P. 1
BAB V

BAB V

|Views: 101|Likes:

More info:

Published by: Putri Brikke Sukma Hartati on Jan 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6

BAB V PERENCANAAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN DAN PIPA VENTILASI
Suatu gedung bertingkat memerlukan sistem pembuangan untuk membuang air kotor tanpa mencemari sesuatu, mencegah masuknya udara yang tidak diinginkan ke ruangan, dan mencegah terjadinya cross connection antara dua mutu air yang berbeda. Untuk memenuhi hal diatas diperlukan perencanaan sistem pembuangan air buangan.

5.1. PENENTUAN SISTEM PENYALURAN AIR BUANGAN
Sebelum dilakukan perhitungan mengenai penyaluran air buangan, maka terlebih dahulu ditentukan sistem yang akan digunakan untuk membuang air buangan. Dalam hal ini, prinsip sistemnya adalah pembuangan air buangan dari tiap ruang saniter pada setiap lantai, kemudian dilanjutkan pada pipa tegak yang mengumpulkan air buangan ke IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) melalui pipa pengumpul air buangan. Sehingga dalam hal ini, akan terdapat tiga macam penentuan dimensi air buangan diantaranya penentuan dimensi air buangan pada tiap ruang saniter pada tiap lantai, penentuan dimensi pipa tegak tiap ruang saniter pada tiap lantai dan penentuan dimansi pipa pada pipa pengumpul air buangan atau pipa pembuangan gedung menuju IPAL.

PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.100.079

75

100. Isometri Dimensi Pipa Buangan Ruang Saniter Tipe A PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 Perencanaan Air Buangan pada gedung perkantoran bertingkat enam ini dapat dilihat pada skema berikut ini : Gambar 5. Denah Sistem Gambar 5.079 76 .2.1.

Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 Gambar 5.100. Isometri Dimensi Pipa Buangan Ruang Saniter Tipe B Gambar 5.3.079 77 .4. Isometri Dimensi Pipa Buangan Ruang Saniter Tipe C PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.

Nilai unit alat plambing tersebut dapat dilihat pada tebel unit alat plambing sebagai beban. Ukuran dimensi pipa cabang horinzontal dan pipa tegak dapat dilihat pada tabel beban maksimum alat plambing yang diizinkan (sumber: tabel 6.16. PENENTUAN DIMENSI PIPA AIR BUANGAN RUANG SANITER Dalam perencanaan ini. setiap alat atau kelompok (sumber: tabel 4. sehingga pipa pembuangan tidak selalu terisi air. 3.079 78 .N. Nilai beban UAP ini dapat dilihat pada Tabel 5. Menentukan nilai beban UAP kumulatif dari setiap alat plambing sampai pada alat plambing yang paling akhir dari setiap jalur. Menentukan besarnya beban unit alat plambing dari setiap alat plambing pada setiap jalur yang telah ditetapkan. Diameter pipa air buangan yang meliputi pipa buangan cabang mendatar atau horizontal dan pipa buangan tegak. (Morimura).1.4.7. penentuan dimensi pipa air buangan didasarkan pada metoda unit alat plambing. Untuk mencegah hal tersebut maka dipasang perangkap. biasanya berbentuk huruf ³U´ yang akan menahan bagian terakhir dari air penggelontor.1. Morimura). Perhitungan dimensi pipa air buangan untuk sistem plambing dalam perencanaan ini dapat dilihat pada tabel selanjutnya. hal ini dapat menyebabkan masuknya gas yang berbau atau beracun bahkan serangga.N. buku plambing.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 5. Jalur setiap sistem tersebut ditentukan karena penentuan dimensi pipa air buangan dilakukan berdasarkan unit alat plambing komulatif. & T. Soufyan M. Ukuran dimensi pipa cabang horizontal dan vertikal (tegak) dapat dilihat pada tabel 4. yaitu unit alat plambing yang berperan sebagai beban setiap alat atau kelompok dalam pengaliran air pada pipa air buangan. sehigga merupakan suatu penyekat yang mencegah masuknya gas-gas tersebut.100. & T. Soufyan M. Langkah-langkah penentuan dimensi pipa air buangan adalah sebagai berikut : 1. 2. Menentukan daerah atau jalur tiap sistem pada ruang saniter. Perangkap atau interseptor tersebut digunakan karena alat plambing tidak digunakan secara terus menerus. PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308. Pada perencanaan ini air buangan dilengkapi pula dengan perangkap atau interseptor. Morimura).16 buku plambing. dapat ditentukan berdasarkan jumlah unit alat plambing di setiap ruang saniter.

6. Alat Plambing 2. Diameter Pipa Dipakai : 32 mm (didapatkan dari diameter pipa maksimum) : inch (Diameter pipa yang dipakai dalam satuan mm dikonversi menjadi inch. Penentuan dimensi pipa tegak air buangan ini hampir sama dengan penentuan pipa horizontal pada ruang saniter.b 1. (Morimura).079 79 . dilihat dari Tabel 5. 6. (Morimura). Menentukan diameter perangkap minimum untuk masing-masing alat plambing sesuai Tabel 5.) PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308. Diameter Pipa Minimum plambing urinoir) 5.3. Untuk tipe alat plambing urinoir) : 1(didapatkan dari pengakumulasian UAP alat plambing sebelum jalur tersebut dan pada jalur tersebut) 4. Akumulasi UAP : lavatory : 1 (didapatkan dari tabel 2. Diameter Pipa Maksimum : 32 mm (didapatkan dari tabel 2. Hanya untuk diameter yang didapatkan. Untuk besarnya : 32 mm (didapatkan dari tabel 2. Menentukan slope yang akan digunakan pada pipa air buangan masing-masing alat plambing yang akan menuju pipa tegak dari Tabel 5.6. karena diameter yang ada di pasaran dalam satuan inch.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 4. Untuk tipe alat akumulasi UAP pada jalur tersebut) 6. jumlah untuk satu pipa tegak.100. Pipa tegak berfungsi untuk menyalurkan air buangan dari ruang saniter dari setiap lantai untuk kemudian dialirkan menuju instalasi pengolahan air limbah di belakang gedung.7. 5. (Morimura). (Morimura) pada bagian pipa tegak dengan tinggi lebih dari tiga tingkat. Menentukan diameter pipa alat plambing maksimum dari Tabel 5. UAP dari urinoir 3. Pipa mendatar air buangan berfungsi untuk menyalurkan air buangan di dalam setiap ruang saniter menuju ke masing-masing pipa tegaknya. Adapun contoh perhitungan dimensi pipa mendatar air buangan pada salah satu jalur : Jalur a . Diameter Pipa Dipakai 7. Dan jika diameter pipa air buangan maksimum lebih kecil dari diameter perangkap minimumnya maka diambil nilai dari diameter perangkap minimum yang sesuai standar untuk setiap alat plambing.

100. Perhitungan Dimensi Pipa Mendatar dan Tegak Air Buangan Ruang Saniter Tipe A JALUR UAP AKUMULAS I UAP UKURAN PIPA MINIMUM (mm) a-b b-c c-d d-e e-f f-g g-h h-i i-w j-k k-l l-m m-n n-o o-w p-q 1 1 1 0. UAP 2.079 80 .5 8 0.5 (didapatkan dari pengakumulasian UAP alat plambing sebelum jalur tersebut dan pada jalur tersebut) 3.5 8 0.5 13 21 29 37 37. Diameter Pipa Maksimum : 100 mm (didapatkan dari tabel 2.5 12 12.) Berikut ini adalah perhitungan dari penentuan dimensi pipa air buangan: Tabel 5. Diameter Pipa Dipakai 5.5 8 4 1 2 3 3.5 8 0.5 (didapatkan dari Akumulasi UAP pada pipa mendatar) : 64.5 8 0. Diameter Pipa Dipakai : 100 mm (didapatkan dari diameter pipa maksimum) : 4 inch (Diameter pipa yang dipakai dalam satuan mm dikonversi menjadi inch. Untuk besarnya akumulasi UAP pada jalur tersebut) 4.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 Adapun contoh perhitungan dimensi pipa tegak air buangan pada salah satu jalur : Lantai 6-5 1. Akumulasi UAP : 64.5 32 32 32 40 75 40 75 40 75 40 75 40 75 40 75 40 UKURAN PIPA BERDASARKAN BEBAN UAP MAKSIMUM (mm) 32 40 40 50 75 75 75 75 100 100 100 100 100 100 100 100 UKURAN PIPA DIPAKAI (mm) 32 40 40 50 75 75 75 75 100 100 100 100 100 100 100 100 UKURAN PIPA DIPAKAI (inch) 1 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308. karena diameter yang ada di pasaran dalam satuan inch.1.5 50.5 46.5 8 0.5 38 38.5 11.

2.5 64. Perhitungan Dimensi Pipa Mendatar dan Tegak Air Buangan Ruang Saniter Tipe B UKURAN PIPA MINIMUM (mm) 40 40 40 40 75 40 75 40 75 32 32 75 40 75 40 75 32 32 32 UKURAN PIPA BERDASARKAN BEBAN UAP MAKSIMUM (mm) 50 65 75 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 UKURAN PIPA DIPAKAI (mm) 50 65 75 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 UKURAN PIPA DIPAKAI (inch) 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 JALUR a-b b-c c-d d-e e-f f-g g-h h-i i-j k-l l-j m-n n-o o-p p-q q-r r-u s-t t-u UAP 4 4 4 4 8 0.5 258 322.5 8 0.5 8 0.5 8 1 1 8 0.5 63.5 59.100.5 58.5 64.5 32.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 q-r r-s s-t v-u u-t 4 4 4 1 1 54.5 60 68 69 70 71 PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.5 64.5 33 41 42 43 51 51.5 64.5 64.5 8 1 1 1 AKUMULASI UAP 4 8 12 16 24 24.5 64.5 129 193.5 62.5 64.079 81 .5 40 40 40 32 32 PIPA TEGAK Lantai 6-5 Lantai 5-4 Lantai 4-3 Lantai 3-2 Lantai 2-1 Lantai 1-GR 64.5 387 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 4 4 4 4 4 4 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 4 4 4 4 4 Tabel 5.

5 8 4 4 4 4 1 1 1 8 0.5 54.5 71. Perhitungan Dimensi Pipa Mendatar dan Tegak Air Buangan Ruang Saniter Tipe C JALUR UAP AKUMULASI UAP UKURAN PIPA MINIMUM UKURAN PIPA BERDASARKAN BEBAN UAP MAKSIMUM (mm) a-b b-c c-d d-e e-f f-g g-h h-p i-j j-k k-l l-m m-n n-o o-p q-r r-s s-t t-u u-v v-w 1 1 0.5 27.5 8 0.100.5 44.5 46.5 72 32 32 40 75 40 75 40 75 40 40 40 40 32 32 32 75 40 75 40 75 40 (mm) 32 40 40 75 75 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 (mm) 32 40 40 75 75 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 (inch) 1 2 2 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 UKURAN PIPA DIPAKAI UKURAN PIPA DIPAKAI PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 PIPA TEGAK Lantai 6-5 Lantai 5-4 Lantai 4-3 Lantai 3-2 Lantai 2-1 Lantai 1-GR 71 71 71 71 71 71 71 142 213 284 355 426 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 4 4 4 4 4 4 Tabel 5.5 45.5 11 19 19.5 31.5 1 2 2.5 55 63 63.5 8 0.5 39.5 10.079 82 .3.5 35.5 8 0.5 43.5 8 0.

Semua pipa pengering alat plambing disambung langsung kepada pipa tegak air buangan.5 387 150 3.2.5 150 3. Sistem ini disebut juga sistem pipa pembuangan tunggal. Tabel 5. hanya ada ven pipa tegak saja dan tidak dipasang pipa ven jenis lainnya.5 150 3. Sistem ini dapat diterapkan pada gedung dimana pipa tegak air buangan dapat dipasang dekat alat-alat plambing.079 83 . PENENTUAN SISTEM VEN Dalam gedung yang menggunakan sistem ini.5 258 150 3. 2010 5.100.5 193.4 Perhitungan Dimensi Pipa Ven Saniter A Panjang Diameter Pipa Beban Pipa Ven Tegak UAP Tegak (mm) (m) 64.5 Diameter Pipa Tegak Ven (mm) 100 100 100 100 100 100 No Lantai 1 2 3 4 5 6 Lantai 6 Lantai 5 Lantai 4 Lantai 3 Lantai 2 Lantai 1 PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.5 100 3.5 322.5 129 125 3.Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 pipa tegak Lantai 6-5 Lantai 5-4 Lantai 4-3 Lantai 3-2 Lantai 2-1 Lantai 1GR 72 72 72 72 72 72 72 144 216 288 360 432 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 4 4 4 4 4 4 Sumber : Hasil Perhitungan.

Perencanaan Plambing Gedung Bertingkat 6 Tabel 5.5 432 150 3.100.5 144 125 3.5 360 150 3.5 Diameter Pipa Tegak Ven (mm) 100 100 100 100 100 100 No Lantai 1 2 3 4 5 6 Lantai 6 Lantai 5 Lantai 4 Lantai 3 Lantai 2 Lantai 1 Tabel 5.5 288 150 3.5 Perhitungan Dimensi Pipa Ven Saniter B Panjang Diameter Pipa Beban Pipa Ven Tegak UAP Tegak (mm) (m) 71 100 3.5 213 150 3.6 Perhitungan Dimensi Pipa Ven Saniter C Panjang Diameter Pipa Beban Pipa Ven Tegak UAP Tegak (mm) (m) 72 100 3.5 355 150 3.5 426 150 3.5 Diameter Pipa Tegak Ven (mm) 100 100 100 100 100 100 No Lantai 1 2 3 4 5 6 Lantai 6 Lantai 5 Lantai 4 Lantai 3 Lantai 2 Lantai 1 PUTRI BRIKKE SUKMA HARTATI 3308.5 284 150 3.5 216 150 3.5 142 125 3.079 84 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->