1

Bab 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah umat manusia masalah akhlak selalu menjadi pokok persoalan. Karena pada dasarnya, pembicaraan tentang akhlak selalu berhubungan dengan persoalan perilaku manusia dan menjadi permasalahan utama manusia terutama dalam rangka pembentukan peradaban. Perilaku manusia secara langsung ataupun tidak langsung masib menjadi tolok ukur untuk mengetahui perbuatan atau sikap mereka. Wajar kiranya persoalan akhlak selalu dikaitkan dengan persoalan sosial masyarakat, karena akhlak menjadi simbol bagi peradaban suatu bangsa. Fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang diabadikan dalam alQur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, Madyan dan Saba’ maupun yang terdapat dalam bukubuku sejarah menunjukkan bahwa “suatu bangsa yang kokoh akan runtuh apabila akhlaknya rusak” (Suwito 1995, hlm. 1). Dalam sejarah dunia mencatat misalnya pada masa kaum ‘Ad, Madyan dan Saba’ dicatat oleh al-Qur’an sebagai kaum yang memiliki kualitas akhlak yang rendah. Al-Qur’an senantiasa merujuk kaum ini untuk menunjukkan rendahnya kualitas akhlak manusia di beberapa bagian dekade sejarah. Pada dekade selanjutnya, akumulasi simbol kebobrokan akhlak adalah kaum Fir’aun dan Namrud yang hidup pada masa nabi Musa dan Ibrahim. Simbol selanjutnya yang disebut oleh al-Qur’an adalah Abu Jahal dan kaumnya yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Pada awal abad ke-20 yakni setelah Perang Dunia I simbol itu dialamatkan kepada Mustafa Kemal Attatruk (Ihsan Kasim 2003, hlm. 42). Dalam konteks

2 dunia Barat simbol-simbol lain itu bisa dialamatkan kepada Sigmud Freud, Nietzsche, Lenin, Kalr Marx, dan Hitler. Bahkan tatanan yang lebih serius adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh negara Adi Daya seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. Pengaruh meraka berada pada tataran pemikiran yang secara langsung ataupun tidak langsung dalam merusak akidah, yang berarti dapat merusak akhlak manusia dalam bertuhan. Mereka yang menjadi simbol ini memiliki peranan penting dalam bidang pemikiran dan kelompok-kelompok sosial. Sehingga, muncul tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi secara halus merasuk ke dalam alam pemikiran para pemikir-pemikir muslim. Pengaruh tersebut sangat penting dalam membangun “persepsi” manusia dalam memahami sesuatu. Misalnya Sigmud Freud “menyebut ide-ide agama tentang Tuhan dan alam gaib sebagai ilusi karena konsep-konsep tersebut muncul dari keinginan manusia (human wishes) dan bukan dari realitas” (Lihat Erich 1950, hlm.12). Sebenarnya Allah Swt menciptakan manusia hanyalah bertujuan supaya manusia itu beribadah kepada-Nya semata, yakni menjadi manusia pengabdi (Al-Dzariat : 56). Titik tekan pengabdian adalah akhlak Islam yang sangat menekankan kepada penganut-penganutnya untuk berakhlak mulia. Dalam hadis disebutkan “inama bu’istu li utammima markim al-akhlak” (Sesungguhnya Aku diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak). Penjelasan hadis ini berartinya bahwa diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul untuk menyampaikan risalah Allah sejak awal abad ke-7 Masehi secara tegas adalah tugas pokoknya sebagai penyempurna akhlak manusia. Akhlak dalam Islam bertitik tolak dari pengabdian seorang kepada Allah Swt dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw yang menjadi teladan pribadi terbaik. Semua sifat dari perilaku, pikir dan sikap yang bertentangan dengan

3 akhlak Nabi Muhammad Saw dianggap tidak berakhlak. Siti Aisyah r.a bila ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Saw beliau berkata : “Akhlak Rasulullah itu adalah alQur’an”. Allah Swt berfirman : “Wa innaka la’ala khuluq ‘azhim" (“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang paling mulia”) (QS. al-Qalam : 4). Karena itu, ia patut dijadikan contoh “laqad kana lakum fi rasulullah uswatun hasanah...” (“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu surf tauladan yang baik bagimu...”) (QS al-Ahzab : 21). Bukti-bukti kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw di atas adalah nyata. Bahkan menurut seorang non muslim Michael H. Hart dalam bukunya berjudul The 1000 a ranking of the Most influential Persons in History memberikan pengakuan bahwa “Nabi Muhammad Saw memperoleh pengakuan sebagai tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah” (Suwito 1995, hlm. 3). Kebesaran Nabi Muhammad harus diakui disebabkan oleh ketinggian dan kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan pendidikan akhlak Islam pun pada hakekatnya diarahkan kepada terciptanya manusia yang berakhlak agung dan mulia seperti Nabi Muhammad Saw. Namun setiap orang memiliki pemahaman dan cara berbeda untuk mencapai akhlak agung dan mulia sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad tersebut. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad dalam sejarah membuktikan bahwa umat Islam dalam binaan Nabi Muhammad Saw pernah mengalami masa keemasan yang mencapai 1300 tahun lamanya. Masa keemasan ini adalah masa periode Madinah yakni pada masa Nabi Muhammad sendiri sampai wafatnya. Masa ini yang paling monumental adalah dirumuskannya “Piagam Madinah” yang memuat perjanjian antara golongangolongan Muhajirin, Ansar dan Yahudi serta sekutunya yang mengandung prinsip-prinsip

4 atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan mereka bersama dalam kehidupan sosial politik (Suyuthi 1993, hlm. 22). Kenyataan dalam sejarah bahwa pada periode ini benar-benar tercipta sebuah peradaban gemilang. Pasca wafatnya Nabi Muhammad tahap selanjutnya melahirkan 4 (empat) khalifah yang benar – khulqfaurrasyiddin – Abu Bakar As Sidhiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sebuah tahap revitalisasi ajaran dan penguatan akidah serta meneruskan proses yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Integritas para sahabat penerus Nabi ini sangat diakui dalam berbagai perspektif. Seperti ditegaskan oleh C.E.Bosworth bahwa “Periode empat khalifah dipandang sebagai zaman emas, suatu zaman ketika kebijakan-kebijakan Islam yang murni berkembang pesat, dan karena itulah gelar ‘yang mendapatkan bimbingan di jalan lurus’ diberikan kepada mereka” (C.E. Bosworth 1993, h1m. 24). Tahapan selanjutnya adalah masa klasik yang pesat perkembangan terjadi periode 650-1250 M, masa ini oleh para ahli sejarah disebut masa klasik dalam sejarah perkembangan Islam. Umat Islam pada periode ini disebut “super power” yang berkuasa di sebagian besar negara-negara di tiga benua : Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah kekuasaanya mencapai Spanyol di sebelah Barat dan India di sebelah Timur, daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia tenggara (Murodi dkk 1995, h1m. 33). Masa ini merupakan masa kemajuan pertama yang dimulai dari tahun (5501000 M, dan sekaligus mengalami masa disintegrasi kekuatan Islam yang terjadi sejak tahun 1000-1250 M. Zaman keemasan Islam terjadi dalam berbagai aspeknya yakni masa

Ibn Bajjah. sempat memunculkan ide-ide kebangkitan dan tokohtokoh pembaharu yang membawa persatuan umat pada masa tiga Dinasti Besar (Disnati Turki Usmani. umat Islam dilanda perpecahan dan kejumudan membawa kemunduran. Ibn Hanbal. al Asyari. Imam Malik. banyak wilayah dunia Islam seperti benua Afrika. Ibnu Rusyd.5 kekuasaan Dinasti Abbasiyah lahir 750 M. al Kindi. al Maturidi dan Ibn Sina. namun untuk tempat khusus dalam judul besar atau pada sub judul maka masih akan digunakan kata tersebut. Tokoh-tokoh ini selain kuat dalam bidang pemikiran. Namun sesudah masa ini. Abu Yazid al Busthami. Hasan al Bana dan Bediuzzaman Said Nursi1.1250 M. Kondisi ini disebabkan selain daerah-daerah yang tadinya berada ditangan umat Islam menjadi jajahan Barat. sehingga tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka juga tergolong orang yang memiliki akhlak yang tinggi. Ibnu Tufail. wibawa dan kemakmuran tiga dinasti Islam tersebut berangsur menurun dan mundur. al Farabi. mereka yang Demi konsistensi dalam penulisan penelitian ini peneliti selanjutnya menggunakan kata “Said Nursi” yang merujuk kepada Bediuzzaman Said Nursi (1887-1960) sepanjang pembahasan penelitian ini. Imam Syafii. Pada kedua periode ini menghasilkan para ahli bidang ilmu yang sangat berpengaruh antara lain : Washil ibn Atha’. Tokoh-tokoh ini benar-benar signifikan terutama membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spritualitas. 1 . Ibn Miskawaih. Zunnun al-Mishri. Beriringan dengan itu. Imam Al Ghazali. Muhammad Abduh. pada masa ini tidak banyak diketemukan lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti masa sebelumnya yang memiliki akhlak tinggi. Tokoh-tokoh ini menjadi simpul sejarah dunia Islam yang secara komprehensif bergerak dalam bidang dakwah Islam dan kehidupan nyata secara totalitas. Walau setelah masa ini. Memang kebangkitan itu begitu sulit dicapai karena sampai sekarang diakui langsung atau tidak langsung. namun pada awal abad ke-19 kekuasaan. Abu Hanifah. juga kuat di bidang rasa. Safawi dan Mughol). al Razi. Timur Tengah dan India muncul pemikir-pemikir pembaharuan seperti Jamaluddin Afghani.

12-14). hlm. Said Nursi adalah sosok pemberani dan gigih memperjuangkan umat Islam di Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini.735). Kemudian orang-orang setelah tabi'in adalah pengikut tabi'in. Said Nursi hadir untuk menjadikan umat ini beriman dan berakhlak mulia dan kembali berjaya sebagaimana jayanya umat Islam dahulu dan dapat mengamalkan agama sebagaimana para sahabat. Imam Malik mengatakan: "Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang terdahulu. Sebagaimana Rasulullah SAW. telah timbul mulai abad ke 11 H / 17 M dengan kekalahankekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. masanya sekitar 50-220 tahun. 1990. para tokoh ini secara konsisten menjelaskan mengenai “hari akhir” dan penguatan akidah islamiah. yakni cara yang dibuat oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para sahabat" (Hasan 2004. hari akhir dan integralitas keilmuan. Kemudian orang-orang setelahnya. 2 . Said Nursi memiliki karakter pemikiran yang memihak kepada keimanan. Muslim). Bukhari. pemahaman al-Qur’an. hlm. Disamping gagasan pembaharuan. hlm. 2 Salah seorang tokoh yang konsisten terhadap permasalahan umat di atas adalah Said Nursi dari Turki salah satu tokoh penting pada akhir abad ke-19. Ahmad dan Al-Makki (1998. Said Nursi muncul sebagai pembaharu yang ingin mengadakan perbaikan untuk “menyelamatkan iman dan Islam”. 38) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masa sahabat adalah kurang lebih 120 tahun setelah bi'tsah atau wafatnya sahabat terakhir yaitu Abi Thufan ra. yaitu masa setelah sahabat adalah tabi'in masanya sekitar 70-80 tahun.6 berusaha keluar dari dominasi Barat masih menemui kesulitan yang sangat mendalam (Bandingkan uraian Harun. bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah pada abadku (sahabat) kemudian setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi'ut tabi'in)" (HR.

terutama upaya membumikan nilai-nilai akhlak di Turki. Karena itu. Walaupun otoritas negara yang kuat dan mekanisme pendidikan Islam yang ada di Turki saat itu dipengaruhi oleh sekulerisme yang disosialisasikan oleh Mustafa Kemal Atatruk. tapi Said Nursi tetap melakukan usaha menumbuhsuburkan ajaran Islam dan perbaikan dalam bidang pendidikan Islam. ia tetap konsisten berjuang menentang sekuleriasasi di Turki hingga menghasilkan sebuah karya “Risale-i Nur” yakni tulisan setebal 6000 halaman yang memuat pemikiran-pemikiran tentang esensi keimanan dan nilai-nilai akhlak di abad ini. v). Said Nursi tampil dengan model sufi modern yang memadukan antara rasionalitas dan spritualitas. Said Nursi dalam berbagai tekanan tersebut tidak kenal menyerah dengan tantangan dan penderitaan yang dialaminya dari penjara ke penjara. yang waktu itu sudah mulai dirusak oleh Mustafa Kemal Attaruk (Wawancara Fatih. Bahkan sampai muncul Republik Turki. Said Nursi menginginkan adanya pembaharuan di Turki pada bidang pendidikan dan moralitas umat. Said Nursi adalah salah satu tokoh yang mampu bertahan dari berbagai upaya Barat “menghancurkan” umat Islam dan akhlak umat.7 Turki pada masa akhir kerajaan Turki Usmani yang mencetuskan gagasan pembelaan terhadap agama dan kehidupan sosial-kemasyarakatan. hlm. 2005). Media Said Nursi dalam berdakwah adalah Risale-i Nur dan mengelola pengajianpengajian. Said Nursi merupakan salah satu orang besar yang berani menghadapi dan menyelamatkan umat manusia dari berbagai peristiwa berdarah dan penyimpangan terhadap fitrah manusia. dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai rangkaian proses pendidikan akhlak. Said Nursi juga menghalangi manusia agar tidak terjatuh ke dalam atmosfir kehancuran dalam kebudayaan mereka (Ihsan Kasim 2003. berbagai musuh menghadang. Sebab bagi Said Nursi meminjam istilah Syafii Anwar penyebaran Risale-i Nur .

Dalam kerangka pembinaan generasi muda Said Nursi merealisasikan ide pendidikan akhlak melalui Dershane yang dilakukan oleh Nur Jamaah3. Karenanya. namun Nur Jamaah ini sudah menyebar hampir ke beberapa negara. 2. hlm. Namun pada akhirnya. 4. ilmi com. kaya dalam amal. Said Nursi berkeyakinan bahwa penyebaran Risale-i Nur merupakan realisasi menyeluruh bagi umat manusia dalam rangka membentuk kepribadian manusia yang seimbang rasionalitas. Sedangkan yang dimaksud dengan istilah dershane atau "The Nurcu Movement". Nurculuk atau Thalabun-Nur yang menunjukkan pengikut Said Nursi yang berada di Turki. Sebagaimana yang dijelaskan di atas bahwa periode kemunduran menyebabkan para pemikir untuk tampil mencarikan pemecahannya secara mendalam. Perkumpulan ini memuat beberapa garis besar kegiatan sebagai berikut : 1.). secara khusus. 5. maka dershane dapat diartikan “tempat belajar” yang di kenal di Turki. Mendirikan asrama yang menjadi pusat pendidikan. Mengadakan kegiatan conversation (perbincangan). 3 Istilah Nur Jamaah dalam bahasa Turki sering digunakan dalam istilah yang berbeda seperti : “Nur Telebesi” atau Nur Teleba”. dan reading (membaca) tulisan Risale-i Nur. Jika istilah di atas diartikan dalam bahasa Indonesianya “Murid Nur”. 153-154). (Hakan. diagnosa awal dapat dikatakan bahwa penyakit umat terlalu kompleks dan beragam.8 merupakan “realisasi menyeluruh bagi para pemikir dan praktisi pendidikan yang handal yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual. Penulis menggunakan istilah Nur Jamaah atas pertimbangan bahwa istilah ini mudah dipahami dalam bahasa Indonesia. Menyebarluaskan ajaran Risale-i Nur kepada masyarakat. Mengkaji konsep interaksi kemodernan dan relegius. khususnya pendidikan akhlak yang merupakan inti dari proses pendidikan. 3. serta anggun dalam moral dan kebijakan” (Syafii 1995. "Halaqah" dalam bahasa Turki berasal dari kata “ders” yang artinya belajar sedangkan “hane” dalam bahasa Turki menunjukkan “tempat”. Pendidikan merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. Berniat menegakkan kembali keruntuhan kerajaan Usmani dengan kembali kepada tradisi keilmuwan yang integralistik. spritualitas dan kaya akan amal. . Pada kondisi ini tampillah Said Nursi yang menjawab seluruh permasalahan umat.

alamiah dan bertolak dari watak. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Harus diakui bahwa pendidikan akhlak sebagai salah satu inti dari proses pendidikan dan bagi kemajuan suatu bangsa. khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pendidikan akhlak untuk menyongsong kebangkitan Islam di era persaingan global saat ini3. Dalam kajian ini muncul pertanyaan mendasar yakni apakah ada prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi ?. Pertama. Untuk memperkuat asumsi ini. maka kami mencoba mempelajari pemikiran Said Nursi yang hidup abad ke-20 yang juga dipandang sebagai pendidik bagi generasi penerus yakni Said Nursi. Peneliti berasumsi bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi ada. Dan juga bertujuan untuk mengetahui beberapa alternatif yang ditawarkan dalam membangun kerangka pemikiran pendidikan akhlak dan implementasinya yang menjadi “obat penawar” bagi penyakit yang diderita oleh umat Islam sampai saat ini. Kedua. walau harus diakui bahwa pemikirannya tersebut tidak dirumuskan secara sistematis yang dapat dilihat dan dianalisis dari kitab tafsirnya Risale-i Nur. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemikirannya dalam bidang akhlak. maka dirumuskan 5 (lima) faktor yang melatarbelakanginya yakni : Menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda.9 Secara garis besar kutipan di atas. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karakter. pendapat. kegiatan ini memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan akhlak generasi muda yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. 3 . Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. tercipta melalui kebiasaan dan latihan. maka pembaharuan di bidang pendidikan mutlak untuk diadakan karena maju mundurnya suatu negara diukur dari pendidikan dan out putnya. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Berdasarkan pemahaman di atas.

Sebuah karya tidak akan terlepas dari penulisnya. yang berubah secara drastis. Kurdi. faktor personal. Pada penelitian pertama dapat dijelaskan bahwa keunikan Risale-i Nur terlelak pada : a) Faktor bahasa. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki Modern Mustafa Kemal Attatruk. Baik dalam alur pikir maupun sikap sehari-harinya. Secara rasional dapat dipahami kedalaman ilmu penulisnya ketika peneliti membaca Risale-i Nur secara. hlm. Secara mistik ilmu yang didapat tidak sekedar dengan akal tapi dengan intuisi yang dalam epistimologi Islam dan Aristotelian merupakan bagian dari metode ilmiah (Lihat Mulyadhi 2003. Ilmu mantiq ialah undang-undang yang menjaga hati dari 4 . Jerman. Prancis. Mantik dikatakan sebagai ilmu adalah ilmu logika yakni rumusan-rumusan atau patokanpatokan agar orang mendapatkan petunjuk di dalam ia berpikir. bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki yang dipengaruhi oleh kondisi kenegaraan.10 Pertama. Maka dapat dikatakan berdasarkan faktor personal bahwa Risale-i Nur ditulis karena Said Nusri adalah seorang moralis dan rasionalis. diasumsikan bahwa ditulisnya Risale-i Nur tidak terlepas dari pengalaman pribadi penulisnya dan pergulatan pemikirannya. bahasa dalam Risala-i Nur di antaranya. Kedua. diasumsikan bahwa penulisnya senantiasa mempraktekkan akhlak mulia dan juga diasumsikan beliau menerapkan kedua konsep tersebut sekaligus yakni rasional dan mistik. teliti. bahasa Persia. Mantik disini bisa diartikan secara filosofis dan hikmah. Secara personal menurut peneliti dalam Risale-i Nur tak terlepas dari nilai-nilai akhlak yang akan ditegaskan dalam defenisi operasional. Inggris. Maka sesuai dengan kajian mengenai pendidikan akhlak. ketika “kekhalifahan Turki Usmani” dinyatakan runtuh. Selain bahasa Turki. b) Faktor mantik atau analogi4. supaya selamat dari kesalahan-kesalahan dan terhindar pengertiannya dari kekeliruan. Berdasarkan kategori dalam aliran pendidikan akhlak yakni pendidikan akhlak rasional dan mistik. faktor tekstual. Arab dan khususnya bahasa Ottoman (bahasa pada masa Turki Usmani).63). tapi patut dijelaskan keunikan bahasa dalam Risala-i Nur melibatkan banyak bahasa.

mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. dan terkadang paling akhir ditulikan al-Baqi Huwalbaqi. Ilmu Mantiq. sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan Dengan demikian. sehingga peneliti harus memiliki pemahaman terhadap bahasa mantik. faktor ideologis 5 ditulisnya Risale-i Nur adalah untuk melawan ideologi modernisme yang digusung oleh Barat yang membawa umat manusia kepada materialis. Faktor ideologis inilah yang mendorong Said Nursi menulis Risela-i Nur. Menurut M. Taib Thahir Abd. 1980. Penulisan Risala-i Nur ada sebagian dimulai dengan bismihi subhanahu wan inminsyain illah yusabbihu bihamdihi kalimat yang mengawali bab dalam Risala-i Nur dan mengakhirinya dengan subhanaka laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim. c) Faktor sistematika penulisan. Hal ini mengindikasikan kesucian diri penulisnya dan paham ketuhanan yang dalam. Solo. 5 Imam Cahyono mengutip pendapat Frans Magnis Suseno ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir. sekuleris.11 Dalam Risale-i Nur banyak terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat mantik yang memiliki banyak penafsiran. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial. Di samping itu. Jalan yang ditempuh adalah “kembali ke al- kekeliruan dalam berpikir. 1991. (Dja’far Amir. Ketiga. nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan kelompok sosial atau individu. 1-2). . Muin Ilmu mantik dapat pula dinamakan ilmu logika. hlm. hlm 230). liberalis. Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. Ramadhani. (Franz Magnis Suseno. sistematika penulisan yang sangat mengandung makna terhadap realitas sejarah umat manusia. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. komunis bahkan ateis. ideologi memiliki fungsi mempolakan.

faktor sosial-kultural. Abdul Wahhab mengecam kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan orang-orang suci dan saleh (wali-wali sufi) dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. modernisasi cara berpakaian khususnya perempuan. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi yang dibawa perubahan zaman dan perubahan kondisi. yang pada saat itu telah tercemar dan direkayasa oleh umat Islam dengan memasukkan unsur-unsur mistis dan tata cara ibadah yang telah menyimpang dari ajaran Islam murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah. hlm. Keempat. penggunaan Pendiri Wahhabi yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab untuk memurnikan ajaran agama Islam. 7 Jamaluddin al-Afgani adalah seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara Islam ke negara Islam lain. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). pelarangan jubah. penutupan madrasah. Dia bertekad menghilangkan semua ketakhayulan dan mengembalikannya kepada kemurnian salaf. (Harun Nasution. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Harun Nasution. hlm. dan untuk itu ia menentang ulamaulama yang telah mapan. penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. faktor politis. ditulisnya Risale-i Nur adalah dalam konteks masyarakat Turki yang Islam untuk menentang pemerintahan sekuler yang dibentuk oleh Inggris yakni sebuah revolusi politik dari sistem kekhalifahan diubah menjadi sistem demokrasi republik yang menerapkan hukum-hukum Prancis. pelarangan sorban (sarek). 6 . Revolusi sosial itu sangat tampak misalnya : memberikan keluasan posisi perempuan di antara laki-laki (fenimisme. semua zaman dan semua keadaan”.23-26). Jamaluddin al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun 1897. Kelima. yang mengadopsi kebebasan di Barat). pelarangan azan (harus dengan bahasa Turki). Inggris dan khususnya banyak mengadopsi hukum-hukum sekuler Swiss. Pemikiran pembaharuan berdasarkan atas kenyakinan bahwa “Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa. munculnya Risale-i Nur untuk menyelamatkan masyarakat Turki yang muslim dengan menentang revolusi sosial yang berasal dari revolusi politik oleh Mustafa Kemal Attaruk.12 Qur’an dan as-Sunah” tapi tidak seperti aliran wahabi6 ataupun pan islamisme yang didengungkan oleh Jamaluddin al-Afgani7. maka untuk interpretasi itu diperlukan ijtihad dan pintu ijtihad baginya terbuka. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah “menjauhi politik” (Said Nursi 2003b. pelarangan jilbab. melarang penggunaan peci. Dampaknya adalah secara sosialkultural terjadi revolusi sosial besar-besar di Turki. 71). Bulan Bintang. Jakarta. dia mengecam taklid kepada pendapat ulama dan menyeru umat agar menyelaraskan nalar dan hati nurani dengan al-Qur’an dan sunnah bukan kepada penafsiran-penafsiran tradisional. 1990. Ia membuka pintu ijtihad yang telah dinyatakan tertutup oleh ulama-ulama terdahulu.

Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir al-Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan al-Qur’an dengan jalan ikhlas. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan . Pembahasan ini juga berupaya menjelaskan relevansinya dengan pembinaan akhlak generasi muda yang dapat diterapkan secara. Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Persoalan ini akan terkait secara langsung dengan persoalan politik dan sosial-kultur Said Nursi dalam membentuk pandangan dasar yang menjadi gagasan dasar atau ideologi menjelma menjadi doktrin-doktrin dari Risale-i Nur. berakhlak mulia. Bahkan yang paling tragis adalah “pembantaian 100 ribuan ulama dan alimin”. masalah etika secara khusus dibahas pada Simposium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Kelima alasan di atas inilah yang menjadi dasar penelitian ini. yakni pembicaraan mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda Said Nursi dalam membentuk manusia yang mulia. Tidak ketinggalan juga perubahan bahasa Arab ke bahasa Turki. Kedua.13 nickname (lakap atau gelar). teoritik dan praktek di masa sekarang dan masa depan. mengadaptasi kalender internasional (kalender Masehi) dan mengadopsi hukum-hukum sekuler. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah mempertahankan prinsip-prisip dasar ajaran Islam dari trend materialistik dan ateistik. takwa dan sedekah.

Maka. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung bermuatan materialistik dan intelektualistik semata. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. tasawuf dan akhlak dalam realitas kehidupan. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu.14 diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. teknologi. komunikasi dan informasi. hal-hal . Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. Ketiga. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Keempat. (Faris. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat-sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. 2004. Akibatnya. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma’rifatullah dalam perspektif yang luas. perkembangan ilmu dan teknologi. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. hlm. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. 8-10). Selain berdampak positif juga berdampak negatif. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global.

Rumusan Masalah Sesuai latar belakang masalah sebagaimana di atas. dikaji dan diungkap. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. tanda-tanda akhir zaman. maka tujuan dari penelitian ini adalah : . Apa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi? 2. Bagaimana relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan akhlak generasi muda ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Karena persoalan “krisis moral” merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari “melupakan” Tuhan. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. Dengan demikian. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. Kelima. Berdasarkan pertimbangan beberapa pemikiran dan urgensi penelitian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Said Nursi layak untuk dibahas.15 yang bersifat spritualistik cenderung diabaikan.

Untuk mengetahui relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan generasi muda. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi. 2. Secara praktis. maka ilmu pendidikan akhlak dapat memberikan manfaat untuk memberikan motivasi bagi pembahaspembahas lanjutan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat.16 1. Penelitian ini juga berguna sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua disiplin bidang pendidikan. Kemudian dalam kaitannya dengan ilmu pendidikan akhlak upaya penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan motivasi bagi diadakannya pembahasanpembahasan lebih lanjut tentang akhlak Islam secara filosofis untuk menemukan teori baru di bidang pendidikan akhlak. dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. . Kegunaan Penelitian Setidaknya ada 2 (dua) kegunaan dari penelitian ini yaitu secara teoritis dan praktis. pelajar dan lain sebagainya. untuk memberikan informasi kepada peneliti tokoh Said Nursi lanjutan dalam mengkaji dan mengetahui tentang konsep pendidikan akhlak yang pernah dihasilkan oleh Said Nursi sebagai tokoh filosof sufi modern yakni sebagai upaya pengungkapan khazanah intelektual muslim abad ke-20an yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi munculnya kejayaan Islam kembali. Secara teoritis. mahasiswa. terkhusus bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi.

664). bertindak dan sebagainya)” (Departemen P dan K 1991. maka ada beberapa istilah yang perlu diuraikan sebagai defenisi operasional di antaranya : Istilah “Prinsip-prinsip” berasal dari bahasa Inggris principle secara leksikal berarti : 1) Dasar kebenaran. . Untuk memahami istilah ini. Istilah “Pendidikan Akhlak” terdiri dari 2 (dua) kata yaitu pendidikan dan akhlak. 336). 2) tuntunan peraturan untuk tingkah laku moral (Hornby 1974. Definisi Operasional Guna mencapai pemahaman arah dari penelitian ini. namun istilah pendidikan akhlak menunjukkan adanya proses pembentukan seorang manusia agar memiliki akhlak. hlm. maka perlu memahami terlebih dahulu kata “Pendidikan”.th. hukum-hukum sebab akibat. hlm. 788). Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar.17 Penelitian ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu dan pendidikan. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. asas adalah jamak dari prinsip. asas (kebenaran yang menjadi dasar berpikir. Secara filosofis kata itu mengandung arti kebenaran-kebenaran yang fundamental dari suatu kandungan doktrin atau dasar apa saja yang berkaitan dengan tingkah laku manusia (Hasting t. Prinsip adalah suatu komitmen yang mendalam terhadap sesuatu yang diyakini kebenarannya.. Pengulangan istilah prinsip dalam judul yaitu prinsip-prinsip dalam bahasa Inggris principles (dalam bentuk jamak) mengandung arti ada beberapa dasar.

Ta'lim diartikan pengajaran. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. Pada dasarnya para ahli tidak mempersoalkan penggunaan istilah ini. siyasat. antara lain tarbiyah. politik atau pengaturan. Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. kandungan. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. dan penerima. siyasat diartikan siasat. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. ta'dib. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (Al . Sedangkan untuk istilah tarbiyah. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. pemerintahan. dan Burhan al-Islam al-Zarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. mawa’izh. ta’lim. 35). tahzib. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. hlm. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. 'ada ta'awwud dan tadrib. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al Attas 1994. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam tahzibul akhlak. yaitu proses.18 Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian.

Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. hlm. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. 36). . 667). dan kata "muda" yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. perangi. adab atau sopan santun (al-muru’at). dan agama (al-din). moral.19 Attas 1994. perangai dan kesusilaan. tanpa pemikiran atau pemaksaan. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. yaitu generasi dan muda. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. watak. 309). Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah “Pendidikan Akhlak” dalam penelitian ini adalah “suatu proses menuju arah tertentu yang dikehendaki sesuai dengan landasan akhlak yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang (seperti Nabi) dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya”. Kata "generasi" berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. Jadi dapat dipahami bahwa akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). tabi'at (at-jiyyat). Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. etika. budi pekerti. tingkah laku. watak (at-thab ). Istilah "Generasi Muda" secara etimologi berasal dari dua kata. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. hlm. hlm. Sedangkan kata “akhlak” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak.

hlm. Dalam bentuk kajian tesis terdapat sekitar 8 negara yang membahas mengenai Said Nursi. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. Nesil Foudantion. Istanbul. judul karya. angkatan. 166). nama penulis. khususnya dalam berbagai aspek. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup sebelum mereka. asal perguruan tinggi. Dari beberapa defenisi operasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian judul tesis ini adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". bahwa generasi muda adalah kelompok. 11 Terkait penelitian ini peneliti akan meninjau beberapa pustaka sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya mengenai karya akademik yang memuat asal negara. 11 . Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). hlm. hlm. 2). Turki.20 Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. 201). Menurut Suraiya. tempat dan tahun dapat dilihat di CD Bediuzzaman Said Nursi Risale-i Nur. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. golongan. Tinjauan Pustaka Berdasarkan kajian dan pemeriksaan kepustakaan yang ada tentang Said Nursi. diakui bahwa ada beberapa peneliti yang telah menulis dan mengkaji sebagian pemikiran Said Nursi.

3. “Egitimde Bediuzzaman Modeli”.m od el Pe nd id ik an Be di uz z a m a n " o le h H a li t Er tu g r u l (1 99 4) . K a ji an " Mo de l. 2. “The Risale-i Nur in The Context of Educational Principles and Methods”. 404-412). 1992 dalam sebuah makalah yang berjudul : “Badiuzzanian Education Method”. Keutamaan model pendidikan Said Nursi adalah terletak pada kemampuan ia menggunakan argumentasi rasional untuk menunjukkan hakikat kebenaran. Sementara Sakir Gozutok (2000. dan Observational Method (External Observation and Inward Observation). menemukan beberapa metode pendidikan yang dipakai Said Nursi dalam Risale-i Nur.21 1 . bahwa Said Nursi meliliki model tersendiri dalam pendidikan Islam. dan pemahaman. Tulisan karya Adem Tatli. Makalah ini dipersentasikan pada seminar Simposium ke II tentang Bediuzzaman Said Nursi pada 27-29 September 1992 di Istambul. dalam makalahmya yang berjudul. The Question and Answer Method. pendalaman. yaitu The Direct Lecturing Method. Walaupun dua karya tersebut cukup signifikan untuk melengkapi data penulisan tesis ini. Dalam karya berbahasa Turki ini. yaitu penekanan terhadap aspek akidah. hal. namun sisi kelemahannya mungkin terletak pada titik tekan Said Nursi dalam membentuk berkepribadian berakhlak mulia tidak dilakukan oleh para peugkajipengkaji Said Nursi secara detail. menggunakan metode pengulangan. Ertugrul membuat suatu kesimpulan. maupun dalam . te la h memperkenalkan karya tentang Bediuzzaman Said Nursi berjudul . The Active Learning Method. baik dalam kegiatan pendidikan informal. Suatu catatan penting dari makalah ini memuat tentang 13 tawaran Said Nursi untuk dijadikan basis epistemologis penegakkan sistem pengajaran.

Pemetaan kajian di atas. Karena itu. realisasi nilai-nilai tersebut belum dilakukan secara maksimal. dimaksudkan ingin melihat penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung dan diharapkan menjelaskan posisi penulis dalam mengambil fokus kajian penulis. kurikulum. Penelitian sebelumnya pada umumnya membahas masalah mosel-model pendidikan. dan aktifitas pergerakan siswa. siswa. jika diteliti secara langsung atau tidak langsung menyinggung persoalan keimanan. metodologi pendidikan. atau pengkajian tentang akhlak belum dilakukan secara mendalam. Penelitian dan karya ilmiyah yang dikemukakan diatas tidak sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan. dapat penulis tegaskan bahwa sejauh pengamatan kami pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi belum ada. .22 bentuk formal. pengelolaan kelas. metode. Semua kajian di atas. dan prinsip metode pendidikan. sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan adalah mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. guru. penelitian kepustakaan yang akan kami lakukan ini adalah suatu usaha untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tersebut. meliputi landasan filosofis. Perbedaan penelitian dan karya ilmiyah tersebut dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah pada materi pembahasannya. akhlak dan ibadah yang menjadi fokus dari kajian penulis dalam membangun prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara teologis. Ertugrul dan Tatli masih dalam tataran umum mengkaji pola pendidikan dihubungkan dengan basis penegakan sistem pengajaran. Sedangkan pada tahap konseptualisasi nilai-nilai akhlak. Dari beberapa literatur dan tulisan mengenai pemikiran Said Nursi di atas.

Selain itu. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama. alamiah dan bertolak dari watak. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. tercipta melalui kebiasaan dan . hlm. bangsa dan negara. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. 13-14). (Lihat Wan Daud 2003. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah” (Bakry 1993. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri. maka dalam penelitian ini secara spesifik peneliti mengemukakan teori-teori yang berhubungan dengan pendidikan akhlak sebagai berikut : “Teori pendidikan akhlak” secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Pertama. khususnya yang berkaitan dengan “prinsip-prinsip pendidikan akhlak”. Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kedua. 77-79). Tokoh lain yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Syed Muhammad Nauquib al-Attas dengan menggunakan kata adab atau ta'dib. menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. jika dikaji secara teoritis.23 Kerangka Teori Dalam rangka memperjelas arah dari penelitian ini. hlm.

56-57).24 latihan. Sebagaimana dalam teologi rasional. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Pembedaan pendidikan akhlak kepada mistik dan rasional bukannya tidak memiliki konsekuensi. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997.10). pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. him. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Oleh sebab itulah. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa . Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan daya-daya akal. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). hlm.

Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Karena itu. hlm. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan terhadap perlaku manusia. yakni rasional dan mistik (Abdullah 1997. Dengan demikian. 125). yakni unsur rasio dan rasa. Namun. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa . sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Oleh sebab itulah. Namun. maka konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. Pendidikan akhlak mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa pendidikan akhlak dalam penelitian ini ditinjau melalui 2 (dua) aliran.25 pada diri manusia. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Akhlak termasuk unsur immaterial. dalam kajian penelitian ini justru keduanya dipadukan untuk melengkapi satu dengan yang lainnya. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis.

dokumendolumen. Disebut penelitian lapangan karena objeknya adalah pengamatan secara langsung aktivitas keagamaan generasi muda Turki yang mengarah kepada model kajian generasi muda. Sumber Data . arsip-arsip. Disebut deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam buku-buku dan dokumen-dokumen. jurnal dan majalah ilmiah. mengolah dan menganalisis data. maka langkahlangkah yang perlu dijelaskan terkait dengan hal-hal teknis dalam metodologi penelitian ini. sebagai berikut : Jenis Penelitian Penelitian ini dari segi objeknya adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Disebut penelitian pustaka karena objeknya adalah pemikiran yang tertuang dalam bahan-bahan pustaka berupa buku-buku. Penelitian ini dari segi objek dan tujuannya adalah deskriptif kualitatif. Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan. Disebut kualitatif adalah karena di dalam penjelasan dan uraianuraiannya tidak menggunakan angka statistik tetapi dengan fakta dan argumentasi.26 pendapat Amin Abdullah menjadi landasan kajian ini dalam memadukan aspek-aspek akhlak dalam diri manusia.

Penelitian ini mengambil sumber asli yakni dalam bahasa Turki dan Arab. Buku ini mengandung 33 cahaya. dan lain-lainnya. lahir maupun bathin dan menerangkan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa. 2003a). mukjizat Rasulullah SAW. minhaj as-Sunnah. ma'rifat terhadap Allah dan Rasulullah. mengenai kemukjizatan Rasulullah. yaitu pengkajian kitab Risale-i Nur sejumlah lebih kurang 6000 halaman. Adapun sumber pemikiran Said Nursi yang dijadikan rujukan adalah 2 (dua) karya dari kumpulan Risale-i Nur. tentang kabar ghaib dari ayat al-Quran. pembahasan tentang akhlak. membahas peristiwa yang menimpa para Nabi Allah SWT. entah itu anugerah atau bencana yang mana hikmah tersebut akan menyempurnakan kehidupan (spiritual) manusia. Islam tentang isu-isu teologis. Kedua karya tersebut : a. mengapa harus ada mukjizat dan lain sebagainya. . rahmat dalam kematian dan kemalangan. “Lemaalar” (kumpulan cahaya) memuat sebanyak 33 kumpulan cahaya.27 Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. b. 2003b). Berisi ajakan untuk merasakan tetesan cahaya Ilahi yang memantul di setiap aspek kehidupan baik yang profan maupun yang sakral. (Said Nursi. hikmah penciptaan setan. makna mimpi. dan kehidupan spiritual yang mana dijelaskan dengan penjelasan yang sangat argumentatif dengan dalil yang menguatkan (Said Nursi. “Mektubat” (kumpulan surat-surat) merupakan kumpulan surat-surat 1928- 1932 memuat jawaban dan penjelasannya seputar isu-isu penting dalam. keutamaan munajat (doa). Buku ini memuat tentang tingkat kehidupan. Adapun data primer adalah data yang langsung dari sumber pertamanya. Asma Allah SWT.

koran. selanjutnya data tersebut dianalisa. Analisa merupakan tahap yang penting dan menentukan. 2005. karena dalam tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil dalam menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan- . Di samping Risale-i Nur. majalah. dan bila dipandang perlu dilakukan penafsiran untuk mendukung analisa dan pemahaman yang lebih mendalam. sebagai sumber sekunder digunakan sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an dalam kajian ini. Kedua kitab di atas adalah bagian dan koleksi Risale-i Nur merupakan tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh Said Nursi dalam bahasa Turki dan Arab. Fokusnya kedua kitab ini. Selain itu. Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. Sirozi dan kawan-kawan (Edisi Revisi) Pedoman Penulisan Tesis. Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. monograf. Teknik Penulisan Teknis penulisan tesis ini berpedoman pada buku tuntutan PPS IAIN Raden Fatah Palembang yang ditulis oleh M. CD-ROM atau internet) yang berhubungan dengan penelitian ini sebagai data pendukung fokus penelitian ini. makalah-makalah hasil simposium Internasional dan seminar Internasional hasil-hasil penelitian dan media elektronik (program komputer. jurnal ilmiah. yang dapat dijadikan sumber sekunder adalah tulisan-tulisan yang membicarakannya tentang pendidikan akhlak.28 Penyajian buku ini menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dengan dalil naqli dan argumentasi serta pendekatan analogi yang aktual dan relevan. enseklopedia. Adapun yang dapat digunakan sebagai sumber sekundernya berupa buku. walau nanti juga akan diikuti dengan 12 kitab lainnya dalam pembahasan kajian penelitian ini.

Data kemudian dikelola secara mendalam.29 persoalan dalam penelitian. Kemudian pemikiran Said Nursi yang dijadikan objek direkonstruksi secara sistematis dan objektif. Selanjutnya membaca data-data tersebut sebagai langkah identifikasi konsep-konsep dasar dari pemikiran pendidikan akhlak Said Nursi. pengelolaan analisa ini dimaksudkan untuk menganalisa secara mendalam pemikiran-pemikiran Said Nursi tentang konsep pendidikan akhlak. Keterbatasan Penelitian . maka perlu dijelaskan secara teknis penganalisaan bahan-bahan dilakukan dengan cara komperasi bahasa yakni digunakan kombinasi Risale-i Nur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sebagaimana dalam disebutkan bahwa data primer penelitian ini adalah Risale-i Nur orisinil adalah bahasa Turki dan Arab. menganalisa apa-apa saja pemikiran Said Nursi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif Dalam penelitian ini data yang sudah dikumpulkan diolah untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya. Setelah datadata terkumpul maka data diteliti untuk mencari fakta yang relevan mengenai pendidikan akhlak menurut Said Nursi. – yang dalam penelitian ini diposisikan data sekunder – hal ini dimaksudkan untuk mempermudah verifikasl dan menarik konklusi. mengevaluasi. Adapun teknis penulisan tesis ini melalui langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan datanya dimulai dengan proses pengumpulan kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan Risale-i Nur dalam konteks pendidikan akhlak. serta menganalisa buktibukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. dengan cara mengumpulkan. Apakah data-data tersebut termasuk sumber primer atau sumber sekunder. Arab dan Inggris. verifikasi.

situasi itu pun tidaklah dapat dilakukan secara optimal. dan Sistematika Penulisan. Arab dan Inggris. . Defenisi Operasional. karena Risalei Nur orisinil adalah bahasa Turki. dari tiap-tiap bab juga terdiri dari beberapa kerangka-kerangka pembahasan. Namun. Metodologi Penelitian. Sehingga pembahasan penelitian ini digunakan kombinasi Risale-i Nur sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Rumusan Masalah. Faktor Tebalnya Risale-i Nur. yang terdiri dari Latar belakang. penelitian ini hanya menggunakan sebagian dari Risale-i Nur yakni 2 kitab saja. Tujuan Penelitian. karena banyak waktu yang digunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh The IstanbuFoundation for Sciance and Culture. bab ini merupakan bab pendahuluan. yakni bahasa Turki. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan tesis ini terdiri dari beberapa bab.30 Sebagal kajian pustaka penelitian ini tetap memiliki keterbatasan yang patut disampaikan di sini. Hal ini juga disebabkan faktor keterbatasan waktu studi. Karena 6 bulan pertama digunakan untuk belajar bahasa Turki dan 6 bulan mulai merancang penelitian dan penulisan. faktor ini juga menyebabkan kesulitan dalam penelitian ini karena jumlah halaman mencapai 6000 halaman yang terdiri dari 14 jilid. Tinjauan Pustaka. Kegunaan Penelitian. keterbatasan penelitian ini ada faktor bahasa dari segi teks Risale-i Nur. Untuk itu. Kerangka Teori. keterbatasan waktu studi ini lebih disebabkan adanya keinginan mengkaji risalah nur ini dari bahasa aslinya. waktu satu tahun yang digunakan tidaklah mencukupi. maka untuk mengetahui masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut : Bab Pertama. Keterbatasan penelitian ini perlu dijelaskan untuk menghindari faktor-faktor yang mungkin mengancam objektivitas atau validitas penelitian dan generalisasinya.

ruang lingkup. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . meneladani Nabi Muhammad Saw. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. Bagian selanjutnya difokuskan bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . implikasi dan rekomendasi. takwa dan sedekah. Bab Ketiga. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . menguatkan keimanan. tujuan hidup. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. dan signifikansinya. tingkah laku. relevansi dengan akidah. lingkungan. memahami asma' al-husna. pengertian dan batasan. memahami hakekat penciptaan manusia. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. ibadah. dinamika kehidupan. saran-saran. Bab 2 TINJAUAN TEORITIS PENDIDIKAN AKHLAK DAN GENERASI MUDA . pandangan hidup. membahas penutupan berisikan kesimpulan.. karakteristik. bab ini membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . selanjutan kegiatan keagamaan. berpegang teguh pada al-Qur'an. pengertian dan tujuan. Bab Keempat. Adapun kajiannya tentang pendidikan akhlak mencakup . memahami alam semesta.31 Bab Kedua. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. meyakini hari kiamat. situasi kejiwaan. bab ini membahas mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda. Bab Kelima. bab ini membahas mengenai biografi singkat Said Nursi. dan menanamkan ikhlas.

Walau terjadi berbagai perbedaan. pengertian dan batasan. ta’lim. pengertian dan tujuan.32 Kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) fokus yaitu mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang memiliki cakupan yang luas. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . siyasat diartikan siasat. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. siyasat. 'ada ta'awwud dan tadrib. dan signifikansinya. Namun pada kajian tentang pendidikan akhlak mencakup . ta'dib. jika ditinjau dari berbagai perspektif kajian. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. namun para ahli . ruang lingkup. tahzib. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. politik atau pengaturan. karakteristik. Ta'lim diartikan pengajaran. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. mawa’izh. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam bukunya berjudul tahzibul akhlak. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Akhlak Pengertian Pendidikan Akhlak Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. pemerintahan. dinamika kehidupan. dan Burhan al-Islam alZarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. antara lain tarbiyah. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda.

Karena. Mengambil makna dari pandangan Azra di atas. 3-4). pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam suatu kesimpulan awal.33 tidak mempersoalkan penggunaan istilah di atas. perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada “penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran clan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian” (Azra 2000. . perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis. yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan "tukang-tukang" atau para spesialis yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang sempit. pendidik) dengan persiapan yang matang dan penekanan-penekanan menuju ke arah proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian yang sesungguhnya tidak mudah dilaksanakan. karena itu. segala dicakupnya". Memang secara fakta bahwa istilah “pendidikan” telah menempati banyak tempat dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pakar. hlm. Para pakar sependapat bahwa Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran. bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih baik. artinya pendidikan secara umum memuat sebuah usaha dan cara-cara yang dipersiapkan oleh pelaku pendidikan (Baca . Artinya. Kalau pengajaran dapat dikatakan sebagai "suatu proses transfer ilmu belaka". guru. namun pendidikan merupakan dengan "transformasi aspek nilai yang dan pembentukan Dengan kepribadian demikian.

seperti yang lazim dipahami sekarang belum dikenal pada zaman Nabi. hlm. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. memberi contoh. “pendidikan” secara istilah. menyampaikan ajaran. kasar dan sombong maka dengan usaha dan kegiatan Nabi mengislamkan mereka. melatih keterampilan berbuat. muslim. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al-Attas 1994. kafir. hlm. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah. 35). telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian sekarang. lalu tingkah laku mereka berubah menjadi menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa. mukmin. . musyrik. Orang Arab Mekkah yang tadinya menyembah berhala. yaitu potensi untuk selalu cenderung kepada kebaikan dan ridha Allah SWT sebagai jalan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. lemah lembut dan hormat pada orang lain. ix). memberi motivasi dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu. mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang dicita-citakan oleh ajaran Islam dengan itu berarti Nabi telah mendidik. Sehingga jelaslah kegigihan tersebut mencerminkan upaya menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia (Arifin 1993. Dari kegigihan usaha Rasulullah SAW tersebut.34 Jika kita melihat sejarah.

karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. Ayat tersebut dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul: "Sesungguhnya engkau [Muhammad] berada di atas budi pekerti yang agung" (QS. tingkah laku. 35-36). Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. moral. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. tabi'at (at-jiyyat). . kandungan. dan penerima. kebiasaan. budi pekerti. hlm. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat: 4. Bukhari dan Muslim). dan salah satunya yang paling populer adalah : “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. Al-Qalam [68]: 4). Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. watak. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. perangai dan kesusilaan. etika. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat. yaitu proses.35 Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (AlAttas 1994. kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW. perangai. bahkan agama). Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. dan agama (al-din). adab atau sopan santun (al-muru’at). Sedangkan kata "Akhlak" dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. perangi. namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. watak (at-thab). Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat).

Kata moral berasal dari bahasa Latin mos dan jamaknya mores yang berarti kebiasaan atau adat. serta dari objeknya. Etika dalam bahasa Inggris adalah ethics sedangkan etika adalah etiquette. Terkait masalah istilah dalam bahasa Indonesia dikenal istilah "etika dan etiket”. tempat tinggal yang biasa. Hanya bedanya "etika" dari bahasa Yunani dan "moral" dari bahasa Latin. kebiasaan. Dari segi .36 Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas. Dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia kata etika dan moral sangat berdekatan dengan istilah akhlak dari bahasa Arab. Etika disini berati moral. watak. padang rumput. akhlak. kedua istilah ini tidak ada hubungannya. sikap. kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat beragam. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti. Etiket juga berarti secarik kertas yang ditempelkan pada botol atau kemasan barang. dalam al-Qur'an : “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam” (QS. Sedangkan kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. 2004. dan cara berpikir. Al-Lail [92]: 4). dan bahwa firman Allah berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keanekaragaman tersebut. Kata yang dekat dengan etika adalah moral. Jadi menurut Bertens kata "etika" sama dengan etimologi "moral". Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adat kebiasaan (Bertens. antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan buruk. yakni akhlak sebagai kelakuan. him. Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut. kandang. Etiket berarti sopan santun. yakni kepada siapa kelakuan itu ditujukan. adat. perasaan. Jika dari asal usulnya. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaaan. 4). Kedua istilah ini memiki persamaan dan perbedaan.

4). sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif. atau tahzib alakhlaq (falsafat akhlak) atau al hikmah al-amaliyat atau al hikmat al khuluqiyyat. hlm. tanpa pemikiran atau pemaksaan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti 1) Ilmu tentang yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Asmaran (1994). Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama” (Mahyuddin 1996. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. sama-sama menyangkut perilaku manusia. 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan dan cara memperolehnya. Akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Menurut para ahli masa lalu (al-qudama). 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku atau perangai ('ilm al-suluk).37 persamaan. Pertama. yang tertanam di dalam jiwanya dan . mendefinisikan "akhlak itu adalah sifat-sifat yang dibawah manusia sejak lahir. Sedangkan Asmaran cenderung melihat akhlak merupakan bawahan sejak lahir yang tertanam di dalam jiwa manusia. agar jiwa bersih dan pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. Kedua.

yakni akhlak yang baik. disebut akhlaqul mahmudah. terhadap sesama manusia. Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksi dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran yaitu bukan karena adanya tekanan-tekanan atau paksaan dan pengaruh dari orang lain. Kedua. artinya jujur Al-Afwu. akhlak terbagi dua macam. Al-Amanah. tindakan. pada hakikatnya akhlak menurut al-Ghazali harus mencakup dua syarat. maupun terhadap lingkungan sekitarnya. hlm. Baik atau buruknya suatu akhlak tergantung pda pembinaannya" (Asmaran 1994. artinya pema’af Al-khusu’. 7. Perbuatannya yang baik disebut akhlak mulia.1). hlm. 9. 3. baik yang berhubungan dengan diri sendiri. dan perbuatan yang buruk disebut akhlak yang buruk atau tercela. artinya menghormati tamu Al-Hilmu. 8. 4. diantaranya adalah: 1. akhlak terhadap Allah Swt.38 selalu ada pada dirinya. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa akhlak merupakan suatu cerminan atau tolak ukur terhadap setiap sikap. artinya bersifat belas kasih At-Ta’awun. 5. artinya bersifat adil Al-Hifafah. yaitu: Pertama. Ditinjau dari segi sifatnya.23). 2. Dari pengertian di atas. Kemudian dilihat dari segi sasarannya. disebut akhlaqul mazmumah (Barmawie 2001. Akhlaqul mahmudah juga terbagi lagi beberapa macam. artinya memelihara kesucian Al-Hifafah. 6. akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan. Jadi . Perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali (kontinu) dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang meresap dalam jiwa. cara berbicara atau pola tingkah laku seseorang itu baik atau buruk. artinya tidak melakukan maksiat Al-Adli. dan akhlak yang tercela. artinya suka menolong (Barmawie 2001. Sifat itu dapat dilihat dari perbuatannya. hlm. artinya memelihara kesucian Ar-Rahman.22).

agar setiap umat Islam mempunyai budi pekerti yang baik (berakhlak mulia). yaitu untuk menjadi hamba Allah yakni hamba yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan memeluk Islam (Marimba 1980. Tujuan Pendidikan Akhlak Berbicara masalah tujuan pendidikan akhlak sama dengan berbicara tentang pembentukan akhlak.39 akhlak merupakan fondasi atau dasar yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. itu dalam penelitian ini. hlm. Karena. 15). akhlak yang dimaksud adalah "pengetahuan menyangkut perilaku lahir dan batin manusia". Demikian pula Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah identik dengan tujuan hidup setiap Muslim. Namun hanya kata akhlak dan etika yang mempunyai maksud sama ketika menyangkut perilaku lahir dan batin manusia. hlm. Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (alAbrasyi 1974. moral dan etiket. bertingkah laku dan berperangai yang baik sesuai dengan ajaran Islam.48-49). . karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. Berdasarkan penjelasan di atas dalam penelitian ini arti kata akhlak bisa disamakan dengan kata etika. Penjelasan di atas menggiring pemahaman bahwa istilah pendidikan akhlak dimaksud dalam penelitian ini adalah "suatu kegiatan pendidikan yang disengaja untuk perilaku lahir dan batin manusia menuju arah tertentu yang dikehendaki".

Ibnu Maskawaih. hlm. 90). Selanjutnya ada pula pendapat yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan. pembinaan. sebelum kita lanjutkan tentang tujuan pendidikan akhlak ada masalah yang perlu kita jawab terlebih dahulu dengan seksama. dan perjuangan keras dan sungguh-sungguh (Al Ghazali t. Kelompok yang mendukung pendapat yang kedua ini umumnya datang dari ulama-ulama Islam yang cenderung kepada akhlak. Pada kenyataannya di lapangan usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. Dengan pandangan seperti ini. hlm.t. Orang yang bakatnya pendek tidak dapat dengan sendirinya meninggikan dirinya. Perbuatan lahir ini tidak akan sanggup mengubah perbuatan bathin. Ini menunjukkan bahwa akhlak memang peril dibina dan pembinaan ini . Menurut sebagian ahli mengatakan bahwa akhlak itu tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah instinct (Gharizah) yang dibawa manusia sejak lahir (Mansyur 1961. yaitu apakah akhlak itu dapat dibentuk atau tidak?.40 Akan tetapi. dan dapat juga berupa kata hati atau intuisi yang selalu cenderung kepada kebenaran.t. Ibnu Sina.. al-Ghazali dan lain-lain termasuk pada kelompok yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil usaha (muktasabah). Dan tidak ada pula fungsinya hadits nabi yang mengatakan “perbaikilah akhlak kamu sekalian” (Al Ghazali t. 54). hlm. hlm. demikian pula sebaliknya (Al Ghazali t.. maka batallah fungsi wasiat. Bagi golongan ini bahwa masalah akhlak adalah pembawaan dari manusia sendiri. Imam al-Ghazali misalnya mengatakan bahwa: “Seandainya akhlak itu tidak dapat menerima perubahan. Kelompok ini lebih lanjut menduga bahwa akhlak adalah gambaran bathin sebagaimana terpantul dalam perbuatan lahir. walaupun tanpa dibentuk atau diusahakan.. maka akhlak akan tumbuh dengan sendirinya.t. nasihat dan pendidikan. 91). latihan. 54).

dan diharakan nantinya dia mempunyai sifat-sifat tersebut dan menjauhi sifat-sifat tercela. dan seterusnya. karena adanya alat telekomunikasi. Keadaan pembinaan ini semakin terasa diperlukan terutama pada saat dimana semakin banyak tantangan dan godaan sebagai sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Kebiasaan latihan itulah yang membuat ia cenderung kepada melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. minuman keras. tidaklah mungkin dengan penjelasan pengertian saja. buku-buku. melakukan berbagai perbuatan tercela. dan pola hidup materialistic dan hedonistik semakin menggejola. Semua itu jelas membutuhkan pembinaan akhlak (Nata 2002). faximile. Saat ini misalnya orang akan dengan mudah berkomunikasi dengan apapun yang ada di dunia ini. Peristiwa yang baik atau yang buruk dengan mudah dapat dilihat melalui pesawat televis. . Ini semua menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina agar akhlak generasi penerus kedepan menjadi lebih baik dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan. dan seterusnya. Film. internet. Demikian pula dengan obat-obat terlarang. Akan tetapi keadaan sebaliknya juga menyatakan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan. taat kepada Allah dan Rasul-NYa. mengganggu masyarakat. akan tetapi memerlukan membiasakannya melakukan perbuatan yang baik. arahan. terntaya menjadi anak-anak yang nakal. saying kepada makhluk Tuhan dan seterusnya. tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan adegan maksiat jujga banyak. dan pendidikan. baik itu berupa yang baik atau pun yang buruk.41 ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. Jadi untuk membina agar anak mempunyai sifat-sifat terpuji. hormat kepada ibu bapak.

Latihan keagamaan. akan merupakan unsur pentingdalam pribadinya. harus dibiasakan sejak kecil. Semua pengalaman yang dilalui anak sewaktu kecilnya. ada 3 (tiga) aliran yang sangat popular.42 Pembinaan moral. Latihan-latihan keagamaan yang menyangkut ibadah seperti sembahyang. membaca al-quran. kemudian guru. sembahyang berjamaah di sekolah. maka dengan sendirinya orang tersebut akan menjadi baik. Aliran ini tampak kurang menghargai atau kurang memperhitungkan peran pembinaan dan pendidikan. yang menyangkut akhlak dan ibadah sosial atau hubungan dengan sesama manusia sesuai dengan ajaran agama jauh lebih penting daripada hanya sekedar kata-kata. masjid atau langgar. Pendidik atau Pembina pertama adalah orang tua. kemudian disempurnakan atau diperbaiki oleh guru di sekolah. dan aliran konvergensi (Abudin Nata. Aliran nativisme ini nampaknya begitu yakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia dan aliran ini erat kaitannya dengan aliran intuisme dalam penentuan baik dan buruk sebagaimana telah diuraikan di atas. 2002). pembentukan sikap dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil. yaitu lingkungan social . doa. Sikap anak terhadap agamanya dibentuk pertama kali oleh orang tuanya. aliran empirisme. Menurut aliran nativisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecenderungan kepada yang baik. sehingga akan tumbuh rasa senang melakukanibadah tersebut. Selanjutnya menurut aliran empirisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor dari luar. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pada khususnya dan pendidikan pada umumnya. yaitu aliran nativisme.

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaKU dan kepada kedua ibu bapakmu. hanya kepada-KUlah kembalimu (QS : Luqman :13-14). hlm. juga berisi materi pelajaran yang utama diantaranya adalah pendidikan tauhid atau keimanan. Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang berbunyi: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Aliran ketiga ini sesuai dengan ajaran Islam. sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. janganlah kamu mempersekutukan Allah.43 termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. yaitu factor pembawaan anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus. . Aliran ini tampak lebih percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran. Jika pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu baik. yaitu penglihatan. atau melalui berbagai metode (Arifin 1991. 13). `hai anakku. sebagaimana tersebut dalam firman Allah yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya di waktu ia memberika pelajaran kepadanya. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. penglihatan. pendengaran. Demikian juga sebaliknya. karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan akhlak. Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap anak-anaknya. dan hati sanubari. Ayat tersebut selain menggambarkan tentang pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Lukman Hakim. dan hati agar kamu bersyukur”. maka baiklah anak itu. Sementara aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal. dan Dia memberikan kamu pendengaran. Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik.

intelektual dan hati (rohaniah) yang dibawa anak dari sejak lahir. Melalui kerja sama yang baik antara 3 lembaga pendidikan tersebut. itulah sebabnya sering terjadi perbedaan dan tujuan pendidikan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. karena . dan materi-materi penugasan yang harus mereka laksanakan.44 Kesesuaian teori konvergensi di atas. Itulah sebabnya orang tua terutaman ibu mendapat gelar sebagai madrasah. penerima tugas (manusia). maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi. tokoh-tokoh masyarakat. juga sejalan dengan hadits Nabi yang berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah (rasa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenaran). Tugas khalifah sendiri harus memenuhi empat sisi yang saling berkaitan yaitu pemberi tugas (Allah). tempat atau lingkungan di mana manusia berada. Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pembentukan akhlak anak didik adalah faktor internal dan faktor eksternal. guru di sekolah. sementara faktor eksternal yang dalam hal ini adalah dipengaruhi kedua orang tua. dan psikomotorik (pengalaman) ajaran yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak. Dari berbagai penjelasan di atas. nasrani atau majusi” (HR. Bukhari) Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah kedua orang tua. maka aspek kognitif (pengetahuan). Dan keempat hal ini saling berkaitan. pada dasarnya tujuan pendidikan akhlak sejalan dengan tujuan pendidikan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an yaitu membina manusia baik secara pribadi kelompok agar mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba Allah. yakni tempat berlangsung kegiatan pendidikan. apektif (penghayatan). Faktor internal yaitu potensi fisik.

45 mereka harus memperhatikan faktor lingkungan di mana manusia itu berada (Mahmudah, tt., hlm. 56). Berdasarkan penjelasan di atas, wajar kiranya Omar Muhammad al-Toumy alSyaibany menyatakan bahwa dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadits, pemikiran yang serupa juga dianut oleh para pemikir pendidikan Islam, atas dasar pemikiran tersebut maka para ahli pendidikan dan pemuka pendidikan Muslim mengembangkan pemikiran mengenai pendidikan Islam dengan merujuk kedua sumber utama ini (Jalaluddin 2001, hlm. 8). Secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry, menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah" (Bakry 1993, hlm. 13-14). Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama, bangsa dan negara. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Tokoh akhlak lain yang menganggap Muhammad pentingnya pendidikan dengan

adalah

Syed

Nauquib

al-Attas

menggunakan kata adab atau ta'dib. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan

46 sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003, hlm. 77-79). Penjelasan al-Attas ini menggambarkan bahwa potensi akhlak berada pada Realitas Tertinggi yang merupakan titik sentral dalam kehidupan manusia. Berdasarkan kepentingan akhlak dalam kehidupan manusia itulah, maka mengatakan Ibn Miskawaih bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan atau bernilai baik (Badawi 1963, hlm. 478). , sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh sa'adat (kebahagiaan sejati/kebahagiaan yang sempurna). Pendapatan ini beralasan bahwa kebaikan itu merupakan tujuan setiap orang, factor anugerah Allah yang dapat mencapai kebaikan, disamping adanya kesungguhan berusaha dan

berkelakuan baik (Miskawaih 1982, hlm. 41-45). Seperti yang disimpulkan oleh Suwito bahwa tujuan pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibn Miskawaih adalah terciptanya manusia berperilaku ketuhanan. Perilaku seperti ini muncul dari akal ketuhanan yang ada dalam diri manusia secara spontan (Suwito 1992, hlm. 157). Rumusan tujuan pendidikan akhlak seperti ini hakekatnya dapat dilakukan melalui membangun motivasi pribadi dan orang lain untuk mencontoh akhlak Nabi. Artinya, bahwa berbagai aktivitas kehidupannya selalu melakukan sesuatu dengan mengikuti akhlak nabi, baik dalam rangka pembentukan sebagai seorang pribadi maupun terhadap orang lain. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah

47 terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi".

Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak Pembicaraan tentang pendidikan akhlak harus diakui banyak sekali persoalan yang akan muncul ketika masalah ini diangkat dan dikaji. Karena memang banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pendidikan akhlak. Diantaranya adalah menyangkut jumlah dan nama sumber karya tulis mengenai pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi akan sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang situasi sosial pada saat Risale-i Nur ditulis. Juga akan sangat berbeda kalau konsep itu berdasarkan kontekstualisasi pemahaman nilai-nilai keimanan atau ketauhidan yang menjadi filosofi dalam membentuk karekteristik insan manusia secara intergratif, universal dan kekinian. Kemudian perbedaan juga akan muncul bila pendidikan akhlak ditinjau dari segi pelaksanaannya, seperti efektifitas pendidikan akhlak yang dilakukan dengan pendekatan monolitik (diajarkan sebagai suatu bidang studi tersendiri) dengan pendekatan integratif (terintegrasi dengan bidang studi) pada lembaga pendidikan. Jika pendekatan integratif, maka masih ada pertanyaan yakni bidang studi

manakah yang sesuai dengan pengintegrasian?. Di samping itu, yang dapat berpengaruh pada konsep pendidikan akhlak adalah cara mengevaluasi pendidikan akhlak, dari kurikulumnya, alat dan atau media yang digunakan. Faktor lain seperti lingkungan, jenis kelamin,

48 tingkat kecerdasan anak didik, teologi pendidik, dan sebagainya, dapat pula berpengaruh terhadap hasil penelusuran konsep

seseorang mengenai pendidikan akhlak. Beberapa identifikasi di atas merupakan berbagai persoalan yang akan muncul dalam dinamika pemikiran mengenai prinsipprinsip pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini selain tujuan teknis yang diarahkan menjawab persoalan pokok maka dirumuskan tujuan pendidikan akhlak menurut pandangan Said Nursi yang dapat dipahami dari Risale-i Nur bahwa tujuan pendidikan akhlak diarahkan terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi. Maka dapat dipahami bahwa pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik yang harus menjadi mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Akhlak dalam dasar-dasar pendidikan selalu berawal dari upaya prinsip menguatkan iman dan mengkokohkan akidah secara integratif yang pembahasannya akan mempengaruhi terbentuknya doktin-doktrin akhlak secara aplikatif. Selain itu, menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa karakter

Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. . hlm.49 dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). Sebagaimana teologi rasional. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. hlm. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan dayadaya akal. Pembedaan bukannya pendidikan tidak akhlak kepada mistik dan rasional dalam memiliki konsekuensi. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional).10). 56-57).

Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis.50 Oleh sebab itulah. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. Namun. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Jadi pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan akhlak yang dimaksud pada penelitian ini yaitu . mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Signifikansi Pendidikan Akhlak . karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Dengan demikian.

51 Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. 2004. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat- . Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. takwa dan sedekah. Ketiga. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir a]Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan alQur'an dengan jalan ikhlas. 8-10). diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. Kedua. (Faris. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. masalah etika secara khusus dibahas pads Simpusium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. him.

pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda . Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. tanda-tanda akhir zaman. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung semata. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. perkembangan ilmu dan teknologi.52 sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. komunikasi dan informasi. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Keempat. hal-hal bersifat spritualistik cenderung diabaikan. Dengan demikian. Maka. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi dan realitas kehidupan. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma'rifatullah dalam perspektif yang luas. teknologi. bermuatan materialistik yang dan intelektualistik Akibatnya. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. Kelima.

angkatan. hlm. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. golongan. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. 201). tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). hlm. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. Karena persoalan "krisis moral" merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari "melupakan" Tuhan. 166). bahwa generasi muda adalah kelompok. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup . Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993.53 akhir zaman. Pendidikan Akhlak Generasi Muda Pengertian Generasi Muda Generasi muda secara etimologi berasal dari dua kata. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. hlm. yaitu generasi yang berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. Menurut Suraiya. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. hlm.667). hlm. dan muda yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999.309). 2). Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini.

0 (pria) dan 17. giat bekerja atau tidak. hlm. Di antara sekian banyak pakar. 2. produktif atau tidak. 3. Dari ketiga pengertian di atas nampaknya memiliki perbedaan.0-40. Batasan Generasi Muda Walaupun beberapa pakar sering berselisih pendapat mengenai perbedaan tentang batasan usia generasi muda. Menurut Sujanto generasi muda. apalagi jika usia itu relatif dan tidak menjadi ukuran baku bagi generasi muda. tetapi orang tua yang umurnya di atas 50 tahun masih aktif bekerja. Hal ini jika didasarkan kepada potensi kemanusiaannya tentu beralasan.54 sebelum mereka. namun hal itu tidak perlu dijadikan hambatan kita untuk memahami aspek usia generasi muda. usia generasi muda (kaum muda) berkisar antara 1525 tahun (Ghufron 1986. baik material. 160). Menurut Ruslan Abdul Gani. 13). hlm. Generasi muda identik dengan kaum muda. maupun spiritual.0 (wanita) (Sujanto 1996. yaitu: 1. tetapi pada realitanya anakanak belum sepenuhnya dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan. 5). yaitu: Pengertian pertama nampaknya memasukkan golongan anak-anak sebagai generasi muda. Menurut Suraiya. Dapat dipahami pula bahwa generasi muda sesungguhnya menjadi tumpuhan harapan masyarakat dalam merealisasikan idiologi dan tujuan pembangunan. hlm. Di masyarakat sering kita lihat orang muda yang berusia antara 15-30 tahun yang seharusnya giat bekerja tetapi hidup bermalas-malasan. Hanya . Ini berarti umur tidak menjadi jaminan mutlak bagi suatu generasi. dapat dibatasi usia antara 23. di sini hanya dikemukakan tiga pendapat mengenai batasan usia generasi muda. usia generasi muda ialah berkisar dar dari 0–30 tahun (Suraiya 1985.0-45.

Jadi. Sebagaimana telah kita pahami bahwa generasi muda adalah angkatan kaum muda yang hidup dalam masa tertentu. hlm. yaitu: 1. Dalam penelitian ini generasi muda dibatasi umur 15-40 tahun. Mengingat penjelasan tersebut begitu luas. Ciri atau indikator berfungsi untuk menjelaskan secara detil tentang makna sesuatu. berdasarkan pendapat fakar. 445). pada hal kenyataannya banyak organisasi pemuda yang dimotori oleh angkatan usia ratarata 45 tahun ke atas. mengingat di usia tersebut kehidupan generasi muda dalam kondisi stabil. soaial. Karakteristik Generasi Muda Karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri khusus (Dep P dan K 1999. Untuk menjelaskan generasi muda secara lengkap perlu dilihat dari berbagai aspek. Pengertian ketiga menjelaskan bahwa generasi muda sebagian terdiri dari kelompok orang dewasa yang berumur 17-40 tahun. Artinya usia generasi muda relatif dan dapat ditinjau secara berlainan sesuai dengan sudut pandang kita melihatnya. psikis. bahwa usia generasi muda tidak bisa ditentukan dalam batas yang mutlak. artinya generasi muda itu sangat luas cakupan maknanya dan tentu memiliki karakteristik tertentu yang perlu dijelaskan agar kita bener-benar memahami siapa generasi muda sesungguhnya. Pengertian kedua nampaknya membatasi usia generasi muda rendah (hanya sampai usia 25 tahun). intelektual. di sini akan dijelaskan karakteristik generasi muda secara globalnya saja.55 orang yang lebih tua dari mereka yang mampu mengemban tugas tersebut. salah satu ciri dari generasi muda pada masa awalnya (memasuki usia remaja) adalah meraka sedang mengalami masa pubertas . seperti aspek fisikal. emosional. dan moralnya. dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa usia generasi muda dapat dibatasi antara 15-40 tahun. Berdasarkan pendapat Andi Mappiare. Dari tiga pendapat di atas dapat disimpulkan.

dianggap sanggup berdiri sendiri. dan menemukan indentifikasi dengan obyekobyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. masa pemuda adalah masa ujian.33 dan hlm. 15). 12-13). Berdasarkan ciri psikologis di atas dapat disimpulkan. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya.184). dkk. Menurut Agus Sujanto. dan masa bergelora yang harus diselami. penuh tantangan. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya hlm. hlm.56 yaitu perubahan yang cepat secara fisik (organ-organ tubuhnya) dan perubahan sikap serta sifat ke arah kedewasaan (Sudarsono 1993. yaitu pada masa remaja generasi muda (Kartono 1990. 5. 2. 4. bahwa generasi muda mempunyai karakteristik yang meliputi banyak hal. Pada masa ini pemuda dapat menentukan masa tuanya dan kedewasaannya untuk banyak berkarya (Sujanto 1996. 3. generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa remaja. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. 149-150). yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. 161-162). Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. hlm.. . Menurut Kartini Kartono. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. Berdasarkan Halem Lubis. Menurut Sudarsono. hlm. hlm.

sebagai pengabdian diri kepada Allah. masyarakat. bahwa generasi muda yang tergolong kelompok manusia yang beriman diharapkan memiliki ciri mutlak yang ditentukan oleh Allah. Di samping itu generasi muda di masa dewasanya memiliki beban psikologis dan tanggung jawab dalam segala perilaku dan perbuatan mereka. Pada karakter ini generasi muda perlu berhati-hati dalam menyikapi masa perubahan yang terjadi agar mereka dapat berkembang secara wajar dan terarah sesuai dengan tujuannya. yaitu suatu tugas yang diparduhkan oleh agama. keluarga. walaupun usaha itu dalam pelaksanaannya belum berhasil. ciri-ciri yang demikian harus melekat dalam diri generasi muda. (Alqur’an. secara psikologis beban yang diemban generasi muda tidak lain untuk memberdayakan potensi diri mereka dan masyarakat. mereka harus mampu mengenal dan memahami hakikat dan kedudukan generasi muda sebagai wujud dari mengenal diri dan peran-perannya dalam kehidupan keluarga. pemikiran. yaitu memiliki naluri sebagai hamba (pengabdi) kepada Allah dan mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan pribadinya. dan beragama. dan emosional. Melihat karakteristik generasi muda di atas. . Dari ayat di atas juga dapat disimpulkan. dan agama. dengan iktikad pengabdian yang telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Tidak aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”.57 akan mengalami perkembangan fisik dan kejiwaan menuju kedewasaan seperti perkembangan tubuh. pola sikap. Pada karakteristik psikologis ini sesungguhnya genaerasi muda perlu memahami bahwa kematangan pikiran. Generasi muda akan selalu berusaha mandiri dalam mengatasi semua kebutuhan hidupnya. bermasyarakat. dan tindakan semata-mata dikembangkan kemaslahatan ummat. 51 : 56). negara.

Namun kita menyadari karena banyak sekali produk-produk tersebut berasal dari Barat. maka pengaruh budaya mereka menjadi lebih dominan dan hampir dapat dikatakan merusak budaya secara Islam. dan agamanya. misalnya pemerkosaan. Harapan kita sesungguhnya generasi muda dapat mengambil yang baik-baik dan meniggalkan yang buruknya. Dari kehadiran kemajuan ilmu dan teknologi itu cukup banyak membuat generasi muda berhasil untuk meniti jejak karir dan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. komunikasi dan juga seni telah memberikan warna baru terhadap pembentukan generasi muda. perkembangan ilmu pengetahuan. Tantangan itu. globalisasi bukanlah momok dan tak perlu kita takuti. budaya. bangsa. seperti . Namun tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya.58 Dinamika Kehidupan Generasi Muda Globalisasi saat ini benar-benar menjadi tanpa batas. khususnya bagi bangsa Indonesia berbagai aspek kehidupan. penggunaan obat-obat terlarang. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. bangsa dan agama. teknologi. dan sebagainya. informasi. Namun. Peradaban global memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sisi negatif yang merupakan dampak dari kemajuan teknologi dan komunikasi. informatika. karena globalisasi merupakan kenyataan dunia kekinian. dan bukan pula hanya sebagai pendukung globalisasi. lintas suku. tidak hanya timbul dalam kaitannya dengan pengembangan potensi dan aktualisasi diri sumberdaya manusia. dan menuntut perhatian bersama. telah membuat kehidupan generasi muda menjadi kasus yang sering dipermasalahkan dan banyak mengundang perhatian. tetapi juga sebagai pengendali arus globalisasi yang secara gencar mempengaruhi. dan media cetak. bahkan terkadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. seperti dari media elektronika. Tantangan masa depan.

apalagi tontonan atau bacaan itu disebarkan diseluruh wilayah. sehingga budaya-budaya yang menyesatkan mudah mempengaruhi jalan hidup mereka. baik di kota maupun di desa banyak kita jumpai berbagai permasalahan yang dilakukan oleh generasi muda. sehingga seringkali meresahkan lingkungan masyarakat sekitarnya. sehingga mereka seringkali melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Sebaliknya generasi muda ini belum punya filter untuk menangkal kedua arus tersebut. tak perduli di kota mau pun di desa-desa. maju dan kasih sayang lahir dan batin yang dapat dinikmati bersama secara merata dalam kehidupan ini. tertib. Gejala-gejala semacam ini mulai timbul akibat dari perubahan arus informasi dan arus globalisasi budaya yang datangnya dari luar yang diserap oleh generasi muda melalui berbagai media massa. karenanya hampir seluruh remaja Indonesia banyak yang terpengaruh. Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia menjadi makhluk individual yang bertanggungjawab dan makhluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang dari semula telah mengarahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari perkembangan budaya kecerdasan. Maka itu perlu dibatasi tontonan atau bacaan yang bernada kekejaman atau pun kekerasan.59 lebih banyak generasi muda yang tertarik dengan gaya serta cara yang kurang baik. Didalam kehidupan sekarang ini. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya nilai-nilai agama di kalangan kehidupan generasi muda. Kedudukan Akhlak dalam Kehidupan Generasi Muda . Generasi muda sekarang ini telah merosot moralnya. tentram.

mengingat akhlak Rasulullah adalah al-Quran “…Budi pekerti Nabi SAW. baik secara individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. Di sisi lain. Perlu ditambahkan.60 Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting. Allah selalu memperagakan kebaikan. tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik. sejahtera-rusaknya suatu bangsa. tiada Tuhan selain Dia. adalah al-Qur’an…”.S. Thaha (20): 8). Demikian pula sebaliknya. jaya hancurnya. karena kebohongan esensinya buruk. maka al-Qur’anlah yang menjadi tuntunan kita. Untuk mencontoh akhlak Rasulullah tersebut. tetapi suatu bangsa jatuh karena krisis akhlak. kita melihat bahwa tidak pernah suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual. Dalam konteks ini. bahkan Dia memiliki segala sifat yang terpuji. masyarakat dan negara tergantung bagaimana keadaan akhlaknya. Al-Qur’an yang suci menegaskan bahwa (Dialah) Allah. Allah adalah pencipta alam beserta isinya termasuk manusia. Sebab jatuh bangunnya. maka prinsip asma’ al-husna semaksimal mungkin dapat ditanamkan dalam diri manusia. Penjelasan berikut meliputi pembahasan aplikasi akhlak pada manusia. pasti baik dalam esensinya. Dia mempunyai Sifat-sifat yang terpuji (al-Asma’ Al-Husna (Q. Allah dan Alam yang memahami prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan ulama. yang diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan . bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah. Dalam kaitan ini pula. Tolak ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq). Pertama. Rasulullah Saw juga memerintahkan umatnya agar berusaha sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk meneladani Allah Swt dalam semua sifat-sifatnyaNya.

Akhlak itu antara lain adalah akhlak terhadap teman sebaya. Dengan demikian manusia harus wajib atau wajib beriman. dan bertaqwa serta tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang dijadikan landasan prinsip ma’rifatullah dengan asma’ al-husna.S.61 berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya. akhlak dengan sesama manusia. akhlak terhadap tetangga dan akhlak terhadap guru. akhlak terhadap diri sendiri. Kedua. Prinsip ma’rifatullah harus ditanamkan untuk menghindari pengingkara terhadap Sang Pencipta. terhadap orang tua. dan lainnya baik yang berhubungan dengan sikap. manusia tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkaan bantuan orang lain. karena itu manusia harus berbuat baik dan mempunyai akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. maka menuju kekekalan hidup adalah prinsip akan adanya hari kiamat. prinsip ma’rifatullah dengan cara menyucikan diri dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah menggambarkan bahwa dalam diri . dengan selalu berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya. sebagai makhluk sosial. Sementara dengan menyakini asmaasam Allah dengan akal. Ketiga. maka manusia yang menggunakan akalnya selalu berusaha sesuai dengan kemampuan guna memperoleh ridha Allah dan selalu berserah diri kepadaNya karena segala sesuatu merupakan kehendak Allah. Manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada-Nya serta ikhlas menerima segala keputusan. perdebatan dan pola hidupnya harus mencerminkan dan berlandaskan prinsip tauhid ma’rifatullah. At-Tiin: 4). cara berbicara. Menyakini kehidupan sosial merupakan bagian dari yang fana. Allah berfirman dalam surat At-Tiin ayat 4. Prinsip eskatologi ini merupakan akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. menyadari sepenuhnya asma’ al-husna dan prinsip eskatologis. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q.

1994). dijaga dan dipelihara. berdiri di atas pokoknya. untuk mencapai kepribadian yang sempurna dan utuh hanya mungkin dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan. akhlak terhadap alam. yaitu dengan berjalan bersuci atau dengan bertaubat. baik binatang. Keempat. Sesuai dengan sabda Nabi bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya (Jalaluddin dan Usman. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. terlibat narkoba dan perbuatan tercela lainnya. Salah satu contoh akhlak terhadap diri pribadi adalah dengan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agama seperti minuman alkohol. maupun benda-benda tak bernyawa.62 pribadi manusia memiliki hak untuk diperlukan dengan baik. harus dibersihkan dari segala kotoran baik itu jasmani dan ruhani. karena semua itu demi kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. prinsip akhlak terhadap diri sendiri sangatlah penting sekali bagi manusia. memakan makanan yang diharamkan. khususnya pendidikan baik pendidikan keluarga dan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. . sebagaimana dalam al-Quran: Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. yaitu dengan jalan menghindari hal-hal yang dapat merusak jasmani dan rohani. Dalam proses menumbuh kembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. tumbuh-tumbuhan. Oleh karena itulah. maka itu semua adalah atas izin Allah…(QS. Lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. hidup sederhana dan memperbanyak amal saleh. Karena pada dasarnya tujuan atau sasaran dalam pembentukan kepribadian adalah terciptanya akhlak yang mulia. keyakinan selain akhlak di atas juga akhlak terhadap alam atau lingkungan.

tetapi lebih dari itu. baik secara teoritis berdasarkan al-Qur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. sedapat mungkin kita mampu berakhlak dengan alam semesta ini. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar (Quraish 1998. tetapi itu pun harus seizin Allah SWT.63 Al-Hasyr [59]: 5). kajian berikut berfokus pada penjelasan tentang . M. Maka dari itu. kecuali kalau terpaksa. maka perlu dikaji terlebih dahulu mengenai tokoh yang diteliti. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak ini perlu dipahami dan diaplikasikan secara komprehensif (luas) dan tidak sebatas berakhlak terhadap Khaliq dan manusia saja. 259-270). Dari penjelasan tersebut di atas jelaslah bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi merupakan salah satu materi sekaligus tujuan pendidikan Islam yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. Bab 3 BIOGRAFI SINGKAT BEDIUZZAMAN SAID NURSI Sebelum mengkaji mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. Quraish Syihab menafsirkan ayat tersebut. jangankan terhadap manusia dan binatang.

1 Berdasarkan keempat teori ini kajian tentang Said Nursi dalam pembahasan ini berangkat dari teori pemikiran spekulatif dan aksiologi. orang jangkung itu pemalu. Melalui keyakinan kepada tuhan menurut teori ini manusia dalam dunia absurd dan tidak memahami makna hidup (Lihat Sukanto MM. Ketiga. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. analisis sifat jasmaniah merupakan aspek pokok dan kepribadian. hlm. Keempat. teori aksiologi disusun untuk mengangkat kualitas kepribadian manusia dalam suatu sistem nilai dan norma berdasarkan konsep ketuhanan yakni melalui agama. Untuk mencapai pemahaman teori ini dapat ditinjau melalui pendapat M. Arifin 2000. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigma Psikologi Islami (Fuad NAsliori. orang hitam itu setia dan sebagainya. 37-38). hlm. Arifin melalui empat asas yakni asas menyeluruh. tipologis. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . penyifatan dan aksiologi.64 biografi singkat Said Nursi. hlm. Penerbit SIPRESS. Maka manusia digolongkan dalam tipe-tipe tertentu misalnya. Masa Kecil dan Pendidikannya Menurut Sukanto teori kepribadian manusia disusun setidaknya dalam empat teori yakni berdasarkan pemikiran spekulatif. (Sukanto 1996. tipe emosional. 2 Penjelasan mengenai keempat asas tersebut sebagai berikut : Pertama. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. 1996. integrasi (kesatuan). teori tipologis disusun para ahli dengan cara menemukan komponen dasar yang bisa dipahami orangnya. Editor). Kedua. 51-53). selanjutan kegiatan keagamaan.2 Menurutnya berdasarkan Penjelasan keempat teori di atas sebagai berikut : Pertama. Misalnya orang gemuk itu peramah. Yogyakarta. teori pemikiran spekulatif disusun ahli filsafat berdasarkan data empirik dan eksperimen yang melahirkan manusia yang beragam sesuai dengan alur spekulatif pemikirannya dalam memahami penciptaan manusia. tipe intelektual dan sebagainya. asas menyeluruh yaitu asas yang menempatkan semua jenis manusia ciptaan Allah tersusun dari bagian-bagian bermakna dalam 1 . 38-39). perkembangan dan pendidikan seumur hidup (M. teori penyifatan disusun dengan cara berusaha memahami dan menggambarkan manusia apa adanya.

65 keempat asas tersebut proses kepribadian manusia dapat terbentuk. Pembentukan kepribadian sebagai individu menurut Abdullah Nasih Ulwan merupakan tanggung jawab yang paling menonjol dalam Islam. (Nasih Ulwan 1995, h1m. xxxiii). Menurut Abdullah Nashih Ulwan manusia sebagai individu berhak memperoleh pengarahan, pengajaran dan pendidikan baik melalui bapak, ibu, pendidik, pengajar maupun pekerja sosial. Artinya, proses kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan sejarah hidup seseorang. Proses tersebut dilalui manusia melalui keluarga, sekolah dan lingkungan (Nasih Ulwan, 1995, hlm. xxxiii). Berdasarkan pendapat ini dapat dipahami bahwa pengetahuan mengenai tokoh yang diteliti ini, setidaknya perlu ditinjau dan ketiga aspek tersebut terutama untuk menjelaskan latar belakang keluarga dan pendidikannya.

Latar Belakang Keluarga Nama Said Nursi sebenarnya adalah Said, karena ia anak Mirza, maka nama sebenarnya dapat juga kita sebut sebagai Said bin Mirza. (Zaidin 2001, hlm. 7). Sedangkan nama Said Nursi, Bediuzzaman Said Nursi, Molla Said (Mulla Said), suatu keseluruhan. Kedua, asas integrasi (kesatuan) yaitu asas yang memandang bahwa segala yang diciptakan Allah dalam kehidupan alam, semua makhluk ciptaan-Nya senantiasa ada dalam suatu sistem integral antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan yang bersifat menggerakkan dan saling memperkokoh sebagai satu kesatuan hidup yang bermakna. Ketiga, asas perkembangan yaitu asas yang menetapkan pandangan bahwa Allah dalam menciptakan alam dan isinya melalui tahap demi tahap menuju ke arah kesempurnaan, baik alam makro (alam raya) maupun alam mikro (alam manusia). Keempat, asas pendidikan seumur hidup (long life education) yaitu asas yang berdasarkan pandangan Islam dari Nabi Muhammad Saw “Tuntutlah Ilmu sejak mulai di ayunan sampai liang lahat” (M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 51-53).

66 Said Masyhur dan Said Kurdi adalah gelar yang sempat tersemat selama masa kehidupannya yang pada dasarnya merujuk kepada tanah kelahiran, kejeniusan dan garis keturunannya.3 Said Nursi dilahirkan menjelang fajar musim semi pada tahun 1294 H / 1877 M4 di desa kecil Nurs. Desa Nurs terletak di daerah Khizan di propinsi Bitlis wilayah Turki Timur.5 Daerah tempat kelahirannya ini terdapat lereng dan lembah gunung Taurus, daerah danau Van (Vahide 2000, hlm. 3).

Said bin Mirza dikenal Said al Said Nursi atau Said Nursi adalah merujuk kepada tempat kelahirannya. Said Nursi diambil dari nama tempat kelahirannya yakni Nurs. Sedangkan untuk gelar Bediuzzaman Said Nursi atau cukup dengan gelar Bediuzzaman diberikan ketika beliau berguru dengan Syeikh Fethullah, hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat, diskusi, dan pengajaran bagi masyarakat bawah di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu, Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman) atau (keindahan zaman). Kemudian gelar Molla Said atau Mulla Said diberikan pada saat beliau belajar di Madrasah Bayazid dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Al Jalah, beliau mempelajari ilmu Al Quran dan Nahwu Sharaf. Belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said. Sedangkan Said Masyhur diberikan gelar ketika beliau dengan berbagai gelarnya sudah dikenal hampir ke seluruh wilayah Turki, gelar ini diberikan oleh ulama, karena beliau mampu menjawab dalam diskusi ilmiah para ulama yang silih berganti berupaya menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan. Terakhir adalah Said Kurdi berasal dari keturuan dan memang beliau adalah keturunan suku Kurdi. (Lihat Omer Faruk Paksu (Ed.), 7. Bediazzaman Senipozyumuna Dogru, Istanbul ilmi ve Kultur Vakfi, Istanbul, 2004, hlm. 5 dan Lihat Zaidin, Ibid, him. 7, hlm. 13-23).

3

Mengenai tahun kelahiran Said Nursi terdapat perbedaan pendapat di kalangan penulis, peneliti, penerjemah dan ilmuwan lain. Penulis yang dipercaya yakni Sukran Vahide menulis 1877 (1294), Mohammad Zaidin bin Mat menulis kelahirannya 1877 (1294) mengikuti Sukran Vahide, sedangkan Ihsan Kasim Salih menulisnya 1876 (1293). Namun berdasarkan sumber yang valid yakni berdasarkan hAsli penelitian Mohammad Zaidin tahun yang disepakati adalah 1294 berdasarkan kalender Rurni yang dipakai secara resmi ketika Turki Usmani. Menurutnya, tahun 1877 (1294) adalah tahun yang banyak dipergunakan oleh para penulis mengenai Said Nursi. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119). 5 Wilayah Timur Turki adalah bagian Turki yang paling mundur, kondisi ini disebabkan keadaan cuacanya yang terlalu sejuk dan bentuk muka buminya yang berbukit-bukit. Namun begitu, bagian ini terkenal dengan keindahan dan ketenangan alamnya. Penduduk di wilayah ini kebanyakan terdiri dari golongan peladang yang sangat menitikberatkan soal pendidikan agama. Bagian Timur Turki terkenal dengan pendidikan bercorak tradisional. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119) dan (Lihat juga Sarwat Saulat, Said Nursi, Internasional Islamic Publisher, Pakistan, 1980, hlm. 3).
4

67 Said Nursi dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari pasangan Mirza 6 dan Nuriye (Nuriyyah). 7 Berdasarkan sumber Sham al-Haq al-Azzim yang dikutip oleh Mohammad Zaidin bin Mat bahwa kedua orang tuanya dan nenek moyang Said Nursi berasal dari suku Kurdi dan dari daerah dari Isbartah (Isparta) (Zaidin 2001, hlm. 7-8) dan mereka memiliki silsilah keturunan Ahl alBayt yakni Nabi Muhammad Saw melalui cucunya Hasan dari Mirza dan Husen dari Nuriyah.8 (Urkhan 1995, hlm. 8). Said Nursi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, yaitu Durriyyah, 9 Khanim, 10 Abdullah, 11 Said (Said Nursi), Muhammad, 12 Abd al Majid 13 Mirza adalah seorang sufi yang sangat war’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja. Mirza berasal dari kawasan Sungai Tigris dan meninggal dunia dalam tahun 1920-an dan dikebumikan di Nurs (lihat Vahide 2000, hlm. 3). Mirza adalah keturunan Hasan Bin Ali Abi Thalib. (Lihat Ali Urkhan Muhammad Ali, Said Nursi al qadr fi hayat ummah, Sharikat al-Nasl li al-Tiba'ah, Istanbul, 1995, hlm. 8)
6

Nuriyyah juga berasal dari keturunan Husain (Lihat Urkhan Muhmmad Ali, Said al-Said Nursi Raj'al al-qadr fi hayal ummah. Sharikat al-Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1995, hlm. 8). Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Lihat Ihsan Kasim 2003, hlm. 8). Nurriyah berasal dari Semenanjung Balkan dan meninggal dunia pada semasa tercetusnya Perang Dunia I, kemudian dikebumikan di Nurs (Lihat Said Nursi, hlm.3).

7

Dijelaskan oleh Urkhan Muhammad Ali bahwa Mirza adalah keturunan Hasan bin Ali dan Nuriyyah keturunan dari Husain bin Ali (Urkhan 1995, hlm. 8) dan (Lihat pula Mohammad Zaidin 2001, hlm. 119). Namun pada dasarnya mengenai silsilah ini tidak didapatkan penjelasan mendetail mengenai silsdah ini, namun menurut keterangan Ihsan Kasim Salih bahwa Said Nursi tidak mau seluruh biografinya diungkapkan walau memang pada dasarnva ia berasal dari Ahl al Bayt (Wawancara penulis dengan Ihsan
8

Kasim Salih di Istanbul Foundationfor Science and Culture, 19 Agustus 2005). 9 Durriyah ialah ibu kepada Ubayd. Beliau meninggal mati lemas dalam sungai Nurs sebelum terjadi Perang Dunia I (Lihat Said Nursi, Ihsan Qasim (Penerjemah), Sirah Zatiyyah, hlm. 36) 10 Khanim adalah seorang wanita alim. Beliau hijrah ke Syam bersama-sama suaminya pada tahun 1919. Di Syam ia menjadi guru selama lima belas tahun. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak 7 (tujuh) kali, Beliau meninggal dunia sewaktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1944. (Lihat Al Said Nursi, Al Shu’aat Terjh. Ihsan Kasim al-Salihi, Sharikat al Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1993, hlm. 322, Sarwat, hlm. 7). 11 Abdullah meninggal dunia pada tahun 1914. Beliau adalah ayah dari Abdul Rahman, murid dan anak angkat Said Nursi (Lihat Said Nursi, Sirah Zatiyyah, hlm. 34). 12 Meninggal dunia pada tahun 1951 (Said Nursi, Sirah Zatiyyah Ibid. hlm. 36). 13 Abdul Majid (1884-1967) adalah yang paling terkenal di antara adik beradik setelah Said Nursi. Beliau menjadi guru bahasa Arab di sekolah tentara di Diyarbakr. Setelah itu, dilantik menjadi mufti di Urgup

68 dan Marian 14 (Zaidin 2001, hlm. 8). Said Nursi lahir pada masa pemeritahan Sultan Abdul Hamid II, pada masa akhir dari pemerintahan Daulat Turki Usman. Pada masa ini musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya, selama tiga puluh tahun Sultan Abdul Hamid II berkuasa dan memerintah negara Turki dengan segala daya dan upaya yang dilakukannya untuk memelihara integritas kekuasaan negara yang sangat luas, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam tubuh negara (Ihsan Kasim 1996, hlm. 3-4). Said Nursi meninggal tahun 23 Maret 1960. Awalnya sekitar tanggal 18 Maret 1960, Said Nursi sakit yakni demam panas. Setelah beberapa kali tidak sadarkan diri, Said Nursi kemudian pingsan. Namun setelah sadar, beliau sudah kelihatan sehat. Setelah menunaikan shalat subuh, beliau memanggil muridmuridnya sambil menangis, Said Nursi berkata, “Selamat berpisah, aku akan pergi” (Sukran Vaheda 2000e, hlm. 25). Dalam kondisi sakit beliau yang tidak parah beliau wafat kira-kira pada pukul 03.00 pagi, 23 Maret 1960, bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1379 H.15 Ketika itu, berat bobot tubuhnya hanya 40 kilogram dan beliau hanya
untuk beberapa tahun. Beliau menghabiskan tahun-tahun akhirnya sebagai guru Undang-undang Islam di sekolah Imam Khatib Qunya (konya). Beliau adalah penerjemah karya-karya Said Nursi berjudul alMathanawi al-Arabi al Nuri dan Isharat al I’jaz dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Lihat Sarwat, Ibid. hlm.7). 14 Marjan adalah anak bungsu dalam keluarga Mirza. (Said Nursi, Sirah zatiyyah, Ibid, hlm. 36).

Murid Said Nursi yang ikut perjalanan ke Urfah menjelang meninggalnya Said Nursi adalah Husni Bayram, Bayram Yuksal dan Zubayr Gundulzalp yang membawanya ke Urfah dengan sebuah kereta. Mereka sempat menginap di hotel Ipek Palace dan didesak oleh pemerintah Urfah agar kembali ke Isparta. Untuk memeriksa kesehatan Said Nursi didatangkan seorang dokter yang memberi izin agar Said Nursi tidak boleh dibawa kemana-mana karena suhu badannya meningkat 40°C, sampai keesokan malamnya kira-kira jam 03.00 pagi Said Nursi tidak berucap sepatah kata pun kecuali kelihatan mulutnya yang bergerak-gerak seperti sedang berdo’a. (Said Nursi. Ibid. hlm.
15

Kemudian. Berdasarkan keterangan yang dipaparkan di atas Said Nursi memiliki jalur keturunan sampai ke Imam Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad Saw. . (wawancara Fatih Yazlik. hlm. 287) 16 Adik Said Nursi tanggal 12 Juli 1960 dipaksa untuk menandatangani surat pembongkaran kuburan Said Nursi di Urfah. h1m. karena memang tidak pernah dijelaskan. 24 Maret setelah sholat Asliar (Sukran Vaheda 2005. Beliau dikebumikan di perkuburan Ulu Jami’ pada hari kamis. sekitar 12 Juli 1960 kuburan itu dibongkar oleh pemerintah sekuler (golongan anti Islam) dan jenazah Said Nursi dipindahkan ke sebuah tempat rahasia di Isparta. sebab tidak ada tempat bagi masyarakat Turki untuk menziarahi kuburannya. sampai saat ini belum diperoleh kejelasan tempat dikuburkan Said Nursi. Sampai saat ini jenazah itu tidak diketahui jelas berada di mana. tentara pemerintah anti Islam memasuki Urfah disaksikan Abdul Madjid kuburan Said Nursi dibongkar dan mayatnya dimasukkan ke keranda dan diterbangkan dengan pesawat terbang ke Isparta. Toko-toko dan pasar di Urfah pada hari itu ditutup. Said Nursi dikuburkan di Urfah dan kemudian jenazahnya tidak diketahui secara jelas tempat penguburannya.16 Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Said Nursi dilahirkan dan hidup.69 meninggalkan seutas jam tangan. Berita kematian beliau disiarkan di dalam halaman harian (koran-majalah) di Istanbul dan Ankara. 2005). Riwayat Pendidikan 481dan Urkhan. 342-343). jubah. di suasana transisi khalifah di akhir kekhalifahan Turki Usmani. Beribu-ribu orang dari berbagai pelosok Turki hadir untuk menziarahi dan mendirikan sholat jenazah untuknya. Juli. Wajahnya pun kelihatan tersenyum. Said Nursi memiliki garis keturunan seorang ulama terkemuka dari bangsa Kurdi. Yang menakjubkan adalah jasad tersebut masih segar. Akan tetapi. dan dua puluh lira uang. padahal sudah hampir lima bulan mayat itu terkubur.

Berdasarkan pendapat ini maka. Pendidikan dalam konsep ini adalah pendidikan secara menyeluruh. Pendapat ini memiliki makna bahwa pendidikan adalah serangkaian proses yang membentuk seseorang secara spritual. 19). hlm. sekolah dan masyarakat . Arifin senada dengan pendapat Lift Anis Ma’shumah yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan.di mana pelembagaan pendidikan seperti ini terdiri dari pendidikan informal.70 Pendidikan menjadi faktor penting dalam melihat sosok manusia. sains dan teknologi pada kepentingan dan kebutuhan manusia. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dan keluarga antar bangsa (Faisal 1995. 214).di era sekarang dikategorikan sebagai kelembagaan pendidikan sosial . Pembentukan kepribadian ini tidak pernah terlepas dari peran keluarga. Dalam hal ini asas perkembangan dan asas pendidikan seumur hidup yang dikemukan oleh M. emosional dan intelektual yang padu dalam diri. hlm.pembagian pelembagaan ini bermula peradaban Barat . pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang melingkupi . bahasan berikut ini mencakup pendidikan informal. yakni pendidikan seumur hidup. sikap hidup dan keterampilan hidup (Ma’shumah 2001.di mana maksud dari pelembagaan adalah sebagai suatu upaya untuk memantapkan landasan nilai pada kegiatan pendidikan sebagai realisasi tujuan pendidikan maupun keterkaitan ilmu. yaitu pandangan hidup. formal dan nonformal .

Sebagai pendidikan pertama dan utama secara kelembagaan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga orang tua memegang posisi sangat penting dalam menyampaikan materi atau informasi pendidikan untuk diterima oleh anak. 57). Dan inti keluarga adalah ayah. 41). berkembang. pendidikan agama baginya dan saudarasaudarinya begitu diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. merawat dan sebagainya. mendidik. ibu dan anak” (Wahyu 1986. hingga tercipta dalam keluarga mereka suasana religius. Karenanya. Materi pendidikan agama menjadi basis semua kegiatan pendidikan yang ingin diselenggarakan dalam kehidupan keluarga. Menurut Wahyu keluarga adalah “suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi. Syahminan Zaini menyatakan bahwa keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan . menurut Zakiah Drajat keluarga sebagai wadah utama pendidikan (Zakiah 1994. sebuah sikap hidup dan keterampilan hidup proses integrasi keilmuan dalam akal. hati dan praktek kehidupannya secara langsung. 1) Pendidikan Informal : Pendidikan Keluarga Pertama dan Utama Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan (Jalaluddin 2002. 214). Pendidikan informal Said Nursi adalah pendidikan keluarganya. hlm. h1m. melindungi. Melalui proses pendidikan ini diharapkan dapat dipahami sosok Said Nursi terutama mengenai yang pandangan merupakan hidup. hlm. Sebagaimana yang dialami oleh Said Nursi.71 secara menyeluruh dalam satu kesatuan pengalaman hidup Said Nursi.

17 Selama delapan tahun.) Pendidikan Anak dalam Islam. 151-281). Mirza mengajarkan kepada anak-anaknya tentang agama. tentang iman Menurut Abdullah Nasih Ulwan kebanyakan para pendidikan berpendapat bahwa tanggung jawab yang terpenting adalah tanggung jawab pendidikan iman. (Pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. kebudayaan dan peradaban hingga pikiran anak menjadi matang. hlm. Sosok Mirza sangat baik untuk diteladani oleh anak-anak mereka. pendidikan iman. bermuatan ilmu. tanggung jawab pendidikan akhlak (moral tanggung jawab pendidikan fisik. h1m. Jamaluddin Miri (Penerj. di mana orang tua adalah pendidik kodrati (Syahminan Zaini tt. Waktu delapan tahun merupakan waktu yang cukup penting bagi sejarah hidup Said Nursi. 3). akhlak dan intelektual sudah dirasakannya selama bersama keluarganya. kebudayaan dan sebagainya (Abdullah NAslii Ulwan. seperti ilmu-ilmu agama. Pendidikan rasio atau intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat. Penerbit Pustaka Amani. Dalam waktu yang relatif singkat ketiga pendidikan tersebut diperolehan oleh Said Nursi yang menjadi dasar pribadi. akhlak (moral) dan intelektual (rasio atau akal). Pertama. Said Nursi berada dalam didikan orang tuanya sebelum merantau menuntut ilmu (Zaidin 2001. tanggung jawab pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual. termasuk Said Nursi. 1995. Said Nursi beruntung memiliki keluarga yang peduli terhadap ni1ai iman. Jakarta. 152). sikap dan intelektualnya. tanggung jawab pendidikan psikhis. berikut permasalahan-permasalahan di seputar pengajaran agama. rukun Islam dan dasar-dasar syariah. hlm. 8-9). Pendidikan akhlak atau moral adalah pendidikan tentang prinsip moral dan keutamaan sikap serta watak (tabiat) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang mukallaf. Proses pendidikan keluarga sebagai tanggungjawab terhadap anak sedikitnya mencakup 3 (tiga) pendidikan yakni iman. akhlak dan intelektual. 17 . yakni siap mengarungi lautan kehidupan. hlm.72 pendidiknya adalah kedua orang tua. tanggung jawab pendidikan intelektual (rasio atau akal). Mirza ayahnya adalah seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja (Lihat Vahide 2000e. Dalam proses ini orang tua dan kakak Said Nursi berperan dalam pendidikan awal Said Nursi. Karena fondasi iman. sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu.

Ini sudah tentu sangat besar manfaatnya. terutamanya dalam menyuburkan sifat analisis. Kedua orang tuanya sangat menekankan kepada pendidikan agama dengan mengedepankan sifat-sifat baik mereka sebagai panutan atau uswah. Masalah keimanan dan tauhid menjadi persoalan inti yang diajarkan oleh orang tua Said Nursi kepadanya. juga belajar ilmu al-Quran. hlm. Pada masa kecilnya Said Nursi telah menunjukkan perwatakan yang menarik. Pendidikan agama melalui keteladanan atau uswah benar-benar ditekankan oleh orang tua Said Nursi. hlm. Misalnya. 8). 8). kematian. pendidikan intelektual. majelis perbincangan antara ulama sekampungnya sering diadakan di rumah ayahnya. yakni suka bertanya dan mencoba mencari jawabannya sendiri. Pendidikan intelektual didapatkan oleh Said Nursi dalam keluarga dengan cara belajar kepada kakaknya Abdullah – saudara ke-3 dalam keluarga Said Nursi dan memiliki ilmu pengetahuan yang banyak – yang setiap waktu libur. terlebih lagi akhir pekan Said Nursi selalu menerima pelajaran dari kakaknya itu. . (Zaidin 2001. Lebih-lebih lagi. Kejeniusan Said Nursi kecil ini semakin nyata ketika ia mampu menghafal al Quran dalam usia 12 tahun. hlm. 8). Said Nursi juga sering menghadiri majelis perbincangan antar ulama di kampungnya (Zaidin 2001. suci dan halal. kritis serta minatnya kepada dialog dan perdebatan (Zaidin 2001. 8). Ketiga. memikirkan persoalan kehidupan. 8). hlm.73 dan tauhid. Akhlak seperti ini menjadi teladan dalam perilaku Said Nursi. dan kemasyarakatan. Betapa akhlak untuk memberi makan anak dalam keadaan baik. pendidikan akhlak. Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Ihsan Kasim 2003. hlm. (Zaidin 2001. Kedua.

karena aktivitas belajarnya pindah 18 Dalam konteks zamannya ilmu tradisional ia belajar dibeberapa tempat. 2) Pendidikan Formal : Pendidikan Madrasah Belajar Ilmu Agama dan Ilmu Umum Penjelasan di atas mengemukakan bahwa latar belakang keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama sangat mempengaruhi Said Nursi. Adapun pendidikan formal yang pernah dialami Said Nursi mencakup : 1) Madrasah Muhammad Amin Afandi Tagh (Ta) Said Nursi mulai merantau ketika berumur 9 (sembilan) tahun. karena tidak ada satu pun institusi pendidikan Islam yang lengkap menyelenggarakan pengajaran tersebut Said Nursi selalu berpindah-pindah untuk menyempurkan pemahamannya (Lihat Zaidin. Kegiatan belajar Said Nursi di desa Thag ini hanya berlangsung sebentar saja. Said Nursi menyadari perlu menjadi orang yang berpengetahuan. 15). .74 Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pendidikan informal yang diperoleh Said Nursi dari masa kecil sampai menuju kematangan berpikir dan bersikap sangat dipengaruhi oleh keluarga. hlm. akhlak dan intelektualnya sudah menjadi akar yang kokoh dalam sikap hidupnya. karenanya ia mulai berusaha keras mempelajari berbagai macam i1mu-i1mu keislaman tradisional dan i1mu-ilmu umum yang juga berkaitan dengan sains modern18 di luar pendidikan keluarga melalui lembaga yang dapat dikatakan sebagai pendidikan formal atau pendidikan sekolah. Ibid. Pendidikan yang pertama kali diterima oleh Said Nursi adalah belajar di kuttab (madrasah) pimpinan Muhammad Amin Afandi di desa Thag (Ta) pada tahun 1882. pendidikan formal juga berperan sangat penting dalam terbentuknya kepribadian dan akhlaknya. Namun. Desa Thag (Ta) berada bersebelahan dengan desa kelahiran Said Nursi. Terutama iman.

h1m. Said Nursi melanjutkan belajar di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. 10-13). sebab syaikh tersebut menolak untuk mengajarnya dengan alasan faktor usia yang belum memadai. Begitu juga beliau pun berkesempatan menelaah sejumlah besar kitab tentang ilmu kalam. kemudian memutuskan untak sekolah ke Birmis. Di Bitlis Said Nursi pernah tinggal serumah bersama Walikota Bitlis dan beliau berkesempatan untuk menela’ah sejumlah besar buku ilmiah dan menghapal sebagian dari padanya. 4) Madrasah Mir Hasan Wali di Muks (Mukus) Said Nursi merasa tidak puas dengan ilmu yang diperoleh dari tiga orang gurunya tersebut. Proses ini hanya . (Zaidin 2001. Said Nursi meminta izin orang tuanya untuk belajar dan pergi ke Arwas di Bitlis dan berguru dengan Syekh Muhammad Amin Afandin (Rajah 1995. hadits. 3) Madrasah Muhammad Amin Afandi di Arwas Bitlis Pada tahun 1891 (1308). Kemudian lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihapal (Ihsan Kasim 2003. hlm. 10). tafsir. 2) Madrasah Muhammad Nur di Birmis Pada tahun 1883 Said Nursi pergi ke Bitlis dan mendaftarkan diri di sekolah Syaikh Muhammad Nur.75 dan dilanjutkan di madrasah desa Birmis (Ihsan Kasim 2003. mantiq (logika). dan fiqh. hlm. Bersamaan dengan itu Said Nursi belajar dengan kakaknya dan ulama terkenal di desanya. 910). hlm. Tetapi ia belajar di sekolah tersebut hanya sebentar. 33). nahwu.

10-11). hlm.76 berjalan satu bulan setelah itu kemudian ia bersama temannya berangkat menuju salah satu sekolah di Bayazid. Beliau belajar dengan segala kesungguhan dan secara intensif untuk jangka waktu tiga bulan lamanya. dan lain-lain (Ihsan Kasim 2003. hlm. sejarah. hlm. suatu daerah yang termasuk dalam wilayah Agra. fisika. Di sinilah Said Nursi mempelajari ilmu-ilmu agama dasar. ia bersama seorang temannya berangkat menuju madrasah di Beyazid. kimia. geografi. Said Nursi belajar dengan segala kesungguhan dan keuletannya secara intensif dalam jangka waktu yang singkat selama tiga bulan beliau dapat membaca seluruh buku yang umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama serta ia mendapatkan ijazah dari Syaikh Muhammad Jalalin (Zaidin 2001. Pelajaran yang diambilnya seputar ilmu al-Quran dan Nahwu Sharaf Sebagai apresiasi dari kerja keras belajarnya. geologi. (Ihsan Kasim 2003. Di Madrasah Beyazid di bawah bimbingan Syaikh Muhammad alJalali. filsafat. 11). 11). Selama itu. Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said (Zaidin 2001. 5) Madrasah Muhammad Jalali di Beyazid Pada tahun 1889. 8-15). satu daerah di Turki Timur. hlm. karena sebelum ia hanya belajar Nahwu dan Sharaf saja. ilmu falak. Dalam waktu relatif singkat sekali beliau mampu menguasai matematika. . beliau berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama.

Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman). Kelemahan beliau dalam bidang tersebut telah mendorongnya membaca dan mempelajari buku-buku sains modern yang terdapat dalam perpustakaan Talur BAslia. hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat. Said Nursi juga pernah menulis beberapa buku dalam bidang yang berkaitan. Selanjutnya. jam’aljawami. untuk menguras habis keilmuan mereka. Ketika berada di sini.77 6) Madrasah Fathullah Afandi di Si’ird Di bawah bimbingan Syaikh Fathullah Afandi secara intensif Said Nursi mempelajari kitab Jam'ul Jawami (kitab tentang ushul fiqhi) karya Ibn as-Subki. 12). misalnya . syeikh. sehingga Syaikh Fathullah Afandi menulis catatan pada sampul kitab tersebut dengan kata-kata : “Laqad Jama'a fii hifzihihi’. diskusi. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu. seperti Syeikh Fethullah. Akhirnya dengan inisiatifnya sendiri dan dalam masa yang singkat beliau telah berhasil menguasai ilmu-ilmu modern seperti sejarah. geografi. dan pengajaran bagi masyarakat bawah. Said Nursi menjelajahi secara terus menerus kemungkinan masih tersisa ulama. atau guru yang handal. hlm. Dalam waktu yang cukup singkat ia menghapalnya. ilmu hayat dan ilmu bumi. fisika. filsafat modern. Said Nursi telah bertemu dan berdialog dengan beberapa orang guru dalam bidang ilmu-ilmu modern. jami’ihi fii jum’atin” (Sungguh seluruh kitab jam’ul Jawami’ telah mampu dihapal hanya dalam satu minggu) (Ihsan Kasim 2003. matematika. kimia. astronomi.

kehidupan bersama-sama. . Dari penjelasan di atas. atau pendidikan keluarga dan sekolah. dapat dikatakan bahwa pendidikan formal yang diperoleh Said Nursi mengokohkan sebagai orang yang rasional dan bermoral. hanyalah sebagai contoh mengenai pendidikan di luar pendidikan resminya. diskusi dan debat ilmiah. 17). orang-orang terdekat dan ulama terkenal. 3) Pendidikan Non Formal : Lingkungan dan Perolehan Ilham (Ilmu Laduni) Pendidikan non formal ini adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. Malangnya. tapi apakah engkau juga telah selesai mempelajari kitab al-Jami’ – kitab nahwu popular (pen.) – pada tahun yang lalu. Banyak yang dilakukan oleh Said Nursi yang dapat dikategorikan sebagai proses pendidikan non formal. Misalnya dalam perjalanan Said Nursi dari kota Bitlis menuju kota Syirwan dan belajar dengan kakaknya Abdullah. Orang yang cerdas secara intelektual juga spritual. Kegiatan perjalanan. Ulama ini melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya : Ada berita engkau telah selesai membaca as-Suyuthi – kitab syarah alfiyah karya Ibnu Malik (pen. Berwawasan luas dan berakhlak mulia. kemudian ia melanjutkan penjalanan ke Si’rad untuk belajar pada seorang ulama terkenal yakni Fathullah Afandi. hlm. karena dilakukan di masyarakat dan di luar pendidikan informal dan formal. buku tersebut telah musnah dalam satu kebakaran besar yang terjadi di Van (Zaidin 2001. Pendidikan non formal yang dialami oleh Said Nursi dapat dilihat melalui beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kegiatan pendidikan non formal mencakup: 1) Bersama Kakaknya Abdullah dan Fathullah Afandi Pengalaman Said Nursi bersama kakaknya. Perolehan jenis pendidikan ini berlangsung alami.) – pada tahun in i?.78 berkenaan algebra.

hlm. 10-13). Dalam perdebatan ilmiah. Apakah engkau bersedia membaca beberapa baris dari kitab ini dua kali lalu menghapalnya ?. Semuanya merupakan implikasi dari perjalanan secara menyatu dalam diri Said Nursi baik dalam pendidikan informal. hlm. saya telah membacanya secara keseluruhan. Peristiwa ini telah membuat Syaikh Fathullah Afandi geleng kepala dan sangat kagum dan akhirnya ia berkata : Baik…sungguh engkau ini seorang yang dikaruniai kejeniusan yang luar biasa. beliau mampu menghapalnya. Kemudian ia memberikan kitab Maqaamat al-Hariri. Said Nursi pun meraihnya lalu membaca tulisan yang termaktub dalam halaman pertama dan hanya dibaca satu kali saja. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan beberapa permasalahan dan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab semua dengan tepat oleh Said Nursi. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa efek dari ketekunan Said Nursi dalam lingkungan masyarakat beliau diilhami keilmuan yang dalam dan luas. Ternyata hanya satu kali saja membaca. formal maupun non formal yang dijalani Said Nursi dalam satu kesatuan diri. Berdebat bersama Tokoh Intelektual dan Ulama Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. 3) Motivasi Melalui Mimpi dan Ilham Bartol dan Martin (1991. hlm.79 Kemudian di jawab : Ya. 451) memberikan pengertian motivasi adalah kekuatan yang menggerakkan perilaku. sehingga ia berkata lagi : Sungguh perpaduan antara otak jenius yang luar biasa dengan daya hapal yang luar biasa seperti engkau miliki merupakan kejadian yang sangat jarang (Ihsan Kasim 2003. Said Nursi dengan penguasaannya dalam bidang agama dan sains modern menjadi perhatian banyak orang. Tentu saja apa yang terjadi membuat Syaikh Fathullah Afandi semakin kagum. popularitas beliau segera tersebar dan diberi gelar Bediuzzaman (keindahan Zaman) (Said Nursi Tarihi Hajat 1999e. biarkan kami untuk mengetahui daya hapalanmu. Namun demikian. 45). memberi arah pada . 2) Pengalaman Berdiskusi.

(Ihsan Kasim 2003. di manakah dirinya dapat menjumpai beliau dalam keadaan berdesakdesakan seperti ini?. hlm. Setelah itu. lalu tangan mereka dijabat dan dicium.80 perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut. Kemudian Rasulullah Saw yang dinanti-nanti pun lewat padanya. Dengan demikian bergegaslah Said Nursi menuju ke sana dan di sana ia menunggu Rasulullah Saw. 15-16). Peristiwa tersebut selalu diingat sampai akhir hayatnya. Melintasinya. Dalam mimpi tersebut beliau melihat seolaholah kiamat telah terjadi dengan segala kejadian yang sangat mengerikan dan seluruh manusia dihimpun. Ketika itu. tapi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. terlintaslah dalam benak pikirannya untuk pergi ke Shiratal Mustaqim (jembatan menuju Surga). selama dalam penantian ini. para Nabi melewatinya. perasaan ingin melihat Rasulullah Saw begitu menggebu-gebu. Said Nursi memiliki gerakan perilaku melalui mimpi bahwa dirinya melihat Rasulullah Saw. atas kehendak . Pada waktu dirinya sedang berpikir demikian dalam keadaan sedang berada di tengah kerumunan orang banyak. Ketika itu dirinya adalah seorang Said Nursi yang masih kecil yang sedang berada dihadapan beliau sambil menciumi kedua tangannya. Pada fase berikutnya. Karena Rasulullah Saw pun pAsli akan melintasi jembatan tersebut. ia memohon dan beliau agar diberi ilmu lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya : “Engkau akan diberi ilmu al-Qur’an dengan syarat engkau tidak boleh meminta-minta kepada siapapun dari kalangan umatku”.

dan ilmu lainnya. Dari pembahasan di atas diketahui bahwa riwayat pendidikan Said Nursi baik informal. yang merupakan suatu mata batin yang tajam. fiqh. tetapi tidak boleh disamakan dengan sifat kemanusiaan yang utuh. Artinya. sehingga ia dapat berdiskusi dan berdialog langsung dengan Nabi Muhammad (Said Nursi Mektubat 2003b. Perolehan ilmu laduni adalah implikasi proses pendidikan yang didapatkan oleh Said Nursi langsung melalui Allah melalui ilham illahi. 4) Kecerdasan Hati atau Intuisi Memperoleh Ilmu Laduni Salyidain menyatakan bahwa intuisi menurut Iqbal adalah isyq atau cinta atau kadang-kadang disebut “pengamatan kalbu” yang memungkinkan kita secara langsung menangkap dan mengamat serta bertautan dengan kenyataan secara keseluruhan (Salyidain tt. perilaku. hlm. Sistematika proses pendidikan Said Nursi yang integratif menggambarkan kompetensi Said Nursi . Cahaya hati dan keyakinannya yang mendalam kepada Allah menyebabkan ia mampu menembus alam ghaib. sikap dan ruhnya dalam segenap kehidupannya. terutama dalam menyuburkan sifat analisis.275).81 Allah Swt menjadikan beliau begitu cepat menguasai berbagai ilmu keagamaan. kritis serta senang kepada dialog dan perdebatan. termasuk ilmu al-Quran. hadits. formal maupun pendidikan non formal telah mempengaruhi pemikiran. intuisi adalah semacam perasaan yang bergerak di dalam batin manusia. 102103). Pendidikan ini secara intensif diperolehnya ketika ia menulis Risale-i Nur. hlm.

sampailah Badiuzzaman di ibu kota Istanbul. bahwa hotel ini merupakan tempat tinggal sejumlah para pemikir dan pujangga. Ini merupakan pernyataan asing dan menarik perhatian yang membuat popularitas Said Nursi semakin luas yang sebelumnya juga sudah terkenal di ibu kota Istanbul dan membuat orang-orang ingin melihatnya secara langsung (Salih 2003. Proses pendidikan dan kompetensi ini memperkuat bahwa Said Nursi adalah filosof-sufi. Tercatat. juga seorang guru bahasa kenamaan yang bernama Jalal dan lain-lain. sudah mulai nampak sejak kecil. Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan kegiatan keagamaan Said Nursi. Mengajar Umat Gratis Pada tahun 1907 M. 1. Tanda-tanda Said Nursi sebagai tokoh. Selama berada di ibu kota Istanbul beliau telah menggantungkan sebuah papan di depan pintu kamarnya yang bertuliskan: “Gratis”!!! Di sini akan terjawab setiap pertanyaan dan setiap problema pasti akan terpecahkan”.82 sebagai i1muwan dan ulama dalam kajian keagamaan dan terdapat praktik antara penguasaan ilmu dan perilaku akhlak mulia. 15-16) . seperti penyair kenamaan yang bernama Muhammad ‘Akif dan kepala intelejen yang bernama Fatih. ulama dan guru bagi seluruh masyarakat Turki. hlm. Di sana beliau tinggal di khan asy-Syakrizi yang terletak di wilayah Fatih. Kegiatan Keagamaan Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan oleh Said Nursi untuk menyebarkan dakwah Islam di Turki.

ia pun berkata: “Kalian ternyata memusuhi agama dan berpaling dari syari’at” (Salih 2003. mereka tidak berhasil mengajaknya untuk menjadi pengikut mereka. sistem keamanan. Namun demikian. Kemudian saat dirasakan bahwa sebagian di antara mereka ada yang goyah pendiriannya dan bersikap memusuhi agama (Islam). Di sana ia mendapat sambutan hangat dari para pemimpin al-Ittihad Wa at-Taraqi. hlm. Langkah ini ditempuh. . 19-20). dan para intel dai kalangan istana Yaldaz. Usulan ini disampaikan. dengan pertimbangan karena dirinya juga sebagai seorang yang menyarakan dan menyerukan kebebasan dan prinsip musyawarah secara Islami. karena ia tetap pada prinsip pemikiran dan kepribadiannya. Tetapi usulan ini hanya membuat orang-orang dekat Sultan yang hakikatnya tidak mencerminkan pemikiran Sultan membawa beliau ke beberapa dokter untuk diperiksa dan diteliti daya nalar otaknya. kepada dokter ini beliau menyampaikan apa yang terlintas dalam benak sang dokter. Kemudian Said Nursi berangkat menuju Salonika dan di sana beliau berkenalan dengan para tokoh al-Ittihad Wa at-Taaraqqi (Perpaduan dan Kemajuan). Kasus ini terjadi. ini artinya bahwa di seluruh muka planet bumi ini tidak seorang pun ada yang berakal sehat” (Salih 2003.83 Di ibu kota Istanbul Said Nursi menyampaiikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar didirikan sebuah madrasah bernama Madrasah Az-Zahrah yang ilmu agama dan ilmu sains diajarkan secara bersama di Turki Timur. Kemudian para dokter berketetapan untuk menempatkannya di RS Jiwa Topbasyi. 17-18). Kejadian I telah mendorongnya mebuat keterangan : “Jika memang terdapat sedikit saja kegilaan pada Said Nursi. hlm. karena penduduknya sangat didominasi oleh kebodohan dan kemiskinan. Ketika salah seorang dokter hadir untuk memeriksa daya nalar otak Said Nursi. juga sangat dicekam oleh kediktatoran.

seorang pembimbing rohani. dan saat ragu jalan mana yang harus ikuti. Aku melihat ada berbagai jalan. Anehnya. tulisan Syaih Abdul Qadir Jailani. aku memang anggota Darul Hikam (lembaga para ilmuwan tersebut). yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit rohani umat Islam. ia pernah mengalami transformasi spiritual sebagai berikut: Sadar diriku berada di dalam ‘rawa’ aku mencari bantuan. Sa’duddin Pasya. mencari dokter (rohani) yang akan menyembuhkan hatimu.84 2. Menjadi Anggota Darul Hikmah al-Islamiyah Di ibu kota Istanbul Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyah tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya (13 Agustus 1918 M). 3. sementara sayalah yang secara rohani sakit lebih parah daripada yang lain. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). aku mencari penjelasan pada kitab Futuh al-Gaib. Ketika itu para anggotanya terdiri dari: Muhammad ‘Akif (penyair kondang). mencari jalan keluar dan panduan. ketika Ia berada di lembaga Darul Hikmah al-Islamiyah. Mustafa Shabri (syaikul Islam). Pada periode ini pemerintah telah menganggarkan gaji untuknya. Setelah itu.Transformasi Spritual Perubahan dalam diri Said Nursi adalah ketika dia merasa perubahan dalam dirinya. Tetapi ia hanya mengambil sekedar untuk memenuhi hajat hidup pokok saja. 34-36). Hamdi Almalali (mufassir terkenal). Aku dianggap sebagai ‘dokter’. hlm. dan lain-lain. Muncul kalimat berikut di hadapanku: Kamu berada di Darul Hikam (Rumah Kebijaksanaan). dan aku harus mengobati diriku sendiri sebagai pasien. Sedangkan sisanya dibelanjakan untuk biaya mencetak sebagian dari karya ilmiahnya yang dihimpun dalam Rasal an-Nur yang kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin (Salih 2003. Tercatat bahwa para anggota Darul Hikmah ini hanya merupakan ulama terkemuka saja. aku membaca kitab Maktubat .

Saat aku dalam kebingungan. 487-488). Kadang-kadang pikiranku tidak bisa memutuskan mana yang harus diikuti. Kajian berikut akan menjelaskan fokus kepada kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh Said Nursi semasa hidupnya. Buku tersebut juga berisi ajakan kaum muslimin tetap optimis dan memerangi sikap pesimis yang selama ini tampaknya menguasai masyarakat. nasihat beliau yang paling penting ini tidak sesuai dengan watak dan perangaiku.85 (Surat-surat) karya Imam Rabbani. Karena setiap jalan memiliki daya tarik sendiri-sendiri. sumber dari semua saluran tersebut. hlm. Kemudian pertanyaan ini oleh para ulama disampaikan kepada Badiuzzaman dan dijawab: “Sesunguhnya jawaban enam pertanyaan ini tidak harus . dengan Kasih Sayang Allah SWT aku menjadi tahu bahwa ujung semua jalan tersebut. Pada masa-masa ini dan ketika Inggris berhasil menduduki Istanbul (16 Maret 1920).’ Tetapi. Transformasi spiritual inilah yang menjadi penyebab perubahan Said Qadim ke Said Jadid. Menentang Inggris Diantara serentetan rencana jahat yang dilakukan Inggris terhadap Islam melalaui gereja Anglikan adalah enam pertanyaan yang disampaikan kepada para ulama Islam agar dijawab dengan enam ratus kata. dan mempelajarinya dengan niat yang suci. ‘Menyatukan arah yang akan engkau tuju. serta berisi seruan agar mereka berbakal tekad kuat. maka sulit bagiku untuk menyenangi salah satu jalan dan mengikutinya. Badiuzzaman berhasil menyelesaikan buku karangannya yang berjudul al-Khuthuwat as-Sitta (Enam Langkah ) yang diterbitkan secra sembunyi-sembunyi dengan bantuan para murid dan teman-temannya… Buku ini berisi serangan Badiuzzaman kepada Inggris yang disampaikan dengan nada keras dan berupa klarifikasi tentang berbagai syubhat yang santer menjadi buah bibir masyarakat luas dengan disertai sejumlah dalil argumetatif. yang bisa menyatukan semua arah (Said Nursi 2003.’ yakni ‘ambil satu saja pemimpin atau satu jalan ke arah kebenaran. sebagai berikut : 1. tak lain adalah alQur’an yang penuh hikmah. Imam Rabbani juga dengan tandas memberikan nasihatnya dibanyak surat yang lain. Kegiatan Politik Secara bersamaan dalam kehidupanya Said Nursi jelas berkaitan erat dengan kegaitan politik. ‘matahari yang dikelilingi oleh semua ‘planet’ tersebut.

Dalam tahun 1908. Syaikhul Islam Abdullah Afandi pun di bawah tekanan pemerintahan kolonial Inggris mengeluarkan fatwa menentang gerakan dan para pelaku aksi ini.” (Salih 2003. ketika itu ia berjuang keras demi untuk menegakkan satu sistem kelembagaan yang berteraskan Syariat Islam.melainkan cukup dengan ludah yang disemburkan Inggris terkutuk. hlm. Walaupun Said Nursi menyokong usaha untuk mengembalikan kelembagaan dalam negara. 39-40). satu pemberontakan telah meletus Revolusi Turki Muda (The Young Turk Revolution) yang didalangi oleh Pertubuhan Perpaduan dan Kemajuan telah berhasil memaksa Sultan mengaktifkan semua kelembagaan. seorang yang Yahudi berkebangsaan Itali. sehingga dia berkata: “Lelaki ajaib ini hampir-hampir menyebabkan aku memeluk Islam dengan kata-katanya” (Zaidin 2001. juga tidak harus dengan satu kata….86 denggan enam ratus kata dan tidak pula dengan enam kata…. Ini jelas dari sikap Said Nursi yang berpegang kepada prinsip . Memandang pengaruh Said Nursi serta ketokohannya. Said Nursi Masa Pergolakan Said Nursi di zaman pergolakan ini terjadi pada 1908-1912. 32). Tetapi apa yang berlaku adalah sebaliknya. tetapi Revolusi Turki Muda tidak disetujuinya. Antara mereka yang datang menemuinya ialah Emanuel Carasso. para pimpinan gerakan ini mencoba membujuk dan mempengaruhinya menyertai gerakan mereka. Tetapi segera fatwa ini dibantah lagi dan dinyatakan batal oleh fatwa yang dikeluarkan oleh tujuh puluh enam ulama bersama tiga puluh enam ilmuwan dan sebelas anggota DPR (anggota parlemen). Gerakan anti pendudukan asing di Anatolia mulai beraksi. kepada muka orang-orang 2. hlm.

kerajaan telah menyatakan memboikot semua barang Austria dan gedung-gedung jualannya. Keadaan ini berimbas juga pada kehidupan hampir dua puluh ribu masyarakat buruh dari bangsa Kurdi. 33). Di antara ucapannya.” Pada 5 Oktober 1908 (9 Ramadan 1326 H). 34): “Berhati-hatilah saudara-saudaraku. hlm. tipu daya syaetan dan penyelewengan yang hina. Ini jelas dari pidato yang disampaikannya di Salanik selepas pengisytiharan kelembagaan tersebut. Said Nursi yang mendengar berita tersebut terus bergegas ke sana dan memberikan nasihat kepada mereka. Akhirnya mereka melancarkan mogok dan tidak lagi mematuhi arahan ketua-ketua mereka. Austria telah mengumumkan kemasukan Bosnia dan Hersegovina ke dalam negara tersebut. Suatu hari. 37). Lebih-lebih lagi. Beliau melihat hanya dengan Perlembagaan Islam yang mampu mengembalikan kekuatan dan kemakmuran dakwah. akhlak buruk. hlm. Antara lain kata-katanya ialah: . Pertumbuhan Perpaduan dan Kemajuan yang menjadi penggerak utama ke arah tercetusnya revolusi tersebut bergerak di atas teras perjuangan yang menyimpang dari ajaran Islam (Zaidin 2001. Sesungguhnya Undang-Undang Asas yang berfraksikan kepada Undang-Undang Islam (Syariat) adalah malaikat maut yang akan menyentap semua ruh isme-isme yang merusakkan. Said Nursi terus menyampaikan idenya kepada masyarakat tanpa dapat dipengaruhi oleh mana-mana pihak. Aktifitas perniagaan dan perdagangan di Istanbul mulai terhambat (Zaidin 2001. jangan kamu hancurkan kebebasan ini dengan kematian kali kedua dengan tindakantindakan yang bodoh dan pengabaian dalam urusan agama. seperti dikutip Zaidin (2001. Sebagai tindak balasan. hal. kumpulan buruh yang berada di Khan Ashirah mulai bertindak liar.87 kesederhanaan (menolak kekerasan) dalam menuntut sesuatu keadilan atau kebaikan.

Mereka menuntut supaya Syariat Islam ditegakkan semula dalam negara. tapi musuh kita kejahilan dan perselisihan. mereka semua menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan mendemo kerajaan kekeliruan yang harus dibenahi. pengetahuan dan penyatuan. 38). Kita sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk bermusuhan (sesama sendiri)… (Said Nursi dalam Zaidin 2001. Parti al-Ittihad al-Muhammadi telah ditubuhkan di Istanbul. Ia diasaskan oleh Darwish Wihdati. Akhirnya. Oleh itu kita perlu bantu membantu dan berganding bahu dengan orang-orang Turki. karena perseturuan dan permusuhan justeru akan membinasakan kita sendiri. Kita akan memerangi ketiga-tiga musuh ini dengan senjata kemajuan. Mereka adalah saudara kita. kita akan bersatu dengan mereka (orang Turki) dan mereka yang berjiran dengan kita kerana permusuhan dan perseteruan adalah kebinasaan. fatrah ini menyaksikan bagaimana Said Nursi menggunakan segala ruang yang ada untuk menyedarkan umat Islam dan membangkitkan semangat mereka supaya berjihad menentang penjajah: Pada 5 April 1909. karena mereka sudah tidak percaya kerajaan yang sudah membaikot barang Austria.…mereka telah menyadarkan kita dari kealpaan dan mendorong kita dari ke arah ketamadunan. 3. Said Nursi dan Inggris (1918-1923). Pertumbuhan politik Islam ini secara umumnya adalah tindak balas masyarakat Islam yang merasa bimbang dengan perkembangan yang berlaku dalam negara di bawah pemerintahan Parti Perpaduan dan Kemajuan. Ikut Perang Dunia I (1918-1923) Bagian ini akan memaparkan keterlibatan Said Nursi dalam Perang Dunia I menentang tentara Rusia dan Armenia. Said Nursi secara tegas mengatakan musuh kita bukan orang-orang Turki. Antara kesan daripada protes mereka terhadap kerajaan ialah berlakunya penutupan kedai . keperluan dan perselisihan.88 Musuh kita adalah kejahilan. Sungguh luar biasa pengorbanan Said Nursi yang telah berani meredamkan amarah buruh bangsa Kurdi yang sudah menggunung. Corak perjuangannya yang sederhana (tanpa senjata dan kekerasan) telah diubah kepada perjuangan bersenjata apabila berhadapan dengan musuhmusuh luar (bukan Islam). Ya. Orang Turki adalah saudara sendiri bukan musuh. hlm.

Said Nursi pun mendaki Bukit Shaykh Sanan dan untuk seketika Said Nursi memandang ke arah bumi yang berada di bawah jajahan Rusia. 32). hal. Di samping Volkan. Said Nursi juga menulis di dalam akhbar-akhbar lain seperti al-Aqbah. Untuk itu. maupun mengkritik manamana pihak yang dilihatnya tidak bertindak sewajarnya. al-Misbah dan lain-lain lagi (Zaidin 2001. hlm. Dalam perjalanan. Mizan. terutamanya dengan adab-adab Islam supaya (kekuatan) agama itu dapat menjadi pengawal dalam bidang penulisan. Surbasti. Seorang pegawai polis Rusia datang menghampirinya. Said Nursi meninggalkan Istanbul dan kembali ke Wan melalui Batum (Batum). Said Nursi yang menyertai pertumbuhan politik ini.89 minuman keras dan pusat teater. sokongan ini sedikitpun tidak menyekat beliau dari menyatakan kebenaran. turut sama memberi sumbangan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat melalui akhbar Volkan yang merupakan lidah rasmi pertumbuhan tersebut. Ini terbukti apabila sebagian kritikannya juga ditujukan kepada golongan pengarang. Antara kritikannya. Setelah sampai ke Wan. Meskipun Said Nursi menyokong Parti al-Ittihad al-Muhammadi. Himpunan soalan serta jawaban yang diberikan dalam kuliah itu dimasukkan oleh Said Nursi dalam kitabnya alMunazarat. “Sasterawan seharusnya beradab. Mereka juga menuntut supaya kerajaan membuat sekatan ke atas Gerakan Kebebasan Wanita (Zaidin 2001. 38). Said Nursi mulai menyampaikan kuliah-kuliah agama kepada masyarakat. Karangan dalam bahasa Turki ini kemudiannya diterjemahkan kedalam bahasa . termasuklah Darwish Wihdati sendiri. Said Nursi singgah di Tiflis (Tiflis) untuk melihat suasana bandaraya tersebut. Dalam tahun 1910. yang tidak memperlihatkan adab-adab penulisan yang Islamik. Bahkan Said Nursi sendiri telah berucap sewaktu pertubuhan ini diasaskan.

Dalam tesis Zaidin (2001. Dalam pertempuran ini Said Nursi bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi tentara Rusia. Kemudian Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah – Lembaga ilmiah milik para ulama Turki Usmani – tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya. hlm. Dalam perang dunia I. 25-29). 44-46). Ketika terjadi pemberontakan besar 31 Maret pada tahun 1909. dalam minggu-minggu pertama tercetusnya Perang Balkan. Kemudian selama terlibat dalam pertempuran tersebut ia pun berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. ia telah coba mententeramkan keadaan. Badiuzzaman menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kakasia dan Turki Timur. Ini terjasi pada 1912. Dengan menaiki kapal selam Jerman. hlm. Kitab ini telah dicetak di Istanbul dalam tahun 1913 (Zaidin 2001. Said Nursi dan pasukannya berangkat ke sana. Said Nursi telah dilantik memimpin pasukan Sukarelawan dari selatan anadul (Anatolia). Said Nursi kemudiannya di saat-saat hampir tercetusnya Perang Dunia I diberi kepercayaan untuk menganggotai al-Tashkilat al-Makhsusah. hlm. 49) dituliskan pula tentang penugasan Said Nursi untuk memimpin perang. Kerajaan telah membuat keputusan untuk menyebarkan Fatwa Jihad keseluruh dunia Islam. Ia pergi ke Damaskus untuk menyampaikan khutbah di Masjid Umayyah tentang kondisi umat Muslim dan cara mengatasi masalahmasalahnya. Isyarat al-I’jaz Fi Mazhan al-Ijaz.90 Arab judul Rajtat al-awwam. . Pada tahun 1911. Misinya ini adalah untuk menghubungi Sayyid Muhammad Idris al-Sanusi yang ketika itu sedang berjuang menentang tentara Itali. dalam bahasa Arab. Said Nursi pun tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan dibawa ke salah satu markas tawanan militer di Qustarma yang terletak di Timur Rusia (Salih 2003. Setelah 2 tahun Said Nursi pulang ke Istanbul pada tahun 1918. Beliau telah ditugaskan melaksanakan misi tersebut ke Libya (Afrika Utara).

beliau berketetapan utuk mencetak pernyataan pada tanggal 19/1/1923 M. sehingga masjid yang ada di sana tidak mampu menampung jamaah dan akhirnya dipindahkan ke ruangan yang lebih besar. sebagai nasihat dan peringatan Islami. Tetapi langkah pertama yang Anda sampaikan kepada kami ternyata urusan shalat yang membuat di antara sesama anggota majelis di sini terpecah. Menentang Mustafa Kemal Attatruk Said Nursi berulang kali diundang ke Ankara oleh Mustafa Kamal. sedangkan . yang membuat sepuluh materi yang dialamatkan kepada para anggota dewan. Mustafa Kamal rupanya tidak senang dengan pernyataan ini dan oleh karena itu dia memanggil Said Nursi. Dengan demikian. bahwa kami sangat membutuhkan orang seperti Anda. sebelum Hari Raya Qurban tahun itu. sehingga ia berangkat juga ke sana pada tahun 1922. Di antara kata-kata yang disampaikan oleh Mustafa Kamal saat itu: Sejujurnya. sebagaimana perilaku Mustafa Kamal pun tampak berlawanan dengan Islam suatu hal yang membuat ia sangat sedih. Buah dari langkah tersebut telah berhasil menyadarkan kira-kira enam puluh di antara mereka menjadi orang-orang taat beragama dan aktif menjalankan shalat. Kemudian. Seraya memberi isyarat dengan telunjuknya. Sayangnya beliau tidak betah di Ankara karena melihat kebanyakan di antara para anggota dewan tidak aktif shalat. Untuk itu kami sengaja mengundang Anda ke sini agar kami bisa mengambil manfaat dari pendapat-pendapat Anda yang sangat berharga.91 4. Kemudian pernyataan ini dibagiikan kepada para anggota dewan yang dipimpin oleh Jenderal Kazhim Qurah Bakar (Panglima Besar Gerakan Kemerdekaan). dan kedatangannya ini telah disambut dengan meriah. terjadilah pembicaraan seru di antara keduanya. Badiuzzaman menjawab pernyataan Mustafa Kamal : Pasya…Pasya… Sesungguhnya hakikat yang paling menonjol sesudah iman adalah shalat. Sesungguhnya orang yang tidak menjalankan shalat adalah pengkhianat.

92 kepemimpinan seorang pengkhianaat di mata hukum adalah tidak diterima…. Said Nursi mengambil kesempatan ini dengan menjelaskan kepada Sultan dan beberapa orang pemimpin Partai Perpaduan dan Kemajuan tentang betapa perlunya dibina sebuah universitas di Timur . Said Nursi pergi ke Bayrut (Beirut) dan kemudiannya kembali ke Istanbul melalui jalan laut pada Jun. Ia pergi menuju kota Wan dan tinggal di sebuah rumah kumuh yan tidak berpenghuni yang terletak di gunung Ark. Tetapi Said Nursi menolak tawaran ini (Salih 2003. 43-45). 48). yang juga merupakan ibukota Qusuwa (Kosovo). hlm. hlm. Setelah merasakan adanya niat buruk yang dialamatkan kepada Islam dari sejumlah pihak pemerintah di Ankara. dua orang pengikut Sultan yang berpendidikan sekolah modern berbual dengan Said Nursi (Zaidin 2001. dan pengaduan kepada Allah atas keadaan yang terjadi menimpa kaum mulimin. maka Said Nursi pun pergi meninggalkan kota ini.. sebuah kawasan Eropa di bawah kekuasaan Turki. Dalam perjalanan ini. Perjuangan Menuju Rumayli (Rumelia) Selepas berada di Sham. rombongan tersebut sampai ke Uskup (Skopje). Untuk itu. Rombongan Di-Raja ini berangkat dengan menaiki kapal perang Barbarossa dan mereka sampai ke Salanik pada 7 Juni 1911. 1911. seolah-olah bahwa Allah sedang mmpersiapkan dirinya untuk tampil menghadapi tugas berat dan bahaya yang hendak menghancurkan Islam ( Salih 2003. sebuah universitas sedang dibina di Qusuwa. Di sanalah beliau i’tikaf dan mengheningkan cipta. 5. Di sanlah untuk sekian lama waktunya dihabiskan dengan mengasingkan diri dari keramaian. 41-43). beliau ditawari jabatan sebagai penasihat umum wilayah timur dengan gaji yang menggiurkan. sebuah bandaraya bersejarah.Mendengar jawaban ini Mustafa Kamal berpikir hendak menjauhkannya dari Ankara. hlm. Pada 11 Juni 1911. Pada ketika itu. ibadah. Ia pergi dari sana dengan hati yang sedih dan membuat dirinya banyak melakukan tahajjud. Said Nursi telah dipilih sebagai wakil dari Timur Turki untuk mengiringi Sultan Rashad dalam satu lawatan ke Rumayli.

Ketika dalam persidangan dia ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. Meskipun sepanjang hidupnya dia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat. berhampiran dengan Tasik Wan (Zaidin 2001. 48-49). Dia menetap di Kastamonu selama tujuh tahun. Dia dituduh membentuk tariqah Sufi dan mengorganisir masyarakat politis. Setelah dibebaskan. Setelah Qusuwa jatuh ketangan Rusia dalam Perang Balkan.000 lira yang disediakan bagi penubuhan universitas di Timur Turki atas permintaan Said Nursi sendiri. Rencana tersebut telah disambut baik oleh Sultan. dia menjawab : “Biografi saya yang kalian pegang itu membuktikan bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. Said Nursi terus meletakkan batu pertama pendirian universitas tersebut di Irtamit (Edremit). dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat. dan selalu menandaskan bahwa hak-hak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. hlm. baik dia maupun para santrinya (dari Kastamonu dan daerah-daerah lain) terus-menerus mendapatkan tekanan dari pemerintah. dia dipaksa tinggal di Kastamonu.93 Turki. Kendati proyek terebut tidak membuahkan hasil yang membanggakan disebabkan meletusnya Perang Dunia I. dan berpuncak dengan penangkapan besarbesaran dan pengadilan serta pemenjaraan di Denizli pada tahun 1943-1944. hlm. Setelah kembali ke Wan. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. peruntukan sejumlah 19. Dia ditahan selama 11 bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah” (Salih 2003. Meskipun tuduhan itu . Selama masa ini. Semula dia tinggal di lantai teratas kantor polisi itu. dan beberapa bagian penting dari Risalah An-Nur ditulisnya disana. kemudian dipindahkan ke sebelah rumah tepat dia seberangnya. 66).

gelap dan pengap dalam kondisi yang sangat menyedihkan sampai ia dibebaskan pada tahun 1944: Setelah dibebaskan. 67). Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. Kelak di akhirat pasti akan banyak masuk syurga tanpa melalui thariqah sufisme. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan sebanyak sekitar 2000 kali hingga sekarang. 67). tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding. Pada tahun 1953 dia diadili sekali lagi. izinkan saya untuk menyampaikan pernyataan kepada Bapak-bapak sekalian: Dampak suatu perbuatan tidak bisa dituduh sebagai faktor penyebab suatu kasus sampai terjadi dan tidak dapat dituduh sebagai biang keladinya. Tetapi kemungkinan ini tidak berarti sebagai biang segala tindakan kriminal. Said Nursi di depan pengadilan pernah menyampaikan pembelaan yang sangat terkenal. yang mungkin bertepatan dengan Lailatul Qadar. Aktivitasku yang hanya terfokus menggeluti ilmu-ilmu keislaman hanya dijadikan sarana untuk memperoleh ridha Allah. dan . yang pada saat meninggalnya hanya berbobot 40 kilogram. bisa jadi batang korek api dapat membakar rumah. Tetapi seorang pun tidak akan ada yang masuk ke sana tanpa iman (Salih 2003. sepotong pakaian. Sebagai akhir perjuangannya Said Nursi memberikan peniggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. Berikut ini akan kita kutip sebagian daripadanya: Bapak-bapak hakim yang terhormat: Saya telah dihadapkan ke persidangan ini dengan tuduhan bahwa saya seorang yang telah menjadikan agama sebagai jalan untuk membuat kekacauan dan merusak keamanan umum. Memang. Pengadilan memvonis dia dengan semena-semena. 23 Maret 1960. Bapak-bapak telah betanya: Apakah saya termasuk orang-orang yang aktif dalam kegiatan seperti yang dilakukan para pengikut thariqah sufisme? Pertanyaan ini saya jawab: Sesungguhnya era kita sekarang adalah era memelihara iman bukan era mempertahankan thariqah sufisme. Isparta. kali ini dengan tuduhan menerbitkan A Guide for Youth (Petunjuk bagi Para Pemuda). Setelah itu dia berpindah-pindah tempat tinggal seperti ke Emirdag. Said Nursi dikirim ke kota Emirdag. dan kembali dinyatakan tidak bersalah. Pada kesempatan ini. hlm. penyelenggara pemakaman menemukan peninggalannya berupa sehelai surban. adalah Kumpulan Risale-i Nur setebal 6000 halaman. dan uang dua puluh lira (Salih 2003. Afyon. hlm. Pada saat wafatnya di Urfah. Propinsi Afyon agar menetap disana. dan Said Nursi besrta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah. tetapi Said Nursi dikurung selama 9 bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. jauh bumi dari langit untuk dipergunakan selain dari itu.94 akhirnya gugur. dan Istanbul.

Berikut ini akan disebutkan bagian Risale-1 Nur karya tulis Said Nursi selengkapnya adalah : Tabel 1 Kumpulan Tulisan 14 Jilid Risale-i Nur Bahasa Yang Digunaka n 1926-1929 Turki Tahun Perbitan No. Judul Buku Keterangan Asli dan Masih Terbit 1. Risale-i Nur Rilale-i Nur sekarang lebih dikenal "Kuliyatul Rasailin Nur" adalah kumpulan kitab tafsir yang ditulis oleh Said Nursi yang diberi nama "Risale-i Nur". Sozler . XV-XVI). selain Kuliyatul Rasailin Nur. Kumpulan tulisan 14 jilid inilah yang disebut Risale-i Nur. Karya Tulis Sebelum mengenal karya tulis Said Nursi perlu diketahui bahwa karya tulis Said Nursi banyak sekali.95 prinsip-prinsip mulianya yang merupakan dimensi yang tidak akan bisa dicatat dalam catatan penyelenggara jenazah (Said Nursi 2003b. Risale-i Nur adalah karya monumental Said Nursi yang ditulisnya dengan tulisan tangan bersama muridnya yang tebalnya berjumlah kurang lebih 6000 halaman. hlm. Adapun yang dimaksud Risale-i Nur adalah kumpulan tulisan Said Nursi berjumlah 14 jilid. Said Nursi juga memiliki karya-karya lain. selain itu terdapat pula karyakarya Said Nursi yang lain yang ditulis pada masa Said Lama dan Said Ketiga.

Tarihce 1948-1950 Turki 11. Muhakamet 1911 Qaibi Turki Turki 2. ma’rifat Rasulullah. Kitab-kitab Lain . Secara global isi pokok dalam karya tersebut mengupas tentang aqidah dan keimanan yang diindikasikan dengan ma’rifat Allah. 29 Surat (al Maktubat)dalam buku Menjawab Yang Tak Terjawab. manhaj as-Sunnah. ada yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat 33 Cahaya (al-lama'at) dalam buku Menikmati Takdir Langit. dan 12 Risalah (ar-Risalah) terdapat dalam buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya (Epitomes of Light).96 1929-1932 Turki 1921-1932. Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan.Turki 1934 1936-1940 Turki 1916-1918 Turki 1922-1923 Arab dan Turki 7. penguatan aspek ibadah. Ermidag Lakihasi 1944-1949 Turki 9 Kastamonu 1936-19 Turki LakihasiHayati 10. Asyari Musa Turki 12. 5. 6. Iman ve Kufur 1948-1950 Turki 13. Barla Lakihasi 1925-1930 Turki 8. Mektubat Lema’alar Su’alar Isyaratul Ijaz Mesnavi Nuriye Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih dan Masih Terbit dan Masih Terbit Terbit dan Masih Asli Asli dan Masih Terbit Terbit Demikian keempat belas kitab Risale-i Nur yang merupakan master peice dari kitab-kitab Risale-i Nur. 4. Munavazeleri Sikke-i Tadikff 1948-1950 14. 3. Di antara kitab-kitab Said Nursi di atas. dan akhlak atau adab-adab Islami dan lain-lain.

97 Dalam konteks ini. lserat 8. maka keberadaan Risale-Nur merupakan sumber dari pembahasan karya-karya Said Nursi yang ditulisnya menjadi kitab-kitab lain tersebut. Isarat 4. 23 Haftimlar Rehberi . Uhuwet 19 AnahtariRisalesi . 18 Nur Alemini . Was Risafeleri 21 Risaleler .Orfi 6. Sunuat Nubuwuyat 9. 13 Geclik Rehberi . 24 Hastalar Risalesi . 15 Konsferan Ankara . Latief Nukteler 26 Risalesi . . adapun kitab-kitab lain yang ditulis oleh Said Nursi diklasifikasi : Tabel 2 Karya-karya Said Nursi No Judul Buku dan Makalah . 25 Sunnet Seniyye . Munazarat 5. 20 Ramazan Iktire . Tahun Penulisa Bahasa Yang Digunakan Arab Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Keterangan Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit 10 bush. 27 Zahretin Nur . Sunuhat 7. 22 Tabiat Risalesi . Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit . Divani Harbi. Kull Icaz (mantik) 3. 14 Konsferan Ankara . Talikat (mantik) 2. Ma’rifatillah 11 Jalla Jalahu Nutuk (Khutbah. 17 Otuz Ucu Pencere . 1. Hutbei Saniye 10 Nutqah min . pidato) 12 Hair Risalasi . 1950Ucucu Soz 16 Yirni .

37 Encebi Filozoflarin . . kecerdasan dan otoritas keilmuannya memiliki potensi sebagai seorang filosof sufi. 40 Tuluit . Risalesi Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam sejarah kehidupannya Said Nursi berdasarkan riwayat pendidikan. aktifitas. 35 Tilsinflar Mecmuast . 31 Hakekat Nurlar . Sehadtleri . Menguatkan iman dan memperkokoh akidah adalah jalan hidup di dunia modern. 43 Riale-I Nur . 41 Runifiz . 33 Miftahul Iman . 30 El Huccetuz Zahra .98 28 Ayat-i Kubra 29 Meyve Risalesi . 34 Siracin Nur . Adapun kunci utamanya menurut Said Nursi adalah akidah (keimanan) dan selalu merujuk pedoman hidup yakni al-Quran. Kulliyatindan Fihrist . 42 Tiryak . 38 Adfikar Mecmuasi 39 Nur Gegmesl . 32 Iman Hakikatleri . Said Nursi percaya bahwa kebahagiaan dan kemakmuran di dalam dunia ini adalah berdiri di atas ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban zaman. Said Nursi telah menulis karya-karya yang memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. 36 Ecnebi Filozoflarm .

relevansi dengan akidah. ibadah. menguatkan keimanan. lingkungan. meyakini hari kiamat. memahami alam semesta. fokus bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . . Bagian kedua.99 Risale-i Nur sebagai karya besar abad ke-20 itu adalah otentik dalam konteks isi kandungannya melalui tinjauan politik dan sosial kultur yang memiliki bidang kajian yang berbeda-beda jika dibahas. tingkah laku. kemudian data tersebut dikomperasikan untuk melihat relevansinya dengan pembinaan generasi muda. Bab 4 ANALISIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT BEDIUZZAMAN SAID NURSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBINAAN GENERASI MUDA Pembahasan berikut ini terdiri dari 2 (dua) bagian merupakan analisis dari data yang diperoleh terutama mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. tujuan hidup.. meneladani Nabi Muhammad Saw. takwa dan sedekah. Bagian pertama dibahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . pandangan hidup. berpegang teguh pada alQur'an. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. memahami hakekat penciptaan manusia. situasi kejiwaan. memahami asma' al-husna. dan menanamkan ikhlas. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda.

Pendapat ini menguatkan bahwa sebagian pengalaman hidup adalah pengalaman keagaman. Said Nursi memperhatikan secara intensif mengenai keimanan ini. komitmen dasar yang dalam hal ini disebut sebagai prinsip hidup atau prinsip pembinaan atau proses pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Said Nursi dapat dirumuskan menjadi 9 (sembilan) prinsip. Hal ini berarti bahwa Said Nursi memiliki pemahaman tentang komitmen-komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah yang diinginkan yaitu berperilaku seperti Nabi. "Prinsip menguatkan keimanan" ini benar-benar menjadi dasar bagi setiap orang.100 Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Menurut Bediuzzaman Said Nursi Berdasarkan refleksi dari defenisi operasional judul tesis ini yang dimaksud prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". keimanan dapat dipahami sebagai akidah atau tauhid. Dalam konteks tauhid ini Ismail Raji’ Al-Faruqi menyatakan bahwa “esensi pengamalan keagamaan dalam Islam adalah tauhid yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (La illaha illa Allah)” (Al Faruqi 1982. sebagai berikut : Menguatkan Keimanan Iman bagi manusia sangat penting. yang sangat bermanfaat bagi generasi muda. Adapun berdasarkan data yang ada. hlm. Dengan kata lain. . 30). sehingga menjadi komitmen mendasar baginya.

malaikat-malaikat-Nya. Segala sesuatu mempunyai dua aspek : aspek pertama mengacu kepada Rukun iman terdiri dari iman kepada Allah. Argumentasi Said Nursi menyatakan bahwa “Siapapun yang menyangkal Nabi Muhammad Saw yang merupakan kebanggaan semua makhluk dan kehormatan umat manusia karena mu’jizat-mu’jizatnya dan prestasi-prestasinya pasti tidak mungkin dapat menerima. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. Menganggap alam semesta berasal dari alam semesta itu sendiri atau kuasa-kuasa material itu adalah suatu kesalahan.101 Dimana pengalaman keagamaan cenderung semakin meningkatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Nur (cahaya) atau pasti tidak benar-benar mengenali Allah” (Said Nursi 2003b. hari kiamat. Op. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah sangat mendukung doktrin rukun iman ini. Namur. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. maka keimanan mendalam meyakini secara penuh adanya Allah Swt. Cit. 1995. Rukun iman ini adalah akidah atau keimanan yang sudah panjang diperdebatkan. Dalam konteks ajaran agama Islam. Yayasan al-Sofwa. Jakarta. Said Nursi menekankan bahwa pernyataan tauhid Laa ilaaha Ilaallaahu tidak dipisahkan terhadap pengakuan Muhammaddur Rasulullah (Muhammad Rasul Allah) yang merupakan satu kesatuan tauhid. 7-12). itulah tujuan ciptaan tertinggi manusia. tingkah laku dan segala yang dikerjakannya. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. hlm. 465-466) 19 . h1m. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman. Aqidah Ahulus sunah wal Jama’ah. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah akidah adalah suatu hal yang asasi sekali dalam kehidupan seorang muslim.19 Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. dan qadha dan qadhar. Karena akidahlah yang mendasari sikap. rasulrasul-Nya. Mengenai ini Said Nursi menganggap bahwa “segala sesuatu selain Allah tidaklah berasal dari sesuatu itu sendiri tetapi berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. juga dalam realisasi amaliah kehidupan. kitab-kitab-Nya. (Syaikh Muhammad Shaleh al-‘Utsaimin.

alam bukanlah terjadi dengan sendirinya. Said Nursi yakin bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam 2 (dua) tahap. demikian pula segala sesuatu bukanlah terjadi tanpa campur tangan Sang Pengusa. bahkan ateisme. Sebagai seorang yang beriman maka kita harus meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan diluar Allah itu adalah Ciptaan. 92). Pada prinsipnya. Pencipta dan Ciptaan. hari kiamat. Keyakinan pada kausalitas para ateis dan naturalis melahirkan pernyataan-pernyataan seperti : “Alam itu terwujud oleh sebab. dan alam itu terjadi tuntutan alam (Said Nursi 2003a. alam terbentuk dengan sendirinya. kitab suci. hlm. dan posisi serta kewajiban manusia di antara makhluk-makhluk lainnya. Kalimat tauhid yang dipedomani Said Nursi bukan tanpa hikmah. komunisme. justru ungkapan kalimat La Ilaha Illah ini terdapat hikmah mendalam yaitu Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di jagad ini bagaikan rangkaian kepingan-kepingan bermakna yang memantulkan keesaan Allah rabb al-‘alamin. hlm. kerasulan takdir Ilahi dan keadilan dalam hidup manusia. . Eksistensi dan ketunggalan Tuhan.102 Pencipta sedangkan aspek yang kedua mengacu kepada ciptaan” (Said Nursi 2003. Sebagaimana kita ketahui bahwa para ateis dan naturalis mempunyai pendapat yang menyimpang dari manifestasi keesaan Allah Swt pada alam semesta dan manusia. pernyataan di atas menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. 333) dan lain-lain” telah melahirkan materialisme. naturalisme.

keadilan dan kemurahan. pasti akhirnya sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illah Allah. keindahan dan kesimbangan.103 Said Nursi dalam kitab tafsir Risale-i Nur menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dan membongkar mitos kausalitas ini dan menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti keyakinan ini sebenarnya tidak melihat dunia sebagaimana mestinya. Penjelasan di atas menegaskan setiap orang yang benar-benar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu (Said Nursi 2003a. ketuhanan. hlm. atau bagaimana dunia itu tampak. xxvii). Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. suatu indeks yang ingin menceritakan Pemiliknya (Said Nursi 2003c. hlm. akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa (al-qalb mir-u al’amal). keberlangsungan dan keagungan dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah kepada benda-benda ciptaan itu melainkan pada realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. Said Nursi justru melalui Risale-i Nur menunjukkan hakikat kejadian alam. manusia. 334). Dalam pandangan Islam. dan peristiwa-peristiwa lainnya yang berada di bawah kendali Zat Yang Maha Mengendalikan. dan bukan atas kehendak imajinasinya. tetapi bagaimana dunia itu menurut pikiran mereka. Akhlak yang baik terdorong dari keimanan seseorang karena . Maka dapat diyakini bahwa sebenarnya keimanan menjadi komitmen dasar dalam berakhlak. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama.

Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir.104 sesungguhnya iman selain diyakini dalam hati. manusia dan Tuhan. "Aku lebih suka perkara keimanan diketahui dengan cara yang mudah dimengerti daripada mencapai ribuan kenikmatan dan pencapaian rohani. tugas pertama. baik alam semesta. menguatkan keimanan berupaya menegaskan bahwa tingkat keimanan yang pokok melalui pengalaman langsung dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami Islam secara integral.81). hlm. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. Keyakinan tauhid yang terangkum dalam rukun iman seharusnya menjiwai dalam kehidupan manusia. . ataupun melakukan keajaiban-keajaiban ". Orang yang telah menguasai tingkatan keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. Adapun tingkat keimanan yang lain adalah kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan kebenaran-kebenaran keimanan. juga harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari (Ali Anwar Yusuf 2005. Pendapat ini menguatkan bahwa kunci dari akhlak adalah keimanan. Jadi. Sehingga wajar sekali Said Nursi mengutip pendapat Imam Rabbani – pemimpin yang berpengaruh dan murshid terkemuka dari aliran nakshabandiah – mengatakan dalam suratnya. Singkatnya.

Sedikitnya ada 3 (tiga) pertanyaan untuk memperkuat argument ini : Apa sebenarnya al-Qur’an ? Mengapa al-Qur’an menjadi pedoman ? Mengapa al. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an menjadi komitmen dasar bagi Said Nursi. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an Al-Qur'an berperan sebagai pedoman dan petunjuk menuju kebenaran Allah Swt.Qur’an menjadi sangat penting dalam mengenal Allahh ?. karena secara faktual tanpa ada al-Qur’an maka manusia tidak akan mengenal Allah sebagai Penciptanya. Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau kalam Allah. sekalipun akan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (Syafi’i 2003.105 Hal ini juga berarti bahwa secara tersirat dan tersurat Said Nursi meyakinkan kepada seluruh manusia bahwa prinsip "menguatkan keimanan" harus dilakukan oleh setiap manusia secara keseluruhan di akhir abad ini secara bertahap dan istiqomah dan keimanan mengajarkan untuk mengobati penyakit hati nurani. 53). Menurut Harun Nasution “wahyu berfungsi sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban . Berpegang teguh pada al-Qur'an berarti manusia dituntut untuk mencapai kesempurnaan menuju Allah Swt. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang agung dan bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja. Ketiga pertanyaan ini sangat penting dijawab. hlm.

Al-Qur’an adalah landasan rancangan dan matahari bagi 20 Ketika Abu Bakar memimpin beliau menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. 1988. Jakarta. setelah selesai dari penulisannya naskah itu diserahkan kepada Habsah istri Nabi Muhammad Saw yang pandai membaca dan menulis. semula Abu Bakar merasa ragu-ragu namun akhirnya menerima usulan dari Umar bin Khatab. hlm. hlm 44) . al-Qur’an pada awalnya kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang kemudian disusun menjadi sebuah kitab ketika masa khalifa’urrasyiddin. kemudian Usman meminta kepada Habsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. hlm. Untuk melakukan tugas pembukuan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari : Zaid bin Tsabit. Dalam peperangan tersebut sekitar 70 orang penghafal at-Qur’an gugur. Pada masa Umar mushaf itu diperintahkan untuk disalin ke dalam lembaran (shafiafah) dan tidak menggandakannya. Al-Qur’an adalah lidah dunia gaib dalam dunia material yang kasat mata.20 Menurut Said Nursi al-Qur’an berasal dari Pencipta langit beserta benda-benda langit dan bumi serta seluruh penghuninya. dan Abdul al-Rahman bin Harits. karena itu beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkanya untuk memerangi orang-orang yang murtad. Abdullah bin Zubair. Al-Qur'an adalah penyingkap rahasia khazanah Nama-nama Allah yang tersembunyi pada ‘lembaran-lembaran’ langit dan bumi.106 manusia terhadap Tuhan” (Harun 2002. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an. 4142). perang itu terjadi pada tahun 12 Hijriyah. RajaGrafindo persada. Said Nursi menuliskan : Al-Qur’an adalah terjemahan abadi dari alam semesta. penerjemah abadi ‘bahasabahasa’ yang menjelaskan tanda-tanda alami dari Allah dan penafsir buku alam semesta. ciri penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar seluruh ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan ditulis didalam sebuah Mushaf Lalu dilanjutkan penyusunannya oleh Umar bin Khatab menggantikannya. Al-Qur’an yang membuat kita mengenal Tuhan semua alam (Said Nursi 2003a. dan kunci semua kebenaran yang berada di bawah garis kejadian-kejadian. Said bin al-Ash. Pada masa Khalifah Usman bin Affan al-Qur’an disalin ke beberapa naskah dan dibukukuan atas usulan Khuzaifah. Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk segera mengumpulkan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. 81). (Al-Brayary. Umar bin Khatab merasa khawatir dengan kondisi ini lalu beliau mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. Jadi. harta karun Tutur ilahi yang abadi dan pertolongan yang baka dari Sang Maha Pengasih. Peperangan itu dikenal dengan perang Yamamah.

Al-Qur'an menyinari setiap cara ini dan menjawab kebutuhan para pengikut mereka yang memiliki selera dan temperamen yang berbeda-beda (Said Nursi 2003a. tunggal dan sinar. al-Qur’an juga berisikan perintah dan ajakan. lidah. sifat. setidaknya terdapat 6 (enam) pemahaman mengenai al-Qur’an yakni Sebagai penerjemah. hlm. 42). landasan. penafsir yang jernih. Al-Qur'an memang sebuah kitab tunggal. dan semua cendekiawan yang mulia dan suci hati serta para pemikir dengan beragam pendekatan dan sikapnya mengambil cara-cara yang khas satu dengan yang lain.107 dunia intelektual dan spritual Islam dan peta bagi alam akherat. orang-orang terkemuka. nama dan perbuatan Allah. al-Qur’an juga merupakan kitab kebijaksanaan bagi mereka. Al- . pendidik dan pelatih dalam dunia manusia dan merupakan air bagi umat manusia dan pembimbing sejati yang mengantarkan mereka kepada yang menciptakannya. AlQur’an adalah penjelas. Ia bagaikan perpustakaan suci berisikan buku-buku dan risalah-risalah yang berdasarkannya semua aulia. dan penerjemah yang lancar dari semua esensi. penjelas. tetapi memuat banyak kitab untuk semua kebutuhan umat manusia. al-Qur'an juga merupakan kitab perenungan. Selain menjadi kitab tentang senian. Selain menjadi kitab peribadatan dan penghambaan kepada Allah. Selain menjadi kitab hukum bagi umat manusia. bukti yang fasih. Menurut pandangan Said Nursi berdasarkan kutipan di atas.

108 Qur’an sebagal penerjemah bagi kehidupan manusia secara rnenyeluruh. merupakan penerjemah abadi dari Kitab besar Alam Semesta . matahari alam rohani dan akal budi Islam serta pondasi dan rancangannya. dan peta alam Akhirat . Sifat-sifat dan tindakan Ilahi. pemimpin. yang membuat kita mengetahui Tuhan kita. Al-Qur’an adalah kitab yang berisi kitab-kitab bagi semua kebutuhan rohani manusia. Sebagai lisan Allah yang selalu berbicara melalui kitab alQur’an. penjelas. Sebagai sinar hati bagi manusia dalam menjalankan peran-peran kehidupannya. penerjemah yang jelas dari esensi. Sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Sebagai sesuatu yang tunggal untuk menjadi petunjuk dan penuntun manusia. dan dia seperti perpustakaan suci yang . AlQur'an adalah kitab kebijaksanaan maupun hukum. Al-Qur’an yang bijaksana. pendidik dan pelatih dunia manusia serta pembimbing. kunci kebenaran yang berada dibalik rangkaian peristiwa . bukti yang terang. serta kitab perintah dan himbauan. terutama dalam rangka pedoman berakhlak mulia. Keenam pemahaman mengenai al-Qur’an di atas menegaskan al-Qur’an menjadi pedoman penting bagi kehidupan manusia. dan kebijaksanaannya yang benar. khasanah karunia dari Yang Maha Pengasih dan tempat-tempat abadi yang datang dari alam Ghaib dibalik tabir alam yang kasat mata ini . pembuka khasanah nama-nama Allah yang tersembunyi dalam halaman-halaman bumi dan langit . Sebagai penjelasan bagi umat manusia tentang hakekat kehidupan. dan kitab seruan dan ilmu Allah. penafsir yang jelas. dan kitab do’a dan ibadah.

Apapun yang terjadi. dan bukan suatu kesalahan seperti yang dibayangkan oleh orangorang ateis. Ia datang untuk mengubah kehidupan sosial manusia dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dari kelas-kelas sosial yang berbeda. serta banyak aspek dan tingkatan. Kemudian alQur’an berbicara tentang hal-hal penting itu dan kebenaran-kebenaran yang sulit dipahami. hal ini adalah cahaya kemukjizatan yang lain. Dalam al-Qur’an penuh dengan pengetahuan dan kebenaran yang mutlak sebagaimana menurut Said Nursi sebagai berikut : . Di dalam masingmasing tempat. Al-Qur’an juga merupakan pendiri : ia adalah dasar dari agama yang nyata. Senyatanya.109 menawarkan kitab-kitab dari semua wali dan manusia yang sangat terpercaya dan semua ulama yang suci dan teliti dengan berbagai tabiat telah memperoleh jalan khas bagi diri mereka masing-masing. hlm. 272-273). makna. kata dan ayat tertulis dengan cara yang berbeda. untuk mencapai tujuan. manfaat yang banyak. pengulangan itu tampak nyata. Hal ini tidak bisa menjadi sasaran kritik. Sebaliknya. dan fondasi dunia Islam. kata mempunyai berbagai lapis makna. karena al-Qur'an dimaksudkan untuk membimbing manusia (Said Nursi 2003. sehingga diperlukan pengulangan di dalam konteks yang berbeda untuk membuat pikiran dan kalbu manusia terkesan dalam aspek-aspeknya. dalam konteks berbeda. dan manfaat yang berbeda. Al-Qur’an menyebutkan masalah kosmologis tertentu dengan cara yang ringkas dan sulit dipahami.

sifat-sifat. keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu (Said Nursi 2003c. historis dan psikologis. hlm. al-Qur'an. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. Pandangan yang menganggap al-Qur’an adalah sebagai sumber segala pengetahuan itu bukanlah hal yang baru. bisa dianggap sebagai al-Qur'an yang diciptakan. Oleh karena itu. . selayaknya dia merenungkan al-Qur’an”. yang berasal dari sifat firman Ilahiah. alam semesta dan manusia adalah tiga jenis manipestasi dari satu kebenaran. xx). juga pada pemikiran yang terus menerus terhadap tanda-tanda Allah di alam semesta. Selanjutnya beliau menambahkan : “Ringkasnya. Kutipan di atas menjelaskan bahwa keimanan merupakan keyakinan awal bagi manusia memahami kehidupan. bisa dianggap sebagai alam semesta. saat sains berjaya. sekarang. dan Al-Qur’an adalah penjelas esensi. pada fenomena. Keimanan harus terjadi atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. beliau mengutip kata-kata Ibnu Mas’ud : “Jika modern. dan juga kelak. Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taglid yang membuta. yang akan menjadi zaman pengetahuan. sosial. yang tidak akan bertentangan dengan Islam. Imam al-Ghazali misalnya dalam buku Ihya ‘Ulum Al-Din. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. Al-Qur'an. Jadi. seluruh ilmu tercakup di dalam kaya-kaya dan sifat-sifat Allah.110 Sesungguhnya. dari sudut pandang ini. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak Ilahiah. “alam”.

sambil memegang sebuah mushaf al-Qur'an dan berkata . Keimanan tidak dapat dipisahkan dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam al-Qur'an. kita tidak akan mampu mengusai mereka. 47). Ingiliz meclis-i meb'usani’nda mustenitekal naziri. " (Said Nursi 1999e.. Oleh karena itu kita perlu jauhkan al-Qur'an dari mereka". hlm. elinde Kur'an-i kerim gostererek Soyledigi bir nutukla: "Bu kur'an islamlarin elinde bulundukca biz onlara hakim olamayiz. hlm. Hal yang paling prinsip bagi Said Nursi dalam berpegang teguh kepada al-Qur'an. Melalui al-Qur’an muncul keyakinan atau keimanan secara mendalam kepada Sang Pencipta yang dengan memahami alam semesta dan mengerti proses penciptaan manusia adalah upaya untuk meningkatkan keimanan itu sendiri. yakni ketika Tahir Basha telah memberitahukan kepadanya ucapan Gladestone (menteri Tanah Jajahan Britain) dalam satu perhimpunan resmi kerajaan Britain. (Mahdi 2001. Ne yapip yapmaliyiz.. Setelah mendengar berita tersebut Said Nursi tentu bangkit dan berkata : "Bediuzzaman'in bu havadis uzerine: . bu kur'ani onlarin elinden kaldirmaliyiz. yahut muslumanlari kur'andan sogutmaliyiz diye hitabed bulunmus. Maksud perkataan tersebut : "Selagi al-Qur'an ini berada di tangan orang-orang Islam (menjadi pegangan mereka). ketika Said Nursi masih menetap di Wan. beliau telah mendengar satu peristiwa yang telah meninggalkan kesan yang cukup mendalam pada dirinya. selagi itulah. 137).111 clan perbuatan-Nya”.

bisa. dianggap. Kemudian. 47-48). Sebab. Said Nursi berkata : "Akan aku buktikan kepada. dianggap sebagai al-Qur'an yang . jenis manifestasi dari satu kebenaran. al-Qur'an." Demikian. Sesungguhnya. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak ilahiyah. bahwa al-Qur'an adalah mentari maknawi yang tidak akan luntur sinarnya dan tidak akan dapat dipadamkan cahayanya.112 kur'anin sonmez ve sondurumez manevi bir gunes hukmunde oldugunu ben dunyaya ispat edecegim ve gosterecegin! Diye bir niyet ruhunda uyanir ve bu saikle calisir" (Said Nursi 1999e. hlm. dunia. yang berasal dari firman Tuhan (ilahiah). sebagai alam semesta yang ditulis atau disusun. yang memperkuat pemahaman mengenai manusia. informasi al-Qur’an sebagai dan sumber rujukan bagi akhlak untuk membentuk pribadi yang berakhlak. alam dan Tuhan.Qur’an merupakan informasi yang menjelaskan tentang pentingnya tauhid atau keimanan sebagai rangkaian mengkokohkan keyakinan. sedangkan alam semesta. pentingnya al-Qur’an sebagai kalam Allah. pedoman dan sumber kehidupan bagi berakhlak mulia. Pentingnya. bisa. karena menceritakan dan mendeskripsikan secara implisit tentang proses penciptaan manusia dan proses penciptaan alam semesta. melalui al-Qur’an manusia memperoleh petunjuk. Al-Qur'an. alam semesta dan manusia adalah tiga. Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ini berarti al. jalan. yang mendasari komitmen Said Nursi dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan menjaganya dari kejahatan musuh Islam.

historis. alam. Bahkan hampir sepanjang hidupnya manusia harus belajar keberadaan dirinya (Said Nursi 2004. hlm. 17). Karena dengan prinsip ini manusia mengerti keberadaan dirinya di muka bumi ini. pada fenomena. yang tidak akan pernah bertentangan dengan Islam. Iman adalah kunci keyakinan mendalam terhadap penciptaan manusia dan alam semesta. dan juga. keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. Pentingnya Memahami Hakekat Penciptaan Manusia Prinsip pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia senantiasa berkaitan dengan memahami makna hidup dalam konteks ajaran Said Nursi. hlm. Kehadiran manusia di muka bumi ini memiliki beragam pertanyaan. Keyakinan ini ditimbulkan melalui akal atau penalaran dan hati nurani yang menyumbangkan peranan penting terhadap pemahaman manusia. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. tanda-tanda. Oleh karena itu. kelak. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. sosial. Allah SWT di alam semesta. Jadi. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. saat sains berjaya. Baik mengenai manusia sebagai mikrokosmos maupun alam sebagai makrokosmos. xiv). yang akan menjadi zaman pengetahuan. . Memahami hakekat penciptaan manusia harus diiringi dengan iman. dari sudut pandang ini. juga pada pemikiran yang terusmenerus terhadap. Tegasnya. dan psikologis (Said Nursi 2003b. sekarang. Keimanan rnenggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu.113 diciptakan.

pendidik anak para pemuka dinasti Buwaih. Dan ia juga dikenal sebagai dokter. hlm. 21 .. perpisahan dan aku tidak dapat menjalaninya”. Ibn Miskawaih sepenuhnya hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaih (320-450H/ 1932-1062M) yang para pemukanya berpaham Syi’ah. hlm. diedit oleh Muhammad Arkoun dalam Arabica XI (1964). hlm. Said Nursi secara implisit menyatakan bahwa manusia tersusun dalam dua unsur pokok yakni jasad sebagai material dan jiwa sebagai spritual. kekekalan lahir dari kefanaan. (Ibn Miskawaih 1979. Yahya ibn Adi dan Ibn Sina. al-Muqaddimah dalam Tahzib al-akhlaq wa Tharir dalam artikelnya yang bejudul Fi al-'aql wa al-Ma'qul. Said Nursi juga berpendapat bahwa manusia itu memiliki unsur “ruhani dan jasad”. Ibn Misakwaih juga banyak bergaul dengan para ilmuwan seperti Abu Hayyan al Tauhidi. yaitu tubuh dan ruh jasad)”. (Lihat antara lain Hasan Tamim. Intinya. aku tidak menghendaki. Hancurkan dari dalam Ibn Miskawaih lahir di Rayy dan meninggal di Isfahan. Menulis buku dan artikel sebanyak 41 buah. 85-87). Pendapat ini sama seperti pendapat Ibn Miskawaih21 bahwa hakekat manusia memiliki dua unsur yakni jiwa yang diketahui sebagai wawasan spiritual berasal dari Allah. sedangkan ruh yang mencari sebuah cinta abadi juga meratap dan berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang seperti itu.. sekretaris. Ia belajar sejarah dari Abu bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadi. Pelajaran filsafat dari Ibn al-Khammar dan kimia dari Abu Thayyib. pustakawan. Tahun kelahirannya diperkirakan 320H/932M dan wafat 9 Shafar 421716 Februari 1030. Pekerjaan utamanya adalah bendaharawan. 9) menyatakan bahwa “manusia itu terdiri dari atas 2 (dua) unsur. Apabila kalian menginginkan kekekalan di dunia fana ini.114 Dalam konteks manusia sebagai mikrokosmos Ibrahim Hamzah (2001. 327). penyair dan ahli bahasa. Aku tidak menginginkan. Pernyataan Said Nursi mengenai manusia terdiri dari 2 (dua) unsur yakni : Jiwa yang terobesesi dengan penampilan meratap dengan putus asa ketika menyaksikan rusaknya sesuatu yang dipuja-puja ketika terjadi bencana alam. dan jasad sebagai wawasan materialnya bermula dari alam materi.

Tapi. kata ke-17). 105) (Said Nursi.115 diri kalian tanpa harus menghancurkan jasmani kalian.. Penyataan di atas memberikan gambaran bahwa Said Nursi menyakini bahwa manusia itu memiliki unsur jasad dan unsur ruhani. dan wujudkan penghancuran hal-hal buruk dalam diri. karena jiwa dalam bahasa al-Qur’an adalah ruh. 2003 hlm. Lihat akhir suatu wujud. sehingga kalian dapat mencapai kekekalan. hlm. Korbankan harta benda dan kekayaan kalian di jalan Allah. Apabila ruh dapat mengendalikan Perlu ditegaskan disini bahwa istilah jiwa akan disamakan dengan istilah ruh. Bebaskan diri kalian dari moral-moral yang buruk. dalam pembabasan penulis akan digunakan akal sebagai petunjuk perannya sebagai penggerak otak yang bekerja di pusat kepala. Dalam pembahasan ini tidak diselidiki lebih jauh mengenai penghubung antara ruh dan jasad yang berupa akal menurut istilah lbn Miskawaih dan hayat menurut istilah Harun Nasution. yang merupakan dasar pemujaan duniawi. 188). Sozler. maka dapat dikatakan bahwa manusia jasad 2 terdiri dari jiwa dan jad manusia adalah “small creation” atau sebagai “microcosmos”. 2000a.22 Jasad adalah sebuah alat ruh yang memerintah dan mengendalikan semua anggota sel dan partikel-partikel kecilnya (Ali 2002. Namun.. Apabila nafsu dan keinginan duniawi mendominasinya. sebenarnya di dunia ini. (Said Nursi. yang menandai kepunahan. maka ruh tersebut pasti tidak berharga dan orang tersebut binasa. jiwa yang diperintahkan setan. 22 . ruh dibatasi di dalam “penjara” jasad. Jasad akan berinteraksi dengan ruh karena manusia sebagai bentuk makhluk ciptaan yang bisa dipahami melalui gerak fisik. Jalan setapak dari dunia ini menuju kekekalan melintas melalui kehancuran-diri.

Nabi Muhammad Saw memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini antara lain sebagai berikut : (Kamu diciptakan dalan kandungan ibu selama empat puluh hari berupa nuthfah. unsur ruhani yang Lihat beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan persoalan ini misalnya 1) Surat al-Hijr (15) ayat 28-31. 3) Surat Shad (38) ayat 71-74. Namun demikian.. Lihat hadis keempat dari kitab . Mathba’at Indonesia. Pergerakan jasad manusia bukanlah jiwa melainkan natur materi itu sendiri. Jiwa ini – dalam bahasa al-Qur'an disebut al-ruh – yang ditiupkan oleh Allah Swt ketika janin sudah ada dalam rahim selama empat bulan.. Jiwa berpikir ini hakekatnya adalah ruh yang memanifestasikan pemahaman nama-nama Allah. pada diri manusia terdapat jiwa yang tertinggi yakni alnathiqat (berpikir). Pertama. selama itu pula berupa gumpalan darah. Jiwa atau ruh sebagai penciptaan tertinggi. maka ruh tersebut menjadi murni dan mencapai kesucian dan kemuliaan. selanjutnya selama itu pula gumpalan daging.. tt. gerak jasad manusia bukanlah gerak melingkar tetapi berupa gerakan materi. hlm. Karena itu. Ini akan membawa kebahagiaan baginya di dalam dua dunia (Ali 2002. Adapun sabda. Jiwa dan jasad memiliki tingkatan sendiri dalam penciptaannya.116 nafsu melalui iman.A1-Arbain a1-Nawawiyyat oleh al-Imam al Nawawi (Cirebon.23 Di mana jasad janin manusia sudah tumbuh dan berkembang karena natur materinya sendiri sebelum ar-ruh ditiupkan Allah. dan perbuatan baik serta membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan keinginan duniawi. 193). 23 . Sedangkan materi (al-ajsam) atau jasad penciptaan terendah. ibadah. 16-17). 2) Surat al-Sajadat (32) ayat 7-9. Dalam konteks penjelasan mengenai unsur ruhani Ibn Miskawaih agaknya memberikan pemahaman dua segi. hlm. unsur ruhani yang memang sudah ada pada natur jasad sebagai daya gerak dan berfungsi bagi tumbuh dan berkembangnya badan. kemudian dikirimlah malaikat dan ia hembuskan ruh ke dalamnya .) Riwayat Bukhari dan Muslim. dan kedua.

Akal dan Wahyu dalam Islam. Bairut. Pemahaman ini menegaskan terhadap daya yang ada dalam diri manusia. Sedangkan Al Kindi menggunakan istilah al-quwwat al-syahwaniyyat untuk daya nafsu. Sebagaimana umumnya para filosof menyebutkan ada 3 (tiga) daya jiwa yang ada dalam diri manusia. Dayadaya tersebut adalah : 1) Daya bernafsu (al-nafs al bahimiyyat) sebagai daya terendah. al-quwwat al-ghadabiyyat untuk daya berani dan al-quwwat al-nathiqat /al-‘aqilat untuk daya berpikir. UI Press. hlm. Lihat Harun Nasution. Lihat al-Najah. 2) Daya berani (al-nafs al sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan. hlm. 158. 9. unsur jiwa al-nafs al-bahimiyyat (daya nafsu) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa dan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang bersifat sosial dan cenderung bekerja keras untuk memperoleh sesuatu.117 berasal dari Tuhan yang datang setelah janin berumur empat bulan dalam kandungan ibu. dan 3) Daya berpikir (al-nafs al-nathiqat) sebagai daya tertinggi. yang tentunya tampak serasi dengan sifat ash-shadaqah (sedekah). dan al-nafs al-insaniyyat. Jakarta. Tahzib alAkhlaq. Sesuai dengan pemahaman ini Said Nursi mengapresiasi daya-daya itu dalam sifat-sifat mulia manusia yang menjadi doktrin-doktrin utamanya. 24 . hlm. diedit Hasan Tamim. 1983 hlm.24 Ketiga daya ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda. 1398 H. 13. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Orang yang memiliki kecenderungan Ketiga istilah di atas digunakan oleh Ibn Miskawaih Lihat Ibn Miskawaih. Mushthafa al-Babi al-Halabi. Mesir. 287). Menurut keterangan Ibn Miskawaih bahwa unsur al-nafs albahimiyyat (daya nafsu) dan al-nafs al-sabu’iyyat (daya berani) berasal dari unsur materi akan hancur bersama hancurnya badan. 62.57 H. Sedangkan Ibn Sina menggunakan al-nafs/al-quwwat al-nabatiyat. al-nafs al-quwwat al-hayawaniyat. Sedangkan al-nafs nathiqat (daya pikir) tidak akan mengalami kehancuran (AlGhazali 1957. Pertama.

Ketiga. unsur jiwa al-nafs al-sabui'iyyat (daya berani) dalam diri manusia akan mempenganihi gerak jiwa dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat mencapai kondisi jiwa suci dalam pandangan Alalh dan meningkatkan kinerja dengan ibadah untuk memperoleh sesuatu. Orang yang memiliki kecenderungan keberanian ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa takwa dan akan menjadi manusia ulil albab. yang tentunya tampak serasi dengan sifat at-taqwa (takwa). daya nalar bekerja untuk memadukan keikhlasan dalam hidup.118 sedekah ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa dermawan dan akan menjadi manusia dermawan. Pentingnya Memahami Alam Semesta Said Nursi dalam Risale-i Nur mengatakan “mengapa al-Qur’an tidak membahas alam semesta seperti yang dibahas dalam filsafat dan sains modern?”. Pertanyaan ini sekaligus menjelaskan kalau Said Nursi . unsur jiwa al-nafs nathiqat (daya pikir) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa kepasrahan terhadap Allah dan ciptaan-Nya dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat teologis. Kedua. Orang yang memiliki kecenderungan ikhlas seperti ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa ikhlas dan akan menjadi manusia sufi.

maka -sesungguhnya wujud tersebut hanyalah ciptaan Sang Pencipta. Said Nursi sangat yakin bahwa penciptaan alam semesta adalah bukti keesaan. hlm. ungkapan terwujud oleh sebab. (Said Nursi 2003a. hlm. pandangan di atas Said Nursi mengatakan “Jika secara tegas terbukti bahwa tiga jalan yang pertama mustahil. 333). jalan keempatlah yang benar. Ketiga. batil dan tidak mungkin. sehingga menjadi seperti apa adanya. Alamlah yang mewujudkan dan menentukan keberadaanya (Said Nursi 2003a. Menurutnya ada 3 (tiga) ungkapan yang mengkhawatirkan bagi kaum beriman : Pertama. tuntutan alam yakni sesuatu yang bersifat alami. 334). kebesaran asma Allah. terbentuk dengan sendirinya. Kedua. sesuatu terbentuk dengan sendirinya serta mewujudkan dirinya sendiri. Ketiga pandangan pendapat di atas ini adalah refleksi dari Dalam kesimpulan menyikapi yang selama masih bergulat. Jalan tersebut adalah jalan menuju keesaan Sang Pencipta yang bersifat pasti tanpa ada keraguan di dalamnya“. Ditegaskan Said Nursi bahwa kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Agung itulah yang telah menciptakannya. Dapat dikatakan jika alam yang menjadi sandaran kaum naturalis itu memiliki wujud hakiki yang tampak secara lahiriah. “karena sebab itulah yang menjadikan entitas tertentu itu ada”.119 meyakini bahwa alam semesta merupakan manifestasi dari nama-nama Allah yang harus dijadikan komitmen mendasar dalam membina diri menuju kesempurnaan menuju Allah. maka dengan sangat nyata dan gamblang. bukan .

Kita tahu bahwa dalam. sikap dan cara berpikir kita dan mendorong jiwa untuk beriman secara istiqomah dan totalitas kepada Allah. Namun. bukan si pembuat syariat. Serta ia hanyalah goresan bukan sumber. di kitab tafsir Risale-i Nur kalau dicermati secara mendalam dibahas oleh Said Nursi hampir di semua kitabnya secara terintegrasi. Ditegaskan lagi oleh Said Nursi bahwa “alam itu merupakan kumpulan konsep bukan yang menentukan konsep” (Said Nursi 2003b. bukan si Pengukir. maka ketika melihat alam semesta akan berpengaruh dalam tingkah laku. hlm. menurut Said . Pentingnya Memahami Asma’ al-husna Prinsip pentingnya memahami asma’ al-husna menjadi komitmen mendasar bagi Said Nursi karena. meningkatkan untuk pembinaan akhlak.120 Pencipta. Ia hanyalah tirai yang tercipta. mengerti dan memahami bahwa Allah sebagai Pencipta alam. Pemahaman terhadap alam ini bagian dalam upaya. bukan Zat yang berkuasa. Ia hanyalah kumpulan aturan. Ia hanyalah syariat fitriah. Ia hanyalah objek bukan pelaku. Ia hanyalah kumpulan hukum. Ia hanyalah ukiran. bukan si pencipta. Tapi. bukan si pembuat hukum. Ketika kita mengetahui. secara khusus Said Nursi menjelaskan asma’ al-husna dalam kitab Lem'alar pada “Cahaya Ketiga Puluh berjudul Asma’ al-husna”. pandangan ulama asma' al-husna berjumlah 99 nama-nama Allah. Jelaslah bahwa alam semesta sebagal makrokosmos “big creation” adalah bukti kebesaran asma Allah. 349).

ia hanya satu yakni alQayyum. Ia terdiri atas 2 (dua) nama yakni Hakam dan Adl. Al-ismu al-A'zhom tidaklah sama dalam pandangan setiap orang. al-Adl. Ia terdiri 6 (enam) nama. dan alQayyum. Said Nursi menyimpulkan bahwa dari balik nama al-Qayyum memberikan sifat tetap dan permanen. Adapun menurut Abu Hanifah an-Nu’man ra. al-Hay dan al-Qayyum. al-Fard. hlm. alFard. Ia telah membuat seluruh entitas bercahaya lewat cahanyaNya yang berkilau sehingga gemerlap cahaya kehidupan dapat terlihat pada seluruh makhluk hidup yang ada (Said Nursi 2003a. para ulama besar dan istimewa lainnya mengarah pada nama Tuhan yang berbeda. al-Hakam. al-Hakim. perpaduan tujuh warna sinar mentari. . Begitu pula Said Nursi menurutnya asma' al-husna yang dapat dikategorikan sebagai al-ismu al-azhom dalam Risale-i Nur difokuskan kepada keenam nama tersebut adalah alQuddus. al-Adl. Demikian seterusnya. 695). keenam nama tersebut adalah al-Quddus. Misalnya menurut Imam Ali ra. Menurut Imam Rabbani (Ahmed al-Faruq as-Sirhindi) ra. Sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilam ia hanya satu yakni : Ya Hayyu. Said Nursi mengibaratkan bahwa cahaya suci yang berasal dari perpaduan enam cahaya nama Tuhan sebagaimana. al-Hai. Dapat disaksikan bahwa manifestasi al-hayy telah menjadikan seluruh makhluk hidup itu bersinar lewat tampilannya yang cemerlang.121 Nursi dalam "Cahaya Ketiga Puluh" menjelaskan bahwa Allah memiliki al-Ismu al-Azhom (nama-nama Allah yang paling agung).

Nama tersebut mencakup seluruh entitas alam berikut ragam jenis dan bagiannya serta melingkupinya dalam satu kesatuan. sebuah keteraturan penuh hikmah yang sesuai dengannya. Lalu dari balik manifestasi nama al-Hakam perhatikanlah manifestasi agung dari nama al-adl. Seandainya semua bintang kehilangan keseimbangan selama satu detik saja atau terputus dari manifestasi nama al-Adl niscaya seluruh bintang yang ada akan bertubrukan dan hal itu tentu saja akan menyebabkan kiamat. .122 Kemudian manifestasi agung dari nama al fard dari batik nama al-hayy. baik yang global maupun yang parsial – mulai dari bintang hingga atom. Nama al-Hakam telah menghiasi seluruh entitas dengan manifetasinya yang cemerlang. dan timbangannya yang adil di mana ia menjadikan seluruh akal tercengang sekaligus kagum. Dari balik nama al-Fard terdapat manifestasi nama al-Hakam. Ia memberikan kepada setiap entitas sebuah tatanan efektif yang layak untuknya. Ia mencetak bagian depan setiap entitas dengan stempel keesaan sehingga segala sesuatu menginfomasikan manifestasiNya lewat aneka lisan yang tak terhingga jumlahnya. Nama agung al-Adl menguasai seluruh entitas dalam perbuatan Tuhan yang terus menerus lewat neracanya yang akurat. serta keselarasan berguna yang tepat baginta. ukurannya yang cermat. Engkau akan melihat bagaimana nama tersebut mencakup seluruh entitas dari daerah yang paling luas hingga yang paling kecil.

Pentingnya Mengetahui Tanda-tanda Akhir Zaman . dan indah. Said Nursi cenderung memandang ada 6 (enam) nama-nama Allah yang dikategorisasikan sebagai asma'ul adzam (Nama yang agung) dan Said Nursi yakin sifatsifat Allah adalah bentuk manifestasi dari asma' alhusna. suci. menutupi seluruh entitas. Dan uraian ini dapat disimpulkan bahwa enam nama dan cahaya agung telah meliputi seluruh alam. murni. perhatikanlah manifestasi nama Allah alQuddus yang telah membuat seluruh entitas begitu bersih. namun dari segi metode penerapan pandangan terjadi perbedaan.123 Dari balik manifestasi nama al-adl. Dari keseluruhan mengenai prinsip asma' al-husna di atas dapat dipahami bahwa asma' al-husna Said Nursi memiliki kecenderungan sama dengan ulama masa lalu yang meyakini 99 nama-nama Allah. serta membungkusnya dengan tirai yang dihiasi dan diwarnai oleh beragam warna yang paling cemerlang oleh beragam goresan yang paling indah. Ia telah mengubahnya menjadi semacam cermin indah bersinar yang layak untuk memperhatikan keindahanNya yang mutlak serta pantas untuk menampakkan berbagai manifestasi namanama-Nya yang mulia. serta oleh beragam hiasan yang paling mengagumkan. Manifestasi pemahaman asma' al-husna penting dalam pembentukan manusia yang berakhlak dan asma' al-husna menjadi landasan diri berkepribadian akhlak mulia.

yaitu : 1) Munculnya Dajjal dan Sufyan Salah satu akan tibanya hari kiamat munculnya Dajjal (AntiKristus) dan Sufyan25. Sumber-sumber Islam menyebutkan dari Nabi Muhammad bahwa lebih dari 30 Dajjal akan muncul sesudah dia. namun pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tanda-tanda hari kiamat yang patut diketahui oleh manusia. Keduanya adalah Dajjal dan Sufyan terbesar yang akan muncul di dunia setelah Nabi Muhammad. kemegahan kelaliman yang nyata.124 Prinsip pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman menjadi bagian yang mendorong peningkatan keimanan bagi Said Nursi. walaupun pada dasarnya tidak banyak menyebutkan orang-orang mereka (atau siapa sebenarnya Dajjal). karena manusia sekarang sudah memasuki fase penghabisan dari panjangannya zaman yang sudah lama berlalu. Tetapi tren ateisme yang dia tampilkan sangat besar mengacu kepada tren ini. Dajjal atau Anti-Kristus akan muncul dalam dunia non-muslim dan Sufyan yang akan muncul dalam dunia Muslim. tapi lebih cenderung kepada kekuatan pengaruh. hlm. Dia adalah seorang konspirator. penipu. Kebesaran Dajal bukan secara fisik. Maksudnya adalah cerita-cerita sejenis ini perlu ditekankan. Surga palsu yang diciptakan Dajal adalah daya pikat peradaban modern (Said Nursi 2003b. dan yang lebih penting untuk diperhatikan menurut Nabi Muhammad adalah Dajjal yang muncul tidak lama sebelum hari kiamat adalah yang paling berhahaya dan merusak. Said Nursi menjelaskan bahwa dajal adalah manusia seperti manusia lain. Dia mendewakan diri sendiri karena kepemimpinannya yang zalim. iblis tolol yang melupakan Allah. Adapun tanda-tanda akhir zaman ini banyak sekali. Dajal berasal dari kata dajal artinya tertutup oleh sesuatu. 86). tapi bagi kalangan filosuf. Sedangkan yang dimaksud Sufyan adalah seorang muslim yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuasaan. 25 . pembohong.

26 . "menolak formalisasi jilbab". Karena interpretasinya berwujud ideologi. Nabi bersabda para diktator yang akan muncul sebelum menjelang hari kiamat termasuk khususnya Dajjal dan Sufyan akan mendapatkan surga dan neraka semu. sampai sekarang semakian marak di Turki pola kehidupan “liberalisasi seks dan liberalisasi berpikir”.125 pemikir dan kaum mistik atau sufitik yang mampu menangkap pertanda ini. akhlak dan syariat. Pada kenyataan masyarakat Turki yang Muslim telah kehilangan nilai moral. Said Nursi untuk mengkokohkan akidah umat disamping tesisnya yang menyatakan bahwa "pasca runtuhnya kerajaan Turki Ustmani dan ketika terjadi kekacauan global — tepatnya 1920-1940 — adalah awal dari pertanda akhir zaman". dia dapati bahwa di keningnya tertulis kafir. Nabi Muhammad bersabda Seorang yang mengerikan akan muncul menjelang kiamat dan ketika dia bangun di pagi hari. masyarakat dan sistem yang akan mereka bangun dalam semua aspek kehidupan.26 Sedangkan yang paling nyata adalah kejadian di Turki ketika Mustafa Kemal Attaruk yang Muslim menjadi imitasi Inggris yang kafir untuk menciptakan surga di dunia. menurut Said Nursi bahwa tangan-tangan Sufyan akan mencengkram yang berarti Sufyan akan menjadi banyak dan membangkitkan pemborosan dan kekejian. 27 Dengan bahasa yang isyarat Said Nursi berpendapat bahwa Mustafa Kemal Attaruk adalah Sufyan. Beberapa isyarat yang ditulis oleh Said Nursi mengenai Dajjal dan Sufyan sebagai berikut : Pertama. mengenai Dajjal. mengenai Sufyan. Yang berarti Sufyan akan menjadi seorang pembelot dan imitasi dari orang kafir dia akan memaksa manusia untuk berpakaian seperti dunia non-Muslim. Yang berarti semasa Dan ini terdapat beberapa indikasi yang menjadi tanda-tanda.27 Kedua. "terusmenerus mempersoalkan teks al-Qur'an" dan sebagainya dengan sangat bombastik yang mengarahkan ke dalam kerusakan akidah. "menolak kebangkitan khalifah". walau belum bisa digeneralisasi secara umum. misalnya di Indonesia ada Jaringan Islam Liberal (JIL) silahkan simak tema-tema yang dikembangkan oleh JIL yakni "perempuan menjadi imam".

Keempat. Orangorang ini akan mendapat kekuatan mereka sebagian besar dari trend ateistik dan materialistik dan menganggap diri mereka sendiri memiliki kekuatan Tuhan. Ini berarti bahwa tempat-tempat di mana Allah disembah dan Namanya disebut akan ditutup dan jumlah orang-orang yang taat beribadah akan menurut secara drastis. Sesat menjelang kehancuran dunia Allah akan mencabut nyawa orang-orang beriman dan dunia akan dibinasakan di atas kepala orang kafir. Nabi bersabda Menjelang kiamat tidak akan ada seorang pun yang menyembah Allah dan menyebut Nama-Nya sebagai manifestasi ibadah.28 Kelima. 28 .126 mereka manusia akan dicekoki dengan kesenangankesenangan dan kenikmatan duniawi dan perbedaan-perbedaan di antara kelas-kelas sosial akan meningkat dengan konsekuensi akan terjadi pemberontakanpemberontakan terhadap pemerintah. Nabi bersabda orang-orang mengerikan tertentu yang akan muncul sebelum kiamat seperti Dajjal mengklaim bahwa dirinya Tuhan dan membuat orang-orang sujud di hadapan mereka. Ketiga. Patung-patung mereka akan dibuat manusia akan dipaksa untuk menunduk di depan mereka sebagai cara pemujaan. Nabi bersabda kekejaman dan peperangan yang akan muncul sebelum kiamat akan sangat menyebar luas dan berkuasa Kejadian ini jelas ketika di Turki Mustafa Kemal Attaruk yang patungnya di mana-mana dibuat dan kepala dipaksa untuk tunduk dibawah tekanan aturan dan militer dan memang nyata di kaji dari sejarah-sejarah kerutuhan Turki Usmani yang disebabkan ambisi Barat menguasai dunia. Oleh karena itu tempat-tempat kesenangan dan kenikmatan serta penjara dan tempat-tempat siksaan yang serupa akan berdiri berdampingan.

Nabi bersabda Sufyan akan menjadi seseorang yang berpengetahuan luas dan memukau banyak ilmuwan. Bahwa kehidupan keji akan menggoda banyak orang yang akan menurutinya begitu saja.30 Pada masa Islam kepercayaan Tuhan masih d1yakini juga ketika terjadi henelisasi ilmu kemudian kristenisasi ilmu kemudian islamisasi ilmu dan yang menghancurkan ketika terjadi westernisasi ilmu yang tidak menyakin adanya Tuhan. Sufyan akan mencapai kekuasaan karena memiliki kapasitas yang merangsang dan kecerdasan politik. di dunia Islam terjadi sekulerisasi ilmu yang sangat hebat. Sebagian besar karena kenikmatan hidup. Adam Smith dengan menggusur kapitalisme. Ini berarti mekipun tanpa alat kekuasan dan ketergantungan semacam kerajaan. suku.29 Keenam. 29 Mengenai Sufyan ini dapat dipahami misalnya dapat dilihat di Rusia pengaruh Lenin begitu dahsat. dan akhir-akhir ini kesadaran umat Islam mulai muncul sejak dicetuskannya pan islamisme oleh Jamaluddin Al Afgani menjelang akhir abad ke-19 diteruskan oleh ilmuwan muslim lainnya yang muncul kemudian sebuah fenomena kebangkitan Islam global. Sekarang menurut beberapa ilmu terjadi naturalisasi ilmu yang terjadi tidak hanya di dunia Islam tapi juga Kristen dan Yahudi. banyak ilmuwan dan pendidik agama mendukung dia dan rezimnya. Karena fenomena materialisme dan perangkatnya melalaikan manusia. Tapi mengenai yang gaib hanya Allah yang tahu). Dia mengekang pendidikan agama. Karl Marx dengan komunismenya dan Hitler dengan fasismenya juga mewarnai penyesatan dan melenakan umat manusia. Di Turki misalnya 30 .127 sehingga tidak ada seorang pun dapat mengendalikan tiubuh mereka untuk melawan mereka. karena memang saat ini modernisasi yang materilistik-konsumeris telah tidak terkendali. kekayaan dan keberanian. Ini dikarenakan oleh dimensi-dimensi kekejian dan kesenangan mengerikan yang akan muncul sebelum hari kiamat atas permintaan Nabi hampir semua Muslim telah berlindung kepada Allah selama 14 abad dari kekejian yang akan ditimbulkan oleh Dajal.

dalam konteks ini pengkajian terhadap ciptaan Tuhan berarti pengakajian terhadap karya kreatif Tuhan sehingga dengan itu diharapkan seorang ilmuwan muslim akan bertambah keyakinan dan ketakwaan kepada Allah. Di Indonesia perdebatan mengenai UU Sisdiknas selalu dengan perbedaan pendapat berdasarkan kepentingan agama yang diciptakan dunia Barat ketika menjajah bangsa Indonesia. Pada prinsipnya Islam membolehkan pengkajian pada bidang-bidang yang sangat luas mulai dari fisika. kenabian dan sebagainya. Miskawaih dan khususnya Jalaluddin Ar-Rumi berdampingan dengan teori-teori kreasionis. . malaikat. Sebenarnya Islam sebagai agama tidak bisa menoleransinya karena hal itu telah dipandang sebagai penyimpangan prinsip etos keilmuan Islam yang sejati. Namun sangat disayangkan teori-teori mereka secara terus terang melanggar dan menentang prinsip-prinsip ajaran pokok agama. matematika bahkan metafisika. seperti teori evolusi sebenarnya juga telah dikembangkan dengan baik oleh para pemikir terkenal seperti Al-Jahizh. seperti terhadap penolakan terhadap eksistensi Tuhan. Kenyataan di Turki seluruh madrasah ditutup dan pelarangan menggunaan jilbab. Newton dan fisikawan muncul Mustafa Kemal Attaruk yang menjajahkan ide sekulernya berdasarkan "perintah" Inggris.128 Untuk kejelasan ilmiahnya bahwa adalah metode ilmiah yang dirumuskan ilmuwan muslim yang meminjam teori Aristoteles yang masih memposisikan Tuhan sebagai Pencipta Pertama. Sedangkan teori yang di Barat telah menimbulkan begitu banyak reaksi dari kalangan umat Kristen. Seharusnya hasil sains modern dapat diterima sebagai sarana yang baik untuk lebih mengenal kebesaran Tuhan. Perlu ditegaskan bahwa saat ini adalah akhir zaman. hari akhir. sekali lagi sejauh tidak secara langsung bertabrakan dengan prinsip-prinsip fundamental keyakinan agama. Dunia Barat tidak demikian.

Ketujuh. Sedangkan Sufyan-sufyan dalam dunia Islam muncul dengan usahausaha mensektilerisasikan baik pemikiran maupun pola hidup. gelombang nuklir lemah dan kuat. seperti akal aktif yang merupakan utusan Tuhan untuk mengurusi dunia bawah-bulan. namun oleh pemikir muslim seperti Ibnu Sina dan Al Farabi gaya alami itu memiliki sumbernya pada entitas-entitas supernal. Darwin misalnya menyatakan evolusi bersifat independen atau otonom seperti seleksi alam yang dipandang sebagai hukum independen dan bertanggungjawab pada evolusi organik termasuk penciptaan spesies-spesies.129 modern misalnya gravitasi dianggap sebagai gaya-gaya yang independen bersama dengan gaya elektromagnektik. termasuk memberikan bentuk pada benda-benda di bawah bulan atau jiwa benda-benda angkasa lainnya yang memancar dari Tuhan lewat emanasi. Sebagaimana diketahui di tempat- . Hadis yang menakjubkan ini berarti bahwa Dajjal akan muncul di utara dan bergerak menuju selatan. Nabi Bersabda hari pertama Dajjal adalah sama dengan satu tahun sedangkan hari keduanya sema dengan satu bulan hari ketiganya sama dengan satu minggu dan hari keempatnya adalah satu hari. dunia Islam bertikai dalam keluarga besarnya. sebagaimana Perire Laplace yang menyatakan peran Tuhan sebagai pengatur dan pemelihara alam telah digantikan hukum mekanik. Dan masih banyak lagi contoh mengenai mungkin Dajal-dajal yang muncul berupa ilmuwan yang menyesatkan. titik tolaknya ketika terjadi keruntuhan Turki Usmana pada tahun 1920-an diikuti oleh sekulerisasi oleh Mustafa Kemal Attaruk.

periode pertama. 2) Munculnya Messiah atau Mahdi Mengenai mahdi atau messiah. mereka akan menyebabkan kerusakan besar dalam jangka waktu satu tahun yang normalnya dapat dilakukan dalam jangka waktu 300 tahun. Kerusakan yang akan mereka timbulkan dalam jangka waktu pada satu tahun periode kedua mereka akan sama dengan kerusakan yang dilakukan oleh yang lainnya selama 30 tahun dan pada satu tahun periode ketiga mereka akan membuat 7 tahun kerusakan. masing-masing berlangsung selama 6 bulan. Nabi bersabda Ketika Dajjal muncul setiap orang akan mendengarnya. Pengertian lain adalah Dajjal maupun Sufyan akan memiliki 4 periode peraturan.130 tempat di dekat kutub Utara satu tahun terdiri dari satu siang dan malam. Kedelapan. baik Yahudi maupun Kristen mengharapkan Messiah datang menjelang hari kiamat dan menganggap kedatangannya sebagai tanda akhir kernenangan besar untuk Yahudi dan Kristen. Periode keempat mereka akan normal. Semakin ke selatan terdapat terdapat tempat-tempat di mana satu hari berlangsung 3 bulan dan satu bulan dan satu minggu secara berturut-turut. Mereka akan memiliki sebuah kendaraan atau tunggangan yang luar biasa dan mengelilingi dunia dalam 40 hari. Ini berarti bahwa Dajjal akan muncul ketika komunikasi dan transformasi berkembang pesat peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia akan terdengar di belahan bumi lain dan berkeliling ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 40 hari adalah hal yang mungkin. Menurut sumber-sumber Islam yang terpercaya dia adalah .

Periode ketiga yang berkemungkinan akan mengikuti invansi Gog dan Magog yang akan menggangu periode kedua.131 Imam kedua belas dan terakhir dari sederetan Imam yang di mulai Ali bin Abi Talib. Agama Kristen menurut sumber Islam yang relevan akan terbebas peminjaman agama- . Bersama-sama pengikutnya pemimpin periode pertama akan mempertahankan prinsip-prinsip Islam dari trend materialistik dan menunjukkan mereka dalam jalan yang benar. melainkan sebuah nama "kebangkitan global". Mahdi akan mempertahankan dan menggugah prinsip-prinsip kehidupan Islam dari Dia trend akan materialistik keagamaan. memiliki standar moral tertinggi. sepupu Nabi dan khalifah keempat. Mandi bukanlah satu orang saja. mengetahui kondisi sosial. Bersama dengan Messiah. Periode mengalami akan rnenghalal kebangkitan kehidupan keagamaan secara global. Pada periode kedua prinsipprinsip Islam yang sudah dibangkitkan akan mencapai pengaruh penting di beberapa belahan dunia dan kehidupan Islam akan mengalami sebuah kebangkitan yang signifikan. Menurut para pemikir dan ilmuwan kontemporer termasuk Said Nursi. Pemimpinya akan memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu-ilmu agama. Mandi lenyap ketika dia berusia 74 tahun dan akan muncul ketika dunia penuh dengan ketidakadilan untuk menyelamatkan keadilan. politik dan ekonomi pada masanya dan memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. mengahiri kekuasaan Dajjal dan Sufyan. Mandi memiliki tiga periode masing-masing akan dipresentasikan oleh satu orang dan kelompoknya.

Dia akan kembali dan kemudian mengikuti dan sepenuhnya mendukung Mahdi. menurut Nabi Muhammad. I1mu pengetahuan akan mengalami perkembangan puncak. Amerika. Menurut ramalan lingkaran raksasa ini akan dipusatkan di daerah Damaskus. hari kehidupan setiap orang akan ditampilkan kembali. Mungkin sebagai dampak kemajuan genetika satu buah delima akan cukup sebanyak 20 orang dan kulit buahnya akan dapat menaungi mereka. Saat ini di Jerman. Bukan hanya dengan kepala yang berupaya menentang dahulu baru mencari. Kota-kota akan dibangun di atas langit dan akan mudah melakukan perjalanan ke sana. Rusia. Messiah yang dijanjikan adalah Yesus Kristus. Inggris. Pada hari pengadilan. Pergerakan bumi menarik sebuah lingkaran raksasa di luar keliling bumi dan bumi terus menerus memindahkan semua peristiwa yang terjadi di atasnya ke kelingkaran luar tersebut. seperti slogan "cogito ergo sum" atau "god is dead" dan sebagainya. Italia dan Belanda dan beberapa negara maju semangat menuju nilai-nilai kebenaran sudah mulai tampak. Misi orang Messiah yang ditujukan untuk Yesus Kristus. Semua ini juga disebabkan kejadian 11 September 2001 dan invasi Amerika ke Irak dan pergulatan dunia yang tak pernah usai seperti di Palestina-Israel.132 agama dan filsafat tertentu dan lebih mendekat pada Islam.31 c) Mengenai Terbentuknya Padang Mahsar Allah berfirman Katakanlah sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah (67 : 26). tetapi dalam bentuk yang luas dan disesuaikan dengan dimensi-dimensi Hari Akhir. termasuk di agama-agama lain yang memiliki sumber yang sama. Hasil dari semua penstiwa-peristiwa di bumi Mungkin cukup di sini penjelasan mengenai ini memang harus melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah kita. Mereka akan berkerjasama untuk menangkis serangan Gog dan Magog dan membebaskan dunia dari invasi mereka. menunjukkan bahwa kendali modernisasi dan globalisasi sulit terkendali. Bahwa pergerakan bumi bukanlah tidak bertujuan. Sebab metodologi semacam ini memang berasal dari "nurani Dajjal". Alamat ini memang bisa ditanggap orang yang berpikir dan berhati. 31 .

hari kiamat menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri Said Nursi dan salah satu cara upaya pembentukan akhlak mulia. Pentingnya Meyakini Hari Kiamat Serangkaian upaya pembentukan manusia yang berakhlak mulia. Al Ikhlas. Penekanan sisi kejiwaan. hlm. tablet-tablet Padang Mahsyar.133 terus menerus ditransfer ke dalam daftar atau. (Hussein Bahreisj. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). 165). Saat ini. Bagaimana pun juga kita akan melihatnya pada saat kita telah menjalani bentuk-bentuk spesifik hari akhir. hari kiamat menjadi prinsip yang dapat mendorong terciptanya akhlak mulia yang menekankan sisi-sisi kejiwaan manusia. Padang tersebut masih berada di balik "kerudung" Yang Maha Tidak Terlihat. Penjelasan mengenai tanda-tanda akan tibanya hari kiamat di atas memberikan keyakinan yang kokoh terhadap paham keagamaan dengan keimanan yang sudah ada sebagai dasar beragama. Para pemikir Islam dulu baik yang sezaman dengan Said Nursi maupun sebelumnya belum menafsirkan secara mendalam mengenai ayat-ayat dan hadis-hadis mengenai hari kiamat. untuk kemudian mereka digiring ke alam mahsyar dan alam barzakh. 1980.32 Hari kiamat menjadi landasan fundamental dalam pemikiran Said Nursi. Surabaya. Ruh mereka dikembalikan ke dalam tubuhnya agar kemudian mereka mempertanggungjawabkan semua amal mereka dikala hidup yang selanjutnya mereka ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga atau neraka. pemahaman tentang hari kiamat banyak dirujuk sebagai bagian pembentukan karakter bagi Said Nursi. Seiring dengan itu. 32 . Karena itu. menurut Said Nursi melalui sifat dan kemampuan jiwa kita menunjukkan bahwa kita diciptakan untuk Dalam bahasa al-Qur'annya hari kiamat adalah Qiyamah adalah hari kebangkitan orangorang mati dan kuburan mereka masing-masing sesudah hancurnya alam semesta.

Mengenai kekuatan dan kemampuan kita untuk tinggal di sini. Jadi mintalah petunjuk dan keberhasilan dari jalan-Nya dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Said Nursi 2003d. Kutipan di atas menggambarkan secara tegas bahwa Said Nursi sangat yakin akan adanya hari kiamat yang dunia ini bukan tujuan akhir. 52). kita adalah raja dan komandan dari semua makhluk hidup. engkau menjadi penguasa agung kerajaan binatang. sebuah persiapan bagi akhirat. engkau akan menjadi seperti burung pipit yang paling lemah. Perjalanan manusia akan diteruskan ketika hari kiamat tiba dan membuka ruang-ruang baru bagi manusia yang baru dibangkitkan dari . dan memohon serta beribadah. memahami kebutuhan kita. Tetapi jika engkau menganggap akhirat adalah tujuan akhirmu. yang diperlukan untuk kehidupan rohani dan kehidupan akhirat. hlm. dan bertindak dengan semestinya. Tetapi dalam hal ilmu. kita kalah bersaing dengan burung pipit yang paling lemah. Engkau bisa memilih salah satu pilihan itu.134 beribadah kepada Allah Swt. dan menjadi tamu-Nya yang terhormat dan disayangi di dunia ini. Lanjut Said Nursi: Hai jiwaku ! Jika engkau menganggap dunia ini adalah tujuan utama kehidupanmu dan engkau bekerja dan senantiasa bekeda untuk kepentingan dunia. hamba yang memohon kepada Allah Yang Maha Perkasa. dan menganggap dunia ini sebagai ladang tempat menaburkan benih.

Hal ini memberikan contohcontoh tindakan-tindakan besar Allah di dalam alam semesta yang luas (makro-kosmos) dan kadang kala menunjukkan pembuangan menyeluruh-Nya terhadap makro-kosmos. Argumen tindakan Al-Qur'an mengenai hari mengacu pada hari kiamat yakni tindakankebangkitan.135 kubur. Hal ini memiliki tempat yang penting baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadis. Karena itu. norma-kosmos dan mikro-kosmos. AlQur'an adalah Kitab Suci yang terakhir dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Said Nursi sangat menekankan agar manusia meyakini secara mendalam mengenai hari kiamat. Sebenarnya Al-Qur'an mengajarkan 4 (empat) tujuan utama yakni untuk membuka dan membangun pada jiwa dan hati manusia eksistensi dan keesaan Allah. kebangkitan Jasmani dan ketaatan terhadap Allah dan keadilan. yakni alam semesta. dan untuk universal menyentuh hati manusia mengenai kehebatan yang akan dilakukan Yang Kuasa pada hari akhir dan untuk mempersiapkan jiwa manusia untuk dapat menerima dan memahaminya. . Manifestasinya melalui Asma dan Sifat-Nya dan keteraturan serta harmoni sempurna yang sangat indah dalam eksistensi. umat manusia dan atom. Al-Qur'an menyajikan kehebatan yang Dia lakukan di sini untuk mempersiapkan kita terhadap hal itu. kenabian. Al-Qur'an menyebutkan peristiwa-peristiwa bersejarah tertentu khususnya yang akan terjadi sebelum hari kiamat.

Allah mengatur urusan makhluk-Nya. Al-Qur'an menyajikan fenomena penciptaan alam semesta ini yang didefenisikan sebagai penciptaan pertama (56:62). maka iman kepada hari kebangkitan berperan dalam melindungi sebuah tata sosial yang damai. kedua (53:47). "Penciptaan pertama alam semesta dan umat manusia menunjukkan "penciptaan kedua". kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy dan menundukkan matahari dan bulan.136 Contohnya ayat al-Qur'an berikut menekankan Kekuasaan Allah dan menyebutkan sebagai fakta. mengapa kita diharuskan menjalani hidup jujur dan benar. apabila kita berbuat menurut keyakinan bahwa kita harus menjalankan perhitungan amal perbuatan. supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuham-mu (13:2). Iman kepada akhirat merupakan dasar kehidupan manusia sebagai masyarakat maupun sebagai individu. sedangkan penjelasan tentang kebangkitan yang telah mati didefenisikan sebagai penciptaan. Keimanan ini merupakan dasar untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang. karena setelah iman kepada Allah. untuk membuktikan adanya Hari Kebangkitan. . Tetapi. mengajak kita untuk memiliki keyakinan tentang pertemuan kita dengan Dia di akhirat : "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. kita akan hidup dengan taat dan benar. Apabila kita tidak percaya bahwa kita akan dipanggil untuk memperhitungkan amal perbuatan kita. menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya.

pembebasan dari tugas-tugas kehidupan duniawi yang berat. Hanya kabar baik seperti ini sangat bermanfaat dan benar-benar dapat menjadi penghibur generasi tua dan membuat mereka menyongsong kematian dengan senyum.137 Pada suatu kesempatan Said Nursi menulis : "Jangan takut terhadap hanyalah kematian. tidak akan meninggalkanmu dalam kegelapan ruang kuburmu ke haribaan-Nya dan menjamin kamu menuju kehidupan abadi yang selalu bahagia. dan menjaga kamu tetap hidup di dalamnya untuk beberapa lama. Dia akan memberimu karunia surga". Iman kepada hari kiamat juga merupakan sumber hiburan bagi mereka yang sedang generasi tua termasuk mereka yang sakit. dan sebuah tiket menuju dunia abadi tempat semua jenis keindahan dan rahmat sedang menantimu. Kiamat pasti dating. Allah Yang Maha Pemurah yang mengirim kamu ke dunia. Said Nursi menjadikan hal yang sangat prinsip dalam meyakini hari kiamat ini. Keyakinan ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus yakin keberadaan hari kiamat. tetapi perubahan dunia. Meneladani Nabi Muhammad Saw Prinsip menedalani Nabi Muhammad Saw menjadi komitmen dasar Said Nursi dalam merealisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai . suatu Kematian bukanlah kepunahan abadi. Keyakinan secara mendalam akan adanya hari kiamat seolah merupakan obat dari penyakit yang tidak terobati.

"Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang" (Qs. Menerapakan atau meneladani Nabi Muhammad Saw menjadi kekuatan amaliah ibadah secara aplikatif. Di dalam ayat ini terdapat bentuk simplikasi redaksi yang . Said Nursi hendak menegaskan bahwa bila seseorang yang telah berikrar bahwa dirinya adalah pengikut Muhammad Rasul-Allah Saw. ikutilah aku. Jika kalian benar-benar mencintai Allah. Zaidin (1999. Praktek amaliah ibadah dengan cara meneladani nilai-nilai yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. 39-53) menceritakan bahwa Said Nursi adalah seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pengajian keagamaan dengan sekuat tenaga telah berusaha menghidupkan kembali suatu usaha yang dulu di bawa oleh Nabi Muhammad Saw. Pada dasarnya.138 kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. hendaknya ia harus mengikuti cara atau metode dan jalan hidup yang telah dibuat oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam seluruh aspek kehidupan. Doktrin ini menjadi sangat penting dalam praktek kehidupan manusia. yaitu suatu model pengajian ia sebut dengan istilah dershane (Tempat belajar). Pada prinsipnya bahwa mengamalkan sunnahsunnah Nabi Muhammad Saw dengan sepenuhnya merupakan cerminan dari keseriusan mentaati perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dengan mengikuti al-Quran dan keimanan mendalam akan keesaan Allah. hlm. apabila seseorang menyatakan diri sebagai muslim. Dengan prinsipnya ini. Al Imran : 31). Mengenai prinsip meneladani Nabi Muhammad ini Allah berfirman "Katakan. maka ia harus mewujudkan keislamannya itu dalam bentuk mengikuti sunnah Nabi tersebut secara sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan.

Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad). Dan ia bisa terwujud dengan cara kalian mengikuti pribadi tersebut. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah Swt. Perilaku Nabi Muhammad Saw disebut sunnah. hlm. Allah akan cinta kepada kalian.139 mengagumkan. Adapun penjelasan Said Nursi mengenal ayat. Jika kalian mengikutinya. Tentu saja kalian mencintai Allah agar juga dicintai oleh-Nya (Said Nursi. Pada ayat lain. Menurut Islam. 114). pasti kalian beramal sesuai dengan apa yang dicintaiNya. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang . ini adalah : Jika kalian beriman kepada Allah. sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an. 2003. (Qs. Keseharian dan perilaku Rasulullah. pasti kalian mencintai-Nya. bahkan diakui oleh para sarjana Barat. merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Allah menegaskan : "Akhlak Nabi adalah al-Qur'an". al Ahzab : 21). Selama kalian mencintai-Nya. Makna yang begitu banyak dirangkum hanya oleh tiga kalimat. Dan tidak ada satu pun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. Hal itu berarti kalian harus meneladani pribadi yang Dia cintai. Akhlak Nabi Saw merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu" (Qs.

mencintai Allah. Karena itu. beliau layak dicintai karena Allah ta'ala. 117). hlm. Kedua. Muhammad Said Nursi Saw dan mengaplikasikan sunnahnya mengatakan sesungguhnya kecintaan kepada Allah harus diikuti dengan sikap mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw.140 mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. . hlm. Menurut Said Nursi meneladani pribadi beliau yang penuh berkah itu bisa terwujud dengan 2 (dua) hal : Pertama. Sebab pemimpin yang paling sempurna dengan teladan yang paling utama dalam urusan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw. Penjelasan di atas mendorong pentingnya praktek keteladanan kepada Nabi Muhammad Saw (Sunnatun Tsaniyah) dalam kehidupan seseorang untuk membentuk kepribadian yang barakhlak mulia. 117). Sementara itu. Sebab dalam doktrin ini Said Nursi mengatakan bahwa "kecintaan kepada Allah baru terwujud dengan melakukan perbuatan yang diridhoi olehNya. ridhonya yang paling utama tampak pada pribadi Muhammad Saw" (Said Nursi. Sebab beliau merupakan perantara yang paling utama agar manusia bisa mendapatkan kebaikan ilahi. Untuk mencapai kepribadian mulia adalah dengan mengikuti orang yang dikasihi Allah yakni yang Nabi suci. 2003. Sejak pagi hingga malam hari. mencintai pribadi Nabi Muhammad Saw. Sikap semacam ini mengharuskan kita mengikuti Nabi Muhammad Saw. (Said Nursi 2003. mentaati segala perintah-Nya dan berbuat sesuai dengan ridlio-Nya.

mengikuti sunnah rasul Muhammad Saw merupakan tujuan termulia sekaligus merupakan tugas terpenting manusia (Said Nursi 2003. tanpa terkecuali. Orang yang bahagia dan beruntung adalah yang paling inters mengikuti sunnah nabi Muhammad Saw sementara orang yang tidak mengikuti Sunnah akan benar-benar merugi jika sikap untuk tidak mengikuti sunnah Nabi. hlm. perbuatan clan keadaan. mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu "kebebasan memilih". melaksanakan as-Sunnah yang bersifat wajib tersebut. yaitu : wajib. Tiga sumber ini juga terbagi lagi menjadi tiga. bagi seorang Muslim. Seorang mukmin diharuskan mengikutinya sebagal konsekuensi dari keimanan yang ada pada dirinya. hlm. Said Nursi menuliskan bahwa "Tindakan yang mengikuti sunnah rasul beliau akan mengubah adab dan kebiasaan menjadi bernilai ibadah". Oleh karena itu. diberi beban untuk. (Said Nursi 2003. Begitu pentingnya masalah mengikuti Sunnah Rasul ini menurut Said Nursi mengikuti Sunnah Rasul berasal dari 3 (tiga) sumber yaitu perkataan. 117-1 18). Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah . Semuanya. Orang yang meninggalkan dan mengabaikan as-Sunah tersebut akan mendapat siksa dan hukuman. sunnah dan ada yang merupakan kebiasaan beliau.141 Said Nursi mengatakan secara fitrah ketika kita mengarahkan perhatian pada sosok yang kita cintai kekasih Allah haruslah berupaya meneladani dan mencontoh beliau dengan cara mengikuti semua sunnahnya yang mulia. Dikatakannya pula. Hal yang wajib tentu saja harus diikuti. 119).

Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan al-Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. dan apa yang ia larang bagimu. maka ia taat kepada Allah" (Qs. sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. al-Nisaa' : 80 ). maka terimalah ia. "Siapa yang taat kepada Rasul. bahkan justru membuat . Hal ini dinyatakan dalam al-Qur'an. al-Hasyr : 7). seperti yang dikatakan baik oleh para wali maupun musuh Islam. sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untukmu. Beliau merupakan pribadi sempurna bahkan teladan dan pembimbing paling utuh dengan melihat pada ribuan mukjizat yang ada kesaksian dunia Islam clan kesempurnaan pribadinya yang didukung oleh hakekat al-Qur'an yang sampai padanya. Belau merupakan sosok pilihan di antara seluruh anak manusia selain sebagai pribadi paling dikenal semua orang. maka juhilah" (Qs. Beliau memiliki akhlak paling mulia. Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. AlQur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya. Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi.142 kewajiban yang harus ditaati.

penuh hikmah dan indah.adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)" (Tafsir Ibnu Katsir). dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya. Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. kemudian menjalam paginya bersama bimbingan Nabi Muhammad Saw. Dalam setiap hendak memulai perkerjaan. baik di mata Allah atau di mata manusia. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari dapat kita ikuti. Dengan begitu. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi. Takwa dan Sedekah . kita akan menjadi orang mulia. Keikhlasan Nabi dalam beramal dapat kita praktekkan. Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia kita jaga. hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki dapat kita contoh dan teladani. dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad.143 Allah semakin menyukai dan meridhoinya. Selanjutnya. Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. Rasulullah bersabda :"Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yakni : Bismillahirrahmanirrahim . hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran al-Qur'an. Pengabdian hidup seperti Nabi untuk kejayaan Islam kita amalkan. Maka. Menanamkan Ikhlas.

Anjuran membaca Risale-i Nur adalah aktivitas untuk mencapai manusia sempurna. Said Nursi sangat yakin keikhlasan. Misalnya. 1) Ikhlas Menjadikan Manusia Filosof-sufi Ikhlas adalah ciri muslim sejati. ketakwaan dan sedekah dapat membentuk karakter pribadi manusia. Setiap orang harus menjadikan sikap atau perilaku ikhlas sebagai bagian kepribadian mulia dirinya. Dengan cara . takwa dan sedekah. Sampai disini ia akan menjadi manusia sempurna dan memperoleh kebabagiaan. Manusia seperti ini umumnya tanggap dalam melihat sesuatu pada esensinya melalui tafakur yang mendalam. Kajian berikut menjelaskan secara mendalam bahwa ketiga hal ini menjadi dasar hidup dalam pembentukan manusia ideal dalam pandangan Said Nursi yang diisyaratkan secara implisit dalam Risale-i Nur untuk membentuk manusia ideal yang berakhlak mulia. ia dapat menyentuh kondisi di luar dirinya. Ikhlas cenderung kepada amal keteladanan.144 Said Nursi sangat menekankan kepada murid-muridnya untuk senantiasa ikhlas. Menjelma dalam relung-relung kalbu pribadi yang mulia. ketinggian derajat dan kemuliaan hati. ikhlas beramal ibadah hanya karena Allah semata. Dalam tafakurnya. Orang yang terbina keikhlasan dalam diri akan dalam meluluhkan dan membuat orang lain turut menjadi orang ikhlas. Ikhlas kunci kemenangan. Ikhlas diri dibawa Kekuasaan Allah sehingga menghasilkan daya pikir yang cemerlang dan hati yang suci.

7. karena mereka mengetahui nilai ikhlas bagi kehidupan mereka akan mendatangkan kebajikan. Bahkan jika setiap elemen masyarakat mempunyai rasa ikhlas yang kuatnya melebihi keempat elemen di atas. 6. berjiwa ikhlas. 5. Karena. sebagai berikut : 1. akan tercipta sebuah tatanan masyarakat yang kokoh dan maju. Ia selalu memberi tanpa meminta balasan. Bahkan. perbuatan tidak menyenangkan hatinya pun ia balas dengan senyuman dan sapaan mulia. Ciri-ciri orang ikhlas diisyaratkan dalam Risale-i Nur. Hatinya. 9. akan terbangun peradaban dunia yang maju. 8. Orang yang ikhlas dengan sendirinya akan bermanfaat bagi lingkungannya.145 beramal ikhlas. hanya pribadi yang ikhlaslah yang sebenarnya paling berhak untuk mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari masyarakat. 2. begitu tenang dan menyenangkan. 3. Ia mengulurkan bantuan tanpa diminta. Perilaku ikhlas banyak sekali ditemui seantero dunia ini. Ikhlas beriman Ikhlas beribadah Ikhlas beramal Ikhlas mengingat mati Ikhlas mengingat hari kiamat Lebih menyukai jiwa mukmin lain daripada jiwanya sendiri Tafakur imani Tidak merasa benar sendiri Bergabung dengan temannya dalam menuju kebenaran yang ada dihadapannya . tanpa dia meminta atau mengharapkan. 4. Sifat ikhlas inilah yang akan memacu dan memicu lahirnya generasi unggulan yang siap bersaing di tatanan dunia global.

Az-Zumar :30). sufi. 2003a. Mengingat mati bisa membersihkan orang tersebut dari nafsu yang memerintahkan kepadanya kepada keburukan” (Said Nursi. Hadis ini juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. 5 . Said Nursi mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. Said Nursi menegaskan bahwa jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat. Pertama. 308). selalu mengingat mati.5 Berdasarkan hadis ini. hlm. Mengingat mati memberikan manfaat yang luas. “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menolong segala kenikmatan”. Berpegang kepada nilai-nilai kejujuran dan pencarian kebenaran yang ditetapkan oleh para ulama (Said Nursi 2003a.146 10. dijelaskan Said Nursi bahwa “mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan. Al-Imran : 185) “Sesesungguhnya kamu akan mati dan mereka pun akan mati” (QS. Menurut Ibn Hibban dan al-Hakim hadis ini sahih. Hadis ini diriwayatkan oleb Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadis hasan.b). Dengan mengingat mati mereka tidak akan berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal panjang angan-angan. Sarana mencapai keikhlasan menurut Said Nursi ada 2 (dua) yakni rabithatul maut (selalu mengingat mati) dan merenungi makhluk. Dijelaskan Said Nursi bahwa para ahli Sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sebagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang mereka ketahui : “Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian” (QS. Mereka selalu membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. maka Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni maut.

Kedua. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia filosof-sufi. Ketakwaan menjadi sangat . merenungi makhluk.147 kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan hayalan. Namun.i Nur adalah manusia ikhlas. yang tidak cukup diartikan dengan takut saja (Al-Qur’an Depag RI. Yang memiliki karakter seperti Nabi. Rasa syukur menjadi utama bagi mereka yang berhati suci dan ikhlas. Manusia ikhlas inilah yang banyak melahirkan orang-orang suci dalam berbagai ciri dan karakternya. 3). 2) Takwa Menjadikan Manusia Ulil Albab Tingkatan takwa selalu diletakkan sebagai tempat yang mulia. Kebesaran Allah yang telah menciptakan kehidupan dan manusia ini. Namun. hlm. Merenungi proses kehidupan manusia yang senantiasa mengalami berbagai perubahan. dalam pandangan Said Nursi ketakwaan dibawa orang ikhlas. 2004. Karena dominasi jiwa dalam ketakwaan adalah jiwa berani dan nafsu. Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah Swt dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. Kategori orang semacam inilah yang bisa dikategorikan sebagai seorang filosof-sufi. Dari berbagai keterangan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal dalam Risale. karena didominasi jiwa ikhlas maka perilaku yang selalu muncul adalah rasa syukur. Untuk dapat sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk.

Ar Rad ayat 20) 3. Orang sabar dalam mencari ridha Allah 2. Untuk selalu menjalin ukhuwah Islamiyah. dan menafkahkan sebagian rezki kepada orang lain.148 penting dalam pembentukan muslim yang hakiki. 3) Sedekah Menjadikan Manusia Dermawan Penciptaan manusia ke muka bumi ini tidak terlepas dari dua hal penting yakni sebagai pengabdi dan khalifah. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia ulil albab yang memiliki karakter seperti Nabi. Mereka inilah orang yang takwa. Dalam pengabdian dan khalifah di muka bumi inilah perpaduan selanjutnya dari jiwa berani dan nafsu melakukan peranannya. Sikap hidup yang takwa dalam jiwanya selalu dominan sabar. Manusia ulil albab memiliki sikap hidup sabar. Kesabaran utamanya adalah dalam mencari keridhaan Allah. . Manusia ideal vang diharapkan dari ketakwaan adalah manusia yang memiliki karakteristik ulil albab. Takut kepada Allah 4. mendirikan shalat. Mendirikan shalat 6. Ciri-ciri orang takwa diisyaratkan dalam Risale-i Nur : 1. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Selalu menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian (Qs. hlm Dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya menurut Said Nursi adalah manusia ulil albab (manusia berakal). Menafkahkan sebagian harta (Said Nursi 2003b. Takut kepada hisab Allah 5.

yaitu : 1. pentingnya memahami alam semesta. Manusia dermawan memiliki sikap hidup sedekah. Mereka inilah orang yang takwa. kedermawanan sangat dekat sekali dengan saling menolong atas sesama manusia. Sedekah adalah dalam mencari keridhaan Allah. Sikap hidup orang yang suka bersedekah dalam jiwanya selalu dominan jiwa ukhuwah. pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman. Ciri-ciri orang sedekah diisyaratkan dalam Risale-i Nur. termasuk di dalamnya dapat prinsip pendidikan akhlak bagi generasi muda diketahui meliputi : menguatkan iman. meneladani nabi Muhammad . baik secara sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. dan menafkahkan sebagian rezeki kepada orang lain. Menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain 2. berpegang teguh pada al-Qur'an. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia dermawan yang memiliki karakter sepeti Nabi. pentingnya memahami asma' al-husna. mendirikan shalat.149 Karena. Senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah Dari berbagai penjelasan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya Risale-i Nur adalah manusia dermawan. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. pentingnya meyakini hari kiamat. Rangkaian penjelasan dan pembahasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi yang mengikat dalam satu kesatuan hidup. Senantiasi menjalin tali silaturahmi 3.

takwa dan sedekah. pola sikap dan pola lakunya. maka prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi Said Nursi yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. berikut ini adalah bagian analisis terhadap prinsip-prinsip tersebut di atas. Relevansi Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak dengan Pembinaan Generasi Muda Setelah dikemukakan mengenai prinsi-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut pemikiran Said Nursi. secara fakta aspek akidah generasi belum dapat dipastikan. . Tentu saja.150 Saw dan menanamkan ikhlas. karena sifatnya filosofis dalam diri manusia. Walau bagaimana pun. puasa Ramadhan bahkan zakat masih ditinggalkan. Baik dalam pola pikir. lingkungan dan tahap perkembangan kepribadian generasi muda. Fenomena seperti ini masih sangat nampak di tengah-tengah masyarakat. Pada bagian ini penulis mencoba untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak tersebut dengan pembinaan generasi muda secara deskriptif-komperatif untuk melihat aspek akidah. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan dalam jiwanya dan sifatnya tidak dapat dipisahpisahkan. Artinya mereka beragama Islam dan mengaku beriman. namun masih ada yang tidak mau shalat. Prinsipprinsip pendidikan akhlak Said Nursi ini dapat dikatakan sebagai prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda. Apakah aspek keimanan yang mereka pegang benar-benar sesuai dengan hakikat yang diajarkan Islam. tingkah laku. pandangan hidup. sebab banyak di antara mereka yang dapat disebut “Islam Phobia" atau "Islam KTP”. ibadah. tujuan hidup. Relevansi dengan Akidah Generasi Muda Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa generasi muda yang dimaksud pada penelitian ini adalah generasi yang berumur 15-40 tahun yang beragama Islam.

Namun. Dari hasil ini dinyatakan selanjutnya. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman yaitu . Hasil penelitian Allport. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental generasi muda mempengaruhi sikap keagamaan mereka. Rukun iman . pemahaman dengan menguatkan keimanan harus senantiasa dilakukan untuk menuju kesempurnaan. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. bahwa agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para generasi muda untuk tetap taat pada ajaran agamanya. Walau sulit mengukur tingkat keimanan bagi generasi muda. sosial. ekonomi. namun kekuatan iman akan sangat nampak dari tingkah laku dan peribadahan yang dilakukan.151 Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima generasi muda dari masa kanakkanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. dan norma-norma kehidupan lainnya. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan. hlm. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. dan Young menunjukkan bahwa 85 % generasi muda Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya dan 40 % generasi muda Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya (Jalaluddin 2002. Gillesphy. Said Nursi sangat menekankan keimanan bagi generasi muda. 74). Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para generasi muda sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya. Karena itu.

152 terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan qadha dan qadhar. Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah dan untuk membuktikan keimanan mereka dapat dilihat amal dan ibadah mereka seharihari. Artinya, sesungguhnya generasi muda yang beragama Islam tentu tergolong kepada generasi muda yang beriman, walaupun tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana tingkat keimanan mereka, sebab keimanan tidak bisa dilihat dan menyangkut soal hati. Keimanan generasi muda jika didasarkan dengan prinsip ajaran Islam adalah tidak cukup dengan pembenaran hati dan pengakuan dengan kata-kata, tetapi diikuti oleh amal perbuatan. Pembentukan nilai keimanan inilah yang diusahakan oleh Nabi Muhammad Saw, yang selama 13 tahun di kota Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Iman yang tidak pernah dipisahkan dari pasangannya, yaitu amal shalih (ibadah, mu'amalah, mu'asyarah dan akhlaq). Berkenaan dengan iman, sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS.Ibrahim/14:24-25) : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musimdengaseizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Dalam Alquran dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi dinjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat tauhid (kalimat iman), yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran serta berbuat yang baik. Yang dimaksud kalimat tauhid adalah kalimat "Laa

153 ilaa ha ill-Allah" (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Buah dari sebatang pohon yang akarnya kuat adalah perumpamaan terhadap akhlak mulia. Akhlak adalah sebagai buah atau hasil dari suatu proses pendidikan yang didasari oleh penanaman nilai keimanan. Keimananlah yang menjadi fondasi dasar terwujudnya akhlaq al-karimah. Akhlak mulia membentuk generasi yang kuat iman dan menjadi insane saleh sampai bertemu dengan Allah Swt. Insan shaleh adalah manusia yang mendekati kesempurnaan. Yang dimaksud pembentukan insan yang shaleh dan beriman kepada Allah tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku (Q.S.51:56) manusia yang penuh keimanan dan takwa, berhubung dengan Allah memelihara dan menghadap keada-Nya dalam segala perbuatan yang dikerjakan dan segalah tingkah laku yang dilakukannya, segala pikiran yang tergores dihatinya dan segala perasaan yang berdetak dijantungnya ia adalah manusia yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad Saw dalam pikiran dan perbuatannya. Insan shaleh beriman dengan mendalam bahwa ia adalah khalifah di bumi (Q.S.2:30). Ia mempunyai risalah ketuhanan yang harus dilaksanakannya, oleh sebab itu selalu menuju kesempurnaan akhlak yang mulia, sebab Rasulullah SAW. diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Di antara akhlak insan yang shaleh dalam Islam adalah harga diri, prikemanusiaan, kesucian, kasih sayang, kecintaan, kekuatan jasmani dan rohani, menguasai diri, dinamisme dan tanggung jawab. Ia memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar. Ia juga bersifat benar, jujur ikhlas memiliki rasa keindahan dan memiliki keseimbangan dan berperilaku seperti Nabi Muhammad Saw. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip keimanan yang ditanamkan Said Nursi dalam dirinya dan murid-muridnya sangat relevan untuk selalu

154 direalisasikan oleh generasi muda yang beriman, walaupun tidak diketahui secara tepat tingkat keimanan generasi muda tersebut. Namun, diyakini bahwa dengan senantiasa menguatkan keimanan akan tercapai keinginan menjadi insane shaleh.

Relevansi dengan Pandangan Hidup Generasi Muda Kemunduran dan kelemahan umat Islam dalam bidang ekonomi dan politik, khususnya ketika berada di bawah kekuasaan kolonial Barat pada abad ke-18, telah merangsang para elite politik Muslim untuk menyuarakan pentingnya perubahan-perubahan internal dalam upaya memperkecil jurang pemisah antara umat Islam dan orang-oraug Barat. Perkembangan dunia modern Barat telah menyumbangkan banyak sekali landasan yang menjadi dasar pendidikan. Khususnya terjadi perubahan besar dalam pandangan dan pemahaman keagamaan umat yang semakin lama semakin bingung dan lemah. (Wan Daud, 2003 hlm. 7). Dalam konteks umat secara luas, generasi muda berada di tengah-tengah arus perubahan tersebut yang tidak dapat dibantah keberadaan. Untuk ukuran generasi muda dari 15-40 tahun sudah dalam mengenal apa itu pandangan hidup. Generasi muda memiliki pandangan hidup yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, bahkan prinsip-prinsip mulia ditinggalkan. Pengaruh arus globalisasi dan maraknya pandangan dunia yang mampu merubah perilaku generasi muda patut menjadi perhatian bersama. Pandangan hidup dalam konteks ini adalah pandangan Barat yang merusak generasi muda muslim. Dalam kajian filsafat di antara pandangan hidup tersebut adalah sekulerisme, materialisme, komunisme dan ateisme. Said Nursi secara nyata-nyata menentang semua pandangan dunia yang membawa generasi muda berada di posisi yang tidak jelas menentukan arah hidup

155 Pertama, Pandangan Sekulerisme. Dalam berbagai perdebatan

persoalan sekulerisme senantiasa menjadi topik penting dalam diskusi dunia saat ini. Menurut Mulyadi sekuler adalah lawan dari sakral. Kata sekuler dari bahasa Latin "sculum" berarti “bersifat duniawi (worldly)” sebagai lawan dari "spiritual" atau "relegius". Sekuler yakni pandangan yang hanya mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan yang ukhrawi dan dari sudut ontologis mementingkan yang bersifat materiil, mengabaikan yang spiritual. (Mulyadhi 2004, hlm. 120). Kedua, Materialisme. Pandangan materialisme klasik sampai perkembangan pengetahuan di abad ke-18 menurut Sadulloh mengutip Power (1982) terdapat implikasi pendidikan positivisme behaviorisme yang bersumber pada filsafat materalialisme yang mengarahkan pandangan ini kepada tujuan pendidikan yakni "perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks" (Sadulloh, 2003, hlm. 118). Pendapat ini berarti bahwa titik tekan pandangan ini berada pada manusia dengan kapasitas pribadinya yang kompleks yang dapat merubah sikap dan penlaku seseorang. Ketiga, Komunisme dan Ateisme. Hasil dari pandangan sekulerisme dan matenalisme berimplikasi kepada pandangan hidup yang mengarah komunisme dan ateisme. Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-unasing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai dengan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).

156 Pandangan dasar manusia sebagai makhluk yang berkerja menjiwa dalam masyarakat komunis (Adelbert Snijders 2004, h1m. 77). Dalam aplikasinya sistem perekonomian komunis didasarkan atas "sistem perintah", di mana segala sesuatunya serba dikomandoi. Harus diakui bahwa komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Begitu juga karena dalam sistem komunisme negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering juga, disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter" atau "sistem sosialis ekstrem", menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pads asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa partai komunis. Sampai disini kekuatan komunisme berada pada asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga yang dipercaya, namun disini justru letak pangkal paradoks ekonomi komunisme. Pada titik yang lain masyarakat komunis berubah menjadi ateis, sehingga hakekat makhluk hidup dimaknai kebebasan yang sebebasbebasnya untuk bekerja dan bekerja. Harus diakui bahwa pandangan sekulerisme ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang senantiasa menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akherat. Sebagai makhluk duniawi, Said Nursi mengajak generasi muda mengesakan Allah Swt. Namun sebaliknya pandangan sekuler Barat yang bercorak rasionalistikpositivistik indrawi menempatkan manusia hanya sebagai makhluk fisik-kimia yang tidak peduli nilai-nilai spiritual. Pandangan ini menyingkirkan Tuhan sebagai Pencipta. Seluruh proses alam dipandang “hanya kebetulan, tak ada campur tangan Tuhan”. Dalam bangunan filsafatnya, Decrates menekankan akal itu sebagai sumber

157 ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai tujuan akhir. Segala hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dipikirkan secara logika bukanlah ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman bahwa yang dijadikan landasan bagi dunia pendidikan modern adalah filsafat yang mengarahkan kepada pandangan materialisme. Kecenderungan ini menipakan akibat dari mengagungkan akal sebagai landasan berpikir. Dapatlah ditegaskan bahwa keempat aliran pemikiran filsafat dan landasan di atas yang berkembang menjadi pemikiran ekonomi ini berangkat dari kepentingan (internst) dan mengabaikan etika, itulah kuncinya. Baik sekulerisme, materialisme, komunisme maupun ateisme pada titik kebutuhan hakiki manusia sebenarnyalah dapat dikatakan "gagal" karena tidak mencapai tujuan hakiki perlunya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Kegagalan keempat aliran sebagai landasan pendidikan dan kehidupan tersebut terbukti dari manusia modem yang mengalami dilema hidup yang sangat memprihatinkan. Marxisme yang telah mencengkram Uni Sovyet kemudian hancur berantakan. Bukan hanya teori perjuangan kelasnya yang gagal, tetapi komunisme yang antiagama itu telah menyebabkan sebagian besar rakyatnya tidak bahagia. Sedangkan cita-cita dari pandangan hidup Said Nursi dalam konteks pendidikan akhlak adalah manusia ideal dalam sebagaimana Risale-i Nur adalah manusia yang dekat dengan Allah dan berperilaku seperti Nabi Muhammad. Tentu saja memiliki pandangan hidup yang jelas yakni mengesakan Allah, melalui asma' al-husna. Asma’ al-Husna yang terbuka di semesta alam ini adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. Kunci keluar dari dunia yang semakian materialistik ini adalah dengan cara iman dan mengamati asma Allah

158 yang terbentang di alam semesta ini, dan lebih khusus lagi menanamkan keimanan kepada hari akhir. Atau istilah yang sering digunakan Said Nursi adalah “Hizmetul iman wa al-Quran”, menurutnya sekarang ini adalah akhir zaman dan menyadarkan umat dari paham duniawi ke ukhrawi. Prinsip menguatkan keimanan diperlukan bagi generasi muda untuk melawan pandangan-pandangan hidup yang dapat merusak akidah generasi muda. Said Nursi meyakinkan generasi muda dengan mengatakan : "Zat yang menggenggam kendali semua unsur di alam ini pastilah juga memegang kendali semua unsurnya" (Said Nursi 2003a, hlm. 635). Generasi muda harus yakin bahwa kendali dalam kehidupan ini diciptakan Sang Pencipta yaitu Allah Swt dan sekaligus memegang secara penuh kendali kehidupan ini.

Relevansi dengan Tujuan Hidup Generasi Muda Salah satu ciri generasi muda adalah perubahan sikap serta sifat mengarah kedewasaan (Sudarsono 1993, hlm. 12-13). Generasi muda seperti ini mengalami perubahan dalam berusaha memahami kehidupan, terutama tujuan kehidupan. Jika dikaji dalam konteks kekinian, maka saat ini adalah masa di mana manusia telah memasuki era global atau milenium ketiga. Suatu zaman yang ditandai oleh era informasi yang merupakan revolusi teknologi yang menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Pengalaman sekarang menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya Barat ke dalam budaya Islam daripada sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan dominasi kultural yang tidak seimbang (Nata 2001, hlm.144-145) dan berdampak buruk bagi nilai-nilai moral dan etika yang

159 diajarkan dalam Islam. Generasi muda pun sudah ikut-ikutan mengadopsi pola kehidupan yang datang dari Barat tersebut. Kehadiran milenium ketiga yang ciri-cirinya disebutkan di atas, pada akhirnya akan menjadi tantangan yang serius bagi dunia pendidikan khusunya pendidikan akhlak. Tantangan tersebut antara lain, mampukah pendidikan akhlak menjadi pemeran utamanya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang hanya memenuhi aspek kognitif belaka, tetapi juga dalam aspek afektif yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan kedalam hati peserta didik yang pada akhirnya dalam aspek psikomotorik yang dapat diaktualisasikan kedalam bentuk amal-amal shalih dan akhlak yang mulia?. Mengapa tidak mungkin, Nabi Muhammad Saw dalam waktu hanya 23 tahun, atas pertolongan Allah telah dapat merubah seluruh tatanan kehidupan bangsa Arab Jahiliyah menjadi Bangsa yang beriman dan berakhlak mulia. Ternyata di tengah situasi sebagaimana di atas, prinsip pentingnya memahami hakekat hidup ini sangat berperan bagi generasi yang sedang menuju kedewasaan. Said Nursi mengarahkan tujuan seorang manusia itu kepada terciptanya manusia yang beriman dan memahami makna kehidupan yang seimbang. Seirama dengan itu tujuan yang mendasar dari pendidikan Islam mulai dari turunnya Islam itu sendiri hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman tetap tidak berubah, yakni untuk menjadikan manusia seorang yang berakhlak mulia. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda yang mafhumnya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menjadikan manusia berakhlak mulia" (HR. Al-Bazzaar). Pada saat ini bangsa kita telah mengalami kemerosotan dan kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Untuk meyelesaikan persoalan tersebut adalah upaya bagaimana untuk menanamkan keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. Upaya untuk

generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa generasi muda. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. (new experience). Berdasarkan pendapat ini secara agama orang yang sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindaknya berarti sudah balig. 32-33). 149-150). yaitu : adanya keinginan untuk mendapatkan perlindungan (security). Baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat generasi muda muslim diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah Swt. hlm. Menurut Thomas sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Ramayulis bahwa kebutuhan terhadap agama dimungkinkan karena adanya empat kebutuhan manusia. kebutuhan nilai spiritual juga meningkat. hlm. Relevansi dengan Ibadah Generasi Muda Menurut Halem Lubis. keinginan untuk mendapatkan tanggapan (respons) dan keinginan untuk dikenal (recognation). Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: . dkk.160 menanamkan hakikat keimanan dan memang teguh al-Qur'an serta memahami hakekat penciptaan manusia. keinginan untuk mendapatkan pengalam baru. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim di tengah-tengah menjalankan ibdah kepada Allah. Melalui pengalaman-pengalaman yang diterimanya dari lingkungan itu kemudian terbentuklah rasa keagamaan (Jalaluddin dan Ramanulis 1998..

kebutuhan. menyucikan diri. dan proses pemikiran (Robert 1972. baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat untuk mengabdi kepada Allah SWT. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia.161 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Senantiasa beriman kepada Allah. berpegang teguh pada al-Qur'an. Mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. Tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya. maupun masyarakat pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. hlm. Relevansi dengan Lingkungan Generasi Muda Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan. Thouless mengklasifikasikan faktor-faktor yang dapat membentuk sikap keagamaan menjadi empat faktor utama. Lebih jauh Robert H. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. berbagai pengalaman. Pada intinya ketujuh point di atas ingin menegaskan bahwa sejalan dengan prinsip keimanan. hlm. masyarakat. khususnya pendidikan. 43). Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. yaitu : pengaruh-pengaruh sosial. Pencapaian tingkat akhlak yang mulia merupakan tujuan pembentukan kepribadian muslim. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. keluarga. . Bertaqwa kepada-Nya. 187). Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah. memahami hakekat penciptaan manusia dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad Saw. Berdoa kepada Allah.

baik pengalaman yang berkaitan dengan tatanan alami atau moral maupun pengalaman batin emosional. Pertama. Faktor lingkungan ini mencakup tiga aspek penting yang tarot pula mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia. dan konflik moral. Akan tetapi seperti yang pernah disinggung bahwa pembentukan kepribadian jugs terkait dengan lingkungan pendidikan. aspek hubungan keluarga. 128). Pengalaman alami atau moral misalnya mengenai keindahan. Jika tidak maka tidak tedadl kesempumaan dalam diri seseorang. kondisi sedemikian ini akan tercipta situasi saling mencintai. Ekologi diartikan sebagai lingkungan yakni sebagai segala sesuatu yang ads di sekitar manusia. baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan diri sendiri (Ali Anwar dkk 2005. yang berarti tidak dapat dilakukan secara sendiri tetapi hares bersama atas dasar saling tolong menolong. baik binatang. Terkait dengan lingkungan Islam melarang tegas umat manusia melakukan kerusakan di bumf.162 Pengaruh sosial atau dapat disebut faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan di antaranya pendidikan dari orang tua. Setiap individu menempati posisi sebagai salah sate anggota dari seluruh anggota badan. dan kebaikan dari faktor alam. sekolah dan . dan tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu. tumbuh-tumbuhan maupun bends tak bemyawa. Karena itu. keselarasan. Faktor pengalaman merupakan suatu faktor yang diakui dapat membantu tumbuhnya sikap keagamaan. Lingkungan pendidikan Yang biasanya dikenal adalah lingkungan keluarga. Sementara pengalaman emosional berhubungan dengan pengalaman mistik emosional keagamaan atau faktor afektif. tradisi-tradisi sosial. Dimana setiap pribadi merasakan bahwa kesempurnaan diri akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. h1m.

aspek hubungan sosial. keturunan. Kalau lingkungan keluarga dibahas tentu perlu pertimbangan ciri khas yang berkaitan tentang lingkungan tersebut. artinya kondisi yang baik dapat didukung oleh pengambil kebijakan politik negara tersebut. ketiga aspek uraian di atas setidak dapat memberikan gambaran bahwa Said Nursi cenderung secara lebih khusus membicarakan lingkungan pendidikan di dershane. Salah satu tabiat manusia adalah memelihara diri sendiri. Ini pun dianggap sebagai peninggalan yang bersifat tradisional. keluarga yang beranggota sedikit dengan yang banyak dan sebagainya. aspek hubungan formal. Hubungan ini sebenarnya memiliki juga pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan akhlak. Keluarga orang kaya dengan orang miskin. kerabat. Said Nursi memang tidak secara khusus membicarakan ini. Artinya bahwa situasi lingkungan akan dapat tercipta bilamana situasi politik pemerintah mengizinkan. Kedua. tidak disebutkan tapi. Ungkungan masyarakat dikaji oleh Said . rekanan. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berbuat baik dari saudara atau anak. Kemudian lingkungan sekolah. Keluarga perdesaan dan perkotaan pun sudah berbeda dari cars dan pola kehidupannya.163 masyarakat. penjelasan mengenai hubungan pendidik dan peserta didik sebagai mana di atas setidaknya telah cukup membenkan gambaran untuk itu. Karena diakui atau tidak kondisi yang berada di masyarakat sangat dipengaruhi kebijakan politik pemerintah. tetangga dan teman. Ketiga. Manusia sebagai makhluk sosial bahwa manusia di alam ini memerlukan kondisi yang balk dari luar dirinya. Tetapi. namun pada prinsipnya aspek ini termasuk dalam prinsipnya dalam membina diri meneladani Nabi Muhammad.

mengemukakan bahwa : Tugas yang utama dan terutama yang terpikul atas pundak alim ulama’. dan menemukan indentifikasi dengan obyek-obyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. putra-putri. Said Nursi tidak membatasi tanggung jawab pendidikan akhlak hanya tanggung jawab orang tua dan guru.33 dan hlm. hlm. Secara umum dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan akhlak Said Nursi sangat luas. guru agama. dianggap sanggup berdiri sendiri. berkasih sayang antara satu dengan lainnya…(Zainuddin 2001. 54) . Bagi Said Nursi pemuda adalah sebagai penerus generasi di masa depan. dan pemimpin Islam adalah mendidik anak-anak. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. karena hidup bermasyarakat adalah tolong menolong. Kondisi lingkungan terdekat sampai kondisi lingkungan yang paling jauh di dalam strata sosial masyarakat yang menekankan prinsip ketelandanan. pemuda-pemuda. berlaku adil dalam segala hal. Relevansi dengan Situasi Kejiwaan Generasi Muda Menurut Kartini Kartono. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. berlaku jujur dan peramah.164 Nursi secara lugs karena proses politik dan lingkungan social semasa penuligan Risale-i Nur dan berbagai persidangan mendeskripsikan tersendiri dari situasi lingkungan masyarakat. orang-orang dan masyarakat umumnya supaya semuanya itu berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang halus.184). dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas hidupnya (Kartono 1990. Menurut pendapatnya Mahmud Yunus seperti yang dikutip Zainuddin dkk. hlm.

Menurut Sudarsono. agak lapar justru akan lebih baik. bukan untuk kenikmatan. Prinsip meneladani nabi Muhammada Saw juga bagian integral yang tidak dapat dipisah-pisah misalnya . takwa dan sadakah harus terbangun dalam jiwa anak muda. Ajaran Islam selalu membimbing dan mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia karena dengan itulah mereka akan hidup selamat di dunia dan di akhirat. para generasi muda diharapkan tidak sombong dan bermegah-megah terhadap kawankawannya dengan harus yang dimiliki orang tuanya. Untuk itu sifat ikhlas. Maka. Cara lain bagi generasi muda tidak membiasakan diri makan dan minum yang memabukkan. Demikian juga dalam hal cara berpakaian juga sangat penting diperhatikan. Kemudian. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. hlm. Suka berkata benar. dan hormat pada orang lain . terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. jujur. Karenanya. prinsip-prinsip pendidikan akhlak misalnya menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat bias merubah situasi kejiwaan yang tidak stabil dan emosional dalam menentukan jalan hidup dan mencapai cita-cita hidup.165 Kutipan menjelaskan bahwa tugas orang tua. Karena itu. Pembicaraan yang kotor supaya dihindarkan. melatih cara makan dan minum yang dapat menyehatkan tubuh. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. tetapi tidak terlalu kenyang dan juga tidak terlalu lapar. guru agama dan masyarakat dan pendidik lainnya adalah sangat berat karena ditangan merekalah akhlak anak akan dibentuk. melalui pembinaan yang mengetahui tingkat kejiwaan bagi generasi muda perlu dilakukan. generasi muda harus aktif di dalam pembentukan akhlaknya. 15).

suka berkata benar. misalnya marah.166 juga ditekankan. tahap perkembangan sosial. Diharapkan seorang pemuda dapat menjadi orang yang suci. Gerak tubuh seperti berjalan. Dalam tahap perkembangan pribadiannya ini generasi muda tergantung dengan situasi sosialnya. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super. Sehingga. tidak hanya suci menjelang ajal. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul . Perasaan sosial. takut mati dan kesedihan. Masa muda merupakan masa kematangan seksual. Paham keagamaan generasi muda akan ditandai oleh adanya pertimbangan sosial. Pertama. etis dan estesis mendorong generasi muda untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. berkendaraan. dan lainnya perlu diperhatikan. ketika pada masanya para generasi muda itu sudah benar-benar siap dalam menghadapai kehidupan yang luas ini. Said Nursi memberikan perhatian utama kepada situasi kejiwaan generasi muda dengan nilai-nilai akidah dan iman bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sejak dini ketangguhan mereka untuk memperlemah sumber penyakit jiwa. Hal ini merujuk dari berbagai perasaan telah berkembang pada masa muda. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat kearah hidup yang religius pula. Sebaliknya bagi muda yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual. walau pada masa muda. Relevansi dengan Tahapan Perkembangan Kepribadian Generasi Muda Dalam tahapan ini generasi muda dirumuskan dalam 2 (dua) tahapan yaitu tahap perkembangan dan tahap pembentukan. muda lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual negatif.

76).8 %(Jalaluddin 2002. perkembangan moral para generasi muda bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Submissive. hlm. kesejahteraan. 75). Hasil penyelidikan Ernest Harms terhadap 1789 generasi muda Amerika antara usia 18 – 29 tahun menunjukkan bahwa 70 % pemikiran generasi muda ditujukan bagi kepentingan: keuangan. merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama. kehormatan diri dan masalah kesenangan pribadi lainnya. Generasi muda sangat bingung menentukan pilihan itu. tindakan dan perilaku. masalah sosial 5. Kedua. kebahagiaan. tahap perkembangan moral. Tipe moral yang juga terlihat pada para generasi muda juga mencakupi : self-directive. dan Deviant.167 konflik antara pertimbangan moral dan material. Unadjusted. maka dalam perkembangan sosial generasi mudah untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan berprinsip menguatkan iman serta meyakini diri akan hari kiamat yang diaplikasikan lewat sikap. Sedangkan masalah akhirat dan keagamaan hanya sekitar 3. . mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik. maka para generasi muda lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. hlm. Adaptive. perkembangan jiwa dalam konteks sosial tidak berpandangan materialis dan asosial tapi justru mendapat dorongan yang mulia untuk mengembangkan jiwa-jiwa sosial dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang. menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat (Jalaluddin 2002. Berdasarkan pertimbangan di atas. belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral. taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi.6 %. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi. Sehingga.

Bahkan lebih aneh lagi.168 Dalam tahapan-tahapan perkembangan diri manusia. tetapi justeru berasal dari teman-temannya yang rusak akhlaknya. Maka perlu mencari cara-cara yang lebih tepat digunakan untuk mendidika anak tersebut. generasi muda sudah memiliki kamatangan seksual yang bisa saja disalahgunakan bila pendidik kurang teliti mengawasinya. Karena itu. kegagalan penanaman rasa keagamaan akan membuat kelabilan jiwa dan menumbuhkan sikap yang anti agama. karena sifat keterbukaannya kepada temannya lebih banyak daripada kepada pendidiknya. Dan perlu diketahui pada masa ini. Dalam rentang usia ini keingintahuan anak terhadap agama sangat tinggi. dan bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya. tetapi ia harus tanggap dan teliti terhadap pergaulan anak didiknya ketika bermain dengan temannya di luar jam pelajaran. teman-temannya. maka dikhawatirkan pengalaman yang pernah dialaminya bukan bersumber dari sekolahnya. kebiasaannya berpikir berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Masa yang rentan dan pertumbuhan yang kuat dalam hal ini hingga mencapai umur 12 tahun (masa anak-anak). pendidiklah yang lebih dahulu mengatasinya. munculnya rasa keagamaan dimulai dari sejak lahir. pengawasan pendidikannya tidak hanya sebatas ketika anak berada di sekitarnya. Pada masa generasi muda berkisar antara umu 13-18 tahun. Sebaliknya. . Padahal kalau ia mendapatkan kesulitan. antara lain: a) Harus mendidiknya agar selalu tekun menjalankan perintah agama b) Menanamkan kebiasaan yang selalu ingin berbuat baik kepada orang tua. Penanaman pengetahuan dan pemahaman tentang agama pada masa ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan rasa keagamaannya pada jiwa manusia. Karena anak tersebut punya cenderungan ingin bebas dari pengawasan pendidiknya. bukan orang lain. Pertanyaan tentang Tuhan dan hal-hal yang ghaib sangat menarik bagi si anak. guru.

dimaksudkan adalah umur 19 tahun ke atas. antara lain: a) Pendidik harus memberi keterangan kepadanya tentang tujuan akhlak baik dan kemudhoratan akhlak buruk b) Harus selalu mengontrol segala tingkah lakunya dan menasehatinya bila ternyata ia melakukan penyelewengan agama atau norma-norma sosial. Sebenarnya mendidik akhlak anak yang sudah dewasa. bentuk wajah. hlm. Berarti pada masa ini. . Adapun yang diwariskan orang tua kepada anak berbentuk sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu pada bentuk fisik.169 c) Selalu mengawasi pergaulan dengan anak yang buruk akhlaknya. dan faktor lingkungan (Zakiah 1996. faktor hereditas yang berkaitan erat dengan kedua orang tua (ibu-bapak). Keemua diterima anak dari sel benih kedua orang tuanya. Cara-cara yang harus dilakukan dalam pendidikan akhlak anak tersebut. e) Selalu menjaganya agar tidak membaca buku-buku porno dan film-film cabul. gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh dan juga sebagian kecil sifat emosi. kemudian ia menemukan arti dan nilai-nilai tertentu yang bermanfaat terhadap pembentukan sikap dan perilaku yang baik baginya. Masa dewasa. tidak sulit asalkan jiwanya sudah terisi nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan. Perkembangan sikap keagamaan pada manusia dipengaruhi tiga faktor utama. Hanya yang sulit jika ia tidak pernah tersentuh oleh akhlak sejak ia masih kecil sampai terjerumus ke dalam lembah kerusakan moral. faktor pembawaan. 64). 35-37) Pertama. hlm. Karena sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada anak dikatakan keturunan jika hal tersebut diwariskan atau diterima dengan sel benih dari generasi lain (Purwanto. dimana ia sudah memasuki jenjang pendidikan tinggi. dan mengarahkannya agar bergaul dengan anak yang baik d) Selalu menasehati bila ia hendak keluar rumah dan mengingatkannya agar selalu berhatihati ketika ia berbuat dan bergaul dengan teman-temannya. yaitu faktor hereditas. 1997. anak sudah dapat menghayati pengalaman-pengalaman hidup yang pernah dialaminya sejak kecil hingga dewasa. c) Pendidik harus mendesak untuk menerapkan pendidikan akhlak (etika) yang pernah di dapatkannya di sekolah maupun di tempat lain.

92). hlm. hlm. Al-Qur’an tidak memisahkan unsur jasmani dan rohani. Ketiga. Kedua memahami nilai-nilai masyarakat sekitar. disertai sentuhan-sentuhan kepada kalbu. karena daya ini dapat lahir dari penyajian materi secara rasional serta rangsangan pertanyaan melalui diskusi. pertama peserta didik harus dihadapi secara totalitas unsur-unsurnya. Kualitas kreativitas seseorang dalam masyarakat tidak saja tergantung pada hasil pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga oleh nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakatnya (peradaban. berbicara. seringkali ditemukan uraian-uraian yang disajikan dengan argumentasi logis. Diharapkan dengan melaksanakan prinsip atau konsep ini.115). tetapi pembinaan jiwa dan pembinaan akal sekaligus tanpa mengabaikan unsur jasmaninya. Karena itu. 2002. Jika nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan sumber daya manusia. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa bagi pendidikan Islam prinsip utama dalam pengembangan sumber daya manusia. kemampuan berjalan. maka kualitasnya akan sangat baik demikian juga sebaliknya (Rohmalina. Potensi-potensi di atas merupakan pembawaan bagi setiap anak yang dilahirkan. Potensi tersebut misalnya.170 Selanjutnya faktor pembawaan adalah seluruh potensi yang terdapat pada individu dan pada masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (Mudjakir dan Sutrisno 1997. dan lain-lain yang nanti potensi ini memang benar-benar terbukti meskipun tetap tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. Hasan Langgulung red). Dengan demikian peningkatan sumber daya manusia berarti peningkatan pendidikan dan pengetahuan. tahap pembentukan kepribadian muslim. bukan hanya kesucian jiwa yang diperoleh tetapi juga pengetahuan yang merangsang daya cipta. dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di .

c. mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. Menanamkan dasardasar nilai tersebut dimulai sejak. Perubahan sikap. Semuanya berjalan dalam proses yang panjang dan berkesimanbungan. masyarakat. baik sebagai individu maupun sebagai ummah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. Berdoa kepada Allah. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: a) Senantiasa beriman kepada Allah b) Bertaqwa kepada-Nya a. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. membiasakan untuk menghargai peraturan-peraturan dalam rumah tangga. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya b. tentunya tidak terjadi secara spontan. membiasakan untuk memenuhi dan kewajiban antara sesama kerabat (Rohmalina. memelihara anak dengan kasih saying. memberi tuntunan akhlak kepada keluarga. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya. 2002. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah. sehingga ketika dewasa anak menjadi terbiasa. Cerminan dari ciri-ciri kepribadian muslim seperti yang dikemukankan tersebut. Pembentukan kepribadian pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman. keluarga. mupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. pada garis besarnya merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam komponen pembentukan akhlak .171 lingkungan rumah tangga. Baik sebagai individu maupun sebagi ummah.115) Jadi yang harus ditanamkan di dalam lingkungan keluarga selaku unsur terkecil dari masyarakat adalah dasar-dasar aqidah yang benar dan akhlak mulia. hlm. menyucikan diri.

hlm. Bersyukur hanya kepada Allah Swt 5. Ikhlas menerima keputusan Allah Swt 6. Mohon pertolongan kepada Allah Swt 11. maupun denga makhluk Tuhan (hablimminal `alam). Dalam Islam juga mengajarkan faktor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian muslim. memuat pengertian mampu menjalani hubungan yang baik antara hamba dengan Allah (hablumminallah). Berserah diri kepada ketentuan Allah Swt 4. secara garis besarnya meliputi sikap yang baik seperti: Menghormati dan menghargai perasaan kemanusiaan. Berakhlak mulia. Takut kehilangan rasa patuh kepada Allah Swt 8.172 yang mulia dari sumber ajaran al-Quran. dan menghargai status manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia (Jalaluddin dan Usman 1996. 82). Saling menghargai. Cinta dan penuh harap kepada Allah Swt (Jalaluddin dan Usman 1996. hlm. dan hubungan baik antara sesama manusia (hablumminannas). Memenuhi janji dan pandai berterima kasih. Hubungan baik inilah merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian muslim secara individu. Begitu juga akhlak terhadap lingkungan sekitar kita (alam). Jadi pada dasarnya pembentukan kepribadian muslim merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah Swt 3. hlm. Selanjutnya Jalaluddin dan Usman Said. Sikap tersebut meliputi: (1) Memperlakukan binatang dengan baik dan (2) Menjaga dan memelihara kelestarian alam (Jalaluddin dan Usman 1996. 61-61). Penuh harap kepada Allah Swt 7. Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menunjukkan sikap yang serasi terhadap lingkungan sekitar. Untuk . menambahkan bahwa akhlak kepada sesama manusia. Menurut Jalaluddin dan Usman Said bahwa akhlak terhadap Allah meliputi: 1. Takut akan siksa Allah Swt 9.84-85). Mengabdi kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya 2. Takut akan kehilangan rahmat Allah Swt 10.

173 itu setiap muslim dianjurkan untuk belajar seumur hidup. Bab 5 PENUTUP Kesimpulan Dari rangkaian diskusi dan beberapa uraian di atas. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh. Dalam konteks pendidikan akhlak Said Nursi adalah salah satu tokoh dalam bidang akhlak yang konsisten terhadap pembinaan generasi muda. Risale-i Nur telah memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. sejak lahir hingga akhir hayat. . menyeluruh. takwa dan sedekah. terarah. Pendidikan di keluarga dan masyarakat yang mendorong Said Nursi untuk aktif mendidik masyarakat dan menyebarkan dakwah Islam. sebagai suatu rangkaian upaya menuntut ilmu dan nilai-nilai keislaman. Media yang digunakan adalah Risale-i Nur yang merupakan karya monumental Said Nursi. dan berimbang. sejak dari buayan hingga ke liang lahat. Pembentukan kepribadian melalui pendidikan tanpa henti (long life education). Dan senantiasa menjalankan sunah Nabi Muhammad dalam rangka membentuk kepribadian muslim yang diharapkan. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dengan mudah diidentifikasi prinsip yang ada yakni ikhlas.

takwa dan sedekah. alam semesta dan Allah melahirkan prinsip-prinsip dalam pendidikan menguatkan akhlak menurut pandangan teguh Said Nursi yaitu keimanan. Untuk mencapai manusia seperti Nabi yang seimbang atau harmonis Said Nursi dengan interpretasi terhadap manusia. pentingnya meyakini hari kiamat. Tugas pokok dari pendidikan akhlak adalah memperkokoh prinsip-prinsip yang dimiliki oleh manusia untuk mencapai tingkatan manusia seperti Nabi yang harmonis dan seimbang secara positif yang melahirkan sikap hidup mulia dengan akhlak karimah. Prinsip menguatkan iman sangat relevansi bagi sikap akidah generasi muda. Pendidikan akhlak Said Nursi didasari atas pemahamannya terhadap al-Qur’an dan ilham dari Allah Swt. 3. meneladani nabi Muhammad Saw. Akidah generasi muda cenderung tidak . dan menanamkan ikhlas. berpegang pada al-Qur'an. 4. Hal yang paling prinsip dalam memperkuat pemahamannya adalah interpretasinya tentang manusia. alam semesta dan Allah. Iman yang dimaksud adalah iman yang tercukup dalam rukun iman. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat.174 2. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. pentingnya memahami asma' al-Husna. pentingnya memahami alam semesta. Said Nursi meyakini bahwa iman pokok dalam menjalani kehidupan. Dasar keimanan adalah kalimat kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah.

sehigga melahirkan pandangan sekulerisme. dengan ketakwaan . 7. memahami asma' al-husnah. suatu tujuan hidup terombangambing tidak jelas arahnya. materialisme. Untuk itu. Prinsip-prinsip ini sangat menopong terbentuknya manusia yang bertujuan hidup yang jelas. terkait dengan generasi muda cenderung senang pada gagasan-gagasan segar yang memainkan akal. Prinsip meneladani Nabi Muhammad dan menanamkan ikhlas. mengetahui tanda-tanda hari kiamat dan meyakini hari kiamat. 6. Said Nursi meyakinkan generasi muda agar sepegang teguh pada al-Qur'an dan memahami hakekat penciptaan manusia sebagai pedoman sekaligus pandangan hidup. takwa dan sedekah sangat relevan dengan ibadah generasi muda. memahami penciptaan manusia. berpegang teguh pada al-Qur'an. 5.175 didasari keyakinan yang kokoh. karena itu Said Nursi menekankan agar menguatkan iman. Said Nursi menekankan ikhlas karena keikhlasan akan membimbing manusia menjadi suci dan mulia. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an dan prinsip memahami hakekat penciptaan manusia. mencapai tujuan hidup Said Nursi agar generasi muda berprinsip menguatkan iman. Mengenai tujuan hidup generasi muda pada masa mudah cenderung hedonis dan duniawi. memahami alam semesta. Padangan berdasarkan akal inilah yang lebih diminati. komunisme dan ateisme yang merusak pemikiran generasi muda.

Dalam konteks situasi kejiwaan generasi muda diharapkan selalu mampu melakukan perubahan jiwa dengan prinsip keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat dengan keyakinan dan pengamalan hidup yang mendalam. pentingnya memahami alam semesta. pentingnya memahami asma' al-Husna. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. 8.176 menjadi manusia yang berakal dan tenang. dan menanamkan ikhlas. Said Nursi sangat yakin melalui tahapan pembentukan akhlak yang akrab dengan lingkungan. Generasi muda harus senantiasa meneladani dan menanamkan nilai-nilai ikhlas. Selanjutnya dapat ditegaskan disini bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi sangat bermanfaat sekali bagi generasi muda yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Nabi Muhamamd Saw. memahami hakekat penciptaan manusia. 9. 10. Saran-saran . Dalam tahapan perkembangan dan lingkungan yang di dalamnya terdapat generasi muda. maka kehidupan generasi muda akan menjadi lebih baik lagi. teguh pada al-Qur'an. pentingnya meyakini hari kiamat. sedangkan dengan sedekah menjadi manusia yang dermawan dan berjiwa sosial. maka generasi muda berprinsip menguatkan keimanan. takwa dan sedekah. takwa dan sedekah secara integratif. baik secara teoritis berdasarkan alQur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. meneladani nabi Muhammad Saw.

salah satunya yakni meneliti aspek-aspek ulama besar Turki ini. perguruan pendidikan mengadakan dan di kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kaum akademisi sudah tentu menjadi sebuah khazanah keislaman yang perlu direspons secara positif melalui kegiatan-kegiatan ilmiah. Karenanya. mencerdaskan dan menambah wawasan masyarakat.177 Perlu diketahui bahwa sekarang di Indonesia nama Bediuzzaman Said Nursi sudah mulai populer menyemarakkan sederetan tokoh pemikir Islam kontemporer lainnya. lainnya agar ilmiah serta dapat di di kampus. lembaga. Melihat kajian-kajian Risale-i Nur selama ini berkutat seputar penguatan akidah (bukan fiqh dan khilafiyah). Kedua. Untuk itu. tinggi. Islam informal memperoleh pemahaman utuh dari Risale-i Nur tersebut melalui kajian-kajian rutin. maka perbaikan cara mensosialisasikannya sangat relevan. penyajian bahasa dalam Risale-i Nur yang banyak mengandung analogi yang kadangkala sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat awam. yaitu ringkasan-ringkasan tematik (bentuk tulisan) dalam bahasa yang lugas dan singkat serta suguhan contoh yang rill sesuai dengan kodisi masyarakat dan metode diskusi (seperti pola dershane). ada beberapa hal dari hasil penelitian ini yang patut untuk dijadikan saransaran sebagai berikut : Pertama. namun hendaknya menyentuh kebutuhan masyarakat kelas bawah seperti di desa-desa . berikut pula karya tafsir Risale-i Nur.bukan hanya kelas menengah ke atas saja (melalui kajian-kajian atau majelis ta'lim). perlu disederhanakan melalui dua cara. .

Pendidikan akhlak yang berfungsi untuk memperkokoh daya- daya positif yang natural di dalam diri manusia mengharuskan ada sistem pendidikan akhlak yang didasarkan pada perkembangan jiwa manusia secara integral. kesimpulan di atas membawa beberapa implikasi ke luar dari pokok pembahasan penelitian. Dari pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi di atas penulis menemukan beberapa implikasi positif dan implikasi negatif terutama untuk menjawab relevensi dengan kebutuhan bagi generasi muda. Dari aspek pendidikan akhlak Said Nursi menginginkan realisasi prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara unversal dalam diri manusia. Implikasi Penelitian Pada taraf yang lebih operasional.178 Ketiga. Semua ini bertujuan berangkat dari pemahaman pandangan dasar hidupnya tentang ketuhanan dengan mengokohkan akidah dan menggairahkan ibadah. Ternyata usaha mentransformasikan nilai-nilai dan membina kepribadian umat Islam ditinjau dari sudut pendidikan . 4. 1. Secara implisit diketemukan semangat penanaman prinsip-prinsip pendidikan akhlak yang berkiblat kepada satu arah yakni Risale-i Nur dan al-Qur'an. sehingga terwujud suatu kondisi di mana tradisi "pengajaran" dan "pendidikan" yang integral bisa diterapkan secara nyata. 2. 3. mengembangkan pola pendidikan dershane bagi peserta didik dan masyarakat umum secara terpadu.

5. Secara rasional mempelajari Risale-i Nur juga berarti mempersiapkan generasi muda untuk menangkal dalil-dalil yang bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu. Namun dalam hal modernisasi menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi hanyalah sebatas penjelasan-penjelasan dan argumentatif. namun tiada tawaran secara kongkrit dan solusi yang jelas dan tepat dalam menghadapi dan menangkal tantangan peradaban Barat yang menurut beliau sudah sesat karena menuruti hanya hawa nafsu belaka dan menurut beliau peradaban Islam yang ditegakkan atas ajaran al-Qur'an dan al-Hadits lebih baik dari peradaban Barat. disini kita dapat melihat kekurangan dari metode pengajaran Said Nursi yang mana tidak adanya adanya kejelasan dari disiplin ilmu yang diajarkan sesuai dengan disiplin keilmuwan yang secara khusus diajarkan tersendiri dan tidak tersusunnya materi pelajaran yang diajarkan kepada siswanya. namun memerlukan tindak lanjut atau kontribusi dari berbagai kalangan. . khususnya para pencinta ilmu. Dalam proses pengajaran Said Nursi dengan menggunakan metode dershane atau semacam ataupun halaqah dengan yang mempelajari ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu berkaitan dengan pengetahuan umum.179 walaupun relatif sukses. karya yang Said Nursi wariskan ini hendaknya dikembangkan dalam bentuk riset lanjutan dengan membahas tema-tema lain yang banyak dikandung dalam Risale-i Nur. 6.

pendidik untuk dapat menguasai materi belaka. namun disini terjadi suatu ketidakjelasan arah pendidikan yang ditawarkan oleh Sadi Nursi siswanya akan diarahkan kemana ?. seperti ilmu pengetahuan umum. Disamping itu. tetapi memiliki kemampuan "meneladankan" nilai-nilai positif kepada peserta didik. Rekomendasi Beberapa implikasi sebagaimana di atas mengisyaratkan adanya upaya upaya penelitian lebih lanjut. guru. Kemudian. namun tidak melupakan modernisasi walaupun itu hanya sebatas pengetahuan yang tidak mendalam. guru atau pendidik memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan yang benar dan dengan jalan yang benar pula. dapat dikatakan bahwa implikasi dari prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tidak hanya memberikan kemungkinan kepada para ilmuwan. Dalam proses pembelajaran aspek yang dikedepankan adalah bagaimana audiensnya dapat lebih menambah wawasan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam dan menambah ketaatan beragama dengan tidak mengabaikan disiplin ilmu lain. baik ilmuwan. Adapun berdasarkan persoalan akhlak yang penulis .180 7. Sehubungan dengan implikasi di atas. proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Said Nursi kalau kita cermati lebih mengutamakan untuk perbaikan diri dan hubungannya dengan iman dan kesalehan diri.

7. Konsep pendidikan dershane Said Nursi dalam meningkatkan akhlak. Konsep metafisika Said Nursi sebagai landasan mencapai tujuan hakiki dan proses pendidikan dan kehidupan. Dasar-dasar epistemologi penerapan akhlak menurut Said Nursi. ruh dan emosi menuju akhlak mulia dalam pandangan Said Nursi. 4. REFERENSI . Kriteria murid yang ideal dalam pandangan Said Nursi. 11. Peranan para orang tua.181 kemukakan. masalah-masalah secara spesifik yang selanjutnya perlu kiranya untuk dikaji lebih lanjut antara lain : 1. 5. Analisis politik kebijakan pendidikan pemerintah Turki terhadap gagasan Risale-i Nur dalam upaya pembentukan masyarakat madani. dan masyarakat dalam interaksi paedagogis Said Nursi dalam proses pembentukan akhlak mulia 6. 10. Etika belajar-mengajar dalam proses pendidikan Islam dalam pandangan Said Nursi. murid. 8. Prinsip-prinsip filosofis dalam pendidikan Islam dan Akhlak dalam kandungan Risale-i Nur . 9. 3. Strategi pengembangan jiwa. Rancangan kurikulum pendidikan Islam dalam proposal Medreset at-Zehra. Guru yang profesional dalam pandangan Said Nursi. 2.

Pengatar Etika Islam. Ibn (Ed) 1398 H. Muhsin 1999. Tahzib al-Akhlak wa Thahhir al-Araq. Yogyakarta. Said al-Nursi Raj 'al al-qadr fi hayat ummah. ________1995. Said Nursi al qadr . Sozler Publication. Sharikat al-Nast li alTiba’ah. Islam dan Filsafat Sains (diterjemahkan oleh Saiful Muzani. Ibrahim M (Ed) 2003. Abu Hamid 2003.Istanbul Turki. Bulan Bintang. Solo. Islam at the Crossroads On the Life and Thought of Bediuzzaman Said Nursi. Dar Maktabat al-Hayat. Jakarta. dalam Third International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi 24-28 th September 1995.fi hayat ummah. Al-Balali. Mizan. Al-hamid. “Bediuzzaman Said Nursi : The Kalam Scholar of the Modem Age”. Jakarta. Ibn Miskawaih (Penulis). USA A]-Attas. Ali. Al-Syaibany. Risminawati 1990. . Beirut. Penerjemah : Atik Fikri Ilyas. Sintesis Kreatif (Pembahanian Kurikulum Pendidikan Islam Ismail Raji' al Faruqi). RajaGrafindo Persada. Sundari. Omar Mohammad Al-Thourny 1979. Pengenalan Sejaruh AI-Our’an. Istanbul Turki. Jakarta. Istanbul. Aly. Syed Muhammad Naquib 1995. Islamika. Yogyakarta. Global Pustaka. Sunny Press. Tahfut al-Falasifah (diterjemahkan oleh Ahmad Maimun). Siti Taurat. Urkhan Muhammad 1995. Sharikat al-Nast li al Tiba’ah. Abdul Hamid 2003. Ramadhani. Falsafah Pendidikan Islam. Gema Insani.182 Abdurrahmansyah 2002. Turki. Madrasah Pendidikan Jiwa. Abu-Rabi. Al-Khathib. Al-Ghazali. Bandung. Al-Brayary 1988.

___________. Bakhtiar. Jakarta. Daud. Bumi Aksara. Filsafah dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Jakarta. Azra. Jakarta. Jakarta. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Bahan Sosialisasi). Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Aziz. Qisthi Press. Nuansa. Arifin. Ramadhani. Wan Mohd Wan 1999. Bandung. Metodologi Pengqjaran Agama Islam. Jakarta. Al Ikhlas. Solo. Amin. Ilmu Pendidikan Islam. Daradjat. Laleh 2001. 1lmu Pendidikan Islam. Keajaiban Penciptaan Makhluk Sebuah Telaah Ibnul Qayyim. Ilmu Mantiq. Logos. Bandung. Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner). Penerbit Bumi Aksara. Azyumardi 2000. Muhammad bin Abdul 2001. ________. 2000. Bumi Aksara. Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru).183 Aly. Hery Noer 1999. 1996. Bumi Aksara. Balitbang Depdiknas 2003. Bumi Aksara. Zakiah 1992. Bahreisj. Hussein 1980. Naquib Al-Atlas. . Jakarta. Al Khudhairi. Muzayin 1991. Jakarta. Depdiknas. Jakarta. Ilmu Pendidikan Islam. Sabar (diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman). Khalil Ibn Ibrahim 2005. Amir. Mizan. ________1996. Surabaya. Jakarta. Jakarta. Logos Wacana I1mu. Perjalanan Menuju Tuhan dari Maqam-maqam Hingga Karya Besar Dania Sufi. Dja’far 1980.

Hadi. Balai Pustaka. Istanbul. Sains Menurut Al-Quran (diterjemahkan oleh Agus Efendi). Mizan. MQS Press. kgilimade Bednizz-aman Alfodeli. Mahdi 2001. Ghulsyani. Gulen. Abdullah 2000. dkk. Jakarta Fromm. Mushraf Asyarifah. Ali 2000. The Risale-i Nur In The Context of. Jakarta. M. Djajadisastra. Yogyakarta. RajaGrafindo Persada. Gozutok. Hitty. Rineka Cipta. Yeni Asya Yayinlari. Jakarta. New Haven. Sozler Publication. Islam Setelah Komunis (diterjemahkan oleh Ibnu . Evy Saifullah (Ed). P. 1986. Bandung. Syalful Bahri dan Zain. Madinah Al Munawwarah. Jakarta. Hasan. Tertulis. Raja Grafindo Persada. Proyek Pusat Pengembangan Penataran Guru Djamarah. Educational Principles and Methods (The Paper Presented in The Fifth International Symposium On Badiuzzatnan SaidNursi). Ertugrul. Philip K. Studi Islam: Al-Qur’an dan As-Sunnah. Anwar 1992. Physco-analysis and Religion. Stategi Belajar Mengajar. Hardono 1994. Fethullah 2002. 1974. History of the Arabs. London. The Macmillan Press. Aswan 1996. Istanbul. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. M. Halit 1994. Jusuf. Jakarta. Kamus Besar Bahasa Indonesi. Yale University Press. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Erich 1995. Kanisius. AI-Quran dan Tejemahnya.184 Departemen Agama RI dan Mesir 1997. Jundi. Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Sakir 2002. Bandung. Gymnasitiar. Ma’rifatullah (Ilmu Mengenal Allah).

Yogyakarta. Eugene A. Globalization Ethics and Islam (The Case od Bediuzzaman Said Nursi). 2002. Jakarta. ________. Murodi dkk. Bumi Aksara. Bairut. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 Century). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta. Ibn 1398. Langgulung. Al-Mawardi Prima. Albany. Amin Muhammad 2003. Zaman Keemasan Islam (Para Imuwan Muslim Pengaruhnya terhadap Dunia Barat). Sejarah Kebudayaan Islam. Solo. Karakteristik. Mastuhu 1999. 1989. (diterjemahkan oleh Su’du Su’ud. Ramadhani. Pustaka Al-Husna. Yogyakarta. Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam). M. Semarang Muchtar. Religion and Social Change in Modern Turkey : The Case of Bedfuzzanian Said Nursi. Jakarta. Fuad (Ed) 1996. Hasan 1992. Yogyakarta. Ian dan Ibrahim Ozdemir 2005. Gema Insam Press. Asas-Asas Pendidikan Islam. Solo. Jakarta. Ahmad D 1976. Membangun Paradigma Psikologi Islami . Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Kartasura. Anwar Jundi. Myers. Mardin. dan Implementasi. Logos Wacana Ilmu. 2003. Hasan Tamirn (Ed). Ashgate Publishing Company. MSI UII dan Safiria Press. Krisis dalam Pendidikan Islam. Aflatun dkk. USA. Margono 1997. Miskawaih. Wawasan Al-Quran tentang Keseimbangan dan Pelestarian Alam) dalam Islam Humanis. Maududi. . E. CV Toha Putra.185 Muhammad dan Fakhruddin Nursyam). Mulyasa. Serif. ”Pendidikan Islam dalam Masyarakat Demokrasi”. 1989. Burlington USA. 2001. Abu A’la. Jamaludin. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep. Nashori. Maarif. Fajar Pustaka Baru. Jakarta. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat." Nomor 1 volume III. Juni 2003. Tuwah dkk (Ed). Menembus Cakrawala Islam. Moyo Segoro Agung. Ahmad Syafi’i 2000. Marimba. Markban. Jakarta. Rineka Cipta. 1995. Jakarta. Jakarta. _________2003. Huru-hara Akhir Zaman : Penjelasan Terakhir Untuk Umat Islam (diterjemahkan oleh Abu Adam Aqwam). SIPRESS. Tahzib al-Akhlaq. Metodologi Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosda Karya.

S. Sozler Nesriyat A. Shiqak al-Islam. ________ 1999b. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). S. _________2002. Kuala Terengganu. Logos Wacana Ilmu. 1990. ________ 1983. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan.vu dalam Islam. ________ 2000b. Pembahasan 'Ana' (Aku) dan Zarah. Matsnawi al-Arabi an-Nuriy. Bulan Bintang. Universitas Indonesia Press. Nata. Bediuzzaman Said. Bina Aksara. Jakarta. Sozler Nesriyat A. Abuddin 1997. Jakarta. Sozler Nesriyat A. and All Things) (diterjemahkan oleh Sukran Vahide).S. Istanbul. Turki. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. Harun. (diterjemahkan oleh Anwar Fakhri Omar.S. Sozler Nesriyat A. Istanbul. 1998. Akal dan Wah. S 1983. Bediuzzaman Said Nursi (Tarihce-i Hayat). . Istanbul. Sozler Nesriyat A. The Letters 1928-1932 (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Yayinevi. Percetakan Yavasan Islam Trengganu Sdn Bhd. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Malaysia ________ 1999d. Matba’at Suzlar. Ciputat. Istanbul. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Istanbul. Filsalat Pendidikan Islam I.S. Isyarat al-Ijaz. Jakarta. ________ 2000a. Jakarta. Istanbul. ________ 2001. Jakarta. Nursi. Sirah Zatiyyah (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). ________ 1999a. Universitas Indonesia Press. Jakarta. The Words (On The Nature and Purpose of Man Life. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. ________ 1999c. Raja Grafindo Persada. _________ 1999c.186 Nasution. Nasution. Istanbul.

Istanbul. Thirty-Three Windows. Sozler Nesriyat A. PrenadaMedia. Istanbul. Istanbul. 2003d. Sozler Nesriyat A.S. Risalah An-Nur : Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menikmati Takdir Langit : Lama'ar). Epitomes Of Light). ________ 2002a.S. Prenada Media. Alegori Kebenaran Ilahi. ________ 2000g.187 __________2000c. Murai Kencana. __________2000d. The Shore Hl ordv. Sozler Nesriyat A. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). _____________. Istanbul. Jakarta. Istanbul. Sozler Publication. ___________ . Sozler Nesriyat A. Istanbul. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menjawab yang Tak Terjawab. 2003c. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Sinar yang Mengungkap Sang Cahaya. The Rays Collection. Risalah An-Nur. Jakarta _______________. Menjelaskan yang Tak Terjelaskan. Jakarta. Risalah An-Nur. Sugeng Sugeng . ________ 2000f. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Persoalan Tauhid dan Tasbih (diterjemahkan oleh Maheram binti Ahmad). ________ 2002b. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Murai Kencana. (diterjemahkan oleh Hariyanto). Making Known The Creator. Man and Universe.S. _________ 2003a. Sozler Nesriyat A. _________ 2003b. Murai Kencana. The Flashes Collection. Jakarta. Sozler Publication. Bediuzzaman Said Nursi. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). 2000e.S. 2003d. Istanbul. Jakarta. Dimensi Abadi kehidupan (diterjemahkan oleh Hariyanto). Penerjemah : Sukran Vahide.S.

Rahman. 2003i. 1978. Islam dan Modernitas: Tentang Trancfbrmasi Intelektual. Islam. Jakarta. 2003e Dari Balik Lembaran Suci (diterjemahkan oleh Hariyanto). Ramadhan. Rahman. Murai Kencana. Ihsan Kasim 2003. Prenada Media. Al-Ahad Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Iman Kunci Kesempurnaan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Bandung. 2003j. Prenada Media. Jakarta. 2003g. Ibadah. Mengokohkan Akidah Menggairahkan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). 2004b. Prenada Media. Bandung. Wahyu Press. (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Ottal. Prenada Media. Robbani Press. Penerbit Suny Press. New Jersey. Episode Metafisis Kehidupan Rasulullah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). from the Wisdom of the Qura'an in Said Nursi Work's dalam buku Islam at the Crossroad on the Life and thought of Bediuzzaman Said Nursi (Ibrahim Abu Rabi’. Taha ‘Abdel 2003. __________. Jakarta. Jakarta I 2004a. _________1985. Salih. Syamsuddin 2003. Dari Cermin Kekuasaan Allah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Editor). Robbani Press. Fazlur 1984. the Psychobiclo~U of Mind. 2003h.188 __________. 2003k. . William R. Islam Musuh Bagi Sosialisme dan Kapitalisme. Jakarta. Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkilan dan Penghisaban Sugeng (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto dan Fathor Rasyid). Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. Jakarta. Prenada Media. Jakarta. Lawrence Erlbaum Associates. The Separation of Human Philosophy . Pustaka. Pustaka. Jakarta. Jakarta. Amerika Serikat. Said Nursi Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 .

Pakistan. Saulat. Jakarta. . Said Nursi. Penerbit Prenada Media.Badi'al-zaman Said Nursi nazrah 'animah an hayatihi wa atharihi. Pengantar Interaksi Mengajar (Belajar Dasar dan Teknik Melodologi Mengqjar). Rajawali Pers. Suseno.189 (Membebaskan Agama dari Dogmatisme dan Sekularisme. Yogyakarta. 1980. Editor). Murai Kencana. Jakarta. 1991. Jakarta. Said Nursi.al 1995. Sahrasad. Sumadi 1997. Sunardi. Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana (Pps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Metodologi Penelitian. Kanitsus. Ahmad et. Jakarta. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Tarsito. Islam Sosialisme dan Kapitalisme. Surahmad. Tafsir. LkiS. dan Estetika Islam. Logika. Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam). Sarwat. Penerbit SIPRESS. Sandra 2005. Tesis pada Pps IAIN Raden Fatah Palembang. Franz Magnis. Jakarta. Ahmad 2003. Saulat. Pakistan. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Suryabrata. Musyrifah. Herdi. 2000. "Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih". Nietzsche. Internasional Islamic Publisher. Syafiie. Metode dan Pendekatan Pendidikan Islam dalam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi. 2004. Sarwat. Winarno 1990. Pertja. _________1999. Bandung. 1996. Internasional Islamic Publisher. ST. Inu Kencana. Yogyakarta. Suwito 1995. Madani Press. Jakarta. Sunanto. Jakarta Sukanto MM. Remaja Rosdakarya. 1998. Matba'at Al Najah al Jadidah. 1980. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigms Psikologi Islami (Fuad Nashori. Bandung: Remaja Rosdakarya _______Tafsir. 1999. Al Magrib. Elika. Bandung.

Pendidikan Anak dalam Islam I dan 2. London: WCIB 3PE. Istanbul: Sozler Publication Tibawi. A Comfeniporary Approach to Understanding The Qur'an: The Example of The Resale-i Nur. Metode Pendidikan Islam. AL 1979. The Search in The Traditional Period (1924-1950) for a Religious Education Model (The paper presented at the fifth ineniationalsymposium on Bediuzzaman Said Nursi. Jakarta. 27-29 September 2000). Adem 1992. Badiuzzaman Education Methot (The Paper Presented in The Second International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi: The Reconstuction of Islamic Thought In The 7Wentieth Century and Bediuzzaman Said Nursi. (diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri).190 Thalib. Mahmud 1995. Yatim. Yunus. 1996. International Symposium Bediuzzaman Said Nursi. Yusuf. Remaja Rosdakarya. Bandung. M. Yildiz Ilhan 2002. Yavuz. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. Sukran 1992. Luzac and Company LTD. Gema Insani. Sozler Publication. Oxford University Press. Great Russell Street Ulwan. Raja Grafindo Persada. Toto 1999. Gema Insani Pers. Jakarta. Abdullah Nasih. Islamic Political Identity in Turkey. Vahide. Jakarta. Bandung. Sozler Publication. Istanbul: Waspodo 2002. 1995. 2003. Tayar dan Syaiful Anwar 1995. Afeksi Islam (Menjelajahi Nilai-Rasa Transendental Bersama Al-Qur'an. ___________ 1998. Bediuzzaman Said Nursi. Islamic Education: Its Traditions and Modernization into the Arab National Systems. Badri 1995. "Kurikulum Sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". dalam Makalah yang disajikan dalam Diskusi Panel Kependidikan tanggal 21 Mei 2002 di Palembang. 45. Hakan. Jakarta. USA. Tema-Tema Pokok Isi Al-Quran. Isanbul: Sozler Publication Yusuf. Raja Grafindo Persada. 24-26 September 2000). M. Istanbul. Tatli. Tasmara. Jakarta. Pusataka Imam. Dajal dan Simbol Setan. . 2005. Sejarah Peradaban Islam. Ali Anwar. Kelompok Tafakur Humaniora.

__________1995. Bediuzzaman Said Nursi: Sejarah Perjuangan dan Pemikiran. Bumi Aksara. Surabaya. Filsqfat Pendidikan Islam. Yogyakarta: AK Group dan India Buana. Jakarta. Methodologi Pengajaran qjaran Agama. Isim nl/news letter 16/featwes 2001 . Mohammad 2001. Muhammad 1995. Zuhairini 1983. Malaysia. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Usaha Nasional. Selangor Darul Ehsan: Malita Jaya Publisher Zein.191 Zaidin.

SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 3. Pondok Pesantren Wali Songo.192 BIODATA PENULIS Nama Tempat Tgl. Sukarela Lrg. 1326 Rt. 21 Rw. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang 0813-73508957 . SD Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 2. Batu Jajar No. 03 April 1978 Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang An. Jawa Timur tamat tahun 1997 AFRIANTONI Palembang. Lahir Pekerjaan Alamat HP Kontak Riwayat Pendidikan 1. Ngabar Ponorogo.

tahun 2000 c. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. tahun 2000 c. tahun 2002 e. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Turk] selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. tahun 2004 3. Dalam Bidang Resensi Buku a. tahun 2002 2. Juara If "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang d. Juara. S2 Program Pascasar ana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan 11mu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tahun 2003-sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi "Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur" 5. tahun 1999 b. Jawa Timur. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. Beasiwa keda tahun 1999 Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 c. d. Juara If LKTI "Paradigms Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Beasiswa dari . tahun 1999. tahun 2002 d.The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) a. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. Beasiswa a. Pengalaman Organisasi a. Juara Harapan II LKTI "Refomasi Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.193 4. tahun 1999 b. Juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan.

konomi). Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Sosial-Politik dan 1 . Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 c. 2002) 2. (Majalah Lumbung Edisi 2. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. 2006) 7. Banyuasin.194 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa.Pd. tahun 1999 b. 2006 (Salah seorang penulis. 2005 (Editor. 2007) Dan lain sebagainya Jurnal 11miah 1. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. Koran. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 f Dan lain sebagainya Karya Tuns Yang Pernah Terbit a. Tabloid dan Majalah (Opini) : L Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. 2004) 6. Buku (Editor/Penulis) : 1. 2002) 3. Afriantoni) 3. Penerbit Intens. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s.I) 2. Dan lain sebagainya b. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 e. Memahanyi Perkenibangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi- . 2004) 4. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Afriantoni. tahun 2002 d. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. 2004) 5. Guru Profesional Guru Serlifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Paradigms Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. 2006) 8. S. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa).

Guru Mts Walisongo Ngabar Ponorogo. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 Pondok Pesantren Wali Songo. tahun 1998 3. IAIN Raden Fatah Palembang. 2.7766098 Tlpn. S2 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Ilmu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tamat tahun 2007 dengan judul tesis “Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda Menurut Bediuzzaman Said Nursi” Riwayat Pekerjaan 1. Semoga Suk-ses Selalu. 4. tahun 1996 2. December. Desembar 2005) Motto Jalani Hid-tip Jangan Dipikirkan Saja. 21 Rw. (Jurnal Ekonomi Syariah. 2.195 historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Asisten Dosen Prgram Khusus Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab IAIN Raden Fatah . 2004). Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. Ibda'Bi-nafs1ka : BIODATA PENULIS Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat : AFRIANTONI : Palembang : 03 April 1978 : Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang : Jalan Sukarela Lrg. 3. Jawa Timur tamat tahun 1997 S1 IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi “Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur” 5. Cek Mid atau Lrg.u Jajar (Samping Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Palembang) No. Guru SD 47 di 35 Ilir Tangga Buntung Palembang. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang Sumatera Selatan HP Kontak : 0813-73508957 Fleksi : 0711. 2005) 3. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). Ngabar Ponorogo. Rumah : 0711-814975 Riwayat Pendidikan 1. 1326 Rt.

Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Pengalaman Organisasi f. Beasiwa kerja tahun 1999 c. tahun 2005 8. tahun 2002 h. Juara II LKTI "Paradigma Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dosen Luar Biasa Akademi Maritim Bina Bahari Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. tahun 2007 12. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Filsafat Umum Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Turki selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. tahun 2004 3. Beasiswa dari The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. tahun 2007 sampai sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. f. Dalam Bidang Resensi Buku e. tahun 2006 10. Beasiswa b. tahun 2002 2. Asisten Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab dan Terjamah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.196 Palembang. Guru Privat Bahasa Indonesia Untuk Sebagian Kaum Muda Turki di Turki. tahun 2003 6. Guru SMA plus Militer Taruna Bangsa Palembang. Palembang. tahun 2001 i. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. tahun 2002 5. tahun 2006 sampai sekarang 11. Juara I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. Lemabang Palembang. tahun 2004 7. tahun 2005 sampai sekarang 9. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1999. Jawa Timur. Dosen Luar Biasa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 e. Juara II Lomba Menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) f. Juara II "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. Juara Harapan II LKTI “Refomasi Pendidikan Islam” di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Guru PAI SMU Pembina. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. tahun 2002 j. tahun 1999 f. tahun 2000 h. tahun 1999-2001 4. tahun 1999 g. tahun 2000 g. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara II Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sriwijaya Inderalaya Sumatera Selatan.

197 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Dan lain sebagainya Pelatihan Yang Pernah Diikuti 1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pejurdas) LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000 8. tahun 1999 6. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 j. tahun 2001. Sekretaris Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orwil Sumatera Selatan periode 20072010 p. tahun 2001 h. Pelatihan Penulisan Fiksi Populer diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional di Palembang pada tanggal 26-31 Juli 2004 11. Tambang Batubara Bukit Asam. 5. Pelatihan Kader Penyuluhan Narkoba oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) bekerjasama dengan PT. Fasilitator Depertemen Agama RI di Hotel Setia Budi . Bendahara Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Sumatera Selatan. tahun 1998. 14. Pelatihan Jurnalistik Islam Nasional (Panjinas) Universitas Indonesia (UI) di Pusat Studi Jepang. 6. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional Universitas Pasudan (Unpas) di Lembang. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Balai Bahasa Palembang Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional di IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 17-18 Maret 2004 10. tahun 1999 g. Dan Lain Sebagainya Pengalaman Menjadi Pembicara Tingkat Nasional 1. Jakarta. Persentasi Karya Tulis Ilmiah “Kampus Islami (Fungsionalisasi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Sivitas Akademika). tahun 2000. pada tanggal 18 Januari 2003 9. Pelatihan Training For Trainer Internet Jurnalistik se-kota Palembang. Staf Bidang Pendidikan KAHMI Pengurus Wilayah Sumatera Selatan periode 2006-2010 o. Penggagas Center for Strategic and Language Motivation (CSLM) IAIN Raden Fatah Palembang. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Bandung. 7. 4. m. Sekretaris Eksekutif Institute for Strategic and Information Studies (Intens) Sumatera Selatan. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000 3. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMTM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2002-2005. tahun 2002 i. 7. 21 Maret dan 4. tahun 2001 k. tahun 2001 l. 10 April tahun 1999 2. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 n. Pelatihan Penelitian Ilmiah (PPI) UKM Studi Ilmiah IAIN Raden Fatah Palembang.

October 1 st 2002. Peserta International Nurculuk Community Focus Disscusion in Ankara Turkey. Democracy and Human Right. Tingkat Internasional Participant in Seminar “The Evolution Deceit” at Taman Budaya Building. held on July. a. tahun 2007. 2002 in Academic Center Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Nesil Foundation. Participant in Seminar on Islam and Global Challenges : Radicalism. d. 2000-2003 5. 2004 in Palembang Indonesia by Adab Faculty of the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah Palembang in cooperation International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta. Peace and Globalization : Some Inspiration from Risale-i Nur.198 Jakarta. Instruktur pada Kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi) fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 13-14 September 2002 8. Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang dengan tema : Terbinanya Guru Profesional Sebagai Pelaksana KBK : Upaya Menjadikan Pendidikan yang Mampu Menjawab Tantangan Global” pada tanggal 22-24 Juli 2004 9. Pembicara rutin pada Kelompok Studi Komunitas Lima (KSKL) IAIN Raden Fatah Palembang. Turkey. 2004 in BNI 46 Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Istanbul Foundation for Science and Culrture. Palembang. di Universitas PGRI. c. Turkey. b. tahun 2001 3. Jambi pada acara Seminar Nasional “Jihad dan Perdamaian Menurut Bediuzzaman Said Nursi. tahun 2006 4. Peserta International Symposium Religion. held on August 23rd. Presentasi Makalah “Konsep Jihad Dalam Persefektif Bediuzzaman Said Nursi” fasilitator STAIN Kerinci. e. tahun 2001 Persentasi Makalah “Otonomisasi Pendidikan” fasilitator BEM IAIN Imam Bonjol dan STAIN Bukit Tinggi Padang dalam Rangka Studi Komperatif BEM IAIN Raden Fatah Palembang di Padang dan Bukit Tinggi. . 2000-2003 4. Pembicara rutin pada Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkal Lokal 1. Pembicara pada Lingkar Studi Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000-2002 3. Instruktur dalam Kegiatan Pelatihan Metodologi Dakwah Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 22-27 Oktober 2001 7. Persentasi Makalah "Kritisisme Nilai Keislaman HMI' pada acara Latihan Kader II HMI Cabang Palembang. Palembang. 2. held on January 11-12. dari tahun 2000 sekarang 2. Peserta International Conference on Modern Islamic Thought : Exploring the Thought of Bediuzzaman Said Nursi of Turkey and His Counterparts in Indonesia. Pembicara pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. 2000-2003 6. Team Instruktur pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) oleh Badan Penelitian. Pembicara pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. Dan Lain Sebagainya Kegiatan Ilmiah Yang Pernah diikuti 1.

e. 2006 g. Peserta the international Conference and Academic Forum On Sociaety Development on Topic “Bediuzzaman Said Nursi’s View on Modernity” by organizer Institute foe Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) of UIN Suska Riau and Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey. Tingkat Lokal Peserta Seminar “Urgensi Kajian Sejarah Hidup Nabi dan Literatur Keislaman Klasik Bagi Pengembangan Studi Keislaman dan Pengembangan Masyarakat”. Seminar Nasional dan Temu Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Se-Indonesia oleh Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Walisongo Yogyakarta (IKAWY) di Yogyakarta pada tanggal 21-23 Januari 1995 c. 3. Peserta International Conference on Social on Social Development : Said Nursi's View on Revitalizing Ummah a joint cooperation between The Istanbul Foundation for Science and Culture. 21 Juni 2004 g. Dan Lain Sebagainya a. Peserta Seminar Nasional “Universal Jurisdiction dan Perenapannya di Indonesia” oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pusat Kajian HAM dan Terorisme Fakultas Hukum Unsri dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada hari Senin. Bandar Lampung. 2006 Arya Duta Hotel Pekan Baru – Indonesia h. Pengembangan Tambang Batubara (energi Bahan Bakar masal\k pengganti BBM) yang diselenggarakan DPW Solidaritas Masyarakat Pers. di Ball Room Hotel Swarnadwipa Palembang. Reformasi Indonesia (SOMPRI) dan Jaringan Rawan Informasi. . 22. Indonesia “Media Watch” bekerjasama dengan DPW YPBNI Provinsi Sumatera Selatan. Istanbul Turkey and Postgraduate Program of IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Tingkat Nasional Seminar Nasional Sehari dengan tema “Potret Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Persepektif” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Riyadlotul Mujahiddin Ngabar Ponorogo Jawa Timur pada 24 September 1996 b. July. Balai Keratun. Pembangunan Rel Kereta dari Inderalaya ke Pelabuhan Tanjung Siapi-Api. Seminar Nasional dengan tema “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Manajemen Otonomi Daerah di Sumatera Selatan” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magester Manajemen Universitas Tridinanti Palembang pada tanggal 22 Februari 2003 f.199 tahun 2005 f. a. Seminar Nasional “Akselerasi Strategis Daerah Membangun Pada Era Otonomi Dearah Mneuju Masyarakat Madani” oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Palembang-Sumatera Selatan. tanggal 10-11 Septermber 2007 2. Jembatan Musi III. Peserta dan Panitia International Seminar tentang “Arah Pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Merespon Peluang dan Tantangan Global" di Academic Center IAIN Raden Fatah Palembang. 4 September 2006. Lembaga Pengawas Pers. 9 September 2006 d. Islamic Center. Peserta Seminar Nasional Memperingati Hari Pers Reformasi Nasional dengan tema : ”Partisipasi Publik dengan Pengembangan Media Watch dan Peran dan Fungsi Dewan Pers Mendukung Program Kerja Gubernur Sumsel dalam Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. pada tanggal 27 Mei 2006 di Hotel Selatan Indah h. July 24. Seminar Nasional tentang “Tinjauan Terhadap Sistem Peraturan Perundangundangan di Indonesia” kerjasama Sekretariat Jenderal dan Kepeniteraan Mahkamah Konstitusi RI dengan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya Palembang.

02 Desember 2006. Jalaluddin berjudul “Teologi Pendidikan” oleh Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 21 Mei 2001. 23 Juli 2003. e. 24 Januari 2003 di Hotel Swarna Dwipa Palembang m. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Kms. Dan Lain Sebagainya 4. Muhammad Sirozi. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Drs. 11 Oktober 2004 di Hotel Swarnadwipa Palembang j. Dr. pada tanggal 26 Oktober 2002 k. S. Muhammad Ari. Peserta Diskusi Panel dengan tema “Sosialisasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional”. Kegiatan Bedah Buku Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Prof. II Palembang. 11 Mei 2002 di Aula STT Musi Palembang i. b. pada hari Senin. Peserta Seminar Pendidikan “ Cara Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Kreatif”. 9 Agustus 2004 c. 16 September 2004 h. di Gedung Akademik Center IAIN Raden Fatah Palembang Rabu. 2 Agustus 2006 di Palembang d. Peserta Lokakarya Regional “Konversi IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”.Pd dengan judul buku Masyarakat Tionghoa Palembang (Tinjauan Sejarah Sosial 1823-1945) di gedung Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 25 Novermber 2002 e. dalam Rangka Lustrum II STT Musi Palembang tahun 2002. Peserta Seminar Sehari dengan tema “Integritas Penegak Hukum di Indonesia” diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. . H. Sosial dan Pelindungan Lingkungan di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jum’at.D berjudul Agenda Strategis Pendidikan Islam”. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Jufri Suyuthi Pulungan dengan tema “Menyingkap Sistem Politik dan Bentuk Pemerintahan Islam” oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 24 Oktober 1998 d. Rabu. Diskusi Panel “Reorientasi Pemikiran Pendidikan dan Pengajaran Sebagai Langkah Awal Membangun Sekolah Bermutu” yang diselenggarakan oleh Yayasan Fajar Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 2002 di Hotel Paradis Palembang l. MA Ph. 4 Mei 2002 g. oleh MAPENDA Departemen Agama Sumseldan BP3I Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta Seminar Bahasa dan Sastra dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2004 Balai Bahasa Palembang dengan tema “Peran Keterempilan Berbahasa dalam Dunia Kerja”. Peserta Temu Ilmiah Arkeologi dan Filologi Bagi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 7 Agustus 1999 c. Dan Lain Sebagainya a. di Ruang Seminar Hotel Paradis Lt. Peserta Seminar Pendidikan Menjadi Manusia Pembelajar “Belajar dengan Membunuh Sekolah” diselenggarakan oleh STT Musi Palembang bekerjasama dengan Yayasan Xaverius Pusat dan Palembang School of Life dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2002 Sabtu. tema : Berubah Untuk Semakin Berkualitas”. Seminar Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup dengan tema :Menyikapi hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan Keterpaduan Ekonomi. f. Peserta Seminar Nokia Certified Training Center di SMIK MDP Palembang.200 diselenggarakan oleh IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 26 Agustus 1997 b. Kamis. Peserta Talk Show meyikapi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi” oleh Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Raden Fatah Palembang.

2004) 11. (Majalah Lumbung Edisi 2. Paradigma Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Peserta Program Development Workshop for Other UIN/IAIN/STAIN : Community Development Follow Up Workshop IAIN Raden Fatah Palembang (720. 23-24 Agustus 2006 d. 2004) 13. Tabloid dan Majalah (Opini) : 1. di Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Penerbit Ganeda. (Tabloid Desa. 2006) . Buku (Editor/Penulis) : a. e. Peserta Urun Rembuk Pakar “Prospek dan Peluang Pembukaan Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang”. 2006 (Salah seorang penulis. Dan lain sebagainya Karya Tulis Yang Pernah Terbit a.Pd. 2006 (Salah seorang penulis. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. S. Workshop dan sejenisnya Peserta Semi Lokakarya Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang tema “Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Kompetitif di Era Globalisasi” oleh Unit Peningkatan Mutu Akademik (UPMA) IAIN Raden Fatah Palembang. Afriantoni) c. Afriantoni) d. Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. 24 Maret 2007 i. sebagai pakar pada tanggal 15 September 2006 c. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Kongres Desa I Sumatera Selatan. Penerbit Intens. 27-29 Desember 2005 b. Workshop Rekonstruksi Sains dan Teknologi Islam. Forum Kajian Strategis (Forkais) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Afriantoni. sebagai Sekretaris Stering Committee 25 Mei 2007 j. 2002) 10. 17 Juni 2002 di gedung BAAK lantai II. Peserta Workshop Perbankan Syariah dalam rangka Milad Forsi ke-4 senin.201 5.2. Peserta Nokia Certified Training Center yang diselenggarakan oleh STMIK MDP Palembang bekerjasama dengan Nokia Certified Training Center dan In Touch pada tanggal 2 Desember 2006 g. 1. Banyuasin.I) b. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Sumsel Sejahtera. 2005 (Editor. Peserta Serasehan Forum Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan dengan Tema “Pelestarian Khazanah Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Daerah” oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang di Hotel Bumi Asih Palembang. h. 2004) 12. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. SosialPolitik dan Ekonomi). Dan lain sebagainya 2.3). Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). 2002) 9. Koran. Fiqh Antikorupsi. 16-19 Juli 2007 f. Kegiatan Lokakarya. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Se-Sumatera Bagian selatan dalam Rangka Dies Natalis IX STT Musi Palembang tahun 2001 dengan tema : Industrialisasi Dalam Era Otonomi Daerah”.

Guru Profesional Guru Sertifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. 2007) Dan lain sebagainya 3. IAIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Ilmiah 4. 2007. 2006) Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Ibda’ Binafsika Palembang. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. (Jurnal Ekonomi Syariah. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). Semoga Sukses Selalu. 2005) 6. 15. (Tabloid Desa. Jurnal Mimbar Akademik Pusat Penelitian. 2004). Memahami Perkembangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi-historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Dekonstruksi Penyakit Kronis Pendidikan Islam. December. 17 Apri 2007 Penulis. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. 16. AFRIANTONI . Subhanaka Laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Motto : Jalani Hidup Jangan Dipikirkan Saja.202 14. Desembar 2005) 7. 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful