ALAT KONTRASEPSI IMPLAN ( SUSUK KB ) A.

PENGERTIAN Kontrasepsi adalah menghindari atau mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan sel telur yang matang dengan sel sperma (Manuaba, 2000) Alat kontrasepsi bawah kulit adalah alat kontrasepsi pembentuk kapsul silatik berisi hormon progesteron (progesteron sintetik) yang ditanamkan dibawah kulit (Manuaba, 2000). Susuk disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas,alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam.Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api.Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai.Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon.Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit.Jadi,konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma.Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun.Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Berbentuk kapsul silastik (lentur), panjangnya sedikit lebih pendek daripada batang korek api.Jika Implant dicabut kesuburan bisa pulih dan kehamilan bisa terjadi,Cara pencabutan Implan hampir sama dengan pemasangannya yaitu dengan penyayatan kecil dan dilakukan oleh petugas kesehatan yang terlatih.Sebelum pemasangan Implan sebaiknya kesehatan Ibu diperiksa terlebih dahulu,dengan tujuan untuk mengetahui apakah Ibu bisa memakai Implan atau tidak.

B. MACAM IMPLANT 1. Non Biodegradable Implant a) b) c) d) Norplant (6 kapsul), berisi hormon levonorgestrel, daya kerja 5 tahun. Norplant-2(2batang), berisi hormon levonorgestrel, daya kerja 3 tahun. Norplant 1 batang, berisi hormon ST ± 1435, daya kerja 2 tahun. Norplant 1 batang,1 batang berisi hormon 3 keto desogestrel, daya kerja 2,5 ± 4 tahun.

Saat ini di Indonesia sedang di ujii coba IMPLANON, implant 1 batang dengan panjang 4 cm, diamater luar 2 mm, terdiri dari suatu EVA (Ethylene Vinyl Acetate) berisi 60 mg 3 ketodesogestrel yang dikelilingi suatu membran EVA, berdaya kerja 2 ± 3 tahun. 2. Biodegradable Yang sedang diuji coba saat ini : ‡ ‡ Copronor PP. Suatu kapsul polymer berisi hormon levronorgastel dengan daya kerja 18 bulan. Pellets. Berisi norethindrone dan sejumlah kecil kolesterol,daya kerja 1 tahun

C. diameter 2. PERALATAN DAN INSTRUMEN UNTUK INSERSI ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Meja periksa untuk berbaring klien Alat penyngga lengan ( tambahan ) Batang implant dalam kantong Kain penutup steril ( disinfeksi tingkat tinggi ) serta mangkok untuk tempat meletakkan implant. dan scalpel harus tajam ).4 mm Masing ± masing batang diisi dengan 68 mg 3 ketodesogastrel di 2 matriks batang Sangat efektif untuk mencegah kehamilan selama 3 tahun c. pencucian dan pemberian antiseptic pada daerah operasi tempat implant akan dipasang dapat mengurangi jumlah mikroorganisme di daerah kulit klien. PERSIAPAN Penting bahwa alat ± alat dalam kondisi yang baik ( misalnya : trokar. Implanon 1) 2) 3) 4) Dipakai sejak tahun 1987 Terdiri dari 2 batang silatik yang padat panjang tiap batang 40 mm. beralas kertas. Sepasang sarung tangan karet bebas bedak yang sudah steril ( atau didisinfeksi tingkat tinggi ) Sabun untuk mencuci tangan Larutan antiseptic untuk disenfeksi kulit ( mis : larutan betadin atau jenis golongan povidon iodine lainnya ). . Norplant 1) Dipakai sejak tahun 1987 2) Terdiri dari 6 kapsul silastik (karet silicone) yang berisi dengan hormon levonorgestrel dan uung ± ujung kapsul ditutup dengan silastik adhesive 3) Sangat efektif untuk mencegah kehamilan 5 tahun 4) Saat ini norplan yang paling banyak dipakai b. Selain itu. Alkon tersebut akan tetap steril untuk 3 tahun selama tidak rusak dan tidak disimpan di tempat yang lembab dan panas.3. angka kejadian infeksi saat insersi dan pencabutan implant akan sangat rendah ( kurang dari 1 persen ). Jadena dan indoplant. B. Kedua tindakan ini pada kenyataannya sangat bermanfaat dalam mengurangi resiko terjadinya infeksi pada saat insersi atau pencabutan implant. PERSIAPAN KLIEN Walaupun kulit dan integumennya sulit untuk disterilisasi. Terdiri dari 2 batang yang diisi dengan 75 mg levonorgastrel dengan lama kerja 3 tahun PEMASANGAN IMPLAN KAPSUL A. Bila prosedur pencucian dan kaidah tindakan antiseptic dilakukan dengan benar. periksa semua alat dan bahan lain telah disterilkan atau di DTT. Batang implant tersimpan dalam kemasan steril. lengkap dengan cawan / mangkok antikarat Zat anastesi local ( konsentrasi 1 % tanpa epinefrin ). dan terlindung dari panas. Yang Paling Sering Dipakai a. Dengan demikian pemberian antibiotic profilaktik tidak dianjurkan.

‡ E. baik implant yang menggunakan dua batang ( indoplan ) maupun satu batang ( implanon ) Tenteramkan hati klien setelah tindakan insersi. Waktu memasukkan trokar jangan dipaksakan. di daerah medial lengan Insisi untuk pemasangan harus kecil. PENERANGAN KEPADA KLIEN ‡ ‡ ‡ ‡ Bimbing / berikan kesempatan pada klien untuk bertanya tentang keterangan yang telah diberikan dan tentang apa yang akan dilakukan pada dirinya. sedangkan prosedur insersinya sendiri tidak akan menimbulkan rasa nyeri Prinsip ± prinsip dan tata cara pemasangan dan pencabutan implant secara umum adalah sama. Jangan mencabut ujung trokar dari tempat insisi sebelum semua kapsul dipasang dan diperiksa seluruh posisi kapsul. KUNCI KEBERHASILAN PEMASANGAN ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Untuk tempat pemasangan kapsul. Trokar harus dapat mengangkat kulit setiap saat. Hal ini untuk memastikan bahwa kedua kapsul dipasang dengan posisi yang benar dan pada bidang yang sama di bawah kulit. Gambar tempat kapsul tersebut pada rekam medic dan buat catatan bila ada kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan. dan jarum suntik ( 22 G ) ukuran 2.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Semprit ( 5 ± 10 ml ). untuk memastikan pemasangan tepat di bawah kullit. Masukkan trokar melalui luka insisi dengan sudut yang kecil. Gunakan cara pencegahan infeksi yang dianjurkan Pastikan kapsul ± kapsul tersebut ditempatkan sedikitnya 8 cm di atas lipat siku. band aid atau plester Kasa steril dan pembalut Epinefrin untuk renjatan anafilaktik ( harus tersedia untuk keperluan darurat ) Klem penjepit atau forsep mosquito ( tambahan ) Bak / tempat instrument ( tertutup ) D. ‡ ‡ ‡ . bila sebuah ujung kapsul menonjol keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi. superficial tepat di bawah kulit. hanya sekedar menembus kulit. harus dicabut dengan hati ± hati dan dipasang kembali dalam posisi yang tepat. pegang kapsul yang sudah terpasang tersebut dengan jari tengah dan masukkan trokar pelan ± pelan disepanjang tepi jari tersebut. pilihlah lengan klien yang jarang digunakan.5 per inchi ) Trokar 10 dan mandarin Scalpel 11 atau 15 Kasa pembalut.5 sampai 4 cm ( 1-1. Pastikan 1 kapsul benar ± benar keluar dari trokar sebelum kapsul berikutnya dipasang (untuk mencegah kerusakan kapsul sebelumnya. Peragakan peralatan yang akan digunakan serta jelaskan tentang prosedur apa yang akan dikerjakan Jelaskan bahwa klien akan mengalami sedikit rasa sakit saat penyuntikan zat anestesi local. Setelah selesai memasang. Gunakan scalpel atau trokar tajam untuk membuat insisi.

Lengan harus disangga dengan baik dan dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok sesuai dengan posisi yang disukai klinisi untuk memudahkan pemasangan. ‡ ‡ ‡ Sebelum memulai tindakan. sekitar 8 cm di atas lipat siku. cuci lengan dengan air dan sabun. PENATALAKSANAAN UMUM ‡ Kapsul implant di pasang tepat di bawah kulit di atas lipat siku. Buat insisi kecil hanya sekedar menembus kulit. Langkah 2 Tutup tempat tidur klien dan penyangga lengan atau meja samping. Jangan menyentuh bagian dalam kemasan atau isinya kecuali dengan alat yang ateril atau DTT. yang terpenting kapsul dipasang superficial. Pilihan lain adalah dengan menbuka sebagian kemasan dan mengambil kapsul satu demi satu dengan klem steril atau DTT saat melakukan pemasangan. Pastikan tidak terdapat sisa sabun ( sisa sabun menurunkan efektivitas antiseptic tertentu ). periksa kembali untuk memastika apakah klien : ‡ ‡ ‡ Sedang minum obat yang dapat menurunkan efektifitas implant. pilihlah lengan klien yang jarang digunakan. di daerah mediallengan atas (gambar 20-2). . Tidak diperlukan penjahitan untuk menutup luka insisi. Langkah 6 Buka dengan hati ± hati kemasan steril implant dengan menarik kedua lapisan pembungkusnya dan jatuhkan seluruh kapsul dalam mangkok steril. serta membilasnya. Setiap kapsul dimasukkan melalui trokar khusus ( nomor 10 ) dan dipasamg tepat dibawah kulit. G. cukup dengan band aid. Langkah ini sangat penting bila klien kurang menjaga kebersihan dirinya untuk menjaga kesehatannya dan mencegah penularan penyakit. Pemasangan yang dalam akan menyebakan pencabutan menjadi sulit.F. dan Alergi terhadap obat anestesi local atau jenis obat lainnya. Pertama. Gambar 20-2 Langkah 4 Tentukan tempat pemasangan yang optimal. kapsul dapat diletakkan dalam mangkok yang didisinfeksi tingkat tinggi (DTT) atau pada baki tempat alat ± alat. Langkah 3 Persilahkan klien berabring dengan lengan yang lebih jarang digunakan ( misalnya : lengan kiri ) diletakkan pada lengan penyangga atau meja samping. PERSIAPAN PEMASANGAN Langkah 1 Persilahkan klien mencuci seluruh lengan dengan sabun dan air yang mengalir. 8 cm di atas lipatan siku. Sudah mendapat anestesi local sebelumnya. kemudian usap dengan antiseptic dan suntik anestesi local. Langkah 5 Siapkan tempat alat ± alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat ± alat didalamnya. Ingat : kapsul yang tersentuh kapas atau bahan lain akan menjadi lebih reaktif (lebih sering menyebakan perlekatan atau jaringan parut karena partikel kapas menempel pada kapsul silastik) Bila tidak ada mangkok steril. bila ada dengan kain bersih. tepat di bawah kulit ( dermis ). Untuk tempat pemasangan kapsul. Ingat .

(bila memegang kasa berantiseptik hanya dengan tangan. Catatan : untuk mencegah toksisitas. Dosis ini sudah cukup untuk menghilangkan rasa sakit selama memasang kapsul implant. Gunakan klem steril atau DTT untuk memegang kasa berantiseptik. Dapat juga dengan menutupi lengan di bawah tempat pemasangan dengan kain steril. Mulai mengusap dari tempat yang akan dilakukan ke arah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8-13 cm dan dibiarkan kering ( sekitar 2 menit ) sebelum memulai tindakan. H. Langkah 2 Pakai sarung tangan steril atau DTT (ganti sarung tangan untuk setiap klien guna mencegah kontaminasi silang). hatihati jangan sampai mengontaminasi sarung tangna dengan menyentuh kulit yang tidak steril). Bila sarung tangan diberi bedak. Langkah 3 Atur alat dan bahan ± bahan sehingga mudah dicapai. TINDAKAN SEBELUM PEMASANGAN Langkah 1 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Suntikkan sedikit obat anestesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. Kemudian tarik jarum pelan ± pelan sehingga membentuk jalur sambil menyuntikkan obat anestesi sebanyak 1 ml diantara tempat untuk memasang kapsul. Butir ± butir bedak yang halus dapat jatuh ke tempat insisi dan menyebabkan terjadinya jaringan parut ( reaksi jaringan ikat ). . Kemudian tanpa memindahkan jarum . Catatan : jangan menggunakan bedak untuk memakai sarung tangan. Buka kemasan baru dan teruskan pemasangan. isi alat suntik dengan 3 ml obat anestesi (1 % tanpa epinefrin). Hapus antiseptic yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat. masukkan ke bawah kulit (subdermis) sekitar 4 cm (gambar 205). Hal ini akan membuat kulit (dermis) terangkat dari jaringan lunak di bawahnya. (jangan melakukan sterilisasikan ulang pada kapsul yang terkontaminasi). dosis total tidak boleh melebihi 10 ml (10 g /l ) dari 1 % anestesi local tanpa epinefrin. Langkah 4 Persiapkan tempat insisi dengan larutan antiseptic. Langkah 5 Bila ada gunakan kain penutup (doek) yang mempunyai lubang untuk menutupi lengan.Catatan : bila kapsul jatuh ke lantai. keringkan dengan kain bersih. Hitung kapsul untuk memastikan jumlahnya. bersihkan dengan kasa steril yang direndam dengan air steril atau air mendidih. Lubang tersebut harus cukup lebar untuk memaparkan tempat yang akan dipasang kapsul. Langkah 7 Masukkan jarum tepat di bawah kulit pada tempat insisi (yang berdekatan dengan siku) kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak masuk ke dalam pembuluh darah. kapsul tersebut telah terkontaminasi. (gambar 20-4) Langkah 6 Setelah memastikan (dari anamesis) tidak alergi terhadap obat anestesi.

letakkan satu tangan di bawah kapsul untuk menagkap bila kapsul tersebut jatuh).I. Ada 2 tanda pada trokar. coba dari sudut lainnya. Langkah 2 Ingat kegunaan kedua tanda pada trokar. Langkah 5 Saat trokar masuk sampai tanda (1). Masukkan trokar perlahan ± lahan dan hati ± hati kearah ke arah tanda (1) dekat pangkal (gambar 20-6). Masuknya trokar akan lancer bila berada di bidang yang tepat di bawah kulit. gerakkan trokar ke depan dan berhenti saat ujung tajam seluruhnya berada di bawah kulit (2-3 mm dari akhir ujung tajam) 9 gambar 20-7 ) memasukkan trokar jangan dengan paksaan. buat insisi dangkal hanya untuk sekedar menembus kulit kulit. (untuk mencgah kapsul jatuh pada waktu dimasukkan ke dalam trokar. sentuh tempat insisi dengan jarum atau skapel (pisau bedah) untuk memastikan obat anestesi telah bekerja. Jangan mebuat insisi yang panjang atau dalam. Bila kapsul diambil dengan tangan . tapi jangan mendorong dengan paksa. Langkah 3 Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan pendorong di dalamnya masukkan ujung trokar melalui luka insisi dengan sudut kecil. (Gambar 20-8) Dorong kapsul sampai seluruhnya masuk ke dalam trokar dan memasukkan kembali pendorong. Trokar harus selalu terlihat mengangkat kulit selama pemasangan. Langkah 1 Pegang skapel dengan sudut 45 º. tanda (1) dekat pangkal menunjukkan batas trokar dimasukkan ke bawah kulit sebelum memasukkan setiap kapsul. Trokar harus dipegang dengan ujung yang tajam menghadap ke atas (gambar 20-60. Langkah 6 Masukkan kapsul pertama ke dalam trokar. pastikan sarung tangan tersebut bebas dari bedak atau partikel lain. Jika terdapat tahanan. cabut pendorong dari trokar. (gambar 20-9). Gunakan ibu jari dan telunjuk atau pinset atau klem untuk mengambil kapsul dan memasukkan ke dalam trokar. PEMASANGAN KAPSUL Sebelum membuat insisi. Langkah 7 Gunakan pendorong untuk mendorong kapsul ke arah ujung trokar sampai terasa ada tahanan. sehingga kulit terangkat. Trokar harus cukup dangkal sehingga dapat diraba dari luar dengan jari. Catatan : jangan menyentuh trokar terutama bagian tabung yang masuk ke bawah kulit untuk mencegah trokar terkontaminasi pada waktu memasukkan dan menarik keluar. angkat trokar ke atas. Tanda (2) dekat ujung menunjukkan batas trokar yang harus tetap di bawah kulit setelah memasang setiap kapsul. Langkah 4 Untuk meletakkan kapsul tepat di bawah kulit. Mulai dari kiri atau kanan pada pola seperti kipas. 9akan terasa tahanan pada saat sekitar setengah bagian pendorong masuk ke dalam trokar0) .

. Langkah 11 Pada pemasangan kapsul berikutnya. pastikan bahwa ujung kapsul yang terdekat kurang lebih 5 mm dari tepi luka insisi. mula ± mula fiksasi kapsul pertama dengan jari telunjuk dan masukkan kembali trokar pelan ± pelan sepanjang sisi jari telunjuk tersebut sampai tanda (1) (gambar 20-13). untuk mengurangi resiko infeksi atau ekspulsi . Untuk melakukan itu. Hal yang penting adalah kapsul bebas dari ujung trokar untuk menghindari terpotongnya kapsul saat trokar digerakkan untuk memasang kapsul berikutnya. keluarkan trokar pelan ± pelan. Tekan tempat insisi dengan jari menggunakan kasa selama 1 menit untuk menghentikan perdarahan. jangan menarik trokar terlalu jauh ke belakang karena akan keluar dari tepi luka insisi. bila sebuah kapsul keluar atau terlalu dekat dengan luka insisi. masukkan kapsul berikutnya ke dalam trokar dan lakukan seperti sebelumnya (langkah 5-9) sampai seluruh kapsul terpasang. Selanjutnya geser trokar sekitar 15-25 derajat. Catatan : pengasahan trokar yang berulang akan memendekkan trokar sehingga mengurangi jarak ke tanda (2). Hal yang penting pada langkah ini adalah menjaga pendorong tetap di tempatnya dan tidak mendorong kapsul ke jaringan. Bersihkan tempat pemasangan dengan kasa berantiseptik. Langkah 14 Setelah kapsul terpasang semuanya dan posisi setiap kapsul sudah diperiksa. Langkah 10 Tanpa mengeluarkan seluruh trokar. Bila tanda (1) sudah tercapai. Langkah 12 Sebelum mencabut trokar. harus dicabut denagn hati ± hati di pasang kembali di tempat yang tepat. Tarik tabung trokar dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk ke arah luka insisi sampai tanda (2) muncul di tepi luka insisi dan pangkalnya menyentuh pegangan pendorong (gambar 20-10).Langkah 8 Pegang pendorong dengan erat ditempatnya dengan satu tangan untuk menstabilkan. putar ujung dari trokar kea rah lateral kanan dan kembalikan lagi ke posisi semula (gambar 20-12) untuk memastikan kapsul pertama bebas. Raba ujung kapsul dengan jari untuk memastikan kapsul sudah keluar seluruhnya dari trokar. raba kapsul untuk memastikan kapsul semuanya telah terpasang. Hal ini akan memastikan jarak yang tepat antara kapsul dan mencegah trokar menusuk kapsul yang dipasang sebelumnya. Langkah 13 Ujung dari semua kapsul harus tidak ada pada tepi luka insisi (sekitar 5 mm). karena itu saat memakai trokar yang diasah. tanda (2) harus terlihat di tepi luka insisi dan kapsul saat itu keluar dari trokar tepat berada di bawah kulit (gambar 20-11). Langkah 9 Saat pangkal trokar menyentuh pegangan pendorong.

Pada waktu mngasah trokar. Luka insisi tidak perlu dijahit karena dapat menimbulkan jaringan parut. TINDAKAN SETELAH PEMASANGAN KAPSUL a) Menutup luka insisi ‡ Temukan tepi kedua insisi dan gunakan band aid atau plester denagn kasa steril untuk menutup luka insisi. Klien dapat segera bekerja secara rutin. ‡ b) Perawatan klien ‡ Buat catatan pada rekam medic tempat pemasangan kapsul dan kejadian tidak umum yang mungkin terjadi selama pemasangan. Setelah selesai dipakai. Jangan membuka pembalut tekan selama 48 jam dan biarkan band aid ditempatnya sampai luka insisi sembuh (umumnya 3-5 hari). jangan terlalu berlebihan oleh karenadapat mengubah sudut ketajamannya sehingga trokar tidak bias dipakai lagi. Bila terdapat tanda ± tanda infeksi seperti demam. segera kembali ke klinik. Beri petunjuk untuk perawatan luka insiis setelah emasangan. BILA TERJADI INFEKSI ‡ ‡ Obati dengan pengobatan yang sesuai untuk infeksi local. Tutup daerah pemasangan dengan pembalut untuk hemostasis dan mengurangi memar (perdarahan subkutan). bengkak atau sakit di daerah insisi selama beberapa hari. Trokar harus diperiksa diperiksa dengan hati ± hati setelah setiap 10 kali pemasangan. Setelah luka insisi sembuh. maka ujung ‡ . Bila trokar tampak telah menjadi tumpul. L. Periksa adanya perdarahan. kalau bias diberikan secara tertulis ‡ K. (hal ini untuk menjaga trokar agar tetap tajam). Masalah lain yang ditimbulkan karena pengasahan yang berlebihan adalah yang berlebihan adalah pada waktu memasukkan pendororng sepenuhnya. harus diasah seperti mengasah paisau atau gunting dengan menggunakan batu asah yanh halus. mengurangi jarak ke tanda (2) dekat ujung trokar. Hindari benturan atau luka disaerah tersebut atau menambahkan tekanan. ( gambar sederhana yang memperlihatkan kira ± kira tempat Amati klien lebih kurang 15 sampai 20 menit untuk kemungkinan perdarahan dari luka insisi atau efek lain sebelum memulangkan klien. PETUNJUK PERAWATAN LUKA INSISI DIRUMAH ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Mungkin akan terdapat memar.J. Hal ini normal Jaga luka insisi tetap kering dan bersih selama paling sedikit 48 jam. M. PETUNJUK UNTUK MENJAGA AGAR TROKAR TETAP TAJAM ‡ ‡ ‡ ‡ Pemakaian yang berulang ± ulang akan menyebabkan trokar menjadi tumpul. daerah insisi kemerahan dan panas atau sakit yang menetap selama beberapa hari. Bila terjadi abses dengan atau tanpa ekspulsi kapsul cabut semua kapsul. daerah tersebut dapat disentuh dan dibe rsihkan dengan tekanan normal. Pengasahan yang berlebihan akan memperpendek trokar. Luka insisi dapat mengalami infeksi bila basah saat mandi atau mencuci pakaian. pisahkan trokar dari pendorongnya.

Kemasan inserter tersebut menyerupai alat suntik. Langkah 4 Keluarkan inserter dari kemasannya. PEMASANGAN IMPLAN IMPLANON Inserter yang digunakan telah berisi 1 buah kapsul di dalamnya dan hanya untuk satu kali pakai. Bila hal ini terjadi. Langkah 2 Tentukan tempat pemasangan yang optimal 8 cm di atas lipatan siku pada bagian dalam lengan di alur antara otot biseps dan triseps. tarik kembali pendorong sehingga ujung tumpulnya tidak menonjol keluar dari ujung tajam trokar. Langkah 5 Lepaskan segel inserter dengan menopang pendorong inserternya. Langkah 7 . Hal ini akan menyulitkan waktu memasukkan trokar tepat dibawah kulit. Pemberian anestesi juga dapat dilakukan dengan semprotan. Langkah 6 Putar pendorong inserter 90 º atau 180 º dengan mempertahankan pendorong inserter tetap di atas lengan. Untuk meletakkan kapsul tepat di bawah kulit. Gunakan spidol untuk menandai dengan membuat garis sepanjang 6 ± 8 cm. tidak boleh diasah lagi PEMASANGAN IMPLAN JADENA DAN INDOPLANT Pemasangan implant JENDENA dan INDOPLANT sama dengan pemasangan. Langkah 3 Setelah memastikan ( dari ananesis ) tidak alergi terhadap obat anestesis. angkat jarum inserter ke atas. Setelah kira ± kira 50 sampai 100 kali pemasangan. trokar harus diganti. isi alat suntik dengan 2 ml obat anestesi (1% tanpa epinefrin) dan disuntikkan tepat dibawah kulit sepanjang jalur tempat pemaangan. kapsulnya lebih panjang dan pemberian obat anestesi cukup 1-2 ml (1% tanpa epinefrin). Langkah 1 Persiapkan tempat pemasangan dengan larutan antiseptic. NORPLANT hanya berbeda dalam jumlah kapsul yang dipasang yaitu hanya 2 kapsul. sehingga kulit terangkat. Regangkan kulit di tempat pemasangan dan masukkan jarum inserter tepat di bawah kulit sampai masuk seluruh panjang jarum inserter.‡ tumpul pendoromg akan menonjol keluar melewati ujung tajam trokar.

METODE PENCABUTAN Metode pencabutan untuk implant NORPLANT. Selain itu pemasangan yang tidak baik (misalnya terlalu dalam atau tidak menggunakan pola) menyebabkan pencabutan dengan metode apapun akan memakan waktu yang lama dan lebih banyak perdarahan dibandingkan pada waktu pemasangan. ( catatan . Periksa alat ± alat dan bahan yang akan dipakai sudah dalam keadaan steril atau DTT. satu tempat air mendidih atau steril berisi kapas bulat untuk membersihkan bedak pada sarung tangan dan satu lagi berisi larutan klorin 0. yang penting adalah lat ± alat dalam kondisi baik (misalnya klem harus dapat menjepit dengan kuat dan skapel harus tajam). PERSIAPAN BAHAN DAN PERALATAN Dalam melakukan persiapan. sedang perubahan pada metode pemasangan sangat sedikit. ‡ ‡ Posisi dan insisi kulit. Penyangga lengan atau meja samping. prosedur ini berlawanan dengan suatu penyuntikan. merupakan modifikasi klem yang digunakan untuk vasektomi tanpa pisau dengan diameter ujung klem diperkecil dari 3. Sepasang sarung tangan steril/ DTT. di mana pendorong didorong dan inserter dipertahankan). Peralatan yang diperlukan untuk setiap pencabutan adalah sebagai berikut ( gambar 20-23 ) : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Meja periksa untuk tempat tidur klien. Dibandingkan pemasangan. Tiga mangkok steril atau DTT ( satu untuk larutan antiseptic. dan Pemakaian klem pemegang implant norplant. Kain penutup steril ( bersih ) yang kering.5 menjadi 2. Pengamatan ini didukung oleh pengalaman dari berbagai Negara. pencabutan lebih memerlukan kesabaran dan keahlian. Sejak itu telah banyak dilaporkan modifikasi dari metode standar pencabutan. Kenyataan bahwa banyak yang memikirkan untuk terus menyempurnakan metode pencabutan. ‡ . Praptohardjo dan Wibowo (1993) melaporkan metode baru untuk pencabutan implant norplant yaitu TEKNIK ³U´. perbedaan yang besar antara teknik ³U¶ dan teknik standar adalah . misalnya metode ³pop out´ yang diperkenalkan oleh Darney dkk. Pada tahun 1992. B. PENCABUTAN IMPLAN A. menunjukkan dengan jelas metode standar pencabutan tidak seluruhnya sempurna. maupun INPLANON sama hanya berbeda dalam jumlah kapsul yang terpasang.5% untuk dekontaminasi kapsul yang telah dicabut). INDOPLANT. Sabun untuk mencuci lengan.Dengan tangan yang lain secara perlahan tarik jarum keluar dari lengan sambil tetap mempertahankan penopang inserter di tempatnya.2 mm. Metode standar pencabutan menggunakan klem mosquito atau crile untuk menjepit kapsul telah digunakan sejak awal 1980an.

Scalpel (pisau bedah) nomor 11 Klem lengkung dan lurus (mosquito dan crile). Untuk menentukan tempat insisi. . serta membilasnya. bila digunakan ) dengan kain bersih dan kering. Terangkan secara ringkas proses pencabutan dan apa yang dapat diharapkan selama dan sesudah pencabutan.5. Epinefrin untuk syok anafilaktik ( harus selalu tersedia untuk keadaan darurat ). Tabung suntik ( 5 atau 10ml ) dan jarum suntik dengan panjang 2. Tanyakan pada klien tentang tujuan reproduksinya. Band aid atau kasa steril dengan plester. Kasa pembalut. Langkah 3 Persilakan klien berbaring dengan lengan yang lebih jarang digunakan (misalnya tangan kiri) diletakkan pada lengan penyangga atau meja samping. Langkah 4 Raba keenam kapsul untuk menentukan lokasinya. Bila tidak dapat meraba kapsul. C. ajak klien berbicara tentang alasannya ingin mencabut dan jawab semua pertanyaannya. PERSIAPAN SEBELUM TINDAKAN Langkah 1 Persilakan klien untuk mencuci seluruh lengan dan tangan dengan sabun dan air yang mengalir. lihat lokasi pemasangan pada rekam medik klien.4 cm 9nomor 220. Langkah ini sangat penting bila higiene klien buruk. Lengan harus disangga dengan baikl dan dapat digerakkan lurus atau sedikit bengkok sesuai dengan posisi yang disukai oleh klinisi untuk memudahkan pencabutan.‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Larutan antiseptic. raba ( tanpa sarung tangan ) ujung kapsul dekat lipatan siku. Langkah 2 Tutup tempat tidur klien ( dan penyangga lengan atau meja samping. Pastikan tidak terdapat sisa sabun ( sisa sabun menurunkan efektivitas antiseptic tertentu ). Langkah 5 Pastikan posisi dari setiap kapsul dengan membuat tanda pada kedua ujung setiap kapsul dengan menggunakan spidol Langkah 6 Siapkan tempat alat ± alat dan buka bungkus steril tanpa menyentuh alat ± alat didalamnya. KONSELING SEBELUM PENCABUTAN Sebelum mencabut kapsul. D. Anestesi local ( konsentrasi 1% tanpa epinefrin ).

Butir ± butir bedak yang halus dapat jatuh ke tempat insisi dan menyebabkan terjadinya jaringan jaringan paryt ( reaksi jaringan ikat ). Hapus antiseptic yang berlebihan hanya bila tanda yang sudah dibuat tidak terlihat. Gunakan klem steril atau DTT untuk memegang kasa tersebut. Masukkan jarun dibawah kulit pada tempat insisi akan dibuat. Dapat juga untuk menutupi lengan di bawah tempat kapsul dipasang dengan menggunakan kain steril ( Pilihan lain adlah menggunakan kain yang telah didekontaminasi. Mulai mengusap dari tempat yang akan dilakukan insisi kea rah luar dengan gerakan melingkar sekitar 8 ± 13 cm dan biarkan kering (sekitar 2 menit) sebelum memulai tindakan.E. bersihkan dengan kasa steril yang direndam dengan air steril atau air mendidih. Langkah 7 Setelah memastikan klien tidak alergi terhadap obat anestesi. tarik jarum pelan ± pelan sambil menyuntikan obat anestesi ( kira ± kira 0. TINDAKAN SEBELUM PENCABUTAN Langkah 1 Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. dicuci dan dikeringkan di udara atau dengan mesin pengering ). Langkah 2 Pakai sarung tangan steril atau DTT ( ganti sarung tangan untuk setiap klien guna mencegah kontaminasi silang ). (Bila memegang kasa berantiseptik hanya dengan tangan. Langkah 5 Bila ada gunakan kain ( doek ) lubang untuk menutupi lengan. hati ± hati jangan sampai mengkontaminasi sarung tangan dengan menyentuh kulit yang tidak steril). Catatan : jangan menggunakan bedak untuk memakai sarung tangan. Bila sarung tangan diberi bedak. Suntukan sedikit obat anestesi untuk membuat gelembung kecil di bawah kulit. kemudian lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tiadak masuk ke dalam pembuluh darah. Masukkan jarum secara hati ± hati di bawah ujung kapsul pertama sampai lebih kurang sepertiga panjang kapsul ( 1cm ). Langkah 6 Sekali lagi raba seluruh kapsul untuk menetukan lokasinya.5 ml ) untuk mengangkat ujung kapsul. . Langkah 4 Usap tempat pencabutan dengan kasa berantiseptik. keringkan dengan kain bersih. Lubang tersebut harus cukup lebat untuk memaparkan lokasi kapsul. Langkah 3 Atur alat dan bahan ± bahan sehingga mudah dicapai. isi alat suntuk dengan 3 ml obat anestesi ( 1% tanpa epinefrin ).

Bila jarak tersebut sama maka insisi dibuat pada tempat insisi waktu pemasngan. dapat dengan menggunakan skalpel secara hati ± hati.F. teruskan sampai berada di bawah ujung kapsul dekat siku. Jangan membuat insisi yang besar. buat insisi melintang yang kecil lebih kurang 4 mm dengan menggunkan skalpel. Saat ujung kapsul tampak pada luka insisi. hal ini mungkin karena jaringan (pembentukan jaringan fibrous) yang mengelilingi kapsul. Sebelum menentukan lokasi. . CATATAN : Bila kapsul sulit digerakkan ke arah insisi. bila jaringan ikat tidak bisa dibuka dengan cara menggosok ± gosok pakai kasa steril. sampai berada dibawah ujung kapsul. pastikan tidak ada ujung kapsul yang berada di bawah insisi lama ( Hal ini untuk mencegah terpotongnya kapsul saat melakukan insisi ). Langkah 5 Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul dengan cara menggosok ± gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung bawah kapsul (gambar 20-32). Langkah 2 Pada lokasi yang sudah dipilih. gunakan sisi yang tidak tajam dari skalpel waktu membersihkan jaringan ikat yang mengelilingi kapsul ( gambar 20-33). jepit kapsul di dekat ujungnya (5 sampai 10 mm) dan secara hati ± hati tarik keluar melalui luka insisi. Sambil menekan (fiksasi) kapsul dengan jari telunjuk dan tengah. Buka dan tutup jepitan klem untuk memotong secara tumpul jaringan parut yang mengelilingi ujung kapsul. Cara lain. (mudah digerakkan). TINDAKAN PENCABUTAN KAPSUL Metode standar Langkah 1 Tentukan lokasi insisi yang mempunyai jarak sama dari ujung bawah semua kapsul (dekat siku). Langkah 4B Dorong ujung kapsul pertama sedekat mungkin pada luka insisi. Langkah 4 A Masukkan klem lengkung melalui luka insisi dengan lengkungan jepitan mengarah ke kulit. masukkan klem lengkung (mosquito dan Crile) dengan lengkungan jepitan mengarah ke atas. Langkah 4 Dorong ujung kapsul ke arah insisi denagn jari tangan sampai ujung kapsul tampak pada uka insisi. Ulangi sampai ujung keenam kapsul seluruhnya bebas dari jaringan perut yang mengelilinginya. Langkah 3 Mulai dengan mencabut kapsul yang mudah diraba dari luar atau yang terdekat tempat insisi. kira ± kira 5 mm dari ujung bawah kapsul. masukkan lagi klem lengkung (lengkungan jepitan mengatah ke kulit ). Untuk mencegah terpotongnya kapsul. kemudian jepit ujung kapsul dengan klem tersebut.

Langkah 5 . Langkah 4 Fiksasi kapsul yang letaknya paling dekat luka insisi dengan jari telunjuk sejajar panjang kapsul. Dengan teknik ini tidak perlu memisahkan jaringan secara tumpul seperti pada metode standart. Catatan : setelah kapsul berhasil dicabut. Kapsul akan mudah dicabut oleh karena jaringan ikat yang mengelilinginya tidak melekat pada karet silikon.Langkah 6 Jepit kapsul yang sudah terpapar dengan menggunakan klem kedua ( gambar 20 ± 34 ). Bila kapsul sulit di cabut. METODE PENCABUTAN ´U ´ Klem yang dipakai mencabut teknik ´ U ´.2 mm (gambar 20-36). Lepaskan klem pertama dan cabut kapsul secara pelan dan hati ± hati dengan klem kedua ( g. pisahkan secara hati ± hati sisa jaringan ikat yang melekat pada kapsul dengan menggunakan kasa dan skalpel. merupakan modifikasi klem yang digunakan untuk vasektomi tanpa pisau dengan diameter ujung klem diperkecil dari 3. Langkah 3 Masukkan ujung klem pemegang implan Norplant secara hati ± hati melalui luka insisi.5 % untuk dekontaminasi sebelum dibuang. kapsul dapat dengan mudah dihitung untuk memastikan keenam kapsul telah dicabut semuanya. Kapsul yang utuh akan mengambang sedang kapsul Yng putus akan tenggelam secara pelan ± pelan. Ingat : bila memerlukan penambahan obat anestesi. Langkah 2 Buat insisi kecil (4 mm) memanjang sejajar di antara sumbu panjang kapsul dengan menggunakan skalpel. Langkah 7 Pilih kapsul berikutnya yang tampak paling mudah dicabut. Di dalam mangkok tersebut.20 ± 35 ). taruh dalam mangkok kecil yang berisi klorin 0. G. Dengan melihat kapsul dalam mangkok tersebut juga akan dapat mengetahui keadaan kapsul. suntikkan dibawah kapsul agar kapsul tetap teraba dari luar. raba tempat pencabutan secara hati ± hati untuk menentukan dan menandai kapsul. Selanjutnya cuci tangan dan pakai sarung tangan steril atau DTT. Untuk menggunakan teknik ini. Usap lengan dengan larutan antiseptik dan suntikkan obat anestesi lokal seperti yang telah diuraikan sebelumnya (persiapan dan tindakan sebelum pencabutan) Langkah 1 Tentukan lokasi insisi pada kulit di antara kulit di antara kapsul 3 dan 4 lebih kurang 5 mm dari ujung kapsul dekat siku. Gunakan teknik yang sama ( Langkah 4 ± 6 ) untuk mencabut kapsul berikutnya.5 menjadi 2.

Ingat : bila memerlukan penambahan obat anestesi. suntikkan di bawah kapsul agar kapsul tetap teraba dari luar. Cara lain. ikuti langkah ± langkah di bawah ini untuk mencabut kapsul : Langkah 1 Raba kedua ujung kapsul dengan jari telunjuk dan jari tengah. Langkah 2 Masukkan klem lengkung ke dalam luka insisi sampai ujung jepitan klem berada di bawah kapsul lengan kedua jari tetap menekan ujung ± ujung kapsul untuk memfiksasi (gambar 2040) . tarik ke arah insisi ( 1 ) dan balikkan pegangan klem 180º ke arah bahu klien ( 2 ) untuk memaparkan ujung bawah kapsul. Letakkan jari tengah pada ujung kapsul yang dekat bahu dan jari telunjuk pada ujung kapsul yang dekat siku. Bila ini terjadi. Kapsul yang sulit dicabut Kadang ± kadang satu atau beberapa kapsul sulit dicabut. Hal ini sangat penting untuk meyakinkan klien. ujung kapsul tidak dapat didorong mendekati luka insisi atau kapsul dipasang terlalu dalam. Taruh kapsul yang telah dicabut dalam mangkok kecil yang berisi klorin 0. Langkah 6 Bersihkan kapsul dari jaringan ikat yang mengelilinginya dengan menggosok ± gosok menggunakan kasa steril untuk memaparkan ujung kapsul sehingga mudah dicabut.Masukkan klem lebih dalam sampai ujungnya menyentuh kapsul. Setelah kapsul terjepit. Bila kapsul tidak bisa keluar denagn mudah. Sebelum mengakhiri tindakan. Sebagai contoh. Langkah 7 Gunakan klem lengkung ( musquito atau Crile ) untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar. bersihkan kembali jaringan ikat yang mengelilinginya dengan menggosok ± gosok pakai kasa atau sisi yang tidak tajam dari skalpel. kemudian dorong kapsul sedekat mungkin ke arah insisi (gambar 20-40). Langkah 8 Pencabutan kapsul berikutnya adalah yang tampak paling mudah dicabut. Kapsul akan keluar dengan mudah karena jaringan ikat tidak melekat pada kapsul. H. Lepaskan klem pemegang Norplant dan cabut kapsul dengan pelan ± pelan dan hati ± hati (gambar 20-35). Tunjukkan keenam kapsul tersebut pada klien. teknik ´ U ´ dapat digunakan untuk mencabut kapsul tersebut.5% untuk dekontaminasi sebelum dibuang. boleh menggunakan skalpel (gambar 20-33). hitung untuk memastikan keenam kapsul sudah dicabut. Bila tidak bisa denagn kasa. meskipun jaringna parut telah dipotong secara tumpul. buka klem dan jepit kapsul dengan sudut yang tepat pada sumbu panjang kapsul lebih kurang 5 mm di atas ujung bawah kapsul. Gunakan teknik yang sama (langkah 3-7) untuk mencabut kapsul berikutnya.

Lepaskan klem pertama dan cabut kapsul dengan klem kedua. Langkah 6 Setelah jaringan ikat yang mengelilingi kapsul terbuka. buat insisi kecil ( 2. METODE PENCABUTAN TEKNIK ´ POP OUT ´ Teknik pencabutan ini dapat mengurangi rasa sakit maupun perdarahan dan biasanya luka insisi lebih kecil. gunakan klem kedua untuk menjepit kapsul yang sudah terpapar. Langkah 3 . Dorong ujung bagian atas kapsul ( dekat bahu klien ) yang telah dipilih tadi dengan menggunakan jari. I. Langkah 2 Lakukan penekanan dengna menggunakan ibu jari dan jari tangan lainnya pada ujung bagian bawah kapsul untuk membuat ujung kapsul tersebut tepat berada di bawah tempat insisi. Langkah 1 Raba ujung ± jung kapsul di daerah dekat siku untuk memilih salah satu kapsul yang lokasinya terletak di tengah ± tengah dan mempunyai jarak yang sama dengan ujung kapsul lainnya. Cara lain bila jaringan ikat tidak bisa dibuka denagn menggosok ± gosok pakai kasa steril. Lebih baik sambil meneruskan mendorong ujung kapsul ke arah insisi. Langkah 4 Jangan mencoba untuk menarik kapsul ke luar oleh karena ujung klem yang sekarang masuk ke dalam luka insisi lebih kurang 1 ± 2 cm. Catatan : bila setelah klem dikembalikan. dapat dicabut dengan menggunakan teknik yang sama. Pada saat ujung bagian bawah kapsul ( dekat siku ) tampak jelas di bawah kulit. Tarik klem hati ± hati sehingga ujung kapsul terlihat pada luka insisi dari sisi yang berlawanan dengan klem. Langkah 5 Bersihkan dan buka jaringan ikat yang mengelilingi kapsul denagn menggosok ± gosok pakai kasa steril untuk memaparkan ujung kapsul. Bila perlu dapat ditambahkan lagi anestesi lokal untuk mencabut sisa kapsul. balikkan flip pegangan klem 180º ke arah bahu klien dan kemudian pegang klem dengan tangan yang berlawanan (gambar 20-42). kapsul belum terlihat (langkah 4) putar (twist) klem 180º ke arah sumbu utamanya (gamabr 20-43). dapat menggunakan skalpel.3 mm ) di atas ujung kapsul dengan menggunakan skalpel. Langkah 7 Sisa kapsul lain yang sulit dicabut.Langkah 3 Jepit kapsul dari bawah denagn klem lengkung (gambar 20-41).

Pada waktu mencabut kapsul yang sudah muncul tersebut juga harus hati ± hati. Gunakan penekanan seringan mungkin untuk memunculkan kapsul.Masukkan ujung tajam skalpel ke dalam luka insisi sampai terasa menyentuh ujung kapsul. ‡ . Ingat : untuk mengurangi resiko putusnya kapsul. dorong kapsul dengan hati ± hat. Kadang ± kadang diperlukan insisi baru di ujung atas kapsul ( dekat bahu ) pada pencabutan kapsul yang sudah putus sehingga sisa kapsul tersebut dapat dicabut. Sekali kapsul putus. K. Setelah kapsul pertama berhasil dicabut. Catatan : bila akan menggunakan skalpel untuk memeotong jaringan ikat yang menutupi ujung bawah kapsul. kemudian dilanjutkan dengan membalut luka insisi. kapsul berikutnya akan muncul dengan menggunakan teknik yang sama. Jangan paksakan untuk mencabut 1 atau 2 kapsul sisa yang sulit dicabut. J. Langkah 4 Tekan jaringan ikat yang sudah terpotong tadi denagn kedua ibu jari sehingga ujung bawah kapsul terpapar keluar. herus hayi ± hati jangan sampai kapsul ikut terpotong. Dekatkan kedua tepi luka insisi kemudian tutup dengan band aid ( plester untuk luka ringan ) atau kasa steril dan plester. potong jaringan ikat yang mengelilingi ujung kapsul sambil tetap memegang kapsul dengan ibu jari dan jari telunjuk. Gunakan klem untuk memegang kedua tepi luka insisi selama 10 ± 15 detik untuk mengurangi perdarahan dari luka insisi. karena mungkin dapat menimbulkan jaringan parut. Periksa kemungkinan adanya perdarahan. bersihkan tempat insisi dan sekitarnya dengan menggunakan kasa berantiseptik. Biasanya kapsul yang tersisa tersebut akan teraba dan dapat dicabut pada kunjungna kedua. Bila perlu. Aturan yang umum adalah bila seluruh kapsul tidak bisa dicabut dalam waktu 20 ± 30 menit atau klien tampak gelisah maka cara yang terbaik adalah menghentikan tindakan pencabutan. Langkah 5 Tekan sedikit ujung atas kapsul ( dekat bahu ) sehingga kapsul muncul ( pop out ) pada luka insisi dan dengan mudah dapat dipegang dan dicabut. PETUNJUK PENCABUTAN Kapsul yang Sulit Dicabut Kadang ± kadang kapsul tidak bisa dicabut semuanya pada kunjungan pertama. maka ada kemungkinan akan putus lagi setiap kali melakukan jepitan dengan klem. NB : Luka insisi tidak perlu dijahit. Kapsul yang Putus Pencabutan akan lebih sulit bila kapsul terputus pada waktu berusaha mengeluarkannya. TINDAKAN SETELAH PENCABUTAN KAPSUL Menutup Luka insisi ‡ Bila klien tidak ingin melanjutkan pemakaian implan lagi.

INSTRUKSI KEPADA KLIEN UNTUK PERAWATAN LUKA DIRUMAH ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Beri tahu klien mungkin akan timbul memar. luka insisi boleh dicuci dengan tekanan normal. 1998. Ilmu Kebidanan. pembengkakan dan kulit kemerahan pada daerah pencabutan selam beberapa hari. Ida Bagus Gde. keadaan ini normal.L.dr. bila diperlukan. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Klien dapat segera melakukan pekerjaan rutin. DAFTAR PUSTAKA ‡ ‡ Manuaba. Bila memakai pembalut tekan jangan dibuka selama 48 jam dan band aid boleh dibuka setelah luka insisi sembuh ( biasanya 3 sampai 5 hari ). . radang ( kemeran dan panas ) pada tempat insisi atau sakit di lengan selama beberpa hari. RI. Jaga luka insisi tetap kering dan bersih paling sedikit selama 48 jam. Beritahu klien bahwa jaringan ikat di lengan ( alur bekas tempat kapsul ) mungkin masih tetap terasa dan akan menghilang setelah beberapa bulan kemudian. Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan. 2004.DOSG. Diskusikan apa yang harus dilakukan bila klien mengalami masalah. Jakarta : YBP-SP. Setelah sembuh. Hindari benturan atau tekanan pada tempat insisi dan mengankat beban yang berat. Jakarta : EGC DEPKES. Beritahu klien kapan kembali ke klinik untuk perawatan tindak lanjut. Prof. Segera kembali ke klinik bila terdapat tanda ± tanda infeksi seperti demam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful