ETIKA BERPAKAIAN

Oleh ; Rian Agustianto (1210013) Yanuar Ahmad (1210040)

Pakaian merupakan salah satu nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada para hambanya, Islam mengajarkan agar seorang muslim berpakain dengan pakaian islami dengan tuntunan yang telah Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Berikut ini adalah adab-adab berkenaan dengan berpakaian yang sepantasnya diketahui oleh seorang muslim. Mendahulukan yang Kanan Di antara sunnah Nabi shallallahu µalaihi wa sallam adalah mendahulukan yang kanan ketika memakai pakaian dan semacamnya. Dalil pokok dalam masalah ini, dari Aisyah Ummul Mukminin beliau mengatakan, ³Nabi shallallahu µalaihi wa sallam suka mendahulukan yang kanan ketika bersuci, bersisir dan memakai sandal.´ (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam redaksi muslim dikatakan, ³Rasulullah menyukai mendahulukan yang kanan dalam segala urusan, ketika memakai sandal, bersisir dan bersuci.´ Mengomentari hadits di atas, Imam Nawawi mengatakan, ³Hadits ini mengandung kaidah baku dalam syariat, yaitu segala sesuatu yang mulia dan bernilai maka dianjurkan untuk mendahulukan yang kanan pada saat itu semisal memakai baju, celana panjang, sepatu, masuk ke dalam masjid, bersiwak, bercelak, memotong kuku, menggunting kumis, menyisir rambut, mencabut bulu ketiak, menggundul kepala, mengucapkan salam sebagai tanda selesai shalat, membasuh anggota wudhu, keluar dari WC, makan dan minum, berjabat tangan, menyentuh hajar aswad dan lain-lain. Sedangkan hal-hal yang berkebalikan dari hal yang diatas dianjurkan untuk menggunakan sisi kiri semisal masuk WC, keluar dari masjid, membuang ingus, istinjak, mencopot baju, celana panjang dan sepatu. Ini semua dikarenakan sisi kanan itu memiliki kelebihan dan kemuliaan.´ (Syarah Muslim, 3/131)

Memilih Pakaian Warna Putih Warna pakaian yang dianjurkan untuk laki-laki adalah warna putih. Tentang hal ini terdapat hadits dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda, ³Kenakanlah pakaian yang berwarna putih, karena itu adalah sebaik-baik pakaian kalian dan jadikanlah kain berwarna putih sebagai kain kafan kalian.´ (HR. Ahmad, Abu Daud dll, shahih) Dari Samurah bin Jundab, Rasulullah shallallahu µalaihi wa sallam bersabda, ³Kenakanlah pakaian berwarna putih karena itu lebih bersih dan lebih baik dan gunakanlah sebagai kain kafan kalian.´ (HR . Ahmad, Nasa¶I dan Ibnu Majah, shahih)

dinilai hasan oleh Al-Albani).Tentang hadits di atas Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkomentar.´ (HR. Yang pertama warna putih lebih terang dan nampak bercahaya. ³Benarlah apa yang Nabi katakan karena pakaian yang berwarna putih lebih baik dari warna selainnya dari dua aspek. Karena hadits yang bersum-ber dari Ibnu Abbas Radhiallaahu µanhu ia menuturkan: ³Rasulullah melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai kaum wanita dan kaum wanita yang menyerupai kaum pria.´ (HR. Darul Wathon) Disunnatkan memakai pakaian baru. maka tampakkanlah bekas ni`mat dan kemurahan-Nya itu pada dirimu. Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda kepada salah seorang shahabatnya di saat beliau melihatnya mengenakan pakaian jelek : ³Apabila Allah mengaruniakan kepadamu harta. bagus dan bersih. Pakaian tidak merupakan pakaian show (untuk ketenaran). Seluruhnya dianjurkan berwarna putih karena itulah yang lebih utama.Namun jika warana merah tersebut bercampur warna putih maka tidaklah mengapa. (HR. Andai jika sudah dicuci orang tersebut belum tahu secara pasti apakah kain tersebut telah benar-benar bersih ataukah tidak. yaitu longgar tidak membentuk lekuk tubuh dan tebal tidak memperlihatkan apa yang ada di baliknya. Pakaian tidak boleh ada gambar makhluk yang bernyawa atau gambar salib karena hadits yang bersumber dari Aisyah Radhiallaahu µanha menyatakan bahwasanya beliau berkata: Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam tidak pernah membiarkan pakaian yang ada gambar salibnya melainkan Nabi menghapusnya´. Al-Bukhari).´ (Syarah Riyadus Shalihin. . Dengan pertimbangan ini Nabi memerintahkan kita. Asalkan warna tersebut bukan warna khas pakaian perempuan. Karena Nabi shallallahu µalaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai perempuan. Ahmad. 7/287.´ ( HR. Kain putih disini mencakup kemeja. Pakaian laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya. Pakaian harus menutup aurat. karena Rasulullah Radhiallaahu µanhu telah bersabda: ³Barang siapa yang mengenakan pakaian ketenaran di dunia niscaya Allah akan mengenakan padanya pakaian kehinaan di hari Kiamat. Demikian pula dengan syarat bukan berwarna merah polos karena nabi melarang warna merah polos sebagai warna pakaian laki-laki. Sedangkan aspek yang kedua jika kain tersebut terkena sedikit kotoran saja maka orang yang mengenakannya akan segera mencucinya. kaum laki-laki untuk memakai kain berwarna putih. sarung ataupun celana. Al-Bukhari dan Ahmad). Meskipun mengenakan warna yang lainnya juga tidak dilarang. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Sedangkan pakaian yang berwarna selain putih maka boleh jadi menjadi sarang berbagai kotoran dan orang yang memakainya tidak menyadarinya sehingga tidak segera mencucinya.

Ada yang beranggapan bahwa warna pakaian seorang perempuan muslimah itu harus hitam atau minimal warna yang cenderung gelap. Di sisi lain ada yang memiliki pandangan bahwa perempuan bebas memilih warna dan motif apa saja yang dia sukai. lalu beliau bersabda: Sesungguhnya dua jenis benda ini haram bagi kaum lelaki dariumatku´. kata mereka beralasan. . Maka sungguh sangat aneh jika ternyata pakaian yang dikenakan tersebut malah menjadi daya tarik tersendiri. Adapun perempuan. Sedangkan tabarruj itu didefinisikan oleh para ulama¶ dengan seorang perempuan yang menampakkan ³perhiasan´ dan daya tariknya serta segala sesuatu yang wajib ditutupi karena hal tersebut bisa membangkitkan birahi seorang laki-laki yang masih normal. ³Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya. Abu Daud dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Karena Rasulullah Shallallaahu µalaihi wa sallam telah bersabda : ³Apa yang berada di bawah kedua mata kaki dari kain itu di dalam neraka´ (HR. maksud dari perintah berjilbab adalah menutupi segala sesuatu yang menjadi perhiasan (baca: daya tarik) seorang perempuan. Pakaian laki-laki tidak boleh panjang melebihi kedua mata kaki. Al-Bukhari). Haruskah Hitam? Terkait dengan warna pakaian terutama pakaian perempuan. kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. (HR. terdapat beragam sikap orang yang dapat kita jumpai. Manakah yang benar dari pendapat-pendapat ini jika ditimbang dengan aturan al-Qur¶an dan sunnah shahihah yang merupakan suluh kita untuk menentukan pilihan dari berbagai pendapat yang kita jumpai? Salah satu persyaratan pakaian muslimah yang syar¶i adalah pakaian tersebut bukanlah perhiasan. Sebab ada hadits yang menyatakan : ³Allah tidak akan memperhatikan di hari Kiamat kelak kepada orang yang menyeret kainnya karena sombong´. Sesungguhnya Nabi Allah Subhaanahu wa Ta¶ala pernah membawa kain sutera di tangan kanannya dan emas di tangan kirinya. Sehingga fungsi pakaian tidak berjalan sebagaimana mestinya. maka seharusnya pakaiannya menu-tup seluruh badannya. an Nur:31). termasuk kedua kakinya. Dalam syarat ini adalah firman Allah yang artinya. Dengan redaksinya yang umum ayat ini mencakup larangan menggunakan pakaian luar jika pakaian tersebut berstatus ³perhiasan´ yang menarik pandangan laki-laki. Karena hadits yang bersumber dari Ali Radhiallaahu µanhu mengatakan.´ (QS. (Muttafaq¶alaih).Laki-laki tidak boleh memakai emas dan kain sutera kecuali dalam keadaan terpaksa. Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai keindahan.Adalah haram hukumnya orang yang menyeret (meng-gusur) pakaiannya karena sombong dan bangga diri. Di samping itu.

html .com/2006/11/14/etika-berpakaian-berhias/ http://alislamu.html http://muslim.wordpress. Patut diketahui bahwa dalil-dalil yang menunjukkan benarnya kaidah di atas adalah banyak sekali baik dari ayat al-Qur¶an maupun hadits-hadits Nabi. Ini merupakan kaidah penting dalam agama kita yang sudah tidak diindahkan oleh banyak kaum muslimin. hari raya maupun pakaian yang menjadi ciri khas mereka.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-berpakaian-2. Kesimpulan Dalam berpakaian ada etika tentang warna pakaian dan cara penggunaan. Ref .com/etika/184-etika-berpakaian.Meski demikian anggapan sebagian perempuan multazimah (yang komitmen dengan aturan agama) bahwa seluruh pakaian yang tidak berwarna hitam adalah pakaian ³perhiasan´ adalah anggapan yang kurang tepat dengan menimbang dua alasan.or.Di antara kaedah penting dalam agama kita adalah kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan tidak diperbolehkan untuk menyerupai orang kafir baik dalam masalah ibadah. http://akhlaqmuslim.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful