P. 1
01 Probabilitas Dan Statistik

01 Probabilitas Dan Statistik

|Views: 105|Likes:
Published by Yusraa Za

More info:

Published by: Yusraa Za on Feb 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2012

pdf

text

original

PROBABILITAS DAN STATISTIK

MUHAMMAD YUSUF Teknik Informatika - Universitas Trunojoyo Http://yusufxyz.wordpress.com Email : yusufxyz@gmail.com

Penjabaran informasi .Pengambilan keputusan .Pengembangan dasar desain .Pengolahan data berdasarkan analisa statistik .PERANAN PROBABILITAS DAN STATISTIK .

PROBABILITAS ‡ ‡ ‡ Terjadinya suatu peristiwa A secara matematik ditulis P?AA Bila peristiwa A tidak mungkin terjadi P?AA = 0 Bila peristiwa A terjadi 100% P?AA = 1 ± Klasifikasi probabilitas ‡ ³Prior´ Probability ‡ ³Posterior´ Probability .

Permainan kartu P?AsA = 4/52 = 1/13  Susah diterima para engineer . P?2A = 1/6 .e. dst .Pelemparan dadu P?1A = 1/6 .PRIOR PROBABILITY  Diperoleh secara subyektif atau tingkat kepercayaan yang melibatkan prediksi probabilitas berdasarkan pengalaman masa lalu dan keahlian sebagai ³decision maker´ (i. ³priori judgement´) dalam suatu pengambilan keputusan contoh: .

1 (1 sample) . 5 sample beton ternyata dibawah spesifikasi (DS) kuat tekan beton yang disyaratkan Kalau akan diakukan 10 uji tekan beton berikutnya maka berapa jumlah sample yang akan dibawah spesifikasi? P?DSA = 5/45 = 1/9 Jumlah sample DS pada uji berikutnya =10 * P?DSA = 10 * 1/9 = 1. Dari hasil uji tekan tersebut.POSTERIOR PROBABILITY ‡ Diestimasi berdasarkan peninjauan peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi sebelumnya ‡ Dengan menggunakan pendekatan frekuensi kejadian berdasarkan studi dari suatu rangkaian peristiwa yang telah terjadi berulang-ulang atau suatu pengujian contoh:  45 tes tekan untuk mengetahui kekuatan tekan beton.

DIAGRAM VENN Untuk mempresentasikan suatu peristiwa dalam bentuk grafis. Contoh: peristiwa yang terjadi dapat berupa : a) Mutually Exclusive A ‰ B = 0 ‡ S A B b) B adalah anggota A A B B Ž ASAB S .

DIAGRAM VENN c) Union (gabungan) peristiwa A&B S A B AŠB d) Intersection (irisan) peristiwa A&B S A B A‰B e) Difference (perbedaan/selisih) A B A±B S f) Complementary (komplementer) himpunan A S A A=S±A .

KONSEP DASAR PROBABILITAS Peristiwa-peristiwa yang saling eksklusif (Mutually Exclusive Events) Terjadinya satu peristiwa tidak memungkinkan terjadinya peristiwa yang lain Contoh: .belok ke kiri atau ke kanan .banjir dan kekeringan pada suatu sungai pada saat bersamaan  Peristiwa-peristiwa yang bersatu sempurna (Collectively Exhaustive Events) Dua atau lebih peristiwa adalah ³CE´ bila gabungan dari peristiwa-peristiwa tersebut membentuk ruang sample Contoh: kontraktor a dan b A peristiwa kontraktor a memenangkan tender B peristiwa kontraktor b memenangkan tender  .

KONSEP DASAR PROBABILITAS Jika: 1. Perusahaan a dan b memasukkan tender pada proyek yang berlainan perusahaan a dan b keduanya dapat ruang (lihat irisan peristiwa A & B. Perusahaan a dan b kedua-duanya dapat menang Perusahaan a dan b memasukkan tender pada proyek yang sama dan terdapat lebih dari 2 penawar S A B kalau perusahaan a menang perusahaan b dan lainnya kalah (dan sebaliknya) ‡ Mutually Exclusive ‡ Komplementer A Š B berarti perusahaan a dan b kalah . A ‰ B) tidak saling exclusive (Non Mutually Exclusive) S A B 2.

n) a. Perusahaan a dan b hanya merupakan 2 perusahaan yang bersaing untuk proyek yang sama A B perusahaan a menang  perusahaan b kalah (dan sebaliknya) peristiwa A&B membentuk ruang sample bersatu sempurna AŠB=S Collectively Exhaustive  juga peristiwa A&B saling eksklusif (Mutually Exclusive) Dari contoh diatas dapat diilustrasikan hal-hal sebagai berikut Suatu peristiwa Ai (I=1.«. Mutually Exclusive.2. maka P?A Š BA = P?AA + P?BA n P?Ai Š Ai+1 Š Ai+2 Š « Š AnA = § P?AiA .KONSEP DASAR PROBABILITAS 3.

P?A ‰ BA ME P?A ‰ BA = 0 Non-ME P?A ‰ BA { 0 .3). (3. (3.4) Dadu B (1.4)..3).3) P?A Š BA = P?AA + P?BA .3).2). (2. (5. Total peristiwa yang terjadi 36 peristiwa Peristiwa angka 3 muncul dari salah satu dadu adalah: Dadu A (3. Bila bersifat ME & CE p P ?A Š B A! P?AA P?B A ! P?S A ! 1 P Ai Š Ai  1 Š Ai  2 Š . (6. (3. (4. Š An ! ? A § P ?AA ! 1 i ! 1 n c.4)...KONSEP DASAR PROBABILITAS b. (3. (3. Bila bersifat Non-ME Contoh: lemparan 2 dadu.3).1).1/36 = 11/36 General Rule: P?A Š BA = P?AA + P?BA .3).P?A ‰ BA = 6/36 + 6/36 .3).. (3.

analysis .pembuatan model & analisis matematis .pembuatan model .simulasi komputer .evaluasi  Metode kompleks meliputi: .teknik optimasi  Walaupun kompleks (rumit) model (laboratorium.metoda kuantitatif . model matematik) didasarkan atas asumsi (anggapan)  Anggapan diidealisasi mengakibatkan kondisi kuantitatif tersebut dapat mendekati atau menjauhi kondisi sebenarnya  Pengambilan keputusan seringkali harus diambil tanpa memandang kelengkapan atau mutu informasi  Rumusan ketidakpastian konsekuensi keputusan tidak dapat ditentukan dengan keyakinan yang sempurna .TEORI PROBABILITAS DALAM BIDANG REKAYASA  Alat-alat dalam bidang rekayasa modern: .

kondisi lingkungan berbeda  Masalah dalam rekayasa bersifat acak (random) tak tentu tidak dapat dijabarkan secara definitif  Sehingga keputusan (planning dan design) perlu dilakukan walaupun penuh dengan ketidakpastian .kondisi lingkungan sempurna .TEORI PROBABILITAS DALAM BIDANG REKAYASA  Informasi diturunkan dari .

5 + 0.The Summation Law (Union Probability)  Union Probability dapat dituliskan: P?A Š B Š CA = P?AA + P?BA + P?CA Š = or (atau)  Peristiwa yang ada diasumsikan ME dan/atau menyatakan bahwa suatu seri peristiwa-peristiwa yang terjadi adalah ME.5 = 1 . Contoh: pelemparan coin P?angkaA = 50% P?burungA = 50% P?A Š BA= 0.

3). (3.P?A ‰ BA = 1/6 + 1/6 . (3.1).3).3) Total 12 peristiwa dari seluruh 36 peristiwa P?3A = 12/36 (3. (3. (6.The Multiplication Law (Joint Probability)  Suatu seri yang merupakan ³independent event´ yang terjadi sebagai berikut: P?A ‰ B ‰ CA = P?AA . (3. (5. jadi: P?A Š BA = P?AA + P?BA .1/36 = 11/36 atau 12/36 -1/36 = 11/36 If A&B ME. P?BA .2).3) sama.3). P?A ‰ BA = 0 .3).4) (1. (2. (3.3).4).3). (3. P?CA ‰ = and (dan) Contoh: Pelemparan 2 dadu P?AA = angka 3 muncul dadu pertama = 1/6 P?BA = angka 3 muncul dadu kedua = 1/6 P?A ‰ BA = 1/6 x 1/6 = 1/36 Catatan : untuk Union Probability dari contoh diatas: P?A Š BA = P?AA + P?BA = 1/6 + 1/6 = 1/3 Subset dari Sampel Space: (3. (4.4).

kemudian probabilitas ³tidak terjadinya´ peristiwa A adalah P?AA = 1 P?AA dan probabilitas terjadinya A dalam n percobaan adalah: 1 .Complement Of Probability (Komplementer)  Probabilitas Komlementer dari suatu pristiwa A diberikan dengan simbol P?AA  Bila 0 e P?AA e 1. maka P?AA = 1 . Asumsikan P?AA adalah probabilitas angka ³3´ dengan satu kali lemparan.P?AA AŠA=1 P?A ‰ BA = P?AA .P?AA)n Contoh: Tentukan probabilitas dari perolehan paling sedikit satu angka ³3´ setelah enam kali lemparan dadu yang lain.P?A ‰ BA Asumsi bahwa dalam satu percobaan. maka: P?AA = 1/6 . kejadian probabilitas dari suatu peristiwa A adalah P?AA.(1.

Peristiwa munculnya angka ³3´ mungkin dapat terjadi sekali dalam setiap lemparan.Complement Of Probability (Komplementer) Sepintas lalu terlihat bahwa kejadian dalam 6 kali lemparan memperoleh angka ³3´ berdasarkan probabilitas 1x lemparan setelah 6 kali lemparan dadu adalah 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 + 1/6 = 1 Hal ini tidak ³sesuai´ dengan kenyataan yang terjadi sebenarnya. Peristiwa-peristiwa dalam contoh ini adalah ³independent´ tetapi non-ME. Untuk 6 kali lemparan dari dadu tersebut. probabilitas untuk memperoleh paling tidak satu kali angka ´3´ muncul diberikan dengan ekspresi matematik sebagai berikut: P = P?AA Š P?AA Š P?AA Š P?AA Š P?AA Š P?AA Dengan Hukum ³Associative´ dapat dikelompokkan sbb: P = P?A Š AA Š P?A Š AA Š P?A Š AA = P?BA Š P?BA Š P?BA . Oleh karena itu prosedur penyelesaian tersebut adalah tidak sesuai dan relevan. sehingga dapat terjadi 6x peristiwa yang mungkin terjadi.

1/36) = 22/36 ± 121/36 = 0.P?BA . P?AA = 1/6 + 1/6 ± (1/6 .3055) = 0.ME maka: P?BA = P?A Š AA = P?AA + P?AA .5177 Jadi P = P?CA Š P?BA = P?CA + P?BA . P?BA = 1/36 + 1/36 ± (1/36 . 1/6) = 11/36 = 0.5177 .Complement Of Probability (Komplementer) Oleh karena non .6651 Cara singkat dapat diperoleh dengan menerapkan ³prinsip probabilitas komplementer´ ‡ .P?CA .3055 Dapat ditulis kembali P = P?CA Š P?BA bila P?B Š BA = P?CA P?CA = P?B Š BA = P?BA + P?BA .3055 ± (0. P?BA = 0. 0.P?AA .5177 + 0.

TUGAS 1 Sebutkan dan jelaskan 5 Contoh kegunaan/penerapan Probabilitas dan Statistik dalam jaringan Komputer. jika terlambat nilai maksimal akan diturunkan menjadi 60 . Tugas dikumpulkan max 9 september 2009 pukul 24. Tidak boleh terlambat.00 ke email : yusufxyz@gmail.com.com dan yusuf_xy@yahoo.au.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->