RAMBU LALU LINTAS JALANDI INDONESIA

( PERATURAN, ARTI DAN LAMBANG RAMBU )

Dikompilasi oleh : FERY SYAHDANI

26 Tahun 1985 tentang Jalan 4. kalimat dan/atau perpaduan diantaranya sebagaiperingatan. 61 Tahun 1993 tentang RambuRambu Lalu Lintas di Jalan sekaligus mencabut Kepmenhub No. 60 tahun 2006 tentang Perubahan ataskeputusan menteri perhubungan nomor km 61 tahun 1993 sebagaimanatelah diubah dengan keputusan Menteri perhubungan nomor km. SK 1207/AJ401/ DRJD/2008 Tentang Tata Cara Penomoran Rute Jalan (Peraturan inimeyatakan PerDirjendat No. Peraturan Menteri Perhubungan No. Peraturan Pemerintah No. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. Keputusan Menteri Perhubungan No. Keputusan Menteri Perhubungan No. Undang Undang No. 17 Tahun 1991 tentang RambuRambu Lalu Lintas di Jalan 7. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No.Rambu Petunjuk . huruf. Keputusan Menteri Perhubungan No. Peraturan Menteri Perhubungan No.Rambu Perintah adalah rambu yang digunakan untuk menyatakanperintah yang wajib dilakukan oleh pemakai jalan.Dasar Hukum : 1. KM 14 Tahun 2006 TentangManajemen Dan Rekayasa Lalu Lintas Di Jalan 10. berupalambang.Rambu Larangan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakanperbuatan yang dilarang dilakukan oleh pemakai jalan. angka. Undang Undang No.401/ DRJD/2005 tentang Uji-Coba Rambu Nomor Rute Pada Jaringan JalanNasional / Arteri Primer Di Pulau Jawa 12. 63 tahun2004 tentang Rambu Rambu Lalu Lintas di Jalan 11. Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 1992 Tentang Lalu Lintas dan AngkutanJalan 2. 8 Tahun 1990 tentang Jalan Tol 5. larangan. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Darat No. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2004 Tentang Jalan 3. 17 Tahun1991 8. perintah atau petunjuk bagi pemakai jalanRambu Peringatan adalah rambu yang digunakan untuk menyatakanperingatan bahaya atau tempat berbahaya pada jalan di depan pemakai jalan. SK 3229/AJ401/ DRJD/2006 Tentang TataCara Penomoran Rute Jalan tidak berlaku lagi ) Pengertian : Rambu lalu lintas adalah salah satu dari perlengkapan jalan. KM 61 Tahun 1993 Tentang Rambu Rambu Lalu Lintas diJalan 9. 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan LaluLintas Jalan 6. 63 Tahun 2004 tentang PerubahanKepmenhub No.1321/AJ. SK. SK 3229/AJ401/ DRJD/2006 Tentang Tata Cara Penomoran Rute Jalan 13.

. Rute adalah kumpulan ruas jalan yang menghubungkan satu tempatdengan tempat lain secara menerus. serta diatas permukaan air. Kode ruas jalan yang selanjutnya disebut nomor rute adalah kodedalam bentuk angka dan kombinasi huruf dengan angka yang digunakansebagai identitas dari suatu ruas jalan yang menunjukkan arahperjalanan. Tiang Rambu adalah batangan logam atau bahan lainnya untukmenempelkan atau melekatkan daun rambu. termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yangdiperuntukkan bagi lalu lintas. jalan. dibawah permukaan tanah dan/atau air. Jalan nasional adalah jalan arteri dan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukota provinsi.fasilitas dan lain-lain bagi pemakai jalan.Rambu Sementara adalah rambu yang digunakan secara tidakpermanen.adalah rambu yang digunakan untuk menyatakanpentunjuk mengenai jurusan.Papan Tambahan adalah papan yang dipasang di bawah daun rambuyang memberikan penjelasan lebih lanjut dari suatu rambu. pada keadaan darurat atau pada kegiatan-kegiatan tertentu. Jalan provinsi adalah jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primeryang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota. yang berada pada permukaan tanah. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan. Daun Rambu adalah plat aluminium atau bahan logam lainnya tempatditempelkan/dilekatkannya rambu. dan jalan strategis provinsi. kota tempat.atau antar ibukota kabupaten/kota. pengaturan. diatas permukaan tanah. kecuali jalan kereta api. situasi. dan jalan strategis nasional. jalan lori dan jalan kabel.

4. memenuhi kebutuhan. 5. Lokasi rambuLokasi rambu berhubungan dengan pengemudi sehingga pengemudiyang berjalan dengan kecepatan normal dapat memiliki waktu yangcukup dalam memberikan respon. memahami dan memberikan respon. Pemeliharaan rambuPemeliharaan rambu diperlukan agar rambu tetap berfungsi baik. memberikan pesan yang sederhana dan mudah dimengerti.Konsistensi dalam penerapan bentuk dan ukuran rambu akanmenghasilkan konsistensi persepsi dan respon pengemudi. ukuran. 3. Operasi rambuRambu yang benar pada lokasi yang tepat harus memenuhi kebutuhanlalu lintas dan diperlukan pelayanan yang konsisten dengan memasangrambu yang sesuai kebutuhan. menarik perhatian dan mendapat respek pengguna jalan. bentuk. . Keseragaman bentuk dan ukuran rambuKeseragaman dalam alat kontrol lalu lintas memudahkan tugaspengemudi untuk mengenal.Rambu yang efektif harus memenuhi hal-hal berikut: 1. 3. 4. Desain rambuWarna. 2. pertimbangan-pertimbangan yangharus diperhatikan dalam perencanaan dan pemasangan rambu adalah 1. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut. dan tingkat retrorefleksi yang memenuhi standarakan menarik perhatian pengguna jalan. mudah dipahami danmemberikan waktu yang cukup bagi pengemudi dalam memberikanrespon. 2. menyediakan waktu cukup kepada pengguna jalan dalam memberikanrespon.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful