P. 1
pakan

pakan

|Views: 60|Likes:
Published by Mince Kaleka

More info:

Published by: Mince Kaleka on Feb 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/12/2013

pdf

text

original

Kebutuhan Air Air merupakan bahan pakan utama yang tidak bisa diabaikan, tubuh hewan terdiri dari

70% air, sehingga air benar-benar termasuk kebutuhan utama yang tidak dapat diabaikan. Kebutuhan air bagi ternak tergantung pada berbagai faktor yaitu kondisi iklim, bangsa sapi, umur dan jenis pakan yang diberikan (Sugeng, 1998). Air dalam tubuh ternak berfungsi sebagai transportasi zat pakan melalui dinding-dinding usus ke dalam peredaran darah, mengangkut zat-zat sisa, sebagai pelarut beberapa zat dan mengatur suhu tubuh (Siregar, 1994). Air minum sangat dibutuhkan bagi kesehatan sapi. Kebutuhan air minum sapi kurang lebih 20-40 liter/ekor/hari yang harus disediakan dalam kandang (Setiadi, 2001). 2.8.2. Kebutuhan Bahan Kering Bahan kering adalah bahan yang terkandung di dalam pakan setelah dihilangkan airnya. Sapi potong mampu mengkonsumsi ransum berupa bahan kering sebanyak 3-4% dari bobot badannya (Tillman et al., 1991). Konsumsi bahan kering menurut Lubis (1992), dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya : 1) faktor pakan, meliputi daya cerna dan palatabilitas; dan 2) faktor ternak yang meliputi bangsa, jenis kelamin, umur dan kondisi kesehatan ternak. Fungsi bahan kering pakan antara lain sebagai pengisi lambung, perangsang dinding saluran pencernaan dan menguatkan pembentukan enzim, apabila ternak kekurangan BK menyebabkan ternak merasa tidak kenyang. 12 Kemampuan ternak untuk mengkonsumsi BK berhubungan erat dengan kapasitas fisik lambung dan saluran pencernaan secara keseluruhan (Parakkasi, 1999). Menurut Tillman et al., (1991) palatabilitas pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya rasa, bentuk dan bau dari pakan itu sendiri. Pakan konsentrat yang diberikan pada ternak masih dalam kondisi yang baik dan tidak ada efek ketengikan sehingga dapat meningkatkan konsumsi. Pemberian pakan konsentrat dapat meningkatkan daya cerna pakan secara keseluruhan, makin banyak konsentrat yang dapat dicerna, berarti arus pakan dalam saluran pencernaan menjadi lebih cepat, sehingga menyebabkan pengosongan rumen meningkat dan menimbulkan sensasi lapar pada ternak akibatnya memungkinkan ternak untuk menambah konsumsi pakan. 2.8.3. Kebutuhan Protein Protein adalah senyawa organik kompleks yang mempunyai berat molekul tinggi. Ruminansia mendapatkan protein dari 3 sumber, yaitu protein mikrobia rumen, protein pakan yang lolos dari perombakan mikrobia rumen dan sebagian kecil dari endogenus (Tillman et al., 1991). Tubuh memerlukan protein untuk memperbaiki dan menggantikan sel tubuh yang rusak serta untuk produksi. Protein dalam tubuh diubah menjadi energi jika diperlukan. Protein dapat diperoleh dari bahan-bahan pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan yang berasal dari biji-bijian (Sugeng, 1998). Protein didalam tubuh ternak ruminansia, dapat dibedakan menjadi protein yang dapat disintesis dan protein tidak dapat disintesis. Protein yang dibutuhkan 13 oleh ternak ruminansia yaitu dalam bentuk PK dan Prdd. Protein kasar adalah jumlah nitrogen (N) yang terdapat didalam pakan dikalikan dengan 6,25 (Nx6,25), sedangkan Prdd adalah protein pakan yang dicerna dan diserap dalam saluran pencernaan (Siregar, 1994). Menurut Anggorodi (1994) kekurangan protein pada sapi dapat menghambat pertumbuhan, sebab fungsi protein adalah untuk memperbaiki jaringan, pertumbuhan jaringan baru, metabolisme, sumber energi, pembentukan anti bodi, enzim-enzim dan hormon.

Kelebihan energi akan disimpan dalam bentuk lemak badan. TDN atau energi merupakan total dari zat pakan yang paling dibutuhkan.. Menurut Siregar (1994) TDN adalah jumlah energi dari pakan maupun ransum yang dapat dicerna.. selain sebagai zat gizi (diminum). karena apabila terlalu banyak mineral akan membahayakan tubuh ternak (Anggorodi. 1991). sebagai komponen dari suatu sistem enzim (Tillman et al. memelihara keseimbangan asam basa dalam tubuh. Kebutuhan Energi Energi dalam pakan umumnya berasal dari karbohidrat dan lemak. Mineral harus disediakan dalam perbandingan yang tepat dan dalam jumlah yang cukup. penurunan bobot badan dan berkurangnya semua fungsi produksi dan terjadi kematian bila berlangsung lama (Tillman et al. 1991). Kebutuhan energi akan meningkat seiring 14 dengan pertambahan bobot badan. Menurut Parakasi (1999) ternak memanfaatkan energi untuk pertumbuhan dan produksi setelah kebutuhan hidup pokoknya terpenuhi.8. 2. Tinggi rendahnya TDN dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain bobot badan dan konsumsi pakan itu sendiri. Zat-zat pakan yang dapat menjadi sumber energi yaitu protein. Berbeda dengan ayam. lemak dan BETN. 1998). Air merupakan zat gizi yang penting terutama untuk proses metabolisme (pemecahan atau pembentukan zat gizi dalam tubuh). Penyediaan air secara terus menerus sangat diperlukan karma ternak itik tidak dapat minum air dalam jumlah banyak pada suatu saat.2. Kebutuhan energi akan meningkat seiring dengan pertambahan bobot badan. 1994). serta untuk memelihara kesehatan (Sugeng.4. Kekurangan energi dapat mengakibatkan terhambatnya pertambahan bobot badan.8.5. Kebutuhan Mineral Tubuh hewan memerlukan mineral untuk membentuk jaringan tulang dan urat. air juga dibutuhkan itik untuk membasahi . 15 Air. Mineral berfungsi untuk bahan pembentuk tulang dan gigi yang menyebabkan adanya jaringan yang keras dan kuat. pengangkutan zat gizi dan zat khusus didalam darah serta untuk pengeluaran panas tubuh. Kekurangan air akan menyebabkan ternak kerdil bahkan mati. 1998). tetapi sebaliknya jika pakan yang dikonsumsi tidak mencukupi kebutuhan energinya maka lemak tubuh akan dirombak untuk mencukupi kebutuhan energi untuk hidup pokok ternak yang tidak tercukupi dari pakan. sebagai aktivator sistem enzim tertentu. serat kasar. Sistem yang kedua adalah sistem kalori berdasar pada kandungan energi (kalori) pada bahan pakan (Blakely dan Bade. untuk memproduksi dan mengganti mineral dalam tubuh yang hilang. Pentingnya energi dalam pakan tercermin dari adanya 2 macam metode pengukuran yaitu metode pengukuran TDN merupakan sistem ukuran yang paling tua yang berdasar pada fraksi-fraksi yang tercerna dari sistem Wende serta sumbangan energinya.

700 Kkal/kg.0% Ca dan 0.2% hingga 0. Mn. menggantikan jaringan tubuh yang sudah tua dan untuk pembentukan antibodi yang berguna untuk melawan penyakit di dalam tubuh. Mineral dibutuhkan untuk membentuk kerangka (tulang) tubuh. Untuk itik yang sedang bertelur dibutuhkan zat kapur dan fosfor yang cukup tinggi dalam pakannya berkisar 3. Untuk itik periode bertelur. tetapi tidak mempengaruhi berat telur. Mo. Penambahan garam dapur 0. Pemberian kadar protein yang lebih rendah menyebabkan telur yang dihasilkan lebih kecil. Penentuan kebutuhan protein selalu dihubungkan dengan tingkat energi dalam pakan karma protein dapat dijadikan sebagai sumber energi dan dibutuhkan dalam pembentukan protein. Zat kapur atau (Calcium = Ca) dan fosfor (P) adalah zat mineral yang paling banyak dibutuhkan.5 Kg premix untuk tiap 100 Kg pakan.60% P. Kekurangan zat fosfor akan menurunkan nafsu makan dan menyebabkan pertumbuhan yang terlambat. jadi hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit.0. Dalam praktek sehari-hari digunakan campuran mineral dan vitamin (premix) yang telah banyak diperdagangkan dengan komposisi yang telah disesuaikan. Secara ringkas kebutuhan zat gizi utama untuk itik yang disarankan disajikan dalam Tabel . Cl) dan vitamin adalah dalam jumlah yang sangat sedikit. Fe. Co.25 . Zn. I. Se. 2. 3. sedangkan bila kadar energi pakan yang lebih rendah akan menyebabkan penurunan produksi telur. Kebutuhan akan mineral lain (Mg. Oleh karma itu ke dalaman air pada tempat minum harus dapat membasahi kepala itik. Kedua zat ini mempunyai hubungan yang saling terkait. pemberian pakan dengan kadar protein tinggi (18%) dapat memproduksi telur lebih balk dibandingkan pakan dengan kadar protein lebih rendah (16%). sehingga hanya perlu diberikan sebanyak 0. sedangkan energi metabolisme untuk itik yang sedang bertelur adalah 2. Protein dan Energi Protein adalah zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. serta penurunan produksi dan berat telur.kepalanya.5% sudah dapat menunjang pertumbuhan dan produksi telur yang balk. membantu pencernaan dan metabolisme dalam sel serta untuk pembentukan kerabang (kulit) telur. K.25% dalam pakan menyebabkan penurunan produksi telur dan kerabang telur yang lebih tipis. Vitamin dan Mineral Vitamin adalah zat gizi yang dibutuhkan sebagai pernbantu (katalis) dalam proses pembentukan atau pemecahan zat gizi lain di dalam tubuh. Penurunan zat kapur hingga 1.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->