ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan

Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah)

SKRIPSI

ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890

DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2009

RINGKASAN ROCH IKA OKTAFIYANI. Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan Tintin Sarianti) Sektor UKM merupakan sektor yang memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan ini membuat kontribusi UKM terhadap perekonomian Indonesia pada tahun 2007 sebesar 53,6 persen. UKM juga memiliki laju pertumbuhan yang lebih baik jika dibandingkan dengan usaha besar. Keunggulan UKM membuat Pemda Kabupaten Kendal memberdayakan UKM untuk membangun daerah. Kontribusi industri pengolahan termasuk UKM sebesar 35,48 persen dari total PDRB di Kabupaten Kendal. Pemda Kabupaten Kendal telah menetapkan wilayah-wilayah tertentu sebagai produsen makanan kecil. Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak dengan sentra pembuatannya adalah di Kecamatan Pegandon. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis kerupuk yang terbuat dari bahan baku kulit sapi dan kerbau. Permintaan kerupuk rambak meningkat namun permintaan ini tidak diimbangi oleh penawaran dari industri kerupuk rambak. Ketidakseimbangan permintaan dan penawaran ini mengindikasikan masih ada pangsa pasar yang masih dapat diraih oleh pelaku usaha. Namun, usaha pembuatan kerupuk rambak dianggap sebagai usaha tradisional yang tidak mendatangkan keuntungan. Selain itu, usaha kerupuk rambak dipengaruhi oleh bahan baku. Harga kulit kerbau lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan usaha untuk menilai usaha pembuatan kerupuk rambak serta analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kelayakan pembuatan usaha kerupuk rambak dilihat dari aspek non finansial, 2) Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau, 3) Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau, 4) Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau. Lokasi penelitian dipilih secara purposive. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Data diambil dari tiga responden pengusaha kerupuk rambak. Pengambilan sampel menggunakan metode pengambilan contoh secara simple random sampling untuk responden pengusaha kerupuk rambak kulit sapi sedangkan untuk pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau dilakukan secara purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan studi literatur. Analisis yang digunakan yaitu analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, dan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial menggunakan kriteria Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),

Payback Period, Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan analisis switching value. Variabel untuk analisis switching value adalah penurunan penjualan kemasan besar, penurunan penjualan kemasan kecil, penurunan penjualan kedua kemasan, kenaikan harga kulit dan kenaikan harga lemak. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar, aspek teknis, aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. Namun dari aspek manajemen, usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. Dari aspek teknis, usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. Hasil analisis finansial usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 271.883.775,00. Nilai IRR sebesar 67,81 persen. Nilai Net B/C sebesar 5,09. Payback Period (PBP) selama 2,83 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha kerupuk rambak kulit sapi layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Sedangkan analisis kelayakan finansial kerupuk rambak kulit kerbau menunjukkan nilai NPV yaitu Rp 89.836.846,00. Nilai IRR sebesar 27,48 persen. Nilai Net B/C sebesar 2,16. Payback Period (PBP) selama 5,30 tahun. Berdasarkan kriteria kelayakan investasi usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau layak diusahakan. Berdasarkan hasil analisis switching value, perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. Perbandingan kelayakan finansial antar kedua usaha menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha, usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang lebih layak diusahakan. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha kerupuk rambak kulit sapi memiliki nilai yang lebih baik berdasarkan kriteria investasi dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau. Perhitungan laba rugi menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap perubahan yang disebabkan oleh keempat variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi.

ANALISIS KELAYAKAN USAHA PEMBUATAN KERUPUK RAMBAK KULIT SAPI DAN KULIT KERBAU (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Jawa Tengah) ROCH IKA OKTAFIYANI H34050890 Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Agribisnis DEPARTEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009 .

. Ir. SP. 131 415 082 Tanggal Lulus : . Nunung Kusnadi. MS NIP. Pembimbing Tintin Sarianti. NIP.Judul Skripsi : Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau (Studi Kasus: Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal Jawa Tengah) Nama NRP : Roch Ika Oktafiyani : H34050890 Disetujui. 132 311 854 Diketahui Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Dr. MM.

Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani H34050890 .PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Bogor.

Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Penulis juga aktif di berbagai kegiatan kepanitiaan.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Kendal pada tanggal 9 Oktober 1987 sebagai anak tunggal pasangan Bapak Samsudin dan Ibu Roch Mujiati. Penulis menjabat Sekretaris Departemen Sosial. Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas di SMA Negeri 1 Kendal dan lulus pada tahun 2005. Pada tahun yang sama penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor melalui jalur USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). SPd. Selama menjadi mahasiswa penulis aktif di beberapa kegiatan organisasi. . Penulis menyelesaikan pendidikan sekolah dasar di SDN 01 Gemuhblanten dan lulus pada tahun 1999. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama di SMPN 2 Kendal dan lulus pada tahun 2002. Institut Pertanian Bogor. Pada tahun kedua penulis. Selain itu. Lingkungan dan Masyarakat (Soslingmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Manajemen pada tahun 2006-2007 dan Staff Departemen Bisnis HIPMA (Himpunan Mahasiswa Peminat Agribisnis) pada tahun 2007-2008. Pada tahun pertama. penulis juga menjadi asisten responsi mata kuliah ekonomi umum pada tahun 2008-2009. yaitu tahun 2006 penulis diterima di Departemen Agribisnis. penulis masuk ke Tingkat Persiapan Bersama karena adanya program mayor-minor yang mulai diterapkan di IPB dan pada tahun pertama belum mendapatkan jurusan.

Bogor. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi dan Kulit Kerbau . Mei 2009 Roch Ika Oktafiyani .KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berbahan baku kulit sapi dan berbahan baku kulit kerbau serta melakukan perbandingan finansial atas kedua jenis usaha tersebut. Penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna mengingat keterbatasan-keterbatasan yang dihadapi selama penelitian berlangsung. Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu proses penulisan skripsi ini. Skripsi ini merupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Departemen Agribisnis.

kesabaran serta semangat yang tidak pernah putus. Lisda dan AGB 42 . Zulvan. SP. Wening.UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT. Santos. Almarhum Bapak atas pembelajaran hidup yang sangat berarti. doa. 5. untuk segala cinta. Keluarga besarku: Om Eko sekeluarga. atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Ir.Agribus selaku dosen penguji dari wakil komisi pendidikan Agribisnis pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Bulik Yum sekeluarga. Semoga akan persahabatan ini akan bertahan sampai kapanpun. Pemilik Citra Rasa. Rina. 10. Dani. Penyelesaian skripsi ini juga tidak lepas dari bantuan barbagai pihak. Dauz. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terimakasih kepada : 1. informasi dan dukungan yang diberikan. Ajib. Pemilik Dwi Djaya atas kesediaan menjadi tempat penelitian penulis. 9. Wiwi. MM selaku dosen penguji utama pada ujian sidang penulis yang telah meluangkan waktunya serta memberikan kritik dan saran demi perbaikan skripsi ini. Hepi. Riski. selaku dosen pembimbing atas bimbingan. Pemilik Dwi Joyo. 2. Trio Kendal AGB 42 (Twin. 8. MM. Bulik Sri sekeluarga dan Om Dik. Imam. atas waktu. Irma dan Nanda. Hendro Mursalim atas kasih sayang serta dukungan selama ini. Bulik Eni sekeluarga. Sepupu-sepupuku: Lilis. Ibu atas segalanya yang telah diberikan kepadaku. Yanti Nuraeni Muflikh. Popong Nurhayati. 7. SP. Tiara. kasih sayang. 6. kesempatan. Seluruh dosen dan staf pengajar Departemen Agribisnis atas ilmu yang telah diberikan kepada penulis. Cila. Yuzda. 3. Tintin Sarianti. M. 4.. Ferdy Daeng . Tika. Atas segala dukungan yang diberikan. 11. Nurul. waktu dan kesabaran yang telah diberikan kepada penulis selama penyusunan skripsi ini. Dek Ita dan Mbak Evi atas persahabatan yang sangat indah. arahan. dukungan.. Aqsa). Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya.

Ratih. Eni. Farikhin. 13. Ranti. Icha. Temen-temen Fokma Bahurekso Kendal khususnya Fokma 42: Aji. Manda. Debie NFF Napitupulu sebagai pembahas seminar atas masukan dan saran yang telah diberikan. Tak Kendal Maka Tak Sayang! 14. Lia. Riska. Reika. Evi. 12. Rifka Rino. Fery. Retno. Mba Sarah. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Topik dan yang lain atas kekeluargaan yang sangat berarti bagi penulis selama merantau disini. Suci. 15. (Go go Gareba AGB Grooowiiing the future). Mba Rahma. dan lain-lain. Teman-teman kost semua: Mba Putri.lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Mba Dewi. Dewi. . Wendi.

......6......................................... 2........6..........5.......1 Studi Kelayakan Proyek .................................................... 4..................7 Kerangka Pemikiran Operasional ........................ 3.......... 2..............4 Kulit .......................4..............2 Analisis Tentang Kerupuk ..3 Tujuan ...... 2.................................................5...................................... 3...........1...................................................... 4.............. IV METODE PENELITIAN ........2 Perumusan Masalah ...................................................................................1 Analisis Aspek Finansial ..... 2..... 5...................................................... 2...................................4 Manfaat ......5...6 Penelitian Terdahulu ....1......1 Latar Belakang ........... II TINJAUAN PUSTAKA ...............1 Keadaan Wilayah ..............1 Analisis Finansial ................................ 4..................... DAFTAR LAMPIRAN ........................DAFTAR ISI Halaman xiv xvi xvii 1 1 6 8 9 9 10 10 11 13 14 14 15 15 16 16 16 17 17 20 26 26 28 35 36 36 38 39 39 41 41 41 41 42 42 43 46 46 49 49 49 49 DAFTAR TABEL .....................2 Keadaan Penduduk .......... 3.................................................... 4......... ..........5 Analisis Switching Value ...................................4 Analisis Kelayakan Investasi ....................... 5. 4..........5 Metode Pengolahan Data ..............2 Aspek Studi Kelayakan .............1 Analisis Tentang Analisis Kelayakan .. V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN ................... 3.................................................................... 2.......................................... DAFTAR GAMBAR ... 4. 3....................................................4............. 2...... 2.1 Pengertian Kulit ...........2 Histologi Kulit .3 Data dan Instrumentasi ................. III KERANGKA PEMIKIRAN ..... 3......................................................2 Analisis Switching Value ........4................. 2...........2 Metode Penentuan Sampel ......................................... 1...............2 Proses Pembuatan Rambak ............................... 2...............1 Bahan Baku Pembuatan Rambak .3 Kerupuk .. 3................4......................................3 Kulit Sebagai Bahan Makanan ............................................ 2.............................. 2.................................. 2..............................6 Asumsi Dasar yang Digunakan ..................................... I PENDAHULUAN ..5 Kerupuk Rambak .......1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah ....................................................................... 2.......................2 Perusahaan Perorangan ............................................................................. 4..................................5....................................................................................................................4 Metode Pengumpulan Data . 3............................3 Teori Biaya dan Manfaat ....................... 4....6 Laporan Rugi Laba ............................. 2.... 2.............1 Lokasi dan Waktu ...5 Ruang Lingkup .............1 Kabupaten Kendal .............. 5........................... 2.......

.1 Lokasi Usaha ... 7................. ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL ...............3 Pertanian .........1...........1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan 50 50 52 53 56 56 56 57 58 60 61 61 62 64 64 67 67 68 68 69 69 69 69 71 71 71 73 76 77 79 80 ................4......... Ekonomi dan Lingkungan .....................1..............................4 Hasil Analisis Aspek Pasar ............... 6..............2 Aspek Teknis ..... 6.......1 Permintaan ....................................................................................................4 Perekonomian Daerah ...6 Hasil Analisis Aspek Teknis .............. 5...2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ......................... 6........... ANALISIS ASPEK FINANSIAL ......2 Penawaran .................... 7......... 6.......................2............... 5................... 6....2 Bahan Baku ......2............ 6..............................2..3 Aspek Manajemen ....................1.2 Kecamatan Pegandon .. 6............5 Aspek Sosial..........1.... 7................1 Bentuk Badan Usaha ................................. 6....................2....1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .. 6...............3.................................... 5............1..... 6................................. 7.. 6........................................................................1........ 7..4.. 7....1......................................................................... 6............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ..........1.1 Aspek Pasar .......... 6.............................2.......................1......................... 7..........................1...VI VII 5......................................................................................2.........................4 Aspek Hukum ........................ 6...........................5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ......3 Kapasitas Produksi ....................................................1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ..................1...............1 Hasil Analisis Aspek Manajemen ............................. 6......... 6.............3 Strategi Pemasaran ........ 6.. 7...............3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ... 6..5 Lay Out Usaha ...........2.2 Izin Usaha ..........3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi ................................4 Proses Produksi ...........2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .......................

.......................................2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...........................................................2......... VIII KESIMPULAN DAN SARAN ..........................................................Bahan Baku Kulit Kerbau .... DAFTAR PUSTAKA .1 Kesimpulan ....5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .................................................. 8........ 8.........................................3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ...... 81 82 85 86 88 89 92 92 93 94 96 .......................................................2.................3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Bahan Baku Kulit Kerbau ........................... 7.......................... 7.... LAMPIRAN ... 7...2............................................................... 7..............4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............. 7.................2 Saran .2........

.................................................................................................... 18 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau ..................... 13 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi ............................................... 22 Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha ......................................................... 3 Daerah Pengembangan dan Jenis Produk ...........DAFTAR TABEL Nomor 1 Laju Pertumbuhan PDB UKM (2005-2007) .................................................................................................................... 21 Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha .................................................................................. 12 Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................... 15 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau . 8 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun ................ 19 Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau ................................................................................................ 17 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .................................................................... 4 Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram .......................... 6 Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan ..... 14 Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun .................................... 16 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau .................................. 7 Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak . 20 Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau ....................... Halaman 3 4 4 14 51 52 63 72 74 75 76 77 78 81 83 84 85 86 87 89 90 91 ......................................................................... 11 Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ............................................................. 10 Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ... 2 Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 2003-2007 ..................................... 9 Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi ................................ 5 Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 ..............................................

.

.............................. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I ...................... Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak ..................DAFTAR GAMBAR Nomor 1 2 3 4 5 6 Halaman 17 40 59 59 66 67 Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak ...................... .. Kerangka Pemikiran Operasional .............. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II ................................................... Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon ......................

...................... 14 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah ................DAFTAR LAMPIRAN Nomor 1 Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa Tengah .... 9 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah ............................................ 6 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil .................................................................................... 11 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil ...... 7 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar ................ 5 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau ............................................... Halaman 97 99 101 102 104 105 107 109 111 113 115 117 119 121 123 ....... 13 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ............................................................................................................................................................................................................................ 2 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi . 4 Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau .............. 12 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar ........ 15 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak .......... 3 Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .................................................. 10 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak ................ 8 Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak ........................................

UKM merupakan usaha yang memiliki kemandirian dan tidak terlalu bergantung dengan pemerintah. Bagi Indonesia. Kemiskinan dan pengangguran meningkat karena usaha besar banyak yang mengalami kebangkrutan sehingga harus mengurangi karyawan bahkan harus menutup perusahaannya.multiply.com/journal [20 November 2008] . Berdasarkan Undang-Undang No. UKM (Usaha Kecil dan Menengah) mampu bertahan pada masa krisis ini. Disamping itu.brotherfatih. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Pada masa itu.id [20 November 2008] Budi. Produk-produk UKM bahkan memiliki kemampuan menembus pasar internasional sehingga memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan nasional.jatim. Sejak awal tahun 1970. Ariyo. Pada saat krisis moneter yang menerpa perekonomian Indonesia pada tahun 1997. antara Dilema dan Relita dalam www.1. Kamaludin. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dalam www. bahkan fenomena PHK menjadikan para pekerja beralih melirik sektor UKM ini. UKM juga berperan besar dalam mengurangi angka pengangguran. ditetapkan pengembangan industri nasional lebih diarahkan pada pengembangan usaha industri kecil melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif. atau pembangunan ekonomi suatu bangsa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat1. 1 2 . Rustian. tujuan pembangunan adalah tercapainya masyarakat adil dan makmur yang merata materiil dan spiritual. Pembangunan pada hakikatnya adalah proses perubahan yang terus menerus yang menuju ke arah perbaikan cita-cita yang ingin dicapai oleh suatu bangsa. 25 tahun 2000. fokus pembangunan perekonomian negara Indonesia adalah usaha besar dan modern. Namun.BAB I PENDAHULUAN 1. Indonesia mengalami tingkat pertumbuhan ekonomi yang pesat dari sektor industri besar. hampir 80 persen usaha besar mengalami kebangkrutan dan melakukan PHK massal terhadap karyawannya2. Latar Belakang Perekonomian merupakan sektor yang sangat penting dan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam membuat berbagai kebijakan untuk mencapai kesejahteraan.go.

di tahun 2003 dari 4. Pada tahun 2007. 2. dan PDB UB sebesar 5. pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6.6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2007 yang mencapai Rp 3.957. sektor UMKM/K sangat potensial menyerap tenaga kerja. 2.4 persen diantaranya berasal dari pertumbuhan UKM. Pertumbuhan PDB tahun 2007 ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2006. UMKM/K berperan memberi kontribusi dalam struktur perekonomian nasional.usaha-umkm.3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia (BPS 2008) Sumbangan pertumbuhan PDB UKM lebih tinggi dibandingkan dengan sumbangan pertumbuhan dari usaha besar.8 juta orang atau 97.3 triliun atau 53.3 Usaha Kecil Menengah (UKM ) memberikan kontribusi Rp 2.9 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.2 persen. Edward. Sektor UKM merupakan sektor yang penting untuk diberdayakan.com [20 November 2008] . Usaha kecil mampu meningkatkan produktivitas melalui investasi dan perubahan teknologi serta memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha berskala besar (Brata 2003. 3 .pengembangan industri lebih diarahkan pada usaha kecil karena dengan modal yang tidak terlalu besar. Usaha kecil juga dinilai memiliki kinerja yang cenderung lebih baik dalam menghasilkan tenaga kerja produktif. Kemudian. Ketiga. Fakta tersebut tidak mengherankan karena usaha kecil dan menengah dengan jiwa wirausaha mampu bertahan.8 juta unit usaha atau 99. Deddy. Terdapat beberapa indikator yang menjelaskan pentingnya pemberdayaan UKM yaitu pertama UMKM/K merupakan basis usaha yang mampu bertahan dari badai krisis ekonomi 1997. dan tumbuh di masa sulit dengan mengandalkan sumberdaya yang terbatas. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil dalam www. diacu dalam Widyastuti 2008).121. Pada tahun 2006.4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh sebesar 6.blog. usaha ini masih bisa berproduksi. Kedua.1 persen pertumbuhan PDB nasional secara total.2 persen (BPS 2008). pertumbuhan PDB UKM sebesar 5. berkembang.8 persennya berasal dari pertumbuhan UKM. Sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91.7 persen.99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia. Pada tahun 2000 dari 4.4 triliun. Jumlah populasi UKM pada 2007 mencapai 49.

25 6. Kondisi perekonomian Kabupaten Kendal tahun 2007 ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4.28 persen.Tabel 1.23 Dari Tabel 1 diketahui laju pertumbuhan PDB UKM.84 6. Laju pertumbuhan PDB UKM ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 5. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan daerah.51 Keterangan : * angka sementara ** angka sangat sementara Sumber : Berita Resmi Statistik [2008] 2007** 6. Tabel 2 menunjukkan struktur ekonomi Kabupaten Kendal.66 persen.38 6.38. lebih tinggi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2006 yaitu sebesar 3. Pada tahun 2005 laju pertumbuhan UKM sebesar 5.69 5.73 Usaha Besar 5.24 6.23 Total 5.27 Usaha Kecil dan Menengah 5.50 Usaha Menengah 6.18 6. merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan sektor lain. Sektor industri pengolahan yang sebagian besar berupa usaha kecil dan menengah dan termasuk di dalamnya adalah industri makanan dan minuman masih merupakan sektor yang menjadi andalan terbesar di Kabupaten Kendal (BPS Kabupaten Kendal 2007). Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (Persen) Skala Usaha 2005 2006* Usaha Kecil 5. .95 5.82 5.23 persen pada tahun 2006 dan meningkat lagi pada tahun 2007 sebesar 6.95 persen.37 5. Hal ini ditandai dengan sumbangannya terhadap total PDRB Kabupaten Kendal yang berkisar di atas 35 persen. Nilai laju pertumbuhan UKM juga lebih tinggi jika dibandingkan dengan usaha besar.

Listrik. hotel dan 17.Tabel 2. Struktur Ekonomi Kabupaten Kendal Atas Harga Berlaku tahun 20032007 (persen) Lapangan Usaha 2003 2004 2005 2006 2007 1. Daerah Pengembangan dan Jenis Produk Lokasi Produk Kec. gas dan air minum 1.63 6.78 2.Kerupuk Petis .27 komunikasi 8.id [2007] Salah satu jenis produk yang dikembangkan di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak.05 1.40 24.33 restoran 7. Pegandon Sumber : www. Kerupuk rambak merupakan salah satu jenis makanan yang .Kripik Paru . Limbangan Kec.Gula Aren . Pertanian 23.38 1.72 17.52 37.69 17.Krupuk Rambak Kec.88 3.58 Produk Domestik Regional 100 100 100 100 100 Bruto (PDRB) Sumber : BPS Kabupaten Kendal [2007] Tingginya kontribusi sektor pengolahan termasuk industri makanan dan minuman membuat Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman di wilayah tersebut.83 3. Bangunan 4. Weleri Kec. Cepiring Kec.Kripik Tempe .Momoh Jerohan .72 2.41 9.85 jasa perusahaan 9.68 17.Kerupuk Mie Kec.11 1.11 penggalian 3. Pengangkutan dan 2. Jasa-jasa 8. Perdagangan.06 3.67 9.56 2. Industri pengolahan 38.05 2.kabupaten-kendal.77 2.25 9.92 23.88 25.57 35.00 1.71 5. Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal bahkan telah menetapkan daerah-daerah di wilayah administratifnya untuk dikembangkan sebagai penghasil produk makanan kecil.00 1. Sukorejo Kec. Kaliwungu .59 35. persewaan dan 2.Rangin / Rengginan .46 37. Keuangan.03 23.23 17.57 1.82 9.70 2.81 2.72 3.go.26 3.48 4.Bandeng Presto .55 1. Tabel 3.Dawet Gempol . Pertambangan dan 1.48 1. Kendal .Terasi .92 3.

perusahaan yang ada di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi untuk proses produksi kerupuk rambak.terbuat dari bahan baku kulit kerbau atau dari kulit sapi. Pada umumnya.000. Hal ini merupakan suatu peluang usaha yang baik karena proses produksi kerupuk rambak relatif mudah dilakukan. Selama ini pemanfaatan utama ternak besar seperti sapi potong dan kerbau hanya terbatas pada dagingnya saja sementara untuk bagian tubuh yang lain memiliki nilai jual yang relatif rendah. Perusahaan ini memiliki perbedaan dengan usaha yang telah berjalan. Dasar pemikiran penggunaan bahan baku kulit kerbau adalah bahan baku kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik ketika digoreng. Walaupun peningkatan populasi kerbau dan sapi tidak terlalu besar. Berdasarkan data Dinas Peternakan Jawa Tengah tahun 2006.00 untuk kemasan 250 gram. Dari Lampiran 1 diketahui bahwa terjadi peningkatan populasi kerbau dan populasi sapi di Kabupaten Kendal dari tahun ke tahun.841 ekor dan populasi sapi potong pada tahun 2006 sebesar 16. pada tahun 2005 ada perusahaan baru yang masuk ke dalam industri. Namun. para produsen yang telah lama mengusahakan kerupuk rambak memilih bahan baku kulit sapi karena harga bahan baku kulit sapi yang relatif . Hal ini dibuktikan bahwa kerupuk rambak memiliki nilai jual yang tinggi yaitu sebesar Rp 60. Sementara. populasi kerbau di Kabupaten Kendal pada tahun 2006 sebesar 4. Usaha pengolahan kerupuk rambak merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan nilai tambah bagi komoditi kerbau dan sapi. Pembukaan usaha kerupuk rambak ini juga dapat menyerap tenaga kerja di sekitar usaha sehingga dapat mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang selanjutnya akan meningkatkan perekonomian daerah di Kabupaten Kendal. Pengusahaan kerupuk rambak di Pegandon ini sudah dilakukan cukup lama. Perusahaan baru menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.000.547 ekor. namun kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari kota lain seperti Demak dan Pekalongan.00 untuk kemasan 500 gram dan Rp 30. Kecamatan Pegandon merupakan daerah sentra pengembangan produk kerupuk rambak Kabupaten Kendal. Hal ini merupakan suatu peluang bagi pertumbuhan industri kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.

000. Jumlah permintaan kerupuk rambak pada kedua waktu tersebut dapat mencapai 3000 kilogram sampai 3500 kilogram.00 per kilogram sedangkan bahan baku kulit kerbau memiliki harga sebesar Rp 17. Permintaan ini akan melonjak ketika liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran.00 per kilogram. Pemanfaatan kerbau dan sapi potong ini selama ini difokuskan pada dagingnya saja sementara untuk bagian limbahnya seperti kulit kurang dioptimalkan dan memiliki nilai jual yang murah. Harga bahan baku kulit sapi yaitu sebesar Rp 12.000. Sehingga penggunaan bahan baku kerbau akan mempengaruhi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Produk kerupuk rambak yang terbuat dari kulit sapi dan kulit kerbau penilaian yang sama dari konsumen dan kedua jenis produk ini juga memiliki harga yang sama. Tabel 3 menunjukkan bahwa salah satu jenis produk yang dikembangkan usahanya di Kabupaten Kendal adalah kerupuk rambak dengan sentra produksi di Pegandon. Setidaknya telah ada empat pengusaha yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak. Sedangkan hasil produksi industri hanya sebesar 1000 kilogram sampai 1100 kilogram per bulan.2. 1. Jumlah permintaan kerupuk rambak saat ini mencapai 1500 kilogram sampai 1800 kilogram per bulan. Kecamatan Pegandon merupakan sentra pembuatan kerupuk rambak di Kabupaten Kendal.lebih murah bila dibandingkan dengan kulit kerbau. Pemda Kabupaten Kendal terus mendukung tumbuhnya industri-industri baru terutama industri kecil dan menengah dan juga mendukung perkembangan UKM yang telah berdiri cukup lama untuk terus mengembangkan usahanya. Jumlah permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hasil produksi membuat usaha sering mengalami over demand terutama pada saat-saat dimana . Perumusan Masalah Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memberdayakan UKM sebagai salah satu komponen dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan adanya usaha pengolahan kulit sapi dan kerbau menjadi kerupuk diharapkan akan meningkatkan nilai tambah dari kulit sapi dan kulit kerbau. Kerupuk rambak ini merupakan kerupuk yang terbuat dari kulit kerbau atau kulit sapi.

Hal ini terbukti sejak tahun 1990 hingga saat ini hanya ada empat perusahaan yang menggeluti usaha pembuatan kerupuk rambak secara komersial. aspek sosial. Hal ini dikarenakan dengan menggunakan bahan baku yang lebih mahal maka harga pokok penjualan yang didapat akan lebih tinggi. penerapan teknologi serta ketersediaan bahan baku. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis bagaimana pengaruh penggunaan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksi kerupuk rambak terhadap kelayakan usaha. aspek teknis. Anggapan masyarakat ini juga dipertegas dengan kondisi tidak adanya pengembangan usaha dari para pengusaha kerupuk rambak. Dengan demikian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak menjadi penting untuk dilakukan. Produk kerupuk rambak dijual pada tingkat harga yang sama sehingga akan mengurangi tingkat keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. Sedangkan penilaian terhadap aspek manajemen diperlukan untuk mengkaji seberapa jauh usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikelola. Usaha kerupuk rambak ini dipengaruhi oleh harga kulit sapi atau kulit kerbau sebagai bahan baku utama. Tujuan kelayakan usaha adalah untuk menilai apakah usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan dan dapat mendatangkan keuntungan bagi pelaku usaha. Penilaian aspek . usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang menarik para pelaku usaha. Harga kulit kerbau relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi.permintaan melonjak tajam yaitu pada saat liburan dan hari raya. Penilaian terhadap aspek teknis diperlukan untuk mengkaji proses pengolahan. ekonomi dan lingkungan serta aspek finansial. Masyarakat menganggap usaha kerupuk rambak sebagai usaha tradisional yang tidak menghasilkan keuntungan. Jika usaha layak maka pemerintah dapat merekomendasikan usaha kerupuk rambak ini kepada para pelaku usaha baru untuk mendirikan usaha maupun kepada pengusaha untuk mengembangkan usahanya. Penilaian terhadap aspek pasar dilakukan untuk mengetahui potensi pasar akan kerupuk rambak. Ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran ini merupakan indikasi bahwa masih ada pangsa pasar yang dapat diraih oleh pelaku usaha baru. Untuk menilai kelayakan diperlukan penilaian terhadap aspek pasar. Namun. aspek manajemen.

Bagaimana kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Bagaimana kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya? 4. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. perluasan kesempatan kerja serta dampak limbah usaha terhadap lingkungan sekitar.sosial dan lingkungan diperlukan untuk mengkaji peningkatan pendapatan pengusaha. Bagaimana kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau? 3. Bagaimana perbandingan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau? 1. Membandingkan kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak yang berasal dari kulit kerbau. aspek manajemen. Mengidentifikasi kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dilihat dari aspek pasar. Secara finansial perlu dikaji apakah usaha layak dilaksanakan dan menguntungkan karena untuk mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak diperlukan investasi yang cukup besar. Menganalisis kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau. 3. Dari uraian diatas. aspek manajemen. aspek teknis.3 Tujuan Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut maka tujuan penelitian ini adalah: 1. aspek hukum dan aspek sosial. dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi topik penelitian ini. ekonomi dan lingkungan? 2. adalah: 1. 2. aspek teknis. Menganalisis kepekaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi dan kulit kerbau apabila terjadi perubahan pada faktor yang dapat mempengaruhi manfaat dan biaya. 4. .

dan dapat dijadikan acuan atau perbandingan dalam melakukan studi lanjutan. khususnya di bidang studi kelayakan bisnis. Penulis. Pemilik perusahaan.5 Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis usaha pembuatan kerupuk rambak yang ada di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. penelitian ini merupakan salah satu referensi untuk mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak.1. Pembaca. 1. Pembahasan penelitian ini hanya mencakup aspekaspek yang dianalisis dan yang terjadi di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. .4 Manfaat Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak yang berkepentingan : 1. 3. 2. penelitian ini merupakan salah satu sarana bagi perusahaan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah. penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca. Usaha yang dianalisis adalah usaha yang telah memiliki merek pada produk perusahaan dan berproduksi secara kontinu. dengan penelitian ini pemilik usaha mengetahui kelayakan usaha kerupuk rambak dan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan demi keberlangsungan usahanya. Bagi pemerintah. 4.

maupun tidak langsung dengan usaha menengah atau besar. Definisi usaha kecil menurut Bank Indonesia mengacu pada definisi yang sesuai dengan UU No. badan usaha yang tidak berbadan hukum. yaitu: 1.3/2/PBI/2001) merujuk pada UU tersebut. atau badan usaha yang berbadan hukum termasuk koperasi. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha). Berbentuk usaha orang perorangan. dengan jumlah tenaga kerja di bawah 3 orang termasuk tenaga kerja yang tidak dibayar . Depperindag menuangkan definisi industri skala kecil menengah dalam Keputusan Menperindag (Kepmenperindag) No.depperindag. Dimiliki oleh Warga Negara Indonesia.go.id). dikuasai dan berafiliasi baik langsung. Kerajinan rumah tangga.9 tahun 1995 karena kriteria usaha kecil dan menengah dalam peraturan Bank Indonesia yang berkaitan dengan pemberian Kredit Usaha Kecil (PBI No. 4.1 Definisi Usaha Kecil dan Menengah Sampai saat ini belum ada definisi maupun kriteria baku mengenai UKM. 3. Berdiri sendiri bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki. dan 5. 257/MPP/Kep/1997 sebagai suatu usaha dengan nilai investasi maksimal Rp 5 miliar termasuk tanah dan bangunan (www. atau 2. Masing-masing institusi atau lembaga pemerintah mempunyai kriteria berbeda terhadap UKM di Indonesia. Kriteria usaha kecil yang tercantum pada pasal 5 Bab III Undang-Undang Nomor 9 tahun 1995 adalah : 1. Sedangkan BPS (2004) membagi jenis UKM berdasarkan jumlah tenaga kerja. Menurut Departemen Perindustrian RI pada tahun 1991 definisi dari industri kecil dan kerajinan adalah kelompok perusahaan yang dimiliki penduduk Indonesia dengan jumlah aset kurang dari Rp 600 juta diluar nilai tanah dan bangunan yang digunakannya.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Memiliki hasil penjualan paling banyak Rp 1 milyar per tahun.

serta kemampuan adaptasi yang tinggi dalam menghadapi perubahan situasi dalam lingkungan usahanya. Jumlah asset tidak melebihi $ 100 ribu UKM memiliki kekuatan dan kelemahan dalam menjalankan usahanya. yaitu: 1. pandai memanfaatkan pasokan produksi yang murah secara efisien untuk menghasilkan produk dan jasa yang murah bagi konsumen. dan c. Pendapatan setahun hingga sejumlah $15 juta. Sedangkan segi negatif dalam UKM yang dapat menjadi penghambatnya adalah kelenturan untuk berganti-ganti bidang usaha dan rekayasa tatanan sistem perekonomian bebas internasional sehingga tidak mampu bersaing dengan usaha swasta besar baik domestik maupun asing (Lamadlauw 2006. diacu dalam Widyastuti 2008). 2. Pendapatan setahun tidak melebihi $100 ribu. Jumlah aset hingga $15 juta 2. Jumlah karyawan kurang dari 30 orang b.2. . permintaan pangsa pasar yang dimasuki sangat tinggi. dengan kriteria: a. dan c.2 Perusahaan Perorangan Usaha perorangan merupakan bentuk badan usaha perorangan yang dimiliki seseorang dan bertanggung jawab secara penuh terhadap semua risiko dan kegiatan perusahaan. Pendapatan setahun tidak melebihi $ 3 juta. Usaha kecil. Small enterprise. dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 5-9 orang Usaha menengah. Medium enterprise. dengan kriteria: a. Pada tingkat internasional. 3. dengan kriteria: a. Sebagian dari kelebihan yang dapat menjadi kekuatannya adalah kemampuan bertahan hidup yang tinggi. UKM didefinisikan olah World Bank yang membagi UKM ke dalam tiga jenis. Jumlah asset tidak melebihi $3 juta 3. Di samping itu tidak perlu ijin untuk pendiriannya. dan c. Micro commission. motivasi pengusaha yang sangat kuat untuk mempertahankan usahanya. kemampuan menggunakan pasokan secara efisien. dengan jumlah tenaga kerja 20-99 orang. Jumlah karyawan maksimal 300 orang b. Jumlah karyawan kurang dari 10 orang b.

Tidak terdapat kategori khusus tentang bentuk perusahaan ini, sehingga tidak ada pemisahan hukum antara kepentingan pribadi dengan kepentingan perusahaan. Semua urusan perusahaan menjadi satu dengan urusan pribadi dari

kepemilikannya. Setiap bentuk usaha memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Beberapa keunggulan usaha perorangan yaitu: 1. Seluruh laba menjadi miliknya Bentuk usaha ini memungkinkan pemilik menerima seluruh laba yang dihasilkan oleh perusahaan. 2. Kepuasan pribadi Prinsip satu pimpinan merupakan alasan yang paling baik untuk mengambil keputusan dalam pendirian usaha perorangan. Jika usahanya berhasil, insentif yang diterima akan lebih besar sehingga pemilik akan merasa puas. 3. Kebebasan dan fleksibilitas Pemilik usaha perorangan tidak perlu berkonsultasi dengan orang lain untuk mengambil keputusan. Maka pemilik, juga sebagai pimpinan dapat mengambil keputusan dengan cepat dalam kesempatan yang pendek. 4. Lebih mudah mendapatkan kredit Karena tanggung jawabnya tidak terbatas pada modal saja, tetapi juga kekayaan pribadi dari pemilik, maka risiko kreditnya lebih kecil. 5. Sifat kerahasiaan Dalam usaha perorangan ini tidak perlu dibuat laporan keuangan atau informasi yang berhubungan dengan masalah keuangan perusahaan. Dengan demikian masalah tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh pesaing. Adapun kelemahan usaha perorangan antara lain: 1. Tanggung jawab pemilik tidak terbatas Artinya kekayaan pribadinya termasuk sebagai jaminan terhadap seluruh utang perusahaan. 2. Sumber keuangan terbatas Karena pemilik hanya satu orang, maka usaha-usaha yang dilakukan untuk memperoleh sumber dana hanya bergantung pada kemampuannya. 3. Kesulitan dalam manajemen

Semua kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembelanjaan, pencarian kredit, pengaturan karyawan dan sebagainya, dipegang oleh seorang pimpinan. Hal ini lebih sulit dibandingkan manajemen yang dipegang oleh beberapa orang. 4. 5. Kelangsungan usaha kurang terjamin Kematian pimpinan atau pemilik, bangkrut atau sebab-sebab lain dapat menyebabkan usaha perorangan ini berhenti kegiatanya. 6. Kurang memberi kesempatan pada karyawan Karyawan yang bekerja pada perusahaan ini akan tetap menduduki posisinya dalam jangka waktu yang relatif lama. 2.3 Kerupuk Bank Indonesia (2005) mendefinisikan kerupuk sebagai bahan kering berupa lempengan tipis yang terbuat dari adonan yang bahan utamanya pati. Kerupuk merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Kerupuk biasa dikonsumsi sebagai makanan kecil, makanan selingan ataupun lauk pauk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Kerupuk dikenal oleh semua usia maupun tingkat sosial masyarakat. Kerupuk mudah diperoleh di berbagai tempat baik di warung, supermarket maupun restoran. Kerupuk dapat dibedakan berdasarkan bahan baku dan cara pengolahannya. Berdasarkan bahan bakunya kerupuk dapat dibagi menjadi kerupuk udang, kerupuk ikan, kerupuk bawang dan jenis kerupuk lainnya sesuai dengan bahan dasar pembuatannya. Menurut cara pengolahannya kerupuk dikelompokkan atas kerupuk yang digoreng dan kerupuk yang dipanggang atau dibakar (Firmansyah 2007). Selain itu, kerupuk dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu kerupuk yang bersumber protein baik protein nabati atau hewani dan kerupuk yang tidak bersumber dari protein. (Sofiah 1995, diacu dalam Firmansyah 2007). Perbedaan macam dan kadar protein menciptakan berbagai macam kerupuk yang dapat mempengaruhi mutu dan nilai ekonomisnya. Oleh sebab itu, SII mensyaratkan kerupuk yang bersumber dari protein harus mengandung protein minimal 5 persen. Kualitas atau mutu kerupuk dapat dilihat dari keutuhan, keseragaman, pencetakan dan daya mengembang, dan sifat-sifat yang tidak dapat dilihat seperti

nilai gizi dan rasa. Standar mutu kerupuk di Indonesia didasarkan atas standar mutu yang dikeluarkan oleh Departemen Industri dan Perdagangan tahun 1990. Penilaian kerupuk secara non visual dapat dilihat dari kandungan dan nutrisi bahan-bahan dasar yang dipakai dalam produksi. Tabel 4 menunjukkan nilai gizi beberapa jenis kerupuk. Penilaian secara visual dapat dilihat setelah kerupuk digoreng. Bila setelah digoreng kerupuk mengembang dengan sempurna dan teksturnya tidak keras maka bisa dikategorikan memiliki kualitas yang baik. Kerupuk dapat mengembang dengan sempurna jika melalui proses penjemuran yang tepat. Tabel 4. Kandungan Nilai Gizi Beberapa Jenis Kerupuk per 100 Gram Kerupuk Kerupuk Kerupuk Komposisi Jamur Bawang Ikan Protein (gr) 1,5 1 1 Lemak (gr) 0,1 0,2 0,2 Karbohidrat (gr) 84,5 90 86 Serat (gr) 0,9 2,4 2,4 Kalori (gr) 362 295 350
Sumber: Wahyono 1996, diacu dalam Firmansyah 2007

2.4 Kulit 2.4.1 Pengertian Kulit Kulit mentah adalah segala macam bentuk kulit yang berasal dari hewan baik yang diternakkan maupun hewan liar (Purnomo 1985, diacu dalam Daniar 2008). Kulit mentah juga didefinisikan sebagai kulit hewan yang baru saja ditanggalkan maupun yang sudah mengalami pengawetan (Suwarasatuti 1992, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang belum diolah disebut kulit mentah yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu kulit yang berasal dari hewan besar seperti sapi, kerbau dan hewan kecil misalnya kambing, domba, kelinci yang dalam bahasa asing disebut skin. Kerusakan-kerusakan yang mempengaruhi kualitas kulit mentah dapat diklasifikasikan dalam dua golongan yaitu kerusakan yang tinggi pada hewan hidup seperti parasit, umur tua dan sebab mekanik (kerusakan morter) serta kerusakan yang terjadi pada waktu pengulitan, pengawetan, penyimpanan dan transportasi (Mann 1981, diacu dalam Daniar 2008). Kulit yang masih segar mudah rusak bila terkena bahan-bahan kimia seperti asam kuat, basa kuat atau

Kulit merupakan hasil ternak yang cukup penting. Ketiga lapisan tersebut adalah epidermis.4. dan hipodermis yang dikenal pula sebagai lapisan daging atau tenunan lemak (Judoamidjojo 1984. 2. diacu dalam Daniar 2008). yaitu antara 7-10 persen dari berat badan (Ningsih 1991. Makanan yang berasal dari kulit ternak ini ternyata dibuat pula oleh penduduk negara tetangga yaitu Thailand dan Filipina.2 Histologi Kulit Kulit hewan mamalia.3 Kulit sebagai Bahan Makanan Kulit ternak selain sebagai bahan baku yang penting dalam industri. serta kulit yang cacat dapat digunakan dalam industri biasanya diolah untuk dibuat lem atau gelatin ataupun untuk dibuat rambak. diacu dalam Daniar 2008). Kulit hewan merupakan suatu organ tubuh yang cukup berat. terdiri dari lapisan epitel yang dapat berkembang dengan sendirinya (Mann 1981. corium (derma). kulit tubuh hewan digunakan untuk bahan dasar industri kulit. ekor. jamur dan lain-lain. mineral serta protein pada kulit segar tersebut (Purnomo 1985. sedangkan kulit bagian kepala. Umumnya pengolahan hasil ternak merupakan industri rumah tangga. Lapisan hipodermis adalah jaringan tenunan pengikat longgar yang terdiri dari serabut kolagen dan elastin yang umumnya disebut lapisan daging.mikroorganisme seperti bakteri. juga telah dimanfaatkan oleh penduduk Jawa Tengah atau Jawa Timur yang umumnya untuk dibuat makanan yang cukup populer yaitu rambak dan kerupuk rambak. Lapisan epidermis adalah lapisan paling luar dari kulit. . Di negara-negara tersebut bahan makanan yang dibuat dari kulit ini dikenal dengan nama Nung Pong atau Fried Skin (Suwarastuti 1992. Rambak yang dipasarkan ada dua macam yaitu yang digunakan untuk sayur atau dicampur dalam masakan dan yang langsung dimakan berupa kerupuk. leher.4. diacu dalam Daniar 2008). diacu dalam Daniar 2008). Lapisan corium merupakan bagian pokok tenunan kulit yang diubah menjadi kulit samak. Hal ini disebabkan oleh kandungan air. lemak. diacu dalam Daniar 2008). 2. secara histologi mempunyai struktur yang sama yaitu terdiri dari tiga lapisan yang jelas dalam struktur maupun asalnya.

penjemuran tahap I. pengungkepan dengan menggunakan lemak. pengempukan. penggorengan dan proses pembungkusan. diacu dalam Daniar. penjemuran tahap II. pengungkepan. pemberian bumbu. penjemuran III dan penggorengan (Ningsih 1991.2 Proses Pembuatan Rambak Proses pembuatan rambak baik rambak sayur maupun kerupuk rambak pada prinsipnya hampir sama yaitu perendaman. perendaman dalam air hangat atau pembakaran kulit. pengirisan. pemberian bumbu. Pada umumnya kulit yang dibuat rambak adalah kulit kering. pengerokan bulu. penjemuran. Kulit yang digunakan untuk krecek atau rambak adalah kulit yang sudah tidak dapat digunakan atau sisa-sisa misalnya potongan-potongan kulit bagian tepi.1 Bahan Baku Pembuatan Rambak Rambak yang dibuat dari kulit hewan. proses pengolahan meliputi pencucian. terutama kulit kerbau jantan. 2. 2008). Tahap-tahap tersebut yaitu pencucian dan penghilangan sisa-sisa lemak atau daging yang masih menempel. Adapun secara ringkasnya terdapat dalam bagan di bawah ini: .5. Kebanyakan kulit segar yang baik kualitasnya diawetkan untuk bahan industri penyamakan. Rambak yang berasal dari kulit kerbau lebih disukai oleh konsumen dan memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan rambak yang berasal dari kulit sapi. kerbau.2. tetapi jumlahnya terbatas.5. pengirisan ( diperet ). pengguntingan (pengirisan) sesuai dengan keinginan konsumen. dapat berupa kulit sapi. pengempukan dengan jalan direbus dalam air panas suhu 90°-100°C selama 50 menit. kambing maupun babi (Ningsih 1991 diacu dalam Daniar 2008). kambing atau babi baik yang masih segar maupun yang sudah diawetkan. meskipun kadang-kadang juga digunakan kulit segar.5 Kerupuk Rambak 2. Warna kerupuk yang dihasilkan relatif lebih putih dan rasa kerupuk lebih enak. Pembuatan kerupuk rambak dapat dibagi menjadi beberapa tahap. Kulit kerbau segar yang digunakan sebagai bahan baku kerupuk rambak menghasilkan pengembangan yang lebih baik.

Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak 2. bahan baku.1 Penelitian Tentang Analisis Kelayakan Penelitian tentang kelayakan usaha dilakukan oleh Maulana (2008) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Pembuatan Bandeng Isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. .6.Pencucian kulit basah Penghilangan lemak dan daging Perendaman atau pembakaran kulit Pengerokan bulu Direbus dengan air panas 90-100°C Pengirisan kulit Penjemuran tahap I Pengirisan (pengguntingan) Penjemuran tahap II Pemberian bumbu Pengungkepan Penjemuran tahap III Penggorengan Gambar 1. Jawa Barat . Hasil penelitian yang dilakukan yakni hasil kelayakan non finansial yaitu aspek pasar.6 Penelitian Terdahulu 2. Kabupaten Bandung.

Penurunan harga dan penurunan produksi adalah hal yang paling berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pembuatan bandeng isi pada skenario I dan II dibandingkan faktor kenaikan harga bandeng. dilihat dari aspek pasar. hukum.4296. Dari kedua skenario yang layak. maupun penurunan tingkat penjualan. aspek hukum dan aspek manajerial sudah baik untuk menunjang kinerja restoran. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa keragaan aspek non finansial pada Restoran Mie Kondang. sedangkan skenario III tidak layak untuk dijalankan jika dilihat dari aspek finansialnya. Sedangkan yang terakhir adalah skenario dengan nilai NPV Rp 527. kenaikan harga bandeng. Selanjutnya yaitu skenario II (penambahan bahan baku dan alat produksi) dengan nilai NPV Rp 213. Hal ini ditunjukkan oleh bauran . Hasil aspek finansial dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga skenario.646. Skenario I (tanpa penambahan alat) dengan nilai NPV Rp 13. Net B/C rasio 1.273. karena tidak ada faktor yang menghambat kegiatan produksi BANISI dari tiap-tiap aspek. Hasil analisis switching value menunjukkan skenario I yaitu usaha pembuatan bandeng isi saat ini dijalankan adalah jenis usaha yang paling sensitif terhadap perubahan baik penurunan harga jual. sosial ekonomi dan lingkungan. Net B/C rasio 5. IRR 15 persen dan payback period 7 tahun 7 bulan. usaha pembuatan bandeng isi yang dijalankan oleh BANISI layak untuk dilaksanakan.884.334. aspek teknis dan produksi. Hasil analisis finansial menunjukkan pengusahaan pembuatan bandeng isi yang dilakukan pada tiga skenario tidak semuanya dapat menghasilkan keuntungan. IRR 91 persen dan Payback Period dua tahun satu bulan.2994. Skenario III (bahan baku langsung dari produsen) dinilai tidak layak karena nilai NPV yang negatif sehingga kriteria kelayakan lainnya dianggap tidak layak.116. skenario II merupakan skenario yang paling layak untuk dijalankan.manajemen. Jakarta Selatan. Hanya dua dari tiga skenario yang telah dirancang layak untuk diusahakan yaitu skenario I dan II.772. Putera (2006) melakukan penelitian tentang evaluasi kelayakan usaha pada restoran Mie Kondang. Untuk skenario III kenaikan harga jual merupakan faktor yang paling berpengaruh agar pembuatan bandeng isi ini layak untuk dijalankan dibandingkan dengan penurunan harga bandeng dan kenaikan tingkat penjualan.

427. Teknik pengambilan contoh secara acek sederhana (simple random sampling) dan secara sengaja (purposive). Dari hasil analisis secara finansial Restoran Mie Kondang layak untuk dilaksanakan. dan struktur manajerial yang ringkas sehingga memudahkan koordinasi antar bagian organisasi. kemudahan teknologi yang digunakan oleh restoran tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan. dan menganalisis sensitivitas usaha tempe jika terjadi perubahan pada manfaat dan biaya. Perhitungan menggunakan tingkat diskonto sebesar 11.157.00 dan NPV pengrajin tempe malang Rp 7.810.006. Analisis kriteria kelayakan dilihat dari NPV. IRR. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial usaha pengrajin tempe biasa dan pengrajin tempa malang. IRR pengrajin tempe biasa lebih tinggi dari pengrajin tempe malang dengan tingkat diskonto 15 persen yaitu 35 persen dan 32 persen.5 persen.43 persen akan menyebabkan usaha yang dilakukan oleh Restoran Mie Kondang menjadi tidak layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis finansial menunjukkan bahwa NPV pengrajin tempe biasa positif sebesar Rp 8. dan IRR.3 . Menurut analisis switching value perubahan yang dapat ditolerir oleh pengrajin tempe biasa untuk perubahan bahan baku tidak boleh naik lebih dari 5. Penurunan nilai penjualan produk makanan yang melebihi 5.47.43 persen atau kenaikan biaya bahan baku melebihi 5.98 persen dan diperoleh hasil sebagai berikut nilai NPV sebesar Rp 118. Net B/C dan payback period.805. nilai Net B/C sebesar 1. Hasil switching value menunjukkan bahwa Restoran Mie Kondang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap perubahan nilai penjualan produk makanan dan terhadap perubahan biaya bahan baku. Penelitian dilakukan di Kota Bogor.4. serta payback period selama 3 tahun 5 bulan 25 hari. Analisis kuantitatif digunakan untuk mengetahui aspek finansial kelyakan usaha. Dananjoyo (2006) dalam skripsi berjudul Analisis Kelayakan Finansial Usaha Tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) juga melakukan penelitian tentang analisis kelayakan finansial.00. Net B/C.854. nilai IRR sebesar 18. Net B/C pada tempe biasa dan tempe malang masing-masing adalah 1. aspek hukum yang mendukung usaha restoran yaitu berupa izin usaha dari pemerintah.760.59 dan 1. Kriteria investasi yaitu NPV.pemasaran yang dilakukan oleh restoran sudah cukup baik.

.3 persen dan pengrajin tempe malang sebesar 3. Sedangkan perbedaannya yaitu pada penelitian ini dianalisis mengenai kelayakan usaha kerupuk rambak sebagai salah satu produk turunan dari kulit ternak. aspek manajemen.2 Penelitian Tentang Kerupuk Terdapat beberapa judul penelitian yang meneliti tentang kerupuk yaitu penelitian tentang kelayakan usaha penggorengan kerupuk pernah dilakukan oleh Widyastono (2006) dengan judul skripsi Analisis Kelayakan Usaha Penggorengan Kerupuk Studi Kasus Usaha Kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga.6. jumlah penggoreng yang bergerak dalam industri kerupuk di Kabupaten Bogor berjumlah enam orang produsen. Hasil analisis kelayakan finansial tersebut menunjukkan bahwa usaha tempe biasa dan tempe malang dikatakan layak untuk diusahakan. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu adalah adanya persamaan terhadap penggunaan alat analisis untuk menentukan kelayakan finansial dan non finansial. Internal Rate of Return (IRR). Selain itu. Perbedaan lainnya adalah perbedaan tempat serta waktu penelitian.4 persen. ekonomi dan lingkungan.9 persen.persen dan untuk tempe malang sebesar 6. kelayakan usaha restoran mie dan kelayakn usaha pembuatan tempe. aspek teknis. Perubahan harga output yang masih dapat ditoleransi pada pengrajin tempe biasa sebesar 6. Bedasarkan perbandingan atas kriteria kelayakan menunjukkan bahwa tempe biasa lebih menguntungkan dibandingkan dengan tempe malang. Pada penelitian terdahulu produk yang diteliti adalah kelayakan usaha pembuatan bandeng isi. Untuk menilai kelayakan non finansial dipergunakan pembahasan dari aspek pasar. 2. Kabupaten Bogor dari hasil penelitiannya diperoleh hasil sebagai berikut dilihat dari aspek pasar. Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP). serta aspek sosial. Alat analisis yang digunakan untuk menilai kelayakan finansial adalah Net Present Value (NPV). serta digunakan pula analisis nilai pengganti (Switching Value). belum ada penelitian terdahulu mengenai kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak.

Produk yang ditawarkan terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan bahan inputnya yaitu jenis kerupuk mentahnya. harga.32 persen usaha penggorengan kerupuk masih layak untuk dijalankan. Berdasarkan hasil . Penelitian tentang kerupuk pernah dilakukan oleh Tresnaprihandini (2006) dengan judul Formulasi Strategi Pengembangan Usaha Kerupuk Udang dan Ikan pada Perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu . Lokasi yang digunakan untuk melakukan kegiatan penjualan yaitu pasar-pasar yang terdapat di wilayah Kabupaten Bogor dan waktu yang dipilih untuk kegiatan penjualan pada umumnya malam hingga pagi hari. Net B/C sebesar 2. Aspek manajemen dan ekonomi sosial merujuk pada fungsi kerja usaha penggorengan kerupuk SMS yang terdiri dari bagian keuangan.96 persen. hasil yang didapatkan adalah usaha tersebut tidak layak untuk dijalankan. Jabatan yang masih dirangkap menjadi satu adalah jabatan manajerial dan keuangan yang dipegang oleh pemilik usaha penggorengan. tempat serta promosi. Aspek teknis sarana dan fasilitas-fasilitas yang dipinjamkan oleh pembina program pelatihan yaitu bangunan yang memadai untuk kegiatan produksi. Berbeda dengan penurunan penjualan sebesar 10 persen. nilai IRR yang dihasilkan sebesar 25. Harga yang ditetapkan dalam penentuan harga kerupuk SMS ini adalah harga yang berlaku di pasar.00.Bauran pemasaran dari usaha penggorengan kerupuk SMS meliputi produk.655. Sedangkan hasil analisis sensitivitas pada usaha penggorengan kerupuk menunjukkan bahwa apabila terjadi peningkatan biaya operasional variabel sebesar 8.632 dan masa pengembalian modal adalah 6 tahun 5 bulan dengan jangka umur proyek selama 10 tahun. Usaha penggorengan kerupuk ini banyak menyerap tenaga kerja yang tidak terdidik dan tidak terampil untuk bekerja di bagian pembungkusan.537. Hasil analisis finansial usaha penggorengan kerupuk SMS ini menunjukkan nilai NPV yang dihasilkan sebesar Rp 222. gudang bahan baku. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha maka usaha penggorengan kerupuk SMS ini layak untuk dijalankan. pemasaran dan produksi. dan ruang kantor dengan luas bangunan kurang lebih 192 m2. Promosi yang telah digunakan pada awal pendirian usaha ini yaitu dengan memberikan potongan harga kepada konsumen.

3) Memperluas wilayah distribusi produk ke wilayah yang potensial dan belum pernah dijangkau oleh pesaing maupun perusahaan. 5) Meningkatkan penggunaan teknologi yang lebih modern dalam proses produksi. kurangnya promosi dan distribusi produk di Indramayu belum ada. 8) Memperbaiki sistem manajemen perusahaan. 2) Menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk.051 sehingga jika dipetakan ke dalam matriks IE posisi perusahaan berada pada sel IV yaitu tumbuh dan bina. 12) Memanfaatkan penggunaan oven dan cooling pada saat kondisi cuaca tidak mendukung.107 dan matriks EFE didapat total skor sebesar 2. kondisi cuaca dan iklim sangat mempengaruhi proses produksi dan ketersediaan bahan baku. kekuatan utama yang dimiliki oleh perusahaan adalah loyalitas distributor. Sedangkan kelemahan yang utama adalah kapasitas produksi yang belum optimal. yang menjadi peluang utama bagi perusahaan adalah tingkat konsumsi yang terus meningkat. Ada 13 buah strategi yang diformulasikan pada matriks SWOT yang sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. serta ancaman masuk pendatang baru cukup besar. Untuk faktor eksternal. 10) Mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada. strategi pengembangan pasar dan strategi pengembangan produk. 13) Mengikutsertakan produk perusahaan pada pameran perdagangan . sedangkan untuk ancaman utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan yaitu kenaikan biaya produksi akibat naiknya tarif listrik dan BBM. 6) Mengefisienkan penggunaan peralatan produksi untuk menghemat listrik dan BBM. 9) Mencoba memasarkan produk di daerah Indramayu dengan mutu dan kualitas yang sama dengan pesaing. Berdasarkan perhitungan matriks IFE didapat total skor 3. 11) Memperluas hubungan kerjasama dengan pemasok bahan baku ikan.analisis faktor internal dan faktor eksternal yang telah dilakukan pada perusahaan Candramawa yaitu dilihat dari faktor internal. yaitu: 1) Meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Pada sel ini strategi yang harus dijalankan oleh perusahaan adalah strategi penetrasi pasar. 4) Bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kemudahan memperoleh bahan baku. 7) Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. modal yang kuat dan hubungan dengan pemasok terjalin baik. fasilitas dan perlindungan hukum.

Berdasarkan analisis QSPM maka strategi prioritas yang dipilih untuk dilakukan perusahaan adalah menjalin kerjasama dengan perusahaan besar pengekspor kerupuk dengan nilai TAS 6.untuk mempromosikan produk. Analisis dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif dengan menggunakan analisis imbangan penerimaan dan biaya. rasio NPM dan BKM kurang dari satu sedangkan minyak tanah. keuntungan UKM kerupuk semakin berkurang. Uji beda dua rataan untuk menganalisis keragaan UKM dan fungsi produksi Cobb Douglass yang dianalisis melalui metode OLS untuk melihat efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi. Penelitian Rosmayanti (2008) dengan judul Pengaruh Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak terhadap Pendapatan Usaha Kecil dan Menengah. hanya variabel bahan baku dan kayu bakar yang berpengaruh nyata terhadap output yang dihasilkan. garam. sehingga untuk mencapai kondisi efisien maka penggunaan variabel tersebut harus ditambah. kayu bakar dan tenaga kerja). kayu bakar. Sebelum kenaikan BBM. belum ada faktor produksi yang efisien. penyedap rasa dan bahan baku pembantu). Provinsi Jawa Barat ini juga menganalisis tentang kerupuk. rasio NPM (Nilai Poduk Marjinal) dan BKM (Biaya Korbanan Marjinal) bahan baku dan kayu bakar kurang dari satu.221. total biaya produksi. Kenaikan harga BBM berpengaruh positif terhadap jumlah input produksi (tepung. . Sebelum kenaikan harga BBM. Namun berpengaruh negatif terhadap jumlah input produksi (bawang putih. keragaan UKM kerupuk dan efisiensi faktor-faktor produksi sebelum dan sesudah kenaikan harga BBM. Setelah kenaikan harga BBM. pengeluaran untuk semua input produksi. Pada efisiensi teknis. terjadi perubahan elastisitas semua faktor produksi menjadi lebih efisien. Penelitian dilakukan pada April 2008 sampai dengan Mei 2008. semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap output. minyak tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah kenaikan harga BBM. Kabupaten Ciamis. Pada efisiensi alokasi penggunaan faktor-faktor produksi. dan pendapatan bersih UKM. dan penerimaan hasil penjualan. dan tenaga kerja lebih dari satu. Sedangkan pada kondisi setelah kenaikan harga BBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kenaikan harga BBM terhadap pendapatan. Kasus : UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. jumlah output.

Berdasarkan analisis IE. iklan tentang makanan bergizi mempengaruhi persepsi masyarakat dalam mengkonsumsi makanan. peluang dan ancaman perusahaan yaitu faktor kekuatan adalah modal yang kuat. produksi belum dapat memenuhi seluruh permintaan. Penelitian dilakukan mulai bulan Maret hingga Juni 2006. Faktor peluang adalah pengetahuan masyarakat tentang ikan yang mengandung gizi omega tiga. Penelitian tentang kerupuk juga dilakukan oleh Rahmawaty (2006). sedangkan variabel kayu bakar lebih efisien setelah kenaikan harga BBM. merumuskan alternatif strategi bersaing yang sesuai bagi perusahaan Dua Gajah dalam mengantisipasi persaingan dalam industri kerupuk. dan kerupuk merupakan industri kecil Indonesia yang berorientasi ekspor. perusahaan Dua Gajah sebaiknya melakukan strategi menumbuhkan dan mengembangkan. persaingan antara industri kerupuk dan eksportir dalam mendapatkan pemasok yang loyal. pemasaran yang luas.Variabel bahan baku lebih efisien sebelum kenaikan harga BBM. Alternatif strategi yang menjadi prioritas berdasarkan analisis QSPM adalah 1) Membentuk joint venture dengan pemasok yang dapat diandalkan. dan tawaran harga yang lebih rendah dari produk substitusi. Faktor kelemahan adalah pembukuan perusahaan belum terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan Dua Gajah. kelemahan. dan pengalaman yang luas dalam bisnis kerupuk. Judul penelitian adalah Alternatif Strategi Bersaing Perusahaan Dua Gajah Dalam Industri Kerupuk di Kabupaten Indramayu . kualitas produk baik. hubungan perusahaan dan karyawan terjalin dengan baik. komunikasi dan produksi. kegiatan perusahaan tergantung dari pasokan bahan baku ikan manyung dan ikan remang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor yang menjadi kekuatan. Faktor ancaman adalah kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM. lokasi perusahaan strategis. 2) Menggunakan alat produksi dengan kapasitas yang lebih besar dan modern guna meningkatkan hasil produksi sehingga perusahaan dapat memenuhi seluruh permintaan dan memperluas daerah . ketatnya persaingan akibat diterapkannya AFTA dan WTO. perkembangan teknologi informasi.

. Persamaan penelitian analisis kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah adanya persamaan terhadap obyek yang diteliti yaitu kerupuk. . Belum ada penelitian terdahulu yang menganalisis tentang kerupuk rambak kulit. Perbedaan lainnya adalah pada jenis usaha kerupuk yang dianalisis yaitu kerupuk tapioka. Pada tiga penelitian terdahulu yang menjadi topik penelitian adalah strategi pengembangan usaha. Penelitian tentang kelayakan usaha kerupuk pernah dilakukan pada salah satu penelitian terdahulu.pemasaran. Perbedaan penelitian dengan penelitian terdahulu tentang kerupuk adalah perbedaan topik penelitian. kerupuk udang dan kerupuk tepung. kerupuk ikan. pengaruh kenaikan BBM terhadap pendapatan dan strategi bersaing pada perusahaan yang memproduksi kerupuk. 3) Melakukan joint venture terhadap distributor yang murah dan dapat diandalkan.

biasanya proyek investasi dilaksanakan dengan berhasil. pembiayaan dan pelaksanaan dalam satu unit (Gittinger 1986). proyek adalah kegiatan-kegiatan yang dapat direncanakan dalam satu bentuk kesatuan dengan mempergunakan sumbersumber untuk mendapatkan benefit. Proyek merupakan suatu kegiatan yang mengeluarkan uang atau biaya-biaya dengan harapan akan memperoleh hasil dan yang secara logika merupakan wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan perencanaan.1 Studi Kelayakan Proyek Kadariah (1999) mendefinisikan proyek sebagai suatu keseluruhan aktivitas yang menggunakan sumber-sumber untuk mendapatkan kemanfaatan (benefit). Aktivitas suatu proyek selalu ditujukan untuk mencapai suatu tujuan (objective) dan mempunyai suatu titik tolak (starting point) dan suatu titik akhir (ending point). keberhasilan ini ditafsirkan sebagai manfaat ekonomis. atau suatu aktivitas di mana dikeluarkan uang dengan harapan untuk mendapatkan hasil (return) di waktu yang akan datang. tenaga kerja dan waktu Gittinger (1986) mendefinisikan proyek pertanian adalah kegiatan usaha yang rumit karena menggunakan sumber-sumber daya untuk memperoleh keuntungan atau manfaat. Dalam arti sempit. Proyek pertanian merupakan suatu kegiatan investasi yang mengubah sumber-sumber finansial menjadi barang kapital yang menghasilkan keuntungan-keuntungan atau manfaat-manfaat setelah beberapa periode tertentu. Menurut Gray (2007). Ibrahim (2003) mendefinisikan studi kelayakan bisnis atau proyek sebagai kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha atau proyek. tanah. Studi kelayakan proyek adalah penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek. . bahan-bahan mentah. dibiayai dan dilaksanakan sebagai satu unit. bahan-bahan setengah jadi. Sumber-sumber yang digunakan kegiatan dalam pelaksanaan proyek dapat berupa barang-barang modal.BAB III KERANGKA PEMIKIRAN 3. dan dapat direncanakan.

maka kegiatan ini akan ditinggalkan (Husnan dan Muhammad 2000). 3. Aspek teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek atau penyediaan dan output (produksi) berupa barang-barang nyata dan jasa. Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan. jika kerugian yang dihasilkan dari investasi ini. Kriteria keberhasilan suatu proyek dapat dilihat dari manfaat investasi yang terdiri dari : 1. Aspek ini juga meliputi analisis tentang posisi kerja yang harus diisi dengan pekerja yang ahli.manajerial Analisis pada aspek ini adalah analisis mengenai ketepatan dalam penetapan institusi atau lembaga proyek serta proyek harus sesuai dengan pola sosial. Manfaat sosial proyek tersebut bagi masyarakat di sekitar proyek. Manfaat proyek bagi negara tempat proyek itu dilaksanakan (disebut juga manfaat ekonomi nasional) yang menunjukkan manfaat proyek tersebut bagi ekonomi makro suatu negara. Sebaliknya. Aspek-aspek institusional.organisasi. Menurut Gittinger (1986). 2) menghindari pemborosan sumber-sumber. 3) mengadakan penilaian terhadap peluang investasi yang ada sehingga kita dapat memilih alternatif proyek yang paling menguntungkan. Manfaat ekonomis proyek terhadap proyek itu sendiri (sering juga disebut sebagai manfaat finansial) yang berarti apakah proyek itu dipandang cukup menguntungkan apabila dibandingkan dengan risiko proyek tersebut.Jika penelitian dari investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi pelaku investasi maka pelaku akan menjalankan kegiatan investasi tersebut. 3. 2007). Aspek sosial . 2. Tujuan dilakukannya analisis proyek adalah 1) untuk mengetahui tingkat keuntungan yang dicapai melalui investasi dalam suatu proyek. budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. pada proyek pertanian ada enam aspek yang harus dipertimbangkan dalam mengambil keputusan yaitu : 1. yaitu dengan menghindari pelaksanaan proyek yang tidak menguntungkan. 4) menentukan prioritas investasi (Gray et al. 2.

Aspek komersial dari suatu proyek juga termasuk masalah pengaturan usaha-usaha untuk memperoleh peralatan dan perbekalan proyek (supplies). harga yang menguntungkan. meliputi rencana-rencana tersedianya input produksi serta penggunaan teknologi produksi yang tepat termasuk tersedianya pembiayaan bagi pelaku proyek. aspek teknis. aspek finansial. Sudut pandang yang diambil dalam analisis ekonomi ini adalah masyarakat secara keseluruhan. aspek hukum. aspek ekonomi dan aspek sosial. Pelaku proyek juga perlu meneliti secara cermat mengenai implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek ekonomi Aspek-aspek ekonomi persiapan dan analisis proyek membutuhkan pengetahuan mengenai apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang diperlukan. Aspek finansial Aspek-aspek finansial dari persiapan dan analisis proyek menerangkan pengaruh. 3. Analisis pasar untuk output proyek meliputi permintaan. 6. Dari sudut pandang input. Aspek komersial Yang termasuk dalam aspek-aspek komersial dari suatu proyek adalah rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. Analisis finansial meninjau proyek dari sudut peserta proyek (pelaku proyek) secara individu.Pelaku proyek perlu mempertimbangkan pola dan kebiasaan-kebiasaan sosial dari pihak yang akan dilayani oleh proyek. 4.2 Aspek Studi Kelayakan Menurut Husnan dan Muhammad (2000) secara umum aspek-aspek yang diteliti dalam studi kelayakan proyek meliputi aspek pasar. 5. tempat penjualan produk serta market share dari produk tersebut. Analisis finansial dan ekonomi merupakan pelengkap (complementary). aspek manajemen. .pengaruh finansial dari suatu proyek yang diusulkan terhadap para peserta yang tergabung di dalamnya.

selera. 2. Hal ini berarti bahwa permintaan akan terjadi apabila didukung oleh daya kemampuan yang dimiliki konsumen untuk membeli serta adanya akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. Hal ini pula yang sangat menentukan permintaan itu sendiri. Menurut aspek pasar mempelajari tentang: 1. prospek bisnis ke depan pun tidak jelas. teknologi. harus dilihat dari berbagai aspek. jumlah penduduk dan akses untuk memperoleh barang dan jasa yang ditawarkan. atau akses. Faktor yang dapat mempengaruhi penawaran suatu barang atau jasa antara lain harga barang itu sendiri. tidak berdiri sendiri. a. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. Namun.Namun. Namun. tujuan perusahaan. Setiap aspek untuk dikatakan layak harus memiliki suatu standar tertentu. apabila tidak dapat memenuhi kriteria tersebut sebaiknya jangan dijalankan. Aspek pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh proyek tersebut dan jika pasar yang dituju tidak jelas. Penawaran Penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan produsen pada berbagai tingkat harga pada suatu waktu tertentu. belum ada kesepakatan tentang aspek apa saja yang perlu diteliti untuk menentukan layak atau tidaknya suatu proyek. Permintaan Permintaan adalah keinginan yang didukung oleh daya beli atau akses untuk membeli. Jika ada aspek yang kurang layak akan diberikan beberapa saran perbaikan sehingga memenuhi kriteria yang layak. harga input. Penilaian untuk menentukan kelayakan harus didasarkan kepada seluruh aspek yang akan dinilai. . maka risiko kegagalan bisnis menjadi besar. Secara umum faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan suatu barang dan jasa antara lain harga barang itu sendiri. harga barang lain yang memiliki hubungan substitusi atau komplementer. pendapatan. penilaian tidak hanya dilakukan hanya pada satu aspek saja.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek teknis antara lain: 1.3. meliputi variabel yang dapat dikontrol oleh calon investor. Penentuan kelayakan teknis perusahaan menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis atau operasi. Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengorganisasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun (Husnan dan Muhammad 2000). Aspek-aspek lain dari analisis proyek hanya akan dapat berjalan bila analisis secara teknis dapat dilakukan (Gittinger 1986). Pengertian lokasi bukan pabrik mengacu pada lokasi untuk kegiatan yang secara langsung tidak berkaitan dengan proses produksi. 4. harga (price). serta variabel yang tidak dapat dikontrol oleh calon investor (Husnan dan Muhammad 2000). Kerangka kerja proyek harus dibuat secara jelas agar analisis secara teknis dapat dilakukan dengan teliti. Lokasi proyek Lokasi proyek untuk perusahaan industri mencakup dua pengertian. Sehingga jika tidak dianalisis dengan baik akan berakibat fatal bagi perusahaan di masa yang akan datang. distribusi (place). b. Program Pemasaran Program pemasaran meliputi empat aspek bauran pemasaran (marketing mix) yatu produk (product). Dalam hal ini. dan kemampuan manajemen lainnya. yaitu lokasi dan lahan pabrik serta lokasi bukan pabrik. yaitu lokasi . Aspek Teknis Analisis secara teknis berhubungan dengan input proyek (penyediaan) dan output (produksi) berupa barang dan jasa. yaitu marketing mix. dan promosi (promotion) (Umar 2003). Penilaian kelayakan terhadap aspek ini penting dilakukan sebelum suatu proyek dijalankan. Pasar potensial adalah keseluruhan jumlah produk atau sekelompok produk yang mungkin dapat dijual dalam pasar tertentu pada suatu periode tertentu. Pangsa pasar (market share) perusahaan Pangsa pasar (market share) merupakan proporsi dari keseluruhan pasar potensial yang diharapkan dapat diraih oleh proyek yang bersangkutan.

yaitu variabel utama (primer) dan variabel bukan utama (sekunder). artinya dimungkinkan untuk berubah golongan sesuai dengan ciri utama output atau proyek bersangkutan. serta kemungkinan adanya perubahan teknologi produksi di masa yang akan datang. tenaga listrik dan air. 4. letak pasar yang dituju. Penggolongan ke dalam kedua kelompok tersebut tidak mengandung kekakuan. Variabel-variabel utama (primer) tersebut yaitu ketersediaan bahan mentah. jumlah dan kemampuan tenaga kerja pengelola proses produksi. dan fasilitas transportasi. Dengan demikian pengertian layout mencakup layout site (layout lokasi proyek). layout pabrik. mengandung maksud untuk mengkombinasikan faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. kemampuan finansial dan manajemen. Dalam layout pabrik terdapat dua tipe utama. iklim dan keadaan tanah. 2. Pengertian kata seharusnya dan keuntungan yang optimal . Skala Operasional dan Luas Produksi Skala operasional atau luas produksi adalah jumlah produk yang seharusnya diproduksi untuk mencapai keuntungan yang optimal. Layout atau Tata Letak Alur Produksi Layout merupakan keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. . Terdapat beberapa variabel yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi proyek. yaitu layout fungsional (layout process) dan layout produk (layout garis). layout bangunan bukan pabrik dan fasilitas-fasilitasnya. sikap dari masyarakat setempat (adat istiadat) dan perencanaan masa depan perusahaan. Pemilihan Jenis Teknologi dan Peralatan Prinsip-prinsip yang dipegang dalam penentuan jenis teknologi dan peralatan antara lain seberapa jauh derajat mekanisasi yang diinginkan. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam penentuan luas produksi yaitu batasan permintaan.pembangunan adsministrasi perkantoran dan pemasaran. Sedangkan variabel-variabel sekunder terdiri dari hukum dan peraturan yang berlaku. 3. Variabel tersebut dibedakan menjadi dua golongan besar. persediaan kapasitas mesin-mesin. supply tenaga kerja.

keberhasilan penggunaan jenis teknologi tersebut ditempat lain yang memiliki ciri-ciri mendekati lokasi proyek.manfaat ekonomi yang diharapkan. Aspek Manajemen Analisis terhadap aspek manajemen dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan staf dalam melaksanakan proyek. . jadwal penyelesaian proyek. melaksanakan. melaksanakan. yaitu pelaksana proyek tersebut. Manajemen proyek harus dapat menyusun rencana pelaksanaan proyek dengan mengkoordinasikan berbagai aktivitas atau kegiatan proyek dan penggunaan sumberdaya agar secara fisik proyek dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen masa pembangunan proyek. kualifikasi dan deskripsi tugas individu untuk mengelola proyek (Kadariah et al. Hal-hal yang dipelajari dalam aspek manajemen antara lain : 1. ketepatan teknologi dengan bahan mentah yang digunakan. c. kemampuan pengetahuan penduduk (tenaga kerja) setempat. Dalam aspek ini perlu dikaji struktur organisasi yang sesuai dengan proyek yang direncanakan sehingga diketahui mengetahui jumlah kebutuhan. dan pihak yang melakukan studi masing-masing aspek. sampai dengan mengendalikannya agar tidak terjadi penyimpangan. 1999) Husnan dan Muhammad (2000) menyebutkan pengkajian aspek manajeman pada dasarnya menilai para pengelola proyek dan struktur organisasi yang ada. Demikian pula dengan struktur organisasi yang dipilih harus sesuai dengan bentuk dan tujuan proyeknya. dan mengawasi pembangunan proyek dengan efisien. dan kemungkinan pengembangannya serta pertimbangan kemungkinan adanya teknologi lanjutan sebagai salinan teknologi yang akan dipilih sebagai akibat keusangan. Proyek yang dijalankan akan berhasil apabila dijalankan oleh orang-orang yang profesional mulai dari merencanakan. Manajemen dalam Masa Pembangunan Proyek Manajemen proyek adalah sistem untuk merencanakan.

1986). Contoh pengaruh proyek terhadap kondisi sosial dan lingkungan diantaranya adalah perluasan kesempatan kerja. struktur organisasi. dan tenaga kunci serta jumlah tenaga kerja yang akan digunakan. Penelitian ini meliputi lama pengembalian investasi yang ditanamkan. d. Penelitian dalam aspek finansial dilakukan untuk menilai biaya-biaya apa saja yang akan dihitung dan berapa besar biaya-biaya yang akan dikeluarkan. Manajemen dalam Operasi Manajemen ini meliputi bentuk organisasi atau badan usaha yang dipilih. deskripsi dan spesifikasi jabatan. Oleh karena itu. dalam melakukan investasi . Sehingga jika dihitung dengan formula penilaian investasi akan sangat menguntungkan. e. dan tingkat suku bunga yang berlaku. sumber pembiayaan proyek. 2000). Aspek Sosial dan Lingkungan Analisis terhadap aspek sosial dan lingkungan merupakan suatu analisis yang berkenaan dengan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Kemudian juga meneliti seberapa besar pendapatan yang akan diterima jika proyek dijalankan. Biaya Kebutuhan Investasi Investasi dilakukan dalam berbagai bentuk yang digunakan untuk membeli aset-aset yang dibutuhkan proyek tersebut. serta dampak limbah proyek terhadap lingkungan sekitar. Hal-hal yang mendapatkan perhatian dalam penelitian aspek ini antara lain : 1.2. anggota direksi. Aset-aset ini biasanya berupa aset tetap yang dibutuhkan perusahaan mulai dari pendirian hingga dapat dioperasikan. Aspek Finansial Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad. dimana pertimbangan-pertimbangan sosial tersebut harus dipikirkan secara cermat agar dapat menentukan ketanggapan suatu proyek terhadap keadaan sosial yang terjadi (Gittinger. peningkatan pendapatan petani.

Sumber-Sumber Dana Dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada. 3. modal pinjaman. Cash flow juga menggambarkan berapa uang yang keluar serta jenis-jenis biaya yang dikeluarkan. dan yang relevan bagi investor adalah kas bukan laba. .dibutuhkan biaya kebutuhan investasi yang digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan investasi tersebut. dan aktiva tetap lainnya. obligasi yang diterbitkan oleh penjual dan dijual di pasar modal. 2. leasing (sewa guna) dari lembaga keuangan nonbank. seperti modal sendiri. Aliran Kas (Cash Flow) Cash Flow merupakan arus kas atau aliran kas yang ada di perusahaan dalam suatu periode tertentu. 2000). pabrik dan mesin. dan tidak menimbulkan likuiditas bagi proyek atau perusahaan yang mensponsori proyek tersebut (artinya jangka waktu pengembalian sesuai dengan jangka waktu penggunaan dana). penerbitan saham atau saham preferen di pasar modal. dan gabungan keduanya. Aliran kas penting digunakan dalam akuntansi karena laba dalam pengertian akuntansi tidak sama dengan kas masuk bersih. Sumber-sumber dana yang utama terdiri dari modal sendiri yang disetor oleh pemilik perusahaan. Biaya kebutuhan investasi biasanya disesuaikan dengan jenis proyek yang akan dijalankan. Cash Flow menggambarkan berapa uang yang masuk ke perusahaan dan jenis pemasukan tersebut. dan project finance. Pada dasarnya pemilihan sumber dana bertujuan untuk memilih sumber dana yang ada pada akhirnya bisa memberikan kombinasi dengan biaya terendah. bangunan dan perlengkapannya. Secara umum komponen biaya kebutuhan investasi terdiri dari biaya prainvestasi dan biaya pembelian aktiva tetap (Husnan dan Muhammad. Pilihan apakah menggunakan modal sendiri atau modal pinjaman atau gabungan dari keduanya tergantung dari jumlah modal yang dibutuhkan dan kebijakan pengusaha. Aktiva tetap atau aktiva jangka panjang terdiri dari tanah dan pengembangan lokasi. kredit bank.

bunga dan pinjaman. sedangkan operational dan terminal cash flow bernilai positif. 3. pabrik. tujuan-tujuan analisis harus disertai dengan definisi biaya-biaya dan manfaat-manfaat. dan suatu manfaat adalah segala sesuatu yang membantu tujuan (Gittinger 1986). Manfaat dapat dibedakan menjadi: 1. seperti: peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja. Aliran kas yang timbul selama operasi proyek disebut aliran kas operasional. Manfaat tidak langsung yaitu manfaat yang secara nyata diperoleh dengan tidak langsung dari proyek dan bukan merupakan tujuan utama proyek. Manfaat dapat juga diartikan sebagai sesuatu yang dapat menimbulkan kontribusi terhadap suatu proyek. Sedangkan aliran kas terminal adalah aliran kas yang diperoleh ketika proyek berakhir. Pengeluaran-pengeluaran untuk investasi pada awal periode merupakan aliran kas permulaan. 3. Aliran-aliran kas ini dinyatakan dengan dasar setelah pajak (Husnan dan Muhammad 2000). dan mesin. Manfaat langsung yaitu manfaat yang secara langsung dapat diukur dan dirasakan sebagai akibat dari investasi.3 Teori Biaya dan Manfaat Dalam analisis proyek. Biaya operasional atau modal kerja merupakan kebutuhan dana yang diperlukan pada saat proyek mulai dilaksanakan. Biaya dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang mengurangi suatu tujuan. Pada umumnya initial cash flow bernilai negatif.Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat dikelompokkan dalam tiga bagian. yaitu aliran kas permulaan (initial cash flow). Biaya modal merupakan dana untuk investasi yang penggunaannya bersifat jangka panjang. seperti: rekreasi. seperti : tanah. . Biaya dapat juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau korbanan yang dapat menimbulkan pengurangan terhadap manfaat yang diterima. bangunan. dan aliran kas terminal (terminal cash flow). Biaya lainnya yaitu pajak. seperti: biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Biaya yang diperlukan suatu proyek dapat dikategorikan sebagai berikut: 1. 2. 2. aliran kas operasional (operational cash flow).

Kriteria yang biasa digunakan sebagai dasar persetujuan atau penolakan suatu proyek adalah perbandingan antara jumlah nilai yang diterima sebagai manfaat dari investasi tersebut dengan manfaat-manfaat dalam situasi tanpa proyek. Nilai perbedaannya adalah berupa tambahan manfaat bersih yang akan muncul dari investasi dengan adanya proyek (Gittinger 1986). 3.4 Analisis Kelayakan Investasi Kriteria investasi digunakan untuk mengukur manfaat yang diperoleh dan biaya yang dikeluarkan dari suatu proyek. Dalam mengukur kemanfaatan proyek dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu menggunakan perhitungan berdiskonto dan tidak berdiskonto. Perbedaannya terletak pada konsep time value of money yang diterapkan pada perhitungan berdiskonto. Perhitungan diskonto merupakan suatu teknik yang dapat menurunkan manfaat yang diperoleh pada masa yang akan datang dan arus biaya menjadi nilai biaya pada masa sekarang, sedangkan perhitungan tidak berdiskonto memiliki kelemahan umum, yaitu ukuran-ukuran tersebut belum mempertimbangkan secara lengkap mengenai lamanya arus manfaat yang diterima (Gittinger 1986). Konsep nilai waktu uang (time value of money) menyatakan bahwa nilai sekarang (present value) adalah lebih baik daripada nilai yang sama pada masa yang akan datang (future value). Ada dua hal yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu: time preference (sejumlah sumber yang tersedia untuk dinikmati pada saat ini lebih disenangi daripada jumlah yang sama namun tersedia di masa yang akan datang) dan produktivitas atau efisiensi modal (modal yang dimiliki saat sekarang memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang melalui kegiatan yang produktif) yang berlaku baik secara perorangan maupun bagi masyarakat secara keseluruhan (Kadariah et al. 1999). Kadariah et al. (1999) juga mengungkapkan bahwa kedua unsur tersebut berhubungan timbal balik di dalam pasar modal untuk menentukan tingkat harga modal yaitu suku bunga, sehingga dengan tingkat suku bunga dapat dimungkinkan untuk membandingkan arus biaya dan manfaat yang

penyebarannya dalam waktu yang tidak merata. Untuk tujuan itu, tingkat suku bunga ditentukan melalui proses discounting 3.4.1 Analisis Finansial

Analisis finansial adalah suatu analisis yang membandingkan antara biaya dan manfaat untuk menentukan apakah suatu proyek akan menguntungkan selama umur proyek (Husnan dan Muhammad 2000). Analisis finansial terdiri dari: a. Net Present Value (NPV) Net present value (NPV) suatu proyek menunjukkan manfaat bersih yang diterima proyek selama umur proyek pada tingkat suku bunga tertentu. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. Dalam menghitung NPV perlu ditentukan tingkat suku bunga yang relevan. Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu: • • NPV > 0, artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. NPV < 0, artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. Dengan kata lain, proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. • NPV = 0, artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial opportunity cost faktor produksi normal. Dengan kata lain, proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. b. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (net B/C Ratio) menyatakan besarnya pengembalian terhadap setiap satu satuan biaya yang telah dikeluarkan selama umur proyek. Net B/C merupakan angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • Net B/C > 0, maka NPV > 0, proyek menguntungkan • Net B/C < 0, maka NPV < 0, proyek merugikan • Net B/C = 1, maka NPV = 0, proyek tidak untung dan tidak rugi c. Internal Rate Return (IRR) Internal rate return adalah tingkat bunga yang menyamakan present value kas keluar yang diharapkan dengan present value aliran kas masuk yang diharapkan, atau didefinisikan juga sebagai tingkat bunga yang menyebabkan Net Present Value (NPV) sama dengan nol (0).

Gittinger (1986) menyebutkan bahwa IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan sebaliknya jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. d. Payback Period (PBP) Payback period atau tingkat pengembalian investasi adalah salah satu metode dalam menilai kelayakan suatu usaha yang digunakan untuk mengukur periode jangka waktu pengembalian modal. Semakin cepat modal itu dapat kembali, semakin baik suatu proyek untuk diusahakan karena modal yang kembali dapat dipakai untuk membiayai kegiatan lain (Husnan dan Muhammad 2000). 3.5 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. Analisis dilakukan untuk meneliti kembali analisis kelayakan proyek yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk melihat pengaruh yang akan terjadi apabila keadaan berubah. Hal ini merupakan suatu cara untuk menghadapi ketidakpastian yang dapat terjadi pada suatu keadaan yang telah diramalkan (Gittinger 1986). Menurut Kadariah et al. (1999) analisis sensitivitas bertujuan untuk melihat apa yang akan terjadi terhadap hasil analisis proyek jika ada suatu kesalahan atau perubahan dalam dasar-dasar perhitungan biaya atau manfaat. Suatu proyek pada dasarnya menghadapi suatu ketidakpastian karena dipengaruhi perubahan-perubahan, baik dari sisi penerimaan atau pengeluaran yang akhirnya akan mempengaruhi tingkat kelayakan proyek. Dalam analisis switching value setiap kemungkinan harus dicoba, yang berarti setiap kali harus dilakukan analisis kembali. Hal ini perlu karena analisis proyek biasanya didasarkan pada proyeksi yang mengandung banyak ketidakpastian dan perubahan yang akan terjadi di masa depan.

. yaitu : • • • • Perubahan harga jual Keterlambatan pelaksanaan proyek Kenaikan biaya Perubahan volume produksi 3. Laporan rugi laba ini atau usaha yang dijalankan mendapatkan keuntungan ataukah mendapatkan kerugian selama waktu proyek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi mengenai pelaksanaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak. proyek-proyek sensitif berubah-ubah akibat empat masalah utama.7 Kerangka Pemikiran Operasional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha yaitu usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dan bahan baku kulit kerbau di Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal. Laba ialah apa saja yang tersisa setelah dikurangkannya pengeluaran-pengeluaran yang timbul di dalam memproduksi barang atau jasa atau dari penerimaan yang diperoleh dengan menjual barang atau jasa tersebut. 3. aspek ekonomi. aspek teknis. Analisis finansial mengkaji NPV. payback period dan switching value usaha pembuatan kerupuk rambak. Analisis kelayakan dilakukan dengan menganalisis aspek-aspek kelayakan investasi seperti aspek pasar. Pada bidang pertanian.6 Laporan Rugi Laba Laporan rugi laba adalah suatu laporan keuangan yang meringkas penerimaan dan pengeluaran suatau perusahaan selama periode akuntansi. Laporan rugi laba juga merupakan suatu laporan yang menunjukkan hasil-hasil operasi perusahaan selama waktu tersebut (Gittinger 1986). Net B/C rasio. sosial dan lingkungan serta aspek finansial. IRR. aspek manajemen. Gambar 2 adalah kerangka operasional penelitian pada usaha pembuatan kerupuk rambak.Semua proyek harus diamati melalui analisis sensitivitas.

aspek hukum Analisis Finansial : NPV. Net B/C Ratio. IRR. IRR. aspek teknis. Analisis Switching Value Tidak layak Usaha tidak baik untuk dilaksanakan dan harus melakukan perbaikan usaha Layak Layak Tidak layak Melakukan reorientasi alokasi sumber daya dan melakukan perbaikan usaha Baik untuk diusahakan karena dapat menghasilkan keuntungan dan dapat dilakukan pengembangan usaha Perbandingan kelayakan finansial untuk memilih bahan baku yang mendatangkan keuntungan lebih baik Perbaikan usaha bagi pemilik usaha yang menghasilkan keuntungan lebih kecil dengan mengubah jenis bahan baku yang digunakan . Analisis Switching Value Analisis Finansial : NPV. aspek manajemen. Payback Period. aspek sosial lingkungan. Payback Period. Net B/C Ratio.Program Pemberdayaan UKM di Kabupaten Kendal memberikan iklim yang kondusif bagi pengembangan usaha yang sudah ada maupun pendirian usaha baru Salah satu produk yang dikembangkan adalah kerupuk rambak Adanya ketidakseimbangan permintaan dan penawaran kerupuk rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak Bahan baku kulit sapi Bahan baku kulit kerbau Analisis Aspek Non Finansial Pembuatan kerupuk rambak : Aspek pasar.

Pengambilan sampel responden menggunakan pemilihan secara sengaja (purposive). Jumlah pengusaha berjumlah empat orang. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pemilik .2 Metode Penentuan Sampel Pengambilan pengusaha responden berasal dari informasi dari Kantor Kelurahan setempat.Gambar 2. Kemudian pada penelitian ini dibandingkan antara kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi dan usaha pembuatan kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau. namun hanya tiga pengusaha yang dijadikan responden karena kemudahan dalam pengambilan data. 4.1 Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilakukan di usaha pembuatan kerupuk rambak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupatan Kendal. yaitu kerupuk rambak kulit sapi dan kerupuk rambak kulit kerbau. Selain itu. Namun. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Juni 2009. Selanjutnya didapat dua kelompok usaha kerupuk rambak yang berdasarkan bahan baku yang digunakan. 4. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Pegandon merupakan sentra produksi kerupuk rambak di Kabupaten Kendal dan kerupuk rambak merupakan produk yang akan dikembangkan di Kabupaten Kendal.3 Data dan Instrumentasi Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. perusahaan-perusahaan yang ada di Pegandon belum pernah melakukan studi kelayakan terhadap usahanya. Responden yang digunakan adalah dua pengusaha kerupuk rambak kulit sapi dan satu pengusaha kerupuk rambak kulit kerbau. Pengambilan data di lapang dilaksanakan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009. Kerangka Pemikiran Operasional BAB IV METODE PENELITIAN 4.

yaitu: Analisis nilai bersih sekarang (Net Present Value/NPV). teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur dan browsing internet. Badan Pusat Statistik. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan cara wawancara langsung. 4. sosial dan lingkungan dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. Analisis yang akan dilakukan selama penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. dan aspek ekonomi. Sedangkan data kualitatif diolah dan disajikan secara deskriptif. skripsi. Badan Pusat Statistik dan Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Wawancara dengan pemilik usaha mengenai aspek kelayakan dan aspek finansial. wawancara mendalam dan observasi. Teknik pengumpulan data tersebut digunakan untuk mengumpulkan data primer.5 Metode Pengolahan Data Data kuantitatif yang diperoleh selama penelitian diolah dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007. Departemen Perindustrian dan Perdagangan serta pengumpulan data primer di Kecamatan Pegandon. Dalam pengumpulan data primer. tingkat pengembalian investasi (Internal Rate of Return/IRR). Analisis kelayakan finansial menggunakan beberapa kriteria. Pemilihan program tersebut karena merupakan program yang telah lazim digunakan dan relatif mudah untuk dioperasikan. pemasok dan staf Pemerintah Daerah. internet dan instansi-instansi terkait seperti Perpustakaan IPB. aspek teknis. masa pengembalian .usaha. Wawancara dengan pemasok mengenai bahan baku utama yaitu kulit serta wawancara dengan staf Pemerintah Daerah untuk mengetahui kondisi usaha kecil dan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap usaha kecil di Kabupaten Kendal. data diperoleh berasal dari para pemilik usaha kerupuk rambak dan pemasok. Analisis kuantitatif dilakukan untuk menganalisis kelayakan aspek finansial dalam usaha pembuatan kerupuk rambak ini. aspek manajemen.4 Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008-Maret 2009 atau selama empat bulan. Sedangkan untuk data sekunder. Data sekunder yang digunakan berasal dari studi literatur berbagai buku. 4. Lokasi pengumpulan data meliputi perpustakaan IPB. Analisis kualitatif dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang aspek pasar.

artinya suatu proyek sudah dinyatakan menguntungkan dan dapat dilaksanakan. Dengan kata lain.investasi (Payback Period). . dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).1 Net Present Value (NPV) Net Present Value (NPV) suatu proyek atau usaha adalah selisih antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan arus biaya. artinya proyek tersebut tidak menghasilkan nilai biaya yang dipergunakan. 4. NPV juga dapat diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang ditimbulkan oleh investasi. NPV < 0.1. Analisis aspek finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria investasi untuk mengetahui apakah suatu usaha tersebut layak atau tidak untuk dijalankan. Kriteria kelayakan investasi yang akan digunakan antara lain Net Present Value (NPV). 4. Net benefit and Cost Ratio (Net B/C Ratio) atau angka perbandingan antara present value dari net benefit yang positif dengan present value dari net benefit yang negatif. proyek tersebut merugikan dan sebaiknya tidak dilaksanakan. Rumus menghitung NPV adalah sebagai berikut : NPV = ∑ t =1 n Bt − Ct (1 + i ) t Sumber : Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat suku bunga (diskonto) Kriteria kelayakan investasi berdasarkan NPV yaitu : • • NPV > 0. dan analisis switching value. Perhitungan NPV perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan.5.1 Analisis Aspek Finansial Analisis aspek finansial digunakan untuk mengetahui kelayakan usaha pembuatan kerupuk rambak. Internal Rate Return (IRR).5.

5.• NPV = 0. proyek merugikan Net B/C = 1. proyek tidak untung dan tidak rugi Namun. maka NPV < 0. IRR juga merupakan nilai discount rate yang .1.5. proyek tersebut tidak untung dan tidak rugi. maka NPV > 0. 4. pada penelitian ini perhitungan NPV tidak dilakukan secara manual. Rumus untuk menghitung Net B/C adalah : Net B/C = ∑ (1 + i) ∑ (1 + i) t =1 t =1 n n Bt − C t t Bt − C t t Dimana ( Bt − C t > 0) ( Bt − C t < 0) Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : Bt = manfaat yang diperoleh tiap tahun Ct = biaya yang dikeluarkan tiap tahun n = jumlah tahun i = tingkat bunga (diskonto) Kriteria investasi berdasarkan Net B/C Rasio adalah : • • • Net B/C > 0. proyek menguntungkan Net B/C < 0. pada penelitian ini perhitungan Net B/C rasio tidak dilakukan secara manual. Namun. Perhitungan Net B/C rasio dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. 4.1.2 Net Benefit and Cost Ratio (Net B/C Rasio) Net benefit and cost ratio (Net B/C Rasio) merupakan angka perbandingan antara jumlah nilai sekarang yang bernilai positif dengan jumlah nilai sekarang yang bernilai negatif. artinya proyek tersebut mampu mengembalikan persis sebesar modal sosial Opportunities Cost faktor produksi normal. maka NPV = 0.3 Internal Rate of Return (IRR) IRR adalah tingkat rata-rata keuntungan intern tahunan bagi perusahaan yang melakukan investasi dan dinyatakan dalam satuan persen. Tingkat IRR mencerminkan tingkat suku bunga maksimal yang dapat dibayar oleh proyek untuk sumberdaya yang digunakan. Perhitungan NPV dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. Dengan kata lain.

Suatu investasi dianggap layak apabila nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan tidak layak jika nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga yang berlaku. Pada perhitungan discounted payback period ini telah memasukkan unsur faktor diskonto sehingga telah mencakup nilai waktu uang. pada penelitian ini perhitungan IRR tidak dilakukan secara manual. Rumus yang digunakan untuk menghitung jangka pengembalian investasi adalah : Payback period = I Ab Sumber : Husnan dan Muhammad.1. Perhitungan IRR dilakukan dengan menggunakan formula yang telah tersedia pada software Microsoft Excel 2007. 4.4 Tingkat Pengembalian Investasi Diskonto (Discounted Payback Period) Untuk melihat jangka waktu pengembalian suatu investasi dilakukan perhitungan dengan menggunakan metode payback period yang menunjukkan jangka waktu kembalinya investasi yang dikeluarkan melalui pendapatan bersih tambahan yang diperoleh dari usaha pembuatan kerupuk rambak. maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Rumus untuk menghitung IRR adalah : IRR = i + NPV (i '−i ) NPV − NPV ' Sumber: Kadariah et al (1999) Keterangan : i = Discount rate yang menghasilkan NPV positif = Discount rate yang menghasilkan NPV negatif NPV = NPV yang bernilai positif NPV = NPV yang bernilai negatif Namun. 2000 Keterangan : I = besarnya investasi yang dibutuhkan Ab = benefit bersih diskonto yang dapat diperoleh pada setiap tahunnya .membuat NPV proyek sama dengan nol.5.

Tujuan analisis ini adalah untuk melihat kembali hasil analisis suatu kegiatan investasi atau aktivitas ekonomi. Usaha dilakukan dengan modal sendiri Tingkat diskonto yang digunakan merupakan tingkat suku bunga deposito BRI pada bulan Januari 2009 yaitu sebesar 8.6 Asumsi Dasar yang Digunakan Analisis usaha pembuatan kerupuk rambak ini menggunakan beberapa asumsi dasar yaitu: 1.Pada dasarnya semakin cepat payback period menandakan semakin kecil risiko yang dihadapi oleh investor.00 per kilogram. 6.00 per kilogram. . Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat dampak dari suatu keadaan yang berubah-ubah terhadap hasil suatu analisis. Pemilihan ini didasarkan atas bank yang terdekat dengan pengusaha adalah BRI serta modal usaha pemilik semuanya modal sendiri dan bukan berasal dari pinjaman. digunakan analisis kepekaan apabila terjadi perubahan pada kenaikan harga input dan penurunan penjualan. perhitungan didasarkan pada proyek-proyek yang mengandung ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi di waktu mendatang (Gittinger 1986) Pada analisis switching value secara langsung memilih sejumlah nilai yang dengan nilai tersebut dapat dilakukan perubahan terhadap masalah yang dianggap penting pada analisis proyek dan kemudian dapat menentukan pengaruh perubahan tersebut terhadap daya tarik proyek. 3.5. Analisis sensitivitas ini perlu dilakukan karena dalam kegiatan investasi. Harga bahan baku kulit kerbau adalah Rp 17. 4. Dalam penelitian ini. tungku api. lemari.2 Analisis Switching Value Analisis switching value merupakan variasi dari analisis sensitivitas. 5. Harga bahan baku kulit sapi adalah Rp 12. apakah ada perubahan dan apabila terjadi kesalahan atau adanya perubahan di dalam perhitungan biaya atau manfaat. Keadaan ekonomi selama proyek berlangsung diasumsikan tetap. timbangan. Umur proyek adalah 10 tahun. 4. penentuan umur proyek ini didasarkan pada umur ekonomis investasi yang terlama yaitu bangunan. pompa air.000. tempat penjemuran dan tabung gas.38 persen. 4.000. 2.

7.000. 9. Kulit sapi basah dan kulit kerbau basah yang digunakan untuk produksi adalah jantan. Skala produksi pada kedua usaha adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi. 14. 13. Biaya variabel pada kemasan besar. . Sehingga dalam satu tahun terdapat 120 kali proses produksi. nilainya diasumsikan sebesar dua kali dari biaya variabel kemasan kecil. Biaya operasional terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. 11. Nilai total penjualan adalah hasil kali antara produksi dan harga jual.00 untuk kerupuk rambak kemasan 250 gram dan Rp 60. 10. Nilai penyusutan dihitung berdasarkan perhitungan nilai sisa dengan menggunakan metode garis lurus di mana harga beli dikurangi dengan nilai sisa kemudian dibagi dengan umur ekonomis. Kerupuk rambak ukuran 250 gram disebut kemasan kecil dan kerupuk rambak ukuran 500 gram disebut kemasan besar. 18.000. 15. Proses produksi dilakukan setiap tiga hari sekali maka dalam satu bulan dilakukan sepuluh kali proses produksi. 8. Rendemen lemak baik pada kulit sapi basah dan kulit kerbau basah adalah sebesar 10 persen dari berat total. Tidak ada produk yang cacat atau gagal dan hasil produksi semuanya habis terjual. 16. 17. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak ini terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Perbandingan penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi dan penjualan sendiri ke konsumen adalah sebesar 65 persen dari total produksi. Total produksi adalah jumlah kemasan yang dihasilkan selama satu tahun. 12.00 untuk kerupuk rambak kemasan 500 gram. Biaya investasi dikeluarkan pada tahun ke-1 dan biaya reinvestasi dikeluarkan untuk peralatan yang telah habis umur ekonomisnya. Harga jual yang produk adalah Rp 30.

• Jika Rp 50.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50. 17 tahun 2000 Tentang Tarif Umum PPh Wajib Pajak Dalam Negeri dan bentuk Usaha Tetap.19.000.00) + (30% x (pendapatan Rp 100.00)) • Jika pendapatan > Rp 100.000.000.000.000.000.000. .00)).000.000.000 maka pajak yang dibayarkan adalah (10% x Rp 50.000.000.000.000.00 < pendapatan < Rp 100.00)+(15% x (pendapatan Rp 50. Pajak pendapatan yang digunakan adalah pajak progresif berdasarkan UU No.000.00)+ (15% x Rp 50. yaitu: • Jika pendapatan < Rp 50.000.00 maka pajak yang dibayarkan adalah 10% x pendapatan.000.

06 persen. Sedangkan sisanya digunakan untuk pekarangan (lahan untuk bangunan dan halaman sekitarnya). Luas wilayah yang digunakan untuk usaha pertanian (sawah.1 Keadaan Wilayah Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang terletak di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Suhu udara berkisar antara 25°C. Hal ini ditunjukkan dengan besarnya luas lahan yang ada di Kabupaten Kendal yang digunakan untuk mengusahakan pertanian.612 (49. kemudian daerah perbukitan di sebelah tengah dan dataran rendah di sebelah utara dengan ketinggian 0-10 meter dari permukaan laut dengan suhu berkisar 27°C. Topografi Kabupaten Kendal terbagi dalam tiga jenis yaitu daerah pegunungan yang terletak di bagian paling selatan dengan ketinggian antara 02.83 persen.1. Sedangkan jumlah penduduk terendah berada pada kelompok umur 60-64 tahun berjumlah 32. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 sebesar 2.916 jiwa. Di sebelah utara wilayah Kabupaten Kendal berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara. Kabupaten Kendal merupakan kabupaten yang memiliki wilayah agraris.420 jiwa terdiri dari 462. Kabupaten Kendal memiliki luas wilayah sebesar 1002.35 persen) laki-laki dan 474.1 Kabupaten Kendal 5. 5. tambak dan kolam.1.579 meter dari permukaan laut. sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung. Posisi astronomis Kabupaten Kendal terletak pada 109°40 -110°18 Bujur Timur dan 6°32 -7°24 Lintang Selatan. Jumlah penduduk menurut kelompok umur terbanyak berada pada kelompok usia 10-14 tahun.BAB V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN 5.65 persen) perempuan. hutan serta perkebunan) adalah sebesar 75. padang rumput dan lahan yang sementara tidak diusahakan. dengan jumlah 100. Di sebelah timur berbatasan dengan Kota Semarang. Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Batang.23 km2.808 (50.501 . tegalan.2 Keadaan Penduduk Jumlah penduduk Kabupaten Kendal pada tahun 2007 tercatat sebanyak 937.

panili. Hal ini . mangga. Produksi tanaman buah-buahan tersebut mengalami fluktuasi setiap tahun. domba dan babi. Perikanan di Kabupaten Kendal juga diusahakan meliputi perikanan darat dan perikanan laut. Ternak besar yaitu sapi perah atau sapi potong. bawang merah. dan wortel.965 jiwa per kilometer persegi dan di Kecamatan Kendal mencapai 1. Peternakan di Kabupaten Kendal terbagi menjadi dua yaitu ternak besar dan ternak kecil. Produksi tanaman sayuran yang diusahakan di Kabupaten Kendal adalah tanaman buncis. dan tanaman teh. Sektor kehutanan di Kabupaten Kendal menghasilkan kayu jati. kemukus dan kakao. PDRB Kabupaten Kendal mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. ayam petelur.1. kerbau dan kuda. kayu rimba dan lainnya. burung puyuh dan itik. Sedangkan untuk unggas yang diusahakan adalah ayam ras pedaging. 5. Komoditas lain yang dihasilkan dari sektor perkebunan ini adalah tanaman karet. palawija dan kacang-kacangan. kacang-kacangan dan ketimun. Kepadatan penduduk di Kecamatan Weleri mencapai 1.896 jiwa setiap kilometer persegi. kayu manis.15 persen dari seluruh luas tanah yang ada. tanaman pala. Ternak kecil meliputi kambing.1.3 Pertanian Proporsi terluas penggunaan tanah di Kabupaten Kendal adalah untuk tanah sawah yaitu 262. rambutan dan durian.jiwa. Komoditas yang diusahakan pada perkebunan adalah tebu. bawang.62 triliun rupiah. nangka. Dilihat dari piramida penduduk Kabupaten Kendal maka kelompok umur usai produktif lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok usaia tidak produktif.13 km2 atau sebesar 26. kubis. Populasi terbesar untuk ternak besar ini adalah sapi potong. Populasi terbesar untuk ternak kecil ini adalah kambing. Persebaran penduduk di Kabupaten Kendal tidak merata. kopi. 5. Komoditas tanaman buah-buahan yang ada di Kabupaten Kendal adalah pisang.4 Perekonomian Daerah Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kendal pada tahun 2007 atas dasar harga konstan tahun 2000 mencapai 4. Beberapa kecamatan mengalami kepadatan penduduk yang cukup tinggi seperti Kecamatan Weleri dan Kota Kendal. Hasil utama pertanian adalah padi. tembakau rakyat.

086. Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Atas Dasar Harga Konstan 2000 Kabupaten Kendal Tahun 2004-2007 (dalam juta rupiah) No.328.10 48. kemudian pertanian sebesar 23. struktur ekonomi atas harga konstan 2000.62 759.89 persen.626.42 124.558.623. Lima sektor lainnya hanya menyumbang kurang dari 10 persen dan yang terendah adalah sektor pertambangan dan penggalian yang menyumbang 0.433.18 1.91 56. Berikut ini adalah tabel PDRB Kabupaten Kendal atas dasar harga konstan tahun 2000.079.20 128.158.84 336.496.07 juta rupiah.543.861.716.340.21 persen.63 809.63 350.258.354. yaitu dari 4.799.98 37.578. gas dan air minum Bangunan Perdagangan.959.634.62 44.26 4.494.149.119.854.55 4.78 45.077. sektor perdagangan. Tabel 5.97 106.44 1.14 112.756.77 persen. Peringkat kedua sektor angkutan dan komunikasi yaitu sebesar 10.680.184.76 101. Pada tahun 2007 ini pertumbuhan sektor listrik.192.53 117.408.210.76 364.64 106.655.167.341.063.447.626.40 1.20 4. hotel dan restoran 18. Dari sembilan sektor ekonomi yang ada pada tahun 2007.47 8 9 100.027.996.456.325. Berdasarkan data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kebupaten Kendal.89 1.96 persen. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.524.20 42.71 1.013.121.50 persen.32 117. jumlah unit usaha yang tergolong dalam usaha .30 persen dan jasa-jasa 7.521. Persewaan dan Jasa Perusahaan Jasa-Jasa PDRB 2004 2005 2006 2007 1.499.88 persen.73 334.01 4.22 44.426. Kontribusi tertinggi didapat dari sektor industri pengolahan sebesar 40.menunjukkan perekonomian Kabupaten Kendal terus tumbuh.53 846.277.86 1.19 117. Industri pengolahan di Kabupaten Kendal sebagian besar didominasi oleh usaha kecil dan menengah. 1 2 3 4 5 6 7 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri Pengolahan Listrik. Nilai PDRB per kapita pada tahun 2007 secara riil naik sebesar 3.641.37 98.49 787.25 persen.347.88 juta rupiah menjadi 5.28 persen. gas dan air minum menempati peringkat tertinggi yaitu 16.510.13 129.00 Sumber : BPS Kabupaten Kendal (2008) Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal pada tahun 2007 mencapai 4.027.828.92 1.42 38.

Suhu udara 27°C. Salah satu hal yang telah dilakukan adalah dengan melakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil dan menengah di bidang makanan sebagaimana telah tercantum pada Tabel 3. Luas Wilayah Kecamatan Pegandon Dirinci Menurut Penggunaan No Jenis Luas (Km2) Persen (%) 1 Tanah sawah 8.23 39. Selain itu pengembangan usaha kecil dan menengah dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan daerah serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Kecamatan Pegandon memiliki luas wilayah 31. Industri pengolahan makanan terus dikembangkan agar produk yang dihasilkan dapat menjadi komoditas khas daerah Kendal.2 Kecamatan Pegandon Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Wilayah Kecamatan Pegandon di sebelah utara adalah Kecamatan Patebon. Untuk mengembangkan usaha kecil dan menengah.kecil dan menengah berjumlah 489 unit usaha. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Singorojo.12 km2.12 100 Sumber : Statistik Kecamatan Pegandon 2008 . Kecamatan Pegandon terletak di wilayah administrasi Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah.44 3 Tanah tegalan 2.71 27.61 8. jarak ibukota Pegandon ke ibukota Kabupaten adalah 10 kilometer. Usaha tersebut terbagi menjadi usaha yang bergerak dalam bidang makanan dan non makanan. Wilayah Kecamatan Pegandon dibagi menurut penggunaannya. sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Gemuh dan sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Brangsong. Jarak ibukota Pegandon dengan ibukota provinsi adalah 38 kilometer. Pembagian wilayah berdasarkan penggunaan terdapat pada Tabel 6.39 4 Tambak dan kolam 0 0 5 Hutan 12.32 6 Kehutanan 0 0 7 Lain-lain 2.99 2 Tanah pekarangan 5. 5. Kabupaten Kendal menetapkan wilayah-wilayah untuk dilakukan sentralisasi pengembangan usaha kecil.89 Total 31. Tabel 6. Wilayah Kecamatan Pegandon memiliki ketinggian tanah 6 meter dpl.45 7.12 16.

Kecamatan Pegandon.043 jiwa. Bapak Chaeroman melakukan inovasi dengan cara membuat kemasan yang menarik sehingga nilai jual dapat ditingkatkan karena selama ini kerupuk produksinya hanya dibungkus plastik saja. Pada saat itu juga terjadi penutupan tempat pemotongan hewan yang ada di Kecamatan Pegandon sehingga pengusaha mengalami kesulitan dalam . Kepadatan penduduk di Kecamatan Pegandon adalah 1. Usaha ini berawal karena di Kecamatan Pegandon terdapat tempat pemotongan hewan (jagalan) sapi untuk memasok daging sapi ke pasar tradisional di sekitar Kecamatan Pegandon. Pada saat itu.09 persen. usaha masih bersifat rumah tangga dan belum ada merek dagang pada usaha yang didirikan. Kemudian. Putra Jaya. Pada awal pendirian usaha tersebut. Proses produksi yang relatif mudah dipelajari sehingga mendukung tumbuhnya pembuatan kerupuk rambak ini. usaha pembuatan kerupuk rambak dipelopori oleh Bapak Chaeroman. Usaha pembuatan kerupuk rambak Bapak Chaeroman berkembang dengan baik dan mulai menarik para pengusaha baru untuk masuk ke dalam industri.532 jiwa dan jumlah penduduk laki-laki adalah sebanyak 18. Pada tahun 2007 perkembangan penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 1. belum ada yang berpikir untuk mengolah kulit.3 Gambaran Umum Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Usaha pembuatan kerupuk rambak terletak di Desa Penanggulan. Hal ini sangat mengganggu masyarakat sekitar. Usaha yang digeluti ternyata berkembang dengan pesat.175 jiwa/km2.Jumlah penduduk Kecamatan Pegandon adalah sebesar 36. Saat ini tercatat ada empat perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan kerupuk rambak yaitu Citra Rasa. 5. Kemudian pemilik memberi nama Dwijoyo pada kerupuk produksinya dan kerupuk mulai dikemas ke dalam kardus dan diberi merek. kulit sapi hanya menjadi limbah dan menimbulkan bau yang mengganggu ketika kulit membusuk.575 jiwa dengan pembagian jumlah penduduk perempuan adalah 18. Pada tahun 1990. ada enam usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi. Bapak Chaeroman terinspirasi pada kerupuk kulit yang ada di daerah Jawa Timur. Pada tahun 1993. beliau mendirikan usaha pembuatan kerupuk rambak. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. Pada saat itu.

Namun. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan di dalam industri memiliki karakteristik yang sama dan dipasarkan dengan bentuk kemasan dan berat yang sama. Perhatian Pemerintah Kabupaten Kendal terhadap usaha pembuatan kerupuk rambak juga diakui oleh para pengusaha. Walaupun menyatakan sudah tutup.00 untuk kemasan 250 gram dan Rp 60. ada perbedaan dengan perusahaan yang terlebih dahulu masuk ke dalam industri. namun terdapat dua pengusaha yang masih memproduksi kerupuk walaupun produksinya tidak kontinu dan tidak bersifat komersial. Pemerintah Kabupaten melalui dinas terkait yaitu Dinas Koperasi dan UKM dan . sebagian tidak dapat bertahan. Selain itu.00 untuk kemasan 500 gram dan dikemas dengan menggunakan kardus yang telah diberi label masing-masing perusahaan yang memproduksinya.000. Kulit kerbau memiliki harga yang relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan kulit sapi. Pada tahun 2005. Padahal perusahaan lain menggunakan campuran kulit kerbau saat pasokan kulit sapi mengalami penurunan. para pengusaha yang menutup usaha juga dikarenakan mereka kurang telaten dalam proses pembuatan kerupuk. Harga yang berlaku juga sama yaitu sebesar Rp 30. Perusahaan baru tersebut membuat kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau.000. Berdasarkan wawancara dengan Wakil Bupati Kendal dan staff Disperindag Kabupaten Kendal. Beberapa pengusaha berhasil mendapatkan pemasok dari luar kota.memenuhi bahan baku kulit sapi. diperoleh informasi bahwa kerupuk rambak akan dijadikan komoditas khas daerah yang nantinya akan menjadi cinderamata dari Kabupaten Kendal. Alasan perusahaan tersebut menggunakan bahan baku kulit kerbau dikarenakan kulit kerbau memiliki daya mengembang yang lebih baik dan rasa yang lebih gurih. Hal ini dikarenakan walaupun proses pembuatan mudah namun butuh ketelatenan yang tinggi terutama dalam proses pengungkepan kulit. Perkembangan usaha pembuatan kerupuk rambak sangat didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal. ada perusahaan kerupuk rambak yang masuk ke dalam industri. Menurut para pengusaha. Mereka menutup usaha pembuatan kerupuk rambak dengan alasan kesulitan dalam mendapat bahan baku. Namun.

. bantuan teknis seperti perijinan dan bantuan kredit lunak.Dinas Perindustrian dan Perdagangan mulai memfasilitasi usaha baik dari segi pemasaran.

Hal ini diperoleh berdasarkan keterangan dari pemilik usaha bahwa produknya selalu habis terjual dan terjadi kekosongan produk di agen penjualan. . jumlah permintaan kerupuk rambak meningkat dua kali lipat. Kerupuk rambak yang dihasilkan oleh industri adalah sekitar 100120 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu kali periode produksi. Permintaan jumlah kerupuk rambak ini meningkat tajam pada saat hari raya Lebaran dan liburan kenaikan kelas. Pada saat Lebaran dan liburan kenaikan kelas.1 Permintaan Permintaan dapat diartikan sebagai jumlah barang yang dibutuhkan konsumen yang mempunyai kemampuan untuk membeli pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Masyarakat Indonesia menyukai produk kerupuk yang disajikan sebagai menu dalam makanan ataupun sebagai kudapan atau camilan saja. Hampir seluruh lapisan masyarakat mengkonsumsi kerupuk.1 Aspek Pasar Pengkajian aspek pasar penting untuk dilakukan karena tidak ada proyek yang berhasil tanpa adanya permintaan atas barang atau jasa yang dihasilkan oleh suatu usaha. Tingginya potensi pasar untuk produk kerupuk rambak terlihat dari jumlah permintaan untuk kerupuk rambak yang mengalami peningkatan. 6. serta strategi pemasaran. aspek manajemen. aspek teknis.BAB VI ANALISIS ASPEK NON FINANSIAL Analisis aspek-aspek non finansial yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah aspek pasar. penawaran. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Peluang pasar akan kerupuk rambak juga didukung oleh nilai budaya masyarakat Indonesia. Selain itu. 6. usaha mengalami over demand atau kelebihan permintaan yang tidak mampu dipenuhi oleh pemilik usaha. Jumlah permintaan kerupuk rambak ini dapat dilihat dari hasil produksi kerupuk yang habis terjual. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini cukup tinggi. Pada penelitian ini aspek pasar yang dianalisis meliputi permintaan.1.

Jika diasumsikan masing-masing perusahaan memproduksi 125 kemasan besar dan 750 kemasan kecil per bulan maka dapat disimpulkan bahwa penawaran industri setiap bulan sebesar 500 kemasan besar dan 3000 kemasan kecil. yang berasal dari berbagai kalangan.Kerupuk kulit sudah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari lidah konsumen Indonesia. Penawaran kerupuk rambak saat ini belum mampu memenuhi permintaan pasar terutama pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran tiba. Konsumsi kerupuk kulit di Indonesia sangat besar. Jumlah permintaan juga meningkat tajam pada saat musim liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran.1. dapat diduga bahwa konsumsi kerupuk ini sangat besar (Tim LPPOM MUI 2009). Konsumennya sangat banyak. Penawaran diartikan sebagai berbagai kuantitas barang yang ditawarkan di pasar pada berbagai tingkat harga (Umar 2005). Penawaran kerupuk rambak ini dapat dikatakan masih rendah. Permintaan ini dikarenakan adanya penambahan jumlah pendatang maupun pengguna jalan yang memasuki kota Kendal. Walaupun secara statistik belum didapatkan angka pasti mengenai jumlah kuantitatif konsumsi kerupuk kulit di Indonesia.2 Penawaran Potensi pasar tidak hanya dilihat dari tingkat permintaan tetapi juga dari sisi penawaran. Permintaan kerupuk rambak ini biasanya datang dari agen maupun dari konsumen akhir. Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura ini memiliki letak yang strategis untuk pemasaran kerupuk rambak. Dalam industri kerupuk rambak di Kecamatan Pegandon ini hanya terdapat empat perusahaan yang mengusahakan kerupuk rambak secara komersial. Peningkatan permintaan pada saat liburan kenaikan kelas maupun hari raya Lebaran membuat industri kewalahan dalam memenuhi jumlah permintaan ini sehingga terjadi over demand. Jumlah penawaran industri dapat dilihat dari jumlah produksi perusahaan karena seluruh hasil produksi perusahaan dijual ke pasar. Keempat perusahaan tersebut menawarkan produk yang sama yaitu kerupuk rambak siap saji yang dikemas ke dalam kemasan yang sama yaitu 500 gram dan 250 gram dengan harga jual yang sama untuk masing-masing ukuran yaitu Rp . Tetapi melihat minat masyarakat yang begitu besar dan keberadaannya yang tersebar luas. Keempat perusahaan telah memiliki merek masing-masing bagi produknya. 6.

30.3. 6.3 Strategi Pemasaran Stanton (1995) diacu dalam Umar (2005) menyatakan bahwa pemasaran meliputi keseluruhan sistem yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan merencanakan.1. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Strategi produk didefinisikan sebagai suatu strategi yang dilaksanakan oleh suatu perusahaan yang berkaitan dengan produk yang ditawarkannya (Utami 2008). 6.000. Masing-masing perusahaan telah memberikan merek dagang pada produk kerupuk rambak. manajemen pemasaran akan dipecah atas empat kebijakan pemasaran yang lazim disebut sebagai bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P dalam pemasaran yang terdiri dari empat komponen yaitu produk (product).00 untuk ukuran 250 gram (kemasan kecil) dan Rp 60. menentukan harga. karena dibeli oleh konsumen untuk langsung dikonsumsi.00 untuk ukuran 500 gram (kemasan besar). 6.3.1. Menurut Umar (2005) pemasaran produk barang. Produk yang dihasilkan industri kerupuk di Pegandon adalah kerupuk rambak. harga (price). distribusi (place) dan promosi (promotion).1. Industri kerupuk rambak di Pegandon .1 Produk Produk adalah sesuatu yang ditawarkan dan dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Dengan kata lain produk kerupuk rambak ini adalah produk yang homogen dan konsumen kerupuk rambak belum memiliki loyalitas merek pada salah satu perusahaan sehingga produk memiliki daya substitusi yang sempurna satu sama lain. Produk kerupuk rambak dipasarkan dalam bentuk dua kemasan yaitu kemasan 250 gram (kemasan kecil) dan kemasan 500 gram (kemasan besar). komoditi yang ditawarkan industri kerupuk rambak yaitu barang konsumsi.2 Harga Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Menurut klasifikasinya. hingga mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang atau jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli.000. baik aktual maupun yang potensial.

1. Pada saluran ini perusahaan ini tidak menggunakan perantara. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran II Saluran distribusi yang kedua merupakan saluran yang digunakan oleh perusahaan dengan menggunakan perantara untuk memasarkan produknya. Keuntungan bagi produsen yang menggunakan saluran distribusi kedua ini adalah . Saluran II Perusahaan Agen/Pengecer Konsumen Gambar 4.00.00 per kemasan dan kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 60.memberikan atau menetapkan harga jual yang sama kepada konsumen. Saluran Pemasaran Kerupuk Rambak Saluran I Saluran I merupakan salah satu cara produsen kerupuk rambak dalam memasarkan usahanya. Harga produk kerupuk rambak untuk kemasan 250 gram adalah Rp 30.3 Distribusi Pemasaran produk kerupuk rambak saat ini hanya dilakukan di daerah Kendal dan Semarang. Pemasaran belum menjangkau daerah lain. Saluran I Perusahaan Konsumen Gambar 3. 6. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki rencana melakukan ekspansi ke daerah lain dengan alasan belum dapat memenuhi permintaan yang ada pada saat ini. Harga jual berlaku bagi seluruh produk kerupuk rambak yang dihasilkan oleh perusahaan dalam industri baik yang menggunakan bahan baku kulit kerbau maupun menggunakan bahan baku kulit sapi.3. Penetapan harga untuk kerupuk rambak adalah dengan menambahkan biaya produksi dengan tingkat keuntungan yang ingin diperoleh oleh perusahaan.000. Perusahaan-perusahaan pada umumnya menggunakan saluran I ini dengan melayani konsumen secara langsung di tempat usaha ataupun dengan membuka toko atau kios. Terdapat dua saluran distribusi yang digunakan oleh industri kerupuk rambak di Pegandon Kendal.000. Pada saluran ini produsen langsung menjual produk kerupuk rambak kepada konsumen secara langsung.

Hal ini dikarenakan produsen menilai jika melakukan pemasaran dengan menggunakan agen akan membuat perputaran uang lebih lambat dan tingkat keuntungan yang diperoleh akan lebih sedikit jika dibandingkan melakukan pemasaran dengan saluran I atau melakukan penjualan kepada konsumen secara langsung.4 Hasil Analisis Aspek Pasar Berdasarkan analisis potensi pasar kerupuk rambak di atas dapat disimpulkan bahwa pengusahaan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan. Sejauh ini. dan mendistribusikan produk.1. 6.jangkauan daerah pemasaran yang lebih luas jika dibandingkan dengan saluran I.4 Strategi Promosi Pemasaran tidak hanya membicarakan produk.3. Sistem yang digunakan dalam membangun kerjasama dengan para pengecer ini adalah dengan sistem konsinyasi dan risiko kerusakan produk menjadi tanggung jawab produsen karena agen akan mengembalikan kerupuk yang hampir kadaluarsa ataupun yang mengalami kerusakan dan ditukar dengan yang baru. 6.1.500. Pemilik selalu memperkenalkan produk kepada rekan-rekannya sehingga promosi dilakukan dengan mouth to mouth. Hal ini menyebabkan penjualan melalui agen memiliki proporsi yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan penjualan yang dilakukan secara langsung. promosi yang dilakukan oleh produsen kerupuk rambak untuk memasarkan produknya adalah promosi secara tradisional.00 untuk setiap kemasan kecil yang dijual dan Rp 3. Bonus yang diberikan adalah sebesar Rp 2. harga produk. Namun. tidak semua perusahaan menggunakan saluran II atau melalui agen dalam memasarkan usahanya. Untuk penjualan melalui agen ini perusahaan memberikan bonus kepada para agen berdasarkan jumlah penjualan produk mereka ke konsumen.000. Selain promosi secara langsung.00 untuk kemasan besar. Hal . 2005). tetapi juga mengkomunikasikan produk ini kepada masyarakat agar produk itu dikenal dan akhirnya dibeli oleh konsumen (Umar. Hal ini dikarenakan agen bukan hanya berasal dari Pegandon saja namun dari Kendal dan daerah sekitarnya. produsen juga menggunakan pamflet dan leaflet serta rajin mengikuti pameran yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kendal.

2. Keuntungan berlokasi di lokasi saat ini adalah kedekatan dengan bahan baku penolong.2 Aspek Teknis Aspek teknis merupakan suatu aspek yang berkenaan dengan proses pembangunan proyek secara teknis dan pengoperasiannya setelah proyek tersebut selesai dibangun. Pada penelitian ini. Keempat produsen tersebut telah memberikan merek pada produknya masing-masing. harga jual yang tinggi juga cukup menjanjikan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dapat mendatangkan keuntungan. Keempat perusahaan tersebut adalah Citra Rasa. Di samping itu. Jumlah permintaan tidak diimbangi oleh jumlah penawaran menciptakan peluang besar pada pengusahaan kerupuk rambak. . Namun. aspek teknis yang akan dianalisis meliputi 6. ketersediaan fasilitas dan kemudahan transportasi. Lokasi usaha memiliki keuntungan dan kerugian. kedekatan dengan pasar. Di desa Penanggulan Pegandon terdapat empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak. Putra Jaya. Kemudian usaha kerupuk rambak mengalami perkembangan yang cukup pesat. dan harga. penawaran. Lokasi usaha kerupuk rambak terpusat di Desa Penanggulan karena lokasi ini merupakan sentra pembuatan rambak sayur secara turun temurun kemudian ada produsen yang mengembangkan usaha rambak sayurnya dengan memproduksi kerupuk rambak. Lokasi saat ini menguntungkan dari sisi bahan baku penolong karena lokasi terletak dekat dengan pasar lokal sehingga mudah dalam penyediaan bahan baku penolong maupun barang investasi. Dwi Joyo dan Dwi Djaya. kelemahan lokasi usaha saat ini adalah jauh dari bahan baku utama yaitu kulit kerbau dan kulit sapi.1 Lokasi Usaha Lokasi usaha kerupuk rambak adalah di desa Penanggulan Kecamatan Pegandon. Sampai saat ini industri kerupuk rambak di Pegandon hanya terdiri dari empat produsen yang mengusahakan kerupuk rambak.ini dikarenakan potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini masih cukup tinggi. 6. Potensi pasar untuk produk kerupuk rambak ini dilihat dari sisi permintaan. Perkembangan usaha ini membuat beberapa produsen tertarik untuk masuk ke dalam usaha pembuatan kerupuk rambak.

Adapun standar dan spesifikasi yang ditetapkan adalah: . Kota Kendal yang terletak di jalur Pantura membuat produk kerupuk rambak lebih banyak terjual terutama pada saat liburan kenaikan kelas atau hari raya Lebaran. Selama ini bahan baku belum dapat dipenuhi oleh pasar lokal sehingga para produsen menjalin kerjasama dengan pemasok kulit dari kota lain seperti dari Pekalongan dan Demak. Dari sisi transportasi. Sedangkan untuk bahan baku penolong.Dari sisi kedekatan dengan pasar. produsen tidak mengalami masalah karena dapat dipenuhi dari pasar tradisional setempat. Turis domestik membelinya sebagai buah tangan. Namun. Walaupun letak lokasi usaha jauh dari pasar bahan baku namun industri pembuatan kerupuk rambak tidak mengalami masalah dalam pemenuhan bahan baku. lokasi usaha kerupuk rambak tidak jauh dari pasar sasaran. Tempat usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga relatif dekat dengan Kota Kendal. Tidak ada kesulitan untuk menuju lokasi usaha karena fasilitas jalan yang telah memadai sehingga dapat diakses dengan menggunakan kendaraan beroda dua atau yang beroda empat. Hal ini dikarenakan para produsen telah memiliki pemasok kulit. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau dipenuhi dari Pekalongan dan Demak. Sebagian besar produsen menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksi. 6. Hal ini membuat produsen kerupuk rambak tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemasangan instalasi air dan listrik. Lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak saat ini memiliki kelemahan dalam pemenuhan bahan baku karena letaknya yang jauh. Lokasi terletak di pemukiman penduduk dan telah memiliki fasilitas jalan yang telah di aspal dengan kondisi yang baik. Dari segi fasilitas.2. letak lokasi usaha mudah dicapai. Para produsen telah memiliki standar dan spesifikasi untuk bahan baku kulit. ada produsen yang hanya menggunakan kulit kerbau sebagai input produksinya. lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak sudah tersedia sumber air dan instalasi listrik yang baik.2 Bahan Baku Bahan baku utama usaha pembuatan kerupuk rambak adalah kulit sapi dan kulit kerbau.

Namun. Dari segi ketersediaan bahan baku. Spesifikasi Bahan Baku Kerupuk Rambak Jenis Bahan Baku Kulit Sapi Spesifikasi Berasal dari sapi jantan Berat kulit minimal 40 kilogram Berasal dari kerbau jantan Berat kulit minimal 30 kilogram Keterangan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kandungan lemak yang lebih rendah Berkaitan dengan kemudahan dalam proses pengerokan Kulit kerbau Sumber : Data Primer (Diolah) Spesifikasi bahan baku untuk syarat jenis kelamin dapat berubah karena jika kulit sapi jantan tidak tersedia. Namun. Baik di Pekalongan maupun di Demak bahan baku diperoleh dari tempat penyembelihan hewan di daerah tersebut.Tabel 7. kulit sapi lebih banyak tersedia di pasar dibandingkan dengan kulit kerbau. Para produsen telah memiliki supplier masing-masing. jika para supplier tidak dapat memenuhi jumlah permintaan produsen maka produsen akan membeli kekurangan bahan baku di Demak dengan cara memesan kepada pemasok atau datang langsung ke tempat penyembelihan (jagalan) di Demak. produsen masih bersedia menggunakan kulit sapi betina. kemudian pemasok akan mengirimkan kulit kepada produsen sesuai jumlah yang diinginkan. Pada saat itu pula para produsen mengalami kekurangan bahan baku. Para pemasok kulit sapi dan kulit kerbau mengumpulkan kulitkulit dari tempat-tempat penyembelihan hewan yang ada di daerah tersebut. para produsen memiliki strategi khusus untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku ini yaitu dengan melakukan penyimpanan kerupuk rambak mentah sehingga lonjakan permintaan dapat diatasi oleh produsen dengan ketersediaan kerupuk rambak di pasar. Para produsen memesan kulit melalui telepon. Kerjasama dengan pemasok dilakukan dengan sistem pemesanan. Oleh karena itu. Para pemilik usaha kerupuk rambak yang ada di Pegandon memiliki pemasok kulit yang ada di Pekalongan. Bahan baku kulit sapi dan kulit kerbau untuk usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon berasal dari Pekalongan dan Demak. pengusaha lebih mudah untuk . Pada saat permintaan meningkat yaitu pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. bahan baku yang diperlukan juga akan meningkat.

4 Proses Produksi Proses produksi kerupuk rambak melalui beberapa tahap mulai dari persiapan bahan baku sampai proses pengemasan.2. 6. 6. Kulit basah dicuci dahulu agar bersih kemudian dipotong-potong menjadi dua atau tiga bagian .3 Kapasitas Produksi Kapasitas produksi atau luas produksi adalah jumlah atau volume produk yang seharusnya dibuat perusahaan (Sumarni dan Soeprihanto dalam Utami. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang diusahakan di Pegandon merupakan usaha kecil. hingga saat ini belum ada permasalahan yang berarti pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau dalam pemenuhan bahan baku. usaha kerupuk rambak kulit kerbau masih lancar dalam memperoleh bahan baku kulit kerbau untuk kelancaran produksinya.2. Jadi bahan baku kulit sapi lebih layak untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan kerupuk rambak karena ketersediaannya di pasar. Pada saat liburan dan hari raya Lebaran. kapasitas produksi usaha kerupuk rambak mentah berkisar antara 400 kilogram hingga 550 kilogram. Namun. Satu periode produksi biasanya terdiri dari tiga hari. 2008). Saat ini kapasitas produksi produsen kerupuk rambak pada hari normal berada pada kisaran 20 kilogram sampai dengan 30 kilogram kerupuk rambak mentah per satu periode produksi.mendapatkan kulit sapi untuk kebutuhan produksinya. Jumlah kapasitas produksi akan meningkat tajam pada saat liburan kenaikan kelas dan hari raya Lebaran. Sehingga dalam satu periode produksi menghasilkan 10-17 kemasan besar dan 70-85 kemasan kecil. Jadi dalam satu bulan. Berikut adalah tahapan proses produksi kerupuk rambak: 1. kapasitas produksi kerupuk rambak mentah adalah 200 kilogram sampai dengan 300 kilogram setiap bulan atau setara dengan 100-170 kemasan besar dan 700-850 kemasan kecil. Dengan kata lain. Jumlah kerupuk rambak mentah ini setara dengan 250-300 kemasan besar dan 1400-1500 kemasan kecil.

Kulit dikerok dengan pisau sampai bersih dan tidak ada bulunya lagi dan dipotong berukuran 20x30 cm 4. Bahan kulit yang sudah kering kemudian direbus dengan menggunakan lemak sapi selama 20 sampai 22 jam dengan suhu 20°C. 10. 7. kulit yang sudah direbus kemudian dijemur selama dua hari.2. dan penggorengan ketiga dengan suhu 100°C 9. 5. Berikut ini adalah diagram alir pembuatan kerupuk rambak di industri kerupuk rambak Pegandon Kendal: . Kerupuk rambak yang sudah digoreng kemudian diberi bumbu yang berupa garam dengan cara ditaburkan pada kerupuk-kerupuk yang sudah digoreng secara merata. 6. Kulit yang sudah matang dipotong-potong berukuran 2x8 cm kemudian dijemur sampai kering. Bahan yang sudah dijemur ini disebut dengan kerupuk rambak mentah 8. Kerupuk rambak mentah digoreng dalam tiga tahap dengan suhu pada setiap penggorengan berbeda-beda. Kerupuk yang sudah diberi bumbu kemudian dikemas dengan menggunakan dua ukuran yaitu 250 gram dan 500 gram. Kulit yang sudah dipotong-potong itu direbus sampai matang dengan suhu ±100°C. Kulit yang setengah kering diglabati atau dibersihkan sampai bersih karena untuk membersihkan bulu yang belum bersih dengan menggunakan pisau kemudian dipotong-potong berukuran 1x1 cm dan dijemur sampai kering 100 persen. Kemudian kulit direbus dengan air yang tidak begitu panas ±30°C dan diadukaduk atau dibolak-balik sampai rambut dari kulit kerbau yang hitam mudah dikerok. penggorengan kedua dengan suhu 45°C. Adapun tahap penggorengan adalah penggorengan pertama dengan suhu 20°C. 3. Jika sudah mudah dikerok maka kulit diangkat dari panci.

Para produsen melakukan penimbunan kerupuk rambak yang masih mentah.Kulit Basah Pencucian kulit dan pemotongan kulit menjadi dua atau tiga Kulit direbus dalam air dengan suhu 30° C sampai kulit mudah di kerok Pengerokan bulu pada kulit dan pemotongan kulit berukuran 20x30 cm Perebusan kulit dalam air dengan suhu 100°C Pemotongan kulit matang dengan ukuran 2x8 cm Penjemuran kulit Pembersihan sisa bulu Pemotongan kulit dengan ukuran 1x1 cm Penjemuran kulit hingga kering 100% Pengungkepan kulit dengan lemak sapi Penjemuran Penggorengan Pemberian bumbu Pengemasan Gambar 5. Diagram Alir Pembuatan Kerupuk Rambak di Pegandon Dalam melakukan proses produksinya. usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki strategi untuk mengatasi permintaan yang melonjak pada saat-saat khusus. Para produsen membeli bahan baku kulit untuk diolah menjadi kerupuk .

Namun.2.2. Usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki luas bangunan antara 50 m2 sampai dengan 55 m2. 6. Sedangkan lokasi usaha yang jauh dari bahan baku tidak terlalu signifikan karena selama ini pemenuhan bahan baku tidak mangalami kendala dan para produsen telah memiliki supplier kulit dari kota lain.6 Hasil Analisis Aspek Teknis Berdasarkan hasil analisis. Lokasi produksi terletak menyatu dengan kediaman produsen dalam satu bangunan. Pembagian Produksi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak 6. kedekatan dengan pasar dan utilitas serta kemudahan dalam transportasi. Hal ini mengingat bahwa lokasi usaha pembuatan kerupuk rambak menunjang keberlangsungan usaha dilihat dari kedekatan dengan bahan baku penolong. Produksi kerupuk rambak setiap tiga hari sekali kerupuk rambak mentah Kerupuk rambak digoreng dan langsung dikemas Kerupuk rambak mentah disimpan dan digoreng pada saat permintaan naik Gambar 6.5 Lay Out Usaha Layout adalah keseluruhan proses penentuan bentuk dan penempatan fasilitas-fasilitas yang dimiliki suatu perusahaan. usaha pembuatan kerupuk rambak dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek teknis. Para produsen juga telah memiliki spesifikasi pada bahan baku dan memiliki layout usaha yang mendukung alur produksi. Ruangan produksi terbagi menjadi empat yaitu ruang pencucian. Struktur ruangan untuk proses produksi ditata sesuai dengan alur proses produksi. Walaupun secara teknis telah layak namun .rambak mentah (proses 1-7). ruang penjemuran. tidak semua kerupuk rambak mentah digoreng menjadi kerupuk rambak. Sebagian disimpan untuk mengantisipasi permintaan pada saat liburan kenaikan kelas dan Hari Raya Lebaran. Layout perusahaan disesuaikan dengan sifat proses produksi yang direncanakan untuk proyek yang dilaksanakan oleh perusahaan (Husnan dan Suwarsono 2000). ruang pengungkepan dan penggorengan dan ruang pengemasan.

Walaupun masih merupakan usaha keluarga sebaiknya para pemilik usaha memisahkan harta pribadi dan kekayaan usaha. Usaha pembuatan kerupuk rambak memang belum memiliki struktur organisasi formal. pemberian lemak sapi serta pemberian garam agar kekonsistenan rasa dapat terjaga. Seluruh aktivitas usaha tidak dicatat secara terperinci. Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan usaha keluarga. Jumlah tenaga kerja yang digunakan sebanyak 3-5 orang. Pemilik perusahaan merangkap sebagai pemimpin usaha yang memegang kendali atas semua keputusan perusahaannya masing-masing. Dari administrasi usaha ini juga belum layak karena belum memiliki pembukuan atas aktivitas usaha. Hal ini membuat usaha dijalankan secara non formal dan belum memiliki struktur organisasi.3 Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak merupakan bentuk usaha perorangan. 6. Para pemilik usaha hanya melakukan estimasi jumlah penjualan berdasarkan tren penjualan saja sehingga para pemilik tidak memiliki data penjualan yang tercatat dan pasti.usaha dinilai lebih layak secara teknis dengan menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersedian kulit sapi lebih banyak di pasar. .1 Hasil Analisis Aspek Manajemen Usaha pembuatan kerupuk rambak ini kurang layak untuk diusahakan bila dilihat dari aspek manajemen.3. penggorengan dan pengemasan. Sementara itu para pegawainya bertugas pada tahap proses pembersihan bulu. Dari segi administrasi. penjemuran. usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki pembukuan usaha. pemotongan kulit. 6. Para produsen menjalankan usaha kerupuk rambak secara tradisional. usaha pembuatan kerupuk rambak memiliki pembagian tugas yang sederhana dan jelas. tetapi telah memiliki pembagian tugas yang jelas antara pemimpin usaha dan karyawan. Meskipun tanpa struktur perusahaan yang lengkap dan jelas. Pemilik perusahaan bertugas melakukan tahap pengungkepan. Hal ini dikarenakan usaha pembuatan kerupuk rambak ini memiliki skala usaha yang kecil serta merupakan usaha keluarga.

6.6. Pembangunan tersebut dapat berwujud apabila semua komponen dalam perusahaan mengerti pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam setiap tahapan produksinya (Utami 2008). . Keuntungan dari bentuk badan usaha perorangan adalah dapat menikmati seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan usaha. 6. para produsen telah memiliki izin usaha dari pemerintah setempat. Seluruh perusahaan kerupuk rambak yang ada di Desa Penanggulan telah memiliki izin usaha dari institusi yang telah tersebut di atas.4 Aspek Hukum Pendirian dan beroperasinya suatu usaha akan lebih diketahui serta diakui keberadaanya oleh pemerintah jika berbentuk badan usaha atau memiliki perizinan usaha. Pembangunan usaha yang baik adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan. Berdasarkan aspek hukum usaha pembuatan kerupuk rambak ini layak untuk diusahakan.4. perlu memenuhi persyaratan legalitas agar mempermudah hubungan ke luar perusahaan. Hal ini dikarenakan usaha telah memiliki perizinan sehingga usaha memiliki kekuatan secara hukum. izin usaha dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal dan izin usaha dari Dinas Kesehatan.4.2 Izin Usaha Dalam menjalankan aktivitas usaha. Suatu perusahaan yang layak. Sedangkan kelemahannya adalah segala bentuk kerugian atau beban usaha harus ditanggung sendiri oleh pemilik perusahaan. 6. Modal usaha yang digunakan berasal dari pemilik perusahaan. baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial ekonomi.5 Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan Pembangunan suatu usaha atau perusahaan seharusnya memperhatikan kepentingan lingkungan sekitarnya. Izin usaha tersebut adalah izin usaha dari Kepala Desa Penanggulan. memiliki kekuatan hukum.1 Bentuk Badan Usaha Perusahaan-perusahaan yang ada di industri pembuatan kerupuk rambak memiliki bentuk badan usaha yaitu usaha perorangan. diakui serta terikat hukum yang berlaku (Utami 2008).

Limbah yang dihasilkan oleh usaha dapat dikelola oleh pemilik usaha dengan membuat tempat penampungan limbah pada masing-masing usaha. Namun hal ini dapat diterima dengan pertimbangan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak tidak menghasilkan limbah dalam jumlah besar dan limbah yang dihasilkan tidak membahayakan masyarakat. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini membuka kesempatan kerja bagi penduduk sekitar. Kontribusi kepada pendapatan daerah berupa produk kerupuk rambak yang dihasilkan dapat menjadi komponen pendapatan daerah dari kelompok barang makanan dengan jenis konsumsi lainnya (miscellaneous food item). .Usaha pembuatan kerupuk rambak ini memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah. walaupun usaha pembuatan kerupuk rambak ini belum memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang menyatakan bahwa keseimbangan lingkungan tersebut dapat dijaga dan diatur apabila industri telah memiliki AMDAL dan perundangan yang berlaku menghendaki setiap usaha memiliki AMDAL. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini telah membuka lapangan usaha bagi tenaga kerja terutama untuk tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih. Usaha pembuatan kerupuk rambak ini juga dapat dikatakan layak jika dilihat dari aspek sosial. Para produsen kerupuk rambak ini rata-rata memiliki tenaga kerja non keluarga sebanyak 3-5 orang. ekonomi dan lingkungan. Dari lingkungan.

Skala produksi untuk analisis usaha kerupuk rambak kulit sapi ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang dalam satu periode produksi.000. Dalam melakukan analisis dengan empat kriteria tersebut digunakan arus kas untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu. Pada tahun ke-1 dan ke-2. Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.00 untuk kemasan kecil. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. Pendapatan didapat dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. yaitu Net Present Value (NPV). 7.BAB VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL Analisis aspek finansial digunakan untuk menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan.1. Internal Rate of Return (IRR).000. yaitu sebesar 2100 kemasan kecil dan 9. Harga jual produk kerupuk rambak adalah Rp 60. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen. 7. Net Benefit Cost Ratio (Net B/C) dan Payback Period (PBP).800 kemasan besar. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.1 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Usaha pembuatan kerupuk rambak yang berkembang di Pegandon menggunakan bahan baku kulit sapi sebagai input produksinya. . Analisis finansial dilakukan dengan menggunakan kriteria-kriteria penilaian investasi. Namun.

000. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.00. Lahan memiliki nilai Rp 600.000.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu .00. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.000.000.000.900 1470 6860 2100 9800 Harga (Rp) 60.050 4.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.00.000.00 per m2. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 8. motor memiliki nilai Rp 15.000 210.000.000 147. produksi sudah mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 420. Pada tahun ke-2 total penerimaan usaha sebesar Rp 294.000. Lahan memiliki luas 53 m2.Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 210.000 294.000.000 420.167.875.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran.000.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 63. Nilai bakul plastik adalah Rp 1.500. Total nilai sisa adalah sebesar Rp 38.000 88.000. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000 294. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi per Tahun Tahun keProduk Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Kerupuk gram Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Rambak 500 Rambak 250 Produksi (kemasan) 1. bakul plastik dan motor.604.000. Tabel 8.000.800.200. Lahan tidak mengalami penyusutan. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.00 dengan jumlah 75 buah bakul plastik. Sedangkan.000 126.00.000 30.000 205.000.

000.00 per tahun. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.667.400.00. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku.800. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.1. Namun.00 per bulan setara dengan Rp 3. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional.000. biaya listrik dan air. 2. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut : 1.00 per bulan setara dengan Rp 1. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi.00 per tahun. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya. Umur ekonomis motor adalah selama lima belas tahun.500. 7.00 per tahun. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel.800. Selain biaya investasi.00.600.00 per bulan atau setara dengan Rp 2. Tabel 9 akan merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini. Biaya telepon sebesar Rp 150.000.sebesar Rp 31.000. biaya telepon dan upah tenaga kerja. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 937.000. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 300. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek.166.00.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional.000. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi. Biaya listrik dan air sebesar Rp 200. 3.00. .

375.4.000 75.110.000 15.000 15.000 750.000.000 3.770.000 520.000 10.500.000 125.000 60. Tabel 9.000 625.000 1. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 700.000.000 825.500.000 350.000 375.000 500.00 per tahun.000 75.000 820.000 500.000 185.000 3. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 40.000 55.00 per tahun.000 1.000 31.875.000 TOTAL BIAYA INVESTASI Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) .000 800.700.800.000 410.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 25.000 40.000 Umur ekonomis (Tahun) 10 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 150.000 85. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan Jumlah m2 m2 Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit Unit unit Unit Unit Unit Unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit 53 41 1 6 5 5 5 5 15 300 4 2 5 10 3 6 2 75 12 5 3 5 1 1 2 1 Harga/ Nilai satuan (Rp) (Rp) 600.000 40.000 215.000.000 500.000 5.000 200. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.500.200.000 700.000 300.000 55. 5.000.000 85.000 100.00 atau sebesar Rp 42.000 175.000.000 875.000 30.000 400.000 120.000 19.000 275.000 400.000 1.000.000 15.000 1.075.000 130.000.020.000 1.

000 3.000 42. arang. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan empat kemasan kerupuk rambak ukuran kecil. gas dan bonus kepada agen.400.600. minyak goreng. 2. 3.000 49. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 300. .000 Upah (5 orang) 3.000 Telepon 150. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 10 Tabel 10. 4. kemasan.000 PBB 40. lemak.840. kayu bakar.000 Listrik 200.500.00 per kilogram. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.840.Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebesar Rp 49. Satu kwintal kulit sapi basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram.000. minyak tanah.800. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini adalah kulit sapi basah. Harga kulit sapi adalah Rp 12. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.000. garam.00.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi. Satu kali masa produksi menghasilkan 15 kemasan besar dan 70 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 140 kemasan kecil. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi adalah sebagai berikut 1.000 2. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.000 1. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 11.000.

250.880.375.000.287.000 480. 7.778.000 2.000 2.687.400 75.995.000 240.000 2.000 4. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan satu kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.000 kemasan 2.940.750.000 250. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan.000 450. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Biaya Variabel Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) 12.000 45.00.760.5.500 208.000 11.000 56.00 dan Rp 208.593.800 2.000 148.205.000 80. 6.995.500.000 735 1.000 2.500 1543500 2.700. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.000 Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 12963 875 35 700 35 240 120 2100 9800 60 77.575.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.000 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) kilogram kilogram colt blek kwintal kemasan hari kemasan kemasan tabung 108889200 155.593. Tabel 11.000.000 5.700 297.375.000 5.000 15.102.500.000.875.500 7.500.000 8. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 148. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.400.520.000.000 Sumber : Dwi Joyo dan Dwi Djaya (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi ini sebesar Rp 297.000 5.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi .00 untuk kemasan besar.556.000 28.991. Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.500 JUMLAH 3430 4.000 7962500 11025000 39200000 6125000 336000 3780000 4116000 16464000 3150000 11.00 per tahun.000 kemasan 3.000 2.700.000 23.000 4.750.500 6002500 8.991.1.000 13.

Dengan demikian. Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 2. yaitu Rp 267. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 2.88.89 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol.49 persen di mana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8. Tabel 12.88 PAYBACK PERIOD 2.88.679.805. . Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 65. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 65. Dengan demikian.38 persen. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit sapi menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 12.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 4.Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Nilai Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 267.00 selama jangka waktu 10 tahun. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi layak untuk dilaksanakan. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini layak untuk dilaksanakan.805.679.89 tahun atau sama dengan 2 tahun 10 bulan 20 hari. Nilai Payback Period ini cukup singkat sehingga berdasarkan kriteria Payback Period usaha ini layak untuk dijalankan karena masa pengembalian tidak melebihi umur proyek atau usaha.49 persen.49% NET B/C 4. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Sapi Kriteria Hasil NPV Rp 267.00.679 IRR 65.805. Hal ini berarti setiap Rp 1. Net B/C. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 4. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan.

49 0 1.38 10 basah Kenaikan harga lemak 81.28 0 1. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.33 0 1. dan nilai Net B/C sama dengan satu.84 0 1.00 8. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi dapat dilihat pada Tabel 13. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Payback IRR Persentase NPV Net (persen Period Perubahan (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 15.38 10 kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit sapi 29. usaha yang sangat bergantung pada kulit sapi sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti.38 10 500 gram Penurunan penjualan dua 10. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian.00 8.15 0 1.7.00 8. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual. IRR sama dengan discount rate. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol.1.38 10 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 36. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. Dalam penelitian ini variabel yang akan dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit sapi basah dan lemak. Tabel 13.38 10 .00 8.00 8.

dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 15.28 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 81.84 persen.84 persen. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 10.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak.33.84 persen. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak.49 persen.49 persen. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi ini menjadi tidak layak. 7. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 10. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 15. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 36. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 10.Berdasarkan hasil analisis switching value.33 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal.15 persen.1. Lampiran 3 menunjukkan bahwa . Berdasarkan hasil analisis switching value. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 36. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah. Dengan demikian. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.15 persen kenaikan harga kulit sapi basah tidak melebihi 29.28 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 81. kenaikan harga kulit sapi basah sebesar 29. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha. Dengan asumsi cateris paribus.

Hal ini dikarenakan usaha masih dalam tahap pengenalan produk kepada konsumen sehingga usaha membatasi jumlah produksinya. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 24. 7. Pada dasarnya proses pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sama saja.00.600 kemasan kecil dan 11. Namun.00 dan pada tahun ke-3 hingga ke-10.525.000 kemasan besar per tahun. Harga jual produk kerupuk rambak bahan baku kulit kerbau ini sama dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi yaitu Rp 60.145.2.00 untuk kemasan besar dan Rp 30.154.000.00 untuk kemasan kecil.00. Pendapatan diperoleh dari mengkalikan total penjualan dengan harga jual. Sedangkan mulai tahun ke-3 sampai tahun ke-10 jumlah produksi mencapai 100 persen.00. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 56. usaha belum mampu berproduksi secara optimal.539.577.200. 7.000.00. Pada tahun ke-1 dan ke-2.1 Analisis Inflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau diterima dari hasil penjualan dan nilai sisa investasi yang telah dilakukan. Skala usaha yang digunakan pada perhitungan analisis usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah 25 kilogram kerupuk rambak matang. Pada tahun pertama total penerimaan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah sebesar Rp 213.2 Analisis Aspek Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Usaha pembuatan kerupuk rambak di Pegandon ada yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebagai input produksinya.000.usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit sapi pada tahun pertama mendapatkan keuntungan sebesar Rp 2. total penerimaan usaha sebesar Rp 298.000.000. Nilai produksi pada tahun ke-1 dan ke-2 masing-masing sebesar 50 persen dan 70 persen. terdapat beberapa perbedaan dalam manfaat dan biaya. yaitu sebesar 1. produksi sudah .788. Pada tahun ke-2.

.00.000.00 per m2 sedangkan bangunan memiliki nilai sebesar Rp 375.000 30.500.000.00. Nilai sisa merupakan nilai sisa dari barang modal yang tidak habis terpakai selama umur proyek berlangsung dan dinilai pada saat umur proyek berakhir.000. Lahan yang tidak didirikan bangunan di atasnya digunakan sebagai tempat penjemuran. Tabel 14.mencapai kapasitas optimal sehingga total penerimaannya adalah sebesar Rp 426.000. motor memiliki nilai Rp 15. Sedangkan. 2009 (diolah) Penerimaan lain didapat dari nilai sisa atau salvage value.000.000 Total Pendapatan (Rp) 1 2 3-10 Sumber : Citra Rasa.000 330.000. Barang-barang modal yang memiliki nilai sisa adalah tanah.000 60000 30000 60000 30000 Pendapatan (Rp) 48. Nilai bakul plastik adalah Rp 2.000. Rincian penerimaan usaha dapat dilihat pada Tabel 14.00 per m2.200.00 dengan jumlah 80 buah bakul plastik. Oleh sebab itu perusahaan melakukan pembelian barang pada awal tahun ke-5 dan ke-9.000 426. bakul plastik dan motor.000 165. Lahan memiliki nilai Rp 600.000 67. Lahan memiliki luas 50 m2.000.500 1120 7700 1600 11000 Harga (Rp) 60.000 231.000. Perkiraan Pendapatan Penjualan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau per Tahun Tahun keProduk Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Produksi (kemasan) 800 5.000 96.000.000.000 213. Reinvestasi bakul plastik pada awal tahun ke-9 membuat barang masih memiliki manfaat ekonomis pada akhir proyek.000 298.000.000.000. Bakul plastik merupakan barang reinvestasi karena barang sudah tidak memiliki nilai ekonomis sebelum umur proyek berakhir.200.

biaya telepon dan upah tenaga kerja. 2. Motor memiliki nilai umur ekonomis selama lima belas tahun. Biaya investasi merupakan biaya yang dikeluarkan pada saat awal proyek. Lahan tidak mengalami penyusutan.Total nilai sisa adalah sebesar Rp 36. Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama usaha berjalan. Namun.00 per bulan setara dengan Rp 4. biaya listrik dan air. Motor memiliki nilai sisa pada akhir proyek sebesar Rp 5. jika terdapat aset yang umur ekonomisnya kurang dari umur proyek.00 per bulan atau setara dengan Rp 2.00 per tahun.000. bahan penolong maupun mendistribusikan produknya.667. Biaya operasional terdiri dari dua macam yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Biaya listrik dan air sebesar Rp 180.2 Analisis Outflow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Arus pengeluaran dalam usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini dikelompokkan menjadi dua yaitu biaya investasi dan biaya operasional. Biaya transpotasi adalah biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk pembelian bahan bakar kendaraan yang digunakan untuk membeli bahan baku. Biaya tetap adalah biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dan nilainya sama setiap tahun.00.2. Penjabaran biaya tetap adalah sebagai berikut: 1. Tabel 15 merinci biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk investasi dan harga yang digunakan adalah harga yang berlaku saat ini.000.200.000. pengeluaran usaha juga dilihat dari biaya operasional. sehingga nilai akhir proyek adalah sama dengan nilai awalnya yaitu sebesar Rp 30.00. .000.000.166.00 per tahun.000. biaya investasi yang dikeluarkan selama proyek berlangsung disebut biaya reinvestasi. Biaya tetap yang dikeluarkan usaha pembuatan kerupuk rambak adalah biaya transportasi.000. Selain biaya investasi. Sedangkan untuk barang reinvestasi bakul plastik memiliki nilai sisa sebesar Rp 1.866.160. Besarnya biaya transportasi adalah Rp 350.00. 7.667.00.000.

000 Umur ekonomis (tahun) 15 10 5 5 5 5 5 5 2 5 5 5 2 2 10 10 4 10 5 5 10 10 5 15 .000 700.000 850.000 480.000 350.000 500.000.000 150.000 215. Upah tenaga kerja yaitu sebayak Rp 750.00 per bulan setara dengan Rp 2.000 75.000 600.000. Besar Pajak Bumi dan Bangunan yang dibayarkan adalah sebesar Rp 37.000 750.000 40.000 19.000 375.000 15.000 40. Biaya telepon sebesar Rp 200.400.000 85.000 185.000 3.750.000 15.000 400.000.000 1.000 125.500.000.00 per tahun.000.3.000 4.000 25.000 15.000 60.000 75.000.000 330. Jadi upah tenaga kerja per bulan sebesar Rp 3.000.000.500.000 860.000 925. 5. 4.000 Nilai (Rp) 30. Biaya Investasi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Jenis Investasi Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastic Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas Motor Satuan m2 m2 unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit unit m2 unit unit unit unit unit unit unit Jumlah 50 40 1 5 4 4 5 6 14 250 3 2 6 12 3 6 2 80 10 6 4 4 1 1 2 1 Harga/ satuan (Rp) 600.00 per tahun.000 175.00 atau sebesar Rp 36.000 770.200.00 per bulan untuk setiap tenaga kerja.000 100.000 130.000 240.000.000 160.000 820.000.000 410.000 3.000 875.000 800.000 600.000.000 10.000.00 per tahun.000.000 500.000 30.000 390.000 2.000 55.000 55.000 200. Tabel 15.

000 Upah (4 orang) 3. Satu kali masa produksi menghasilkan 10 kemasan besar dan 80 kemasan kecil pada masa normal dan pada saat permintaan tinggi dalam satu kali produksi dapat menghasilkan 30 kemasan besar dan 150 kemasan kecil.160.00. kayu bakar.000 PBB 37. arang. minyak tanah.000 JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Sedangkan biaya variabel adalah biaya yang besarnya dipengaruhi oleh jumlah produk yang dihasilkan dalam proses produksi.797.000 2.000.JUMLAH Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) 82.000 Besarnya biaya tetap per tahun pada usaha pembutan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebesar Rp 44.797.400. Satu kali produksi terdiri dari tiga hari.000 2.000 44. lemak.000 Listrik 180.205. .000 36.000. Biaya variabel pada usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini adalah kulit kerbau basah.000 Telepon 200.000 4. garam. Rincian Biaya Tetap Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya tetap Harga/Bulan (Rp) Jumlah/tahun (Rp) Transportasi 350. gas dan bonus kepada agen.000. Rincian biaya tetap terdapat pada Tabel 16 Tabel 16.000.00 per kilogram. kemasan. Satu kwintal kulit kerbau basah menghasilkan kerupuk rambak mentah sebanyak 30 kilogram. Harga kulit kerbau adalah Rp 17. minyak goreng.200. Rincian biaya variabel terdapat pada Tabel 17. Beberapa perhitungan yang dipakai untuk menghitung besarnya biaya variabel usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau adalah sebagai berikut: 1.

850.800.000 3.000 336.500 Sumber : Citra Rasa (2009) (diolah) Biaya variabel yang dibutuhkan untuk memproduksi kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau ini sebesar Rp 345.000 2.250 241.765.546.095.300 198.680.000 3.500.375 240 120 1600 11000 55 560 3850 Jumlah/ tahun ke-2 (Rp) Jumlah/ tahun (Rp) Kilogram 17.340.00 untuk kemasan kecil dan Rp 3.550 345.000 Kilogram 12. 6.000 2. .700 kemasan 2. 3.339.000 kemasan 2.000 kwintal 250.500 4.925.887.812.000 18.125.00 per tahun.000 56.500 139.000 840. Jumlah penjualan melalui agen adalah sebesar 35 persen dari total produksi perusahaan. Kebutuhan arang lebih banyak karena pengungkepan kulit kerbau lebih lama jika dibandingkan dengan kulit sapi.000 480.000 kemasan 2.000 11. Kebutuhan kayu bakar dan arang masing-masing adalah 1 colt dan 1.25 kwintal untuk memproduksi 400 kemasan kecil kerupuk rambak.875 7.000 hari 45.673.500 Colt 450.500 JUMLAH 4.500.024. Satu blek lemak digunakan untuk memproduksi 20 kemasan kecil kerupuk rambak.760.350 tabung 75.100.000 39.093.625 11.500 2.000.750 240. 5.346.000 28.160.000 5.700.400.000 5.346.000 172.875 7.00 untuk kemasan besar. Minyak goreng sebanyak 50 kilogram digunakan untuk menggoreng kerupuk rambak sebanyak 800 kemasan.000 25.765.000 1176000 1.075. Maka pada perhitungan ini diasumsikan satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4.742.000 4.000 99.062.000 blek 80.625.750 8.679.780.000 16. 4.000 kemasan 2.320. Tabel 17. Satu kilogram kerupuk rambak mentah menghasilkan 4-5 kemasan kerupuk rambak ukuran kecil. Bonus diberikan ke agen sebesar Rp 2.093.000 2.200.400.000 12.500 6737500 9.2.625 11.000 kemasan 3.5 36 710 44.000 5.546.5 kemasan kecil. Rincian Biaya Variabel Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Biaya Variabel Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) Satuan Harga/ satuan (Rp) Jumlah/ Kuantitas Tahun ke-1 (Rp) 11687 887.

012.Pada tahun pertama dan kedua nilainya dikonversi sebesar 50 persen dan 70 persen.673.00. Nilai . Dengan demikian.560. Rincian lebih lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Hal ini menunjukkan bahwa usaha ini mampu memberikan hasil sebesar 26.38 persen. Hal ini menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau yang dilaksanakan akan memberikan manfaat bersih kini sebesar Rp 85.742. Hal ini berarti setiap Rp 1.00 dan Rp 241. Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Period.07 PAYBACK PERIOD 5. Hasil Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Kulit Kerbau Kriteria Hasil NPV Rp85.012.2.550. Hasil cashflow pada usaha yang menggunakan kulit kerbau menunjukkan hasil yang tertera pada Tabel 18.012 IRR 26.00.250.33 persen dimana IRR tersebut lehih besar dari discount factor (rate) yang ditetapkan yaitu sebesar 8.33% NET B/C 2. berdasarkan kriteria IRR usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau layak untuk dilaksanakan.3 Analisis Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Kelayakan finansial usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini dapat dilihat dari beberapa kriteria penilaian investasi yaitu Net Present Value (NPV). Tabel 18. Hal ini dikarenakan jumlah produksi pada tahun pertama dan kedua sebesar 50 persen dan 70 persen dari kapasitas optimal.00 selama jangka waktu 10 tahun.07. Dengan demikian.33 persen.560. 7. Nilai IRR yang diperoleh yaitu sebesar 26.00 yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 2.560. Net B/C.07. yaitu Rp 85. berdasarkan kriteria NPV usaha ini layak untuk dilaksanakan. Nilai Net B/C yang diperoleh yaitu sebesar 2.46 tahun Berdasarkan analisis finansial di atas dapat dilihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau akan menghasilkan nilai NPV yang lebih besar dari nol. Jadi pada tahun pertama dan kedua besarnya biaya variabel masing-masing sebesar Rp 172.

Payback Period (PBP) yang diperoleh adalah 5. produksi perusahaan dan harga input variabel yang paling berpengaruh yang dapat ditoleransi sehingga usaha masih layak dilaksanakan.2.4 Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis switching value digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan maksimal pada harga output. Tabel 19. Nilai Payback Period ini menunjukkan bahwa modal usaha dapat kembali dalam waktu 5 tahun 5 bulan 16 hari. Hasil Analisis Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Payback IRR Persentase NPV Net Perubahan (persen Period (Persen) (Rp) B/C (tahun) ) Penurunan penjualan 4.41 0 1. Dalam penelitian ini variabel yang dibahas yaitu jumlah produksi kerupuk rambak dari sisi inflow dan biaya bahan baku yaitu kulit kerbau basah dan lemak. Variabel tingkat harga jual tidak digunakan untuk menganalisis nilai pengganti. usaha yang sangat bergantung pada kulit kerbau sebagai bahan baku utama dan lemak sebagai bahan baku penolong yang memiliki harga fluktuatif di pasar. sehingga usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini layak untuk dilaksanakan. dan nilai Net B/C sama dengan satu. Hasil analisis switching value usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau dapat dilihat pada Tabel 19.46 tahun atau sama dengan 5 tahun 5 bulan 16 hari. Variabel tersebut digunakan karena berdasarkan data di lapangan yaitu adanya penurunan penjulan produk sebagai akibat kemungkinan penurunan produksi. Switching value atau nilai pengganti ditentukan dengan uji coba sehingga menghasilkan nilai NPV sama dengan nol. IRR sama dengan discount rate. Dasar pemikiran ini berdasarkan fakta yang ada di lokasi penelitian. Hal ini dikarenakan harga jual kerupuk rambak selalu mengalami peningkatan dan tidak pernah mengalami penurunan harga jual. Variabel yang dibahas dalam analisis switching value adalah variabel yang dianggap signifikan mempengaruhi usaha atau proyek.Net B/C yang diperoleh lebih besar dari 1.00 8.38 10 kerupuk rambak kemasan . 7.

41 persen. .32 persen atau kenaikan harga lemak tidak melebihi 25.62 0 0 0 0 1.16 3.41 persen.00 1. jika salah satu dari perubahan terjadi yaitu penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil sebesar 4. dapat diihat bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini sangat sensitif terhadap penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak. dapat dilihat perubahanperubahan variabel yang berpengaruh terhadap kelayakan usaha. Jika penurunan yang terjadi lebih besar dari 3.41 7. Berdasarkan hasil analisis switching value. usaha pembuatan kerupuk rambak masih layak apabila besarnya penurunan penjualan kerupuk rambak dua jenis kemasan secara serentak tidak melebihi 3.38 10 10 10 10 Berdasarkan hasil analisis switching value. Dengan asumsi cateris paribus.00 1.41 persen. Perubahan terhadap penurunan penjualan kerupuk rambak kedua jenis kemasan secara serentak dikatakan berpengaruh paling besar diantara kondisi lainnya terhadap kelayakan usaha. maka usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau ini menjadi tidak layak. kenaikan harga kulit kerbau basah sebesar 7.00 1.38 8. penurunan penjualan kedua jenis kemasan secara serentak sebesar 3.62. Sementara usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak untuk dilakukan apabila penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan kecil tidak melebihi 4.38 8. penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan besar sebesar 15.62 usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau ini masih layak dilaksanakan dan memperoleh keuntungan normal. Dengan demikian.250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara serentak Kenaikan harga kulit kerbau basah Kenaikan harga lemak 15.38 8. penurunan penjualan kemasan besar tidak melebihi 15.32 25.16 persen.41 persen.41 persen. Sedangkan perubahan yang terjadi akibat kenaikan harga lemak menjadi variabel yang paling rendah pengaruhnya terhadap kelayakan usaha.00 8. kenaikan harga kulit kerbau basah tidak melebihi 7.16 persen.32 persen atau kenaikan harga lemak sebesar 25.

012 IRR 65.33% NET B/C 4.292.00.88 2.3 Analisis Perbandingan Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau dan Bahan Baku Kulit Kerbau Analisis perbandingan dilakukan dengan membandingkan hasil analisis kelayakan finansial dari kedua jenis usaha dengan bahan baku yang berbeda.583.560. Hal ini dapat dilihat dari kriteria kelayakan finansial dari usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar . Berdasarkan hasi perhitungan analisis kelayakan finansial pada kedua jenis usaha tersebut dengan tingkat diskonto 8.805.405.516.5 Laporan Rugi Laba Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Laporan rugi laba berguna untuk melihat berapakah keuntungan yang diperoleh usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau setiap tahunnya dalam memproduksi kerupuk rambak. Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi dan Kulit Kerbau Bahan Baku Kulit Bahan Baku Kulit Kriteria Sapi Kerbau NPV Rp 267.49% 26. Lampiran 5 menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak dengan bahan baku kulit kerbau pada tahun pertama justru menderita kerugian sebesar Rp 12.2.46 tahun Hasil perbandingan yang dihasilkan seperti yang ditunjukkan pada Tabel 20 menunjukkan bahwa dari kedua jenis usaha. usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi merupakan usaha yang paling layak diusahakan.07 PAYBACK PERIOD 2.850.679 Rp85. Tahun ketiga dan tahun selanjutnya sebesar Rp 25. Sedangkan pada tahun kedua sebesar Rp 3. 7.00. namun faktanya perusahaan tidak membayar pajak usaha kepada pemerintah.00.38 persen dapat disimpulkan bahwa kedua usaha tersebut layak untuk diusahakan.223.89 tahun 5. Tabel 20.7. Pada perhitungan rugi laba perusahaan telah memperhitungkan pajak usaha.

32 Kenaikan harga lemak 81.41 15. Tingkat pengembalian investasi juga berbeda cukup besar pada tingkat diskonto 8.38 persen. Hasil analisis switching value yang dilakukan terhadap kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan oleh penurunan jumlah penjualan kedua kemasan secara serentak merupakan variabel yang paling sensitif terhadap proyeksi aliran kas. Tabel 21.15 15. Hal ini berarti waktu yang diperlukan untuk menutupi pengeluaran lebih singkat yang berarti usaha dengan menggunakan kulit sapi lebih layak untuk diusahakan.33 25.679.84 3.00 lebih besar dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan kulit kerbau sehingga usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi memberikan manfaat bersih yang lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.dibandingkan usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan bahan baku kulit kerbau.62 Dari Tabel 21 diketahui bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki kepekaan yang lebih tinggi terhadap .805. Perbandingan Nilai Switching Value pada Kedua Jenis Usaha Bahan Baku Bahan Baku Kulit Sapi Kulit Kerbau Perubahan (Persen) (Persen) Penurunan penjualan kerupuk rambak 4. Sedangkan untuk perubahan yang terjadi karena kenaikan harga lemak menjadi variabel yang kurang berpengaruh terhadap proyeksi aliran kas.28 7.88. Nilai Net B/C yang diperoleh juga lebih tinggi yaitu sebesar 4.49 kemasan 250 gram Penurunan penjualan kerupuk rambak 36. Nilai NPV usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi yang diperoleh sebesar Rp 267.16 kemasan 500 gram Penurunan penjualan dua kemasan secara 10.41 serentak Kenaikan harga kulit 29. Nilai payback period usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit sapi memiliki nilai lebih kecil daripada usaha yang menggunakan kulit kerbau. Batas maksimal perubahan yang terjadi pada masing-masing usaha ditampilkan pada Tabel 21.

145.00. Pada tahun kedua.539.525 24. keuntungan yang dihasilkan pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi sebesar Rp 2.223. Jadi usaha pembuatan kerupuk rambak dengan menggunakan bahan baku kulit kerbau lebih peka terhadap perubahan.516. Perhitungan laba rugi dari kedua jenis usaha menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi menghasilkan keuntungan yang lebih besar jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan kulit kerbau. usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau menderita kerugian.00.145 56. Keuntungan dari kedua usaha ditampilkan pada Tabel 22.539. keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih besar daripada usaha yang menggunakan bahan baku kuit kerbau. Tahun pertama.577.850 . Perbandingan Keuntungan yang Diperoleh dari Kedua Jenis Usaha Keuntungan (Rp) Jenis Bahan Baku Tahun ke-3 Usaha Kerupuk Rambak Tahun ke-1 Tahun ke-2 dan selanjutnya Kulit Sapi 2.154 Kulit Kerbau -12.788.577.583 3. keuntungan yang dihasilkan dari usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi adalah sebesar Rp 56.788. Pada tahun pertama.292.405 25.525. usaha pembuatan kerupuk rambak menggunakan kulit sapi menghasilkan keuntungan Rp 24. Begitu pula dengan keuntungan pada tahun-tahun berikutnya.00. Keuntungan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.perubahan yang disebabkan oleh kelima variabel dibandingkan dengan usaha kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau.154. Pada tahun ketiga dan selanjutnya. Tabel 22.

Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 89. Hal ini ditunjukkan oleh nilai NPV sebesar Rp 271. aspek teknis.846.00. usaha dinilai lebih layak menggunakan bahan baku kulit sapi karena ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar. 2.16 dan payback period selama 5.BAB VIII KESIMPULAN DAN SARAN 8. 3.30 tahun. Sedangkan untuk usaha pembuatan kerupuk rambak kulit kerbau juga layak untuk diusahakan.775.48 persen. Dari aspek teknis.00. IRR sebesar 27. Analisis perbandingan menunjukkan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi lebih layak diusahakan jika dibandingkan dengan usaha yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu: 1. Keuntungan yang diperoleh pada usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit sapi pun lebih tinggi dibandingkan dengan usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau. aspek hukum dan aspek sosial ekonomi dan lingkungan layak untuk diusahakan. 4. Namun dari aspek manajemen.81 persen. Analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pembuatan kerupuk rambak kulit sapi layak untuk diusahakan. Keragaan usaha pembuatan kerupuk rambak jika dilihat dari aspek pasar.1 Kesimpulan Dari hasil analisis yang telah dilakukan pada usaha pembuatan kerupuk rambak baik dari aspek finansial maupun aspek non finansial.09 dan payback period selama 2. net B/C sebesar 2. net B/C sebesar 5.83 tahun. usaha pembuatan kerupuk rambak belum layak karena belum memiliki pembukuan atas penjualan yang dilakukan. .836. IRR sebesar 67.883. Analisis switching value pada kedua usaha menunjukkan bahwa perubahan yang diakibatkan penurunan penjualan kedua kemasan secara serentak berpengaruh paling besar terhadap kelayakan usaha dibandingkan dengan ketiga perubahan lainnya.

1 Saran Adapun saran yang dapat diberikan adalah: 1. pemasukan dan pengeluaran dari perusahaan. Selain itu. 3. Pemerintah juga memberikan pembinaan usaha kepada pengusaha kerupuk rambak untuk memperbaiki manajemen usaha.8. Usaha pembuatan kerupuk rambak yang menggunakan bahan baku kulit kerbau sebaiknya mengganti bahan baku dengan kulit sapi. ketersediaan kulit sapi yang lebih banyak di pasar dan tingkat keuntungan usaha yang lebih tinggi jika menggunakan bahan baku kulit sapi. . Masyarakat yang tertarik pada bisnis pembuatan kerupuk rambak. 4. 2. Pemerintah sebaiknya memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai usaha pembuatan kerupuk rambak agar semakin banyak masyarakat yang mengetahui usaha kerupuk rambak dan tertarik untuk mengusahakannya. Hal ini terkait dengan konsumen yang menilai produk kerupuk rambak kulit kerbau sama saja dengan kerupuk rambak bahan baku kulit sapi. Usaha pembuatan kerupuk rambak sebaiknya mulai melakukan pembukuan usaha yang meliputi data penjualan. data pengeluaran usaha dan data produksi agar diketahui secara pasti angka penjualan. tidak perlu khawatir untuk memulai usaha karena usaha pembuatan kerupuk rambak ini menguntungkan. Tidak ada diferensiasi antara kedua produk.

Populasi Kerbau 2002-2006.brotherfatih. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Husein U. Gramedia Pustaka Utama Husnan S. http://www. Edisi Keempat. [20 November 2008] Daniar MA.id. 2007. Kendal dalam Angka [BPS] Badan Pusat Statistik. antara Dilema dan Realita.blog. 2008.DAFTAR PUSTAKA Annisa L. UKM : Benteng Ekonomi Indonesia. Populasi Sapi Potong 2002-2006. Edisi Ketiga. [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Edisi Kedua. Provinsi Banten [skripsi].go. http://www. Sabur LK. http://www.go. [20 November 2008] Edward D. [20 November 2008] [Disnak] Dinas Peternakan Jawa Tengah. Pengantar Evaluasi Proyek.com. [20 November 2008] [Disperindag] Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal. 2000.bps. Bogor: Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.id. [27 November 2008] Budi A. 2005. http://www.multiply. Slamet Sutomo dan Komet Mangiri. Analisis strategi pengembangan usaha restoran Cibaru. Bogor: Fakultas Pertanian. Pengaruh perubahan harga dan teknologi terhadap produksi dan penggunaan bahan baku di Perusahaan Kerupuk Ratna Sari. Studi Kelayakan Proyek.disnak. 2007. Institut Pertanian Bogor. 2008. Pemberdayaan UMKM/K dan Sektor Riil. [BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Kendal. Manajemen usaha pembuatan kerupuk rambak di Citra Rasa Desa Penanggulan Kecamatan Pegandon Kabupaten Kendal [Laporan Praktek Kerja Lapangan]. Produk Kabupaten Kendal.id. Yogyakarta: UPP AMP YKPN . 2006. Jakarta: PT. 2008.id. 2007.go. Universitas Diponegoro. Simanjuntak P. Kendal: BPS Kabupaten Kendal 2008. Tangerang [skripsi]. 2007. 2007. penerjemah Jakarta: Universitas Indonesia Gray C. Bogor: Fakultas Pertanian. Muhammad S.jawatengah. http://www. http://www. Kabupaten Padeglang. Analisis kelayakan finansial usaha tempe (Studi Kasus di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat) [skripsi]. 2008. Edisi Kedua.usahaumkm. Varley RCG. 2007. Institut Pertanian Bogor.go.kabupaten-kendal. Semarang: Fakultas Peternakan.disnak. Berita Resmi Statistik.com/journal.jawatengah. [20 November 2008] Firmansyah A. Studi Kelayakan Bisnis. 1986. Maspaitella PFL. 2006. Analisa Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Dananjoyo A. Bogor Gittinger JP.

http://www. Analisis kelayakan usaha penggorengan kerupuk studi kasus usaha kecil Sumber Makmur Sentosa di Darmaga. Institut Pertanian Bogor Rosmayanti M. Bogor: Fakultas Pertanian. Utami NL. Institut Pertanian Bogor.indosiar. Pengantar Bisnis Modern. Institut Pertanian Bogor. 2008. http://www. Kasus: UKM Kerupuk di Kecamatan Cikoneng. 1999. Jawa Barat [skripsi].go. Memulai dan mengembangkan usaha kecil agribisnis: pelajaran dari pengalaman pengembangan usaha Murni Orchid Bogor [skripsi]. Gray C. Widyastuti R. Analisis Kelayakan Investasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.com/news/fokus/57841. Pengaruh kenaikan harga bahan bakar minyak terhadap pendapatan usaha kecil dan menengah. Pengantar Evaluasi Proyek. Rahmawaty LA. Maulana MES. Analisis kelayakan usaha pembuatan bandeng isi pada BANISI di Kecamatan Soreang. Bogor: Fakultas Pertanian. Studi Kelayakan Bisnis.id. Karlina L. 2000. 2006. Wijayanto K. Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. 2009. 2008. 2006. Sukotjo I. Bogor: Fakultas Pertanian. Edisi Ketiga. Formulasi strategi pengembangan usaha kerupuk udang dan ikan pada perusahaan Candramawa di Kabupaten Indramayu [skripsi]. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Kamaludin R. Jakarta: Rineka Cipta Kadariah. Swastha B.id/berita/20911/Kerupuk_Kulit. 2008. Bogor: Fakultas Pertanian. Yogyakarta: Liberty Tim LPPOM MUI. Alternatif strategi bersaing perusahaan Dua Gajah dalam industri kerupuk di Kabupaten Indramayu [skripsi].co.id. 2008. 2008. [27 November 2008] _________. http://www. Provinsi Jawa Barat [skripsi]. Kabupaten Ciamis. Putera TD. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. Institut Pertanian Bogor. 2009.jatim. Analisis kelayakan usaha serbuk minuman instan berbasis tanaman obat [skripsi]. Kabupaten Bogor [skripsi]. 2006. Kerupuk Kulit. Institut Pertanian Bogor.republika. 2003.kontan. Tingkat Suku Bunga http://www. 2007. Evaluasi kelayakan usaha pada restoran mie Kondang Jakarta Selatan [skripsi]. [13 Januari 2009] Bank di Indonesia. [20 November 2008]. 2006.Ibrahim J. Kerupuk Rambak Tembus Ekspor. [14 April 2009] Tresnaprihandini Y. Institut Pertanian Bogor. Widyastono P. Kabupaten Bandung. Bogor: Fakultas Pertanian.co. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen. . Bogor: Fakultas Pertanian.

LAMPIRAN .

649 3.963 r (%) 16.436 6.358 5.35) 3. Populasi Kerbau dan Sapi Di Jawa TengahPopulasi Kerbau di Jawa Tengah 2002-2006 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Kab/Kota Kab.356 676 13 112.398 1.827 122 19 185 1.310 4.15) (15.14) (0.397 585 5.880 11.91) (19.388 157 3.186 3.37) 2.028 3.009 9. Blora Kab.729 3.879 1.12) (8.666 12.983 2. Jepara Kab.76) (12.008 10.665 2003 (Ekor) 2.528 16.856 4.540 4.902 1. Grobogan Kab.010 588 3. Banyumas Kab.49) (14.237 10.824 3. Brebes Kota Magelang Kota Surakarta Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan Kota Tegal 2002 (Ekor) 2.398 173 4.52 (2.552 665 20 123. Pekalongan Kab.200 4.29) (6.310 1.504 96 24 205 1.480 1.161 13. Banjarnegara Kab. Wonogiri Kab.980 131 32 172 3.088 1.218 7.023 1.99 (0.396 11.865 346 2.352 6. Rembang Kab.55) 5.90) 8.171 3.078 4.11) 0. Demak Kab.561 2.019 1.84 (14.441 3.814 4.35 (7.841 3.555 4.843 5.254 1.983 10.503 4.390 1.150 5.694 2.768 594 22 144.768 536 23 148.313 1.250 4.542 12. Kendal Kab.18) (1.876 132 30 198 3.818 2.206 3.105 2.202 4. Tegal Kab.031 5. Kudus Kab.842 2.361 3.684 2.287 4.023 1.441 3.770 5. Pemalang Kab.975 1.845 4.97 (13.815 2006 (Ekor) 4.330 1.413 1.537 2.555 3.675 5.226 3.237 11. Karanganyar Kab.844 13.095 1.615 1.245 4.356 3.650 4. Boyolali Kab.57) (12.353 183 2.319 6.099 69 25 203 2.589 2.356 3.22) 1.083 656 20 123. Magelang Kab.693 13.031 5.656 3.135 5. Sragen Kab.476 2.966 10.041 9.741 4.206 3.85) (12.55) (13. Pati Kab.977 2. Purbalingga Kab.84 (22.88 (1.978 2.106 6.303 4.369 7.527 3.042 2.78) (1.937 335 2.824 14.396 1.838 3.262 1.17) (14.755 11.28 0.677 3.405 2.453 3.55) 2.79 1. Semarang Kab.047 1. Batang Kab.19) 0.07 (19.802 4.64) Jumlah .282 5.174 583 2. Cilacap Kab. Purworejo Kab.461 1.173 5.Lampiran 1.078 2.384 2004 (Ekor) 2.08) (37.38 (1.611 2.99) (5.936 1.237 6.076 2.958 3.842 2. Kebumen Kab.510 4.521 3.18) (14. Wonosobo Kab.701 2005 (Ekor) 6.111 5. Temanggung Kab.911 371 3.460 5. Sukoharjo Kab.155 4.804 3. Klaten Kab.572 3.922 5.010 14.

344.48 (2. Boyolali 2002 (Ekor) 6.314 33. Magelang Kab.747 73.291 11.245 17.58 2.903 23.344 95.292 6.783 137 1.408 2006 (Ekor) 14.344 18. Pemalang 28 Kab. Wonogiri 13 Kab.210 16.967 11.783 235 29 1.576 24.131 35.603 24. Banyumas Kab.345. Pekalongan 27 Kab.681 68.031 6.933 118.567 1.974 218.110 32.495 2003 (Ekor) 6. Semarang 23 Kab.267 25. Sragen 15 Kab.130 34.79 3. Purworejo Kab.146 18. Jepara 21 Kab.412 81.933 89.19) 3.21 1.164 61.838 13.137 1.311 10.421 4.547 14. Brebes 30 Kota Magelang 31 Kota Surakarta 32 Kota Salatiga 33 Kota Semarang 34 Kota Pekalongan 35 Kota Tegal Jumlah .53 0.880 2.652 68.775 6.144 13.807 71.127 34.311 119.650 2005 (Ekor) 8.285 93.580 77.524 13. Kebumen Kab. Cilacap Kab.473 291 41 1.874 20.626 30.12 12.955 10. Grobogan 16 Kab.076 34.76 (6.365.715 4.401 197.100 3.065 24.146 5.112 66.106 143.636 8.44 1.112 61. Tegal 29 Kab.155 217.121 13.016 12.626 30.292 2.039 5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Kab/Kota Kab.122 64.90 5.911 18.420 8.608 70.43) 0.473 285 42 1. Temanggung 24 Kab.822 60.199 149 1. Demak 22 Kab.435 37.748 105.630 209.723 46.768 46.816 47.957 35.414 89.390.200 1. Kendal 25 Kab.897 65.143 13.37) (1.468 13. Purbalingga Kab.593 3.95 (1.427 68.497 97.406 18.53) 1.37 (0.95 #DIV/0! 0.026 2.964 88.409 297 39 1.903 23.27) (4.747 35.864 13. Klaten 11 Kab.785 76.431 105.748 164 1.159 1.486 20.041 14.222 88.392. Kudus 20 Kab.559 77.871 8.879 37.18) 30.67) (1.089 215.225 106.435 1. Rembang 18 Kab.067 33.460 5.724 18.200 47.026 1.433 101 0 1.571 12.012 69.016 12.625 3. Blora 17 Kab.583 1.561 1.714 5.069 8.103 16.143 13.575 99.385 63.147 2.220 61.49 (1.34 0.264 25.844 18.590 R (%) 19.828 5.147 21.279 137.925 25.23 (11.077 64.072 63.983 144.57) (0.153 2004 (Ekor) 6. Banjarnegara Kab.995 47. Sukoharjo 12 Kab.20 (1.844 14.303 24.089 91.986 15.95 9.057 63.136 15.479 19.715 68.758 74.706 34.95 0. Batang 26 Kab.97 1. Karanganyar 14 Kab.75 5.218 221 1.449 32.545 33.21) (0.311 10.489 148.360 18.94) 2.372 24.838 265 1.527 80.392 91.Populasi Sapi Potong Di Jawa Tengah Tahun 2002-2006 No.76 1.284 35.88 10 Kab. Wonosobo Kab.70 5.002 16.813 7.314 35.596 33.65) 1.781 140.76) 2. Pati 19 Kab.

000 147.000 275.000 1.000 1.000 294.000.000 Tahun ke5 126.000 825.000 875.000.875.000.000 120.000 2 88.000.000.700.000.000 1.700.000 30.000 400.000.000.000 294.200.000 420.000 9 126.000 825.000 500.604.000 520.000 820.000 38.000 294.000 1.020.000 294.000 420.075.110.000.000 400.000 8 126.800.000.000 275.000 300.000 99 .075.000 1.800.000 4 126.000 420.000 31.000.000 294.000.000 520.110.000 820.604.875.000 400.000 30.000 5.375.000.000.167 458.000 75.000 420.000 6 7 126.000 420.000 294.000 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 63.000.000 30.000 420.000 700.000 210.000.700.000 750.000 420.000.000 15.000 400.000 500.167 126.200.000 1.000.000 800.000 10 126.000 1.000 205.000 30.000 294.875.000 750. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi Uraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 625.000.000 3.000.000.700.000 294.000.700.000.000 30.000 500.000 5.000 875.000 400.000.000.000.000 294.000 5.000 1.000.000 5.Lampiran 2.000 625.000.000 120.000 3 126.000 5.000 75.

890 -69.000 4.000 5.000 2.593.738 0.000.000 155.000 5.000 40.750.481.500 6.800.000 297.000 1.000 11.000 5.000 155.400.000.566.600.000 15.000 15.000 40.000 28.892 -74.5693 33.263 65.750.205.000 5.000 4.911.000 5.911.000 297.520.7855 46.263 58.000 8.490.000 2.500 7.000 85.375.840.000 1.263 57.000 4.000 6.750.750.080.520.080.991.375.200 7.000 42.880.768 0 3.600.000 49.991.000 56.991.912 7.000 2.000 5.575.000 8.728 0.9227 -69.000 155.518.000 4.000 1.520.173.89 Tahun 0 3.600.575.400.500.556.080.500.375.000 23.400.800.7248 47.000 11.000 480.025.000 49.000 3.000 8.5253 34.800.000.000 5.750.000 23.069 8.712 8.692 6.692.000 2.000 16.130.556.000 155.263 57.000 2.000.272 32.000 7.000 8.080.000.000 11.000 11.000 480.000 155.102.000 297.000 297.991.800.880.000 2.250.600.726.000 1.000 2.083.000 3.995.000 2.000 23.500.500 11.000 3.88 2.000.000.000 56.000 8.520.880.000 8.375.000 2.263 103.000 8.263 361.210 4.005.101.000 7.500.000 8.000 40.840.000 56.000 3.000 297.4472 46.000 2.750.150.738 0.000 2.000 42.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.080.000 11.000 8.205.000 42.000 49.186 100 .500 286.000 15.800.575.000 3.500.689 6.210 Rp267.000 40.000 42.500 4.000 8.000 2.000 8.002.800.750.000 42.000 108.000 5.000 1.000 56.000 39.000 23.000 49.000.000.958.906.263 58.000 5.889.000 5.375.000 11.400.205.000 7.000 2.600.205.679 65.000 7.101.000 40.000 2.556.520.372.840.738 0.991.125.000 7.000 40.840.750.000 4.556.000 15.000 4.840.892 0.958.500.000 5.000 5.600.088.263 354.375.778.49% 336.575.000.880.000 23.500 148. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 480.000 15.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.750.840.880.805.000 2.000 155.000 3.750.400.000 11.8513 27.083.738 0.750.464.556.000.400.000 42.6170 35.750.160.800.000 1.600.000 49.880.911.940.000 56.000 42.263 57.543.500.880.000 42.700.687.000 240.400.916.575.000 3.400.400.400.116.000 1.000 4.400.840.000 2.375.520.088.000 7.000 8.400.000 42.000 7.000 23.957.520.041.000 49.205.000.572 261.000.575.738 0.4847 27.000 8.000 2.400.600.000 5.000 40.991.000 297.263 65.000 5.005.962.000 49.904 0.750.000 2.500.667.000.916.205.600.000 23.080.000 155.738 0.000.205.000 40.375.000 4.000 8.500.700 2.000 7.000 49.205.991.400.000 11.000 40.000 40.000 297.000 8.191.800.800.000 11.000 5.750.000 3.570.375.041.000 480.000.000 5.000 336.000 480.575.800.200.000 1. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.6687 38.991.510 0 3.000 8.000.263 354.263 361.770.000 1.000 1.839.000.500 208.891.556.000 1.738 0.000 155.520.263 354.000 56.080.880.287.575.400.000 297.000 4.000 2.000 49.760.000.750.263 362.130.556.263 362.600.080.174.840.000 23.263 362.000 4.000 15.400.000 480.392 284.000 56.000 480.000 480.400.400.000 49.556.875.000 42.000 2.312.750.000 77.780.000 2.891.000 5.840.000 56.000 15.352 0 3.840.000 15.000 1.

000 8.000 122.000 122.000 5.991.000 8.788.000 294.000 8.000 40.000 42.750.000 297.000 5.000 297.300.400.009.000 1.000 8.154 8 126.205.000 42.000 420.000 480.520.000.000 5.000 420.788.840.000 8.840.250.000 40.000 480.375.375.750.000 16.000 3.556.000 15.000 2.392 2.000 49.000.875.800.205.000 5.880.375.000 480.991.000 6.000 2.000 23.000 240.000 294.575.000 11.800.000 8.000 15.500.868.205.154 6 126.750.000 2.205.868.000 5.154 7 126.150.400.300.717 2.000 2.750.000 122.500 6.205.840.300.417 7.000 1.000 2.500 61.000 210.750.000 2.000.300.000 2.000 2.750.000 40.300.000 5.375.000.600.520.000.880.000 3.000 294.000 155.750.000 4.543.000 2.000 15.400.000 2.000 297.780.000 8.400.500 3.000 4.880.000.000 1.556.600.868.868.880.000 1.868.000 39.000 11.000.000 5.750.000 420.000 122.400.000 8.000.750.205.000 11.417 7.000 42.726.000 5.500 208.000 49.575.556.000 42.000 4.788.009.263 56.000 8.000 49.000.000 8.000 294.263 56.000.000 155.000 8.154 101 .200.880.000 4.000.000 1.000 56.868.000 40.400.000 420.000 11.000 49.991.000.868.000 420.080.600.000 108.000 4.000.750.000 40.000 1.000 294.080.000 294.000 1.400.080.520.000 155.000 8.000 420.556.000 49.788.400.125.539.000.500.000 8.000 122.000 147.000 297.600.145 3 126.200.417 7.500.868.000.000.000.009.000 8.000 5.556.000 42.000 480.000 56.000 8.300.102.000 42.000 56.000 40.009.593.000 294.000 297.080.000 5.000 23.000 56.000 8.000 294.520.000.009.000 56.000 3.000 480.000 294.000 11.000.400.000 205.500.500.000.000 4.000 8.000 56.400.750.000 155.400.000 23.880.400.800.375.800.000 23.400.000 2.000 56.000 5.840.000.000 3.000 15.000 3.205.000 480.000 2.000.000 2.880.575.000 42.575.000.000.000 49.000 122.263 56.520.417 7.000 8.025.000 155.000 15.300.000 15.002.263 56.800.520.000 3.000 4.600.000 49.000.500.000.000 40.840.700.000.500 7.300 3.917 286.300.788.500 148.788.000 15.154 5 126.Lampiran 3.750.583 63.880.000 8.000 1.000.080.000 49.400.760.500.000.000 122.840.000 8.000 42.000 480.583 63.000 8.000.991.575.000 8.700 85.583 63.800.375.000.000.000.000 4.788.300.000 42.000 11.000 23.572 24.600.750.600.080.464.840.000 23.000.154 10 126.583 2.556.000.575.000 5.009.000 3.263 56.009.000 2.500 4.800.265.000.000 2.000 122.417 7.000 297.556.375.687.000 11.200 7.800.840.940.600.400.000 11.800. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Sapi TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 63.154 4 126.300.004.000 2.000 480.556.000 420.000 8.583 27.000 56.000.000.375.788.263 56.205.263 56.500 11.000 297.000.000.000.000 23.375.000 2.840.577.000 11.000.000 8.520.000 1.000 2.000 23.000 3.600.750.287.000 28.000.575.991.000 5.000 8.000 49.000 297.583 63.263 56.583 63.583 63.000 1.000 1.000 40.520.600.000 8.000 155.863.417 7.000 77.000 40.583 63.417 7.583 63.000 15.400.000.750.000 2.991.778.000.000 5.400.750.000 4.000 420.991.000 4.575.840.080.991.000 1.889.000 5.000 336.000 2.406.000 5.000 3.417 7.800.009.000.995.000 3.080.525 2 88.962.000 155.000 49.400.116.000 5.800.000 2.500.000 155.000.000 40.000 42.154 9 126.

000.000 8 96.667 30.000 298.000 770.000 30.000 860.Lampiran 4.866.000 4.000 426.000.750.000.000 102 .000 426.000.000.200.000 3.000 480.000 925.000 426.000.750.000 820.750.000.667 462.000 330.000 770.000 2.000 3 96.000 330.000.000 480.000 231.000 10 96.000.000 390.000 75.000.000 4.000 9 96.000 2 67.000 15.000 330.000.000 426.000 426.200.000 860.000.000.000 500.000 213.000 800.000 600.000 30.000 160.000 330.000.000 480.000 600. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air Tabung gas 1 48.000 426.000 1.000 480.000.000.000.000 6 96.000 2.000 480.000.000 5 96.000.000 7 96.000 4.000 330.000 426.000 30.000 30.000. Cash Flow Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 750.000.000 600.000 330.000 875.000 850.000.000.200.750.000.000 160.000 4.000 925.000 36.000.000 330.000 330.000 750.000 875.000 330.866.000 390.750.000.000 30.000.000 820.000 75.000 600.000 4 96.000 330.000.000.000.000 700.000.000.000 2.000 240.000 4.000 165.000.

875 8.912.000 11.4847 12.160.000 44.320.125.125.000 4.000 36.000 4.093.000 44.000 1.000 4.000 2.265.800.5253 17.346.320.176.750 16.625 11.000 198.817 69.750 480.953.625.500 2.675.125.000 198.797.200.000 37.000 345.797.000 5.625.738 0.000 4.797.000 11.000 3.000 2.000 37.7855 21.750 480.07 5.400.817 25.800.200.213.000 2. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.183 0.953.679.679.Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.500.560.400.000 7.059 7.317 392.000 2.512 103 .000 2.000 11.000 345.925.000 9.000 44.093.000 198.200.680.000 4.200.000 25.875 240.000 37.346.5693 15.817 33.000.712 286.183 0.000 4.160.205.093.093.000 1.000 4.680.400.810.046.000 5.317 398.160.100.000 198.400.400.400.400.850 0.000 37.500 2.062.160.400.000 5.817 27.000 4.093.000 44.200.200.000 345.750 480.000 5.000 36.000 39.000 198.346.000 2.680.750 16.000 4.000 9.485 -79.093.810.850.000 56.797.346.000 345.160.093.000 37.000 36.750 480.000 11.000 2.200.346.679.093.000 44.000 56.262 11.000 56.400.000 9.012 26.000 4.679.213.000 4.9227 -79.800.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 15.6170 15.000 11.213 0 4.000 4.000 36.625.000.000 2.850.200.000 9.093.000 6.680.000 2.817 25.000.000 345.200.320.400.625.000 11.200.000 2.8513 9.000 4.346.317 392.973.000 36.000 25.625.000 11.826.075.850.000 4.750 480.125.250 0.887.750 16.000 36.093.160.000 3.797.367 0 4.000 11.810.000 4.000 2.000 56.400.810.400.359.000 44.000 56.000 2.742.317 398.000 28.000 11.750 16.786.500 2.160.46 Tahun 0 4.891.000 18.317 400.317 392.400.973.183 0.810.000 12.500 2.000 37.800.000 44.750 480.000 44.850.810.244.183 0.160.160.095.625.125.000 82.000 25.400.000 345.000 25.000 36.594.000 1.000.000.400.183 0.800.680.850.125.675.200.533.320.132 7.786.000 5.953.000 2.000 4.850.797.000 44.000 2.000.250 0 299.046.000 25.400.786.000 2.000 37.024.000 1.200.340.000 4.750 480.680.000 2.750 480.000 5.817 27.000 2.000 36.7248 23.200.4472 31.213.000 56.000 1.269.000 2.400.765.550 390.500 172.200.093.000 1.930.797.546.473 2.498.000 5.346.679.000 345.000.33% 165.850.000 37.183 0.797.000 2.000 25.346.765.500 5.680.000 9.137 7.797.000 36.625.812.000 11.000 4.320.400.000 11.093.000 9.975.810.000 99.260.000 9.000 44.000 37.625 336.760.500 2.317 400.500 840.737.260.000.250 -86.797.200.183 0.000 2.093.500 2.155.780.000 36.000 11.679.000 2.317 400.000 11.679.213.000 11.260.679.000 2.000 4.200.594 5.680.000 198.000 9.400.000 1.000 2.000 198.000.000 25.817 33.000.850.673.260.500 2.320.000 56.320.125.6687 17.000 4.546.786.500 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 345.093.500 1.817 25.000 11.200.108.951.000 2.000 56.800.750 16.750 16.000 4.122 0 4.750 16.800.320.473 Rp85.125.000 5.000 4.200.160.000 37.819.500 241.000 4.700.800.000 5.350 5.000 139.810.300 7.093.750 16.160.000 1.000 198.339.000 25.000 11.093.625.

000 330.750 480.000 37.125.000 37.797.680.223.000.200.625.000 36.850.000 426.000 5.679.292.317 25.000.333 28.000 2.093.500 80.000.000 2.000.000 4.333 28.800.000 44.753.000.000 44.125.400.117 390.103.000 44.160.810.000 25.000 5.333 -12.000.339.400.346.000 56.223.000 44.750 16.625.000 2.000.100.797.000 2.000 39.753.812.000 198.680.200.742.333 28.125.000 426.850.200.800.093.000 7.000.000 7.000 2.000 37.000 25.653.000 4.000 7.103.000 9.810.765.160.000 56.000 213.320.000 165.160.000.753. Proyeksi Laba Rugi Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Menggunakan Bahan Baku Kulit Kerbau TAHUN KE URAIAN PENERIMAAN Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram TOTAL PENERIMAAN BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL LABA KOTOR BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP Biaya Penyusutan LABA BERSIH SEBELUM PAJAK PAJAK LABA BERSIH 1 48.000 44.000.333 28.000.800.400.500 4.850 6 96.000 345.292.750 480.000 330.200.000 36.167 2.160.750 16.500 4.346.000 56.292.000.850.925.093.000 5.500 80.000 11.750 16.000 5.000 2.000.317 25.653.000 7.176.000 2.680.160.000 3.000 9.000 25.093.000 426.653.500 4.850.679.000 231.875 240.250 40.000.000 426.000 426.653.500 80.000 11.000 345.400.400.797.200.625.625.000 2.400.750 480.000.625.000 9.797.887.000 11.000.093.457.000 1.000 4.625 11.000 2.583 0 -12.000 345.500 80.000 2.000.000 330.292.346.765.000 18.000.093.500 4.780.000.400.000 5.000 198.750 16.000 36.346.400.400.000 2.000 198.075.200.000 4.000 25.200.000 7.093.292.750 480.000 44.753.000 11.000 37.000 2.103.000 56.000 426.000 330.000 44.000 2.103.850 7 96.000 426.500 1.000 2.125.000 37.000.167 2.625.000 5.292.400.103.346.800.167 2.200.625 336.093.712 3.800.000 4.317 25.810.000 4.000 4.850.000 1.750 16.000 44.062.000 4.516.346.000 330.750 480.750 16.333 28.000 198.000 56.103.400.500 4.317 25.400.000 36.800.093.000 298.850 5 96.000 36.679.500 4.000.093.000.000 4.000 4.797.200.000 11.653.000 330.000 4.000.850.000 345.093.000 44.340.000.000.000 9.800.000 25.093.000 4.000.317 25.875 8.000 1.160.346.400.753.753.160.810.000 44.317 25.797.000 2.679.000.810.753.000 37.093.Lampiran 5.500 4.000 6.000 345.125.797.797.546.000 7.320.125.000 56.750 480.346.000.750 16.200.000 4.000 1.000 345.750 480.320.000 11.500 80.797.405 3 96.292.000 11.679.000 56.200.000 11.000 36.000 198.500 840.000.000 28.850 8 96.000.000 11.400.200.200.753.024.000 2.000.000 37.000 99.700.450 4.760.000 330.000 345.000 9.810.625.850 9 96.200.000 330.160.000 9.200.907.750 480.850 4 96.000 11.500 4.000.680.850.000 2.000 2.673.317 25.000 37.000 1.320.000 2.000 1.000.850 10 96.000 1.625.167 2.810.333 28.200.000 37.326.850.550 56.400.167 2.320.300 7.000 426.000.317 25.000 4.000 4.000 4.200.000 7.320.400.546.125.095.000 3.000 5.000 4.167 2.000 198.000.160.000 36.000 11.093.000 2.200.680.500 80.753.000 198.000.000.800.653.679.000 7.000 56.680.000 2.167 2.000 11.000 198.583 2 67.000 2.000 7.500 241.167 2.000 5.000.500 5.850 104 .000 5.000 36.000 9.160.333 3.000 9.500 172.093.000 25.333 28.093.797.000 7.000 139.000 12.000 25.653.125.653.320.753.200.400.000 345.000 11.160.000 2.680.000 37.400.679.000 36.000 11.292.679.500 80.200.000 7.103.000 11.500 80.400.000 11.750 16.680.000 2.333 28.320.103.810.000 25.750 4.737.000 1.000 36.

Lampiran 6. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 15,49%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.000 124.226.769 187.226.769 2 88.200.000 173.917.477 262.117.477 3 126.000.000 248.453.538 374.453.538 4 126.000.000 248.453.538 374.453.538 5 126.000.000 248.453.538 374.453.538 6 126.000.000 248.453.538 374.453.538 7 126.000.000 248.453.538 374.453.538 8 126.000.000 248.453.538 374.453.538 9 126.000.000 248.453.538 374.453.538 10 126.000.000 248.453.538 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

105

Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8,38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD

700.000 15.500.000 85.770.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 77.778.000 5.687.500 7.875.000 28.000.000 4.375.000 240.000 2.700.000 2.940.000 11.760.000 2.250.000 1.102.500 4.287.500 148.995.500 286.392 284.891.892 -97.665.123 0,9227 -90.113.603 Rp0 8,38% 90.113.603 -90.113.603 1,00 10 Tahun

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 108.889.200 7.962.500 11.025.000 39.200.000 6.125.000 336.000 3.780.000 4.116.000 16.464.000 3.150.000 1.543.500 6.002.500 208.593.700 2.726.572 261.160.272 957.205 0,8513 814.904

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,7855 10.535.497

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,7248 14.163.760

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,6687 7.715.384

7.570.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.481.263 11.972.276 0,6170 7.387.233

6.130.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 361.041.263 13.412.276 0,5693 7.635.868

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 19.542.276 0,5253 10.265.544

8.005.000 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 362.916.263 11.537.276 0,4847 5.591.920

0 3.600.000 2.400.000 1.800.000 40.000 42.000.000 49.840.000 155.556.000 11.375.000 15.750.000 56.000.000 8.750.000 480.000 5.400.000 5.880.000 23.520.000 4.500.000 2.205.000 8.575.000 297.991.000 7.080.263 354.911.263 58.146.442 0,4472 26.003.492

106

Lampiran 7. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 36,15%
Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.226.769 147.000.000 187.226.769 2 56.317.477 205.800.000 262.117.477 3 80.453.538 294.000.000 374.453.538 4 80.453.538 294.000.000 374.453.538 5 80.453.538 294.000.000 374.453.538 6 80.453.538 294.000.000 374.453.538 7 80.453.538 294.000.000 374.453.538 8 80.453.538 294.000.000 374.453.538 9 80.453.538 294.000.000 374.453.538 10 80.453.538 294.000.000 38.604.167 413.057.705

31.800.000 15.375.000 3.000.000 1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 1.200.000 800.000 1.875.000 1.020.000 500.000 120.000 300.000 500.000 75.000

1.110.000 750.000 1.075.000 875.000 625.000 825.000 5.700.000 5.700.000 520.000 820.000 275.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 400.000 30.000 5.700.000 5.700.000

1.875.000 500.000 120.000

1.875.000

75.000

107

000.000 23.400.000 8.025.911.6687 7.000 155.000 2.500 148.000.263 362.276 0.840.412.400.205.916.000 23.000 3.000 2.287.500 4.205.000 6.991.750.000 5.000 155.263 11.205.840.000.800.276 0.500 208.000 8.575.205 0.500.000 5.000 5.412. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.5693 7.205.556.375.000 2.000 42.130.000 4.000 8.000 3.000 3.163.000 5.000.000 2.000 11.500 6.400.535.750.400.635.000 297.840.750.375.880.000 5.400.940.991.000 2.492 108 .000 56.400.000 1.750.000.891.000 5.000 297.000 297.972.000 56.750.880.687.000 297.400.991.520.500.000 5.000 297.000 4.750.6170 7.000 4.375.263 354.000 5.080.750.000 1.000 8.000 155.780.600.778.263 361.000 15.916.000 155.750.000 8.000 15.875.000 40.000 49.4472 26.263 19.000 11.000 56.575.442 0.000 5.400.000 7.000 5.000 5.000 42.123 0.500.375.750.840.400.995.000 2.400.700 2.600.991.840.600.000 1.250.000 15.665.7855 10.600.520.233 6.000 49.000 15.000 42.130.150.000 4.263 354.000 15.991.000 40.000 40.570.556.000 155.000.800.800.497 0 3.000 8.000 1.000.5253 10.000 2.000 2.800.840.000 56.000 4.000 1.575.600.38% 90.500.000 77.000 23.575.263 19.750.000.715.000 480.000.556.880.000 40.750.080.575.840.840.000 3.000 39.000 4.000 155.005.556.000 7.200.263 13.000 56.400.544 8.840.102.500 11.000 297.375.500.750.000 7.962.000 49.000 480.868 0 3.000 3.000 2.080.00 10 Tahun 0 3.000 42.000 11.080.000 5.205.892 -97.000 8.9227 -90.500.272 957.400.000 5.556.000 5.500 286.263 361.375.000 40.543.384 7.520.760 8.000.000 7.000 49.000 7.000 2.600.205.000 8.520.770.263 362.750.000 1.276 0.000 3.800.375.000.276 0.000 85.603 1.880.000 11.880.520.000 23.003.000 28.000 49.000 15.000.000 8.000 4.000.000 5.113.000 40.000.375.263 58.000 2.000 8.205.000.375.000 16.276 0.000 2.575.750.000 8.000 8.002.000 23.575.000 11.276 0.400.000 480.000 480.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.593.000 2.7248 14.840.4847 5.005.591.392 284.000 480.000 480.000.041.000 40.400.000 5.000 1.537.000 2.556.500.000 11.000 3.400.000 49.000 3.000 42.000 49.000 11.600.520.400.500 7.000 23.000 1.000 40.000 7.000 56.263 354.080.387.000 4.572 261.000 8.920 0 3.000 15.481.904 6.000 1.000 297.146.000 42.113.080.556.000 15.991.113.000 15.464.911.600.911.600.991.276 0.800.041.000 2.263 13.000 2.265.200 7.991.000 11.800.400.000 5.000 297.000 49.400.700.750.500.542.500.556.000 1.263 11.880.000 2.080.000 56.000 8.000.537. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 2.000 49.000.205.800.000 40.000 42.000.116.000 49.080.000 56.600.000 1.000 23.000 1.000 2.263 11.000 8.800.880.542.000 7.000 155.000 42.000 7.263 362.000 108.000 4.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 2.520.000 23.000 40.000 480.760.000 42.000 480.000 8.880.000 155.8513 814.000 11.603 -90.603 Rp0 8.520.000 2.575.000 336.000 42.889.160.750.000 240.125.726.800.

000 400.000 825.000 800.453.000 500.234 262.000 15.117.000 30.000 5.020.000 875.117.000 5.000 400.061 262. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 56.061 262.000 30.477 374.336.226.000 75.000 875.000 120.058.000 500.538 10 112.117.000 1.000 75.200.700.336.117.075.000 109 .000 30.375. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 10.769 2 78.061 262.000 1.167 413.875.477 374.538 4 112.336.477 374.700.117.000 1.477 374.875.453.705 31.000 400.800.000 1.700.477 374.000 275.000 300.000 820.117.000 30.000 625.477 374.000 1.84% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 275.000 500.538 5 112.Lampiran 8.061 262.453.000 750.000.477 38.075.061 262.700.336.336.000 825.538 9 112.336.482.453.700.061 262.453.538 8 112.057.000 1.000 5.000 1.061 262.000 400.117.000 750.875.110.243 183.000 1.000 3.477 374.110.000 5.000 5.000 520.000 820.117.604.117.453.000 30.477 3 112.061 262.000 400.453.031 131.635.336.000 1.336.000 520.538 7 112.168.738 187.000 625.538 6 112.000 120.

287.600.000 11.000 2.600.991.600.000 1.000 5.880.000 56.5253 10.916.500.891.991.000 40.000 3.000 42.000 1.041.000 480.400.000 40.400.276 0.000 8.537.000.750.000 5.000 40.904 6.750.556.800.000 5.000 3.375.263 362.000 5.000.000 297.000.800.500.000 8.400.000 15.000 7.635.880.000.130.263 361.000 42.575.000 5.263 19.000 23.205 0.263 11.000 1.000 23.880.575.000 49.263 19.263 11.500 6.000 11.000 5.575.000 2.000 15.000.276 0.750.000 2.205.000 155.500.600.400.687.000 7.750.000.000 5.000 8.000.041.800.000 56.000 28.000 2.400.000 4.520.760.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.163.000 2.000 108.000 4.800.392 284.750.276 0.000 40.991.000 11.593.000 42.880.205.840.556.000 480.603 Rp0 8.000 49.000 49.005.000.778.113.962.000 23.000.000 39.000 155.000 480.000 3.000 1.000 480.000 56.575.880.000 56.000 4.000 5. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 8.000 2.000.000 42.116.000 16.000 77.000 49.800.000.750.000 4.080.726.000 2.840.000 1.400.375.400.000 56.600.400.600.000 7.591.700 2.000 11.263 362.000 297.000.000 56.556.233 6.263 11.000 49.991.8513 814.750.000 297.500.384 7.130.911.200 7.000 15.500.000.000 49.400.000 15.750.000 42.000 8.080.600.000 15.250.500.000 40.4472 26.000 8.875.375.000 5.000.400.276 0.892 -97.715.000 7.520.000 49.400.750.500 7.000 240.800.000 2.400.38% 90.000 155.263 354.263 354.205.535.603 -90.542.492 110 .770.000 480.400.520.000 155.000 8.880.263 13.840.000 7.412.7248 14.400.000 1.412.464.000 42.544 8.000 480.889.880.840.868 0 3.570.375.000 3.000 11.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 40.387.750.000 336.442 0.000 2.991.375.123 0.263 13.000.500.000.000 297.000 5.000 5.146.080.556.600.205.000 480.537.556.125.375.000 2.000 8.542.000 3.575.205.000 49.000 8.520.4847 5.000 1.000 5.500 148.080.265.000 49.00 10 Tahun 0 3.005.000 5.500.113.500 208.572 261.000 5.000 7.263 362.000 15.000 1.025.276 0.840.000 40.000 56.600.080.000 2.000 2.840.000 297.500 286.000 2.520.6170 7.000 23.000 15.205.840.575.000 42.000 1.000 3.160.000 2.375.000 40.000 11.080.800.800.276 0.000 480.991.113.750.205.880.000 8.991.000 155.102.000 5.000 3.000.000 6.995.497 0 3.500 11.200.000 2.520.375.840.000 15.991.000 4.911.000 5.150.000 1.800.575.276 0.000 4.750.000 4.481.000 11.400.000 42.000 11.5693 7.080.000 11.000 1.400.000 155.000 23.916.520.760 8.000 8.000.840.263 58.750.000 85.000 2.000 297.780.556.520.700.000 23.000 56.000 49.263 361.205.000 7.263 354.575.080.000 2.000 2.000 40.003. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.000 1.000 8.400.665.972.840.000 3.940.500.000 4.920 0 3.9227 -90.000 8.000 155.6687 7.400.000 2.000 40.000 2.000 42.000 155.600.000 4.000 23.000 8.000 5.002.603 1.543.7855 10.000 4.556.556.000 8.000 8.000 23.911.375.272 957.000 2.000 42.750.750.000 297.500 4.750.000 7.000 297.800.000 15.000.

000 294.28% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.875.000 420.000.000.000.800.000 825.000 820.000 400.000.000 1.000 75.000 3 126.000 5.000 210.604.Lampiran 9.000 294.000 875.000 294.000 1.000 1.000 30.604.000 5.000 400.000 75.000.000 420.000 420.000 500.000 750.000 500.000 420.000 205.000 1.000 750.375.000.000 1.000 300.700.000 275.000 420.875.000 294.000.000 6 126.110.000.000 625.800.000 520.000.000 147.000.075.000 875.200.000.000.000 1.110.000 10 126.000 294.000 111 .000 30.000.000.000 1.000 120.000 294.000 294.075.000 4 126.875.700.167 458.200.000.000 3.000 5.000 9 126.000.000 294.000.000 400.000 294.000 38.000 1.000 30.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.000.020.000 7 126.000.000 5. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Kulit Sapi Basah 29.000 120.700.000.000.000 5 126.000 5.000.000 800.000 420.000 30.000 500.000 8 126.000 1.000 520.700.000.000.700.000 15.000 625.000 820.000 30.000.000 275.000 420.000.000 400.000 400.000.000 2 88.167 31.000 825.

080.205.000 1.000 39.457.800.102.000 2.000 5.080.025.146.000 2.000 8.005.000 40.800.000 4.375.750.000 1.591.000 2.000 2.000 8.000 85.000 49.500.000.768.000 140.000 8.715.250.500.000 2.840.840.000 40.400.462 11.375.000 343.000 15.724 13.205.500.500 4.400.880.00 10 Tahun 0 3.880.800.000 23.537.042.000 8.000 23.205.150.000 3.600.000.7248 14.400.263 408.750.000 40.276 0.800.000 343.575.537.750.462 7.000 40.4472 26.880.265.000 15.102.500 6.603 -90.000 480.000.000 5.724 11.750.000 8.000 1.520.972.113.665.520.000.600.375.000 15.384 7.000 5.000 56.575.000 2.462 11.000 8.000 1.750.750.464.000 11.102.000 56.263 400.000 8.000 49.462 11.263 408.723 7.000 4.000 56.457.000 5.000 4.587.462 11.840.840.000 15.000 4.000 2.231 5.080.700.537.102.000 15.000 23.263 406.8513 814.880.000 201.000 2.771.000 1.000.724 11.102.000 2.543.600.600.462 7. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.113.750.000 201.000 3.38% 90.724 58.724 13.476.5693 7.462 11.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 49.492 112 .537.000 1.000 8.000 42.750.731 286.276 0.535.400.000 5.113.000 1.000 5.000 1.125.750.000 40.130.400.542.000 56.000 56.840.000 343.000 8.000 23.000 8.163.000 5.551.600.000 3.000 42.123 0.000 8.000 4.000 5.000 5.000 42.000 23.000 4.520.000 42.800.000.940.000 343.000 8.800.462.000 42.000 42.375.000.276 0.780.000 201.000 15.880.000 480.795 957.000 4.205.223 2.500.500.080. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.875.263 400.000 480.000 480.462 11.800.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.000 201.750.000.442 0.205.462 7.276 0.102.000 2.537.800.462 7.520.000 2.000 15.724 11.287.665.080.000 42.102.000 5.587.000 1.4847 5.000 42.000 201.000 15.462 7.412.400.760 8.400.000 480.000 2.205.000.400.462.000.603 Rp0 8.800.000 40.500 240.000 4.000 480.000 343.500.570.6687 7.537.000 2.005.000 240.000 49.000 2.263 406.276 0.375.600.000 40.000.000 4.000 201.000 5.462 11.130.537.000 8.080.000 42.400.263 408.263 400.387.000 6.375.000 49.200.080.750.575.462 11.000 4.102.962.000 343.000.102.462 7.375.000.5253 10.375.575.003.000.080.462 7.770.276 0.500 11.000 2.840.000 56.000 40.000 2.462 7.520.500.000 49.400.9227 -90.000.497 0 3.000 42.000 49.000 201.000 5.520.027.840.000 40.575.000 5.572 293.000 56.000 49.400.750.840.750.724 19.000 3.600.687.575.760.000 23.537.000 1.000 3.920 0 3.116.000 8.457.575.880.000 3.000 201.000 480.750.375.7855 10.724 19.000 2.000 5.500 7.880.000.750.537.412.750.000 1.000 343.000 49.000 8.205 0.000 8.000 480.000 343.520.400.000.840.500.603 1.544 8.400.000 23.205.400.400.800.537.000 23.000 49.635.600.000 2.500 171.000 16.500.000 15.542.400.880.000 336.000 28.000.400.000 5.205.400.000 1.904 6.840.002.726.000 2.600.000 2.520.000 5.000.392 307.575.000 3.600.000 3.276 0.000 2.000 40.000 100.123 -97.868 0 3.000 56.233 6.6170 7.

000 400.000 750.000 400.000 3.000.000 275.875.000 1.000.000 800.020.000 294.000.000 1.000 120.000 420.000 30.000.000 420.000 5.000 5.Lampiran 10.110.000.000.000 294.000 15.000 420.875.000 30.000.000.000 420.000 420.000 875.000 1.000.000 400.700.000 75.000 2 88.000 5.000 875.000 30.000 825.000.000 8 126.33% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 1.167 31.000 420.800.000 7 126.000 210.000.700.000 113 .000.000 520.000.604.700.000 1.000 500.000 820.000 1. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 63.700.000 625.000 400.000 147.604.167 458.000 820.000 205.000.000.000 294.000 400.000.000.000 30.000 275.000 6 126.000 120.000 294.000 1.000 500.000 520.000 625.000 30.700.000 294.000.000 420.000 5.000 3 126.000 500.000 75.000.000 825.200.000.800.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Sapi Kenaikan Harga Lemak 81.000 9 126.000.000 1.000.000 294.375.000 4 126.000 38.000.000.075.000 1.200.000 5.000 10 126.000 300.000.000 5 126.000 294.110.000 750.000.075.000 294.875.000.000 294.

750.276 0.000 11.000 343.500.542.000 2.000 1.000 49.546.795 957.600.462 8.263 406.400.750.840.724 19.537.000 4.462 7.027.000 4.375.000 1.000 42.000 2.800.123 0.724 11.537.520.940.726.205.000 15.520.000 40.840.520.000.000 4.000 101.575.4847 5.000 480.000 101.972.000 2.520.476.000 23.000 480.520.457.000 1.000 42.113.760.263 408.000 101.000 40.800.500 11.250.000 5.840.000 40.000 1.920 0 3.687.500.375.000 49.800.768.276 0.600.002.546.724 13.000 40.500.400.570.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.000 4.750.000 77.750.000 49.500 7.840.000 8.205.556.750.000 4.000 3.520.000 1.462 8.000 5.880.080.840.572 293.462 7.125.575.462 7.000 15.000 5.000 42.457.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.556.000 2.603 Rp0 8.375.000 2.889.000 343.537.000 101.800.462 8.778.880.750.800.400.000 23.000 2.724 19.082.400.537.000 11.000 23.442 0.000 5.462 8.005.205.497 0 3.546.462 8.205.731 286.000 5. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (5 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.603 -90.880.000 2.520.750.556.000 155.7855 10.462 7.000 2.500 171.400.000 85.000 4.840.575.205.000.000 240.000 1.000 2.556.205.000 1.113.4472 26.000 40.102.556.724 58.000 40.880.000 1.840.00 10 Tahun 0 3.750.868 0 3.773.700.000 2.492 114 .520.000.8513 814.556.000 343.080.000 5.000 343.537.904 6.6687 7.462 8.38% 90.000 42.025.000 15.715.000 8.263 400.000 23.575.000 5.000 3.000 5.575.000 40.500.000 49.080.000 343.263 406.750.200 7.000 155.000 23.000.537.130.000 2.000 2.000 343.000 8.724 13.462.000 155.375.600.462 8.000 101.000 40.546.400.000 3.231 4.537.080.6170 7.770.412.113.000 42.542.400.392 307.000 155.400.464.000 5.603 1.000.263 408.962.000 40.000 15.000 108.500.000 11.000 8.000 4.000 3.005.000 480.000 8.400.523 6.000 40.375.000 480.080.000 15.000 480.600.000 1.000 42.575.537.000 49.400.000 49.800.000 11. BIAYA VARIABEL Kulit sapi basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.500 240.000 2.840.000 16.500.000 11.375.780.5253 10.000 5.287.000 42.000 11.543.000 2.000.400.500 4.875.000 49.000 50.800.724 11.384 7.575.263 408.544 8.537.537.276 0.000 4.880.546.750.000 5.600.000 5.500.457.000 343.000 3.000 5.387.840.750.400.556.591.263 400.042.880.600.750.462 7.080.462 8.500.205.000 42.000 8.000 4.535.233 6.462 7.000.000 49.575.400.7248 14.587.400.000 5.146.276 0.276 0.080.600.635.123 -97.080.000 2.000 2.000 155.800.000 343.000 101.000 101.724 11.375.263 400.000 5.000 336.000 2.000.462 7.400.000 42.880.150.163.000 101.880.000 5.5693 7.800.003.400.000.000 49.760 8.665.000 3.412.000 2.000 11.265.000 155.840.500.000 480.000 8.223 2.000 42.000.500 6.000 2.750.000 1.750.000 155.205 0.116.000 11.462 7.000 8.276 0.800.000 1.400.665.750.000 480.276 0.000 49.600.556.000 15.000 1.400.375.9227 -90.130.750.000 23.546.000 71.375.587.000 23.000 2.600.000 480.000 11.546.205.000 2.000 3.000 15.000 5.546.462.000 23.600.000 3.000 15.000 15.000 155.

000 315.000 2.448.200.000 160.448.000.569 411.569 9 96.000 750.000 330.000 330.569 4 96.000 390.448.000 1.750.000 600.000.000.013.724.569 7 96.000 480.750.000 4.000 390.000 480.000 315.000 850.448.000 75.569 411.569 411.000 770.000 30.448.000.000.000 115 .000 860.448.000 875.667 448.448.000 2.569 10 96.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Kecil Sebesar 4.Lampiran 11.000 240. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 600.569 411.569 411.200.000 30.000 875.000 800.998 3 96.000 4.000 2.000.000 925.448.000 220.569 6 96.000.000 30.000.000 157.000 820.750.000 315.315.000 75.000 4.000 315.000 4.000 480.448.569 5 96.000 30.285 205.000 30.000 750.724.000 315.448.448.569 411.750.000 160.448.000 3.000 860.866.000 500.448.569 36.750.000.569 8 96.000 480.000 770.000 315.000 925.000 15.000 600.000 820.000.285 2 67.448.813.000.569 411.448.000.000 315.000 600.998 288.000 4.000 480.000 315.000.236 30.000.000.

155.5253 9.752 0.000 25.6687 7.346.400.810.000.000 44.38% 86.176.000 4.797.500 1.317 400.850.000 3.400.200.317 392.797.317 400.750 16.093.000 37.346.000.317 392.000 2.546.000 2.000 82.000 2.625.750 480.000 4.750 16.817 13.000 11.000 37.750 16.000 56.160.125.000 25.797.317 398.200.346.000.000 4.250 -93.500 2.400.541 7.000 5.234.320.093.400.626 -86.262 1.400. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 2.000 11.200.000 11.000 2.024.000 9.800.093.200.125.000 4.679.000 4.000 15.953.550 390.234.626 Rp0 8.200.000 2.765.125.000 2.320.817 13.000 44.000 1.797.000 44.850.494.000 2.000 4.800.346.4847 5.200.000 198.750 480.093.680.093.750 16.160.260.160.000 4.320.320.680.500 2.737 0.000 2.125.400.000 37.534.850.250 0 299.000 56.000 2.930.000 1.000 345.965 0.000 5.752 0.752 0.000 198.400.346.817 55.000 25.680.000 4.750 480.680.400.5693 7.000 36.625.125.800.346.093.875 240.093.000 345.500 2.000 345.000 99.200.625.000 7.850.361.000 36.234.000 11.200.093.925.200.000 36.625 11.000 44.000 11.317 392.626 5.6170 6.396.000 11.000 11.000 25.320.000 2.000 4.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.093.737.000 11.000 37.625.093.673.680.000 2.800.000 5.125.000 37.810.000 44.752 0.000 2.000 37.00 10 Tahun 0 4.000 4.317 398.260.000 9.000 198.500 2.810. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.513.000 18.680.000 2.679.000 28.213.680.546.953.797.340.797.320.000 198.887.000 4.797.419 0.200.000 37.000 198.000 56.000.160.000 4.000 4.093.000 2.000 1.200.093.000 5.000 2.500 241.292 0 4.400.000 36.000 9.686.000 5.000 11.000 9.625.750 480.093.000 345.000 345.500 840.234.500 2.950.494.000 4.011 116 .000 56.750 480.000 11.093.625.817 11.000 25.000 139.752 0.680.000 5.000 3.817 18.093.051 0 4.750 480.000.000 5.625 336.758.100.000 25.4472 24.000 44.625.750 480.679.213.750 16.200.800.949 5.810.000 44.750 480.000.400.000 2.797.200.675.000 56.260.320.679.810.000 4.000 2.500 172.346.875 8.160.000.712 286.000 11.400.000.400.996.125.400.817 11.000 9.500 5.801 0 4.000 4.213.260.075.000 36.000 1.000 56.200.445.000 2.300 7.000 37.339.000 9.500 2.160.000 1.752 0.8513 922.000 1.000 198.095.000 5.000 345.108.780.200.000.000 2.686.000.400.000 9.752 0.000 37.817 11.400.000 4.679.000 11.000 44.500 2.850.400.093.000 36.400.850.400.076 7.000 36.000 2.317 400.679.000 56.000 11.000 9.160.000 36.810.205.800.000 2.812.000 25.000 5.817 18.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.062.800.339.7855 10.765.000 4.346.000 4.625.160.000 25.000 44.000 198.160.160.000 1.000 1.800.626 1.200.500.000 2.000 4.000 37.000 56.679.000 6.810.160.750 16.7248 13.000 4.760.000 4.850.850.083.700.679.000 39.742.400.200.750 16.000 11.320.686.750 16.000 2.9227 -86.200.797.000 36.000 345.000 345.281 7.500 2.000 11.000 11.000 198.000 12.000 44.810.000 36.404.797.953.715.000 4.213.125.

000.000 205.569 6 81.000 480.000 75.448.569 330.448.000 411.000 480.569 7 81.000.750.000 820.000.000 240.000 411.000.000 30.000.998 3 81.569 330.448.000.448.000 411.000 411.000.000.000 30.569 330.000 850.16% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.750.448.448.569 8 81.285 165.000 875.448.000 411.000 750.750.000 925.569 330.448.000 770.000 770.000 600.000 800.000 600.000 30.000 875.000 36.000 4.000 330.000 30.000 117 .569 330.448.236 30.000 2.000 390.000.315.000.000.000 2.448.000 4.724. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 40.569 330.000 480.000 480.013.569 330.000 30.000 3.000 750.569 4 81.000 4.750.569 9 81.000 500.000 15.569 330.000.866.448.000 4.448. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kemasan Besar Sebesar 15.448.000 160.000.724.750.569 5 81.000 160.000 1.000 925.000 75.000 860.Lampiran 12.000 480.000 820.998 231.000 2.000 411.200.000 860.000.000 411.000.448.000 390.000 4.000 600.000 288.285 2 57.013.569 10 81.000 600.000 330.667 448.448.000.

000 2.160.000 3.317 398.320.679.125.7855 10.000 2.675.000 44.093.4847 5.160.797.292 0 4.108.000 37.6687 7.850.750 480.800.000 44.400.742.000 11.346.000 11.680.051 0 4.850.850.346.000 9.000 5.200.000 25.400.281 7.679.000 25.062.750 480.810.625 336.810.234.500 2.800.800.213.346.000 5.000 2.000 56.200.750 16.100.000 11.000 2.500 840.000 2.000 1.000 3.000 44.679.095.953.320.000 36.680.797.000 1. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.500 5.000 56.750 480.419 0.400.000 11.737 0.340.000 5.000 139.000 56.000 56.000 4.404.875 8.625.260.875 240.000 2.626 Rp0 8.000 28.000 25.712 286.500 2.346.093.200.500 1.000 198.752 0.00 10 Tahun 0 4.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.400.000 9.000 11.000 11.000 25.200.000 4.000 4.000 1.234.200.686.093.000 56.400.125.817 18.000 9.810.500 2.797.817 11.000 1.5693 7.093.752 0.339.38% 86.000.317 392.262 1.000 345.5253 9.494.686.093.625.750 16.625.625 11.000 5.000 1.213.000 37.800.000 44.000.800.000 345.000 2.000 11.000 198.000 56.000.679.752 0.213.812.000.000.4472 24.817 11.445.810.965 0.093.686.887.625.797.000 4.093.817 11.200.200.752 0.093.125.000 4.810.000 25.000 44.400.093.760.396.541 7.000 4.817 55.000 44.200.000 82.176.160.000 25.750 480.000 15.346.200.000 4.000 345.000 2.500.400.000 11.000 2.200.000 198.9227 -86. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.750 16.400.797.000 2.346.400.513.000 56.250 0 299.200.797.000 11.7248 13.213.317 392.546.817 18.400.093.155.000 18.400.626 5.000 25.500 2.400.930.680.000 36.320.810.317 392.8513 922.400.810.000 37.160.000 4.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.752 0.205.000 198.810.626 -86.817 13.750 16.925.797.000 5.750 480.125.000 5.346.680.000 2.000 4.000 5.346.000 4.250 -93.680.000 4.000 5.000 2.000.750 480.700.758.000 36.680.125.000 12.400.500 2.850.000 37.000 37.000 36.400.000 2.500 2.000 2.361.125.625.000 99.679.950.125.000 44.000 2.750 16.317 400.000 2.400.093.797.000 37.075.000 2.000 4.546.000 198.093.500 241.000 345.000 4.000 9.200.000 4.160.765.320.320.000 36.000 36.400.000 345.317 398.000 1.500 2.550 390.160.000 11.000 345.679.500 2.000 37.750 480.000 4.093.000 9.160.500 172.000 198.680.200.000 4.076 7.801 0 4.000 2.850.000 4.750 480.339.000 2.800.953.160.260.715.750 16.093.6170 6.000 2.000.000 11.011 118 .800.000 37.000 4.000 11.000 2.160.200.000 11.000 1.000 6.752 0.160.000 1.317 400.000.534.000 4.000 7.234.000 44.000 2.093.996.000 36.000 198.679.200.000 11.850.000 2.780.680.750 16.000 44.200.625.260.953.750 16.625.000 36.000.320.000 198.000 4.000 56.000 37.000 9.494.000 39.800.752 0.320.797.093.000 4.673.125.000 44.200.024.000 345.000 345.000 9.000 36.000 37.000 4.234.260.000 9.000 11.737.817 13.160.200.625.797.000 4.000 11.083.400.320.000 36.000 2.000 25.850.000.765.679.626 1.400.949 5.850.000 5.317 400.300 7.

727.000 4.804 318.41% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.435 288.804 318.000 600.750.720.000 875.000 4.000 3.000 2.448.000 770.000 875.000 850.866.200.765 411.000 30.000 15.000 800.765 411.448.904.013.724.448.000 480.000 500.727.000 30.315. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 46.727.109.000 240.000 2.804 318.804 318.750.000 860.000.569 9 92.765 411.998 3 92.000 4.569 7 92.804 318.720.727.000 330.000.765 411.000 480.720.727.804 318.000 4.000 1.285 2 64.000 480.448.000 330.000 390.765 411.000 30.Lampiran 13. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Penurunan Penjualan Kedua Kemasan Serentak 3.667 448.000 30.448.360.750.000 600.727.750.448.000 925.000.000 860.727.402 159.000 2.000 30.765 411.363.765 36.000 160.000 119 .000 480.000 480.236 30.000.000 925.720.448.720.000 75.000 600.720.882 205.000.804 318.000 820.000 160.000 600.720.000 75.750.000 4.000 820.569 5 92.000 390.563 223.569 10 92.000.569 4 92.765 411.000 750.000 750.569 6 92.720.569 8 92.727.000 770.804 318.

850.000 2.680.000 11.400.000 2.000 6.850.000 345.320.100.176.9227 -86.000 4.000 198.875 8.000 4.000 9.750 16.200.817 13.6170 6.000 345.000 11.000 2.160.317 392.797.750 16.400.200.000 4.625 11.200.953.000 4.000 5.346.546.000 44.000 11.317 392.160.400.810.000 44.125.000 37.949 5.797. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 2.000 11.000 2.000 345.000 198.000 1.626 Rp0 8.000.500.7855 10.000 4.213.234.000 25.000.000 2.810.760.742.000.000 11.513.625.160.000 37.000 56.155.125.000 2.000 345.000 4.546.925.250 -93.400.000 9.361.000 2.000 3.320.125.000 4.400.400.750 480.095.000 11.200.750 16.024.000 2.093.625.317 398.400.534.800.752 0.000 4.000 1.160.752 0.000 4.797.000.000 44.850.200.396.000 12.260.000.320.000.093.400.093.817 55.093.213.000 44.500 5.680.400.000 198.800.686.500 2.494.292 0 4.317 392.234.800.750 480.000 36.160.000 11.320.234.093.000 5.419 0.00 10 Tahun 0 4.800.625 336.817 18.000 4.062.000 198.000 36.000 36.000 37.680.000 18.625.234.541 7.500 241.850.000 2.000 11.000 4.093.317 398.200.000 3.679.500 840.400.625.000 1.160.000 56.200.797.625.5693 7.317 400.752 0.000 2.213.817 11.000 2.200.712 286.000 9.000 37.125.000 1.625.000 1.000 9.213.810.400.339.500 2.445.076 7.797.300 7.000 36.000 25.000 2.000 4.346.750 16.000 2.281 7.200.000 82.810.875 240.093.093.260.317 400.000 4.000.000 7.750 16.000 37.500 2.000 44.000 15.812.494.000 5.500 2.160.000 5.500 2.000 25.000 345.093.000 4.750 480.000 1.797.680.317 400.346.000 4.093.000 56.680.093.250 0 299.000 39.000 345.810.075.400.000 44.000.000 1.810.817 11.686.000 2.000 25.930.000 28.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.679.000 198.262 1.673.800.500 2.160.000 25.000 198.752 0.404.000 2.500 2.200.125.000 11.200.093.500 1.700.817 18.686.000 11.200.011 120 .000 36.750 480.339.000 56.500 2.400.000 36.000 5.125.400.346.953.850.626 -86.817 11.000 1.093.675.750 480.715.000 25.750 16.626 5.000 5.797.000 4.000 198.000 56.680.000 2.400.400.000 36.850.500 172.800.000 2.780.000 11.200.000 4.200.000 36.758.625.752 0.160.000 345.000.340.200.160.260.801 0 4.996.000 4.750 480.750 16.083.000 56.400.000 139.000 11.850.810.000 44.125.000 36.000 2.000.000 2.093.000 4.000 2.000 44.051 0 4.680.000 37.750 480.950.200.679.000 4.400.346. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.346.752 0.000 44.679.737 0.800.000 36.5253 9.000 2.8513 922.160.000 25.000 11.679.000 9.346.797.320.626 1.765.000 37.679.000 25.7248 13.000 56.000 37.260.000 99.000 198.810.4472 24.200.625.850.346.000 56.679.000 4.205.953.550 390.400.887.320.000 2.752 0.4847 5.679.108.000 9.000 4.38% 86.000 4.000 37.093.000 345.000 5.000 11.125.965 0.000 5.000 11.750 480.000 44.000 5.680.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.320.6687 7.093.800.000 11.000 9.320.797.000 2.765.200.817 13.000 37.000 9.797.737.750 16.

000 426.000.000.000 426.000.000 500.000 800.000 4.000 330.000 6 96.000 480.000 925.000 480.750.000 8 96.000 2 67.000 390.000 3 96.000 298.000 600.000.000 213.000 875.866.000 600.000 36.000 330.000 770.000 5 96.000 820.000 4.000.000.000 2.750.750.000 165.000 30.000 15.000.000 330.000 75.000 426.000 240.000 770.000 4 96.000.Lampiran 14.000.000 750.000 330.32% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 4.200.000 3.667 30.000 30.000.667 462.000.000 10 96.000 390.000.000.000.000 2.000 7 96.000 2.000 426.200.000.000 75.000 600.750.000.000 480.000 9 96.000.000 330.866.000 30.000 30.000 925.000.000.000 231.000 426.000.000.000 160.000 121 .000 160.000. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Kulit Kerbau Basah Sebesar 7.000 1.000 330.000.000.000 600.000 426.000 860.000.000.000 330.000 330.000.000 330.000 4.000 480.000.000.000 850.000 426.000 860.200.000 330.000 750.000 875.000 30.000 820.000.000.000.000.000 4.750.000 480.

400.534.125.625.760.000 4.780.750 16.125.810.950.000 4.810.750 16.897.200.931 2.626 1.000 44.750 16.000.000 213.7855 10.810.000 2.230.000 2.000 4.752 0.000 2.000 4.000.093.000 2.552 390.000 11.626 -86.625.200.494.000 36.752 0.320.200.000 11.431 11.513.797.083.000 4.931 2.797.000 1.260.000 11.000 56.234.160.400.000 4.160.737 0.000 36.000 149.248 18.093.765.404.205.093.000 56.000 44.000 37.000 2.200.230.965 -93.000 44.000 5.248 55.000 37.000 9.000 4.200.625.000 2.850.000 2.160.765.897.400.9227 -86.875 8.160.000 44.093.752 0.765.317 414.160.752 0.000 9.340.160.686.546.752 0.000 213.625.875 240.419 0.000.800.686.260.000 7.431 11.248 13.000 56.000 2.546.800.400.200.000 1.160.000 9.626 Rp0 8.093.000 2.4847 5.996.431 11.810.950.400.000 4.125.215 5.000 359.812.000 2.797.000 37.000 36.400.000 1.000 359.000 11.505.897.765.320.897.925.750 16.000 2.000 106.680.000 1.680.200.750 480.000 3.000 4.5253 9.160.000 37.000 2.160.000 25.500 251.000 213.051 0 4.000.850.431 11.750 16.800.810.320.000 36.000 44.752 0.000 9.000 25.361.897.400.000 4.317 414.000 9.625.339.400.000 36.000 28.095.850.750 480.000 2.000 5.000 37.234.302 7.093.765.000 213.000 37.615.234.680.200.000 359.948.125.000 37.4472 24.750 16.400.626 5.541 7.000 4.000 11.093.000 39.850.800.100.248 18.931 2.752 0.125.797.093.000 36.400.949 5.000 4.000 37.200.093.750 480.000 213.680.160.000 2.200.000 37.093.7248 13.000 44.445.750 480.000 11.000 9.160.750 480.230.317 412.000 4.6687 7.000 12.680.000 2.625.000 44.000 44.230.093.625.000 213.750 16.400.000 36.850.000 44.000 56.000 11.431 11.200.093.758.230.200.000 4.317 407.797.431 11.000 56.000 4. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.965 0.234.317 407.400.500 840.38% 86.000 5.431 11.931 2.230.317 414.000 9.093.928.000 213.000.263 1.797.200.000 4.320.000 359.125.850.000 9.000 25.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.897.625 336.000 25.000 4.400.750 480.062.680.500.000 18.800.000 2.200.931 2.000 359.248 13.750 480.000 15.176.000 359.200.000 82.000 2.797.500 1.897.248 11.248 11.000 25.686.292 0 4.000 2.320.000 2.750 480.505.260.5693 7.155.230.000 36.000 213.200.000 1.093.400.000 5.000 1.800.093.000 25.000 4.505.000 4.076 7.625.810.712 297.024.261.000 25.000 2.000 44.000 6.000 56.000 11.317 407.000.431 11.797.000 2.000 5.810.931 2.00 10 Tahun 0 4.000 36.320.116.000 5.965 0 306.000 1.093.000 56.200.000 56.260.000 37.931 2.000.000 36.200.000 5.700.400.320.230.887. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.000 359.797.897.797.801 0 4.625 11.400.248 11.000 4.000 2.850.000 5.715.320.680.000 4.850.810.000 2.500 179.800.680.800.396.8513 922.737.281 7.000 3.765.000 4.000.000.660.000 5.494.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.400.000 4.931 2.000 359.400.000 2.6170 6.125.317 412.400.000.125.011 122 .750 16.000 1.000 25.

750.000.000 330.000 6 96.000.62% Tahun keUraian INFLOW Kerupuk Rambak 500 gram Kerupuk Rambak 250 gram Nilai Sisa TOTAL INFLOW OUTFLOW 1.000 330.000.000 30.750.000.000 330.000.000 480.000 820.000 860.000.000 4 96.000 480.000 2.000 330.000.000 2.000 480.000.000 330.000.000 1.000 3.000 426.000 850.000 330.000 500.000 480.000 160.000 426.000 30.000 750.000 30.000 600.000 426.000 75.667 30.000 75.000 600.000 390.000.000 15.000.000 426.000 5 96.000 860.000 426.000.000 600.866.750.000.750.000 3 96.000 925.000 875.000.000.000 165.000 4.000 4.000 925.000 800.000 4.000.200.000 750.000 330.000.000 123 .000 330.000 820.000 231.000 8 96.750.000.000.000 875.000 770.200.000 2.000 298.000.000 4.000.000 240.000.000.000.000. Hasil Switching Value Usaha Pembuatan Kerupuk Rambak Bahan Baku Kulit Kerbau Kenaikan Harga Lemak Sebesar 25.000 600.000 36.000 330.000.667 462.000.000 390.000.000 10 96.866. BIAYA INVESTASI Lahan Bangunan Tempat penampungan limbah Wajan penggorengan (besar) Wajan Penggorengan (kecil) Dandang Panci Drum perendam Sesek (pisau) Rigen Kompor minyak Kompor gas Pengaduk Ember Gayung Timbangan Lemari Bakul plastik Tempat jemur Pisau besar (golok) Batu Gosok Tungku api Pompa air Selang air 1 48.000 330.000 9 96.Lampiran 15.000.000.000 770.000.000 426.000 213.000 480.000.000 4.000.000 2 67.200.000 30.000 426.000 7 96.000 30.000 160.

931 2.000 44.000 37.320.000 4.000 1.625 336.000 71.320.00 10 Tahun 0 4.780.000 359.093.5693 7.351.000 2.431 11.887.248 11.445.758.000 198.000 2.093.712 297.431 11.931 2.679.093.750 480.160.300 7.000 5.737 0.750 16.062.400.000 36.810.950.000 4.431 11.000.797.339.625.200.715.000 3.000 2.931 2.897.7248 13.400.000 359.351.4472 24.000 198.000 36.400.093.000 11.000 4.000 5.000 25.000 44.000 4.000.051 0 4.000 359.552 390.093.400.160.205.660.000 12.897.000 1.125.626 1.125.000 4.679.000 1.125.000 3.505.093.897.000 9.100.750 480.200.000 44.750 16.200.093.200.431 11.093.000 25.093.000 37.093.679.000 5.541 7.9227 -86.750 16.248 18.810.000 9.7855 10.160.500 179.404.000 9.000 44.680.200.000 5.000 2.000 2.361.200.400.765.234.5253 9.680.850.513.000 4.810.715 5.750 480.320.000 36.801 0 4.000 11.000 37.000 37.317 407.000 99.505.812.897.752 0.000 4.093.000 11.200.626 5.897.546.317 414.750 16.686.000 359.850.317 414.000 37.000 198.680.946.234.000 71.797.000 2.000 25.248 18.125.000 4.351.797.750 480.000 35.000 2.500 840.000 198.000 4.320.400.750 16.797.400.234.317 407.000 11.200.965 -93.752 0.000 359.000.000 4.400.419 0.320.083.897.000 2.850.000 36.431 11.931 2.000 9.400.317 412.000 71.679.765.200.093.400.625.000 44.200.431 11.626 Rp0 8.000.200.850.000 36.000 11.500 1.125.000 1.248 11.752 0.248 11.000 9.000 2.810.093.897.000 4.494.431 11.000 5.011 124 .400.000 2.093.248 13.000 25.351.200.680. BIAYA VARIABEL Kulit kerbau basah Minyak goreng Kayu Bakar Lemak Arang Garam Minyak tanah Kemasan besar Kemasan kecil Gas Bonus agen (kemasan besar) Bonus agen (kemasan kecil) TOTAL BIAYA VARIABEL Pajak TOTAL OUTFLOW Net Benefit Discount Factor 8.260.750 480.176.925.000 198.000 4.625.625.750 16.431 11.000 36.000 44.000 4.093.000 37.000 11.4847 5.765.500 5.737.897.38% PV/TAHUN NPV IRR PV POSITIF PV NEGATIF NET B/C PAYBACK PERIOD 700.160.625.000 25.000.000 2.750 480.000 2.797.160.000 44.675.317 407.875 8.505.996.931 2.000 198.750 480.700.000.000 25.260.000 37.000 9.752 0.000 36.351.750 480.160.076 7.000 71.000 9.680.6170 6.765.116.000 4.752 0.095.400.200.810.Tabung gas Motor TOTAL BIAYA INVESTASI 2.6687 7.320.931 2.625.396.075.000 4.679.200.679.000 37. BIAYA TETAP Transportasi Listrik Telepon PBB Upah (4 orang) TOTAL BIAYA TETAP 3.200.351.093.160.928.400.000.000 37.000 2.797.000 2.340.000 2.000 359.965 0.949 5.000 198.000 139.000 2.160.000 9.000 5.000 37.000 2.320.400.810.000 49.752 0.125.686.680.400.000 4.875 240.000 2.000 2.797.000 2.797.200.400.686.000 4.000 36.000 4.000 359.38% 86.965 0 306.000 6.000 11.797.679.248 13.000 2.000 71.000 4.000 5.125.000 44.000 71.494.000 11.000 44.750 16.000 15.750 16.000 18.000 44.160.000 1.400.400.931 2.200.625.000.260.810.160.000 2.000 2.263 1.8513 922.000.351.234.000 4.810.950.002 7.948.000 25.339.500.000 71.752 0.000 36.000 1.000 4.000 82.125.625.292 0 4.765.850.000.546.000 5.626 -86.000 25.281 7.320.317 414.160.248 55.500 251.680.024.625 11.000 4.000 359.200.351.850.000 198.765.679.000 1.000 1.000 36.000 2.850.931 2.317 412.680.850.155.797.534.000 71.000 4.260.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful