BUDIDAYA TANAMAN TEH

PENGOLAHAN DAN JENIS MUTU TEH Teh diperoleh dari pengolahan daun tanaman teh (Camellia sinensis L) dari familia Theaceae. Tanaman ini diperkirakan berasal dari daerah pegunungan Himalaya dan daerah-daerah pegunungan yang berbatasan dengan Republik Rakyat Cina, India, dan Burma. Tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah tropik dan subtropik dengan menuntut cukup sinar matahari dan hujan sepanjang tahun. Tanaman teh dapat tumbuh sampai sekitar 6-9 m tinggi. Di perkebunanperkebunan tanaman teh dipertahankan hanya sampai sekitar 1 m tinggi dengan pemengkaan secara berkala. Ini dilakukan untuk memudahkan pemetikan daun dan agar diperoleh tunas-tunas dau teh yang cukup banyak. Tanaman teh umumnya mulai dapat dipetik daunnya secara menerus setelah umur 5 tahun. Dengan pemeliharaan yang baik tanaman teh dapat memberi hasil daun teh yang cukup besar selama 40 tahun. Kebun-kebun teh karenanya perlu senantiasa memperoleh pemupukan secara teratur, bebas serangan hama penyakit tanaman, memperoleh pemangkasan secara baik, memperoleh curah hujan yang cukup. Kebun-kebun teh perlu diremajakan setelah tanaman tehnya berumur 40 tahun ke atas. Tanaman teh dapat tumbuh subur di daerah-daerah dengan ketinggian 200-2.000 m di atas permukaan laut. Di daerah-daerah yang rendah umumnya tanaman teh kurang dapat memberi hasil yang cukup tinggi. Tanaman teh menghendaki tanah yang dalam dan mudah menyerap air. Tanaman tidak tahan terhadap kekeringan serta menuntut curah hujan minimum 1.200 mm yang merata sepanjang tahun.

Hasil teh diperoleh dari daun-daun pucuk tanaman teh yang dipetik sekali dengan selang 7 sampai 14 hari, tergantung dari keadaan tanaman di masing-masing daerah. Cara pemetikan daun selain mempengaruhi jumlah hasil teh, juga sangat menentukan mutu teh yang dihasilkannya. Dibedakan cara pemetikan halus (fine plucking) dan cara pewmetikan kasar (coarse plucking). Pemetikan daun hingga kini masih dilakukan oleh tenaga manusia, bahkan sebagian besar oleh tenaga-tenaga wanita. Untuk menghasilkan teh mutu baik perlu dilakukan pemetikan halus, yaitu: hanya memetik daun pucuk dan dua daun di bawahnya. Ada pula yang melakukan pemetikan medium, dengan juga memetik bagian halus dari daun ketiga di bawah daun pucuk. Pemetikan kasar sering pula dilakukan bebewrapa perkebunan (rakyat), yaitu: pemetikan daun pucuk dengan tiga atau lebih banyak daun di bawahnya, termasuk batangnya. Perkebunan teh terpusat di dataran menengah dan tinggi di Pulau Jawa, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sumatera Selatan. Pada tahun 1990 luas perkebunan teh di Indonesia 129.500 ha. Produksi teh pada tahun 1998 mencapai 136.109 ton. Klasifikasi botani tanaman teh adalah sebagai berikut: Divisi Sub Kelas Keluarga Genus Spesies : Spermatopyta : Angiospermae : Dicotyledonae Transtroemiaceae : Camellia : Camellia sinensis L.

:

Varietas utama adalah varietas China, Asam dan Cambodia. Klon anjuran Balai Penelitian Perkebunan Gambung tahun 1878-1988 adalah Seri Gambung: Gmb 1, Gmb 2, Gmb 3 dan Gmb 4. Varitas lain berasal dari Jepang yang ditanam di perkebunan rakyat seperti di Kebun Teh hijau Jepang di Garut. B. MANFAAT TANAMAN

kaku berbentuk sudip melebar sampai sudip memanjang. . Permukaan daun bagian atas mengkilat. protein dan pati serta zat yang larut di dalam air seperti gula. panjangnya tidak lebih dari 5 cm. 4. teofilin. Helai daun dapat dikatakan cukup tebal. C. rasanya agak sepet . 7%-15% tanin dan sedikit minyak atsiri. C. Tanaman teh tidak tahan kekeringan. teh juga mempunyai nilai gizi. SYARAT PERTUMBUHAN 1. Mengenai uraian makroskopiknya yaitu sebagai berikut: 1. Tanaman memerlukan matahari yang cerah. berkelenjar yang khas dan terbenam Kandungan zat pada daunnya 1%-4% kofeine.000 mm/tahun. B. Tepi daun bergerigi. 3. Iklim 1. Disamping itu teh juga bisa dijadikan obat yaitu sebagai antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida. asam amino dan mineral. petiklah kuncup daun berikut 2-3 helai dau dibawahnya. urah hujan sebaiknya tidak kurang dari 2. 2. Daun teh barbau khan aromatik . agak tergulung ke bawah. Dalam penggunaan sebagai obat antidotum pada keracunan oleh logam-logam berat dan alkaloida. digulung dan difermentasikan untuk kemudian diberikan pada penderita. Air teh yang kita minum mengandung kafein. vitamin A. Suhu udara harian tanaman teh adalah 13-25 derajat C.Daun teh adalah bahan pembuat minuman teh yang populer di seluruh penjuru dunia. bertangkai panjang 2. pada daun muda permukaan bawahnya berambut sedang telah tua menjadi licin 3. Jadi selain sebagai minuman. zat yang tidak larut dalam air seperti serat. Kelembaban udara kurang dari 70%.

000 m dpl. Derajat keasaman tanah (pH) berkisar antara 4.200 m dpl. Persyaratan benih Diambil dari kebun biji. tidak terserang kepik biji dan besar. Litosol dan Aluvia. struktur remah. 3. Jenis tanah yang cocok untuk teh adalah Andosol. berupa biji jatuhan.0. 3. Dari segi produksi. gembur.200 meter dpl. 2. 1. Perbedaan ketinggian tempat menyebabkan perbedaan pertumbuhan dan kualitas teh. Biji disimpan di dalam kaleng yang ditutup rapat dengan kelembaban 35-38% dan segera disemaikan setelah dipungut. Teh menyukai tanah dengan lapisan atas yang tebal. Media Tanaman 1. dan (3) dataran tinggi: lebih dari 1. 2. berlempung sampai berdebu. Persyaratan Benih/Bibit a.5-6. Pembibitan Tanaman diperbanyak dengan biji atau stek daun. Berdasarkan ketinggian tempat. sebaiknya tanaman diperbanyak dengan stek daun. Perkecambahan dalam badengan 1. kebun teh di Indonesia dibagi menjadi 2 daerh yaitu:(1) dataran rendah: sampai 800 m dpl. D. (2) dataran sedang: 800-1. Regosol dan Latosol. Taburkan benih di atas hamparan pasir. . teh dapat tumbuh di dataran rendah pada 100 m dpl sampai di ketinggian lebih dari 1. Ketinggian Tempat Tergantung dari klon. Pasir setebal biji teh dihamparkan pada kotak papan 1 x 2 m. Gley Humik. Namun teh juga dapat dibudidayakan di tanah Podsolik (Ultisol).2. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 1.

pemupukan 2-3 bulan setelah tanam dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/10 liter. Setelah 1 minggu. Pembibitan Stek Daun Stek ditanam di dalam polibag berisi media tanah. Bedengan dinaungi dengan naungan individu.5-1 cm (setebal benih) dan ditutupi dengan potongan daun guatemala. Posisi ranting stek (stekres) tegak lurus (vertikal). 4. Polibag ini disusun di dalam bedengan yang terletak di dalam naungan pembibitan.3.2% dan insektisida Demicron 0. 7. Lakukan kembali langkah b dan c sampai didapat tumpukan pasir-benih sebanyak 3 tumpuk. c. Di Bedengan: tanah untuk persemaian di bedengan harus gembur dan subur. mulai berkayu dan berwarna coklat. Ranting stek diambil berumur 4-5 bulan setelah pangkas. Setelah itu polibag berisi kecambah diletakkan di dalam bedengan yang dinaungi. 5. bibit di bedengan dipindahkan ke kebun pada umur 1 tahun (puteran) dan 2-3 tahun (stump). Hamparkan kembali pasir di atas benih.2%. Di polibag dengan ukuran 12 x 25 cm dengan media dan cara penanaman yang sama. . ditimbun tanah dengan ketebalam 0. kecambah dibenamkan. Penyiraman teratur agar tidak kekeringan. 2. Tutup bagian atas tumpukan dengan karung goni basah. Penanaman 1. jarak tanam kecambah teh 15 x 20 cm atau 20 x 20 cm. Pemeliharaan meliputi penyemprotan fungisida Dithane M45 0. biji yang retak atau berkecambah ditanamkan pada bedengan atau polibag. atau alang-alang. Naungi bedengan dengan daun kering. 1. 3. 4. Bibit di polibag dipindahtanamkan pada umur 10-12 bulan. 6. Bahan tanaman 1.

3. 3. Struktur tanah gembur. . 4. keasaman ditingkatkan dengan tawa sebanyak 1/2-1 kg/m3 tanah bersama dengan pemberian Dithane M-45. 2. Media stek 1.5-1 cm. Tanah dalam kondisi kering angin. 2.2. Jumlah stek dari stekres antara 2-5 stek/stekres diambil dari batas pangkal ranting yang berwarna coklat sampai daun ke tiga dari peko (pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif). Setengah bagian bawah polibag 12 x 25 cm diberi 5-6 lubang dengan diameter 0. Dithane dicampur merata pada tanah saat dimasukkan ke polibag. Sebelumnya tanah disaring dengan saringan 1-2 cm. Tanah difumigasi Dithane M-45 dengan dosis 300-400 gram/m3 tanah. 1/2-1/3 bagian lapisan tanah bawah (sub soil) mengisi bagian atas. Stekres berasal dari induk yang ditanam di kebun induk (Multiplication plant. 4. Polibag disusun di dalam bedengan (1 m bedengan untuk 156-168 polibag). pH 4. Pemupukan dasar Hanya diberikan pada tanah lapisan atas: SP-36 dan KCl masing-masing sebanyak 500 gram/m3 tanah. 3.5-5. 1. Stek direndam di dalam larutan Dithane M-45 15-25 gram/liter selama 1-2 menit. Panjang tangkai stek 3-4 cm dipotong miring 45o ke arah luar dan memiliki 1 helai daun. 1. 1/4-1/3 bagian lapisan tanah bawah (sub soil) untuk mengisi bagian atas polibag. 5. 2. Jika pH tanah terlalu tinggi.5. bebas nematoda dan sisa akar/tanaman. sedikit berliat. MP). 5. 2/3-3/4 bagian lapisan tanah atas (top soil) mengisi bagian bawah polibag. Diperlukan dua macam tanah: 2/3-3/4 bagian lapisan tanah atas (top soil) untuk mengisi bagian bawah polibag ukuran 12×25 cm.

Satu hari sebelum tanam. bedengan disiram air. 3. Rangka sungkup terbuat plastik dengan tinggi lengkungan 60-70 cm. atap diperjarang. 0-3 bulan: 25-30%. Buat lubang tanah 2-3 cm.5 m dengan tinggi 2 m. naungan tertutup seluruhnya. Setengah bedengan terbuat dari bilik dan bagian atasnya ditutup jarang dengan wide. atap diperjarang. 1. 4-5 bulan: 30-40%. Pengaturan intensitas matahari 2.4. 6.5 m atau 4. Penyiraman dilakukan bila perlu. Pemeliharaan Pembibitan 1. Pembuatan naungan pembibitan Ukuran naungan pembibitan adalah 3 x 2. 5. Pengisian tanah ke polibag 1. searah dan tidak saling tindih. Lebar bedengan 90-100 cm. Pasang reng bambu di bagian atas bangunan ini dan tutup dengan rerumputan sehingga cahaya matahari yang masuk sekitar 25% pada 3-4 bulan pertama. 4. 8. Penanaman stek 1. Tanamkan stek di lubang tanam dengan posisi daun tegak. 1-2 minggu sekali. Siram bedengan dan tutupi dengan selimut plastik.5-2. 7. Padatkan tanah di sekitar stek. Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 4 bulan dengan pupuk daun Bayfolan 15 cc/15 liter air atau larutan urea 10-20 gram/liter. > 1 tahun: 90-100%. 6-7 bulan: 50-75%. ujungnya ditimbun tanah sehingga membentuk parit. atap terbuka sampai dibuka 7. . tinggi 15 cm dan panjang sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Pelihara 3 bulan dalam kelembaban 90%. 6. 1. 7-12 bulan: 90-100%. atap lebih diper jarang lagi. 5.

Olah kembali sedalam 40 cm. Pembersihan lahan (babad) di musim kemarau Dilakukan setelah pembongkaran selesai. Pengendalian hama penyakit: Menutup sungkup segera bila ada serangan. 1. 1. 3. Persiapan lahan Karena lahan baru merupakan konversi dari hutan. maka perlu dilakukan survey dan pemetaan tanah yang datanya akan menunjang pembuatan peta kebun dan perlengkapannya. 2. Pembersihan gulma (nyasap) di musim kemarau Tanah diolah dengan cangkul sedalam 5-10 cm untuk membersihkan gulma.2.2%. atau dimatikan dulu dengan arborisida sebelum dibongkar. Pembongkaran pohon dan tanggul Pohon dibongkar sampai akarnya dengan menggunakan takel berkekuatan 3-5 ton. 2. Lakukan pengukuran dan pematokan sehingga terbentuk petakan 20 x 20 m.1-0. 3. Tanah dicangkul sedalam 60 cm sampai gembur dan biarkan 2-3 minggu. 2. Pengolahan Media Tanam Persiapan 1. pembuatan fasilitas air dan juga jalan. Pengolahan tanah 1. 3. 4. menyemprot Dihane M-45 atau Cobox pada dosis 0. Seleksi bibit dilakukan pada umur 6 bulan. sampah dibuang ke tempat yang tidak ditanami teh dan jangan dibakar. semak atau lahan pertanian lain. . Pembuatan jalan Lebar jalan kebun cukup 1 meter.

Tutup lahan dengan lembaran plastik dan alirkan fumigan. Teknik Penanaman Penentuan Pola Tanam Sebelum dibuat lubang tanam.. 3. Datar s/d 15%: jarak tanam 120 x 90 cm. 4. tanah tidak perlu diolah cukup diratakan. penanaman baris tunggal lurus . Pengolahan tanah Untuk lahan yang perdu tehnya dicabut. 1. Pembongkaran tanaman teh tua Untuk lahan yang landai dapat dilakukan dengan pencabutan dengan tekel. tetapi jika kemiringan > 30% perdu dimatikan dengan bahan kimia arborisida 3. Pembongkaran pohon pelindung Pohon dibongkar bersama akarnya.2. Pembuatan selokan drainase menurut kemiringan dan letak jalan kebun. Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan terdiri atas lahan tempat tumbuh tanaman teh tua yang populasinya masih cukup banyak 3050%. Lahan dikeringanginkan 2 minggu. tetapi jika digunakan arborisda untuk mematikan perdu. 2.25 kg/10 m2 lahan. biarkan 2 minggu.1.260 pohon.2. lahan diolah dengan cara seperti 3. 1. Sanitasi lahan Untuk menghindari penyakit cendawan akar yang berasal dari tanaman tua dilakukan penanaman rumput Guatemala selama 2 tahun atau Fumigasi dengan metil bromil sebanyak 0. jumlah 9. lahan diajir sesuai dengan jarak tanam yang akan dipakai.

2. timbun dan padatkan tanah di sekeliling batang. Jika bibit berasal dari stek: 1) Sobek polibag bagian bawah dan bagian sisi. 1. padatkan tanah di sekitar batang.888 pohon. penanaman sesuai kontur 4. 3. > 30%: jarak tanam 120 x 60 cm.2. masukkan belerang murni 10-15 gram. tinggi batang 20 cm.110 pohon. 5 gram TSP dan kg KCl. jumlah 18. jumlah 13. panjang akar 30 cm. jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang. Masukkan pupuk dasar ke dalam lubang yaitu 11 gram urea. jumlah 11. Batas tertentu: jarak tanam 120 x 60 x 60 cm. 3) Masukkan ke dalam lubang tanam. Jika pH tanah > 6. penanaman baris tunggal lurus 3. 3) Ratakan tanah. 15-30%: jarak tanam 120 x 75 cm. 2) Tarik ujung polibag bawah ke bagian atas sehingga tanaman terbuka. 2) Stump ditanam tegak lurus. Jika bibit berasal dari stump biji: 1) Bibit berumur 2 tahun. . penanaman baris berganda Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x40 cm untuk bibit asal stump biji dan 20 x20 x20 cm untuk bibit asal stek Cara Penanaman 1.500 pohon. 4) Polybag ditarik hati-hati melalui tajuk tanaman.

Tanaman pelindung sementara adalah Crotalaria sp. jangan sampai terjadi cekungan di sekitar batang. Mulsa diberikan pula melalui penanaman rumput Guatemala. Pemeliharaan Tanaman Penjarangan dan Penyulaman Tanaman mati diganti tanaman baru dengan bibit yang sama. Penanaman dilakukan dengan biji setelah teh ditanam. Tanaman pelindung sementara dipertahankan sampai tanaman teh berumur 2 tahun.dan Tephrosis sp. chinensis. Gliricida maculata. Pada tahun ke tiga. procera. Tanaman pelindung tetap ditanam 1 tahun sebelum teh ditanam berupa Albizia falcata. Bahan organik top soil < 5%: . penyulaman dimulai dua minggu setelah tanam sampai dua bulan menjelang kemarau. Leucaena glabrata. Tanaman pelindung tetap ditanam jika pelindung sementara sudah tidak bisa dipertahankan (2-3 tahun). Acacia decurens. glauca. A. A. 1. 4. Tanaman pelindung sementara dan tetap sangat diperlukan jika teh ditanam di dataran rendah.5) Ratakan tanah. tanaman teh mulai menghasilkan (Tanaman Menghasilkan/TM). yang ditanam di antara 2 barisan tanaman teh. sumatrana. A. Erythrina subumbrans. Pemupukan Dosis pemupukan (kg/ha/tahun) untuk tanaman yang belum menghasilkan (TBM). L. Pembubunan Pohon pelindung berfungsi sebagai sumber pupuk hijau. Bibit sulaman yang diperlukan pada tahun pertama adalah 10% dan tahun kedua 5%. pangkasan daunnya dihamparkan di antara tanaman teh.

MgO=20 .MgO=40 4.P2O5=60.MgO=20 .K2O=60.P2O5=75. Umur tanam 3 tahun: Andosol/Regosol: N=200.K2O=75.P2O5=75. Umur tanam 2 tahun: Andosol/Regosol:N=100.P2O5=50.K2O=20.MgO=25 .Latosol/Podsolik : N=110.K2O=50.MgO=0 Latosol/Podsolik : N=80.Latosol/Podsolik : N=120.Latosol/Podsolik : N=150. Bahan organik top soil 5-8%: 1.MgO=30 Latosol/Podsolik : N=160.P2O5=50.MgO=0 2.P2O5= 60.MgO=30 3. Umur tanam 2 tahun: Andosol/Regosol:N=120.MgO=30 4.MgO=20 .Latosol/Podsolik : N=175.K2O=30.K2O=50. Umur tanam 1 tahun: Andosol/Regosol: N=70.MgO=0 Latosol/Podsolik : N=100. Bahan organik top soil >8%: 1.1.MgO=0 2.K2O=40.P2O5=50.K2O=50. Umur tanam 1 tahun: Andosol/Regosol: N=100.K2O=30.P2O5=60.K2O=60.MgO=0 Latosol/Podsolik : N=70. Umur tanam 1 tahun: Andosol/Regosol: N=80.K2O=50.K2O=40.P2O5=50.P2O5=60. Umur tanam 3 tahun: Andosol/Regosol: N=150. Umur tanam 2 tahun: Andosol/Regosol: N=150.MgO=40 3.MgO=20 .P2O5=30.K2O=40.P2O5=50.P2O5=50.MgO=0 2.P2O5=60.P2O5=40.P2O5=75.K2O=30.K2O=30.K2O=75.

MgO=25 Dosis pemupukan kg/ha/tahun untuk tanaman yang menghasilkan (TM) dengan target produksi 200 kg teh kering/ha/tahun a) Urea. Ectropis bhurmitra. 1. menyerang daun teh dan ranting muda. Helopeltis antonii Serangga dewasa seperti nyamuk. ZK (unsur hara K2O): dosis optimal 60-180. 2-3 kali/tahun d) Kiserit (unsur hara MgO): dosis optimal 30-75. PARP (unsur hara P2O5): dosis optimal 60-120 untuk Andosol/Regosoldan 15-40 Latosol/Podsolik untuk. 1-2 kali/tahun c) MOP. 2-3 kali/tahun e) Seng sulfit (unsur hara ZnO): dosis optimal 5-10. mekanis. 3-4 kali/tahun b) TSP.P2O5=50. Umur tanam 3 tahun: Andosol/Regosol: N=130. Carbavin 85 WP. sanitasi. Biston suppressaria) . Ulat jengkal (Hyposidra talaca. pemupukan berimbang. Pengendalian: pemetikan dengan daur petik 7 hari. ZA (unsur hara N): dosis optimal 250-350.Latosol/Podsolik : N=140. Insektisida nthio 330 EC. Serangan pada ranting dapat menyebabkan kanker cabang. predator Hierodula dan Tenodera.K2O=50.1.K2O=40. Bagian yang diserang berbercak coklat kehitaman dan mengering. Mitac 200 EC.P2O5=60. 7-10 kali/tahun Hama 1.MgO=20 .

Gusadrin 150 WSC. pemupukan berimbang. Ulat penggulung pucuk (Cydia leucostoma) Ulat berukuran 2-3 cm berada di dalam gulungan pucuk teh. Tungau jingga (Brevipalpus phoenicis) Berukuran 0. pucuk dan daun tua. 1. serangan dapat di kebun atau persemaian. daun mengering dan rontok. Omite 570 EC. 1. Terdapat bercak kecil pada pangkal daun. Pengendalian: cara mekanis. predator Amblyseius. Ulat api (Setora nitens. 1.2 mm berwarna jingga. Dicarbam 85 S. tungau membentuk koloni di pangkal daun. Daun yang diserang bergigi/berlubang. tanaman menjadi berlubang. pengendalian gulma.5 cm menyerang daun teh muda dan tua. Thosea) Ulat berbulu menyerang daun muda dan tua. Elasmus homonae. Lannate L. melepas musuh hayati seperti Macrocentrus homonae. Lalu serangan menuju ujung daun. menyerang daun teh tua di bagian permukaan bawah. Penyakit . Ulat penggulung aoffearia) daun (Homona Ulat berukuran 1-2. Daun tergulung dan terlipat. Kelthane 200 EC. Parasa lepida. Pengendalian: cara mekanis.Ulat berwarna hitam atau coklat bergaris putih. hayati dengan melepas musuh alami Apanteles dan insektisida Bayrusil 250 EC. insektisida Ripcord 5 EC. Pengendalian: membersihkan serasah dan gulma. Pengendalian: cara mekanis. 1. pemupukan berimbang dan insektisida Lannate 35 WP. Pengendalian: (1) cara mekanis. Sevin 85S. menyerang daun muda. hayati dengan melepas parasit dan insektisida Ripcord 5 EC dan Lannate L. (2) insektisda Dicofan 460 EC.

fumigasi metil bromida atau Vapam. Pengendalian: mencelupkan stek ke dalam fungisida. pucuk baru tidak terbentuk. pemetikan tidak terlalu berat. Gejala: bintik-bintik kecil tembus cahaya dengan diameter 0. pemetikan dengan daur pendek (9 hari). mati. layu.500 meter dpl. penanaman klon tanah cacar PS 1. menggali selokan sedalam 60-100 cm di sekeliling tanaman sehat. 1. Gmb 5. Pengendalian: mengurangi pohon pelindung. Pengendalian: pemupukan tepat waktu. Gejala: tanaman menguning. Gejala: daun induk berbercak coklat dimulai dari ujung/ketiak daun.000-1. RB 1. Busuk daun Penyebab: jamur Cylindrocladum scoparium. Ditularkan melalui . Jika persemaian terserang semprotkan benomyl 0.25 mm.1. Gmb 3. fungisida. 1. Gmb 4. Sering menyerang klon TRI 2024. Pengendalian: membongkar dan membakar teh yang sakit. daun rontok.2%. pada stadium lanjut pusat bercak menjadi coklat dan terlepas sehingga daun bolong. pemangkasan sejajar permukaan tanah. Di dataran tinggi 1. Gejala: bekas petikan berbercak coklat dan meluas ke bawah dan mengering. Cacar teh Penyebab: jamurExobasidium vexans. 1. Gmb 2. Penularan melalui kontak akar. Menyerang daun dan ranting muda. Gmb1. setek akan mati. Mati ujung pada bidang petik Penyebab: jamurPestalotia tehae. Penyebab: jamur Ganoderma pseudoferreum. 1. Penyakit akar merah anggur Di dataran rendah 900 meter dpl terutama tanah Latosol. fungisida yang mengandung tembaga. Penyakit akar merah bata Penyebab: jamur Proria hypolatertia.

Caragard 70 WP (2-3 kg/ha). menguning. 1. menggunakan herbisida pra tumbuh Goal 2E (1-2 L/ha). Sencor 70 WP (0. Gulma 1. di permukaan kayu akar terdapat benang putih (R. jamur akar hitam.5 kg/ha).5-1. bunodes). Cara mekanis. penyulaman intensif dan pemulsaan.500 meter dpl dan R. Cara mekanis. Gejala: sama dengan penyakit akar merah anggur. 3. Panen Ciri dan Umur Panen . arcuata) atau hitam (R. dengan mencabut gulma. Pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya. Menyerang akar. Pengendalian: sama dengan penyakit akar merah anggur.000 meter dpl. Caragard 80 WP (2-3 kg/ha) atau Goal 2E (1-2 L/ha). jamur leher akar. Nitrox 70 WP (1-1. 2. 2.5 kg/ha). 3. pemetikan rata agar tajuk menutup tanah. Penyakit akar hitam Penyebab: jamur Rosellinia arcuata di daerah 1. Cara kimia. terdapat benang hitam di bagian akar. Melaksanakan kultur teknis dengan tepat. Pengendalian gulma di areal TM: 1. Gejala: daun layu. Pengendalian gulma di areal TBM: 1. Jamur akar coklat jamur kanker belah. memotong gulma di permukaan dan di bawah tanah.0 kg/ha). bunodes di daerah 1.kontak akar. pengendalian: sama dengan penyakit akar umumnya. 5. Simazine (2-3 kg/ha). 1. jamur busuk akar . rontok dan tanaman mati. Cara kimia dengan herbisida pra tumbuh seperti Karmex 70 WP (1-1.

2.Pada tanaman teh. Petikan produksi. yaitu: 1. Cara Panen Terdapat tiga macam petikan teh. Semua tunas yang melewati bidang petik dan memenuhi rumus petik harus diambil. 5. Kepel: Daun kecil yang terletak di ketiak daun tempat ranting tumbuh. Pucuk teh dipetik dengan periode antar 6-12 hari. Petikan gandesan. Tunas yang terlalu muda harus diambil. 3. Teh hijau Jepang dipanen dengan frekuensi yang lebih lama yaitu 55 hari sekali. iklim dan kesehatan tanaman. 4. ketinggian tempat. Prakiraan Produksi . Petikan jendangan. 2. dilakukan di kebun yang akan dipangkas dengan cara memetik semua pucuk tanpa melihat rumus petik. Periode Panen Panjang pendeknya periode pemetikan ditentukan oleh umur dan kecepatan pembentukan tunas. Semua pucuk burung diambil. Peko: Pucuk/tunas yang sedang tumbuh aktif 2. Daun yang dipetik adalah: 1. panen berarti memetik pucuk/daun teh muda yang berkualitas dalam jumlah sebesar-besarnya dengan memperhatikan kestabilan produksi dan kesehatan tanaman. Tanaman memasuki saat dipetik setelah berumur 3 tahun. tunas yang melewati bidang petik tetapi belum memenuhi rumus petik dibiarkan. dilakukan setelah petikan jendangan: 1. Burung: Pucuk/tunas yang sedang istirahat 3. petikan pertama setelah pangkasan untuk membentuk bidang petik agar datar dan rata. Tunas cabang yang menyamping dan tingginya tidak lebih dari bidang pangkas dibiarkan.

Dengan demikian. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4. Waring (keranjang bambu) digunakan untuk menampung hasil petikan dengan ukuran minimal 150 x 160 cm dengan daya muat 20 kg (maksimal 25 kg). V. Untuk lebih meningkatkan nilai tambah produk pertanian strategis ini. jangan menggenggam pucuk terlalu banyak.Produksi diharapkan mencapai 200 kg berat kering/ha/tahun. pengolahan teh untuk mendapatkan citarasa tertentu dan pengemasannya dilakukan di luar negeri. STANDAR PRODUKSI . Selama ini Indonesia hanya mengekpor teh saja. Pendirian industri pengemasan teh siap konsumsi merupakan alternatif yang menarik dalam agribisnis teh. Industri perkebunan teh di Indonesia telah menghasilkan teh yang berkualitas ekspor. konsumen di luar negeri tidak mengetahui bahwa teh yang mereka minum ditanam di Indonsia. f. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya teh pada lahan datar s/d 15 derajat dengan penanaman baris tunggal lurus selama masa tanam 6 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat tahun 1999.1. Tempatkan waring dalam keadaan terbuka dan tidak ditumpuk di tempat teduh (di los). Pascapanen Waktu memetik teh. sebaiknya industri teh didiversifikasi ke arah pembuatan produk teh. IV. Gambaran Peluang Agribisnis Teh adalah minuman yang diminati oleh hampir setiap bangsa di dunia. Pucuk hasil petikan ditempatkan di dalam keranjang 10 kg yang digendong di atas punggung.

1.3. Ruang Lingkup Standar produksi ini: meliputi syarat mutu. Selam dipijar tambahkan beberapa butir amonium karbonat untuk mempermudah pengabuan. kemudian panaskan sampai kelebihan asamnya hilang. 5. cara uji. rasa.dan pengemasan. Kadar Air 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dalam sebuah botol timbang. Cu. 5. tambahkan 1 ml asam sulfat pekat. Sesudah itu dipijar lalu didinginkan dan dibasahi lagi dengan 2-3 tetes asam sulfat pekat dan dipijarkan lagi.5. penandaan. keadaan: normal Adapun cara uji adalah: 1. didinginkan dan timbang hingga bobotnya tetap Kadar air=(pengurangan bobot bahan / berat gram contoh) x 100% 2. Lalu keringkan pada 105 derajat C. Hg) dan arsen: tidak nyata g) Bau. Standar mutu teh di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3836-1995. pengambilan contoh. dinginkan dan timbang hingga . Abu 5-10 gram contoh (yang telah digerus dan dihaluskan) ditimbang dan dicampurkan dengan air sampai menjadi bubur. Diskripsi Teh adalah pucuk dan daun muda kering dari tanaman thea sinensis (L) sims yang telah diolah.2. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Air: maksimum 12% b) Abu: maksimum 7% c) Abu dapat larut dalam air: minimum 50% dari kadar abu d) Ekstrak dalam air: minimum 33% e) Theina: minimum 5% f) Logam-logam berbahaya (Pb.

didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap.4. 5. Kertas saring (berikut endapannya) dipijarkan dalam cawan petri. kemudian disaring dan dicuci dengan air panas 2-3 kali. kemudian abu ditambah/dilarutkan dalam HCl encer (25%) dan dipanaskan kedalam penangas air. contoh itu mewakili suatu tanding (pertij). Masukan 5 gram contoh kedalam piala 1 liter tambahkan 750 ml air didihkan selama 15 menit. lalu didinginkan dan ditimbang hingga bobotnya tetap. Kadar kotoran (pasir. Kadar abu=( bobot kotoran / berat gram contoh ) x 100% 5. Kadar ekstrak (sari) Kertas saring bulat dikeringkan pada suhu 105 derajat C. Pengambilan Contoh Menurut persetujuan pembeli dan penjual. Pengemasan . Jumlah tiap-tiap contoh sekurang-kurangnya 250 gram 5.5. Dinginkan dan timbang. tanah. Kadar abu=(bobot abu / berat gram contoh ) x 100% 3. Abu dapat larut dengan air Abu yang terdapat dalam kadar abu diatas ditambah dengan air dan dipanaskan diatas pemanas air. kemudian dikeringkan pada suhu 105°. Pada saringan terakhir dikumpulkan. dsb) 5-10 gram contoh (yang telah dihaluskan) diabukan seperti keterangan diatas tersebut. saring dengan kertas saring lalu dinginkan dan ditimbang. Sisa dalam piala ditambahkan lagi dengan 750 ml air dan didihkan kemudian saring. Kadar abu larut dalam air=(pengurangan bobot masal abu / berat gram contoh ) x 100% 4. Setelah selesai disaring dan dicuci dengan air panas hingga tak bereaksi asam lagi. sisa saringan dipijar.bobotnya tetap. Pengurangan bobot bahan asal dikurangi kadar air adalah kadar ekstrak (sari). Pekerjaan serupa diulangi sampai 4 kali. dinginkan ditimbang hingga bobotnya tetap.

Teh hijau dikemas dalam kemasan 3 kg baik untuk daun maupun serbuk teh. Dr. 1998. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Teh. b) Teh hitam yang difermentasi. Badan Pelaksana Protek Perkebunan Teh Rakyat dan Swasta Nasional.Sultoni Arifin. Pusat Penelitian Perkebunan Gambung. VI. Daftar Pustaka a) M. 1983. REFERENSI 6. Kedua jenis teh tersebut diekspor dalam bentuk daun (leaf) atau serbuk teh (dust). Bandung. 1992. 346. dkk. b) Rasjid Sukarja. .1. Petunjuk Singkat Pengelolaan Kebun Teh. Bandung.Pasar internasional memerlukan dua macam teh yaitu: a) Teh hijau yang tidak difermentasi. Kebun Teh Jepang di Garut. c) Trubus No. Ir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful