P. 1
Ham Barat Dan Islam

Ham Barat Dan Islam

|Views: 18|Likes:
Published by Amano Fajar

More info:

Published by: Amano Fajar on Feb 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2012

pdf

text

original

Perbedaan Hak Asasi Manusia dalam Pandangan Barat dan Islam

15 12 2010

by MARDIKAYAH Dalam wacana modern, yang dimaksud dengan hak adalah wewenang yang diberikan oleh undang-undang kepada seseorang atas sesuatu tertentu dan nilai tertentu. Hak asasi dibagi menjadi dua. Pertama, hak asasi alamiah manusia sebagai manusia, yaitu menurut kelahirannya, seperti: hak hidup, hak kebebasan pribadi dan hak bekerja. Kedua, Hak asasi yang diperoleh manusia sebagai bagian dari masyarakat sebagai anggota keluarga dan sebagai individu masyarakat, seperti: hak memiliki, hak berumah-tangga, hak mendapat keamanan, hak mendapat keadilan dan hak persamaan dalam hak. Setelah revolusi Prancis, dimana para tokoh borjuis berkoalisi dengan tokoh-tokoh gerejawan untuk merampas hak-hak rakyat yang telah mereka miliki sejak lahir. Akibat dari penindasan panjang yang dialami masyarakat Eropa dari kedua kaum ini, muncullah perlawanan rakyat yang akhirnya berhasil memaksa para raja mengakui aturan tentang hak asasi manusia. Hak asasi ini lalu diadopsi oleh tokoh-tokoh Revolusi Perancis dalam bentuk yang lebih jelas dan luas, serta dideklarasikan pada 26 Agustus 1789. Kemudian deklarasi Internasional mengenai hak-hak asasi manusia dikeluarkan pada Desember 1948. Terdapat berbagai klasifikasi yang berbeda mengenai hak asasi manusia menurut pemikiran Barat. Pertama, pembagian hak menurut hak materiil yang termasuk di dalamnya; hak keamanan, kehormatan dan pemilihan serta tempat tinggal, dan hak moril, yang termasuk di dalamnya: hak beragama, hak sosial dan berserikat. Kedua, Pembagian hak menjadi tiga: hak kebebasan kehidupan pribadi, hak kebebasan kehidupan rohani, dan hak kebebasan membentuk perkumpulan dan perserikatan. Ketiga, Pembagian hak menjadi dua: kebebasan negatif yang memebentuk ikatan-ikatan terhadap negara untuk kepentingan warga; kebebasan positif yang meliputi pelayanan negara kepada warganya. Dari klasifikasi hak menurut Barat di atas, dapat dipahami bahwa pembagian-pembagian ini hanya melihat dari sisi larangan negara menyentuh hak-hak ini. Hak asasi dalam pandangan barat tidak dengan sendirinya mengharuskan negara memberi jaminan keamanan atau pendidikan, dan lain sebagainya. Akan tetapi untuk membendung pengaruh Sosialisme dan Komunisme, partaipartai politik di Barat mendesak agar negara ikut campur-tangan dalam memberi jaminan hakhak asasi seperti untuk bekerja dan jaminan sosial. Hak asasi menurut barat masih berkembang sampai saat ini, bahkan telah banyak pemikiran mereka tentang hak asasi manusia yang sudah diadopsi oleh kaum Muslim. Sungguh disayangkan jika hal ini terus berjalan karena semakin hari semakin menjauhkan umat Islam dengan hukum-hukum yang telah disyariatkan Allah. Sebagai contoh, sekarang banyak yang menuntut masalah kesetaraan gender, kecaman terhadap poligami, pernikahan berbeda agama(muslim-nonmuslim), kebebesan yang sebebas-bebasnya dalam berpendapat, dan sebagainya.

Pemerintah mempunyai tugas sosial yang apabila tidak dilaksanakan berarti tidak berhak untuk tetap memerintah. jabatan atau jenis kelamin. Oleh sebab itu. Dalam Islam. Di mana segala hak-hak yang menjadi milik kita benar-benar diatur sedemikian rupa sesuai dengan hukum syara’. Islam tidak hanya menjadikan itu kewajiban negara. Namun. . melainkan negara diperintahkan untuk berperang demi melindungi hak-hak ini. Ketaqwaan-lah yang membedakan mereka. Manusia di mata Islam semua sama.Berbeda dengan konsep barat. Pada khutbah itu nabi saw juga menolak teori Yahudi mengenai nilai dasar keturunan. Wallahu’a’lam. hak-hak asasi manusia tidak secara khusus memiliki piagam. negara berkewajiban menjamin perlindungan sosial bagi setiap individu tanpa ada perbedaan jenis kelamin. walau berbeda keturunan. hal demikian hingga sekarang belum dicapai oleh sistem demokrasi modern yang telah diterapkan saat ini. Pada haji wada’ Rasulullah menegaskan secara gamblang tentang hak-hak asasi manusia. Hanya dengan menghapus demokrasi dan menegakkan kembali Daulah Islam seperti pada zaman Rasulullah Saw. Islam memberikan solusi dan makna yang terbaik dalam memandang hak asasi manusia. laki-laki dan wanita. untuk mencapai hak asasi manusia yang sempurna dan pada hakikatnya sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang bersumber dari Allah semata bukan buatan manusia maka tidak ada jalan lain selain menerapkan kembali sistem Islam. seluruh hak merupakan kewajiban bagi negara maupun individu yang tidak boleh diabaikan. tidak juga perbedaan muslim dan non-muslim. yang mampu menentramkan hati serta membawa kesejajahteraan hakiki. pemimpin dan rakyat. pada lingkup muslim dan non-muslim. kekayaan. Dari konsep Islam memandang hak asasi dapat dipahami bahwa hak asasi itu bukanlah sematamata kebebasan tanpa batas seperti dalam pandangan barat. Insya Allah. Rakyat dan penguasa juga memiliki persamaan dalam Islam. akan tetapi Al-Qur’an dan AsSunnah memusatkan perhatian pada hak-hak yang diabaikan pada bangsa lain. Meskipun dalam Islam. Sebagai contoh. Negara juga menjamin tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak ini dari pihak individu. hak asasi manusia menurut konsep Islam sangat sangat sempurna dan sesuai fitrahnya. Kita akan menemukan hak asasi yang sejati.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->