P. 1
Tesis_afriantoni

Tesis_afriantoni

|Views: 208|Likes:

More info:

Published by: Tri Nelly Sulaifiyah on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2015

pdf

text

original

1

Bab 1 PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah Sepanjang sejarah umat manusia masalah akhlak selalu menjadi pokok persoalan. Karena pada dasarnya, pembicaraan tentang akhlak selalu berhubungan dengan persoalan perilaku manusia dan menjadi permasalahan utama manusia terutama dalam rangka pembentukan peradaban. Perilaku manusia secara langsung ataupun tidak langsung masib menjadi tolok ukur untuk mengetahui perbuatan atau sikap mereka. Wajar kiranya persoalan akhlak selalu dikaitkan dengan persoalan sosial masyarakat, karena akhlak menjadi simbol bagi peradaban suatu bangsa. Fakta sejarah membuktikan bahwa bangsa-bangsa yang diabadikan dalam alQur’an seperti kaum ‘Ad, Samud, Madyan dan Saba’ maupun yang terdapat dalam bukubuku sejarah menunjukkan bahwa “suatu bangsa yang kokoh akan runtuh apabila akhlaknya rusak” (Suwito 1995, hlm. 1). Dalam sejarah dunia mencatat misalnya pada masa kaum ‘Ad, Madyan dan Saba’ dicatat oleh al-Qur’an sebagai kaum yang memiliki kualitas akhlak yang rendah. Al-Qur’an senantiasa merujuk kaum ini untuk menunjukkan rendahnya kualitas akhlak manusia di beberapa bagian dekade sejarah. Pada dekade selanjutnya, akumulasi simbol kebobrokan akhlak adalah kaum Fir’aun dan Namrud yang hidup pada masa nabi Musa dan Ibrahim. Simbol selanjutnya yang disebut oleh al-Qur’an adalah Abu Jahal dan kaumnya yang hidup pada masa Nabi Muhammad Saw. Pada awal abad ke-20 yakni setelah Perang Dunia I simbol itu dialamatkan kepada Mustafa Kemal Attatruk (Ihsan Kasim 2003, hlm. 42). Dalam konteks

2 dunia Barat simbol-simbol lain itu bisa dialamatkan kepada Sigmud Freud, Nietzsche, Lenin, Kalr Marx, dan Hitler. Bahkan tatanan yang lebih serius adalah kerusakan yang ditimbulkan oleh negara Adi Daya seperti Amerika Serikat, Inggris atau Perancis. Pengaruh meraka berada pada tataran pemikiran yang secara langsung ataupun tidak langsung dalam merusak akidah, yang berarti dapat merusak akhlak manusia dalam bertuhan. Mereka yang menjadi simbol ini memiliki peranan penting dalam bidang pemikiran dan kelompok-kelompok sosial. Sehingga, muncul tokoh-tokoh yang dapat mempengaruhi secara halus merasuk ke dalam alam pemikiran para pemikir-pemikir muslim. Pengaruh tersebut sangat penting dalam membangun “persepsi” manusia dalam memahami sesuatu. Misalnya Sigmud Freud “menyebut ide-ide agama tentang Tuhan dan alam gaib sebagai ilusi karena konsep-konsep tersebut muncul dari keinginan manusia (human wishes) dan bukan dari realitas” (Lihat Erich 1950, hlm.12). Sebenarnya Allah Swt menciptakan manusia hanyalah bertujuan supaya manusia itu beribadah kepada-Nya semata, yakni menjadi manusia pengabdi (Al-Dzariat : 56). Titik tekan pengabdian adalah akhlak Islam yang sangat menekankan kepada penganut-penganutnya untuk berakhlak mulia. Dalam hadis disebutkan “inama bu’istu li utammima markim al-akhlak” (Sesungguhnya Aku diutus di muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak). Penjelasan hadis ini berartinya bahwa diutusnya Nabi Muhammad Saw sebagai rasul untuk menyampaikan risalah Allah sejak awal abad ke-7 Masehi secara tegas adalah tugas pokoknya sebagai penyempurna akhlak manusia. Akhlak dalam Islam bertitik tolak dari pengabdian seorang kepada Allah Swt dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad Saw yang menjadi teladan pribadi terbaik. Semua sifat dari perilaku, pikir dan sikap yang bertentangan dengan

3 akhlak Nabi Muhammad Saw dianggap tidak berakhlak. Siti Aisyah r.a bila ditanya tentang akhlak Nabi Muhammad Saw beliau berkata : “Akhlak Rasulullah itu adalah alQur’an”. Allah Swt berfirman : “Wa innaka la’ala khuluq ‘azhim" (“Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang paling mulia”) (QS. al-Qalam : 4). Karena itu, ia patut dijadikan contoh “laqad kana lakum fi rasulullah uswatun hasanah...” (“Sesungguhnya telah ada dalam diri Rasulullah itu surf tauladan yang baik bagimu...”) (QS al-Ahzab : 21). Bukti-bukti kemuliaan akhlak Nabi Muhammad Saw di atas adalah nyata. Bahkan menurut seorang non muslim Michael H. Hart dalam bukunya berjudul The 1000 a ranking of the Most influential Persons in History memberikan pengakuan bahwa “Nabi Muhammad Saw memperoleh pengakuan sebagai tokoh urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah” (Suwito 1995, hlm. 3). Kebesaran Nabi Muhammad harus diakui disebabkan oleh ketinggian dan kemuliaan akhlak yang dimilikinya. Karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa tujuan pendidikan akhlak Islam pun pada hakekatnya diarahkan kepada terciptanya manusia yang berakhlak agung dan mulia seperti Nabi Muhammad Saw. Namun setiap orang memiliki pemahaman dan cara berbeda untuk mencapai akhlak agung dan mulia sebagaimana yang dimiliki Nabi Muhammad tersebut. Kemuliaan akhlak Nabi Muhammad dalam sejarah membuktikan bahwa umat Islam dalam binaan Nabi Muhammad Saw pernah mengalami masa keemasan yang mencapai 1300 tahun lamanya. Masa keemasan ini adalah masa periode Madinah yakni pada masa Nabi Muhammad sendiri sampai wafatnya. Masa ini yang paling monumental adalah dirumuskannya “Piagam Madinah” yang memuat perjanjian antara golongangolongan Muhajirin, Ansar dan Yahudi serta sekutunya yang mengandung prinsip-prinsip

4 atau peraturan-peraturan penting yang menjamin hak-hak mereka dan menetapkan kewajiban-kewajiban mereka sebagai dasar bagi kehidupan mereka bersama dalam kehidupan sosial politik (Suyuthi 1993, hlm. 22). Kenyataan dalam sejarah bahwa pada periode ini benar-benar tercipta sebuah peradaban gemilang. Pasca wafatnya Nabi Muhammad tahap selanjutnya melahirkan 4 (empat) khalifah yang benar – khulqfaurrasyiddin – Abu Bakar As Sidhiq, Umar bin Khathab, Usman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib yang merupakan sebuah tahap revitalisasi ajaran dan penguatan akidah serta meneruskan proses yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw. Integritas para sahabat penerus Nabi ini sangat diakui dalam berbagai perspektif. Seperti ditegaskan oleh C.E.Bosworth bahwa “Periode empat khalifah dipandang sebagai zaman emas, suatu zaman ketika kebijakan-kebijakan Islam yang murni berkembang pesat, dan karena itulah gelar ‘yang mendapatkan bimbingan di jalan lurus’ diberikan kepada mereka” (C.E. Bosworth 1993, h1m. 24). Tahapan selanjutnya adalah masa klasik yang pesat perkembangan terjadi periode 650-1250 M, masa ini oleh para ahli sejarah disebut masa klasik dalam sejarah perkembangan Islam. Umat Islam pada periode ini disebut “super power” yang berkuasa di sebagian besar negara-negara di tiga benua : Asia, Afrika dan Eropa. Wilayah kekuasaanya mencapai Spanyol di sebelah Barat dan India di sebelah Timur, daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia tenggara (Murodi dkk 1995, h1m. 33). Masa ini merupakan masa kemajuan pertama yang dimulai dari tahun (5501000 M, dan sekaligus mengalami masa disintegrasi kekuatan Islam yang terjadi sejak tahun 1000-1250 M. Zaman keemasan Islam terjadi dalam berbagai aspeknya yakni masa

Hasan al Bana dan Bediuzzaman Said Nursi1. Ibn Miskawaih.1250 M. Timur Tengah dan India muncul pemikir-pemikir pembaharuan seperti Jamaluddin Afghani. Imam Malik. pada masa ini tidak banyak diketemukan lagi tokoh-tokoh ilmu pengetahuan seperti masa sebelumnya yang memiliki akhlak tinggi. Ibnu Tufail. wibawa dan kemakmuran tiga dinasti Islam tersebut berangsur menurun dan mundur. Imam Al Ghazali. Tokoh-tokoh ini menjadi simpul sejarah dunia Islam yang secara komprehensif bergerak dalam bidang dakwah Islam dan kehidupan nyata secara totalitas. Memang kebangkitan itu begitu sulit dicapai karena sampai sekarang diakui langsung atau tidak langsung. namun pada awal abad ke-19 kekuasaan. Tokoh-tokoh ini benar-benar signifikan terutama membangun keseimbangan antara rasionalitas dan spritualitas. juga kuat di bidang rasa. al Asyari. banyak wilayah dunia Islam seperti benua Afrika. umat Islam dilanda perpecahan dan kejumudan membawa kemunduran.5 kekuasaan Dinasti Abbasiyah lahir 750 M. Imam Syafii. al Farabi. Beriringan dengan itu. Tokoh-tokoh ini selain kuat dalam bidang pemikiran. sempat memunculkan ide-ide kebangkitan dan tokohtokoh pembaharu yang membawa persatuan umat pada masa tiga Dinasti Besar (Disnati Turki Usmani. al Kindi. Abu Hanifah. mereka yang Demi konsistensi dalam penulisan penelitian ini peneliti selanjutnya menggunakan kata “Said Nursi” yang merujuk kepada Bediuzzaman Said Nursi (1887-1960) sepanjang pembahasan penelitian ini. Ibn Hanbal. sehingga tidak dapat diragukan lagi bahwa mereka juga tergolong orang yang memiliki akhlak yang tinggi. Zunnun al-Mishri. Safawi dan Mughol). Ibn Bajjah. Walau setelah masa ini. Ibnu Rusyd. 1 . Abu Yazid al Busthami. al Razi. Muhammad Abduh. al Maturidi dan Ibn Sina. Namun sesudah masa ini. namun untuk tempat khusus dalam judul besar atau pada sub judul maka masih akan digunakan kata tersebut. Kondisi ini disebabkan selain daerah-daerah yang tadinya berada ditangan umat Islam menjadi jajahan Barat. Pada kedua periode ini menghasilkan para ahli bidang ilmu yang sangat berpengaruh antara lain : Washil ibn Atha’.

hlm. Kemudian orang-orang setelahnya. Said Nursi hadir untuk menjadikan umat ini beriman dan berakhlak mulia dan kembali berjaya sebagaimana jayanya umat Islam dahulu dan dapat mengamalkan agama sebagaimana para sahabat. hlm. 12-14). 38) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan masa sahabat adalah kurang lebih 120 tahun setelah bi'tsah atau wafatnya sahabat terakhir yaitu Abi Thufan ra. Sebagaimana Rasulullah SAW. 2 . 1990.6 berusaha keluar dari dominasi Barat masih menemui kesulitan yang sangat mendalam (Bandingkan uraian Harun. hari akhir dan integralitas keilmuan. Ahmad dan Al-Makki (1998. 2 Salah seorang tokoh yang konsisten terhadap permasalahan umat di atas adalah Said Nursi dari Turki salah satu tokoh penting pada akhir abad ke-19. Kemudian orang-orang setelah tabi'in adalah pengikut tabi'in. hlm. Said Nursi memiliki karakter pemikiran yang memihak kepada keimanan. masanya sekitar 50-220 tahun. bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah pada abadku (sahabat) kemudian setelahnya (tabi'in) kemudian setelahnya (tabi'ut tabi'in)" (HR. Said Nursi muncul sebagai pembaharu yang ingin mengadakan perbaikan untuk “menyelamatkan iman dan Islam”. Imam Malik mengatakan: "Tidak akan pernah menjadi baik umat pada kurun (abad) terakhir ini kecuali dengan cara perbaikan pada kurun umat yang terdahulu. telah timbul mulai abad ke 11 H / 17 M dengan kekalahankekalahan tersebut mendorong raja-raja dan pemuka-pemuka kerajaan untuk menyelidiki sebab-sebab kekalahan mereka dan rahasia keunggulan lawan. para tokoh ini secara konsisten menjelaskan mengenai “hari akhir” dan penguatan akidah islamiah.735). yaitu masa setelah sahabat adalah tabi'in masanya sekitar 70-80 tahun. Muslim). Bukhari. pemahaman al-Qur’an. yakni cara yang dibuat oleh Rasulullah SAW yang diteruskan oleh para sahabat" (Hasan 2004. Disamping gagasan pembaharuan. Said Nursi adalah sosok pemberani dan gigih memperjuangkan umat Islam di Sebenarnya kesadaran akan kelemahan dan ketinggalan kaum muslimin dari bangsa-bangsa Eropa dalam berbagai bidang kehidupan ini.

Said Nursi tampil dengan model sufi modern yang memadukan antara rasionalitas dan spritualitas. Said Nursi menginginkan adanya pembaharuan di Turki pada bidang pendidikan dan moralitas umat. tapi Said Nursi tetap melakukan usaha menumbuhsuburkan ajaran Islam dan perbaikan dalam bidang pendidikan Islam. berbagai musuh menghadang. v). Said Nursi dalam berbagai tekanan tersebut tidak kenal menyerah dengan tantangan dan penderitaan yang dialaminya dari penjara ke penjara. dalam konteks ini dapat dikatakan sebagai rangkaian proses pendidikan akhlak. Said Nursi juga menghalangi manusia agar tidak terjatuh ke dalam atmosfir kehancuran dalam kebudayaan mereka (Ihsan Kasim 2003. 2005). Said Nursi adalah salah satu tokoh yang mampu bertahan dari berbagai upaya Barat “menghancurkan” umat Islam dan akhlak umat. Media Said Nursi dalam berdakwah adalah Risale-i Nur dan mengelola pengajianpengajian.7 Turki pada masa akhir kerajaan Turki Usmani yang mencetuskan gagasan pembelaan terhadap agama dan kehidupan sosial-kemasyarakatan. terutama upaya membumikan nilai-nilai akhlak di Turki. Walaupun otoritas negara yang kuat dan mekanisme pendidikan Islam yang ada di Turki saat itu dipengaruhi oleh sekulerisme yang disosialisasikan oleh Mustafa Kemal Atatruk. hlm. Said Nursi merupakan salah satu orang besar yang berani menghadapi dan menyelamatkan umat manusia dari berbagai peristiwa berdarah dan penyimpangan terhadap fitrah manusia. ia tetap konsisten berjuang menentang sekuleriasasi di Turki hingga menghasilkan sebuah karya “Risale-i Nur” yakni tulisan setebal 6000 halaman yang memuat pemikiran-pemikiran tentang esensi keimanan dan nilai-nilai akhlak di abad ini. yang waktu itu sudah mulai dirusak oleh Mustafa Kemal Attaruk (Wawancara Fatih. Sebab bagi Said Nursi meminjam istilah Syafii Anwar penyebaran Risale-i Nur . Karena itu. Bahkan sampai muncul Republik Turki.

Karenanya. 5. ilmi com. serta anggun dalam moral dan kebijakan” (Syafii 1995. maka dershane dapat diartikan “tempat belajar” yang di kenal di Turki. Mengkaji konsep interaksi kemodernan dan relegius. dan reading (membaca) tulisan Risale-i Nur. 153-154). Pada kondisi ini tampillah Said Nursi yang menjawab seluruh permasalahan umat. diagnosa awal dapat dikatakan bahwa penyakit umat terlalu kompleks dan beragam. Pendidikan merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat yang ada saat ini. 3 Istilah Nur Jamaah dalam bahasa Turki sering digunakan dalam istilah yang berbeda seperti : “Nur Telebesi” atau Nur Teleba”. Namun pada akhirnya. Menyebarluaskan ajaran Risale-i Nur kepada masyarakat. Penulis menggunakan istilah Nur Jamaah atas pertimbangan bahwa istilah ini mudah dipahami dalam bahasa Indonesia. khususnya pendidikan akhlak yang merupakan inti dari proses pendidikan. Jika istilah di atas diartikan dalam bahasa Indonesianya “Murid Nur”. Perkumpulan ini memuat beberapa garis besar kegiatan sebagai berikut : 1. kaya dalam amal. 2. "Halaqah" dalam bahasa Turki berasal dari kata “ders” yang artinya belajar sedangkan “hane” dalam bahasa Turki menunjukkan “tempat”. Said Nursi berkeyakinan bahwa penyebaran Risale-i Nur merupakan realisasi menyeluruh bagi umat manusia dalam rangka membentuk kepribadian manusia yang seimbang rasionalitas. 3. (Hakan. hlm. Sedangkan yang dimaksud dengan istilah dershane atau "The Nurcu Movement". Mengadakan kegiatan conversation (perbincangan).8 merupakan “realisasi menyeluruh bagi para pemikir dan praktisi pendidikan yang handal yang mampu membentuk manusia yang unggul secara intelektual. Mendirikan asrama yang menjadi pusat pendidikan. Nurculuk atau Thalabun-Nur yang menunjukkan pengikut Said Nursi yang berada di Turki. spritualitas dan kaya akan amal.). Dalam kerangka pembinaan generasi muda Said Nursi merealisasikan ide pendidikan akhlak melalui Dershane yang dilakukan oleh Nur Jamaah3. Berniat menegakkan kembali keruntuhan kerajaan Usmani dengan kembali kepada tradisi keilmuwan yang integralistik. 4. secara khusus. Sebagaimana yang dijelaskan di atas bahwa periode kemunduran menyebabkan para pemikir untuk tampil mencarikan pemecahannya secara mendalam. namun Nur Jamaah ini sudah menyebar hampir ke beberapa negara. .

Dalam kajian ini muncul pertanyaan mendasar yakni apakah ada prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi ?. maka kami mencoba mempelajari pemikiran Said Nursi yang hidup abad ke-20 yang juga dipandang sebagai pendidik bagi generasi penerus yakni Said Nursi. Peneliti berasumsi bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi ada. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama. Kedua. maka dirumuskan 5 (lima) faktor yang melatarbelakanginya yakni : Menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Berdasarkan pemahaman di atas. Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karakter. Harus diakui bahwa pendidikan akhlak sebagai salah satu inti dari proses pendidikan dan bagi kemajuan suatu bangsa. tercipta melalui kebiasaan dan latihan. walau harus diakui bahwa pemikirannya tersebut tidak dirumuskan secara sistematis yang dapat dilihat dan dianalisis dari kitab tafsirnya Risale-i Nur. pendapat. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. khususnya yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pendidikan akhlak untuk menyongsong kebangkitan Islam di era persaingan global saat ini3. kegiatan ini memiliki relevansi terhadap pengembangan pendidikan akhlak generasi muda yang menjadi perhatian utama dalam penelitian ini. maka pembaharuan di bidang pendidikan mutlak untuk diadakan karena maju mundurnya suatu negara diukur dari pendidikan dan out putnya. Untuk memperkuat asumsi ini. 3 . Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemikirannya dalam bidang akhlak. alamiah dan bertolak dari watak. Dan juga bertujuan untuk mengetahui beberapa alternatif yang ditawarkan dalam membangun kerangka pemikiran pendidikan akhlak dan implementasinya yang menjadi “obat penawar” bagi penyakit yang diderita oleh umat Islam sampai saat ini.9 Secara garis besar kutipan di atas.

supaya selamat dari kesalahan-kesalahan dan terhindar pengertiannya dari kekeliruan. b) Faktor mantik atau analogi4. Mantik disini bisa diartikan secara filosofis dan hikmah. faktor personal. ketika “kekhalifahan Turki Usmani” dinyatakan runtuh. bahasa Persia. Secara personal menurut peneliti dalam Risale-i Nur tak terlepas dari nilai-nilai akhlak yang akan ditegaskan dalam defenisi operasional. Berdasarkan kategori dalam aliran pendidikan akhlak yakni pendidikan akhlak rasional dan mistik. hlm. Inggris. teliti. Ilmu mantiq ialah undang-undang yang menjaga hati dari 4 . Sebuah karya tidak akan terlepas dari penulisnya. yang berubah secara drastis. Maka dapat dikatakan berdasarkan faktor personal bahwa Risale-i Nur ditulis karena Said Nusri adalah seorang moralis dan rasionalis. Baik dalam alur pikir maupun sikap sehari-harinya. Kurdi. Mantik dikatakan sebagai ilmu adalah ilmu logika yakni rumusan-rumusan atau patokanpatokan agar orang mendapatkan petunjuk di dalam ia berpikir. diasumsikan bahwa ditulisnya Risale-i Nur tidak terlepas dari pengalaman pribadi penulisnya dan pergulatan pemikirannya. Maka sesuai dengan kajian mengenai pendidikan akhlak. Arab dan khususnya bahasa Ottoman (bahasa pada masa Turki Usmani). bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki yang dipengaruhi oleh kondisi kenegaraan. Kedua. Selain bahasa Turki. Secara mistik ilmu yang didapat tidak sekedar dengan akal tapi dengan intuisi yang dalam epistimologi Islam dan Aristotelian merupakan bagian dari metode ilmiah (Lihat Mulyadhi 2003.63). Secara rasional dapat dipahami kedalaman ilmu penulisnya ketika peneliti membaca Risale-i Nur secara. Pada penelitian pertama dapat dijelaskan bahwa keunikan Risale-i Nur terlelak pada : a) Faktor bahasa. faktor tekstual.10 Pertama. Prancis. diasumsikan bahwa penulisnya senantiasa mempraktekkan akhlak mulia dan juga diasumsikan beliau menerapkan kedua konsep tersebut sekaligus yakni rasional dan mistik. bahasa dalam Risala-i Nur di antaranya. Secara keseluruhan bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki Modern Mustafa Kemal Attatruk. Jerman. tapi patut dijelaskan keunikan bahasa dalam Risala-i Nur melibatkan banyak bahasa.

faktor ideologis 5 ditulisnya Risale-i Nur adalah untuk melawan ideologi modernisme yang digusung oleh Barat yang membawa umat manusia kepada materialis. Hal ini mengindikasikan kesucian diri penulisnya dan paham ketuhanan yang dalam. Muin Ilmu mantik dapat pula dinamakan ilmu logika. Taib Thahir Abd. Ilmu Mantiq. Menurut M. (Franz Magnis Suseno.11 Dalam Risale-i Nur banyak terdapat kata-kata dan kalimat-kalimat mantik yang memiliki banyak penafsiran. sistematika penulisan yang sangat mengandung makna terhadap realitas sejarah umat manusia. Jalan yang ditempuh adalah “kembali ke al- kekeliruan dalam berpikir. liberalis. Ramadhani. ideologi memiliki fungsi mempolakan. komunis bahkan ateis. nilai-nilai dan sikap dasar rohaniah sebuah gerakan kelompok sosial atau individu. sejarahnya dan proyeksinya ke masa depan serta merasionalisasikan suatu bentuk hubungan kekuasaaan Dengan demikian. hlm. mengkonsolidasikan dan menciptakan arti dalam tindakan masyarakat. . Ideologi dapat dimengerti sebagai suatu sistem penjelasan tentang eksistensi suatu kelompok sosial. 1980. 5 Imam Cahyono mengutip pendapat Frans Magnis Suseno ideologi dimaksud sebagai keseluruhan sistem berfikir. c) Faktor sistematika penulisan. hlm 230). Ideologi yang dianutlah yang pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana seseorang atau sekelompok orang memandang sebuah persoalan dan harus berbuat apa untuk mensikapi persoalan tersebut. sehingga peneliti harus memiliki pemahaman terhadap bahasa mantik. Solo. Penulisan Risala-i Nur ada sebagian dimulai dengan bismihi subhanahu wan inminsyain illah yusabbihu bihamdihi kalimat yang mengawali bab dalam Risala-i Nur dan mengakhirinya dengan subhanaka laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim. sekuleris. dan terkadang paling akhir ditulikan al-Baqi Huwalbaqi. 1991. Ketiga. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis. Faktor ideologis inilah yang mendorong Said Nursi menulis Risela-i Nur. 1-2). (Dja’far Amir. Di samping itu.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Harun Nasution. modernisasi cara berpakaian khususnya perempuan. Pembaharuan dalam Islam (Sejarah Pemikiran dan Gerakan). dan untuk itu ia menentang ulamaulama yang telah mapan. Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah “menjauhi politik” (Said Nursi 2003b. penyesuaian dapat diperoleh dengan mengadakan interpretasi baru tentang ajaran-ajaran Islam seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an dan hadits. penutupan madrasah. munculnya Risale-i Nur untuk menyelamatkan masyarakat Turki yang muslim dengan menentang revolusi sosial yang berasal dari revolusi politik oleh Mustafa Kemal Attaruk. Revolusi sosial itu sangat tampak misalnya : memberikan keluasan posisi perempuan di antara laki-laki (fenimisme. Inggris dan khususnya banyak mengadopsi hukum-hukum sekuler Swiss. 71). faktor sosial-kultural.23-26). hlm. 7 Jamaluddin al-Afgani adalah seorang pemimpin pembaharuan dalam Islam yang tempat tinggal dan aktivitasnya berpindah dari satu negara Islam ke negara Islam lain. Jamaluddin al-Afgani lahir di Afganistan pada tahun 1897. Kelima. semua zaman dan semua keadaan”. pelarangan sorban (sarek). (Harun Nasution.12 Qur’an dan as-Sunah” tapi tidak seperti aliran wahabi6 ataupun pan islamisme yang didengungkan oleh Jamaluddin al-Afgani7. penggunaan Pendiri Wahhabi yaitu Muhammad ibn Abdul Wahhab untuk memurnikan ajaran agama Islam. 6 . yang pada saat itu telah tercemar dan direkayasa oleh umat Islam dengan memasukkan unsur-unsur mistis dan tata cara ibadah yang telah menyimpang dari ajaran Islam murni sebagaimana yang dibawa oleh Rasulullah. Abdul Wahhab mengecam kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan orang-orang suci dan saleh (wali-wali sufi) dan hal-hal yang berkaitan dengan itu. pelarangan jilbab. pelarangan azan (harus dengan bahasa Turki). Jakarta. melarang penggunaan peci. Dia bertekad menghilangkan semua ketakhayulan dan mengembalikannya kepada kemurnian salaf. Ia membuka pintu ijtihad yang telah dinyatakan tertutup oleh ulama-ulama terdahulu. Dampaknya adalah secara sosialkultural terjadi revolusi sosial besar-besar di Turki. maka untuk interpretasi itu diperlukan ijtihad dan pintu ijtihad baginya terbuka. dia mengecam taklid kepada pendapat ulama dan menyeru umat agar menyelaraskan nalar dan hati nurani dengan al-Qur’an dan sunnah bukan kepada penafsiran-penafsiran tradisional. ditulisnya Risale-i Nur adalah dalam konteks masyarakat Turki yang Islam untuk menentang pemerintahan sekuler yang dibentuk oleh Inggris yakni sebuah revolusi politik dari sistem kekhalifahan diubah menjadi sistem demokrasi republik yang menerapkan hukum-hukum Prancis. Keempat. Kalau kelihatan ada pertentangan antara ajaran-ajaran Islam dengan kondisi yang dibawa perubahan zaman dan perubahan kondisi. 1990. faktor politis. Bulan Bintang. pelarangan jubah. yang mengadopsi kebebasan di Barat). hlm. Pemikiran pembaharuan berdasarkan atas kenyakinan bahwa “Islam adalah yang sesuai untuk semua bangsa.

mengadaptasi kalender internasional (kalender Masehi) dan mengadopsi hukum-hukum sekuler. teoritik dan praktek di masa sekarang dan masa depan. Pembahasan ini juga berupaya menjelaskan relevansinya dengan pembinaan akhlak generasi muda yang dapat diterapkan secara. berakhlak mulia. Tidak ketinggalan juga perubahan bahasa Arab ke bahasa Turki. Bahkan yang paling tragis adalah “pembantaian 100 ribuan ulama dan alimin”. Kelima alasan di atas inilah yang menjadi dasar penelitian ini. yakni pembicaraan mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda Said Nursi dalam membentuk manusia yang mulia. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir al-Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan al-Qur’an dengan jalan ikhlas.13 nickname (lakap atau gelar). masalah etika secara khusus dibahas pada Simposium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat. takwa dan sedekah. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan . Jalan yang ditempuh Said Nursi adalah mempertahankan prinsip-prisip dasar ajaran Islam dari trend materialistik dan ateistik. Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Kedua. Persoalan ini akan terkait secara langsung dengan persoalan politik dan sosial-kultur Said Nursi dalam membentuk pandangan dasar yang menjadi gagasan dasar atau ideologi menjelma menjadi doktrin-doktrin dari Risale-i Nur.

diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. teknologi. perkembangan ilmu dan teknologi. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung bermuatan materialistik dan intelektualistik semata. Keempat. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat-sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Ketiga. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. hal-hal .14 diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi. 8-10). dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. hlm. Maka. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma’rifatullah dalam perspektif yang luas. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. 2004. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. tasawuf dan akhlak dalam realitas kehidupan. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. komunikasi dan informasi. Akibatnya. (Faris.

Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda akhir zaman. Kelima. tanda-tanda akhir zaman. maka masalah penelitian ini dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut : 1. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. Berdasarkan pertimbangan beberapa pemikiran dan urgensi penelitian di atas maka dapat diambil pemahaman bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Said Nursi layak untuk dibahas.15 yang bersifat spritualistik cenderung diabaikan. Apa prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Bediuzzaman Said Nursi? 2. Rumusan Masalah Sesuai latar belakang masalah sebagaimana di atas. Karena persoalan “krisis moral” merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari “melupakan” Tuhan. Bagaimana relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan akhlak generasi muda ? Tujuan Penelitian Sesuai dengan rumusan masalah di atas. dikaji dan diungkap. teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. maka tujuan dari penelitian ini adalah : . Dengan demikian.

16 1. Secara teoritis. pelajar dan lain sebagainya. dalam kaitannya dengan ilmu pengetahuan. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan akhlak menurut Bediuzzaman Said Nursi. Untuk mengetahui relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak Bediuzzaman Said Nursi dengan pembinaan generasi muda. . Secara praktis. terkhusus bagi masyarakat luas yang ingin mengetahui tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi. Kemudian dalam kaitannya dengan ilmu pendidikan akhlak upaya penelitian ini akan bermanfaat untuk memberikan motivasi bagi diadakannya pembahasanpembahasan lebih lanjut tentang akhlak Islam secara filosofis untuk menemukan teori baru di bidang pendidikan akhlak. maka ilmu pendidikan akhlak dapat memberikan manfaat untuk memberikan motivasi bagi pembahaspembahas lanjutan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Penelitian ini juga berguna sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua disiplin bidang pendidikan. untuk memberikan informasi kepada peneliti tokoh Said Nursi lanjutan dalam mengkaji dan mengetahui tentang konsep pendidikan akhlak yang pernah dihasilkan oleh Said Nursi sebagai tokoh filosof sufi modern yakni sebagai upaya pengungkapan khazanah intelektual muslim abad ke-20an yang dapat dijadikan inspirasi dan motivasi bagi munculnya kejayaan Islam kembali. mahasiswa. 2. Kegunaan Penelitian Setidaknya ada 2 (dua) kegunaan dari penelitian ini yaitu secara teoritis dan praktis.

asas (kebenaran yang menjadi dasar berpikir. maka perlu memahami terlebih dahulu kata “Pendidikan”. hlm. Pengulangan istilah prinsip dalam judul yaitu prinsip-prinsip dalam bahasa Inggris principles (dalam bentuk jamak) mengandung arti ada beberapa dasar. namun istilah pendidikan akhlak menunjukkan adanya proses pembentukan seorang manusia agar memiliki akhlak. 336). Kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda.. bertindak dan sebagainya)” (Departemen P dan K 1991. Istilah “Pendidikan Akhlak” terdiri dari 2 (dua) kata yaitu pendidikan dan akhlak. 788).17 Penelitian ini dapat pula dijadikan sebagai salah satu bahan pemikiran untuk mengantisipasi bentuk pendidikan akhlak yang terintegrasi dalam semua bidang ilmu dan pendidikan. asas adalah jamak dari prinsip. 664). hlm. Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata itu berarti “dasar. 2) tuntunan peraturan untuk tingkah laku moral (Hornby 1974. Untuk memahami istilah ini. . maka ada beberapa istilah yang perlu diuraikan sebagai defenisi operasional di antaranya : Istilah “Prinsip-prinsip” berasal dari bahasa Inggris principle secara leksikal berarti : 1) Dasar kebenaran.th. Prinsip adalah suatu komitmen yang mendalam terhadap sesuatu yang diyakini kebenarannya. Definisi Operasional Guna mencapai pemahaman arah dari penelitian ini. hukum-hukum sebab akibat. Secara filosofis kata itu mengandung arti kebenaran-kebenaran yang fundamental dari suatu kandungan doktrin atau dasar apa saja yang berkaitan dengan tingkah laku manusia (Hasting t.

ta'dib. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas. siyasat diartikan siasat. kandungan. Pada dasarnya para ahli tidak mempersoalkan penggunaan istilah ini. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (Al . politik atau pengaturan. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam tahzibul akhlak. Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. antara lain tarbiyah. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan.18 Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. dan penerima. siyasat. 35). Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. mawa’izh. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. ta’lim. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. dan Burhan al-Islam al-Zarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. Ta'lim diartikan pengajaran. yaitu proses. tahzib. hlm. 'ada ta'awwud dan tadrib. pemerintahan. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al Attas 1994.

tanpa pemikiran atau pemaksaan. Jadi dapat dipahami bahwa akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika.19 Attas 1994. budi pekerti. etika. Dengan demikian yang dimaksud dengan istilah “Pendidikan Akhlak” dalam penelitian ini adalah “suatu proses menuju arah tertentu yang dikehendaki sesuai dengan landasan akhlak yang mengarahkan pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang (seperti Nabi) dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya”. Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. perangai dan kesusilaan. 36). yaitu generasi dan muda. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. Istilah "Generasi Muda" secara etimologi berasal dari dua kata. watak (at-thab ). Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. Sedangkan kata “akhlak” dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. Kata "generasi" berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. watak. tingkah laku. hlm. dan agama (al-din). adab atau sopan santun (al-muru’at). Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). moral. . dan kata "muda" yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. hlm. tabi'at (at-jiyyat). perangi. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. 667). hlm. 309).

2). kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. Dari beberapa defenisi operasional di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pengertian judul tesis ini adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup sebelum mereka. 11 . generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. golongan. judul karya. diakui bahwa ada beberapa peneliti yang telah menulis dan mengkaji sebagian pemikiran Said Nursi. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. hlm. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan. Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. Nesil Foudantion. 11 Terkait penelitian ini peneliti akan meninjau beberapa pustaka sebagai berikut : Untuk lebih jelasnya mengenai karya akademik yang memuat asal negara. bahwa generasi muda adalah kelompok. Menurut Suraiya. nama penulis. asal perguruan tinggi. khususnya dalam berbagai aspek. hlm. Turki. 166). angkatan. tempat dan tahun dapat dilihat di CD Bediuzzaman Said Nursi Risale-i Nur.20 Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). Istanbul. hlm. Dalam bentuk kajian tesis terdapat sekitar 8 negara yang membahas mengenai Said Nursi. 201). Tinjauan Pustaka Berdasarkan kajian dan pemeriksaan kepustakaan yang ada tentang Said Nursi.

Dalam karya berbahasa Turki ini. hal. dan pemahaman. menemukan beberapa metode pendidikan yang dipakai Said Nursi dalam Risale-i Nur. yaitu penekanan terhadap aspek akidah. Keutamaan model pendidikan Said Nursi adalah terletak pada kemampuan ia menggunakan argumentasi rasional untuk menunjukkan hakikat kebenaran. Ertugrul membuat suatu kesimpulan. Suatu catatan penting dari makalah ini memuat tentang 13 tawaran Said Nursi untuk dijadikan basis epistemologis penegakkan sistem pengajaran. dan Observational Method (External Observation and Inward Observation).m od el Pe nd id ik an Be di uz z a m a n " o le h H a li t Er tu g r u l (1 99 4) . “The Risale-i Nur in The Context of Educational Principles and Methods”. baik dalam kegiatan pendidikan informal. te la h memperkenalkan karya tentang Bediuzzaman Said Nursi berjudul . K a ji an " Mo de l. pendalaman. Walaupun dua karya tersebut cukup signifikan untuk melengkapi data penulisan tesis ini. Tulisan karya Adem Tatli. yaitu The Direct Lecturing Method. Sementara Sakir Gozutok (2000. 2. menggunakan metode pengulangan. 1992 dalam sebuah makalah yang berjudul : “Badiuzzanian Education Method”. 3. “Egitimde Bediuzzaman Modeli”. dalam makalahmya yang berjudul. namun sisi kelemahannya mungkin terletak pada titik tekan Said Nursi dalam membentuk berkepribadian berakhlak mulia tidak dilakukan oleh para peugkajipengkaji Said Nursi secara detail.21 1 . bahwa Said Nursi meliliki model tersendiri dalam pendidikan Islam. The Question and Answer Method. The Active Learning Method. Makalah ini dipersentasikan pada seminar Simposium ke II tentang Bediuzzaman Said Nursi pada 27-29 September 1992 di Istambul. 404-412). maupun dalam .

meliputi landasan filosofis. dan aktifitas pergerakan siswa. dapat penulis tegaskan bahwa sejauh pengamatan kami pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi belum ada. realisasi nilai-nilai tersebut belum dilakukan secara maksimal. dimaksudkan ingin melihat penelitian-penelitian yang sudah dilakukan untuk mendukung dan diharapkan menjelaskan posisi penulis dalam mengambil fokus kajian penulis. . sedangkan penelitian yang akan penulis lakukan adalah mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. jika diteliti secara langsung atau tidak langsung menyinggung persoalan keimanan. Semua kajian di atas. Dari beberapa literatur dan tulisan mengenai pemikiran Said Nursi di atas. siswa. atau pengkajian tentang akhlak belum dilakukan secara mendalam. Pemetaan kajian di atas. Sedangkan pada tahap konseptualisasi nilai-nilai akhlak. Karena itu.22 bentuk formal. penelitian kepustakaan yang akan kami lakukan ini adalah suatu usaha untuk mengkaji secara mendalam mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tersebut. metodologi pendidikan. Perbedaan penelitian dan karya ilmiyah tersebut dengan penelitian yang akan penulis lakukan adalah pada materi pembahasannya. kurikulum. pengelolaan kelas. metode. guru. Ertugrul dan Tatli masih dalam tataran umum mengkaji pola pendidikan dihubungkan dengan basis penegakan sistem pengajaran. Penelitian dan karya ilmiyah yang dikemukakan diatas tidak sama dengan penelitian yang akan penulis lakukan. dan prinsip metode pendidikan. Penelitian sebelumnya pada umumnya membahas masalah mosel-model pendidikan. akhlak dan ibadah yang menjadi fokus dari kajian penulis dalam membangun prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara teologis.

Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama. Tokoh lain yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Syed Muhammad Nauquib al-Attas dengan menggunakan kata adab atau ta'dib. Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. khususnya yang berkaitan dengan “prinsip-prinsip pendidikan akhlak”. 77-79). Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003. bangsa dan negara. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Kedua. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan sebagai penanaman adab ke dalam diri. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah” (Bakry 1993. 13-14).23 Kerangka Teori Dalam rangka memperjelas arah dari penelitian ini. Selain itu. Pertama. tercipta melalui kebiasaan dan . Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. hlm. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. jika dikaji secara teoritis. maka dalam penelitian ini secara spesifik peneliti mengemukakan teori-teori yang berhubungan dengan pendidikan akhlak sebagai berikut : “Teori pendidikan akhlak” secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. alamiah dan bertolak dari watak. hlm. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter.

Sebagian berpendapat bahwa karakter dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional). Sebagaimana dalam teologi rasional. him. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. hlm. 56-57). Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan daya-daya akal. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar. sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. Pembedaan pendidikan akhlak kepada mistik dan rasional bukannya tidak memiliki konsekuensi. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa . Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional).24 latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. Oleh sebab itulah. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan.10). Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia.

karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa . Dengan demikian. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa pendidikan akhlak dalam penelitian ini ditinjau melalui 2 (dua) aliran. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Akhlak termasuk unsur immaterial. Namun. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan. Namun. yakni rasional dan mistik (Abdullah 1997. Oleh sebab itulah. 125). yakni unsur rasio dan rasa. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. Karena itu. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan terhadap perlaku manusia. maka konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. hlm. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. Pendidikan akhlak mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. dalam kajian penelitian ini justru keduanya dipadukan untuk melengkapi satu dengan yang lainnya.25 pada diri manusia.

Disebut penelitian pustaka karena objeknya adalah pemikiran yang tertuang dalam bahan-bahan pustaka berupa buku-buku. Disebut deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendiskripsikan pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam buku-buku dan dokumen-dokumen. Disebut penelitian lapangan karena objeknya adalah pengamatan secara langsung aktivitas keagamaan generasi muda Turki yang mengarah kepada model kajian generasi muda. mengolah dan menganalisis data. maka langkahlangkah yang perlu dijelaskan terkait dengan hal-hal teknis dalam metodologi penelitian ini.26 pendapat Amin Abdullah menjadi landasan kajian ini dalam memadukan aspek-aspek akhlak dalam diri manusia. jurnal dan majalah ilmiah. arsip-arsip. Sumber Data . menjelaskan dan menggambarkan hasil penelitian yang dilakukan pada objek tertentu secara jelas dan sistematis. Penelitian ini dari segi objek dan tujuannya adalah deskriptif kualitatif. dokumendolumen. Metodologi Penelitian Untuk memperoleh data yang diperlukan. Disebut kualitatif adalah karena di dalam penjelasan dan uraianuraiannya tidak menggunakan angka statistik tetapi dengan fakta dan argumentasi. sebagai berikut : Jenis Penelitian Penelitian ini dari segi objeknya adalah penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research).

Adapun data primer adalah data yang langsung dari sumber pertamanya. membahas peristiwa yang menimpa para Nabi Allah SWT. Asma Allah SWT. entah itu anugerah atau bencana yang mana hikmah tersebut akan menyempurnakan kehidupan (spiritual) manusia. “Mektubat” (kumpulan surat-surat) merupakan kumpulan surat-surat 1928- 1932 memuat jawaban dan penjelasannya seputar isu-isu penting dalam. (Said Nursi. dan kehidupan spiritual yang mana dijelaskan dengan penjelasan yang sangat argumentatif dengan dalil yang menguatkan (Said Nursi. “Lemaalar” (kumpulan cahaya) memuat sebanyak 33 kumpulan cahaya. mengapa harus ada mukjizat dan lain sebagainya. mengenai kemukjizatan Rasulullah. rahmat dalam kematian dan kemalangan. 2003b). hikmah penciptaan setan. tentang kabar ghaib dari ayat al-Quran. Buku ini memuat tentang tingkat kehidupan. Berisi ajakan untuk merasakan tetesan cahaya Ilahi yang memantul di setiap aspek kehidupan baik yang profan maupun yang sakral. b.27 Sumber data pada penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Islam tentang isu-isu teologis. makna mimpi. 2003a). minhaj as-Sunnah. mukjizat Rasulullah SAW. yaitu pengkajian kitab Risale-i Nur sejumlah lebih kurang 6000 halaman. pembahasan tentang akhlak. ma'rifat terhadap Allah dan Rasulullah. . Adapun sumber pemikiran Said Nursi yang dijadikan rujukan adalah 2 (dua) karya dari kumpulan Risale-i Nur. lahir maupun bathin dan menerangkan bahwa ada hikmah dibalik peristiwa. Kedua karya tersebut : a. Buku ini mengandung 33 cahaya. Penelitian ini mengambil sumber asli yakni dalam bahasa Turki dan Arab. keutamaan munajat (doa). dan lain-lainnya.

2005. Sirozi dan kawan-kawan (Edisi Revisi) Pedoman Penulisan Tesis. Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. koran.28 Penyajian buku ini menjawab dan menjelaskan pertanyaan-pertanyaan dengan dalil naqli dan argumentasi serta pendekatan analogi yang aktual dan relevan. Analisa merupakan tahap yang penting dan menentukan. CD-ROM atau internet) yang berhubungan dengan penelitian ini sebagai data pendukung fokus penelitian ini. Teknik Penulisan Teknis penulisan tesis ini berpedoman pada buku tuntutan PPS IAIN Raden Fatah Palembang yang ditulis oleh M. walau nanti juga akan diikuti dengan 12 kitab lainnya dalam pembahasan kajian penelitian ini. monograf. selanjutnya data tersebut dianalisa. Kedua kitab di atas adalah bagian dan koleksi Risale-i Nur merupakan tafsir al-Qur’an yang ditulis oleh Said Nursi dalam bahasa Turki dan Arab. Selain itu. Adapun yang dapat digunakan sebagai sumber sekundernya berupa buku. karena dalam tahap ini data dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa sampai berhasil dalam menyimpulkan kebenaran-kebenaran yang dapat dipakai untuk menjawab persoalan- . makalah-makalah hasil simposium Internasional dan seminar Internasional hasil-hasil penelitian dan media elektronik (program komputer. jurnal ilmiah. majalah. dan bila dipandang perlu dilakukan penafsiran untuk mendukung analisa dan pemahaman yang lebih mendalam. yang dapat dijadikan sumber sekunder adalah tulisan-tulisan yang membicarakannya tentang pendidikan akhlak. enseklopedia. Setelah data selesai dikumpulkan dengan lengkap. Di samping Risale-i Nur. sebagai sumber sekunder digunakan sebagai pendukung ayat-ayat Al-Qur’an dalam kajian ini. Fokusnya kedua kitab ini.

serta menganalisa buktibukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat. Keterbatasan Penelitian . Adapun teknis penulisan tesis ini melalui langkah-langkah yang ditempuh dalam pengumpulan datanya dimulai dengan proses pengumpulan kitab-kitab dan buku-buku yang berkaitan dengan Risale-i Nur dalam konteks pendidikan akhlak. menganalisa apa-apa saja pemikiran Said Nursi. maka perlu dijelaskan secara teknis penganalisaan bahan-bahan dilakukan dengan cara komperasi bahasa yakni digunakan kombinasi Risale-i Nur yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya membaca data-data tersebut sebagai langkah identifikasi konsep-konsep dasar dari pemikiran pendidikan akhlak Said Nursi. Data kemudian dikelola secara mendalam. – yang dalam penelitian ini diposisikan data sekunder – hal ini dimaksudkan untuk mempermudah verifikasl dan menarik konklusi.29 persoalan dalam penelitian. verifikasi. Setelah datadata terkumpul maka data diteliti untuk mencari fakta yang relevan mengenai pendidikan akhlak menurut Said Nursi. Arab dan Inggris. mengevaluasi. Sebagaimana dalam disebutkan bahwa data primer penelitian ini adalah Risale-i Nur orisinil adalah bahasa Turki dan Arab. Apakah data-data tersebut termasuk sumber primer atau sumber sekunder. dengan cara mengumpulkan. pengelolaan analisa ini dimaksudkan untuk menganalisa secara mendalam pemikiran-pemikiran Said Nursi tentang konsep pendidikan akhlak. Kemudian pemikiran Said Nursi yang dijadikan objek direkonstruksi secara sistematis dan objektif. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kualitatif Dalam penelitian ini data yang sudah dikumpulkan diolah untuk diklasifikasikan sesuai dengan jenis datanya.

keterbatasan penelitian ini ada faktor bahasa dari segi teks Risale-i Nur. Metodologi Penelitian. faktor ini juga menyebabkan kesulitan dalam penelitian ini karena jumlah halaman mencapai 6000 halaman yang terdiri dari 14 jilid. Untuk itu. maka untuk mengetahui masing-masing bab tersebut adalah sebagai berikut : Bab Pertama. . keterbatasan waktu studi ini lebih disebabkan adanya keinginan mengkaji risalah nur ini dari bahasa aslinya. Sehingga pembahasan penelitian ini digunakan kombinasi Risale-i Nur sudah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Kerangka Teori. Kegunaan Penelitian. situasi itu pun tidaklah dapat dilakukan secara optimal. Rumusan Masalah. Karena 6 bulan pertama digunakan untuk belajar bahasa Turki dan 6 bulan mulai merancang penelitian dan penulisan. yakni bahasa Turki. karena Risalei Nur orisinil adalah bahasa Turki. dari tiap-tiap bab juga terdiri dari beberapa kerangka-kerangka pembahasan. Arab dan Inggris. penelitian ini hanya menggunakan sebagian dari Risale-i Nur yakni 2 kitab saja. bab ini merupakan bab pendahuluan. Sistematika Penulisan Dalam pembahasan tesis ini terdiri dari beberapa bab. Keterbatasan penelitian ini perlu dijelaskan untuk menghindari faktor-faktor yang mungkin mengancam objektivitas atau validitas penelitian dan generalisasinya. Defenisi Operasional. waktu satu tahun yang digunakan tidaklah mencukupi.30 Sebagal kajian pustaka penelitian ini tetap memiliki keterbatasan yang patut disampaikan di sini. yang terdiri dari Latar belakang. Hal ini juga disebabkan faktor keterbatasan waktu studi. dan Sistematika Penulisan. Tujuan Penelitian. Tinjauan Pustaka. Namun. karena banyak waktu yang digunakan untuk mengikuti berbagai kegiatan yang diprogramkan oleh The IstanbuFoundation for Sciance and Culture. Faktor Tebalnya Risale-i Nur.

dan signifikansinya. situasi kejiwaan. karakteristik. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. dan menanamkan ikhlas. bab ini membahas mengenai biografi singkat Said Nursi. ruang lingkup. memahami hakekat penciptaan manusia.. tujuan hidup. bab ini membahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup . tingkah laku. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. meyakini hari kiamat. selanjutan kegiatan keagamaan. menguatkan keimanan.31 Bab Kedua. bab ini membahas mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda. membahas penutupan berisikan kesimpulan. Bab 2 TINJAUAN TEORITIS PENDIDIKAN AKHLAK DAN GENERASI MUDA . dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. memahami alam semesta. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . Bab Keempat. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. Bab Kelima. Bab Ketiga. takwa dan sedekah. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. pandangan hidup. pengertian dan tujuan. implikasi dan rekomendasi. Bagian selanjutnya difokuskan bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . berpegang teguh pada al-Qur'an. ibadah. memahami asma' al-husna. relevansi dengan akidah. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . Adapun kajiannya tentang pendidikan akhlak mencakup . pengertian dan batasan. saran-saran. lingkungan. meneladani Nabi Muhammad Saw. dinamika kehidupan.

'ada ta'awwud dan tadrib. tahzib dan ta'dib sering diartikan pendidikan. jika ditinjau dari berbagai perspektif kajian. dinamika kehidupan. karakteristik. ta'dib. pemerintahan. Muwa'izh diartikan pengajaran atau peringan. dan kedudukan akhlak dalam kehidupan generasi muda. Sedangkan kajian pembinaan generasi muda mencakup . antara lain tarbiyah. dan signifikansinya. siyasat. Pengertian dan Tujuan Pendidikan Akhlak Pengertian Pendidikan Akhlak Dalam bahasa Arab istilah pendidikan digunakan untuk berbagai pengertian. dan Burhan al-Islam alZarnuji memberikan judul salah satu karyanya Ta'lim al-Mula'allim tharik at-ta'alum. siyasat diartikan siasat.32 Kajian ini dibagi menjadi 2 (dua) fokus yaitu mengenai pendidikan akhlak dan pembinaan generasi muda yang memiliki cakupan yang luas. Sedangkan untuk istilah tarbiyah. ta’lim. Namun pada kajian tentang pendidikan akhlak mencakup . namun para ahli . Ibn al-Jazzar al-Qairawani membuat judul salah satu bukunya berjudul siyasat al-shibyan wa tadribuhum. tahzib. pengertian dan tujuan. 'Ada ta'awwud diartikan pembiasaan dan tadrib diartikan pelatihan. Walau terjadi berbagai perbedaan. Di antara mereka yang menjadikan istilah-istilah di atas untuk tujuan pendidikan yakni Ibn Miskawaih dalam bukunya berjudul tahzibul akhlak. Ta'lim diartikan pengajaran. Ibn Sina memberi judul salah satu bukunya kitab al siyasat. pengertian dan batasan. mawa’izh. politik atau pengaturan. ruang lingkup.

namun pendidikan merupakan dengan "transformasi aspek nilai yang dan pembentukan Dengan kepribadian demikian. pengajaran lebih berorientasi pada pembentukan "tukang-tukang" atau para spesialis yang terkurung dalam ruang spesialisasinya yang sempit. perhatian dan minatnya lebih bersifat teknis. karena itu. . bahwa pendidikan merupakan suatu proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan hidupnya secara lebih baik. guru.33 tidak mempersoalkan penggunaan istilah di atas. Artinya. Karena. artinya pendidikan secara umum memuat sebuah usaha dan cara-cara yang dipersiapkan oleh pelaku pendidikan (Baca . segala dicakupnya". pendidik) dengan persiapan yang matang dan penekanan-penekanan menuju ke arah proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian yang sesungguhnya tidak mudah dilaksanakan. Mengambil makna dari pandangan Azra di atas. pada dasarnya semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam suatu kesimpulan awal. 3-4). yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. hlm. Kalau pengajaran dapat dikatakan sebagai "suatu proses transfer ilmu belaka". Para pakar sependapat bahwa Pendidikan lebih daripada sekedar pengajaran. perbedaan pendidikan dengan pengajaran terletak pada “penekanan pendidikan terhadap pembentukan kesadaran clan kepribadian anak didik di samping transfer ilmu dan keahlian” (Azra 2000. Memang secara fakta bahwa istilah “pendidikan” telah menempati banyak tempat dan didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pakar.

menyampaikan ajaran. musyrik. Al-Attas mendefinisikan pendidikan adalah suatu proses penanaman sesuatu ke dalam diri manusia. kafir. dan “diri manusia” mengacu pada penerima proses dan kandungan itu (Al-Attas 1994. mukmin. seperti yang lazim dipahami sekarang belum dikenal pada zaman Nabi. muslim. Sehingga jelaslah kegigihan tersebut mencerminkan upaya menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia (Arifin 1993. lalu tingkah laku mereka berubah menjadi menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa. hlm. mereka telah berkepribadian muslim sebagaimana yang dicita-citakan oleh ajaran Islam dengan itu berarti Nabi telah mendidik.34 Jika kita melihat sejarah. Suatu proses “penanaman” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” mengacu pada metode dan sistem untuk menanamkan apa yang disebut sebagai “pendidikan” secara bertahap “sesuatu” mengacu pada kandungan yang ditanamkan. memberi contoh. ix). telah mencakup arti pendidikan dalam pengertian sekarang. Tetapi usaha dan kegiatan yang dilakukan oleh Nabi dalam menyampaikan seruan agama dengan berdakwah. melatih keterampilan berbuat. membentuk kepribadian yaitu kepribadian muslim dan sekaligus berarti bahwa Nabi Muhammad SAW adalah seorang pendidik yang berhasil. . kasar dan sombong maka dengan usaha dan kegiatan Nabi mengislamkan mereka. lemah lembut dan hormat pada orang lain. Dari kegigihan usaha Rasulullah SAW tersebut. memberi motivasi dan menciptakan lingkungan sosial yang mendukung pelaksanaan ide pembentukan pribadi muslim itu. hlm. Orang Arab Mekkah yang tadinya menyembah berhala. “pendidikan” secara istilah. 35). yaitu potensi untuk selalu cenderung kepada kebaikan dan ridha Allah SWT sebagai jalan yang dapat membahagiakan kehidupan mereka di dunia dan akhirat.

Lagi pula cara merumuskan kalimat yang dimaksudkan untuk dikembangkan menjadi suatu definisi sebagaimana di atas.35 Istilah yang dikemukakan di atas mengandung tiga unsur dasar yang membentuk pendidikan. karena unsur-unsur tersebut masih begitu saja dibiarkan tidak jelas. tabi'at (at-jiyyat). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. memberikan kesan bahwa yang ditonjolkan adalah prosesnya (AlAttas 1994. bahkan agama). tingkah laku. adab atau sopan santun (al-muru’at). Al-Qalam [68]: 4). etika. watak (at-thab). budi pekerti. kata akhlak diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Sedangkan kata yang dekat dengan etika adalah moral. Kata akhlak walaupun terambil dari bahasa Arab (yang biasa berartikan tabiat. hlm. dan agama (al-din). dan penerima. Tetapi semuanya itu belum lagi suatu definisi. Akhlak jamak dari khuluq yang berarti adat kebiasaan (al-'adat). Yang ditemukan hanyalah bentuk tunggal kata tersebut yaitu khuluq yang tercantum dalam al-Qur’an surat al-Qalam ayat: 4. Sedangkan kata "Akhlak" dalam bahasa Indonesia dapat diartikan dengan akhlak. watak. moral. perangi. Ayat tersebut dinilai sebagai konsiderans pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul: "Sesungguhnya engkau [Muhammad] berada di atas budi pekerti yang agung" (QS. 35-36). kandungan. kebiasaan. yaitu proses. Jadi dapat dirumuskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang secara bertahap ditanamkan ke dalam manusia. Istilah-istilah akhlak juga sering disetarakan dengan istilah etika. Kata akhlak banyak ditemukan di dalam hadis-hadis Nabi SAW. namun kata seperti itu tidak ditemukan dalam al-Qur’an. . dan salah satunya yang paling populer adalah : “Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR. perangai dan kesusilaan. perangai. Bukhari dan Muslim).

watak. Jika dari asal usulnya. antara lain nilai kelakuan yang berkaitan dengan baik dan buruk.36 Bertitik tolak dari pengertian bahasa di atas. serta dari objeknya. kebiasaan. dan bahwa firman Allah berikut ini dapat menjadi salah satu argumen keanekaragaman tersebut. perasaan. Etiket berarti sopan santun. Terkait masalah istilah dalam bahasa Indonesia dikenal istilah "etika dan etiket”. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti. kandang. Hanya bedanya "etika" dari bahasa Yunani dan "moral" dari bahasa Latin. dan cara berpikir. kedua istilah ini tidak ada hubungannya. yakni kepada siapa kelakuan itu ditujukan. Kata moral berasal dari bahasa Latin mos dan jamaknya mores yang berarti kebiasaan atau adat. Etiket juga berarti secarik kertas yang ditempelkan pada botol atau kemasan barang. karena keduanya berasal dari kata yang berarti adat kebiasaaan. kita selanjutnya dapat berkata bahwa akhlak atau kelakuan manusia sangat beragam. dalam al-Qur'an : “Sesungguhnya usaha kamu (hai manusia) pasti amat beragam” (QS. Etika disini berati moral. 4). Kata yang dekat dengan etika adalah moral. tempat tinggal yang biasa. Keanekaragaman tersebut dapat ditinjau dari berbagai sudut. Etika dalam bahasa Inggris adalah ethics sedangkan etika adalah etiquette. Al-Lail [92]: 4). Jadi menurut Bertens kata "etika" sama dengan etimologi "moral". him. padang rumput. Dari segi . adat. 2004. sikap. Dalam bentuk jamak (ta etha) artinya adat kebiasaan (Bertens. Dalam bahasa Inggris dan juga bahasa Indonesia kata etika dan moral sangat berdekatan dengan istilah akhlak dari bahasa Arab. Sedangkan kata etika berasal dari bahasa Yunani Kuno. akhlak. Kedua istilah ini memiki persamaan dan perbedaan. yakni akhlak sebagai kelakuan.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata Etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti 1) Ilmu tentang yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Sering pula yang dimaksud akhlak adalah semua perbuatan yang lahir atas dorongan jiwa berupa perbuatan baik dan buruk. Menurut para ahli masa lalu (al-qudama). Akhlak disebut juga ilmu tingkah laku atau perangai ('ilm al-suluk). Sedangkan Asmaran cenderung melihat akhlak merupakan bawahan sejak lahir yang tertanam di dalam jiwa manusia. Asmaran (1994). agar jiwa bersih dan pengetahuan tentang kehinaan-kehinaan jiwa untuk mensucikannya. yang tertanam di dalam jiwanya dan . sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif. Akhlak adalah kemampuan jiwa untuk melahirkan suatu perbuatan secara spontan. atau tahzib alakhlaq (falsafat akhlak) atau al hikmah al-amaliyat atau al hikmat al khuluqiyyat. 4). hlm. tanpa pemikiran atau pemaksaan. 2) Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak. Pertama. mendefinisikan "akhlak itu adalah sifat-sifat yang dibawah manusia sejak lahir. 3) Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Sedangkan menurut Imam al-Ghazali berpendapat bahwa “Akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa manusia yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan tanpa melalui maksud untuk memikirkan lebih lama” (Mahyuddin 1996. Kedua. Yang dimaksud dengan ilmu tersebut adalah pengetahuan tentang keutamaan-keutamaan dan cara memperolehnya. sama-sama menyangkut perilaku manusia.37 persamaan.

38 selalu ada pada dirinya. Dari pengertian di atas. terhadap sesama manusia. Ditinjau dari segi sifatnya. tindakan.23). Baik atau buruknya suatu akhlak tergantung pda pembinaannya" (Asmaran 1994. diantaranya adalah: 1. hlm. 2. maupun terhadap lingkungan sekitarnya. Sifat itu dapat dilihat dari perbuatannya. disebut akhlaqul mahmudah. akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada lingkungan. Akhlaqul mahmudah juga terbagi lagi beberapa macam. akhlak terhadap Allah Swt. 8. artinya memelihara kesucian Al-Hifafah. yaitu: Pertama. artinya pema’af Al-khusu’. Perbuatan itu harus konstan yaitu dilakukan berulang kali (kontinu) dalam bentuk yang sama sehingga dapat menjadi suatu kebiasaan yang meresap dalam jiwa. pada hakikatnya akhlak menurut al-Ghazali harus mencakup dua syarat. baik yang berhubungan dengan diri sendiri. artinya tidak melakukan maksiat Al-Adli. Al-Amanah. 5. Penjelasan di atas memberikan gambaran bahwa akhlak merupakan suatu cerminan atau tolak ukur terhadap setiap sikap. cara berbicara atau pola tingkah laku seseorang itu baik atau buruk. 9. dan akhlak yang tercela. artinya bersifat belas kasih At-Ta’awun. hlm. dan perbuatan yang buruk disebut akhlak yang buruk atau tercela. Jadi . artinya jujur Al-Afwu. Kemudian dilihat dari segi sasarannya. artinya memelihara kesucian Ar-Rahman. artinya suka menolong (Barmawie 2001. yakni akhlak yang baik. 4. hlm. Perbuatan yang konstan itu harus tumbuh dengan mudah sebagai wujud refleksi dari jiwanya tanpa pertimbangan dan pemikiran yaitu bukan karena adanya tekanan-tekanan atau paksaan dan pengaruh dari orang lain.1). 6. 3. artinya bersifat adil Al-Hifafah. Kedua. 7. artinya menghormati tamu Al-Hilmu.22). Perbuatannya yang baik disebut akhlak mulia. disebut akhlaqul mazmumah (Barmawie 2001. akhlak terbagi dua macam.

Karena. hlm. karena banyak sekali dijumpai pendapat para ahli yang mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah pembentukan akhlak. .48-49). 15). Berdasarkan penjelasan di atas dalam penelitian ini arti kata akhlak bisa disamakan dengan kata etika. bertingkah laku dan berperangai yang baik sesuai dengan ajaran Islam. yaitu untuk menjadi hamba Allah yakni hamba yang percaya dan menyerahkan diri kepada-Nya dengan memeluk Islam (Marimba 1980. agar setiap umat Islam mempunyai budi pekerti yang baik (berakhlak mulia). Muhammad Athiyah al-Abrasyi mengatakan bahwa pendidikan budi pekerti dan akhlak adalah jiwa dan tujuan pendidikan Islam (alAbrasyi 1974.39 akhlak merupakan fondasi atau dasar yang utama dalam pembentukan pribadi manusia yang seutuhnya. Penjelasan di atas menggiring pemahaman bahwa istilah pendidikan akhlak dimaksud dalam penelitian ini adalah "suatu kegiatan pendidikan yang disengaja untuk perilaku lahir dan batin manusia menuju arah tertentu yang dikehendaki". moral dan etiket. Namun hanya kata akhlak dan etika yang mempunyai maksud sama ketika menyangkut perilaku lahir dan batin manusia. Demikian pula Ahmad D Marimba berpendapat bahwa tujuan utama pendidikan Islam adalah identik dengan tujuan hidup setiap Muslim. Tujuan Pendidikan Akhlak Berbicara masalah tujuan pendidikan akhlak sama dengan berbicara tentang pembentukan akhlak. itu dalam penelitian ini. akhlak yang dimaksud adalah "pengetahuan menyangkut perilaku lahir dan batin manusia". hlm.

Ini menunjukkan bahwa akhlak memang peril dibina dan pembinaan ini . 91). maka akhlak akan tumbuh dengan sendirinya. hlm.. Ibnu Maskawaih. Orang yang bakatnya pendek tidak dapat dengan sendirinya meninggikan dirinya. dan dapat juga berupa kata hati atau intuisi yang selalu cenderung kepada kebenaran. hlm. Selanjutnya ada pula pendapat yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil dari pendidikan.. 54).t. Ibnu Sina. 90). Pada kenyataannya di lapangan usaha-usaha pembinaan akhlak melalui berbagai lembaga pendidikan dan melalui berbagai macam metode terus dikembangkan. Perbuatan lahir ini tidak akan sanggup mengubah perbuatan bathin. hlm. demikian pula sebaliknya (Al Ghazali t. dan perjuangan keras dan sungguh-sungguh (Al Ghazali t. 54). yaitu apakah akhlak itu dapat dibentuk atau tidak?. Kelompok ini lebih lanjut menduga bahwa akhlak adalah gambaran bathin sebagaimana terpantul dalam perbuatan lahir.40 Akan tetapi. Dengan pandangan seperti ini. Imam al-Ghazali misalnya mengatakan bahwa: “Seandainya akhlak itu tidak dapat menerima perubahan. latihan. Dan tidak ada pula fungsinya hadits nabi yang mengatakan “perbaikilah akhlak kamu sekalian” (Al Ghazali t. al-Ghazali dan lain-lain termasuk pada kelompok yang mengatakan bahwa akhlak adalah hasil usaha (muktasabah). Kelompok yang mendukung pendapat yang kedua ini umumnya datang dari ulama-ulama Islam yang cenderung kepada akhlak. Menurut sebagian ahli mengatakan bahwa akhlak itu tidak perlu dibentuk karena akhlak adalah instinct (Gharizah) yang dibawa manusia sejak lahir (Mansyur 1961. walaupun tanpa dibentuk atau diusahakan.t. sebelum kita lanjutkan tentang tujuan pendidikan akhlak ada masalah yang perlu kita jawab terlebih dahulu dengan seksama. maka batallah fungsi wasiat. nasihat dan pendidikan. hlm. Bagi golongan ini bahwa masalah akhlak adalah pembawaan dari manusia sendiri. pembinaan.t..

tempat-tempat hiburan yang menyuguhkan adegan maksiat jujga banyak. saying kepada makhluk Tuhan dan seterusnya. Jadi untuk membina agar anak mempunyai sifat-sifat terpuji. tidaklah mungkin dengan penjelasan pengertian saja. dan pendidikan. terntaya menjadi anak-anak yang nakal. mengganggu masyarakat. Kebiasaan latihan itulah yang membuat ia cenderung kepada melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk. Demikian pula dengan obat-obat terlarang. dan pola hidup materialistic dan hedonistik semakin menggejola. hormat kepada ibu bapak.41 ternyata membawa hasil berupa terbentuknya pribadi-pribadi muslim yang berakhlak mulia. dan seterusnya. faximile. Semua itu jelas membutuhkan pembinaan akhlak (Nata 2002). dan diharakan nantinya dia mempunyai sifat-sifat tersebut dan menjauhi sifat-sifat tercela. buku-buku. Film. melakukan berbagai perbuatan tercela. arahan. karena adanya alat telekomunikasi. Saat ini misalnya orang akan dengan mudah berkomunikasi dengan apapun yang ada di dunia ini. . taat kepada Allah dan Rasul-NYa. Akan tetapi keadaan sebaliknya juga menyatakan bahwa anak-anak yang tidak dibina akhlaknya atau dibiarkan tanpa bimbingan. Ini semua menunjukkan bahwa akhlak memang perlu dibina agar akhlak generasi penerus kedepan menjadi lebih baik dan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan. dan seterusnya. akan tetapi memerlukan membiasakannya melakukan perbuatan yang baik. Keadaan pembinaan ini semakin terasa diperlukan terutama pada saat dimana semakin banyak tantangan dan godaan sebagai sebagai dampak dari kemajuan teknologi. minuman keras. internet. Peristiwa yang baik atau yang buruk dengan mudah dapat dilihat melalui pesawat televis. baik itu berupa yang baik atau pun yang buruk.

kemudian guru. akan merupakan unsur pentingdalam pribadinya. sehingga akan tumbuh rasa senang melakukanibadah tersebut. yaitu aliran nativisme. yang menyangkut akhlak dan ibadah sosial atau hubungan dengan sesama manusia sesuai dengan ajaran agama jauh lebih penting daripada hanya sekedar kata-kata. Sikap anak terhadap agamanya dibentuk pertama kali oleh orang tuanya. pembentukan sikap dan pribadi pada umumnya terjadi melalui pengalaman sejak kecil. Menurut aliran nativisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor pembawaan dari dalam yang bentuknya dapat berupa kecenderungan kepada yang baik. sembahyang berjamaah di sekolah. yaitu lingkungan social . doa.42 Pembinaan moral. aliran empirisme. Latihan-latihan keagamaan yang menyangkut ibadah seperti sembahyang. Aliran nativisme ini nampaknya begitu yakin terhadap potensi batin yang ada dalam diri manusia dan aliran ini erat kaitannya dengan aliran intuisme dalam penentuan baik dan buruk sebagaimana telah diuraikan di atas. masjid atau langgar. maka dengan sendirinya orang tersebut akan menjadi baik. Aliran ini tampak kurang menghargai atau kurang memperhitungkan peran pembinaan dan pendidikan. Untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak pada khususnya dan pendidikan pada umumnya. Semua pengalaman yang dilalui anak sewaktu kecilnya. Pendidik atau Pembina pertama adalah orang tua. 2002). Latihan keagamaan. harus dibiasakan sejak kecil. Selanjutnya menurut aliran empirisme bahwa factor yang paling berpengaruh terhadap pembentukan diri seseorang adalah factor dari luar. membaca al-quran. ada 3 (tiga) aliran yang sangat popular. kemudian disempurnakan atau diperbaiki oleh guru di sekolah. dan aliran konvergensi (Abudin Nata.

Aliran ketiga ini sesuai dengan ajaran Islam. dan hati agar kamu bersyukur”. sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. pendengaran. Aliran ini tampak lebih percaya kepada peranan yang dilakukan oleh dunia pendidikan dan pengajaran. hlm. Demikian juga sebaliknya. Jika pembinaan dan pendidikan yang diberikan kepada anak itu baik. sebagaimana tersebut dalam firman Allah yang berbunyi: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anak-anaknya di waktu ia memberika pelajaran kepadanya. Ayat tersebut memberi petunjuk bahwa manusia memiliki potensi untuk dididik. dan Dia memberikan kamu pendengaran. bersyukurlah kepadaKU dan kepada kedua ibu bapakmu. yaitu factor pembawaan anak dan factor dari luar yaitu pendidikan dan pembinaan yang dibuat secara khusus. `hai anakku. Sementara aliran konvergensi berpendapat bahwa pembentukan akhlak dipengaruhi oleh faktor internal.43 termasuk pembinaan dan pendidikan yang diberikan. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu bapaknya: ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. karena keimananlah yang menjadi salah satu dasar yang kokoh bagi pembentukan akhlak. hanya kepada-KUlah kembalimu (QS : Luqman :13-14). . Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan oleh Luqmanul Hakim terhadap anak-anaknya. Potensi tersebut harus disyukuri dengan cara mengisinya dengan ajaran dan pendidikan. 13). Sebagaimana firman Allah dalam alquran yang berbunyi: “Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun. janganlah kamu mempersekutukan Allah. maka baiklah anak itu. dan hati sanubari. Ayat tersebut selain menggambarkan tentang pelaksanaan pendidikan yang dilakukan Lukman Hakim. juga berisi materi pelajaran yang utama diantaranya adalah pendidikan tauhid atau keimanan. penglihatan. yaitu penglihatan. atau melalui berbagai metode (Arifin 1991.

itulah sebabnya sering terjadi perbedaan dan tujuan pendidikan antara masyarakat yang satu dengan yang lainnya.44 Kesesuaian teori konvergensi di atas. Melalui kerja sama yang baik antara 3 lembaga pendidikan tersebut. penerima tugas (manusia). Bukhari) Dari ayat dan hadits tersebut di atas jelas sekali bahwa pelaksanaan utama dalam pendidikan adalah kedua orang tua. karena . Itulah sebabnya orang tua terutaman ibu mendapat gelar sebagai madrasah. yakni tempat berlangsung kegiatan pendidikan. Dari berbagai penjelasan di atas. sementara faktor eksternal yang dalam hal ini adalah dipengaruhi kedua orang tua. Tugas khalifah sendiri harus memenuhi empat sisi yang saling berkaitan yaitu pemberi tugas (Allah). tempat atau lingkungan di mana manusia berada. nasrani atau majusi” (HR. maka kedua orang tuanyalah yang membentuk anak itu menjadi yahudi. Dan keempat hal ini saling berkaitan. apektif (penghayatan). tokoh-tokoh masyarakat. dan psikomotorik (pengalaman) ajaran yang diajarkan akan terbentuk pada diri anak. dan materi-materi penugasan yang harus mereka laksanakan. Faktor internal yaitu potensi fisik. pada dasarnya tujuan pendidikan akhlak sejalan dengan tujuan pendidikan seperti yang disinggung dalam al-Qur’an yaitu membina manusia baik secara pribadi kelompok agar mampu menjalankan fungsinya sebagai khalifah Allah maupun sebagai hamba Allah. intelektual dan hati (rohaniah) yang dibawa anak dari sejak lahir. guru di sekolah. juga sejalan dengan hadits Nabi yang berbunyi: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan membawa fitrah (rasa ketuhanan dan kecenderungan kepada kebenaran). maka aspek kognitif (pengetahuan). Dari penjelasan di atas dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa faktor yang paling dominan terhadap pembentukan akhlak anak didik adalah faktor internal dan faktor eksternal.

45 mereka harus memperhatikan faktor lingkungan di mana manusia itu berada (Mahmudah, tt., hlm. 56). Berdasarkan penjelasan di atas, wajar kiranya Omar Muhammad al-Toumy alSyaibany menyatakan bahwa dasar pendidikan Islam identik dengan dasar tujuan Islam. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu al-Qur’an dan Hadits, pemikiran yang serupa juga dianut oleh para pemikir pendidikan Islam, atas dasar pemikiran tersebut maka para ahli pendidikan dan pemuka pendidikan Muslim mengembangkan pemikiran mengenai pendidikan Islam dengan merujuk kedua sumber utama ini (Jalaluddin 2001, hlm. 8). Secara teoritis pendidikan akhlak pada dasarnya bertitik tolak dari urgensi akhlak dalam kehidupan. Tokoh yang menganggap pentingnya pendidikan akhlak adalah Oemar Bakry, menurutnya “ilmu akhlak akan menjadikan seseorang lebih sadar lagi dalam tindak tanduknya. Mengerti dan memaklumi dengan sempurna faedah berlaku baik dan bahaya berbuat salah" (Bakry 1993, hlm. 13-14). Mempelajari akhlak setidaknya dapat menjadikan orang baik. Kemudian dapat berjuang di jalan Allah demi agama, bangsa dan negara. Berbudi pekerti yang mulia dan terhindar dari sifat-sifat tercela dan berbahaya. Tokoh akhlak lain yang menganggap Muhammad pentingnya pendidikan dengan

adalah

Syed

Nauquib

al-Attas

menggunakan kata adab atau ta'dib. Al-Attas mengatakan bahwa kebenaran metafisis sentralitas Tuhan sebagai Realitas Tertinggi sepenuhnya selaras dengan tujuan dan makna adab dan pendidikan sebagai ta'dib. Al-Attas menganggap bahwa proses pendidikan

46 sebagai penanaman adab ke dalam diri, sebuah proses yang tidak dapat diperoleh melalui suatu metode khusus. (Lihat Wan Daud 2003, hlm. 77-79). Penjelasan al-Attas ini menggambarkan bahwa potensi akhlak berada pada Realitas Tertinggi yang merupakan titik sentral dalam kehidupan manusia. Berdasarkan kepentingan akhlak dalam kehidupan manusia itulah, maka mengatakan Ibn Miskawaih bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah terwujudnya sikap batin yang mampu mendorong secara spontan untuk melahirkan semua perbuatan atau bernilai baik (Badawi 1963, hlm. 478). , sehingga mencapai kesempurnaan dan memperoleh sa'adat (kebahagiaan sejati/kebahagiaan yang sempurna). Pendapatan ini beralasan bahwa kebaikan itu merupakan tujuan setiap orang, factor anugerah Allah yang dapat mencapai kebaikan, disamping adanya kesungguhan berusaha dan

berkelakuan baik (Miskawaih 1982, hlm. 41-45). Seperti yang disimpulkan oleh Suwito bahwa tujuan pendidikan akhlak menurut pemikiran Ibn Miskawaih adalah terciptanya manusia berperilaku ketuhanan. Perilaku seperti ini muncul dari akal ketuhanan yang ada dalam diri manusia secara spontan (Suwito 1992, hlm. 157). Rumusan tujuan pendidikan akhlak seperti ini hakekatnya dapat dilakukan melalui membangun motivasi pribadi dan orang lain untuk mencontoh akhlak Nabi. Artinya, bahwa berbagai aktivitas kehidupannya selalu melakukan sesuatu dengan mengikuti akhlak nabi, baik dalam rangka pembentukan sebagai seorang pribadi maupun terhadap orang lain. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan akhlak adalah

47 terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi".

Ruang Lingkup Pendidikan Akhlak Pembicaraan tentang pendidikan akhlak harus diakui banyak sekali persoalan yang akan muncul ketika masalah ini diangkat dan dikaji. Karena memang banyak hal yang dapat mempengaruhi proses pendidikan akhlak. Diantaranya adalah menyangkut jumlah dan nama sumber karya tulis mengenai pendidikan akhlak. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi akan sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang situasi sosial pada saat Risale-i Nur ditulis. Juga akan sangat berbeda kalau konsep itu berdasarkan kontekstualisasi pemahaman nilai-nilai keimanan atau ketauhidan yang menjadi filosofi dalam membentuk karekteristik insan manusia secara intergratif, universal dan kekinian. Kemudian perbedaan juga akan muncul bila pendidikan akhlak ditinjau dari segi pelaksanaannya, seperti efektifitas pendidikan akhlak yang dilakukan dengan pendekatan monolitik (diajarkan sebagai suatu bidang studi tersendiri) dengan pendekatan integratif (terintegrasi dengan bidang studi) pada lembaga pendidikan. Jika pendekatan integratif, maka masih ada pertanyaan yakni bidang studi

manakah yang sesuai dengan pengintegrasian?. Di samping itu, yang dapat berpengaruh pada konsep pendidikan akhlak adalah cara mengevaluasi pendidikan akhlak, dari kurikulumnya, alat dan atau media yang digunakan. Faktor lain seperti lingkungan, jenis kelamin,

48 tingkat kecerdasan anak didik, teologi pendidik, dan sebagainya, dapat pula berpengaruh terhadap hasil penelusuran konsep

seseorang mengenai pendidikan akhlak. Beberapa identifikasi di atas merupakan berbagai persoalan yang akan muncul dalam dinamika pemikiran mengenai prinsipprinsip pendidikan akhlak. Dalam penelitian ini selain tujuan teknis yang diarahkan menjawab persoalan pokok maka dirumuskan tujuan pendidikan akhlak menurut pandangan Said Nursi yang dapat dipahami dari Risale-i Nur bahwa tujuan pendidikan akhlak diarahkan terciptanya manusia yang beriman perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) berdasarkan pemahaman Bediuzzaman Said Nursi. Maka dapat dipahami bahwa pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik yang harus menjadi mata pelajaran atau lembaga, melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. Akhlak dalam dasar-dasar pendidikan selalu berawal dari upaya prinsip menguatkan iman dan mengkokohkan akidah secara integratif yang pembahasannya akan mempengaruhi terbentuknya doktin-doktrin akhlak secara aplikatif. Selain itu, menurut Ibn Miskawaih akhlak merupakan suatu keadaan jiwa. Keadaan ini menyebabkan jiwa bertindak tanpa berpikir atau pertimbangan secara mendalam. Keadaan seperti ini dapat disebut sebagai karekter. Menurutnya keadaan ini ada dua jenis. Pertama, alamiah dan bertolak dari watak. Kedua, tercipta melalui kebiasaan dan latihan. Berdasarkan kedua jenis keadaan ini cendikiawan klasik sering berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa karakter

Ini tentu saja sangat negatif (Ibn Miskawaih 1997. hlm. Pembinaan inilah yang dapat dikatakan sebagai (tahzih al-Akhlaq) pendidikan akhlak. . sedangkan akhlak mistik kurung mendorong manusia untuk dinamis (Suwito 1995. Amin Abdullah bahwa kalau dibandingkan dengan mahzab pemikiran di bidang pendidikan akhlak maka secara umum pendidikan akhlak dapat dibagi dua. Berdasarkan inilah Ibn Miskawaih menganggap perlu adanya pembinaan jiwa secara intentif dengan dayadaya akal. akhlak rasional dapat membawa konsekuensi bagi pertumbuhan kreatifitas dan inisiatif. Karena menurutnya pendapat pertama menyebabkan tidak berlakunya fakultas nalar.49 dimiliki oleh jiwa yang tidak berpikir (nonrasional).10). Menurut Suwito yang mengutip pendapat M. kecenderungan orang kepada kekejaman dan kelalaian serta banyak remaja dan anak-anak berkembang liar tanpa nasehat dan pendidikan. tertolaknya segala bentuk norma dan bimbingan. Berdasarkan kedua jenis karakter dan kedua pendapat di atas Ibn Miskawaih menegaskan bahwa akhlak yang alamiah dan sudah menjadi watak dapat berubah cepat atau lambat melalui disiplin serta nasehat-nasehat mulia. Sementara yang lain berpendapat karakter itu dimiliki oleh jiwa berpikir (rasional). Sebagaimana teologi rasional. pendidikan akhlak mistik dan pendidikan akhlak rasional. 56-57). hlm. Pembedaan bukannya pendidikan tidak akhlak kepada mistik dan rasional dalam memiliki konsekuensi.

50 Oleh sebab itulah. Konsekuensi pada pendidikan akhlak rasional memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia dinamis. yang dimaksud dengan pendidikan akhlak rasional yang memberi lebih kuat kepada pendidikan daya pikir (rasio) manusia. Dengan demikian. pendidikan akhlak tidak masuk dalam kategori institusi sebagaimana di atas. Adapun konsekuensi yang diperoleh dari pendidikan akhlak mistik kurang memberikan dorongan kuat bagi terciptanya manusia yang dinamis. Signifikansi Pendidikan Akhlak . Namun. pendekatan pendidikan akhlak bukan monolitik dalam pengertian harus menjadi nama bagi suatu mata pelajaran atau lembaga melainkan terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran atau lembaga. sedangkan pendidikan akhlak mistik memberikan porsi lebih kuat kepada pendidikan daya rasa pada diri manusia. mengarah pada terciptanya perilaku lahir dan batin manusia sehingga menjadi manusia yang seimbang dalam arti terhadap dirinya maupun terhadap luar dirinya. Jadi pada dasarnya ruang lingkup Pendidikan akhlak yang dimaksud pada penelitian ini yaitu . karena hakekat pendidikan akhlak adalah inti semua jenis pendidikan. Distingsi ini bermanfaat bagi konsekuensi yang ditimbulkan.

2004. Risale-i Nur karya Said Nursi merupakan tafsir a]Qur'an yang secara konsisten membicarakan penguatan iman dan alQur'an dengan jalan ikhlas. 8-10). Pemikiran semacam ini merupakan hasil refleksi dan pemahaman terhadap suatu teologi yang mendalam mengenai Asma Allah dan sifat- . masalah etika secara khusus dibahas pads Simpusium Internasional di Turki yang ke-6 tahun 2002 yang dikoordinir oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture. Etika yang dimaksud oleh Faris Kaya mengungkapkan bahwa akhlak dalam sejarah dunia memang sangat penting. Di samping itu dalam sepanjang pelaksanaan Simposium dan diskusi panel oleh The Istanbul Foundation for Sciance and Culture ini selalu menyertakan tema etika. him. diasumsikan bahwa pemikiran akhlak Said Nursi memberikan peranan signifikan dalam aktivitas kehidupannya. Ketiga. (Faris. Satu buku kumpulan Simposium Internasional yang ke-6 mendorong perlunya membahas mengenai akhlak dan juga tulisan Faris Kaya yang mengungkapkan mengenai etika dalam Risalei-Nur. takwa dan sedekah.51 Adapun di antara alasan pentingnya pemikiran Said Nursi di bidang pendidikan akhlak dapat diungkapkan beberapa pertimbangan sebagai berikut : Pertama. Kedua. Karya ini juga membahas secara mendalam mengenai akhlak Rasulullah dalam berbagai tulisannya Risale-i Nur yang berorientasi kepada perubahan pola pikir dan laku untuk memahami dan mengimani secara mendalam tanda-tanda hari kiamat dan keberadaan hari kiamat.

teologi rasional dan spritual semakin dinilai penting dan mendesak. Yang tidak dapat dilepaskan dari perkembangan zaman saat ini adalah perkembangan ilmu. Dengan demikian. hal-hal bersifat spritualistik cenderung diabaikan. bermuatan materialistik yang dan intelektualistik Akibatnya. teknologi. kemampuan memilih berbagai alternatif secara kritis melalui pemahaman. tanda-tanda akhir zaman. Di antara dampak negatif globalisasi ini antara lain adalah semakin banyaknya alternatif bagi ukuran akhlak manusia yang cenderung semata. Artinya paham yang dianut Said Nursi berdekatan dengan upaya ma'rifatullah dalam perspektif yang luas. Kebutuhan-kebutuhan ini yang menyebabkan dunia semakin global. dalam konteks pendidikan akhlak selalu memadukan akal dan hati untuk melakukan pendekatan ajaran Islam secara universal. Sementara itu dapat diasumsikan bahwa teologi Said Nursi adalah rasional-spritual. Paham ini diilhami kemutlakan Tuhan dalam diri manusia dengan catatan bahwa akal memiliki peran penting dalam refleksi untuk menyempurnakan keyakinan dari refleksi hati. Selain berdampak positif juga berdampak negatif. Keempat. komunikasi dan informasi. Maka. perkembangan ilmu dan teknologi. pentingnya pengkajian ini juga disebabkan titik nadir masyarakat global berdasarkan paham keagamaan menunjukkan tanda-tanda . Diyakini bahwa Said Nursi adalah sosok pemikir sekaligus sufi yang memadukan konteks teologi dan realitas kehidupan. Kelima.52 sifat-Nya yang membentuk kerangka pikir dan sikap perilaku.

Kata generasi muda tidak cukup diartikan berdasarkan ilmu kebahasaan (etimologi) saja. hlm. Menurut Suraiya. 2). Dalam konteks itulah sebagai makhluk beragama harus mewaspadai itu dan berupaya mengantisipasi dan merubah pola pandangan hidup. hlm. dan muda yang berarti belum lama ada (Dep P dan K 1999. Pendidikan Akhlak Generasi Muda Pengertian Generasi Muda Generasi muda secara etimologi berasal dari dua kata.667). hlm. Dalam pengertian pertama ini nampaknya belum begitu jelas apa esensi generasi muda yang dimaksud dalam pembahasan ini. di mana mereka memiliki tugas untuk melanjutkan pembangunan bangsanya sebagaimana tugas-tugas para angkatan yang hidup . Selanjutnya Hartini dan Kartasapoetra menamakan generasi muda sebagai angkatan kaum muda (Hartini dan Kartasapoetra 1992. Suryono Sukanto mengartikan generasi muda adalah sekelompok orang muda yang lahir dalam jangka waktu tertentu (Suryono 1993. hlm. 166). kaum muda yang hidup dalam jangka waktu tertentu. 201). hlm. Generasi muda berarti angkatan atau turunan yang belum lama hidup. bahwa generasi muda adalah kelompok.53 akhir zaman. Karena persoalan "krisis moral" merupakan entry point dari munculnya pembaharu (mujadid) untuk menyelamatkan umat dari "melupakan" Tuhan. golongan.309). tetapi perlu dilihat arti secara terminologi (istilah). generasi muda adalah bagian suatu generasi yang sedang menjalani giliran mengelola kehidupan masyaranat dan kenegaraan (Suraiya 1985. angkatan. yaitu generasi yang berarti angkatan atau turunan (Dep P dan K 1999. Dari beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas dapat disimpulkan.

Menurut Ruslan Abdul Gani. Hal ini jika didasarkan kepada potensi kemanusiaannya tentu beralasan. hlm. namun hal itu tidak perlu dijadikan hambatan kita untuk memahami aspek usia generasi muda. usia generasi muda ialah berkisar dar dari 0–30 tahun (Suraiya 1985.0 (pria) dan 17. Generasi muda identik dengan kaum muda. Menurut Sujanto generasi muda. 3. Di masyarakat sering kita lihat orang muda yang berusia antara 15-30 tahun yang seharusnya giat bekerja tetapi hidup bermalas-malasan.0 (wanita) (Sujanto 1996. 160). usia generasi muda (kaum muda) berkisar antara 1525 tahun (Ghufron 1986. 2. maupun spiritual. hlm. Batasan Generasi Muda Walaupun beberapa pakar sering berselisih pendapat mengenai perbedaan tentang batasan usia generasi muda. Ini berarti umur tidak menjadi jaminan mutlak bagi suatu generasi.0-45. dapat dibatasi usia antara 23. Dari ketiga pengertian di atas nampaknya memiliki perbedaan. yaitu: 1. hlm. 13). di sini hanya dikemukakan tiga pendapat mengenai batasan usia generasi muda. giat bekerja atau tidak. baik material. tetapi orang tua yang umurnya di atas 50 tahun masih aktif bekerja. Di antara sekian banyak pakar. yaitu: Pengertian pertama nampaknya memasukkan golongan anak-anak sebagai generasi muda.54 sebelum mereka. 5).0-40. tetapi pada realitanya anakanak belum sepenuhnya dapat bertanggung jawab terhadap kemajuan pembangunan. Hanya . Menurut Suraiya. apalagi jika usia itu relatif dan tidak menjadi ukuran baku bagi generasi muda. Dapat dipahami pula bahwa generasi muda sesungguhnya menjadi tumpuhan harapan masyarakat dalam merealisasikan idiologi dan tujuan pembangunan. produktif atau tidak.

seperti aspek fisikal. Jadi. berdasarkan pendapat fakar. Untuk menjelaskan generasi muda secara lengkap perlu dilihat dari berbagai aspek. Dari tiga pendapat di atas dapat disimpulkan. 445). dan moralnya. dari tiga pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa usia generasi muda dapat dibatasi antara 15-40 tahun. Karakteristik Generasi Muda Karakteristik diartikan sebagai ciri-ciri khusus (Dep P dan K 1999. pada hal kenyataannya banyak organisasi pemuda yang dimotori oleh angkatan usia ratarata 45 tahun ke atas. yaitu: 1. Dalam penelitian ini generasi muda dibatasi umur 15-40 tahun. salah satu ciri dari generasi muda pada masa awalnya (memasuki usia remaja) adalah meraka sedang mengalami masa pubertas .55 orang yang lebih tua dari mereka yang mampu mengemban tugas tersebut. di sini akan dijelaskan karakteristik generasi muda secara globalnya saja. Berdasarkan pendapat Andi Mappiare. bahwa usia generasi muda tidak bisa ditentukan dalam batas yang mutlak. Pengertian kedua nampaknya membatasi usia generasi muda rendah (hanya sampai usia 25 tahun). artinya generasi muda itu sangat luas cakupan maknanya dan tentu memiliki karakteristik tertentu yang perlu dijelaskan agar kita bener-benar memahami siapa generasi muda sesungguhnya. Pengertian ketiga menjelaskan bahwa generasi muda sebagian terdiri dari kelompok orang dewasa yang berumur 17-40 tahun. psikis. soaial. mengingat di usia tersebut kehidupan generasi muda dalam kondisi stabil. Ciri atau indikator berfungsi untuk menjelaskan secara detil tentang makna sesuatu. hlm. Sebagaimana telah kita pahami bahwa generasi muda adalah angkatan kaum muda yang hidup dalam masa tertentu. Artinya usia generasi muda relatif dan dapat ditinjau secara berlainan sesuai dengan sudut pandang kita melihatnya. emosional. intelektual. Mengingat penjelasan tersebut begitu luas.

hlm. bahwa generasi muda mempunyai karakteristik yang meliputi banyak hal. 5. dan masa bergelora yang harus diselami. hlm. dkk. Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993.56 yaitu perubahan yang cepat secara fisik (organ-organ tubuhnya) dan perubahan sikap serta sifat ke arah kedewasaan (Sudarsono 1993. generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa remaja. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas hidupnya hlm. 149-150). memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Menurut Agus Sujanto. dan menemukan indentifikasi dengan obyekobyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. hlm. penuh tantangan. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. 2. Menurut Kartini Kartono.. hlm. yaitu pada masa remaja generasi muda (Kartono 1990.33 dan hlm. masa pemuda adalah masa ujian. dianggap sanggup berdiri sendiri. Pada masa ini pemuda dapat menentukan masa tuanya dan kedewasaannya untuk banyak berkarya (Sujanto 1996. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. 3. 15). 4. 12-13). 161-162). .184). Berdasarkan ciri psikologis di atas dapat disimpulkan. Berdasarkan Halem Lubis. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. Menurut Sudarsono.

Generasi muda akan selalu berusaha mandiri dalam mengatasi semua kebutuhan hidupnya. pola sikap. walaupun usaha itu dalam pelaksanaannya belum berhasil. Melihat karakteristik generasi muda di atas. masyarakat. dan tindakan semata-mata dikembangkan kemaslahatan ummat. Di samping itu generasi muda di masa dewasanya memiliki beban psikologis dan tanggung jawab dalam segala perilaku dan perbuatan mereka. dan agama.57 akan mengalami perkembangan fisik dan kejiwaan menuju kedewasaan seperti perkembangan tubuh. (Alqur’an. secara psikologis beban yang diemban generasi muda tidak lain untuk memberdayakan potensi diri mereka dan masyarakat. bermasyarakat. Dari ayat di atas juga dapat disimpulkan. Pada karakteristik psikologis ini sesungguhnya genaerasi muda perlu memahami bahwa kematangan pikiran. 51 : 56). yaitu memiliki naluri sebagai hamba (pengabdi) kepada Allah dan mampu menjalankan perintah-perintah-Nya dalam kehidupan pribadinya. bahwa generasi muda yang tergolong kelompok manusia yang beriman diharapkan memiliki ciri mutlak yang ditentukan oleh Allah. dengan iktikad pengabdian yang telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Tidak aku (Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka mengabdi kepadaKu”. keluarga. sebagai pengabdian diri kepada Allah. dan beragama. ciri-ciri yang demikian harus melekat dalam diri generasi muda. Pada karakter ini generasi muda perlu berhati-hati dalam menyikapi masa perubahan yang terjadi agar mereka dapat berkembang secara wajar dan terarah sesuai dengan tujuannya. dan emosional. pemikiran. negara. . mereka harus mampu mengenal dan memahami hakikat dan kedudukan generasi muda sebagai wujud dari mengenal diri dan peran-perannya dalam kehidupan keluarga. yaitu suatu tugas yang diparduhkan oleh agama.

Tantangan itu. seperti dari media elektronika. Namun tidak menutup kemungkinan hal sebaliknya. bangsa dan agama. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sisi negatif yang merupakan dampak dari kemajuan teknologi dan komunikasi. seperti . telah membuat kehidupan generasi muda menjadi kasus yang sering dipermasalahkan dan banyak mengundang perhatian. bahkan terkadang merusak sendi-sendi kehidupan kita. bangsa. dan agamanya. dan bukan pula hanya sebagai pendukung globalisasi. khususnya bagi bangsa Indonesia berbagai aspek kehidupan. tetapi juga sebagai pengendali arus globalisasi yang secara gencar mempengaruhi.58 Dinamika Kehidupan Generasi Muda Globalisasi saat ini benar-benar menjadi tanpa batas. karena globalisasi merupakan kenyataan dunia kekinian. lintas suku. Harapan kita sesungguhnya generasi muda dapat mengambil yang baik-baik dan meniggalkan yang buruknya. dan menuntut perhatian bersama. teknologi. maka pengaruh budaya mereka menjadi lebih dominan dan hampir dapat dikatakan merusak budaya secara Islam. informasi. Kondisi ini memang sangat memprihatinkan. Tantangan masa depan. dan media cetak. informatika. budaya. Dari kehadiran kemajuan ilmu dan teknologi itu cukup banyak membuat generasi muda berhasil untuk meniti jejak karir dan mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat. tidak hanya timbul dalam kaitannya dengan pengembangan potensi dan aktualisasi diri sumberdaya manusia. Namun. Namun kita menyadari karena banyak sekali produk-produk tersebut berasal dari Barat. misalnya pemerkosaan. perkembangan ilmu pengetahuan. komunikasi dan juga seni telah memberikan warna baru terhadap pembentukan generasi muda. dan sebagainya. Peradaban global memberikan tantangan besar bagi dunia pendidikan. globalisasi bukanlah momok dan tak perlu kita takuti. penggunaan obat-obat terlarang.

sehingga seringkali meresahkan lingkungan masyarakat sekitarnya. Generasi muda sekarang ini telah merosot moralnya. Gejala-gejala semacam ini mulai timbul akibat dari perubahan arus informasi dan arus globalisasi budaya yang datangnya dari luar yang diserap oleh generasi muda melalui berbagai media massa. Didalam kehidupan sekarang ini.59 lebih banyak generasi muda yang tertarik dengan gaya serta cara yang kurang baik. Permasalahan ini timbul dikarenakan kurangnya nilai-nilai agama di kalangan kehidupan generasi muda. tak perduli di kota mau pun di desa-desa. sehingga mereka seringkali melakukan perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Kedudukan Akhlak dalam Kehidupan Generasi Muda . Ini berarti bahwa titik tolaknya adalah pendidikan yang akan mempersiapkan manusia menjadi makhluk individual yang bertanggungjawab dan makhluk sosial yang mempunyai rasa kebersamaan dalam mewujudkan kehidupan yang damai. tertib. baik di kota maupun di desa banyak kita jumpai berbagai permasalahan yang dilakukan oleh generasi muda. Sebaliknya generasi muda ini belum punya filter untuk menangkal kedua arus tersebut. sehingga budaya-budaya yang menyesatkan mudah mempengaruhi jalan hidup mereka. tentram. Maka itu perlu dibatasi tontonan atau bacaan yang bernada kekejaman atau pun kekerasan. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian dari ajaran Islam yang dari semula telah mengarahkan manusia untuk berupaya meningkatkan kualitas hidupnya yang dimulai dari perkembangan budaya kecerdasan. maju dan kasih sayang lahir dan batin yang dapat dinikmati bersama secara merata dalam kehidupan ini. apalagi tontonan atau bacaan itu disebarkan diseluruh wilayah. karenanya hampir seluruh remaja Indonesia banyak yang terpengaruh.

Perlu ditambahkan. masyarakat dan negara tergantung bagaimana keadaan akhlaknya. maka al-Qur’anlah yang menjadi tuntunan kita. jaya hancurnya. Thaha (20): 8). Allah adalah pencipta alam beserta isinya termasuk manusia. Demikian rumus yang diberikan oleh kebanyakan ulama.60 Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang sangat penting. maka prinsip asma’ al-husna semaksimal mungkin dapat ditanamkan dalam diri manusia. yang diciptakan dengan bentuk yang sebaik-baiknya dan . Allah selalu memperagakan kebaikan. kita melihat bahwa tidak pernah suatu bangsa yang jatuh karena krisis intelektual. Dalam kaitan ini pula. Akhlak terhadap Allah SWT (Khaliq). sejahtera-rusaknya suatu bangsa. tiada Tuhan selain Dia. Untuk mencontoh akhlak Rasulullah tersebut. tetapi suatu bangsa jatuh karena krisis akhlak. tidak mungkin Dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik. Demikian pula sebaliknya. adalah al-Qur’an…”. Sebab jatuh bangunnya. Al-Qur’an yang suci menegaskan bahwa (Dialah) Allah. bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah. Tolak ukur kelakuan baik dan buruk mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. Penjelasan berikut meliputi pembahasan aplikasi akhlak pada manusia. Allah dan Alam yang memahami prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan terpuji harus dimiliki oleh setiap muslim. baik secara individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa. karena kebohongan esensinya buruk. Rasulullah Saw juga memerintahkan umatnya agar berusaha sekuat kemampuan dan kapasitasnya sebagai makhluk untuk meneladani Allah Swt dalam semua sifat-sifatnyaNya. pasti baik dalam esensinya. Dalam konteks ini. Dia mempunyai Sifat-sifat yang terpuji (al-Asma’ Al-Husna (Q. bahkan Dia memiliki segala sifat yang terpuji. Pertama. Di sisi lain.S. mengingat akhlak Rasulullah adalah al-Quran “…Budi pekerti Nabi SAW.

dan bertaqwa serta tunduk dan patuh terhadap perintah dan larangan Allah Swt yang dijadikan landasan prinsip ma’rifatullah dengan asma’ al-husna. sebagai makhluk sosial. At-Tiin: 4). Akhlak itu antara lain adalah akhlak terhadap teman sebaya.61 berbeda dengan makhluk ciptaan lainnya. karena itu manusia harus berbuat baik dan mempunyai akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. akhlak dengan sesama manusia. Manusia harus selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan kepada-Nya serta ikhlas menerima segala keputusan. dengan selalu berdoa mohon ampun atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya. Dengan demikian manusia harus wajib atau wajib beriman. terhadap orang tua. cara berbicara. Ketiga. manusia tidak dapat hidup sendiri pasti membutuhkaan bantuan orang lain. Kedua. Menyakini kehidupan sosial merupakan bagian dari yang fana. Prinsip eskatologi ini merupakan akhlak yang tinggi terhadap sesamanya. “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (Q. menyadari sepenuhnya asma’ al-husna dan prinsip eskatologis. Sementara dengan menyakini asmaasam Allah dengan akal. Prinsip ma’rifatullah harus ditanamkan untuk menghindari pengingkara terhadap Sang Pencipta. akhlak terhadap diri sendiri.S. dan lainnya baik yang berhubungan dengan sikap. akhlak terhadap tetangga dan akhlak terhadap guru. maka menuju kekekalan hidup adalah prinsip akan adanya hari kiamat. perdebatan dan pola hidupnya harus mencerminkan dan berlandaskan prinsip tauhid ma’rifatullah. Allah berfirman dalam surat At-Tiin ayat 4. maka manusia yang menggunakan akalnya selalu berusaha sesuai dengan kemampuan guna memperoleh ridha Allah dan selalu berserah diri kepadaNya karena segala sesuatu merupakan kehendak Allah. prinsip ma’rifatullah dengan cara menyucikan diri dan berupaya mendekatkan diri kepada Allah menggambarkan bahwa dalam diri .

Sesuai dengan sabda Nabi bahwa orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang mukmin yang paling baik akhlaknya (Jalaluddin dan Usman. Karena pada dasarnya tujuan atau sasaran dalam pembentukan kepribadian adalah terciptanya akhlak yang mulia. Dalam proses menumbuh kembangkan potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. terlibat narkoba dan perbuatan tercela lainnya. dijaga dan dipelihara. Oleh karena itulah. Keempat. maka itu semua adalah atas izin Allah…(QS. untuk mencapai kepribadian yang sempurna dan utuh hanya mungkin dapat dikembangkan melalui pengaruh lingkungan. yaitu dengan jalan menghindari hal-hal yang dapat merusak jasmani dan rohani. 1994). harus dibersihkan dari segala kotoran baik itu jasmani dan ruhani. yaitu dengan berjalan bersuci atau dengan bertaubat. sebagaimana dalam al-Quran: Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh. keyakinan selain akhlak di atas juga akhlak terhadap alam atau lingkungan. Lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia. tumbuh-tumbuhan. akhlak terhadap alam. berdiri di atas pokoknya. Sehingga dapat dikatakan bahwa tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. karena semua itu demi kebahagiaan dan keselamatan hidup di dunia dan akhirat.62 pribadi manusia memiliki hak untuk diperlukan dengan baik. memakan makanan yang diharamkan. hidup sederhana dan memperbanyak amal saleh. prinsip akhlak terhadap diri sendiri sangatlah penting sekali bagi manusia. . maupun benda-benda tak bernyawa. baik binatang. khususnya pendidikan baik pendidikan keluarga dan sekolah maupun dalam lingkungan masyarakat itu sendiri. Salah satu contoh akhlak terhadap diri pribadi adalah dengan menghindari perbuatan yang dilarang oleh agama seperti minuman alkohol.

baik secara teoritis berdasarkan al-Qur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang. kecuali kalau terpaksa. tetapi lebih dari itu. jangankan terhadap manusia dan binatang. Quraish Syihab menafsirkan ayat tersebut. Maka dari itu. Prinsip-prinsip pendidikan akhlak ini perlu dipahami dan diaplikasikan secara komprehensif (luas) dan tidak sebatas berakhlak terhadap Khaliq dan manusia saja. tetapi itu pun harus seizin Allah SWT. Bab 3 BIOGRAFI SINGKAT BEDIUZZAMAN SAID NURSI Sebelum mengkaji mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar (Quraish 1998.63 Al-Hasyr [59]: 5). sedapat mungkin kita mampu berakhlak dengan alam semesta ini. maka perlu dikaji terlebih dahulu mengenai tokoh yang diteliti. Dari penjelasan tersebut di atas jelaslah bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi merupakan salah satu materi sekaligus tujuan pendidikan Islam yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. M. 259-270). kajian berikut berfokus pada penjelasan tentang .

2 Menurutnya berdasarkan Penjelasan keempat teori di atas sebagai berikut : Pertama. Untuk mencapai pemahaman teori ini dapat ditinjau melalui pendapat M. asas menyeluruh yaitu asas yang menempatkan semua jenis manusia ciptaan Allah tersusun dari bagian-bagian bermakna dalam 1 . Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigma Psikologi Islami (Fuad NAsliori. tipologis. orang hitam itu setia dan sebagainya. hlm.64 biografi singkat Said Nursi. hlm. Kajiannya meliputi masa kecil dan pendidikan Said Nursi mencakup . Maka manusia digolongkan dalam tipe-tipe tertentu misalnya. orang jangkung itu pemalu. teori penyifatan disusun dengan cara berusaha memahami dan menggambarkan manusia apa adanya. Yogyakarta. 51-53). tipe intelektual dan sebagainya. Penerbit SIPRESS. selanjutan kegiatan keagamaan. (Sukanto 1996. Ketiga. kegiatan politik dan terakhir diuraikan tentang karya tulis Said Nursi. hlm. Arifin melalui empat asas yakni asas menyeluruh. 1996. 38-39). teori tipologis disusun para ahli dengan cara menemukan komponen dasar yang bisa dipahami orangnya. teori aksiologi disusun untuk mengangkat kualitas kepribadian manusia dalam suatu sistem nilai dan norma berdasarkan konsep ketuhanan yakni melalui agama. Masa Kecil dan Pendidikannya Menurut Sukanto teori kepribadian manusia disusun setidaknya dalam empat teori yakni berdasarkan pemikiran spekulatif. analisis sifat jasmaniah merupakan aspek pokok dan kepribadian. penyifatan dan aksiologi. teori pemikiran spekulatif disusun ahli filsafat berdasarkan data empirik dan eksperimen yang melahirkan manusia yang beragam sesuai dengan alur spekulatif pemikirannya dalam memahami penciptaan manusia. Arifin 2000. Editor). Melalui keyakinan kepada tuhan menurut teori ini manusia dalam dunia absurd dan tidak memahami makna hidup (Lihat Sukanto MM. perkembangan dan pendidikan seumur hidup (M. Misalnya orang gemuk itu peramah. Keempat. latar belakang keluarga dan riwayat pendidikan. 2 Penjelasan mengenai keempat asas tersebut sebagai berikut : Pertama. Kedua. 1 Berdasarkan keempat teori ini kajian tentang Said Nursi dalam pembahasan ini berangkat dari teori pemikiran spekulatif dan aksiologi. 37-38). tipe emosional. integrasi (kesatuan).

65 keempat asas tersebut proses kepribadian manusia dapat terbentuk. Pembentukan kepribadian sebagai individu menurut Abdullah Nasih Ulwan merupakan tanggung jawab yang paling menonjol dalam Islam. (Nasih Ulwan 1995, h1m. xxxiii). Menurut Abdullah Nashih Ulwan manusia sebagai individu berhak memperoleh pengarahan, pengajaran dan pendidikan baik melalui bapak, ibu, pendidik, pengajar maupun pekerja sosial. Artinya, proses kepribadian manusia sangat dipengaruhi oleh pengalaman dan sejarah hidup seseorang. Proses tersebut dilalui manusia melalui keluarga, sekolah dan lingkungan (Nasih Ulwan, 1995, hlm. xxxiii). Berdasarkan pendapat ini dapat dipahami bahwa pengetahuan mengenai tokoh yang diteliti ini, setidaknya perlu ditinjau dan ketiga aspek tersebut terutama untuk menjelaskan latar belakang keluarga dan pendidikannya.

Latar Belakang Keluarga Nama Said Nursi sebenarnya adalah Said, karena ia anak Mirza, maka nama sebenarnya dapat juga kita sebut sebagai Said bin Mirza. (Zaidin 2001, hlm. 7). Sedangkan nama Said Nursi, Bediuzzaman Said Nursi, Molla Said (Mulla Said), suatu keseluruhan. Kedua, asas integrasi (kesatuan) yaitu asas yang memandang bahwa segala yang diciptakan Allah dalam kehidupan alam, semua makhluk ciptaan-Nya senantiasa ada dalam suatu sistem integral antara satu bagian dengan bagian lain saling berhubungan yang bersifat menggerakkan dan saling memperkokoh sebagai satu kesatuan hidup yang bermakna. Ketiga, asas perkembangan yaitu asas yang menetapkan pandangan bahwa Allah dalam menciptakan alam dan isinya melalui tahap demi tahap menuju ke arah kesempurnaan, baik alam makro (alam raya) maupun alam mikro (alam manusia). Keempat, asas pendidikan seumur hidup (long life education) yaitu asas yang berdasarkan pandangan Islam dari Nabi Muhammad Saw “Tuntutlah Ilmu sejak mulai di ayunan sampai liang lahat” (M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner), Penerbit Bumi Aksara, Jakarta, 2000, hlm. 51-53).

66 Said Masyhur dan Said Kurdi adalah gelar yang sempat tersemat selama masa kehidupannya yang pada dasarnya merujuk kepada tanah kelahiran, kejeniusan dan garis keturunannya.3 Said Nursi dilahirkan menjelang fajar musim semi pada tahun 1294 H / 1877 M4 di desa kecil Nurs. Desa Nurs terletak di daerah Khizan di propinsi Bitlis wilayah Turki Timur.5 Daerah tempat kelahirannya ini terdapat lereng dan lembah gunung Taurus, daerah danau Van (Vahide 2000, hlm. 3).

Said bin Mirza dikenal Said al Said Nursi atau Said Nursi adalah merujuk kepada tempat kelahirannya. Said Nursi diambil dari nama tempat kelahirannya yakni Nurs. Sedangkan untuk gelar Bediuzzaman Said Nursi atau cukup dengan gelar Bediuzzaman diberikan ketika beliau berguru dengan Syeikh Fethullah, hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat, diskusi, dan pengajaran bagi masyarakat bawah di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu, Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman) atau (keindahan zaman). Kemudian gelar Molla Said atau Mulla Said diberikan pada saat beliau belajar di Madrasah Bayazid dibawah bimbingan Syaikh Muhammad Al Jalah, beliau mempelajari ilmu Al Quran dan Nahwu Sharaf. Belajar dengan disiplin dan sungguh-sungguh sehingga Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said. Sedangkan Said Masyhur diberikan gelar ketika beliau dengan berbagai gelarnya sudah dikenal hampir ke seluruh wilayah Turki, gelar ini diberikan oleh ulama, karena beliau mampu menjawab dalam diskusi ilmiah para ulama yang silih berganti berupaya menyudutkannya dengan berbagai pertanyaan. Terakhir adalah Said Kurdi berasal dari keturuan dan memang beliau adalah keturunan suku Kurdi. (Lihat Omer Faruk Paksu (Ed.), 7. Bediazzaman Senipozyumuna Dogru, Istanbul ilmi ve Kultur Vakfi, Istanbul, 2004, hlm. 5 dan Lihat Zaidin, Ibid, him. 7, hlm. 13-23).

3

Mengenai tahun kelahiran Said Nursi terdapat perbedaan pendapat di kalangan penulis, peneliti, penerjemah dan ilmuwan lain. Penulis yang dipercaya yakni Sukran Vahide menulis 1877 (1294), Mohammad Zaidin bin Mat menulis kelahirannya 1877 (1294) mengikuti Sukran Vahide, sedangkan Ihsan Kasim Salih menulisnya 1876 (1293). Namun berdasarkan sumber yang valid yakni berdasarkan hAsli penelitian Mohammad Zaidin tahun yang disepakati adalah 1294 berdasarkan kalender Rurni yang dipakai secara resmi ketika Turki Usmani. Menurutnya, tahun 1877 (1294) adalah tahun yang banyak dipergunakan oleh para penulis mengenai Said Nursi. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119). 5 Wilayah Timur Turki adalah bagian Turki yang paling mundur, kondisi ini disebabkan keadaan cuacanya yang terlalu sejuk dan bentuk muka buminya yang berbukit-bukit. Namun begitu, bagian ini terkenal dengan keindahan dan ketenangan alamnya. Penduduk di wilayah ini kebanyakan terdiri dari golongan peladang yang sangat menitikberatkan soal pendidikan agama. Bagian Timur Turki terkenal dengan pendidikan bercorak tradisional. (Lihat Zaidin, Ibid, him. 119) dan (Lihat juga Sarwat Saulat, Said Nursi, Internasional Islamic Publisher, Pakistan, 1980, hlm. 3).
4

67 Said Nursi dilahirkan dari keluarga petani sederhana dari pasangan Mirza 6 dan Nuriye (Nuriyyah). 7 Berdasarkan sumber Sham al-Haq al-Azzim yang dikutip oleh Mohammad Zaidin bin Mat bahwa kedua orang tuanya dan nenek moyang Said Nursi berasal dari suku Kurdi dan dari daerah dari Isbartah (Isparta) (Zaidin 2001, hlm. 7-8) dan mereka memiliki silsilah keturunan Ahl alBayt yakni Nabi Muhammad Saw melalui cucunya Hasan dari Mirza dan Husen dari Nuriyah.8 (Urkhan 1995, hlm. 8). Said Nursi merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara, yaitu Durriyyah, 9 Khanim, 10 Abdullah, 11 Said (Said Nursi), Muhammad, 12 Abd al Majid 13 Mirza adalah seorang sufi yang sangat war’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja. Mirza berasal dari kawasan Sungai Tigris dan meninggal dunia dalam tahun 1920-an dan dikebumikan di Nurs (lihat Vahide 2000, hlm. 3). Mirza adalah keturunan Hasan Bin Ali Abi Thalib. (Lihat Ali Urkhan Muhammad Ali, Said Nursi al qadr fi hayat ummah, Sharikat al-Nasl li al-Tiba'ah, Istanbul, 1995, hlm. 8)
6

Nuriyyah juga berasal dari keturunan Husain (Lihat Urkhan Muhmmad Ali, Said al-Said Nursi Raj'al al-qadr fi hayal ummah. Sharikat al-Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1995, hlm. 8). Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Lihat Ihsan Kasim 2003, hlm. 8). Nurriyah berasal dari Semenanjung Balkan dan meninggal dunia pada semasa tercetusnya Perang Dunia I, kemudian dikebumikan di Nurs (Lihat Said Nursi, hlm.3).

7

Dijelaskan oleh Urkhan Muhammad Ali bahwa Mirza adalah keturunan Hasan bin Ali dan Nuriyyah keturunan dari Husain bin Ali (Urkhan 1995, hlm. 8) dan (Lihat pula Mohammad Zaidin 2001, hlm. 119). Namun pada dasarnya mengenai silsilah ini tidak didapatkan penjelasan mendetail mengenai silsdah ini, namun menurut keterangan Ihsan Kasim Salih bahwa Said Nursi tidak mau seluruh biografinya diungkapkan walau memang pada dasarnva ia berasal dari Ahl al Bayt (Wawancara penulis dengan Ihsan
8

Kasim Salih di Istanbul Foundationfor Science and Culture, 19 Agustus 2005). 9 Durriyah ialah ibu kepada Ubayd. Beliau meninggal mati lemas dalam sungai Nurs sebelum terjadi Perang Dunia I (Lihat Said Nursi, Ihsan Qasim (Penerjemah), Sirah Zatiyyah, hlm. 36) 10 Khanim adalah seorang wanita alim. Beliau hijrah ke Syam bersama-sama suaminya pada tahun 1919. Di Syam ia menjadi guru selama lima belas tahun. Beliau menunaikan ibadah haji sebanyak 7 (tujuh) kali, Beliau meninggal dunia sewaktu menunaikan ibadah haji pada tahun 1944. (Lihat Al Said Nursi, Al Shu’aat Terjh. Ihsan Kasim al-Salihi, Sharikat al Nasl li al-Tiba’ah, Istanbul, 1993, hlm. 322, Sarwat, hlm. 7). 11 Abdullah meninggal dunia pada tahun 1914. Beliau adalah ayah dari Abdul Rahman, murid dan anak angkat Said Nursi (Lihat Said Nursi, Sirah Zatiyyah, hlm. 34). 12 Meninggal dunia pada tahun 1951 (Said Nursi, Sirah Zatiyyah Ibid. hlm. 36). 13 Abdul Majid (1884-1967) adalah yang paling terkenal di antara adik beradik setelah Said Nursi. Beliau menjadi guru bahasa Arab di sekolah tentara di Diyarbakr. Setelah itu, dilantik menjadi mufti di Urgup

68 dan Marian 14 (Zaidin 2001, hlm. 8). Said Nursi lahir pada masa pemeritahan Sultan Abdul Hamid II, pada masa akhir dari pemerintahan Daulat Turki Usman. Pada masa ini musuh secara intensif mencabik-cabik bangsa dan negara Turki untuk mempercepat kehancurannya, selama tiga puluh tahun Sultan Abdul Hamid II berkuasa dan memerintah negara Turki dengan segala daya dan upaya yang dilakukannya untuk memelihara integritas kekuasaan negara yang sangat luas, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal. Karena bahaya asing sudah mengetahui dan menguasai titik-titik lemah dalam tubuh negara (Ihsan Kasim 1996, hlm. 3-4). Said Nursi meninggal tahun 23 Maret 1960. Awalnya sekitar tanggal 18 Maret 1960, Said Nursi sakit yakni demam panas. Setelah beberapa kali tidak sadarkan diri, Said Nursi kemudian pingsan. Namun setelah sadar, beliau sudah kelihatan sehat. Setelah menunaikan shalat subuh, beliau memanggil muridmuridnya sambil menangis, Said Nursi berkata, “Selamat berpisah, aku akan pergi” (Sukran Vaheda 2000e, hlm. 25). Dalam kondisi sakit beliau yang tidak parah beliau wafat kira-kira pada pukul 03.00 pagi, 23 Maret 1960, bertepatan dengan tanggal 25 Ramadhan 1379 H.15 Ketika itu, berat bobot tubuhnya hanya 40 kilogram dan beliau hanya
untuk beberapa tahun. Beliau menghabiskan tahun-tahun akhirnya sebagai guru Undang-undang Islam di sekolah Imam Khatib Qunya (konya). Beliau adalah penerjemah karya-karya Said Nursi berjudul alMathanawi al-Arabi al Nuri dan Isharat al I’jaz dari bahasa Arab ke bahasa Turki. Lihat Sarwat, Ibid. hlm.7). 14 Marjan adalah anak bungsu dalam keluarga Mirza. (Said Nursi, Sirah zatiyyah, Ibid, hlm. 36).

Murid Said Nursi yang ikut perjalanan ke Urfah menjelang meninggalnya Said Nursi adalah Husni Bayram, Bayram Yuksal dan Zubayr Gundulzalp yang membawanya ke Urfah dengan sebuah kereta. Mereka sempat menginap di hotel Ipek Palace dan didesak oleh pemerintah Urfah agar kembali ke Isparta. Untuk memeriksa kesehatan Said Nursi didatangkan seorang dokter yang memberi izin agar Said Nursi tidak boleh dibawa kemana-mana karena suhu badannya meningkat 40°C, sampai keesokan malamnya kira-kira jam 03.00 pagi Said Nursi tidak berucap sepatah kata pun kecuali kelihatan mulutnya yang bergerak-gerak seperti sedang berdo’a. (Said Nursi. Ibid. hlm.
15

sebab tidak ada tempat bagi masyarakat Turki untuk menziarahi kuburannya. Beliau dikebumikan di perkuburan Ulu Jami’ pada hari kamis. karena memang tidak pernah dijelaskan. Toko-toko dan pasar di Urfah pada hari itu ditutup. Said Nursi dikuburkan di Urfah dan kemudian jenazahnya tidak diketahui secara jelas tempat penguburannya. Said Nursi memiliki garis keturunan seorang ulama terkemuka dari bangsa Kurdi. h1m. Yang menakjubkan adalah jasad tersebut masih segar. 24 Maret setelah sholat Asliar (Sukran Vaheda 2005. Riwayat Pendidikan 481dan Urkhan. Akan tetapi. Wajahnya pun kelihatan tersenyum. . Beribu-ribu orang dari berbagai pelosok Turki hadir untuk menziarahi dan mendirikan sholat jenazah untuknya. hlm. Berita kematian beliau disiarkan di dalam halaman harian (koran-majalah) di Istanbul dan Ankara. dan dua puluh lira uang. 287) 16 Adik Said Nursi tanggal 12 Juli 1960 dipaksa untuk menandatangani surat pembongkaran kuburan Said Nursi di Urfah.16 Dari penjelasan ini dapat disimpulkan bahwa Said Nursi dilahirkan dan hidup. Kemudian. di suasana transisi khalifah di akhir kekhalifahan Turki Usmani. 2005). padahal sudah hampir lima bulan mayat itu terkubur. jubah. Juli. sampai saat ini belum diperoleh kejelasan tempat dikuburkan Said Nursi. tentara pemerintah anti Islam memasuki Urfah disaksikan Abdul Madjid kuburan Said Nursi dibongkar dan mayatnya dimasukkan ke keranda dan diterbangkan dengan pesawat terbang ke Isparta. (wawancara Fatih Yazlik. 342-343). sekitar 12 Juli 1960 kuburan itu dibongkar oleh pemerintah sekuler (golongan anti Islam) dan jenazah Said Nursi dipindahkan ke sebuah tempat rahasia di Isparta.69 meninggalkan seutas jam tangan. Sampai saat ini jenazah itu tidak diketahui jelas berada di mana. Berdasarkan keterangan yang dipaparkan di atas Said Nursi memiliki jalur keturunan sampai ke Imam Ali bin Abi Thalib dan Nabi Muhammad Saw.

bahasan berikut ini mencakup pendidikan informal. Pembentukan kepribadian ini tidak pernah terlepas dari peran keluarga. pendidikan formal dan pendidikan nonformal yang melingkupi . 214). hlm. Pendapat ini memiliki makna bahwa pendidikan adalah serangkaian proses yang membentuk seseorang secara spritual. yakni pendidikan seumur hidup. 19). yaitu pandangan hidup. Arifin senada dengan pendapat Lift Anis Ma’shumah yang menyatakan bahwa pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi diri seseorang yang meliputi tiga aspek kehidupan. sekolah dan masyarakat . sains dan teknologi pada kepentingan dan kebutuhan manusia. Pendidikan dalam konsep ini adalah pendidikan secara menyeluruh. hlm.di mana maksud dari pelembagaan adalah sebagai suatu upaya untuk memantapkan landasan nilai pada kegiatan pendidikan sebagai realisasi tujuan pendidikan maupun keterkaitan ilmu. sikap hidup dan keterampilan hidup (Ma’shumah 2001. formal dan nonformal . Berdasarkan pendapat ini maka. Dalam hal ini asas perkembangan dan asas pendidikan seumur hidup yang dikemukan oleh M.di era sekarang dikategorikan sebagai kelembagaan pendidikan sosial . emosional dan intelektual yang padu dalam diri.pembagian pelembagaan ini bermula peradaban Barat .70 Pendidikan menjadi faktor penting dalam melihat sosok manusia. baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dan keluarga antar bangsa (Faisal 1995.di mana pelembagaan pendidikan seperti ini terdiri dari pendidikan informal.

Pendidikan informal Said Nursi adalah pendidikan keluarganya. Dan inti keluarga adalah ayah. sebuah sikap hidup dan keterampilan hidup proses integrasi keilmuan dalam akal. Sebagaimana yang dialami oleh Said Nursi. Sebagai pendidikan pertama dan utama secara kelembagaan dalam pendidikan informal atau pendidikan keluarga orang tua memegang posisi sangat penting dalam menyampaikan materi atau informasi pendidikan untuk diterima oleh anak. berkembang. hlm. Materi pendidikan agama menjadi basis semua kegiatan pendidikan yang ingin diselenggarakan dalam kehidupan keluarga. hingga tercipta dalam keluarga mereka suasana religius. merawat dan sebagainya. 214). 57). pendidikan agama baginya dan saudarasaudarinya begitu diperhatikan oleh kedua orang tua mereka. melindungi. Karenanya. 1) Pendidikan Informal : Pendidikan Keluarga Pertama dan Utama Pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar bagi pembentukan jiwa keagamaan (Jalaluddin 2002. menurut Zakiah Drajat keluarga sebagai wadah utama pendidikan (Zakiah 1994. hati dan praktek kehidupannya secara langsung. h1m. hlm.71 secara menyeluruh dalam satu kesatuan pengalaman hidup Said Nursi. Melalui proses pendidikan ini diharapkan dapat dipahami sosok Said Nursi terutama mengenai yang pandangan merupakan hidup. mendidik. 41). Syahminan Zaini menyatakan bahwa keluarga merupakan lapangan pendidikan yang pertama dan . Menurut Wahyu keluarga adalah “suatu kesatuan sosial terkecil yang dimiliki manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tempat tinggal dan ditandai oleh kerjasama ekonomi. ibu dan anak” (Wahyu 1986.

1995. Mirza ayahnya adalah seorang sufi yang sangat wara’ dan diteladani sebagai seorang yang tidak pernah memakan barang haram dan hanya memberi makan anak-anaknya dengan yang halal saja (Lihat Vahide 2000e. Karena fondasi iman. tanggung jawab pendidikan sosial dan tanggung jawab pendidikan seksual. termasuk Said Nursi. bermuatan ilmu. akhlak dan intelektual. Jamaluddin Miri (Penerj. sejak anak mulai mengerti dan dapat memahami sesuatu. 151-281). tentang iman Menurut Abdullah Nasih Ulwan kebanyakan para pendidikan berpendapat bahwa tanggung jawab yang terpenting adalah tanggung jawab pendidikan iman. Jakarta. Penerbit Pustaka Amani.17 Selama delapan tahun. tanggung jawab pendidikan psikhis. hlm. pendidikan iman. Proses pendidikan keluarga sebagai tanggungjawab terhadap anak sedikitnya mencakup 3 (tiga) pendidikan yakni iman. kebudayaan dan peradaban hingga pikiran anak menjadi matang. hlm. 17 . berikut permasalahan-permasalahan di seputar pengajaran agama. yakni siap mengarungi lautan kehidupan. Sosok Mirza sangat baik untuk diteladani oleh anak-anak mereka.72 pendidiknya adalah kedua orang tua. Said Nursi beruntung memiliki keluarga yang peduli terhadap ni1ai iman. 8-9). Pendidikan rasio atau intelektual adalah membentuk pola pikir anak dengan segala sesuatu yang bermanfaat. seperti ilmu-ilmu agama. di mana orang tua adalah pendidik kodrati (Syahminan Zaini tt. hlm. akhlak (moral) dan intelektual (rasio atau akal). tanggung jawab pendidikan akhlak (moral tanggung jawab pendidikan fisik. Pertama. (Pendidikan iman adalah mengikat anak dengan dasar-dasar iman. 3). Dalam waktu yang relatif singkat ketiga pendidikan tersebut diperolehan oleh Said Nursi yang menjadi dasar pribadi. 152). h1m. Said Nursi berada dalam didikan orang tuanya sebelum merantau menuntut ilmu (Zaidin 2001. Mirza mengajarkan kepada anak-anaknya tentang agama. akhlak dan intelektual sudah dirasakannya selama bersama keluarganya. Waktu delapan tahun merupakan waktu yang cukup penting bagi sejarah hidup Said Nursi. sikap dan intelektualnya. rukun Islam dan dasar-dasar syariah. Pendidikan akhlak atau moral adalah pendidikan tentang prinsip moral dan keutamaan sikap serta watak (tabiat) yang harus dimiliki dan dijadikan kebiasaan oleh anak sejak masa pemula hingga ia menjadi seorang mukallaf.) Pendidikan Anak dalam Islam. kebudayaan dan sebagainya (Abdullah NAslii Ulwan. Dalam proses ini orang tua dan kakak Said Nursi berperan dalam pendidikan awal Said Nursi. tanggung jawab pendidikan intelektual (rasio atau akal).

dan kemasyarakatan.73 dan tauhid. majelis perbincangan antara ulama sekampungnya sering diadakan di rumah ayahnya. memikirkan persoalan kehidupan. suci dan halal. yakni suka bertanya dan mencoba mencari jawabannya sendiri. terlebih lagi akhir pekan Said Nursi selalu menerima pelajaran dari kakaknya itu. . Akhlak seperti ini menjadi teladan dalam perilaku Said Nursi. 8). Kejeniusan Said Nursi kecil ini semakin nyata ketika ia mampu menghafal al Quran dalam usia 12 tahun. Nuriyyah adalah seorang wanita yang hanya menyusui anak-anaknya dalam keadaan suci dan berwudhu’ (Ihsan Kasim 2003. 8). Pendidikan agama melalui keteladanan atau uswah benar-benar ditekankan oleh orang tua Said Nursi. terutamanya dalam menyuburkan sifat analisis. Masalah keimanan dan tauhid menjadi persoalan inti yang diajarkan oleh orang tua Said Nursi kepadanya. Pada masa kecilnya Said Nursi telah menunjukkan perwatakan yang menarik. pendidikan intelektual. juga belajar ilmu al-Quran. hlm. Ini sudah tentu sangat besar manfaatnya. Kedua orang tuanya sangat menekankan kepada pendidikan agama dengan mengedepankan sifat-sifat baik mereka sebagai panutan atau uswah. kematian. Misalnya. 8). 8). Said Nursi juga sering menghadiri majelis perbincangan antar ulama di kampungnya (Zaidin 2001. hlm. hlm. kritis serta minatnya kepada dialog dan perdebatan (Zaidin 2001. pendidikan akhlak. Kedua. Betapa akhlak untuk memberi makan anak dalam keadaan baik. 8). hlm. Ketiga. Pendidikan intelektual didapatkan oleh Said Nursi dalam keluarga dengan cara belajar kepada kakaknya Abdullah – saudara ke-3 dalam keluarga Said Nursi dan memiliki ilmu pengetahuan yang banyak – yang setiap waktu libur. (Zaidin 2001. (Zaidin 2001. Lebih-lebih lagi. hlm.

2) Pendidikan Formal : Pendidikan Madrasah Belajar Ilmu Agama dan Ilmu Umum Penjelasan di atas mengemukakan bahwa latar belakang keluarga sebagai pendidikan pertama dan utama sangat mempengaruhi Said Nursi. Kegiatan belajar Said Nursi di desa Thag ini hanya berlangsung sebentar saja. Ibid. karenanya ia mulai berusaha keras mempelajari berbagai macam i1mu-i1mu keislaman tradisional dan i1mu-ilmu umum yang juga berkaitan dengan sains modern18 di luar pendidikan keluarga melalui lembaga yang dapat dikatakan sebagai pendidikan formal atau pendidikan sekolah. akhlak dan intelektualnya sudah menjadi akar yang kokoh dalam sikap hidupnya. Terutama iman. pendidikan formal juga berperan sangat penting dalam terbentuknya kepribadian dan akhlaknya. Desa Thag (Ta) berada bersebelahan dengan desa kelahiran Said Nursi. Said Nursi menyadari perlu menjadi orang yang berpengetahuan.74 Dari pembahasan di atas diketahui bahwa pendidikan informal yang diperoleh Said Nursi dari masa kecil sampai menuju kematangan berpikir dan bersikap sangat dipengaruhi oleh keluarga. Pendidikan yang pertama kali diterima oleh Said Nursi adalah belajar di kuttab (madrasah) pimpinan Muhammad Amin Afandi di desa Thag (Ta) pada tahun 1882. karena tidak ada satu pun institusi pendidikan Islam yang lengkap menyelenggarakan pengajaran tersebut Said Nursi selalu berpindah-pindah untuk menyempurkan pemahamannya (Lihat Zaidin. . Adapun pendidikan formal yang pernah dialami Said Nursi mencakup : 1) Madrasah Muhammad Amin Afandi Tagh (Ta) Said Nursi mulai merantau ketika berumur 9 (sembilan) tahun. hlm. karena aktivitas belajarnya pindah 18 Dalam konteks zamannya ilmu tradisional ia belajar dibeberapa tempat. Namun. 15).

hlm. Tetapi ia belajar di sekolah tersebut hanya sebentar. 910). hlm.75 dan dilanjutkan di madrasah desa Birmis (Ihsan Kasim 2003. mantiq (logika). kemudian memutuskan untak sekolah ke Birmis. 10). sebab syaikh tersebut menolak untuk mengajarnya dengan alasan faktor usia yang belum memadai. nahwu. (Zaidin 2001. hadits. 2) Madrasah Muhammad Nur di Birmis Pada tahun 1883 Said Nursi pergi ke Bitlis dan mendaftarkan diri di sekolah Syaikh Muhammad Nur. Bersamaan dengan itu Said Nursi belajar dengan kakaknya dan ulama terkenal di desanya. 10-13). Kemudian lebih dari delapan puluh kitab induk tentang ilmu-ilmu keislaman berhasil dihapal (Ihsan Kasim 2003. h1m. Begitu juga beliau pun berkesempatan menelaah sejumlah besar kitab tentang ilmu kalam. Said Nursi melanjutkan belajar di Madrasah Mir Hasan Wali di Muks. hlm. 33). tafsir. 4) Madrasah Mir Hasan Wali di Muks (Mukus) Said Nursi merasa tidak puas dengan ilmu yang diperoleh dari tiga orang gurunya tersebut. dan fiqh. Di Bitlis Said Nursi pernah tinggal serumah bersama Walikota Bitlis dan beliau berkesempatan untuk menela’ah sejumlah besar buku ilmiah dan menghapal sebagian dari padanya. Said Nursi meminta izin orang tuanya untuk belajar dan pergi ke Arwas di Bitlis dan berguru dengan Syekh Muhammad Amin Afandin (Rajah 1995. 3) Madrasah Muhammad Amin Afandi di Arwas Bitlis Pada tahun 1891 (1308). Proses ini hanya .

hlm. Beliau belajar dengan segala kesungguhan dan secara intensif untuk jangka waktu tiga bulan lamanya. karena sebelum ia hanya belajar Nahwu dan Sharaf saja. 11). 5) Madrasah Muhammad Jalali di Beyazid Pada tahun 1889. ia bersama seorang temannya berangkat menuju madrasah di Beyazid. geologi. suatu daerah yang termasuk dalam wilayah Agra. Said Nursi mampu menguasai kitab-kitab utama ketika itu dan mendapat gelar Mulla Said (Zaidin 2001. Said Nursi belajar dengan segala kesungguhan dan keuletannya secara intensif dalam jangka waktu yang singkat selama tiga bulan beliau dapat membaca seluruh buku yang umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama serta ia mendapatkan ijazah dari Syaikh Muhammad Jalalin (Zaidin 2001. hlm. 10-11). Di sinilah Said Nursi mempelajari ilmu-ilmu agama dasar. filsafat. 11). sejarah. 8-15). geografi. (Ihsan Kasim 2003. hlm. . beliau berhasil membaca seluruh buku yang pada umumnya dipelajari di sekolah-sekolah agama. kimia. Di Madrasah Beyazid di bawah bimbingan Syaikh Muhammad alJalali. ilmu falak. Dalam waktu relatif singkat sekali beliau mampu menguasai matematika.76 berjalan satu bulan setelah itu kemudian ia bersama temannya berangkat menuju salah satu sekolah di Bayazid. satu daerah di Turki Timur. dan lain-lain (Ihsan Kasim 2003. Pelajaran yang diambilnya seputar ilmu al-Quran dan Nahwu Sharaf Sebagai apresiasi dari kerja keras belajarnya. hlm. Selama itu. fisika.

seperti Syeikh Fethullah. Said Nursi telah bertemu dan berdialog dengan beberapa orang guru dalam bidang ilmu-ilmu modern. filsafat modern. untuk menguras habis keilmuan mereka. jami’ihi fii jum’atin” (Sungguh seluruh kitab jam’ul Jawami’ telah mampu dihapal hanya dalam satu minggu) (Ihsan Kasim 2003. Selanjutnya. misalnya . Kelemahan beliau dalam bidang tersebut telah mendorongnya membaca dan mempelajari buku-buku sains modern yang terdapat dalam perpustakaan Talur BAslia. Akhirnya dengan inisiatifnya sendiri dan dalam masa yang singkat beliau telah berhasil menguasai ilmu-ilmu modern seperti sejarah. hlm. 12). Dalam waktu yang cukup singkat ia menghapalnya. fisika. Said Nursi juga pernah menulis beberapa buku dalam bidang yang berkaitan.77 6) Madrasah Fathullah Afandi di Si’ird Di bawah bimbingan Syaikh Fathullah Afandi secara intensif Said Nursi mempelajari kitab Jam'ul Jawami (kitab tentang ushul fiqhi) karya Ibn as-Subki. sehingga Syaikh Fathullah Afandi menulis catatan pada sampul kitab tersebut dengan kata-kata : “Laqad Jama'a fii hifzihihi’. geografi. kimia. Ketika berada di sini. Said Nursi menjelajahi secara terus menerus kemungkinan masih tersisa ulama. Karena kemampuan intelektual yang menakjubkan itu. Said Nursi digelari gurunya Badi’ al-Zaman (keunggulan zaman). matematika. hingga beliau mendapatkan ilmu baru yang semakin memantapkan dirinya untuk mengadakan debat. astronomi. jam’aljawami. ilmu hayat dan ilmu bumi. syeikh. atau guru yang handal. dan pengajaran bagi masyarakat bawah. diskusi.

. hanyalah sebagai contoh mengenai pendidikan di luar pendidikan resminya. Perolehan jenis pendidikan ini berlangsung alami.) – pada tahun in i?. kehidupan bersama-sama. dapat dikatakan bahwa pendidikan formal yang diperoleh Said Nursi mengokohkan sebagai orang yang rasional dan bermoral. buku tersebut telah musnah dalam satu kebakaran besar yang terjadi di Van (Zaidin 2001. Berwawasan luas dan berakhlak mulia. orang-orang terdekat dan ulama terkenal. hlm. Malangnya. Ulama ini melontarkan beberapa pertanyaan kepadanya : Ada berita engkau telah selesai membaca as-Suyuthi – kitab syarah alfiyah karya Ibnu Malik (pen.) – pada tahun yang lalu. tapi apakah engkau juga telah selesai mempelajari kitab al-Jami’ – kitab nahwu popular (pen. atau pendidikan keluarga dan sekolah. karena dilakukan di masyarakat dan di luar pendidikan informal dan formal. Orang yang cerdas secara intelektual juga spritual. diskusi dan debat ilmiah. Dari penjelasan di atas.78 berkenaan algebra. Kegiatan perjalanan. 3) Pendidikan Non Formal : Lingkungan dan Perolehan Ilham (Ilmu Laduni) Pendidikan non formal ini adalah proses pendidikan yang berlangsung dalam masyarakat. Misalnya dalam perjalanan Said Nursi dari kota Bitlis menuju kota Syirwan dan belajar dengan kakaknya Abdullah. kemudian ia melanjutkan penjalanan ke Si’rad untuk belajar pada seorang ulama terkenal yakni Fathullah Afandi. 17). Pendidikan non formal yang dialami oleh Said Nursi dapat dilihat melalui beberapa hal yang dapat dikatakan sebagai kegiatan pendidikan non formal mencakup: 1) Bersama Kakaknya Abdullah dan Fathullah Afandi Pengalaman Said Nursi bersama kakaknya. Banyak yang dilakukan oleh Said Nursi yang dapat dikategorikan sebagai proses pendidikan non formal.

Tentu saja apa yang terjadi membuat Syaikh Fathullah Afandi semakin kagum. Semuanya merupakan implikasi dari perjalanan secara menyatu dalam diri Said Nursi baik dalam pendidikan informal. popularitas beliau segera tersebar dan diberi gelar Bediuzzaman (keindahan Zaman) (Said Nursi Tarihi Hajat 1999e. sehingga ia berkata lagi : Sungguh perpaduan antara otak jenius yang luar biasa dengan daya hapal yang luar biasa seperti engkau miliki merupakan kejadian yang sangat jarang (Ihsan Kasim 2003. Ternyata hanya satu kali saja membaca. 10-13). 2) Pengalaman Berdiskusi. hlm. Dari kutipan di atas dapat diketahui bahwa efek dari ketekunan Said Nursi dalam lingkungan masyarakat beliau diilhami keilmuan yang dalam dan luas. saya telah membacanya secara keseluruhan. formal maupun non formal yang dijalani Said Nursi dalam satu kesatuan diri. Apakah engkau bersedia membaca beberapa baris dari kitab ini dua kali lalu menghapalnya ?. beliau mampu menghapalnya. Dalam perdebatan ilmiah. hlm. Kemudian Syaikh Fathullah Afandi mulai menyebutkan beberapa permasalahan dan memberikan beberapa pertanyaan dan dijawab semua dengan tepat oleh Said Nursi. Peristiwa ini telah membuat Syaikh Fathullah Afandi geleng kepala dan sangat kagum dan akhirnya ia berkata : Baik…sungguh engkau ini seorang yang dikaruniai kejeniusan yang luar biasa. Said Nursi dengan penguasaannya dalam bidang agama dan sains modern menjadi perhatian banyak orang. 3) Motivasi Melalui Mimpi dan Ilham Bartol dan Martin (1991.79 Kemudian di jawab : Ya. Namun demikian. hlm. biarkan kami untuk mengetahui daya hapalanmu. 451) memberikan pengertian motivasi adalah kekuatan yang menggerakkan perilaku. memberi arah pada . Said Nursi pun meraihnya lalu membaca tulisan yang termaktub dalam halaman pertama dan hanya dibaca satu kali saja. Berdebat bersama Tokoh Intelektual dan Ulama Berkat potensinya yang mampu menyerap berbagai disiplin ilmu dan otaknya yang sangat jenius. 45). Kemudian ia memberikan kitab Maqaamat al-Hariri.

Peristiwa tersebut selalu diingat sampai akhir hayatnya. lalu tangan mereka dijabat dan dicium. Karena Rasulullah Saw pun pAsli akan melintasi jembatan tersebut.80 perilaku dan mendasari kecenderungan untuk tetap menunjukkan perilaku tersebut. selama dalam penantian ini. atas kehendak . hlm. Said Nursi memiliki gerakan perilaku melalui mimpi bahwa dirinya melihat Rasulullah Saw. Pada waktu dirinya sedang berpikir demikian dalam keadaan sedang berada di tengah kerumunan orang banyak. ia memohon dan beliau agar diberi ilmu lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya : “Engkau akan diberi ilmu al-Qur’an dengan syarat engkau tidak boleh meminta-minta kepada siapapun dari kalangan umatku”. Ketika itu dirinya adalah seorang Said Nursi yang masih kecil yang sedang berada dihadapan beliau sambil menciumi kedua tangannya. perasaan ingin melihat Rasulullah Saw begitu menggebu-gebu. Pada fase berikutnya. (Ihsan Kasim 2003. 15-16). Setelah itu. di manakah dirinya dapat menjumpai beliau dalam keadaan berdesakdesakan seperti ini?. Dengan demikian bergegaslah Said Nursi menuju ke sana dan di sana ia menunggu Rasulullah Saw. tapi bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi. para Nabi melewatinya. Ketika itu. Dalam mimpi tersebut beliau melihat seolaholah kiamat telah terjadi dengan segala kejadian yang sangat mengerikan dan seluruh manusia dihimpun. Melintasinya. Kemudian Rasulullah Saw yang dinanti-nanti pun lewat padanya. terlintaslah dalam benak pikirannya untuk pergi ke Shiratal Mustaqim (jembatan menuju Surga).

Perolehan ilmu laduni adalah implikasi proses pendidikan yang didapatkan oleh Said Nursi langsung melalui Allah melalui ilham illahi. dan ilmu lainnya. Cahaya hati dan keyakinannya yang mendalam kepada Allah menyebabkan ia mampu menembus alam ghaib. Pendidikan ini secara intensif diperolehnya ketika ia menulis Risale-i Nur. Dari pembahasan di atas diketahui bahwa riwayat pendidikan Said Nursi baik informal. perilaku. formal maupun pendidikan non formal telah mempengaruhi pemikiran. fiqh. kritis serta senang kepada dialog dan perdebatan. tetapi tidak boleh disamakan dengan sifat kemanusiaan yang utuh. hlm. sikap dan ruhnya dalam segenap kehidupannya. Sistematika proses pendidikan Said Nursi yang integratif menggambarkan kompetensi Said Nursi . intuisi adalah semacam perasaan yang bergerak di dalam batin manusia. termasuk ilmu al-Quran. sehingga ia dapat berdiskusi dan berdialog langsung dengan Nabi Muhammad (Said Nursi Mektubat 2003b. Artinya. terutama dalam menyuburkan sifat analisis. hadits. 102103). yang merupakan suatu mata batin yang tajam.81 Allah Swt menjadikan beliau begitu cepat menguasai berbagai ilmu keagamaan.275). hlm. 4) Kecerdasan Hati atau Intuisi Memperoleh Ilmu Laduni Salyidain menyatakan bahwa intuisi menurut Iqbal adalah isyq atau cinta atau kadang-kadang disebut “pengamatan kalbu” yang memungkinkan kita secara langsung menangkap dan mengamat serta bertautan dengan kenyataan secara keseluruhan (Salyidain tt.

Proses pendidikan dan kompetensi ini memperkuat bahwa Said Nursi adalah filosof-sufi. sampailah Badiuzzaman di ibu kota Istanbul. Tanda-tanda Said Nursi sebagai tokoh. seperti penyair kenamaan yang bernama Muhammad ‘Akif dan kepala intelejen yang bernama Fatih. Mengajar Umat Gratis Pada tahun 1907 M. hlm. 15-16) . 1. Ini merupakan pernyataan asing dan menarik perhatian yang membuat popularitas Said Nursi semakin luas yang sebelumnya juga sudah terkenal di ibu kota Istanbul dan membuat orang-orang ingin melihatnya secara langsung (Salih 2003. bahwa hotel ini merupakan tempat tinggal sejumlah para pemikir dan pujangga.82 sebagai i1muwan dan ulama dalam kajian keagamaan dan terdapat praktik antara penguasaan ilmu dan perilaku akhlak mulia. Selama berada di ibu kota Istanbul beliau telah menggantungkan sebuah papan di depan pintu kamarnya yang bertuliskan: “Gratis”!!! Di sini akan terjawab setiap pertanyaan dan setiap problema pasti akan terpecahkan”. sudah mulai nampak sejak kecil. Di sana beliau tinggal di khan asy-Syakrizi yang terletak di wilayah Fatih. Kegiatan Keagamaan Sebenarnya banyak sekali yang dilakukan oleh Said Nursi untuk menyebarkan dakwah Islam di Turki. Berikut ini dipaparkan beberapa hal yang berkaitan kegiatan keagamaan Said Nursi. Tercatat. ulama dan guru bagi seluruh masyarakat Turki. juga seorang guru bahasa kenamaan yang bernama Jalal dan lain-lain.

karena penduduknya sangat didominasi oleh kebodohan dan kemiskinan. Kejadian I telah mendorongnya mebuat keterangan : “Jika memang terdapat sedikit saja kegilaan pada Said Nursi. Kemudian para dokter berketetapan untuk menempatkannya di RS Jiwa Topbasyi. 17-18). kepada dokter ini beliau menyampaikan apa yang terlintas dalam benak sang dokter. dan para intel dai kalangan istana Yaldaz.83 Di ibu kota Istanbul Said Nursi menyampaiikan usulan kepada Sultan Abdul Hamid agar didirikan sebuah madrasah bernama Madrasah Az-Zahrah yang ilmu agama dan ilmu sains diajarkan secara bersama di Turki Timur. 19-20). hlm. Kemudian saat dirasakan bahwa sebagian di antara mereka ada yang goyah pendiriannya dan bersikap memusuhi agama (Islam). hlm. Langkah ini ditempuh. Di sana ia mendapat sambutan hangat dari para pemimpin al-Ittihad Wa at-Taraqi. Usulan ini disampaikan. karena ia tetap pada prinsip pemikiran dan kepribadiannya. Kemudian Said Nursi berangkat menuju Salonika dan di sana beliau berkenalan dengan para tokoh al-Ittihad Wa at-Taaraqqi (Perpaduan dan Kemajuan). dengan pertimbangan karena dirinya juga sebagai seorang yang menyarakan dan menyerukan kebebasan dan prinsip musyawarah secara Islami. juga sangat dicekam oleh kediktatoran. Namun demikian. ia pun berkata: “Kalian ternyata memusuhi agama dan berpaling dari syari’at” (Salih 2003. sistem keamanan. ini artinya bahwa di seluruh muka planet bumi ini tidak seorang pun ada yang berakal sehat” (Salih 2003. . Kasus ini terjadi. mereka tidak berhasil mengajaknya untuk menjadi pengikut mereka. Tetapi usulan ini hanya membuat orang-orang dekat Sultan yang hakikatnya tidak mencerminkan pemikiran Sultan membawa beliau ke beberapa dokter untuk diperiksa dan diteliti daya nalar otaknya. Ketika salah seorang dokter hadir untuk memeriksa daya nalar otak Said Nursi.

Transformasi Spritual Perubahan dalam diri Said Nursi adalah ketika dia merasa perubahan dalam dirinya. Setelah itu. ketika Ia berada di lembaga Darul Hikmah al-Islamiyah. mencari jalan keluar dan panduan. Tetapi ia hanya mengambil sekedar untuk memenuhi hajat hidup pokok saja. dan aku harus mengobati diriku sendiri sebagai pasien. Anehnya. mencari dokter (rohani) yang akan menyembuhkan hatimu. Muncul kalimat berikut di hadapanku: Kamu berada di Darul Hikam (Rumah Kebijaksanaan). Mustafa Shabri (syaikul Islam). aku memang anggota Darul Hikam (lembaga para ilmuwan tersebut). dan saat ragu jalan mana yang harus ikuti. Menjadi Anggota Darul Hikmah al-Islamiyah Di ibu kota Istanbul Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyah tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya (13 Agustus 1918 M). Ketika itu para anggotanya terdiri dari: Muhammad ‘Akif (penyair kondang). yang diharapkan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit rohani umat Islam. 34-36). seorang pembimbing rohani. Hamdi Almalali (mufassir terkenal). aku mencari penjelasan pada kitab Futuh al-Gaib. aku membaca kitab Maktubat . dan lain-lain. sementara sayalah yang secara rohani sakit lebih parah daripada yang lain. Aku dianggap sebagai ‘dokter’. Aku melihat ada berbagai jalan. Tercatat bahwa para anggota Darul Hikmah ini hanya merupakan ulama terkemuka saja. hlm. Ismail Hakki (seorang ulama kenamaan).84 2. Pada periode ini pemerintah telah menganggarkan gaji untuknya. Sa’duddin Pasya. tulisan Syaih Abdul Qadir Jailani. Sedangkan sisanya dibelanjakan untuk biaya mencetak sebagian dari karya ilmiahnya yang dihimpun dalam Rasal an-Nur yang kemudian dibagikan secara cuma-cuma kepada kaum muslimin (Salih 2003. 3. ia pernah mengalami transformasi spiritual sebagai berikut: Sadar diriku berada di dalam ‘rawa’ aku mencari bantuan.

tak lain adalah alQur’an yang penuh hikmah. dan mempelajarinya dengan niat yang suci. nasihat beliau yang paling penting ini tidak sesuai dengan watak dan perangaiku. 487-488). dengan Kasih Sayang Allah SWT aku menjadi tahu bahwa ujung semua jalan tersebut. Buku tersebut juga berisi ajakan kaum muslimin tetap optimis dan memerangi sikap pesimis yang selama ini tampaknya menguasai masyarakat. maka sulit bagiku untuk menyenangi salah satu jalan dan mengikutinya. Karena setiap jalan memiliki daya tarik sendiri-sendiri.’ yakni ‘ambil satu saja pemimpin atau satu jalan ke arah kebenaran. ‘matahari yang dikelilingi oleh semua ‘planet’ tersebut. Menentang Inggris Diantara serentetan rencana jahat yang dilakukan Inggris terhadap Islam melalaui gereja Anglikan adalah enam pertanyaan yang disampaikan kepada para ulama Islam agar dijawab dengan enam ratus kata.85 (Surat-surat) karya Imam Rabbani. Badiuzzaman berhasil menyelesaikan buku karangannya yang berjudul al-Khuthuwat as-Sitta (Enam Langkah ) yang diterbitkan secra sembunyi-sembunyi dengan bantuan para murid dan teman-temannya… Buku ini berisi serangan Badiuzzaman kepada Inggris yang disampaikan dengan nada keras dan berupa klarifikasi tentang berbagai syubhat yang santer menjadi buah bibir masyarakat luas dengan disertai sejumlah dalil argumetatif. yang bisa menyatukan semua arah (Said Nursi 2003.’ Tetapi. hlm. Kegiatan Politik Secara bersamaan dalam kehidupanya Said Nursi jelas berkaitan erat dengan kegaitan politik. serta berisi seruan agar mereka berbakal tekad kuat. Kadang-kadang pikiranku tidak bisa memutuskan mana yang harus diikuti. Imam Rabbani juga dengan tandas memberikan nasihatnya dibanyak surat yang lain. sebagai berikut : 1. ‘Menyatukan arah yang akan engkau tuju. Transformasi spiritual inilah yang menjadi penyebab perubahan Said Qadim ke Said Jadid. Saat aku dalam kebingungan. Kajian berikut akan menjelaskan fokus kepada kegiatan politik yang pernah dilakukan oleh Said Nursi semasa hidupnya. sumber dari semua saluran tersebut. Pada masa-masa ini dan ketika Inggris berhasil menduduki Istanbul (16 Maret 1920). Kemudian pertanyaan ini oleh para ulama disampaikan kepada Badiuzzaman dan dijawab: “Sesunguhnya jawaban enam pertanyaan ini tidak harus .

para pimpinan gerakan ini mencoba membujuk dan mempengaruhinya menyertai gerakan mereka. hlm. Memandang pengaruh Said Nursi serta ketokohannya.melainkan cukup dengan ludah yang disemburkan Inggris terkutuk. Tetapi apa yang berlaku adalah sebaliknya. hlm. Tetapi segera fatwa ini dibantah lagi dan dinyatakan batal oleh fatwa yang dikeluarkan oleh tujuh puluh enam ulama bersama tiga puluh enam ilmuwan dan sebelas anggota DPR (anggota parlemen). Ini jelas dari sikap Said Nursi yang berpegang kepada prinsip . Dalam tahun 1908. 39-40). Syaikhul Islam Abdullah Afandi pun di bawah tekanan pemerintahan kolonial Inggris mengeluarkan fatwa menentang gerakan dan para pelaku aksi ini. sehingga dia berkata: “Lelaki ajaib ini hampir-hampir menyebabkan aku memeluk Islam dengan kata-katanya” (Zaidin 2001. Gerakan anti pendudukan asing di Anatolia mulai beraksi.86 denggan enam ratus kata dan tidak pula dengan enam kata….” (Salih 2003. Antara mereka yang datang menemuinya ialah Emanuel Carasso. 32). ketika itu ia berjuang keras demi untuk menegakkan satu sistem kelembagaan yang berteraskan Syariat Islam. kepada muka orang-orang 2. tetapi Revolusi Turki Muda tidak disetujuinya. seorang yang Yahudi berkebangsaan Itali. Walaupun Said Nursi menyokong usaha untuk mengembalikan kelembagaan dalam negara. satu pemberontakan telah meletus Revolusi Turki Muda (The Young Turk Revolution) yang didalangi oleh Pertubuhan Perpaduan dan Kemajuan telah berhasil memaksa Sultan mengaktifkan semua kelembagaan. juga tidak harus dengan satu kata…. Said Nursi Masa Pergolakan Said Nursi di zaman pergolakan ini terjadi pada 1908-1912.

Ini jelas dari pidato yang disampaikannya di Salanik selepas pengisytiharan kelembagaan tersebut. seperti dikutip Zaidin (2001. Lebih-lebih lagi. jangan kamu hancurkan kebebasan ini dengan kematian kali kedua dengan tindakantindakan yang bodoh dan pengabaian dalam urusan agama. hlm. kumpulan buruh yang berada di Khan Ashirah mulai bertindak liar. Said Nursi yang mendengar berita tersebut terus bergegas ke sana dan memberikan nasihat kepada mereka. Said Nursi terus menyampaikan idenya kepada masyarakat tanpa dapat dipengaruhi oleh mana-mana pihak. Austria telah mengumumkan kemasukan Bosnia dan Hersegovina ke dalam negara tersebut. 34): “Berhati-hatilah saudara-saudaraku. 33). Antara lain kata-katanya ialah: . hlm. Suatu hari. akhlak buruk. Akhirnya mereka melancarkan mogok dan tidak lagi mematuhi arahan ketua-ketua mereka.” Pada 5 Oktober 1908 (9 Ramadan 1326 H). Keadaan ini berimbas juga pada kehidupan hampir dua puluh ribu masyarakat buruh dari bangsa Kurdi. Pertumbuhan Perpaduan dan Kemajuan yang menjadi penggerak utama ke arah tercetusnya revolusi tersebut bergerak di atas teras perjuangan yang menyimpang dari ajaran Islam (Zaidin 2001. Sesungguhnya Undang-Undang Asas yang berfraksikan kepada Undang-Undang Islam (Syariat) adalah malaikat maut yang akan menyentap semua ruh isme-isme yang merusakkan. hal. 37). Sebagai tindak balasan. kerajaan telah menyatakan memboikot semua barang Austria dan gedung-gedung jualannya. tipu daya syaetan dan penyelewengan yang hina. Beliau melihat hanya dengan Perlembagaan Islam yang mampu mengembalikan kekuatan dan kemakmuran dakwah. Di antara ucapannya.87 kesederhanaan (menolak kekerasan) dalam menuntut sesuatu keadilan atau kebaikan. Aktifitas perniagaan dan perdagangan di Istanbul mulai terhambat (Zaidin 2001.

Ia diasaskan oleh Darwish Wihdati. Said Nursi secara tegas mengatakan musuh kita bukan orang-orang Turki. 38). tapi musuh kita kejahilan dan perselisihan.…mereka telah menyadarkan kita dari kealpaan dan mendorong kita dari ke arah ketamadunan. karena mereka sudah tidak percaya kerajaan yang sudah membaikot barang Austria. Oleh itu kita perlu bantu membantu dan berganding bahu dengan orang-orang Turki. Kita sebenarnya tidak mempunyai waktu untuk bermusuhan (sesama sendiri)… (Said Nursi dalam Zaidin 2001. Sungguh luar biasa pengorbanan Said Nursi yang telah berani meredamkan amarah buruh bangsa Kurdi yang sudah menggunung. Said Nursi dan Inggris (1918-1923). Mereka adalah saudara kita. pengetahuan dan penyatuan. fatrah ini menyaksikan bagaimana Said Nursi menggunakan segala ruang yang ada untuk menyedarkan umat Islam dan membangkitkan semangat mereka supaya berjihad menentang penjajah: Pada 5 April 1909. Antara kesan daripada protes mereka terhadap kerajaan ialah berlakunya penutupan kedai . karena perseturuan dan permusuhan justeru akan membinasakan kita sendiri. hlm. Parti al-Ittihad al-Muhammadi telah ditubuhkan di Istanbul. Ya.88 Musuh kita adalah kejahilan. Kita akan memerangi ketiga-tiga musuh ini dengan senjata kemajuan. keperluan dan perselisihan. 3. kita akan bersatu dengan mereka (orang Turki) dan mereka yang berjiran dengan kita kerana permusuhan dan perseteruan adalah kebinasaan. Corak perjuangannya yang sederhana (tanpa senjata dan kekerasan) telah diubah kepada perjuangan bersenjata apabila berhadapan dengan musuhmusuh luar (bukan Islam). Akhirnya. Orang Turki adalah saudara sendiri bukan musuh. Ikut Perang Dunia I (1918-1923) Bagian ini akan memaparkan keterlibatan Said Nursi dalam Perang Dunia I menentang tentara Rusia dan Armenia. Mereka menuntut supaya Syariat Islam ditegakkan semula dalam negara. Pertumbuhan politik Islam ini secara umumnya adalah tindak balas masyarakat Islam yang merasa bimbang dengan perkembangan yang berlaku dalam negara di bawah pemerintahan Parti Perpaduan dan Kemajuan. mereka semua menyadari bahwa tindakan yang mereka lakukan dengan mendemo kerajaan kekeliruan yang harus dibenahi.

Said Nursi meninggalkan Istanbul dan kembali ke Wan melalui Batum (Batum). al-Misbah dan lain-lain lagi (Zaidin 2001. Dalam perjalanan. Setelah sampai ke Wan. hlm. Said Nursi mulai menyampaikan kuliah-kuliah agama kepada masyarakat. Surbasti. Said Nursi singgah di Tiflis (Tiflis) untuk melihat suasana bandaraya tersebut. Bahkan Said Nursi sendiri telah berucap sewaktu pertubuhan ini diasaskan. Said Nursi pun mendaki Bukit Shaykh Sanan dan untuk seketika Said Nursi memandang ke arah bumi yang berada di bawah jajahan Rusia.89 minuman keras dan pusat teater. Himpunan soalan serta jawaban yang diberikan dalam kuliah itu dimasukkan oleh Said Nursi dalam kitabnya alMunazarat. yang tidak memperlihatkan adab-adab penulisan yang Islamik. Ini terbukti apabila sebagian kritikannya juga ditujukan kepada golongan pengarang. Dalam tahun 1910. Untuk itu. maupun mengkritik manamana pihak yang dilihatnya tidak bertindak sewajarnya. Karangan dalam bahasa Turki ini kemudiannya diterjemahkan kedalam bahasa . terutamanya dengan adab-adab Islam supaya (kekuatan) agama itu dapat menjadi pengawal dalam bidang penulisan. Mizan. Said Nursi yang menyertai pertumbuhan politik ini. 38). “Sasterawan seharusnya beradab. Antara kritikannya. Mereka juga menuntut supaya kerajaan membuat sekatan ke atas Gerakan Kebebasan Wanita (Zaidin 2001. sokongan ini sedikitpun tidak menyekat beliau dari menyatakan kebenaran. Said Nursi juga menulis di dalam akhbar-akhbar lain seperti al-Aqbah. Di samping Volkan. 32). turut sama memberi sumbangan dengan menyampaikan ide-idenya kepada masyarakat melalui akhbar Volkan yang merupakan lidah rasmi pertumbuhan tersebut. termasuklah Darwish Wihdati sendiri. Meskipun Said Nursi menyokong Parti al-Ittihad al-Muhammadi. Seorang pegawai polis Rusia datang menghampirinya. hal.

dalam bahasa Arab.90 Arab judul Rajtat al-awwam. hlm. Said Nursi pun tertangkap oleh pasukan tentara Rusia dan dibawa ke salah satu markas tawanan militer di Qustarma yang terletak di Timur Rusia (Salih 2003. Dengan menaiki kapal selam Jerman. Ia pergi ke Damaskus untuk menyampaikan khutbah di Masjid Umayyah tentang kondisi umat Muslim dan cara mengatasi masalahmasalahnya. Dalam perang dunia I. Setelah 2 tahun Said Nursi pulang ke Istanbul pada tahun 1918. Kemudian selama terlibat dalam pertempuran tersebut ia pun berhasil menyusun tafsirnya yang sangat berharga. Dalam tesis Zaidin (2001. Dalam pertempuran ini Said Nursi bersama para muridnya dengan segala daya yang dimiliki turut serta menghadapi tentara Rusia. Pada tahun 1911. Beliau telah ditugaskan melaksanakan misi tersebut ke Libya (Afrika Utara). Badiuzzaman menjadi pemimpin pasukan sukarelawan di medan perang Kakasia dan Turki Timur. dalam minggu-minggu pertama tercetusnya Perang Balkan. hlm. Kerajaan telah membuat keputusan untuk menyebarkan Fatwa Jihad keseluruh dunia Islam. hlm. ia telah coba mententeramkan keadaan. Said Nursi telah dilantik memimpin pasukan Sukarelawan dari selatan anadul (Anatolia). Said Nursi dan pasukannya berangkat ke sana. Kitab ini telah dicetak di Istanbul dalam tahun 1913 (Zaidin 2001. 49) dituliskan pula tentang penugasan Said Nursi untuk memimpin perang. Misinya ini adalah untuk menghubungi Sayyid Muhammad Idris al-Sanusi yang ketika itu sedang berjuang menentang tentara Itali. Kemudian Said Nursi diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah – Lembaga ilmiah milik para ulama Turki Usmani – tanpa sepengetahuannya sebagai penghargaan baginya. Ini terjasi pada 1912. 44-46). . Said Nursi kemudiannya di saat-saat hampir tercetusnya Perang Dunia I diberi kepercayaan untuk menganggotai al-Tashkilat al-Makhsusah. Ketika terjadi pemberontakan besar 31 Maret pada tahun 1909. Isyarat al-I’jaz Fi Mazhan al-Ijaz. 25-29).

Sesungguhnya orang yang tidak menjalankan shalat adalah pengkhianat. yang membuat sepuluh materi yang dialamatkan kepada para anggota dewan.91 4. sebagai nasihat dan peringatan Islami. Kemudian. bahwa kami sangat membutuhkan orang seperti Anda. Buah dari langkah tersebut telah berhasil menyadarkan kira-kira enam puluh di antara mereka menjadi orang-orang taat beragama dan aktif menjalankan shalat. Di antara kata-kata yang disampaikan oleh Mustafa Kamal saat itu: Sejujurnya. Untuk itu kami sengaja mengundang Anda ke sini agar kami bisa mengambil manfaat dari pendapat-pendapat Anda yang sangat berharga. Mustafa Kamal rupanya tidak senang dengan pernyataan ini dan oleh karena itu dia memanggil Said Nursi. sebelum Hari Raya Qurban tahun itu. Kemudian pernyataan ini dibagiikan kepada para anggota dewan yang dipimpin oleh Jenderal Kazhim Qurah Bakar (Panglima Besar Gerakan Kemerdekaan). sehingga ia berangkat juga ke sana pada tahun 1922. Sayangnya beliau tidak betah di Ankara karena melihat kebanyakan di antara para anggota dewan tidak aktif shalat. sehingga masjid yang ada di sana tidak mampu menampung jamaah dan akhirnya dipindahkan ke ruangan yang lebih besar. Badiuzzaman menjawab pernyataan Mustafa Kamal : Pasya…Pasya… Sesungguhnya hakikat yang paling menonjol sesudah iman adalah shalat. terjadilah pembicaraan seru di antara keduanya. Seraya memberi isyarat dengan telunjuknya. sedangkan . sebagaimana perilaku Mustafa Kamal pun tampak berlawanan dengan Islam suatu hal yang membuat ia sangat sedih. beliau berketetapan utuk mencetak pernyataan pada tanggal 19/1/1923 M. dan kedatangannya ini telah disambut dengan meriah. Dengan demikian. Menentang Mustafa Kemal Attatruk Said Nursi berulang kali diundang ke Ankara oleh Mustafa Kamal. Tetapi langkah pertama yang Anda sampaikan kepada kami ternyata urusan shalat yang membuat di antara sesama anggota majelis di sini terpecah.

Said Nursi telah dipilih sebagai wakil dari Timur Turki untuk mengiringi Sultan Rashad dalam satu lawatan ke Rumayli. sebuah kawasan Eropa di bawah kekuasaan Turki. Di sanlah untuk sekian lama waktunya dihabiskan dengan mengasingkan diri dari keramaian. hlm. yang juga merupakan ibukota Qusuwa (Kosovo). Rombongan Di-Raja ini berangkat dengan menaiki kapal perang Barbarossa dan mereka sampai ke Salanik pada 7 Juni 1911. Untuk itu. 41-43). sebuah universitas sedang dibina di Qusuwa. Said Nursi pergi ke Bayrut (Beirut) dan kemudiannya kembali ke Istanbul melalui jalan laut pada Jun. Said Nursi mengambil kesempatan ini dengan menjelaskan kepada Sultan dan beberapa orang pemimpin Partai Perpaduan dan Kemajuan tentang betapa perlunya dibina sebuah universitas di Timur . beliau ditawari jabatan sebagai penasihat umum wilayah timur dengan gaji yang menggiurkan. Dalam perjalanan ini. Perjuangan Menuju Rumayli (Rumelia) Selepas berada di Sham.92 kepemimpinan seorang pengkhianaat di mata hukum adalah tidak diterima…. seolah-olah bahwa Allah sedang mmpersiapkan dirinya untuk tampil menghadapi tugas berat dan bahaya yang hendak menghancurkan Islam ( Salih 2003. Di sanalah beliau i’tikaf dan mengheningkan cipta. Ia pergi dari sana dengan hati yang sedih dan membuat dirinya banyak melakukan tahajjud. maka Said Nursi pun pergi meninggalkan kota ini. dan pengaduan kepada Allah atas keadaan yang terjadi menimpa kaum mulimin. sebuah bandaraya bersejarah. 48). hlm. Pada 11 Juni 1911. Tetapi Said Nursi menolak tawaran ini (Salih 2003. 1911. Pada ketika itu. Ia pergi menuju kota Wan dan tinggal di sebuah rumah kumuh yan tidak berpenghuni yang terletak di gunung Ark. 43-45). hlm.. 5. Setelah merasakan adanya niat buruk yang dialamatkan kepada Islam dari sejumlah pihak pemerintah di Ankara. ibadah. rombongan tersebut sampai ke Uskup (Skopje). dua orang pengikut Sultan yang berpendidikan sekolah modern berbual dengan Said Nursi (Zaidin 2001.Mendengar jawaban ini Mustafa Kamal berpikir hendak menjauhkannya dari Ankara.

berhampiran dengan Tasik Wan (Zaidin 2001. dia menjawab : “Biografi saya yang kalian pegang itu membuktikan bahwa saya ini warga negara republik yang religius bahkan sebelum kalian lahir ke dunia. dan berpuncak dengan penangkapan besarbesaran dan pengadilan serta pemenjaraan di Denizli pada tahun 1943-1944. baik dia maupun para santrinya (dari Kastamonu dan daerah-daerah lain) terus-menerus mendapatkan tekanan dari pemerintah. dan selalu menandaskan bahwa hak-hak setiap orang tidak boleh dilanggar meskipun demi kepentingan seluruh masyarakat. peruntukan sejumlah 19. Tekanan tersebut kian lama kian meningkat. Said Nursi terus meletakkan batu pertama pendirian universitas tersebut di Irtamit (Edremit). Semula dia tinggal di lantai teratas kantor polisi itu. Setelah kembali ke Wan. dia dituduh membangun organisasi-organisasi rahasia yang bertujuan menghancurkan ketenteraman masyarakat. 66).000 lira yang disediakan bagi penubuhan universitas di Timur Turki atas permintaan Said Nursi sendiri. Ketika dalam persidangan dia ditanya pendapatnya tentang negara Republik Turki. Rencana tersebut telah disambut baik oleh Sultan. Meskipun sepanjang hidupnya dia selalu menentang segala pemberontakan dan gerakan yang bermaksud memecah ketenteraman dan keteraturan masyarakat. Dia dituduh membentuk tariqah Sufi dan mengorganisir masyarakat politis. dan beberapa bagian penting dari Risalah An-Nur ditulisnya disana. kemudian dipindahkan ke sebelah rumah tepat dia seberangnya. Meskipun tuduhan itu . hlm. Setelah Qusuwa jatuh ketangan Rusia dalam Perang Balkan.93 Turki. Dia ditahan selama 11 bulan di penjara sebelum akhirnya diputus tidak bersalah” (Salih 2003. dia dipaksa tinggal di Kastamonu. Kendati proyek terebut tidak membuahkan hasil yang membanggakan disebabkan meletusnya Perang Dunia I. Setelah dibebaskan. Selama masa ini. Dia menetap di Kastamonu selama tujuh tahun. hlm. 48-49).

Pada saat wafatnya di Urfah. Isparta. tetapi Said Nursi dikurung selama 9 bulan dalam sebuah sel yang kecil sekali. gelap dan pengap dalam kondisi yang sangat menyedihkan sampai ia dibebaskan pada tahun 1944: Setelah dibebaskan. Setelah itu dia berpindah-pindah tempat tinggal seperti ke Emirdag. 23 Maret 1960.94 akhirnya gugur. 67). Kelak di akhirat pasti akan banyak masuk syurga tanpa melalui thariqah sufisme. adalah Kumpulan Risale-i Nur setebal 6000 halaman. dan . jauh bumi dari langit untuk dipergunakan selain dari itu. Berikut ini akan kita kutip sebagian daripadanya: Bapak-bapak hakim yang terhormat: Saya telah dihadapkan ke persidangan ini dengan tuduhan bahwa saya seorang yang telah menjadikan agama sebagai jalan untuk membuat kekacauan dan merusak keamanan umum. Pengadilan memvonis dia dengan semena-semena. penyelenggara pemakaman menemukan peninggalannya berupa sehelai surban. Propinsi Afyon agar menetap disana. Afyon. Said Nursi di depan pengadilan pernah menyampaikan pembelaan yang sangat terkenal. Sebagai akhir perjuangannya Said Nursi memberikan peniggalan sejati yang tak ternilai dari pahlawan Islam dan kemanusiaan ini. dan kembali dinyatakan tidak bersalah. Memang. hlm. hlm. yang pada saat meninggalnya hanya berbobot 40 kilogram. yang telah diperkarakan di berbagai persidangan sebanyak sekitar 2000 kali hingga sekarang. Aktivitasku yang hanya terfokus menggeluti ilmu-ilmu keislaman hanya dijadikan sarana untuk memperoleh ridha Allah. yang mungkin bertepatan dengan Lailatul Qadar. Pada tahun 1953 dia diadili sekali lagi. dan uang dua puluh lira (Salih 2003. Bapak-bapak telah betanya: Apakah saya termasuk orang-orang yang aktif dalam kegiatan seperti yang dilakukan para pengikut thariqah sufisme? Pertanyaan ini saya jawab: Sesungguhnya era kita sekarang adalah era memelihara iman bukan era mempertahankan thariqah sufisme. Said Nursi dikirim ke kota Emirdag. bisa jadi batang korek api dapat membakar rumah. Pada kesempatan ini. izinkan saya untuk menyampaikan pernyataan kepada Bapak-bapak sekalian: Dampak suatu perbuatan tidak bisa dituduh sebagai faktor penyebab suatu kasus sampai terjadi dan tidak dapat dituduh sebagai biang keladinya. kali ini dengan tuduhan menerbitkan A Guide for Youth (Petunjuk bagi Para Pemuda). Pada tahun 1948 sebuah perkara baru dibuka di Pengadilan Pidana Afyon. dan Said Nursi besrta murid-muridnya dinyatakan tidak bersalah. 67). Tetapi seorang pun tidak akan ada yang masuk ke sana tanpa iman (Salih 2003. Tetapi kemungkinan ini tidak berarti sebagai biang segala tindakan kriminal. sepotong pakaian. tetapi vonis tersebut dibatalkan melalui banding. dan Istanbul.

selain Kuliyatul Rasailin Nur. Judul Buku Keterangan Asli dan Masih Terbit 1.95 prinsip-prinsip mulianya yang merupakan dimensi yang tidak akan bisa dicatat dalam catatan penyelenggara jenazah (Said Nursi 2003b. Adapun yang dimaksud Risale-i Nur adalah kumpulan tulisan Said Nursi berjumlah 14 jilid. hlm. Berikut ini akan disebutkan bagian Risale-1 Nur karya tulis Said Nursi selengkapnya adalah : Tabel 1 Kumpulan Tulisan 14 Jilid Risale-i Nur Bahasa Yang Digunaka n 1926-1929 Turki Tahun Perbitan No. Risale-i Nur adalah karya monumental Said Nursi yang ditulisnya dengan tulisan tangan bersama muridnya yang tebalnya berjumlah kurang lebih 6000 halaman. Risale-i Nur Rilale-i Nur sekarang lebih dikenal "Kuliyatul Rasailin Nur" adalah kumpulan kitab tafsir yang ditulis oleh Said Nursi yang diberi nama "Risale-i Nur". Sozler . selain itu terdapat pula karyakarya Said Nursi yang lain yang ditulis pada masa Said Lama dan Said Ketiga. Kumpulan tulisan 14 jilid inilah yang disebut Risale-i Nur. XV-XVI). Karya Tulis Sebelum mengenal karya tulis Said Nursi perlu diketahui bahwa karya tulis Said Nursi banyak sekali. Said Nursi juga memiliki karya-karya lain.

Secara global isi pokok dalam karya tersebut mengupas tentang aqidah dan keimanan yang diindikasikan dengan ma’rifat Allah. dan 12 Risalah (ar-Risalah) terdapat dalam buku Sinar Yang Mengungkap Sang Cahaya (Epitomes of Light). Munavazeleri Sikke-i Tadikff 1948-1950 14. Di antara kitab-kitab Said Nursi di atas. Tarihce 1948-1950 Turki 11. dan akhlak atau adab-adab Islami dan lain-lain. ada yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat 33 Cahaya (al-lama'at) dalam buku Menikmati Takdir Langit. manhaj as-Sunnah. 29 Surat (al Maktubat)dalam buku Menjawab Yang Tak Terjawab. 4. Barla Lakihasi 1925-1930 Turki 8. Iman ve Kufur 1948-1950 Turki 13. Muhakamet 1911 Qaibi Turki Turki 2. Asyari Musa Turki 12. Menjelaskan Yang Tak Terjelaskan. Ermidag Lakihasi 1944-1949 Turki 9 Kastamonu 1936-19 Turki LakihasiHayati 10. penguatan aspek ibadah. Kitab-kitab Lain .96 1929-1932 Turki 1921-1932. 3. 5. Mektubat Lema’alar Su’alar Isyaratul Ijaz Mesnavi Nuriye Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli Asli dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih Terbit dan Masih dan Masih Terbit dan Masih Terbit Terbit dan Masih Asli Asli dan Masih Terbit Terbit Demikian keempat belas kitab Risale-i Nur yang merupakan master peice dari kitab-kitab Risale-i Nur. 6.Turki 1934 1936-1940 Turki 1916-1918 Turki 1922-1923 Arab dan Turki 7. ma’rifat Rasulullah.

Tahun Penulisa Bahasa Yang Digunakan Arab Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Keterangan Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit 10 bush.97 Dalam konteks ini. Uhuwet 19 AnahtariRisalesi . Was Risafeleri 21 Risaleler . Kull Icaz (mantik) 3. 15 Konsferan Ankara . . Sunuhat 7. 22 Tabiat Risalesi . Talikat (mantik) 2. Hutbei Saniye 10 Nutqah min . 27 Zahretin Nur . 14 Konsferan Ankara . 17 Otuz Ucu Pencere . 1950Ucucu Soz 16 Yirni . maka keberadaan Risale-Nur merupakan sumber dari pembahasan karya-karya Said Nursi yang ditulisnya menjadi kitab-kitab lain tersebut.Orfi 6. 20 Ramazan Iktire . 24 Hastalar Risalesi . 1. 25 Sunnet Seniyye . Latief Nukteler 26 Risalesi . lserat 8. Munazarat 5. Divani Harbi. pidato) 12 Hair Risalasi . adapun kitab-kitab lain yang ditulis oleh Said Nursi diklasifikasi : Tabel 2 Karya-karya Said Nursi No Judul Buku dan Makalah . 18 Nur Alemini . Ma’rifatillah 11 Jalla Jalahu Nutuk (Khutbah. 23 Haftimlar Rehberi . 13 Geclik Rehberi . Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli danTerbit Terbit Masih Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit . Sunuat Nubuwuyat 9. Isarat 4.

42 Tiryak . 34 Siracin Nur . 40 Tuluit . 41 Runifiz .98 28 Ayat-i Kubra 29 Meyve Risalesi . 30 El Huccetuz Zahra . Adapun kunci utamanya menurut Said Nursi adalah akidah (keimanan) dan selalu merujuk pedoman hidup yakni al-Quran. 31 Hakekat Nurlar . 33 Miftahul Iman . 43 Riale-I Nur . 32 Iman Hakikatleri . Menguatkan iman dan memperkokoh akidah adalah jalan hidup di dunia modern. aktifitas. Said Nursi percaya bahwa kebahagiaan dan kemakmuran di dalam dunia ini adalah berdiri di atas ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban zaman. Risalesi Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Turki Asli dan Masih Terbit Asli clan Masih Asli dan Masih Terbit Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Asli dan Masih Terbit Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam sejarah kehidupannya Said Nursi berdasarkan riwayat pendidikan. 35 Tilsinflar Mecmuast . Sehadtleri . Kulliyatindan Fihrist . 38 Adfikar Mecmuasi 39 Nur Gegmesl . 36 Ecnebi Filozoflarm . 37 Encebi Filozoflarin . Said Nursi telah menulis karya-karya yang memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. . kecerdasan dan otoritas keilmuannya memiliki potensi sebagai seorang filosof sufi.

meyakini hari kiamat. lingkungan. relevansi dengan akidah. dan menanamkan ikhlas. Bagian kedua. memahami asma' al-husna. tujuan hidup. pandangan hidup. . tingkah laku. Bab 4 ANALISIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT BEDIUZZAMAN SAID NURSI DAN RELEVANSINYA DENGAN PEMBINAAN GENERASI MUDA Pembahasan berikut ini terdiri dari 2 (dua) bagian merupakan analisis dari data yang diperoleh terutama mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi. meneladani Nabi Muhammad Saw. situasi kejiwaan..99 Risale-i Nur sebagai karya besar abad ke-20 itu adalah otentik dalam konteks isi kandungannya melalui tinjauan politik dan sosial kultur yang memiliki bidang kajian yang berbeda-beda jika dibahas. menguatkan keimanan. berpegang teguh pada alQur'an. memahami hakekat penciptaan manusia. memahami alam semesta. takwa dan sedekah. mengetahui tanda-tanda hari kiamat. kemudian data tersebut dikomperasikan untuk melihat relevansinya dengan pembinaan generasi muda. dan tahapan perkembangan kepribadian generasi muda. fokus bahasan pada prinsip-prinsip pendidikan akhlak dengan pembinaan generasi muda yang mencakup . ibadah. Bagian pertama dibahas mengenai prinsip-prinsip pendidikan akhlak mencakup .

komitmen dasar yang dalam hal ini disebut sebagai prinsip hidup atau prinsip pembinaan atau proses pendidikan akhlak yang dikemukakan oleh Said Nursi dapat dirumuskan menjadi 9 (sembilan) prinsip. "Prinsip menguatkan keimanan" ini benar-benar menjadi dasar bagi setiap orang.100 Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Menurut Bediuzzaman Said Nursi Berdasarkan refleksi dari defenisi operasional judul tesis ini yang dimaksud prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi adalah “Suatu komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah terciptanya perilaku lahir dan batin yang seimbang (seperti Nabi) bagi generasi muda menurut pemahaman Bediuzzaman Said Nursi". Hal ini berarti bahwa Said Nursi memiliki pemahaman tentang komitmen-komitmen yang mendalam mengenai kehidupan menuju arah yang diinginkan yaitu berperilaku seperti Nabi. sehingga menjadi komitmen mendasar baginya. Adapun berdasarkan data yang ada. Dalam konteks tauhid ini Ismail Raji’ Al-Faruqi menyatakan bahwa “esensi pengamalan keagamaan dalam Islam adalah tauhid yaitu pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (La illaha illa Allah)” (Al Faruqi 1982. hlm. yang sangat bermanfaat bagi generasi muda. sebagai berikut : Menguatkan Keimanan Iman bagi manusia sangat penting. keimanan dapat dipahami sebagai akidah atau tauhid. Dengan kata lain. Pendapat ini menguatkan bahwa sebagian pengalaman hidup adalah pengalaman keagaman. 30). Said Nursi memperhatikan secara intensif mengenai keimanan ini. .

Op. Rukun iman ini adalah akidah atau keimanan yang sudah panjang diperdebatkan. tingkah laku dan segala yang dikerjakannya. kitab-kitab-Nya. Jakarta. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. 7-12). maka keimanan mendalam meyakini secara penuh adanya Allah Swt. (Syaikh Muhammad Shaleh al-‘Utsaimin. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. Said Nursi menekankan bahwa pernyataan tauhid Laa ilaaha Ilaallaahu tidak dipisahkan terhadap pengakuan Muhammaddur Rasulullah (Muhammad Rasul Allah) yang merupakan satu kesatuan tauhid. Namur. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman. 1995. Argumentasi Said Nursi menyatakan bahwa “Siapapun yang menyangkal Nabi Muhammad Saw yang merupakan kebanggaan semua makhluk dan kehormatan umat manusia karena mu’jizat-mu’jizatnya dan prestasi-prestasinya pasti tidak mungkin dapat menerima. hari kiamat. Aqidah Ahulus sunah wal Jama’ah. Nur (cahaya) atau pasti tidak benar-benar mengenali Allah” (Said Nursi 2003b. Yayasan al-Sofwa. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah akidah adalah suatu hal yang asasi sekali dalam kehidupan seorang muslim.19 Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. rasulrasul-Nya. itulah tujuan ciptaan tertinggi manusia. 465-466) 19 . Karena akidahlah yang mendasari sikap.101 Dimana pengalaman keagamaan cenderung semakin meningkatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Segala sesuatu mempunyai dua aspek : aspek pertama mengacu kepada Rukun iman terdiri dari iman kepada Allah. Mengenai ini Said Nursi menganggap bahwa “segala sesuatu selain Allah tidaklah berasal dari sesuatu itu sendiri tetapi berasal dari Allah Yang Maha Kuasa. Bagi Ahlussunnah Wal-Jama’ah sangat mendukung doktrin rukun iman ini. h1m. dan qadha dan qadhar. juga dalam realisasi amaliah kehidupan. Dalam konteks ajaran agama Islam. Menganggap alam semesta berasal dari alam semesta itu sendiri atau kuasa-kuasa material itu adalah suatu kesalahan. malaikat-malaikat-Nya. hlm. Cit.

dan posisi serta kewajiban manusia di antara makhluk-makhluk lainnya. hari kiamat. kitab suci. Eksistensi dan ketunggalan Tuhan. kerasulan takdir Ilahi dan keadilan dalam hidup manusia. dan alam itu terjadi tuntutan alam (Said Nursi 2003a. komunisme. demikian pula segala sesuatu bukanlah terjadi tanpa campur tangan Sang Pengusa. 333) dan lain-lain” telah melahirkan materialisme. justru ungkapan kalimat La Ilaha Illah ini terdapat hikmah mendalam yaitu Allah menjadikan segala sesuatu yang ada di jagad ini bagaikan rangkaian kepingan-kepingan bermakna yang memantulkan keesaan Allah rabb al-‘alamin. Sebagai seorang yang beriman maka kita harus meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan diluar Allah itu adalah Ciptaan. Pada prinsipnya. alam terbentuk dengan sendirinya. Keyakinan pada kausalitas para ateis dan naturalis melahirkan pernyataan-pernyataan seperti : “Alam itu terwujud oleh sebab. Sebagaimana kita ketahui bahwa para ateis dan naturalis mempunyai pendapat yang menyimpang dari manifestasi keesaan Allah Swt pada alam semesta dan manusia.102 Pencipta sedangkan aspek yang kedua mengacu kepada ciptaan” (Said Nursi 2003. hlm. 92). bahkan ateisme. Kalimat tauhid yang dipedomani Said Nursi bukan tanpa hikmah. alam bukanlah terjadi dengan sendirinya. pernyataan di atas menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Pencipta dan Ciptaan. . naturalisme. Said Nursi yakin bahwa segala sesuatu itu diciptakan dalam 2 (dua) tahap. hlm.

Said Nursi justru melalui Risale-i Nur menunjukkan hakikat kejadian alam. suatu indeks yang ingin menceritakan Pemiliknya (Said Nursi 2003c. manusia. Penjelasan di atas menegaskan setiap orang yang benar-benar ingin memahami dunia ciptaan ini sebagaimana mestinya. Dia akan melihat keteraturan dan harmoni. keadilan dan kemurahan. 334). keberlangsungan dan keagungan dan sekaligus dia akan menyadari bahwa semua atribut tersebut mengarah kepada benda-benda ciptaan itu melainkan pada realita di mana semua atribut tersebut ada dalam kesempurnaan dan keabsolutan. keindahan dan kesimbangan. hlm. hlm. tetapi bagaimana dunia itu menurut pikiran mereka. ketuhanan. Akhlak yang baik terdorong dari keimanan seseorang karena . Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu (Said Nursi 2003a. Maka dapat diyakini bahwa sebenarnya keimanan menjadi komitmen dasar dalam berakhlak.103 Said Nursi dalam kitab tafsir Risale-i Nur menafsirkan Laa ilaaha illa Allah dan membongkar mitos kausalitas ini dan menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti keyakinan ini sebenarnya tidak melihat dunia sebagaimana mestinya. Dia akan melihat bahwa dunia ciptaan ini adalah buku berisikan nama-nama. dan bukan atas kehendak imajinasinya. dan peristiwa-peristiwa lainnya yang berada di bawah kendali Zat Yang Maha Mengendalikan. pasti akhirnya sampai pada kesimpulan Laa ilaaha illah Allah. atau bagaimana dunia itu tampak. xxvii). akhlak merupakan cerminan dari apa yang ada dalam jiwa (al-qalb mir-u al’amal). Dalam pandangan Islam.

Orang yang telah menguasai tingkatan keimanan ini dapat menghadapi seluruh dunia ini. Ini tergantung dari keteraturan kita dalam beribadah dan berpikir. hlm. Adapun tingkat keimanan yang lain adalah kepastian yang datang dari pengalaman langsung dengan kebenaran-kebenaran keimanan. Sehingga wajar sekali Said Nursi mengutip pendapat Imam Rabbani – pemimpin yang berpengaruh dan murshid terkemuka dari aliran nakshabandiah – mengatakan dalam suratnya. terutama dan terpenting kita adalah mencapai tingkat keimanan ini dan mencoba dengan kesungguhan demi ridha Allah Yang Maha Kuasa untuk mengkomunikasikannya dengan orang lain. manusia dan Tuhan.81). ataupun melakukan keajaiban-keajaiban ". Jadi. Pendapat ini menguatkan bahwa kunci dari akhlak adalah keimanan. Keyakinan tauhid yang terangkum dalam rukun iman seharusnya menjiwai dalam kehidupan manusia. juga harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari (Ali Anwar Yusuf 2005. tugas pertama. . menguatkan keimanan berupaya menegaskan bahwa tingkat keimanan yang pokok melalui pengalaman langsung dan berkomunikasi dengan orang lain untuk memahami Islam secara integral. "Aku lebih suka perkara keimanan diketahui dengan cara yang mudah dimengerti daripada mencapai ribuan kenikmatan dan pencapaian rohani.104 sesungguhnya iman selain diyakini dalam hati. baik alam semesta. Singkatnya.

sekalipun akan menghadapi tantangan kemajuan ilmu pengetahuan yang semakin canggih (Syafi’i 2003. Ketiga pertanyaan ini sangat penting dijawab. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an menjadi komitmen dasar bagi Said Nursi. Al-Qur’an merupakan wahyu Allah yang agung dan bacaan mulia serta dapat dituntut kebenarannya oleh siapa saja.Qur’an menjadi sangat penting dalam mengenal Allahh ?. Al-Qur’an adalah wahyu Allah atau kalam Allah. Berpegang teguh pada al-Qur'an berarti manusia dituntut untuk mencapai kesempurnaan menuju Allah Swt. Sedikitnya ada 3 (tiga) pertanyaan untuk memperkuat argument ini : Apa sebenarnya al-Qur’an ? Mengapa al-Qur’an menjadi pedoman ? Mengapa al. Berpegang Teguh pada Al-Qur’an Al-Qur'an berperan sebagai pedoman dan petunjuk menuju kebenaran Allah Swt. Menurut Harun Nasution “wahyu berfungsi sebagai pengkhabaran dari alam metafisika turun kepada manusia dengan keterangan-keterangan tentang Tuhan dan kewajiban-kewajiban . hlm.105 Hal ini juga berarti bahwa secara tersirat dan tersurat Said Nursi meyakinkan kepada seluruh manusia bahwa prinsip "menguatkan keimanan" harus dilakukan oleh setiap manusia secara keseluruhan di akhir abad ini secara bertahap dan istiqomah dan keimanan mengajarkan untuk mengobati penyakit hati nurani. karena secara faktual tanpa ada al-Qur’an maka manusia tidak akan mengenal Allah sebagai Penciptanya. 53).

Al-Qur’an adalah landasan rancangan dan matahari bagi 20 Ketika Abu Bakar memimpin beliau menghadapi orang-orang yang enggan membayar zakat. al-Qur’an pada awalnya kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi-nabi yang kemudian disusun menjadi sebuah kitab ketika masa khalifa’urrasyiddin.106 manusia terhadap Tuhan” (Harun 2002. karena itu beliau menyiapkan pasukan dan mengirimkanya untuk memerangi orang-orang yang murtad. Jakarta.20 Menurut Said Nursi al-Qur’an berasal dari Pencipta langit beserta benda-benda langit dan bumi serta seluruh penghuninya. hlm 44) . penerjemah abadi ‘bahasabahasa’ yang menjelaskan tanda-tanda alami dari Allah dan penafsir buku alam semesta. 4142). Untuk melakukan tugas pembukuan ini Usman membentuk tim empat yang terdiri dari : Zaid bin Tsabit. Abdullah bin Zubair. kemudian Usman meminta kepada Habsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Al-Qur’an yang membuat kita mengenal Tuhan semua alam (Said Nursi 2003a. semula Abu Bakar merasa ragu-ragu namun akhirnya menerima usulan dari Umar bin Khatab. 1988. Dalam peperangan tersebut sekitar 70 orang penghafal at-Qur’an gugur. hlm. dan kunci semua kebenaran yang berada di bawah garis kejadian-kejadian. hlm. Said Nursi menuliskan : Al-Qur’an adalah terjemahan abadi dari alam semesta. Jadi. harta karun Tutur ilahi yang abadi dan pertolongan yang baka dari Sang Maha Pengasih. Abu Bakar memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit untuk segera mengumpulkan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. setelah selesai dari penulisannya naskah itu diserahkan kepada Habsah istri Nabi Muhammad Saw yang pandai membaca dan menulis. Umar bin Khatab merasa khawatir dengan kondisi ini lalu beliau mengusulkan kepada Abu Bakar untuk membukukan al-Qur’an dalam sebuah Mushaf. ciri penulisan al-Qur’an pada masa Abu Bakar seluruh ayat Al-Qur’an dikumpulkan dan ditulis didalam sebuah Mushaf Lalu dilanjutkan penyusunannya oleh Umar bin Khatab menggantikannya. Pada masa Umar mushaf itu diperintahkan untuk disalin ke dalam lembaran (shafiafah) dan tidak menggandakannya. (Al-Brayary. Al-Qur’an adalah lidah dunia gaib dalam dunia material yang kasat mata. perang itu terjadi pada tahun 12 Hijriyah. Peperangan itu dikenal dengan perang Yamamah. Said bin al-Ash. dan Abdul al-Rahman bin Harits. Pengenalan Sejarah Al-Qur’an. Al-Qur'an adalah penyingkap rahasia khazanah Nama-nama Allah yang tersembunyi pada ‘lembaran-lembaran’ langit dan bumi. Pada masa Khalifah Usman bin Affan al-Qur’an disalin ke beberapa naskah dan dibukukuan atas usulan Khuzaifah. 81). RajaGrafindo persada.

lidah. setidaknya terdapat 6 (enam) pemahaman mengenai al-Qur’an yakni Sebagai penerjemah. Ia bagaikan perpustakaan suci berisikan buku-buku dan risalah-risalah yang berdasarkannya semua aulia. landasan. Al-Qur'an memang sebuah kitab tunggal. Al- . penafsir yang jernih. Selain menjadi kitab hukum bagi umat manusia. orang-orang terkemuka.107 dunia intelektual dan spritual Islam dan peta bagi alam akherat. AlQur’an adalah penjelas. nama dan perbuatan Allah. pendidik dan pelatih dalam dunia manusia dan merupakan air bagi umat manusia dan pembimbing sejati yang mengantarkan mereka kepada yang menciptakannya. Selain menjadi kitab tentang senian. al-Qur'an juga merupakan kitab perenungan. al-Qur’an juga berisikan perintah dan ajakan. Menurut pandangan Said Nursi berdasarkan kutipan di atas. sifat. hlm. bukti yang fasih. tetapi memuat banyak kitab untuk semua kebutuhan umat manusia. tunggal dan sinar. al-Qur’an juga merupakan kitab kebijaksanaan bagi mereka. dan penerjemah yang lancar dari semua esensi. dan semua cendekiawan yang mulia dan suci hati serta para pemikir dengan beragam pendekatan dan sikapnya mengambil cara-cara yang khas satu dengan yang lain. Al-Qur'an menyinari setiap cara ini dan menjawab kebutuhan para pengikut mereka yang memiliki selera dan temperamen yang berbeda-beda (Said Nursi 2003a. penjelas. 42). Selain menjadi kitab peribadatan dan penghambaan kepada Allah.

dan dia seperti perpustakaan suci yang . khasanah karunia dari Yang Maha Pengasih dan tempat-tempat abadi yang datang dari alam Ghaib dibalik tabir alam yang kasat mata ini . bukti yang terang. AlQur'an adalah kitab kebijaksanaan maupun hukum. dan kebijaksanaannya yang benar. pendidik dan pelatih dunia manusia serta pembimbing. kunci kebenaran yang berada dibalik rangkaian peristiwa . terutama dalam rangka pedoman berakhlak mulia. Sebagai lisan Allah yang selalu berbicara melalui kitab alQur’an. Sebagai sinar hati bagi manusia dalam menjalankan peran-peran kehidupannya. matahari alam rohani dan akal budi Islam serta pondasi dan rancangannya. Sebagai penjelasan bagi umat manusia tentang hakekat kehidupan. serta kitab perintah dan himbauan. Al-Qur’an adalah kitab yang berisi kitab-kitab bagi semua kebutuhan rohani manusia. penafsir yang jelas. penerjemah yang jelas dari esensi. dan kitab seruan dan ilmu Allah. Sebagai landasan dalam menjalani kehidupan. dan peta alam Akhirat . Keenam pemahaman mengenai al-Qur’an di atas menegaskan al-Qur’an menjadi pedoman penting bagi kehidupan manusia. Al-Qur’an yang bijaksana. Sebagai sesuatu yang tunggal untuk menjadi petunjuk dan penuntun manusia. penjelas. dan kitab do’a dan ibadah. merupakan penerjemah abadi dari Kitab besar Alam Semesta . pembuka khasanah nama-nama Allah yang tersembunyi dalam halaman-halaman bumi dan langit . pemimpin. Sifat-sifat dan tindakan Ilahi. yang membuat kita mengetahui Tuhan kita.108 Qur’an sebagal penerjemah bagi kehidupan manusia secara rnenyeluruh.

dan fondasi dunia Islam. Apapun yang terjadi. Senyatanya. dan manfaat yang berbeda. Ia datang untuk mengubah kehidupan sosial manusia dan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan dari kelas-kelas sosial yang berbeda. dan bukan suatu kesalahan seperti yang dibayangkan oleh orangorang ateis. sehingga diperlukan pengulangan di dalam konteks yang berbeda untuk membuat pikiran dan kalbu manusia terkesan dalam aspek-aspeknya. hlm. makna. Al-Qur’an menyebutkan masalah kosmologis tertentu dengan cara yang ringkas dan sulit dipahami. kata mempunyai berbagai lapis makna. Kemudian alQur’an berbicara tentang hal-hal penting itu dan kebenaran-kebenaran yang sulit dipahami. manfaat yang banyak. 272-273). untuk mencapai tujuan. kata dan ayat tertulis dengan cara yang berbeda.109 menawarkan kitab-kitab dari semua wali dan manusia yang sangat terpercaya dan semua ulama yang suci dan teliti dengan berbagai tabiat telah memperoleh jalan khas bagi diri mereka masing-masing. dalam konteks berbeda. Hal ini tidak bisa menjadi sasaran kritik. Dalam al-Qur’an penuh dengan pengetahuan dan kebenaran yang mutlak sebagaimana menurut Said Nursi sebagai berikut : . karena al-Qur'an dimaksudkan untuk membimbing manusia (Said Nursi 2003. serta banyak aspek dan tingkatan. Al-Qur’an juga merupakan pendiri : ia adalah dasar dari agama yang nyata. hal ini adalah cahaya kemukjizatan yang lain. Di dalam masingmasing tempat. Sebaliknya. pengulangan itu tampak nyata.

110 Sesungguhnya. yang berasal dari sifat firman Ilahiah. alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. dan Al-Qur’an adalah penjelas esensi. Kutipan di atas menjelaskan bahwa keimanan merupakan keyakinan awal bagi manusia memahami kehidupan. Selanjutnya beliau menambahkan : “Ringkasnya. hlm. sekarang. alam semesta dan manusia adalah tiga jenis manipestasi dari satu kebenaran. Al-Qur'an. sifat-sifat. seluruh ilmu tercakup di dalam kaya-kaya dan sifat-sifat Allah. Keimanan harus terjadi atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. dan juga kelak. beliau mengutip kata-kata Ibnu Mas’ud : “Jika modern. dari sudut pandang ini. Oleh karena itu. Pandangan yang menganggap al-Qur’an adalah sebagai sumber segala pengetahuan itu bukanlah hal yang baru. sosial. bisa dianggap sebagai al-Qur'an yang diciptakan. yang akan menjadi zaman pengetahuan. yang tidak akan bertentangan dengan Islam. xx). historis dan psikologis. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. . yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak Ilahiah. juga pada pemikiran yang terus menerus terhadap tanda-tanda Allah di alam semesta. keimanan menggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu (Said Nursi 2003c. pada fenomena. Imam al-Ghazali misalnya dalam buku Ihya ‘Ulum Al-Din. bisa dianggap sebagai alam semesta. Keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taglid yang membuta. saat sains berjaya. al-Qur'an. “alam”. Jadi. selayaknya dia merenungkan al-Qur’an”.

Ne yapip yapmaliyiz. elinde Kur'an-i kerim gostererek Soyledigi bir nutukla: "Bu kur'an islamlarin elinde bulundukca biz onlara hakim olamayiz. (Mahdi 2001. bu kur'ani onlarin elinden kaldirmaliyiz. sambil memegang sebuah mushaf al-Qur'an dan berkata . Maksud perkataan tersebut : "Selagi al-Qur'an ini berada di tangan orang-orang Islam (menjadi pegangan mereka). ketika Said Nursi masih menetap di Wan. Setelah mendengar berita tersebut Said Nursi tentu bangkit dan berkata : "Bediuzzaman'in bu havadis uzerine: . " (Said Nursi 1999e. 47). Keimanan tidak dapat dipisahkan dari petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam al-Qur'an. Ingiliz meclis-i meb'usani’nda mustenitekal naziri. selagi itulah. Melalui al-Qur’an muncul keyakinan atau keimanan secara mendalam kepada Sang Pencipta yang dengan memahami alam semesta dan mengerti proses penciptaan manusia adalah upaya untuk meningkatkan keimanan itu sendiri. hlm.. hlm. kita tidak akan mampu mengusai mereka. Hal yang paling prinsip bagi Said Nursi dalam berpegang teguh kepada al-Qur'an. yakni ketika Tahir Basha telah memberitahukan kepadanya ucapan Gladestone (menteri Tanah Jajahan Britain) dalam satu perhimpunan resmi kerajaan Britain.. 137). beliau telah mendengar satu peristiwa yang telah meninggalkan kesan yang cukup mendalam pada dirinya.111 clan perbuatan-Nya”. Oleh karena itu kita perlu jauhkan al-Qur'an dari mereka". yahut muslumanlari kur'andan sogutmaliyiz diye hitabed bulunmus.

al-Qur'an. Dari penjelasan di atas dapat ditegaskan bahwa dalam konteks ini berarti al. dianggap. pedoman dan sumber kehidupan bagi berakhlak mulia. informasi al-Qur’an sebagai dan sumber rujukan bagi akhlak untuk membentuk pribadi yang berakhlak. Sebab. pentingnya al-Qur’an sebagai kalam Allah. bisa. Kemudian. yang mendasari komitmen Said Nursi dalam berpegang teguh pada al-Qur'an dan menjaganya dari kejahatan musuh Islam.Qur’an merupakan informasi yang menjelaskan tentang pentingnya tauhid atau keimanan sebagai rangkaian mengkokohkan keyakinan. sedangkan alam semesta. Al-Qur'an. Sesungguhnya. jalan. Said Nursi berkata : "Akan aku buktikan kepada. yang berasal dari sifat kuasa dan kehendak ilahiyah. yang berasal dari firman Tuhan (ilahiah). hlm. Pentingnya. 47-48). jenis manifestasi dari satu kebenaran. sebagai alam semesta yang ditulis atau disusun. melalui al-Qur’an manusia memperoleh petunjuk. bahwa al-Qur'an adalah mentari maknawi yang tidak akan luntur sinarnya dan tidak akan dapat dipadamkan cahayanya.112 kur'anin sonmez ve sondurumez manevi bir gunes hukmunde oldugunu ben dunyaya ispat edecegim ve gosterecegin! Diye bir niyet ruhunda uyanir ve bu saikle calisir" (Said Nursi 1999e. dunia." Demikian. yang memperkuat pemahaman mengenai manusia. bisa. karena menceritakan dan mendeskripsikan secara implisit tentang proses penciptaan manusia dan proses penciptaan alam semesta. dianggap sebagai al-Qur'an yang . alam dan Tuhan. alam semesta dan manusia adalah tiga.

Pentingnya Memahami Hakekat Penciptaan Manusia Prinsip pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia senantiasa berkaitan dengan memahami makna hidup dalam konteks ajaran Said Nursi. keimanan yang sejati harus didasarkan pada argumen dan penyelidikan. Karena dengan prinsip ini manusia mengerti keberadaan dirinya di muka bumi ini. hlm.113 diciptakan. yang tidak akan pernah bertentangan dengan Islam. Bahkan hampir sepanjang hidupnya manusia harus belajar keberadaan dirinya (Said Nursi 2004. historis. Keimanan harus terdiri atas intelektualitas atau nalar dan kalbu. Tegasnya. alam. Keyakinan ini ditimbulkan melalui akal atau penalaran dan hati nurani yang menyumbangkan peranan penting terhadap pemahaman manusia. Kehadiran manusia di muka bumi ini memiliki beragam pertanyaan. . alam semesta adalah pasangan dari al-Qur'an. Iman adalah kunci keyakinan mendalam terhadap penciptaan manusia dan alam semesta. pada fenomena. dan juga. yang akan menjadi zaman pengetahuan. Memahami hakekat penciptaan manusia harus diiringi dengan iman. sekarang. keimanan bukanlah sesuatu yang didasarkan pada taqlid membuta. Oleh karena itu. saat sains berjaya. xiv). Baik mengenai manusia sebagai mikrokosmos maupun alam sebagai makrokosmos. Keimanan rnenggabungkan penerimaan dan penegasan nalar dan pengalaman serta penyerahan kalbu. 17). tanda-tanda. sosial. kelak. hlm. Jadi. juga pada pemikiran yang terusmenerus terhadap. dan psikologis (Said Nursi 2003b. dari sudut pandang ini. Allah SWT di alam semesta.

al-Muqaddimah dalam Tahzib al-akhlaq wa Tharir dalam artikelnya yang bejudul Fi al-'aql wa al-Ma'qul. aku tidak menghendaki. Ibn Miskawaih sepenuhnya hidup pada masa pemerintahan dinasti Buwaih (320-450H/ 1932-1062M) yang para pemukanya berpaham Syi’ah. dan jasad sebagai wawasan materialnya bermula dari alam materi. Dan ia juga dikenal sebagai dokter. Menulis buku dan artikel sebanyak 41 buah. 85-87). Tahun kelahirannya diperkirakan 320H/932M dan wafat 9 Shafar 421716 Februari 1030. yaitu tubuh dan ruh jasad)”. perpisahan dan aku tidak dapat menjalaninya”. sedangkan ruh yang mencari sebuah cinta abadi juga meratap dan berkata “Aku tidak menyukai sesuatu yang seperti itu. kekekalan lahir dari kefanaan. Apabila kalian menginginkan kekekalan di dunia fana ini. Pendapat ini sama seperti pendapat Ibn Miskawaih21 bahwa hakekat manusia memiliki dua unsur yakni jiwa yang diketahui sebagai wawasan spiritual berasal dari Allah. sekretaris. hlm. Aku tidak menginginkan..114 Dalam konteks manusia sebagai mikrokosmos Ibrahim Hamzah (2001. 9) menyatakan bahwa “manusia itu terdiri dari atas 2 (dua) unsur. Yahya ibn Adi dan Ibn Sina.. Ibn Misakwaih juga banyak bergaul dengan para ilmuwan seperti Abu Hayyan al Tauhidi. (Lihat antara lain Hasan Tamim. Said Nursi juga berpendapat bahwa manusia itu memiliki unsur “ruhani dan jasad”. hlm. Pernyataan Said Nursi mengenai manusia terdiri dari 2 (dua) unsur yakni : Jiwa yang terobesesi dengan penampilan meratap dengan putus asa ketika menyaksikan rusaknya sesuatu yang dipuja-puja ketika terjadi bencana alam. 327). Intinya. (Ibn Miskawaih 1979. pendidik anak para pemuka dinasti Buwaih. Said Nursi secara implisit menyatakan bahwa manusia tersusun dalam dua unsur pokok yakni jasad sebagai material dan jiwa sebagai spritual. hlm. 21 . pustakawan. Hancurkan dari dalam Ibn Miskawaih lahir di Rayy dan meninggal di Isfahan. Ia belajar sejarah dari Abu bakr Ahmad ibn Kamil al-Qadi. Pelajaran filsafat dari Ibn al-Khammar dan kimia dari Abu Thayyib. diedit oleh Muhammad Arkoun dalam Arabica XI (1964). Pekerjaan utamanya adalah bendaharawan. penyair dan ahli bahasa.

Penyataan di atas memberikan gambaran bahwa Said Nursi menyakini bahwa manusia itu memiliki unsur jasad dan unsur ruhani. jiwa yang diperintahkan setan. Korbankan harta benda dan kekayaan kalian di jalan Allah. dan wujudkan penghancuran hal-hal buruk dalam diri. Sozler. 2003 hlm. Apabila ruh dapat mengendalikan Perlu ditegaskan disini bahwa istilah jiwa akan disamakan dengan istilah ruh. Apabila nafsu dan keinginan duniawi mendominasinya. yang menandai kepunahan. Jasad akan berinteraksi dengan ruh karena manusia sebagai bentuk makhluk ciptaan yang bisa dipahami melalui gerak fisik. 22 . hlm. Namun. ruh dibatasi di dalam “penjara” jasad. Jalan setapak dari dunia ini menuju kekekalan melintas melalui kehancuran-diri.. (Said Nursi. 105) (Said Nursi. kata ke-17). sehingga kalian dapat mencapai kekekalan. Lihat akhir suatu wujud. yang merupakan dasar pemujaan duniawi. sebenarnya di dunia ini. 188).22 Jasad adalah sebuah alat ruh yang memerintah dan mengendalikan semua anggota sel dan partikel-partikel kecilnya (Ali 2002. karena jiwa dalam bahasa al-Qur’an adalah ruh. maka ruh tersebut pasti tidak berharga dan orang tersebut binasa. Bebaskan diri kalian dari moral-moral yang buruk.. maka dapat dikatakan bahwa manusia jasad 2 terdiri dari jiwa dan jad manusia adalah “small creation” atau sebagai “microcosmos”.115 diri kalian tanpa harus menghancurkan jasmani kalian. dalam pembabasan penulis akan digunakan akal sebagai petunjuk perannya sebagai penggerak otak yang bekerja di pusat kepala. 2000a. Tapi. Dalam pembahasan ini tidak diselidiki lebih jauh mengenai penghubung antara ruh dan jasad yang berupa akal menurut istilah lbn Miskawaih dan hayat menurut istilah Harun Nasution.

2) Surat al-Sajadat (32) ayat 7-9. 23 . pada diri manusia terdapat jiwa yang tertinggi yakni alnathiqat (berpikir). dan perbuatan baik serta membebaskan dirinya sendiri dari perbudakan keinginan duniawi.116 nafsu melalui iman. dan kedua. Pergerakan jasad manusia bukanlah jiwa melainkan natur materi itu sendiri. ibadah. unsur ruhani yang memang sudah ada pada natur jasad sebagai daya gerak dan berfungsi bagi tumbuh dan berkembangnya badan. selama itu pula berupa gumpalan darah. kemudian dikirimlah malaikat dan ia hembuskan ruh ke dalamnya .) Riwayat Bukhari dan Muslim. 16-17). selanjutnya selama itu pula gumpalan daging. Lihat hadis keempat dari kitab . Namun demikian. Adapun sabda. Mathba’at Indonesia. Dalam konteks penjelasan mengenai unsur ruhani Ibn Miskawaih agaknya memberikan pemahaman dua segi.. gerak jasad manusia bukanlah gerak melingkar tetapi berupa gerakan materi. maka ruh tersebut menjadi murni dan mencapai kesucian dan kemuliaan. Jiwa ini – dalam bahasa al-Qur'an disebut al-ruh – yang ditiupkan oleh Allah Swt ketika janin sudah ada dalam rahim selama empat bulan. Sedangkan materi (al-ajsam) atau jasad penciptaan terendah. Pertama. Jiwa berpikir ini hakekatnya adalah ruh yang memanifestasikan pemahaman nama-nama Allah.. hlm.23 Di mana jasad janin manusia sudah tumbuh dan berkembang karena natur materinya sendiri sebelum ar-ruh ditiupkan Allah. Nabi Muhammad Saw memberikan penjelasan lebih lanjut tentang hal ini antara lain sebagai berikut : (Kamu diciptakan dalan kandungan ibu selama empat puluh hari berupa nuthfah. Jiwa dan jasad memiliki tingkatan sendiri dalam penciptaannya.A1-Arbain a1-Nawawiyyat oleh al-Imam al Nawawi (Cirebon.. Ini akan membawa kebahagiaan baginya di dalam dua dunia (Ali 2002. 193). hlm. tt. unsur ruhani yang Lihat beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan persoalan ini misalnya 1) Surat al-Hijr (15) ayat 28-31. Jiwa atau ruh sebagai penciptaan tertinggi. Karena itu. 3) Surat Shad (38) ayat 71-74.

unsur jiwa al-nafs al-bahimiyyat (daya nafsu) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa dan kecenderungan manusia untuk melakukan hal-hal yang bersifat sosial dan cenderung bekerja keras untuk memperoleh sesuatu. Jakarta. yang tentunya tampak serasi dengan sifat ash-shadaqah (sedekah). hlm. Lihat al-Najah. Sebagaimana umumnya para filosof menyebutkan ada 3 (tiga) daya jiwa yang ada dalam diri manusia. Sedangkan Al Kindi menggunakan istilah al-quwwat al-syahwaniyyat untuk daya nafsu.24 Ketiga daya ini merupakan unsur ruhani manusia yang asal kejadiannya berbeda. al-quwwat al-ghadabiyyat untuk daya berani dan al-quwwat al-nathiqat /al-‘aqilat untuk daya berpikir. 9. 1398 H. Pertama. dan 3) Daya berpikir (al-nafs al-nathiqat) sebagai daya tertinggi. Mushthafa al-Babi al-Halabi. Pemahaman ini menegaskan terhadap daya yang ada dalam diri manusia.117 berasal dari Tuhan yang datang setelah janin berumur empat bulan dalam kandungan ibu. al-nafs al-quwwat al-hayawaniyat. Bairut. Orang yang memiliki kecenderungan Ketiga istilah di atas digunakan oleh Ibn Miskawaih Lihat Ibn Miskawaih. dan al-nafs al-insaniyyat. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. Sesuai dengan pemahaman ini Said Nursi mengapresiasi daya-daya itu dalam sifat-sifat mulia manusia yang menjadi doktrin-doktrin utamanya. Mesir. hlm. 1983 hlm. Dayadaya tersebut adalah : 1) Daya bernafsu (al-nafs al bahimiyyat) sebagai daya terendah. Tahzib alAkhlaq. Menurut keterangan Ibn Miskawaih bahwa unsur al-nafs albahimiyyat (daya nafsu) dan al-nafs al-sabu’iyyat (daya berani) berasal dari unsur materi akan hancur bersama hancurnya badan. 2) Daya berani (al-nafs al sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan. diedit Hasan Tamim. hlm. 158. 62. Sedangkan al-nafs nathiqat (daya pikir) tidak akan mengalami kehancuran (AlGhazali 1957. Lihat Harun Nasution. Akal dan Wahyu dalam Islam. UI Press. 24 .57 H. Sedangkan Ibn Sina menggunakan al-nafs/al-quwwat al-nabatiyat. 287). 13.

Pentingnya Memahami Alam Semesta Said Nursi dalam Risale-i Nur mengatakan “mengapa al-Qur’an tidak membahas alam semesta seperti yang dibahas dalam filsafat dan sains modern?”. yang tentunya tampak serasi dengan sifat at-taqwa (takwa).118 sedekah ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa dermawan dan akan menjadi manusia dermawan. Pertanyaan ini sekaligus menjelaskan kalau Said Nursi . Kedua. unsur jiwa al-nafs al-sabui'iyyat (daya berani) dalam diri manusia akan mempenganihi gerak jiwa dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat mencapai kondisi jiwa suci dalam pandangan Alalh dan meningkatkan kinerja dengan ibadah untuk memperoleh sesuatu. unsur jiwa al-nafs nathiqat (daya pikir) dalam diri manusia akan mempengaruhi gerak jiwa kepasrahan terhadap Allah dan ciptaan-Nya dan kecenderungan manusia dalam hal-hal bersifat teologis. Orang yang memiliki kecenderungan ikhlas seperti ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa ikhlas dan akan menjadi manusia sufi. daya nalar bekerja untuk memadukan keikhlasan dalam hidup. Orang yang memiliki kecenderungan keberanian ini lambat laun akan terbina dan terbentuk karekteristik jiwa takwa dan akan menjadi manusia ulil albab. Ketiga.

Alamlah yang mewujudkan dan menentukan keberadaanya (Said Nursi 2003a. “karena sebab itulah yang menjadikan entitas tertentu itu ada”. Ketiga pandangan pendapat di atas ini adalah refleksi dari Dalam kesimpulan menyikapi yang selama masih bergulat. hlm. maka dengan sangat nyata dan gamblang. sesuatu terbentuk dengan sendirinya serta mewujudkan dirinya sendiri. bukan . (Said Nursi 2003a. jalan keempatlah yang benar. batil dan tidak mungkin. Ditegaskan Said Nursi bahwa kekuasaan Sang Pencipta Yang Maha Kuasa dan Agung itulah yang telah menciptakannya. pandangan di atas Said Nursi mengatakan “Jika secara tegas terbukti bahwa tiga jalan yang pertama mustahil.119 meyakini bahwa alam semesta merupakan manifestasi dari nama-nama Allah yang harus dijadikan komitmen mendasar dalam membina diri menuju kesempurnaan menuju Allah. Menurutnya ada 3 (tiga) ungkapan yang mengkhawatirkan bagi kaum beriman : Pertama. Ketiga. tuntutan alam yakni sesuatu yang bersifat alami. Jalan tersebut adalah jalan menuju keesaan Sang Pencipta yang bersifat pasti tanpa ada keraguan di dalamnya“. Dapat dikatakan jika alam yang menjadi sandaran kaum naturalis itu memiliki wujud hakiki yang tampak secara lahiriah. hlm. sehingga menjadi seperti apa adanya. Said Nursi sangat yakin bahwa penciptaan alam semesta adalah bukti keesaan. 334). ungkapan terwujud oleh sebab. maka -sesungguhnya wujud tersebut hanyalah ciptaan Sang Pencipta. 333). terbentuk dengan sendirinya. kebesaran asma Allah. Kedua.

Pemahaman terhadap alam ini bagian dalam upaya. bukan si pembuat syariat.120 Pencipta. meningkatkan untuk pembinaan akhlak. sikap dan cara berpikir kita dan mendorong jiwa untuk beriman secara istiqomah dan totalitas kepada Allah. hlm. Ia hanyalah ukiran. Namun. menurut Said . maka ketika melihat alam semesta akan berpengaruh dalam tingkah laku. Serta ia hanyalah goresan bukan sumber. Ia hanyalah tirai yang tercipta. Ia hanyalah objek bukan pelaku. Kita tahu bahwa dalam. Ia hanyalah syariat fitriah. Tapi. bukan si pencipta. Jelaslah bahwa alam semesta sebagal makrokosmos “big creation” adalah bukti kebesaran asma Allah. Ia hanyalah kumpulan aturan. bukan si Pengukir. bukan Zat yang berkuasa. di kitab tafsir Risale-i Nur kalau dicermati secara mendalam dibahas oleh Said Nursi hampir di semua kitabnya secara terintegrasi. Ketika kita mengetahui. Pentingnya Memahami Asma’ al-husna Prinsip pentingnya memahami asma’ al-husna menjadi komitmen mendasar bagi Said Nursi karena. bukan si pembuat hukum. Ditegaskan lagi oleh Said Nursi bahwa “alam itu merupakan kumpulan konsep bukan yang menentukan konsep” (Said Nursi 2003b. 349). secara khusus Said Nursi menjelaskan asma’ al-husna dalam kitab Lem'alar pada “Cahaya Ketiga Puluh berjudul Asma’ al-husna”. pandangan ulama asma' al-husna berjumlah 99 nama-nama Allah. mengerti dan memahami bahwa Allah sebagai Pencipta alam. Ia hanyalah kumpulan hukum.

al-Hakam. Said Nursi mengibaratkan bahwa cahaya suci yang berasal dari perpaduan enam cahaya nama Tuhan sebagaimana. . Misalnya menurut Imam Ali ra. keenam nama tersebut adalah al-Quddus. Begitu pula Said Nursi menurutnya asma' al-husna yang dapat dikategorikan sebagai al-ismu al-azhom dalam Risale-i Nur difokuskan kepada keenam nama tersebut adalah alQuddus. hlm. al-Hai. dan alQayyum. Dapat disaksikan bahwa manifestasi al-hayy telah menjadikan seluruh makhluk hidup itu bersinar lewat tampilannya yang cemerlang. para ulama besar dan istimewa lainnya mengarah pada nama Tuhan yang berbeda.121 Nursi dalam "Cahaya Ketiga Puluh" menjelaskan bahwa Allah memiliki al-Ismu al-Azhom (nama-nama Allah yang paling agung). perpaduan tujuh warna sinar mentari. Menurut Imam Rabbani (Ahmed al-Faruq as-Sirhindi) ra. Ia terdiri atas 2 (dua) nama yakni Hakam dan Adl. al-Hakim. Adapun menurut Abu Hanifah an-Nu’man ra. al-Hay dan al-Qayyum. al-Fard. Ia terdiri 6 (enam) nama. 695). Sedangkan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilam ia hanya satu yakni : Ya Hayyu. al-Adl. alFard. Said Nursi menyimpulkan bahwa dari balik nama al-Qayyum memberikan sifat tetap dan permanen. Demikian seterusnya. ia hanya satu yakni alQayyum. Al-ismu al-A'zhom tidaklah sama dalam pandangan setiap orang. al-Adl. Ia telah membuat seluruh entitas bercahaya lewat cahanyaNya yang berkilau sehingga gemerlap cahaya kehidupan dapat terlihat pada seluruh makhluk hidup yang ada (Said Nursi 2003a.

Nama al-Hakam telah menghiasi seluruh entitas dengan manifetasinya yang cemerlang. baik yang global maupun yang parsial – mulai dari bintang hingga atom. Lalu dari balik manifestasi nama al-Hakam perhatikanlah manifestasi agung dari nama al-adl. Ia memberikan kepada setiap entitas sebuah tatanan efektif yang layak untuknya. sebuah keteraturan penuh hikmah yang sesuai dengannya. ukurannya yang cermat. Seandainya semua bintang kehilangan keseimbangan selama satu detik saja atau terputus dari manifestasi nama al-Adl niscaya seluruh bintang yang ada akan bertubrukan dan hal itu tentu saja akan menyebabkan kiamat. serta keselarasan berguna yang tepat baginta. Engkau akan melihat bagaimana nama tersebut mencakup seluruh entitas dari daerah yang paling luas hingga yang paling kecil. Dari balik nama al-Fard terdapat manifestasi nama al-Hakam. Ia mencetak bagian depan setiap entitas dengan stempel keesaan sehingga segala sesuatu menginfomasikan manifestasiNya lewat aneka lisan yang tak terhingga jumlahnya. dan timbangannya yang adil di mana ia menjadikan seluruh akal tercengang sekaligus kagum. Nama agung al-Adl menguasai seluruh entitas dalam perbuatan Tuhan yang terus menerus lewat neracanya yang akurat. .122 Kemudian manifestasi agung dari nama al fard dari batik nama al-hayy. Nama tersebut mencakup seluruh entitas alam berikut ragam jenis dan bagiannya serta melingkupinya dalam satu kesatuan.

Manifestasi pemahaman asma' al-husna penting dalam pembentukan manusia yang berakhlak dan asma' al-husna menjadi landasan diri berkepribadian akhlak mulia. Dan uraian ini dapat disimpulkan bahwa enam nama dan cahaya agung telah meliputi seluruh alam. Said Nursi cenderung memandang ada 6 (enam) nama-nama Allah yang dikategorisasikan sebagai asma'ul adzam (Nama yang agung) dan Said Nursi yakin sifatsifat Allah adalah bentuk manifestasi dari asma' alhusna. murni. Pentingnya Mengetahui Tanda-tanda Akhir Zaman . namun dari segi metode penerapan pandangan terjadi perbedaan. suci. Ia telah mengubahnya menjadi semacam cermin indah bersinar yang layak untuk memperhatikan keindahanNya yang mutlak serta pantas untuk menampakkan berbagai manifestasi namanama-Nya yang mulia.123 Dari balik manifestasi nama al-adl. perhatikanlah manifestasi nama Allah alQuddus yang telah membuat seluruh entitas begitu bersih. serta oleh beragam hiasan yang paling mengagumkan. menutupi seluruh entitas. dan indah. Dari keseluruhan mengenai prinsip asma' al-husna di atas dapat dipahami bahwa asma' al-husna Said Nursi memiliki kecenderungan sama dengan ulama masa lalu yang meyakini 99 nama-nama Allah. serta membungkusnya dengan tirai yang dihiasi dan diwarnai oleh beragam warna yang paling cemerlang oleh beragam goresan yang paling indah.

Maksudnya adalah cerita-cerita sejenis ini perlu ditekankan. Dia mendewakan diri sendiri karena kepemimpinannya yang zalim. Dia adalah seorang konspirator. pembohong. Adapun tanda-tanda akhir zaman ini banyak sekali. penipu. iblis tolol yang melupakan Allah.124 Prinsip pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman menjadi bagian yang mendorong peningkatan keimanan bagi Said Nursi. Kebesaran Dajal bukan secara fisik. dan yang lebih penting untuk diperhatikan menurut Nabi Muhammad adalah Dajjal yang muncul tidak lama sebelum hari kiamat adalah yang paling berhahaya dan merusak. Tetapi tren ateisme yang dia tampilkan sangat besar mengacu kepada tren ini. Sedangkan yang dimaksud Sufyan adalah seorang muslim yang memiliki pengetahuan luas dan memiliki kekuasaan. tapi lebih cenderung kepada kekuatan pengaruh. walaupun pada dasarnya tidak banyak menyebutkan orang-orang mereka (atau siapa sebenarnya Dajjal). hlm. 25 . kemegahan kelaliman yang nyata. Keduanya adalah Dajjal dan Sufyan terbesar yang akan muncul di dunia setelah Nabi Muhammad. Surga palsu yang diciptakan Dajal adalah daya pikat peradaban modern (Said Nursi 2003b. karena manusia sekarang sudah memasuki fase penghabisan dari panjangannya zaman yang sudah lama berlalu. Sumber-sumber Islam menyebutkan dari Nabi Muhammad bahwa lebih dari 30 Dajjal akan muncul sesudah dia. 86). tapi bagi kalangan filosuf. Dajal berasal dari kata dajal artinya tertutup oleh sesuatu. yaitu : 1) Munculnya Dajjal dan Sufyan Salah satu akan tibanya hari kiamat munculnya Dajjal (AntiKristus) dan Sufyan25. Said Nursi menjelaskan bahwa dajal adalah manusia seperti manusia lain. namun pada prinsipnya terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai tanda-tanda hari kiamat yang patut diketahui oleh manusia. Dajjal atau Anti-Kristus akan muncul dalam dunia non-muslim dan Sufyan yang akan muncul dalam dunia Muslim.

Said Nursi untuk mengkokohkan akidah umat disamping tesisnya yang menyatakan bahwa "pasca runtuhnya kerajaan Turki Ustmani dan ketika terjadi kekacauan global — tepatnya 1920-1940 — adalah awal dari pertanda akhir zaman". misalnya di Indonesia ada Jaringan Islam Liberal (JIL) silahkan simak tema-tema yang dikembangkan oleh JIL yakni "perempuan menjadi imam".27 Kedua. Nabi Muhammad bersabda Seorang yang mengerikan akan muncul menjelang kiamat dan ketika dia bangun di pagi hari. masyarakat dan sistem yang akan mereka bangun dalam semua aspek kehidupan.26 Sedangkan yang paling nyata adalah kejadian di Turki ketika Mustafa Kemal Attaruk yang Muslim menjadi imitasi Inggris yang kafir untuk menciptakan surga di dunia. akhlak dan syariat. dia dapati bahwa di keningnya tertulis kafir. "menolak formalisasi jilbab". mengenai Sufyan. walau belum bisa digeneralisasi secara umum. sampai sekarang semakian marak di Turki pola kehidupan “liberalisasi seks dan liberalisasi berpikir”. 27 Dengan bahasa yang isyarat Said Nursi berpendapat bahwa Mustafa Kemal Attaruk adalah Sufyan. mengenai Dajjal. Nabi bersabda para diktator yang akan muncul sebelum menjelang hari kiamat termasuk khususnya Dajjal dan Sufyan akan mendapatkan surga dan neraka semu. Beberapa isyarat yang ditulis oleh Said Nursi mengenai Dajjal dan Sufyan sebagai berikut : Pertama. Yang berarti semasa Dan ini terdapat beberapa indikasi yang menjadi tanda-tanda. "terusmenerus mempersoalkan teks al-Qur'an" dan sebagainya dengan sangat bombastik yang mengarahkan ke dalam kerusakan akidah. menurut Said Nursi bahwa tangan-tangan Sufyan akan mencengkram yang berarti Sufyan akan menjadi banyak dan membangkitkan pemborosan dan kekejian. Yang berarti Sufyan akan menjadi seorang pembelot dan imitasi dari orang kafir dia akan memaksa manusia untuk berpakaian seperti dunia non-Muslim. Karena interpretasinya berwujud ideologi. 26 .125 pemikir dan kaum mistik atau sufitik yang mampu menangkap pertanda ini. Pada kenyataan masyarakat Turki yang Muslim telah kehilangan nilai moral. "menolak kebangkitan khalifah".

126 mereka manusia akan dicekoki dengan kesenangankesenangan dan kenikmatan duniawi dan perbedaan-perbedaan di antara kelas-kelas sosial akan meningkat dengan konsekuensi akan terjadi pemberontakanpemberontakan terhadap pemerintah. Sesat menjelang kehancuran dunia Allah akan mencabut nyawa orang-orang beriman dan dunia akan dibinasakan di atas kepala orang kafir.28 Kelima. Oleh karena itu tempat-tempat kesenangan dan kenikmatan serta penjara dan tempat-tempat siksaan yang serupa akan berdiri berdampingan. Ketiga. 28 . Keempat. Patung-patung mereka akan dibuat manusia akan dipaksa untuk menunduk di depan mereka sebagai cara pemujaan. Nabi bersabda kekejaman dan peperangan yang akan muncul sebelum kiamat akan sangat menyebar luas dan berkuasa Kejadian ini jelas ketika di Turki Mustafa Kemal Attaruk yang patungnya di mana-mana dibuat dan kepala dipaksa untuk tunduk dibawah tekanan aturan dan militer dan memang nyata di kaji dari sejarah-sejarah kerutuhan Turki Usmani yang disebabkan ambisi Barat menguasai dunia. Orangorang ini akan mendapat kekuatan mereka sebagian besar dari trend ateistik dan materialistik dan menganggap diri mereka sendiri memiliki kekuatan Tuhan. Nabi bersabda Menjelang kiamat tidak akan ada seorang pun yang menyembah Allah dan menyebut Nama-Nya sebagai manifestasi ibadah. Ini berarti bahwa tempat-tempat di mana Allah disembah dan Namanya disebut akan ditutup dan jumlah orang-orang yang taat beribadah akan menurut secara drastis. Nabi bersabda orang-orang mengerikan tertentu yang akan muncul sebelum kiamat seperti Dajjal mengklaim bahwa dirinya Tuhan dan membuat orang-orang sujud di hadapan mereka.

Nabi bersabda Sufyan akan menjadi seseorang yang berpengetahuan luas dan memukau banyak ilmuwan. karena memang saat ini modernisasi yang materilistik-konsumeris telah tidak terkendali. Sebagian besar karena kenikmatan hidup. Ini berarti mekipun tanpa alat kekuasan dan ketergantungan semacam kerajaan.30 Pada masa Islam kepercayaan Tuhan masih d1yakini juga ketika terjadi henelisasi ilmu kemudian kristenisasi ilmu kemudian islamisasi ilmu dan yang menghancurkan ketika terjadi westernisasi ilmu yang tidak menyakin adanya Tuhan. banyak ilmuwan dan pendidik agama mendukung dia dan rezimnya. Tapi mengenai yang gaib hanya Allah yang tahu). Bahwa kehidupan keji akan menggoda banyak orang yang akan menurutinya begitu saja.127 sehingga tidak ada seorang pun dapat mengendalikan tiubuh mereka untuk melawan mereka. Sufyan akan mencapai kekuasaan karena memiliki kapasitas yang merangsang dan kecerdasan politik.29 Keenam. Dia mengekang pendidikan agama. Karena fenomena materialisme dan perangkatnya melalaikan manusia. Sekarang menurut beberapa ilmu terjadi naturalisasi ilmu yang terjadi tidak hanya di dunia Islam tapi juga Kristen dan Yahudi. Ini dikarenakan oleh dimensi-dimensi kekejian dan kesenangan mengerikan yang akan muncul sebelum hari kiamat atas permintaan Nabi hampir semua Muslim telah berlindung kepada Allah selama 14 abad dari kekejian yang akan ditimbulkan oleh Dajal. Karl Marx dengan komunismenya dan Hitler dengan fasismenya juga mewarnai penyesatan dan melenakan umat manusia. Adam Smith dengan menggusur kapitalisme. suku. 29 Mengenai Sufyan ini dapat dipahami misalnya dapat dilihat di Rusia pengaruh Lenin begitu dahsat. di dunia Islam terjadi sekulerisasi ilmu yang sangat hebat. dan akhir-akhir ini kesadaran umat Islam mulai muncul sejak dicetuskannya pan islamisme oleh Jamaluddin Al Afgani menjelang akhir abad ke-19 diteruskan oleh ilmuwan muslim lainnya yang muncul kemudian sebuah fenomena kebangkitan Islam global. Di Turki misalnya 30 . kekayaan dan keberanian.

Di Indonesia perdebatan mengenai UU Sisdiknas selalu dengan perbedaan pendapat berdasarkan kepentingan agama yang diciptakan dunia Barat ketika menjajah bangsa Indonesia. Newton dan fisikawan muncul Mustafa Kemal Attaruk yang menjajahkan ide sekulernya berdasarkan "perintah" Inggris. matematika bahkan metafisika. sekali lagi sejauh tidak secara langsung bertabrakan dengan prinsip-prinsip fundamental keyakinan agama. malaikat. kenabian dan sebagainya. seperti teori evolusi sebenarnya juga telah dikembangkan dengan baik oleh para pemikir terkenal seperti Al-Jahizh. Sedangkan teori yang di Barat telah menimbulkan begitu banyak reaksi dari kalangan umat Kristen. . dalam konteks ini pengkajian terhadap ciptaan Tuhan berarti pengakajian terhadap karya kreatif Tuhan sehingga dengan itu diharapkan seorang ilmuwan muslim akan bertambah keyakinan dan ketakwaan kepada Allah. Seharusnya hasil sains modern dapat diterima sebagai sarana yang baik untuk lebih mengenal kebesaran Tuhan. Dunia Barat tidak demikian. seperti terhadap penolakan terhadap eksistensi Tuhan. Sebenarnya Islam sebagai agama tidak bisa menoleransinya karena hal itu telah dipandang sebagai penyimpangan prinsip etos keilmuan Islam yang sejati. Perlu ditegaskan bahwa saat ini adalah akhir zaman. Kenyataan di Turki seluruh madrasah ditutup dan pelarangan menggunaan jilbab. Namun sangat disayangkan teori-teori mereka secara terus terang melanggar dan menentang prinsip-prinsip ajaran pokok agama.128 Untuk kejelasan ilmiahnya bahwa adalah metode ilmiah yang dirumuskan ilmuwan muslim yang meminjam teori Aristoteles yang masih memposisikan Tuhan sebagai Pencipta Pertama. Pada prinsipnya Islam membolehkan pengkajian pada bidang-bidang yang sangat luas mulai dari fisika. hari akhir. Miskawaih dan khususnya Jalaluddin Ar-Rumi berdampingan dengan teori-teori kreasionis.

seperti akal aktif yang merupakan utusan Tuhan untuk mengurusi dunia bawah-bulan. Darwin misalnya menyatakan evolusi bersifat independen atau otonom seperti seleksi alam yang dipandang sebagai hukum independen dan bertanggungjawab pada evolusi organik termasuk penciptaan spesies-spesies. namun oleh pemikir muslim seperti Ibnu Sina dan Al Farabi gaya alami itu memiliki sumbernya pada entitas-entitas supernal. gelombang nuklir lemah dan kuat. Dan masih banyak lagi contoh mengenai mungkin Dajal-dajal yang muncul berupa ilmuwan yang menyesatkan. Ketujuh. titik tolaknya ketika terjadi keruntuhan Turki Usmana pada tahun 1920-an diikuti oleh sekulerisasi oleh Mustafa Kemal Attaruk. Sedangkan Sufyan-sufyan dalam dunia Islam muncul dengan usahausaha mensektilerisasikan baik pemikiran maupun pola hidup. sebagaimana Perire Laplace yang menyatakan peran Tuhan sebagai pengatur dan pemelihara alam telah digantikan hukum mekanik. Hadis yang menakjubkan ini berarti bahwa Dajjal akan muncul di utara dan bergerak menuju selatan. termasuk memberikan bentuk pada benda-benda di bawah bulan atau jiwa benda-benda angkasa lainnya yang memancar dari Tuhan lewat emanasi. Nabi Bersabda hari pertama Dajjal adalah sama dengan satu tahun sedangkan hari keduanya sema dengan satu bulan hari ketiganya sama dengan satu minggu dan hari keempatnya adalah satu hari. dunia Islam bertikai dalam keluarga besarnya. Sebagaimana diketahui di tempat- .129 modern misalnya gravitasi dianggap sebagai gaya-gaya yang independen bersama dengan gaya elektromagnektik.

baik Yahudi maupun Kristen mengharapkan Messiah datang menjelang hari kiamat dan menganggap kedatangannya sebagai tanda akhir kernenangan besar untuk Yahudi dan Kristen. periode pertama. Menurut sumber-sumber Islam yang terpercaya dia adalah . Pengertian lain adalah Dajjal maupun Sufyan akan memiliki 4 periode peraturan. 2) Munculnya Messiah atau Mahdi Mengenai mahdi atau messiah. Nabi bersabda Ketika Dajjal muncul setiap orang akan mendengarnya. masing-masing berlangsung selama 6 bulan. Semakin ke selatan terdapat terdapat tempat-tempat di mana satu hari berlangsung 3 bulan dan satu bulan dan satu minggu secara berturut-turut.130 tempat di dekat kutub Utara satu tahun terdiri dari satu siang dan malam. Periode keempat mereka akan normal. Mereka akan memiliki sebuah kendaraan atau tunggangan yang luar biasa dan mengelilingi dunia dalam 40 hari. mereka akan menyebabkan kerusakan besar dalam jangka waktu satu tahun yang normalnya dapat dilakukan dalam jangka waktu 300 tahun. Kedelapan. Ini berarti bahwa Dajjal akan muncul ketika komunikasi dan transformasi berkembang pesat peristiwa yang terjadi di satu belahan dunia akan terdengar di belahan bumi lain dan berkeliling ke seluruh penjuru dunia dalam waktu 40 hari adalah hal yang mungkin. Kerusakan yang akan mereka timbulkan dalam jangka waktu pada satu tahun periode kedua mereka akan sama dengan kerusakan yang dilakukan oleh yang lainnya selama 30 tahun dan pada satu tahun periode ketiga mereka akan membuat 7 tahun kerusakan.

mengahiri kekuasaan Dajjal dan Sufyan. Mahdi akan mempertahankan dan menggugah prinsip-prinsip kehidupan Islam dari Dia trend akan materialistik keagamaan. Periode mengalami akan rnenghalal kebangkitan kehidupan keagamaan secara global. memiliki standar moral tertinggi. Bersama-sama pengikutnya pemimpin periode pertama akan mempertahankan prinsip-prinsip Islam dari trend materialistik dan menunjukkan mereka dalam jalan yang benar. Pemimpinya akan memiliki pengetahuan yang mendalam di bidang ilmu-ilmu agama. melainkan sebuah nama "kebangkitan global". Mandi bukanlah satu orang saja. politik dan ekonomi pada masanya dan memiliki kualitas kepemimpinan yang memadai. Mandi memiliki tiga periode masing-masing akan dipresentasikan oleh satu orang dan kelompoknya. Agama Kristen menurut sumber Islam yang relevan akan terbebas peminjaman agama- .131 Imam kedua belas dan terakhir dari sederetan Imam yang di mulai Ali bin Abi Talib. Periode ketiga yang berkemungkinan akan mengikuti invansi Gog dan Magog yang akan menggangu periode kedua. mengetahui kondisi sosial. Bersama dengan Messiah. Menurut para pemikir dan ilmuwan kontemporer termasuk Said Nursi. Mandi lenyap ketika dia berusia 74 tahun dan akan muncul ketika dunia penuh dengan ketidakadilan untuk menyelamatkan keadilan. sepupu Nabi dan khalifah keempat. Pada periode kedua prinsipprinsip Islam yang sudah dibangkitkan akan mencapai pengaruh penting di beberapa belahan dunia dan kehidupan Islam akan mengalami sebuah kebangkitan yang signifikan.

31 c) Mengenai Terbentuknya Padang Mahsar Allah berfirman Katakanlah sesungguhnya ilmu tentang hari kiamat itu hanya pada sisi Allah (67 : 26). Rusia. Sebab metodologi semacam ini memang berasal dari "nurani Dajjal". Kota-kota akan dibangun di atas langit dan akan mudah melakukan perjalanan ke sana. Pada hari pengadilan. menunjukkan bahwa kendali modernisasi dan globalisasi sulit terkendali. Italia dan Belanda dan beberapa negara maju semangat menuju nilai-nilai kebenaran sudah mulai tampak. 31 . Alamat ini memang bisa ditanggap orang yang berpikir dan berhati. Bahwa pergerakan bumi bukanlah tidak bertujuan. Pergerakan bumi menarik sebuah lingkaran raksasa di luar keliling bumi dan bumi terus menerus memindahkan semua peristiwa yang terjadi di atasnya ke kelingkaran luar tersebut.132 agama dan filsafat tertentu dan lebih mendekat pada Islam. Mungkin sebagai dampak kemajuan genetika satu buah delima akan cukup sebanyak 20 orang dan kulit buahnya akan dapat menaungi mereka. Misi orang Messiah yang ditujukan untuk Yesus Kristus. Messiah yang dijanjikan adalah Yesus Kristus. hari kehidupan setiap orang akan ditampilkan kembali. Bukan hanya dengan kepala yang berupaya menentang dahulu baru mencari. Hasil dari semua penstiwa-peristiwa di bumi Mungkin cukup di sini penjelasan mengenai ini memang harus melihat fenomena yang terjadi di tengah-tengah kita. termasuk di agama-agama lain yang memiliki sumber yang sama. seperti slogan "cogito ergo sum" atau "god is dead" dan sebagainya. tetapi dalam bentuk yang luas dan disesuaikan dengan dimensi-dimensi Hari Akhir. Dia akan kembali dan kemudian mengikuti dan sepenuhnya mendukung Mahdi. Mereka akan berkerjasama untuk menangkis serangan Gog dan Magog dan membebaskan dunia dari invasi mereka. menurut Nabi Muhammad. Semua ini juga disebabkan kejadian 11 September 2001 dan invasi Amerika ke Irak dan pergulatan dunia yang tak pernah usai seperti di Palestina-Israel. Amerika. Saat ini di Jerman. Inggris. Menurut ramalan lingkaran raksasa ini akan dipusatkan di daerah Damaskus. I1mu pengetahuan akan mengalami perkembangan puncak.

pemahaman tentang hari kiamat banyak dirujuk sebagai bagian pembentukan karakter bagi Said Nursi. Para pemikir Islam dulu baik yang sezaman dengan Said Nursi maupun sebelumnya belum menafsirkan secara mendalam mengenai ayat-ayat dan hadis-hadis mengenai hari kiamat. Seiring dengan itu. Saat ini. Karena itu. untuk kemudian mereka digiring ke alam mahsyar dan alam barzakh. Pentingnya Meyakini Hari Kiamat Serangkaian upaya pembentukan manusia yang berakhlak mulia. hari kiamat menjadi bagian yang terintegrasi dalam diri Said Nursi dan salah satu cara upaya pembentukan akhlak mulia. Al Ikhlas. Padang tersebut masih berada di balik "kerudung" Yang Maha Tidak Terlihat. Ruh mereka dikembalikan ke dalam tubuhnya agar kemudian mereka mempertanggungjawabkan semua amal mereka dikala hidup yang selanjutnya mereka ditentukan oleh Tuhan untuk masuk surga atau neraka. Bagaimana pun juga kita akan melihatnya pada saat kita telah menjalani bentuk-bentuk spesifik hari akhir. hari kiamat menjadi prinsip yang dapat mendorong terciptanya akhlak mulia yang menekankan sisi-sisi kejiwaan manusia. Penekanan sisi kejiwaan.32 Hari kiamat menjadi landasan fundamental dalam pemikiran Said Nursi. (Hussein Bahreisj. hlm. Surabaya. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). 1980. Penjelasan mengenai tanda-tanda akan tibanya hari kiamat di atas memberikan keyakinan yang kokoh terhadap paham keagamaan dengan keimanan yang sudah ada sebagai dasar beragama. tablet-tablet Padang Mahsyar.133 terus menerus ditransfer ke dalam daftar atau. menurut Said Nursi melalui sifat dan kemampuan jiwa kita menunjukkan bahwa kita diciptakan untuk Dalam bahasa al-Qur'annya hari kiamat adalah Qiyamah adalah hari kebangkitan orangorang mati dan kuburan mereka masing-masing sesudah hancurnya alam semesta. 32 . 165).

dan bertindak dengan semestinya. Jadi mintalah petunjuk dan keberhasilan dari jalan-Nya dari Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (Said Nursi 2003d. 52).134 beribadah kepada Allah Swt. hamba yang memohon kepada Allah Yang Maha Perkasa. dan menganggap dunia ini sebagai ladang tempat menaburkan benih. dan menjadi tamu-Nya yang terhormat dan disayangi di dunia ini. Engkau bisa memilih salah satu pilihan itu. yang diperlukan untuk kehidupan rohani dan kehidupan akhirat. Tetapi dalam hal ilmu. dan memohon serta beribadah. memahami kebutuhan kita. engkau akan menjadi seperti burung pipit yang paling lemah. Kutipan di atas menggambarkan secara tegas bahwa Said Nursi sangat yakin akan adanya hari kiamat yang dunia ini bukan tujuan akhir. Tetapi jika engkau menganggap akhirat adalah tujuan akhirmu. kita kalah bersaing dengan burung pipit yang paling lemah. hlm. Lanjut Said Nursi: Hai jiwaku ! Jika engkau menganggap dunia ini adalah tujuan utama kehidupanmu dan engkau bekerja dan senantiasa bekeda untuk kepentingan dunia. Mengenai kekuatan dan kemampuan kita untuk tinggal di sini. sebuah persiapan bagi akhirat. Perjalanan manusia akan diteruskan ketika hari kiamat tiba dan membuka ruang-ruang baru bagi manusia yang baru dibangkitkan dari . kita adalah raja dan komandan dari semua makhluk hidup. engkau menjadi penguasa agung kerajaan binatang.

umat manusia dan atom. norma-kosmos dan mikro-kosmos. Al-Qur'an menyebutkan peristiwa-peristiwa bersejarah tertentu khususnya yang akan terjadi sebelum hari kiamat. AlQur'an adalah Kitab Suci yang terakhir dan Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir. Argumen tindakan Al-Qur'an mengenai hari mengacu pada hari kiamat yakni tindakankebangkitan. Sebenarnya Al-Qur'an mengajarkan 4 (empat) tujuan utama yakni untuk membuka dan membangun pada jiwa dan hati manusia eksistensi dan keesaan Allah. yakni alam semesta. Karena itu. kebangkitan Jasmani dan ketaatan terhadap Allah dan keadilan. Hal ini memiliki tempat yang penting baik dalam Al-Qur'an maupun al Hadis. Hal ini memberikan contohcontoh tindakan-tindakan besar Allah di dalam alam semesta yang luas (makro-kosmos) dan kadang kala menunjukkan pembuangan menyeluruh-Nya terhadap makro-kosmos.135 kubur. Al-Qur'an menyajikan kehebatan yang Dia lakukan di sini untuk mempersiapkan kita terhadap hal itu. Said Nursi sangat menekankan agar manusia meyakini secara mendalam mengenai hari kiamat. Manifestasinya melalui Asma dan Sifat-Nya dan keteraturan serta harmoni sempurna yang sangat indah dalam eksistensi. . kenabian. dan untuk universal menyentuh hati manusia mengenai kehebatan yang akan dilakukan Yang Kuasa pada hari akhir dan untuk mempersiapkan jiwa manusia untuk dapat menerima dan memahaminya.

supaya kamu meyakini pertemuanmu dengan Tuham-mu (13:2). Tetapi. apabila kita berbuat menurut keyakinan bahwa kita harus menjalankan perhitungan amal perbuatan. kita akan hidup dengan taat dan benar. untuk membuktikan adanya Hari Kebangkitan. mengapa kita diharuskan menjalani hidup jujur dan benar. Iman kepada akhirat merupakan dasar kehidupan manusia sebagai masyarakat maupun sebagai individu. Al-Qur'an menyajikan fenomena penciptaan alam semesta ini yang didefenisikan sebagai penciptaan pertama (56:62). Keimanan ini merupakan dasar untuk semua kebahagiaan dan kasih sayang. kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy dan menundukkan matahari dan bulan. maka iman kepada hari kebangkitan berperan dalam melindungi sebuah tata sosial yang damai. mengajak kita untuk memiliki keyakinan tentang pertemuan kita dengan Dia di akhirat : "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang sebagaimana yang kamu lihat. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. . sedangkan penjelasan tentang kebangkitan yang telah mati didefenisikan sebagai penciptaan. "Penciptaan pertama alam semesta dan umat manusia menunjukkan "penciptaan kedua". kedua (53:47). menjelaskan tanda-tanda kebesaranNya. Allah mengatur urusan makhluk-Nya. karena setelah iman kepada Allah.136 Contohnya ayat al-Qur'an berikut menekankan Kekuasaan Allah dan menyebutkan sebagai fakta. Apabila kita tidak percaya bahwa kita akan dipanggil untuk memperhitungkan amal perbuatan kita.

pembebasan dari tugas-tugas kehidupan duniawi yang berat. Keyakinan secara mendalam akan adanya hari kiamat seolah merupakan obat dari penyakit yang tidak terobati. Kiamat pasti dating. Allah Yang Maha Pemurah yang mengirim kamu ke dunia. dan menjaga kamu tetap hidup di dalamnya untuk beberapa lama.137 Pada suatu kesempatan Said Nursi menulis : "Jangan takut terhadap hanyalah kematian. dan sebuah tiket menuju dunia abadi tempat semua jenis keindahan dan rahmat sedang menantimu. Hanya kabar baik seperti ini sangat bermanfaat dan benar-benar dapat menjadi penghibur generasi tua dan membuat mereka menyongsong kematian dengan senyum. Iman kepada hari kiamat juga merupakan sumber hiburan bagi mereka yang sedang generasi tua termasuk mereka yang sakit. Keyakinan ini mengingatkan kita semua bahwa kita harus yakin keberadaan hari kiamat. Meneladani Nabi Muhammad Saw Prinsip menedalani Nabi Muhammad Saw menjadi komitmen dasar Said Nursi dalam merealisasikan ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai . tidak akan meninggalkanmu dalam kegelapan ruang kuburmu ke haribaan-Nya dan menjamin kamu menuju kehidupan abadi yang selalu bahagia. tetapi perubahan dunia. Dia akan memberimu karunia surga". suatu Kematian bukanlah kepunahan abadi. Said Nursi menjadikan hal yang sangat prinsip dalam meyakini hari kiamat ini.

Menerapakan atau meneladani Nabi Muhammad Saw menjadi kekuatan amaliah ibadah secara aplikatif. Pada dasarnya. yaitu suatu model pengajian ia sebut dengan istilah dershane (Tempat belajar). apabila seseorang menyatakan diri sebagai muslim. maka ia harus mewujudkan keislamannya itu dalam bentuk mengikuti sunnah Nabi tersebut secara sungguh-sungguh dalam segala aspek kehidupan. Al Imran : 31). hendaknya ia harus mengikuti cara atau metode dan jalan hidup yang telah dibuat oleh Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan prinsipnya ini. Zaidin (1999. Mengenai prinsip meneladani Nabi Muhammad ini Allah berfirman "Katakan.138 kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. "Allah Maha pengasih dan Maha Penyayang" (Qs. niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosa kalian. Said Nursi hendak menegaskan bahwa bila seseorang yang telah berikrar bahwa dirinya adalah pengikut Muhammad Rasul-Allah Saw. Pada prinsipnya bahwa mengamalkan sunnahsunnah Nabi Muhammad Saw dengan sepenuhnya merupakan cerminan dari keseriusan mentaati perintah Allah Swt dan menjauhi segala larangannya dengan mengikuti al-Quran dan keimanan mendalam akan keesaan Allah. 39-53) menceritakan bahwa Said Nursi adalah seorang ulama yang banyak mencurahkan perhatiannya pengajian keagamaan dengan sekuat tenaga telah berusaha menghidupkan kembali suatu usaha yang dulu di bawa oleh Nabi Muhammad Saw. Doktrin ini menjadi sangat penting dalam praktek kehidupan manusia. Praktek amaliah ibadah dengan cara meneladani nilai-nilai yang telah diterapkan oleh Nabi Muhammad Saw. Jika kalian benar-benar mencintai Allah. hlm. Di dalam ayat ini terdapat bentuk simplikasi redaksi yang . ikutilah aku.

hlm. Perilaku Nabi Muhammad Saw disebut sunnah. pasti kalian beramal sesuai dengan apa yang dicintaiNya. Tentu saja kalian mencintai Allah agar juga dicintai oleh-Nya (Said Nursi. Berapa banyak kalangan salaf (generasi terdahulu) yang . sunnah Nabi adalah sumber hukum kedua setelah Qur'an. Dan ia bisa terwujud dengan cara kalian mengikuti pribadi tersebut. Jika kalian mengikutinya. Allah menegaskan : "Akhlak Nabi adalah al-Qur'an". Keseharian dan perilaku Rasulullah. (Qs. Menurut Islam. Pada ayat lain. al Anbiya' : 107) Semua itu telah tercatat dalam sejarah Islam yang merupakan ketetapan Allah Swt. Allah akan cinta kepada kalian. Adapun penjelasan Said Nursi mengenal ayat.139 mengagumkan. Hal itu berarti kalian harus meneladani pribadi yang Dia cintai. Akhlak Nabi Saw merupakan kesempurnaan akhlak pada diri seseorang. 114). al Ahzab : 21). melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam". Dia berfirman : "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu" (Qs. ini adalah : Jika kalian beriman kepada Allah. Dan tidak ada satu pun seorang manusia di muka bumi yang diikuti perilakunya oleh berjuta-juta orang hingga detik ini dalam sejarah peradaban manusia. pasti kalian mencintai-Nya. 2003. Selama kalian mencintai-Nya. merupakan gambaran kesempurnaan utuh seorang manusia. Pada firman Allah yang lain : "Dan tiadalah kami mengutus kamu (Muhammad). Makna yang begitu banyak dirangkum hanya oleh tiga kalimat. bahkan diakui oleh para sarjana Barat.

Sementara itu. 2003. Karena itu. (Said Nursi 2003. hlm. Sejak pagi hingga malam hari. Kedua. mencintai pribadi Nabi Muhammad Saw. mentaati segala perintah-Nya dan berbuat sesuai dengan ridlio-Nya. beliau layak dicintai karena Allah ta'ala. Untuk mencapai kepribadian mulia adalah dengan mengikuti orang yang dikasihi Allah yakni yang Nabi suci. Muhammad Said Nursi Saw dan mengaplikasikan sunnahnya mengatakan sesungguhnya kecintaan kepada Allah harus diikuti dengan sikap mengikuti Sunnah Nabi Muhammad Saw. mencintai Allah. ridhonya yang paling utama tampak pada pribadi Muhammad Saw" (Said Nursi. Sikap semacam ini mengharuskan kita mengikuti Nabi Muhammad Saw. .140 mengagumi dan berusaha menyelaraskan kehidupan mereka dengan sunnah. Sebab dalam doktrin ini Said Nursi mengatakan bahwa "kecintaan kepada Allah baru terwujud dengan melakukan perbuatan yang diridhoi olehNya. 117). 117). Sebab pemimpin yang paling sempurna dengan teladan yang paling utama dalam urusan tersebut adalah Nabi Muhammad Saw. Sebab beliau merupakan perantara yang paling utama agar manusia bisa mendapatkan kebaikan ilahi. Penjelasan di atas mendorong pentingnya praktek keteladanan kepada Nabi Muhammad Saw (Sunnatun Tsaniyah) dalam kehidupan seseorang untuk membentuk kepribadian yang barakhlak mulia. hlm. Menurut Said Nursi meneladani pribadi beliau yang penuh berkah itu bisa terwujud dengan 2 (dua) hal : Pertama.

Orang yang meninggalkan dan mengabaikan as-Sunah tersebut akan mendapat siksa dan hukuman. mengikuti sunnah atau tidak bukanlah suatu "kebebasan memilih". Sebab mengamalkan ajaran Islam sesuai garis yang telah ditentukan oleh Rasulullah adalah . Tiga sumber ini juga terbagi lagi menjadi tiga.141 Said Nursi mengatakan secara fitrah ketika kita mengarahkan perhatian pada sosok yang kita cintai kekasih Allah haruslah berupaya meneladani dan mencontoh beliau dengan cara mengikuti semua sunnahnya yang mulia. tanpa terkecuali. Semuanya. hlm. mengikuti sunnah rasul Muhammad Saw merupakan tujuan termulia sekaligus merupakan tugas terpenting manusia (Said Nursi 2003. Orang yang bahagia dan beruntung adalah yang paling inters mengikuti sunnah nabi Muhammad Saw sementara orang yang tidak mengikuti Sunnah akan benar-benar merugi jika sikap untuk tidak mengikuti sunnah Nabi. Oleh karena itu. melaksanakan as-Sunnah yang bersifat wajib tersebut. 117-1 18). yaitu : wajib. Seorang mukmin diharuskan mengikutinya sebagal konsekuensi dari keimanan yang ada pada dirinya. Begitu pentingnya masalah mengikuti Sunnah Rasul ini menurut Said Nursi mengikuti Sunnah Rasul berasal dari 3 (tiga) sumber yaitu perkataan. diberi beban untuk. bagi seorang Muslim. 119). (Said Nursi 2003. perbuatan clan keadaan. sunnah dan ada yang merupakan kebiasaan beliau. Said Nursi menuliskan bahwa "Tindakan yang mengikuti sunnah rasul beliau akan mengubah adab dan kebiasaan menjadi bernilai ibadah". hlm. Hal yang wajib tentu saja harus diikuti. Dikatakannya pula.

dan apa yang ia larang bagimu. Setiap aktifitas yang diarahkan kepada Allah tidak akan menjauhkan dari hubungan hidup dengan-Nya. Beliau merupakan pribadi sempurna bahkan teladan dan pembimbing paling utuh dengan melihat pada ribuan mukjizat yang ada kesaksian dunia Islam clan kesempurnaan pribadinya yang didukung oleh hakekat al-Qur'an yang sampai padanya.142 kewajiban yang harus ditaati. maka juhilah" (Qs. bahkan justru membuat . "Siapa yang taat kepada Rasul. Hidup ini sangat singkat dan sarat dengan tipu daya dengan segala bentuk dan ragamnya yang sulit untuk dirubah. Beliau memiliki akhlak paling mulia. seperti yang dikatakan baik oleh para wali maupun musuh Islam. AlQur'an diturunkan hanya memuat prinsip-prinsip dasar dan hukum Islam secara global sebagai aturan hidup. maka terimalah ia. Hal ini dinyatakan dalam al-Qur'an. maka ia taat kepada Allah" (Qs. Di kalangan umat Islam telah sepakat bahwa sunnah merupakan kunci untuk memahami pesan-pesan al-Qur'an dan sebagai perangkat pengurai yang menunjuki dari dalil-dalil yang tersedia di dalamnya. al-Nisaa' : 80 ). Belau merupakan sosok pilihan di antara seluruh anak manusia selain sebagai pribadi paling dikenal semua orang. sebagaimana difirmankan dalam al-Qur'an : "Dan apa yang Rasul berikan untukmu. sedang sunnah mengajarkan petunjuk pelaksanaannya jadi sunnah sangat diperlukan jika seseorang hendak mengamalkan secara benar ajaran Islam guna menjadi seorang Muslim yang hakiki. al-Hasyr : 7). Semuanya baru akan terasa indah dan bermakna jika kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Nabi.

hendaknya perilaku hidup ini kita selaraskan dengan ajaran al-Qur'an. Rasulullah bersabda :"Setiap perbuatan yang tidak diawali dengan menyebut nama Allah yakni : Bismillahirrahmanirrahim . Kecintaan kepada sesama dan semua makhluk Allah kita pelihara. kemudian menjalam paginya bersama bimbingan Nabi Muhammad Saw. Rasulullah senantiasa mengawali perbuatan dengan menyebut nama Allah. Kita coba mengawali aktifitas sehari dengan mengingat Allah dan Rasul-Nya pada saat bangun pagi. baik di mata Allah atau di mata manusia. dengan mengikuti Nabi yang mulia karena akhlaknya. Menanamkan Ikhlas. Takwa dan Sedekah . Tidak ada karunia kenikmatan yang lebih besar daripada sehari yang dilalui dalam ketentraman dan keserasian. Dengan begitu. Maka. Pengabdian hidup seperti Nabi untuk kejayaan Islam kita amalkan. kita akan menjadi orang mulia. Kesederhanaan Nabi dalam hidup sehari-hari dapat kita ikuti. Keikhlasan Nabi dalam beramal dapat kita praktekkan. hidup yang singkat ini akan terasa sangat bermakna. Dalam setiap hendak memulai perkerjaan.adalah terputus (dari berkat Ilahi atau Rahmat-Nya)" (Tafsir Ibnu Katsir). Selanjutnya. Rasa kasih sayang yang Nabi miliki dapat kita contoh dan teladani.143 Allah semakin menyukai dan meridhoinya. dan mengikuti sunnah Nabi Muhammad. Pengorbanan Nabi untuk kedamaian umat manusia kita jaga. penuh hikmah dan indah.

ketinggian derajat dan kemuliaan hati. ketakwaan dan sedekah dapat membentuk karakter pribadi manusia.144 Said Nursi sangat menekankan kepada murid-muridnya untuk senantiasa ikhlas. ikhlas beramal ibadah hanya karena Allah semata. Dalam tafakurnya. Ikhlas cenderung kepada amal keteladanan. Anjuran membaca Risale-i Nur adalah aktivitas untuk mencapai manusia sempurna. Ikhlas kunci kemenangan. Ikhlas diri dibawa Kekuasaan Allah sehingga menghasilkan daya pikir yang cemerlang dan hati yang suci. Misalnya. 1) Ikhlas Menjadikan Manusia Filosof-sufi Ikhlas adalah ciri muslim sejati. takwa dan sedekah. Dengan cara . ia dapat menyentuh kondisi di luar dirinya. Said Nursi sangat yakin keikhlasan. Menjelma dalam relung-relung kalbu pribadi yang mulia. Sampai disini ia akan menjadi manusia sempurna dan memperoleh kebabagiaan. Manusia seperti ini umumnya tanggap dalam melihat sesuatu pada esensinya melalui tafakur yang mendalam. Kajian berikut menjelaskan secara mendalam bahwa ketiga hal ini menjadi dasar hidup dalam pembentukan manusia ideal dalam pandangan Said Nursi yang diisyaratkan secara implisit dalam Risale-i Nur untuk membentuk manusia ideal yang berakhlak mulia. Orang yang terbina keikhlasan dalam diri akan dalam meluluhkan dan membuat orang lain turut menjadi orang ikhlas. Setiap orang harus menjadikan sikap atau perilaku ikhlas sebagai bagian kepribadian mulia dirinya.

tanpa dia meminta atau mengharapkan. Hatinya. 9. akan tercipta sebuah tatanan masyarakat yang kokoh dan maju. Ia selalu memberi tanpa meminta balasan. 4. perbuatan tidak menyenangkan hatinya pun ia balas dengan senyuman dan sapaan mulia. akan terbangun peradaban dunia yang maju. Sifat ikhlas inilah yang akan memacu dan memicu lahirnya generasi unggulan yang siap bersaing di tatanan dunia global. 7. 3. Orang yang ikhlas dengan sendirinya akan bermanfaat bagi lingkungannya. Bahkan. 6. Karena. hanya pribadi yang ikhlaslah yang sebenarnya paling berhak untuk mendapatkan tanda jasa dan penghargaan dari masyarakat. Bahkan jika setiap elemen masyarakat mempunyai rasa ikhlas yang kuatnya melebihi keempat elemen di atas. 2. Ikhlas beriman Ikhlas beribadah Ikhlas beramal Ikhlas mengingat mati Ikhlas mengingat hari kiamat Lebih menyukai jiwa mukmin lain daripada jiwanya sendiri Tafakur imani Tidak merasa benar sendiri Bergabung dengan temannya dalam menuju kebenaran yang ada dihadapannya . Ciri-ciri orang ikhlas diisyaratkan dalam Risale-i Nur. 5. 8. karena mereka mengetahui nilai ikhlas bagi kehidupan mereka akan mendatangkan kebajikan.145 beramal ikhlas. begitu tenang dan menyenangkan. sebagai berikut : 1. Ia mengulurkan bantuan tanpa diminta. berjiwa ikhlas. Perilaku ikhlas banyak sekali ditemui seantero dunia ini.

Dijelaskan Said Nursi bahwa para ahli Sufi dan ahli hakikat menjadikan rabithatul maut sebagai landasan dalam suluk mereka sebagaimana ayat-ayat al-Qur’an yang mereka ketahui : “Setiap nafs (diri) pasti merasakan kematian” (QS. Az-Zumar :30). Mereka selalu membayangkan diri mereka sebagai orang-orang mati. Mengingat mati memberikan manfaat yang luas. Al-Imran : 185) “Sesesungguhnya kamu akan mati dan mereka pun akan mati” (QS. 5 . Sarana mencapai keikhlasan menurut Said Nursi ada 2 (dua) yakni rabithatul maut (selalu mengingat mati) dan merenungi makhluk. Hadis ini diriwayatkan oleb Ahmad dan Tirmidzi yang kemudian dianggapnya sebagai hadis hasan. maka Perbanyaklah mengingat pemutus segala kenikmatan yakni maut. Said Nursi menegaskan bahwa jalan kita adalah jalan hakikat ilmiah bukan tarekat. selalu mengingat mati. 308). Said Nursi mengutip hadis Nabi Muhammad Saw. Mengingat mati bisa membersihkan orang tersebut dari nafsu yang memerintahkan kepadanya kepada keburukan” (Said Nursi. Dengan mengingat mati mereka tidak akan berpikir akan kekal abadi sebagai cikal bakal panjang angan-angan.5 Berdasarkan hadis ini.146 10. Pertama.b). dijelaskan Said Nursi bahwa “mengingat mati justru menjauhkan manusia dari riya dan menjadikan orang yang mengingatnya selalu memelihara keikhlasan. “Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menolong segala kenikmatan”. Hadis ini juga diriwayatkan oleh an Nasa’i dari Abi Salmah lalu dari Abu Hurairah secara marfu. 2003a. sufi. Menurut Ibn Hibban dan al-Hakim hadis ini sahih. Berpegang kepada nilai-nilai kejujuran dan pencarian kebenaran yang ditetapkan oleh para ulama (Said Nursi 2003a. hlm.

Takwa adalah memelihara diri dari siksaan Allah Swt dengan mematuhi perintah dan larangan-Nya. Rasa syukur menjadi utama bagi mereka yang berhati suci dan ikhlas. 2004. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia filosof-sufi. Namun. Yang memiliki karakter seperti Nabi. karena didominasi jiwa ikhlas maka perilaku yang selalu muncul adalah rasa syukur. Untuk dapat sampai kepada ikhlas adalah memperoleh keyakinan hakiki serta cahaya yang bersumber dari perenungan terhadap seluruh makhluk. 3). yang tidak cukup diartikan dengan takut saja (Al-Qur’an Depag RI. Manusia ikhlas inilah yang banyak melahirkan orang-orang suci dalam berbagai ciri dan karakternya. merenungi makhluk. 2) Takwa Menjadikan Manusia Ulil Albab Tingkatan takwa selalu diletakkan sebagai tempat yang mulia.i Nur adalah manusia ikhlas. Ketakwaan menjadi sangat . Namun. Kedua. hlm. dalam pandangan Said Nursi ketakwaan dibawa orang ikhlas. Dari berbagai keterangan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal dalam Risale. Kategori orang semacam inilah yang bisa dikategorikan sebagai seorang filosof-sufi. Kebesaran Allah yang telah menciptakan kehidupan dan manusia ini. Merenungi proses kehidupan manusia yang senantiasa mengalami berbagai perubahan. Karena dominasi jiwa dalam ketakwaan adalah jiwa berani dan nafsu.147 kita tidak perlu seperti mereka yang langsung mengingat mati dengan bayangan dan hayalan.

Mendirikan shalat 6. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia ulil albab yang memiliki karakter seperti Nabi. Sikap hidup yang takwa dalam jiwanya selalu dominan sabar. Takut kepada Allah 4. Ar Rad ayat 20) 3. Menafkahkan sebagian harta (Said Nursi 2003b. Kesabaran utamanya adalah dalam mencari keridhaan Allah. . Dalam pengabdian dan khalifah di muka bumi inilah perpaduan selanjutnya dari jiwa berani dan nafsu melakukan peranannya. Selalu menepati janji Allah dan tidak merusak perjanjian (Qs. 3) Sedekah Menjadikan Manusia Dermawan Penciptaan manusia ke muka bumi ini tidak terlepas dari dua hal penting yakni sebagai pengabdi dan khalifah. mendirikan shalat.148 penting dalam pembentukan muslim yang hakiki. Mereka inilah orang yang takwa. dan menafkahkan sebagian rezki kepada orang lain. hlm Dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya menurut Said Nursi adalah manusia ulil albab (manusia berakal). Ciri-ciri orang takwa diisyaratkan dalam Risale-i Nur : 1. Orang sabar dalam mencari ridha Allah 2. Manusia ideal vang diharapkan dari ketakwaan adalah manusia yang memiliki karakteristik ulil albab. Untuk selalu menjalin ukhuwah Islamiyah. Manusia ulil albab memiliki sikap hidup sabar. Takut kepada hisab Allah 5.

Manusia dermawan memiliki sikap hidup sedekah. Manusia yang memiliki jiwa-jiwa ini dapat disebut sebagai manusia dermawan yang memiliki karakter sepeti Nabi. pentingnya meyakini hari kiamat. baik secara sembunyi maupun terangterangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. Mereka inilah orang yang takwa. kedermawanan sangat dekat sekali dengan saling menolong atas sesama manusia. Ciri-ciri orang sedekah diisyaratkan dalam Risale-i Nur. Rangkaian penjelasan dan pembahasan di atas dapat dipahami bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi yang mengikat dalam satu kesatuan hidup. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. Senantiasi menjalin tali silaturahmi 3. Sikap hidup orang yang suka bersedekah dalam jiwanya selalu dominan jiwa ukhuwah. dan menafkahkan sebagian rezeki kepada orang lain.149 Karena. berpegang teguh pada al-Qur'an. pentingnya memahami alam semesta. meneladani nabi Muhammad . Sedekah adalah dalam mencari keridhaan Allah. termasuk di dalamnya dapat prinsip pendidikan akhlak bagi generasi muda diketahui meliputi : menguatkan iman. pentingnya mengetahui tanda-tanda akhir zaman. Menafkahkan sebagian hartanya kepada orang lain 2. yaitu : 1. mendirikan shalat. Senantiasa menjalin ukhuwah Islamiyah Dari berbagai penjelasan di atas dapat dipahami bahwa manusia ideal selanjutnya Risale-i Nur adalah manusia dermawan. pentingnya memahami asma' al-husna.

150 Saw dan menanamkan ikhlas. Baik dalam pola pikir. tujuan hidup. lingkungan dan tahap perkembangan kepribadian generasi muda. tingkah laku. takwa dan sedekah. namun masih ada yang tidak mau shalat. Artinya mereka beragama Islam dan mengaku beriman. Walau bagaimana pun. pandangan hidup. Relevansi Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak dengan Pembinaan Generasi Muda Setelah dikemukakan mengenai prinsi-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut pemikiran Said Nursi. secara fakta aspek akidah generasi belum dapat dipastikan. berikut ini adalah bagian analisis terhadap prinsip-prinsip tersebut di atas. Prinsip-prinsip ini saling berkaitan dalam jiwanya dan sifatnya tidak dapat dipisahpisahkan. . Relevansi dengan Akidah Generasi Muda Sebagaimana telah dikemukakan di atas bahwa generasi muda yang dimaksud pada penelitian ini adalah generasi yang berumur 15-40 tahun yang beragama Islam. Apakah aspek keimanan yang mereka pegang benar-benar sesuai dengan hakikat yang diajarkan Islam. ibadah. karena sifatnya filosofis dalam diri manusia. maka prinsip-prinsip ini menjadi dasar bagi Said Nursi yang sangat relevan dengan kehidupan generasi muda. puasa Ramadhan bahkan zakat masih ditinggalkan. Fenomena seperti ini masih sangat nampak di tengah-tengah masyarakat. Tentu saja. Pada bagian ini penulis mencoba untuk menganalisis relevansi prinsip-prinsip pendidikan akhlak tersebut dengan pembinaan generasi muda secara deskriptif-komperatif untuk melihat aspek akidah. sebab banyak di antara mereka yang dapat disebut “Islam Phobia" atau "Islam KTP”. pola sikap dan pola lakunya. Prinsipprinsip pendidikan akhlak Said Nursi ini dapat dikatakan sebagai prinsipprinsip pendidikan akhlak generasi muda.

Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai timbul. dan Young menunjukkan bahwa 85 % generasi muda Katolik Romawi tetap taat menganut ajaran agamanya dan 40 % generasi muda Protestan tetap taat terhadap ajaran agamanya (Jalaluddin 2002. Hakekat keimanan secara menyeluruh dapat dipahami melalui rukun iman yaitu . Rukun iman . namun kekuatan iman akan sangat nampak dari tingkah laku dan peribadahan yang dilakukan. pemahaman dengan menguatkan keimanan harus senantiasa dilakukan untuk menuju kesempurnaan. bahwa agama yang ajarannya bersifat lebih konservatif lebih banyak berpengaruh bagi para generasi muda untuk tetap taat pada ajaran agamanya. Sebaliknya agama yang ajarannya kurang konservatif-dogmatis dan agak liberal akan mudah merangsang pengembangan pikiran dan mental para generasi muda sehingga mereka banyak meninggalkan ajaran agamanya. hlm. Hasil penelitian Allport. Tauhid adalah dasar utama dalam menyatakan keimanan secara sempurna. Namun.151 Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima generasi muda dari masa kanakkanaknya sudah tidak begitu menarik bagi mereka. Gillesphy. Said Nursi sangat menekankan keimanan bagi generasi muda. dan norma-norma kehidupan lainnya. Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan. tawaran-tawaran Said Nursi adalah penguatan keimanan melalui ruh ketauhidan masuk dalam kehidupan manusia sampai ke relung batin. ekonomi. 74). Jika ditinjau dari aspek pengamalan agama. Tujuan ciptaan yang paling murni dan fitrah manusia yang paling tinggi ialah iman kepada Allah. Walau sulit mengukur tingkat keimanan bagi generasi muda. Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan pikiran dan mental generasi muda mempengaruhi sikap keagamaan mereka. Karena itu. sosial. Dari hasil ini dinyatakan selanjutnya.

152 terdiri dari iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat, dan qadha dan qadhar. Menurut Said Nursi hakekat keimanan terdapat dalam kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah dan untuk membuktikan keimanan mereka dapat dilihat amal dan ibadah mereka seharihari. Artinya, sesungguhnya generasi muda yang beragama Islam tentu tergolong kepada generasi muda yang beriman, walaupun tidak dapat diketahui secara pasti bagaimana tingkat keimanan mereka, sebab keimanan tidak bisa dilihat dan menyangkut soal hati. Keimanan generasi muda jika didasarkan dengan prinsip ajaran Islam adalah tidak cukup dengan pembenaran hati dan pengakuan dengan kata-kata, tetapi diikuti oleh amal perbuatan. Pembentukan nilai keimanan inilah yang diusahakan oleh Nabi Muhammad Saw, yang selama 13 tahun di kota Mekkah dan 10 tahun di Madinah. Iman yang tidak pernah dipisahkan dari pasangannya, yaitu amal shalih (ibadah, mu'amalah, mu'asyarah dan akhlaq). Berkenaan dengan iman, sebagaimana firman Allah SWT dalam (QS.Ibrahim/14:24-25) : Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang kelangit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musimdengaseizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Dalam Alquran dan Terjemahannya yang diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi dinjelaskan bahwa, yang dimaksud dengan kalimat yang baik adalah kalimat tauhid (kalimat iman), yaitu segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemunkaran serta berbuat yang baik. Yang dimaksud kalimat tauhid adalah kalimat "Laa

153 ilaa ha ill-Allah" (Alquran dan Terjemahannya 1990, hlm. 383-384). Buah dari sebatang pohon yang akarnya kuat adalah perumpamaan terhadap akhlak mulia. Akhlak adalah sebagai buah atau hasil dari suatu proses pendidikan yang didasari oleh penanaman nilai keimanan. Keimananlah yang menjadi fondasi dasar terwujudnya akhlaq al-karimah. Akhlak mulia membentuk generasi yang kuat iman dan menjadi insane saleh sampai bertemu dengan Allah Swt. Insan shaleh adalah manusia yang mendekati kesempurnaan. Yang dimaksud pembentukan insan yang shaleh dan beriman kepada Allah tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka menyembah kepada-Ku (Q.S.51:56) manusia yang penuh keimanan dan takwa, berhubung dengan Allah memelihara dan menghadap keada-Nya dalam segala perbuatan yang dikerjakan dan segalah tingkah laku yang dilakukannya, segala pikiran yang tergores dihatinya dan segala perasaan yang berdetak dijantungnya ia adalah manusia yang mengikuti jejak langkah Nabi Muhammad Saw dalam pikiran dan perbuatannya. Insan shaleh beriman dengan mendalam bahwa ia adalah khalifah di bumi (Q.S.2:30). Ia mempunyai risalah ketuhanan yang harus dilaksanakannya, oleh sebab itu selalu menuju kesempurnaan akhlak yang mulia, sebab Rasulullah SAW. diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Di antara akhlak insan yang shaleh dalam Islam adalah harga diri, prikemanusiaan, kesucian, kasih sayang, kecintaan, kekuatan jasmani dan rohani, menguasai diri, dinamisme dan tanggung jawab. Ia memerintahkan yang makruf dan melarang yang munkar. Ia juga bersifat benar, jujur ikhlas memiliki rasa keindahan dan memiliki keseimbangan dan berperilaku seperti Nabi Muhammad Saw. Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa prinsip keimanan yang ditanamkan Said Nursi dalam dirinya dan murid-muridnya sangat relevan untuk selalu

154 direalisasikan oleh generasi muda yang beriman, walaupun tidak diketahui secara tepat tingkat keimanan generasi muda tersebut. Namun, diyakini bahwa dengan senantiasa menguatkan keimanan akan tercapai keinginan menjadi insane shaleh.

Relevansi dengan Pandangan Hidup Generasi Muda Kemunduran dan kelemahan umat Islam dalam bidang ekonomi dan politik, khususnya ketika berada di bawah kekuasaan kolonial Barat pada abad ke-18, telah merangsang para elite politik Muslim untuk menyuarakan pentingnya perubahan-perubahan internal dalam upaya memperkecil jurang pemisah antara umat Islam dan orang-oraug Barat. Perkembangan dunia modern Barat telah menyumbangkan banyak sekali landasan yang menjadi dasar pendidikan. Khususnya terjadi perubahan besar dalam pandangan dan pemahaman keagamaan umat yang semakin lama semakin bingung dan lemah. (Wan Daud, 2003 hlm. 7). Dalam konteks umat secara luas, generasi muda berada di tengah-tengah arus perubahan tersebut yang tidak dapat dibantah keberadaan. Untuk ukuran generasi muda dari 15-40 tahun sudah dalam mengenal apa itu pandangan hidup. Generasi muda memiliki pandangan hidup yang jauh dari nilai-nilai keagamaan, bahkan prinsip-prinsip mulia ditinggalkan. Pengaruh arus globalisasi dan maraknya pandangan dunia yang mampu merubah perilaku generasi muda patut menjadi perhatian bersama. Pandangan hidup dalam konteks ini adalah pandangan Barat yang merusak generasi muda muslim. Dalam kajian filsafat di antara pandangan hidup tersebut adalah sekulerisme, materialisme, komunisme dan ateisme. Said Nursi secara nyata-nyata menentang semua pandangan dunia yang membawa generasi muda berada di posisi yang tidak jelas menentukan arah hidup

155 Pertama, Pandangan Sekulerisme. Dalam berbagai perdebatan

persoalan sekulerisme senantiasa menjadi topik penting dalam diskusi dunia saat ini. Menurut Mulyadi sekuler adalah lawan dari sakral. Kata sekuler dari bahasa Latin "sculum" berarti “bersifat duniawi (worldly)” sebagai lawan dari "spiritual" atau "relegius". Sekuler yakni pandangan yang hanya mementingkan kehidupan duniawi dan mengabaikan yang ukhrawi dan dari sudut ontologis mementingkan yang bersifat materiil, mengabaikan yang spiritual. (Mulyadhi 2004, hlm. 120). Kedua, Materialisme. Pandangan materialisme klasik sampai perkembangan pengetahuan di abad ke-18 menurut Sadulloh mengutip Power (1982) terdapat implikasi pendidikan positivisme behaviorisme yang bersumber pada filsafat materalialisme yang mengarahkan pandangan ini kepada tujuan pendidikan yakni "perubahan perilaku, mempersiapkan manusia sesuai dengan kapasitasnya, untuk bertanggung jawab hidup sosial dan pribadi yang kompleks" (Sadulloh, 2003, hlm. 118). Pendapat ini berarti bahwa titik tekan pandangan ini berada pada manusia dengan kapasitas pribadinya yang kompleks yang dapat merubah sikap dan penlaku seseorang. Ketiga, Komunisme dan Ateisme. Hasil dari pandangan sekulerisme dan matenalisme berimplikasi kepada pandangan hidup yang mengarah komunisme dan ateisme. Kata Komunisme secara historis sering digunakan untuk menggambarkan sistem sistem sosial di mana barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan masing-unasing anggota masyarakat. Produksi dan konsumsi bersama berdasarkan kapasitas ini merupakan hal pokok dalam mendefinisikan paham komunis, sesuai dengan motto mereka : from each according to his abilities to each according to his needs (dari setiap orang sesuai dengan kemampuan, untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan).

156 Pandangan dasar manusia sebagai makhluk yang berkerja menjiwa dalam masyarakat komunis (Adelbert Snijders 2004, h1m. 77). Dalam aplikasinya sistem perekonomian komunis didasarkan atas "sistem perintah", di mana segala sesuatunya serba dikomandoi. Harus diakui bahwa komunisme adalah bentuk paling ekstrem dari sosialisme. Begitu juga karena dalam sistem komunisme negara merupakan penguasa mutlak, perekonomian komunis sering juga, disebut sebagai "sistem ekonomi totaliter" atau "sistem sosialis ekstrem", menunjuk pada suatu kondisi sosial di mana pemerintah main paksa dalam menjalankan kebijakan-kebijakannya, meskipun dipercayakan pads asosiasi-asosiasi dalam sistem sosial kemasyarakatan yang ada. Sistem ekonomi totaliter dalam praktiknya berubah menjadi sistem otoriter, dimana sumber-sumber ekonomi dikuasai oleh segelintir elite yang disebut sebagai polit biro yang terdiri dari elite-elite penguasa partai komunis. Sampai disini kekuatan komunisme berada pada asosiasi-asosiasi dan lembaga-lembaga yang dipercaya, namun disini justru letak pangkal paradoks ekonomi komunisme. Pada titik yang lain masyarakat komunis berubah menjadi ateis, sehingga hakekat makhluk hidup dimaknai kebebasan yang sebebasbebasnya untuk bekerja dan bekerja. Harus diakui bahwa pandangan sekulerisme ini sangat bertentangan dengan prinsip Islam yang senantiasa menyeimbangkan antara urusan dunia dan urusan akherat. Sebagai makhluk duniawi, Said Nursi mengajak generasi muda mengesakan Allah Swt. Namun sebaliknya pandangan sekuler Barat yang bercorak rasionalistikpositivistik indrawi menempatkan manusia hanya sebagai makhluk fisik-kimia yang tidak peduli nilai-nilai spiritual. Pandangan ini menyingkirkan Tuhan sebagai Pencipta. Seluruh proses alam dipandang “hanya kebetulan, tak ada campur tangan Tuhan”. Dalam bangunan filsafatnya, Decrates menekankan akal itu sebagai sumber

157 ilmu pengetahuan dan menjadikannya sebagai tujuan akhir. Segala hal yang bersifat abstrak dan tidak dapat dipikirkan secara logika bukanlah ilmu pengetahuan. Dari penjelasan di atas dapat diambil pemahaman bahwa yang dijadikan landasan bagi dunia pendidikan modern adalah filsafat yang mengarahkan kepada pandangan materialisme. Kecenderungan ini menipakan akibat dari mengagungkan akal sebagai landasan berpikir. Dapatlah ditegaskan bahwa keempat aliran pemikiran filsafat dan landasan di atas yang berkembang menjadi pemikiran ekonomi ini berangkat dari kepentingan (internst) dan mengabaikan etika, itulah kuncinya. Baik sekulerisme, materialisme, komunisme maupun ateisme pada titik kebutuhan hakiki manusia sebenarnyalah dapat dikatakan "gagal" karena tidak mencapai tujuan hakiki perlunya manusia untuk mencapai kesejahteraan dan kebahagiaan umat manusia. Kegagalan keempat aliran sebagai landasan pendidikan dan kehidupan tersebut terbukti dari manusia modem yang mengalami dilema hidup yang sangat memprihatinkan. Marxisme yang telah mencengkram Uni Sovyet kemudian hancur berantakan. Bukan hanya teori perjuangan kelasnya yang gagal, tetapi komunisme yang antiagama itu telah menyebabkan sebagian besar rakyatnya tidak bahagia. Sedangkan cita-cita dari pandangan hidup Said Nursi dalam konteks pendidikan akhlak adalah manusia ideal dalam sebagaimana Risale-i Nur adalah manusia yang dekat dengan Allah dan berperilaku seperti Nabi Muhammad. Tentu saja memiliki pandangan hidup yang jelas yakni mengesakan Allah, melalui asma' al-husna. Asma’ al-Husna yang terbuka di semesta alam ini adalah bukti nyata kebesaran Allah Swt. Kunci keluar dari dunia yang semakian materialistik ini adalah dengan cara iman dan mengamati asma Allah

158 yang terbentang di alam semesta ini, dan lebih khusus lagi menanamkan keimanan kepada hari akhir. Atau istilah yang sering digunakan Said Nursi adalah “Hizmetul iman wa al-Quran”, menurutnya sekarang ini adalah akhir zaman dan menyadarkan umat dari paham duniawi ke ukhrawi. Prinsip menguatkan keimanan diperlukan bagi generasi muda untuk melawan pandangan-pandangan hidup yang dapat merusak akidah generasi muda. Said Nursi meyakinkan generasi muda dengan mengatakan : "Zat yang menggenggam kendali semua unsur di alam ini pastilah juga memegang kendali semua unsurnya" (Said Nursi 2003a, hlm. 635). Generasi muda harus yakin bahwa kendali dalam kehidupan ini diciptakan Sang Pencipta yaitu Allah Swt dan sekaligus memegang secara penuh kendali kehidupan ini.

Relevansi dengan Tujuan Hidup Generasi Muda Salah satu ciri generasi muda adalah perubahan sikap serta sifat mengarah kedewasaan (Sudarsono 1993, hlm. 12-13). Generasi muda seperti ini mengalami perubahan dalam berusaha memahami kehidupan, terutama tujuan kehidupan. Jika dikaji dalam konteks kekinian, maka saat ini adalah masa di mana manusia telah memasuki era global atau milenium ketiga. Suatu zaman yang ditandai oleh era informasi yang merupakan revolusi teknologi yang menimbulkan revolusi ekonomi, gaya hidup, pola pikir dan sistem rujukan. Pengalaman sekarang menunjukkan bahwa arus informasi global hampir seluruhnya tidak seimbang. Lebih banyak informasi yang datang dari budaya Barat ke dalam budaya Islam daripada sebaliknya. Keadaan ini menimbulkan dominasi kultural yang tidak seimbang (Nata 2001, hlm.144-145) dan berdampak buruk bagi nilai-nilai moral dan etika yang

159 diajarkan dalam Islam. Generasi muda pun sudah ikut-ikutan mengadopsi pola kehidupan yang datang dari Barat tersebut. Kehadiran milenium ketiga yang ciri-cirinya disebutkan di atas, pada akhirnya akan menjadi tantangan yang serius bagi dunia pendidikan khusunya pendidikan akhlak. Tantangan tersebut antara lain, mampukah pendidikan akhlak menjadi pemeran utamanya tidak hanya memberikan pengetahuan agama yang hanya memenuhi aspek kognitif belaka, tetapi juga dalam aspek afektif yang mampu menanamkan nilai-nilai keimanan kedalam hati peserta didik yang pada akhirnya dalam aspek psikomotorik yang dapat diaktualisasikan kedalam bentuk amal-amal shalih dan akhlak yang mulia?. Mengapa tidak mungkin, Nabi Muhammad Saw dalam waktu hanya 23 tahun, atas pertolongan Allah telah dapat merubah seluruh tatanan kehidupan bangsa Arab Jahiliyah menjadi Bangsa yang beriman dan berakhlak mulia. Ternyata di tengah situasi sebagaimana di atas, prinsip pentingnya memahami hakekat hidup ini sangat berperan bagi generasi yang sedang menuju kedewasaan. Said Nursi mengarahkan tujuan seorang manusia itu kepada terciptanya manusia yang beriman dan memahami makna kehidupan yang seimbang. Seirama dengan itu tujuan yang mendasar dari pendidikan Islam mulai dari turunnya Islam itu sendiri hingga saat ini bahkan sampai akhir zaman tetap tidak berubah, yakni untuk menjadikan manusia seorang yang berakhlak mulia. Sebagaimana Nabi Muhammad Saw pernah bersabda yang mafhumnya: "Sesungguhnya aku ini diutus hanya untuk menjadikan manusia berakhlak mulia" (HR. Al-Bazzaar). Pada saat ini bangsa kita telah mengalami kemerosotan dan kemunduran dalam segala aspek kehidupan. Untuk meyelesaikan persoalan tersebut adalah upaya bagaimana untuk menanamkan keimanan dan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. Upaya untuk

dkk. yaitu : adanya keinginan untuk mendapatkan perlindungan (security). keinginan untuk mendapatkan pengalam baru. memasuki usia dewasa ia sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindakan dan perbuatannya (Halem 2001. Menurut Thomas sebagaimana dikutip Jalaluddin dan Ramayulis bahwa kebutuhan terhadap agama dimungkinkan karena adanya empat kebutuhan manusia. Baik sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat generasi muda muslim diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah Swt. keinginan untuk mendapatkan tanggapan (respons) dan keinginan untuk dikenal (recognation).160 menanamkan hakikat keimanan dan memang teguh al-Qur'an serta memahami hakekat penciptaan manusia. generasi muda memiliki ciri-ciri yaitu di samping mengalami keadaan yang tidak menentu di masa generasi muda. Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim di tengah-tengah menjalankan ibdah kepada Allah. Relevansi dengan Ibadah Generasi Muda Menurut Halem Lubis. Melalui pengalaman-pengalaman yang diterimanya dari lingkungan itu kemudian terbentuklah rasa keagamaan (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. (new experience). 149-150). hlm. 32-33). hlm. Berdasarkan pendapat ini secara agama orang yang sudah dapat bertanggung jawab dalam segala tindaknya berarti sudah balig. kebutuhan nilai spiritual juga meningkat.. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: .

memahami hakekat penciptaan manusia dengan senantiasa meneladani Nabi Muhammad Saw.161 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Senantiasa beriman kepada Allah. hlm. Mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. maupun masyarakat pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. yaitu : pengaruh-pengaruh sosial. . Berdoa kepada Allah. berbagai pengalaman. Pada intinya ketujuh point di atas ingin menegaskan bahwa sejalan dengan prinsip keimanan. 43). Tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya. Relevansi dengan Lingkungan Generasi Muda Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungan. menyucikan diri. kebutuhan. dan proses pemikiran (Robert 1972. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya (Jalaluddin dan Ramanulis 1998. Pencapaian tingkat akhlak yang mulia merupakan tujuan pembentukan kepribadian muslim. berpegang teguh pada al-Qur'an. keluarga. Lebih jauh Robert H. hlm. 187). Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah. baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat untuk mengabdi kepada Allah SWT. Thouless mengklasifikasikan faktor-faktor yang dapat membentuk sikap keagamaan menjadi empat faktor utama. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. Bertaqwa kepada-Nya. masyarakat. Adapun sasaran yang dituju dalam pembentukan kepribadian ini adalah kepribadian yang memiliki akhlak mulia. khususnya pendidikan.

h1m. Pertama. Faktor pengalaman merupakan suatu faktor yang diakui dapat membantu tumbuhnya sikap keagamaan. Terkait dengan lingkungan Islam melarang tegas umat manusia melakukan kerusakan di bumf. tumbuh-tumbuhan maupun bends tak bemyawa. dan konflik moral. Sementara pengalaman emosional berhubungan dengan pengalaman mistik emosional keagamaan atau faktor afektif. sekolah dan . kondisi sedemikian ini akan tercipta situasi saling mencintai.162 Pengaruh sosial atau dapat disebut faktor sosial mencakup semua pengaruh sosial dalam perkembangan sikap keagamaan di antaranya pendidikan dari orang tua. dan tekanan-tekanan lingkungan sosial untuk menyesuaikan diri dengan berbagai pendapat dan sikap yang disepakati oleh lingkungan itu. Akan tetapi seperti yang pernah disinggung bahwa pembentukan kepribadian jugs terkait dengan lingkungan pendidikan. Dimana setiap pribadi merasakan bahwa kesempurnaan diri akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. 128). dan kebaikan dari faktor alam. tradisi-tradisi sosial. Karena itu. aspek hubungan keluarga. Setiap individu menempati posisi sebagai salah sate anggota dari seluruh anggota badan. Pengalaman alami atau moral misalnya mengenai keindahan. keselarasan. yang berarti tidak dapat dilakukan secara sendiri tetapi hares bersama atas dasar saling tolong menolong. baik pengalaman yang berkaitan dengan tatanan alami atau moral maupun pengalaman batin emosional. Ekologi diartikan sebagai lingkungan yakni sebagai segala sesuatu yang ads di sekitar manusia. Faktor lingkungan ini mencakup tiga aspek penting yang tarot pula mempengaruhi terbentuknya akhlak mulia. Jika tidak maka tidak tedadl kesempumaan dalam diri seseorang. baik kerusakan lingkungan maupun kerusakan diri sendiri (Ali Anwar dkk 2005. baik binatang. Lingkungan pendidikan Yang biasanya dikenal adalah lingkungan keluarga.

Karena diakui atau tidak kondisi yang berada di masyarakat sangat dipengaruhi kebijakan politik pemerintah. tetangga dan teman. Tetapi. Salah satu tabiat manusia adalah memelihara diri sendiri. Ini pun dianggap sebagai peninggalan yang bersifat tradisional. artinya kondisi yang baik dapat didukung oleh pengambil kebijakan politik negara tersebut. Hubungan ini sebenarnya memiliki juga pengaruh yang cukup kuat dalam pembentukan akhlak. aspek hubungan formal. Keluarga perdesaan dan perkotaan pun sudah berbeda dari cars dan pola kehidupannya. Kemudian lingkungan sekolah. keturunan. Kalau lingkungan keluarga dibahas tentu perlu pertimbangan ciri khas yang berkaitan tentang lingkungan tersebut. Keluarga orang kaya dengan orang miskin. Sebaik-baiknya orang adalah orang yang berbuat baik dari saudara atau anak. aspek hubungan sosial.163 masyarakat. Manusia sebagai makhluk sosial bahwa manusia di alam ini memerlukan kondisi yang balk dari luar dirinya. tidak disebutkan tapi. Artinya bahwa situasi lingkungan akan dapat tercipta bilamana situasi politik pemerintah mengizinkan. Ketiga. ketiga aspek uraian di atas setidak dapat memberikan gambaran bahwa Said Nursi cenderung secara lebih khusus membicarakan lingkungan pendidikan di dershane. keluarga yang beranggota sedikit dengan yang banyak dan sebagainya. Said Nursi memang tidak secara khusus membicarakan ini. rekanan. Ungkungan masyarakat dikaji oleh Said . kerabat. penjelasan mengenai hubungan pendidik dan peserta didik sebagai mana di atas setidaknya telah cukup membenkan gambaran untuk itu. namun pada prinsipnya aspek ini termasuk dalam prinsipnya dalam membina diri meneladani Nabi Muhammad. Kedua.

berusaha melepaskan ikatan-ikatan afektif lama dengan orang tua dan objek-objek cintanya. mengemukakan bahwa : Tugas yang utama dan terutama yang terpikul atas pundak alim ulama’. Relevansi dengan Situasi Kejiwaan Generasi Muda Menurut Kartini Kartono. pemuda-pemuda. dianggap sanggup berdiri sendiri. secara kejiwaan pemuda memiliki ciri-ciri khas. hlm. berusaha membangun hubungan perasaan/afektif yang baru. Said Nursi tidak membatasi tanggung jawab pendidikan akhlak hanya tanggung jawab orang tua dan guru. Generasi muda yang terdiri dari golongan orang dewasa yang lazimnya ia telah mencapai umur 21 tahun. dan menemukan indentifikasi dengan obyek-obyek baru yang dianggap lebih bernilai atau lebih berarti daripada obyek yang lama. karena hidup bermasyarakat adalah tolong menolong. putra-putri. yaitu: belajar berdiri sendiri dalam suasana kebebasan. Kondisi lingkungan terdekat sampai kondisi lingkungan yang paling jauh di dalam strata sosial masyarakat yang menekankan prinsip ketelandanan. Secara umum dapat dipahami bahwa lingkungan pendidikan akhlak Said Nursi sangat luas. berlaku jujur dan peramah. hlm. berkasih sayang antara satu dengan lainnya…(Zainuddin 2001. berlaku adil dalam segala hal. orang-orang dan masyarakat umumnya supaya semuanya itu berakhlak mulia dan berbudi pekerti yang halus.184). Bagi Said Nursi pemuda adalah sebagai penerus generasi di masa depan. dan bisa bertanggung jawab dalam melaksanakan tugastugas hidupnya (Kartono 1990. Menurut pendapatnya Mahmud Yunus seperti yang dikutip Zainuddin dkk. guru agama.164 Nursi secara lugs karena proses politik dan lingkungan social semasa penuligan Risale-i Nur dan berbagai persidangan mendeskripsikan tersendiri dari situasi lingkungan masyarakat. 54) . dan pemimpin Islam adalah mendidik anak-anak.33 dan hlm.

melatih cara makan dan minum yang dapat menyehatkan tubuh. Prinsip meneladani nabi Muhammada Saw juga bagian integral yang tidak dapat dipisah-pisah misalnya . Berikutnya dalam proses menuju kedewasaan mereka dapat mengatasi masalahnya dengan baik (Sudarsono 1993. bukan untuk kenikmatan. para generasi muda diharapkan tidak sombong dan bermegah-megah terhadap kawankawannya dengan harus yang dimiliki orang tuanya. Menurut Sudarsono. tetapi tidak terlalu kenyang dan juga tidak terlalu lapar. Kemudian. Pembicaraan yang kotor supaya dihindarkan. jujur. Demikian juga dalam hal cara berpakaian juga sangat penting diperhatikan. suatu ciri kehidupan generasi muda pada masa awalnya mengalami ketidakstabilan perasaan dan emosi. Suka berkata benar. dan hormat pada orang lain . generasi muda harus aktif di dalam pembentukan akhlaknya. 15). Ajaran Islam selalu membimbing dan mengarahkan umat manusia untuk berakhlak mulia karena dengan itulah mereka akan hidup selamat di dunia dan di akhirat. hlm. Karena itu. Karenanya. prinsip-prinsip pendidikan akhlak misalnya menguatkan keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat bias merubah situasi kejiwaan yang tidak stabil dan emosional dalam menentukan jalan hidup dan mencapai cita-cita hidup. Untuk itu sifat ikhlas. Maka. guru agama dan masyarakat dan pendidik lainnya adalah sangat berat karena ditangan merekalah akhlak anak akan dibentuk. agak lapar justru akan lebih baik. Cara lain bagi generasi muda tidak membiasakan diri makan dan minum yang memabukkan. terutama dalam bersikap dan menentukan masa depan mereka.165 Kutipan menjelaskan bahwa tugas orang tua. takwa dan sadakah harus terbangun dalam jiwa anak muda. melalui pembinaan yang mengetahui tingkat kejiwaan bagi generasi muda perlu dilakukan.

takut mati dan kesedihan. muda lebih mudah terperosok ke arah tindakan seksual negatif. Said Nursi memberikan perhatian utama kepada situasi kejiwaan generasi muda dengan nilai-nilai akidah dan iman bertujuan untuk menyiapkan generasi muda sejak dini ketangguhan mereka untuk memperlemah sumber penyakit jiwa. Relevansi dengan Tahapan Perkembangan Kepribadian Generasi Muda Dalam tahapan ini generasi muda dirumuskan dalam 2 (dua) tahapan yaitu tahap perkembangan dan tahap pembentukan. berkendaraan. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul . Diharapkan seorang pemuda dapat menjadi orang yang suci. tahap perkembangan sosial. walau pada masa muda. Hal ini merujuk dari berbagai perasaan telah berkembang pada masa muda. Perasaan sosial. etis dan estesis mendorong generasi muda untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam lingkungannya. Pertama. Dalam tahap perkembangan pribadiannya ini generasi muda tergantung dengan situasi sosialnya. misalnya marah. Didorong oleh perasaan ingin tahu dan perasaan super. suka berkata benar.166 juga ditekankan. tidak hanya suci menjelang ajal. Sehingga. Masa muda merupakan masa kematangan seksual. Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat kearah hidup yang religius pula. dan lainnya perlu diperhatikan. Sebaliknya bagi muda yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan seksual. ketika pada masanya para generasi muda itu sudah benar-benar siap dalam menghadapai kehidupan yang luas ini. Gerak tubuh seperti berjalan. Paham keagamaan generasi muda akan ditandai oleh adanya pertimbangan sosial.

Tipe moral yang juga terlihat pada para generasi muda juga mencakupi : self-directive. Sehingga. taat terhadap agama atau moral berdasarkan pertimbangan pribadi. Submissive. Generasi muda sangat bingung menentukan pilihan itu. Unadjusted. menolak dasar dan hukum keagamaan serta tatanan moral masyarakat (Jalaluddin 2002. Berdasarkan pertimbangan di atas. dan Deviant. Adaptive. hlm. mengikuti situasi lingkungan tanpa mengadakan kritik. kebahagiaan. belum meyakini akan kebenaran ajaran agama dan moral.6 %. kehormatan diri dan masalah kesenangan pribadi lainnya. hlm. tahap perkembangan moral. perkembangan moral para generasi muda bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Hasil penyelidikan Ernest Harms terhadap 1789 generasi muda Amerika antara usia 18 – 29 tahun menunjukkan bahwa 70 % pemikiran generasi muda ditujukan bagi kepentingan: keuangan. . Sedangkan masalah akhirat dan keagamaan hanya sekitar 3. 76). Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi. maka dalam perkembangan sosial generasi mudah untuk tetap berpegang teguh pada al-Qur'an dan berprinsip menguatkan iman serta meyakini diri akan hari kiamat yang diaplikasikan lewat sikap.167 konflik antara pertimbangan moral dan material. kesejahteraan. perkembangan jiwa dalam konteks sosial tidak berpandangan materialis dan asosial tapi justru mendapat dorongan yang mulia untuk mengembangkan jiwa-jiwa sosial dan dapat menjalankan ibadah dengan tenang. 75). maka para generasi muda lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. tindakan dan perilaku. merasakan adanya keraguan terhadap ajaran moral dan agama.8 %(Jalaluddin 2002. masalah sosial 5. Kedua.

Pertanyaan tentang Tuhan dan hal-hal yang ghaib sangat menarik bagi si anak. Bahkan lebih aneh lagi. tetapi ia harus tanggap dan teliti terhadap pergaulan anak didiknya ketika bermain dengan temannya di luar jam pelajaran. kebiasaannya berpikir berdasarkan pengalaman-pengalamannya. dan bahkan terhadap makhluk-makhluk lainnya. . pengawasan pendidikannya tidak hanya sebatas ketika anak berada di sekitarnya. guru. bukan orang lain. Karena anak tersebut punya cenderungan ingin bebas dari pengawasan pendidiknya. Maka perlu mencari cara-cara yang lebih tepat digunakan untuk mendidika anak tersebut.168 Dalam tahapan-tahapan perkembangan diri manusia. tetapi justeru berasal dari teman-temannya yang rusak akhlaknya. karena sifat keterbukaannya kepada temannya lebih banyak daripada kepada pendidiknya. Sebaliknya. Dan perlu diketahui pada masa ini. Masa yang rentan dan pertumbuhan yang kuat dalam hal ini hingga mencapai umur 12 tahun (masa anak-anak). Karena itu. Penanaman pengetahuan dan pemahaman tentang agama pada masa ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan rasa keagamaannya pada jiwa manusia. Padahal kalau ia mendapatkan kesulitan. pendidiklah yang lebih dahulu mengatasinya. antara lain: a) Harus mendidiknya agar selalu tekun menjalankan perintah agama b) Menanamkan kebiasaan yang selalu ingin berbuat baik kepada orang tua. kegagalan penanaman rasa keagamaan akan membuat kelabilan jiwa dan menumbuhkan sikap yang anti agama. Dalam rentang usia ini keingintahuan anak terhadap agama sangat tinggi. munculnya rasa keagamaan dimulai dari sejak lahir. maka dikhawatirkan pengalaman yang pernah dialaminya bukan bersumber dari sekolahnya. Pada masa generasi muda berkisar antara umu 13-18 tahun. teman-temannya. generasi muda sudah memiliki kamatangan seksual yang bisa saja disalahgunakan bila pendidik kurang teliti mengawasinya.

Masa dewasa. . yaitu faktor hereditas. bentuk wajah. faktor hereditas yang berkaitan erat dengan kedua orang tua (ibu-bapak). hlm. Hanya yang sulit jika ia tidak pernah tersentuh oleh akhlak sejak ia masih kecil sampai terjerumus ke dalam lembah kerusakan moral. c) Pendidik harus mendesak untuk menerapkan pendidikan akhlak (etika) yang pernah di dapatkannya di sekolah maupun di tempat lain. gerakan-gerakan tertentu dari bagian tubuh dan juga sebagian kecil sifat emosi. kemudian ia menemukan arti dan nilai-nilai tertentu yang bermanfaat terhadap pembentukan sikap dan perilaku yang baik baginya. 35-37) Pertama. Sebenarnya mendidik akhlak anak yang sudah dewasa. Karena sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada anak dikatakan keturunan jika hal tersebut diwariskan atau diterima dengan sel benih dari generasi lain (Purwanto. 64). tidak sulit asalkan jiwanya sudah terisi nilai-nilai keagamaan dan kesusilaan. Cara-cara yang harus dilakukan dalam pendidikan akhlak anak tersebut. 1997. dimana ia sudah memasuki jenjang pendidikan tinggi. dan mengarahkannya agar bergaul dengan anak yang baik d) Selalu menasehati bila ia hendak keluar rumah dan mengingatkannya agar selalu berhatihati ketika ia berbuat dan bergaul dengan teman-temannya. Berarti pada masa ini. hlm. Adapun yang diwariskan orang tua kepada anak berbentuk sifat-sifat atau ciri-ciri tertentu pada bentuk fisik. anak sudah dapat menghayati pengalaman-pengalaman hidup yang pernah dialaminya sejak kecil hingga dewasa. Keemua diterima anak dari sel benih kedua orang tuanya. e) Selalu menjaganya agar tidak membaca buku-buku porno dan film-film cabul. dimaksudkan adalah umur 19 tahun ke atas. Perkembangan sikap keagamaan pada manusia dipengaruhi tiga faktor utama. dan faktor lingkungan (Zakiah 1996. faktor pembawaan.169 c) Selalu mengawasi pergaulan dengan anak yang buruk akhlaknya. antara lain: a) Pendidik harus memberi keterangan kepadanya tentang tujuan akhlak baik dan kemudhoratan akhlak buruk b) Harus selalu mengontrol segala tingkah lakunya dan menasehatinya bila ternyata ia melakukan penyelewengan agama atau norma-norma sosial.

disertai sentuhan-sentuhan kepada kalbu. berbicara. maka kualitasnya akan sangat baik demikian juga sebaliknya (Rohmalina. Dengan demikian peningkatan sumber daya manusia berarti peningkatan pendidikan dan pengetahuan. hlm. Jika nilai-nilai tersebut mendukung pengembangan sumber daya manusia.170 Selanjutnya faktor pembawaan adalah seluruh potensi yang terdapat pada individu dan pada masa perkembangannya benar-benar dapat diwujudkan (Mudjakir dan Sutrisno 1997. bukan hanya kesucian jiwa yang diperoleh tetapi juga pengetahuan yang merangsang daya cipta. hlm. tahap pembentukan kepribadian muslim. 2002. 92).115). Ketiga. Kedua memahami nilai-nilai masyarakat sekitar. Potensi tersebut misalnya. Al-Qur’an tidak memisahkan unsur jasmani dan rohani. Potensi-potensi di atas merupakan pembawaan bagi setiap anak yang dilahirkan. tetapi pembinaan jiwa dan pembinaan akal sekaligus tanpa mengabaikan unsur jasmaninya. Kualitas kreativitas seseorang dalam masyarakat tidak saja tergantung pada hasil pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan tetapi juga oleh nilai-nilai yang dimiliki oleh masyarakatnya (peradaban. Hasan Langgulung red). dan lain-lain yang nanti potensi ini memang benar-benar terbukti meskipun tetap tergantung pada pertumbuhan dan perkembangan anak itu sendiri. dengan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga dilakukan dengan cara melaksanakan pendidikan akhlak di . seringkali ditemukan uraian-uraian yang disajikan dengan argumentasi logis. kemampuan berjalan. Lebih jauh dapat dijelaskan bahwa bagi pendidikan Islam prinsip utama dalam pengembangan sumber daya manusia. Diharapkan dengan melaksanakan prinsip atau konsep ini. Karena itu. pertama peserta didik harus dihadapi secara totalitas unsur-unsurnya. karena daya ini dapat lahir dari penyajian materi secara rasional serta rangsangan pertanyaan melalui diskusi.

Hubungan yang baik menjadi kunci utama bagi pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah. mengagungkan-Nya serta senantiasa mengingat-Nya. menyucikan diri. Nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam hubungan itu mencakup: a) Senantiasa beriman kepada Allah b) Bertaqwa kepada-Nya a. pada garis besarnya merupakan unsur-unsur yang terkandung dalam komponen pembentukan akhlak . 2002. Perubahan sikap. Menanamkan dasardasar nilai tersebut dimulai sejak. tentunya tidak terjadi secara spontan. memberi tuntunan akhlak kepada keluarga. Semuanya berjalan dalam proses yang panjang dan berkesimanbungan. hlm. membiasakan untuk memenuhi dan kewajiban antara sesama kerabat (Rohmalina.171 lingkungan rumah tangga. c. Pembentukan kepribadian muslim sebagai individu. memelihara anak dengan kasih saying. Menggantungkan niat atas segala perbuatan kepada-Nya. Berdoa kepada Allah. mupun ummah pada hakikatnya berjalan seiring dan menuju ke tujuan yang sama. Pembentukan kepribadian pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kearah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman. baik sebagai individu maupun sebagai ummah untuk mengabdi kepada Allah SWT. Tujuan utamanya adalah guna merealisasikan diri. Langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Memberikan bimbingan untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. sehingga ketika dewasa anak menjadi terbiasa. membiasakan untuk menghargai peraturan-peraturan dalam rumah tangga. Cerminan dari ciri-ciri kepribadian muslim seperti yang dikemukankan tersebut. keluarga. Baik sebagai individu maupun sebagi ummah. Menyatakan syukur atas segala nikmat Allah dan tak berputus asa dalam mengharap rahmat-Nya b. masyarakat.115) Jadi yang harus ditanamkan di dalam lingkungan keluarga selaku unsur terkecil dari masyarakat adalah dasar-dasar aqidah yang benar dan akhlak mulia. kaum muslimin diharuskan untuk senantiasa menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT.

Saling menghargai. hlm. Tunduk dan patuh hanya kepada Allah Swt 3. Dalam Islam juga mengajarkan faktor genetika (keturunan) ikut berfungsi dalam pembentukan kepribadian muslim. Takut akan kehilangan rahmat Allah Swt 10. dan menghargai status manusia sebagai makhluk Allah yang paling mulia (Jalaluddin dan Usman 1996. dan hubungan baik antara sesama manusia (hablumminannas). Takut akan siksa Allah Swt 9. Berserah diri kepada ketentuan Allah Swt 4. Penuh harap kepada Allah Swt 7. Mengabdi kepada Allah dan tidak mempersekutukanNya 2. Jadi pada dasarnya pembentukan kepribadian muslim merupakan suatu pembentukan kebiasaan yang baik dan serasi dengan nilai-nilai akhlakul karimah. 61-61). Bersyukur hanya kepada Allah Swt 5. Berakhlak mulia. Cinta dan penuh harap kepada Allah Swt (Jalaluddin dan Usman 1996. menambahkan bahwa akhlak kepada sesama manusia. Selanjutnya Jalaluddin dan Usman Said. maupun denga makhluk Tuhan (hablimminal `alam). Hubungan baik inilah merupakan dasar utama bagi pembentukan kepribadian muslim secara individu. 82). memuat pengertian mampu menjalani hubungan yang baik antara hamba dengan Allah (hablumminallah). Takut kehilangan rasa patuh kepada Allah Swt 8. Memenuhi janji dan pandai berterima kasih. Menurut Jalaluddin dan Usman Said bahwa akhlak terhadap Allah meliputi: 1. Mohon pertolongan kepada Allah Swt 11. Sikap tersebut meliputi: (1) Memperlakukan binatang dengan baik dan (2) Menjaga dan memelihara kelestarian alam (Jalaluddin dan Usman 1996. Untuk . secara garis besarnya meliputi sikap yang baik seperti: Menghormati dan menghargai perasaan kemanusiaan. hlm. hlm.84-85). Ikhlas menerima keputusan Allah Swt 6.172 yang mulia dari sumber ajaran al-Quran. Islam mengajarkan kepada setiap muslim untuk menunjukkan sikap yang serasi terhadap lingkungan sekitar. Begitu juga akhlak terhadap lingkungan sekitar kita (alam).

Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh.173 itu setiap muslim dianjurkan untuk belajar seumur hidup. sejak dari buayan hingga ke liang lahat. Risale-i Nur telah memberikan sumbangsih positif bagi dunia Islam dalam membangun nilai-nilai akhlak. sebagai suatu rangkaian upaya menuntut ilmu dan nilai-nilai keislaman. Bab 5 PENUTUP Kesimpulan Dari rangkaian diskusi dan beberapa uraian di atas. Dalam konteks pendidikan akhlak Said Nursi adalah salah satu tokoh dalam bidang akhlak yang konsisten terhadap pembinaan generasi muda. Berdasarkan penjelasan di atas dapat dengan mudah diidentifikasi prinsip yang ada yakni ikhlas. maka penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Pembentukan kepribadian melalui pendidikan tanpa henti (long life education). Media yang digunakan adalah Risale-i Nur yang merupakan karya monumental Said Nursi. menyeluruh. terarah. Dan senantiasa menjalankan sunah Nabi Muhammad dalam rangka membentuk kepribadian muslim yang diharapkan. takwa dan sedekah. . dan berimbang. Pendidikan di keluarga dan masyarakat yang mendorong Said Nursi untuk aktif mendidik masyarakat dan menyebarkan dakwah Islam. sejak lahir hingga akhir hayat.

pentingnya memahami alam semesta. pentingnya memahami hakekat penciptaan manusia. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. Akidah generasi muda cenderung tidak . 3. Untuk mencapai manusia seperti Nabi yang seimbang atau harmonis Said Nursi dengan interpretasi terhadap manusia. Said Nursi meyakini bahwa iman pokok dalam menjalani kehidupan. Prinsip menguatkan iman sangat relevansi bagi sikap akidah generasi muda. 4. pentingnya memahami asma' al-Husna. Iman yang dimaksud adalah iman yang tercukup dalam rukun iman. berpegang pada al-Qur'an. Hal yang paling prinsip dalam memperkuat pemahamannya adalah interpretasinya tentang manusia. dan menanamkan ikhlas. pentingnya meyakini hari kiamat. Dasar keimanan adalah kalimat kalimat La Ilaha Illah yang merupakan mengakui secara totalitas kekuasaan Allah. alam semesta dan Allah melahirkan prinsip-prinsip dalam pendidikan menguatkan akhlak menurut pandangan teguh Said Nursi yaitu keimanan.174 2. meneladani nabi Muhammad Saw. Tugas pokok dari pendidikan akhlak adalah memperkokoh prinsip-prinsip yang dimiliki oleh manusia untuk mencapai tingkatan manusia seperti Nabi yang harmonis dan seimbang secara positif yang melahirkan sikap hidup mulia dengan akhlak karimah. takwa dan sedekah. Pendidikan akhlak Said Nursi didasari atas pemahamannya terhadap al-Qur’an dan ilham dari Allah Swt. alam semesta dan Allah.

Said Nursi meyakinkan generasi muda agar sepegang teguh pada al-Qur'an dan memahami hakekat penciptaan manusia sebagai pedoman sekaligus pandangan hidup. berpegang teguh pada al-Qur'an. materialisme. Untuk itu. karena itu Said Nursi menekankan agar menguatkan iman. terkait dengan generasi muda cenderung senang pada gagasan-gagasan segar yang memainkan akal. mengetahui tanda-tanda hari kiamat dan meyakini hari kiamat. 6. komunisme dan ateisme yang merusak pemikiran generasi muda. Said Nursi menekankan ikhlas karena keikhlasan akan membimbing manusia menjadi suci dan mulia. Prinsip berpegang teguh pada al-Qur'an dan prinsip memahami hakekat penciptaan manusia. suatu tujuan hidup terombangambing tidak jelas arahnya. Mengenai tujuan hidup generasi muda pada masa mudah cenderung hedonis dan duniawi. Prinsip-prinsip ini sangat menopong terbentuknya manusia yang bertujuan hidup yang jelas. memahami penciptaan manusia. takwa dan sedekah sangat relevan dengan ibadah generasi muda. sehigga melahirkan pandangan sekulerisme. 7. dengan ketakwaan . memahami asma' al-husnah. Prinsip meneladani Nabi Muhammad dan menanamkan ikhlas. Padangan berdasarkan akal inilah yang lebih diminati. memahami alam semesta. 5. mencapai tujuan hidup Said Nursi agar generasi muda berprinsip menguatkan iman.175 didasari keyakinan yang kokoh.

176 menjadi manusia yang berakal dan tenang. Saran-saran . Dalam konteks situasi kejiwaan generasi muda diharapkan selalu mampu melakukan perubahan jiwa dengan prinsip keimanan dan keyakinan terhadap hari kiamat dengan keyakinan dan pengamalan hidup yang mendalam. Selanjutnya dapat ditegaskan disini bahwa prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi sangat bermanfaat sekali bagi generasi muda yang didasarkan kepada apa yang diajarkan oleh Nabi Muhamamd Saw. dan menanamkan ikhlas. pentingnya meyakini hari kiamat. teguh pada al-Qur'an. sedangkan dengan sedekah menjadi manusia yang dermawan dan berjiwa sosial. memahami hakekat penciptaan manusia. maka generasi muda berprinsip menguatkan keimanan. baik secara teoritis berdasarkan alQur’an maupun secara praktis melalui perilaku kehidupannya sehari-hari. 9. Generasi muda harus senantiasa meneladani dan menanamkan nilai-nilai ikhlas. maka kehidupan generasi muda akan menjadi lebih baik lagi. 10. meneladani nabi Muhammad Saw. pentingnya memahami alam semesta. pentingnya memahami asma' al-Husna. 8. Said Nursi sangat yakin melalui tahapan pembentukan akhlak yang akrab dengan lingkungan. Dalam tahapan perkembangan dan lingkungan yang di dalamnya terdapat generasi muda. takwa dan sedekah secara integratif. pentingnya mengetahui tanda-tanda hari kiamat. takwa dan sedekah.

. perlu disederhanakan melalui dua cara. perguruan pendidikan mengadakan dan di kegiatan-kegiatan sekolah-sekolah. mencerdaskan dan menambah wawasan masyarakat.177 Perlu diketahui bahwa sekarang di Indonesia nama Bediuzzaman Said Nursi sudah mulai populer menyemarakkan sederetan tokoh pemikir Islam kontemporer lainnya. Melihat kajian-kajian Risale-i Nur selama ini berkutat seputar penguatan akidah (bukan fiqh dan khilafiyah). penyajian bahasa dalam Risale-i Nur yang banyak mengandung analogi yang kadangkala sulit untuk diakses langsung oleh masyarakat awam. namun hendaknya menyentuh kebutuhan masyarakat kelas bawah seperti di desa-desa . salah satunya yakni meneliti aspek-aspek ulama besar Turki ini. lembaga. yaitu ringkasan-ringkasan tematik (bentuk tulisan) dalam bahasa yang lugas dan singkat serta suguhan contoh yang rill sesuai dengan kodisi masyarakat dan metode diskusi (seperti pola dershane). Karenanya. berikut pula karya tafsir Risale-i Nur. Untuk itu. Kedua. maka perbaikan cara mensosialisasikannya sangat relevan. tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa bagi kaum akademisi sudah tentu menjadi sebuah khazanah keislaman yang perlu direspons secara positif melalui kegiatan-kegiatan ilmiah. Islam informal memperoleh pemahaman utuh dari Risale-i Nur tersebut melalui kajian-kajian rutin.bukan hanya kelas menengah ke atas saja (melalui kajian-kajian atau majelis ta'lim). lainnya agar ilmiah serta dapat di di kampus. ada beberapa hal dari hasil penelitian ini yang patut untuk dijadikan saransaran sebagai berikut : Pertama.

Pendidikan akhlak yang berfungsi untuk memperkokoh daya- daya positif yang natural di dalam diri manusia mengharuskan ada sistem pendidikan akhlak yang didasarkan pada perkembangan jiwa manusia secara integral. Semua ini bertujuan berangkat dari pemahaman pandangan dasar hidupnya tentang ketuhanan dengan mengokohkan akidah dan menggairahkan ibadah. kesimpulan di atas membawa beberapa implikasi ke luar dari pokok pembahasan penelitian. Ternyata usaha mentransformasikan nilai-nilai dan membina kepribadian umat Islam ditinjau dari sudut pendidikan . Implikasi Penelitian Pada taraf yang lebih operasional. 4. Dari pembahasan tentang prinsip-prinsip pendidikan akhlak generasi muda menurut Said Nursi di atas penulis menemukan beberapa implikasi positif dan implikasi negatif terutama untuk menjawab relevensi dengan kebutuhan bagi generasi muda. Secara implisit diketemukan semangat penanaman prinsip-prinsip pendidikan akhlak yang berkiblat kepada satu arah yakni Risale-i Nur dan al-Qur'an. 1. 2.178 Ketiga. mengembangkan pola pendidikan dershane bagi peserta didik dan masyarakat umum secara terpadu. Dari aspek pendidikan akhlak Said Nursi menginginkan realisasi prinsip-prinsip pendidikan akhlak secara unversal dalam diri manusia. sehingga terwujud suatu kondisi di mana tradisi "pengajaran" dan "pendidikan" yang integral bisa diterapkan secara nyata. 3.

Namun dalam hal modernisasi menghadapi perkembangan dan kemajuan teknologi hanyalah sebatas penjelasan-penjelasan dan argumentatif. Secara rasional mempelajari Risale-i Nur juga berarti mempersiapkan generasi muda untuk menangkal dalil-dalil yang bertentangan dengan ajaran Islam. 5.179 walaupun relatif sukses. khususnya para pencinta ilmu. karya yang Said Nursi wariskan ini hendaknya dikembangkan dalam bentuk riset lanjutan dengan membahas tema-tema lain yang banyak dikandung dalam Risale-i Nur. Dalam proses pengajaran Said Nursi dengan menggunakan metode dershane atau semacam ataupun halaqah dengan yang mempelajari ilmu-ilmu agama ilmu-ilmu berkaitan dengan pengetahuan umum. namun tiada tawaran secara kongkrit dan solusi yang jelas dan tepat dalam menghadapi dan menangkal tantangan peradaban Barat yang menurut beliau sudah sesat karena menuruti hanya hawa nafsu belaka dan menurut beliau peradaban Islam yang ditegakkan atas ajaran al-Qur'an dan al-Hadits lebih baik dari peradaban Barat. Oleh karena itu. . namun memerlukan tindak lanjut atau kontribusi dari berbagai kalangan. disini kita dapat melihat kekurangan dari metode pengajaran Said Nursi yang mana tidak adanya adanya kejelasan dari disiplin ilmu yang diajarkan sesuai dengan disiplin keilmuwan yang secara khusus diajarkan tersendiri dan tidak tersusunnya materi pelajaran yang diajarkan kepada siswanya. 6.

namun tidak melupakan modernisasi walaupun itu hanya sebatas pengetahuan yang tidak mendalam.180 7. Disamping itu. baik ilmuwan. Dalam proses pembelajaran aspek yang dikedepankan adalah bagaimana audiensnya dapat lebih menambah wawasan dan pemahaman terhadap ajaran agama Islam dan menambah ketaatan beragama dengan tidak mengabaikan disiplin ilmu lain. guru. dapat dikatakan bahwa implikasi dari prinsip-prinsip pendidikan akhlak Said Nursi tidak hanya memberikan kemungkinan kepada para ilmuwan. seperti ilmu pengetahuan umum. Sehubungan dengan implikasi di atas. Adapun berdasarkan persoalan akhlak yang penulis . guru atau pendidik memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu untuk tujuan yang benar dan dengan jalan yang benar pula. proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Said Nursi kalau kita cermati lebih mengutamakan untuk perbaikan diri dan hubungannya dengan iman dan kesalehan diri. Kemudian. tetapi memiliki kemampuan "meneladankan" nilai-nilai positif kepada peserta didik. pendidik untuk dapat menguasai materi belaka. namun disini terjadi suatu ketidakjelasan arah pendidikan yang ditawarkan oleh Sadi Nursi siswanya akan diarahkan kemana ?. Rekomendasi Beberapa implikasi sebagaimana di atas mengisyaratkan adanya upaya upaya penelitian lebih lanjut.

9. Rancangan kurikulum pendidikan Islam dalam proposal Medreset at-Zehra. 4. Etika belajar-mengajar dalam proses pendidikan Islam dalam pandangan Said Nursi. Strategi pengembangan jiwa.181 kemukakan. 7. Analisis politik kebijakan pendidikan pemerintah Turki terhadap gagasan Risale-i Nur dalam upaya pembentukan masyarakat madani. 2. masalah-masalah secara spesifik yang selanjutnya perlu kiranya untuk dikaji lebih lanjut antara lain : 1. Konsep pendidikan dershane Said Nursi dalam meningkatkan akhlak. Dasar-dasar epistemologi penerapan akhlak menurut Said Nursi. REFERENSI . murid. Prinsip-prinsip filosofis dalam pendidikan Islam dan Akhlak dalam kandungan Risale-i Nur . Peranan para orang tua. 5. Kriteria murid yang ideal dalam pandangan Said Nursi. Guru yang profesional dalam pandangan Said Nursi. 8. Konsep metafisika Said Nursi sebagai landasan mencapai tujuan hakiki dan proses pendidikan dan kehidupan. ruh dan emosi menuju akhlak mulia dalam pandangan Said Nursi. dan masyarakat dalam interaksi paedagogis Said Nursi dalam proses pembentukan akhlak mulia 6. 3. 11. 10.

RajaGrafindo Persada. Sozler Publication. Sundari. Istanbul. Jakarta.fi hayat ummah. Ali. Mizan. ________1995. Al-Khathib. Syed Muhammad Naquib 1995. Jakarta. Omar Mohammad Al-Thourny 1979.Istanbul Turki. Ibn Miskawaih (Penulis). Abu Hamid 2003. Al-Balali. Islam dan Filsafat Sains (diterjemahkan oleh Saiful Muzani. Al-Brayary 1988. Sunny Press. Tahzib al-Akhlak wa Thahhir al-Araq. Jakarta. Urkhan Muhammad 1995. Muhsin 1999. Falsafah Pendidikan Islam. Said al-Nursi Raj 'al al-qadr fi hayat ummah. Penerjemah : Atik Fikri Ilyas. Al-Syaibany. Gema Insani. Risminawati 1990. Tahfut al-Falasifah (diterjemahkan oleh Ahmad Maimun). Ramadhani. “Bediuzzaman Said Nursi : The Kalam Scholar of the Modem Age”. Global Pustaka. USA A]-Attas. Al-Ghazali. Al-hamid. Bulan Bintang. Aly. Sharikat al-Nast li alTiba’ah. Pengatar Etika Islam. Ibrahim M (Ed) 2003. Siti Taurat. Abu-Rabi. . Bandung. Abdul Hamid 2003. Ibn (Ed) 1398 H. Turki. dalam Third International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi 24-28 th September 1995. Yogyakarta. Yogyakarta. Madrasah Pendidikan Jiwa.182 Abdurrahmansyah 2002. Solo. Islamika. Said Nursi al qadr . Dar Maktabat al-Hayat. Pengenalan Sejaruh AI-Our’an. Istanbul Turki. Islam at the Crossroads On the Life and Thought of Bediuzzaman Said Nursi. Sintesis Kreatif (Pembahanian Kurikulum Pendidikan Islam Ismail Raji' al Faruqi). Sharikat al-Nast li al Tiba’ah. Beirut.

Jakarta. Ilmu Pendidikan Islam. Balitbang Depdiknas 2003. Sabar (diterjemahkan oleh Aman Abdurrahman). Bandung. ___________. Hery Noer 1999. Daud. Qisthi Press. Pendidikan Islam (Tradisi dan Modernisasi Menuju Milinium Baru). Muhammad bin Abdul 2001. Amin. Bumi Aksara. Amir. Bandung. Keajaiban Penciptaan Makhluk Sebuah Telaah Ibnul Qayyim. Jakarta. Logos. Jakarta. Jakarta. Surabaya. Ilmu Mantiq. Jakarta. Arifin. ________. Perjalanan Menuju Tuhan dari Maqam-maqam Hingga Karya Besar Dania Sufi. Al Khudhairi. Hussein 1980. Aziz. Bumi Aksara. Bumi Aksara. 1996. . Jakarta. Mizan. Daradjat. Penerbit Bumi Aksara. 1lmu Pendidikan Islam. Khalil Ibn Ibrahim 2005. Dja’far 1980. Wan Mohd Wan 1999. Al Ikhlas. Laleh 2001. 2000. Ramadhani. Jakarta. Kapita Selekta Pendidikan Islam (Islam dan Umum). Jakarta. Bumi Aksara. Himpunan Pengetahuan Islam (450 Masalah Agama Islam). Bahreisj. Azyumardi 2000. Ilmu Pendidikan Islam (Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner). Ilmu Pendidikan Islam. Muzayin 1991. Logos Wacana I1mu. Jakarta. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (Bahan Sosialisasi). Naquib Al-Atlas. Solo. Bakhtiar. ________1996. Azra. Metodologi Pengqjaran Agama Islam. Zakiah 1992.183 Aly. Filsafah dan Praktik Pendidikan Islam Syed M. Depdiknas. Jakarta. Nuansa.

Hasan. Mahdi 2001. Madinah Al Munawwarah. Gozutok. Gymnasitiar. The Risale-i Nur In The Context of. Studi Islam: Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sakir 2002. Proyek Pusat Pengembangan Penataran Guru Djamarah. Jusuf. Mushraf Asyarifah. M. Ma’rifatullah (Ilmu Mengenal Allah). Ali 2000. Djajadisastra. History of the Arabs. Hitty. Ertugrul. Bandung. Abdullah 2000. Tertulis. Raja Grafindo Persada. Physco-analysis and Religion. Yeni Asya Yayinlari. Aswan 1996. Fethullah 2002. Epistemologi Filsafat Pengetahuan. Anwar 1992. Jakarta. Erich 1995. Gulen. Sains Menurut Al-Quran (diterjemahkan oleh Agus Efendi). Hardono 1994. Halit 1994. Jakarta. New Haven. Bandung. Ghulsyani.184 Departemen Agama RI dan Mesir 1997. RajaGrafindo Persada. 1974. Syalful Bahri dan Zain. Jakarta. Sozler Publication. London. AI-Quran dan Tejemahnya. 1986. Kanisius. Jakarta. Istanbul. Memadukan Akal dan Kalbu dalam Beriman. Islam Setelah Komunis (diterjemahkan oleh Ibnu . M. MQS Press. Educational Principles and Methods (The Paper Presented in The Fifth International Symposium On Badiuzzatnan SaidNursi). Yale University Press. Istanbul. Hadi. Psikologi Perkembangan dan Psikologi Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1999. Rineka Cipta. kgilimade Bednizz-aman Alfodeli. dkk. Philip K. Stategi Belajar Mengajar. Mizan. Yogyakarta. Balai Pustaka. Jundi. P. Evy Saifullah (Ed). The Macmillan Press. Jakarta Fromm.

Globalization Ethics and Islam (The Case od Bediuzzaman Said Nursi). Ashgate Publishing Company. Sejarah Kebudayaan Islam. 1989. 1995. 2002. Murodi dkk. Memberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Ibn 1398. ________.185 Muhammad dan Fakhruddin Nursyam). Jakarta. E. Maarif. Langgulung. Kurikulum Berbasis Kompetensi : Konsep. Albany. Menembus Cakrawala Islam. Anwar Jundi. Metodologi Penelitian Pendidikan. SIPRESS. Marimba. Jakarta. Yogyakarta. Filsafat Pendidikan Islam. . Pustaka Al-Husna. Juni 2003." Nomor 1 volume III. Gema Insam Press. ”Pendidikan Islam dalam Masyarakat Demokrasi”. Jakarta. Huru-hara Akhir Zaman : Penjelasan Terakhir Untuk Umat Islam (diterjemahkan oleh Abu Adam Aqwam). 2001. _________2003. Solo. Religion and Social Change in Modern Turkey : The Case of Bedfuzzanian Said Nursi. Miskawaih. Hasan 1992. Yogyakarta. Ahmad D 1976. Membangun Paradigma Psikologi Islami . 2003. Rineka Cipta. Bairut. Jakarta. dan Implementasi. Nashori. Maududi. Fajar Pustaka Baru. Kartasura. Jakarta. Aflatun dkk. Fuad (Ed) 1996. Tahzib al-Akhlaq. Mulyasa. Krisis dalam Pendidikan Islam. Mansyurat Dar Maktabat al-Hayat. PT Remaja Rosda Karya. Jakarta. (diterjemahkan oleh Su’du Su’ud. CV Toha Putra. USA. Serif. Amin Muhammad 2003. Jamaludin. 1989. Margono 1997. Jakarta. Al-Mawardi Prima. Moyo Segoro Agung. Conciencia (Jurnal Pendidikan Islam). Hasan Tamirn (Ed). Bumi Aksara. Zaman Keemasan Islam (Para Imuwan Muslim Pengaruhnya terhadap Dunia Barat). Ian dan Ibrahim Ozdemir 2005. Burlington USA. Abu A’la. Karakteristik. Tuwah dkk (Ed). Logos Wacana Ilmu. Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21 (The New Mind Set of National Education in the 21 Century). Markban. Solo. Ahmad Syafi’i 2000. MSI UII dan Safiria Press. Ramadhani. Eugene A. Myers. Yogyakarta. Jakarta. Wawasan Al-Quran tentang Keseimbangan dan Pelestarian Alam) dalam Islam Humanis. Mardin. Semarang Muchtar. Mastuhu 1999. Asas-Asas Pendidikan Islam. M.

Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar.186 Nasution. Ciputat. Bina Aksara. Sozler Nesriyat A. Istanbul.S. Percetakan Yavasan Islam Trengganu Sdn Bhd. S 1983. Teologi Islam : Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan.S. Bediuzzaman Said. Harun. ________ 2001. Istanbul. Matsnawi al-Arabi an-Nuriy. and All Things) (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Pembahasan 'Ana' (Aku) dan Zarah. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Kuala Terengganu. Pembaharuan dalam Islam : Sejarah Pemikiran dan Gerakan. Istanbul. Bediuzzaman Said Nursi (Tarihce-i Hayat). ________ 2000a. Sozler Nesriyat A. S. Bulan Bintang. Malaysia ________ 1999d. (diterjemahkan oleh Anwar Fakhri Omar. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Sozler Nesriyat A. _________ 1999c. Logos Wacana Ilmu. Universitas Indonesia Press. Jakarta. 1990. 1998. Matba’at Suzlar. . Istanbul. ________ 1983. Sirah Zatiyyah (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Istanbul. Jakarta. Nasution. Isyarat al-Ijaz. _________2002. Filsalat Pendidikan Islam I. Universitas Indonesia Press. Sozler Yayinevi. Nata. Istanbul. Jakarta. Nursi. Istanbul. Pemikiran Para Tokoh Pendidikan Islam (Seri Kajian Filsafat Pendidikan Islam. Turki. (diterjemahkan oleh Ihsan Kasim Salih). Jakarta. The Words (On The Nature and Purpose of Man Life. Jakarta. The Letters 1928-1932 (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sozler Nesriyat A.S. ________ 1999b. ________ 2000b. Abuddin 1997. Shiqak al-Islam.vu dalam Islam.S. Jakarta. ________ 1999c. Sozler Nesriyat A. Raja Grafindo Persada. ________ 1999a. Akal dan Wah.

_________ 2003a. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Sinar yang Mengungkap Sang Cahaya.S. (diterjemahkan oleh Hariyanto). Making Known The Creator. The Flashes Collection.187 __________2000c. Jakarta _______________. Dimensi Abadi kehidupan (diterjemahkan oleh Hariyanto). Bediuzzaman Said Nursi. Sozler Publication. 2003c. Istanbul. ________ 2000f. Jakarta. ________ 2000g. Sozler Nesriyat A. Persoalan Tauhid dan Tasbih (diterjemahkan oleh Maheram binti Ahmad). (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Alegori Kebenaran Ilahi. Murai Kencana. Murai Kencana. Istanbul. Murai Kencana. __________2000d. Sozler Nesriyat A. Man and Universe. Epitomes Of Light). _________ 2003b. 2003d. PrenadaMedia. Sozler Nesriyat A. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Istanbul.S. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Sugeng Sugeng . _____________. Jakarta. ________ 2002b. 2003d. ________ 2002a. The Rays Collection. Istanbul. Thirty-Three Windows. Risalah An-Nur : Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menikmati Takdir Langit : Lama'ar). Prenada Media. Jakarta.S. Istanbul. Istanbul. Sozler Nesriyat A.S. Sozler Nesriyat A. Said Nursi: Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 (Menjawab yang Tak Terjawab. Penerjemah : Sukran Vahide. Risalah An-Nur. 2000e. Istanbul. (diterjemahkan oleh Sukran Vahide). Risalah An-Nur.S. ___________ . The Shore Hl ordv. Sozler Publication. Jakarta. Menjelaskan yang Tak Terjelaskan.

Jakarta. 2003k. Rahman. Jakarta I 2004a. Al-Ahad Menikmati Ekstase Spiritual Cinta Ilahi (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). from the Wisdom of the Qura'an in Said Nursi Work's dalam buku Islam at the Crossroad on the Life and thought of Bediuzzaman Said Nursi (Ibrahim Abu Rabi’. Pustaka. Dari Cermin Kekuasaan Allah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). 2003g. Jakarta. Ramadhan. Wahyu Press. Islam dan Modernitas: Tentang Trancfbrmasi Intelektual. Prenada Media. Syamsuddin 2003. 2003i. 1978. Islam. New Jersey. Mi’raj Menembus Konstelasi Langit. 2003j. Said Nursi Pemikir dan Sufi Besar Abad 20 . Bandung. Jakarta. Prenada Media. 2003h. 2004b. (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). 2003e Dari Balik Lembaran Suci (diterjemahkan oleh Hariyanto). Rahman. Islam Musuh Bagi Sosialisme dan Kapitalisme. Jakarta. Murai Kencana. Bandung. Prenada Media. Taha ‘Abdel 2003. Jakarta. _________1985. Pustaka. Salih. Ottal. Jakarta. Episode Metafisis Kehidupan Rasulullah (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto). . Ibadah. Robbani Press. The Separation of Human Philosophy . Prenada Media. Jakarta. the Psychobiclo~U of Mind. Amerika Serikat. Iman Kunci Kesempurnaan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Robbani Press. Mengokohkan Akidah Menggairahkan (diterjemahkan oleh Muhammad Misbah). Makna Hidup Sesudah Mati: Kebangkilan dan Penghisaban Sugeng (diterjemahkan oleh Sugeng Hariyanto dan Fathor Rasyid).188 __________. Jakarta. Prenada Media. Ihsan Kasim 2003. __________. William R. Lawrence Erlbaum Associates. Editor). Penerbit Suny Press. Fazlur 1984.

Bandung. Jakarta Sukanto MM. Ketimpangan-ketimpangan Psikologi dalam Membangun Paradigms Psikologi Islami (Fuad Nashori. Yogyakarta. Sarwat. Metodologi Pengajaran Agama Islam. Jakarta. Sarwat. LkiS. Matba'at Al Najah al Jadidah. Ahmad 2003. 1999. Jakarta. Syafiie. Suryabrata. Suwito 1995. Pertja. Saulat. 1980. . Said Nursi. Penerbit SIPRESS. Internasional Islamic Publisher. Yogyakarta. _________1999. Logika. Internasional Islamic Publisher. Metodologi Penelitian. Saulat. Suseno. Penerbit Prenada Media.189 (Membebaskan Agama dari Dogmatisme dan Sekularisme. Remaja Rosdakarya. Said Nursi. Winarno 1990. Bandung. Metode dan Pendekatan Pendidikan Islam dalam Perspektif Bediuzzaman Said Nursi. Tesis pada Pps IAIN Raden Fatah Palembang. Pakistan. 2000. Jakarta. Jakarta. dan Estetika Islam. Tafsir. Murai Kencana. Jakarta. Pakistan. Epistemologi Ilmu Pendidikan Islam. Editor). Pengantar Interaksi Mengajar (Belajar Dasar dan Teknik Melodologi Mengqjar). Al Magrib. Filsafat Sebagai Ilmu Kritis.al 1995. Sahrasad. Herdi. Sandra 2005. Inu Kencana. 1980. Sumadi 1997. Elika. 1991. ST. 1998. 2004. Sejarah Islam Klasik (Perkembangan Ilmu Pengetahuan Islam). Disertasi Doktor pada Program Pascasarjana (Pps) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah. Sunanto. Ahmad et. Jakarta. Bandung: Remaja Rosdakarya _______Tafsir. 1996.Badi'al-zaman Said Nursi nazrah 'animah an hayatihi wa atharihi. Islam Sosialisme dan Kapitalisme. Madani Press. Tarsito. Rajawali Pers. Sunardi. Nietzsche. Musyrifah. Kanitsus. Surahmad. "Konsep Pendidikan Akhlak Menurut Ibn Miskawaih". Franz Magnis.

Tema-Tema Pokok Isi Al-Quran. Ali Anwar. Tayar dan Syaiful Anwar 1995. Hakan. 27-29 September 2000). Badri 1995. The Search in The Traditional Period (1924-1950) for a Religious Education Model (The paper presented at the fifth ineniationalsymposium on Bediuzzaman Said Nursi. Pusataka Imam. 1995. Pendidikan Anak dalam Islam I dan 2. International Symposium Bediuzzaman Said Nursi. Sozler Publication. Jakarta. Luzac and Company LTD. Vahide. Oxford University Press. Gema Insani. M. Istanbul: Waspodo 2002. Yavuz. Yatim. USA. Remaja Rosdakarya. . Great Russell Street Ulwan. Jakarta. Afeksi Islam (Menjelajahi Nilai-Rasa Transendental Bersama Al-Qur'an. "Kurikulum Sebagai Sarana Mencerdaskan Kehidupan Bangsa". Bediuzzaman Said Nursi. Abdullah Nasih. Islamic Political Identity in Turkey. Tatli. Kelompok Tafakur Humaniora. Jakarta. Adem 1992. Metode Pendidikan Islam. Sejarah Peradaban Islam. 2005. Toto 1999. 2003. Istanbul: Sozler Publication Tibawi. A Comfeniporary Approach to Understanding The Qur'an: The Example of The Resale-i Nur. Tasmara. Jakarta. Badiuzzaman Education Methot (The Paper Presented in The Second International Symposium on Bediuzzaman Said Nursi: The Reconstuction of Islamic Thought In The 7Wentieth Century and Bediuzzaman Said Nursi. Yildiz Ilhan 2002. Sozler Publication. Yusuf. Sukran 1992. Metodologi Pengajaran Agama dan Bahasa Arab. dalam Makalah yang disajikan dalam Diskusi Panel Kependidikan tanggal 21 Mei 2002 di Palembang. (diterjemahkan oleh Jamaluddin Miri). Dajal dan Simbol Setan. Raja Grafindo Persada. Bandung. ___________ 1998. Istanbul.190 Thalib. Gema Insani Pers. Isanbul: Sozler Publication Yusuf. Islamic Education: Its Traditions and Modernization into the Arab National Systems. Raja Grafindo Persada. M. Yunus. London: WCIB 3PE. Mahmud 1995. 1996. AL 1979. Jakarta. Bandung. 45. 24-26 September 2000).

191 Zaidin. __________1995. Isim nl/news letter 16/featwes 2001 . Bediuzzaman Said Nursi: Sejarah Perjuangan dan Pemikiran. Surabaya. Jakarta. Yogyakarta: AK Group dan India Buana. Malaysia. Bumi Aksara. Muhammad 1995. Methodologi Pengajaran qjaran Agama. Usaha Nasional. Metodik Khusus Pendidikan Agama. Mohammad 2001. Selangor Darul Ehsan: Malita Jaya Publisher Zein. Filsqfat Pendidikan Islam. Zuhairini 1983.

Sukarela Lrg. Ngabar Ponorogo. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang 0813-73508957 . Batu Jajar No.192 BIODATA PENULIS Nama Tempat Tgl. 1326 Rt. Jawa Timur tamat tahun 1997 AFRIANTONI Palembang. 21 Rw. Lahir Pekerjaan Alamat HP Kontak Riwayat Pendidikan 1. 03 April 1978 Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang An. Pondok Pesantren Wali Songo. SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 3. SD Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 2.

Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. Juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. Beasiswa dari . Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) .The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi "Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur" 5. tahun 2000 c. Juara If "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang d. tahun 2002 d. Beasiwa keda tahun 1999 Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 c. tahun 1999 b. S2 Program Pascasar ana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan 11mu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tahun 2003-sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1.193 4. Turk] selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. Dalam Bidang Resensi Buku a. I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. d. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) a. tahun 1999. Pengalaman Organisasi a. tahun 2000 c. Beasiswa a. Juara If LKTI "Paradigms Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. tahun 2002 e. Juara. Juara Harapan II LKTI "Refomasi Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara 11 Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. tahun 2002 2. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. tahun 2004 3. tahun 1999 b. Jawa Timur.

(Tabloid Desa. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 f Dan lain sebagainya Karya Tuns Yang Pernah Terbit a. Tabloid dan Majalah (Opini) : L Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. tahun 2001 c.194 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Paradigms Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. Koran. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. 2007) Dan lain sebagainya Jurnal 11miah 1. Penerbit Intens. 2006 (Salah seorang penulis. tahun 1999 b. Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Banyuasin. Dan lain sebagainya b. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. 2004) 6. Guru Profesional Guru Serlifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 e. 2002) 2. Memahanyi Perkenibangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi- .I) 2. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa).Pd. 2004) 5. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. Afriantoni. 2005 (Editor. 2004) 4. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. 2006) 7. Afriantoni) 3. (Tabloid Desa. Sosial-Politik dan 1 . Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. 2006) 8. S. tahun 2002 d. konomi). 2002) 3. (Majalah Lumbung Edisi 2. Buku (Editor/Penulis) : 1. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s.

Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi).7766098 Tlpn. Cek Mid atau Lrg. tahun 1998 3. 21 Rw. 1326 Rt. Desembar 2005) Motto Jalani Hid-tip Jangan Dipikirkan Saja. Jawa Timur tamat tahun 1997 S1 IAIN Raden Fatah Palembang tamat tahun 2002 dengan judul skripsi “Pemikiran Imam Zarkasyi Tentang Metodologi Pengajar Bahasa Arab di Pondok Pesantren Gontor Ponorogo Jawa Timur” 5. 2005) 3. Negeri 612 di Sukarami Palembang tamat tahun 1990 SMP Muhammadiyah 4 Palembang tamat tahun 1993 Pondok Pesantren Wali Songo. 3. Guru Mts Walisongo Ngabar Ponorogo. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. 4. December. Rumah : 0711-814975 Riwayat Pendidikan 1. Asisten Dosen Prgram Khusus Peningkatan Kemampuan Bahasa Arab IAIN Raden Fatah . Ngabar Ponorogo. 2004). S2 Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang Jurusan Ilmu Pendidikan Islam Konsentrasi Pemikiran Pendidikan Islam tamat tahun 2007 dengan judul tesis “Prinsip-prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda Menurut Bediuzzaman Said Nursi” Riwayat Pekerjaan 1. Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur).u Jajar (Samping Dinas Kebersihan dan Keindahan Kota Palembang) No. 2. (Jurnal Ekonomi Syariah. Ibda'Bi-nafs1ka : BIODATA PENULIS Nama Tempat Lahir Tanggal Lahir Pekerjaan Alamat : AFRIANTONI : Palembang : 03 April 1978 : Dosen Luar Biasa IAIN Raden Fatah Palembang : Jalan Sukarela Lrg. IAIN Raden Fatah Palembang.195 historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Guru SD 47 di 35 Ilir Tangga Buntung Palembang. tahun 1996 2. Semoga Suk-ses Selalu. 2. 07 KM 7 Kecamatan Sukarami Palembang Sumatera Selatan HP Kontak : 0813-73508957 Fleksi : 0711.

Lemabang Palembang. Guru SMA plus Militer Taruna Bangsa Palembang. Juara I Lomba Resensi Buku se-Kota Palembang. Beasiswa b. Finalis 10 besar utusan IAIN Raden Fatah Palembang pads Lomba Karya Tulis Amish tingkat Nasional di Hotel Setia Budi Jakarta. tahun 2000 h. Dosen Luar Biasa Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Juara II Lomba Menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. tahun 2004 7. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Sejarah Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2006 10. Juara I LKTI "Pesantren Masa Depan" oleh Forppes Se-sumatera Selatan. tahun 2002 j. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Filsafat Umum Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Dosen Luar Biasa Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Sriwijaya Inderalaya Sumatera Selatan. f. Beasiswa prestasi dari Departemen Agama tahun 2000 e.196 Palembang. Beasiswa prestasi atas kemenangan meraih juara II Lomba menulis Sinopsi dan Resensi se-Sumatera selatan. Juara II LKTI "Paradigma Pendidikan Islam" di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2002 h. Juara II "Master Plan Kampus Islami" IAIN Raden Fatah Palembang. Asisten Dosen Mata Kuliah Bahasa Arab dan Terjamah Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1999 g. tahun 2007 12. Juara I Lomba Menulis Resensi Buku se-IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 1999-2001 4. Dalam Bidang Resensi Buku e. Dalam Bidang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) f. Guru Privat Bahasa Indonesia Untuk Sebagian Kaum Muda Turki di Turki. Palembang. Beasiswa dari The Istanbul Foundation for Science and Culture selama 1 (sate tahun) di Istanbul. tahun 2003 6. tahun 2004 3. Turki selama tahun 2005 dalam rangka penelitian tesis. tahun 2007 sampai sekarang Pengalaman Prestasi Ilmiah 1. Juara VI Lomba Menulis Resensi Buku se-Indonesia yang disponsori oleh Yayasan Nidaul Fitrah Surabaya. Ketua Umum Senat Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (SMJ PBA) . Jawa Timur. tahun 2000 g. Pengalaman Organisasi f. tahun 2006 sampai sekarang 11. Dosen Luar Biasa Akademi Maritim Bina Bahari Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam. tahun 1999 f. tahun 2005 8. tahun 1999. tahun 2001 i. Guru PAI SMU Pembina. tahun 2002 5. Beasiwa kerja tahun 1999 c. tahun 2005 sampai sekarang 9. tahun 2002 2. Juara Harapan II LKTI “Refomasi Pendidikan Islam” di Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.

tahun 2002-2005. Ketua Umum Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang 2004 n. Pelatihan Jurnalistik Islam Nasional (Panjinas) Universitas Indonesia (UI) di Pusat Studi Jepang. tahun 2001 l. tahun 1999 g. Penggagas Center for Strategic and Language Motivation (CSLM) IAIN Raden Fatah Palembang. Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Mahasiswa diselenggarakan oleh Balai Bahasa Palembang Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional di IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 17-18 Maret 2004 10. Sekretaris Majelis Sinergi Kalam (MASIKA) ICMI Orwil Sumatera Selatan periode 20072010 p. Persentasi Karya Tulis Ilmiah “Kampus Islami (Fungsionalisasi Masjid Sebagai Pusat Kegiatan Sivitas Akademika). 7. Bandung. 7. 6. pada tanggal 18 Januari 2003 9. 4. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (PKMTD) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Ketua Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang tahun 2001 j. Tambang Batubara Bukit Asam. Dan Lain Sebagainya Pengalaman Menjadi Pembicara Tingkat Nasional 1. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Nasional Universitas Pasudan (Unpas) di Lembang. 5. tahun 1999 6. Sekretaris Eksekutif Institute for Strategic and Information Studies (Intens) Sumatera Selatan. Pelatihan Training For Trainer Internet Jurnalistik se-kota Palembang. Pelatihan Penulisan Fiksi Populer diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Depertemen Pendidikan Nasional di Palembang pada tanggal 26-31 Juli 2004 11. 10 April tahun 1999 2. 14. Jakarta. tahun 1998. Pelatihan Kader Penyuluhan Narkoba oleh Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) bekerjasama dengan PT.197 Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang. 21 Maret dan 4. m. Dan lain sebagainya Pelatihan Yang Pernah Diikuti 1. tahun 2001. tahun 2000. tahun 2001 h. Fasilitator Depertemen Agama RI di Hotel Setia Budi . Pimpinan Umum Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2000 3. Bendahara Yayasan Pendidikan Daerah (Yapenda) Sumatera Selatan. Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Menengah (PKMTM) IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 k. tahun 2000 8. tahun 2002 i. Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (Pejurdas) LPM Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Pelatihan Penelitian Ilmiah (PPI) UKM Studi Ilmiah IAIN Raden Fatah Palembang. Staf Bidang Pendidikan KAHMI Pengurus Wilayah Sumatera Selatan periode 2006-2010 o.

October 1 st 2002. di Universitas PGRI. Pembicara rutin pada Kelompok Studi Komunitas Lima (KSKL) IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkal Lokal 1. dari tahun 2000 sekarang 2. Pembicara pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. Turkey. Team Instruktur pada Workshop Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) oleh Badan Penelitian. 2004 in Palembang Indonesia by Adab Faculty of the State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah Palembang in cooperation International Center for Islam and Pluralism (ICIP) Jakarta. Peserta International Conference on Modern Islamic Thought : Exploring the Thought of Bediuzzaman Said Nursi of Turkey and His Counterparts in Indonesia. b. Instruktur pada Kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Karya Ilmiah (Makalah dan Skripsi) fakultas Ushuluddin IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 13-14 September 2002 8. held on August 23rd. 2000-2003 4.198 Jakarta. tahun 2006 4. 2004 in BNI 46 Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Istanbul Foundation for Science and Culrture. Presentasi Makalah “Konsep Jihad Dalam Persefektif Bediuzzaman Said Nursi” fasilitator STAIN Kerinci. Democracy and Human Right. 2000-2003 6. Palembang. tahun 2000-2002 3. e. 2. Dan Lain Sebagainya Kegiatan Ilmiah Yang Pernah diikuti 1. Peserta International Symposium Religion. Palembang. 2002 in Academic Center Palembang Indonesia by Postgraduate Program of The State Institute for Islamic Studies (IAIN) Raden Fatah in cooperation with Nesil Foundation. Peace and Globalization : Some Inspiration from Risale-i Nur. Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang dengan tema : Terbinanya Guru Profesional Sebagai Pelaksana KBK : Upaya Menjadikan Pendidikan yang Mampu Menjawab Tantangan Global” pada tanggal 22-24 Juli 2004 9. c. held on January 11-12. tahun 2001 3. 2000-2003 5. Pembicara pelatihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dan Menengah di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang. tahun 2001 Persentasi Makalah “Otonomisasi Pendidikan” fasilitator BEM IAIN Imam Bonjol dan STAIN Bukit Tinggi Padang dalam Rangka Studi Komperatif BEM IAIN Raden Fatah Palembang di Padang dan Bukit Tinggi. Pembicara pada Lingkar Studi Ukhuwah IAIN Raden Fatah Palembang. Turkey. . Persentasi Makalah "Kritisisme Nilai Keislaman HMI' pada acara Latihan Kader II HMI Cabang Palembang. Pembicara rutin pada Forum Studi Filsafat Pendidikan Islam (FSFPI) IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkat Internasional Participant in Seminar “The Evolution Deceit” at Taman Budaya Building. tahun 2007. d. Jambi pada acara Seminar Nasional “Jihad dan Perdamaian Menurut Bediuzzaman Said Nursi. held on July. a. Instruktur dalam Kegiatan Pelatihan Metodologi Dakwah Mahasiswa IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 22-27 Oktober 2001 7. Participant in Seminar on Islam and Global Challenges : Radicalism. Peserta International Nurculuk Community Focus Disscusion in Ankara Turkey.

Bandar Lampung. e. 22. Pengembangan Tambang Batubara (energi Bahan Bakar masal\k pengganti BBM) yang diselenggarakan DPW Solidaritas Masyarakat Pers. tanggal 10-11 Septermber 2007 2. Peserta Seminar Nasional Memperingati Hari Pers Reformasi Nasional dengan tema : ”Partisipasi Publik dengan Pengembangan Media Watch dan Peran dan Fungsi Dewan Pers Mendukung Program Kerja Gubernur Sumsel dalam Lumbung Pangan dan Lumbung Energi Nasional. Peserta International Conference on Social on Social Development : Said Nursi's View on Revitalizing Ummah a joint cooperation between The Istanbul Foundation for Science and Culture.199 tahun 2005 f. Pembangunan Rel Kereta dari Inderalaya ke Pelabuhan Tanjung Siapi-Api. July. Seminar Nasional tentang “Tinjauan Terhadap Sistem Peraturan Perundangundangan di Indonesia” kerjasama Sekretariat Jenderal dan Kepeniteraan Mahkamah Konstitusi RI dengan Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya Palembang. July 24. pada tanggal 27 Mei 2006 di Hotel Selatan Indah h. di Ball Room Hotel Swarnadwipa Palembang. Jembatan Musi III. 9 September 2006 d. Tingkat Lokal Peserta Seminar “Urgensi Kajian Sejarah Hidup Nabi dan Literatur Keislaman Klasik Bagi Pengembangan Studi Keislaman dan Pengembangan Masyarakat”. Seminar Nasional dengan tema “Evaluasi dan Strategi Pelaksanaan Manajemen Otonomi Daerah di Sumatera Selatan” diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Magester Manajemen Universitas Tridinanti Palembang pada tanggal 22 Februari 2003 f. Dan Lain Sebagainya a. Reformasi Indonesia (SOMPRI) dan Jaringan Rawan Informasi. 2006 Arya Duta Hotel Pekan Baru – Indonesia h. Seminar Nasional “Akselerasi Strategis Daerah Membangun Pada Era Otonomi Dearah Mneuju Masyarakat Madani” oleh Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Palembang-Sumatera Selatan. 21 Juni 2004 g. Istanbul Turkey and Postgraduate Program of IAIN Raden Intan Bandar Lampung. 2006 g. Peserta Seminar Nasional “Universal Jurisdiction dan Perenapannya di Indonesia” oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya bekerjasama dengan Pusat Kajian HAM dan Terorisme Fakultas Hukum Unsri dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta pada hari Senin. Islamic Center. Indonesia “Media Watch” bekerjasama dengan DPW YPBNI Provinsi Sumatera Selatan. Seminar Nasional dan Temu Alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo Se-Indonesia oleh Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Walisongo Yogyakarta (IKAWY) di Yogyakarta pada tanggal 21-23 Januari 1995 c. Lembaga Pengawas Pers. a. Peserta dan Panitia International Seminar tentang “Arah Pengembangan Perguruan Tinggi Agama Islam dalam Merespon Peluang dan Tantangan Global" di Academic Center IAIN Raden Fatah Palembang. Tingkat Nasional Seminar Nasional Sehari dengan tema “Potret Demokrasi dan Pemilu di Indonesia Ditinjau dari Berbagai Persepektif” yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAI Riyadlotul Mujahiddin Ngabar Ponorogo Jawa Timur pada 24 September 1996 b. Peserta the international Conference and Academic Forum On Sociaety Development on Topic “Bediuzzaman Said Nursi’s View on Modernity” by organizer Institute foe Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) of UIN Suska Riau and Istanbul Foundation for Science and Culture Turkey. 3. . 4 September 2006. Balai Keratun.

Sosial dan Pelindungan Lingkungan di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Bekerjasama dengan Departemen Luar Negeri Republik Indonesia pada hari Jum’at. Dan Lain Sebagainya 4. e. Peserta Seminar Nokia Certified Training Center di SMIK MDP Palembang. S. Peserta Temu Ilmiah Arkeologi dan Filologi Bagi Dosen dan Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 7 Agustus 1999 c. Peserta Seminar Sehari dengan tema “Integritas Penegak Hukum di Indonesia” diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang. Diskusi Panel “Reorientasi Pemikiran Pendidikan dan Pengajaran Sebagai Langkah Awal Membangun Sekolah Bermutu” yang diselenggarakan oleh Yayasan Fajar Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 21 Mei 2002 di Hotel Paradis Palembang l.Pd dengan judul buku Masyarakat Tionghoa Palembang (Tinjauan Sejarah Sosial 1823-1945) di gedung Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 25 Novermber 2002 e. Muhammad Ari. 11 Mei 2002 di Aula STT Musi Palembang i. 16 September 2004 h. 02 Desember 2006. Muhammad Sirozi. . dalam Rangka Lustrum II STT Musi Palembang tahun 2002. Peserta Diskusi Panel dengan tema “Sosialisasi Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional”. Peserta Seminar Pendidikan “ Cara Mendidik Anak Menjadi Cerdas dan Kreatif”. Kegiatan Bedah Buku Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Prof. Seminar Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup dengan tema :Menyikapi hasil-hasil KTT Pembangunan Berkelanjutan melalui Penguatan Keterpaduan Ekonomi. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Kms. Rabu. H. b. Kamis. di Ruang Seminar Hotel Paradis Lt. Peserta Talk Show meyikapi RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi” oleh Pusat Studi Wanita (PSW) IAIN Raden Fatah Palembang. Peserta Lokakarya Regional “Konversi IAIN Raden Fatah Palembang Menjadi Universitas Islam Negeri (UIN)”. tema : Berubah Untuk Semakin Berkualitas”. Jalaluddin berjudul “Teologi Pendidikan” oleh Badan Penelitian Pengembangan Pendidikan Islam (BP3I) Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang tanggal 21 Mei 2001.200 diselenggarakan oleh IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 26 Agustus 1997 b. Dr. 24 Januari 2003 di Hotel Swarna Dwipa Palembang m. Dan Lain Sebagainya a. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Jufri Suyuthi Pulungan dengan tema “Menyingkap Sistem Politik dan Bentuk Pemerintahan Islam” oleh Senat Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Raden Fatah Palembang pada tanggal 24 Oktober 1998 d. Peserta Seminar Pendidikan Menjadi Manusia Pembelajar “Belajar dengan Membunuh Sekolah” diselenggarakan oleh STT Musi Palembang bekerjasama dengan Yayasan Xaverius Pusat dan Palembang School of Life dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2002 Sabtu. Peserta Seminar Bahasa dan Sastra dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2004 Balai Bahasa Palembang dengan tema “Peran Keterempilan Berbahasa dalam Dunia Kerja”. f. II Palembang. 11 Oktober 2004 di Hotel Swarnadwipa Palembang j. pada hari Senin. 23 Juli 2003. di Gedung Akademik Center IAIN Raden Fatah Palembang Rabu. Peserta Bedah Buku yang ditulis oleh Drs. MA Ph. 2 Agustus 2006 di Palembang d. 4 Mei 2002 g. pada tanggal 26 Oktober 2002 k. 9 Agustus 2004 c.D berjudul Agenda Strategis Pendidikan Islam”. oleh MAPENDA Departemen Agama Sumseldan BP3I Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Fatah Palembang.

e. Degradwd Kewibawaan Guru (Sriwijaya Post. Penerbit Intens.201 5. Dan lain sebagainya 2. Akselerasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Menuju Sumsel Sejahtera. 27-29 Desember 2005 b. (Majalah Lumbung Edisi 2. 16-19 Juli 2007 f. Fiqh Antikorupsi. Peserta Serasehan Forum Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan dengan Tema “Pelestarian Khazanah Budaya untuk Meningkatkan Kesadaran Budaya Daerah” oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang di Hotel Bumi Asih Palembang. sebagai Sekretaris Stering Committee 25 Mei 2007 j.3). 2006 (Salah seorang penulis. 2004) 11. 2002) 9. Afriantoni. 24 Maret 2007 i. Menggugat Ideologi Mahasiswa (Sriwijaya Post. Penerbit Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. 2005 (Editor. Reformulasi Mekanisme Rekrutmen Guru (Sumatera Ekspres. Workshop Rekonstruksi Sains dan Teknologi Islam. SosialPolitik dan Ekonomi). Dan lain sebagainya Karya Tulis Yang Pernah Terbit a. Kegiatan Lokakarya. Peserta Workshop Perbankan Syariah dalam rangka Milad Forsi ke-4 senin. 23-24 Agustus 2006 d.Pd. Afriantoni) c. Peserta Nokia Certified Training Center yang diselenggarakan oleh STMIK MDP Palembang bekerjasama dengan Nokia Certified Training Center dan In Touch pada tanggal 2 Desember 2006 g. Workshop dan sejenisnya Peserta Semi Lokakarya Pengembangan Fakultas Baru di Lingkungan IAIN Raden Fatah Palembang tema “Menuju Perguruan Tinggi Islam yang Unggul dan Kompetitif di Era Globalisasi” oleh Unit Peningkatan Mutu Akademik (UPMA) IAIN Raden Fatah Palembang. (Tabloid Desa. Tabloid dan Majalah (Opini) : 1. 2006 (Salah seorang penulis. 2006) . 2002) 10. Peserta Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Se-Sumatera Bagian selatan dalam Rangka Dies Natalis IX STT Musi Palembang tahun 2001 dengan tema : Industrialisasi Dalam Era Otonomi Daerah”. Banyuasin. Paradigma Islam Dinamis dalam Pendidikan Islam. S.I) b. 17 Juni 2002 di gedung BAAK lantai II. Forum Kajian Strategis (Forkais) Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang. 2004) 12. Revolusi Sistematik Pendidikan Rakyat (Reformulasi Paradignia Pendidikan di Desa).2. Urgensi BBG dan Korelasinya dengan Jasa Transportasi. di Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang. Perjuangan Rakyat Banyuasin dalam Pemekaran Daerah (Aspek Geogrqf1s. Koran. Penerbit Ganeda. Afriantoni) d. Buku (Editor/Penulis) : a. Peserta Urun Rembuk Pakar “Prospek dan Peluang Pembukaan Program Studi Ilmu Jurnalistik Fakultas Dakwah IAIN Raden Fatah Palembang”. h. Guru Teladan dan Teladan Guru (Sumatera Ekspres. sebagai pakar pada tanggal 15 September 2006 c. 2004) 13. Peserta Program Development Workshop for Other UIN/IAIN/STAIN : Community Development Follow Up Workshop IAIN Raden Fatah Palembang (720. Kongres Desa I Sumatera Selatan. 1.

2006) Urgensi Kongres Desa Sumatera Selatan. 2005) 6. Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah Palembang. Revitalisasi Ekonomi Islam Indonesia (Mengungkap Perdebatan dalani Kesepakatan Ekonomi Islam dan Demokrasi Ekonomi). Memahami Perkembangan Pendidikan Islam melalui Pendekatan Genealogi-historis (Jumal Conciencia Pascasaijana. Subhanaka Laa ilma lana illa maa alamtana innaka antal alimul hakim Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh Motto : Jalani Hidup Jangan Dipikirkan Saja. (Tabloid Desa. Guru Profesional Guru Sertifikat (Majalah Lumbung Edisi 4. Dekonstruksi Penyakit Kronis Pendidikan Islam. Jurnal Mimbar Akademik Pusat Penelitian. IAIN Raden Fatah Palembang. 2007) Dan lain sebagainya 3. (Jumal Conciencia Paseasarjana JAIN Raden Fatah Palembang. AFRIANTONI . Rekayasa Budaya Pendidikan Multikultur (Transformasi Mai Islam di Tengah Fenomena Multikultur). 2004). 17 Apri 2007 Penulis. 15. 16. Desembar 2005) 7.202 14. 2007. 5. Semoga Sukses Selalu. Ibda’ Binafsika Palembang. (Jurnal Ekonomi Syariah. December. Jurnal Ilmiah 4.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->