Perbedaan Media Dan Alat Peraga

Filed under: Education, Objec Materi ² 12 Comments November 3, 2010 1. Alat peraga 1.1 Pengertian Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Dengan perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata-kata. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan, benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. Dalam rangka pendidikan kesehatan, masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan). Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina, bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan, agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Dengan alat peraga, orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan.

Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik / pelaku pendidikan.2 Faedah Alat Bantu Pendidikan Secara terperinci. c. Seperti diuraikan diatas bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui indera. b. d. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Kurang lebih 75% sampai 87% dari pengetahuan manusia diperoleh / disalurkan melalui mata. i. Mencapai sasaran yang lebih banyak. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan akan menimbulkan perhatiaannya. Sedangkan 13% sampai 25% lainnya tersalur melalui indera yang lain. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan. faedah alat peraga antara lain sebagai berikut : a. g. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan. h. yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. e. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik.1. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya yang . Membantu mengatasi hambatan bahasa. f. Menurut penelitian para ahli indera.

1. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh.2 dimensi. pita suara. Alat-alat yang tidak diproyeksikan : .3 dimensi misal bola dunia. Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA). Didalam menerima sesuatu yang baru. a.1 Alat Bantu Lihat (Visual Aids) Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan. seperti film. j. b. film strip slide dan sebagainya .3 Macam-Macam Alat bantu Pendidikan Pada garis besarnya. dan sebagainya. AVA akan membantu menegakkan pengetahuanpengetahuan yang telah diterima oleh manusia sehingga apa yang diterima akan lebih lama tinggal / disimpan didalam ingatan.2 Alat-Alat Bantu Dengar (Audio Aids) Ialah alat yang dapat membantu menstimulasi indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan / pengajaran. Alat ini ada 2 bentuk : a. alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam menurut pembuatannya dan penggunaannya.3 Alat Bantu Lihat-Dengar Seperti televisi dan video cassette. radio. peta. dan sebagainya. hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat peraga) : 1. Alat peraga yang complicated (rumit).3. Disamping pembagian tersebut. film strip. gambar. . boneka. Misalnya piringan hitam. film.3. Alat yang diproyeksikan. 1. manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. bagan.3. Untuk mengatasi hal tersebut. misalnya slide.merupakan pendorong untuk melakukan / memakai sesuatu yang baru tersebut. dan sebagainya. 1. dan sebagainya.

. Beberapa contoh alat peraga yang sederhana yang dapat dipergunakan di berbagai tempat. buku cerita bergambar. . dan sebagainya. kertas koran. leaflet. 1. poster.4 Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut. seperti bambu. benda-benda yang nyata seperti buah-buahan. Ditulis (digambar) dengan sederhana. Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur. Alat peraga yang sederhana. dan sebagainya. f. yang mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh. sayur-sayuran. fanel graph. kaleng bekas. Mencerminkan kebiasaan. Individu atau kelompok b. Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana antara lain : a.Di masyarakat umum. model buku bergambar. leaflet. Memenuhi kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat. misalnya : . e.yang memerlukan listrik dan proyektor b. kotak gambar gulung. d. seperti papan tulis. .Di rumah tangga seperti leaflet. a. misalnya poster. pekerjaan. spanduk.Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah.3. Mudah dibuat b. flipchart. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. boneka wayang. dan sebagainya. boneka dan sebagainya. dan sebagainya. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal c. pendidikan. kehidupan dan kepercayaan setempat. karton.

d. kantor-kantor.3. merawat bayi atau menolong orang sakit dan sebagainya.5 Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran. Sebaliknya kalau tidak ada benda-benda asli maka dibuatlah alat peraga dari benda-benda pengganti. karena alat peraga seperti ini merupakan benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari. waktu menolong persalinan. arisanarisan. Didalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Di masyarakat. pengajaran. Kader kesehatan c. Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan diterima. dan sebagainya. Alat-alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh : a. Pamong desa. Di instansi-instansi. sekolahsekolah. Bahasa yang mereka gunakan d. Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga : a. 1. Adat-istiadat serta kebiasaan e. Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan rumah. misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari besar. Petugas-petugas puskesmas / kesehatan b. perlu ditelaah terlebih dahulu apakah penggunaan benda-benda asli memungkinkan atau tidak. Minat dan perhatian f. rumah sakit. dan sebagainya. b. antara lain puskesmas.c. benda-benda yang sebenarnya mempermudah masyarakat untuk mengerti dan memahaminya. serta dipasang juga di tempat-tempat umum yang strategis. c. . Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain sebagai pengganti benda-benda asli. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Menanamkan tingkah laku / kebiasaan yang baru b. Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1 tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan flip chart tersebut mungkin gagal. Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk bayi / anak-anak harus diperlihatkan satu-persatu secara berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta pesannya.5. Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut : 1.Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah .5. Tujuan pendidikan.Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. pendapat dan konsep-konsep.Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran / pendidikan . .2 Persiapan Penggunaan Alat Peraga Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya. mengadakan alat peraga secara tepat sehingga mempunyai hasil yang maksimal. Tujuan penggunaan alat peraga . Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan. Tujuan ini dapat untuk : .3.Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi . Kemampuan penyampaian pesan masing-masing alat peraga berbeda-beda. Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh tujuan ini. prosedur. Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah.3. misalnya leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat pemberitahuan dan propaganda. Kita harus mengembangkan keterampilan dalam memilih. . Kalau tujuannya itu rumit maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat peraga. tindakan. 1.1 Tujuan yang Hendak Dicapai a.Mengubah pengetahuan / pengertian. Apabila kita tidak komunikasi 2 arah.Untuk menjelaskan fakta-fakta.Mengubah sikap dan persepsi .

Salah satu desain yang paling mudah dipahami. yang masih dalam bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya. terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak. d. . c. Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti oleh sasaran pendidikan. b. Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-teman) atau dengan para ahli.5. . .Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya petugas mencoba terlebih dahulu alat-alat tersebut. e. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media yang akan diproduksi.3. .Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-pesan. Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut : a. f. Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang disesuaikan dengan ciri-ciri sasaran.Mencatat komentar-komentar dari sasaran tercoba. 1. Menggunakan gambar sudah barang tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya. Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut. kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan. katakata dan gambar-gambar didalam media tersebut.3 Cara Mempergunakan Alat Peraga Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada sasaran tercoba.Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut. Lalu ini dicobakan pada sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya. Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan menunjang program keluarga berencana dibuat desain / rancangan beberapa buah.Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. Menanyakan kepada sasaran tercoba : .

d. berikan kesempatan untuk memegang dan atau mencoba alat-alat tersebut. guna menghidupkan suasana dan sebagainya 1. Pandangan mata hendaknya ke seluruh pendengar agar mereka tidak kehilangan kontrol dari pihak pendidik. Media 2. f. b.1. namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran.Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran pendidikannya. Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan dibicarakan / diragakan itu adalah penting.penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi/ajaran yang . berilah selingan humor.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran. Nada suara hendaknya ditukar-tukar agar pendengar tidak bosan dan tidak mengantuk. Senyum adalah lebih baik untuk mencari simpati. Ikut sertakan para peserta / pendengar. Untuk masyarakat yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah berpendidikan. c. Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Pengertian Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas. Pada waktu menggunakan AVA hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Bila perlu. Dan yang lebih penting lagi alat yang digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat para pesertanya. e.karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi.

3. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. didengar. 2. 1985: 1. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. waktu tenaga dan daya indra. Fungsi Media Pembelajaran Media memiliki multi makna.2. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan: Secara umum media mempunyai kegunaan: 1. 4.Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar. 5. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan 8. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. adakalanya tidak.dilihat atau diamati. dibaca. baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. 2. 3. mengatasi keterbatasan ruang. Ada kalanya penafsiran berhasil. 6. dilihat.dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun nonverbal. 4. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. maksud. menimbulkan gairah belajar. proses ini dinamakan encoding. atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. mendefinisikan media sebagai ³komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk . kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton. Selain itu. dan tujuannya. memberi rangsangan yang sama. dibaca. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. auditori & kinestetiknya. 5. Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi. Peran guru berubahan kearah yang positif 2. yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber. 7.

tidak jelas menjadi jelas. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran. sedangkan 83% lewat indera penglihatan. Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan. Sumber belajar tersebut dapat berupa pesan. tidak bisa menjadi bisa.Þ Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas. Proses belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Harsoyo (2002) menyatakan bahwa banyak orang membedakan pengertian media dan alat peraga. teknik dan lingkungan. . orang. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable). di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional. dsb. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar peserta didikÞ memperjelas informasi/pesan pengajaranÞ memberi tekanan pada bagian-bagian yang pentingÞ memberi variasi pengajaranÞ memperjelas struktur pengajaran.belajar. Pembahasan pada pelatihan ini istilah media dan alat peraga digunakan untuk menyebut sumber atau hal atau benda yang sama dan tidak dibedakan secara substansial. memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja.3. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar. dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggungjawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual. yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional. Kemampuan media sebagai alat bantu kegiatan pembelajaran Rahardjo (1991) menguraikan dengan berangkat dari teori belajar diketahui bahwa hakekat belajar adalah interaksi antara peserta didik yang belajar dengan sumber-sumber belajar di sekitarnya yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belajar dari tidak tahu menjadi tahu.´ Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar. bahan. Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas. alat. namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar 2.

tugas dan latihan serta umpanbalik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. maknanya: informasi belajar. Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim tersebut media instruksional dan bersifat ³self Contained´. terutama pendengaran dan penglihatan. Salah satu dari sarana visual yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah OHT atau ³overhead transparency. Faktor eksternal merupakan rangsangan dari luar diri peserta didik melalui indera yang dimilikinya. perasaan senang dan tidak senang. modul. (d) menyajikan ulangan informasi secara benar dan taat asas tanpa pernah jemu: buku teks. pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya. bersistem dan menarik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. menarik. 2. (e) memberikan suasana belajar yang santai. contoh.. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. dan mengurangi formalitas. kebiasaan dan pengalaman pada diri peserta didik. but go as high as you can for the most efficient learning´). agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak (³go as low on the scale as you need to ensure learning. tutor atau pembimbing (teacher independent). Jenis-jenis media Media cukup banyak macamnya.Faktor internal seperti sikap. Sebuah pemeo mengatakan bahwa sebuah gambar ³berbicara³ seribu kali dari yang dibicarakan melalui kata-kata (a picture is worth a thousand words). Di samping dapat mempermudah pemahaman konsep dan daya serap belajar siswa. 1. visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep atau pengertian. (b) konsep yang abstrak menjadi konkrit: pasar. media audio-visual. yaitu dibedakan menjadi media audio. Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. jumlah dan jarak: siaran radio atau televisi pendidikan. dan telepon . Inilah manfaat yang harus dioptimalkan dalam pembuatan rancangan media seperti OHT ini. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru.³ Sarana visual seperti OHT ini bila digarap dengan baik dan benar. Bila peserta didik apatis. juga membantu pengajar untuk menyajikan materi secara terarah. program video atau film pendidikan. atau menganggap buang waktu maka sulit untuk mengalami proses belajar. tape recorder. (a) menghadirkan obyek langka: koleksi mata uang kuno. Contohnya. tempat. Namun. piringan hitam. Hal ini tidaklah berlebihan karena sebuah durian ³monthong´ atau gambarnya akan lebih menjelaskan barangnya (atau pengertiannya) daripada definisi atau penjelasan dengan seribu kata kepada orang yang belum pernah mengenalnya. media visual. 2. dan media serba neka. Raharjo (1991 menyatakan bahwa visualisasi mempermudah orang untuk memahami suatu pengertian. (c) mengatasi hambatan waktu. Media Visual : . tidak senang.4. Media pembelajaran sebagai faktor eksternal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi belajar karena mempunyai potensi atau kemampuan untuk merangsang terjadinya proses belajar. pandangan hidup. bursa. Edgar Dale dalam Rahardjo (1991) menggambarkan pentingya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman belajar yang disebut ³Kerucut pengalaman Edgar Dale´ dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. pita audio. Media Audio : radio. Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran.

gambar kartun. kliping. majalah. ilustrasi. e. slide dan suara. Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal . Microsoft PowerpointØ Program internetØ Yang tergantung hadirnya guru misalnya : Papan tulis / whiteboardØ Tansparansi (OHT )Ø Sedangkan yang tidak bergantung kehadiran guru misalnya : Umumnya media rekamØ Bahan belajar mandiriØ (dapat dipelajari tanpa guru/ pengajar ) 2. Belajar terprogram f. overhead proyektor. video. Film) dan juga program rekaman (audio dan video). handout ) Media yang memerlukan keahlian khusus : ProgramØ audio visual Program slide.a. grafik. Pemilihan Media Tiap jenis media mempunyai karakteristik atau sifat-sifat khas tersendiri. buku. misalnya program siaran ( radio. pawai/karnaval. perkemahan. film rangkai (film stip) . papan pamer/pengumuman/majalah dinding. sampel. d. film rangkai dan suara . Keluwesan : . Artinya mempunyai kelebihan dan kekurangan satu terhadap yang lain . gambar dan suara. dan program computer). c. studi wisata. Media audiovisual diam : televisi diam. mikrofis. Media visual gerak : film bisu . poster. display. b. simulasi. Media Audio-visual a. b. pedalangan/panggung boneka. diorama. Papan dan display : papan tulis. Komputer Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya : Papan tulis / whiteboardØ Transparansi ( OHT )Ø Bahan cetakØ ( buku. film rangkai dan suara. Media teknik dramatisasi : drama. Media visual diam : foto. bermain peran. buku dan suara. 4. modul. demonstrasi. Media Serba aneka : a. Slide. diagram. dan konferensi jarak jauh dengan audio). Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan. dan globe. misalnya media proyeksi (OHT. pantomim. modul. 3. sketsa. surat kabar. mesin pangganda. bagan. papan magnetic. ansiklopedia. Jenis yang lain lebih sesuai untuk pengajaran kelompok di kelas. Media audiovisual gerak : video.5. film bingkai/slide. buku referensi dan barang hasil cetakan lain. model. Media tiga dimensi : realia. b. CD. white board. peta. Sifat-sifat yang biasanya dipakai untuk menentukan kesesuaian penggunaan atau pemilihan media ialah : Jangkauan: Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran individual misalnya buku teks. televisi. artifact. transparansi. gambar. program rekaman interaktif (audio. televisi.

pengajaran maupun latihan yang melibatkan kelompok sasaran yang cukup besarnya sampai efektif 60 orang.kelebihan dan kelemahan. misalnya media cetak seperti buku teks . OHT sangat sesuai untuk kegiatan seminar. Kemampuan membuat kertas secara masinal membawa revolusi dalam media komunikasi dengan penerbitan surat kabar dan majalah dalam jumlah jutaan rupiah tiap hari . Buku sampai sekarang masih memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan masih . visual. warna maupun gerak. Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media komunikasi itu bagi pendidikan. Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaran Nasution (1987) menguraikan bahwa perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Untuk dapat menggarap maupun memanfaatkan media ini sebaiknya kita harus mengenal karakteristiksnya. media ada yang praktis mudah dibawa kemana-mana . OHT mempunyai kemampuan untuk membesarkan bayanganya di layar atau didinding sejauh kekuatan lensa dan sinar proyeksinya dapat mendukung . Penemuan fotografi mempercepat cara illustrasi. modul . diktat . Lahirnya gambar hidup memungkinkan kita melihat dalam ³slow motion³ apa yang dahulu tak pernah dapat kita amati dengan teliti .kelemahan yang harus diperhitungkan dalam perencanaannya. Komputer membuka kesempatan yang tak terbatas untuk menyimpan data dan digunakan setiap waktu diperlukan . Rekaman memungkinkan kita mengulangi lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes-orkes terkenal. Ketergantungan Media : Beberapa media tergantung pemakaianya pada sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang penyaji/guru.6. Atribut : Penggunaan media juga dapat dirasakan pada kemampuanya memberikan rangsangan suara. Oleh sebab itu . 2. Media transparansi (OHT ) adalah sarana visual berupa huruf . atau peralatan. dll. Biaya : Alasan lain untuk menggunakan jenis media tertentu ialah karena murah biaya pengadaan atau pembuatanya . lambang. gambar. Selebihnya mungkin perlu ditunjang dengan sarana ³sound system³ yang memadai karena keterbatasan jangkauan suara pengajar. Media OHT mempunyai kelebihan. pada guru ( pelajaran klasikal ) . Radio dan televisi menambah dimensi baru kepada media komunikasi . digunakan kapan saja. Sebagaimana halnya dengan semua jenis media proyeksi . grafis maupun gabungannya yang dibuat pada bahan tembus pandang atau transparan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding dengan menggunakan alat yang disebut ³overhead projector ³ atau OHP. dan oleh siapa saja.Dari segi keluwesan. lokakarya. Hal ini diawali dari penemuan alat cetak oleh Guntenberg pada abad ke lima belas tentang buku yang ditulis yang melahirkan buku-buku cetakan. Video recorder memungkinkan kita merekam program TV yang dapat kita lihat kembali semua kita. Kendali / control : Kadang-kadang dirasa perlu agar control belajar ada pada peserta didik sendiri ( pelajar individu).

analisis dan sintesis yang tajam tentang proses belajar mengajar. (2) BBS (belajar berdasarkan sumber) berusaha memberi .Memang kemampuan komputer sungguh luar biasa . Penggunaan alat media dalam pendidikan melalui dengan gerakan ³audio-visual aids³ pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. Di Ameriks Serikat teknologi pendidikan dipandang sebagai media yang lahir dari revolusi media komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan di samping. Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan resource-based learning ³atau belajar dengan menghadap anak-anak langsung dengan berbagai sumber. guru. Namun ada yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan di-komputer-kan . Cara-cara untuk menyampaikan sesuatu melalui TV misalnya yang disajikan dengan bantuan para ahli media massa jauh lebih bermutu dari pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kelas . dan sistem evaluasi. Teknologi pendidikan adalah pendekatan yang sistematis terhadap pendidikan dan latihan. Sebagai ³aids³ alat-alat itu dipandang sebagai pembantu guru dalam mengajar. Pengajaran masih banyak dilakuakan secara lisan tanpa alat audio-visual. Dengan alat ini anak dapat belajar secara individual. yakni sistematis dalam perumusan tujuan. dan papan tulis. Kesulitan juga akan dihadapi dalam pengadminitrasiannya. komputer. komputer. dalam kenyataan alat-alat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan. Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan dikomputer-kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis . Ini tidak berarti bahwa pengajaran berbentuk ceramah ditiadakan. diantaranya (1) Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia .000 jilid . Jadi alat ini bukan lagi sekedar alat bantuan tambahan akan tetapi sesuatu yang digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. internet dan sumber lainya. komputer. Dalam sehelai nikel seluas 20 x 25 cm dapat disimpan isi perpustakaan yang terdiri atas 20. Teknologi pendidikan bukanlah terutama mengenai alat audio-visual. yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya ³ programmed instruction³ atau pengajaran berprograma. seperti buku dalam perpustakaan. Ini berari bahwa dapat digunakan segala macam metode yang dianggap paling serasi untuk tujuan tertentu. Walaupun alat audio-visual telah jauh perkembangannya. dan internet. Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber. sebagai ekstra atau tambahan yang dapat digunakan oleh guru bila dikehendakinya. Ada yang berpendapat bahwa banyak dari apa yang diketahui anak pada zaman modern ini diperolehnya melalui radio. film. Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui penglihatan. Di Inggris teknologi pendidikan dipandang sebagai pengembangan. alat audio-visual.demikian halnya dalam waktu yang lama. Namun kita masih sedikit tahu apa sebenarnya mendidik dan mengajar itu. jadi melalui media massa. internet walaupun tersedia. Namun pada tahun 1960-an timbul pikiran baru tentang penggunaannya. Teknologi pendidikan adalah pendekatan ³problem solving³ tentang pendidikan. apalagi melalui televisi. penerapan. buku. teknik dan alat-alat pendidikan untuk memperbaiki proses belajar. Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media komunikasi bagi pendidikan. Belajar beprograma mempunyai pengaruh yang besar sekali pada perkembangan teknologi pebdidikan.

buku referensi. Sumber-sumber itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia.dan sebagainya. alat. museum. perpustakaan. Mereka harus diajarkan teknik melakukan kerja-lapangan. dan lain-lain bahan cetakan. .pengertian kepada murid tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. organisaisi. menggunakan perpustakaan. komputer dan internet sehingga mereka lebih percaya akan diri sendiri dalam belajar Pada era sekarang ini muncul kebutuhan software yang dapat mempermudah dan merperindah tampiran presentasi dalam pengajaran. Kebutuhan ini dapat kita peroleh dari produk program Microsoft Power Point yang merupakan salah satu dari paket Microsoft office. Pogram ini menyediakan banyak fasilitas untuk membuat suatu presentasi. audiovisual .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful