Pentingnya Sumber Daya Alam untuk Kehidupan Manusia

Filed under: tugas by ademr — Tinggalkan komentar 12 Oktober 2010 Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam mengatasi permasalahan pencemaran dan pengelolaan lingkungan hidup Pengelolaan lingkungan termasuk pencegahan, penanggulangan kerusakan dan pencemaran serta pemulihan kualitas lingkungan telah menuntut dikembangkannya berbagai perangkat kebijakan dan program serta kegiatan yang didukung oleh sistem pendukung pengelolaan lingkungan lainnya. Sistem tersebut mencakup kemantapan kelembagaan, sumberdaya manusia dan kemitraan lingkungan, disamping perangkat hukum dan perundangan, informasi serta pendanaan. Keterkaitan dan keseluruhan aspek lingkungan telah memberi konsekuensi bahwa pengelolaan lingkungan, termasuk sistem pendukungnya tidak dapat berdiri sendiri, akan tetapi berintegrasi dengan seluruh pelaksanaan pembangunan. Pembangunan nasional yang dilaksanakan memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan tersebut membuat pembangunan memiliki beberapa kelemahan, yang sangat menonjol antara lain adalah tidak diimbangi ketaatan aturan oleh pelaku pembangunan atau sering mengabaikan landasan aturan yang semestinya dalam mengelola usaha dan atau kegiatan yang mereka lakukan, khususnya menyangkut bidang sosial dan lingkungan hidup, sehingga menimbulkan permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, sesuai dengan rencana Tindak Pembangunan Berkelanjutan dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan melalui upaya pengembangan dan penegakan sistem hukum serta upaya rehabilitasi lingkungan. Menurut Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup (1997), kebijakan daerah dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup khususnya permasalahan kebijakan dan penegakan hukum yang merupakan salah satu permasalahan lingkungan hidup di daerah dapat meliputi : • • • • • • • • Regulasi Perda tentang Lingkungan. Penguatan Kelembagaan Lingkungan Hidup. Penerapan dokumen pengelolaan lingkungan hidup dalam proses perijinan Sosialisasi/pendidikan tentang peraturan perundangan dan pengetahuan lingkungan hidup. Meningkatkan kualitas dan kuantitas koordinasi dengan instansi terkait dan stakeholders Pengawasan terpadu tentang penegakan hukum lingkungan. Memformulasikan bentuk dan macam sanksi pelanggaran lingkungan hidup. Peningkatan kualitas dan kuantitas sumberdaya manusia. Peningkatan pendanaan dalam pengelolaan lingkungan hidup.

Kondisi lingkungan hidup dari waktu ke waktu mengalami penurunan kualitas yang disebabkan oleh tingkat pengambilan keputusan, kepentingan pelestarian sering diabaikan sehingga menimbulkan adanya pencemaran dan kerusakan lingkungan.

SDA exhaustible dikelompokan lagi menjadi SDA maintainable dan nonmaintainable. 24 Th 1992 tentang Penataan Ruang dan diikuti pengaturan lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah. SDA exhaustible merupakan sumberdaya yang dapat habis. Pengelompokan karakteristik SDA ini merupakan rambu-rambu bagi kita untuk berfikir bijak dalam mengelolanya agar diperoleh hasil yang optimal. Sementara di daerah lain jenis dan jumlahnya sedikit. bahkan apabila salah kelola sumberdaya alam tersebut dapat mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Owen (1980) mendefinisikan SDA sebagai bagian dari lingkungan alam (tanah. Akan tetapi tidak berarti ketersediaannya tidak terbatas. Reformasi Kebijakan dan Kelembagaan Pengelolaan Sumber Daya Alam . 41 Th 1999 tentang kehutanan. dan kekurangan air pada musim kemarau dan banyak lagi dampak terusannya. Permasalahan yang terjadi tersebut memerlukan perangkat hukum perlindungan terhadap lingkungan hidup yang secara umum telah diatur dengan Undang-undang No. maka dalam Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup diadakan berbagai perubahan untuk memudahkan penerapan ketentuan yang berkaitan dengan penegakan hukum lingkungan yaitu Undang-undang No 4 Tahun 1982 diganti dengan Undangundang No. Namun berdasarkan pengalaman dalam pelaksanaannya berbagai ketentuan tentang penegakan hukum sebagaimana tercantum dalam Undang-undang Lingkungan Hidup. Undang-undang ini merupakan salah satu alat yang kuat dalam melindungi lingkungan hidup dan ditunjang dengan peraturan perundang-undangan sektoral. kehidupan liar. banjir pada musim hujan.000 taun) (Alikodra 2000). Keputusan Menteri. Peraturan Daerah maupun Keputusan Gubernur. Karakteristik penting lain dari SDA adalah penyebarannya tidak merata di permukaan atau di dalam perut bumi. dinamis. UU No. 22 Th 2001 tentang Gas dan Bumi. Di beberapa tempat terdapat potensi sumberdaya yang beranekaragam dengan jumlah yang banyak. seperti Undang-undang No.Pencemaran dan kerusakan lingkungan yang terjadi juga menimbulkan konflik sosial maupun konflik lingkungan. jika terjadi kerusakan daerah tangkapan sungai yang menyebabkan air tidak dapat meresap ke dalam tanah. hutan. Keputusan Presiden. sekali kita gunakan habis maka sumberdaya tersebut tidak akan ada lagi (Setidaknya diperlukan ratusan bahkan ribuan tahun untuk pembentukannya.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan kemudian diatur lebih lanjut dalam peraturan pelaksanaanya. satu sama lain saling berinteraksi. padang penggembalaan. merupakan unsur pembentuk lingkungan yang sangat kompleks. misalnya pembentukan tanah memerlukan waktu 500. air. sedimentasi. maka air akan lebih banyak mengalir sebagai aliran permukaan yang akan menimbulkan erosi. KARAKTERISTIK SUMBER DAYA ALAM Sumberdaya alam mencakup pengertian yang sangat luas. Misalnya. SDA Inexhaustible adalah sumberdaya alam yang tidak akan habis. Hal ini mengingat Pengelolaan Lingkungan hidup memerlukan koordinasi secara sektoral dilakukan oleh departemen dan lembaga pemerintah non-departemen sesuai dengan bidang tugas dan tanggungjawab masingmasing.4 Tahun 1982. UU No. mineral atau populasi manusia) yang dapat digunakan manusia untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

tuntutan terhadap amandemen pasal 33 UUD 1945 akan muncul lagi. Komitmen politik pemerintah dan politisi akan mendapatkan ujian dan penilaian dari publik pada permasalahan ini. termasuk perusahaan multinasional. pembaruan peraturan perundang-undangan dengan meninjau ulang peraturan perundang-undangan sektoral dan daerah yang berkaitan dengan sumber daya agraria/sumber daya alam. Termasuk juga substansi yang mengatur kelembagaan . yang berarti harus terdapat undang-undang yang menjamin atas hak tersebut. Kesungguhan pemerintah dan politisi yang mempunyai kekuatan dalam pengambilan keputusan sangat diharapkan oleh publik dalam penataan keagrariaan dan pengelolaan SDA dengan melakukan perubahan yang signifikan berbagai ketentuan perundangan sektoral yang selama ini memberi legitimasi bagi eksploitasi lingkungan dan sumber daya alam. Bagi kalangan yang menghendaki amandemen Pasal 33 UUD 1945. membangun kembali payung perundangan sebagai pegangan semua peraturan sektoral dan daerah. adanya penataan struktur penguasaan sumber daya agraria dan sumber daya alam. Apalagi jika TAP MPR tersebut. Desakan amandemen pasal 33 UUD 1945 dialamatkan untuk menambah pasal-pasal yang dapat menterjemahkan prinsip-prinsip keberlanjutan dan keadilan ekologis dalam pengelolaan sumber daya alam. akan menunggu kerja DPR dan pemerintah dalam menterjemahkan TAP MPR dalam kebijakan yang lebih operasional. mengupayakan tercapaianya integrasi dan sinkronisasi kebijakan antar sektor. akan semakin memperluas partisipasi publik dalam perumusan dan pelaksanaan pembaruan keagrariaan dan pengelolaan SDA. seperti UU. namun implementasi dari TAP MPR tersebut dalam kerangka kebijakan yang implementatif akan sangat tergantung pada ada tidaknya kemauan politik pemerintah. Meskipun. Serta. adanya penyelesaian konflik dalam masyarakat melalui inventarisasi konflik sumber daya alam yang terjadi pada masa lampau sampai sekarang. yang selama ini banyak menggunakan teknologi negara industri maupun sebagai pemasok kebutuhan bahan baku atau konsumsi masyarakat negara-negara industri maju. Demikian halnya dengan penataan sistem pengendalian lingkungan hidup. serta mengusahakan dengan sungguh-sungguh pembiayaan pembaharuan agraria dan pengelolaan sumber daya alam melalui perencanaan anggaran negara. maka dalam Sidang Tahunan MPR 2002. Menurut Kelompok Kerja Ornop untuk Pembaruan Agraria dan PSDA ada beberapa agenda penting yang harus dilaksanakan oleh MPR agar ketetapan yang dilahirkan tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat antara lain : 1. bagi generasi sekarang dan mendatang. 3. 2. jika akan berakibat memojokkan berbagai kalangan industri. Jika dua institusi tersebut lambat meresponnya. implikasi dari pembaruan tersebut justru akan membatasi kekuasaan pihak tersebut dalam pengelolaan SDA yang selama ini dapat memberi pemasukan bagi biaya-biaya politik. Khususnya yang berkaitan dengan substansi hak asasi manusia untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik.Meskipun telah diluncurkan TAP MPR yang mengatur pengelolaan SDA. pemulihan ekosistem yang telah rusak. serta pembentukan badan pengadilan ad hoc yang menerima dan melanjutkan kerja badan nasional dengan mengeluarkan putusan-putusan berkekuatan hukum agar pihak yang bersengketa mematuhinya. pembentukan sebuah badan nasional yang bertugas khusus memfasilitasi proses penyelesaian konflik. sekedar sebagai “instrumen politik” untuk memuaskan publik dan mengkesampingkan penataan hukum (kebijakan) dan kelembagaan dalam pengelolaan SDA.

dan kelembagaan yang menjamin partisipasi luas para pihak. gambar. Ketika kapasitas manusia untuk memproses informasi telah penuh. telinga. Tetapi fakta bahwa manusia adalah prosesor serial tidak berarti dia tidak dapat mengerjakan bekerja lebih satu tugas secara bersama-sama. Ini artinya bahwa manusia hanya dapat melaksanakan pemrosesan terhadap satu informasi dalam satu waktu. Hal ini karena persoalan keberadaan kelembagaan pengelolaan sumber daya alam akan sangat mempengaruhi efektifitas pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan arah reformasi kebijakan itu sendiri. long-term memory (LTM). UU kehutanan. kata. dal lain sebagainya. Tentunya hal ini sangat berkaitan dengan reformasi atas berbagai departemen sektoral yang terkait dengan pengelolaan sumber daya alam. Tempat penyimpanan tersebut sangat ringkas sehingga . reformasi kebijakan harus diikuti dengan reformasi kelembagaan dalam pengelolaan sumber daya alam. dan tiga jenis memori. yang menangkap sinyal dan mentransmisikannya ke processing unit (otak dengan tempat penyimpanan). Berpijak atas hal ini. short-term memory (STM). Hasil dari proses berupa output respon (fisik. Departemen Perikanan dan Kelautan. dll). Disamping agenda penting yang harus diselesaikan sebagai implikasi dari TAP MPR. walaupun tidakl sepenuhnya sama. motor output. Hal ini beranalogi dengan komputer jika mengerkanan beberapa program sekaligus. bicara. hidung. dan lain-lain. yang memungkinkan manusia melakukan itu adalah dengan cara bergantian memprosesnya secara singkat. menulis. sebagai bagian dari reformasi kebijakan pengelolaan sumber daya alam. Langkah berikutnya. dll). Departemen Kehutanan. Long-term memory memiliki kapasitas tidak terbatas. kelebihan beban (overload) informasi dapat menyebabkan berkurangnya laju respond dan merosotnya performansi. Beberapa desakan yang mengemuka adalah perlu terdapat kaji ulang atau peninjauan kembali sentralisasi dan sektoralisasi pengelolaan sumber daya alam yang selama ini mengakibatkan pengelolaan tidak terintegrasi sehingga memperparah degradasi lingkungan hidup. sedangkan komputer dapat beroperasi baik secara serial maupun paralel. Kapasitas yang dimiliki manusia untuk menerima input dan menghasilkan output (respon) terbatas. Manusia sebagai pengolah informasi Model Umum Manusia Sebagai Pengolah Informasi Secara sederhana model manusia sebagai pengolah informasi meliputi sensory receptor (mata. perlu ada payung kebijakan pengelolaan sumber daya alam secara utuh menyeluruh dan komprehensif. adalah mengkaji ulang perundangan-undangan bidang sumber daya alam yang bersifat sektoral seperti UU pertambangan. Departemen Pertanian. Operasi sistem tersebut lebih bersifat serial disbanding paralel.dan mekanisme penyelenggaraan negara yang mendukung tuntutan perlindungan sumber daya alam dan lingkungan hidup. seperti Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral. sensor input. dan external memory (EM). Sistem Pemrosesan Informasi Manusia Newwll-Simon Model menjelaskan bahwa sistem pemroses informasi manusia (the human information processing system) meliputi prosesor. berisi simbol-simbol dan struktur berupa gumpalan-gumpalan yang menyimpan informasi yang dapat berupa digit.

Keterbatasan Short-Term Memory Keterbatasan Short-term memory berdasarkan penelitian empirik menenjukan bahwa short-term memory dapat menampung lima sampai sembilan simbol. Short-term memory merupakan bagian dari prosesor yang ukurannya sangan kecil. Walau begitu hanya dua symbol saja yang dapat dighunakan selama tugas lain sedang dilakukan. Waktu akses yang dibutuhkan mata untuk menemukan lokasi yang sudah diketahui sangat cepat (sekitar 100 milidetik) dan waktu untuk membacanulis sekitar 50 milidetik. Ada beberapa bukti yang menunjukan hubungan antara pemecahan masalah secara heuristik dengan keterbatasan pemrosesan informasi. George A. Keterbatasan Kemampuan Membedakan Kemampuan manusia untuk mengidentifikasi perbedaan sangat penting untuk mendekteksi adanya error (mudah membedakan mana data yang benar dan salah) dari . tetapi sekali tersimpan maka dengan cepat dapat diingat kembali. kesimpulan induktif (hasil observasi. elementary processor. mengintegrasikan.keseluruhan konfigurasi stimulus mungkin dirancang oleh symbol tunggal. Memori eksternal dalam sistem pemrosesan mausia meliputi ekternal media seperti kertas atau papan tulis. Pembatasan digit kode pos di Amerika dengan lima digit angka disesuaikan dekan batas kemanpuan short-term memory terbukti lebih efektif dari sistem kode pos Canada yang menggabungkan huruf dan angka dalam format ANA NAN (A =alphabet N= numerik). hanya menyimpan lima sampai tujuh symbol. dan interpreter yang menerjemahkan sebagian atau seluruh instruksi program pemecahan masalah. yaitu short term memory. plus or minus two”. Program pemecahan masalah digunakan seorang individu tergantung pada jumlah variabel dan intelegensia dari pemecah masalah. dengan mengeliminasi alternatif tanpa penjelasan dan hanya untuk mengurangi area pencarian saja. sebagian lagi pada kemampuan mendeteksi perbedaan. mamapu mengingat sederetan nomor telepon yang panjang walaupun tidak untuk jangka waktu yang lama. dan intuitif. Hanya membutuhkan beberapa ratus milidetik untuk mengambil informasi. Hal ini dapat diatase dengan penggunaan grafik untuk menunjukan data berupa angka yang banyak. Ini beranalogi dengan register pada komputer. Miller menyebutnya dengan frase “the magical number seven. hubungan. Singkatnya manusia cenderung menggunakan pendekatan heuristic. tetapi butuh waktu lebih lama untuk menyimpan informasi kedalamnya (antara 5K – 10 K detik untuk K symbol) yang artinya dibutuhkan waktu 50 -100 detik untuk menghapal 10 digit. dan menterjemahkan data probabilistik. Waktu yang dibutuhkan untuk membaca dan menulis sangat cepat. Grafik biasanya efisien dalam mrnunjukan trend. juga terdapat pada kemampuan untuk menmbangkitkan. Sedangkan waktu untuk menulis lebih cepat dari LTM sekitas 1 detik per simbol Prosesor terdiri dari tiga bagian. Sebagian keterbatasan terdapat pada short-term memory. Proses ini tidak berdasarkan algoritma yang memungkinkan analisis pada seluruh alternatif sehingga dapat dihasilkan pengambilan keputusan yang optimal. dan ukuran relative. Keterbatasan Pemrosesan Informasi Manusia Pengambilan keputusan yang dilakukan menusia dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.

dan mengevaluasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. dan public menolaknya. dalam pemrosesan data menunjukan bahwa pembaca laporan keuangan mempertimbangkan perbedaan berdasarkan ukuran relatifnya dibanding jumlah absolutnya. perencanaan. Perilaku penetapan suatu titik jangkar (anchoring) dan penilaian tersebut mengurangi kebutuhan pengolahan informasi. Konsep concreteness adalah bahwa pengambil keputusan bertendensi menggunakan informasi yang hanya dapat dibaca dan dapat ditampilkan saja. dan terlalu jauh perbedaan antara koin 50 sen dengan koin 10 sen. Umat manusia kurang peduli pada norma-norma kehidupan atau mengganti norma-norma yang seharusnya dengan norma-norma ciptaan dan kepentingannya sendiri. Manusia modern menghadapi alam hampir tanpa menggunakan ‘hati nurani. Kelemahan dalam mengidentifikasi korelasi dan kausalitas. Keterbatasan Menangani Data Probabilistik Pengambil keputusan seringkali membutuhkan untuk memahami. . Terjadinya bias heuristic dalam perkiraan-perkiraan probabilistic Kelemahan kapabilitas dalam mengintegrasikan informasi.000 (variasi $1. Fenomena ini sering terjadi pada proses penganggaran. dan penentuan harga. Tidak ada maksud untuk mencari data yang disimpan dalam memori atau mengubah atau mengolah data yang tersedia. Beberapa defisiensi yang diidentifikasi antara lain: Kelemahan pemahaman intuitif terhadap dampak variabnsi dari sampel yang sedikit.variasi data yang mereka terima. Ketika ditanyakan para responden mengatakan bahwa sulit membedakan antara koin satu dollar dengan koin seperempat dollar. Terdapat bukti yang menunjukan defisiensi serius dalam performansi manusia sebagai mahluk intuitif. bagaimana manusia mengevaluasi pentingnya membedakan misalnya antara selisih profit atau selisih biaya? Beberapa bukti berdasarkan hukum Weber. Etika Lingkungan Hidup Sebagai Landasan Kebijakan Yang Berpihak Terhadap Kelestarian Lingkungan Krisis lingkungan hidup yang dihadapi manusia modern merupakan akibat langsung dari pengelolaan lingkungan hidup yang “nir-etik”.000) sama pentingnya dengan 10% biaya penjualan sebesar $10. manusia melakukan pengelolaan sumber-sumber alam hampir tanpa peduli pada peran etika.00). Hukum Werber juga terjadi ketika pada tahun 1980. Konsep dari anchoring and adjustment adalah bahwa manusia bertendensi untuk membuat penilaian dengan memastikan titik jangkar dan mengambil penilaian dengan titik ini. Misalnya 10% variasi dari anggaran penjualan sebesar $100. Artinya. Bank Amerika memperkenalkan uang koin baru. dua diantara adalah concreteness dan anchoring and adjustment.000 (variasi @10. memproses. Strategi Pemrosesan Informasi Manusia Dalam mengatasi keterbatasan-keterbatasan tersebut manusia mengadopsi strategi. Alam begitu saja dieksploitasi dan dicemari tanpa merasa bersalah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa krisis ekologis yang dihadapi umat manusia berakar dalam krisis etika atau krisis moral. Dengan kata lain.

terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa depan. terkendalinya pemanfaatan sumberdaya secara bijaksana. pengembangan. Dari sinilah jelas bahwa: setiap warganegara atau masyarakat tentunya mempunyai hak yang sama atas pengelolaan dan pelestarian lingkungan hidup yang baik dan sehat. Keenam. Pengelolaan lingkungan hidup diselenggarakan dengan asas tanggung jawab negara.[1] . dan pengendalian lingkungan hidup. Selain mempunyai hak.Akibatnya terjadi penurunan secara drastis kualitas sumber daya alam seperti lenyapnya sebagian spesies dari muka bumi. terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan lingkungan hidup yang memiliki sikap dan tindak melindungi dan membina lingkungan hidup. Pencemaran dan kerusakan alam pun akhirnya mencuat sebagai masalah yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari manusia. terlindunginya NKRI terhadap dampak usaha dan/atau kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup. Sasaran pengelolaan lingkungan hidup sebagai berikut. termasuk sumberdaya. metan. Pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana. asas keberlanjutan. ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan. dalam konsentrasi yang berlebihan di lapisan biosfer memicu terjadinya pemanasan global dan selanjutnya mengakibatkan perubahan iklim. yang diikuti pula penurunan kualitas alam. Sehingga. Kelima. dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan hidup. tercapainya keselarasan. Keempat. Kedua. keserasian. Baik dari perwujudan kebijakan pemerintah dan didukung oleh seluruh komponen masyarakat. pemanfaatan. setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan lingkungan hidup. Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa betapa pentingnya untuk terus menjaga kelestarian secara bersinergi bagi semua pihak. tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup. pertama. maka dengan sendirinya masyarakat juga akan mengikuti dan bahwa mendorong terwujudnya lingkungan yang lestari dan kenyamanan. pemulihan. Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan. yang memadukan lingkungan hidup. Konsentrasi CO2 mengambarkan informasi tentang perubahan iklim. setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan sekaligus perusakan lingkungan hidup. pengawasan. Jika pemerintah mampu memberikan kebijakan yang berpihak terhadap kelestarian lingkungan. Emisi GRK dinyatakan dalam konsentrasi CO2 atau CO2-equivalent. Salah satu data yang dapat dijadikan rujukan yakni menggunakan brown indicator yakni Jumlah emisi karbondioksida (CO2) (metrik ton). pemeliharaan. Realitas memperlihatkan kondisi lingkungan hidup sudah mencapai tingkat yang memprihatinkan dengan kecenderungan yang terus menurun. kesejahteraan. Gas rumah kaca (GRK) antara lain CO2. Ketiga. dan asas manfaat bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seutuhnya yang beriman dan bertaqwa kepada TuhanYang Maha Esa. dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan. dan CFC yang dihasilkan oleh kegiatan manusia (antropogenik).

Kesalahan cara pandang atau pemahaman manusia tentang sistem lingkungannya. Untuk keluar dari suatu dilema persoalan terutama masalah etika lingkungan hidup. 1993 dan Naess. termasuk di negara kita. 1993). Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri. Nilai tertinggi adalah manusia dan kepentingannya. baik secara langsung atau tidak langung. kepentingan pelestarian sering diabaikan.. .[2] Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia sebagai pusat dari sistem alam semesta. Disamping itu paham materialisme. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Seperti kelompok – kelompok peduli lingkungan. Cara pandang dikhotomis yang yang dipengaruhi oleh paham antroposentrisme yang memandang bahwa alam merupakan bagian terpisah dari manusia dan bahwa manusia adalah pusat dari sistem alam mempunyai peran besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan (White. Seperti diketahui. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan manusia. individu – individu yang aktif dalam pelestarian lingkungan dan kritis terhadap kebijakan. kapitalisme dan pragmatisme dengan kendaraan sain dan teknologi telah ikut pula mempercepat dan memperburuk kerusakan lingkungan baik dalam lingkup global maupun lokal. Upaya mengatasi krisis lingkungan. baik dalam ketinggiannya (biosentrisme dan ekosentrisme). Ethica Nocomachea. Oleh karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek. Cara pandang demikian telah melahirkan perilaku yang eksploitatif dan tidak bertanggung jawab terhadap kelestarian sumberdaya alam dan lingkungannya. Agama dalam hal ini Islam dapat memberikan suatu keyakinan pijakan terhadap persoalan pelestarian lingkungan. Masalah mulai timbul pada saat kita menganalisis arti dan tujuan yang baik itu. mempunyai andil yang sangat besar terhadap terjadinya kerusakan lingkungan yang terjadi dunia saat ini. maupun dalam kerendahannya (etika kepedulian) sekaligus membingkainya dengan etika bersama yang mengikat secara transenden. alat dan sarana bagi pemenuhan kebutuhan dan kepentingan manusia. Ravetz.kebijakan yang merugikan lingkungan.[3] Dalam bukunya. karena pada tingkat pengambilan keputusan.”[4]. pada saat ini perjuangan untuk melestarikan lingkungan hanya didukung sekelompok kecil kelas menengah yang kurang mempunyai kekuatan politik dalam pengambilan keputusan. sosial atau ekologis? Itulah masalah pokok yang telah melahirkan banyak dilema etis. secara etis. LSM. “semua pengetahuan dan setiap usaha manusia itu selalu mengejar suatu tujuan tertentu yang dipandangnya baik atau berharga. Manusia dan kepentingannya dianggap yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil dalam kaitan dengan alam. Hanya manusia yang mempunyai nilai dan mendapat perhatian. Apakah kebaikan tersebut adalah kebaikan individual. Aristoteles menandaskan. serta kalangan akademisi.1971. 1984. Mansoor. diperlukan pijakan keyakinan yang dapat mengarahkan secara utuh. harus melibatkan berbagai landasan etis yang memang benar-benar memposisikan manusia dan alam sama-sama derajatnya.1967. Orientasi hidup manusia modern yang cenderung materialistik dan hedonistik juga sangat berpengaruh. Hal ini terjadi mengingat kelemahan kekuatan politik dari pihak-pihak yang menyadari pentingnya pengelolaan lingkungan hidup. Sardar.Penyebab lain kondisi lingkungan hidup sudah mencapai tingkat yang memprihatinkan dengan kecenderungan yang terus menurun adalah.

negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi[5].Ini yang ke 2 beda sumber Sumber daya alam Dari Wikipedia bahasa Indonesia. terutama pada satu abad belakangan ini. seperti minyak bumi. air. Akan tetapi. seperti hewan.[3][4][5][6] Sebagai contoh. dan mikroorganisme. tetapi juga komponen abiotik.[7] . kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut. Maroko. tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia. Kongo. dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. dan tanah. tumbuhan. gas alam. serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan.[2] Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia. Sierra Leone. kemajuan peradaban dan populasi manusia. Brazil.[1] Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik. ensiklopedia bebas Belum Diperiksa Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang muncul secara alami yang dapat digunakan untuk pemenuhan kebutuhan manusia pada umumnya.[1][2] Inovasi teknologi. berbagai jenis logam.

1 Air 5.1. peternakan. emas.1 Tumbuhan 5. [sunting] Daya dukung lingkungan . Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam. salah satu negara dengan kekayaan sumber daya alam hayati dan nonhayati terbesar di dunia. sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak diekspliotasi berlebihan. hewan. mikroorganisme.2. Tumbuhan.2 Sumber daya alam nonhayati [sunting] Klasifikasi Pada umumnya..2. dan perikanan 5.Indonesia. besi. Minyak bumi. terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan. dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas. dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan.2 Pertanian dan perkebunan 5.2.1 Sumber daya alam hayati    ○     • • 6 Lihat pula 7 Referensi 5.3 Hewan. sinar matahari.1. angin. Daftar isi [sembunyikan] • • • • • 1 Klasifikasi 2 Daya dukung lingkungan 3 Sumber daya alam di Indonesia 4 Sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi 5 Pemanfaatan sumber daya alam ○ 5.4 Hasil tambang 5. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis.Perubahan tekanan dan suhu panas selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.3 Tanah 5.2. penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan.2 Angin 5.1. minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisasisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu.

[14] Di samping itu. nikel. dan udara. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang. seperti biji coklat. dan perak. 18% dari jenis terumbu karang.[11] • • Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia. Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk . Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang.[8] Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati. gas alam. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien. karet. timah.[8] Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini. 16% dari hewan reptil. kelapa sawit. berdasarkan Protokol Nagoya. Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat. batu bara. 4. misalnya: air. emas. Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral. akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). cengkeh.[9][10] Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor. antara lain: • Dilihat dari sisi astronomi. Menggunakan bahan pengganti. Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya. tanah. [sunting] Sumber daya alam di Indonesia Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari.[12] Di bidang agrikultur.[11] Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut. misalnya hasil metalurgi (campuran). 17% dari burung.[2] Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:[2] 1. tembaga. 12% dari mamalia. dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia. seperti petroleum. dan 25% dari hewan laut. timah. 3. Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam. bauksit.[2] Oleh karena itu.[12][13] Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. 2.[2] Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda.[11] Dilihat dari sisi geologi. serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.Kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan.

9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.berbagai jenis tanaman.[12] • Wilayah perairan yang terbentang luas • Lahan pertanian yang subur • Biji tanaman kopi • Komodo • Kura-kura • Terumbu karang .[14] Wilayah perairan yang mencapai 7.

[sunting] Sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat.[2] Oleh karena itu. perang saudara.[15] Korupsi. mahkota dewa Pupuk kompos.[18] Data statistik pada .[16] Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.gandum.[17] [sunting] Pertanian dan perkebunan Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.[7] Untuk mengatasi hal tersebut. pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan sifatnya.[2] Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan. dimana kekayaan sumber daya alam secara teoritis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. jagung.[17] [sunting] Sumber daya alam hayati [sunting] Tumbuhan Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah. yaitu SDA hayati dan nonhayati. pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut. serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam. diperlukan pembenahan sistem pemerintahan.[16] [sunting] Pemanfaatan sumber daya alam Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia.[7] Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa.[1] Untuk memudahkan pengkajiannya.[7] Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease.[2] Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis. pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain.[2] Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:[17] • • • • • Bahan makanan: padi. tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.[7] Di samping itu.[2] Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya. kayu mahoni Bahan bakar (biosolar): kelapa sawit Obat: jahe. daun binahong. negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya.tebu Bahan bangungan: kayu jati. kina.[7] Akan tetapi.

antara lain padi. seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan.[2] Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia. angin. kopi (bahan minuman). sayur-sayuran.[2] Untuk memaksimalkan potensinya. pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan. contohnya: air.[2] [sunting] Air .[19] Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor. dan juga perikanan. kedelai.[2] [sunting] Sumber daya alam nonhayati Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus. seperti unggas dan sapi. dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa. dan perikanan Sumber dayaa alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan. dan hasil tambang.[19] Di samping itu. jagung. Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya. cabai. tembakau (bahan baku obat dan rokok). untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan. dan singkong. antara lain karet (bahan baku ban).[17] Untuk menjaga keberlanjutannya. sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain.tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur. ubi. [19] Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam. terutama untuk satwa langka. kapas (bahan baku tekstil).[17][19] [sunting] Hewan. sinar matahari.[2] Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya. kelapa sawit (bahan baku minyak goreng). peternakan. dan tebu (bahan baku gula pasir). manusia membangun sistem peternakan.

seperti udara. Tanah termasuk salah sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup. dan aset rekreasi. energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.[20] Dari total wilayah perairan yang ada. dll.[20] Di bidang energi.[1] [sunting] Tanah Sumber daya alam. batu bara. dan senyawa organik. terus meningkat. bahan dasar industri minuman.[21] Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia.Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan. baik itu untuk keperluan domestik dan energi. 97% merupakan air asin (wilayah laut.[22] Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah. berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin. mineral. Sumber daya alam.). teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan. air.[1] Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi. [22] Tanah tersusun atas beberapa komponen. dll. energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya.[20] [sunting] Angin Pada era ini.[20] Air juga digunakan untuk pengairan. angin.[1] Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada.[22] Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini .) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai. penggunaan minyak bumi. penambangan. kebutuhan akan air.[1] Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris. samudra. danau. dan air.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful