1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Jenjang pendidikan formal dapat dimulai pada jenjang pendidikan prasekolah. Pendidikan dasar adalah bentuk pendidikan dimana anak mendapat kesempatan yang terarah menuju perkembangan seluruh aspek kepribadiannya. Melalui cara yang sesuai dengan sifat-sifat anak. Adapun sifat yang melekat secara kodrati pada diri anak adalah bermain. Seperti pendapat Frobel (dalam Depdikbud, 1990: 3) bahwa bermain adalah hak yang tidak diasingkan dari seorang anak, apabila diinginkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara wajar. Kebebasan anak selama bermain tidak perlu dikekang, karena seusai bermain anak akan kembali ke dunia realita. Untuk mengajak serta mendorong anak dalam mengembangkan daya fikir, imajinasi, kreatif , dan percaya pada diri sendiri dapat diajarkan melalui berbagai bentuk permainan. Diantara permainan tersebut adalah bercerita, syair, bernyanyi, sosiodrama dan lain sebagainya. Dengan teknik semacam ini secara tidak langsung mengajak anak untuk mengembangkan aspek kepribadian anak secara wajar dan alamiah. Untuk itu prinsip yang ada di pendidikan prasekolah adalah belajar sambil bermain. Oleh sebab itu lingkungan pendidikan prasekolah berbeda dengan lingkungan belajar di sekolah dasar. 1

2

Melihat kenyataan yang demikian tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa usia pendidikan prasekolah membutuhkan suasana yang ceria, gembira dan sehat. Dalam mengembangkan aspek kepribadian anak yang positif sesuai dengan kodrati anak. Sesuai dengan pendapat Basedow (dalam Kasiram, 1983: 16) pengajaran harus menggembirakan dan menarik. Siswa prasekolah pada umumnya memiliki ciri-ciri anak yang sangat kreatif. Diantaranya yaitu rasa ingin tahu, eksploratif, imajinatif, dan rasa percaya pada diri sendiri. Untuk itu pendidikan hendaknya menciptakan suatu lingkungan yang disukai oleh anak. Dalam lingkungan tersebut anak merasa bebas untuk mengungkapkan pikiran dan perasannya, tanpa takut dicela atau dihukum. Oleh sebab itu sesuai dengan prinsip belajar sambil bermain di prasekolah Dalam kegiatan menyanyi lagu anak-anak tersebut secara tidak langsung anak sudah bertambah pengalaman dalam kegiatan berbahasa, berekspresi maupun pengetahuan intelektualitasnya. Sehingga anak dapat menguasai dan memahami makna kosa kata bahasa Indonesia. Lagu anak-anak merupakan hasil dari kreatifitas yang merupakan bagian dari budaya yang memiliki aspek beragam. Diantaranya dapat digunakan sebagai sarana untuk mengembangkan pengetahuan, menyampaikan pesan, bentuk kata, dan diksi dalam menyanyikan lagu anak-anak. Untuk itulah dalam mengungkap permasalahan tersebut peneliti memilih judul meningkatkan prestasi belajar kosa kata siswa TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek Melalui metode Lagu Anak-anak

3

B. Permasalahan 1. Ruang Lingkup Masalah Pelajaran seni musik di Taman Kanak-kanak bukan merupakan bidang pengembangan tersendiri seperti yang ada pada sekolah dasar . Melainkan meliputi semua bidang pengembangan lainnya. Oleh sebab itu unsur musik di Taman Kanak-kanak digunakan untuk menyampaikan kegiatan pengajaran, yang sekaligus berfungsi sebagai metode atau teknik. Karena musik pada umumnya disenangi oleh anak-anak, dalam hal ini khususnya pada kegiatan menyanyi lagu anak-anak. Untuk itu penelitian tentang Tingkat Penguasaan Pelafalan Kosakatata Bahasa Indonesia Anak Prasekolah Melalui Lagu Anak-anak Di TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec. Trenggalek Kab. Trenggalek, unsur kosakatata dalam nyanyian yang diteliti. Adapun unsur-unsur kosakatata dalam nyanyian yang dinyanyikan anak, yang akan diteliti adalah pelafalan huruf. 2. Batasan Masalah Setiap kehidupan mempunyai permasalah sendiri dan kadar

permasalahan tersebut akan tergantung pada persoalan kehidupan msingmasing. Namun dengan adanya daya dan aktivitasnya manusia akan berusaha keluar dari permasalahan tersebut, walaupun harus dilakukan berulang-ulang. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka peneliti akan membatasi masalah yang akan diteliti.

Rumusan Masalah Berdasarkan pada latar belakang tersebut. Trenggalek Kab. 2. maka masalah yang timbul dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: “Bagaimanakah tingkat penguasaan pelafalan kosa kata bahasa Indonesia anak melalui lagu anakanak di TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kec.4 Adapun batasan masalah dalam penelitian ini yaitu dari segi pelafalan huruf. Dalam kegiatan menyanyi yang dilakukan oleh anak Prasekolah yang pada umumnya berusia 4 sampai 6 tahun. Tujuan Penelitian 1. . Tujuan Khusus Secara khusus tujuan penelitian ini adalah: a. b. Trenggalek Tahun 2009?” C. Tujuan Umum Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. c. Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan pelafalan huruf bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. Untuk memperoleh deskripsi tentang penguasaan pelafalan huruf kosakata bahasa Indonesia anak Prasekolah melalui lagu anak-anak. 3. Untuk memperoleh deskripsi tentang tingkat penguasaan makna kosakatata anak prasekolah melalui lagu anak-anak.

Sehingga anakdapat berbahasa Indonesia tanpa mengalami hambatan. Kepada Masyarakat Umum Dalam penelitian ini. Anak Prasekolah dapat bertambah kosakatatanya melalui lagu anak-anak. Dengan menyanyikan lagu anak-anak. untuk dujadikan pedoman bahwa melalui lagu anak-anak. anak prasekolah dapat mengungkapkan pendapat dan sikap dalam bahasa Indonesia dengan lafal yang tepat. anak Prasekolah memiliki tingkat penguasaan makna kosakatata yang berbeda-beda. menambah kosa kata dan sekaligus mengetahui makna kosakatata bahasa Indonesia. . Kepada Guru Sebagai informasi kepada guru. Dengan penelitian ini diharapkan pula dapat menjadikan bahan informasi: 1. 2. 3. sekiranya dapat bermanfaat bagi masyarakat umum untuk dijadikan motivasi dan turut serta bertanggung jawab. E. 2. Melalui lagu anak-anak.5 D. Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan bermanfaat guna mengetahui tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia anak prasekolah melalui lagu anak. Dalam menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya nyanyian atau lagu anak-anak di Taman Kanak-kanak. anak dapat melafalkan huruf. Asumsi Penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa asumsi sebagai berikut: 1.

1. dengan menggunakan bahasa yang sederhana yang diajarkan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran. 5. Lagu anak-anak adalah lagu atau nyanyian yang diciptakan khusus untuk anak-anak. Kata yang dipakai dalam suatu bidang ilmu pengetahuan. maka di bawah ini ada beberapa istilah yang perlu disepakati bersama. Penguasaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993:534) adalah pemahaman. dan sebagainya) misanya bahasa anak didik perlu ditingkatkan. 1991:20). 2. Prasekolah adalah bentuk pendidikan formal yang dimulai pada usia 3-6 tahun guna membantu meletakkan dasar pengembangan sikap. Taman Kanak-kanak mengandung arti sempit tempat (sekolah) yang nyaman untuk bermain. 4. Penegasan Istilah Untuk menghindari timbulnya penafsiran yang berbeda-beda dalam istilah penelitian ini. pengetahuan. kesanggupan untuk menggunakan (pengetahuan. 3.6 F. . Kekayaan kata yang dimiliki oleh pembaca atau penulis. kepandaian. daya cipta. Kosakatata menurut pendapat Soedjito (1992:1) adalah perbendaharaan kata yang dapat diartikan sebagai: Semua kata yang terdapat dalam satu bahasa. dan keterampilan di luar lingkungan keluarga bagi anak usia sebelum memasuki pendidikan dasar (Depdikbud.

Kemampuan anak dalam berbahasa dapat dibimbing dan dituntun oleh seorang guru yang tanpa disadari oleh anak. Dengan suasana yang demikian tanpa disadari oleh anak bahwa guru sedang menyampaikan materi yang telah disusun. kebutuhan. tujuan yang telah ditetapkanpun dapat tercapai.7 BAB II KERANGKA TEORI A. dan kemampuan anak serta lingkungannya. Pengantar Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. minat. Salah satu bentuk kegiatan adalah menyanyi. selain pendidikan di lingkungan keluarga. Dari pendidikan di sekolah itulah anak mulai belajar mengembangkan aspek kepribadiannya. sekaligus berfungsi sebagai alat untuk memahami pikiran dan perasaan orang lain. karena disamping berfungsi sebagai alat untuk menyatakat pikiran dan perasaan orang lain. Melihat hal yang demikian peranan sekolah sebagai tempat untuk mendidik dan mengajar sangat diperlukan. bahwa anak telah mendapat perbendaharaan kosakatata baru. Kemampuan berbahasa tidak hanya diperlukan oleh manusia yang sudah dewasa saja tetapi juga diperlukan bagi kehidupan anak-anak. Oleh sebab itu dalam menyampaikan bahan-bahan pengembangan guru dapat memilih salah satu atau gabungan metode yang sesuai dengan bahan pengembangan. Seperti pendapat 7 . dan kemampuan berbahasa yang disesuaikan dengan perkembangan anak secara wajar dan alamiah.

B. Bahasa merupakan alat komunikasi yang paling penting dalam kegiatan serhari-hari. Penguasaan Kosakatata Baru Sebagai Dasar Komunikasi Bahasa tidak dapat dipisahkan dari manusia dan selalu mengikuti di dalam setiap aktivitasnya. latar belakang pendidikan. Ia akan pandai berbahasa yang dipakai di dalam lingkungan keluarga itu. Penguasaan bahasa dan kepandaian berbahasa itu sendiri merupakan hasil dari pendidikan seperti yang dikemukanan oleh Samsuri (1987: 37). Begitu pula dengan orang yang menyampaikan pesan baik apabila ia tidak menguasai kosa kata bahasa tertentu. maka mu tidak mau ia tidak akan pandai berbahasa Jawa. Dengan bahasa kita dapat menangkap motif keinginan.8 Kasiram (1983: 71) bahwa tujuan permainan adalah terletak pada permainan itu sendiri dan tercapai pada waktu bermain. dan bahasa merupakan alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi. Jadi merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa harus dimiliki oleh setiap manusia. Jika seorang anak dididik dan dibesarkan di dalam keluarga dan lingkungan yang tidak berbahasa Jawa. Sebab merupakan suatu hal yang tidak mungkin bahwa informasi tanpa menggunakan bahasa. Seorang akan . adat istiadatnya. Maka benarlah kalau dikatakan bahwa pendidikan adalah sebagai pendayagunaan bahasa untuk peralihan pengalaman dan atau budaya (Alwasilah. dan lain sebagainya. 1990: 159). pergaulannya. maka mau tidak mau ia tidak akan pandai pula berbahasa Jawa.

bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pengantar untuk menyampaikan ilmu pengetahuan. sesuai dengan perkembangan anak dan . Untuk memupuk dan menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa Indonesia dalam lembaga pendidikan. Oleh sebab itu kemampun penguasaan kosakata bahasa tertentu harus dimiliki oleh setiap individu. Penggunaan metode tersebut akan mempermudah bagi anak untuk mengingat kosakatata bahasa Indonesia yang sederhana dan konkrit. kata penghubung. Apapun penggunaan bahasa Indonesia tersebut disesuaikan dengan jenjang pendidikan. kata imbuhan. Oleh karena itu tentulah berbeda cara mengajarkan bahasa Indonesia pada jenjang pendidikan Prasekolah kelas dengan sekolah dasar. mengenalkan kata sambung. dapat dikenalkan dan dikembangkan dengan metode atau teknik bernyanyi. kata sifat dan sebagainya (Saleh.9 dapat berkomunikasi dengan lancar apabila ia memiliki kemampuan penguasaan kosakatata bahasa tersebut. Misalnya nama-nama binatang disekitarnya. Dalam mengajarkan bahasa Indonesia di Prasekolah kosakatata bahasa Indonesia dapat dikenalkan dan dikembangkan melalui berbagai jenis kata dalam bentuk kegiatan sehari-hari. 1991: 5). Teknik ini dapat digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran. sehingga menimbulkan minat pada anak untuk senang berbahasa Indonesia. Agar kosakatata bahasa Indonesia diminati oleh anak. mengenalkan gambar-gambar dan menceritakan isi gambar. mengenalkan konsep waktu dan ruang.

b. Keterampilan menyimak b. 1980: 12). Untuk menunjang keberhasilan dalam mempelajari kosakatata dapat dilakukan dengan jalan menyimak. Keterampilan membaca d. Oleh sebab itu dalam pengajaran bahasa mencakup empat unsur keterampilan yaitu: a. Dengan demikian akan mengembangkan sikap senang berbahasa. Menambah perbendaharaan orang lain c. Keterampilan berbicara c. Keterampilan menulis Dari keempat keterampilan tersebut. menerapkan dan mengkomunikasikan isi perintah tersebut dengan benar. Menggabungkan kata menjadi kalimat . meniru dan mempraktekan (Tarigan. Perkembangan bahasa anak usia Prasekolah menurut Admodiwiryo (1990: 34) ada empat hal yaitu: a. Mengerti pembicaraan orang lain. Secara perlahan-lahan disamping anak dapat mengusai kosakatata bahasa Indonesia anak juga dapat memahami perintah. keterampilan menyimak dan keterampilan berbicara yang paling mudah dilakukan oleh anak prasekolah. Dengan demikian anak tidak akan merasa terhambat dalam berkomunikasi yang disebabkan terbatasnya kemampuan berbahasa. dengan melatihkan penggunaan bahasa yang komunikatif.10 usia anak.

Di samping itu pengugunaan metode yang tepat dapat menghidupkan suasana belajar dalam kelas. dan dapat memahami makna pada setiap kosakatata.11 d. melatih cara berfikir dan membentuk konsep. maka dapat dilakukan keguatan bercakap-cakap ini dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia . yang menyebabkan anak senang mendengarkan keterangan dari guru. Guru dapat memilih teknik atau metode menyanyi dalam memperkenalkan kosakatata bahasa Indonesia. Akhirnya anak mau dan dapat mengungkapkan ide-idenya dengan mengucapkan bahasa Indonesia yang benar sesuai dengan tingkat kemampuan anak masing-masing. Penjelasannya dengan menggunakan bahasa ibu dan bahasa Indonesia. anak diberi motivasi supaya mau menyimak dan sekaligus mau dan dapat mengungkapkan ide-ide yang dimilikinya. Mengucapkan yang benar Agar keempat hal tersebut dapat tercapai. Dengan metode ini anak akan ikut menirukan dan sekaligus mempraktekkannya bersama-sama dengan gurunya lagu tersebut dinyanyikan bersama-sama. Selanjutnya guru dapat mengajak anak untuk mengembangkan aspek kognitif dan kemampuan berbahasa lisan. selanjutnya guru menjelaskan makna setia kata yang ada pada lagu tersebut. Untuk itu guru hendaknya mampu menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang mendorong ke arah tersebut. Apabila anak-anak tersebut sudah dapat menyanyikan lagu tersebut denga baik. Pengungkapan tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan tingkat perkembangan anak.

12 yang sederhana sesuai dengan perkembangan anak. Adapun huruf-huruf yang dikenalkan pada anak mulai dari rangkaian huruf yang membentuk kata-kata yang berarti. Penguasaan Palafalan Huruf Melalui Lagu Anak-anak Minat anak tehadap membaca dan menulis pada umumnya timbul dari kegemarannya akan buku-buku cerita. syair-syair. Baru setelah anak mampu menggunakan kosakatata sebagai kegiatan untuk bekomunikasi. /d/. nyanyian dan lain sebagainya (Dekdikbud. … /z/. Untuk . sambil memperlihatkan bentuk tulisan hurufnya. /c/. Pertanyaan seperti bagaimanakah jalanya seekor kelinci? Atau anak disuruh untuk bercerita tentang pengtalaman yang dialami oleh anak. Kegiatan tersebut misalnya dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan lagu tersebut. C. Sebenarnya anak-anak dikenalkan pada kosa kata bahasa Indonesia yang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Hal ini menuntut aga anak mau mendengarkan dan menirukan huruf-huruf yang dilafalkan oleh guru. Di dalam kata dapat digunakan untuk mengenalkan huruf /a/. Selain itu melalui kegiatan menyimak atau mendengarkan melatih anak untuk menangkap dan memahami pembicaraan orang lain. untuk mengenalkan lafal-lafal huruf bahasa Indonesia kepada anak diperlukan kemampuan menyimak yang baik. buku-buku bergambar. Bercerita dengan mengunakan bahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan yang dimiliki oleh anak masing-masing. /b/. 1991: 41). anak dikenalkan dengan bermacam-macam huruf.

dan mengucapkan huruf-huruf yang terdapat dalam bahasa Indonesia. .13 menarik perhatian anak agar mau menyimak sekaligus mau menirukan dan menulis lafal-lafal huruf yang diajarkan oleh guru mak. Disamping itu kegiatan yang dilakukan ini akan memperkaya perbendaharaan kata. dan dapat melatih daya ingatan anak akan kemampuan menggunakan bahasa Indonesia. Adapun bentuk permainannya melaui lagu-lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama oleh anak. menguasai. guru dapat mengenalkan melalui bentuk permainan. Melalui menyanyi sambil mengenalkan huruf anak akan lebih mudah untuk mengenal. Misalnya lagu “ Dua Mata Saya”. / dua mata saya // untuk melihat bapak // dua telinga saya // untuk mendengar ibu// satu hidung saya // untuk mencium bunga // satu mulut saya // untuk berkatakata /. dengan lafal yang tepat. Melalui lagu tersebut kemampuan masing-masing anak dalam melafalkan huruf yang ada pada lagu tersebut dapat terlihat.

14 BAB III METODE PENELITIAN 1. Instrument Penelitian Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah a. Observasi . Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah : TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek meliputi : • Anak-anak TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek • Pendidik TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek • Pimpinan TK Dharma Wanita 2 Sukosari Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek 2. 3. Metode Penelitian Penelitan ini menggunakan metode interpretative yaitu menginterpretasikan data mengenai fenomena / gejala yang di teliti di lapangan.

.15 Yaitu pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada obyek penelitian. Wawancara Yaitu Tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan atau pendapatnya tentang suatu hal atau masalah/untuk menggali informasi tentang fokus penelitian. Dokumentasi Yaitu mengumpulkan bukti-bukti dan penjelasan yang lebih luas mengenai fokus penelitian. c. b.

Penguasaan Kosakatata Anak Dalam Lagu Anak-anak Kosakatata yang ada dalam lagu anak-anak cenderung bersifat konkrit dan memiliki makna yang jelas. Namun adakalanya pada kosakatata tertentu mengalami perulangan. A. penguasaan anak dalam melafalkan fonem bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak. Hal ini disebabkan oleh kesederhanaan penguasaan kosakatata yang dimiliki oleh anak-anak. penguasaan makna bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak. Menurut Molenong (1993: 103) adalah proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola kategori.16 BAB IV HASIL PENELITIAN Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analisis data. dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema. penguasaan anak dalam mengucapkan kosakatata bahasa Indonesia melalui lagi anak-anak. urutannya sebagai berikut. Adapun hasil penelitian ini akan dipaparkan. Seperti pada lagu berjalan-jalan yang bunyinya sebagai berikut: / lihat kekiri // lihat ke kanan // hati-hati menyeberang jalan // jangan ragu bimbang // lihat ke depan // kakak disampingmu. agar anak cepat dan mudah untuk menghafalkannya. 16 . Disamping itu juga dilakukan analisis domain untuk menemukan tingkat penguasaan kosakatata bahasa Indonesia.

Dalam pelaksanaan penilaian ini penulis dibantu oleh dua orang guru. yang sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak. Dengan mengajarkan nyanyian kepada anak secara berulang-ulang. Kegiatan ini dapat ditunjang juga dengan ekspresi gerakan yang sesuai dengan lagu yang dinyanyikan.17 Kosakata yang digunakan dalam lagu tersebut sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat pada tabel penilaian mengenai kosakatata. maka anak lebih mudah mengingat atau menghafalkannya. Seperti kosakatata di bawah ini: Terima kasihku Penat Al Quran Sholat Menyeberang Lihat Mendengar Sebatang Kubawa Kupegang Kacau dalam lagu Berpisah dalam lagu Berpisah dalam lagu Mengaji dalam lagu Berjalan-jalan Berjalan-jalan dalam lagu Dua Mata Saya dalam lagu Layang-layang dalam lagu Layang-layang dalam lagu Balonku dalam lagu Balonku korpus (no 5) korpus (no 6) korpus (no 3) korpus (no 1) korpus (no 8) korpus (no 8) korpus (no 4) korpus (no 7) korpus (no 7) korpus (no 9) korpus (no 9) . maka dapat dikatakan bahwa kemampuan anak dalam menguasai kosakatata bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak adalah positif (+). Dari 20 anak yang diteliti masing-masing menyanyikan lagu sebanyak dua buah lagu. Diharapkan juga mampu untuk mengucapkan kosakatatanya secara sempurna.

18 Makna 01 Lagu No. 1 Bila Aku Bangun Dini Hari Kulipat Selimut Dengan Rapi Terus Mandi Dan Gosok Gigi Sholat Shubuh Tak Lupa Lagi + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian 02 03 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Makna 04 Lagu No. 2 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Ular Naga Panjangnya Bukan kepalang Menjalar-jalar Selalu Kian kemari Umpan Yang Lezat Itulah Yang Dicari Itu dianya Yang terbelakang + + + + + + + + + + + + + + + 01 Penilaian 02 03 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + 04 + + + + + + + + + + + + + + .

19 Makna 05 Lagu No. 4 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Makna Dua Mata Saya Untuk Melihat Bapak Dua Telinga Saya Untuk Mendengar Ibu Satu Hidung Saya Untuk Mencium Bunga Satu Mulut Saya Untuk Berkata-kata + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + 05 Penilaian 06 07 08 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian Penilaian .3 Kitabku Al Quran Berisi Pedoman Dan Penunjuk Jalan Menuju Ridho Tuhan Bismillah Aku mulai Mengaji Al Quran Ingin Kumengerti Bismillah Akukan Pergi Mengaji Tak Ingin Kumenyesal Nanti Makna + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian 06 07 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Makna 08 Lagu No.

6 09 10 11 1 2 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Meloncat-loncat Jalan Kelinciku Telinganya Bergerak Selalu Kukejar-kejar Sampai Aku Penat Tak Tertangkap Hap Karena Cepat + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian 14 15 Makna 16 Lagu No.20 09 Lagu No. 8 13 Penilaian 14 15 16 . 5 Jika Kupergi Dari Sekolahku Tidak Kulupa Pada Pak guru Tidak Kulupa Pada Bu guru Ilmu Yang Kukejar Selama Belajar Dibimbing Bu guru Di kukenang Dan kuberi Bintang Tanda Trima kasihku Makna Lagu No. 7 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + 13 10 11 12 Lagu No.

Seperti kata layanglayang.21 Kuambil Bambu Sebatang Kupotong Sama Panjang Kuraut Dan kutimbang Dengan Benang Kujadikan Laying-layang Bermain Berlari Bermain Layang-layang Bermain Kubawa Ke tanah Lapang Hati Gembira Dan + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Lihat Ke kiri Lihat Ke kanan Hati-hati Menyeberang Jalan Jangan Ragu Bimbang Lihat Ke depan Kakak Di samping + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - Riang + + + + C. bermain. Dari kata-kata itu terdapat . Pelafalan Huruf Melalui Lagu Anak-anak Lagu anak-anak tercipta dari gabungan huruf-huruf yang apabila diucapkan menghasilkan suatu kata tertentu yang bermakna. meloncat. berlari dan lain sebagainya.

22 huruf yang berupa vokal maupun konsonan. Untuk mengenalkan huruf-huruf dapat dilakukan kegiatan bermain dengan menyanyikan lagu anak-anak dibawah ini: / ular naga panjangnya // bukan kepalang // menjalar-jalar // selalu kian kemari // umpan yang lezat // itulah yang dicari // itu dianya // yang terbelakang /. 5) dalam lagu Kelinciku korpus (No. Kemampuan anak dalam melafalkan huru bahasa Indonesia seperti di bawah ini: Huruf / r / pada bunyi Al Quran Huruf / i / pada bunyi bimbing Huruf / a / pada bunyi sampai Huruf / r / pada bunyi terima kasih dalam lagu Mengaji korpus (No. kemampuan anak dalam melafalkan huruf bahasa Indonesia adalah positif (+). anak diusahakan menyanyi dengan suara yang keras. masing-masing anak menyanyikan lagu sebanyak dua buah lagu. Adapun huruf-huruf yang ada dalam bahasa Indonesia dapat dikenalkan dan diajarkan kepada anak. Dalam menyanyikan lagu anak-anak tersebut. Berdasarkan penilaian tiga orang guru termasuk peneliti sendiri dapat dikatakan bahwa. Hal ini dajpat dilihat pada tabel penilaian mengenai pelafalan. Tentunya lagu tersebut ini lagu sesuai dengan dunia anak. sehingga ucapan huruf masing-masing anak dapat terdengar dengan jelas. Dua buah lagu yang dinyanyikan tersebut sebagai bahan untuk diteliti mengenai pelafalan huruf yang diucapkan oleh masing-masing anak. 3) dalam lagu Berpisah korpus (No. Selesai anak menyanyi bersama-sama mengenai bermacam-macam lagu yang telah diajarkan oleh guru. 6) dalam lagu Berpisah korpus (No. 5) . melalui lagu anakanak. selanjutnya.

4) dalam lagu Kelincikukorpus (No. 4) dalam lagu Sholat Subuh korpus (No. 2 + + + Ular naga Panjangnya Bukan kepalang Penilaian 01 02 03 + + + + + + + + + 04 + + + . 2) Huruf / z / pada bunyi lezat Huruf / u / pada bunyi ibu Huruf / r / pada bunyi tertangkap Huruf / n / pada bunyi penunjuk Huruf / u / pada bunyi subuh dalam lagu Ular Naga korpus (No. Makna Lagu No. huruf / n / berubah menjadi / r / dalam kata bergerak. 5) Huruf / j / pada bunyi menjalar-jalar dalam lagu Ular Naga korpus (No. 1) Adapun huruf-huruf yang belum mampu atau belum sempurna diucapkan olehanak diberi tanda negatif (-). 6) dalam lagu Mengaji korpus (No. huruf / i / menjadi / e / dalam kata samping. Bunyi-bunyi huruf yang belum mampu diucapkan seperti huruf / c / berubah menjadi / y / dalam kata mencium. 1 Bila Aku Bangun Penilaian 01 02 03 + + + + + + + + + Makna 04 Lagu No. huruf / u / berubah menjadi / o / dalam kata untuk. 2) dalam lagu Dua Mata Saya korpus (No.23 Huruf / ny / pada bunyi menyesal dalam lagu Berpisah korpus (No. huruf / l / berubah menjadi / r / dalam kata Al Quran. huruf / r / menjadi / l / dalam kata raut.

24 Dini Hari Kulipat Selimut Dengan Rapi Terus Mandi Dan Gosok Gigi Sholat Subuh Tak Lupa Lagi + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Menjalar-jalar Selalu Kian kemari Umpan Yang Lezat Itulah Yang Dicari Itu dianya Yang Terbelakang + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Makna 05 Penilaian 06 07 Makna 08 05 Penilaian 06 07 08 .

3 Kitabku Al Quran Berisi Pedoman Dan Penunjuk Jalan Menuju Ridho Tuhan Bismillah Aku mulai Mengaji Al Quran Ingin Kumengerti Bismillah Akukan Pergi Mengaji Tak Ingin Kumenyesal Nanti Makna 09 Lagu No.25 Lagu No. 5 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Lagu No. 6 09 Penilaian 10 11 12 . 4 Dua Mata Saya Untuk Melihat Bapak Dua Telinga Saya Untuk Mendengar Ibu Satu Hidung Saya Untuk Mencium Bunga Satu Mulut Saya Untuk Berkata-kata + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian 10 11 Makna 12 Lagu No.

26 Jika Kupergi Dari Sekolahku Tidak Kulupa Pada Pak guru Tidak Kulupa Pada Bu guru Ilmu Yang Kukejar Selama Belajar Dibimbing Bu guru Di kukenang Dan kuberi Bintang Tanda Trima kasihku Makna Lagu No. 7 Kuambil + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Meloncat-loncat Jalan Kelinciku Telinganya Bergerak Selalu Kukejar-kejar Sampai Aku Penat Tak Tertangkap Hap Karena Cepat + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Penilaian 13 14 15 + + Makna 16 Lagu No. 8 + Lihat + 13 Penilaian 14 15 + + 16 + .

Mengenalkan Makna Bahasa Indonesia Melalui Lagu Anak-anak Salah satu cara untuk mengajarkan perilaku kepada anak untuk mengembangkan aspek sosial. dan mengembangkan pengetahuan . daya pikir.27 Bambu Sebatang Kupotong Sama Panjang Kuraut Dan kutimbang Dengan Benang Kujadikan Laying-layang Bermain Berlari Bermain Layang-layang Bermain Kubawa Ke tanah Lapang Hati Gembira Dan Riang + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Ke kiri Lihat Ke kanan Hati-hati Menyeberang Jalan Jangan Ragu Bimbang Lihat Ke depan Kakak Di samping + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + - D.

Adapun makna yang tidak mampu dikuasai oleh anak diberi tanda negatif (-). Dari 20 anak yang diteliti. Pada umumnya anak akan mampu memahami makna kalimat dalam bahasa Indonesia. Dengan menyanyikan lagu diatas. Makna 01 Penilaian 02 03 Makna 04 01 Penilaian 02 03 04 . Penggunaan kosakata yang sederhana akan mempermudah anak untuk memahami makna kalimat yang ada pada lagu tersebut. Hal ini dapat dilihat pada tabel penilaian mengenai penguasaan makna bahasa Indonesia. Kemampun anak dalam memahami makna bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak adalah positif (+). Lagu anak-anak sebagai salah satu media pengajaran. masing-masing akan menyanyikan sebanyak dua buah lagu. Baik mengenai kata perintah. larangan.28 kepada anak dapat dilakukan melalui kegiatan menyanyi. suruhan. Selain itu anak juga akan lebih mudah untuk mengingat-ingat kosakatata bahasa Indonesia yang ada. bertujuan untuk menyuruh anak agar selalu rajin dalam belajar. tentu saja didalamnya terkandung suatu pesan yang mendidik. nama anggota tubuh dan fungsinya dan lain sebagainya. Seperti yang terdapat dalam lagu berikut: / ibu-ibu // ini raporku // tak ada angka merah // semua buru // karena rajin belajar // setiap waktu // mana bu-mana bu // hadiah untukku /. Apabila kosakatata pada kalimat tersebut abstrak bagi anak usia sekolah dini. nama alat transportasi.

2 Ular naga panjangnya bukan kepalang Menjalar-jalar selalu kian kemari Umpan yang lezat Itulah yang dicari + + + + + + + + + + + + Terus madi dan gosok gigi + + + + + + + + + + + + Sholat subuh tak lupa lagi + + + + Itulah dianya yang terbelakang + + + + Makna Penilaian Makna Penilaian . 1 Bila aku bangun dini hari Kulipat selimut dengan rapi + + + + Lagu No.29 Lagu No.

30 05 Lagu No. 3 Kitabku Al Quran berisi pedoman Dan penunjuk jalan menuju ridho Tuhan Bimillah aku mulai mengaji Al Quran ingin kumengerti Bismilah akukan pergi mengaji Tak ingin menyesal nanti + 06 07 08 Lgu No. 4 Dua mata saya 05 06 07 08 + + + + + + + - - - - Untuk melihat bapak + + + + + + + + Dua telingan saya + + + + + + + + Untuk mendengar ibu + + + + + + + + Satu hidung saya Untuk mencium bunga + + + + + + + + + + + + Satu mulut saya Untu berkata-kata + + + + Makna Pengertian Makna Pengertian .

31 09 Lagu No. 6 Meloncat-loncat jalan kelinci 09 + 10 + 11 + 12 + + + + + + + + Telingnya bergerak selalu Kukejar-kejar sampai aku penat + + + + + + + + + + + + - - - - + + + + Tak tertangkap hap karena cepat + + + + - - - - Tanda terima kasihku + + + + Makna Penilaian Makna penilaian . 5 Jika kupergi dari sekolahku Tidak kulupa pada pak guru Tidak luga pada bu guru Ilmu yang kukejar selam belajar Dimbing bu guru Dia kukenang dan kuberi bintang + 10 11 12 Lagu No.

8 + Lihat ke kiri lihat ke kanan Hati-hati menyeberang jalan Jangan ragu bimbang 13 + 14 + 15 + 16 + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + + Lihat ke depan kakak di sampingmu + + + + + + + + + + + + + + + + BAB V .32 13 Lagu No. 7 Kuambil bambu sebatang Kupotong sama panjang Kuraut dan kutimbang dengan benang Kujadikan layang-layang Bermain berlar bermain layang-layang Bermain kubawa ke tanah lapang Hati gembira dan riang + 14 + 15 + 16 Lagu No.

Kemampuan anak dalam menguasai kosakatata bahasa Indonesia melalui lagu anak-anak adalah baik. Saran-saran 33 . Kekurangmampuan penguasaan kosakatata tersebut disebabkan kosakata tersebut tidak terbiasa digunakan dalam berkomunikasi. 2. dan penguasaan makna bahasa Indonesia adalah sebagai berikut: 1. Kemampuan anak dalam memahami makna bahasa Indonesia adalah baik anak-anak telah banyak yang mampu memahami makna anjuran. Menyebabkan kosa kata tesebut terlalu sulit untuk diingat-ingat oleh anak. pelafalan huruf. Tetapi ada juga dalam kosa kata tertentu anak belum mampu untuk mengucapkannya dengan sempurna. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitain ini. dan perintah. Tetapi ada juga kata-kata dalam bahasa Indonesia yang kurang dipahami atau dikuasai oleh anak. larangan. Begitu juga dengan pemahaman mana yang lainnya. sehingga terlalu sulit bagi anak untuk mereka-reka makna yang ada dalam lagu tersebut. B. maka dapat disimpulkan bahwa penguasaan kosakatata.33 KESIMPULAN A. Hal ini karena kata-kata tersebut sifatnya tidak konkrit.

Sebagai guru prasekolah khususnya. dan lain sebagainya. Kepada masyarakat umum khususnya para orang tua anak didik. DAFTAR PUSTAKA . Seperti membantu dalam kegiatan belajar. hendaknya lebih ditingkatkan keterampilannya. beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1.34 Berdasarkan hasil penelitain dan kesimpulan tersebut maka. Selain untuk mengembangkan pengetahuan pada umumnya. Dalam menggunakan nyanyian atau lagu anak-anak sebagi sarana untuk mendidik. Pada akhirnya dapat menimbulkan sikap senang dan mau menggunakan bahasa Indonesia pada anak usia dini. Juga anak tidak lagi mengalami hambatan dalam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. dan perkembangan anak. menanyakan kejadian yang dialami anak selama di sekolah. 2. bermain. hendaknya turut berperan serta dalam pendidikan yang sedang berlangsung. Dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Karena pendidikan anak yang paling banyak waktunya disaat anak berada di rumah. Begitu pula dengan cara kegiatan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia.

1993. Bandung: Angkasa Depdikbud 2000. 1987. Kartono. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 35 . Ilmu Jika Perkembangan Bagian Ilmu Jiwa Anak. Moh. Zainudin. Jakarta: Gramedia. Jakarta. Analisis Bahasa. Peranan Keluarga Memandu Anak. Surabaya. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kosakatata Bahasa Indonesia. 1985. Moleong. A. Samsuri. Kartini. Sosiologi Bahasa. Metodologi Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional. Lexy. 1990. Soedjito. Jakarta: Rajawali. Kasiram. Kurikulum SD GBPP Bidang Pengembangan Kemampuan Berbahasa. Surabaya: Usaha Nasional. 1989. 1993. FKIP Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 1983. 1992.35 Alwasilah. Bandung: Rosdakarya. Chaedar. Jakarta: Erlangga. Pengetahuan Kebahasaan Pengantar Linguistik Umum.