P. 1
analisis prospek

analisis prospek

|Views: 1,358|Likes:
Published by Ani Mulyaningsih

More info:

Published by: Ani Mulyaningsih on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2013

pdf

text

original

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.

132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. Pembimbing Tintin Sarianti. MM. 131 415 082 Tanggal Lulus : .. NIP. MS NIP. Nunung Kusnadi.Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. SP. Ir.

Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Bogor. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 .

Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Pada tahun kedua penulis. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. Selain itu. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. SPd. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Pada tahun pertama. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). Institut Pertanian Bogor. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. .RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati.

Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani . Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Institut Pertanian Bogor. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut.

Ferdy Daeng . Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Hepi. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik.. 5. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. SP.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Trio Kendal AGB 42 (Twin. 10. Pemilik Dwi Joyo. MM. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Imam. kasih sayang. Pemilik Citra Rasa. 11. Bulik Yum sekeluarga. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku.. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. 6. Aqsa). arahan. 2. Nurul. Ir. Wiwi. Riski. SP. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. doa. Wening. untuk segala cinta. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. Ajib. Cila. kesempatan. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. M.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Sepupu-sepupuku: Lilis. Atas segala dukungan yang diberikan. 7. informasi dan dukungan yang diberikan. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. 8. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. Dani. Rina. 9. 4. Santos. dukungan. Yuzda. atas waktu. Bulik Eni sekeluarga. Yanti Nuraeni Muflikh. Tintin Sarianti. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Tika. Popong Nurhayati. Lisda dan AGB 42 . Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Irma dan Nanda. Dauz. 3. Zulvan. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. Tiara. Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis.

Wendi. Rifka Rino. Icha. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Riska. Dewi. Retno. Farikhin. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Reika. Fery. 13. Mba Dewi. Ranti. . Manda. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. dan lain-lain. Mba Sarah. Suci. Evi. 15. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Mba Rahma. Ratih. Eni. Lia. 12.

........................... 4.........1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan .........5 Ruang Lingkup ...................................... 5........................................................................ 2...............................1 Lokasi dan Waktu .............................................................. 2.........1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah ........... 4.............................. 4........ 3..................... V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN .............. 3.....................................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL ............................... 2.............2 Proses Pembuatan Rambak ........ 3...................................1 Pengertian Kulit ....... 5..........................................................4....... 2............ 4............................... 4..6 Penelitian Terdahulu ..........4 Kulit ......... 2.. 2...3 Teori Biaya dan Manfaat .............. 5.................................................................2 Analisis Switching Value ...... 4...................... 3...... 2.........................6 Laporan Rugi Laba .................. 2.... DAFTAR LAMPIRAN .......................... 3.......2 Aspek Studi Kelayakan ..................2 Analisis Tentang Kerupuk ............................................................... DAFTAR GAMBAR ..................1 Kabupaten Kendal .5 Analisis Switching Value ............................................................5......... 2.............................1 Latar Belakang .............. 4..5........4 Metode Pengumpulan Data .................................... II TINJAUAN PUSTAKA .............4 Analisis Kelayakan Investasi .....1................7 Kerangka Pemikiran Operasional .........................................................1........1 Studi Kelayakan Proyek .. 2...........4 Manfaat ...............................................................................1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .........5.. I PENDAHULUAN ...1 Analisis Finansial .......................... 2..............6 Asumsi Dasar yang Digunakan ..................4......5................................................1 Analisis Aspek Finansial ..........................................3 Kerupuk .................... 2.......... IV METODE PENELITIAN ..........2 Keadaan Penduduk ...........3 Tujuan ............1 Keadaan Wilayah ................................................................3 Data dan Instrumentasi .......... 2. 3.........................6............ III KERANGKA PEMIKIRAN ................................ 3.................... 2.......................................6................................................................................... 2.................2 Perusahaan Perorangan ........3 Kulit Sebagai Bahan Makanan .................... 2.........4..................................2 Histologi Kulit .............................4.....2 Perumusan Masalah ............... 1................... ......................................................... 3.............5 Metode Pengolahan Data ...................... 4..................2 Metode Penentuan Sampel ......................... 2................5 Kerupuk Rambak ..............

.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 .............................2 Kecamatan Pegandon ...................................1.................. 6.......3 Pertanian ..... 6.............1.................. Ekonomi dan Lingkungan ...................... 7....4 Perekonomian Daerah ..........................................2......2 Bahan Baku .........................3 Aspek Manajemen ...........................6 Hasil Analisis Aspek Teknis ... 7........................4 Hasil Analisis Aspek Pasar ...........4 Proses Produksi .......1.. 6........5 Lay Out Usaha .2...................... 7.....2.... 6.................................2........ 6...........................................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...............................4 Aspek Hukum .................... 5................................................... 6.......1 Bentuk Badan Usaha .3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ....1...............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ......1 Aspek Pasar ..................................3 Kapasitas Produksi .....2 Aspek Teknis ............................................... 6.3 Strategi Pemasaran ....... 6...............................................1 Lokasi Usaha ......1....2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...........1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...... 6.....1.......................2........ 7........................... 6........3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ... 6.....5 Aspek Sosial.....2 Izin Usaha ....... ANALISIS ASPEK FINANSIAL ..............4...... 5......................................................... 6............... 6.............................................................. 6..............................1 Permintaan .3............1.4........1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...... 7.................. ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL ....5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ..2...................VI VII 5.................... 7... 7..... 6..................................................1 Hasil Analisis Aspek Manajemen ............................................2 Penawaran ............. 6.............2.................... 6.................................1..... 6........ 7................................................................ 5............................1..............1......................1..........

...............................................Bahan Baku Kulit Kerbau .................... 8. 7............................ 8.................................... DAFTAR PUSTAKA ..........................2..............2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ........ 7....................2......................................2 Saran .......2.................2.......3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau .............1 Kesimpulan ...... 7...................................................... VIII KESIMPULAN DAN SARAN .3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .....5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .......................4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ........................ 7........................................ 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 ... 7.......................................................................................... LAMPIRAN ..

................ 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ..................... 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun ...................................................................................... 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................................................ 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau ....................... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk .................................................................................................................................................................................. 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ................ 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram .................... 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun . 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak ........ 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ................... 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan ................................................................ 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................................................................................. 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ................................................. Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ................... 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha .................................................. 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .............................................................. 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ............. 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ................................DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) ................................................................... 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ....... 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ......................................... 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ......... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha .....................................................................

.

........................DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ....... Kerangka Pemikiran Operasional ................................................................ Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak .............. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I .... .................... Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon .................. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II ..............................

.................................................................. Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 .............................. 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ...... 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak .. 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .......................................... 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ................................. 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ........................................................ 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...... 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak ..... 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak .................................................................................. 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ...................................................................................... 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah .. 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ........... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ....DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah .......................................................................... 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar ...... 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..............................................................................................

1 2 .brotherfatih. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. Bagi Indonesia. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1. Pada masa itu. Ariyo. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2.com/journal [20 November 2008] .id [20 November 2008] Budi. Namun.go. 25 tahun 2000.1. Berdasarkan Undang-Undang No. Rustian. Kamaludin. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997.jatim. Disamping itu. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya. antara Dilema dan Relita dalam www. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia.multiply. Sejak awal tahun 1970.BAB I PENDAHULUAN 1. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini.

4 triliun. di tahun 2003 dari 4.957. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997. Pada tahun 2006. 3 .3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006. dan PDB UB sebesar 5. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan.121.8 juta orang atau 97. Edward. pertumbuhan PDB UKM sebesar 5. Ketiga.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6.8 juta unit usaha atau 99.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.3 triliun atau 53. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91. 2.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar.2 persen.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM. usaha ini masih bisa berproduksi.2 persen (BPS 2008). UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional. 2. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan. Pada tahun 2000 dari 4. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif. Kemudian.usaha-umkm. diacu dalam Widyastuti 2008).com [20 November 2008] . Pada tahun 2007. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www. Deddy.blog. berkembang.7 persen. Kedua.

27 Usaha Kecil dan Menengah 5.23 Total 5.50 Usaha Menengah 6.95 5.73 Usaha Besar 5. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007).25 6.66 persen.95 persen.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.38 6. Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5.18 6. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain. Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.37 5.51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6.24 6. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal.38.82 5. Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5.69 5. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5.28 persen.84 6.Tabel 1. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah. .

77 2. Bangunan 4.68 17.48 4.Kerupuk Mie Kec.88 3. Tabel 3.67 9.00 1. persewaan dan 2.Dawet Gempol .72 2.26 3.56 2.69 17.48 1. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1.41 9.72 17.06 3.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut. Jasa-jasa 8. hotel dan 17. Kendal . gas dan air minum 1.85 jasa perusahaan 9.40 24.kabupaten-kendal. Kaliwungu .Gula Aren . Industri pengolahan 38.Tabel 2. Limbangan Kec.11 penggalian 3.59 35. Pertambangan dan 1.00 1. Weleri Kec.Rangin / Rengginan .03 23.81 2.05 2.go.72 3.55 1.Terasi .Krupuk Rambak Kec. Perdagangan.70 2.46 37.57 1. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang .88 25.82 9.83 3.52 37.23 17. Pegandon Sumber : www. Sukorejo Kec.92 3.33 restoran 7.Kerupuk Petis . Pengangkutan dan 2.63 6.25 9.11 1.38 1. Listrik.05 1.Kripik Tempe .Bandeng Presto .Kripik Paru .27 komunikasi 8.57 35. Keuangan.71 5.Momoh Jerohan .92 23. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec. Cepiring Kec.78 2. Pertanian 23.id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil.

Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah. Namun. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif . pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4. Sementara. Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60.547 ekor. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Pada umumnya. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi.00 untuk kemasan 250 gram. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun.000. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan.000. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal.

Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12. Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau.00 per kilogram. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana .00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. 1. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak.000. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya.000. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.2.

Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Namun. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. aspek manajemen. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Penilaian aspek . penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru. aspek sosial. aspek teknis. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha.

ekonomi dan lingkungan? 2. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. aspek manajemen. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. 3. Dari uraian diatas. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. aspek manajemen. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. 4. . 2. aspek hukum dan aspek sosial. adalah: 1. aspek teknis. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. aspek teknis.

3.4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. . 1.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. 2. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. Pemilik perusahaan.1. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak. 4. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. Bagi pemerintah. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penulis. Pembaca. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya.

Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.depperindag. badan usaha yang tidak berbadan hukum. Kerajinan rumah tangga. 4.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja. dikuasai dan berafiliasi baik langsung. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar . Berbentuk usaha orang perorangan. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun. yaitu: 1.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM.go. Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No.3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.id). Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. atau 2. dan 5. 3. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar.

2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. yaitu: 1. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. Medium enterprise. Jumlah aset hingga $15 juta 2. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. dan c. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. Micro commission. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. dengan kriteria: a. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. 3. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. dengan kriteria: a. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b. dan c. dengan kriteria: a. Pada tingkat internasional. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. diacu dalam Widyastuti 2008). UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. dan c. Usaha kecil. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya. Small enterprise.2. . serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak. leher.mikroorganisme seperti bakteri. . ekor. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. diacu dalam Daniar 2008). juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak.3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. 2. diacu dalam Daniar 2008). corium (derma). Hal ini disebabkan oleh kandungan air. sedangkan kulit bagian kepala. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. 2. Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. lemak. diacu dalam Daniar 2008). diacu dalam Daniar 2008). mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging.4.4. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis. jamur dan lain-lain. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina. Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia. Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. diacu dalam Daniar 2008).

kerbau. perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi. penggorengan dan proses pembungkusan. pengerokan bulu. pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. pengungkepan dengan menggunakan lemak.5.2. 2. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar. tetapi jumlahnya terbatas. diacu dalam Daniar. Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. penjemuran tahap II.5 Kerupuk Rambak 2. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. penjemuran. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991. Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen. pengirisan ( diperet ). pemberian bumbu. proses pengolahan meliputi pencucian.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. pengirisan. pemberian bumbu. pengungkepan. Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. terutama kulit kerbau jantan.5. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . 2008). pengempukan. penjemuran tahap I. dapat berupa kulit sapi.

. Jawa Barat .Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1. bahan baku. Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar.6 Penelitian Terdahulu 2. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2.6. Kabupaten Bandung.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang.

Jakarta Selatan. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya.manajemen. kenaikan harga bandeng. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. aspek teknis dan produksi. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II.273.884. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual.2994. Dari kedua skenario yang layak. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran. Net B/C rasio 1.116. hukum. dilihat dari aspek pasar. maupun penurunan tingkat penjualan. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. sosial ekonomi dan lingkungan.646.772. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek.4296. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. Net B/C rasio 5. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan.334. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13.

Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1.59 dan 1.5 persen. Net B/C. IRR.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan.006.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7.157.3 .805. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha.854. Net B/C dan payback period.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive). Penelitian dilakukan di Kota Bogor.4. Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan.47.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118. nilai Net B/C sebesar 1.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8.427. Kriteria investasi yaitu NPV.760. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen.00.810. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. dan IRR. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial. nilai IRR sebesar 18. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5.

2. Selain itu. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian. serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value).4 persen. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar.2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. Internal Rate of Return (IRR). serta aspek sosial. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak.9 persen. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi. ekonomi dan lingkungan. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan.6. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar. aspek teknis. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial. . Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV).persen dan untuk tempe malang sebesar 6. Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang. aspek manajemen.

dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25. tempat serta promosi. pemasaran dan produksi. Net B/C sebesar 2. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen. harga. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan.655.00. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222. gudang bahan baku. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. Berdasarkan hasil . Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen.537. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk.96 persen.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan.

sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. 13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. fasilitas dan perlindungan hukum. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Untuk faktor eksternal. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku.

Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi.untuk mempromosikan produk. dan penerimaan hasil penjualan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. jumlah output. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. kayu bakar. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. total biaya produksi.221. Sebelum kenaikan harga BBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. Pada efisiensi teknis. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. pengeluaran untuk semua input produksi. . terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. belum ada faktor produksi yang efisien. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. kayu bakar dan tenaga kerja). sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. Sebelum kenaikan BBM. minyak tanah. garam. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output. Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). Setelah kenaikan harga BBM. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. Kabupaten Ciamis. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. dan pendapatan bersih UKM. dan tenaga kerja lebih dari satu. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008.

dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. komunikasi dan produksi. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. Berdasarkan analisis IE. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . lokasi perusahaan strategis. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. pemasaran yang luas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. perkembangan teknologi informasi. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. kualitas produk baik. kelemahan. ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO.

Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha. kerupuk udang dan kerupuk tepung. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu. . Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. kerupuk ikan. Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. .pemasaran. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan. Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit.

tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. Dalam arti sempit. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986). bahan-bahan setengah jadi. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit. dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). dan dapat direncanakan. Menurut Gray (2007). .1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. bahan-bahan mentah. Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. tanah.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.

3. Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut. 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1.organisasi. 2.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. Menurut Gittinger (1986). 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. 3.Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. 2. 2007). Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. Aspek-aspek institusional. Sebaliknya. Aspek sosial . jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini.

aspek hukum. aspek finansial. aspek teknis. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. aspek ekonomi dan aspek sosial. 4. 5. Dari sudut pandang input. harga yang menguntungkan. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. 3. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. 6.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. . aspek manajemen. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary).2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu.

2. Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. selera. atau akses. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. tujuan perusahaan. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Namun. penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. teknologi. pendapatan. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak.Namun. Namun. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. . Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. harga input. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. tidak berdiri sendiri. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. a. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. harus dilihat dari berbagai aspek. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri.

yaitu marketing mix. dan promosi (promotion) (Umar 2003). Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1. Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000). b.3. Dalam hal ini. Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. dan kemampuan manajemen lainnya. Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986). Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. harga (price). Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu. distribusi (place). Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). yaitu lokasi . Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti.

Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. dan fasilitas transportasi. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. supply tenaga kerja. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. persediaan kapasitas mesin-mesin. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. kemampuan finansial dan manajemen. letak pasar yang dituju. tenaga listrik dan air. 3. . layout pabrik. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. 4. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. 2. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. iklim dan keadaan tanah. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis).pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan.

Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. melaksanakan. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. melaksanakan. yaitu pelaksana proyek tersebut. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. . Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan.manfaat ekonomi yang diharapkan. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek. jadwal penyelesaian proyek. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. c.

Oleh karena itu. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. anggota direksi. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. peningkatan pendapatan petani. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar.2. dalam melakukan investasi . d. sumber pembiayaan proyek. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. struktur organisasi. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. 1986). e. 2000). dan tingkat suku bunga yang berlaku.

Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. seperti modal sendiri. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. dan project finance.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. kredit bank. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). 2000). bangunan dan perlengkapannya. leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. 2. dan gabungan keduanya. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. dan aktiva tetap lainnya. 3. modal pinjaman. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. pabrik dan mesin. obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. .

seperti : tanah. dan aliran kas terminal (terminal cash flow). Biaya lainnya yaitu pajak. pabrik. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. . 2. bangunan. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. bunga dan pinjaman. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. aliran kas operasional (operational cash flow). 3. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek. dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. dan mesin. seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. 3. tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. 2.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. seperti: rekreasi. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1.

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. aspek teknis. aspek manajemen. 3. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. Net B/C rasio.7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. IRR. Pada bidang pertanian. Analisis finansial mengkaji NPV. . proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). aspek ekonomi.

Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . aspek sosial lingkungan. IRR. Net B/C Ratio. aspek hukum Analisis Finansial : NPV.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar. Net B/C Ratio. aspek manajemen. Payback Period. IRR. Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. Payback Period. aspek teknis.

Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik . Namun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. Selain itu. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal.2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan.Gambar 2. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya. Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). 4. 4. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal.

Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). Sedangkan untuk data sekunder. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. wawancara mendalam dan observasi. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. skripsi. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. Badan Pusat Statistik. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Dalam pengumpulan data primer. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). aspek teknis. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. 4. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. masa pengembalian .4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. dan aspek ekonomi. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. 4. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB.usaha. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. aspek manajemen.

proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif.investasi (Payback Period). Dengan kata lain. dan analisis switching value.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. 4. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). .1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan.5.1. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan. Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. 4. artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. NPV < 0. Internal Rate Return (IRR).5. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV).

Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Namun. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. IRR juga merupakan nilai discount rate yang . Dengan kata lain. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. maka NPV < 0.5. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. 4.1.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. proyek menguntungkan Net B/C < 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen.5. maka NPV > 0. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan.• NPV = 0. proyek merugikan Net B/C = 1. 4.1. maka NPV = 0.

Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang. 2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya .5. Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad.membuat NPV proyek sama dengan nol. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun. 4.1.

Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan. pompa air.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi.00 per kilogram. timbangan. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12. tempat penjemuran dan tabung gas. 6. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat.5. Umur proyek adalah 10 tahun. 4.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis.000.000. lemari. tungku api.38 persen. . 3.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. 4. Dalam penelitian ini.00 per kilogram. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap. 4. 2. 5.

000. 11. 16. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.000. Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. 17. Biaya variabel pada kemasan besar. 15. 13. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. Harga jual yang produk adalah Rp 30. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. 9. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. . 8. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. 10.7. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. 14. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. 18.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total. 12.

00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000.19.000.000. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.00 < pendapatan < Rp 100. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.00) + (30% x (pendapatan Rp 100.000.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.000.000.000.000.00)+(15% x (pendapatan Rp 50.000.000.00)+ (15% x Rp 50. .00)).000. • Jika Rp 50.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.000.000.000.

dengan jumlah 100.579 meter dari permukaan laut.35 persen) laki-laki dan 474. tambak dan kolam.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2. kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. Suhu udara berkisar antara 25°C.916 jiwa.23 km2. Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya). Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung.1 Kabupaten Kendal 5. tegalan. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. 5. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32.420 jiwa terdiri dari 462. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.501 . Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang.1.65 persen) perempuan.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75.808 (50.06 persen.612 (49.1.83 persen. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian.

rambutan dan durian.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. dan tanaman teh. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. burung puyuh dan itik. nangka. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. panili.896 jiwa setiap kilometer persegi. Ternak kecil meliputi kambing. tembakau rakyat. kubis.1. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. domba dan babi. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet. mangga.1. dan wortel.jiwa. kopi. bawang. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. tanaman pala.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. ayam petelur.13 km2 atau sebesar 26.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. kemukus dan kakao. Hasil utama pertanian adalah padi. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. 5. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing.62 triliun rupiah. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata. kayu rimba dan lainnya. bawang merah. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. kerbau dan kuda. kayu manis. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal. palawija dan kacang-kacangan. kacang-kacangan dan ketimun. Hal ini . 5. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong.

78 45.524.354.32 117. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.25 persen.91 56.426.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.49 787.680.063.76 364.30 persen dan jasa-jasa 7.861.88 juta rupiah menjadi 5.96 persen.328.55 4.19 117.447.408. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .456.578.158.71 1.996.14 112.027.07 juta rupiah.510. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.88 persen.623.258.079. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.89 1.119.53 846.756.655. yaitu dari 4.167.340.42 38.121. hotel dan restoran 18.62 759.210.543.634.854. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.013. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000.42 124.626.277.64 106.086.98 37.77 persen.53 117.641.84 336.828.63 809. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.496.44 1.40 1. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.63 350.149.18 1. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.26 4.76 101.799. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal.28 persen. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah.077.521.50 persen.716. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.347. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.73 334.92 1. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.20 4.13 129.20 42.027.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.10 48. Tabel 5.62 44. sektor perdagangan.558.192.494.89 persen.21 persen.37 98.97 106. kemudian pertanian sebesar 23.86 1.626.341.47 8 9 100.22 44.959.433.325.499.01 4.184. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.20 128.

Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6. Suhu udara 27°C.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2.23 39. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 . Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3.12 km2.71 27. 5.61 8. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer.89 Total 31.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon.12 16. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon.45 7. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl. Tabel 6.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12.44 3 Tanah tegalan 2.99 2 Tanah pekarangan 5. Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong.

532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Kemudian. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur. Putra Jaya. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek.175 jiwa/km2. Kecamatan Pegandon. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. Pada tahun 1993. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. Pada awal pendirian usaha tersebut.043 jiwa.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit. Pada tahun 1990. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. Pada saat itu. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Pada saat itu.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. 5.09 persen.

000. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri.memenuhi bahan baku kulit sapi. Selain itu. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. Menurut para pengusaha.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. Namun.000. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Pada tahun 2005. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . sebagian tidak dapat bertahan. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal. Namun. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau. Walaupun menyatakan sudah tutup.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak. .

penawaran. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha. aspek teknis. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. aspek manajemen. Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk. 6. serta strategi pemasaran. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual.1. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. Selain itu. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas. 6. . Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat.

Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia. 6. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Konsumennya sangat banyak. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar. yang berasal dari berbagai kalangan.1. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp .

6.1. 6. Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar).00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak.30.000. komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi.1. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). menentukan harga. 6.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar).3.3. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang. Industri kerupuk rambak di Pegandon . hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli.1.000.3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan. harga (price). Menurut klasifikasinya.2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. baik aktual maupun yang potensial. distribusi (place) dan promosi (promotion).1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen.

1. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung.000. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Pemasaran belum menjangkau daerah lain. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya.00.000. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang. 6. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal.3. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30.

Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. 6. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung. Sejauh ini. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional. harga produk.3. Hal . Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru. dan mendistribusikan produk. 6. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I. Namun.00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3.500. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar.1. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya. Selain promosi secara langsung.1.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan.000.00 untuk kemasan besar.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. 2005).

dan harga. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak. Namun.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. 6. penawaran. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Pada penelitian ini. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. Di samping itu. kedekatan dengan pasar. aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. Putra Jaya. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak.2. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. . Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan.

ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. Namun. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. 6. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. Dari segi fasilitas. Sedangkan untuk bahan baku penolong. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. letak lokasi usaha mudah dicapai.Dari sisi kedekatan dengan pasar. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik.2. Dari sisi transportasi.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak.

Namun. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. Namun.Tabel 7. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. Dari segi ketersediaan bahan baku. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan. Para produsen memesan kulit melalui telepon. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. pengusaha lebih mudah untuk . Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. Oleh karena itu.

4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan.3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil. Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari.2. Dengan kata lain. 6. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian . 2008). 6.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya.2. usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku. Namun. Jadi dalam satu bulan.

Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. 10. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. penggorengan kedua dengan suhu 45°C. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. 5. 3. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. 6. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . 7. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C.2.

Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5. usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus. Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah. Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk . Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya.

Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian.2. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000).6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi. 6. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan. ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan.rambak mentah (proses 1-7). Walaupun secara teknis telah layak namun .2. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. Namun. ruang penjemuran. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain.

usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. penggorengan dan pengemasan. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. pemotongan kulit. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. Dari segi administrasi. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. penjemuran.3. 6.1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti. 6.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. . Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha.

baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha. 6. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. 6.4. memiliki kekuatan hukum.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan. . Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat.4. 6. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan. izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008). Suatu perusahaan yang layak.6.

Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. Dari lingkungan. . ekonomi dan lingkungan. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar.

7.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. .000.00 untuk kemasan kecil. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60. yaitu Net Present Value (NPV).800 kemasan besar. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.1. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Pada tahun ke-1 dan ke-2. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan. Internal Rate of Return (IRR). 7. Namun.000. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.

Tabel 8.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.000.000.000. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000.000. Lahan memiliki nilai Rp 600.800.000 88. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 205.000.000.000 294.167.00.000.000. Lahan tidak mengalami penyusutan.000 420.00.00 per m2. motor memiliki nilai Rp 15.000 294.050 4.200.000.604.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.000.00. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.000 210.000. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420. Lahan memiliki luas 53 m2.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210.500. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000 147.000 126.000. Sedangkan.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.00.000 30. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294. bakul plastik dan motor.000. Nilai bakul plastik adalah Rp 1. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.875.

Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.166. 7.000.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun.000. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300. Namun. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.600.00. biaya listrik dan air. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.500.00.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional. . bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.400. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. biaya telepon dan upah tenaga kerja.00 per tahun.000. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.1.667. 3. Biaya telepon sebesar Rp 150.00 per bulan setara dengan Rp 1. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200.800.00.000.sebesar Rp 31. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.00 per bulan setara dengan Rp 3. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.000.00 per tahun. 2. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.00 per tahun. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.00. Selain biaya investasi. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.800.000.

000 75.000 85.770.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.110.000 5.000 30.000 60.020. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.075.000 800.500.000 875.000 120.000 200.000 15.375.000 1.000 3.500.000 500.000 1.000 215.000 15.000 1.000 55.000 625.700.000 700.000 10.000 185.000 125.000 40.000 375.000 25.000.000 1.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.000 300.000 130.000.00 per tahun.000.000.000 75.000 55.000 1.000 820.800.000.200.000 40.00 per tahun. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 500.000 100.000.000 175.875.000 350.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 400.000 275.500.4.000 410.000 750.000 31.000 15.000 3.000.000 400.000 19.000 85.000 500. Tabel 9. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 520.00 atau sebesar Rp 42.000 825. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40. 5.

lemak. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000 49.840.000 Listrik 200. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan. Harga kulit sapi adalah Rp 12.000 1.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 42. kayu bakar.000.000 Telepon 150. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.00. garam.00 per kilogram. 2.000.500. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak. .000 PBB 40. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil. minyak goreng.000.800.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49. kemasan. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.600.000 3. 4. arang. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. gas dan bonus kepada agen. 3. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.400.000 2.000 Upah (5 orang) 3.840. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. minyak tanah.

500 208.000 2.000 11.000 13.000 56.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.000 2.000 kemasan 3.00 untuk kemasan besar.000 kemasan 2. 7.500 1543500 2.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.500.000 480.995.700 297.000. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.000 5.700.00.750.500.000 8.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.000 2.000.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .556.687.593.000 450.000 240.000 250. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 4.000 15.375.000.880.000 28.991.205.400 75.000 5.00 per tahun.995. 6.000 4.400. Tabel 11.750.940.593.1.500.520.991.575.000 2.000.000 735 1.102.700.000 5.760.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.000 2.000 45.500 6002500 8.00 dan Rp 208.000 23.250.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.875.000 80.287.800 2.000 148. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.500 JUMLAH 3430 4. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.500 7.778. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.375.5.

88.805.679. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.805. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan.88 PAYBACK PERIOD 2. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4.679.88. Dengan demikian.00.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65.00 selama jangka waktu 10 tahun. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. yaitu Rp 267. . Hal ini berarti setiap Rp 1. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan.38 persen. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267. Tabel 12. Dengan demikian.805. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267. Net B/C.679 IRR 65. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari.49% NET B/C 4. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha.49 persen.

Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.49 0 1.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36.1.84 0 1. IRR sama dengan discount rate.15 0 1. Tabel 13. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output.00 8. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15.00 8. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak.33 0 1.38 10 . Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.00 8.28 0 1.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.00 8.00 8.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10.7.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29.

Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.49 persen. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.33. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. 7.84 persen.84 persen. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.1. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10.Berdasarkan hasil analisis switching value.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. Lampiran 3 menunjukkan bahwa . Berdasarkan hasil analisis switching value. Dengan demikian.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81.49 persen. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29.84 persen. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15.15 persen. Dengan asumsi cateris paribus.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak.

00.145. 7. Namun. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.539. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang. 7.00.2.00. yaitu sebesar 1.600 kemasan kecil dan 11.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.000. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Pada tahun ke-2.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.00. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. total penerimaan usaha sebesar Rp 298.000. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.00 untuk kemasan kecil.200. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.525.788. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24.000 kemasan besar per tahun. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.577.000.000. produksi sudah . Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60. Pada tahun ke-1 dan ke-2.000. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.154. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.

Sedangkan.000 165. Lahan memiliki nilai Rp 600.00 per m2. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5. bakul plastik dan motor. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000.000.000 426.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik.000.000. . Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.200.200.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14.000. Nilai bakul plastik adalah Rp 2.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.000 298.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.000 67.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000.000.00.000 330. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.000.000.000.000 96.00.500.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60.000 231.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48. Tabel 14.000 213. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. Lahan memiliki luas 50 m2. motor memiliki nilai Rp 15.000 30.

Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.00. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.000. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5. Lahan tidak mengalami penyusutan. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1.160.866. Namun.667. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.667.000. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.00 per tahun. 2. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.00.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.000.00 per bulan setara dengan Rp 4. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30.000. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.200. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180. biaya telepon dan upah tenaga kerja.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.00 per tahun.000.00.000.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.166. Selain biaya investasi. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. . 7. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.000.00. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.000.2. biaya listrik dan air.

000 410.000 75.000 400.000 770.000 Nilai (Rp) 30.000 55.00 per tahun.000 40.000 130.000 700.500. 5.000 15.000.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .400.000 375.000.000 25. Biaya telepon sebesar Rp 200.500.000 175.000 10.000.000 15.000 925.000 800.000 330.000 750.000 150.000. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 55.000 850.000.200.000 100.000 3.000 75.750.000 500.00 per tahun.000 500.000 125.00 per bulan setara dengan Rp 2.000.000 240.000.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000 390. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000.000 4.000 600.000 480.00 atau sebesar Rp 36.000.000 1.000.000 350.000 215.000.000 60. 4.000 3.000 85.000 2.000 40.000 860.000. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.000 200.000 875. Tabel 15.000 19.000.3.000 600.000 160.00 per tahun.000 185.000 30.000 820.000 15.

000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44. lemak.000 Upah (4 orang) 3. garam.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.160.205.00 per kilogram.000 2. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17.000 44. kayu bakar. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil.200.000.797.400. .000 Listrik 180.000. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. arang. kemasan. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.000 36. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 Telepon 200.000.000 4.797. minyak goreng. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350.000. gas dan bonus kepada agen. Harga kulit kerbau adalah Rp 17.000 PBB 37.000 2.00. minyak tanah.

000 172. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.300 198.925.500.000 11.346.812.346.750 8. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.095.500 4.000 5.000 12.000 kemasan 2.765.780.00 per tahun.5 kemasan kecil. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.100. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.075.500 139.625 11.093.700.00 untuk kemasan besar.680.546.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.000 2.887.000 kwintal 250.024.000 99. .000.800.000 840.875 7.000 16.000 3.500 2.000 4.350 tabung 75.339.000 336.000 28.000 kemasan 2. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.000 3.000 kemasan 3.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.679.500 Colt 450.000 39.000 blek 80.000 2.000 5.000 25.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak. 3.000 1176000 1.000 kemasan 2.160. Tabel 17.550 345.700 kemasan 2.000 5.000 480.320.546.625 11.250 241.760.2.000 18. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.765. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887.750 240. 5.625. 4.5 36 710 44.000 hari 45.000 56.500.093.062.000 2.742.875 7.500 JUMLAH 4.000 Kilogram 12.200.673.340.125.400.850. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.500 6737500 9. 6.400. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.

Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.33 persen. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26.560.012. Hal ini berarti setiap Rp 1.012 IRR 26.07 PAYBACK PERIOD 5.00 selama jangka waktu 10 tahun.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol. 7. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85.560.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).742. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2. Dengan demikian. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.07.250. Net B/C.550. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.33% NET B/C 2. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172. Dengan demikian.012.Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.00.673.560. Tabel 18.38 persen.00.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2.07. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan.00 dan Rp 241. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.2. yaitu Rp 85. Nilai .

00 8. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.2.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Tabel 19. 7.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. IRR sama dengan discount rate. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan.38 10 kerupuk rambak kemasan . Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.41 0 1. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.

38 8.00 8. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.16 3.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25. Dengan demikian. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15.00 1.62 0 0 0 0 1. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. Dengan asumsi cateris paribus. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15.38 8.32 25.41 persen. Berdasarkan hasil analisis switching value.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.38 8.41 persen.16 persen.41 persen.41 7. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4.00 1.62.41 persen. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15. .38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.41 persen.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25.16 persen.00 1.

00.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.49% 26.405. Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8. Tabel 20.223.560. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.850.583.292. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan.2.07 PAYBACK PERIOD 2. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar .46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha.516.89 tahun 5.805.00.679 Rp85.012 IRR 65.88 2. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.33% NET B/C 4. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.00. 7.7.

28 7.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap .38 persen. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas. Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8.33 25.15 15. Tabel 21.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.41 serentak Kenaikan harga kulit 29. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267.88.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36.805. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas.32 Kenaikan harga lemak 81.84 3. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.41 15.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10.679.

Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.516.788.405 25.539.583 3.292. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian. Tahun pertama. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22. Tabel 22.788.525 24.577.223. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.154 Kulit Kerbau -12.525.00. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24. Pada tahun ketiga dan selanjutnya.850 . Pada tahun kedua.145.154.577. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2.00. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau.00. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya.145 56.539. Pada tahun pertama. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau.

usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar.836. IRR sebesar 67. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya.00. 2. net B/C sebesar 5. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271. IRR sebesar 27. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. 4.775. 3.83 tahun.846. aspek teknis. net B/C sebesar 2.883. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. . usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan.30 tahun. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan.81 persen. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan.09 dan payback period selama 2.48 persen. Namun dari aspek manajemen.00.16 dan payback period selama 5. Dari aspek teknis.

2. ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi.8. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. 4. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan. . tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. Selain itu. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. 3. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi.

jawatengah. antara Dilema dan Realita. Institut Pertanian Bogor. 2007.com. [20 November 2008] Daniar MA. Varley RCG.go.go.go. Bogor Gittinger JP. Edisi Kedua. Produk Kabupaten Kendal. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Kedua. Yogyakarta: UPP AMP YKPN . Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. Pengantar Evaluasi Proyek. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C.bps.id.brotherfatih. Bogor: Fakultas Pertanian.disnak. Dananjoyo A. Populasi Kerbau 2002-2006. Berita Resmi Statistik.DAFTAR PUSTAKA Annisa L. 2008. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Universitas Diponegoro. 2006. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Sabur LK.id. 2007. [20 November 2008] Edward D. Edisi Keempat. 2000. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. http://www.kabupaten-kendal. http://www. 2005. Bogor: Fakultas Pertanian. Semarang: Fakultas Peternakan. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. 2007. Institut Pertanian Bogor. Jakarta: PT.blog. Edisi Ketiga. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal.jawatengah. 2007.multiply. Provinsi Banten [skripsi].disnak. 1986. 2008. 2008. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Populasi Sapi Potong 2002-2006. Simanjuntak P. 2007. http://www. Studi Kelayakan Proyek. http://www. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Muhammad S. 2008.go. Maspaitella PFL. [27 November 2008] Budi A.usahaumkm. 2007. [20 November 2008] Firmansyah A. http://www.id.com/journal.id. 2006. Tangerang [skripsi]. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. http://www. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Kabupaten Padeglang. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik. Institut Pertanian Bogor.

Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 2006. Pengantar Bisnis Modern. Kabupaten Bandung. Pengantar Evaluasi Proyek. Widyastuti R. Swastha B. Institut Pertanian Bogor.republika. Kabupaten Ciamis. http://www. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Wijayanto K. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Jawa Barat [skripsi]. Rahmawaty LA.id.com/news/fokus/57841.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Institut Pertanian Bogor.jatim. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Kabupaten Bogor [skripsi]. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Edisi Ketiga. Institut Pertanian Bogor. [27 November 2008] _________. Bogor: Fakultas Pertanian. Putera TD.indosiar. 2008. 2008. Widyastono P. Kerupuk Kulit. 2003. [20 November 2008]. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bogor: Fakultas Pertanian. 2008.co. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. Karlina L. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi]. 2007.kontan. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang.co. Studi Kelayakan Bisnis. Institut Pertanian Bogor.id. 2008. Sukotjo I. 2009. http://www. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R.go. Bogor: Fakultas Pertanian. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. http://www. Institut Pertanian Bogor. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. 1999. Maulana MES. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. . [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. Utami NL. 2008. 2006. Gray C. Tingkat Suku Bunga http://www. 2000. 2006. 2009. Institut Pertanian Bogor. 2006.Ibrahim J.

LAMPIRAN .

902 1.29) (6. Kebumen Kab.677 3.922 5.768 536 23 148.397 585 5.303 4.684 2.97 (13.398 173 4.856 4.369 7.282 5. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.615 1.824 3. Batang Kab.841 3. Rembang Kab.031 5. Purworejo Kab.88 (1.150 5. Banyumas Kab.815 2006 (Ekor) 4.313 1.876 132 30 198 3.460 5.441 3.111 5.12) (8. Wonogiri Kab.818 2.396 11.540 4. Demak Kab. Wonosobo Kab.405 2.028 3.842 2.879 1.693 13.135 5.206 3.527 3.966 10.57) (12.436 6.047 1.105 2. Semarang Kab.701 2005 (Ekor) 6.983 2.237 6.023 1.171 3.206 3.844 13.79 1.008 10.041 9.90) 8. Purbalingga Kab. Sukoharjo Kab.528 16.078 4.453 3. Jepara Kab.398 1.202 4.310 4.838 3.977 2.384 2004 (Ekor) 2.38 (1.91) (19.358 5. Kudus Kab.589 2. Sragen Kab.330 1.911 371 3.35 (7.019 1.14) (0.250 4.542 12.010 14.649 3.555 3.441 3.842 2.076 2.55) 2.55) 5. Magelang Kab.461 1. Klaten Kab.572 3.99 (0.237 11.15) (15. Grobogan Kab.980 131 32 172 3.665 2003 (Ekor) 2.55) (13. Boyolali Kab.186 3.35) 3. Blora Kab.11) 0.352 6.958 3.804 3.310 1.521 3.675 5.814 4.287 4.262 1.361 3.78) (1.388 157 3.031 5.476 2.84 (14.155 4.353 183 2.200 4.802 4.729 3. Pemalang Kab.083 656 20 123. Karanganyar Kab.161 13.009 9.824 14.755 11.319 6.52 (2.173 5.28 0.099 69 25 203 2. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.770 5.023 1. Temanggung Kab. Pekalongan Kab.656 3.510 4. Kendal Kab.17) (14.650 4. Pati Kab.983 10.Lampiran 1.37) 2.843 5.827 122 19 185 1.99) (5. Tegal Kab.18) (14.095 1.237 10.010 588 3.76) (12.537 2.413 1.106 6.937 335 2.84 (22.561 2.218 7.880 11.741 4.552 665 20 123.64) Jumlah .042 2.503 4. Cilacap Kab.555 4.174 583 2.845 4. Banjarnegara Kab.504 96 24 205 1.245 4.356 3.07 (19.396 1.978 2.936 1.480 1.666 12.49) (14.254 1.611 2.963 r (%) 16.088 1.356 3.356 676 13 112.390 1.975 1.19) 0.22) 1.768 594 22 144.694 2.85) (12.226 3.08) (37.18) (1.865 346 2.078 2.

076 34.758 74.652 68.089 91.199 149 1.524 13.48 (2.291 11. Kudus 20 Kab.311 10.575 99.311 10.072 63.95 0.747 73.807 71. Pati 19 Kab.714 5.222 88.995 47.285 93.23 (11.723 46.406 18.026 1.103 16.630 209. Kebumen Kab.365.077 64.137 1.292 6.112 66.146 5.245 17.435 37. Wonogiri 13 Kab. Magelang Kab.057 63.681 68.136 15.039 5.016 12.106 143.768 46.409 297 39 1.715 4.19) 3. Sragen 15 Kab.159 1. Blora 17 Kab.264 25.210 16.279 137. Purworejo Kab.65) 1.031 6.344 95. Semarang 23 Kab.435 1. Kendal 25 Kab. Jepara 21 Kab.957 35.593 3.43) 0.874 20.625 3.164 61. Pekalongan 27 Kab.18) 30.547 14.748 105.146 18.79 3.580 77.527 80.933 89.110 32.489 148.27) (4.449 32.497 97.783 137 1.636 8.153 2004 (Ekor) 6.88 10 Kab. Klaten 11 Kab.603 24.421 4.76 (6.372 24.065 24. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.220 61.58 2.314 33.486 20.53 0. Pemalang 28 Kab.775 6.344 18.57) (0.90 5.225 106.122 64.983 144.925 25.964 88.112 61.401 197.267 25.53) 1.844 18.545 33.724 18.97 1.392 91.495 2003 (Ekor) 6.838 13.468 13.583 1.218 221 1.303 24.816 47.21 1.345.143 13.408 2006 (Ekor) 14.561 1. Banyumas Kab.747 35.879 37.838 265 1.143 13.748 164 1.20 (1.420 8.147 2.864 13.473 291 41 1.344.311 119.431 105.026 2.121 13.95 #DIV/0! 0.626 30.414 89. Purbalingga Kab.559 77. Wonosobo Kab.37 (0.49 (1.412 81.70 5.967 11. Temanggung 24 Kab.012 69.155 217.955 10.567 1.100 3.608 70.75 5.144 13.571 12.706 34.903 23.844 14.473 285 42 1.284 35.390.385 63.576 24.67) (1.131 35.433 101 0 1.715 68. Boyolali 2002 (Ekor) 6.360 18.127 34.147 21. Rembang 18 Kab.314 35.460 5. Cilacap Kab.016 12.067 33.069 8.986 15.871 8.44 1.596 33.041 14.34 0. Grobogan 16 Kab.626 30.813 7.95 (1.590 R (%) 19.200 1.089 215. Banjarnegara Kab. Sukoharjo 12 Kab.911 18.76 1.12 12.94) 2.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.822 60.479 19.21) (0.828 5. Batang 26 Kab. Karanganyar 14 Kab.76) 2.781 140.785 76.392.897 65.974 218.200 47.427 68.002 16.37) (1.933 118.292 2.903 23.95 9.880 2.650 2005 (Ekor) 8.783 235 29 1. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .130 34. Tegal 29 Kab. Demak 22 Kab.

000 294.000 500.000 30.375.000 294.000 1.604.200.000 120.875.700.000 15.000.000 205.000 1.875.000 420.000 275.Lampiran 2.000.000.000 500.000.700.000 625.075.000 825.000 750.110.020.000.000 420.000 30.000 1.000 520.000 1.000 147.000 420.075.000 875.000 30.000.000 1.000 38.000 294.000 400.000 294.000.000 31.700.000 294.000 3.000 9 126.000 4 126.000 300.000.000 420.700.000 2 88.000.000.000 400.604.000 1.000 1.000.110.000.200.167 458.875.000 625.000.000 400.000 30.000 700.000 820.000 210.000.000 8 126.000 800.000 420.000 875.000 420.000.000 5.000 5.000 750.000.000.000 825.000 420.000 Tahun ke5 126.000 294.000 6 7 126.000 99 .000.000.000 3 126.000.700.000. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 400.800.000 294.000.000 30.000.000 520.000 400.000 75.000 500.000 5.000 294.000.000 1.800.000 120.000 75.000 1.000.000.000 5.000 5.000 294.000 820.167 126.000.000 10 126. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000 275.000.

BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 1.000 2.000 42.962.500.000 56.000 49.000 16.000 297.263 65.000 42.000 5.210 Rp267.9227 -69.575.593. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 40.768 0 3.780.000 56.000 480.000 49.000 28.200 7.840.600.916.130.375.000.916.210 4.750.000 4.375.8513 27.000 336.510 0 3.000.000 155.263 57.375.000 40.991.750.520.263 362.000 49.000 23.000 3.750.500 11.481.000 23.000 7.000 40.000 23.173.000 11.726.000 8.556.000.000 8.000 42.518.400.520.000 42.400.000 2.5253 34.000 4.738 0.000 8.000.000 480.000 2.543.400.375.800.000 4.600.000 2.000 42.392 284.750.000.101.000 6.000 1.840.556.375.000 155.000 3.400.679 65.000 5.116.800.000 8.000 1.000 155.000 2.750.375.000 23.000 3.000 15.556.575.186 100 .400.400.840.667.738 0.000 40.000 85.800.000 3.102.000 4.000 8.000 40.000 49.000 5.958.000 2.000 3.000 7.000 40.911.556.000.191.958.940.400.000.287.000 23.805.000 297.263 354.000 40.205.000 49.000 480.263 58.263 57.000 7.000 297.080.000 297.083.000 480.770.000.000 15.005.263 57.000 4.205.375.041.000 5.000.880.000 3.49% 336.892 0.000 8.556.080.000 56.000 5.500.000 1.000 1.840.080.000 42.000 155.750.400.160.002.000 8.000 297.500 208.083.500 6.880.600.911.000 155.250.400.600.957.000 8.400.000 49.520.700 2.000 56.566.7855 46.520.500.880.000 2.000 5.088.500.738 0.750.000 1.272 32.556.000 2.000 8.000 155.750.000 15.000.800.800.205.000 155.000 42.760.000 42.000 8.687.520.738 0.000 1.000 480.000 2.125.000 11.000 5.005.880.000 8.000 297.000.400.500 286.600.500.892 -74.000 11.000 2.000 40.000.205.880.263 362.89 Tahun 0 3.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 5.000 49.520.000 480.889.263 65.875.000 49.000 8.000 1.263 362.750.689 6.000 23.000 5.000 15.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.200.556.000 3.840.575.912 7.000 5.000 4.000 23.840.000 2.263 354.000.000 297.263 58.400.556.575.000 2.041.991.080.991.000 40.880.800.000 2.000 1.000 7.000 42.7248 47.263 103.575.150.890 -69.400.839.000 15.000 7.000 4.080.991.205.692 6.000 1.000 5.500.520.000 5.840.130.000 11.000 480.000 7.520.000.000 4.6687 38.906.400.400.000 39.000 3.88 2.464.000 5.000 1.000 15.088.000 2.000 8.4847 27.069 8.572 261.000 5.600.000 77.490.700.000 2.880.372.6170 35.000 56.800.400.000 4.000 297.000 56.800.5693 33.000 2.500 4.000 11.991.000.263 361.738 0.800.000 5.000 7.000 8.880.692.738 0.263 361.375.000 11.911.000 11.000 240.750.000 49.000 1.352 0 3.000 2.575.000 11.080.778.000 4.500 7.000 56.840.728 0.991.000 108.500.101.205.000 2.891.750.891.991.500.000 56.750.400.000 480.750.000.800.375.738 0.000 42.750.025.500.000 8.750.080.000 23.575.080.712 8.991.750.570.000 8.4472 46.174.000 155.000 11.904 0.600.000 7.840.000 40.600.000 2.000 49.995.575.000 5.000 15.205.000 15.000 5.312.000.600.205.000.000 2.600.000 2.500 148.400.000.840.263 354.

600.000 294.750.000 40.575.556.000 42.000 5.000 42.880.000.263 56.000 40.000 8.000 15.991.700.375.000 8.300.400.000 2.800.000 3.600.200.000 4.000 1.600.263 56.556.000 3.000 40.000 8.000.000 6.004.000 3.000 5.300.500 6.575.000 122.400.009.940.520.263 56.025.000 23.000 42.000 1.000 49.000.406.000 2.500.000 40.000 42.000 11.000 15.400.880.375.000.000 5.000 2.080.000 3.000 8.840.000 297.000 4.863.000 8.375.000 11.417 7.000 39.000 15.000 42.000 4.800.000 2.000.788.539.000 8.800.991.868.750.000 5.417 7.400.800.000 2.375.000 8.000 56.000 42.000 42.840.000 5.700 85.520.917 286.000 5.375.000 2.687.000.400.009.500.500.375.400.375.154 4 126.889.080.000 336.000 8.520.000.000 4.520.000 155.000.000 294.400.125.520.000 56.000 8.000 480.000 23.760.000 23.520.009.000 4.000 49.000 155.788.116.750.375.300.800.500 11.788.000 3.000.000.400.002.880.000 1.000 8.750.000 122.000 40.000.000 5.000.780.600.000 3.154 10 126.000 4.000 8.000 5.400.500.000.600.000 294.000 23.000 122.000 8.464.287.000.000 8.417 7.009.750.000 8.000 294.750.400.000.000 155.000.575.300.000.556.000 15.000 2.840.991.000 122.000.000 2.300.000 15.080.009.962.000 5.000 210.300 3.000 480.000.000 2.880.556.000.000 155.300.500 7.000 77.000 11.000.000 42.800.583 63.868.000 8.009.000 4.417 7.000.572 24.000 3.154 5 126.000 297.750.000 8.788.400.250.778.150.600.000 108.000 56.000 23.000 56.000 11.000.556.009.000 297.000 5.000 2.000 2.000 480.000.875.840.800.000.000 49.400.000 49.205.300.750.600.726.000 1.583 63.205.525 2 88.880.102.750.000 2.000 40.080.400.154 9 126.880.520.417 7.583 63.000 294.417 7.000.000.000 8.000 205.520.300.840.000 15.080.000 155.000 3.205.840.000 2.000 1.556.840.417 7.000 11.000 2.000 11.000 8.400.000 11.575.000.800.000 11.000.000 420.868.000 8.000.000 49.000 23.000 420.840.000 420.750.000 23.500.000 420.205.800.868.000 56.000 2.000.556.000 5.000 1.200.000 56.000 122.000 2.991.840.000.000 8.200 7.000 2.788.000 155.000 1.000 420.000 49.800.080.000 2.500.000 8.868.000 294.000 3.145 3 126.417 7.000 15.000 5.000 42.000 480.154 8 126.000 122.868.000 480.991.000 240.000 297.000 297.543.205.868.080.788.263 56.400.500.000 8.991.583 63.000 480.000.400.000 4.000 2.868.205.000.000 40.000 15.154 101 .263 56.000 40.575.000 8.000.000 1.392 2.000.840.880.750.000 3. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.750.400.750.995.800.880.000 40.375.000.154 7 126.000.205.000 122.000 11.000 1.000 5.265.000 147.500 148.575.991.500 61.000 420.000 5.788.000 297.000 5.400.154 6 126.000 49.500 3.000.080.577.000 480.500.263 56.600.000 40.263 56.205.000 420.000 155.000 8.000.575.000 1.000.000.000 2.000 5.000 49.750.000 16.575.300.000 56.000.000 294.000 1.583 2.000 480.600.583 27.500 4.000 49.263 56.583 63.750.000 297.000.000 155.000 5.000 297.009.000 23.000 294.583 63.000 4.500 208.000 4.000 42.000 1.000 56.000.788.600.717 2.Lampiran 3.000 28.583 63.583 63.991.000 122.593.000 8.000 8.556.000.000 294.000.000 420.000 2.000 49.750.300.

000 426.000 30.000 426.000.000 330.000 330.667 30.000 75.000 2.000 9 96.000 6 96.000.000 426.000.000 875.000 800.000 480.000.000 750.000 4.000 30.000 2.000 850.000.000 4.000 770.000 330.000 426.000 240.000.000 2.000.000 3.000.000.000 2 67.000 600.000 820.000.866.000 426.000 75.000.000 30.000.000 5 96.000 30.000 8 96.667 462.000 15.000 213.000 600.750.000.750.000 390.000 165.000.000 426.000.000.200.200. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 500.000 600.000.000 160.000 4 96.000 480.000.000 4.866.000.000 820.000 330.000 480.000 4.000 750.750.000 330.000 1.000.000 330.000 925.000 330.000.200.000 160.000 330.000 875.000 30.000 390.750. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000 480.Lampiran 4.000.000.000.000 925.000 330.000.000 7 96.000.000 600.000 298.000.000 426.750.000 480.000 3 96.000.000 4.000.000 860.000.000 700.000 330.000 231.000.000 860.000 770.000 102 .000.000 36.000 10 96.

498.750 16.000 44.680.183 0.000 4.000 36.000 11.850.000 4.500 2.000 44.000 198.125.000.000 2.200.125.000 11.850.680.000 2.750 480.200.093.000 198.000 2.000 4.000 345.8513 9.000 2.953.260.093.000 1.000 9.800.000 5.000 345.594.000 9.000 56.810.160.000 56.797.000 11.000 2.000 9.485 -79.200.800.000 4.000 11.000 9.340.000 44.000 2.400.346.7248 23.680.675.000 56.546.000 4.000 4.680.000 25.765.810.951.317 392.780.000 12.000 11.346.810.000 4.850.350 5.000 36.000 56.953.750 480.760.000 345.000 25.093.712 286.320.000 25.700.093.750 480.000 4.850.800.100.750 16.750 480.500 2.797.000 345.679.346.000 5.000 5.265.269.797.400.160.797.000 2.000 1.810.400.122 0 4.000 44.183 0.786.000 44.000 99.400.675.160.000 4.000 2.000 25.367 0 4.000 1.750 480.093.213.680.000 198.000.625.625.000 25.320.000 37.320.850.250 0.812.817 25.500 2.000 5.000 4.000 37.317 400.093.000 25.000.125.500 840.183 0.800.500 241.000 4.679.000 36.000 198.400.500 1.160.000 11.095.200.000 44.533.000 1.680.125.850.000 3.200.000.33% 165.891.000 7.000 2.000 4.183 0.000 37.000 4.400.000 37.160.625.000 37.679. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.594 5.680.000 37.093.000 37.046.339.183 0.093.000 11.680.000 56.000 11.000 28.000. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.810.200.786.320.317 392.093.000 1.625 336.000 2.000 18.160.750 480.500 5.000 198.200.000.400.000 4.320.000 345.625.4472 31.213.786.850 0.000 44.400.810.797.155.000 4.176.183 0.000 345.546.317 400.000 36.912.817 27.320.875 240.000.000 4.012 26.953.205.213 0 4.000 2.262 11.850.473 Rp85.000 2.400.317 398.000 56.200.000 11.400.093.125.875 8.000 198.213.346.765.200.125.000.359.200.800.108.093.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.887.000 11.000 345.000 2.000 2.750 16.750 16.737.000 2.817 27.000 56.800.7855 21.826.160.000 56.500 2.317 398.925.000 37.797.000 11.000 2.000 36.797.000 36.6170 15.260.244.200.000 36.000 4.742.930.125.000 4.850.975.000 37.093.973.317 392.250 -86.000 2.750 16.000 36.797.250 0 299.132 7.000 11.000 345.400.6687 17.679.000 5.797.560.817 33.000 39.093.797.000 4.000 9.000 198.000 9.000 44.750 480.000 11.093.400.000 2.346.200.000 11.160.000 1.817 25.346.000 4.738 0.679.000 44.679.000 44.075.000 139.750 16.160.000 3.9227 -79.500 2.346.512 103 .800.500 2.200.320.625.346.000 5.000 6.000 5.000 25.000 2.750 16.500 172.625.400.000 2.000 5.4847 12.550 390.46 Tahun 0 4.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.059 7.137 7.260.400.973.000 25.000 11.400.800.160.300 7.400.810.750 16.817 25.000 36.183 0.160.200.000 4.5253 17.317 400.125.817 69.024.625 11.673.093.200.5693 15.07 5.000.200.750 480.000 1.786.000 4.000 1.320.000 2.000 11.625.679.000 9.000 37.062.400.260.000.046.679.000 4.473 2.213.000 36.093.200.000 5.000 2.000 2.500 2.000 9.819.400.817 33.810.200.000 2.000 82.000 198.400.625.500 2.500.

907.292.000 330.000 11.625.000 11.000 44.679.000 7.000 1.800.500 80.400.000 3.680.000 2.093.000 56.000 345.093.457.500 241.000 11.679.000.000 1.625 336.000 9.000 345.000 11.000 3.000 25.000 36.000 4.405 3 96.583 0 -12.000.000 2.000.000.000 5.333 3.000 2.753.400.000 139.000 330.292.500 80.400.850.000 198.653.679.850.200.850.000 7.000 36.000 5.000 2.223.000 1.400.000 44.850 7 96.160.516.346.333 28.000 1.800.000 2.797.000 44.800.000.000 2.000 25.797.292.000 4.000 198.750 480.400.500 172.753.000 5.093.000 56.000 426.000 44.000 6.167 2.500 4.850 10 96.797.000 4.000 56.333 -12.450 4.000.346.000 2.850.000.000.400.000.000 165.093.075.760.000 2.000 426.292.400.000 345.093.103.000 11.000 2.000 4.673.062.160.000.320.625.160.200.000 37.000 11.000 345.750 16.Lampiran 5.500 4.200.625.850.346.340.000 37.000 9.653.200.000 1.000 11.200.333 28.797.000 37.810.000 36.680.000.000 12.000 2.680.000 36.103.500 80.346.750 480.400.000 330.000 25.546.850.400.223.000 9.000 9.000.000 426.093.000 2.000 1.810.000.000 7.750 480.000 345.200.000.000 18.850 8 96.346.780.200.753.810.000 4.250 40.200.797.850 4 96.000 198.000.000.750 480.500 4.093.000 11.160.653.653.800.160.810.850 9 96.679.737.500 80.797.400.000.850.093.000 9.750 16.680.753.797.750 16.000.400.753.200.750 16.000 330.753.000 5.320.753.100.000 4.000 44.000 345.000 2.800.320.200.400.167 2.093.333 28.000.093.333 28.093.750 480.500 80.000 2.000 7.400.500 5.333 28.000 7.000 2.810.000 5.000 36.000 44.625.095.000 426.000 37.125.753.400.000 25.925.200.103.000 44.200.625.000 330.800.500 4.000 7.546.500 4.200.700. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.125.000 36.000 2.000 7.750 480.500 4.750 480.320.000 4.000.200.000 330.000 37.333 28.000 4.000 11.000 2.000.160.346.000.000 11.339.000 7.000 5.160.200.850 6 96.712 3.000.000 56.200.024.093.000.317 25.000 7.000 213.292.000 5.679.653.167 2.000 345.680.500 840.176.167 2.000 11.320.400.500 4.750 16.292.000 2.625.000.167 2.000 25.000 56.326.000 426.000 11.000.160.000 2.887.850 104 .000 231.653.850.103.000 25.000 7.000.000 198.125.000 2.625.000 4.292.000 11.753.160.000 345.875 240.000 198.400.167 2.000 9.750 16.800.125.292.317 25.000 99.000 426.317 25.850 5 96.000 1.000 25.000.797.000.000 56.000 5.750 16.000.680.000 25.000.103.000.000 4.797.000 36.000 426.000 39.679.000 2.550 56.500 4.000 44.875 8.000.346.000 44.000 4.160.000 9.750 16.000 298.000 9.320.160.500 80.000 28.103.000 36.333 28.000.000.117 390.000 37.000 4.000.125.000 330.625 11.200.400.103.125.765.000 198.103.400.680.200.000 37.679.653.653.000 2.000 56.200.000 198.093.810.000 11.000 2.200.583 2 67.000 37.500 80.750 4.810.000 4.317 25.000 37.753.000 198.000 7.000 426.500 80.000 4.750 480.000 2.000 4.000 36.167 2.167 2.000 4.810.125.800.625.093.317 25.320.797.317 25.317 25.400.346.300 7.000 44.000 11.317 25.000 2.680.000.093.000 37.000 56.765.000.000 5.320.093.000 4.000 330.000 36.812.679.125.333 28.742.000 11.000 1.500 1.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

205 0.000 3.000 49.840.000 2.880.750.000 297.000 8.000 56.400.205.880.575.000 3.500.392 284.778.000 297.000 15.556.750.160.800.000 8.520.150.000.276 0.400.000 3.840.000 85.911.995.000 8.000 56.556.000 297.000 2.603 -90.000 5.000 42.400.500. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.800.603 1.400.000 5.000 49.800.575.916.412.000 15.520.000 155.840.000 40.000 3.000 42.375.760 8.000 11.000 11.400.000.375.000 2.000 155.520.000 5.000 23.000 42.000 11.000 6.250.593.000 2.000 155.000 480.263 362.000 11.080.000 5.800.000 1.375.000 7.000.000 2.000.962.780.750.400.972.000 40.000 15.000 42.000 5.400.000.520.760.000 49.635.800.080.000 7.700.400.600.750.000 8.375.500.542.800.000 15.000 4.000 7.000 40.000 2.500.000 40.000 8.025.4847 5.205.000 2.000 1.500 7.000 23.544 8.400.000.500 4.000 8.500 6.750.400.940.205.880.991.000 11.000 56.556.000 49.572 261.000 8.000.000 42.000 7.400.000 3.000 5.000 1.000 8.000 49.000 40.263 361.000 7.000 5.000 23.000 15.000 2.600.000 480.000 2.000 42.750.080.000 1.591.500 286.146.840.5693 7.481.600.000 2.000 7.000 3.600.600.500 208.125.600.005.000.911.000 480.750.750.000 23.600.442 0.000 11.000 8.000 15.464.387.000 23.163.916.102.000.000 40.497 0 3.263 58.000 77.000 23.000 3.000 2.715.000.492 108 .000 2.000 5.000 49.000 2.750.840.537.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 480.000 7.000 2.500 148.000 8.556.000.800.7855 10.287.500.875.000 4.375.750.000 15.000 155.7248 14.000 2.000 155.276 0.542.113.000 4.000 480.000 4.000 56.130.384 7.263 19.603 Rp0 8.575.880.041.205.880.276 0.6170 7.000 40.400.500.000 3.840.113.263 354.991.200 7.000 8.520.600.892 -97.003.205.000 5.263 354.000 40.520.263 13.000 108.375.000 4.041.726.205.000 336.000 5.556.000.800.991.000 40.6687 7.880.750.000 42.000 4.556.263 11.400.000 1.400.205.000 2.000 56.770.263 19.880.889.000 5.233 6.904 6.276 0.375.000 56.911.000 49.265.537.000 4.543.991.263 11.991.412.800.375.002.535.000 4.891.000 5.4472 26.000 49.840.000 42.000 16.276 0.000 23.000 297.991.520.000 155.9227 -90.750.687.000 2.000 42.263 11.000 11.000 11.000 297.000 28.400.000 1.556.000 240.200.400.700 2.500.000 2.575.000.000 4.000 5.000 297.375.600.00 10 Tahun 0 3.000 15.263 362.000 40.000 2.500.991.575.000 5.000 297.840.575.276 0.000 7.000.8513 814.500.991.000 1.263 361.000 480.000 8.000 49.113.080.750. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 8.000 1.000 1.000 1.000.123 0.000 56.750.750.000 49.000 1.000 4.000 15.840.000 155.800.263 354.600.000 5.000.38% 90.000 8.000 8.000 8.556.750.575.5253 10.000 1.005.000 42.080.263 13.000 2.000 480.000 11.000.000 480.000 23.570.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.116.000 5.000 155.000 56.920 0 3.263 362.276 0.272 957.400.880.205.000 297.575.000.130.000 2.500 11.080.080.000 5.665.000.000 39.080.520.400.868 0 3.840.

336.453. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.538 10 112.061 262.000 825.477 374.061 262.000 1.200.167 413.075.117.000.061 262.000 625.000 500.538 6 112.700.117.000 400.453.538 9 112.000 400.000 30.000 15.000 5.020.000 5.635.061 262.875.000 500.168.000 1.117.336.061 262.000 5.000 5.477 374.000 520.538 5 112.477 374.000 275.000 520.000 300.538 8 112.110.000 500.477 374.058.000 875.031 131.000 875.061 262.875.075.000 75.800.336.705 31.336.538 7 112.453.243 183.453.700.Lampiran 8.000 1.604.453.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.117.000 109 .000 800.453.000 820.000 30.375.117.000 30.875.477 374.000 820.700.000 75.000 750.477 38.000 120.000 625.000 120.336.234 262.477 374.061 262.700.000 1.738 187.000 1.000 3.000 5.477 3 112. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.769 2 78.336.538 4 112.000 825.453.000 30.110.336.117.482.000 400.000 400.477 374.000 275.226.117.000 750.000 400.000 1.000 30.000 1.057.061 262.117.700.000 1.117.336.000 1.

000 2.400.750.276 0.726.800.520.500.263 19.991.000 8.000 3.750.263 361.000 4.750.840.556.205.400.375.500 4.000 297.263 11.276 0.000 2.400.000 4.287.000 297.000 1.500.800.880.000 2.205 0.375.113.916.000 2.113.205.603 1.000 11.000 56.840.800.384 7.880.556.400.146.000 40.500 208.000 1.000 85.000 8.000 56.880.000 3.000 8.840.000 49.000.750.000 1.000 480.635.000 5.000 49.263 362.000 3.000.000 23.080.400.116.840.400.750.800.500 286.000 40.665.000 23.000 2.000 7.000 5.000 11.000 40.500 148.000.600.080.000 15.000 2.000 480.000 5.880.272 957.4472 26.760 8.750.000 8.556.000 2.000 15.5693 7.000 297.544 8.000 42.572 261.000 2.537.556.991.000.000 15.535.000 1.000 155.000 1.000 42.600.880.000 40.000 336.600.000 4.000 23.000 49.575.200 7.263 19.123 0.000 11.000 23.000 7.840.000 8.520.575.000 1.000.962.000 2.000 49.000 8.891.205.715.000 4.000 56.000 7.840.000 480.000 40.940.000 155.400.575.840.700 2.520.492 110 .000 5.003.750.400.412.750.400.000.000 6.537.375.991.7248 14.400.080.000 49.400.000 15.750.972.570.600.000 297.750.520.687.6170 7.442 0.916.263 354.500 7.991.000 4.000.205.000 56.000 5.000 297.000 8.276 0.4847 5.000 11.000 7.080.800.000 15.000 2.920 0 3.000 8.205.880.000 15.113.000.575.889.892 -97.575.000 4.904 6.276 0.481.991.000 4.000 5.000 155.400.263 362.005.750.556.200.600.000 49.800.000 23.000 3.500.542.130.250.000 1.750.000 3.750.800.392 284.991.800.593.500.000 5.000 155.000 11.995.263 13.000 23.000 40.000 4.880.000.000.000.600.000 11.000 3.520.375.000 5.575.263 58.000 2.025.000 8.400.000 155.991.263 361.000 49.163.000 42.002.263 11.000 2.750.080.276 0.000 2.400.000 23.000 2.000 8.911. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.400.375.000 480.000.500.400.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.8513 814.700.000 49.000 8.000 3.000 155.412.000 15.000 7.500 11.520.080.840.00 10 Tahun 0 3.840.000 7.375.000 4.840.000 1.205.375.387.575.400.500 6.400.000 297.000 5.000 1.911.000 42.800.000 2.000 28.000 480.556.000 2.000 8.375.497 0 3.000 56.750.000 11.000 42.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 42.603 Rp0 8.000 5.556.000 240.750.000 2.911.000.000 108.600.868 0 3.600.542.591.375.000 77.205.263 354.263 11.000.150.000 8.000 297.000 11.000 49.000 5.276 0.000 8.500.800.000.556.000 5.520.600.000 8.000 42.500.000.000 42.000.000 56.000 1.000 40.500.000 40.041.5253 10.600.875.991.000 1.000 7.125.005.000 2.6687 7.000 7.778.205.500.102.760.880.000 42.000 16.000 40.000 11. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.7855 10.000 15.770.780.000 5.000 40.000 15.000 49.000 2.464.263 354.575.000 1.000 56.520.000 56.000 155.276 0.38% 90.000 480.265.000 155.263 13.000 5.000 2.000 8.000 39.041.080.000 4.000.080.233 6.000 297.000.000 5.000 3.160.000 5.603 -90.000 2.263 362.000 5.000 480.000 42.543.9227 -90.000 480.130.000 23.

000.700.000.000 120.000.000.000 294.800.000 820.000.000 625.000 420.000 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 294.000.000 820.700.000 3.000 1.000.000 400.200.000 30.000 400.000 500.000 75.875.000.000 825.604.000.700.000 420.110.700.000 30.000.000.000 875.000.000 275.000 1.000 400.000 5.000 7 126.000.000 500.075.000.000 147.000 294.000 5.000 420. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000 400.000 30.000.110.000 205.000 5.000 400.000.000.000 1.000.000.000 15.000.000 1.875.167 458.000 8 126.604.000 111 .000 520.000.000 520.000 1.000 1.000.000 120.000 5.000 9 126.000 800.000 1.000 300.700.020.000 420.000 294.000 210.000 75.000 750.000 2 88.000 6 126.000 30.000 294.875.000 3 126.000 420.Lampiran 9.000.000 275.000.075.800.200.000 10 126.000 294.000 294.000.000 294.000 500.000 4 126.000 5 126.000 420.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 38.000 1.000.000.375.000 875.000 625.000 825.000 30.000 420.000.000 5.167 31.000 750.000 294.

000 8.000.840.537.780.000 42.000 40.000 40.000 343.205 0.462 11.000 1.880.000 8.520.000 1.768.880.000 49.750.575.462 11.163.000 201.771.000 4.000 480.150.375.551.520.462 11.880.000 8.000 42.263 406.263 408.000 343.500 6.205.750.000.412.603 1.000 201.000 2.000 5.587.102.462 11.000 42.000 42.400.750.000 5.880.400.000 5.000 343.731 286.500.000 5.263 400.750.265.4847 5.600.000.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 1.000 23.6170 7.462 7.113.000 8.464.800.102.750.7855 10.537.000 336.497 0 3.005.400.5693 7.000 2.000 480.000 56.080.000 3.000 343.000 23.724 11.520.205.750.000 5.750.000 240.000 1.000 201.400.000 42.000 49.000 2.000 2.400.000 15.462 11.800.750.000 15.375.840.000 56.276 0.800.000 40.400.760.000 4.000 2.000 3.000 8.000 343.400.462 7.387.687.000.263 408.000 1.600.000 15.000 480.000 42.000 140.000 23.904 6.000 4.205.000 1.000.384 7.200.600.223 2.000 4.880.000 23.000.575.000 2.000 49.462 7.544 8.000 49.000 8.000 49.542.635.400.000 42.123 -97.000 8.492 112 .000 5.500 4.520.400.723 7.000 23.375.726.003.880.000 2.000 49.000 23.000 1.665.000 4.000 40.600.520.575.800.000 2.276 0.000 343.000.125.537.123 0.724 11.276 0.000.080.462 7.535.840.000 2.000 1.000 8.000 480.375.000 28.000.146.000 2.233 6.000 42.000 49.000 15.600.840.8513 814.840.000 201.000 85.205.750.276 0.6687 7.750.205.500.840.750.412.795 957.724 11.000 2.263 400.080.102.080.000 4.000 40.000 201.880.575.000 3.400.000.113.000 40.000 56.000 2.113.520.080.000 5.500 171.000 3.520.572 293.000 3.000 39.000 8.375.800.665.250.000 8.375.000 2.600.000 5.000.500 7.080.276 0.000 4.750.462.130.575.000 4.9227 -90.000 2.000 5.700.537.972.600.600.375.102.400.400.000 2.462 7.500.000 4.840.603 -90.000 8.537.575.000.002.000 56.000.000 23.392 307.570.080.750.000 1.231 5.575.500.000 3.600.500.000 480.457.800.542.462 7.000 3.800.000 8.000 40.500 11.000 5.000 15.724 13.102.537.840.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 5.000 8.543.000 201.205.375.591.000 5.205.962.400.000 42.537.000. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 42.130.000 1.000 2.102.840.000 480.537.760 8.000 5.800.027.462 11.500.603 Rp0 8.940.375.042.000.520.462 7.000 16.724 13.600.770.724 19. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 2.800.000 1.724 19.263 400.005.000 11.000.000 3.000 5.000 5.00 10 Tahun 0 3.276 0.500.263 406.400.457.880.400.025.000 15.840.000 23.000 49.5253 10.000 100.462.000 15.000 40.000 6.000 201.400.000 5.000 49.750.4472 26.400.000 49.287.000 480.715.38% 90.500.000 1.476.575.000 2.276 0.000 480.000 8.080.750.000 40.537.000 343.000 8.724 58.800.263 408.457.000 201.442 0.000 56.000.400.102.000 56.750.500.000.116.868 0 3.537.000 40.000 4.500 240.000 56.920 0 3.587.205.000 8.000 2.875.7248 14.000 56.000 343.000 2.000 2.462 11.000.000 15.102.000 15.462 7.462 11.102.

375.000 30.000.000.000 420.000 75.800.000 420.000 625.020.000 420.000 1.000 5 126.000 30.000 147.000 30.000.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 294.000 5.000 875.000.000 9 126.000 1.000 113 .000.000 30.000 8 126.000 750.000 2 88.000.000 5.000 205.000 420.000.000 294.000 625.000 1. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.075.000 294.875.700.000 800.000 400. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.Lampiran 10.000 275.000.000 1.000 825.200.000 294.167 31.000 750.000 400.000 1.000 38.000 520.110.000 820.000 3 126.000 294.000 210.000 1.000 120.000 400.000 15.000.000.110.000.000 7 126.000 1.000.200.000 3.000.167 458.700.875.875.000 294.800.000 75.000.000 10 126.000.000 6 126.000 500.000 5.000.000 294.700.000 500.000 520.000.000.000 875.000 420.000.000.000 1.000 5.000 120.000 500.000.000.000 825.604.000 5.700.604.000 420.000 400.000 30.000 400.000 300.000 294.000 820.000 294.700.000.000 420.000 275.000 4 126.000.000.075.000.000 1.000.

000 8.462.000 1.000 11.537.600.400.750.205.500 171.537.000 155.200 7.546.000 101.000 5.000 343.400.000 480.600.546.546.000 49.6170 7.000 49.000 343.5693 7.462 7.205.000 3.523 6.8513 814.575.000 2.880.000 23.537.000 2.000.276 0.392 307.520.724 19.880.375.500 6.080.442 0.600.000 85.840.000 16.000 40.000 5.537.500.000 23.750.464.880.000 8.600.000 8.750.400.000.492 114 .457.000 1.880.002.000 101.880.082.904 6.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.003.750.000 5.000 155.113.000 3.537.027.462 7.920 0 3.840.000.520.000 480.603 Rp0 8.000.556.940.38% 90.000 1.750.462 7.800.000 343.665.000 1.000 5.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.412.000 40.000 3.000 15.000 23.476.000 40.233 6.750.520.412.750.800.005.387.840.025.000 23.000 2.7855 10.600.123 -97.462 7.750.163.400.000 11.375.000 2.603 1.000 3.537.000 480.724 11.000 1.000 40.800.000 4.500 4.000 2.000 4.520.546.042.546.287.000 155.000 15.400.546.000 5.263 400.000 1.400.375.000 2.000 480.263 406.000 101.205 0.000 49.972.000 155.400.000.000 23.000 42.000 108.130.750.724 11.000 5.773.880.462 7.591.000 101.000 101.800.000 71.778.000 343.276 0.000 49.000 4.556.575.005.205.000 42.500.000 23.750.800.000 1.556.000 5.537.000 343.400.000 8.000 2.080.000 2.800.000 480.520.889.000 4.000 2.544 8.462 8.276 0.840.462 7.400.575.840.795 957.000 1.000 3.556.000 3.146.080.600.000 2.263 408.000 5.113.6687 7.000 8.462 8.000 49.400.000 50.537.535.000 42.000 343.000 2.125.462 8.000 155.375.750.603 -90.500.500.570.000 2.000 15.080.800.231 4.687.000 2.520.760.400.600.000 40.000 5.520.500.000 1.000 2.276 0.375.000 101.462 8.000 5.556.600.768.000 5.750.000 101.00 10 Tahun 0 3.000 5.375.263 408.263 400.000 1.000 2.000 240.000 40.375.875.724 11.462 7.556.457.000 11.537.840.880.000 2.537.000 11.205.500.9227 -90.250.000 480.000 15.375.000 42.546.000 11.700.276 0.000 49.000 3.840.840.150.500 11.080.116.000 40.130.575.276 0.000 77.462 8.000 15.000 1.000 1.000 42.520.000 5.000 5.7248 14.462 8.840.556.000 40.000 5.265.000 480.4847 5.000 2.205.000 11.724 13.000 11.546.800.000.543.500.000 11.000 40.000.000 155.000 42.575.400.575.375.000 343.000 343.000 155.500.750.800.780.000 5.000 42.000.462.760 8.575.000 15. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.000 2.500 240.000 2.400.880.724 19.223 2.724 58.000 8.400.080.205.000 336.500 7.840.400.384 7.000 4.665.000 4.587.770.575.750.263 406.123 0.000 11.400.000 5.000 8.750.4472 26.457.080.600.731 286.542.000 3.000 40.000 23.000 101.276 0.750.724 13.000 4.000 23.500.000 480.868 0 3.000 49.635.000 49.000 15.000 2.102.600.497 0 3.263 400.000 2.462 8.800.000.462 7.000 155.000 49.726.962.000 49.715.556.000 15.587.000 8.080.5253 10.113.000 42.000 42.000 4.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.542.462 8.205.572 293.000.400.000 15.205.263 408.000 42.

000 480.667 448.448.000 750.448.000 315.000 4.448.000 30.000 4.569 411.000 480.569 8 96.000 160.000.000 850.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.000 75.000 390.000 115 .998 3 96.448.000 30.000 750.000.448.000 315.569 411.448.000 315.000 500.448.000 2.000 860.000 875.448.000 30.000.569 411.000.000 220.000 30.569 6 96.448.448.000.569 9 96.569 36.448.569 411.000 315.000 30.000 1.000.000 15.750.000.750.000 600.569 411.000 770.000 800.000 157.448.000 820.569 5 96.000.448.724.000 600.000 2.000 770.569 7 96.000 2.569 411.569 4 96.998 288.000 4.000 315.000 860.724.Lampiran 11.750.000 75.000.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.448.000 160.000 925.000 480.000 480.000 3.000 315.448.000 600.750.569 10 96.000 600.750.236 30.000.000 315.000 480.000 390.000 820.000.000 240.000 875.569 411.000 4.315.866.000 4.813.000 925.000.000.285 2 67.000 315.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.013.200.000 330.285 205.200.000 330.

000 4.346.000 25.965 0.673.750 480.000 4.752 0.679.000 1.200.953.292 0 4.000 44.000 4.000.024.000 1.817 13.200.317 398.850.000 37.093.160.000 15.797.000 4.160.000 5.260.626 5.400.000 2.680.400.000 4.750 480.875 240.200.625 11.000 2.750 16.686.000 11.320.500 2.000 345.679.400.000 4.546.38% 86.000 37.000 9.4847 5.000 9.400.400.250 0 299.000 198.000 56.000 44.000 2.817 18.797.000 11.000 2.000 2.797.000 1.000 2.679.700.250 -93.000 18.000 6.750 16.810.750 16.000 3.000 37.800.213.500 2.000 2.500.346.200.500 840.000 56.000 2.200.000 56.797.000 36.000 7.817 11.400.317 392.093.346.513.550 390.494.000 44.093.320.000 5.752 0.320.093.686.000 25.500 172.346.000 2.000 4.625.000 198.000.125.200.000 11.260.679.9227 -86.000 56.317 392.800.626 Rp0 8.797.801 0 4.800.000.160.000 2.6170 6.797.108.817 11.200.000 345.400.445.810.125.260.000 345.200.000 36.000 11.000 56.000 82.400.000 25.213.160.160.125.500 2.800.800.000 5.160.281 7.125.000 4.750 480.925.000 198.000 36.625.000 28.000 5.810.887.200.093.200.850.000 2.780.400.000 345.750 16.625.000.093.160.000.000 198.000 36.850.320.200.361.317 392.680.953.400.093.800.100.875 8.000 2.000 139.000.000 9.000.752 0.812.765.00 10 Tahun 0 4.000 9.062.000 5.000 198.686.000 2.712 286.400.4472 24.093.000.000 4.000 25.500 2.626 -86.625 336.000 2.817 13.000 36.400.093.000 4.534.000 4.810.000 345.260.000 1.125.000.051 0 4.000 37.000 1.000 2.797.800.340.000 4.750 480.000 2.000 11.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.320.000 4.400.680.234.000 5.000 12.000 25.339.742.160.300 7.7855 10.680.419 0.752 0.000 11.000 345.500 2.317 400.750 480.011 116 .000 2.213.679.000 37.000 4.000 4.680.075.500 2.850.000 3.737.750 16.758.000 11.160.000 345.234.000 37.000 36.5253 9.000 1.675.346.500 1.000 37.680.320.093.680.320.076 7.000 9.000 4.625.000 2.000 39.000 2.093.213.750 480.000 4.000 36.000 56.752 0.000 4.000 11.000 2.626 1.000 9.000 9.625.000 1.400.750 16.160.850.000 4.000 36.093.850.930.752 0.680.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 11.400.400.000 11.346.317 400.000 37.000 5.234.000 37.750 16.7248 13.400.234.625.339.737 0.000 25.000 2.500 241.817 55.000 345.400.200.000 9.200.176.494.125.000 36.200.715.817 18.093.155.850.125.000 11.000 2.000 44.095.000.320.679.000 44.810.541 7.093.810.000 36.625.000 11.800.000 11.810.797.625.949 5.093.317 400.6687 7.000 44.500 2.000 25.346.396.996.400.000 11.750 480.546.000 44.000 198.000 25.750 16.000 37.5693 7.200.346.000 99.000 4.500 2.500 5.262 1.205. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.950.000 44.810.200.160.000 198.000 2.000 5.000 4.760.404.000 56.000 198.850.000 11.000 4.317 398.817 11.200.000 5.953.765.000 56.797.679.000 44.083.750 480.752 0.679.093.000 1.200.125.000 4.000 44.8513 922.000 11.797.

000 3.000 770.000 390.000 480.315.448. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.000 2.998 231.000.448.000 30.750.569 8 81.000 750.000 205.236 30.000 411.000 750.448.569 6 81. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.448.724.000 411.000 820.000.000 1.000 160.200.000 330.000 4.000 820.000 75.000 875.569 5 81.569 330.569 330.448.000 860.448.000 480.000 36.448.013.Lampiran 12.000 500.569 4 81.000.000.750.000 75.000 925.000 875.000 925.000 480.448.000 15.000 330.448.000 600.000.000 4.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.569 9 81.000 860.000.000.000 600.569 330.569 330.013.000 411.448.000 600.000 411.000 288.724.000 480.448.000 2.000 411.000 600.000 117 .569 330.000 770.569 330.448.000 390.750.000 4.000.000.000 2.569 7 81.667 448.569 330.000 850.000 30.000 160.866.000 240.000.000.285 2 57.000.448.569 10 81.750.000 4.000.750.000 411.000.448.000 800.000 411.998 3 81.000.000 30.569 330.285 165.000 30.000.448.000 30.000 4.000 480.

750 480.160.234.38% 86.000 2.400. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 11.260.400.400.500 2.810.000 198.546.930.176.679.200.200.875 8.317 392.000 11.000 36.160.673.925.750 480.810.400.500 2.000 345.4472 24.750 480.800.6687 7.000.260.000 44.000.494.000 5.213.000 9.7248 13.000 4.093.000 11.887.000 44.000 2.000 1.000 56.234.801 0 4.320.797.000 4.810.213.000 56.949 5.953.000 7.093.281 7.317 392.000 25.679.000 4.160.996.000 2.000 9.679.626 1.000 11.810.346.200.000 37.765.000.5253 9.093.093.000.000 198.000.797.093.715.200.000 37.750 480.625.000 4.262 1.200.000 9.000 2.000 56.320.200.000 12.797.000 37.000.000 2.750 16.812.093.000 345.361.000 4.000 1.000 11.125.000 56.000 11.292 0 4.797.400.000 4.400.317 398.400.000 37.680.000 28.340.100.400.400.250 -93.000 44.680.7855 10.093.419 0.750 16.752 0.093.000 198.00 10 Tahun 0 4.810.000 37.160.125.000 25.000 9.125.850.780.000 4.750 480.000 198.000 25.850.200.000 345.800.000 2.817 11.000 36.953.000 2.400.346.400.000 2.000 2.000 3.758.000 36.850.000 37.000 345.000 345.213.317 400.625.494.626 Rp0 8.626 5.680.000 11.346.320.000 4.404.797.320.000 4.679.500 2.752 0.000 56.000 82.339.200.000 5.817 11.125.000 11.850.000 25.062.400.000 5.000 44.000 4.093.679.000 37.000 25.797.000 36.260.000 11.000 1.000 11.200.000 4.234.000 2.000 44.000 4.625.000 44.875 240.339.000 5.000 5.000 9.686.850.300 7.000 4.000 2.125.500 2.686.000 25.800.625.108.000 2.500 5.000 5.680.400.000 44.000 36.125.752 0.160.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 4.000 25.850.700. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.500 2.000 39.000 4.093.320.000 56.752 0.000 2.000 1.000 44.000.000 4.160.093.850.000 2.000 198.160.000 99.000 11.500 172.625.093.797.712 286.625.000 36.679.750 16.000 1.513.260.797.155.396.000 18.500 2.000 5.000 4.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.500 1.817 11.000 198.000 56.546.965 0.160.445.8513 922.250 0 299.200.317 392.000 9.000 5.075.742.093.000 37.000 3.750 480.000 11.679.400.000 56.320.000 36.125.083.093.797.752 0.200.024.346.000 345.000 1.200.400.051 0 4.797.4847 5.160.000 36.800.000 9.000.817 13.400.011 118 .095.000 36.000 44.000 2.765.675.000 4.000 44.000 15.000 345.317 398.680.093.680.076 7.000 11.000 9.400.000 2.000 5.625 11.000 139.500 2.160.000 37.5693 7.320.000 4.737 0.534.760.810.205.400.810.000.093.346.800.800.752 0.000 37.000 2.000 2.200.000 198.000 2.000 11.200.213.817 13.750 16.000 1.346.680.000 2.800.000 25.680.234.625.953.000 1.679.626 -86.000 4.500 2.737.200.400.346.750 480.625.800.550 390.817 55.317 400.000 2.6170 6.500 840.750 16.346.000 4.000 11.000 198.750 16.200.200.500.000 4.686.000 36.000.500 241.000 4.000 6.810.200.160.625 336.950.750 16.541 7.000 345.125.9227 -86.000 2.000 11.317 400.320.817 18.817 18.750 16.850.000 2.000 2.750 480.752 0.

000 4.569 4 92.000 30.998 3 92.000 4.804 318.109.000 4.720.315.448.000 160.727.724.569 10 92.569 8 92.363.000 750.448.000 15.448.000 820.Lampiran 13.804 318.727.000 30.727.569 9 92.765 411.765 411.000.765 411.000 600.569 5 92.000 4.236 30.750.727.804 318.000 875.750.000 2.000 850.000 800.000 480.000 3.000.882 205.866.000 480.000 500.000 480.000 30.360.000 600.727.750.000 4.563 223.000.720.720.000 860.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 600.435 288.804 318.000 30.904.285 2 64.200.000 240.000 160.000 75.000 75.750.000 925.402 159.804 318.720.000 860.720.667 448.727.765 411.000 600.000 2.000 390.569 7 92.000 750.000 770.720.000 330. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.000.000 820.720.448.765 36.000 30.448.000 770.013.804 318.569 6 92.000.804 318.000 1.000 875.000 480.000 390.750.448.765 411.804 318.000 330.000 480.448.765 411.000 2. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.000.727.720.765 411.000 119 .000 925.727.

400.000 2.797.000 4.317 400.850.000 11.500 2.400.000 4.000 9.625.817 11.000 44.000 11.200.200.000 37.887.500 5.000 25.000 44.317 398.000 198.000 44.000 5.850.925.625.320.093.160.500 2.500 840.200.125.000 2.000 2.000 56.160.680.000 39.000 4.875 8.000 12.200.679.513.320.011 120 .200.160.817 11.550 390.680.680.000 345.000 36.000 9.093.000 36.817 13.750 480.000 4.000 2.000.000.500 2.075.200.752 0.000 9.000 5.000 4.400.500 172.800.234.000 2.000 4.093.625.546.626 1.346.000 11.000 4.800.000 2.339.000 36.213.093.810.000 345.000 5.949 5.000 11.250 0 299.715.320.817 18.817 13.093.700.093.494.679.000 9.300 7.400.260.800.500 2.686.4472 24.625.160.000 3.750 16.346.000 37.000 2.000 11.000 56.000 4.000 25.000 44.750 16.125.000 4.000 9.750 480.000 11.6687 7.000 198.000 1.750 16.797.160.404.797.000 1.000 37.4847 5.445.000 36.801 0 4.673.000 82.000 2.000 2.000 3.7855 10.292 0 4.000 11.712 286.000 345.500.000.000 1.750 16.320.093.317 398.800.320.000 11.262 1.000 2.750 480.965 0.752 0.160.5253 9.213.339.850.752 0.346.679.250 -93.000 4.000 4.765.000 36.625 11.000 2.000 37.281 7.000 36.000 37.800.125.000 44.160.534.200.500 2.850.950.500 241.5693 7.200.000 56.000 198.9227 -86.000 2.400.160.000 4.000 44.797.400.810.076 7.500 2.38% 86.680.000 5.000 11.500 2.093.850.750 480.317 400.400.095.000 4.000 2.108.176.750 480.000 11.100.000 25.810.213.742.320.400.625.000 36.750 16.400.686.930.000 11.000 44.400.737.419 0.400.000.024.953.000 25.000 36.000 56.000 6.000 7.000 4.750 16.679.346.680.400.626 5.6170 6.093.125.000 4.8513 922.000 4.000 9.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.400.000 198.000 1.205.062.346.810.093.000 44.361.000 56.810.752 0.000 37.000 36.000 139.780.317 392.494.093.760.758.625 336.797.000 198.500 1.000.752 0.000 5.000.320.000 25.000 5.260.797.797.797.000.000 2.810.093.000 198. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.850.750 16.7248 13.213.541 7.000.000 11.679.812.000 1.000 4.125.000 5.346.000 37.000 4.000 2.320.953.000 15.260.200.000 9.817 18.680.000 345.686.750 480.000 198.400.400.000 198.200.500 2.000 11.626 Rp0 8.346.000 2.317 392.125.679.160.675.000.200.953.000 2.546.680.817 11.160.810.000 11.400.000 345.000 1.000 5.000 5.800.625.000 1.000 56.000 37.000 37.000 11.752 0.000 1.737 0.000 25.000 18.234.000 56.625.000 4.260.200.875 240.200.797.750 16.051 0 4.000.000 36.000 2.000 2.000 4.160.000 2.000 2.000 4.200.400.800.400.083.000 56.200.000 2.396.155.000 25.000 9.996.679.000 345.340.000 2.000 99.000 25.750 480. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.346.000 345.000 345.400.800.000 44.317 400.625.000 37.093.093.125.680.317 392.750 480.000 44.200.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 28.000 4.234.093.850.000 4.765.810.093.234.626 -86.200.00 10 Tahun 0 4.000 11.125.000 2.679.817 55.850.752 0.200.797.

000 30.000 2.000.000.000 10 96.000.000 925.000 850.000 500.000 330.000 820.000 3.000 750.000 4.000 330.000 9 96.000.000 165.000 30.000 8 96.000.000 480.000 330.000 330.000 30.667 30.750.000.000 2.000.000 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000.000 160.000.000 860.000.000 6 96.000 330.000.000 240.000 330.750.000 426.200.200.000 426.000 426.000 426.000 860.000 390.000 390.000 600.000 15.000 600.000 30.000.000.000 925.000 600.000 121 .000.000 600.000 298.750.000 213.000.000 480.000.000.000.000 330.000 426.000 820.000 426.000 875.000 330.000.000.000.866.000.000 875.000.000.000.000.000.Lampiran 14. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 330.000 770.000 480.000 4.000 330.000 4.000 4.000 7 96.000 426.000.000 480.000 3 96.000 36.667 462.000 800.000 160.000 75.000.000 4.000 2.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.866.000 231.000.000.200.000 30.000 480.000 770.750.000.000.000 5 96.000 75.000 2 67.750.000 4 96.000 750.

160.897.000.400.000 11.000 25.850.000 2.400.000 44.400.400.000 2.234.800.750 16.000 4.750 480.494.400.431 11.000 1.000 2.000.125.000 44.160.093.000 1.000 1.000 2.810.400.093.000.400.000 4.000 4.000 56.125.076 7.000 56.230.160.000 9.011 122 .752 0.4847 5.160.000 213.000 1.160.810.750 480.248 13.340.500 840.200.750 16.625.000 36.400.000 36.000 9.000 44.000 2.396.000 37.000 44.200.810.7855 10.205. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.248 55.292 0 4.000 37.931 2.234.093.248 18.800.317 412.093.797.875 240.000 36.000 5.320.431 11.625 336.062.931 2.850.625.000 359.000 4.680.680.125.000 149.546.260.000 37.000 11.248 13.931 2.625.200.000 44.000 1.260.000 36.176.125.680.093.850.780.38% 86.000 9.680.546.500.317 407.000 213.000 56.949 5.000 36.680.051 0 4.000 359.160.200.000 44.534.965 -93.000 9.625 11.5253 9.320.000 7.765.715.000 44.750 16.996.000 9.000 36.000 2.400.000 213.7248 13.000 82.625.758.248 18.797.897.160.712 297.950.810.093.248 11.000 4.000 9.000 56.000 213.200.686.000 2.000 2.850.095.000 37.000 44.9227 -86.800.797.700.000 12.000 106.541 7.000 56.400.931 2.797.320.750 480.339.431 11.800.263 1.093.000 2.260.810.093.261.750 480.000 36.234.000 5.000 11.024.248 11.750 16.765.000 25.404.000 2.626 1.850.000 15.400.000 11.000 359.431 11.000 4.000 4.230.317 414.931 2.000 1.000 4.931 2.445.765.000 4.000.317 407.000 9.897.400.000 2.752 0.000 4.125.000 1.765.200.626 Rp0 8.680.505.000 25.000 359.093.000 25.897.000 4.000.887.810.686.431 11.897.00 10 Tahun 0 4.000 2.000 2.000 37.093.800.000 56.850.765.200.000 28.931 2.737.000 359.686.850.361.8513 922.000.810.200.752 0.200.800.000 5.750 16.965 0 306.752 0.750 16.200.230.897.125.750 480.160.797.000 4.626 -86.155.000 4.093.200.513.400.000 44.000 2.950.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.230.750 480.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 2.000 4.000 213.000.400.4472 24.431 11.925.000.680.125.800.660.760.625.400.320.000 39.000 5.100.625.000 36.6170 6.626 5.000 5.000 4.000 37.000 4.000 56.230.230.615.093.000 4.000 5.000 1.215 5.400.000 37.000 11.317 412.800.000 25.000 213.400.000 4.230.000 36.200.000 11.234.750 16.797.850.000 9.093.400.000 5.000 213.093.320.160.200.000 11.737 0.000 37.200.317 407.552 390.000 44.797.400.160.752 0.000 5.093.948.897.765.000 213.797.000 2.000 2.680.797.116.125.000 25.000 2.810.750 480.083.000 2.752 0.000 359.500 251.812.6687 7.505.801 0 4.625.000 2.160.431 11.260.000 56.000 36.797.752 0.750 480.000 359.200.750 16.000 4.494.5693 7.419 0.505.000 4.281 7.000 3.320.000 4.302 7.875 8.000 2.200.248 11.500 1.320.093. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.200.500 179.000 5.000 3.928.000 2.200.000 2.000 37.000 25.000 6.000 2.000 4.965 0.625.431 11.000 18.000.000 25.897.000 359.317 414.000 4.320.317 414.230.931 2.000 11.000 37.000.

200.000 426.000 426.000 9 96.000.000 15.000 330.000 875.000 1.000 600.000 480.000 600.000 426.000.200.000 75.000.000 7 96.000.000 500.000.000 820.000 330.000.000 30.000 4 96.750.866.000 330.000.000 480.000.000 8 96.000 820.000.200.000.000.000 4.000.000 850.000 925.000 298.000 480.000.000 3 96.000 330.000 800.000.000 213.000 860.000.866.000.000 2.000.000 2 67.000 4.000 770.000 480.667 462.000 860.000 30. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000.000.000 75.750.000 330.000 4.000.000 750.000 240.000 4.000 2.000.000 160.000 2.000 330.000.000 4.000 390.000 875.000.000 426.000 30. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 6 96.750.000 426.000.Lampiran 15.667 30.750.750.000 925.000 426.000.000 330.000 165.000 330.000 36.000 600.000 30.000 3.000.000 123 .62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 10 96.000 330.000 160.000.000 5 96.000 390.000 426.000 330.000 231.000.000 750.000 600.000.000 30.000 770.000 480.000.000.000.

679.750 480.000 25.850.093.000 11.931 2.125.6687 7.000 198.5253 9.000 2.810.750 480.160.00 10 Tahun 0 4.897.850.317 414.000 5.000 36.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.125.8513 922.797.931 2.680.625.765.715 5.750 480.000 3.062.500 5.000 4.000 36.234.625.340.797.400.546.000 36.000 44.505.000 2.093.093.093.260.234.000 25.400.000 2.850.125.125.000 2.002 7.317 414.000 25.680.752 0.000.351.000 4.737 0.680.248 13.552 390.000 4.200.679.38% 86.000 4.000 71.160.626 Rp0 8.000 11.752 0.431 11.200.000 2.200.000.897.093.320.351.000.679.000 4.000 49.317 407.000 37.000 71.737.075.715.317 407.797.680.000 4.000 359.248 11.000 25.626 -86.850.200.625.000 71.850.205.4847 5.400.810.780.400.116.679.686.000 15.996.810.500 840.000 25.000 4.875 240.160.200.000 2.160.000 198.810.000 18.625.000 2.6170 6.317 412.765.125.093.248 13.000 2.000 37.000 37. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.797.000 4.797.797.000 36.765.000 6.000 44.317 407.160.000 36.000.000 9.000 44.248 11.000 37.000 11.000 44.948.750 16.850.000 4.931 2.095.000 3.625 11.5693 7.200.200.965 -93.000.155.626 1.931 2.093.000 5.000 9.093.160.928.000.000 25.000 4.534.000 2.546.925.000 71.320.000 5.400.200.750 480.679.445.396.850.339.810.625.234.000 71.000 44.897.000 2.000 4.675.750 480.000 1.625.750 16.400.931 2.000 12.765.248 11.750 480.812.351.931 2.965 0 306.431 11.051 0 4.000 11.752 0.680.000 4.404.000 359.000 2.625 336.093.000 2.400.000 2.765.000.361.000 1.000 5.750 16.000 44.351.200.897.000 36.000 198.093.810.000 37.400.000 44.797.752 0.750 16.000 9.000 4.000 36.260.500 251.000 4.000 1.000 1.093.419 0.000 36.000 359.000 198.317 412.679.000 2.541 7.000 4.000 71.200.300 7.320.093.897.752 0.679.000 25.897.000.680.000 9.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 71.093.400.931 2.500 1.260.248 18.125.100.000 25.000 5.400.750 16.160.950.000 2.000 4.000 198.965 0.431 11.000 11.400.000 82.320.000 37.431 11.320.320.680.797.000 9.625.431 11.7248 13.505.679.505.320.260.320.400.000 37.000 2.011 124 .686.752 0.810.160.248 18.200.093.000 71.000 4.176.500.000 198.339.680.431 11.000 44.000 35.897.000 359.400.200.797.875 8.000 359.000 36.000 44.160.897.000 2.431 11.200.200.083.887.000 9.686.263 1.000 2.351.400.750 16.765.810.093.000 9.797.000 2.000 2.949 5.500 179.946.000 5.660.200.9227 -86.000 4.000 5.750 480.000 359.000 1.000 359.950.750 480.000 198.200.000 11.850.000 2.400.248 55.801 0 4.234.160.000 1.000 9.200.000 44.000 5.000 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 37.626 5.000 198.000.000 37.750 16.000 36.700.000 1.160.400.292 0 4.125.625.000 2.281 7.351.093.000 4.000 2.024.000 4.000 4.000 11.4472 24.400.076 7.758.400.000 4.351.000 99.317 414.431 11.494.000 37.494.000 359.752 0.000 11.200.351.000.750 16.7855 10.931 2.000 4.000 1.125.712 297.000 139.513.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->