Keutamaan Berzikir

Kode: 3. A5. 6 | Sarana: Mabit, Usrah

Tujuan Instruksional
Setelah mendapatkan taujih ini seorang peserta dapat: 1. Mengetahui keutamaan berzikir 2. Menyebutkan tiga keutamaan berzikir 3. Menyebutkan tiga dalil dari Al-Qur’an ataupun Hadits tentang anjuran berzikir 4. Termotivasi untuk senantiasa berzikir minimal pada setiap selesai shalat 5. Melakukan zikir harian minimal pada setiap selesai shalat

Titik Tekan Materi
Dalam Wajibatul Akh No.26: “Hendaklah engkau senantiasa merasa diawasi oleh Allah Taala. Mengingat akhirat, dan bersiap-siap untuk menjemputnya, mengambil jalan pintas untuk menuju ridha Allah Taala. Dengan tekad yang kuat, mendekatkan diri kepada-Nya dengan ibadah sunnah seperti qiyamul lail, puasa tiga hari minimal setiap bulan, memperbanyak zikir dan berusaha mengamalkan do’a yang diajarkan pada setiap kesempatan”.(Risalatul Ta’lim, Hasan Al-Banna) Selain shalat sebagai sarana utama berzikir kepada Allah, terdapat banyak cara berzikir yang lain dengan bacaan-bacaan yang sudah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Terdapat berbagai macam zikir yang sebaiknya dibaca setelah shalat dan bahkan di setiap waktu, keadaan, kegiatan selalu ada zikirnya. Maka setiap kader seyogianya bahkan harus mampu mengamalkan zikir-zikir tersebut. Tidak ada alasan bahwa sulit menemukan bentuk-bentuk dan cara zikir, karena telah terdapat banyak buku yang dapat dibaca, baik yang masih berbahasa Arab maupun yang telah diterjemahkan. Namun demikian seorang kader, khususnya di bidang hadits atau bahasa Arab harus dapat menanyakan orisinalitas zikir tersebut atau maknanya, sehingga tidak terjebak kepada zikir-zikir yang tidak ma’tsur atau memiliki makna yang bertentangan dengan tauhid ahlussunnah wal jama’ah. Agar seorang akh dapat mengerjakan zikir secara rutin, dapat memberikan berkah dan mengerjakan dengan penuh keikhlasan, maka perlu difahamkan akan: Dalil-dalil tentang berzikir, fadhilah berzikir, adab berzikir. Macam-macam zikir, cara membiasakan diri agar mencintai zikir dan melakukan zikir. Ancaman bagi yang tidak pernah berzikir dan contoh-contoh dalam berzikir.

Pokok-pokok Materi
1. Dalil-dalil tentang berzikir 2. Fadhilah berzikir 3. Adab berzikir 4. Macam-macam zikir 5. Cara membiasakan diri agar mencintai dan melakukan zikir 6. Ancaman bagi yang tidak berzikir 7. Contoh-contoh zikir

1

maka peliharalah kami dari adzab api neraka”. akal dan lisan kita. duduk. Ali-Imran:190-191) Suatu saat ketika Rasulullah SAW tengah shalat tahajjud. melamun yang tidak berguna. Imam Nawawi. Allah selalu kau syukuri (bersyukur kepada-Nya) dan tidak mengkufuri nikmatnya. demikian ungkap Syaikh Ramadhan Al-Buthi. Begitu pula bila beliau berkata-kata. Salah satu bentuk kegenialan dan kecemerlangan Hasan Al-Banna adalah konsepnya tentang sosoksosok rijalud dakwah (pelopor-pelopor dakwah). Majmu’atur Rasail. Dan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah akan mudah terperosok atau terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan. analogi para filosofi. Mukadimah ‫إن في خل ِ السموات والرض واختلف الليل والنهار ليات لولي اللباب * الذين يذكرون ال قياما وقعودا‬ ً ُ ُ َ ً َ ِ ّ َ ُ ُ ْ َ َ ِ ّ ِ َ ْ َْ ِ ِ ٍ َ َ ِ َ ّ َ ِ ْ ّ ِ َ ِ ْ َ ِ ْ َْ َ ِ َ َ ّ ‫ِ ّ ِ َ ْق‬ َ ُ ِ ّ َ َ َ َ ِ َ َ َ َ ْ ُ ً ‫َ ََ ُ ُ ِ ِ ْ َ َ َ َ ّ ُ َ ِ َ ْ ِ ّ َ َ ِ َ َْ ْ ِ َ ّ َ َ ََ ْ َ َ َ َ ط‬ ‫وعلى جنوبهم ويتفكرون في خلق السموات والرض ربنا ما خلقت هذا با ِل سبحانك فقنا عذاب النار‬ “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran bagi kaum yang berfikir. turunlah ayat ini dan beliaupun menangis. Allah Taala berfirman. pengamat asing menilai bahwa dalam diri Imam Hasan Al-Banna terkumpul kecerdikan politisi. Artinya di dalam kondisi yang bagaimanapun kita tetap mengingatnya. Ali-Imran:102. Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna ditaqdirkan Allah lahir ke dunia sebagai seorang mujtahid dan pejuang/mujahid. Makna taqwa yang “haqqa tuqatihi” dijabarkan dalam hadits sebagai berikut: “Allah senantiasa kau ingat (dzikrullah) dan tidak kamu lupakan. Ia seorang imam dalam segala hal. Dan Robert Jackson. yakni mereka yang selalu mengingat Allah dalam keadaan berdiri. seluruh kata-katanya mengandung zikir atau paling tidak mengandung muatan zikir. berzikir dengan hati.Maraji’ Riyadhus Shalihin. Beliau tidak pernah berdiam diri.(QS. َ ُ ِْ ُ ْ ُ ْ ََ ّ ِ ّ ُ ُ َ َ َ ِ ِ َ ُ ّ َ ّ ُ ّ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫ياأيها الذين ءامنوا اتقوا ال حق تقاته ول تموتن إل وأنتم مسلمون‬ َ “Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu dengan sebenar-benar taqwa (haqqa tuqatih) dan janganlah engkau mati melainkan dalam keadaan Islam”. demikian ungkap Abul Hasan Ali An-Nadwi sedangkan komentar Al-Bahi al-Khuli. Rasulullah SAW sebagai pribadi mulia yang menjadi panutan digambarkan sebagai orang yang diamnya fikir (senantiasa berfikir) dan bicaranya adalah zikir (senantiasa berzikir). Hasan Al-Banna.. ia adalah sebuah gagasan yang menyimpan kekuatan. ketajaman analisa para ahli matematika. Bilal yang berada di dekat Rasulullah SAW melihat beliau menangis bertanya: “Mengapa engkau menangis. tidaklah Engkau ciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Dalam QS. Zikirullah juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keimanan. Digambarkan dalam 2 ayat di atas keterpaduan antara ayat qauliyah dan kewajiban mentadabburinya serta ayat-ayat kauniyah dan kewajiban mentafakkurinya. Kemudian juga antara kegiatan berzikir dan berfikir. atau berbaring seraya berfikir tentang penciptaan langit dan bumi (kemudian berkata): Ya Rabb kami. Ia juga pemimpin yang menyejarah. melainkan diamnya selalu dengan konteks berfikir. Dan Allah senantiasa kau taati dan tidak kau kufuri”. kepiawaian para orator dan keindahan susunan kata para sastrawan. fenomenal. hujjah para ulama. ya Rasulullah?” “Celakalah orang yang membaca ayat-ayat ini(QS. Salah satu ciri ketaqwaan yang hakiki ternyata adalah berzikir pada-Nya di mana saja dan kapan saja. 3:190-191) namun tidak juga mengambil pelajaran darinya”. Maha Suci Engkau. Bahwa dalam sosok rijalud dakwah itu terkandung 2 . keimanan kaum sufi. kekuatan para panglima.

“Aku terserah kepada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku. Dan Hasan Al-Banna menuntut agar setiap a’dlo Ikhwanul Muslimin ber-ittiba’ dan berqudwah kepada sunnah Nabi dengan cara menghafal lafal-lafal zikirnya dalam rangka bertaqarrub kepada Allah. taat. kedalaman makna zikir. antara unsur zikir dan fikir antara unsur keikhlasan. menjaga kehormatannya hingga akhirnya puncak kriterianya adalah orang yang banyak mengingat Allah. Memperoleh ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Hasan Al-Banna memuji Rasulullah SAW sebagai sebaik-baik ahli zikir dan pemimpin orang-orang yang berzikir. Oleh karena itu dalam buku Majmu’ah Rasail Al-Imam Asy-Syahid Hasan Al-Banna yang diterjemahkan oleh penerbit Intermedia. Rasulullah adalah hamba yang paling mengenal Rabbnya. maka beritahulah kepadaku sesuatu yang aku bisa berpegang teguh dengannya”. do’a. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang”. berzikirlah (dengan menyebut nama Allah) dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. 33:35 yang berisikan ciri-ciri orang-orang yang akan mendapat ampunan dan pahala yang besar dimulai dari laki-laki dan perempuan yang muslim. jawabannya adalah di setiap waktu dan tempat. Dan dalam hadits Hasan riwayat Tirmidzi dari Abdullah bin Yusr r. Rasulullah pun bersabda: “Hendaklah lisanmu selalu basah karena berzikir kepada Allah”. maka jika ada pertanyaan kapankah kita berzikir. Seperti dalam hadits Nabi SAW: “Sungguh ajaiblah orang yang beriman. Solo sebagai Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin selain dibahas secara tajam dan jernih berbagai aspek yang krusial dan aktual. melonjak-lonjak atau terhanyut dalam kedukaan yang berkepanjangan. Dengan seseorang rajin membaca zikir ma’tsurat misalnya di waktu pagi dan petang. 2.(Hadits Qudsi. Kata Rasulullah ada ucapan zikir yang ringan diucapkan dan berat timbangan kebaikannya di antaranya ialah: Subhanallah. Keutamaan zikir juga nampak dalam hadits-hadits ini. jujur. 3. maka ia terhindar dari segala marabahaya yang 3 . ً ِ ََ ً َ ْ ُ ُ ُ ّ َ َ ً ِ َ ً ْ ِ ّ ‫ياأيها الذين ءامنوا اذكروا ال ذكرا كثيرا * وسبحوه بكرة وأصيل‬ َ ُ ُ ْ َُ َ َ ِ ّ َ َّ َ “Hai orang-orang yang beriman. syukur.konsep ulul albab yang memadukan antara unsur qalb dan ‘aql. Seorang mukmin tak akan bergembira berlebih-lebihan. Memberatkan timbangan hasanat di Yaumul Mizan. walhamdulillah walaa ilaha illallah wallahu akbar. kebersihan hati. Bila diberi musibah ia bersabar dan itu lebih baik lagi untuknya”. Dan di surat yang sama (Al-Ahzab) tetapi di ayat 41 dan 42. Karena Rasulullah SAW selalu berzikir di setiap kesempatan. Aku akan menyebutnya di dalam jama’ah yang lebih baik dari mereka”. memiliki lafal-lafal yang indah. mukmin. Muttafaqun ‘alaihi dari Abu Hurairah). berpuasa. bersedekah. tertera jelas firman Allah.a. Iman dan kekuatan zikir serta hubungan dengan Allah menjadi stabilisator jiwa. Dan penjelasan tentang keutamaannya juga ada di banyak ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah saw. Jika ia mengingat-Ku (berzikir) dalam dirinya. Dijauhkan dari segala tipu daya setan dan marabahaya. Bila diberi karunia ia bersyukur ( mengembalikannya kepada Allah) dan itu baik untuknya. Keutamaan Atau Fadhilah Zikir Dalam Al-Qur’an ada begitu banyak ayat yang memerintahkan kita untuk memperbanyak zikir. sesungguhnya syari’at Islam telah banyak ada padaku. sehingga seseorang selalu diliputi ketenangan dengan ketenteraman karena selalu ingat Allah. sabar. Paling tidak ada beberapa keutamaan zikrullah yang dapat disebut di antaranya ialah: 1. Jika ia mengingat-Ku di dalam sebuah jama’ah. maka diulas pula masalah zikir secara lengkap dan rinci beserta contoh-contohnya. Bahkan di dalam QS. Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. maupun zikir yang besar. tasbih dan tahmid di setiap waktu dan kesempatan baik zikir yang kecil. khusyu. ketajaman analisis dan kesempurnaan pemahaman. Ada seorang berkata: “Wahai Rasulullah.

kita mengqadha’ bacaan zikir yang belum sempat kita baca. itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Allah berfirman: “Ketika pertolongan Allah. Tidak diperkenankan kita membaca yang lain dengan bacaan yang tengah dibaca jama’ah agar tidak mengacaukan bacaan yang lain dan mengganggu harmoni kebersamaan. pelet. Oleh karena itu taubat juga dapat disebut zikir. dan kemenangan sudah datang dan kamu lihat orang-orang berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah (Islam) keseluruhannya. Memperoleh keberuntungan dan kemenangan. Baru kemudian di akhir zikir. Sebagai alat kontrol dan pengendali diri jika sudah berhasil meraih kemenangan dan kesuksesan. Bahkan seandainya datang terlambat sementara yang lain sudah memulai berzikir. Terkait dengan ini. di waktu pagi dan petang. Allah Taala berfirman. carilah bagian dari karunia Allah dan berzikirlah kepada Allah banyak-banyak agar kalian beruntung/sukses”. Ayat itu mengingatkan kita agar tetap berzikir seandainya kemenangan sudah kita raih karena zikir akan jadi pengendali agar kita tidak lupa diri.(QS. hendaknya kita langsung mengikuti bacaan mereka. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai”. menuntut ilmu dan mencari ma’isyah yang halal. Adab Berzikir Menurut Imam Hasan Al-Banna di dalam buku “Majmu’atu Rasail” yang diterjemahkan menjadi Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin bab Ma’tsurat hal 272. َ ِِ َ ْ َ ِ ْ ُ َ َ َ ِ َ ْ َ ّ ُ ُ ْ ِ ِ ْ َ ْ َ ِ ِ ْ َ ْ َ ُ َ ً َ ِ َ ً ّ َ َ َ ِ ْ َ ِ َ ّ َ ْ ُ ْ َ ‫واذكر ربك في نفسك تضرعا وخيفة ودون الجهر من القول بالغدو والصال ول تكن من الغافلين‬ “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut. Maka jika sudah menunaikan shalat itu. Namun jika kita berzikir tanpa memperhatikan adab-adabnya. dengan konsentrasi yang penuh dan iradah (kemauan) yang besar sehingga tidak terganggu atau mengganggu yang lain.datang dari syaitan jenis manusia maupun jin. Tidak akan terkena terkena tipu daya setan. jika kita kebetulan berzikir bersama jama’ah. 5. lebih lambat atau lebih keras dari bacaan yang lain. AlJumu’ah:9-10) Jadi berzikir kepada Allah banyak-banyak adalah kunci keberuntungan dan kemenangan. Sesungguhnya Ia Maha Pengampun”. Al-A’raaf:205) 3. 110. dan dengan tidak mengeraskan suara. ْ ُ ْ ُ ْ ِ ْ ُ َ ٌ ْ َ ْ ُ َِ َ ْ َ ْ ُ َ َ ّ ِ ْ ِ َِ ْ َ ْ َ ِ َ ُ ُ ْ ِ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ِ َ ِ ُ َ ِ ُ َ َ َ ِ ّ َ ّ َ َ ‫ياأيها الذين ءامنوا إذا نودي للصلة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر ال وذروا البيع ذلكم خير لكم إن كنتم‬ ِ َ ُ ِْ ُ ْ ُ َّ َ ً ِ َ ّ ‫تعلمون * فإذا قضيت الصلة فانتشروا في الرض وابتغوا من فضل ال واذكروا ال كثيرا لعلكم تفلحون‬ َ ُ ُ ْ َ ّ ِ ْ َ ْ ِ ُ َ ْ َ ِ ْ َْ ِ ُ ِ َ ْ َ ُ َ ّ ِ َ ِ ُ َ َِ َ ُ َْ َ ِ “Hai orang-orang yang beriman jika sudah ada adzan/panggilan untuk shalat Jum’at. Merendahkan suara sebisa mungkin. 4. namun Hasan Al-Banna menyebutkan 5 adab yang terpenting dan paling utama untuk dijaga dan diperhatikan yakni: 1. Memang banyak ulama yang menyebut adab-adab dan tata cara berzikir. hipnotis. maka ia sekedar gumaman kata-kata yang terucap tanpa menimbulkan makna atsar. bertebaranlah kamu di muka bumi. dan ilmu hitam lainnya. Kemudian berusaha terwarnai oleh zikir tersebut dan berusaha menjalani maksud dan tujuannya dalam kehidupan nyata sehari-hari. bersegerahlah untuk zikir kepada Allah dan tinggalkan jual beli. Khusyu’ atau menghadirkan hati dan pikiran dalam memahami makna lafal yang terucap. bekas dan pengaruhnya dalam jiwa. yang dimaksud zikir bukanlah sebatas zikir ucapan saja melainkan segala sesuatu yang ada unsur taqarrub dan muraqabatullah. maka bertasbihlah memuji Rabbmu dan beristigfarlah. Usahakan agar tidak mendahului. santet. begitu pula tafakkur. Dalam QS. 4 . ghurur atau takabbur. 2. Sesuai atau seirama dengan jama’ah (baik dalam nada dan volume suara) agar tercipta harmoni dan kebersamaan. Sehingga seorang Muslim dapat berzikir di setiap waktu dan tempat sepanjang ia selalu dalam rangka mendekatkan diri pada Allah dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah.(QS.

Pada dasarnya berjamaah dalam segala kebaikan dan ketaatan dianjurkan bila membuahkan banyak manfaat. Apalagi jika zikir jama’ai itu dilakukan dengan lafal-lafal yang ma’tsur dan shahih. “Demi Allah. Rasulullah SAW bersabda. ketenangan turun kepadanya. “Apa yang menjadikan kalian duduk di sini?” Mereka menjawab. menjauhi kesalahan dan main-main. menggunakan waktu untuk sesuatu yang bermanfaat. seperti mengganggu orang yang sedang shalat. “Saya tidak meminta kalian untuk bersumpah karena ketidakpercayaanku kepada kalian. mengeraskan dan saling mengungguli atau mendahului dalam berzikir dan hal yang serupa itu. bersabda. “Kami duduk untuk berzikir kepada Allah”. menyelewengkan lafal. dan Allah menyebut-nyebut mereka kepada siapa saja yang berada di sisiNya”. kalian tidak duduk di sini untuk hal itu”. Mereka menjawab lagi. ”Kami duduk untuk berzikir kepada Allah. Mereka menjawab. “Apa yang membuat kalian duduk-duduk (di sini)?”. Tirmidzi dan Nasa’i).(HR. Semua itu dimaksudkan agar semakin menambah pengkristalan iradah. menjadi cahaya bagi ruhani dan melapangkan dada agar dicurahi dengan limpahan rahmat Allah Taala. seperti bersatunya hati. Lalu beliau memberikan kabar gembira dan tidak melarang mereka (melakukan hal itu). Misalnya hadits yang diriwayatkan Imam Muslim. 5 . rahmat memayunginya. “Saya tidak meminta kalian bersumpah karena ketidakpercayaanku kepada kalian. Namun Jibril telah datang kepadaku seraya memberitahukan bahwa Allah membanggakan kalian di depan malaikat”. Dan barangsiapa yang tidak bisa atau tidak sempat berzikir berjama’ah. Ia bertanya. di mata Rasulullah SAW dan yang lebih sedikit dariku dalam menukil hadits dari beliau (artinya Muawiyah merendah bahwa sahabat-sahabat tersebut jauh lebih mulia dan lebih banyak menukil hadits Nabi dibanding dirinya). menguatkan ikatan. Jika kesemua adab berzikir tersebut diperhatikan. Di banyak hadits juga diterangkan bahwa Rasulullah SAW. Bila terjadi hal-hal seperti itu maka zikir secara jama’i dilarang karena adanya kerusakan-kerusakan atau keburukan-keburukan. Muawiyah berkata lagi.a. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim. dan mengajarkan kepada orang awam yang belum baik bacaannya serta mengumandangkan syiar Allah Taala. sebagaimana dalam wazhifah kubra dan sugra (zikir Al Ma’tsurat yang kita kenal. Rasulullah saw. Karena tidak seorangpun di antara kalian yang setara denganku. Jadi yang dilarang bukan berjama’ahnya. memanjatkan puji dan syukur kepada-Nya.4. kami tidak duduk di sini melainkan untuk itu (berzikir)”. “Demi Allah. Dan sesungguhnya Rasulullah SAW keluar menuju ke sebuah halaqah para sahabat seraya bertanya. Muslim. Muawiyah menyanggahnya. Bersih pakaian dan tempat serta memperhatikan/memilih tempat-tempat yang terhormat seperti masjid dan waktu-waktu yang sesuai. insya Allah kita akan bisa mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari zikir yang kita baca. keluar untuk shalat berjamaah sementara mereka sedang menunggu sambil berzikir di mesjid. Karena hal itu dapat menghilangkan faedah dan pengaruh zikir. karena Dia telah memberikan hidayah kepada Islam dan menganugerahkannya kepada kami”. Kemudian akan terasa lezatnya di hati. dijaga dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Tidaklah suatu kaum duduk-duduk bersama (untuk) berzikir kepada Allah. baca dan hafalkan) Alangkah baiknya apabila para aktivis ikhwan sering berkumpul untuk membacanya bersama-sama di waktu pagi dan sore di tempat-tempat berkumpul mereka atau di masjid dengan tetap menjauhi hal-hal yang dilarang oleh syari’at. ia berkata: “Muawiyah keluar (menuju) sebuah halaqah di masjid. Tirmidzi dan Nasa’i dari Abu Sa’id al-Khudri r. Zikir Berjamaah Ada banyak hadits yang mengisyaratkan disunnahkannya berzikir berjama’ah. kejernihan hari dan ketulusan niat. melainkan para malaikat mengitari mereka. diselingi senda gurau dan tawa. Mengakhiri zikir dengan penuh adab dan kekhusyu’an. 5. Namun berzikir berjamaah dapat terlarang jika di dalamnya terdapat hal-hal yang terlarang secara syar’i. hendaknya membacanya sendiri serta jangan sampai meninggalkannya sama sekali.

hendaknya tidak melalaikannya sama sekali melainkan tetap membacanya sebagian agar tidak terbiasa mengabaikannya. dari Shubuh hingga Zhuhur dan sore hari dari Ashar hingga ba’da Isya. Dan ada pula yang tidak tertentu bisa di waktu pagi dan petang. zikir tersebut dapat membantu semuanya untuk taat kepada Allah dan menghindarkan mereka dari kelalaian mengingat Allah yang menyebabkan mereka mendapat ancaman Allah. baik berjamaah maupun sendiri-sendiri. Wallahu ’alam 6 . “Hai anak-anakku lihatlah pohon di sebelah sana. lihat pohon yang di depan sana. Dengan harapan. begitu pula zikir sesudah shalat. “Anak-anakku. Seperti dalam gambaran indah saat seorang salafusshaleh yang masyhur: Abdullah Ibnu Mubarrak bersama saudara-saudaranya diajak ayahnya rihlah (piknik) sambil riyadhah (berolahraga) dengan mengendarai kuda di dataran yang luas dan dipenuhi pohon-pohon. Sedangkan wirid-wirid Al-Qur’an untuk dibaca siang dan malam juga adzkar yang lain dibaca pada waktunya yang tepat. lupa dan malas. dan ancaman bagi orang yang tak pernah berzikir. Akhirnya kita memohon kepada Allah agar Ia mencurahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua dan juga memohon kepada Allah petunjuk-Nya agar kita tidak lalai. sehingga setiap ayunan langkah. Selain itu kita memang harus membiasakan diri kita dan anak kita sejak dini agar selalu berzikir. Barang siapa sibuk dan melalaikannya. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. Maka berderaplah langkah-langkah kuda-kuda Abdullah Ibnu Mubarrak dan saudara-saudaranya menuju pohon itu sementara mereka terus bertasbih. Khatimah Di dalam khatimah pembahasan tentang zikir di Majmu’ah Rasail. sehingga kita senantiasa termotivasi untuk berzikir. Wadzifah tersebut dibaca di waktu pagi. bertasbihlah kalian hingga ke pohon itu”. Mereka pun semua bertahmid sambil menderap kuda-kuda mereka. juga untuk seluruh kaum muslimin.. keutamaan zikir. Salah satu upaya agar kita cinta dan senang berzikir adalah dengan senantiasa mengingat manfaat zikir. Macam-macam zikir dan contoh-contohnya Ada dua jenis zikir yakni zikir yang terikat waktu dan tempat serta tata cara yang baku seperti bacaan dalam ibadah shalat dan haji. keluarga dan para sahabatnya. Kemudian begitu sampai sang ayah kembali berteriak lantang. Makalah singkat ini dilengkapi lampiran wirid-wirid Qur’an dan keutamaan-keutamaannya serta do’a-do’a sehari-hari yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan dinukil oleh Hasan Al-Banna dalam Majmu’ah Rasailnya. betapa anak-anak menjadi terbiasa berzikir dengan senang hati dan penuh keridhaan. melainkan. kapan saja dan di mana saja seperti wadzifah ma’tsurat. ayo tahmid”.Al-‘Aadah (Pembiasaan) agar kita cinta dan senang berzikir. denyut nadi dan gumaman bibir kita terwarnai oleh dzikrullah. Berikutnya sang ayah menyuruh mereka agar bertakbir hingga ke pohon yang lebih jauh lagi dan akhirnya bertahlil hingga ke pohon yang di ujung. Subhanallah. helaan nafas. Imam Hasan Al-Banna menegaskan bahwa wadzifah baik kubra maupun sughra yang kita kenal sebagai ma’tsurat adalah bukan wadzifah khusus untuk a’dho atau ikhwan saja.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful