P. 1
batubara

batubara

|Views: 406|Likes:
Published by Meta Mn

More info:

Published by: Meta Mn on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2013

pdf

text

original

Parameter Kualitas Batubara

Disusun Oleh :

Mayang Meta Mediana
Dosen Pengajar : Ir. Aida Syarif,M.T. 1 Desember 2011

Pendahuluan
Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batubara sangat banyak manfaatnya. Baik itu sebagai bahan bakar maupun non bahan bakar. Banyaknya pemanfataan batubara dalam berbagai sector kehidupan menyebabkan pentingnya untuk mengetahui kualitas batubara itu sendiri agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk mengetahui kualitas dari batubara harus melalui tahapan-tahapan yang akan dijelaskan dalam makalah ini, sehingga dapat disimpulkan seberapa bagus mutu dari batubara.

.Pendahuluan TUJUAN MANFAAT y y y Menjelaskan beberapa parameter kualitas batubara secara umum Menjelaskan bentukbentuk sulfur. dan trace elements dalam batubara Menjelaskan keterkaitan kualitas batubara dengan pemanfaatannya y y Dapat mengetahui kualitas batubara Dapat mengetahui pemanfaatan yang cocok untuk satu jenis batubara sesuai kualitasnya. analisis abu.

Parameter Kualitas Batubara .

Parameter Kualitas Batubara .

Parameter Kualitas Batubara .

Trace Elements ‡ Trace Elements merupakan unsure yang terkandung dalam batubara dengan jumlah yang kecil.Abrasion Index ‡ Abrasiveness batubara penting dalam pengertian ekonomi pada pertambangan. arsen. Abrasi dipengaruhi oleh banyaknya impurities dalam batubara. Beberapa unsure tersebut akan berbahaya jika dibebaskan pada waktu pembakaran batubara. dan fosfor. Hal ini dikarenakan batubara merupakan material abrasive. . klor. preparasi dan penggunaan. yaitu boron.

Dilatometry ‡ Dilatometry merupakan pengujian terhadap perubahan volume selama masa mencair. Pengujian dilakukan dengan cara emanaskan sample batubara pada suhu 820 0C. . Alat yang digunakan disebut dilatorimeter.Free Swelling Index (FSI) ‡ FSI menunjukkan sifat pengkokasan batubara yaitu kecenderungan melelehnya batubara menjadi material yang mencair dan kemudian mengeras membentuk kokas jika batubara dipanaskan.

penggerusan. dan dipanaskan ‡ Kehilangan berat setelah dibiarkan di udara terbuka pada suhu kamar ‡ Kehilangan berat setelah dipanaskan pada suhu 105 ² 1100C Lengas Total Lengas Bebas Lengas Terikat Kadar lengas akan banyak berpengaruh pada pengangkutan. . Kandungan moisture juga mempengaruhi jumlah pemakaian udara primer. penanganan. maupun pada pembakaran.P A R A M E T E R P R I M E R Lengas Semakin tinggi kadar lengas maka peringkat batubata semakin rendah ‡ Kehilangan berat yang terjadi setelah digerus dalam ukutan mm.

mempengaruhi kesempurnaan pembakaran .Analisis Proksimat P A R A M E T E R P R I M E R ‡ residu anorganik yang terjadi setelah batubara di bakar sempurna. ‡ Analisisnya dilakukan dengan pembakaran pada suhu 850 0C ‡ bagian batubara yang mudah menguap saat batubara dipanaskan tanpa udara ( di dalam tungku tetutup ) pada suhu 9000C.( M + A + VM ) % ‡ FC = fixed carbon( karbon terbang ) ‡ M = moisture( kadar lengas ) ‡ A = Ash( kandungan abu ) ‡ VM = volatile matter ( zat terbang ) Kadar Abu Zat Terbang Karbon Tertambat ‡Zat terbang biasanya dianalisis dengan basis pelaporan air dried. ‡ FC = 100% .

serta penanggulangan terhadap masalah lingkungan yang dapat ditimbulkan. keausan. korosi peralatan. misalnya ASTM = 700 ² 7500C dan 8150C untuk BSI.Kadar Abu P A R A M E T E R P R I M E R ‡ residu yang berasal dari mineral matter hasil dari perubahan batubara. ‡ ‡ ‡ ‡ SiO2 Al2O3 Fe2O3 TiO2 ‡ Dengan pembakaran. Pengertian Yang Dianalisis Metode Analisis mempengaruhi tingkat pengotoran (fouling). .

Unsur yang Dianalisis Proses Analisa . cukup dengan memasukkan sampel batubara ke dalam alat dan hasil analisis akan muncul kemudian pada layar komputer.Analisis Ultimat P A R A M E T E R P R I M E R ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Karbon Hidrogen Nitrogen Sulfur Oksigen ‡ Analisa ultimat ini sepenuhnya dilakukan oleh alat yang sudah terhubung dengan komputer. Prosedur analisis ultimat ini cukup ringkas.

.Bentuk-Bentuk Sulfur P A R A M E T E R P R I M E R ‡ Jumlahnya sekitar 20 ² 30% dari sulfur total dan terasosiasi dalam abu. Jumlahnya sangat kecil kecuali pada batubara yang telah terekspos dan telah Sulfur teroksidasi. Suatu piritik umumnya dapat di hilangkan dengan operasi pencucian. Sulfat Semakin tinggi nilai sulfur maka peringkat batubara semakin rendah. natrium sulfat dan besi sulfat. biasanya berasosiasi dengan sulfat dan sulfide selama Sulfur proses pembatubaraan. terjadi baik sebagai makrodeposit dan mikrodeposit. Sulfur Piritik ‡ Jumlahnya sekitar 20-80% dari sulfur total dan secara kimia terikat di dalam batubara. Organik ‡ Kebanyakan sebagai kalsium sulfat. Karena sulfur berpengaruh terhadap pencemaran udara akibat pembakaran batu bara tersebut.

Nilai Kalor P A R A M E T E R P R I M E R ‡ Menunjukkan seberapa banyak energi yang dihasilkan per satuan massa ‡ Dapat ditentukan dengan menggunakan alat bom kalorimeter Pengertian Metode Analisa Semakin tinggi nilau kalor maka kualitas batubara semakin bagus .

Selanjutnya digerus dengan menggunakan bola baja pada putaran (revolusi) tertentu.Hardgrove Grindability Index (HGI) P A R A M E T E R P R I M E R Sifat-Sifat HGI y Pengujian HGI y y y HGI. HGI sangat penting bagi pengguna batubara di power plant yang menggunakan pulverized coal. . karena performance milling masih dipengaruhi HGI ditest dengan menggunakan mesin hardgrove. HGI tidak dapat dijadikan indikasi atau simulasi performance dari suatu pulverizer atau milling secara langsung. Jumlah yang lolos pada screen ukuran 200 mesh dijadikan data dan dikalkulasi dengan menggunakan hasil kalibrasi alat tersebut. Batubara hasil gerusan kemudian discreen pada ukuran 200 mesh. adalah salah satu sifat fisik dari batubara yang menyatakan kemudahan batubara untuk di pulverise sampai ukuran 200 mesh atau 75 micron. Sample yang sudah digerus pada ukuran partikel tertentu kemudian dimasukan kedalam mesin hardgrove.

Hardgrove Grindability Index (HGI) .

dan keramik. batubara bersinggungan secara langsung dengan materi lain tanpa ada pembatas. pereduksi proses metalurgi Penghasil energi sekunder. bahan bakar gas (konversi menjadi bahan bakar gas). Artinya batubara tersebut dimanfaatkan sebagai bahan bakar pembangkit energi panas. misalnya sebagai bahan bakar padat. misalnya sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).Kaitan antara Kualitas Batubara dengan Pemanfaatannya Berdasarkan cara penggunaannya sebagai penghasil energi. biasanya dipergunakan untuk industri. kapur tohor. dimana pada proses pembakaran. bahan bakar lokomotif. batubara dibedakan: y Penghasil energi panas primer. dimana batu bara tersebut tidak langsung dipergunakan untuk industri. misalya dalam proses pembakaran genting. Pemanfaatan batubara sebagai energi panas kontak langsung. y y . bahan bakar cair (konversi menjadi bahan bakar cair).

. Tumpukan batubara yang digunakan PLTU Suralaya Salah satu contoh penggunaan batubara untuk pembangkit listrik tenaga uap adalah pada proses industri kelistrikan PLTU Suralaya sebagai penghasil energi panas primer.Aplikasi Penggunaan Batubara Gambar 1.

. Hal yang mendorong pemanfaatan briket untuk masyarakat dan industri kecil di Indonesia antara lain : ‡Potensi batubara Indonesia yang cukup besar ‡Dapat dilaksanakan dengan teknologi sederhana dengan investasi sedikit ‡Batubara Indonesia mudah pecah dan bernilai kalor tinggi ‡Memanfaatkan batubara bubuk yang tidak dipakai ‡Kebijakan pemerintah untuk mengurangi pemakaian minyak dan kayu bakar.Aplikasi Penggunaan Batubara Batubara yang dijadikan briket biasanya berasal dari kelas subbituminus tingkat rendah.

000 cal/gr ‡ Volatile metter medium. yaitu : Nilai kalor net cukup tinggi. Industri semen menggunakan tanur putar dalam dalam operasi proses untuk menghasilkan produk.8% Kadar alkali dalam abu 2% Ukuran batubara (raw coal) Diatas saringan 100 mm = 0% 100mm 50 mm =70% 50mm 25mm = 25% 25mm 15mm = 15% Lolos 15mm = 0% Aplikasi Penggunaan Batubara . yaitu > 6..Batubara sebagai Bahan Bakar Industri Semen Dalam industri semen. 36-42% ‡ Total mosture 12% Kadar abu maksimum 6% Kadar sulfur 0. Adapun persyaratan mutu/ kualitas batubara yang dibutuhkan oleh industri semen unit operasi dengan efektifitas yang cukup tinggi. batubara berperan sebagai sumber energi panas kontak langsung.

Sulfur Content. batubara harus dimanfaatkan secara efektif dan maksimal. Ash Content. Nilai kalor. dan HGI. Parameter tersebut antara lain berupa Kadar Lengas. . Moisture Content.Kesimpulan Sebagai bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui.

Terima Kasih Kepada Allah SWT Ibu Aida Syarif Semua Teman-Teman .

8 0. 3.6 30.8 .3 15. Persyaratan Batubara untuk Operasi PLTU Suralaya No.242 23.1 12.9 59.3 7.4-65 5.4 61.Tabel 1. 6.8 0. 4. HHV Total Moisture Volatile matter Ash Content Sulfur Content HGI kgcal/kg % % % % - 4. 2. Parameter Unit Worst Average 1.225 28. 5.

Tabel 2.500 2. Parameter Operasi Unit Worst Average 1. Jumlah abu terbang pada beban 400MW No. Masukan Kalori 106 kcal/jam 885.3 .000 212. Jumlah Abu kg/jam 13.9 898 4.200 3. Aliran Batubara kg/jam 169.9 30. Ash Loading kg/106 14.800 27.

Adapun parameter kualitas batubara yang dapat dijadikan briket antara lain: Parameter Fixed Carbon Nilai Kalori Belerang Moisture Volatile Matter Nilai 50.91 39.47 1.66 .24 7160 0.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->