P. 1
LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

|Views: 916|Likes:
Published by fakilmukep

More info:

Published by: fakilmukep on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/11/2013

pdf

text

original

LAPORAN PENDAHULUAN NEFROLITIASIS NUR FITRIANI YUSMAN, 0706270964

1. Pengertian Nefrolitiasis adalah adanya batu pada atau kalkulus dalam velvis renal. Nefrolitiasis adalah kasus yang sering dijumpai dengan prevalensi 10% pada pria dan 5% pada wanita. Dari penelitian didapatkan bahwa prevalensi penyakit ini semakin meningkat di Amerika Serikat, dimana survei pada tahun 1988-1994 menunjukkan bahwa orang dewasa yang berusia 20-74 tahun memiliki prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan survei pada tahun 1976-1980 (5,2% vs 3,2%). Peningkatan terjadi pada orang kulit putih tetapi tidak pada ras Afrika maupun Meksiko di Amerika, lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita, dan meningkat seiring dengan pertambahan usia.

2. Etiologi Terbentuknya batu saluran kemih diduga ada hubungannya dengan gangguan aliran urin, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi, dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik). Secara epidemiologik terdapat beberapa faktor yang mempermudah terbentuknya batu pada saluran kemih pada seseorang. Faktor tersebut adalah faktor intrinsik yaitu keadaan yang berasal dari tubuh orang itu sendiri dan faktor ekstrinsik yaitu pengaruh yang berasal dari lingkungan di sekitarnya. Faktor intrinsik antara lain : 1. Herediter (keturunan) : penyakit ini diduga diturunkan dari orang tuanya. 2. Umur : penyakit ini paling sering didapatkan pada usia 30-50 tahun 3. Jenis kelamin : jumlah pasien laki-laki tiga kali lebih banyak dibandingkan dengan pasien perempuan Faktor ekstrinsik diantaranya adalah : 1. Geografis : pada beberapa daerah menunjukkan angka kejadian batu saluran kemih yang lebih tinggi dari pada daerah lain sehingga dikenal sebagai daerah stonebelt. 2. Iklim dan temperatur

maka pasien sedang mengalami kolik renal. oksalat dan kalsium mempermudah terjadinya batu. Penderita dengan riwayat batu sebelumnya sering mempunyai tipe nyeri yang sama. disuria terjadi karena iritasi yang terus-menerus. Selain itu. Pengkajian Anamnesa harus dilakukan secara menyeluruh. Jika batu menyebabkan obstruksi akan menyebabkan terjadinya retensi urine dan dapat pula menyebabkan hematuria. dan riwayat nyeri yang sama sebelumnya. 4. Keluhan nyeri harus dikejar mengenai onset kejadian. 3. Pekerjaan : penyakit ini sering dijumpai pada orang yang pekerjaannya banyak duduk atau kurang aktifitas atau sedentary life. Diet : Diet tinggi purin.3. berkeringat. Manifestasi klinik Gejala utama batu ginjal adalah nyeri yang dimulai mendadak dan dapat hilang mendadak juga. riwayat muntah.Diare dan ketidak nyamanan abdominal terjadi karena reflek renointestinal ginjal ke lambung dan usus besar. Nyeri dapat dirasakan di daerah perut atau sisi belakang. penyebaran nyeri. Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalsium pada air yang dikonsumsi. dapat disertai takikardi. menggigil. . Bila nyeri mendadak menjadi akut disertai nyeri tekan diseluruh area kosto vertebral dan muncul mual dah muntah. 4. Ketika batu menghambat aliran urine maka menyebabkan peningkatan tekanan hidrostatik dan distensi pada ginjal serta ureter. Infeksi yang disertai demam. dan nausea. y Masa pada abdomen dapat dipalpasi pada penderita dengan obstruksi berat atau dengan hidronefrosis. dan nyeri dapat pindah ke daerah selangkangan (nyeri pangkal paha) atau testis (nyeri testis). aktivitas yang dapat membuat bertambahnya nyeri ataupun berkurangnya nyeri. Batu yang terjebak di kandung kemih menyebabkan gejala iritasi. 5. gross hematuria. Pengkajian Fisik y Penderita dengan keluhan nyeri kolik hebat. adanya batu ginjal tergantung pada adanya obstruksi dan infeksi. karakteristik nyeri.

kadar cholesterol. Teknik tersebut memiliki beberapa keuntungan dibandingkan teknik pencitraan lainnya. y Demam. kadar ureum dan kreatinin. dan perubahan pola berkemih d) Makanan/cairan Gejala : mual/muntah. hematuria. CT helikal tanpa kontras adalah teknik pencitraan yang dianjurkan pada pasien yang diduga menderita nefrolitiasis. penurunan atau takadanya bising usus. berat jenis urine. volume urine. antara lain: tidak memerlukan material . GTT. gagal jantung). kandung kemih penuh. Tanda : oliguria. diff. ansietas.y Bisa didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra. diare. pucat. 5. ketidakcukupan pemasukan cairan. penurunan haluaran urine. LED. Kulit hangat dan kemerahan. tidak minum air dengan cukup. obstruksi sebelumnya (kalkulus). hipertensi. reduksi. Pemeriksaan Penunjang 1. dan sediment. dan muntah. diet tinggi purin. kalsium oksalat. 6. b) Sirkulasi Tanda : peningkatan TD/nadi (nyeri. -Darah yang meliputi: leuco. dan atau fosfat. nyeri tekan abdomen. -Urine kultur meliputi: mikroorganisme. dorongan berkemih. Pemeriksaan Diagnostik Pemeriksaan Laboratorium : -Urine analisis. c) Eliminasi Gejala : riwayat adanya ISK kronis. Tanda : distensi abdominal. protein. tanda gagal ginjal dan retensi urin. sensitivity test. kadar urine acid. dapat pula dilakukan pengkajian : a) Aktivitas istirahat Gejala : pekerjaan monoton. dan vasodilatasi kutaneus dapat ditemukan pada pasien dengan urosepsis. Keterbatasan aktivitas/immobilisasi sehubungan dengan kondisi sebelumnya. rasa terbakar. pekerjaan dimana pasien terpajang pada lingkungan bersuhu tinggi. Selain itu. UCT. piuria.

Ultrasonografi memiliki kelebihan karena tidak menggunakan radiasi. dan memberikan hanya sedikit informasi dibandingkan CT helikal tanpa kontras.radiokontras. Radiografi Konvensional (kidney-ureter-bladder view) tidak cukup untuk menegakkan diagnosis karena tidak memperlihatkan batu pada ginjal atau ureter (walaupun batu radioopaque kecil) dan tidak memberikan informasi mengenai kemungkinan adanya obstruksi. meningkatkan risiko pasien terhadap infusi radiokontras dan gagal ginjal akut akibat kontras. dan batu kecil sebesar 1-2 mm. dan nilai prediktif negatif 97% untuk diagnosis batu ureter. tetapi teknik ini kurang sensitif dalam mendeteksi batu dan hanya bisa memperlihatkan ginjal dan ureter proksimal. . dapat mendeteksi batu radiolusen (seperti batu asam urat). Intravenous pyelography (IVP) memiliki sedikit keuntungan pada nefrolitiasis. 2. dibandingkan dengan CT Helikal sebagai gold standard. Pada penelitian yang dilakukan terhadap 100 pasien yang datang ke UGD dengan nyeri pinggang. 3. CT helikal memiliki sensitivitas 98%. Penelitian retrospektif pada 123 pasien menunjukkan bahwa. Batu dengan diameter lebih kecil dari 3 mm juga sering terlewatkan dengan ultrasonografi. batu radio-opaque. dan dapat mendeteksi hidronefrosis dan kelainan ginjal dan intra-abdomen selain batu yang dapat menyebabkan timbulnya gejala pada pasien. 4. dapat memperlihatkan bagian distal ureter. ultrasonografi memiliki sensitivitas 24% dan spesifisitas 90%. spesifisitas 100%.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->