ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.

Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. MM. SP. Nunung Kusnadi. Pembimbing Tintin Sarianti. MS NIP. 131 415 082 Tanggal Lulus : . Ir.. NIP.

Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Bogor.

SPd. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Pada tahun pertama. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Institut Pertanian Bogor.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. Selain itu. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. . penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. Pada tahun kedua penulis. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005.

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Bogor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Institut Pertanian Bogor. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani .

10. 6. Aqsa). arahan. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. Nurul. Riski. Pemilik Dwi Joyo. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Irma dan Nanda. Ajib. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Cila. Rina. Imam. informasi dan dukungan yang diberikan. Popong Nurhayati. kesempatan. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. 4. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. Yanti Nuraeni Muflikh. 7. SP. Tintin Sarianti. Santos. Ir. 3. 5. Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. 2. M. kasih sayang.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. 11. Wiwi. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. Trio Kendal AGB 42 (Twin. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. Dauz. Atas segala dukungan yang diberikan.. Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. 9. Hepi.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Wening. untuk segala cinta. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. Bulik Yum sekeluarga. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Ferdy Daeng . Tiara. Dani. atas waktu. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. dukungan. Zulvan. Pemilik Citra Rasa. Sepupu-sepupuku: Lilis. 8. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. Lisda dan AGB 42 . Bulik Eni sekeluarga. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. SP. Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Yuzda.. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. MM. doa. Tika.

Rifka Rino.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Evi. Reika. Fery. dan lain-lain. Manda. Wendi. Mba Sarah. . 15. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Icha. 13. Retno. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. Ratih. Eni. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Riska. Mba Rahma. Lia. Ranti. Farikhin. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. 12. Dewi. Suci. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Mba Dewi.

............................................ 2.......................3 Kulit Sebagai Bahan Makanan ...............................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL ....................4 Manfaat ............................................................2 Analisis Switching Value .... IV METODE PENELITIAN .......................3 Kerupuk .............................................1 Kabupaten Kendal ... I PENDAHULUAN ....... DAFTAR LAMPIRAN ...............4 Metode Pengumpulan Data ................................. 2......................................................2 Keadaan Penduduk .........................1 Analisis Aspek Finansial ............. 1......................................7 Kerangka Pemikiran Operasional ....... ............................................................................................. V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ..................1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah .............. 4.........................5..3 Data dan Instrumentasi ............... 2................2 Proses Pembuatan Rambak ...................... 4...... 3... 3................. 2.6.. 2............................5 Analisis Switching Value .4.... 2.................... 2..1 Bahan Baku Pembuatan Rambak ..........................1 Lokasi dan Waktu ..................................5 Ruang Lingkup ....6 Penelitian Terdahulu ........ 2....................... 3................ III KERANGKA PEMIKIRAN ............................6 Laporan Rugi Laba ..............................................................................................4. 2............ 3................ 3......................1 Keadaan Wilayah .........................5...........2 Metode Penentuan Sampel ..................................3 Teori Biaya dan Manfaat ........................ 4......................3 Tujuan .............................1 Latar Belakang .................5 Metode Pengolahan Data ....................................2 Perusahaan Perorangan .......................................5.........................................1..............................4 Analisis Kelayakan Investasi ..2 Analisis Tentang Kerupuk ................ 2...................................... 4..... 3...................2 Histologi Kulit .....................1 Studi Kelayakan Proyek ........................ 2.......................1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan .......................................................................................... 2................................... 2...............................2 Aspek Studi Kelayakan ..................6 Asumsi Dasar yang Digunakan ...................5.................... 5....1 Pengertian Kulit ...................2 Perumusan Masalah ....... 4.................... 4................................ 2.......1 Analisis Finansial .......1............................................. II TINJAUAN PUSTAKA ......... 2................. 4.......................... 4................................. 5........ 2.......................4...6.......... 3...............5 Kerupuk Rambak .............. 2............4 Kulit .................... DAFTAR GAMBAR ........ 3........................................................ 5.4...

..... 6................ 5......................... 6...........4 Proses Produksi .............1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ................................ ANALISIS ASPEK FINANSIAL ......1..............................1...........3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ....... 6........4........ 6...............................4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .........1 Lokasi Usaha ... Ekonomi dan Lingkungan .........................................................2...... ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL ..... 6......1......4 Hasil Analisis Aspek Pasar ...............1................... 6................. 5...................................2 Bahan Baku ....................... 6.......1...........5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............1.2.............3 Kapasitas Produksi ........................1.............. 7......2.......VI VII 5................................................. 5....................................... 6..............2 Aspek Teknis ........3 Strategi Pemasaran .................... 7.................3......................................................3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ..........................1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .....5 Lay Out Usaha .............2 Penawaran .................1 Bentuk Badan Usaha .............. 6..... 6.. 6........2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............ 6........... 6...1 Permintaan ................... 6......1..1..5 Aspek Sosial......3 Aspek Manajemen ..................6 Hasil Analisis Aspek Teknis ........................ 7.................2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..............................................4.....2 Izin Usaha ..........................................................................2.........2 Kecamatan Pegandon ..............................................................1.......... 7............... 7............... 6......................2......................1..................................................................2.................................. 7...... 6........................ 6...1 Aspek Pasar ................1 Hasil Analisis Aspek Manajemen ...........3 Pertanian ..... 6...2...4 Perekonomian Daerah ........... 7........... 7.................4 Aspek Hukum ............

........................................................................... 8...................................................................................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .......... LAMPIRAN ..2..3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ........................................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .....2 Saran .........3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .............. DAFTAR PUSTAKA .........................................................................Bahan Baku Kulit Kerbau ........2... 7.................................2...............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..............2............................. 7..... 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 ................................................ 7.............................. VIII KESIMPULAN DAN SARAN ..1 Kesimpulan .............. 8........ 7....... 7.

................... 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau ............... 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 .......................................................... 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ..................................................................... 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi .................................. 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk ........................................ Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 .................................... 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ............... 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ....................... 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ......................................................... 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak .............................................................DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) ................................................................................. 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun ............................................................................................................ 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun ..................... 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .............................. 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ................ 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha .......... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha ......................................................................... 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ............................................................. 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi .................................................................................................................. 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram ........... 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ..... 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan ........................ 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ..........................................

.

.DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ....................... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I .......................................... ................................... Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon .............. Kerangka Pemikiran Operasional .................... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II .......... Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ....................................

9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah ............. 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................ 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ................................................... 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak .................................................................................................................................... 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................. 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ................... 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ............. 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................... Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 . 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................................ 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ..... 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak .......................................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah ........................................................... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................. 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .............. 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar ..............................................................................................

tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini. Kamaludin. Namun.multiply. Pada masa itu. 25 tahun 2000. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1.com/journal [20 November 2008] . 1 2 . Ariyo. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2.BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan.jatim.id [20 November 2008] Budi. antara Dilema dan Relita dalam www. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. Bagi Indonesia. Sejak awal tahun 1970. Disamping itu. Rustian. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www.brotherfatih. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah.go.1. Berdasarkan Undang-Undang No.

Pada tahun 2006. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91. Kedua.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49. Kemudian.2 persen (BPS 2008). diacu dalam Widyastuti 2008).8 juta orang atau 97.com [20 November 2008] .6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan.3 triliun atau 53. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas.2 persen.3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2. 2. berkembang.usaha-umkm. di tahun 2003 dari 4. 3 .1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. pertumbuhan PDB UKM sebesar 5.8 juta unit usaha atau 99. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan. Edward.blog.4 triliun.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www. Pada tahun 2007.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6. UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional. usaha ini masih bisa berproduksi. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar. Ketiga. dan PDB UB sebesar 5. 2.957.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM. Deddy. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja.7 persen. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006.121.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Pada tahun 2000 dari 4.

Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.18 6.25 6.Tabel 1. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007). Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar.73 Usaha Besar 5. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3.38 6. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal.95 persen.37 5.24 6.28 persen.95 5.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.23 Total 5. . Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah.82 5.50 Usaha Menengah 6. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain.84 6.27 Usaha Kecil dan Menengah 5. Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5.51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6.69 5.66 persen.38. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5.

40 24.Tabel 2.55 1.68 17.Gula Aren .38 1.05 1. Cepiring Kec.Terasi .id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak.92 23.05 2.25 9. Kaliwungu . Pertambangan dan 1.Dawet Gempol . Perdagangan.48 1.00 1.59 35. Keuangan. Sukorejo Kec.72 2. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1.00 1. Pertanian 23.27 komunikasi 8.Rangin / Rengginan .77 2.Krupuk Rambak Kec. Limbangan Kec.82 9. hotel dan 17.92 3.Kerupuk Mie Kec.Bandeng Presto .kabupaten-kendal.57 35.11 penggalian 3.Kripik Paru . Weleri Kec.26 3.52 37.Kripik Tempe .46 37. Pegandon Sumber : www. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec.71 5.70 2.23 17. persewaan dan 2.88 3.11 1. gas dan air minum 1.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut.go. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang . Kendal . Industri pengolahan 38. Tabel 3. Pengangkutan dan 2.81 2.72 17. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil. Jasa-jasa 8.41 9.06 3.72 3. Listrik.Momoh Jerohan .88 25.Kerupuk Petis .83 3.67 9.69 17.56 2.63 6.78 2.85 jasa perusahaan 9.33 restoran 7.57 1.03 23. Bangunan 4.48 4.

Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. Sementara. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah.547 ekor.00 untuk kemasan 250 gram. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006.000. Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak. Pada umumnya. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri.000. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif .terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi. Namun. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4.

00 per kilogram. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana .2.000. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. 1. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau.000.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah.

Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Namun. aspek manajemen. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Penilaian aspek . Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. aspek sosial. usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. aspek teknis. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi.

adalah: 1. . 3. ekonomi dan lingkungan? 2. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. 2. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. aspek hukum dan aspek sosial. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. aspek manajemen. aspek manajemen. aspek teknis. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar. aspek teknis. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. 4.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. Dari uraian diatas. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar.

dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. Bagi pemerintah. 2. 4. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. 3. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. . khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. 1.4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. Penulis.1. Pemilik perusahaan. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. Pembaca.

go. yaitu: 1. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM.3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun. badan usaha yang tidak berbadan hukum. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar . Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. 3. dikuasai dan berafiliasi baik langsung.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. dan 5. atau 2. 4. Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. Kerajinan rumah tangga.depperindag.id). Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Berbentuk usaha orang perorangan. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No.

motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. yaitu: 1. . dengan kriteria: a. Pada tingkat internasional. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. diacu dalam Widyastuti 2008). Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. dengan kriteria: a. Medium enterprise. Jumlah aset hingga $15 juta 2. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. 3. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. dengan kriteria: a. Usaha kecil. Micro commission. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. dan c. Small enterprise. dan c. 2. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta.2. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. dan c.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

lemak. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis. sedangkan kulit bagian kepala. mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk.mikroorganisme seperti bakteri. Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina. Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. 2. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. diacu dalam Daniar 2008). ekor. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. diacu dalam Daniar 2008). Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. diacu dalam Daniar 2008). corium (derma).3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. diacu dalam Daniar 2008). serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. jamur dan lain-lain.4. kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit. juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging. diacu dalam Daniar 2008). Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. leher.4. Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. . 2.

Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik. pengirisan ( diperet ). Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. pemberian bumbu. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991. terutama kulit kerbau jantan.5. penjemuran tahap I. pengempukan. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). proses pengolahan meliputi pencucian. pengirisan. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap.5. pemberian bumbu. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. diacu dalam Daniar. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. tetapi jumlahnya terbatas. Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. penjemuran tahap II.5 Kerupuk Rambak 2. penggorengan dan proses pembungkusan. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. pengerokan bulu. kerbau. pengungkepan dengan menggunakan lemak. penjemuran.2. pengungkepan. 2008). pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. 2. pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen. dapat berupa kulit sapi. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar.

6 Penelitian Terdahulu 2. Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang.Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1.6. Jawa Barat . Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2. bahan baku. . Kabupaten Bandung.

usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan.2994.4296. aspek teknis dan produksi. dilihat dari aspek pasar. Jakarta Selatan. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario. maupun penurunan tingkat penjualan. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. sosial ekonomi dan lingkungan.646.manajemen. Net B/C rasio 5. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan.273. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran.116. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. Net B/C rasio 1. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. kenaikan harga bandeng. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. Dari kedua skenario yang layak. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II.334. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak.772. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. hukum.884.

dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV.006. kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan. Net B/C. IRR.5 persen. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya.3 . serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah.810.427. Penelitian dilakukan di Kota Bogor. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial.854. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive). nilai IRR sebesar 18. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. nilai Net B/C sebesar 1.760. dan IRR.805. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11.59 dan 1.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7.47.157. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen.4.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5. Kriteria investasi yaitu NPV.00. Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan. Net B/C dan payback period. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8.

4 persen.9 persen. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi.2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian. serta aspek sosial. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV). serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value). kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. aspek manajemen. aspek teknis. . 2. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. ekonomi dan lingkungan. Selain itu. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial. Internal Rate of Return (IRR). Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak.persen dan untuk tempe malang sebesar 6.6.

Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk. tempat serta promosi. harga.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . pemasaran dan produksi. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan.537.655. nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25.96 persen. Berdasarkan hasil . hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. gudang bahan baku. Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Net B/C sebesar 2. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun.00. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222.

13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. Untuk faktor eksternal. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung. sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. fasilitas dan perlindungan hukum.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada.

semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output. kayu bakar. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. pengeluaran untuk semua input produksi. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). minyak tanah. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. Pada efisiensi teknis. total biaya produksi.221. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. dan tenaga kerja lebih dari satu. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih.untuk mempromosikan produk. . kayu bakar dan tenaga kerja). rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. belum ada faktor produksi yang efisien. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. Sebelum kenaikan harga BBM. Sebelum kenaikan BBM. dan penerimaan hasil penjualan. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. dan pendapatan bersih UKM. jumlah output. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. garam. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. Kabupaten Ciamis. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. Setelah kenaikan harga BBM.

dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. perkembangan teknologi informasi. Berdasarkan analisis IE. komunikasi dan produksi. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. kualitas produk baik. pemasaran yang luas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. lokasi perusahaan strategis. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. kelemahan. merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk.

Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. kerupuk ikan. Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan.pemasaran. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu. kerupuk udang dan kerupuk tepung. . Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. . pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka.

atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. . Menurut Gray (2007). Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. bahan-bahan setengah jadi. dan dapat direncanakan. tanah. tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat.1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986). Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit. Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. Dalam arti sempit. biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. bahan-bahan mentah.

Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. 2. 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al.organisasi. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. 2007).Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. 3. 3.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. Sebaliknya. Aspek-aspek institusional. Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. Menurut Gittinger (1986). 2. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. Aspek sosial .

tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. 4. harga yang menguntungkan. aspek finansial. aspek hukum. aspek manajemen.2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. 6. aspek ekonomi dan aspek sosial.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. aspek teknis. . 3. Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). Dari sudut pandang input.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. 5.

penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. atau akses. pendapatan. a. Namun. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. harus dilihat dari berbagai aspek. Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. 2. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. selera. harga input. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli.Namun. teknologi. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. Namun. tidak berdiri sendiri. Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. tujuan perusahaan. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. . maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1.

yaitu lokasi . Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986).3. 4. b. Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000). Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. dan promosi (promotion) (Umar 2003). harga (price). Dalam hal ini. Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). yaitu marketing mix. dan kemampuan manajemen lainnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1. distribusi (place). Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa.

jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. 4.pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. iklim dan keadaan tanah. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. . supply tenaga kerja. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. persediaan kapasitas mesin-mesin. 3. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. layout pabrik. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). letak pasar yang dituju. Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. tenaga listrik dan air. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. kemampuan finansial dan manajemen. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). 2. dan fasilitas transportasi. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. . keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada.manfaat ekonomi yang diharapkan. jadwal penyelesaian proyek. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. melaksanakan. melaksanakan. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. yaitu pelaksana proyek tersebut. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. c. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek.

d. Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. struktur organisasi. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. peningkatan pendapatan petani. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. 2000). anggota direksi. dalam melakukan investasi . e. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih.2. dan tingkat suku bunga yang berlaku. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. Oleh karena itu. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. 1986). sumber pembiayaan proyek.

Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. seperti modal sendiri. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. modal pinjaman. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. bangunan dan perlengkapannya. 2. dan gabungan keduanya. pabrik dan mesin. 3. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. dan project finance.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. dan aktiva tetap lainnya. leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. kredit bank. . Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. 2000). obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal.

2. Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. bangunan. Biaya lainnya yaitu pajak. Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. bunga dan pinjaman. seperti: rekreasi. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). dan aliran kas terminal (terminal cash flow). seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. pabrik. . 2. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. dan mesin. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. aliran kas operasional (operational cash flow). 3. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. seperti : tanah. 3. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional.

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. 3. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. aspek manajemen. aspek ekonomi. aspek teknis. . Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. Net B/C rasio.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. Analisis finansial mengkaji NPV. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. IRR.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). Pada bidang pertanian. proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama.

Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. aspek hukum Analisis Finansial : NPV. Payback Period.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar. IRR. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . aspek manajemen. aspek sosial lingkungan. Net B/C Ratio. IRR. aspek teknis. Payback Period. Net B/C Ratio.

Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik . Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. 4. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau.2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat.Gambar 2.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya. 4. Namun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. Selain itu. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal.

Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. 4. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. dan aspek ekonomi. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. wawancara mendalam dan observasi. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. aspek manajemen. aspek teknis. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Badan Pusat Statistik. masa pengembalian .5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. Dalam pengumpulan data primer. Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. skripsi. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. 4. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan.usaha. Sedangkan untuk data sekunder. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB.

Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV).5. dan analisis switching value. NPV < 0. Internal Rate Return (IRR). Dengan kata lain. .5. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. 4. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak.investasi (Payback Period).1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. 4. dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).1.

• NPV = 0. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.1. Dengan kata lain. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. Namun. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. proyek merugikan Net B/C = 1. maka NPV > 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. proyek menguntungkan Net B/C < 0.5. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal.5. maka NPV = 0. maka NPV < 0. IRR juga merupakan nilai discount rate yang . proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual.1. 4. 4.

Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun.5. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad. 4. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang. 2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya .1.membuat NPV proyek sama dengan nol. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.

3. 2. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. Dalam penelitian ini. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17.000. 4. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. 4. . 4. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. 6. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. pompa air.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap.000. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi. 5. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan.38 persen. timbangan. tempat penjemuran dan tabung gas.00 per kilogram. Umur proyek adalah 10 tahun.5. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8.00 per kilogram.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. tungku api. lemari. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman.

Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. 14. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. 13. 17.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. 9. 12. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual. 11. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. 15.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi.7. 16. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. Biaya variabel pada kemasan besar. 10. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional.000. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. .000. 8. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total. Harga jual yang produk adalah Rp 30. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. 18.

000.000.000. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.00) + (30% x (pendapatan Rp 100. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.000.00 < pendapatan < Rp 100.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000. • Jika Rp 50.000.000.000.000.19. .000.00)+(15% x (pendapatan Rp 50.000.000.000.00)).000.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.00)+ (15% x Rp 50.

tambak dan kolam. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02. tegalan. 5. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung.1 Kabupaten Kendal 5. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. dengan jumlah 100.501 . Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.1.65 persen) perempuan. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan.83 persen. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya).1.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah. kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.612 (49.06 persen.579 meter dari permukaan laut.808 (50.916 jiwa.420 jiwa terdiri dari 462.35 persen) laki-laki dan 474.23 km2. Suhu udara berkisar antara 25°C. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris.

kemukus dan kakao. ayam petelur. kayu manis.1. bawang merah.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. kerbau dan kuda. dan tanaman teh. domba dan babi. dan wortel.1. tembakau rakyat. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. Hal ini .jiwa. kopi. Hasil utama pertanian adalah padi.13 km2 atau sebesar 26. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. kubis. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. tanaman pala. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. panili. kacang-kacangan dan ketimun. rambutan dan durian. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. bawang. 5. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet.896 jiwa setiap kilometer persegi. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. palawija dan kacang-kacangan. mangga. nangka. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. 5. kayu rimba dan lainnya. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata. burung puyuh dan itik.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong. Ternak kecil meliputi kambing. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut.62 triliun rupiah.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262.

19 117.626.828.25 persen.76 364.013.63 350.37 98.78 45.521.634.340.64 106.49 787.47 8 9 100.21 persen.799.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh.30 persen dan jasa-jasa 7. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.543.53 117.10 48.499.079.42 124.20 42.258.524.354.655.84 336.086.92 1.119. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.20 4.854. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.408. Tabel 5.26 4.494.027.71 1.716.277.623.88 persen.861.01 4.426.325.73 334. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.496.88 juta rupiah menjadi 5.756.22 44.121.447.149.98 37. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.55 4.62 44.558.192.62 759.063. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.89 persen.184. hotel dan restoran 18.959.63 809.641. gas dan air minum Bangunan Perdagangan. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.158.53 846. yaitu dari 4.44 1.341.456.20 128.328.76 101.40 1. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10.96 persen.50 persen.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.89 1. kemudian pertanian sebesar 23.996. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .578.433.14 112.077. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah.28 persen. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.97 106. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.680.626.07 juta rupiah.32 117.42 38.347.027.510. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.13 129. sektor perdagangan. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.91 56.86 1.167.18 1.77 persen. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal.210.

Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.44 3 Tanah tegalan 2.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer.45 7.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6.12 km2. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil.23 39. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12.12 16. 5.71 27. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya.61 8.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2. Tabel 6. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo.89 Total 31. Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31.99 2 Tanah pekarangan 5. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 . Suhu udara 27°C.

Pada tahun 1993. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja.175 jiwa/km2. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. Pada saat itu. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Pada tahun 1990. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. Kecamatan Pegandon. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur. Pada awal pendirian usaha tersebut.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa.09 persen. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1.043 jiwa. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Pada saat itu. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. 5. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1. Kemudian. Putra Jaya.

Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan.memenuhi bahan baku kulit sapi. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal. Menurut para pengusaha.000. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Walaupun menyatakan sudah tutup. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Selain itu. Pada tahun 2005. Namun. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . Namun. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. sebagian tidak dapat bertahan.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama.000.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak. .

1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. 6.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan. serta strategi pemasaran.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat.1. 6. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. penawaran. Selain itu. . aspek manajemen. aspek teknis.

yang berasal dari berbagai kalangan. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial. 6. Konsumennya sangat banyak. Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal.1. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp . Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand.

3. komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi.3. Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). 6. distribusi (place) dan promosi (promotion).2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar.1. harga (price).1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. menentukan harga.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar). hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli.000.1. Industri kerupuk rambak di Pegandon . karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi. baik aktual maupun yang potensial.00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar). 6.30.000. 6. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak.1. Menurut klasifikasinya.3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang.

Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4.1. 6.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios.00.3. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya.000.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60.000. Pemasaran belum menjangkau daerah lain.

4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk.00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3. Selain promosi secara langsung. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung.1.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional.3.1. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal.500. Hal . Namun. 6. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar. Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru.00 untuk kemasan besar. 2005). Sejauh ini. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. harga produk. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. dan mendistribusikan produk.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya. 6. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen.000.

kedekatan dengan pasar. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Pada penelitian ini. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. penawaran. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. . dan harga. Di samping itu. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. 6.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Putra Jaya.2. Namun. aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak.

Dari segi fasilitas. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak.Dari sisi kedekatan dengan pasar. 6. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. Namun. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal.2. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik. Sedangkan untuk bahan baku penolong. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. Dari sisi transportasi. letak lokasi usaha mudah dicapai. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan.

Para produsen memesan kulit melalui telepon. Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. Namun. Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. Namun. Dari segi ketersediaan bahan baku. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak.Tabel 7. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. pengusaha lebih mudah untuk . Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. Oleh karena itu. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan.

3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Jadi dalam satu bulan. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. 6. Namun. Dengan kata lain. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian .2. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram.2.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku. Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran.4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. 6. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. 2008). usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya.

Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. 6. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. 5. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. 7. penggorengan kedua dengan suhu 45°C. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. 3. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen.2. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. 10.

Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya. Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk . usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus. Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah.Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5.

Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000). Walaupun secara teknis telah layak namun . Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak.2. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi.rambak mentah (proses 1-7).2. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian. 6. ruang penjemuran. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Namun.

Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. 6.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. Dari segi administrasi. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu. penjemuran. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. . Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. pemotongan kulit.3.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti. 6. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi.1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci. penggorengan dan pengemasan. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan.

Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan.6. izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. . Suatu perusahaan yang layak. memiliki kekuatan hukum. 6.4.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya.4. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). 6. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. 6. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008). baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi. Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan. Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha.

Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang.Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. . ekonomi dan lingkungan. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar. Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. Dari lingkungan.

800 kemasan besar.00 untuk kemasan besar dan Rp 30. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Internal Rate of Return (IRR). Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu.1. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. 7. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya. yaitu Net Present Value (NPV). terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. 7. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. . Namun.000. Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60.000.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan. Pada tahun ke-1 dan ke-2. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.00 untuk kemasan kecil.

000.00. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.167. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .000 420.000. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1.000 147. Lahan memiliki nilai Rp 600. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8.900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.00.000. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38.000 205. Lahan tidak mengalami penyusutan.000 210. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420.604.000.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210.000.800.000.000.875.000 88.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.000.00. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.000.000 294.000.000.050 4.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63.200. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9. motor memiliki nilai Rp 15. bakul plastik dan motor. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294. Tabel 8.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10. Lahan memiliki luas 53 m2.500.000. Sedangkan.00.000 294.000 30.000.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.000.000 126.00 per m2. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000.

biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.400. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.500.00 per tahun. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun.00. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.667.000. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.600. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.00 per tahun. 3. 2.1. Selain biaya investasi.000. Namun. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.000.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.166. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.00.00. biaya listrik dan air.sebesar Rp 31. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. 7.00 per bulan setara dengan Rp 3.000.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.800.00 per tahun. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1. biaya telepon dan upah tenaga kerja. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.00 per bulan setara dengan Rp 1.00.800.000. . Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. Biaya telepon sebesar Rp 150.000.

000.000.800.075.000 1.770.4.000 75. 5.000 60.000 30.000 175.000 800.000 500.000 300.000 19. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 275.000 700.000 625.500.000.000 350.000 15.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 750.000 410.000 825.875.000 500.000 1.000 3.000 25.000 100.000 1.000.000 75.110.000 1.000 85.000 1.000.000 15.200.00 per tahun.000 215.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 200.000 40.000 120.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.375. Tabel 9.000 400.000.000 875.000 520.500.000 820.00 atau sebesar Rp 42.00 per tahun.000 400.000 3.000 15. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 130.000 5.000 85. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 55.000 500.000 125.000 375.500.000 10.700.000 55. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40.000.000 40.000 185.000 31.020.

000 42. minyak tanah.840.000.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 Upah (5 orang) 3.000. 2. 3. minyak goreng. lemak.00 per kilogram.000 3.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49.000 49. kayu bakar.840. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000 Listrik 200. . kemasan.600. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.000 2. Harga kulit sapi adalah Rp 12.800. 4.000 PBB 40. gas dan bonus kepada agen.400. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11.500.000.000 1. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. garam. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.000 Telepon 150.00. arang. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil.

995.687.000 240.000 15.000 2. 7.000 45. Tabel 11.000 250.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.760.00.991.287.880.000. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi . Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.000 450.991.500 7.500 JUMLAH 3430 4.000 480.875.000 2.700.375.500.940.000 4.593.700 297. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.205.000 5.593. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.000 2.000 23.000 2.250.750.556.000 kemasan 3.000 13.000 5.500 6002500 8.700.995.00 untuk kemasan besar.000 80.5.500.000 8.500 208.000.000.102.750.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11.000 5.000 56. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.000 148. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.800 2.575.500 1543500 2. 6.000 28.520.500.1.778.00 dan Rp 208.000 4. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.000 kemasan 2.400 75.000 11.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.400.000 2.000.375.00 per tahun.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 735 1.

49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Dengan demikian.00. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.49 persen. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4.679 IRR 65. yaitu Rp 267. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2.49% NET B/C 4. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.88 PAYBACK PERIOD 2. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol. . Net B/C. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4.805. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65.00 selama jangka waktu 10 tahun. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267. Dengan demikian.805.679.805.38 persen.88. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12.88.679. Hal ini berarti setiap Rp 1. Tabel 12. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan.

produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15.00 8.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29.00 8. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.00 8. dan nilai Net B/C sama dengan satu.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13.00 8.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output.7. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.00 8.84 0 1. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. Tabel 13. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.28 0 1.1.33 0 1.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.49 0 1.15 0 1. IRR sama dengan discount rate.38 10 .

84 persen. Lampiran 3 menunjukkan bahwa . Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10.1. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.49 persen. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36.49 persen. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. 7. Berdasarkan hasil analisis switching value. Dengan demikian. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29.33.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.84 persen. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.15 persen.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29.Berdasarkan hasil analisis switching value. Dengan asumsi cateris paribus.84 persen.

terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.00. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56.577.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Pada tahun ke-1 dan ke-2. Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60.600 kemasan kecil dan 11.154.00. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.00.000.000.000 kemasan besar per tahun. 7. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213. 7. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.00 untuk kemasan kecil.000. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.539. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. yaitu sebesar 1.2. produksi sudah .00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.000.788. Pada tahun ke-2.000.200. total penerimaan usaha sebesar Rp 298. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. Namun.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.145.00.525.

000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa.000 165. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.000. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48.00.000 330.000 96.000.000.000 67. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000. Lahan memiliki luas 50 m2.000 298.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000.000 426.000. Lahan memiliki nilai Rp 600. . Tabel 14.500.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60.000 231. Sedangkan.200.200.000.00. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5.000 30. Nilai bakul plastik adalah Rp 2. bakul plastik dan motor.000. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000.000.000 213.00 per m2. motor memiliki nilai Rp 15. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.

jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek. Namun.000. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.00. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. biaya telepon dan upah tenaga kerja.000. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.00 per tahun. 7.000. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.000.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36.000.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.000.00 per tahun.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1.866. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1.166. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.2. Lahan tidak mengalami penyusutan.00.667. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5. .200. Selain biaya investasi.00 per bulan setara dengan Rp 4. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.000. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180.00.160. 2.000. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.667. Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun. biaya listrik dan air. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.00. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.

000 15.000 Nilai (Rp) 30.000.000 410.000.000 860.000. Biaya telepon sebesar Rp 200.000 1.00 per bulan setara dengan Rp 2.000 19.000 350.000.000 200.000 480.000 130.000 85.00 atau sebesar Rp 36.000 500.000 600. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.000 240.000 3.000 55.000 75.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .000 10.000 15.000 40.000 100.000.000 850.000 30.000 4.000 330.000 400.000 215.000 40.000.000 375. 5.750.000 820.000 75.000.000.000 925. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000 3.000 770.000.400.000.000 55.000 875.00 per tahun.000 2.000 700.000 150.000 60.3.000 185.000 390. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000 25.000 15.500.000 600.200.000. Tabel 15.000 125.500.00 per tahun.000.000 500.00 per tahun.000 160.000 800.000. 4.000 175.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 750.

gas dan bonus kepada agen.000.000.000 PBB 37. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16.000 44.000 36.000 Telepon 200. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1.000. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. garam.797.000 Upah (4 orang) 3. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari. minyak goreng.000 2. arang.000 Listrik 180. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.400. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil.160. lemak. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17.00.200. . kemasan.000 2. minyak tanah. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44.205.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82.797.00 per kilogram.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000.000 4. kayu bakar. Harga kulit kerbau adalah Rp 17.

000 kemasan 2.000 kemasan 3.000 2. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.500 2.340.875 7.100.000 3. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.800. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.320.000 4.000 3.625 11.887.062. 5.000 Kilogram 12.000 2.000 5.350 tabung 75.673.5 kemasan kecil.250 241.000 28.780.000 5.850.093.125.000 39. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.875 7.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 11.000 840.400. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.5 36 710 44.550 345. 6.500 139.000 99.000 172.000.00 per tahun.546.000 18.200.742.000 kwintal 250.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.765. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.339.2.500 6737500 9.075.700 kemasan 2.000 kemasan 2.000 2.700. .750 8.500.500 JUMLAH 4.000 1176000 1.000 25.500.00 untuk kemasan besar.812.095. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887.000 blek 80.679.400.000 5.000 480.546.765.500 4.000 336.000 16.000 hari 45.625. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2. 4.093.346.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.680. Tabel 17.750 240.300 198.346.625 11.024.760.160.925.000 56. 3. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.000 12.500 Colt 450.000 kemasan 2.

560. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.38 persen. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26. Dengan demikian.00.673.250.33 persen. 7.07 PAYBACK PERIOD 5. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.00.Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.2.00 dan Rp 241.012 IRR 26. Hal ini berarti setiap Rp 1. Net B/C.550.07. Dengan demikian.012. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.07. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.33% NET B/C 2.560. Tabel 18. yaitu Rp 85.560.012.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2.00 selama jangka waktu 10 tahun. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Nilai . Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.742. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.

Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. Tabel 19.38 10 kerupuk rambak kemasan . 7. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.41 0 1. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4. IRR sama dengan discount rate.00 8.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.2. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari.

41 persen. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. .62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.38 8.00 1.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25.38 8.41 persen. Berdasarkan hasil analisis switching value.16 3.62.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4.00 1.00 1.16 persen. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15.62 0 0 0 0 1.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15. Dengan asumsi cateris paribus. Dengan demikian.41 7. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak.41 persen.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25.41 persen. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4.16 persen.00 8.38 8.41 persen.32 25. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.

805.00. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.583. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar . Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25.516.7.00. Tabel 20.00.012 IRR 65.679 Rp85. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha.89 tahun 5.292. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.07 PAYBACK PERIOD 2.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.33% NET B/C 4.560.49% 26. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.88 2.850. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan. Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8. 7.2.405.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.223.

00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.28 7.41 serentak Kenaikan harga kulit 29.38 persen. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas.679. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan.15 15.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Tabel 21. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.33 25. Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8.41 15.84 3.32 Kenaikan harga lemak 81.805.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.88.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap . Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.

516.00. Tabel 22.145 56.788. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2.525. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22.00.577. Pada tahun kedua.223. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56.525 24.788. Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.145. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian.292.539. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.850 . Pada tahun pertama.577. Tahun pertama.405 25.154.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.00.539. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau.154 Kulit Kerbau -12. Pada tahun ketiga dan selanjutnya.583 3. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau.

Dari aspek teknis. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.883. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya.16 dan payback period selama 5.30 tahun.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial. . Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan.83 tahun. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.00.836. 3. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar. 2. net B/C sebesar 2. IRR sebesar 27. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. net B/C sebesar 5. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan.775. Namun dari aspek manajemen.846. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89.48 persen. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1.09 dan payback period selama 2. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271.00. IRR sebesar 67.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. 4.81 persen. aspek teknis.

Tidak ada diferensiasi antara kedua produk. Selain itu. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. 4. .8. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. 3. ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. 2. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan.

[27 November 2008] Budi A. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil.go.disnak. Studi Kelayakan Bisnis.id. Edisi Keempat.disnak. Bogor: Fakultas Pertanian. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Studi Kelayakan Proyek. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. [20 November 2008] Daniar MA. Simanjuntak P. Pengantar Evaluasi Proyek.brotherfatih. 2006. http://www. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. 2007. Produk Kabupaten Kendal. Dananjoyo A. [20 November 2008] Edward D.DAFTAR PUSTAKA Annisa L.multiply. Sabur LK. [20 November 2008] Firmansyah A. 2007. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik. Bogor Gittinger JP. 2005. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. Institut Pertanian Bogor. Yogyakarta: UPP AMP YKPN .id.id.usahaumkm.id. 2007. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. 1986. Muhammad S. Provinsi Banten [skripsi]. 2007. http://www. 2007. http://www. Bogor: Fakultas Pertanian. Jakarta: PT. 2007.jawatengah.go. Edisi Ketiga. http://www. Edisi Kedua. 2008. 2006. Bogor: Fakultas Pertanian.kabupaten-kendal. 2000. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C.go. Universitas Diponegoro. Edisi Kedua.jawatengah. Berita Resmi Statistik. Varley RCG.blog.com/journal. Populasi Sapi Potong 2002-2006. Kabupaten Padeglang. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Tangerang [skripsi].go. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. 2008.bps. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. 2008. Maspaitella PFL.com. Institut Pertanian Bogor. 2008. http://www. Institut Pertanian Bogor. Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. http://www. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. antara Dilema dan Realita. Semarang: Fakultas Peternakan. Populasi Kerbau 2002-2006.

Sukotjo I. Kerupuk Kulit. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Edisi Ketiga. http://www. Institut Pertanian Bogor.kontan. Wijayanto K.Ibrahim J. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi].co. Widyastuti R. 1999. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Rahmawaty LA. Kabupaten Bandung. Institut Pertanian Bogor.id. Institut Pertanian Bogor. 2006. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. http://www. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. [27 November 2008] _________.jatim. 2009. 2006. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen.indosiar. Putera TD.co. Pengantar Bisnis Modern. 2008. Tingkat Suku Bunga http://www. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Institut Pertanian Bogor.com/news/fokus/57841. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. Karlina L.go. 2008. 2006. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. [20 November 2008]. 2003. 2007. Kabupaten Bogor [skripsi]. Pengantar Evaluasi Proyek.id. Institut Pertanian Bogor. 2009. Bogor: Fakultas Pertanian. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. 2008.republika. Jawa Barat [skripsi]. Studi Kelayakan Bisnis. Kabupaten Ciamis. Maulana MES. Widyastono P. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. . [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. http://www. 2000. Bogor: Fakultas Pertanian. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. Gray C. Utami NL. Bogor: Fakultas Pertanian. 2006. Swastha B. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. 2008. 2008.

LAMPIRAN .

79 1.397 585 5.815 2006 (Ekor) 4.150 5.254 1. Magelang Kab.845 4. Kendal Kab.958 3.503 4.310 4.135 5.17) (14. Boyolali Kab.911 371 3.37) 2. Klaten Kab.527 3.936 1.023 1.729 3.650 4.369 7.542 12.768 594 22 144.237 11.413 1.010 14.611 2. Sukoharjo Kab.880 11.356 676 13 112. Tegal Kab.78) (1.218 7.390 1.770 5. Wonosobo Kab.388 157 3. Pekalongan Kab.042 2.398 173 4.310 1. Rembang Kab.76) (12.35 (7.028 3.173 5.174 583 2.352 6.876 132 30 198 3.155 4.436 6.010 588 3.330 1.083 656 20 123.555 4.12) (8.99) (5.405 2.Lampiran 1.802 4.396 11.843 5.161 13.841 3.555 3.57) (12.008 10.303 4.504 96 24 205 1. Sragen Kab.287 4. Temanggung Kab.11) 0.842 2.963 r (%) 16.29) (6.031 5.589 2.099 69 25 203 2.111 5.84 (14.572 3.55) 5.84 (22.353 183 2.85) (12.19) 0.396 1. Jepara Kab.031 5.55) 2.206 3. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.441 3.521 3.18) (14. Karanganyar Kab.656 3.009 9.510 4. Purworejo Kab.922 5.879 1.865 346 2.937 335 2.460 5. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.561 2.15) (15.088 1. Cilacap Kab.282 5.453 3. Kebumen Kab.693 13. Banjarnegara Kab.319 6.804 3.983 2.528 16.200 4.64) Jumlah . Purbalingga Kab.361 3. Banyumas Kab.078 4.741 4.666 12.675 5.91) (19.313 1.14) (0.078 2.842 2.55) (13.461 1.824 3. Demak Kab.226 3.262 1.35) 3.28 0.90) 8.07 (19.076 2.237 10.537 2.171 3.665 2003 (Ekor) 2.49) (14.206 3. Pemalang Kab. Pati Kab. Wonogiri Kab.095 1.677 3.38 (1.99 (0.701 2005 (Ekor) 6.476 2.105 2.97 (13.356 3.237 6.398 1.768 536 23 148.356 3. Kudus Kab.824 14.186 3.649 3.966 10.615 1.019 1.22) 1.694 2. Blora Kab.047 1.978 2.983 10.106 6.245 4.041 9. Semarang Kab.358 5.838 3.384 2004 (Ekor) 2.818 2. Grobogan Kab.814 4.18) (1.202 4.08) (37.52 (2.977 2. Batang Kab.902 1.980 131 32 172 3.755 11.684 2.023 1.856 4.480 1.552 665 20 123.88 (1.975 1.441 3.250 4.844 13.540 4.827 122 19 185 1.

392 91.547 14. Pemalang 28 Kab. Kudus 20 Kab.314 35.414 89.106 143.121 13.267 25. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.077 64.067 33.964 88.775 6. Wonogiri 13 Kab.58 2.527 80.986 15.365.67) (1.344 95.20 (1.146 18.603 24.626 30.844 14. Karanganyar 14 Kab.279 137.23 (11.112 66.218 221 1.431 105.136 15.933 118.583 1.468 13.590 R (%) 19.112 61.311 119.264 25.748 164 1.76) 2.345.155 217.421 4.593 3.406 18.575 99.497 97. Jepara 21 Kab.95 #DIV/0! 0.681 68.559 77.88 10 Kab.567 1.933 89.291 11.026 1.026 2. Boyolali 2002 (Ekor) 6. Temanggung 24 Kab. Purbalingga Kab.089 215.27) (4.871 8.95 0.630 209.131 35. Demak 22 Kab.781 140.122 64.561 1.874 20.524 13.49 (1.783 137 1.127 34.995 47.433 101 0 1.724 18.783 235 29 1. Wonosobo Kab.012 69. Rembang 18 Kab.816 47.21 1.12 12.344.495 2003 (Ekor) 6.110 32.580 77.715 68.153 2004 (Ekor) 6.372 24.303 24.955 10. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .57) (0. Kendal 25 Kab.76 1.311 10.143 13.864 13.311 10.545 33.596 33.75 5.147 21. Pati 19 Kab.768 46.016 12.408 2006 (Ekor) 14. Sragen 15 Kab.392.748 105.95 9.44 1.473 291 41 1.164 61. Cilacap Kab.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.95 (1.041 14.706 34.409 297 39 1.057 63.031 6. Banjarnegara Kab.089 91.427 68.065 24.390.37) (1.925 25.449 32.807 71.844 18.314 33. Batang 26 Kab.137 1.18) 30.747 35.48 (2.880 2.43) 0.002 16.957 35.650 2005 (Ekor) 8.479 19.245 17.626 30.97 1.147 2.911 18.285 93.143 13.039 5.758 74. Banyumas Kab.435 1.576 24. Sukoharjo 12 Kab.903 23.19) 3.879 37.53) 1.199 149 1.210 16.625 3.897 65.79 3.486 20. Kebumen Kab.146 5.94) 2.636 8.838 13.292 6. Grobogan 16 Kab.70 5.016 12.225 106.159 1. Klaten 11 Kab.983 144.200 47.284 35.076 34.37 (0.460 5. Blora 17 Kab.220 61.822 60.420 8.828 5.344 18.21) (0.412 81.967 11. Tegal 29 Kab.100 3.292 2.072 63.069 8.813 7.130 34.723 46.652 68. Pekalongan 27 Kab.747 73. Magelang Kab.974 218.571 12.435 37.360 18.489 148.715 4.222 88.785 76.53 0. Purworejo Kab.608 70.903 23.76 (6.90 5.473 285 42 1.144 13.200 1.34 0.65) 1.714 5.401 197.838 265 1. Semarang 23 Kab.103 16.385 63.

000 75.000.000 210.000 420.000.000 1.000 500.800.875.000 31.000 1.000 294.000 120.000 820.110.000.000.000 8 126.000 500.000.000 147.000 1.000 9 126.000 30.000.000 1.000 38.000 5.000 420.000 6 7 126.000 275.000 400.000.700.700.000.000 99 .000.000 875.000.000 120.000 205.200.000 800.000 400.875.000 294.000 1.000.000 520.000 625.000 30.000 5.000 30.000 420.000.000.200.000.000 10 126.000.000.000 500.000 15.700.000 750.000 30.000 5.000 294.000.000.800.000.000.000 420.700.000.000 400.000 1.604.000.000.000 275.000 1.110.375.000 825.000 5.000 294.875.Lampiran 2.000 300.000 400.000 1.000 1.000 700.000 400.700.000 75.000 294.604.000 750.000 520.000 294.000 825.000.000 2 88.075.000 625. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000 294.000 294.000 820.000 3 126.000.000 420.000 4 126.000 5.167 458.000.020.000 3.000 420.167 126.075.000 420.000.000.000 875.000 Tahun ke5 126.000 294. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 30.

500 208.600.000 480.780.000 49.000 8.000.200.750.000 1.916.263 362.880.000 6.000 1.738 0.000 3.400.375.000.000 23.679 65.372.000 49.000 40.080.000 2.991.400.263 362.890 -69.991.160.000 8.000 3.101.000 23.000 2.210 4.889.000 4.000.840.000 108.000 5.000.750.000 7.000.080.000 297.510 0 3.000 15.000 4.575.958.000 49.760.500.880.000.000 155.263 354.000 11.000 3.000 2.800.500.575.000 40.520.500.041.778.263 65.000 1.080.991.375.000 1.000 4.000 1.000 28.962.5693 33.6170 35.000 5.750.575.8513 27.000 2.375.689 6.000 5.840.000 7.000 3.572 261.000.000 297.000 77.750.400.875.464.000 5.490.556.000 8.840.000 11.000 15.840.500 4.191.750.400.543.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 42.205.600.880.041.000 155.575.891.000 480.000 40.400.500.375.150.000 4.263 362.000 40.518.088.750.000 49.4847 27.080.000 5.000 49.556.892 -74.738 0.800.687.400.000 8.000 2.263 361.000 40.880.750.520.000 8.000 42.000 2.263 354.000 4.000 480.840.000 23.000 297.800.000 11.880.000 2.000 5.000 7.080.750.4472 46.000 15.991.000.000 11.600.000 11.738 0.000 297.000 8.000 4.738 0.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 11.000 5.000 5.400.000 155.000 40.7248 47.000 56.352 0 3.575.880.750.500 7.000 11.000 42.000 2.000 5.593.000 85.000 56.205.556.600.000 1.000 7.400.080.000 40.263 58.210 Rp267.520.800.272 32.566.911.000 49.958.000 23.000 480.000 155.7855 46.667.712 8.400.000 7.840.130.916.263 65.392 284.263 57.000 5.000.600.102.750.000.000.000 40.000 480.957. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.768 0 3.6687 38.89 Tahun 0 3.000 8.000.400.575.000 56.750.069 8.000 5.600.500.800.839.000 3.000 8.000 2.750.205.750.000 1.600.116.840.205.500 6.400.205.250.000 8.000 155.000 42.556.000 5.000 15.000 2.287.840.700.083.000 49.891.000 2.400.000 42.49% 336.000 40.800.000 2.556.400.000 56.000 4.000 4.750.000 297.000 297.000 8.000 15.000 240.088.000 8.375.000 8.200 7.400.000 155.520.770.173.000 56.800.556.520.000 336.500.000 11.000 3.500.000 7.520.880.312.000 40.738 0.005.000.840.728 0.575.911.000 5.083.000 23.000 49.174.500 148.9227 -69.000 7.000 15.263 354.000 1.000 2.000 42.000.000 480.000 11.995.000 5.000 49.400.263 103.600.000 2.080.840.375.000 1.000 56.000.500 286.600.481.205.000 8.5253 34.88 2.000 8.080.000 297.726.000.000 56.556.692 6.000 15.750.906.000 4.000 2.904 0.912 7.400.000 297.880.000 42.000 56.263 57.000 7.000 23.500 11.000 8.000 15.000 8.800.000 1.500.520.692.738 0.911.000 39.263 361.570.000 2.000 49.125.000 3.800.025.263 57.000 4.000 480.000 1.000 5.005.520.000 2.750.000.000 3.991.000 42.000 16.375.375.000 42.600.991.205.000 1.000 480.000.375.130.800.940.400.500.700 2.000 42.101.575.991.000 2.000 2.000 2.263 58.205.991.000 23.000 2.000.000 5.000 5.738 0.186 100 .000 23.805. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 155.000 155.002.400.556.892 0.

800.000.000 77.154 5 126.583 63.000 2.788.917 286.287.800.000 297.000 28.000 147.000 56.840.000 155.840.000 15.991.750.000 3.263 56.000 108.000 8.000 1.000 8.150.991.300.000 294.000 420.000.000 40.000 1.000 8.525 2 88.375.000 1.000 122.000 8.392 2.000 8.406.000 297.400.800.400.205.880.154 7 126.300.000 122.840.000 5.Lampiran 3.556.000 3.700.000 297.800.009.500 208.875.080.600.750.000.000 2.868.750.500.868.000 8.009.000 155.009.000 23.400.687.205.000 480.000 480.000 8.000 122.000 15.583 63.000.300.000 40.600.000 205.000 420.009.000.000 5.000 2.000 11.575.417 7.000 56.750.868.000 11.009.400.000 4.000 8.000.000 420.000 8.520.840.300.717 2.000 5.500 61.000 40.400.000.000.300.000.000 5.417 7.000 42.000 49.000 40.500.300.375.000 1.000 155.000 15.000.000 122.575.520.000 2.500 11.600.000 297.000 40.000 480.400.375.000.000 8.000 49.400.000 155.025.000 42.000 297.009.000 49.000 420.000.000 49.520.991.154 6 126.000 8.417 7.300 3.000 294.000.991.000 1.863.600.000 49.600.880.000 11.000.962.556.000 4.868.000.000 294.400.000 420.780.000 56.000 23.000 122.300.520.205.500.000 297.000 2.000 155.500.788.000 11.600.263 56.375.000 294.800.000 2.556.400.868.000 8.880.991.400.000.000 210.000 3.000 4.009.000 297.868.000 4.300.000.500 6.400.000.000 49.000 294.000 2.400.000 23.750.600.000 480.788.000.000 6.000 1.840.000 1.600.000 1.500 4.556.520.575.300.788.000 2.840.000 3.080.000 39.788.880.000 240.000 49.000 8.417 7.000 2.760.000 23.000 4.080.543.840.750.575.080.000 5.000 4.000.263 56.102.868.200.400.000 8.154 4 126.000 56.000 1.000.417 7.539.205.000 8.000 42.000.009.583 63.000 2.000 2.800.000 11.000 15.000 49.000.000 15.000 56.000 40.145 3 126.000 420.000 3.575.000.205.572 24.080.000 480.000 5.263 56.000 8.583 63.000 155.080.000.840.000.840.154 101 .464.889.000 4.000 5.000.200 7.000 11.000 3.583 63.000 8.000 16.000 40.000.940.556.000 3.500.200.000 42.000 5.750.400.880.880.300.205.400.000 297.000 11.000 420.868.000 336.000 480.000 3.080.000 8.000 294.593.000.750.000 3.577.000.417 7.000 1.000 3.600.417 7.400.000 11.263 56.000 42.154 10 126.116.788.500.000 8.583 63.000 42.520.000 294.880.000 122.000.000 2.000.800.750.000 5.726.154 9 126.000 2.000 2.500 3.575.000.000 1.375.000.991.000.000 42.583 63.000 5.375.000 5.750.375.000 56.000 15.000 294.000 23.991.263 56.500 148.000 5.520.000.000 42.000.263 56.000 1.800.000 480.000 56.583 63.000 2.000 2.000 155.575.000 40.000 2.004.800.000 40.000 420.400.000.000.000 49.002.700 85.000 2.000 4.750.000.000 2.000.000 4.000 42.000 4.000.778.788.000 5.000 5.750.000 8.400.000 49.000.000.000.583 27.000 2.000 122.500 7.000 23.000 15.154 8 126.000 5.880.600.205.750.788.000 56.750.000 23.995.750.125.000 40.000 294.000 8.000.000 155.000 8.000 5.000 2.500.575.375.000 480.556.583 2.263 56.520.375.080.556.750.800.800.000 11.000 23.417 7.000 8.000 42.265.000 8.205. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.000 122.000 5.250.000 8.000 8.000.840.556.991.000 15.500.

000.000 860.000 860.000 160.000.000 4.000 36.000.000 600.750.000 4 96.200.000 850.667 462.000.000 875.000.000.000.000 4.000 75.000.000.000 6 96.000 102 .000 480.000 30.000 30.000.750.000 700.000.000.000 770.000 160.000 75.000 426.000.000 390.000 4.000 925.000 10 96.000 800.000 15.200.000 426.000 330.000 1.750.000.000 298.000 330.000 426.Lampiran 4.000 426.000.000 4.000 9 96.000 213.000 5 96.000 231.000 330.000 2.200.000 3.000 390.000.000.000 600.000 820.000 925.000 8 96.000 330.000 330.667 30.000.000 600.000 600.866.000.000 480.000 426.000 875.000.750.000 480.000 30.000 30.000 330.866.000 330.000 330.000 2.000.000.000 500.000.000 4.000 165.000 330.000 2.000 480.000 2 67.000 750.750.000.000 30.000.000 330. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000 820.000 426.000 3 96.000 480.000.000 7 96.000.000 750.000 770. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000.000.000 426.000.000 240.000.000.

000 4.000 2.000.125.000 2.625.000 1.346.000 2.797.205.093.000 37.320.46 Tahun 0 4.400.000 2.000 37.800.750 16.000 2.213 0 4.738 0.000 56.317 392.000 37.000 56.160.817 25.400.000 36.810.046.000 4.160.750 480.000 25.500 2.000 11.000 11.000 44.07 5.200.000 44.797.400.750 16.000 5.000.750 16.000 4.000 5.000 9.000 5.850 0.817 27.4847 12.000 36.750 480.817 27.000 198.320.000 3.346.000 2.100.000 11.183 0.5693 15.400.786.200.819.317 398.000 36.000 4.742.680.300 7.000 2.400.737.000.000 4.213.712 286.7248 23.000 9.679.200.093.000 5.000 36.498.269.000 2.850.400.817 25. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.359.810.679.400.500 1.000 345.850.400.093.250 0 299.625 336.000 36.000 4.625.810.400.000 44.317 400.550 390.000 2.000 37.973.000 44.500 2.850.200.797.953.346.750 16.810.320.680.000 4.750 480.951.317 392.000 56.000 345.093.000 99.000 2.244.000 1.6170 15.000 44.183 0.594.000 345.679.260.213.125.093.000 2.000 5.176.546.400.125.000 4.000 11.200.000 5.213.000 1.160.200.750 16.000 1.400.059 7.000 4.000 198.679.000 5.000 1.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 44.160.000 11.975.125.000 4.875 240.000 5.346.680.810.765.000 25.500 840.093.875 8.000 7.000 9.200.4472 31.000 56.400.000 11.000 4.000 9.797.000 56.200.000 37.679.000 37.000 4.000 36.093.125.000 9.000 11.093.000 44.850.000 56.000 82.132 7.810.8513 9.000 11.200.000 25.183 0.679.200.000 37.500.9227 -79.000 36.125.000 9.680.346.625.000 198.265.594 5.500 241.200.817 33.500 2.750 16.000 37.000 11.786.400.750 480.000 2.200.000 4.000 2.000 25.062.800.000 4.000 6.000 25.000 4.826.000.346.346.7855 21.850.812.093.485 -79.000 2.625 11.000 345.810.350 5.625.000 1.675.160.797.800.000.320.000.750 480.817 33.000 11.320.817 69.533.953.260.125.093.546.000 345.260.000 198.317 392.000 44.317 398.473 2.200.250 -86.625.765.000 4.797.000 198.000 9.093.000 345.000 4.183 0.346.155.000 36.260.046.160.000 56.000 345.000 37.850.000 4.000.000 36.250 0.800.680.930.400.500 2.786.093.340.000 2.797.000.125.183 0.500 2.000 2.317 400.400.891.000 12.000 11.797.200.000 11.200.500 2.000 11.000 25.33% 165.400.000 11.679.750 480.700.367 0 4.750 480.093.000 44.000 1.000 345.000 11.000 4.200.000 1.320.000 4.095.800.625.000 2.800.000 2.160.6687 17.000 25.5253 17.850.000 2.797.183 0.500 2.000 36.093.500 5.137 7.400.680.679.093.680.183 0.810.797.973.473 Rp85.512 103 .000 25.000.000 2.000 198.024.160.000 139.075.200.000.400.012 26.160.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.625.625.500 172.400.108.000 2.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 2.339.680.000 4.800.160.750 480.675.000 11.760.000 198.000 56.800.750 16.213.000 2.317 400.000 28.000 3.850.122 0 4.320.000 2.750 16.262 11.000 44.786.000 39.160.780.673.000 18.887.320.000 5.093.817 25.200.000 9.000 198.000 37.560.953.500 2.925.000 4.912.

000 37.810.250 40.000 5.000 426.000 2.346.000 28.000.000 36.024.093.000 11.000 1.000 37.625.200.797.000 2.167 2.800.346.300 7.753.000 5.000.000.500 80.500 4.679.760.000 298.200.320.000 330.750 4.000.000 25.400.000 56.292.000 9.737.125.000 7.339.625 11.200.750 16.000 2.750 16.160.000 44.000 3.100.797.400.797.000 37.333 28.000 25.000 56.680.000.000 9.400.000 11.000 2.000 198.797.000.000 5.000.000.000 4.167 2.500 80.125.093.000 345.000.625 336.625.333 -12.103.317 25.125.625.160.167 2.000 36.400.000.500 80.000 9.673.000 7.000 7.160.753.000 25.797.200.000 330.000 37.320.850.160.000.000 5.400.850.317 25.000 345.000 345.000 11.333 28.000 330.292.750 480.000 4.346.679.000.753.320.800.000.000 9.317 25.000 11.095.160.765.125.000.679.000 36.850 5 96.679.000 4.680.000.317 25.679.000 4.000.400.000 12.810.000.000 2.400.000.680.Lampiran 5.000 2.850 4 96.810.292.625.000 139.000 198.125.000 11.292.093.875 8.712 3.875 240.753.850 6 96.200.750 16.653.000 2.850 9 96.680.679.200.317 25.925.800.103.500 172.800.292.000 37.000 4.850.405 3 96.400.000 7.000.679.500 4.317 25.000 213.000 345.103.000 56.000 426.000 1.000 4.680.176.000 11.000 2.000 330.500 4.000 2.000 198.000 44.450 4.000 4.750 16.000 7.653.093.000 2.850 10 96.000 4.800.000 11.000 11.160.680.000 4.200.200.000 2.346.500 4.810.000 4.753.000 99.000 4.333 28.200.000 36.333 28.200.797.075.000 2.000.810.000 345.000 2.000 198.000 25.000 44.340.583 0 -12.750 480.320.000 2.000.653.000 11.000 1.850.320.200.810.653.000 56.000.400.000 330.000 56.400.000 7.000 198.546.000 426.000 37.583 2 67.753.797.223.346.320.750 16.292.093.000 231.625.000 7.780.000.000.000 9.750 16.093.000 36.000.500 80.200.653.346.320.400.292.000 7.000 18.400.000 3.117 390.797.753.797.400.103.000 44.000 44.000 165.103.000 5.000 25.550 56.200.700.753.000 426.500 4.167 2.000 39.679.000 2.000 1.000 5.500 80.000.750 480.000.103.500 80.000 11.000 9.400.000 198.850 104 .093.000 1.850.000 56.797.000 44.000 2.000 36.850.160.000.000 4.000 330.093.750 480.346.200.317 25.000 1.000 11.000 7.750 480.400.500 1.457.000.000 9.500 840.000 44.062.160.625.000 2.750 16.000 4.000.000 11.000.000 426.850 7 96.000 426.200.000 44.000 11.000 2.093.000 1.000.000 37.810.750 480.000 36.093.000.103.753.125.516.223.160.887.093.333 28.333 28.200.000 2.000 37.742.000 345.653.000 9.753.750 480.000 56.167 2. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.200.125.333 28.000 4.000 36.000 4.000 7.800.680.500 5.000 345.000 56.653.167 2.160.500 80.000 345.810.500 241.000 25.765.500 4.000 11.000 11.000.000 2.812.200.000 198.000 2.000 11.200.200.625.000 330.750 16.000 5.093.850 8 96.000 4.000 36.326.400.000 36.000 5.167 2.000 5.400.320.625.500 4.850.000 1.653.400.000 4.750 480.333 3.160.000.000 37.000 426.000 25.000 426.000 2.000.680.850.333 28.000 330.292.000 6.000.000 7.500 80.000 44.000 2.103.546.800.000 198.000 2.125.000 44.500 4.800.317 25.000.400.093.093.167 2.000 37.000 25.346.093.907.093.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

000 23.146.000 56.003.520.000 1.000 23.205.102.500.000 42.7248 14.000 11.263 11.000 40.263 354.000 2.991.000 4.778.750.000 23.375.263 11.272 957.375.000 2.276 0.000 2.000.687.500.000 155.991.520.000 40.991.263 19. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 23.481.800.000.700.542.000 155.575.263 361.537.000 4.123 0.263 354.000 8.400.000 42.000 1.868 0 3.000 2.205.392 284.000 39.080.750.520.000 49.542.591.635.911.726.500.080.556.276 0.000 8.880.000 2.000 1.000 11.800.000 6.000.500 11.000 8.205.000 11.500 208.000 2.276 0.800.375.000 2.000 15.000 3.400.600.400.5253 10.750.916.000 5.000 480.750.000 15.000 4.750.080.000 1.400.000 8.375.537.000 8.000 7.263 13.600.000 7.000 4.556.880.000.520.000 56.750.520.000 155.000 49.800.000.000 2.116.600.000 85.575.400.840.000.000 49.130.000 11.603 -90.000 1.464.000 5.500 6.005.600.400.000.265.000.000 7.041.000 40.5693 7.603 Rp0 8.840.113.500.891.205.000 3.400.000 240.000 40.000 4.000 5.800.000 3.000 297.575.000 2.163.000 2.750.600.400.575.113.263 362.080.000 7.000 4.000 56.840.570.000 5.500.000 2.000 15.000 1.000.000.000 480.000 108.000 5.080.000 42.000 23.375.000 40.940.600.000 7.000 5.500.916.000 480.000 8.991.572 261.000 49.000 3.000 11.400.000 77.000.593.800.840.000 297.9227 -90.205.543.113.000.000 11.000 42.287.000 8.000 49.880.400.500 7.000 16.991.000 15.556.000 336.000 480.880.130.750.880.276 0.025.000 480.000 2.375.6687 7.375.263 361.780.000 2.750.520.276 0.150.000 8.800.000.000 2.000 4.962.000 480.800.800.000 56.972.400.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 42.991.276 0.000 480.750.000 5.492 108 .263 13.080.603 1.200.000 23.000 480.000 8.000 23.263 354.750.000 11. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.556.000 4.000 15.000 8.000 5.880.000 40.000 8.575.000 5.000.497 0 3.000 3.000 155.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.875.000 15.000 11.575.991.000 297.000 15.920 0 3.000 42.500.000 4.000 8.000 15.000.000 40.276 0.375.000 56.911.000 5.000 11.000 155.000 155.715.38% 90.400.000 42.556.000 42.000 7.000 8.400.000 2.904 6.000 40.400.000 297.840.750.520.000 1.412.892 -97.880.387.000 5.080.000 3.000 2.000 42.600.000 2.600.000 40.000 155.000 8.556.000 5.000 7.205 0.041.400.233 6.000 1.575.500 148.263 362.750.205.00 10 Tahun 0 3.840.000 2.600.000.000 5.000 8.000 3.000 28.575.556.000 3.4847 5.750.000 5.000 49.500.000 49.995.840.400.263 19.000 49.000 2.000.840.000 5.6170 7.200 7.375.263 11.000 1.000 297.250.000 49.889.000 5.544 8.556.700 2.000 40.000 15.520.770.840.000 8.7855 10.750.800.442 0.991.4472 26.000 297.911.205.000 297.400.000 155.412.384 7.000 7.500 4.000 4.000 49.535.760 8.263 362.400.000 56.600.500 286.665.002.840.750.000 56.125.000 56.000 42.000 2.000 5.205.160.500.760.000 1.005.263 58.080.8513 814.000 297.000.880.000.000 23.000 2.000 1.000 1.

061 262.061 262.000 750.000 820.336.477 374.738 187.000 5.058.538 7 112.000 30.000 625.705 31.700.000 30.875.000 520.769 2 78.243 183.000 820. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.168.057.000 875.061 262.000 400.Lampiran 8.000 400.477 3 112.000 5.061 262.117.453.800.538 5 112.000 30.000 1.477 374.336.000 5.000 30.477 374.477 374.000 500.000 875.482.375.000 500.000 1.000 5.000 3.477 38.538 9 112.635.453.000 30.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.061 262.700.117.700.110.477 374.336.453.117.875.200.061 262.453.061 262.000 300.000 75.538 6 112.538 10 112.477 374.000 275.700.117.110.000 400.000 5.604.117.031 131.000 750.234 262.020.000 625.000 825.875.453.000 1.000 400.000 120.700.226.075.336.336.000 1.117.538 8 112.117.000 15.336.000 109 .000 825.000 120.117.477 374. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.000 1.000 1.000.000 1.000 400.000 1.117.167 413.000 275.336.538 4 112.336.000 520.453.000 800.075.000 75.453.000 1.061 262.000 500.

000 5.520.4472 26.000 28.000 8.800.603 1.880.000 8.600.000 8.000 3.575.005.000 23.800.9227 -90.205.800.000 7.600.665.392 284.000 2.000 1.000 297.276 0.000 56.000 23.160.000 5.000 2.130.603 -90.000 2.000 42.760.556.600.375.000 49.000 85.000.840.000 1.000 297.000 42.263 13.263 354.000 336.000 480.000 11.880.880.000 8.000 49.000 297.635.000 480.000 23.400.715.276 0.880.750.000 2.603 Rp0 8.263 362.840.400.760 8.000 39.272 957.000 297.412.123 0.113.750.556.263 13.000 56.000 1.000 155.000 49.00 10 Tahun 0 3.000.575.750.880.000 49.000 3.840.600.000.991.500.4847 5.575.000 7.000 8.000 7.000 40.537.000 2.991.000 2.726.000 40.500.000 40.375.000 5.263 58.500.991.000.400.892 -97.000 49.000.000 1.000 5.276 0.556.000 4.38% 90.520.000 4.000 2.000.000 8.000 8.000 5.000 1.542.000 2.000 4.000 1.000 2.000 1.041.080.000 15.000 56.000 5.889.276 0.205.000 8.200.520.000 7.000 49.575.200 7.265.000 2.6687 7.544 8.400.000 3.750.000 42.000 3.000 40.080.500 148.000 56.000 2.263 362.543.000 11.000 240.537.500 7.205.600.150.000 1.000 5.233 6.750.700.000 42.000 15.840.263 11.880.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 42.500.575.387.542.000 42.7248 14.000 42.520.000 40.840.750.375.000 16.263 361.080.000 15.000 155.5693 7.000 8.995.000 23.770.205.575.000 23.880.263 11.500 4.500.000 297.205.263 11.400.000.375.500.868 0 3.205.000.000 40.700 2.400.400.130.972.000 11.000 480.916.991.400.000 15.375.8513 814.000 8.000 8.535.002.000 15.800.000 3.000 5.000 480.000 480.6170 7.000 2.000 155.000.556.005.840.600.000 4.600.000 5.600.000 297.904 6.113.375.916.575.000 3.000 5.400.000.000 40.500.276 0.000 5.520.000 49.000 11.116.000 5.263 362.000 4.263 354.800.800.000 11.000 8.687.000 4.000 11.000 23.891.263 19.593.000 56.520.880.400.000 42.750.840.520.000 11.000 2.000 4.263 354.000 2.205 0.570.000 8.442 0.920 0 3.080.750.750.384 7.000 155.000 56.263 361.840.000 480.080.000 155.003.163. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.000 5.000 40.125.481.400.025.000 77.000 1.750.000 56.5253 10.000.780.000 4.000 5.080.940.750.911.000 40.400.750.000 480.000 42.000 5.000.000.000 2.591.412.000 2.556.840.000.000 155.000 7.000 11.000 49.800.400.000 108.7855 10.250.500.000 1. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 155.600.000 5.991.000 42.000 8.400.500 11.556.000 1.000 15.000 2.840.000.102.000 5.000.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.080.000 8.750.556.000 3.146.113.000 23.263 19.000 8.375.556.497 0 3.000 4.375.000 49.500 6.000.000 49.000 23.205.520.000 15.000 297.000 2.800.500 286.000 155.492 110 .500 208.991.911.000 7.276 0.500.000 4.575.991.205.000 297.276 0.600.962.464.778.000 15.000 7.750.287.000.000 2.991.000 15.000 40.000 3.800.000 6.000 11.750.080.000 1.000.000 7.800.911.400.000 2.572 261.000 56.400.375.041.750.400.875.000 2.000 480.

167 31.000 10 126.000.000 30.000 820.000 75.000.000.000.000 5.000.000 1.000 1.000 420.000.000 1.000 420.000 147.000 820.000.000 5.000 500.375.110.000 7 126. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 400.000.000 8 126.075.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 6 126.000 2 88.000 750.000 1.000 420.075.000.000 4 126.000 294.000 875.000 120.000 1. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000 875.000 30.800.000 3.000 420.700.000 294.000 15.000 5.000 400.000 400.000 420.000.604.000 420.000 1.000 3 126.000 210.000 625.000 520.000.000 750.000 111 .000.700.000 5 126.000 420.000.000 300.000 500.000.700.167 458.000 1.000 294.000 30.000.875.000.000 294.000 520.000 120.000 30.000 5.000 205.000 75.Lampiran 9.000 625.000 400.000.000 400.000 294.700.000 1.200.000 5.000.000.000 294.000.000.020.000.000 275.000 294.000 30.000 800.000 275.000 294.000 1.000 825.000.000.000 825.200.000.000 38.875.000.000.000 294.000 500.000 9 126.604.110.800.700.875.

457.000 2.000 15.603 -90.800.962.080.750.000 23.000 2.400.000 23.102.600.600.000 4.462 11.800.205.000.000 480.000 201.000.520.263 408.462 11.000 5.205.000 1.500.000 56.400.102.537.38% 90.000 480.000 2.000 2.000.000 23.400.400.603 1.795 957.080.537.400.542.000 1.263 406.000 23.000.000 3.7248 14.500 11.000 4.000 343.750.400.000 49.800.000 3.000 40.000 3.635.102.205.000.384 7.840.840.000 49.665.750.000 343.000 8.570.102.462 11.880.005.575.000 4.375.392 307.000 42.000 1.5253 10.000 5.000 5.724 19.125.800.080.000 42.130.800.462 7.000 2.000 2.575.000 2.000 23.000 1.000 4.920 0 3.000 49.233 6.000 8.000 480.000 56.6170 7.102.462 11.000.500 4.000.000 3.000 8.840.375.000 11.000 42.276 0.000 15.000 49.113.000 6.500.600.000 1.002.000 8.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.003.000 42.457.000 8.000 42.000 8.000 8.000 8.551.000 1.000 40.497 0 3.726.000 49.875.000.000 3.537.276 0.123 -97.880.600.000 8.572 293.000 3.880.575.000 5.000 2.400.723 7.462 11.000 2.000 201.587.462.080.591.250.000 8.000 201.000 8.8513 814.000 1.535.770.263 400.587.000 1.000 4.700.000 4.880.500.265.600.000 56.000 56.000 2.000 15.000 5.476.231 5.080.000 5.000 40.400.000 15.000 49.9227 -90.750.000 23.000 85.000 2.000 336.000 40.840.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.005.400.000 480.000 2.000 201.750.520.205.000 240.520.600.000 5.492 112 .287.462 7.750.276 0.223 2.000 40.000 5.462 7.102.400.000 39.868 0 3.080.760 8.130.462 7.000 8.387.575.000 343.000 5.400.400.000 343.462 7.375.462 7.462.000 4.080.800.412.412.500 171.462 7.146.000 480.768.500 6.000 49.000.000 1.840.000 49.205.375.102.375.205.500 7.000 4.263 400.276 0.724 11.000 1.750.780.750.500.000.000 2.205 0.375.520.000 201.000 1.457.904 6.000 5.880.000 56.715.000 8.500 240.263 408.263 406.102.724 19.750.750.400.000 28.205.520.731 286.113.000 8.665. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.375.400.500.000 5. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.880.205.400.000 343.600.000 2.724 58.750.276 0.500.000 3.000 2.000 8.724 13.000.375.544 8.000.000 201.575.543.000 201.603 Rp0 8.462 11.000 343.000 15.972.750.000 42.263 400.840.025.000 23.000 5.724 11.027.080.000 15.000.537.750.537.940.575.840.724 11.000 3.500.000 56.000 16.000 40.000 1.000 42.537.000 5.800.000 140.464.760.102.150.000 42.000 42.600.000.400.000 42.5693 7.537.000 4.750.000 343.520.537.400.000 49.375.724 13.840.575.000 2.163.000 480.000.520.00 10 Tahun 0 3.800.6687 7.000.800.000 5.000 15.000 201.500.000 23.000 15.000 2.000 49.000 4.000 40.276 0.000 2.000 56.000 480.542.4847 5.000 2.276 0.263 408.000 40.7855 10.000 40.000 2.000.000 5.771.462 7.400.000.462 11.113.750.000 8.123 0.200.880.840.537.000 480.000 15.462 11.000 40.687.750.520.500.116.000 343.000 2.880.442 0.000 56.600.000 100.000 5.600.537.4472 26.575.800.042.000.840.

000 6 126.000 400.000 210.000.000 1.000 1.000 5.000 5.000 1.000.000 294.000.000.000.000.000 15.000 75.000 120.000 3.000 875.000 420.000 4 126.000 275.000 420.604.000.000 2 88.875.000 820.110.000.000 820.000 9 126.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 420.000 1.000 750.000 520.000 1.000 5.700.000 294.000 825.000 38.000 500.000 1.000 10 126.000.000 750.167 458.000 294.000 875.000 625.000 625.000 5 126.000 294.800.800.000 275.075.000 5.000 500.604.000 30.000 75.000.000 30.000 30.700.000 294.000 294.000 400.000.000 400.700.000.000 30.200.000 420.200.000 205.000 500.000.000 1.000.000 300.000 1.000 3 126.000 7 126.700.000 113 .075.000.110.000 420.000 5.000 294.000.000 120.000 294.000 800.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000.000.000 825.020.000 8 126.000 147.375.000 420.000 520.000 420.167 31.875.000.000.Lampiran 10.000.875.000.000 294.000.000 1.000 400.000 30.000 400.000.700.000.000.

5693 7.778.556.263 408.575.000 5.080.400.800.462 8.875.000 101.556.000 155.000 40.462 7.400.760.800.000 2.500.116.800.205.000 2.000 8.537.500 4.000 15.546.263 408.000 480.000 49.575.724 11.546.000 5.800.000 155.575.000 4.00 10 Tahun 0 3.000 23.750.800.464.750.520.462 8.840.000 49.546.000 15.800.940.9227 -90.000 5.400.000 101.542.113.000 1.000 5.000 5.000 40.635.000 155.537.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 343.000 49.000 4.000 1.520.476.750.442 0.000 2.000 101.462 7.500 11.731 286.000 49.080.556.375.889.000 15.000 343.5253 10.724 58.400.375.400.400.005.500.600.000 8.500.000 101.591.205.080.080.462.384 7.000 40.000 49.375.537.205.500.123 0.146.000 40.000 480.276 0.000 16.575.587.000.000 11.000 4.000 8.750.412.000 8.000 3.840.600.4472 26.546.920 0 3.000 1.000 2.724 13.000 2.600.840.000 42.113.726.724 11.000 3.780.263 400.750.840.500.000 4.000 4.800.025.400.000 108.000 343.880.800.750.000 480.000 2.000 4.603 -90.500.000.002.000 5.400.276 0. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.462 8.962.000 23.520.840.000 11.000 8.800.000 42.543.000 4.000 3.000.600.000 5.003.000 2.000 5.000 23.000 15.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 40.546.000 42.768.080.000 5.546.265.000 101.000 50.400.000 2.750.556.457.575.840.263 406.000 336.000 11.000.462 7.556.000 343.000 42.080.000 2.000.080.000 42.904 6.462 7.000 42.6687 7.400.546.542.575.537.520.082.123 -97.750.375.840.500 171.200 7.000.000 15.492 114 .400.544 8.000 1.500.523 6.537.600. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.572 293.000 11.600.462 7.042.400.233 6.795 957.840.000 5.500 7.500.715.462 8.570.600.205.497 0 3.603 Rp0 8.500 240.000 155.000 480.724 19.000 1.600.556.000 23.263 408.500 6.392 307.000 40.027.000 5.000 480.760 8.000 3.000 4.665.000 15.000 1.375.130.600.880.750.546.600.000 480.773.000 1.000 11.880.000 8.000 343.462 7.113.587.500.000.603 1.000.000 1.687.000 2.000 240.000 155.000 1.750.700.000 49.000 49.000 40.125.130.000 77.375.263 400.400.263 400.7248 14.000 2.000 2.880.000 42.000 1.462 7.263 406.000 23.000 2.276 0.080.400.000 5.750.000 23.000 2.6170 7.400.163.000 23.537.520.520.000 85.000 2.375.575.750.375.575.000 343.750.556.724 19.000 2.400.537.7855 10.205 0.000 40.880.972.000 155.000 15.276 0.000 2.400.000 5.000 49.000 8.000 1.457.880.205.4847 5.724 11.000 49.000 1.457.000 11.000 155.000 49.000 3.462 8.462.462 8.8513 814.520.000 480.000 23.840.400.000 15.000 5.205.462 8.276 0.840.387.535.556.000 5.000 11.665.000 3.770.276 0.800.000.750.750.000 343.000 2.000 3.276 0.724 13.880.000 40.205.205.000 4.150.000 101.005.287.000 2.868 0 3.000 155.000 5.250.537.537.102.223 2.000 42.38% 90.000 343.000 42.000 71.000 11.000 101.000.000 480.000 8.412.000 15.000 40.520.000 11.462 8.537.000 2.880.000 3.375.462 7.231 4.000 5.000 2.750.000 101.000 42.

Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.000 875.000 330.750.569 36.000 770.000 1.813.000 75.000 850.448.000 315.569 4 96. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.667 448.000 4.236 30.569 411.750.000 160.724.000.569 9 96.285 205.569 411.000 750.000 315.000 860.000 2.000 800.000.000 160.569 411.000 480.448.000 480.000 860.000 315.000 600.000 4.000.000.448.000 240.448.724.000 390.000 820.750.000 30.000 330.569 411.448.000.569 411.750.569 5 96.000 480.000 30.448.000 480.000.000 770.000 157.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.569 8 96.000 4.448.000 820.448.000 315.448.998 3 96.000 220.000 600.448.000 75.448.000.866.448.448.285 2 67.569 7 96.998 288.000.000 315.448.000.000 30.000 315.000.000 875.000 30.569 10 96.569 6 96.013.000 3.000 925.000 30.000 4.000 15.000 315.000 4.000 925.200.Lampiran 11.000.000 2.315.448.000.569 411.200.000.000 750.000 390.000 115 .750.569 411.000 480.000 600.000 600.000.000 2.000 500.000 315.

000 2.000 2.000 2.339.000 4.213.317 392.000 2.100.949 5.500 2.176.000 11.000.000.797.000 25.260.6170 6.125.000 345.625 11.000 4.000 198.679.093.000 4.000 44.752 0.750 480.00 10 Tahun 0 4.625.000 36.000 11.673.797.750 480.200.317 400.680.875 8.680.160.700.000 2.125.850.817 11.234.000 9.093.317 398.810.800.817 11.797.679.346.155.000 99.000 198.737 0.200.887.625.346.850.160.000 2.400.317 400.000 2.160.5693 7.817 13.750 480.000.000.093.715.400.000 198.950.260.000 37.500 2.000 36.200.750 16.000 25.679.000 1.000.534.281 7.679.625.500 2.000 37.000 3.750 16.850.7855 10.400.108.200.000 37.500 2.340.000 2.000 2.801 0 4.752 0.752 0.000 2.000 4.125.000 2.000 2.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.8513 922.320.750 16.317 400.000 345.546.200.000 4.000 11.550 390.752 0.800.234.875 240.000 5.000 4.000 345.750 480.9227 -86.752 0.750 480.000 56.000.262 1.000 25.675.000 11.234.626 Rp0 8.000 1.626 5.000 5.200.000 4.000 36.000 5.320. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.213.160.400.000 2.000 4.953.000 11.093.737.750 480.780.213.317 392.000 11.800.000 1.810.000 2.000 11.750 16.000 4.000 2.000 11.000 4.810.000 44.200.760.000 36.160.200.000 36.400.000 4.000 36.051 0 4.160.320.234.200.346.712 286.095.125.679.200.797.093.000 1.000 198.000 56.500 840.500 2.812.000 4.500.626 1.000 37.742.494.346.093.000 2.817 18.000 3.292 0 4.160.011 116 .000.000 9.000 2.062.000 345.000 37.400.680.000.419 0.546.750 16.000 28.000 37.000 25.320.260.686.320.213.797.000 5.000 11.500 2.000 25.750 16.200.38% 86.000 11.000 44.810.800.000 11.000 44.500 2.200.000 56.093.000 198.339.000 5.000 1.000 2.000 4.500 172.625 336.160.625.000 4.400.680.000 9.361.850.494.000 5.260.093.000 56.400.500 2.680.800.000 1.679.000 1.000 15.076 7.000 2.4847 5.000 9.000 44.7248 13.800.000 44.000 4.000 36.850.346.000 4.680.000 11.797.625.250 0 299.000 37.125.679.396.000 198.000 4.750 16.750 16.160.817 13.200.000 2.680.205.000 198.200.000 37.200.810.400.000 4.797.000 36.000 44.6687 7.850.752 0.320.000 44.000 2.000 25.000.000 25.000 4.000 5.346.850.679.000 2.500 1.000 56.625.300 7.093.797.800.626 -86.000 345.093.400.024.000 2.810.500 241.000 11.750 480.317 398.125.000 39.250 -93.000.000 12.400.000 9.000 56.093.093.000 56.817 55.000 345.000 82.000 36.797.000 6.000 9.093.000 18.200.686.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.513.810.953.750 480.400.500 5.000 139.965 0.765.625. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 4.400.680.000 37.346.000 4.000 56.400.000 44.400.541 7.075.160.000 4.093.5253 9.000 4.000 198.817 11.317 392.000 11.800.346.400.797.200.125.000 37.400.625.093.200.000 5.083.400.752 0.000 9.850.758.925.404.765.000 345.686.125.000 44.160.000 9.000 7.996.810.000 2.000 1.400.930.000 5.000 25.320.817 18.000 345.000 36.093.953.000 11.445.320.000 11.4472 24.

000.000 390.000.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 30.448.448.000 30.569 4 81.Lampiran 12.000 480.000.750.448.000 860.000 1.000 2.448.000 30.000 850.000 925.000 750.000 480.667 448.000 411.448.000 2.448.000 390.448.000 480.000.448.569 9 81.000 600.285 165.000.000 205.000 411.569 330.750.315.000 30.000.448.000.000 411.013.000 925.000 2.000 820.448.000 30.724.000 411.569 330.569 330.724.000.000.448.000 820.000 600.569 10 81.236 30.000 117 .000 770.569 6 81.569 330.000.000 800.000 411.448.000 4.000 75.569 8 81.448. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.569 330.569 330.000 770.000 600.998 3 81.000 500.866.569 330.000 600. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.750.000 36.448.000.000 240.000 160.000 288.998 231.000 160.000 15.000 3.000.000.000 4.000 4.000 411.000 750.000.000 4.569 330.000 4.000 875.000 860.000 480.448.750.000 75.000 330.200.000 330.000 875.013.750.000 411.569 5 81.000 480.569 7 81.000.285 2 57.

125.000 345.000 345.765.750 480.800.500 5.000 37.093.093.234.205.320.000 25.260.000 37.234.752 0.500 172.125.000 9.000 2.000 44.234.686.679.000 3.758.000 2.000 4.000 44.200.817 13.346.817 18.400.292 0 4.000 1.346.346.850.000 9.750 480.513.000 11.125.000 2.000 2.626 1.200.213.200.887.317 392.000 1.000 345.800.000 11.281 7.000.000 9.750 16.7855 10.000 4.750 480.000 6.000 11.400.000 37.200.317 400.500 840.737.093.000 2.679.000 25.200.400.000 25.875 8.125.000 25.108.340.000 37.213.500 2.000 3.500 241.5693 7.093.317 398.213.200.000 4.8513 922.200.000 4.875 240.750 16.000 9.000 5.000 345.000 198.500 1.679.000 56.000 4.320.500 2.000 345.680.752 0.000 2.800.680.000 11.000 2.541 7.680.7248 13.817 13.000 2.797.000 44.750 16.000 1.000 2.000 4.000 4.000 2.000 56.000 5.250 0 299.000 345.626 Rp0 8.000 9.850.6687 7.000 1.250 -93.213.801 0 4.965 0.797.000 37.625 11.996.680.160.400.125.000 11.000 36.000 25.4847 5.797.800.800.679. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.550 390.000 7.850.5253 9.679.200.000 345.093.000 18.625.339.810.925.000 5.000 56.000 198.800.000 36.700.000 4.400.000 11.320.000 56.712 286.125.095.625.686.850.752 0.062.9227 -86.000 1.346.797.000 2.810.155.320.797.339.750 480.797.346.626 5.160.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 9.093.850.850.000 44.160.000 5.673.950.679.200.000 2.400.000 99.949 5.000 44.000 4.625.419 0.000 9.750 16.812.000 2.346.000 4.850.000 2.953.000 12.500 2.750 480.810.260.000 39.125.200.260.000 44.680.500 2.626 -86.000 37.930.400.680.000 5.000 2.000 5.810.765.000 44.500.000 36.317 392.625.750 16.000 36.200.000 36.176.000 4.400.160.715.000 2.000 198.000 36.800.000 36.076 7.810.000.346.000 11.160.400.000 198.000 2.317 392.160.780.686.800.000 28.300 7.000 56.679.361.093.200.000 1.000 4.320.850.750 16.000 11.125.075.200.000 4.317 400.260.000.546.262 1.679.750 480.000 82.000 2.200.000 56.817 55.817 11.750 480.752 0.000 4.000 2.817 11.400.797.234.400.000 15.400.000 4.000 11.320.625.000 37.752 0.000 2.000 4.396.675.000 36.093.000 198.625.160.000 11.494.6170 6.160.000 4.750 16.000 44.500 2.200.000 44.000 2.000 44.093.953.750 480.737 0.400.625.051 0 4.400.000 4.400.000 11.680.400.000 11.200.093.000 37.000 4.093.000 5.000 2.000.000 36.000 9.000 4.000 139.000 56.000 2.093.400.083.000.817 11.500 2.000 345.500 2.000 25.093.000 1.000 11.093.000 2.000 36.797.000 4.445.346.000 37.000 198.000.320.742.797.000.000 11.320.500 2.000 25.000 4.093.000 56.752 0.752 0.000.100.625 336.000 4.000 25.546. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.534.000 11.024.625.000 198.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.38% 86.400.810.200.160.810.494.400.797.093.000 198.000.750 16.160.680.317 400.317 398.000.011 118 .000 5.000 5.000 11.817 18.200.760.4472 24.953.810.000 37.160.000 1.404.00 10 Tahun 0 4.

000 875.866.000 30.000 30.998 3 92.720.000 2.569 5 92.000 160.667 448.000 390.765 411.435 288.569 9 92.000 330.000 500.804 318.109.724.727.000 4.765 411.765 411.804 318.720.000.000 4.720.000 1.750.013.000 75.448.000 860.000 4.720.765 411.448.000 480.448.804 318.882 205. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.000 750.569 4 92.720.727.000 30.000 600.720.000 770.200.727.448.904.000 875.563 223.448.804 318.727.000 600.720.360.000 600.569 10 92.363.804 318.000 600.000.000 4.402 159.569 6 92.765 411.765 411.765 411.000 480.000 2.720.750.000.727.000 75.750.000 480.765 36.804 318.000 820.000 2.000 860.000 4.000 240.000 480.000.285 2 64.000 850.804 318. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.000 925.727.000 390.000 750.569 7 92.000 119 .000 160.000 15.448.000.750.000 3.000 330.000 480.Lampiran 13.448.750.000 800.804 318.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.315.000 925.000 30.000 30.569 8 92.236 30.000 820.000 770.727.727.000.

093.925.000 25.680.317 400.679.155.000 1.024.200.000 56.800.213.000 11.679.38% 86.000 39.000 99.200.160.076 7.000 44.810.000 11.400.000 11.000.000 4.000 11.000 345.752 0.4472 24.752 0.000 1.000 1.625 11.797.200.810.250 -93.400.801 0 4.260.850.513.000 139.000 1.000 36.400.000 37.680.339.000 4.000 4.260.346.200.160.000 11.752 0.752 0.125.810.100.800.320.300 7.000 11.500 5.250 0 299.000 4.200.996.000 11.000 44.000 37.093.093.750 16.6170 6.000 36.625.000 1.953.000 44.797.750 480.000 2.000 2.000 2.396.320.752 0.160.000 44.810.000 4.810.742.000 9.000 56.234.000 5.500 172.000 11.000.317 398.000 11.000 2.400.200.810.797.000 37.000 4.679.000 4.000 2.817 11.750 480.797.500 2.750 480.000 2.000 56.750 480.625.800.534.494.011 120 .680.000 198.737 0.200.000 11.000 5.400.317 392.000 2.000 11.000 44.000 25.550 390.093.400.750 480.500 2.00 10 Tahun 0 4.000 36.419 0.000 345.000 2.346.400.758.160.000 11.200.625.679.320.093.949 5.000 5.000 5.000 4.000 2.000 37.000 4.213.000 2.160.093.000 2.680.000 5.125.320.953.000 12.500.625.850.500 2.000 36.500 2.200.160.712 286.000 36.750 16.320.625.625.000.346.817 11.400.000 345.800.965 0.626 1.000 15.093.679.000 9.680.752 0.686.673.213.000 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.317 392.887.000 56.400.680.9227 -86.000 2.800.800.500 840.000 2.000 25.626 5.000.400.125.317 400.750 16.797.000 11.750 16.160.000 4.5693 7.200.160.093.400.930.780.679.800.346.6687 7.679.093.000 198.000 9.093.000 28.800.875 240.000 44.093.205.361.500 1.000 25.546.346.817 13.817 13.317 398.000 36.400.000 9.234.317 400.760.625 336.000 198.346.200.000 2.750 16.000 2.000 4.750 480.737.000 4.000 198.051 0 4.810.625.125.541 7.400.093.000 37.000.765.400.000 37.797.292 0 4.817 18.686.000 25.200.093.320.812.260.108.765.000 1.160.176.000 4.000 36.000 44.850.000 4.000 7.000 2.750 16.000 3.000 2.494.680.750 16.000.000 198.000 3.260.000 11.000 37.000 5.000 2.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.875 8.000 9.850.000 37.200.339.234.000 56.234.000 198.625.200.000 11.281 7.000 5.500 241.000 4.000 4.797.000 5.4847 5.320.686.000 4.000 4.000 25.062.817 55.5253 9.8513 922.200.200.850.000 9.679.075.500 2.213.400.095.083.953.000 56.093.850.160.000 9.750 480.626 -86.000 44.000 345.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 2.850.000 198.752 0.000 4.626 Rp0 8.000 4.000 4.750 16.000 1.000 11.000.500 2.000 56.000 44.093.400.400.200.320.850.340.000 345.000 36.950.546.817 18.000 25.000 5.346.200. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 2.000 37.125.400.797.160.000 82.000 4.500 2.000 25.000 345.000 9.000 198.000.000 6.810.000 18.000 36.125.817 11.000 345.680.317 392.000 2.7248 13.000 1.262 1.093.750 480.000.000 36.797.7855 10.700.000 345.000 44.000 56.797.000.675.000 2.125.445.715.000 4.500 2.000 2.404.125.346.000 37.400.

000 330.000 2.000 3 96.000 30.000 480.000.000.000 231.200.000 330. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 480.000.000 750.000.000.000 160.000.000 860.000 6 96.000 5 96.000 500.000 770.000 298.000 875.750.000 4.000 925.750.000 4 96.000 330.000.000 875.000 426.000.000 330. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000.000 330.000 2.000 820.000.000 426.000.000 480.000 330.000.000 480.000 600.000 925.000.000 75.000 213.000 600.000 750.000 4.000.000.667 462.000.000.000.000.000 30.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.200.000 3.866.000 160.000 426.000 4.000 850.000.000 800.866.000 330.000 36.000 121 .000 2 67.200.000 390.000.000 770.750.000 9 96.000 820.000 240.000 426.000 330.000 165.000 10 96.000 75.000.000 30.000 7 96.Lampiran 14.000 426.000 1.000 600.750.000 4.000 426.000.000.000 15.000.000 600.000.000 480.000 4.000 30.000.000 330.000 860.000.000.667 30.000.000 30.000.000 2.750.000 8 96.000.000 330.000 426.000.000 390.

686.000 25.996.160.400.4847 5.093.897.400.000 4.320.400.160.260.093.810.000 2.125.200.680.000 213.230.000 11.931 2.000.000 25.400.797.625.000 5.750 16.552 390.850.093.000 5.000 9.000 2.000 4.765.000 359.230.686.100.215 5.810.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.897.965 -93.875 8.686.7855 10.302 7.445.965 0.931 2.234.000 4.000 7.000 36.765.850.093.000 213.000 4.000 36.400.737.000 213.093.000.230.248 13.000 2.400.000 1.000 359.000 5.400.765.000 25.200.230.797.812.125.000 56.494.000 2.125.680.897.000 3.000 56.317 412.093.000 213.000 11.500 251.625.800.625 11.625.234.897.093.897.000 2.400.750 16.500.797.000 15.000 2.160.797.200.234.320.750 480.797.234.680.800.125.000 4.737 0.000 4.000 3.200.712 297.000 36.200.800.765.931 2.000 2.230.317 407.000 5.000 5.850.931 2.000 4.205.000 56.810.500 840.750 16.000.750 480.700.750 480.155.431 11.093.500 179.200.000 4.000 359.230.317 412.000 2.625.000 9.400.263 1.248 18.024.317 407.320.500 1.125.800.176.320.000 2.000 1.200.38% 86.000.505.200.000 213.000 25.000 4.000 44.431 11.6687 7.361.000 12.000 2.000 44.200.5253 9.750 16.950.000 4.000 4.000 37.680.505.160.000 36.230.200.750 480.931 2.680.750 16.000 37.000 2.897.160.625.000 11.000 213.625.000 2.810.797.850.000 36.093.317 414.431 11.810.000 359.000 11.248 11.750 480.431 11.000 5.000 25.320.494.000 37.000 37.248 18.752 0.750 480.000 18.000 2.000.248 11.765.780.000 4.810.200.340.400.116.000 9.000 36.396.850.125.626 5.800.680.260.317 414.000 359.000 106.160.000 2.000 44.875 240.095.965 0 306.750 16.752 0.800.320.000 213.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 2.419 0.248 55.260.765.093.000 4.000 9.000 37.000 25.000 11.431 11.000 44.011 122 .160.800.230.715.400.000 149.752 0.400.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 4.925.513.000 359.093.248 13.000 1.625.000 5.660.000 36.4472 24.000 36.093.000 37.000 2.000 11.000 4.000 37.534.000 4.6170 6.200.750 16.000 36.062.000 2.000 1.281 7.000 1.160.000 28.625 336.797.897.000 37.000 1.000 36.000 2.000 56.200.000 44.810.797.000 4.317 407.750 480.000 56.200.000 2.800.200.431 11.680.546.000 44.000 82.000 2.797.339.000 56.000 9.400.000 11.000 37.000 4.000 1.797.752 0.000 56.00 10 Tahun 0 4.400.850.887.000 9.000 213.320.000 6.928.431 11.000 44.000 2.000 25.931 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 4.160.000 11.400.750 480.260.000 2.093.160.000 4.000.261.000 359.400.626 1.051 0 4.750 16.093.317 414.950.000 2.801 0 4.083.626 Rp0 8.000 4.680.000 359.292 0 4.125.625.320.949 5.752 0.248 11.8513 922.200.897.626 -86.431 11.000.000 44.400.000 39.125.752 0.541 7.7248 13.000 44.000 56.000 5.200.000 37.931 2.5693 7.000 9.000 9.000.404.505.000 1.000 4.000 2.000.160.200.093.810.948.000 5.931 2.850.758.000 25.546.752 0.850.000 44.760.9227 -86.615.400.076 7.093.400.000.

000.000 213.000 30.000 160.000.000 8 96.000 2.000 600.000.000.000.000 330.000.750.000 770.000 298.Lampiran 15.000 2.000 2 67.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000.000 800.000 75.000.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 7 96.750.000.000 426.000 426.000.000 426.000 165.200.000.000 480.000 426.000.000 500.000 600.000 9 96.000 426.000.000.000 390.750.000.000.000 925.000.866.000 6 96.000.000 820.000 330.000 4 96.000.000.000 4.000.000 750.000 860.000 480.000 480.000.000 600.866.000.000 875.200.000 3.750.000 5 96.000 240.000 600.000 330.000 820.000 3 96.000.000.000 1.000.000 860. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 15.000 30.000 36.000 330.000 390.000 330.000 231.000.000 330.000 30.000 75.000.000 30.000 4.000 480.000 925.000 770.750.000 4.000 160.000.000 750.000 4.000 480.000 30.000 875.667 462.000 426.000 2.000 330.000 330.000 850.000.200.000 330.000.000 426.000 4.667 30.000 10 96.000 330.000.000 123 .

095.000 71.000 2.897.400.850.780.445.931 2.758.000 71.680.400.750 16.000 1.765.000 37.752 0.200.000 44.000 2.000 2.00 10 Tahun 0 4.000 2.000 139.6170 6.752 0.000 11.125.431 11.000 359.093.431 11.000 25.248 55.351.000 82.950.679.200.8513 922.093.679.400.897.000 4.680.000 2.887.000 2.093.340.000 44.000 198.351.875 240.494.000 198.000 71.339.000 25.850.765.200.093.000 198.810.075.000 12.000 4.000 9.317 412.500 1.625 11.000 5.000 2.396.625.000 37.000 4.626 -86.155.160.965 0.000 25.000 4.000 4.737 0.925.625.897. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 44.500 840.625.200.339.000 1.505.000 11.000 6.897.000 36.765.000 9.752 0.000 1.000 99.160.000 9.000 2.160.625.160.000 11.750 16.002 7.750 16.320.400.317 412.715 5.000 5.200.000 36.680.300 7.000 44.051 0 4.093.400.000 18.000 44.5693 7.7855 10.000 11.000 1.38% 86.680.317 414.812.200.000 36.317 407.431 11.000 4.431 11.234.000. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 198.897.400.000 198.494.125.248 18.260.000 2.400.125.750 480.160.000 4.000 5.897.176.797.093.160.000 4.680.000 15.000 9.752 0.000 359.000 2.675.431 11.000 37.100.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.950.000 2.797.351.996.000.093.000 71.125.317 407.750 480.000 2.810.000 4.000 35.765.679.400.000.7248 13.850.076 7.000 2.000 1.810.000 9.000 25.897.000 36.765.351.505.000 25.750 16.000 5.011 124 .320.000 2.000 4.546.750 16.000 2.000 4.234.200.686.965 0 306.000 25.000 11.125.797.000 9.000 4.160.248 13.093.093.6687 7.000 198.750 480.400.000 71.931 2.000 25.351.000 2.000 2.125.686.679.850.000 4.404.200.000 198.000 4.248 11.000 37.000.200.320.765.000 4.000 359.000 2.750 480.200.752 0.200.000 198.931 2.351.948.000 359.850.160.431 11.000 4.317 414.000 2.850.400.5253 9.351.797.931 2.679.000 9.810.093.200.000.000 36.200.248 11.000 4.797.234.750 16.248 18.000 359.750 16.797.400.000 36.752 0.4472 24.505.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.850.234.000 71.205.9227 -86.513.000 25.500 251.000 44.931 2.000 359.400.200.431 11.000.715.797.500.320.700.200.000 71.931 2.680.965 -93.263 1.116.810.752 0.000 5.260.260.400.292 0 4.000 4.281 7.000 44.000 37.625.626 Rp0 8.750 480.000 1.897.797.810.679.541 7.686.260.797.534.062.000 4.000 2.024.546.000 359.000 37.712 297.850.000 1.400.093.248 11.660.000 37.000 36.875 8.317 407.000 36.000 3.000 71.750 16.093.000 37.931 2.000 1.625 336.000 4.500 179.625.200.000 49.320.797.093.000 11.160.000 36.801 0 4.000 4.000.552 390.000 4.093.361.625.737.125.625.000 44.000 37.000 44.317 414.000 2.000 37.000 36.000 3.000 2.320.000 5.000 2.000 359.750 480.810.000 4.160.000.679.000 5.680.000 2.320.679.949 5.750 480.160.928.351.626 5.400.248 13.200.500 5.000.750 480.000 11.320.400.680.000 5.400.093.931 2.000 9.810.431 11.200.125.419 0.626 1.4847 5.083.000 11.400.946.000 44.000.093.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful