ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.

Pembimbing Tintin Sarianti.Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. MS NIP. 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. MM. SP. 131 415 082 Tanggal Lulus : .. Nunung Kusnadi. NIP. Ir.

Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 . Bogor.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.

Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. Selain itu. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). . Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. SPd.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Institut Pertanian Bogor. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun kedua penulis. Pada tahun pertama.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani . Institut Pertanian Bogor. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bogor. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung.

Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. Pemilik Citra Rasa.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. doa. MM. Ferdy Daeng . Riski. Lisda dan AGB 42 . 2. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. SP. dukungan. Pemilik Dwi Joyo. Ir. selaku dosen pembimbing atas bimbingan.. Trio Kendal AGB 42 (Twin. Santos. 5. Tintin Sarianti. atas waktu. Dani. 7. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Bulik Yum sekeluarga. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. Ajib. Cila. M. Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. 3. Bulik Eni sekeluarga. Wiwi. Aqsa). Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Zulvan. Yuzda. Imam. Atas segala dukungan yang diberikan. 9. Sepupu-sepupuku: Lilis.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. 4. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. 10. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. Irma dan Nanda. 8. untuk segala cinta. Popong Nurhayati. SP. Dauz. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. Wening. kesempatan. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. 6. Tiara. Tika. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. informasi dan dukungan yang diberikan. Nurul. Hepi.. arahan. Yanti Nuraeni Muflikh. Rina. kasih sayang. 11.

Riska. Mba Sarah. dan lain-lain. 13. Reika. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Eni. Evi. Ranti.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Ratih. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. Mba Dewi. Retno. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Suci. 12. Lia. Farikhin. . Fery. Manda. Icha. Wendi. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Mba Rahma. Dewi. Rifka Rino. 15.

.... 3...................... 3............................................... 4....................................5............................................................ I PENDAHULUAN .... 2....4 Kulit ..3 Teori Biaya dan Manfaat .....................................6 Asumsi Dasar yang Digunakan .... 5................1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .............................................. 2.......................... 3...................... 4....................... 2.......................................................................3 Data dan Instrumentasi ..1 Analisis Aspek Finansial .2 Metode Penentuan Sampel .......6 Laporan Rugi Laba .......4 Metode Pengumpulan Data ......................1............................5........... ...................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ....7 Kerangka Pemikiran Operasional . 2.2 Perumusan Masalah ........ 4..2 Proses Pembuatan Rambak ...................................... 5..........1 Latar Belakang ................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL .............................. 3.........................................1..............................4....... 2................................................2 Analisis Tentang Kerupuk ................................. 2..........................4 Analisis Kelayakan Investasi ......... 3... 4.................................. III KERANGKA PEMIKIRAN ... 2........................2 Aspek Studi Kelayakan .................5 Kerupuk Rambak .......................................... 2.............. 2.............................................................................................................................. 2.........6................... DAFTAR GAMBAR ............................. IV METODE PENELITIAN .............. 3...........4....1 Analisis Finansial ................................................ 2..... 2........................................................................3 Tujuan ................................1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan ...2 Histologi Kulit ...................2 Keadaan Penduduk ................................2 Perusahaan Perorangan ...................................5................3 Kerupuk ...... 4....................................................................1 Pengertian Kulit . 2...........1 Kabupaten Kendal .........1 Studi Kelayakan Proyek ................................ 3... 5.................................................4 Manfaat .......3 Kulit Sebagai Bahan Makanan .....2 Analisis Switching Value .........1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah ............. 2................................ 4..... 2.. 3................................4...... V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN .................................1 Keadaan Wilayah .... 2.......1 Lokasi dan Waktu .......6.....................................6 Penelitian Terdahulu ..................5 Analisis Switching Value ........ II TINJAUAN PUSTAKA .........................5 Metode Pengolahan Data ............................................................ 4... 1............... 4.............................................................................5 Ruang Lingkup ...4..... 2...5....

...................................................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .............................................. 7. 6............................................1 Bentuk Badan Usaha .......................................4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............5 Lay Out Usaha ......... Ekonomi dan Lingkungan ......2 Izin Usaha .......................................................... 6.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ..4 Aspek Hukum .1.......2 Bahan Baku ...............................2 Penawaran ............VI VII 5..................2... 6.............. 5.......................................1............6 Hasil Analisis Aspek Teknis ......................................................... 6................... 7.................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ... 6. 7............1......... 6..........1 Permintaan ..............1...............................................3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ......................................1..........2 Kecamatan Pegandon ................ 5..........1.......................2..2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...... 6.....5 Aspek Sosial........4.................... 7....................................................... 6.......................... 6......2 Aspek Teknis ... ANALISIS ASPEK FINANSIAL ......4 Hasil Analisis Aspek Pasar ......... 6......3 Aspek Manajemen ....2..4 Proses Produksi ................ 7.........1...................................2.......................1 Lokasi Usaha ...................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ............4............ 6....1 Aspek Pasar ...... 6......................... 7........................1..................................................................................................... 6................................ 6.......1................3 Pertanian ....... 6..3 Strategi Pemasaran . 5....4 Perekonomian Daerah ................. 7..............2... 6.......1..1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ...............2......... 6.................1 Hasil Analisis Aspek Manajemen .......... ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL .......1.......3 Kapasitas Produksi .3.................. 6............... 7.................................2...........................

...................... 7.Bahan Baku Kulit Kerbau ...... 7.........................................2............2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ..........................................................2... 8.........4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............ LAMPIRAN ............................................................... VIII KESIMPULAN DAN SARAN . 7................ 8..............................2 Saran ............ DAFTAR PUSTAKA ........2.1 Kesimpulan ...............5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ....... 7....................................................................................................... 7.........2....................................3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .............3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................................... 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 .....

................................................... 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak ................................................ 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ..................... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha ............... 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram ........................ 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .. 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................................................................................................................................. 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun ..... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk ................................................................................... 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan ... 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ........DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) . 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ................................................................................................................... 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ......................................................................................... 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi .................................................................... 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ................... 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha ............................ 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun ..................... 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau ......................................................................... 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ......................... Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ............................................................................................................................ 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ............... 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ........... 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .................................

.

............ Kerangka Pemikiran Operasional ............................................................................... .. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ................................................ Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I ............ Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon ..............DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ....... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II .......

..... 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak ............................................................ 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar .......................................... 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................ 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah ................. 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ................ 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar .............................. 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ............................................................... 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .......... 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .....................................................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah .................................. 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................ Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 ............................ 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil .................................. 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ........................................ 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak .................................... 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .................................................................................

ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. 25 tahun 2000. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. Disamping itu. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini. Rustian. Kamaludin. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1. Sejak awal tahun 1970.id [20 November 2008] Budi. Pada masa itu. Berdasarkan Undang-Undang No.go. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. 1 2 .1. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini. antara Dilema dan Relita dalam www.multiply.brotherfatih. Bagi Indonesia. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997.BAB I PENDAHULUAN 1. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2. Ariyo. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www.com/journal [20 November 2008] . Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. Namun.jatim. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.

sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas. diacu dalam Widyastuti 2008). 2.8 juta orang atau 97. Ketiga.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM.957. Kedua.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM. 2. Pada tahun 2000 dari 4.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.blog. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif. 3 . Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49. usaha ini masih bisa berproduksi. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan.3 triliun atau 53. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6. UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total. di tahun 2003 dari 4.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar.8 juta unit usaha atau 99.2 persen (BPS 2008). pertumbuhan PDB UKM sebesar 5.2 persen.4 triliun. Pada tahun 2007.121.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6.com [20 November 2008] . Edward. Pada tahun 2006. Deddy.7 persen.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3. dan PDB UB sebesar 5. berkembang. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997.3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2. Kemudian.usaha-umkm.

Tabel 1. .51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM. Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5.18 6.37 5.27 Usaha Kecil dan Menengah 5.28 persen.95 persen.24 6. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007).69 5. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5.25 6. Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar.73 Usaha Besar 5.50 Usaha Menengah 6.95 5.38 6.38.66 persen. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3.23 Total 5.84 6. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain.82 5. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6. Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.

92 23.46 37. Pertanian 23. Bangunan 4.Tabel 2. gas dan air minum 1. Sukorejo Kec.06 3.Rangin / Rengginan . Limbangan Kec.26 3.77 2.23 17.00 1. Pengangkutan dan 2. Cepiring Kec.85 jasa perusahaan 9. Listrik. Kendal .57 1.72 17.71 5.Krupuk Rambak Kec.88 3. Pegandon Sumber : www. Perdagangan.68 17.27 komunikasi 8.Dawet Gempol .56 2.Gula Aren .57 35.Kripik Paru . Kaliwungu .38 1.92 3. Industri pengolahan 38.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut. Jasa-jasa 8.go.Terasi . Keuangan.kabupaten-kendal.Bandeng Presto .id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak.69 17.78 2.Momoh Jerohan .81 2.55 1. Tabel 3. hotel dan 17.59 35.82 9.52 37.40 24.48 1.11 penggalian 3.05 2.33 restoran 7. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang .83 3.Kripik Tempe .00 1. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec.70 2.Kerupuk Petis .11 1. Weleri Kec.88 25.63 6.05 1.41 9. Pertambangan dan 1.67 9.25 9.48 4.72 2.72 3.03 23. persewaan dan 2. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil.Kerupuk Mie Kec.

00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif . namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4.000. Pada umumnya. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri.000. Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun.547 ekor. Sementara. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal.00 untuk kemasan 250 gram. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng. Namun.

Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi.000. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya.00 per kilogram. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau.000.2. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal. 1. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana . Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan.

aspek sosial. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. aspek teknis. aspek manajemen. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. Penilaian aspek . Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Namun. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi.

Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. 2. . aspek manajemen.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. aspek manajemen. 3.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. 4. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. aspek teknis. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. adalah: 1. ekonomi dan lingkungan? 2. aspek hukum dan aspek sosial. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. aspek teknis. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. Dari uraian diatas.

Penulis. Pemilik perusahaan. 4. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. 2. 1. 3.1. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. Bagi pemerintah.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. Pembaca. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. .

atau 2. dikuasai dan berafiliasi baik langsung. Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No. yaitu: 1. Kerajinan rumah tangga. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia.go. Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya.depperindag. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar . Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. dan 5. 3. badan usaha yang tidak berbadan hukum. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www.id).3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Berbentuk usaha orang perorangan. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. 4. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi.

Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b. dengan kriteria: a. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. dan c. Pada tingkat internasional. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. 3. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. diacu dalam Widyastuti 2008). Medium enterprise. Usaha kecil. . dan c. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. Jumlah aset hingga $15 juta 2. Micro commission. dengan kriteria: a. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. Small enterprise.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan.2. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. 2. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. yaitu: 1. dan c. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. dengan kriteria: a.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. lemak. Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. jamur dan lain-lain. diacu dalam Daniar 2008). 2. sedangkan kulit bagian kepala. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit.4. leher. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging.mikroorganisme seperti bakteri. 2. Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia. diacu dalam Daniar 2008). Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. ekor. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. diacu dalam Daniar 2008). terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. . juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak.3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. diacu dalam Daniar 2008). secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya. corium (derma). diacu dalam Daniar 2008). Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina.4.

2.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. pemberian bumbu. diacu dalam Daniar. pengungkepan dengan menggunakan lemak. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi. Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik. penjemuran. 2008). Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. penggorengan dan proses pembungkusan. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. tetapi jumlahnya terbatas. kerbau.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen.5 Kerupuk Rambak 2. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991. pengerokan bulu. penjemuran tahap II. penjemuran tahap I. proses pengolahan meliputi pencucian.2. pemberian bumbu. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar. pengirisan ( diperet ). pengempukan. terutama kulit kerbau jantan.5. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. dapat berupa kulit sapi. Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. pengirisan.5. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. pengungkepan.

.6 Penelitian Terdahulu 2. bahan baku. Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar. Kabupaten Bandung.6. Jawa Barat . Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2.Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang.

hukum. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II.772. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. aspek teknis dan produksi. sosial ekonomi dan lingkungan. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan.2994. kenaikan harga bandeng.manajemen. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual.334. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan. Dari kedua skenario yang layak. dilihat dari aspek pasar.116. maupun penurunan tingkat penjualan.884.646. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . Net B/C rasio 1. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran. Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. Net B/C rasio 5.4296. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan.273. Jakarta Selatan. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya.

810. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive).805. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial.59 dan 1.760. nilai IRR sebesar 18. dan IRR. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku.47.00.427. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11.157.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik.854. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. Kriteria investasi yaitu NPV. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. Net B/C. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7. Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan.3 . kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan.4. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5. Net B/C dan payback period.006. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8. Penelitian dilakukan di Kota Bogor. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah. nilai Net B/C sebesar 1.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118.5 persen. IRR. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1.

Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang.persen dan untuk tempe malang sebesar 6. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen. ekonomi dan lingkungan. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value).9 persen. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Internal Rate of Return (IRR). 2. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. Selain itu. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV).2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. . kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian.6. aspek manajemen. aspek teknis.4 persen. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. serta aspek sosial. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar.

nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan.00. Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. harga.537. tempat serta promosi. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. gudang bahan baku. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . pemasaran dan produksi. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan. Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk.96 persen. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi.655. Net B/C sebesar 2. Berdasarkan hasil .

6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. 13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. Untuk faktor eksternal. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. fasilitas dan perlindungan hukum. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung. sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM.

untuk mempromosikan produk. pengeluaran untuk semua input produksi. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. belum ada faktor produksi yang efisien. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output.221. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). Kabupaten Ciamis. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. total biaya produksi. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. dan tenaga kerja lebih dari satu. garam. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. kayu bakar dan tenaga kerja). Sebelum kenaikan harga BBM. kayu bakar. Setelah kenaikan harga BBM. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. jumlah output. minyak tanah. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. Pada efisiensi teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. Sebelum kenaikan BBM. dan penerimaan hasil penjualan. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. . rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. dan pendapatan bersih UKM.

produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. kelemahan. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. komunikasi dan produksi. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. lokasi perusahaan strategis. kualitas produk baik. Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. pemasaran yang luas. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. Berdasarkan analisis IE. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. perkembangan teknologi informasi. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat.

Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. . kerupuk ikan. Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu. . Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan. kerupuk udang dan kerupuk tepung. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk.pemasaran. Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha.

Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek.1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. bahan-bahan mentah. Dalam arti sempit. Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit. biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. dan dapat direncanakan. bahan-bahan setengah jadi. Menurut Gray (2007). Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. tanah. . atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986).

3. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. Menurut Gittinger (1986). maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini. 2007). Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. Sebaliknya.organisasi. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Aspek-aspek institusional. 2.Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. 3.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. Aspek sosial . Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. 2.

Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. .2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. aspek hukum. tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. Dari sudut pandang input. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. 6. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. aspek ekonomi dan aspek sosial. harga yang menguntungkan. aspek manajemen.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. 3. 4. aspek finansial. aspek teknis.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. 5.

penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. 2. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak.Namun. tujuan perusahaan. a. harga input. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. Namun. pendapatan. . prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. tidak berdiri sendiri. Namun. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. harus dilihat dari berbagai aspek. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. teknologi. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. selera. Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. atau akses. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1. Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. Dalam hal ini. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. 4. yaitu marketing mix. harga (price). Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi.3. Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. b. Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986). Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). dan kemampuan manajemen lainnya. Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000). yaitu lokasi . distribusi (place). Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu. dan promosi (promotion) (Umar 2003). Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor.

Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). persediaan kapasitas mesin-mesin. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. dan fasilitas transportasi. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). tenaga listrik dan air. layout pabrik. letak pasar yang dituju.pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. 2. 4. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. 3. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. . iklim dan keadaan tanah. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). kemampuan finansial dan manajemen. supply tenaga kerja. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku.

kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. melaksanakan. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. c. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. melaksanakan. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. yaitu pelaksana proyek tersebut. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan. jadwal penyelesaian proyek.manfaat ekonomi yang diharapkan. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek.

Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. Oleh karena itu. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar. struktur organisasi. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. anggota direksi. e. sumber pembiayaan proyek. 2000). Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. 1986).2. Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. d. dalam melakukan investasi . Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. peningkatan pendapatan petani. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. dan tingkat suku bunga yang berlaku.

Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. 2000). Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. seperti modal sendiri. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. 2. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). bangunan dan perlengkapannya. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. dan project finance. 3. leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. kredit bank. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. . dan aktiva tetap lainnya. obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. modal pinjaman. dan gabungan keduanya. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. pabrik dan mesin. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi.

Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. aliran kas operasional (operational cash flow). Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. 2. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. bunga dan pinjaman. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek. 3. yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). dan mesin. 2. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. dan aliran kas terminal (terminal cash flow). Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. bangunan. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. Biaya lainnya yaitu pajak. Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. seperti: rekreasi. seperti : tanah. . seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. pabrik. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. 3.

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Net B/C rasio. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. aspek ekonomi. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. Pada bidang pertanian. Analisis finansial mengkaji NPV. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. . aspek manajemen.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. aspek teknis. IRR. 3. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3.

Payback Period. aspek manajemen. IRR. aspek hukum Analisis Finansial : NPV. IRR. Payback Period. aspek teknis. aspek sosial lingkungan.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar. Net B/C Ratio. Net B/C Ratio. Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan .

3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya.2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data.Gambar 2. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik .1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal. Namun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau. Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). 4. 4. Selain itu. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal.

pemasok dan staf Pemerintah Daerah. Dalam pengumpulan data primer. Badan Pusat Statistik. wawancara mendalam dan observasi. Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer. 4. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. aspek teknis. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. 4. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. masa pengembalian .4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan.usaha. aspek manajemen. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. dan aspek ekonomi. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Sedangkan untuk data sekunder. skripsi. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial.

Internal Rate Return (IRR).investasi (Payback Period). Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. NPV < 0. Dengan kata lain. dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. 4. . NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi.1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV).1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. 4. dan analisis switching value.1. artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan.5.5. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan. artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan.

Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan.1. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual. Dengan kata lain. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. proyek menguntungkan Net B/C < 0. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.5. IRR juga merupakan nilai discount rate yang .1. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. maka NPV < 0.• NPV = 0. 4. 4. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. maka NPV > 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Namun.5.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. proyek merugikan Net B/C = 1. maka NPV = 0.

2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya . Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad.membuat NPV proyek sama dengan nol. 4.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.5. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang.1.

pompa air. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12. 4. lemari. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. Umur proyek adalah 10 tahun.00 per kilogram. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. 2.38 persen. tempat penjemuran dan tabung gas. Dalam penelitian ini. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. 4.000.000. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. 3. tungku api. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. .2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8.00 per kilogram. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. 4. 6. timbangan.5. 5. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi.

Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. 11. 13. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. 15. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual. . Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan.000. 16.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. Biaya variabel pada kemasan besar. 8. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Harga jual yang produk adalah Rp 30. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. 17. 10. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total. 14. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. 9.7.000. 12. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. 18.

000.000.000.00)+ (15% x Rp 50.000.000.00) + (30% x (pendapatan Rp 100.00 < pendapatan < Rp 100. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.000.000.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.00)).000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.000. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.00)+(15% x (pendapatan Rp 50. • Jika Rp 50.000.19.000.000. .000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000.000.000.000.

kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. dengan jumlah 100.1 Kabupaten Kendal 5. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan. tegalan.06 persen.916 jiwa. Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah.1.35 persen) laki-laki dan 474. tambak dan kolam.808 (50. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun.579 meter dari permukaan laut.65 persen) perempuan.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937.420 jiwa terdiri dari 462. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang.501 .612 (49. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang. 5.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02.23 km2.83 persen. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya). Suhu udara berkisar antara 25°C. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75.1.

Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. Ternak kecil meliputi kambing. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. tembakau rakyat. kopi. bawang merah. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong. bawang. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. domba dan babi. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. tanaman pala.1.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. kemukus dan kakao. nangka. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. Hasil utama pertanian adalah padi.896 jiwa setiap kilometer persegi. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata. palawija dan kacang-kacangan. kubis. kacang-kacangan dan ketimun. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet.1. kerbau dan kuda. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. burung puyuh dan itik. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. dan wortel. kayu manis. 5. kayu rimba dan lainnya. mangga. rambutan dan durian. Hal ini .965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1.13 km2 atau sebesar 26. dan tanaman teh.62 triliun rupiah. 5. ayam petelur. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. panili.jiwa.

149. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.44 1.26 4. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.158.716.210.84 336.496.63 350.623.184.55 4.828. kemudian pertanian sebesar 23.76 101.854. sektor perdagangan.20 128.71 1. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.62 759.89 1.28 persen. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.013.861.121. hotel dan restoran 18.959.78 45.18 1.01 4.19 117. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.494. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.77 persen.91 56.32 117.96 persen. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.426.027.258.49 787.20 42.92 1.98 37. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10.027.10 48.64 106.347.40 1. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.192.680. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000.97 106.558.42 38.14 112.30 persen dan jasa-jasa 7.079.62 44.408. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah.340.86 1.73 334.50 persen.53 117. Tabel 5.086.447.626.20 4.634. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.53 846.521.63 809.626.341.799.996.88 juta rupiah menjadi 5.524.37 98.641.756.42 124.655.499.47 8 9 100. yaitu dari 4.456.077. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.76 364.88 persen.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.543.510.328.325.063.277.13 129.433.21 persen.22 44. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.354.167.119.89 persen.25 persen.07 juta rupiah.578. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .

Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 .23 39.89 Total 31. Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6.44 3 Tanah tegalan 2. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer. Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8.71 27. Tabel 6. 5. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2.12 km2.45 7.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil.99 2 Tanah pekarangan 5. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer.61 8. Suhu udara 27°C. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo.12 16.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong.

09 persen. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit. Pada saat itu.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat.043 jiwa. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. Pada saat itu. Kemudian. Pada tahun 1990. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. Pada awal pendirian usaha tersebut. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan.175 jiwa/km2. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. 5. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. Putra Jaya. Kecamatan Pegandon. Pada tahun 1993. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1.

00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. Namun.memenuhi bahan baku kulit sapi. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih.000. Pada tahun 2005. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri. Selain itu. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. Menurut para pengusaha. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal.000. sebagian tidak dapat bertahan. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama. Namun. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. Walaupun menyatakan sudah tutup. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal.

.Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak.

Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. aspek teknis. . 6. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi.1. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha. penawaran. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha. aspek manajemen. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. serta strategi pemasaran. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. 6. Selain itu. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005).

Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Konsumennya sangat banyak.1. Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp . Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil. Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. 6. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). yang berasal dari berbagai kalangan. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar.

karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi.2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli. menentukan harga.30. 6.00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar). Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain.3. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). Industri kerupuk rambak di Pegandon . komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi.000. Menurut klasifikasinya. distribusi (place) dan promosi (promotion). baik aktual maupun yang potensial. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. 6. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar).1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. 6. Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). harga (price).3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan.3.1.000.1.1.

Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Pemasaran belum menjangkau daerah lain.000. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal.3. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. 6. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang.1.00. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4.000. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30.

000.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I. Hal . Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru. 2005). dan mendistribusikan produk. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional.500. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung.00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3.1. Sejauh ini. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal. 6. harga produk. Namun.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan.3. 6.00 untuk kemasan besar.1. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk. Selain promosi secara langsung.

aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6.2. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Di samping itu. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. dan harga.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Putra Jaya. penawaran. Pada penelitian ini. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. kedekatan dengan pasar. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong. . Namun. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. 6.

2.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. letak lokasi usaha mudah dicapai. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat.Dari sisi kedekatan dengan pasar. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. 6. Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Sedangkan untuk bahan baku penolong. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. Dari segi fasilitas. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. Dari sisi transportasi. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. Namun.

Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. pengusaha lebih mudah untuk . Oleh karena itu. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. Namun. Dari segi ketersediaan bahan baku. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran.Tabel 7. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. Namun. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. Para produsen memesan kulit melalui telepon. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak.

kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram. Jadi dalam satu bulan.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya.2. usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku.3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. Dengan kata lain. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil. Namun.4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil. 6. 6. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian . 2008). Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari.2. Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran.

Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . 7. penggorengan kedua dengan suhu 45°C. 10. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. 5. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. 3. 6. Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering.2.

Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk . usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus.Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya. Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah.

ruang penjemuran.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan.rambak mentah (proses 1-7). Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. Walaupun secara teknis telah layak namun .2.2. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. Namun. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian. Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi. 6. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain. ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000).

tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. Dari segi administrasi. Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. pemotongan kulit. penggorengan dan pengemasan.3. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. penjemuran. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. .1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. 6. 6.

izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat. 6. .4.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas. Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan.6. Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum. Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha. 6. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008).4. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi. Suatu perusahaan yang layak. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan. 6. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008).1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. memiliki kekuatan hukum.

Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar. ekonomi dan lingkungan. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang. .Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. Dari lingkungan. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. yaitu Net Present Value (NPV). usaha belum mampu berproduksi secara optimal. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. 7.800 kemasan besar.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. 7. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.000. Namun. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. .1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60.000.00 untuk kemasan besar dan Rp 30. Internal Rate of Return (IRR).00 untuk kemasan kecil. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen.1. Pada tahun ke-1 dan ke-2.

000.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.000.000.000 210.00.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 147. Sedangkan.000.00 per m2.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.000 126. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420.000.000 420.604. Lahan memiliki nilai Rp 600.000. motor memiliki nilai Rp 15.000. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000 205. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9. Tabel 8.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik.000.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1.167.00.000 294.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Lahan memiliki luas 53 m2.200.00.000.500.000.000 88.000.00.875. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.800. Lahan tidak mengalami penyusutan.050 4. bakul plastik dan motor.000 294.000.900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.000.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8.000 30. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .

000. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.166.000. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. 7. Namun.1. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.00. 3. biaya listrik dan air.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300.00. Biaya telepon sebesar Rp 150. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1.800.00 per bulan setara dengan Rp 1. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. . bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.00 per tahun.400.667.000.00 per tahun.sebesar Rp 31.000.800. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional. 2. Selain biaya investasi. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.600.000. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.500. biaya telepon dan upah tenaga kerja. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200.00.00 per bulan setara dengan Rp 3.00 per tahun.000.00. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.

875.500.000 15. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 19.000 410.00 atau sebesar Rp 42.000 40.000.020. 5.500.000 800.000 185.200.4.000 875.000 1.000 500.000 55. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 3.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 500.000 100.000.000 3.000 15.000 175.000 275.000.000 350.000 375.800.000 500.000 700.000 75.000 520.000 750.000 820.075.000 300.00 per tahun.000.110.000 400.000 1.000 85.000 31.375.000 1.700.000 40.000 125.000 120.000 30.000 60.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.500.00 per tahun.000 625.000 400.000 1. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40.000 200.000 5.000 1. Tabel 9.770.000 55.000.000 15.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.000. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 825.000 130.000 10.000 85.000 215.000.000 25.000 75.

600.400. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak. garam.000 3.500.000 42. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil. 2. .840. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan. lemak.000.000 Listrik 200. minyak goreng. arang.800. gas dan bonus kepada agen.00.000. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil.000 1. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. 4. Harga kulit sapi adalah Rp 12.000 2. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.000.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 PBB 40.000 49.840. kemasan. 3.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. minyak tanah.000 Upah (5 orang) 3.00 per kilogram. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11.000 Telepon 150. kayu bakar.

Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.500.000 4.000 5.593.000 480.000 450.000 250.687.000 80. 7.00 untuk kemasan besar.000 kemasan 2.000 13.00 per tahun.000 2.750.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.556. 6.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 11.500 7.991. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12. Tabel 11.000.800 2.750.500.375.700.400.5.00 dan Rp 208.000 kemasan 3.000 735 1.880.000.500.000 2.500 208.593. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.995.000 23.500 JUMLAH 3430 4.875.375.102. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.500 1543500 2.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11.400 75.991.940. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.700 297.1.000 5.000 148. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.205.000 2.000 5.500 6002500 8.000 56. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.000 28.250.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.000 15.287.00.995.000 2.700.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.000 2.520.000 4.000 240.000.000 8.000.760.778.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .000 45.575.

Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4.679. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65. Dengan demikian. Dengan demikian.00 selama jangka waktu 10 tahun.805.679 IRR 65. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).88. .49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.00. Tabel 12.805. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.49 persen.805.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. Hal ini berarti setiap Rp 1.88. Net B/C.679. yaitu Rp 267.38 persen. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1.88 PAYBACK PERIOD 2. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267.49% NET B/C 4.

Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.00 8.15 0 1.84 0 1.00 8.28 0 1.49 0 1.00 8.33 0 1.38 10 .7. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10. Tabel 13. IRR sama dengan discount rate. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.1. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.00 8.00 8.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.

Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak. Dengan demikian. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10. Berdasarkan hasil analisis switching value. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10. 7.49 persen. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.Berdasarkan hasil analisis switching value.84 persen.33.15 persen. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.84 persen. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. Dengan asumsi cateris paribus. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.1.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15. Lampiran 3 menunjukkan bahwa .84 persen. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak.49 persen.

00. Namun.600 kemasan kecil dan 11. yaitu sebesar 1.00. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.000. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.000.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213.000.145.200. Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60.00.525.539. Pada tahun ke-2.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.577.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.00 untuk kemasan kecil.788. total penerimaan usaha sebesar Rp 298. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. produksi sudah . 7.000 kemasan besar per tahun. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.154. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang.2. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual.000.00.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.000. Pada tahun ke-1 dan ke-2. 7.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24.

Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.00.000 330.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5.000 30.000.000.00 per m2.200. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.000. Nilai bakul plastik adalah Rp 2.000 298. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60. Tabel 14.000. .000 96.000. Lahan memiliki nilai Rp 600.000.000. Sedangkan.000 165.000 426.00.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik.200. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000.000 213.500.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 231.000 67. bakul plastik dan motor.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48. motor memiliki nilai Rp 15. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Lahan memiliki luas 50 m2.000.000.000.000.

Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun.866. .200.2.00.160.00 per tahun.000. Lahan tidak mengalami penyusutan.667.00 per tahun. biaya listrik dan air.00. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. Namun. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.00 per bulan setara dengan Rp 4. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. 2.667.000.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.000.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.000. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.000.000.000.00. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.00. Selain biaya investasi. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. biaya telepon dan upah tenaga kerja.166. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek. 7. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.000.

000 400.000.000.200. Biaya telepon sebesar Rp 200.000 800.000.000 750.00 per tahun.00 per tahun.000 130. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000 925.3.000 15.000 410.000 350.000. 5.000.000 2.000 10.000 240.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .750.000 55.000 500.000.000 3.000 125.000.000 150.000 75.000.000 3.000 100. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000.00 atau sebesar Rp 36.000 375.000 15.000 60.000 55.000 215.00 per bulan setara dengan Rp 2.000 820.000 160.000 Nilai (Rp) 30.000.000 85.000 185.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.500.000 175.500.000 25.000 875.000 500.000 770.000 860.000 200. Tabel 15.000.000 600.000 40.000 40.000 19.000 700. 4.000 330.000 1.000 600. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.000.000 480.400. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 390.000 30.000 850.000 75.000.000 4.000 15.00 per tahun.

400.00. minyak tanah. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1. garam.000.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. kemasan.797.000 PBB 37.000 Telepon 200. Harga kulit kerbau adalah Rp 17.000 2.000 36.000 4. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17.00 per kilogram. gas dan bonus kepada agen.000. minyak goreng. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.000 Listrik 180.160.000 Upah (4 orang) 3. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350. lemak. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16.000 2. .205. arang. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000.000.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.000 44.797.200. kayu bakar.

760.000 2.320.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345. .500 4.000 56.000 Kilogram 12.000 kemasan 2.000 840. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2. Tabel 17.000 18.2.500 Colt 450.000 kwintal 250. 3.160.000 kemasan 3.673. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.500.000 kemasan 2.000 39.062.024.000 kemasan 2.765.400.700.625 11.679.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.546.887. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887. 4.500 JUMLAH 4. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.5 kemasan kecil.125.500 6737500 9.780.000 2.00 per tahun.340.5 36 710 44.000 blek 80. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.000.875 7.550 345.093.925.346.346.000 5.00 untuk kemasan besar.000 99.000 480.075.000 hari 45.000 5.000 1176000 1.200.625. 5.500.100.000 2.350 tabung 75.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.765.000 5.000 28.250 241. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.093. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.875 7.546.750 240.095.000 172.700 kemasan 2. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.300 198.000 11.000 25. 6.000 4.000 12.680.339.000 3. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.625 11.000 3.812.850.000 16.000 336.750 8.400.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.800.500 139.742.500 2.

00.250.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.00.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2. 7. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan. Dengan demikian. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.33% NET B/C 2.07. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.560.07. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.560.742. Hal ini berarti setiap Rp 1. Tabel 18. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.012.38 persen. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85.560. Dengan demikian.550. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.012. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172.07 PAYBACK PERIOD 5.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.00 dan Rp 241.673. Nilai . yaitu Rp 85. Net B/C.2. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.012 IRR 26.33 persen.00 selama jangka waktu 10 tahun.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.

38 10 kerupuk rambak kemasan .00 8. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.2. Tabel 19.41 0 1. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. 7. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4. IRR sama dengan discount rate.

Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4.41 7.38 8.41 persen. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7.41 persen. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.38 8.00 1. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15.41 persen. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.32 25. Dengan demikian. Dengan asumsi cateris paribus.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.00 8. Berdasarkan hasil analisis switching value.38 8. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak.16 persen.00 1.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.00 1.41 persen.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15. .32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15.41 persen.62.62 0 0 0 0 1.16 3. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4.16 persen.

namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.00. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.405. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.89 tahun 5.00.49% 26.805. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3.88 2.560. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.679 Rp85. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25.2.583.516.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar . Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.292. 7. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan. Tabel 20.33% NET B/C 4.223.7.07 PAYBACK PERIOD 2.012 IRR 65.00.850.

Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.33 25.32 Kenaikan harga lemak 81. Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267.15 15.805.84 3.41 15.88.41 serentak Kenaikan harga kulit 29.28 7. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4. Tabel 21.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau.38 persen. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap .679.

292.525 24.00.788.223.145. Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.788.577.583 3. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56. Pada tahun pertama. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Tabel 22.00. Pada tahun ketiga dan selanjutnya. Tahun pertama.405 25.539.539.516. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya.525.145 56.850 .00.154. Pada tahun kedua. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau.577. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau.154 Kulit Kerbau -12.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.

81 persen. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar.00.00.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial.883.30 tahun. net B/C sebesar 2.846. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. IRR sebesar 67. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan. aspek teknis.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. 2. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. 3.775. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89. . Namun dari aspek manajemen. 4. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. net B/C sebesar 5.16 dan payback period selama 5. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan.836.83 tahun. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.09 dan payback period selama 2. IRR sebesar 27.48 persen.

ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. 3.8. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi. . Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. 2. 4. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. Selain itu.

2007. 2007. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. Universitas Diponegoro. Kabupaten Padeglang.com. 2008. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C. Pengantar Evaluasi Proyek. Sabur LK.go. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. 2007. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Studi Kelayakan Bisnis. Edisi Kedua. 2008. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik.disnak. Muhammad S.kabupaten-kendal. Jakarta: PT. Semarang: Fakultas Peternakan. Varley RCG.usahaumkm.jawatengah.jawatengah.brotherfatih. Edisi Kedua. 1986. Bogor Gittinger JP. Provinsi Banten [skripsi]. 2000. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. Institut Pertanian Bogor.go. Yogyakarta: UPP AMP YKPN . Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. http://www.id. Bogor: Fakultas Pertanian.id. [27 November 2008] Budi A. 2007. 2008.disnak. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. 2006.multiply. http://www. Tangerang [skripsi].com/journal. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. 2006.id. 2007. antara Dilema dan Realita. Populasi Sapi Potong 2002-2006. [20 November 2008] Edward D. Dananjoyo A. Populasi Kerbau 2002-2006.id.DAFTAR PUSTAKA Annisa L. http://www. Edisi Ketiga. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Produk Kabupaten Kendal. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil.go. Maspaitella PFL. [20 November 2008] Firmansyah A. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. http://www. 2005. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Berita Resmi Statistik. http://www. http://www. Studi Kelayakan Proyek. Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian.bps. 2007. Simanjuntak P.blog. [20 November 2008] Daniar MA. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. Edisi Keempat.go.

Rahmawaty LA. Wijayanto K.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Bogor: Fakultas Pertanian. Utami NL. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian. Pengantar Evaluasi Proyek. Institut Pertanian Bogor. Kerupuk Kulit. Jawa Barat [skripsi]. Gray C. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. Pengantar Bisnis Modern. Institut Pertanian Bogor. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 2008. Kabupaten Bogor [skripsi]. Edisi Ketiga. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Putera TD.co.republika. [27 November 2008] _________. Studi Kelayakan Bisnis. 2008. http://www.id.Ibrahim J.jatim. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Kabupaten Ciamis. Widyastuti R. Swastha B. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. http://www. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. 2006. 2006.co. 2008. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. [20 November 2008]. Sukotjo I.com/news/fokus/57841. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. . 2008. Kabupaten Bandung. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor. Bogor: Fakultas Pertanian.indosiar. 1999. Institut Pertanian Bogor. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. 2000.id. 2006. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Widyastono P. Bogor: Fakultas Pertanian. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. 2006. Karlina L.kontan. Institut Pertanian Bogor.go. Institut Pertanian Bogor. 2009. http://www. 2008. Tingkat Suku Bunga http://www. 2009. Maulana MES. 2007. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. 2003. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Bogor: Fakultas Pertanian. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Institut Pertanian Bogor.

LAMPIRAN .

202 4.461 1.555 3.099 69 25 203 2.99 (0. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.200 4.441 3.11) 0.Lampiran 1.537 2. Rembang Kab.078 2.17) (14.615 1.009 9.310 1.398 173 4. Semarang Kab. Kebumen Kab.528 16.218 7.083 656 20 123. Pekalongan Kab.010 588 3.91) (19.19) 0.729 3. Sukoharjo Kab.76) (12.226 3.768 536 23 148.521 3. Klaten Kab.49) (14.111 5.572 3.150 5.262 1.396 1.980 131 32 172 3.838 3.008 10.693 13.019 1.245 4.353 183 2.106 6. Purworejo Kab.352 6.770 5.937 335 2.287 4. Pati Kab.755 11.844 13.313 1.35 (7.390 1.975 1.12) (8.880 11.824 14.978 2.55) (13.677 3.963 r (%) 16.55) 5.413 1.966 10. Pemalang Kab.57) (12.589 2.135 5.527 3.824 3.35) 3.865 346 2.010 14.18) (1.845 4.161 13.99) (5.384 2004 (Ekor) 2.983 10.902 1.105 2. Batang Kab. Banyumas Kab.369 7. Boyolali Kab. Banjarnegara Kab.453 3.542 12.397 585 5.555 4.319 6.031 5.802 4.701 2005 (Ekor) 6.666 12.84 (22.611 2.922 5.155 4.958 3.876 132 30 198 3.79 1.436 6. Jepara Kab.441 3.540 4.510 4.405 2. Blora Kab.656 3.028 3.361 3.88 (1.28 0.358 5.561 2. Magelang Kab.171 3.15) (15.237 10.684 2. Grobogan Kab.64) Jumlah . Temanggung Kab.911 371 3.29) (6.303 4.398 1.52 (2.37) 2.476 2. Sragen Kab.675 5.18) (14.856 4.818 2. Karanganyar Kab.08) (37. Wonosobo Kab.843 5.14) (0.173 5.768 594 22 144.804 3.254 1.879 1.649 3.206 3.842 2.282 5.047 1.936 1. Wonogiri Kab.694 2.84 (14.503 4.85) (12.031 5.665 2003 (Ekor) 2.023 1.97 (13.983 2. Cilacap Kab.041 9.076 2.330 1.078 4.206 3. Purbalingga Kab.095 1.552 665 20 123. Kudus Kab.827 122 19 185 1.90) 8.504 96 24 205 1. Demak Kab.237 6. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.042 2.356 3.174 583 2.815 2006 (Ekor) 4.250 4.741 4. Kendal Kab.186 3.650 4.977 2.356 3.388 157 3.310 4.841 3.22) 1.480 1.07 (19. Tegal Kab.396 11.78) (1.814 4.842 2.023 1.460 5.237 11.356 676 13 112.55) 2.088 1.38 (1.

041 14.401 197.412 81.775 6.567 1. Boyolali 2002 (Ekor) 6.089 91.220 61.031 6.072 63.127 34.822 60.903 23. Wonosobo Kab.110 32.652 68.372 24.069 8.344 18.748 164 1.267 25.146 18.95 #DIV/0! 0.076 34.583 1.783 137 1.136 15.748 105.974 218.65) 1.844 14.785 76. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah . Rembang 18 Kab.630 209.580 77.122 64.603 24.143 13.590 R (%) 19.392 91.131 35.285 93.768 46.435 1. Kudus 20 Kab.486 20. Demak 22 Kab.421 4. Wonogiri 13 Kab.264 25.147 21.561 1.225 106. Semarang 23 Kab.002 16.90 5. Jepara 21 Kab.137 1.816 47.625 3.199 149 1.983 144.955 10.311 10.37 (0.314 35.100 3.964 88.88 10 Kab.547 14.159 1.76 (6.53 0.18) 30.813 7.292 2.783 235 29 1.57) (0. Kendal 25 Kab.758 74.43) 0.279 137.19) 3.473 291 41 1. Pekalongan 27 Kab.121 13. Purworejo Kab.44 1.95 (1.97 1.838 265 1.392. Pemalang 28 Kab.48 (2. Banyumas Kab.747 35.200 47.626 30.650 2005 (Ekor) 8. Klaten 11 Kab.409 297 39 1.706 34.468 13.065 24.58 2.026 1.385 63.489 148.957 35.880 2.879 37.360 18.593 3.967 11.344 95.433 101 0 1.714 5.016 12.53) 1.039 5.838 13.460 5.545 33. Banjarnegara Kab.365.864 13.314 33.210 16.911 18.089 215.874 20.995 47.245 17.311 10.222 88.303 24.747 73.012 69.427 68.94) 2.164 61.431 105. Sragen 15 Kab.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.21) (0.933 89.871 8.420 8.75 5.12 12.414 89.724 18.76 1.596 33.344.576 24.49 (1. Magelang Kab.218 221 1.524 13.284 35.34 0.292 6.20 (1.067 33.844 18.106 143.406 18.67) (1.026 2.986 15.828 5.153 2004 (Ekor) 6. Pati 19 Kab.146 5.345.497 97.147 2.636 8. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.608 70.311 119.155 217.76) 2.130 34.143 13.077 64.79 3.112 66.449 32.715 4.95 0.95 9.479 19.527 80.435 37.495 2003 (Ekor) 6.70 5.200 1. Sukoharjo 12 Kab.057 63.723 46. Cilacap Kab.390.23 (11.37) (1.681 68.925 25.807 71. Grobogan 16 Kab.933 118.903 23.781 140.408 2006 (Ekor) 14.575 99.559 77. Temanggung 24 Kab.112 61.626 30. Purbalingga Kab. Kebumen Kab.715 68.21 1.27) (4. Karanganyar 14 Kab. Blora 17 Kab.144 13. Batang 26 Kab.016 12.897 65.571 12. Tegal 29 Kab.291 11.103 16.473 285 42 1.

000 500.000 750.000 1.000 10 126.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000.000 2 88.000 75.000 420.000 99 .000 294.000 500.000 5.000 294.000.000.000.000 400.700.700.000 820.000 400.700.000 500.000 400.000 Tahun ke5 126.000 5.000.000.000 1.000 30.875.000 9 126.000 1.000 15.000 420.000 5. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 8 126.000 400.000.000 5.000 205.000 30.000 1.000.000 30.000 294.167 126.075.000 294.167 458.000 3.000 30.000.875.000.020.375.000.000 294.000 275.000.000 825.110.800.000 420.000.000.000 750.000 875.000 800.000 420.700.000 625.000 147.000.000 520.000.000 700.110.200.000 420.000 1.000 825.000 210.000 38.800.000.000.000 294.000 1.Lampiran 2.700.000 4 126.000.000 31.000.604.000.000 120.000.000 75.200.000 1.000 294.000 820.604.000 420.000 30.000 520.000 294.000 400.000 294.875.000.000 1.000.000 875.000.000.000 275.075.000.000 120.000 5.000 6 7 126.000 1.000 625.000 420.000 3 126.000 300.

689 6.263 354.352 0 3.210 4.556.726.750.840.000 7.000 4.000 8.911.7248 47.000 4.205.000 1.000 39.000 40.679 65.738 0.116.575.101.000 3.000 2.738 0.375.000 3.173.150.892 -74.000 7.000 8.000 11.400.750.000 42.904 0.205.375.556.263 65.000 3.000 1.083.728 0.000 480.000 2.000 1.556.760.002.000 5.991.205.000 42.840.000 28.770.500.600.000 23.000 2.000 23.000 77.800.750. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.088.000 56.575.000 1.800.572 261.000 15.000 49.891.750.000 4.991.263 354.160.400.000.000 5.520.880.991.375.205.556.000 15.750.083.000 2.000 2.575.600.000 5.000 11.712 8.000 40.991.556.400.738 0.000 5.000 23.000 23.750.000 1.500.263 57.000 23.080.392 284.000 42.000 8.263 361.800.6170 35.000 1.263 362.125.000 5.840.962.400.400.000 3.088.400.000 2.593.957.000 49.000.000 49.500 208.800.520.000 4.991.263 65.000 3.000.738 0.000.520.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.000 15.510 0 3.575.080.000 4.025.000 108.130.4472 46.780.000 2.263 103.080.000.400.500.000 15.205.912 7.400.080.312.000 1.000 56.500.000 23.556.000 8.000 42.89 Tahun 0 3.000 11.750.738 0.005.000 40.000 480.000 11.000 5.556.000 155.000 240.000 8.000 5.287.000 5.49% 336.263 362.880.738 0.174.000 297.080.768 0 3.000 155.840.000 56.400.000 42.000.041.263 354.000 5.911.958.700 2.000 8.000 480.8513 27.000 11.500.000 42.000 8.000 155.000 56.250.800.375.991.000 297.263 362.000 2.916.000 49.080.263 57.600.200 7.000 480.000.000 2.000 7.000 42.958.000.000.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.692 6.400. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 49.880.600.130.263 361.520.000 155.000 40.575.041.840.000 297.500.372.875.520.500 7.000 23.191.575.000.000 7.000 15.000 7.263 58.000 297.000 2.890 -69.778.000 480.600.375.575.600.000 49.000 11.892 0.000 49.000 2.000 15.000 480.400.000 2.000 480.375.500.750.464.840.400.995.000 6.000 4.800.000 297.520.205.000 8.000 56.000 40.000 297.000 155.000.000 2.667.000 1.800.000 49.400.500 286.000 5.000 8.000 11.000 2.600.520.700.000 11.750.000.000 1.000 8.000 5.000.839.400.880.500.205.000 40.000.000 8.575.750.570.880.000 8.000 2.000 8.400.000 297.940.500 148.000 42.000.490.750.991.000 480.6687 38.069 8.800.080.000 3.750.000 15.263 57.600.991.543.000 15.000 155.500 4.102.556.840.9227 -69.750.000 4.000 155.186 100 .750.000 2.000 40.272 32.880.000 42.000 297.375.000 56.000 85.5693 33.080.210 Rp267.000 4.000 40.000 5.566.880.000 8.000 5.000 2.5253 34.911.692.000 5.750.600.000 2.400.600.500 11.375.000 1.000 56.800.891.000 3.481.000 23.889.738 0.000 1.4847 27.000 155.520.000 11.000 5.916.000.205.805.000 16.518.750.000 5.000 40.000 42.000 8.000 336.906.500 6.263 58.000 5.000 56.840.005.800.000 4.000 7.000 2.000 7.000 49.000 7.000.000 49.500.400.000 40.000.000.000 2.687.840.375.000 3.88 2.7855 46.000 8.000 1.880.101.000 2.840.400.200.

000 1.000 5.000 420.000 2.000 294.000.287.000 56.000.000 297.000 2.991.788.000.583 63.000 155.000 420.717 2.002.000 4.575.000 297.880.575.880.991.000 5.000 23.500 7.154 101 .000 8.300.000 56.000 4.840.154 6 126.500 11.000 23.080.575.000 297.300.000 56.000 15.000 420.868.556.000 2.000.778.000.583 63. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.593.556.750.000 49.Lampiran 3.000 294.000 40.417 7.000 11.263 56.000 1.417 7.000 205.583 2.000 3.000.000 2.991.000 240.000 49.000.000 8.788.868.000 8.000 5.520.726.375.000 480.000 3.000 420.600.800.000 8.000 11.400.583 63.009.000 108.000 56.840.000 4.080.000 8.000 40.375.000 294.840.000.009.750.400.800.575.000 8.600.406.263 56.000 294.263 56.080.400.880.880.417 7.000 155.000 8.000 49.116.750.000 40.400.000 122.500 3.868.000 3.000.000 4.600.500.000 5.300.750.556.000.265.840.800.300.000.000 2.991.000 2.400.375.000 297.000 23.000 2.205.000 8.154 7 126.400.000 49.875.600.000 42.800.556.200.000 11.000 3.000.000 15.583 63.000 40.840.080.000.400.000 8.000 155.000.400.750.000.556.556.000 40.000 155.000 4.000 5.520.205.000 1.995.880.400.000.000 122.000 122.145 3 126.000 8.200.880.991.000 3.788.750.263 56.000 3.750.400.000.000 42.000.750.000.800.000 2.000 40.520.464.583 63.000.000 56.917 286.868.000 49.700 85.000 480.575.154 10 126.080.840.375.000 23.000 294.000 5.000 5.417 7.375.205.000 6.000 5.263 56.788.000.000 42.000.392 2.000 5.154 8 126.556.500 6.000 23.300.750.583 63.009.572 24.520.000 4.000 15.000 155.583 63.000 8.000 15.000 56.575.889.000.000 2.000.000.760.000 5.000.788.000 15.000 1.400.000 56.000 11.840.000 23.750.500 148.263 56.000.375.000 4.250.417 7.000 11.500.400.577.000 3.600.520.863.000.375.009.500 61.000 294.417 7.000 8.375.000 5.000 15.300.520.000 297.000.868.000 49.000 42.000.000 1.000 2.000 297.840.600.000 15.000 3.500.687.000.000.000 77.009.000 2.000 2.000 480.000.000 1.417 7.000 11.840.000 147.000 420.125.102.004.000 8.750.000 11.000 155.000.000 42.300.575.868.000 297.000.000 294.000 40.000 23.000 8.000 2.400.000 4.539.263 56.800.880.000 2.205.000 5.150.000 1.000 5.000 4.000 49.400.000 28.000 8.000 480.000.000 480.009.400.000 5.154 4 126.543.750.000 294.000.000 122.205.000 297.500.000 5.000 8.000.000 420.000 4.525 2 88.000 3.000 2.520.868.500.556.000 8.000 420.500.000 1.000 56.000 1.000 23.000 1.417 7.800.600.000.991.868.300.000.000 49.400.300.500.000 8.080.000 336.000.000 49.500.788.000 40.600.000.000 480.000 122.000.000 2.000 1.000 2.000 8.788.000 2.154 5 126.000.205.154 9 126.000 122.025.375.000 15.750.000 40.000 5.000 8.800.780.080.300.583 63.000 2.000 49.000 42.000 155.000 155.500 208.962.000 8.000 8.520.991.000 210.000 480.800.000 42.000 2.205.205.000 122.000 42.000 420.940.800.840.000 8.009.750.000 42.000 2.880.263 56.200 7.080.600.000 5.000 40.600.400.000 1.000 480.000 39.750.000 8.788.000 16.000 8.009.800.000 11.750.000.000 3.000 11.700.000 8.575.300 3.000 294.500 4.400.583 27.000.000 122.991.000.000 42.

000 426.000.000 500.000 30.000 750.200.000 298.000 426.000 600.000 4.000 770.000 6 96.000 240.750.000.000 36.000.000 925.000 330.000 820.000.000 925.866.000.000 9 96.000.000 770.000.000.000 102 .000 1.000.000 8 96.000 875.000 15.000 4 96.000.000.000 390.000 10 96.000.000.000 2.000 860.000.Lampiran 4.866.200.000 600.000.000 75.000 820.000 4.000.000 800.000 160.000.000.000.000. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 330.000 330.000 330.000 426.000 480.000 330.200.000 875.000 850.750.000.000 480.000.000 426.000.000 330.000 2 67.000 7 96.000 480.750.000 600.000 160.000 4.000 75.667 30.000 860.000.000 426.000.000 600.000 330.000.000 30.000 3.000 390.000.000 2.000 2.000 3 96.000 330.000 165.000 480.000 4.000 231.000.000 480.000 5 96.667 462. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000 426.000 4.000.000 426.750.000.750.000 30.000 213.000 330.000 330.000.000.000 700.000 30.000.000 30.000 750.

160.000 5.320.213.680.000 2.350 5.093.750 480.100.317 400.339.183 0.000 2.000 37.200.346.810.320.137 7.712 286.625.265.000 4.000 2.160.000 99. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 11.07 5.000 44.765.000 5.817 33.000 345.000 4.000 2.000 198.260.700.093.160.093.400.000 44.000 11.160.400.000 12.046.000 198.750 16.817 69.200.000 345.000 36.046.000.093.750 16.875 8.320.625.512 103 .200.750 16.887.485 -79.000 4.000.625.000 36.817 25.817 27.000 198.850 0.000 56.000 4.160.5693 15.850.400.925.000 11.750 480.973.000 1.738 0.000 11.000 198.679.000 5.093.680.000 11.183 0.000 4.093.000 4.780.875 240.000 1.000 25.625.400.817 25.817 25.000 198.000 1.000 2.400.953.000 9.797.400.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.317 398.4847 12.200.000 2.200.320.625.400.850.000 2.000 2.093.000 2.000 3.810.000 5.850.000 345.200.400.000 4.317 398.750 16.125.200.000 56.400.250 -86.125.625 336.737.850.797.213 0 4.000 44.679.000.500 2.260.625.680.800.000 345.200.000 37.594 5.500 840.850.850.800.000 25.473 Rp85.400.817 27.000 2.500 2.000 2.059 7.000 44.346.125.533.000.000 28.000 345.000 11.075.625.750 480.797.800.093.183 0.679.244.000 345.953.800.810.000 9.473 2.260.46 Tahun 0 4.317 392.024.000 5.000 2.000 4.500 2.320.786.300 7.183 0.000 36.760.800.000 2.160.000 37.000 2.000 345.973.500 241.160.750 480.000.7248 23.346.093.546.000 11.750 480.750 480.680.930.093.213.346.125.679.000 5.000 2.000 4.000 198.500 1.6687 17.625.000 4.269.000.400.260.000 37.000 139.680.000.132 7.183 0.160.000 37.000 4.317 392.000.7855 21.000 2.000 37.742.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.213.000 2.800.367 0 4.000 56.200.205.000 18.000 56.400.000 82.000 2.000 7.810.122 0 4.765.000 9.346.340.000 11.400.000 37.800.095.817 33.000 6.797.812.500 2.200.400.000 25.000 9.400.810.679.750 16.546.826.000 4.000 9.680.213.000 9.200.000 4.679.093.000 36.8513 9.500 2.093.750 16.000 4.750 480.359.000 36.000 11.155.000 25.000 37.625 11.400.500.125.850.000 2.183 0.317 400.000 11.675.160.000 11.000 44.000 1.000 36.000 2.797.000 25.000 9.200.000 44.000 2.594.125.108.000 11.400.000 11.125.093.500 2.000 2.200.975.000 44.797.000 4.400.750 16.062.160.786.912.000 3.183 0.953.200.250 0.498.317 400.200.093.093.000 4.000 25.320.673.6170 15.550 390.000 11.000 56.000 37.786.000 5.000 44.000 44.000 25.200.262 11.000 9.680.000 36.819.797.346.000 4.679.000 1.000 5.093.000 56.000 2.800.000 36.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.500 172.000 5.400.850.000 36.000 25.200.750 16.797.000 56.9227 -79.160.012 26.000.200.317 392.500 2.000 345.000 36.675.000 2.125.000 4.000 4.786.679.810.000 1.33% 165.000 1.797.500 2.810.810.000 1.750 480.346.000 11.000 4.000 56.560.5253 17.000 44.500 5.000 4.000.346.000 11.891.250 0 299.951.000 198.4472 31.797.000 4.680.000 39.000 37.320.176.000 198.320.

000 2.000 2.000 11.000 2.160.400.000 36.500 80.000 426.000 36.800.850 9 96.000 426.000 44.000 1.712 3.000 5.765.000 11.000 426.797.000 11.000 25.625.200.000 4.810.000.200.810.850 8 96.000 2.625.333 28.317 25.000 1.000 11.000.000.000 5.000.000 44.000.160.812.167 2.797.000 5.000 198.810.000 2.000 56.000 2.000 345.000 4.405 3 96.000 2.653.500 4.800.500 4.320.850 4 96.200.400.000 4.333 28.000 4.103.000.000 44.400.160.000 36.680.093.292.103.Lampiran 5.000 213.850 5 96.753.093.000 37.167 2.000 9.000 330.346.093.679.000.000 330.907.000.000 7.000 5.103.000 56.000 330.000.800.000 198.000 25.000 345.000 37.000 426.500 241.797.000 3.317 25.117 390.292.583 2 67.167 2.223.000 56.000 426.000 2.000.000.000.000 28.200.000 37.333 28.753.875 240.653.160.000 1.176.000 44.400.340.000 44.000 165.000.000 39.500 80.000 25.125.753.103.000 9.500 1.797.000 25.653.000 7.400.160.000.093.200.750 480.750 16.000.000.700.000.625.200.875 8.625.680.317 25.500 840.753.200.000 56.000 4.000 198.200.167 2.000 56.546.625 11.000 44.000 37.925.000 9.000 37.292.250 40.797.750 480.000 330.750 16.500 4.317 25.000 231.000.400.000 37.000.850.000 99.000 44.753.400.753.000 345.200.300 7.000.333 28.000 4.000 198.095.000 2.000 36.346.200.320.000 198.093.850 6 96.000 11.000 44.000.000.000 2.500 80.346.093.000.000.100.000 4.000 9.000 37.500 80.200.000 4.000 25.625.400.160.810.750 16.093.000 4.400.000 9.093.000 11.125.500 80.000 25.450 4.000 25.320.000.000 12.000 198.346.125.000 7.326.000 7.000 36.400. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.093.679.000 56.000 5.850.850.000 5.000.000 18.000 2.679.320.000 426.679.160.400.000 2.800.000 298.333 28.333 28.103.320.500 80.653.000 345.167 2.000 36.200.125.000 2.810.400.400.750 16.024.000 9.800.200.797.000 7.200.000 9.000 44.850 10 96.000 1.000.000 11.093.200.000 1.292.625.500 4.800.346.000 198.317 25.167 2.679.750 16.000 330.320.333 -12.320.653.400.500 80.000 11.292.753.680.797.000 5.810.753.093.000 4.500 5.000 7.103.317 25.750 480.000 37.625.292.000.000 330.093.750 16.500 4.000.583 0 -12.000 11.400.160.075.500 80.810.000.500 4.000.000 7.167 2.000 330.750 480.850 7 96.000 4.093.000 37.000 198.000.339.000.125.625 336.000 7.000 2.679.000 2.750 16.200.000 11.742.810.750 4.680.400.000.000 2.753.000 426.160.093.679.000 11.000 2.000 4.000 1.223.000 139.400.887.200.850 104 .516.000 37.000 2.000 4.317 25.500 172.653.125.000 5.000 44.093.653.000 2.546.062.000 2.680.850.000 1.797.000.000 345.850.000 11.500 4.292.000 7.737.346.000 25.000 36.000 426.000.346.000 7.797.750 480.000 11.125.750 480.800.800.850.160.000 3.125.000.333 3.160.093.333 28.000.000 56.753.200.000 11.797.750 16.000 36.000 345.780.679.200.850.000 5.000 4.167 2.000 345.760.000 4.000 11.200.000 7.000 4.000 36.765.673.000 2.000 36.750 480.400.000 11.333 28.292.625.346.000 330.000 9.000 1.320.653.103.680.500 4.000 2.550 56.680.400.750 480.680.457.000 56.000 6.000 4.000 2.000 345.000 2.850.317 25.103.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

250.276 0.750.9227 -90.205.000 49.535.080.972.000.041.635.400.880.000.387.000 155.920 0 3.400.892 -97.542.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 11.520.000 15.000 480.146.000 1.800.000 23.991.665.556.000 8.800.205.276 0.000 4.123 0.481.263 354.000 5.000 56.130.000 4.000 15. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 15.080.000 3.000 5.000 40.205.600.400.000 155.750.891.000 8.000 15.000 49.000 6.500.556.000 7.000 3.000 108.000.4847 5.442 0.750.000.000 480.400.000 7.272 957.150.000 77.000 40.276 0.880.575.205.412.000 1.276 0.000 40.8513 814.880.000 39.916.000 2.603 -90.000.000 2.750.000 8.375.000 11.263 11.113.000 2.000 49.000 5.000 2.005.000 297.6687 7.000 480.000 42.575.276 0.000 40.000.000 40.000 15.000.000 42.497 0 3.000 23.770.875.205.840.000 42.000 3.750.080.800.400.537.000 42.000 42.537.000 42.600.000 85.000 2.000 40.287.760.000 1.687.600.000 480.375.7248 14.000 2.205.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.263 11.593.000 23.726.911.500.000 297.392 284.000 8.000 8.880.041.205 0.000 2.080.000.000 3.4472 26.000 8.000 8.500.000 2.000 2.000 1.591.400.000 297.000 2.000 11.543.500 11.000.962.603 Rp0 8.500 7.000 40.000.940.500.464.000 8.265.000 49.276 0.750.520.000 4.5253 10.200 7.000 7.600.600.750.000 1.916.400.991.000.556.575.000 56.500.205.000 5.000 3.575.125.500 286.556.000 28.000 2.000 40.263 361.000 11.000 7.570.556.500.000.000 8.000 155.000 5.000 2.000 5.000 5.400.263 11.880.000 2.750.263 354.003.163.000 7.000 1.750.263 19.520.263 354.000 56.000 7.000 5.000 3.000 1.500 4.080.263 58.500.000 49.116.000 297.544 8.400.375.800.911.400.556.080.000 4.38% 90.000.000.600.400.000 56. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.800.000 15.750.000 49.840.000 8.500 208.000 49.500.000 1.000 155.000 56.5693 7.780.000 1.375.840.000 5.991.840.000 42.556.991.000 49.263 361.263 19.113.7855 10.840.840.750.263 362.520.000 3.868 0 3.000 56.800.400.263 13.000 4.000 7.000 23.520.000 8.000 8.000 240.500 6.000.000 1.520.991.400.000 40.400.000 23.800.000 4.000 297.000 15.575.384 7.000.750.000 42.000 480.000 15.000 155.000 4.600.000 5.000 2.025.233 6.00 10 Tahun 0 3.000 155.575.6170 7.160.205.600.000 480.911.750.889.000 23.800.556.000 1.000 3.000 297.000 23.500 148.080.000 49.000 4.520.000 8.130.575.400.000 40.000 56.000 297.000 4.000 49.000 5.840.000 2.700.750.000 5.840.375.000 42.760 8.750.520.263 13.000 11.000 8.000 2.000.700 2.000 2.880.000 16.400.000 15.778.000 11.375.880.000 42.991.904 6.000 2.000 5.000 336.542.000 2.600.000 5.492 108 .000 56.080.000 23.276 0.603 1.263 362.600.000 2.375.412.000.000 8.000 480.500.000 5.263 362.000 11.000 8.800.991.995.000 7.840.400.000 480.750.002.375.991.575.000 4.000 5.000 155.400.840.000 5.113.000 297.880.102.000 2.000 11.000.715.572 261.800.005.200.000 1.000 155.000 11.375.

031 131.800.075.061 262.875.000 1.477 374.482.117.000 5.000 1.061 262.000 1.061 262.000.061 262.000 1.000 1.700.000 750.000 5.453.477 38.000 400.538 10 112.875.000 400.477 374. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.000 275.000 625.336.538 6 112.477 374.700.738 187.000 275.000 820.000 400.477 374.538 8 112.000 825.000 75.375.700.000 825. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.000 500.000 500.000 400.000 875.200.336.477 374.477 3 112.057.020.477 374.538 4 112.453.061 262.000 750.117.000 520.453.000 30.336.000 120.604.000 820.061 262.635.117.117.336.000 5.110.000 75.000 520.167 413.000 1.000 400.110.168.453.769 2 78.234 262.117.243 183.000 800.000 30.000 120.000 1.000 625.117.700.538 5 112.Lampiran 8.875.117.538 9 112.000 5.061 262.000 1.117.700.000 30.336.000 875.336.000 300.058.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.453.336.000 5.061 262.453.453.000 3.226.000 500.000 1.075.336.000 15.000 30.705 31.000 109 .117.538 7 112.000 30.477 374.

000 49.542.000 8.000 5.276 0.000 2.000 42.000 480.205.000 2.263 362.800.000 1.000 49.840.205.000 42.000.000 8.080.991.000 56.000 5.000 2.000 8.000 155.233 6.000 85.750.400.000 56.000 39.520.911.116.000 155.000 1.500.400.130.263 354.000 40.000 5.000 23.000 15.600.940.000 15.911.991.000 4.572 261.000 7.000 2.000 6.375.263 354.556.000 11.276 0. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 5.575.263 362.750.500 6.000 1.750.000 7.000 4.556.800.760 8.400.520.880.000 11.770.000 2.000 240.000 8.375.003.263 361.000 5.000 40.375.000 56.500 148.750.000 15.991.5693 7.000 1.520.263 13.000 2.080.276 0.991.150.000 11.000 7.750.080.000 5.991.700.544 8.000.700 2.6687 7.800.575.000 40.000 49.000 480.000 40.000 40.750.535.800.263 11.800.000 3.000 11.000 23.000 77.000 15.500 4.750.000 15.263 58.400.920 0 3.000 4.575.000 15.375.102.891.276 0.000 297.4847 5.904 6.400.400.715.000 23.000.000 155.000 3.000.500.000 11.537.000 4.000 2.868 0 3.400.000 23.000 5.840.000 8.000.000 56.889.000 297.000.000 23.520.000 108.080.000.375.000 1.000 42.000 1.600.205.000 15.575.575.000 3.000 11.205.8513 814.778.916.000 155.000 40.000 480.591.442 0.263 13.000 5.880.000.000.000 297.400.000 1.911.263 362.500 286.000 336.041.5253 10.000 42.000 155.991.400.840.000 3.000 1.497 0 3.600.000 7.375.000 8.000 5.972.000 5.263 361.000 28.780.991.000 11.995.750.500.000 1.38% 90.750.000 2.080.880.000 4.800.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.287.600.000.000 23.000.603 Rp0 8.000 56.000 297.500.123 0.000 1.880.000 16.000 56.000 5.7248 14.9227 -90.575.113.276 0.000 49.000 155.800.400.002.000 480.575.400.000 8.687.000.000 7.603 -90.000 2.892 -97.200 7.000 49.000 480.800.000 4.500.000 4.750.570.265.000 8.205 0.263 19.000 3.000.113.205.000 4.412.400.400.000 297.205.000 8.000 49.375.272 957.875.000 42.000 49.384 7.000 1.000 23.276 0.500.400.000 40.400.880.665.000 155.080.000 8.000 2.200.000 155.880.840.556.000 15.575.000 2.000 5.800.726.000 15.113.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.375.000 2.276 0.000 11.000.000 42.392 284.000 8.000 5.635.000 2.7855 10.600.000 7.6170 7.991.263 11.750.000 480.000 3.600.962.000 2.005.542.000 49.520.000 56.250.603 1.600.000 5.000 297.520.400.000 480.263 19.481.387.400.000 11.520.080.750.750.000 8.556.000 2.750.000 2.750.041.000.543.880.000 42.000 49.000 3.556.840.464.205.000 40.492 110 .500.000 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000.000 8.000 7.000 23.000.000 3.500 7.500 11.593.000 8.880.000 49.537.000 8.000 5.263 354.000.600.005.000 480.125.00 10 Tahun 0 3.600.000 7.400.500.000 5.000 40.840.600.840.556.500 208.412.000 4.520.205.130.000 297.840.916.840.000.000 1.840.500.000 4.000 42.760.000 8.556.000 2.000 42.375.146.000 2.750.000 56.163.263 11.4472 26.000 42.025.160.080.800.000 297.556.000 40.000 2.000 2.000 5.

000 294.000 420.000 820.000 294.000 294.000 120.000 294.000 500.000 400.000 6 126.000 75.000 520.000 500.000 294.000.000 1.375.700.000.020.000 147.000 520.000 5.000 825.700.110.000 1.000 30.875.075.Lampiran 9.000 420.000 1.000 750.000 625.000 5.000 75.000 500.000 4 126.604.000 3.200.000 300.000.000.000 210.000 9 126.000 420.000.000.000 111 .000 10 126.000.875.700.000 1.700.800.000.000 420.000 5.167 31.000 275.000 800.000 120.000.000.000 38.000.000.000 7 126.000 400.000 420.000 1.000 294.000 5 126.000.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.110.000.000 30.000 875.000.000 5. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000.200.000.000.604.000 400.800.875.000 625.000 294.000.000 294.000 5.000 294.000.000 420.000.000 15.000.000 275.075.000 1.000 825.700.000 875. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 1.000 1.000 400.000 2 88.000 30.000 30.000.000 420.000.000 30.000 750.000 3 126.000 205.000.000.000.000 820.000 1.000.000 400.000 8 126.167 458.

000 2.750.000 2.400.080.497 0 3.400.575.000.123 -97.116.500.000 1.603 1.000 23.4847 5.163.543.000 5.102.537.000 49.000 201.000 480.840.205.263 400.000 343.520.700.462 7.000 2.000 1.000 480.000 40.600.000 5.750.750.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.724 11.600.123 0.600.768.880.880.000 8.263 408.462 7.400.000 42.6170 7.868 0 3.750.000 2.102.840.375.400.462 11.375.5253 10.400.000 40.000 2.000 480.600.000 23.102.000 480.000 8.665.384 7.000 5.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.375.457.205.000 480.000 23.442 0.500.750.000 8.080.575.537.000 1.000 4.7855 10.000 140.462 7.080.146.726.000 85.000 11.972.000 42.102.412.000 2.880.400.000 15.000 56.000 201.537.000 1.492 112 .000 8.000 8.000 5.575.800.750.000 3.600.000.265.400.537.000 42.000.000 8.537.542.000 5.102.000 56.000 15.080.000 1.000 343.6687 7.000 5.000 15.000 3.000 3.760.102.520.770.000 49.000 49.724 13.130.113.000 2.000 3.575.000 2.387.000 2.464.000 6.38% 90.575.000.800.800.375.205.000 15.00 10 Tahun 0 3.731 286.000 42.750.000 2.000 40.000 100.750.205.520.000 2.000 2.000 28.000 343.000 3.000 8.572 293.000 42.000.880.000 5.000 343.205.276 0.000 1.000 49.400.587.002.276 0.800.500.080.880.500 7.000 2.880.537.575.000 2.750.795 957.150.000 336.000 16.462 11.000 15.8513 814.000.000.457.000 56.233 6.400.000 201.000 5.750.000 4.687.962.520.000 8.800.000 4.000 1.462 11.537.000 15.080.276 0.000 480.205.000 2.520.000 4.000 15.500.003.000.000 201.400.840.537.000 42.750.750.000 5.400.000 15.000 343.000 15.263 406.904 6.102.000.000 23.000 56.000 4.537.000 23.000 4.724 19.412.462.000 8.000.102.000 5.880. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.600.500 11.400.457.392 307.840.535.000 1.000 42.000 39.000 40.205 0.400.000 56.263 400.375.520.000 49.750.113.800.462 11.000 4.400.000 480.537.665.000 8.750.462 7.875.462 11.570.000 201.000 23.000 40.500.000 480.4472 26.723 7.000 49.375.000 2.287.500 171.724 11.276 0.724 11.000 23.520.263 400.587.462.000 56.500 6.500.000 2.000.000 49.724 19.000 49.000 4.000 201.263 408.000 5.000 4.462 7.000 201.500.840.102.500.000 5.462 7.000 201.462 11.000 40.724 58.000 40.000 8.462 7.800.000 56.000 8.544 8.000 343.840.000 42.223 2.603 -90.000 40.000.000 49.760 8.000.000 42.000 40.600.000 2.000 8.9227 -90.130.600.5693 7.400.375.375.462 11.400.000 1.575.600.113.205.005.125.940.635.400.575.005.750.880.000 8.551.780.840.603 Rp0 8.000 3.000 2.042.920 0 3.000 23.520.000 5.000.000 343.200.000.000.500 240.000.000 1.724 13.276 0.000 240.276 0.231 5.000 49.000.000 3.476.000.840.591.462 7.080.205.000 5.000 5.000 8.840.263 406.715.000 56.276 0.771.800.800.462 11.000 2.250.000 40.000 3.027.000 343.500.7248 14.000 5.840.025.000 2.400.375.000 1.000 1.750.500 4.263 408.600.000 4.000 8. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.800.080.000 42.542.

000.000 400.000 5.000 15.000.875.000 820.000 294.000 500.000 294.000 1. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000 1.000 420.000 1.000 5.000.000 294.167 31.000 30.000 625.700.875.000 750.000.000.000 400.000.167 458.000.000.000 625.375.000 3 126.000.000 500.000.000 120.000 75.700.000 420.000 5.604.000 420.000 1.700.000 5.000 750.000 30.604.000 30.000 420.000.000 113 .000 300.000 1.200.000 30.000 520.000 820.000 9 126.000 5 126.000 420.000.000 147.000 294.000 875.000 400.200.075.000.000 800.000 38.075.000 825.020.000.000 400.000 294.000 1.000.000.000 294.000 500.110.000 1.000 30.000.000 6 126.000.000.000.000 294.800.000.000.000 875.875.000 294.000.000 420.000.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 520.000 210.000 294.000 420.000 275.000 120.000 205.000 10 126.000 1.000 8 126.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.Lampiran 10.110.000.000 75.000 275.700.000.000 3.000 400.800.700.000 4 126.000 825.000 2 88.000 1.000 5.000 7 126.000.

462 8.000 85.000 1.556.375.750.4847 5.000 1.556.000 4.400.002.223 2.600.375.375.000 15.635.603 -90.003.000 23.113.276 0.442 0.000 2.875.250.375.113.080.400.500.000 8.537.780.575.972.000 2.000.840.000 11.000 2.570.600.520.000 155.6687 7.750.546.750.760.000 3.205.000 23.400.000.750.546.123 0.00 10 Tahun 0 3.000 4.000 49.000 23.000 343.462 8.715.000 42.400.025.000 49.520.7855 10.080.462 7.000 42.724 13.7248 14.537.575.000 2.000 42.000.889.000 1.000 5.000 5.462 7.000 2.000 480.800.724 11.770.665. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 101.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.233 6.800.000 5.000 49.587.000 4.750.537.000 4.000 155.000.000 480.400.880.544 8.000 3.800.457.600.000 42.556.476.537.750.750.000 8.880.000 15.000 101.000 480.000 16.005.840.000 23.600.000 3.000 3.080.462 8.000 49.265.000 5.000 343.000 3.263 406.840.800.276 0.000.000 49.840.000 2.263 400.587.500 240.113.750.4472 26.387.462 7.000 4.375.773.000 2.000 343.000 5.575.575.840.287.000 155.591.665.000 5.231 4.520.462 7.400.000 11.5253 10.000 343.080.000 343.205.000 101.575.000 40.000 480.000 11.457.462.000 5.520.392 307.542.102.000 5.000 11.840.000 5.000 50.750.205.000 2.263 408.000 40.462 7.000 2.546.000 8.537.000 2.868 0 3.523 6.000 15.800.724 11.497 0 3.9227 -90.462 7.800.000.000 11.520.795 957.575.000 8.080.400.000 11.000 2.500.600.000 8.125.880.263 408.000 42.375.750. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.492 114 .500.462 8.000 2.384 7.500.724 11.000 4.400.276 0.000 8.8513 814.520.880.500 7.000 1.462 8.575.500.000 336.000 101.464.000 480.000 5.462 7.263 400.082.840.205 0.840.000 40.000 2.027.880.556.000 155.556.546.000 49.000 15.000 15.724 19.750.000 480.546.042.880.500.000 3.500.800.000 480.38% 90.000 23.457.000 2.600.000 40.600.000 1.500 11.000 40.000 5.462 8.400.375.000 49.000 1.400.556.687.000 1.000 2.000 2.000 23.000 71.000 155.000 40.546.556.778.700.768.205.000 1.276 0.724 13.000 343.000 49.000 11.276 0.080.000 49.750.000 11.500 171.800.400.500.000 2.537.000 8.880.000 23.546.123 -97.005.000 101.150.000 155.000 5.537.412.575.840.000 3.572 293.146.000 2.000 480.000 2.731 286.962.263 400.000 101.000 3.400.750.462 7.000 11.603 1.726.600.400.263 406.000 155.000 5.500 6.163.000.000.205.600.400.000 49.537.000 40.542.080.400.6170 7.000 155.000 40.462 8.000 1.000 2.375.462.130.205.750.500.543.412.000 15.000 2.000 8.000 77.263 408.000 40.130.000 4.5693 7.000 5.000 101.546.116.750.920 0 3.000 42.375.000 1.000 240.520.000 1.000 23.000.000 40.000 15.724 58.000 4.200 7.600.400.000 343.520.840.080.000 101.000 5.000 4.603 Rp0 8.000.205.000 42.276 0.760 8.880.000 42.400.462 8.535.000 1.000 5.000 15.537.724 19.000 42.940.537.000 15.276 0.000 5.000 343.205.000 108.400.556.500 4.000 42.904 6.750.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.800.800.

448.000 860.569 411.667 448.724.000 480.000 315.998 288.000 315.569 6 96.569 4 96.448.013.000.000 115 .569 36.000 480.000.569 5 96.000 600.000 4.000.569 411.448.285 2 67.448.000 770.448.813.000 480.000.569 10 96.000 480.000 4.Lampiran 11.000 800.000 770.724.000 4.000 750.000 315. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.285 205.000 330.569 411.000 315.000 30.200.000 850.236 30.569 7 96.448.448.569 411.000 315.866.000.750.569 411.448.000 600.000 15.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.000 240.569 411.000 600.569 8 96.569 9 96.000 875.000 390.448.448.000 160.000 875.200.000.000 390.000 925.000 30.000 820.000 75.000.750.569 411.750.000 315.000 750.000 925.000 3.448.000 4.000 1.000 2.000 30.000 500.000 315.000 220.000 480.000 315.000 75.000 30.448.000.000 4.000 157.998 3 96.000 820.750.000.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 160.000 330.448.000 2.315.000.000.000 600.750.000.000 2.000 30.448.448.000 860.000.

752 0.000 25.000 44.234.750 16.758.6687 7.850.400.200.712 286.000 1.996.750 16.000 37.000.797.626 Rp0 8.400.000 139.200.000 56.262 1.817 13.679.000 25.000 1.797.000 37.000 11.000 11.000 1.000 345.000 4.051 0 4.680.125.000 39.700.000 56.797.500 840.000 2.320.000 198.000 44.093.000 37.000 11.200.000 2.093.000 56.953.000 2.346.797.000 2.810.250 -93.160.200.000 9.095.800.093.260.213.320.000 4.680.000 5.400.810.801 0 4.000 5.000 4.4847 5.075.062.000 37.810.500.000 36.400.093.260.346.000 4.750 16. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 36.000 12.810.800.000 9.317 392.200.000 5.000 198.752 0.7248 13.680.000 56.011 116 .000 2.679.176.000 11.200.346.000 36.000 4.396.000.000 1.810.076 7.317 400.200.675.404.686.000.108.400.000 2.800.093.9227 -86.953.686.000 25.200.000 2.000 9.000 1.000 5.513.000 2.7855 10.000 4.000 5.292 0 4.000.000 9.000 198.817 13.500 172.625.625 11.125.850.346.155.000 4.000 99.800.000 28.875 240.546.250 0 299.000 198.200.750 16.000 4.093.686.000 198.625.000 44.000 11.000 56.000 345.750 480.125.000.000 9.317 398.160.500 2.400.500 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 56.850.000.000 25.737.400.000 44.160.000 11.5253 9.715.000 2.000 4.953.000 345.320.000 2.4472 24.200.000.000 2.546.200.800.625.750 480.093.750 480.965 0.000 9.000 3.000 4.000 2.8513 922.320.760.000 198.810.346.125.750 16.673.234.361.887.093.000 11.000 11.320.797.737 0.400.817 18.752 0.160.000 9.400.752 0.850.625.742.234.000 44.000 25.125.000 345.000 11.320.750 16.000 4.850.000 36.626 5.000 37.000 56.750 16.125.400.000 2.625.550 390.850.000 345.817 11.400.810.400.850.000 1.000 345.000 36.000 345.200.317 400.625.679.125.500 1.000 4.200.320.680.000.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.500 2.300 7.000 36.679.750 480.000 37.000 5.38% 86.160.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.750 16.000 4.000 11.680.850.200.400.949 5.000 1.679.234.000 25.339.626 -86.000 82.093.160.024.780.093.000 11.000 37.797.000 2.100.000 4.000 36.680.500 2.400.765.680.000 5.093.500 2.000 44.317 400.000 2.750 480.000 2.000 11.281 7.817 11.213.000 3.160.000 2.000 36.200.000 4.500 2.500 241.000 4.765.534.500 2.346.750 480.000 18.000 25.400.000 198.797.625.5693 7.812.160.797.000 36.500 2.317 392.000 345.200.000 7.494.000 9.346.400.000 36.800.000 11.000 11.000 5.000 2.000 6.752 0.000 2.000 5.000 4.000 4.160.000.000 1.400.750 480.205.626 1.679.950.000 37.000 44.817 18.797.000 25.750 480.817 11.000 44.000 2.000 11.000 2.810.925.260.000 4.800.317 398.000 4.817 55.093.400.500 5.093.930.000 198.000 37.875 8.083.260.000 4.000 4.000 11.000 44.339.000 37.6170 6.752 0.093.213.797.00 10 Tahun 0 4.000 4.679.679.125.000.200.200.340.000 2.093.752 0.000 2.494.000 15.800.680.093.160.320.625 336.346.419 0.160.000 44.400.317 392.000 56.541 7.625.000 2.445.213.

000 750.000 925.000 500. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.000.569 330.750.000.000.000.000 1.000 411.448.000 30.569 6 81.000 117 .000.000 860.724.448.000.000 480.000 600.750.569 7 81.000 2.724.000.000.000 4.000 4.000 30.000.448.315.000 330.000 875.448.000.448.000 30.000 75.569 330.000 480.448.000 770.000 600.000 2.000 4.667 448.000 4.750.000 925.448.448.448.448.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.866.000 820.000 750.569 330.569 330.000 30.000.000 480.236 30.569 8 81.569 330.569 5 81.013.750.000 75.000 160.448.448.569 330.998 231.000.000 205.013.000 600.000 390.448.285 2 57.569 4 81.000 480.000 240.569 330.000 3.569 9 81.000 411.569 10 81.000 15.750.000.448.000 390.000 288.000 600.285 165.448.000 850.000.000 480.569 330.000 875.000.Lampiran 12.000 330.000 770.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.000 800.000 30.000 4.000 36.000 411.998 3 81.200.000 411.000 160.000 411.000 820.000 860.000 411.000 2.000 411.

875 8.200.160.000 11.965 0.000 139.000 25.346.320.200.000 3.810.000 4.4847 5.546.626 Rp0 8.000 198.000 44.000 5.680.317 398.200.000 44.400.200.000 36.317 398.800.817 13.000 4.000 345.850.686.752 0.000 2.200.000.011 118 .850.000 4.000 4.093.500 2.000 4.500 241.000 4.093.679.680.260.765.712 286.000 2.000.679.000 25.000 4.000 2.625.125.780.051 0 4.000 11.200.5253 9.346.093.752 0.000 37.400.000 11.000 9.810.000 9.686.000 15.750 16.000 4.292 0 4.200.093.626 5.8513 922.625.750 16.000 25.200.339.750 16.000 37.930.758.626 1.000 82.000 2.000 2.000 9.797.093. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.950.500 5.108.000 2.200.953.400.317 392.000 44.000 198.7248 13.000.260.925.160.9227 -86.024.213.850.000 11.000 44.000 28.800.093.625.000 11.000 36.400.400.160.000 56.317 392.000 11.093.500 2.000 36.317 400.817 11.000 5.000 4.093.679.00 10 Tahun 0 4.500 2.000 56.075.400.500 1.200.260.000 1.810.000 56.000 36.000 4.200.800.750 480.797.750 480.000 2.234.125.093.541 7.850.800.000 1.320.000 36.000 25.797.000 44.000 37.346.000 2.000 25.125.000 198.000 345.093.750 16.160.000 5.550 390.000 198.320.500 2.679.000 198.419 0.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.680.400.000 44.000 2.400.200.679.000 11.000 37.125.000 345.000 2.262 1.800.737.797.750 480.6687 7.093.317 400.817 55.000 1.000 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 2.346.320.281 7.715.125.817 11.679.797.062.000.160.300 7.625.260.076 7.817 18.675.200.700.679.400.400.000 56.000 2.000 11.765.234.000 56.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.686.887.000 4.000 36.5693 7.400.000 56.817 11.125.750 480.234.000 4.000 2.953.160.320.500 172.000 345.160.000 11.200.000 56.000 2.000 7.534.000 11.000.000 1.679.673.093.320.000 345.850.996.752 0.810.000 44.361.000 198.750 16.339.000 2.800.000 4.000 11.000 4.000 6.4472 24.500 840.000 4.160.000 12.000 4.000 11.800.205.346.680.320.800.000.000 11.404.812.000 4.346.400.317 392.400.875 240.000 4.000 2.400.000 1.000 9.750 16.000 2.737 0.093.000 37.000 4.000.500 2.100.000 44.093.000 5.250 0 299.000 2.000 2.500.000 36.750 16.234.000 3.000 56.000 2.000 5.000 25.200.000 9.445.400.625 11.346.000 4.797.817 18.494.160.317 400.680.000 39.176.000 2.625.750 16.000 37.400.000.750 480.320.760.000 99.093.000 1.850.400.000 36.000 4.000 5.000 18.000 1.797.797.680.752 0.810.000 5.750 480.000 36.000 11.125.850.400.000 9.000 1.000 198.500 2.810.000 11.000 345.125.200.680.000 44.000 4.346.000 44.213.680.000 4.155.000.546.513.625.000 37.797.494.083.396.340.000 198.625 336.810.810.095.797.750 480.250 -93.200.752 0.160.953.801 0 4.400.626 -86.817 13.625.200.093.000 2.213.000 25.750 480.000 5.000 5.000 2.500 2.000 37.000 11.213.850.000 37.949 5.742.000 25.000 37.38% 86.625.000 9.7855 10.752 0.500 2.160.000 345.000 345.000 9.752 0.000 36.6170 6.000.

360.000.000 875.000 480.765 411.000 770.667 448.000 2.448.448.750.402 159.727.563 223.000 390.000 2.804 318.000 480.750.000 4.000 4.998 3 92.000 75.000.013.000 875.727.000 820.765 36.569 4 92.000 750.000 30.765 411.720.804 318.000 4.000 480.727.000 330.000 600.882 205.000 800.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 600.000 15.569 6 92.000 860.727.000 820.000 750.000.750.000 119 .866.363.727.765 411.Lampiran 13.720.727.109.804 318.569 9 92.000 330.000 480.000 2.000 925.000 850.435 288. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.000 770.200.000 160.448.000 600.000 240.720.448.000 600.000 30.000 3.765 411.569 10 92.727.000 30.804 318.236 30.000.000 390.448.727.765 411.000 75.000 500.765 411.750.720. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.000 30.000 1.720.448.804 318.720.000.448.765 411.000 30.804 318.315.804 318.569 8 92.000 480.000 160.720.750.804 318.720.904.000 4.000 925.000 860.569 5 92.000 4.000.285 2 64.724.569 7 92.

160.679.500 5.000 4.500 1. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 2.200.817 18.000 2.160.000 4.200.024.500 2.400.000 44.000 4.400.949 5.000 11.817 11.679.400.800.000 36.800.686.625 336.000 5.9227 -86.339.000 11.875 8.340.000 37.750 480.625.810.000 11.000 9.317 398.000 345.346.234.200.000 5.812.083.346.500 2.160.000.000 2.400.742.093.346.000 25.000.765.093.000 139.546.075.534.000 36.000 2.4847 5.797.000 4.000.626 5.810.125.546.6687 7.679.400.000 36.000 198.000 2.250 0 299.000 11.686.000 1.810.400.000 4.000 44.500 2.680.5693 7.200.320.712 286.292 0 4.000 18.750 16.810.260.000 2.000 11.000 5.000 1.200.875 240.320.000 25.260.680.817 11.093.000 345.797.000 37.000 2.200.810.679.752 0.000 56.500 2.100.000 39.000 36.752 0.000 25.000 36.797.200.797.550 390.320.000 1.625.750 16.000 36.700.125.7855 10.317 400.953.093.675.513.850.000 11.797.000 4.396.000 37.000 4.626 Rp0 8.200.850.673.000 345.000 2.680.850.000 4.000 56.000.093.626 -86.930.000 36.361.000 25.000 9.000 56.160.400.752 0.346.093. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.797.300 7.339.000 44.205.320.200.750 16.000 198.965 0.000 9.000 9.000 2.680.125.400.000 4.000 345.737.6170 6.400.000 2.000 3.000 11.000 198.000 345.000 37.750 16.346.419 0.400.160.000 36.400.000 345.750 16.317 400.000 44.000 11.817 13.093.758.000 37.095.953.000 11.160.000.125.000 9.213.093.950.000 5.000 56.8513 922.000 56.000 2.125.680.000 2.38% 86.625.000 4.400.320.051 0 4.800.679.234.000 56.000 5.000 1.810.000 99.250 -93.000 56.000 198.000.200.400.000 11.000 2.000 11.000 1.000.281 7.817 13.797.000 9.320.000 9.000 4.996.400.260.494.000 6.213.000 11.000 5.715.000 44.320.000 11.011 120 .000 4.262 1.000 25.750 480.200.817 55.7248 13.000 198.750 16.797.686.200.000 4.760.000 1.213.000 198.000 4.625.000 5.797.750 480.752 0.000 82.750 480.887.317 400.400.750 16.125.680.4472 24.000 44.000 11.810.000 28.000 1.093.317 392.625 11.750 480.000.850.000 2.093.765.000 15.850.000.200.797.213.000 2.000 2.160.750 480.000 9.780.500 241.076 7.850.810.000 3.200.000 44.093.000 56.750 480.000 11.541 7.317 392.000 2.346.752 0.160.00 10 Tahun 0 4.000 12.000 4.000 25.800.000 2.752 0.679.801 0 4.500 840.000 36.000 345.000 2.752 0.000 4.500 2.000 44.000 25.400.155.000 44.200.320.404.625.200.800.160.000 2.000 1.680.062.625.000.000 4.000 4.176.850.445.800.200.000 37.000 4.000 198.108.800.160.000 37.000 37.953.000 2.625.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.093.125.000 4.500 2.680.000 11.000 345.093.000 4.093.000 5.625.000 25.500 2.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 198.200.679.000 37.000 5.093.234.737 0.160.679.000 2.000 44.000 4.5253 9.400.817 18.317 392.750 480.000 2.125.317 398.000 7.800.626 1.346.000 2.000 4.093.500 2.750 16.400.925.234.817 11.000 36.500 172.494.346.850.000 37.500.260.

000.000 330.000 4.000.000 330.000 426.000 30.000.000 330.750.000 75.000 160.000.000.000 426.000 875.000 800.000.000 330.000.000 4.000 9 96.Lampiran 14.000 426.000 4 96.750.000.000.866.750.000 121 .000.000 390.000 231.000 10 96.000 875.000 213.000 2 67.000.000 480.000.000 426. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 426.000.000 4.000 770.000 6 96.000.000.000.000 330.000.200.000 750.000 2.000 600.000 5 96.200.000 750.000 770. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 4.000 480.000.000 860.000 30.000 480.000 330.000 480.000 330.000 8 96.000 820.000 3.000 15.000 426.000.000 165.000 480.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 390.000.000.000.000 500.000 850.000.000 30.000.000 600.000 426.000 2.750.000 860.000 1.000 600.000 75.000 30.200.000.000 240.000.750.000 36.000.000.667 30.000 160.000 330.667 462.000 330.000 925.000 820.000.000.000 4.000 330.000.000 2.000 7 96.000.000 3 96.000 298.000 925.000 600.000 30.866.000.

000 359.000 44.797.765.810.810.505.000 25.431 11.317 407.200.850.125.800.812.200.000 11.000 11.712 297.000 11.000 4.431 11.445.931 2.000 2.400.093.546.000 11.234.800.625.931 2.317 414.800.765.400.626 Rp0 8.062.095.000 36.093.750 480.234.093.750 480.000 5.000 5.000 149.000 44.400.000 2.076 7.400.000 25.230.000 9.680.000 25.000 37.215 5.850.000 6.897.00 10 Tahun 0 4.400.302 7. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.494.260.000 4.248 13.000 4.000 4.093.810.000 359.000 213.897.000 25.680.000 9.541 7.000 37.000 2.125.797.758.850.248 18.200.248 18.000 2.000 39.000 44.000 2.931 2.686.234.160.200.000 2.000.797.000 2.626 1.000 2.797.160.281 7.000 2.000 106.263 1.400.000 7.760.000 359.000 2.000 56.615.317 414.000 2.000 11.000 11.000 18.000 2.810.000 4.000 36.752 0.000 44.340.000 37.931 2.000 4.625.897.320.513.000 44.000 44.248 11.965 0 306.8513 922.093.176.752 0.000 36.000 15.093.431 11. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.160.400.800.780.000 4.000 213.625.093.897.155.750 16.752 0.625 336.000 2.230.339.093.897.750 480.000 56.000 82.500.000 37.000 36.230.160.000 44.000 2.4847 5.801 0 4.000 4.320.686.400.000 1.000 9.000.000 56.534.160.000 4.750 16.752 0.887.248 13.000 2.000 56.765.125.965 0.505.765.000 56.5693 7.000.093.948.797.750 480.996.000 213.200.000 1.810.000 9.400.000 12.000 25.750 16.000 4.850.700.000 2.400.093.000 36.949 5.750 16.160.38% 86.125.850.000 37.931 2.000 4.000 2.230.897.494.125.000 2.200.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 9.000 5.797.000 359.200.317 412.160.431 11.505.000 44.400.000 5.000 56.680.024.320.000 9.000 2.737.965 -93.925.000 4.000 36.897.797.000 36.000 359.875 8.625 11.320.931 2.737 0.000 2.000 213.000.626 5.500 840.000 213.292 0 4.750 480.7248 13.000 4.000.200.000 359.396.686.000 1.000 359.000.200.680.000.400.000 25.850.000 37.000 56.000 37.000.000 5.361.000 4.000 1.000 359.000 4.752 0.897.797.810.810.6170 6.051 0 4.9227 -86.000 5.317 407.093.000 4.928.752 0.200.125.800.200.000 2.000 5.093.083.320.000 56.000 3.552 390.850.000 213.765.000 9.200.160.116.093.230.093.625.810.400.931 2.000 2.261.000 5.000 4.797.660.400.000 1.625.000 4.093.400.546.000 36.200.400.320.431 11.4472 24.093.400.765.200.000 11.125.750 480.875 240.230.000 5.000 4.248 11.000 9.260.000 25.000 1.800.752 0.000 2.000 4.000 1.000 2.160.800.317 414.260.750 16.160.000 36.317 407.000 25.400.5253 9.320.625.625.500 179.797.850.320.680.000 213.011 122 .715.680.431 11.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.680.205.750 16.125.200.000 4.000 28.000 3.000 1.500 1.750 480.317 412.750 16.950.000 11.625.200.230.400.248 55.000.200.000 4.6687 7.000.000 213.200.431 11.000 37.419 0.626 -86.000 37.680.950.750 16.931 2.160.7855 10.000 44.100.000 44.234.000 4.750 480.000 37.230.404.431 11.000 36.500 251.800.260.248 11.

000 480. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000 298.000 2.200.000 2.000 330.000 4.000 165.000.000 750. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 4.000 330.000 8 96.000.000.000 770.000.000 600.000 750.000 30.000 860.000 390.000.000.000 231.000 6 96.000.750.667 30.000 3 96.000 600.000 426.000 4.000 15.000 820.000 770.000.000 3.000 426.000.000 9 96.000 1.000 2 67.750.000.000 330.000 860.000.000.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 75.000.000.200.866.000.000 390.000.000.000 123 .000 330.000 10 96.000 925.000 160.000 330.000.000.000 875.000 480.750.000 240.000 480.000 36.000 850.000.000 30.000 75.000.000 30.000 2.000 330.000 426.200.000 330.000 480.000.000 820.000 925.000 4.750.000.000 600.000.000.000 330.000 426.000 330.000 4 96.000 213.667 462.000.000 800.000 30.Lampiran 15.000 480.000.000 7 96.000 5 96.000 500.000 426.000 875.000 160.000.000 30.000.000 426.000.866.000 600.000.750.000.000.000 330.000 4.000 426.

000 2.931 2.625.000 4.000 1.000 36.320.000 5.000 4.000 49.996.093.000 36.546.000 37.000 2.093.000 36.000 198.320.950.875 240.737 0.000 4.625.931 2.000 4.339.000 71.780.7855 10.248 55.234.351.000 37.000 25.000.263 1.765.750 16.000 198.093.125.361.200.248 18.234.000 2.400.680.011 124 .320.317 412.160.810.897.546.400.000 4.500 5.000 4.000 25.000 18.750 16.000 198.494.810.431 11.850.000 1.679.400.200.000 2.000 198.500 251.5253 9.931 2.752 0.850.000 5.000 359.625.897.505.625.000 11.000 37.200.000 9.125.750 16.317 407.000 139.125.281 7.897.000.431 11.000.797.765.000 4.500 1.965 -93.093.9227 -86.000 71.200.675.000 1.400.160.000 44.320.750 480.000.000 25.897.000 44.351.095.000 1.931 2.000 37.234.431 11.125.002 7.234.000 37.000 2.317 414.396.000 71.752 0.625 11.160.897.6170 6.200.200.000 44.000 198.160.500 179.000.000 9.000 359.948.317 407.758.000 44.000 2.024.000 25.093.400.810.680.000 11.000 71. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.093.000 1.000 2.260.850.400.897.765.062.000 2.400.351.00 10 Tahun 0 4.965 0 306.400.431 11.000 36.431 11.931 2.680.160.248 13.000 4.750 480.125.679.679.752 0.505.093.260.000 1.541 7.248 11.000 35.505.000 9.160.160.750 480.812.000 11.248 13.155.5693 7.750 480.000 36.400.680.750 480.400.513.000 3.000 9.400.686.000 3.626 -86.419 0.351.317 412.679.400.625 336.200.125.494.000 2.160.850.083.8513 922. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.076 7.715.093.000 5.400.000 2.000 36.000 4.750 480.000 44.810.000 4.000 359.625.797.000 4.686.000 4.797.000 36.000 6.000 37.404.680.626 5.946.000 5.000 2.000 44.320.000 2.093.625.752 0.000 5.765.680.317 414.200.000 4.810.000 15.093.897.765.000 9.000 4.320.000 11.752 0.000 12.000 4.000 71.000 2.200.750 16.887.000 9.500 840.715 5.000 2.797.797.6687 7.000 25.000 4.340.000 82.750 16.000 4.000 11.000 2.431 11.260.200.093.339.000 44.292 0 4.38% 86.200.000.000 9.000 11.000 37.093.100.351.850.4847 5.200.125.160.093.320.686.000 2.205.000 359.351.351.679.850.680.351.000 4.700.400.000 359.000 71.500.810.075.000 11.260.552 390.160.000 4.176.000 44.000.200.897.875 8.445.765.400.752 0.000 359.750 480.750 16.679.797.000 4.000.000 37.000 5.000 2.000 37.850.200.000 71.093.810.625.000 5.752 0.000 25.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.320.679.248 18.000 2.000 2.000 36.000 44.626 1.750 16.625.850.965 0.7248 13.931 2.000 198.431 11.125.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.797.000 44.000 2.931 2.000.093.300 7.000 2.317 407.000 9.797.931 2.660.431 11.000 198.797.797.000 36.750 480.248 11.200.317 414.200.200.000 359.949 5.810.680.000 2.679.000 4.4472 24.000 25.093.000 71.000 1.000 359.000 37.534.000 4.712 297.737.000 198.400.000 2.000 1.000 4.000 2.000 5.000 25.248 11.928.925.750 16.000 99.051 0 4.626 Rp0 8.950.116.000.801 0 4.160.400.200.000 36.000 11.