ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .

Ir. NIP.Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. Pembimbing Tintin Sarianti. 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. 131 415 082 Tanggal Lulus : . MS NIP.. Nunung Kusnadi. SP. MM.

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Bogor. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 . Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. . penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. Institut Pertanian Bogor. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Pada tahun kedua penulis. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. SPd. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Selain itu. Pada tahun pertama.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis.

Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Institut Pertanian Bogor. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani . Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bogor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau .

5. Popong Nurhayati. Lisda dan AGB 42 . untuk segala cinta. 7. doa. Yuzda. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. SP. Imam. SP. 9. Pemilik Citra Rasa. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Dauz. Nurul. Tintin Sarianti. Rina. Trio Kendal AGB 42 (Twin. kasih sayang. Atas segala dukungan yang diberikan. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. Bulik Yum sekeluarga.. Pemilik Dwi Joyo. 6. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. Yanti Nuraeni Muflikh. Wiwi. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti.. 11. atas waktu. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. Wening. 2. Sepupu-sepupuku: Lilis. dukungan. Santos. Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. M. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. Ajib. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Irma dan Nanda.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Cila. kesempatan. arahan. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Riski. MM. 8. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. Ir. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Bulik Eni sekeluarga. 3. informasi dan dukungan yang diberikan.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Dani. 4. Zulvan. Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. Tiara. Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Hepi. 10. Ferdy Daeng . Tika. Aqsa).

Mba Rahma. Icha. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. Mba Dewi. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Rifka Rino. Mba Sarah. Manda. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Evi. Eni. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Riska. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Retno. . Suci. Wendi. dan lain-lain. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Dewi. Lia. Farikhin. 15. 13. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Ranti. 12.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Reika. Ratih. Fery.

................ V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN .............. 2.................................3 Data dan Instrumentasi ..... 1............................................................ I PENDAHULUAN .........2 Aspek Studi Kelayakan .................1 Analisis Finansial ...........4........ DAFTAR LAMPIRAN .... 2.........................3 Kerupuk ..2 Perumusan Masalah ..................... 3....................... 3................... 2....................4 Metode Pengumpulan Data .......................................6...................................................2 Histologi Kulit ................ 4.6 Laporan Rugi Laba ........... 4..... 2................................................5.........................6 Asumsi Dasar yang Digunakan .5 Metode Pengolahan Data ....................................1 Pengertian Kulit .......... 2.................................................... 3...........5.................4 Analisis Kelayakan Investasi ...............2 Analisis Tentang Kerupuk ..............................................1 Keadaan Wilayah ....................4 Manfaat ....................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL ...........1 Analisis Aspek Finansial .......................... 2............... 3........................ 2......................... ......5.............................................. 4.................................... 2...1.........................................5............................1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .......7 Kerangka Pemikiran Operasional .................. 2.................1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah ....... 3.............1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan .... DAFTAR GAMBAR ............... 5............ 4...........................4 Kulit .................. 3...........5 Kerupuk Rambak .......................................... 2.............. 5.............................1 Lokasi dan Waktu ............2 Analisis Switching Value .................................... II TINJAUAN PUSTAKA .............. III KERANGKA PEMIKIRAN ............................................................................ 2................1 Kabupaten Kendal . 4....................2 Proses Pembuatan Rambak .. 2..............1 Latar Belakang ......................1 Studi Kelayakan Proyek ............................................. 4................................ IV METODE PENELITIAN ..........1.......4..............................................4................................ 4......................................................2 Perusahaan Perorangan .................. 2......................................................................3 Tujuan ......................................3 Teori Biaya dan Manfaat ......... 4........................................................2 Keadaan Penduduk .. 2............................... 3..................................................................5 Ruang Lingkup .....4................................ 2...5 Analisis Switching Value .......... 3.............. 2.6 Penelitian Terdahulu ....3 Kulit Sebagai Bahan Makanan ..................2 Metode Penentuan Sampel .... 2... 5....................6.....................................

.............................2...............................................................1....1 Hasil Analisis Aspek Manajemen ... 6... 6..............................................1............2............3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ....... 7. 6...............................2 Aspek Teknis ............................................ 6............ 6.................. 5....1 Bentuk Badan Usaha ..........3 Strategi Pemasaran ....................... 7.................4...........4 Aspek Hukum .......................5 Lay Out Usaha ..........4 Perekonomian Daerah ...... 6............1........................2......................................................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .......... 6.......... ANALISIS ASPEK FINANSIAL ....2 Izin Usaha ............ 7...............3............................................1.. 6...... 6........................... 7.......2..3 Aspek Manajemen ....................................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ..2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..... Ekonomi dan Lingkungan ......... 5.......................3 Kapasitas Produksi .....2..........................4 Hasil Analisis Aspek Pasar ...4....................................................................1.....1 Permintaan .............................4 Proses Produksi .........2 Kecamatan Pegandon ..1.. 6...........2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ..................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .....2............. 6......3 Pertanian .......... 7............................................. 6.... 7...2........5 Aspek Sosial..................... 6.... 7............2 Penawaran ............................ 6............................................................................. 7........ 6................ 5.......................6 Hasil Analisis Aspek Teknis ..1....1.....3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............1............. 6...............................................................2 Bahan Baku .........1 Lokasi Usaha ......................1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .........1 Aspek Pasar ............ 6.............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ....................VI VII 5................... ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL ........................................ 6..1..1.......................

.... LAMPIRAN ........... 7..........2............................................. 7................................................................................................................................................2................................ VIII KESIMPULAN DAN SARAN ................ 7................. 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 ...................4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..... 8.................3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..................2............1 Kesimpulan .........3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ..................2. 7.............................. 7................................................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...Bahan Baku Kulit Kerbau . DAFTAR PUSTAKA .......................... 8.................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..........................2 Saran .

............................................... 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha ........ 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun ............................................................................................................. 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan ......... 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ....... Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ............. 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ...... 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram ............................................. 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha .... 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi .............................. 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ........................................................................................................................................................ 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak ........................................................................................................................................................................................... 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ...........................DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) ......... 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ............. 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ................................................................................. 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau .................. 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ........................................................................................................... 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun ................................................... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk .............................................. 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ......................... 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ........................ 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ....

.

......................... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II ......................................... ......................................DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ......... Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon .............. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak .............. Kerangka Pemikiran Operasional ...................... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I ..................

.................................. 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ......... 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak ...................................... 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .................................................... 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ............................ 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak .......................................................... 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil .... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................................................................................................. 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ........................................ 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak .......... 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah ... 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ... 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ...................................................................................... 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar .................................. Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 ...........................................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah .... 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ..............................................

Bagi Indonesia. Namun. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual.multiply.id [20 November 2008] Budi. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran.jatim. Ariyo. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif.BAB I PENDAHULUAN 1. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. Berdasarkan Undang-Undang No. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Kamaludin.brotherfatih. Rustian. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah. antara Dilema dan Relita dalam www. Pada masa itu. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya.go.1.com/journal [20 November 2008] . 1 2 . UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Sejak awal tahun 1970. Disamping itu. 25 tahun 2000. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini.

Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan. dan PDB UB sebesar 5. Pada tahun 2000 dari 4.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. Kedua.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3. pertumbuhan PDB UKM sebesar 5.957. Pada tahun 2006.3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2.4 triliun. usaha ini masih bisa berproduksi.8 juta orang atau 97. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif.2 persen.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM.3 triliun atau 53.8 juta unit usaha atau 99. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006. Pada tahun 2007. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6. 3 . Edward. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar.2 persen (BPS 2008). UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional.121.usaha-umkm. Kemudian.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6.7 persen. 2. di tahun 2003 dari 4.com [20 November 2008] . Ketiga. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja. Deddy. 2.blog. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM. berkembang. diacu dalam Widyastuti 2008). Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91.

Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5.25 6. . Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007). Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen.38.23 Total 5. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.84 6.Tabel 1.95 5. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain.66 persen.73 Usaha Besar 5.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.38 6. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5.24 6. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3.28 persen.82 5. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal.27 Usaha Kecil dan Menengah 5.18 6.95 persen.37 5.50 Usaha Menengah 6.51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6.69 5.

00 1.92 23.11 penggalian 3.06 3. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil.Bandeng Presto . Pengangkutan dan 2. gas dan air minum 1.38 1.92 3. Limbangan Kec.27 komunikasi 8.72 17.85 jasa perusahaan 9. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec.72 2.Kerupuk Mie Kec. Industri pengolahan 38. Listrik. Pertanian 23.40 24.63 6. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1.48 1. Kaliwungu .Terasi . Bangunan 4.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut. Kendal .68 17.Dawet Gempol .48 4. Sukorejo Kec.56 2.Momoh Jerohan .57 1.23 17.33 restoran 7.Krupuk Rambak Kec.59 35. Cepiring Kec. persewaan dan 2.70 2.82 9.kabupaten-kendal.26 3. hotel dan 17. Jasa-jasa 8.71 5.Rangin / Rengginan .Gula Aren .25 9.88 25.41 9.78 2.57 35.81 2.77 2. Keuangan.05 1.00 1.Kerupuk Petis .11 1. Pegandon Sumber : www.go.55 1.id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak. Weleri Kec.52 37.72 3.Kripik Tempe . Tabel 3.67 9.46 37. Pertambangan dan 1.83 3. Perdagangan.05 2.Kripik Paru .03 23. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang .88 3.69 17.Tabel 2.

000.00 untuk kemasan 250 gram. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan.547 ekor.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16. Namun. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif . Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng.000. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. Sementara. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. Pada umumnya. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006. Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi.

Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi.000. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran.00 per kilogram.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak.000. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. 1. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan.2. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana .

Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. aspek teknis. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Penilaian aspek . Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Namun. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. aspek sosial. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. aspek manajemen. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha.

Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. adalah: 1. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. . Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. Dari uraian diatas. aspek manajemen. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. aspek manajemen. 2.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. aspek hukum dan aspek sosial. 4. 3. aspek teknis. aspek teknis. ekonomi dan lingkungan? 2.

Pembaca.1. Bagi pemerintah. dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. 4. 2. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. Pemilik perusahaan. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Penulis. 3. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. 1. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. .4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak.

go. dan 5.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No.id). 4. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM. Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. 3. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). badan usaha yang tidak berbadan hukum. yaitu: 1. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. atau 2. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Kerajinan rumah tangga. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. dikuasai dan berafiliasi baik langsung. Berbentuk usaha orang perorangan. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No.depperindag.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar .3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.

Jumlah aset hingga $15 juta 2. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan.2. dengan kriteria: a. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. Medium enterprise. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. Pada tingkat internasional. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. dan c. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. diacu dalam Widyastuti 2008). 2. dengan kriteria: a. dan c. Usaha kecil. . Small enterprise. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. dan c. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. yaitu: 1. dengan kriteria: a. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah. Micro commission. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. 3.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging. diacu dalam Daniar 2008). . kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit.mikroorganisme seperti bakteri. sedangkan kulit bagian kepala. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia. 2. 2. diacu dalam Daniar 2008).4. jamur dan lain-lain. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. diacu dalam Daniar 2008). Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak. mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. ekor. lemak. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981.4. Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. leher. diacu dalam Daniar 2008). diacu dalam Daniar 2008). juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. corium (derma).

kerbau. 2. pengirisan. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit. penjemuran tahap I. penggorengan dan proses pembungkusan. pengungkepan. penjemuran. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991. dapat berupa kulit sapi. diacu dalam Daniar. penjemuran tahap II. proses pengolahan meliputi pencucian. terutama kulit kerbau jantan.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. pengempukan. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. pengungkepan dengan menggunakan lemak. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. pemberian bumbu. tetapi jumlahnya terbatas. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. 2008).5. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . pengirisan ( diperet ). Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar.5 Kerupuk Rambak 2. pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen.5. pemberian bumbu. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering.2. pengerokan bulu. perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik.

1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. . Kabupaten Bandung. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2. Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar. bahan baku.Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1. Jawa Barat .6.6 Penelitian Terdahulu 2.

Jakarta Selatan. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang.2994. Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . sosial ekonomi dan lingkungan. dilihat dari aspek pasar. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. kenaikan harga bandeng. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak. aspek teknis dan produksi.334. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran.4296. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. Dari kedua skenario yang layak. maupun penurunan tingkat penjualan.772.manajemen.116.646. Net B/C rasio 5. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan.884. hukum. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan.273. Net B/C rasio 1. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213.

dan IRR. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku. Net B/C dan payback period.4.157. kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. nilai Net B/C sebesar 1.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik.59 dan 1.805. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial. Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. nilai IRR sebesar 18. IRR.810. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. Kriteria investasi yaitu NPV.47. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen.427. Penelitian dilakukan di Kota Bogor.3 .854.5 persen. Net B/C.006.760. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari.00. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive).

Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang. serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value).2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. aspek manajemen. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. 2. Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV). kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Selain itu. serta aspek sosial. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar. aspek teknis.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3.6. Internal Rate of Return (IRR). Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).persen dan untuk tempe malang sebesar 6. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian.4 persen. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak.9 persen. ekonomi dan lingkungan. .

nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25. tempat serta promosi. Net B/C sebesar 2. Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. pemasaran dan produksi.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari.655. Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan.537. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. Berdasarkan hasil .00.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. harga. gudang bahan baku. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu .96 persen. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222. dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi.

051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. fasilitas dan perlindungan hukum. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. 13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan. sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Untuk faktor eksternal. 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM.221. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. Sebelum kenaikan harga BBM. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. pengeluaran untuk semua input produksi. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. dan penerimaan hasil penjualan. jumlah output. Pada efisiensi teknis. Setelah kenaikan harga BBM. . Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. dan pendapatan bersih UKM. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. kayu bakar. total biaya produksi. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output.untuk mempromosikan produk. Sebelum kenaikan BBM. dan tenaga kerja lebih dari satu. garam. minyak tanah. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. Kabupaten Ciamis. kayu bakar dan tenaga kerja). belum ada faktor produksi yang efisien. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung.

dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. perkembangan teknologi informasi. kualitas produk baik. pemasaran yang luas. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. komunikasi dan produksi. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. kelemahan. ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . lokasi perusahaan strategis. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. Berdasarkan analisis IE.

Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. . Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha. Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. kerupuk udang dan kerupuk tepung. . Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka. kerupuk ikan.pemasaran.

Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. bahan-bahan mentah. Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). bahan-bahan setengah jadi. keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. tanah. Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. Menurut Gray (2007).1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). dan dapat direncanakan. . dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. Dalam arti sempit. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986).

manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. 3. Menurut Gittinger (1986). Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. Aspek sosial . Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan.Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. Sebaliknya. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan.organisasi. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. 2. maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al. 3. 2007). 2. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. Aspek-aspek institusional. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini. 2) menghindari pemborosan sumber-sumber.

6. 5. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). aspek hukum. aspek teknis. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. .2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. harga yang menguntungkan.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. Dari sudut pandang input. aspek manajemen. 4. 3. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. aspek finansial. aspek ekonomi dan aspek sosial.

Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. selera. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. 2. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. Namun.Namun. a. harus dilihat dari berbagai aspek. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. Namun. . Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. teknologi. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. harga input. pendapatan. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. tidak berdiri sendiri. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak. penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. atau akses. tujuan perusahaan. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek.

Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. 4. harga (price). Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. yaitu marketing mix. Dalam hal ini. serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000).3. dan kemampuan manajemen lainnya. Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. yaitu lokasi . dan promosi (promotion) (Umar 2003). Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986). meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). distribusi (place). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1. Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). b. Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu.

letak pasar yang dituju. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. . Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). tenaga listrik dan air. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. kemampuan finansial dan manajemen. iklim dan keadaan tanah. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). 4. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. 2. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. dan fasilitas transportasi. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. supply tenaga kerja. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis).pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. layout pabrik. 3. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. persediaan kapasitas mesin-mesin.

. yaitu pelaksana proyek tersebut. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. melaksanakan. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. jadwal penyelesaian proyek. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan.manfaat ekonomi yang diharapkan. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. c. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. melaksanakan.

2. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. d. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. peningkatan pendapatan petani. sumber pembiayaan proyek. Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. e. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. dalam melakukan investasi . dan tingkat suku bunga yang berlaku. Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. struktur organisasi. Oleh karena itu. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. anggota direksi. 2000). 1986). Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar.

dan gabungan keduanya. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. dan project finance. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. modal pinjaman.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. . dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. bangunan dan perlengkapannya. pabrik dan mesin. 3. 2000). seperti modal sendiri. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. dan aktiva tetap lainnya. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. 2. kredit bank.

pabrik. tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). dan mesin. Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. 3. seperti : tanah. Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. seperti: rekreasi. bunga dan pinjaman. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. 3. Biaya lainnya yaitu pajak. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. . yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. dan aliran kas terminal (terminal cash flow). 2. seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. aliran kas operasional (operational cash flow).Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. bangunan. 2. dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986).

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

IRR. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. aspek ekonomi.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. aspek manajemen. Analisis finansial mengkaji NPV.7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. aspek teknis. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. Pada bidang pertanian. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. Net B/C rasio.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. 3. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). . proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak.

aspek teknis. Net B/C Ratio.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar. Payback Period. Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. aspek manajemen. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . Net B/C Ratio. IRR. IRR. aspek hukum Analisis Finansial : NPV. aspek sosial lingkungan. Payback Period.

Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. Selain itu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. 4. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang. Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik . Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal. Namun.2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. 4. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal.Gambar 2.

teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini.usaha. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. dan aspek ekonomi. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. Sedangkan untuk data sekunder. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. Badan Pusat Statistik. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). 4. Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. aspek manajemen. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB. aspek teknis. 4.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. Dalam pengumpulan data primer. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). skripsi. masa pengembalian . Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. wawancara mendalam dan observasi.

Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV). dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. dan analisis switching value. 4.5. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif.1.investasi (Payback Period). artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Dengan kata lain. 4.1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. Internal Rate Return (IRR). NPV < 0. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan. . artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan.5. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan.

Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. proyek merugikan Net B/C = 1. maka NPV > 0. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Dengan kata lain.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual. IRR juga merupakan nilai discount rate yang . maka NPV < 0.5. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. maka NPV = 0.1. Namun. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual.5. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. proyek menguntungkan Net B/C < 0. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun.• NPV = 0. 4. 4.1.

5. 2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya . Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad.membuat NPV proyek sama dengan nol.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun.1. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang. 4.

Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor. tempat penjemuran dan tabung gas. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. tungku api.000. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. . pompa air. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. Umur proyek adalah 10 tahun. 6. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi.38 persen. 4. timbangan. 5. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap. Dalam penelitian ini. 2.5.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12. 4.00 per kilogram.00 per kilogram. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. 3. 4. lemari.000. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8.

.7. 12. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis.000. 15. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. Biaya variabel pada kemasan besar. 17.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. Harga jual yang produk adalah Rp 30. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. 14. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. 18. 9. 13. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total.000. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. 8. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. 16. Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. 11. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. 10.

• Jika Rp 50.000. .000.000.000. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.00)+ (15% x Rp 50.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000.000.00 < pendapatan < Rp 100.000.000.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.000.000. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.000.00)).19.000.000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.00)+(15% x (pendapatan Rp 50.00) + (30% x (pendapatan Rp 100.000.000.000.

hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75.808 (50. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002.83 persen. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian.612 (49.06 persen.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5. tegalan.1 Kabupaten Kendal 5. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun.35 persen) laki-laki dan 474.23 km2. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. Suhu udara berkisar antara 25°C. tambak dan kolam. dengan jumlah 100. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris. kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.1.65 persen) perempuan. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung.1. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02. Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah.916 jiwa.501 . 5. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah.579 meter dari permukaan laut.420 jiwa terdiri dari 462. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya).

Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal. rambutan dan durian. kopi. tanaman pala. kayu manis. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. bawang.1.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. kubis. kacang-kacangan dan ketimun. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. Hasil utama pertanian adalah padi. kerbau dan kuda. mangga. tembakau rakyat. bawang merah.13 km2 atau sebesar 26. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet. palawija dan kacang-kacangan. nangka. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang. ayam petelur.1.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada.896 jiwa setiap kilometer persegi.jiwa. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. Hal ini .4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. 5.62 triliun rupiah. Ternak kecil meliputi kambing. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. dan wortel. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. panili. burung puyuh dan itik. domba dan babi. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. kemukus dan kakao. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. kayu rimba dan lainnya. 5. dan tanaman teh.

Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal.76 364. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.50 persen.42 124.14 112. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.30 persen dan jasa-jasa 7.655. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.20 128.63 809.077.26 4.40 1.96 persen. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.19 117.341.828.496.210.799. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10.347.07 juta rupiah.027.84 336.680.626.854.18 1.086. sektor perdagangan.121.28 persen.44 1.88 juta rupiah menjadi 5.53 846.408.49 787. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.10 48.62 44.456.13 129.258.42 38. hotel dan restoran 18.01 4.78 45.494.76 101. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .158.716.578.623.97 106.77 persen.996.32 117.55 4.91 56.524. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah.510.167.25 persen.426. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.079. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.626.558.499.86 1. kemudian pertanian sebesar 23.634.192.21 persen.340.62 759.447.184.521.88 persen.47 8 9 100.013.861.433.71 1.354.22 44.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh.92 1. Tabel 5. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.20 42.20 4.89 persen.37 98.543.119. yaitu dari 4.63 350.325.89 1.756. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.73 334.277. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.149.959.027.64 106.641. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.063.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.53 117.328.98 37.

Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8. Suhu udara 27°C.12 16.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2.99 2 Tanah pekarangan 5. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31. Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3.89 Total 31. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer.71 27. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon.45 7.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Tabel 6.44 3 Tanah tegalan 2. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 . sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon.12 km2. 5.23 39.61 8. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo.

Pada awal pendirian usaha tersebut.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Putra Jaya. Pada saat itu. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1. Pada saat itu.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. 5. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit. Kemudian.043 jiwa. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1.175 jiwa/km2. Kecamatan Pegandon. Pada tahun 1993.09 persen. Pada tahun 1990. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon.

Menurut para pengusaha. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Namun. Walaupun menyatakan sudah tutup. Namun. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit.000. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal.000. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60.memenuhi bahan baku kulit sapi. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. sebagian tidak dapat bertahan. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. Pada tahun 2005. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. Selain itu. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama.

.Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak.

6. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia.1. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar. Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. 6. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat. serta strategi pemasaran. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. aspek manajemen. penawaran.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. aspek teknis. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. . Selain itu. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan.

6.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Konsumennya sangat banyak. Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia. Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil.1. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. yang berasal dari berbagai kalangan. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp .

00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar). baik aktual maupun yang potensial. Industri kerupuk rambak di Pegandon . distribusi (place) dan promosi (promotion). Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain.1.3. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar). komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli. 6.3.000. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli.1.3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan. menentukan harga. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak.2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). 6. karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi. harga (price). Menurut klasifikasinya.30.1. 6.1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang.000.00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60.

000.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60. 6. Pemasaran belum menjangkau daerah lain. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya.1.000.3.00. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3.

00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3. Namun. 6. 6.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. Sejauh ini. dan mendistribusikan produk. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I.500. 2005). promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional.00 untuk kemasan besar.3. Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk. Hal .1. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya.1. Selain promosi secara langsung.000. harga produk.

penawaran. dan harga. aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. . Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Di samping itu. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. Pada penelitian ini. Namun. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. 6. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi.2. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. Putra Jaya. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. kedekatan dengan pasar.

Dari sisi kedekatan dengan pasar. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat. Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Dari segi fasilitas. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran.2. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. letak lokasi usaha mudah dicapai. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. Namun. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. Sedangkan untuk bahan baku penolong. Dari sisi transportasi. 6. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik.

kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan. Para produsen memesan kulit melalui telepon. Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. Dari segi ketersediaan bahan baku. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. pengusaha lebih mudah untuk . Oleh karena itu. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. Namun. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak.Tabel 7. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. Namun.

kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram.2. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari.3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. 6. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian . Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. Dengan kata lain. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil.2. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil.4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. 6. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya. Jadi dalam satu bulan. 2008). usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. Namun. Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi.

Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . 10. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. 5. 3. penggorengan kedua dengan suhu 45°C. 6. 7. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C.2. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram.

Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya.Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5. usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus. Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk . Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah.

kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. 6. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain. Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi.2.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. ruang penjemuran. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. Namun. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Walaupun secara teknis telah layak namun . tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000). ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian.rambak mentah (proses 1-7).2. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi.

Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci.3. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. Dari segi administrasi. penggorengan dan pengemasan. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. 6.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. . pemotongan kulit. 6. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. penjemuran. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti. Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu.1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing.

Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum. 6.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi.6.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan.4. 6. memiliki kekuatan hukum. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. 6. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat. Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan.4. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008). Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan. Suatu perusahaan yang layak. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas. .

Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar. . walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. ekonomi dan lingkungan. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Dari lingkungan.Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha.

Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. 7. Internal Rate of Return (IRR). 7.1. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Namun. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9.00 untuk kemasan kecil.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan. Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi.000. usaha belum mampu berproduksi secara optimal. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). . Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.00 untuk kemasan besar dan Rp 30. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60.000. yaitu Net Present Value (NPV).800 kemasan besar. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Pada tahun ke-1 dan ke-2. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya.

000. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294.000.000 30. bakul plastik dan motor.000.200.000. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 420. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60. Sedangkan.000 205.800.000.000. motor memiliki nilai Rp 15. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000. Lahan memiliki luas 53 m2.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38.00 per m2.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik.000. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.000 147.000.604.000.000 210.050 4.00.00.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.000 126. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420.875.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8.000 294.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210.00.000. Lahan tidak mengalami penyusutan.000 88. Tabel 8. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.500. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.000.000.167.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.00.000 294.000.

Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. 2.800.00 per tahun. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.667.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.000.000. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.000. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan.sebesar Rp 31. Biaya telepon sebesar Rp 150.000.00. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.00. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. biaya telepon dan upah tenaga kerja.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. 3.600.400.00 per tahun. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.800.1.000. biaya listrik dan air.00 per bulan setara dengan Rp 3. .00.00. Namun. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.00 per bulan setara dengan Rp 1.500. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. 7. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300.00 per tahun.166. Selain biaya investasi. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1.000.

000 400. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 1.000 85.000 40.000 31.000 5.00 per tahun.000 300.000 60.770.800.000 410.000 55.00 atau sebesar Rp 42.000 200.000.000 3. 5.500.000.000.000 15.000 75.000 1.000 125.000 3.000 130.000 120.020.500.000 55.000 175.000 10.000.000 820. Tabel 9.200.000 350.000 40.075. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 400.000 800.000 1.000 215.000 500.000 15.000.875.00 per tahun.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.000. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40.000 500.000 750.000 500.000 1.110.000 25.4.375.000 75.000 100.000 825.000 1.000 625.000 520.000 275.000.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 875.000 185.700.000 30.000 85.000 375.500.000 19.000 15.000 700.

4.00.000 49.00 per kilogram.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1. kemasan. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300.000 Upah (5 orang) 3.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49.000. .000 PBB 40. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.400.840. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil. lemak.800.000.000 42. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari. gas dan bonus kepada agen. minyak tanah.000 1. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.500.000 2.000 3. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11. Harga kulit sapi adalah Rp 12. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. garam.000.000 Telepon 150. kayu bakar.000 Listrik 200. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. 2. 3. minyak goreng.840. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.600. arang.

5. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.750. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.00.375.500 7.000.000 240.000. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.000 13.000 2.700. 7.1.995. 6.500 208.000 480.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11.500. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.750.400 75.000 28. Tabel 11.500 1543500 2.102.000 45.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 5. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 4.880.000 11. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.000 15.287.000 4.000 kemasan 2.593.205.995.000 5.000 2.778.000 148.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .575.520.000 2.940.000 80.000.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.00 untuk kemasan besar.000 735 1.00 per tahun.800 2.700 297.000 23.000 450.000 2.250.500.991.556.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.000.000 250.593.687.000 5.700.000 kemasan 3.400.875.000 8.991.000 56.760.500 JUMLAH 3430 4.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.00 dan Rp 208.500.000 2.375.500 6002500 8.

Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65.805. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan. yaitu Rp 267. Dengan demikian.88 PAYBACK PERIOD 2. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.679 IRR 65.88. Net B/C.49 persen. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65.49% NET B/C 4. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267.00 selama jangka waktu 10 tahun.805. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1.00.49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12. Tabel 12.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4.38 persen. Dengan demikian.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).805.679.88. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. Hal ini berarti setiap Rp 1. .89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.679.

38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10.00 8.00 8.1.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.33 0 1. Tabel 13.38 10 . Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.00 8. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.84 0 1.28 0 1.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36.00 8. IRR sama dengan discount rate. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.15 0 1.49 0 1.7. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.00 8. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13.

84 persen.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. 7.33. Dengan demikian.Berdasarkan hasil analisis switching value. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Lampiran 3 menunjukkan bahwa . dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10.1. Dengan asumsi cateris paribus.84 persen. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15.49 persen.49 persen.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. Berdasarkan hasil analisis switching value.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15.15 persen. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.84 persen.

7.00.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10. Pada tahun ke-1 dan ke-2. produksi sudah .00 untuk kemasan kecil. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213. total penerimaan usaha sebesar Rp 298.000.00.788.539.200. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.154. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24.577. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.00.00. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang.2. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual.000.000.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.000 kemasan besar per tahun. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen.000.000. 7.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Pada tahun ke-2.525. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60.600 kemasan kecil dan 11. Namun. yaitu sebesar 1.145.

000.000.000.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. Lahan memiliki luas 50 m2. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5.000.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 231.000 330.00 per m2.000 30.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48.000.000. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 213.000.000.000. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9. Nilai bakul plastik adalah Rp 2.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60. motor memiliki nilai Rp 15.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa.200.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000. Tabel 14. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14.000 426.000 298. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000 67.00.200.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.000.000 96.500.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.000.000 165. . Sedangkan. bakul plastik dan motor.00.

Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun.00.000. 7. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.00.00 per tahun.866. Namun. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. biaya telepon dan upah tenaga kerja. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.667.000. biaya listrik dan air.200.00.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1. 2.000.000.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.000.000.00. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.166. Selain biaya investasi.160. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.000.2.667.00 per tahun. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180.00 per bulan setara dengan Rp 4.000. Lahan tidak mengalami penyusutan.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1. . bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.

000.000 55.000 850.500.000. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000 160.000.000 820.000 500.000 85.000 3.000.000.00 per tahun. 5.00 per bulan setara dengan Rp 2.000 410.000 125. Biaya telepon sebesar Rp 200.000 2.3.000 19.000.000 500.000 4. 4.000.000 185. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 330.00 per tahun.750.000 240.000 700.000 750.000 800.200.000 150.000. Tabel 15.000 15.00 per tahun.000 75.000 10.000 15.000 1.000 875.000 200.000 30.000 40.000 350.000 770.000.000 925.000 400.000 215.000 75.000.000 130.000 100.00 atau sebesar Rp 36.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 25.000 3.500.000 Nilai (Rp) 30.000 600.000 860.400.000 480.000 40.000 375.000.000 15.000 600.000. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000.000 60.000 175. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .000 390.000 55.

160.000 2. .000 PBB 37. lemak.000 Upah (4 orang) 3. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil. gas dan bonus kepada agen.000. garam.000. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.00.00 per kilogram.000 2. arang. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44.200.400.000 Listrik 180. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350. minyak goreng.000 44. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16.000 Telepon 200.797.000. kemasan.000 36. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1.797.000.205. Harga kulit kerbau adalah Rp 17.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. minyak tanah. kayu bakar.000 4.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82.

00 untuk kemasan besar.000 5.546.000 hari 45.320. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.062.2.700 kemasan 2.300 198.000 5.000 39.000 1176000 1.350 tabung 75.500 6737500 9.000 16.780.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 kemasan 2. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.000 3.500 Colt 450. Tabel 17.093.5 36 710 44.000 28.160. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.250 241. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.625. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.625 11.000 480.546.000 56.000 99.000 Kilogram 12.00 per tahun. 6.000 11.000 12.093.500.673.000. .875 7.925.000 4.000 kemasan 3.765. 5.095.000 2.339.800.000 5.760.346.500 4.750 240.000 2.850. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887. 4.400.5 kemasan kecil.500 2.340.550 345.400.500.100.887.812.000 kwintal 250.000 2.200.000 blek 80.000 3.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.024.000 kemasan 2.625 11.679.000 172.680.500 139.742. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.346.750 8. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.500 JUMLAH 4.000 18.000 kemasan 2.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 25. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.075.875 7.125.000 840. 3.765.700.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.000 336.

Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.550.560. Dengan demikian. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan. Net B/C.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.33% NET B/C 2. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85.00 dan Rp 241.560.07 PAYBACK PERIOD 5. Tabel 18.250. yaitu Rp 85.00 selama jangka waktu 10 tahun. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2.560.00.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.00.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).33 persen.012 IRR 26.07. Hal ini berarti setiap Rp 1.38 persen. 7.Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.012.012.2. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26.742. Nilai .07. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.673. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal. Dengan demikian.

Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Tabel 19. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.2. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan.38 10 kerupuk rambak kemasan . Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.00 8. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.41 0 1.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. IRR sama dengan discount rate. 7.

00 1.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3.32 25. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3.41 persen.38 8.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.00 1.38 8.41 persen.16 3.62.38 8.41 persen. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.00 1.16 persen. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.16 persen.41 persen.41 7. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak.62 0 0 0 0 1. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.00 8. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. Berdasarkan hasil analisis switching value. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25. . jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4. Dengan asumsi cateris paribus.41 persen. Dengan demikian.

805.7.00.223.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha. 7. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25.07 PAYBACK PERIOD 2.2.33% NET B/C 4.89 tahun 5.292.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.850. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan.560.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha.679 Rp85.012 IRR 65.88 2. Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8.583. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.00. Tabel 20.00.516. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.49% 26.405.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar .

Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8.15 15.88.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas.84 3.41 15.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4.33 25.38 persen. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36.41 serentak Kenaikan harga kulit 29. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.32 Kenaikan harga lemak 81. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap . Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas.805. Tabel 21.28 7.679. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.

Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.850 .292. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2. Pada tahun pertama. Pada tahun kedua.525 24. Tabel 22.577. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.154 Kulit Kerbau -12.00. Pada tahun ketiga dan selanjutnya.525.00.516.577.00.539.788.223.145 56. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.145.583 3. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24.154. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau.788. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56.405 25.539.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya. Tahun pertama.

IRR sebesar 27.09 dan payback period selama 2. net B/C sebesar 5. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. 3.836. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.48 persen. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan. . IRR sebesar 67. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. 4.30 tahun. Dari aspek teknis.883.775.00.846.81 persen.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.83 tahun. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89. aspek teknis.16 dan payback period selama 5. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya. net B/C sebesar 2.00. 2. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar.

2. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. . Selain itu. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan. ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. 3. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. 4. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk.8.

Muhammad S.bps. Institut Pertanian Bogor.id. Studi Kelayakan Bisnis.go. Populasi Sapi Potong 2002-2006. Varley RCG. 2005. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. [20 November 2008] Daniar MA. 2007. 2008. http://www. Edisi Kedua. 2000. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. Berita Resmi Statistik. [27 November 2008] Budi A. Semarang: Fakultas Peternakan. Studi Kelayakan Proyek. Edisi Keempat. 2006. Bogor: Fakultas Pertanian. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. Edisi Kedua. Kabupaten Padeglang. 2006. Yogyakarta: UPP AMP YKPN . Institut Pertanian Bogor. 2007. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari.go. [20 November 2008] Edward D. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. Edisi Ketiga. 2007. Maspaitella PFL.go.id. Pengantar Evaluasi Proyek. 2008. Jakarta: PT.usahaumkm. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Dananjoyo A.com.kabupaten-kendal.id.DAFTAR PUSTAKA Annisa L. Tangerang [skripsi].jawatengah. 2007. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. Bogor Gittinger JP. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia.brotherfatih. 1986.multiply. http://www. http://www. antara Dilema dan Realita. Provinsi Banten [skripsi]. http://www. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah.jawatengah.disnak. http://www.disnak. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. 2007. Simanjuntak P.go.blog. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C.com/journal. Institut Pertanian Bogor. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil. Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. Universitas Diponegoro.id. Sabur LK. [20 November 2008] Firmansyah A. Bogor: Fakultas Pertanian. http://www. 2008. Populasi Kerbau 2002-2006. Produk Kabupaten Kendal. 2007.

2008.indosiar. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. 2000. Bogor: Fakultas Pertanian. Widyastuti R.com/news/fokus/57841. 2007. Kerupuk Kulit. 2008.republika. 2008. Institut Pertanian Bogor. Rahmawaty LA. Wijayanto K.co. Institut Pertanian Bogor. 2006.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. [27 November 2008] _________. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 2006. Institut Pertanian Bogor. 2003. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. Utami NL. 2006. Putera TD. Pengantar Evaluasi Proyek. Kabupaten Bandung. Edisi Ketiga. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. 2009. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Sukotjo I.id. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. Bogor: Fakultas Pertanian.kontan. Institut Pertanian Bogor. 2008. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Bogor: Fakultas Pertanian. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. [20 November 2008]. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor.co. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. 2006.go. 1999. http://www. Widyastono P. 2009. Jawa Barat [skripsi]. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Tingkat Suku Bunga http://www. Maulana MES. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Studi Kelayakan Bisnis. Kabupaten Bogor [skripsi]. Pengantar Bisnis Modern. .jatim. Swastha B. Kabupaten Ciamis. Institut Pertanian Bogor. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Gray C. 2008. http://www. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. http://www.Ibrahim J. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian.id. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Institut Pertanian Bogor. Karlina L.

LAMPIRAN .

12) (8.237 10.18) (14.031 5.396 1.303 4.911 371 3.441 3.099 69 25 203 2.135 5.684 2.078 4.503 4.977 2.55) 5.353 183 2.675 5.841 3.028 3.356 3.922 5.694 2.22) 1.330 1.042 2.527 3. Banyumas Kab.356 3.453 3.356 676 13 112.84 (22. Klaten Kab. Grobogan Kab.237 11. Sragen Kab.076 2.202 4.105 2.818 2.815 2006 (Ekor) 4. Kendal Kab.047 1.79 1.804 3.07 (19.206 3.729 3.842 2. Tegal Kab.561 2.319 6.84 (14.966 10.879 1.396 11.755 11.980 131 32 172 3.095 1.504 96 24 205 1. Wonosobo Kab. Purbalingga Kab.031 5.510 4.55) 2.768 594 22 144.019 1.008 10.88 (1.99 (0.589 2.384 2004 (Ekor) 2.845 4.083 656 20 123.555 3.936 1. Sukoharjo Kab.677 3.369 7.388 157 3.937 335 2.313 1.078 2.106 6.542 12.57) (12.245 4.838 3.35) 3.08) (37.398 1.741 4.665 2003 (Ekor) 2.254 1. Batang Kab.802 4.023 1. Karanganyar Kab. Kebumen Kab.262 1.398 173 4. Demak Kab.827 122 19 185 1.983 10.155 4.843 5.009 9. Wonogiri Kab.611 2.17) (14.85) (12.693 13.150 5.14) (0.64) Jumlah .310 4.11) 0.441 3.436 6.237 6. Jepara Kab.200 4.91) (19.35 (7.902 1.99) (5.856 4.650 4.37) 2.842 2.649 3. Pemalang Kab.174 583 2.352 6.90) 8.701 2005 (Ekor) 6.171 3.041 9.78) (1.814 4.461 1.975 1.876 132 30 198 3. Kudus Kab.250 4.572 3.111 5.958 3.010 14.52 (2.770 5.983 2.186 3.358 5. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2. Magelang Kab.97 (13.310 1. Purworejo Kab.218 7. Blora Kab.088 1.173 5. Boyolali Kab.528 16.76) (12.226 3. Temanggung Kab.615 1.206 3. Cilacap Kab.880 11.537 2.28 0.405 2.010 588 3. Banjarnegara Kab.865 346 2.460 5.824 14.29) (6.824 3.390 1.397 585 5.963 r (%) 16.38 (1.361 3. Rembang Kab.540 4.Lampiran 1.476 2. Pati Kab.287 4. Semarang Kab.768 536 23 148.282 5.413 1. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.656 3.555 4.49) (14.15) (15. Pekalongan Kab.844 13.18) (1.666 12.978 2.552 665 20 123.161 13.023 1.19) 0.55) (13.521 3.480 1.

807 71.314 35.408 2006 (Ekor) 14. Tegal 29 Kab.345.933 118. Karanganyar 14 Kab.026 1.816 47.146 18.19) 3. Pati 19 Kab.089 91.449 32.153 2004 (Ekor) 6.575 99.625 3.547 14.681 68.723 46.421 4.390.089 215.460 5.49 (1.822 60.076 34.412 81.130 34. Semarang 23 Kab.706 34.20 (1.911 18. Temanggung 24 Kab.222 88.344.147 2. Pekalongan 27 Kab.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.95 #DIV/0! 0.285 93.955 10.70 5.200 47.79 3.75 5.34 0. Sukoharjo 12 Kab. Wonogiri 13 Kab.964 88.279 137.567 1.838 13.76 1.608 70. Kendal 25 Kab.95 (1.897 65.813 7.112 66. Cilacap Kab.828 5.210 16.27) (4.880 2.311 10.864 13.314 33.785 76.21 1.039 5.344 18.23 (11.218 221 1.747 73.724 18.18) 30.159 1.758 74.143 13.957 35.401 197.95 9. Blora 17 Kab.012 69.147 21.077 64.871 8.933 89.409 297 39 1. Banjarnegara Kab.576 24.58 2.041 14.43) 0.365.121 13.435 37.76 (6.385 63.626 30. Kudus 20 Kab.291 11.593 3. Rembang 18 Kab.67) (1.031 6.524 13.603 24.489 148. Wonosobo Kab.106 143.580 77.026 2. Pemalang 28 Kab.527 80.002 16.155 217.995 47. Grobogan 16 Kab.48 (2.903 23.21) (0.590 R (%) 19. Magelang Kab.90 5.781 140.714 5.072 63.844 14.37 (0.110 32.137 1.626 30.225 106.967 11.127 34.360 18.136 15. Kebumen Kab.420 8.44 1.486 20.76) 2.747 35.925 25.473 285 42 1.94) 2.406 18.199 149 1.65) 1.016 12.874 20. Demak 22 Kab.652 68.583 1.783 235 29 1.650 2005 (Ekor) 8.264 25.392.37) (1.200 1. Boyolali 2002 (Ekor) 6.715 4.100 3.53 0.065 24.344 95.983 144.775 6.303 24.748 105.057 63.245 17.559 77.292 2. Purbalingga Kab. Klaten 11 Kab.069 8.427 68.220 61.431 105.435 1.016 12.067 33.372 24.838 265 1.292 6.103 16.97 1.57) (0.144 13. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .974 218. Batang 26 Kab.715 68.495 2003 (Ekor) 6.88 10 Kab.571 12.630 209.414 89.479 19.164 61.468 13.748 164 1.879 37. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.112 61.12 12.131 35. Purworejo Kab.768 46.986 15.311 119.146 5.392 91.497 97. Banyumas Kab.561 1.844 18.433 101 0 1.545 33.473 291 41 1.53) 1.267 25.122 64. Jepara 21 Kab.143 13.596 33.636 8.903 23.284 35.783 137 1. Sragen 15 Kab.95 0.311 10.

000 625.000 420.000 275.000 1.700.000 1.000 420.000 420.700.000.000 Tahun ke5 126.000 300.000 1.000 30.000 825.000 3 126.000.000 825.000 1.375.000 750.000 400.000.000 31.000 4 126.000 210.000 30.000 750.000 420.000 5.700.000 294.604.110.000 420.000 75.000.000.000 5.000 30.000 15.000.000 6 7 126.700.000.000.000 5.000 875.000 294.000 500.000 120. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.Lampiran 2.000 820.167 126.000 294.000 120.000 420.000.000.000 1.000.000 400.000 1.000 700.875.000 30.604.000 205.000 10 126.000.000 800.200.000.000.000 294.800.110.000 500.000.000 8 126.000.000 875. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 400.020.000 1.000 294.000.000 294.800.000 294.000.200.000 9 126.000 294.000 625.167 458.000.000.000 5.000 420.075.000 75.000.000 400.000 2 88.000 820.000 5.000 147.000.000.000.875.000.000 400.000 3.000 520.000 294.000.700.000 275.000 38.000.075.000 99 .000 30.000 520.000 1.000 500.000 1.875.

000 15.911.000 5.000 1.000 8.130.904 0.572 261.991.000 155.000 15.263 57.375.575.002.000 480.375.000 480.000 155.000 1.000 11.250.000 56.679 65.000 5.000 5.205.000 297.000 5.287.875.400.263 57.000 480.000 2.778.000 56.575.000 16.000 23.000 23.000 4.000 2.712 8.000 4.000 49.750.000 1.575.750.556.600.667.500 148.768 0 3.840.000.000 297.080.800.520.000 8.000 40.000 8.880.000 7.510 0 3.500.738 0.173.205.263 58.49% 336.000 40.263 354.892 0.000 11.958.000.000 297.000 5.088.600.000 240.000 42.000 2.272 32.000 23.263 362.000 2.000 7.750.000 1.000 155.000 11.000.000 5.520.000 2.375.000 23.263 354.000 23.700 2.000 49.000 2.000 1.575.840.556.000 23.000 49.750.490.575.263 361.780.760.500.7855 46.962.080.088.891.000 40.687.840.750.000 2.000 336.738 0.000 15.000 2.750.520.000 40.000 42.000 8.080.750.000 2.840.000 56.000.400.000 7.000 40.000 4.210 Rp267.400.000 11.205.890 -69.520.880.912 7.000 8.400.800.312.000 7.000 3.8513 27.500 7.000.375.000 4.000 40.991.000 2.000 2.000 5.000 56.000 480.352 0 3.000 2.130.600.000.000 77.000 8.891.500 4.800.000 85.200 7.800.000 56.958.600.080.556.000 2.083.160.000.400.000 40.000 7.000 4.174.000 2.005.263 65.372.000 15.000 42.000 49.000 3.000 15.500 6.520.750.000 6.839.375.000 40.556.000 11.750.080.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.500.000 5.000 28.800.000 108. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 3.556.000 8.000 1.692.000 1.991.889. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.991.205.800.000 4.000 297.840.000 3.102.000 2.000 8.400.000 5.892 -74.575.738 0.840.205.005.906.263 57.000 23.000 155.000 297.101.991.263 361.600.000 5.205.000 39.000 49.000 2.000 5.116.000.000.556.263 354.000 8.556.520.400.800.041.500.500.000 42.000 155.000.880.000 2.750.205.000 49.000 40.000 15.400.263 103.840.000 155.726.500.500 208.750.400.520.575.840.750.375.750.738 0.880.000 297.000 3.000 40.000 155.000 42.880.600.000.000 297.566.570.000 3.000 8.600.000 3.000 49.000 480.88 2.575.500.000 4.7248 47.000 297.738 0.500 11.6687 38.000 3.400.840.000 1.600.000 5.000 11.263 65.000 56.000.000 1.000 7.000.500.738 0.880.000 15.000.000 49.000.400.4847 27.991.5253 34.000 1.000 5.916.728 0.000 480.991.000 8.375.400.6170 35.400.000 42.000 5.940.000 4.375.400.101.000 11.000 1.000 42.543.000 56.000 49.700.000 8.083.400.89 Tahun 0 3.210 4.000 4.520.000 8.200.000 8.738 0.500 286.125.000 56.000 8.041.9227 -69.481.000 2.205.069 8.840.600.000.4472 46.911.000 42.080.805.000 11.556.000 42.400.000 11.957.000 7.000 2.000 2.770.375.000 155.600.186 100 .000 42.000 480.000 5.000 1.000.518.000 480.191.000.400.800.080.916.995.750.000 15.000 5.263 362.991.400.800.750.150.5693 33.000 23.263 362.911.800.000 2.000 5.000 7.000 49.263 58.750.692 6.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.080.025.880.689 6.000 8.880.000.500.000 4.392 284.593.464.

750.265.154 5 126.000 15.000 15.863.000 5.000 49.556.000 2.400.000.000 42.000 8.000.000 56.400.000 3.000.000.375.205.080.000 23.000 42.000 5.154 4 126.000 56.800.000 294.840.080.000 5.000 2.800.800.000 4.000 122.000.000 40.025.000.583 63.000 11.726.000 8.000 3.375.000 420.000.000 4.375.400.300.263 56.700.880.880.200.400.000 480.080.000.000 297.000.583 63.788.000 297.000 8.150.000 3.000 40.583 63.000 297.000 40.525 2 88.000 294.778.991.000 23.000 2.000 8.000 15.400.600.000 23.000 2.788.000 5.000.000 8.000 155.840.300.000 1.000 297.000 40.800.991.000 15.000.000 480.000 56.000 155.500 61.000 2.000 420.575.000 4.300.750.995.000 155.000 49.009.000 8.556.000 8.000 4.000 480.000.000.500.991.000.868.000 122.000 11.000 122.000 39.400.750.000 8.000 8.000 40.000 23.154 10 126.400.575.000 205.116.000 3.520.000.577.000 5.000 2.000 2.009.940.000 40.000 8.000 8.000 122.009.875.000 42.575.520.788.750.000 294.000.263 56.868.000 56.000.991.000 4.500.000 297.868.263 56.800.543.000 40.000.000.000 42.000 4.000.000 4.000.000 56.145 3 126.200.840.000 42.583 63.556.375.000 420.000 480.788.009.417 7.000 11.263 56.417 7.880.080.000 2.000 480.000 2.000.000 1.000.000 2.000 4.000.000 108.000 8.000 5.880.000 49.000 3.000 5.250.575.000 49.400.375.375.000 2.962.000 8.000 8.880.556.500 11.080.600.417 7.000 294.583 63.000 56.154 7 126.263 56.000.687.600.000 480.000 40.000 56.300.400.700 85.000 294.000 210.000 297.000 2.154 8 126.000 1.000.520.500 4.200 7.000 15.000 40.417 7.205.991.991.000 336.000 8.868.400.002.750.889.760.000 297.000 49.000.300.205.000 11.000 1.717 2.000 5.000 5.000 480.593.000 240.000 420.000 5.000 155.500 6.406.520.000 5.556.000.583 63.000.000.009.750.000 480.263 56.375.000 8.400.750.840.000 8.600.125.000 1.000 8.000 8.400.880.000 155.000 5.080.000.750.300.750.000 5.840.000 155.000 77.417 7.000 420.000 1.000 122.000 2.000 147.009.205.000 2.000 23.000.600.840.400.263 56.000.750.500.991.000 5.000 49.000 49.500 148.000.102.000 8.004.000 420.788.788.780.154 6 126.600.000 42.000 42.205.000 1.000 8.500 7.Lampiran 3.000 5.500.417 7.000.000.417 7.000.205.800.575.000 8.520.000 3.009.000 11.800.375.500.400.000 420.000.788.400.500.000 294.000 1.000 122.575.000 1.009.300.868.800.000 6.000 2.520.000 16.000 2.000 155.000 42.750.520.575.000.000 11.991.600.080.205.000 8.500.300.000.375.000 294.000 2.000 11.400.205.539.520.000.300.000.000 8.000 11.000 122.840.583 63.868.572 24.000 297.400.500 208.000 122.417 7.000 4.000.000 49.000 294.000 4.000 23.583 2.000 23.750.154 101 .750.500 3.840.000 2.600.000 42.840.400.000 15.000 3.000 420.000 2.000 2.263 56.750.840.300.868.154 9 126.392 2.880.868.556. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.000 5.000.000 3.556.000 155.788.287.000 3.500.000.880.000 1.917 286.575.000 8.000 15.000 15.800.600.800.000 23.000 8.000 2.000.000 294.000 40.800.300 3.583 63.750.556.000 1.000.600.000 3.000 28.000 11.080.464.000 5.000 49.000 42.000 56.000 1.000 49.750.583 27.

000.000 330.000.000 10 96.000 860.000 1.000 330.000 231.000 480.000 426.000.000 165.000 426.000.000 7 96.000 875.000 330.000 330.667 30.000.000.000 36.750.000 330.000 500.000.000 600.000 860.000 480.000 820.000 4.000 30.000 4.000 2.750.000.000.000.000 30.000.000 426.000 390.000 75.000.000 750.000 30.000 770.000.000.000 600.000 426.000 330.000 160.000 600.000 480.000 75.000 4.000.000.000 30.000.000 2.000 30.000.866.000 3 96.000 480.000 102 .000 2.000.000.000 426.000 4 96.000 9 96.000 330.000.000 770.000 800.200.866.000 330.000.000 5 96.000 700.000.000.000.000.000 925.000 8 96.750.000 213.000 298.000.000 160.667 462.000 4.750.000 850.000 2 67.000 15.000 426.Lampiran 4.000 750.000.000 330.000 480.000 330.000 426.000.000 600. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.750.200. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 3.000 875.200.000 390.000.000 6 96.000 925.000 240.000.000 4.000.000 820.

095.498.262 11.000 5.093.850.738 0.951.000 11.000 36.320.317 400.850.339.500 2.000 2.500 840.122 0 4.765.000 11.000 44.183 0.160.680.000 11.160.000 2.810.546.000 198.000 11.000 25.200.000 4.680.000 198.680.000 3.550 390.000 9.000 4.5693 15.317 392.000 4.850.093.000 1.000 37.000 5.125.000.000 1.269.673.500 2.680.000 2.000 2.975.000 198.750 480.625 336.160.400.797.750 16.200.625.400.000 4.810.000 44.679.093.000 37.000 4.093.000 11.367 0 4.000 2.810.000 25.625.000.500 1.000 4.500 5.810.250 0 299.346.973.812.891.400.000.093.750 480.000 25.765.000 9.160.200.000 5.810.000 7.000 37.000 11.533.125.260.183 0.213.500.000 11.000 2.183 0.800.797.750 16.780.000 37.320.046.000 2.160.485 -79.000 44.205.317 398.000 25.000 2.000.737.300 7.093.000 11.000 198.000 56.000 36.680.000.000.000 1.346.000 5.000 18.125.000 56.183 0.000 11.500 2.625.250 0.093.000 12.012 26.875 8.817 33.679.000 11.346.000 345.887.000 56.000 4.000 345.000.000 198.797.817 33.125.817 27.4472 31.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.712 286.176.160.797.213.000 198.000 56.200.560.346.093.000 56.000 36.810.000 44.000 345.000 5.000 2.46 Tahun 0 4.07 5.250 -86.000.625.679.930.317 392.000 2.400.062.160.800.000 56.800.850 0.797.000 1.625.6170 15.000 25.000 1.500 2.400.000 4.000 36.320.33% 165.244.000 25.400.346.000.000 9.000 36.400.200.000 2.850.000 345.750 480.000 36.000 2.750 16.400.680.000 4.000 11.750 480.346.850.473 2.320.000 28.000 4.700.680.810.000 198.200.826.973.000 4.512 103 .000 4.400.750 16.000 5.675.850.800.160.800. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.750 16.000 2.679.024.160.000 4.594.817 25.000 44.786.000 36.810.317 398.797.000 25.400.200.000 4.750 16.125.000 36.359.000 198.000 345.000 1.000 37.108.155.953.200.679.350 5.000 1.000 44.346.742.000 44.000 39.125.125.679.200.817 69.797.817 25.953.8513 9.260.000 4.679.093.750 480.750 16.400.000 2.213 0 4.000.000 99.000 2.750 480.000 345.4847 12.200.000 36.400.925.093.850.819.320.183 0.340.260.000 44.000 44.200.093.000 139.850.797.200.797.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.800.000 9.400.000 2.000 2.500 2.500 2.500 2.093.000 4.000 9.000 11.000 2.675.200.200.400.317 392.786.160.546.473 Rp85.000 345.200.000 9.000 6.400.000 4.075.000 4.912.400.000 56.625.797.000 11.750 16.679.000 2.500 2.137 7.100.320.000 3.000 4.000 1.000 11.059 7. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.680.500 172.093.786.817 25.000 37.000 2.400.320.400.260.213.400.000 9.000 44.000 4.160.046.000 11.213.000 25.125.625.000 9.000 4.7855 21.953.093.000 36.000 37.500 241.5253 17.875 240.817 27.183 0.000 82.000 4.200.200.000 5.594 5.317 400.800.760.7248 23.786.000 4.9227 -79.317 400.000 2.000 11.093.000 5.000 56.625 11.000 2.346.265.000 37.000 37.000 2.6687 17.000 345.200.625.183 0.750 480.750 480.000 5.000 2.132 7.000 37.320.093.800.

024.750 480.753.125.000.742.000 11.679.000 11.292.850 4 96.400.000 25.400.093.000 4.750 4.457.000 345.093.000 298.625 336.103.326.160.500 80.680.320.000 9.000 25.400.000 4.000 44.292.000 4.653.000 9.800.400.000.250 40.625.625.800.000 11.103.500 80.000 44.125.167 2.333 3.000.000 36.000 4.000.000.850.000 9.075.680.000.750 480.000.000 56.000 2.000.346.223.800.500 4.000 2.550 56.000 4.653.000 330.000 9.200.000.000 5.750 16.200.000.583 2 67.000 36.875 240.680.000 44.093.000 56.850 8 96.753.167 2.000.000 36.400.320.000.000 7.000 198.103.160.000 56.093.167 2.346.200.000 2.750 16.000 345.765.500 80.317 25.000 11.093.000 25.000 2.500 80.000 2.680.850 104 .000 2.500 80.000 345.000 330.000 44.000 56.000 36.400.500 4.093.400.333 -12.625.200.400.000 56.200.673.292.679.000 37.000 7.850.292.000.125.000.679.000 36.753.000.200.093.160.000 4.546.320.200.000 44.750 480.000 9.797. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.320.850.516.925.679.346.000.160.400.125.000 1.160.850 9 96.125.000 4.317 25.000 37.712 3.797.333 28.200.000 2.400.292.333 28.000 5.753.797.000 2.000 1.000 11.500 4.200.000 2.000.000 345.400.000 3.125.753.000 4.653.810.317 25.500 80.000 5.125.000 37.400.093.000 7.400.000.000.160.000 2.000 5.062.000 213.160.000 7.500 172.000 56.000 25.797.200.000 4.000 426.333 28.093.000 44.000 12.000 1.000 36.800.346.095.500 5.000 4.200.500 840.000 2.000 4.000 198.000 44.000 165.317 25.000.000 426.750 16.346.000 2.200.400.000 44.167 2.000 4.320.797.500 80.000 1.093.750 480.000 2.760.000.000 139.000.000 11.317 25.750 480.000 44.000 9.000.117 390.333 28.679.000 2.292.000 25.583 0 -12.000 198.679.000 11.167 2.400.000 1.810.000 2.000 330.500 4.405 3 96.000 4.546.810.500 4.000 36.907.850.000 28.000 345.000 9.000 37.625.093.500 4.753.160.000 1.000 37.400.000 2.850.000.625 11.000 25.737.750 16.750 480.000 11.300 7.000 5.000.500 80.000 9.000 426.797.000 4.000 6.000 330.800.000 11.000 5.176.317 25.797.167 2.Lampiran 5.653.000.679.103.103.317 25.000 36.346.400.700.812.000 198.850 10 96.000 37.797.810.000 426.000 330.797.000 37.000 7.317 25.450 4.850.200.000.000.000 7.750 480.000 345.200.625.000 11.750 16.000 345.653.000 11.850 5 96.000 4.000 2.160.103.750 16.797.000 37.850.000 7.000.000 18.000 25.000 2.000 1.000 198.320.750 16.346.000 198.653.800.160.400.200.000 7.753.000 37.000 330.333 28.000 2.000 1.850.000.093.000 426.000 2.000 330.093.000 11.320.653.680.679.810.000 2.000 11.625.000 426.223.000.200.200.000 11.000 4.103.000 198.500 4.339.000 7.000 11.000 7.000.800.000 39.780.850 7 96.093.000 2.000 44.000 5.750 16.333 28.167 2.292.000 426.346.000 345.340.000 4.000 2.000.125.292.753.093.500 241.750 480.100.000 56.800.333 28.625.000 99.000 231.000 5.653.000 5.200.680.000 11.103.753.000 198.320.887.680.850 6 96.000 3.000 426.810.400.200.810.000 37.500 1.875 8.000 56.160.500 4.810.000 36.000 36.093.000.200.167 2.625.680.753.000.000.765.000 330.000 7.000.333 28.000 25.000.000 2.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

000 480.600.400.000 42.000 297.000 49.500.750.000 49.263 354.000 2.6170 7.000 2.000 23.591.880.263 11.000 2.000 2.520.000 7.880.000.500 11.600.500 286.375.500 208.442 0.556.130.000 3.000 5.700 2.000 2.000 56.000 155.000 5.750.000 480.205.000 85.770.000 1.920 0 3.904 6.000 15.412.000 23.600.000 336.263 361.750.603 Rp0 8.000.150.000 1.991.000 15.00 10 Tahun 0 3.000 49.263 362.000 4.800.750.000 2.272 957.000 5.000 8.000 8.000.000 480.000 7.556.400.700.687.000 5.000 155.6687 7.868 0 3.600.205.000 11.556.778.276 0. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 23.000 56.000 2.000 49.392 284.276 0.000 1.575.263 58.080.000 15.130.000 7.500 4.000 77.000 480.000 8.000 155.000 8.000 4.000 297.000 15.000 8.750.375.7248 14.000.880.000.875.000 15.005.400.000 56.575.000 11.500.000 42.400.000 2.205.000 5.4472 26.464.800.400.840.575.000.000 5.000 1.375.113.000 42.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 49.520.500.400.911.000 15.840.000 3.000 40.000 56.113.000 5.000 42.000 5.003.520.400.205.575.000 56.916.400.000 7.384 7.263 362.000 49.205.000 42.102.891.000 23.880.000 5.000 15.991.603 -90.205.000 40.041.000 4.160.000 2.000 23.000 2.025.375.375.750.780.750.500.000 155.38% 90.520.000 11.000 297.000 3.163.000 28.600.000 8.000 4.000 1.800.000 1.263 13.000 15.000 49.000 2.000 8.500 7.263 11.123 0.000 1.500.000 8.276 0.000 2.375.840.387.002.600.572 261.000 40.000 2.000 56.000 4.500 148.000 2.263 11.000 2.750.000 2.000 3.263 361.8513 814.880.995.000 42.000 155.000 40.400.535.000 2.840.750.000 56.400.000 40.750.233 6.635.113.889.575.000 480.840.080.276 0.276 0.575.000 1.000 297.991.263 13.000 42.537.000. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.991.481.500.556.000 7.000 4.265.991.263 19.000 23.000 5.500.972.750.000 297.800.000 5.000 8.840.000 8.000 297.205 0.544 8.000 5.000 297.375.497 0 3.750.400.000 42.520.000.537.080.000 240.287.000 8.9227 -90.940.570.375.000 11.000 49.800.080.000 4.080.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.200 7.080.000.600.000 16.000 23.263 354.400.800.880.116.000 40.000 8.542.000 40.500.005.000 2.276 0.000.800.000 480.200.911.000 108.000 480.556.000 56.000 8.000.000 5.840.543.000 40.892 -97.000 3.840.000 49.500.375.760 8.000.000 3.000.000 8.263 19.556.000 7.205.000 4.000 49.000 297.5253 10.000 11.000 5.991.263 362.000.880.750.000 40.000 40.7855 10.500 6.000 11.000 8.000.000 5.600.400.000 5.000 3.000 39.600.665.263 354.520.800.991.000 480.962.400.125.000 23.575.000.000 2.750.000 4.000 5.911.205.000 11.041.000 42.840.000 1.750.000.000 155.520.000.000 7.4847 5.492 108 .250.000 155.000 2.520.146.000 8.880.000 4.603 1.542.760.000 6.800.715.600.000 1.080.556.000 11.800.000 15.000 3.400.400.575.726.991.000 1.000 2.400.916.840.000 155.000.556.412.5693 7.750.080.593.000 7.276 0.400.000 42.000 11.000 1.

000 5.538 10 112.477 38.000 1.167 413.110.482.538 5 112.117.700.000 400.000 750.061 262. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.000 275.000 400. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.635.336.336.061 262.000 400.061 262.538 9 112.117.000 30.000 275.200.000 800.000 75.117.000 30.000 15.000 500.057.336.061 262.000 875.000 3.000 825.875.031 131.000 1.875.000 120.117.336.477 3 112.000 75.234 262.000 1.000 1.000 300.453.477 374.875.000 625.453.000 500.700.000 1.020.243 183.453.336.336.705 31.336.477 374.477 374.738 187.000 30.061 262.000 750.000 1.604.453.061 262.477 374.000 1.117.538 7 112.075.477 374.000 625.000 400.000 109 .453.000 520.000 5.538 8 112.110.000 520.117.Lampiran 8.700.226.061 262.000 5.117.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 1.800.117.058.000 820.000 820.000 875.000 5.375.061 262.477 374.000 1.538 4 112.000 825.000 120.168.477 374.117.453.700.336.000 30.453.000 500.538 6 112.000 5.000 30.000 400.700.000.075.769 2 78.

880.875.000 56.000 4.000 297.500.000 8.000 5.000 15.205.000 42.000 11.600.000 11.000 40.9227 -90.840.000 108.400.000 40.442 0.800.000.200.025.000 480.575.916.556.000 1.593.000 2.000 28.000 56.000 49.400.000 5.000 297.780.800.000 15.991.500.000 336.575.205.726.000 155.000 8.005.412.000 5.000 23.800.000 2.800.205 0.000 49.000 11.000.000 15.000 155.113.000 40.080.556.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 3.600.276 0.000 6.600.276 0.000 40.840.000 40.000.000 23.760 8.000 155.000 49.575.000 2.520.000 480.000 8.000 40.375.000 1.750.911.000 2.556.000.600.400.000 2.5693 7.000 1.750.000 5.000 297.600.000.000 5.500.375.500 7.750.000 40.000 11.384 7.991.600.000 49.543.556.000.000 42.000 5.500 148.000 7.205.263 354.146.000 2.575.400.263 362.000 85.750.400.250.8513 814.000 15.665.000 11.000 2.080.000 480.276 0.000 2.000 5.150.544 8.276 0.000 3.520.000 4.000 2.000 5.880.000 7.000 2.000 4.600.750.102.000 5.880. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 1.263 362.000 42.904 6.750.556.000 4.000 3.000 15.542.800.000 42.880.542.392 284.000 2.263 13.000 4.000 297.995.080.570.700 2.000 480.265.000 23.000 16.000 49.500.263 11.000 4.080.276 0.000.000 297.113.991.940.535.000 2.500.000 49.000 5.000 1.500 6.000 7.000.000.575.000.000 7.000 8.840.000.000 49.520.911.000 56.603 1.200 7.000 15.991.000 2.575.891.4472 26.492 110 .000 8.000 4.500.000 1.000 4.000 480.400.464.263 361.263 19.000 1.080.080.991.520.500.520.800.537.000 23.000 1.000 42.880.520.400.000 8.375.000 7.500 11.000 3.000.000.000 8.600.840.375.750.205.000 15.000.000 155.000 2.000 5.263 11.991.000 4.003.000 5.603 Rp0 8.000 297.000 11.125.263 19.38% 90.000 3.375.920 0 3.375.263 362.916.272 957.000 1.000 15.400.000 297.750.000 5.000 155.000.687.880.002.000.400.000 56.113.991.400.000 1.000 3.000 23.000 23.760.000 5.000 240.000.000 40.000 23.556.375.840.400.400.000 42.000 8.892 -97.575.889.041.000 8.000.041.375.800.000 42.770.000 11.205.911.962.400.840.603 -90.263 361.7855 10.000 480.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.00 10 Tahun 0 3.591.000 1.163.000 2.840.000 155.575.000 56.500.375.000 11.000 3.868 0 3.000 8.000 42.080.000 40.800.500.130.000 8.233 6.572 261.500 208.750.205.000 49.000 56.400.000 2.800.000 480.750.972.276 0.715.6170 7.080.000 1.000 2.537.000 155.263 13.6687 7.000 2.000 8.840.000 56.000 42.000 15.600.880.840.500 4.000 2.000.000 155.263 354.750. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.556.556.000 2.750.000 7.000 7.400.000 7.000 8.000 49.400.000 5.263 11.500 286.387.287.000 77.412.880.520.4847 5.778.600.000 5.000 3.130.276 0.750.000 49.000 480.991.263 58.000 23.000 5.000 8.000 42.000 56.000 40.635.005.205.000 4.123 0.840.000 39.481.205.000 297.750.750.000 2.497 0 3.000 8.263 354.800.750.400.700.000 11.000 8.400.7248 14.116.160.520.5253 10.

000 30.375.000 875.000 294.000 38.700.000.000 820.000 825.000.000 5.000 825.000 750.000.000.000 5.000 5.000 294.000.000 625.000 111 .000 420.000 1.000 2 88.000.000 30.000.000.700.000.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.800.167 31.000 1.000 520.000.000 294.000.000.875.000.000 1.000 1.000 400.800.604.167 458.000 420.000 1.110.000.000.875.000 400.000 120.200.000 420. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 75.000 420.000 400.110.020.000 294.000 420.000 294.000 625.075.000 820.000.000 210.000.Lampiran 9.000 7 126.000 5.000 1.000 9 126.000 205.000 800.000 294.000 1.000 3.200.000 1.604.000 300.000.000 120.000 420.000 10 126.000.000.000.000 75.000 294.000 520.000 3 126.000 30.000 400.000 750.000 875.000 500.700.000 4 126.075.000 30. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000 500.000 15.000 8 126.000.000.000 275.000 5 126.000 5.000 420.000 1.000.000.000 294.000.875.000 147.000 275.000 294.700.000 30.000 6 126.000.000.000 400.000 500.700.

537.731 286.000.000 15.000 5.276 0.462 7.800.000 2.400.263 406.000 2.462 11.205.000 16.600.462 11.687.080.000 4.770.250.000 343.840.000 8.080.000 3.750.205.000 49.000 56.400.205.000.750.000 49.000 5.000.000 15.750.000 42.750.462 7.123 0.000.000 5.724 11.000 201.7248 14.542.520.000 3.000 56.442 0.700.000 2.000 1.537.392 307.542.904 6.000 343.400.000.000 480.000 2.000 42.575.102.400.000 2.130.750.000 8.000 480.868 0 3.123 -97.750.462 11.000 2.000 2.000 201.000.102.000 56.000 15.000 40.000 1.125.520.000 23.500.000 2.462 7.113.500.500 4.000 5.000 56.000 343.000 480.400.025.000 23.000 4.400.464.375.750.375.000 201.800.8513 814.000 8.800.000 15.000 49.537.400.400.000.000 240.263 400.000.000 49.462 11.000 40.600.102.6170 7.635.042.146.462 7.000 480.771.575.840.537.840.800.000 49.962.880.500 7.500 171.000.000 2.840.000 40.724 13.000 15.000 49.000 23.462 7.276 0.520.150.840.750.750.000 2.000 140.400.000 8.000 2.750.575.000 8.000 40.462 11.000 2.000 4.002.000 480.263 408.205.000 2.920 0 3.750.724 13.000 480.768.000 49.462 11.000 42.724 58.000 343.000 8.760.750.572 293.750.000 201.080.000 336.600.000.000 23.375.600.000.000 15.000 40.497 0 3.000 4.537.276 0.520.265.102.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.263 400.000 1.880.000 8.000.000 23.38% 90.7855 10.000 42.4472 26.000 40.000 4.080.000 23.000 2.780.520.000 56.000 8.000 42.000 5.000 5.113.000 8.000 2.000 5.520.000 3.000 4.500.000 343.800.6687 7.880.000 343.570.000 49.000 4.000 5.500.000 3.000 2.724 19.800.000 201.000 5.400.375.384 7.400.544 8.000 4.551.000.000 1.462.603 1.400.000 1.263 406.000 8.400.400.000 5.276 0.276 0.276 0.000 1.000.000 42.500.000 201.591.723 7.000 5.972.375.000 8.231 5.500.205.000 5.537.130.000 40.9227 -90.000 40.375.750.000 201.000 8.520.840.500 6.000 5.535.113.000 8.276 0.412.102.263 400.000 1.116.000 40.880.575.457.263 408.000 3.000 6.537.000 42. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000.233 6.000 40.000 1.400.600.412.375.840.760 8.000 56.875.600.587.537.000 480.000 2.500 11.005.000 42.205 0.000 39.375.000.000 201.000 23.462 7.4847 5.102.080.400.724 19.795 957.724 11.5253 10.000 42.462 11.205.462 7.575.587. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.5693 7.603 Rp0 8.575.575.665.000 4.800.000 2.000 5.000 11.205.005.223 2.000 4.000 480.000 1.000 8.000 3.880.600.000.102.000 15.520.000 85.800.400.800.940.000 23.000 56.880.840.000 1.000.000 15.375.000 343.000 49.000 3.003.080.880.000 1.457.500.263 408.500 240.457.543.462.500.603 -90.080.000 8.102.000 49.600.387.715.665.000 343.00 10 Tahun 0 3.000 100.840.537.600.750.750.880.200.000 5.205.080.000 28.726.000 42.575.000 8.462 7.287.000 1.537.000 2.000 3.163.000 56.000 2.000.000 2.027.500.492 112 .840.600.400.800.000 5.476.102.462 11.724 11.000 15.

000 500.000 6 126.000.000 2 88.000 1.000 9 126.000 294.000.075.000 800.000 750.000 400.000 400.000.700.000.000 420.800.000 1.000.000 400.075.000.000.000 625.000 294.000 1.000 520.000 5.020.000.000 875.000 5.000.000 275.000 5.000 520.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 8 126.000 1.000 210.000 30.000 30.000 825.700.000 420.167 458.000 294.000 5.000 1.000 294.875.000.000 875.000 1.200.000 825.000 294.000 300.000 500.000 420.700.000 113 .000 1.000.000 7 126.110.000 30.000.000 294.000 30.000 15.000 10 126.000 205.000 420.000.000.000 75.000 3.000 420.000 294.000.000.000 5 126.000 1.000 820.167 31.000.000 30.110.604.875. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 38.000 120. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000 120.000 400.000 420.000.000 750.000 400.000 625.000.000 3 126.000 820.700.000 294.000 147.000 4 126.700.875.000.000 294.000 5.000 500.604.375.000.000 420.Lampiran 10.000.000 75.000.000 275.200.000.000.800.000.000 1.000.000.

080.537.276 0.457.462 8.130.000 5.635.537.542.600.800.880.205.760.000 3.080.276 0.000 49.500.000 11.500.000 4.6687 7.375.400.000 1.880.5693 7.800.000 3.462 8.392 307.768.000 8.556.000 8.750.500 6.000 11.000 15.000 1.400.263 400.00 10 Tahun 0 3.000 15.231 4.600.575.462 8.000 42.250.000 101.000.500 11.587.750.000 5.462 7.724 19.000 42.000 15.000 40.556.800.000 23.840.800.000 42.000 2.000 101.750.457.603 -90.000 1.575.205.600.920 0 3.462.665.000 5.223 2.000 480.000 5.591.000 101.000 343.687.4847 5.080.400.880.8513 814.263 406.102.800.400.400.546.724 11.000 2.000 23.556.520.000 101.880.750.520.080.000 2.263 408.760 8.724 58.000 40.000 11.000 3.000 101.000 108.000 2.500 4.962.000 4.000 4.000 480.000 42.000 42.875.4472 26.000 343.080.000 49.800.000 155.205.000 1.462 7.000.462 7.265.546.130.497 0 3.412.150.795 957.276 0.000 155.800.500.000 101.400.263 408.520.780.000 2.000 15.600.412.600.600.146.000 343.000 23.000 5.000 8.600.400.000 8.000 49.731 286.724 11.840.000 1.000 40.000 2.082.263 408.125.520.000 343.000 42.000 15.000 2.556.724 13.462 8.520.205.537.840.572 293.123 0.462 7.840.575.750.575.773.000 1.462.537.000 40.972.537.750.400.000 2.233 6.200 7.000 343.000 49.000.000.113.462 7.750.205.400.387.000 101.500.000 15.000 4.000 2.000 2.462 8.000 155.000 2.520.003.546.375.000 2.000 155.600.375.889.724 11.000 11.500 240.000 2.700.000 40.715.868 0 3.000 155.537.375.000 8.000 15.000 2.113.000 5.205.000 23.042.000 2.000 11.603 1.000 49.800.492 114 .000 42.587.000 5.840.080.000 2.000 155.276 0.462 8.000 1.000 343.000 3.000 11.000 3.400.000 480.500.7855 10.750.205.000 1.375.000 2.163.523 6.500.9227 -90.263 406.000 15.287. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 1.750.750.800.544 8.000 16.462 7.000 5.000 23.537.520.276 0.462 8.537.000 8.000 240.000 77.400.000 42.000.000.442 0.575.537.000 1.750.000 5.000 5.000 23.880.375.400.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.123 -97.000 49.000 49.116.6170 7.000 40.600.880.000 155.000 11.904 6.726.000 1.000 155.840.000 5.778.000 11.750.500.500 171.724 13.080.005.000 8.375.546.000 336.462 7.000.38% 90.000 2.276 0.546.000 49.665.000 4.575.000 343.000 42.5253 10.263 400.880.000 3.000 2.400.546.000 50.520.750.603 Rp0 8.840.556.000 4.000 40.400.000 4.000 71.7248 14.600.724 19.000.000 480.113.000 40.542.263 400.546.000 5.570.000.462 8.002.027.000 3.476.000 480.556.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.276 0.800.375.500 7.464.000 101.000 4.400.500.840.556.462 7.750.000 4.940.000.000 480.000 85.000 15.880.000 2.005.000 2.537.000 8.546.000 3.457.000 5.375.000 1.000 40.080.770.205 0.000 5.400.575.000 42.205.535.000 5.000 49.840.000 23.000 480.840.000 11.000 5.400.000 5.500.384 7.000 480.000 23.750.025.000 40.575.556.000 343.750.543.000 49.400.

Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 875.000 4.000 30.000 75.000 800.569 7 96.000.000 3.448.569 4 96.000 315.750.000 315.000 600.000 4.000 330.000.448.000.569 36.000 925.448.315.000.000 315.000.000 925.569 411.000 157.000 600.448.569 5 96.000 2.000 820.000 480.448.000 240.000 15.813.000 75.569 411.448.000 750.000 315.569 411.285 205.000 480.000 160.000 30.000.000 860.448.000.448.000 820.000.Lampiran 11.000 4.448.000 4.000 770.000 30.000 850.013.569 6 96.000.448.000 2.569 411.569 9 96.200.000 330.000 480.448.667 448.000.000 500.000 600.000 770.000 315.000 750.000 30.000 315.569 10 96.000 2. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000.750.000 390.569 411.000 480.000 160.866.000 860.285 2 67.000 875.000.998 3 96.448.000 220.000.750.000 390.448.569 411.200.000 315.000.236 30.000 600.000.000 480.000 115 .750.724.000 1.000 4.448.569 8 96.998 288.750.448.569 411.724.000 315.000 30.

000 11.093.396.000 11.000 4.093.320.4847 5.500 840.000 37.6687 7.000 5.125.000 2.797.000 4.500 2.000 5.000 11.750 480.000 56.125.000 2.000 4.200.000 198.000 345.500 2.093.000 9.742.000 36.000 4.000.200.500 241.000 2.000 2.953.250 -93.051 0 4.000 44.000 15.500 5.850.000 4.346.000 3.346.750 16.000 2.737.800.000 4.626 1.750 480.680.320.817 11.000.400.5253 9.000 25.000 44.000 2.625.810.400.000 198.317 392.000 345.200.000 4.000 37.000 56.000 4.234.200.752 0.500 2.125.810.700.625.8513 922.281 7.200.000 25.000 198.953.093.000 44.000 37.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.38% 86.000 9.500.817 18.679.400.626 Rp0 8.000 36.500 2.626 -86.875 8.850.346.000 5.000 36.750 480.950.093.000 36.234.000 25.000 9.062.400.000 5.000 11.000 11.000 4.234.494.093.7855 10.000 44.000 9.400.100.9227 -86.000 2.930.000 56.500 2.686.000 2.000 11.400.213.817 11.673.000 1.125.200.262 1.000 5.339.200.752 0.000 2.000 39.750 480.996.546.000 28.500 2.160.680.000 11.541 7.093.4472 24.320.125.125.752 0.000 2.850.000 345.797.000 25.000 9.317 392.494.024.679.625.737 0.625.000 4.750 480.625.00 10 Tahun 0 4.000 1.317 398.000 6.715.000 11.000 99.780.765.000 5.400.546.000 345.965 0.000 9.076 7.000 198.000 2.750 480.000 345.000 11.625.534.679.000 1.000.400.000 345.093.800.850.176.680.400.400.712 286.000 2.925.850.513.7248 13.000 5.000.205.000 36.400.317 398.317 400.160.346.000 1.000 11.000 36.300 7.752 0.797.160.093.850.810.000 37.750 16.250 0 299.000 4.812.000 36.000 44.000 4.000 2.093.797.000.810.200.000 4.000 2.000 11.000 198.093.400.000.000 2.445.404.125.361.125.679.000 25.260.339.400.000 5.000 2.340.625.093.000 2.750 16.000 82.200.000 345.000 56.810.626 5.000 7.680.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 25.200.000 44.000 4.810.680.093.000 11.000 9.083.750 16.810.000 12.160.800.011 116 .292 0 4.000 11.320.500 2.160.750 16.200.000 4.000 44.317 392.000 4.758.797.213.000 2.000 36.000 2.850.000 36.801 0 4.000 4.000 1.000 9.765.093.000 3.000 4.260.419 0.346.887.000 198.752 0.320.108.093.317 400.797.000 1.752 0.800.000 44.679.686.800.000 2.000 44.817 18.750 480.750 16.949 5.000 36.346.000 37.000 56.160.200.800.500 2.686.760.817 11.400.550 390.625 336.817 55.875 240.000 1.680.213.346.200.800.160.000 18.000 56.000 37.200. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.320.000 25.000 5.400.000 37.679.000 345.797.797.797.675.000 4.213.000 11.160.680.400.000 37.817 13.750 480.000.000 4.000 37.000 139.850.200.160.160.000 11.752 0.750 16.260.679.797.625 11.000 2.6170 6.000 44.500 172.095.075.000 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.750 16.260.680.000.500 1.160.817 13.000 11.400.000 4.000 1.400.000 37.317 400.346.093.200.000.000 198.000 198.320.400.953.155.000 2.000 4.200.234.625.000 56.200.800.810.5693 7.000 25.679.000 56.000 4.000 2.320.000.

200.000.000.000.000 411.000.448.000.000 411.000 117 .448.000 480.000.569 4 81.448.000 600.000.448.000 411.315.000 36.569 5 81.000 925.000.448.000 205.448.000 30.000 750.448.000 2.000 288.000 330.000 240.000 770.569 9 81.013.000.000.000 820.000 411.998 3 81.000 2.000 750.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 480.285 165.000 30.569 330.000 411.000.724.569 6 81.000 390.000 15.000 770.285 2 57.448.000.000.448.569 330.866.013.000 411. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.448.000 480.000 330. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.000 160.000 4.998 231.000 860.569 8 81.000 4.000.000 4.000 4.000 600.000 1.448.000 500.569 330.000 75.000 925.000 850.000 411.448.000 160.000 75.000.724.000 860.000 875.750.569 330.000.000 30.569 330.000 3.750.569 330.569 330.750.000 480.000 480.448.000 390.000 875.000 600.750.000 30.448.000 30.448.569 10 81.000 820.236 30.667 448.569 330.569 7 81.750.000 600.000 4.Lampiran 12.000 2.000 800.

625.000.000 15.625.679.500 2.800.400.953.083.000 25.000 11.000 44.750 480.000 4.850.752 0.400.400.000 11.000 5.750 16.797.6687 7.797.680.200.752 0.000 11.810.000 37.093.000 44.680.346.800.205.000 2.000 345.320.810.160.750 480.000 37.100.000 4.000 2.000 4.625.810.075.750 480.500 172.546.000 5.500 2.810.000 4.000 44.797.346.800.000 4.093.400.000 2.093.000 345.346.000 4.500 2.300 7.534.000 36.160.850.000 198.400.000 4.817 13.925.875 240.320.400.000 11.000 198.850.093.000 2.750 480.000 5.000 25.000 44.000 2.817 18.000 37.093.000 11.000 56.000 36.737.396.200.000 4.000 1.797.234.400.000 345.494.000 9.000 56.875 8.680.000 56.317 392.800.494.000 25.000 2.000 5.176.011 118 .000 44.800.000 4.051 0 4.000 4.541 7.810.38% 86.812.000 37.7855 10.000 25.800.262 1.626 1.000 2.160.797.000 11.810.062.000 44.445.200.000 2.680.346.750 480.200.213.742.817 55.234.200.000 6.200.000 82.810.000 2.000 18.125.686.000 2.000 2.234.000 1.250 0 299.000 5.500 5.000 2.625.000 9.000 2.000.000 11.317 398.346.000 37.625.339.626 Rp0 8.679.5253 9.260.125.125.000 44.000.213.093.500.400.000 56.752 0.000 2.000 4.000 28.625 336.000 1.797.200.797.000 9.260.000 25.160.000 5.000.093.400.750 16.260.686.000 4.000 11.000 4.093.500 2.093.093.200.680.000 4.750 480.500 1.679.200.317 400.000 2.000 2.400.000 11.000.817 11.750 16.750 16.093.320.160.000 4.850.340.000 9.500 241.000.000 2.675.213.400.000.000 2.000 36.500 2.000 198.750 480.817 11.930.317 400.024.160.625.000 4.155.320.125.200.000 37.320.712 286.000 9.625 11.000 2.346.260.817 13.000 56.125.797.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.7248 13.797.000 345.000 44.760.949 5.000.000 11.626 5.125.000.400.780.281 7.200.752 0.000 36.513.000 3.317 392.000 36.000 1.6170 6.000 4.000 11.093.000 99.850.737 0.317 398.095.000 36.679.765.200.000 56.679.093.500 2.000 7.000 5.400.200.000 9.346.000 44.000 36.500 2.000 1.800.234.9227 -86.400.000 36.000 25.800.400.679.680.546.000 139.317 392.752 0.750 16.400.292 0 4.953.4472 24.750 480.5693 7.419 0.000 1.000 198.750 16.625.000 4.500 840.00 10 Tahun 0 4.000 11.000 11.076 7.108.000 5.400.887.850.673.000 198. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.680.000 4.000 1.000 4.000 345.797.801 0 4.000 2.000 198.752 0.000 1.4847 5.715.000 25.000 3.752 0.000 345.679.160.8513 922.965 0.810.758.000 56.817 11.000 4.317 400.361.000 37.000 4.850.550 390.404.160.680.200.125.817 18.000 345.250 -93.996.160.093.093.000 36.000 36.200.320.000 37.400.953.000 5.000 2.200.000 2.160.679.000 9.000 2.000 198.500 2.160.125.626 -86.686.000 2.339.093.750 16.000 345.000 198.750 16.000 25.700.765.000 11.320.000.200.000 37.000 11. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 44.346.850.950.213.400.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 56.000 39.625.320.000 11.200.000 9.000 37.000 4.000 12.

569 9 92.448.765 411.000 30.000 480.720.569 6 92.765 411.000 480.750.000 860.000 390.750.000 2.448.727. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.000 160.720.724.000 750.448.402 159.000 390.000.804 318.720.000 4.765 411.882 205.Lampiran 13.765 411.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 75.866.765 411.000 600.000 30.569 4 92.750.000 3.285 2 64.000 330.727.000 1.315.000 800.667 448.569 10 92.000 30.720.804 318.563 223.569 8 92.727.720.000 4.000 2.360.804 318.000 330.804 318.000 2.720.727.804 318.000.000 4.000 820.000 600.750.804 318.000 770.448.236 30.804 318.000.904.720.000 4.765 411.000 925.720.435 288.000 240.000 770.998 3 92.727.727.000 875.000 820.000.000 860.765 36.013.000 925.448.727.448.000 480.750.000 750.569 7 92.000.109. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.000 119 .000.000 480.000 4.000 480.448.727.200.000 30.363.000 15.000 875.000 600.804 318.000 30.569 5 92.000 500.765 411.000 75.000 600.000 850.000 160.

6170 6.000 36.625 336.093.810.675.260.925.200.200.024.000 2.213.000 11.125.000 4.000 44.000 2.000 3.000 56.093.320.800.000 11.250 -93.000 198.750 16.419 0.292 0 4.250 0 299.400.000 11.000 4.000 9.000 2.346.317 400.200.400.953. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 4.000.800.075.742.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 345.396.000 5.000 44.750 16.000 198.000 4.000 139.000 1.000 2.000 56.000 2.000 5.38% 86.000 2.500 241.930.750 480.160.093.817 11.5693 7.000 2.810.000 44.000 198.752 0.000 36.317 392.400.673.200.160.000 44.400.000 2.680.317 398.262 1.200.000 345.320.445.000 11.534.155.000 345.000 345.093.000 44.000 37.000 56.000 25.095.000 44.000 25.500 2.400.850.817 11.000.200.000 36.000 4.000 37.817 55.160.213.000 11.000 82.200.000 2.108.000 39.000 1.400.320.000 36.000 2.281 7.797.800.625.686.000 7.000 4.750 16.400.400.000 11.093.404.625.000 12.000 11.625 11.000 2.011 120 .093.000 345.810.346.400.680.850.737.000 25.000 36.339.626 5.000 198.361.051 0 4.000 25.234.320.000 2.093.953.093.000 56.000 2.686.737 0.000 4.810.797.000 198.850.817 13.000 37.000 44.320.200.000 37.000 56. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.752 0.850.000 5.500 172.752 0.125.765.093.000 18.500 2.000.546.752 0.160.000 37.160.750 480.797.550 390.260.850.346.750 16.000 11.850.000 4.800.093.000.953.160.213.000 9.626 1.200.500 1.317 400.000 4.200.000 15.000 11.625.093.234.000 28.000.000 1.8513 922.000 9.000 36.4472 24.000 25.625.000 37.680.160.780.000 11.7855 10.000.000 2.000 9.200.200.500 2.800.000 56.339.300 7.000 44.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 4.000 2.125.000 4.400.4847 5.400.400.712 286.000 2.260.000 5.093.200.00 10 Tahun 0 4.679.800.000 4.546.000 4.000 2.680.000 5.626 Rp0 8.500 2.160.000 56.000 37.000.000 4.000 5.346.760.317 398.750 480.125.752 0.797.000 4.340.758.810.000 37.062.000 1.500 840.752 0.680.679.752 0.000 11.093.750 16.850.000 2.000 37.125.000 11.9227 -86.513.494.000.750 16.000 25.000 1.000 5.996.093.817 18.950.679.750 480.000 345.000 37.000 2.346.800.000 2.000 44.260.234.541 7.000 4.000 9.812.750 480.000 25.000 99.000 11.000 6.750 480.679.320.400.679.000 36.000 2.965 0.625.317 392.213.400.000 4.160.000 25.000 345.200.680.000 4.797.000 1.797.810.797.000 4.680.810.400.750 16.000 5.000 9.810.625.176.160.000 345.500 2.076 7.000 56.797.817 18.679.000 2.000 1.715.801 0 4.750 480.000 198.000 4.125.6687 7.765.679.500 5.100.200.817 13.000 5.200.875 8.234.000 11.000 4.5253 9.093.205.400.400.000 198.200.000 36.000 1.000 2.346.500 2.346.000 11.750 16.000 2.317 400.000 36.160.400.797.850.625.500 2.679.686.346.317 392.093.700.949 5.000 36.320.887.125.000 3.000 198.800.000 9.000.320.500.500 2.000 9.680.750 480.200.817 11.875 240.626 -86.125.797.000 44.000 11.000 4.494.000.400.625.083.7248 13.

000.000 770.000 298.000 330.000 480.000 2.000.000 500.000 600.000 860.000 330.000 240.000 4.000 330.000 3.000.667 30.000 426.000 8 96.000 600.000.000.000.000 1.000.000 426.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000.000 75.000.000.000.000.000 5 96.000.000 390.750.000.000 426.000 75.750.000.000 160.000 426.000.000 4.000 820.000 925.000 770.200.000 165.000 30.000.000 426.000.000 2.000 750.750.000 4.000 6 96.000 3 96.000 480.866.000.000 330.000 850.000 10 96.000.000 480.000 820.000 600.000 800.000 860.000.000.000 15.000 231.866.000 426.000.000 426.000 4.000.000 213.000.750.000 160.000 875.000 925.000 330.000 750.000 2 67.000.000.000.000 330.200.000 36.200.000 600.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 330.000 480.000 875.000 330.000.750.000 4.Lampiran 14.000 390.000.000 480.000 30.000 121 .000 7 96.000 30.000.000 30.000 30.000 330.000 9 96.000 330.000 2.667 462.000 4 96.

400.000 9.000 11.850.949 5.404.000 213.125.800.234.000 56.200.750 16.248 18.000 7.931 2.125.505.302 7.000 36.700.000.625 11.625 336.000 36.000 18.000 39.431 11.541 7.686.931 2.500 179.000 213.680.615.093.000 37.000 2.093.000 359.000 2.494.752 0.000 4.292 0 4.4472 24.160.000 2.000 44.680.534.400.897.248 13.800.024.850.505.801 0 4.850.965 0 306.000 2.400.000 9.752 0.230.625.000 106.810.230.000 37.093.8513 922.248 55.752 0.505.000 359.317 407.812.248 18.400.093.765.000 2.000 36.155.494.093.000 25.000 25.750 16.100.875 240.076 7.200.000 359.000 2.160.260.000 359.248 11.6170 6.000 5.931 2.000 37.320.093.361.000.625.317 414.000 11.000 5.625.419 0.095.810.000 25.000 4.000 36.897.897.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.248 11.000 2.5693 7.712 297.500 251.000 37.513.660.000 4.750 480.000 9.625.339.320.000 36.000 5.000 2.887.000 36.200.000 56.431 11.000 36.200.552 390.797.000 4.850.230.000 44.000 36.680.680.093.750 480.000 4.230.116.758.752 0.797.000 5.000 4.750 16.000 359.200.000 82.797.400.000 25.000 9.7855 10.760.810.626 -86.000 25.000 9.400.160.000 2.765.160.000 5.875 8.431 11.000 1.000 25.160.000 1.000 2.625.000 37.263 1.400.000 44.400.765.160.000 4.093.125.750 16.000 25.000 56.626 5.000 37.5253 9.680.931 2.260.160.093.000 5.000 9.680.000 11.000 11.750 480.000 4.200.750 16.000 4.750 480.000 4.765.000.546.400.200.625.810.125.680.000 4.800.000 37.780.000 4.000 2.897. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 44.230.931 2.000.765.715.000 44.230.000 1.000 37.317 414.234.051 0 4.200.000.000 1.000.000 44.4847 5.000 44.850.000 2.500 840.000 56.850.686.000 5.000 2.200.797.200.000 4.000 2.000 3.750 480.752 0.000 56.445.431 11.000 4.176.000 37.000 213.205.928.950.000 2.996.950.200.000 213.000 359.752 0.431 11.317 407.320.160.750 16.810.810.093.000 44.160.215 5.800.797.000 44.000 2.000 56.000 11.000 4.400.000 4.750 16.000 213.000 1.897.000 56.340.000 1.000 4.000 2.737 0.125.000 2.317 414.234.625.750 480.400.765.797.000 1.750 16.000 2.000 4.897.7248 13.500.000 37.626 Rp0 8.686.011 122 .000 44.948.850.000 4.797.000 15.200.400.260.965 -93.400.546.000 11.234.810.000 56.160.000 4.062.248 13.000 213.000 6.000 213.850.000 5.320.931 2.797.400.000 11.400.000 5.320.750 480.400.320.093.281 7.000 2.000 149.000 1.093.200.125.931 2.897.931 2.200.000.965 0.000 25.400.000 36.431 11.000 2.000.797.000.400.000 359.200.000 359.320.750 480.230.38% 86.000 36.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.431 11.200.083.125.9227 -86.00 10 Tahun 0 4.000 9.248 11.431 11.000 3.626 1. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.897.093.625.000 28.810.752 0.317 407.125.737.093.000 2.500 1.230.000 213.000 9.260.400.800.160.800.000 4.000 2.925.000 11.000 4.396.200.6687 7.261.800.000 2.093.317 412.680.000.093.000 12.800.200.000 4.797.320.317 412.

000 426.000 330.750.000 9 96.750.000 750.000 330.750.000 426.000 925.000 480.000 2.000 925.200.000.000 426.000 480.000.000.000 3 96.000.000.000 500.000 330.000 4.000 390.000.000.000 4.000 330.000 30.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 5 96.000 860.000 165.Lampiran 15.000.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.200.000 7 96.000 160.750.000 4.000 30.000.000 770.000.000 2 67.000 213.000 390.000 600.000 820.000 850.000 330.000 8 96.000 750.667 462.000 231.866.000 75.000 800.000.000 1.000.000.000 330.000 160.000 6 96.000 4.000 30.000 770.750.000.000.000 298.000.000 4.000.000 480.000 2.000 426.000 426.000 30.000 330.000.000 330.000 820.000 480.000.000 15.000.000 2.000.000 10 96.000 330.000 240.000 4 96.000.667 30.200.000 875.866.000 36.000.000.000 426.000.000 875.000 600.000 330.000.000 600.000 426.000 480.000.000 860.000 123 .000 600.000.000.000 30.000.000 75.000.000 3.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.

000 25.095.176.200.160.125.7855 10.000 44.205.000 4.625.810.000 9.750 16.000 5.431 11.260.000 9.093.4847 5.38% 86.950.000 71.925.000 4.5693 7.996.000 359.000 2.351.000 6.000 15.931 2.431 11.200.000 4.6687 7.200.500 840.200.400.000 44.810.000 2.000.396.000 4.686.712 297.000.400.897.431 11.000 359.234.351.093.534.317 414.361.000 36.000 1.000 11.200.200.000 4.000 1.000 36.404.625.625.000 12.200.000 4.000 5.887.797.320.000 2.000 25.000 9.000 359.000.093.000 4.351.494.000 36.000 2.351.897.626 5.000 82.248 11.000 4.750 480.780.200.810.626 1.000 71.000 49.000 4.950.000 5.000 25.000 2.000 11.000 25.000 2.931 2.000.750 480.625 336.680.752 0.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.317 412.000 198.000 25.000 2.300 7.000 36.541 7.000 1.000 9.400.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.400.000 4.679.125.625.750 480.320.000 11.750 16.000 36.897.320.000 4.931 2.850.000 4.011 124 .200.897.500 179.801 0 4.000 9.750 16.093.000 71.248 11.093.625.000 44.000 37.797.000.752 0.752 0.000 139.000 11.000 5.000 71.000 1.765.931 2.062.248 55.797.750 16.948.200.700.000 36.093.160.317 414.675.000 2.400.093.234.000 37.125.000 37.00 10 Tahun 0 4.000 71.340.000 1.000 2.351.125.750 480.125.850.160.351.000 37.680.155.000 37.897.679.431 11.000 5.317 407.000 2.5253 9.281 7.7248 13.400.679.679.686.093.000 1.000 9.765.076 7.931 2.660.400.419 0.8513 922.000 2.715.000 198. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 36.093.431 11.965 -93.000 71.000 2.000 3.400.797.292 0 4.752 0.750 16.431 11.875 8.000 359.263 1.626 -86.750 16.000 4.625 11.000.000 9.320.850.000 2.946.500 1.400.850.812.125.000 44.075.758.200.000 35.680.000 359.000 4.000 37.100.125.000 37.000 11.737.000 4.765.500 5.897.000 4.351.000 36.750 480.546.000 5.000 18.500.160.400.000 198.093.797.765.965 0.750 480.200.000 36.260.000 4.400.928.248 18.160.200.000 2.400.445.505.000 2.000 25.686.931 2.339.000 44.000 44.000 1.160.431 11.679.625.000 2.260.000 71.000 11.000 2.500 251.931 2.850.093.965 0 306.093.752 0.513.093.000 359.320.000 25.552 390.000 3.000 4.000 4.093.000.351.431 11.494.737 0.000.679.320.000 37.810.765.931 2.505.752 0.234.625.750 480.765.679.000 2.125.000 2.810.875 240.000 359.000 44.797.400.546.000 5.9227 -86.317 414.797.093.002 7.000 2.400.234.679.000 11.750 16.400.000 2.083.897.000. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 44.850.248 18.000 198.000 359.680.000 11.000 99.160.000 198.810.4472 24.850.248 11.400.680.200.000.160.797.317 407.897.000 9.000 2.000 198.200.750 480.000 4.400.797.000 37.320.850.000 2.000 4.680.752 0.000 37.248 13.200.093.625.116.680.000 1.317 407.680.000 4.248 13.160.160.810.810.000 44.000 4.000 44.260.024.000 2.000 25.339.000 36.750 16.160.000 5.505.000 198.949 5.200.320.200.000 198.317 412.797.000 71.6170 6.400.051 0 4.715 5.626 Rp0 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful