P. 1
Asam Kuat Dan Asam Lemah

Asam Kuat Dan Asam Lemah

|Views: 443|Likes:
Published by Boi Hutagalung

More info:

Published by: Boi Hutagalung on Feb 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2013

pdf

text

original

Asam Kuat dan Asam Lemah

Ditulis oleh Jim Clark pada 07-11-2007 Halaman ini menjelaskan istilah kuat dan lemah yang digunakan pada asam. Sebagai bagian dari penjelasan, halaman ini juga memberikan definisi dan menerangkan apa yang dimaksud dengan pH, Ka dan pKa. Adalah penting bahwa kamu jangan keliru memahami kata kuat dan lemah dengan istilah pekat dan encer. Seperti yang akan anda lihat di bawah ini, kekuatan asam berhubungan dengan perbandingan asam yang dapat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion. Konsentrasi menjelaskan kepada anda mengenai seberapa banyak jumlah asam semula yang terlarut dalam air. Adalah suatu kemungkinan yang sangat sempurna untuk memiliki larutan pekat dari asam lemah, atau larutan encer dari asam kuat.

Asam kuat
Penjelasan istilah "asam kuat" Kita akan menggunakan definisi Bronsted-Lowry mengenai asam. Ketika asam dilarutkan dalam air, sebuah proton (ion hidrogen) ditransferkan ke molekul air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan sebuah ion negatif tergantung pada asam yang anda pakai. Pada kasus yang umum

Reaksi tersebut reversibel, tetapi pada beberapa kasus, asam sangat baik pada saat memberikan ion hidrogen yang dapat kita fikirkan bahwa reaksi berjalan satu arah. Asam 100% terionisasi. Sebagai contoh, ketika hidrogen klorida dilarutkan dalam air untuk menghasilkan hidrogen klorida, sangat sedikit sekali terjadi reaksi kebalikan yang dapat kita tulis:

Pada tiap saat, sebenarnya 100% hidrogen klorida akan bereaksi untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion klorida. Hidrogen klorida digambarkan sebagai asam kuat.

1 mol dm-3 asam klorida. Yang anda perlukan untuk melakukannya adalah menentukan konsentrasi ion hidrogen dalam larutan terlebih dahulu. Asam hidroklorida adalah asam kuat – terionisasi 100%. dan ketika anda menuliskan H+(aq) yang anda maksudkan sebenarnya adalah ion hidroksonium. Asam kuat lain yang biasa diperoleh adalah asam sulfat dan asam nitrat. pH yang lebih rendah. dan kemudian mengubahnya menjadi bentuk pH dengan menggunakan kalkulator. Versi ini sering digunakan dalam pekerjaan ini hanya untuk menjadikan sesuatu terlihat lebih mudah.Asam kuat adalah asam yang terionisasi 100% dalam larutan. H3O+. Asam kuat seperti asam hidroklorida pada konsentrasi seperti yang sering anda gunakan di lab memiliki pH berkisar antara 0 sampai 1. . Jika anda menggunakannya. Asam kuat dan pH pH adalah ukuran konsentrasi ion hidrogen dalam larutan. Tiap mol HCl bereaksi dengan air untuk menghasilkan 1 mol ion hidrogen dan 1 mol ion klorida. Anda barangkali menemukan suatu persamaan untuk ionisasi yang dituliskan melalui sebuah bentuk yang disederhanakan: Persamaan ini menunjukkan hidrogen klorida terlarut dalam air yang terpisah untuk memberikan ion hidrogen dalam larutan dan ion klorida dalam larutan. Dengan menggunakan asam kuat hal ini sangatlah mudah. konsentrasi ion hidrogen lebih tinggi dalam larutan. Penentuan pH Penentuan pH asam kuat Jika anda menentukan pH dari 0. harus diingat bahwa air memang benar-benar terlibat.

Selanjutnya bergeser ke arah kiri. Anda mungkin melakukannya dalam bentuk yang berbeda. Pada setiap saat.1 mol dm-3.1. Sebagaian besar asam organik adalah asam lemah. Ka .(-1) = 1 pH asam adalah 1.1 mol dm-3. Hidrogen fluorida (dilarutkan dalam air untuk menghasilkan asam hidrofluorida) adalah asam anorganik lemah.Hal ini berarti bahwa jika konsentrasi asam adalah 0. Tetapan disosiasi asam. Membandingkan kekuatan asam lemah Posisi kesetimbangan reaksi antara asam dan air bervariasi antara asam lemah yang satu dengan asam lemah yang lainnya. Asam etanoat bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidroksonium dan ion etanoat.1] . Asam lemah Penjelasan istilah "asam lemah" Asam lemah adalah salah satu yang tidak terionisasi seluruhnya ketika asam lemah tersebut dilarutkan dalam air.1] = -1 Tetapi pH = – log10 [0. Sisanya tetap sebagai molekul asam etanoat yang sederhana. Ion bereaksi dengan sangat mudah untuk membentuk kembali asam dan air. maka konsentrasi ion hidrogen juga 0. tetapi reaksi kebalikannya lebih baik dibandingkan dengan reaksi ke arah depan. Asam etanoat (asam asetat) adalah asam lemah yang khas. anda harus menemukannya! log10 [0. ke sisi asam yang lebih lemah. hanya sekitar 1% molekul asam etanoat yang diubah ke dalam bentuk ion. Gunakan kalkulator untuk mengubahnya ke dalam bentuk pH. dam kemudian tekan tombol "log". Kalkulator menginginkan untuk menekan 0.

dan hanya sekitar 1% asam lemah tesebut bereaksi dengan air. Semuanya berada pada fasa yang sama – pada kasus ini. terdapat sekitar 55 mol air. Tetapan yang memiliki harga lebih rendah.01. Pada bagian bawah ungkapan. Jika anda memiliki asam lemah dengan konsentrasi sekitar 1 mol dm-3. Dengan kata lain. pada larutan dalam air. Malahan. jumlah mol air hanya turun sekitar 0. anda memiliki hubungan untuk konsentrasi air dalam larutan. Catatan: Istilah untuk konsentrasi air telah diabaikan. Dalam 1 dm3 larutan. tidak terdapat batasan yang luas dalam memasukan hubungan konsentrasi air ke dalam ungkapan tersebut jika hubungan konsentrasi air itu merupakan suatu variabel. Karena itu anda dapat menuliskan ungkapan yang sederhana untuk tetapan kesetimbangan. Berikut adalah kesetimbangan lagi: anda mungkin ingin menuliskan tetapan kesetimbangan dengan: Akan tetapi. Catatan: Berat 1 mol air adalah 18 g. Disosiasi (ionisasi) asam adalah contoh reaksi homogen.anda dapat memperoleh ukuran posisi kesetimbangan dengan menuliskan tetapan kesetimbangan untuk reaksi. kesetimbangan bergeser ke arah kiri. jika anda berfikir dengan lebih hati-hati. Pada kasus tersebut. Kc. tetapan kesetimbangan yang baru didefinisikan tanpa menyertakannya. 1 dm3 larutan mengandung kurang lebih 1000 g air. jika asam adalah lemah maka konsentrasi air tetap. Hal itu bukanlah suatu masalah – kecuali jumlah tersebut sangatlah besar untuk dibandingkan dengan jumlah yang lain. Tetapan kesetimbangan yang baru ini disebut dengan Ka. terdapat sesuatu hal yang ganjil. Apa yang terjadi adalah pernyataan pertama telah disusun untuk mnghasilkan Kc sebuah konstanta) yang . Dengan membagi angka 1000 dengan 18 diperoleh kurang lebih 55.

anda mungkin menemukan ungkapan Ka ditulis berbeda jika anda menuliskannya dari versi reaksi kesetimbangan yang disederhanakan: Ungkapan ini mungkin ditulis dengan atau tanpa simbol yang menunjukkan keadaan. Hal ini sebenarnya persis sama dengan ungkapan sebelumnya untuk Ka! Ingatlah bahwa meskipun kita sering menulis H+ untuk ion hidrogen dalam larutan. tetapi penguji anda mungkin akan menyetujuinya. tetapan untuk disosiasi asam etanoat tepatnya ditulis sebagai: Ungkapan Ka adalah: Jika anda menggunakan kesetimbangan dengan versi yang lebih sederhana ungkapan Ka adalah: Tabel menunjukkan beberapa harga Ka untuk beberapa asam yang sederhana: . Ungkapan Ka versi yang kedua tidak persis sama dengan ungkapan yang pertama. Ketahuilah! Untuk mengambil contoh tertentu. sebenarnya kita membicarakan ion hidroksonium. Hasil kali ionnya kemudian diberi nama Ka.menyatakan konsentrasi air (konstanta yang lain) pada bagian sebelah kiri.

Asam-asam tersebut diurutkan seiring dengan penurunan kekuatan asam – harga Ka yang diperoleh lebih kecil seiring dengan menurunnya urutan pada tabel.7 x 10-5 8.6 x 10-4 1. bilangan tersebut tidaklah nyata.asam asam hidrofluorida asam metanoat asam etanoat hidrogen sulfida Ka (mol dm-3) 5. terlalu banyak untuk membicarakannya dengan cepat! Untuk menghindari hal ini.6 x 10-4 1.9 x 10-8 pKa 3.8 7. Pengantar untuk pKa pKa memuat dengan tepat hubungan yang sama untuk Ka sebagaimana pH digunakan untuk menunjukkan konsentrasi ion hidrogen: Jika anda menggunakan kalkuator anda pada seluruh harga Ka pada tabel di atas dan mengubahnya menjadi harga pKa anda akan memperoleh: asam asam hidrofluorida asam metanoat asam etanoat hidrogen sulfida Ka (mol dm-3) 5. Karena bilangan terdiri dari dua bagian.1 Dengan catatan bahwa asam yang lebih lemah.9 x 10-8 Semuanya adalah asam lemah karena harga Ka sangat kecil.6 x 10-4 1.6 x 10-4 1.7 x 10-5 8. disebut pKa.8 4. Sekarang sangat mudah untuk melihat bahwa kecenderungan mengarah pada asam yang lebih lemah seiring dengan menurunya posisi asam pada tabel. jika anda sangat tidak menyukai bilangannya. memiliki harga pKa yang lebih besar.3 3. Meskipun demikian. bentuk yang lebih mudah. . bilangan tersebut seringkali diubah ke dalam sesuatu yang baru.

Secara kimia. Asam karbonat : Minuman Berkarbonisasi 6 .Obat tetes mata 7 . Asam Laktat : Keju 14. peledak (TNT) 8 . Asam sulfat : baterai mobil. asam lebih kuat.. Asam sitrat : Jeruk 4 . sebenarnya rasa asam dalam buah-buahan tersebut di sebabkan karena Zat Kimia yang terkandung di dalamnya yang biasa disebur asam. Asam Malat : Apel 12. Beberapa asam yang di jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Asam Fosfat : Deterjen. Asam Formiat : sengatan lebah 13. asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen(h+).. Asam askorbat: Jeruk. Seperti Di Bawah Ini 1 . Asam Borat : Larutan Pencuci mata 5 . asam lebih lemah. Asam Benzoat : Bahan Pengawet Makanan Sejarah Asam . Asam nitrat : Pupuk .ngatlah: • • Harga pKa lebih rendah. Asam asetat : Larutan Cuka 2 . Harga pKa lebih tinggi. ASAM Buah-buahan yang masih Muda pada pada umumnya berasa Asam .pupuk 10. Asam klorida : Asam lambung.tomat.sayuran 3 . Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa asam yang bermuatan negatif.pupuk 9 . Asam tatrat : Anggur 11.

termasuk Antoine Lavoisier.. HCl. Asam-asam mineral tersebut dikenal. Lavoisier mendefinisikan asam sebagai zat mengandung oksigen karena pengetahuannya akan asam kuat hanya terbatas pada asam-asam okso dan karena ia tidak mengetahui komposisi sesungguhnya dari asam-asam halida. secara keliru berkeyakinan bahwa semua asam mengandung oksigen. Lavoisier-lah yang memberi nama oksigen dari kata bahasa Yunani yang berarti "pembentuk asam". asam klorida. definisi oleh Lavoisier tersebut harus ditinggalkan. para ahli dapat membuat asam sulfat. HBr. Mereka menamainya asam-asam mineral. Mereka menamainya sebagai asam-asam organik. dan HI. Kata asam (acid) berasal dari bahasa Latin acidus yang berarti rasa asam. suatu atom unsur penyusun senyawa kimia yang . termasuk Humphry Davy.Sekitar tahun 1800. Setelah unsur klorin. ahli kimia Swedia yang bernama Svante August Arrhenius dengan menggunakan landasan ini. Sejak ratusan tahun yang lalu. Ketika ilmu kimia semakin berkembang. Setelah itu pada tahun 1884. mengemukakan teori ion dan kemudian merumuskan pengertian asam. bromin. Selanjutnya. banyak kimiawan Prancis. Kimiawan Inggris pada waktu itu. Menurut Arrhenius. setelah dikemukankannya definisi asam dari Arrhenius. Rasa asam menunjukkan bahwa suatu bahan mengandung asam. berkeyakinan bahwa semua asam mengandung hidrogen. para ahli kimia telah berhasil memisahkan berbagai jenis asam dari sumber alami (tumbuhan dan hewan). asam nitrat dan berbagai asam lainnnya dari bahan mineral. dan iodin teridentifikasi dan ketiadaan oksigen dalam asam-asam halida ditemukan oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1810..

Unsur yang bermuatan listrik positif atau negatif tersebut dinamakan ion. Secara umum. Pepsi) Asam sitrat (C6H8O7) Dalam buah jeruk dan lemon Asam asetat (CH3COOH ) Dalam cuka makan Asam laktat CH3CH(OH)COOHDalam susu basi (yoghurt) Asam salisilat Dalam aspirin C6H4C(OH)(COOH) Contoh asam kuat Terdapat/Digunakan . ion hidroksida (OH-).berinteraksi dengan atom unsur lainnya dapat kehilangan sejumlah elektron atau memperoleh sejumlah elektron. Contoh ion antara lain adalah ion hidrogen (H+). Sedangkan atom unsur yang mendapat tanbahan elektron akan bermuatan negatif. Atom unsur yang kehilangan elektron akan bermuatan positif. Larutan encer mengandung hanya sedikit asam. Berdasarkan pengertian asam menurut Arrhenius tersebut. Fanta. ion natrium (Na+). asam mineral bereaksi lebih hebat daripada asam-asam organik. dan lain-lain. Contoh asam lemah Asam askorbat (C6H8O6) Terdapat/Digunakan Dalam buah-buahan. disebut juga vitamin C Asam karbonat (H2CO3) Dalam minuman bersoda (misal: Coca Cola. Sprite. maka ketika suatu senyawa asam di larutkan ke dalam air akan terbentuk ion hidrogen (H+) dan ion negatif menurut reaksi sebagai berikut. sedangkan larutan pekat mengandung banyak asam. pengertian asam menurut Arrhenius adalah sebagai berikut. ion klorida (Cl-). Larutan asam dapat encer atau pekat. Dengan demikian. Mereka menamai asam mineral itu sebagai asam kuat. sedangkan asam-asam organik sebagai asam lemah.

Asam klorida (HCl) Asam nitrat (H2N03) Asam fosfat (H3PO4) Asam sulfat (H2SO4) Dalam getah lambung dan dalampenyepuhan sebagai pembersih permukaan logam Pembuatan pupuk dan bahan peledak Pembuatan cat antikarat dan pembuatan bahan pupuk Aki (accu) dan bahan pembuatan pupuk Indikator Asam-Basa Ditulis oleh Jim Clark pada 07-11-2007 Halaman ini menggambarkan bagaimana indikator asam-basa bekerja. Pengambilan versi yang disederhanakan kesetimbangan ini: Lakmus yang tidak terionisasi adalah merah. Bagaimanakah cara kerja indikator Indikator sebagai asam lemah Lakmus Lakmus adalah asam lemah. Sekarang gunakan Prinsip Le Chatelier untuk menemukan apa yang terjadi jika anda menambahkan ion hidroksida atau beberapa ion hidrogen yang lebih banyak pada kesetimbangan ini. ketika terionisasi adalah biru. Penambahan ion hidroksida: . dan bagaimana pemilihan indikator yang tepat untuk titrasi tertentu. Lakmus memiliki molekul yang sungguh rumit yang akan kita sederhanakan menjadi HLit. "H" adalah proton yang dapat diberikan kepada yang lain. "Lit" adalah molekul asam lemah. Tidak dapat dipungkiri bahwa akan terjadi kesetimbangan ketika asam ini dilarutkan dalam air.

Alasan untuk membubuhkan tanda kutip disekitar kata "netral" adalah bahwa tidak terdapat alasan yang tepat kenapa kedua konsentrasi menjadi sebanding pada pH 7. jingga metil berwarna kuning dan strukturnya adalah: .sebanding: Pada beberapa titik selama terjadi pergerakan posisi kesetimbangan. hal itu tidak benar untuk indikator yang lain. terjadi perbandingan warna mendekati 50 / 50 pada saat pH 7 – hal itulah yang menjadi alasan kenapa lakmus banyak digunakan untuk pengujian asam dan basa. Jingga metil (Methyl orange) Jingga metil adalah salah satu indikator yang banyak digunakan dalam titrasi. Seperti yang akan anda lihat pada bagian berikutnya. Warna yang anda lihat merupakan pencampuran dari keduanya.Penambahan ion hidrogen: Jika konsentrasi Hlit dan Lit. Untuk lakmus. Pada larutan yang bersifat basa. konsentrasi dari kedua warna akan menjadi sebanding.

anda mungkin berfikir bahwa ketika anda menambahkan asam. dan fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain. ion hidrogen akan ditangkap oleh yang bermuatan negatif oksigen. ion hidrogen tertarik pada salah satu ion nitrogen pada ikatan rangkap nitrogen-nitrogen untuk memberikan struktur yang dapat dituliskan seperti berikut ini: Anda memiliki kesetimbangan yang sama antara dua bentuk jingga metil seperti pada kasus lakmus – tetapi warnanya berbeda.Sekarang. . pada setengah tingkat dimana campuran merah dan kuning menghasilkan warna jingga terjadi pada pH 3. Itulah tempat yang jelas untuk memulainya. Anda sebaiknya mencari sendiri kenapa terjadi perubahan warna ketika anda menambahkan asam atau basa. Fenolftalein Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan.7 – mendekati netral. Penjelasannya identik dengan kasus lakmus – bedanya adalah warna. Ini akan diekplorasi dengan lebih lanjut pada bagian bawah halaman. Tidak begitu! Pada faktanya. Pada kasus jingga metil.

Kita akan menyebutnya Kind untuk memberikan penekanan bahwa yang kita bicarakan di sini adalah mengenai indikator. dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. Pada kasus tersebut. Karena pencampuran warna merah muda dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat.3. HInd – dimana "Ind" adalah bagian indikator yang terlepas dari ion hidrogen yang diberikan keluar: Karena hal ini hanya seperti asam lemah yang lain. anda akan memperoleh: .Pada kasus ini. anda dapat menggunakan hal ini untuk menentukan pH pada titik reaksi searah. Pikirkanlah apa yang terjadi pada setengah reaksi selama terjadinya perubahan warna. Penambahan ion hidroksida menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk menggantikannya – mengubah indikator menjadi merah muda. keduanya akan menghapuskan ungkapan Kind. Setengah tingkat terjadi pada pH 9. Jika anda menyusun ulang persamaan yang terakhir pada bagian sebelah kiri. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah kiri. dan kemudian mengubahnya pada pH dan pKind. asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda terang. hal ini sulit untuk mendeteksinya dengan akurat! Rentang pH indikator Pentingnya pKind Berpikirlah tentang indikator yang umum. Pada titik ini konsentrasi asam dan ion-nya adalah sebanding. anda dapat menuliskan ungkapan Ka untuk indikator tersebut.

warna merah akhirnya akan menjadi dominan yang mana anda tidak lagi melihat warna kuning. Sebagai contoh.5 3. Pada beberapa titik akan cukup banyak adanya bentuk merah dari jingga metil yang menunjukkan bahwa larutan akan mulai memberi warna jingga. dan pada beberapa titik mata akan mulai mendeteksinya.7 9.3 Rentang pH indikator Indikator tidak berubah warna dengan sangat mencolok pada satu pH tertentu (diberikan oleh harga pKind-nya). tetapi sekarang anda menambahkan sesuatu untuk memulai pergeseran tersebut. Sekarang mulai tambahkan asam karena itu kesetimbangan akan mulai bergeser. Untuk indikator yang kita miliki dapat dilihat dibawah ini: indikator lakmus jingga metil fenolftalein pKind 6. Secara kasar "aturan ibu jari". jika anda menggunakan jingga metil pada larutan yang bersifat basa maka warna yang dominan adalah kuning. menempati rentang pH. perubahan yang tampak menempati sekitar 1 unit pH pada tiap sisi harga pKind. mereka mengubah sedikit rentang pH. Malahan. anda akan memulai untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih banyak lagi pembentukan warna yang kedua. Selama terjadi pergeseran kesetimbangan.Hal itu berarti bahwa titik akhir untuk indikator bergantung seluruhnya pada harga pKind. Terjadi perubahan kecil yang berangsur-angsur dari satu warna menjadi warna yang lain. Dengan mengasumsikan kesetimbangan benar-benar mengarah pada salah satu sisi. Harga yang pasti untuk tiga indikator dapat kita lihat sebagai berikut: . Selama anda melakukan penambahan asam lebih banyak.

0 Perubahan warna lakmus terjadi tidak selalu pada rentang pH yang besar. anda tak pelak lagi membutuhkan pemilihan indikator yang perubahan warnanya mendekati titik ekivalen.7 9. Sebagai contoh. Jingga metil atau fenolftalein sedikit kurang berguna.5 3.3 pH rentang pH 5–8 3.indikator lakmus jingga metil fenolftalein pKind 6. Bagian yang diarsir pada gambar tersebut adalah rentang pH untuk jingga metil dan fenolftalein. Pemilihan indikator untuk titrasi Harus diingat bahwa titik ekivalen titrasi yang mana anda memiliki campuran dua zat pada perbandingan yang tepat sama. Berikut ini dapat dilihat dengan lebih mudah dalam bentuk diagram. . tetapi lakmus berguna untuk mendeteksi asam dan basa pada lab karena perubahan warnanya sekitar 7.4 8. Indikator yang dipilih bervariasi dari satu titrasi ke titirasi yang lain.3 – 10. jingga metil akan berwarna kuning pada tiap larutan dengan pH lebih besar dari 4.4. Hal ini tidak dapat dibedakan antara asam lemah dengan pH 5 atau basa kuat dengan pH 14.1 – 4. Asam kuat vs basa kuat Diagram berikut menunjukkan kurva pH untuk penambahan asam kuat pada basa kuat.

anda dapat melihat bahwa tidak terdapat perubahan indikator pada titik ekivalen. dengan menggunakan jingga metil. Akan tetapi. Asam kuat vs basa lemah . Jika anda mengguanakan fenolftalein. anda akan mentitrasi sampai fenolftalein berubah menjadi tak berwarna (pada pH 8. hal tersebut berguna pada titrasi untuk memilihih kemungkinan warna terbaik melalui penggunaan tiap indikator. Dilain pihak. anda mendapatkan titik yang lebih jauh dari titik ekivalen. anda akan mentitrasi sampai bagian pertama kali muncul warna jingga dalam larutan. Akan tetapi. gambar menurun tajam pada titik ekivalen tersebut yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan pada volume asam yang ditambahkan apapun indikator yang anda pilih.8) karena itu adalah titik terdekat untuk mendapatkan titik ekivalen. Jika larutan berubah menjadi merah.

anda memiliki pilihan indiaktor yang berubah warna pada bagian kurva yang curam. jingga metil sia-sia! Akan tetapi. . asam etanoat dan larutan amonia. Akan tetapi jingga metil mulai berubah dari kuning menjadi jingga sangat mendekati titik ekivalen. fenolftalein berubah warna dengan tepat pada tempat yang anda inginkan.Kali ini adalah sangat jelas bahwa fenolftalein akan lebih tidak berguna. Pada kasus yang lain. Asam lemah vs basa kuat Kali ini. Asam lemah vs basa lemah Kurva berikut adalah untuk kasus dimana asam dan basa keduanya sebanding lemahnya – sebagai contoh. titik ekivalen akan terletak pada pH yang lain.

.Anda dapat melihat bahwa kedua indikator tidak dapat digunakan. Perubahan warna jingga metil dengan tepat terjadi pada pH titik ekivalen bagian kedua reaksi. anda tidak akan pernah mentitrasi asam lemah dan asam basa melalui adanya indikator. Hal ini terjadi bahwa fenolftalein selesai mengalami perubahan warnanya pada pH yang tepat dengan titik ekivalen pada saat untuk pertamakalinya natrium hidrogenkarbonat terbentuk. Ini memungkinkan untuk menemukan indiaktor yang memulai perubahan warna atau mengakhirinya pada titik eqivalen. dan jingga metil jauh ke bawah sekali. karena pH titik ekivalen berbeda dari kasus yang satu ke kasus yang lain. anda tidak dapat mengeneralisirnya. Larutan natrium karbonat dan asam hidroklorida encer Berikut ini adalah kasus yang menarik. Jika anda menggunakan fenolftalein atau jingga metil. Secara keseluruhan. keduanya akan memberikan hasil titirasi yang benar – akan tetapi harga dengan fenolftalein akan lebih tepat dibandingkan dengan bagian jingga metil yang lain. Fenolftalein akan berakhir perubahannya sebelum tercapai titik ekivalen.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->