ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.

MS NIP..Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. Nunung Kusnadi. Ir. NIP. Pembimbing Tintin Sarianti. MM. 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. SP. 131 415 082 Tanggal Lulus : .

Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 . Bogor.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Institut Pertanian Bogor. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. Selain itu. SPd. Pada tahun kedua penulis. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. . Pada tahun pertama. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. Institut Pertanian Bogor. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Bogor.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani . Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis.

Nurul. Wening. Yuzda. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. Popong Nurhayati. dukungan. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Santos. Ajib.. Lisda dan AGB 42 . Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. 11. kesempatan. untuk segala cinta. Tintin Sarianti. Atas segala dukungan yang diberikan. Wiwi. 4. 5. Trio Kendal AGB 42 (Twin. Yanti Nuraeni Muflikh. M. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. Bulik Yum sekeluarga. Sepupu-sepupuku: Lilis. 8. 10. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Dani. Tiara. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. Irma dan Nanda. Tika.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. kasih sayang. 9. Dauz. Imam. Ferdy Daeng . Aqsa). Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. atas waktu.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. 7. Zulvan. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. arahan. Cila. Rina. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. Ir. Pemilik Dwi Joyo. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. doa. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. SP. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. Riski. 2. informasi dan dukungan yang diberikan. MM. Hepi. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. Bulik Eni sekeluarga. 3. SP.. Pemilik Citra Rasa. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. 6.

Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. Rifka Rino. Riska. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Mba Sarah.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Farikhin. Ranti. Mba Dewi. Fery. 15. Dewi. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Lia. Suci. 12. Ratih. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Mba Rahma. 13. . Reika. Eni. Manda. Evi. Wendi. dan lain-lain. Retno. Icha.

................. 3.......... 4........................ 3.........................4 Kulit ..........1 Studi Kelayakan Proyek .........3 Tujuan ............... 3......... 2........................2 Keadaan Penduduk ...............................2 Histologi Kulit ...2 Analisis Switching Value ............6 Penelitian Terdahulu ... III KERANGKA PEMIKIRAN ............................6............................................. II TINJAUAN PUSTAKA ... 2....4..................................... 2......................................... 2.......2 Analisis Tentang Kerupuk .....3 Kulit Sebagai Bahan Makanan ..................1 Analisis Finansial ..6 Laporan Rugi Laba .................... 2......... 4.......2 Perusahaan Perorangan .....................................................1 Lokasi dan Waktu .................1 Kabupaten Kendal .............. 2...3 Kerupuk ......1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah .. 2..................... 4........................ 4.................................2 Aspek Studi Kelayakan ......................... 2................. 3.......................................................................................... DAFTAR GAMBAR .......... 3....................................................4..............................................................................................................................................1 Analisis Aspek Finansial .............6................. 3............................................................2 Perumusan Masalah ... V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN .2 Proses Pembuatan Rambak ..... 2...............................5 Metode Pengolahan Data ..................................................5.4 Metode Pengumpulan Data ............................... 2....................... 4.....................................1 Keadaan Wilayah ......................................................... IV METODE PENELITIAN ......1 Latar Belakang ....4.6 Asumsi Dasar yang Digunakan .............................................................1.........5 Kerupuk Rambak .................. I PENDAHULUAN ........................7 Kerangka Pemikiran Operasional ....... 4.................................... 5.......................4 Analisis Kelayakan Investasi ....................1 Pengertian Kulit .................................................... 4...... 3..... 1.......2 Metode Penentuan Sampel .. 2...........4.....................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL .................................................................................5....1............ 4...............................5......................... DAFTAR LAMPIRAN ................3 Teori Biaya dan Manfaat ..........5 Analisis Switching Value ............................. 2............................... 2.... .................. 2........................................ 3............5 Ruang Lingkup .......1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan .....1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .....4 Manfaat .... 2............................................................ 2....................................................................5.... 2......3 Data dan Instrumentasi ..................... 5..... 5...................

...................1................. 6......................2....... 7.....................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ........5 Aspek Sosial...2 Kecamatan Pegandon .................2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ......... 7...........1.........3 Strategi Pemasaran .............. 6...............................................................1............. 6...4 Aspek Hukum ..........VI VII 5.................4.....1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ......6 Hasil Analisis Aspek Teknis .......... 7.................................. 7....4 Hasil Analisis Aspek Pasar ........................ 6..2..2....................4 Proses Produksi ................3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ......2 Bahan Baku ...................... 6................. Ekonomi dan Lingkungan ....................1............................1.........1............... 6......1 Bentuk Badan Usaha .........1 Lokasi Usaha ....................................2 Penawaran .. 6...... 6...4 Perekonomian Daerah ..2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ......... 7...........................................................................................3 Kapasitas Produksi ...1 Aspek Pasar .... ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL ... 6........................................ ANALISIS ASPEK FINANSIAL ............................................................ 7............. 5.........................................1..... 6..... 6..................................2 Izin Usaha ..............2 Aspek Teknis ...........................3..... 6........................2... 6..................2......... 5....3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...............1......................................... 7....2.......................................1.....................................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ......................... 6.......3 Pertanian ................3 Aspek Manajemen .............. 7............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .................1.........................................5 Lay Out Usaha .............2.............1.......1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................... 5............................... 6........................4.... 6........................... 6.1 Permintaan .. 6...........1 Hasil Analisis Aspek Manajemen .........................

.... 8.....................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...... 7........................................................... DAFTAR PUSTAKA .......................................2 Saran ................................................................................... 7.............. VIII KESIMPULAN DAN SARAN .1 Kesimpulan .......3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ......................................2......... 7.......................................................................Bahan Baku Kulit Kerbau .... LAMPIRAN ..2...... 7..............3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ......................2............................................2............................... 7..... 8.......4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ........ 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 ................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...................

.................. 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ..DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) ................................................................................. 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun ................................ 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ............................................................................................. 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ............................................. Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ..... 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ........................................................................................................................................................................ 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau .. 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ..................................... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk ....................................................................... 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ...................... 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak .......... 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ......................................... 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram ... 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ........................................................................ 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ... 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ................................................................................................................................................................... 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha ...................................................................... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha ......... 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................ 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun ................................ 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ......... 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan .......

.

. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I ............................. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ................. Kerangka Pemikiran Operasional ..................................... ..... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II ............................DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ........................................ Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon ........................

................................. 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak .............. 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................................... 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ................................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah ....................... 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar ...................... 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ....................................................... 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak ............................................................. 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ........................ 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ................. Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 .................. 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ........................................ 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah .............................. 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak ..................................... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .......... 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...................................................................... 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ....................

UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Sejak awal tahun 1970. 25 tahun 2000. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini.id [20 November 2008] Budi. antara Dilema dan Relita dalam www. Kamaludin. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan. Rustian. 1 2 . Ariyo. Namun. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar.com/journal [20 November 2008] . Pada masa itu. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. Berdasarkan Undang-Undang No.brotherfatih. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif.BAB I PENDAHULUAN 1. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah.multiply.jatim. Disamping itu. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya. Bagi Indonesia. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1.go. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997.1. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini.

99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.121. Pada tahun 2000 dari 4.8 juta unit usaha atau 99.blog.7 persen.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar. UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. Kemudian. pertumbuhan PDB UKM sebesar 5. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www. Pada tahun 2007.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3. 2.3 triliun atau 53. usaha ini masih bisa berproduksi. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan. 2.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM.8 juta orang atau 97. berkembang. Ketiga. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91. Deddy.com [20 November 2008] .2 persen (BPS 2008).usaha-umkm.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar.3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2. Kedua. diacu dalam Widyastuti 2008). Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja. 3 . dan PDB UB sebesar 5.2 persen. Pada tahun 2006.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.4 triliun.957. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan. Edward. di tahun 2003 dari 4.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.

Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah.95 persen.25 6. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain.38.28 persen.51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6. Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar.73 Usaha Besar 5.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.37 5.69 5.82 5. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007).23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.66 persen.24 6. Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5.38 6. .27 Usaha Kecil dan Menengah 5. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5.18 6.84 6. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3.23 Total 5.50 Usaha Menengah 6.95 5.Tabel 1. Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal.

Kripik Paru . Limbangan Kec.38 1. Kaliwungu .Momoh Jerohan .70 2.06 3.63 6. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec.Bandeng Presto .11 1.77 2. Sukorejo Kec. Kendal .40 24.Gula Aren .85 jasa perusahaan 9.Rangin / Rengginan . Industri pengolahan 38.82 9.27 komunikasi 8.11 penggalian 3.56 2.88 3.Krupuk Rambak Kec.48 4.00 1.69 17. Jasa-jasa 8.05 2.Tabel 2.52 37. Tabel 3. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1.33 restoran 7.59 35. Cepiring Kec.Dawet Gempol .68 17.88 25.72 2.57 35.48 1. Weleri Kec.83 3.00 1. Pengangkutan dan 2.46 37.72 17.57 1.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut.Kripik Tempe . Pegandon Sumber : www. persewaan dan 2. Keuangan.55 1.Kerupuk Mie Kec.72 3.78 2.kabupaten-kendal. gas dan air minum 1.81 2. Pertambangan dan 1.41 9.71 5.id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak.25 9.05 1. Pertanian 23.23 17.92 3.Kerupuk Petis .03 23. Bangunan 4.92 23. Listrik. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang . hotel dan 17.Terasi .go. Perdagangan.26 3.67 9.

Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun.000. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan. Pada umumnya. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak. Namun.547 ekor.00 untuk kemasan 250 gram.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri. Sementara. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006.000. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif . Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah.

Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. 1.00 per kilogram.2.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan. Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau.000. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana . Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon.000. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan.

Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. aspek sosial. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. aspek teknis. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. aspek manajemen. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Namun. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. Penilaian aspek . Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan.

3. Dari uraian diatas. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar. adalah: 1. . aspek hukum dan aspek sosial. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. 2. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. aspek manajemen. aspek manajemen. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. 4. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. aspek teknis. ekonomi dan lingkungan? 2.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. aspek teknis. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3.

. dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. Penulis. 2. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak. 3.1. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Bagi pemerintah.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Pemilik perusahaan.4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. 1. 4. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. Pembaca.

Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya. yaitu: 1. Berbentuk usaha orang perorangan. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki.id). Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun. 4.depperindag. atau 2. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi. dan 5. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No.3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. 3. Kerajinan rumah tangga. badan usaha yang tidak berbadan hukum. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar .go.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dikuasai dan berafiliasi baik langsung. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja.

kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. . dan c. Jumlah aset hingga $15 juta 2. diacu dalam Widyastuti 2008). Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya.2. yaitu: 1. dan c. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. dengan kriteria: a. serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah. dengan kriteria: a. Micro commission. Small enterprise. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. 2. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. dengan kriteria: a. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. 3. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. Usaha kecil. Pada tingkat internasional. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. Medium enterprise. dan c.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

jamur dan lain-lain. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. leher. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. diacu dalam Daniar 2008). mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak. 2. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis. . dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. diacu dalam Daniar 2008). diacu dalam Daniar 2008). corium (derma). Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina. diacu dalam Daniar 2008). ekor.mikroorganisme seperti bakteri. kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit. Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit.4.4. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya. sedangkan kulit bagian kepala. Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia.3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. diacu dalam Daniar 2008). lemak. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging. 2.

2. perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar. tetapi jumlahnya terbatas.5 Kerupuk Rambak 2. pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit.2. pengirisan. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi. kerbau. Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen. penggorengan dan proses pembungkusan. pengungkepan. terutama kulit kerbau jantan. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991.5. proses pengolahan meliputi pencucian. penjemuran. pengerokan bulu.5. penjemuran tahap I.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. penjemuran tahap II. pengungkepan dengan menggunakan lemak. dapat berupa kulit sapi. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. pemberian bumbu.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. 2008). diacu dalam Daniar. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. pemberian bumbu. Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. pengirisan ( diperet ). Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . pengempukan.

Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2.6.6 Penelitian Terdahulu 2. Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar.Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1. Jawa Barat . bahan baku.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. . Kabupaten Bandung.

Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual.273.2994. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. maupun penurunan tingkat penjualan. sosial ekonomi dan lingkungan. Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario. kenaikan harga bandeng. Net B/C rasio 1. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. Jakarta Selatan. aspek teknis dan produksi.334. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. hukum. Hal ini ditunjukkan oleh bauran .646. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527.884. Dari kedua skenario yang layak.4296. dilihat dari aspek pasar. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan.manajemen. Net B/C rasio 5. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak.772. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng.116. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan.

Penelitian dilakukan di Kota Bogor. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5.3 . Kriteria investasi yaitu NPV.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118. nilai Net B/C sebesar 1. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1. Net B/C dan payback period.854.00. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen. Net B/C.805. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11. dan IRR. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah.4. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7.5 persen.157. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5. kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan.006.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5.427.47. IRR.810. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive). Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan. nilai IRR sebesar 18.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha.59 dan 1. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8.760.

Internal Rate of Return (IRR).6. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian. serta aspek sosial.2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Selain itu. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value). Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV). Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang.persen dan untuk tempe malang sebesar 6. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial.9 persen. aspek teknis. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. aspek manajemen. kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. . Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). ekonomi dan lingkungan.4 persen. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen. 2.

Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan.655. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. Berdasarkan hasil . dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222. Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. harga. gudang bahan baku.537. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan.00. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi. Net B/C sebesar 2. tempat serta promosi. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari.96 persen.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk. pemasaran dan produksi. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25.

13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. Untuk faktor eksternal.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. fasilitas dan perlindungan hukum. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada. sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku.

jumlah output. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. total biaya produksi. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. minyak tanah. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. dan pendapatan bersih UKM. Pada efisiensi teknis. pengeluaran untuk semua input produksi. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. Sebelum kenaikan harga BBM. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. Sebelum kenaikan BBM. kayu bakar. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. kayu bakar dan tenaga kerja).untuk mempromosikan produk. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). dan tenaga kerja lebih dari satu. Setelah kenaikan harga BBM. belum ada faktor produksi yang efisien. dan penerimaan hasil penjualan.221. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. garam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output. . Kabupaten Ciamis.

ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . pemasaran yang luas. perkembangan teknologi informasi. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. komunikasi dan produksi. produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. kualitas produk baik. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. Berdasarkan analisis IE. lokasi perusahaan strategis. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. kelemahan.

Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu. . Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. kerupuk udang dan kerupuk tepung. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka.pemasaran. Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan. . kerupuk ikan. Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha.

1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. bahan-bahan setengah jadi. atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. dan dapat direncanakan. Dalam arti sempit. Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. bahan-bahan mentah. Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. Menurut Gray (2007). . Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986). Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. tanah.

2. 3. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. Aspek-aspek institusional. Sebaliknya.Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. 2007). 3. Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. 2. Aspek sosial . 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Menurut Gittinger (1986). Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000).organisasi. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan.

tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. . 4. aspek finansial. aspek ekonomi dan aspek sosial. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). 6. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. aspek teknis. aspek manajemen. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. aspek hukum. 3.2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. Dari sudut pandang input. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). 5.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. harga yang menguntungkan.

Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. harga input. tujuan perusahaan. atau akses. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Namun. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. selera. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. teknologi. Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. a. Namun. harus dilihat dari berbagai aspek. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. . apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. tidak berdiri sendiri. 2. penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. pendapatan. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak.Namun. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1.

serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000). dan kemampuan manajemen lainnya. Dalam hal ini. 4. yaitu marketing mix. Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986).3. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. distribusi (place). b. Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. yaitu lokasi . Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. dan promosi (promotion) (Umar 2003). Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. harga (price). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1.

tenaga listrik dan air. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. 3. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. . dan fasilitas transportasi. supply tenaga kerja. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). 2.pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. persediaan kapasitas mesin-mesin. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. kemampuan finansial dan manajemen. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). layout pabrik. iklim dan keadaan tanah. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. letak pasar yang dituju. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. 4.

Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. jadwal penyelesaian proyek. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. . Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya.manfaat ekonomi yang diharapkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. yaitu pelaksana proyek tersebut. melaksanakan. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. melaksanakan. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. c.

dan tingkat suku bunga yang berlaku. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar. anggota direksi. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. dalam melakukan investasi . Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. struktur organisasi. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. sumber pembiayaan proyek.2. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. deskripsi dan spesifikasi jabatan. e. Oleh karena itu. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. 1986). 2000). Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. d. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. peningkatan pendapatan petani.

leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. dan project finance. bangunan dan perlengkapannya. pabrik dan mesin. obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. seperti modal sendiri. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. 2. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. . dan aktiva tetap lainnya. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. 2000). dan gabungan keduanya.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. kredit bank. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. modal pinjaman. 3.

Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. seperti: rekreasi.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. seperti : tanah. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. pabrik.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. 3. bangunan. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek. Biaya lainnya yaitu pajak. 2. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. bunga dan pinjaman. 2. . dan aliran kas terminal (terminal cash flow). yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. aliran kas operasional (operational cash flow). seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. dan mesin. Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. 3.

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. aspek ekonomi. 3. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. Analisis finansial mengkaji NPV. proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. Pada bidang pertanian. aspek manajemen. IRR.7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. Net B/C rasio.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. aspek teknis. .

Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . Payback Period. Net B/C Ratio. Payback Period. aspek hukum Analisis Finansial : NPV. aspek teknis. aspek sosial lingkungan. IRR. Net B/C Ratio. IRR. aspek manajemen.

4. Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik .Gambar 2. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang. Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau. 4. Namun. Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive).2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Selain itu.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. Sedangkan untuk data sekunder. masa pengembalian . Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). 4. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. wawancara mendalam dan observasi.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. aspek teknis. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. dan aspek ekonomi. aspek manajemen. Badan Pusat Statistik. skripsi. 4.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku.usaha. Dalam pengumpulan data primer. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial.

Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV). artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. NPV < 0. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. 4. . Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan.1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. 4.1. artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan.investasi (Payback Period). Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.5. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi.5. Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. Dengan kata lain.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. dan analisis switching value. dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Internal Rate Return (IRR).

maka NPV = 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen.1.• NPV = 0. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. Dengan kata lain. maka NPV > 0. proyek merugikan Net B/C = 1.1. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal.5. IRR juga merupakan nilai discount rate yang .5.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. 4. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. maka NPV < 0. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. 4. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Namun. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. proyek menguntungkan Net B/C < 0.

Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.membuat NPV proyek sama dengan nol.1. 2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya .4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. 4. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang.5.

Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8. 4. tempat penjemuran dan tabung gas. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi.38 persen. pompa air.000. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. 6. 4.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. tungku api. 3. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan.00 per kilogram. Umur proyek adalah 10 tahun. lemari.00 per kilogram. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. .6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. Dalam penelitian ini.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor. 2.5.000. 5. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12. 4. timbangan.

Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual.7. 9. 10. 13.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. 11. Biaya variabel pada kemasan besar. Harga jual yang produk adalah Rp 30.000. 12. 14. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. 8. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. 17. 15. .00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis.000. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. 18. 16. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total.

000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000.000.000.00)+ (15% x Rp 50.000.00 < pendapatan < Rp 100. • Jika Rp 50.000. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.000.000.000.000.000. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.19.00) + (30% x (pendapatan Rp 100.000.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50. .00)). yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.000.000.000.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.00)+(15% x (pendapatan Rp 50.

Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02. tambak dan kolam. tegalan. 5.1 Kabupaten Kendal 5.808 (50.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun.916 jiwa. dengan jumlah 100. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung. Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya). kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C.1.420 jiwa terdiri dari 462.501 . Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian.23 km2. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan. Suhu udara berkisar antara 25°C. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.1.579 meter dari permukaan laut.35 persen) laki-laki dan 474.65 persen) perempuan.06 persen. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang.612 (49. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah.83 persen.

Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. palawija dan kacang-kacangan.jiwa. Hasil utama pertanian adalah padi. tanaman pala. kayu manis. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. domba dan babi.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang. tembakau rakyat. mangga. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. kubis. kacang-kacangan dan ketimun. Ternak kecil meliputi kambing. rambutan dan durian.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. dan tanaman teh. bawang. ayam petelur. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong.62 triliun rupiah. Hal ini . nangka.1.896 jiwa setiap kilometer persegi. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata. burung puyuh dan itik. kopi. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. 5. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal. kemukus dan kakao. kayu rimba dan lainnya. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. panili. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. 5.13 km2 atau sebesar 26. bawang merah. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. dan wortel. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging.1.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. kerbau dan kuda. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong.

73 334.328.756.433. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000. kemudian pertanian sebesar 23.20 42.626.89 1.71 1.21 persen.521.42 124.30 persen dan jasa-jasa 7.77 persen.49 787.62 759.854.655.10 48.496. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.578.119.192.210. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.91 56.077.84 336.340.524.494.44 1.499.626.354. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh.92 1.01 4. Tabel 5.325.40 1. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.634. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.716.96 persen.42 38.861.20 4. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16. hotel dan restoran 18.47 8 9 100.50 persen.184.76 101.14 112.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.063.55 4.26 4.408. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.027. sektor perdagangan.543.996.37 98.623.799.558.149.277.89 persen.53 846.680.18 1.013. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .98 37.086. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.88 persen.32 117.62 44.347.121.167.027.20 128.28 persen.22 44.258. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.13 129.456.78 45.63 350.97 106.828.25 persen.341.426.64 106.53 117.88 juta rupiah menjadi 5.76 364.641.07 juta rupiah.959. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.447.510. yaitu dari 4.63 809.079.158.19 117. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal.86 1.

Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya.44 3 Tanah tegalan 2.23 39. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.89 Total 31. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3.61 8. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. 5. Tabel 6. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31.12 16. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 .12 km2.45 7.99 2 Tanah pekarangan 5. Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Suhu udara 27°C. Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer.71 27. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl.

Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Putra Jaya. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa. 5.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat. Kecamatan Pegandon.175 jiwa/km2. Pada awal pendirian usaha tersebut. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini.09 persen. Pada tahun 1993. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Pada saat itu. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Pada saat itu.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit. Pada tahun 1990.043 jiwa. Kemudian. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur.

Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Namun. sebagian tidak dapat bertahan. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . Menurut para pengusaha. Selain itu. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit.000. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya.000. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal.memenuhi bahan baku kulit sapi. Pada tahun 2005. Walaupun menyatakan sudah tutup. Namun. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak. .

Selain itu.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan. Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar.1. 6. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. penawaran. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. aspek manajemen. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas. 6. aspek teknis. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia. . serta strategi pemasaran.

Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). 6. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp . Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil. Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand. Konsumennya sangat banyak. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia.1. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). yang berasal dari berbagai kalangan. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas.

1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen.000.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar).2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi. 6. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang.000. 6.3.30. Menurut klasifikasinya. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak. baik aktual maupun yang potensial. Industri kerupuk rambak di Pegandon . harga (price).3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan.3. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60.1. Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak.1. karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi.1. 6. distribusi (place) dan promosi (promotion). Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar). manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). menentukan harga.

6.000. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi.1. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3.00.000.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30. Pemasaran belum menjangkau daerah lain. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah .3. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang.

jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2.3. Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru.1.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. Sejauh ini. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung. Selain promosi secara langsung.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk. Namun. 6. dan mendistribusikan produk.00 untuk kemasan besar.500.00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3.000. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. 2005). 6. Hal .1. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal. harga produk. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya.

Putra Jaya. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6. . Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. dan harga. Dwi Joyo dan Dwi Djaya.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan.2. Di samping itu. kedekatan dengan pasar. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. 6. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. penawaran. Namun. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. Pada penelitian ini. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak.

Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . 6. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. Sedangkan untuk bahan baku penolong.Dari sisi kedekatan dengan pasar. Dari segi fasilitas. Namun. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. letak lokasi usaha mudah dicapai. Dari sisi transportasi. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit.2.

Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Dari segi ketersediaan bahan baku. Namun. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan.Tabel 7. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. pengusaha lebih mudah untuk . produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak. Oleh karena itu. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. Para produsen memesan kulit melalui telepon. Namun.

Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi.3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram. Jadi dalam satu bulan. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil.4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan. 2008). usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. Namun. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar.2.2. Dengan kata lain. 6. 6. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian .mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya.

Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. 10. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. 5. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering. 7.2. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. 3. 6. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. penggorengan kedua dengan suhu 45°C.

Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya. usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus. Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk .Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5.

Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain. Namun. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi.2. 6. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000). Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Walaupun secara teknis telah layak namun . Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. ruang penjemuran. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian.2.rambak mentah (proses 1-7).

Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti.1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing. 6. Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. Dari segi administrasi. .3. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci. penggorengan dan pengemasan.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. 6. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. penjemuran. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi. pemotongan kulit.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha.

6. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan. 6. Suatu perusahaan yang layak. Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum.4. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. 6.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan. izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008).6. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan. .4.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. memiliki kekuatan hukum.

ekonomi dan lingkungan. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar.Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. Dari lingkungan. Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang. Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. .

Pada tahun ke-1 dan ke-2.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. Namun.1.000.00 untuk kemasan besar dan Rp 30. 7. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya.000. usaha belum mampu berproduksi secara optimal. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.800 kemasan besar. 7. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Internal Rate of Return (IRR).00 untuk kemasan kecil.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan. . Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60. yaitu Net Present Value (NPV). Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi.

Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 210.000. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 420. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294.000.000.875. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.00. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1.000. Sedangkan.00 per m2.000.000.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .000 126.000. bakul plastik dan motor.00.000.900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik.604. Lahan tidak mengalami penyusutan.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir. Tabel 8. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38.800.200.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63.000 30.167.000 88.500. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.000.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000 294.000.00.050 4.000 294.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.00.000.000 147.000. Lahan memiliki luas 53 m2. motor memiliki nilai Rp 15.000 205.000.

00 per bulan setara dengan Rp 3. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. Biaya telepon sebesar Rp 150.000.00. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1.800. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.sebesar Rp 31. 3. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. 2. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.000. Namun. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.667.000. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. biaya telepon dan upah tenaga kerja.00.00. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.00. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.800. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200.166.400.00 per bulan setara dengan Rp 1. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.00 per tahun.600.1. Selain biaya investasi.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.000. . 7. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.000. biaya listrik dan air.000.00 per tahun. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.500.00 per tahun.

000 750.000 350.000 400.000 3.500.000 700. Tabel 9.000.000 1.200.000 200.000 1.000.000 40.000 120.000 100.00 atau sebesar Rp 42.000 30.000 500.000 400.000 15.000 820.000 825.000 40.110.800.000 500.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 375.000 85.000 1.000 300.00 per tahun.000 85.000.000 410.000 275.000 10.000 175. 5.000 25.000 800.000 19.00 per tahun.875. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.500.700.000 130.000.000 75.075.000 75.000 55. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 31.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 60.500.000 55.4.000 15.000 500.000.000 1.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.770.000 3.020.000 1.000 185.000.000 15.000 215.000.000 125.000 520.000 875.000 5.375.000 625.

Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.000 49.800. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah.840.000 3.000 42. . Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000.600.00.000. kayu bakar.400.000. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.00 per kilogram.000 1.000 2. kemasan. 3.000 Upah (5 orang) 3.000 Telepon 150. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. garam. minyak tanah.840.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil. minyak goreng.000 Listrik 200.000 PBB 40. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11. Harga kulit sapi adalah Rp 12. arang. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. 4. gas dan bonus kepada agen. 2.500.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49. lemak. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.

000 2.000 2.760.000.700.102.1.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .000 5.000 2. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.250.000 15.00 untuk kemasan besar.000 5.778.00 per tahun.000 5.000 4.500 1543500 2.800 2.687.000 28. 6.520.880.000 8.000 kemasan 2.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.205.575.000.500 208. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.500.875.00 dan Rp 208. Tabel 11.750.000 11.400 75.940.995.287.000 80.500 7.000 13.500 6002500 8.700 297.400. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.556.000 480.000 kemasan 3.000 450.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.00.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.5.995.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155. 7.991.000 23.000 4.000 240.000 250.000.000 148.000 45. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.000 2. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.500.500.000 2.593.593.375.000 56.375. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11.500 JUMLAH 3430 4.000 735 1.991.750.700.000. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.

berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan. Dengan demikian.805.49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.805. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.00 selama jangka waktu 10 tahun.88 PAYBACK PERIOD 2.679. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.88.49% NET B/C 4. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. .679.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267.38 persen. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.00.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). yaitu Rp 267. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Hal ini berarti setiap Rp 1. Tabel 12.679 IRR 65.805. Dengan demikian. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.49 persen. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha.88. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65. Net B/C.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4.

Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.49 0 1. IRR sama dengan discount rate.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.00 8.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.15 0 1.1.7.00 8.00 8. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.33 0 1. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.84 0 1.00 8.00 8.28 0 1. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29. Tabel 13. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.38 10 .

namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10. Dengan asumsi cateris paribus.15 persen.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81.1.Berdasarkan hasil analisis switching value. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29. 7. Dengan demikian.49 persen.84 persen. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.49 persen. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.33. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36.84 persen.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. Lampiran 3 menunjukkan bahwa .84 persen. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. Berdasarkan hasil analisis switching value. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak.

Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60. Pada tahun ke-2. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.577. 7. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.200.539.000. Pada tahun ke-1 dan ke-2. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. total penerimaan usaha sebesar Rp 298.788.00.000. yaitu sebesar 1. Namun. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.00.600 kemasan kecil dan 11. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.000 kemasan besar per tahun. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.145.00.00 untuk kemasan kecil.525.000. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.154.2. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang.000. produksi sudah . 7.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.00.000. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.

000.200. Lahan memiliki nilai Rp 600.000.000. .500. Sedangkan.000 426.000 231.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000.00 per m2. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.000 330.000.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14. bakul plastik dan motor.000.000 298.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.000 165. motor memiliki nilai Rp 15.000 30.00. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik. Tabel 14.000.000. Lahan memiliki luas 50 m2.200.000. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000 213.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa.000 67.000 96. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.00.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000. Nilai bakul plastik adalah Rp 2.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.

00. 7. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180.000.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.166.00 per tahun. biaya listrik dan air.00. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.200. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.160.000.00 per tahun. biaya telepon dan upah tenaga kerja.000. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.000. Namun.667. Selain biaya investasi.00 per bulan setara dengan Rp 4. Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun.000. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1.667. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. Lahan tidak mengalami penyusutan.000. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.866. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.00. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1.000. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. . 2.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36.000. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.2.00.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.

000 75.000 150.000 820.000 85.000 100.000 1.000 240.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .000.000.000 15. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000 200.000 125.000 4.000 185.000 30.000 60.000 925.000 40.000 600.000.00 atau sebesar Rp 36.000 770.000 19.000 350.000 10.000 3.00 per tahun. Tabel 15.400.000. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000.000 15. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750. 4.000 800.000 15.000.00 per bulan setara dengan Rp 2.000 860.000 500. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000 160.000.000 215.000 700.3.000 500.000 130.000.000 330.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 390.000 Nilai (Rp) 30.000 410.000. Biaya telepon sebesar Rp 200.000 175.000 75.000 480.500.000.750.000 55.000 875.000.000 25.000.000 55.000. 5.00 per tahun.00 per tahun.000 850.500.000 40.000 750.000 375.000 3.000 400.000 600.000 2.200.

000 4.000 Upah (4 orang) 3. .000 2. gas dan bonus kepada agen.00 per kilogram.000 PBB 37. kemasan. minyak goreng. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.000 Telepon 200. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 Listrik 180.000 2.000 44. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17. lemak. kayu bakar.205.000. Harga kulit kerbau adalah Rp 17.160.400.200. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16.000.797.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44.797.000 36. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000. garam. arang. minyak tanah.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82.00.000.

546.00 untuk kemasan besar.000 hari 45.546.000 kemasan 3.100.000 56.000 blek 80.850.000 18.780.00 per tahun.346.550 345. 3.000 kemasan 2.625 11.340.000 2. 5.000 5.000 5.000.000 2.000 11.800.093.680.000 2.000 5. 6.350 tabung 75.000 4.000 39.742.500.000 99.320.875 7.346. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.700.2.500 Colt 450.625. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan. 4.765. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.339.024.000 kemasan 2.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.000 3.200.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.000 28.000 480.750 240.5 36 710 44.400.500 4.765.000 1176000 1.000 12.062.875 7.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3. .000 25.500 139.000 172.000 3.000 Kilogram 12.093. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.750 8.000 kwintal 250.887.500 2.000 16. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.760.000 336. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.5 kemasan kecil.700 kemasan 2.095.925.500.125.000 kemasan 2.812. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1. Tabel 17.500 JUMLAH 4.250 241.679.673.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.500 6737500 9.625 11.000 840. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.160.075.300 198.400.

Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172.07.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Nilai .33 persen. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.550. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18. Dengan demikian. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26.742.00.012.560. Hal ini berarti setiap Rp 1.38 persen.00 selama jangka waktu 10 tahun. Dengan demikian. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.012.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.250. Tabel 18. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.33% NET B/C 2.560. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.2.00 dan Rp 241.07. 7. yaitu Rp 85.012 IRR 26.00.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.673.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.07 PAYBACK PERIOD 5. Net B/C. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26.560.

Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.00 8. 7. IRR sama dengan discount rate. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. Tabel 19.41 0 1.38 10 kerupuk rambak kemasan . Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan.2.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari.

00 1. . Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.38 8.16 persen. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. Dengan asumsi cateris paribus. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.41 persen.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25.62.00 1.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25.41 persen. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3.38 8. Berdasarkan hasil analisis switching value.00 1.38 8. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7.32 25.16 3.41 persen. Dengan demikian.41 7.62 0 0 0 0 1. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4.16 persen. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.00 8. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.41 persen. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak.41 persen.

679 Rp85.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3.583.33% NET B/C 4.00.7.00. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.292.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.2. Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8.88 2.49% 26. Tabel 20. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar .560.00. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.89 tahun 5.850. 7.07 PAYBACK PERIOD 2. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.223.805.012 IRR 65.516.405.

Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8.41 serentak Kenaikan harga kulit 29.38 persen.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau.33 25. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.28 7.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Tabel 21. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap .15 15.32 Kenaikan harga lemak 81.84 3. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan.88. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.41 15.805.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267.679. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.

145.292. Pada tahun ketiga dan selanjutnya.850 . keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56.00. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian.577.525 24. Tahun pertama. Pada tahun kedua.145 56. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau.00.788.539. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.583 3.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.577.788. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau.539.00.405 25.516. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24. Pada tahun pertama.154 Kulit Kerbau -12.525.223. Tabel 22.154. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.

maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1.81 persen. 2. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya. net B/C sebesar 5.836. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.30 tahun.83 tahun.00. IRR sebesar 67. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. . Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. 4.846. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271.09 dan payback period selama 2.00. Dari aspek teknis. IRR sebesar 27. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan. net B/C sebesar 2.16 dan payback period selama 5. Namun dari aspek manajemen. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan.775.883.48 persen. aspek teknis. 3.

3. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. . Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk. 2. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. 4. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan.8. ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. Selain itu.

Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik. 2008. Institut Pertanian Bogor. 2006. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. http://www.disnak. Bogor Gittinger JP.disnak. Edisi Ketiga. Maspaitella PFL.jawatengah. Universitas Diponegoro.com.id. Bogor: Fakultas Pertanian. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. 2006. 2008.go. 2007. Dananjoyo A. Studi Kelayakan Bisnis. http://www. [27 November 2008] Budi A. Muhammad S. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. 2007. Provinsi Banten [skripsi]. Semarang: Fakultas Peternakan. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. Produk Kabupaten Kendal. http://www. Kabupaten Padeglang. Bogor: Fakultas Pertanian. 2000. Populasi Sapi Potong 2002-2006. [20 November 2008] Firmansyah A. http://www. Edisi Kedua. Edisi Keempat. Yogyakarta: UPP AMP YKPN .multiply. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C.brotherfatih. Edisi Kedua. 2007.com/journal.DAFTAR PUSTAKA Annisa L.usahaumkm.bps. Populasi Kerbau 2002-2006. 2007. Jakarta: PT. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. http://www. 2007. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan].go. Varley RCG. 2007. 1986. Tangerang [skripsi]. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. 2005. [20 November 2008] Edward D. 2008. 2008.jawatengah. [20 November 2008] Daniar MA. Institut Pertanian Bogor. Pengantar Evaluasi Proyek. Simanjuntak P. Institut Pertanian Bogor. Studi Kelayakan Proyek. antara Dilema dan Realita. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. http://www. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. Gramedia Pustaka Utama Husnan S.id.id. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Sabur LK. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil.go.go. Bogor: Fakultas Pertanian.blog.id. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. Berita Resmi Statistik.kabupaten-kendal.

Wijayanto K. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. Institut Pertanian Bogor. 2006. Kabupaten Bandung. Putera TD. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. Kabupaten Bogor [skripsi]. [27 November 2008] _________. 2000. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. 2009. 2008. 2009. Rahmawaty LA. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. http://www. Institut Pertanian Bogor. 2007.republika. 2006. Swastha B. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Provinsi Jawa Barat [skripsi].co. Tingkat Suku Bunga http://www. . Sukotjo I. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Institut Pertanian Bogor.co. Studi Kelayakan Bisnis. Institut Pertanian Bogor. http://www.com/news/fokus/57841. 2008. Kabupaten Ciamis. Widyastono P. Bogor: Fakultas Pertanian. Karlina L.go. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Pengantar Bisnis Modern. [20 November 2008]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi].Ibrahim J. Bogor: Fakultas Pertanian. Utami NL. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. 2006.kontan. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian.indosiar. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Pertanian.id. http://www.id. 2003. Widyastuti R. Edisi Ketiga. 1999.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. Jawa Barat [skripsi]. Pengantar Evaluasi Proyek. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi].jatim. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor. Bogor: Fakultas Pertanian. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi]. 2006. Kerupuk Kulit. Gray C. 2008. Maulana MES. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN .

461 1.031 5.649 3.310 4.555 3.396 11.963 r (%) 16.135 5.023 1.358 5. Grobogan Kab.684 2.978 2.237 10.865 346 2.245 4. Batang Kab.099 69 25 203 2.218 7.922 5.983 10.441 3. Temanggung Kab. Semarang Kab.844 13.047 1.589 2. Rembang Kab. Sragen Kab.555 4.85) (12.693 13.405 2.398 173 4.174 583 2. Wonogiri Kab. Banjarnegara Kab.353 183 2.57) (12. Kebumen Kab.171 3.17) (14.37) 2.310 1.675 5.966 10. Jepara Kab.770 5.521 3. Sukoharjo Kab.254 1.031 5.11) 0.980 131 32 172 3.666 12.84 (22.028 3.15) (15.677 3.07 (19.398 1.460 5.397 585 5.64) Jumlah . Magelang Kab.527 3.200 4.55) 5.35 (7.824 14.755 11.845 4.902 1.441 3.436 6.665 2003 (Ekor) 2.388 157 3.55) 2.105 2.088 1.842 2.611 2. Demak Kab.356 676 13 112.90) 8.49) (14. Purworejo Kab.111 5. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.352 6. Boyolali Kab.019 1.008 10.173 5. Pemalang Kab.14) (0.155 4.88 (1. Pati Kab.226 3.78) (1.29) (6.206 3.741 4. Tegal Kab.22) 1.282 5.303 4.041 9.476 2.384 2004 (Ekor) 2.18) (14.503 4.262 1.815 2006 (Ekor) 4.76) (12.083 656 20 123.827 122 19 185 1. Klaten Kab.729 3.879 1.856 4.814 4.076 2.510 4.52 (2.528 16. Wonosobo Kab.19) 0.802 4.768 536 23 148.842 2. Purbalingga Kab.206 3.99) (5.97 (13.504 96 24 205 1.250 4.79 1.361 3.453 3.237 6. Blora Kab.84 (14.010 588 3.390 1. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.936 1.023 1.561 2.369 7.572 3.106 6.12) (8.615 1.330 1.838 3.911 371 3.880 11.18) (1.150 5.078 2. Cilacap Kab.804 3.28 0.396 1.542 12.977 2.694 2.161 13.009 9.Lampiran 1.287 4.55) (13.078 4. Banyumas Kab.768 594 22 144.356 3.237 11.537 2. Kudus Kab.313 1.983 2.937 335 2.095 1.824 3.202 4.480 1.843 5.656 3.876 132 30 198 3.99 (0.186 3.91) (19.552 665 20 123.958 3.08) (37. Pekalongan Kab.413 1.818 2.650 4.356 3.975 1.841 3. Kendal Kab.701 2005 (Ekor) 6.042 2.38 (1.35) 3.319 6.540 4. Karanganyar Kab.010 14.

Blora 17 Kab.372 24.714 5.153 2004 (Ekor) 6.48 (2.590 R (%) 19.106 143. Purbalingga Kab.200 47.19) 3.220 61.279 137.100 3.724 18.414 89.583 1.292 6.70 5.747 73.844 18.164 61.103 16. Sragen 15 Kab.67) (1.002 16.524 13.225 106. Grobogan 16 Kab.748 105.974 218.807 71.575 99.385 63.76) 2.603 24.077 64.146 5.57) (0.34 0.392.199 149 1.311 10.97 1. Temanggung 24 Kab. Pemalang 28 Kab.879 37.53) 1.748 164 1.783 235 29 1. Pati 19 Kab.344 95.625 3.412 81.44 1.136 15.903 23.626 30.715 68.026 2.903 23.435 1.49 (1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.580 77.95 #DIV/0! 0.121 13.495 2003 (Ekor) 6. Tegal 29 Kab. Boyolali 2002 (Ekor) 6.406 18. Cilacap Kab.12 12.344.292 2.21) (0.608 70. Rembang 18 Kab. Banyumas Kab.21 1.785 76.143 13.408 2006 (Ekor) 14.473 291 41 1.23 (11.630 209.039 5.245 17.314 33.706 34.421 4.65) 1.964 88.95 9.636 8.473 285 42 1.95 (1.314 35.089 215.026 1.681 68.957 35.955 10.155 217.925 25.838 13.390.012 69.911 18.127 34.559 77.112 61.967 11.365.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.593 3.27) (4.041 14.880 2.435 37.112 66.497 97.460 5. Sukoharjo 12 Kab.43) 0.222 88.20 (1. Kebumen Kab.146 18. Magelang Kab.995 47.147 21.284 35.420 8.576 24.874 20.783 137 1.468 13.076 34.844 14.571 12.311 119.871 8. Klaten 11 Kab.291 11.747 35.567 1.143 13.110 32.864 13.489 148.089 91.122 64.427 68.897 65.626 30.775 6.264 25.983 144. Banjarnegara Kab.652 68.218 221 1. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .345. Semarang 23 Kab.449 32.76 (6.267 25.067 33.758 74.18) 30.016 12. Karanganyar 14 Kab.409 297 39 1.933 89.986 15.479 19. Kudus 20 Kab.596 33.933 118.781 140.200 1.069 8.159 1.527 80.401 197.37) (1.53 0.816 47.433 101 0 1.016 12. Demak 22 Kab.031 6.90 5. Kendal 25 Kab.285 93.486 20. Purworejo Kab. Jepara 21 Kab.838 265 1.311 10.065 24.822 60. Wonosobo Kab.813 7.828 5.37 (0.715 4.360 18.88 10 Kab.79 3.95 0.723 46.303 24.344 18.057 63.545 33.561 1. Wonogiri 13 Kab. Batang 26 Kab.072 63.392 91.131 35.137 1.147 2.431 105.650 2005 (Ekor) 8.768 46.144 13.130 34.547 14.75 5. Pekalongan 27 Kab.210 16.58 2.76 1.94) 2.

000 30.000 1.000.000.875.000 275.000.110.000 420.000 5.000.000.000 8 126.000 294.000 30.000 625.000 2 88.000 300.000 30.000.000 400.000 1.000 3 126.000.000 1.700.800.000.000 400.000.000 5.000 120.000 294.000 294.000 420.000 3.000 75.000 9 126.000 294.000 31.000.Lampiran 2.000 5.000.000 120.000.000 Tahun ke5 126.000.167 126.604.000 294.000 5.000 210.875.000 625.000.000.000 30.000 400.000 5.000.000 420.000 700.000 294.000.000 420.000 420.000.000 750.700.000.000 205.700.000 6 7 126.000 1.000 820.000.000 147.000 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000 875.000 99 .700.375.000 400.000 520.000 820.000 1.000 294.800.000 294.000 15.000 500.000.000 38.000 800.000 75.000 275.110.200.700.000 825.000 500.000 1.875.000 1.604.000.000 4 126.000 1.000 825.000 294.000.000 875. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.167 458.000 750.200.000.000.075.000 30.000 420.000 420.000 10 126.000 400.000.000.020.000 520.000.000 500.075.

000 11.600.000 1.7855 46.000 3.000 49.890 -69.543.768 0 3.000 7.000 7.600.000 56.400.880.572 261.000 2.500 208.000 11.000 4.500.205.000 42.000 49.5253 34.000 23.088.556.080.500.000.000.750.080.000 480.891.000 23.000 49.000 3.160.000 336.000 40.500.6687 38.840.000.575.000 42.080.000 1.000 297.000 2.400.000 56.000.889.5693 33.962.556.750.000 40.000 15.500 11.800.880.520.600.000 1.000. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.750.263 57.250.916.263 103.000 297.000 2.400.000 480.000 49.000 2.000 155.000 2.130.4472 46.000 297.000 1.750.991.000 8.263 362.263 354.000 108.000 11.000 1.000 11.778.556.000 7.000 5.000.991.000 8.600.000 5.880.000 3.000 4.7248 47.205.400.000 5.000 8.000 40.080.200 7.000.400.000 11.880.263 65.738 0.000 5.000 297.000 8.000.000 8.760.375.593.000 7.800.520.000 3.000 15.173.000 85.000 5.000 15.400.000.738 0.272 32.738 0.000 40.080.000.500 4.116.000.600.520.916.957.000 7.510 0 3.000 2.738 0.000 480.000 5.000 15.400.000 2.6170 35.000 480.000 4.000.375.205.205.518.750.500 7.000 8.000 40.880.520.500.000 2.875.000 40.575.000 8.000 8.000 3.000 2.400.000 155.000.025.000 5.000 155.101.000 23.287.520.892 0.840.005.080. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 42.263 65.210 Rp267.000 2.600.800.911.000 5.840.000 77.263 362.700 2.069 8.000 11.9227 -69.000 155.000.000.000 2.000 2.375.728 0.991.000.840.000 2.839.000 297.000 49.375.000 42.840.000 15.080.000 49.000 23.906.840.400.400.679 65.481.770.000 23.991.575.000 39.000 1.174.712 8.600.191.692 6.800.000 297.000 7.800.000 5.000 56.892 -74.556.210 4.840.000 40.000 5.000 7.490.000 56.000 1.400.000 2.556.991.667.000 5.000 5.000 480.400.000 1.000 297.750.000 6.000 8.500.263 58.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 56.263 361.372.205.000 28.400.500 6.566.000 5.000 2.000 155.520.200.400.400.000 8.000 5.500.800.556.738 0.400.000 4.575.556.780.125.000 4.150.000 8.000 5.000 40.000 49.000 56.000 56.263 354.750.000 3.692.500 148.726.840.000 2.000 480.991.263 362.570.000 1.000 7.991.000 155.102.002.000 155.400.600.800.263 361.000.750.556.000 8.911.958.005.995.392 284.750.49% 336.750.880.750.000 42.575.738 0.263 58.130.000 3.805.687.750.000.000 42.000 23.750.880.000 2.000 480.000 2.000 4.800.000 5.263 57.911.400.000 4.88 2.575.375.520.700.000 23.000 1.4847 27.000 2.8513 27.000 40.89 Tahun 0 3.000 42.000 2.750.000 15.375.000 1.500 286.000 15.088.041.041.000 15.575.000 49.000 11.880.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 8.575.312.000 11.000 3.000 5.000 42.000 23.689 6.958.083.000 297.891.375.375.000 40.000 4.904 0.000 240.000 11.800.000.000 2.000 480.464.991.000 4.263 354.000 42.000 49.500.800.738 0.500.600.083.000 8.000 4.263 57.500.000 56.000 42.000 8.940.912 7.000 16.600.205.352 0 3.000 155.750.750.080.840.205.840.000 49.101.375.520.205.000 1.000 8.186 100 .

583 27.500.000 5.000 40.000 420.000 23.263 56.868.000 4.880.000.539.000 2.009.750.154 5 126.000 8.000 4.917 286.205.000 49.000.000.788.000 3.000 49.150.500.009.000.000 40.575.000 8.000 2.840.287.525 2 88.000 8.000 2.863.Lampiran 3.572 24.000 8.000 294.875.543.000 3.080.000 4.000 2.000 2.000 294.687.778.000.991.000 5.520.880.000 480.000.000 8.750.700.000 210.000 3.700 85.000 155.880.154 101 .000 16.000 8.154 8 126.000 297.000 49.400.750.000 42.205.400.726.520.000 15.000 23.000 5.868.000 205.000 420.000.000 42.000 122.000 3.000 3.600.840.102.000.000 122.000 56.000.417 7.080.000 11.000 8.000.000.880.000.800.600.750.000.154 9 126.000 2.205.417 7.375.000.000 15.991.375.000 297.080.400.500 3.000.000 56.000 8.263 56.000.000 2.000 23.000 1.583 63.000 8.000 11.375.520.583 63.800.600.500.600.000.868.000.000 15.000 23.788.300.000.205.556.880.780.000 297.800.000 2.000 1.000 40.375.000 297.000 42.000 28.800.000.000 294.840.868.375.300.417 7.000 2.400.154 6 126.520.000 11.000 297.000.000 4.000 294.000 39.400.000 5.000 2.000.800.000.760.575.000 420.000.000 155.000.800.000 5.000 11.788.750.000 49.000 5.500 208.840.800.868.000.000 480.000 2.000 42.500.600.000 122.500 4.556.000 147.750.000 1.000 5.417 7.417 7.000 122.000.500.000 40.000 2.000 11.000 1.000 5.000 5.125.000 11.000 15.575.406.000 8.205.000 49.000 480.575.400.000 2.263 56.000.000 155.464.556.400.000.000 2.583 63.000 297.000 1.000 8.000 56.000.009.000 1.000 2.000 49.000 5.520.000 8.750.940.000 5.080.154 10 126.840.000 122.000 1.583 63.000.009.145 3 126.000 2.000 3.000 4.583 63.000 23.400.800.000 8.840.840.300 3.000 294.000 40.000 2.000 56.400.009.750.000 420.000 420.750.000 155.991.800.000.000 294.868.400.991.000 155.000 294.000 8.080.000 2.788.840.000.000 1.200.000 15.000 480.000 1.520.880.080.583 63.600.788.375.000.000 3.750.154 4 126.991.000.000 4.556.520.000 23.000 56.000 5.991.000 5.200.000 2.583 63.300.000 122.600.000 56.000 420.000 3.000 8.000.788.154 7 126.000 15.500 148.000 4.400.556.556.583 63.000 4.000.400.000 11.575.000.000 56.868.400.000 122.000 240.000 15.000 15.717 2.000 8.000 4.000 8.788.263 56.500 61.375.575.000 3.000 8.300.000 1.417 7.991.205.000 420.400.000 42.000 2.400.800.000 122.000 42.000 77.000 336.400.400.868.000 8.000 5.375.300. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.000 40.500 6.000 49.300.520.000 1.000 49.000 1.000 108.750.000 5.000 480.265.300.000 8.840.000.000 40.991.000 42.000.600.000 42.889.000 5.392 2.000.000 49.000.080.000 297.000.593.000 155.000 23.000 297.500.556.500.600.263 56.000 420.000 56.200 7.400.750.263 56.556.000 8.000 480.000 42.000 11.000 294.000 480.880.300.000.840.600.577.000 8.025.995.000 3.000 155.962.000 23.205.009.263 56.500.263 56.000 2.575.583 2.000 8.000 6.000 49.080.575.000 42.116.788.500 7.000 4.417 7.000 5.750.002.009.000 480.000 8.000.800.000.417 7.750.000.750.004.250.750.000 11.000 40.000 294.500 11.000 8.300.375.000 40.300.880.000 8.000 155.205.000 40.009.

000 330.200.000 298.000 2.000 75.000 750.000.000 480.000 480. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 875.000.000.000 3 96.000 860.000 10 96.000.200.000 480.750.000 2.000 875.000 102 .000 231.000 820.000 30.000 1.000.000.000 2.000 160.667 462.000 330.000 330.000 426.000 426.000 600.000 30.000 3.000 7 96.000 165.Lampiran 4.000.000 600.000 330.000 700.000 5 96.000.000.000 4.000 330.667 30.866.000.000 426.000 240.000 390.000 426.000.000 330.000.000 15.000.000 160.000 770.000.000 4.000.000 600.750.000.000.000.000 330.000 426.200.000 8 96.000 4 96.000 820.000 600.000 30.866.000.000.000 426.000.000 30.000.000 75.750.000 9 96.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000.750.000 426.000 500.000.000 860.000.000 30.000 800.000 4.000.000 390.000 330.000.000 4.000.000.000 4.000.000 770.000 480.000 750.000 2 67.000 925.000 850.750.000 480.000 330.000 330.000 36.000.000.000 6 96.000 925.000 213.

000 28.262 11.000 44.400.093.367 0 4.46 Tahun 0 4.000 11.4847 12.317 400.826.317 398.000 11.200.680.750 480.800.000 56.750 16.200.500 840.000 44.887.000 5.125.160.000 39.000 9.265.000 99.200.485 -79.000 198.000 44.075.07 5.810.346.625.000 4.500 241.122 0 4.500 2.125.200.200.817 33.000 9.200.000 198.400.000 139.765.797.000 11.000 5.000 37.500.000 198.500 2.797.000 37.000.000.594 5.000 198.000 2.000 44.800.000.000 5.797.000 56.000 345.250 0.850.400.160.625.679.738 0.046.000 11.093. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.160.797.024.400.000 11.000 11.750 480.160.320.000 9.000 25.000 4.000 2.000 1.000 4.850.810.046.160.817 27.000 5.000 198.6170 15.260.500 2.000 345.200.200.891.000 5.346.062.817 69.317 398.000 2.765.780.000 9.000 18.33% 165.000 2.000 37.786.000 44.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 7.183 0.750 16.213 0 4.200.093.473 2.000 37.000 37.742.750 16.817 25.850.000 2.000 9.000 11.546.093.000 5.000 25.800.810.953.160.679.625 11.000 9.797.000 2.000 37.000 345.750 480.000 4.9227 -79.680.500 2.000 4.260.679.500 2.000 1.160.400.000.000 1.500 2.680.000 6.875 8.059 7.125.000 2.183 0.000 4.317 392.183 0.625.095.000 4.750 480.000 37.320.000 36.750 480.320.000 2.000.000 9.679.250 -86.925.346.000 36.093.000 4.000 4.817 27.850.000 1.546.000 4.320.912.400.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 36.000 345.973.000 11.737.346.750 16.000 82.000 25.000 4.680.400.817 25.000 36.6687 17.500 1.819.000 198.975.625.250 0 299.000 4.000 1.000 9.000 36.875 240.850.7248 23.680.093.000 345.000 5.000 37.000 5.160.000 44.125.000 4.000 44.000 2.183 0.400.000 1.093.000 3.473 Rp85.200.183 0.000 44.797.000.625 336.093.160.812.160.797.000 198.000 198.000 2.750 480.339.4472 31.000 11.400.675.155.132 7.800.750 16.320.000 2.750 480.930.400.000 4.973.000 11.346.000 2.000.200.679.346.000 36.625.500 2.320.000 4.512 103 .810.000 36.093.810.679.200.205.800.200.625.000 2.750 16.800.817 25.679.625.200.000 56.100.000 25.093.498.000 4.093.680.797.000 12.786.000 44.786.800.320.951.000 11.183 0.125.093.213.000 345.183 0.093.000 1.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.213.108.817 33.400.850.000 36.797.000 2.000 4.000 2.359.317 392.000 4.000 56.317 392.346.000 2.093.850.125.500 172.350 5.000 56.260.750 16.000 345.680.317 400.000 44.244.786.400.093.680.953.000 56.760.125.000 2.400.500 2.7855 21.400.000 25.160.000 56.000 4.8513 9.533.400.000 11.850.000.000 11.000 2.5253 17.000 25.750 16.500 5.000 11.000 1.320.712 286.200.810.000 4.200.200.400.200.317 400.000 25.346.000 37.125.000 4.000 36.000 2.400.176.000 2.269.400.560.673.810.000 2.260.000 2.675.953.800.700.000 11.000 56.797.000.093.625.213.000 5.679.000 345.000 25.137 7.213.340.000 2.000 36.000.000 37.750 480.300 7.400.000 3.550 390.000 2.5693 15.012 26.810.000 11.594.850 0.

000 330.680.000 345.000 5.000 44.797.000 44.500 4.167 2.000 11.000 9.742.753.200.200.500 1.797.000 11.093.000 9.000 56.680.000 4.750 16.500 80.653.000.000 56.753.000 11.000 11.167 2.800.160.000 4.000.000 198.750 480.625.850 5 96.000 2.333 28.400.000 56.000 28.333 28.000 37.093.200.200.093.000 25.750 480.000 5.000.000 330.000 2.167 2.550 56.500 80.333 3.167 2.500 840.400.750 16.000 298.167 2.000 2.625.160.160.000 9.000 2.000 37.800.000.200.000 4.292.093.753.000 44.810.200.346.000.500 4.500 172.680.850 104 .797.000 198.160.103.000 330.800.000 2.000.000 39.700.000 37.000 3.850.160.797.000 426.093.653.500 80.000 56.000.103.400.176.000 1.292.103.000 2.292.000.000 11.160.000 37.346.750 4.850.679.000 44.095.875 8.333 28.000 37.000 330.000 11.125.000 36.000 11.093.000 345.200.400.546.000 1.000 36.317 25.850.000 18.000 11.000 56.000 7.200.000 330.800.000 7.000 7.000 198.103.500 80.000 37.000 44.000 9.679.317 25.000 345.160.797.850 8 96.346.167 2.850 9 96.850 10 96.780.000.000 345.326.516.000 25.320.000.093.000 11.000 9.000 2.000 7.000 4.000 1.000 4.753.333 28.160.000 44.000 1.450 4.500 80.750 480.000 37.400.400.000.000 139.000 25.750 480.333 -12.400.625 336.000.320.000 426.000 5.500 4.200.400.346.125.000 36.000 4.500 80.000 7.000 11.500 4.000 9.000 1.062.000 198.000 4.000.653.000 2.000 198.093.292.000 5.346.000 36.000.400.750 480.000 2.200.797.000 5.000 25.093.800.000 2.750 480.000.625.810.200.653.810.000 37.000 4.500 80.679.000 7.000 44.653.750 16.200.400.093.810.400.000 2.812.125.000.000 426.850 6 96.500 5.679.625.300 7.850.000.093.200.800.680.000 4.333 28.320.000 12.292.000 36.875 240.000.400. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.750 16.160.000 4.810.810.000 11.400.500 241.850.000.000 56.760.000 426.850.000.093.000 345.340.000 6.093.000.405 3 96.200.500 80.000.000 2.000.000 7.167 2.292.000 3.546.000 4.000 2.000 5.000 4.000 25.317 25.653.810.223.320.000.457.400.317 25.750 16.680.000 4.000 5.000 2.737.000.712 3.000 11.000 44.000 7.750 480.000 37.117 390.075.000 198.850.765.000 345.753.000 2.000 11.000 5.753.625.000 330.200.223.797.125.000.000.125.000 36.000.000.125.200.000 36.000 1.000 44.317 25.317 25.339.765.000 330.093.000.200.625.000 4.800.400.810.320.000 25.679.000 9.797.000 11.333 28.000 2.000 5.625 11.346.Lampiran 5.000 56.000.753.103.160.850 7 96.000 345.400.800.000 1.653.317 25.000.500 4.000 213.000 44.753.000 11.167 2.400.797.103.680.000 2.000 2.000 426.625.000 25.673.103.093.750 480.000 4.000 2.000 36.000 4.000 231.000 4.024.333 28.000.160.000 7.583 2 67.000 165.753.850 4 96.000 11.000 2.000 345.400.292.125.000 426.000 426.925.000 1.000.000 25.320.292.000 426.000 330.200.125.093.907.000 2.346.000 9.100.103.500 4.000 37.680.000 36.750 16.000 36.317 25.000 198.250 40.000.000 7.346.200.000 7.320.000.200.887.000.000 2.625.000 2.653.679.750 16.333 28.583 0 -12.679.850.679.000 99.750 16.680.400.500 4.000 198.000 2.500 4.753.320.797.000.000 56.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

904 6.080.000 56.770.726.000 15.000 155.205.000 1.400.800.263 58.500. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.556.000 15.000 297.000 49.800.880.276 0.000 5.940.000 2.000 480.000 4.000 11.000.600.750.544 8.000 8.000.000.400.000 40.263 19.000 7.375.000 15.000 7.6687 7.880.000 3.000 480.800.542.800.000 49.000 480.000 2.500.000.911.000 1.263 13.000 297.603 1.000 49.080.375.000 56.972.000 4.000 2.8513 814.520.000 56.400.000 5.535.000 8.000 155.000 155.991.276 0.000 2.6170 7.000 42.205 0.000 2.916.000 5.000 15.000.400.500 11.880.800.000 40.800.000.00 10 Tahun 0 3.000 480.000 49.400.4472 26.840.840.000 56.080.375.375.556.265.000 40.500 7.263 362.000 5.991.000 3.000 42.400.000.000 7.392 284.025.205.750.000.113.000 3.000 4.000 56.991.920 0 3.556.287. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.116.000 2.000 2.000 8.000 240.000 2.276 0.7855 10.000 23.400.000 3.000 15.750.000.163.603 -90.000 49.880.840.500 208.000 2.200.375.200 7.000 7.000.880.715.150.000.543.263 361.000 56.700.750.400.000 15.041.962.520.000 4.556.570.000 155.000 15.750.263 11.000.205.991.375.400.889.000 1.778.500.000 23.000 42.520.38% 90.750.375.400.000 5.263 13.000 1.000 5.000.000 5.000 2.400.205.000 5.916.000.500 6.575.840.276 0.000 8.542.205.000 16.000 5.700 2.600.000 2.000 1.995.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 297.113.000 155.600.000 15.130.263 11.575.780.000 2.000 56.481.000 49.000 155.800.000 8.000 2.687.000 40.000 11.000 11.263 19.146.000 23.000 49.760.000 480.400.575.500.537.263 354.520.750.500 148.125.000 2.412.840.000 2.000 297.575.600.400.800.750.000 4.000 23.000 40.000.000 11.5693 7.000 49.000 5.600.263 11.000 23.000 2.000 5.263 362.000 56.000 6.000.080.000.000 1.000 1.375.000 49.000 8.500 286.500.991.000 8.000 5.000 8.400.520.880.000 1.991.000 5.000 3.497 0 3.840.384 7.000 8.800.000 8.840.600.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 4.520.891.000 15.556.205.276 0.572 261.000 4.113.000 5.000.080.080.600.000 2.635.000 3.840.000 11.272 957.575.412.5253 10.000 77.387.000 49.000 2.000 85.000 5.000 42.276 0.556.000 1.880.400.000 480.000 40.000 155.000 297.000 2.375.591.000 8.000 7.000 28.7248 14.000.520.991.000 1.750.868 0 3.000 8.000 11.000 11.556.000 42.000 2.000 8.000 39.000 4.000 4.665.000 5.205.233 6.840.556.263 354.005.000 480.080.000 8.005.000 1.263 362.000 23.492 108 .000 40.002.991.000 40.600.911.000 336.500.880.600.000 5.750.000 11.875.593.041.000 40.575.000 2.000 8.000 7.500.000 8.000 23.400.003.537.000 3.000 42.000 4.205.276 0.750.603 Rp0 8.102.760 8.000 3.000 42.400.520.000 480.464.750.250.000 42.500 4.000 1.750.130.442 0.263 354.750.750.000 297.911.000 7.080.600.000 297.000 40.000 42.575.000 108.160.000 42.400.575.750.840.123 0.500.000 7.000 155.4847 5.800.892 -97.000 11.000 297.263 361.9227 -90.000 23.500.

336.000 750.000 400.000 30.453.110.075.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.Lampiran 8.000 1.700.000 275.031 131.875.117.477 374.000 800.110.075.000 875.117. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.336.117.453.000 1.243 183.061 262.800.700.117.453.482.061 262.538 5 112.705 31.061 262.336.538 7 112.700.336.000 30.057.117.000 5.000 300.000 30.000 1.000 5.117.061 262.061 262.020.875.200.000 75.000 30.168.769 2 78.000 275.875.477 374.000 1.336.061 262.000 1.000.000 120.000 400. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.453.477 374.000 500.000 1.000 15.000 120.000 825.000 825.375.538 4 112.000 1.538 8 112.000 5.000 820.477 374.336.477 374.700.117.226.000 5.000 625.477 38.635.061 262.000 625.000 75.336.000 500.477 374.000 500.000 30.738 187.000 1.000 520.058.117.117.000 400.000 5.000 750.000 875.000 520.538 10 112.000 1.000 400.000 109 .061 262.538 9 112.336.453.453.477 374.000 3.477 3 112.700.538 6 112.234 262.167 413.000 400.604.000 820.453.

000 297.000.000 7.400.800.400.000 5.556.520.000 2.205.911.276 0.000 23.263 11.750.000 480.000 42.000 155.481.000 40.8513 814.263 361.600.000 5.000 42.6170 7.600.991.000 297.497 0 3.000 15.4472 26.500.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 4.375.000 42.880.375.400.000 4.000 1.800.537.000 5.000 2.263 11.760.000 40.000.263 354.537.000 23.287.080.991.000 1.000 2.500.600. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 56.000 5.163.840.263 19.000.760 8.276 0.892 -97.000.080.263 354.000.000 3.000 2.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.400.000 49.000.000 155.750.750.500.000 40.000.000 8.200.400.000 15.6687 7.000 3.575.750.000.000 2.000 56.7248 14.000 1.000 155.400.000 42.000 5.575.520.500.000.780.263 11.000 7.000 1.000 23.080.276 0.535.500 148.868 0 3.000 40.600.750.000 8.000 480.000 15.000 480.387.687.991.080.00 10 Tahun 0 3.603 Rp0 8.500 7.113.000.000 2.000 2.000 23.000 49.000 7.392 284.000 49.000 8.575.7855 10.880.263 354.000 1.000 7.911.000 155.000 40.500 208.000 2.276 0.025.991.38% 90.750.800.840.375.000 8.000 4.102.160.400.375.000 8.002.991.000 8.750.400.000 49.000.276 0.600.575.000 40.205 0.263 13.000 4.000 11.916.000 480.000 5.556.570.265.000 5.000 480.000 56.600.880.000 2.750.000 11.400.080.600.000 11.000 297.575.000 8.840.500.000 2.000 11.000 11.700 2.000 1.000 42.500 4.400.000 8.520.000 15.500.520.000 42.000 2.800.400.116.000 3.000 49.500.750.591.000 8.000 49.000 15.000 155.800.000 39.000 1.000 240.000 5.000 3.400.000 155.400.000 56.123 0.130.600.5693 7.000 15.375.205.080.005.875.000 16.800.000 5.889.778.572 261.700.125.800.000 42.000 42.000 5.205.544 8.750.000 23.005.000 1.891.000 11.603 -90.375.000.000 155.442 0.635.575.556.200 7.000 480.263 58.880.962.000 7.800.263 362.840.000 480.000.000 85.000 4.000.000 15.003.840.880.000.080.750.000 1.263 362.000 15.920 0 3.000 11.000 1.000 8.000 4.412.000 56.000 8.000 297.000.000 8.000 49.840.000 77.556.991.000 40.384 7.375.000 49.000 49.556.000 4.800.575.000 2.000 5.000.880.520.000 2.000 8.000 28.000 8.492 110 .991.000 2.000 108.500 11.000 56.205.750.276 0.904 6.233 6.750.000 2.000 2.000 15.556.000 5.000 49.205.000 5.400.995.000 40.263 19.000 297.272 957.000 6.750.840.000 40.130.205.880.000 23.000 23.000 5.520.080.000 7.000 1.150.205.400.770.000 8.9227 -90.940.000 297.715.000 11.916.000 5.556.000 23.000 7.500 6.880.276 0.000 5.464.000 8.972.4847 5.575.000 3.041.000 297.000 4.000 40.000 3. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 4.603 1.543.520.000 2.800.750.000 297.000 56.000 480.400.000 3.750.000 7.556.375.113.991.500.263 361.000 2.000 11.665.840.000 155.000 2.000 2.911.000 4.000 5.000 42.375.000 336.263 362.726.520.041.000.000.000 56.500.400.113.5253 10.146.000 3.840.000 2.600.250.500 286.205.412.000 42.000 1.840.542.542.600.400.263 13.593.

000 1.000 520.800.875.000 10 126.000.Lampiran 9.875.000 400.000.000 1.000 420.000 294.200.110.604.000 4 126.000 5.000 420.000 520.110.000.167 31.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.075.000.000 800.000 875.000 75.000.700.167 458.000 120.000 147.020.200.000 625.000 275.000 30.000 420.000 5.000 1.000 500.375.000 294.000 1.000 275.000 420.000 120.000.800.000.000 420.000.000.000.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 38.000 5.000.000.000 30.000 3.000.000 825.700.000 30.000 400.000 30.000 420.000.000 400.000.000 9 126.000.000.000 294.000.000 500.000 500.000 205.000 1.000.000 294.000 210.000 875.000.000 625.000 2 88.000 30.000.000 820.000 5 126.000.000.000.604.000.000 294.000 825.000 294.000 15.000 294.000 3 126.000.000 1.075.000 1.700.000 1.000 7 126.875.700.000 1.000 5.000 750.000 420. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 750.000 75.000 8 126.000 294.000 5.000 111 .700.000 400.000.000 6 126.000 400.000 300.000 820.000 294.

000 49.462 7.000 5.000 2.000 1.005.000 343.750.462 7.163.000 4.000 1.123 -97.000 23.520.400.750.400.000 5.724 58.500.263 408.520.591.000 11.205.537.400.263 406.875.000 56.750.750.750.000 40.205.462 7.462 11.000 343.462 7.723 7.750.750.000 1.635.520.000 140.000 2.205 0.000.000 8.000 1.000.000 15.000 2.000 16.000 49.770.000 23.904 6.000 3.537.000 40.000 40.000 39.500 4.000 56.000 2.000 8.250.000 480.000 8.537.263 400.000.375.000 3.000 49.113.384 7.130.587.000 15.000 42.800.687.542.400.537.000.375.537.116.000 23.000 201.000 49.000 5.000 343.00 10 Tahun 0 3.575.768.263 400.000 201.575.375.276 0.080.000 15.520.000 8.8513 814.840.000 5.000 1.000 4.535.005.000.080.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.462 11.462 11.000 15.000 49.575.462 7.665.102.000 40.000 343.000 480.750.233 6.027.600.500.000 4.000 42.760 8.000 8.080.000 343.000 15.600.520.400.276 0.000 1.000 85.000 201.000 2.840.200.000 49.000 42.7248 14. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.400.000 2.600.543.800.000 2.000 343.080.000 23.4847 5.000 5.551.276 0.868 0 3.750.575.400.800.600.000.000 1.025.375.000 15.000 5.000 42.000 28.500.375.6687 7.000.000.000 3.113.492 112 .000.000 15.000 49.000.500 11.276 0.462.205.840.603 -90.000 23.537.000.000.000 5.542.000 240.603 1.000 1.265.276 0.5693 7.000 4.497 0 3.000 3.500 6.113.375.000 201.462 7.000 480.795 957.000.400.000 56.102.000.000 42.000 40.750.000 2.002.520.760.375.600.544 8.000 49.600.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 40.715.000 2.263 408.600.000 42.572 293.000 3.400.000 56.575.000 8.600.750.000 23.000 8.000 2.287.000 4.537.000 2.000 15.000 2.000 23.000 4.000 56.000 42.600.462 11.400.000 2.102.205.000 5.276 0.500.000 8.6170 7.880.205.665.000 49.000 3.500 171.000 6.263 406.000 2.462.375.000 2.840.462 11. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.840.500.000 201.731 286.205.462 7.000 40.840.000 42.000 8.000 2.000 1.223 2.840.412.102.724 19.400.392 307.400.9227 -90.800.7855 10.000 56.080.000 8.457.000 8.400.000 4.000 8.800.042.276 0.724 13.724 19.500 7.000 42.400.080.780.000 2.462 11.000 201.724 11.000 1.400.000 3.263 400.400.000 40.000 480.000.387.000.125.38% 90.146.102.880.575.575.840.263 408.500.880.000 42.000 2.000 3.000 23.000 343.000 5.080.000.000 5.375.000 2.575.000 1.972.000 1.400.700.726.940.464.750.205.000 40.520.462 7.603 Rp0 8.102.537.000 5.000 8.000 15.000 480.130.500.457.000 5.4472 26.000 4.000 480.880.537.570.400.000 8.724 11.840.000 4.000 49.462 11.000 480.000.771.724 13.476.102.750.000 56.800.205.587.000 56.000 336.000 8.800.102.800.880.500.000 40.123 0.457.800.000 4.840.500 240.000 201.880.000 201.000 5.920 0 3.500.000 343.5253 10.000 5.800.462 11.000.000 8.000 5.412.000 2.750.003.600.000 5.000 480.880.537.724 11.750.150.962.102.000 100.080.750.000 2.520.880.442 0.231 5.

000 825.000 820.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 1.000.000 30.000 147.200.000 294.000 30.000 400.075.000 15.075.000 400.000 400.000 500.000 3.000 6 126.000.000 300.110.700.167 31.000 520.000 275.000 825.000.000 625.800.000 120.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000 294.000 30.000 400.000 294.700.000 1.000 38.000 120.000 205.000 420.000.000 420.000 625.000 500.000.000.167 458.000 5.000.000 3 126.000.000 4 126.000 30.000.875.000.000 800.000 210.000 5.200.000 9 126.000 294.000 8 126.000 113 .875.000 1.000.000 1.000 500.000.000.700.000 10 126.000 275.000 30.000 5.000.000 875.000 7 126.000.000 294.000 820.000 420.000 1.000 5 126.700.700.000.000 75.000 294.000.020.000.000.000 420.000.604.000 294.000 1.000 1.000.000 5.000 420.000 75.Lampiran 10.000.110.000 875.000.000 1.000 420.604.000 420.000 750.000 400.800.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000.375.000 520.000 294.000 750.000 5.000 1.000 2 88.875.000 294.000.

000 480.000 101.750.750.724 11.840.5253 10.000 3.000 42.000 343.715.150.760 8.146.000 15.724 13.400.000 15.042.000 480.000 50.500.000 1.462 7.462 7.000 4.000 8.263 408.500.000 1.000 1.000 2.000 3.778.000.603 1.462 8.000 5.600.520.000 11.400.025.880.600.392 307.205.000 49.263 406.000 101.8513 814.000 343.000 3.375.400.665.000 480.000 42.575.000 5.768.000 8.000 2.600.375.750.600.000 155.457.575.000 2.384 7.400.546.000 40.575.400.000 5.724 19.000 40.724 13.000 2.750.000 15.5693 7.760.163.537.770.263 400.724 58.920 0 3.000 155.205.500.442 0.880.520.000 155.000 5.000 11.520.546.500 6.276 0.000 4.000 1.000 42.205.000 1.003.233 6.000.000 15.375.130.464.889.500.603 Rp0 8.520.000 2.600.750.603 -90.750.000 8.000 5.276 0.000 5.000 8.591.726.724 11.000 42.537.000 155.113.005.500 171.000 8.575.537.500 240.205.546.587.665.400.000.080.000 42.700.750.457.000 2.000 4.537.000 5.205.000 23.263 400.400.000 480.462 7.276 0.400.462 8.123 -97.868 0 3.575.113.113.880.276 0.200 7.000 42.000 85.400.6170 7.080.800.000 42.542.750.000 5.6687 7.000 49.000 2.000 3.205 0.687.38% 90.537.575.000 155.000 2.000 16.000 49.000 11.773.231 4.205.000 2.400.600.000 1.000 480.000 49.080.000.287.080.750.800.575.600.412.462 8.750.000 343.000.462 8.972.587. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.375.000 480.000 15.276 0.000 5.375.276 0.205.000 2.556.000 40.000 15.000 49.000 5.750.125.840.000 40.000 49.000 336.000 101.130.880.000 2.497 0 3.500 11.000 4.000 40.223 2.263 406.000 1.000 155.000 1.4847 5.000.000 49.462 8.537.000 11.800.000 40.880.080.546.027.875.575.750.520.080.4472 26.840.000 1.263 408.400.000 5.000 1.462 7.462.000 108.840.520.000 23.375.556.400.116.492 114 .500.9227 -90.537.462 7.904 6.800.795 957.000 101.400.000.276 0. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 5.000 2.840.000 49.000 23.500 4.000 23.000 1.000 343.000 11.000 155.080.263 408.000 40.546.400.000 15.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.462 7.800.082.000 11.000 2.000 49.400.263 400.724 11.476.457.724 19.375.000 42.840.000 4.556.940.840.523 6.000 4.500.000 8.000 2.000 71.800.500 7.000 40.000 23.000 343.750.400.400.123 0.000 3.546.000 40.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 11.7855 10.000 2.000 3.000 3.000 40.265.544 8.205.000 240.537.546.000 343.570.800.556.572 293.000 15.000 480.880.000 42.800.750.000 155.780.600.000 2.000 5.412.543.000 343.000 480.375.462 7.000 77.840.000 49.556.387.000 343.556.800.000.375.537.840.000 42.000 2.000 15.000 2.000 3.000 101.000 4.635.000 101.005.002.880.462 8.520.462 8.556.000 23.000 5.000.500.600.000 11.750.600.000 5.880.000 101.000 4.102.542.731 286.840.462 8.7248 14.250.000 1.800.000 23.000 2.000 4.962.000 8.000 5.556.500.000 2.000 5.000.000 2.537.000 23.000 8.462.462 7.000 11.546.080.520.400.535.500.00 10 Tahun 0 3.750.000 101.

000 240.569 36.000 1.000.000 157.000 315.000 30.000 480.000 30.315.000 480.448.000 860.724.000 15.000 160.000.000 4.236 30.569 6 96.000.667 448.000 800.448.000 30.813.000 4.448.448.000 2.000 875.000 480.000 75.000 330.000 315.000 390.724.000 875.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.569 5 96.000 750.000 315.448.000.000.200.000.448.000 160.000 480.448.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.013.Lampiran 11.000.000 850.000 315. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.000 770.569 4 96.000 3.750.000.569 411.000 500.569 411.448.000 750.000 4.569 7 96.866.000.000 390.000 600.000.750.569 411.448.569 10 96.448.000.000 315.998 288.000 820.448.000 30.448.000 4.750.000 330.750.000 600.000 770.000.000.998 3 96.000 2.569 8 96.000 820.448.569 411.000 115 .569 411.000 925.000 600.569 411.000 600.285 2 67.000 315.000 315.000 480.285 205.448.000 2.000 75.750.000 925.000 30.569 9 96.000 315.000 860.569 411.000 4.000.200.448.000 220.

093.213.800.680.000 345.445.320.000 2.400.234.000 36.000 2.000 2.00 10 Tahun 0 4.000 5.000 9.160.125.000 5.850.000 1.625 336.817 11.750 16.680.000 36.752 0.800.400.000 99.500 2.083.680.000 4.750 16.000 36.675.400.000.680.000 1.000 56.200.000 4.234.500 172.546.9227 -86.346.625.679.160.810.400.546.000 44.000 11.200.250 -93.419 0.000 2.817 13.400.000 18.7855 10.108.000 2.400.797.000.7248 13.093.000 11.000 56.000 56.800.200.339.758.346.750 16.093.797.400.340.317 398.626 5.000.680.953.000 44.317 400.317 400.000 2.500 5.500 2.817 11.000 37.000 44.000 3.6687 7.953.680.160.000 4.500 2.875 240.500 840.320.160.234.797.000 44.679.000 1.320.000 4.200.679.625.4847 5.093.000 9.000 345.000 25.000 139.000 44.500 2.200.686.679.750 16.000 11.000 36.000 2.000 345.200.250 0 299.742.000.817 55.000 11.093.4472 24.000.810.200.000 37.400.317 392.400.000 36.404.260.750 16.320.810.750 16.100.797.679.213.200.346.400.965 0.000 2.000 6.155.000 345.176.200.000.850.625.000 5.000 39.513.500.500 2.300 7.737 0.160.000 345.000 4.317 392.000 5.320.200.875 8.810.625.534.000 1.625.213.361.320.550 390.800.750 16.000 4.752 0.680.750 480.752 0.000 1.817 13.400.000 4.800.000 11.850.000.817 18.200.093.930.400.000 36.000 25.000 2.000 28.320.200.000 25.000 44.292 0 4.000 56.000 345.000 5.800.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.093.160.205. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.160.797.000 2.000 11.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 2.750 480.000 198.317 392.494.000 11.8513 922.797.750 480.000 4.200.750 480.400.093.339.949 5.625.686.260.200.093.626 Rp0 8.000 9.213.000 15.950.752 0.712 286.797.000 345.765.000 44.000 2.000 11.000 2.000 9.000 3.000 11.000 56.000 82.160.750 480.000 11.625 11.000 9.000 11.750 480.000 37.125.801 0 4.125.000 11.797.000 4.000 36.000 2.000 2.160.000 5.850.810.400.500 241. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 25.093.700.5693 7.737.000 11.000 25.000 11.076 7.000 2.760.850.000 56.125.200.000 4.000 2.752 0.500 1.000 5.810.200.000 44.000 4.996.000 37.38% 86.000 56.6170 6.679.000 37.800.062.000 4.000 25.160.000.953.800.797.200.346.000 5.750 16.000 4.260.000 37.000 2.752 0.000.000 9.817 11.541 7.000 4.262 1.000 198.000 11.000 198.000 12.234.626 1.093.494.000 4.000 2.000 25.125.011 116 .000 1.400.075.000 36.000 4.000 198.000 11.673.000 198.780.5253 9.000 44.000 9.715.500 2.680.346.346.500 2.887.000 36.000 4.000 4.626 -86.679.810.000 37.000 9.810.000 5.000.160.000 4.000 4.093.320.797.400.125.765.000 2.679.000 4.000 44.317 398.093.000 37.400.396.000 198.093.500 2.400.686.000 1.000 7.817 18.625.051 0 4.125.200.000 37.000 37.000 2.925.850.281 7.000 1.000 25.850.000 4.000 36.000 198.750 480.093.625.850.752 0.346.400.000 198.000 2.812.750 480.346.093.095.024.125.000 2.000 4.000 56.317 400.000 345.260.000 2.

000.448.315.000 750.000 1.000 30.448.000 411.000 600.750.000 770.000.569 5 81.000 160.000.000 750.000 925.236 30.000 600.569 330.000 205.000 875.013.000.448.000.569 330.569 330.448.000 860.448.000 3.000 480.000 480.000.569 10 81.000 500.000 411.448.569 8 81.000 860.000 117 .569 7 81.000 480.448.000.000 30.998 231.000 2.000 15.000.448.569 330.448.000 30.285 165.000 600.000 390.Lampiran 12.000 480.000 4.000 330.448.000 480.750.000 330.000 411.000.448.724.569 330.569 330.448.285 2 57.000.000 4.000.448.000 30.000 411.750.200.667 448.000 75.000 240.000 600.000 2.000 820.000 800.569 330.569 330.569 6 81.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.000 4.013.000 390.569 9 81.750.000 850. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.000 4.000.000 288.000 925.569 4 81.000 875.448.000.000 770.000.866.000.000 36.000 411.000 30.750.000 4.448.724.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 820.000 411.000 2.000 160.000 75.998 3 81.000 411.

000 4.000 37.320.400.850.000 4.000 44.8513 922.000.797.500 840.000 11.000 9.320.000 36.200.850.800.000 37.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.160.000 5.680.9227 -86.000 2.000 4.000 36.076 7.752 0.000 4.750 480.000 198.626 5.953.000 5.000 3.317 392.400.000 44.000 9.160.419 0.625 11.346.810.000 345.000 25.810.500 2.494.200.500 2.000 56.000 9.000 25.000 37.000 2.850.797.680.260.000 25.000 25.800.625.000 11.000 56.801 0 4.500 2.000 5.500 2.737.262 1.200.680.317 398.200.093.000 198.797.800.000 198.000 198.750 480.4847 5.400.000 11.213.541 7.000 345.000 44.200.000 11.817 13.093.000 5.400.000 2.742.850.000 2.093.000 11.234.000 4.093.404.400.000 345.260.000 12.250 0 299.817 11.000 2.000 198.317 400.000 56.680.800.095.750 480.125.250 -93.000 4.000 28.500.500 2.000 4.6687 7.750 480.737 0.850.000 56.125.513.750 16.000 1.051 0 4.000 44.000 3.083.000 4.125.000 25.752 0.320.686.887.396.000 2.810.000 44.965 0.760.000 25.812.700.000 37.817 13.400.750 16.000 37.810.850.000 44.000 99.000 198.093.213. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 37.949 5.200.817 18.810.679.000 25.093.797.000 4.810.679.500 2.000 11.234.000.108.000 56.000 15.679.234.160.000 2.000 37.000 2.000.320.930.093.317 392.950.765.000 44.200.500 2.000 9.000 36.200.400.000 4.000 4.680.260.000 9.024.750 16.000 198.850.675.200.765.213.400.000 345.850.000 4.712 286.400.000 56.534.346.093.093.000 18.679.000 1.000 5.000 7.320.797.346.625.346.000 11.000 36.160.400.000 5.300 7.953.494.758.679.000 2.000 1.000 4.000 1.546.000 198.200.400.339.000 4.160.626 1.093.000 5.000 1.093.000 37.780.234.000 1.400.679. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.400.500 1.000 2.00 10 Tahun 0 4.000.400.625.125.000.093.062.445.000.093.797.875 240.750 16.000 2.400.715.750 16.000 2.320.100.4472 24.000 4.680.346.686.200.38% 86.000 36.817 18.317 398.550 390.626 Rp0 8.346.000 5.000 2.093.093.797.155.000 11.160.000 345.625 336.800.5253 9.750 480.000 44.797.200.125.281 7.000.000 2.000 56.750 16.000 4.625.000 9.817 55.000 9.500 5.317 392.000 36.200.160.817 11.200.176.000 2.996.339.750 480.680.000 11.000 2.000 11.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 11.000 4.340.953.000 36.160.075.750 480.200.400.800.200.875 8.160.000 11.000 2.625.000 44.000 9.000 345.160.500 241.000 25.000 2.400.000 4.000 39.686.626 -86.000 2.000 11.400.125.7248 13.000.000 1.200.000 11.317 400.673.317 400.000 4.800.000 11.000 2.000 2.680.000 2.000 11.000 4.625.320.750 16.797.000 5.810.679.000 4.000 2.260.750 16.000 345.093.752 0.546.752 0.346.6170 6.000 36.500 172.797.000 36.5693 7.160.346.000 37.000 345.125.500 2.213.000 139.320.000 37.000 4.752 0.625.625.200.000 1.800.000.752 0.752 0.000 36.679.011 118 .000 44.361.000 2.000 82.000 6.000 56.7855 10.400.205.292 0 4.810.000 4.000.750 480.125.817 11.925.

285 2 64.000 160.804 318.448.569 5 92.720.720.765 36.998 3 92.000.569 9 92.000 750.724.000 925.000 600.000.750.000 240.750.720.000 600.000 2.000.727.000 3.727.000 75.448.000 330.804 318.720.000 30.000 30.720.727.000 160.Lampiran 13.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 770.000 4.363.563 223.750.804 318.765 411.448.000 480.727.360.000 860.000 820.000 750.000 30.804 318.236 30.448.866.000 875.000 480.000 820.569 4 92.804 318.904.013.200.765 411.882 205.727.000 480.667 448.569 7 92. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.000 4.000 1.448.569 6 92.765 411.000 4.765 411.765 411.000 800.000 4.000 2.000 600.000 75.000 30.569 10 92.448.000.448.000 860.000 600.720.000 4.000 15.000 480.000 850.315.000 480.000 875.720.000 770.000.765 411.000.000 925.727.000 30.000 390.750.000 500.000 119 .000 330.000 2.727.109.804 318.765 411.720.569 8 92.750.000 390.804 318. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.804 318.727.435 288.402 159.

400.752 0.000 198.000 9.817 13.400.320.234.200.292 0 4.000 3.000 1.000 3.500 840.160.400.000 36. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.093.679.000 37.000 25.850.797.679.887.000 11.011 120 .400.000 2.000 4.000 56.346.000 44.000 2.4472 24.000 28.817 11.000 44.000 4.000 198.000 1.6687 7.000 36.000.38% 86.541 7.6170 6.000 2.680.000 198.000 2.000 37.000 15.051 0 4.797.200.810.000 1.125.000 36.800.093.750 480.000 11.200.000 1.200.000 37.000 2.000 345.797.750 16.200.950.000 11.000.500 241.686.260.800.000 56.752 0.000 5.200.000 44.093.346.742.200.400.000 4.625 11.750 480.000 11.752 0.000 37.550 390.000 36.000 56.125.817 11.679.000 11.626 5.680.093.200.346.400.400.160.160.000.626 1.000 345.093.000 12.400.400.7855 10.625.083.160.750 480.494.500 2.400.000 4.000.000 5.213.160.686.000 4.679.000 2.494.000 44.000 2.445.850.404.679.400.800.000 4.093.750 480.875 8.213.108.750 16.673.317 398.317 400.000 37.4847 5.250 0 299.000 198.320.396.160.850.000 44.346.800.320.875 240.200.000 56.500 2.750 16.000 5.000 11.000.176.000 36.000 1.155.400.000 5.500 2.000.320.000 36.760.000 44.750 16.000 1.686.712 286.000 1.000 2.234.000 198.752 0.346.000 25.925.000 345.810.000 9.200.160.000 4.500 2.500 172.000 36.750 480.000 36.000 198.260.000 37.160.000 11.346.680.737.000.000 56.500 1.750 16.200.093.817 13.625.320.513.093.850.340.346.000 37.996.000 5.9227 -86.797.160.00 10 Tahun 0 4.752 0.810.546.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.797.125.093.000 4.500 2.260.160.100.000 2.680.500.000 4.000 4.8513 922.093.000 56.000 2.500 2.000 82.000 198.965 0.400.093.000 9.125.000 2.346.260.680.200.817 11.000 9.500 2.076 7.000 2.400.000 11.625.850.000 4.000 4.000 345.200.000 25.752 0.758.200.680.234.000 25.000 5.752 0.000 1.7248 13.200.000 11.750 480.000 345.000 2.810.000 44.000 9.093.810.000 11.400.281 7.817 18.000 345.000 99.400.953.000 56.817 18.797.000 25.250 -93.000 11.000 198.000 4.750 16.200.000 5.797.400.339.000 2.801 0 4.765.680.000 2.626 Rp0 8.300 7.000 2.812.750 16.679.000 4.200.700.000 44.810.953.000 25.680.000.320.000 2.125.000 4.095.000 5.000 11.024.625 336.125.000 9.000 2.200.317 400.626 -86.000 2.797.317 392.000 4.625.850.000 11.000 4.810.500 2.000 37.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.679.750 16.000 9.534.930.000 4.125.000 4.320.000 4.765.000 44.000 11.850.625.780.000.400.125.339.000 4.800.000 4.000 345.000 11.000 56.949 5.000 44.000 7.800.000 25.000 37.675.000 4.000 139.000 6.160.500 5.000 36.000 2.737 0.797.000 5.093.320.205.5253 9.000 2.075.000 345.546.5693 7.400.317 392.625.000 39.419 0.000 2.000 2.000 11.000 2.679.800.361.000 36.000 9.797.213.625. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.625.317 398.234.093.750 480.093.000 25.953.715.317 392.213.062.262 1.810.000 37.000 18.817 55.093.317 400.800.000.750 480.850.

866.000 600.000 4.000 850.000 75.000 298.000 426.000.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 30.000 2.000.667 462. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 330.000 875.000 426.000 4.000 8 96.000.000 330.000.000.000 165.200.000 330.000.000.000.000.000 4.000 30.000.750.000 860.000 330.000 925.000 4 96.000 10 96.000 480.000 2.000.000 5 96.200.000 7 96.000 480.000.000 4.000.000 330.000 330.000 2.000 231.000 750.000 160.000 15.000 330.000 480.000.000 600.000 2 67.000 390.000 3 96.Lampiran 14.750.000.000 426.866.000.000 330.000 770.000 4.000 1.000.000.750.000 160.000.000 213. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 330.000.000 600.000 390.000 925.000 500.000.000.000 800.000.000.000.000.000 30.000 30.000 426.000 240.000 121 .000.000 30.000 330.000 770.000 3.000 750.000 426.000 600.000 9 96.000.000 6 96.000 480.750.000 426.000.000.000 860.000 820.667 30.000 426.000 875.000 480.750.000 75.000 36.000 820.200.000.000.

317 407.950.000 36.000 4.160.000 4.625 336.431 11.400.000 2.000 37.000 359.897.000 11.317 407.541 7.4847 5.230.505.200.000 5.948.000 44.248 13.230.931 2.200.931 2.505.758.625.000 2.752 0.750 480.750 480.230.419 0.000 359.800.765.000 2.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.750 480.248 18.680.000 2.000 5.000 5.400.000 2.200.000 9.396.680.500 179.897.093.400.000 2.810.400.931 2.000 2.000 11.686.200.234.686.626 5.317 414.000 9.000 11.797.000 2.897.400.897.765.812.750 16.000 2.931 2.000 25.200.875 8.000 4.000 1.260.361.850.200.000 4.625.320.000 5.625.4472 24.320.260.000 28.230.000.000 37.625.000 82.000.000 25.810.000 4.625.404.800.000 4.000 1.750 480.260.000 56.281 7.000 1.000 11.897.810.200.000 7.000 5.797.534. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.234.093.715.000 2.400.000 37.7855 10.000 44.125.160.000.810.000 44.737 0.000 37.000 2.431 11.797.850.200.160.752 0.680.850.083.248 55.750 16.093.000 2.000 4.887.260.155.205.093.000.000 9.000 1.431 11.320.125.095.875 240.248 18.810.897.000 213.000 39.000 56.125.800.000 1.000 106.000.680.234.431 11.686.750 480.011 122 .000 36.000 359.261.000 2.200.431 11.400.125.752 0.797.000 37.931 2.000 4.850.000 56.400.431 11.000 4.093.800.000 1.500 840.500 1.000 4.680.062.000 359.093.850.445.000 25.000 36.160.680.552 390.797.000 4.292 0 4.513.248 11.000 37.000 44.949 5.000 56.626 1.680.317 414.093.000 359.000 4.000 37.176.780.093.546.000 2.765.093.625.965 0 306.850.810.000.000 6.750 16.000 25.000 3.897.200.750 480.850.000 36.000 11.797.000 37.400.000 2.625 11.800.000 213.320.797.093.626 Rp0 8.200.500.797.000 2.800.200.000 149.680.093.000 25.000 4.248 11.897.000 359.931 2.000 2.750 16.000 9.200.230.302 7.160.400.000 4.7248 13.248 13.400.093. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.000 36.750 480.931 2.000.765.625.160.000 25.8513 922.320.000 213.000 1.000 2.000.000 44.000 56.000 56.6687 7.431 11.000 9.000 1.000 213.200.320.797.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 9.400.700.801 0 4.000 25.750 16.000 2.6170 6.000 213.000 37.000 4.000.000 4.752 0.400.125.000 5.810.400.925.317 414.750 16.000 4.000 44.230.093.263 1.38% 86.000 359.000 37.000 25.093.800.760.051 0 4.200.712 297.000 11.750 16.000 2.200.000 2.076 7.340.500 251.000 56.000 5.000 44.160.000.494.000 4.000 5.160.000 11.000 2.093.317 412.494.000 4.800.100.000 4.5693 7.850.000 44.339.320.000 36.125.125.431 11.752 0.660.160.000 2.000 213.000 36.000 12.797.965 -93.928.000 4.160.625.750 16.000 359.000 18.000 44.615.737.317 407.810.000 36.000 5.750 480.765.5253 9.626 -86.000 9.000 56.317 412.752 0.116.125.000 4.200.230.320.546.505.230.000 11.000 9.215 5.400.000 15.200.000 4.752 0.965 0.9227 -86.093.400.000 44.000 213.00 10 Tahun 0 4.000 213.234.765.160.400.931 2.000 3.400.000 2.248 11.024.996.950.000 36.000 36.

000 4 96.000 875.000.000 850. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000 480.000 3 96.000 480.000 426.000 9 96.000 330.000 480.000 426.000.000.000 240.000 160.000 925.000 480.000.000 2.000 75.000 4.750.750.000 770.000.000 820.000 770.000.000.750.000 36.866.866.000 330.000 426.000 4.000 925.000.000.000.000 7 96.000.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 875.000 330.000 426.000.000 330.000 330.000.000 390.200.000.000 426. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 30.000 330.750.000 750.000 860.000 1.000.000 30.000.000 860.000 2.000 480.000 426.000 30.000 75.000 298.000 426.000 800.000.000.000 390.000 600.000.000 160.000.000 500.000 213.000 5 96.000 820.000.000.000 10 96.000 750.000.000 330.000 330.667 30.000 165.000 600.000 3.000 123 .200.000.000.000 330.000 600.Lampiran 15.000.000.000 4.000.750.000 30.000.000 2.000 15.000 2 67.000 600.000 330.000 6 96.000 8 96.000 231.000.200.000.000 30.000 4.667 462.000.000.000 4.

715.320.500 1.679.361.000 37.000 49.125.000 44.125.000 5.000 2.000 44.931 2.000 71.494.797.750 16.248 11.000.000 44.000 1.320.750 480.875 240.339.000 4.000 359.797.075.626 Rp0 8.505.000 4.850.625.351.351.000 18.5253 9.000 37.160.000 2.765.000 71.431 11.000 359.076 7.320.093.351.750 16.093.750 480.317 414.850.404.160.339.093.000 71.000 4.000 2.6170 6.000 37.000 4.093.351.897.000 44.6687 7.752 0.234.000 5.000 37.546.737.000.765.400.000.400.680.000 4.000 36.925.400.812.9227 -86.000 9.419 0.000 2.625 336.000 36.317 414.000 71.8513 922.000 3.320.400.000 5.797.000 198.000 4.500 179.000 359.125.160.897.750 16.000 36.000 44.160.679.248 11.000 25.000 4.797.340.810.000 9.765.797.680.000 11.431 11.000 359.626 -86.000 82.000 359.000 11.200.000 44.625.797.887.750 480.083.000 4.000 4.200.750 480.000 5.00 10 Tahun 0 4.750 16.5693 7.679.000 198.750 16.200. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.7855 10.625 11.000.752 0.625.000 25.051 0 4.000 11.000 198.000 4.000 11.400.234.093.000 25.351.505.546.234.965 0.626 5.000 9.200.000 71.000 2.317 407.000 2.125.897.810.950.317 407.000 25.625.679.200.200.200.780.431 11.000 35.752 0.431 11.011 124 .965 0 306.160.797.317 412.400.400.000 12.125.758.850.125.400.000 25.000 36.160.400.248 11.000 2.320.000 4.680.797.205.000 2.248 55.625.660.000 99.000 4.351.093.000 2.850.38% 86.625.000 9.626 1.4847 5.000 25.292 0 4.160.431 11.093.248 18.700.500 840.000 359.680.000 2.000 2.000 4.000.000 36. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.752 0.400.534.797.445.093.680.000 4.351.000 139.431 11.320.002 7.000 37.931 2.125.4472 24.850.875 8.000 37.850.317 407.000 4.000 5.750 16.317 412.000 4.513.750 16.000 2.810.000 71.000 37.000 9.200.093.000 9.200.000 9.931 2.505.000 1.000 2.000 44.155.7248 13.752 0.750 16.400.000 198.000 2.680.160.686.965 -93.100.000 37.931 2.801 0 4.810.000 11.810.000 4.200.000 5.679.750 480.000 36.500 5.093.000 4.093.750 480.686.263 1.200.320.000 198.000 2.000 11.000 1.260.000 359.948.897.897.765.931 2.093.400.946.200.000 37.000 359.000 2.765.810.160.400.200.000 2.000 11.000.000 6.431 11.000.897.000 198.675.351.810.000 36.000 1.000 5.000 2.850.000 44.000.625.680.431 11.996.931 2.765.552 390.320.000 9.000.200.248 18.200.000 198.000 44.234.679.000 2.000 1.000 2.680.281 7.093.810.396.176.160.093.000 71.000 71.200.000 1.850.797.093.000 36.752 0.024.737 0.500 251.062.712 297.400.000 2.000 44.897.000.000 198.625.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.679.000 4.300 7.000 1.750 480.248 13.000 25.400.000 2.260.686.000 5.679.000 2.260.494.116.200.200.317 414.897.248 13.931 2.949 5.928.000 1.160.000 37.000 11.095.400.000 4.000 4.400.000 36.750 480.400.000 15.000 4.000 4.000 25.260.000 2.715 5.931 2.125.500.752 0.000 3.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.093.950.000 36.541 7.