JENIS-JENIS PUPUK

Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839. Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman. 1. A. Penggolongan Pupuk Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.

bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. dan kalium. Pupuk Kalimantan Timur Kujang. Pupuk ZA mengandung belerang 24 % dan nitrogen 21 %. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Petrokimia Gresik Pelangi. PUPUK NPK: Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen. pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. ZA dan KCL. pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D. Dewi Sri Rama Semut. Namun . zwavelzure ammoniak. Dharma Niaga Menurut cara melepaskan unsur hara. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemberiannya. produksi PT. dan Dolomit. Kandungan nitrogennya hanya separuh dari urea. Merek Pupuk NPK NPK NPK NPK NPK NPK Phonska. Karena ion sulfat larut secara kuat. NPK. produksi CV. produksi PT. fosfor. Wujud pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea. dan Vitabloom. sedangkan ion amonium lebih lemah. sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini. produksi PT. Grow More. Nama ZA adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman.Menurut cara aplikasinya. yang berarti amonium sulfat (NH4SO4). Pupuk ini higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk urea. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. PUPUK ZA: Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Pupuk Kujang Niphoska. produksi CV. Contoh pupuk akar adalah urea.

polimer coated urea dan sulfur coated urea. Contohnya. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia. Jenis-jenis Pupuk 1. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah amonium yang tinggi. a. 1. 1. Amonium Nitrat Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. pupuk ini menjadi pengganti wajib urea sebagai pemasok nitrogen bagi pertanaman tebu karena tebu akan mengalami keracunan bila diberi pupuk urea.demikian. nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. Pada padi sawah. 1. Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau. B. Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. kecuali pada tembakau dan padi. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati. . Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. lebih baik gunakan pupuk berbentuk amonium (NH4+) karena pada tanah yang tergenang. manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Pupuk Sumber Nitrogen Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh pupuk. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis. Dengan demikian. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3-) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi. Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah. Contohnya Methylin urea. sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali.

SP36 Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5. sangat cepat larut didalam air. 1.48. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah. a.0 atau 18.0. Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S). b. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu.46. pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. misalnya kentang. Urea (CO(NH2)2) Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16. Khlor berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya. 2. Amonium Phospat Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11. a. Reaksi kimianya tergolong netral. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4 Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Kalium Chlorida (KCl) Mengandung 45% K2O dan khlor. berbentuk kristal dan kurang higroskopis.52. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. Kalsium Nitrat Pupuk ini berbentuk butiran. . 1. bereaksi agak asam. Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. berwarna putih. b. c.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). wortel dan tembakau. 1. dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. dan bersifat higroskopis.1. tidak higroskopis dan bersifat membakar. Selain itu. 1. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat. 1.0. d. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah. Lebih disarankan dipakai didaerah panas. Pupuk Sumber Fosfor 1. Sifat reksinya asam. juga menguap dalam bentuk amonia. 3. Pupuk Sumber Kalium 1. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar.

misalnya pada tanah di daerah pantai. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg. Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air. 4. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat) Berbentuk butiran berwarna kuning. seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini. Warnanya putih dan butirannya halus. 12% S. Kapur Kalsit Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Jika terkena air. Pupuk ini mengandung 9099% Ca. Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder 1. pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam. Mengandung 39% Ca. Kapur Dolomit Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. c. 1. a. 1. . Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. Mengandung 30% K2O. Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi. d. 1. c. b. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. 1. b. Kalium Sulfat (K2SO4) Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. sifatnya agak mengasamkan tanah. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan reaksi yang netral. Bersifat lebih cepat larut dalam air. 1. Kapur Gypsum Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Kalium Nitrat (KNO3 Mengandung 13% N dan 44% K2O. dan 12% MgO. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl. gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah.1. 53% S dan sedikit Mg. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam. Ditebarkan dalam sekali aplikasi. Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya. Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. Sifatnya agak sukar larut dalam air.

Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. kandungannya dapat mencapai 909%. e. Berbagai merk. pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih lengkap. Mn. tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH tanah. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam. Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. 5. kecuali yang telah mendapatkan perlakuan khusus. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe. Sebagai sumber boron. kualitas dan analisis telah tersedia di pasaran. sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Pupuk Majemuk Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. . Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis. Namun. bubuk ini tidak lazim digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur. 1. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu. umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun.1. dan Zn. yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik sintesis. Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat. Bubuk Belerang (Elemental Sulfur) Umumnya. Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro. 1. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium molibdat. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk. Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk. karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect). seperti penambahan Ca dan Mg.kendati harganya relatif lebih mahal. sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang beredar di pasaran. Cu. Fe. a.

Karena mudah larut dalam air. b.15. Sebenarnya.16.16. kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun. stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan.15. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan endapan. Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor. dan sebagai puk susulan saat tanaman memasuki fase generatif.20.15.15. Selain itu. perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. seperti saat mulai berbunga. jika udara tidak terlalu panas.15. stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk dalam jaringan daun. tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk majemuk. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit.16. antara lain kandungan unsur hara yang tinggi. variasi analisis pupuk ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan. dengan catatan aplikasinya dilakukan secara . Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. Pupuk Daun Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya. sebagai pupuk pada awal peneneman. Meskipun demikian. variasi analisis pupuk NPK 20. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga masuk ke dalam jaringan daun.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15. Hanya saja. seperti 15.20. Variasi analisis pupuk. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk. Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Karena itu. Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka. sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. misalnya antara NPK 15. dan 20. faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Saat suhu udara terlalu panas. tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman. 16.16. 1.15 dan NPK 16. Sebaliknya.Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun.

Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. Pada tanah asam. c. Namun. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat stomata.12. dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah.14 dilengkapi dengan Mn. y y y y y y Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil. 1. . Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil Daun 14. Tidak disarankan menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. memperbaiki drainase tanah. Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air. penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan kedalam satuan volume air. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk.benar. Mg. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk. B. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. daun akan terbakar. Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi. Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat membukanya stomata. hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Pupuk Organik Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam pupuk buatan. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. Cu dan Zn. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat semprot.

seperti kompos. Umumnya. dan pupuk hijau. sebelum digunakan. C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas. pupuk kandang dapat dikelompokkan menjadi 3 macam. Dalam pengelolaan tanah. cukup kering. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat kehitaman. . kompos. kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat. Dalam dunia pupuk kandang. Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Pupuk kandang berperan dalam kesuburan tanah dengan menambahkan zat dan nutrien. berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. kualitas pakan ternak. tidak menggumpal. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya. Jika C/N rasio tinggi. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Pupuk dingin terjadi sebaliknya. dan tidak berbau menyengat. Organisme yang lebih tinggi kemudian hidup dari jamur dan bakteri dalam rantai kehidupan yang membantu jaring makanan tanah.Pupuk Kandang Pupuk kandang ialah zat organik yang digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian yang berasal dari kotoran ternak. yakni pupuk hewan. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio. pupuk kandang perlu mengalami proses penguraian. seperti nitrogen yang ditangkap bakteri dalam tanah.Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut: . Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil.Kompos Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. dan cara penampungan pupuk kandang. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15. dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain. . Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas.

Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan. Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium. jerami padi. gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi.4% Kalium 0. Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut.Bahan kompos seperti sekam. dan Aspergillus. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100.1 ² 0. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah.5% Kalsium 0. Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi.5% Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman. Micoriza. Nitrogen 0. karena pestisida akan mematikan mikroba.8 ² 1. Streptomyces. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. sampai dengan proses penguraian sempurna. .8 ² 1. Alat semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida.1 ² 0. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksamasebelum menggunakannya.Mikroba Penyubur Tanah Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya sebagai pupuk cair. Selain itu. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam. tidak disarankan . tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara. Lactobacillus. agak lembab. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20.6% Fosfor 0. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. cara penggunaanpun berbeda-beda.

larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah itu. Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. c. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. C. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. lanjutkan dengan pengolahan tanah. Pada jenis pepohonan. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. 1. Pop Up Caranya. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah. larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. a. Setelah penebaran pupuk. tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut. Larikan Caranya. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap. b.menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba. Kemudian setelah pupuk dimasukkan. 1. 1. pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. atau pupuk slow release. 1. aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. . Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang.5-1 kali jari-jari tajuk. Cara Aplikasi 1. Cara Aplikasi Pupuk Kimia 1. pupuk organik. kemudian tutup kembali. 1. d. Karena itu. Penugalan Caranya. seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik.

1. tanah tererosi. Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo. Lewat cara ini. aliran permukaan dan pencucian. dan Green Pride. . Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya. Disisi lain. Cara Aplikasi Pupuk Organik Tanah berpasir. erosi. bekas pertambangan. 2. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien. 1. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). lapangan golf. tetapi berlangsung dalam waktu yang lebih lama sehingga mengurangi kehilangan unsur ke lingkungan. Namun. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. Pengurangan kebutuhan pupuk ini sangat berkaitan dengan efisiensi pemupukan yang semakin meningkat serta menurunnya kehilangan pupuk melalui penguapan. atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau. cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Setelah diberi pupuk organik. OCF. atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. e. dilanjutkan dengan pengolahan tanah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut. -Slow Release Pupuk slow release adalah pupuk yang mampu melepas unsur hara secara lambat dengan volume pelepasan mendekati kapasitas akar tanaman dalam menyerap unsur hara.Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet. sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. Fertigasi Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Lazimnya. akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi. sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam. Taylor (2002). sifat pupuk slow release adalah adanya pengurangan kebutuhan yang diperlukan petani karena dosis pemupukan optimum menurun.

Maka sangat tidak menguntungkan jika urea ditaburkan pada saat matahari sangat terik atau saat jumlah air melimpah. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung. Urea yang terurai oleh air menjadi Carbon Dioksida (CO2) dan Amoniak (NH3). tomat. nitrogen terlebih dahulu diubah menjadi nitrat melalui beberapa tahapan proses alamiah. Pada media tanam dalam pot. RP dan lainnya) Pupuk unsur hara Fosfor (P) yang merangsang pertumbuhan akar. batang dan daun.penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam. sementara itu. Pada jagung. Pupuk Phospat (TSP. 1982. Granada Publishing. urea akan larut dalam air mencapai 79% dan hilang dalam proses pencucian. Pada musim kemarau hampir 55 % dari dosis urea yang ditaburkan hilang oleh penguapan. Selebihnya . (Cooke. Fertilizer For Maximum Yield. SP-36. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus. pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam. sehingga hanya 1/4 hingga 1/3 bagian dari fosfat yang dapat dimanfaatkan tanaman. perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3. CiRP. London) 1. cabai. Kedua senyawa ini pada suhu khatulistiwa 28º ² 31º C akan menjadi gas. membantu asimilasi serta mempercepat pembentukan bunga. khususnya akar benih dan tanaman muda. Sifat fosfat ini bereaksi dengan logam-logam berat. Pupuk Urea Merupakan pupuk Nitrogen untuk pertumbuhan akar. perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. Fosfor berfungsi sebagai bahan pembentuk protein. Dan dimusim hujan. pematangan biji dan buah. 2. 1. Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. dan beberapa jenis sayuran. G. Pupuk Makro 1. Pupuk urea sangat peka terhadap air / uap air dan suhu udara.W. Sebelum diserap oleh akar.

dan fosfor. 60. kadarnya yang rendah dimungkinkan oleh tingginya kebutuhan kelapa sawit akan kalium sehingga terjadi penyerapan yang melebihi unsur hara lainnya. (2002) bahwa untuk menghasilkan sebanyak 27 ton TBS. magnesium. dan air hujan rendah (<5 kg ha-1 tahun-1) (Gupta dan Dubey. (Tan Kim Hong. kelapa sawit memerlukan kalium tertinggi sebanyak 257 kg. sulfur. Untuk kasus kalium. Semua tanaman jenis ini memerlukan sulfur dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan asam amino dalam menghasilkan protein nabati yang terkandung di dalam minyak sawit (Kamprath dan Till. Marcel Dekker Inc. 3. Pupuk MOP (KCL) Merupakan sumber Kalium (K) bagi tanaman. rendahnya kadar sulfur di dalam pupuk yang selama ini dipakai oleh petani kelapa sawit dan rendahnya kemampuan tanah dalam menyediakan sulfur. 1983). Sulfur diperlukan dalam jumlah yang tinggi sesudah nitrogen karena kelapa sawit termasuk tanaman yang bijinya menghasilkan minyak (oil seed). 54. Sedangkan kadar sulfur di dalam tanah kering masam yang jauh dari lokasi industri termasuk sangat rendahrendah (masih <250 ppm) karena sumbangan dari udara. Untuk tanah berpasir dimana poripori tanah cukup besar maka pupuk kalium mudah tercuci dan terbawa aliran air. Fungsi utamanya membantu pembentukan protein dan karbohidrat. . Efek keseluruhannya menyebabkan tertutupnya pori-pori tanah sehingga transportasi udara. 43. 1982. Kalium juga berperan memperkuat tubuh tanaman agar daun. Kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit. Principles of Soil Chemistry. New York) Rendahnya kadar sulfur (S) di dalam tanah disebabkan oleh penyerapan tanaman yang tinggi. Proses ini menjadikan lapisan tanah mengeras. 1. Pupuk yang dipakai oleh petani mengandung sulfur yang sangat rendah sehingga kontribusinya dalam menyediakan sulfur juga rendah. terutama lahan yang sudah berulang kali ditaburi fosfat. air dan unsur hara tidak berjalan serta mikroba-mikroba yang bekerja menyuburkan tanah terancam punah. masing-masing sebanyak 190. kalsium. diikuti oleh nitrogen.membentuk endapan yang sulit larut dalam air (fiksasi). dan 26 kg. 1998). Untuk tanah yang liat kalium yang ditaburkan terikat oleh komponen tanah sehingga hanya 1/4 hingga 1/3 dosis yang dapat terserap tanaman. bunga dan buah tidak mudah gugur. Hal ini dilaporkan oleh Moody et al.

(Pupuk dan Pemupukan. Yang termasuk unsur hara mkro adalah Besi (Fe) Seng (Zn) Tembaga (Cu) Mangan (Mn) Boron (B) dan Molipden (Mo). Peranan unsur hara mikro sangat penting dalam mengaktifkan kinerja enzim dalam berbagai konsep fisiologis yang berlangsung pada tanaman. Sebagai contoh jika tanaman kekurangan tembaga (Cu) menyebabkan ujung daun menjadi layu bahkan menyebabkan klorosis. Jurusan Ilmu Tanah. Universitas Islam Sumatera Utara. Fakultas Pertanian.Pupuk Mikro Unsur hara mikro sangat dibutuhkan tanaman sekalipun dalam jumlah yang kecil. Medan) . Manakala tanaman kekurangan satu atau lebih unsur hara mikro maka akan terjadi gejala yang tidak baik dalam pertumbuhannya. Sedangkan kekurangan Seng (Zn) menyebabkan daun menjadi kekuning-kuningan atau kemerahan.

KELOMPOK : HAIRUNNISA Hilda Puspita Sari Marlina Rizky Maulida Tamia Sahab Humairoh .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful