1

Bab 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah umat manusia masalah akhlak selalu menjadi pokok persoalan. Karena pada dasarnya, pembicaraan tentang akhlak selalu berhubungan dengan persoalan perilaku manusia dan menjadi permasalahan utama manusia terutama dalam rangka pembentukan peradaban. Perilaku manusia secara langsung ataupun tidak langsung masib menjadi tolok ukur untuk mengetahui perbuatan atau sikap mereka. Wajar kiranya persoalan akhlak selalu dikaitkan dengan persoalan sosial masyarakat, karena akhlak menjadi simbol bagi peradaban suatu bangsa. Fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang diabadikan dalam alQur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, Madyan dan Saba’ maupun yang terdapat dalam bukubuku sejarah menunjukkan bahwa “suatu bangsa yang kokoh akan runtuh apabila akhlaknya rusak” (Suwito 1995, hlm. 1). Dalam sejarah dunia mencatat misalnya pada masa kaum ‘Ad, Madyan dan Saba’ dicatat oleh al-Qur’an sebagai kaum yang memiliki kualitas akhlak yang rendah. Al-Qur’an senantiasa merujuk kaum ini untuk menunjukkan rendahnya kualitas akhlak manusia di beberapa bagian dekade sejarah. Pada dekade selanjutnya, akumulasi simbol kebobrokan akhlak adalah kaum Fir’aun dan Namrud yang hidup pada masa nabi Musa dan Ibrahim. Simbol selanjutnya yang disebut oleh al-Qur’an adalah Abu Jahal dan kaumnya yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Pada awal abad ke-20 yakni setelah Perang Dunia I simbol itu dialamatkan kepada Mustafa Kemal Attatruk (Ihsan Kasim 2003, hlm. 42). Dalam konteks

2 dunia Barat simbol-simbol lain itu bisa dialamatkan kepada Sigmud Freud, Nietzsche, Lenin, Kalr Marx, dan Hitler. Bahkan tatanan yang lebih serius adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh negara Adi Daya seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. Pengaruh meraka berada pada tataran pemikiran yang secara langsung ataupun tidak langsung dalam merusak akidah, yang berarti dapat merusak akhlak manusia dalam bertuhan. Mereka yang menjadi simbol ini memiliki peranan penting dalam bidang pemikiran dan kelompok-kelompok sosial. Sehingga, muncul tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi secara halus merasuk ke dalam alam pemikiran para pemikir-pemikir muslim. Pengaruh tersebut sangat penting dalam membangun “persepsi” manusia dalam memahami sesuatu. Misalnya Sigmud Freud “menyebut ide-ide agama tentang Tuhan dan alam gaib sebagai ilusi karena konsep-konsep tersebut muncul dari keinginan manusia (human wishes) dan bukan dari realitas” (Lihat Erich 1950, hlm.12). Sebenarnya Allah Swt menciptakan manusia hanyalah bertujuan supaya manusia itu beribadah kepada-Nya semata, yakni menjadi manusia pengabdi (Al-Dzariat : 56). Titik tekan pengabdian adalah akhlak Islam yang sangat menekankan kepada penganut-penganutnya untuk berakhlak mulia. Dalam hadis disebutkan “inama bu’istu li utammima markim al-akhlak” (Sesungguhnya Aku diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak). Penjelasan hadis ini berartinya bahwa diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul untuk menyampaikan risalah Allah sejak awal abad ke-7 Masehi secara tegas adalah tugas pokoknya sebagai penyempurna akhlak manusia. Akhlak dalam Islam bertitik tolak dari pengabdian seorang kepada Allah Swt dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw yang menjadi teladan pribadi terbaik. Semua sifat dari perilaku, pikir dan sikap yang bertentangan dengan

3 akhlak Nabi Muhammad Saw dianggap tidak berakhlak. Siti Aisyah r.a bila ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Saw beliau berkata : “Akhlak Rasulullah itu adalah alQur’an”. Allah Swt berfirman : “Wa innaka la’ala khuluq ‘azhim" (“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang paling mulia”) (QS. al-Qalam : 4). Karena itu, ia patut dijadikan contoh “laqad kana lakum fi rasulullah uswatun hasanah...” (“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu surf tauladan yang baik bagimu...”) (QS al-Ahzab : 21). Bukti-bukti kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw di atas adalah nyata. Bahkan menurut seorang non muslim Michael H. Hart dalam bukunya berjudul The 1000 a ranking of the Most influential Persons in History memberikan pengakuan bahwa “Nabi Muhammad Saw memperoleh pengakuan sebagai tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah” (Suwito 1995, hlm. 3). Kebesaran Nabi Muhammad harus diakui disebabkan oleh ketinggian dan kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan pendidikan akhlak Islam pun pada hakekatnya diarahkan kepada terciptanya manusia yang berakhlak agung dan mulia seperti Nabi Muhammad Saw. Namun setiap orang memiliki pemahaman dan cara berbeda untuk mencapai akhlak agung dan mulia sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad tersebut. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad dalam sejarah membuktikan bahwa umat Islam dalam binaan Nabi Muhammad Saw pernah mengalami masa keemasan yang mencapai 1300 tahun lamanya. Masa keemasan ini adalah masa periode Madinah yakni pada masa Nabi Muhammad sendiri sampai wafatnya. Masa ini yang paling monumental adalah dirumuskannya “Piagam Madinah” yang memuat perjanjian antara golongangolongan Muhajirin, Ansar dan Yahudi serta sekutunya yang mengandung prinsip-prinsip

4 atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan mereka bersama dalam kehidupan sosial politik (Suyuthi 1993, hlm. 22). Kenyataan dalam sejarah bahwa pada periode ini benar-benar tercipta sebuah peradaban gemilang. Pasca wafatnya Nabi Muhammad tahap selanjutnya melahirkan 4 (empat) khalifah yang benar – khulqfaurrasyiddin – Abu Bakar As Sidhiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sebuah tahap revitalisasi ajaran dan penguatan akidah serta meneruskan proses yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Integritas para sahabat penerus Nabi ini sangat diakui dalam berbagai perspektif. Seperti ditegaskan oleh C.E.Bosworth bahwa “Periode empat khalifah dipandang sebagai zaman emas, suatu zaman ketika kebijakan-kebijakan Islam yang murni berkembang pesat, dan karena itulah gelar ‘yang mendapatkan bimbingan di jalan lurus’ diberikan kepada mereka” (C.E. Bosworth 1993, h1m. 24). Tahapan selanjutnya adalah masa klasik yang pesat perkembangan terjadi periode 650-1250 M, masa ini oleh para ahli sejarah disebut masa klasik dalam sejarah perkembangan Islam. Umat Islam pada periode ini disebut “super power” yang berkuasa di sebagian besar negara-negara di tiga benua : Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah kekuasaanya mencapai Spanyol di sebelah Barat dan India di sebelah Timur, daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia tenggara (Murodi dkk 1995, h1m. 33). Masa ini merupakan masa kemajuan pertama yang dimulai dari tahun (5501000 M, dan sekaligus mengalami masa disintegrasi kekuatan Islam yang terjadi sejak tahun 1000-1250 M. Zaman keemasan Islam terjadi dalam berbagai aspeknya yakni masa

Ibnu Rusyd. Abu Yazid al Busthami. Beriringan dengan itu. al Maturidi dan Ibn Sina. Imam Malik. Kondisi ini disebabkan selain daerah-daerah yang tadinya berada ditangan umat Islam menjadi jajahan Barat. namun pada awal abad ke-19 kekuasaan. al Kindi. namun untuk tempat khusus dalam judul besar atau pada sub judul maka masih akan digunakan kata tersebut.5 kekuasaan Dinasti Abbasiyah lahir 750 M. Muhammad Abduh. sehingga tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka juga tergolong orang yang memiliki akhlak yang tinggi. Walau setelah masa ini.1250 M. Imam Syafii. Zunnun al-Mishri. Timur Tengah dan India muncul pemikir-pemikir pembaharuan seperti Jamaluddin Afghani. Safawi dan Mughol). Namun sesudah masa ini. wibawa dan kemakmuran tiga dinasti Islam tersebut berangsur menurun dan mundur. Imam Al Ghazali. umat Islam dilanda perpecahan dan kejumudan membawa kemunduran. Tokoh-tokoh ini menjadi simpul sejarah dunia Islam yang secara komprehensif bergerak dalam bidang dakwah Islam dan kehidupan nyata secara totalitas. Ibnu Tufail. Ibn Hanbal. mereka yang Demi konsistensi dalam penulisan penelitian ini peneliti selanjutnya menggunakan kata “Said Nursi” yang merujuk kepada Bediuzzaman Said Nursi (1887-1960) sepanjang pembahasan penelitian ini. pada masa ini tidak banyak diketemukan lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti masa sebelumnya yang memiliki akhlak tinggi. Pada kedua periode ini menghasilkan para ahli bidang ilmu yang sangat berpengaruh antara lain : Washil ibn Atha’. Hasan al Bana dan Bediuzzaman Said Nursi1. al Asyari. sempat memunculkan ide-ide kebangkitan dan tokohtokoh pembaharu yang membawa persatuan umat pada masa tiga Dinasti Besar (Disnati Turki Usmani. Memang kebangkitan itu begitu sulit dicapai karena sampai sekarang diakui langsung atau tidak langsung. al Razi. banyak wilayah dunia Islam seperti benua Afrika. Abu Hanifah. juga kuat di bidang rasa. Tokoh-tokoh ini selain kuat dalam bidang pemikiran. 1 . Ibn Bajjah. al Farabi. Tokoh-tokoh ini benar-benar signifikan terutama membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spritualitas. Ibn Miskawaih.

Muslim). Said Nursi muncul sebagai pembaharu yang ingin mengadakan perbaikan untuk “menyelamatkan iman dan Islam”. para tokoh ini secara konsisten menjelaskan mengenai “hari akhir” dan penguatan akidah islamiah. hari akhir dan integralitas keilmuan. Kemudian orang-orang setelahnya. 1990. telah timbul mulai abad ke 11 H / 17 M dengan kekalahankekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. masanya sekitar 50-220 tahun. Ahmad dan Al-Makki (1998. hlm. Kemudian orang-orang setelah tabi'in adalah pengikut tabi'in. yaitu masa setelah sahabat adalah tabi'in masanya sekitar 70-80 tahun. 2 Salah seorang tokoh yang konsisten terhadap permasalahan umat di atas adalah Said Nursi dari Turki salah satu tokoh penting pada akhir abad ke-19. Sebagaimana Rasulullah SAW. yakni cara yang dibuat oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para sahabat" (Hasan 2004. hlm.6 berusaha keluar dari dominasi Barat masih menemui kesulitan yang sangat mendalam (Bandingkan uraian Harun. Said Nursi hadir untuk menjadikan umat ini beriman dan berakhlak mulia dan kembali berjaya sebagaimana jayanya umat Islam dahulu dan dapat mengamalkan agama sebagaimana para sahabat. bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah pada abadku (sahabat) kemudian setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi'ut tabi'in)" (HR. Said Nursi memiliki karakter pemikiran yang memihak kepada keimanan. Disamping gagasan pembaharuan. 12-14). hlm. Bukhari. 2 .735). 38) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masa sahabat adalah kurang lebih 120 tahun setelah bi'tsah atau wafatnya sahabat terakhir yaitu Abi Thufan ra. Imam Malik mengatakan: "Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang terdahulu. Said Nursi adalah sosok pemberani dan gigih memperjuangkan umat Islam di Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini. pemahaman al-Qur’an.

Sebab bagi Said Nursi meminjam istilah Syafii Anwar penyebaran Risale-i Nur . Said Nursi juga menghalangi manusia agar tidak terjatuh ke dalam atmosfir kehancuran dalam kebudayaan mereka (Ihsan Kasim 2003. yang waktu itu sudah mulai dirusak oleh Mustafa Kemal Attaruk (Wawancara Fatih. dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai rangkaian proses pendidikan akhlak. hlm. Karena itu. Walaupun otoritas negara yang kuat dan mekanisme pendidikan Islam yang ada di Turki saat itu dipengaruhi oleh sekulerisme yang disosialisasikan oleh Mustafa Kemal Atatruk. Said Nursi tampil dengan model sufi modern yang memadukan antara rasionalitas dan spritualitas. Media Said Nursi dalam berdakwah adalah Risale-i Nur dan mengelola pengajianpengajian. Bahkan sampai muncul Republik Turki. terutama upaya membumikan nilai-nilai akhlak di Turki. ia tetap konsisten berjuang menentang sekuleriasasi di Turki hingga menghasilkan sebuah karya “Risale-i Nur” yakni tulisan setebal 6000 halaman yang memuat pemikiran-pemikiran tentang esensi keimanan dan nilai-nilai akhlak di abad ini. Said Nursi menginginkan adanya pembaharuan di Turki pada bidang pendidikan dan moralitas umat. Said Nursi adalah salah satu tokoh yang mampu bertahan dari berbagai upaya Barat “menghancurkan” umat Islam dan akhlak umat. Said Nursi merupakan salah satu orang besar yang berani menghadapi dan menyelamatkan umat manusia dari berbagai peristiwa berdarah dan penyimpangan terhadap fitrah manusia. v). 2005). tapi Said Nursi tetap melakukan usaha menumbuhsuburkan ajaran Islam dan perbaikan dalam bidang pendidikan Islam.7 Turki pada masa akhir kerajaan Turki Usmani yang mencetuskan gagasan pembelaan terhadap agama dan kehidupan sosial-kemasyarakatan. Said Nursi dalam berbagai tekanan tersebut tidak kenal menyerah dengan tantangan dan penderitaan yang dialaminya dari penjara ke penjara. berbagai musuh menghadang.

Jika istilah di atas diartikan dalam bahasa Indonesianya “Murid Nur”. Karenanya. 3. secara khusus. Said Nursi berkeyakinan bahwa penyebaran Risale-i Nur merupakan realisasi menyeluruh bagi umat manusia dalam rangka membentuk kepribadian manusia yang seimbang rasionalitas. serta anggun dalam moral dan kebijakan” (Syafii 1995. Mengkaji konsep interaksi kemodernan dan relegius. diagnosa awal dapat dikatakan bahwa penyakit umat terlalu kompleks dan beragam. Berniat menegakkan kembali keruntuhan kerajaan Usmani dengan kembali kepada tradisi keilmuwan yang integralistik. kaya dalam amal. spritualitas dan kaya akan amal. khususnya pendidikan akhlak yang merupakan inti dari proses pendidikan. Pendidikan merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. Perkumpulan ini memuat beberapa garis besar kegiatan sebagai berikut : 1. Dalam kerangka pembinaan generasi muda Said Nursi merealisasikan ide pendidikan akhlak melalui Dershane yang dilakukan oleh Nur Jamaah3.8 merupakan “realisasi menyeluruh bagi para pemikir dan praktisi pendidikan yang handal yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual. Namun pada akhirnya. hlm. 4. 3 Istilah Nur Jamaah dalam bahasa Turki sering digunakan dalam istilah yang berbeda seperti : “Nur Telebesi” atau Nur Teleba”. Mengadakan kegiatan conversation (perbincangan). dan reading (membaca) tulisan Risale-i Nur. maka dershane dapat diartikan “tempat belajar” yang di kenal di Turki.). Nurculuk atau Thalabun-Nur yang menunjukkan pengikut Said Nursi yang berada di Turki. "Halaqah" dalam bahasa Turki berasal dari kata “ders” yang artinya belajar sedangkan “hane” dalam bahasa Turki menunjukkan “tempat”. . Sedangkan yang dimaksud dengan istilah dershane atau "The Nurcu Movement". Mendirikan asrama yang menjadi pusat pendidikan. Sebagaimana yang dijelaskan di atas bahwa periode kemunduran menyebabkan para pemikir untuk tampil mencarikan pemecahannya secara mendalam. 153-154). Penulis menggunakan istilah Nur Jamaah atas pertimbangan bahwa istilah ini mudah dipahami dalam bahasa Indonesia. 5. namun Nur Jamaah ini sudah menyebar hampir ke beberapa negara. Pada kondisi ini tampillah Said Nursi yang menjawab seluruh permasalahan umat. ilmi com. 2. Menyebarluaskan ajaran Risale-i Nur kepada masyarakat. (Hakan.

walau harus diakui bahwa pemikirannya tersebut tidak dirumuskan secara sistematis yang dapat dilihat dan dianalisis dari kitab tafsirnya Risale-i Nur. maka pembaharuan di bidang pendidikan mutlak untuk diadakan karena maju mundurnya suatu negara diukur dari pendidikan dan out putnya. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. kegiatan ini memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan akhlak generasi muda yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. Peneliti berasumsi bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi ada. Harus diakui bahwa pendidikan akhlak sebagai salah satu inti dari proses pendidikan dan bagi kemajuan suatu bangsa. Untuk memperkuat asumsi ini. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Pertama. pendapat. Dan juga bertujuan untuk mengetahui beberapa alternatif yang ditawarkan dalam membangun kerangka pemikiran pendidikan akhlak dan implementasinya yang menjadi “obat penawar” bagi penyakit yang diderita oleh umat Islam sampai saat ini. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemikirannya dalam bidang akhlak. maka kami mencoba mempelajari pemikiran Said Nursi yang hidup abad ke-20 yang juga dipandang sebagai pendidik bagi generasi penerus yakni Said Nursi. Berdasarkan pemahaman di atas. Dalam kajian ini muncul pertanyaan mendasar yakni apakah ada prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi ?. khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pendidikan akhlak untuk menyongsong kebangkitan Islam di era persaingan global saat ini3. Kedua. alamiah dan bertolak dari watak.9 Secara garis besar kutipan di atas. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda. maka dirumuskan 5 (lima) faktor yang melatarbelakanginya yakni : Menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karakter. 3 . Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional).

bahasa dalam Risala-i Nur di antaranya. Secara rasional dapat dipahami kedalaman ilmu penulisnya ketika peneliti membaca Risale-i Nur secara. Arab dan khususnya bahasa Ottoman (bahasa pada masa Turki Usmani). Pada penelitian pertama dapat dijelaskan bahwa keunikan Risale-i Nur terlelak pada : a) Faktor bahasa. Selain bahasa Turki. Maka dapat dikatakan berdasarkan faktor personal bahwa Risale-i Nur ditulis karena Said Nusri adalah seorang moralis dan rasionalis.10 Pertama. diasumsikan bahwa ditulisnya Risale-i Nur tidak terlepas dari pengalaman pribadi penulisnya dan pergulatan pemikirannya. Jerman. b) Faktor mantik atau analogi4. bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki yang dipengaruhi oleh kondisi kenegaraan. diasumsikan bahwa penulisnya senantiasa mempraktekkan akhlak mulia dan juga diasumsikan beliau menerapkan kedua konsep tersebut sekaligus yakni rasional dan mistik. Ilmu mantiq ialah undang-undang yang menjaga hati dari 4 . tapi patut dijelaskan keunikan bahasa dalam Risala-i Nur melibatkan banyak bahasa. Mantik dikatakan sebagai ilmu adalah ilmu logika yakni rumusan-rumusan atau patokanpatokan agar orang mendapatkan petunjuk di dalam ia berpikir. Sebuah karya tidak akan terlepas dari penulisnya. Mantik disini bisa diartikan secara filosofis dan hikmah. bahasa Persia. Berdasarkan kategori dalam aliran pendidikan akhlak yakni pendidikan akhlak rasional dan mistik. Prancis. Kurdi. Baik dalam alur pikir maupun sikap sehari-harinya. yang berubah secara drastis. Kedua.63). Secara keseluruhan bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki Modern Mustafa Kemal Attatruk. Secara mistik ilmu yang didapat tidak sekedar dengan akal tapi dengan intuisi yang dalam epistimologi Islam dan Aristotelian merupakan bagian dari metode ilmiah (Lihat Mulyadhi 2003. faktor tekstual. Inggris. teliti. Maka sesuai dengan kajian mengenai pendidikan akhlak. ketika “kekhalifahan Turki Usmani” dinyatakan runtuh. faktor personal. Secara personal menurut peneliti dalam Risale-i Nur tak terlepas dari nilai-nilai akhlak yang akan ditegaskan dalam defenisi operasional. supaya selamat dari kesalahan-kesalahan dan terhindar pengertiannya dari kekeliruan. hlm.

komunis bahkan ateis. Ramadhani. ideologi memiliki fungsi mempolakan. mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial. Jalan yang ditempuh adalah “kembali ke al- kekeliruan dalam berpikir. sistematika penulisan yang sangat mengandung makna terhadap realitas sejarah umat manusia. Taib Thahir Abd. Ketiga. hlm. nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan kelompok sosial atau individu. Solo. Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. c) Faktor sistematika penulisan. Hal ini mengindikasikan kesucian diri penulisnya dan paham ketuhanan yang dalam. 1991. (Dja’far Amir. liberalis. Faktor ideologis inilah yang mendorong Said Nursi menulis Risela-i Nur. dan terkadang paling akhir ditulikan al-Baqi Huwalbaqi. . 1-2). 1980. Menurut M. faktor ideologis 5 ditulisnya Risale-i Nur adalah untuk melawan ideologi modernisme yang digusung oleh Barat yang membawa umat manusia kepada materialis. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan Dengan demikian. hlm 230). Muin Ilmu mantik dapat pula dinamakan ilmu logika. sehingga peneliti harus memiliki pemahaman terhadap bahasa mantik. Penulisan Risala-i Nur ada sebagian dimulai dengan bismihi subhanahu wan inminsyain illah yusabbihu bihamdihi kalimat yang mengawali bab dalam Risala-i Nur dan mengakhirinya dengan subhanaka laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim. 5 Imam Cahyono mengutip pendapat Frans Magnis Suseno ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir. Ilmu Mantiq. (Franz Magnis Suseno. sekuleris. Di samping itu.11 Dalam Risale-i Nur banyak terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat mantik yang memiliki banyak penafsiran.

Pemikiran pembaharuan berdasarkan atas kenyakinan bahwa “Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa. Bulan Bintang. hlm. dan untuk itu ia menentang ulamaulama yang telah mapan. semua zaman dan semua keadaan”. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan).23-26). 7 Jamaluddin al-Afgani adalah seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara Islam ke negara Islam lain. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi yang dibawa perubahan zaman dan perubahan kondisi. (Harun Nasution. Dia bertekad menghilangkan semua ketakhayulan dan mengembalikannya kepada kemurnian salaf. pelarangan jubah. hlm. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Harun Nasution. munculnya Risale-i Nur untuk menyelamatkan masyarakat Turki yang muslim dengan menentang revolusi sosial yang berasal dari revolusi politik oleh Mustafa Kemal Attaruk. 6 . Jakarta. Inggris dan khususnya banyak mengadopsi hukum-hukum sekuler Swiss. dia mengecam taklid kepada pendapat ulama dan menyeru umat agar menyelaraskan nalar dan hati nurani dengan al-Qur’an dan sunnah bukan kepada penafsiran-penafsiran tradisional. Keempat. penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. yang mengadopsi kebebasan di Barat). yang pada saat itu telah tercemar dan direkayasa oleh umat Islam dengan memasukkan unsur-unsur mistis dan tata cara ibadah yang telah menyimpang dari ajaran Islam murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah. 1990. Revolusi sosial itu sangat tampak misalnya : memberikan keluasan posisi perempuan di antara laki-laki (fenimisme. Kelima. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah “menjauhi politik” (Said Nursi 2003b. Jamaluddin al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun 1897. faktor politis. penggunaan Pendiri Wahhabi yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab untuk memurnikan ajaran agama Islam. Dampaknya adalah secara sosialkultural terjadi revolusi sosial besar-besar di Turki. pelarangan azan (harus dengan bahasa Turki). maka untuk interpretasi itu diperlukan ijtihad dan pintu ijtihad baginya terbuka. Ia membuka pintu ijtihad yang telah dinyatakan tertutup oleh ulama-ulama terdahulu. pelarangan jilbab. pelarangan sorban (sarek). melarang penggunaan peci. ditulisnya Risale-i Nur adalah dalam konteks masyarakat Turki yang Islam untuk menentang pemerintahan sekuler yang dibentuk oleh Inggris yakni sebuah revolusi politik dari sistem kekhalifahan diubah menjadi sistem demokrasi republik yang menerapkan hukum-hukum Prancis. 71). penutupan madrasah. modernisasi cara berpakaian khususnya perempuan. Abdul Wahhab mengecam kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan orang-orang suci dan saleh (wali-wali sufi) dan hal-hal yang berkaitan dengan itu.12 Qur’an dan as-Sunah” tapi tidak seperti aliran wahabi6 ataupun pan islamisme yang didengungkan oleh Jamaluddin al-Afgani7. faktor sosial-kultural.

Bahkan yang paling tragis adalah “pembantaian 100 ribuan ulama dan alimin”. Tidak ketinggalan juga perubahan bahasa Arab ke bahasa Turki. teoritik dan praktek di masa sekarang dan masa depan. Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. yakni pembicaraan mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda Said Nursi dalam membentuk manusia yang mulia. Pembahasan ini juga berupaya menjelaskan relevansinya dengan pembinaan akhlak generasi muda yang dapat diterapkan secara. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah mempertahankan prinsip-prisip dasar ajaran Islam dari trend materialistik dan ateistik. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat.13 nickname (lakap atau gelar). Kelima alasan di atas inilah yang menjadi dasar penelitian ini. masalah etika secara khusus dibahas pada Simposium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Kedua. takwa dan sedekah. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir al-Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan al-Qur’an dengan jalan ikhlas. Persoalan ini akan terkait secara langsung dengan persoalan politik dan sosial-kultur Said Nursi dalam membentuk pandangan dasar yang menjadi gagasan dasar atau ideologi menjelma menjadi doktrin-doktrin dari Risale-i Nur. berakhlak mulia. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan . mengadaptasi kalender internasional (kalender Masehi) dan mengadopsi hukum-hukum sekuler.

Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat-sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. Ketiga. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi. hlm. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Keempat. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. Maka. 8-10). perkembangan ilmu dan teknologi. tasawuf dan akhlak dalam realitas kehidupan. teknologi. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. (Faris. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung bermuatan materialistik dan intelektualistik semata. hal-hal . Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. 2004. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu.14 diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. komunikasi dan informasi. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma’rifatullah dalam perspektif yang luas. Akibatnya. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual.

Karena persoalan “krisis moral” merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari “melupakan” Tuhan. Apa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi? 2. maka tujuan dari penelitian ini adalah : . Rumusan Masalah Sesuai latar belakang masalah sebagaimana di atas. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman.15 yang bersifat spritualistik cenderung diabaikan. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. Kelima. Bagaimana relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan akhlak generasi muda ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. Dengan demikian. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. Berdasarkan pertimbangan beberapa pemikiran dan urgensi penelitian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Said Nursi layak untuk dibahas. tanda-tanda akhir zaman. dikaji dan diungkap. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup.

Untuk mengetahui relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan generasi muda. untuk memberikan informasi kepada peneliti tokoh Said Nursi lanjutan dalam mengkaji dan mengetahui tentang konsep pendidikan akhlak yang pernah dihasilkan oleh Said Nursi sebagai tokoh filosof sufi modern yakni sebagai upaya pengungkapan khazanah intelektual muslim abad ke-20an yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi munculnya kejayaan Islam kembali. 2. pelajar dan lain sebagainya. Kegunaan Penelitian Setidaknya ada 2 (dua) kegunaan dari penelitian ini yaitu secara teoritis dan praktis. dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. terkhusus bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi. mahasiswa. Kemudian dalam kaitannya dengan ilmu pendidikan akhlak upaya penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan motivasi bagi diadakannya pembahasanpembahasan lebih lanjut tentang akhlak Islam secara filosofis untuk menemukan teori baru di bidang pendidikan akhlak. Penelitian ini juga berguna sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua disiplin bidang pendidikan. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi. Secara praktis. .16 1. Secara teoritis. maka ilmu pendidikan akhlak dapat memberikan manfaat untuk memberikan motivasi bagi pembahaspembahas lanjutan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

asas adalah jamak dari prinsip. Istilah “Pendidikan Akhlak” terdiri dari 2 (dua) kata yaitu pendidikan dan akhlak. bertindak dan sebagainya)” (Departemen P dan K 1991. 664). hukum-hukum sebab akibat. . namun istilah pendidikan akhlak menunjukkan adanya proses pembentukan seorang manusia agar memiliki akhlak.. Secara filosofis kata itu mengandung arti kebenaran-kebenaran yang fundamental dari suatu kandungan doktrin atau dasar apa saja yang berkaitan dengan tingkah laku manusia (Hasting t. Prinsip adalah suatu komitmen yang mendalam terhadap sesuatu yang diyakini kebenarannya. Definisi Operasional Guna mencapai pemahaman arah dari penelitian ini.17 Penelitian ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu dan pendidikan. hlm.th. 788). Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. 2) tuntunan peraturan untuk tingkah laku moral (Hornby 1974. maka perlu memahami terlebih dahulu kata “Pendidikan”. 336). maka ada beberapa istilah yang perlu diuraikan sebagai defenisi operasional di antaranya : Istilah “Prinsip-prinsip” berasal dari bahasa Inggris principle secara leksikal berarti : 1) Dasar kebenaran. asas (kebenaran yang menjadi dasar berpikir. Untuk memahami istilah ini. Pengulangan istilah prinsip dalam judul yaitu prinsip-prinsip dalam bahasa Inggris principles (dalam bentuk jamak) mengandung arti ada beberapa dasar. Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda. hlm.

Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. Pada dasarnya para ahli tidak mempersoalkan penggunaan istilah ini.18 Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. 35). Sedangkan untuk istilah tarbiyah. kandungan. ta'dib. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. 'ada ta'awwud dan tadrib. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. hlm. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. siyasat diartikan siasat. pemerintahan. tahzib. ta’lim. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. dan penerima. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. mawa’izh. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam tahzibul akhlak. Ta'lim diartikan pengajaran. politik atau pengaturan. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. dan Burhan al-Islam al-Zarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. antara lain tarbiyah. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al Attas 1994. Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. siyasat. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (Al . Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. yaitu proses.

Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. Jadi dapat dipahami bahwa akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. tabi'at (at-jiyyat). moral. Kata "generasi" berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. hlm. tingkah laku. yaitu generasi dan muda. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. tanpa pemikiran atau pemaksaan. Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah “Pendidikan Akhlak” dalam penelitian ini adalah “suatu proses menuju arah tertentu yang dikehendaki sesuai dengan landasan akhlak yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang (seperti Nabi) dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya”. Istilah "Generasi Muda" secara etimologi berasal dari dua kata. hlm. . perangai dan kesusilaan. adab atau sopan santun (al-muru’at). dan agama (al-din). dan kata "muda" yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. watak. 36). Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). budi pekerti. watak (at-thab ). Sedangkan kata “akhlak” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. 309). 667). Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. hlm. etika.19 Attas 1994. perangi.

Dari beberapa defenisi operasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian judul tesis ini adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". 11 Terkait penelitian ini peneliti akan meninjau beberapa pustaka sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya mengenai karya akademik yang memuat asal negara. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. tempat dan tahun dapat dilihat di CD Bediuzzaman Said Nursi Risale-i Nur. 2). Tinjauan Pustaka Berdasarkan kajian dan pemeriksaan kepustakaan yang ada tentang Said Nursi. khususnya dalam berbagai aspek. diakui bahwa ada beberapa peneliti yang telah menulis dan mengkaji sebagian pemikiran Said Nursi. Menurut Suraiya. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup sebelum mereka. hlm. 166). Turki. judul karya. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. Dalam bentuk kajian tesis terdapat sekitar 8 negara yang membahas mengenai Said Nursi. nama penulis. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. hlm. Nesil Foudantion. asal perguruan tinggi. 11 .20 Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. hlm. angkatan. golongan. 201). generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. Istanbul. bahwa generasi muda adalah kelompok.

menemukan beberapa metode pendidikan yang dipakai Said Nursi dalam Risale-i Nur. hal. The Active Learning Method.m od el Pe nd id ik an Be di uz z a m a n " o le h H a li t Er tu g r u l (1 99 4) . Dalam karya berbahasa Turki ini. 2. dan pemahaman. baik dalam kegiatan pendidikan informal. Keutamaan model pendidikan Said Nursi adalah terletak pada kemampuan ia menggunakan argumentasi rasional untuk menunjukkan hakikat kebenaran. namun sisi kelemahannya mungkin terletak pada titik tekan Said Nursi dalam membentuk berkepribadian berakhlak mulia tidak dilakukan oleh para peugkajipengkaji Said Nursi secara detail. menggunakan metode pengulangan. “The Risale-i Nur in The Context of Educational Principles and Methods”. The Question and Answer Method. Sementara Sakir Gozutok (2000. 404-412). Suatu catatan penting dari makalah ini memuat tentang 13 tawaran Said Nursi untuk dijadikan basis epistemologis penegakkan sistem pengajaran. yaitu penekanan terhadap aspek akidah. dan Observational Method (External Observation and Inward Observation).21 1 . te la h memperkenalkan karya tentang Bediuzzaman Said Nursi berjudul . pendalaman. 1992 dalam sebuah makalah yang berjudul : “Badiuzzanian Education Method”. dalam makalahmya yang berjudul. Walaupun dua karya tersebut cukup signifikan untuk melengkapi data penulisan tesis ini. “Egitimde Bediuzzaman Modeli”. Tulisan karya Adem Tatli. bahwa Said Nursi meliliki model tersendiri dalam pendidikan Islam. Ertugrul membuat suatu kesimpulan. K a ji an " Mo de l. Makalah ini dipersentasikan pada seminar Simposium ke II tentang Bediuzzaman Said Nursi pada 27-29 September 1992 di Istambul. maupun dalam . 3. yaitu The Direct Lecturing Method.

jika diteliti secara langsung atau tidak langsung menyinggung persoalan keimanan.22 bentuk formal. meliputi landasan filosofis. Semua kajian di atas. dan prinsip metode pendidikan. akhlak dan ibadah yang menjadi fokus dari kajian penulis dalam membangun prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara teologis. dan aktifitas pergerakan siswa. dapat penulis tegaskan bahwa sejauh pengamatan kami pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi belum ada. Pemetaan kajian di atas. Penelitian dan karya ilmiyah yang dikemukakan diatas tidak sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan. metode. sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan adalah mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. Dari beberapa literatur dan tulisan mengenai pemikiran Said Nursi di atas. Ertugrul dan Tatli masih dalam tataran umum mengkaji pola pendidikan dihubungkan dengan basis penegakan sistem pengajaran. atau pengkajian tentang akhlak belum dilakukan secara mendalam. Sedangkan pada tahap konseptualisasi nilai-nilai akhlak. siswa. metodologi pendidikan. pengelolaan kelas. realisasi nilai-nilai tersebut belum dilakukan secara maksimal. penelitian kepustakaan yang akan kami lakukan ini adalah suatu usaha untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tersebut. dimaksudkan ingin melihat penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung dan diharapkan menjelaskan posisi penulis dalam mengambil fokus kajian penulis. Penelitian sebelumnya pada umumnya membahas masalah mosel-model pendidikan. . Karena itu. kurikulum. guru. Perbedaan penelitian dan karya ilmiyah tersebut dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah pada materi pembahasannya.

khususnya yang berkaitan dengan “prinsip-prinsip pendidikan akhlak”. hlm. menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Pertama. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah” (Bakry 1993. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik.23 Kerangka Teori Dalam rangka memperjelas arah dari penelitian ini. Kedua. menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. alamiah dan bertolak dari watak. maka dalam penelitian ini secara spesifik peneliti mengemukakan teori-teori yang berhubungan dengan pendidikan akhlak sebagai berikut : “Teori pendidikan akhlak” secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. tercipta melalui kebiasaan dan . 77-79). (Lihat Wan Daud 2003. Tokoh lain yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Syed Muhammad Nauquib al-Attas dengan menggunakan kata adab atau ta'dib. 13-14). Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Selain itu. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri. bangsa dan negara. hlm. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama. jika dikaji secara teoritis.

Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa . Pembedaan pendidikan akhlak kepada mistik dan rasional bukannya tidak memiliki konsekuensi. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995.10). 56-57). Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat.24 latihan. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). hlm. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. him. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. Sebagaimana dalam teologi rasional. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan daya-daya akal. Oleh sebab itulah. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional.

25 pada diri manusia. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa . Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. maka konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa pendidikan akhlak dalam penelitian ini ditinjau melalui 2 (dua) aliran. yakni unsur rasio dan rasa. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. 125). hlm. Namun. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Namun. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. dalam kajian penelitian ini justru keduanya dipadukan untuk melengkapi satu dengan yang lainnya. Dengan demikian. Karena itu. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan terhadap perlaku manusia. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. yakni rasional dan mistik (Abdullah 1997. Oleh sebab itulah. Pendidikan akhlak mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. Akhlak termasuk unsur immaterial.

Sumber Data . Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan. sebagai berikut : Jenis Penelitian Penelitian ini dari segi objeknya adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research). mengolah dan menganalisis data. dokumendolumen. menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. maka langkahlangkah yang perlu dijelaskan terkait dengan hal-hal teknis dalam metodologi penelitian ini. Disebut kualitatif adalah karena di dalam penjelasan dan uraianuraiannya tidak menggunakan angka statistik tetapi dengan fakta dan argumentasi. arsip-arsip. Penelitian ini dari segi objek dan tujuannya adalah deskriptif kualitatif. Disebut penelitian lapangan karena objeknya adalah pengamatan secara langsung aktivitas keagamaan generasi muda Turki yang mengarah kepada model kajian generasi muda. Disebut deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam buku-buku dan dokumen-dokumen. Disebut penelitian pustaka karena objeknya adalah pemikiran yang tertuang dalam bahan-bahan pustaka berupa buku-buku. jurnal dan majalah ilmiah.26 pendapat Amin Abdullah menjadi landasan kajian ini dalam memadukan aspek-aspek akhlak dalam diri manusia.

2003a). mengapa harus ada mukjizat dan lain sebagainya. Asma Allah SWT. minhaj as-Sunnah. pembahasan tentang akhlak. mengenai kemukjizatan Rasulullah. Buku ini memuat tentang tingkat kehidupan. Adapun data primer adalah data yang langsung dari sumber pertamanya. dan kehidupan spiritual yang mana dijelaskan dengan penjelasan yang sangat argumentatif dengan dalil yang menguatkan (Said Nursi. lahir maupun bathin dan menerangkan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa. tentang kabar ghaib dari ayat al-Quran. yaitu pengkajian kitab Risale-i Nur sejumlah lebih kurang 6000 halaman. “Mektubat” (kumpulan surat-surat) merupakan kumpulan surat-surat 1928- 1932 memuat jawaban dan penjelasannya seputar isu-isu penting dalam. membahas peristiwa yang menimpa para Nabi Allah SWT. entah itu anugerah atau bencana yang mana hikmah tersebut akan menyempurnakan kehidupan (spiritual) manusia. Penelitian ini mengambil sumber asli yakni dalam bahasa Turki dan Arab. 2003b). dan lain-lainnya. b.27 Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. ma'rifat terhadap Allah dan Rasulullah. Adapun sumber pemikiran Said Nursi yang dijadikan rujukan adalah 2 (dua) karya dari kumpulan Risale-i Nur. Islam tentang isu-isu teologis. keutamaan munajat (doa). Kedua karya tersebut : a. (Said Nursi. . rahmat dalam kematian dan kemalangan. makna mimpi. Berisi ajakan untuk merasakan tetesan cahaya Ilahi yang memantul di setiap aspek kehidupan baik yang profan maupun yang sakral. Buku ini mengandung 33 cahaya. hikmah penciptaan setan. mukjizat Rasulullah SAW. “Lemaalar” (kumpulan cahaya) memuat sebanyak 33 kumpulan cahaya.

Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. yang dapat dijadikan sumber sekunder adalah tulisan-tulisan yang membicarakannya tentang pendidikan akhlak. Selain itu. dan bila dipandang perlu dilakukan penafsiran untuk mendukung analisa dan pemahaman yang lebih mendalam. Fokusnya kedua kitab ini. 2005. Adapun yang dapat digunakan sebagai sumber sekundernya berupa buku. Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. jurnal ilmiah. selanjutnya data tersebut dianalisa. makalah-makalah hasil simposium Internasional dan seminar Internasional hasil-hasil penelitian dan media elektronik (program komputer. monograf. enseklopedia. Kedua kitab di atas adalah bagian dan koleksi Risale-i Nur merupakan tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh Said Nursi dalam bahasa Turki dan Arab. Analisa merupakan tahap yang penting dan menentukan.28 Penyajian buku ini menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dengan dalil naqli dan argumentasi serta pendekatan analogi yang aktual dan relevan. Di samping Risale-i Nur. Teknik Penulisan Teknis penulisan tesis ini berpedoman pada buku tuntutan PPS IAIN Raden Fatah Palembang yang ditulis oleh M. karena dalam tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil dalam menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan- . walau nanti juga akan diikuti dengan 12 kitab lainnya dalam pembahasan kajian penelitian ini. koran. majalah. sebagai sumber sekunder digunakan sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an dalam kajian ini. Sirozi dan kawan-kawan (Edisi Revisi) Pedoman Penulisan Tesis. CD-ROM atau internet) yang berhubungan dengan penelitian ini sebagai data pendukung fokus penelitian ini.

Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif Dalam penelitian ini data yang sudah dikumpulkan diolah untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya. Arab dan Inggris. maka perlu dijelaskan secara teknis penganalisaan bahan-bahan dilakukan dengan cara komperasi bahasa yakni digunakan kombinasi Risale-i Nur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. serta menganalisa buktibukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Setelah datadata terkumpul maka data diteliti untuk mencari fakta yang relevan mengenai pendidikan akhlak menurut Said Nursi. mengevaluasi. pengelolaan analisa ini dimaksudkan untuk menganalisa secara mendalam pemikiran-pemikiran Said Nursi tentang konsep pendidikan akhlak.29 persoalan dalam penelitian. Sebagaimana dalam disebutkan bahwa data primer penelitian ini adalah Risale-i Nur orisinil adalah bahasa Turki dan Arab. – yang dalam penelitian ini diposisikan data sekunder – hal ini dimaksudkan untuk mempermudah verifikasl dan menarik konklusi. Keterbatasan Penelitian . verifikasi. Adapun teknis penulisan tesis ini melalui langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan datanya dimulai dengan proses pengumpulan kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan Risale-i Nur dalam konteks pendidikan akhlak. menganalisa apa-apa saja pemikiran Said Nursi. dengan cara mengumpulkan. Data kemudian dikelola secara mendalam. Kemudian pemikiran Said Nursi yang dijadikan objek direkonstruksi secara sistematis dan objektif. Selanjutnya membaca data-data tersebut sebagai langkah identifikasi konsep-konsep dasar dari pemikiran pendidikan akhlak Said Nursi. Apakah data-data tersebut termasuk sumber primer atau sumber sekunder.

Namun. Kegunaan Penelitian. waktu satu tahun yang digunakan tidaklah mencukupi. maka untuk mengetahui masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut : Bab Pertama. . faktor ini juga menyebabkan kesulitan dalam penelitian ini karena jumlah halaman mencapai 6000 halaman yang terdiri dari 14 jilid. Hal ini juga disebabkan faktor keterbatasan waktu studi. Tinjauan Pustaka. yakni bahasa Turki. Metodologi Penelitian. karena banyak waktu yang digunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh The IstanbuFoundation for Sciance and Culture. karena Risalei Nur orisinil adalah bahasa Turki. Sehingga pembahasan penelitian ini digunakan kombinasi Risale-i Nur sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan tesis ini terdiri dari beberapa bab. Faktor Tebalnya Risale-i Nur. Tujuan Penelitian. Kerangka Teori. Arab dan Inggris. Keterbatasan penelitian ini perlu dijelaskan untuk menghindari faktor-faktor yang mungkin mengancam objektivitas atau validitas penelitian dan generalisasinya. situasi itu pun tidaklah dapat dilakukan secara optimal. dari tiap-tiap bab juga terdiri dari beberapa kerangka-kerangka pembahasan. keterbatasan penelitian ini ada faktor bahasa dari segi teks Risale-i Nur. keterbatasan waktu studi ini lebih disebabkan adanya keinginan mengkaji risalah nur ini dari bahasa aslinya. Untuk itu. Karena 6 bulan pertama digunakan untuk belajar bahasa Turki dan 6 bulan mulai merancang penelitian dan penulisan. penelitian ini hanya menggunakan sebagian dari Risale-i Nur yakni 2 kitab saja. yang terdiri dari Latar belakang.30 Sebagal kajian pustaka penelitian ini tetap memiliki keterbatasan yang patut disampaikan di sini. Defenisi Operasional. dan Sistematika Penulisan. Rumusan Masalah. bab ini merupakan bab pendahuluan.

ruang lingkup. pengertian dan batasan. implikasi dan rekomendasi. memahami asma' al-husna. bab ini membahas mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda. selanjutan kegiatan keagamaan. bab ini membahas mengenai biografi singkat Said Nursi. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. Bab Ketiga. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . karakteristik. tujuan hidup. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. Adapun kajiannya tentang pendidikan akhlak mencakup . menguatkan keimanan. memahami hakekat penciptaan manusia. takwa dan sedekah. berpegang teguh pada al-Qur'an. tingkah laku. situasi kejiwaan. bab ini membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . lingkungan. dan menanamkan ikhlas. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. membahas penutupan berisikan kesimpulan. ibadah. Bab Kelima.. Bagian selanjutnya difokuskan bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . mengetahui tanda-tanda hari kiamat. Bab Keempat. pengertian dan tujuan. pandangan hidup. Bab 2 TINJAUAN TEORITIS PENDIDIKAN AKHLAK DAN GENERASI MUDA . memahami alam semesta. saran-saran. meyakini hari kiamat. meneladani Nabi Muhammad Saw. dan signifikansinya. dinamika kehidupan.31 Bab Kedua. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . relevansi dengan akidah.

tahzib. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Akhlak Pengertian Pendidikan Akhlak Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. dan signifikansinya. Ta'lim diartikan pengajaran. pengertian dan batasan. Namun pada kajian tentang pendidikan akhlak mencakup . pengertian dan tujuan. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. namun para ahli . tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. siyasat. antara lain tarbiyah. 'ada ta'awwud dan tadrib. Walau terjadi berbagai perbedaan. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam bukunya berjudul tahzibul akhlak. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan.32 Kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) fokus yaitu mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang memiliki cakupan yang luas. siyasat diartikan siasat. ta'dib. mawa’izh. ta’lim. ruang lingkup. pemerintahan. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. jika ditinjau dari berbagai perspektif kajian. politik atau pengaturan. dinamika kehidupan. dan Burhan al-Islam alZarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. karakteristik. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum.

33 tidak mempersoalkan penggunaan istilah di atas. hlm. Kalau pengajaran dapat dikatakan sebagai "suatu proses transfer ilmu belaka". perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis. Para pakar sependapat bahwa Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran. pendidik) dengan persiapan yang matang dan penekanan-penekanan menuju ke arah proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian yang sesungguhnya tidak mudah dilaksanakan. perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada “penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran clan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian” (Azra 2000. guru. karena itu. Memang secara fakta bahwa istilah “pendidikan” telah menempati banyak tempat dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pakar. yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. . Mengambil makna dari pandangan Azra di atas. namun pendidikan merupakan dengan "transformasi aspek nilai yang dan pembentukan Dengan kepribadian demikian. Artinya. pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan "tukang-tukang" atau para spesialis yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang sempit. segala dicakupnya". pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam suatu kesimpulan awal. bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih baik. 3-4). artinya pendidikan secara umum memuat sebuah usaha dan cara-cara yang dipersiapkan oleh pelaku pendidikan (Baca . Karena.

Dari kegigihan usaha Rasulullah SAW tersebut. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al-Attas 1994. “pendidikan” secara istilah. musyrik. . kasar dan sombong maka dengan usaha dan kegiatan Nabi mengislamkan mereka.34 Jika kita melihat sejarah. hlm. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. menyampaikan ajaran. Orang Arab Mekkah yang tadinya menyembah berhala. lemah lembut dan hormat pada orang lain. seperti yang lazim dipahami sekarang belum dikenal pada zaman Nabi. memberi contoh. kafir. mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang dicita-citakan oleh ajaran Islam dengan itu berarti Nabi telah mendidik. memberi motivasi dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu. mukmin. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah. telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian sekarang. ix). hlm. Sehingga jelaslah kegigihan tersebut mencerminkan upaya menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia (Arifin 1993. yaitu potensi untuk selalu cenderung kepada kebaikan dan ridha Allah SWT sebagai jalan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan akhirat. melatih keterampilan berbuat. 35). membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. muslim. lalu tingkah laku mereka berubah menjadi menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa.

moral. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat.35 Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. Al-Qalam [68]: 4). memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (AlAttas 1994. kandungan. Sedangkan kata "Akhlak" dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. kebiasaan. Bukhari dan Muslim). Ayat tersebut dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul: "Sesungguhnya engkau [Muhammad] berada di atas budi pekerti yang agung" (QS. perangai dan kesusilaan. perangai. Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. yaitu proses. perangi. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. tabi'at (at-jiyyat). budi pekerti. dan salah satunya yang paling populer adalah : “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat: 4. . Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. watak (at-thab). bahkan agama). Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. hlm. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). dan penerima. 35-36). Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. tingkah laku. dan agama (al-din). adab atau sopan santun (al-muru’at). namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. etika. watak.

kebiasaan. Etiket juga berarti secarik kertas yang ditempelkan pada botol atau kemasan barang. sikap. 2004. watak. Jadi menurut Bertens kata "etika" sama dengan etimologi "moral". serta dari objeknya. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti. dan bahwa firman Allah berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keanekaragaman tersebut. dan cara berpikir. kedua istilah ini tidak ada hubungannya. Hanya bedanya "etika" dari bahasa Yunani dan "moral" dari bahasa Latin. padang rumput. yakni akhlak sebagai kelakuan. Kedua istilah ini memiki persamaan dan perbedaan. Kata moral berasal dari bahasa Latin mos dan jamaknya mores yang berarti kebiasaan atau adat. akhlak. yakni kepada siapa kelakuan itu ditujukan. dalam al-Qur'an : “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam” (QS. Terkait masalah istilah dalam bahasa Indonesia dikenal istilah "etika dan etiket”. Sedangkan kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan buruk. Dari segi . Dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia kata etika dan moral sangat berdekatan dengan istilah akhlak dari bahasa Arab. him. adat. kandang. Jika dari asal usulnya. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adat kebiasaan (Bertens. perasaan. Etika dalam bahasa Inggris adalah ethics sedangkan etika adalah etiquette. Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut. kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat beragam. tempat tinggal yang biasa. Etika disini berati moral. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaaan. Al-Lail [92]: 4).36 Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas. Etiket berarti sopan santun. Kata yang dekat dengan etika adalah moral. 4).

37 persamaan. Sedangkan Asmaran cenderung melihat akhlak merupakan bawahan sejak lahir yang tertanam di dalam jiwa manusia. hlm. Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama” (Mahyuddin 1996. 4). sama-sama menyangkut perilaku manusia. Menurut para ahli masa lalu (al-qudama). agar jiwa bersih dan pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan dan cara memperolehnya. 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. atau tahzib alakhlaq (falsafat akhlak) atau al hikmah al-amaliyat atau al hikmat al khuluqiyyat. Akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Asmaran (1994). Pertama. Kedua. Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku atau perangai ('ilm al-suluk). mendefinisikan "akhlak itu adalah sifat-sifat yang dibawah manusia sejak lahir. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti 1) Ilmu tentang yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). tanpa pemikiran atau pemaksaan. sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif. yang tertanam di dalam jiwanya dan .

artinya memelihara kesucian Al-Hifafah. artinya pema’af Al-khusu’. Ditinjau dari segi sifatnya. baik yang berhubungan dengan diri sendiri. artinya memelihara kesucian Ar-Rahman. artinya menghormati tamu Al-Hilmu. yaitu: Pertama. Al-Amanah. hlm. Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksi dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran yaitu bukan karena adanya tekanan-tekanan atau paksaan dan pengaruh dari orang lain. yakni akhlak yang baik. Perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali (kontinu) dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang meresap dalam jiwa. 9. Kemudian dilihat dari segi sasarannya. 2. terhadap sesama manusia. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa akhlak merupakan suatu cerminan atau tolak ukur terhadap setiap sikap.1). Kedua. akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan. Baik atau buruknya suatu akhlak tergantung pda pembinaannya" (Asmaran 1994. akhlak terbagi dua macam. diantaranya adalah: 1. artinya bersifat adil Al-Hifafah. Akhlaqul mahmudah juga terbagi lagi beberapa macam. Dari pengertian di atas. akhlak terhadap Allah Swt.23). Perbuatannya yang baik disebut akhlak mulia. disebut akhlaqul mazmumah (Barmawie 2001. artinya bersifat belas kasih At-Ta’awun. hlm. hlm. maupun terhadap lingkungan sekitarnya. 3. 5. tindakan. 4. disebut akhlaqul mahmudah. Sifat itu dapat dilihat dari perbuatannya. 6. artinya suka menolong (Barmawie 2001. 7. 8. pada hakikatnya akhlak menurut al-Ghazali harus mencakup dua syarat. artinya jujur Al-Afwu. dan akhlak yang tercela. cara berbicara atau pola tingkah laku seseorang itu baik atau buruk. Jadi . artinya tidak melakukan maksiat Al-Adli. dan perbuatan yang buruk disebut akhlak yang buruk atau tercela.22).38 selalu ada pada dirinya.

hlm. bertingkah laku dan berperangai yang baik sesuai dengan ajaran Islam. yaitu untuk menjadi hamba Allah yakni hamba yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan memeluk Islam (Marimba 1980. moral dan etiket.48-49). Karena. 15). hlm.39 akhlak merupakan fondasi atau dasar yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Tujuan Pendidikan Akhlak Berbicara masalah tujuan pendidikan akhlak sama dengan berbicara tentang pembentukan akhlak. Namun hanya kata akhlak dan etika yang mempunyai maksud sama ketika menyangkut perilaku lahir dan batin manusia. Penjelasan di atas menggiring pemahaman bahwa istilah pendidikan akhlak dimaksud dalam penelitian ini adalah "suatu kegiatan pendidikan yang disengaja untuk perilaku lahir dan batin manusia menuju arah tertentu yang dikehendaki". karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. . itu dalam penelitian ini. Berdasarkan penjelasan di atas dalam penelitian ini arti kata akhlak bisa disamakan dengan kata etika. Demikian pula Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah identik dengan tujuan hidup setiap Muslim. akhlak yang dimaksud adalah "pengetahuan menyangkut perilaku lahir dan batin manusia". agar setiap umat Islam mempunyai budi pekerti yang baik (berakhlak mulia). Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (alAbrasyi 1974.

hlm. Menurut sebagian ahli mengatakan bahwa akhlak itu tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah instinct (Gharizah) yang dibawa manusia sejak lahir (Mansyur 1961. hlm. nasihat dan pendidikan. latihan... demikian pula sebaliknya (Al Ghazali t. hlm.t.t. walaupun tanpa dibentuk atau diusahakan. Perbuatan lahir ini tidak akan sanggup mengubah perbuatan bathin. dan dapat juga berupa kata hati atau intuisi yang selalu cenderung kepada kebenaran. yaitu apakah akhlak itu dapat dibentuk atau tidak?. Dan tidak ada pula fungsinya hadits nabi yang mengatakan “perbaikilah akhlak kamu sekalian” (Al Ghazali t. Bagi golongan ini bahwa masalah akhlak adalah pembawaan dari manusia sendiri. hlm. maka batallah fungsi wasiat. al-Ghazali dan lain-lain termasuk pada kelompok yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil usaha (muktasabah). pembinaan. Dengan pandangan seperti ini. Imam al-Ghazali misalnya mengatakan bahwa: “Seandainya akhlak itu tidak dapat menerima perubahan. Kelompok ini lebih lanjut menduga bahwa akhlak adalah gambaran bathin sebagaimana terpantul dalam perbuatan lahir..40 Akan tetapi. Pada kenyataannya di lapangan usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. dan perjuangan keras dan sungguh-sungguh (Al Ghazali t. 91). Ibnu Maskawaih. 54). Kelompok yang mendukung pendapat yang kedua ini umumnya datang dari ulama-ulama Islam yang cenderung kepada akhlak. sebelum kita lanjutkan tentang tujuan pendidikan akhlak ada masalah yang perlu kita jawab terlebih dahulu dengan seksama. Selanjutnya ada pula pendapat yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan. Ibnu Sina. 54). Orang yang bakatnya pendek tidak dapat dengan sendirinya meninggikan dirinya. 90). Ini menunjukkan bahwa akhlak memang peril dibina dan pembinaan ini .t. maka akhlak akan tumbuh dengan sendirinya.

taat kepada Allah dan Rasul-NYa. Peristiwa yang baik atau yang buruk dengan mudah dapat dilihat melalui pesawat televis. dan diharakan nantinya dia mempunyai sifat-sifat tersebut dan menjauhi sifat-sifat tercela. baik itu berupa yang baik atau pun yang buruk. tidaklah mungkin dengan penjelasan pengertian saja. arahan. karena adanya alat telekomunikasi. terntaya menjadi anak-anak yang nakal. akan tetapi memerlukan membiasakannya melakukan perbuatan yang baik.41 ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. internet. hormat kepada ibu bapak. melakukan berbagai perbuatan tercela. Keadaan pembinaan ini semakin terasa diperlukan terutama pada saat dimana semakin banyak tantangan dan godaan sebagai sebagai dampak dari kemajuan teknologi. Akan tetapi keadaan sebaliknya juga menyatakan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan. Demikian pula dengan obat-obat terlarang. minuman keras. buku-buku. Film. dan pendidikan. Semua itu jelas membutuhkan pembinaan akhlak (Nata 2002). Ini semua menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina agar akhlak generasi penerus kedepan menjadi lebih baik dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan. tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan adegan maksiat jujga banyak. dan seterusnya. Jadi untuk membina agar anak mempunyai sifat-sifat terpuji. Kebiasaan latihan itulah yang membuat ia cenderung kepada melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. mengganggu masyarakat. dan pola hidup materialistic dan hedonistik semakin menggejola. faximile. saying kepada makhluk Tuhan dan seterusnya. dan seterusnya. Saat ini misalnya orang akan dengan mudah berkomunikasi dengan apapun yang ada di dunia ini. .

Semua pengalaman yang dilalui anak sewaktu kecilnya. yang menyangkut akhlak dan ibadah sosial atau hubungan dengan sesama manusia sesuai dengan ajaran agama jauh lebih penting daripada hanya sekedar kata-kata. 2002). dan aliran konvergensi (Abudin Nata. Latihan-latihan keagamaan yang menyangkut ibadah seperti sembahyang. Latihan keagamaan. Aliran nativisme ini nampaknya begitu yakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia dan aliran ini erat kaitannya dengan aliran intuisme dalam penentuan baik dan buruk sebagaimana telah diuraikan di atas. Pendidik atau Pembina pertama adalah orang tua. yaitu aliran nativisme. Aliran ini tampak kurang menghargai atau kurang memperhitungkan peran pembinaan dan pendidikan. membaca al-quran. kemudian guru. Sikap anak terhadap agamanya dibentuk pertama kali oleh orang tuanya. Menurut aliran nativisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecenderungan kepada yang baik. masjid atau langgar. aliran empirisme. doa. pembentukan sikap dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil.42 Pembinaan moral. sehingga akan tumbuh rasa senang melakukanibadah tersebut. yaitu lingkungan social . akan merupakan unsur pentingdalam pribadinya. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pada khususnya dan pendidikan pada umumnya. sembahyang berjamaah di sekolah. harus dibiasakan sejak kecil. Selanjutnya menurut aliran empirisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor dari luar. ada 3 (tiga) aliran yang sangat popular. maka dengan sendirinya orang tersebut akan menjadi baik. kemudian disempurnakan atau diperbaiki oleh guru di sekolah.

sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. yaitu penglihatan. janganlah kamu mempersekutukan Allah. Aliran ini tampak lebih percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran. dan hati agar kamu bersyukur”. Jika pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu baik. Ayat tersebut selain menggambarkan tentang pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Lukman Hakim. juga berisi materi pelajaran yang utama diantaranya adalah pendidikan tauhid atau keimanan. karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan akhlak. . Demikian juga sebaliknya. dan hati sanubari. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. maka baiklah anak itu. atau melalui berbagai metode (Arifin 1991. hanya kepada-KUlah kembalimu (QS : Luqman :13-14). Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap anak-anaknya. hlm. yaitu factor pembawaan anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang berbunyi: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik. bersyukurlah kepadaKU dan kepada kedua ibu bapakmu. penglihatan. dan Dia memberikan kamu pendengaran. 13).43 termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. Sementara aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal. `hai anakku. pendengaran. sebagaimana tersebut dalam firman Allah yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya di waktu ia memberika pelajaran kepadanya. Aliran ketiga ini sesuai dengan ajaran Islam.

sementara faktor eksternal yang dalam hal ini adalah dipengaruhi kedua orang tua. Bukhari) Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah kedua orang tua. Faktor internal yaitu potensi fisik. pada dasarnya tujuan pendidikan akhlak sejalan dengan tujuan pendidikan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an yaitu membina manusia baik secara pribadi kelompok agar mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba Allah. maka aspek kognitif (pengetahuan). Itulah sebabnya orang tua terutaman ibu mendapat gelar sebagai madrasah. guru di sekolah. dan psikomotorik (pengalaman) ajaran yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak. Dari berbagai penjelasan di atas. juga sejalan dengan hadits Nabi yang berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah (rasa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenaran). nasrani atau majusi” (HR. maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi. tempat atau lingkungan di mana manusia berada. intelektual dan hati (rohaniah) yang dibawa anak dari sejak lahir. penerima tugas (manusia). Tugas khalifah sendiri harus memenuhi empat sisi yang saling berkaitan yaitu pemberi tugas (Allah). karena . itulah sebabnya sering terjadi perbedaan dan tujuan pendidikan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya. Melalui kerja sama yang baik antara 3 lembaga pendidikan tersebut. tokoh-tokoh masyarakat. Dan keempat hal ini saling berkaitan. yakni tempat berlangsung kegiatan pendidikan. apektif (penghayatan).44 Kesesuaian teori konvergensi di atas. Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pembentukan akhlak anak didik adalah faktor internal dan faktor eksternal. dan materi-materi penugasan yang harus mereka laksanakan.

45 mereka harus memperhatikan faktor lingkungan di mana manusia itu berada (Mahmudah, tt., hlm. 56). Berdasarkan penjelasan di atas, wajar kiranya Omar Muhammad al-Toumy alSyaibany menyatakan bahwa dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadits, pemikiran yang serupa juga dianut oleh para pemikir pendidikan Islam, atas dasar pemikiran tersebut maka para ahli pendidikan dan pemuka pendidikan Muslim mengembangkan pemikiran mengenai pendidikan Islam dengan merujuk kedua sumber utama ini (Jalaluddin 2001, hlm. 8). Secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry, menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah" (Bakry 1993, hlm. 13-14). Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama, bangsa dan negara. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Tokoh akhlak lain yang menganggap Muhammad pentingnya pendidikan dengan

adalah

Syed

Nauquib

al-Attas

menggunakan kata adab atau ta'dib. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan

46 sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003, hlm. 77-79). Penjelasan al-Attas ini menggambarkan bahwa potensi akhlak berada pada Realitas Tertinggi yang merupakan titik sentral dalam kehidupan manusia. Berdasarkan kepentingan akhlak dalam kehidupan manusia itulah, maka mengatakan Ibn Miskawaih bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan atau bernilai baik (Badawi 1963, hlm. 478). , sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh sa'adat (kebahagiaan sejati/kebahagiaan yang sempurna). Pendapatan ini beralasan bahwa kebaikan itu merupakan tujuan setiap orang, factor anugerah Allah yang dapat mencapai kebaikan, disamping adanya kesungguhan berusaha dan

berkelakuan baik (Miskawaih 1982, hlm. 41-45). Seperti yang disimpulkan oleh Suwito bahwa tujuan pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibn Miskawaih adalah terciptanya manusia berperilaku ketuhanan. Perilaku seperti ini muncul dari akal ketuhanan yang ada dalam diri manusia secara spontan (Suwito 1992, hlm. 157). Rumusan tujuan pendidikan akhlak seperti ini hakekatnya dapat dilakukan melalui membangun motivasi pribadi dan orang lain untuk mencontoh akhlak Nabi. Artinya, bahwa berbagai aktivitas kehidupannya selalu melakukan sesuatu dengan mengikuti akhlak nabi, baik dalam rangka pembentukan sebagai seorang pribadi maupun terhadap orang lain. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah

47 terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi".

Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak Pembicaraan tentang pendidikan akhlak harus diakui banyak sekali persoalan yang akan muncul ketika masalah ini diangkat dan dikaji. Karena memang banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pendidikan akhlak. Diantaranya adalah menyangkut jumlah dan nama sumber karya tulis mengenai pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi akan sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang situasi sosial pada saat Risale-i Nur ditulis. Juga akan sangat berbeda kalau konsep itu berdasarkan kontekstualisasi pemahaman nilai-nilai keimanan atau ketauhidan yang menjadi filosofi dalam membentuk karekteristik insan manusia secara intergratif, universal dan kekinian. Kemudian perbedaan juga akan muncul bila pendidikan akhlak ditinjau dari segi pelaksanaannya, seperti efektifitas pendidikan akhlak yang dilakukan dengan pendekatan monolitik (diajarkan sebagai suatu bidang studi tersendiri) dengan pendekatan integratif (terintegrasi dengan bidang studi) pada lembaga pendidikan. Jika pendekatan integratif, maka masih ada pertanyaan yakni bidang studi

manakah yang sesuai dengan pengintegrasian?. Di samping itu, yang dapat berpengaruh pada konsep pendidikan akhlak adalah cara mengevaluasi pendidikan akhlak, dari kurikulumnya, alat dan atau media yang digunakan. Faktor lain seperti lingkungan, jenis kelamin,

48 tingkat kecerdasan anak didik, teologi pendidik, dan sebagainya, dapat pula berpengaruh terhadap hasil penelusuran konsep

seseorang mengenai pendidikan akhlak. Beberapa identifikasi di atas merupakan berbagai persoalan yang akan muncul dalam dinamika pemikiran mengenai prinsipprinsip pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini selain tujuan teknis yang diarahkan menjawab persoalan pokok maka dirumuskan tujuan pendidikan akhlak menurut pandangan Said Nursi yang dapat dipahami dari Risale-i Nur bahwa tujuan pendidikan akhlak diarahkan terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi. Maka dapat dipahami bahwa pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik yang harus menjadi mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Akhlak dalam dasar-dasar pendidikan selalu berawal dari upaya prinsip menguatkan iman dan mengkokohkan akidah secara integratif yang pembahasannya akan mempengaruhi terbentuknya doktin-doktrin akhlak secara aplikatif. Selain itu, menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa karakter

Pembedaan bukannya pendidikan tidak akhlak kepada mistik dan rasional dalam memiliki konsekuensi. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan dayadaya akal. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional).10). . hlm. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional.49 dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). 56-57). hlm. Sebagaimana teologi rasional. Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia.

Jadi pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan akhlak yang dimaksud pada penelitian ini yaitu . karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Signifikansi Pendidikan Akhlak . Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Dengan demikian. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Namun.50 Oleh sebab itulah.

(Faris. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting.51 Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. 2004. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir a]Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan alQur'an dengan jalan ikhlas. masalah etika secara khusus dibahas pads Simpusium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat- . Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. 8-10). Kedua. takwa dan sedekah. him. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. Ketiga.

Kelima. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi dan realitas kehidupan. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. bermuatan materialistik yang dan intelektualistik Akibatnya. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. komunikasi dan informasi. Dengan demikian. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda . Keempat. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. Maka. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma'rifatullah dalam perspektif yang luas. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung semata.52 sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. hal-hal bersifat spritualistik cenderung diabaikan. tanda-tanda akhir zaman. perkembangan ilmu dan teknologi. teknologi. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati.

yaitu generasi yang berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. Karena persoalan "krisis moral" merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari "melupakan" Tuhan. Menurut Suraiya. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. hlm. Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. 2). Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. hlm. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah).309). golongan. 166). angkatan. 201). di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup . dan muda yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999.667). hlm. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. hlm. bahwa generasi muda adalah kelompok. Pendidikan Akhlak Generasi Muda Pengertian Generasi Muda Generasi muda secara etimologi berasal dari dua kata. hlm. Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup.53 akhir zaman.

Menurut Sujanto generasi muda. produktif atau tidak.54 sebelum mereka. hlm. Menurut Suraiya.0 (pria) dan 17. dapat dibatasi usia antara 23. 2. Generasi muda identik dengan kaum muda. 3. Dari ketiga pengertian di atas nampaknya memiliki perbedaan. baik material. yaitu: Pengertian pertama nampaknya memasukkan golongan anak-anak sebagai generasi muda. maupun spiritual. Dapat dipahami pula bahwa generasi muda sesungguhnya menjadi tumpuhan harapan masyarakat dalam merealisasikan idiologi dan tujuan pembangunan. Hal ini jika didasarkan kepada potensi kemanusiaannya tentu beralasan.0-45. Hanya . Menurut Ruslan Abdul Gani. hlm. giat bekerja atau tidak. 5). Di antara sekian banyak pakar. apalagi jika usia itu relatif dan tidak menjadi ukuran baku bagi generasi muda. tetapi pada realitanya anakanak belum sepenuhnya dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan. tetapi orang tua yang umurnya di atas 50 tahun masih aktif bekerja. di sini hanya dikemukakan tiga pendapat mengenai batasan usia generasi muda. 160). usia generasi muda (kaum muda) berkisar antara 1525 tahun (Ghufron 1986. hlm. usia generasi muda ialah berkisar dar dari 0–30 tahun (Suraiya 1985. Batasan Generasi Muda Walaupun beberapa pakar sering berselisih pendapat mengenai perbedaan tentang batasan usia generasi muda. namun hal itu tidak perlu dijadikan hambatan kita untuk memahami aspek usia generasi muda.0 (wanita) (Sujanto 1996.0-40. 13). Di masyarakat sering kita lihat orang muda yang berusia antara 15-30 tahun yang seharusnya giat bekerja tetapi hidup bermalas-malasan. yaitu: 1. Ini berarti umur tidak menjadi jaminan mutlak bagi suatu generasi.

soaial. berdasarkan pendapat fakar. Pengertian ketiga menjelaskan bahwa generasi muda sebagian terdiri dari kelompok orang dewasa yang berumur 17-40 tahun. psikis. pada hal kenyataannya banyak organisasi pemuda yang dimotori oleh angkatan usia ratarata 45 tahun ke atas. seperti aspek fisikal. mengingat di usia tersebut kehidupan generasi muda dalam kondisi stabil. dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa usia generasi muda dapat dibatasi antara 15-40 tahun. Karakteristik Generasi Muda Karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri khusus (Dep P dan K 1999. Dari tiga pendapat di atas dapat disimpulkan. Mengingat penjelasan tersebut begitu luas. Artinya usia generasi muda relatif dan dapat ditinjau secara berlainan sesuai dengan sudut pandang kita melihatnya. dan moralnya. hlm. Sebagaimana telah kita pahami bahwa generasi muda adalah angkatan kaum muda yang hidup dalam masa tertentu. intelektual. di sini akan dijelaskan karakteristik generasi muda secara globalnya saja. emosional. artinya generasi muda itu sangat luas cakupan maknanya dan tentu memiliki karakteristik tertentu yang perlu dijelaskan agar kita bener-benar memahami siapa generasi muda sesungguhnya. Untuk menjelaskan generasi muda secara lengkap perlu dilihat dari berbagai aspek. 445). Pengertian kedua nampaknya membatasi usia generasi muda rendah (hanya sampai usia 25 tahun). Dalam penelitian ini generasi muda dibatasi umur 15-40 tahun. Berdasarkan pendapat Andi Mappiare. Jadi. Ciri atau indikator berfungsi untuk menjelaskan secara detil tentang makna sesuatu. yaitu: 1. bahwa usia generasi muda tidak bisa ditentukan dalam batas yang mutlak.55 orang yang lebih tua dari mereka yang mampu mengemban tugas tersebut. salah satu ciri dari generasi muda pada masa awalnya (memasuki usia remaja) adalah meraka sedang mengalami masa pubertas .

dianggap sanggup berdiri sendiri. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa remaja. Menurut Sudarsono. hlm. dkk. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. . hlm. Berdasarkan ciri psikologis di atas dapat disimpulkan. hlm. Berdasarkan Halem Lubis. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. hlm. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Menurut Kartini Kartono. bahwa generasi muda mempunyai karakteristik yang meliputi banyak hal. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun.184). dan masa bergelora yang harus diselami. masa pemuda adalah masa ujian. 149-150). 4. 15).56 yaitu perubahan yang cepat secara fisik (organ-organ tubuhnya) dan perubahan sikap serta sifat ke arah kedewasaan (Sudarsono 1993. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru.33 dan hlm. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. 161-162). 5. 2.. Pada masa ini pemuda dapat menentukan masa tuanya dan kedewasaannya untuk banyak berkarya (Sujanto 1996. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. Menurut Agus Sujanto. 12-13). yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya hlm. 3. dan menemukan indentifikasi dengan obyekobyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. yaitu pada masa remaja generasi muda (Kartono 1990. penuh tantangan.

bahwa generasi muda yang tergolong kelompok manusia yang beriman diharapkan memiliki ciri mutlak yang ditentukan oleh Allah. Melihat karakteristik generasi muda di atas. sebagai pengabdian diri kepada Allah. dan tindakan semata-mata dikembangkan kemaslahatan ummat. keluarga. negara. (Alqur’an. ciri-ciri yang demikian harus melekat dalam diri generasi muda. dan agama. Di samping itu generasi muda di masa dewasanya memiliki beban psikologis dan tanggung jawab dalam segala perilaku dan perbuatan mereka. yaitu memiliki naluri sebagai hamba (pengabdi) kepada Allah dan mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan pribadinya. dan beragama. walaupun usaha itu dalam pelaksanaannya belum berhasil.57 akan mengalami perkembangan fisik dan kejiwaan menuju kedewasaan seperti perkembangan tubuh. Dari ayat di atas juga dapat disimpulkan. Generasi muda akan selalu berusaha mandiri dalam mengatasi semua kebutuhan hidupnya. Pada karakter ini generasi muda perlu berhati-hati dalam menyikapi masa perubahan yang terjadi agar mereka dapat berkembang secara wajar dan terarah sesuai dengan tujuannya. pola sikap. yaitu suatu tugas yang diparduhkan oleh agama. Pada karakteristik psikologis ini sesungguhnya genaerasi muda perlu memahami bahwa kematangan pikiran. dengan iktikad pengabdian yang telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Tidak aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”. masyarakat. bermasyarakat. secara psikologis beban yang diemban generasi muda tidak lain untuk memberdayakan potensi diri mereka dan masyarakat. mereka harus mampu mengenal dan memahami hakikat dan kedudukan generasi muda sebagai wujud dari mengenal diri dan peran-perannya dalam kehidupan keluarga. dan emosional. pemikiran. . 51 : 56).

dan sebagainya. dan menuntut perhatian bersama. khususnya bagi bangsa Indonesia berbagai aspek kehidupan. Namun tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya. teknologi. komunikasi dan juga seni telah memberikan warna baru terhadap pembentukan generasi muda. Tantangan itu. dan media cetak. telah membuat kehidupan generasi muda menjadi kasus yang sering dipermasalahkan dan banyak mengundang perhatian. tidak hanya timbul dalam kaitannya dengan pengembangan potensi dan aktualisasi diri sumberdaya manusia. bangsa. Namun kita menyadari karena banyak sekali produk-produk tersebut berasal dari Barat. penggunaan obat-obat terlarang. seperti . informasi. Dari kehadiran kemajuan ilmu dan teknologi itu cukup banyak membuat generasi muda berhasil untuk meniti jejak karir dan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. bahkan terkadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. perkembangan ilmu pengetahuan. dan bukan pula hanya sebagai pendukung globalisasi. tetapi juga sebagai pengendali arus globalisasi yang secara gencar mempengaruhi. informatika. globalisasi bukanlah momok dan tak perlu kita takuti. Namun. karena globalisasi merupakan kenyataan dunia kekinian. misalnya pemerkosaan.58 Dinamika Kehidupan Generasi Muda Globalisasi saat ini benar-benar menjadi tanpa batas. Peradaban global memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. bangsa dan agama. maka pengaruh budaya mereka menjadi lebih dominan dan hampir dapat dikatakan merusak budaya secara Islam. dan agamanya. seperti dari media elektronika. budaya. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sisi negatif yang merupakan dampak dari kemajuan teknologi dan komunikasi. Harapan kita sesungguhnya generasi muda dapat mengambil yang baik-baik dan meniggalkan yang buruknya. Tantangan masa depan. lintas suku.

Generasi muda sekarang ini telah merosot moralnya. Maka itu perlu dibatasi tontonan atau bacaan yang bernada kekejaman atau pun kekerasan. sehingga seringkali meresahkan lingkungan masyarakat sekitarnya. Sebaliknya generasi muda ini belum punya filter untuk menangkal kedua arus tersebut. sehingga mereka seringkali melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia menjadi makhluk individual yang bertanggungjawab dan makhluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang dari semula telah mengarahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari perkembangan budaya kecerdasan. tentram. Didalam kehidupan sekarang ini. apalagi tontonan atau bacaan itu disebarkan diseluruh wilayah. tak perduli di kota mau pun di desa-desa.59 lebih banyak generasi muda yang tertarik dengan gaya serta cara yang kurang baik. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya nilai-nilai agama di kalangan kehidupan generasi muda. Kedudukan Akhlak dalam Kehidupan Generasi Muda . Gejala-gejala semacam ini mulai timbul akibat dari perubahan arus informasi dan arus globalisasi budaya yang datangnya dari luar yang diserap oleh generasi muda melalui berbagai media massa. sehingga budaya-budaya yang menyesatkan mudah mempengaruhi jalan hidup mereka. maju dan kasih sayang lahir dan batin yang dapat dinikmati bersama secara merata dalam kehidupan ini. baik di kota maupun di desa banyak kita jumpai berbagai permasalahan yang dilakukan oleh generasi muda. karenanya hampir seluruh remaja Indonesia banyak yang terpengaruh. tertib.

tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik. bahkan Dia memiliki segala sifat yang terpuji. pasti baik dalam esensinya.60 Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting. kita melihat bahwa tidak pernah suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual. Demikian pula sebaliknya. tetapi suatu bangsa jatuh karena krisis akhlak. Sebab jatuh bangunnya. Dalam kaitan ini pula. maka prinsip asma’ al-husna semaksimal mungkin dapat ditanamkan dalam diri manusia. karena kebohongan esensinya buruk.S. bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan ulama. Allah selalu memperagakan kebaikan. tiada Tuhan selain Dia. adalah al-Qur’an…”. Thaha (20): 8). Di sisi lain. Penjelasan berikut meliputi pembahasan aplikasi akhlak pada manusia. Untuk mencontoh akhlak Rasulullah tersebut. Dalam konteks ini. Tolak ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. jaya hancurnya. maka al-Qur’anlah yang menjadi tuntunan kita. Perlu ditambahkan. Allah adalah pencipta alam beserta isinya termasuk manusia. Rasulullah Saw juga memerintahkan umatnya agar berusaha sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk meneladani Allah Swt dalam semua sifat-sifatnyaNya. mengingat akhlak Rasulullah adalah al-Quran “…Budi pekerti Nabi SAW. yang diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan . masyarakat dan negara tergantung bagaimana keadaan akhlaknya. Dia mempunyai Sifat-sifat yang terpuji (al-Asma’ Al-Husna (Q. Pertama. baik secara individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. Allah dan Alam yang memahami prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. Al-Qur’an yang suci menegaskan bahwa (Dialah) Allah. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq). sejahtera-rusaknya suatu bangsa.

Ketiga. terhadap orang tua.61 berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya. Kedua. manusia tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkaan bantuan orang lain. Allah berfirman dalam surat At-Tiin ayat 4. karena itu manusia harus berbuat baik dan mempunyai akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. dengan selalu berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya. perdebatan dan pola hidupnya harus mencerminkan dan berlandaskan prinsip tauhid ma’rifatullah. akhlak dengan sesama manusia. akhlak terhadap tetangga dan akhlak terhadap guru. dan bertaqwa serta tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang dijadikan landasan prinsip ma’rifatullah dengan asma’ al-husna. Dengan demikian manusia harus wajib atau wajib beriman. Sementara dengan menyakini asmaasam Allah dengan akal. sebagai makhluk sosial.S. menyadari sepenuhnya asma’ al-husna dan prinsip eskatologis. Manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada-Nya serta ikhlas menerima segala keputusan. prinsip ma’rifatullah dengan cara menyucikan diri dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah menggambarkan bahwa dalam diri . At-Tiin: 4). Prinsip eskatologi ini merupakan akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. maka menuju kekekalan hidup adalah prinsip akan adanya hari kiamat. Menyakini kehidupan sosial merupakan bagian dari yang fana. cara berbicara. Prinsip ma’rifatullah harus ditanamkan untuk menghindari pengingkara terhadap Sang Pencipta. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q. akhlak terhadap diri sendiri. Akhlak itu antara lain adalah akhlak terhadap teman sebaya. maka manusia yang menggunakan akalnya selalu berusaha sesuai dengan kemampuan guna memperoleh ridha Allah dan selalu berserah diri kepadaNya karena segala sesuatu merupakan kehendak Allah. dan lainnya baik yang berhubungan dengan sikap.

. Karena pada dasarnya tujuan atau sasaran dalam pembentukan kepribadian adalah terciptanya akhlak yang mulia. baik binatang. karena semua itu demi kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat. berdiri di atas pokoknya. 1994). maka itu semua adalah atas izin Allah…(QS. keyakinan selain akhlak di atas juga akhlak terhadap alam atau lingkungan. untuk mencapai kepribadian yang sempurna dan utuh hanya mungkin dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan. Salah satu contoh akhlak terhadap diri pribadi adalah dengan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agama seperti minuman alkohol. terlibat narkoba dan perbuatan tercela lainnya. Lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. prinsip akhlak terhadap diri sendiri sangatlah penting sekali bagi manusia.62 pribadi manusia memiliki hak untuk diperlukan dengan baik. maupun benda-benda tak bernyawa. yaitu dengan berjalan bersuci atau dengan bertaubat. akhlak terhadap alam. Dalam proses menumbuh kembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. memakan makanan yang diharamkan. dijaga dan dipelihara. khususnya pendidikan baik pendidikan keluarga dan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. tumbuh-tumbuhan. Keempat. yaitu dengan jalan menghindari hal-hal yang dapat merusak jasmani dan rohani. sebagaimana dalam al-Quran: Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Sesuai dengan sabda Nabi bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya (Jalaluddin dan Usman. Oleh karena itulah. harus dibersihkan dari segala kotoran baik itu jasmani dan ruhani. hidup sederhana dan memperbanyak amal saleh.

259-270). kajian berikut berfokus pada penjelasan tentang . Bab 3 BIOGRAFI SINGKAT BEDIUZZAMAN SAID NURSI Sebelum mengkaji mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. tetapi lebih dari itu. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. tetapi itu pun harus seizin Allah SWT. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak ini perlu dipahami dan diaplikasikan secara komprehensif (luas) dan tidak sebatas berakhlak terhadap Khaliq dan manusia saja. Quraish Syihab menafsirkan ayat tersebut. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar (Quraish 1998. Dari penjelasan tersebut di atas jelaslah bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi merupakan salah satu materi sekaligus tujuan pendidikan Islam yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. baik secara teoritis berdasarkan al-Qur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari.63 Al-Hasyr [59]: 5). maka perlu dikaji terlebih dahulu mengenai tokoh yang diteliti. M. sedapat mungkin kita mampu berakhlak dengan alam semesta ini. jangankan terhadap manusia dan binatang. Maka dari itu. kecuali kalau terpaksa.

teori aksiologi disusun untuk mengangkat kualitas kepribadian manusia dalam suatu sistem nilai dan norma berdasarkan konsep ketuhanan yakni melalui agama. Arifin 2000. Untuk mencapai pemahaman teori ini dapat ditinjau melalui pendapat M. Misalnya orang gemuk itu peramah. perkembangan dan pendidikan seumur hidup (M. Ketiga. integrasi (kesatuan). 2 Penjelasan mengenai keempat asas tersebut sebagai berikut : Pertama. 38-39). (Sukanto 1996. orang hitam itu setia dan sebagainya. 1996. Penerbit SIPRESS. Masa Kecil dan Pendidikannya Menurut Sukanto teori kepribadian manusia disusun setidaknya dalam empat teori yakni berdasarkan pemikiran spekulatif. teori penyifatan disusun dengan cara berusaha memahami dan menggambarkan manusia apa adanya. analisis sifat jasmaniah merupakan aspek pokok dan kepribadian. Keempat. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. teori tipologis disusun para ahli dengan cara menemukan komponen dasar yang bisa dipahami orangnya. 37-38). penyifatan dan aksiologi. orang jangkung itu pemalu. 1 Berdasarkan keempat teori ini kajian tentang Said Nursi dalam pembahasan ini berangkat dari teori pemikiran spekulatif dan aksiologi. 51-53). tipe intelektual dan sebagainya.64 biografi singkat Said Nursi. tipe emosional. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan.2 Menurutnya berdasarkan Penjelasan keempat teori di atas sebagai berikut : Pertama. selanjutan kegiatan keagamaan. asas menyeluruh yaitu asas yang menempatkan semua jenis manusia ciptaan Allah tersusun dari bagian-bagian bermakna dalam 1 . Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . tipologis. hlm. teori pemikiran spekulatif disusun ahli filsafat berdasarkan data empirik dan eksperimen yang melahirkan manusia yang beragam sesuai dengan alur spekulatif pemikirannya dalam memahami penciptaan manusia. Maka manusia digolongkan dalam tipe-tipe tertentu misalnya. Kedua. hlm. Arifin melalui empat asas yakni asas menyeluruh. hlm. Yogyakarta. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigma Psikologi Islami (Fuad NAsliori. Editor). Melalui keyakinan kepada tuhan menurut teori ini manusia dalam dunia absurd dan tidak memahami makna hidup (Lihat Sukanto MM.

65 keempat asas tersebut proses kepribadian manusia dapat terbentuk. Pembentukan kepribadian sebagai individu menurut Abdullah Nasih Ulwan merupakan tanggung jawab yang paling menonjol dalam Islam. (Nasih Ulwan 1995, h1m. xxxiii). Menurut Abdullah Nashih Ulwan manusia sebagai individu berhak memperoleh pengarahan, pengajaran dan pendidikan baik melalui bapak, ibu, pendidik, pengajar maupun pekerja sosial. Artinya, proses kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan sejarah hidup seseorang. Proses tersebut dilalui manusia melalui keluarga, sekolah dan lingkungan (Nasih Ulwan, 1995, hlm. xxxiii). Berdasarkan pendapat ini dapat dipahami bahwa pengetahuan mengenai tokoh yang diteliti ini, setidaknya perlu ditinjau dan ketiga aspek tersebut terutama untuk menjelaskan latar belakang keluarga dan pendidikannya.

Latar Belakang Keluarga Nama Said Nursi sebenarnya adalah Said, karena ia anak Mirza, maka nama sebenarnya dapat juga kita sebut sebagai Said bin Mirza. (Zaidin 2001, hlm. 7). Sedangkan nama Said Nursi, Bediuzzaman Said Nursi, Molla Said (Mulla Said), suatu keseluruhan. Kedua, asas integrasi (kesatuan) yaitu asas yang memandang bahwa segala yang diciptakan Allah dalam kehidupan alam, semua makhluk ciptaan-Nya senantiasa ada dalam suatu sistem integral antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan yang bersifat menggerakkan dan saling memperkokoh sebagai satu kesatuan hidup yang bermakna. Ketiga, asas perkembangan yaitu asas yang menetapkan pandangan bahwa Allah dalam menciptakan alam dan isinya melalui tahap demi tahap menuju ke arah kesempurnaan, baik alam makro (alam raya) maupun alam mikro (alam manusia). Keempat, asas pendidikan seumur hidup (long life education) yaitu asas yang berdasarkan pandangan Islam dari Nabi Muhammad Saw “Tuntutlah Ilmu sejak mulai di ayunan sampai liang lahat” (M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 51-53).

66 Said Masyhur dan Said Kurdi adalah gelar yang sempat tersemat selama masa kehidupannya yang pada dasarnya merujuk kepada tanah kelahiran, kejeniusan dan garis keturunannya.3 Said Nursi dilahirkan menjelang fajar musim semi pada tahun 1294 H / 1877 M4 di desa kecil Nurs. Desa Nurs terletak di daerah Khizan di propinsi Bitlis wilayah Turki Timur.5 Daerah tempat kelahirannya ini terdapat lereng dan lembah gunung Taurus, daerah danau Van (Vahide 2000, hlm. 3).

Said bin Mirza dikenal Said al Said Nursi atau Said Nursi adalah merujuk kepada tempat kelahirannya. Said Nursi diambil dari nama tempat kelahirannya yakni Nurs. Sedangkan untuk gelar Bediuzzaman Said Nursi atau cukup dengan gelar Bediuzzaman diberikan ketika beliau berguru dengan Syeikh Fethullah, hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat, diskusi, dan pengajaran bagi masyarakat bawah di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu, Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman) atau (keindahan zaman). Kemudian gelar Molla Said atau Mulla Said diberikan pada saat beliau belajar di Madrasah Bayazid dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Al Jalah, beliau mempelajari ilmu Al Quran dan Nahwu Sharaf. Belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said. Sedangkan Said Masyhur diberikan gelar ketika beliau dengan berbagai gelarnya sudah dikenal hampir ke seluruh wilayah Turki, gelar ini diberikan oleh ulama, karena beliau mampu menjawab dalam diskusi ilmiah para ulama yang silih berganti berupaya menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan. Terakhir adalah Said Kurdi berasal dari keturuan dan memang beliau adalah keturunan suku Kurdi. (Lihat Omer Faruk Paksu (Ed.), 7. Bediazzaman Senipozyumuna Dogru, Istanbul ilmi ve Kultur Vakfi, Istanbul, 2004, hlm. 5 dan Lihat Zaidin, Ibid, him. 7, hlm. 13-23).

3

Mengenai tahun kelahiran Said Nursi terdapat perbedaan pendapat di kalangan penulis, peneliti, penerjemah dan ilmuwan lain. Penulis yang dipercaya yakni Sukran Vahide menulis 1877 (1294), Mohammad Zaidin bin Mat menulis kelahirannya 1877 (1294) mengikuti Sukran Vahide, sedangkan Ihsan Kasim Salih menulisnya 1876 (1293). Namun berdasarkan sumber yang valid yakni berdasarkan hAsli penelitian Mohammad Zaidin tahun yang disepakati adalah 1294 berdasarkan kalender Rurni yang dipakai secara resmi ketika Turki Usmani. Menurutnya, tahun 1877 (1294) adalah tahun yang banyak dipergunakan oleh para penulis mengenai Said Nursi. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119). 5 Wilayah Timur Turki adalah bagian Turki yang paling mundur, kondisi ini disebabkan keadaan cuacanya yang terlalu sejuk dan bentuk muka buminya yang berbukit-bukit. Namun begitu, bagian ini terkenal dengan keindahan dan ketenangan alamnya. Penduduk di wilayah ini kebanyakan terdiri dari golongan peladang yang sangat menitikberatkan soal pendidikan agama. Bagian Timur Turki terkenal dengan pendidikan bercorak tradisional. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119) dan (Lihat juga Sarwat Saulat, Said Nursi, Internasional Islamic Publisher, Pakistan, 1980, hlm. 3).
4

67 Said Nursi dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari pasangan Mirza 6 dan Nuriye (Nuriyyah). 7 Berdasarkan sumber Sham al-Haq al-Azzim yang dikutip oleh Mohammad Zaidin bin Mat bahwa kedua orang tuanya dan nenek moyang Said Nursi berasal dari suku Kurdi dan dari daerah dari Isbartah (Isparta) (Zaidin 2001, hlm. 7-8) dan mereka memiliki silsilah keturunan Ahl alBayt yakni Nabi Muhammad Saw melalui cucunya Hasan dari Mirza dan Husen dari Nuriyah.8 (Urkhan 1995, hlm. 8). Said Nursi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, yaitu Durriyyah, 9 Khanim, 10 Abdullah, 11 Said (Said Nursi), Muhammad, 12 Abd al Majid 13 Mirza adalah seorang sufi yang sangat war’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja. Mirza berasal dari kawasan Sungai Tigris dan meninggal dunia dalam tahun 1920-an dan dikebumikan di Nurs (lihat Vahide 2000, hlm. 3). Mirza adalah keturunan Hasan Bin Ali Abi Thalib. (Lihat Ali Urkhan Muhammad Ali, Said Nursi al qadr fi hayat ummah, Sharikat al-Nasl li al-Tiba'ah, Istanbul, 1995, hlm. 8)
6

Nuriyyah juga berasal dari keturunan Husain (Lihat Urkhan Muhmmad Ali, Said al-Said Nursi Raj'al al-qadr fi hayal ummah. Sharikat al-Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1995, hlm. 8). Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Lihat Ihsan Kasim 2003, hlm. 8). Nurriyah berasal dari Semenanjung Balkan dan meninggal dunia pada semasa tercetusnya Perang Dunia I, kemudian dikebumikan di Nurs (Lihat Said Nursi, hlm.3).

7

Dijelaskan oleh Urkhan Muhammad Ali bahwa Mirza adalah keturunan Hasan bin Ali dan Nuriyyah keturunan dari Husain bin Ali (Urkhan 1995, hlm. 8) dan (Lihat pula Mohammad Zaidin 2001, hlm. 119). Namun pada dasarnya mengenai silsilah ini tidak didapatkan penjelasan mendetail mengenai silsdah ini, namun menurut keterangan Ihsan Kasim Salih bahwa Said Nursi tidak mau seluruh biografinya diungkapkan walau memang pada dasarnva ia berasal dari Ahl al Bayt (Wawancara penulis dengan Ihsan
8

Kasim Salih di Istanbul Foundationfor Science and Culture, 19 Agustus 2005). 9 Durriyah ialah ibu kepada Ubayd. Beliau meninggal mati lemas dalam sungai Nurs sebelum terjadi Perang Dunia I (Lihat Said Nursi, Ihsan Qasim (Penerjemah), Sirah Zatiyyah, hlm. 36) 10 Khanim adalah seorang wanita alim. Beliau hijrah ke Syam bersama-sama suaminya pada tahun 1919. Di Syam ia menjadi guru selama lima belas tahun. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak 7 (tujuh) kali, Beliau meninggal dunia sewaktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1944. (Lihat Al Said Nursi, Al Shu’aat Terjh. Ihsan Kasim al-Salihi, Sharikat al Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1993, hlm. 322, Sarwat, hlm. 7). 11 Abdullah meninggal dunia pada tahun 1914. Beliau adalah ayah dari Abdul Rahman, murid dan anak angkat Said Nursi (Lihat Said Nursi, Sirah Zatiyyah, hlm. 34). 12 Meninggal dunia pada tahun 1951 (Said Nursi, Sirah Zatiyyah Ibid. hlm. 36). 13 Abdul Majid (1884-1967) adalah yang paling terkenal di antara adik beradik setelah Said Nursi. Beliau menjadi guru bahasa Arab di sekolah tentara di Diyarbakr. Setelah itu, dilantik menjadi mufti di Urgup

68 dan Marian 14 (Zaidin 2001, hlm. 8). Said Nursi lahir pada masa pemeritahan Sultan Abdul Hamid II, pada masa akhir dari pemerintahan Daulat Turki Usman. Pada masa ini musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya, selama tiga puluh tahun Sultan Abdul Hamid II berkuasa dan memerintah negara Turki dengan segala daya dan upaya yang dilakukannya untuk memelihara integritas kekuasaan negara yang sangat luas, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam tubuh negara (Ihsan Kasim 1996, hlm. 3-4). Said Nursi meninggal tahun 23 Maret 1960. Awalnya sekitar tanggal 18 Maret 1960, Said Nursi sakit yakni demam panas. Setelah beberapa kali tidak sadarkan diri, Said Nursi kemudian pingsan. Namun setelah sadar, beliau sudah kelihatan sehat. Setelah menunaikan shalat subuh, beliau memanggil muridmuridnya sambil menangis, Said Nursi berkata, “Selamat berpisah, aku akan pergi” (Sukran Vaheda 2000e, hlm. 25). Dalam kondisi sakit beliau yang tidak parah beliau wafat kira-kira pada pukul 03.00 pagi, 23 Maret 1960, bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1379 H.15 Ketika itu, berat bobot tubuhnya hanya 40 kilogram dan beliau hanya
untuk beberapa tahun. Beliau menghabiskan tahun-tahun akhirnya sebagai guru Undang-undang Islam di sekolah Imam Khatib Qunya (konya). Beliau adalah penerjemah karya-karya Said Nursi berjudul alMathanawi al-Arabi al Nuri dan Isharat al I’jaz dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Lihat Sarwat, Ibid. hlm.7). 14 Marjan adalah anak bungsu dalam keluarga Mirza. (Said Nursi, Sirah zatiyyah, Ibid, hlm. 36).

Murid Said Nursi yang ikut perjalanan ke Urfah menjelang meninggalnya Said Nursi adalah Husni Bayram, Bayram Yuksal dan Zubayr Gundulzalp yang membawanya ke Urfah dengan sebuah kereta. Mereka sempat menginap di hotel Ipek Palace dan didesak oleh pemerintah Urfah agar kembali ke Isparta. Untuk memeriksa kesehatan Said Nursi didatangkan seorang dokter yang memberi izin agar Said Nursi tidak boleh dibawa kemana-mana karena suhu badannya meningkat 40°C, sampai keesokan malamnya kira-kira jam 03.00 pagi Said Nursi tidak berucap sepatah kata pun kecuali kelihatan mulutnya yang bergerak-gerak seperti sedang berdo’a. (Said Nursi. Ibid. hlm.
15

(wawancara Fatih Yazlik. sekitar 12 Juli 1960 kuburan itu dibongkar oleh pemerintah sekuler (golongan anti Islam) dan jenazah Said Nursi dipindahkan ke sebuah tempat rahasia di Isparta. Beliau dikebumikan di perkuburan Ulu Jami’ pada hari kamis. Yang menakjubkan adalah jasad tersebut masih segar.69 meninggalkan seutas jam tangan. dan dua puluh lira uang. Toko-toko dan pasar di Urfah pada hari itu ditutup. Beribu-ribu orang dari berbagai pelosok Turki hadir untuk menziarahi dan mendirikan sholat jenazah untuknya. padahal sudah hampir lima bulan mayat itu terkubur. jubah. Sampai saat ini jenazah itu tidak diketahui jelas berada di mana. Wajahnya pun kelihatan tersenyum. . di suasana transisi khalifah di akhir kekhalifahan Turki Usmani. Kemudian. 24 Maret setelah sholat Asliar (Sukran Vaheda 2005. Juli. karena memang tidak pernah dijelaskan. Riwayat Pendidikan 481dan Urkhan. Said Nursi memiliki garis keturunan seorang ulama terkemuka dari bangsa Kurdi. hlm. Said Nursi dikuburkan di Urfah dan kemudian jenazahnya tidak diketahui secara jelas tempat penguburannya. sampai saat ini belum diperoleh kejelasan tempat dikuburkan Said Nursi. h1m. 342-343). tentara pemerintah anti Islam memasuki Urfah disaksikan Abdul Madjid kuburan Said Nursi dibongkar dan mayatnya dimasukkan ke keranda dan diterbangkan dengan pesawat terbang ke Isparta.16 Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Said Nursi dilahirkan dan hidup. sebab tidak ada tempat bagi masyarakat Turki untuk menziarahi kuburannya. 287) 16 Adik Said Nursi tanggal 12 Juli 1960 dipaksa untuk menandatangani surat pembongkaran kuburan Said Nursi di Urfah. Berita kematian beliau disiarkan di dalam halaman harian (koran-majalah) di Istanbul dan Ankara. Berdasarkan keterangan yang dipaparkan di atas Said Nursi memiliki jalur keturunan sampai ke Imam Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad Saw. 2005). Akan tetapi.

di mana maksud dari pelembagaan adalah sebagai suatu upaya untuk memantapkan landasan nilai pada kegiatan pendidikan sebagai realisasi tujuan pendidikan maupun keterkaitan ilmu. Arifin senada dengan pendapat Lift Anis Ma’shumah yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan. formal dan nonformal . pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang melingkupi . Pendapat ini memiliki makna bahwa pendidikan adalah serangkaian proses yang membentuk seseorang secara spritual. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dan keluarga antar bangsa (Faisal 1995. bahasan berikut ini mencakup pendidikan informal. Pendidikan dalam konsep ini adalah pendidikan secara menyeluruh. yakni pendidikan seumur hidup. hlm. Berdasarkan pendapat ini maka.di mana pelembagaan pendidikan seperti ini terdiri dari pendidikan informal.pembagian pelembagaan ini bermula peradaban Barat . 214). sikap hidup dan keterampilan hidup (Ma’shumah 2001. yaitu pandangan hidup. sekolah dan masyarakat . 19).70 Pendidikan menjadi faktor penting dalam melihat sosok manusia. Dalam hal ini asas perkembangan dan asas pendidikan seumur hidup yang dikemukan oleh M. sains dan teknologi pada kepentingan dan kebutuhan manusia.di era sekarang dikategorikan sebagai kelembagaan pendidikan sosial . hlm. emosional dan intelektual yang padu dalam diri. Pembentukan kepribadian ini tidak pernah terlepas dari peran keluarga.

Melalui proses pendidikan ini diharapkan dapat dipahami sosok Said Nursi terutama mengenai yang pandangan merupakan hidup. hingga tercipta dalam keluarga mereka suasana religius. h1m. Menurut Wahyu keluarga adalah “suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi. Pendidikan informal Said Nursi adalah pendidikan keluarganya. 41). Dan inti keluarga adalah ayah. hlm. Karenanya.71 secara menyeluruh dalam satu kesatuan pengalaman hidup Said Nursi. sebuah sikap hidup dan keterampilan hidup proses integrasi keilmuan dalam akal. berkembang. hlm. Materi pendidikan agama menjadi basis semua kegiatan pendidikan yang ingin diselenggarakan dalam kehidupan keluarga. Syahminan Zaini menyatakan bahwa keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan . 57). Sebagaimana yang dialami oleh Said Nursi. ibu dan anak” (Wahyu 1986. mendidik. 1) Pendidikan Informal : Pendidikan Keluarga Pertama dan Utama Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan (Jalaluddin 2002. merawat dan sebagainya. Sebagai pendidikan pertama dan utama secara kelembagaan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga orang tua memegang posisi sangat penting dalam menyampaikan materi atau informasi pendidikan untuk diterima oleh anak. hati dan praktek kehidupannya secara langsung. 214). melindungi. pendidikan agama baginya dan saudarasaudarinya begitu diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. menurut Zakiah Drajat keluarga sebagai wadah utama pendidikan (Zakiah 1994.

yakni siap mengarungi lautan kehidupan. Sosok Mirza sangat baik untuk diteladani oleh anak-anak mereka. 1995. hlm. h1m.17 Selama delapan tahun. tanggung jawab pendidikan psikhis. Pertama.) Pendidikan Anak dalam Islam. 17 . Proses pendidikan keluarga sebagai tanggungjawab terhadap anak sedikitnya mencakup 3 (tiga) pendidikan yakni iman. tentang iman Menurut Abdullah Nasih Ulwan kebanyakan para pendidikan berpendapat bahwa tanggung jawab yang terpenting adalah tanggung jawab pendidikan iman. Mirza ayahnya adalah seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja (Lihat Vahide 2000e. Karena fondasi iman. sikap dan intelektualnya. seperti ilmu-ilmu agama. tanggung jawab pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual.72 pendidiknya adalah kedua orang tua. Mirza mengajarkan kepada anak-anaknya tentang agama. tanggung jawab pendidikan intelektual (rasio atau akal). hlm. Said Nursi berada dalam didikan orang tuanya sebelum merantau menuntut ilmu (Zaidin 2001. Pendidikan akhlak atau moral adalah pendidikan tentang prinsip moral dan keutamaan sikap serta watak (tabiat) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang mukallaf. berikut permasalahan-permasalahan di seputar pengajaran agama. Said Nursi beruntung memiliki keluarga yang peduli terhadap ni1ai iman. Jamaluddin Miri (Penerj. Waktu delapan tahun merupakan waktu yang cukup penting bagi sejarah hidup Said Nursi. Jakarta. Dalam waktu yang relatif singkat ketiga pendidikan tersebut diperolehan oleh Said Nursi yang menjadi dasar pribadi. tanggung jawab pendidikan akhlak (moral tanggung jawab pendidikan fisik. termasuk Said Nursi. 151-281). (Pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. Pendidikan rasio atau intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat. rukun Islam dan dasar-dasar syariah. 3). akhlak (moral) dan intelektual (rasio atau akal). kebudayaan dan sebagainya (Abdullah NAslii Ulwan. di mana orang tua adalah pendidik kodrati (Syahminan Zaini tt. 8-9). hlm. akhlak dan intelektual. kebudayaan dan peradaban hingga pikiran anak menjadi matang. pendidikan iman. bermuatan ilmu. Penerbit Pustaka Amani. 152). akhlak dan intelektual sudah dirasakannya selama bersama keluarganya. Dalam proses ini orang tua dan kakak Said Nursi berperan dalam pendidikan awal Said Nursi.

Pendidikan agama melalui keteladanan atau uswah benar-benar ditekankan oleh orang tua Said Nursi. . 8). Kedua orang tuanya sangat menekankan kepada pendidikan agama dengan mengedepankan sifat-sifat baik mereka sebagai panutan atau uswah. Kejeniusan Said Nursi kecil ini semakin nyata ketika ia mampu menghafal al Quran dalam usia 12 tahun. (Zaidin 2001. 8). terutamanya dalam menyuburkan sifat analisis. Pendidikan intelektual didapatkan oleh Said Nursi dalam keluarga dengan cara belajar kepada kakaknya Abdullah – saudara ke-3 dalam keluarga Said Nursi dan memiliki ilmu pengetahuan yang banyak – yang setiap waktu libur. Said Nursi juga sering menghadiri majelis perbincangan antar ulama di kampungnya (Zaidin 2001. Pada masa kecilnya Said Nursi telah menunjukkan perwatakan yang menarik. hlm. Misalnya. hlm. kematian. 8).73 dan tauhid. hlm. 8). Akhlak seperti ini menjadi teladan dalam perilaku Said Nursi. Betapa akhlak untuk memberi makan anak dalam keadaan baik. hlm. pendidikan akhlak. Masalah keimanan dan tauhid menjadi persoalan inti yang diajarkan oleh orang tua Said Nursi kepadanya. Lebih-lebih lagi. memikirkan persoalan kehidupan. (Zaidin 2001. hlm. pendidikan intelektual. majelis perbincangan antara ulama sekampungnya sering diadakan di rumah ayahnya. Ini sudah tentu sangat besar manfaatnya. kritis serta minatnya kepada dialog dan perdebatan (Zaidin 2001. suci dan halal. Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Ihsan Kasim 2003. Kedua. Ketiga. dan kemasyarakatan. terlebih lagi akhir pekan Said Nursi selalu menerima pelajaran dari kakaknya itu. yakni suka bertanya dan mencoba mencari jawabannya sendiri. juga belajar ilmu al-Quran. 8).

74 Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pendidikan informal yang diperoleh Said Nursi dari masa kecil sampai menuju kematangan berpikir dan bersikap sangat dipengaruhi oleh keluarga. Pendidikan yang pertama kali diterima oleh Said Nursi adalah belajar di kuttab (madrasah) pimpinan Muhammad Amin Afandi di desa Thag (Ta) pada tahun 1882. akhlak dan intelektualnya sudah menjadi akar yang kokoh dalam sikap hidupnya. karena tidak ada satu pun institusi pendidikan Islam yang lengkap menyelenggarakan pengajaran tersebut Said Nursi selalu berpindah-pindah untuk menyempurkan pemahamannya (Lihat Zaidin. Namun. Desa Thag (Ta) berada bersebelahan dengan desa kelahiran Said Nursi. Said Nursi menyadari perlu menjadi orang yang berpengetahuan. . Kegiatan belajar Said Nursi di desa Thag ini hanya berlangsung sebentar saja. Adapun pendidikan formal yang pernah dialami Said Nursi mencakup : 1) Madrasah Muhammad Amin Afandi Tagh (Ta) Said Nursi mulai merantau ketika berumur 9 (sembilan) tahun. karenanya ia mulai berusaha keras mempelajari berbagai macam i1mu-i1mu keislaman tradisional dan i1mu-ilmu umum yang juga berkaitan dengan sains modern18 di luar pendidikan keluarga melalui lembaga yang dapat dikatakan sebagai pendidikan formal atau pendidikan sekolah. Terutama iman. hlm. pendidikan formal juga berperan sangat penting dalam terbentuknya kepribadian dan akhlaknya. karena aktivitas belajarnya pindah 18 Dalam konteks zamannya ilmu tradisional ia belajar dibeberapa tempat. 2) Pendidikan Formal : Pendidikan Madrasah Belajar Ilmu Agama dan Ilmu Umum Penjelasan di atas mengemukakan bahwa latar belakang keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama sangat mempengaruhi Said Nursi. Ibid. 15).

75 dan dilanjutkan di madrasah desa Birmis (Ihsan Kasim 2003. Said Nursi meminta izin orang tuanya untuk belajar dan pergi ke Arwas di Bitlis dan berguru dengan Syekh Muhammad Amin Afandin (Rajah 1995. hlm. hlm. Tetapi ia belajar di sekolah tersebut hanya sebentar. tafsir. hadits. 10). 910). Said Nursi melanjutkan belajar di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. hlm. kemudian memutuskan untak sekolah ke Birmis. 2) Madrasah Muhammad Nur di Birmis Pada tahun 1883 Said Nursi pergi ke Bitlis dan mendaftarkan diri di sekolah Syaikh Muhammad Nur. Bersamaan dengan itu Said Nursi belajar dengan kakaknya dan ulama terkenal di desanya. Di Bitlis Said Nursi pernah tinggal serumah bersama Walikota Bitlis dan beliau berkesempatan untuk menela’ah sejumlah besar buku ilmiah dan menghapal sebagian dari padanya. mantiq (logika). Proses ini hanya . (Zaidin 2001. h1m. 10-13). 4) Madrasah Mir Hasan Wali di Muks (Mukus) Said Nursi merasa tidak puas dengan ilmu yang diperoleh dari tiga orang gurunya tersebut. dan fiqh. 3) Madrasah Muhammad Amin Afandi di Arwas Bitlis Pada tahun 1891 (1308). Kemudian lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihapal (Ihsan Kasim 2003. nahwu. sebab syaikh tersebut menolak untuk mengajarnya dengan alasan faktor usia yang belum memadai. 33). Begitu juga beliau pun berkesempatan menelaah sejumlah besar kitab tentang ilmu kalam.

Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said (Zaidin 2001. 11). ia bersama seorang temannya berangkat menuju madrasah di Beyazid. satu daerah di Turki Timur. hlm. suatu daerah yang termasuk dalam wilayah Agra. Di Madrasah Beyazid di bawah bimbingan Syaikh Muhammad alJalali. Di sinilah Said Nursi mempelajari ilmu-ilmu agama dasar. 5) Madrasah Muhammad Jalali di Beyazid Pada tahun 1889. hlm. Selama itu. (Ihsan Kasim 2003. dan lain-lain (Ihsan Kasim 2003.76 berjalan satu bulan setelah itu kemudian ia bersama temannya berangkat menuju salah satu sekolah di Bayazid. Pelajaran yang diambilnya seputar ilmu al-Quran dan Nahwu Sharaf Sebagai apresiasi dari kerja keras belajarnya. hlm. Dalam waktu relatif singkat sekali beliau mampu menguasai matematika. geografi. 11). geologi. Beliau belajar dengan segala kesungguhan dan secara intensif untuk jangka waktu tiga bulan lamanya. 8-15). fisika. ilmu falak. hlm. kimia. sejarah. karena sebelum ia hanya belajar Nahwu dan Sharaf saja. beliau berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama. Said Nursi belajar dengan segala kesungguhan dan keuletannya secara intensif dalam jangka waktu yang singkat selama tiga bulan beliau dapat membaca seluruh buku yang umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama serta ia mendapatkan ijazah dari Syaikh Muhammad Jalalin (Zaidin 2001. 10-11). . filsafat.

seperti Syeikh Fethullah. Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman). Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu. dan pengajaran bagi masyarakat bawah. hlm. diskusi. fisika. 12). untuk menguras habis keilmuan mereka. Dalam waktu yang cukup singkat ia menghapalnya. jami’ihi fii jum’atin” (Sungguh seluruh kitab jam’ul Jawami’ telah mampu dihapal hanya dalam satu minggu) (Ihsan Kasim 2003. Ketika berada di sini. Said Nursi juga pernah menulis beberapa buku dalam bidang yang berkaitan. Said Nursi menjelajahi secara terus menerus kemungkinan masih tersisa ulama. matematika. geografi. syeikh. filsafat modern. atau guru yang handal. astronomi. Akhirnya dengan inisiatifnya sendiri dan dalam masa yang singkat beliau telah berhasil menguasai ilmu-ilmu modern seperti sejarah. sehingga Syaikh Fathullah Afandi menulis catatan pada sampul kitab tersebut dengan kata-kata : “Laqad Jama'a fii hifzihihi’.77 6) Madrasah Fathullah Afandi di Si’ird Di bawah bimbingan Syaikh Fathullah Afandi secara intensif Said Nursi mempelajari kitab Jam'ul Jawami (kitab tentang ushul fiqhi) karya Ibn as-Subki. Kelemahan beliau dalam bidang tersebut telah mendorongnya membaca dan mempelajari buku-buku sains modern yang terdapat dalam perpustakaan Talur BAslia. Selanjutnya. ilmu hayat dan ilmu bumi. Said Nursi telah bertemu dan berdialog dengan beberapa orang guru dalam bidang ilmu-ilmu modern. hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat. kimia. jam’aljawami. misalnya .

karena dilakukan di masyarakat dan di luar pendidikan informal dan formal.) – pada tahun yang lalu. hlm. 3) Pendidikan Non Formal : Lingkungan dan Perolehan Ilham (Ilmu Laduni) Pendidikan non formal ini adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. Malangnya. 17). Dari penjelasan di atas. orang-orang terdekat dan ulama terkenal. kehidupan bersama-sama. Orang yang cerdas secara intelektual juga spritual.78 berkenaan algebra. atau pendidikan keluarga dan sekolah. Ulama ini melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya : Ada berita engkau telah selesai membaca as-Suyuthi – kitab syarah alfiyah karya Ibnu Malik (pen. Misalnya dalam perjalanan Said Nursi dari kota Bitlis menuju kota Syirwan dan belajar dengan kakaknya Abdullah. tapi apakah engkau juga telah selesai mempelajari kitab al-Jami’ – kitab nahwu popular (pen. Pendidikan non formal yang dialami oleh Said Nursi dapat dilihat melalui beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kegiatan pendidikan non formal mencakup: 1) Bersama Kakaknya Abdullah dan Fathullah Afandi Pengalaman Said Nursi bersama kakaknya. hanyalah sebagai contoh mengenai pendidikan di luar pendidikan resminya.) – pada tahun in i?. Berwawasan luas dan berakhlak mulia. buku tersebut telah musnah dalam satu kebakaran besar yang terjadi di Van (Zaidin 2001. Perolehan jenis pendidikan ini berlangsung alami. dapat dikatakan bahwa pendidikan formal yang diperoleh Said Nursi mengokohkan sebagai orang yang rasional dan bermoral. diskusi dan debat ilmiah. . Banyak yang dilakukan oleh Said Nursi yang dapat dikategorikan sebagai proses pendidikan non formal. kemudian ia melanjutkan penjalanan ke Si’rad untuk belajar pada seorang ulama terkenal yakni Fathullah Afandi. Kegiatan perjalanan.

Dalam perdebatan ilmiah. beliau mampu menghapalnya. formal maupun non formal yang dijalani Said Nursi dalam satu kesatuan diri.79 Kemudian di jawab : Ya. biarkan kami untuk mengetahui daya hapalanmu. Kemudian ia memberikan kitab Maqaamat al-Hariri. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa efek dari ketekunan Said Nursi dalam lingkungan masyarakat beliau diilhami keilmuan yang dalam dan luas. popularitas beliau segera tersebar dan diberi gelar Bediuzzaman (keindahan Zaman) (Said Nursi Tarihi Hajat 1999e. 10-13). Peristiwa ini telah membuat Syaikh Fathullah Afandi geleng kepala dan sangat kagum dan akhirnya ia berkata : Baik…sungguh engkau ini seorang yang dikaruniai kejeniusan yang luar biasa. 3) Motivasi Melalui Mimpi dan Ilham Bartol dan Martin (1991. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan beberapa permasalahan dan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab semua dengan tepat oleh Said Nursi. 451) memberikan pengertian motivasi adalah kekuatan yang menggerakkan perilaku. Namun demikian. Tentu saja apa yang terjadi membuat Syaikh Fathullah Afandi semakin kagum. hlm. 45). Said Nursi pun meraihnya lalu membaca tulisan yang termaktub dalam halaman pertama dan hanya dibaca satu kali saja. Semuanya merupakan implikasi dari perjalanan secara menyatu dalam diri Said Nursi baik dalam pendidikan informal. hlm. Apakah engkau bersedia membaca beberapa baris dari kitab ini dua kali lalu menghapalnya ?. saya telah membacanya secara keseluruhan. hlm. 2) Pengalaman Berdiskusi. Berdebat bersama Tokoh Intelektual dan Ulama Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. Said Nursi dengan penguasaannya dalam bidang agama dan sains modern menjadi perhatian banyak orang. sehingga ia berkata lagi : Sungguh perpaduan antara otak jenius yang luar biasa dengan daya hapal yang luar biasa seperti engkau miliki merupakan kejadian yang sangat jarang (Ihsan Kasim 2003. Ternyata hanya satu kali saja membaca. memberi arah pada .

terlintaslah dalam benak pikirannya untuk pergi ke Shiratal Mustaqim (jembatan menuju Surga). Ketika itu. Said Nursi memiliki gerakan perilaku melalui mimpi bahwa dirinya melihat Rasulullah Saw. Setelah itu. Pada waktu dirinya sedang berpikir demikian dalam keadaan sedang berada di tengah kerumunan orang banyak. tapi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. Melintasinya. para Nabi melewatinya. Kemudian Rasulullah Saw yang dinanti-nanti pun lewat padanya. atas kehendak . Peristiwa tersebut selalu diingat sampai akhir hayatnya. Pada fase berikutnya. hlm. Karena Rasulullah Saw pun pAsli akan melintasi jembatan tersebut. Dalam mimpi tersebut beliau melihat seolaholah kiamat telah terjadi dengan segala kejadian yang sangat mengerikan dan seluruh manusia dihimpun. lalu tangan mereka dijabat dan dicium. selama dalam penantian ini. Dengan demikian bergegaslah Said Nursi menuju ke sana dan di sana ia menunggu Rasulullah Saw. di manakah dirinya dapat menjumpai beliau dalam keadaan berdesakdesakan seperti ini?. ia memohon dan beliau agar diberi ilmu lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya : “Engkau akan diberi ilmu al-Qur’an dengan syarat engkau tidak boleh meminta-minta kepada siapapun dari kalangan umatku”.80 perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut. 15-16). perasaan ingin melihat Rasulullah Saw begitu menggebu-gebu. (Ihsan Kasim 2003. Ketika itu dirinya adalah seorang Said Nursi yang masih kecil yang sedang berada dihadapan beliau sambil menciumi kedua tangannya.

Sistematika proses pendidikan Said Nursi yang integratif menggambarkan kompetensi Said Nursi . sehingga ia dapat berdiskusi dan berdialog langsung dengan Nabi Muhammad (Said Nursi Mektubat 2003b. terutama dalam menyuburkan sifat analisis. Artinya.81 Allah Swt menjadikan beliau begitu cepat menguasai berbagai ilmu keagamaan. Perolehan ilmu laduni adalah implikasi proses pendidikan yang didapatkan oleh Said Nursi langsung melalui Allah melalui ilham illahi. perilaku. formal maupun pendidikan non formal telah mempengaruhi pemikiran. termasuk ilmu al-Quran. yang merupakan suatu mata batin yang tajam. kritis serta senang kepada dialog dan perdebatan. Dari pembahasan di atas diketahui bahwa riwayat pendidikan Said Nursi baik informal. tetapi tidak boleh disamakan dengan sifat kemanusiaan yang utuh. hlm. intuisi adalah semacam perasaan yang bergerak di dalam batin manusia. sikap dan ruhnya dalam segenap kehidupannya. Pendidikan ini secara intensif diperolehnya ketika ia menulis Risale-i Nur. 4) Kecerdasan Hati atau Intuisi Memperoleh Ilmu Laduni Salyidain menyatakan bahwa intuisi menurut Iqbal adalah isyq atau cinta atau kadang-kadang disebut “pengamatan kalbu” yang memungkinkan kita secara langsung menangkap dan mengamat serta bertautan dengan kenyataan secara keseluruhan (Salyidain tt. dan ilmu lainnya. hlm. fiqh. 102103). Cahaya hati dan keyakinannya yang mendalam kepada Allah menyebabkan ia mampu menembus alam ghaib.275). hadits.

sudah mulai nampak sejak kecil. Kegiatan Keagamaan Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan oleh Said Nursi untuk menyebarkan dakwah Islam di Turki. Tanda-tanda Said Nursi sebagai tokoh. 1. Ini merupakan pernyataan asing dan menarik perhatian yang membuat popularitas Said Nursi semakin luas yang sebelumnya juga sudah terkenal di ibu kota Istanbul dan membuat orang-orang ingin melihatnya secara langsung (Salih 2003.82 sebagai i1muwan dan ulama dalam kajian keagamaan dan terdapat praktik antara penguasaan ilmu dan perilaku akhlak mulia. Selama berada di ibu kota Istanbul beliau telah menggantungkan sebuah papan di depan pintu kamarnya yang bertuliskan: “Gratis”!!! Di sini akan terjawab setiap pertanyaan dan setiap problema pasti akan terpecahkan”. sampailah Badiuzzaman di ibu kota Istanbul. Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan kegiatan keagamaan Said Nursi. Tercatat. hlm. Proses pendidikan dan kompetensi ini memperkuat bahwa Said Nursi adalah filosof-sufi. 15-16) . bahwa hotel ini merupakan tempat tinggal sejumlah para pemikir dan pujangga. Mengajar Umat Gratis Pada tahun 1907 M. ulama dan guru bagi seluruh masyarakat Turki. juga seorang guru bahasa kenamaan yang bernama Jalal dan lain-lain. Di sana beliau tinggal di khan asy-Syakrizi yang terletak di wilayah Fatih. seperti penyair kenamaan yang bernama Muhammad ‘Akif dan kepala intelejen yang bernama Fatih.

Kasus ini terjadi. Kejadian I telah mendorongnya mebuat keterangan : “Jika memang terdapat sedikit saja kegilaan pada Said Nursi. Di sana ia mendapat sambutan hangat dari para pemimpin al-Ittihad Wa at-Taraqi. Namun demikian. ini artinya bahwa di seluruh muka planet bumi ini tidak seorang pun ada yang berakal sehat” (Salih 2003. Kemudian Said Nursi berangkat menuju Salonika dan di sana beliau berkenalan dengan para tokoh al-Ittihad Wa at-Taaraqqi (Perpaduan dan Kemajuan). Usulan ini disampaikan. Kemudian para dokter berketetapan untuk menempatkannya di RS Jiwa Topbasyi. Tetapi usulan ini hanya membuat orang-orang dekat Sultan yang hakikatnya tidak mencerminkan pemikiran Sultan membawa beliau ke beberapa dokter untuk diperiksa dan diteliti daya nalar otaknya. hlm. 17-18). mereka tidak berhasil mengajaknya untuk menjadi pengikut mereka. kepada dokter ini beliau menyampaikan apa yang terlintas dalam benak sang dokter. Kemudian saat dirasakan bahwa sebagian di antara mereka ada yang goyah pendiriannya dan bersikap memusuhi agama (Islam).83 Di ibu kota Istanbul Said Nursi menyampaiikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar didirikan sebuah madrasah bernama Madrasah Az-Zahrah yang ilmu agama dan ilmu sains diajarkan secara bersama di Turki Timur. dengan pertimbangan karena dirinya juga sebagai seorang yang menyarakan dan menyerukan kebebasan dan prinsip musyawarah secara Islami. Langkah ini ditempuh. . karena penduduknya sangat didominasi oleh kebodohan dan kemiskinan. ia pun berkata: “Kalian ternyata memusuhi agama dan berpaling dari syari’at” (Salih 2003. karena ia tetap pada prinsip pemikiran dan kepribadiannya. sistem keamanan. Ketika salah seorang dokter hadir untuk memeriksa daya nalar otak Said Nursi. hlm. juga sangat dicekam oleh kediktatoran. 19-20). dan para intel dai kalangan istana Yaldaz.

aku membaca kitab Maktubat . mencari jalan keluar dan panduan. ketika Ia berada di lembaga Darul Hikmah al-Islamiyah. Anehnya. hlm. Mustafa Shabri (syaikul Islam). seorang pembimbing rohani. Sa’duddin Pasya. Tetapi ia hanya mengambil sekedar untuk memenuhi hajat hidup pokok saja. Hamdi Almalali (mufassir terkenal). mencari dokter (rohani) yang akan menyembuhkan hatimu. 34-36). tulisan Syaih Abdul Qadir Jailani.Transformasi Spritual Perubahan dalam diri Said Nursi adalah ketika dia merasa perubahan dalam dirinya. ia pernah mengalami transformasi spiritual sebagai berikut: Sadar diriku berada di dalam ‘rawa’ aku mencari bantuan. sementara sayalah yang secara rohani sakit lebih parah daripada yang lain. Ketika itu para anggotanya terdiri dari: Muhammad ‘Akif (penyair kondang). Setelah itu. Tercatat bahwa para anggota Darul Hikmah ini hanya merupakan ulama terkemuka saja. Sedangkan sisanya dibelanjakan untuk biaya mencetak sebagian dari karya ilmiahnya yang dihimpun dalam Rasal an-Nur yang kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin (Salih 2003. aku mencari penjelasan pada kitab Futuh al-Gaib. dan lain-lain. Pada periode ini pemerintah telah menganggarkan gaji untuknya. dan aku harus mengobati diriku sendiri sebagai pasien. Menjadi Anggota Darul Hikmah al-Islamiyah Di ibu kota Istanbul Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyah tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya (13 Agustus 1918 M). Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan). Aku melihat ada berbagai jalan. yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit rohani umat Islam. 3. aku memang anggota Darul Hikam (lembaga para ilmuwan tersebut).84 2. Aku dianggap sebagai ‘dokter’. Muncul kalimat berikut di hadapanku: Kamu berada di Darul Hikam (Rumah Kebijaksanaan). dan saat ragu jalan mana yang harus ikuti.

dan mempelajarinya dengan niat yang suci. 487-488). Saat aku dalam kebingungan. Pada masa-masa ini dan ketika Inggris berhasil menduduki Istanbul (16 Maret 1920). Imam Rabbani juga dengan tandas memberikan nasihatnya dibanyak surat yang lain. sumber dari semua saluran tersebut.’ Tetapi. yang bisa menyatukan semua arah (Said Nursi 2003. tak lain adalah alQur’an yang penuh hikmah. nasihat beliau yang paling penting ini tidak sesuai dengan watak dan perangaiku. ‘matahari yang dikelilingi oleh semua ‘planet’ tersebut. Buku tersebut juga berisi ajakan kaum muslimin tetap optimis dan memerangi sikap pesimis yang selama ini tampaknya menguasai masyarakat. maka sulit bagiku untuk menyenangi salah satu jalan dan mengikutinya. Kegiatan Politik Secara bersamaan dalam kehidupanya Said Nursi jelas berkaitan erat dengan kegaitan politik. Kemudian pertanyaan ini oleh para ulama disampaikan kepada Badiuzzaman dan dijawab: “Sesunguhnya jawaban enam pertanyaan ini tidak harus . Badiuzzaman berhasil menyelesaikan buku karangannya yang berjudul al-Khuthuwat as-Sitta (Enam Langkah ) yang diterbitkan secra sembunyi-sembunyi dengan bantuan para murid dan teman-temannya… Buku ini berisi serangan Badiuzzaman kepada Inggris yang disampaikan dengan nada keras dan berupa klarifikasi tentang berbagai syubhat yang santer menjadi buah bibir masyarakat luas dengan disertai sejumlah dalil argumetatif. hlm. ‘Menyatukan arah yang akan engkau tuju. Kajian berikut akan menjelaskan fokus kepada kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh Said Nursi semasa hidupnya. dengan Kasih Sayang Allah SWT aku menjadi tahu bahwa ujung semua jalan tersebut. Karena setiap jalan memiliki daya tarik sendiri-sendiri. Menentang Inggris Diantara serentetan rencana jahat yang dilakukan Inggris terhadap Islam melalaui gereja Anglikan adalah enam pertanyaan yang disampaikan kepada para ulama Islam agar dijawab dengan enam ratus kata. Kadang-kadang pikiranku tidak bisa memutuskan mana yang harus diikuti. Transformasi spiritual inilah yang menjadi penyebab perubahan Said Qadim ke Said Jadid.85 (Surat-surat) karya Imam Rabbani. serta berisi seruan agar mereka berbakal tekad kuat.’ yakni ‘ambil satu saja pemimpin atau satu jalan ke arah kebenaran. sebagai berikut : 1.

satu pemberontakan telah meletus Revolusi Turki Muda (The Young Turk Revolution) yang didalangi oleh Pertubuhan Perpaduan dan Kemajuan telah berhasil memaksa Sultan mengaktifkan semua kelembagaan. Tetapi apa yang berlaku adalah sebaliknya. 32). Syaikhul Islam Abdullah Afandi pun di bawah tekanan pemerintahan kolonial Inggris mengeluarkan fatwa menentang gerakan dan para pelaku aksi ini. 39-40).86 denggan enam ratus kata dan tidak pula dengan enam kata….melainkan cukup dengan ludah yang disemburkan Inggris terkutuk. Memandang pengaruh Said Nursi serta ketokohannya. hlm. seorang yang Yahudi berkebangsaan Itali. sehingga dia berkata: “Lelaki ajaib ini hampir-hampir menyebabkan aku memeluk Islam dengan kata-katanya” (Zaidin 2001. kepada muka orang-orang 2. tetapi Revolusi Turki Muda tidak disetujuinya. Tetapi segera fatwa ini dibantah lagi dan dinyatakan batal oleh fatwa yang dikeluarkan oleh tujuh puluh enam ulama bersama tiga puluh enam ilmuwan dan sebelas anggota DPR (anggota parlemen). Antara mereka yang datang menemuinya ialah Emanuel Carasso.” (Salih 2003. Walaupun Said Nursi menyokong usaha untuk mengembalikan kelembagaan dalam negara. Dalam tahun 1908. ketika itu ia berjuang keras demi untuk menegakkan satu sistem kelembagaan yang berteraskan Syariat Islam. Ini jelas dari sikap Said Nursi yang berpegang kepada prinsip . Gerakan anti pendudukan asing di Anatolia mulai beraksi. juga tidak harus dengan satu kata…. hlm. Said Nursi Masa Pergolakan Said Nursi di zaman pergolakan ini terjadi pada 1908-1912. para pimpinan gerakan ini mencoba membujuk dan mempengaruhinya menyertai gerakan mereka.

tipu daya syaetan dan penyelewengan yang hina. Austria telah mengumumkan kemasukan Bosnia dan Hersegovina ke dalam negara tersebut. jangan kamu hancurkan kebebasan ini dengan kematian kali kedua dengan tindakantindakan yang bodoh dan pengabaian dalam urusan agama.87 kesederhanaan (menolak kekerasan) dalam menuntut sesuatu keadilan atau kebaikan. Sesungguhnya Undang-Undang Asas yang berfraksikan kepada Undang-Undang Islam (Syariat) adalah malaikat maut yang akan menyentap semua ruh isme-isme yang merusakkan. kumpulan buruh yang berada di Khan Ashirah mulai bertindak liar. seperti dikutip Zaidin (2001. Beliau melihat hanya dengan Perlembagaan Islam yang mampu mengembalikan kekuatan dan kemakmuran dakwah. hlm. Pertumbuhan Perpaduan dan Kemajuan yang menjadi penggerak utama ke arah tercetusnya revolusi tersebut bergerak di atas teras perjuangan yang menyimpang dari ajaran Islam (Zaidin 2001. Aktifitas perniagaan dan perdagangan di Istanbul mulai terhambat (Zaidin 2001. Akhirnya mereka melancarkan mogok dan tidak lagi mematuhi arahan ketua-ketua mereka. Suatu hari. Lebih-lebih lagi. hlm. Sebagai tindak balasan. Di antara ucapannya.” Pada 5 Oktober 1908 (9 Ramadan 1326 H). Antara lain kata-katanya ialah: . akhlak buruk. Said Nursi terus menyampaikan idenya kepada masyarakat tanpa dapat dipengaruhi oleh mana-mana pihak. Said Nursi yang mendengar berita tersebut terus bergegas ke sana dan memberikan nasihat kepada mereka. 34): “Berhati-hatilah saudara-saudaraku. hal. Keadaan ini berimbas juga pada kehidupan hampir dua puluh ribu masyarakat buruh dari bangsa Kurdi. 33). 37). Ini jelas dari pidato yang disampaikannya di Salanik selepas pengisytiharan kelembagaan tersebut. kerajaan telah menyatakan memboikot semua barang Austria dan gedung-gedung jualannya.

mereka semua menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan mendemo kerajaan kekeliruan yang harus dibenahi. 38). Corak perjuangannya yang sederhana (tanpa senjata dan kekerasan) telah diubah kepada perjuangan bersenjata apabila berhadapan dengan musuhmusuh luar (bukan Islam). Akhirnya. Kita akan memerangi ketiga-tiga musuh ini dengan senjata kemajuan. Ikut Perang Dunia I (1918-1923) Bagian ini akan memaparkan keterlibatan Said Nursi dalam Perang Dunia I menentang tentara Rusia dan Armenia. karena mereka sudah tidak percaya kerajaan yang sudah membaikot barang Austria. karena perseturuan dan permusuhan justeru akan membinasakan kita sendiri. Said Nursi secara tegas mengatakan musuh kita bukan orang-orang Turki. Parti al-Ittihad al-Muhammadi telah ditubuhkan di Istanbul. kita akan bersatu dengan mereka (orang Turki) dan mereka yang berjiran dengan kita kerana permusuhan dan perseteruan adalah kebinasaan. Said Nursi dan Inggris (1918-1923). Antara kesan daripada protes mereka terhadap kerajaan ialah berlakunya penutupan kedai . Mereka menuntut supaya Syariat Islam ditegakkan semula dalam negara. Mereka adalah saudara kita.…mereka telah menyadarkan kita dari kealpaan dan mendorong kita dari ke arah ketamadunan. pengetahuan dan penyatuan. Sungguh luar biasa pengorbanan Said Nursi yang telah berani meredamkan amarah buruh bangsa Kurdi yang sudah menggunung.88 Musuh kita adalah kejahilan. Ya. hlm. Pertumbuhan politik Islam ini secara umumnya adalah tindak balas masyarakat Islam yang merasa bimbang dengan perkembangan yang berlaku dalam negara di bawah pemerintahan Parti Perpaduan dan Kemajuan. Kita sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk bermusuhan (sesama sendiri)… (Said Nursi dalam Zaidin 2001. Ia diasaskan oleh Darwish Wihdati. fatrah ini menyaksikan bagaimana Said Nursi menggunakan segala ruang yang ada untuk menyedarkan umat Islam dan membangkitkan semangat mereka supaya berjihad menentang penjajah: Pada 5 April 1909. 3. Oleh itu kita perlu bantu membantu dan berganding bahu dengan orang-orang Turki. keperluan dan perselisihan. Orang Turki adalah saudara sendiri bukan musuh. tapi musuh kita kejahilan dan perselisihan.

Di samping Volkan. Dalam tahun 1910. Said Nursi meninggalkan Istanbul dan kembali ke Wan melalui Batum (Batum). hlm. turut sama memberi sumbangan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat melalui akhbar Volkan yang merupakan lidah rasmi pertumbuhan tersebut. Seorang pegawai polis Rusia datang menghampirinya. Setelah sampai ke Wan. terutamanya dengan adab-adab Islam supaya (kekuatan) agama itu dapat menjadi pengawal dalam bidang penulisan. termasuklah Darwish Wihdati sendiri. sokongan ini sedikitpun tidak menyekat beliau dari menyatakan kebenaran. Bahkan Said Nursi sendiri telah berucap sewaktu pertubuhan ini diasaskan. yang tidak memperlihatkan adab-adab penulisan yang Islamik. “Sasterawan seharusnya beradab. Mereka juga menuntut supaya kerajaan membuat sekatan ke atas Gerakan Kebebasan Wanita (Zaidin 2001. Said Nursi pun mendaki Bukit Shaykh Sanan dan untuk seketika Said Nursi memandang ke arah bumi yang berada di bawah jajahan Rusia. Meskipun Said Nursi menyokong Parti al-Ittihad al-Muhammadi. Mizan. Said Nursi juga menulis di dalam akhbar-akhbar lain seperti al-Aqbah. 32). Untuk itu.89 minuman keras dan pusat teater. 38). Surbasti. Himpunan soalan serta jawaban yang diberikan dalam kuliah itu dimasukkan oleh Said Nursi dalam kitabnya alMunazarat. Karangan dalam bahasa Turki ini kemudiannya diterjemahkan kedalam bahasa . hal. Said Nursi singgah di Tiflis (Tiflis) untuk melihat suasana bandaraya tersebut. al-Misbah dan lain-lain lagi (Zaidin 2001. Said Nursi mulai menyampaikan kuliah-kuliah agama kepada masyarakat. Said Nursi yang menyertai pertumbuhan politik ini. maupun mengkritik manamana pihak yang dilihatnya tidak bertindak sewajarnya. Antara kritikannya. Dalam perjalanan. Ini terbukti apabila sebagian kritikannya juga ditujukan kepada golongan pengarang.

Said Nursi dan pasukannya berangkat ke sana.90 Arab judul Rajtat al-awwam. . 49) dituliskan pula tentang penugasan Said Nursi untuk memimpin perang. Kitab ini telah dicetak di Istanbul dalam tahun 1913 (Zaidin 2001. Said Nursi telah dilantik memimpin pasukan Sukarelawan dari selatan anadul (Anatolia). Ini terjasi pada 1912. Ketika terjadi pemberontakan besar 31 Maret pada tahun 1909. Dengan menaiki kapal selam Jerman. Pada tahun 1911. 44-46). Misinya ini adalah untuk menghubungi Sayyid Muhammad Idris al-Sanusi yang ketika itu sedang berjuang menentang tentara Itali. Said Nursi pun tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan dibawa ke salah satu markas tawanan militer di Qustarma yang terletak di Timur Rusia (Salih 2003. hlm. dalam bahasa Arab. Beliau telah ditugaskan melaksanakan misi tersebut ke Libya (Afrika Utara). Dalam perang dunia I. Ia pergi ke Damaskus untuk menyampaikan khutbah di Masjid Umayyah tentang kondisi umat Muslim dan cara mengatasi masalahmasalahnya. Kerajaan telah membuat keputusan untuk menyebarkan Fatwa Jihad keseluruh dunia Islam. hlm. Setelah 2 tahun Said Nursi pulang ke Istanbul pada tahun 1918. Kemudian Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah – Lembaga ilmiah milik para ulama Turki Usmani – tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya. ia telah coba mententeramkan keadaan. Dalam tesis Zaidin (2001. Isyarat al-I’jaz Fi Mazhan al-Ijaz. Dalam pertempuran ini Said Nursi bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi tentara Rusia. Said Nursi kemudiannya di saat-saat hampir tercetusnya Perang Dunia I diberi kepercayaan untuk menganggotai al-Tashkilat al-Makhsusah. 25-29). Kemudian selama terlibat dalam pertempuran tersebut ia pun berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. hlm. dalam minggu-minggu pertama tercetusnya Perang Balkan. Badiuzzaman menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kakasia dan Turki Timur.

sehingga masjid yang ada di sana tidak mampu menampung jamaah dan akhirnya dipindahkan ke ruangan yang lebih besar. sebagaimana perilaku Mustafa Kamal pun tampak berlawanan dengan Islam suatu hal yang membuat ia sangat sedih. beliau berketetapan utuk mencetak pernyataan pada tanggal 19/1/1923 M. Kemudian pernyataan ini dibagiikan kepada para anggota dewan yang dipimpin oleh Jenderal Kazhim Qurah Bakar (Panglima Besar Gerakan Kemerdekaan). Buah dari langkah tersebut telah berhasil menyadarkan kira-kira enam puluh di antara mereka menjadi orang-orang taat beragama dan aktif menjalankan shalat. Sesungguhnya orang yang tidak menjalankan shalat adalah pengkhianat. Menentang Mustafa Kemal Attatruk Said Nursi berulang kali diundang ke Ankara oleh Mustafa Kamal. Badiuzzaman menjawab pernyataan Mustafa Kamal : Pasya…Pasya… Sesungguhnya hakikat yang paling menonjol sesudah iman adalah shalat. Untuk itu kami sengaja mengundang Anda ke sini agar kami bisa mengambil manfaat dari pendapat-pendapat Anda yang sangat berharga. terjadilah pembicaraan seru di antara keduanya. dan kedatangannya ini telah disambut dengan meriah. sebagai nasihat dan peringatan Islami. Mustafa Kamal rupanya tidak senang dengan pernyataan ini dan oleh karena itu dia memanggil Said Nursi. Sayangnya beliau tidak betah di Ankara karena melihat kebanyakan di antara para anggota dewan tidak aktif shalat. yang membuat sepuluh materi yang dialamatkan kepada para anggota dewan. bahwa kami sangat membutuhkan orang seperti Anda. Dengan demikian. sebelum Hari Raya Qurban tahun itu. sedangkan . Di antara kata-kata yang disampaikan oleh Mustafa Kamal saat itu: Sejujurnya. sehingga ia berangkat juga ke sana pada tahun 1922. Tetapi langkah pertama yang Anda sampaikan kepada kami ternyata urusan shalat yang membuat di antara sesama anggota majelis di sini terpecah. Kemudian. Seraya memberi isyarat dengan telunjuknya.91 4.

Pada ketika itu. dua orang pengikut Sultan yang berpendidikan sekolah modern berbual dengan Said Nursi (Zaidin 2001. Pada 11 Juni 1911. Setelah merasakan adanya niat buruk yang dialamatkan kepada Islam dari sejumlah pihak pemerintah di Ankara. rombongan tersebut sampai ke Uskup (Skopje). ibadah. Said Nursi mengambil kesempatan ini dengan menjelaskan kepada Sultan dan beberapa orang pemimpin Partai Perpaduan dan Kemajuan tentang betapa perlunya dibina sebuah universitas di Timur . maka Said Nursi pun pergi meninggalkan kota ini. Perjuangan Menuju Rumayli (Rumelia) Selepas berada di Sham. hlm. 5. sebuah kawasan Eropa di bawah kekuasaan Turki. 48). 1911. Said Nursi pergi ke Bayrut (Beirut) dan kemudiannya kembali ke Istanbul melalui jalan laut pada Jun. 43-45). Di sanlah untuk sekian lama waktunya dihabiskan dengan mengasingkan diri dari keramaian. dan pengaduan kepada Allah atas keadaan yang terjadi menimpa kaum mulimin. Rombongan Di-Raja ini berangkat dengan menaiki kapal perang Barbarossa dan mereka sampai ke Salanik pada 7 Juni 1911. hlm. sebuah bandaraya bersejarah. beliau ditawari jabatan sebagai penasihat umum wilayah timur dengan gaji yang menggiurkan. Ia pergi dari sana dengan hati yang sedih dan membuat dirinya banyak melakukan tahajjud. Untuk itu. Tetapi Said Nursi menolak tawaran ini (Salih 2003.Mendengar jawaban ini Mustafa Kamal berpikir hendak menjauhkannya dari Ankara. sebuah universitas sedang dibina di Qusuwa. Di sanalah beliau i’tikaf dan mengheningkan cipta. Ia pergi menuju kota Wan dan tinggal di sebuah rumah kumuh yan tidak berpenghuni yang terletak di gunung Ark.92 kepemimpinan seorang pengkhianaat di mata hukum adalah tidak diterima…. seolah-olah bahwa Allah sedang mmpersiapkan dirinya untuk tampil menghadapi tugas berat dan bahaya yang hendak menghancurkan Islam ( Salih 2003. Dalam perjalanan ini. Said Nursi telah dipilih sebagai wakil dari Timur Turki untuk mengiringi Sultan Rashad dalam satu lawatan ke Rumayli. yang juga merupakan ibukota Qusuwa (Kosovo).. hlm. 41-43).

Dia ditahan selama 11 bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah” (Salih 2003. dan selalu menandaskan bahwa hak-hak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. Setelah Qusuwa jatuh ketangan Rusia dalam Perang Balkan. Ketika dalam persidangan dia ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. Said Nursi terus meletakkan batu pertama pendirian universitas tersebut di Irtamit (Edremit). Kendati proyek terebut tidak membuahkan hasil yang membanggakan disebabkan meletusnya Perang Dunia I. berhampiran dengan Tasik Wan (Zaidin 2001. Meskipun tuduhan itu . Semula dia tinggal di lantai teratas kantor polisi itu. Setelah dibebaskan. peruntukan sejumlah 19.000 lira yang disediakan bagi penubuhan universitas di Timur Turki atas permintaan Said Nursi sendiri. dia dipaksa tinggal di Kastamonu. 66). Dia dituduh membentuk tariqah Sufi dan mengorganisir masyarakat politis. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat. baik dia maupun para santrinya (dari Kastamonu dan daerah-daerah lain) terus-menerus mendapatkan tekanan dari pemerintah. hlm. dan beberapa bagian penting dari Risalah An-Nur ditulisnya disana. dan berpuncak dengan penangkapan besarbesaran dan pengadilan serta pemenjaraan di Denizli pada tahun 1943-1944. dia menjawab : “Biografi saya yang kalian pegang itu membuktikan bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. Selama masa ini. Setelah kembali ke Wan. hlm. Meskipun sepanjang hidupnya dia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat.93 Turki. 48-49). Rencana tersebut telah disambut baik oleh Sultan. kemudian dipindahkan ke sebelah rumah tepat dia seberangnya. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. Dia menetap di Kastamonu selama tujuh tahun.

Pada kesempatan ini. sepotong pakaian. Pada tahun 1953 dia diadili sekali lagi. Setelah itu dia berpindah-pindah tempat tinggal seperti ke Emirdag. Pada saat wafatnya di Urfah. tetapi Said Nursi dikurung selama 9 bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali.94 akhirnya gugur. Said Nursi dikirim ke kota Emirdag. Tetapi kemungkinan ini tidak berarti sebagai biang segala tindakan kriminal. Memang. 23 Maret 1960. penyelenggara pemakaman menemukan peninggalannya berupa sehelai surban. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot 40 kilogram. Sebagai akhir perjuangannya Said Nursi memberikan peniggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. Bapak-bapak telah betanya: Apakah saya termasuk orang-orang yang aktif dalam kegiatan seperti yang dilakukan para pengikut thariqah sufisme? Pertanyaan ini saya jawab: Sesungguhnya era kita sekarang adalah era memelihara iman bukan era mempertahankan thariqah sufisme. hlm. gelap dan pengap dalam kondisi yang sangat menyedihkan sampai ia dibebaskan pada tahun 1944: Setelah dibebaskan. Isparta. dan Istanbul. Kelak di akhirat pasti akan banyak masuk syurga tanpa melalui thariqah sufisme. Propinsi Afyon agar menetap disana. yang mungkin bertepatan dengan Lailatul Qadar. adalah Kumpulan Risale-i Nur setebal 6000 halaman. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding. 67). Pengadilan memvonis dia dengan semena-semena. bisa jadi batang korek api dapat membakar rumah. izinkan saya untuk menyampaikan pernyataan kepada Bapak-bapak sekalian: Dampak suatu perbuatan tidak bisa dituduh sebagai faktor penyebab suatu kasus sampai terjadi dan tidak dapat dituduh sebagai biang keladinya. Aktivitasku yang hanya terfokus menggeluti ilmu-ilmu keislaman hanya dijadikan sarana untuk memperoleh ridha Allah. jauh bumi dari langit untuk dipergunakan selain dari itu. dan . kali ini dengan tuduhan menerbitkan A Guide for Youth (Petunjuk bagi Para Pemuda). dan kembali dinyatakan tidak bersalah. hlm. Afyon. Berikut ini akan kita kutip sebagian daripadanya: Bapak-bapak hakim yang terhormat: Saya telah dihadapkan ke persidangan ini dengan tuduhan bahwa saya seorang yang telah menjadikan agama sebagai jalan untuk membuat kekacauan dan merusak keamanan umum. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan sebanyak sekitar 2000 kali hingga sekarang. dan Said Nursi besrta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah. 67). dan uang dua puluh lira (Salih 2003. Said Nursi di depan pengadilan pernah menyampaikan pembelaan yang sangat terkenal. Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. Tetapi seorang pun tidak akan ada yang masuk ke sana tanpa iman (Salih 2003.

Karya Tulis Sebelum mengenal karya tulis Said Nursi perlu diketahui bahwa karya tulis Said Nursi banyak sekali. Said Nursi juga memiliki karya-karya lain. hlm. Kumpulan tulisan 14 jilid inilah yang disebut Risale-i Nur.95 prinsip-prinsip mulianya yang merupakan dimensi yang tidak akan bisa dicatat dalam catatan penyelenggara jenazah (Said Nursi 2003b. selain itu terdapat pula karyakarya Said Nursi yang lain yang ditulis pada masa Said Lama dan Said Ketiga. Judul Buku Keterangan Asli dan Masih Terbit 1. XV-XVI). Risale-i Nur adalah karya monumental Said Nursi yang ditulisnya dengan tulisan tangan bersama muridnya yang tebalnya berjumlah kurang lebih 6000 halaman. Sozler . selain Kuliyatul Rasailin Nur. Adapun yang dimaksud Risale-i Nur adalah kumpulan tulisan Said Nursi berjumlah 14 jilid. Risale-i Nur Rilale-i Nur sekarang lebih dikenal "Kuliyatul Rasailin Nur" adalah kumpulan kitab tafsir yang ditulis oleh Said Nursi yang diberi nama "Risale-i Nur". Berikut ini akan disebutkan bagian Risale-1 Nur karya tulis Said Nursi selengkapnya adalah : Tabel 1 Kumpulan Tulisan 14 Jilid Risale-i Nur Bahasa Yang Digunaka n 1926-1929 Turki Tahun Perbitan No.

Di antara kitab-kitab Said Nursi di atas. 4. 6. 5. Muhakamet 1911 Qaibi Turki Turki 2. Secara global isi pokok dalam karya tersebut mengupas tentang aqidah dan keimanan yang diindikasikan dengan ma’rifat Allah. dan akhlak atau adab-adab Islami dan lain-lain. manhaj as-Sunnah. dan 12 Risalah (ar-Risalah) terdapat dalam buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya (Epitomes of Light). 29 Surat (al Maktubat)dalam buku Menjawab Yang Tak Terjawab. Barla Lakihasi 1925-1930 Turki 8. ada yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat 33 Cahaya (al-lama'at) dalam buku Menikmati Takdir Langit. penguatan aspek ibadah.Turki 1934 1936-1940 Turki 1916-1918 Turki 1922-1923 Arab dan Turki 7. 3. Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan. Iman ve Kufur 1948-1950 Turki 13. ma’rifat Rasulullah. Mektubat Lema’alar Su’alar Isyaratul Ijaz Mesnavi Nuriye Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih dan Masih Terbit dan Masih Terbit Terbit dan Masih Asli Asli dan Masih Terbit Terbit Demikian keempat belas kitab Risale-i Nur yang merupakan master peice dari kitab-kitab Risale-i Nur. Ermidag Lakihasi 1944-1949 Turki 9 Kastamonu 1936-19 Turki LakihasiHayati 10.96 1929-1932 Turki 1921-1932. Tarihce 1948-1950 Turki 11. Asyari Musa Turki 12. Munavazeleri Sikke-i Tadikff 1948-1950 14. Kitab-kitab Lain .

25 Sunnet Seniyye . maka keberadaan Risale-Nur merupakan sumber dari pembahasan karya-karya Said Nursi yang ditulisnya menjadi kitab-kitab lain tersebut. 24 Hastalar Risalesi . 17 Otuz Ucu Pencere .97 Dalam konteks ini. Divani Harbi. Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit . Uhuwet 19 AnahtariRisalesi . Sunuat Nubuwuyat 9. lserat 8. Isarat 4. 15 Konsferan Ankara . Sunuhat 7.Orfi 6. 27 Zahretin Nur . Munazarat 5. Talikat (mantik) 2. Latief Nukteler 26 Risalesi . 18 Nur Alemini . 20 Ramazan Iktire . 13 Geclik Rehberi . 23 Haftimlar Rehberi . 14 Konsferan Ankara . 22 Tabiat Risalesi . 1950Ucucu Soz 16 Yirni . adapun kitab-kitab lain yang ditulis oleh Said Nursi diklasifikasi : Tabel 2 Karya-karya Said Nursi No Judul Buku dan Makalah . Was Risafeleri 21 Risaleler . Tahun Penulisa Bahasa Yang Digunakan Arab Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Keterangan Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit 10 bush. 1. Hutbei Saniye 10 Nutqah min . pidato) 12 Hair Risalasi . Ma’rifatillah 11 Jalla Jalahu Nutuk (Khutbah. . Kull Icaz (mantik) 3.

Said Nursi telah menulis karya-karya yang memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. 34 Siracin Nur . 38 Adfikar Mecmuasi 39 Nur Gegmesl . 32 Iman Hakikatleri . Risalesi Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam sejarah kehidupannya Said Nursi berdasarkan riwayat pendidikan.98 28 Ayat-i Kubra 29 Meyve Risalesi . 37 Encebi Filozoflarin . 36 Ecnebi Filozoflarm . 31 Hakekat Nurlar . Said Nursi percaya bahwa kebahagiaan dan kemakmuran di dalam dunia ini adalah berdiri di atas ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban zaman. 35 Tilsinflar Mecmuast . aktifitas. 30 El Huccetuz Zahra . 40 Tuluit . Adapun kunci utamanya menurut Said Nursi adalah akidah (keimanan) dan selalu merujuk pedoman hidup yakni al-Quran. 41 Runifiz . Kulliyatindan Fihrist . Menguatkan iman dan memperkokoh akidah adalah jalan hidup di dunia modern. 43 Riale-I Nur . Sehadtleri . . 33 Miftahul Iman . kecerdasan dan otoritas keilmuannya memiliki potensi sebagai seorang filosof sufi. 42 Tiryak .

takwa dan sedekah. tujuan hidup. Bagian kedua.. memahami asma' al-husna. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. memahami hakekat penciptaan manusia. situasi kejiwaan.99 Risale-i Nur sebagai karya besar abad ke-20 itu adalah otentik dalam konteks isi kandungannya melalui tinjauan politik dan sosial kultur yang memiliki bidang kajian yang berbeda-beda jika dibahas. . fokus bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . relevansi dengan akidah. berpegang teguh pada alQur'an. pandangan hidup. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. memahami alam semesta. tingkah laku. dan menanamkan ikhlas. lingkungan. kemudian data tersebut dikomperasikan untuk melihat relevansinya dengan pembinaan generasi muda. menguatkan keimanan. Bab 4 ANALISIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT BEDIUZZAMAN SAID NURSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBINAAN GENERASI MUDA Pembahasan berikut ini terdiri dari 2 (dua) bagian merupakan analisis dari data yang diperoleh terutama mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. Bagian pertama dibahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . meyakini hari kiamat. meneladani Nabi Muhammad Saw. ibadah.

Adapun berdasarkan data yang ada. sehingga menjadi komitmen mendasar baginya. hlm. Dengan kata lain. komitmen dasar yang dalam hal ini disebut sebagai prinsip hidup atau prinsip pembinaan atau proses pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Said Nursi dapat dirumuskan menjadi 9 (sembilan) prinsip. .100 Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Menurut Bediuzzaman Said Nursi Berdasarkan refleksi dari defenisi operasional judul tesis ini yang dimaksud prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". yang sangat bermanfaat bagi generasi muda. Said Nursi memperhatikan secara intensif mengenai keimanan ini. keimanan dapat dipahami sebagai akidah atau tauhid. Dalam konteks tauhid ini Ismail Raji’ Al-Faruqi menyatakan bahwa “esensi pengamalan keagamaan dalam Islam adalah tauhid yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (La illaha illa Allah)” (Al Faruqi 1982. 30). Hal ini berarti bahwa Said Nursi memiliki pemahaman tentang komitmen-komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah yang diinginkan yaitu berperilaku seperti Nabi. Pendapat ini menguatkan bahwa sebagian pengalaman hidup adalah pengalaman keagaman. "Prinsip menguatkan keimanan" ini benar-benar menjadi dasar bagi setiap orang. sebagai berikut : Menguatkan Keimanan Iman bagi manusia sangat penting.

Menganggap alam semesta berasal dari alam semesta itu sendiri atau kuasa-kuasa material itu adalah suatu kesalahan. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. 7-12). kitab-kitab-Nya. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah sangat mendukung doktrin rukun iman ini. Karena akidahlah yang mendasari sikap. malaikat-malaikat-Nya. (Syaikh Muhammad Shaleh al-‘Utsaimin. itulah tujuan ciptaan tertinggi manusia. Op. Cit. 1995. hlm. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama.19 Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. Segala sesuatu mempunyai dua aspek : aspek pertama mengacu kepada Rukun iman terdiri dari iman kepada Allah. Aqidah Ahulus sunah wal Jama’ah. Yayasan al-Sofwa. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah akidah adalah suatu hal yang asasi sekali dalam kehidupan seorang muslim.101 Dimana pengalaman keagamaan cenderung semakin meningkatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Dalam konteks ajaran agama Islam. Argumentasi Said Nursi menyatakan bahwa “Siapapun yang menyangkal Nabi Muhammad Saw yang merupakan kebanggaan semua makhluk dan kehormatan umat manusia karena mu’jizat-mu’jizatnya dan prestasi-prestasinya pasti tidak mungkin dapat menerima. Namur. tingkah laku dan segala yang dikerjakannya. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman. Jakarta. dan qadha dan qadhar. juga dalam realisasi amaliah kehidupan. Rukun iman ini adalah akidah atau keimanan yang sudah panjang diperdebatkan. Nur (cahaya) atau pasti tidak benar-benar mengenali Allah” (Said Nursi 2003b. h1m. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. hari kiamat. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. maka keimanan mendalam meyakini secara penuh adanya Allah Swt. rasulrasul-Nya. Mengenai ini Said Nursi menganggap bahwa “segala sesuatu selain Allah tidaklah berasal dari sesuatu itu sendiri tetapi berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. Said Nursi menekankan bahwa pernyataan tauhid Laa ilaaha Ilaallaahu tidak dipisahkan terhadap pengakuan Muhammaddur Rasulullah (Muhammad Rasul Allah) yang merupakan satu kesatuan tauhid. 465-466) 19 .

hlm. alam terbentuk dengan sendirinya. Pencipta dan Ciptaan. hari kiamat. justru ungkapan kalimat La Ilaha Illah ini terdapat hikmah mendalam yaitu Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di jagad ini bagaikan rangkaian kepingan-kepingan bermakna yang memantulkan keesaan Allah rabb al-‘alamin. demikian pula segala sesuatu bukanlah terjadi tanpa campur tangan Sang Pengusa. Sebagaimana kita ketahui bahwa para ateis dan naturalis mempunyai pendapat yang menyimpang dari manifestasi keesaan Allah Swt pada alam semesta dan manusia. Kalimat tauhid yang dipedomani Said Nursi bukan tanpa hikmah. dan posisi serta kewajiban manusia di antara makhluk-makhluk lainnya. Sebagai seorang yang beriman maka kita harus meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan diluar Allah itu adalah Ciptaan. 333) dan lain-lain” telah melahirkan materialisme. . bahkan ateisme. pernyataan di atas menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Eksistensi dan ketunggalan Tuhan. komunisme. kitab suci. kerasulan takdir Ilahi dan keadilan dalam hidup manusia. Keyakinan pada kausalitas para ateis dan naturalis melahirkan pernyataan-pernyataan seperti : “Alam itu terwujud oleh sebab.102 Pencipta sedangkan aspek yang kedua mengacu kepada ciptaan” (Said Nursi 2003. naturalisme. Pada prinsipnya. 92). alam bukanlah terjadi dengan sendirinya. Said Nursi yakin bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam 2 (dua) tahap. hlm. dan alam itu terjadi tuntutan alam (Said Nursi 2003a.

hlm. 334). pasti akhirnya sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illah Allah. Said Nursi justru melalui Risale-i Nur menunjukkan hakikat kejadian alam. dan bukan atas kehendak imajinasinya. ketuhanan. atau bagaimana dunia itu tampak. Dalam pandangan Islam. Maka dapat diyakini bahwa sebenarnya keimanan menjadi komitmen dasar dalam berakhlak. tetapi bagaimana dunia itu menurut pikiran mereka. xxvii). Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. hlm. dan peristiwa-peristiwa lainnya yang berada di bawah kendali Zat Yang Maha Mengendalikan. keadilan dan kemurahan.103 Said Nursi dalam kitab tafsir Risale-i Nur menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dan membongkar mitos kausalitas ini dan menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti keyakinan ini sebenarnya tidak melihat dunia sebagaimana mestinya. akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa (al-qalb mir-u al’amal). Penjelasan di atas menegaskan setiap orang yang benar-benar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. suatu indeks yang ingin menceritakan Pemiliknya (Said Nursi 2003c. keindahan dan kesimbangan. Akhlak yang baik terdorong dari keimanan seseorang karena . Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. keberlangsungan dan keagungan dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah kepada benda-benda ciptaan itu melainkan pada realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu (Said Nursi 2003a. manusia.

juga harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari (Ali Anwar Yusuf 2005. Singkatnya. . tugas pertama. manusia dan Tuhan. Adapun tingkat keimanan yang lain adalah kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan kebenaran-kebenaran keimanan. Keyakinan tauhid yang terangkum dalam rukun iman seharusnya menjiwai dalam kehidupan manusia.104 sesungguhnya iman selain diyakini dalam hati. Orang yang telah menguasai tingkatan keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. Pendapat ini menguatkan bahwa kunci dari akhlak adalah keimanan. menguatkan keimanan berupaya menegaskan bahwa tingkat keimanan yang pokok melalui pengalaman langsung dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami Islam secara integral. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain.81). baik alam semesta. Jadi. "Aku lebih suka perkara keimanan diketahui dengan cara yang mudah dimengerti daripada mencapai ribuan kenikmatan dan pencapaian rohani. Sehingga wajar sekali Said Nursi mengutip pendapat Imam Rabbani – pemimpin yang berpengaruh dan murshid terkemuka dari aliran nakshabandiah – mengatakan dalam suratnya. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. ataupun melakukan keajaiban-keajaiban ". hlm.

53). sekalipun akan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (Syafi’i 2003. Ketiga pertanyaan ini sangat penting dijawab. Sedikitnya ada 3 (tiga) pertanyaan untuk memperkuat argument ini : Apa sebenarnya al-Qur’an ? Mengapa al-Qur’an menjadi pedoman ? Mengapa al. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an menjadi komitmen dasar bagi Said Nursi. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an Al-Qur'an berperan sebagai pedoman dan petunjuk menuju kebenaran Allah Swt. Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau kalam Allah. karena secara faktual tanpa ada al-Qur’an maka manusia tidak akan mengenal Allah sebagai Penciptanya. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang agung dan bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja. hlm. Berpegang teguh pada al-Qur'an berarti manusia dituntut untuk mencapai kesempurnaan menuju Allah Swt.105 Hal ini juga berarti bahwa secara tersirat dan tersurat Said Nursi meyakinkan kepada seluruh manusia bahwa prinsip "menguatkan keimanan" harus dilakukan oleh setiap manusia secara keseluruhan di akhir abad ini secara bertahap dan istiqomah dan keimanan mengajarkan untuk mengobati penyakit hati nurani.Qur’an menjadi sangat penting dalam mengenal Allahh ?. Menurut Harun Nasution “wahyu berfungsi sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban .

al-Qur’an pada awalnya kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang kemudian disusun menjadi sebuah kitab ketika masa khalifa’urrasyiddin. dan Abdul al-Rahman bin Harits. Umar bin Khatab merasa khawatir dengan kondisi ini lalu beliau mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. (Al-Brayary. perang itu terjadi pada tahun 12 Hijriyah. Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk segera mengumpulkan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf.20 Menurut Said Nursi al-Qur’an berasal dari Pencipta langit beserta benda-benda langit dan bumi serta seluruh penghuninya. 81). Al-Qur’an adalah landasan rancangan dan matahari bagi 20 Ketika Abu Bakar memimpin beliau menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. ciri penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar seluruh ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan ditulis didalam sebuah Mushaf Lalu dilanjutkan penyusunannya oleh Umar bin Khatab menggantikannya. hlm 44) . hlm. 1988. karena itu beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkanya untuk memerangi orang-orang yang murtad. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an. Untuk melakukan tugas pembukuan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari : Zaid bin Tsabit. Al-Qur'an adalah penyingkap rahasia khazanah Nama-nama Allah yang tersembunyi pada ‘lembaran-lembaran’ langit dan bumi. Said bin al-Ash. hlm. Al-Qur’an adalah lidah dunia gaib dalam dunia material yang kasat mata. RajaGrafindo persada. semula Abu Bakar merasa ragu-ragu namun akhirnya menerima usulan dari Umar bin Khatab. Jadi. Pada masa Umar mushaf itu diperintahkan untuk disalin ke dalam lembaran (shafiafah) dan tidak menggandakannya. Jakarta. Peperangan itu dikenal dengan perang Yamamah. Abdullah bin Zubair. Pada masa Khalifah Usman bin Affan al-Qur’an disalin ke beberapa naskah dan dibukukuan atas usulan Khuzaifah. dan kunci semua kebenaran yang berada di bawah garis kejadian-kejadian. 4142).106 manusia terhadap Tuhan” (Harun 2002. setelah selesai dari penulisannya naskah itu diserahkan kepada Habsah istri Nabi Muhammad Saw yang pandai membaca dan menulis. Dalam peperangan tersebut sekitar 70 orang penghafal at-Qur’an gugur. Said Nursi menuliskan : Al-Qur’an adalah terjemahan abadi dari alam semesta. penerjemah abadi ‘bahasabahasa’ yang menjelaskan tanda-tanda alami dari Allah dan penafsir buku alam semesta. Al-Qur’an yang membuat kita mengenal Tuhan semua alam (Said Nursi 2003a. kemudian Usman meminta kepada Habsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. harta karun Tutur ilahi yang abadi dan pertolongan yang baka dari Sang Maha Pengasih.

dan semua cendekiawan yang mulia dan suci hati serta para pemikir dengan beragam pendekatan dan sikapnya mengambil cara-cara yang khas satu dengan yang lain. 42). tetapi memuat banyak kitab untuk semua kebutuhan umat manusia. Al-Qur'an menyinari setiap cara ini dan menjawab kebutuhan para pengikut mereka yang memiliki selera dan temperamen yang berbeda-beda (Said Nursi 2003a. lidah. al-Qur'an juga merupakan kitab perenungan. al-Qur’an juga berisikan perintah dan ajakan. AlQur’an adalah penjelas. Selain menjadi kitab peribadatan dan penghambaan kepada Allah. Selain menjadi kitab tentang senian. Menurut pandangan Said Nursi berdasarkan kutipan di atas. sifat. nama dan perbuatan Allah. pendidik dan pelatih dalam dunia manusia dan merupakan air bagi umat manusia dan pembimbing sejati yang mengantarkan mereka kepada yang menciptakannya. Al- . Al-Qur'an memang sebuah kitab tunggal. al-Qur’an juga merupakan kitab kebijaksanaan bagi mereka. Selain menjadi kitab hukum bagi umat manusia. setidaknya terdapat 6 (enam) pemahaman mengenai al-Qur’an yakni Sebagai penerjemah.107 dunia intelektual dan spritual Islam dan peta bagi alam akherat. penjelas. Ia bagaikan perpustakaan suci berisikan buku-buku dan risalah-risalah yang berdasarkannya semua aulia. dan penerjemah yang lancar dari semua esensi. landasan. hlm. penafsir yang jernih. tunggal dan sinar. bukti yang fasih. orang-orang terkemuka.

Sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. Sifat-sifat dan tindakan Ilahi. serta kitab perintah dan himbauan. pendidik dan pelatih dunia manusia serta pembimbing. penerjemah yang jelas dari esensi. bukti yang terang.108 Qur’an sebagal penerjemah bagi kehidupan manusia secara rnenyeluruh. penafsir yang jelas. dan kitab seruan dan ilmu Allah. matahari alam rohani dan akal budi Islam serta pondasi dan rancangannya. kunci kebenaran yang berada dibalik rangkaian peristiwa . Al-Qur’an adalah kitab yang berisi kitab-kitab bagi semua kebutuhan rohani manusia. dan dia seperti perpustakaan suci yang . penjelas. pembuka khasanah nama-nama Allah yang tersembunyi dalam halaman-halaman bumi dan langit . dan kitab do’a dan ibadah. Al-Qur’an yang bijaksana. pemimpin. terutama dalam rangka pedoman berakhlak mulia. merupakan penerjemah abadi dari Kitab besar Alam Semesta . Keenam pemahaman mengenai al-Qur’an di atas menegaskan al-Qur’an menjadi pedoman penting bagi kehidupan manusia. khasanah karunia dari Yang Maha Pengasih dan tempat-tempat abadi yang datang dari alam Ghaib dibalik tabir alam yang kasat mata ini . Sebagai lisan Allah yang selalu berbicara melalui kitab alQur’an. Sebagai penjelasan bagi umat manusia tentang hakekat kehidupan. AlQur'an adalah kitab kebijaksanaan maupun hukum. Sebagai sesuatu yang tunggal untuk menjadi petunjuk dan penuntun manusia. dan kebijaksanaannya yang benar. Sebagai sinar hati bagi manusia dalam menjalankan peran-peran kehidupannya. dan peta alam Akhirat . yang membuat kita mengetahui Tuhan kita.

Di dalam masingmasing tempat. Hal ini tidak bisa menjadi sasaran kritik. Al-Qur’an juga merupakan pendiri : ia adalah dasar dari agama yang nyata. makna. dan fondasi dunia Islam. untuk mencapai tujuan. dan manfaat yang berbeda. hal ini adalah cahaya kemukjizatan yang lain. 272-273). dan bukan suatu kesalahan seperti yang dibayangkan oleh orangorang ateis. Ia datang untuk mengubah kehidupan sosial manusia dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dari kelas-kelas sosial yang berbeda. kata mempunyai berbagai lapis makna. Dalam al-Qur’an penuh dengan pengetahuan dan kebenaran yang mutlak sebagaimana menurut Said Nursi sebagai berikut : . karena al-Qur'an dimaksudkan untuk membimbing manusia (Said Nursi 2003. Kemudian alQur’an berbicara tentang hal-hal penting itu dan kebenaran-kebenaran yang sulit dipahami. Senyatanya. sehingga diperlukan pengulangan di dalam konteks yang berbeda untuk membuat pikiran dan kalbu manusia terkesan dalam aspek-aspeknya. Sebaliknya. kata dan ayat tertulis dengan cara yang berbeda. serta banyak aspek dan tingkatan. hlm. Al-Qur’an menyebutkan masalah kosmologis tertentu dengan cara yang ringkas dan sulit dipahami.109 menawarkan kitab-kitab dari semua wali dan manusia yang sangat terpercaya dan semua ulama yang suci dan teliti dengan berbagai tabiat telah memperoleh jalan khas bagi diri mereka masing-masing. Apapun yang terjadi. manfaat yang banyak. dalam konteks berbeda. pengulangan itu tampak nyata.

yang akan menjadi zaman pengetahuan. . bisa dianggap sebagai alam semesta. beliau mengutip kata-kata Ibnu Mas’ud : “Jika modern. seluruh ilmu tercakup di dalam kaya-kaya dan sifat-sifat Allah. Selanjutnya beliau menambahkan : “Ringkasnya. al-Qur'an. Keimanan harus terjadi atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu (Said Nursi 2003c. Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taglid yang membuta. xx). sosial. saat sains berjaya. juga pada pemikiran yang terus menerus terhadap tanda-tanda Allah di alam semesta. hlm. sifat-sifat. sekarang. selayaknya dia merenungkan al-Qur’an”. Jadi. dari sudut pandang ini. Al-Qur'an. yang berasal dari sifat firman Ilahiah. “alam”. Kutipan di atas menjelaskan bahwa keimanan merupakan keyakinan awal bagi manusia memahami kehidupan. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak Ilahiah. Imam al-Ghazali misalnya dalam buku Ihya ‘Ulum Al-Din. yang tidak akan bertentangan dengan Islam.110 Sesungguhnya. pada fenomena. alam semesta dan manusia adalah tiga jenis manipestasi dari satu kebenaran. dan Al-Qur’an adalah penjelas esensi. historis dan psikologis. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. Oleh karena itu. bisa dianggap sebagai al-Qur'an yang diciptakan. Pandangan yang menganggap al-Qur’an adalah sebagai sumber segala pengetahuan itu bukanlah hal yang baru. dan juga kelak. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an.

Keimanan tidak dapat dipisahkan dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam al-Qur'an.111 clan perbuatan-Nya”. Melalui al-Qur’an muncul keyakinan atau keimanan secara mendalam kepada Sang Pencipta yang dengan memahami alam semesta dan mengerti proses penciptaan manusia adalah upaya untuk meningkatkan keimanan itu sendiri. 137).. kita tidak akan mampu mengusai mereka. Oleh karena itu kita perlu jauhkan al-Qur'an dari mereka". 47). Maksud perkataan tersebut : "Selagi al-Qur'an ini berada di tangan orang-orang Islam (menjadi pegangan mereka).. ketika Said Nursi masih menetap di Wan. Hal yang paling prinsip bagi Said Nursi dalam berpegang teguh kepada al-Qur'an. sambil memegang sebuah mushaf al-Qur'an dan berkata . bu kur'ani onlarin elinden kaldirmaliyiz. hlm. beliau telah mendengar satu peristiwa yang telah meninggalkan kesan yang cukup mendalam pada dirinya. Ne yapip yapmaliyiz. hlm. Ingiliz meclis-i meb'usani’nda mustenitekal naziri. selagi itulah. (Mahdi 2001. " (Said Nursi 1999e. elinde Kur'an-i kerim gostererek Soyledigi bir nutukla: "Bu kur'an islamlarin elinde bulundukca biz onlara hakim olamayiz. yahut muslumanlari kur'andan sogutmaliyiz diye hitabed bulunmus. yakni ketika Tahir Basha telah memberitahukan kepadanya ucapan Gladestone (menteri Tanah Jajahan Britain) dalam satu perhimpunan resmi kerajaan Britain. Setelah mendengar berita tersebut Said Nursi tentu bangkit dan berkata : "Bediuzzaman'in bu havadis uzerine: .

yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak ilahiyah. jalan.112 kur'anin sonmez ve sondurumez manevi bir gunes hukmunde oldugunu ben dunyaya ispat edecegim ve gosterecegin! Diye bir niyet ruhunda uyanir ve bu saikle calisir" (Said Nursi 1999e. yang berasal dari firman Tuhan (ilahiah). pentingnya al-Qur’an sebagai kalam Allah. Sesungguhnya. 47-48). yang mendasari komitmen Said Nursi dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan menjaganya dari kejahatan musuh Islam. alam semesta dan manusia adalah tiga. bisa. Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ini berarti al. Al-Qur'an. sedangkan alam semesta. bisa. jenis manifestasi dari satu kebenaran." Demikian. Said Nursi berkata : "Akan aku buktikan kepada. karena menceritakan dan mendeskripsikan secara implisit tentang proses penciptaan manusia dan proses penciptaan alam semesta. pedoman dan sumber kehidupan bagi berakhlak mulia. al-Qur'an. bahwa al-Qur'an adalah mentari maknawi yang tidak akan luntur sinarnya dan tidak akan dapat dipadamkan cahayanya.Qur’an merupakan informasi yang menjelaskan tentang pentingnya tauhid atau keimanan sebagai rangkaian mengkokohkan keyakinan. Sebab. dunia. Kemudian. Pentingnya. sebagai alam semesta yang ditulis atau disusun. melalui al-Qur’an manusia memperoleh petunjuk. hlm. dianggap sebagai al-Qur'an yang . informasi al-Qur’an sebagai dan sumber rujukan bagi akhlak untuk membentuk pribadi yang berakhlak. yang memperkuat pemahaman mengenai manusia. dianggap. alam dan Tuhan.

alam. hlm.113 diciptakan. Jadi. Tegasnya. Kehadiran manusia di muka bumi ini memiliki beragam pertanyaan. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. dari sudut pandang ini. Memahami hakekat penciptaan manusia harus diiringi dengan iman. Karena dengan prinsip ini manusia mengerti keberadaan dirinya di muka bumi ini. yang tidak akan pernah bertentangan dengan Islam. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. Pentingnya Memahami Hakekat Penciptaan Manusia Prinsip pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia senantiasa berkaitan dengan memahami makna hidup dalam konteks ajaran Said Nursi. hlm. Baik mengenai manusia sebagai mikrokosmos maupun alam sebagai makrokosmos. sosial. yang akan menjadi zaman pengetahuan. . pada fenomena. saat sains berjaya. Bahkan hampir sepanjang hidupnya manusia harus belajar keberadaan dirinya (Said Nursi 2004. Keimanan rnenggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. xiv). sekarang. dan psikologis (Said Nursi 2003b. Allah SWT di alam semesta. 17). Oleh karena itu. tanda-tanda. kelak. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. Keyakinan ini ditimbulkan melalui akal atau penalaran dan hati nurani yang menyumbangkan peranan penting terhadap pemahaman manusia. juga pada pemikiran yang terusmenerus terhadap. Iman adalah kunci keyakinan mendalam terhadap penciptaan manusia dan alam semesta. dan juga. keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. historis.

sedangkan ruh yang mencari sebuah cinta abadi juga meratap dan berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang seperti itu. 21 . hlm. Pekerjaan utamanya adalah bendaharawan. 85-87). Intinya. Tahun kelahirannya diperkirakan 320H/932M dan wafat 9 Shafar 421716 Februari 1030. yaitu tubuh dan ruh jasad)”. (Ibn Miskawaih 1979.. Dan ia juga dikenal sebagai dokter. Aku tidak menginginkan. dan jasad sebagai wawasan materialnya bermula dari alam materi. pustakawan. Menulis buku dan artikel sebanyak 41 buah. Pernyataan Said Nursi mengenai manusia terdiri dari 2 (dua) unsur yakni : Jiwa yang terobesesi dengan penampilan meratap dengan putus asa ketika menyaksikan rusaknya sesuatu yang dipuja-puja ketika terjadi bencana alam.. 9) menyatakan bahwa “manusia itu terdiri dari atas 2 (dua) unsur. Pelajaran filsafat dari Ibn al-Khammar dan kimia dari Abu Thayyib. kekekalan lahir dari kefanaan. (Lihat antara lain Hasan Tamim. Hancurkan dari dalam Ibn Miskawaih lahir di Rayy dan meninggal di Isfahan. Ibn Misakwaih juga banyak bergaul dengan para ilmuwan seperti Abu Hayyan al Tauhidi. 327). Said Nursi juga berpendapat bahwa manusia itu memiliki unsur “ruhani dan jasad”. Yahya ibn Adi dan Ibn Sina.114 Dalam konteks manusia sebagai mikrokosmos Ibrahim Hamzah (2001. perpisahan dan aku tidak dapat menjalaninya”. Pendapat ini sama seperti pendapat Ibn Miskawaih21 bahwa hakekat manusia memiliki dua unsur yakni jiwa yang diketahui sebagai wawasan spiritual berasal dari Allah. hlm. sekretaris. pendidik anak para pemuka dinasti Buwaih. aku tidak menghendaki. penyair dan ahli bahasa. hlm. Apabila kalian menginginkan kekekalan di dunia fana ini. al-Muqaddimah dalam Tahzib al-akhlaq wa Tharir dalam artikelnya yang bejudul Fi al-'aql wa al-Ma'qul. Ia belajar sejarah dari Abu bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadi. Ibn Miskawaih sepenuhnya hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaih (320-450H/ 1932-1062M) yang para pemukanya berpaham Syi’ah. Said Nursi secara implisit menyatakan bahwa manusia tersusun dalam dua unsur pokok yakni jasad sebagai material dan jiwa sebagai spritual. diedit oleh Muhammad Arkoun dalam Arabica XI (1964).

115 diri kalian tanpa harus menghancurkan jasmani kalian. Dalam pembahasan ini tidak diselidiki lebih jauh mengenai penghubung antara ruh dan jasad yang berupa akal menurut istilah lbn Miskawaih dan hayat menurut istilah Harun Nasution.22 Jasad adalah sebuah alat ruh yang memerintah dan mengendalikan semua anggota sel dan partikel-partikel kecilnya (Ali 2002. sebenarnya di dunia ini. Apabila ruh dapat mengendalikan Perlu ditegaskan disini bahwa istilah jiwa akan disamakan dengan istilah ruh. 188). Korbankan harta benda dan kekayaan kalian di jalan Allah. sehingga kalian dapat mencapai kekekalan. Lihat akhir suatu wujud. Jasad akan berinteraksi dengan ruh karena manusia sebagai bentuk makhluk ciptaan yang bisa dipahami melalui gerak fisik. Penyataan di atas memberikan gambaran bahwa Said Nursi menyakini bahwa manusia itu memiliki unsur jasad dan unsur ruhani. Tapi. Jalan setapak dari dunia ini menuju kekekalan melintas melalui kehancuran-diri. ruh dibatasi di dalam “penjara” jasad. karena jiwa dalam bahasa al-Qur’an adalah ruh. dalam pembabasan penulis akan digunakan akal sebagai petunjuk perannya sebagai penggerak otak yang bekerja di pusat kepala. Namun. Sozler. 22 . maka ruh tersebut pasti tidak berharga dan orang tersebut binasa. 2000a. jiwa yang diperintahkan setan. yang merupakan dasar pemujaan duniawi. Bebaskan diri kalian dari moral-moral yang buruk. maka dapat dikatakan bahwa manusia jasad 2 terdiri dari jiwa dan jad manusia adalah “small creation” atau sebagai “microcosmos”. kata ke-17). (Said Nursi. yang menandai kepunahan.. hlm. dan wujudkan penghancuran hal-hal buruk dalam diri. 105) (Said Nursi. Apabila nafsu dan keinginan duniawi mendominasinya.. 2003 hlm.

unsur ruhani yang memang sudah ada pada natur jasad sebagai daya gerak dan berfungsi bagi tumbuh dan berkembangnya badan. Mathba’at Indonesia.) Riwayat Bukhari dan Muslim. 2) Surat al-Sajadat (32) ayat 7-9. dan kedua. Sedangkan materi (al-ajsam) atau jasad penciptaan terendah. hlm.A1-Arbain a1-Nawawiyyat oleh al-Imam al Nawawi (Cirebon..116 nafsu melalui iman. selanjutnya selama itu pula gumpalan daging. 23 . Jiwa ini – dalam bahasa al-Qur'an disebut al-ruh – yang ditiupkan oleh Allah Swt ketika janin sudah ada dalam rahim selama empat bulan. gerak jasad manusia bukanlah gerak melingkar tetapi berupa gerakan materi. 16-17). 193). kemudian dikirimlah malaikat dan ia hembuskan ruh ke dalamnya . Jiwa dan jasad memiliki tingkatan sendiri dalam penciptaannya. 3) Surat Shad (38) ayat 71-74. Nabi Muhammad Saw memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini antara lain sebagai berikut : (Kamu diciptakan dalan kandungan ibu selama empat puluh hari berupa nuthfah.23 Di mana jasad janin manusia sudah tumbuh dan berkembang karena natur materinya sendiri sebelum ar-ruh ditiupkan Allah. Ini akan membawa kebahagiaan baginya di dalam dua dunia (Ali 2002.. Jiwa atau ruh sebagai penciptaan tertinggi. Pergerakan jasad manusia bukanlah jiwa melainkan natur materi itu sendiri. pada diri manusia terdapat jiwa yang tertinggi yakni alnathiqat (berpikir). Adapun sabda.. unsur ruhani yang Lihat beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan persoalan ini misalnya 1) Surat al-Hijr (15) ayat 28-31. maka ruh tersebut menjadi murni dan mencapai kesucian dan kemuliaan. dan perbuatan baik serta membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan keinginan duniawi. Dalam konteks penjelasan mengenai unsur ruhani Ibn Miskawaih agaknya memberikan pemahaman dua segi. Lihat hadis keempat dari kitab . ibadah. tt. hlm. Karena itu. Namun demikian. selama itu pula berupa gumpalan darah. Jiwa berpikir ini hakekatnya adalah ruh yang memanifestasikan pemahaman nama-nama Allah. Pertama.

287). Lihat Harun Nasution. Tahzib alAkhlaq. 62. al-nafs al-quwwat al-hayawaniyat. yang tentunya tampak serasi dengan sifat ash-shadaqah (sedekah). 1983 hlm. Menurut keterangan Ibn Miskawaih bahwa unsur al-nafs albahimiyyat (daya nafsu) dan al-nafs al-sabu’iyyat (daya berani) berasal dari unsur materi akan hancur bersama hancurnya badan. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. 9. Sedangkan Al Kindi menggunakan istilah al-quwwat al-syahwaniyyat untuk daya nafsu. Pemahaman ini menegaskan terhadap daya yang ada dalam diri manusia. Akal dan Wahyu dalam Islam. Dayadaya tersebut adalah : 1) Daya bernafsu (al-nafs al bahimiyyat) sebagai daya terendah. 13. Mushthafa al-Babi al-Halabi. dan al-nafs al-insaniyyat.117 berasal dari Tuhan yang datang setelah janin berumur empat bulan dalam kandungan ibu. Bairut. Pertama. 24 . dan 3) Daya berpikir (al-nafs al-nathiqat) sebagai daya tertinggi. Sedangkan Ibn Sina menggunakan al-nafs/al-quwwat al-nabatiyat. 158. Sedangkan al-nafs nathiqat (daya pikir) tidak akan mengalami kehancuran (AlGhazali 1957. UI Press. Orang yang memiliki kecenderungan Ketiga istilah di atas digunakan oleh Ibn Miskawaih Lihat Ibn Miskawaih. 1398 H. 2) Daya berani (al-nafs al sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan. Sebagaimana umumnya para filosof menyebutkan ada 3 (tiga) daya jiwa yang ada dalam diri manusia. unsur jiwa al-nafs al-bahimiyyat (daya nafsu) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa dan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang bersifat sosial dan cenderung bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Jakarta. hlm. diedit Hasan Tamim. Sesuai dengan pemahaman ini Said Nursi mengapresiasi daya-daya itu dalam sifat-sifat mulia manusia yang menjadi doktrin-doktrin utamanya. Lihat al-Najah.24 Ketiga daya ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda. al-quwwat al-ghadabiyyat untuk daya berani dan al-quwwat al-nathiqat /al-‘aqilat untuk daya berpikir.57 H. hlm. Mesir. hlm.

Pertanyaan ini sekaligus menjelaskan kalau Said Nursi . unsur jiwa al-nafs nathiqat (daya pikir) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa kepasrahan terhadap Allah dan ciptaan-Nya dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat teologis. Ketiga. daya nalar bekerja untuk memadukan keikhlasan dalam hidup. Orang yang memiliki kecenderungan keberanian ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa takwa dan akan menjadi manusia ulil albab. yang tentunya tampak serasi dengan sifat at-taqwa (takwa). unsur jiwa al-nafs al-sabui'iyyat (daya berani) dalam diri manusia akan mempenganihi gerak jiwa dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat mencapai kondisi jiwa suci dalam pandangan Alalh dan meningkatkan kinerja dengan ibadah untuk memperoleh sesuatu. Orang yang memiliki kecenderungan ikhlas seperti ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa ikhlas dan akan menjadi manusia sufi. Kedua.118 sedekah ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa dermawan dan akan menjadi manusia dermawan. Pentingnya Memahami Alam Semesta Said Nursi dalam Risale-i Nur mengatakan “mengapa al-Qur’an tidak membahas alam semesta seperti yang dibahas dalam filsafat dan sains modern?”.

hlm. tuntutan alam yakni sesuatu yang bersifat alami. ungkapan terwujud oleh sebab. pandangan di atas Said Nursi mengatakan “Jika secara tegas terbukti bahwa tiga jalan yang pertama mustahil. 333). kebesaran asma Allah. hlm. Menurutnya ada 3 (tiga) ungkapan yang mengkhawatirkan bagi kaum beriman : Pertama. 334).119 meyakini bahwa alam semesta merupakan manifestasi dari nama-nama Allah yang harus dijadikan komitmen mendasar dalam membina diri menuju kesempurnaan menuju Allah. sehingga menjadi seperti apa adanya. (Said Nursi 2003a. bukan . sesuatu terbentuk dengan sendirinya serta mewujudkan dirinya sendiri. “karena sebab itulah yang menjadikan entitas tertentu itu ada”. Jalan tersebut adalah jalan menuju keesaan Sang Pencipta yang bersifat pasti tanpa ada keraguan di dalamnya“. Ketiga pandangan pendapat di atas ini adalah refleksi dari Dalam kesimpulan menyikapi yang selama masih bergulat. Kedua. maka dengan sangat nyata dan gamblang. batil dan tidak mungkin. Alamlah yang mewujudkan dan menentukan keberadaanya (Said Nursi 2003a. jalan keempatlah yang benar. Dapat dikatakan jika alam yang menjadi sandaran kaum naturalis itu memiliki wujud hakiki yang tampak secara lahiriah. Said Nursi sangat yakin bahwa penciptaan alam semesta adalah bukti keesaan. terbentuk dengan sendirinya. Ketiga. maka -sesungguhnya wujud tersebut hanyalah ciptaan Sang Pencipta. Ditegaskan Said Nursi bahwa kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Agung itulah yang telah menciptakannya.

Ditegaskan lagi oleh Said Nursi bahwa “alam itu merupakan kumpulan konsep bukan yang menentukan konsep” (Said Nursi 2003b. Pentingnya Memahami Asma’ al-husna Prinsip pentingnya memahami asma’ al-husna menjadi komitmen mendasar bagi Said Nursi karena. Ia hanyalah kumpulan aturan. bukan Zat yang berkuasa. 349). Ketika kita mengetahui. Ia hanyalah ukiran. meningkatkan untuk pembinaan akhlak. Kita tahu bahwa dalam. bukan si pembuat hukum. bukan si Pengukir. Jelaslah bahwa alam semesta sebagal makrokosmos “big creation” adalah bukti kebesaran asma Allah. bukan si pembuat syariat. pandangan ulama asma' al-husna berjumlah 99 nama-nama Allah. Tapi. maka ketika melihat alam semesta akan berpengaruh dalam tingkah laku.120 Pencipta. Ia hanyalah tirai yang tercipta. mengerti dan memahami bahwa Allah sebagai Pencipta alam. Ia hanyalah objek bukan pelaku. Ia hanyalah syariat fitriah. secara khusus Said Nursi menjelaskan asma’ al-husna dalam kitab Lem'alar pada “Cahaya Ketiga Puluh berjudul Asma’ al-husna”. menurut Said . Pemahaman terhadap alam ini bagian dalam upaya. bukan si pencipta. Namun. hlm. Ia hanyalah kumpulan hukum. Serta ia hanyalah goresan bukan sumber. di kitab tafsir Risale-i Nur kalau dicermati secara mendalam dibahas oleh Said Nursi hampir di semua kitabnya secara terintegrasi. sikap dan cara berpikir kita dan mendorong jiwa untuk beriman secara istiqomah dan totalitas kepada Allah.

al-Fard. . Demikian seterusnya. al-Hakim. Said Nursi mengibaratkan bahwa cahaya suci yang berasal dari perpaduan enam cahaya nama Tuhan sebagaimana. Ia telah membuat seluruh entitas bercahaya lewat cahanyaNya yang berkilau sehingga gemerlap cahaya kehidupan dapat terlihat pada seluruh makhluk hidup yang ada (Said Nursi 2003a. Begitu pula Said Nursi menurutnya asma' al-husna yang dapat dikategorikan sebagai al-ismu al-azhom dalam Risale-i Nur difokuskan kepada keenam nama tersebut adalah alQuddus. para ulama besar dan istimewa lainnya mengarah pada nama Tuhan yang berbeda. Menurut Imam Rabbani (Ahmed al-Faruq as-Sirhindi) ra. al-Adl. 695). alFard. dan alQayyum.121 Nursi dalam "Cahaya Ketiga Puluh" menjelaskan bahwa Allah memiliki al-Ismu al-Azhom (nama-nama Allah yang paling agung). al-Hay dan al-Qayyum. keenam nama tersebut adalah al-Quddus. al-Hai. hlm. perpaduan tujuh warna sinar mentari. Sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilam ia hanya satu yakni : Ya Hayyu. ia hanya satu yakni alQayyum. Ia terdiri atas 2 (dua) nama yakni Hakam dan Adl. al-Adl. al-Hakam. Dapat disaksikan bahwa manifestasi al-hayy telah menjadikan seluruh makhluk hidup itu bersinar lewat tampilannya yang cemerlang. Misalnya menurut Imam Ali ra. Al-ismu al-A'zhom tidaklah sama dalam pandangan setiap orang. Ia terdiri 6 (enam) nama. Said Nursi menyimpulkan bahwa dari balik nama al-Qayyum memberikan sifat tetap dan permanen. Adapun menurut Abu Hanifah an-Nu’man ra.

baik yang global maupun yang parsial – mulai dari bintang hingga atom.122 Kemudian manifestasi agung dari nama al fard dari batik nama al-hayy. Lalu dari balik manifestasi nama al-Hakam perhatikanlah manifestasi agung dari nama al-adl. ukurannya yang cermat. Ia memberikan kepada setiap entitas sebuah tatanan efektif yang layak untuknya. serta keselarasan berguna yang tepat baginta. . Nama agung al-Adl menguasai seluruh entitas dalam perbuatan Tuhan yang terus menerus lewat neracanya yang akurat. Seandainya semua bintang kehilangan keseimbangan selama satu detik saja atau terputus dari manifestasi nama al-Adl niscaya seluruh bintang yang ada akan bertubrukan dan hal itu tentu saja akan menyebabkan kiamat. dan timbangannya yang adil di mana ia menjadikan seluruh akal tercengang sekaligus kagum. Ia mencetak bagian depan setiap entitas dengan stempel keesaan sehingga segala sesuatu menginfomasikan manifestasiNya lewat aneka lisan yang tak terhingga jumlahnya. Dari balik nama al-Fard terdapat manifestasi nama al-Hakam. sebuah keteraturan penuh hikmah yang sesuai dengannya. Nama tersebut mencakup seluruh entitas alam berikut ragam jenis dan bagiannya serta melingkupinya dalam satu kesatuan. Nama al-Hakam telah menghiasi seluruh entitas dengan manifetasinya yang cemerlang. Engkau akan melihat bagaimana nama tersebut mencakup seluruh entitas dari daerah yang paling luas hingga yang paling kecil.

Dan uraian ini dapat disimpulkan bahwa enam nama dan cahaya agung telah meliputi seluruh alam. perhatikanlah manifestasi nama Allah alQuddus yang telah membuat seluruh entitas begitu bersih. Pentingnya Mengetahui Tanda-tanda Akhir Zaman . Manifestasi pemahaman asma' al-husna penting dalam pembentukan manusia yang berakhlak dan asma' al-husna menjadi landasan diri berkepribadian akhlak mulia. namun dari segi metode penerapan pandangan terjadi perbedaan. murni. Said Nursi cenderung memandang ada 6 (enam) nama-nama Allah yang dikategorisasikan sebagai asma'ul adzam (Nama yang agung) dan Said Nursi yakin sifatsifat Allah adalah bentuk manifestasi dari asma' alhusna. menutupi seluruh entitas. dan indah. Dari keseluruhan mengenai prinsip asma' al-husna di atas dapat dipahami bahwa asma' al-husna Said Nursi memiliki kecenderungan sama dengan ulama masa lalu yang meyakini 99 nama-nama Allah. serta oleh beragam hiasan yang paling mengagumkan. suci.123 Dari balik manifestasi nama al-adl. serta membungkusnya dengan tirai yang dihiasi dan diwarnai oleh beragam warna yang paling cemerlang oleh beragam goresan yang paling indah. Ia telah mengubahnya menjadi semacam cermin indah bersinar yang layak untuk memperhatikan keindahanNya yang mutlak serta pantas untuk menampakkan berbagai manifestasi namanama-Nya yang mulia.

Adapun tanda-tanda akhir zaman ini banyak sekali. Dia mendewakan diri sendiri karena kepemimpinannya yang zalim. Sumber-sumber Islam menyebutkan dari Nabi Muhammad bahwa lebih dari 30 Dajjal akan muncul sesudah dia. yaitu : 1) Munculnya Dajjal dan Sufyan Salah satu akan tibanya hari kiamat munculnya Dajjal (AntiKristus) dan Sufyan25. karena manusia sekarang sudah memasuki fase penghabisan dari panjangannya zaman yang sudah lama berlalu. dan yang lebih penting untuk diperhatikan menurut Nabi Muhammad adalah Dajjal yang muncul tidak lama sebelum hari kiamat adalah yang paling berhahaya dan merusak. Said Nursi menjelaskan bahwa dajal adalah manusia seperti manusia lain. Dajjal atau Anti-Kristus akan muncul dalam dunia non-muslim dan Sufyan yang akan muncul dalam dunia Muslim. 86). Surga palsu yang diciptakan Dajal adalah daya pikat peradaban modern (Said Nursi 2003b.124 Prinsip pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman menjadi bagian yang mendorong peningkatan keimanan bagi Said Nursi. tapi lebih cenderung kepada kekuatan pengaruh. namun pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tanda-tanda hari kiamat yang patut diketahui oleh manusia. Dia adalah seorang konspirator. Dajal berasal dari kata dajal artinya tertutup oleh sesuatu. Keduanya adalah Dajjal dan Sufyan terbesar yang akan muncul di dunia setelah Nabi Muhammad. Sedangkan yang dimaksud Sufyan adalah seorang muslim yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuasaan. Maksudnya adalah cerita-cerita sejenis ini perlu ditekankan. penipu. 25 . pembohong. kemegahan kelaliman yang nyata. iblis tolol yang melupakan Allah. tapi bagi kalangan filosuf. Tetapi tren ateisme yang dia tampilkan sangat besar mengacu kepada tren ini. walaupun pada dasarnya tidak banyak menyebutkan orang-orang mereka (atau siapa sebenarnya Dajjal). hlm. Kebesaran Dajal bukan secara fisik.

misalnya di Indonesia ada Jaringan Islam Liberal (JIL) silahkan simak tema-tema yang dikembangkan oleh JIL yakni "perempuan menjadi imam".26 Sedangkan yang paling nyata adalah kejadian di Turki ketika Mustafa Kemal Attaruk yang Muslim menjadi imitasi Inggris yang kafir untuk menciptakan surga di dunia.125 pemikir dan kaum mistik atau sufitik yang mampu menangkap pertanda ini. "terusmenerus mempersoalkan teks al-Qur'an" dan sebagainya dengan sangat bombastik yang mengarahkan ke dalam kerusakan akidah. Said Nursi untuk mengkokohkan akidah umat disamping tesisnya yang menyatakan bahwa "pasca runtuhnya kerajaan Turki Ustmani dan ketika terjadi kekacauan global — tepatnya 1920-1940 — adalah awal dari pertanda akhir zaman". Yang berarti semasa Dan ini terdapat beberapa indikasi yang menjadi tanda-tanda. akhlak dan syariat. masyarakat dan sistem yang akan mereka bangun dalam semua aspek kehidupan. Nabi Muhammad bersabda Seorang yang mengerikan akan muncul menjelang kiamat dan ketika dia bangun di pagi hari. 26 . menurut Said Nursi bahwa tangan-tangan Sufyan akan mencengkram yang berarti Sufyan akan menjadi banyak dan membangkitkan pemborosan dan kekejian. dia dapati bahwa di keningnya tertulis kafir. 27 Dengan bahasa yang isyarat Said Nursi berpendapat bahwa Mustafa Kemal Attaruk adalah Sufyan. Nabi bersabda para diktator yang akan muncul sebelum menjelang hari kiamat termasuk khususnya Dajjal dan Sufyan akan mendapatkan surga dan neraka semu. sampai sekarang semakian marak di Turki pola kehidupan “liberalisasi seks dan liberalisasi berpikir”. "menolak kebangkitan khalifah". mengenai Sufyan. Pada kenyataan masyarakat Turki yang Muslim telah kehilangan nilai moral. Karena interpretasinya berwujud ideologi. Beberapa isyarat yang ditulis oleh Said Nursi mengenai Dajjal dan Sufyan sebagai berikut : Pertama. "menolak formalisasi jilbab". Yang berarti Sufyan akan menjadi seorang pembelot dan imitasi dari orang kafir dia akan memaksa manusia untuk berpakaian seperti dunia non-Muslim. mengenai Dajjal. walau belum bisa digeneralisasi secara umum.27 Kedua.

Nabi bersabda kekejaman dan peperangan yang akan muncul sebelum kiamat akan sangat menyebar luas dan berkuasa Kejadian ini jelas ketika di Turki Mustafa Kemal Attaruk yang patungnya di mana-mana dibuat dan kepala dipaksa untuk tunduk dibawah tekanan aturan dan militer dan memang nyata di kaji dari sejarah-sejarah kerutuhan Turki Usmani yang disebabkan ambisi Barat menguasai dunia.28 Kelima. Oleh karena itu tempat-tempat kesenangan dan kenikmatan serta penjara dan tempat-tempat siksaan yang serupa akan berdiri berdampingan. Orangorang ini akan mendapat kekuatan mereka sebagian besar dari trend ateistik dan materialistik dan menganggap diri mereka sendiri memiliki kekuatan Tuhan. Ini berarti bahwa tempat-tempat di mana Allah disembah dan Namanya disebut akan ditutup dan jumlah orang-orang yang taat beribadah akan menurut secara drastis. Keempat.126 mereka manusia akan dicekoki dengan kesenangankesenangan dan kenikmatan duniawi dan perbedaan-perbedaan di antara kelas-kelas sosial akan meningkat dengan konsekuensi akan terjadi pemberontakanpemberontakan terhadap pemerintah. Sesat menjelang kehancuran dunia Allah akan mencabut nyawa orang-orang beriman dan dunia akan dibinasakan di atas kepala orang kafir. Nabi bersabda Menjelang kiamat tidak akan ada seorang pun yang menyembah Allah dan menyebut Nama-Nya sebagai manifestasi ibadah. Ketiga. Nabi bersabda orang-orang mengerikan tertentu yang akan muncul sebelum kiamat seperti Dajjal mengklaim bahwa dirinya Tuhan dan membuat orang-orang sujud di hadapan mereka. 28 . Patung-patung mereka akan dibuat manusia akan dipaksa untuk menunduk di depan mereka sebagai cara pemujaan.

banyak ilmuwan dan pendidik agama mendukung dia dan rezimnya. Karena fenomena materialisme dan perangkatnya melalaikan manusia. dan akhir-akhir ini kesadaran umat Islam mulai muncul sejak dicetuskannya pan islamisme oleh Jamaluddin Al Afgani menjelang akhir abad ke-19 diteruskan oleh ilmuwan muslim lainnya yang muncul kemudian sebuah fenomena kebangkitan Islam global. karena memang saat ini modernisasi yang materilistik-konsumeris telah tidak terkendali. Sebagian besar karena kenikmatan hidup. Nabi bersabda Sufyan akan menjadi seseorang yang berpengetahuan luas dan memukau banyak ilmuwan. Sufyan akan mencapai kekuasaan karena memiliki kapasitas yang merangsang dan kecerdasan politik.29 Keenam.30 Pada masa Islam kepercayaan Tuhan masih d1yakini juga ketika terjadi henelisasi ilmu kemudian kristenisasi ilmu kemudian islamisasi ilmu dan yang menghancurkan ketika terjadi westernisasi ilmu yang tidak menyakin adanya Tuhan. Sekarang menurut beberapa ilmu terjadi naturalisasi ilmu yang terjadi tidak hanya di dunia Islam tapi juga Kristen dan Yahudi. Adam Smith dengan menggusur kapitalisme. Karl Marx dengan komunismenya dan Hitler dengan fasismenya juga mewarnai penyesatan dan melenakan umat manusia. suku. 29 Mengenai Sufyan ini dapat dipahami misalnya dapat dilihat di Rusia pengaruh Lenin begitu dahsat. Ini berarti mekipun tanpa alat kekuasan dan ketergantungan semacam kerajaan. Bahwa kehidupan keji akan menggoda banyak orang yang akan menurutinya begitu saja. kekayaan dan keberanian.127 sehingga tidak ada seorang pun dapat mengendalikan tiubuh mereka untuk melawan mereka. di dunia Islam terjadi sekulerisasi ilmu yang sangat hebat. Ini dikarenakan oleh dimensi-dimensi kekejian dan kesenangan mengerikan yang akan muncul sebelum hari kiamat atas permintaan Nabi hampir semua Muslim telah berlindung kepada Allah selama 14 abad dari kekejian yang akan ditimbulkan oleh Dajal. Di Turki misalnya 30 . Dia mengekang pendidikan agama. Tapi mengenai yang gaib hanya Allah yang tahu).

malaikat. Newton dan fisikawan muncul Mustafa Kemal Attaruk yang menjajahkan ide sekulernya berdasarkan "perintah" Inggris. Namun sangat disayangkan teori-teori mereka secara terus terang melanggar dan menentang prinsip-prinsip ajaran pokok agama. Sedangkan teori yang di Barat telah menimbulkan begitu banyak reaksi dari kalangan umat Kristen. Pada prinsipnya Islam membolehkan pengkajian pada bidang-bidang yang sangat luas mulai dari fisika. hari akhir. Di Indonesia perdebatan mengenai UU Sisdiknas selalu dengan perbedaan pendapat berdasarkan kepentingan agama yang diciptakan dunia Barat ketika menjajah bangsa Indonesia. matematika bahkan metafisika. Kenyataan di Turki seluruh madrasah ditutup dan pelarangan menggunaan jilbab. Sebenarnya Islam sebagai agama tidak bisa menoleransinya karena hal itu telah dipandang sebagai penyimpangan prinsip etos keilmuan Islam yang sejati.128 Untuk kejelasan ilmiahnya bahwa adalah metode ilmiah yang dirumuskan ilmuwan muslim yang meminjam teori Aristoteles yang masih memposisikan Tuhan sebagai Pencipta Pertama. kenabian dan sebagainya. sekali lagi sejauh tidak secara langsung bertabrakan dengan prinsip-prinsip fundamental keyakinan agama. dalam konteks ini pengkajian terhadap ciptaan Tuhan berarti pengakajian terhadap karya kreatif Tuhan sehingga dengan itu diharapkan seorang ilmuwan muslim akan bertambah keyakinan dan ketakwaan kepada Allah. Seharusnya hasil sains modern dapat diterima sebagai sarana yang baik untuk lebih mengenal kebesaran Tuhan. Dunia Barat tidak demikian. . seperti terhadap penolakan terhadap eksistensi Tuhan. seperti teori evolusi sebenarnya juga telah dikembangkan dengan baik oleh para pemikir terkenal seperti Al-Jahizh. Miskawaih dan khususnya Jalaluddin Ar-Rumi berdampingan dengan teori-teori kreasionis. Perlu ditegaskan bahwa saat ini adalah akhir zaman.

129 modern misalnya gravitasi dianggap sebagai gaya-gaya yang independen bersama dengan gaya elektromagnektik. namun oleh pemikir muslim seperti Ibnu Sina dan Al Farabi gaya alami itu memiliki sumbernya pada entitas-entitas supernal. gelombang nuklir lemah dan kuat. Ketujuh. Sedangkan Sufyan-sufyan dalam dunia Islam muncul dengan usahausaha mensektilerisasikan baik pemikiran maupun pola hidup. Sebagaimana diketahui di tempat- . termasuk memberikan bentuk pada benda-benda di bawah bulan atau jiwa benda-benda angkasa lainnya yang memancar dari Tuhan lewat emanasi. dunia Islam bertikai dalam keluarga besarnya. Dan masih banyak lagi contoh mengenai mungkin Dajal-dajal yang muncul berupa ilmuwan yang menyesatkan. Hadis yang menakjubkan ini berarti bahwa Dajjal akan muncul di utara dan bergerak menuju selatan. Darwin misalnya menyatakan evolusi bersifat independen atau otonom seperti seleksi alam yang dipandang sebagai hukum independen dan bertanggungjawab pada evolusi organik termasuk penciptaan spesies-spesies. sebagaimana Perire Laplace yang menyatakan peran Tuhan sebagai pengatur dan pemelihara alam telah digantikan hukum mekanik. seperti akal aktif yang merupakan utusan Tuhan untuk mengurusi dunia bawah-bulan. titik tolaknya ketika terjadi keruntuhan Turki Usmana pada tahun 1920-an diikuti oleh sekulerisasi oleh Mustafa Kemal Attaruk. Nabi Bersabda hari pertama Dajjal adalah sama dengan satu tahun sedangkan hari keduanya sema dengan satu bulan hari ketiganya sama dengan satu minggu dan hari keempatnya adalah satu hari.

Mereka akan memiliki sebuah kendaraan atau tunggangan yang luar biasa dan mengelilingi dunia dalam 40 hari. Semakin ke selatan terdapat terdapat tempat-tempat di mana satu hari berlangsung 3 bulan dan satu bulan dan satu minggu secara berturut-turut. Menurut sumber-sumber Islam yang terpercaya dia adalah . Periode keempat mereka akan normal.130 tempat di dekat kutub Utara satu tahun terdiri dari satu siang dan malam. Kerusakan yang akan mereka timbulkan dalam jangka waktu pada satu tahun periode kedua mereka akan sama dengan kerusakan yang dilakukan oleh yang lainnya selama 30 tahun dan pada satu tahun periode ketiga mereka akan membuat 7 tahun kerusakan. Kedelapan. mereka akan menyebabkan kerusakan besar dalam jangka waktu satu tahun yang normalnya dapat dilakukan dalam jangka waktu 300 tahun. 2) Munculnya Messiah atau Mahdi Mengenai mahdi atau messiah. masing-masing berlangsung selama 6 bulan. Nabi bersabda Ketika Dajjal muncul setiap orang akan mendengarnya. Pengertian lain adalah Dajjal maupun Sufyan akan memiliki 4 periode peraturan. Ini berarti bahwa Dajjal akan muncul ketika komunikasi dan transformasi berkembang pesat peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia akan terdengar di belahan bumi lain dan berkeliling ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 40 hari adalah hal yang mungkin. periode pertama. baik Yahudi maupun Kristen mengharapkan Messiah datang menjelang hari kiamat dan menganggap kedatangannya sebagai tanda akhir kernenangan besar untuk Yahudi dan Kristen.

Pada periode kedua prinsipprinsip Islam yang sudah dibangkitkan akan mencapai pengaruh penting di beberapa belahan dunia dan kehidupan Islam akan mengalami sebuah kebangkitan yang signifikan. Bersama dengan Messiah. Periode ketiga yang berkemungkinan akan mengikuti invansi Gog dan Magog yang akan menggangu periode kedua. memiliki standar moral tertinggi. sepupu Nabi dan khalifah keempat. melainkan sebuah nama "kebangkitan global". Mandi memiliki tiga periode masing-masing akan dipresentasikan oleh satu orang dan kelompoknya. Mahdi akan mempertahankan dan menggugah prinsip-prinsip kehidupan Islam dari Dia trend akan materialistik keagamaan.131 Imam kedua belas dan terakhir dari sederetan Imam yang di mulai Ali bin Abi Talib. Pemimpinya akan memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu-ilmu agama. mengetahui kondisi sosial. Bersama-sama pengikutnya pemimpin periode pertama akan mempertahankan prinsip-prinsip Islam dari trend materialistik dan menunjukkan mereka dalam jalan yang benar. Mandi lenyap ketika dia berusia 74 tahun dan akan muncul ketika dunia penuh dengan ketidakadilan untuk menyelamatkan keadilan. Periode mengalami akan rnenghalal kebangkitan kehidupan keagamaan secara global. Mandi bukanlah satu orang saja. Agama Kristen menurut sumber Islam yang relevan akan terbebas peminjaman agama- . mengahiri kekuasaan Dajjal dan Sufyan. politik dan ekonomi pada masanya dan memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. Menurut para pemikir dan ilmuwan kontemporer termasuk Said Nursi.

Italia dan Belanda dan beberapa negara maju semangat menuju nilai-nilai kebenaran sudah mulai tampak. 31 . Pergerakan bumi menarik sebuah lingkaran raksasa di luar keliling bumi dan bumi terus menerus memindahkan semua peristiwa yang terjadi di atasnya ke kelingkaran luar tersebut. Dia akan kembali dan kemudian mengikuti dan sepenuhnya mendukung Mahdi. termasuk di agama-agama lain yang memiliki sumber yang sama. I1mu pengetahuan akan mengalami perkembangan puncak. Menurut ramalan lingkaran raksasa ini akan dipusatkan di daerah Damaskus.31 c) Mengenai Terbentuknya Padang Mahsar Allah berfirman Katakanlah sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah (67 : 26). tetapi dalam bentuk yang luas dan disesuaikan dengan dimensi-dimensi Hari Akhir.132 agama dan filsafat tertentu dan lebih mendekat pada Islam. Mungkin sebagai dampak kemajuan genetika satu buah delima akan cukup sebanyak 20 orang dan kulit buahnya akan dapat menaungi mereka. Bukan hanya dengan kepala yang berupaya menentang dahulu baru mencari. Amerika. Alamat ini memang bisa ditanggap orang yang berpikir dan berhati. Mereka akan berkerjasama untuk menangkis serangan Gog dan Magog dan membebaskan dunia dari invasi mereka. Misi orang Messiah yang ditujukan untuk Yesus Kristus. Hasil dari semua penstiwa-peristiwa di bumi Mungkin cukup di sini penjelasan mengenai ini memang harus melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah kita. hari kehidupan setiap orang akan ditampilkan kembali. menurut Nabi Muhammad. Inggris. Messiah yang dijanjikan adalah Yesus Kristus. Rusia. Sebab metodologi semacam ini memang berasal dari "nurani Dajjal". Bahwa pergerakan bumi bukanlah tidak bertujuan. Saat ini di Jerman. seperti slogan "cogito ergo sum" atau "god is dead" dan sebagainya. Kota-kota akan dibangun di atas langit dan akan mudah melakukan perjalanan ke sana. Semua ini juga disebabkan kejadian 11 September 2001 dan invasi Amerika ke Irak dan pergulatan dunia yang tak pernah usai seperti di Palestina-Israel. Pada hari pengadilan. menunjukkan bahwa kendali modernisasi dan globalisasi sulit terkendali.

Penjelasan mengenai tanda-tanda akan tibanya hari kiamat di atas memberikan keyakinan yang kokoh terhadap paham keagamaan dengan keimanan yang sudah ada sebagai dasar beragama. Karena itu. Ruh mereka dikembalikan ke dalam tubuhnya agar kemudian mereka mempertanggungjawabkan semua amal mereka dikala hidup yang selanjutnya mereka ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga atau neraka. Saat ini. Bagaimana pun juga kita akan melihatnya pada saat kita telah menjalani bentuk-bentuk spesifik hari akhir. hari kiamat menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri Said Nursi dan salah satu cara upaya pembentukan akhlak mulia. 1980.133 terus menerus ditransfer ke dalam daftar atau. Al Ikhlas. Surabaya. 32 . 165). hari kiamat menjadi prinsip yang dapat mendorong terciptanya akhlak mulia yang menekankan sisi-sisi kejiwaan manusia. Seiring dengan itu. tablet-tablet Padang Mahsyar. (Hussein Bahreisj. Penekanan sisi kejiwaan. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). pemahaman tentang hari kiamat banyak dirujuk sebagai bagian pembentukan karakter bagi Said Nursi. Padang tersebut masih berada di balik "kerudung" Yang Maha Tidak Terlihat. menurut Said Nursi melalui sifat dan kemampuan jiwa kita menunjukkan bahwa kita diciptakan untuk Dalam bahasa al-Qur'annya hari kiamat adalah Qiyamah adalah hari kebangkitan orangorang mati dan kuburan mereka masing-masing sesudah hancurnya alam semesta. Para pemikir Islam dulu baik yang sezaman dengan Said Nursi maupun sebelumnya belum menafsirkan secara mendalam mengenai ayat-ayat dan hadis-hadis mengenai hari kiamat. hlm.32 Hari kiamat menjadi landasan fundamental dalam pemikiran Said Nursi. untuk kemudian mereka digiring ke alam mahsyar dan alam barzakh. Pentingnya Meyakini Hari Kiamat Serangkaian upaya pembentukan manusia yang berakhlak mulia.

Kutipan di atas menggambarkan secara tegas bahwa Said Nursi sangat yakin akan adanya hari kiamat yang dunia ini bukan tujuan akhir. dan bertindak dengan semestinya. kita kalah bersaing dengan burung pipit yang paling lemah. kita adalah raja dan komandan dari semua makhluk hidup. memahami kebutuhan kita. hlm. Tetapi jika engkau menganggap akhirat adalah tujuan akhirmu. Tetapi dalam hal ilmu. Mengenai kekuatan dan kemampuan kita untuk tinggal di sini. hamba yang memohon kepada Allah Yang Maha Perkasa. engkau akan menjadi seperti burung pipit yang paling lemah.134 beribadah kepada Allah Swt. dan menjadi tamu-Nya yang terhormat dan disayangi di dunia ini. Lanjut Said Nursi: Hai jiwaku ! Jika engkau menganggap dunia ini adalah tujuan utama kehidupanmu dan engkau bekerja dan senantiasa bekeda untuk kepentingan dunia. Perjalanan manusia akan diteruskan ketika hari kiamat tiba dan membuka ruang-ruang baru bagi manusia yang baru dibangkitkan dari . Engkau bisa memilih salah satu pilihan itu. sebuah persiapan bagi akhirat. yang diperlukan untuk kehidupan rohani dan kehidupan akhirat. Jadi mintalah petunjuk dan keberhasilan dari jalan-Nya dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Said Nursi 2003d. engkau menjadi penguasa agung kerajaan binatang. 52). dan memohon serta beribadah. dan menganggap dunia ini sebagai ladang tempat menaburkan benih.

norma-kosmos dan mikro-kosmos. kebangkitan Jasmani dan ketaatan terhadap Allah dan keadilan. Al-Qur'an menyajikan kehebatan yang Dia lakukan di sini untuk mempersiapkan kita terhadap hal itu. Said Nursi sangat menekankan agar manusia meyakini secara mendalam mengenai hari kiamat. Manifestasinya melalui Asma dan Sifat-Nya dan keteraturan serta harmoni sempurna yang sangat indah dalam eksistensi. umat manusia dan atom. Sebenarnya Al-Qur'an mengajarkan 4 (empat) tujuan utama yakni untuk membuka dan membangun pada jiwa dan hati manusia eksistensi dan keesaan Allah. Al-Qur'an menyebutkan peristiwa-peristiwa bersejarah tertentu khususnya yang akan terjadi sebelum hari kiamat. yakni alam semesta. Argumen tindakan Al-Qur'an mengenai hari mengacu pada hari kiamat yakni tindakankebangkitan. Hal ini memberikan contohcontoh tindakan-tindakan besar Allah di dalam alam semesta yang luas (makro-kosmos) dan kadang kala menunjukkan pembuangan menyeluruh-Nya terhadap makro-kosmos. dan untuk universal menyentuh hati manusia mengenai kehebatan yang akan dilakukan Yang Kuasa pada hari akhir dan untuk mempersiapkan jiwa manusia untuk dapat menerima dan memahaminya. . Karena itu.135 kubur. kenabian. AlQur'an adalah Kitab Suci yang terakhir dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Hal ini memiliki tempat yang penting baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadis.

136 Contohnya ayat al-Qur'an berikut menekankan Kekuasaan Allah dan menyebutkan sebagai fakta. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. mengajak kita untuk memiliki keyakinan tentang pertemuan kita dengan Dia di akhirat : "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat. supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuham-mu (13:2). kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy dan menundukkan matahari dan bulan. Tetapi. apabila kita berbuat menurut keyakinan bahwa kita harus menjalankan perhitungan amal perbuatan. karena setelah iman kepada Allah. mengapa kita diharuskan menjalani hidup jujur dan benar. Allah mengatur urusan makhluk-Nya. sedangkan penjelasan tentang kebangkitan yang telah mati didefenisikan sebagai penciptaan. kedua (53:47). "Penciptaan pertama alam semesta dan umat manusia menunjukkan "penciptaan kedua". untuk membuktikan adanya Hari Kebangkitan. Keimanan ini merupakan dasar untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang. Al-Qur'an menyajikan fenomena penciptaan alam semesta ini yang didefenisikan sebagai penciptaan pertama (56:62). menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya. maka iman kepada hari kebangkitan berperan dalam melindungi sebuah tata sosial yang damai. Apabila kita tidak percaya bahwa kita akan dipanggil untuk memperhitungkan amal perbuatan kita. Iman kepada akhirat merupakan dasar kehidupan manusia sebagai masyarakat maupun sebagai individu. kita akan hidup dengan taat dan benar. .

pembebasan dari tugas-tugas kehidupan duniawi yang berat. Dia akan memberimu karunia surga". Meneladani Nabi Muhammad Saw Prinsip menedalani Nabi Muhammad Saw menjadi komitmen dasar Said Nursi dalam merealisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai . suatu Kematian bukanlah kepunahan abadi. Said Nursi menjadikan hal yang sangat prinsip dalam meyakini hari kiamat ini. dan sebuah tiket menuju dunia abadi tempat semua jenis keindahan dan rahmat sedang menantimu. Kiamat pasti dating. tetapi perubahan dunia. Allah Yang Maha Pemurah yang mengirim kamu ke dunia.137 Pada suatu kesempatan Said Nursi menulis : "Jangan takut terhadap hanyalah kematian. Hanya kabar baik seperti ini sangat bermanfaat dan benar-benar dapat menjadi penghibur generasi tua dan membuat mereka menyongsong kematian dengan senyum. dan menjaga kamu tetap hidup di dalamnya untuk beberapa lama. Keyakinan ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus yakin keberadaan hari kiamat. Iman kepada hari kiamat juga merupakan sumber hiburan bagi mereka yang sedang generasi tua termasuk mereka yang sakit. tidak akan meninggalkanmu dalam kegelapan ruang kuburmu ke haribaan-Nya dan menjamin kamu menuju kehidupan abadi yang selalu bahagia. Keyakinan secara mendalam akan adanya hari kiamat seolah merupakan obat dari penyakit yang tidak terobati.

maka ia harus mewujudkan keislamannya itu dalam bentuk mengikuti sunnah Nabi tersebut secara sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan. Pada prinsipnya bahwa mengamalkan sunnahsunnah Nabi Muhammad Saw dengan sepenuhnya merupakan cerminan dari keseriusan mentaati perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dengan mengikuti al-Quran dan keimanan mendalam akan keesaan Allah. Mengenai prinsip meneladani Nabi Muhammad ini Allah berfirman "Katakan.138 kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. hlm. Dengan prinsipnya ini. apabila seseorang menyatakan diri sebagai muslim. Praktek amaliah ibadah dengan cara meneladani nilai-nilai yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Al Imran : 31). "Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang" (Qs. Zaidin (1999. Menerapakan atau meneladani Nabi Muhammad Saw menjadi kekuatan amaliah ibadah secara aplikatif. Di dalam ayat ini terdapat bentuk simplikasi redaksi yang . yaitu suatu model pengajian ia sebut dengan istilah dershane (Tempat belajar). 39-53) menceritakan bahwa Said Nursi adalah seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pengajian keagamaan dengan sekuat tenaga telah berusaha menghidupkan kembali suatu usaha yang dulu di bawa oleh Nabi Muhammad Saw. Said Nursi hendak menegaskan bahwa bila seseorang yang telah berikrar bahwa dirinya adalah pengikut Muhammad Rasul-Allah Saw. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Pada dasarnya. Doktrin ini menjadi sangat penting dalam praktek kehidupan manusia. Jika kalian benar-benar mencintai Allah. ikutilah aku. hendaknya ia harus mengikuti cara atau metode dan jalan hidup yang telah dibuat oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam seluruh aspek kehidupan.

Dan tidak ada satu pun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. pasti kalian mencintai-Nya. Tentu saja kalian mencintai Allah agar juga dicintai oleh-Nya (Said Nursi. hlm. Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu" (Qs. bahkan diakui oleh para sarjana Barat. melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". Pada ayat lain. Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang . 114). Makna yang begitu banyak dirangkum hanya oleh tiga kalimat. Jika kalian mengikutinya. al Ahzab : 21). Hal itu berarti kalian harus meneladani pribadi yang Dia cintai. Perilaku Nabi Muhammad Saw disebut sunnah. ini adalah : Jika kalian beriman kepada Allah. pasti kalian beramal sesuai dengan apa yang dicintaiNya. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah Swt. Adapun penjelasan Said Nursi mengenal ayat. Allah akan cinta kepada kalian. Menurut Islam. (Qs. Akhlak Nabi Saw merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. Dan ia bisa terwujud dengan cara kalian mengikuti pribadi tersebut. sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an.139 mengagumkan. Allah menegaskan : "Akhlak Nabi adalah al-Qur'an". Selama kalian mencintai-Nya. 2003. Keseharian dan perilaku Rasulullah. merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad).

mentaati segala perintah-Nya dan berbuat sesuai dengan ridlio-Nya. (Said Nursi 2003. hlm. mencintai pribadi Nabi Muhammad Saw. . 117). Sejak pagi hingga malam hari. Sebab dalam doktrin ini Said Nursi mengatakan bahwa "kecintaan kepada Allah baru terwujud dengan melakukan perbuatan yang diridhoi olehNya. 2003. ridhonya yang paling utama tampak pada pribadi Muhammad Saw" (Said Nursi.140 mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. hlm. Penjelasan di atas mendorong pentingnya praktek keteladanan kepada Nabi Muhammad Saw (Sunnatun Tsaniyah) dalam kehidupan seseorang untuk membentuk kepribadian yang barakhlak mulia. Sebab beliau merupakan perantara yang paling utama agar manusia bisa mendapatkan kebaikan ilahi. Sementara itu. mencintai Allah. Kedua. 117). Muhammad Said Nursi Saw dan mengaplikasikan sunnahnya mengatakan sesungguhnya kecintaan kepada Allah harus diikuti dengan sikap mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw. beliau layak dicintai karena Allah ta'ala. Menurut Said Nursi meneladani pribadi beliau yang penuh berkah itu bisa terwujud dengan 2 (dua) hal : Pertama. Sebab pemimpin yang paling sempurna dengan teladan yang paling utama dalam urusan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw. Untuk mencapai kepribadian mulia adalah dengan mengikuti orang yang dikasihi Allah yakni yang Nabi suci. Karena itu. Sikap semacam ini mengharuskan kita mengikuti Nabi Muhammad Saw.

melaksanakan as-Sunnah yang bersifat wajib tersebut. hlm. Hal yang wajib tentu saja harus diikuti. bagi seorang Muslim. 117-1 18). diberi beban untuk. Semuanya. Seorang mukmin diharuskan mengikutinya sebagal konsekuensi dari keimanan yang ada pada dirinya. yaitu : wajib. (Said Nursi 2003. Orang yang bahagia dan beruntung adalah yang paling inters mengikuti sunnah nabi Muhammad Saw sementara orang yang tidak mengikuti Sunnah akan benar-benar merugi jika sikap untuk tidak mengikuti sunnah Nabi. Orang yang meninggalkan dan mengabaikan as-Sunah tersebut akan mendapat siksa dan hukuman. Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah . mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu "kebebasan memilih". Said Nursi menuliskan bahwa "Tindakan yang mengikuti sunnah rasul beliau akan mengubah adab dan kebiasaan menjadi bernilai ibadah". Oleh karena itu. Begitu pentingnya masalah mengikuti Sunnah Rasul ini menurut Said Nursi mengikuti Sunnah Rasul berasal dari 3 (tiga) sumber yaitu perkataan. perbuatan clan keadaan. mengikuti sunnah rasul Muhammad Saw merupakan tujuan termulia sekaligus merupakan tugas terpenting manusia (Said Nursi 2003. hlm. sunnah dan ada yang merupakan kebiasaan beliau. 119). Dikatakannya pula.141 Said Nursi mengatakan secara fitrah ketika kita mengarahkan perhatian pada sosok yang kita cintai kekasih Allah haruslah berupaya meneladani dan mencontoh beliau dengan cara mengikuti semua sunnahnya yang mulia. Tiga sumber ini juga terbagi lagi menjadi tiga. tanpa terkecuali.

Hal ini dinyatakan dalam al-Qur'an. Beliau merupakan pribadi sempurna bahkan teladan dan pembimbing paling utuh dengan melihat pada ribuan mukjizat yang ada kesaksian dunia Islam clan kesempurnaan pribadinya yang didukung oleh hakekat al-Qur'an yang sampai padanya. bahkan justru membuat .142 kewajiban yang harus ditaati. Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. maka juhilah" (Qs. maka terimalah ia. Beliau memiliki akhlak paling mulia. sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untukmu. seperti yang dikatakan baik oleh para wali maupun musuh Islam. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya. Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi. sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. al-Nisaa' : 80 ). al-Hasyr : 7). maka ia taat kepada Allah" (Qs. Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan al-Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. AlQur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup. dan apa yang ia larang bagimu. "Siapa yang taat kepada Rasul. Belau merupakan sosok pilihan di antara seluruh anak manusia selain sebagai pribadi paling dikenal semua orang.

Pengabdian hidup seperti Nabi untuk kejayaan Islam kita amalkan. kemudian menjalam paginya bersama bimbingan Nabi Muhammad Saw. hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran al-Qur'an. Rasulullah bersabda :"Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yakni : Bismillahirrahmanirrahim . Selanjutnya.adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)" (Tafsir Ibnu Katsir).143 Allah semakin menyukai dan meridhoinya. dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Maka. hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi. dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya. kita akan menjadi orang mulia. Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia kita jaga. penuh hikmah dan indah. Menanamkan Ikhlas. Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. baik di mata Allah atau di mata manusia. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki dapat kita contoh dan teladani. Dengan begitu. Keikhlasan Nabi dalam beramal dapat kita praktekkan. Dalam setiap hendak memulai perkerjaan. Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari dapat kita ikuti. Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Takwa dan Sedekah .

takwa dan sedekah. Menjelma dalam relung-relung kalbu pribadi yang mulia. ikhlas beramal ibadah hanya karena Allah semata. 1) Ikhlas Menjadikan Manusia Filosof-sufi Ikhlas adalah ciri muslim sejati. Ikhlas kunci kemenangan.144 Said Nursi sangat menekankan kepada murid-muridnya untuk senantiasa ikhlas. ketinggian derajat dan kemuliaan hati. Setiap orang harus menjadikan sikap atau perilaku ikhlas sebagai bagian kepribadian mulia dirinya. Misalnya. Orang yang terbina keikhlasan dalam diri akan dalam meluluhkan dan membuat orang lain turut menjadi orang ikhlas. Dalam tafakurnya. Ikhlas cenderung kepada amal keteladanan. Said Nursi sangat yakin keikhlasan. Ikhlas diri dibawa Kekuasaan Allah sehingga menghasilkan daya pikir yang cemerlang dan hati yang suci. Dengan cara . ketakwaan dan sedekah dapat membentuk karakter pribadi manusia. Sampai disini ia akan menjadi manusia sempurna dan memperoleh kebabagiaan. Anjuran membaca Risale-i Nur adalah aktivitas untuk mencapai manusia sempurna. Manusia seperti ini umumnya tanggap dalam melihat sesuatu pada esensinya melalui tafakur yang mendalam. Kajian berikut menjelaskan secara mendalam bahwa ketiga hal ini menjadi dasar hidup dalam pembentukan manusia ideal dalam pandangan Said Nursi yang diisyaratkan secara implisit dalam Risale-i Nur untuk membentuk manusia ideal yang berakhlak mulia. ia dapat menyentuh kondisi di luar dirinya.

9. 5. berjiwa ikhlas. perbuatan tidak menyenangkan hatinya pun ia balas dengan senyuman dan sapaan mulia. karena mereka mengetahui nilai ikhlas bagi kehidupan mereka akan mendatangkan kebajikan. akan terbangun peradaban dunia yang maju. Sifat ikhlas inilah yang akan memacu dan memicu lahirnya generasi unggulan yang siap bersaing di tatanan dunia global. Karena. Ia selalu memberi tanpa meminta balasan. sebagai berikut : 1. hanya pribadi yang ikhlaslah yang sebenarnya paling berhak untuk mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari masyarakat. Bahkan jika setiap elemen masyarakat mempunyai rasa ikhlas yang kuatnya melebihi keempat elemen di atas. 4. 7. Hatinya. tanpa dia meminta atau mengharapkan. akan tercipta sebuah tatanan masyarakat yang kokoh dan maju. Orang yang ikhlas dengan sendirinya akan bermanfaat bagi lingkungannya. Ia mengulurkan bantuan tanpa diminta. Ciri-ciri orang ikhlas diisyaratkan dalam Risale-i Nur. 6.145 beramal ikhlas. 3. 2. Ikhlas beriman Ikhlas beribadah Ikhlas beramal Ikhlas mengingat mati Ikhlas mengingat hari kiamat Lebih menyukai jiwa mukmin lain daripada jiwanya sendiri Tafakur imani Tidak merasa benar sendiri Bergabung dengan temannya dalam menuju kebenaran yang ada dihadapannya . 8. Bahkan. begitu tenang dan menyenangkan. Perilaku ikhlas banyak sekali ditemui seantero dunia ini.

Said Nursi menegaskan bahwa jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat. Said Nursi mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. sufi. Hadis ini juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. 2003a. Dijelaskan Said Nursi bahwa para ahli Sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sebagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang mereka ketahui : “Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian” (QS. Dengan mengingat mati mereka tidak akan berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal panjang angan-angan. dijelaskan Said Nursi bahwa “mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan. 308). maka Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni maut. Al-Imran : 185) “Sesesungguhnya kamu akan mati dan mereka pun akan mati” (QS. Mengingat mati bisa membersihkan orang tersebut dari nafsu yang memerintahkan kepadanya kepada keburukan” (Said Nursi. Berpegang kepada nilai-nilai kejujuran dan pencarian kebenaran yang ditetapkan oleh para ulama (Said Nursi 2003a. Pertama.5 Berdasarkan hadis ini.b). Mengingat mati memberikan manfaat yang luas. hlm. Hadis ini diriwayatkan oleb Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadis hasan.146 10. Menurut Ibn Hibban dan al-Hakim hadis ini sahih. selalu mengingat mati. Mereka selalu membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. Az-Zumar :30). “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menolong segala kenikmatan”. Sarana mencapai keikhlasan menurut Said Nursi ada 2 (dua) yakni rabithatul maut (selalu mengingat mati) dan merenungi makhluk. 5 .

3). karena didominasi jiwa ikhlas maka perilaku yang selalu muncul adalah rasa syukur. Merenungi proses kehidupan manusia yang senantiasa mengalami berbagai perubahan. hlm.i Nur adalah manusia ikhlas. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia filosof-sufi. Rasa syukur menjadi utama bagi mereka yang berhati suci dan ikhlas. Manusia ikhlas inilah yang banyak melahirkan orang-orang suci dalam berbagai ciri dan karakternya. Kedua. Untuk dapat sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk. merenungi makhluk. Namun. 2004. Kategori orang semacam inilah yang bisa dikategorikan sebagai seorang filosof-sufi. Dari berbagai keterangan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal dalam Risale. yang tidak cukup diartikan dengan takut saja (Al-Qur’an Depag RI. 2) Takwa Menjadikan Manusia Ulil Albab Tingkatan takwa selalu diletakkan sebagai tempat yang mulia. Yang memiliki karakter seperti Nabi. Kebesaran Allah yang telah menciptakan kehidupan dan manusia ini. Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah Swt dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. Karena dominasi jiwa dalam ketakwaan adalah jiwa berani dan nafsu.147 kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan hayalan. Ketakwaan menjadi sangat . Namun. dalam pandangan Said Nursi ketakwaan dibawa orang ikhlas.

Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia ulil albab yang memiliki karakter seperti Nabi. hlm Dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya menurut Said Nursi adalah manusia ulil albab (manusia berakal). Mendirikan shalat 6. Takut kepada Allah 4. 3) Sedekah Menjadikan Manusia Dermawan Penciptaan manusia ke muka bumi ini tidak terlepas dari dua hal penting yakni sebagai pengabdi dan khalifah. Orang sabar dalam mencari ridha Allah 2. . Selalu menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian (Qs. dan menafkahkan sebagian rezki kepada orang lain. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. mendirikan shalat. Manusia ideal vang diharapkan dari ketakwaan adalah manusia yang memiliki karakteristik ulil albab. Ciri-ciri orang takwa diisyaratkan dalam Risale-i Nur : 1.148 penting dalam pembentukan muslim yang hakiki. Mereka inilah orang yang takwa. Sikap hidup yang takwa dalam jiwanya selalu dominan sabar. Manusia ulil albab memiliki sikap hidup sabar. Untuk selalu menjalin ukhuwah Islamiyah. Ar Rad ayat 20) 3. Takut kepada hisab Allah 5. Dalam pengabdian dan khalifah di muka bumi inilah perpaduan selanjutnya dari jiwa berani dan nafsu melakukan peranannya. Kesabaran utamanya adalah dalam mencari keridhaan Allah. Menafkahkan sebagian harta (Said Nursi 2003b.

dan menafkahkan sebagian rezeki kepada orang lain. termasuk di dalamnya dapat prinsip pendidikan akhlak bagi generasi muda diketahui meliputi : menguatkan iman. baik secara sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. pentingnya memahami asma' al-husna. pentingnya memahami alam semesta. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. yaitu : 1. Mereka inilah orang yang takwa. Sikap hidup orang yang suka bersedekah dalam jiwanya selalu dominan jiwa ukhuwah. Senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah Dari berbagai penjelasan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya Risale-i Nur adalah manusia dermawan. Ciri-ciri orang sedekah diisyaratkan dalam Risale-i Nur. meneladani nabi Muhammad . kedermawanan sangat dekat sekali dengan saling menolong atas sesama manusia. pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman. berpegang teguh pada al-Qur'an. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia dermawan yang memiliki karakter sepeti Nabi.149 Karena. Sedekah adalah dalam mencari keridhaan Allah. mendirikan shalat. pentingnya meyakini hari kiamat. Rangkaian penjelasan dan pembahasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi yang mengikat dalam satu kesatuan hidup. Manusia dermawan memiliki sikap hidup sedekah. Menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain 2. Senantiasi menjalin tali silaturahmi 3.

tujuan hidup. Prinsipprinsip pendidikan akhlak Said Nursi ini dapat dikatakan sebagai prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda. . Walau bagaimana pun. takwa dan sedekah. pandangan hidup. Fenomena seperti ini masih sangat nampak di tengah-tengah masyarakat. lingkungan dan tahap perkembangan kepribadian generasi muda. pola sikap dan pola lakunya.150 Saw dan menanamkan ikhlas. secara fakta aspek akidah generasi belum dapat dipastikan. namun masih ada yang tidak mau shalat. ibadah. Relevansi dengan Akidah Generasi Muda Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa generasi muda yang dimaksud pada penelitian ini adalah generasi yang berumur 15-40 tahun yang beragama Islam. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan dalam jiwanya dan sifatnya tidak dapat dipisahpisahkan. Apakah aspek keimanan yang mereka pegang benar-benar sesuai dengan hakikat yang diajarkan Islam. maka prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi Said Nursi yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. berikut ini adalah bagian analisis terhadap prinsip-prinsip tersebut di atas. Artinya mereka beragama Islam dan mengaku beriman. puasa Ramadhan bahkan zakat masih ditinggalkan. Pada bagian ini penulis mencoba untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak tersebut dengan pembinaan generasi muda secara deskriptif-komperatif untuk melihat aspek akidah. sebab banyak di antara mereka yang dapat disebut “Islam Phobia" atau "Islam KTP”. Tentu saja. tingkah laku. Baik dalam pola pikir. Relevansi Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak dengan Pembinaan Generasi Muda Setelah dikemukakan mengenai prinsi-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut pemikiran Said Nursi. karena sifatnya filosofis dalam diri manusia.

Hasil penelitian Allport. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman yaitu . Karena itu. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. ekonomi. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan. Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para generasi muda sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. Dari hasil ini dinyatakan selanjutnya. Gillesphy. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental generasi muda mempengaruhi sikap keagamaan mereka. Walau sulit mengukur tingkat keimanan bagi generasi muda. bahwa agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para generasi muda untuk tetap taat pada ajaran agamanya. pemahaman dengan menguatkan keimanan harus senantiasa dilakukan untuk menuju kesempurnaan. 74). namun kekuatan iman akan sangat nampak dari tingkah laku dan peribadahan yang dilakukan. Said Nursi sangat menekankan keimanan bagi generasi muda. dan norma-norma kehidupan lainnya. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. Namun. hlm. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. Rukun iman . sosial.151 Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima generasi muda dari masa kanakkanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. dan Young menunjukkan bahwa 85 % generasi muda Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya dan 40 % generasi muda Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya (Jalaluddin 2002.

152 terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan qadha dan qadhar. Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah dan untuk membuktikan keimanan mereka dapat dilihat amal dan ibadah mereka seharihari. Artinya, sesungguhnya generasi muda yang beragama Islam tentu tergolong kepada generasi muda yang beriman, walaupun tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana tingkat keimanan mereka, sebab keimanan tidak bisa dilihat dan menyangkut soal hati. Keimanan generasi muda jika didasarkan dengan prinsip ajaran Islam adalah tidak cukup dengan pembenaran hati dan pengakuan dengan kata-kata, tetapi diikuti oleh amal perbuatan. Pembentukan nilai keimanan inilah yang diusahakan oleh Nabi Muhammad Saw, yang selama 13 tahun di kota Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Iman yang tidak pernah dipisahkan dari pasangannya, yaitu amal shalih (ibadah, mu'amalah, mu'asyarah dan akhlaq). Berkenaan dengan iman, sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS.Ibrahim/14:24-25) : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musimdengaseizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Dalam Alquran dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi dinjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat tauhid (kalimat iman), yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran serta berbuat yang baik. Yang dimaksud kalimat tauhid adalah kalimat "Laa

153 ilaa ha ill-Allah" (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Buah dari sebatang pohon yang akarnya kuat adalah perumpamaan terhadap akhlak mulia. Akhlak adalah sebagai buah atau hasil dari suatu proses pendidikan yang didasari oleh penanaman nilai keimanan. Keimananlah yang menjadi fondasi dasar terwujudnya akhlaq al-karimah. Akhlak mulia membentuk generasi yang kuat iman dan menjadi insane saleh sampai bertemu dengan Allah Swt. Insan shaleh adalah manusia yang mendekati kesempurnaan. Yang dimaksud pembentukan insan yang shaleh dan beriman kepada Allah tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku (Q.S.51:56) manusia yang penuh keimanan dan takwa, berhubung dengan Allah memelihara dan menghadap keada-Nya dalam segala perbuatan yang dikerjakan dan segalah tingkah laku yang dilakukannya, segala pikiran yang tergores dihatinya dan segala perasaan yang berdetak dijantungnya ia adalah manusia yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad Saw dalam pikiran dan perbuatannya. Insan shaleh beriman dengan mendalam bahwa ia adalah khalifah di bumi (Q.S.2:30). Ia mempunyai risalah ketuhanan yang harus dilaksanakannya, oleh sebab itu selalu menuju kesempurnaan akhlak yang mulia, sebab Rasulullah SAW. diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Di antara akhlak insan yang shaleh dalam Islam adalah harga diri, prikemanusiaan, kesucian, kasih sayang, kecintaan, kekuatan jasmani dan rohani, menguasai diri, dinamisme dan tanggung jawab. Ia memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar. Ia juga bersifat benar, jujur ikhlas memiliki rasa keindahan dan memiliki keseimbangan dan berperilaku seperti Nabi Muhammad Saw. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip keimanan yang ditanamkan Said Nursi dalam dirinya dan murid-muridnya sangat relevan untuk selalu

154 direalisasikan oleh generasi muda yang beriman, walaupun tidak diketahui secara tepat tingkat keimanan generasi muda tersebut. Namun, diyakini bahwa dengan senantiasa menguatkan keimanan akan tercapai keinginan menjadi insane shaleh.

Relevansi dengan Pandangan Hidup Generasi Muda Kemunduran dan kelemahan umat Islam dalam bidang ekonomi dan politik, khususnya ketika berada di bawah kekuasaan kolonial Barat pada abad ke-18, telah merangsang para elite politik Muslim untuk menyuarakan pentingnya perubahan-perubahan internal dalam upaya memperkecil jurang pemisah antara umat Islam dan orang-oraug Barat. Perkembangan dunia modern Barat telah menyumbangkan banyak sekali landasan yang menjadi dasar pendidikan. Khususnya terjadi perubahan besar dalam pandangan dan pemahaman keagamaan umat yang semakin lama semakin bingung dan lemah. (Wan Daud, 2003 hlm. 7). Dalam konteks umat secara luas, generasi muda berada di tengah-tengah arus perubahan tersebut yang tidak dapat dibantah keberadaan. Untuk ukuran generasi muda dari 15-40 tahun sudah dalam mengenal apa itu pandangan hidup. Generasi muda memiliki pandangan hidup yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, bahkan prinsip-prinsip mulia ditinggalkan. Pengaruh arus globalisasi dan maraknya pandangan dunia yang mampu merubah perilaku generasi muda patut menjadi perhatian bersama. Pandangan hidup dalam konteks ini adalah pandangan Barat yang merusak generasi muda muslim. Dalam kajian filsafat di antara pandangan hidup tersebut adalah sekulerisme, materialisme, komunisme dan ateisme. Said Nursi secara nyata-nyata menentang semua pandangan dunia yang membawa generasi muda berada di posisi yang tidak jelas menentukan arah hidup

155 Pertama, Pandangan Sekulerisme. Dalam berbagai perdebatan

persoalan sekulerisme senantiasa menjadi topik penting dalam diskusi dunia saat ini. Menurut Mulyadi sekuler adalah lawan dari sakral. Kata sekuler dari bahasa Latin "sculum" berarti “bersifat duniawi (worldly)” sebagai lawan dari "spiritual" atau "relegius". Sekuler yakni pandangan yang hanya mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan yang ukhrawi dan dari sudut ontologis mementingkan yang bersifat materiil, mengabaikan yang spiritual. (Mulyadhi 2004, hlm. 120). Kedua, Materialisme. Pandangan materialisme klasik sampai perkembangan pengetahuan di abad ke-18 menurut Sadulloh mengutip Power (1982) terdapat implikasi pendidikan positivisme behaviorisme yang bersumber pada filsafat materalialisme yang mengarahkan pandangan ini kepada tujuan pendidikan yakni "perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks" (Sadulloh, 2003, hlm. 118). Pendapat ini berarti bahwa titik tekan pandangan ini berada pada manusia dengan kapasitas pribadinya yang kompleks yang dapat merubah sikap dan penlaku seseorang. Ketiga, Komunisme dan Ateisme. Hasil dari pandangan sekulerisme dan matenalisme berimplikasi kepada pandangan hidup yang mengarah komunisme dan ateisme. Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-unasing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai dengan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).

156 Pandangan dasar manusia sebagai makhluk yang berkerja menjiwa dalam masyarakat komunis (Adelbert Snijders 2004, h1m. 77). Dalam aplikasinya sistem perekonomian komunis didasarkan atas "sistem perintah", di mana segala sesuatunya serba dikomandoi. Harus diakui bahwa komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Begitu juga karena dalam sistem komunisme negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering juga, disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter" atau "sistem sosialis ekstrem", menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pads asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa partai komunis. Sampai disini kekuatan komunisme berada pada asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga yang dipercaya, namun disini justru letak pangkal paradoks ekonomi komunisme. Pada titik yang lain masyarakat komunis berubah menjadi ateis, sehingga hakekat makhluk hidup dimaknai kebebasan yang sebebasbebasnya untuk bekerja dan bekerja. Harus diakui bahwa pandangan sekulerisme ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang senantiasa menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akherat. Sebagai makhluk duniawi, Said Nursi mengajak generasi muda mengesakan Allah Swt. Namun sebaliknya pandangan sekuler Barat yang bercorak rasionalistikpositivistik indrawi menempatkan manusia hanya sebagai makhluk fisik-kimia yang tidak peduli nilai-nilai spiritual. Pandangan ini menyingkirkan Tuhan sebagai Pencipta. Seluruh proses alam dipandang “hanya kebetulan, tak ada campur tangan Tuhan”. Dalam bangunan filsafatnya, Decrates menekankan akal itu sebagai sumber

157 ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai tujuan akhir. Segala hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dipikirkan secara logika bukanlah ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman bahwa yang dijadikan landasan bagi dunia pendidikan modern adalah filsafat yang mengarahkan kepada pandangan materialisme. Kecenderungan ini menipakan akibat dari mengagungkan akal sebagai landasan berpikir. Dapatlah ditegaskan bahwa keempat aliran pemikiran filsafat dan landasan di atas yang berkembang menjadi pemikiran ekonomi ini berangkat dari kepentingan (internst) dan mengabaikan etika, itulah kuncinya. Baik sekulerisme, materialisme, komunisme maupun ateisme pada titik kebutuhan hakiki manusia sebenarnyalah dapat dikatakan "gagal" karena tidak mencapai tujuan hakiki perlunya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Kegagalan keempat aliran sebagai landasan pendidikan dan kehidupan tersebut terbukti dari manusia modem yang mengalami dilema hidup yang sangat memprihatinkan. Marxisme yang telah mencengkram Uni Sovyet kemudian hancur berantakan. Bukan hanya teori perjuangan kelasnya yang gagal, tetapi komunisme yang antiagama itu telah menyebabkan sebagian besar rakyatnya tidak bahagia. Sedangkan cita-cita dari pandangan hidup Said Nursi dalam konteks pendidikan akhlak adalah manusia ideal dalam sebagaimana Risale-i Nur adalah manusia yang dekat dengan Allah dan berperilaku seperti Nabi Muhammad. Tentu saja memiliki pandangan hidup yang jelas yakni mengesakan Allah, melalui asma' al-husna. Asma’ al-Husna yang terbuka di semesta alam ini adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. Kunci keluar dari dunia yang semakian materialistik ini adalah dengan cara iman dan mengamati asma Allah

158 yang terbentang di alam semesta ini, dan lebih khusus lagi menanamkan keimanan kepada hari akhir. Atau istilah yang sering digunakan Said Nursi adalah “Hizmetul iman wa al-Quran”, menurutnya sekarang ini adalah akhir zaman dan menyadarkan umat dari paham duniawi ke ukhrawi. Prinsip menguatkan keimanan diperlukan bagi generasi muda untuk melawan pandangan-pandangan hidup yang dapat merusak akidah generasi muda. Said Nursi meyakinkan generasi muda dengan mengatakan : "Zat yang menggenggam kendali semua unsur di alam ini pastilah juga memegang kendali semua unsurnya" (Said Nursi 2003a, hlm. 635). Generasi muda harus yakin bahwa kendali dalam kehidupan ini diciptakan Sang Pencipta yaitu Allah Swt dan sekaligus memegang secara penuh kendali kehidupan ini.

Relevansi dengan Tujuan Hidup Generasi Muda Salah satu ciri generasi muda adalah perubahan sikap serta sifat mengarah kedewasaan (Sudarsono 1993, hlm. 12-13). Generasi muda seperti ini mengalami perubahan dalam berusaha memahami kehidupan, terutama tujuan kehidupan. Jika dikaji dalam konteks kekinian, maka saat ini adalah masa di mana manusia telah memasuki era global atau milenium ketiga. Suatu zaman yang ditandai oleh era informasi yang merupakan revolusi teknologi yang menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Pengalaman sekarang menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya Barat ke dalam budaya Islam daripada sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan dominasi kultural yang tidak seimbang (Nata 2001, hlm.144-145) dan berdampak buruk bagi nilai-nilai moral dan etika yang

159 diajarkan dalam Islam. Generasi muda pun sudah ikut-ikutan mengadopsi pola kehidupan yang datang dari Barat tersebut. Kehadiran milenium ketiga yang ciri-cirinya disebutkan di atas, pada akhirnya akan menjadi tantangan yang serius bagi dunia pendidikan khusunya pendidikan akhlak. Tantangan tersebut antara lain, mampukah pendidikan akhlak menjadi pemeran utamanya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang hanya memenuhi aspek kognitif belaka, tetapi juga dalam aspek afektif yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan kedalam hati peserta didik yang pada akhirnya dalam aspek psikomotorik yang dapat diaktualisasikan kedalam bentuk amal-amal shalih dan akhlak yang mulia?. Mengapa tidak mungkin, Nabi Muhammad Saw dalam waktu hanya 23 tahun, atas pertolongan Allah telah dapat merubah seluruh tatanan kehidupan bangsa Arab Jahiliyah menjadi Bangsa yang beriman dan berakhlak mulia. Ternyata di tengah situasi sebagaimana di atas, prinsip pentingnya memahami hakekat hidup ini sangat berperan bagi generasi yang sedang menuju kedewasaan. Said Nursi mengarahkan tujuan seorang manusia itu kepada terciptanya manusia yang beriman dan memahami makna kehidupan yang seimbang. Seirama dengan itu tujuan yang mendasar dari pendidikan Islam mulai dari turunnya Islam itu sendiri hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman tetap tidak berubah, yakni untuk menjadikan manusia seorang yang berakhlak mulia. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda yang mafhumnya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menjadikan manusia berakhlak mulia" (HR. Al-Bazzaar). Pada saat ini bangsa kita telah mengalami kemerosotan dan kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Untuk meyelesaikan persoalan tersebut adalah upaya bagaimana untuk menanamkan keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. Upaya untuk

generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa generasi muda. keinginan untuk mendapatkan pengalam baru. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Berdasarkan pendapat ini secara agama orang yang sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindaknya berarti sudah balig. 149-150). hlm.160 menanamkan hakikat keimanan dan memang teguh al-Qur'an serta memahami hakekat penciptaan manusia. yaitu : adanya keinginan untuk mendapatkan perlindungan (security). (new experience). Menurut Thomas sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Ramayulis bahwa kebutuhan terhadap agama dimungkinkan karena adanya empat kebutuhan manusia.. hlm. kebutuhan nilai spiritual juga meningkat. dkk. Relevansi dengan Ibadah Generasi Muda Menurut Halem Lubis. Melalui pengalaman-pengalaman yang diterimanya dari lingkungan itu kemudian terbentuklah rasa keagamaan (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: . Baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat generasi muda muslim diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah Swt. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim di tengah-tengah menjalankan ibdah kepada Allah. keinginan untuk mendapatkan tanggapan (respons) dan keinginan untuk dikenal (recognation). 32-33).

maupun masyarakat pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. Lebih jauh Robert H. Bertaqwa kepada-Nya. . Mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. hlm. Pencapaian tingkat akhlak yang mulia merupakan tujuan pembentukan kepribadian muslim. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah. dan proses pemikiran (Robert 1972. hlm. Relevansi dengan Lingkungan Generasi Muda Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan. 187). Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. berbagai pengalaman. Berdoa kepada Allah. berpegang teguh pada al-Qur'an. keluarga. Tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya. Pada intinya ketujuh point di atas ingin menegaskan bahwa sejalan dengan prinsip keimanan. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. menyucikan diri. baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat untuk mengabdi kepada Allah SWT. Thouless mengklasifikasikan faktor-faktor yang dapat membentuk sikap keagamaan menjadi empat faktor utama. 43). khususnya pendidikan. memahami hakekat penciptaan manusia dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad Saw.161 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Senantiasa beriman kepada Allah. kebutuhan. yaitu : pengaruh-pengaruh sosial. masyarakat. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya (Jalaluddin dan Ramanulis 1998.

128). Akan tetapi seperti yang pernah disinggung bahwa pembentukan kepribadian jugs terkait dengan lingkungan pendidikan. tradisi-tradisi sosial. dan tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu. Jika tidak maka tidak tedadl kesempumaan dalam diri seseorang. Pengalaman alami atau moral misalnya mengenai keindahan. sekolah dan . Dimana setiap pribadi merasakan bahwa kesempurnaan diri akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. yang berarti tidak dapat dilakukan secara sendiri tetapi hares bersama atas dasar saling tolong menolong.162 Pengaruh sosial atau dapat disebut faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan di antaranya pendidikan dari orang tua. keselarasan. Terkait dengan lingkungan Islam melarang tegas umat manusia melakukan kerusakan di bumf. Faktor lingkungan ini mencakup tiga aspek penting yang tarot pula mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia. Ekologi diartikan sebagai lingkungan yakni sebagai segala sesuatu yang ads di sekitar manusia. aspek hubungan keluarga. baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan diri sendiri (Ali Anwar dkk 2005. baik binatang. Lingkungan pendidikan Yang biasanya dikenal adalah lingkungan keluarga. h1m. Karena itu. Sementara pengalaman emosional berhubungan dengan pengalaman mistik emosional keagamaan atau faktor afektif. dan kebaikan dari faktor alam. Setiap individu menempati posisi sebagai salah sate anggota dari seluruh anggota badan. kondisi sedemikian ini akan tercipta situasi saling mencintai. baik pengalaman yang berkaitan dengan tatanan alami atau moral maupun pengalaman batin emosional. Pertama. dan konflik moral. tumbuh-tumbuhan maupun bends tak bemyawa. Faktor pengalaman merupakan suatu faktor yang diakui dapat membantu tumbuhnya sikap keagamaan.

Kemudian lingkungan sekolah. Artinya bahwa situasi lingkungan akan dapat tercipta bilamana situasi politik pemerintah mengizinkan. Salah satu tabiat manusia adalah memelihara diri sendiri. Keluarga orang kaya dengan orang miskin. Tetapi. tidak disebutkan tapi. Hubungan ini sebenarnya memiliki juga pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan akhlak. aspek hubungan sosial.163 masyarakat. namun pada prinsipnya aspek ini termasuk dalam prinsipnya dalam membina diri meneladani Nabi Muhammad. kerabat. keluarga yang beranggota sedikit dengan yang banyak dan sebagainya. Ungkungan masyarakat dikaji oleh Said . artinya kondisi yang baik dapat didukung oleh pengambil kebijakan politik negara tersebut. rekanan. penjelasan mengenai hubungan pendidik dan peserta didik sebagai mana di atas setidaknya telah cukup membenkan gambaran untuk itu. aspek hubungan formal. Keluarga perdesaan dan perkotaan pun sudah berbeda dari cars dan pola kehidupannya. Manusia sebagai makhluk sosial bahwa manusia di alam ini memerlukan kondisi yang balk dari luar dirinya. keturunan. Kalau lingkungan keluarga dibahas tentu perlu pertimbangan ciri khas yang berkaitan tentang lingkungan tersebut. Said Nursi memang tidak secara khusus membicarakan ini. Ini pun dianggap sebagai peninggalan yang bersifat tradisional. tetangga dan teman. Kedua. ketiga aspek uraian di atas setidak dapat memberikan gambaran bahwa Said Nursi cenderung secara lebih khusus membicarakan lingkungan pendidikan di dershane. Ketiga. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berbuat baik dari saudara atau anak. Karena diakui atau tidak kondisi yang berada di masyarakat sangat dipengaruhi kebijakan politik pemerintah.

hlm. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. Relevansi dengan Situasi Kejiwaan Generasi Muda Menurut Kartini Kartono. pemuda-pemuda. dianggap sanggup berdiri sendiri. berlaku jujur dan peramah. dan pemimpin Islam adalah mendidik anak-anak. Said Nursi tidak membatasi tanggung jawab pendidikan akhlak hanya tanggung jawab orang tua dan guru.164 Nursi secara lugs karena proses politik dan lingkungan social semasa penuligan Risale-i Nur dan berbagai persidangan mendeskripsikan tersendiri dari situasi lingkungan masyarakat.184). secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. putra-putri. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. guru agama. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. karena hidup bermasyarakat adalah tolong menolong. berkasih sayang antara satu dengan lainnya…(Zainuddin 2001. Menurut pendapatnya Mahmud Yunus seperti yang dikutip Zainuddin dkk. 54) . hlm. orang-orang dan masyarakat umumnya supaya semuanya itu berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang halus. Bagi Said Nursi pemuda adalah sebagai penerus generasi di masa depan. dan menemukan indentifikasi dengan obyek-obyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas hidupnya (Kartono 1990. berlaku adil dalam segala hal. Secara umum dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan akhlak Said Nursi sangat luas. Kondisi lingkungan terdekat sampai kondisi lingkungan yang paling jauh di dalam strata sosial masyarakat yang menekankan prinsip ketelandanan.33 dan hlm. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. mengemukakan bahwa : Tugas yang utama dan terutama yang terpikul atas pundak alim ulama’.

hlm. Karenanya. tetapi tidak terlalu kenyang dan juga tidak terlalu lapar. para generasi muda diharapkan tidak sombong dan bermegah-megah terhadap kawankawannya dengan harus yang dimiliki orang tuanya. Maka. takwa dan sadakah harus terbangun dalam jiwa anak muda. Suka berkata benar. melatih cara makan dan minum yang dapat menyehatkan tubuh. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. Ajaran Islam selalu membimbing dan mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia karena dengan itulah mereka akan hidup selamat di dunia dan di akhirat.165 Kutipan menjelaskan bahwa tugas orang tua. agak lapar justru akan lebih baik. Karena itu. Prinsip meneladani nabi Muhammada Saw juga bagian integral yang tidak dapat dipisah-pisah misalnya . Pembicaraan yang kotor supaya dihindarkan. generasi muda harus aktif di dalam pembentukan akhlaknya. prinsip-prinsip pendidikan akhlak misalnya menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat bias merubah situasi kejiwaan yang tidak stabil dan emosional dalam menentukan jalan hidup dan mencapai cita-cita hidup. Demikian juga dalam hal cara berpakaian juga sangat penting diperhatikan. bukan untuk kenikmatan. dan hormat pada orang lain . 15). Kemudian. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. guru agama dan masyarakat dan pendidik lainnya adalah sangat berat karena ditangan merekalah akhlak anak akan dibentuk. Menurut Sudarsono. melalui pembinaan yang mengetahui tingkat kejiwaan bagi generasi muda perlu dilakukan. jujur. Cara lain bagi generasi muda tidak membiasakan diri makan dan minum yang memabukkan. Untuk itu sifat ikhlas. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993.

takut mati dan kesedihan. Dalam tahap perkembangan pribadiannya ini generasi muda tergantung dengan situasi sosialnya. Relevansi dengan Tahapan Perkembangan Kepribadian Generasi Muda Dalam tahapan ini generasi muda dirumuskan dalam 2 (dua) tahapan yaitu tahap perkembangan dan tahap pembentukan. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul . walau pada masa muda. Masa muda merupakan masa kematangan seksual. tahap perkembangan sosial. Hal ini merujuk dari berbagai perasaan telah berkembang pada masa muda.166 juga ditekankan. Sebaliknya bagi muda yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat kearah hidup yang religius pula. berkendaraan. Diharapkan seorang pemuda dapat menjadi orang yang suci. muda lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual negatif. Paham keagamaan generasi muda akan ditandai oleh adanya pertimbangan sosial. Perasaan sosial. Sehingga. suka berkata benar. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super. Said Nursi memberikan perhatian utama kepada situasi kejiwaan generasi muda dengan nilai-nilai akidah dan iman bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sejak dini ketangguhan mereka untuk memperlemah sumber penyakit jiwa. misalnya marah. dan lainnya perlu diperhatikan. Gerak tubuh seperti berjalan. tidak hanya suci menjelang ajal. ketika pada masanya para generasi muda itu sudah benar-benar siap dalam menghadapai kehidupan yang luas ini. Pertama. etis dan estesis mendorong generasi muda untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya.

kesejahteraan. Adaptive. tindakan dan perilaku. 76). taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi. maka para generasi muda lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. Sedangkan masalah akhirat dan keagamaan hanya sekitar 3. merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama. kehormatan diri dan masalah kesenangan pribadi lainnya. mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik.167 konflik antara pertimbangan moral dan material. menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat (Jalaluddin 2002. Submissive. . perkembangan moral para generasi muda bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. perkembangan jiwa dalam konteks sosial tidak berpandangan materialis dan asosial tapi justru mendapat dorongan yang mulia untuk mengembangkan jiwa-jiwa sosial dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Generasi muda sangat bingung menentukan pilihan itu. 75). maka dalam perkembangan sosial generasi mudah untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan berprinsip menguatkan iman serta meyakini diri akan hari kiamat yang diaplikasikan lewat sikap. kebahagiaan. Berdasarkan pertimbangan di atas. Unadjusted. Tipe moral yang juga terlihat pada para generasi muda juga mencakupi : self-directive.8 %(Jalaluddin 2002.6 %. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi. Sehingga. masalah sosial 5. dan Deviant. belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral. Kedua. hlm. hlm. Hasil penyelidikan Ernest Harms terhadap 1789 generasi muda Amerika antara usia 18 – 29 tahun menunjukkan bahwa 70 % pemikiran generasi muda ditujukan bagi kepentingan: keuangan. tahap perkembangan moral.

Penanaman pengetahuan dan pemahaman tentang agama pada masa ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan rasa keagamaannya pada jiwa manusia. karena sifat keterbukaannya kepada temannya lebih banyak daripada kepada pendidiknya. pengawasan pendidikannya tidak hanya sebatas ketika anak berada di sekitarnya. . Padahal kalau ia mendapatkan kesulitan. dan bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya. Pada masa generasi muda berkisar antara umu 13-18 tahun. antara lain: a) Harus mendidiknya agar selalu tekun menjalankan perintah agama b) Menanamkan kebiasaan yang selalu ingin berbuat baik kepada orang tua. generasi muda sudah memiliki kamatangan seksual yang bisa saja disalahgunakan bila pendidik kurang teliti mengawasinya. kebiasaannya berpikir berdasarkan pengalaman-pengalamannya. Dalam rentang usia ini keingintahuan anak terhadap agama sangat tinggi. munculnya rasa keagamaan dimulai dari sejak lahir. Dan perlu diketahui pada masa ini. tetapi justeru berasal dari teman-temannya yang rusak akhlaknya. Karena anak tersebut punya cenderungan ingin bebas dari pengawasan pendidiknya. kegagalan penanaman rasa keagamaan akan membuat kelabilan jiwa dan menumbuhkan sikap yang anti agama. Maka perlu mencari cara-cara yang lebih tepat digunakan untuk mendidika anak tersebut. bukan orang lain. Karena itu. tetapi ia harus tanggap dan teliti terhadap pergaulan anak didiknya ketika bermain dengan temannya di luar jam pelajaran. Pertanyaan tentang Tuhan dan hal-hal yang ghaib sangat menarik bagi si anak. Sebaliknya. pendidiklah yang lebih dahulu mengatasinya. Bahkan lebih aneh lagi. maka dikhawatirkan pengalaman yang pernah dialaminya bukan bersumber dari sekolahnya. Masa yang rentan dan pertumbuhan yang kuat dalam hal ini hingga mencapai umur 12 tahun (masa anak-anak).168 Dalam tahapan-tahapan perkembangan diri manusia. teman-temannya. guru.

kemudian ia menemukan arti dan nilai-nilai tertentu yang bermanfaat terhadap pembentukan sikap dan perilaku yang baik baginya. yaitu faktor hereditas. hlm. Hanya yang sulit jika ia tidak pernah tersentuh oleh akhlak sejak ia masih kecil sampai terjerumus ke dalam lembah kerusakan moral. e) Selalu menjaganya agar tidak membaca buku-buku porno dan film-film cabul. Masa dewasa. faktor hereditas yang berkaitan erat dengan kedua orang tua (ibu-bapak). c) Pendidik harus mendesak untuk menerapkan pendidikan akhlak (etika) yang pernah di dapatkannya di sekolah maupun di tempat lain. tidak sulit asalkan jiwanya sudah terisi nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan. Karena sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada anak dikatakan keturunan jika hal tersebut diwariskan atau diterima dengan sel benih dari generasi lain (Purwanto. 35-37) Pertama. . faktor pembawaan. hlm. antara lain: a) Pendidik harus memberi keterangan kepadanya tentang tujuan akhlak baik dan kemudhoratan akhlak buruk b) Harus selalu mengontrol segala tingkah lakunya dan menasehatinya bila ternyata ia melakukan penyelewengan agama atau norma-norma sosial. Adapun yang diwariskan orang tua kepada anak berbentuk sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu pada bentuk fisik. Keemua diterima anak dari sel benih kedua orang tuanya. 64). Cara-cara yang harus dilakukan dalam pendidikan akhlak anak tersebut. dimana ia sudah memasuki jenjang pendidikan tinggi.169 c) Selalu mengawasi pergaulan dengan anak yang buruk akhlaknya. bentuk wajah. dan mengarahkannya agar bergaul dengan anak yang baik d) Selalu menasehati bila ia hendak keluar rumah dan mengingatkannya agar selalu berhatihati ketika ia berbuat dan bergaul dengan teman-temannya. Sebenarnya mendidik akhlak anak yang sudah dewasa. dimaksudkan adalah umur 19 tahun ke atas. dan faktor lingkungan (Zakiah 1996. Perkembangan sikap keagamaan pada manusia dipengaruhi tiga faktor utama. Berarti pada masa ini. gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh dan juga sebagian kecil sifat emosi. anak sudah dapat menghayati pengalaman-pengalaman hidup yang pernah dialaminya sejak kecil hingga dewasa. 1997.

karena daya ini dapat lahir dari penyajian materi secara rasional serta rangsangan pertanyaan melalui diskusi. Hasan Langgulung red). 92).115). Karena itu. Kedua memahami nilai-nilai masyarakat sekitar. kemampuan berjalan. disertai sentuhan-sentuhan kepada kalbu. tetapi pembinaan jiwa dan pembinaan akal sekaligus tanpa mengabaikan unsur jasmaninya. Potensi tersebut misalnya. seringkali ditemukan uraian-uraian yang disajikan dengan argumentasi logis. bukan hanya kesucian jiwa yang diperoleh tetapi juga pengetahuan yang merangsang daya cipta. Al-Qur’an tidak memisahkan unsur jasmani dan rohani. Potensi-potensi di atas merupakan pembawaan bagi setiap anak yang dilahirkan. maka kualitasnya akan sangat baik demikian juga sebaliknya (Rohmalina. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa bagi pendidikan Islam prinsip utama dalam pengembangan sumber daya manusia. 2002. Diharapkan dengan melaksanakan prinsip atau konsep ini. Dengan demikian peningkatan sumber daya manusia berarti peningkatan pendidikan dan pengetahuan. dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di . Ketiga. hlm. tahap pembentukan kepribadian muslim. pertama peserta didik harus dihadapi secara totalitas unsur-unsurnya. Kualitas kreativitas seseorang dalam masyarakat tidak saja tergantung pada hasil pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga oleh nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakatnya (peradaban. dan lain-lain yang nanti potensi ini memang benar-benar terbukti meskipun tetap tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. hlm. berbicara. Jika nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan sumber daya manusia.170 Selanjutnya faktor pembawaan adalah seluruh potensi yang terdapat pada individu dan pada masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (Mudjakir dan Sutrisno 1997.

mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah. menyucikan diri. keluarga. Baik sebagai individu maupun sebagi ummah. tentunya tidak terjadi secara spontan. membiasakan untuk menghargai peraturan-peraturan dalam rumah tangga. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: a) Senantiasa beriman kepada Allah b) Bertaqwa kepada-Nya a. 2002.171 lingkungan rumah tangga.115) Jadi yang harus ditanamkan di dalam lingkungan keluarga selaku unsur terkecil dari masyarakat adalah dasar-dasar aqidah yang benar dan akhlak mulia. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya b. sehingga ketika dewasa anak menjadi terbiasa. Berdoa kepada Allah. pada garis besarnya merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam komponen pembentukan akhlak . Cerminan dari ciri-ciri kepribadian muslim seperti yang dikemukankan tersebut. membiasakan untuk memenuhi dan kewajiban antara sesama kerabat (Rohmalina. Semuanya berjalan dalam proses yang panjang dan berkesimanbungan. memelihara anak dengan kasih saying. hlm. mupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. memberi tuntunan akhlak kepada keluarga. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. baik sebagai individu maupun sebagai ummah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Pembentukan kepribadian pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman. Menanamkan dasardasar nilai tersebut dimulai sejak. c. masyarakat. Perubahan sikap.

Sikap tersebut meliputi: (1) Memperlakukan binatang dengan baik dan (2) Menjaga dan memelihara kelestarian alam (Jalaluddin dan Usman 1996. hlm.172 yang mulia dari sumber ajaran al-Quran. Hubungan baik inilah merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian muslim secara individu. Cinta dan penuh harap kepada Allah Swt (Jalaluddin dan Usman 1996. Bersyukur hanya kepada Allah Swt 5. hlm. dan hubungan baik antara sesama manusia (hablumminannas). dan menghargai status manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia (Jalaluddin dan Usman 1996. Saling menghargai. Takut akan kehilangan rahmat Allah Swt 10. Untuk . Penuh harap kepada Allah Swt 7. Berakhlak mulia. maupun denga makhluk Tuhan (hablimminal `alam). menambahkan bahwa akhlak kepada sesama manusia. memuat pengertian mampu menjalani hubungan yang baik antara hamba dengan Allah (hablumminallah). 61-61). 82). Jadi pada dasarnya pembentukan kepribadian muslim merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlakul karimah. Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menunjukkan sikap yang serasi terhadap lingkungan sekitar. Selanjutnya Jalaluddin dan Usman Said. Menurut Jalaluddin dan Usman Said bahwa akhlak terhadap Allah meliputi: 1. Ikhlas menerima keputusan Allah Swt 6. Dalam Islam juga mengajarkan faktor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian muslim. secara garis besarnya meliputi sikap yang baik seperti: Menghormati dan menghargai perasaan kemanusiaan. Takut akan siksa Allah Swt 9.84-85). Mengabdi kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya 2. Memenuhi janji dan pandai berterima kasih. Begitu juga akhlak terhadap lingkungan sekitar kita (alam). Berserah diri kepada ketentuan Allah Swt 4. Takut kehilangan rasa patuh kepada Allah Swt 8. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah Swt 3. Mohon pertolongan kepada Allah Swt 11. hlm.

Pembentukan kepribadian melalui pendidikan tanpa henti (long life education). Berdasarkan penjelasan di atas dapat dengan mudah diidentifikasi prinsip yang ada yakni ikhlas. Pendidikan di keluarga dan masyarakat yang mendorong Said Nursi untuk aktif mendidik masyarakat dan menyebarkan dakwah Islam. Risale-i Nur telah memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. dan berimbang. sejak lahir hingga akhir hayat.173 itu setiap muslim dianjurkan untuk belajar seumur hidup. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. terarah. sebagai suatu rangkaian upaya menuntut ilmu dan nilai-nilai keislaman. menyeluruh. . Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh. Bab 5 PENUTUP Kesimpulan Dari rangkaian diskusi dan beberapa uraian di atas. Dalam konteks pendidikan akhlak Said Nursi adalah salah satu tokoh dalam bidang akhlak yang konsisten terhadap pembinaan generasi muda. takwa dan sedekah. Media yang digunakan adalah Risale-i Nur yang merupakan karya monumental Said Nursi. Dan senantiasa menjalankan sunah Nabi Muhammad dalam rangka membentuk kepribadian muslim yang diharapkan. sejak dari buayan hingga ke liang lahat.

pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. alam semesta dan Allah. berpegang pada al-Qur'an. Said Nursi meyakini bahwa iman pokok dalam menjalani kehidupan. pentingnya memahami alam semesta. pentingnya meyakini hari kiamat. Akidah generasi muda cenderung tidak . Prinsip menguatkan iman sangat relevansi bagi sikap akidah generasi muda. Untuk mencapai manusia seperti Nabi yang seimbang atau harmonis Said Nursi dengan interpretasi terhadap manusia. 3. alam semesta dan Allah melahirkan prinsip-prinsip dalam pendidikan menguatkan akhlak menurut pandangan teguh Said Nursi yaitu keimanan. takwa dan sedekah. pentingnya memahami asma' al-Husna. Iman yang dimaksud adalah iman yang tercukup dalam rukun iman.174 2. Dasar keimanan adalah kalimat kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. Pendidikan akhlak Said Nursi didasari atas pemahamannya terhadap al-Qur’an dan ilham dari Allah Swt. meneladani nabi Muhammad Saw. dan menanamkan ikhlas. Hal yang paling prinsip dalam memperkuat pemahamannya adalah interpretasinya tentang manusia. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. Tugas pokok dari pendidikan akhlak adalah memperkokoh prinsip-prinsip yang dimiliki oleh manusia untuk mencapai tingkatan manusia seperti Nabi yang harmonis dan seimbang secara positif yang melahirkan sikap hidup mulia dengan akhlak karimah. 4.

6. dengan ketakwaan . berpegang teguh pada al-Qur'an. Prinsip meneladani Nabi Muhammad dan menanamkan ikhlas. Said Nursi menekankan ikhlas karena keikhlasan akan membimbing manusia menjadi suci dan mulia. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an dan prinsip memahami hakekat penciptaan manusia. terkait dengan generasi muda cenderung senang pada gagasan-gagasan segar yang memainkan akal. memahami asma' al-husnah. sehigga melahirkan pandangan sekulerisme. suatu tujuan hidup terombangambing tidak jelas arahnya. mencapai tujuan hidup Said Nursi agar generasi muda berprinsip menguatkan iman. karena itu Said Nursi menekankan agar menguatkan iman. materialisme. 7. Said Nursi meyakinkan generasi muda agar sepegang teguh pada al-Qur'an dan memahami hakekat penciptaan manusia sebagai pedoman sekaligus pandangan hidup. memahami alam semesta. 5. Untuk itu. Padangan berdasarkan akal inilah yang lebih diminati. takwa dan sedekah sangat relevan dengan ibadah generasi muda. mengetahui tanda-tanda hari kiamat dan meyakini hari kiamat.175 didasari keyakinan yang kokoh. memahami penciptaan manusia. Prinsip-prinsip ini sangat menopong terbentuknya manusia yang bertujuan hidup yang jelas. komunisme dan ateisme yang merusak pemikiran generasi muda. Mengenai tujuan hidup generasi muda pada masa mudah cenderung hedonis dan duniawi.

Dalam tahapan perkembangan dan lingkungan yang di dalamnya terdapat generasi muda. sedangkan dengan sedekah menjadi manusia yang dermawan dan berjiwa sosial. 10. takwa dan sedekah secara integratif. Selanjutnya dapat ditegaskan disini bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi sangat bermanfaat sekali bagi generasi muda yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Nabi Muhamamd Saw. 9.176 menjadi manusia yang berakal dan tenang. pentingnya memahami asma' al-Husna. Dalam konteks situasi kejiwaan generasi muda diharapkan selalu mampu melakukan perubahan jiwa dengan prinsip keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat dengan keyakinan dan pengamalan hidup yang mendalam. Said Nursi sangat yakin melalui tahapan pembentukan akhlak yang akrab dengan lingkungan. pentingnya memahami alam semesta. Saran-saran . takwa dan sedekah. 8. meneladani nabi Muhammad Saw. maka generasi muda berprinsip menguatkan keimanan. baik secara teoritis berdasarkan alQur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. teguh pada al-Qur'an. Generasi muda harus senantiasa meneladani dan menanamkan nilai-nilai ikhlas. pentingnya meyakini hari kiamat. maka kehidupan generasi muda akan menjadi lebih baik lagi. memahami hakekat penciptaan manusia. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. dan menanamkan ikhlas.

177 Perlu diketahui bahwa sekarang di Indonesia nama Bediuzzaman Said Nursi sudah mulai populer menyemarakkan sederetan tokoh pemikir Islam kontemporer lainnya.bukan hanya kelas menengah ke atas saja (melalui kajian-kajian atau majelis ta'lim). Untuk itu. ada beberapa hal dari hasil penelitian ini yang patut untuk dijadikan saransaran sebagai berikut : Pertama. Kedua. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kaum akademisi sudah tentu menjadi sebuah khazanah keislaman yang perlu direspons secara positif melalui kegiatan-kegiatan ilmiah. lainnya agar ilmiah serta dapat di di kampus. Melihat kajian-kajian Risale-i Nur selama ini berkutat seputar penguatan akidah (bukan fiqh dan khilafiyah). namun hendaknya menyentuh kebutuhan masyarakat kelas bawah seperti di desa-desa . lembaga. mencerdaskan dan menambah wawasan masyarakat. salah satunya yakni meneliti aspek-aspek ulama besar Turki ini. perlu disederhanakan melalui dua cara. . Karenanya. Islam informal memperoleh pemahaman utuh dari Risale-i Nur tersebut melalui kajian-kajian rutin. berikut pula karya tafsir Risale-i Nur. tinggi. maka perbaikan cara mensosialisasikannya sangat relevan. penyajian bahasa dalam Risale-i Nur yang banyak mengandung analogi yang kadangkala sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat awam. yaitu ringkasan-ringkasan tematik (bentuk tulisan) dalam bahasa yang lugas dan singkat serta suguhan contoh yang rill sesuai dengan kodisi masyarakat dan metode diskusi (seperti pola dershane). perguruan pendidikan mengadakan dan di kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah.

2. mengembangkan pola pendidikan dershane bagi peserta didik dan masyarakat umum secara terpadu. 3. Secara implisit diketemukan semangat penanaman prinsip-prinsip pendidikan akhlak yang berkiblat kepada satu arah yakni Risale-i Nur dan al-Qur'an. kesimpulan di atas membawa beberapa implikasi ke luar dari pokok pembahasan penelitian. Ternyata usaha mentransformasikan nilai-nilai dan membina kepribadian umat Islam ditinjau dari sudut pendidikan . Dari aspek pendidikan akhlak Said Nursi menginginkan realisasi prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara unversal dalam diri manusia. 4. Implikasi Penelitian Pada taraf yang lebih operasional. Pendidikan akhlak yang berfungsi untuk memperkokoh daya- daya positif yang natural di dalam diri manusia mengharuskan ada sistem pendidikan akhlak yang didasarkan pada perkembangan jiwa manusia secara integral. Semua ini bertujuan berangkat dari pemahaman pandangan dasar hidupnya tentang ketuhanan dengan mengokohkan akidah dan menggairahkan ibadah. sehingga terwujud suatu kondisi di mana tradisi "pengajaran" dan "pendidikan" yang integral bisa diterapkan secara nyata. 1.178 Ketiga. Dari pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi di atas penulis menemukan beberapa implikasi positif dan implikasi negatif terutama untuk menjawab relevensi dengan kebutuhan bagi generasi muda.

179 walaupun relatif sukses. Secara rasional mempelajari Risale-i Nur juga berarti mempersiapkan generasi muda untuk menangkal dalil-dalil yang bertentangan dengan ajaran Islam. 6. namun memerlukan tindak lanjut atau kontribusi dari berbagai kalangan. Dalam proses pengajaran Said Nursi dengan menggunakan metode dershane atau semacam ataupun halaqah dengan yang mempelajari ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu berkaitan dengan pengetahuan umum. Oleh karena itu. karya yang Said Nursi wariskan ini hendaknya dikembangkan dalam bentuk riset lanjutan dengan membahas tema-tema lain yang banyak dikandung dalam Risale-i Nur. . namun tiada tawaran secara kongkrit dan solusi yang jelas dan tepat dalam menghadapi dan menangkal tantangan peradaban Barat yang menurut beliau sudah sesat karena menuruti hanya hawa nafsu belaka dan menurut beliau peradaban Islam yang ditegakkan atas ajaran al-Qur'an dan al-Hadits lebih baik dari peradaban Barat. khususnya para pencinta ilmu. disini kita dapat melihat kekurangan dari metode pengajaran Said Nursi yang mana tidak adanya adanya kejelasan dari disiplin ilmu yang diajarkan sesuai dengan disiplin keilmuwan yang secara khusus diajarkan tersendiri dan tidak tersusunnya materi pelajaran yang diajarkan kepada siswanya. 5. Namun dalam hal modernisasi menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi hanyalah sebatas penjelasan-penjelasan dan argumentatif.

Rekomendasi Beberapa implikasi sebagaimana di atas mengisyaratkan adanya upaya upaya penelitian lebih lanjut. Sehubungan dengan implikasi di atas. tetapi memiliki kemampuan "meneladankan" nilai-nilai positif kepada peserta didik.180 7. guru. Dalam proses pembelajaran aspek yang dikedepankan adalah bagaimana audiensnya dapat lebih menambah wawasan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam dan menambah ketaatan beragama dengan tidak mengabaikan disiplin ilmu lain. seperti ilmu pengetahuan umum. Kemudian. namun tidak melupakan modernisasi walaupun itu hanya sebatas pengetahuan yang tidak mendalam. proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Said Nursi kalau kita cermati lebih mengutamakan untuk perbaikan diri dan hubungannya dengan iman dan kesalehan diri. namun disini terjadi suatu ketidakjelasan arah pendidikan yang ditawarkan oleh Sadi Nursi siswanya akan diarahkan kemana ?. guru atau pendidik memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan yang benar dan dengan jalan yang benar pula. Disamping itu. dapat dikatakan bahwa implikasi dari prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tidak hanya memberikan kemungkinan kepada para ilmuwan. pendidik untuk dapat menguasai materi belaka. baik ilmuwan. Adapun berdasarkan persoalan akhlak yang penulis .

ruh dan emosi menuju akhlak mulia dalam pandangan Said Nursi. Kriteria murid yang ideal dalam pandangan Said Nursi. Guru yang profesional dalam pandangan Said Nursi. Strategi pengembangan jiwa. 11. Etika belajar-mengajar dalam proses pendidikan Islam dalam pandangan Said Nursi. Dasar-dasar epistemologi penerapan akhlak menurut Said Nursi. masalah-masalah secara spesifik yang selanjutnya perlu kiranya untuk dikaji lebih lanjut antara lain : 1. 5. REFERENSI . 2. Analisis politik kebijakan pendidikan pemerintah Turki terhadap gagasan Risale-i Nur dalam upaya pembentukan masyarakat madani. Peranan para orang tua. 4. 8. Prinsip-prinsip filosofis dalam pendidikan Islam dan Akhlak dalam kandungan Risale-i Nur . Konsep metafisika Said Nursi sebagai landasan mencapai tujuan hakiki dan proses pendidikan dan kehidupan.181 kemukakan. dan masyarakat dalam interaksi paedagogis Said Nursi dalam proses pembentukan akhlak mulia 6. 10. Konsep pendidikan dershane Said Nursi dalam meningkatkan akhlak. murid. 7. 3. 9. Rancangan kurikulum pendidikan Islam dalam proposal Medreset at-Zehra.

Abu Hamid 2003. Islam dan Filsafat Sains (diterjemahkan oleh Saiful Muzani. “Bediuzzaman Said Nursi : The Kalam Scholar of the Modem Age”. Sunny Press. Siti Taurat. Ibrahim M (Ed) 2003. Sharikat al-Nast li al Tiba’ah. Pengenalan Sejaruh AI-Our’an. Jakarta. Islamika. Sharikat al-Nast li alTiba’ah. Risminawati 1990. Turki. Al-Brayary 1988. Ali. Tahfut al-Falasifah (diterjemahkan oleh Ahmad Maimun). Global Pustaka. Islam at the Crossroads On the Life and Thought of Bediuzzaman Said Nursi. Yogyakarta. Al-Ghazali. Bandung. Said Nursi al qadr . Sundari. Beirut.182 Abdurrahmansyah 2002. Mizan. Abu-Rabi. Falsafah Pendidikan Islam. Madrasah Pendidikan Jiwa. Al-Syaibany.Istanbul Turki. Gema Insani. Al-hamid. Tahzib al-Akhlak wa Thahhir al-Araq. USA A]-Attas. Solo. Jakarta. Ramadhani. ________1995. Abdul Hamid 2003.fi hayat ummah. Ibn (Ed) 1398 H. Sozler Publication. Yogyakarta. Istanbul Turki. Dar Maktabat al-Hayat. Aly. Pengatar Etika Islam. Omar Mohammad Al-Thourny 1979. Said al-Nursi Raj 'al al-qadr fi hayat ummah. Istanbul. Sintesis Kreatif (Pembahanian Kurikulum Pendidikan Islam Ismail Raji' al Faruqi). Penerjemah : Atik Fikri Ilyas. dalam Third International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi 24-28 th September 1995. Jakarta. . Al-Khathib. Bulan Bintang. RajaGrafindo Persada. Syed Muhammad Naquib 1995. Ibn Miskawaih (Penulis). Al-Balali. Muhsin 1999. Urkhan Muhammad 1995.

Nuansa. Ilmu Pendidikan Islam. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Al Ikhlas. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Arifin. Solo. Hery Noer 1999. Qisthi Press. Mizan. ________1996. ___________. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Dja’far 1980. Filsafah dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Logos Wacana I1mu. Surabaya. Bahreisj. Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner). Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru). Daud. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Bahan Sosialisasi).183 Aly. Jakarta. Amir. Bumi Aksara. Bandung. Amin. Khalil Ibn Ibrahim 2005. Bandung. Bumi Aksara. Ramadhani. Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). Zakiah 1992. Sabar (diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman). Hussein 1980. Wan Mohd Wan 1999. Ilmu Mantiq. Depdiknas. Logos. Jakarta. Azyumardi 2000. 2000. 1996. Aziz. Muhammad bin Abdul 2001. Perjalanan Menuju Tuhan dari Maqam-maqam Hingga Karya Besar Dania Sufi. . Metodologi Pengqjaran Agama Islam. Laleh 2001. Bakhtiar. Naquib Al-Atlas. Keajaiban Penciptaan Makhluk Sebuah Telaah Ibnul Qayyim. Jakarta. Penerbit Bumi Aksara. Al Khudhairi. Daradjat. Balitbang Depdiknas 2003. Muzayin 1991. Azra. Bumi Aksara. Jakarta. 1lmu Pendidikan Islam. ________. Bumi Aksara.

M. Fethullah 2002. Ali 2000. AI-Quran dan Tejemahnya. kgilimade Bednizz-aman Alfodeli. Kanisius. Yogyakarta. Jakarta. Madinah Al Munawwarah. Proyek Pusat Pengembangan Penataran Guru Djamarah. Jundi. Ma’rifatullah (Ilmu Mengenal Allah). Erich 1995. Aswan 1996. Hadi. Mushraf Asyarifah. Istanbul. Mahdi 2001. Mizan. Hitty. Educational Principles and Methods (The Paper Presented in The Fifth International Symposium On Badiuzzatnan SaidNursi). Bandung. The Macmillan Press. Jakarta. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Jusuf. Sakir 2002. Sozler Publication. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Stategi Belajar Mengajar. New Haven. Gymnasitiar. RajaGrafindo Persada. Ertugrul. Gozutok. Bandung. Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesi. Studi Islam: Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta. Raja Grafindo Persada. Islam Setelah Komunis (diterjemahkan oleh Ibnu . P. Sains Menurut Al-Quran (diterjemahkan oleh Agus Efendi). Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. dkk. Evy Saifullah (Ed). 1974. Yeni Asya Yayinlari. The Risale-i Nur In The Context of. MQS Press. Anwar 1992. Jakarta. 1986. Tertulis. Balai Pustaka.184 Departemen Agama RI dan Mesir 1997. Hasan. Gulen. London. Abdullah 2000. Yale University Press. Jakarta Fromm. M. Istanbul. Syalful Bahri dan Zain. History of the Arabs. Rineka Cipta. Physco-analysis and Religion. Djajadisastra. Halit 1994. Ghulsyani. Philip K. Hardono 1994.

Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Hasan Tamirn (Ed). ”Pendidikan Islam dalam Masyarakat Demokrasi”. Membangun Paradigma Psikologi Islami . Karakteristik. Hasan 1992. Jakarta. Ibn 1398. Tahzib al-Akhlaq. Kartasura. Miskawaih. Bairut. Ahmad Syafi’i 2000. Globalization Ethics and Islam (The Case od Bediuzzaman Said Nursi). Solo. Mulyasa. Maududi. Religion and Social Change in Modern Turkey : The Case of Bedfuzzanian Said Nursi. Margono 1997. PT Remaja Rosda Karya. Ahmad D 1976. Jakarta. Burlington USA. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Jamaludin. Tuwah dkk (Ed). CV Toha Putra. Fuad (Ed) 1996. Ian dan Ibrahim Ozdemir 2005. Murodi dkk. Metodologi Penelitian Pendidikan. MSI UII dan Safiria Press. Huru-hara Akhir Zaman : Penjelasan Terakhir Untuk Umat Islam (diterjemahkan oleh Abu Adam Aqwam). Jakarta. Serif. 2001. Krisis dalam Pendidikan Islam. Ramadhani. SIPRESS. 2002. Wawasan Al-Quran tentang Keseimbangan dan Pelestarian Alam) dalam Islam Humanis. 2003. Fajar Pustaka Baru. Semarang Muchtar. Juni 2003. Moyo Segoro Agung. Mastuhu 1999. Jakarta. Yogyakarta. Jakarta. Markban. Marimba. Anwar Jundi. Bumi Aksara. Mardin. Jakarta. Myers. Menembus Cakrawala Islam. Abu A’la. M. Al-Mawardi Prima. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep. Nashori. Solo. Logos Wacana Ilmu. Jakarta. Albany. Langgulung. Pustaka Al-Husna. . Amin Muhammad 2003. _________2003." Nomor 1 volume III. Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam). USA. Zaman Keemasan Islam (Para Imuwan Muslim Pengaruhnya terhadap Dunia Barat). Maarif. 1989. ________. Sejarah Kebudayaan Islam.185 Muhammad dan Fakhruddin Nursyam). Gema Insam Press. 1995. Rineka Cipta. Eugene A. Jakarta. Yogyakarta. E. Yogyakarta. Ashgate Publishing Company. Asas-Asas Pendidikan Islam. dan Implementasi. (diterjemahkan oleh Su’du Su’ud. Aflatun dkk. 1989. Filsafat Pendidikan Islam. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 Century).

________ 1999a. Sozler Nesriyat A. (diterjemahkan oleh Anwar Fakhri Omar. Bediuzzaman Said. Bediuzzaman Said Nursi (Tarihce-i Hayat). Jakarta. ________ 1999c. Jakarta. Jakarta. Istanbul. Turki. Nursi. Sozler Nesriyat A. Ciputat. ________ 2000a. Shiqak al-Islam. Filsalat Pendidikan Islam I.S. Bina Aksara. Universitas Indonesia Press. Istanbul. 1990. ________ 1999b. Logos Wacana Ilmu. Bulan Bintang. Jakarta.vu dalam Islam. Jakarta. Percetakan Yavasan Islam Trengganu Sdn Bhd. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar. 1998. Nata. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Matsnawi al-Arabi an-Nuriy. Jakarta. The Letters 1928-1932 (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Nesriyat A. Harun. _________ 1999c. . and All Things) (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Malaysia ________ 1999d.186 Nasution. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Raja Grafindo Persada. Sozler Nesriyat A. Istanbul. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Istanbul. The Words (On The Nature and Purpose of Man Life. Isyarat al-Ijaz. Universitas Indonesia Press. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan.S. Sozler Nesriyat A. Akal dan Wah. ________ 2000b. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan. ________ 1983. Istanbul. Matba’at Suzlar. Sozler Yayinevi.S. Istanbul. _________2002. S. S 1983. Abuddin 1997.S. ________ 2001. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Pembahasan 'Ana' (Aku) dan Zarah. Sirah Zatiyyah (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Istanbul. Kuala Terengganu. Nasution.

The Flashes Collection. 2000e. _____________. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Istanbul. Penerjemah : Sukran Vahide. (diterjemahkan oleh Hariyanto).187 __________2000c. Sozler Nesriyat A. Man and Universe. Sozler Nesriyat A. Istanbul. Sugeng Sugeng . Istanbul. _________ 2003b.S. Making Known The Creator. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Publication. ___________ . Murai Kencana. Sozler Publication. ________ 2000f. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Alegori Kebenaran Ilahi. 2003c. Risalah An-Nur. Jakarta. Persoalan Tauhid dan Tasbih (diterjemahkan oleh Maheram binti Ahmad). Jakarta _______________. 2003d. The Rays Collection. Prenada Media. Sozler Nesriyat A. Istanbul. ________ 2002a. Murai Kencana. Sozler Nesriyat A. Jakarta. __________2000d. Istanbul. Menjelaskan yang Tak Terjelaskan. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Bediuzzaman Said Nursi. _________ 2003a. ________ 2002b. Murai Kencana.S. Risalah An-Nur.S. Istanbul. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menjawab yang Tak Terjawab. Epitomes Of Light). ________ 2000g.S. PrenadaMedia. Jakarta. Dimensi Abadi kehidupan (diterjemahkan oleh Hariyanto). Jakarta.S. The Shore Hl ordv. Istanbul. Sozler Nesriyat A. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Sinar yang Mengungkap Sang Cahaya. 2003d. Thirty-Three Windows. Risalah An-Nur : Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menikmati Takdir Langit : Lama'ar).

Pustaka. Syamsuddin 2003. New Jersey. Prenada Media. Fazlur 1984. Episode Metafisis Kehidupan Rasulullah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Ottal. Rahman. Taha ‘Abdel 2003. Said Nursi Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 . Al-Ahad Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). Islam. Robbani Press. Wahyu Press. William R. Robbani Press. Dari Cermin Kekuasaan Allah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto).188 __________. Jakarta. 1978. Rahman. 2003g. Jakarta. Jakarta. Jakarta. Murai Kencana. Editor). Jakarta. Iman Kunci Kesempurnaan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Jakarta. Jakarta. Ihsan Kasim 2003. Ibadah. Prenada Media. Mengokohkan Akidah Menggairahkan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). 2003h. Bandung. Lawrence Erlbaum Associates. Salih. 2003e Dari Balik Lembaran Suci (diterjemahkan oleh Hariyanto). 2003k. Ramadhan. 2003j. Prenada Media. Prenada Media. Islam dan Modernitas: Tentang Trancfbrmasi Intelektual. Amerika Serikat. The Separation of Human Philosophy . _________1985. from the Wisdom of the Qura'an in Said Nursi Work's dalam buku Islam at the Crossroad on the Life and thought of Bediuzzaman Said Nursi (Ibrahim Abu Rabi’. . Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkilan dan Penghisaban Sugeng (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto dan Fathor Rasyid). Penerbit Suny Press. 2003i. Pustaka. Jakarta I 2004a. 2004b. Bandung. Prenada Media. Islam Musuh Bagi Sosialisme dan Kapitalisme. the Psychobiclo~U of Mind. Jakarta. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. __________.

Metode dan Pendekatan Pendidikan Islam dalam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi. Suseno. Elika. Pakistan. Jakarta. Surahmad. Yogyakarta. Bandung. Tesis pada Pps IAIN Raden Fatah Palembang. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigms Psikologi Islami (Fuad Nashori. 1980. ST. Sarwat. Jakarta. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Sunardi. 1998. Al Magrib. Jakarta. 1991. Jakarta.al 1995. Tarsito. Herdi. Bandung: Remaja Rosdakarya _______Tafsir. Sumadi 1997. Inu Kencana. Metodologi Penelitian. LkiS. Rajawali Pers. . Bandung. Internasional Islamic Publisher. Pakistan. 2004. 2000. 1980. Jakarta. Franz Magnis. Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana (Pps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Sandra 2005. Pertja. Saulat. Yogyakarta. Kanitsus. Sunanto. Sahrasad. Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Nietzsche. Madani Press. Penerbit Prenada Media. Ahmad et. Syafiie. Jakarta Sukanto MM. Suwito 1995. Said Nursi. Logika. Internasional Islamic Publisher.Badi'al-zaman Said Nursi nazrah 'animah an hayatihi wa atharihi. dan Estetika Islam. 1996. Tafsir. Murai Kencana. Editor). Ahmad 2003. Jakarta. Said Nursi. Penerbit SIPRESS. Sarwat. _________1999. "Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih". Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam).189 (Membebaskan Agama dari Dogmatisme dan Sekularisme. Suryabrata. Matba'at Al Najah al Jadidah. Saulat. Pengantar Interaksi Mengajar (Belajar Dasar dan Teknik Melodologi Mengqjar). Winarno 1990. Musyrifah. Islam Sosialisme dan Kapitalisme. 1999. Remaja Rosdakarya.

Sejarah Peradaban Islam. Sukran 1992. Yavuz. 1996. 1995. M. Bediuzzaman Said Nursi. AL 1979. Sozler Publication. 27-29 September 2000). Raja Grafindo Persada. Pendidikan Anak dalam Islam I dan 2. Ali Anwar. Sozler Publication.190 Thalib. Jakarta. Great Russell Street Ulwan. Isanbul: Sozler Publication Yusuf. Tema-Tema Pokok Isi Al-Quran. Islamic Education: Its Traditions and Modernization into the Arab National Systems. . Gema Insani Pers. Bandung. dalam Makalah yang disajikan dalam Diskusi Panel Kependidikan tanggal 21 Mei 2002 di Palembang. Tasmara. Istanbul. Toto 1999. London: WCIB 3PE. "Kurikulum Sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". 2003. ___________ 1998. Afeksi Islam (Menjelajahi Nilai-Rasa Transendental Bersama Al-Qur'an. Jakarta. Jakarta. Yatim. Islamic Political Identity in Turkey. The Search in The Traditional Period (1924-1950) for a Religious Education Model (The paper presented at the fifth ineniationalsymposium on Bediuzzaman Said Nursi. 45. Luzac and Company LTD. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. (diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri). Yunus. Bandung. Jakarta. 24-26 September 2000). Kelompok Tafakur Humaniora. Pusataka Imam. 2005. M. Dajal dan Simbol Setan. Remaja Rosdakarya. Istanbul: Sozler Publication Tibawi. Yusuf. Vahide. Istanbul: Waspodo 2002. Mahmud 1995. Metode Pendidikan Islam. International Symposium Bediuzzaman Said Nursi. Jakarta. Tatli. Gema Insani. A Comfeniporary Approach to Understanding The Qur'an: The Example of The Resale-i Nur. Badiuzzaman Education Methot (The Paper Presented in The Second International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi: The Reconstuction of Islamic Thought In The 7Wentieth Century and Bediuzzaman Said Nursi. USA. Raja Grafindo Persada. Oxford University Press. Badri 1995. Yildiz Ilhan 2002. Abdullah Nasih. Tayar dan Syaiful Anwar 1995. Adem 1992. Hakan.

191 Zaidin. Filsqfat Pendidikan Islam. Yogyakarta: AK Group dan India Buana. Muhammad 1995. Methodologi Pengajaran qjaran Agama. Surabaya. Usaha Nasional. Isim nl/news letter 16/featwes 2001 . Zuhairini 1983. __________1995. Mohammad 2001. Bumi Aksara. Bediuzzaman Said Nursi: Sejarah Perjuangan dan Pemikiran. Jakarta. Malaysia. Selangor Darul Ehsan: Malita Jaya Publisher Zein. Metodik Khusus Pendidikan Agama.

SD Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 2.192 BIODATA PENULIS Nama Tempat Tgl. Pondok Pesantren Wali Songo. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang 0813-73508957 . Ngabar Ponorogo. SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 3. 21 Rw. Jawa Timur tamat tahun 1997 AFRIANTONI Palembang. 1326 Rt. Lahir Pekerjaan Alamat HP Kontak Riwayat Pendidikan 1. Sukarela Lrg. 03 April 1978 Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang An. Batu Jajar No.

Beasiwa keda tahun 1999 Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 c. IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi "Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur" 5. tahun 2002 d. tahun 2002 2. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. tahun 1999. Beasiswa a. Jawa Timur. Beasiswa dari . I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2002 e. tahun 2004 3. Juara If "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang d. Juara If LKTI "Paradigms Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. Juara. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. Dalam Bidang Resensi Buku a. Pengalaman Organisasi a. Juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Juara Harapan II LKTI "Refomasi Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. d. tahun 1999 b. tahun 2000 c. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya.The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. tahun 2000 c.193 4. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) a. Turk] selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. tahun 1999 b. S2 Program Pascasar ana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan 11mu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tahun 2003-sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) .

tahun 2002 d. Tabloid dan Majalah (Opini) : L Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. 2004) 4. (Tabloid Desa. tahun 1999 b. 2006 (Salah seorang penulis. tahun 2001 c. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Koran. 2006) 7. Memahanyi Perkenibangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi- .194 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. 2002) 3. 2004) 5. 2002) 2. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 e. 2005 (Editor.I) 2. Afriantoni. (Majalah Lumbung Edisi 2. 2006) 8. Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. Sosial-Politik dan 1 . 2004) 6. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Penerbit Intens. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. S. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. konomi). Banyuasin. Buku (Editor/Penulis) : 1. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 f Dan lain sebagainya Karya Tuns Yang Pernah Terbit a. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa.Pd. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). Guru Profesional Guru Serlifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Dan lain sebagainya b. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. 2007) Dan lain sebagainya Jurnal 11miah 1. Afriantoni) 3. Paradigms Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam.

21 Rw. 2. Rumah : 0711-814975 Riwayat Pendidikan 1. IAIN Raden Fatah Palembang. 1326 Rt. tahun 1996 2. Ibda'Bi-nafs1ka : BIODATA PENULIS Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat : AFRIANTONI : Palembang : 03 April 1978 : Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang : Jalan Sukarela Lrg. 3. Guru Mts Walisongo Ngabar Ponorogo. 2004). (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. Asisten Dosen Prgram Khusus Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab IAIN Raden Fatah . Cek Mid atau Lrg. Ngabar Ponorogo. 2005) 3.195 historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. 4. Jawa Timur tamat tahun 1997 S1 IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi “Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur” 5. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. (Jurnal Ekonomi Syariah. December. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur).u Jajar (Samping Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Palembang) No.7766098 Tlpn. 2. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 Pondok Pesantren Wali Songo. S2 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Ilmu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tamat tahun 2007 dengan judul tesis “Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda Menurut Bediuzzaman Said Nursi” Riwayat Pekerjaan 1. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang Sumatera Selatan HP Kontak : 0813-73508957 Fleksi : 0711. Desembar 2005) Motto Jalani Hid-tip Jangan Dipikirkan Saja. Semoga Suk-ses Selalu. tahun 1998 3. Guru SD 47 di 35 Ilir Tangga Buntung Palembang.

Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. tahun 2002 5. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) f. tahun 1999 g. tahun 2004 3. Beasiswa b. tahun 2003 6. Guru PAI SMU Pembina. tahun 2002 h. Jawa Timur. tahun 2006 10. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Filsafat Umum Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 e. Dosen Luar Biasa Akademi Maritim Bina Bahari Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. tahun 2000 g. Juara II "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang. Asisten Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab dan Terjamah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2002 2. tahun 1999. Turki selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Dalam Bidang Resensi Buku e. Pengalaman Organisasi f. tahun 2004 7. tahun 2002 j. tahun 2001 i. Dosen Luar Biasa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2005 sampai sekarang 9. tahun 2005 8. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara II Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Guru Privat Bahasa Indonesia Untuk Sebagian Kaum Muda Turki di Turki. tahun 2006 sampai sekarang 11. Juara II LKTI "Paradigma Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Palembang. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sriwijaya Inderalaya Sumatera Selatan. f. tahun 2000 h. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara II Lomba Menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. Beasiwa kerja tahun 1999 c. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) .196 Palembang. Guru SMA plus Militer Taruna Bangsa Palembang. tahun 1999 f. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. Lemabang Palembang. tahun 2007 sampai sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. tahun 1999-2001 4. tahun 2007 12. Beasiswa dari The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. Juara Harapan II LKTI “Refomasi Pendidikan Islam” di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.

Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Balai Bahasa Palembang Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional di IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 17-18 Maret 2004 10. 7. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Sekretaris Eksekutif Institute for Strategic and Information Studies (Intens) Sumatera Selatan. 14. Sekretaris Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orwil Sumatera Selatan periode 20072010 p. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 j. Persentasi Karya Tulis Ilmiah “Kampus Islami (Fungsionalisasi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Sivitas Akademika). tahun 1999 g. Pelatihan Jurnalistik Islam Nasional (Panjinas) Universitas Indonesia (UI) di Pusat Studi Jepang. Fasilitator Depertemen Agama RI di Hotel Setia Budi . tahun 2001 h. 6. m. Pelatihan Penelitian Ilmiah (PPI) UKM Studi Ilmiah IAIN Raden Fatah Palembang. Bandung. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pejurdas) LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Kader Penyuluhan Narkoba oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) bekerjasama dengan PT. Dan Lain Sebagainya Pengalaman Menjadi Pembicara Tingkat Nasional 1. Staf Bidang Pendidikan KAHMI Pengurus Wilayah Sumatera Selatan periode 2006-2010 o. 21 Maret dan 4. tahun 2002 i. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 n. tahun 1999 6. tahun 2002-2005. tahun 2000 3. Dan lain sebagainya Pelatihan Yang Pernah Diikuti 1. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. Tambang Batubara Bukit Asam. pada tanggal 18 Januari 2003 9. tahun 2001 l. tahun 2000 8. 4. 10 April tahun 1999 2. Jakarta. 7. tahun 1998. Penggagas Center for Strategic and Language Motivation (CSLM) IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMTM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.197 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Bendahara Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Sumatera Selatan. tahun 2001 k. tahun 2001. Pelatihan Training For Trainer Internet Jurnalistik se-kota Palembang. 5. Pelatihan Penulisan Fiksi Populer diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional di Palembang pada tanggal 26-31 Juli 2004 11. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional Universitas Pasudan (Unpas) di Lembang.

Palembang. Instruktur dalam Kegiatan Pelatihan Metodologi Dakwah Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 22-27 Oktober 2001 7. tahun 2007. Palembang. Peace and Globalization : Some Inspiration from Risale-i Nur. tahun 2006 4. Turkey. dari tahun 2000 sekarang 2. Tingkat Internasional Participant in Seminar “The Evolution Deceit” at Taman Budaya Building. Pembicara rutin pada Kelompok Studi Komunitas Lima (KSKL) IAIN Raden Fatah Palembang. . di Universitas PGRI. Participant in Seminar on Islam and Global Challenges : Radicalism. tahun 2001 3. Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang dengan tema : Terbinanya Guru Profesional Sebagai Pelaksana KBK : Upaya Menjadikan Pendidikan yang Mampu Menjawab Tantangan Global” pada tanggal 22-24 Juli 2004 9. Team Instruktur pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) oleh Badan Penelitian. b. 2004 in Palembang Indonesia by Adab Faculty of the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah Palembang in cooperation International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta. e.198 Jakarta. 2004 in BNI 46 Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Istanbul Foundation for Science and Culrture. Peserta International Symposium Religion. Pembicara pada Lingkar Studi Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. 2000-2003 5. held on July. Pembicara pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkal Lokal 1. Pembicara pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. Jambi pada acara Seminar Nasional “Jihad dan Perdamaian Menurut Bediuzzaman Said Nursi. Instruktur pada Kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi) fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 13-14 September 2002 8. d. Pembicara rutin pada Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang. 2002 in Academic Center Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Nesil Foundation. c. Turkey. Dan Lain Sebagainya Kegiatan Ilmiah Yang Pernah diikuti 1. held on January 11-12. 2000-2003 6. tahun 2000-2002 3. Peserta International Conference on Modern Islamic Thought : Exploring the Thought of Bediuzzaman Said Nursi of Turkey and His Counterparts in Indonesia. 2. held on August 23rd. Presentasi Makalah “Konsep Jihad Dalam Persefektif Bediuzzaman Said Nursi” fasilitator STAIN Kerinci. Democracy and Human Right. tahun 2001 Persentasi Makalah “Otonomisasi Pendidikan” fasilitator BEM IAIN Imam Bonjol dan STAIN Bukit Tinggi Padang dalam Rangka Studi Komperatif BEM IAIN Raden Fatah Palembang di Padang dan Bukit Tinggi. October 1 st 2002. Persentasi Makalah "Kritisisme Nilai Keislaman HMI' pada acara Latihan Kader II HMI Cabang Palembang. 2000-2003 4. Peserta International Nurculuk Community Focus Disscusion in Ankara Turkey. a.

Peserta Seminar Nasional “Universal Jurisdiction dan Perenapannya di Indonesia” oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pusat Kajian HAM dan Terorisme Fakultas Hukum Unsri dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada hari Senin. 9 September 2006 d. Istanbul Turkey and Postgraduate Program of IAIN Raden Intan Bandar Lampung. Peserta Seminar Nasional Memperingati Hari Pers Reformasi Nasional dengan tema : ”Partisipasi Publik dengan Pengembangan Media Watch dan Peran dan Fungsi Dewan Pers Mendukung Program Kerja Gubernur Sumsel dalam Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. a. Seminar Nasional tentang “Tinjauan Terhadap Sistem Peraturan Perundangundangan di Indonesia” kerjasama Sekretariat Jenderal dan Kepeniteraan Mahkamah Konstitusi RI dengan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya Palembang. 2006 g. Indonesia “Media Watch” bekerjasama dengan DPW YPBNI Provinsi Sumatera Selatan. Reformasi Indonesia (SOMPRI) dan Jaringan Rawan Informasi. Bandar Lampung. Tingkat Lokal Peserta Seminar “Urgensi Kajian Sejarah Hidup Nabi dan Literatur Keislaman Klasik Bagi Pengembangan Studi Keislaman dan Pengembangan Masyarakat”. 4 September 2006. Peserta International Conference on Social on Social Development : Said Nursi's View on Revitalizing Ummah a joint cooperation between The Istanbul Foundation for Science and Culture. . Peserta dan Panitia International Seminar tentang “Arah Pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Merespon Peluang dan Tantangan Global" di Academic Center IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta the international Conference and Academic Forum On Sociaety Development on Topic “Bediuzzaman Said Nursi’s View on Modernity” by organizer Institute foe Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) of UIN Suska Riau and Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey. Seminar Nasional “Akselerasi Strategis Daerah Membangun Pada Era Otonomi Dearah Mneuju Masyarakat Madani” oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Palembang-Sumatera Selatan. July 24. Pengembangan Tambang Batubara (energi Bahan Bakar masal\k pengganti BBM) yang diselenggarakan DPW Solidaritas Masyarakat Pers. di Ball Room Hotel Swarnadwipa Palembang. Lembaga Pengawas Pers. Dan Lain Sebagainya a. tanggal 10-11 Septermber 2007 2. 21 Juni 2004 g. 2006 Arya Duta Hotel Pekan Baru – Indonesia h. Islamic Center. Jembatan Musi III. July.199 tahun 2005 f. Balai Keratun. Pembangunan Rel Kereta dari Inderalaya ke Pelabuhan Tanjung Siapi-Api. Seminar Nasional dengan tema “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Manajemen Otonomi Daerah di Sumatera Selatan” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magester Manajemen Universitas Tridinanti Palembang pada tanggal 22 Februari 2003 f. Seminar Nasional dan Temu Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Se-Indonesia oleh Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Walisongo Yogyakarta (IKAWY) di Yogyakarta pada tanggal 21-23 Januari 1995 c. 3. Tingkat Nasional Seminar Nasional Sehari dengan tema “Potret Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Persepektif” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Riyadlotul Mujahiddin Ngabar Ponorogo Jawa Timur pada 24 September 1996 b. 22. e. pada tanggal 27 Mei 2006 di Hotel Selatan Indah h.

Pd dengan judul buku Masyarakat Tionghoa Palembang (Tinjauan Sejarah Sosial 1823-1945) di gedung Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 25 Novermber 2002 e. Diskusi Panel “Reorientasi Pemikiran Pendidikan dan Pengajaran Sebagai Langkah Awal Membangun Sekolah Bermutu” yang diselenggarakan oleh Yayasan Fajar Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 2002 di Hotel Paradis Palembang l. Dan Lain Sebagainya 4. Peserta Diskusi Panel dengan tema “Sosialisasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional”. 11 Mei 2002 di Aula STT Musi Palembang i. 23 Juli 2003. Peserta Seminar Pendidikan Menjadi Manusia Pembelajar “Belajar dengan Membunuh Sekolah” diselenggarakan oleh STT Musi Palembang bekerjasama dengan Yayasan Xaverius Pusat dan Palembang School of Life dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2002 Sabtu. Peserta Seminar Nokia Certified Training Center di SMIK MDP Palembang. 02 Desember 2006. 9 Agustus 2004 c. Jalaluddin berjudul “Teologi Pendidikan” oleh Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 21 Mei 2001. Kamis. di Gedung Akademik Center IAIN Raden Fatah Palembang Rabu. II Palembang. tema : Berubah Untuk Semakin Berkualitas”. di Ruang Seminar Hotel Paradis Lt. Peserta Seminar Pendidikan “ Cara Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Kreatif”. 4 Mei 2002 g. Peserta Temu Ilmiah Arkeologi dan Filologi Bagi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 7 Agustus 1999 c. f. . 11 Oktober 2004 di Hotel Swarnadwipa Palembang j. oleh MAPENDA Departemen Agama Sumseldan BP3I Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. e. Muhammad Sirozi. Peserta Seminar Bahasa dan Sastra dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2004 Balai Bahasa Palembang dengan tema “Peran Keterempilan Berbahasa dalam Dunia Kerja”. Peserta Seminar Sehari dengan tema “Integritas Penegak Hukum di Indonesia” diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Kms. b. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Drs. Peserta Talk Show meyikapi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi” oleh Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Raden Fatah Palembang. Kegiatan Bedah Buku Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Prof. Muhammad Ari. pada tanggal 26 Oktober 2002 k. MA Ph.D berjudul Agenda Strategis Pendidikan Islam”. Sosial dan Pelindungan Lingkungan di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jum’at. pada hari Senin. 24 Januari 2003 di Hotel Swarna Dwipa Palembang m. S.200 diselenggarakan oleh IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 26 Agustus 1997 b. 2 Agustus 2006 di Palembang d. Dan Lain Sebagainya a. dalam Rangka Lustrum II STT Musi Palembang tahun 2002. Peserta Lokakarya Regional “Konversi IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”. Rabu. Seminar Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup dengan tema :Menyikapi hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan Keterpaduan Ekonomi. 16 September 2004 h. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Jufri Suyuthi Pulungan dengan tema “Menyingkap Sistem Politik dan Bentuk Pemerintahan Islam” oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 24 Oktober 1998 d. Dr. H.

Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. 2004) 12. e. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa. Paradigma Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. 1. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Sumsel Sejahtera. sebagai Sekretaris Stering Committee 25 Mei 2007 j. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Se-Sumatera Bagian selatan dalam Rangka Dies Natalis IX STT Musi Palembang tahun 2001 dengan tema : Industrialisasi Dalam Era Otonomi Daerah”. Peserta Workshop Perbankan Syariah dalam rangka Milad Forsi ke-4 senin.Pd. Banyuasin. Peserta Nokia Certified Training Center yang diselenggarakan oleh STMIK MDP Palembang bekerjasama dengan Nokia Certified Training Center dan In Touch pada tanggal 2 Desember 2006 g. Dan lain sebagainya Karya Tulis Yang Pernah Terbit a. S. 2006 (Salah seorang penulis. Tabloid dan Majalah (Opini) : 1. 27-29 Desember 2005 b. di Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. 2006) . Peserta Program Development Workshop for Other UIN/IAIN/STAIN : Community Development Follow Up Workshop IAIN Raden Fatah Palembang (720. 17 Juni 2002 di gedung BAAK lantai II. Kegiatan Lokakarya. 2002) 9. Fiqh Antikorupsi. Afriantoni. sebagai pakar pada tanggal 15 September 2006 c. (Majalah Lumbung Edisi 2. Afriantoni) d. 2006 (Salah seorang penulis. Buku (Editor/Penulis) : a. 2005 (Editor. 2004) 13. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. SosialPolitik dan Ekonomi). Peserta Urun Rembuk Pakar “Prospek dan Peluang Pembukaan Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang”. Penerbit Ganeda. Penerbit Intens. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa). 2004) 11. Kongres Desa I Sumatera Selatan. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Workshop Rekonstruksi Sains dan Teknologi Islam. 24 Maret 2007 i. Workshop dan sejenisnya Peserta Semi Lokakarya Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang tema “Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Kompetitif di Era Globalisasi” oleh Unit Peningkatan Mutu Akademik (UPMA) IAIN Raden Fatah Palembang.3). Dan lain sebagainya 2.201 5. 23-24 Agustus 2006 d. 16-19 Juli 2007 f.2. Koran. h. Forum Kajian Strategis (Forkais) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta Serasehan Forum Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan dengan Tema “Pelestarian Khazanah Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Daerah” oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang di Hotel Bumi Asih Palembang. Afriantoni) c. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. 2002) 10. Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post.I) b.

Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. 2006) Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). Memahami Perkembangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi-historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Desembar 2005) 7. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). (Jurnal Ekonomi Syariah. (Tabloid Desa. Dekonstruksi Penyakit Kronis Pendidikan Islam. Subhanaka Laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Motto : Jalani Hidup Jangan Dipikirkan Saja. IAIN Raden Fatah Palembang. Jurnal Ilmiah 4. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. 17 Apri 2007 Penulis. 2007. 2004). 5. Ibda’ Binafsika Palembang.202 14. Semoga Sukses Selalu. 16. 2007) Dan lain sebagainya 3. Jurnal Mimbar Akademik Pusat Penelitian. December. Guru Profesional Guru Sertifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. 15. 2005) 6. AFRIANTONI .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.