JENIS-JENIS PUPUK

Pupuk didefinisikan sebagai material yang ditambahkan ketanah atau tajuk tanaman dengan tujuan untuk melengkapi katersediaan unsur hara. Bahan pupuk yang paling awal adalah kotoran hewan, sisa pelapukan tanaman dan arang kayu. Pemakaian pupuk kimia kemudian berkembang seiring dengan ditemukannya deposit garam kalsium di Jerman pada tahun 1839. Dalam pemilihan pupuk perlu diketahui terlebih dahulu jumlah dan jenis unsur hara yang dikandungnya, serta manfaat dari berbagai unsur hara pembentuk pupuk tersebut. Setiap kemasan pupuk yang diberi label yang menunjukkan jenis dan unsur hara yang dikandungnya. Kadangkala petunjuk pemakaiannya juga dicantumkan pada kemasan.karena itu, sangat penting untuk membaca label kandungan pupuk sebelum memutuskan untuk membelinya. Selain menentukan jenis pupuk yang tepat, perlu diketahui juga cara aplikasinya yang benar, sehingga takaran pupuk yang diberikan dapat lebih efisien. Kesalahan dalam aplikasi pupuk akan berakibat pada terganggunya pertumbuhan tanaman. Bahkan unsur hara yang dikandung oleh pupuk tidak dapat dimanfaatkan tanaman. 1. A. Penggolongan Pupuk Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya, kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi. Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea hanya mengandung unsur nitrogen. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara. Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.

sedangkan ion amonium lebih lemah. Wujud pupuk ini butiran kristal mirip garam dapur dan terasa asin di lidah. Namun . Dewi Sri Rama Semut. fosfor.Menurut cara aplikasinya. produksi PT. Contoh pupuk daun adalah Gandasil B dan D. PUPUK NPK: Pupuk NPK adalah pupuk buatan yang berbentuk cair atau padat yang mengandung unsur hara utama nitrogen. Pupuk Kalimantan Timur Kujang. zwavelzure ammoniak. pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk akar. produksi CV. pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast release dan pupuk slow release. PUPUK ZA: Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dirancang untuk memberi tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman. NPK. dan Vitabloom. dan kalium. Nama ZA adalah singkatan dari istilah bahasa Belanda. Karena ion sulfat larut secara kuat. Grow More. Pupuk ini higroskopis (mudah menyerap air) walaupun tidak sekuat pupuk urea. Pupuk akar diserap tanaman lewat akar dengan cara penebaran di tanah. Pupuk NPK merupakan salah satu jenis pupuk majemuk yang paling umum digunakan. Pupuk Kujang Niphoska. yang berarti amonium sulfat (NH4SO4). Dharma Niaga Menurut cara melepaskan unsur hara. sehingga biasanya pemberiannya dimaksudkan sebagai sumber pemasok hara belerang pada tanah-tanah yang miskin unsur ini. Pupuk ZA mengandung belerang 24 % dan nitrogen 21 %. dan Dolomit. Sifat ini perlu diperhatikan dalam penyimpanan dan pemberiannya. pupuk ini berpotensi menurunkan pH tanah yang terkena aplikasinya. Merek Pupuk NPK NPK NPK NPK NPK NPK Phonska. bukan hanya karena diserap oleh tanaman tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea. produksi PT. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Kandungan nitrogennya hanya separuh dari urea. Contoh pupuk akar adalah urea. produksi CV. ZA dan KCL. Petrokimia Gresik Pelangi. produksi PT. Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis.

Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu lama. Dengan demikian. manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Contohnya Methylin urea. Untuk menyediakan nitrogen pada tembakau. nitrogen mudah berubah menjadi gas N2. gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO3-) dengan kandungan nitrogen minimal 50%. Amonium Nitrat Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah. Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis. Pada padi sawah. Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan kebutuhan tanaman. Contohnya. umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga pemakaiannya perlu lebih hati-hati. 1. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman. polimer coated urea dan sulfur coated urea. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah amonium yang tinggi. lebih baik gunakan pupuk berbentuk amonium (NH4+) karena pada tanah yang tergenang. Jenis-jenis Pupuk 1. kecuali pada tembakau dan padi.demikian. pupuk ini menjadi pengganti wajib urea sebagai pemasok nitrogen bagi pertanaman tebu karena tebu akan mengalami keracunan bila diberi pupuk urea. a. 1. Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. 1. Pupuk ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak dengan daun. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya harus lebih sering. sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. B. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan pupuk menggunakan zat kimia. Pupuk Sumber Nitrogen Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang disediakan oleh pupuk. . Pupuk jenis ini harganya sangat mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.

Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok untuk pupuk dasar. 1. c. 1. a. Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat kekuningan. Sifat reksinya asam. b. Amonium Phospat Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11. . wortel dan tembakau. 3.1.48. Selain itu. dan sebagai sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. Diamonium Phospat memiliki (DAP) analisis 16. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). Lebih disarankan dipakai didaerah panas. 1. Pupuk Sumber Fosfor 1. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. Urea (CO(NH2)2) Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). b.0 atau 18. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur (S). pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. d. tidak higroskopis dan bersifat membakar. Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. a.0. 1. sangat cepat larut didalam air. dan bersifat higroskopis.46. Kalsium Nitrat Pupuk ini berbentuk butiran. Sifat lainnya adalah tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena indeks garamnya rendah. Pupuk Sumber Kalium 1.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat. Reaksi kimianya tergolong netral. Kalium Chlorida (KCl) Mengandung 45% K2O dan khlor. bereaksi agak asam. misalnya kentang. Amonium Sulfat (NH4)2 SO4 Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. berwarna putih. Khlor berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya. juga menguap dalam bentuk amonia. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar.0. sifat lainnya adalah bereaksi basa dan higroskopis. SP36 Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P2O5. 2. 1. Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan pupuk ini sangat higroskopis. berbentuk kristal dan kurang higroskopis. sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH rendah.52.

Bersifat lebih cepat larut dalam air. misalnya pada tanah di daerah pantai. gypsum yang ditebarkan akan menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk bubuk. Mengandung 39% Ca. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat higroskopis dengan reaksi yang netral. 53% S dan sedikit Mg. Kalium Sulfat (K2SO4) Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. 1. 4. d. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH tanah. seperti tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini. Warnanya putih dan butirannya halus. a. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl. Kapur Dolomit Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. Dapat digunakan untuk pupuk dasar sesudah tanam. Ditebarkan dalam sekali aplikasi. pupuk ini juga bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam. dan 12% MgO. Kalium Nitrat (KNO3 Mengandung 13% N dan 44% K2O. 1. Jika terkena air. c.1. Kelarutannya agak rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg. Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder 1. Pupuk ini mengandung 9099% Ca. Kapur Kalsit Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. 1. Kapur Gypsum Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Semakin halus butirannya akan semakin baik kualitasnya. 1. Bentuknya berupa tepung putih yang larut didalam air. Sifatnya agak sukar larut dalam air. sifatnya agak mengasamkan tanah. Mengandung 30% K2O. Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat) Berbentuk butiran berwarna kuning. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. c. b. 12% S. Gypsum digunakan untuk menetralisir tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi. b. . 1.

1.1.kendati harganya relatif lebih mahal. Mn. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam. Sebagai sumber boron. kandungannya dapat mencapai 909%. Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas. Berbagai merk. Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis. Cu. bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar. karena bubuk sulfur dapat mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect). sehingga tahan disimpan dan tidak cepat menggumpal. Namun. sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. Bubuk Belerang (Elemental Sulfur) Umumnya. Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut chelat. Selain terdapat dalam berbagai jenis pupuk. Contoh pupuk mikro yang berbentuk garam organik adalah Cu. bubuk ini tidak lazim digunakan untuk mengatasi masalah defisiensi sulfur. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe. Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang dilakukan oleh koloid tanah. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro. 5. 1. kualitas dan analisis telah tersedia di pasaran. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak digunakan sebagai pupuk daun. dan Zn. Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan sulfat. kecuali yang telah mendapatkan perlakuan khusus. tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan pH tanah. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium molibdat. seperti penambahan Ca dan Mg. . Pupuk Majemuk Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. pupuk majemuk tetap dipilih karena kandungan haranya lebih lengkap. yakni bentuk garam anorganik dan bentuk organik sintesis. Fe. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2. Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk. a. e. unsur hara mikro juga disediakan oleh pupuk majemuk yang beredar di pasaran. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai membutuhkan tambahan Zn dari pupuk.

variasi analisis pupuk ini sebaiknya tidak dipilih karena bagian yang menggumpal tidak dapat digunakan. misalnya antara NPK 15. kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara pada pupuk majemuk.15 dan NPK 16. variasi analisis pupuk NPK 20. Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor. Sebaliknya. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk mempercepat perkembangan bibit. sifat pupuk daun menjadi sangat higroskopis. 16. Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah dibuka. seperti saat mulai berbunga. Hanya saja.15. Meskipun demikian.16. stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk dalam jaringan daun. dengan catatan aplikasinya dilakukan secara .15. Sebenarnya. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam air tanpa menyisakan endapan. Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Selain itu.15. tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada tanaman.20.16.15. seperti 15. Sebagian besar stomata terletak di bagian bawah daun. Sebagai faktor utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen. Saat suhu udara terlalu panas.16. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk. Karena mudah larut dalam air. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun juga masuk ke dalam jaringan daun.20 memiliki kandungan hara yang lebih tinggi daripada NPK 15. perbedaan variasinya bisa jadi sangat kecil. Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Variasi analisis pupuk. dan sebagai puk susulan saat tanaman memasuki fase generatif. jika udara tidak terlalu panas.contoh cara mempertimbangkan pemilihan pupuk majemuk. tetapi sifatnya sangat higroskopis sehingga mudah sekali menggumpal.Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak.15. Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh beberapa unsur mikro. sebagai pupuk pada awal peneneman. Pupuk Daun Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. antara lain kandungan unsur hara yang tinggi.20. stomata akan menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan. dan 20.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang seimbang. Karena itu. kandungan unsur hara mikro dan harga perkilogramnya. b. Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman sehingga air dari akar dapat sampai daun. 1.16.

dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air. Cu dan Zn. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam penyemprotan pupuk daun. Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan kedalam satuan volume air. 1. Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala pada alat semprot. Dalam pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah daun karena paling banyak terdapat stomata. Pupuk Organik Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang sempat di dalam pupuk buatan. Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena bertepatan pada saat membukanya stomata.14 dilengkapi dengan Mn. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. c. . B. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang diperlukan juga lebih banyak. Mg. Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan kualitas aerasi. Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air. Tidak disarankan menyemprotkan pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH tanah. Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation tanah. Contoh pupuk daun yang beredar di pasaran yaitu Gandasil Daun 14. Berikut ini beberapa manfaat dari pupuk organik. Pada tanah asam.12.benar. memperbaiki drainase tanah. hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Namun. daun akan terbakar. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Jika konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan. y y y y y y Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh lebih kecil.

dan cara penampungan pupuk kandang. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran cairnya.Pupuk Kandang Pupuk kandang ialah zat organik yang digunakan sebagai pupuk organik dalam pertanian yang berasal dari kotoran ternak. cukup kering. . . sebelum digunakan. dan tidak berbau menyengat. pupuk kandang perlu mengalami proses penguraian.seperti kompos. Jika C/N rasio tinggi. berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna.Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut: . Pupuk dingin terjadi sebaliknya. Pupuk panas adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk panas. Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis ternak lain. Ciri fisiknya yaitu berwarna cokelat kehitaman. kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran padat. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15. dan pupuk hijau. C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai lebih lama dan tidak menimbulkan panas. pupuk kandang dapat dikelompokkan menjadi 3 macam. dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. kompos. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio). Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Bahan kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan C/N rasio rendah. yakni pupuk hewan. seperti nitrogen yang ditangkap bakteri dalam tanah. Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan temperaturnya relatif stabil.Kompos Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme pengurai. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio. Dalam pengelolaan tanah. Umumnya. Dalam dunia pupuk kandang. kualitas pakan ternak. Pupuk kandang berperan dalam kesuburan tanah dengan menambahkan zat dan nutrien. Organisme yang lebih tinggi kemudian hidup dari jamur dan bakteri dalam rantai kehidupan yang membantu jaring makanan tanah. tidak menggumpal. Kualitas pupuk kandang sangat tergantung pada jenis ternak.

sampai dengan proses penguraian sempurna. Proses pembuatan kompos akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. agak lembab. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur dengan seksamasebelum menggunakannya. Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium.4% Kalium 0. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam. tidak disarankan . cara penggunaanpun berbeda-beda. Tergantung dari jenis bahan asal yang digunakan dan cara pembuatan kompos. jerami padi. Alat semprot yang digunakan sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida. Nitrogen 0.8 ² 1.8 ² 1. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan tanah. Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum terurai sempurna terpaksa digunakan. Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Aplikasi mikroba sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. . Kandungan unsur hara kompos sebagai berikut.5% Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman.Bahan kompos seperti sekam. Lactobacillus. Streptomyces.5% Kalsium 0. Micoriza. karena pestisida akan mematikan mikroba.1 ² 0. tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara.Mikroba Penyubur Tanah Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat dan mengemasnya sebagai pupuk cair. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk menyediakan unsur hara. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman.6% Fosfor 0. batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N rasio antara 50-100.1 ² 0. dan Aspergillus. gembur dan bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi. Jumlah mikroba yang telah disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. Selain itu.

Tanaman dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara larikan. Tempatkan pupuk di dalam larikan tersebut. lanjutkan dengan pengolahan tanah. c. larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. 1. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat langsung ditempatkan di atas tanah. Pop Up Caranya. pupuk organik. 1. Hindari membuat larikan hanya pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang. Kemudian setelah pupuk dimasukkan. Setelah itu. d. tutup kembali lubang dengan tanah untuk menghindari penguapan. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36. a. pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit.menyemprotkan pestisida terutama fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling pohon dengan jari-jari 0. 1. Pada jenis pepohonan. Pupuk yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau biji. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau kedua sisi baris tanaman. tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. Karena itu. buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. C. Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. Tidak disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap. aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan pupuk (bergantian). seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik.5-1 kali jari-jari tajuk. 1. 1. kemudian tutup kembali. Larikan Caranya. Penugalan Caranya. atau pupuk slow release. Cara Aplikasi Pupuk Kimia 1. Cara Aplikasi 1. Cara ini menyebabkan distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. b. Setelah penebaran pupuk. Lubang tersebut dibuat dengan alat tugal. .

Cara Aplikasi Pupuk Organik Tanah berpasir. 2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut. . akurasi dan penyerapan pupuk oleh akar dapat lebih tinggi. Setelah diberi pupuk organik. Taylor (2002). dan Green Pride. erosi. Namun. sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam bentuk pelet atau konsentrat. sifat pupuk slow release adalah adanya pengurangan kebutuhan yang diperlukan petani karena dosis pemupukan optimum menurun. -Slow Release Pupuk slow release adalah pupuk yang mampu melepas unsur hara secara lambat dengan volume pelepasan mendekati kapasitas akar tanaman dalam menyerap unsur hara.Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet. aliran permukaan dan pencucian. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. bekas pertambangan. lapangan golf. 1. Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam. Lewat cara ini. dilanjutkan dengan pengolahan tanah. OCF. cara ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. atau tanah sangat padat yang mudah retak pada musim kemarau. atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Cara ini telah banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI). sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum digunakan untuk bercocok tanam. Lazimnya. Fertigasi Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses penebarannya. Disisi lain. e. 1. tanah tererosi. tetapi berlangsung dalam waktu yang lebih lama sehingga mengurangi kehilangan unsur ke lingkungan. Pupuk organik seperti ini diantaranya dipasarkan dengan merk dagang Ostindo. Pengurangan kebutuhan pupuk ini sangat berkaitan dengan efisiensi pemupukan yang semakin meningkat serta menurunnya kehilangan pupuk melalui penguapan. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien.

nitrogen terlebih dahulu diubah menjadi nitrat melalui beberapa tahapan proses alamiah. (Cooke. RP dan lainnya) Pupuk unsur hara Fosfor (P) yang merangsang pertumbuhan akar. khususnya akar benih dan tanaman muda. Fertilizer For Maximum Yield. sementara itu. dan beberapa jenis sayuran. cabai. Dan dimusim hujan. Granada Publishing. membantu asimilasi serta mempercepat pembentukan bunga.W. Sifat fosfat ini bereaksi dengan logam-logam berat. Urea yang terurai oleh air menjadi Carbon Dioksida (CO2) dan Amoniak (NH3). 1. perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3. Pupuk Makro 1. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung. SP-36. Sebelum diserap oleh akar. tomat. London) 1. Pada musim kemarau hampir 55 % dari dosis urea yang ditaburkan hilang oleh penguapan. 1982. Pada jagung. CiRP.penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih dalam. Fosfor berfungsi sebagai bahan pembentuk protein. Pada media tanam dalam pot. Maka sangat tidak menguntungkan jika urea ditaburkan pada saat matahari sangat terik atau saat jumlah air melimpah. perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah 1:1. batang dan daun. urea akan larut dalam air mencapai 79% dan hilang dalam proses pencucian. G. Kedua senyawa ini pada suhu khatulistiwa 28º ² 31º C akan menjadi gas. Pupuk Phospat (TSP. sehingga hanya 1/4 hingga 1/3 bagian dari fosfat yang dapat dimanfaatkan tanaman. Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis banyak yang diberikan sekaligus. pematangan biji dan buah. Selebihnya . 2. pupuk organik sebaiknya ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam. Pupuk urea sangat peka terhadap air / uap air dan suhu udara. Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit yakni minimal satu minggu. Pupuk Urea Merupakan pupuk Nitrogen untuk pertumbuhan akar.

Sulfur diperlukan dalam jumlah yang tinggi sesudah nitrogen karena kelapa sawit termasuk tanaman yang bijinya menghasilkan minyak (oil seed). 54. Sedangkan kadar sulfur di dalam tanah kering masam yang jauh dari lokasi industri termasuk sangat rendahrendah (masih <250 ppm) karena sumbangan dari udara. Semua tanaman jenis ini memerlukan sulfur dalam jumlah yang banyak untuk pembentukan asam amino dalam menghasilkan protein nabati yang terkandung di dalam minyak sawit (Kamprath dan Till. sulfur. 1. dan fosfor. kadarnya yang rendah dimungkinkan oleh tingginya kebutuhan kelapa sawit akan kalium sehingga terjadi penyerapan yang melebihi unsur hara lainnya. Principles of Soil Chemistry. New York) Rendahnya kadar sulfur (S) di dalam tanah disebabkan oleh penyerapan tanaman yang tinggi. Untuk tanah berpasir dimana poripori tanah cukup besar maka pupuk kalium mudah tercuci dan terbawa aliran air. Fungsi utamanya membantu pembentukan protein dan karbohidrat. dan air hujan rendah (<5 kg ha-1 tahun-1) (Gupta dan Dubey. 1983). kalsium. 43. diikuti oleh nitrogen. 1998). kelapa sawit memerlukan kalium tertinggi sebanyak 257 kg. rendahnya kadar sulfur di dalam pupuk yang selama ini dipakai oleh petani kelapa sawit dan rendahnya kemampuan tanah dalam menyediakan sulfur. terutama lahan yang sudah berulang kali ditaburi fosfat. dan 26 kg. Marcel Dekker Inc. Kalium juga berperan memperkuat tubuh tanaman agar daun. 60.membentuk endapan yang sulit larut dalam air (fiksasi). . Untuk tanah yang liat kalium yang ditaburkan terikat oleh komponen tanah sehingga hanya 1/4 hingga 1/3 dosis yang dapat terserap tanaman. masing-masing sebanyak 190. Untuk kasus kalium. magnesium. Hal ini dilaporkan oleh Moody et al. 3. Proses ini menjadikan lapisan tanah mengeras. bunga dan buah tidak mudah gugur. 1982. (2002) bahwa untuk menghasilkan sebanyak 27 ton TBS. (Tan Kim Hong. air dan unsur hara tidak berjalan serta mikroba-mikroba yang bekerja menyuburkan tanah terancam punah. Pupuk MOP (KCL) Merupakan sumber Kalium (K) bagi tanaman. Pupuk yang dipakai oleh petani mengandung sulfur yang sangat rendah sehingga kontribusinya dalam menyediakan sulfur juga rendah. Efek keseluruhannya menyebabkan tertutupnya pori-pori tanah sehingga transportasi udara. Kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.

(Pupuk dan Pemupukan. Fakultas Pertanian. Jurusan Ilmu Tanah.Pupuk Mikro Unsur hara mikro sangat dibutuhkan tanaman sekalipun dalam jumlah yang kecil. Universitas Islam Sumatera Utara. Yang termasuk unsur hara mkro adalah Besi (Fe) Seng (Zn) Tembaga (Cu) Mangan (Mn) Boron (B) dan Molipden (Mo). Sebagai contoh jika tanaman kekurangan tembaga (Cu) menyebabkan ujung daun menjadi layu bahkan menyebabkan klorosis. Medan) . Sedangkan kekurangan Seng (Zn) menyebabkan daun menjadi kekuning-kuningan atau kemerahan. Peranan unsur hara mikro sangat penting dalam mengaktifkan kinerja enzim dalam berbagai konsep fisiologis yang berlangsung pada tanaman. Manakala tanaman kekurangan satu atau lebih unsur hara mikro maka akan terjadi gejala yang tidak baik dalam pertumbuhannya.

KELOMPOK : HAIRUNNISA Hilda Puspita Sari Marlina Rizky Maulida Tamia Sahab Humairoh .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful