P. 1
Pengaruh Filsafat Yunani Terhadap Pemikir Islam

Pengaruh Filsafat Yunani Terhadap Pemikir Islam

|Views: 134|Likes:
Published by جوهر الدين

More info:

Published by: جوهر الدين on Feb 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/09/2013

pdf

text

original

Pengaruh Filsafat Yunani terhadap Pemikir Islam (Abu Yusuf Yaqub Al Kindi

)
Oleh: Jauharudin Nim: 1410510011

Seiring dengan penerjemahan buku ±dalam skala kecil± dari beberapa cabang ilmu pengetahuan yang berasal dari bahasa asing kedalam bahasa Arab yang dilakukan pada masa Daulah Umayyah yang disponsori oleh Khalifah Khalid ibn Yazid, kemudian pada puncaknya penerjemahan secara besar-besaran hingga didirikannya sebuah lembaga khusus (Bait AlHikmah), dilakukan pada masa Khalifah Al-Ma¶mun (Daulah Abbasiyah) termasuk didalamnya dilakukan penerjemahan buku-buku filsafat Yunani. Setidaknya hal ini banyak mempengaruhi beberapa pemikir Islam yang mendalami ilmu ³luar´ yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Abu Yusuf Yaqub Ibn Ishaq Ibn Al-Shabbah Ibn Imran ibn ibn Muhammad ibn AlAsy¶as ibn Qais Al-Kindi (801-866 M). Atau biasa kita kenal dengan sebutan Al-Kindi termasuk salah satu tokoh yang ikut serta dalam proyek penerjemahan yang dititahkan oleh Khalifah AlMa¶mun (813-833 M) dan M. Terlihat Filsafat Yunani mempengaruhi pola fikir Al-Kindi, salah-satunya saat beliau memadukan ( ) antara agama dan filsafat, dalam konsepsi pemikirannya bahwa berfilsafat tidak bertentangan dengan agama, karena filsafat adalah pengetahuan yang benar (knowledge of the truth) dan agama yang diwakili oleh Al-Qur¶an membawa argumen-argumen yang lebih meyakinkan dan benar tidak mungkin bertentangan dengan kebenaran yang dihasilkan filsafat, oleh karena itu berfilsafat/mempelajarinya tidak dilarang, karena agama dan filsafat mempunyai tujuan yang sama yakni kebaikan dan kebenaran. Menurutnya siapapun yang menolak filsafat dapat digolongkan sebagai ³kafir´, karena sudah jelas bahwa ia mengingkari kebenaran, kendatipun ia merasa dirinya paling benar. Pengetahuan tentang kebenaran ±termasuk yang dihasilkan filsafat± berkenaan dengan kebenaran tentang Tuhan, segala sesuatu yang baik dan beliau juga dikenal sebagai seorang filusuf muslim pertama keturunan Arab. Beliau lahir di Kuffah sekitar 185 H/ 801 M dan wafat sekitar tahun 252H/ 866

Kemudian jiwa adalah sesuatu yang tidak tersusun. dan daya berfikir ( . dan akal terbagi menjadi. atau lebih tepatnya pemikiran Plato. ). Kemudian apabila dorongan nafsu-birahi yang lebih dominan maka Al-Kindi membandingkannya dengan anjing. jika kemuliaan jiwa diingkari dan tertarik kepada kesenangan-kesenangan jasmani. Bukan malah menjauhi atau bahkan menolaknya. Al-Kindi memberikan perbandingan tentang keadaan jiwa. terpisah dan berbeda dengan tubuh. penting dan mulia. . Antara jiwa dan jisim kendatipun berbeda namun saling berberhubungan dan dibutuhkan keseimbangan diantara keduanya agar hidup manusia menjadi serasi dan seimbang. Sedangkan jisim (raga/badan) mempunyai sifat hawa nafsu dan pemarah. AL-Kindi berpendapat bahwa jiwa mempunyai tiga daya. Ilahiah. manusia membutuhkan tuntunan untuk mencapai keserasian dan keseimbangan dalam hidup. Akal yang bersifat potensial ( ( ) ) ) ) 2. Akal yang selamanya dalam aktualitas1 ( 1 Akal yang selamanya dalam aktualitas ini yang menggerakkan potensial menjadi aktual. daya bernafsu . roh bersifat spiritual. . Ketidakseimbangan terjadi apabila salah satu dari unsur diatas berkuasa.berguna dan juga sebagai alat untuk menjauhi laranganNYA dan menjalankan perintahNYA. sempurna. 1. karena jiwa diciptakan oleh Tuhan oleh karena itu qadimnya jiwa pun diciptakan oleh Tuhan. karena ia berada diluar roh manusia. Substansi roh berasal dari substansi Tuhan. Akal yang telah keluar dari sifat potensial dan menjadi akal aktual 3. Akal yang telah mencapai tingkat kedua dari aktualitas ( 4. Tuntunan ini disebut oleh Al-Kindi adalah iman dan Wahyu. daya pemarah. adalah qadim namun qadimnya jiwa dengan qadimnya Tuhan berbeda. dimana sama halnya dengan hubungan cahaya dengan matahari. Oleh karena itu. Jiwa (roh) menurut Al-Kindi. walaupun tidak semua ³gagasan´ Plato diamini oleh Al-Kindi. Kemudian daya berfikir ini disebut sebagai akal. Dari sini dapat dilihat pengaruh Filsafat Yunani yang diadopsi oleh AlKindi. maka dibandingkan denga babi. darimanapun itu datangnya. ia berbeda dari ketiga akal diatasnya. Adalah kebenaran yang harus disambut baik kedatangannya.

Dari sekilas beberapa konsepsi pemikiran Al-Kindi diatas. Dimana kebenaran yang terkandung didalam wahyu adalah kebenaran yang ³instan´ sedangkan kebenaran yang dihasilkan dengan jalan berfilsafat disertai keimanan akan memberikan hasil yang lebih ³matang´. Kemudian pada pembahasan moral. karena akal bagaimanapun juga membutuhkan keseimbangan dalam perjalannya mencari kebenaran. dengan tegas beliau memaparkan argumentasi yang meyakinkan akan kebaikan berfilsafat dengan didasari keimanan. dimana keseimbangan yang dimaksud adalah dengan beriman dan menjadikan wahyu sebagai sesuatu yang tinggi ±bukan ter± diatas akal. melainkan yang dapat ³dikonsumsi´ oleh banyak orang. Idealnya para pencari kebaikan menapaki jalan yang dilaluinya ±sesuai dengan tujuannya± dengan melaksanakan kebaikan atau tepatnya menempuh hidup susila. karena ia dapat pergi ke alam kebenaran atau alam akal didalam lingkungan cahaya dekat dengan Tuhan dan dapat bertemu denganNYA. Beliau mencoba untuk ³melegalkan´ filsafat sebagai salah satu cabang ilmu yang bisa mengantarkan para pelakunya menuju kebenaran maupun kebaikan yang sejati ( ). Kebijaksanaan dicari bukan hanya untuk dirinya pribadi. penulis dapat melihat bahwa hasil dari beberapa pemikiran yang dihasilkan oleh Al-Kindi memang tidak dapat terlepas dari pengaruh buku-buku Filsafat Yunani yang dipelajarinya. Baginya hikmah pengetahuan semata-mata dengan pelaksanaanya dalam dunia realita.Jiwa dalam konsep Al-Kindi tidak mendapatkan kesenangan yang sebenarnya dan pengetahuan yang sempurna apabila ia masih bersama dengan badan. Al-Kindi menekankan bahwa manusia secara umum dan yang mempelajari filsafat hendaknya mempunyai perangai yang baik pula. perpisahan antara jiwa dan badan membuat jiwa menemukan kebahagiaan pengetahuan yang sempurna. Wallahu a¶alam bi shawab . sebagaimana filsafat yang megagungkan sebuah kebenaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->