Tugas

Perbedaan Antikoagulan, Trombolitik,& Anti Agregasi Trombosit
Nama : Triani Farah Dewi Alyanto

NIM : 2009-83-025

. Inhibitor thrombin langsung c. Golongan heparin. b. Obat-obat ini tidak dapat melarutkan bekuan yang telah terbentuk. tetapi dapat mencegah atau memperlambat perluasan bekuan yang sudah ada.1. Seharusnya sudah jelas berdasarkan nama kelompok ini bahwa obat-obat ini bekerja dengan mengganggu fase koagulasi hemostatis. Senyawa-senyawa ini berguna untuk mencegah thrombosis vena dalam dan embolisme paru. Penggolongan obat-obatan ini yaitu : a. Terapi antikoagulan memberikan profilaksis terhadap thrombosis vena dan arteri. Antikoagulan Obat-obat antikoagulan menghambat perkembangan dan pembesaran bekuan. Lain-lain. mencakup senyawa-senyawa yang diberikan secara parenteral ( heparin dan heparin berbobot rendah) dan senyawa-senyawa yang diberikan secara oral ( warfarin dan dikumarol). Terapi antikoagulan pada pasien-pasien fibrilasi atrium telah mengurangi resiko embolisme sistemik dan stroke.

penderita yang diberi warfarin harus dimonitor waktu protrombinnya secara berkala. Karena meningkatnya resiko pendarahan. Warfarin Warfarin adalah anti koagulan oral yang mempengaruhi sintesa vitamin K-yang berperan dalam pembekuan darah.a. rata-rata 40 jam. Farmakokinetik : y y y Mula kerja biasanya sudah terdeteksi di plasma dalam 1 jam setelah pemberian. maka hila terjadi deplesi faktor Vll waktu protrombin sudah memanjang. Kadar puncak dalam plasma: 2-8 jam. Warfarin telah terbukti efektif untuk pencegahan stroke kardioembolik. Karena waktu paruh dari masing-masing faktor pembekuan darah tersebut. Waktu paruh : 20-60 jam. Tetapi efek anti trombotik baru mencapai puncak setelah terjadi deplesi keempat faktor tersebut. VII. .sehingga terjadi deplesi faktor II. Ia bekerja di hati dengan menghambat karboksilasi vitamin K dari protein prekursomya. tetapi dapat mencegah perluasan trombus. Warfarin tidak mempunyai efek langsung terhadap trombus yang sudah terbentuk. IX dan X. Jadi efek anti koagulan dari warfarin membutuhkan waktu beberapa hari karena efeknya terhadap faktor pembekuan darah yang baru dibentuk bukan terhadap faktor yang sudah ada disirkulasi.

gemfibrozil. Hati -hati : Untuk usia di bawah 18 tahun belum terbukti keamanan dan efektifitasnya. aminoglikosida. Semua keadaan di mana resiko terjadinya perdarahan lebih besar dari keuntungan yang diperoleh dari efek anti koagulannya. dermatitis. Absorbsinya berkurang hila ada makanan di saluran cerna. Metabolisme: ditransformasi menjadi metabolit inaktif di hati dan ginjal. anti inflamasi non steroid. Indikasi : Untuk profilaksis dan pengobatan komplikasi tromboembolik yang dihubungkan dengan fibrilasi atrium dan penggantian katup jantung . sefalosporin. sulfonamid. serta sebagai profilaksis terjadinya emboli sistemik setelah infark miokard (FDA approved). nekrosis kulit dan jaringan lain. metronidazol. Kontraindikasi . mual. demam. Ekskresi: melalui urine clan feses. urtikaria. Tidak boleh diberikan pada wanita hamil karena dapat melewati plasenta sehingga bisa .y y y Bioavailabilitas: hampir sempurna baik secara oral. barbiturat. hipersensitivitas dan priapismus. Interaksi obat : Warfarin berinteraksi dengan sangat banyak obat lain seperti asetaminofen. siklofosfamid. simetidin. termasuk pada kehamilan. eritromisin. Efek samping Perdarahan dari jaringan atau organ. glukagon. kram perut. kloramfenikol. omeprazol. karbamazepin dll. tetrasiklin. hidantoin. diare. beta bloker.hati bila digunakan pada orang tua. asam askorbat. Profilaksis TIA atau stroke berulang yang tidak jelas berasal dari problem jantung. kuinolon. Farmakodinamik : y y 99% terikat pada protein plasma terutama albumin. penisilin. kecenderungan perdarahan atau blood dyscrasias dll. salisilat. Hati. kortikosteroid. 1M atau IV. alopesia.

Heparin Heparin adalah bahan alami yang diisolasi dari mukosa intestinum porcine atau dari paru-paru sapi. Lamanya terapi sangat tergantung pada kasusnya. Dijumpai pada ASI dalam bentuk inaktif. Dianjurkan diminum sebelum tidur agar dapat dimonitor efek puncaknya di pagi hari esoknya. Tujuan terapi adalah meminimalkan resiko transformasi infark menjadi perdarahan dan memaksimalkan pengurangan resiko serangan ulang.menyebabkan perdarahan yang fatal pada janinnya. tetapi tidak terpengaruh bila diberikan heparin dosis rendah. Waktu pembekuan memanjang bila diberikan heparin dosis penuh. interval pemeriksaan waktu protrombin tergantung pada penilaian dokter dan respon penderita terhadap obat. b. Penderita dengan infark luas (baik secara klinis maupun basil CT -scan kepala) mempunyai resiko besar untuk mengalami transformasi tersebut.dan XIla. Pemeriksaan waktu protrombin barns dilakukan setiap hari begitu dimulai dosis inisial sampai tercapainya waktu protrombin yang stabil di batas terapeutik. XIa. IXa. Heparin dapat diberikan secara IV atau SK. faktor IIa.5 kali nilai kontrol. sehingga pemberian heparin sebaiknya ditunda. Penggunaan hefarin dimonitor dengan memeriksa waktu tromboplastin parsial (aPTT) secara berkala. Dosis : Dosis inisial dimulai . Obat bekerja sebagai anti koagulan dengan mempotensiasi kerja anti trombin III (AT-III) membentuk kompleks yang berafinitas lebih besar dari AT -III sendiri. aPTT dimonitor ketat agar berkisar 1. Interval yang dianjurkan adalah 1-4 minggu. termasuk trombin. Harus dimengerti bahwa penggunaan heparin bisa tidak memperbaiki hasil akhir yang diperoleh pada penderita stroke iskemik akut ". Setelah tercapai. . sehingga bisa dipakai pada wanita menyusui. terapi anti koagulan harus dilanjutkan sampai bahaya terjadinya emboli dan trombosis sudah tidak ada. Obat diminum pada waktu yang sama setiap hari. Belum ada uji klinis yang memberikan hasil yang konklusif. Pemberian secara IM tidak dianjurkan karena sering terjadi perdarahan dan hematom yang disertai rasa sakit pada tempat suntikan. Heparin biasanya tidak mempengaruhi waktu perdarahan. Secara umum. Penggunaan heparin untuk stroke akut masih diperdebatkan. Oleh karena itu heparin mempercepat inaktifasi faktor pembekuan darah.dengan 2-5 mg/hari dan dosis pemeliharaan 2-10 mg/hari. Heparin dosis kecil dengan AT-III menginaktifasi faktor XIIIa dan mencegah terbentuknya bekuan fibrin yang stabil. terhadap beberapa faktor pembekuan darah. American Heart Association merekomendasikan " penggunaan heparin tergantung pada preferensi dokter yang menanganinya. Xa.

Profilaksis trombosis serebral pada evolving stroke (masih diteliti). indometasin. demam. Bioavailabilitas : karena tidak diabsorbsi di saluran cerna. priapismus. dextran. bisa juga di ginjal Ekskresi : secara primer diekskresi oleh hati daD SRE. 20-60 menit setelah pemberian SK Kadar puncak dalam plasma: 2 4 jam setelah pemberian SK Waktu paruh : 30-180 menit. infark miokard. hematom. Interaksi obat : antikoagulan oral. hidroksiklorokuin. aspirin. lakrimasi. emboli paru. Kontraindikasi : hipersensitif terhadap heparin. Pada pemberian secara SK dimulai dengan 5000 U lalu 5000 U tiap 8-12 jam sampai 7 hari atau sampai penderita sudah dapat dimobilisasi (mana yang lebih lama). harns diberikan secara parenteral.reaksi anafilaksis. nekrosis kulit. eritema. sakit kepala. trombositopeni berat. gatal dan rasa terbakar.000 U atau lebih setiap hari selama lebih dari 6 bulan dapat menyebabkan osteoporosis dan fraktur spontan. Efek samping : perdarahan. rhinitis. mual. stroke. fenilbutazon. urtikaria. menggigil. nitrogliserin. tetrasiklin. Metabolisme : terutama di hati dan sistem retikuloendotelial (SRE) . ulserasi. Dosis : dosis rendah dianjurkan untuk pencegahan stroke dan profilaksis evolving stroke. Farmakodinamik : terikat pada protein plasma secara ekstensif. sebaiknya didrips dalam larutan Dekstrose 5% . digitalis. iritasi lokal. nyeri ringan. anti histamin. nikotin. trombositopeni. asma.Farmakokinetik : y y y y y y Mula kerja : segera pada pemberian IV. ibuprofen. gangren pada tungkai. muntah. Bila diberi IV. dipiridamol. Penggunaan 15. perdarahan yang tidak terkontrol. Indikasi : Dosis rendah untuk pencegahan stroke atau komplikasi tromboembolik.

5 kali nilai normal).atau NaCI fisiologis dengan dosis inisial 800 U/jam. Hindari pemberian dengan bolus.000 U/m2/24 jam dengan infus. Pada anak dimulai dengan 50 U/kgBB IV bolus dengan dosis pemeliharaan sebesar 100 U/kgBB/4jam perdrips atau 20. Sesuaikan dosis berdasarkan basil aPTT (sekitar 1. .

Fibrinolisis adalah proses pemecahan fibrin yang menyatukan bekuan. Obat-obat trombolitik adalah activator plasminogen. Obat-obat anti trombolitik telah terbukti melisiskan bekuan dalam arteri-arteri dan vena-vena dan membentuk kembali perfusi jaringan. Senyawa-senyawa ini digunakan untuk penanganan embolisme paru. Obat-obat trombolitik terbukti sangat berguna untuk penanganan serangan jantung akut yang disebabkan oleh suatu bekuan dalam arteri koroner. thrombosis vena dalam. .2. dan tromboembolisme arteri. Peristiwa tersebut dimulai dengan aktivasi plasminogen menjadi plasmin. Trombolitik Ini merupakan perbedaan penting yang harus diketahui untuk penggunaan klinis obat-obat tersebut. Aktivasi plasminogen normalnya diinisiasi oleh activator plasminogen.

Obat anti platelet bekerja mencegah perlekatan (adesi) platelet dengan dinding pembuluh darah yang cedera atau dengan platelet lainnya. yang merupakan langkah awal terbentuknya trombus. yang melibatkan platelet dan fibrin. Obat anti koagulan mencegah pembentukan fibrin yang merupakan bahan esensial untuk pembentukan trombus. Obat trombolitik mempercepat degradasi fibrin dan fibrinogen oleh plasmin sehingga membantu larutnya bekuan darah.Singkatnya. . Penggunaan obat anti trombotik bertujuan mempengaruhi proses trombosis atau mempengaruhi pembentukan bekuan darah (clot) intravaskular.

waktu pengosongan lambung. Pada endotel pembuluh darah. . Penghambatan inilah yang mempakan cara kerja aspirin dalam pencegahan stroke dan TIA (Transient Ischemic Attack). Penelitian akhir-akhir ini menunjukkan bahwa aspirin dapat menurunkan resiko terjadinya stroke. Kadar puncak dalam plasma: kadar salisilat dalarn plasma tidak berbanding lurus dengan besamya dosis. y Bioavailabilitas : tergantung pada dosis. sehingga akhirnya menghambat agregasi trombosit. Aspirin menginaktivasi enzim-enzim pada trombosit tersebut secara permanen. y Metabolisrne : sebagian dihidrolisa rnenjadi asarn salisilat selarna absorbsi dan didistribusikan ke seluruh jaringan dan cairan tubuh dengan kadar tertinggi pada plasma. Beberapa obat yang termasuk golongan ini adalah aspirin. aspirin juga menghambat pembentukan prostasiklin. sulfinpirazon. Hal ini membantu mengurangi agregasi trombosit pada pembuluh darah yang rusak. asarn salisilat 2-20 jam tergantung besar dosis yang diberikan. Farmakokinetik : y y Mula kerja : 20 menit -2 jam. y Ekskresi : dieliminasi oleh ginjal dalam bentuk asam salisilat dan oksidasi serta konyugasi metabolitnya. Anti Agregasi Trombosit (Anti Platelet) menghambat agregasi trombosit sehingga Anti trombosit (anti platelet) adalah obat yang dapat menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus yang terutama sering ditemukan pada sistem arteri. pH lambung. dipiridamol.3. prostasiklin ( PGI-2 ). obat antasida dan ukuran partikelnya. infark jantung non fatal dan kematian akibat penyakit vaskular pada pria dan wanita yang telah pernah mengalami TIA atau stroke sebelumnya. Aspirin (asetosal. dekstran. Obat anti trombosit yang telah terbukti efektifitasnya pencegahan stroke maupun penyakit yang mengalami agregasi trombosit adalah : dalam a. korteks ginjal . asam asetil-salisilat). jantung dan paru-paru. bentuk. tiklopidin. y Waktu paruh : asam asetil salisilat 15-20 rnenit . Aspirin bekerja mengasetilasi enzim siklooksigenase dan menghambat pembentukan enzim cyclic endoperoxides. Aspirin juga menghambat sintesa tromboksan A-2 (TXA-2) di dalarn trombosit. hati.

Kontra indikasi . natrium bikarbonat. Pada orang tua harus hati. Tidak dianjurkan pula pada wanita menyusui karena disekresi melalui air susu. hipersensitif terhadap salisilat. alkohol clan. hay fever.hati karena lebih sering menimbulkan efek samping kardiovaskular. pemberian bersama antasida dapat mengurangi iritasi lambung tetapi meningkatkan kelarutan dan absorbsinya. muntah . Menurunkan resiko menderita stroke pada penderita resiko tinggi seperti pada penderita tibrilasi atrium non valvular yang tidak bisa diberikan anti koagulan. lnteraksi obat: obat anti koagulan. perdarahan lambung. polip hidung. Obat ini tidak dianjurkan pada trimester terakhir kehamilan karena dapat menyebabkan gangguan pada janin atau menimbulkan komplikasi pada saat partus. anemi berat. mual. Dosis : FDA merekomendasikan dosis: oral 1300 mg/hari dibagi 2 atau 4 kali pemberian. asma bronkial. Efek samping: nyeri epigastrium. Perhatian! Tidak dianjurkan dipakai untuk pengobatan stroke pada anak di bawah usia 12 tahun karena resiko terjadinya sindrom Reye. Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf merekomendasikan dosis 80-320 mg/hari untuk pencegahan sekunder stroke iskemik.Farmakodinamik : Adanya makanan dalam lambung memperlambat absorbsinya . Sebagai anti trombosit dosis 325 mg/hari cukup efektif dan efek sampingnya lebih sedikit. riwayat gangguan pembekuan darah. lndikasi : Menurunkan resiko TIA atau stroke berulang pada penderita yang pernah menderita iskemi otak yang diakibatkan embolus. heparin. insulin. Sekitar 70-90 % asam salisilat bentuk aktif terikat pada protein plasma. angiotensin -converting enzymes. .

Tiklopidin Tiklopidin adalah inhibitor agregasi platelet yang bekerja menghalangi ikatan antara platelet dengan fibrinogen yang diinduksi oleh ADP (Adenosin Di Pospat) secara irreversibel. Penderita yang diberi Tiklopidin harus dimonitor jumlah netrofil dan trombositnya setiap dua minggu selama 3 bulan pertama pengobatan. Netropeni berat dapat terjadi dalam waktu 3 minggu sampai 3 bulan sejak pengobatan dimulai. . Walaupun Tiklopidin telah terbukti efektif pada pria yang pernah mengalami TIA. serta menghalangi interaksi antara platelet yang mengikutinya. y 98% terikat secara reversibel dengan protein plasma terutama albumin dan lipoprotein. Waktu paruh : 4-5 hari. Ekskresi : 60% melalui urine daD 23% melalui feses Farmakodinamik : y bioavailabilitas oral meningkat 20% bila diminum setelah makan . Karena waktu paruhnya panjang. Bioavailabilitas : > 80%. Proses ini menyebabkan penghambatan pada agregasi platelet dan pelepasan isi granul platelet. Metabolisme : terutama di hati . maka penderita yang berhenti mendapat Tiklopidin dalam waktu 90 hari sejak dimulai harus tetap dimonitor darah lengkap clan hitung jenis trombositopeni saja atau kombinasi dengan netropeni. tetapi obat ini merupakan pilihan kedua bila tidak ada intoleransi terhadap aspirin. lekositnya. pemberian bersama makan dianjurkan untuk meningkatkan toleransi gastrointestinal.b. Kadang-kadang dapat terjadi y y y y y Kadar puncak dalam plasma: 2 jam. Indikasi : Mengurangi resiko stroke trombotik pada penderita yang pemah mengalami prekursor stroke atau pemah mengalami stroke merupakan pilihan bila terjadi intoleransi terhadap aspirin. Tiklopidin adalah obat pilihan pertama untuk pencegahan stroke pada wanita yang pemah mengalami TIA serta pada pria dan wanita yang pemah mengalami stroke non kardioembolik. Farmakokinetik : y Mula kerja : diabsorbsi cepat.

perdarahan intraserebral. antasida. dizziness. hematuria. digoksin. . epistaksis. asthenia. Dosis yang direkomendasikan Perdossi adalah 250-500 mg/hari pada penderita yang tidak tahan dengan aspirin. Tidak dianjurkan pada penderita gangguan fungsi hati berat. pruritus. Dosis : Dewasa dan orang tua : 2 x 250 mg/hari diminum bersama makanan. gangguan fungsi hati berat. kelainan darah (misalnya netropeni. nyeri. urtikaria. propanolol. Penggunaan selama kehamilan hanya bila sangat dibutuhkan. perdarahan gastrointestinal.Kontraindikasi : Hipersensitivitas terhadap Tiklopidin. trombositopeni). mual. dispepsia. y Kadang-kadang ecchymosis. rash. netropeni. obat tibrinolitik. gangguan fungsi hati. Tidak dianjurkan untuk usia di bawah 18 tahun. Bila diberi pada wanita menyusui harus dihentikan menyusuinya. Efek samping : y Paling sering : diare. anoreksia. tinnitus. fenobarbital. antikoagulan oral. sakit kepala. simetidin. perdarahan konjunktiva. Perhatian! Pada usia di bawah 18 tahun belum terbukti keamanan dan efektifitasnya. perdarahan patologis aktif (misalnya perdarahan lambung. teofilin. perdarahan perioperatif. Interaksi obat aspirin. heparin. purpura. fenitoin. nyeri gastrointestinal. perdarahan intrakranial). gangguan pembekuan darah.

Daftar Pustaka Stringer Janet L. EGC.edisi 3.id/download/fk/penysaraf-aldy4.pdf . Konsep Dasar Farmakologi.usu.ac.Jakarta:2008 library.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful