TUGAS PRAKTIKUM SINTESIS SENYAWA ANORGANIK

“Sintesis Zeolit-A”

Oleh : ZJAHRA VIANITA NUGRAHENI DWI AJENG AYU A. HAMIDATUL KHUSNIYAH ALI BUDIARJO MUTIA DEVI HIDAYATI ROSITA LOVA V.N.L.R. 1408 100 006 1408 100 022 1408 100 038 1408 100 052 1408 100 066 1408 100 080

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2011
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang ilmuwan bernama A. F. Constedt. Selama leebih dari 250 tahu Zeolit telah dipelajari oleh para ahli mineral. Karena sifat unik dan kehasan dari zeolit, maka zeolit banyak digunakan untuk berbagai aplikasi di industri diantaranya zeolit digunakan di industri minyak bumi sebagai ‘cracking’, di industri deterjen sebagai penukar ion, pelunak air sadah dan di industri pemurnian air, serta berbagai aplikasi lain seperi pada pertanian, peternakan, perikanan, dean energi Di Indonesia zeolit (Zeinlithos) atau berarti juga batuan mendidih, jumlahnya sangat melimpah dan tersebar di berbagai daerah baik di pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pemanfaatan zeolit Indonesia untuk penggunaan secara langsung belum dapat dilakukan, karena zeolit Indonesia banyak mengandung campuran (impurities) sehingga perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu untuk menghilangkan atau memisahkannya dari kotoran-kotoran. Selain itu, saat ini zeolit juga dikembangkan untuk berbagai keperluan. Salah satu jenis zeolit yang tengah dikembangkan adalah jenis zeolit A. 1.2 Permasalahan Permasalahan dalam makalah ini adalah bagaimana cara untuk membuat atau mensintesis zeolit tipe A dan untuk menentukan struktur zeolit A dengan XRD serta menggunakan zeolit A sebagai penukar ion untuk menghilangkan kesadahan air. 1.3 Tujuan . Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah untuk mengetahui cara membuat atau mensintesis zeolit tipe A dan untuk menentukan struktur zeolit A dengan XRD serta menggunakan zeolit A sebagai penukar ion untuk menghilangkan kesadahan air.

BAB II TNJAUAN PUSTAKA
2

batuan metamorfosa. Sesuai dengan sifatnya tersebut maka mineral ini diberi nama zeolit yang berasal dari dua kata Yunani. dengan rumus umum (LaAlbSic O2. Mineral zeolit yang paling umum dijumpai 3 . Akhirnya berkat jasanya. sedimen.1 Sejarah Zeolit Semenjak awal tahun 1940-an. Penemuan zeolit di dunia dimulai dengan ditemukannya Stilbit pada tahun 1756 oleh seorang ilmuwan bernama A. 2.2 Definisi Zeolit Zeolit merupakan senyawa alumino-silikat hidrat terhidrasi dengan unsur utama yang terdiri dari kation alkali dan alkali tanah terutama Ca. mordenit. zeo artinya mendidih dan lithos artinya batuan (Kirk-Othmer. Para ahli mineralogi memperkirakan bahwa zeolit berasal dari muntahan gunung berapi yang membeku menjadi batuan vulkanik. Al) dan dikelilingi oleh atom‐atom O dalam ikatan tiga dimensi. Sifat umum dari zeolit adalah kristal yang agak lunak dengan warna putih coklat atau kebiru-biruan. F. 1981). Dimana rongga-rongga tersebut akan terisi oleh air yang disebut air kristal. pada tahun 1842 zeolit baru tersebut dinamai Faujasit.nH2O) dimana L adalah logam. Senyawaan kristalnya berwujud dalam sruktur tiga dimensi yang tak terbatas dan memiliki rongga-rongga yang saling berhubungan membentuk saluran ke segala arah dengan ukuran saluran tergantung dari garis tengah logam alkali ataupun alkali tanah yang terdapat pada srukturnya.2. Barthelemy Faujas de Saint seorang profesor geologi Perancis menemukan sebuah formulasi yang cantik hasil penelitiannya tentang zeolit yang dipublikasikan dalam bukunya “Mineralogie des Volcans”. Pada tahun 1784. Pada umumnya komposisi zeolit alam mengandung klinoptilolit. Jadi. 1982). dan selanjutnya melalui pelapukan karena pengaruh panas dan dingin yang terjadi dalam lubang-lubang dari batuan lava basal (traps rock) dan butiran halus dari batuan sediment piroklastik (tuff). Kristal-kristalnya terbentuk dari proses hidrotermal yang melibatkan reaksi antara larutan garam atau dengan aliran lava (Barrer.1994). zeolit merupakan senyawa alumino silikat terhidrasi yang terdiri dari tetrahedral (Si. dan erionit. K dan Na. chabazit. Constedt menggambarkan kekhasan mineral ini ketika berada dalam pemanasan terlihat seperti mendidih karena molekulnya kehilangan air dengan sangat cepat. ilmuwan Union Carbide telah memulai penelitiannya untuk mensintesis zeolit dan mereka berhasil mensintesis zeolit A dan X murni pada tahun 1950. Diberi nama zeolit karena sifatnya yaitu mendidih dan mengeluarkan uap jika dipanaskan (Dyer . Constedt.

K)2O. Proses pengendapan terjadi jika energi transport sudah tidak mampu mengangkut detritus tersebut. Gambar 2. zeolit ditemukan dalam batuan tufa dari reaksi antara batuan tufa asam berbutir halus dan bersifat riolitik dengan air pori atau air meteoric (air hujan). 8H2O. proses diagenesis dan proses hidrotermal. Zeolit terbentuk dari hasil sedimentasi debu vulkanik yang telah mengalami proses alterasi.3 Proses Pembentukan Zeolit Secara geologi. Erosi dan transportasi terutama dilakukan oleh media air. 2000) 2. Alterasi Alterasi merupakan perubahan komposisi mineralogi batuan (dalam keadaan padat) karena pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi. terbentuk karena proses sedimentasi. yakni meliputi pelapukan. Al2O3. keadaan stabil dan pengangkatan(rising) dari elemen-elemen tektonik di daerah batuan asal dan daerah pengendapan.1 Struktur Zeolit (Sugiyanto. a. proses alterasi. dapat berupa pelapukan fisik maupun pelapukan kimia.adalah (Na. Perbandingan antara atom Si dan Al yang bervariasi akan menghasilkan banyak jenis atau spesies zeolit yang terdapat di alam. seperti penjerap. Penggunaan zeolit pada umumnya didasarkan pada sifat-sifat kimia dan fisika zeolit. penukar kation dan katalis (Sugiyanto. Proses sedimentasi Pada tahap ini. b. Ada empat proses sebagai gambaran awal terbentuknya zeolit. 10 SiO2. Kerangka tektonik pada suatu proses sedimentasi adalah sebagai kombinasi antara adanya penurunan(subsiding). 2000). yaitu proses sedimentasi debu vulkanik pada lingkungan danau yang bersifat alkali. dan tidak dalam kondisi isokimia menghasilkan 4 .

Alterasi terjadi pada intrusi batuan beku yang mengalami pemanasan dan pada struktur tertentu yang memungkinkan masuknya air meteoric untuk dapat mengubah komposisi mineralogy batuan (Kaharmen. porositas awal dan jumlah fluida yang terdapat dalam sedimen. Kemungkinan tingkat kompaksi merupakan fungsi dari ukuran butir. Proses diagenesis meliputi : – Kompaksi Kompaksi adalah proses yang menyebabkan volume sedimen berkurang. Diagenesis kemungkinan berlanjut bekerja setelah sedimen menjadi batuan. hal ini menghasilkan pengurangan porositas batuan sedimen. Ini dihasilkan oleh tekanan penutup (overburden). kimia dan biologi yang secara umum mengubah sedimen menjadi batuan sedimen. yang diakibatkan oleh berat dari sedimen dan batuan di atasnya. 2008). Gambar 2. Proses alterasi merupakan peristiwa sekunder pembentukan batuan. mengubah tekstur dan mineraloginya. 2008). Rekristalisasi bekerja melalui pelarutan dan presipitasi dari fase mineral yang terdapat pada batuan. Proses diagenesis material organik yang diakibatkan oleh proses biologis lebih dominan terjadi dalam sedimen yang baru terendapkan (recently deposited) dan biasa terjadi pada kedalaman hingga 2 km serta temperatur maksimal 75oC. Ketika fluida melewati batuan atau sedimen. kuarsa.2 Proses pembentukkan zeolit (Kaharmen. c. – Rekristalisasi dan pelarutan Rekristalisasi adalah proses dimana kondisi fisika dan kima menyebabkan pengorientasian kembali kristallatticepada butir mineral.mineral lempung. oksida atau sulfida logam. Proses Diagenesis Diagenesis merupakan proses fisika. pemilahan. bentuk butir. Tekanan ini mengakibatkan penyusunan kembali butiran dan pengeluaran fluida. komponen pada sedimen yang tidak stabil karena 5 .

dan temperatur akan mengalami pelarutan. Pada beberapa kasus proses ini dapat meningkatkan kompaksi. d. – Bioturbasi Bioturbasi adalah aktifitas biologis yang terjadi dekat permukaan. Fase replacement sama beragamnya dengan fase autigenesis. menghancurkan laminasi dan perlapisan. – Autigenisasi Autigenesis (neocrystalitation) adalah proses saat fase mineral baru mengalami kristalisasi di dalam sedimen atau batuan selama proses diagenesis maupun setelahnya. kalsit dan hematit. kuarsa dan ilite. opal. – Replacement Replacementyaitu proses ketika mieral baru menggantikan (secara kimia dan fisika) kondisi dalam pada endapan mineral. – Sementasi Sementasi adalah proses di mana terjadi presipitasi kimia pada pembentukan kristal baru. dan juga muncul karena presipitasi dari material yang masuk melalui fase fluida. evaporate mineral seperti gypsum dan oksida seperti hematite. termasuk burrowing. (Geofact. yang mana butiran yang baru memiliki fase yang sama dengan asalnya atau polimorpisme dari fase asalnya. atau dihasilkan dari kombinasi sedimen primer dan material yang masuk. Semen yang umum yaitu kuarsa. pH. Pseudomorficyang mana fase baru merupakan tiruan dari bentuk eksternal dari fase yang digantikan tetapi fasenya berbeda. Selama proses bioturbasi beberapa organisme mempresipitasikan material yang berfungsi sebagai semen. 2010). Mineral baru terbentuk melalui reaksi di dalam fase yang terdapat dalam sedimen atau batuan. Kemudian material yang terlarut itu akan mengalami transportasi dan akan terpresipitasi pada pori-pori sedimen yang memiliki kondisi yang berbeda. boringdan pencampuran sedimen oleh organisme. tetapi fase replacement yang penting yaitu dolomite. carbonat seperti kalsit dan dolomite.tekanan. silikat seperti kuarsa. Beberapa yang tergolong dalam fase autogenesis. Replacement mungkin bersifat : • • • Neomorphic. terbentuk didalam pori-pori sedimen atau batuan yang mengikat satu butir dengan butir lainnya. Proses hidrotermal 6 . Allomorphicyaitu replacement dalam bentuk fase baru yang biasanya berbeda bentuk kristalnya dan menggantikan sepenuhnya fase sediment asal.

Dalam perjalanan menerobos batuan. Penggolongan zeolit antara lain : a. akan makin kehilangan panasnya. Berdasarkan cara dan lingkungan terbentuknya zeolit – Zeolit yang terbentuk pada temperatur yang tinggi.masing temperatur tertentu akan terbentuk jenis zeolit tertentu pula. melainkan harus dianalisa strukturnya. hidrotermal. pada daerah lebih dekat dengan batuan intrusifnya. yang sedang membeku dan diendapkan di tempat-tempat sekitar magma yang sedang membeku tadi. Larutan magmatik ini yang juga disebut larutan hidrotermal banyak mengandung logam-logam yang berasal dari magma.24H2O. proses metamorfosa kontak. Ion Na+dan K+merupakan kation yang dapat dipertukarkan.4 Penggolongan Zeolit Zeolit tidak dapat diidentifikasi hanya berdasarkan analisa komposisi kimianya saja. – Depositepitermal Deposit epitermal atau deposit celah adalah deposit yang lebih banyak terjadi di daerah dengan suhu dan tekanan rendah yang terletak agak jauh dari batuan intrusifnya. Zeolit hanya dapat diidentifikasi berdasarkan Unit Bangun Sekunder (UBS) Tetrahedra alumina dan silika (TO4) pada struktur kristal zeolit. larutan hidrotermal akan mendepositkan mineral-mineral yang dikandungnya di rongga-rongga batuan dan membentuk deposit celah (cavity filling deposit) atau melalui proses metasomatik membentuk deposit pergantian (replacement deposit). dan regional. yang mempunyai rumus kimia (Na3K3)(Al6Si30O72). Yang termasuk grup ini adalah 7 . Mineral zeolit yang paling umum dijumpai adalah klinoptirotit.Produk akhir dari proses diferensiasi magmatik adalah suatu larutan yang disebut larutan magmatik yang mungkin dapat mengandung konsentrasi logam yang dahulunya berada dalam magma. – Zeolit yang terbentuk didekat permukaan lingkungan sedimentasinya dengan perubahan proses kimia merupakan faktor utama. Secara umum deposit hipotermal atau deposit replasemen terjadi pada kondisi suhu dan tekanan tinggi. Berikut adalah penjelasan umum tentang macam – macam deposit. dimana pada masing. – Deposit hipotermal. sedangkan atom Al dan Si merupakan struktur kation dan oksigen yang akan membentuk struktur tetrahedron pada zeolit. Yang termasuk dalam gerup ini adalah akibat dari proses magmatik primer. 2. Larutan yang makin jauh dari magma.

dibuat dari bahan lain dengan proses sintetis. adsorben dan penyaring molekul. Berdasarkan bahan baku pemanfaatannya – Zeolit alam merupakan jenis jenis zeolit yang tersedia di alam. sehingga zeolit mampu menyerap sejumlah besar molekul yang berukuran lebih kecil atau sesuai dengan ukuran rongganya. Sifat Fisik – Morfologi Sifat zeolit sebagai adsorben dan penyaring molekul dimungkinkan karena struktur zeolit yang berongga. – Zeolit sintetik adalah suatu senyawa kimia yang mempunyai sifat fisik dan kimia yang sama dengan zeolit yang ada di alam. bahkan lebih.5 Sifat Kimia Dan Fisika Mineral Zeolit Sifat-sifat unik zolit meliputi dehidrasi. 2003). meskipun yang mempunyai nilai komersial ada sekitar 12 jenis. zeolit Y. kabasit dan erionit. filipsit. memiliki konsentrasi kation paling tinggi. Selain itu kristal zeolit yang telah terdehidrasi merupakan adsorben yang selektif dan mempunyai efektivitas adsorpsi yang tinggi. Pada saat ini dikenal sekitar 40 jenis zeolit alam. diantaranya klinoptilolit. pelapukan ataupun karena sifat alkalin. mordernit. Zeolit silika tinggi. – – Zeolit yang terbentuk pada suhu rendah pada lingkungan pengendapan laut. Klinoptilolit. Zeolit yang terbentuk sebagai akibat dari terbentuknya craters di lingkungan dasar laut yang menghasilkan fase hidrotermal. 8 . contoh zeolit silika rendah adalah zeolit A dan X. Penjabarannya adalah sebagai berikut : a. contoh zeolit jenis ini adalah Mordernit.sebagai akibat pengaruh pergerakan air tanah. katalisator dan penukar ion dan katalis. Erionit. 2004). yang mempunyai perbandingan Si/Al adalah 2:5. dimodifikasi sedemikian rupa sehingga menyerupai zeolit yang ada di alam. Berdasarkan rasio Si/Al – Zeolit silika rendah dengan perbandingan Si/Al adalah 1:5. dengan perbandingan kadar Si/Al antara 10:100. – Zeolit silika sedang. 2. (Sukandarrumidi. contohnya adalah ZSM-5. dan mempunyai sifat adsorpsi yang optimum. – a. (Kusumaningtyas. a.

Sifat Kimia – Air dalam zeolit Zeolit mempunyai beberapa sifat antara lain mudah melepas air akibat pemanasan. Tetapi kerangka dasarnya tidak mengalami perubahan secara nyata.9 – 2. Perubahan warna pada zeolite dapat digunakan sebagai indikator adanya uap air. kation dengan ion logam yang berat Ba→Zeolit 2.3 g/ml. Disini molekul H2O seolah-olah mempunyai posisi yang spesifik dan dapat dikeluarkan secara reversibel.– Densitas / Kerapatan Kerapatan zeolit cukup rendah. Berwarna (bila ada pengotor logam-logam transisi). Meningkat bila dilakukan pertukaran – Warna Pada keadaan murni (pure state). •Bila dipanaskan secara mendadak dapat meyebabkan kerangka rusak. oleh kehadiran kation dan molekul air dalam rongga (cavities). Proses reversible : Σ air keluar = Σ air masuk • – Pengaruh pertukaran kation Keberadaan atom aluminium ini secara keseluruhan akan menyebababkan zeolit memiliki muatan negatif. Muatan negatif inilah yang menyebabkan zeolit mampu mengikat kation. Bila dipanaskan dapat terusir seluruhnya. Hantaran listrik pada zeolit bersifat ionik. Pertukaran kation : Golongan IA atau IIA ditukar dengan logam transisi dapat memberikan warna pada zeolit yang bergantung dari tingkat hidrasi dari kation tersebut. Ni-zeolite: lilac (terhidrasi) berwarna light green (dehidrasi). disebabkan oleh perpindahan a. Dipengaruhi oleh keterbukaan kerangka dan jenis kation. •Proses hidrasi/dehidrasi kadang irreversible Bila bukan merupakan bagian dari pembentuk kerangka • • Ikatan dengan kerangka lemah membentuk ikatan Van der Waals. berkisar antara 1. Sifat zeolit sebagai penukar ion karena adanya kation logam 9 . tetapi juga mudah mengikat kembali molekul air dalam udara lembab. Pada umumnya struktur kerangka zeolit akan menyusut.8 g/ml. Bila merupakan bagian dari pembentuk kerangka berikatan hidrogen dengan O atau Si-OH. mineral zeolit tidak berwarna→Colourless. – Daya hantar listrik Dipengaruhi kation-kation. Co-zeolite: pink (terhidrasi) dan biru (dehidrasi).

ukuran (terhidrat / anhidrat). anion atau molekul berukuran lebih kecil atau sama dengan rongga dapat masuk dan terjebak. K – Zeolite + NH4+→ NH4 – Zeolite + Na+. Perbandingan kedua jenis asam ini tergantung pada proses aktivasi zeolit dan kondisi reaksi. Akibat struktur zeolit berongga.6 Kelimpahan Zeolit Alam Sampai saat ini lebih dari 50 mineral pembentuk zeolit alam sudah diketahui. Sifat katalitis zeolit disebabkan kation pada atom Al zeolit yang dapat dipertukarkan dengan ion H dan aktif sebagai katalisis reaksi.pusat aktif dalam saluran antar zeolit. Daerah-daerah yang telah diketahui banyak mempunyai sumber daya 10 . tetapi hanya sembilan diantaranya yang sering ditemukan.molekul basa secara kimiawi. yaitu klinoptilolit. Anion yang berpasangan dengan kation tersebut dalam larutan. terjadi termolisis/ penguraian NH3). analsim. Konsentrasi kation dalam larutan. Pertukaran kation biasanya diikuti dengan perubahan yang dramatis pada kestabilan termal. Pusat-pusat aktif tersebut terbentuk karena adanya gugus fungsi asam tipe Bronsted maupun Lewis. Contoh pertukaran kation : Pertukaran kation untuk memperoleh H-zeolit : • • • • • • • Na. K+ NH4 – Zeolite → H – Zeolite (dilakukan pada T tinggi. Pelarut (sebagian besar pertukaran ion dilakukan dalam pelarut air. ferierit. Dari hasil penyelidikan yang pernah dilakukan. NH4 – Zeolite → H – Zeolite + NH3(g) Kation: jenis.alkali dan alkali tanah. sifat adsorpsi. heulandit. aqueous) Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat pertukaran kation pada zeolit • – Kemampuan sebagai katalis Kemampuan zeolit sebagai katalis berkaitan dengan tersedianya pusat. Suhu mempengaruhi kinetika reaksi. Kation tersebut dapat bergerak bebas di dalam rongga dan dapat dipertukarkan dengan kation logam lain dengan jumlah yang sama. Pusat-pusat aktif yang bersifat asam ini selanjutnya dapat mengikat molekul. erionit. selektivitas dan aktivitas katalisis. laumonit dan filipsit. jenis mineral zeolit yang terdapat di Indonesia adalah modernit dan klipnoptilolit. khabasit. 2. mordenit.

Bogor dan Tasikmalaya Daerah Bayah. Berikut adalah beberapa contoh jenis mineral zeolit beserta rumus kimianya : Nama Mineral Rumus Kimia Unit Sel 11 . dan Lampung. 4. y: bilangan tertentu silika dari 2-7. x: bilangan tertentu alumina dari 2-10. 2. Struktur kristal dari mineral zeolit termasuk anggota kelas aluminosilikat. Zeolit merupakan kristal aluminosilikat terhidrasi yang mengandung kation alkali dan alkali tanah dalam kerangka tiga dimensinya.dan [SiO4]. 1978) : Mx/n[{AlO2}x{SiO2}y]. [AlO4]. sebaran zeolit terdapat dibeberapa kabupaten. Banten. 1994). Kabupaten Lebak. Mx/n: kation golongan IA dan IIA dalam sistem periodik. atom Si dan O tidak memiliki muatan. Berbagai mineral zeolit tersebut telah dikenal dengan sifat adsorben dan kemampuan pertukaran ion yang dimilikinya. Endapan zeolit di daerah ini dijumpai di Desa Pasirgombong terdapat pada Satuan Tufa Citorek yang telah mengalami ubahan dan metamorfosa lemah. Memiliki kemampuan sebagai penukar kation. Jawa Timur. secara empiris mempunyai rumus sebagai berikut (Kirk-Othmer.saling berhubungan pada sudut-sudut tetrahedralnya membentuk Al. Sukabumi.sedangkan atom Al bermuatan negatif sehingga struktur rantai aluminosilika tersebut akan dinetralkan oleh kation (contoh Na+. Muatan pada framework dinetralkan dengan mengikat kation-kation monovalen atau divalen di dalam porinya. Ca+.endapan zeolit adalah Jawa Barat. n: valensi logam alkali. 3. Di provinsi Jawa Barat dan Banten. dan K+). Klasifikasi zeolit yang merupakan senyawa aluminosilikat adalah sebagai berikut : 1. zH2O Dimana. z: jumlah molekul air. Si framework 3D yang berpori. antara lain : Kabupaten Lebak. Mengikat molekul air di dalam pori-porinya.7 Struktur Zeolit Struktur zeolit dapat digambarkan seperti sarang lebah dengan saluran-saluran dan rongga-rongga yang dihasilkan oleh sambungan-sambungan kaku tetrahedral (Dyer. Umumnya zeolit tersusun oleh satuan unit pembangun primer yang merupakan satuan unit terkecil tetrahedral SiO4 dan AlO4. Dalam struktur zeolit. 2.

12 . 16H2O Na8(Al8Si40O96). • Unit pembangun primer berupa tetrahedral SiO4 dan AlO4 yang merupakan satuan unit terkecil. 24H2O Ca(Al8Si16O48). dan 8 tetrahedral.Ca)6 (Al12Si24O72).Analsim Kabasit Klipnoptolotit Erionit Ferrierit Heulandit Laumonit Mordenit Filipsit Natrolit Wairakit Na16(Al16Si32O96). 27H2O (Na2Mg2)(Al6Si30O72). Unit pembangun sekunder terbentuk dari rangkaian unit pembangun primer dengan cara setiap satu atom oksigen secara bersama sebagai sudut dua tetrahedral. (Subagjo. yaitu: unit pembangun primer. 12H2O Pada tahun 1967.K)10(Al10Si22O64). 1993). 5. membentuk cicin tunggal maupun ganda dengan 4.3 Bentuk unit pembangun primer zeolit (Smart. 4H2O Ca(Al2Si4O12). 1993). 40H2O (Na4K4)(Al8Si40O96). dan tersier. Meier mengklasifikasikan dan mengilusterasikan struktur zeolit berdasarkan susunan unit pembangunnya. 24H2O (Na. sekunder. • • Unit pembangun tersier atau struktur ruang terbentuk dari ikatan unit pembangun sekunder satu sama lain dengan berbagai kombinasi. 20H2O Na4(Al4Si6O20). 18H2O Ca4(Al8Si28O72). Kristal zeolit merupakan rangkaian tiga dimensi unit tersier tersebut.Ca5K) (Al9Si27O72). 16H2O (Na2. Gambar 2. 24H2O (Na. 6.

Adapun bentuk-bentuk dasar yang terkombinasi akan membentuk kristal berpori dengan pola dan dimensi saluran-saluran sejajar yang saling terhubungkan oleh saluran lain yang tegak lurus dengan variasi ukuran tertentu. Molekul tamu. Berdasarkan ukuran pori zeolit terbagi tiga kelompok besar.Gambar 2. dan sistem pori tiga dimensi (Subagjo. 1993). yaitu sistem pori satu dimensi. Zeolit alam mempunyai struktur kristal berdimensi tiga dengan pori-pori yang banyak. 1993). sistem pori dua dimensi.4 Bentuk. sistem pori 10 oksigen. yaitu dapat menyerap bahan lain yang ukuran 13 . Struktur zeolit yang berpori dengan cairan di dalamnya mudah lepas karena pemanasan sehingga sifatnya spesifik. yaitu molekul yang teradsorpsi atau bereaksi dengan bantuan permukaan zeolit. yaitu sistem pori cincin 8 oksigen.5 Kerangka Zeolit (Subagjo. Gambar 2. dan sistem pori cincin 12 oksigen (Subagjo. berdifusi menyusuri saluran pori untuk mencapai permukaan dalam zeolit. 1993). Pengelompokan sistem pori zeolit berdasarkan dimensi arah difusi molekul tamu di dalam kristal zeolit dibagi menjadi tiga kelompok.bentuk unit pembangun sekunder zeolit (Smart. 1993).

1991). atau 12 tetrahedral (Barrer. KTK tanah termasuk rendah. dll. penjernih air.8 Aplikasi Zeolit Secara umum zeolit alam maupun zeolit sintetis memiliki nilai ekonomi yang bisa dikatakan tinggi. mempunyai kemampuan menukar ion. adsorben. misalnya saja pada tanah latosol. sifat-sifat unik tersebut meliputi dehidrasi. Penukar zeolit yang luas (sangat berpori) dikarenakan adanya rangkaian-rangkaian dari unit pembangun primer tetrahedral silika dan alumina. diantaranya adalah sangat berpori. dimana setiap kegunaan yang dimiliki tentunya tidak terlepas dari sifat – sifat unik yang dimilikinya. zeolit dapat memberikan ion-ion logam dengan adanya penambahan larutan garam (Prayitno. 1989). tanah latosol mempunyai pH sangat masam (4. Adapun kegunaan dari zeolit adalah. hal ini mengingat dari mineral zeolit yang jika diolah lebih lanjut akan dapat dimanfaatkan secara optimum.1982). pakan ternak. penyaring molekul. Bidang pertanian dan perkebunan Berdasarkan kepada Kapasitas Pertukaran Kation dan retensivitas terhadap air yang tinggi. C organik sedang. Secara keseluruhan tanah ini mempunyai tingkat kesuburan rendah. 1989). Melalui pemanasan air akan terurai dan saluran-saluran pori akan mengadsorpsi pada permukaan dalam dari ruang (Prayitno. 8.44). keasaman. 14 . kejenuhan basa sangat rendah. 10. pertukaran zeolit bersifat membuka ikatan kerangka tetrahedralnya sehingga dapat terurai atau bertukar dengan mudah oleh pencucian suatu larutan yang kuat. 2. Zeolit mempunyai selektivitas tinggi dan sering digunakan untuk mengisolasi kation-kation yang diikat. N total sangat rendah dan kejenuhan alumunium tinggi. Zeolit mempunyai banyak kegunaan. Zeolit sebagai padatan anorganik yang berwarna kebiru-biruan memiliki sifat-sifat yang sangat unik. Berikut ini disajikan ulasan tentang pemanfaatan zeolit di berbagai bidang. Artinya. Saluran pori pada zeolit berisi molekul air terbentuk akibat proses hidrasi udara disekeliling kation penukar. dan mudah dimodifikasi.molekulnya lebih kecil dari ukuran porinya (Dorfner. a. Menurut Mumpton dan Fishman (1978). untuk peningkatan unsur hara tanah. Berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah. zeolit sekarang ini telah banyak digunakan untuk memperbaiki sifat tanah atau untuk efisiensi unsur hara pada pupuk ataupun pada tanah itu sendiri. Pori-porinya berukuran molekul yang terbentuk dari tumpukan cincin beranggotakan 6. katalisator dan penukar ion. pembersih limbah pabrik.

c. perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kesuburan tanah. Penambahan zeolit dapat memperbaiki agregasi tanah sehingga meningkatkan pori-pori udara tanah yang berakibat merangsang pertumbuhan akar tanaman. Di Indonesia zeolit telah digunakan sebagai tambahan dalam makanan ternak domba dan sapi hingga sekarang ini masih dalam tahap penelitian. Penambahan zeolit dapat meningkatkan jumlah unsur K. Hal ini bisa terjadi karena zeolit memiliki kemampuan mempertukarkan kation – kation. b. Ca. Kandungan amonia yang tinggi dalam kolam bisa jadi berasal dari kotoran ikan. Selain itu zeolit mengandung unsur-unsur hara makro dan mikro yang dapat disumbangkan ke dalam tanah. terutama di negara-negara Eropa dan Jepang. kation seperti K. K. Sifat zeolit sebagai penukar ion masih berperan dalam kegunaannya di bidang ini. atau dapat juga dicampurkan langsung pada media tumbuh tanaman. Penggunaan zeolit dalam bidang peternakan didasarkan kepada dua sifat zeolit yang penting. bakas pakan ikan yang membusuk. kation – kation yang dimiliki berupa alkali dan alkali tanah pada struktur zeolit dapat bergerak bebas. Prinsipnya adalah. Bidang Peternakan Dalam bidang ini. atau karena sirkulasi air kolam yang kurang baik. Bidang Perikanan Zeolit disini berfungsi sebagai pengontrol kandungan ion NH4+ di dalam air. Luas permukaan akar tanaman menjadi bertambah yang berakibat meningkatnya jumlah unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Tambahan zeolit pada pakan ternak hewan – hewan ruminensia juga diketahui dapat mereduksi penyakitlembuhg yang dideritanya. sehingga dengan adanya dorongan keluar oleh ion H+. zeolit telah digunakan secara komersial . Ca. 15 . dicampur dengan pupuk untuk meningkatkan efisiensinya.Padahal kita ketahui bahwa tanaman darat dapat tumbuh baik pada tanah yang gembur dan subur. Untuk memperoleh manfaat tersebut zeolit dapat digunakan dengan bebagai cara. Mg dan Na serta meningkatkan KTK tanah. Mg dan Na dapat berpindah dari zeolit ke medium tanah yang dapat menyebabkan suplai basa – basa. yaitu kapasitas pengikat ion NH4+ yang berasal dari ammonia sangat besar dan afinitas zeolit terhadap ion-ion yang bersifat racun. di antaranya adalah dengan cara ditebarkan langsung ke tanah sebagai bahan pembenah tanah. Selain itu mineral zeolit yang banyak mengandung Ca. Salah satu usaha yang dilakukan antara lain dengan penambahan bahan amelioran seperti zeolit. Mg dan Na juga baik bagi tubuh hewan dengan kadar tertentu. maka agar tanaman dapat tumbuh baik pada tanah latosol.

K – Zeolit → NH4 – Zeolit Sehingga ion amonium yang telah terikat dengan zeolit akan terperangkap di dalam rongga yang dimiliki zeolit. dan dengan sifat yang dimiliki zeolit dapat berperan baik sebagai penyaring air sadah untuk memperoleh air bersih. zeolit dapat dimanfaatkan untuk mengikat kation NH4+. Bidang pengolahan air Pada bidang pengolahan air. d. Zeolit yang diletakkan sebagai filter dan akaa dileati oleh air sadah akan bereaksi kontinu sesuai persamaan reaksi berikut : Na – Zeolit + CaCl2 → Ca – Zeolit + 2NaCl Dari reaksi di atas terliihat bahwa antara kation Ca dan Na dipertukarkan. dipilih zeolit yang kationnya bukan merupakan penyebab kesadahan air.cara yang digunakan biasanya hanya dengan menebarkan serbuk zeolit ke dalam kolam. Oleh karena senyawa-senyawa kalsium dan magnesium relatif sukar larut dalam air. Air sadah sukar digunakan untuk mencuci karena senyawa kalsium dan magnesium bereaksi dengan sabun membentuk endapan dan mencegah terjadinya busa dalam air. Dalam hal ini zeolit dimanfaatkan sebagai media filter dan media adsorpsi.Tingginya kadar amonia dalam kolam akan sangat tidak baik bagi ikan ataupun hewan tambak lainnya. dan air kolam kondisinya akan semakin baik karena kadar amoniumnya berkurang. Oleh karena kemampuannya sebagai penukar kation. zeolit bisa dimanfaatkan untuk penghilangan kesadahan air. Mn. dan Pb yang terdapat dalam air tanah. e. untuk hal ini zeolit jenis klinoptilolit yang kationnya adalah Na dapat digunakan. Zeolit yang telah diaktifkan atau didehidrasi 16 . Zn. Reaksi antara zeolit dengan ion amonium sebagai berikut : NH4+ + Na. Air sadah adalah air yang banyak mengandung mineral kalsium atau magnesium di dalamnya. Salah satu cara yang bisa adigunakan adalah filtrasi. Selain itu juga mampu menurunkan kandungan amoniak dalam air buangan. Tidak semua zeolit bisa digunakan. Bidang pengolahan limbah Zeolit yang telah diaktifkan baik secara fisika dengan pemanasan maupun secara kimia dengan penambahan asam atau basa mampu meredam / menurunkan kandungan logam Fe. maka senyawa-senyawa itu cenderung untuk memisah dari larutan dalam bentuk endapan atau presipitat yang akhirnya menjadi kerak. Untuk memperoleh air bersih yang layak dikonsumsi diperlukan suatu cara untuk mengatasi kasadahan air tersebut.

Cd. sering kali menuju tempat dengan bilangan koordinasi lebih rendah. 2.sehingga kehilangan molekul airnya menyebabkan rongga yang ada akan lebih efektif untuk menjerap logam – logam berat yang ada pada limbah.telah dikembangkan melalui proses kalsinasi zeolit-H pada suhu 5500C. Zeolit-A sekarang ditambahkan ke dalam deterjen sebagai pelunak air menggantikan polipospat yang dapat menimbulkan kerusakan ekologi. Produksi air minum dari air laut menggunakan campuran Ag dan Ba zeolit merupakan proses desalinasi yang baik walaupun proses ini tergolong mahal. Clipnoptilolite (HFU) merupakan zeolit alam yang digunakan untuk recovery 137 Cs dari sampah radioaktif. Beberapa zeolit mempunyai affinitas besar terhadap kation tertentu. • Zeolit sebagai adsorben Zeolit yang terdehidrasi akan mempunyai struktur pori terbuka dengan internal surface area besar sehingga kemampuan mengadsorb molekul selain air semakin tinggi. Zeolit juga digunakan untuk mengurangi tingkat pencemaran logam berat seperti Pb. Zeolit telah digunakan secara besar-besaran untuk membersihkan zat radioaktif pada kecelakaan Chernobyl dan Three-Mile Island. Modifikasi zeolit sebagai adsorben anion seperti NO3-. Ni2+ pada lingkungan. Sifat ini yang menjadikan zeolit mempunyai 17 . Dengan sifat ini zeolit-A dengan ion Na+ dapat digunakan sebagai pelunak air (water softener) dimana ion Na+ akan digantikan oleh ion Ca2+ dari air sadah. Penyerapan air akan membuat kation kembali menuju keadaan koordinasi tinggi. Mn2+. Zn. • Zeolit sebagai penukar ion Kation Mn+ pada zeolit dapat ditukarkan oleh ion lain yang terdapat pada larutan yang mengelilinginya. Cu2+. Cl-. Zeolit terdehidrasi merupakan bahan pengering (drying agents) yang sangat baik. dan SO4. Zeolit-A juga dapat digunakan untuk mengisolasi strontium. Pada keadaan ini kation akan berpindah posisi. Zeolit dapat didehidrasi dengan memanaskannya. Ukuran cincin dari jendela yang menuju rongga menentukan ukuran molekul yang dapat teradsorb. Zeolit yang telah jenuh Ca2+ dapat diperbarui dengan melarutkannya ke dalam larutan garam Na+ atau K+ murni.9 Fungsi Zeolit • Zeolit sebagai agen pendehidrasi Kristal zeolit normal mengandung molekul air yang berkoordinasi dengan kation penyeimbang.

Hal yang sama terdapat pada zeolit-A dimana diameter jendela berukuran 410 pm yang sangat kecil dibandingkan diameter rongga dalam yang mencapai 1140 pm sehingga molekul metana dapat masuk rongga dan molekul benzena yang lebih besar tertahan diluar. Situs asam ini bisa berkarakter asam Bronsted maupun asam Lewis. situs Lewis ataupun keduanya tergantung bagaimana zeolit tersebut dipreparasi. Ion-ion ini kemudian memposisikan dirinya sehingga dapat mencapai kondisi paling baik yang dapat menetralkan muatan negatif yang terpisah dari tetrahedral Al pada kerangka. zeolit-A dan zeolit lainnya sangat stabil terhadap pemanasan dan tidak terdekomposisi dibawah 7000C. Sifat katalisis juga dapat diperoleh dengan mengganti ion Na+ dengan ion lantanida seperti La3+ atau Ce3+. Chabazite (CHA) merupakan zeolit pertama yang diketahui dapat mengadsorb dan menahan molekul kecil seperti asam formiat dan metanol tetapi tidak dapat menyerap benzena dan molekul yang lebih besar. Pemanasan lebih lanjut akan menguapkan air dari situs Bronsted menghasilkan ion Al terkoordinasi 3 yang mempunyai sifat akseptor pasangan elektron (situs lewis). Zeolit yang digunakan sebagai penyaring molekular tidak menunjukkan perubahan cukup besar pada struktur kerangka dasar pada dehidrasi walaupun kation berpindah menuju posisi dengan koordinasi lebih rendah. memberikan permukaan gugus hidroksil (situs Bronsted). Tidak semua katalis zeolit menggunakan prinsip deionisasi atau bentuk asam. Chabazite telah digunakan secara komersial untuk mengadsorb gas polutan SO2 yang merupakan emisi dari cerobong asap. Setelah dehidrasi. Jika zeolit tidak stabil pada larutan asam. • Zeolit sebagai katalis Aktivitas katalitik dari zeolit terdeionisasi dihubungkan dengan keberadaan situs asam yang muncul dari unit tetrahedral [AlO4] pada kerangka. Selain itu zeolit juga dapat digunakan sebagai adsorben zat warna brom dan untuk pemucatan minyak sawit mentah. Pemisahan muatan menghasilkan gradien medan 18 . Permukaan zeolit dapat menunjukkan situs Bronsted.kemampuan penyaringan yang sangat spesifik yang dapat digunakan untuk pemurnian dan pemisahan. Zeolit sintetik biasanya mempunyai ion Na+ yang dapat dipertukarkan dengan proton secara langsung dengan asam. situs Bronsted dapat dibuat dengan mengubah zeolit menjadi garam NH4+ kemudian memanaskannya sehingga terjadi penguapan NH3 dengan meninggalkan proton. Volume rongga pada zeolit-A terdehidrasi adalah sekitar 50% dari volume zeolit.

19 .yang terjerat pada sangkar yang memberikan warna biru yang menarik. Teknik lain untuk preparasi katalis dengan pengemban zeolit melibatkan adsorsi fisika dari senyawa anorganik volatil diikuti dengan dekomposisi termal. Tanah jarang sebagai bentuk tersubtitusi dari zeolit-X menjadi katalis zeolit komersial pertama untuk proses cracking petroleum pada tahun 1960an. Akan tetapi katalis ini telah digantikan oleh Zeolit-Y yang lebih stabil pada suhu tinggi. 2. yaitu : 1. Pd2+ atau Pt2+ dan kemudian mereduksinya secara in situ sehingga atom logam terdeposit di dalam kerangka zeolit. Katalis selektif keadaan transisi Reaksi yang terjadi melibatkan keadaan transisi dengan dimensi yang terbatasi oleh ukuran pori. Katalis ini merupakan katalis yang baik untuk konversi karbon monoksida menjadi metana. 2. 3. Ni(CO)4 dapat teradsorb pada zeolit-X dan dengan pemanasan hati-hati akan terdekomposisi meninggalkan atom nikel pada rongga. Katalis ini menghasilkan 20% lebih banyak petrol (gasolin) daripada zeolit-X. Cara ketiga penggunaan zeolit sebagai katalis adalah dengan menggantikan ion Na+ dengan ion logam lain seperti Ni2+. Katalis selektif reaktan Dimana hanya molekul (reaktan) dengan ukuran tertentu yang dapat masuk ke dalam pori dan akan bereksi di dalam pori. Katalis selektif produk Hanya produk yang berukuran tertentu yang dapat meninggalkan situs aktif dan berdifusi melewati saluran (channel) dan keluar sebagai produk. Misalnya pigmen ultramarine pada struktur sodalite dan mengandung ion S3.10 Rekayasa zeolit Penelitian mengenai zeolit telah berkembang menuju preparasi material baru dengan memasukkan berbagai molekul atau ion ke dalam sangkar zeolit. Zeolit mempunyai tiga tipe katalis selektif bentuk.elektrostatik yang tinggi di dalam rongga yang cukup besar untuk mempolarisasi ikatan C-H atau mengionisasi ikatan tersebut sehingga reaksi selanjutnya dapat terjadi. Efek ini dapat diperkuat dengan mereduksi Al pada zeolit sehingga unit [AlO4] terpisah lebih jauh. Material yang dihasilkan menunjukkan sifat gabungan antara sifat katalisis logam dengan pendukung katalis logam (zeolit) dan penyebaran logam ke dalam pori dapat dicapai dengan baik.

Berbagai material baru ini sedang diteliti dengan pusat perhatian pada sifat fisika yang penting (semikonduktor. Zeolit A mempunyai struktur pori tiga dimensi dengan pori yang saling tegak lurus pada masing20 . selenium serta berbagai polimer konduktif. pencucian dan pengeringan (Breck. sehingga dapat digunakan sebagai penukar ion yang baik.Salah satu bidang penelitian ini telah terfokus pada pembentukan deposit material semikonduktor pada sangkar zeolit. Celah kecilnya mempunyai diameter bebas 4. Salah satu contohnya adalah band gap semikonduktor CdS yang membentuk kubik diskrit klaster (CdS)4 pada sangkar sodalite dari zeolit-A. Hasil ini tersusun dari unit pusat berupa potongan oktahedral pada bagian sudut kubus. Zeolit A merupakan zeolit sintesis yang tergolong zeolit berkadar silika rendah (Low Silica) dengan stuktur kristal berbentuk kubik atau Linde Type A (LTA). magnetik dan optikal yang sangat menarik yang merupakan konsekuensi dari ukurannya daripada dari komposisi kimia. 1974). warna dan efek ukuran quantum) yang kemudian mempunyai kemungkinan eksploitasi secara komersial. fotokonduktif dan konduktivitas ion. Berbagai molekul atau ion lain dapat dimasukkan ke dalam β-cages dari zeolit termasuk logam alkali. Partikel ini mempunyai sifat elektronik. Sistem jalur tiga dimensinya terdiri dari rongga besar yang memiliki diameter bebas sekitar 11 Å. perak dan garam perak. Zeolit ini memiliki kandungan alumina yang tinggi serta permukaan muatan negatif yang kuat akibat struktur tertahedral dari [AlO4]-5. Selama proses pengisian pori. Zeolit A dapat dibuat dengan menambahkan Na2SiO2·5H2O ke dalam larutan campuran basa kuat dan aluminium. titik quantum menjadi bersambung dan material yang dihasilkan mempunyai sifat intermediet diantara partikel diskrit dan bulk semikonduktor. kemudian dilakukan proses penyaringan. Setelah melalui proses pemanasan. Kerangka aluminosilikat dari zeolit A terdiri dari struktur kubik sederhana dengan delapan tetrahedra (empat cincin rangkap) dan sebuah oktahedron dengan 24 tetrahedra sebagai sangkar-β. Hasilnya berupa partikel yang sangat kecil yang disebut titik quantum (quantum dots).2 Å sehingga tidak memungkinkan semua jenis hidrokarbon kecuali normal parafin dan linier olefin. Pembukaan dari saluran β kurang lebih 6. 2. -X dan –Y yang berbeda dengan bulk CdS. dipisahkan oleh celah dari cincin oksigen.6 Å. luminescence.11 Zeolit A Zeolit tipe A dibentuk dari oktahedral terpotong yang tergabung dengan 4 cincin.

6. Gambar 2.6 Struktur ideal kerangka zeolit dari tetrahedral (Smart. 1993). Unit sel berbentuk kubik dengan ukuran (a = 24.masing arah dimensi x. 8. Ruang kosong yang cukup besar sebagai tempat untuk reaksi perubahan struktur. Zeolite A juga digunakan luas sebagai penukar ion. dan karena ukuran pori yang kecil maka reaksi hanya spesifik untuk molekul dengan struktur tertentu untuk bereaksi. Gambar 2. and 4-4 sehingga mempunyai rongga yang lebih besar dengan diameter minimum 11. Luas rongga pada unit sel bagian tengah. Zeolite A mempunyai struktur supercage yang sangat berguna dalam reaksi katalisis spesifik. seperti molekul n-paraffin dan olefin. 21 . Zeolit A tersusun atas unit-unit pembentuk sekunder 4. y. Zeolit A juga sering dinamakan dengan zeolit 4A atau Na-A.7 Struktur kristal Zeolit A (Smart.4 Å. disebut sebagai sangkar α. and z.61Å) dengan rasio Si/Al = 1. Rongga dikelilingi oleh delapan sangkar yang terhubung oleh muka persegi struktur kubiknya. 1993).

Gambar 2.5-2.5 Ǻ dan energi ±107 eV). 2. Kegunaan metode ini adalah : 1. Dasar dari analisis kimia adalah bahwa setiap jarak antar bidang kristal (d) karakteristik untuk senyawa tertentu. maka perbedaan jarak yang ditempuh oleh kedua sinar tersebutberbanding langsung dengan panjang gelombangnya. 2. yakni jika dua berkas sinar yang parallel mengenai bidang-bidang kristal yang sama dengan jarak antar bidang (d).8 Struktur permukaan zeolit A menggunakan SEM (Chunfeng. 2003). penentuan kemurnian hasil sintesis dandeteksi senyawa baru. 2008). 2003). akan menghasilkan pola-pola difraksi yang digunakanuntuk menentukan susunan partikel pada kisi padatan (Chang. dan jumlah atom per sel satuan. Pola difraksi pada setiap materi akan berbeda satu sama lain sehinggadapat digunakan untuk identifikasi dan memberikan informasi mengenaikesimetrian serta ukuran unit-unit molekuler (Endang Tri Wahyuni. 1998). Proses difraksi sinar–X dipelajari oleh Bragg. Persamaan Braggdinyatakan sebagai berikut : n λ = 2 d sin θ Dimana : λ = d = θ = Panjang gelombang sinar-X Jarak antar bidang (interplanar distances) Sudut difraksi 22 .pengindeksan bidang kristal.12 Metode Difraksi Sinar – X (X – Ray Difraction) untuk Analisa Zeolit-A Difraksi sinar–X merupakan suatu metode analisis yang didasarkan padainteraksi antara materi dengan radiasi elektromagnetik sinar–X (mempunyai λ = 0. Penghamburan sinar–X olehunit-unit padatan kristalin. Penentuan struktur kristal yakni bentuk dan ukuran sel satuan kristal. Analisis kimia yakni identifikasi kristal. yakni pengukuran radiasi sinar-X yang terdifraksioleh bidang kristal (Endang Tri Wahyuni.

Pada metode ini. berisi katodafilamen tungsen (W) sebagai sumber elektron dan anoda yang berupalogam target. 3. Goniometer. Sampelakan berputar bersama goniometer dan membentuk sudut terhadapsinar–X yang datang. Analisa ini digunakan untuk menentukan bermacammacam kation yaitu : Ca2+.Metode difraksi pada sampel berbentuk serbuk halus digunakan secaraluas. Alat ini satuunit dengan tempat sampel dan detektor. berfungsi menampilkan keluaran berupa pola difraksi ataudifraktogram yang menyatakan hubungan antara intensitas dengansudut difraksi 2θ. katoda dananoda. sedangkan tingkat kristalinitas struktur komponenditunjukkan oleh tinggi-rendahnya intensitas puncak. 2. merupakan tempat produksi sinar-X. berfungsi mendeteksi posisi sudutdifraksi dan intensitasnya. dimana sampel serbuk diisikan. bergerak memutar selama alat dioperasikan. 5. Ni2+. 2003). berupa lempeng logam atau plat kaca yang cekungatau berlubang ditengahnya. 6. (Endang Tri Wahyuni. Spektra mineral dari hasilanalisis difraksi sinar–X dicocokan nilai 2θnya dengan data JCPDS (Joint Commite on Powder Diffraction Standards) sehingga akan diketahui jenis mineral di dalam sampel. Difraktometer (Scaler and counter). Tabung sinar-X . Detektor gas. Rekorder. 2.Dengan menggunakan larutan standart kompleks organik dimana logam-logamtersebut membentuk senyawa-senyawa 23 . Sedangkan dalam penelitian ini. susunan alat difraksi sinar-X sebagai berikut : 1. difraksi sinar–X digunakan untuk memberikan informasi tentang jenis mineral dan tingkat kristalinitas struktur komponen penyusun sampel. Tempat sampel. karena semua bidang kristal yang ada dapat terorientasi sedemikian rupa sehingga dapat mendifraksi sinar-X. 4. berisi gas yang sensitif terhadap sinar–X. Atom-atom gas terionisasi saat terkena sinar–X membentuk elektron yang menuju katoda dan kation menuju anoda sehinggamenghasilkan arus listrik yang diubah menjadi pulsa yang dihitungoleh Scaler and counter.13 Titrasi Kompleksometri Kompleksometri adalah suatu analisa volumetri yang didasarkan ataspembentukan senyawa kompleks yang stabil. Mg2+. Cu2+ dan lain-lain. Jenis mineral penyusun sampel ditunjukkan olehdaerah munculnya puncak 2θ.

apabila indikator ditambahkan dalam air yang dianalisa akan membentuk senyawa kompleks dengan Ca2+ dan Mg2+ dalam bentuk yang lebih stabil dengan EDTA. 2000). Schwarsen Back telah menemukan asam amino polikarboksilat dan garam-garamnya. Reaksi yang terjadi dalam kompleksometri yaitu : + 2H Dari titrasi diatas makin lama ion H+ makin banyak.yang stabil. Pada titik ekivalen warna merah anggur dari larutan menjadi biru karena terbentuk anion indikator. maka untuk menjaga agar pH tetap harus ditambah larutan buffer yaitu campuran dari NH4OH danNH4Cl. yang ternyata adalah kompleks yangsangat stabil dan baik.Banyak kompleks organik logam yang tidak larut dalam air dan dipakaiuntuk pemisahan ion-ion logam. Tetapi karena asam tersebut sukar larut dalam air. + 24 . Sedangkan indikator yang digunakan adalah Eriochrome Black T (EBT). Metode ini digunakan untuk menentukan kesadahan air (Jumaeri. makadipakai garamnya yaitu Na-Etilen Diamin Tetra Asetat (Na2H2EDTA) dengan rumus bangunnya adalah sebagai berikut : EDTA sering ditulis dalam bentuk H4Y.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful