Sozler Nesriyat A. ________ 2002b.S. Istanbul. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). _____________.S. Risalah An-Nur. Alegori Kebenaran Ilahi. PrenadaMedia. _________ 2003a. Sozler Publication.S. Sozler Nesriyat A. Istanbul. ________ 2000g. Istanbul. Jakarta. (diterjemahkan oleh Hariyanto). (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). ___________ . _________ 2003b. 2003c. Sozler Publication. Murai Kencana. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menjawab yang Tak Terjawab. Murai Kencana. 2000e.S. Thirty-Three Windows. Persoalan Tauhid dan Tasbih (diterjemahkan oleh Maheram binti Ahmad). Istanbul. The Flashes Collection. The Rays Collection. Man and Universe. Jakarta. Menjelaskan yang Tak Terjelaskan. Making Known The Creator. Istanbul. 2003d. __________2000d. ________ 2000f. ________ 2002a. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). 2003d. Epitomes Of Light). (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Nesriyat A. Murai Kencana. Dimensi Abadi kehidupan (diterjemahkan oleh Hariyanto). Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Sinar yang Mengungkap Sang Cahaya. Jakarta. Sugeng Sugeng .187 __________2000c. Sozler Nesriyat A. Istanbul. Jakarta.

Ramadhan. Wahyu Press. from the Wisdom of the Qura'an in Said Nursi Work's dalam buku Islam at the Crossroad on the Life and thought of Bediuzzaman Said Nursi (Ibrahim Abu Rabi’. Jakarta. Iman Kunci Kesempurnaan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Jakarta. Lawrence Erlbaum Associates. Syamsuddin 2003. Pustaka. Islam dan Modernitas: Tentang Trancfbrmasi Intelektual. Editor). Amerika Serikat. 2003i. Dari Cermin Kekuasaan Allah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Bandung. Rahman. Salih. Robbani Press. New Jersey.188 __________. Jakarta. _________1985. the Psychobiclo~U of Mind. 2003k. William R. 2003g. 2003e Dari Balik Lembaran Suci (diterjemahkan oleh Hariyanto). Prenada Media. Fazlur 1984. Jakarta. Ihsan Kasim 2003. (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). 2004b. Jakarta I 2004a. Pustaka. Islam Musuh Bagi Sosialisme dan Kapitalisme. Prenada Media. 1978. Penerbit Suny Press. Robbani Press. __________. Jakarta. Prenada Media. Bandung. . The Separation of Human Philosophy . Jakarta. Rahman. 2003h. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkilan dan Penghisaban Sugeng (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto dan Fathor Rasyid). Islam. Prenada Media. Episode Metafisis Kehidupan Rasulullah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Mengokohkan Akidah Menggairahkan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). 2003j. Al-Ahad Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Ottal. Taha ‘Abdel 2003. Prenada Media. Murai Kencana. Jakarta. Ibadah. Said Nursi Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 . Jakarta.

Jakarta. Sunardi. Sandra 2005. Nietzsche. Pakistan. Jakarta. Rajawali Pers. Metode dan Pendekatan Pendidikan Islam dalam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi. . _________1999. Internasional Islamic Publisher. Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigms Psikologi Islami (Fuad Nashori. Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana (Pps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Suwito 1995. Bandung: Remaja Rosdakarya _______Tafsir. Penerbit SIPRESS. Madani Press. Logika. Sunanto. Said Nursi. 1999. Surahmad. Jakarta Sukanto MM. Ahmad 2003. 1996. Remaja Rosdakarya. ST. Internasional Islamic Publisher. 2000. Inu Kencana. Suryabrata. Murai Kencana. Suseno. Franz Magnis. Syafiie.Badi'al-zaman Said Nursi nazrah 'animah an hayatihi wa atharihi. Sumadi 1997. Jakarta. Al Magrib. Tafsir. 2004. Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam). Bandung. Saulat. Yogyakarta. Pakistan. Ahmad et. Said Nursi. Jakarta. Penerbit Prenada Media. Herdi. Tarsito. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Jakarta. Pertja. Saulat. 1991. Elika. 1980. Islam Sosialisme dan Kapitalisme. LkiS. "Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih". Kanitsus. Pengantar Interaksi Mengajar (Belajar Dasar dan Teknik Melodologi Mengqjar).al 1995. Tesis pada Pps IAIN Raden Fatah Palembang. Bandung. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Metodologi Penelitian. Sarwat. Musyrifah. 1980. Editor). Sarwat. Winarno 1990. Jakarta. dan Estetika Islam. 1998.189 (Membebaskan Agama dari Dogmatisme dan Sekularisme. Sahrasad. Matba'at Al Najah al Jadidah. Yogyakarta.

45. "Kurikulum Sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Tayar dan Syaiful Anwar 1995. Abdullah Nasih. Yunus. Sozler Publication. Bediuzzaman Said Nursi. Istanbul. Oxford University Press. ___________ 1998. AL 1979. Jakarta. Sukran 1992. (diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri). Metode Pendidikan Islam. Afeksi Islam (Menjelajahi Nilai-Rasa Transendental Bersama Al-Qur'an. Dajal dan Simbol Setan. Raja Grafindo Persada. Badiuzzaman Education Methot (The Paper Presented in The Second International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi: The Reconstuction of Islamic Thought In The 7Wentieth Century and Bediuzzaman Said Nursi. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta. Isanbul: Sozler Publication Yusuf. Istanbul: Sozler Publication Tibawi. Great Russell Street Ulwan. 1995. Pusataka Imam. dalam Makalah yang disajikan dalam Diskusi Panel Kependidikan tanggal 21 Mei 2002 di Palembang. Pendidikan Anak dalam Islam I dan 2. Yusuf. Tatli. . M. Toto 1999. USA. Islamic Political Identity in Turkey. 2003. Tasmara. 2005. London: WCIB 3PE. Adem 1992. Yavuz. Hakan. Luzac and Company LTD. A Comfeniporary Approach to Understanding The Qur'an: The Example of The Resale-i Nur. Mahmud 1995. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. The Search in The Traditional Period (1924-1950) for a Religious Education Model (The paper presented at the fifth ineniationalsymposium on Bediuzzaman Said Nursi. Bandung.190 Thalib. Vahide. Sozler Publication. M. Remaja Rosdakarya. Jakarta. Yildiz Ilhan 2002. Ali Anwar. Kelompok Tafakur Humaniora. Raja Grafindo Persada. Istanbul: Waspodo 2002. Tema-Tema Pokok Isi Al-Quran. International Symposium Bediuzzaman Said Nursi. Yatim. 27-29 September 2000). Jakarta. Badri 1995. Islamic Education: Its Traditions and Modernization into the Arab National Systems. Bandung. 1996. Gema Insani. Gema Insani Pers. 24-26 September 2000). Jakarta.

Zuhairini 1983. Jakarta. Methodologi Pengajaran qjaran Agama. Bumi Aksara. Filsqfat Pendidikan Islam. Isim nl/news letter 16/featwes 2001 . Selangor Darul Ehsan: Malita Jaya Publisher Zein. Malaysia. Surabaya. Bediuzzaman Said Nursi: Sejarah Perjuangan dan Pemikiran. __________1995. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Mohammad 2001. Usaha Nasional. Yogyakarta: AK Group dan India Buana. Muhammad 1995.191 Zaidin.

SD Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 2. Pondok Pesantren Wali Songo. 03 April 1978 Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang An. 1326 Rt. SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 3. Lahir Pekerjaan Alamat HP Kontak Riwayat Pendidikan 1. Batu Jajar No. 21 Rw. Ngabar Ponorogo.192 BIODATA PENULIS Nama Tempat Tgl. Sukarela Lrg. Jawa Timur tamat tahun 1997 AFRIANTONI Palembang. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang 0813-73508957 .

Juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Jawa Timur. Juara If "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang d.193 4. tahun 2000 c. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Beasiswa a. d. Beasiwa keda tahun 1999 Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 c. tahun 2002 e. Juara If LKTI "Paradigms Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) a. Juara Harapan II LKTI "Refomasi Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta.The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. tahun 1999 b. Pengalaman Organisasi a. S2 Program Pascasar ana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan 11mu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tahun 2003-sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. tahun 1999 b. tahun 2002 d. Dalam Bidang Resensi Buku a. Beasiswa dari . tahun 1999. tahun 2000 c. tahun 2004 3. tahun 2002 2. I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. Turk] selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi "Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur" 5. Juara.

2002) 3. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 e. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. 2002) 2. Paradigms Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. tahun 2002 d. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Afriantoni.Pd. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 f Dan lain sebagainya Karya Tuns Yang Pernah Terbit a. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). 2004) 4. Penerbit Intens. 2004) 5. Guru Profesional Guru Serlifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. 2006 (Salah seorang penulis. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. 2006) 8.194 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Memahanyi Perkenibangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi- . Dan lain sebagainya b. tahun 2001 c. 2007) Dan lain sebagainya Jurnal 11miah 1. konomi). S. 2004) 6. Banyuasin. Sosial-Politik dan 1 . Buku (Editor/Penulis) : 1. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1999 b. (Tabloid Desa. (Tabloid Desa. Tabloid dan Majalah (Opini) : L Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. 2006) 7. (Majalah Lumbung Edisi 2. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Afriantoni) 3. 2005 (Editor.I) 2. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Koran.

S2 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Ilmu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tamat tahun 2007 dengan judul tesis “Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda Menurut Bediuzzaman Said Nursi” Riwayat Pekerjaan 1. Rumah : 0711-814975 Riwayat Pendidikan 1.195 historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. December. tahun 1998 3. Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 Pondok Pesantren Wali Songo.7766098 Tlpn. Guru SD 47 di 35 Ilir Tangga Buntung Palembang. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). Desembar 2005) Motto Jalani Hid-tip Jangan Dipikirkan Saja. Jawa Timur tamat tahun 1997 S1 IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi “Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur” 5. (Jurnal Ekonomi Syariah. tahun 1996 2. Asisten Dosen Prgram Khusus Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab IAIN Raden Fatah . Guru Mts Walisongo Ngabar Ponorogo. 3.u Jajar (Samping Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Palembang) No. 4. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). Semoga Suk-ses Selalu. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. Cek Mid atau Lrg. 1326 Rt. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. IAIN Raden Fatah Palembang. 2. Ibda'Bi-nafs1ka : BIODATA PENULIS Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat : AFRIANTONI : Palembang : 03 April 1978 : Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang : Jalan Sukarela Lrg. 2005) 3. 2. Ngabar Ponorogo. 21 Rw. 2004). 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang Sumatera Selatan HP Kontak : 0813-73508957 Fleksi : 0711.

tahun 2005 sampai sekarang 9. tahun 2007 sampai sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. tahun 2006 10. Juara II LKTI "Paradigma Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000 h. Turki selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Beasiswa b. tahun 2002 2. tahun 2002 j. tahun 1999 f. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Filsafat Umum Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang.196 Palembang. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. tahun 2002 5. Juara Harapan II LKTI “Refomasi Pendidikan Islam” di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dosen Luar Biasa Akademi Maritim Bina Bahari Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. tahun 2002 h. tahun 1999-2001 4. Dosen Luar Biasa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara II "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2006 sampai sekarang 11. Guru Privat Bahasa Indonesia Untuk Sebagian Kaum Muda Turki di Turki. tahun 2004 3. tahun 2005 8. tahun 2007 12. Beasiswa dari The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. tahun 2000 g. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara II Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Asisten Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab dan Terjamah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. Dalam Bidang Resensi Buku e. Beasiwa kerja tahun 1999 c. Guru PAI SMU Pembina. Jawa Timur. f. Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 e. tahun 2004 7. Guru SMA plus Militer Taruna Bangsa Palembang. tahun 2003 6. Juara II Lomba Menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Pengalaman Organisasi f. Palembang. tahun 1999 g. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sriwijaya Inderalaya Sumatera Selatan. tahun 2001 i. tahun 1999. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) f. Juara I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. Lemabang Palembang.

Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2002-2005. Penggagas Center for Strategic and Language Motivation (CSLM) IAIN Raden Fatah Palembang. Fasilitator Depertemen Agama RI di Hotel Setia Budi . 7. tahun 2000 8. tahun 2000 3. Sekretaris Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orwil Sumatera Selatan periode 20072010 p. Dan lain sebagainya Pelatihan Yang Pernah Diikuti 1. 7. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 j. 14. tahun 1998. tahun 2001 l. 21 Maret dan 4. Pelatihan Kader Penyuluhan Narkoba oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) bekerjasama dengan PT. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pejurdas) LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. 10 April tahun 1999 2. Dan Lain Sebagainya Pengalaman Menjadi Pembicara Tingkat Nasional 1. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Training For Trainer Internet Jurnalistik se-kota Palembang.197 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Penelitian Ilmiah (PPI) UKM Studi Ilmiah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 k. m. 4. Staf Bidang Pendidikan KAHMI Pengurus Wilayah Sumatera Selatan periode 2006-2010 o. tahun 2001. tahun 1999 6. Bendahara Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Sumatera Selatan. Persentasi Karya Tulis Ilmiah “Kampus Islami (Fungsionalisasi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Sivitas Akademika). Bandung. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. pada tanggal 18 Januari 2003 9. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMTM) IAIN Raden Fatah Palembang. Sekretaris Eksekutif Institute for Strategic and Information Studies (Intens) Sumatera Selatan. tahun 2001 h. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Balai Bahasa Palembang Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional di IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 17-18 Maret 2004 10. 5. Pelatihan Penulisan Fiksi Populer diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional di Palembang pada tanggal 26-31 Juli 2004 11. tahun 2000. Pelatihan Jurnalistik Islam Nasional (Panjinas) Universitas Indonesia (UI) di Pusat Studi Jepang. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional Universitas Pasudan (Unpas) di Lembang. 6. tahun 2002 i. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 n. Tambang Batubara Bukit Asam. tahun 1999 g. Jakarta.

2002 in Academic Center Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Nesil Foundation. . c. Pembicara rutin pada Kelompok Studi Komunitas Lima (KSKL) IAIN Raden Fatah Palembang. a. Peserta International Conference on Modern Islamic Thought : Exploring the Thought of Bediuzzaman Said Nursi of Turkey and His Counterparts in Indonesia. Turkey. Peace and Globalization : Some Inspiration from Risale-i Nur. tahun 2007. held on July. 2000-2003 4. October 1 st 2002. Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang dengan tema : Terbinanya Guru Profesional Sebagai Pelaksana KBK : Upaya Menjadikan Pendidikan yang Mampu Menjawab Tantangan Global” pada tanggal 22-24 Juli 2004 9. 2004 in BNI 46 Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Istanbul Foundation for Science and Culrture. tahun 2001 3. di Universitas PGRI. Turkey. Team Instruktur pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) oleh Badan Penelitian. Peserta International Nurculuk Community Focus Disscusion in Ankara Turkey. e. Pembicara pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. Palembang. Peserta International Symposium Religion. Tingkal Lokal 1. 2000-2003 5. b. Presentasi Makalah “Konsep Jihad Dalam Persefektif Bediuzzaman Said Nursi” fasilitator STAIN Kerinci. tahun 2000-2002 3. Tingkat Internasional Participant in Seminar “The Evolution Deceit” at Taman Budaya Building. Pembicara pada Lingkar Studi Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. 2. tahun 2001 Persentasi Makalah “Otonomisasi Pendidikan” fasilitator BEM IAIN Imam Bonjol dan STAIN Bukit Tinggi Padang dalam Rangka Studi Komperatif BEM IAIN Raden Fatah Palembang di Padang dan Bukit Tinggi. Participant in Seminar on Islam and Global Challenges : Radicalism. dari tahun 2000 sekarang 2. tahun 2006 4. held on January 11-12. 2004 in Palembang Indonesia by Adab Faculty of the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah Palembang in cooperation International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta. d. Jambi pada acara Seminar Nasional “Jihad dan Perdamaian Menurut Bediuzzaman Said Nursi.198 Jakarta. Persentasi Makalah "Kritisisme Nilai Keislaman HMI' pada acara Latihan Kader II HMI Cabang Palembang. Instruktur dalam Kegiatan Pelatihan Metodologi Dakwah Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 22-27 Oktober 2001 7. held on August 23rd. Palembang. 2000-2003 6. Democracy and Human Right. Dan Lain Sebagainya Kegiatan Ilmiah Yang Pernah diikuti 1. Instruktur pada Kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi) fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 13-14 September 2002 8. Pembicara rutin pada Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang. Pembicara pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang.

July. July 24. Dan Lain Sebagainya a. Reformasi Indonesia (SOMPRI) dan Jaringan Rawan Informasi. Istanbul Turkey and Postgraduate Program of IAIN Raden Intan Bandar Lampung. 22. Islamic Center. Seminar Nasional dan Temu Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Se-Indonesia oleh Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Walisongo Yogyakarta (IKAWY) di Yogyakarta pada tanggal 21-23 Januari 1995 c. pada tanggal 27 Mei 2006 di Hotel Selatan Indah h. Seminar Nasional “Akselerasi Strategis Daerah Membangun Pada Era Otonomi Dearah Mneuju Masyarakat Madani” oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Palembang-Sumatera Selatan. e. tanggal 10-11 Septermber 2007 2. di Ball Room Hotel Swarnadwipa Palembang. 2006 g. Bandar Lampung. Peserta Seminar Nasional “Universal Jurisdiction dan Perenapannya di Indonesia” oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pusat Kajian HAM dan Terorisme Fakultas Hukum Unsri dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada hari Senin. 4 September 2006. Peserta the international Conference and Academic Forum On Sociaety Development on Topic “Bediuzzaman Said Nursi’s View on Modernity” by organizer Institute foe Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) of UIN Suska Riau and Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey. 2006 Arya Duta Hotel Pekan Baru – Indonesia h. Balai Keratun. . Seminar Nasional dengan tema “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Manajemen Otonomi Daerah di Sumatera Selatan” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magester Manajemen Universitas Tridinanti Palembang pada tanggal 22 Februari 2003 f. Tingkat Lokal Peserta Seminar “Urgensi Kajian Sejarah Hidup Nabi dan Literatur Keislaman Klasik Bagi Pengembangan Studi Keislaman dan Pengembangan Masyarakat”. Lembaga Pengawas Pers. Indonesia “Media Watch” bekerjasama dengan DPW YPBNI Provinsi Sumatera Selatan. Pembangunan Rel Kereta dari Inderalaya ke Pelabuhan Tanjung Siapi-Api. Peserta dan Panitia International Seminar tentang “Arah Pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Merespon Peluang dan Tantangan Global" di Academic Center IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkat Nasional Seminar Nasional Sehari dengan tema “Potret Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Persepektif” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Riyadlotul Mujahiddin Ngabar Ponorogo Jawa Timur pada 24 September 1996 b. Pengembangan Tambang Batubara (energi Bahan Bakar masal\k pengganti BBM) yang diselenggarakan DPW Solidaritas Masyarakat Pers. 21 Juni 2004 g. Peserta International Conference on Social on Social Development : Said Nursi's View on Revitalizing Ummah a joint cooperation between The Istanbul Foundation for Science and Culture.199 tahun 2005 f. 9 September 2006 d. Jembatan Musi III. Seminar Nasional tentang “Tinjauan Terhadap Sistem Peraturan Perundangundangan di Indonesia” kerjasama Sekretariat Jenderal dan Kepeniteraan Mahkamah Konstitusi RI dengan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya Palembang. Peserta Seminar Nasional Memperingati Hari Pers Reformasi Nasional dengan tema : ”Partisipasi Publik dengan Pengembangan Media Watch dan Peran dan Fungsi Dewan Pers Mendukung Program Kerja Gubernur Sumsel dalam Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. 3. a.

Muhammad Sirozi. Kamis. 02 Desember 2006. Jalaluddin berjudul “Teologi Pendidikan” oleh Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 21 Mei 2001. Peserta Seminar Bahasa dan Sastra dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2004 Balai Bahasa Palembang dengan tema “Peran Keterempilan Berbahasa dalam Dunia Kerja”. oleh MAPENDA Departemen Agama Sumseldan BP3I Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. b. Rabu. Muhammad Ari. Peserta Temu Ilmiah Arkeologi dan Filologi Bagi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 7 Agustus 1999 c. Peserta Seminar Sehari dengan tema “Integritas Penegak Hukum di Indonesia” diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Peserta Seminar Pendidikan “ Cara Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Kreatif”.D berjudul Agenda Strategis Pendidikan Islam”. f. Dr. Peserta Seminar Nokia Certified Training Center di SMIK MDP Palembang. Peserta Seminar Pendidikan Menjadi Manusia Pembelajar “Belajar dengan Membunuh Sekolah” diselenggarakan oleh STT Musi Palembang bekerjasama dengan Yayasan Xaverius Pusat dan Palembang School of Life dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2002 Sabtu. 11 Oktober 2004 di Hotel Swarnadwipa Palembang j. Dan Lain Sebagainya 4. Sosial dan Pelindungan Lingkungan di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jum’at. Peserta Diskusi Panel dengan tema “Sosialisasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional”. Seminar Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup dengan tema :Menyikapi hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan Keterpaduan Ekonomi. 24 Januari 2003 di Hotel Swarna Dwipa Palembang m. 4 Mei 2002 g. dalam Rangka Lustrum II STT Musi Palembang tahun 2002. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Jufri Suyuthi Pulungan dengan tema “Menyingkap Sistem Politik dan Bentuk Pemerintahan Islam” oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 24 Oktober 1998 d. II Palembang. H. Kegiatan Bedah Buku Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Prof.Pd dengan judul buku Masyarakat Tionghoa Palembang (Tinjauan Sejarah Sosial 1823-1945) di gedung Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 25 Novermber 2002 e. MA Ph. 11 Mei 2002 di Aula STT Musi Palembang i. Peserta Talk Show meyikapi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi” oleh Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Raden Fatah Palembang. di Gedung Akademik Center IAIN Raden Fatah Palembang Rabu. . tema : Berubah Untuk Semakin Berkualitas”. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Kms. pada tanggal 26 Oktober 2002 k. di Ruang Seminar Hotel Paradis Lt.200 diselenggarakan oleh IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 26 Agustus 1997 b. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Drs. 9 Agustus 2004 c. 23 Juli 2003. S. 2 Agustus 2006 di Palembang d. Dan Lain Sebagainya a. e. pada hari Senin. Diskusi Panel “Reorientasi Pemikiran Pendidikan dan Pengajaran Sebagai Langkah Awal Membangun Sekolah Bermutu” yang diselenggarakan oleh Yayasan Fajar Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 2002 di Hotel Paradis Palembang l. 16 September 2004 h. Peserta Lokakarya Regional “Konversi IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”.

27-29 Desember 2005 b. di Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Tabloid dan Majalah (Opini) : 1. 2006 (Salah seorang penulis. 2005 (Editor. Koran. 1. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). (Majalah Lumbung Edisi 2. 2006 (Salah seorang penulis. Dan lain sebagainya Karya Tulis Yang Pernah Terbit a. 2002) 10.Pd. Penerbit Ganeda. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Workshop Rekonstruksi Sains dan Teknologi Islam. Afriantoni) c. SosialPolitik dan Ekonomi). Peserta Nokia Certified Training Center yang diselenggarakan oleh STMIK MDP Palembang bekerjasama dengan Nokia Certified Training Center dan In Touch pada tanggal 2 Desember 2006 g. 2004) 11. 2002) 9. Dan lain sebagainya 2. (Tabloid Desa. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Sumsel Sejahtera. Peserta Serasehan Forum Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan dengan Tema “Pelestarian Khazanah Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Daerah” oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang di Hotel Bumi Asih Palembang. Penerbit Intens.I) b. 2004) 12. 2004) 13. Peserta Program Development Workshop for Other UIN/IAIN/STAIN : Community Development Follow Up Workshop IAIN Raden Fatah Palembang (720. Peserta Urun Rembuk Pakar “Prospek dan Peluang Pembukaan Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang”. sebagai pakar pada tanggal 15 September 2006 c. Peserta Workshop Perbankan Syariah dalam rangka Milad Forsi ke-4 senin. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Fiqh Antikorupsi. e. 2006) .201 5. 24 Maret 2007 i. sebagai Sekretaris Stering Committee 25 Mei 2007 j. S. h. Buku (Editor/Penulis) : a. Forum Kajian Strategis (Forkais) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan Lokakarya. 16-19 Juli 2007 f.2. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. Banyuasin. 17 Juni 2002 di gedung BAAK lantai II. Paradigma Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Se-Sumatera Bagian selatan dalam Rangka Dies Natalis IX STT Musi Palembang tahun 2001 dengan tema : Industrialisasi Dalam Era Otonomi Daerah”. Afriantoni) d. Workshop dan sejenisnya Peserta Semi Lokakarya Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang tema “Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Kompetitif di Era Globalisasi” oleh Unit Peningkatan Mutu Akademik (UPMA) IAIN Raden Fatah Palembang. Afriantoni. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. 23-24 Agustus 2006 d. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post.3). Kongres Desa I Sumatera Selatan.

(Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. Subhanaka Laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Motto : Jalani Hidup Jangan Dipikirkan Saja. 2007. AFRIANTONI . Ibda’ Binafsika Palembang. (Jurnal Ekonomi Syariah. 2005) 6. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. IAIN Raden Fatah Palembang. Desembar 2005) 7. 17 Apri 2007 Penulis.202 14. 15. Semoga Sukses Selalu. December. 16. 5. 2007) Dan lain sebagainya 3. Jurnal Ilmiah 4. Guru Profesional Guru Sertifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Dekonstruksi Penyakit Kronis Pendidikan Islam. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). Jurnal Mimbar Akademik Pusat Penelitian. 2004). 2006) Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Memahami Perkembangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi-historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. (Tabloid Desa. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful