P. 1
Pertumbuhan Dan an Pada Manusia Dan Hewan

Pertumbuhan Dan an Pada Manusia Dan Hewan

|Views: 44|Likes:
Published by Ietz Ciippy

More info:

Published by: Ietz Ciippy on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2012

pdf

text

original

Pertumbuhan dan perkembangan pada manusia dan hewan (2

)
Posted By Khoerul Mustofa At Senin, Juli 25, 2011 Label: Biologi Pertumbuhan dan perkembangan manusia dan hewan dimulai dari terbentuknya zigot setelah terjadinya fertilisasi ovum oleh sperma. Sama halnya dengan tumbuhan, perkembangan pada hewan dipengaruhi oleh faktor dalam dan faktor luar. Termasuk faktor dalam antara lain perangkat materi genetik (kromosom), dan hormon. Sedangkan faktor luar terutama faktor lingkungan dan nutrisi. Ada dua tahap dalam pertumbuhan dan perkembangan hewan dan manusia. Tahap pertama adalah tahap embrionik yang dimulai dari terbentuknya zigot sampai berkembang menjadi embrio. Tahap kedua adalah tahap pasca embrionik yang merupakan pertumbuhan dan perkembangan setelah embrio, termasuk di dalamnya regenerasi (penyembuhan luka) dan metamorfosis.

Fase embrionik
Setelah fertilisasi, zigot yang terbentuk mempunyai kemampuan untuk terus tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan berlangsung seiring dengan bertambahnya jumlah sel akibat pembelahan secara mitosis. Perkembangan ditandai dengan terjadinya spesialisasi dan diferensiasi sel-sel atau jaringan. Diferensiasi menghasilkan organ hingga terbentuk individu utuh. Fase embrionik secara garis besar terbagi lagi menjadi beberapa tahap:
y y y

morulasi : zigot yang terbentuk terus menerus membelah sehingga menjadi suatu bentuk seperti bola yang tersusun atas banyak sel dan disebut dengan morula blastulasi : pada tahap akhir dari fase morula akan terbentuk suatu lubang yang disebut dengan blastocoel. Bentuk embrio sampai dengan tahap ini disebut dengan blastula. gastrulasi : pada tahap blastula mengalami pelekukan (invaginasi) sehingga terbentuklah rongga baru yang disebut gastrocoel / arkhenteron. Lubang tempat pelekukan disebut blastophor yang kelak akan berkembang menjadi anus. Pada tahap akhir proses ini akan terbentuk tiga lapisan jaringan embrional, yaitu ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Embrio pada tahap ini disebut gastrula.

Bentuk morula Bentuk blastula .

dan indera. Sedangkan lapisan endoderm akan membentuk sistem pencernaan. sehingga ikut mengalami proses yang sama organogenesis : proses pembentukan berbagai macam organ tubuh. sehingga terbentuk embrio secara lengkap dan utuh Pada hewan vivipar proses pertumbuhan zigot menjadi embrio akhirnya berkembang menjadi janin. imbas embrionik : adalah suatu gejala dimana proses diferensiasi dan spesialisasi yang dialami oleh suatu jaringan menyebabkan terjadinya pengaruh (imbas) terhadap jaringan lain. Selama masa pertumbuhan janin tersebut disebut dengan masa gestasi (masa kehamilan). dan berlangsung di dalam rahim (uterus) induk betina. Jika usia kandungan sudah cukup maka janin akan dikeluarkan dari dalam uterus. dan sistem reproduksi. sistem sirkulasi. Proses inilah yang disebut dengan kelahiran. saraf. sistem respirasi. Kelak lapisan ektoderm akan membentuk epidermis. Pada manusia masa kehamilan sekitar 9 bulan. . sistem ekskresi.Bentuk gastrula y y y y morfogenesis : merupakan proses perubahan bentuk dan jenis jaringan menjadi berbagai macam bentuk dan jenis jaringan lain diferensiasi dan spesialisasi : adalah proses perubahan dan pendewasaan jaringan embrional menjadi beragam jenis jaringan lain dengan fungsi yang berbeda. Lapisan mesoderm akan membentuk dermis.

Fase pasca embrionik Pada hewan tertentu sebelum dewasa terlebih dahulu mengalami perubahan bentuk. Perubahan bentuk ini dikenal dengan metamorfosis. Pada metamorfosis sempurna bentuk hewan muda sangat berbeda dengan bentuk hewan dewasa. yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tak sempurna. Contoh metamorfosis pada hewan vertebrata adalah metamorfosis pada katak. Sedangkan pada serangga dapat dijumpai pada kupu-kupu. Sedangkan pada metamorfosis tak sempurna bentuk hewan muda mirip dengan hewan dewasa . Ada dua macam metamorfosis.

Kelenjar ini didapati bukan hanya pada manusia. Hormon yang berpengaruh pada perkembangan ini adalah hormon tiroksin dan triiodotironin. Metamorfosis tak sempurna pada belalang.dan disebut nimfa. keduanya dihasilkan oleh kelenjar thiroid. . Metamorfosis sempurna pada kupu-kupu.

.tetapi pada semua hewan vertebrata. akibatnya terjadi perubahan bentuk maupun anatomi dan morfologi hewan tersebut. Pada larva aktivitas kelenjar ini meningkat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->