FLOra Langka

y

ELANG JAWA

Elang Jawa (Spizaetus bartelsi) adalah burung nasional Indonesia karena kemiripannya dengan Garuda dan juga merupakan simbol jenis satwa langka di Indonesia. Elang Jawa hanya terdapat di Pulau Jawa dan penyebarannya terbatas di hutan-hutan. Sebagai predator puncak, Elang Jawa memainkan peran yang penting dalam menjaga keseimbangan dan fungsi dari bioma hutan di Jawa. Elang Jawa merupakan salah satu jenis burung pemangsa terlangka di dunia. Berdasarkan kriteria keterancaman terbaru dari IUCN, Elang Jawa dimasukan dalam kategori Endangered atau "Genting" (Collar et al., 1994, Shannaz et al., 1995). Saat ini populasi elang jawa yang ada tercatat sebanyak 19 ekor dan sebelumnya mencapai 200 ekor, kata Petugas Pengendalian Ekosistem Hutan di Kawasan Tanaman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Dede Nugraha. Menurut dia, menyusutnya populasi burung yang dilindungi pemerintah itu disebabkan tanaman hutan yang dijadikan sumber makanan menipis bahkan beberapa titik menghilang akibat adanya penebangan liar. Hingga saat ini, berdasarkan hasil monitoring di lapangan hanya sebanyak 19 ekor burung elang jawa yang masih berkeliaran di kawasan hutan konservasi TNGHS. Akan tetapi, satwa langka itu hingga sekarang belum juga berkembang-biak karena adanya kerusakan kawasan hutan taman nasional itu. Identifikasi Elang yang bertubuh sedang sampai besar, langsing, dengan panjang tubuh antara 60-70 cm (dari ujung paruh hingga ujung ekor).

ujung ekor bergaris putih tipis.Kepala berwarna coklat kemerahan (kadru). Ekor kecoklatan dengan empat garis gelap dan lebar melintang yang nampak jelas di sisi bawah. serta berukuran sedikit lebih kecil. Sedikit banyak. Ke bawah. Kerongkongan keputihan dengan garis (sebetulnya garis-garis) hitam membujur di tengahnya. dengan jambul yang tinggi menonjol (2-4 bulu. leher dan sisi bawah tubuh berwarna coklat kayu manis terang. Jambul hitam dengan ujung putih. Bulu pada kaki menutup tungkai hingga dekat ke pangkal jari. bervariasi antara satu hingga tiga suku kata. Iris mata kuning atau kecoklatan. kaki (jari) kekuningan. sedangkan punggung dan sayap coklat gelap. dengan perut terlihat lebih gelap. panjang hingga 12 cm) dan tengkuk yang coklat kekuningan (kadang nampak keemasan bila terkena sinar matahari). Burung muda dengan kepala. Ekologi dan Konservarsi . Betina berwarna serupa. sedikit lebih besar. Atau bunyi bernada tinggi dan cepat kli-kli-kli-kli-kli. Penyebaran. tanpa coretan atau garis-garis. coret-coret hitam menyebar di atas warna kuning kecoklatan pucat. Ketika terbang. klii-iiw atau ii-iiiw. sera (daging di pangkal paruh) kekuningan. ke arah dada. elang Jawa serupa dengan elang brontok (Spizaetus cirrhatus) bentuk terang. Bunyi nyaring tinggi. yang pada akhirnya di sebelah bawah lagi berubah menjadi pola garis (coret-coret) rapat melintang merah sawomatang sampai kecoklatan di atas warna pucat keputihan bulu-bulu perut dan kaki. paruh kehitaman. berulang-ulang. namun cenderung nampak lebih kecoklatan. mahkota dan kumis berwarna hitam. suaranya ini mirip dengan suara elang brontok meski perbedaannya cukup jelas dalam nadanya.

Sebaran elang ini terbatas di Pulau Jawa. dari ujung barat (Taman Nasional Ujung Kulon) hingga ujung timur di Semenanjung Blambangan Purwo. ada pula sarang-sarang yang ditemukan hanya sejarak 200-300 m dari tempat rekreasi. Di habitatnya. Elang Jawa menyukai ekosistem hutan hujan tropika yang selalu hijau. sampai dengan anak monyet. tusam (Pinus merkusii).000 m dpl.000 ekor. pasang (Lithocarpus dan Quercus). akan tetapi letaknya berdekatan dengan hutan primer yang luas. Mulai dari wilayah dekat pantai seperti di Ujung Kulon dan Meru Betiri. musang. Pada umumnya tempat tinggal elang jawa sukar untuk dicapai. Agaknya burung ini sangat tergantung pada keberadaan hutan primer sebagai tempat hidupnya. puspa (Schima wallichii). Burung pemangsa ini berburu dari tempat bertenggernya di pohon-pohon tinggi dalam hutan. Karena kelangkaannya. sampai ke hutan-hutan pegunungan bawah dan atas hingga ketinggian 2. Pohon sarang merupakan jenis-jenis pohon hutan yang tinggi. Namun demikian penyebarannya kini terbatas di wilayahwilayah dengan hutan primer dan di daerah perbukitan berhutan pada peralihan dataran rendah dengan pegunungan. Dengan sigap dan tangkas menyergap aneka mangsanya yang berada di dahan pohon maupun yang di atas tanah. burung-burung sejenis walik. Walaupun ditemukan elang yang menggunakan hutan sekunder sebagai tempat berburu dan bersarang. Pembalakan liar dan konversi hutan menjadi lahan pertanian telah menyusutkan tutupan hutan primer di Jawa. atau perkiraan jumlah individu elang ini berkisar antara 600-1. Telur berjumlah satu butir. meski tidak selalu jauh dari lokasi aktivitas manusia. dan bahkan ayam kampung. Agaknya burung ini hidup berspesialisasi pada wilayah berlereng. dan ki sireum (Eugenia clavimyrtus). wilayah agihannya yang terbatas dan tekanan tinggi yang . punai. Sehingga meskipun luas daerah agihannya. total jumlahnya hanya sekitar 137-188 pasang burung. Dalam pada itu. di dataran rendah maupun pada tempat-tempat yang lebih tinggi. dan pada gilirannya menjadikan harga burung ini melambung tinggi. Sarang berupa tumpukan ranting-ranting berdaun yang disusun tinggi. Mempertimbangkan kecilnya populasi. kalong. elang Jawa menyebar jarang-jarang. Masa bertelur tercatat mulai bulan Januari hingga Juni. memelihara burung ini seolah menjadi kebanggaan tersendiri. yang disebabkan oleh kehilangan habitat dan eksploitasi jenis. Tidak selalu jauh berada di dalam hutan. yang dierami selama kurang-lebih 47 hari. seperti pelbagai jenis reptil. elang ini juga terus diburu orang untuk diperjual belikan di pasar gelap sebagai satwa peliharaan. dibuat di cabang pohon setinggi 20-30 di atas tanah. Juga mamalia berukuran kecil sampai sedang seperti tupai dan bajing.200 m dan kadang-kadang 3. seperti rasamala (Altingia excelsa). Sebagian besar ditemukan di separuh belahan selatan Pulau Jawa. Populasi yang kecil ini menghadapi ancaman besar terhadap kelestariannya.

y bekantan Bekantan atau biasa disebut Monyet Belanda merupakan satwa endemik Pulau Kalimantan (Indonesia. Dalam bahasa ilmiah. Ciri-ciri dan Habitat Bekantan. Neusaap (Belanda). Pika. Brunei. Nasalis larvatus larvatus terdapat dihampir seluruh bagian pulau Kalimantan sedangkan Nasalis larvatus orientalis terdapat di bagian timur laut dari Pulau Kalimantan. namun ini mungkin disebabkan oleh seleksi alam. Demikian pula. bekantan dikenal juga sebagai Monyet Belanda. Bekantan dalam bahasa latin (ilmiah) disebut Nasalis larvatus. organisasi konservasi dunia IUCN memasukkan elang Jawa ke dalam status EN (Endangered. dan Malaysia). Masyarakat Kalimantan sendiri memberikan beberapa nama pada spesies kera berhidung panjang ini seperti Kera Belanda. Bahara Bentangan. Bekantan merupakan sejenis kera yang mempunyai ciri khas hidung yang panjang dan besar dengan rambut berwarna coklat kemerahan. Hidung panjang dan besar pada Bekantan (Nasalis larvatus) hanya dimiliki oleh spesies jantan. Selain itu. Binatang yang oleh IUCN Redlist dikategorikan dalam status konservasi ³Terancam´ (Endangered) merupakan satwa endemik pulau Kalimantan. Bekantan disebut Nasalis larvatus. Karena hidungnya inilah. Di negara-negara lain disebut dengan beberapa nama seperti Kera Bekantan (Malaysia). Bangkatan (Brunei). 29 Tahun 1990 tanggal 16 Januari 1990. sedang dalam bahasa inggris disebut Long-Nosed Monkey atau Proboscis Monkey. Bekantan yang merupakan satu dari dua spesies anggota Genus Nasalis ini sebenarnya terdiri atas dua subspesies yaitu Nasalis larvatus larvatus dan Nasalis larvatus orientalis. satwa ini juga menjadi maskot Dunia Fantasi Ancol. Satwa ini dijadikan maskot (fauna identitas) provinsi Kalimantan Selatan berdasarkan SK Gubernur Kalsel No. terancam kepunahan). Pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi oleh undang-undang. Kera betina lebih memilih jantan dengan hidung besar sebagai pasangannya. Raseng dan Kahau.dihadapi itu. Fungsi dari hidung besar pada bekantan jantan masih tidak jelas. .

CA Selat Sebuku dan Teluk Kelumpang. Sungai Tapin. Bekantan (Nasalis larvatus) hidup secara berkelompok. Ukurannya dapat mencapai 75 cm dengan berat mencapai 24 kg. Seekor Bekantan betina mempunyai masa kehamilan sekitar166 hari atau 5-6 bulan dan hanya melahirkan 1 (satu) ekor anak dalam sekali masa kehamilan. Habitat Bekantan (Nasalis larvatus) masih dapat dijumpai di beberapa lokasi antara lain di Suaka Margasatwa (SM) Pleihari Tanah Laut. Pulau Bakut dan Pulau .Bekantan jantan berukuran lebih besar dari betina. Sungai Negara. Anak Bekantan ini akan bersama induknya hingga menginjak dewasa (berumur 4-5 tahun). Perut buncit ini sebagai akibat dari kebiasaan mengkonsumsi makanannya yang selain mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian mereka juga memakan dedaunan yang menghasilkan banyak gas pada waktu dicerna. Sungai Paminggir. Kera Bekantan betina berukuran sekitar 60 cm dengan berat 12 kg. CA Gunung Kentawan. terkadang terlihat berenang menyeberang sungai atau bahkan berenang dari satu pulau ke pulau lain. Biasanya dalam satu kelompok berjumlah sekitar 10 sampai 30 ekor. SM Pleihari Martapura. Juga terdapat di pinggiran Sungai Barito. Masing-masing kelompok dipimpin oleh seekor Bekantan jantan yang besar dan kuat. Satwa yang dilindungi ini lebih banyak menghabiskan waktu di atas pohon. Spesies ini juga memiliki perut yang besar (buncit). Walaupun demikian Bekantan juga mampu berenang dan menyelam dengan baik. Cagar Alam (CA) Pulau Kaget.

Menurut data para ilmuwan. burung dan tikus di pantai. Penyu betina menyukai pantai berpasir yang sepi dari manusia dan sumber bising dan cahaya sebagai tempat bertelur yang berjumlah ratusan itu. Pada masa itu Archelon. penyu sudah ada sejak akhir zaman Jura (145 . VU).8 tahun sekali.208 juta tahun yang lalu) atau seusia dengan dinosaurus. dan Cimochelys telah berenang di laut purba seperti penyu masa kini. paling banyak hanya belasan tukik (bayi penyu) yang berhasil sampai ke laut kembali dan tumbuh dewasa. y penyu Penyu adalah kura-kura laut. Itu pun tidak memperhitungkan faktor perburuan oleh manusia dan pemangsa alaminya seperti kepiting. kelas reptilia itu tetap harus sesekali naik ke permukaan air untuk mengambil napas. Penyu diketahui tidak setia pada tempat kelahirannya. Jarak 3. Hal ini disebabkan oleh banyaknya habitat yang mulai beralih fungsi dan kebakaran hutan. Itu karena penyu bernapas dengan paru-paru. Penyu memiliki sepasang tungkai depan yang berupa kaki pendayung yang memberinya ketangkasan berenang di dalam air. Walaupun seumur hidupnya berkelana di dalam air. sesekali hewan kelompok vertebrata. yang berukuran panjang badan enam meter.Kembang. Masa Bertelur Penyu mengalami siklus bertelur yang beragam. Selain itu Bekantan juga terdaftar pada CITES sebagai Apendix I (tidak boleh diperdagangkan secara internasional) Pada tahun 1987 diperkirakan terdapat sekitar 260. dalam lubang yang digali dengan sepasang tungkai belakangnya. betina sesekali mampir ke daratan untuk bertelur.73 hari. Penyu ditemukan di semua samudra di dunia. dari 2 . Tidak banyak regenerasi yang dihasilkan seekor penyu. Penyu pada umumnya bermigrasi dengan jarak yang cukup jauh dengan waktu yang tidak terlalu lama.000 Bekantan di Pulau Kalimantan saja tetapi pada tahun 2008 diperkirakan jumlah itu menurun drastis dan hanya tersisa sekitar 25. serta ikan-ikan . gangguan berupa cahaya ataupun suara dapat membuat penyu mengurungkan niatnya dan kembali ke laut.000. Pada saat mendarat untuk bertelur.000 kilometer dapat ditempuh 58 . Dari ratusan butir telur yang dikeluarkan oleh seekor penyu betina. Bekantan (Nasalis larvatus) oleh IUCN Redlist sejak tahun 2000 dimasukkan dalam status konservasi kategori Endangered (Terancam Kepunahan) setelah sebelumnya masuk kategori ³Rentan´ (Vulnerable. Sementara penyu jantan menghabiskan seluruh hidupnya di laut. Penyu yang menetas di perairan pantai Indonesia ada yang ditemukan di sekitar kepulauan Hawaii. Konservasi Bekantan.

yaitu * Penyu hijau (Chelonia mydas) * Penyu sisik (Eretmochelys imbricata) * Penyu Kemp¶s ridley (Lepidochelys kempi) * Penyu lekang (Lepidochelys olivacea) * Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) * Penyu pipih (Natator depressus) * Penyu tempayan (Caretta caretta) Dari ketujuh jenis ini.besar begitu tukik tersebut menyentuh perairan dalam. Penyu Belimbing . Di Indonesia misalnya terdapat stasiun penetasan di: y y y y y y Pantai selatan Jawa Barat (Pangumbahan. hanya penyu Kemp's ridley yang tidak pernah tercatat ditemukan di perairan Indonesia. Cikepuh KSPL Chelonia UNAS) pantai selatan Bali (di dekat Kuta) Kalimantan Tengah (Sungai Cabang FNPF) pantai selatan Lombok Jawa Timur (Alas Purwo) Bengkulu (Retak ilir Muko-muko) Jenis Penyu Di dunia saat ini hanya ada tujuh jenis penyu yang masih bertahan. Di tempat-tempat yang populer sebagai tempat bertelur penyu biasanya sekarang dibangun stasiun penetasan untuk membantu meningkatkan tingkat kelulushidupan (survival).

000 ekor betina dewasa menjadi kurang dari 3. Selain itu. terutama penyu hijau. Pantai itu baru-baru ini ditetapkan sebagai wilayah konservasi. Meski sudah ada Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. disantap. dagingnya yang lezat ditusuk jadi Sate penyu berkhasiat untuk obat dan ramuan kecantikan. beberapa negara telah melindungi tempat bertelur penyu.Dari jenis-jenis tersebut. meski tidak dalam jangka waktu yang singkat seperti penyu belimbing. penyu menjadi bulan-bulanan ditangkap. Selain tempurungnya yang menarik untuk cendramata. penyu lekang atau penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea). Penyu lekang adalah yang terkecil. Hanya penyu pipih (Natator depressus) yang diperkirakan tidak terancam. Terutama di Tiongkok dan Bali. Salah satunya adalah di Jamursba Medi. lima spesies penyu juga beresiko punah. Penyu belimbing telah mengalami penurunan 97% dalam waktu 22 tahun terakhir.75 meter dan bobot 600 . dua spesies lain. . perburuan terhadap hewan yang berjalan lamban ini terus berlanjut. terutama penyu belimbing. dengan bobot sekitar 50 kilogram.900 kilogram. Penyu hijau (Chelonia mydas). Untuk mencegah kepunahan penyu. yang melindungi semua jenis penyu. penyu belimbing adalah yang terbesar dengan ukuran panjang badan mencapai 2. jenis yang paling sering ditemukan adalah penyu hijau. dan penyu tempayan atau loggerhead (Caretta caretta) digolongkan sebagai terancam punah. yang terletak di pantai utara Irian. Di samping penyu belimbing. Sebagian orang menganggap penyu adalah salah satu hewan laut yang memiliki banyak kelebihan. Hampir semua jenis penyu termasuk ke dalam daftar hewan yang dilindungi oleh undang-undang nasional maupun internasional karena dikhawatirkan akan punah disebabkan oleh jumlahnya makin sedikit. Namun demikin. adalah hewan pemakan tumbuhan yang sesekali memangsa beberapa hewan kecil. Konservasi Dalam laporan Conservation International (CI) yang diumumkan pada simposium tahunan ke-24 mengenai usaha pelestarian penyu di Kosta Rika disebutkan. tergusur dari pantai.000 ekor sejak tahun 1982. banyaknya penyu belimbing turun dari sekitar 115. telurnyapun diambil. Penyu. penyu Kemp¶s Ridley dan penyu sisik juga diklasifikasikan sebagai sangat terancam punah oleh The World Conservation Union (IUCN).

Indonesia. Keunikannya mulai dari struktur tubuh. artinya hanya bisa ditemukan hidup dan berkembang di Pulau Sulawesi. Populasi terbanyaknya kini tinggal di Sulawesi Tengah. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. kulit sekitar mata berwarna kuning. Di atas kepalanya terdapat tanduk atau jambul keras berwarna hitam. Maleo mengubur telurnya dalam pasir. burung unik dan langka ini dilindungi dari kepunahan. Burung Maleo adalah satwa endemik Sulawesi. Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu. Makanya tidak mengherankan jika sejak tahun 1990 berdasarkan SK.44/1067/RO/BKLH tanggal 24 Pebruari 1990. Karena populasinya yang kian sedikit. burung ini ternyata unik karena anti poligami. Salah satunya adalah di cagar alam Saluki. Burung Maleo (Macrocephalon maleo) memiliki bulu berwarna hitam. Maleo dikategorikan sebagai terancam punah di dalam IUCN Red List. Di wilayah Taman Nasional Lore Lindu ini. Donggala. hingga tingkah lakunya yang salah satunya adalah anti poligami. populasinya ditaksir tinggal 320 ekor. kaki abu-abu. Burung Maleo ditetapkan sebagai ³Satwa Maskot´ provinsi Sulawesi Tengah. Spesies ini didaftarkan dalam CITES Appendix I. Belum lagi musuh alami yang memangsa telur Maleo. 188. yakni babi hutan dan biawak. Populasi Maleo terancam oleh para pencuri telur dan pembuka lahan yang mengancam habitatnya. Biasanya betina berukuran lebih kecil dan berwarna lebih kelam dibanding burung jantan. Keunikan Burung Maleo . Jantan dan betina serupa. Sulawesi Tengah. Habitatnya yang khas juga mempercepat kepunahan. habitat. Selain langka. paruh jingga dan bulu sisi bawah berwarna merah-muda keputihan. No. dengan panjang sekitar 55cm. iris mata merah kecoklatan.y Burung maleo Burung Maleo yang dalam nama ilmiahnya Macrocephalon maleo adalah sejenis burung yang berukuran sedang. Selain sebagai satwa endemik Burung Maleo (Macrocephalon maleo) ini yang mulai langka dan dilindungi ini juga merupakan burung yang unik. Kep.

ia hanya mempunyai satu pasangan. Lama pengeraman pun membutuhkan waktu sekitar 62-85 hari. tonjolan di kepala ini belum muncul. Maleo adalah monogami spesies (anti poligami) yang dipercaya setia pada pasangannya. Sehingga tak jarang beberapa anak maleo dijumpai mati ³ditengah jalan´. Anak yang mandiri. Tidak suka terbang. namun pada saat menginjak dewasa tonjolan inipun mulai tampak. mencapai 5 kali lebih besar dari telur ayam. . Maleo memiliki ukuran telur yang besar. Pada saat masih anak dan remaja. per butirnya. Telur yang ditimbun itu kemudian ditinggalkan begitu saja dan tak pernah diurus lagi. Habitat dekat sumber panas bumi. Sepanjang hidupnya. Inipun akan tergantung pada jenis tanahnya. Suhu atau temperatur tanah yang diperlukan untuk menetaskan telur maleo berkisar antara 3235 derajat celsius. Diduga tonjolan ini dipakai untuk mendeteksi panas bumi yang sesuai untuk menetaskan telurnya (Meskipun hal ini masih memerlukan pembuktian secara ilmiah). Sebab di daerah dengan sumber panas bumi itu. Maleo tidak mengerami telurnya.Beberapa keunikan dari Burung Maleo (Macrocephalon maleo) antara lain: y y y y y y y y Tonjolan di kepala. Beratnya antara 240 hingga 270 gram. Maleo hanya bisa hidup di dekat pantai berpasir panas atau di pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Telur yang besar. Monogami. Anak maleo yang telah berhasil menetas harus berjuang sendiri keluar dari dalam tanah sedalam kurang lebih 50cm (bahkan ada yang mencapai 1 m) tanpa bantuan sang induk. Meskipun memiliki sayap dengan bulu yang cukup panjang. Perjuangan anak Maleo. Maleo mengubur telurnya dalam pasir. Anak yang baru saja mencapai permukaan tanah sudah memiliki kemampuan untuk terbang dan mencari makan sendiri (tanpa asuhan sang induk). Perjuangan untuk mencapai permukaan tanah akan membutuhkan waktu selama kurang lebih 48 jam. Telur burung endemik ini dikubur sedalam sekitar 50 cm dalam pasir di dekat sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu. Maleo memiliki tonjolan (tanduk atau jambul keras berwarna hitam) dikepala. Burung ini tidak akan bertelur lagi setelah pasangannya mati. namun lebih senang jalan kaki dari pada terbang.

dan Elang. Babi Hutan (Sus sp).Status Konservasi Maleo Kelangkaan fauna unik ini antara lain disebabkan oleh terdesaknya habitat terutama yang berada di luar kawasan konservasi. Paling tidak usaha ini mampu sedikit meminimalisir bahaya kepunahan yang mengancam burung anti poligami ini. Untungnya Dinas Kehutanan Melalui Balai Taman Nasional Lore Lindu berhasil membuat penangkarannya. perburuan telur Maleo oleh manusia serta ancaman predator antara lain : Biawak (Varanus sp). . bekerja sama dengan masyarakat setempat.

Tidak bisa dibayangkan banyaknya jenis tumbuh-tumbuhan atau flora di dunia ini. banyak jenis tumbuhan tertentu. sumberdaya genetika. Joseph Arnord.y Bunga Bangkai (rafflesia arnoldi) Ditemukan oleh rombongan Sir Stamfort (gubernur East Indi Company di Sumatera dan Jawa) dan Dr. Menurut data base yang ada. Tidak kurang dari 47 jenis ekosistem alam yang khas sampai jumlah spesies tumbuhan berbunga yang sudah diketahui. yang kadang tidak dapat dijumpai di bagian bumi lainnya dan merupakan salah satu negara Mega Biodiversity (kekayaan akan keanekaragaman hayati ekosistem. . taman nasional. Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta tiga cabangnya (Kebun Raya Cibodas. sebanyak 11 % atau sekitar 30. Sampai saat ini. Seperti halnya hewan. Kedua nama tersebut diabadikan menjadi nama latin bungan ini oleh Robert Brown. mengalami kepunahan. Sayangnya.000 jenis dari seluruh tumbuhan berbunga di dunia. yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan. Hutan yang terbentang di belasan ribu pulau mengandung berbagai jenis flora dan fauna. terdapat 2 juta spesies tumbuhan di dunia dan 60%nya ada di Indonesia. Pemerintah kini terus berupaya untuk menyelamatkan berbagai kekayaan Sumbar Daya Alam berupa tumbuhan langka yang bermanfaat bagi manusia melalui usaha memperbanyak kebun raya. dan Bedugul Bali) baru mengoleksi 20 % total jenis tumbuhan yang ada di Indonesia. sehingga ada jenis yang bisa ditemui di banyak negara. Indonesia memiliki puluhan jenis. cagar alam dan daerah-daerah konservasi di seluruh Indonesia. Untuk jenis durian saja. Dengan bantuan manusia. dan adapula yang hanya dapat ditemui di habitat asalnya. Indonesia dilimpahi dengan kekayaan hayati yang tiada taranya. seorang naturalis yang mengadakan ekspedisi di Bengkulu pada tanggal 20 Mei 1818. dan spesies yang sangat berlimpah). talas ada 700-an jenis. beberapa diantara tumbuh-tumbuhan ini tersebar luas ke berbagai belahan bumi. jenis-jenis flora sangat ditentukan oleh lingkungan spesifiknya yang disebut juga sebagai habitat. Koleksi anggrek kurang dari 5 % yang ada di Kawasan Timur Indonesia. Sampai saat inipun banyak kalangan ilmuwan yang berpendapat bahwa belum semua jenis flora yang ada di bumi telah dikenali.Purwodadi.

tetapi tumbuhan yang cantik ini sekarang sangat langka. Dalam batas tertentu dan sepanjang hanya potongan-potongan kecil yang dipetik. Oleh karena itu potongan-potongan itu mungkin dapat dijual kepada pengunjung untuk mengurangi tekanan terhadap populasi liar. Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh. . Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus. sehingga turut mempengaruhi kehidupan hewan dan penduduk yang tinggal diatasnya. edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung tiung batu licik Myophonus glaucinus. Pada bulan Februari hingga Oktober 1988. tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian 8 m dan memiliki batang sebesar kaki manusia. lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu. Sayangnya keserakahan serta harapan-harapan yang salah telah mengorbankan banyak populasi. terdapat 636 batang yang tercatat telah diambil dari Gunung Gede-Pangrango. lalat. Bagian-bagian edelweis sering dipetik dan dibawa turun dari gunung untuk alasan-alasan estetis dan spiritual. Bungabunganya sangat disukai oleh serangga. tabuhan dan lebah terlihat mengunjunginya. terutama populasi yang terletak di jalan-jalan setapak. Penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa edelweis dapat diperbanyak dengan mudah melalui pemotongan cabangcabangnya. atau sekedar kenang-kenangan oleh para pendaki. karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.Kerusakan lingkungan yang terjadi telah menghancurkan banyak habitat-habitat tumbuhan yang menyebabkan punahnya jenis-jenis tumbuhan tertentu. tekanan ini dapat dihadapi. kupukupu. y Bunga Edelweis Anaphalis Javanica Edelweis Anaphalis Javanica adalah tumbuhan gunung yang terkenal. tirip.

" katanya. Artikel Terkait: Jumat. pakupakuan (Cyatheaceae). Menurut Didik. KOMPAS. . palem-paleman (Arecaceae).y Kantong Semar Tumbuhan Langka Paling Terancam Tatsuro Hamada/Ishikawa Prefectural University Kantung semar (Nephentes alata). yang dihubungi dari Jakarta. Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor Mustaid Siregar merahasiakan nama spesies kantong semar paling langka tersebut. Didik Widyatmoko. Tanaman langka dari famili lainnya menunggu tahap konservasi selanjutnya. Jumat (5/6). Empat famili itu yakni anggrek-anggrekan (Orchidaceae). ujarnya sambil menambahkan. kelompok spesies dari kantong semar atau Nepenthes dapat prioritas tertinggi. hasil penilaian para pakar tumbuhan pada pertemuan yang digagas LIPI awal pekan ini menetapkan 191 spesies dari empat famili tanaman menjadi prioritas konservasi tahun ini. angka 191 itu diambil berdasarkan referensi dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan pendapat para pakar di bidangnya." kata Kepala Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas itu. salah satu spesies yang membutuhkan prioritas tinggi untuk segera dikonservasi. mereka butuh dikonservasi tahun ini juga. "Tanaman yang dimasukkan dalam prioritas ada 100 spesies. 5/6/2009 | 16:46 WIB JAKARTA. "Para pakar mengkhawatirkan publikasi suatu spesies tanaman langka justru akan membuat peminat tanaman berusaha memburu tanaman itu." kata pakar taksonomi dari LIPI.com ² Kelompok kantong semar (Nepenthes) merupakan tanaman di Indonesia yang dikategorikan paling langka. Sementara itu. sehingga kemungkinan tanaman itu semakin punah semakin terbuka lebar. "Dari 191 diperas lagi jadi 100 spesies. dan kantong semar (Nepenthaceae) adalah taksa-taksa dengan jumlah spesies berkategori terancam punah paling banyak.

genting (endangered).Skala prioritas untuk melakukan konservasi terhadap tanaman langka perlu diberlakukan." katanya. nilai manfaat. demikian pula jika populasinya terbatas dan terlalu banyak dieksploitasi karena nilai manfaatnya tinggi serta keunikannya yang menonjol. dan rawan (vulnerable) telah mencapai 513 jenis. katanya Menurut dia. karena dana. dampak eksploatasi. Indonesia merupakan negara kedua di dunia setelah Malaysia yang memiliki tumbuhan terancam punah. jumlah spesies tumbuhan Indonesia terancam punah yang berkategori kritis (critically endangered). Dari jumlah itu 386 spesies tercantum dalam IUCN 2008. sementara tumbuhan yang terancam punah terus meningkat. . "Jumlah sebenarnya jauh lebih banyak lagi. Semakin terbatas suatu tanaman hanya bisa tumbuh di lokasi tertentu (tingkat endemisitas tinggi) maka skornya lebih tinggi. tenaga ahli dan waktu sangat terbatas. disusul Brasil. jumlah populasi. distribusi geografis. hingga tingkat kemerosotan populasi. misalnya keunikan taksonomis. Skor tertinggi tumbuhan terancam punah dilakukan melalui 17 kriteria.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful