P. 1
Sistem Informasi Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman

Sistem Informasi Produksi Kakao (Theobroma cacao L.) di Kecamatan Lima Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman

4.62

|Views: 4,177|Likes:
Published by mazterijo
Please visit http://santosa764.blogspot.com
Please visit http://santosa764.blogspot.com

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: mazterijo on Nov 15, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2015

pdf

text

original

Kakao merupakan satu-satunya diantara 22 jenis marga Theobroma, suku
Sterculiaceae yang diusahakan secara komersial. Menurut Tjitrosoepomo (1988),
sistematika tanaman kakao adalah sebagai berikut.
Divisi

: Spermatophyta
Anak divisi : Angiospermae
Kelas

: Dicotyledoneae
Anak kelas : Dialypetalae
Bangsa

: Malvales

Suku

: Sterculiaceae

Marga

: Theobroma

Jenis

: Theobroma cacao L.
Menurut Cheesman (cit. Wood dan Lass, 2001), kakao dibagi tiga kelompok
besar, yaitu criollo , forastero dan trinitario. Sifat criollo adalah pertumbuhannya
kurang kuat, daya hasil lebih rendah daripada forastero, relatif gampang terserang
hama dan penyakit. Permukaan kulit buah criollo kasar, berbenjol-bonjol, dan
alur-alurnya jelas. Kulit ini tebal tetepi lunak sehingga mudah dipecah. Kadar
lemak dalam biji lebih rendah daripada forastero tetapi ukuran bijinya besar,
bentuknya bulat, dan memberikan citarasa khas yang baik. Lama fermentasi
bijinya lebih singkat daripada tipe forastero. Dalam tata niaga kakao criollo
termasuk kelompok kakao mulia (fine-flavoured), sementara itu kakao forastero
termasuk kakao lindak (bulk).
Kelompok kakao trinitario merupakan hibrida criollo dengan forastero.
Sifat morfologi dan fisiologinya sangat beragam, demikian juga daya dan mutu
hasilnya. Dalam tata niaga, kelompok trinitario dapat masuk ke dalam kakao
mulia dan lindak, bergantung pada mutu bijinya (Pusat Penelitian Kopi dan Kakao
Indonesia, 2006).

6

Poedjiwidodo (1996) menggambarkan perbedaan antara kakao criollo dan
forastero seperti pada Tabel 1.
Tabel 1. Ciri-Ciri Kakao Criollo dan Forastero

Ciri-ciri

Criollo

Forastero

Pertumbuhan tanaman
Produksi
Masa berbuah
Ketahanan terhadap
hama/penyakit
Kulit buah

Warna kulit buah
Alur pada kulit buah

Ujung buah

Biji
Warna endosperma
Rasa
Fermentasi

lemah
rendah
lambat
peka/rentan

tipis, lunak, permukaan
kasar
merah – oranye
dalam dan dangkal
berselang-seling
tumpul agak bengkok
tidak ada bottle neck
bulat
putih
enak
cepat

kuat
tinggi
cepat
tahan/toleran

tebal, keras, permukaan
halus
hijau – merah
dalam

bottle neck ada/tidak ada

gepeng
ungu tua
kurang enak
lambat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->