Perbedaan Media Dan Alat Peraga

Filed under: Education, Objec Materi ² 12 Comments November 3, 2010 1. Alat peraga 1.1 Pengertian Yang dimaksud alat bantu pendidikan adalah alat-alat yang digunakan oleh pendidik dalam menyampaikan bahan pendidikan / pengajaran. Alat bantu ini lebih sering disebut alat peraga karena berfungsi untuk membantu dan meragakan sesuatu dalam proses pendidikan pengajaran. Alat peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada setiap manusia itu diterima atau ditangkap melalui panca indera. Semakin banyak indera yang digunakan untuk menerima sesuatu maka semakin banyak dan semakin jelas pula pengertian / pengetahuan yang diperoleh. Dengan perkataan lain, alat peraga ini dimaksudkan untuk mengerahkan indera sebanyak mungkin kepada suatu objek sehingga mempermudah persepsi. Seseorang atau masyarakat didalam proses pendidikan dapat memperoleh pengalaman / pengetahuan melalui berbagai macam alat bantu pendidikan. Tetapi masing-masing alat mempunyai intensitas yang berbeda-beda dalam membantu persepsi seseorang. Elgar Dale membagi alat peraga tersebut menjadi 11 macam dan sekaligus menggambarkan tingkat intensitas tiap-tiap alat tersebut dalam suatu kerucut. Dari kerucut tersebut dapat dilihat bahwa lapisan yang paling dasar adalah benda asli dan yang paling atas adalah kata-kata. Hal ini berarti bahwa dalam proses pendidikan, benda asli mempunyai intensitas yang paling tinggi untuk mempersepsi bahan pendidikan / pengajaran. Sedangkan penyampaian bahan yang hanya dengan kata-kata sangat kurang efektif atau intensitasnya paling rendah. Jelas bahwa penggunaan alat peraga adalah salah satu prinsip proses pendidikan. Dalam rangka pendidikan kesehatan, masyarakat sebagai konsumer juga dapat dilibatkan dalam pembuatan alat peraga (alat bantu pendidikan). Untuk ini petugas kesehatan berperan untuk membimbing dan membina, bukan hanya dalam hal kesehatan mereka sendiri tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan informasi kesehatan kepada anggota masyarakat yang lain. Alat peraga akan membantu dalam melakukan penyuluhan, agar pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas dan masyarakat sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan dengan jelas dan tetap pula. Dengan alat peraga, orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya kesehatan itu bagi kehidupan.

c. h. Orang yang melihat sesuatu yang memang diperlukan akan menimbulkan perhatiaannya. Mempermudah penyampaian bahan pendidikan / informasi oleh para pendidik / pelaku pendidikan. Dan apa yang dilihat dengan penuh perhatian akan memberikan pengertian baru baginya yang . d. i. g. Merangsang sasaran pendidikan untuk meneruskan pesan-pesan yang diterima kepada orang lain. Menimbulkan minat sasaran pendidikan. Membantu mengatasi hambatan bahasa. Seperti diuraikan diatas bahwa pengetahuan yang ada pada seseorang diterima melalui indera. Merangsang sasaran pendidikan untuk melaksanakan pesan-pesan kesehatan.2 Faedah Alat Bantu Pendidikan Secara terperinci. f. faedah alat peraga antara lain sebagai berikut : a. Dari sini dapat disimpulkan bahwa alat-alat visual lebih mempermudah cara penyampaian dan penerimaan informasi atau bahan pendidikan. b. Mempermudah penerimaan informasi oleh sasaran pendidikan. Sedangkan 13% sampai 25% lainnya tersalur melalui indera yang lain. e. Mendorong keinginan orang untuk mengetahui kemudian lebih mendalami dan akhirnya memberikan pengertian yang lebih baik. yang paling banyak menyalurkan pengetahuan ke dalam otak adalah mata. Kurang lebih 75% sampai 87% dari pengetahuan manusia diperoleh / disalurkan melalui mata.1. Membantu sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan cepat. Menurut penelitian para ahli indera. Mencapai sasaran yang lebih banyak.

film strip. Alat ini ada 2 bentuk : a. 1. dan sebagainya.3 Alat Bantu Lihat-Dengar Seperti televisi dan video cassette. misalnya slide. 1.2 dimensi.3 Macam-Macam Alat bantu Pendidikan Pada garis besarnya. alat peraga juga dapat dibedakan menjadi 2 macam menurut pembuatannya dan penggunaannya. hanya ada 2 macam alat bantu pendidikan (alat peraga) : 1. boneka. Alat peraga yang complicated (rumit). pita suara.3. a. Didalam menerima sesuatu yang baru. 1. Alat yang diproyeksikan. gambar. j. . Disamping pembagian tersebut. Misalnya piringan hitam.1 Alat Bantu Lihat (Visual Aids) Alat ini berguna didalam membantu menstimulasi indera mata (penglihatan) pada waktu terjadinya proses pendidikan.3. peta. film.3 dimensi misal bola dunia.merupakan pendorong untuk melakukan / memakai sesuatu yang baru tersebut. Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh. Alat-alat bantu pendidikan ini lebih dikenal dengan Audio Visual Aids (AVA). dan sebagainya.3. Untuk mengatasi hal tersebut. seperti film. b. AVA akan membantu menegakkan pengetahuanpengetahuan yang telah diterima oleh manusia sehingga apa yang diterima akan lebih lama tinggal / disimpan didalam ingatan. film strip slide dan sebagainya . dan sebagainya. manusia mempunyai kecenderungan untuk melupakan atau lupa. Alat-alat yang tidak diproyeksikan : .2 Alat-Alat Bantu Dengar (Audio Aids) Ialah alat yang dapat membantu menstimulasi indera pendengar pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan / pengajaran. radio. dan sebagainya. bagan.

Memenuhi kebutuhan-kebutuhan petugas kesehatan dan masyarakat. . Beberapa contoh alat peraga yang sederhana yang dapat dipergunakan di berbagai tempat. boneka dan sebagainya. poster. Alat peraga yang sederhana. a. Bahasa setempat dan mudah dimengerti oleh masyarakat. misalnya : . kaleng bekas. Individu atau kelompok b. kotak gambar gulung. karton. model buku bergambar. Mudah dibuat b. kehidupan dan kepercayaan setempat. misalnya poster. leaflet. Ditulis (digambar) dengan sederhana.Di masyarakat umum. boneka wayang.Di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. leaflet. . pekerjaan. Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana antara lain : a. dan sebagainya. seperti bambu.3. benda-benda yang nyata seperti buah-buahan. kertas koran. Mencerminkan kebiasaan. dan sebagainya. buku cerita bergambar. dan sebagainya. e. spanduk.yang memerlukan listrik dan proyektor b. yang mudah dibuat sendiri dengan bahan-bahan setempat yang mudah diperoleh. . seperti papan tulis.Di rumah tangga seperti leaflet. Bahan-bahannya dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal c. f. Kategori-kategori sasaran seperti kelompok umur. 1. flipchart. sayur-sayuran. pendidikan. fanel graph. dan sebagainya. d.4 Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut.

Sebaliknya kalau tidak ada benda-benda asli maka dibuatlah alat peraga dari benda-benda pengganti. Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya. Minat dan perhatian f. Didalam keluarga antara lain dalam kesempatan kunjungan rumah. Pamong desa. b. arisanarisan. Di masyarakat. Tempat memasang (menggunakan) alat-alat peraga : a. sekolahsekolah.5 Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung bagi sasaran.3. Kader kesehatan c. Alat-alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh : a. kantor-kantor. karena alat peraga seperti ini merupakan benda-benda yang mereka jumpai sehari-hari. merawat bayi atau menolong orang sakit dan sebagainya. Petugas-petugas puskesmas / kesehatan b. d. c. misalnya seperti pada waktu perayaan hari-hari besar. waktu menolong persalinan. .c. benda-benda yang sebenarnya mempermudah masyarakat untuk mengerti dan memahaminya. dan sebagainya. serta dipasang juga di tempat-tempat umum yang strategis. antara lain puskesmas. rumah sakit. Di instansi-instansi. perlu ditelaah terlebih dahulu apakah penggunaan benda-benda asli memungkinkan atau tidak. 1. dan sebagainya. Didalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat. Adat-istiadat serta kebiasaan e. Oleh karena itu sebelum mempergunakan alat peraga lain sebagai pengganti benda-benda asli. Pengetahuan dan pengalaman mereka tentang pesan yang akan diterima. Bahasa yang mereka gunakan d. pengajaran.

2 Persiapan Penggunaan Alat Peraga Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan sendirinya. Apabila kita tidak komunikasi 2 arah.5. prosedur. pendapat dan konsep-konsep. Misalnya satu set flip chart tentang makanan sehat untuk bayi / anak-anak harus diperlihatkan satu-persatu secara berurutan sambil menerangkan tiap-tiap gambar beserta pesannya. Kemampuan penyampaian pesan masing-masing alat peraga berbeda-beda.Mengubah pengetahuan / pengertian. Apabila kita tidak mempersiapkan diri dan hanya mempertunjukkan lembaran-lembaran flip chart 1 demi 1 tanpa menerangkan atau membahasnya maka penggunaan flip chart tersebut mungkin gagal.Untuk menjelaskan fakta-fakta. Perancanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh tujuan ini.Sebelum membuat alat peraga kita harus merencanakan dan memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. Kita harus mengembangkan keterampilan dalam memilih.Menanamkan tingkah laku / kebiasaan yang baru b. Tujuan penggunaan alat peraga .Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah .5.Mengubah sikap dan persepsi .Sebagai alat bantu dalam latihan / penataran / pendidikan . . Kalau tujuannya itu rumit maka mungkin diperlukan lebih dari satu macam alat peraga. 1. Dengan sendirinya alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan pengetahuan akan berbeda dengan alat peraga yang dipergunakan untuk meningkatkan keterampilan.3. Tujuan ini dapat untuk : . Untuk itu perlu diperhatikan antara lain hal-hal sebagai berikut : 1. Tujuan pendidikan.Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi .1 Tujuan yang Hendak Dicapai a. tindakan. mengadakan alat peraga secara tepat sehingga mempunyai hasil yang maksimal. Kemudian diadakan pembahasan sesuai dengan kebutuhan pendengarnya agar terjadi komunikasi 2 arah. . misalnya leaflets dan pamplets lebih banyak berisi pesan sedangkan poster lebih sedikit pesan-pesan tetapi bersifat pemberitahuan dan propaganda.3.

Memperlihatkan alat peraga / media tersebut kepada sasaran tercoba.Melakukan perbaikan alat peraga (media) tersebut. Salah satu desain yang paling mudah dipahami. katakata dan gambar-gambar didalam media tersebut. Merencanakan terlebih dahulu tes pendahuluan untuk suatu media yang akan diproduksi. Menanyakan kepada sasaran tercoba : .3. Lalu ini dicobakan pada sekelompok kecil sasaran yang dianggap mempunyai ciri-ciri yang sama dengan sasaran pada umumnya.Menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti. e. .5.Sebelum penggunaan alat peraga sebaiknya petugas mencoba terlebih dahulu alat-alat tersebut. terutama yang dapat dikenal pesan-pesannya dengan baik itulah yang akan diproduksi dan diperbanyak. f. b.Mencatat komentar-komentar dari sasaran tercoba. kepada siapa poster itu nantinya ditunjukkan. . . Menentukan gambar-gambar pokok atau simbol-simbol yang disesuaikan dengan ciri-ciri sasaran. . Menentukan pokok-pokok yang akan dipesankan dalam media tersebut. Mendiskusikan alat yang dibuat tersebut dengan orang lain (teman-teman) atau dengan para ahli. Gunanya tes percobaan ini adalah untuk mengetahui sejauh mana alat peraga tersebut dapat dimengerti oleh sasaran pendidikan.3 Cara Mempergunakan Alat Peraga Cara mempergunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. d. 1. Menggunakan gambar sudah barang tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya.Apakah mereka mengalami kesukaran dalam memahami pesan-pesan. c. Cara melakukan percobaan tersebut antara lain sebagai berikut : a. yang masih dalam bentuk kasar sebelum diproduksi seluruhnya. Contoh : Sebuah poster yang akan dipergunakan menunjang program keluarga berencana dibuat desain / rancangan beberapa buah.

penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. c. Dan yang lebih penting lagi alat yang digunakan harus menarik sehingga menimbulkan minat para pesertanya. Nada suara hendaknya ditukar-tukar agar pendengar tidak bosan dan tidak mengantuk. Pengertian Kata media berasal dari bahasa Latin yang adalah bentuk jamak dari medium batasan mengenai pengertian media sangat luas. Bila perlu. Senyum adalah lebih baik untuk mencari simpati. namun kita membatasi pada media pendidikan saja yakni media yang digunakan sebagai alat dan bahan kegiatan pembelajaran. Mengapa perlu media dalam pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Pandangan mata hendaknya ke seluruh pendengar agar mereka tidak kehilangan kontrol dari pihak pendidik.1. berikan kesempatan untuk memegang dan atau mencoba alat-alat tersebut. Pada waktu menggunakan AVA hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Media 2.Disamping itu juga dipertimbangkan faktor sasaran pendidikannya. b. f. d. Ikut sertakan para peserta / pendengar. e.karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi. Pesan berupa isi/ajaran yang . Untuk masyarakat yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah berpendidikan. guna menghidupkan suasana dan sebagainya 1. berilah selingan humor.Kita harus mengetahui dahulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran. Tunjukkan perhatian bahwa hal yang akan dibicarakan / diragakan itu adalah penting.

auditori & kinestetiknya. Semakin banyak verbalisme semakin abstrak pemahaman yang diterima. proses ini dinamakan encoding. memberi rangsangan yang sama. 5. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar Pembelajaran dapat lebih menarik Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar Waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan 8. 4. Lantas dimana fungsi media? Ada baiknya kita melihat diagram cone of learning dari Edgar Dale yang secara jelas memberi penekanan terhadap pentingnya media dalam pendidikan: Secara umum media mempunyai kegunaan: 1. baik dilihat secara terbatas maupun secara luas. menimbulkan gairah belajar. Fungsi Media Pembelajaran Media memiliki multi makna. adakalanya tidak. Selain itu. 1985: 1. 4. dibaca. didengar. AECT (Association for Education and Communicatian Technology) dalam Harsoyo (2002) memaknai media sebagai segala bentuk yang dimanfaatkan dalam proses penyaluran informasi. NEA (National Education Association) memaknai media sebagai segala benda yang dapat dimanipulasi. Kegagalan/ketidakberhasilan atau penghambat dalam proses komunikasi dikenal dengan istilah barriers atau noise. atau dibincangkan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. mendefinisikan media sebagai ³komponen sumber belajar di lingkungan peserta didik yang dapat merangsangnya untuk . memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. mengatasi keterbatasan ruang. dibaca. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.2. Munculnya berbagai macam definisi disebabkan adanya perbedaan dalam sudut pandang. 2. 3.Kegagalan/ketidakberhasilan dalam memahami apa yang didengar. Raharjo (1991) menyimpulkan beberapa pandangan tentang media. dilihat. 2. 5. waktu tenaga dan daya indra. 3.dilihat atau diamati.dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata& tulisan) maupun nonverbal. 7. memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. yaitu Gagne yang menempatkan media sebagai komponen sumber. Penafsiran simbol-simbol komunikasi tersebut oleh siswa dinamakan decoding. maksud. 6. Ada kalanya penafsiran berhasil. Peran guru berubahan kearah yang positif 2. kontribusi media pembelajaran menurut Kemp and Dayton. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. dan tujuannya.

dan sumber belajar disebut media bila merupakan bagian integral dari seluruh proses atau kegiatan pembelajaran dan ada semacam pembagian tanggungjawab antara guru di satu sisi dan sumber lain (media) di sisi lain. dsb.Þ Di sini media memiliki fungsi yang jelas yaitu memperjelas. Hal ini berarti media sebagai alat bantu yang digunakan guru untuk: memotivasi belajar peserta didikÞ memperjelas informasi/pesan pengajaranÞ memberi tekanan pada bagian-bagian yang pentingÞ memberi variasi pengajaranÞ memperjelas struktur pengajaran. Wilbur Schramm mencermati pemanfaatan media sebagai suatu teknik untuk menyampaikan pesan.´ Briggs berpendapat bahwa media harus didukung sesuatu untuk mengkomunikasikan materi (pesan kurikuler) supaya terjadi proses belajar. namun dapat mengingat 50% dari apa yang dilihat dan didengar 2. bahan. yang mendefinisikan media sebagai wahana fisik yang mengandung materi instruksional. Harsoyo (2002) menyatakan bahwa banyak orang membedakan pengertian media dan alat peraga. Di samping itu dikemukakan bahwa kita hanya dapat mengingat 20% dari apa yang kita dengar.belajar. alat. di mana ia mendefinisikan media sebagai teknologi pembawa informasi/pesan instruksional.3. Perbedaan media dengan alat peraga terletak pada fungsinya dan bukan pada substansinya. memudahkan dan membuat menarik pesan kurikulum yang akan disampaikan oleh guru kepada peserta didik sehingga dapat memotivasi belajarnya dan mengefisienkan proses belajar. tidak bisa menjadi bisa. . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan belajar mengajar akan lebih efektif dan mudah bila dibantu dengan sarana visual. yaitu sebagai alat bantu pembelajaran. Yusuf hadi Miarso memandang media secara luas/makro dalam sistem pendidikan sehingga mendefinisikan media adalah segala sesuatu yang dapat merangsang terjadinya proses belajar pada diri peserta didik. Rahardjo (1991) menyatakan bahwa media dalam arti yang terbatas. Suatu sumber belajar disebut alat peraga bila hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran saja. sedangkan 83% lewat indera penglihatan. di mana 11% dari yang dipelajari terjadi lewat indera pendengaran. Namun tidak sedikit yang menggunakan kedua istilah itu secara bergantian untuk menunjuk alat atau benda yang sama (interchangeable). Proses belajar tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. teknik dan lingkungan. Pembahasan pada pelatihan ini istilah media dan alat peraga digunakan untuk menyebut sumber atau hal atau benda yang sama dan tidak dibedakan secara substansial. orang. Sumber belajar tersebut dapat berupa pesan. tidak jelas menjadi jelas. Kemampuan media sebagai alat bantu kegiatan pembelajaran Rahardjo (1991) menguraikan dengan berangkat dari teori belajar diketahui bahwa hakekat belajar adalah interaksi antara peserta didik yang belajar dengan sumber-sumber belajar di sekitarnya yang memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belajar dari tidak tahu menjadi tahu.

Media Visual : . pandangan hidup. (d) menyajikan ulangan informasi secara benar dan taat asas tanpa pernah jemu: buku teks. agar terjadi efisiensi belajar maka diusahakan agar pengalaman belajar yang diberikan semakin abstrak (³go as low on the scale as you need to ensure learning.Faktor internal seperti sikap. Media yang tidak harus tergantung pada hadirnya guru lazim tersebut media instruksional dan bersifat ³self Contained´.. Faktor eksternal merupakan rangsangan dari luar diri peserta didik melalui indera yang dimilikinya. 1. tape recorder. jumlah dan jarak: siaran radio atau televisi pendidikan. Hal ini tidaklah berlebihan karena sebuah durian ³monthong´ atau gambarnya akan lebih menjelaskan barangnya (atau pengertiannya) daripada definisi atau penjelasan dengan seribu kata kepada orang yang belum pernah mengenalnya. Media Audio : radio.4. Edgar Dale dalam Rahardjo (1991) menggambarkan pentingya visualisasi dan verbalistis dalam pengalaman belajar yang disebut ³Kerucut pengalaman Edgar Dale´ dikemukakan bahwa ada suatu kontinuum dari konkrit ke abstrak antara pengalaman langsung. tidak senang. Raharjo (1991) menyatakan bahwa ada media yang hanya dapat dimanfaatkan bila ada alat untuk menampilkanya. dan telepon . dan media serba neka. tempat. 2. (b) konsep yang abstrak menjadi konkrit: pasar. (a) menghadirkan obyek langka: koleksi mata uang kuno. dan mengurangi formalitas. tutor atau pembimbing (teacher independent). terutama pendengaran dan penglihatan. atau menganggap buang waktu maka sulit untuk mengalami proses belajar. bersistem dan menarik sehingga tujuan belajar dapat tercapai. Di samping dapat mempermudah pemahaman konsep dan daya serap belajar siswa. juga membantu pengajar untuk menyajikan materi secara terarah. media visual. perasaan senang dan tidak senang. pita audio. bursa. Jenis-jenis media Media cukup banyak macamnya. Ada pula yang penggunaannya tergantung pada hadirnya seorang guru. Contohnya. modul. Raharjo (1991 menyatakan bahwa visualisasi mempermudah orang untuk memahami suatu pengertian. Media pembelajaran sebagai faktor eksternal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi belajar karena mempunyai potensi atau kemampuan untuk merangsang terjadinya proses belajar. tugas dan latihan serta umpanbalik yang diperlakukan telah diprogramkan secara terintegrasi. media audio-visual. visual dan verbal dalam menanamkan suatu konsep atau pengertian. but go as high as you can for the most efficient learning´). pengelompokan atas media dan sumber belajar ekonomi dapat juga ditinjau dari jenisnya. Sebuah pemeo mengatakan bahwa sebuah gambar ³berbicara³ seribu kali dari yang dibicarakan melalui kata-kata (a picture is worth a thousand words). program video atau film pendidikan. maknanya: informasi belajar.³ Sarana visual seperti OHT ini bila digarap dengan baik dan benar. Inilah manfaat yang harus dioptimalkan dalam pembuatan rancangan media seperti OHT ini. yaitu dibedakan menjadi media audio. Dari berbagai ragam dan bentuk dari media pengajaran. kebiasaan dan pengalaman pada diri peserta didik. (c) mengatasi hambatan waktu. (e) memberikan suasana belajar yang santai. piringan hitam. menarik. 2. Namun. Salah satu dari sarana visual yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar tersebut adalah OHT atau ³overhead transparency. Semakin konkrit pengalaman yang diberikan akan lebih menjamin terjadinya proses belajar. Bila peserta didik apatis. contoh.

Media Serba aneka : a. film rangkai dan suara . c. kliping. overhead proyektor. artifact. perkemahan. misalnya media proyeksi (OHT. b. d. poster.a. televisi. simulasi. Media Audio-visual a. Media audiovisual gerak : video. buku. surat kabar. white board. papan magnetic. dan globe. diorama. Sumber belajar pada masyarakat : kerja lapangan. modul. demonstrasi. majalah. papan pamer/pengumuman/majalah dinding. dan konferensi jarak jauh dengan audio). mesin pangganda. Keluwesan : . CD. mikrofis. bermain peran. Film) dan juga program rekaman (audio dan video). studi wisata. Microsoft PowerpointØ Program internetØ Yang tergantung hadirnya guru misalnya : Papan tulis / whiteboardØ Tansparansi (OHT )Ø Sedangkan yang tidak bergantung kehadiran guru misalnya : Umumnya media rekamØ Bahan belajar mandiriØ (dapat dipelajari tanpa guru/ pengajar ) 2. Papan dan display : papan tulis. video. ansiklopedia. sketsa. pedalangan/panggung boneka. peta. handout ) Media yang memerlukan keahlian khusus : ProgramØ audio visual Program slide. buku dan suara. Media visual gerak : film bisu . misalnya program siaran ( radio. gambar kartun. Komputer Media yang tidak memerlukan keahlian khusus misalnya : Papan tulis / whiteboardØ Transparansi ( OHT )Ø Bahan cetakØ ( buku. grafik. gambar dan suara.5. 4. televisi. Artinya mempunyai kelebihan dan kekurangan satu terhadap yang lain . display. film rangkai (film stip) . Sifat-sifat yang biasanya dipakai untuk menentukan kesesuaian penggunaan atau pemilihan media ialah : Jangkauan: Beberapa media tertentu lebih sesuai untuk pengajaran individual misalnya buku teks. gambar. program rekaman interaktif (audio. Media tiga dimensi : realia. film rangkai dan suara. Jenis yang lain lebih sesuai untuk pengajaran kelompok di kelas. model. Slide. e. Belajar terprogram f. Media teknik dramatisasi : drama. pantomim. dan program computer). diagram. Pemilihan Media Tiap jenis media mempunyai karakteristik atau sifat-sifat khas tersendiri. b. Media visual diam : foto. pawai/karnaval. b. Media audiovisual diam : televisi diam. Ada juga yang lebih sesuai untuk pengajaran massal . ilustrasi. buku referensi dan barang hasil cetakan lain. bagan. film bingkai/slide. sampel. transparansi. modul. slide dan suara. 3.

Media OHT mempunyai kelebihan. media ada yang praktis mudah dibawa kemana-mana . Hal ini diawali dari penemuan alat cetak oleh Guntenberg pada abad ke lima belas tentang buku yang ditulis yang melahirkan buku-buku cetakan. Ketergantungan Media : Beberapa media tergantung pemakaianya pada sarana/fasilitas tertentu atau hadirnya seorang penyaji/guru. Selebihnya mungkin perlu ditunjang dengan sarana ³sound system³ yang memadai karena keterbatasan jangkauan suara pengajar. Penemuan fotografi mempercepat cara illustrasi. Biaya : Alasan lain untuk menggunakan jenis media tertentu ialah karena murah biaya pengadaan atau pembuatanya . Buku sampai sekarang masih memegang peranan yang penting sekali dan mungkin akan masih . Atribut : Penggunaan media juga dapat dirasakan pada kemampuanya memberikan rangsangan suara. Media transparansi (OHT ) adalah sarana visual berupa huruf .Dari segi keluwesan. misalnya media cetak seperti buku teks . Kemampuan membuat kertas secara masinal membawa revolusi dalam media komunikasi dengan penerbitan surat kabar dan majalah dalam jumlah jutaan rupiah tiap hari . Sebagaimana halnya dengan semua jenis media proyeksi . Radio dan televisi menambah dimensi baru kepada media komunikasi . pada guru ( pelajaran klasikal ) .6. digunakan kapan saja. OHT sangat sesuai untuk kegiatan seminar. warna maupun gerak. modul . 2. lokakarya. dll. Lahirnya gambar hidup memungkinkan kita melihat dalam ³slow motion³ apa yang dahulu tak pernah dapat kita amati dengan teliti .kelemahan yang harus diperhitungkan dalam perencanaannya. diktat . Komputer membuka kesempatan yang tak terbatas untuk menyimpan data dan digunakan setiap waktu diperlukan . gambar. Video recorder memungkinkan kita merekam program TV yang dapat kita lihat kembali semua kita.kelebihan dan kelemahan. Dampak perubahan media komunikasi pada media pembelajaran Nasution (1987) menguraikan bahwa perkembangan media komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat akhir-akhir ini. Rekaman memungkinkan kita mengulangi lagu-lagu yang dibawakan oleh orkes-orkes terkenal. grafis maupun gabungannya yang dibuat pada bahan tembus pandang atau transparan untuk diproyeksikan pada sebuah layar atau dinding dengan menggunakan alat yang disebut ³overhead projector ³ atau OHP. dan oleh siapa saja. pengajaran maupun latihan yang melibatkan kelompok sasaran yang cukup besarnya sampai efektif 60 orang. Oleh sebab itu . Para pendidik segera melihat manfaat kemajuan dalam media komunikasi itu bagi pendidikan. lambang. Untuk dapat menggarap maupun memanfaatkan media ini sebaiknya kita harus mengenal karakteristiksnya. visual. Kendali / control : Kadang-kadang dirasa perlu agar control belajar ada pada peserta didik sendiri ( pelajar individu). atau peralatan. OHT mempunyai kemampuan untuk membesarkan bayanganya di layar atau didinding sejauh kekuatan lensa dan sinar proyeksinya dapat mendukung .

dan sistem evaluasi. internet walaupun tersedia. Namun ramalan bahwa seluruh kurikulum akan dikomputer-kan dalam waktu dekat rasanya masih terlampau optimis . buku. komputer.Memang kemampuan komputer sungguh luar biasa . Dengan alat ini anak dapat belajar secara individual. Cara-cara untuk menyampaikan sesuatu melalui TV misalnya yang disajikan dengan bantuan para ahli media massa jauh lebih bermutu dari pelajaran yang diberikan oleh guru dalam kelas . Ciri-ciri belajar berdasarkan sumber.000 jilid . seperti buku dalam perpustakaan. komputer. analisis dan sintesis yang tajam tentang proses belajar mengajar. Belajar beprograma mempunyai pengaruh yang besar sekali pada perkembangan teknologi pebdidikan. Sebagai ³aids³ alat-alat itu dipandang sebagai pembantu guru dalam mengajar. apalagi melalui televisi. (2) BBS (belajar berdasarkan sumber) berusaha memberi . Di Inggris teknologi pendidikan dipandang sebagai pengembangan. dalam kenyataan alat-alat ini masih terlampau sedikit dimanfaatkaan. Namun ada yang optimis yang meramalkan bahwa dalam waktu dekat semua aspek kurikulum akan di-komputer-kan . Sewaktu gambar hidup ditemukan oleh Thomas Alva Edison pada tahun 1913 telah diramalkan bahwa buku-buku segera akan digantikan oleh gambar hidup dan seluruh pengajaran akan dilakukan tidak lagi melalui pendengaran akan tetapi melalui penglihatan. sebagai ekstra atau tambahan yang dapat digunakan oleh guru bila dikehendakinya. Teknologi pendidikan adalah pendekatan yang sistematis terhadap pendidikan dan latihan. internet dan sumber lainya. dan internet. Jadi alat ini bukan lagi sekedar alat bantuan tambahan akan tetapi sesuatu yang digunakan oleh anak dalam proses belajarnya. penerapan. Penggunaan alat media dalam pendidikan melalui dengan gerakan ³audio-visual aids³ pada tahun 1920-an di Amerika Serikat. guru. Kesulitan juga akan dihadapi dalam pengadminitrasiannya. Pengajaran masih banyak dilakuakan secara lisan tanpa alat audio-visual. diantaranya (1) Belajar berdasarkan sumber (BBS ) memanfaatkan sepenuhnya segala sumber informasi sebagai sumber bagi pelajaran termasuk alat-alat audio visual dan memberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan belajar dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia . teknik dan alat-alat pendidikan untuk memperbaiki proses belajar. Dalam sehelai nikel seluas 20 x 25 cm dapat disimpan isi perpustakaan yang terdiri atas 20. Walaupun alat audio-visual telah jauh perkembangannya. Teknologi pendidikan adalah pendekatan ³problem solving³ tentang pendidikan. jadi melalui media massa. Dapat dirasakan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menjalankan resource-based learning ³atau belajar dengan menghadap anak-anak langsung dengan berbagai sumber. yakni sistematis dalam perumusan tujuan. Di Ameriks Serikat teknologi pendidikan dipandang sebagai media yang lahir dari revolusi media komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan di samping. Namun pada tahun 1960-an timbul pikiran baru tentang penggunaannya. komputer. Ini tidak berarti bahwa pengajaran berbentuk ceramah ditiadakan. Namun tak dapat disangkal faedah berbagai media komunikasi bagi pendidikan. alat audio-visual. yang dirintis oleh Skinner dengan penemuannya ³ programmed instruction³ atau pengajaran berprograma.demikian halnya dalam waktu yang lama. Teknologi pendidikan bukanlah terutama mengenai alat audio-visual. Namun kita masih sedikit tahu apa sebenarnya mendidik dan mengajar itu. Ini berari bahwa dapat digunakan segala macam metode yang dianggap paling serasi untuk tujuan tertentu. film. Ada yang berpendapat bahwa banyak dari apa yang diketahui anak pada zaman modern ini diperolehnya melalui radio. dan papan tulis.

Mereka harus diajarkan teknik melakukan kerja-lapangan. museum.dan sebagainya. . komputer dan internet sehingga mereka lebih percaya akan diri sendiri dalam belajar Pada era sekarang ini muncul kebutuhan software yang dapat mempermudah dan merperindah tampiran presentasi dalam pengajaran. Pogram ini menyediakan banyak fasilitas untuk membuat suatu presentasi. Kebutuhan ini dapat kita peroleh dari produk program Microsoft Power Point yang merupakan salah satu dari paket Microsoft office. perpustakaan. menggunakan perpustakaan. organisaisi. buku referensi.pengertian kepada murid tentang luas dan aneka ragamnya sumber-sumber informasi yang dapat dimanfaatkan untuk belajar. dan lain-lain bahan cetakan. alat. audiovisual . Sumber-sumber itu berupa sumber dari masyarakat dan lingkungan berupa manusia.