ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .

Ir. MM. NIP. 131 415 082 Tanggal Lulus : . 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr.. SP. MS NIP.Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. Nunung Kusnadi. Pembimbing Tintin Sarianti.

Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 . Bogor. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun.

Pada tahun kedua penulis. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Selain itu. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. Pada tahun pertama. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis. . SPd. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB).

Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis. Bogor. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Institut Pertanian Bogor. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Atas segala dukungan yang diberikan.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. informasi dan dukungan yang diberikan. Aqsa). Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. Bulik Eni sekeluarga. 3. 6. Tiara. Pemilik Citra Rasa. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. Sepupu-sepupuku: Lilis. Tintin Sarianti. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. 11. Rina. Zulvan. 9. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Ferdy Daeng . kesempatan.. Cila. Santos. Popong Nurhayati. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. M. arahan. atas waktu. Irma dan Nanda.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. 2. Trio Kendal AGB 42 (Twin. Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. Ir. MM. SP. kasih sayang. Wening. doa. Pemilik Dwi Joyo. Bulik Yum sekeluarga. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Dani. Yanti Nuraeni Muflikh.. Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. untuk segala cinta. Yuzda. 8. Hepi. kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. dukungan. Nurul. 10. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Lisda dan AGB 42 . Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. Riski. SP. Imam. Wiwi. 5. Tika. 4. Ajib. 7. Dauz.

Fery. Suci. Farikhin. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. 13. Retno. Dewi. Riska. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Teman-teman kost semua: Mba Putri. Ratih. 12. 15. Mba Dewi. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Reika. Wendi. . Mba Sarah. Rifka Rino. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Evi.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Ranti. dan lain-lain. Manda. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Lia. Icha. Mba Rahma. Eni.

.....1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah ......................................... 4....................... 2....................... 3................................4 Metode Pengumpulan Data .......3 Teori Biaya dan Manfaat ..6.........2 Proses Pembuatan Rambak ............4...2 Analisis Tentang Kerupuk ........... 4................ 3................................. 2................1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan ........... DAFTAR GAMBAR .1 Analisis Aspek Finansial .5 Metode Pengolahan Data ......................... 4................. 3...........................5... 2...5........................................... 2................. IV METODE PENELITIAN ........... II TINJAUAN PUSTAKA ....................................5 Kerupuk Rambak . .. 2...2 Perumusan Masalah . 5...................6 Asumsi Dasar yang Digunakan .....................................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL ........................1...........3 Kulit Sebagai Bahan Makanan ...... 3........................................................4 Kulit .............................. 4........................................... 2.........................5 Ruang Lingkup .................. 2.........................................................................1 Lokasi dan Waktu .....................................................2 Analisis Switching Value ..1 Studi Kelayakan Proyek ................................1 Kabupaten Kendal ................................ 2...............3 Data dan Instrumentasi ..... 3...............4. 2..........................................1...........6 Penelitian Terdahulu ...............................................................................................................................................5 Analisis Switching Value ........................... 2...................2 Metode Penentuan Sampel ..................... 4.... 5.. 2................... 2........................... 2.........2 Aspek Studi Kelayakan ....7 Kerangka Pemikiran Operasional .... 2......3 Kerupuk ............... 2.......................................... III KERANGKA PEMIKIRAN ................................................................ 4............................... 5.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .....................6 Laporan Rugi Laba ............2 Histologi Kulit .......................4........................................ 2.1 Keadaan Wilayah ................. V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ...... 4....1 Latar Belakang ............1 Pengertian Kulit .. 4........4 Analisis Kelayakan Investasi ............................2 Perusahaan Perorangan ................... 1....... 3...........................5...........................................................................5.................................... DAFTAR LAMPIRAN .............. 3................................6.2 Keadaan Penduduk .............. I PENDAHULUAN ....................................................... 2.................1 Analisis Finansial ...........................................4.......................................4 Manfaat ..........................3 Tujuan .................... 3................................................................

.............3 Strategi Pemasaran ................... ANALISIS ASPEK FINANSIAL .....................3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .............. 6........................ 6................. 6............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................................................ 7...............1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ........ ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL .........................1........ 6... 7.... 7...................... 6............3.......1 Aspek Pasar ................1................. 6................................1 Permintaan ......... 6..2............................................ 6.6 Hasil Analisis Aspek Teknis .......1............... 5.............. 6.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ............2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ....................................... 6. 6.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................... Ekonomi dan Lingkungan ............1. 7...................2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ... 6.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak .................................... 5................................. 7............ 7................2 Penawaran ..............4 Proses Produksi ..........................4.....1 Hasil Analisis Aspek Manajemen ....................................................... 6.2 Bahan Baku ...........................................3 Kapasitas Produksi ..2.....4 Hasil Analisis Aspek Pasar .......................................................... 6.......4 Aspek Hukum ..................................................................2.1.................. 7................1...................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .......1...........................1 Bentuk Badan Usaha ....2..1.........2..................4....................................2 Kecamatan Pegandon ...................1...........2 Aspek Teknis .................2.........1...............3 Pertanian ...VI VII 5.............. 6.....1.. 6............5 Aspek Sosial.......................................3 Aspek Manajemen ........................ 7..........2 Izin Usaha .................................................4 Perekonomian Daerah .1 Lokasi Usaha ............5 Lay Out Usaha ....................2.............. 6.......... 6.......... 5......................................................

.......................... 7.............2 Saran ............................................................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................... 7......2...........Bahan Baku Kulit Kerbau ................................................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .......3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ......2............ VIII KESIMPULAN DAN SARAN ............... 7...................... 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 .....1 Kesimpulan ...........................2........... 8........................................... 8................. 7....................3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .... LAMPIRAN ..... DAFTAR PUSTAKA ...............................................................2................................................ 7..4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................

...................................................................................................... 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ................................. 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ......DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) ........................................................................... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha ...................................................................... 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .............................................. 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ...................................................... 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ............ 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ......................................................................................... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk ........................ 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha ............................. 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ........................... Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ..................................................................................................................... 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ........ 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................. 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram ............................. 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun .............................. 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun .................. 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan .............................. 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi .......... 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ...................................... 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak ............................................................... 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau .................................................... 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ................................

.

........................................... Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I .......................... Kerangka Pemikiran Operasional ...DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak . Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon ......... ........................... Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak .................. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II ......................................................

.. 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ................................. 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ................................... 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................. 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah ......................................... 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ..........DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah ......... 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ........................................................... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................................................................. Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 ............................. 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ................................................................................................. 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak ....................................................................................................................... 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................. 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .................. 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ............... 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar .. 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak .............

Disamping itu.1. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997.id [20 November 2008] Budi. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional. Namun. Rustian. Bagi Indonesia. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2.brotherfatih. UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah.BAB I PENDAHULUAN 1. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. Berdasarkan Undang-Undang No. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini. Pada masa itu. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia.jatim. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1. antara Dilema dan Relita dalam www.multiply.go. Ariyo. 25 tahun 2000. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. 1 2 .com/journal [20 November 2008] . Kamaludin. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. Sejak awal tahun 1970. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini.

3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006. Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM. Deddy. UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional. dan PDB UB sebesar 5. berkembang.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia.2 persen.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar. Pada tahun 2007. 3 . pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6.2 persen (BPS 2008). Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91. Ketiga.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.8 juta unit usaha atau 99.8 juta orang atau 97. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.blog.usaha-umkm. 2. Pada tahun 2000 dari 4. pertumbuhan PDB UKM sebesar 5.121. Kemudian. di tahun 2003 dari 4.7 persen.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6. usaha ini masih bisa berproduksi. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997.pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar.com [20 November 2008] . Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan. 2.4 triliun. Pada tahun 2006.3 triliun atau 53. diacu dalam Widyastuti 2008). Edward.957. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif. Kedua.

Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah. Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5.37 5.28 persen.95 persen. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain. Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3.18 6. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal. Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar.25 6.Tabel 1.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.95 5.50 Usaha Menengah 6.38 6.73 Usaha Besar 5.84 6.24 6.38. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5.82 5.23 Total 5. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007). .51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6.66 persen.27 Usaha Kecil dan Menengah 5.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.69 5.

Tabel 2.71 5.67 9.78 2.38 1.72 17. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1.92 23. Perdagangan.05 2. Industri pengolahan 38.72 2.88 3.55 1.69 17.57 1.83 3.72 3. Keuangan. Jasa-jasa 8. Limbangan Kec.52 37.27 komunikasi 8.59 35.25 9.Rangin / Rengginan .06 3. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang .id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak.11 penggalian 3.11 1. Tabel 3. Pengangkutan dan 2. persewaan dan 2. Cepiring Kec. Weleri Kec.00 1.48 4.56 2.46 37. Kendal .77 2.00 1. Kaliwungu .Momoh Jerohan .82 9.40 24.Bandeng Presto .85 jasa perusahaan 9. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil.41 9. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec.go.Kerupuk Petis . Bangunan 4.70 2.Kripik Tempe .23 17.63 6. Pegandon Sumber : www.81 2.57 35.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut.Krupuk Rambak Kec.Kerupuk Mie Kec. Sukorejo Kec.Terasi .Gula Aren . gas dan air minum 1.26 3.03 23. Pertanian 23.88 25. hotel dan 17.68 17.05 1.Kripik Paru .kabupaten-kendal.92 3. Pertambangan dan 1.48 1.Dawet Gempol . Listrik.33 restoran 7.

Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Pada umumnya. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal. perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif .00 untuk kemasan 250 gram. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan.547 ekor.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4.000. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan.000. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Namun. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi. Sementara. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri.

2. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12.000. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.00 per kilogram.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau. 1.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana . Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram. Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah.000. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan.

Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Namun. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. aspek manajemen. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru. aspek sosial. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Penilaian aspek . usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. aspek teknis. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan.

adalah: 1. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. 2. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. aspek manajemen. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. aspek teknis. .sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. aspek manajemen. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. 3. Dari uraian diatas. aspek teknis. 4. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. aspek hukum dan aspek sosial. Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. ekonomi dan lingkungan? 2.

penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. . dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. 1. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. Bagi pemerintah. Pemilik perusahaan. Penulis.4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Pembaca. 2.1. 4. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. 3. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun.depperindag. 3. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar .9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No. Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No. Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya. badan usaha yang tidak berbadan hukum. 4. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja. maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi. dan 5. Kerajinan rumah tangga.go.id). Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha).BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki.3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No. dikuasai dan berafiliasi baik langsung. Berbentuk usaha orang perorangan. yaitu: 1. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. atau 2.

. diacu dalam Widyastuti 2008). Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya. serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya.2. dan c. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. Pada tingkat internasional. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. Jumlah aset hingga $15 juta 2. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. 3. dengan kriteria: a. Medium enterprise. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. Micro commission. yaitu: 1. dan c. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. dengan kriteria: a. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. Usaha kecil. 2. Small enterprise. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. dan c. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b. dengan kriteria: a. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

jamur dan lain-lain. Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat. leher. diacu dalam Daniar 2008). diacu dalam Daniar 2008). Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak.4. Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina.4. diacu dalam Daniar 2008). 2. diacu dalam Daniar 2008). Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. sedangkan kulit bagian kepala.3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. corium (derma). diacu dalam Daniar 2008). Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia. 2. lemak.mikroorganisme seperti bakteri. kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit. . ekor.

meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar.2. 2. kerbau. Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. pengerokan bulu. pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen. pengungkepan.5. tetapi jumlahnya terbatas.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. terutama kulit kerbau jantan. perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. pemberian bumbu. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. pengungkepan dengan menggunakan lemak. dapat berupa kulit sapi. pengirisan ( diperet ). penjemuran tahap I. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: . Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991. penjemuran.5 Kerupuk Rambak 2. kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. pengempukan. pemberian bumbu. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi. proses pengolahan meliputi pencucian. diacu dalam Daniar.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman.5. pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit. pengirisan. 2008). penjemuran tahap II. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. penggorengan dan proses pembungkusan.

6. Kabupaten Bandung. bahan baku. Jawa Barat .Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2. . Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar.6 Penelitian Terdahulu 2.

334. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan. Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario.646. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. dilihat dari aspek pasar. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya.manajemen. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan.884. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan. Dari kedua skenario yang layak.772. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual.4296. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang.2994. hukum. Jakarta Selatan. sosial ekonomi dan lingkungan. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. Net B/C rasio 5. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. Net B/C rasio 1.116. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. aspek teknis dan produksi. maupun penurunan tingkat penjualan. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan. kenaikan harga bandeng. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran.273.

Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8.59 dan 1. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah. nilai Net B/C sebesar 1.006. Net B/C. Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya.4. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial. Penelitian dilakukan di Kota Bogor.47. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen. nilai IRR sebesar 18. dan IRR.157. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5.427. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang.5 persen.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11.3 . Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku. Net B/C dan payback period. Kriteria investasi yaitu NPV.810.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik.00.854.760. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive). kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari. IRR.805.

aspek teknis. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian. Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV). Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). serta aspek sosial. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar.persen dan untuk tempe malang sebesar 6. . Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen. 2.4 persen. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. ekonomi dan lingkungan.6. Internal Rate of Return (IRR). serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value). Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang.2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga.9 persen. belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. aspek manajemen. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. Selain itu. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar.

Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8. Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari. Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya.655. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan. pemasaran dan produksi.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. harga.96 persen. Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . Net B/C sebesar 2.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi. nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar. tempat serta promosi. Berdasarkan hasil . Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222. Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen.00. gudang bahan baku.537.

Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. fasilitas dan perlindungan hukum. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. 13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . Untuk faktor eksternal. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung. sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan.

dan tenaga kerja lebih dari satu. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. . minyak tanah. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. Setelah kenaikan harga BBM. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. Sebelum kenaikan BBM. jumlah output. rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. kayu bakar dan tenaga kerja). total biaya produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. pengeluaran untuk semua input produksi. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. dan penerimaan hasil penjualan. Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. Sebelum kenaikan harga BBM. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. Pada efisiensi teknis. belum ada faktor produksi yang efisien.221.untuk mempromosikan produk. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. kayu bakar. dan pendapatan bersih UKM. Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. Kabupaten Ciamis. garam.

sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. kualitas produk baik.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. komunikasi dan produksi. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. kelemahan. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. perkembangan teknologi informasi. persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. Berdasarkan analisis IE. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. lokasi perusahaan strategis. ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. pemasaran yang luas.

Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. . Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. kerupuk ikan. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu.pemasaran. . Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. kerupuk udang dan kerupuk tepung. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka.

Dalam arti sempit. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986). dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. bahan-bahan mentah. Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan. atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3.1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). Menurut Gray (2007). biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. . tanah. Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. dan dapat direncanakan. bahan-bahan setengah jadi.

4) menentukan prioritas investasi (Gray et al.organisasi. Sebaliknya. 3. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut. 2007). 2. 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. Menurut Gittinger (1986).Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). Aspek-aspek institusional. 3. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. 2. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. Aspek sosial . yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1.

aspek manajemen.2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. harga yang menguntungkan. . Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. aspek teknis. 6. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). 4.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). aspek ekonomi dan aspek sosial. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh.pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. 5. Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu. aspek finansial. Dari sudut pandang input. 3. aspek hukum. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan.

Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. tidak berdiri sendiri. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. Namun. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. pendapatan. maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1.Namun. a. atau akses. penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja. Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. harus dilihat dari berbagai aspek. teknologi. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak. Namun. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. tujuan perusahaan. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. . Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. harga input. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. 2. selera.

harga (price). Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986). Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. dan promosi (promotion) (Umar 2003). Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. yaitu marketing mix. Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu.3. dan kemampuan manajemen lainnya. 4. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. distribusi (place). Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). b. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. yaitu lokasi . Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan. Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. Dalam hal ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1. Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000).

dan fasilitas transportasi. supply tenaga kerja. layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan. 2. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. kemampuan finansial dan manajemen. artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. 4. 3. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. iklim dan keadaan tanah. . Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. letak pasar yang dituju. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. layout pabrik. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. persediaan kapasitas mesin-mesin.pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. tenaga listrik dan air. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.

Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. melaksanakan. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek.manfaat ekonomi yang diharapkan. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. jadwal penyelesaian proyek. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan. . yaitu pelaksana proyek tersebut. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. c. keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek. melaksanakan.

Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. dan tingkat suku bunga yang berlaku. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1. peningkatan pendapatan petani. struktur organisasi. 2000). dalam melakukan investasi . Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. Oleh karena itu. Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger.2. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. e. d. 1986). serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar. anggota direksi. Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. sumber pembiayaan proyek. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan.

Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba.dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. 3. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. seperti modal sendiri. dan aktiva tetap lainnya. penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. dan project finance. bangunan dan perlengkapannya. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. modal pinjaman. kredit bank. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. . 2000). obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. dan gabungan keduanya. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. 2. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. pabrik dan mesin.

Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. . seperti : tanah. Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). aliran kas operasional (operational cash flow). seperti: rekreasi. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. dan aliran kas terminal (terminal cash flow). 3. bunga dan pinjaman. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif. yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. bangunan. pabrik. Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. Biaya lainnya yaitu pajak. dan mesin. 3. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi. 2. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. 2.

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

3.7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. Net B/C rasio. aspek ekonomi. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. aspek manajemen. Pada bidang pertanian. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak. IRR. aspek teknis. . Analisis finansial mengkaji NPV.

aspek teknis. aspek sosial lingkungan. Net B/C Ratio. Net B/C Ratio. IRR. Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . IRR. Payback Period. Payback Period. aspek manajemen. aspek hukum Analisis Finansial : NPV.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar.

perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik . Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal.2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat. Jumlah pengusaha berjumlah empat orang.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4. Namun. 4. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau. Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. 4. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal.Gambar 2. Selain itu. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009.

Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung.usaha. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB. yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). aspek teknis. Sedangkan untuk data sekunder. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. 4. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. 4.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer. teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. wawancara mendalam dan observasi. aspek manajemen. masa pengembalian . Dalam pengumpulan data primer. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. Badan Pusat Statistik. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. dan aspek ekonomi. skripsi.

dan analisis switching value.5.1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. Dengan kata lain. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV). . 4.investasi (Payback Period). Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.5. artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Internal Rate Return (IRR). 4. artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. NPV < 0.1. dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).

maka NPV = 0. proyek merugikan Net B/C = 1. maka NPV < 0.5. Dengan kata lain.1. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Namun. proyek menguntungkan Net B/C < 0. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. maka NPV > 0. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual.• NPV = 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen.5. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi.1. 4. 4. IRR juga merupakan nilai discount rate yang . artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal.

2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya . Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual.1. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang. 4. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad.5.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan.membuat NPV proyek sama dengan nol.

tungku api. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis.00 per kilogram.000. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. 5. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi. Umur proyek adalah 10 tahun. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8. tempat penjemuran dan tabung gas. 2.000.00 per kilogram. Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. 3. 4. Dalam penelitian ini. 4. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. lemari. timbangan. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor.5.38 persen. 4. . digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1. pompa air. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. 6.

Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Harga jual yang produk adalah Rp 30.000.000. 11. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. 8. 15. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar.7. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. 9. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya variabel pada kemasan besar. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total. 14. Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. 18. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. 10. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. 12. . 13. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis. 17. 16.

000. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.000.000. • Jika Rp 50.00) + (30% x (pendapatan Rp 100. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.000.000.00)).00)+(15% x (pendapatan Rp 50.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000. .000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.19.00 < pendapatan < Rp 100. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.000.000.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.00)+ (15% x Rp 50.000.000.000.000.000.000.

Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan.579 meter dari permukaan laut.1 Kabupaten Kendal 5.420 jiwa terdiri dari 462. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung. dengan jumlah 100. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75. tegalan.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah.83 persen. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.916 jiwa.501 .2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang. 5.1. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32.35 persen) laki-laki dan 474. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02. tambak dan kolam. Suhu udara berkisar antara 25°C. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya).65 persen) perempuan. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.612 (49.808 (50. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.23 km2.06 persen.1.

1. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal.896 jiwa setiap kilometer persegi. kerbau dan kuda. kubis. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang. dan tanaman teh.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. nangka. 5. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong.jiwa. rambutan dan durian.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. bawang.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. burung puyuh dan itik. panili. palawija dan kacang-kacangan. kacang-kacangan dan ketimun. bawang merah. mangga. kemukus dan kakao. 5. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. tembakau rakyat. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. kayu rimba dan lainnya. kayu manis.13 km2 atau sebesar 26. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. tanaman pala. kopi.62 triliun rupiah. Hal ini . ayam petelur. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. domba dan babi. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. Hasil utama pertanian adalah padi. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis.1. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1. dan wortel. Ternak kecil meliputi kambing.

716.354. yaitu dari 4.22 44. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.447.50 persen.063.861.88 juta rupiah menjadi 5.959.55 4.799.40 1.96 persen.26 4.426.10 48.079.578.558.277.167. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.84 336.78 45.121.21 persen.64 106.626.149.20 128.53 117.510.30 persen dan jasa-jasa 7.626. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.62 44.340.456.854.63 809. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.89 persen. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik.20 42.077.328.42 124.25 persen.184. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.73 334.192.28 persen.98 37. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3. sektor perdagangan.77 persen.86 1. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10.433.158. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.07 juta rupiah.89 1.634.641.18 1. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000.027.655.013.76 101.49 787.47 8 9 100.408.92 1.494.210.499.027.756.623.53 846.341.347. hotel dan restoran 18.44 1.680.01 4. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.62 759.543. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.13 129.42 38.521.32 117.76 364.325.97 106.496.086.63 350.20 4.258.119.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh.88 persen.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4. kemudian pertanian sebesar 23.19 117. Tabel 5.524.91 56.14 112. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah.71 1. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .828.37 98. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.996.

23 39. 5. Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer. Tabel 6. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.45 7.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 . Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31.12 16. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12. Suhu udara 27°C. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil.99 2 Tanah pekarangan 5.61 8.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha.12 km2.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon.71 27.89 Total 31.44 3 Tanah tegalan 2. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl.

Pada awal pendirian usaha tersebut. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Pada saat itu. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. Putra Jaya. Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1.175 jiwa/km2. Pada tahun 1993. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Pada saat itu.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam .09 persen. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman.043 jiwa.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. 5. Kemudian. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. Pada tahun 1990. Kecamatan Pegandon.

Selain itu. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. sebagian tidak dapat bertahan. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. Namun.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau. Pada tahun 2005. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama.000. Namun. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi.memenuhi bahan baku kulit sapi. Walaupun menyatakan sudah tutup.000. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit. Menurut para pengusaha. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal.

bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak.Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran. .

6. serta strategi pemasaran. 6. Selain itu. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia. jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar. . aspek teknis. aspek manajemen. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha.1. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha. Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. penawaran. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk.

Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil.1. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp . Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. yang berasal dari berbagai kalangan. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. 6. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Konsumennya sangat banyak.

baik aktual maupun yang potensial. Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain. harga (price). Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008).2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar.3. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product). Industri kerupuk rambak di Pegandon .1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. 6. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang.1.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar). komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi.000.00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60.30.1.000. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. 6. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. menentukan harga.1. karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi. distribusi (place) dan promosi (promotion).3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak.3. Menurut klasifikasinya. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar). 6.

Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini.000.000.3. Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30.1. 6.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi. Pemasaran belum menjangkau daerah lain.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal.00. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya.

Namun. 6. Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen. Selain promosi secara langsung. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal.500.3.1. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. Hal .00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3.1. Sejauh ini.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk. harga produk.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I. Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung. 2005). Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya. dan mendistribusikan produk.000. 6. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya.00 untuk kemasan besar. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional. tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar.

Di samping itu. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. kedekatan dengan pasar. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. penawaran. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi. 6. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. . aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan. Pada penelitian ini. Dwi Joyo dan Dwi Djaya.2. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong. Putra Jaya. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Namun. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. dan harga. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak.

Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. 6. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat.2. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. Namun. Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. Sedangkan untuk bahan baku penolong. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau. Dari segi fasilitas.Dari sisi kedekatan dengan pasar. letak lokasi usaha mudah dicapai. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. Dari sisi transportasi. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran.

Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. Namun. pengusaha lebih mudah untuk . Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan.Tabel 7. Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Dari segi ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. Namun. Para produsen memesan kulit melalui telepon.

Dengan kata lain. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari. 6.2. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi. Jadi dalam satu bulan.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil.4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan. Namun. 2008). 6. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil.3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran.2. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian .

Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. 5. 6. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. 7. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. 3. penggorengan kedua dengan suhu 45°C.2. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. 10. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering.

Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk . Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya. usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus.Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5.

ruang penjemuran.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. Walaupun secara teknis telah layak namun . 6. ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000). Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi.2. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6.rambak mentah (proses 1-7). Namun. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak.2. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6.

usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing.3. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional.1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen. penjemuran. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. . Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. 6.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. Dari segi administrasi. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. pemotongan kulit. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci. penggorengan dan pengemasan. Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. 6. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti.

diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008). Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat.6. izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan. Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. memiliki kekuatan hukum.4. 6.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. 6.4. 6. Suatu perusahaan yang layak. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. . Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum.

Dari lingkungan. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. .Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. ekonomi dan lingkungan. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang.

000.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya. Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. . Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. Internal Rate of Return (IRR). usaha belum mampu berproduksi secara optimal. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. 7. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60. yaitu Net Present Value (NPV). 7. Namun. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.00 untuk kemasan besar dan Rp 30. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).800 kemasan besar. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan.1.000.00 untuk kemasan kecil. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Pada tahun ke-1 dan ke-2.

167.900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.000.00. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294.000.00.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik.800.050 4.000.000 205.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63.000 126. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .000 294.000.500.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value. motor memiliki nilai Rp 15.000 294.000.00.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 30.604. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9. Tabel 8.000 88.00. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek. Sedangkan. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000.000. Lahan memiliki luas 53 m2. bakul plastik dan motor.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1.000 210. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420.000.000.000 420.000 147. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.000.000.000.000.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.200.875.00 per m2. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000. Lahan tidak mengalami penyusutan.

800.800. Selain biaya investasi. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.00.00.600. 7. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.00.400.000.166. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1.00 per tahun. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.000.00 per tahun.00.000. Biaya telepon sebesar Rp 150.sebesar Rp 31.667. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.00 per tahun. biaya listrik dan air. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun. 2. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200. . biaya telepon dan upah tenaga kerja.000. Namun.000. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.000. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.500. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.1. 3.00 per bulan setara dengan Rp 3.00 per bulan setara dengan Rp 1. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.

770.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000.000 85.000 100.000.000 410.000 85. Tabel 9.00 per tahun.000 1.000 1.000 75.000 15. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000 30.875.000 400.800.000 40.4.000 875.000 1. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 800.000 350.000.000 55.000 200.000 3.500.000 10.000 215.000 520.000.000 75.075.000 820.000 5.000 19.000 500.020.200.000 185.000 60.000 125.000 300.000 500.000 175.000 15.00 per tahun.500.000 375.700.000 500.000 3.000.000 15.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.000 40.000 825.375.000.000 55. 5.000 1.000 700.000 25.000 120.00 atau sebesar Rp 42.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.500. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40.110.000 750.000 275.000 130.000 625. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 1.000 400.000.000 31.

000.000 49. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.000 Listrik 200.400. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. gas dan bonus kepada agen.00 per kilogram.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.840. kemasan. 4. arang. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan. 2.000 Upah (5 orang) 3.600.500. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000.00.840.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. .000 42.000 Telepon 150. kayu bakar.000 1. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11. Harga kulit sapi adalah Rp 12.000 2. lemak. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.000 3. minyak goreng.000. 3. garam. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.800. minyak tanah. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil.000 PBB 40. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10.

500. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.593.00 untuk kemasan besar.000 11.205.287.500 1543500 2. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.700.000.1. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.000 480.500 7.000 13.556.500 6002500 8.000 kemasan 3.500.778.5.000 450.700.875.500 JUMLAH 3430 4.687.000 148.760.700 297.000 735 1.000 4.000 5.750.000 5.000 240.880.000 80. 6.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.000.991.500 208.00 per tahun.000 23.000 2.000 2.000 4.00.520.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 kemasan 2.000 15. 7.375.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.000 2.995. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.375.250. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148.000 2.000 5.000 56.995.400.000 8.000 250.593.102.000 2.000 28.000 45.400 75.500.940.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.00 dan Rp 208.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi . Tabel 11.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.800 2.000.000.575.991.750. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.

Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267. Net B/C. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.38 persen.88.805.49 persen. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12. yaitu Rp 267. Dengan demikian. Hal ini berarti setiap Rp 1.49% NET B/C 4. Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Tabel 12. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.679 IRR 65. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan.49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.805.88 PAYBACK PERIOD 2. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4. .00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4. Dengan demikian. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.00 selama jangka waktu 10 tahun.679. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65.88.679.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.805.00. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267.

dan nilai Net B/C sama dengan satu. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. Tabel 13.00 8. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi.28 0 1. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15.00 8. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13.15 0 1.1. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.00 8.84 0 1.38 10 .33 0 1. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.7. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36. IRR sama dengan discount rate.49 0 1.00 8.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10.00 8.

28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81. 7. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10.84 persen.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.84 persen. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.49 persen.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29. Dengan asumsi cateris paribus.1. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10.Berdasarkan hasil analisis switching value. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15. Berdasarkan hasil analisis switching value. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.15 persen. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Lampiran 3 menunjukkan bahwa .84 persen. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36.33.49 persen. Dengan demikian.

yaitu sebesar 1.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.00.000. produksi sudah .1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.539. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen.000.000. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang. Namun.00 untuk kemasan kecil.00.000 kemasan besar per tahun.525. Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60.200.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya. 7. 7. Pada tahun ke-2.788.2. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya.000.145. Pada tahun ke-1 dan ke-2.577. total penerimaan usaha sebesar Rp 298. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213.000.00.154.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2.600 kemasan kecil dan 11. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.00.

000 165.00 per m2.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik.000. motor memiliki nilai Rp 15.000 67. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000 213.000. Tabel 14.000.500.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48.000 231.200. .00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.000.000 330. Nilai bakul plastik adalah Rp 2. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.000.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000.000.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60.000 298. Sedangkan.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14. Lahan memiliki luas 50 m2. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 426.200.000 30.000. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek. bakul plastik dan motor.000.000 96.00.000. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000.000.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.00.

Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5.2. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.667. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.00. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30.00 per tahun. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1.000.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.667.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. .866. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.160. Selain biaya investasi.000. Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun.00 per tahun.000.00. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1.000. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. Lahan tidak mengalami penyusutan. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.000.00.000. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. biaya telepon dan upah tenaga kerja.000.00. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.00 per bulan setara dengan Rp 4. biaya listrik dan air. 2. Namun.000. 7.200. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.166.

000 75.000.500.000 200.000 30.000 100.000 75.000 1.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.00 per tahun.000 240.000.000 160.000 10.000 480.000.000 2.000 350.000 925.000 15.200.000 500.00 per tahun.000 150.000 185.000 820.000 875.000 215.000 800.000.400.000 700.000.000.750. 4.000. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.000 19.000 25.3.000 60.000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .000. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000 600.000 40.000 55. Biaya telepon sebesar Rp 200.000.000 85.000.00 atau sebesar Rp 36.000 770.000 55.500.000 4.000 375.00 per tahun.000 500.000 600.000 400. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.000.000 860.000 330.000 Nilai (Rp) 30.000.000 15.000 750.000 40.000 15. Tabel 15.000 130. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000 3.000 410.00 per bulan setara dengan Rp 2.000.000 3. 5.000 175.000 125.000 390.000 850.

000 2. minyak goreng.000 PBB 37.400. .000 Telepon 200. gas dan bonus kepada agen.00 per kilogram. kayu bakar.000.000 2.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44. lemak.797.00. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1. kemasan. arang.000 Listrik 180.000 44. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil.000 4. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.160.000.000.797.205.000 36. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.000. Harga kulit kerbau adalah Rp 17. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350. garam.200. minyak tanah.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82.000 Upah (4 orang) 3. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.

625 11.546.000 kemasan 3.340.742.095. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.546.875 7.800.000 kwintal 250.500 139.000 Kilogram 12.887.125.346.000 28.500 4.320.000 16.024.500 Colt 450.000 5.750 8.350 tabung 75.000 39.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.062. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil.000 2.160.673.000 2. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.850.000 hari 45. 4.760.625.500 2. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.700 kemasan 2.500 JUMLAH 4.765.680.000 99.400.780.000 3.000 172.000 2.765.000 56.339.093.000 336. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi. 6.000 25.000 5.925.625 11.500.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.000 kemasan 2.000 kemasan 2.5 36 710 44. Tabel 17. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.346.550 345.000 12. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.679.075. .875 7.000 840.5 kemasan kecil.500.000.000 blek 80. 5.300 198.000 1176000 1.00 untuk kemasan besar.812.2.000 18.000 11.500 6737500 9.700.400.250 241. 3.000 480.093.000 4.200. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887.000 3.100.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.00 per tahun.000 kemasan 2.000 5.750 240.

7. Hal ini berarti setiap Rp 1.012. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.742. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26.250. Dengan demikian.560.012 IRR 26.07. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.012.673. Dengan demikian. Net B/C.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV).560.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.33 persen. yaitu Rp 85.Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.00 dan Rp 241. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.07 PAYBACK PERIOD 5. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.560. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26. Tabel 18. Nilai .00 selama jangka waktu 10 tahun. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.00. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85.33% NET B/C 2. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.550.07.38 persen.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.00.2.

Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. IRR sama dengan discount rate. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19. 7. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4.41 0 1. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.00 8. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.2.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.38 10 kerupuk rambak kemasan . Tabel 19.

32 25.41 persen. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7. Dengan demikian. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha.41 persen. .62.00 8.00 1.38 8.16 persen.41 7.41 persen.16 3. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15.00 1. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value.16 persen. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3.62 0 0 0 0 1. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4. Dengan asumsi cateris paribus. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.41 persen. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak.41 persen.38 8. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha.00 1.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15. Berdasarkan hasil analisis switching value.32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25.38 8.

00. Tabel 20. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha. 7.850.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda. Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8.7.88 2.292.012 IRR 65.89 tahun 5. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.33% NET B/C 4. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar .00.223.2.805. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25.405.679 Rp85.00.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha.583. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.07 PAYBACK PERIOD 2.560. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.516.49% 26.

38 persen. Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.88. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan.28 7.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap . Tabel 21.32 Kenaikan harga lemak 81.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10.15 15. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36.41 15.805. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas.679.41 serentak Kenaikan harga kulit 29. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.33 25.84 3.

Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya.292.145 56. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2.00. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24.788. Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.00. Tahun pertama.583 3.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.516.154. Pada tahun pertama.223.00.850 .577.539.154 Kulit Kerbau -12. Tabel 22. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau. Pada tahun kedua. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.788.525.577. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22. Pada tahun ketiga dan selanjutnya. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.145.405 25.525 24.539.

00. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. net B/C sebesar 2.83 tahun. 4.00. net B/C sebesar 5. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar.836. aspek teknis. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.81 persen.09 dan payback period selama 2. Namun dari aspek manajemen. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89. Dari aspek teknis. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1.30 tahun.883.16 dan payback period selama 5. IRR sebesar 27. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271.48 persen.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8.846. . 2. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya. IRR sebesar 67. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan. 3.775.

ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. . Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya.1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. 3. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk. 2. Selain itu.8. Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. 4.

penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C. 2006.jawatengah. Yogyakarta: UPP AMP YKPN . Bogor Gittinger JP.bps. Pengantar Evaluasi Proyek.multiply. Bogor: Fakultas Pertanian. Edisi Keempat.usahaumkm. http://www.disnak. 2007. Tangerang [skripsi]. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. [27 November 2008] Budi A. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Muhammad S. Kabupaten Padeglang.brotherfatih. Semarang: Fakultas Peternakan. 1986. http://www.kabupaten-kendal. Populasi Kerbau 2002-2006.go. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik.go. Berita Resmi Statistik. 2008. Dananjoyo A. http://www. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Varley RCG.com/journal. Edisi Ketiga. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. [20 November 2008] Edward D.id.com.go. http://www.blog. [20 November 2008] Firmansyah A. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Pertanian. 2000. antara Dilema dan Realita.jawatengah. Simanjuntak P.go. Edisi Kedua. 2008. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. 2007. http://www. Studi Kelayakan Proyek. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru.id. [20 November 2008] Daniar MA. Populasi Sapi Potong 2002-2006. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U.id. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. 2007.id. 2007. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Sabur LK. 2007. Universitas Diponegoro. http://www. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Maspaitella PFL. Provinsi Banten [skripsi].disnak. Institut Pertanian Bogor. 2008. 2006.DAFTAR PUSTAKA Annisa L. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil. Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. 2005. Produk Kabupaten Kendal. Studi Kelayakan Bisnis. 2007. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Pertanian. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Jakarta: PT. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Edisi Kedua. 2008.

Kabupaten Ciamis.kontan. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. 2006. Sukotjo I. 2008. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Pertanian. Edisi Ketiga.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. Pengantar Evaluasi Proyek. Wijayanto K. http://www. 2006. Rahmawaty LA. Institut Pertanian Bogor. 2008. Widyastuti R. Maulana MES. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian.co. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor. Kabupaten Bogor [skripsi]. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Institut Pertanian Bogor. 2008. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. 2009. Tingkat Suku Bunga http://www. Studi Kelayakan Bisnis.indosiar. 2007. [20 November 2008]. 2008. Institut Pertanian Bogor. Bogor: Fakultas Pertanian. Pengantar Bisnis Modern.go. http://www. Jawa Barat [skripsi]. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. 2006. Widyastono P.republika. http://www. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah. 2000. Bogor: Fakultas Pertanian. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen.com/news/fokus/57841.jatim. 2006. Utami NL.id. Kerupuk Kulit.id. [27 November 2008] _________.co. 2008. Putera TD. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Karlina L. 1999. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 2003. Institut Pertanian Bogor. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. Institut Pertanian Bogor.Ibrahim J. Kabupaten Bandung. . Gray C. Institut Pertanian Bogor. 2009. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. Swastha B.

LAMPIRAN .

023 1.510 4.076 2.615 1.876 132 30 198 3.55) 5.14) (0.171 3.561 2.64) Jumlah . Wonogiri Kab.770 5.90) 8. Jepara Kab.106 6.460 5.237 10.911 371 3.250 4.79 1.105 2.206 3.397 585 5.398 1.611 2.262 1.845 4.99) (5.384 2004 (Ekor) 2. Sukoharjo Kab.856 4.91) (19.537 2.838 3. Blora Kab.206 3.37) 2.49) (14.768 594 22 144.815 2006 (Ekor) 4.Lampiran 1.552 665 20 123.161 13.684 2.824 14.476 2. Semarang Kab.701 2005 (Ekor) 6.936 1.555 4. Temanggung Kab.200 4.650 4. Rembang Kab.504 96 24 205 1. Karanganyar Kab.042 2.694 2.18) (14.15) (15.902 1.922 5.572 3. Sragen Kab.57) (12.842 2.019 1.527 3. Demak Kab.814 4.804 3.978 2. Banjarnegara Kab.937 335 2.649 3. Wonosobo Kab. Pekalongan Kab. Klaten Kab. Kudus Kab.84 (22.078 2.310 4.369 7.983 2.202 4.879 1.38 (1.99 (0.436 6.047 1. Tegal Kab.095 1.85) (12.453 3.031 5.010 14.521 3.319 6.966 10.824 3.666 12.174 583 2.802 4.97 (13.741 4.155 4.55) (13.313 1.729 3.84 (14. Purworejo Kab.413 1.980 131 32 172 3.031 5. Boyolali Kab.693 13.226 3.078 4.17) (14.08) (37.396 1. Grobogan Kab.282 5.983 10.186 3.07 (19.768 536 23 148.303 4.237 11.22) 1.675 5.52 (2.245 4.361 3.827 122 19 185 1.963 r (%) 16.958 3.358 5.76) (12.353 183 2. Banyumas Kab.173 5.841 3.023 1.865 346 2. Magelang Kab.008 10.88 (1.254 1.28 0.677 3. Purbalingga Kab.35) 3.19) 0. Pati Kab.78) (1.656 3.528 16.356 676 13 112.150 5.218 7.55) 2. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.388 157 3.29) (6.975 1.237 6.555 3.310 1.396 11.028 3.041 9.405 2.818 2.503 4.441 3.083 656 20 123.844 13.11) 0.880 11. Kebumen Kab.287 4.135 5.330 1.35 (7. Cilacap Kab.010 588 3.755 11.352 6.589 2. Kendal Kab.111 5.18) (1.977 2. Pemalang Kab.542 12.398 173 4.842 2.009 9.356 3.843 5.356 3.461 1.665 2003 (Ekor) 2.390 1. Batang Kab.099 69 25 203 2.540 4. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.441 3.088 1.12) (8.480 1.

625 3.412 81.955 10.031 6.039 5.159 1.545 33.069 8.596 33.630 209.392.652 68. Temanggung 24 Kab.838 13.593 3.146 5.524 13.807 71. Rembang 18 Kab.95 0.406 18.706 34.58 2.575 99.137 1.65) 1.748 164 1.360 18.110 32.460 5.838 265 1.285 93.026 1.967 11.146 18. Sragen 15 Kab.714 5.70 5.284 35.121 13.218 221 1.089 91. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .903 23.636 8. Karanganyar 14 Kab.372 24.995 47.580 77.072 63.747 35.76) 2.311 119.897 65.131 35.421 4. Cilacap Kab. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.964 88. Purworejo Kab.828 5. Kendal 25 Kab.314 35.065 24.957 35.012 69. Blora 17 Kab.758 74. Wonogiri 13 Kab.225 106.401 197.433 101 0 1.199 149 1.775 6.879 37.311 10.527 80.813 7.103 16.127 34.144 13.153 2004 (Ekor) 6. Magelang Kab. Demak 22 Kab. Klaten 11 Kab.95 9.067 33.785 76.147 21.365.495 2003 (Ekor) 6.608 70.911 18.681 68.344.723 46.210 16.37 (0.303 24.18) 30.571 12.468 13.94) 2.100 3.97 1.026 2.20 (1.983 144.420 8.112 61.871 8.747 73.75 5.497 97.561 1. Boyolali 2002 (Ekor) 6. Jepara 21 Kab.95 #DIV/0! 0.122 64.390.903 23.264 25.781 140.076 34.986 15.200 1. Banjarnegara Kab.844 14.200 47.164 61.057 63.583 1.041 14.089 215.112 66.49 (1.768 46.748 105.715 4.279 137.626 30.603 24.345. Grobogan 16 Kab.486 20.21) (0.79 3.23 (11.576 24.547 14. Pekalongan 27 Kab.267 25.27) (4.392 91.783 235 29 1.880 2.37) (1.077 64.435 37. Tegal 29 Kab. Kudus 20 Kab.559 77.002 16.57) (0.43) 0.155 217.76 (6.48 (2.435 1.427 68.864 13.44 1.12 12. Semarang 23 Kab.53 0.479 19. Kebumen Kab.489 148.925 25. Sukoharjo 12 Kab.314 33. Batang 26 Kab.933 118.19) 3.016 12.816 47.88 10 Kab.385 63.650 2005 (Ekor) 8.292 6.344 18.626 30.844 18. Pati 19 Kab.311 10. Banyumas Kab.220 61.431 105.715 68.53) 1.933 89.292 2.130 34.724 18.291 11.21 1.34 0.974 218.473 291 41 1.473 285 42 1.590 R (%) 19.76 1.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.449 32.822 60.143 13.344 95.136 15.245 17. Purbalingga Kab.567 1.874 20.147 2.95 (1.222 88. Pemalang 28 Kab.414 89.409 297 39 1.016 12.90 5.143 13.408 2006 (Ekor) 14. Wonosobo Kab.67) (1.106 143.783 137 1.

000.875.000 75.375.000.000.000 520.000 210.000 147.000 820.000 294.000 275.000.200.000.700.000 75.875.000 Tahun ke5 126.604.000 750.000 38.000.000 5.000 1.000 30.000 400.000 205.000.000 420.000 30.000.000 31.000 1.000 875.000 294.700.000 1.000 5.000 5.000 10 126.000 294.000 500.000 1.000.000.000 1. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 294.000.000 420.000 294.000.000 294.000 750.075.700.000 420.000.000 420.000 1.000 520.000 5.167 126.000 30.000 99 .000 3.000 30.000.000 9 126.000 1.000 500.000.000 420.000 4 126.000.700.875.110.000 875.000 400. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000.020.800.000 5.000 300.000 275.000 30.000 294.Lampiran 2.000.000.000.075.000 400.000 120.000 6 7 126.000 800.000.000.000 15.000 400.000 825.000.000 120.000 294.200.000 820.000 2 88.000 700.000 1.800.700.000 420.000.000.000 500.000 294.167 458.000 420.000 625.000 625.000.000 400.000 8 126.000 1.000.110.000 825.604.000 3 126.000.

000 1.375.400.002.088.687.000.000. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 23.500.000 15.000 49.575.000 8.000 1.916.000 5.991.400.840.000 5.080.000 2.000 11.000 5.995.400.890 -69.520.000 11.000 8.000 23.000 49.500 6.400.500.080.000 1.738 0.880.000 5.500.312.4472 46.911.000 1.7855 46.000 8.000 108.205.575.000 155.375.000 297.600.556.490.000 7.991.000 2.000 23.000 1.572 261.000 56.000 2.000 49.000 5.520.700.6170 35.500 148.600.000 4.191.205.750.000 3.400.570.840.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.750.692.49% 336.880.125.000 23.800.263 361.991.000 40.991.800.263 57.000 4.556.000 42.000 3.083.600.543.8513 27.5693 33.880.679 65.6687 38.000 3.957.000 56.556.575.991.000 480.000 4.088.839.600.000 480.000.600.000 16.400.738 0.375.000 40.000 3.800.750.780.000 480.263 57.000 2.600.800.000 4.000.520.738 0.750.000 49.770.738 0.000 40.392 284.712 8.000 11.352 0 3.000 480.000 11.000 2.000 2.738 0.500 208.116.205.000 56.000 1.205.800.000 5.880.000 297.778.991.911.000 480.500.000 15.186 100 .000 4.892 0.000 8.000 155.000 2.000 49.000 23.000 49.880.000.840.000.000 155.88 2.600.205.500 7.000.000 42.000 42.000 2.000.000 5.575.400.272 32.005.000 7.000 40.000 8.000 2.000 49.000.750.000 1.911.880.263 354.000 5.000 5.958.750.000 2.000 480.375.728 0.500 11.000 8.768 0 3.174.520.150.372.000 1.000 1.9227 -69.000.556.520.800.000 49.287.575.889.892 -74.750.210 Rp267.916.000 56.000 40.400.130.000.000 2.000 15.101.000 5.000 2.250.083.805.400.500.000 42.000 39.000.962.600.500.000 297.400.000 2.205.000 42.556.000 8.958.5253 34.760.000 11.575.000.840.375.000 3.173.566.556.000 40.800.205.080.000 2.263 362.000 297.000 3.750.750.940.400.000 23.000 23.000 56.481.263 361.700 2.000 15.263 354.875.000 4.400.000 240.750.840.750.000.000 56.000 336.904 0.000 42.000 4.000 49.263 103.800.689 6.738 0.041.400.000 8.667.263 362.000 8.000 85.400.000 4.000 480.000 7.991.000 6.912 7.891.210 4.000 15.000 297.000 3.000 56.000 7.840.692 6.500.000 5.000 8. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.750.000 1.000 42.000 1.000 2.130.000 23.000 5.000 297.000.000 5.000 8.263 58.080.89 Tahun 0 3.593.000 7.000 4.000 15.500 286.000 8.000 40.906.000 2.800.000 5.000 5.500.4847 27.025.000 2.000 7.000 8.556.080.000 11.375.000 5.464.800.000 15.400.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 11.000 1.000 2.726.510 0 3.000 2.520.375.000 155.556.000.750.750.102.000 7.263 354.000 8.041.840.000 11.000 155.000 28.000 155.000 297.205.263 57.400.000 7.750.520.000 11.880.000 40.000.263 65.080.000 56.000 155.200 7.500.000 49.263 65.400.840.880.200.000 155.375.000 5.575.738 0.000 2.000 297.000 42.891.000 40.000 8.518.750.840.080.101.000.600.000 8.500 4.400.840.575.000 42.160.000.000 77.000 4.7248 47.375.000 3.000 42.000 40.263 362.000 2.520.000 480.005.991.600.000 15.069 8.263 58.080.

880.000 23.000 2.600.400.000 8.575.000.000 1.000 155.200 7.000.000 23.080.000 5.583 63.000 49.000 15.009.000 8.000 1.080.840.263 56.520.600.788.154 8 126.000 1.788.000 480.000 8.000 2.000 5.583 63.583 63.556.000 8.700 85.000.000 3.995.000.000 4.375.600.840.000 42.868.000 420.000 8.000 42.000 420.000 420.000.750.000 4.000 40.154 4 126.500.840.000.154 5 126.400.000 8.000 8.000 297.009.800.009.750.556.991.000 155.991.000 2.750.154 101 .000 155.000 2.000 8.868.000.000 1.009.000 155.583 63.417 7.080.000 2.300.000 294.116.000.375.000 8.287.500 7.000.000 11.000.500 3.750.000 1.000 8.000 40.080.375.500.000 420.000.500.000 56.400.263 56.000 8.000 40.500.750.102.000 8.000 205.000 49.417 7.750.520.417 7.000 8.000 1.000 49.000 49.000 40.000.000 480.000 5.000 2.000 8.577.000 15.150.940.000 56.840.000 8.000 155.840.500 208.000.000.880.000 240.000 8.600.000 4.205.991.145 3 126.000 297.000 5.000 40.556.750.889.000 108.800.000 56.000 420.760.300.154 7 126.000.125.991.750.000.200.000 11.000 1.788.263 56.575.000 11.000 49.080.009.800.000 2.000 40.000 4.000 23.868.788.000 3.000.Lampiran 3.400.000 122.375.000.000 23.000.400.880.500 11.002.000 16. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.000 294.000 8.000 155.000.300.868.000 122.500 6.000 3.000 294.205.000 49.000.868.000 1.868.000.500 4.800.300.000 1.300.000 297.600.780.000 42.583 63.000 122.375.800.991.000 11.000 122.583 2.863.000 8.400.000 480.000 8.300.417 7.575.400.520.000 15.500.000.000 42.154 9 126.000 39.000 15.000 5.300.000 4.000 147.000 11.417 7.154 6 126.000 420.750.000 5.000 5.205.009.000 5.400.000.687.556.868.000 5.000 5.520.000 2.400.000 11.000.000 122.880.583 27.000 28.250.000 480.800.263 56.962.000 3.000 5.000 23.406.880.400.205.880.000 56.500 61.000 8.750.300.000.000 294.000 122.000.520.000 1.263 56.600.000 4.000 56.000 2.500.500.000.000 2.000 23.375.000 2.000 2.000 3.788.556.300 3.000 15.000 1.600.000 8.000 5.000 11.000 11.880.400.778.000.080.556.000 40.000 3.000 294.000 2.600.000.263 56.750.000 15.917 286.400.575.000.000.800.000 42.000 210.000 297.000 56.000 3.009.520.000 294.300.840.000 23.800.000 155.000 4.263 56.000 122.000.000 77.000 2.575.583 63.025.000 122.205.000.000 2.600.000 2.800.575.000 297.575.000 2.000 40.205.417 7.000 42.417 7.800.543.000 336.000 3.000.525 2 88.375.000 40.000 480.991.600.583 63.000 4.400.392 2.840.000 42.800.000.000 5.000 49.000 5.000 2.000 294.000 1.000 8.000.000 5.750.788.000 297.520.556.000 49.000 8.750.200.000.875.583 63.700.991.000.080.400.000 155.000 56.500 148.000 2.263 56.000 480.000 294.000 42.417 7.000.000 6.500.205.000 294.880.000 297.000.520.300.717 2.000 2.000 2.000 420.000.400.000 56.000 15.265.000.205.000 4.000 420.788.000.840.400.575.750.991.750.000 5.154 10 126.000 5.750.080.000 3.000 40.000 480.840.000 23.000 8.000 3.000 297.000 42.572 24.000 8.840.868.000 49.000 42.000 4.726.000 15.400.400.000 480.539.464.788.004.000.000 49.000.556.593.009.375.000 11.375.000.000 8.

000 15.000.000 30.667 462.000.000 770.000 820.000 426.000.000 7 96.000 4.000.000.000.750.000 426.000 9 96.000 330.000.000.000 750.000.866.000 480.000 426.750.667 30.000 330.000 30.750.000.000.000.000.000.200.000 8 96. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000 820.000 3.000 426.000.000 2.000 160.000 480.000 330.000 330.000.000 600.000 800.000 30.000.000.000 330.000.000 298.750.200.200.000 6 96.000.750.000 4.000 4 96.000 160.000 600.000 330.000 2.000 330.000 860.000 30.866.000 330.000.000 770.000.000.000 426.000 426.000 330.000 480.000 875.000 875.000 480.000 30.000 231.Lampiran 4.000.000 500.000.000 330.000 860.000 3 96.000 10 96.000 75.000.000 600.000 2.000 102 .000.000 240.000 925.000 5 96.000 925.000 750.000 426.000 1.000.000 36.000 4.000 213.000 2 67.000 480.000 850.000 165.000 700.000.000 4.000.000.000 75.000 600.000 4. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 390.000 390.000.

400.000 37.000 25.826.075.797.250 0.625 11.750 16.738 0.817 27.000 36.339.750 480.737.000 36.000 4.000 25.750 480.000 44.000 11.125.797.000 9.093.000 56.000 345.679.320.000 4.750 480.000 2.400.000 37.6170 15.000 2.183 0.533.000 198.000 2.000.400.000 44.200.093.000 198.400.750 16.000 2.500 2.125.346.000.400.200.500.000 11.093.132 7.000 2.973.200.750 16. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 198.000 36.000.819.000 4.000 198.680.625.093.250 -86.560.093.000 3.817 33.183 0.000 4.000 4.095.320.000 9.000 11.320.891.850.059 7.000 5.33% 165.400.000 44.400.000 36.000 5.183 0.320.700.000 9.317 400.000 2.797.160.680.000 36.000 198.594 5.400.000 198.750 16.817 27.400.000 2.679.675.000 4.679.000 2.000 4.625.317 398.183 0.346.000 2.160.093.400.400.200.320.673.125.680.000 9.5693 15.000 11.093.4847 12.093.712 286.765.625.750 16.000 37.750 16.000 11.000 44.850.093.000.000 44.850.750 16.000 4.000 4.675.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.200.000 37.625.680.850.000 12.125.797.093.750 480.000 4.850.000 44.000 4.000 1.797.000 2.810.000 37.000 2.000 9.000 82.000 3.780.400.200.810.093.750 480.260.400.000 37.000 36.000 11.8513 9.160.512 103 .213.000.875 240.000 2.200.320.062.200.000 5.500 2.875 8.093.000 5.320.213.000 1.000 4. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 11.350 5.786.000 4.000 11.200.000 4.000 11.317 400.125.000 4.850.750 480.000 99.000 5.786.093.500 2.000 2.500 172.317 400.000 1.400.000 56.817 25.000 5.400.000 9.000 9.000 44.000 25.797.346.625.797.800.000 4.817 25.137 7.000 1.810.000 11.679.000 2.125.000 4.500 1.160.4472 31.213 0 4.000 25.000 36.810.367 0 4.160.800.000 2.000 2.485 -79.46 Tahun 0 4.160.546.213.750 480.155.850 0.000 1.400.100.500 241.400.160.750 16.500 5.000 28.000 1.680.244.000 2.000 345.183 0.800.000 11.800.000 36.800.810.000 37.498.093.359.000 139.000 198.000 36.800.000 2.183 0.200.000.000 345.000 11.797.000 1.108.262 11.000 56.346.750 480.765.000 56.000 39.125.340.7855 21.625 336.953.000 345.760.800.205.000 9.300 7.680.400.200.000 4.160.000 4.000 37.000 2.817 25.093.000 44.887.9227 -79.000 198.000 2.269.000 6.679.953.797.000 1.260.000 37.260.000 18.160.000 2.200.000.951.000.000 25.912.850.265.500 2.925.800.500 2.500 840.346.000 345.000 11.680.810.000 345.183 0.200.000 56.953.200.000 345.000 7.160.000 56.5253 17.930.346.000 44.000 11.07 5.500 2.000 56.000 5.200.679.000 2.973.680.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.200.250 0 299.320.000 4.093.176.046.742.000.024.000.000 25.000 4.000 2.625.7248 23.000 11.000 5.810.6687 17.000 44.850.260.625.000 11.125.317 398.786.797.812.786.000 56.400.000 5.000 25.546.346.213.317 392.594.975.473 2.550 390.625.000 4.817 33.346.317 392.679.160.317 392.000 4.000 37.810.500 2.817 69.500 2.000 36.679.122 0 4.046.000 25.200.200.012 26.000 345.000 2.473 Rp85.

000 330.000 4.200.000 5.320.000 426.000.333 28.000 36.333 28.850.797.103.340.093.679.000 2.810.320.000 44.000 25.200.625.653.317 25.400.500 4.753.753.000 37.500 4.000 1.000.024.679.125.400.000 2.103.093.000 2.000 36.500 4.000 4.000 2.093.000 330.000 3.160.000 1.000 44.000 1.103.680.100.000 426.000.753.000 25.765.625.797.000.850.000 4.405 3 96.000 198.400.000 56.850.000 2.167 2.000 198.500 80.000 7.000 44.750 16.750 480.750 16.742.679.000 7.093.000 56.000 5.800.797.167 2.000 44.339.500 80.200.000 25.000 198.000 11.800.160.000 5.292.125.000 4.000 345.850 4 96.000 139.550 56.400.750 16.000 11.250 40.810.093.346.625.000 11.000 2.000 330.000 56.167 2.346.093.000.000.333 28.000 11.500 840.167 2.000 298.750 480.346.679.000 330.753.160.000.780.500 4.750 480.653.Lampiran 5.000 2.850 104 .850 6 96.000 99.000 198.000 2.000.679.200.000 11.000 2.875 8.000 4.000 2.200.000.160.850 9 96.000.000 2.750 480.300 7.000.000 9.850.000 6.000 426.000 4.850.000 36.000 44.200.000 2.000 7.160.400.000 28.292.000 11.292.200.679.000 345.117 390.000 37.000 5.000 2.800.093.810.000 198.500 4.000 37.797.000 2.500 80.800.223.753.673.000 9.850 5 96.292.625.500 80.000 37.800.810.167 2.850 10 96.160.000 37.000 25.800.000 4.000.750 16.000 36.000.000 330.810.000 9.000 165.200.400.000 56.750 16.093.000.346.700.000 18.000 12.000 330.346.000 11.000 426.000 2.093.000 44.797.000 7.750 16.000 2.000 4.000 426.320.000 1.000 9.797.516.200.000 330.800.750 480.907.320.583 2 67.000 1.000 198.000 37.000 9.737.160.093.000 11.125.000 345.000.000.000 2.680.712 3.000 7.753.000 44.320.326.800.400.850 8 96.000 11.000 4.333 28.103.850.000 1.125.000.000 4.000.000 37.103.333 -12.500 80.500 241.317 25.500 172.000.750 16.500 4.000 9.750 16.850 7 96.000 4.320.653.317 25.000 4.000 198.625 336.223.653.653.500 80.000 1.000 345.810.760.812.753.200.400.000 7.333 28.000.400.075.000.200.000 345.093.000 426.000 9.000.000 56.753.000 2.457.093.000 36.000 44.317 25.346.125.000.093.062.167 2.000 11.000 36.680.000 5.000 426.000 2.200.000 25.000 56.400.400.200.000 3.000 213.850.317 25.000.450 4.093.176.000 44.583 0 -12.000.680.125.625.200.000 36.103.000.753.346.160.200.750 480.000 11.000 11.000 4.000 7.000 2.625.000 5.875 240.000 4.103.000 345.850.680.797.000.000 1.000 330.292.103.810.000 44.887.000.000 37.625.000.750 4.000.125.000 7.000.317 25.753.750 480.000.093.160.679.200.680.000.810. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.000 4.000.000.400.000 56.000.000 198.400.000 39.400.000 36.317 25.500 80.000 11.292.000 36.000 37.317 25.000 5.200.797.000 7.000 345.200.625 11.500 80.000.000 37.333 28.797.000 426.200.680.000 231.292.000 11.000 5.125.400.625.400.320.000 2.000 11.797.333 28.000 36.160.000 25.400.000 25.333 28.333 3.000 7.095.167 2.000 11.765.000 4.000 4.000.000 2.546.292.000 9.500 4.400.000 7.320.000 2.160.925.500 4.167 2.000 25.500 1.750 480.000 345.400.680.546.653.346.200.653.679.000 2.500 5.000 5.093.000 56.653.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

080.800.102.000 240.000 5.000 480.000 3.000 40.995.000 480.492 108 .000 2.556.000 4.263 362.916.7855 10.000 2.750.840.384 7.000 56.375.991.911.000 4.000 1.000 40.000 5.263 11.000 40.412.205.000 42.000 11.000 5.000 3.572 261.750.205.000.750.000 1.000 8.263 361.800.9227 -90.400.904 6.000 2.000 5.000 15.760.000.800.600.575.700 2.000 2.000 42.535.163.000 480.000 155.000 5.000 297.000 7.000 56.000 336.400.000 11.603 1.000 8.575.5693 7.250.000 49.000.750.800.840.276 0.778.276 0.760 8.000 2.000 2.000 155.000 155.556.113.000 155.880.000 8.991.200.991.263 19.263 13.000 4.000 2.000 480.556.991.000 2.500 148.000 4.000 49.000 8.000 15.991.840.375.750.780.000 8.000 15.000 5.000 49.000 5.000 49.000 5.750.263 361.000 480.920 0 3.000 4.500 11.603 Rp0 8.400.840.000 8.520.125.891.600.800.000 2.000 4.000 40.520.000.603 -90.000 23.003.000 480.000 297.205.500 4.800.263 13.575.800.002.000 23.000 42.000 39.868 0 3.840.400.000 108.726.000 23.000 3.000 40.000 2.000 4.000 49.205.556.892 -97.000 42.000.000 4.000 56.750.575.263 11.000 7.880.000 56.205.000 155.000 155.556.972.000.000 11.160.715.000.687.750.000 2.375.800.665.000.000 1.000 56.500.412.000 56.442 0.880.000 297.000 7.500.000 8.000 2.000 16.000 7.265.005.880.400.000 8.000 2.500.000 15.000 15.600.146.500 286.000 15.276 0.000 1.8513 814.392 284.000 42.000 15.000 2.000 40.520.6170 7.387.000.500.000 5.263 354.497 0 3.000 2.635.263 362.000 7.000 7.276 0.000 40.500 7.000 5.000 5. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 49.600.000.000 15.000 11.000 42.000 2.005.400.000.000.080.962.130.000 2.000 297.263 11.770.000 8.000 2.880.520.375.575.375.875.889.000 23.080.544 8.205.593.500.520.000 11.000.263 19.400.233 6.750.130.200 7.000 56.000 49.000.880.000.000 23.840.5253 10.500.000.500 208.591.000 49.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 11.940.150.205.000 1.000 8.116.000 40.123 0.263 362.000.542.880.000 11.000 297.000 2.375.205 0.575.113.520.556.000 42.000 155.000 8.000 297.000 42.800.750.000 1.000 1.000 155.000 11.000 3.000 297.4472 26.000 480.800.500.911.000 28.000 5.600.000 480.840.750.464.000 4.000 3.000 5.916.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.400.000 1.840.840.263 58.556. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.500.000 5.000.911.276 0.080.025.000 3.600.400.000 1.080.375.000 77.000 1.205.272 957.263 354.00 10 Tahun 0 3.7248 14.750.287.080.500.000 49.991.080.263 354.000.000 42.600.38% 90.543.000 15.400.000 8.575.400.000 40.000 1.4847 5.000 5.400.276 0.600.000 3.400.520.537.041.000 5.000 6.575.991.542.840.080.276 0.400.000 2.000 85.000 23.000 2.400.700.000 1.375.000 49.000 8.000 23.000 23.000 8.750.750.600.500 6.000 7.537.000 5.6687 7.000 40.991.000 4.400.750.750.400.600.000 8.375.880.570.113.000 56.556.000 297.041.000 42.000 7.000 3.000 11.481.520.000 8.

000 750.000 30.000 1.110.000 400.000 30.000 400.336.Lampiran 8.875.538 10 112.117.117.477 374.000 30.000 275.738 187.336.243 183.000 1.453.000 275.000 75. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.167 413.075.538 7 112.477 374.000 1.000 500.538 6 112.000.635.061 262.700.538 5 112.031 131.000 5.000 400.375. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.000 120.000 400.234 262.061 262.538 4 112.336.336.000 5.000 825.700.705 31.453.000 1.453.453.000 5.000 520.604.110.057.000 820.477 38.000 1.000 825.061 262.075.061 262.000 5.000 750.117.700.000 5.117.000 300.061 262.477 374.453.200.000 30.000 800.000 1.453.000 109 .769 2 78.700.477 374.000 500.061 262.477 374.117.168.000 3.058.336.477 374.538 8 112.117.477 374.875.000 520.117.453.336.700.000 875.000 120.000 15.000 625.477 3 112.061 262.875.000 30.226.000 1.000 500.000 1.482.000 1.117.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.117.000 75.000 625.000 400.336.336.061 262.538 9 112.800.020.000 875.000 820.

005.575.556.000 155.000 2.000 3.000 15.880.840.263 19.000.520.205.497 0 3.904 6.113.000 8.400.000 56.000.520.000 15.000 11.593.000 1.000.500 4.575.000 297.263 354.000 5.000 8.911.000 2.8513 814.750.991.003.000 11.000 155.600.000 42.000 155.543.233 6.000 1.000 5.556.920 0 3.000 2.000 3.000 2.000.000 297.265.000 8.991.000 40.000.080.163.000 49.000 11.041.840.000 480.000 2.080.750.000 28.500.263 362.800.000 2.276 0.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 49.080.375.000 40.000 7.000 5.600.400.916.840.750.715.276 0.002.464.600.4847 5.000 42.205 0.000 8.991.400.520.000 6.000 2.000 2.000 2.276 0.780.000 11.481.400.000 42.000 56.556.800.572 261.375.000 42.000 4.113.276 0.500 148.000 4.000 15.000 40.600.000 23.000 4.000 5.000 49.276 0.000 1.750.000 5.080.000 1.000 336.575.542.263 19.995.400.000 480.991.000 56.700 2.000 297.000 23.116.146.000 39.000 5.000 1.840.500 286.400.7855 10.750.000 1.375.000 7.205.840.000.7248 14.500.000 23.575.500.400.205.263 13.205.400.000.000 7.778.000 155.880.500.000.000 2.123 0.520.263 362.000 3.880.868 0 3.205.400.200 7.000 8.962.000 15.700.000 49.000 240.400.880.000 480.000 7.750.000 15.263 362.000 3.520.500.000.000.412.000 4.38% 90.880.000 480.800.375.600.150.000 8.205.6687 7.287.000 56.000 5.000 23.000.263 361.000 11.750.000 2.000 8.537.000 42.840.535.4472 26.000 155.000 1.000 8.000 23.041.263 354.591.205.000 5.916.750. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 8.000 8.400.387.800.130.400.542.000 7.263 354.000 42.603 1.000 155.500.00 10 Tahun 0 3.000 49.000 297.000.000 2.000 40.000 16.000 5.442 0.000 11.500 208.556.000 2.000 7.000 23.200.000 2.726.000 8.080.000 4.000 15.760.603 Rp0 8.000 15.750.492 110 .000 3.6170 7.991.000 2.375.556.000 2.875.000 42.000 40.000 5.750.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.972.991.537.880.600.000 56.000 155.000 5.400.575.000.102.000 40.940.000 3.400.911.000 40.000 49.520.160.000 2.770.556.025.000 480.760 8.263 11.880.600.000 1.575.500.000 4.263 11.000 40.000 49.000.600.000 23.800.750.080.000 4.000 77.400.000 1.750.000 8.000 4.375.375.263 11.000 49.500.000 2.500.000 11.840.205.400.000 15.665.000 5.000 42.5693 7.520.000 42. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.600.000 85.891.000 108.412.687.000 8.000.750.600.400.000 297.080.000 2.840.991.000 40.991.000 8.575.500 7.000 2.000 7.880.000 5.000 56.000 480.000 49.800.276 0.840.000 23.000 5.800.276 0.750.800.556.000.000 480.5253 10.263 58.570.384 7.892 -97.000 1.500 6.080.603 -90.000 297.005.000 11.750.000 49.000 297.575.000 1.000 8.000 40.125.000 155.400.000 2.000 4.520.000 3.000 1.375.000.263 13.889.556.113.000 480.000 42.800.000 5.750.392 284.000 5.544 8.272 957.130.000.800.840.9227 -90.375.250.000 8.500 11.000 15.000 3.263 361.000 4.000 7.000 297.000 5.000 56.000.000 56.635.000 11.911.

000.000 75.000.000 294.000.000 500.000 120.000 300.000 111 .000 275.000 5.000 3 126.110.000 825.000 294.000.000 420.000 6 126.167 458.000 5.000 75.000.700.000 500.200.000 400. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000.000 120.700.604.000 5.000 30.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 875.000 7 126.000.000 38.000 1.000 420.000 825.000 500.000 750.000.000 30.000 520.000 294.000.000 750.000.000 820.000 210.000 1.000 294.000 520.000 15.000 8 126.000 30.700.000.000.000.000.000 420.000.000 294.000.000 1.000 275.875.000 147.000 800. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000 4 126.000.000 400.000.700.000 30.000 625.000 10 126.000.000 294.000 625.000 205.110.800.Lampiran 9.075.000 30.875.000.000 9 126.167 31.000 1.000 1.000 1.000 400.000.000 420.000.000 5.075.000.604.000 1.875.375.000 1.000.000 294.020.800.000 5.000.000 3.000 400.000 820.000.000 5 126.000 294.200.000 420.000.000 420.000 400.000 2 88.000 294.700.000.000 875.000 420.000 1.

000 42.600.600.760.000.000 480.000 5.400.205.000 40.462.000 8.000 5.537.600.544 8.102.520.000 480.575.000 2.462 7.000 5.000 2.880.000 201.880.412.000 85.000 1.000 5.800.080.000 343.231 5.750.000 2.000 15.000 8.265.000 15.000 343.7248 14.113.000 2.000 8.462 7.000 3.276 0.123 0.000 5.750.000 3.500 7.940.000 2.724 19.400.000 56.000 5.5693 7.537.000 56.205.263 406.000.000 8.000 42.500.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 1.000 3.250.750.000 343.770.263 408.400.724 11.575.497 0 3.575.800.603 1.205.002.38% 90.000 480.375.000.462 7.000 336.000 40.462 11.457.500.000 15.462 7.462 11.400.000 1.462 7.476.000.000 2.840.263 400.000 480.000 56.000 23.4847 5.000.750.080.457.750.000.587.000 201.000 40.462 7.400.840.000 1.780.537.276 0.572 293.000 23.400.276 0.375.400.000 1.000.276 0.500 11.102.000 8.000 2.587.400.000 8.750.840.000 49.000 23.000 5.000 8.130.880.000 23.000 56.400.000 4.000.263 400.750.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 49.042.00 10 Tahun 0 3.005.000 23.400.600.080.000 15.102.080.000 5.000 1.537.000 5.800.000 42.000 8.537.000 5.000 40.000 2.462 11.4472 26.000 15.750.392 307.000 343.543.000 15.205.150.000.000 2.800.724 11.375.000 8.000 8.600.920 0 3.537.537.400.276 0.000 39.205.750.400.000 480.000 49.263 408.000 49.000 5.080.840.000 56.000 6.462 11.665.500.000 2.000 49.800.000 40. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.750.000 42.000 23.000 201.726.205.000 2.000 240.000 1.080.800.750.000 42.000 40.600.575.500.687.000 343.462.464.000 15.000 1.000 4.000 201.000 343.375.080.537.400.000 49.591.542.000 28.000 4.603 -90.263 408.575.000 201.375.000 2.520.000 343.025.000 3.6687 7.750.537.125.800.868 0 3.840.000 49.462 11.000 2.000 40.276 0.223 2.000 2.840.000 2.000 4.000 3.000 8.000 56.537.000 49.130.520.263 406.492 112 .000 23.000.600.000 480.768.520.500.102.080.771.000 2.575.000 5.000 2.750.800.600.000 2.7855 10.462 11.880.880.000 15.875.000 8.500 240.750.724 58.102.000 42. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.400.276 0.000.000 4.542.200.000 201.575.457.880.000 2.840.462 7.387.027.724 11.904 6.715.000 5.723 7.000.000.384 7.575.800.163.233 6.000 1.665.000 4.880.205.000 343.800.412.724 13.102.760 8.635.462 11.000 40.000.840.000 56.400.000 4.205.750.840.000 1.731 286.375.000.375.400.000 8.500 171.287.000.123 -97.000 100.603 Rp0 8.000.102.724 19.113.000 23.750.500 6.000 42.500 4.880.102.003.400.520.500.8513 814.724 13.000 56.520.462 11.000 8.263 400.462 7.9227 -90.116.442 0.500.000 480.500.400.000 40.6170 7.000 11.000 5.000 49.000.000 16.000 1.146.205 0.962.551.000 2.840.600.000 42.000.000 49.500.000 8.000 140.700.535.000 1.570.000 40.005.000 5.000 42.600.000 15.000 3.972.5253 10.520.000 3.000 5.000 3.000 42.000 8.375.000 201.113.000 480.795 957.000 4.375.000 201.520.000 2.000 4.102.

200.000 750.Lampiran 10.000 420.000 400.000 4 126.000 113 .000 30.000 3 126.075.000.000 275.000 875.000.000 120.000.020.000 1.000 294.000 294.700.000.000 120.000 294.000 147.000 400.000 1.000.800.000.000 30.000 420.000 625.000.000 205.000 5.000 520.000.000 420.000 38.000 9 126.700.000 5.700.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 400.000.000 500.000 875.000 6 126.000 420.000 420.604.000 420.000.000.700.000.800.000 75.000 500.000 294.000 825.000 1.000 5.000 625.000 3.000 210.000 1.000 294.000 5.000 520.000.000 294.000 15.700.000 30.000 294.000 300.000 1.000 1.000 30.000 294.000 500.000 1.000 400.000.000 820.075.110.000 30.000.000 400. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.604.200.000.167 458.000 420.000 10 126.000 800.000.000 2 88.000 294.000.000 750.000.875.110.000 820.000.000.375.000 1.000 8 126.000.875.000.000.000 5 126.000.000.167 31.000 275.000 1. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000 75.000 825.000.875.000 5.000 7 126.000.

462 7.750.457.000 15.8513 814.575.556.880.500.000 11.263 408.000 2.387.724 58.412.000.000 2.250.500.116.384 7.500.375.130.000 5.000 480.543.462 8.778.025.000 50.800.880.287.800.603 1.603 Rp0 8.000 480.750.113.000 480.400.000 23.080.375.476.000 108.000 480.000 23.146.000 42.000 3.375.000 11.000.000 8.400.400.000 40.750.000 1.750.400.000 155.123 0.000 343.000 40.556.800.462 8.000 42.000 49.537.000 77.462 8.263 406.000 101.000 4.800.724 11.205.537.000 101.000 15.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.400.000 101.002.800.556.000 49.375.233 6.375.027.800.000 155.500.840.750.130.000 8.500 7.000 8.080.875.000 2.500.880.000 8.400.200 7.600.600.768.462 7.750.000 42.462 7.000 40.000 155.9227 -90.000 15.889.000 155.000 2.556.000 1.500 6.750.546.497 0 3.780.500.000 11.537.000 4.750.546.000 101.600.840.003.000 2.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 480.000.38% 90.600.575.000 1.546.080.462.000 5.00 10 Tahun 0 3.000 2.500.000 5.000 5.000 4.000 42.840.520.276 0.000 2.000 1.000.000 49.000 5.000 5.546.520.000 11.000 23.400.000 101.000 4.457.750.000 2.000 5.000 480.400.000 2.000 40.500 171.223 2.000 49.205.000 101.000 1.000 2.000 42.205.000 343.276 0.724 13.726.000 15.904 6.000 15.000 4.000 23.400.000 101.635.868 0 3.000 8.000 15.005.962.000 155.750.000 11.400.000 5.840.000 85.520.462 8.520.572 293.537.500 11.263 400.000 40.263 408.600.972.750.462 7.724 11.800.000 5.840.263 400.263 400.000.537.556.520.000 2.600.462 8.000 23.724 11.535.000 155.462.000.750.546.000 336.665.457.575.000 2.840.920 0 3.556.276 0.276 0.000 15.000 480.800.587.687.880.665.537.000 8.000 23.000 49.000.000.000 40.000 3.080.724 19.575.600. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.600.163.000 343.7855 10.000 49.400.000 23.000 2.500.125.840.000 11.000 480.000 5.5693 7.500 4.462 7.520.462 8.400. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.940.263 406.000 2.000 42.276 0.542.000 3.000 49.000 2.205.546.000 343.000 16.542.442 0.400.462 7.000 8.000 49.042.113.000 3.000 4.080.113.000 343.205.773.082.000 1.880.000 2.000 49.205.000 5.537.375.205.000 42.7248 14.760.000 1.231 4.000.000 3.750.462 7.000 5.412.005.500 240.4847 5.520.000 2.080.000 40.880.000 42.575.760 8.000 1.000 2.276 0.000 155.000 4.123 -97.724 13.205.000 42.724 19.000 240.000 3.603 -90.546.000 2.770.000 343.375.4472 26.000 8.000 155.000 5.150.000 3.537.800.400.546.000 1.000 2.5253 10.276 0.537.750.462 7.000 1.000 49.800.000 40.544 8.750.575.880.000 71.000 2.500.102.000 11.570.000.556.400.462 8.000 5.840.000 15.000 343.375.000 4.000 3.750.000 4.464.400.715.6170 7.000 343.880.000 40.537.400.587.263 408.000 5.492 114 .6687 7.700.000 101.520.400.462 8.840.600.375.795 957.000 11.392 307.000 15.265.575.000 42.000 1.000 23.080.205 0.080.000 11.591.575.556.840.000 1.000 5.731 286.600.000 5.000 40.523 6.

750.000 875.448.569 4 96.000 480.000 600.000 2.448.448.200.569 5 96.000 30.000 600.000 160.000 750.000.569 411.000 315.000 850.000.000 925.013.569 6 96.569 411.000 4.000 315.Lampiran 11.000 820.000 315.000 860.667 448.315.000.000.448.000 925.000 30.998 3 96. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 800.569 8 96.000 4.448.448.000 160.000.750.000 3.000 75.448.448.569 411.000 315.000 480.448.000 30.569 7 96.000 330.000.000 500.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 390.000.000 157.448.000.000.000 4.000.724.569 411.000 30.000 1.200.000 875.285 2 67.448.750.000 4.000 600.000 2.000 390.569 9 96.569 411.000 315.000 480.000 820.569 10 96.724.000 860.998 288.000.813.750.285 205.448.000.000 240.448.000 315.000 115 .569 411.569 411.000 15.000 480.236 30.000 750.000.000 315.000 770.000.569 36.448.866.750.448.000 770.000 4.000 600.000 330.000.000 480.000 30.000 75. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.000 220.000 315.000 2.

680.875 8.850.801 0 4.400.000 36.200.625.125.680.093.320.000 56.400.400.626 -86.320.160.000 25.000.083. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.925.200.750 480.5253 9.817 11.000 37.679.686.797.534.100.000 4.260.750 16.000 12.000 4.000 44.000 4.817 13.752 0.000 5.200.800.797.000 2.000 7.125.000 37.679.000 2.8513 922.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.400.234.317 398.200.400.953.000 56.817 11.750 480.000 36.000 25.000 11.6687 7.000 345.000 37.234.500 5.234.000 198.679.000 39.850.626 Rp0 8.686.680.093.000 9.000 9.679.000 44.000 56.000 345.500 2.213.000 36.024.346.200.965 0.797.000 9.810.419 0.625 11.800.500 2.500 2.817 55.000 5.093.760.7855 10.850.000 198.346.875 240.400.320.000.125.000 198.000 4.160.260.00 10 Tahun 0 4.000 4.494.000 36.075.093.346.093.000 44.000 1.000 198.780.800.400.000 44.320.160.679.500 2.000 36.750 480.000 11.200.200.000 198.000 3.626 1.250 -93.125.000 11.500 840.281 7.000 4.213.000 56.000 37.000 4.541 7.400.260.000 2.625 336.750 16.810.000 9.000 11.750 480.000 11.750 16.000 2.160.200.810.500 2.000 2.317 400.000 11.400.093.817 11.000 4.000 4.625.000 44.625.000 4.000 2.200.213.396.765.000 2.750 16.000 2.750 16.000 1.200.712 286.000 2.000 345.000 56.000 9.320.000.812.797.797.750 480.160.160.320.817 18.546.000 36.626 5.850.000 1.000 82.000 25.093.000 25.680.000 37.000 11.200.500 241.317 392.093.000 2.160.000 44.000 2.679.797.000 2.400.000 5.320.750 16.000 3.205.817 18.000 2.000 11.000 345.000 37.000.320.850.160.000 5.800.404.000.000.800.686.317 392.810.550 390.125.000 139.155.400.234.000 28.093.000 4.361.000 4.500 1.400.680.400.500 2.125.625.400.750 480.000 1.000 2.887.000 4.093.000 4.949 5.000 18.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.200.810.6170 6.000 11.000 36.339.346.625.750 16.930.000 198.093.750 16.9227 -86.000 11.625.000.093.400.213.000 11.765.953.000 11.000 1.000 9.000 9.758.4847 5.000 2.000 2.000 5. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 11.200.000 56.346.800.200.000 15.752 0.000 11.346.625.000 198.500.125.750 480.000 6.000 2.680.000 44.000 345.000 36.797.000 37.317 398.108.800.000.752 0.176.000 4.400.797.7248 13.160.700.750 480.200.000 25.445.810.810.000 44.679.250 0 299.160.000 2.400.125.000 5.000 4.000 11.400.000 37.737.400.850.752 0.000 44.093.000 4.000.340.000 2.317 392.000 4.093.953.346.000 2.000.000 11.546.000 37.000 4.680.000 99.000 56.000 4.292 0 4.339.000 2.093.317 400.625.095.000 25.850.680.4472 24.000 1.673.715.513.000 36.000 5.500 2.737 0.346.675.300 7.38% 86.000 37.093.797.000 1.000 25.000 4.817 13.752 0.000 44.200.262 1.000 5.850.000 345.494.810.950.000 4.679.000 198.260.000 5.000 36.5693 7.752 0.200.160.200.000 345.000 2.000 4.996.000 1.752 0.062.000 345.076 7.000 2.000 2.000 25.797.500 172.800.500 2.000 9.742.011 116 .317 400.051 0 4.000 56.

569 10 81.000 820.569 330.000 860.448.000.000.000.000.236 30.000 30.569 8 81.569 5 81.667 448.000.000 160.000 480.000 850.750.013.000.000 2.569 330.000.000.750.000 820.750.000 770.000 390.000.000 875.000 30.000 30.724.569 330.000 411.998 3 81. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.448.000 2.000 4.000 30.000 750.000 860.000 15.000 330.000 4.000 500.448.000 800.000 4.000 925.000 36.000 288.448.448.000 600.000 205.000 117 .998 231.000 411.000 600.448.000 600.000 411.000 411.000 4.000 75.448.000 240.448.000 480.000 411.569 7 81.569 330.000 750.000 4.000.000 770.000.724.000.569 6 81.Lampiran 12.448.000 75.750.000 390.569 330.000 600.285 2 57.000 411.569 330.000 3.000 480.750.569 330.285 165.000 411.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 480.000 160.000.013.448.000 2.000.448.000 480.000 1.000 30.000.866.000 875. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.569 330.200.448.315.000 330.569 9 81.000 925.448.448.448.569 4 81.

750 16.000 44.675.000 2.000 25.200.317 400.400.076 7.093.626 -86.000 44.000 56.625.000 198.400.000 4.213.000 1.000 4.346.000 2.346.000 37.000 36.108.000 2.404.752 0.500 1.346.000 56.000 2.546.346.000 11.346.160.400.000 44.817 11.000 7.000.125.541 7.125.000.000 4.000 37.062.125.000 1.160.400.000 4.810.737 0.000 11.750 480.679.000 2.000 5.000 11.000 2.000 198.095.000.9227 -86.000 37.400.445.260.750 16.400.000 5.000 2.679.680.797.679.317 392.000.260.8513 922.200.000 198.000 2.797.7855 10.000 4.396.800.000 37.317 400.750 480.752 0.125.400.400.200.679.812.680.850.160.817 11.000 11.750 16.000 5.925.750 480.000 11.000 4.000 2.000 11.625.953.625 336.317 398.752 0.000.7248 13.024.000 5.965 0.750 480.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.752 0.320.000 2.083.742.38% 86.000 4.750 16.200.680.500 2.000 2.4847 5.160.797.281 7.000 5.500 2.000 4.000 4.320.000 11.000 11.625.810.4472 24.500 2.213.200.093.000 11.000 2.200.011 118 .000 25.797.093.320.093.000 2.000 25.093.760.125.339.000 198.6170 6.000 6.000.000 345.200.000 3.093.810.780.817 18.765.5253 9.000 1.752 0.000 5.051 0 4.160.000 44.000 12.797.000 2.339.346.797.679.000 56.400.625.500 2.000 11.000 4.000 28.361.317 398.000 1.752 0.680.953.817 18.160.340.850.625 11.317 392.700.679.680.000 2.000 198.093.500.800.000 9.000 11.093.000 44.626 1.346.000 345.626 5.949 5.000 1.850.000 9.500 2.513.400.887.686.000 5.000 56.875 240.752 0.000 36.300 7.000 99.000 2.200.000 2.000 4.817 13.625.205.996.000 9.550 390.400.000 11.000 4.317 392.000 37.000 2.000 44.200.213.234.000 1.797.800.5693 7.000 25.000 37.000 139.750 480.317 400.000 4.000 9.750 16.800.000 4.176.680.000 11.213.800.200.200.500 241.800.000 25.758.750 16.000 36.000 4.810.953.797.800.000 198.200.250 0 299.000 1.320.000 36.000 9.850.494.000 4.160.494.000 4.737.000 4.500 840.093.625.100.000 36.950.000 4.000 345.093.000 56.200.093.750 480.817 55.160.200.000 37.000 82.000 25.125.000 44.750 16.000 5.810.000 5.400.400.680.400.000 25.500 172.000 15.000 2.200.626 Rp0 8. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 37.000 11.000 56.200.400.546.000. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.801 0 4.000 25.817 13.000 44.000 37.000 4.810.234.000 1.850.000 56.000 345.810.817 11.500 2.000 36.000 198.500 2.093.000 3.000 36.625.765.234.000 345.292 0 4.930.000 9.625.000 36.673.797.000 2.250 -93.160.000 2.000 18.810.200.346.686.000 345.000 37.534.320.875 8.160.320.320.000 39.680.262 1.093.260.000 2.000 198.000 345.125.679.000 4.155.093.000 4.000 11.000.400.000 4.260.160.093.715.000 9.800.797.750 16.750 480.712 286.000.000 2.000 56.500 5.686.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.850.000 11.000 36.419 0.075.400.400.6687 7.000 36.679.850.000 9.000 44.000 345.234.000.200.850.000 44.750 480.320.093.500 2.125.00 10 Tahun 0 4.000 2.400.

804 318.000 480.000 330.866.000 2.765 411.720.727.000 160.720.000 160.000 4.236 30.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 30.727.720.000.765 411.363.750.000 860.000 15.109.000.720.804 318.000 600.315.720.765 36.000 875.727.750.000.000.000 770.000 600.285 2 64.435 288.000 480.569 8 92.000 240.727.882 205.720.804 318.765 411.448.000 2.000 850.000 390.000 750.Lampiran 13.000 925.000 4.448.013.000 500.000 875.804 318.000 330.000 820.402 159.448.000 480.750.804 318.000.360.804 318.720.000 4.000 4.448.804 318.750.000 480.000 600.000 119 .727.998 3 92.000 30. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.000 820.765 411.569 10 92.000 4.563 223.000 75.000 2.569 6 92.000 600.765 411.000 30.569 5 92.727.569 7 92.667 448.448.000 860.904.750.448.727.569 9 92.000 770.724.448.000.765 411.000 925.000 30.200.727.000 480.000 800.000 30.569 4 92.000 3.720.000 75.000 1.000 750. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.804 318.000 390.765 411.

000 9.000 4.076 7.000 15.000 5.200.000 4.213.000.500 2.817 11.500 2.160.625.000 44.765.000 2.093.000 4.234.000 5.5693 7.000 2.000 37.000 11.000 36.000 36.626 5.093.930.093.339.000 2.679.500 172.262 1.320.000 1.200.000 7.742.817 55.750 16.000.320.00 10 Tahun 0 4.000 18.000 2.000 44.000 1.000 56.000 345.125.500 2.000 4.750 16.317 398.625.000.625 11.737.750 16.396.000 1.000 4.817 18.000 198.686.000.200.000 5.000 2.797.200.38% 86.400.346.000.750 480.000 12.320.000 56.011 120 .4472 24.000 2.686.760.626 Rp0 8.797.850.000 2.000 11.800.000 44.346.346.000 9.000 2.801 0 4.817 11.625.000 36.125.260.000 11.4847 5.000.400.000 36.800.000 4.320.200.160.000 6.000 1.675.000 4.000 4.810.093.850.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 37.400.000 37.000 345.000 28.000 9.260.887.750 480.125.750 16.626 1.752 0.626 -86.800.000 36.513.000 11.850.346.6687 7.8513 922.000.797.817 13.850.093.160.7248 13.317 398.750 480.000 2.996.093.250 0 299.000 37.7855 10.317 392.000 37.000 139.125.000 4.797.400.625.000 25.317 400.810.400.953.800.953.680.346.000 198.000 4.000.200.160.810.205.000 2.400.234.000 2.346.125.000 4.000 25.260.758.810.234.000 4.000 2.320.000 56.850.093.000 2.000 25.000 4.000 9.400.400.752 0.679.000 345.810.062.213.000 4.810.752 0.000 56.000 44.000 25.673.925.176.320.000.965 0.000 11.024.850.000 36.5253 9.250 -93.686.797.752 0.160.095.850.000 4.810.000 4.750 16.750 16.765.346.000 11.712 286.317 400.500 2.000 25.300 7.093.400.500 2.546.000 2.817 13.700.000 44.051 0 4.160.500 2.500 1.000 11.000 198.000 56.000 4.000 198.500.200.800.000 99.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 4.000 11.000 198.317 392.750 480.000 198.750 480.317 392.625.108.679.680.000 11.000 37.625.000 1.752 0.100.875 240.500 2.400.680.679.810.9227 -86.000 345.000 345.000 9.000 5.200.000 25.750 480.093.000 82.340.000 56.000 11.750 16.200.093.000 37.949 5.260.000 5.000 2.000 11.000.000 198.200.445.200.160.200.000 2.160.875 8.625.000 44.750 16.000 39.546.000 2.400.000 11.000 2.200.400.625 336.320.000 44.346.000 2.083.000 5.000 1.000 2.292 0 4.750 480.400.850.000 4.000 5.780. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.800.000 56.680.361.125.000 2.679.093.400.160.000 44.000 4.000 36.125.715.000 37.000 9.000 4.750 480.000 2.200.093.000 37.093.400.200.419 0.125.000 25.000 11.494.000 25.679.541 7.000 11.679.281 7.797.000 9.950.800.400.093.797.000 4.953.6170 6.400.000 2.000 37.817 18.000 2.812.160.000 44.494.000 44.000 11.400.679.000 345.000 11.500 2.160.200.404.000 5.000 4.500 5.680.339.500 840.400.213. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.155.000 345.752 0.000 1.000 56.000 3.075.817 11.800.000 3.000 345.000 36.797.534.000 198.000 9.680.000 1.000 5.550 390.320.317 400.234.752 0.680.213.797.797.200.000 36.680.737 0.625.000 36.500 241.093.093.200.

000 875.000 75.000 231.000 30.750.000 426.000.000 426.000 330.750.000 820.000.200.200.000 426.000.000.000 330.000.000.000 160.000 2 67.000 36.000 390.000 330.000 30.000 2.866.750.000.000 600.000.000 15.Lampiran 14.000 925.000.866.000.000 4.000 480.000.000 8 96.000 3 96.000 600.000 1.750.000 10 96.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 5 96.000 480.000.000 770.000.000.000 600.000.000.000 75.000 4.000.000 800.000 426.000 820.000 330.000 30.000 121 .000 165.000.000.000 330.000 770.000 2.667 30.000 750.000.000 480.000.000 4.000 480.000 4 96.000.000 850.000 330.000.000 4.000 330.200.000 860.000.000 925.000 330.000 426. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 750.000 875.000 860.000 426.000 330.000 390.000 3.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 240.000.000 600.000.000 480.000 9 96.000.000.000 160.000 426.000 30.000 7 96.000.000.000 298.667 462.750.000 500.000.000 6 96.000 4.000 213.000.000 330.000 2.000 30.

000 149.797.000 9.000 25.200.686.750 480.160.850.758.000 44.248 55.400.000 4.800.000 359.000 4.200.000 1.752 0.200.626 Rp0 8.281 7.302 7.800.000 2.931 2.200.752 0.000 56.000 6.160.431 11.234.000 2.160.000 37.000 359.626 5.949 5.160.752 0.000 213.000 4.750 16.400.000 44.000 9.000 3.000 2.948.931 2.897.000 4.000 4.160.000 28.750 16.810.765.000 5.752 0.812.230.897.160.875 240.000 213.260.810.797.320.797.320.400. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.400.797.000 9.320.950.000 39.000 2.320.400.810.093.000.317 412.680.000 213.200.093.850.000 359.625.686.100.625.000 3.8513 922.546.125.176.000 2.000 359.000 11.263 1.000 18.965 0 306.000 11.400.850.093.000 2.000 7.160.000 25.000 36.810.000.317 412.626 1.248 18.024.000 36.000 36.000 9.810.431 11.750 16.765.752 0.950.248 13.431 11.000.000 359.000 1.215 5.125.000 44.996.093.000 4.000.400.000 36.400.116.897.230.625.505.801 0 4.000 9.093.431 11.000 4.234.765.625.000 4.760.000 4.000 4.000.339.000 2.000 4.000 4.800.000 2.000 56.797.093.925.200.660.800.234.200.051 0 4.541 7.400.513.431 11.234.000 359.750 480.546.552 390.931 2.000 37.000 5.797.095.000 44.897.419 0.750 16.875 8.928.000 4.093.680.000 213.361.797.000 36.4847 5.780.680.797.750 16.000 44.320.230.000 25.750 16.000 2.000 213.320.155.000 1.400.000 2.505.340.000 213.897.400.292 0 4.750 480.260.076 7.000 9.317 414.6170 6.000 1.700.000 5.000 37.965 0.505.000 37.000 11.260.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 37.000 4.000 2.850.261.000 2.750 480.625 11.000 12.000 2.000 4.000 2.000 213.850.200.615.000 4.000 4.400.400.000 56.965 -93.000 5.000 2.6687 7.000.000 359.800.230.000 11.000 44.000 1.200.000 1.200.000 5.752 0.500 1.000 11.230.680.125.000 37.850.248 18.200.000 11.000 15.000 37.125.093.00 10 Tahun 0 4.093.200.765.400.000 44.431 11.750 16.200.000 2.317 407.200.125.000 56.000 37.230.737 0.000 4.200.000 2.000.317 407.7855 10.800.000 2.093.000 4.000 2.000 36.000 2.500 840.317 407.000 1.897.931 2.000 5.931 2.160.093.680.000 82.000 4.000 25.000 4.9227 -86.931 2.000 9.686.000 2.400.000 2.750 16.000.000.680.752 0.000 36.431 11.000 5.400.093.625.897.200.850.320.5253 9.093.000 106.083.160.000 36.750 480.062.500 179.4472 24.000 5.000 44.887.000.000 37.093.897.317 414.534.317 414.000 359.7248 13.000 213.396.431 11.750 480.400.248 13.000 25.737.850.680.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.931 2.248 11.400.000 56.125.011 122 .000 25.000 9.000 2.797.248 11.000 56.000 4.810.5693 7.000 44.800.000 36.750 480.715.800.125.230.765.750 480.000 25.625.000 4.494.000 56.160.230.712 297.400.625.093.625.125.093.680.200.320.000 5.797.494.200.000 11.931 2.000 2.38% 86.160.626 -86.765.000 37.810.000 36.205.260.404.445.810. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 44.500 251.000 1.500.000 11.000 56.248 11.625 336.000 25.

000 5 96.000.000 15.000.000 875.000 426.000 480.000 750.000.000 820.000.000.000 160.000 330.000 426.000.000 330.000 770.000 330.000 600.000.000 7 96.000 750.000 75.000.000 36.000 9 96.667 30.000 600.000 480.866.000 330.000 850.000 426.000 4 96.000 770.000.000.000 10 96.000 4.000 2.000.000 426.000 330.000 600.000 30.000 213.000.000 426.000 240.000.000 165.000 30.000 480.000.000 426.000 123 .000 860.200.000 390.000.000 860.750.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000.000 2 67.000 2.000.750. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000.000 480.000 4.000 330.000.750.000 480.000.000 925.000 820. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 330.000 3.000 1.000 298.667 462.000 875.000 500.000.000.000.000 800.000.000 30.000 4.000 3 96.000 390.000.000.000 30.000 2.000 160.000.000 4.200.000 330.000 8 96.000.750.866.000.000 30.000.000.Lampiran 15.000.000 330.000 6 96.000 330.000 426.000 925.200.000 231.000 75.750.000 600.000 4.000.

125.000 4.679.000 1.5253 9.948.160.750 480.351.400.680.513.125.765.494.000 9.680.679.093.000 99.000 37.810.248 13.234.351.317 414.000 37.000 11.248 11.000 71.234.095.260.625.505.000 4.000 36.000 198.965 0.00 10 Tahun 0 4.200.931 2.431 11.248 11.000 2.500 840.737 0.000 4.949 5.000 139.317 412.000 4.125.679.875 8.000 49.000 36.000 71.000 11.320.000 25. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.155.000 2.160.000 2.000 37.351.000 44.051 0 4.431 11.000 82.000 44.850.200.000 2.093.000 9.200.000 9.000 71.000 4.000 359.000 71.797.000 36.125.000 71.765.160.200.000 25.116.625.093.000.686.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.626 5.000 4.000 44.351.000 359.400.752 0.000 5.000 37.000 71.000 359.200.680.534.758.680.000 18.260.317 407.000 2.000.715 5.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.750 16.897.431 11.626 -86.000 35.000 4.000 198.750 16.750 480.931 2.317 414.000 4.000 44.000 5.000 44.750 16.093.810.000 11. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.200.546.000 4.400.750 480.810.931 2.950.680.093.850.062.675.093.965 -93.810.234.950.625.000 359.000 1.000 198.404.797.737.200.925.750 16.000 44.400.680.928.093.000 71.810.320.200.000 37.248 11.200.431 11.200.4472 24.000 1.000 5.320.000 4.000 2.400.700.000 36.000 11.679.897.4847 5.176.281 7.750 480.797.200.850.000 2.000 5.000 1.810.797.000 2.000 37.000 198.000 5.160.931 2.000 198.200.765.000 11.083.317 407.810.263 1.752 0.750 16.000 11.625.000 5.6687 7.000 2.292 0 4.000 198.000 36.093.797.000 5.7248 13.000 36.850.000 1.000 2.248 18.000 2.000 1.431 11.500 179.000 44.400.000 44.625 11.000 9.125.400.000.000 25.500.626 1.160.752 0.248 55.750 16.000 12.810.400.160.400.400.400.000 4.750 16.000 4.000 37.750 480.093.093.000 4.680.000 37.38% 86.897.000 5.000 2.000 9.200.000 2.260.445.160.400.419 0.396.000.000 25.317 414.996.000 25.000.200.875 240.000 37.625.024.300 7.494.205.625.000 198.000 36.000 2.000 2.000 2.000 2.000 198.946.000 3.075.351.000 36.093.093.000 4.160.400.679.400.000 9.351.000 2.002 7.000 359.125.000 4.626 Rp0 8.000 9.320.000 359.200.000.850.093.351.625.500 5.660.797.260.400.000 6.000 25.679.750 480.9227 -86.000 36.750 16.000 3.797.812.931 2.765.000 71.431 11.897.160.000 2.887.931 2.000 36.797.765.897.248 13.351.234.000 11.093.076 7.000 2.850.625.965 0 306.000 4.000 25.505.780.897.000.000 4.000 44.320.850.000 1.715.897.752 0.5693 7.400.000 4.000 4.400.541 7.000.931 2.011 124 .339.093.500 251.160.000 359.431 11.6170 6.752 0.897.320.000 4.000.680.000 44.125.000 11.797.500 1.712 297.000 37.801 0 4.750 480.000 2.000 4.320.679.000.752 0.850.339.931 2.797.000 4.200.320.752 0.000 359.000 1.8513 922.317 407.361.765.000 2.160.093.625 336.317 412.200.552 390.000 4.000 25.000 2.248 18.546.7855 10.431 11.100.750 480.686.340.679.200.125.000 15.505.686.000 9.000 2.400.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful