kelompok sosial dan organisasi sosial Kita memahami bahwasanya manusia adalah makhluk sosial, karena itu manusia

tidak dapat hidup tanpa manusia lainnya. Untuk melangsung-kan kehidupannya manusia senantiasa hidup berkelompok.Ada kelom-pok berburu, kelompok tani, kelompok arisan, kelompok belajar, kelompok pecinta lingkungan hidup, dan lain-lain. Selanjutnya, seseorang mungkin dilahirkan di rumah sakit, dididik di sekolah formal, mencari nafkah dengan bekerja di suatu perusahaan, mengadakan kegiatan sosial dengan aktif di organisasi kemasyarakatan dan sebagainya diatur oleh institusi/organisasi tertentu. Dengan demikian, kehidupan manusia tidak lepas dari sosial kemasyarakatan yang dimanifestasikan dalam kelompok sosial maupun organisasi sosial.Selanjutnya perlu kita bahas secara mendalam mengenai kelompok sosial dan organisasi sosial. 1. Kelompok Sosial Pengertian kelompok sosial yang pertama adalah suatu sistem sosial yang terdiri dari sejumlah orang yang berinteraksi satu sama lain dan terlibat dalam satu kegiatan bersama. Tentunya perlu dipertajam lebih lanjut mengenai pengertian ini karena interaksi saja tidak cukup, karena dua orang saja sudah dapat membentuk kelompok. Pengertian interaksi di sini haruslah diartikan sebagai interaksi tatap muka, di mana mereka terlibat dalam ruang dan waktu. Dari sinilah muncul pengertian kedua, yaitu sejumlah orang yang mengadakan hubungan tatap muka secara berkala karena mempunyai tujuan dan sikap bersama; hubungan-hubungan yang diatur oleh norma-norma; tindakan-tindakan yang dilakukan disesuaikan dengan kedudukan (status) dan peranan (role) masing-masing dan antara orang-orang itu terdapat rasa ketergantungan satu sama lain. 2. Organisasi Sosial Pengertian organisasi sosial menurut Amitai Etzioni[1]organisasi adalah unit sosial (pengelompokan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali dengan penuh pertimbangan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Etzioni menjelaskan umumnya organisasi ditandai ciri sebagai berikut : 1. pembagian kerja, kekuasaan, dan tanggung jawab komunikasil; 2. ada satu atau beberapa pusat kekuasaan yang berfungsi mengawasi usaha-usaha organisasi serta mengarahkan organisasi dalam mencapai tujuan; 3. ada pergantian tenaga (kaderisasi) bila ada individu yang tak mampu menjalankan tugas-tugas organisasi. Pengertian lainnya : organisasi adalah suatu sistem sosial yang

bersifat langgeng. Selanjutnya. dan lain-lain. perhimpunan serikat kerja dan lain-lain. dan mempunyai sifat hirarkis. Kelompok membership . proses pelaksanaan tugas dapat berjalan efektif bila dilakukan terpadu/ terintegrasi yang dilaksa-nakan oleh anggota-anggotanya. dan kebutuhankebutuhan seseorang. Misalnya: partai politik. b. Anggaran Rumah Tangga (ART) yang ada. Kelompok Formal Pada kelompok ini ditandai dengan adanya peraturan atau Anggaran Dasar (AD). antara lain: Kelompok Primer Merupakan kelompok yang didalamnya terjadi interaksi sosial yang anggotanya saling mengenal dekat dan berhubungan erat dalam kehidupan. Kelompok referensi Merupakan kelompok sosial yang menjadi ukuran bagi seseorang (bukan anggota kelompok) untuk membentuk pribadi dan perilakunya. Misalnya: keluarga. kawan sepermainan. Kelompok Sekunder Jika interaksi sosial terjadi secara tidak langsung. Gagasan penting kedua dalam organisasi adalah adanya tujuan atau maksud melakukan koordinasi. formal. daya tarik. Kelompok Informal Merupakan suatu kelompok yang tumbuh dari proses interaksi. Contoh dari kelompok ini adalah semua perkumpulan yang memiliki AD/ART. memiliki identitas kolektif yang tegas. dan sifatnya kurang kekeluargaan. sikap. Seseorang itu telah menyetujui norma. Sedangkan menurut Goerge Homan kelompok primer merupakan sejumlah orang yang terdiri dari beberapa orang yang acapkali berkomunikasi dengan lainnya sehingga setiap orang mampu berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) tanpa melalui perantara. kelompok agama. RT. Hubungan yang terjadi biasanya bersifat lebih objektiv. f. c. e. struktur dan norma yang ada. d. Keanggotan kelompok biasanya tidak teratur dan keanggotaan ditentukan oleh daya tarik bersama dari individu dan kelompok Kelompok ini terjadi pembagian tugas yang jelas tapi bersifat informal dan hanya berdasarkan kekeluargaan dan simpati Misalnya: kelompok arisan. Penggolongan/Jenis/Tipe 1. dan tujuan dari kelompok tersebut. Kelompok Sosial Kelompok sosial adalah kesatuan sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang mengadakan interaksi sosial agara ada pembagian tugas. Anggotanya diangkat oleh organisasi. Berdasarkan pengertian tersebut kelompok sosial dapat dibagi menjadi beberapa. daftar anggotanya terinci. berjauhan.

b. Koersi adalah segala jenis paksaan. Organisasi Koersi Adalah pihak elit menggunakan kekuasaan koersi dalam mengawasi anggotanya. atau yang lain memiliki kemampuan bahasa yang lebih baik. Dengan demikian diharapkan anggota yang memiliki kelebihan tertentu bisa menginduksi anggota lainnya. Persepsi Pembagian kelompok didasarkan pada tingkat kemampuan intelegensi yang dilihat dari pencapaian akademis. Ukuran utama bagi keanggotaan seseorang dengan interaksinya dengan kelompok sosial yang bersangkutan. dan intimidasi yang digunakan untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Organisasi Sosial a. Tujuan Terbentuknya kelompok karena memiliki tujuan untuk dapat menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu. Bentuk partisipasi anggota adalah dengan komitmen moral. perasaan atau motivasi. 3. 2. d. Organisasi . ancaman. Keenam kelompok sosial di atas merupakan kelompok sosial yang teratur. b. c. Partisipasi anggota berdasarkan komitmen perhitungan yaitu pemikiran hubungan bisnis. Motivasi Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat dalam mencapai tujuan kelompok. c. Dalam proses selanjutnya didasarkan adanya hal-hal berikut: a.Merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. sangat perhitungkan untung rugi. Dengan demikian dapat memicu anggota lain melalui transfer ilmu pengetahuan agar bisa memotivasi diri unuk maju. Organisasi Utilitarian Adalah pihak elit mengawasi anggota dominan menggunakan kekuasaan utilitarian. pembentukan kelompok dan organisasi sosial dapat diawali dengan adanya persepsi. dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Perbedaan kemampuan yang ada pada setiap kelompok juga akan memicu kompetisi internal secara sehat.Proses pembentukan Kelompok dan Organisasi Sosial Pada dasarnya. Misalnya terdapat satu atau lebih punya kemampuan intelektual. Adapun kelompok sosial yang tidak teratur adalah : kerumunan (crowd) dan publik dalam berbagai bentuk.Organisasi Normatif Adalah pihak elit menjalankan organisasi/ mengawasi anggota lebih dominan menggunakan kekuasaan normatif (persuasif).

sistem organisasi : tujuan. Kebebasan disini merupakan kebebasan setiap anggota untuk menyampaikan ide. e.Dinamika Kelompok dan Organisasi Sosial a. dinamika kelompok dinamika kelompok dengan pendekatan sosiologis dapat diamati dari unsur-unsur pokok sistem sosial sebagai alat analisis dinamika kelompok yaitu : -Tujuan : segala sesuatu yang ingin dicapai oleh kelompok -Keyakinan : aspek pengetahuan/kognitif yang dianggap benar -Norma : perilaku standar yang dapat diterima -Sanksi : sistem penghargaan dan hukuman terhadap perilaku anggota kelompok -Peranan kedudukan : hirarki hak dan kewajiban -Kewenangan ambil keputusan dan mengontrol orang lain -Jenjang sosial -Fasilitas yang menyangkut alat untuk mencapai tujuan kelompok b. dan supervisi. dinamika organisasi sosial Pencermatan dinamika organisasi dapat dilihat dari : 1. Interaksi Interaksi merupakan syarat utama dalam dinamika kelompok.Pengorganisasian dilakukan untuk mempermudah koordinasi dan proses kegiatan kelompok. Independensi Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok. 4. (3)proses organisasi : hubungan antar peranan. karena dengan interaksi akan ada proses transfer ilmu dapat berjalan secara horizontal yang didasarkan atas kebutuhan akan informasi tentang pengetahuan tersebut. pendapat. koordinasi. komunikasi. pengendalian. Namun demikian kebebasan tetap berada dalam tata aturan yang disepakati kelompok. Paling tidak ini untuk pemahaman awal ya:) . lingkungan sosial budaya (2)struktur organisasi : kewenangan. lingkungan fisik. f. serta ekspresi selama kegiatan. Dengan demikian masalah kelompok dapat diselesaikan secara lebih efesien dan efektif. tugas. struktur. sosialisasi.