MAKALAH HUBUNGAN INTERNASIONAL ( INTERNATIONAL RELATION) HERKOLANUS JULIANUS 2008/20031/MAF

A. Pengertian, pentingnya, dan sarana ± sarana hubungan internasional bagi suatu negara 1. Pengetian hubungan internasional a. Charies A.Mc. Clelland, hubungan internasional adalah studi tentang keadaan ± keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. b.Tygve Nathiessen, hubungan internasional merupakan bagian dari ilmu politik dan karena itu komponen ± komponen hubungan internasional meliputi politik internasional, organisasi dan administrasi internasional, dan hukum internasional. c. Warsito Sunaryo, hubungan internasional merupakan studi tentang interaksi antara jenis kesatuan ± kesatuan sosial tertentu, termasuk studi tentang keadaan relevan yang mengelilingi interaksi. Hubungan internasional dapat berwujud dalam berbagai bentuk sebagai berikut : a. Hubungan individual, b. Hubungan antarkelompok c. Hubungan anternegara Adapun kerja sama internasional antara lain bertujuan untuk ; a. Memacu pertumbuhan ekonomi setiap negara

b. Menciptakan saling pengertian antarbansa dalam membina dalam menegakkan perdamaian dunia, dan menciptakan keadilan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. 2. Arti penting hubungan internasional Adapun arti penting hubungan internasional a. Memelihara dan menciptakan hidup berdampingan secara damai dan adil dengan bangsa lain.

b. Mencegah dan menyelesaikan konflik, perselisihan, permusuhan, atau persengketaan yang antara bangsa dan negara di dunia. c. Mengembangkan cara penyelesaian masalah secara damai melalui perundingan dan diplomasi yang lazim ditempuh negara ± negara beradab, cinta damai, dan berdampingan kepada nilai ± nilai etik dalam pergaulan antarbangsa. d. Membangun solidaritas dan sikap saling menghormati antarbangsa. 3. Sarana ± sarana hubungan internasional a. Diplomasi , hubungan politik antar 2 negara atau lebih. Menurut Suwardi Wiriatmadja, tugas pokok diplomat. 1. Melaksanakan politik atau kebijakan dari negaranya sendiri 2. Melindungi kepentingan negara dan warga negaranya. 3. Memberikan informasi, bahan ± bahan keterangan, laporan kepada

pemerintahnya tentang perkembangan ± perkembangan penting di dunia ini.

Setiap negara pasti akan terlibat hubungan ekonomi dengan negara ± negara lain. negara. Tahap ± tahap perjanjian internasional 1. Kekuatan militer dan perang Kekuatan militer yang dimiliki suatu negara sangat berpengaruh terhadap hubungan internasional. Laporan (reporting) 4. Ekonomi Sarana ekonomi umumnya digunakan dalam berbagai situasi baik damai maupun perang. emosi. dan tindakan suatu kelompok demi kepentingan masyarakat umum. 1. Perlindungan kepentingan bangsa. B. Propaganda Propaganda adalah usaha sistematis yang digunakan untuk mempengaruhi pikiran. c. Pengertian perjanjian internasional . dan warga negaranya di luar negeri b. Perundingan (negotiation) 3. Perwakilan (representation) 2. Karena dengan kekuatan militer yang penuh akan menambah kepercayaan bagi suatu negara untuk melakukan hubungan internasional. d.Fase pokok dari diplomasi.

yaitu persetujuan resmi yang bersifat multilateral. yaitu traktat dalam pengertian sempit yang pada umumnya berisi materi politis. . Traktat (treaty). d. f. Sarana utama yang praktis bagi transaksi dan komunikasi antaranggota masyarakat negara. yaitu persetujuan yang dilakukan oleh dua negara atau lebih. Menyelesaikan sengketa internasional yang bermunculan di berbagai bagian dunia 3. yaitu himpunan peraturan ± peraturan yang ditetapkan oleh persetujuan internasional. Bentuk dan nama perjanjian internasional a. negara) yang menurut hukum internasional menimbulkan hak dan kewajiban bagi para pihak yang membuat kesepakatan. Sebagai sarana pengembang kerja sama internasional secara damai 4. 2. e. Pakta (pact). Deklarasi (declaration). Persetujuan (agreement). yaitu persetujuan bersama mengenai suatu masalah dalam bidang politik.Perjanjian internasional adalah kesepakatan antara dua atau lebih subjek hukum internasional (lembaga internasional. Fungsi perjanjian internasional 1. b. c. Piagam (statute). Konvesi (convention). 2. Sumber hukum internasional 3. yaitu suatu perjanjian internasional yang lebih bersifat teknis administratif.

yaitu catatan ± catatan atau kesimpulan ± kesimpulan konferensi diplomatik. Charter. yaitu istilah yang digunakan dalam perjanjian internasional. Pertukaran nota (exchange of notes). p. Proses verbal. yaitu dokumen untuk mencatat persetujuan yang bersifat sementara. yaitu tambahan atas persetujuan yang telah ada. Individu atau perseorangan (person) dan 2. h. Subyek hukum perjanjian internasional a. yaitu traktat yang dapat bersifat resmi dan tidak resmi. o. yaitu metode tidak resmi l. Ketentuan umum (general act). Kompromis. yaitu untuk transaksi ± transaksi yang bersifat sementara dan tidak seformal traktat dan konvesi. k. Modul vivendi. Subyek hukum perjanjian dalam hukum perdata internasional. i. n. j. yaitu ringkasan hasil ± hasil konferensi yang menyebutkan negara ± negara peserta. Perikatan (arrangement). Protokol (protocol). 4.g. 1. Ketentuan penutup (final act). yaitu persetujuan yang isinya melengkapi (suplemen) suatu konvensi dan pada umumnya dibuat oleh kepala negara. Badan hukum (rechtsersoon) .

antara lain sebagai berikut. Perjanjian internasional yang bersifat law making. Macam ± macam perjanjian internasional a. seperti PBB dan ASEAN 4. Perjanjian antarnegara . Tahta suci Vatikan 6. Pemberontakan dan pihak dalam sengketa (kaum belligerensi). seperti PLO dan negara bagian 5. Berdasarkan subyeknya 1. Kesatuan bukan negara. Lembaga atau organisasi internasional. Individu atau perseorangan 2. 2. Palang merah internasional 7. Perjanjian multilaterl b. Berdasarkan jumlah peserta 1. 1. Perjanjian bilateral 2. 5. Negara yang merdeka dan berdaulat 3. Berdasarkan strukturnya 1. Perjanjian internasional yang bersifat contract c.b. Subjek hukum perjanjian dalam hukum publik internasional.

Perjanjian internasional lisan. Segi ekonomi 3. Berdasarkan proses / tahapan pembentukannya 1. Berdasarkan cara berlakunya 1. Perjanjian internasional antarnegara 3. Segi batas wilayah 5. Segi kesehatan f. . Perjanjian internasional yang bersifat self-executing 2. Perjanjian internasional tertulis b. Perjanjian bersifat penting 2. Perjanjian internasional yang bersifat non self executing e. Berdasarkan isinya 1. Segi politis 2. Perjanjian bersifat sederhana Whisnu Situni mengungkapkan pendapatnya .2. a. Segi hukum 4. Perjanjian antarsesama subjek hukum internasional d.

Penandatanganan c. Tahap ± tahap pembuatan perjanjian internasional Dalam konvensi Wina Tahun 1969 a. Tanda tangan delegasi 7. Klausula substantif d. 24 Tahun 2000. antara lain . Deklarasi unilateral atau deklarasi sepihak 3. Perundingan b. Judul b. 6. tahap ± tahap pembuatan perjanjian internasional sebagai berikut : . Pembuktian formal f. Persetujuan diam ± diam. Pengesahan Menurut UU No. Struktur perjanjian internasional a. Klausula formal e. Preambule c. Perjanjian internasional lisan 2. 1.Adapun macam ± macam perjanjian internasional tidak tertulis.

menjaga. Pengesahan naskah perjanjian C. 2. Menjaga agar kepentingan egara sendiri tidak dirugikan dalam percaturan politik internasional. Melindungi para warga negara sendiri di luar negeri. Sebagai Perwakilan Diplomatik. Membina. Perundingan c. . 4. Fungsi perwakilan diplomatik Tujuan diplomasi : 1. Perumusan naskah perjanjian d. 2. Diplomat mempunyai tiga fungsi dasar. 3. dan menyelenggarakan hubungan yang lancar dengan negara dan pemerintah lain. Mempresentasikan bangsa dan egara sendiri di luar negeri.a. Mengumpulkan dan menyampaikan informasi yang berguna. yaitu : 1. Penerimaan naskah perjanjian e. 5. Penandatanganan f. Penjajakan b. Sebagai Lambang.

perwakilan diplomatik memiliki fungsi : a. Seorang perwakilan diplomatik mempunyai tugas umum : a. e. Perangkat-perangkat : . Sebagai Wakil Yuridis yang Sah Menurut Hukum dan Hubungan Internasional. Negosiasi (berunding). Memelihara hubungan persahabatan antara kedua negara. b. Representasi (meninjau kembali). Melindungi kepentingan negara pengirim dan warga negaranya di negara penerima dalam batas-batas yang diijinkan oleh hukum internasional. Proteksi (perlindungan). Perwakilan Diplomatik Menurut Kongres Wina Tahun 1961. Relationship (hubungan yang baik). sesuai dengan undang-undang dan melaporkan kepada pemerintah negara pengirim. Mewakili negara pengirim di dalam negara penerima.3. Mengadakan persetujuan dengan pemerintah negara penerima. Memberikan keterangan tentang kondisi dan perkembangan negara penerima. c. c. d. e. b. d. Observasi (pengamatan). 1.

Atase-Atase Perwakilan Konsuler Korps perwakilan konsuler bekerja pada kantor-kantor konsulat : a. Kuasa Usaha (Change de affaires) e. Duta (Gerzant) c. Golongan kepala-kepala kantor konsuler : a. c. b. Menteri Residen (Minister Resident) d. Agen Konsul Fungsi perwakilan konsuler : . Konsul Muda d. Kantor konsulat jenderal (consulate general). Konsul Jenderal b. Konsul c.a. d. Kantor perwakilan konsuler (consular agency). Duta Besar Berkuasa Penuh (Ambassador) b. Kantor konsulat (consulate). Kantor wakil konsulat (vice consulate).

Melaksanakan urusan tata usaha. Pribadi pejabat diplomatik b. komunikasi. penerangan. Korespondensi diplomatik Perwakilan Diplomatik . c.a. d. 1. kebudayaan. konsuler. Pembebasan dari kewajiban membayar pajak. perhubungan. e. Melaksanakan pengamatan. dan urusan rumah tangga perwakilan konsuler. perdagangan. b. dan ilmu pengetahuan. protokol. penilaian. 2. Pembebasan dari kewajiban pabean. Keistimewaan perwakilan diplomatik a. Melindungi kepentingan nasional negara dan warga negara yang berada dalam wilayah kerjanya. Menyelenggarakan bimbingan dan pengawasan terhadap warga negara di wilayah kerjanya. Menyelenggarakan urusan pengamanan. f. dan pelaporan. Kekebalan perwakilan diplomatik a. keuangan. kepegawaian. Melaksanakan usaha peningkatan hubungan dengan negara penerima di bidang perekonomian. perlengkapan. dan persandian. Kantor perwakilan c. b.

Malaysia. bahasa. integritas wilayah nasional. yaitu antara Indonesia. PBB) dalam Meningkatkan Hubungan Internasional 1. 3) Persamaan letak geografis yang strategis dalam percaturan politik dan ekonomi internasional. Dasar atau Prinsip Utama ASEAN 1) Saling menghormati kemerdekaan. kesamaan. kedaulatan. Peranan Organisasi Internasional (ASEAN. dan Filipina. 3) Tidak saling turut campur urusan dalam negeri masing-masing. tata karma. Latar Belakang 1) Persamaan bidang kebudayaan. 2) Mengakui hak setiap bangsa untuk penghidupan nasional yang bebas dari campur tangan luar. dan indentitas nasional setiap negara. dan pola kehidupan. . ASEAN (Association of South East Asian Nation) a. 4) Berakhirnya konfrontasi yang timbul di Asia Tenggara.Perwakilan Konsuler D. b. AA. subversi dan intervensi dari luar. 2) Persamaan senasib akibat ditindas bangsa penjajah.

5) Bekerja sama dengan lebih efektif. tahun 1976 (Indonesia). adalah : 1) ASEAN Summit . dan masih banyak lagi. 6) Memelihara kerja sama yang erat dan berguna. serta pengembangan kebudayaan. 3) KTT ASEAN III di Manila. c. 6) Menjalankan kerja sama secara efektif antara anggota. 2) MEningkatkan perdamaian dan stabilitas regional. tahun 1977 (Malaysia). kemajuan sosial. e. 4) Saling memberikan bantuan. Tujuan 1) Mempercepat pertumbuhan ekonomi. 5) Tidak mempergunakan ancaman (menolak penggunaan kekuatan) militer.4) Penyelesaian perbedaan atau pertengkaran dan persengketaan secara damai. Struktur Organisasi ASEAN Struktur organisasi ASEAN setelah KTT di Bali tahun 1976. Penyelenggaraan KTT ASEAN 1) KTT ASEAN I di Bali. d. tahun 1987 (Filipina). 2) KTT ASEAN II di Kuala Lumpur. 3) Meningkatkan kerja sama yang aktif.

ASEAN Senior Financials Officials Meeting (ASFOM). Konferensi Asia-Afrika (KAA) a. dan Committees Sub-Sub Komisi dan KElompok-Kelompok Kerja ASEAN (Sub-Committees and Working Group) 9) ASEAN Secretariat / Sekretariat ASEAN f. Latar Belakang Penyelengaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) . Peranan ASEAN 1) ASEAN Regional Forum (ARF) 2) ASEAN Mempelopori Perjanjian Pesahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC) 3) Peranan ASEAN dalam Masalah di Asia Timur 4) Menyelesaikan Persoalan ASEAN Vegetables Oil Club (AVOC) 2. Senior Officials Meeting (SOM).2) ASEAN Ministerial Meeting (AMM) 3) ASEAN Economic Minister (AEM) 4) ASEAN Finance Ministerial Meeting (AFMM) 5) Others ASEAN Ministerial Meeting 6) ASEAN Standing Committee (ASC) 7) Senior Economic Officials Meeting (SEOM).

budi pekerti. KAA memuat pokok-pokok pembicaraan yang mencerminkan masalah-masalah internasional yang hangat pada waktu itu. dan bahasa orang Timur. dasar-dasar falsafah. 2) Mempertimbangkan masalah-masalah khusus bangsa-bangsa di Asia-Afrika. kedua benua dipertalikan oleh adanya hubungan keturunan agama. Masalah-masalah tersebut antara lain sebagai berikut : 1) Kerja Sama Ekonomi 2) Kerja Sama di Bidang Kebudayaan 3) Hak-Hak Asasi Manusia . 3) Kedua Negara memiliki persamaan nasib sebagai korban penjajahan bangsa Barat. dan hubungan bertetangga baik. b. 4) Meninjau kedudukan Asia dan rakyatnya di dunia ini. Penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Bandung Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan pada tanggal 18-25 April 1955 di Bandung. 2) Kedua benua mempunyai persamaan dalam bidang kebudayaan. dan kebudayaan negara-negara anggota. Tujuan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 1) Memajukan kerja sama antarbangsa Asia-Afrika untuk mengembangkan kepentingan bersama. persahabatan. 3) Mempertimbangkan masalah-masalah sosial.1) Kedua benua saling berdekatan letaknya dan saling melengkapi di dalam berbagai bidang kehidupan. c. ekonomi.

Hasil Konferensi Asia-Afrika Konferensi Asia-Afrika menghasilkan keputusan yang dikenal dengan Dasasila Bandung. Woodrow Wilson. atas usul Presiden AS. baik secara sendiri maupun secara kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB. baik besar maupun kecil. 3. Tujuan PBB 1) Tujuan PBB yang tercantum dalam Preambule Piagam PBB sebagai berikut : . Tujuannya adalah mempertahankan perdamaian internasional dan meningkatkan kerja sama internasional. 3) Mengakui persamaan semua bangsa. Latar Belakang Lahirnya PBB Latar belakang berdirinya PBB adalah ketika pada tanggal 10 Januari 1920 dibentuklah suatu organisasi internasional yang diberi nama Liga Bangsa-Bangsa (League of Nations). PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) a. 5) Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri. 4) Tidak melakukan intervensi atau campur tangan masalah dalam negeri negara lain.4) Masalah Bangsa yang Belum Merdeka (Terjajah) 5) Masalah Perdamaian Dunia dan Kerja Sama Internasional d. Beberapa isi Dasasila Bandung adalah : 1) Menghormati hak dasar manusia sebagaimana tercantum dalam piagam PBB. b. 2) Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua negara.

serta bagi semua bangsa baik besar maupun kecil. 2) Tujuan PBB yang tercantum dalam pasal 1 Piagam PBB. harkat dan derajat diri manusia. Struktur Organisasi PBB 1) Organ Utama a) Majelis Umum (General Assembly) Tugas : (1) Berhubungan dengan perdamaian dan keamanan internasional. dan persamaan hak bagi pria dan wanita. d) Mendorong kemajuan sosial dan tingkat kehidupan yang lenih baik. . b) Memperteguh kepercayaan pada hak-hak asasi manusia.a) Menyelamatkan generasi mendatang dari bencana perang. b) Memajukan hubungan persahabatan antara bangsa-bangsa. c) Menciptakan keadaan yang memungkinkan terpeliharanya keadilan dan kehormatan. serta kewajiban yang timbul dari perjanjian internasional dan sumber hukum internasional lain. c) Mewujudkan kerja sama internasional dalam memecahkan persoalan-persoalan internasional. sebagai berikut : a) Memelihara perdamaian dan keamanan internasional. d) Menjadi pusat bagi upaya mnyelaraskan segala tindakan-tindakan bangsa dalam mencapai tujuan bersama tersebut. c.

pendidikan. dan lain-lain. (2) Mengambil tindakan. kesehatan. dan lain-lain. c) Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council) d) Dewan Perwalian (Trusteeship Council) e) Mahkamah Internasional (International Court of Justice) f) Sekretariat (Secretary) Tokoh-tokoh yang pernah menjabat sebagai sekretaris jenderal PBB adalah : (1) Trigve Lie dari Norwegia (1946-1953) (2) Dag Hammarskjold dari Swedia (1953-1961) (3) U Than dari Myanmar (1961-1971) (4) Kurt Waldheim dari Austria (1972-1981) (5) Javier Perez de Cuellar dari Peru (1982-1991) (6) Butros-Butros Ghali dari Mesir (1991-1996) . baik preventif maupun represif. dan perikemanusiaan. b) Dewan Keamanan (Security Council) Tugas dan wewenangnya : (1) Menyelesaikan sengketa antarnegara secara damai.(2) Berhubungan dengan kerja sama ekonomi kebudayaan. dalam rangka memelihara perdamaian dan keamanan dunia.

mulai menjabat di tahun 2007.(7) Kofi Anan dari Ghana (1997-2006) (8) Ban Ki-Moon dari Korea Selatan. 2) Organ Subsidier Organ subsidier di bawah naungan Majelis Umum : a) UNRWA (United Nations Relief Works Agency) b) IAEA (International Atomic Energy Agency) Organ subsidier di bawah naungan Dewan Keamanan : a) MSC (Millitary Staff Committee) b) UNIFIL (United Nations Interim Forces in Lebanon) c) UNDOF (United Nations Disengangement Observer Forces) d) UNMOGIP (United Nations Millitary Observer Group in India and Pakistan) e) UNEF (United Nations Emergency Forces) f) UNOC (United Nations Operation for Congo) 3) Badan Khusus Beberapa badan khusus di bawah naungan Dewan Ekonomi dan Sosial sebagai berikut : a) GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) b) ILO (International Labour Organization) .

dan Kemanusiaan 2) Peranan PBB bagi Bangsa dan Negara Indonesia . and Cultural Organization) e) WHO (World Health Organization) f) IMF (International Monetary Fund) g) IDA (International Development Association) Beberapa badan khusus di bawah kerja sama Dewan Ekonomi dan Sosial dengan Majelis Umum : a) UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) b) UNICEF (United Nations Children¶s Fund) c) UNHCR (United Nations High Comissioner for Refugees) d) WFP (UN-FAO World Food Programme) e) UNITAR (United Nations Institute for Training and Research) d.c) FAO (Food and Agricultural Organization) d) UNESCO (United Nations Educational. Peranan PBB bagi Dunia dan Indonesia 1) Peranan PBB bagi Dunia Internasional a) Bidang Keamanan dan Perdamaian b) Bidang Ekonomi c) Bidang Sosial-Budaya. Kesehatan. Scientific.

PBB mengirimkan UNCI (United Nations Commission for Indonesia). Pengertian Hukum Internasional Hukum internasional yakni keseluruhan peraturan hukum yang mengatur kedudukan hukum dan hubungan hukum dalam pergaulan internasional yang mempunyai akibat hukum. 2) Asas Kebangsaan Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara pada warga negaranya. Asas Hukum Internasional 1) Asas Teritorial Asas ini didasarkan pada kekuasaan negara atas daerah atau wilayahnya. Hakikat Sistem Hukum dan Peradilan Internasional 1. A. c) Pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat. b. Sumber Hukum Internasional .a) PBB turut membantu menyelesaikan persengketaan antara Indonesia dengan Belanda. 3) Asas Kepentingan Umum Asas ini didasarkan pada kewenangan negara c. b) Semasa perang kolonial antara Indonesia dan Belanda. Sistem Hukum Internasional a.

Sumber hukum internasional adalah sumber-sumber yang digunakan oleh mahkamah internasional dalam memutuskan masalah-masalah hubungan internasional. 4) Keputusan Pengadilan 5) Pendapat Ahli Hukum Terkemuka Maksudnya adalah pendapat yang diungkapkan oleh para ahli hukum atau sarjana hukum yang terkemukan dari berbagai negara. Subjek Hukum Internasional 1) Negara Negara dinyatakan sebagai subjek hukum internasional yang pertama karena kenyataan menunjukkan bahwa yang pertama-tama melakukan hubungan internasional adalah negara. 2) Kebiasaan Internasional Kebiasaan internasional merupakan kebiasaan umum yang diterima sebagai hukum. 1) Perjanjian Internasional Adalah perjanjian antaranggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk memunculkan akibat hukum tertentu. 3) Prinsip Hukum Umum Prinsip hukum umum adalah asas hukum yang mendasari sistem hukum modern. 2) Tahta Suci (Vatikan) . d.

2) Yurisdiksi Mahkamah Internasional Yurisdiksi Mahkamah Internasional adalah kewenangan yang dimiliki oleh Mahkamah Internasional yang bersumber pada hukum internasional untuk menentukan dan menegakkan sebuah aturan hukum. 3) Palang Merah Internasional 4) Organisasi Internasional 5) Orang Perorangan (Individu) 6) Pemberontak dan Pihak dalam Sengketa 2. Mahkamah Internasional / MI (The Intenational Court of Justice / ICJ) Mahkamah Internasional adalah lembaga pengadilan tertinggi di dalam kehidupan bernegara. Sistem Peradilan Internasional a. Mahkamah Pidana Internasional / MPI (The Internatioal Criminal Court / ICC) Mahkamah Pidana Internasional / ICC adalah mahkamah pidana internasional yang berdiri permanen berdasarkan traktat multilateral.Yng dimaksud dengan Tahta Suci (Vatikan) adalah gereja Katholik Roma yang diwakili oleh Paus di Vatikan. b. . 1) Fungsi Utama Mahkamah Internasional Menyelesaikan kasus-kasus persengketaan internasional yang subjeknya adalah negara.

Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional dan Cara Penyelesaian oleh Mahkamah Internasional 1. ataupun keamanan regional dan internasional. Masalah Politik 1) Keberadaan Amerika Serikat sebagai negara adidaya yang sering kali memanfaatkan kekuatannya untuk kepentingan sendiri. f. Perebutan pengaruh ekonomi. b. Penghinaan terhadap harga diri bangsa. Adanya intervensi terhadap kedaulatan negara lain. Perebutan sumber-sumber ekonomi. 3) Adanya keinginan dari sebagian besar anggota PBB untuk melakukan restrukturisasi PBB agar badan dunia tersebut lebih demokratis.B. Penyebab Sengketa Internasional a. e. dan efektif. Hal-hal yang bisa menjadi pemicu persengketaan internasional : a. 2) Serangan terhadap negara-negara yang dianggap teroris oleh Amerika Serikat akibat peristiwa serangan gedung World Trade Centre. efisien. d. c. b. dan lain-lain. Masalah Ekonomi . politik. Salah satu pihak tidak memenuhi kewajiban dalam perjanjian internasional. Perjanjian penafsiran mengenai isi perjanjian internasional.

3) Semakin menguatnya penyatuan ekonomi Eropa yang pasti akan lebih mengutamakan hubungan ekonomi antarmereka sendiri. dan lain-lain.1) Kekhawatiran munculnya dampak globalisasi yang tidak terkendali. 2. atau kemiskinan yang tak kunjung terselesaikan. Masalah Sosial-Budaya 1) Berkembangnya isu-isu global seperti hak asasi manusia. sebagai berikut : 1) Arbitrase Penyelesaian sengketa melalui arbitrase adalah pengajuan sengketa internasional kepada arbitrator yang dipilih secara bebas oleh para pihak yang memberi keputusan dengan tidak harus ketat memperhatikan pertimbangan-pertimbangan hukum. masalah tenaga kerja. . Penyelesaian Sengketa secara Damai Penyelesaian secara damai dapat dibedakan. c. dan lain-lain. 2) Masalah pendidikan yang terbengkalai. 4) Lambangnya bantuan dana dari negara-negara industry maju kepada negara-negara berkembang. 2) Sulitnya mengatur hubungan dalam satu hubungan ekonomi global antara negaranegara berkembang dan negara-negara maju. Penyelesaian Sengketa Internasional melalui Mahkamah Internasional a. 3) Perlakuan tidak adil terhadap tenaga kerja di luar negeri.

Salah satu tujuan organisasi itu adalah penyelesaian perselisihan antara negara-negara dan melalui pasal 2 Charter PBB. yang bertujuan membawa ke arah negosiasi atau memberi fasilitas ke arah negosiasi dan sekaligus berperan serta dalam negosiasi pihak sengketa tersebut. 4) Jasa Baik (Good Offices) Jasa baik adalah tindakan pihak ketiga yang membawa ke arah negosiasi atau yang memberi fasilitas ke arah terselenggaranya negosiasi. .2) Negosiasi Negosiasi merupakan suatu proses yang secara eksplisit diajukan usul secara nyata untuk tercapainya suatu persetujuan. 5) Konsiliasi 6) Penyelidikan (Inquiry) Penyelidikan (inquiry) adalah suatu proses penemuan fakta oleh suatu tim penyelidik yang netral. 3) Mediasi Mediasi adalah tindakan pihak ketiga atau individu yang tidak berkepentingan dalam suatu sengketa internasional. 7) Penyelesaian Sengketa di Bawah Naungan PBB PBB telah mengambil alih sebagian besar tanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa-sengketa internasional. bukan untuk permasalahan yang bersifat hukum murni. Prosedur ini dimaksudkan untuk menyelesaikan sengketa yang timbul karena perbedaan pendapat mengenai fakta.

Penyelesaian Sengketa dengan Kekerasan 1) Perang untuk mengalahkan negara lawan. c) Pertahanan diri. tindakan suatu negara yang mencampuri urusan dalam negeri maupun luar negeri dari negara lain. 5) Blokade damai adalah blokade yang dilakukan pada waktu damai.b. 2) Tindakan bersenjata bukan perang. 3) Retorsi adalah tindakan yang sah namun tidak bersahabat. Ketentuan-ketentuan yang termasuk dalam kategori intervensi sah : a) Intervensi kolektif sesuai dengan Piagam PBB. berarti penggunaan kekerasan senjata. d) Negara yang menjadi objek intervensi dipersalahkan melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional. 6) Intervensi. 4) Reprisal adalah tindakan permusuhan. b) Intervensi untuk melindungi hak-hak dan kepentingan warega negaranya. .